Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Bulan Bung Karno
Koster Yakin Generasi Milenial akan Teladani Bung Karno
Pentas Teatrikalisasi Puisi dan Oratorium Pukau Ribuan Penonton Acara Peringatan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno pada Sabtu (1/6) petang di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Provinsi Bali, berlangsung sukses dan semarak. Rangkaian acara Bulan Bung Karno akan berlangsung sebulan penuh dan mengusung tema Gerakan Kekuatan Pancasila (The Movement of Pancasila Power). Pemanggungan teatrikalisasi puisi oleh Ibu Putri Suastini Koster serta Oratorium Kolosal “Gerakan Kekuatan Pancasila” disambut gemuruh tepuk tangan oleh ribuan penonton dari berbagai elemen masyarakat yang menyesaki panggung terbuka itu. Anggota Satuan Tugas Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny Susetyo, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat
Bali karena telah mempelopori gelora kebangkitan Pancasila. Provinsi Bali, menurutnya, akan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia. “Tanah Dewata ini telah mempelopori bangkitnya kekuatan Pancasila sebagai visi dan arah pembangunan bangsa. Di dalam Pancasila itulah roh Sukarno hidup. Semoga roh Sukarno kembali bergema di Bali,” harapnya. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya mengingatkan akan pentingnya peran Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Republik Indonesia. “Selama 74 tahun perjalanan Bangsa dan Negara kita, Pancasila telah menjadi kekuatan utama yang menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, sebuah negara bangsa yang terdiri dari 300 suku bangsa, memiliki 700 bahasa, dan 17.000-an pulau. Tanpa adanya sebuah
ideologi dasar dan landasan filosofis seperti Pancasila, tentunya akan sulit membayangkan bagaimana perjalanan bangsa kita ini untuk mencapai tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” paparnya. Koster mengingatkan bahwa peristiwa bersejarah seperti itu harus tetap abadi dalam memori kolektif Bangsa Indonesia. “Ingat pesan Bung Karno tentang Jasmerah: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah,” ujarnya. Pesan itu disampaikan Bung Karno dalam pidatonya pada 17 Agustus 1966. Bung Karno menegaskan “Peganglah yang telah kita miliki sekarang, yang adalah akumulasi daripada hasil semua perjuangan kita di masa lampau. Jikalau engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri di atas vacuum, engkau akan
berdiri di atas kekosongan dan lantas engkau menjadi bingung.” Sejarah mencatat bahwa rumusan Pancasila pertama kali dipaparkan oleh Bung Karno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945 di Jakarta. “Malam ini kita berkumpul di sini untuk memperingati 74 tahun Hari Lahir Pancasila serta untuk mengenang dan menghormati Bung Karno, Bapak Pendiri Bangsa yang telah merumuskan dasar negara kita,” ujarnya. Untuk menunjukkan rasa hormat dan bakti kepada Bung Karno sebagai Bapak Bangsa, maka Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan Bulan Bung Karno yang akan diselenggarakan setiap tahun pada Bulan Juni. Bulan Bung Karno berisi rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sebulan. Hal. 11 Siapkan Pergub
Ani Yudhoyono Berpulang
Paling Suka Jepret Atraksi Pawai PKB Ani Yudhoyono, istri dari Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (1/6) pukul 11.50 WIB berpulang setelah sempat dirawat di National University Hospital Singapura. Mendiang Ibu Negara 2004-2014 ini wafat setelah berjuang melawan kanker darah yang diidapnya sejak lama. Pemilik nama asli Kristiani Herrawati lahir di Yogyakarta pada 6 Juli 1952. Ani meninggal dunia di usia ke-67 tahun. Jenazah kini disemayamkan di KBRI Singapura. Semasa hidupnya, Ani Yudhoyono sangat menyukai fotografi dan berkebun. Lewat akun Instagram- nya, Ani kerap mengunggah foto-foto hasil jepretannya. K e t i k a mendampingi SBY selama 10 tahun menjadi Presiden, Ani Yudhoyono tak pernah ketinggalan mengabadikan uniknya pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB). Dengan mengenakan pakaian adat Bali,
Ani Yudhoyono tampak sibuk menjepret aneka jenis atraksi di PKB. Kepada wartawan Bali Post, Ani Yudhoyono mengatakan bahwa dia tak pernah bosan menjepret khazanah budaya Bali. Selalu ada yang baru dan selalu ada tradisi langka yang diangkat setiap PKB. ‘’Yah pokoknya senang saja,’’ katanya dalam sebuah pembukaan PKB. Kariernya sebagai ibu negara lebih banyak mendampingi hampir semua kegiatan suaminya sebagai presiden dan juga aktif di berbagai kegiatan organisasi. Dia tercatat sebagai Pelindung Nasional Women Internasional Club (WIC), Pelindung Utama Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Bahkan dia juga masuk pengurus Partai Demokrat, partai politik bentukan suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono. Selain aktif dalam urusan kenegaraan, Ani Yudhoyono juga dikenal dekat dengan keluarga. Almarhumah meninggalkan dua anak dan empat orang cucu. Rencananya Sabtu malam jenazah akan diberangkatkan dengan pesawat Hercules ke Indonesia. Jenazah akan diterima lewat upacara militer. Ani Yudhoyono akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Minggu ini setelah disalatkan di Rumah Duka di Cikeas. Presiden Jokowi d a n W a pres Jusuf Kalla a k a n melayat Minggu ini di rumah duka. Seperti diketahui, kondisi Ani sempat turun sejak beberapa hari belakangan ini dan dirawat di ruang ICU. Ani Yudhoyono dirawat sejak Februari lalu karena sakit kanker darah. (kmb/ sue)
PKB - Ani Yudhoyono (alm.) dan SBY saat menghadiri PKB di Bali.
Tak Percaya Terkena Leukemia Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, memiliki cerita tersendiri atas wafatnya Kristiani Herrawati atau lebih dikenal Ani Yudhoyono. Dia bercerita kalimat terakhir Ani yang disampaikan kepadanya saat terakhir menjenguk. Ani Yudhoyono tak percaya dirinya sampai terkena kanker darah atau leukemia karena merasa energik. Lalu apa itu kanker darah? Dari sejumlah sumber diperoleh bahwa kanker darah adalah sebutan umum untuk sekelompok penyakit kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah di tubuh. Gejalanya bisa berupa mudah memar. Ciri khas kanker darah adalah munculnya memar secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Hal ini karena kanker membuat fungsi pembekuan darah ter-
ganggu sehingga perdarahan yang terjadi di bawah lapisan kulit akan sulit untuk berhenti. Memar tanda karena kanker darah seiring berjalannya waktu bisa semakin luas. Kedua, adanya benjolan. Apabila kanker darah yang menyerang termasuk dalam jenis kanker limfoma (kalenjar getah bening), maka salah satu tanda khasnya adalah benjolan muncul di sepanjang sistem kelenjar getah bening. Ketua Perhimpunan HematologiOnkologi Medik (Perhompedin) Profesor Dr. dr. Arry H Reksodiputro, SpPDKHOM, menjelaskan, spesifiknya benjolan umum muncul di area leher, ketiak, dan pangkal paha. Selanjutnya penyandang kanker darah bisa mengalami gejala anemia seperti kelelahan ekstrem. Konsultan Onkologi Anak Profesor Dr. Max F.j. Mantik,
SpA(K) pernah mengatakan, karena anemia ini juga, seorang pasien mungkin akan terlihat pucat. Gejala lainnya, kurus mendadak. Penurunan berat badan yang mendadak tanpa sebab yang jelas juga bisa jadi tanda awal penyakit kanker darah. Sel kanker membuat karbohidrat atau zat gula di dalam tubuh penderitanya terkuras, mereka juga mengeluarkan zat yang membuat lemak leleh, otot leleh. Akibatnya berat badan sebagian besar penderita kanker bisa turun drastis. Kanker ini menyebabkan terganggunya fungsi sel darah dalam melawan infeksi, maka seorang pengidap akan jadi berisiko terserang berbagai penyakit lainnya. Pada kasus pengidap kanker darah infeksinya akan lebih sulit sembuh dibanding pasien lain karena sistem imunnya yang lemah. (kmb)
BUNG KARNO - Gubernur Bali Wayan Koster saat pidato di Bulan Bung Karno di Taman Budaya, Sabtu malam (1/6) kemarin.
Pancasila, Rumah Bangsa Indonesia
Jakarta (Bali Post)Presiden Jokowi memimpin peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Sabtu (1/6) kemarin di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon Raya, Jakarta Pusat. Saat itu Jokowi mengenakan pakaian khas Jawa, sedangkan undangan lainnya mengenakan pakaian adat Nusantara.
BPM/ade
PANCASILA - Presiden Jokowi bersama Megawati di acara peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Sabtu (1/6) kemarin. Jokowi menekankan peringatan Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni, dijadikan momen dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk meneguhkan komitmen dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dia ingin masyarakat hidup dalam toleran dan kerukunan. “Serta melawan paham-paham antiPancasila, dan bahaya terorisme serta separatisme yang bisa mengancam persatuan bangsa kita,” katanya. Jokowi mengatakan Pancasila merupakan anugerah bagi bangsa Indonesia. Pancasila juga jadi pemandu dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Yang menjadi benteng untuk menghadapi ideologiideologi lain. Yang menjadi rumah bersama bagi seluruh komponen bangsa,” katanya. Dikatakannya, Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar dan majemuk telah mampu menghadapi masamasa sulit. Bahkan, Indonesia semakin kokoh bersatu
dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan. “Selama 74 tahun perjalanan Republik Indonesia, telah membuat bangsa kita bangsa yang dewasa dan matang. 74 Tahun yang penuh dinamika, naik dan turun, tetapi kita bisa mengelolanya, mampu mengelolanya dan semakin memperkokoh persatuan kita,” tambahnya. Namun, masih ada berbagai persoalan yang harus dihadapi bangsa Indonesia ke depan. Jokowi menyebut kemiskinan dan ketimpangan sosial masih menjadi tantangan serius bagi Indonesia. “Beberapa permasalahan dalam negeri seperti kemiskinan dan ketimpangan juga masih menjadi tantangan serius kita. Tetapi kita harus optimis, kita harus yakin telah berada pada jalur yang benar. Kita telah membangun infrastruktur yang telah mempersatukan bangsa kita. Kita telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, kita telah berhasil
menurunkan ketimpangan, dan kita berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan peluang kerja di tengah ekonomi dunia yang sedang bergejolak,” jelas Jokowi. Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Jokowi juga menyinggung soal proses demokrasi di Indonesia. Dia menyebut proses demokrasi di Indonesia telah dikelola dengan baik dari waktu ke waktu. Konstitusi selalu dipegang teguh oleh bangsa Indonesia, di mana nilai-nilai Pancasila merupakan pemandu yang jadi rumah bersama bagi bangsa. “Setiap tantangan yang mengganggu persatuan bangsa dan mengganggu Pancasila, harus menambah kedewasaan kita. Semakin dewasa dalam berdemokrasi, dan semakin strategis dalam melangkah untuk kemajuan bangsa dan semakin dewasa dalam menjaga kesatuan dan ketentraman kita,” katanya. (kmb)
2
Minggu Pon, 2 Juni 2019
Barista Bukan Sekadar Tukang Pembuat Kopi
Rai Mantra Jadi ”Keynote Speaker” pada Seminar Nasional di IKIP PGRI Bali
BKRAF Denpasar Gelar ”Workshop” Barista ”Basic” Tekankan Pemajuan Kebudayaan, Padukan Tradisi dan Modernisasi dalam ”Orange” Ekonomi
BARISTA bukan sekadar tukang pembuat kopi. Barista menentukan setiap sajian secangkir kopi yang membutuhkan sebuah ketrampilan khusus dalam meraciknya. Hal tersebut terungkap dalam workshop barista basic yang digelar Badan Kreatif (BKRAF) Denpasar, dipusatkan di Vasini Smart Boutique Hotel yang berlangsung dari 31 Mei sampai 21 Juni 2019. Kegiatan diikuti 50 peserta dari kalangan anakanak muda dengan menghadirkan para pembicara dari Indonesia Barista Asosiasi. Secara resmi kegiatan workshop barista basic dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Denpasar, Made Toya mewakili Walikota Denpasar bersama Kadis Pariwisata Denpasar, Dezire Mulyani, Ketua Harian Bekraf Denpasar, I Putu Yuliartha ditandai dengan pembuatan espreso, Jumat (31/5) lalu. “Barista bukan sekadar tukang pembuat kopi melainkan lebih dari itu, mereka adalah seniman,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Denpasar, Made Toya saat membaca sambutan Walikota Denpasar. Lebih lanjut dikatakan, budaya minum kopi terutama di pagi hari sangatlah khas. Tidak hanya dipagi hari tapi dalam setiap aktivitas selalu kita lihat masyarakat menyajikan secangkir kopi. Popularitas kopi yang kian tahun kian meningkat pun ikut menaikkan gengsi dan popularitas para peracik kopi bernama barista. Dalam meracik kopi hingga penyajian barista dibekali dan diajarkan bagaiman tentang karakter kopi, karakter espreso, keahlian rasa dan juga jam terbang tinggi. Di sisi lain, semakin semaraknya dunia kopi juga akhirnya melahirkan kompetisi barista kelas dunia. Di Asutralia pendapatan rata-rata barista bisa mencapai lebih dari 30 dolar per jam. Diluar menyiapkan espreso dan minum-minnuman lain,
seorang barista yang terampil juga dituntut memiliki pengetahuan yang baik tentang seluruh proses kopi agar bisa menyiapkan secangkir kopi nikmat yang tak terlupakan oleh pelanggannya. “Dari kegiatan Workshop ini diharapkan mampu memberikan dampak pada peningkatan sumber daya manusia, khusunya barista yang tidak sekadar tukang pembuat kopi, namun mereka adalah seniman yang tahu betul seberapa banyak takaran dan campuran yang diperlukan untuk menyajikan espreso dan variasinya. Jika pelanggan memesan cappucino maka mereka akan benar-benar meramu cappucino, bukan latte. Dan sebaliknya,” ujarnya. Kadis Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani, didampingi Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Denpasar Wayan Hendaryana, mengatakan workshop barista dilaksanakan selama tiga hari dikhususkan kepada para pemula. Harapan ke depan profesi barista bisa menjadi sebuah potensi serta profesi yang memberikan peluang besar dalam meningkatkan perekonomian. Disamping itu barista juga sangat menjanjikan ke depannya, seperti saat ini berjamurnya kedai-
kedai kopi. Kegiatan ini menurut Dezire dari pendaftaran dibuka secara online dengan membeludaknya peserta. Sehingga untuk efektivitas kegiatan kami membatasi peserta sebanyak 50 orang. Ke depan juga pihaknya akan melakukan uji kompetensi bagi para barista yang telah mendapatkan pelatihan. Sementara Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) I Ketut Darmayasa yang berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan profesi barista harus sering digalakan seiring berkembangnya angkringan-angkringan, terlebih di Kota Denpasar. Hal ini juga tidak saja sekadar menjual kopi, namun mampu memiliki kompetensi di bidang barista, sehingga sangat tepat sekali ditawarkan Denpasar yang berbeda dengan daerah lain seperti workshop barista basic ini karena melihat potensi dalam pengelolaan sumber daya manusia di bidang barista. “Tepat sekali Denpasar melakukan langkah ini, dan nantinya harapan peserta workshop yang memiliki kemampuan yang baik dapat turut serta dalam kopetisi barista ditingkat ASEAN,” ujarnya. (ad15)
WORKSHOP - Workshop barista basic yang digelar Badan Kreatif (BKRAF) Denpasar, dipusatkan di Vasini Smart Boutique Hotel yang berlangsung dari 31 Mei sampai 21 Juni 2019.
Kawal Pemungutan Pajak di Bangli
Sekda Giri Putra Koordinasi dengan Kajari SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli Ir. Ida Bagus Gde Giri Putra, M.M., didampingi Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Drs. I Gede Suryawan, M.Si., melaksanakan koordinasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangli Nur Handayani, S.H., M.H., terkait dengan pengawalan pemungutan pajak di Kabupaten Bangli. Dalam koordinasi yang berlangsung di ruang kerja Sekda Bangli Jumat (31/5) lalu, Sekda Giri Putra menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Bangli yang selama ini sudah banyak memberikan pendampingan terkait dengan pembangunan di Kabupaten Bangli. Kepala BKPAD Bangli I Gede Suryawan mengatakan, pada saat penyerahan SPPT Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2019, pihaknya telah menyampaikan arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Disampaikan nantinya KPK akan memfasilitasi dan juga mendampingi terkait dengan integrasi sistem data. Dalam integrasi sistem data ini, jelas dia, ke depannya tidak hanya mencakup SPPT saja, tetapi termasuk pajak-pajak yang lainnya dan juga akan dilakukan suatu sistem terintegrasi, di mana pemantauan serta semua itu bisa dilakukan gubernur, serta kabupaten/kota di Bali. “Pada saat itu kami menyampaikan supaya perbekel dan OPD agar memperhatikan arahan tersebut, supaya bersama-sama menyampaikan kepada masyarakat wajib pajak agar mematuhi pembayaran pajak. Proses integrasi sistem data ini masih belangsung dan masih dalam tahapan penyusunan perbup,” terangnya. Pada kesempatan itu, Kajari Bangli Nur Handayani yang didampingi Kasi Datun Pande Putu Wena Mahaputra, S.H., M.H., menyampaikan pihaknya dan pemda sudah mengadakan MoU. Selama ini sudah banyak pen-
KOORDINASI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, didampingi Kepala BKPAD Kabupaten Bangli I Gede Suryawan saat melaksanakan koordinasi dengan Kajari Bangli Nur Handayani, terkait dengan pengawalan pemungutan pajak di Kabupaten Bangli di ruang kerja Sekda Bangli, Jumat (31/5) lalu.
dampingan yang diberikan dengan keterbukaan, didasari semangat pencegahan tindak pidana korupsi di dalam pelaksanaannya. Semoga di dalam implementasinya tetap berjalan dengan baik dalam tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan maupun dalam pelaksanaan proyekproyek pembangunan. “Karena kami selaku pendamping Pemda di sini, (TP4D) dalam hal ini, khususnya bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, sebagaimana tupoksinya memberikan bantuan hukum yang salah satunya adalah penagihan piutang dan jenis tunggakan pajak tentunya dengan dikeluarkan SKK (Surat Kuasa Khusus) terhadap tindak lanjut MoU,” kata Nur Handayani. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ir. Ida Bagus Gde Giri Putra, M.M., menyampaikan permohonan maaf atas pemberitaan sebelumnya yang tentunya akan menimbulkan interprestasi berbeda. “Saya selaku koordinator keuangan daerah dan juga selaku pimpinan ASN menyampaikan permohonan maaf kepada Kajari beserta seluruh jajarannya. Pada hakekatnya kita sudah sepakat dari awal mulai dari MoU sampai kerja sama (TP4D) tentang pengawalan dari Kejari selama ini sudah banyak memberikan dukungan dan bantuan dalam rangka melakukan eksekusi di dalam implementasi, baik itu sifatnya legislasi, pendapat-pendapat hukum dan juga pengawalan-pengawalan lain,” kata Giri Putra. Diharapkan ke depannya kerja sama yang sudah terjalin di daerah dengan Kajari selaku TP4D bisa memberikan dukungan untuk lebih meningkatnya lagi di dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan yang bersih, melayani di Kabupaten Bangli. (ad10)
SEBAGAI upaya untuk terus mendukung pemajuan kebudayaan sebagai warisan yang adi luhung, Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali kembali melaksanakan seminar nasional dengan menyasar seluruh mahasiswa dan civitas akademika IKIP PGRI Bali. Kegiatan kali ini mengangkat tema “Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Melalui Seni Budaya Nusantara” dan dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditandai dengan pemukulan gong di Gedung Serba Guna IKIP PGRI Bali, Jumat (31/5) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra didapuk menjadi keynote speaker. Selain itu, terdapat tiga narasumber yang berasal dari kalangan praktisi yakni Prof. I Nyoman Suarka, Prof. I Wayan Dana, dan Dr. Lucky Wijayanti. Turut hadir Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, Pimpinan YPLP IKIP PGRI Bali serta pejabat di lingkungan IKIP PGRI Bali. Dalam paparannya, Rai Mantra menekankan saat ini seni, budaya dan kearifan lokal menjadi perhatian serius berbagai kalangan, baik skala lokal maupun nasional. Hal ini dapat dilihat dari keluarnya UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Untuk itu, diharapkan mampu menjadi wadah dalam mendukung kelestarian dan pengembangan kebudayaan nusantara. “Saat ini seni dan kebudayaan merupakan wahana yang dapat memberikan implikasi terhadap peningkatan harkat dan martabat bangsa. Hal ini lantaran seni budaya bersifat dinamis yang dapat tergabung dalam segala bidang sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat,” paparnya. Lebih lanjut dijelaskan, seni budaya sangat erat kaitannya dengan pendidikan. Pun demikian,
SEMINAR – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka sekaligus menjadi keynote speaker pada seminar nasional bertajuk “Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Melalui Seni Budaya Nusantara” di Gedung Serbaguna IKIP PGRI Bali, Jumat (31/5) lalu. keberadaan IKIP PGRI sebagai pencetak calon guru diharapkan terus menginspirasi tumbuhnya guruguru yang paham akan kebudayaan. Di mana keberadaan seni budaya saat ini bukan hanya penampilan secara fisik semata, melainkan kemampuan akal, budi manusia dalam menciptakan sehingga mampu menghasilkan empati juga dapat digolongkan sebagai seni. “Pemajuan kebudayaan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru seni budaya saja, melainkan seluruh guru dan seluruh elemen masyarakat, sehingga seni budaya Bali ini mampu menghasilkan karakteristik yang khas dan mataksu,” kata Rai Mantra. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra juga menekankan bahwa pengembangan seni tidak hanya dapat dilakukan secara sakral semata. Namun lebih jauh dari pengembangan seni profan dapat dikolaborasikan dengan perkembangan modernisasi. Hal inilah yang nantinya dikenal dengan istilah ekonomi kreatif yang bermuara pada pengembangan sektor Orange Ekonomi. “Perpaduan antara tradisi den-
gan modernisasi inilah yang akan membentuk ekonomi kreatif yang nantinya akan bermuara pada orange ekonomi sebagai upaya mendukung pemajuan kebudayaan yang beriringan dengan modernisasi dan digitalisasi, dan seminar ini merupakan langkah kecil yang berdampak besar, sekarang tinggal aksinya saja setelah didapatkan kajian dari para ahli,” papar Rai Mantra. Sementara Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta mengatakan, pelaksanaan seminar ini dengan harapan secara jangka panjang dapat menggali nilai-nilai pendidikan nusantara secara berkelanjutan. Sehingga seluruh mahasiswa yang notabene merupakan calon guru dapat dibekali pendidikan karakter, yang kelak dapat diaktualisasi berdasarkan norma yang bersifat kontekstual dan kultural. “Kami berharap ke depannya seluruh mahasiswa mampu menjadi lulusan yang mengedepankan pendidikan karakter serta menjadi bagian dari pemajuan kebudayaan nusantara, khususnya kebudayaan Bali,” jelasnya. (ad14)
675 Mahasiswa FH Unmas Baksos di Kubu Bangli Beri Penyuluhan Soal Perda Desa Adat
SEBANYAK 675 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Sabtu (1/6) kemarin menggelar bakti sosial (baksos) sehari di Desa Pakraman Kubu, Kelurahan Kubu, Bangli. Peserta baksos dilepas Rektor Unmas diwakili WR I Dr. Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H., didamping Dekan FH Unmas I Nengah Susrama, S.H., M.H., ditandai dengan penyematan peserta. Ketua Panita Ni Luh Gede Yogi Arthani, S.H., M.H. menjelaskan, baksos kali ini fokus pada pemberian penyuluhan serta sosialisasi soal Perda No. 5/2019 soal Desa Adat yang kini menunggu diregestrasi oleh pusat tersebut. Penyuluhan menampilkan narasumber tim ranperda yang juga dosen FH Unmas Dr. A.A. Ketut Sudiana, S.H., M.H. Materi ini, kata Yogi Arthani memang diminta masyarakat dan Lurah Kubu sebagai informasi awal Ranperda Desa Adat dengan menyasar prajuru adat dan masyarakat Kubu. Selain itu, mahasiswa juga mengadakan aksi kebersihan dan persembahyangan bersama. Dekan FH Unmas I Nengah Susrama, S.H., M.H. menegaskan, pengabdian masyarakat FH Unmas memiliki tiga arti penting manfaat. Pertama, bagi mahasiswa baksos ini merupakan kesempatan emas belajar dari masyarakat. Kemudian menghubungkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan fakta riil di lapangan. Dengan baksos, mahasiswa FH Unmas tak hanya berpikir alias berteori di hard skill dan memiliki mimpi yang tinggi saja, melainkan diawali dengan kerja nyata yang tepat sasaran. Kedua, bagi FH Unmas adalah bagian implementasi dari Tri Darma PT. Yang penting lagi, kata dia menjadikan masyarakat sebagai sumber belajar
BAKSOS - WR I Unmas Wayan Gde Wiryawan beserta Dekan Nengah Susrama dan panitia saat melepas peserta baksos FH Unmas. sepanjang hidup bagi mahasiswa. Ketiga, sangat bermanfaat sebagai umpan balik demi kemajuan lembaga dalam akreditasi prodi dan universitas. Dia memilih Desa Pakraman Kubu karena masalah Perda Desa Adat ini perlu diketahui sejak awal oleh prajuru dan masyarakat pedesaan. Bahkan kajian di lapangan bisa dijadikan bahan tugas akhir mahasiswa dan penelitian dosen guna mendapat dana hibah Dikti. Desa Pakraman Kubu dipilih atas hasil observasi mahasiswa dan permintaan masyarakat setempat soal Perda Desa Adat dikaitkan dengan pemberdayaan masyarakat adat. Dengan demikian FH Unmas selangkah lebih awal berperan menyosialisasikan soal Perda Desa Adat ini. WR I Unmas Dr. Wayan Gde Wiryawan menegaskan kembali, komitmen Unmas untuk melaksanakan Tri Darma PT secara seimbang. Apa yang dilakukan mahasiswa FH Unmas ini sangat positif. Ini artinya FH Unmas tak hanya melahirkan SDM yang cerdas secara intelektual, namun juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Mahasiswa FH Unmas ikut memberi solusi atas permasalahan sosial yang
ada dengan memberikan sosialisasi soal Perda Desa Adat yang masih anyar ini. ‘’Ini pas dengan FH yang mengkaji dan menganalisa regulasi dan perundang-undangan. Lagi pula Perda Desa Adat ini penting diketahui lebih awal oleh masyarakat,’’ tegasnya. Pada bagian lain, Dekan FH Unmas Nengah Susrama didampingi WD I A.A. Putu Wiwik Sugiantari, S.H., M.H., WD II Lis Julianti, S.H., M.H., WD III I Wayan Wahyu Wira Udytama, S.H., M.H., dan Kaprodi Ni Putu Noni Suharyanti, S.H., M.H., mengajak lulusan SMA dan SMK tahun ini untuk bergabung ke FH Unmas. FH Unmas Denpasar menyiapkan kompetensi lulusannya sesuai dengan tuntutan era revolusi industri 4.0. yang penuh disruption. FH Unmas pun memperkuat lulusannya menjadi SDM profesional, inovatif dan berkarakter. Mereka juga diberikan penguatan dalam leadershif, kreatif dan interpreneurshif atau kewirausahaan. Yang luar biasa, kata dia FH Unmas sudah mengantongi ISO 9001-2005 bidang manajemen mutu. Ini artinya memberi penjaminan dalam hal mutu lulusan. (ad16)
Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Klungkung
Bupati Suwirta: Mari Kita Implementasikan Nilai-nilai Luhur Pancasila NILAI-NILAI luhur Pancasila yang dirumuskan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno harus diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentu tidak boleh melupakan sejarah-sejarah yang ada zaman dulu. Tetapi sejarah itu harus diaktualisasikan dalam sebuah perbuatan-perbuatan untuk mengisi kemerdekaan. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta usai upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2019 di Lapangan Puputan Klungkung, Sabtu (1/6) kemarin. Menurut Bupati
Suwirta, sebagai warga negara Indonesia yang baik harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila. Mulai sila ke satu sampai sila ke lima sehingga bangsa Indonesia tetap berjalan dengan baik. “Mari kita implementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari sesuai dengan swadharma atau kewajiban kita masing-masing,” ujar Suwirta didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra. Sementara sambutan Plt. Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Hariyono yang dibacakan Bupati Suwirta mengatakan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi
negara dan pandangan hidup bangsa yang digali pendiri bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Lebih lanjut dikatakan, Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Berkat Pancasila dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi
suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan Bhinneka Tunggal Ika. Sementara itu, upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Kabupaten Klungkung diikuti jajaran TNI/Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Klungkung, siswa SMA dan SMP. Hadir pula Ida Dalem Smaraputra, Wakil Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Klungkung, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Klungkung, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (ad08)
MENYAPA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menyapa peserta upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila, dari anggota DPRD Klungkung, usai pelaksanaan upacara.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Pon, 2 Juni 2019
potret
Jatuh Bangun Ketut Suarjana dalam Mengembangkan Bisnis JEVAMART berkembang pesat setelah Ketut Suarjana bergabung dengan Sampoerna Retail Community. Pendampingan berkelanjutan selama lebih dari delapan tahun jadi kunci kesuksesannya. I Gusti Ayu Dian Manik Parmuti tak menyangka awal perjalanan pernikahannya dengan Ketut Suarjana diwarnai berbagai tantangan. Kekuatan cintanya diuji kala sebuah cobaan yang cukup berat datang, tepat pada hari kelima kelahiran putri pertama mereka, Putu Ferlia Wintan Jevania pada 2005. Meski tak mudah, Dian tak menyerah. Ia setia menanti. Kesetiaan Dian menjadi penguat bagi Ketut Suarjana untuk meniti kehidupan yang lebih baik. Jatuh bangun ia memban-
gun usaha. Dari omzet yang cuma ratusan ribu rupiah per hari, kini sudah berlipat-lipat. Peningkatan itu adalah buah dari kerja keras dan komitmen untuk berubah menjadi lebih baik. Bahkan toko Ketut Suarjana yang dinamai Jevamart bisa membina puluhan toko kecil di Seririt, Buleleng, Bali. Ketut Suarjana mengisahkan, setelah keluar dari permasalahan yang membelenggu keluarga, ia dan istrinya membuka sebuah warung kelontong berukuran 3x3 meter, dengan modal Rp 750.000. Hanya berlangsung tiga bulan, usahanya bangkrut. Tapi mereka tak menyerah. Mereka kembali membuka usaha sejenis dengan modal yang lebih besar, Rp 1,7 juta. Enam bulan berjalan, tokonya kembali bangkrut. Toko dihidupkan lagi dengan modal pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp 28 juta dari seorang rekannya. Pelan tapi pasti, tokonya mampu bertahan. Pada 2010 Ketut Suarjana memutuskan untuk bermitra dengan Sampoerna Retail Community (SRC). Ia pun mulai membenahi tokonya. Tak sia-sia toko Ketut Suarjana menjadi lebih tertata, dan dinilai unggul dari rekan lainnya. Prestasi itu menjadi motivasi bagi Ketut Suarjana serta keluarga untuk mengembangkan bisnisnya. Selanjutnya, secara berkesinambungan SRC Jevamart mendapatkan pendampingan, khususnya dalam aspek manajemen keuangan dari tim Sampoerna. Pada 2014, SRC Jevamart mulai mempekerjakan tiga karyawan hingga saat ini. Layanan yang diberikan pun semakin beragam. Tak hanya menyediakan kebutuhan sehari-hari, SRC Jevamart juga menjual aneka minuman, dan panganan hasil produksi tetangga-tetangga sekitar toko. Lokasinya yang strategis membuat toko
ini semakin berkembang. Kini SRC Jevamart telah menjadi supplier bagi toko-toko lain di sekitar Buleleng. Ketut Suarjana dan Dian punya mimpi. Suatu saat SRC Jevamart akan menjadi toko grosir yang menghidupi lebih banyak orang dan toko. Tahun depan SRC Jevamart akan dikembangkan dengan ukuran yang lebih luas dari ukuran saat ini. “Awal 2010-2011 cari modal usaha di bank, bisa buat bangunan hanya 5x6 meter. Pada 2013 saya ada renovasi dan perluasan toko menjadi 6x13 meter. Rencana tahun depan bongkar toko jadi 6x20 meter. Ingin dibuat semakin nyaman bagi konsumen, doakan saja,” ujar Ketut Suarjana. Prinsipnya, kata Ketut Suarjana, dalam menjalankan usaha jangan kenal kata menyerah. Ia tak ingin menjadi kacang lupa kulit. Ia merasa perkembangan usahanya yang pesat karena pendampingan dan wawasan yang didapatkan setelah bergabung dengan SRC. Kini ia rutin berbagi kisah suksesnya dengan sesama pemilik toko yang bergabung dalam Paguyuban SRC di Buleleng. “Ada 40 toko yang hidup seperti saya. Ada beberapa teman dulu juga di dunia hitam, sekarang sudah tobat kembali ke jalan yang benar,” kata pria kelahiran 27 Maret 1981 ini. Selama lebih dari 10 tahun PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) secara konsisten memberdayakan usaha kecil dan menengah melalui programprogram yang memberikan dampak pada pertumbuhan perekonomian bangsa. Komitmen ini adalah upaya Sampoerna dalam mendukung pemerintah guna mengakselerasi kemandirian perekonomian, baik nasional maupun daerah. Semangat ini dituangkan dalam payung program perusahaan yaitu “Sampoerna untuk Indonesia”. #AYOUKMIndonesia. (ad1101)
Sukseskan BUMN Mudik Bareng 2019
Peringatan Hari Lahirnya Pancasila
Bupati Artha Serukan Semua Elemen Menjaga Telkom Denpasar Berangkatkan 299 Orang Pemudik Persatuan dalam Keberagaman Berdasarkan Pancasila PADA Sabtu (1/6) kemarin, Pemkab Jembrana melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2019 bertempat di Stadion Pecangakan Negara. Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada apel tersebut adalah Bupati Jembrana I Putu Artha, dan sebagai Komandan Upacara Kapten Inf. I Wayan Yudana yang merupakan Danramil 1617 – 01/ Negara. Turut hadir Wakil Bupati Made Kembang Hartawan, anggota Forkopimda Jembrana, Sekda Made Sudiada, para Kepala OPD Pemkab Jembrana, Kepala Instansi Vertikal, anggota TNI, Polri, ASN, siswa-siswi SMP dan SMA. Dalam sambutannya, Bupati Artha menyampaikan peringatan kali ini mengambil tema “Kita Indonesia Kita Pancasila”. Menurutnya, tema tersebut mengandung ajakan agar kita sadar bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. “Pancasila telah menjadi inspirasi untuk merekatkan persatuan dan persatuan bangsa yang didukung semangat kebersamaan. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika,” kata Bupati Artha. Artha menyerukan dan mengajak peran aktif semua elemen
UPACARA - Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jembrana, Sabtu (1/6) kemarin dipimpin Bupati Jembrana I Putu Artha. mulai ulama, pendeta, pastor, biksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri, dan seluruh komponen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dalam keberagaman berdasarkan Pancasila. “Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan,” ucap Bupati Artha. Di akhir sambutannya, Bupati
Artha mengucapkan selamat memperingati Hari Lahir Pancasila dan mendoakan semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membimbing langkah kita dan senantiasa memberikan kekuatan lahir dan batin untuk melahirkan kembali nilainilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Tidak lupa pula Bupati Artha mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H kepada umat Muslim yang akan merayakannya beberapa hari lagi. (ad09)
MUDIK menjadi momen yang selalu ditunggu oleh banyak orang, terutama umat Muslim menjelang perayaan Idul Fitri untuk dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan orang terdekat. Menjelang beberapa hari parayaan Idul Fitri 1440 H, Telkom Denpasar sebagai bagian dari Telkom Regional V Jawa Timur-Bali-Nusra memberangkatkan sebanyak 299 orang pemudik dengan tujuh Bus dari Denpasar menuju Jember, Lumajang, Banyuwangi, Malang dan Surabaya. Para pemudik yang merupakan pelanggan IndiHome, Sales Force, Teknisi, Mitra UMKM dan karyawannya, serta masyarakat umum ini dilepas langsung oleh General Manager Telkom Denpasar Bayun Royong Rohadi bersama Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo di Parkir Timur Bajra Sandhi, Renon, Sabtu (1/6) kemarin. Sebelum diberangkatkan, para pemudik dan pengemudi bus diperiksa kesehatannya untuk menjamin keamanan pemudik selama perjalanan. Dalam hal ini, Telkom Denpasar bekerja sama dengan anak perusahaan Yayasan Kesehatan Telkom dan Telkom Medika. Pemeriksaan kesehatan pemudik dilakukan dengan cara sampling. Selain itu, para pemudik juga dibekali uang saku, voucher Link Aja, baju kaos IndiHome, dan makanan ringan. General Manager Telkom Denpasar Bayun Royong Rohadi, mengatakan sebanyak 104 BUMN bergabung menggelar kegiatan BUMN
BERFOTO BERSAMA - Para Pemudik berfoto bersama sebelum dilepas oleh General Manager Telkom Denpasar, Bayun Royong Rohadi bersama Kasat Lantas Polresta Denpasar, AKP Adi Sulistyo Utomo di Parkir Timur Bajra Sandhi, Renon, Sabtu (1/6) kemarin. Mudik Bareng 2019, termasuk PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Persero). Telkom Group memberangkatkan 8.250 orang pemudik ke berbagai kota tujuan di tanah air dengan beragam moda transportasi, seperti Bus, Kapal Laut, dan Pesawat. Program ini merupakan upaya Telkom untuk memberikan kesempatan bagi pelanggan IndiHome, Sales Force, Teknisi, Mitra UMKM dan karyawannya, serta masyarakat luas untuk mudik bersama Telkom. Harapannya agar dapat meningkatkan engagement antara pelanggan dengan brand IndiHome. “Kami Telkom Denpasar memberangkatkan tujuh bus dari Denpasar menuju Jember, Lumajang, Banyuwangi, Malang dan Surabaya untuk 299 orang pemudik,” ujar Ba-
yun Royong Rohadi, Sabtu Kemarin. Dikatakan lebih lanjut, bahwa program BUMN Mudik Bareng 2019 sebagai langkah konkret peran BUMN dalam memfasilitasi masyarakat untuk mudik dan juga sebagai bentuk loyalitas kepada pelanggan loyan Telkom, khususnya pelanggan IndiHome. Untuk memudahkan para peserta Mudik Bareng, peserta melakukan registrasi terlebih dahulu via microsite http://mudik. telkomgroup.id. Pada kesempatan tersebut, Bayun juga menyosialisasikan Link Aja kepada para pemudik sebagai aplikasi pembayaran berbasis QR Code besutan BUMN. “Semoga selamat sampai tujuan, semoga kita bertemu kembali,” ujarnya saat sebelum melepas peserta pemudik. (bns1)
Politeknik Negeri Bali Kembali Gelar Bina Desa di Desa Abuan POLITEKNIK Negeri Bali, tahun ini kembali melaksanakan kegiatan bina desa di Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli. Sesuai tema, program bina desa yang diikuti ratusan mahasiswa dari enam jurusan di Politeknik Negeri Bali, fokus pada pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur. Acara pembukaan bina desa di Desa Abuan dilaksanakan di balai desa setempat pada Sabtu (1/6) kemarin. Hadir dalam acara itu Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan I Gustu Ngurah Bagus Caturbawa, para Ketua Jurusan dan Dosen Politeknik Negeri Bali, Perbekel Abuan, serta sejumlah undangan lainnya. Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan I Gustu Ngurah Bagus Caturbawa menyampaikan bina
desa yang diselenggarakan Politeknik Negeri Bali tahun 2019 merupakan lanjutan dari kegiatan bina desa tahun sebelumnya. Kegiatan bina desa ini merupakan salah satu wujud pengabdian Politeknik Negeri Bali kepada masyarakat. “Karena Politeknik Negeri Bali berpayung pada pariwisata, sehingga pengabdian masyarakat yang kita laksanakan untuk mengembangkan pariwisata yang ada di pedesaan,” ungkapnya. Dijelaskan Caturbawa, kegiatan bina desa di Desa Abuan tahun ini melibatkan sekitar 180 mahasiswa dari enam jurusan, yakni jurusan Pariwisata, Administrasi Niaga, Akutansi, Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Teknik Elektro. Adapun bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam bina desa tahun ini, yakni berupa pendampingan dan pemberdayaan masyarakat
serta pembangunan infrastruktur. “Harapan dari kegiatan ini, dari pembangunan yang sudah merata ini kita bisa kembangkan pariwisata sampai ke pelosok-pelosok desa. Tentunya desa yang akan memperoleh manfaatnya. Kita akan upayakan masyarakat utuk ikut serta membangun desanya,” kata Caturbawa. Wakil Ketua Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Bali I Dewa Made Cipta Santosa menambahkan, bina desa adalah salah satu skema pengabdian masyarakat dari Politeknik Negeri Bali. Pendanaan bina desa sepenuhnya bersumber dari DIPA Politeknik Negeri Bali. Dalam pelaksanaan bina desa, mahasiswa akan memberikan pendampingan sesuai jurusannya. Misalnya, untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pembinaan pokdarwis akan
dilakukan mahasiswa jurusan pariwisata. Demikian juga jurusan akutansi akan membantu membina keuangan desa, bumdes dan lainnya. Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur akan dilakukan mahasiswa Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Teknik Elektro. Sementara itu, Perbekel Desa Abuan Wayan Widnyana menyampaikan terima kasih kepada Politeknik Negeri Bali yang kembali melanjutkan program bina desa tahun ini. Pihaknya berharap program bina desa ini bisa membantu Desa Abuan dalam mengembangkan seluruh potensi yang ada untuk menjadi desa wisata. “Kami mengharapkan melalui bina desa ini ilmu yang didapat adik-adik mahasiswa bisa dibagikan ke masyarakat, sehingga program Desa Abuan dalam hal pariwisata bisa tercapai,” harapnya. (ad12)
FOTO BERSAMA - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan I Gustu Ngurah Bagus Caturbawa, berfoto bersama dengan para Ketua Jurusan dan Dosen Politeknik Negeri Bali, Perbekel Abuan, serta sejumlah undangan lainnya di Balai Desa Abuan, Sabtu (1/6) kemarin.
4
Minggu Pon, 2 Juni 2019
Lokalitas Kurikulum Kebencanaan
Gunung meletus, gempa, tsunami, tanah longsor, badai, dan banjir bandang, bertubi-tubi mendera tanah air tercinta. Selama ini pandangan religius digunakan untuk memahami setiap bencana, yang tentu saja adalah cobaan atau bahkan hukuman Tuhan, sebagaimana dalam lagu “Berita kepada Kawan” (Ebiet. G. Ade). Akhir-akhir ini pandangan religius tersebut juga berdampingan dengan pandangan ilmiah bahwa segala bencana alam terjadi juga karena faktor fisika atau dinamika alam. Manusia yang bermukim di atas suatu kawasan pasti tidak bisa melepaskan diri dari berbagai dampak kerja alam. Karena itulah geologi, ilmu cuaca, vulkanologi, klimatologi, atau sejarah alam, dijadikan pijakan atau kesadaran baru sehingga bencana alam tidak lagi semata hukuman atau cobaan Tuhan tetapi harus bisa diantisipasi sehingga dampak buruk bagi kehidupan bisa diminimalisasi. Mitos soal bencana alam, khususnya gempa dikenal di kalangan masyarakat Bali, yang berbentuk deskripsi konstruksi dasar semesta atau bumi yang ditopang oleh seekor kura-kura raksasa, dililit oleh sepasang naga. Mitos ini menyadarkan masyarakat bahwa gempa suatu kali akan datang dan bisa dengan kekuatan yang sangat besar. Sejalan dengan mitos suci tersebut, dalam alam pikiran modern yang ditandai dengan kekuatan rasio, bencana bertubi mendera tanah air menimbulkan penyikapan baru secara nasional, sebagaimana diinstruksikan oleh Presiden, agar segera
menyusun kurikulum kebencanaan yang diintegrasikan dalam pendidikan dalam segala jenjang. Kurikulum kebencanaan bertujuan untuk mengedukasi siswa sehingga tumbuh kesadaran bahwa bencana adalah keniscayaan karena lokasi negara yang memang berpotensi besar bencana. Siap menghadapi bencana adalah sikap yang juga penting ditumbuhkan melalui internalisasi dalam pengajaran. Selalu waspada terhadap bencana dapat menjadi “bekal” namun bukan sesuatu yang menghantui. Pelajaran bencana berperan untuk selalu mengingatkan kita bahwa wilayah Indonesia tidak aman ancaman bencana. Kurikulum Menurut rencana, kurikulum bencana akan diterapkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran di sekolah yang mana tidak akan ada mata pelajaran khusus mengenai bencana alam. Tujuan utama pelajaran kebencanaan ini sangat praktis dan kontekstual, memberi bekal pengetahuan, wawasan mengenai bencana alam, serta cara-cara untuk menyelamatkan diri dari bencana. Karena itulah kurikulum yang akan diterapkan menjadi pelajaran ben-
cana alam perlu disiapkan secara praktis dan bukan teoretis. Pendekatan kontekstual kebencanaan harus dikedepankan dengan dasar pertimbangan bahwa pelajaran kebencanaan ini terikat dengan lokasi pemukiman atau tempat tinggal para siswa. Pengetahuan sejarah bencana di suatu desa, kota, pegunungan, pesisir pantai, mulai harus disusun dengan memanfaatkan ceritacerita yang masih hidup di masyarakat, misalnya peristiwa genjong, ketug, gejer (yang ketiga istilah ini berarti gempa hebat) yang pernah melanda Bali atau banjir bandang yang tiba-tiba terjadi di sebuah sungai kecil yang mana setelah peristiwa ini, bentang alam di sekitar DAS sungai tersebut benar-benar berubah total. Juga dengan mempelajari aspek fisika alam atau wilayah pemukiman setempat. Segi-segi geologi pemukiman siswa juga perlu dijadikan materi pelajaran, misalnya menyangkut jenis tanah, kemiringan, bebatuan, dll. Untuk memahami potensipotensi bencana yang bisa terjadi sewaktuwaktu, seperti longsor atau pergerakan permukaan tanah. Demikian pula jika pemukiman siswa berdekatan dengan pegunungan dengan beberapa puncak,
bebukitan, maka siswa di daerah ini harus mengetahui aspek-aspek vulkanologinya. Dengan demikian, siswa yang bermukim di desa-desa di sepanjang lereng pegunungan yang membelah Pulau Bali menjadi dua bagian, utara dan selatan, membentang dari ujung barat (Gilimanuk) hingga timur (Karangasem), dengan sejumlah puncak, jangan hanya dilihat sebagai ikon-ikon religius atau faktor-faktor keindahan alam tetapi adalah jejak yang jelas bahwa Bali ada di daerah cincin api dan pulau ini adalah terbentuk melalui peristiwa vulkanik pada masa purba. Adanya mata air panas di suatu desa, jangan hanya dilihat dari aspek rekreasinya tetapi juga adalah tanda-tanda gunung berapi aktif. Pemahaman Dengan kesadaran dan pemahaman mengenai bencana alam yang dibangun di atas realitas fisika, geologi, vulkanologi, sebagai pemahaman pengimbang adanya rasa aman sepanjang tahun bahwa tidak akan ada bencana apapun, maka jika suatu kali bencana terjadi, maka secara mental masyarakat telah siap sehingga trauma tidak terjadi secara massal dan berkepanjangan. Tujuan pelajaran kebencanaan adalah untuk membangun sikap waspada dan realistis dalam menyikapi bencana. Bencana sebagai proses fisika atau karena kerja alam dan bumi tempat masyarakat berkembang. Aspek kewaktuan terjadinya bencana memang tidak bisa dipastikan sehingga dalam rentang empat dekade misalnya, sama sekali tidak pernah ada bencana, yang mana keadaan ini tidak bisa dijadikan cara pandang bahwa hidup aman dari pencana. Peranan kurikulum bencana alam adalah menyambung dan merawat ingatan sosial terhadap bencana bahwa di suatu wilayah pernah terjadi bencana tertentu dan kemungkinan besar akan berulang. Membangun ingatan atau kesadaran siswa atas bencana menjadi tekanan penting dalam kurikulum bencana alam. Ingatan yang tetap terpeliharan terhadap bencana dan hal ini membentuk kesadaran positif atau sikap realistis juga diimbangi dengan teknik menghadapi ben-
cana yang dapat berupa dikembangkannya berbagai pelatihan menghadapi bencana. Lebih jauh lagi memilih teknologi pemukiman yang aman dari dampak bencana, seperti bangunan, di daerah mana aman untuk bermukim, serta pengembangan sikap sosial (bahu-membahu) ketika bencana terjadi. Guru Para guru yang akan melaksanakan integrasi pelajaran atau materi kebencanaan dalam pelajaran yang mereka asuh harus dibekali dengan pemahaman adanya kesadaran terhadap bencana yang mungkin tidak bisa terintegrasi pada semua mata pelajaran. Kajian-kajian awal di sekolah harus sudah dilakukan secara mandiri, misalnya merumuskan mata pelajaran mana yang bisa lebih tepat atau pas untuk mengintegrasikan materi kebencanaan; serta menyusun kurikulum lokal kebencanaan yang berdasar pada sejarah lokal, geologi, dan vulkanologi kontekstual. Kurikulum lokal mengenai kebencanaan tampaknya jauh lebih bermakna ketimbang kurikulum kebencanaan secara umum. Untuk siswa di Bali misalnya, harus ada satu kurikulum yang lebih umum, menyangkut aspek kebencanaan Bali karena posisi geologi pulau ini, ada dalam jaringan cincin api dan berbatasan dengan laut lepas. Di samping itu ada rumusan-rumusan kurikulum lokal sesuai dengan konteks geologi, vulkanologi siswa, sehingga akan terjadi perbedaan materi bencana antara siswa di pegunungan dan di pantai. Dari kurikulum ini lantas disusun materi pelajaran yang praktis dan kontekstual, melalui teknik pelajaran yang tepat, kesadaran terhadap kebencanaan akan terinternalisasi pada diri siswa. Sekolah-sekolah perlu memiliki program-program kebencanaan yang menjadi agenda semesteran atau tahunan di sekolah tersebut, seperti diskusi film mengenai suatu bencana, pelatihan menghadapi bencana gunung berapi, cara-cara melindungi diri dari gempa, dll. l Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. Dosen Undiksha, Singaraja
Menguatkan Otot Perut Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
BANYAK cara untuk menguatkan otot perut, misalnya dengan melakukan sit-up, posisi tidur dan mengangkat kaki ataupun dengan berlatih body language. Namun, pada edisi
Gb. II : Dengan duduk di lantai kedua lengan lurus belakang dan kedua kaki ditekuk dan tutup rapat, lalu angkat kedua kaki, tahan pada 1x8 hitungan lalu letakkan kembali dan ulangi beberapa kali sesuai kemampuan.
2
Gb. I : Duduklah santai di lantai dengan kedua lutut ditekuk dan ditutup rapat sedangkan kedua lengan lurus depan dada. Condongkan badan ke belakang lalu tahan 1x8 hitungan, maka otot perut akan bekerja keras menahan tubuh sehingga latihan ini berfungsi untuk menguatkan otot perut.
1
Kisara
Gb. III : Untuk perut bagian samping kanan dan kiri, ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar. Gerakan angkat kaki kanan sembari memutar pinggang ke arah kanan lalu lakukan sebaliknya, yaitu angkat kaki kiri sembari memutar pinggang ke arah kiri. Ulangi gerakan tadi hingga pada 2x8 hitungan.
peragaan di bawah ini bersama Ladita Prida, juara umum Piala Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang juga pemilik sanggar senam Lala Studio di Sanur.
Gb. IV :Bagi pembaca yang sudah biasa berlatih menguatkan o t o t perut , dapat melakukan seperti pada Gb. IV ini karena latihan ini cukup berat namun hasilnya sangat menggembirakan. Kedua kaki disilangkan lalu angkat dan tahan pada 1x8 hitungan, letakkan dan ulangi hingga 4x8 hitungan.
3
Buat Novia, dan sahabat Kisara yang mungkin sedang menghadapi hal ini, hal pertama yang bisa kalian lakukan adalah mencintai diri kalian sendiri. Kenapa? Karena kalian berhak dicintai. Dirundung bukan alasan bagi kalian untuk membenci diri kalian sendiri. Dirundung bukan alasan bagi kalian untuk jatuh, tapi alasan bagi kalian untuk bangkit dan membuktikan pada mereka bahwa kalian lebih pantas untuk dicintai. Bukan hanya karena kalian
gendut, lalu kalian tak pantas merasakan cinta, tapi sebaliknya, kalian sangat berhak untuk dicintai dan mulailah dari diri kalian sendiri. Kedua, jika kalian ingin berubah, ingatlah untuk siapa kalian berubah. Ketika kalian memutuskan untuk memulai diet, tanyakan kepada diri kalian sendiri, untuk siapa diet itu kalian lakukan. Untuk semata-mata menghilangkan bully yang kalian alami, atau untuk membahagiakan diri kalian. Ingat, diet yang sehat adalah diet yang didasarkan oleh keinginan yang tulus dan mampu membahagiakan kalian. Jika nantinya diet itu malah menekan dan membahayakan kalian, maka hal tersebut
4
Dengan berlatih rutin dan pikiran positif, maka kebugaran tubuh akan kita peroleh. Salam bugar dari Lala Studio.
Kupon
Aku Gemuk dan Pantas Dicintai
“Hai Kak, kenalin aku Novia, 16 th. Kak, Aku mau curhat, aku sedih banget kenapa aku di-bully gara-gara badanku gede. Memang aku punya badan gendut, aku sering banget di-bully sama teman dan keluargaku sendiri. Aku minder, gak ada teman yang mau ajak aku main. Memang salah ya Kak kalau punya badan gendut?” Hai Novia yang luar biasa! Terima kasih sudah mau bercerita dengan Kisara! Punya badan gendut atau sedikit berisi memang sering jadi bahan bully, candaan atau bahkan kadang dijadiin bahan untuk jualan produk pelangsing. Sahabat Kisara, tahu gak sih, kadang candaan ini bikin banyak orang sakit hati walaupun sebenarnya gak bermaksud seperti itu? Selain itu, mengejek ukuran badan orang lain merupakan salah satu tindakan body shaming lo sahabat Kisara.
kali ini pengasuh menyajikan bagaimana mengecilkan perut atau istilah yang benar adalah menguatkan otot perut, yaitu dengan posisi duduk santai di lantai. Ikuti contoh
tidak boleh kalian teruskan. Diet yang menyakiti kalian menandakan bahwa kalian tidak mampu mencintai dan menghargai diri sendiri. Ketiga, buktikan bahwa kamu bahagia. Jangan tertekan dengan keadaan yang menimpa dirimu. Jangan terus mengasihani dirimu, karena itu akan membuatmu terlihat menyedihkan. Tapi sebaliknya, buatlah mereka terpana karena kamu mampu menunjukan bahwa di tengah situasimu kamu tetap bahagia. Jadikan dirimu sebagai perbandingan dengan orang lain dengan cara yang positif dan temukan kelebihanmu. Jangan biarkan satu kelemahanmu mengalahkan sekian banyak kelebihanmu.
Nah, sahabat Kisara. Untuk kalian yang punya teman dengan badan agak berisi atau dengan badan yang kurang berisi, ingat ya, kata-kata kalian dapat mempengaruhi persepsi bahkan kehidupan mereka. Jadi, daripada menekan mereka dan menyakiti mereka, cobalah untuk membantu mereka dengan banyak melimpahkan cinta pada mereka. Jangan pernah merendahkan mereka, karena Tuhan menciptakan kita dengan segala kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Untuk kalian yang mengalami hal yang sama, jangan pernah menyerah. Jadikan kalimat mereka untuk motivasi dan tetaplah semangat menjalani hidup! Kalian bisa!
5
Minggu Pon, 2 Juni 2019
Capricorn Posisi perbintangan Anda di minggu ini tampak pada posisi yang bagus dan menguntungkan sehingga tak heran jika banyak muncul order-order baru yang tak Anda sangka sebelumnya. Pemasukan yang Anda harapkan dapat terealisasi di minggu ini, tinggal bagaimana Anda mengalokasikannya dengan benar dan tak sampai terjadi pemborosan. Asmara: Apa gunanya mempercayai ucapan dari luar sana sedangkan kebenarannya belum tentu bisa dipegang. Aquarius Saat ini perbintangan Anda ibaratnya sedang melalui jalan berliku-liku yang kanan-kirinya adalah jurang sangat dalam. Ini pertanda bahwa Anda harus bisa menahan diri, jangan menuruti emosi biarkan segalanya berjalan apa adanya, yang penting Anda tetap yakin dengan langkah yang Anda jalankan saat ini. Asmara: Si dia sangat menarik hati dan pikiran Anda, sehingga wajar saja jika sulit untuk menghilangkan bayangbayang wajahnya. Pisces Perbintangan Anda di minggu ini masih mujur dan beruntung, yakinlah dengan suara hati yang muncul, tak perlu ragu jika hati sudah merasa pas dan optimis. Mengenai keuangan, tak terlalu memusingkan karena memang ada dana berlebih yang bikin hati tenang dan damai. Asmara: Tak perlu berdebat terus hanya karena omongan yang tak prinsip dan tidak ada untungnya itu. Aries Masih ada kerikil-kerikil tajam yang cukup mengganggu perjalanan Anda. Untuk itu sekalipun di atas kertas rencana Anda dapat berjalan dengan mulus sebaiknya Anda juga mengantisipasi faktor x yang mungkin bisa timbul secara mendadak. Asmara: Cintanya cukup tulus, untuk itu positive thinking sajalah dan hilangkan segala pikiran buruk mengenai dirinya. Taurus Karier terus merangkak naik, tinggal tergantung bagaimana kepintaran Anda saja dalam melobi kepada atasan. Di minggu ini keuangan masih lancarlancar saja dan tidak ada hambatan yang memusingkan, bila ingin spekulasi juga tidak ada masalah. Asmara: Binalah komunikasi sebaik mungkin agar kemesraan tetap terjalin dengan baik. Gemini Jangan menyepelekan persoalan yang muncul di minggu ini, ada baiknya segera diselesaikan jangan sampai kemakan waktu yang tentu saja akan semakin sulit untuk diselesaikan. Optimislah bahwa Anda akan bisa meraih hasil lebih di minggu ini karena masih banyak order yang bisa Anda kerjakan. Asmara: Debat mulut masih sulit untuk dihindari dan itu semua kembali kepada diri Anda, mau tidak mengalah agar hubungan bisa terjalin mesra lagi. Cancer Perlihatkan mental juara Anda, buat apa takut menghadapi tantangan sekalipun itu cukup berat. Maju terus pantang mundur, yakinlah bahwa hanya dengan kerja keraslah maka kesempatan Anda untuk meraih sukses tetap terbuka lebar. Asmara: Dekati keluarganya agar hubungan Anda dengannya tetap terjalin aman-aman saja. Leo Jangan frustrasi! Langkah Anda ke depan masih jauh dan cukup banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan. Tetaplah optimis dan yakin bahwa langkah Anda telah benar dan sesuai dengan prosedur yang ada. Di minggu ini ada saja pengeluaran yang harus Anda lakukan sekalipun income masih cukup tinggi di minggu ini. Asmara: Jika si dia lagi ngomel sebaiknya Anda diam saja, tak perlu menanggapinya agar suasana bisa mencair kembali. Virgo Bersikaplah tegas dan tak perlu memberi toleran kepada orang yang jelas-jelas menginjak harga diri Anda. Tak perlu takut akan risiko yang akan Anda tanggung, untuk itu belajarlah mandiri dengan tidak terlalu menggantungkan harapan pada orang lain dan di minggu inilah saat yang baik untuk Anda memulainya. Mengenai keuangan meski lagi tersendat tetapi itu bukan berarti seret, karena masih harus sabar menunggu dana yang macet. Asmara: Apa ruginya berkorban demi kebahagiaan si dia selama itu tidak menyalahi dari norma-norma ketimuran. Libra Rintangan masih tetap saja menghambat laju karier dan bisnis Anda. Pertahankan motivasi Anda jangan sampai mengalami penurunan karena bagaimanapun juga langkah Anda ke depan masih sangat panjang dan penuh dengan liku-liku. Di minggu ini pemasukan masih terbilang lancar walaupun kebutuhan cukup tinggi, agar harapan Anda bisa menjadi kenyataan maka mau tidak mau Anda harus lebih banyak berhemat lagi. Asmara: Jangan lari dari kenyataan yang ada, terbuka saja kepadanya. Scorpio Pertahankan langkah dan metode yang telah Anda pergunakan selama ini, karena kenyataannya cukup sesuai dengan kondisi sekarang ini sehingga sangatlah disayangkan jika Anda memakai metode baru yang tentunya harus dimulai dari awal lagi. Mengenai pemasukan masih stabil dan tidak sampai memusingkan. Bila ada keinginan membeli barang sebaiknya dikondisikan dulu dengan keuangan Anda agar tak mengalami masalah di kemudian hari. Asmara: Jangan terus-menerus memarahinya dengan omongan yang keras bahkan menjurus kasar. Sagitarius Jangan keburu nafsu untuk mendapat keuntungan besar, semua itu ada temponya yang harus dijalani dengan kesabaran dan ketenangan. Sedikit banyak keuangan Anda akan terganggu karena munculnya kebutuhan mendadak yang tak Anda sangka sebelumnya, meskipun income masih lumayan lancar di minggu ini. Asmara: Jagalah keharmonisan percintaan Anda berdua dengan selalu berbuat yang terbaik dan menyenangkan bagi kedua belah pihak.
Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 2 - 8 Juni 2019
Menjauhkan Diri dari Kebiasaan Hujat Menghujat ye nindanti ca vaktaram katham cemam suravanim bhavanti sunaka bhuktva duhkham janma-satam hi te (Siva Purana 1.6.49) “Dia yang berbicara tidak baik tentang para penyampai ajaran suci atau terhadap ajaran suci yang disampaikan akan terlahirkan sebagai anjing-anjing dan hidup penuh kedukaan selama ratusan kelahiran.” Kegiatan menyampaikan ajaran-ajaran suci Veda merupakan kegiatan suci yang dinamakan jnana yajna, yaitu korban suci atau persembahan suci. Bahkan, di antara jenisjenis yajna, persembahan suci dalam bentuk penyampaian dan penyebaran ajaran-ajaran suci Veda berada dalam deretan yajna teratas (jnane sarvam pratisthitam). Ia merupakan kegiatan teramat suci dan mulia (nahi jnanena sadrsam pavitram iha vidyate). Jika orang memberikan perhatian penuh dalam mendengarkan (membacanya) serta merenungkan arti dan makna dari ajaran-ajaran suci Veda tersebut maka Jnanayajna akan mampu memberikan pembebasan dari kesengsaraan (moksa). Zaman dahulu belajar dan mengajar ajaran-ajaran suci Veda secara tradisi diterima dan dihargai dengan penuh rasa hormat bhakti karena ia merupakan kegiatan suci. Orang-orang mendapatkan penerangan serta tuntunan hidup melalui tradisi belajar dan mengajar ajaran suci Veda (Vedadhyayanadhyapana). Penulis masih ingat, waktu kecil melihat para orang tua berkeliling-keliling di jalan-jalan dan gang-gang, berhenti dan/atau dihentikan oleh orang-orang untuk menyanyikan ajaran-ajaran suci Veda khususnya Purana dan Itihasa melalui gagendingan (nyanyian) Bali menarik seperti pupuh Sinom, Ginada dan lain-lain. Sebagai tanda hormat bhakti, orang-orang
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
hampir tidak ada yang berani berdiri ketika mendengarkan ajaran-ajaran suci tersebut. Semua duduk bersila, jongkok atau bersimpuh. Sebelum atau sesudahnya, orang-orang memberikan “sesari” dalam bentuk uang. Mereka sangat menghargai dan menghormati kegiatankegiatan suci seperti itu. Akan tetapi, pada zaman Kali (-yuga), yaitu zaman penuh kekalutan ini, beberapa daerah atau kelompok masyarakat masih ada yang melanjutkan tradisi suci tersebut, namun banyak pula yang sudah mengabaikannya, bahkan sering pula dianggap sebagai sesuatu yang aneh atau asing. Menurut Veda, jika orang tidak memberikan perhatian, atau bahkan membuat keributan ketika kegiatan belajar-mengajar Veda sedang dilakukan, sadar atau tidak sadar menyebabkan proses belajar-mengajar ajaran suci Veda menjadi terganggu dan/atau orang lain menjadi tidak bisa mendengarkannya dengan baik, maka perbuatan tersebut dianggap sebagai sebuah penghinaan. Jnana-yajna hendaknya disadari dan dilakukan dengan kesadaran bersih suci. Dalam Jnana-yajna orang tidak sedang mendiskusikan suatu hal yang biasa melainkan sesuatu yang mempunyai kekuatan besar serta dapat memberikan pahala luar biasa karena ia merupakan sesuatu yang menyucikan kesadaran, kecerdasan dan atma (roh). Hampir semua menyadari atau mengakui bahwa tradisi membaca, menyampaikan dan mendengarkan ajaran-ajaran kitab suci Veda di nusantara tercinta sudah hampir tidak ada, bahkan di beberapa tempat su-
Disiplin membaca kitab suci Veda setiap hari (veda-sastradhyayana), penyampaian dan penerimaan, memperdengarkan dan mendengarkan ajaranajaran suci Veda merupakan cara ampuh untuk meminimalkan atau mengurangi semua gebuan-gebuan sifat-sifat tidak terpuji tersebut. Tentu saja tidak ada manusia yang sempurna. Semua pasti mempunyai kekurangan, terutama akibat pengaruh Kaliyuga. Kita tidak dapat mengharapkan kesempurnaan pada orang lain yang kurang lebih tidak berbeda jauh dengan diri kita. Jika orang memahaminya dengan jujur maka akan dilihat bahwa setiap orang selalu mempunyai kemuliaan lebih dari pada dirinya. Pada kutipan sloka Siva Purana di atas disebutkan bahwa mereka yang berbicara buruk atau menjelek-jelekkan orang-orang yang menyampaikan ajaran-ajaran suci Veda (ye nindanti ca vaktaram) atau menjelek-jelekkan ajaran-ajaran suci Veda maka setelah meninggal mereka akan mengalami dan menikmati hasil dari perbuatan buruknya itu berupa kelahiran menjadi anjing (bhavanti sunaka). Badan manusia yang seharusnya dipergunakan sebagai alat teramat mulia untuk mendapatkan kemuliaan dan menjadikan diri mulia (sariramadyam khalu dharmasadhanam), namun sebaliknya dipergunakan sebagai alat untuk “menggonggong” alias menjelek-jelekkan orang lain dan ajaran-ajarna suci Veda. Oleh karena itulah pada kelahiran berikutnya mereka akan mendapatkan badan anjing. Dalam badan anjing tersebut ia akan lebih leluasa “menggonggong” namun mengalami hidup yang sangat terhina serta menderita. Ye nindanti, mereka yang selalu menjelek-jelekkan orangorang yang tekun menyampaikan ajaran-ajaran suci Veda, yang selalu menjelek-jelekkan ajaran-ajaran suci Veda; te bhavanti sunaka, mereka akan menjadi anjing dalam penjelmaan berikutnya; duhkha-janma satam, dan mereka akan mengalami hidup penuh kedukaan selama ratusan kali penjelmaan.
Menurut Canakya Niti Sastra, walaupun guru yang hanya mengajarkan satu huruf, kalau beliau tidak dihormati, setelah ia lahir ratusan kali sebagai anjing akan lahir menjadi candala, yaitu orang rendah dan hina (ekaksaram pradataram yo gurum nabhivandate, svanayoni-satam bhuktva candalesvabhijayate). Sarasamuccaya menyebutkan bahwa orang yang menjelek-jelekkan ajaran dharma hidupnya pasti menemui kedukaan (mwang ikang wwang ninda ring dharmaprawrtti, dening punggungnya, jenek ta ya ring adharmaprawrtti, ikang manutnut iriya tuwi, niyata pamangguhanya lara). Orangorang hendaknya menjauhkan diri (dohakena sakeneng manah) dari kecendrungan menghina ajaran suci Veda (kanindan sang hyang weda). Sedangkan mereka yang hidupnya terbentuk oleh ajaranajaran suci Veda akan menjadi sangat mulia dan akan selalu melihat kemuliaan. Ajaran Veda berhasil merasuk ke dalam dirinya untuk memperbaiki dan memuliakan dirinya. Mereka akan memiliki ketundukan hati yang indah, akan selalu melihat orang lain lebih baik dari dirinya dan mereka akan melihat kemuliaan dan hanya kemuliaan dalam diri orang lain. Mereka tidak akan tertarik untuk menjadi “anjing” yang selalu “menggonggong” setiap orang dekat dengan dirinya melainkan mereka akan menjadikan dirinya seindah serta semulia lebah pencari madu. Sebagaimana lebah mencari sari-sari bunga lalu menjadikannya sebagai madu manis, menikmati sedikit madunya tetapi membagi-bagikan madu dalam jumlah banyak kepada mereka yang lain, seperti itu pula ia akan selalu mempergunakan setiap kesempatannya untuk mencari keindahan dan membagi-bagikan keindahan. Itulah kesempurnaan seorang penganut ajaran Veda. Pagi dan malam ia akan selalu mendengungkan doa “sarve sukhinah bhavantu”, semoga semua berbahagia, ia akan selalu mendoakan kebaikan yang lain dan bukan mengutuk yang lain.
dali, menghindari tindakan yang sia-sia, menjauhi kebiasaan bergunjing dan berserah diri kepada Tuhannya dengan ikhlas. Manakala ciri-ciri ketakwaan itu ada pada diri orang-orang yang beriman, maka “mega bonus” yang dianugerahkan oleh Allah SWT sungguh sangat besar, bahkan lebih berharga dari dunia seisinya, karena tidak saja bermanfaat bagi kehidupan yang fana di muka bumi ini, juga bermanfaat bagi kehidupan berikutnya, baik di alam barzah, maupun di akhirat kelak. Begitu banyak dan begitu berharga anugerah yang dilimpahkan oleh Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (dalam urusannya). Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
sesuatu. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Dia (Allah) akan menghapus kesalahankesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya. (Q.S. ath-Thaalaq [65]: 2-5). Sedangkan puncak dari segala anugerah yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa adalah dimasukkan ke surga-Nya yang mulia dan dihindarkan dari azab neraka. Bukankah semua anugerah itu lebih baik dari dunia ini seisinya? Lalu mengapa diri kita mesti enggan berjuang habishabisan untuk mendapatkannya? Memang, untuk meraih semua anugerah itu diperlukan perjuangan yang gigih dalam seluruh perjalanan hidup kita yang singkat di dunia ini, dan perjuangan itu, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, perlu dilakukan dengan lebih intensif saat bulan Ramadhan, sebuah bulan yang paling mulia dalam kalender Islam dimana pintu-pintu ampunan dan rahmat Allah SWT terbuka selebar-lebarnya bagi mereka yang ingin meraihnya. Bagi sebagian orang yang berkeinginan kuat dan berusaha optimal, insya Allah akan diberi kemudahan dalam meraih derajat
ketakwaan melalui berbagai bentuk ibadah yang dilakukan saat bulan Ramadhan. Namun bagi sebagian yang lain, yang boleh jadi keinginan meraih predikat takwa itu tidak begitu serius diwujudkannya, maka mesti menghadapi sejumlah kendala yang harus diatasi dengan sungguh-sungguh. Maklum godaan untuk melakukan berbagai ketaatan, seperti tadarus, mempelajari Al-Qur’an, maupun shalat teraweh, bisa saja menjadikan kegiatan ibadah itu menjadi terbengkalai lantaran asyik menonton tayangan televisi, browsing internet dan berbagai kegiatan lain yang dianggap lebih menarik. Maka sungguh beruntung mereka yang berhasil dengan baik melakukan berbagai bentuk pengabdian (ibadah) kepada Allah SWT di bulan Ramadhan ini dan tentulah akan lebih beruntung lagi manakala dengan konsisten (istiqomah) melanjutkan pengabdian yang tulus ikhlas selepas Ramadhan, yakni pada bulan-bulan berikutnya, hingga Ramadhan tahun depan kembali datang atau hingga ajal menjelang. Betapapun, bagi orang beriman, sebaikbaik bekal dalam perjalanan menuju Tuhannya adalah bekal takwa. Semoga bekal terbaik itu ada pada diri kita semua.
konstitusi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga lahir dalam amandemen ke-tiga, sebagai satu-satunya lembaga resmi penyelenggara Pemilu, yang bersifat nasional, tetap dan mandiri (Pasal 22 E poin 5). Yang jelas perubahan konstitusi menggeser pokok-pokok pikiran UUD 1945 sebelum diamandemen, sehingga WNI terutama para politisi harus mengubah pemahaman mereka sebelum terjun dalam kontestasi politik,“ tutur Rubag. “Benar, bukan hanya harus paham terhadap konstitusi, juga harus mahfum terhadap undangundang yang mengatur lembagalembaga anyar tersebut. Sebab kita sering baca pada ayat terakhir sebuah pasal dalam UUD kalimat berbunyi, ketentuan lebih lanjut tentang pasal ini diatur dengan undang-undang. Politisi yang berburu kekuasaan dan jabatan seharusnya khatam dan mahfum tentang isi dan makna seluruh kalimat yang dibacanya agar tidak ribut dan ngamuk setelah pencoblosan. Sebelum menuntut pihak lain terutama lembaga resmi untuk jujur, adil, bermoral dan bertanggung jawab pada Tuhan, seyogyanya yang menuntut introspeksi, apakah semua tuntutan-
nya sudah dilakukannya sendiri? Jangan sampai menuntut pihak lain harus berkualitas malaikat, sedangkan mereka sendiri boleh meniru perilaku iblis! Analoginya, jawaban atau penjelasan baik dan dimengerti tidak akan lahir bila pertanyaannya amburadul dan sulit dipahami. Karena takut dosa, aku tahan untuk tertawa, ketika mendengar ucapan seseorang di depan para pengikutnya, tidak percaya MK, KPU, Bawaslu, sebaliknya akan menuntut keadilan di jalan dengan kekuatan massa. Padahal kutahu, oknum tersebut tidak muda lagi, bukan orang biasa tapi seorang bertitel akademik tinggi dan pernah menjabat kedudukan tinggi di lembaga sangat terhormat. Aku jadi berpikir, apakah kakek itu hanya fisiknya saja yang mengikuti zaman, sedangkan isi otaknya ketinggalan di zaman dulu, saat konstitusi belum diamandemen? Akhirnya aku berdamai dengan hati dan otak, kuanggap beliau mengidap penyakit orang tua, yang sering pikun, mudah tersinggung dan melontarkan kata-kata tanpa dipikir, sehingga otakku sejuk lagi,” komentar Nyoman Sudiantara. “Ya, akhirnya ketika segala cara mengalami jalan buntu,
MK yang dinafikan terpaksa jadi pilihan, di samping agar tindakannya tidak distigma inkonstitusional. Meski kerusuhan dua hari diwarnai kekerasan, penjarahan dan merenggut beberapa nyawa sempat terjadi. Itu jelas bukan people power enteng-entengan, sebab di pihak aparat juga banyak yang terluka, bahkan sebuah asrama Brimob diserang perusuh dan beberapa mobil dibakar. KPU juga kembali dipercaya meski dalam status termohon untuk digugat. Karena terpaksa percaya, ada ucapan skeptis dan terkesan melecehkan terlontar saat melakukan pendaftaran gugatan. MK diharapkan tidak menjadi Mahkamah Kalkulator. Merespons pernyataan bahwa MK harus bertanggung jawab secara undang-undang, moral dan kepada Tuhan, Ketua MK , Anwar Usman secara tegas menjamin independensi sembilan hakim 100 persen. Meskipun ada pihak yang akan mencoba mengganggu independensi para hakim, dia yakin seluruh hakim konstitusi tidak akan terganggu. Mudah-mudahan keputusan para hakim MK diterima secara legowo agar kedamaian, keharmonisan dan persatuan bangsa terus berlanjut,“ ujar Made Surjanegara.
dah terputus sama sekali. Jika tradisi membaca dan menyebarkan kitab suci Veda tidak diajeg-kan, maka hal yang “ditakutkan” dapat terjadi, yaitu jika ada yang membaca kitab suci, menyampaikan, atau mendharmawacanakan ajaran-ajaran dari kitab suci Veda, maka orang tersebut langsung menjadi bahan olok-olok, dijelek-jelekkan, dicari-cari kesalahan, atau bahkan kitab suci Veda itu sendiri dikritik dan dijelek-jelekkan. Banyak yang bisa “maboya” (bergurau) atas warah kitab suci dan menganggap yang mewacanakan ajaran suci sebagai “ngae ngon” (membuat heran). Hal memprihatinkan seperti ini dapat terjadi di masyarakat, jika tidak ada perhatian sungguhsungguh dari semua pihak, bukan hanya dari pemimpin umat atau Pandita-Pinandita. Kecenderungan seperti ini bisa terjadi di lingkungan masyarakat penganut ajaran Veda yang seharusnya menghormati dan menghargai kehadiran kitab suci Veda itu sendiri. Orang bahkan tidak akan mau hidupnya diatur serta diarahkan oleh kitab suci. Sloka kutipan dari Siva Purana di atas memberikan perenungan serta wanti-wanti kepada semua agar mulai memahami kemuliaan belajar dan mengajar, mendengarkan dan memperdengarkan ajaran-ajaran suci Veda. Bukan sebaliknya mencari kejelekan para penyampai ajaran suci Veda, mencari-cari kesalahan atau menjelek-jelekkan pustaka suci Veda itu sendiri. Penyampaian dan penerimaan ajaran-ajaran suci Veda merupakan suatu cara yang dikaruniakan oleh Hyang Maha Kuasa untuk orang-orang seperti kita semua yang hidup dalam zaman penuh kesemrawutan dan pertikaian ini. Kaliyuga merupakan zaman penuh kekalutan, tumpang tindih, dan saling serang serta saling menjatuhkan. Iri hati, kekerasan, fitnah, kelobaan, dan ahangkara semua menjadi merajalela jika orang tidak segera berlindung pada ajaran suci Veda.
MIMBAR AGAMA
Berlebaran Usai Jihad Akbar H. Kusnadi Musthofa MEREKA yang sebelumnya melakukan Jihad Akbar, yang berjuang menundukkan dan mengendalikan hawa nafsunya sendiri atas perintah Tuhannya sebulan penuh selama Ramadhan, adalah mereka yang memang sudah selayaknya berlebaran atau yang ber-Idul Fitri, kembali kepada fitrah kemanusiaannya dengan jiwa yang bersih dan penuh kasih sayang. Pada saat Idul Fitri, lazim di kalangan umat Islam saling mendoakan satu sama lain dengan ucapan: “Minal ‘aidin wal faizin”. Minal ‘aidin bisa bermakna: (Semoga diri kita) termasuk orang-orang yang kembali, yakni kembali fitrah, bersih. Sedangkan al-Faizin dari kata fawz bermakna beruntung atau menang, kemenangan yang disebabkan oleh keberhasilan mengendalikan hawa nafsunya untuk menaati Ilahi. Mengacu pada penggunaan kata fawz yang dalam berb-
agai bentuknya terulang 29 kali dalam Al-Qur’an, keberuntungan atau kemenangan yang dimaksud adalah karena seseorang mendapatkan ampunan dan keridhaan dari Allah SWT lantaran keimanan dan ketakwaannya. “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (Q.S. Yunus [10]: 62-64). Tujuan disyariatkannya berpuasa pada bulan Ramadhan bagi orang-orang beriman adalah agar mereka menjadi hamba-hambaNya yang bertakwa (Q.S. 2: 183). Karena itulah saat berpuasa, seseorang dituntut untuk “berlatih” dengan intens agar memiliki ciriciri orang bertakwa, di antaranya adalah disiplin, jujur, dermawan, penuh cinta kasih, menghindari sifat marah yang tidak terken-
Dijamin Seratus Persen, Kok! Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. (Pasal 24 C, UndangUndang Dasar 1945) “Kalimat dalam paragraf tersebut tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen sebanyak empat kali yakni tahun 1999, 2000, 2001 dan 2002. Pasal 24 C merupakan salah satu dari beberapa pasal dalam perubahan UUD 1945 yang ketiga (tahun 2001) tentang kewenangan MK. Diupayakan MK disahkan sebagai lembaga negara yang independen selambat-lambatnya 17 Agustus 2003 dimana sebelum terbentuk, kewenangannya dilakukan Mahkamah Agung. Bila mengaku WNI yang baik dan sering berteriak Negara Kesatuan Reublik Indonesia adalah
brolan BALE BANJAR ARIDUS harga mati, sepatutnya tunduk dan patuh terhadap bunyi Pasal 24 C, UUD 1945 itu. Itu sekaligus mencerminkan pemahaman WNI tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI. Empat kali perubahan terhadap beberapa pasal dari konstitusi dan terbentuknya lembaga-lembaga negara yang baru, juga menghilangkan lembaga yang pernah ada seperti Dewan Pertimbangan Agung, menuntut seluruh WNI mengubah paradigma berpikir terhadap
Bali
6
Redité Pon, 2 Juni 2019
Dresta Magoak-goakan
Plalianan Tradisional Majeng ring ”Truna Goak”
MAGOAK-GOAKAN – Pinaka sinalih tunggil dresta ring Bali, wénten sané kawastanin antuk dresta magoak-goakan inggih punika dresta tetamian panglingsir sané pidabdab ipun marupa plalianan tradisional sané kamargiang nyabran raina Ngembak Geni
Sinalih Tunggil Tetamian Budaya SAKANCAN dresta majanten mawit saking parikrama sané setata kamargiang olih kramané nguni sané raris katamiang ring kramané tur kamargiang kantos mangkin pinaka tetamian budaya. Nénten arang taler budaya sané nénten becik katilarin krama duaning kocap nénten adung sareng kahuripané mangkin, nanging wénten taler sané kantun kamargiang tur kalestariang kantos mangkin minakadi dresta magoak-goakan. Manut Gede Ganesha S.T.P., kawéntenan dresta marupa plalianan tradisional puniki sampun sayan becik. Punika kasinahang saking kawéntenan drestané inucap kamargiang ring féstival, ring pidabdab acara wanti warsa Kota Singaraja miwah sané siosan malarapan antuk sesolahan utawi drama tari. Yadiastun sampun kamargiang saking nguni sané kasolahang olih para pecalang Désa Adat Panji, nanging ring masané mangkin malih kasinahang antuk pragina anom utawi sekaa truna. Pamerintah taler nyarengin tur ngutsahayang mangda dresta inucap prasida dados warisan budaya dunia malarapan antuk nyarengin ring sajeroning pidabdab makarya vidéo dokuméntasi. Gede Ganesha malih nartayang, saking kalih warsa sané lintang sampun kaadegang sekaa utawi organisasi sané mawasta Bala Goak Désa Panji. Tetujonnyané wantah mupulang yowana Désa Adat Panji sané seneng ring dresta puniki taler nyantenang jagi nyolahang sesolahan inucap rumasuk dados juru tabuhnyané tatkala punika kamargiang ring pidabdab-pidabdab resmi sakadi féstival. Ngeninin indik akéh angga sekaa inucap, dané maosang kantos mangkin sampun satus lebih duaning punika wantah angga sekaa truna sajebag Desa Adat Panji. “Pidabdab dresta puniki sampun sayan nglimbak. Yéning dumun nénten kairing antuk baleganjur, sané mangkin sampun kairing baleganjur mangda sayan sarat pamiletnyané maplalianan. Sios punika sané dumun krama sané rauh nonton wantah saking wewidangan Désa Adat Panji kémanten, nanging mangkin sampun kantos saking dura désa miwah dura negara sané rauh nonton. Panglimbaké punika ngawinang kahanan dresta Magoak-goakan sayan becik tur kasub ring makatah genah,” bendahara Bala Goak Desa Panji puniki makenyem.(was)
Kruna AKSARA BALI
Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Dresta sané marupa plalianan tradisional sareng akéh inucap kamargiang nyabran raina Ngembak Geni ngawit saking jam 14.00 Wita kantos 18.00 Wita utawi sadurung suryané surup. Gede Ganesha S.T.P., pengraksa sekaa utawi organisasi Bala Goak Desa Panji sané nabdabang parikrama dresta plalianan tradisional puniki maosang, dumun dresta puniki kamargiang olih samian krama tan pakauningin tetuék wiadin sejarahipun. Kasuén-suén raris kauningayang olih kramané akéh yéning dresta inucap wantah dresta sané katedunang olih raja Buleleng kapertama, Ida Anglurah Panji Sakti utawi sané rikantun alit kocap mapesengan Ki Barak Panji Sakti. Plalianan punika kocap katujuang tur kamargiang olih wadwa Ida sané mawasta Truna Goak sané kocap arannyané punika sangkaning Ida ngaksiang sapunapi kedis goak nguyak i lelipi tatkala masiat. “Plalianan puniki kamar-
giang olih para yowana utawi sekaa truna sané wénten ring sajebag Desa Adat Panji. Sakéwanten pidabdabnyané kamargiang niri-niri olih soang-soang banjar,” baosnyané. Ngeninin indik parikrama plalianannyané nénten méweh. Para pamilet jagi magisian ring senteng sané kanggén olih timpalnyané kantos lantang sakadi lelipi tur wénten asiki pamilet sané dados goaknyané. I goak jagi mautsaha nakep utawi ngejuk muncuk ikuh i lelipi sané terus nambakin ipun. Risampuné prasida kadakep muncuk inucap olih i goak raris plalianannyané kajumunin malih antuk angga tiosan sané dados goak. Parikrama punika nerus kamargiang kantos rauh pamuput galahnyané ring raina inucap. Dané malih maosang, ring kahanannyané mangkin sampun ketah sané ngamargiang dresta inucap antuk mabusana adat madya tur maudeng ring para lanangnyané. Ngeninin indik genah plalian inucap kamargiang
sampun majanten kasiram kantos bényék sadurung kaanggén, tetujonnyané mangda genah irika dados trepti duaning ring pidabdab plalianan punika sampun majanten jagi mlaib-laiban tur ngawinang pamilet inucap ulung. Yéning sampun bényék utawi méncég sinah nénten baya ritatkala plalianan punika kamargiang. “Ngeninin indik sapasira sané kadadosang goak, punika wantah kajudi kémanten sapasira sané kayun. Nanging ring kahanané mangkin risampun wusan paletan kapertama sinah ketah kamargiang pidabdab “ngejuk” utawi krama sané sadurungnyané wantah nonton kémanten jagi kaambil tur kaajak maplalianan dados goak tur raris ipun kasiram antuk toya miwah nyanyad duaning jagi nyarengin maplalian. Punika mawinan nénten arang krama saking dura désa Panji taler para turis sané sadurungnyané meled nonton raris nyarengin maplalianan,” asapunika dane.(was)
Paileh Dresta lan Sesolahan Magoak-goakan
Bencingah
Basa Bali
SOANG-soang wewidangan majanten madué makatah parikrama sané setata kamargiang olih krama ring galah sané sampun kajantenang. Parindikan punika janten madué tetuek tur kamargiang pinaka pulah-palih upacara yadnya utawi kamargiang sangkaning kahanan sané tiosan. Punika raris kamargiang olih krama kantos mangkin pinaka dresta sané kataminin saking panglingsirnyané nguni. Yadiastun nénten arang dresta ring Bali kamargiang antuk pikayunan nak mula keto napet, nanging nénten akidik taler dresta sané kauningayang dasar lan tetuekipun olih krama sané naminin. Punika mawinan ipun kayun nangiang saha nglestariang dresta sané kadruénang. Makéh pisan soroh dresta kuna sané kantun katami krama Baliné mangkin, sinalih tunggilnyané marupa dresta magoak-goakan. Magoak-goakan wantah dresta sané kadruénang tur kamargiang olih krama ring wewidangan Desa Adat Panji,
BAhAsa INDONESIA
1. cihna
1. cihÂ,
ciri, tanda
2. ciing
2. ciih&,
kikir
3. cikar
3. cik(,
kereta
4. ciklik
4.
cikÞik/,
paceklik
5. cili
5.
cili,
kecil
6. cingak
6. cii\k/,
lihat
7. cingcing
7. c&c&,
angkat
8. cledu
8. cÞ)du,
kalajengking
9. cligcig
9. cÞigÇig/,
bergegas
10. codét
10. ecoedt/,
codet
Cihna Ida Anglurah Panji Sakti Dana ring Panjak SAKADI sané sampun kabaosang i wawu, dresta magoakgoakan wantah dresta saking wewidangan Désa Adat Panji sané marupa plalianan tradisional tur kamargiang olih krama nyabran Ngembak Geni. Ring pidabdab maplalianan sané kamargiang ring soangsoang banjar, sinah kapanggih sapunapi liang bagia para pamilet plailan sané wantah yowana inucap. Sakéwanten sadurung ngamargiang parikrama maplalianan punika para pamilet plalianan sami majanten jagi ngaturang sembah pangubhakti antuk canang sasidansidannyané ring Pura Pajenengan sané pinaka linggih Ida Anglurah Panji Sakti antuk tetujon nunas karahayuan mangda parikrama dresta inucap prasida mamargi antar tan pawéntenan antuk kahanan sané nénten becik. Asapunika taler tatkala jagi kasolahang antuk parikrama drama tari magoak-goakan ring festival, sinah jagi kamargiang pamuspan irika sadurungnyané. Indiké punika satmaka cihna yéning krama irika taler nyinggihang pisan parindikan tenget miwah indik sejarah dresta tetamian panglingsir Désa Adat Panji inucap. Sakadi sané kabaosang Gede Ganesha S.T.P.,
PURA – Sakadi sané setata kamargiang, sadurung kramané jagi maplalianan magoak-goakan utawi nyolahang drama tarinyané ring kahanan minakadi festival sinah kadulurin antuk ngaturang sembah pangubhakti ring Pura Pajenengan pinaka linggih Ida mangda parikramanyané prasida becik tur rahayu plalianan magoak-goakan inucap wantah parikrama saking Ki Barak Panji Sakti sané raris mapesengan Ida Anglurah Panji Sakti mangda para wadwan Ida sané mawasta Truna Goak kayun nyarengin Ida ngebug panegara Blambangan. Tatkala punika Ida lan wadwannyané sampun prasida ngasorang tur nyikiang samian wewidangan Buleleng sané dumun kantun
madiri-dirian saha kaadegang olih praratunnyané soangsoang. Kocap tatkala punika para truna goak sampun mrasa waneh mayudha duaning sampun prasida ngasorang praratu ring sajebag Buleleng. Punika raris Ida ngaryanin plalianan sané pidabdab ipun i kedis goak mautsaha nakep utawi ngambil muncuk ikuh i lelipi. Tatkala wadwa sané dados goak prasida
nakep wadwa sané dados muncuk ikuh lelipiné, sinah wadwa punika dados nunas punapi kémanten tur jagi kapaicayang olih Ida satmaka cihna Ida wantah dana pisan ring panjak. Riwusan makasami wadwan Ida polih dados goak, raris Ida sané pinih untat manados goak. Irika lantas Ida prasida nakep muncuk ikuh i lelipiné sané maartos pangapti Ida patut kadagingin olih para wadwannyané sami. “Tatkala punika kabaosang pangapti Ida mangda wadwanyané sami kayun nyarengin ngebug Jagat Blambangan. Sangkaning sampun sakadi uger-uger ring sadurung ngamargiang plalianan inucap, sinah para wadwa Truna Goak sami patut nagingin pangaptin Idané i wawu,” baos dané. Napi malih ri kala punika kasolahang antuk sesolahan utawi drama tari ring féstival wiadin parikrama tiosan, cihna lan daging satua sané kasinahang nénten mabinayan saking i wawu. Sakéwanten sangkaning kasolahang antuk pidadab sesolahan sané ajebos galah ipun, sinah pailehnyané kabinayang kidik. Inggih punika tios saking pragina sané dados wadwa Ida utawi sané dados lelipi, sinah kapanggih pragina sané masolah dados Patih miwah
Ida Sang Prabu. Sesolahan kakawitin antuk Sang Patih sané dados goaknyané tur risampunné prasida nakep taluh utawi sané ring plalianannyané wantah muncuk ikuh lelipiné, irika Sang Patih nunas mangda kaicén sinalih tunggil dayang Ida Sang Prabu tur raris kapaicayang. Risampunné punika raris pragina Sang Prabu sané dados goak tur risampunné kadakep taluhnyane raris Ida mapangapti tur mabaosang mangda para panjak Ida utawi Truna Goak nyarengin ngebug Blambangan sané raris muputang parikrama sesolahannyané. Ngeninin indik tetuek sané prasida kapolihang saking plalianan tradisional puniki inggih punika wantah saling tulungin miwah saling sarengin, duaning parikrama plalianan tradisional puniki nénten prasida becik mamargi yéning tan pasarengin antuk pamilet utawi krama tiosan. “Malarapan antuk plalianan puniki, kramané prasida nguningang utawi ngélingang malih sapunapi parikrama sejarah Ida Anglurah Panji Sakti ring masanné nguni utamanipun indik parikrama Ida ngicénin paica ring panjaknyané,” sapunika Gede Ganesha nartayang.(was)
hiburan majeng krama sané manyi, taler pinaka cihna rasa suksmaning manah majeng Dewi Sri sané kaprecaya krama irika sané ngawi asil pamupon setata maliah. Ring kahanané mangkin, alat musik Angklung Paglak puniki boya wantah kasuarayang ring carik ri kala manyi kémanten. Akéh taler kapéntasang ring acara-acara
adat minakadi Khitanan, upacara pawiwahan, utawi pinaka tontonan krama. Kasenian inucap taler sampun ngranjing ring acara Banyuwangi Festival sané kamargiang nyabran warsa. Pinaka yowana, sapatutnyané setata ngemit kawéntenan tradisi miwah kasenian tradisonal mangda nénten ical. (pusdat/ berbagai sumber)
Dura désa
Angklung Paglak
Kasenian Asli Suku Osing OSING pinaka suku khas Banyuwangi yukti sugih antuk makudang-kudang soroh budaya. Akéh budaya sané prasida kawedar, inggian seni tari minakadi Tari Gandrung lan Seblang, kasenian busana adat, kantos kasenian musik sané kawastanin Angklung Paglak, kasenian musik asli Suku Osing. Angklung Paglak sané mawit saking Désa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi puniki sampun manados kasenian musik sané raket pisan sareng kawéntenan suku Osing pamekas sané meneng ring Désa Kemiren. Aran Angklung Paglak taler wénten artosnyané. Angklung Paglak kasuarayang ri kala kramané nedeng mupu pantun. Ri kala mupu, krama Desa Kemiren madué budaya saling tulungin, mawinan punika ri kala wénten krama sané manyi, krama tios ngwantu krama sané manyi punika.
Krama sané kantu manyi molihang hiburan Angklung Paglak, musik sané kasuarayang ring paglak. Paglak wantah wangunan antuk tegeh pantara 7-10 meter sané madaginggenah malinggih antuk jimbar 1,5 x 2 meter. Raabnyané kakaryanin saking ulatan tiing sané kawastanin welit. Kawigunan wangunan inucap wantah genah krama ngemit pantun saking kedis. Krama sané madué pantun ketah ngemit cariknyané sinambi nyuarayang angklung ring paglak inucap. Mawinan punika, kasenian inucap kawastanin Angklung Paglak. Angklung Paglak wénten kalih soroh, wénten sané mawasta angklung lanang miwah angklung wadon. Soangsoang angklung madaging 13 bilah tiing antuk laras slendro miwah kalih kendang sané kawastanin kendang lanang miwah kendang wadon. Angklung puniki ketah
kasuarayang sareng petang diri krama. Sang kalih nyuarayang angklung, sané malih kalih diri nepak kendang. Sané unik, Angklung Paglak puniki kasuarayang ring paglak sané tegeh. Kocap, sayan tegeh paglak inucap, krama sané nyuarayang Angklung Paglak marasa sayan asik. Kasujatiannyané, Angklung Paglak satios pinaka
Nyastra
Redité Pon, 2 Juni 2019 KAPALÉ jani mailehan lakar menceg di gumi Bali. Kesieng-kesieng bayunné Kaki Rintis. Paningalané kidemanga. I Kaki Rintis sing nolih luungné Pulo Baliné ngenah uli ba duur. I Kaki Rintis sing nepuk linggah pasihé. Pasih tongos ipidan ia maplalian. Tongos ia mancing. Negakin jukung, madayung, ngandelang angin maid bidak jukungé, krana kondén ada mesin cara jani. Dugas pidan ia nu truna, nu bayu gedé. Dugas ia nu ngalih pangupajiwa di pasih. Suba 80 tiban Kaki Rintis dadi jelema dini di guminé. Tumbén ia menékin kapal terbang. Né ulian pangidihan kurenané ané suba nongos di guminé wayah. Kurenané ané sayang. Kurenan ané satia nampingin suka-duka idup makurenan. Kurenané ento ngidih apang ia ka Bali. “Beli kema ja ka Bali. Mulih ka jumah ipidan. Tiang ngelah utang ditu.” Kéto munyin kurenané di ipian. Kaki Rintis sing nguggu. Maniné, pianak lan cucu makejang ngaku ngipiang buka kakéto. Ulian kéto Kaki Rintis mapatuun ka balian. Baliané ento sujatiné tusing anak Bali. Ia anak wed ditu, anak Bugis. Macepol munyin Jero Balian. Isiné patuh cara ipiané. Ento ané ngranayang Kaki Rintis ngedénang bayu nyak mulih ka Bali. Mulih ka Bali tanbina cara nebek tatu ané suba waas. Tatu ané neket di keneh Kaki Rintis. Tatu ané ngaé ia matilar uli gumi Bali. Las majalan nuju gumi Sulawesiné malaibin tanah leluhur. Malaibin tongos nyama ané ajaka lekad matanem. Nyama ento I Ari-ari lan ané lén. Ngaé ia liwat dasa dina makapalan di pasih. Dugas ento kurenané sedek beling telu bulan. Unduk ané ngaé pajalan idup Kaki Rintis mabading. Ulian jemet ia magaé tur sih Ida Hyang Widhi jani ia suba lebih dasa ektar ngelah tanah. Suba ngelah mobil. Pianak nyidaang masekolah. Cucunné ada dadi polisi tekén perawat. Lén cara dugas mara neked di Sulawesi. Ia ajak kurenané ngandelang maburuh, makelo-kelo maan nyakap tanah. Lén cara dugas di Bali. Ia ngandelang asil di pasih. Tanah carik sing ngelah. Ada tetamian pangelingsir tuah tegalan 20 are. Tegal ento kaupapira baan beliné. Nyama tugelan ané ngaé ia malaib ka Sulawesi. “Kaki mai bangun suba neked né. Kapalé suba di Bandara I Gusti Ngurah Rai.” Putu Surya, cucunné Kaki Rintis mamunyi. Putu Surya ngisi liman kakinné. Masrieng rasa awak Kaki Rintis. Sing madaya ia lakar buin ngenjekang batis di gumi Bali. Kaki Rintis nyaluk kaca matané. Ia nolih lantang pasih gadang. Kesioran ombak Pasisi Goa Lawahé nuldulin ingetan Kaki Rintis. Dugas ia jaya dadi nelayan. Ba daja, uli pasih Amed neked ka Buléléng ia biasa madayung. Ngelodang ia pepes uli Amed ka Nusa bisa masi neked ka Kusamba. Taén masi ia ngaba bé neked ka Gili di Lombok. Ditu di Lombok ia matemu ngajak Luh Sandat. Bajang Lombok nanging leluhurné uli Bali. Luh Sandat ané dadi kurenan satia. Luh Sandat né jani ngidih apang ia mulih ka Bali. Luh Sandat né ngorahin ia ngapus gedeg di keneh. Apang nyak ka Bali, ka desané pidan. Ka umah pidan, ka tongos pidan ia ajak dadua matanjung sambuk,
Kaki Rintis Wayan Widiastama ngiket semaya makurenan. Kaki Rintis matelaan tuun uli mobilé. Ia marep kaja. Paningalané nolih Bukit Lempuyang nu cara ipidan. Angin ngesirsir ngeberang bon bungan padi di cariké. Carik-carik di desané suba tusing cara ipidan, jani suba liu wangunan. Kaki Rintis masadah di pintu mobilé. Ia ngantosang Putu Surya ané ka warung meli roko. Kaki Rintis matolihan marep kangin. Tegalan ané pidan gadanggadang misi punyan biu jani sing ada. Suba maganti dadi wewangunan. Ada villa, restoran, lan warung. Kaki Rintis jani matolihan marep kauh. Ditu ipidan tukadé misi yéh ning. Kaki Rintis nolih ada nak cerik-cerik malalung, maplalian yéh, saling uberin, makecos uli duur batuné. Kedék mabarengan. “Mai Ki menék.” Munyin Putu Surya ngaé cerik-cerik ento ilang uli paliat Kaki Rintis. Né ada jani tukadé tuh gaing, misi luu plastik mabrarakan.
Mobil ané tegakin Kaki Rintis ngajak cucunné marérén di lapangan ané ada di batan punyan bingin gedé. Lapangan ento tongos Kaki Rintis maplalian dugas cerik. Ipidan lapangané padang gadang. Jani lapangané mabeton. Lapangané jani dadi tongos parkir. Di sisin lapangan liu ada dagang. Ané nu cara pidan tuah punyan bingin ento. “Ketut Rintis tumbén cai ngenah. Kéné jani guminé dini. Da cai tengkejut. Patuh cara iban cainé ipidan. Cai dini malaib-laiban, bayu kereng. Jani majujuk dogén rasané suba keweh.” Mirib kéto i punyan bingin marep tekén Kaki Rintis. Kaki Rintis makenyem. Ia ngidem ngrasayang sumilir angin ngesirsir. Cara imalu liu krama desané yén tengai marasa ongkeb mai ka beten punyan binginé ngetis. Di lapangané ento, di beten binginé galah siduri ia nepuk muan méménné. Dugas ia lakar majalan luas ka
Sulawesi. Sigsigan méménné ngelut Luh Sandat. Tuah méménné dogén ané inget tekén ia. Bapa lan beli tugelané suba gedeg. Majalan jani Kaki Rintis nuju umahné ipidan. Mara majalan Kaki Rintis nepuk balé banjar. Balé banjar ento jani suba ngrédép maukir. Lén cara pidan nganggo kayu bungkulan. Ditu di balé banjar ento dugas pidan keneh Kaki Rintis matatu. Né natunin tuah nyamané. Nengéng paningalan beliné natasang di arep krama banjar. Orahanga Kaki Rintis nguliin tur marikosa kurenan beliné. Ulian tepukina Kaki Rintis ada di umahné ngelut kurenan beliné ané pingsan. Munyin Kaki Rintis sing kagugu. Ané guguna tekén kramané tuah munyin beliné. Dinané ento Kaki Rintis kena awig. Kaki Rintis suba ngaé desané cemer, ento makrana ia apang mabersih tur mersihin desané niskala nganggo bebantenan lan Kaki Rintis kasepékang limang tiban. Disubané liwat limang tiban mara dadi mabalik lan mabersih buin di Pura Maksan. Ento ngranayang Kaki Rintis ka Sulawesi. Ngranayang Kaki Rintis sing nyak mulih ka Bali. Kaki Rintis buin majalan. Neked jani ia di tongos umah beliné pidan. Umah ento jani melah matingkat dua. Ipidan magedég tiing. Kaki Rintis inget tekén unduk ipidan. Ia mara teka uli pasih. Majalan di malun umah beliné, tepukina kurenan beliné nyuun yéh. Suba kéto, kénkén kadén undukné kurnan beliné bah. Ditu ia nulungin. Sangkola ajaka macelep ka jumahné. Mara kéto nengok beliné galak. Oraanga ia makeneh jelé. Tur ia laporangan ka kelian banjar. Ada satus meter uli umah beliné, ditu umah bapané pidan. Di saka pat ento pidan ia ajak bapa tekén beliné negak.“Tut, beli ajak I bapa suba matetimbang. Beli ajak i bapa suba cumpu lakar ngadep tanah.” “Kal anggo gena ngadep? Buina ento tetamian panglingsir iraga.” Kéto pasaut Kaki Rintis. “Sedeng luung ada anak uli kota nagih meli sada mael tagiha. Cutet beli kal ngadep.” “Nah lamun kéto, jalan dum malu tanahé. Beli ngadep duman beli duén. Tiang sing ngadep. “Weee, ngénkén cai ngedum. Tanah ento nak bapa sujatiné nu ngelah hak. Bapa nu idup jani. Bapa matetujon kal ngadep. Pipisné anggo mayah utang, sisané anggo matajén. Kéto satuané. Buin teluné Kaki Rintis kasepékang. Kaki Rintis majujuk di natah umahné pidan. Tepukina anak luh negak di malun jalikané. Ia maekin. “Beli Ketut mai. Inget pidan dini dugas ujan semengan. Iraga mara pangantenan. Dini sambil ngidu. Sambil ngelut tiang Beli Ketut mamunyi: Beli masemaya apang setata iraga ajak dua madampingan, tur yén kacabut angkian beli apang dini di umahé ené. Kaki Rintis nylémpoh. Kaki Rintis nolih méménné teka. “Tut, Mémé ngidih suudang jani gedeg cainé tekén belin cainé, tekén bapan cainé.” Putu Surya sig-sigan. Ia ngusapin muan kakiné. Bibih kakiné ané enggang cakupanga. -0-
I Ketut Sandiyasa
Satua
Sareng Ngraméang Karya Sastra Bali Modérn
Pan Brengkak (3) Kaketus saking Satua-satua Bali (III) “NYAI demen ngalih gaé, awaké demen matuakan. Yén ajak makejang ngalih gaé, nyén katundén mélanin? Suba ya nyai ngalih gaé ajak i cening, buin nyen awaké tundén apang bareng ngalih gaé, sing menggah Sanghyang Widhi, kabaos i déwék bas loba.” Mara koné kéto munyin ané muani, lantas purna baana koné kenehné ané luh, tur kedék pakrikrik ajaka pianakné makejang. Suba koné suud ngomong, lantas Pan Brengkak pules ngerok. Ané luh ajaka pianakné makejang masi pules ngerok. Ané luh ajaka pianakné masi pules baan kenyelné kaliwat. Buin maninné, nu nruput suba pada bangun nyakan. Gelisang satua, kacarita Pan Brengkak ngajakin timpaltimpalné makumpulan matuakan jumah gelahné tur kenaina paturunan pada nyamas lakar anggona meli céléng muah tuak. Suba koné pada ingkup tur suba pada mayah paturunan, lantas ia mulih morahan tekén ané luh. “Mén Cening, buin mani awak lakar dini matuakan ajak timpal-timpalé, nyai ajak I Cening pada makejang da nyen luas madagang, jumah magarapan nyakan muah nglebengin bé céléng.” Masaut lantas ané luh, “Ah, icang sing nyak apa nyen marérén madagang. Ngénkén nyen icang buung ngalih gegaén lakar ngayahin anak matuakan.” Masaut ané muani, “Béh da ja nyai kéto, awaké sing ja buat matuakan dogén. Awak makeneh negarang karirihan awaké ngalih amah ulihan daya, apang sing mesuang peluh. Buin mani pedasin karirihan awaké, sinah lakar mapikolih gedé.” Kéto munyinné Pan Brengkak ngalelumuh kurenanné. Déning ané luh gumugut tekén pikolih gedé, lantas nyak koné ia marérén madagang. (Masambung)
MASESURATAN wantah sinalih tunggil geginan sane kasenengin I Ketut Sandiyasa, anak lanang sané embas ring Désa Ngis, Karangasem. Ipun ngawit masesuratan ring warsa 2012 marupa karya sastra cerpén, puisi, miwah artikel mabasa Bali. Baos ipun, kasenengannyané nyurat sangkaning meled ngraméang saha mendokuméntasikan karya sastra pamekasnyané karya sastra Bali Modérn. “Tiang nyurat cerpén wiadin puisi sangkaning meled sareng ngraméang karya sastra Bali Modérn. Yadiastun wénten taler pabuat tiosan saking masesuratan puniki, minakadi nilai publikasi ilmiah pinaka prasarat kenaikan pangkat, “ baosnyané makenyem. Lanang sané embas ring Désa Ngis, Manggis, Karangasem, 29 Mei 1983 puniki maosang pinih seneng nyurat cerpén. Kocap, wénten tantangan taler meled sareng nglestariang basa Bali. Makudang-kudang asil sesuratanipun taler sampun kamuat ring makudangkudang média cétak, minakadi ring Bali Post.
Makudang-kudang sesuratan sané sampun kamedalang minakadi antologi cerpén Ngantiang Hujan. Buku puniki manados buku bersejarah sangkaning pinaka pupulan kapertama pangawi Karangasem. Ring pupulan buku inucap, ipun nyurat carita mamurda Ngantiang Hujan miwah Nyujuh Suung. Satios punika, ipun taler makarya pupulan cerpén Kupu-kupu Kuning Ngindang di Candidasa, asil karya cerpén sané prasida ngamolihang penghargaan Rancage ring warsa 2019. Indik karya sastra mabasa Indonesia, asil karya sané kapertama marupa “Cerita Persahabatan di Gelanggang Perang Pandan” miwah “Mutiara Tanah Aron” sané lolos pinaka pemenang sayembara bahan bacaan literasi tingkat dasar. “Tiang seneng ring dresta budaya Bali. Dresta inucap ketah dados dasar pikayunan tiang ri kala masesuratan, “ baos peraih Sastra Rancage 2019 puniki sumeken. Satios punika, Ketut Sandiyasa taler naen nyarengin sayembara literasi sané kamargiang olih Balai Bahasa Bali. Guru SDN 5 Bugbug puniki ngirim kalih carita, carita Tangisan Si Jalak Bali miwah Liburan di Desa Budakeling. Carita Liburan di Desa Budakeling prasida dados pemenang kaping kalih ring kategori membaca awal. “Antuk masesuratan, aran iraga pacang abadi, taler prasida ngepah daging pikayunan sareng anak tios,” ipun nguntatin. (Uma)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 5.hsÉipisn/,
Asri pisan, pknÓ)nnñenb)cik/,
pakantenannyané becik, sk&puck/,
saking pucak, sU(yenm)dl/,
suryané medal, mk)epÞosuæk&psieh,
makeplos saking pasihé, etjnñengd&lumÞ¡m/,
téjannyané gading lumlum, kdiebolmsuæin\Þ&,
kadi bola mas sinangling, \win*mn;ksßrn/,
ngawinang manah kasmaran, kdikumã*\is)puænÓ¡n/,
kadi kumbang ngisep santun, kl\)enmr&puck/,
kalangené maring pucak, gu[Õi\ur;,
Gusti Ngurah, sib)tnÞnÙinhê±ecokÞi,
Sibetan lan Winahyu Cokli, msiltid&meyog.
masila tiding mayoga.
Saking Langit Bali rawat 2 bulan kuning makampuh sunia lawat nyilem ring song sarwa raksa bungbung rah nyusup sarwa akah
Nengah Patra
rawat 3 kumbang magayot matembang maskumambang ri sari kembang ngélog nyolahang rerambang gegilak salunding ratu ayu nabuhang sarwa ening
Nengah Patra
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
Apresiasi
8
Minggu Pon, 2 Juni 2019 Dokar Denpasar
Rumah Peninggalan
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
rumah peninggalan bertiang delapan di setiap sudutmu tergantung sangkar dihuni tekukur memperdengar suara merdu bersahutan di atas pembaringanmu sepanjang malam terdengar dengkur pertanda hidup makmur
itu dulu sebelum penghunimu kekal pindah kedalam debu takut dikejar-kejar maut takut nafas mereka direnggut
pada dindingmu suram pada atapmu kusam tertera lukisan dari lumut lelaki renta keriput perempuan tua berkulit kisut berwajah kusut terbaring di dalam ruangan tak berpenerangan
Afrizal
Ketiplak yang semayup Tinggal satu dua Iga uringkik yang kelu Terpelanting di tengkuk hari Terseok sunyi Menyusuri jalan legenda Yang sesak peluit tajam Dengu sengahan perlahan Tak kuasa memperdengar lagu Di pukulderu yang memburu Sementara matahari menjulang Meninggalkan bayang pudar
Kuning kenanga Tersunting di kepala Menjunjung doa Persembahan sukma Di gerbang pura Senyumnya menyala lI Ketut Aryawan Kenceng
pintumu tertutup bagai mulut manula terkatup pada lubang kuncinya tergambar mata pudar menatap kejauhan ada yang diharapkan tak berani mengucapkan
rumah peninggalan bertiang delapan di dalammu ingin aku berada cemas keluar tak bisa cemas menjelma tiang kesembilan lIDK Raka Kusuma
Pulang Kilas Aku ingin rebah di sudut mata, dipupil embunmu bermuara, Yang berumpama pagi mengabut dengan taman bunga bakung yang rimbun membuat lelaki legam yang menyebutmu rindu tersungkur; dalam jarak kenangan yang menjauh sebagai sosok keruh dalam kepalaku demikian riuh ......
Achmad Cholid
lJagathita Wayan
lI Ketut Aryawan Kenceng
Ni Nyoman
Pulang, datang tinggal tulang banting tulang, lalu hilang berebut tulang, di ladang milik para peladang
Pasir Putih di Bawah Purnama Bulan Purnama Mengingatkanku saat terakhir kita bertemu Saat itu engkau begitu manis, manja, dan nakal Aroma wangi yang tak sempat kutanya Membiusku berlayar di antara gelombang hitam urai rambutmu yang kubelai Sesekali kucumbu keningmu, pipimu, telingamu, dan bibirmu yang tipis merah merona Semua, engkau balas dengan mesra Hingga membiarkanku terlupa Liar menjamah elok tubuhmu Engkau pun begitu Ah.. sungguh gerah Bukan karena lampu-lampu juga bukan bayang Purnama Di atas hamparan pasir putih kita tenggelam Tak peduli bintang-bintang mencemooh kehangatan kita Malam ini Purnama datang lagi Aku sangat ingin bersamamu Mengulang kembali seperti waktu itu Sayang.. Ah aku rindu Mengapa engkau begitu jauh lI Gede Suwartama
Pulang, tak ingat datang tinggal pesan panjang rayakan bayang-bayang pada sisi ranjang tak layak kenang lI Wayan Esa Bhaskara
Bali [Sebilah kilau]
Teluk dalam Puisi
Debur pukau Kerling gemulai jemari Melukis lengkung pelangi Sampai keujung-ujung pulau
sudah kuduga gesekan bambu, keriut daun kering, cium tanah adalah pertanda
Hangat tropika Hamparan pasir Kuta Sendawa sekaleng bir Tawa senda mengalir
kau pun curiga sebab ia tak datang meski telah dipanggil dengan seribu kata
Meru purba Bersidekap tanpa jeda Mempertegas bunga cahaya Sekilau bilah kencana
telah lama rupanya sepi rintik ini jadi percintaan imajinasi
Lekuk liku tubuhmu Menubuhkan sloka rindu dr. Ketut Ngurah
Fotografi
Traditional Market karya Wayan Gunayasa BALI merupakan surga bagi fotografer yang menyukai aktivitas budaya sebagai objek pemotretannya. Setiap hari, selalu saja ada aktivitas budaya yang menarik di Bali untuk diabadikan. Selain memotret aktivitas budaya secara live, fotografer sebenarnya memiliki kesempatan yang cukup lapang untuk mengabadikan sisi lain dari aktivitas budaya tersebut. Misalnya, mengabadikan persiapan para pelaku budaya itu menjelang acara berlangsung. Bahkan, fotografer juga bisa merancang sebuah konsep foto menarik berkaitan dengan aktivitas budaya tersebut yang boleh jadi tidak akan dimiliki oleh fotografer lainnya.
Untuk membuat konsep foto budaya seperti itu, tentunya seorang fotografer wajib melakukan pendekatan secara personal dengan model yang akan difoto. Dengan begitu, mereka akan merasa nyaman saat difoto. Pastikan juga kegiatan pemotretan tersebut tidak sampai mengganggu mereka dalam mempersiapkan kegiatan budaya tersebut. Tertarik memotret konsep budaya, berikut tips dan “rambu-rambu” dari Wayan Gunayasa yang bisa dijadikan panduan dalam memotret konsep budaya. Menurut Gunayasa, konsep budaya bisa dieksekusi langsung di tempat berlangsungnya kegiatan atau bisa juga dilakukan pada kesem-
patan lain yang disepakati oleh fotografer dan model. Sebelum menentukan kon-
: ForBali
Belantara
lI Ketut Aryawan Kenceng
aku mengeja bertahun-tahun arti penghabisan abadi tersimpan, satu kata: untukmu lagi senyummu ranum berapa cinta akhirnya berlabuh ribuan tapak kaki di antara angin dan ranum mimpi hari berganti, angin kembali kita tamu di rumah sendiri bulan berganti, tembang meninggi kemenangan teluk kutulis dalam puisi
lI Wayan Esa Bhaskara
lI Wayan Esa Bhaskara
”Rambu-rambu” Memotret Konsep Budaya sep, carilah informasi terlebih dahulu tentang boleh tidaknya konsep tersebut dibuat. Termasuk penggunaan properti pendukung juga harus dipertimbangkan d eng a n m a t a ng . J a ng a n sampai konsep foto tersebut justru menimbulkan halhal yang tidak diinginkan ketika foto-foto tersebut dipublikasikan. Misalnya, menimbulkan ketersinggungan masyarakat yang memiliki budaya tersebut atau dinilai sebagai sebuah pelecehan. “Harus diingat, membuat konsep yang berhubungan dengan tradisi ataupun budaya sangat riskan. Jadi, perlu berkonsultasi dengan pakar atau budayawan atau perangkat desa yang mengerti tentang tradisi atau budaya tersebut,” katanya mengingatkan.
Persiapan Pentas karya Wayan Gunayasa
Perajin Sangkar Burung karya Wayan Gunayasa Gunayasa menambahkan, penggunaan properti pendukung juga wajib dipertimbangkan dengan matang. Penggunaan properti tidak pada peruntukkannya akan menyebabkan masalah. Bila menggunakan properti yang berhubungan dengan tradisi akan lebih baik ditanyakan dengan orang yang lebih mengerti. Dalam kultur masyarakat Hindu di Bali, seringkali properti tersebut sangat disakralkan atau disucikan. “Sebaiknya jangan menggunakan properti yang disakralkan. Agar lebih aman, ada baiknya melibatkan warga setempat yang mengerti tentang budaya tersebut dalam pemotretan,” ujarnya. Untuk mendapatkan konsep foto budaya yang bagus
serta natural, kata Gunayasa, penentuan lokasi sangatlah memegang peranan penting. Akan jauh lebih baik jika konsep itu diek-
sekusi di lokasi asli budaya itu tumbuh dan berkembang. Begitu juga dengan kostum atau pakaian yang digunakan oleh para model juga wajib disesuaikan dengan “warna” budaya itu sendiri. Bahkan jika memungkinkan, para model yang dilibatkan dalam pemotretan juga berasal dari daerah asal kebudayaan tersebut. Dengan begitu, konsep foto yang dihasilkan juga lebih berkarakter karena mereka yang terlibat di dalam pemotretan sudah tidak asing dengan budaya yang dikonsep tersebut. “Kekuatan dari foto konsep budaya, objek ataupun model yang ada di dalam foto bisa tampil secara natural seolah-olah mereka tidak sedang berpose,” ujar Gunayasa. (ian)
Tiga penari Rejang Cilik karya Wayan Gunayasa
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Pon, 2 Juni 2019
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Theraphis u/Today’s Salon, Sanur,GjMnarik.WA:085237836645 B.BP.001.05.19.0001089
Cari Asisten RT Niat Kerja Hub:082144534255
Dcr:FO,HK,Serabutan.Hotel Puri Asih.Jl.Pantai Kuta No.40 Kuta
Cr kary/Wrg Kuliner di Legian min ijzh SMP/081916727517
Dicari Engineering Hotel Bisa Nyetir.Hub:222976/082144924005
B.BP.001.05.19.0001092
B.BP.154.06.19.0000004
B.BP.001.05.19.0001056
B.BP.001.05.19.0001093
Rest Disanur Cari:Cook,Cook Helper,Cuci Piring, Waitress Hub:08123614559 Md.Darsana
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
BIRO JASA
BIRO JASA
G.01
B.BP.001.05.19.0001051
Dicari Sales min.tamatan SMU. Lamaran ke Jl.Veteran No.85 Dps B.BP.001.06.19.0000003
Laki2 SLTA H:Jl.Angsoka Cargo Permai 7,Arah ke SMP 5 Ubung B.BP.001.05.19.0001090
DIJUAL MOBIL NISSAN
Djl Nissan Teana 250 XV’2010 Htm,087860846839/081805531078 B.BP.164.05.19.0001067
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL TANAH
DIJUAL GUDANG
Dijual Cepat Tanah 1000m2 Jl.Pantai Rening Baluk-Negara pagar tembok/PDAM/PLN 15.000 Watt, Telp: +62 811-1685-560
Gdg Ktr Rmh tggl 1000m2 Jl.Utama Kargo Permai, 087856243511
B.BP.001.05.19.0001085
B.BP.001.06.19.0000002
PROPERTY
Dijual Tanah lokasi strategis dekat Pantai Balangan Bali cocok untuk villa 3,9 are. WA +6583355008/Tlp 085100883990.
Rmh Lt3,Lok.Pemogan BUC.KT 4, IsiToko,Hrg3,5M.WA085337285380
DIJUAL RUMAH
SERVICE
B.BP.004.06.19.0000005
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.05.19.0000964
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
10
Minggu Pon, 2 Juni 2019
Mendatar: 1. Konsepsi ; Cara Pandang 5. Catatan/rekaman tentang pengalaman hidup seseorang 8. Pupuk yang termasuk golongan pupuk nitrogen 10. Pendeta hindu 11. Pembela tanah air 12. Lugu 13. Nomor pokok anggota 15. Rawat ; Pelihara 17. Salah satu dari kera kembar dalam epos Ramayana 20. Penerang dalam gelap 21. Hati ; Perasaan batin 22. Pastei atau pai 23. Kumpulan delapan nada berturut-turut 25. Tidak mau kalah 26. Ahli kimia di laboratorium 30. Muda (Bali) 31. Radang telinga tengah bernanah 32. Pohon besar berdaun kecil-kecil, berbuah polong-polong 33. Ilmu urai tubuh 34. Baik budi pekerti ; Berpendidikan baik 35. Bangsawan (Bali) 36. Angkutan kota 37. Tanpa cacat cela ; Bersih
Setiap Kehamilan dan Persalinan Itu Berisiko KEHAMILAN dan persalinan sebagai sebuah proses berkelanjutan dari konsepsi, yaitu adanya pertemuan sel telur (perempuan) dan sel sperma (laki-laki) di saluran telur perempuan. Proses kehamilan normal berlangsung selama periode waktu 270 hari
(9 bulan). Penantian ibu hamil (bumil) yang panjang akan diakhiri dengan proses persalinan. Hanya ada dua cara persalinan, yakni persalinan normal melalui jalan lahir/ vagina perempuan dan sesar melalui operasi sesar atau dari perut ibu (perabdominal). Cara
bersalin didasarkan atas indikasi/petunjuk medis, data mengungkapkan bahwa 95 persen bumil dapat melahirkan secara normal. Operasi sesar hanya dikerjakan atas indikasi medis (karena kondisi kesehatan janin dan atau bumil) dan atau atas permintaan pasien (SC on request) karena takut sakit, ada anggapan khawatir merusak vagina/jalan lahir, tidak percaya diri melahirkan normal, atau atas sebab tertentu seperti keyakinan pilihan akan tanggal cantik atau hari baik. Cara manapun yang ditempuh memiliki risiko. Ada istilah/ ungkapan lokal wisdom di Bali menyebut proses persalinan identik pada bumil bagaikan bergantung hanya pada sehelai rambut (megantung bok akatih), Jika salah sedikit saja bisa berakibat fatal. Penanganan kasus-kasus kehamilan dan persalinan sangat berbeda dengan kasus pasien yang datang ke pelayanan kesehatan karena sakit/penyakit. Walaupun bumil dan melahirkan itu bukan orang sakit akan tetapi bumil memiliki risiko tinggi hidup dan mati. Stresor/ tekanan yang dialami tenaga kesehatan dalam menangani bumil lebih tinggi dibanding kasus umum lainnya. Perlakuan terhadap bumil lebih mengkhusus karena tenaga kesehatan akan menangani istilahnya
Menurun: 1. Wakil presiden 2. Minuman dari bahan gula dan kopi, atau jahe, teh, dan sebagainya. 3. Kali besar 4. Variasi/perbedaan yang sangat halus atau sangat kecil pada warna, suara dsb. 5. Ampun 6. Obat merah 7. Tata cara dalam upacara keagamaan 9. Seri cerita 14. Permasalahan 16. …….. Dharma Gita, suatu lomba nyanyian suci keagamaan hindu 18. Kupasan 19. Kemenangan karena kontestan lain tidak hadir 22. Tamasya 24. Titel sarjana muda tempo dulu 26. Jembatan kecil bagi pejalan kaki 27. Olahraga tinju 28. G e n d a n g p i p i h b u n d a r 29. Sebuah bandara internasional di Jepang 30. Sikap duduk 32. Sangat dua nyawa sekaligus, awalnya datang sehat-sehat saja, jangan sampai ketika pulang dari rumah sakit “ditandu”. Hal ini tentu bisa merupakan berkah (jika berhasil baik), bisa juga musibah (jika sebaliknya). Penanganan kasus-kasus kehamilan dan persalinan memerlukan dasar-dasar yang kuat (standar operating procedure) tatalaksana yang jelas, dan memenuhi kaidah-kaidah evidence based medicine (EBM) dan value based medicine (VBM). Jalan bersalin mana yang ditempuh tetap memiliki risiko, bersalin normal berisiko, apalagi bersalin sesar via operasi sesar tentu sangat berisiko. Upaya memprediksi kemungkinan bahaya yang dapat timbul baik selama kehamilan maupun persalinan akan disampaikan tenaga kesehatan selama proses kontrol kehamilan (antenatal care/ ANC) dan proses persalinan. Kehamilan dan persalinan hendaknya dipahami suami, istri dan keluarga sebagai hal yang berbahaya/berisiko dapat berisiko infeksi, perdarahan, kecacatan, kesakitan, bahkan kematian. Cara pandang bahwa kehamilan dan persalinan sebagai suatu hal yang tidak berisiko adalah salah besar. Mengenali faktor-faktor risiko kehamilan dan persalinan mutlak adanya. Penapisan kelompok faktor risiko bumil
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 400 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 8 Juni 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 16 Juni 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 398 Mendatar: 1. COPET 5. WANARA 8. USIA 9. LIR 10. KOKO 11. ALKALI 13. SUSASTRA 15. ANTIMO 17. ALOI 18. IBA 19. GEMERTAK 23. RELASI 26. LIU 27. DAM 28. BASE
29. GADA 31. KAUR 32. TERATAI 33. ERA 34. ANARKIS 36. ROTOR 38. AREN 39. ABON 40. ORASI Menurun: 1. CENAYANG 2. PLAKAT 3. TUIL 4. BALISTIK 5. WIRASUARA
menurut Skor Poedji Rochjati adalah APGO ada potensi gawat darurat (usia bumil terlalu muda =16 tahun, usia bumil terlalu tua = 35 tahun, jarak hamil terlalu jauh = 10 tahun, jumlah anak terlalu banyak = 4 anak, bumil terlalu pendek = 145 cm, riwayat kehamilan dan persalinan buruk), AGO Ada Gawat Obstetri (penyakit pada ibu, hamil kembar/gemelli, kembar air/polihidramnion, janin mati dalam rahim (IUFD/ intra uterine fetal death, hamil lewat waktu/lebih bulan/serotinus, kelainan letak janin/ sungsang/lintang), AGDO ada gawat darurat obstetri (perda-
6. NEKARA 7. ABORSI 12. ISO 14. ALMAMATER
16. MURI 20. EDA 21. ELEKTRON 22. TUGU 24. EMIRAT 25. INVITASI 27. DATARAN 28. BUSANA 30. ARES 35. IGA 37. OAR
rahan pada kehamilan/APB/ plasenta previa (ari-ari di bawah menutupi jalan lahir), solusio plasenta (ari-ari terlepas dari perlekatan di rahim), preeklampsia/eklampsia (hamil dengan tekanan darah tinggi/kejang). Ada faktor risiko non medis/ diluar kehamilan, seperti: kemiskinan, ketidaktahuan, adat istiadat, tradisi, kepercayaan, status gizi buruk, sosial ekonomi rendah, kebersihan lingkungan, kesadaran ANC, sarpras kesehatan yang kurang, sedangkan faktor medis/berkaitan kehamilan, seperti: penyakit-penyakit ibu dan janin, kelainan obstetri, gangguan ari-ari, gangguan tali
Pemenang TTS No. 398 1. Ni Nengah Indayanti Br.Bongan Jawa Kawan, Desa Bongan, Kec.Tabanan, Kab.Tabanan (HP:082-145-511-XXX) 2. Rabita Janata Rahmadani SD Negeri No.5 Sumerta, Desa Sumerta, Kec.Denpasar Timur, Denpasar (HP:081-999-686-XXX) 3. I Made Sutama Jl.Raya Padang Luwih No.138, Desa Dalung, Kec.Kuta Utara, Kab.Badung (HP:081-239-415-XXX) 4. Ahmad Fausi Jl.Raya Sasih Gg.Tunjung No.3, Desa Batubulan, Kec.Sukawati, Kab.Gianyar (HP:082-310-308-XXX) 5. Ni Luh Sukarmi Br.Telutug, Desa Sibetan, Kec.Bebandem, Kab.Karangasem (HP:081-337-052-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Gede Arimbawa Alamat : Br.Petak, Desa Bebalang, Kec.Bangli, Kab.Bangli (HP:081-726-078-XXX)
pusat, komplikasi persalinan, penyakit janin, kelainan genetik. Demikian semoga bermanfat. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincang-Bincang Medis
Minggu Pon, 2 Juni 2019
BKK SMK Penerbangan Cakra Nusantara
Adakan Seminar Penting Strategi Melamar Pekerjaan bagi Alumni
BURSA Kerja Khusus (BKK) SMK Penerbangan Cakra Nusantara mengadakan seminar strategi melamar pekerjaan yang diperuntukkan bagi alumni-alumni. Bukti SMK Penerbangan Cakra Nusantara selalu memberikan fasilitas terbaik bagi taruna-taruninya hingga lulus. Dengan adanya BKK ini, pihak sekolah tidak pernah melepas alumninya begitu saja. Dapat di kunjungi web BKK di www.bursakerjapenerbangan.com. Menurut Ketua BKK SMK Penerbangan Cakra Nusantara, Ade Indra Prasetya, S.Pd. sebagai Ketua Penyelenggara Kegiatan Seminar Penting, menyatakan seminar melamar pekerjaan ini rutin dilakukan setiap tahunnya untuk menjadikan alumni lebih siap dalam melamar pekerjaan. “Kami juga menyediakan link-link lowongan pekerjaan yang ditawarkan kepada alumni,” jelasnya. BKK juga mengupayakan tryout wawancara kerja oleh dunia usaha dan dunia industri yang merupakan satu rangkaian dengan acara atau sebagai implementasi seminar ini. Menurut Pembina TK. I Pengantar Ahli Madya Disnaker Provinsi Bali I Ketut Yudiana, S.P., sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan
Siapkan Pergub “Saya juga telah menyiapkan Peraturan Gubernur tentang Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno di Provinsi Bali agar peringatan ini bisa dilaksanakan secara permanen dan berkelanjutan di Bali,” tegasnya. Peraturan Gubernur yang rencananya akan diumumkan secara resmi pada Peringatan 118 tahun Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni mendatang akan menjadi Peraturan Gubernur tentang Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno pertama di Indonesia. Adapun rangkaian kegiatan tahun ini meliputi: 1 Juni 2019 sebagai Peringatan 74 Tahun Hari Lahir Pancasila, 6 Juni 2019 sebagai Peringatan 118 Tahun Hari Lahir Bung Karno, 21 Juni 2019 untuk mengenang 49 Tahun Hari Wafat Bung Karno. Rangkaian kegiatan diisi dengan pameran foto Bung Karno dan Keragaman Indonesia, pemutaran film doku-
seminar penting ini menyatakan kegiatan seminar penting melamar pekerjaan ini sungguh sangat bermanfaat bagi calon-calon tenaga siap kerja agar meningkatkan daya saing dan kesiapan mental calon pelamar. “Saya pikir, fasilitas-fasilitas seperti ini baik untuk dilakukan setiap tahunnya secara berkala,” ucapnya. Selain dari Disnaker Provinsi Bali, BKK SMK Penerbangan Cakra Nusantara juga turut mengundang Indomitra Konsultama Jakarta sebagai narasumber. Kompetensi taruna-taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantaradi bidang praktek dan teori sudah tidak perlu diragukan lagi. Melihat di tahun kedua kelulusannya meraih ranking 4 se-Provinsi Bali, lulus 100 persen UNBK dengan 97 persen nilai di atas rata-rata. SMK Penerbangan Cakra Nusantara juga telah meraih akreditasi A (unggul). Lulusan SMK Penerbangan Cakra Nusantara memiliki daya saing tinggi dan siap kerja. Dunia penerbangan yang identik dengan dunia internasional, mewajibkan taruna-taruni juga mendapat pelatihan berbahasa Inggris dengan baik dengan mengadakan Program Build Better Communication (BBC).
menter Bung Karno, lomba cerdas cermat dan pidato Bung Karno, pagelaran seni dan budaya, serta ramah tamah lintas agama. Rangkaian acara akan ditutup pada tanggal 30 Juni 2019 dengan pementasan teater yang diangkat dari naskah drama yang ditulis Bung Karno. Seluruh acara dilangsungkan di Taman Budaya serta kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu kemudian mengingatkan betapa pentingnya untuk menjaga dan melaksanakan Pancasila serta ajaran-ajaran Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari. “Tentu saja penghormatan paling utama adalah dengan meneladani dan melaksanakan ide, pemikiran, gagasan, dan cita-cita Bung Karno untuk Indonesia Raya,” tegasnya. Tanggung jawab untuk melakukan hal tersebut, menurut Koster, kini sebagian besar terletak di bahu anak-anak muda Indonesia, mereka yang kini disebut sebagai generasi milenial. “Saya berharap sekaligus berkeyakinan bahwa generasi muda kita akan dengan
Sebagai implementasi dari hal tersebut, semua taruna-taruni mendapatkan beasiswa BBC, di mana program Bahasa Inggris ini adalah wajib diikuti sejak kelas satu/X (semester 1) hingga kelas tiga/XII semester 1. Jangan takut gagal sebelum mencoba, jangan takut jatuh sebelum melangkah. Apa yang tidak mungkin sering kali karena belum pernah mencoba, sukses haknya orang yang mau. SMK bisa hebat. Dibuka empat jurusan yang konsen di bidang penerbangan, di antaranya Airframe and Powerplant, Electrical Avionics, Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan) dan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Bandara). Mau tau info lebih lanjut? Datang langsung ke di Jalan Drupadi No. 25, Denpasar (Kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25, Panjer (Kampus 3), dengan nomor pendaftaran 0361-4742600 dan juga dapat dilakukan via SMS ke No. 081237098090 dengan ketik: daftar (spasi) nama lengkap (spasi) asal sekolah (spasi) kabupaten asal siswa (spasi) jenis kelamin (spasi) nomor WA/HP ataupun dengan pendaftaran online via website di www.smkpenerbangan. sch.id. (ad13)
suka cita memikul tanggung jawab idelogis tersebut. Karena sesungguhnya pada generasi muda inilah dititipkan masa depan Indonesia Raya yang Kita cita-citakan bersama,” katanya. Koster kemudian mengajak Generasi Milenial dan seluruh masyarakat Bali untuk berdoa dan berjuang bersama-sama agar Bung Karno bisa ditetapkan secara resmi sebagai Bapak Bangsa Indonesia oleh pemerintah pusat. Ribuan masyarakat yang hadir, termasuk para bupati dan wali kota, bendesa adat, kepala desa/lurah, pelajar/mahasiswa, seniman, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah Provinsi/ Kabupaten/Kota, dan wakil rakyat. Mereka memperoleh kesempatan untuk menyaksikan Teatrikalisasi Puisi oleh Putri Suastini Koster. Teatrikalisasi Puisi, yang menggabungkan unsur-unsur teater, musik, tari serta sastra, tersebut mengangkat sebuah puisi yang berjudul “Aku Melihat Indonesia.” Puisi ini ditulis oleh Bung Karno dan menggambarkan keharuan dan kebanggaannya saat menatap hamparan sawah, gelora om-
Minggu, 2 Juni 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Darma Santi Desa Talas Air (5) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Senam Bersama Serangkaian HUT Bali TV Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Kartun Yudha Kanda (1) Belajar Menggambar
10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita
Menggambar Pohon Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Dunia Kita Puja Trisandya Dharma Wacana Darma Santi Desa Talas Air (6) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Kehamilan dengan Bekas Seksio Sesar, Masalah dan Penangananya
17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Dek Nik, Yan Su Asmara Indi Band Generation Nengah Adi Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Aswini Kembar Renon (2) Berita dan Bincang Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song
Gelar BTCLS dan BLS
Mahasiswa Stikes Wira Medika Bali Tersertifikasi Manajemen Disaster Nasional
P R O G R A M profesi meru pakan suatu proses sosialisasi peserta didik dalam mendapatkan pengalaman nyata untuk mencapai kemampuan keilmuan dan keterampilan profesional, yaitu intelektual, sikap dan teknis dalam melaksanakan asuhan keperawatan kepada klien. Salah satu pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki seorang perawat adalah tentang bagaimana cara penanggulangan kegawatdaruratan (emergency case), dan bencana (disaster). Tindakan pertolongan yang diberikan pada kasus kegawatdaruratan sangat membantu dalam rangka penyelamatan jiwa penderita dan mencegah terjadinya cedera lebih lanjut, sehingga perawatan dapat berperan dalam menurunkan angka kematian dan kesakitan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan penderita gawat darurat, di antaranya adalah
bak, keagungan gunung, serta keindahan budaya tanah tumpahdarahnya, Indonesia. Putri Suastini Koster, yang sedari belia memang suka menulis dan membaca puisi, menjadi bintang utama Teatrikalisasi Puisi tersebut dengan artikulasinya yang jernih dan penghayatannya yang mendalam. Penonton pun memberikan apresiasi dengan tepuk tangan yang gemuruh. Sambutan serupa juga diberikan usai pentas penutup: Oratorium Kolosal Gerakan Kekuatan Pancasila yang digarap seniman serba bisa kelahiran Gianyar, I Made Sidia. Oratorium memaparkan perjalanan panjang Bangsa Indonesia, mulai dari masa keemasan Majapahit, zaman penjajahan hingga masa kemerdekaan. Sesanti bangsa “Bhinneka Tunggal Ika” yang termaktub pada Kekawin Sutasoma karya Mpu Tantular menjadi benang merah yang menghubungkan masa keemasan Majapahit dengan masa
dengan mengadakan pelatihan tentang kegawatdaruratan (Basic Trauma Cardiac Life Suport) sesuai dengan standar internasional. Oleh karena itu, Program Studi Ilmu Keperawatan mengadakan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bekerja sama dengan Jakarta Medical Services 119 Jakarta. Di mana kegiatan pelatihan BTCLS yang dilaksanakan dalam tiga gelombang. Dimulai dari awal Mei sampai dengan akhir Mei 2019. Per gelombang diberikan materi para ahli dibidangnya, seperti dokter-dokter dari Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta. Selanjutnya post test dan praktikum oleh tim BTCLS 119 Jakarta serta diakhir simulasi disaster oleh team 119 Jakarta serta dibantu pihak terkait seperti pecalang, polisi, PMI dan BPBD Bali. Perwakilan dari 119 Jakarta (dr. Faizal Adhi, S.PB) men-
kemerdekaan. Sosok Bung Karno hadir dalam puncak pemanggungan oratorium tersebut sebagai Bapak Bangsa Indonesia. Sebelumnya, dalam pembukaan pameran dokumen Bung Karno di madya mandala Taman Budaya, anggota DPR-RI dan Duta Arsip Nasional, Rieke Dyah Pitaloka memuji Bali sebagai contoh terbaik penerapan Pancasila. “Bali adalah contoh terbaik bagaimana Pancasila dibumikan. Meski dihuni mayoritas Hindu, namun Bali selalu terbuka untuk siapa saja dan dari mana saja,” ujarnya. Bali adalah pintu dan jendela Indonesia bagi dunia sehingga sudah saatnya dari Bali dikumandangkan bagaimana beragama dengan berkeadaban dan berkebudayaan, tanpa egoisme dan intoleransi. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster yang sudah mengambil inisiatif untuk menggelorakan kekuatan Pancasila dari Bali,” ujarnya. (kmb)
gatakan sangat mengapresiasi semangat mahasiswa untuk ikut pelatihan BTCLS. Ia mengatakan pelatihan ini merupakan suatu kewajiban dan sangat penting karena nanti mahasiswa kalau sudah lulus dan bekerja di rumah sakit akan menjadi garda paling depan. Harus tau apa yang dilakukan saat mendapatkan musibah atau bencana di lapangan. “Maka cermatilah pelatihan ini sehingga bisa diserap dengan maksimal dan bisa diaplikasikan nantinya,” katanya. Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M., Ketua Stikes Wira Medika Bali mengatakan hal yang sama, karena ini merupakan pelatihan wajib untuk mahasiswa. “Pelatihan ini merupakan dasar mahasiswa untuk mendapatkan pelajaran di kelas mengenai kegawatdaruratan sehingga lebih mampu melakukan implementasi tanggap bencana kegawatdaruratan,” imbuhnya. (ad11)
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu PON, 2 JUNI 2019
Kalahkan Warriors
Raptors Siap Hadapi Laga Kedua Toronto-
Toronto Raptors mencatat kemenangan meyakinkan atas juara bertahan dua kali Golden State Warriors pada partai pembuka Final NBA 2019, Jumat (31/5) kemarin dan kini sudah siap menghadapi kemungkinan amukan Warriors pada gim kedua.
Prancis Terbuka 2019
Federer dan Nadal Melaju Paris– Dua petenis unggulan masih melaju di turnamen Prancis Terbuka 2019. Mereka adalah Rafael Nadal dan Roger Federer yang melaju ke babak keempat. Pada pertandingan yang dihelat di Rolland Garros Arena Sabtu (1/6) kemarin, Nadal menghadapi petenis Belgia David Goffin. Juara bertahan untuk pertama kalinya kehilangan set di turnamen tahun setelah menang empat set, 6-1, 6-3, 4-6, dan 6-3. Nadal begitu menakutkan lewat serve kencang yang sulit ditandingi oleh Goffin, dan hanya kehilangan satu gim di set pertama sebelum menang 6-1. Setelah kalah 3-6 di set kedua, Goffin mengejutkan di set ketiga. Dia mampu menyamakan skor 4-4 dan merebut serve dari Nadal di set ketiga sebelum akhirnya menang 6-4. Ini adalah kekalahan ketiga Nadal di Paris setelah pertama kalinya takluk di tanah liat oleh Robin Soderling sepuluh tahun lalu. Nadal memang Rajanya Tanah Liat karena hampir tak pernah kehilangan set. Pada akhirnya Nadal menang setelah backhand Goffin melebar dan lolos ke babak keempat untuk menjaga peluang juaranya. Ini adalah kali ke-14 Nadal melaju ke babak ini dan akan menghadapi Juan Ignacio Londero. Nadal pun masih menjaga kans untuk bertemu Federer di babak semifinal. Unggul ketiga asal Swiss itu berhasil melaju ke babak keempat usai menang mudah 6-3, 6-1, dan 7-6 atas petenis Norwegia Casper Ruud. Pada babak keempat,Federer berjumpa Leonardo Mayer yang menyingkirkan Nicolas Mahut. (kmb33/afp)
Rafael Nadal
BPM/afp
Conte, Pelatih Termahal Kelima di Dunia INTER Milan resmi menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih baru, Jumat (31/5) kemarin. Bersama I Nerazzurri, dia dikabarkan diikat dengan kontrak tiga tahun dan bakal mendapat upah sebesar 11 juta euro (Rp 175,7 miliar). Dilansir Gazzetta dello Sport Sabtu (1/6) kemarin, nilai tersebut membuat Conte dinobatkan menjadi pelatih termahal kelima di dunia. Mantan Pelatih Chelsea itu hanya kalah dari Zinedine Zidane (Real Madrid - 12 juta euro), Ernesto Valverde (Barcelona - 12,5 juta euro), Pep Guardiola (Manchester City - 18 juta euro), dan Diego Simeone (Atletico Madrid - 23 juta euro). Conte diperkenalkan sebagai pelatih Inter setelah menganggur setahun usai dipecat Chelsea. Dia resmi menggantikan peran Luciano Spalletti yang didepak sehari sebelumnya meski berjasa mengantarkan I Nerazzurri lolos ke Liga Champions dua musim beruntun. Melanjutkan kiprah Spalletti, juru taktik 46 tahun itu merasa tertantang. Dia optimistis bisa membawa Klub Kota Mode Italia itu kembali disegani tak hanya di kancah domestik melainkan Eropa. Melatih klub Negeri Pizza bukan suatu yang asing bagi dirinya. Sebelumnya pelatih yang terkenal tegas itu pernah menukangi Arezzo, Bari, Atalanta, Siena dan Juventus. Bersama Si Nyonya Tua, Conte menikmati masa keemasan karena mampu memboyong tiga scudetto dan dua Piala Super Italia. (kmb33/afp)
Usaha Golden State untuk merebut gelar NBA keempat dalam lima tahun terakhir tidak berjalan semulus diperkirakan. Sebaliknya Toronto merasa punya peluang bagus untuk memenangkan final berformat bestof-seven ini, karena mereka merasa telah berkembang sehingga optimis bisa merengkuh gelar juara NBA pertamanya. “Mereka kemungkinan besar bermain lebih keras dan lebih berani lagi,” kata pelatih kepala Raptors Nick Nurse, Sabtu (1/6) kemarin. “Ada banyak hal yang harus kami lakukan untuk lebih baik lagi jika kami ingin memenangkan pertandingan dalam rangkaian partai final ini. Oleh karena itu kami harus menuntaskan berlatih keras dan siap memainkan pertandingan,” imbuhnya. Raptors setidaknya tidak perlu mengkhawatirkan pemain Warriors penyandang dua kali MVP Final NBA, Kevin Durant yang kembali absen pada pertandingan kedua, Senin (3/6) mendatang. Masalahnya, Warriors masih punya banyak
senjata untuk merebut kendali permainan. Raptors sendiri memiliki senjata utama pada diri forward asal Kamerun, Pascal Siakam, yang pertandingan pertama Final NBA kemarin mencatat poin tertinggi dalam karier playoff-nya dengan 32 poin. Siakam telah menjadi pelapis penting ketika Kawhi Leonard dan Kyle Lowry dijanakkan Warriors. “Dia telah dikarunia Tuhan dengan kemampuan untuk memiliki banyak energi yang membuatnya bisa bermain cepat dan membuatnya mampu bekerja sangat keras,” kata Nurse. Pada laga pertama, Kawhi Leonard dkk berhasil menang atas Warriors dengan skor 118-109. Siakam menjadi bintang kemenangan Raptors. Dia membuat 32 poin, delapan rebound dan lima assists. Leonard hanya menorehkan 23 angka di laga ini. Gasol juga tampil ciamik dengan 20 poin. Dia mampu merepotkan Curry dengan defense ketatnya. Sedangkan di kubu Warriors, Curry memimpin dengan 34 angka. Draymond Green menorehkan triple double (10 poin, 10 rebound dan 10 assists). (kmb33/afp)
BINTANG - Pemain Toronto Raptors Pascal Siakam menjadi bintang pada pertandingan pertama Final NBA dengan mencatat poin tertinggi dalam karier playoff-nya, yakni 32 poin.
Marc Marquez
BPM/ap
Jelang Balapan
Marquez Terserang Demam Mugello– Penyakit bisa datang kapan saja. Hal ini dialami oleh rider Repsol Honda Team, Marc Marquez jelang MotoGP Italia yang bakal berlangsung di Sirkuit Mugello, hari ini. Rider MotoGP asal Spanyol itu terserang demam. Penyakit tak terduga itu datang setelah Marquez menyelesaikan sesi latihan bebas MotoGP Italia pada Sabtu (1/6) kemarin. “Saat Anda tidak 100 persen secara fisik, terutama saat demam, Anda tidak bisa cepat. Sangat sulit memahami motor, berkonsentrasi, dan menjadi konstan saat sakit seperti ini,” kata Marquez. Ketika dalam keadaan demam, Marquez kehilangan konsentrasinya yang membuat dia gagal menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas kedua. Marquez berada di posisi keenam, tertinggal 0,330 detik dari pembalap Pramac Racing, Francesco Bagnaia. “Pengalaman mengatakan saya sedikit melambat, sekitar 80 persen. Saya merasa semuanya lebih lambat dari biasanya, ini sangat berbahaya,” ucap juara bertahan MotoGP tersebut. Lebih lanjut, Marquez mengatakan dirinya harus melakukan pengaturan yang berbeda, saat dirinya terserang demam. Untungnya pria berusia 26 tahun tersebut tidak mengalami hal buruk di Sirkuit Mugello. “Saya mengendarai motor dengan cara yang aneh. Saya tidak memahaminya 100 persen karena saya sakit dan sulit untuk memahami semuanya,” imbuhnya “Sepertinya kondisi sudah lebih baik. Namun saya butuh waktu untuk pulih,” tutup Marquez. (kmb33/afp)