Skip to main content

Edisi Kamis 2 Mei 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Gubernur Koster: Tanamkan Jiwa Pusaka terhadap Generasi Bali

Wayan Koster TRANSFORMASI masyarakat Bali untuk menjadi masyarakat dunia yang modern tidak dapat terhalangi, mengingat Bali kini menjadi salah satu pusat peradaban dunia. Pembangunan Bali ke depan mesti memiliki karakter dan jati diri, hal ini dapat dilakukan melalui penguatan nilai luhur dari tradisi adat agama dan budaya yang telah terwarisi secara turun-menurun. Terkait hal itu, dapat dilakukan dengan secara terencana, terpola dan menyeluruh untuk menanamkan jiwa pusaka yang berkarakter dan peduli terhadap keluhuran tradisi adat agama dan budaya pada setiap generasi Bali. Hal ini ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka secara resmi The IX International Conference of Eurasia World Heritage Cities, Resilient Heritage and Tourism, di Hotel Prama Sanur Beach, Denpasar, Selasa (30/4) pagi. ‘’Jadi, masyarakat Bali selain unggul sebagai pribadi yang profesional dan modern, juga harus memiliki kepribadian yang berkarakter dan berintegritas yang baik dan luhur. Ke depan, kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Bali akan diarahkan

untuk membangun jiwa dan jati diri masyarakat yang berkarakter dan peduli terhadap keluhuran tradisi, adat, agama dan budaya Bali,’’ ungkap Koster. Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengungkapkan, jati diri dan integritas kebudayaan Bali dibentuk oleh perjalanan sejarah peradaban yang berkembang di antara basis teritori desa adat dan juga kota. Bali merupakan pulau kecil yang terdiri dari 9 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk 4,2 juta jiwa. Bali memiliki lebih dari 5.000 pura sehingga dikenal sebagai pulau seribu pura. Karakteristik yang lain, Bali dikenal sebagai pulau yang unik karena memiliki alam, manusia dan budaya yang menyatu dalam suatu-kesatuan tatanan kehidupan yang terus hidup di tengah-tengah masyarakat dalam dinamika perubahan global. ‘’Alam Bali merupakan alam yang sangat indah, bersih. Bali didiami oleh manusia yang memiliki tata kehidupan dengan kebudayaan dan spiritualitas yang tinggi. Tata kehidupan manusia Bali dengan kebudayaan tinggi tersebut diwadahi dalam desa adat yang

menjadi wadah menyatunya simbolsimbol dan nilai-nilai yang bersumber dari adat istiadat, agama, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal dalam melaksanakan tata kehidupan sehari-harinya, sehingga terwujud suatu kehidupan yang suci agung dan taksu,’’ jelasnya. Lebih lanjut dijelaskan Gubernur Koster, pemajuan kebudayaan Bali ini akan dilakukan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan secara konsisten dan terus-menerus. Warisan budaya atau kepustakaan menjadi ranah kebudayaan yang dilindungi. Perlindungannya melalui inventarisasi, pemeliharaan, pengamanan, penyelamatan dan publikasi. Melalui sinergi dan kerja sama berkelanjutan dengan semua pihak terutama bersama wali kota dan bupati seluruh Bali. Dengan demikian, ketangguhan pusaka dalam menopang pariwisata budaya niscaya dapat terjaga secara baik,’’ imbuh Koster. Ditambahkan Gubernur Koster, Bali sempat mengalami konflik kebudayaan terkait perubahan tata ruang dari ruang pertanian atau subak yang lestari menjadi ruang kawasan pariwisata atau industri modern lainnya. Alih fungsi lahan berlangsung masif tanpa terkendali. Untuk itu, di bawah kepemimpinannya melalui visi pembangunan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, ia akan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi terwujudnya kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala dan niskala. ‘’Artinya bahwa visi pembangunan Bali ke depan sangat pro dengan keterjagaan kota pusaka. Segala warisan budaya yang dimiliki Bali baik bersifat benda maupun tak benda yang bernilai luhur, unik, suci dan indah harus dijaga kelestariannya. Justru yang mesti dikembangkan ke depan adalah pembangunan berbasis penguatan warisan budaya atau pusaka. Seperti pariwisata budaya dan religius yang menjadikan khazanah warisan budaya atau pusaka sebagai pusat studi destinasi dan juga ruang konservasi,’’ tambahnya. (kmb)

BUKA KONFERENSI - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra serta Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata I Gede Pitana, Sekjen UCLG Eurasia Regional Cordinator of OWHC Rasikh Sagitov, Sekjen OWHC Denish Ricard membuka Konfrensi OWHC Eurasia IX di Prama Sanur Beach, Selasa (30/4).

’’International Conference’’ OWHC Eurasia IX Resmi Dibuka

Rai Mantra Tekankan Warisan Budaya Tangguh Modal Utama ’’Heritage Tourism’’

KOMITMEN Kota Denpasar dalam mendukung pelestarian warisan budaya mendapat apresiasi dari dunia internasional. Setelah resmi bergabung menjadi anggota Organization World Heritage Cities (OWHC) pada tahun 2013 lalu dan sukses menggelar Konferensi Strategic Meeting OWHC Asia Pasific pada 2016, kini dunia internasional kembali mengapresiasi ibu kota Provinsi Bali ini dengan mempercayai sebagai tuan rumah penyelenggaraan International Conference OWHC Eurasia IX. Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa (30/4) hingga Rabu (1/5) kemarin dibuka Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata I Gede Pitana, serta Sekjen UCLG Eurasia

Regional Cordinator of OWHC Rasikh Sagitov, Sekjen OWHC Denish Ricard, yang ditandai dengan pemukulan gong di Prama Sanur Beach Hotel, Selasa (30/4) lalu. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan LoI antara Pemkot Denpasar bersama Pemkot Bolgar, Rusia serta pembukaan pameran lukisan dan foto heritage Kota Denpasar. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, pimpinan OPD, serta ratusan delegasi dari 13 negara di Benua Eropa dan Asia yang tergabung dalam OWHC dan utusan dari tujuh Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Wali Kota Rai Mantra didampingi IGN Jaya Negara menyambut baik dipilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah penyelengga-

raan Konfrensi OWHC Eurasia IX Tahun 2019 ini. Hal ini tentunya menjadi momentum bagi seluruh stakeholder Kota Denpasar, utamanya yang bergerak dalam bidang pariwisata budaya. ‘’Hal ini tentu harus dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder untuk memperkenalkan Kota Denpasar di kancah dunia tentang berbagai potensi pariwisata budaya,’’ ujar Rai Manra. Rai Mantra menambahkan, momentum ini juga harus menjadi tonggak untuk memperkuat warisan budaya sebagai elemen penting pengembangan sektor pariwisata. Di mana, keberadaan pariwisata di Kota Denpasar wajib memperkuat kebudayaan dan kearifan lokal yang bergerak dalam balutan ekonomi kreatif. Hal. 15 Kearifan Lokal

Pawai Budaya HUT Kota Gianyar

Jaga Alam dan Kearifan Lokal

Naruhito dan Permaisuri Masako

Kaisar Naruhito Janji Selalu Pikirkan Rakyat Tokyo – Naruhito pada Rabu (1/5) kemarin resmi menjabat sebagai Kaisar Jepang yang baru dan menyatakan janji akan menjalankan tugas sebagai lambang bangsa kesatuan rakyat Jepang. Kaisar sebelumnya, Akihito, turun tahta pada Selasa (30/4) setelah bertugas selama tiga dasawarsa. Penurunan tahta Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko dilakukan melalui upacara sederhana. Hal. 15 Naik Tahta

WARGA tumpah ruah menyaksikan pawai budaya serangkaian HUT ke-248 Kota Gianyar, Rabu (1/5) kemarin. Pawai budaya tahun ini nampak berbeda, karena seluruh duta kecamatan diwajibkan tidak menggunakan produk pementasan berbahan plastik, sterofoam, dan material lain yang tidak ramah lingkungan. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengapresiasi pergelaran pawai tahun ini yang serentak menggunakan bahan ramah lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkannya berdasarkan Pergub Bali tentang pembatasan penggunaan plastik, sterofoam. ‘’Semoga kesenian yang diwariskan oleh leluhur dapat tetap terjaga. Pun generasi masa kini selalu berusaha menemukan unsur-unsur seni baru yang bisa dipadukan

dengan perkembangan zaman,’’ harapnya. Desa Temesi sebagai duta Kecamatan Gianyar membawakan parade tema ‘’Peneduh Jagat’’. Kemudian Wakil Kecamatan Tegallalang menonjolkan tradisi ‘’Ngerebeg’’. Sementara Kecamatan Payangan, yang diwakili Desa Puhu menunjukkan garapan tari ‘’Pancering Buka’’. Berikutnya, Desa Medahan sebagai duta Kecamatan Blahbatuh menampilkan fragmentari perjalanan I Gusti Agung Maruti. Desa Peliatan mewakili Kecamatan Ubud membawakan ‘’Langening Loka Budaya Peliatan’’. Selanjutnya, Kecamatan Sukawati mengusung tema ‘’Singa Sanga Dhuara Werdhi Ulangun’’. Hal. 15 Lebih Kreatif

PAWAI BUDAYA - Pawai budaya di Open Stage Balai Budaya Gianyar serangkaian HUT ke-248 Kota Gianyar, Rabu (1/5) kemarin.

PPDB dan Potensi Masalahnya

Tak Gunakan NUN, Kuota Prestasi Paling Krodit

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh hari ini, Kamis (2/5), adalah momentum bagi kita untuk membenahi masalah pendidikan. Salah satu masalah krusial adalah soal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Potensi masalah tetap ada sepanjang tahun karena semua pihak berkepentingan anaknya diterima di sekolah negeri. Terkait hal itu Senin (29/4) lalu digelar diskusi bertema ‘’PPDB dan Potensi Masalahnya’’. Hadir pada diskusi itu di antaranya Kadisdik Provinsi Bali Boy Jayawibawa, Kadisdikpora Denpasar Drs. I Wayan Gunawan dan pelaku pendidikan.

MODEL PPDB terus berubah sepertinya sulit mencari bentuk. Juknis PPDB 2019-2020 online untuk SMA dan SMK yang dikelola Disdik Bali juga demikian. Makanya wajar banyak pihak mempertanyakan dan orangtua makin bingung hanya mendengar kone-keto, akibat minimnya sosialisasi. Kadisdik Provinsi Bali Boy Jayawibawa didampingi Kasi Pengembangan dan Layanan Pendidikan Gusti Ngurah Kamawijaya mengungkap-

kan juknis PPDB sudah final setelah dikonsultasikan ke DPRD, tim ahli, Ombudsman, MKKS, BMPS, dan Dukcapil. Tinggal dikonsultasikan ke Kemendagri agar segera dipergub-kan. PPDB 2019 menganut 90 persen sistem zonasi (jarak, siswa miskin dan inklusi), 5 persen jalur prestasi, 5 persen perpindahan. Ini artinya peluang bersaing di jalur prestasi kian sempit. Nilai UN (NUN) tak digunakan kecuali untuk pembobotan di jalur prestasi

PPDB 2019

Jalur Prestasi

Sistem Zonasi rumah

sekolah

5%

BERSAMA - Kadisdik Bali Boy Jayawibawa bersama Kadisdikpora Denpasar Wayan Gunawa dan narasumber pada diskusi soal PPDB.

Jalur prestasi tanpa mengenal zonasi diutamakan berjenjang dengan pembobotan individu dan kelompok. Untuk jalur prestasi satu pilihan saja. Sedangkan untuk pilihan SMK boleh memilih enam program keahlian di tiga SMK tanpa mengenal zonasi. Artinya siswa luar kota/kabupaten cukup dengan surat domisili, dia bebas menentukan SMK negeri yang dituju.

Jalur Perpindahan

90%

Jalur zonasi ditetapkan berdasarkan pada jarak sekolah dan tempat tinggal melalui potret udara (google map), jika ada jarak sama ditentukan yang paling cepat mendaftar. Jalur zonasi, semua siswa diberikan dua pilihan untuk SMA dan satu SMK.

jika ada nilai sama. Tahun ini daya tampung SMA negeri di Bali mencapai 18.555 orang, SMK 39 ribu lebih, sedangkan potensi lulusan SMP mencapai 65 ribu lebih. Ini artinya sebagian akan diterima di sekolah swasta. Boy menjelaskan, jalur zonasi ditetapkan berdasarkan pada jarak sekolah dan tempat tinggal melalui potret udara (google map). Hal. 15 SMK Negeri

5%


DENPASAR

2

Kamis Paing, 2 Mei 2019

Peringatan Hari Buruh

Stop PHK, Naikkan Upah

Denpasar (Bali Post) Aliansi Gerakan Buruh Bali Bersatu menggelar aksi damai memperingati Hari Buruh Sedunia 2019 di depan Kantor Gubernur Bali, Rabu (1/5) kemarin. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya stop PHK dan menolak sistem upah murah, meminta pemerintah mencabut PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, menghapus sistem kerja outsourcing, kontrak, magang dan buruh harian lepas (DW), serta melawan pemberangusan serikat buruh dalam perusahaan. Koordinator aksi yang juga Sekretaris Regional Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Bali Ida I Dewa Made Rai Budi Darsana mengatakan, kondisi ketenegakerjaan di Bali masih jauh dari keadilan. Terutama para pekerja pariwisata yang hanya dijadikan buruh ‘’murahan’’ dengan masih diberlakukannya sistem kontrak, outsourcing maupun DW. Padahal, pekerja Bali adalah pelaku adat dan budaya yang selama ini menjadi kekuatan pariwisata. ‘’Saat ini banyak

sekali kawan-kawan hanya dijadikan sebagai pekerja kontrak,’’ ujarnya. Menurut Rai Budi, hal ini tidak lepas dari minimnya jumlah pengawas yang dimiliki Pemprov Bali. Jumlah pengawas yang terbatas hanya 25 orang tidak mungkin mampu melakukan pengawasan secara optimal. ‘’Itulah kemudian akhirnya menimbulkan banyak pelanggaran di tempat usaha dan perusahaan, khususnya di sektor pariwisata,’’ jelasnya. Rai Budi menambahkan, upaya-upaya untuk memberangus berdirinya serikat pekerja juga masih banyak terjadi. Sejumlah perusahaan bahkan sampai mem-PHK para pekerja yang ingin mendirikan serikat pekerja. Salah satunya terjadi pada hotel di Seminyak, Badung. Ada pula yang dikriminalisasi lantaran menuntut kesejahteraan, seperti kasus pada rumah sakit di Singaraja. ‘’Kami akan terus melawan upaya-upaya pemberangusan serikat pekerja,’’ tegasnya. Di sisi lain, Rai Budi juga menemukan banyak pekerja training atau magang yang

dieksploitasi tenaganya untuk menggantikan staf biasa. Terkait semua persoalan tersebut, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah khususnya Pemprov Bali agar segera membuat Perda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Dengan harapan, tidak ada lagi celah bagi pengusaha-pengusaha atau investor nakal untuk melakukan ketidakadilan terhadap para pekerja di Bali. ‘’Kita sangat berharap ke depannya Pemprov Bali melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat Bali, yang berpihak kepada pekerja Bali,’’ tandasnya. Sejatinya ada 11 tuntutan yang disampaikan Aliansi Gerakan Buruh Bali Bersatu saat melakukan aksi. Aliansi yang terdiri dari FSPM Bali, AJI Denpasar, PMKRI, GMKI, FMN, Pembaru, Seruni, KMHDI, SDMN, dan Puskeba ini juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap tenaga kerja asing, menghentikan diskriminasi upah dan kerja serta pelecehan seksual terhadap pekerja perempuan, memberikan hak

atas lapangan kerja kepada penyandang disabilitas, memberikan perlindungan terhadap pekerja Bali, turunkan harga kebutuhan pokok, menghentikan komersialisasi, privatisasi, liberalisasi di dunia pendidikan, mencabut UU Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012 serta menolak sistem UKT dan sistem SPI di kampus. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti tuntutan pendemo sesuai dengan kewenangan. Jika merupakan kewenangan pusat seperti tuntutan mencabut PP 78, maka akan disampaikan ke pemerintah pusat. Sementara untuk kewenangan di daerah seperti pengawasan, pihaknya mengakui bila Pemprov Bali hanya memiliki 25 pengawas. Terdiri dari 22 orang pengawas umum, dan tiga orang pengawas K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Dalam satu bulan, setiap pengawas minimal mengawasi lima perusahaan. Sedikitnya ada 70 item yang diawasi. ‘’Jumlahnya sangat terbatas

Bali Post/eka

BURUH - Gerakan Buruh Bali Bersatu menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Bali pada peringatan Hari Buruh, Rabu (1/5) kemarin. sekali, dibandingkan jumlah perusahaan sebanyak 11.053 sesuai laporan kabupaten/kota se-Bali. Kalau data perusahaan termasuk UMKM dari BPS itu sekitar 13 ribuan. Kami memprioritaskan yang mana menjadi laporan ada indikasi atau masalah,’’ ujarnya. Terkait regulasi, lanjut Arda, Pemprov Bali saat ini tengah menyusun rancangan pergub tentang perlindungan tenaga kerja lokal. Rancangan sejauh ini sudah berproses hampir 80 persen. ‘’Apabila

rancangan mendekati final tentu kami akan mengundang Tripartite untuk membahas dan mengharmonisasi rancangan pergub yang akan diterbitkan,’’ ujarnya. Dalam rangka pengamanan peringatan Hari Buruh tersebut, Polda Bali mengerahkan 2.147 personel. Dalam arahannya, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha mengatakan, selain diperingati dengan acara seremonial, perayaan Hari Buruh yang

juga disebut May Day ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyuarakan hakhak buruh, perbaikan nasib buruh termasuk melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah terutama yang berkaitan dengan hak dan kesejahteraan buruh melalui unjuk rasa dengan sasaran kantor atau instansi pemerintah. Oleh karena itu, Polri berkewajiban mengawal dan melakukan pengamanan agar situasi di lapangan tetap kondusif. (kmb32/kmb36)

PPDB SMA/SMK

Siswa Miskin Tak Lagi Pakai SKTM

Denpasar (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2019/2020 untuk SMA/SMK akan dilaksanakan pertengahan Juni mendatang memakai dasar Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018. Untuk PPDB SMA, tercatat ada tiga jalur yakni jalur zonasi minimal 90 persen, serta jalur prestasi dan jalur perpindahan orangtua masing-masing maksimal 5 persen. Bali Post/kmb32

DIGEMBOK - Pintu gerbang Kantor DPRD Bali digembok secara simbolis oleh ForBALI.

ForBALI Kritisi Perluasan Bandara Gerbang Kantor DPRD Bali ’’Digembok’’ Denpasar (Bali Post) Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) kembali menggelar aksi turun ke jalan di seputaran Renon, Denpasar, Selasa (30/4) sore. Menariknya, ForBALI kini tidak hanya sebatas melakukan penolakan terhadap rencana pengurukan Teluk Benoa seluas 700 hektar, tetapi juga mengkritisi penyusunan draf Ranperda RZWP3K dengan mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali. Direktur Eksekutif Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama yang ikut dalam aksi ForBALI, beberapa saat sebelumnya mengikuti rapat penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KLHS RZWP3K) di DLH Bali. Dalam rapat tersebut, dikatakan, ada upaya dari Angkasa Pura untuk memaksakan proyek perluasan bandara. Yakni dengan mengambil sebagian kawasan konservasi agar diakomodir dalam KLHS. ‘’Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) tidak boleh dipaksa untuk mengakomodir rencana reklamasi perluasan Bandara Ngurah Rai seluas 83 hektar, karena secara hukum seharusnya KLHS dulu yang terbit. Proyek reklamasi perluasan bandara seharusnya menyesuaikan dengan KLHS,’’ ujarnya. Menurut Untung Pratama, daya dukung dan daya tampung Bali mestinya dilihat

terlebih dulu apakah memang cukup untuk rencana reklamasi perluasan bandara. Bukan sebaliknya, KLHS yang harus mengikuti ‘’keinginan’’ proyekproyek seperti itu. Di sisi lain, dalam RZWP3K juga telah ada alokasi ruang untuk penambangan pasir laut seluas 900 hektar. Pihaknya menduga pasir laut untuk reklamasi perluasan bandara akan diambil di perairan sekitar Kuta. Koordinator ForBALI I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana mengatakan, pihaknya menolak cara-cara penyusunan KLHS dan Ranperda RZWP3K tanpa melibatkan masyarakat adat. Utamanya desa adat yang terdampak langsung maupun yang tidak langsung secara sepenuhnya. Namun, hanya melibatkan MUDP dan Desa Adat Kuta saja. ‘’Bahkan dalam masalah-masalah khusus seperti rencana pengerukan pasir di perairan 3 kilometer dari Canggu seluas 900 hektar tidak melibatkan Desa Adat Canggu, Desa Adat Seminyak, Desa Adat Legian, Desa Adat Kelan, dan seluruh pesisir yang ada di barat,’’ ujarnya. Padahal, lanjut Gendo, mereka yang terdampak langsung wajib dilibatkan dalam masalah-masalah khusus tersebut. Apalagi, rencana perluasan dengan reklamasi tidak saja untuk Bandara Ngurah Rai, tetapi juga untuk Pelindo, dan termasuk nanti akan ada reklamasi Teluk Benoa. Penambangan pasir di laut dalam pengalaman daerah lain, biasanya

digunakan untuk kepentingankepentingan reklamasi. ‘’Kalau Bapak Gubernur sudah mempunyai visi membangun Bali dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, maka seharusnya kekuatan-kekuatan lokal termasuk desa adat harusnya dilibatkan dalam penyusunan RZWP3K dan KLHS karena ini menyangkut nasib generasi muda kita ke depan,’’ jelasnya. Menurut Gendo, Bali mestinya belajar dari Makassar yang mengalami degradasi kualitas lingkungan hidup akibat pengerukan pasir di laut. RZWP3K juga menjadi ruang pertarungan apakah Teluk Benoa akan didorong menjadi kawasan konservasi atau tetap dijadikan kawasan pemanfaatan (budi daya - red). Seperti biasa, massa juga melakukan aksi di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Kantor DPRD Bali, dan Kantor Gubernur Bali. Ada kejadian menarik saat massa tiba di depan Kantor DPRD Bali yang pintu gerbangnya tertutup. Padahal, Selasa lalu masih merupakan hari kerja. Lantaran tidak bisa masuk ke ‘’rumah rakyat’’ tersebut, ForBALI lantas melakukan penggembokan secara simbolis dari luar gerbang yang ditutup itu. ‘’Ini merupakan tindakan simbolis sebagai bentuk protes kepada DPRD yang selalu menutup gedung, tidak menemui rakyatnya dan sampai sekarang tidak ada tindakan politik yang dilakukan,’’ ujar Gendo. (kmb32)

Kuasai 814 Butir Ekstasi

Faisal Terancam Hukuman Seumur Hidup

Denpasar (Bali Post) Bisnis narkoba seakan tidak pernah mati. Hampir setiap hari ada saja pelakunya ditangkap, walau ancaman hukuman yang diterima lumayan tinggi. Seperti yang dialami Mohamad Faisal (21). Dia terancam hukuman paling lama seumur hidup atas kasus yang menjeratnya. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (29/4) lalu, terdakwa diperkara-

Topik :

kan atas kepemilikan narkotika berupa 812,69 gram sabu-sabu dan 814 butir pil ekstasi. JPU Dewa Lanang Arya Raharja di hadapan majelis hakim pimpinan I Gde Ginarsa, menjerat terdakwa yang tinggal sementara di kawasan Jalan Gunung Talang, Padang Sambian, Denpasar Barat itu dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang ancaman

maksimalnya penjara seumur hidup atau dipidana mati. Jaksa dalam dakwaannya menjelaskan, terdakwa secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 gram. Terdakwa juga dijerat Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 115 ayat (2) UU yang sama. Diuraikan JPU, terdakwa diamankan polisi saat hendak menempel sabu-sabu dan ekstasi di depan mini market Jalan Gunung Talang V, Padang Sambian, Denbar, Rabu (23/1) lalu. Namun saat di lokasi, terdakwa ditangkap polisi dan disita barang bukti narkoba. Saat dikembangkan, di rumah tinggalnya juga ditemukan barang bukti narkotika. (kmb37)

Sementara itu, PPDB SMK memakai jalur reguler termasuk di dalamnya untuk calon peserta didik dari banjar adat, anak tidak mampu, dan anak inklusi. ‘’Ketentuan jalur zonasi, menerima calon peserta didik yang memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat sekolah sesuai dengan zona yang telah ditetapkan berdasarkan alamat KK yang tercetak minimal enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB,’’ ujar Kasi Pemberdayaan dan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Bali A.A. Gde Rai Sujaya dalam keterangan pers di kantor dinas setempat, Selasa (30/4). Menurut Rai Sujaya, KK bisa diganti dengan Surat Keterangan Domisili. Jalur zonasi sebetulnya dibagi menjadi empat, yakni zonasi, calon peserta didik dari banjar adat/desa pakraman, anak keluarga tidak mampu, dan anak inklusi. Jalur untuk anak banjar adat/desa pakraman lantaran ada beberapa sekolah yang dibangun memanfaatkan aset banjar atau desa adat. Kemudian di sana

ada perjanjian bahwa anakanak di desa tersebut mesti diprioritaskan untuk diterima. ‘’Ini tidak melanggar ketentuan karena hampir semua desa adat yang melakukan perjanjian dengan pihak sekolah adalah desa atau banjar adat yang terdekat lokasinya dengan sekolah,’’ jelasnya. Persyaratannya, lanjut Rai Sujaya, dalam PPDB online agar menyertakan perjanjian dari pihak sekolah dengan banjar atau desa adat. Selain itu, kepala sekolah juga membuat surat pernyataan bahwa memang benar sekolah itu mengadakan perjanjian dengan desa adat. Kemudian untuk anak dari keluarga tidak mampu, sekolah berkewajiban menerima minimal 20 persen. Namun tidak harus mencari anak tidak mampu untuk memenuhi kuota itu seandainya tidak ada yang mendaftar lewat jalur tersebut. Persyaratannya untuk tahun ini tidak boleh lagi memakai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). ‘’Nanti yang dipakai persyaratan adalah Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Perlindungan Sosial, Kartu Keluarga Harapan, atau Kartu Indonesia

Pintar,’’ paparnya. Untuk anak inklusi atau berkebutuhan khusus ringan, kata Rai Sujaya, mesti disertai dengan surat rekomendasi dari psikiater atau penilaian dari pihak sekolah. Pada jalur zonasi ini, yang menjadi prioritas pertama adalah calon peserta didik dengan perjanjian sekolah dan desa adat, baru kemudian anak tidak mampu, anak inklusi, dan sisanya memakai seleksi jarak tempat tinggal. Untuk jalur zonasi, calon peserta didik baru dapat memilih maksimal dua SMA di zona yang telah ditetapkan, dan dapat dengan maksimal dua kompetensi di satu SMK. Untuk anak dengan perjanjian, hanya satu sekolah sesuai perjanjian dengan banjar atau desa adat. Begitupun anak yang tidak mampu hanya bisa memilih satu sekolah. Bagi calon peserta didik yang mendaftar di jalur zonasi dan memiliki sertifikat prestasi, bisa juga memilih satu sekolah di jalur prestasi. Selanjutnya untuk jalur prestasi, ditentukan berdasarkan nilai ujian nasional (UN) dan pembobotan sertifikat prestasi atau juara tingkat kabupaten/kota, provinsi, regional, nasional dan internasional maksimal tiga tahun terakhir. Artinya, sertifikat itu didapat saat calon peserta didik masih berstatus pelajar SMP. Kemudian untuk jalur perpindahan orangtua, ditujukan kepada calon peserta didik yang berdomisili di luar zonasi sekolah bersangkutan.

‘’Dibuktikan dengan surat penugasan dan surat domisili dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan orangtuanya,’’ imbuhnya. Rai Sujaya menambahkan, PPDB untuk SMK disebut jalur reguler. Seleksinya mempertimbangkan nilai UN (60 persen) dan sertifikat prestasi hasil perlombaan dan atau penghargaan di bidang akademik maupun nonakademik (40 persen). Jika jumlah hasil UN dan pembobotan sertifikat sama, maka diprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili pada wilayah kabupaten/kota yang sama dengan SMK yang bersangkutan dan mendaftar lebih awal. ‘’Untuk jalur reguler SMK, anak bisa memilih maksimal tiga sekolah dengan maksimal enam kompetensi,’’ tegasnya. Menurut Rai Sujaya, Dinas Pendidikan Provinsi Bali telah melakukan pemetaan sejak Januari lalu. Untuk daya tampung SMA/SMK negeri dan swasta diprediksi sebanyak 76.395 siswa. Sedangkan jumlah tamatan SMP di tahun 2019 sebanyak 65.081. Jika semua tamatan SMP nantinya melanjutkan ke SMA/SMK, berarti masih ada sisa kursi sebanyak 11.314. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Komitmen Dukung Kelestarian Warisan Budaya

Pemkot Denpasar Terima Penghargaan Internasional OWHC KOMITMEN Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dalam mendukung kelestarian warisan budaya mendapat apresiasi dari dunia internasional. Diketahui Kota Denpasar telah bergabung menjadi anggota Organization World Heritage Cities (OWHC) pada tahun 2013 lalu. Keberhasilan Pemkot Denpasar ini mendapat penghargaan dari Sekjen OWHC Denis Ricard yang diserahkan kepada Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra pada acara International Conference OWHC Eurasia IX di Prama Sanur Beach Hotel, Selasa (30/4). Sebelumnya, Pemkot Denpasar juga sukses menggelar Konferensi Strategic Meeting OWHC Asia Pasific pada tahun 2016 lalu, kini dunia internasional kembali mengapresiasi dengan mempercayai Denpasar sebagai tuan rumah penyelenggaraan International Conference OWHC Eurasia IX. Terkait dengan penghargaan yang diberikan, Sekjen OWHC Denis Ricard mengatakan, Pemkot Denpasar telah sukses dan berkomitmen tinggi dalam mendukung kelestarian warisan budaya. ‘’Penguatan budaya subak di Bali, dan pengem-

PENGHARGAAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima penghargaan dari Sekjen OWHC Denis Ricard, Selasa (30/4). bangan kota pusaka di Kota Sementara itu, Wali Kota sis budaya,’’ ungkapnya. Denpasar sangat baik. Kota Denpasar I.B. Rai DharmawiKe depan, ini juga menini berhasil dengan program- jaya Mantra sangat berteri- jadi motivasi agar seluruh program positif di bidang ma kasih atas penghargaan jajaran dan masyarakat Kota ini,’’ ungkapnya. atau apresiasi yang diberi- Denpasar terus bersinergi Denis Ricard menambah- kan. ‘’Tentu terima kasih dan berkolaborasi dalam menkan, pihaknya juga menyoro- atas penghargaan dan apr- jaga budaya warisan kita. ‘’Ini ti bahwa Kota Denpasar juga esiasi ini, sebuah penilaian adalah penghargaan saya memiliki infrastruktur kota dari dunia internasional persembahkan kepada selupusaka dengan ornamen- yang yang wajib kita syukuri, ruh masyarakat Kota Denornamen khas Bali yang san- karena memang selama ini pasar, karena selama ini telah gat terjaga, sehingga menjadi kami sangat concern dengan mencintai budaya kita berdaya tarik wisatawan. penguatan pariwisata berba- sama,’’ ungkapnya. (ad041)


Kamis Paing, 2 Mei 2019

BADUNG

3

Bandara Rawan Tindak Kriminal

SIMULASI - Simulasi penanggulangan teror di Bandara Ngurah Rai, Selasa (30/4).

Bali Post/edi

Mangupura (Bali Post) Bandara merupakan gateway atau pintu keluar masuknya manusia maupun barang. Potensi terjadinya kejahatan di bandara pun sangat besar. Untuk itu, masalah keselamatan, keamanan, pelayanan dan kepatuhan dalam penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan merupakan hal mutlak. Hal itu disampaikan Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Asri Santosa pada simulasi penanggulangan teror yang digelar di Bandara Ngurah Rai, Selasa (30/4) lalu. Menurut Asri Santosa, Bali menjadi fokus simulasi, karena Bali adalah face on atau wajahnya Indonesia. Orang luar lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia pada umumnya. Sehingga pada saat ada event ini di Bali, apabila Bali aman, maka akan menjadi contoh aman bagi yang lain. ‘’Kolaborasi antara stakeholder

penerbangan sipil merupakan pondasi yang wajib terus dibangun dan dipererat baik melalui pelaksanaan kerja sama teknis antarinstansi maupun pelaksanaan simulasi kegiatan operasional penerbangan. Di samping itu juga sebagai bentuk upaya menyongsong era industri 4.0,’’ ujar Asri. Kerja sama antara Ditjen Perhubungan Udara dengan Basarnas dan BMKG dalam rangka mendukung penyelenggaraan pelayanan informasi meteorologi, klimatologi dan geofisika dan penyelenggara pencarian dan pertolongan pada kecelakaan pesawat udara sebagaimana tercantum pada naskah kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama. ‘’Ini merupakan bentuk komitmen Ditjen Hubud sebagai regulator untuk menerapkan slogan 3S + 1C yaitu safety (keselamatan), security (keamanan), dan services (pelayanan) serta compliance (pemenuhan terhadap aturan yang berlaku),’’ jelas Asri. (kmb23)

Tak Setor Laporan Dana Kampanye

Caleg Terpilih Terancam Batal Dilantik Mangupura (Bali Post) -

Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) menjadi aturan wajib bagi parpol peserta Pemilu 2019. Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mengeluarkan rekomendasi untuk tidak melantik caleg terpilih jika tidak menyetorkan persyaratan tersebut. Hal itu ditegaskan Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta, Rabu (1/5) kemarin. Menurut Semara Cipta, parpol peserta pemilu memiliki kewajiban menyetorkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK), Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK), dan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). ‘’LPPDK merupakan rangkuman keseluruhan dari kegiatan partai politik pada waktu masa kampanye, baik yang dilakukan oleh para calonnya maupun partai politik itu sendiri,’’ ungkapnya. Pria yang akrab disapa

Kayun ini menerangkan, LPPDK dikumpulkan oleh parpol peserta pemilu. Bahkan, menggabungkan seluruh laporan dana kampanye yang dilakukan oleh para calon dari parpol. Persyaratan ini sangat penting karena setiap parpol yang caleg-calegnya dinyatakan lolos wajib menyerahkan laporan tersebut. ‘’Jika tidak, maka nama caleg terpilih namanya tidak direkomendasi pada saat pelantikan. Ini sanksi yang sangat berat,’’ tegasnya. Karena itu, pihaknya men-

dorong seluruh parpol segera melengkapi persyaratan tersebut. Penyetoran LPPDK telah dibuka sejak 26 April hingga 1 Mei 2019 pukul 18.00 Wita. ‘’Ada tiga partai di Badung tidak menyerahkan LADK, seperti Partai PAN, Garuda, dan PKPI, sehingga kepesertaanya dalam pemilu di Kabupaten Badung dicoret,’’ tegasnya seraya menambahkan pemilih yang mencoblos ketiga partai tersebut tidak sah. Di sisi lain, PDI-P mengaku telah menyetorkan LPPDK, Selasa (30/4) lalu. Kehadiran ca-

leg PDI-P Badung itu dipimpin Wakil Sekretaris DPC PDI-P Badung I Nyoman Satria didampingi Liaison Officer (LO) DPC PDI-P, Ponda Wirawan. ‘’Kami datang bersamasama anggota untuk menyerahkan Laporan Penerimaan Pengeluaran Dana Kampanye. Ini merupakan salah satu syarat yang ditetapkan KPU,’’ ungkap Nyoman Satria. Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan seluruh berkas LPPDK sejak tahun 2018. Ini sebagai bentuk kedisiplinan dari kader, terutama yang terpilih untuk memenuhi kewajiban. ‘’Tadi disebutkan kami partai yang pertama menyetorkan LPPDK. Saya sangat apresiasi sekali semangat kader PDI Perjuangan di Badung,’’ katanya. (kmb27)

Bali Post/par

LPPDK - Jajaran PDI-P Badung saat menyetorkan LPPDK. KPU Badung meminta seluruh parpol peserta pemilu segera menyetorkan LPPDK.

Lomba Kesatuan Gerak PKK dan KKBPK

Masuk 12 Nominasi Nasional, PKK Dalung Dinilai Tim Pusat

pendukung pariwisata. Bahkan Pemerintah Desa setempat memberikan dukung. Untuk itu, Pemkab Badung diharapkannya bisa membantu sehingga pantai ini tidak menjadi kumuh, baik dari segi tata kelola maupun pembangunan. ‘’Di tempat ini juga dimanfaatkan untuk aktivitas paragliding. Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Badung bisa membantu dalam hal infrastruktur. Sehinga pantai tidak menjadi kumuh dengan bangunan yang tidak terkonsep dengan bagus,’’ tegasnya. Salah seorang wisatawan asal Belanda, Marthin mengungkapkan, kawasan Pantai Nyang-nyang sangat indah. Selain memiliki pemandangan yang masih alami, bagi pecinta surfing juga disuguhi ombak yang bagus. ‘’Kami baru pertama kali datang ke sini. Ombaknya sangat bagus untuk surfing. Tempat ini juga belum terlalu krodit,’’ katanya. (kmb23)

MASUK dalam 12 nominasi nasional, PKK Desa Dalung dinilai oleh tim Penilai dan Verifikasi Pemerintah Pusat dalam lomba Kesatuan Gerak PKK dan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kesehatan Tingkat Nasional Tahun 2019. Penilaian tim pusat yang didampingi tim dari PKK, BKKBN Provinsi Bali ini dilakukan, Selasa (30/4) lalu di Wantilan Pura Dalem Gede, Desa Adat Dalung Kecamatan Kuta Utara. Kedatangan tim pusat yang dipimpin Direktur KB Pusat drg. Widwiono bersama empat anggota tim dan Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Ni Made Suastini ini disambut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Badung Ny. Ayu Suarthini Parwata, Wakil Ketua II PKK Badung Ny. Rasniarthi Adi Arnawa, Camat Kuta Utara A.A Ngurah Arimbawa, Kepala DPMD Badung Putu Gede Sridana, Kepala Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya serta OPD terkait. Kegiatan diawali dengan peninjauan stand-stand UKM dari masyarakat Desa Dalung oleh tim Penilai Pusat dan Provinsi. Ketua Tim Penggerak PKK Desa Dalung Suratini Arif Wiratya melaporkan, Desa Dalung secara administratif terdiri dari 23 banjar dinas dengan luas wilayah 675,71 hektar dan jumlah penduduk 21.332 jiwa. Desa Dalung

memiliki 284 kelompok dasa wisma dari 5.395 kepala keluarga. Jumlah kader yang mendukung kegiatan PKK terdiri dari tim-tim penggerak PKK sebanyak 25 orang, kader dasa wisma 852 orang, kader UP2K PKK 3 orang, kader posyandu 125 orang, kader BKB 80 orang, kader BKR 80 orang, kader BKL 70 orang, kader PHBS 115 orang dan kader LBS 115 orang. Program dan kegiatan yang dilaksanakan TP PKK Desa Dalung terinspirasi dari kebijakan dan program yang telah diterapkan Pemkab Badung dengan konsep Tri Kona yaitu kebijakan pelayanan masyarakat dari lahir, hidup dan mati. Program tersebut diimplementasikan dalam kegiatan di antaranya pelaksanaan posyandu di seluruh Desa Dalung, pembinaan BKB, BKR dan BKM kesatuan gerak PKK dan KKBPK kesehatan, mewujudkan lingkungan bersih dan sehat serta mengedukasi masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi dalam melakukan rukun kematian. Sementara itu Wabup Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, kegiatan ini memiliki makna membangun masyarakat secara umum. Kegiatan ini tidak terpaku dengan penilaian saja, namun dapat digunakan sebagai motivasi bersama agar menjadi lebih baik. ‘’Momentum ini dapat kita gunakan untuk memperbaiki sekaligus melakukan perbenahan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Di antaranya dari faktor kesehatan, keluarga berencana dan gerakan PKK

PEREDARAN narkoba tidak mengenal tempat dan usia, bahkan siswa Sekolah Dasar (SD) tidak sedikit yang kena narkoba. Oleh karena itu, BNNP Bali dan BNNK Badung menguatkan wawasan antinarkoba di lingkungan pendidikan khususnya SD. Tujuannya, siswa SD mampu membentengi dirinya dari bahaya narkoba. Hal tersebut disampaikan Kepala BNNP Bali Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. dalam acara asistensi penguatan pembangunan berwawasan

antinarkoba yang dihadiri 30 Kepala SD se-Badung yang dilangsungkan di Kuta, Selasa (30/4) lalu. Menurut Brigjen Suastawa, guru memiliki andil dalam menciptakan pelajar yang unggul dan berbudaya sehingga mampu berperan dalam mengisi pembangunan. Mengingat hal tersebut, pendidik diharapkan menjadi panutan atau role model yang baik bagi anak didiknya. ‘’Kami BNN Provinsi Bali bersama BNN Kabupaten Badung melaksanakan kegiatan

ini. Asistensi merupakan upaya pendampingan pada pemangku kepentingan dalam hal ini Kepala Sekolah Dasar,’’ kata Suastawa didampingi Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini. Kegiatan ini dilaksanakann guna mengingatkan, mendorong dan memberikan dukungan supaya para pendidikan berperan aktif dalam program P4GN sesuai dengan kewenangannya. Selain itu mampu menyiapkan materi-materi yang diperlukan oleh pemangku kepentingan agar dapat mere-

Bali Post/edi

WISATAWAN - Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta berbincang-bincang dengan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Nyang-nyang, Pecatu.

Jalan Menuju Pura Goa Batu Metandal Pecatu Perlu Ditata

Mangupura (Bali Post) Jalan menuju kawasan Pura Goa Batu Metandal, Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan perlu ditata. Sebab, cukup banyak pamedek yang tangkil ke pura yang berada di tebing Pantai Nyang-nyang tersebut. Menurut Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, Rabu (1/5) kemarin, penataan infrastruktur kawasan tersebut mendesak dilakukan. Sebelumnya pada tahun 2018, Pemkab Badung menganggarkan Rp 6,7 miliar untuk penataan. Namun saat itu terkendala gagal tender. Pihaknya berharap, penataan bisa segera direalisasikan. ‘’Karena sulitnya medan menuju pura, ini menjadi usulan dari masyarakat maupun pamedek yang datang untuk sembahyang. Mudah-mudahan cepat. Mudah-mudahan tahun 2019 bisa direalisasikan sehingga selain untuk akses ke pura, dengan penataan di

Pantai Nyang-nyang, akan bisa lebih banyak lagi potensi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan,’’ jelasnya. Sumerta yang juga anggota DPRD Badung Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, kawasan Pantai Nyang-nyang merupakan pantai yang letaknya tersembungi sehingga sering disebut secret beach. Lokasi ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara yang ingin berselancar dengan suasana yang tenang. Namun, kata Sumerta, untuk lebih mempromosikan kawasan ini, ke depan pihaknya akan melakukan penataan. Pantai yang memiliki panorama eksotis ini diharapkan bisa dikembangkan untuk dijadikan salah satu tujuan wisata di Kabupaten Badung. Baik untuk wisatawan yang ingin menikmati pasir putih maupun surfing. Di kawasan pantai ini ada warga yang menggarap lahan untuk menyediakan fasilitas

PKK - Wabup Suiasa menerima tim Penilai dan Verifikasi Pemerintah Pusat serangkaian Lomba Kesatuan Gerak PKK KKBPK Kesehatan Tingkat Nasional Tahun 2019, Selasa (30/4) lalu, di Wantilan Pura Dalem Gede, Desa Adat Dalung, Kecamatan Kuta Utara. di Kabupaten Badung. Oleh karena itu kehadiran tim tidak hanya melakukan sebatas penilaian saja, akan tetapi dapat memberikan arah perbaikan untuk perencanaan pembangunan, sehingga berjalan dengan baik dan bersinergi dengan masyarakat. Intinya bahwa kita ingin melakukan pemberdayaan masyarakat yang sejahtera dan menjadikan manusia yang berkualitas,’’ terangnya. Direktur KB Pusat drg. Widwiono menyampaikan, program KKBPK merupakan program dasar pembangunan keluarga. Untuk mewujudkan hal itu diharapkan dalam institusi masyarakat secara berjenjang mulai dari dasa wisma, PKB, PPKBD, subPKKBD, posyandu, poskesdes, posbindu, bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga lansia, dan UPPKS

perlu mendapatkan perhatian bersama mulai dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Dikatakan, Desa Dalung ini masuk 12 nominator dari 34 provinsi dan 534 kabupaten/ kota yang dinilai oleh tim pusat. Widwiono mengusulkan ke depannya agar Pemkab Badung membuat quality card sebagai dasar untuk menjadi inovasi Kabupaten Badung yang sebagaimana diatur dalam Perpres No. 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini, Holistik dan Integratif. Sasarannya adalah balita di bawah naungan institusi KB dalam posyandu. Ini agar dapat memantau dari kualitas kesehatan balita, mempersiapkan balita menjadi anak yang mempunyai intelejensi kuat dan pembentukan karakter bangsa. (ad035)

Siswa SD Mesti Dibentengi dari Narkoba

ASISTENSI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa sebagai narasumber dalam acara asistensi penguatan pembangunan berwawasan antinarkoba di Kuta.

alisasikan komitmen tersebut. Termasuk meningkatkan kontribusi nyata institusi pendidikan dalam hal ini SD dalam mendukung upaya P4GN. ‘’Permasalahan narkoba perlu ditangani secara komprehensif dan integral dengan langkah-langkah yang menyeluruh, baik dari segi demand reduction dan supply reduction,’’ ujarnya. Mantan Direktur Binmas Polda Bali ini berharap adanya komitmen dan sinergi antara BNNK Badung dan institusi pendidikan dalam upaya P4GN

yang berupa perjanjian kerja sama ataupun peraturan dan norma-norma tertulis di sekolah. Selain itu diharapkan ada rencana aksi dalam bidang P4GN dan usulan relawan dari lingkungan pendidikan. ‘’Melalui program ini kita ingin membentengi pelajar dari bahaya narkoba. Impelementasinya yaitu mengintegrasikan kurikulum antinarkoba yang belum menyasar sekolah dasar dalam proses pembelajaran melalui mata pelajaran tertentu, misalnya pelajaran Agama atau Biologi,’’ jelasnya. (bns1)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Bedah Buku ’’Shastra Wangsa’’

Unhi Denpasar Ajak Generasi Muda Hindu Melek Identitas UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali menggelar bedah buku ‘’Shastra Wangsa’’ Kamus Istilah Wangsa Bali karya akademisi Ida Bagus Made (IBM) Dharma Palguna, Selasa (30/4) lalu. Kegiatan ilmiah bedah buku ini merupakan kali kedua dilakukan Unhi Denpasar atas prakarsa Yayasan Pendidikan Widya Kerthi sebagai penyelenggara pendidikan Unhi Denpasar. Kegiatan bedah buku ‘’Shastra Wangsa’’ ini menghadirkan Staf Khusus Kepresidenan RI Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana sebagai narasumber dan dua pembicara yakni Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum. dan Dr. Drs. I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si. Ketua Panitia I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H. menjelaskan, kegiatan bedah buku ini kembali dilakukan karena sangat penting untuk mandalami karya ‘’Shastra Wangsa’’ yang melibatkan seluruh stakeholder terkait. Sebab, dengan melibatkan stakeholder dari Shastra Wangsa, maka hasil dari karya buku ‘’Shastra Wangsa’’ akan lebih tepat. Sehingga isi buku ‘’Shastra Wangsa’’ dapat disebarluaskan untuk memberi pencerahan kepada masyarakat agar melek identitas tentang wangsa yang sebenarnya adalah sastra. ‘’Jadi kami undang panglingsir puri, sulinggih, Parisada, Kementerian Agama, lembaga agama dan lembaga keagamaan agar buku ini menjadi sebuah pesan bahwa wangsa sesungguhnya adalah sastra. Kita hidup dari sastra, segala bentuk perilaku kita adalah sastra, maka wangsa yang sesungguhnya adalah sastra, bukan wangsa yang

PENGHARGAAN - Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. (kiri) didampingi Ketua Panitia I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H. (kanan) berfoto bersama seusai memberikan piagam penghargaan kepada narasumber dan pembicara bedah buku ‘’Shastra Wangsa’’ di Unhi Denpasar, Selasa (30/4) lalu. ada dalam soroh yang justru akan membuat perpecahan,’’ tandas Satria. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. didampingi Sekretaris Yayasan Kol. (Purn) Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H. mengatakan makna yang terkandung dalam karya ‘’Shastra Wangsa’’ memberikan sesuatu pemahaman kepada generasi muda, terkait sistem sosial budaya yang ada di Bali. Sebab, secara kerangka teori pada era milenial ini, penjelasan tentang nilai luhur tidak cukup dengan istilah anak mula keto. Oleh karena itu, pemahaman tentang wangsa cukup penting untuk memperkuat jati diri generasi penerus Bali, sehingga dapat berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara. ‘’Pemahaman terhadap wangsa sangat penting, kalau generasi

muda Bali sudah tahu pola panutannya, maka mereka tidak ragu lagi menjadi orang Bali yang memberi kontribusi dalam konteks pembangunan yang berhubungan bangsa dan negara,’’ ujar Prof. Ardhana. Dengan pemahaman tentang sistem sosial dan budaya, dikatakan, para generasi akan memahami esensi sosial yang akan bermuara pada pelaksanaan teori yang sederhana tanpa mengurangi hakikat yang terkandung. Sebagai ketua yayasan, pihaknya akan terus memberi ruang terhadap kegiatan bedah buku di Unhi Denpasar tentang naskah-naskah akademik lainnya. ‘’Kami punya program akademik, yang diselenggarakan universitas. Bisa saja jika masyarakat punya karya naskah akademik, kami siap bedah di sini dengan mengundang tokoh dan stakeholder terkait,’’ pungkasnya. (ad040)

Peringati Hari Buruh Internasional

Kamis Paing, 2 Mei 2019

Belanda Minta 500 Perawat Lulusan Itekes Bali Teken MoU dengan Saint Louis University Filipina

INSTITUT Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali menjalin kerja sama dengan Saint Louis University di Baguio, Filipina. Naskah kerja sama (MoU) diteken oleh Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. dan President Saint Louis University disaksikan Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk Filipina Dr. Lili Nurlaili. Putu Darma Suyasa mengungapkan kerja sama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, pelaksanaan seminar dan publikasi ilmiah. Saint Louis di Filipina berbeda dengan Saint Louis College Bangkok yang juga sudah diajak kerja sama Itekes Bali. Dengan demikian, kata Putu Darma Suyasa, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan I4 perguruan tinggi asing di Asia sejak 2008. Itekes memilih Saint Louis Filipina karena termasuk perguruan tinggi keperatawan terbaik di Filipina. Bahkan 73 persen lulusannya bekerja di luar negeri. Untuk itu Itekes Bali serius belajar strategi guna menciptakan lulusan yang benar-benar diterima di dunia kerja internasional. Program jangka pendeknya mulai Agustsu 2019 ini Saint Louis akan mengirim 10 mahasiswa dan dosennya ke Itekes Bali. Pada Juli 2019, mereka menjadi cohost the First Bali Biennial Conference on Healt Sciences yang diadakan di Itekes Bali. Ketua YPPLPK Bali yang menaungi Itekes Bali Drs. Ida Bagus Arka membenarkan kerja sama pendidikan dan kebudayaan ini akan memberi keuntungan besar bagi Itekes Bali. Apalagi lulusan kampus ini banyak diterima di AS,

KERJA SAMA - Rektor Itekes Putu Darma Suyasa didampingi Ketua YPPLPK Bali Ida Bagus Arka saat meneken naskah kerja sama dengan Saint Louis Filipina. Eropa dan Australia. Berdasarkan diskusi dengan pimpinan Saint Louis, untuk bisa bekerja di AS dan Eropa, harus melalui sebuah badan yang disebut NCELX. Berdasarkan pengalaman sangat sulit lulusan Indonesia bisa lulus di NCLEX ini. Ternyata keberhasilan Saint Louis yakni menjadikan bahasa Inggris adalah bahasa keduanya. Mereka diberikan pra-pelatihan oleh NCELX 3-9 bulan baru dikirim ke luar negeri. Makanya Ida Bagus Arka mengatakan pantas SDM keperawatannya siap go international. Di Bali, mindset kuliah di keperawatan belum seperti masuk kapal pesiar yang memiliki target bekerja di luar negeri. Hal ini juga menjadi tantangan besar Itekes guna memperkuat komitmen mahasiswanya untuk memilih bekerja di luar negeri. Kedua, negara harus memiliki badan sejenis NCELX yang mempersiapkan SDM Indonesia memasuki pasar luar negeri. Termasuk peran pemerintah membantu naker perawat ke luar negeri. Tawaran Belanda Sementara itu, Senin (29/4),

Leon van Nijnatten, Managing Director LTC Belanda, mengunjungi kampus Itekes Bali untuk meminta lulusan keperawatan dipekerjakan di Belanda. Bahkan mereka minta kuota awal 500 orang, dan mereka akan melatih bahasa Belanda selama enam bulan. Ida Bagus Arka saat menerima tamu Belanda ini mengungkapkan bahwa ini peluang besar sekaligus tantangan bagi alumni ners dan perawat Itekes Bali. Dia berharap lulusannya mengambil peluang ini karena gajinya mencapai Rp 50 juta/bulan. Program kerja sama ini sudah dipayungi asas logalitas pemerintah RI dan Belanda. ‘’Ini peluang besar karena tak ada seleksi lagi di Belanda,’’ tegasnya. Yang unik, tamunya juga kaget melihat kampus Itekes Bali sebagai lembaga pendidikan kesehatan swasta sangat berkualitas. Mereka pun segera meneken MoU dengan Itekes Bali. Untuk itu, Ida Bagus Arka akan mengundang mitra asal Belanda ini saat acara Dies Natalis Itekes sekaligus memberi motivasi bagi lulusannya. (ad038)

berlangsung di area Fountain Stage Beachwalk lantai satu. Your Rewards, Your Way! Beachwalk Shopping Center meluncurkan kartu ‘’Corner’s Card’’ pada Oktober 2017, sebagai program kepada para pelanggan setia Beachwalk. Melalui program loyalitas ini customer dapat mengumpulkan dan menukarkan poin dengan berbagai macam hadiah serta voucher menarik. Cara mendapatkan ‘’Corner’s Card’’ sangat mudah. Hanya dengan melakukan minimum transaksi di seluruh tenant senilai Rp 50.000, dalam satu struk di hari yang sama customer dapat menukarkannya di Customer Service lantai satu. Kelebihan lainnya dengan memiliki ‘’Corner’s Card’’ ini adalah customer dapat menggunakannya tidak hanya di Beachwalk Shopping Center, namun di semua mall management cornerstone lainnya yakni FX Sudirman Jakarta dan 23Paskal Bandung. Selain itu bagi customer yang telah memiliki ‘’Corner’s Card’’ dapat berkesempatan untuk memenangkan lucky draw yaitu menginap semalam di Berry Biz Hotel & Berry Glee Hotel. Spesial di bulan Food Starts Here April, Mei dan Juni 2019 Beachwalk Shopping Center mengadakan program spesial khusus bagi para member ‘’Corner’s Card’’. Spesial di April – Juni Beachwalk mengadakan Weekdays Special ‘’Eat and Get Double Points’’. Dalam program weekdays specials ini pemegang kartu ‘’Corner’s Card’’ yang berbelanja minimal Rp

250.000 (dalam 1 Struk) di food & beverage tenants dengan mengcollect point dan otomatis mendapatkan double points pada SeninKamis. Belum lama ini, Beachwalk juga meluncurkan program khusus bagi turis asing, yaitu Tourist Wallet. Program ini menawarkan dua hak istimewa yang hanya bisa dinikmati member Tourist Wallet. Di antaranya member Tourist Wallet bisa mendapatkan Instant Reward dengan belanja minimal IDR 300.000. Member Tourist Wallet bisa mendapatkan gratis tempat penitipan barang dengan belanja minimal IDR 500.000. Pendaftaran member Tourist Wallet ini dapat dilakukan di customer service, lantai satu hanya dengan menunjukkan passport yang masih berlaku kepada customer service. Beachwalk Shopping Center juga meluncurkan website dengan tampilan konsep baru. Dengan adanya tampilan serta fitur tambahan untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses website, seperti fitur floor map yang interaktif sehingga lebih mudah dalam mengetahui lokasi dan store apa saja yang ada di Beachwalk. Customer dapat mengakes website tersebut di www. beachwalkbali.com. Beachwalk Shopping Center selalu menghadirkan pengalaman menarik untuk pengunjung di Beachwalk. Hadirnya berbagai program di Beachwalk memberikan daya tarik lebih bagi Kuta dan mengukuhkan tagline Beachwalk Shopping Center, ‘’Bali Starts Here’’. (ad025)

DTKSK Denpasar Gandeng Perusahaan Gelar Senam Zumba Beachwalk Shopping Center, Eat and Repeat May 2019

DALAM rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau yang dikenal dengan May Day, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi (DTKSK) Kota Denpasar mengajak para pekerja bersuka cita dengan menggelar senam zumba hingga pembagian berbagai doorprize di Lapangan Lumintang, Denpasar, Rabu (1/5) kemarin. Kegiatan yang digelar diikuti ribuan pekerja dari 55 perusahaan di Kota Denpasar, membuat peringatan May Day berbeda dengan suasana di kota lainnya. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kodim 1611/Badung, Polresta Denpasar serta karyawan perusahaanperusahaan di Kota Denpasar. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan perayaan ini selain bergembira juga sekaligus merenung. Dalam perenungan melakukan evaluasi apa yang perlu ditingkatkan, sehingga ke depan dapat memberikan dampak yang positif bagi perusahaan ataupun bagi pekerja. Dengan demikian pekerja bisa memperoleh kualitas yang lebih baik dan bisa memperoleh kebahagiaan. ‘’Melalui perayaan ini kita bersama- sama bersuka cita sambil merenung melakukan evaluasi apa yang perlu ditingkatkan terkait kualitas dan kuantitas pekerja. Dari hasil perenungan dikeluarkan sebuah regulasi sehingga buruh bisa meningkatkan kualitas sebagai pekerja,’’ katanya. Dikatakan Rai Iswara, melalui perayaan yang dipusatkan di Lapangan Lumintang ini, mengajak seluruh elemen masyarakat dalam

HADIAH - Tampak Sekda Kota Denpasar bersama Kepala Dinas TKSK serta panitia saat menyerahkan hadiah doorprize kepada salah satu pemenang. hal ini pekerja untuk bergembira bersama serta bersilaturahmi sesama pekerja. ‘’Tolok ukur perayaan ini tidak harus turun ke jalan teriakteriak tetapi dengan bergembira sambil silaturahmi dengan para pekerja lain. Dengan kebahagiaan tentu mencerminkan kesejahteraan bagi semua,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar IGA Rai Anom Suradi didampingi Ketua Panitia Putu Eka Juliarta mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya, di mana untuk tahun ini peringatan May Day diisi dengan kegiatan sedikit berbeda yakni dengan berzumba dan pembagian puluhan doorprize. ‘’Kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan apresiasi kepada pekerja walaupun hari libur. Kita mohon waktunya setengah hari untuk kita ajak bergembira. Kami

ingin memfasilitasi, memberikan apresiasi kepada para pekerja karena mereka juga butuh support,’’ ujarnya. Pada momentum May Day ini merupakan ajang silaturahmi antara para pekerja di setiap perusahaan. Di samping itu, pada kegiatan itu juga pihaknya memberikan award (penghargaan) kepada lima perusahaan yang hubungan industrialnya dinilai bagus. Adapun penerima penghargaan tersebut yakni BPD Bali, PT Karya Dewata Abadi, PT Federal International Finace, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Arpan Bali Utama. ‘’Melalui pemberian award ini diharapkan sebagai contoh untuk perusahaan lainnya. Adapun kriteria penilaian seperti punya perjanjian kerja bersama, upah yang diberikan sesuai UMK, BPJS Ketenagakerjaannya bagus dan lainnya,’’ ujar Anom Suradi. (ad044)

Disdukcapil Gelar Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Capil SEJUMLAH kebijakan kependudukan dan catatan sipil (capil) secara nasional terus dilakukan pembaruan. Agar tidak terjadi persoalan dalam implementasinya, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar melakukan sosialisasi atas kebijakan yang baru tersebut. Seperti yang dilakukan Senin (29/4) hingga Selasa (30/4) lalu yang menyasar seluruh OPD di lingkungan Pemkot Denpasar serta para perbekel, kaling dan kadus serta kepala sekolah. Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Plt. Kadisdukcapil Denpasar A.A. Istri Agung. Pada hari pertama, sosialisasi dilakukan terhadap sejumlah pimpinan OPD, camat, serta perbekel dan lurah. Sedangkan untuk hari kedua melibatkan kaling, kadus serta kepala sekolah yang ada di Denpasar. Para narasumber yang memberikan makalah, di antaranya Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Publik Disdukcapil I Gusti Ngurah Agung, Kabid Pendaftaran Penduduk Ni Luh Lely Sriadi, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Pande Made Sri Artatik, dan Plt. Kabid Pelayanan Informasi Informasi dan Kependudukan Dayu Lingga. Gusti Ngurah Agung mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman yang lebih baik

FOOD Starts Here! Mengawali bulan Mei, Beachwalk Shopping Center mengangkat tema ‘’Eat & Repeat’’. Dengan mengangkat tema ini Beachwalk memberikan suasana dengan spirit baru untuk para pengunjung. Selain itu, Beachwalk Shopping Center akan mengadakan berbagai macam kegiatan dan promo menarik kepada para pengunjung. Di bulan Mei ini, Beachwalk memberikan pengalaman dan suasana baru bagi pengunjung. Beachwalk meluncurkan area baru yang bernama ‘’Sunset Deck’’ di level 3, di mana para pengunjung dapat menikmati dan mengabadikan momen matahari terbenam setelah berbelanja. Sunset Deck memberikan tempat terbaik untuk menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam Pantai Kuta dengan embusan angin di area level 3 Beachwalk Shopping Center. Sunset Deck akan dikelilingi varian restaurant food & beverages, di mana akan membuat suasana golden hour pengunjung semakin berkesan. Selain itu, Beachwalk mempersembahkan ‘’Beachwalk Sunsetion’’. Akan ada berbagai macam hiburan selama Mei 2019 untuk menemani pengunjung dalam menikmati momen matahari terbenam. Bali Starts Here. Di samping itu, Beachwalk Shopping Center juga mengadakan kegiatan reguler yang dapat dinikmati pengunjung yang sedang berbelanja. Setiap Selasa dan Rabu di Fountain Stage Level 1 pukul 17.00 Wita, pengunjung dari mancanegara dan domestik dapat menikmati berbagai macam kesenian tradisional seperti Bali Cultural Experience. Sebagai tambahan hiburan pengunjung dapat berfoto dengan custome play yang tersebar di beberapa area lokasi iconic tempat berfoto. Beachwalk mengadakan tambahan acara reguler yakni Acoustic Eve setiap Rabu - Senin pukul 18.00 Wita – 20.00 Wita untuk memberikan suasana tambahan saat berbelanja. Acara ini

Moksa Temple

SOSIALISASI - Suasana sosialisasi tentang kependudukan dan pencatatan sipil di Disdukcapil Denpasar, Selasa (30/4) lalu. kepada para aparatur yang memberikan pelayanan tentang kependudukan dan pencatatan sipil. Karena sejalan dengan perubahan yang ada, kebijakan baru tersebut harus segera disosialisasikan. Karena itu, selama dua hari pihaknya menggelar kegiatan sosialisasi. Dalam kesempatan tersebut, Gusti Ngurah Agung memberikan materi kepada para peserta di antaranya tentang pemanfaatan dana dan akses data dukcapil, penerapan dan pemanfaatan Kartu Identitas Anak, tanda tangan elektronik, serta peningkatan cakupan akta. Dikatakan, pemanfaatan data kependudukan bisa dibagi dua, yakni data perseorangan sesuai Pasal 58 UU No. 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudu-

kan dan data agregat. Data perseorangan ini terdiri dari 31 elemen, seperti nomor KK, NIK, nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, serta yang lainnya. ‘’Data perseorangan dan dokumen kependudukan ini wajib disimpan dan dilindungi kerahasiaannya oleh negara,’’ ujar Gusti Ngurah Agung. Sementara itu, Pande Made Sri Artatik membawakan makalah tentang pelayanan pencatatan sipil. Pelayanan ini meliputi, kelahiran, lahir mati, perkawinan, pembatalan perkawinan, perceraian/ pembatalan perceraian, kematian, pengangkatan anak, perubahan nama, pembetulan akta, serta yang lainnya. ‘’Setiap kelahiran wajib dilaporkan kepada instansi terkait, paling lambat 60 hari sejak kelahiran,’’ katanya. (ad043)

MOKSA adalah tujuan terakhir dari setiap manusia yang lahir ke dunia ini. Moksa artinya menyatu dengan Sang Sangkan Paraning Dumadi atau asal muasal dari kehidupan ini. Namun sebelum mencapai tujuan akhir tersebut ada beberapa tugas yang harus diselesaikan semasa kita hidup. Tugas pertama adalah mencari sumber kebahagian, lalu menikmati kebahagiaan yang telah dicapai. Tugas berikutnya adalah berbagi kebahagiaan tersebut kepada siapa dan apa saja yang ada disekitar. Siapa saja yang sudah mampu berbagi kebahagiaan kepada semua yang dijumpai, dapat dipastikan akan mencapai moksa semasih hidup dan setelah kematian. Moksa Temple dibangun Kadek Siwa Ambara, seorang pelaku spiritual Bali modern. Ada tiga bangunan penting di Moksa Temple ini. Pertama, panglukatan, kedua patung Siwa setinggi 12 meter dan ketiga gedong Moksa. Panglukatan ada empat yaitu panglukatan Nawagangga, panglukatan Tri Sakti, panglukatan Tri Murti dan panglukatan Lingga Yoni. Di bawah patung Siwa setinggi 12 meter yang duduk di atas Gunung Kailash ada ruangan kosong seluas 5 x 5 meter yang disebut gedong Moksa. Moksa Temple yang berdiri di atas tanah seluas 45 are ini dibangun sebagai tempat belajar bersama. Khususnya bagi siapa saja yang ingin mencapai tujuan hidup dengan menjalankan tugas hidup. Tempat ini juga disiapkan kepada siapa saja yang ingin memperdalam ajaran kebenaran zaman now yang berasal dari sumber kebenaran itu sendiri. Untuk mendapatkan itu semua, Anda bisa mengikuti program Tapa Yoga Semadhi. Program Tapa Yoga Semadhi adalah program yang berlangsung selama

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

MOKSA TEMPLE - Moksa Temple berlokasi di Banjar Nyuh Kuning, Mas, Ubud, Gianyar. tiga hari, dipimpin langsung oleh Kadek Siwa Ambara. Kadek akan membimbing Anda selangkah demi selangkah agar mampu bertemu dengan guru sejati. Selanjutnya guru sejatilah yang akan menuntun baik pikiran, perkataan dan perilaku Anda, sehingga mampu menjalankan tugas hidup dan mampu mencapai tujuan akhir dari hidup yaitu moksa. Pada acara ini telinga dan mata batin Anda juga akan diaktifkan sehingga Anda mampu mendengar apa yang tak terdengar oleh telinga biasa dan melihat apa yang tak terlihat oleh mata biasa. Tapa Yoga Semadhi ditujukan khusus kepada mereka yang sudah berusia di atas 55 tahun ke atas. Info jadwal Tapa Yoga Semadhi bisa menghubungi lewat WA ke 081338243824. (ad036)


Kamis Paing, 2 Mei 2019

info seremoniAL

Taruna Taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara Peroleh Belasan Sertifikat Kompetensi GLOBALISASI menjadi sebuah fenomena yang tidak dapat diabaikan lagi. Hubungan antarnegara makin erat, kompetensi bahasa asing menjadi bekal wajib untuk dapat bersaing secara profesional dan individual. Dunia terbuka untuk individu-individu yang mempunyai kompetensi memadai dan kesadaran menyesuaikan dengan kebutuhan internasional. Dunia penerbangan mustahil tanpa bahasa Inggris, SMK Penerbangan Cakra Nusantara berakreditasi A (unggul) sangat menyadari apa yang menjadi kecakapan dasar global yang dibutuhkan guna lulusannya dapat bersaing di abad ke-21. IGA Bella Mastika Mandala selaku Direktur Program BBC menyatakan sebagai implementasi dari hal tersebut, semua taruna taruni mendapatkan beasiswa BBC, di mana program bahasa Inggris ini adalah wajib diikuti sejak kelas satu/X (semester I). Ketika pertama kali melaksanakan Program Pengalaman Lapangan selama dua bulan di Pangkalan Udara Husein Sastranegara Bandung, kemudian di kelas dua/XII (semester III) dilakukan sinkronisasi dan percepatan serta penguatan dengan lembaga mitra di Kampung Inggris Pare. ‘’Diikuti selama dua bulan, dalam satu hari sekitar enam sesi dan semua taruna taruni tinggal di kampung Inggris Pare Kediri. Bagi kelas tiga/XII juga dilaksanakan selama enam bulan dengan dititikberatkan pada materi pidato, debat, presentasi, wawancara kerja dan bahasa Inggris bisnis, diakhiri dengan uji komprehensif dan uji kompetensi serta serti-

fikasi, sehingga masing-masing mendapatkan sertifikat Disnaker, Disdikpora, sertifikat Basic English Bandung, kompetensi LSK-BIG. Dua sertifikat kecakapan dari mitra di Kampung Pare yang telah terakreditasi A, sehingga dengan sekitar tujuh sertifikat diharapkan tren dan kualifikasi kompetensi bicara dan bahasa Inggris yang di atas standar dan sesuai kebutuhan global,’’ katanya. SMK Penerbangan Cakra Nusantara terakreditasi A tersedia beberapa sertifikasi kompetensi siswa, di antaranya adalah sertifikat kompetensi mulai dari kelas X (sertifikat MPLS, BNN, Basarnas, Outbound, Psikotest, PKL Depo 10 Husein Sastranegara Bandung, PKL Depo 30 Abdurachman Saleh Malang, Merpati Maintenance Facility (MMF), Angkasa Pura II se-Indonesia, Gapura Angkasa se-Indonesia, Airnav se-Indonesia, Skuadron Teknik 021 Halim Perdana Kusuma Jakarta, Skuadron Teknik 042 Iswahjudi Madiun, Skatek 044 Sultan Hassanudin, Depo 20 Iswahjudi Madiun, PT EAS, Garuda Indonesia, Lion

Batam, Lion Cirebon, Lion Palangkaraya, Pusat Sains dan Antariksa LAPAN Bandung. Sertifikat di luar PKL di antaranya sertifikat setara D-1 Sastra Inggris, yakni sertifikat Build Better Communication (BBC) yang untuk mendapatkannya menempuh pelajaran komunikasi dalam bahasa Inggris selama 1 tahun 6 bulan dari kelas X (semester pertama) dan kelas XI (semester pertama dan kedua). Dengan keseluruhan fasilitas yang didapat, menjadikan lulusan SMK Penerbangan Cakra Nusantara mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif. SMK Penerbangan Cakra Nusantara terletak di Jalan Drupadi No. 25 (kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25, Denpasar (kampus 3), dengan nomor pendaftaran 03614742600. Juga dapat dilakukan via SMS ke No : 081237098090 dengan ketik: daftar (spasi) nama lengkap (spasi) asal sekolah (spasi) kabupaten asal siswa (spasi) jenis kelamin (spasi) nomor WA/HP. Pendaftaran online via website kami di www.smkpenerbangan. sch.id. (ad020)

Yudisium Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar

Lulusan Diajak Tirtayatra ke Tempat Sumber Air

FAKULTAS Kesehatan Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar upacara Yudisium ke-12, Senin (29/4). Melepas 8 orang calon wisudawan, upacara yudisium dilaksanakan di Taman Pura Mangening Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar. Yudisiawan peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih oleh Ni Wayan Arti Winten (IPK 3,67) dengan predikat kelulusan sangat memuaskan. Sedangkan rata-rata masa studi yang ditempuh yudisiawan adalah 4,5 tahun. Para yudisiawan dilepas langsung oleh Dekan Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar dr. Ida Bagus Wiryanatha, M.Si. didampingi para Wakil Dekan, dan dihadiri Kaprodi dan Sekretaris Prodi Ayur Weda, alumni, senat mahasiswa, staf dosen dan pegawai di lingkungan Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar. Dekan Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar dr. Ida Bagus Wiryanatha, M.Si. mengatakan upacara yudisium merupakan kegiatan pelepasan mahasiswa yang telah berproses di bidang akademik yang menyangkut penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik yang telah dijalaninya. Namun, kegiatan Yudisium Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Sebab, upacara yudisium dilakukan dengan tradisi tirtayatra. Kali ini tirtayatra dilakukan ke tempat-tempat sumber air. Tujuannya agar semua kotoran

YUDISIUM - Dekan Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar dr. Ida Bagus Wiryanatha, M.Si. bersama para wakil dekan dan yudisiwan berfoto bersama pada kegiatan upacara yudisium ke-12 yang diselenggarakan di Taman Pura Mangening Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Senin (29/4). yang melekat di dalam raga, khususnya mahasiswa hanyut bersama derasnya air (tirta), dan juga sekaligus membersihkan pikiran yang selama ini mengotori diri mahasiswa. Wiryanatha berharap, setelah dilepaskannya para calon wisudawan agar tidak pernah lupa akan almamaternya. Sebab, keberadaan alumni sangat penting dalam mendukung keberadaan institusinya. Bahkan, hal ini tertuang di dalam kekawin Arjuna Wiwaha. Di mana Arjuna tetap sujud dan bakti dengan tempat di mana ia melakukan tapa brata. Selain itu, para lulusan nantinya juga mampu

mengamalkan dan mengembangkan ilmu yang diperoleh di Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar. ‘’Jangan cepat berpuas diri, karena pengetahuan akan selalu berkembang, khususnya dalam bidang kesehatan. Hal ini sangat terkait dengan Keputusan Gubernur Bali yang memberikan kesempatan pada pelayanan kesehatan tradisional sebagai pelengkap atau komplementer. Kami sangat berharap kepada para lulusan nantinya mampu bersaing dan memberikan hasil yang maksimal di masyarakat,’’ tandasnya. (ad039)

’’Launching’’ Absensi Mahasiswa Berbasis QR-Code

Undiknassmart Class Attendance System for 21st Cyber-Based Learning UNIVERSITAs Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar sebagai smart campus menuju world class university, kembali melebarkan sayapnya untuk terbang tinggi di tengah arus revolusi industri 4.0. Tepat di peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019, Rektor Undiknas Denpasar Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. meluncurkan sistem absensi berbasis digital atau yang selanjutnya disebut dengan smart class attendance system. To be Smart Campus for Millennial Generation menjadi tantangan tersendiri bagi Undiknas untuk dapat bersaing di lingkungan akademis yang berbasis global dan digital. Tahun 2015 silam, Undiknas Mobile Application berbasis Android telah berhasil diluncurkan dan menjadi tonggak awal Undiknas dalam menapaki era digitalisasi. Dalam penerapannya, aplikasi ini menjadikan ponsel mahasiswa untuk menjadi the real smart-phone untuk mengakomodasi segala administrasi dan mendukung proses perkuliahan mahasiswa. Momentum pada Hardiknas tahun 2019 ini kembali memberikan satu catatan sejarah untuk kelangsungan proses akademik di lingkungan Undiknas. Memasuki 21st cyberbased learning, face-to-face learning model sudah mulai ditinggalkan. Digitalisasi pada sistem pembelajaran dengan pengaplikasian elektronik Learning Management System (LMS) seperti google classroom juga merupakan upaya nyata yang telah dilakukan oleh dosen-dosen Undiknas untuk terus berupaya menjadi smart campus yang mampu berdaya

saing di kancah nasional dan internasional. ‘’Dengan memaknai semangat Ki Hajar Dewantara untuk pendidikan Indonesia, Undiknas senantiasa terus berupaya dalam membenahi sistem pendidikannya,’’ demikian diungkapkan oleh Dr. Nyoman Sri Subawa, Rektor Undiknas Denpasar. Peluncuran Smart Class Attendance System menjadi sebuah terobosan digital dalam beradaptasi pada 21st cyber-based learning. Absen mahasiswa yang pada umumnya menggunakan kertas secara manual, kini sudah tercatat dalam suatu sistem berbasis digital. Terdapat berbagai teknologi untuk merekam kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan seperti penggunaan fingerprint, Quick Response (QR)-code, RFID (Radio Frequency Identification), dan masih banyak

sistem absensi berbasis digital yang tengah marak dikembangkan. Sebagai salah satu universitas terbaik di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII, Undiknas memilih untuk mengaplikasikan absensi berbasis Quick Response (QR)-code. Absensi mahasiswa berbasis QRCode digunakan untuk mencegah mahasiswa untuk menitip absensi. Untuk dapat merekam kehadiran mahasiswa melalui QR-Code, mahasiswa Undiknas harus sudah menginstall Undiknas Mobile Application, memiliki user account dari Undiknas Mobile Application, dan sudah mengisi Formulir Rancangan Studi (FRS). Dalam pengaplikasiannya, mahasiswa men-scan QR-Code yang ditampilkan oleh dosen pengampu mata kuliah menggunakan Undiknas Mobile Application. (ad045)

5

SMK Saraswati 1 Denpasar Lepas 287 Lulusan Siswanya Juara Nasional Fotografi

KEPALA SMK Saraswati 1 Denpasar Drs. I Wayan Reta, M.PSi., Selasa (30/4) melepas 287 lulusan siswa kelas XII. Siswa SMK (SMEA) Sarasawati 1 Denpasar ini sukses menjalani UNBK secara mandiri, UKK dan ujian sekolah. Dari jumlah itu 228 siswa dari Program Keahlian Akuntansi dan 59 orang dari Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Saat itu Kasek I Wayan Reta menyampaikan berita gembira karena siswanya Putu Widnya Permata Dewi meraih juara nasional bidang fotografi. Pada 2 Mei besok Putu Widnya Permata Dewi diundang mengambil hadiah dan piala pada puncak Hardiknas di Kemendikbud Jakarta. Kasek I Wayan Reta didampingi Waka Kesiswaan Putu Yorniasih, S.Pd., M.Pd., Waka Kurikulum G.A. Hendrastuti, S.Sos., M.M., Waka Sarpras Ni Ketut Sheri, S.Pd., Humas Dra. Ni Nyoman Suriati, M.Pd. menekankan bahwa lulusannya tidak boleh menganggur karena peluang kerja masih luas di masyarakat. Makanya dia menyarankan lulusan SMK Saraswati 1 Denpasar tidak boleh memilih-milih pekerjaan. Untuk itu, ilmu dan keterampilan yang diberikan selama sekolah di SMK Saraswati 1 Denpasar sudah sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Bahkan dia menyarankan lulusannya untuk menggarap sektor informal di Bali yang kini dilirik oleh penduduk pendatang. Dia mengatakan hampir 80 persen lulusannya setelah tamat langsung bekerja. Masa tunggu lulusan yang lain hanya dua bulan sudah mendapatkan pekerjaan. Sisanya melanjutkan studi dan bekerja sambil melanjutkan studi. Dia ingin lulusan

PELEPASAN - Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar Wayan Reta saat melepas 287 lulusan ditandai pengalungan insinye. SMK Saraswati 1 Denpasar bekerja sesuai kompetensi keahliannya. Namun juga tidak bisa, tak masalah mengambil pekerjaan lain, sambil melanjutan studi. Bahkan sejumlah siswanya juga bekerja di Jepang sebagai pegawai spa. ‘’Langkah ini perlu ditiru, agar kita tak disebut jago kandang,’’ tegasnya. Dia juga berbangga karena sebagian siswanya sudah melakoni bisnis online saat masih belajar. Di antaranya dalam bidang fashion, kosmetik dan kuliner. Sekalipun di luar kompetensi yang diajarkan, bagai Wayan Reta, tak masalah, daripada dia menganggur. Sebab, belajar ke sekolah bukan hanya menuntut ilmu namun juga menambah wawasan, menggali potensi, merencanakan bisnis dan networking lewat pelajaran kewirausahaan setiap semester. Sekolah di Jalan Kamboja ini kini banyak dilirik calon siswa baru. Banyak siswa SMP yang sudah melihat dan menitipkan nama di sekolah ini. Hal ini karena sekolah ini memiliki fasilitas lengkap, banyak memiliki guru produktif, dan 50 persen gurunya sudah S-2.

Untuk memperkuat kualitas, SMK Saraswati 1 Denpasar mulai tahun ini menambah muatan unggulan Akuntansi dan Administrasi Rumah Sakit dan Akuntansi dan Administrasi Perhotelan. Sebab, menurut Wayan Reta, dua bisnis ini memerlukan tenaga kerja yang spesialis di bidangnya. Tahun ini SMK Saraswtai 1 Denpasar akan menerima enam kelas siswa baru masing-masing untuk Program Keahlian Akuntansi, Administrasi/Manajemen Perkantoran, Pemasaran dan Perbankan. Dua kompetensi yang terakhir ini sangat laris di pasar kerja. Sekalipun berbasis bisnis, Kasek I Wayan Reta menegaskan siswanya banyak mengukir prestasi di lomba puisi. Anak-anak Teater Takhta SMK Saraswati 1 Denpasar meraih juara I lomba musikalisasi puisi se-Bali, juara III lomba dramatisasi puisi Reinkarnasi Budaya se-Bali di Unud. Juga juara II musikalisasi puisi tingkat umum di Denpasar Book Fair 2018. Mereka dibina oleh Ngurah Arya Dimas Hendratno. (ad037)

STPBI dan SPB Jalin Kerja Sama dengan Tiga Universitas di Uzbekiztan

STPBI dan SPB menjalin kerja sama dengan tiga universitas di Uzbekistan yaitu Thaskent State of Economic University, Bhukara State University dan Silk Road University. STPBI dan SPB menjadi satu-satunya kampus dari Bali bersama beberapa kampus di Jakarta dan Medan di bawah koordinator LLDikti Wilayah III Jakarta melakukan perjalanan ke Uzbekistan. Perjalanan dilakukan dari 19 April sampai 24 April. Wakil Ketua III Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Ni Made Ayu Sulasmini, S.Pd., M.Pd., CHE. menjelaskan, perjalanan ke beberapa kota di Uzbekistan ini untuk mengadakan rintisan kerja sama. Dengan Thaskent State of Economic University kerja sama yang dilakukan berupa seminar dan penandatanganan naskah kerja sama. Dikatakan, Thaskent State of Economic University ini membuka prodi pariwisata. Maka hal yang paling dekat yang bisa dilakukan adalah kerja sama pertukaran pengajar STPBI dan Thaskent, karena masingmasing kampus memiliki keunggulan masing–masing. ‘’Jadi nanti kedatangan pengajar asing akan melengkapi pengetahuan mahasiswa terhadap keunikan pariwisata di Thaskent,’’ ujarnya, Selasa (30/4) lalu. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. I Nyoman Astina, M.Pd., CHT., CHA., yayasan yang menaungi STPBI. Selain itu juga ditandatangani oleh Ketua STPBI I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT. beserta Wakil Ketua III Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Ni Made Ayu Sulasmini, S.Pd., M.Pd., CHE. Setelah penandatanganan MoU juga dilakukan city tour untuk memberikan pengetahuan kepada peserta rombongan tentang kondisi pariwisata di Thaskent. Malamnya diadakan pertemuan dengan Kedubes RI di Thaskent diselingi dengan pementasan kebudayaan Indonesia. Kedubes RI menyambut baik kerja sama yang telah ditandatangani. Di hari kedua dilakukan penandatanganan MoU dengan Bhukara State University yang berlokasi di Shamarkand. Kegiatan yang dilakukan di Bhukara sama dengan di Thaskent yaitu seminar dan penandatanganan MoU. Bhukara juga membuka prodi pariwisata.

DHARMA WIDYA - Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun dengan Kedubes RI di Uzbekistan. Pemerintah Uzbekistan sedang menggalakkan membangun pariwisatanya. ‘’Dari segi infrastruktur mereka sudah sangat bagus dan juga dari segi destinasi yang dipasarkan. Tetapi fasilitas pendukung salah satunya toilet, kebersihan, dan pengelolaan kebersihan serta penunjang lainnya belum begitu maksimal. Itu juga salah satu tujuan mereka mengadakan kerja sama dengan kita. Di samping tentunya kita juga memperoleh benefit dari kerja sama ini,’’ ungkapnya. Hari terakhir dilakukan MoU dengan Silk Road University. Silk Road University juga memiliki prodi pariwisata yang masih sangat muda. Misinya sama untuk pertukaran tenaga pengajar dan juga ke depannya pertukaran mahasiswa. STPBI merasa bangga karena menjadi kampus pariwisata satu–satunya dari Bali yang ikut dalam rombongan kerja sama ini. Pada prinsipnya, keterlibatan dalam berbagai kerja sama, bertujuan agar STPBI dapat meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa, pengajaran dosen, meningkatkan pengabdian kampus kepada masyarakat, dan juga meningkatkan kualitas penelitian dari seluruh civitas akademika khususnya dosen. (ad030)

Wisuda Periode I Tahun 2019

1.211 Mahasiswa Universitas Terbuka Terima Ijazah UNIVERSITAS Terbuka (UT) Denpasar, Selasa (30/4) menyerahkan ijazah serangkaian wisuda periode I tahun 2019 di Hotel Hongkong Garden, Jalan By-pass Ngurah Rai, Padanggalak, Denpasar Timur. Menurut Direktur UT Denpasar Dra. B. Esti Pramuki, M.Pd., ada 1.211 mahasiswa, baik dari jenjang Diploma, Sarjana 1 dan Pascasarjana yang menerima ijazah sekaligus dilakukan penyematan toga. Rinciannya, Fakultas Ekonomi 141, Fakultas Ilmu Hukum, Sosial dan Politik sebanyak 65, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 1.004 dan Pascasarjana satu orang. Tema dalam korps wisuda dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi UT Denpasar, dirangkai dengan seminar adalah ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Memajukan Pendidikan Tinggi di Provinsi Bali’’. Ketua LPPMP UT Ir. Adi Winata, M.Si. menjelaskan bahwa ini adalah wisuda tahap pertama. ‘’Mestinya wisuda diselenggarakan di UT Pusat Jakarta. Karena jumlah mahasiswa yang luar biasa, akhirnya penyerahan ijazah di Kantor Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Denpasar. Dengan jumlah seribuan ini, para wisudawan tidak perlu ke Jakarta. Memang ada perwakilan, yakni 10% dari jumlah ke seluruhan yang boleh ke Jakarta,’’ tandas Adi Winata. UT adalah perguruan tinggi yang ke-45. Sudah 34 tahun lalu lahir. Tujuan didirikannya adalah menyerap tamatan SLTA yang tidak terserap di perguruan tinggi negeri. Mereka bisa masuk UT. Dan pada tahun 1984, yang banyak masuk adalah orang yang bekerja yang ingin meningkatkan kualifikasinya. ‘’Dulu hanya 10%

WISUDA - Ketua LPPMP UT Ir. Adi Winata, M.Si. didampingi Direktur UT Denpasar Dra. B. Esti Pramuki M.Pd. dan perwakilan Gubernur Bali saat menyematkan tanda tamat dalam wisuda periode I tahun 2019. lulusan SLTA, sekarang sudah meningkat menjadi 40%,’’ jelasnya. Dikatakan, proses belajar salah satunya adalah belajar jarak jauh (tanpa tatap muka). Namun sekarang sudah ada tutorial tatap muka dan tutorial online. ‘’UT ini pendidikannya jarak jauh. Dengan generasi 4.0, sudah bergeser dengan layanan online. Jadi, proses pendidikan tidak mesti tatap muka, namun ada tutorial online. Jadi di mana pun bisa kuliah secara online, tidak perlu datang ke tempat tutorial. Dengan HP pun bisa,’’ tegas Adi Winata. Soal kelulusan, Adi Winata mengatakan sama dengan kuliah umum, yakni rata-rata empat tahun. Hingga saat ini jumlah mahasiswa sekitar 320 ribu mahasiswa, dan juga ada di luar negeri. Dan program studi yang banyak diminati di UT adalah jurusan Manajemen, Akuntansi, Ilmu Hukum dan Ilmu Pemerintahan. Di UT yang sudah terakreditasi A itu, dikatakan Adi, sudah didukung oleh SDM yang profesional dari berbagai perguruan tinggi ternama. Ada dari

UI, UGM, Unpad, dll. Pengajar harus minimal S-2. ‘’Kita jaga kualitas. Ada juga praktikum dengan bekerja sama dengan instansi lain,’’ jelasnya. Hingga saat ini, UT sudah mewisuda sekitar 1,7 juta lebih mahasiswa. Sementara itu, Direktur UT Denpasar B. Esti Pramuki, M.Pd. menjelaskan bahwa saat ini UT Denpasar tercatat 5.300 mahasiswa. ‘’Semester ini kami punya mahasiswa 970 orang di Denpasar. Dan juga di UT lain, di setiap semester pihaknya terus membuka pendaftaran. ‘’Setiap semester dibuka registrasi. Kami tidak menunggu anak SLTA lulus, namun setiap semester dibuka dan semua mata kuliah disediakan,’’ kata Esti Pramuki. Untuk praktikum, pihaknya mengaku bekerja sama dengan beberapa mitra kerja atau instansi lain. Termasuk dengan pengadilan dan lembaga lainnya. Ke depan, Adi Winata bersama Esti Pramuki mengatakan, dengan generasi 4.0, anak muda diharapkan tidak lagi takut kuliah sambil bekerja. (ad021)


OPINI

6

Kamis Paing, 2 Mei 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

UMKM Harus Tampil Kekinian PEMAJUAN UMKM mendapat perhatian pemerintah. Tak hanya di pusat, terlebih di daerah. Sebab, UMKM diyakini akan mampu mengangkat ekonomi kerakyatan. Berbagai program telah diluncurkan. Baik konvensional maupun berbasis online. Namun yang paling penting dalam memajukan UMKM di negeri ini adalah perhatian berbagai pihak berkompeten. Perhatian dalam hal ini bukanlah semacam proteksi, sehingga meninabobokan mereka dan tidak kompetitif. Akan tetapi, lebih mengacu pada pendamping sehingga mereka benar-benar siap masuk ke dalam dunia usaha modern. Tidak perlu terlalu keren dengan menambah embel-embel bisnis 4.0 misalnya, tetapi bagaimana mereka setidaknya bisa menggunakan platform komunikasi massa yang ada sehingga tampil kekinian. Ini zaman milenial. Sudah sepantasnya mereka masuk dengan gaya berbeda. Gaya berbeda tidak mesti mengaburkan produk yang mereka usung, tetapi tetap dengan identitas lokal dengan gaya serta kemasan global. Karena produk lokal dengan kekentalan budayanya serta produknya akan merupakan salah satu unsur daya saing. Ini yang akan membedakan produk kita dengan produk lainnya di pasar. Akan tetapi, bagaimana menggunakan kelokalan itu sebagai salah satu jurus unggulan. Ini yang penting. Oleh karena itu, proses pendampingan itulah diutarakan bagaimana cara serta kiat-kiatnya. Pendampingan dalam hal ini adalah semacam proses dua arah, mesti ada koordinasi, diskusi, dan kolaborasi. Para pengusaha muda yang terbatas pengalaman serta kemampuan ini mesti sering digandeng ke berbagai event yang bisa mempertemukan mereka dengan banyak orang. Bisa dimulai di tingkat lokal, regional, nasional, serta internasional. Mereka akan dapat pengalaman, dan akan punya banyak kenalan. Dari sana akan menciptakan jaringan. Asal, tentu saja ada inisiatif, kreatif, serta daya inovasi yang kuat agar mereka bisa masuk ke level yang lebih tinggi. Kalau tidak demikian, maka akan sulit berkembang walaupun sudah diberikan kesempatan. Kata kunci lainnya adalah sinergi. Pola sinergitas ini mutlak penting karena di dunia sekarang ini, semua serba-ketergantungan. Tidak bisa berdiri sendiri. Ada pola-pola kerja sama berkesinambungan yang senantiansa dipupuk dan dikembangkan. Banyak model yang bisa dipilih. Apalagi Bali dengan segala kelebihannya sebagai daerah wisata top dunia. Kesempatan sangat terbuka lebar. Pendampingan yang dikombinasikan dengan sinergi berbagai pihak akan menghasilkan resultan yang luar biasa. Dunia usaha milenial sangat berkembang dengan semakin banyaknya anak muda yang menekuni sektor informal. Tidak lagi mereka fokus ke satu bidang usaha, apalagi cuma menginginkan jadi ASN. Buka kesempatan, buka peluang dengan kemampuan sendiri yang telah diasah melalui berbagai kesempatan serta kebersamaan. Semakin rajin berdiskusi, berdialog, kemudian mengambil langkah eksekusi merupakan sebuah terobosan tentu pendamping dan modal serta finansial pun mestinya dibuka pemerintah. Sebagai pemain start-up, mereka ini masih perlu dorongan. Semoga saja suatu saat bisa melesat dan gantian mendorong usahawan muda lainnya.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Perlu Sosialisasi Lebih Luas Pelaksanaan program penerimaan siswa baru 2019 saya rasa perlu disosialisasikan secara lebih terbuka dan lebih intensif. Informasi terbuka dan seluas-luasnya harus dilakukan. Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota hendaknya satu kata soal ini. Masalahnya masih sering terjadi beda persepsi atas aturan yang sama yang pada gilirannya membuat para orangtua tak memiliki pemahaman yang utuh tentang sistem penerimaan siswa baru tahun 2019. Jika aturannya memang sudah ada, ada baiknya semua dibuka secara lebih detail dan jelas. Bila perlu surat edaran itu segera dikirim ke sekolah-sekolah agar ditempel di sekolah atau diperbanyak agar bisa diterima oleh para orangtua siswa. Ini penting untuk membantu anakanaknya mencari sekolah. Perlu juga dijelaskan kuota tentang anak beprestasi dan sistem perankingan prestasi. Ada kalanya banyak anak berprestasi gagal mendapatkan sekolah karena salah strategi mendaftarkan prestasinya. Para kepala sekolah juga agar proaktif melakukan sosialisasi terkait sistem penerimaan siswa baru ini, untuk memastikan anak didiknya bisa melanjutkan sekolah dengan tidak banyak masalah. Artinya, semua pihak saya harapkan ikut mendukung pemerintah menyosialisasikan sistem yang ada agar orangtua memiliki panduan yang jelas. Perlu juga diingatkan agar pihakpihak yang tidak berkepentingan jangan menyebarkan berita bohong soal penerimaan siswa baru tahun ini. Jika ada pihak yang menyebarkan berita bohong terkait sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) agar ditindak polisi. Mudahmudahan tahun ini, sistem PPDB tak banyak dikeluhkan karena mengakomodasi kepentingan peserta didik. Ni Wayan Purnamiani Gianyar, Bali

Membuka Belenggu UMKM Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memang sangat penting dan strategis dalam mengantisipasi perekonomian ke depan, terutama dalam memperkuat struktur perekonomian nasional. Adanya ketidakpastian ekonomi global maupun masih besarnya pengaruh dari isu perang dagang Amerika Serikat dengan China, sehingga memengaruhi stabilitas ekonomi, sosial, dan politik yang imbasnya berdampak pada kegiatan– kegiatan usaha besar yang semakin terpuruk, sementara UMKM relatif masih dapat mempertahankan dan menjaga stabilitas serta memperkuat fondasi perekonomian nasional.

Oleh Bambang Gede Kiswardi

S

ebagai gambaran pertumbuhan dan perkembangan UMKM di negara kita tahun 2018 sudah mencapai 59,2 juta orang, dan yang sudah go online 3,79 juta orang sedangkan pada tahun 2019 rencana proyeksi UMKM sudah go online 8 juta orang. (sumber data Kementerian Koperasi dan UMK RI), berdasarkan kondisi UMKM tersebut, maka pada era pascareformasi paradigma pembangunan ekonomi harus diubah dari ekonomi konglomerasi (ekonomi besar) menuju sistem ekonomi kerakyatan (SER) yang dalam hal ini sebagai pelakunya adalah usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan koperasi. Memasuki era pascareformasi guna membuka belenggu UMKM dan mengatasi berbagai masalah dalam bidang ekonomi yang terjadi selama ini, maka kedudukan dan posisi UMKM perlu ditingkatkan dan diberdayakan. Karena UMKM dapat menjadi kekuatan dari sistem ekonomi kerakyatan (SER) yang mengandalkan resource based dan berbasis pada daerah pedesaan. Oleh karena itu, upaya memberdayakan UMKM merupakan salah satu alternatif yang harus segera dilakukan. Secara umum, UMKM memiliki kedudukan yang sangat strategis dan potensial dalam perekonomian nasional, kenyataannya masih banyak masalah yang menghadang dalam pengembangan UMKM. Dalam hal ini, di antaranya adalah kelemahan akses dan perluasan pangsa pasar, kelemahan akses dan pemupukan modal, kelemahan akses pada informasi dan teknologi, kelemahan dalam akses organisasi dan manajemen, serta kelemahan da-

lam pembentukan jaringan usaha dan kemitraan. Semuanya ini bersumber dari kelemahan sumber daya manusia (SDM) yang berdampak pada rendahnya kualitas produk dan jasa sehingga kurang memiliki daya saing, baik dalam pasar lokal maupun nasional dan internasional. Kondisi UMKM tersebut tentu harus segera diperbaiki terlebih lagi dalam menghadapi pasar global. Untuk itu, UMKM harus mampu bersaing dalam era yang ditandai oleh semakin ketatnya persaingan. Kunci di dalam memenangkan persaingan adalah peningkatan produktivitas dan efisiensi. Untuk itu, setiap UMKM harus mempersiapkan diri dengan memproduksi atau menghasilkan suatu produk yang berstandarkan kualitas global juga melakukan diferensiasi supaya memiliki daya saing tinggi. Dengan kata lain, UMKM harus menghasilkan produk yang berbeda dengan yang lain agar mempunyai pangsa pasar dan bergerak dalam satu jenis produk tertentu dengan konsentrasi dalam satu cabang usaha, sehingga bisa mencari pasar yang mampu menangkap peluang usaha yang berbasis sumber daya setempat (recourses based) terutama yang dapat meraih peluang ekspor. Strategi untuk membuka belenggu UMKM melalui pemanfaatan peluang dalam kondisi ekonomi yang melemah maupun dalam kondisi ketidakpastian ekonomi baik nasional maupun internasional diperlukan usahausaha yang berorientasi ekspor, usaha yang berbasis bahan baku domestik, usaha agroindustri dan usaha agrobisnis kecuali yang berbahan baku impor tinggi, usaha substitusi impor, dan usaha

ekonomi kreatif. Sejalan dengan strategi tersebut, diharapkan UMKM mampu menjadi kekuatan perekonomian nasional dalam hal stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan ekonomi pada masa krisis ekonomi maupun ketidakpastian ekonomi. Dengan membuka belenggu UMKM diharapkan permasalahan yang dihadapi bisa ditempatkan di dalam kerangka utuh bagi terwujudnya suatu pembaruan ekonomi yang mendasar, maka diperlukan suatu landasan pijak yang kokoh dan kerangka pemikiran komprehensif yang memayunginya. Dengan cara ini, diharapkan bisa ditemukan dan dikenali sumber-sumber permasalahan yang sebenarnya, sehingga cara-cara penyelesaiannya bisa lebih terstruktur. Dari kerangka konseptual tersebut, akan menjadi jelas kiranya di mana posisi UMKM di dalam kancah pembangunan ekonomi. UMKM tidak lain adalah sekelompok aktor yang bersamasama dengan usaha besar menggerakkan roda produksi barang dan jasa untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan UMKM (ekonomi kerakyatan) pada dasarnya merupakan manifestasi dari tuntutan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang ingin kita capai, maka pemberdayaan UMKM dimaksudkan agar menjadi kekuatan dalam perekonomian nasional yang berlandaskan kepada nilai-nilai demokrasi yang universal. Dalam kaitan ini, arah pembangunan ekonomi adalah: 1) UMKM memiliki posisi dan peran yang seimbang dengan usaha nasional lainnya. 2) UMKM menjadi kekuatan dan saka guru perekonomian nasional dalam mekanisme

pasar yang terkelola. 3) UMKM menjadi kekuatan utama dalam perdagangan dalam negeri serta menguasai agrobisnis dan agroindustri, industri manufaktur, dan jalur distribusi. 4) UMKM menjadi kekuatan dalam pengembangan ekonomi kreatif yang mampu membedah produk-produk ekspor di pasar global. Secara umum, tujuan atau sasaran yang ingin dicapai membuka belenggu UMKM adalah terwujudnya UMKM yang tangguh dan mandiri yang memiliki daya saing tinggi dan berperan utama dalam produksi dan distribusi kebutuhan pokok, bahan baku, dan input-input produksi lainnya, serta dalam permodalan untuk menghadapi era perdagangan bebas. Ada pun kebijakan dasar dalam pembangunan UMKM adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia UMKM melalui peningkatan wawasan dan prakarsa dalam mengembangkan bisnis serta menetapkan peraturan perundang-undangan untuk menumbuhkan iklim usaha yang kondusif dan dukungan perkuatan. Iklim usaha yang kondusif ditandai dengan sistem persaingan yang sehat dengan memberikan kesempatan berusaha dan perlakuan yang sama bagi semua golongan pengusaha. Selain itu, diperlukan juga kebijakan ekonomi, khususnya moneter, fiskal, industri, perdagangan dan investasi yang dapat mendorong penumbuhan iklim usaha yang kondusif bagi UMKM. Langkah-langkah operasional yang ditempuh untuk menumbuhkan iklim usaha yang kondusif mencakup aspek: Pertama, kebijaksanaan persaingan sehat dan pengurangan distorsi pasar. Kedua, kebijaksanaan ekonomi yang memberikan peluang UMKM yang mengurangi beban biaya yang tidak berhubungan dengan proses produksi. Ketiga, kebijaksanaan penumbuhan kemitraan dengan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, saling mempercayai dan saling menguntungkan. Selanjutnya, dukungan perkuatan meliputi aspek: 1) peningkatan kualitas sumber daya manusia UMKM, 2) peningkatan penguasaan teknologi, 3) peningkatan penguasaan informasi, 4) peningkatan penguasaan permodalan, 5) peningkatan penguasaan pasar

Menjadi Dosen Milenial pada Era 4.0 Perubahan zaman yang semakin canggih menandakan bahwa arus globalisasi sudah tidak bisa terbendung lagi kehadirannya masuk ke Indonesia. Salah satu tanda globalisasi adalah munculnya teknologi yang serbacanggih. Perubahan zaman juga diikuti dengan perubahan generasi dari masa ke masa, terdapat perbedaan karakter dari setiap generasi. Generasi milenial adalah istilah yang disematkan pada generasi yang berusia 17-37 tahun. Generasi milenial disebut juga generasi Y pengganti generasi sebelumnya yaitu generasi X. Para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi milenial terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980-1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya. Generasi milenial sangat akrab dengan kecanggihan teknologi saat ini, karena generasi ini lahir ketika teknologi mulai berkembang di berbagai belahan dunia. Hal tersebut juga yang menyebabkan generasi ini tidak bisa jauh dari teknologi yang semakin maju dari waktu ke waktu. Dalam dunia pendidikan khususnya di perguruan tinggi, teknologi juga tak bisa dimungkiri lagi keberadaannya. Bagi dosen yang usianya termasuk dalam kategori generasi milenial sebut saja dosen muda, mungkin saja dapat dengan mudah beradaptasi dengan teknologi yang berubah-ubah. Lalu, bagaimana dengan dosen yang tidak dalam kategori generasi milenal, yaitu dosen yang lahir sebelum generasi milenial, sebut saja dosen senior, mampukah para dosen senior

Oleh Winanda Marito, M.Pd. meng-up-grade diri dan terus berinovasi dalam kegiatan apakah mampu menyeimbangkan metode perkuliahan berbasis teknologi agar mahasiswa milenial lebih mudah mengikuti? Di Indonesia dosen senior masih mengungguli jumlahnya dibandingkan jumlah dosen muda yang termasuk dalam generasi milenial. Hal tersebut berdasarkan pada data Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dosen pada rentang usia 37 hingga 52 tahun 142.020 orang, kemudian dosen yang berusia 53 hingga 71 tahun 24.381 orang, sedangkan tenaga dosen generasi milenial yang berada pada rentang usia 18 hingga 36 tahun hanya 113.965 orang. Dikutip dari berbagai sumber, karakteristik milenial berbedabeda berdasarkan wilayah dan kondisi sosial-ekonomi. Namun, generasi ini umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Sisi positif dari generasi milenial lebih mudah mempelajari hal baru, kritis, paham teknologi, kreatif, dan multitasking. Sayangnya, generasi ini juga ingin segala suatu yang serbacepat dan instan sehingga cepat bosan saat bekerja, mereka juga tidak mau dikekang dengan peraturan-peraturan kaku yang menjadikan ruang gerak mereka terbatas atau tidak fleksibel. Karakteristik yang dimiliki

mahasiswa milenial tak jarang dianggap minim etika oleh sebagian dosen senior yang tidak mau berubah. Ingin serbacepat dan fleksibel yang menjadi karakter dari mahasiswa milenial dinilai tidak mau berproses. Padahal, mereka memang berada pada zaman yang serbadigital, zaman di mana teknologi membuat kehidupan lebih bebas dan praktis. Hal tesebut menyebabkan adanya gap antara dosen dan mahasiswa. Dosen yang berada pada generasi milenial sangat mudah beradaptasi dengan mahasiswa milenial. Dosen milenial memiliki pikiran yang terbuka, dapat menerima hal baru dan lebih mudah beradaptasi dengan teknologi yang semakin canggih, memiliki media sosial seperti facebook, instagram, twitter, dan lain-lain sebagaimana dimiliki generasi milenial pada umumnya. Mereka juga kreatif dan mampu berinovasi dalam penyampaian materi pada perkuliahan agar mahasiswa tertarik untuk belajar dan juga tidak hanya sibuk sendiri dengan gawai tanpa memedulikan dosennya. Selain itu, dosen milenial juga tak boleh ketinggalan informasi tentang isu-isu yang sedang trending topic di dunia, sehingga mahasiswa tetap menganggap dosen memiliki wawasan yang luas, memberikan ruang diskusi yang bebas dalam artian berdiskusi tidak harus bertatap muka langsung, bisa melalui whatssap,

blog, instagram, facebook, email, dan via lain yang lebih praktis. Kemudian dari segi penampilan, biasanya dosen milenial terlihat lebih santai namun sedap dipandang karena terkadang melalui penampilan mahasiswa tertarik untuk mengikuti perkuliahan. Ketika menjadi dosen pada era revolusi industri 4.0, dosen atau pendidik dapat mulai dengan terus belajar atau bersedia mengup-grade pemahaman serta keterampilan menggunakan media baru serta menjadikan kekayaan dunia digital sebagai ruang belajar bersama, sehingga tidak terjadi gap antara dosen dan mahasiswa. Tidak adanya gap tersebut dapat meningkatkan kualitas dari dosen itu sendiri, kualitas dari mahasiswa dan juga perkuliahan yang diberikan. Jika kualitas dosen baik maka dosen dapat mengembangkan diri menciptakan sebuah pendidikan yang bermanfaat bagi mahasiswa, kemudian malahirkan mahasiswa milenial yang mampu bersaing pda era revolusi industri 4.0. Pada akhirnya menjadi dosen milenial bukan lagi sebuah pilihan tapi menjadi sebuah keharusan. Meskipun dosen senior tidak lahir pada generasi milenial tapi mereka hidup pada zaman sekarang dan mendidik generasi milenial. Dosen harus milenial, mereka harus mampu beradaptasi dengan kecanggihan teknologi dan tujuan dari teknologi yaitu untuk memudahkan kehidupan, bukan menyulitkan.

dan pangsa pasar, 6) pengoptimalan organisasi dan manajemen, 7) pencadangan tempat usaha, 8) pencadangan bidang-bidang usaha. Di samping itu, upaya membuka belenggu UMKM pada era pascareformasi diperlukan program-program pemberdayaan yang ditempuh antara lain: a) restrukturisasi peraturan-peraturan yang menghambat perkembangan UMKM, b) peningkatan produksi pangan, c) distribusi sembako, d) pembiayaan alternatif bagi UMKM, e) mencegah konsentrasi aset ekonomi produktif di tangan beberapa gelintir orang dan memperluas aset produktif di tangan rakyat, f) meningkatkan partisipasi dan advokasi rakyat dalam proses pembangunan, g) ketersedian dana yang cukup untuk pengembangan operasional UMKM, h) mengembangkan basis ekonomi pedesaan, i) mempercepat proses pembangunan ekonomi dan basic need ke sektor modern yang mempunyai nilai tambah (added value). Berdasarkan kajian langkahlangkah operasional tersebut, diharapkan UMKM mampu memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi era perdagangan bebas, sehingga mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif yang berbasiskan potensi lokal yang didukung dengan kearifan lokal. Dengan demikian, peran UMKM dalam memperkuat fondasi struktur perekonomian nasional sangat tepat, karena kinerja UMKM yang diwarnai dengan tingkat efisiensi, produktivitas, dan daya saing merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan perekonomian nasional yang tangguh dan mandiri, serta sekaligus mewujudkan ketahanan nasional yang kuat dan mantap. Dengan terbukanya belenggu UMKM diyakini struktur perekonomian yang tadinya lemah dapat berubah menjadi lebih kokoh, tangguh, dan mandiri. Ini berarti UMKM telah mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing pasar di pasar internasional juga mampu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik yang merupakan salah satu program nawa cita yang telah dijabarkan ke dalam pembangunan nasional semesta berencana. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan

POJOK Pawai budaya HUT Kota Gianyar, jaga alam dan kearifan lokal. - Bali kembali ke alam. *** PPDB SMA/SMK 2019, jalur prestasi diyakini paling krodit. - Berprestasi, kok dipersulit. *** Lolos pada pemilu, sejumlah calon legislatif gelar syukuran. - Jangan lupa janji pada rakyat.

Penulis, dosen di Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN Rajut Kebersamaan, APDB Gelar ’’Family Gathering’’ Kamis Paing, 2 Mei 2019

Tabanan (Bali Post) Keluarga besar pelaku usaha dekorasi yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali (APDB) menggelar family gathering serangkaian HUT ke-1 di areal Kebun Raya Bali, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Rabu (1/5) kemarin. Selain santap siang bersama, aneka lomba yang melibatkan anakanak serta dewasa hingga hiburan seperti joged dan musik pun digelar untuk lebih menyemarakkan suasana. Ketua APDB A.A. Made Rai Arnatha didampingi Ketua panitia Family Gathering I Putu Adi Sutha Putra di sela-sela acara mengatakan, sampai saat ini, APDB memiliki 180 anggota yang tersebar di seluruh Bali. Kegiatan ini sangat penting dalam rangka merajut kebersamaan dan mempererat

silaturahmi antaranggota. ‘’Minimal para anggota bisa lebih saling mengenal. Jika sebelumnya hanya tahu nama saja, sekarang mereka bertemu langsung,’’ ucapnya. Pengusaha yang akrab disapa Gung Rai ini menjelaskan, meski baru berusia satu tahun, sudah banyak kegiatan sosial yang telah dilakukan APDB seperti kunjungan sosial ke warga kurang mampu di Kabupaten Karangasem dan Buleleng. Ini untuk membuktikan bahwa APDB siap bersinergi dengan program pemerintah. ‘’Kami juga tengah merancang program bedah rumah untuk membantu warga kurang mampu yang memang membutuhkan. Selain juga kegiatan kunjungan sosial tetap akan terus kita lakukan, karena kami mendapat hasil

dari masyarakat tentunya sebagian akan kami kembalikan bagi membantu mereka yang kurang mampu,’’ terangnya. Terbentuknya APDB, dikatakan Gung Rai, dilatarbelakangi keinginan agar para pengusaha Bali khususnya yang bergerak di bidang dekorasi bisa lebih maju dan terus berkarya serta berinovasi, karena dekorasi juga salah satu upaya mengajegkan budaya Bali sehingga pengusaha Bali bisa menjadi yang terdepan dan tidak hanya menjadi penonton. Di samping pula keberadaan asosiasi ini juga untuk menyamakan tarif harga sehingga tidak sampai terjadi perang tarif antarpelaku usaha dekorasi. ‘’Paling tidak akan tumbuh rasa persaudaraan sehingga bisnis yang kami jalankan akan jauh lebih kuat, serta

bisa menjalankan bisnis dengan baik tanpa ada perang harga,’’ ujarnya. Gung Rai menceritakan, hanya dalam waktu satu bulan sejak pelantikan pengurus pada 1 Mei 2018, pihaknya sudah bisa merekrut 124 pengusaha dekorasi se-Bali. Dengan kerja keras jajaran pengurus di tiap kabupaten, saat ini sudah mencapai 180 orang anggota. ‘’Kami akan terus merekrut anggota baru yang bergerak di bidang yang sama. Bahkan, pengurus di tiap kabupaten juga sudah bergerilya mencari data keberadaan anggota baru,’’ ucapnya. Dirinya pun berharap asosiasi ini ke depannya bisa bersinergi dengan pemerintah dalam hal apa pun. Sehingga kegiatan di Bali akan lebih ringan. (kmb28)

Bali Post/bit

GATHERING - Lomba menyemarakkan family gathering serangkaian HUT ke-1 APDB yang digelar di Kebun Raya Bali, Tabanan, Rabu (1/5) kemarin.

Sekda Minta Pelayanan Tera Dioptimalkan Tabanan (Bali Post) –

Keterbatasan anggaran kegiatan pelayanan tera/tera ulang atau sidang pasar di pasar tradisional, mendapat perhatian khusus Sekda Tabanan I Gede Susila. Sekda turut meninjau kegiatan kemetrologian, Selasa (30/4) lalu di Pasar Tabanan. Pada momen tersebut, Sekda Susila tetap meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memberikan pelayanan optimal bidang kemetrologian, meskipun anggaran terbatas.

Bali Post/bit

MENINJAU - Sekda Tabanan I Gede Susila didampingi Kadisperindag Gusti Arya Wardana saat meninjau kegiatan kemetrologian di Pasar Tabanan.

Kata Susila, optimalisasi pelayanan kemetrologian sangatlah penting. Sebab, ini dalam rangka mengantisipasi kecurangan bertransaksi. ‘’Meski anggaran masih sangat terbatas, minimal bisa digelar bertahap agar seluruh pasar tradisional di Kabupaten Tabanan terjangkau,’’ ucapnya. Hal itu juga sebagai bentuk perhatian Pemkab Tabanan pada kegiatan kemetrologian khususnya dalam melindungi konsumen terutama dalam hal ketepatan penimbangan guna memberikan jaminan dalam kebenaran pengukuran serta adanya ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan, metode pengukuran dan alat-alat ukur takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP). Sementara itu, Kepala Disperindag Tabanan Gusti Arya Wardana menjelaskan, setidaknya ada 18.000 UTTP yang tersebar di sepuluh kecamatan yang masuk sebagai potensi yang akan dilakukan tera/tera ulang. Namun sayangnya, di Tabanan SDM kemetrologian khususnya

Penera hanya ada 2 orang. Padahal idealnya paling sedikit 5 orang. ‘’Ini yang masih menjadi kendala kami,’’ ucapnya. Bagian yang tidak kalah penting, belum tersedianya tempat reparasi UTTP. Jika ada UTTP yang saat ditera ulang perlu perbaikan, sampai saat ini masih mengandalkan jasa reparasi dari luar kabupaten. Lebih lanjut, Arya Wardana memaparkan, tahun ini pihaknya hanya mampu melaksanakan pelayanan tera/tera ulang pada pasar tradisional sebanyak 4 kali dengan mengambil lokasi di Pasar Kediri, Pasar Bajera, dan Pasar Tabanan. Di Pasar Kediri sudah dilaksanakan pada 1 April, selanjutnya di Pasar Bajera pada 2 April. Sementara di Pasar Tabanan digelar selama 2 kali pada 29 dan 30 April. Ini jelas belum ideal mengingat di Kabupaten Tabanan terdapat 11 pasar tradisonal yang dikelola Pemkab yang 7 di antaranya telah ditetapkan sebagai Pasar Tertib Ukur oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. ‘’Untuk pasar-pasar tradisional yang

Selemadeg Barat Hari Ini, SK CPNS Diserahkan Terus Kembangkan Desa Wisata

Bali Post/bit

I Gede Ketut Suyana Putra Tabanan (Bali Post) Potensi alam dan wisata yang dimiliki Kabupaten Tabanan diharapkan bisa menjadi andalan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat. Apalagi pada era yang semakin modern, semakin banyak pula cara dan strategi untuk mengangkat potensi wisata di suatu daerah. Terkait hal tersebut, Pemkab Tabanan melalui Dinas Pariwisata pun terus manggaungkan lahirnya desa wisata di masing-masing kecamatan sesuai dengan kekhasan atau karakteristik alam maupun sosiokultural dan aspek lainnya. Hasilnya, di sepuluh kecamatan di Tabanan, sudah banyak muncul keberadaan desa wisata dengan beragam potensi baik di sektor pertanian, perkebunan, bahkan industri kerajinan, di samping potensi wisata yang memang sudah dimiliki desa tersebut. Seperti di Kecamatan Selemadeg Barat, Camat Selemadeg Barat I Gede Ketut Suyana Putra menjelaskan, dari sebelas desa yang ada, sebagian sudah mengembangkan diri menjadi desa wisata. Sebagian lagi masih berproses untuk mencari potensi yang

bisa ditampilkan. ‘’Kalau di Selemadeg Barat, untuk di daerah pantai yaitu Desa Lalanglinggah terutama Banjar Pengasahan sudah berkembang banyak vila dan Selabih. Dengan diperbaikinya kawasan perbatasan, mudah-mudahan menjadi menarik,’’ ucapnya. Tidak hanya itu, untuk Selemadeg Barat bagian dalam, kata Suyana Putra, sedang aktif menggarap potensi desa dengan pesona alamnya. Misalnya, Lumbung Kauh sudah termasuk binaan nikosake. Kemudian, Desa Antosari, Desa Bengkelsari, dan yang lain dengan alam dan pertanian. ‘’Ada juga Desa Angkah dengan air terjunnya. Ya mudah-mudahan berjalan lancar,’’ katanya. Ke depan diharapkan semua desa di Kecamatan Selemadeg Barat saling mendukung dalam pengembangan wisata alam melalui kerja sama antardesa oleh Badan Kerja Sama AntarDaerah (BKAD). Lembaga inilah yang mengelola jika ada kerja sama antardesa dalam segala bidang. ‘’Mudah-mudahan dengan Dana Desa nantinya terutama sarana pendukung harus dibuat seperti jalan menuju air terjun, persinggahan, kuliner, promosi. Semua itu sedang berjalan dikoordinir oleh BKAD,’’ terangnya. Seperti diketahui, Pemkab Tabanan terus mendorong seluruh desa menjadi desa wisata untuk mengantisipasi alih fungsi lahan pertanian sehingga dapat mempertahankan status lumbung pangan Bali. Desa wisata dinilai sangat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, di samping juga mampu menyedot wisatawan untuk berkunjung. Apalagi Kabupaten Tabanan memiliki potensi pertanian dan pariwisata luar biasa. Jika kedua potensi disinergikan, akan mampu menambah income penduduk lokal. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Sebanyak 300 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Tabanan hasil formasi tahun 2019 yang dinyatakan lulus dan telah memenuhi kelengkapan administrasi akan menerima SK tugas. Rencananya penyerahan SK dilakukan di depan kantor Bupati Tabanan, Kamis (2/5) ini. Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra mengatakan, setelah ditandatangani Bupati, pihaknya tidak mau menunda lebih lama penyerahan SK kepada CPNS. Pasalnya, keluarnya SK sudah sangat dinanti oleh CPNS. ‘’Ini jawaban dari semua kecemasan dan pertanyaan yang kerap dilontarkan kepada kami terkait kapan SK akan diserahkan. Begitu proses sudah rampung langsung kita umumkan dan serahkan,’’ terangnya. Disinggung tentang kabupaten lainnya di Bali yang sudah terlebih dahulu mengeluarkan SK CPNS, Sugatra menjelaskan, itu

karena di daerah bersangkutan datanya lebih dahulu diproses oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). ‘’Terkait SK CPNS, sesuai aturan setelah penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) diproses barulah persiapan untuk SK CPNS. Jadi, memang tidak ada target kapan harus diserahkan,’’ ucapnya. Meski demikian, Sugatra optimis mereka yang lulus seleksi CPNS tersebut akan mampu menjadi tambahan tenaga pendorong kemajuan daerah. Diharapkan, mereka memiliki mental yang tangguh, berintegritas tinggi dan siap kerja keras. ‘’Apalagi rekrutmen CPNS kemarin juga sangat sulit. Kualifikasinya tinggi, seleksinya ketat, dan transparan. Tidak ada celah untuk berbuat curang,’’ tegasnya. Setelah penyerahan SK, kata Sugatra, barulah akan dibuatkan surat pernyataan bagi para CPNS untuk melaksanakan tugas atau Surat Perintah Mulai Kerja

(SPMK). Seperti diberitakan sebelumnya, dari 529 orang yang mengikuti tes kompetensi bidang dalam seleksi CPNS formasi tahun 2019, yang lulus sebanyak 290 orang dari jalur umum dan 10 orang dari tenaga honorer. Sehingga total yang lulus dan diterima menjadi CPNS sebanyak 300 orang dari 319 formasi yang dicari. ‘’18 formasi yang kosong semuanya dari jalur tenaga honorer, karena dari 29 formasi hanya 11 yang lulus. Sementara formasi dari jalur umum semuanya terisi,’’ jelas Sugatra. (kmb28)

dikelola desa adat, sampai saat ini bahkan belum mendapatkan pelayanan,’’ ujarnya. Terkait tera, mantan Kepala Dinas Perizinan Kabupaten Tabanan ini menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka menandai dengan tanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan tertulis yang dilakukan oleh pegawai yang bersertifikasi atau memiliki kompetensi. Undang-undang nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal, telah mengatur segala hal yang berkaitan dengan satuan ukuran, standar ukuran, metode pengukuran dan sanksi terkait penggunaan UTTP serta mengatur ketentuan pidana jika terjadi pelanggaran. Dia mengakui, pelayanan tera/tera ulang masih perlu dioptimalkan, dan itu diperlukan komitmen daerah. ‘’Kami harap ke depan kendala-kendala yang kami hadapi bisa segera diatasi agar bisa memberikan pelayanan tera ulang lebih optimal. Dengan demikian, akan mempercepat terwujudnya tertib ukur dalam upaya perlindungan konsumen,’’ imbuhnya. (kmb28)


BULELENG

8

Kamis Paing, 2 Mei 2019

Positif Gunakan Narkoba SELAIN ditetapkan sebagai tersangka tunggal kasus pembunuhan mahasiswi Undiksha, KIJ alias Kodok asal Tabanan ternyata positif menjadi pemakai narkoba. Ini terungkap dari hasil tes urine ternyata positif. Atas pemeriksaan itu, sekarang penyidik Reskrim Polsek Kota Singaraja masih berkoordinasi dengan Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma mengatakan hal itu usai memimpin reka ulang, Rabu (1/5) kemarin. Lebih jauh, perwira asal Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng itu mengatakan, terungkapnya tersangka menggunakan narkoba setelah penyidik mendapatkan keterangan yang menyebut kalau tersangka memakai narkoba. Guna memastikan hal itu, penyidik kemudian berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Buleleng kemudian dilakukan tes urine. Dari uji sempel urine itu menunjukkan positif mengandung narkoba. Hasil ini kemudian dikuatkan pengakuan tersangka kalau pernah menggunakan narkoba. Bahkan, tersangka mengaku memakai sejak lama. “Jadi benar kita dapatkan keterangan dari tersangka memakai narkoba di luar lokasi kejadian itu. Bahkan sudah lama. Bukti tersangka pemakai narkoba dikuatkan hasil sampel urine yang positif mengandung narkoba,” katanya. Keterlibatan tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkoba kata Wiranata, dilakukan dengan sadar. Karena itu, pihaknya menyerahkan kepada Satnarkoba Polres Buleleng guna menindaklanjuti fakta pemeriksaan itu. (mud)

Pengguna Sabu-sabu Ditangkap Pemasok dari Denpasar DPO Singaraja (Bali Post) Seorang pengguna narkotika jenis sabu-sabu berhasil ditangkap jajaran Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng. Penyalah guna narkoba itu adalah I Komang Adnyana alias Koming (32). Dia merupakan warga Kelurahan Penarukan, Singaraja. Meskipun berhasil menangkap pemakai, polisi gagal menangkap pemasok sabu-sabu itu. Dari keterangan awal, pemasok yang masuk jaringan Denpasar itu telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan inisial Pak De tinggal di Denpasar. Kasat Narkoba AKP I Ketut Suparta, S.H. seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (30/4) lalu, mengatakan, terduga pelaku ditangkap setelah pihaknya menerima informasi yang menyebut ada transaksi narkoba di wilayah Kota Singaraja. Setelah diselidiki, ternyata benar yang bersangkutan akan mengambil kiriman paket sabu-sabu. Paket itu sudah dipesan dari pemasok di Denpasar. Paket sabu-sabu seberat 0,73 gram bruto atau 0,69 neto itu sebelumnya ditempal di sebuah tiang listrik di pinggir Jalan Pulau Batam, Kelurahan Penarukan, Singaraja. Saat mengambil barang bukti itu, polisi langsung menangkap tanpa perlawanan. “Mekanisme memesannya lewat telepon. Begitu ambil “barang” yang ditempel di tiang listrik, kita langsung tangkap yang bersangutan. Kemudian kami amankan di Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. Dari pemeriksaan awal, kata

AKP Suparta, tersangka mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari bandar yang disebutsebut bernama Pak De tinggal di Denpasar. Atas keterangan itu, pihaknya sekarang masih mengumpulkan keterangan tambahan untuk bisa menangkap pemasok yang disebut tersangka itu. Bahkan, polisi sudah menetapkan DPO terhadap Pak De tersebut. “Pengakuan sementara digunakan sendiri. Pemasok yang disebut oleh tersangka masih kita kejar. Saat ini, kita tetapkan masuk DPO,” katanya. Di hadapan polisi, terduga pelaku mengaku terpengaruh menggunakan narkoba karena ajakan temannya. Sekitar enam bulan lalu, pria pengangguran ini menggunakan narkoba. Setiap satu minggu, Adnyana mengaku memakai narkoba sampai dua kali. Untuk memenuhi kebutuhan narkoba, dia membeli dari Pak De yang disebut-sebut pemasok dari Denpasar. Tersangka Adnyana mengaku leluasa menggunakan barang laknat itu karena hobinya begadang nonton TV. “Saya awalnya diajak teman. Ketika mau pakai harus pesan barang dulu lewat WhatsApp barang sudah dapat. Kalau yang ini saya beli Rp 1,3 juta dan maunya akan digunakan sendiri,” jelasnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka diancam Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun. Sedangkan dendanya paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. (kmb38)

Bali Post/mud

SABU-SABU – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng menangkap pemakai sabu-sabu saat akan mengambil paket narkoba dari Bandar yang disebutsebut tinggal di Denpasar.

Bali Post/kmb38

REKA ULANG - Tersangka kasus pembunuhan mahasiswi Undiksha menjalani reka ulang di lokasi kejadian Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Banyuasri, Rabu (1/5) kemarin.

Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Undiksha

Setelah Membunuh, Tersangka Cium Kening dan Minta Maaf

Singaraja (Bali Post) – Tersangka kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singajara KIJ alias Kodok (20) menjalani reka ulang (rekonstruksi) di rumah kos Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Banyuasri, Rabu (1/5) kemarin. Dalam reka ulang ini, tersangka memeragakan 50 adegan di hadapan penyidik Reskrim Polsek Kota Singaraja. Salah satu adegan itu, setelah menghabisi korban, tersangka meminta maaf dengan mencium kening korban Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) asal Tabanan. Rekonstruksi itu dipimpin Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma bersama tim penyidik dan dibantu tim Inafis Polres Buleleng. Dari rekonstruksi itu, penyidik menghadirkan langsung tersangka KIJ alias Kodok. Korban diperagakan salah seorang staf di Mapolsek Kota Ada total 50 adegan diperagakan. Rekonstruksi itu di-

awali pertemuan korban dengan pacarnya KIJ di rumah kos Jalan Wijaya Kusuma. Keduanya kemudian masuk ke dalam kamar yang sehari-hari ditempati korban. Di dalam kamar itu, terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku. Pelaku membekap muka korban menggunakan bantal. Karena korban berontak, pelaku yang emosi itu kemudian memukul muka

korban. Karena korban masih bernapas. Pelaku akhirnya mencekik leher, sehingga korban lemas dan dinyatakan tewas di tangan pacarnya sendiri, KIJ. Mengetahui sudah tewas, tersangka sempat mencium kening korban sembari meminta maaf atas perlakuannya itu. Setelah itu, mayat korban ditidurkan di atas kasur dan ditutupi selimut. Sehingga tampak mirip orang sedang tertidur. Dengan situasi panik dan ketakutan, tersangka meninggalkan lokasi kejadian kembali ke rumahnya di Tabanan. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, rekonstruksi ini untuk meperjelas keterangan dalam

BAP dan pengakuan tersangka di lokasi kejadian. Dari 50 adegan yang diperagakan itu, terungkap KIJ alias Kodok pelaku tunggal kasus pembunuhan mahasiswi Undiksha, Serli Mahardika. Dari reka ulang itu, tersangka membunuh dengan cara membekap muka disertai memukul muka korban. “Jadi, sudah kita saksikan bersama dalam reka ulang tadi. Tersangka membunuh korban dengan mencekik leher dan sebelumnya dibekap dengan bantal dan dipukul. Dalam reka ulang ini pun terungkap motif tersangka cemburu setelah melihat HP korban berisi pesan WhatsApp dari teman sesama kuliah korban,” katanya. Reka ulang kasus pembunuhan ini menyita perhatian warga di sekitar lokasi

kejadian. Warga penasaran siapa tersangka dan bagaimana korban dibunuh di dalam kamar kos. Selain itu, mahasiswa yang menempati kamar kos di dekat lokasi kejadian juga menyaksikan jalannya rekonstruksi. Tidak saja menonton, mahasiswa juga terlihat sibuk mengambil foto atau video jalannya rekonstruksi dengan kamera smartphone. Mencegah hal yang tidak diinginkan, polisi harus membatasi lokasi kejadian dengan garis polisi. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal penemuan mayat mahasiswi Undiksha Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) membusuk di dalam kamar kos. Setelah diselidiki, korban ternyata dibunuh tersangka KIJ alias Kodok yang diketahui pacarnya. (kmb38)

Puluhan DTW Dijadikan Lokasi Syuting Film

Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang menekuni dunia film melakukan syuting di 30 lokasi daerah tujuan wisata (DTW) terbaik di Buleleng. Garapan film dekomentar ini berjudul “Lost in Paradise – Luchsinger and the Gods”. Lalu, apakah pertimbangannya para penekun dunia film luar negeri itu justru antusias menggunakan sejumlah DTW di Buleleng sebagai lokasi syuting film dokumenter mereka itu?

KETERTARIKAN para penekun dunia film di luar negeri ini syuting di DTW Bali Utara, karena daerah ini dianggap masih kental dengan karakter orang Bali asli. Selain itu, juga dengan pertimbangan tidak terlalu ramai seperti di Bali Selatan, maka DTW di Buleleng itu kemudian mendapat berkah dipilih menjadi lokasi syuting oleh penekun film dokumenter itu. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng Nyoman Sutrisna, M.M. mengatakan, kehadiran sutradara, produser, dan kru film asing ini dijadikan sebagai momentum mengenalkan potensi wisata Bali Utara di kancah luar negeri. Ini karena, karya film dokumentar itu akan disebarluaskan mulai tahun depan. Garapan film dokumenter itu dipastikan akan menarik warga asing mengunjungi Bali Utara. “Ini merupakan mementum

penting. Semua materi dalam garapan film itu menampilkan kondisi DTW dan aktivitas masyarakat dan potensi seni budaya di Buleleng. Kami optimis syuting film oleh sutradara dan produser asing itu, akan turut mengenalkan potensi wisata kita,” ujarnya. Sutradara sekaligus produser film ‘’Lost in Paradise’’, Markus Kobeli mengatakan, sebelum memilih lokasi syuting di Buleleng itu, pihaknya melakukan penelitian cukup lama. Dalam penelitian itu segenap referensi pendukung dikumpulkan. Dari riset itu kemudian diputuskan pengambilan gambar untuk karya film ini di Buleleng. Alasannya, karena Buleleng merupakan daerah wisata yang masih asli atau belum seramai di Kuta, Sanur, atau Ubud. Selain itu, di daerah ini juga masih menunjukkan karakter orang Bali asli. Kelebihan itu diakuinya sangat

Bali Post/mud

SYUTING FILM DOKUMENTER – Sejumlah wisatawan asing yang memiliki profesi dalam dunia film dokumenter melakukan syuting di 30 DTW di Buleleng. layak diabadikan melalui film dan tradisi menurut ajaran dokumentar. Bahkan, hampir Hindu. di semua lokasi syuting, tidak “Selama syuting, kami tidak terlalu banyak mengambil angle menghadapi kendala. Apa yang gambar dari para artis dan ak- menjadi riset kami bahwa pentor yang dibawanya. Justru ke- gambilan gambar di Buleleng beradaan warga lokal di lokasi ini karena di sini karakter masyuting itu dimasukkan hingga syarakatnya lebih menujukkan 90 persen. Terutama aktivitas Bali asli. Hampir semua pusat warga atau keindahan alam, wisata di sini kami jadikan lokasi pertunjukan upacara agama syuting,” ujarnya. (mud)


Kamis Paing, 2 Mei 2019

9

(ad026)


10

JEMBRANA

Kamis Paing, 2 Mei 2019

Tiga Warga Negara Tiongkok Terpidana Gendam Dideportasi Negara (Bali Post) Tiga Warga Negara Tiongkok terpidana kasus penipuan dengan modus gendam yang divonis Pengadilan Negeri (PN) Negara beberapa waktu lalu telah dideportasi. Deportasi terhadap tiga WN Tiongkok itu dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja setelah mereka selesai menjalani hukuman penjara di Rutan Kelas IIB Negara. Kepala Kantor Imigrasi Kelas IIB Singaraja, I Gusti Agung Komang Artawan melalui Kasi Intelejen dan Penindakan, Thomas Aries Munandar ditemui Selasa (30/4) mengatakan, deportasi terhadap tiga WN Tiongkok itu merupakan salah satu penindakan yang dilakukan Kantor Imigrasi. Sebelumnya, Imigrasi juga telah mendeportasi seorang Warga Negara Australia yang diamankan di wilayah Jembrana karena dari pengawasan diketahui yang bersangkutan melakukan pelanggaran keimigrasian. Sebelum dideportasi, WN Australia itu juga menjalani proses projustisia di PN Negara dan dinyatakan bersalah melanggar Pasal 71 b junto Pasal 116 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pelaku yang diketahui telah lama tinggal di salah satu desa di Kecamatan Mendoyo itu juga dikenai denda Rp 3 juta atau kurungan 3 bulan. “Kalau WN Australia itu terjaring operasi pengawasan keimigrasian dan tidak dapat menunjukkan dokumen izin tinggal. Sesuai UU keimigrasian, WNA ini semestinya memiliki dokumen tersebut,” terang Thomas. Selain itu akhir tahun lalu saat kegiatan IMF-World Bank Annual Meeting 2019, di Pos KTP Gilimanuk tim pemantauan orang asing juga menjaring dua WNA masing-masing diketahui imigran (tanpa dokumen) dan satu orang tanpa izin tinggal. Di Gilimanuk yang sering menjadi lalu lalang orang asing, juga mendapatkan pengawasan dari Imigrasi. Pengawasan ini melibatkan Tim pengawasan orang asing yang terdiri dari berbagai instansi. Setiap pelanggaran yang menyangkut WNA baik pidana maupun projustisia berujung pada deportasi. Termasuk tiga WN Tiongkok yang sebelumnya divonis PN Negara atas tindak pidana penipuan. Tiga WN Tiongkok ini dipidana penjara tiga bulan bersama empat terdakwa lainnya yang merupakan WNI. Tujuh terdakwa melanggar pasal 378 KUHP, junto pasal 56 ayat 1, junto pasal 64 ayat 1 KUHP. Kasus penipuan yang menguras uang korban hingga ratusan juta rupiah ini diungkap Polres Jembrana akhir tahun 2018 lalu. Tujuh orang dibekuk berikut sejumlah barang bukti uang dan perhiasan mencapai miliaran rupiah. (kmb26)

TAK SESUAI HARAPAN – Areal persawahan petani yang belakangan hasil produksinya tidak sesuai harapan. Padi impari yang direkomendasikan pemerintah hasilnya sangat buruk ketika rebah.

Petani Keluhkan Hasil Jual Produksi Padi Impari

Per Hektar Biaya Produksi Rp 12 Juta, Harga Jual Rp 6 Juta Negara (Bali Post)Produksi beras petani dari padi jenis impari di Jembrana pada musim panen ini dinilai sangat merugikan petani. Faktor cuaca yang menyebabkan tanaman padi siap panen mereka rebah, ditambah lagi penjualan tidak sebanding dengan biaya produksi. Para penebas padi semena-mena menentukan harga dan kadang tidak sesuai kesepakatan. Dengan alasan mereka tak mau rugi, sehingga posisi petani selalu terpuruk. Seperti yang dialami para petani di Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo. Padi yang ditanam jenis impari rekomendasi dari Pemerintah ternyata tidak sesuai dengan harapan. Dewa Kade Soma, salah seorang petani mengungkapkan, beras jenis

RINGSEK – Bus mini dari arah Gilimanuk yang mengalami ringsek akibat terguling setelah tertabrak dari samping oleh bus mini lainnya yang sedang menyalip.

Nyalip di Tikungan Mini Bus Terguling

Negara (Bali Post) Dua mikro bus jurusan Gilimanuk-Denpasar, Rabu (1/5) pagi terlibat kecelakaan di jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya. Meskipun salah satu bus dengan nomor polisi DK 7132 OI yang dikemudikan Ahmad Sudhan (37) sempat terguling dan ringsek, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan antarangkutan umum itu. Dari hasil penyelidikan Satlantas Polres Jembrana, kecelakaan bermula ketika bus DK 9148 WE yang dikemudikan Kadek Purna Wijaya (47) asal Gilimanuk hendak menyalip bus di depannya. Saat itu dua bus dengan trayek yang sama ini berjalan beriringan dari arah Gilimanuk. Ketika memasuki jalan umum DenpasarGilimanuk kilometer 107-108, bus yang dikemudikan Purna hendak menyalip bus di depannya. Padahal saat itu kedua bus ini melintasi jalan tikungan landai ke kiri dari arah barat. Lantaran nekat menyalip, bus masuk jalur kanan. Celakanya, pada saat bersamaan tiba-tiba dari arah timur (berlawanan) melaju truk tak dikenal. Menghindari tabrakan dengan truk, bus DK 9148-WE itu membanting setir ke kiri dan terjadi serempetan dengan bus yang hendak disalip. Lantaran terkena benturan, bus DK-7132-OI akhirnya rebah ke kanan dengan posisi bodi bagian kiri berada di atas. Beruntung saat itu kondisi bus kosong. Sopirnya pun berhasil selamat. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko membenarkan kejadian kecelakaan yang melibatkan dua bus mini tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun bus mengalami kerusakan hingga penyok di bagian bodi samping. (kmb26)

impari itu selain susah dijual, juga tidak tahan dengan terjangan angin. Memang dari proses produksi mulai tanam hingga perawatan lebih mudah. Namun sayangnya kualitas yang dihasilkan kurang menggembirakan. Alhasil, biaya produksi tidak sepadan

dengan hasil tebasan. Untuk satu hektar luas lahan sawah yang ditanaminya, dihargai Rp 6 juta. Padahal biaya produksi dari awal mencapai Rp 12 juta. “Susah dijual, kalau laku harganya murah,” ujarnya, Rabu (1/5) kemarin. Rapuhnya padi jenis impari juga diakui salah seorang produsen beras, Komang Sutarma. Ketika cuaca buruk, padi impari mudah rebah dan berdampak pada hasil bulir padinya yang sangat jelek. Diakuinya banyak petani yang membeli benih padi jenis ini mengeluh. Selain warna beras yang tidak mengkristal (buram), kualitasnya juga

kurang. Hasil berasnya juga jarang laku mahal. Sehingga ketika gabah dijual juga murah. Pembeli tidak mau rugi. Apalagi ketika mendapati kondisi padi rebah, dipastikan akan ada potongan. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, hasil produksi padi yang tidak sesuai harapan petani itu dipicu faktor cuaca. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak padi yang rebah dan berdampak pada hasil bulir padi. Karena faktor alam, Dinas juga tidak bisa berbuat banyak. Menurutnya dari

pengawasan Dintan Jembrana, untuk padi jenis impari ini yang mengalami rusak hanya pada bulan April. Dengan kondisi padi yang rusak petani diharapkan jangan mudah menjual ke penebas. Biasanya penebas ketika musim tanam sudah memberikan dana pembelian awal (DP) kepada petani untuk memastikan hasilnya dijual kepada mereka. Sehingga sejak awal petani menganggap bahwa hasil produksi padi itu menjadi milik penebas. Ketika terjadi persoalan ini, pemerintah juga kesulitan dalam mencarikan solusi. (kmb26)

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Kajati Bali Dukung Pembangunan Zona Integritas DALAM upaya meminimalisir tindak pidana korupsi oknum aparatur pemerintah dalam menjalankan programprogramnya, Kejaksaan Tinggi Bali, Selasa (30/4) melakukan sosialisasi di Kabupaten Jembrana. Sosialisasi yang bertemakan “Peran Kejaksaan dalam Mendukung Pelaksanaan Pembangunan dan Pemantapan Pembangunan Zona Integritas di Kabupaten Jembrana” selain dihadiri langsung Bupati I Putu Artha, Wabup I Made Kembang Hartawan, dan Sekda I Made Sudiada juga hadiri Forum Komunikasi pimpinan Daerah Kabupaten Jembrana. Di hadapan para pimpinan OPD, perbekel, serta para bendesa pakraman seKabupaten Jembrana, Kajati Bali Amir Yanto menegaskan, dalam upaya untuk meminimalisir tindakan-tindakan yang bermuara pada kasus hukum khususnya dalam pelaksanaan program pemerintah, sangat diperlukan sinergitas antara Kejaksaan dengan Pemerintah. Upaya

sinergitas ini sekaligus dalam mendukung pembangunan yang berbasis Zona Integritas. “Kejaksaan Tinggi Bali memerintahkan seluruh kejaksaan negari yang ada di kabupaten/kota di Bali untuk melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah. Sesuai fungsinya, selain kejaksaan tugas fungsinya untuk melakukan penindakan juga yang terpenting adalan melakukan pengawasan dan pencegahan,” ujarnya. Kepada para pejabat, Kajati Bali Amir Yanto juga menegaskan, mereka agar tidak ragu berkoordinasi jika ada hal-hal yang dianggap berpotensi menimbulkan masalah. Khususnya dalam pelaksanaan program pembangunan agar sedini mungkin melakukan koordinasi. Fungsi kejaksaan itu disebutnya untuk membantu, bukan menghambat proses pembangunan. “Sebagai sebuah lembaga hukum, kejaksaan dalam fungsinya juga melakukan langkah-langkah preventif dimana saat ini di daerah

sudah ada TP4D sebagai tim pendampingan. Tidak ada anggapan kejaksaan itu untuk ditakuti. Namun kami memberikan pelayanan, dan bukan untuk dilayani,” terangnya. Ditambahkannya lagi, ia membuka seluas-luasnya ruang komunikasi dan diskusi bagi pejabat di daerah. “Jadi silakan dimanfaatkan pendampingan ini agar tidak ada lagi keragu-raguan,” paparnya. Sementara itu, Bupati I Putu Artha mengapresiasi sinergitas antara pemerintah daerah dengan pihak kejaksaan dalam rangka mendukung pembangunan yang berbasis zona integritas. “Sinergitas dan kerja sama yang mantap antara pemerintah daerah dengan kejaksaan, kepolisian dan pengadilan didukung dengan pengawasan konstruktif, pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Jembrana sampai saat ini berjalan berdasarkan ketentuan,” ujarnya. Keberhasilan ini, kata Bupati I Putu Artha, sesuai tugas

ZONA INTEGRITAS – Kajati Bali Amir Yanto berjabat tangan dengan Bupati Jembrana I Putu Artha saat sosialisasi peranan Kejaksaan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan zona integritas di Kabupaten Jembrana. fungsi dari Kejaksaan yakni, melakukan pencegahan telah dilakukan secara maksimal. Artha juga menyambut baik program dan kebijakan dari Kajati Bali ini sebagai upaya dan bentuk dukungan dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, sekaligus berkomitmen tinggi dalam memberikan

pelayanan. “Melalui pendampingan yang dilaksananakan tim pengawalan, pengamanan dan pembangunan daerah (P4D) telah melaksanakan fungsinya mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan termasuk evaluasi program,” pungkasnya. (ad028)


Kamis Paing, 2 Mei 2019

Karangasem

Bupati Mas Sumatri Buka ”Workshop’’ Pengelolaan Dana Desa

SERAPAN dana desa (DD) dari pemerintah pusat harus betul-betul dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masyarakat desa. Pengelolaannya pun harus sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Hanya dengan cara itu mengena sesuai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai terkait membangun desa. Keterbukaan dan transparansi dalam pengelolaan dana desa itu, merupakan hal penting adanya saling menjaga bersama dengan masyarakat. Hal itu ditegaskan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat membuka workshop pengelolaan dana desa di Wantilan Kantor Bupati, Selasa (30/4) lalu. “Saya berharap melalui agenda ini, para peserta dapat memahami Permendagri nomor 20 tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Peserta juga harus paham dengan baik bagaimana mengelola aset desa itu,” harap Bupati Mas Sumatri. Sumatri mengatakan, regulasi terkait pengelolaan dana desa itu terus mengalami perubahan. Dalam pengelolaan dana desa itu, ke depannya diharapkan agar jauh lebih baik. Pengelolaan dana desa itu perlu aplikasi Siskeudes. Hal itu mau tidak mau harus dapat diterapkan dengan baik. Selain dalam rangka memaksimalkan pengelolaan, juga menjadikan keuangan desa itu semakin akuntabel dan transparan. Hal terpenting lainnya sudah pasti dapat mengakselerasi pencapaian target pembangunan itu. “Kami minta seluruh masyarakat desa agar ikut berpartisipasi aktif mengingat mereka menjadi komponen mayoritas,” pinta Bupati. Kepala daerah wanita pertama di Karangasem itu juga mengajak, semua perangkat desa di Karangasem agar terus berinovasi demi kemajuan desa. Sehingga nantinya

17 Caleg ”New Comer’’ Duduki Kursi DPRD Kabupaten Eka Juliawan, Caleg Termuda dari Besakih

Amlapura (Bali Post) Muka-muka baru relatif banyak dipastikan akan menduduki kursi DPRD Karangasem lima tahun ke depan. Dari hasil pleno yang dilakukan di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), sedikitnya 17 dewan yang termasuk new comer atau dewan muka baru.

WORKSHOP DANA DESA - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat membuka workshop pengelolaan dana desa di Wantilan Kantor Bupati, Selasa (30/4). menjadi representasi menarik guna alias kasus hukum. “Dana desa di memacu semangat semua untuk Kabupaten Karangasem, dalam terus berupaya maksimal meraih pengelolaan dan pemanfaatannya cita-cita dan kesuksesan secara terus diupayakan agar benarbersama. “Kita berterima kasih benar efektif dan tepat sasaran,” kepada Kepolisian Resort Karan- pintanya. gasem, Kajari, Irda, BPKAD dan Sebagai informasi, berdasarDinas PMD telah memberikan kan data penerimaan dan penypendampingan sebagai narasum- aluran dana desa di Kabupaten ber terhadap pengelolaan dana Karangasem, tahun 2015, dana desa kita ini,” ujar Bupati mem- desa itu Rp 21 miliar lebih seraberikan apresiasi. pannya mencapai 97,4%. Tahun Kepala DPMD Karangasem 2016 sebesar Rp 49 miliar lebih Komang Agus Sukasena mengung- dengan penyerapan 95,7%. Sekapkan, kegiatan workshop yang dangkan tahun 2017 sebesar Rp dilakukan itu diyakini memberikan 63 miliar lebih dengan penyerapengarahan dan pemahaman yang pan 94%, dan 2018 sebesar Rp komprehensif. Karena berbagai 64 miliar lebih dengan serapan permasalahan berkaitan dengan sekitar 98%. Sedangkan tahun pelaksanaan pengelolaan keuan- 2019, dana desa yang diterima Rp gan dana desa itu digali secara op- 78 milyar lebih. Terjadi kenaikan timal. Para Perbekel beserta Kaur penerimaan 18% dari pagu tahun Keuangan, diharapkan memiliki 2018. Penyaluran dana desa tahun pemahaman dalam pengelolaan anggaran 2019 tahap I dan tahap keuangan desa dengan baik, khu- II sampai pertengahan bulan susnya penggunaan dana desa itu. April itu sudah disalurkan kepada Sehingga dapat mengantisipasi seluruh desa sejumlah 60% dari kesalahan-kesalahan dalam pelak- keseluruhan pagu yang diterima sanaannya. Terpenting adalah ter- tahun anggaran ini alias Rp 47 hindar dari permasalahan hukum miliar lebih. (ad027)

Bali Post/kmb41

TENGOK KORBAN --- Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana saat mengunjungi rumah korban.

Diduga Kelelahan dan Sakit Jantung

Anggota KPPS Meninggal Dunia Amlapura (Bali Post) Salah satu anggota KPPS, I Nengah Sumerta (49), meninggal dunia di RSUD Karangasem, Selasa (30/4). Pria yang juga sebagai petugas di Dinas Damkar itu sebelumnya bertugas di KPPS 5 Pasedahan. Diduga Sumerta meninggal karena mengalami kelelahan dan juga sakit jantung. Berdasaran informasi yang dihimpun, sebelum mengembuskan napas terakhir di RSUD Karangaem, Selasa (30/4), korban diketahui sempat mengalami tensi tinggi sejak 18 April lalu. Saat pemilu korban sempat menjadi anggota KPPS di TPS 5 Pasedahan. Ketika Hari H pencoblosan 17 April, korban menjalankan tugas hingga pukul 04.00 pagi. Korban sempat

11

mengeluhkan tensinya tinggi dan langsung tidur beristirahat. Istri korban, Ni Nyoman Simpen, menuturkan usai pencoblosan 17 April lalu, suaminya memang kerja sampai pukul 04.00 pagi. Setelah itu, korban langsung beristirahat karena akan kerja paginya. ‘’Suami saya sempat mengeluhkan tensinya naik. Suami juga sempat diajak ke dokter. Saat bertugas di Kantor Damkar Karangasem, suami saya tiba-tiba lemas dan langsung dibawa ke RSUD Karangasem. Tuhan berkehendak lain, suami saya akhirnya berpulang,’’ ujarnya sedih. Ketua KPU Karangasem Gede Krisna Adi Widana membenarkan ada seorang KPPS meninggal dunia

akibat tensi tinggi dan juga jantung. ‘’Kondisi korban memang sempat drop sejak 18 April lalu,’’ ujarnya. Keseharian korban bekerja di Dinas Damkar Karangasem. Puncaknya, tensi korban kembali kambuh kemarin (Selasa - red) saat berjaga di kantor Dinas Damkar. Sekujur tubuhnya mengeluarkan keringat. Diketahui korban seperti itu, teman kerja korban langsung melarikan korban ke RSUD guna mendapatkan penanganan medis. ‘’Takdir berbicara lain. Nyawa korban tidak dapat tertolong. Dari hasil diagnosis tim medis, korban mengalami kelelahan dan terkena serangan jantung. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi cobaan ini,’’ ujarnya. (kmb41)

Kendati diprediksi sudah lolos, tetapi mereka belum merasa aman seratus persen. Alasannya, mereka masih harus melengkapi diri dengan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) yang harus diserahkan terakhir Rabu (1/5) kemarin. Dari hasil pleno di masing-masing PPK, PDI Perjuangan masih menjadi partai yang sulit dikalahkan. Pasalnya, PDI-P partai di bawah kendali I Gede Dana itu diprediksi meloloskan 12 orang kadernya. Dengan rincian, 3 kursi dari dapil I Karangasem, 1 kursi di dapil II Kecamatan Bebandem, 1 kursi di dapil III Kecamatan Manggis, 2 kursi di dapil IV, Kecamatan Selat, Rendang dan Sidemen, 2 kursi dari dapil V Kecamatan Kubu, dan 3 kursi dari dapil VI Kecamatan Abang. PDI-P juga bersaing meloloskan kader pendatang baru dengan Partai NasDem sama-sama meloloskan empat new comer. Di posisi kedua raihan kursi di DPRD Karangasem, yakni Partai Golkar yang meloloskan sebelas kadernya ke kursi dewan. Raihan kursi Golkar harus turun dari pileg lima tahun lalu, saat itu Partai Golkar meloloskan 13

kadernya. Raihan kursi partai Golkar di antaranya, 2 kursi dari dapil I Karangasem, 1 kursi dari dapil II Kecamatan Bebandem, 2 kursi dari dapil III Manggis, 2 kursi dari Dapil IV Kecamatan Selat, Rendang, dan Sidemen, 3 kursi di dapil V Kubu, dan 1 kursi di dapil VI Kecamatan Abang. Dan Partai NasDem harus puas berada di peringkat ketiga dengan meloloskan sembilan kadernya. Salah satu yang memastikan diri lolos yakni anak dari Bupati Karangasem, I Gusti Ngurah Gde Subagiartha, dengan raihan suara 6.678 suara sekaligus peraih suara terbanyak. Sedangkan Partai Gerindra hanya mampu mempertahankan lima kursinya di DPRD sama seperti lima tahun silam. Selanjutnya, Partai Hanura meloloskan tiga kadernya dari dapil I Karangasem, I Wayan Budi, dapil IV Ni Putu Sriani, dan di dapil VI Kecamatan Abang, I Komang Dwi Purwa Adi Susila. Parta Demokrat, hanya mampu meloloskan dua kadernya dari dapil III kecamatan Manggis, dan Dapil IV Kecamatan Selat, Rendang dan Sidemen. Raihan yang sama juga ditorehkan partai pendatang baru, yakni Perindo yang

mampu meloloskan dua kadernya ke kursi dewan. Sedangkan, PKS raihan kursinya sama seperti lima tahun silam, yakni satu kursi dari dapil II Kecamatan Bebandem. Sedangkan, para caleg pendatang baru (new comer) yang lolos yakni, I Wayan Pura Arnawa, I Gusti Ngurah Gede Subagiartha, Kadek Weisya Kusmiadewi, I Wayan Budi, Putu Suarjana, I Wayan Parka, I Made Agus Kertiana, I Gusti Lanang Ariawan, Putu Eka Juliawan, I Gede Parwata, I Nengah Songkob, Ketut Mangku, Ketut Suardana, I Made Dondo Wijaya, Komang Dwi Purwa Adi Susila, dan I Nyoman Karta Aryanta. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, para caleg yang lolos itu agar tidak berbangga dulu. Alasannya, para caleg yang lolos itu diminta agar secepatnya menyetorkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) yang harus diserahkan terakhir kemarin. Selain itu, pihaknya pun harus menunggu hasil audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) terkait LPPDK yang telah diserahkan ke KPU. “Aturannya sudah jelas. Kami siap tidak mengeluarkan SK jika mereka belum menyerahkan LPPDK dengan benar. Kita akan diaudit lebih dulu LPPDK itu oleh KAP yang telah ditunjuk KPU Karangasem,” tegas Krisna. (kmb41)

Dewan Sampaikan Catatan Strategis LKPJ Bupati 2018

Disarankan Penyelenggaraan Festival Subak Dievaluasi

ANGGOTA DPRD Karangasem menyampaikan sejumlah catatan strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati tahun 2018. Catatan strategis itu disampaikan melalui rapat paripurna istimewa yang digelar Selasa (30/4) lalu. Salah satu catatan strategis itu yakni dewan meminta Pemkab Karangasem melalukan evaluasi terhadap penyelenggaraan festival subak yang digelar setiap tahun. Anggota DPRD Karangasem I Nyoman Winata mengatakan, catatan strategis terhadap LKPJ bupati tahun 2018 ini telah disampaikan melalui pembahasan di tingkat intern fraksi, komisi sesuai bidang tugas dan di tingkat gabungan komisi DPRD Karangasem. Catatan strategis itu kata Winata, berisi usul, saran, masukan, maupun koreksi terhadap penyelenggaraan desentralisasi, tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan selama satu tahun anggaran. “Kendati LKPJ bersifat informasi dari kepala daerah kepada DPRD, namun dewan dapat memberikan rekomendasi berupa catatan strategis yang ditetapkan dengan keputusan DPRD,” ungkapnya. Winata menambahkan, catatan strategis itu terkait penyelenggaraan urusan pemerintah daerah meliputi, urusan wajib dari pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pekerjaan umum dan perumahan, perencanaan pembangunan, perhubungan, kependudukan dan catatan sipil, sosial, ketenagakerjaan, kebudayaan dan pariwisata, koperasi usaha kecil dan menengah, pemerintahan umum, ketahanan pangan, komunikasi dan informatika. Ada juga urusan pilihan yang terdiri dari pertanian, kehutanan, dan BPBD. “Dewan merekomendasikan agar

LKPJ BUPATI - Dewan Karangasem saat menyampaikan sejumlah catatan strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2018. penyelenggaraan festival subak itu dikaji ulang. Dewan menilai, festival subak itu tidak ada out put-nya secara jelas bermanfaat. Bahkan terkesan hanya seremonial,” tegasnya. Ketua DPRD I Nengah Sumardi meminta festival subak itu dikaji ulang. Hal itu dikatakan memang sangat tepat. Pasalnya, selama ini tidak ada dampak konstruktif terhadap peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata. Malah justru mengurangi dana APBD lantaran sifatnya lebih pada seremonial saja. “Karena terkesan hanya seremonial yang ujung-ujungnya merugikan petani. Lahan petani itu hanya dipakai serimonial,” kata Sumardi. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dalam penyampaian LKPJ itu menyatakan, catatan strategis dari DPRD Karangasem itu, sebagai bentuk pembenahan pembangunan Karangasem pada masa mendatang. Ia mengatalan, rekomendasi itu merupakan pemikiran

mewujudkan Karangasem yang bersih dan bermartabat. Tentunya hemat Bupati, memerlukan waktu yang memadai mengatasi kendalakendala yang ada. “Ini menuntut perhatian serius dan kerja keras. Pembenahan kualitas SDM mengarah profesionalisme yang tinggi, dengan memanfaatkan peluang dan tantangan yang dihadapi,’’ ujar Bupati. Karena itu, pengalaman masa lalu itu, Bupati mengajak hal itu dijadikan acuan dan pembelajaran berarti pada masa akan datang. Caranya dengan memupuk koordinasi dengan pihak lainnya secara lebih intensif. Rekomendasi itu hematnya merupakan satu bentuk positif dan konstruktif. ‘’Pastinya, rekomendasi itu sebagai referensi dan pedoman pembangunan selanjutnya yang masih perlu mendapat perhatian serius bersama terkait pelayanan pembangunan,” jelas Bupati Mas Sumatri. (ad022)


KLUNGKUNG

12

Kamis Paing, 2 Mei 2019

Kepala SMAN Satap Nusa Penida Ditahan Semarapura (Bali Post) Kepala SMAN Satap Nusa Penida I Nyoman Beres akhirnya ditahan pihak Kejari Klungkung, Selasa (30/4) lalu. Dia ditahan setelah hampir enam bulan menyandang status tersangka. Penahanan dilakukan dengan pertimbangan untuk memudahkan proses pemanggilan dan pemeriksaan, serta agar tidak ada upaya melarikan diri. Sebab, setelah jadi tersangka, Beres mulai sulit dihubungi, bahkan sudah lama tak ngantor. Proses penahanan dilakukan sekitar pukul 13.00 Wita, setelah tersangka menjalani proses pemeriksaan sejak pukul 09.30 Wita. Dia langsung digiring ke Rutan Klungkung, ditemani kuasa hukumnya, Wayan Suniarta. Sepertinya dia sudah tahu akan ditahan, karena kedatangannya ke Kejari Klungkung kali ini su-

dah lengkap membawa koper isi pakaian. Wayan Suniarta menegaskan, Beres berinisiatif sendiri membawa koper isi pakaian tersebut, setelah dijelaskan pemeriksaan saat berstatus tersangka, sebagian besar ditahan. “Sejauh ini belum ada permintaan penangguhan penahanan dari Pak Beres,” katanya.

Kacabjari Nusa Penida Luga Harlianto mengatakan, penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan. Keputusan penahanan ini juga terkait sudah turunnya hasil audit kerugian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sehingga, pihak kejaksaan memutuskan untuk melakukan

penahanan terhadap pria yang berasal dari Desa Pejukutan, Nusa Penida ini. “Ini untuk memenuhi ketentuan hukum. Untuk memper mudah proses selanjutnya. Agar, tersangka tidak melarikan diri,” katanya. Pihaknya menegaskan, kasus ini ditingkatkan ke penahanan tersangka Nyoman Beres, setelah pihak Kacabjari sudah memeriksa 25 orang saksi yang dianggap mengetahui proses terjadinya dugaan kasus korupsi DAK ini. Sehingga, sebelumnya dia sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 12 November 2018.

Melalui Pariwisata Kota Pusaka

OWHCE - Bupati Suwirta saat hadir dalam acara Konferensi Internasional IX Organization World Heritage Cities Eurasia (OWHCE). kan aset-aset pusaka. Sehingga bisa lebih dikenal dan menambah kunjungan wisatawan mancanegara ke Klungkung. ”Komitmen kami pasti kuat dalam melestarikan kebudayaan, dimana Kabupaten Klungkung merupakan pusat kebudayaan di Bali, maka dari itu peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar budaya perlu dikelola,” ujar Bupati Suwirta. Sementara itu, Sekjen 0WHCE Mr. Denis Ricard mengatakan, pada intinya Organisasi World Haritage Cities Eurasia ini adalah mencari atau meneliti daerah-daerah yang memiliki komitmen terhadap pelestarian warisan budaya yang dimiliki untuk saling bertukar pikiran, gagasan dan inovasi untuk melestarikan cagar budayanya.

“Organisasi ini benar-benar meneliti peninggalan warisan budaya, bukan semata-mata mencari anggota. Bagaimana konservasi pemerintah daerah terhadap warisan budaya yang dimiliki dengan penataan dan pelestarian pusaka sebagai strategi utama pengembangan kotanya,” ujar Sekjen 0WHCE Mr. Denis Ricard. Pihaknya juga menambahkan, pada intinya organisasi ini bisa mengasilkan generasi muda yang wajib menjaga pelestarian budaya yang merupakan modal utama pada suatu daerahnya sehingga bisa dikenal di seluruh dunia. Acara tersebut juga dihadiri Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara, serta Wali Kota/Bupati yang berkomitmen ikut bergabung dalam acara tersebut. (ad033)

SETELAH menerima LKPJ Bupati Klungkung, DPRD Klungkung mulai mencermati isi LKPJ tersebut dalam sidang paripurna di Gedung Sabha Nawa Natya DPRD Klungkung, Selasa (30/4) lalu. Pada kesempatan itu, lembaga dewan memberikan sejumlah rekomendasi kepada Bupati Klungkung. Sidang Paripurna DPRD Klungkung itu dipimpin oleh Ketua DPRD Wayan Baru serta Wakil Ketua Nengah Ariyanta dan Wayan Buda Parwata. Dari eksekutif dipimpin langsung Bupati Nyoman Suwirta. Sidang paripurna ini terkait tentang keputusan Dewan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Rekomendasi DPRD Klungkung terhadap LKPJ Bupati Klungkung Tahun Anggaran 2018. Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, menegaskan LKPJ Bupati disampaikan sesuai dengan batas waktu, sebagaimana isi PP Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pelaporan dan Evaluasi. Bupati Klungkung diwajibkan menindaklanjuti dan melaksanakan rekomendasi sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan tersebut. DPRD Klungkung secara umum menilai kinerja Bupati Klungkung dalam

penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah dan penyelenggaraan tugas pembantuan selama tahun 2018 sudah baik. Namun ada beberapa koreksi yang perlu dievaluasi. Wayan Baru menegaskan, agar bupati menggunakan angka-angka rencana belanja sesuai dengan perda dan perbup tentang APBD 2018 berikut penjabarannya yang lebih definitif. Dibandingkan angka-angka yang tertuang sebagai pagu indikatif dalam RKPD 2018. Pihaknya menilai secara keseluruhan LKPJ Bupati Klungkung tahun 2018 belum sepenuhnya memenuhi ketentuan, sebagaimana yang diamanatkan dalam PP Nomor 13 Tahun 2019. “Bupati agar melakukan adjustment sebagaimana sudah kami tuangkan dalam rekomendasi,” tegasnya. Dewan juga menyoroti kebijakan pemberian tambahan penghasilan bagi ASN daerah berdasarkan ketentuan pasal 58 ayat 1 PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, yang menyatakan bahwa pemerintah daerah dapat memberikan tambahan penghasilan kepada pegawai ASN dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah. Tentu dengan mem-

Tampilkan Barong dan Rangda Berbahan Sampah Plastik membuang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan banyak terdapat nyamuk dan lalat. Ini dapat menyebarkan penyakit, seperti demam berdarah dan diare. Gerakan teatrikal mengilustrasikan banyak masyarakat yang terserang diare dan sakit perut. Kemudian ini mengakibatkan masyarakat mengajak anak-anak dan warga untuk kembali membersihkan lingkungan dari sampah. “ D a r i pementasan ini dapat diambil maknanya yakni adalah mengajak masyarakat untuk bersamasama memerangi sampah dan menjadikan sampah bernilai ekonomi. Apabila sampah tidak dikelola, dapat menimbulkan wabah penyakit,” ujar Ketut Darmawan. Persiapan pembuatan

barong, rangda dan pelatihan teatrikal memakan waktu kurang lebih 1 bulan. Sampah plastik untuk barong dan gapura berasal dari pembukus mie, kopi hingga snack. Rangda dibuatkan dari bibit ental, batok kelapa, kelapa kering, daun ental yang dirangkai seperti ulatan. Semuanya digarap apik oleh koreografer I Putu Indra Wirayudha dan Pembina Dewa Putu Slamet Raharja, dengan 11 penari. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengapresiasi penampilan teatrikal ini. Menurutnya, dengan penampilan ini diharapkan dapat menggugah masyarakat Klungkung untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ini

Pembangunan tersebut melanggar Peraturan Presiden (Perpres) 123/2016 tentang Petunjuk Teknis DAK Fisik jo Permendikbud 9/2017 tentang Petunjuk Operasional DAK Fisik Bidang Pendidikan. Atas perbuatannya, Beres dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang 31/1999 jo Undang-undang 20/2001, dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang 31/1999 jo Undang-undang 20/2001 serta diancam dengan pasal pemalsuan sebagaimana Pasal 9 Undang-undang 20/2001. (kmb31)

Dewan Beri Rekomendasi LKPJ Bupati Klungkung

Teatrikal ”Recycling”

PANGGUNG Festival Semarapura IV diisi pementasan barong dan rangda, dengan teatrikal recycling (daur ulang), Rabu (1/5) kemarin. Uniknya, barong dan rangda ini terbuat dari sampah plastik dan koran bekas. Teatrikal ini untuk mengedukasi masyarakat terhadap bahaya sampah, sekaligus menciptakan seni berbahan sampah. Penggagasnya, Ketut Darmawan menyatakan, teatrikal recycling dibawakan oleh Kelompok Swadaya masyarakat TPS 3R Dharma Winangun Desa tangkas. Teatrikal ini mengambil tema recycling dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat melalui seni gerak dan tari tentang bahaya sampah. Dalam pementasannya tersebut diilustrasikan bahaya

dengan SMPN 5 Nusa Penida ini bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) Kemendikbud pada tahun 2017. Kucuran dana sebesar Rp 860.907.000 ini, peruntukannya untuk membangun dua unit gedung di SMAN Satap Nusa Penida. Satu unit ada dua ruang kelas baru. Namun hingga masa pengerjaan bangunan selesai 27 Desember 2017, bangunannya justru tak tuntas. Satu unit bangunan yang dianggarkan Rp 361.936.138, hanya berupa rangka bangunan. Berdasarkan hasil audit BPKP terjadi kerugian mencapai Rp 166 juta.

Sidang Paripurna

Pemkab Klungkung Jalin Kerja Sama dengan OWHCE

BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Sekrataris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra menghadiri acara Konferensi Internasional IX Organization World Heritage Cities Eurasia (OWHCE) di Hotel Prama Sanur Beach Bali, Jl. Cemara Sanur, Denpasar, Selasa (30/4). Kegiatan ini merupakan diskusi mendalam tentang tema “Resilient Heritage and Tourism” (Warisan dan Pariwisata Tangguh). Ini berdasarkan pada tujuan bersama untuk mengembangkan heritage tourism (pariwisata warisan) melalui pertukaran praktis dan kerja sama antaranggota wilayah, untuk pelestarian peninggalan sejarah dan cagar budaya. Pada kesempatan tersebut, Bupati Suwirta menyatakan komitmennya ikut bergabung dalam “World Haritage Cities Eurasia” (Kota Warisan Budaya). Kabupaten Klungkung merupakan pusat peradaban warisan budaya di Bali, memiliki aset pusaka yang bernilai tinggi, yang merupakan rekam jejak sejarah dari zaman kerajaan di Klungkung. Sehingga memiliki nilai kearifan lokal yang otentik. Bupati Suwirta berharap, aset pusaka peninggalan sejarah dan cagar budaya yang ada di Klungkung bisa dipromosikan di dalam jaringan kota pusaka dunia. Meningkatkan nilai sosial, budaya dan ekonomi antara lain melalui pariwisata kota pusaka serta sebagai upaya nyata melestari-

Sebelumnya, penyidik sudah berupaya melakukan pendekatan terhadap tersangka. Agar, mau berusaha mengembalikan uang negara yang diduga dikorupsi. Namun, niat baik penyidik tak diindahkan tersangka. Beres tetap tidak mau mengembalikan, sehingga kasus itu pun ditindaklanjuti, hingga dia ditetapkan sebagai tersangka. Luga menduga uang yang diduga dikorupsi, sudah dihabiskan untuk kepentingan pribadi. Pembangunan ruang kelas SMAN Satap Nusa Penida di Tanglad, yang menjadi satu

sejalan dengan inovasi TOSS yang sudah diterapkan di beberapa desa di Klungkung.

Ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Klungkung. (gik)

Bali Post/gik

RECYCLING - Teatrikal recycling saat menampilkan barong dan rangda dari sampah plastik dan koran.

peroleh persetujuan DPRD sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Di samping itu, pendapatan asli daerah juga tidak sesuai dengan target, yaitu dari rencana sebesar Rp 192 miliar lebih hanya terealisasi Rp 186 miliar lebih atau sebesar 90 persen. Sehingga pemerintah daerah perlu mengevaluasi dan menggali sumber pendapatan asli daerah yang lain,” ujar Wayan Baru. Menyikapi usulan rekomendasi dewan ini, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menyatakan bisa mema-

hami keberatan tersebut. Dia menyebut hal itu karena kendala waktu. Dirinya akan melakukan evaluasi kembali kemungkinan terjadinya suatu kesalahankesalahan di lapangan. Sehingga, untuk tahun depan pihaknya akan melakukan evaluasi saat melakukan perencanaan. “Terkait rencana hibah, akan kami bawa ke BKK, kita akan evaluasi tahun depan, karena harus berdasarkan perencanaan yang matang. Agar lebih efektif dan bermanfaat,” terang Bupati Suwirta. (ad029)

REKOMENDASI - Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru saat meneruskan rekomendasi lembaga dewan kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta.

Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung

(0366) 21115

Polsek Klungkung

(0366) 21090

Polsek Dawan

(0366) 23181

Polsek Banjarangkan

(0366) 23180

Polsek Nusa Penida

(0366) 5382838

RSUD Klungkung

(0366) 21172

RSU Bintang

(0366) 25241

PMI Klungkung

(0366) 21442

Damkar Klungkung

(0366) 22655

PDAM Klungkung

(0366) 21336


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Paing, 2 Mei 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr PRT Tidur Dlm Gaji 1,5Jt 08123831133

B.BP.001.05.19.0000011

Sales Marketing,Tekhnisi Las Lstrik,Rsepsionis:085103167222 B.BP.001.04.19.0000911

DicrTng Kirim Lele (Pake Spd Mtr) H.081246682139/0818503603

B.BP.004.05.19.0000007

Asst Accounting bs English, Sopir Cargo Sim A/B 081916224131 B.BP.166.05.19.0000034

Bth SPG/B Single min SMA/K Hub.Jl.H.Wuruk no.108 B.BP.001.04.19.0001113

Cr Sgr Senior Western & Indonesian Cook, 3 Waitress pglm Hub.WA 082359514166 B.BP.004.05.19.0000019

SERVICE

Perush Spa membutuhkan terapis pria, siap untuk di training, max 35 tahun, pengalaman tdk diutamakan dan Reception yang sudah berpengalaman, maksimal 35 tahun, bs Bhs Inggris, computer skill, bisa email. Minat, Hub Jari Menari, Phone 0361-736740 or email ke jarimenari@jarimenari.com B.BP.004.05.19.0000014

Dbthkn Distributor Brosur ke Hotel 2,30 org Hub.081237768888 B.BP.154.05.19.0000006

Dcr Bag.Gdng,Adm bs Comp & srbtn Sari Dana V/8 Hub.087860180816 B.BP.001.04.19.0001111

Diperlukan utk Koperasi Kolektor, Admin,Sales.Hub:9004892/ 9004879/08113993388/081338097333 B.BP.001.04.19.0000974

SERVICE

Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA) B.BP.001.05.19.0000002

Dicr Karyawati Jl.Antasura.Gg. Dewi Sita 9 DPS.085108835588 B.BP.001.04.19.0001110

Diperlukan utk Perusahan Perak Manager Marketing,Acct Audit, Staff Packing.Hub:9004892/ 9004879/08113993388/081338097333 B.BP.001.04.19.0000975

Garmen Bth Tng Srbtan Sbnyknya L/P Hub:087860964775,237757 B.BP.001.04.19.0001108

SMK Dps Bth Staf Kendali Mutu, Audit Internal,Adm LSP dan EO Hub: tugasbali@yahoo.com B.BP.001.04.19.0001104

SERVICE

Looking For:Driver Pariwisata Bhs.Inggris Hub.087788000188 B.BP.001.04.19.0001105

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692 B.BP.004.04.19.0000994

DIJUAL MOBIL HONDA

Dijual Jazz’12 AT,Putih.Hub: HP/WA:087761293858/081338464912 B.BP.001.04.19.0001075 TOYOTA

!!!Dijual Innova G Automatic, 2013,Putih,Pribadi,08873318173 B.BP.004.05.19.0000015

SERVICE

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

Dijual Murah Rumah / Villa Terrace Pavillion No.22 Jimbaran.Ada Pool Besar,Parkir 3 Mobil.Rp.2,3M.HP.08128888867

B.BP.004.04.19.0000553

Dijual Murah 3,6M Kavling SHM 480m2 Taman Griya Jimbaran Nusa Dua.Hub Rini 08119707272 B.BP.004.04.19.0000943

Djl Sawah 29A Penebel 19Jt/Are SHM,Hub.Pemilik 081805555210 B.BP.001.04.19.0001103

Djl Tnh 15,25A Babakan Canggu Buduk 29A Jln7m H.082147454248 B.BP.164.05.19.0000017

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Over kontrk,Rmh Kos sisa 41th 14kmr Tuban-Kuta.08123806363 B.BP.001.04.19.0001042

SERVICE

Service panggilan BERGARANSI

082331838863 C.0000936-SRV

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

BIRO JASA

PROPERTY

DIJUAL TANAH

BALI JAYA TEKNIK

DIJUAL RUMAH

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dijual Kav view Pancasari DP 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub:081338183031/081805374433

KULKAS M. CUCI FREZZER W.HEATER

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.031.04.19.0000834

RmhJl.Imambonjol Perum Mutiara, 087860846839/081805531078 B.BP.164.05.19.0000016

Hlg BPKB H-05325612-0 DK 645 AH a.n Ida Bagus Ariana B.BP.001.05.19.0000003

Hlg BPKBNO.E6751151-HDK8083 AE AN.Komang Eti Trisnasari B.BP.001.04.19.0001106

Hlg BPKB No.02652893-O DK 9751 UM Th 2011 An.Supriyanto B.BP.158.05.19.0000008

Hlg BPKB No.3680619-O DK 3959 UK Th 1979 An.Ida Bgs Anom A B.BP.158.05.19.0000010

KEHILANGAN

Hilang BPKB No.09012684-O, DK8940OOdanBPKBM11354949-O DK 2924 DX a.n I Ketut Nirta B.BP.001.05.19.0000001

BPKBNosin:JF13E0292925DK4953 IO An.Ni Nyoman Suwandewi,S.Pd B.BP.001.04.19.0000353

Hlg BPKBNo.K09130883-O DK470 5 UAM An.Made Nama Th 2013 B.BP.158.05.19.0000009

Hlg BPKB No.884628-O DK 6860 GA a.n I Gusti Putu Alit B.BP.001.05.19.0000004

Hlg BPKB No.B0922765-G an.IR Aditya DK119BY,HP.081936222515 B.BP.001.04.19.0001102

Tlh hilang BPKB dngn No.100612 439-O,DK 4551 MU a/n Ni Luh Putu Sariani diperkirakan hilang di Jalan Lepang Takmung B.BP.004.05.19.0000047


BANGLI

14

Kamis Paing, 2 Mei 2019

Awali Rangkaian HUT Ke-815 Kota Bangli

Pemkab Gelar Persembahyangan Bersama di Pura Kehen MENGAWALI rangkaian perayaan HUT ke-815 Kota Bangli, Pemkab Bangli menggelar persembahyangan bersama di Pura Kehen, Selasa (30/4). Dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, persembahyangan bersama diikuti pimpinan OPD dan ASN di lingkungan Pemkab Bangli. Sekda Ida Bagus Gde Giri Putra menyampaikan, PERSEMBAHYANGAN Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra bersama pimpinan OPD dan ASN Pemkab Bangli melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Kehen, Selasa (30/4).

persembahyangan bersama ini untuk memohon anugerah sinar suci Ida Batara yang berstana di Pura Kehen dalam rangka mengawali pelaksanaan perayaan HUT ke-815 Kota Bangli. Dijelaskan Giri Putra, sebagaimana yang termuat dalam Prasasti Kehen, pada zaman kerajaan saat kerajaan Bangli diserang, Raja Bangli mendapatkan anugerah di Pura Kehen. Dari anugerah itulah Raja Bangli secara perlahan dapat mengusir penyerang sehingga kerajaan Bangli tetap bertahan. Pada saat Raja Bangli masih berkuasa, Desa Bangli dulunya sempat terkena wabah penyakit. Kala itu Raja Bangli mengeluarkan bhisama agar seluruh warga Bangli kembali ke Bangli untuk besama-sa-

ma membangun wilayah. Keluarnya bhisama itulah menjadi momen dasar pelaksanaan HUT Kota Bangli. “Dari dasar itulah kita, Pemerintah Kabupaten Bangli, mengawali pelaksanaan ini dengan memohon anugerah beliau di Pura Kehen. Kita memohon Ida Batara memberikan selalu limpahan rahmat dan karunianya kepada Kabupaten Bangli sehingga segala bentuk pelaksanaan kegiatan dan tatakelola pemerintahan pembangunan masyarakat Bangli dapat berjalan dengan baik,” harapnya. Sekda dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan rasa bangganya lantaran hampir seluruh ASN dan seluruh sekolah mulai dari SD sampai SMA/SMK yang ada di Kota Bangli ikut ber-

partisipasi dalam kegiatan HUT Bangli. Disampaikan juga oleh Giri Putra bahwa sesuai edaran yang dibuat, persembahyangan bersama di Kota Bangli dipusatkan di Pura Kehen. Sementara untuk yang di kecamatan, dilaksanakan di masing-masing kecamatan. “Termasuk imbauan kita kepada sekolah-sekolah, mereka juga melakukan persembahyangan di sekolahnya masing-masing. Untuk saudara-saudara masyarakat kita yang beragama di luar Hindu agar berdoa sesuai dengan keyakinan di tempat ibadah masing-masing guna memohon agar semua bentuk kegiatan dari rangkaian acara HUT Kota Bangli dapat berjalan sesuai harapan,” kata Giri Putra. (ad031)

bulan Mei 2019. Khusus sumbangan guru se-Kabupaten Bangli dikoordinir oleh Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli. Sumbangan sukarela dipungut tanggal 1 Mei dan hasilnya disetor ke Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Bangli atau langsung ke Rekening Bank Pasar Bangli selambatlambatnya 9 Mei. Meski nilai sumbangan yang tercantum relatif kecil, namun hal tersebut mendapat banyak sorotan dari masyarakat. Banyak yang mengkritik,

namun sebagian ada juga yang mendukung pengenaan sumbangan demi suksesnya HUT Kota Bangli. Dikonfirmasi terkait hal itu Rabu (1/5) kemarin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra tak menampik adanya pengenaan sumbangan sukarela di kalangan pegawai Pemkab Bangli. Dia menjelaskan bahwa pengenaan sumbangan sukarela tersebut bukan hal yang baru. Melainkan sudah dilaksanakan dari tahun ke tahun. Bahkan

sebelum kepemimpinan Bupati Bangli I Made Gianyar. Dia juga menegaskan sumbangan untuk mendukung HUT Bangli ini sifatnya sukarela. Jika ada pegawai yang tidak berkenan menyumbang, tidak masalah. Giri Putra mengatakan, sumbangan sukarela tersebut dikenakan sebagai bentuk bakti pegawai kepada daerah di samping untuk mendukung pelaksanaan HUT Kota Bangli. Diakui Giri Putra selama ini dana yang disiapkan untuk meray-

akan HUT Kota Bangli relatif kecil. Dengan adanya dana sumbangan sukarela tersebut nantinya bisa dipakai untuk menutupi kekurangan biaya kegiatan HUT. “Biasanya kita boros di konsumsi. Nasi bungkus dan lain sebagainya,” terangnya. Dikatakan juga bahwa penggunaan dana sumbangan itu ada pertanggungjawabannya. Jika tersisa, maka akan disimpan di kas. “Kalau memang nantinya ini jadi persoalan maka akan kita evaluasi lagi,” imbuhnya. (kmb40)

Rayakan HUT Kota Bangli, Pegawai Dikenakan Sumbangan Sukarela Bangli (Bali Post) –

Perayaan HUT ke-815 Kota Bangli ramai dibicarakan masyarakat di media sosial. Bukan tentang agenda acara yang akan digelar, melainkan pengenaan sumbangan sukarela di kalangan pegawai di lingkungan Pemkab Bangli untuk mendukung pelaksanaan HUT Kota Bangli. Padahal untuk merayakan HUT Kota Bangli tahun ini, Pemkab sudah menyiapkan anggaran yang nilainya mencapai hampir setengah miliar rupiah. Berdasarkan informasi, pengenaan sumbangan tersebut berdasarkan surat yang ditandatangani Bupati Bangli. Dalam surat yang beredar di grup media sosial tersebut, tercantum besaran sumbangan sukarela yang nilainya bervariasi. Untuk pejabat

eselon Va dikenakan sumbangan Rp 15 ribu, IVb Rp 20 ribu, IVa Rp 30 ribu, IIIb Rp 50 ribu, IIIa Rp 60 ribu, IIb Rp 100 ribu dan IIa Rp 125 ribu. Sementara untuk PNS Golongan I dikenakan Rp 3 ribu, golongan II Rp 5 ribu, golongan III Rp 8 ribu

dan IV Rp 10 ribu. Sementara pegawai tidak tetap (PTT) dikenakan Rp 2 ribu. Dalam surat tersebut, tertulis bahwa bagi PNS dan PTT sumbangan sukarela dipungut oleh Bendaharawan Gaji Unit Kerja yang bersangkutan pada gajian

Pemkab Rekrut Direktur PDAM

HELM - Kasatlantas AKP I Nengah Sona memakaikan helm kepada pengendara motor.

Bali Post/kmb40

Pengendara Motor Dibagikan Helm dan Dupa Gratis Bangli (Bali Post) – Pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Brigjen Ngurah Rai, tepatnya di depan Kantor Bupati Bangli, Selasa (30/4) dibagikan helm gratis oleh petugas Satlantas Polres Bangli. Pembagian helm ini dilaksanakan dalam rangka Operasi Keselamatan Agung 2019. Selain helm, pengendara motor lainnya juga dibagikan bingkisan dupa gratis. Dalam pembagian bingkisan tersebut, petugas juga sekaligus menyampaikan imbauan kepada para pengenda-

ra tentang pentingnya menjaga ketertiban dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya. Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona mengatakan, pembagian dupa dan helm gratis kepada para pengendara merupakan bagian dari bentuk apresiasi dan penghargaan Polres Bangli kepada masyarakat yang telah tertib berlalu lintas. Dipilihnya helm sebagai bingkisan agar pengendara motor selalu ingat pentingnya penggunaan helm demi keselamatan berkendara.

Sementara dupa, dipilih sebagai bingkisan, agar pengendara juga ingat memohon keselamatan kepada Tuhan yang Maha Esa. AKP Sona menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2019. Operasi yang mengedepankan kegiatan pembinaan dan pendidikan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas ini, dijadwalkan berlangsung selama 14 hari terhitung dari tanggal 29 April hingga 12

Kucuran DAK Meningkat

OPD Diimbau Realisasikan Tepat Waktu Bangli (Bali Post) Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang dikucurkan pemerintah pusat untuk Kabupaten Bangli tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 Kabupaten Bangli hanya mendapat Rp 57,4 miliar, sedangkan tahun ini mendapat kucuran Rp 78 miliar lebih. Sekretaris Badan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli A.A. Trisnawijaya, Senin (29/4) mengatakan, peningkatan dana DAK yang diterima Bangli tahun ini cukup signifikan. Itu artinya, perhatian pusat terhadap Kabupaten Bangli sangat besar. Beberapa OPD yang mendapat kucuran DAK fisik, yakni Dinas Kesehatan, Dinas PUTRPerkim, Disdikpo-

ra, Dinas Lingkungan Hidup, Disperindag, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) dan Dinas Koperasi, UMKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pihaknya mengimbau kepada OPD tersebut agar dapat menyalurkan dan merealisasikan DAK-nya tepat waktu sesuai tahapan. Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), penyaluran dan pelaporan DAK dibagi dalam tiga tahap. Tahap I, paling lambat 21 Juli, tahap II paling lambat 21 Oktober dan tahap III tanggal 15 Desember sudah harus cair dan pelaporan. Menurut Trisnawijaya tahapan itu penting diperhatikan sebab akan berpengaruh pada penilaian dan realisasi DAK di tahun berikutnya.

Mantan Kabag Umum dan Aset Setda Bangli ini mengatakan, Kabupaten Bangli berhasil mendapat peringkat III di Provinsi Bali karena penyaluran dan pelaporan DAK tahun 2018 bisa tepat waktu dan sesuai tahapan. Atas keberhasilan itu, Kabupaten Bangli diganjar penghargaan dari Kementerian Keuangan melalui Kanwil Perbendaharaan Negara Provinsi Bali. “Ini adalah penghargaan yang pertamakali diraih Kabupaten Bangli,” ujarnya. Agar penghargaan tersebut bisa kembali diraih Kabupaten Bangli, pihaknya pun mengimbau kepada seluruh OPD untuk menyalurkan DAK tepat waktu dan sesuai tahapan yang tertuang dalam PMK. (kmb40)

Mei mendatang. Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo menambahkan tujuan Operasi Keselamatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas dalam upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Selama operasi berjalan, Kapolres mengingatkan kepada jajarannya untuk melaksanakan tugas dengan humanis dan bersih dari kegiatan sogokmenyogok saat melakukan penindakan. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli kini tengah membuka rekrutmen calon direktur PDAM Bangli. Rekrutmen dilakukan menyusul telah berakhirnya masa jabatan direktur PDAM sebelumnya per Maret lalu. Kabag Ekonomi Setda Bangli Luh Ketut Wardani, Rabu (1/5) kemarin mengatakan, sejak 30 April lalu pihaknya sudah mulai memasang pengumuman terkait rekrutmen direktur PDAM Bangli. Wardani mengaku tidak bisa menyampaikan berapa lama proses rekrutmen direktur PDAM Bangli akan berlangsung. Jika dalam tahap awal yakni seleksi administrasi nantinya hanya ada sedikit pelamar yang bisa lolos/memenuhi syarat, maka tahapan tersebut akan diperpanjang kembali. Namun jika sudah melebihi tiga orang, maka proses seleksi akan dilanjutkan ke tahap berikutnya. “Minimal 3 pelamar lulus administrasi, maka proses seleksi dilanjutkan dengan tes uji kelayakan dan kepatuhan (UKK),” ujarnya. Tes UKK nantinya akan dilakukan oleh tim yang terdiri dari orang independen dan profesional. Dalam tes UKK, peserta akan melalui serangkaian tes di antaranya tes tulis, psikotes, wawancara, dan presentasi. Oleh tim, para peserta akan diberikan skor. Setelah skor direkap, kemudian hasilnya diserahkan kepada pansel (panitia seleksi). Selanjutnya pansel akan menyampaikannya ke Bupati. “Terakhir nanti Bupati yang akan menentukan, apakah akan dilakukan wawancara lagi atau bagaimana,” ujarnya. Setelah semua proses seleksi selesai, barulah diumumkan kelulusan para peserta berdasarkan rangking. Mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi pelamar untuk bisa memimpin perusahaan milik Pemkab Bangli, Wardani mengatakan cukup banyak dan telah disesuaikan dengan Permendagri. Beberapa syarat yang dimaksud di antaranya, harus sehat

jasmani dan rohani, minimal S-1, usia minimal 35 tahun, dan sudah pernah memiliki pengalaman memimpin/ bekerja di perusahaan selama minimal lima tahun. Berbeda dengan rekrutmen direksi Bank Pasar, rekrutmen direktur PDAM tidak harus memiliki sertifikat kompetensi di bidangnya. “Untuk lebih lengkapnya ada di papan pengumuman dan website resmi Pemkab Bangli,” terangnya. Dikatakan juga bahwa karyawan PDAM bisa ikut serta dalam proses seleksi ini. Akan tetapi dengan syarat harus mengundurkan diri terlebih dahulu. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Luh Ketut Wardani


15

Kamis Paing, 2 Mei 2019

Kondisi Ekonomi Sulit, Kredit BPR Lestari Berhasil Capai Rp 3,136 Triliun

Tumbuh 20,90% Year on Year BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada triwulan pertama di tahun 2019. Kinerja positif ini ditunjukkan dari pertumbuhan penyaluran dana kredit yang tumbuh 20,90% year on year (YoY) dari angka Rp 2,594 triliun menjadi Rp 3,136 triliun di triwulan pertama 2019. Dengan pertumbuhan kredit ini membuat BPR Lestari Bali tercatat menguasai 29,5% market share kredit BPR di Bali. ‘’Pertumbuhan kredit kami mencetak rekor di triwulan pertama 2019 ini. Triwulan pertama tahun lalu kredit kami hanya tumbuh 10% secara year on year, artinya tahun ini dua kali lebih baik,’’ ucap Pribadi Budiono, Direktur Utama BPR Lestari Bali. Selain mencatat rekor pertumbuhan kredit, BPR Lestari Bali juga berhasil menjaga kualitas kreditnya dengan NPL (Non Performing Loan) sebesar 1,52% pada triwulan pertama ini. Kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan tren yang positif. Dana yang dihimpun dari masyarakat di triwulan pertama ini tumbuh hingga Rp 653 miliar menjadi Rp 3,948 triliun atau tumbuh 19,82% YoY pada Maret tahun ini. Pertumbuhan ini membuat BPR Lestari Bali tercatat menguasai 34,9% market share DPK BPR di Bali. Dengan melihat kinerja penghimpunan dan penyaluran dana

yang baik, mampu mendorong pertumbuhan aset dari Rp 4,581 triliun di triwulan pertama tahun lalu menjadi Rp 5,207 triliun pada triwulan pertama tahun 2019 atau tumbuh sebesar 13,91% YoY, sehingga BPR Lestari Bali tercatat menguasai 32,6% market share aset BPR di Bali. Secara umum, aset Lestari Group telah mencapai angka Rp 6 triliun. Saat ini sudah ada 6 afiliasi BPR di bawah naungan Lestari Group yakni BPR Lestari Bali (Denpasar), BPR Lestari Jatim (Malang), BPR Lestari Jateng (Solo), BPR Lestari Jabar (Bekasi), BPR Lestari Banten (Tangerang) dan BPR Lestari Jakarta (Jakarta

Barat). Tahun 2019 BPR Lestari Bali fokus dalam pengembangan infrastruktur perbankan guna memfasilitasi kegiatan transaksional nasabah. Hal ini diawali dengan peluncuran Lestari Mobile pada event Bali Business Round Table pada bulan Maret lalu. Melalui aplikasi Lestari Mobile ini nasabah sudah dapat melakukan pengecekan saldo, mutasi rekening dan transfer antar rekening BPR Lestari Bali. ‘’Banyak inisiatif digital yang sedang kami kembangkan. Ke depannya semua layanan perbankan kami dapat diakses melalui handphone nasabah,’’ tutup Pribadi. (ad032)

SMK Negeri Jika ada jarak sama ditentukan yang paling cepat mendaftar. Sementara jalur prestasi tanpa mengenal zonasi diutamakan berjenjang dengan pembobotan individu dan kelompok. Jalur zonasi semua siswa diberikan dua pilihan untuk SMA dan satu SMK, jalur prestasi satu pilihan saja. Sedangkan untuk pilihan SMK boleh memilih enam program keahlian di tiga SMK tanpa mengenal zonasi. Artinya siswa luar kota/kabupaten cukup dengan surat domisili, dia bebas menentukan SMK negeri yang dituju. Ketua MKKS SMA Kota Denpasar Drs. Ketut Suyastra mengkritisi minimnya sosialisasi PPDB, bahkan ada kesan sedikit lambat. Masyarakat sudah menunggu penjelasan detail apalagi banyak perubahan. ‘’Saya yakin orangtua akan habis-habisan mendapatkan sekolah negeri. Jangan kasus SMAN 6 yang digembok warganya terulang lagi. Untuk itu diperlukan data zonasi yang akurat,’’ tegasnya.

Bendahara PGRI Denpasar yang juga Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. minta adanya kepastian sekolah negeri menerima siswa baru agar tak lagi terjadi siswa yang sudah membayar dan mendapat baju di swasta pindah lagi ke negeri akibat bukaan PPDB jilid II. Dia minta Pemprov Bali mendengarkan suara sekolah swasta karena kiprahnya sejak lama diajak mencerdaskan anak bangsa. ‘’Syukurnya peluang masuk sekolah swasta cukup tinggi, tapi jangan lagi ada istilah siswa tak tertampung untuk membuka PPDB jilid II lagi,’’ tegasnya. Kepala SMAN 6 Denpasar yang juga Ketua Asosiasi Kepala Sekolah Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd. juga menyoroti minimnya sosialisasi. Jangan sampai calon siswa yang dekat sekolah tak dapat. Untuk itu, dia sarankan juknis ini disosialisasikan. Bahkan, dia ingin memasukkan jalur penghargaan PKB di prestasi dengan meminimalisasi kuota jalur pindahan tugas orangtua siswa. Waka Kesiswaan SMK PGRI

3 Denpasar I Made Sugiartana, Sp.Par. juga khawatir akan terulangnya kasus PPDB tahun sebelumnya yang banyak merugikan sekolah swasta. Untuk itu, dia sepakat diutamakan adanya kepastian sekolah negeri menerima siswa, setelah itu tak diutak-atik lagi. Bagi Kepala SMAN 1 Denpasar M. Rida, memprediki seleksi paling krusial akan terjadi di jalur prestasi. Selama ini jalur ini belum mendapatkan satu kata soal prestasi dengan kata lain prestasi ini multitafsir. Para operator PPDB ini harusnya seragam dalam memberi pelayanan agar tak terjadi di SMA negeri A diterima piagamnya, di sekolah lain tidak. Apalagi kondisi Denpasar yang wilayahnya saling seluk. Mena ng g a p i keluha n p a ra pelaku pendidikan, Boy Jayawibawa menegaskan pengelola sekolah swasta tak perlu khawatir karena PPDB berasaskan kepastian. Kepastian itu sudah ada dalam bentuk normal yakni Permendikbud No. 51/2018. Meski demikian, PPDB tetap perlu disempurnakan tiap tahun. (sue)

Kearifan Lokal ‘’Momen internasional ini tentunya dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebudayaan dan kearifan lokal di Kota Denpasar sebagai heritage city dan warisan budaya yang tangguh merupakan modal utama dalam pengembangan heritage tourism,’’ tambah Rai Mantra. Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar yang juga sebagai Ketua Panitia Konferensi Gusti Ngurah Eddy Mulya menambahkan, adapun penyelenggaraan konferensi internasional yang mempertemukan kota pusaka di wilayah Benua Asia dan Eropa tahun ini mengangkat tema ‘’Reselient Heritage and Tourism’’ yang mengandung makna warisan tangguh dan pariwisata. ‘’Tema tahun ini diangkat sesuai dengan permasalahan yang rentan dihadapi oleh Kota Pusaka Dunia, yakni bagaimana memadukan kota pusaka dengan keasliannya

yang berjalan saling mendukung dengan sektor pariwisata,’’ jelas Eddy Mulya. Sekjen OWHC Denish Richard didampingi Sekjen UCLG Eurasia Regional Cordinator of OWHC Rasikh Sagitov mengaku bangga Kongres Eurasia OWHC kali ini dilaksanakan di Bali, khususnya Kota Denpasar. Hal ini tak lepas dari komitmen Pemkot Denpasar dalam melestarikan warisan budaya. Pihaknya berharap warisan budaya di Kota Denpasar tetap lestari. ‘’Setiap kota beserta seluruh jajaran pimpinan memiliki kewajiban untuk ikut menjaga warisan budaya, heritage dan tourism itu penting, saya sangat bangga dengan hal itu. Kota ini sangat konsisten dengan tourism heritage, sehingga hal ini dapat menjadi wahana edukasi peradaban di masa depan, dan hal ini harus mendapat dukungan semua pihak termasuk wartawan yang tentunya dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk ikut menjaga wari-

san budaya,’’ terangnya. Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik dipilihnya Bali, khususnya Kota Denpasar, sebagai tuan rumah penyelenggaraan International Conference OWHC Eurasia IX. Tentunya hal ini sejalan dengan program ‘’Nangun Sad Kerthi Loka Bali’’ yang salah satunya mengedepankan ke lestarian seni, budaya dan kearifan lokal. Di akhir kegiatan kemarin, seluruh delegasi melaksanakan kunjungan ke objek wisata yang memiliki nilai warisan budaya dan sejarah di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang dikemas dalam kegiatan bertajuk ‘’Site Visit’’ seperti mengunjungi Prasasti Blanjong, Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar Art Space, Pasar Badung, Puri Jro Kuta, Taman Ayun, dan Inna Bali Hotel. Juga dilaksanakan painting well oleh seniman dari Kota Bolgar di Taman Kumbasari Denpasar. (ad042)

Panitia Perancang UU DPD-RI Kunjungi Kota Lisbon dan Porto

Ingatkan Sejarah Bung Karno di Portugal, Wedakarna Temui Pimpinan Parlemen dan Kementerian

PADA tahun 1959, Bung Karno mengunjungi Portugal dalam rangka diplomasi internasional. Selain menjalin hubungan baik dengan Portugal, saat itu Bung Karno menemui Presiden Salazar di Lisabon dalam rangka menyelamatkan empat orang WNI yang dipenjarakan pemerintah Portugal di Angola Afrika yang masih jajahan Portugal. Misi kerja sama Bali, Indonesia dan Portugal ini kembali digalang Senator DPD-RI utusan Provinsi Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring ini. Dalam lawatannya selama beberapa hari di negara paling barat Eropa ini, Senator Arya Wedakarna (AWK) mengunjungi dua kota terbesar di Portugal yakni Lisbon dan Porto dalam rangka pelaksanaan studi referensi tentang RUU Partisipasi Masyarakat yang dilakukan Panitia Perancang Undang-undang (PPUU) DPD-RI. Harapan agar kerja sama Indonesia dan Portugal disampaikan secara gamblang di hadapan H.E Pedro Alves (Pimpinan DPR Republik Portugal) di Lisbon dan juga Mr. Tiago Preguica (The Minister of Labour, Solidarity and Social Security Republic of Portugal). ‘’Dalam sejarah bilateral Indonesia dan Portugal, memang mengalami masa pasang-surut, khususnya terkait dengan Timor Leste. Di mana kedua negara pernah memutuskan hubungan diplomatik. Di era milenial sekarang, apa pun bentuk kerja sama Indonesia dengan negara sahabat, harus berlandaskan pada kepentingan mutual, bebas aktif dan juga perdamaian dunia. Portugal adalah salah satu anggota UE yang berpengaruh. Itu menjadi kepentingan Bali dan Indonesia agar ke depan hubungan politik, pendidikan, ekonomi dan kebudayaan kedua bangsa bisa terwujud. Masa lalu biarlah menjadi sumber inspirasi dan juga sebagai wujud bagi kita untuk mulat sarira, tapi anak muda khususnya diplomat muda harus terus merasa optimis dengan kerja sama internasional,’’ kata Gusti Wedakarna. Selama di Portugal, Senator AWK juga mengadakan pertemuan dengan Ibnu Wahyutomo, Duta Besar

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama pimpinan Parlemen dan Kementerian Tenaga Kerja Republik Portugal di Lisbon. Republik Indonesia untuk Portugal, terkait sejumlah agenda. ‘’Indonesia dan Portugal sedang memperingati 500 tahun hubungan sejarah kedua bangsa, yakni pada saat Kongsi Kapal Portugal yang dipimpin Alfonso De Albuquerque menginjakkan kaki di Pulau Bamatus (sekarang Pulau Timor) pada tahun 1511. Termasuk juga sejarah Bung Karno pada tahun 1953 yang langsung datang ke Builaran pusat Kerajaan Liurai Malaka Wehali untuk menyerahkan bendera Merah Putih sebagai tanda berakhirnya kolonialisme. Anak muda Indonesia harus melek sejarah, harus paham sejarah karena kadangkala, diplomasi Indonesia dalam perjuangan di bidang apa pun akan menjadi ciri jika kedua pihak berbicara tentang romantisme sejarah. Ini dulu yang disebut Bung Karno bahwa sejarah masa lalu bisa membentuk sejarah masa kini, asal kita arif dan

Naik Tahta Dalam upacara tersebut, Akihito menyampaikan terima kasih kepada rakyat Jepang dan mengatakan bahwa ia berdoa bagi kedamaian. Secara teknis, Naruhito (59) menggantikan ayahnya pada pergantian Selasa ke Rabu. Namun, kenaikannya ke Tahta Krisantemum diresmikan saat upacara pada Rabu pagi, merupakan acara bagian pertama saat istrinya dan perempuan-perempuan anggota keluarga kekaisaran

tidak diperbolehkan hadir. Naruhito adalah kaisar pertama Jepang yang lahir setelah Perang Dunia II dan dibesarkan oleh orangtuanya sendiri. Naruhito menyatakan terima kasih atas tugas yang telah dijalankan kedua orangtuanya selama tiga dekade. Ia mengatakan merasa mendapat kehormatan dengan tugas berat yang akan ia jalankan sebagai kaisar. ‘’Dengan kenaikan tahta ini ...saya berjanji bahwa saya akan selalu memikirkan rakyat dan sambil mendekatkan diri saya kepada rakyat, saya akan men-

Lebih Kreatif

Terakhir Kecamatan Tampaksiring yang diwakili Desa Pejeng dan Pejeng Kawan mempertunjukkan tema ‘’Bayu Premana’’. ‘’Saatnya menjaga alam dan lebih mendalami kearifan lokal. Bagi para seniman muda diharapkan dapat lebih kreatif menggali potensi seni budaya, dengan karya yang ramah lingkungan ke depannya,’’ ucap Ketua Panitia Pawai Budaya HUT ke-248 Kota Gianyar I Made Suradnya dalam laporan di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Rabu kemarin. Suradnya yang juga Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar ini mengatakan, peserta pawai budaya tahun ini mengambil tema ‘’Satya Premana Winangun Loka Budaya’’ (Kekuatan jiwa membangkitkan budaya lokal dalam menghadapi tantangan arus budaya global). Kegiatan ini diikuti ratusan seniman dari tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar, ditambah peserta dari SMKN 3 Sukawati dan Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar. (kmb35)

bijaksana dalam menyikapi sejarah,’’ jelas Senator AWK. Lalu apa kepentingan Bali dengan Portugal? Senator termuda dari Bali ini menyampaikan Bali memiliki agenda agar wisatawan dari Portugal bisa semakin meningkat jumlahnya ke Bali di samping ada sejumlah tenaga kerja WNI asal Bali yang bekerja di sejumlah sektor di Portugal. ‘’Saya membawa tiga misi untuk Bali yakni kita membutuhan quality tourist dari Portugal, misi pendidikan kelas internasional bagi mahasiswa pascasarjana asal Bali dan yang pasti perlindungan TKI asal Bali di seluruh Portugal. Ke depan hubungan dagang antara Bali dan Portugal akan kita masuk ke skala prioritas. Ini bagian dari ekonomi Satyagraha yang saya gagas,’’ imbuh Shri Arya Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. (ad024) jalankan tugas-tugas saya sebagai simbol negara Jepang serta kesatuan rakyat Jepang sesuai dengan undangundang dasar,’’ kata Naruhito sambil tersenyum. ‘’Saya dengan tulus berharap agar rakyat bahagia dan negara terus maju serta dunia berada dalam keadaan damai,’’ katanya. Dalam upacara, Naruhito didampingi oleh adik laki-lakinya yang juga pewaris tahta, Pangeran Akishino. Istri Naruhito, Permaisuri Masako (55), dengan mengenakan gaun putih panjang dan tiara, memasuki ruangan pada bagian kedua upacara bersama perempuan-perempuan dewasa anggota kekaisaran. (ant/rtr)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kamis Paing, 2 Mei 2019

Delapan Srikandi Diprediksi Duduki Kursi Dewan Badung

Prediksi Berikut Nama-nama Caleg yang Lolos ke DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi Berdasarkan Prediksi dari Berbagai Sumber dan Bersifat Sementara.

DPRD Jembrana

Dapil Jembrana 3, Pekutatan

Dapil Jembrana 1, Kec. Negara

l I Nyoman Sudiasa (PDI-P) l I Ketut Sadwi Darmawan ( Partai Gerindra) l Ni Wayan Wirti (Partai Golkar)

l Dewa Putu Mertayasa (PDI-P) l I Ketut Sudiasa (PDI-P) l I Ketut Suasana (PDI-P) l H. Adrimin (PDI-P) l Ni Komang Sri Kendel (PDI-P) l I Ketut Catur (Partai Demokrat) l Sajidin (PKB) l I Made Putu Yuda Baskara (Partai Gerindra) l I Komang Dekritasa, (Partai Golkar) l Mujahidin (PPP)/Ferlinand Taufiq (Hanura)

Dapil Jembrana 4, Kec. Mendoyo

Dapil Jembrana 2, Kec. Melaya

Dapil Jembrana 5, Kec. Jembrana

l I Ketut Suastika, (PDI-P) l Ni Putu Liliana (PDI-P) l Gede Riawa (PDI-P) l I Wayan Wardana (Partai Demokrat) l I Made Sabda (Partai Golkar) l I Ketut Astawa Putra (Partai Gerindra) l I Ketut Suarta (Partai Hanura)

l Ni Made Sri Sutarmi (PDI-P) l Ni Made Artini (PDI-P) l I Gede Putu Suegardana Cita (PDI-P) l Ni Ketut Muliasih (PDI-P) l I Gede Mulyadi (PDI-P) l I Komang Gede Leon Satriana Wijaya (Partai Demokrat) l I Wayan Suardika (Partai Golkar) l Komang Gede Agus Antara (Partai Golkar)

l Ida Bagus Susrama (PDI-P) l I Ketut Suastika (PDI-P) l Dewa Komang Wiratnadi (PDI-P) l Ida Ayu Mona Windayanti (PDI-P) l I Ketut Angpribawa (Partai Golkar) l I Gusti Putu Wiradi (Partai Gerindra) l H. Muhammad Yunus (PKB)

Mangupura (Bali Post) Kehadiran srikandi di parlemen Badung makin banyak. Berdasarkan hasil penghitungan sementara, diprediksi delapan perempuan berhasil menduduki kursi ke Gedung Dewan Badung dari 40 kursi yang tersedia. Para srikandi yang akan duduk di kursi DPRD Badung periode 2019-2024 yakni enam kader PDI Perjuangan dan dua kader Partai Golkar. Kedelapan perempuan tersebut, masing-masing IGA Agung Inda Trimafo Yudha (PDI-P, Dapil Petang), Ni Luh Sekarini (PDI-P, Dapil Abiansemal), Ni Luh Gede Rarahita Sukma Dewi (PDI-P, Dapil Mengwi), Ni Komang Tri Ani (PDI-P, Dapil Mengwi), Ni Putu Yunita Oktarini (PDI-P, Dapil Kuta), Ni Luh Gede Mediastuti (Partai Golkar, Dapil Kuta) dan Ni Ketut Suweni (Partai Golkar, Dapil Kuta Selatan). Dari keberhasilan kedelapan srikandi tersebut, suara perempuan dalam lima tahun ke depan tidak boleh dipandang sebelah mata, apalagi diremehkan di jajaran legislatif.

Sebab, di sejumlah daerah pemilihan (dapil), caleg perempuan justru mendulang dukungan suara dominan daripada caleg laki-laki. Selain itu, bila dibagi rata di dalam penempatan 4 komisi yang ada di DPRD Badung, dengan delapan kursi perempuan, maka masing-masing komisi akan memiliki dua keterwakilan perempuan. Ni Putu Yunita Oktarini, salah satu srikandi PDI Perjuangan yang lolos untuk ketiga kalinya ke DPRD Badung, mengaku gembira, pasalnya kaum perempuan kian ramai mengisi perwajahan parlemen Badung. Dengan banyaknya caleg perempuan yang terpilih dalam pemilu ini membuktikan bahwa kaum perempuan di Kabupaten Badung juga memiliki kemampuan dan daya saing di bidang politik. ‘’Saya bersyukur kaum perempuan makin banyak bisa duduk di legislatif. Mudah-mudahan ke depan kuota 30 persen perempuan di dewan bisa terpenuhi,;; ujarnya, Rabu (1/5) kemarin. Dari beberapa pengalaman periode

Sejumlah Parpol yang Gagal Dapat Kursi ’’Malas’’ Setor LPPDK

Denpasar (Bali Post) Sejumlah partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 yang calonnya gagal mendapatkan kursi di legislatif tampak ‘’malas’’ untuk menyetorkan Laporan Penerimaan Pengeluaraan Dana Kampanye (LPPDK). Hal ini terlihat dari pantauan yang dilakukan di KPU Kota Denpasar, Rabu (1/5) kemarin. Penyetoran LPPDK dilakukan di saat akhir penutupan dan hanya Partai Berkarya yang tidak menyetorkan LPPDK. Untuk kewajiban penyerahan LPPDK diatur dalam Peraturan KPU RI No. 24 Tahun 2018. KPU mewajibkan parpol peserta Pemilu 2019 untuk segera menyerahkan LPPDK. Batas waktu penyerahan LPPDK adalah lima belas hari, terhitung setelah pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019. Artinya, batas parpol sampai dengan sebelum tanggal 1 Mei 2019. Sementara itu, menurut Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Denpasar Sibro Mulizi, S.PT., S.H., sesuai aturan waktu penyerahan LPPDK berakhir pukul 18.00 Wita. Hal ini berdasarkan Surat Dinas Ketua KPU RI Nomor 746/PL.01.6-SD/03/KPU/IV/2019 tentang penyampaian Laporan Penerimaan Pengeluaraan Dana Kampanye (LPPDK). ‘’Jadi sebelum jam 18.00, kami masih menunggu,’’ katanya. Dikatakannys, LPPDK yang sudah disetorkan ke KPU Kota Den-

SERAHKAN LPPDK - Salah satu parpol menyerahkan berkas LPPDK ke KPU Kota Denpasar. pasar, Kamis 2 Mei, akan dilaporkan ke KPU Provinsi Bali. LPPDK masing-masing parpol ini akan dilakukan pemeriksaan oleh akuntan publik. Bila ada parpol yang tidak melaporkan dana kampanye, Lizi menjelaskan, partai politik peserta Pemilu 2019 akan dikenai sanksi berupa tidak ditetapkannya caleg

partai politik yang bersangkutan menjadi calon terpilih. ‘’Dari aturannya memang LPPDK ini diwajibkan bagi parpol yang meloloskan calegnya pada Pemilu 2019. Karena apabila tidak menyampaikan, maka parpol itu dapat dikenakan sanksi di mana caleg yang terpilih itu bisa tidak ditetapkan dalam rapat

pleno,’’ katanya. Sementara itu, untuk parpol yang sudah menyampaikan LPPDK sejak Selasa dan hingga ditutup Rabu (1/5) pukul 18.00 sebanyak 13 parpol. Hanya Partai Berkarya hingga batas akhir penerimaan belum menyerahkan LPPDK. (kmb16)

sebelumnya, jumlah caleg perempuan yang berhasil tembus parlemen tergolong amat minim. Bahkan, beberapa kali perwakilan perempuan menjadi ‘’anak semata wayang’’ alias hanya satu orang di DPRD Badung. ‘’Setahu saya, anggota dewan perempuan hanya saya dua periode dan sebelumnya ada Ibu I Gusti Ayu Tirta. Selalu satusatu. Ke depan mudah-mudahanlah tambah banyak,’’ katanya. Sementara khusus untuk Dapil Kuta sebagai tempat dia terpilih, politisi ini mengaku sudah ada beberapa permasalahan yang notabene aspirasi masyarakat Kuta yang harus dia perjuangkan. Salah satunya yang paling urgen adalah masalah penataan pantai dan mewujudkan daerah Kedonganan dan Kelan sebagai wisata mina. ‘’Sejauh ini wisata mina yang ada di wilayah tersebut belum tergarap maksimal. Meski wisata mina sudah mendunia, namun kesan kumuh masih ada. Pihaknya akan minta pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mempercantik kawasan tersebut,’’ pungkasnya. (kmb27)

Komposisi DPRD Denpasar

Satu Kursi Dapil Denut Dipastikan untuk NasDem

Denpasar (Bali Post) Sempat dikabarkan gagal meraih kursi di DPRD Kota Denpasar dari dapil Denpasar Utara (Denut), akhirnya NasDem memastikan kembali menempatkan wakilnya. Satu dari dua belas kursi DPRD Kota Denpasar dapil Denpasar Utara (Denut) dikuasai caleg Partai NasDem. Kepastian satu kursi untuk NasDem ini didapatkan berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan Denut yang telah berakhir, Senin (29/4). A.A. Ngurah Gede Widiada yang merupakan caleg petahana Partai NasDem untuk DPRD Kota Denpasar dapil Denut kepada awak media di Denpasar, Selasa (30/4), menyampaikan perolehan total suara untuk NasDem di Denut 3.878 suara. ‘’Setelah menunggu dengan sabar dan mengikuti proses penghitungan suara di PPK, suara NasDem mencapai 3.878,’’ katanya. Berdasarkan perhitungan rekapitulasi hasil pleno Kecamatan Denut tersebut, NasDem menjadi salah satu partai yang berhak atas kursi legislatif Kota Denpasar. Di Dapil Denut jumlah suara terbanyak didapatkan PDI Perjuangan yang meraup total 49.956 suara, disusul Golkar dengan 14.327 suara, PSI 4.711 suara, Gerindra 4.275 suara, Demokrat 4.183 suara dan NasDem 3.878 suara. ‘’Ini sudah merupakan penghitungan riil di tingkat kecamatan, hasil pleno per desa. Jadi sudah angka pasti,’’ tegas panglingsir Puri Peguyangan ini. Menurut Gung Widiada, dengan penghitungan sistem sainte lague untuk pembagian kursi, maka PDI Perjuangan menguasai 6 kursi dan Golkar 2 kursi. Empat kursi lainnya dikuasai PSI (1 kursi), Gerindra (1 kursi), Demokrat (1 kursi) dan NasDem (1 kursi). ‘’Data ini juga sudah kami crosscheck dengan

A.A. Ngurah Gede Widiada rekan-rekan dari partai lainnya dan sesuai,’’ kata politisi senior ini. Gung Widiada dan timnya mengaku sudah melakukan dokumentasi data penghitungan suara mulai dari tingkat TPS, desa hingga PPK. Selama ini ada pihak-pihak tertentu yang melakukan klaim perolehan kursi namun hanya berdasarkan perhitungan internal. Pihaknya menyanyangkan hal tersebut mengingat proses demokrasi harusnya mengikuti prosedur resmi. Terutama dalam hal penghitungan suara hasil pemilu. ‘’Setelah hasil penghitungan resmi ini jangan sampai ada lagi rumor-rumor berkembang mengklaim perolehan kursi. Kalau nanti sudah ditetapkan oleh pihak penyelenggara, semua harus menerima dan legowo,’’ tegasnya. Gung Widiada dalam kesempatan bertemu dengan awak media juga mengapresiasi pihak penyelenggara pemilu yang sudah berjalan sesuai prosedurnya. ‘’Kami yakin penyelenggara pemilu tetap akan taat pada asas,’’ katanya. (kmb14)

PDI-P dan Arya Wedakarna Tak Terkejar

Shri IGN Arya Wedakarna MWS

Denpasar (Bali Post) Rekapitulasi perolehan suara sementara pemilu serentak 2019 di Bali hingga Rabu (1/5) kemarin sudah dilakukan pada 33 kecamatan dari total 57 kecamatan. Untuk DPR-RI, perolehan suara PDI Perjuangan tak terkejar oleh partai lain. Data dari KPU Provinsi Bali, partai moncong putih sudah mengantongi 627.021 suara.

Posisi kedua ditempati Partai Golkar sebanyak 204.256 suara atau kurang dari sepertiga suara PDI Perjuangan. Di belakangnya, berturut-turut ada Partai Demokrat (63.829 suara), NasDem (54.753) Gerindra (53.700), Hanura (40.597), PKB (25.162), PSI (22.747), Partai Berkarya (22.267), PKS (19.057), Partai Persatuan Indonesia (17.405), PPP (4.876),

Partai Gerakan Peruba han Indonesia (4.734), PAN (3.559), PKPI (1.763), dan PBB (1.244). Untuk kursi DPD, suara terbanyak sementara ini diraih Shri IGN Arya Wedakarna MWS dengan perolehan 356.954 suara. Kemudian disusul Made Mangku Pastika sebanyak 155.930 suara, A.A. Gde Agung sebanyak 153.452 suara, Gede Ngurah Am-

bara Putra sebanyak 64.305 suara. Terkait pemilihan presiden dan wakil presiden di Bali, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dipastikan menang telak dari lawannya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Perolehan suaranya mencapai 1.260.680 atau 92 persen. PrabowoSandi hanya membukukan 107.115 suara atau 8 persen. (kmb32)

40 Tahun STIMI HANDAYANI Denpasar

Komitmen Kembangkan Pendidikan Ilmu Manajemen Pendidikan Denpasar (Bali Post) STIMI HANDAYANI Denpasar adalah Sekolah Tinggi Manajemen pertama di Bali dan Nusa Tenggara. Kampus yang terletak di Jalan Tukad Sari No. 17B, Dauh Puri Klod, Denpasar Barat, Kota Denpasar ini pada awalnya bernama ASMI HANDAYANI. Hari ini STIMI HANDAYANI Denpasar genap berusia 40 tahun. Ketua Yayasan Pendidikan HANDAYANI Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H.

menyatakan Yayasan Pendidikan HANDAYANI sebagai Badan Penyelenggara STIMI HANDAYANI Denpasar merasa sangat bersyukur dan berterima kasih bahwa STIMI HANDAYANI Denpasar dipercaya oleh masyarakat Bali pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya sebagai perguruan tinggi terpercaya di bidang pendidikan Ilmu Manajemen dan Sekretari. Hal tersebut terindikasi dari jumlah dan beragamnya asal mahasiswa-mahasiswi yang menempuh studi di STIMI HANDAYANI yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Para mahasiswa-mahasiswi HANDAYANI bukan hanya berasal dari Bali saja, namun juga dari berbagai provinsi di Indonesia, bahkan dari luar negeri.

Ditanya tentang keunggulan atau hal apa yang menjadi andalan dari STIMI HANDAYANI Denpasar sehingga dapat menjadi tumpuan kepercayaan dari publik, khususnya para calon mahasiswa, Radendra menjelaskan bahwa konsepnya sederhana saja. Yaitu menjaga kualitas dan kredibilitas, serta reputasi lembaga. Hal itu meliputi menjaga kualitas dosen, menjaga kualitas sarana-prasarana pembelajaran, menjaga kemutakhiran kurikulum, menjaga iklim belajar yang kondusif, dan tidak kalah penting adalah menjadikan kampus sebagai tempat belajar yang nyaman bagi semua mahasiswa. ‘’Hal-hal lainnya yang bersifat normatif tentu saja mesti tetap dilaksanakan secara konsisten bah-

kan persisten, yakni pemutakhiran materi pembelajaran, metode pembelajaran, strategi pembelajaran, peningkatan aktivitas penelitian/ riset dan pengabdian masyarakat, termasuk peningkatan kualitas publikasi ilmiah sampai ke level internasional,’’ jelas Dr. Radendra. Yayasan HANDAYANI tidak merayakan secara pesta pora hari jadi ke-40-nya pada hari ini. Sebab, sedang dilaksanakan Asesmen Lapangan dari Tim Asesor BAN-PT terhadap Program Studi Sarjana Manajemen pada STIMI HANDAYANI Denpasar. ‘’Kami berdoa dan berharap semoga nilai Akreditasi Prodi (Sarjana - red) Manajemen yang selama ini sudah baik, bisa menjadi lebih baik lagi, seiring upaya yang telah dilakukan seluruh

komponen di lingkungan STIMI HANDAYANI Denpasar,’’ ujar Radendra, yang adalah putra Prof. I.B. Suandha Wesnawa, S.H. (alm), salah satu Pendiri dan Ketua pertama dari Yayasan Pendidikan HANDAYANI Denpasar, Rabu (1/5) kemarin. Para pendiri HANDAYANI telah menetapkan tanggal 2 Mei 1979 sebagai tanggal berdirinya Yayasan/ Sekolah HANDAYANI bukanlah tanpa alasan. Sebab, hal ini telah berdasarkan pada pemikiran bahwa semangat Pendidikan Nasional dengan tokohnya Ki Hajar Dewantara, dan semboyannya antara lain ‘’Tut Wuri Handayani’’ akan selalu menjadi spirit dasar dalam penyelenggaraan dan pengembangan HANDAYANI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (win)

Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook