Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
MEMPERKOKOH FONDASI REGULASI PENGAWALAN DESA ADAT ’’Sebagai benteng terakhir pengawalan Bali, perda ini diharapkan akan mengantarkan desa adat sebagai pemilik kebudayaan Bali otonom dan telah berkontribusi besar terhadap pembangunan sosial, ekonomi dan stabilitas politik nasional. Ini ditandai dengan konsistensi desa adat di Bali mengawal Pancasila di bawah wadah NKRI.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
BALI bergerak cepat merespons dinamika zaman dalam mengawal peradabannya. Pada era baru Bali dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Lokal Bali’’, eksekutif dan legislatif merampungkan Perda Desa Adat. Perda yang diharapkan menjadi fondasi dasar serta regulasi pengawalan adat, tradisi dan budaya Bali, ekonomi serta manusia Bali ini akan ditetapkan Selasa, 2 April ini. Perda yang lahir dari kecerdasan komunikasi dan kepekaan Gubernur Bali Wayan Koster merespons dinamika zaman ini pun diapresiasi banyak kalangan. Optimisme terhadap makin terjaganya eksistensi desa adat pun bangkit. Sebagai gambaran, Ranperda Desa Adat diajukan Gubernur Bali Wayan Koster ke DPRD Bali, Rabu, 19 Desember 2018. Ini sekitar tiga bulan pertama setelah Wayan Koster dan wakilnya Cok Ace dilantik Presiden di Istana
Negara, Jakarta. Ini merupakan salah satu dari enam terobosan Gubernur Bali yang diluncurkan dalam enam bulan terakhir untuk menjaga eksistensi Bali. Hal. 15 Berkontribusi Besar
’’Perda Desa Adat yang lahir dari kepekaan dan kecerdasan berpikir mengelola dinamika zaman ini akan menjadikan Bali lebih mandiri dan berdikari dalam mengelola adat, tradisi untuk kemapanan secara ekonomi, politik dan budaya.’’ Jro Mangku Widiartha Bendesa Adat Besakih
Pemkab Buleleng Terbitkan Buku
Lindungi Karya Tenun Endek dan Songket Asli Buleleng
SEJAK lama Buleleng dikenal sebagai daerah yang memproduksi tenun endek dan songket. Namun potensi ini keberadaannya semakin terkikis perkembangan zaman. Selain perajinnya semakin berkurang atau bahkan sudah tidak ada, mengenakan kain tradisional asli dari Den Bukit yang belum familiar, menjadikan kain tenun dan endek den bukit semakin terancam kelestariannya. Tidak ingin kepunahan itu terjadi, pemerintah daerah di bawah duet Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) dan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. melakukan upaya penyelamatan dan penggalian potensi tenun endek dan songket. Sejak kepimimpinan periode
pertama, PAS-Sutjidra menggulirkan Buleleng Endek Carnaval (BEC). Gelaran ini membuka ruang kepada perajin atau perancang busana membuat karya-karya menarik dengan tenun endek dan songket. Tidak cukup itu, upaya penyelamatan dan menggairahkan kerajinan tenun di Den Bukit, Pemkab Buleleng secara khusus menerbitkan buku ‘’Membangkitkan Endek dan Songket Buleleng’’. Buku ini diterbitkan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah. Untuk tahap awal diterbitkan 600 buah buku. Buku ini menceritakan sosok penenun atau perjalanan, dan perkembangan motif serta fungsi endek dan songket. Beberapa desa
di Buleleng yang dahulu berjaya dalam pembuatan kain tradisional ditulis dalam buku ini. Desa itu seperti Desa Sembiran Kecamatan Tejakula, Desa Jinang Dalem (Buleleng), Desa Kalianget (Seririt) dan Kelurahan Beratan Kecamatan Buleleng. Sebelum buku itu disebarkan ke perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, dan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (1/4) kemarin buku tersebut ‘’dibedah’’ di hadapan ratusan peserta di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja. Bedah buku ini dibuka Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Buleleng
Ny. Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana, dan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Buleleng dr. Made Suakarmini. Tampil sebagai pembedah, sastrawan muda dan juga dosen Kadek Sonia Piscayanti, dan perajin Ketut Rajin. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, ide menerbitkan buku ‘’Membangkitkan Endek dan Songket Buleleng’’ tidak lain karena keberadaan kerajinan tersebut berada di ambang kepunahan. Bupati menilai situasi sulit ini terjadi karena kain tradisional di daerahnya kalah saing dengan perkembangan kain di zaman modern. Hal. 15 Acara Tertentu
BEDAH BUKU - Ketua Dekranasda Buleleng Ny. Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana menjadi pembicara dalam bedah buku ‘’Membangkitkan Endek dan Songket Buleleng’’, Senin (1/4) kemarin.
Marianta, Siswa Asal Banjar Gulinten
Berbekal Jagung, Tiga Jam Berjalan Kaki ke Sekolah
Bali Pos/nan
BERSAMA - I Ketut Marianta (12) bersama Kepala SDN 6 Bunutan I Wayan Dayuh Suyasa.
SEMANGAT I Ketut Marianta (12), siswa kelas VI SDN 6 Bunutan, patut ditiru oleh anak seusianya. Demi menuntut ilmu, siswa asal Banjar Dinas Gulinten, Desa Bunutan, Abang, Karangasem ini rela berjalan kaki sekitar tiga jam untuk sampai ke sekolahnya. Hal ini telah dilakoninya hampir enam tahun lamanya. Kini menjelang ujian pemantapan, Marianta memilih untuk menginap sementara di rumah temannya. Alasannya, semata agar tidak terlambat sampai di sekolah. Sehari sebelum ujian pemantapan, Minggu (31/3), Marianta sudah tiba di tempatnya menginap. Ia pun tak lupa membawa bekal berupa jagung dan mentimun. Bekal itu juga sering ia bawa ketika ke sekolah. Ditemui di sekolahnya, Marianta menuturkan, selama ini selalu berjalan kaki ke sekolah. Jaraknya pun sangat jauh. Untuk tiba di
sekolahnya, ia harus menghabiskan waktu sekitar tiga jam. Selain jauh, medannya pun cukup berat. Ia harus menuruni lembah beberapa kali untuk sampai di sekolahnya di Bunutan. Marianta mengatakan ia tidak sendiri. Ada beberapa temannya yang juga senasib dengannya. Berjalan kaki ke sekolah. ‘’Saat hari biasa, saya berangkat dari rumah kadang jam 05.00 Wita. Karena perjalanan sangat jauh, sekitar pukul 08.30 Wita atau 09.00 Wita, saya baru sampai di sekolah. Karena jauh, saya dengan teman-teman yang lainnya sering terlambat. Untuk mengikuti ujian pemantapan sekarang ini, saya terpaksa menginap di rumah teman yang rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolah,’’ ujarnya. Kepala SDN 6 Bunutan I Wayan Dayuh Suyasa membenarkan jika waktu tempuh yang diperlukan anak didiknya itu mencapai tiga jam. Itu diketahui karena
dirinya sempat membuktikan secara langsung berjalan kaki menuju rumah anak didiknya tersebut. Bahkan, dirinya malah lebih lama menempuh perjalanan ke rumah siswanya itu yakni mencapai empat jam. ‘’Saya penasaran dan ingin sekali mengetahui itu karena saya terus pantau (Marianta) selalu datang terlambat dengan siswa yang lainnya. Kenyataannya memang seperti itu. Bahkan, waktu yang saya butuhkan untuk sampai ke rumahnya saja selama empat jam, sehingga kalau bolak-balik delapan
Tidak Terbit Serangkaian Hari Raya Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan hari libur nasional pada Rabu (3/4), maka pada hari tersebut Bali Post tidak terbit. Bali Post akan kembali hadir seperti biasa mulai Kamis (4/4) lusa. Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
Pimpin Apel Disiplin, Koster Berkomitmen Wujudkan Pemerintahan yang Bersih GUBERNUR Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. Komitmen tersebut antara lain diwujudkan dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Bali yang dilakukan dengan mempertimbangkan pendidikan dan pengalaman. Penegasan itu disampaikannya di hadapan peserta apel disiplin yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Bali, Senin (1/4) kemarin. Menurut Koster, hal itu penting untuk disampaikan karena setiap ada pengisian jabatan dirinya masih mendengar gunjingan, kasak-kusuk dan lobi-lobi. ‘’Masa pemerintahan saya tak ada macam-macam, zero hal-hal seperti itu,’’ ucapnya. Ia tak ingin praktik-praktik yang tidak sehat diterapkan dalam mutasi dan promosi jabatan. Jika masih ada oknum orang dalam yang nakal dan
bermain dalam proses mutasi dan promosi, ia berharap segera dilaporkan kepada Sekda atau Inspektur Provinsi Bali untuk selanjutnya diteruskan kepada Gubernur. ‘’Tak ada kompromi, yang begitu-begitu akan saya sikat,’’ tambahnya. Koster yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, proses mutasi dan promosi di lingkungan Pemprov Bali dilakukan secara profesional. Pengisian jabatan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman. Hal itu telah dibuktikannya dalam proses mutasi eselon II, III dan IV awal Februari 2019. Hal serupa juga diterapkan dalam pengisian 11 jabatan eselon II yang saat ini prosesnya telah memasuki tahap akhir dan sudah diajukan ke pusat untuk memperoleh persetujuan Mendagri. ‘’Saya menyerahkan sepenuhnya pada
panitia seleksi yang melibatkan orang-orang independen antara lain akademisi,’’ ucapnya. Pada bagian lain, Koster juga menyampaikan bahwa saat ini dirinya masih berkonsentrasi penuh melengkapi regulasi yang dibutuhkan dalam penataan pembangunan Bali. Oleh karena itu, setelah enam bulan menjadi Gubernur, untuk pertama kali dirinya berkesempatan menjadi pembina apel disiplin yang rutin pada awal bulan. ‘’Saya ingin detail merancang regulasi, baik berupa perda maupun pergub yang nantinya menjadi pedoman bagi OPD dalam mengimplementasikan setiap kebijakan,’’ imbuhnya. Lebih jauh ia mengurai, dalam enam bulan menjabat sebagai gubernur, dirinya telah merampungkan enam pergub yang mengatur persoalan sangat strategis bagi Bali. Peraturan gubernur yang telah rampung dan mulai diimplementasikan antara lain
Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali, Peraturan Gubernur Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Satu Kali Pakai, Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Peraturan Gubernur Nomor 104 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional–Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) dan Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2019 tentang Integrasi Sistem dan Data Pajak Hotel dan Pajak Restoran Kabupaten/ kkota secara Elektronik di Provinsi Bali. Hal. 15 25 Konsep
jam,’’ ujarnya. Suyasa mnambahkan, Marianta merupakan siswa yang rajin. ‘’Ini perjuangan anak didik saya agar bisa bersekolah. Saya pribadi sangat bangga dengan semangatnya. Meski jalan kaki yang cukup jauh, dia mau bersekolah,’’ tambahnya. Ia menambahkan, kalau Marianta memang mendapatkan beasiswa untuk keluarga kurang mampu. Demikian pula rumah yang ditempati merupakan bantuan dari bedah rumah pemerintah. (nan)
Wayan Koster
2
Selasa Paing, 2 April 2019
Selasa Ini, Ranperda Desa Adat Dijadwalkan Diketok Palu
Perkuat Desa Adat Hadapi Tantangan dan Tekanan Denpasar (Bali Post) Selama hampir empat bulan terakhir, Pansus di DPRD Bali melakukan pembahasan Ranperda tentang Desa Adat. Kendati ranperda ini sempat menuai kontroversi lantaran memuat perubahan nama desa pakraman menjadi desa adat dan Lembaga Perkreditan Desa menjadi Labda Pacingkreman Desa. Namun, pembahasannya terus berlanjut demi lebih memperkuat desa adat menghadapi tekanan dan tantangan ke depan. Belakangan respons positif pun berhasil dituai dari segenap komponen masyarakat adat hingga Ranperda Desa Adat sampai pada titik final dan sesuai rencana diketok palu, Selasa (2/4) ini. “Ya, panjang perjalanannya. Pertama, ini perda yang paling penting bagi Bali karena berkaitan dengan desa adat. Kedua, ini juga perda yang mengatur persoalan-persoalan yang muncul selama ini yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah dinas sekalipun,” ujar Ketua Pansus Ranperda tentang Desa Adat I Nyoman Parta seusai memimpin rapat harmonisasi Ranperda tentang Desa Adat di DPRD Bali, Senin (1/4) kemarin. Parta mencontohkan, persoalan kependudukan yang tidak mampu diselesaikan oleh desa dinas. Nantinya desa adat akan ikut membantu sehingga kemungkinan besar dapat diselesaikan. Kemudian, ada persoalan berupa tantangan dan tekanan terhadap desa adat yang begitu banyak. Dengan adanya perda, desa adat akan dibuat lebih kuat. Begitu juga menyangkut tentang kebutuhan akan membangun desa adat yang selama ini tidak cukup hanya dengan mengandalkan iuran dari krama dan bantuan pemerintah. “Dalam jangka panjang agar desa adat itu mandiri. Dia harus memiliki badan usaha yang bisa membi-
ayai dirinya sendiri sehingga nanti ke depan desa adat akan lebih otonom, karena dia bisa merawat, mengurus, membiayai dirinya sendiri,” papar politisi PDI-P asal Guwang, Gianyar ini. Menurut Parta, Ranperda tentang Desa Adat mendapatkan apresiasi dari semua kelompok masyarakat yang didatangi Pansus pada semua kabupaten/ kota dalam kaitan sosialisasi. Begitu juga dari kelompok masyarakat yang datang ke DPRD Bali secara swadaya. Seperti Paiketan Krama Bali, penyuluh agama Hindu, pendamping desa, tim ahli pendamping desa, dan banyak lagi lainnya yang datang memberi masukan untuk Pansus. “Banyak pihak berkepentingan terhadap perda ini, sehingga perda ini kami rasakan keterlibatan dan partisipasi masyarakat Bali itu cukup besar,” jelas Ketua Komisi IV DPRD Bali ini. Sebelum Ranperda tentang Desa Adat diajukan ke DPRD Bali oleh Gubernur Wayan Koster pada 19 Desember 2018 lalu, sempat ada OTT Tim Saber Pungli di ranah desa adat karena masalah pungutan. Parta menyebut, perda juga akan menjawab masalah itu. Khususnya mengenai sumber pendapatan desa adat yang selama ini berasal dari dudukan krama, akan diselesaikan dengan membuat APBDesa Adat
Empat Wilayah di Densel Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba
Denpasar (Bali Post) Polsek Denpasar Selatan (Densel) mengawasi empat wilayah yaitu Sesetan, Taman Pancing, Pemogan dan Pedungan. Pasalnya, keempat wilayah tersebut masuk kategori zona merah terkait peredaran narkoba. Hal ini diungkapkan Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya saat merilis penangkapan sepasang kekasih, Moh. Abdul Muntolib (24) Banyuwangi dan Riska Anastasia (30), karena menjadi pengedar narkoba, Senin (1/4) kemarin. Menurut Wirajaya, pihaknya tidak pernah berhenti untuk melakukan tindakan pemberantasan terhadap narkotika. Hampir dua bulan pihaknya melakukan pengawasan intensif di wilayah Sesetan, Taman Pancing, Pemogan dan Pedungan. ‘’Kami jadikan wilayah itu lokasi merah,’’ ujarnya. Wirajaya menambahkan, alasan Kapolsek wilayah tersebut dimasukkan sebagai zona merah karena di sana banyak sekali rumah kos yang ditempati para pekerja yang dominan bekerja di tempat hiburan malam. Terkait pengungkapan kasus ini, awalnya ada informasi dari masyarakat tentang orang yang mencurigakan. Selanjutnya, Tim Opsnal Polsek Densel melakukan penyelidikan. Polisi mengawasi ciri-ciri sepeda motor yang dipakai pelaku. Setelah melakukan pengintaian selama seminggu, tepatnya pada Rabu (13/3) pukul 21.00 Wita, polisi meringkus pelaku saat menempel paket sabu-sabu (SS) di Jalan Pulau Moyo I, Densel. ‘’Saat itu kedua pelaku ini sedang menempel paket sabu-sabu dengan cara ditanam,’’ kata mantan Kapolsek Kuta ini. Selanjutnya dilakukan penggeledahan. Hasilnya, dari pasangan kekasih yang tinggal di Jalan Raya Guwang, Sukawati, Gianyar ini disita 28 paket SS seberat 25,65 gram bruto dan 10 butir ekstasi. ‘’Mereka mengaku dapat upah Rp 50 ribu sekali nempel. Mereka jadi pengedar narkoba sejak 1,5 tahun lalu. Pekerjaan mereka sebenarnya dagang lalapan,’’ ungkap Wirajaya. Menurut Wirajaya, kedua tersangka banyak ‘’bermain’’ di empat wilayah tersebut. Pasalnya, paling gampang marketingnya. ‘’Kami masih mengejar bandarnya yang biasa dipanggil Agus. Agus inilah yang mengatur paket narkoba ditempel di mana. Jadi, pelaku ini tinggal jalan saja,’’ tegas mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini. (kmb36)
Bali Post/eka
NARKOBA - Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti narkoba di Mapolsek Denpasar Selatan, Senin (1/4) kemarin.
Topik :
DESA WISATA MINIM INOVASI
atau apa pun istilahnya nanti. Namun, APBDesa Adat yang dimaksud tidak seperti APBD pemerintah daerah. “Jadi, intinya adalah setiap pendapatan atau penerimaan itu harus tercatat. Dasarnya penerimaan itu harus rasional, harus sah, prosesnya juga harus sah. Selanjutnya, segala pembiayaan, segala belanja yang disebut dengan pengeluaran juga harus orientasinya benar dan terakhir kita pertanggungjawabkan,” paparnya. Parta menambahkan, desa adat boleh saja dipertahankan setradisional mungkin. Kemudian prinsip kearifan lokalnya semakin ditumbuhsuburkan. Tetapi tata kelolanya harus modern karena tuntutan zaman yang semakin berkembang. Mengenai dudukan terhadap krama tamiu dan tamiu, diperbolehkan dan diatur dalam ranperda sepanjang berkaitan dengan urusan pawongan dan palemahan. “Dasarnya jelas dibuatkan pararem. Pararem agar dia tertib, masuk akal, tidak berlebihan isinya, itu diverifikasi dulu oleh OPD khusus. Makanya kita akan buat organisasi perangkat daerah khusus yang akan membidangi tentang kelembagaan desa adatnya, yang akan membidangi tentang hukum adatnya, dan yang akan membidangi masalah ekonomi adatnya, itu yang akan nanti mengurus desa adat,” terangnya. Salah seorang peserta rapat yang juga Bendesa Adat Kutuh, I Made Wena, berharap Ranperda tentang Desa Adat secepatnya ditetapkan dan bisa lolos verifikasi pusat. Kalau ingin mempertahankan adat dan budaya Bali, pemerintah mau tidak mau memang harus membuat peraturan yang isinya
mengakui dan menghargai desa adat. “Kalau tidak ada payung hukumnya yang jelas, kan nanti akan selalu mengambang jadinya. Terlepas dari nanti isi dari perda itu, di Bali kan desa adat bervariasi. Tapi bagaimanapun juga keberadaan perda, kita harus yakini akan memperkuat,” ujarnya. Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan pentingnya peran desa adat sebagai warisan dari leluhur dalam menjaga adat istiadat, tradisi dan budaya di Bali selama berabad-abad. Desa adat terbentuk dari proses sosiologis oleh masyarakat, bukan dibentuk oleh negara. Jadi, desa adat sangat otonom dan terpelihara dengan baik. “Bali tidak punya emas, perak, batubara, tembaga atau gas tapi Bali punya adat istiadat dan budaya yang kaya dan unik. Kalau diberdayakan secara ekonomi tidak akan habis-habisnya dan desa adat punya peranan paling penting untuk menjaganya,“ ujarnya. Terkait Ranperda tentang Desa Adat, Koster mengatakan, pengaturan kesatuan masyarakat hukum adat di Bali ini harus mampu mengembalikan kedudukan dan fungsi desa adat sebagai pusat kebudayaan dan pusat pembinaan mentalitas keagamaan. Desa adat agar kembali dapat memerankan fungsinya secara baik sebagai pemilik kebudayaan Bali yang telah memberikan kontribusi sangat besar terhadap pembangunan sosial ekonomi. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Bali Post/kmb32
RAPAT - Suasana Rapat Harmonisasi Ranperda tentang Desa Adat di DPRD Bali, Senin (1/4) kemarin.
Pasal Soal LPD Masih Jadi Perdebatan
Denpasar (Bali Post) – Rapat harmonisasi Ranperda tentang Desa Adat sejatinya masih belum benar-benar selesai, Senin (1/4) kemarin. Pasalnya, masih ada satu pasal yang belum tuntas pembahasannya. Yakni menyangkut posisi Labda Pacingkreman Desa dengan Lembaga Perkreditan Desa. Pansus bahkan sampai menunda penyampaian laporan akhir terhadap pembahasan ranperda yang sedianya dilakukan setelah rapat harmonisasi kemarin, menjadi pukul 09.00 Wita, Selasa (2/4) hari ini. “Jadi, masih ada perdebatan menyangkut tentang posisi Labda Pacingkreman dengan LPD, yang sesungguhnya ketika pihak LPD dikumpulkan oleh Gubernur itu sudah clear,” ujar Ketua Pansus Ranperda tentang Desa Adat I Nyoman Parta.
Namun, lanjut Parta, ternyata BKS LPD masih bersurat ke dewan sehingga pihaknya mengundang BKS LPD untuk diajak berbicara, Senin sore kemarin. Politisi PDI-P ini optimis, persoalan terkait LPD bisa tuntas karena ranperda akan segera diketok palu. Dalam hal ini, ada kekhawatiran dari BKS LPD bahwa perubahan nama justru akan membuat LPD keluar dari ketentuan UU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro. Padahal dalam UU tersebut LPD sudah dikecualikan. Sedangkan dari pihak eksekutif khususnya Gubernur dan DPRD Bali berpandangan perubahan nama akan membuat LPD semakin kuat. “Niatnya semua baik, dari pihak eksekutif dan DPRD niatnya baik. Teman-teman BKS yang selama ini merawat LPD, juga niatnya baik, pasti ketemu,” tandasnya. (kmb32)
SMPN 3 Denpasar Membentuk Intelektual Muda Berkarakter
Bali Post/sue
HUT - Ketua Komite SMPN 3 Denpasar Nyoman Badra memberi ucapan selamat kepada Kasek Wayan Murdana di sela-sela HUT ke-40 SMPN 3 Denpasar.
PUNCAK peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 SMPN 3 Denpasar digelar secara sederhana, Senin (1/4) kemarin. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue HUT oleh Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., kemudian diserahkan kepada Ketua Komite SMPN 3 Denpasar I Nyoman Badra, S.H. Puncak peringatan HUT juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi para juara lomba serangkaian HUT. Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.PSi. menegaskan, pada usia ke-40 pihaknya terus memperkuat diri membentuk intelektual muda yang berkarakter. Artinya, menyiapkan SDM berkualitas, berdaya saing dan kuat pendidikan karakternya. Makanya lomba yang diadakan serangkaian HUT guna memperkuat kedua ranah tersebut. Di antaranya lomba mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Inggris dan IPS serta lomba inovator cilik. Sedangkan dalam budaya digelar lomba melukis, menulis aksara Bali, pidarta dan masatua Bali, membaca puisi, macepat, Jauk Manis dan makendang tunggal, magender wayang, ngerindik dan tari Bali. Pas dengan tema HUT ‘’Membangun Karakter Bangsa Memperkuat Denpasar sebagai Smart City’’. Ketua Komite SMPN 3 Denpasar Nyoman Badra memuji kinerja ke-
pala sekolah dan guru SMPN 3 Denpasar terus memperkuat diri menjadi sekolah yang membentuk intelektual muda, peneliti belia berbasiskan lingkungan. Inilah, katanya, sebagai modal mereka memenangkan persaingan di era global. Apalagi ketika memasuki studi di SMA dan PT, mereka ini sudah terasah akademisnya. Makanya dia setuju SMPN 3 Denpasar mencetak intelektual muda yang berkarakter. ‘’Mereka adalah calon pemimpin bangsa,’’ tegasnya. Ini dibuktikan siswa SMPN 3 Denpasar meraih predikat terbaik di penelitian nasional dan internasional. Seperti meraih emas di Kalbe Junior Sacientist Award, meraih medali emas di Word Youth Invention and Axibition di Malaysia. Siswanya juga meraih emas di Indonesian International Inventon Festival di Malang 2018. Siswa lainnya meraih medali perak dan best presentation di ajang Word Invention Creativity Olimpiade 2018 di Korea. Di bagian lain, Nyoman Badra juga mengharapkan Wali Kota Denpasar memberi apresiasi terhadap lomba yang digelar sekolah untuk diakomodasi juga dalam rekrutmen PPDB. Kuota lima persen jalur prestasi di PPDB juga diserahkan rekrutmennya oleh sekolah sesuai dengan hasil lomba. ‘’Sebab, perjuangan mereka menjadi juara juga tak mudah,’’ tegasnya. (sue)
Penutupan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar
Seluruh Fraksi Setujui Dua Ranperda Ditetapkan Menjadi Perda SELURUH fraksi di DPRD Kota Denpasar menyetujui pengesahan dua rancangan peraturan daerah (ranperda) menjadi peraturan daerah (perda). Kedua ranperda tersebut yakni Ranperda tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan. Selain itu juga turut disetujui LKPJ Pemkot Denpasar Tahun 2018. Keseluruhan fraksi juga turut mengapresiasi kinerja, inovasi serta prestasi yang telah diraih Pemkot Denpasar. Hal tersebut terungkap saat penutupan Sidang Paripurna Ke-5 Masa Persidangan I Tahun 2019 yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede di Kantor DPRD setempat, Senin (1/4) kemarin. Sidang yang mengagendakan pandangan umum fraksi ini juga dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Forkompinda Kota Denpasar, serta OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Sidang diawali dengan pembacaan Keputusan Pimpinan Dewan tentang LKPJ Pemkot Denpasar Tahun 2018, dan dilanjutkan dengan penyampaian pandangan umum akhir fraksi yang diawali oleh Fraksi Partai Gerindra yang dibacakan I Kompyang Gede. Pihaknya mengatakan, Ranperda Kota Denpasar tantang Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh dan Ranperda Penyelenggaraan Perpustakaan yang disampaikan oleh Wali Kota Denpasar
dapat diterima dan disetujui untuk ditetapkan menjadi perda. “Kami Fraksi Gerindra dapat menerima dan menyetujui ranperda tersebut untuk ditetapkan menjadi perda sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya. Fraksi Hanura melalui juru bicaranya I.B. Ketut Kiana menjelaskan, secara umum tidak ada lagi permasalahan secara substansial terhadap materimateri ranperda dimaksud. “Dapat kami setujui sehingga dapat dijadikan peraturan daerah Kota Denpasar serta disahkan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya. Sebagai pembicara ketiga Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Suadi Putra juga menyampaikan hal yang senada. Fraksi PDI Perjuangan berpendapat bahwa ranperda dimaksud dapat disetujui dan ditetapkan menjadi peraturan daerah Kota Denpasar sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Hal senada juga disampaikan Fraksi Golkar dalam pandangan umum yang dibacakan I Wayan Duaja, di mana Fraksi Golkar memandang perlu adanya landasan hukum yang jelas dalam pengentasan kawasan kumuh serta penyelenggaran perpustakaan juga penting sebagai upaya mendukung keberlangsungan pendidikan. “Dapat menerima ranperda tersebut untuk ditetapkan menjadi perda Kota Denpasar,” jelasnya. Sebagai pembicara terakhir Fraksi Demokrat melalui juru bicaranya A.A. Gede Putra Ariewangsa menjelaskan, secara umum Fraksi Demokrat dapat menyetujui kedua ranperda tersebut.
PENUTUPAN - Penyerahan pandangan akhir fraksi oleh perwakilan fraksi kepada Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede disaksikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat penutupan sidang paripurna, Senin (1/4) kemarin. Kendati demikian dalam pelaksanaannya harus mendapat dukungan semua pihak, termasuk penegakan hukum nantinya dan perpustakaan juga sangat penting dalam kehidupan sebagai penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. “Secara umum kami Fraksi Demokrat dapat menerima dan menyetujui kedua ranperda ini untuk ditetapkan menjadi perda,” paparnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota dewan atas kesungguhan dan kerjasamanya hingga
saat ini. Kerja sama yang didukung dengan koordinasi dan komunikasi yang sudah terbangun ini dapat mewujudkan suasana kondusif untuk mewujudkan komitmen pelayanan kepada masyarakat. Mengingat dalam keputusan dewan berupa rekomendasi atas LKPJ Denpasar Tahun 2018, serta pendapat akhir fraksi masih ada catatan, komentar, usul atau saran yang konstruktif, maka hal tersebut akan dikaji dan ditindaklanjuti sesuai urgensi dan aspek kemanfaatannya. “Akan kami tindaklanjuti serta akan dijadikan bahan acuan dalam penyusunan program kerja APBD berikutnya,’ terangnya. (ad056)
BADUNG
Selasa Paing, 2 April 2019
3
DESA WISATA - Beberapa wisatawan mengendarai ATV di Desa Bongkasa Pertiwi. Pemkab Badung terus berupaya mengembangkan potensi desa wisata.
Bali Post/eka
Dispar Cari Formula Kembangkan Desa Wisata Mangupura (Bali Post) Sektor pariwisata menjadi ujung tombak pendapatan Kabupaten Badung. Tak salah jika pemerintah setempat melalui Dinas Pariwisata (Dispar) berupaya mencari formula guna menggali potensi yang ada. Salah satunya menggarap potensi desa wisata. Kadispar Badung I Made Badra mengatakan, setidaknya akan ada lima desa wi-
sata yang akan dikembangkan pada 2019. Bahkan pihaknya akan melakukan kajian terhadap semua desa wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Badung. ‘’Kami masih melakukan kajian untuk pengembangan desa wisata yang ada di Kabupaten Badung. Pengembangan desa wisata akan dilakukan setelah dilakukan pengkajian terhadap desa wisata itu send-
iri, sehingga desa wisata tidak monoton dengan desa wisata lainnya,’’ ujar Made Badra, Senin (1/4) kemarin. Sesuai Perbup Nomor 47 Tahun 2010, sebanyak 11 desa wisata telah ditetapkan yakni Desa Kerta, Desa Petang, Desa pangsan, Desa Belok Sidan, Desa Carangsari, Desa Sangeh, Desa Bongkasa Pertiwi, Desa Baha, Desa Munggu, Desa Mengwi dan Desa Kapal.
‘’Dalam menggali potensi desa wisata, kami melakukan tahap lelang jasa konsultansi perencanaan penataan 11 desa wisata di Kabupaten Badung. Jasa konsultasi ini dianggarkan sebesar Rp 1,1 miliar lebih,’’ jelasnya. Lebih jauh dijelaskan, jasa konsultasi perencanaan ini akan memaparkan potensi, perwajahan, roh serta kondisi fisik dari masing-masing desa
Bantuan Komunal Banyak Disiasati Masyarakat
Mangupura (Bali Post) -
Parahnya, proposal yang diajukan seperti bantuan dana upacara agar masyarakat tidak lagi mengeluarkan urunan justru digelembungkan. Kepala Dinas Kebudayaan Ida Bagus Anom Bhasma tak menampik prihal tersebut. ‘’Saya bingung ada proposal yang RAB-nya harga pejati Rp 2 juta, bebangkit Rp 40 juta. Apa itu kebo gulingnya?’’ ungkap Anom Bhasma di Wantilan Pura Petitenget, Minggu (31/3) lalu. Kendati Bupati Badung Nyoman Giri Prasta telah
menginstruksikan untuk membantu meringankan beban masyarakat, namun pihaknya berharap masyarakat tidak memanfaatkan kebijakan tersebut sebagai peluang mendapatkan bantuan lebih. ‘’Bapak Bupati memang menginstruksikan kepada saya untuk membantu masyarakat yang melaksanakan upacara, namun bukan berarti semua dibebankan ke pemerintah,’’ ujarnya. Tak hanya itu, sejumlah masyarakat juga memanfaatkan
bantuan pembangunan pura sehingga pihaknya terpaksa menghentikan sementara penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) untuk paibon, pasimpangan, merajan ageng, dan merajan alit. ‘’Karena selama ini banyak yang mencari Surat Keterangan Terdaftar, bahkan satu pura diajukan empat untuk mendapatkan bantuan lebih, jadi kami harus mendata ulang lagi. Saya takutnya ketika diberikan nanti harus mengembalikan lagi,’’ jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kebudayaan Badung telah menerbitkan SKT untuk 5.533 pura. Penerbitan SKT ini berdasarkan status pura. SKT adalah untuk pura berstatus Sad Kahyangan, Dang Kahyangan, Kahyangan Jagat, Kahyangan Tiga, Paibon, Pemaksan (dadia, panti, kawitan), Kahyangan Desa, dan Swagina. Dari angka tersebut, yang paling banyak didaftarkan adalah pura pemaksan yang mencapai 2.170 pura. Kemudian pura swagina sebanyak 1.219 pura, paibon sebanyak 988 pura, Kahyangan Desa 729 pura, Kahyangan Tiga 392 pura, Kahyangan Jagat 28 pura, Dang Kahyangan lima pura, dan Sad Kahyangan sebanyak dua pura. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Warga negara Amerika berinisial DTS (27) diamankan di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai, Minggu (31/3) lalu. DTS kedapatan membawa 31 butir peluru dan 2 magazen. Kasus ini ditangani Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai. Menurut sumber, Senin (1/4) kemarin DTS merupakan calon penumpang pesawat Garuda Indonesia GA-870 rute Denpas-
ar-Incheon, Korea Selatan. Dari Korea Selatan baru ia menuju ke negaranya. Setibanya di Terminal Keberangkatan Internasional Ngurah Rai, pemeriksaan barang bawaan dilakukan menggunakan mesin X-ray pada Minggu pukul 22.45 Wita. Saat itulah diketahui ada benda mencurigakan di koper BTS. Kemudian petugas bandara melakukan pemeriksaan manual dan ditemukan pulu-
han amunisi aktif serta dua magazen. Atas temuan barang berbahaya tersebut, petugas berkoordinasi dengan Aviation Security (Avsec) dan Bea Cukai untuk pemeriksaan lebih lanjut. ‘’Yang bersangkutan hendak pulang ke negaranya bersama pacarnya. Akhirnya penerbangan mereka ditunda dan diserahkan ke Polsek,’’ ujar sumber. Kapolsek Kawasan Udara
Ngurah Rai Kompol Agung Raka Nugraha, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut. Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. Selama di Bali DTS berlibur bersama pacarnya. ‘’Yang bersangkutan mengaku barang tersebut (peluru dan magazen) dibawa dari negaranya. Masih didalami keterangan. Mereka mestinya mengikuti hukum yang ada di Indonesia,’’ ujarnya. (kmb36)
Kebijakan Pemkab Badung dalam upaya melestarikan seni, budaya dan agama yang berlandaskan Tri Hita Karana, banyak dimanfaatkan masyarakat. Salah satunya bantuan komunal yang bertujuan meringankan beban masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan. Namun sayangnya banyak masyarakat yang justru menyiasati proposal permohonan bantuan agar mendapatkan bantuan lebih.
Bawa Puluhan Peluru, Turis Amerika Diamankan
wisata. Sehingga semua desa wisata yang ada di Kabupaten Badung benar-benar dioptimalkan. Konsultan akan membuat masterplan serta detail engineering design (DED). ‘’Semua kami gali potensinya, tapi sementara yang dikembangkan lima desa wisata sesuai arahan Bapak Bupati. Ini kami lakukan, agar potensi-potensi di setiap
Bali Post/ist
TANGKAP NAPI - Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini mengungkapkan penangkapan napi sedang menjalani PB, I Made Juliantara alias Gobler, terkait kasus narkoba.
tahkan Tim Berantas menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan,’’ ujarnya. Alhasil petugas mengantongi identitas terduga pelaku yang biasa dipanggil Gobler. Ia merupakan napi tindak pidana narkoba yang sedang menjalani PB sejak 12 Juni 2018 dan berakhir Februari 2020. Selama menjalani PB, Gobler tidak tinggal di alamat aslinya yaitu di Jalan Setiaki Gang Bedogol, Denpasar Utara, tapi tinggal di Jalan Gatot Subroto Denpasar, bersama orangtuanya. Dari hasil penyelidikan, petugas sangat yakin Gobler merupakan bandar merangkap pengedar dan kurier narkoba Denpasar hingga Buleleng. Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, petugas menggerebek rumah tersebut
ada anggaran kami hanya tinggal mengembangkan dan menatanya,’’ katanya. Seperti diketahui, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta meminta Dispar Badung untuk menata lima desa wisata yang ada di Kabupaten Badung. Kelima desa wisata tersebut yakni Desa Sangeh, Desa Pangsan, Desa Bongkasa Pertiwi, Desa Carangsari dan Desa Mengwi. (kmb27)
Bali Post/edi
JALAN TOL - PT Jasa Marga Bali Tol tengah mengkaji tarif Jalan Tol Bali Mandara.
Tarif Tol Bali Mandara akan Disesuaikan
Mangupura (Bali Post) PT Jasa Marga Bali Tol (JBT) selaku pengelola Jalan Tol Bali Mandara akan kembali melakukan penyesuaian tarif kendaraan yang melintas di jalan tol. Penyesuaian ini akan dilakukan pada November 2019. Menurut Dirut JBT Enkky Sasono, penyesuaian tarif ini merupakan hal yang lumrah. Mengingat sesuai dengan jadwal, penyesuaian tarif biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali. ‘’Sesuai jadwal, harusnya di akhir tahun pada bulan November ini dilakukan penyesuaian tarif. Formulasinya ini menyesuaikan tingkat inflasi daerah,’’ katanya saat ditemui di sela-sela penandatanganan kerja sama tentang informasi jalan tol, Senin (1/3) kemarin, di Kuta. Untuk penerapannya nan-
Napi Lapas Kerobokan Terlibat Jaringan Narkoba Denpasar-Buleleng Mangupura (Bali Post) Tim Berantas BNNK Badung menangkap I Made Juliantara alias Gobler (42) yang berstatus napi Lapas Kerobokan yang sedang menjalani pembebasan bersyarat (PB). Gobler diringkus di Jalan Gatot Subroto, Denpasar Utara, Jumat (29/3) lalu. Juliantara merupakan jaringan pengedar narkoba Denpasar-Buleleng khususnya Sidatapa. Dari tangan Gobler diamankan barang bukti di antaranya 34 butir ekstasi. Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H., Senin (1/4) kemarin mengatakan, awal Maret Tim Berantas BNNK Badung mendapatkan informasi peredaran narkoba yang pelakunya seorang napi kasus narkoba dan sedang menjalani PB. ‘’Terkait informasi itu saya perin-
desa wisata kami ketahui,’’ jelasnya. Disinggung kapan akan dilakukan penataan pada desa wisata tersebut, pihaknya mengatakan setelah DED rampung. Setelah lima desa, barulah akan dilakukan penataan desa wisata yang lain. ‘’Kami tidak mau bekerja satusatu. Potensi kita gali semuanya, dikembangkan hanya lima. Sehingga tahun berikutnya
dan menangkap Gobler pada Jumat sekitar pukul 20.00 Wita. Petugas melakukan penggeledahan badan Gobler, tapi tidak menemukan narkoba. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamar tidurnya dan di dalam keranjang plastik kecil oranye yang ditaruh di atas meja rias, ditemukan 34 butir ekstasi. Selain itu disita tiga bendel plastik klip biru, satu gulung isolasi kertas dan HP. ‘’Pelaku mengakui barang (narkoba - red) miliknya. Dia mendapat barang terlarang ini dari temannya di Lapas Kerobokan. Karena pelaku mengulangi perbuatannya, apalagi berstatus PB maka hukumannya ditambah sepertiga dari pidana pokok,’’ kata mantan Kabag Sumda Polres Badung ini. (kmb36)
ti, pihaknya saat ini masih menunggu data inflasi wilayah Bali, baik dari pemerintah daerah maupun Badan Pusat Statistik. Data tersebut akan dijadikan acuan regulator untuk menghitung berapa penyesuaian tarif yang berlaku di Jalan Tol Bali Mandara. ‘’Kami memperkirakan kecenderungan inflasi di Bali akan naik. Namun pada umumnya kenaikan inflasi di Bali relatif lebih rendah dibanding nasional,’’ ucapnya. Meski akan dilakukan penyesuaian tarif, namun dari sisi pelayanan pihaknya berjanji akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol. Pelayanan dimaksud yaitu dengan memberikan informasi lalu lintas di jalan tol. Ini, kata Enkky, dilakukan bekerja sama dengan
salah satu radio di Bali, terkait update situasi lalu lintas di jalan tol. Dengan upaya tersebut diharapkan Jalan Tol Bali Mandara bisa lebih berkembang dan pelanggan bisa memberikan masukan kepada JBT dalam upaya memajukan jalan tol. Diakuinya, Jalan Tol Bali Mandara tidak terlalu panjang sehingga kondisi lalu lintas tentu berbeda dengan kondisi tol di Jawa. Namun informasi lalu lintas tetap diperlukan, mengingat Jalan Tol Bali mandara tersambung dengan jalan umum di tiga wilayah berbeda. ‘’Ke depan, informasi tersebut kami harapkan agar terkoneksi dengan Dishub dan Polda Bali, sehingga lebih komplit informasinya,’’ katanya. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Wedakarna Panen Dukungan di Sukasada Buleleng
Ingatkan Bali, Sejarah Majapahit Hindu Hancur karena Faktor Kemiskinan Ekonomi
DR. SHRI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III benar-benar menjadi figur yang cinta dengan sejarah bangsa. Hampir di setiap pidato dalam berbagai panggung, Senator Arya Wedakarna (AWK) selalu menyelipkan sejarah nusantara, baik sejarah Hindu (Siwa Buddha) atau sejarah nasional Indonesia. Maka tak heran, baik saat pemilu atau tidak, permintaan warga akan kehadiran AWK semakin membeludak hanya karena ingin mendengar dharma wacana tokoh muda ini. Inilah yang terekam saat AWK hadir di sejumlah titik di Kecamatan Sukasada, Buleleng, di mana ia menyampaikan wawasan kepada generasi muda Hindu dengan tujuan agar anak muda Buleleng selalu waspada akan gerakan penghancuran kebudayaan Bali. ‘’Kenapa Bung Karno yang putra Buleleng selalu mengatakan Jas Merah? Jangan Sesekali Meninggalkan Sejarah? Karena Bung Karno tahu, bahwa warga Indonesia ini punya sifat pelupa, punya sifat cepat memaafkan sejarah, atau malah beliau khawatir bangsanya a-historis. Analisis ini terbukti saat Bung Karno tiada. Di mana ada upaya anak bangsa untuk mengganti sejarah kepahlawanan kaum Marhaen. Saya ingatkan sejarah itu bisa dibolak-balikkan penguasa. Sejarah itu bisa direkayasa termasuk sejarah Hindu di Nusantara yang kini dicoba untuk dihabisi, terutama oleh kaum radikalis berkedok birokrat dan intelektual. Ini yang harus dilawan umat Hindu karena tujuan kaum radikal ini tidak sesuai dengan nilai Pancasila,’’ ungkap AWK. Ia mencontohkan sejarah Kerajaan Majapahit yang disembunyikan orde baru saat itu adalah Babad Darmo Gandul yang berisi tentang keberadaan Sabdo Palon Nayogenggong yang membongkar siasat licik dari para pengkhianat Siwa Buddha saat Sandyakalaning Majapahit. ‘’Anak muda Hindu harus belajar Babad Darmo Gandul yang berisi tentang percakapan Raden Brawijaya V dengan Sabdo Palon dan Nayogenggong di Blambangan yang mana Sabdo Palon menceritakan tentang penghancuran
SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat berada di Sukasada, Buleleng. tersistematis Kerajaan Hindu Majapahit yang dilakukan putra kandung Brawijaya, termasuk peran dari seorang penyebar agama baru saat itu dengan beragam strategi. Hingga muncul istilah ‘Sabdo Palon Nagih Janji’ yang berisikan ramalan kebangkitan Siwa Buddha setelah 500 tahun tertidur. Dan jelas umat Hindu harus percaya dengan babad ini, karena dalam ajaran Hindu kebenaran mutlak Weda harus didukung oleh itihasa, termasuk itihasa yang diadopsi budaya lokal. Ini semua karena umat Hindu percaya dengan sistem reinkarnasi dan keleluhuran,’’ jelas Gusti Wedakarna. Untuk itu, ia meminta agar anak-anak muda di Buleleng semakin memantapkan dirinya menjadi pelaku ekonomi agar Bali bertahan dari segi kebudayaan dan agamanya. ‘’Majapahit itu hancur, bangkrut, musnah karena wong Mojopahit, umat Hindunya miskin, melarat dan tidak ada artha. Sedangkan para pendeta di geria dan raja bangsawannya saat itu hidup mewah dan menerapkan tradisi gugon tuwon. Persis seperti
keadaan Bali saat ini yang marak dengan upacara yang mewah, feodalisme merajalela di segala tingkatan budaya dan yang pasti budaya status quo oleh kelompok monopoli baik di sistem adat maupun di rantai birokrasi. Ini yang menyebabkan Majapahit mudah runtuh. Kini tugas kita untuk merebut apa yang sudah hilang, memperbaiki kesalahan leluhur dan menata kembali kehidupan umat Hindu Nusantara sebagai bagian dari bangsa besar. Cara yang paling ampuh adalah dengan membuat orang Bali saat ini sebagai komunitas kaya raya dan menguasai artha. Karena dengan kekayaan materi, kita bisa melestarikan adat istiadat seni budaya. Kita bisa menyekolahkan anak setinggi-tingginya. Namun artha hanya bisa didapat oleh orang-orang pintar yang sekolah tinggi dan juga kaum pekerja keras. Ngiring, kembalikan kejayaan Buleleng sebagai sebuah hulunya Bali, kepalanya Bali, Siwa Duaranya Bali. This is Satyagraha,’’ imbuh Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad054)
Disnaker Pantau Uji Sertifikasi Kompetensi Siswa SMK Pembangunan Denpasar Tahun Ini Terima 180 Siswa Baru
SMK Pembangunan Denpasar tak hanya mewajibkan siswanya mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan UNBK, tetapi juga mengikuti uji sertifikasi kompetensi khusus bidang akuntansi. Pada Senin (1/4) kemarin, sebanyak 65 siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi SMK Pembangunan Denpasar mengikuti uji sertifikasi kompetensi oleh LSP SMKN 1 Singaraja dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Uji kompetensi juga dipantau pejabat Disnaker Kota Denpasar dan Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Uji meliputi etika profesi, K3LH, siklus akuntansi, spreadsheet dan aplikasi komputer akuntansi (myob). Kasi Pembinaan dan Pelatihan Sertifikasi Disnaker Kota Denpasar I Made Widiana, S.E. menjelaskan uji kompetensi ini penting dilakukan bagi calon tenaga kerja guna memenangkan persaingan menghadapi dunia kerja. Sertifikat dari BNSP ini ibarat SIM yang dimiliki lulusan SMK Pembangunan untuk bekerja dan mendapatkan pengakuan dari dunia kerja. Ketua LSP SMKN 1 Singaraja Wawat Setiawati didampingi Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Bali Putu Suryati, S.Sos. M.AP. menjelaskan, dengan uji kompetensi ini kualitas lulusan SMK Pembangunan Denpasar akan mendapat sertifikat dari BNSP. Lulusan SMK Pembangunan nantinya akan berkualifikasi II teknisi akuntansi junior serta bisa menggarap pasar kerja nasional dan
UJI SERTIFIKASI - Ketua Yayasan Werdhi Sastra Wayan Warsa bersama pejabat Disnaker, Disdik Bali dan LSP memantau uji sertifikasi kompetensi akuntansi di SMK Pembangunan. portopolionya diakui internasional. Apalagi pasar kerja akuntansi sepanjang zaman diperlukan di semua lembaga. Sementara itu, Ketua Yayasan Werdhi Sastra Drs. I Wayan Warsa membenarkan lulusan SMK Pembangunan tak hanya dicetak siap kerja, namun juga profesional. Yayasan mendukung semua program yang mengarah pada penguatan kualitas lulusan guna memenangkan persaingan di era globalisasi. Saat ini sertifikasi ini sangat diperlukan oleh pemakai lulusan dan diprioritaskan saat melamar pekerjaan. Dengan uji sertifikasi ini, yayasan membuka jendela pekerjaan bagi lulusannya. Ke depan uji sertifikasi akan dilakukan untuk program keahlian Administrasi Perkantoran dan Multi Media. Dikatakannya, akuntansi adalah sebuah piranti yang diperlukan perusahaan swasta dan pemerintah. Makanya maju-mundurnya perusahaan ditentukan oleh sistem
akuntansi. Di pemerintah dituntut penilaian ‘’wajar’’ tanpa pengecualian. Untuk itu diperlukan tenaga akuntansi yang andal plus memiliki sertifikat kompetensi. Dengan sertifikat ini lulusan SMK Pembangunan makin bangga dan percaya diri di dunia kerja. Kepala SMK Pembangunan Drs. I Wayan Taman menambahkan, di samping membuka Program Keahlian Akuntansi, SMK Pembangunan tahun ajaran baru ini juga membuka Program Administrasi Perkantoran, Manajemen Pemasaran dan Teknologi Informasi (Multi Media). Pada PPDB tahun ini SMK Pembangunan hanya menerima 180 siswa baru demi menjaga kualitas. Lokasinya strategis, biaya pendidikan terjangkau dan relatif murah, namun bukan murahan. Pendaftaran dibuka mulai Mei Juni. Yang menarik, semua calon siswa baru dibebaskan dari biaya pendaftaran. (ad063)
Selasa Paing, 2 April 2019
Wagub Cok Ace Ajak Generasi Muda Tinggalkan Zona Nyaman WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengajak generasi muda, terutama kaum milenial, untuk berani tinggalkan zona nyaman. ‘’Dunia ini luas, masih banyak peluang dan potensi luar biasa di luar zona kenyamanan kita. Jangan jadi pengangguran kultural alias pengangguran karena gengsi,’’ kata Wagub saat memberikan kuliah industri bertema ‘’Creator dan Innovator’’ kepada para mahasiswa Stikom Bali bertempat di Stikom Bali Kampus II Jimbaran, Badung, Sabtu (30/3) pagi. Di hadapan para mahasiswa, dosen dan Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti – induk Stikom Bali - Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. serta Koordinator Stikom Bali Kampus II Jimbaran Amanda Paramita Nugraha, S.E., M.M., Wagub Bali yang membawakan materi ‘’Peran Pemerintah Bali dalam Menghadapi Era Digital’’ memaparkan kemiskinan dan pengangguran tidak akan hilang jika gengsi dan mental priyayi yang masih melekat pada manusia Bali tidak segera dihilangkan. ‘’Pola pikir seperti itu yang membuat kita tak bisa maju. Saya kira mahasiswa di sini tidak termasuk dalam orangorang dengan pola pikir seperti itu,’’ cetus Wagub Bali yang akrab dipanggil Cok Ace ini. Menurut Cok Ace, sikap mental seperti itulah yang punya andil besar dalam angka pengangguran di Bali. ‘’Ini menurut saya anomali. Benar angka pengangguran di Bali terkecil di Indonesia, tapi saya tidak puas dengan itu. Masih adanya pengangguran, padahal lapangan kerja juga masih melimpah, sementara tenaga kerja dari luar Bali terus bertambah, menunjukkan ada masalah dengan mental sebagian kecil SDM di Bali yang tidak bisa beranjak dari Zona nyaman,’’ tukasnya lagi. Lebih lanjut Cok Ace menjelas-
KULIAH UMUM - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati foto bersama mahasiswa, dosen dan Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si, Ak. serta Koordinator Stikom Bali Kampus II Jimbaran Amanda Paramita Nugraha, S.E., M.M. usai memberi kuliah umum di Stikom Bali Kampus II Jimbaran, Badung, Sabtu (30/3). kan, melihat sisi positif yang bisa dimanfaatkan dengan kemajuan teknologi informasi selama ini. Mantan Bupati Gianyar ini mencontohkan pemanfaatan internet sebagai bagian penting dari pemasaran produk terutama produk lokal di sebuah kawasan. ‘’Sebagai contoh, sebuah daerah punya potensi berupa singkong, lalu dengan kreativitasnya diolah menjadi keripik singkong. Di zaman sekarang ini, jika hanya diproduksi saja, tidak mau dipasarkan, diinformasikan ke luar atau juga tidak diteliti pangsa pasarnya, maka produk tersebut tidak akan ke mana-mana. Untuk itu perlu akses informasi dan teknologi berbasis digital tersebut,’’ jelas Panglingsir Puri Ubud ini. Menyinggung Industri 4.0 yang banyak digembar-gemborkan selama ini juga disebut Cok Ace tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat dewasa ini. ‘’Katakanlah kita punya produk bagus, produk kita pun sesuai dengan kemauan pasar,
plus kita punya hospitality atau ‘sentuhan rasa’ dalam menghadapi konsumen, tetap akan kalah dengan mereka yang lihai memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran,’’ sebutnya. Di luar hal tersebut, kini Pemerintah Provinsi Bal, menurut Cok Ace, dipastikan akan memperhatikan tak hanya faktor fisik tetapi juga faktor tidak kasat mata atau yang disebut faktor niskala. ‘’Kenapa kita bisa mengalahkan London, mengalahkan Paris atau Singapura sebagai destinasi wisata dunia, karena kita punya faktor niskala, yang memberikan ‘roh’ atau taksu bagi Bali, sehingga punya kelebihan dibandingkan kawasan lain,’’ tegas Cok Ace. ‘’Kami akan pastikan taksu itu tetap menjadi kelebihan Bali. Menjaga keharmonisan dan mengurangi ketimpangan antara Bali Selatan dan Utara, juga memastikan sektor lain selain sektor pariwisata bisa berkembang untuk kesejahteraan masyarakat Bali seluruhnya,’’ pungkas Cok Ace. (ad052)
Inbis Unhi Denpasar Tembus Nasional
Tenant Produk Kearifan Lokal Menjadi Andalan Utama DI ERA globalisasi seperti saat ini, persaingan di dunia pendidikan begitu ketat. Tidak hanya bersaing dalam mencetak lulusan yang berkualitas untuk bisa merebut dunia kerja, namun bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan dengan berwirausaha. Untuk menjawab tantangan tersebut, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar dengan Inkubator Bisnisnya (Inbis) akan menginkubasi tiga tenant yang berhasil lolos seleksi nasional untuk siap dikembangkan. Apalagi, Inbis Unhi Denpasar telah mampu menjadi salah satu dari 60 Inbis di Indonesia yang lolos menerima dana hibah dari Kemenristekdikti sebesar Rp 1,2 miliar. Selain itu, Inbis Unhi Denpasar berhasil lolos Program Pengembangan LIBT (Lembaga Inkubator Bisnis Teknologi) dari 20 Inbis yang lolos nasional dengan mendapatkan dana hibah Rp 300 juta. Dana hibah tersebut akan difokuskan untuk pengembangan dan menyejahterakan ketika tenan yang produknya berbasis kearifan lokal. Ketua Inbis Unhi Denpasar Ida I Dewa Ayu Yayati Wilyadewi, S.E.Ak., M.M. mengatakan Inbis bagi lembaga pendidikan merupakan keseharusan untuk dimiliki oleh perguruan tinggi. Sebab, Inbis sangat erat hubungannya dengan dunia entrepreneur (wirausaha). Apalagi, pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berhenti pada riset semata, tetapi bagaimana riset tersebut bisa menghadirkan produk yang bisa menembus pasar industri dan mampu mendapatkan hibah dari pemerintah. ‘’Inbis Unhi Denpasar sangat siap untuk memfasilitasi startups (pengusaha bisnis baru - red) yang muncul. Baik itu dari mahasiswa, alumni, dan dosen Unhi maupun dari masyarakat umum. Sebab, inkubator bisnis memperjuangkan dan menginkubasi wirausaha muda untuk mandiri dan memiliki daya saing yang
FOTO BERSAMA - Rektor Unhi Denpasar prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (tengah) didampingi Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T., Ketua Inbis Unhi Denpasar Ida I Dewa Ayu Yayati Wilyadewi, S.E.Ak., M.M. berfoto bersama seusai presscon, Senin (1/4) kemarin. cepat. Jadi, mari kita dukung wirausaha-wirausaha muda Bali, demi mewujudkan entrepreneur yang tangguh dan berdaya saing,’’ tandas Yayati Wilyadewi. Dikatakan, Inbis Unhi Denpasar mengangkat tagline ‘’Produk Kearifan Lokal dan Digital’’. Hal ini dikarenakan Unhi Denpasar mempunyai kekhasan dan keunikan, yakni berbasis kearifan lokal. Produk-produk yang dihasilkan antara lain berupa produk herbal Ayurweda, tabuh berbasis seni dan adat budaya Bali, tata rias pengantin yang spesifik berpegang pada sastra, serta bebantenan (sesajen) yang mengacu pada sastra dan tetap mengutamakan kebutuhan masyarakat. Rektor Unhi Denpasar prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. didampingi Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. mengatakan meskipun Unhi tidak mempunyai
Fakultas Teknologi, namun Unhi Denpasar saat ini telah mampu mem-branding diri menjadi universitas wirausaha (entrepreneur university) berbasis kearifan lokal berteknologi. Hal ini dikarenakan Unhi Denpasar telah menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai universitas dalam negeri maupun luar negeri yang basicnya teknologi. Bahkan, dengan basic kearifan lokal, lulusan dan wirausaha yang diciptakan Unhi Denpasar sangat berbeda dari lulusan maupun wirausaha-wirausaha dari perguruan tinggi lainnya. Untuk menghasilkan wirausaha muda Bali, lanjut Damriyasa, dirinya tidak hanya mengembangkan Inbis, tetapi akan lebih menciptakan dan mengembangkan model inovasi baru. Seperti mengembangkan rumah pengusaha pemula untuk menampung calon-calon pengusaha muda Bali. (ad053)
Peserta Program WIP FS Unwar Terus Meningkat
Cikal Bakal Menuju Visi Unwar Go Global Tahun 2034 WARMADEWA Internasional Program (WIP) yang diselenggarakan Fakultas Sastra Universitas Warmadewa (FS Unwar) sejak tahun 2017 terus diminati mahasiswa asing dari berbagai perguruan tinggi negara-negara Eropa. Terbukti pada tahun ketiga periode April-Juli ini, jumlah mahasiswa asing yang mengikuti program WIP meningkat. Sebanyak 50 orang mahasiswa asing dari 35 perguruan tinggi di enam negara Eropa siap menempuh pendidikan di FS Unwar selama satu semester (4 bulan). Kehadiran mahasiswa/mahasiswi dari negara Belgia, Republik Ceko, Belanda, Prancis, Jerman dan Swiss ini disambut melalui kegiatan Orientation Day Batch 5 di Ruang Sri Kesari Warmadewa Mandapa, Senin (1/4) kemarin. Mereka diterima Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E.,
Sp.ParK. bersama para Wakil Rektor, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Dekan FS Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. dan seluruh pimpinan fakultas di lingkungan Unwar. Dekan FS Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. mengatakan program WIP FS Unwar telah berlangsung sejak tahun 2017 dan tahun 2019 ini merupakan kali kelima dilaksanakan. Sebab, dalam setahun program WIP dibuka dua periode, yaitu periode April-Juli dan periode September-Desember. Mahasiswa internasional ini akan mengikuti perkuliahan selama satu semester, yaitu selama 4 bulan dengan 16 pertemuan termasuk middle test dan final test. Mereka akan mengikuti perkuliahan di kelas dari hari Senin hingga Rabu. Sementara
pada hari Kamis digunakan sebagai special day untuk Workshop dan Excretion. Dalam workshop, dikatakan mahasiswa internasional ini akan diajarkan menari Bali, gemelan Bali, membuat banten, penjor, membuat masakan khas Bali, seperti sate, lawar dan lain sebagainya. Sedangkan excretion, mahasiswa akan diajak mengunjungi tempat wisata yang berkaitan dengan budaya dan seni Bali. Di samping juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa asing untuk berkunjung ke daerahdaerah luar Bali. Dengan kelas internasional ini, para dosen FS Unwar mempunyai kesempatan untuk mengajar kelas internasional, sehingga secara otomatis para dosen bisa mengupgrade kualitas diri, baik dalam persiapan materi ataupun bahasa
Inggris yang digunakan dalam kelas. Selain itu, mahasiswa lokal juga mempunyai kesempatan untuk berbaur dan meningkatkan bahasa Inggris praktis dengan mahasiswa internasional. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan Program WIP FS Unwar merupakan program yang sangat prestisius. Sebab, program WIP ini sejalan dengan visi Unwar yaitu menuju perguruan tinggi go global pada tahun 2034. Pihaknya berharap program ini agar bisa terus ditingkatkan, sehingga fondasi menuju visi Unwar bisa terwujud. Apalagi, pada periode September nanti jumlah mahasiswa yang mengikuti WIP FS Unwar sebanyak 100 orang mahasiswa. ‘’Program WIP inilah cikal bakal visi Unwar bisa go global tahun 2034,’’ tandas Prof.
FOTO BERSAMA - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si. didampingi Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., Dekan FS Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. dan seluruh civitas akademika FS Unwar berfoto bersama mahasiswa internasional pada acara ‘’Orientation Day International Students Batch 5’’ di Ruang Sri Kesari Warmadewa Mandapa, Senin (1/4) kemarin. Widjana. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si. memgatakan selain menjadi cikal bakal untuk mencapai visi Unwar go global tahun 2034, program WIP ini diharapkan untuk
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
bisa terus melakukan hubungan internasional, terutama dalam mengembangkan program double degree antara Unwar dan universitas-universitas yang telah mengirimkan mahasiswanya belajar di Unwar selama satu semester. (ad062)
DAERAH
Selasa Paing, 2 April 2019
Beachwalk Shopping Center
Angkat Tema ’’Eat and Repeat’’ April 2019 FOOD Start Here! Mengawali bulan April, Beachwalk Shopping Center mengangkat tema ‘’Eat & Repeat’’. Dengan tema ini Beachwalk memberikan suasana baru dengan spirit baru untuk para pengunjung. Selain itu, Beachwalk Shopping Center akan mengadakan berbagai macam kegiatan dan promo menarik kepada para pengunjung Di bulan April ini, dalam rangka memeriahkan perayaan hari raya Paskah, Beachwalk menyajikan acara Colorful Easter pada 19-21 April 2019 dengan berbagai jenis aktivitas untuk menghibur pengunjung, khususnya untuk anak-anak, seperti melukis wajah dan mendekorasi telur Paskah di Fountain Stage level 1 pukul 17.00 Wita. Beachwalk menyediakan berbagai macam dekorasi dengan nuansa Paskah seperti instalasi anyaman tradisional Bali penuh warna dan telur Paskah unicorn di sekeliling tangga-tangga area Beach Gate level 1. Nantinya pengunjung dapat berfoto mengabadikan momen Paskah di Beachwalk Shopping Center. Selain hari Paskah, bulan ini juga merupakan bulan di mana Indonesia merayakan Hari Pemberdayaan Perempuan yakni Kartini yang jatuh pada 21 April 2019. Dalam rangka memeriahkan Hari Kartini, Beachwalk mengadakan kompetisi bagi para perempuan, di mana 10 pemenang mendapatkan kesempatan untuk memenangkan eksklusif makeup class dengan Martha Tilaar. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kompetisi Kartini ini dapat mengunjungi website www. beachwalkbali.com. Melengkapi perayaan hari Kartini, Beachwalk mengadakan acara ‘’Special Kartini’s Day’’ di Fountain Stage level 1, dimulai pada pukul 17.00 Wita. Akan ada berbagai aktivitas spesial untuk perempuan seperti menari dengan kostum kebaya, pembacaan puisi, pertunjukan musik dan fashion show. Semua kegiatan ini dilakukan oleh perempuan dengan menggunakan pakaian tradisional. Bali Starts Here! Di samping itu, Beachwalk Shopping Center juga mengadakan kegiatan reguler yang dapat dinikmati pengunjung yang sedang berbelanja. Setiap Selasa dan Rabu di Fountain Stage level 1 pukul 17.00 Wita, pengunjung dari mancanegara dan domestik dapat menikmati berbagai macam kesenian tradisional Bali seperti Bali Cultural Experience. Sebagai tambahan hiburan pengunjung dapat berfoto dengan Custome Play yang tersebar di beberapa area lokasi iconic tempat berfoto di Beachwalk Shopping
Center. Beachwalk mengadakan tambahan acara reguler yakni ‘’Acoustic Eve’’ setiap Rabu - Senin pukul 18.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita. Your Rewards, Your Way! Beachwalk Shopping Center meluncurkan kartu ‘’Corner’s Card’’ pada Oktober 2017, sebagai program kepada para pelanggan setia Beachwalk. Melalui program loyalitas ini customer dapat mengumpulkan dan menukarkan poin dengan berbagai macam hadiah serta voucher menarik. Cara mendapatkannya sangat mudah. Hanya dengan melakukan minimum transaksi di seluruh tenant Beachwalk Shopping Center senilai Rp 50.000. Dalam satu struk di hari yang sama customer dapat menukarkannya di customer service lantai 1. Kelebihan lainnya dengan memiliki kartu ini adalah customer dapat menggunakannya tidak hanya di Beachwalk Shopping Center, namun di semua mall Management Cornerstone lainnya yakni FX Sudirman Jakarta dan 23Paskal Bandung. Selain itu bagi customer yang telah memiliki kartu ini dapat berkesempatan memenangkan lucky draw yaitu menginap semalam di Wapa di Ume. Spesial di bulan Food Starts Here April, Mei dan Juni 2019, Beachwalk Shopping Center mengadakan program spesial, khusus bagi para member ‘’Corner’s Card’’. Spesial di bulan April – Juni Beachwalk mengadakan Weekday Special ‘’Eat and Get Double Points’’. Dalam program weekdays specials ‘’Eat and Get Double Points’’ pemegang kartu ‘’Corner’s Card’’ yang berbelanja minimal Rp 250.000 (dalam 1 struk) di Food & Beverage tenants yang ada di Beachwalk Shopping Center dengan meng-collect point dan otomatis
mendapatkan double points di hari Senin – Kamis. Belum lama ini, Beachwalk juga meluncurkan program khusus bagi turis asing, yaitu Tourist Wallet. Program ini menawarkan dua hak istimewa yang hanya bisa dinikmati member Tourist Wallet. Di antaranya member Tourist Wallet bisa mendapatkan Instant Reward dengan belanja minimal IDR 300.000. Dan member Tourist Wallet bisa mendapatkan gratis tempat penitipan barang dengan belanja minimal IDR 500.000. Pendaftaran member Tourist Wallet ini dapat dilakukan di Customer Service lantai 1 hanya dengan menunjukkan passport yang masih berlaku kepada Customer Service kami. Beachwalk Shopping Center always presents the unique experiences for customers. The various monthly programs offer more attractions in Kuta and emphasizing beachwalk Shopping Center’s tagline, ‘’Bali Starts Here’’. Beachwalk Shopping Center juga meluncurkan website dengan tampilan konsep baru. Dengan adanya tampilan serta fitur tambahan untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses website, seperti fitur floor map yang interaktif sehingga lebih mudah dalam mengetahui lokasi dan store apa saja yang ada di beachwalk. Customer dapat mengakes website tersebut di www. beachwalkbali.com. Beachwalk Shopping Center selalu menghadirkan pengalaman menarik untuk pengunjung di Beachwalk. Hadirnya berbagai program di Beachwalk memberikan daya tarik lebih bagi Kuta dan mengukuhkan tagline Beachwalk Shopping Center, ‘’Bali Starts Here’’. (ad051)
Genjek dan Arja Muani Meriahkan HUT SMPN 4 Denpasar
Denpasar (Bali Post) Puncak HUT ke-40 SMPN 4 Denpasar digelar,Senin (1/4) kemarin secara meriah. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng dan dimeriahkan juga oleh Genjek dan Arja Muani dari para siswa. Saat HUT juga ditampilkan mars dan tari kebesaran SMPN 4 Denpasar ‘’Sangkara’’. Momentum penting ini tak dilupakan Kepala SMPN 4 Denpasar Drs. I Wayan Dania, M.Pd. guna memberi penguatan dalam bidang pendidikan karakter, meningkatkan prestasi, seni budaya yang berwasan lingkungan. Wayan Dania menegaskan, guna menghadapi persaingan di era global, lulusan SMPN 4 Denpasar disiapkan menjadi SDM Bali yang berdaya saing tinggi. Kuncinya adalah disiplin, pendidikan karakter dan berwawasan global. SMPN 4 Denpasar selain dikenal berkualitas juga sekolah yang tidak melakukan pungutan iuran komite. Namun, siswanya dikenal banyak mengukir prestasi di akademik dan nonakademik.
Bali Post/sue
PENARI - Kepala SMPN 4 Denpasar I Wayan Dania bersama penari Genjek dan Arja Muani dari siswa. Ketua OSIS SMPN 4 Denpsar Ketut Ayu Pramesti Ari menambahkan, serangkaian HUT juga diisi dengan Bali Post Goes to School, jalan sehat mengenakan atribut koran, lomba olimpiade sains serta aneka lomba internal yang bersifat rekreatif dan ajeg
Bali. Di antaranya lomba membuat canangsari, lamak, sampian gantung, serta penarikan kupon berhadiah. Bahkan, ia mengatakan serangkaian HUT para siswa tak dikenakan biaya apapa pun, semua ditaggulangi lewat penggalian dana. (025)
Kodim Prihatin terhadap Keluarga Kurang Mampu di Denpasar
Denpasar (Bali Post) Denpasar sebagai ibu kota Bali masih ada keluarga kurang mampu. Hal ini membuat Kodim 1611/Badung prihatin dan memberi bantuan pembuatan jamban kepada I Kadek Suastika (38) yang tinggal di Jalan Pengasaan Timur, Banjar Yangbatu Kangin, Denpasar Timur, Senin (1/4) kemarin. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Kasdim 1611/ Badung Mayor Inf. Arianto. Pelaksanaan program Karya Bhakti Jambanisasi Semester 2019 ini, kata Kasdim, tujuannya selain merupakan program Komando Atas, juga untuk mengajak dan mendorong masyarakat senantiasa dapat membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat. Dengan pemberian bantuan jamban ini diharapkan masyarakat segera meninggalkan kebiasaan yang kurang baik sebelumnya, seperti buang air sembarangan. ‘’Tentunya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,’’ ujarnya. Sementara program jambanisasi ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang sehat. Apabila pelaksanaan program ini didukung oleh seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah. Maka dari itu ke depan-
Bali Post/ist
SIMBOLIS - Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto secara sembolis menyerahkan kloset terkait pelaksaaan program jambanisasi. nya seluruh rumah warga teru- serta lingkungan yang bersih dan tama berdomisili di wilayah Kota sehat. ‘’Penggarapan jamban ini Denpasar dan Badung memiliki dikerjakan oleh sejumlah personel jamban. Dengan demikian bisa Kodim 1611/Badung beserta jajabermanfaat bagi warga dan bisa rannya yang memiliki kemampuan meningkatkan kualitas hidup khusus pertukangan,’’ tegas Mayor derajat kesehatan yang lebih baik Arianto. (kmb36)
5
Cetak Kemandirian hingga Munculkan Peluang Bisnis
Salon Agung Intens Gelar ’’Workshop’’ Kecantikan
UNTUK kesekiankalinya Salon Agung menggelar workshop kecantikan dan tata rias pengantin Bali yang menyasar ibu-ibu PKK. Berbagai tujuan diharapkan dari digelarnya workshop ini mulai dari kemandirian (bisa berhias sendiri) hingga peluang bisnis. Kali ini workshop menyasar ibu-ibu PKK di seluruh desa se-Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Workshop yang digelar di Aula Kantor Camat Abiansemal, Minggu (31/3) lalu bekerja sama dengan Viva Kosmetik, Harian Bisnis Bali serta Pemerintah Kabupaten Badung. Workshop tersebut memberikan banyak materi, mulai dari penggunaan pusung tagel yang praktis dan benar, tata rias pengantin madya, tata rias modifikasi dan tengkuluk lelunakan. Dengan model yang telah dibawakan oleh Salon Agung, praktik tata rias pun dilakukan langsung di depan peserta oleh pakar kecantikan dan pemilik Salon Agung Dr. Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M. Dalam materi yang diberikan, wanita asli Tabanan ini menerangkan, beberapa hal harus diperhatikan dalam melakukan tata rias. Terlebih lagi pakem-pakem yang terdapat pada karakteristik tata rias Bali agar tidak ditinggalkan. Demikian pula tata krama dalam melakukan tata rias harus dijaga. ‘’Seperti halnya membuka jepitan dengan mulut, itu sangat tidak disarankan,’’ katanya. Di samping itu, keindahan penggunaan make-up, pakaian ataupun aksesori menjadi hal yang juga harus diperhatikan dalam parktik tata rias nantinya. ‘’Saya rasa kebanyakan masyarakat terutama ibu-ibu sudah bisa dan mampu memahami hal tersebut,’’ ungkapnya. Demikian juga dia menyampaikan kemampuan yang sudah dimiliki masyarakat khususnya dalam hal tata rias agar segera disertifikasi untuk bisa mengatasi persaingan ke depan. Hal ini menjadi sebuah ke-
butuhan yang dimiliki masyarakat ketika mau melangkah serius dalam bisnis di bidang tata rias. Dalam kesempatan ini, A.A. Ketut Agung juga menyelipkan soal tata busana terkait aturan berbusana adat setiap Kamis dan PurnamaTilem. Berbusana adat, menurutnya, mampu menambah kecantikan wanita Bali. Demikian jua, katanya, berbusana adat disesuaikan dengan tempatnya. Misalnya ketika pergi ke kantor, disarakannya agar berusaha menggunakan pakaian yang tertutup serta panjang lengan di bawah siku, termasuk penggunaan sandal agar dihindari penggunaan sandal jepit. ‘’Kalau urusan rambut boleh tidak di-pusung, hanya harus diikat,’’ jelasnya. Dengan waktu yang kurang lebih 3 jam, berbagai materi mampu diberikan, yaitu praktik langsung dengan pemasangan tengkuluk lelunakan, payas madia hingga modifikasi, termasuk penggunaan pusung tagel dengan dan tanpa hairpiece. Berbagai materi yang
diberikan ini pun mampu menarik perhatian peserta yang diikuiti begitu antusias. Menanggapi hal tersebut, istri Camat Abiansemal A.A. Istri Maryeni mengucapkan terima kasih atas digelarnya workshop ini yang sangat antusias diikuti ibu-ibu PKK di wilayah Kecamatan Abiansemal. ‘’Kegiatan seperti ini sangat baik dilakukan. Ibu-ibu PKK sangat senang ketika ada pelatihan seperti ini. Berbeda dengan dulu yang cukup sulit mengumpulkan ibu-ibu PKK,’’ jelasnya. Diakuinya, tata rias saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga antusiasme peserta sangat tinggi jika sudah ada pelatihan terkait. Demikian dia berharap agar ke depannya pelatihan seperti ini kembali digelar. Pihaknya pun akan secara intens memberikan pelatihan seperti ini dalam kegiatan arisan, untuk mendukung perkembangan usaha tata rias di masyarakat. (wid)
MENYUSUL suksesnya peluncuran mobil konsep Daihatsu Ayla Turbo dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 tahun lalu, Daihatsu kembali menampilkan Ayla Turbo kendaraan sebagai Racing Sport Entry Hatchback pada acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya atau GIIAS Surabaya Auto Show 2019 pada 29 Maret – 7 April 2019 di Grand City Convex, Surabaya. Sebagai bagian tren Turbo Aspirated yang mendunia, Ayla Turbo dirancang untuk menunjukkan transformasi city car menjadi mobil yang sporty dan racy. Dengan mengusung konsep Thrilling Simplicity, setiap garis desain, bentuk, dan permukaan Ayla Turbo diperhitungkan dengan baik, sehingga memiliki performa yang lebih optimal. Mobil konsep Ayla Turbo merupakan hasil karya anak bangsa yang dikembangkan oleh tim Research & Development (R&D) PT Astra Daihatsu Motor dalam menunjukkan rancang bangun R&D Daihatsu di Indonesia. Sesuai namanya, Ayla Turbo merupakan mobil konsep yang selain bertujuan untuk membuktikan kapabilitas anak bangsa, juga dapat memberikan inspirasi bagi anak muda yang memiliki passion ke performa mobil, sehingga Ayla selain dapat dimodifikasi pada sisi eksterior, juga bisa dilakukan
penambahan komponen turbo dalam modifikasi tersebut. ‘’Sebagai ajang pembuktian kemampuan R&D ADM, maka mobil konsep Ayla Turbo ini dapat menjadi inspirasi bagi pelanggan, dan penggemar modifikasi, khususnya bagi anak muda yang memiliki
passion ke performa mobil, sehingga mobil Daihatsu khususnya Ayla Turbo ini bisa memenuhi hasrat modifikasi yang lebih maksimal,’’ ujar Soni Satriya, Design Engineering Executive Coordinator R&D PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)
KUNJUNGAN – Rombongan Viva Cosmetic yang dipimpin langsung Owner Yusuf, Senin (1/4) kemarin mengadakan kunjungan ke Kelompok Media Bali Post (KMB). Rombongan diterima langsung Nyonya Satria Naradha dan Ketua LKP Agung A.A. Ayu Ketut Agung. Tampak dalam gambar rombongan foto bersama usai acara ramah-tamah.
Ayla Turbo Sambangi GIIAS Surabaya Auto Show 2019
Warung Global
Program JKN Diharapkan Benar-benar Menolong Tanpa Diskriminasi TINGKAT kepatuhan membayar premi peserta Jaminan Kesehatan nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan baru mencapai 76 persen. Tingkat kepatuhan ini menjadi perhatian untuk mengurangi defisit biaya yang dikeluarkan BPJS Kesehatan untuk membayar klaim peserta. Tingkat kepatuhan ini dikarenakan beberapa hal. Di antaranya peserta yang mampu membayar tetapi lupa membayar. Ada juga karakter peserta jika tidak menggunakan kartu (kondisi sakit), maka tidak melakukan pembayaran. Sesuai dengan mottonya dengan gotong royong, semua tertolong, para pendengar Radio berharap agar benar-benar menolong semua tanpa diskriminasi. Demikian beberapa saran Kawan Global yang terungkap dalam acara dialog interaktif Warung Global, Senin (1/4) kemarin. Ayu di Petang menyampaikan Kabupaten Badung memiliki program KBS. Jadi tak usah bingung untuk urusan kesehatan. Untuk itu, ia berharap program yang bermanfaat bagi rakyat ini tetap dilanjutkan meskipun berganti pemimpin. Arya di Denpasar menyarank-
an agar pemerintah memberikan sosialisasi dan memfasilitasi bagaimana agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit. Sementara menurut Ketut Mursi di Denpasar mengatakan sistem pengelolaan belum profesional. Masih amburadul, baik itu sistem
pembayaran maupun pelayanannya. Katanya gotong royong? Berbeda halnya dengan Werdha di Gianyar. Ia mengaku pernah kecewa dengan pelayanan BPJS Kesehatan. Dengan motto gotong royong semua tertolong yang sering ia dengar, tetapi jika masih ada pembedaan antara pasien umum dan peserta BPJS, percuma saja. Jika demikian mari sama-sama berbenah. Tak hanya itu, bagi Budiada di Tabanan, budaya kita belum sadar akan pembelajaran. Dituntut bayar tepat waktu, pelayanan harusnya optimal. Ia menilai perencanaan sistem gotong royong ini belum tepat karena kita bukanlah negara yang sudah maju. Nyoman Mastra di Gianyar juga demikian, untuk makan saja sulit rasanya. Apalagi untuk bayar iuran kesehatan tiap bulan. Mestinya sebelum buat program, lihat dulu kondisi masyarakat, apakah mampu bayar atau tidak. (sikha)
OPINI
6
Selasa Paing, 2 April 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Prestasi Akademik dalam Revolusi Industri 4.0 UJIAN Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menjadi perbincangan hangat dunia pendidikan di Indonesia. Selain menyangkut kesiapan siswa yang menjadi peserta, sebenarnya banyak hal menjadi topik yang harus dibahas dan diselesaikan terkait UNBK ini. Misalnya, soal infrastruktur maupun suprastruktur, termasuk penyelenggara dalam hal ini guru/tenaga pengawas dan pemerintah. Hal ini tidak lepas dari pemerataan pendidikan di tanah air saat ini. Belum semua sekolah mampu menyediakan perangkat komputer sebagai salah satu persyaratan terlaksananya UNBK. Belum semua daerah telah terjangkau jaringan internet (wifi) yang menjadi salah satu komponen dalam pelaksanaan UNBK ini. Untuk mewujudkan UNBK di seluruh sekolah yang ada di tanah air, pemerintah telah mengejar pegadaan perangkat komputer/laptop bagi seluruh sekolah sampai ke pelosok. Beriringan dengan masuknya listrik ke seluruh wilayah Indonesia, juga dikejar pengadaan jaringan internet/wifi sebagai salah satu komponen pendukungnya. Ini dalam rangka mengejar pemerataan (sarana dan prasarana) pendidikan maupun pemerataan peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri. Peningkatan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan diharapkan membawa peningkatan pemerataan kualitas pendidikan itu sendiri. Melalui peningkatan pemerataan pendidikan dan pemerataan peningkatan kualitas pendidikan ini, SDM Indonesia diharapkan mampu mengikuti dan bersaing dalam revolusi industri 4.0. Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dominannya pemanfaatan superkomputer, robot pintar, kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan kecanggihan lain menggantikan tenaga bahkan inteligensi manusia. Revolusi industri 4.0 membawa otomatisasi di hampir semua bidang kehidupan manusia. Revolusi Industri 4.0 mengubah secara fundamendal peradaban manusia. Revolusi yang diawali dan ditandai lompatan di bidang teknologi informasi/komunikasi, telah membuat dunia benarbenar berada dalam satu genggaman. Karena itu, revolusi industri 4.0 harus diantipasi semua pihak. Menghadapi revolusi industri 4.0, ada semacam kekhawatiran SDM Indonesia tidak akan mampu bersaing apalagi memenangkan persaingan di dalamnya. Kondisi ini memicu dan memacu semua mengejar peningkatan kualifikasi SDM yang ada. Karena yang lebih menonjol penerapan teknologi super canggih, yang paling diburu prestasi akademik di bidang science/eksak. Pendidikan sosial seperti moral etika termasuk komunikasi pun seakan terabaikan. Kondisi ini dapat dilihat dalam lingkungan keluarga sekarang ini. Semua anggota keluarga sibuk dan asyik dengan gadget canggih, salah satu produk revolusi industri 4.0 ini. Padahal kalau dirunut kembali, revolusi industri 4.0 ini justru menjadi kelanjutan atau muncul dari kemajuan teknologi informasi ini. Berbagai mesin canggih dalam revolusi industri 4.0 ini tetap baru dapat bekerja karena adanya komunikasi di dalamnya. Meski, nama atau istilahnya mungkin latah disebut bahasa mesin. Dalam pemasaran dan pemanfaatan produk revolusi industri 4.0 ini pun, pastilah tetap diperlukan sebuah komunikasi. Dalam sebuah komunikasi manusia sebagai makhluk tertinggi ciptaan Tuhan, rasanya moral etika tetaplah masih diperlukan untuk dijaga. Terkecuali, jika nantinya manusia juga sudah menggunakan bahasa mesin dalam komunikasinya.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Bantuan Pura dan Perbaikan Jalan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta terkenal bares. Bupati asal Desa Plaga, Badung ini bukan saja menyejahterakan rakyatnya di Badung namun juga membantu rakyat di luar Badung seperti ratusan bedah rumah di Buleleng, Tabanan, dan yang lain. Terakhir, beberapa hari lalu akhir Maret, sebesar Rp 3 M, rakyat di Ubung, Denpasar Utara dibantu untuk perbaikan sejumlah tempat ibadah yaitu pura. Bantuan untuk membenahi pura ini memang penting. Namun, hal yang penting lainnya menurut saya adalah memperbaiki insfrastruktur berupa jalan dan gang-gang yang rusak. Contoh di wilayah Kota Denpasar. Sepanjang Jalan Nangka terutama Nangka Selatan, jalan menuju Pasar Desa Tonja hancur lebur dan mungkin juga di lokasi yang lain. Mudah-mudahan bantuan jalan juga dialokasikan. W. Beratha Yasa Kapal, Badung
Pengaturan Mobil ’’Pamedek’’ Kehadiran umat Hindu untuk ngaturan bhakti ke Pura Besakih sangat tinggi. Ini terlihat saat terjadinya kemacetan panjang saat hari Sabtu dan Minggu lalu. Mudah-mudahan kemacetan ini tidak membuat konsentrasi umat dan ketulusan umat untuk sembahyang terganggu. Untuk itu, saya berharap dilakukan pengaturan mobil pamedek dan sepeda motor ke kawasan pura lebih diperketat. Ruang menuju pura dengan berjalan kaki dari parkir atas hendaknya bebas mobil dan sepeda motor, sehingga pamedek tak perlu berdesak-desakan hanya untuk lewat. Mudah-mudahan kesadaran untuk menjaga kenyamanan umat untuk sembahyang terbangun. Mudah-mudahan polisi dan pecalang juga bisa mengatur lalu-lalangnya mobil dan sepeda motor di kawasan padat umat berjalan kaki menuju pura. I Gede Murdata Gianyar, Bali
UN, Uji Nalar Tinggi Siswa Tidak dapat dimungkiri bahwa sekarang ini kualitas siswa Indonesia masih pada taraf yang lebih rendah dari hasil tes PISA (Programme Internationale for Student Assessment) pada tahun 2015 Indonesia masih memiliki urutan 10 besar terbawah. Fenomena ini tentu perlu disikapi bersama. Melihat dari indikator utama berupa rata-rata skor pencapaian siswasiswi Indonesia di bidang sains dan matematika memang mengkhawatirkan. Apalagi kalau yang dilihat adalah peringkat dibandingkan dengan negara lain. Tersirat kekhawatiran kita tentang kemampuan daya saing kita pada masa yang akan datang. Jangankan dibandingkan dengan Singapura yang menjuarai semua aspek dan indikator penilaian, dengan sesama negara Asia Tenggara yang lain pun kita tertinggal. Pada hasil tes tersebut menggambarkan bagaimana kualitas literasi dan penguasaan konsep siswa kita masih perlu ditingkatkan sehingga perlu dilakukan suatu perubahan yang mendasar dari sisi proses pembelajaran dan juga dari sisi evaluasi.
Oleh I Kadek Darsika Aryanta, S.Pd., M.Pd.
S
alah satu faktor rendahnya kemampuan matematika juga IPA dan bahasa adalah standar yang diberlakukan selama ini yang masih memakai kemampuan berpenalaran dasar atau lower order thinking skills (LOTS). Untuk mencapai dan mengejar kualitas pendidikan yang baik maka siswa perlu diintrodusir dengan soal pada penalaran yang tinggi. Proses evaluasi dilakukan oleh negara adalah ujian nasional. Dari segi persiapan ujian nasional kali ini soal-soal yang digunakan harus bersifat HOTS sehingga ini perlu diantisipasi oleh siswa untuk terus belajar lebih baik lagi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti halnya pada tahun lalu, siswa yang mengunggah beberapa cuitan yang tidak baik di media sosial. Persiapan yang matang dari segi siswa, guru, dan pemerintah daerah untuk menggalakkan Ujian Nasional sehingga hasil yang diharapkan bisa menjadi lebih maksimal. Keterampilan bernalar tingkat tinggi merupakan proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar. Keterampilan ini juga digunakan untuk menggarisbawahi berbagai proses tingkat tinggi menurut jenjang Taksonomi Bloom. Pada proses pengembangan kognitif siswa proses bernalar tingkat tinggi siswa merupakan intisari dari proses berpikir kritis dan kreatif. Kedua proses ini sangat penting dimiliki oleh anak didik
kita sehingga dapat bersaing di dunia global. Ujian Nasional yang dilaksanakan pada tahun 2019 merupakan Ujian Nasional yang sedikit berbeda dengan Ujian Nasional terdahulu. Sekarang ini, konten soal yang diberikan dalam ujian adalah soal yang berorientasi pada High Order Thinking Skill atau sering disebut dengan HOTS. Seperti yang dilansir oleh laman www.kemendikbud.go.id, pada tahun ini Ujian Nasional diikuti lebih dari 8,2 juta siswa dar jenjang SMP, SMA, SMK sederajat. Untuk komposisi tingkat kesukaran UN sekarang soal tingkat penalaran masih 10-15 %. Materi Ujian Nasional adalah materi yang harus diajarkan di sekolah, sehingga kalau ada sekolah yang belum mengajarkan materi Ujian Nasional tersebut maka diharapkan sekolah tersebut untuk terus menggalakkan siswanya untuk mengerjakan materi tersebut. Ujian Nasional dengan menggunakan HOTS dimulai dari bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus juga berorientasi kepada nalar tinggi siswanya. Berawal dari proses pembelajaran inilah diharapkan nanti siswa mendapatkan pemahaman dan kompetensi yang unggul yang sesuai dengan keterampilan abad 21 (kolaborasi, kreatif, komunikasi, dan pemikiran kritis) untuk mencapai tuntutan dari revolusi industri 4.0. Pada Ujian Nasional dengan melatih nalar tinggi siswa tidak sekadar menghafal tetapi memahami konsep. Soal berbasis HOTS tidak terlepas dari cakupan kemampuan menghafal, memahami konsep, menerapkan konsep
untuk pemecahan masalah, analisis dan level lainnya. Sekarang ini, sistem pembelajaran yang digunakan juga harus dengan merangsang nalar tinggi siswa sehingga guru-guru yang ada harus siap juga dengan pembelajaran HOTS. Pembelajaran dengan menggunakan orientasi HOTS akan memberikan dampak yang sangat baik bagi siswa untuk melatih bagaimana siswa tersebut berpikir tidak hanya pada satu tingkat saja tapi bagaimana siswa tersebut harus mampu berpikir ke arah yang lebih tinggi. Pemikiranpemikiran yang lebih tinggi ini harus dilatih kepada peserta didik agar siswa terbiasa untuk berpikir tidak hanya pada berpikir instan tetapi harus lebih pada bagaimana siswa tersebut berpikir menjadi lebih kreatif inovatif sehingga ke depannya mampu menghasilkan peserta didik yang siap di era revolusi industri 4.0. Pembelajaran abad ke-21 yang berorientasi HOTS merupakan suatu tuntutan yang harus segera di diterapkan oleh pemerintah dan juga guru-guru. Urgensi ini sangatlah penting karena kita sebagai guru harus siap dan juga harus menyiapkan peserta didik kita menghadapi tuntutan zaman globalisasi ataupun arah orientasi yang sangat kompleks di masa depan. Dengan pembelajaran yang berbasis HOTS dan juga evaluasi yang berbasis HOTS maka siswa akan terbiasa dan juga menghadapi dunia nyata yang kompleks yang sesuai dengan tuntutan zaman. Tujuan soal model HOTS dalam asesmen adalah untuk mendorong siswa melakukan penalaran tingkat tinggi sehingga tidak terpaku
pada satu pola jawaban yang dihasilkan dari proses hafalan, tanpa mengetahui konsep keilmuan. Anak-anak kita tidak akan berdaya saing jika di sekolah tidak dilatih kecakapan hidup abad 21. Ujian Nasional moda HOTS juga dilakukan untuk mengejar keterbelakangan bangsa Indonesia di tingkat internasional. Tidak dapat dimungkiri bahwa pembelajaran berbasis HOTS ini masih tergolong baru oleh guruguru. Untuk itulah perlu adanya suatu pelatihan ataupun workshop yang dilakukan oleh sekolah agar guru menjadi terbiasa menyusun desain pembelajaran yang berorientasi HOTS. Selain pembelajaran dan evaluasi yang dilaksanakan, guru juga harus mendesain perangkat pembelajarannya menjadi lebih sempurna dengan merangsang dan mengarahkan siswa untuk bernalar lebih tinggi lagi sehingga siswa menjadi terbiasa dan juga siswa akan menjadi lebih paham dengan materi pembelajaran. Penyiapan pelatihan guru ini juga harus terus didukung oleh pemerintah terutama Dinas Pendidikan baik di tingkat kabupaten maupun provinsi dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) sehingga terjadi sinergi yang benar-benar baik antara institusi pendidikan dengan pemerintah. Pemerintah dalam ini memerlukan tenaga-tenaga pelatih dan juga sumber daya manusia yang baik untuk melatih guru-guru ini sehingga dunia pendidikan di Bali bisa menjadi lebih baik. Untuk mendorong berkembangnya soal model HOTS ini, penskoran soal dilakukan dengan mempertimbangkan kompleksitas soal. Soal yang lebih kompleks diberi bobot yang lebih tinggi. Dengan demikian akan ada faktor pembeda antara siswa yang mampu menjawab soal model HOTS dan siswa yang hanya mampu menjawab soal yang mudah atau sedang. Untuk itu, perlu dilakukan penyelarasan antara proses pembelajaran dan penilaian dengan mengacu kepada standar nasional pendidikan. Semangat yang ada di dalam Kuriulum 2013 adalah untuk meningkatkan daya nalar siswa, termasuk berpikir kritis dan analitis. Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat
Peranan Parpol Menciptakan Pemilu Luber dan Jurdil NEGARA Indonesia adalah negara hukum sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Dalam paham negara hukum itu, hukumlah yang memegang komando tertinggi dalam penyelenggaraan negara. Berdasarkan paham negara hukum yang demikian, harus diadakan jaminan bahwa hukum itu sendiri dibangun dan ditegakkan menurut prinsip-prinsip demokrasi. Karena prinsip supremasi hukum dan kedaulatan hukum itu sendiri pada pokoknya berasal dari kedaulatan rakyat (democratische rechtstaat). Salah satu variabel ukuran negara demokrasi adalah pemilihan umum. Dalam perkembangan demokrasi di Indonesia sejak reformasi hingga saat ini telah berkembang pemikiran untuk mengimplementasikan asas kedaulatan rakyat dengan berbagai cara, tidak hanya terbatas pada partisipasi mereka dalam Pemilu untuk memilih anggota legislatif yang merupakan perwujudan wakil rakyat, melainkan juga melalui pemilihan lembaga eksekutif mulai dari lembaga eksekutif tertinggi yaitu presiden sampai kepala daerah. Dalam konteks demokrasi, partai politik (parpol) memiliki fungsi sebagai penyalur artikulasi dan agresi kepentingan politik yang paling mapan dalam sebuah sistem politik modern. Sifat penting partai politik menjadi semakin dibutuhkan terlihat manakala
Oleh I Gede Perdana Yoga dihubungkan dengan kepentingan publik yang harus didengar oleh pemerintah, yakni eksekutif sebagai pelaksana pemerintahan dan parlemen sebagai pemegang kekuasaan legislatif. Keberadaan dan kualitas kehidupan partai politik dapat dimaknai bahwa partai politik dengan berbagai peran dan fungsinya diharapkan mampu menjadi peredam serta diharapkan mampu memberikan solusi pada permasalahan yang muncul saat ini. Dengan demikian maka keberadaan yang akan terbangun melalui partai politik dapat terwujud apabila perbedaan yang berpotensi menimbulkan konflik destruktif secara eskalatif dapat diselesaikan melalui cara yang dialogis dan konstruktif. Peran partai politik secara sederhana dapat diartikan sebagai representation of idea, yang mana bertindak untuk mewakili kepentingan warga, memberikan jalan kompromi bagi pendapat/ tuntutan yang saling bersaing serta menyediakan sarana kompromi bagi suksesi kepemimpinan politik secara damai dan legitimate. Partai politik merupakan sarana bagi warga negara untuk turut serta atau berpartisipasi dalam proses pengelolaan negara. Partai politik adalah suatu kelompok terorganisasi yang anggotaanggotanya mempunyai orientasi,
nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Partai politik adalah unsur penting dalam kehidupan politik dan pemerintahan. Partai politik menghubungkan masyarakat madani dengan negara dan lembagalembaganya. Selain itu, partai menyuarakan pandangan serta kepentingan berbagai kalangan masyarakat. Secara garis besar bahwa peran dan fungsi partai politik dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi internal dan fungsi eksternal. Dalam fungsi internal, partai politik berperan dalam pembinaan, pendidikan, pembekalan, dan pengkaderan bagi anggota partai politik demi langgengnya ideologi politik yang menjadi latar belakang pendirian partai politik tersebut. Sedangkan dalam fungsi eksternal peranan partai politik terkait dengan ruang lingkup yang lebih luas yakni masyarakat, bangsa, dan negara. Hal ini karena partai politik juga mempunyai tanggung jawab konstitusional, moral, dan etika untuk membawa kondisi, dan situasi masyarakat menjadi lebih baik. Pemilihan umum mempunyai esensi sebagai sarana demokrasi untuk membentuk sistem kekuasaan negara yang pada dasarnya lahir dari bawah menurut kehendak rakyat sehingga terbentuk kekuasaan negara yang benar-benar memancarkan ke bawah sebagai suatu kewibawaan sesuai den-
gan keinginan rakyat, oleh rakyat, menurut sistem permusyawaratan dan perwakilan. Pada hakikatnya, pemilu merupakan pengakuan dan perwujudan dari hak-hak politik rakyat sekaligus merupakan pendelegasian hak-hak tersebut oleh rakyat kepada wakilwakilnya untuk menjalankan pemerintahan. Dalam suatu sistem politik demokrasi, kehadiran pemilu yang bebas dan adil (free and fair) adalah suatu keniscayaan. Bahkan, sistem politik apa pun yang diterapkan oleh suatu negara, sering kali menggunakan pemilu sebagai klaim demokrasi atas sistem politik yang dibangunnya. Dalam rangka mewujudkan pemilihan umum yang luber dan jurdil, diperlukan sebuah sistem yang mendukung ke arah tersebut. Oleh sebab itu, sistem pemilihan umum tidak hanya dimaknai dengan suatu teknis penghitungan suara terhadap pilihan rakyat dalam rangka menentukan pemimpinnya. Sistem sebagaimana pengertian sederhana mengenai mekanisme teknis penghitungan suara hanyalah salah satu komponen dari sebuah sistem pemilihan umum. Dengan demikian, kita dapat mengartikan bahwa sistem pemilihan umum adalah suatu bentuk ketergantungan dan interaksi antara semua bagian atau komponen dalam proses pemilihan umum.
dikembangkan oleh pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas anak-anak bangsa. Sebagai ujung tombak terdepan dalam pengembangan profesi berkelanjutan, pemerintah dapat memberdayakan komunitas GTK melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam mengembangkan pembelajaran berorientasi kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pelatihan yang menjadikan guru inti sebagai instruktur dan narasumber pelatihan menjadi nilai positif sekaligus titik lemah pada pola ini. Keterampilan teknis guru menjadi nilai positif pada pola ini sehingga pelatihan benar-benar menyentuh wilayah implementatif dan aplikatif. Sayangnya guru inti tidak dibekali kemampuan supervisi akademik sehingga lemah dalam proses pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan. Guru inti juga tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pendampingan secara terus-menerus karena tugas utamanya mengajar di sekolah masing-masing. Inilah titik lemah pola ini. Akibatnya, pelatihan-pelatihan yang dilakukan berhenti pada tahap awal implementasi hasil pelatihan. Padahal, tahap ini biasanya baru pada usaha percobaan. Tidak ada penilaian berkelanjutan apakah implementasi hasil pelatihan benar-benar sesuai dengan yang dikehendaki kurikulum ataukah tidak. Karena tidak ada pendampingan jangka panjang, guru dalam menyusun soal HOTS hanya mengandalkan insting keguruannya. Akibatnya, banyak temuan praktik pembelajaran yang tidak sesuai dengan ketentuan. Pengembangan model HOTS dalam Ujian Nasional dapat menghasilkan anak-anak berkemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri. Dalam menyiapkan peserta didik yang siap bersaing menghadapi era milenium dan Revolusi Industri 4.0, guru harus mampu mengarahkan peserta didik untuk mampu berpikir kritis, analitis, dan mampu memberikan kesimpulan atau penyelesaian masalah. Penulis, guru Fisika Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
POJOK Empat wilayah di Densel masuk zona merah peredaran narkoba. - Wah gawat. *** Bantuan untuk kelompok di Badung banyak disiasati masyarakat. - Wah bahaya. *** Sebanyak 85 subak di Bangli belum dapat bantuan dari provinsi. - Wah kasihan.
Penulis, pengajar Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Dwijendra
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Paing, 2 April 2019
Layanan Tera Ulang Masih Jauh dari Harapan Tabanan (Bali Post) Antusiasme pedagang untuk melakukan tera ulang alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) cukup besar. Sayangnya keterbatasan anggaran membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan tak mampu menyediakan layanan tera ulang secara maksimal tahun ini. Dengan anggaran sebesar Rp 59 juta, layanan sidang tera ulang hanya bisa dilakukan empat kali di tiga pasar yakni Pasar Kediri, Pasar Tabanan dan Pasar Bajera yang tahun ini diusulkan menjadi Pasar Tertib Ukur. Mengawali pelaksanaannya, telah dilakukan pelayanan tera ulang di Pasar Kediri, Senin (1/4) kemarin. ‘’Dari total anggaran itu, bukan semuanya untuk sidang tera ulang, karena Rp 23 juta untuk kalibrasi alat standar dan wajib tiap tahunnya,’’ kata Kabid Metrologi Wayan Roby Megananta didampingi Kasi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Disperindag Tabanan Ni Putu Erna Susanti. Menurutnya, sejumlah kendala yang dihadapi saat ini menyebabkan pelayanan tera dan tera ulang belum mampu menyasar seluruh pasar maupun UTTP di Kabupaten Tabanan. Hambatan itu seperti terbatasnya SDM yang berhak atau memiliki kualifikasi yang saat ini di Kabupaten Tabanan baru ada dua orang, serta tidak kalah pentingnya belum tersedianya tempat reparasi UTTP jika UTTP yang saat ditera ulang perlu perbaikan. Saat ini Pemkab hanya mengandalkan jasa reparasi di luar kabupaten. ‘’Potret pelayanan tera,
tera ulang masih jauh dari harapan. Tentu saja perlu komitmen daerah sehingga ke depan kendala-kendala ini diharapkan bisa diatasi dan pelayanan tera ulang dapat lebih optimal demi mempercepat terwujudnya tertib ukur dalam upaya perlindungan konsumen,’’ ujarnya. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal telah mengatur segala hal berkaitan dengan satuan ukuran, standar ukuran, metode pengukuran dan sanksi terkait penggunaan UTTP. ‘’Sanksinya jelas sesuai dengan undang-undang yang berlaku, wajib tera yang tidak melakukan tera ulang dikenakan pidana satu tahun dan atau denda setinggitingginya Rp 1 juta,’’ jelasnya. Begitupun untuk layanan tera SPBU yang wajib dilakukan sebagai salah satu syarat untuk bisa mendapatkan suplai BBM, menjadi prioritas layanan tiap tahun. ‘’Untuk tera ulang SPBU memang wajib dilayani semua, karena dampaknya sangat besar untuk dapat stok suplai BBM. Di Tabanan setidaknya ada 17 SPBU dan bulan April serta Mei ini ada yang sudah mengajukan permohonan tera ulang,’’ ucapnya. Untuk pelayanan sidang tera di Pasar Kediri, hingga batas akhir pendaftaran sekitar pukul 13.00 Wita, setidaknya terlayani 167 wajib tera ulang yang ada di wilayah Kecamatan Kediri. ‘’Pendaftaran memang kita batasi. Tetapi ada saja yang datang usai pendaftaran berakhir dan itu kita arahkan pada jadwal sidang tera ulang selanjutnya yang rencananya digelar di Pasar Tabanan dalam waktu dekat ini,’’ kata Roby. (kmb28)
Bali Post/bit
TERA ULANG - Layanan tera ulang di Pasar Kediri, Senin (1/4) kemarin.
Minim Fasilitas, SMAN 1 Kediri Tetap Gelar UNBK
Tabanan (Bali Post) Minimnya sarana berupa komputer, tidak menyurutkan niat SMAN 1 Kediri untuk menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri. Terbukti, tahun ini sekolah yang berlokasi di Jalan Bingin Ambe, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri itu tidak lagi meminjam laboratorium komputer milik sekolah kejuruan. ‘’Meski jumlah komputer yang kita miliki belum sebanding dengan jumlah peserta ujian, setidaknya kita dapat melaksanakan UNBK mandiri sesuai dengan arahan pemerintah saat ini,’’ ucap Kepala SMAN 1 Kediri Drs. I Wayan Sutaya, M.Pd., Senin (1/4) kemarin. Menurutnya, jumlah komputer yang tersedia hanya 120 unit. Sedangkan jumlah peserta ujian 479 orang. Mensiasati hal itu, pihaknya pun meminjam laptop pada warga sekolah baik itu dari orangtua murid, siswa, guru dan pegawai. Hal ini juga sudah dibicarakan dengan orangtua siswa sebelumnya. ‘’Malu kalau kita pinjam tempat terus. Apapun kita usahakan, yang penting bisa UNBK mandiri,’’ terangnya. Peminjaman laptop sudah dilakukan sejak simulasi dan gladi UNBK untuk sinkronisasi. ‘’Ada tiga shift dan tahun ini memang jumlah siswanya lumayan banyak. Tetapi pelaksanaan UNBK tahun depan, jumlahnya berkurang,’’ terangnya. Untuk pelaksanaan UNBK hari pertama, kata Sutaya, berjalan lancar.
Server dari pusat tidak ngadat seperti tahun sebelumnya. Guna mengantisipasi listrik mati, pihak sekolah mengantisipasinya dengan menyewa genset. Sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali I Ketut Sudarma mengatakan, di Bali ada 178 SMA dan MA yang akan mengikuti UNBK. Sebanyak 29.683 siswa akan berjibaku menjawab soal di komputer. Sementara untuk di Tabanan sebanyak 17 SMA maupun MA dengan siswa sebanyak 2.739 siswa yang mengikuti UNBK. (kmb28)
7
TABANAN
Pemerintah Pusat Batalkan Bantuan Peremajaan Kopi Tabanan (Bali Post) -
Tahun ini Tabanan sebagai kawasan kopi robusta seharusnya mendapatkan bantuan peremajaan kopi dari pemerintah pusat. Dari proposal yang diajukan, Tabanan direncanakan mendapatkan peremajaan kopi robusta seluas 400 hektar. Sayangnya bantuan ini terpaksa dibatalkan karena ketidaksiapan bibit dari provinsi.
Bali Post/san
BIBIT KOPI - Pengembangan bibit kopi oleh LEM di Pupuan. Tahun ini Tabanan batal mendapatkan bantuan peremajaan kopi dari pusat karena ketiadaan bibit kopi.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Budidana Susila, Senin (1/4) kemarin, menyayangkan pembatalan bantuan ini. Padahal pihaknya sudah menyiapkan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang akan mendapatkan bantuan. ‘’Tiba-tiba bantuan ini dibatalkan. Alasannya karena dari provinsi tidak siap bibit untuk kopi robusta. Sehingga bantuan ini diarahkan ke kopi arabica,’’ ujarnya. Dijelaskan Dewa Budi, dalam hal penyediaan bibit kopi untuk program peremajaan dari pusat memang menjadi tanggung jawab provinsi. Penyediaan bibit ini harus melalui proses lelang pengadaan di Pemprov. ‘’Biasanya bibit disiapkan oleh Puslit Kopi dan Kakao. Tapi harus lewat proses pelelangan dulu,’’ ujarnya. Tabanan memiliki Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) yang salah satu usahanya mengembangkan dan menjual bibit kopi. Tahun ini LEM di Desa Belatungan telah mampu menghasilkan 25 ribu bibit kopi. Menurut Dewa Budi, meski sudah memiliki LEM yang didorong untuk menjadi Desa Mandiri Benih, tetapi bibit yang dihasilkan masih untuk kebutuhan petani sendiri. ‘’Tidak bisa juga untuk program pusat ini karena tanggung jawab penyediaan bibit ada di provinsi. Meskipun diminta, dari LEM tentu belum mampu. Karena untuk 400 hektar memerlukan banyak sekali bibit yang belum bisa di-
penuhi lewat produksi LEM yang masih terbatas,’’ jelas Dewa Budi. Selain ketidaksiapan bibit, yang menjadi masalah adalah rendahnya harga bibit yang dialokasikan oleh pusat. Harga pembeliannya hanya Rp 4.000 per bibit, padahal harga bibit di pasaran Rp 8.000 per bibit. Mengenai pembatalan ini, pihaknya sedang berjuang dan sedang meminta surat pembatalan dari Pemprov untuk kepastiannya. ‘’Kami maunya kepastian. Tetapi sampai sekarang juga surat pembatalannya belum ada dari provinsi. Kalau belum ada surat pembatalan artinya masih bisa diperjuangkan,’’ jelasnya. Jika tidak ada informasi pembatalan bantuan, seharusnya proses peremajaan kopi robusta dilaksanakan usai panen yaitu Oktober-November mendatang. Tabanan memiliki 9.586,31 hektar untuk kopi robusta. Dari jumlah ini, sekitar 7.700 hektar tanaman kopi sudah berusia lebih dari 35 tahun dan perlu dilakukan peremajaan. Tabanan telah mendapatkan bantuan peremajaan sejak tahun 2017 dari pusat lewat dana TP seluas 100 hektar. Untuk tahun 2018, melalui APBN dialokasikan bantuan peremajaan seluas 350 hektar. ‘’Untuk 350 hektar ini kami alokasikan peremajaan untuk Desa Munduk Temu seluas 125 hektar, Desa Padangan 100 hektar dan Desa Kebon Padangan 125 hektar,’’ ujar Dewa Budi. (kmb24)
Pemkab ’’Nganyarin’’ di Pura Besakih Tabanan (Bali Post) Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Sekda I Gede Susila bersama jajaran OPD Tabanan melaksanakan bhakti panganyar pada Sabtu (30/3), serangkaian Karya Panca Wali Krama dan Batara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih. Bhakti panganyar ini dilaksanakan sebagai wujud bhakti umat kepada Ida Batara-Batari yang berstana di Pura Penataran Agung Besakih, serta diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan dan kerahayuan jagat. Bupati Eka berharap Ida Sang Hyang Widhi Wasa me-
limpahkan karunia-Nya bagi kehidupan manusia. ‘’Lewat upacara bhakti panganyar ini diharapkan manusia akan diberikan bimbingan dan petunjuk oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam melaksanakan dan melanjutkan pembangunan utamanya di Kabupaten Tabanan, dan mampu menjalankan roda pemerintahan hingga terciptanya masyarakat yang sejahtera, aman dan berprestasi (Serasi),’’ ungkapnya. Sebelum melaksanakan persembahyangan di Penataran Agung, rombongan menggelar persembahyangan di padharman masing-masing. Sebagai
bentuk sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, Bupati Eka menghaturkan dana punia yang diterima oleh panitia karya yang juga Bendesa Adat Besakih Jero mangku Widiartha. (kmb24) BHAKTI PANGANYAR Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama jajaran Pemkab Tabanan saat melaksanakan bhakti panganyar serangkaian Karya Panca Wali Krama dan Batara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih.
Tabanan Masuk 10 Besar Penghargaan Pembangunan Daerah Paparkan Strategi Pembangunan, Pemkab Gelar FGD
FGD - Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja saat memaparkan inovasi Pemkab Tabanan dalam FGD, Senin (1/4) kemarin. PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Tabanan yang dalam hal ini Bapelitbang sebagai leading sector menggelar Focus Group Discussion (FGD), Senin (1/4) kemarin, di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Tabanan. FGD
ini dalam rangka kunjungan Tim Penilaian Tahap V Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Nasional Tahun 2019 dari Bapennas terkait penilaian inovasi Pemkab Tabanan sebagai 10 besar finalis penilaian tahap
V tingkat nasional. Tim Penilai Bappenas yang hadir saat itu adalah Budhi Santoso selaku Tim Penilai Utama, Edi Tedja selaku Tim Penilai Independen, Andi Setyo Pambudi selaku Tim Penilai Teknis dan Jovany Alif selaku Direktorat Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Daerah. Mereka didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi, Sekda Tabanan I Gede Susila dan Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja. FGD juga dihadiri seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan dan lima Perbekel di kawasan Nikosake. Budhi Santoso menjelaskan, tujuan penilaian tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas perencanaan, mendorong integrasi, sinkronisasi dan sinergi perencanaan, serta mendorong inovasi Pemerintah Daerah.
‘’Selamat pada Tabanan masuk 10 besar. Karena itu tidak mudah. Kalau menang, yang menyerahkan award ini nantinya adalah Bapak Presiden,’’ ungkapnya. Dia menambahkan, dalam pembangunan di daerah, Pemkab Tabanan harus selalu bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi, karena membangun Tabanan tidak bisa sendiri. ‘’Kita berharap nanti menemukan capaian-capaian berkualitas dari Tabanan dan inovasiinovasi yang bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain,’’ jelasnya. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda I Gede Susila menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dipilihnya Kabupaten Tabanan sebagai 10 besar finalis penilaian tahap V PPD Tahun 2019 dari 416 kabupaten se-Indonesia. Menurut Bupati, dalam perencanaan pembangunan, Pemkab Tabanan telah menetapkan strategi dalam mewujudkan Tabanan Serasi, yaitu melalui salah satu misi menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis usaha pertanian dan pariwisata. Sektor pertanian dan pariwisata merupakan penyumbang kontribusi tertinggi PDRB
Kabupaten Tabanan. ‘’Misi ini sangat relevan dilaksanakan melalui pengembangan pertanian dan pariwisata terintegrasi berbasis komuniti dan komoditi di kawasan Nikosake dengan lokasi pengembangannya kami arahkan ke Tabanan Barat,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja dalam paparannya menyebutkan, sesuai dengan misi yang telah ditetapkan, Pemkab Tabanan telah mengupayakan berbagai inovasi, salah satunya pengembangan kawasan Nikosake (Nira, Kopi, Salak, dan Kelapa) di lima desa di Tabanan Barat. Kawasan tersebut meliputi tiga desa di Kecamatan Pupuan yaitu Desa Belimbing, Sanda dan Munduktemu, serta dua desa di Selemadeg Barat yakni Desa Wanagiri dan Desa Lumbung Kauh. FGD ini diharapkan bisa menggali seluruh potensi di lima desa tersebut dan menjadikan Kabupaten Tabanan sebagai peringkat pertama dalam Penilaian PPD. ‘’Activity tourism yang akan kita jual nanti. Alam kita sangat indah namun masih banyak masyarakat yang kurang beruntung. Dengan inovasi inilah nantinya diharapkan bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada di wilayahnya masing-masing,’’ ujarnya. (ad055)
BULELENG
8
Selasa Paing, 2 April 2019
Gede Suyasa Jabat Plt. Kepala BKD Singaraja (Bali Post) – Jabatan setingkat kepala dinas atau kepala badan yang lowong di Buleleng kembali bertambah. Sebelumnya, jabatan Kepala Dinas Pertanian (Distan) dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol), sekarang jabatan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) juga kosong. Tambahan jabatan yang kosong itu setelah Kepala BKD Bimantara memasuki masa pensiun. Dia mengakhiri masa tugasnya sebagai abdi negara terhitung 1 April 2019 kemarin. Untuk sementara, Bimantara digantikan oleh Pejabat Pelaksana Tugas (Plt.) yang ditunjuk Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Ada tiga jabatan kepala dinas atau kepala badan yang dikendalikan oleh Plt. Ketiganya masing-masing, Komang Sumertajaya (Plt. Kepala Badan Kesbangpol), I Made Sumiarta (Plt. Kepala Distan), dan Gede Suyasa yang baru
saja dimutasi menjadi Asisten Administrasi Umum Sekkab Buleleng ini ditugaskan menjadi Plt. Kepala BKD. Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., akhir pekan lalu mengatakan, penunjukan plt. terpaksa dilakukan karena stok pejabat di daerahnya semakin berkurang. Sementara regenerasi calon pengganti terlambat, sehingga solusi yang dibenarkan oleh regulasi dilakukan dengan menugaskan plt. “Terpaksa plt-kan dulu karena kalau mau langsung ganti tidak ada pejabat yang memnuhi syarat, sehingga agar tidak mengganggu tugas-tugas di instansi itu, saya tugaskan tugaskan plt. dan memang dibenarkan oleh regulasi,” katanya. Menurut Bupati, untuk mengisi jabatan yang lowong tersebut, pihaknya akan menggulirkan lelang jabatan setelah pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang. Nantinya, jabatan Kepala Distan, Kepala Badan Kesbangpol, dan Kepala BKD akan dilelang secara terbuka. Kalau tidak memungkinkan melelang ketiga jabatan itu, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan mutasi dengan menggeser pajabat yang dinilai layak dan memenuhi syarat memangku jabatan yang kosong tersebut. “Nanti sekalian kita lelang sehabis pemilu. Mudah-mudahan bisa dilelang ketiganya, dan kalau tidak pengisian dulu,” katanya. (kmb38)
Putu Agus Suradnyana
Bali Post/mud
UN - Lima siswa SLB Negeri Buleleng jenjang SMA mengikuti Ujian Nasional (UN) di sekolah setempat, Senin (1/4) kemarin.
Bali Post/mud
Lima Siswa SLB Ikuti UN
Singaraja (Bali Post) – Lima orang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Buleleng mengikuti Ujian Nasional (UN), Senin (1/4) kemarin. Lima siswa jenjang SMA ini memiliki cacat tunarungu dan tunawicara asal Buleleng. Meski dengan keterbatasan fisik, kelimanya mengerjakan soal ujian dengan baik. Selain itu, pelaksan-
aan ujian juga sama dengan di sekolah umum. Ujian diawasi dengan ketat oleh guru di sekolah bersangkutan. Kepala SLB Negeri 1 Buleleng I Wayan Cirtha mengatakan, sebelum anak didiknya itu mengikuti ujian, mereka sudah menyelesaikan materi pembelajaran sesuai kurikulum yang ada. Sebelum ujian, mereka juga dibekali
oleh para guru terkait teknis pelaksanaan ujian dengan baik. Dengan persiapan yang cukup itu, Cirtha optimis kalau kelima siswanya itu mendapat nilai ujian maksimal dan dinyatakan lulus. “Sama dengan di sekolah umum, persiapan anak-anak kita sudah cukup. Bersama guru sudah melakukan pembahasan kisi-kisi, sehingga
kami optimis anak-anak kami meski memiliki keterbatasan fisik akan lulus ujian dengan nilai maksimal,” jelasnya. Terkait kelengkapan soal dan dokumen ujian lain, Cirtha mengaku tidak ada masalah. Seluruh naskah soal dengan mata ujian Bahasa Indonesia diterima lengkap dan dalam kondisi disegel. Demikian juga masalah
waktu pelaksanaan ujian tetap mengikuti petunjuk pelaksanaan (juklak) yang diterbitkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali. “Semua soal lengkap dan tidak ada kurang dan sebelum segel dibuka kita tunjukkan kepada anak-anak. Siswa juga mengerjakan soal tepat waktu sesuai juklak yang ada,” katanya. (kmb38)
Ake Buleleng Luncurkan Lestarikan Hutan Lindung Desa Panji Album ”Semangat Berkarya” PENCINTA musik di Buleleng mungkin sudah tidak asing dengan band Ake Buleleng. Band lokal di Bali Utara ini tergolong produktif dalam menciptakan karya seni musik. Buktinya, tahun 2019 ini band yang beranggotakan Budi Kurniawan (drum), Rah Noky (bass), Gde Kurniawan (guitar), Pande Unyil (vocal), dan Agus Djrienk (vocal) itu merilis album yang kedua dengan judul “Semangat Berkarya”. Di album ini, ada sembilan lagu karya pemusik muda Den Bukit dengan tujuh lagu berbahasa Bali dan dua lagu memakai Bahasa Indonesia. Lagu tersebut berjudul Semangat Berkaya yang sekaligus dipilih menjadi judul album mereka. Selain itu, ada judul lagu Ikaku, Depang Anake Ngadanin, Sehabat Sejati, Paedah, Lagu Luu, Suksema Meme Lan Bape, Raskacinta Pertama, dan Perbedaan Bukan Alasan. Komposer Gde Kurniawan dalam rilis album di Pantai Penimbangan, Minggu (31/3) malam lalu, mengatakan, karena kesibukan masingmasing personel, Ake Buleleng baru bisa menuntaskan garapan albumnya itu dalam setahun. Proses rekaman terpaksa dilakukan bertahap. Meski proses garapan album tergolong lama, namun Gde mengaku puas bisa menyelesaikan karya musiknya itu. Apalagi, peluncuran albumnya ini sebagai kado HUT ke-3 Ake Buleleng yang bersamaan dengan HUT Kota Singaraja. Berbeda dengan garapan
album sebelumnya, album kedua ini diproduksi dengan tampilan lagu simpel dan bertangung jawab. Gde mencontohkan, album pertama tampilan musik dan aransemen yang banyak dan terkesan padat. Sedangkan di album terbarunya, Gde menyebut aransmen lebih simpel dan easy listening. Selain itu, garapan ini lebih riil ketika dibawakan pada saat live performance. “Album kedua ini bukti eksistensi kami dalam bermusik sekaligus wadah bagi kami dalam berkesenian melalui musik. Kami juga ingin album ini menjadi portofolio musik kami sebagai anak asli Buleleng,” katanya. Terkait target penyebaran lagu, Gde mengaku lagu-lagunya ini ditargetkan menyebar ke telinga pencinta musik di Buleleng dan luar daerah. Mengapa target lebih banyak ke luar, karena sebagai band lokal Ake Buleleng tidak saja dikenal di daerah sendiri, namun mampu menghibur penggemar musik luar Buleleng. Untuk itu, pihaknya sudah menunjuk manajemen Belakang Layar yang nantinya akan bekerja memasarkan karya musim Ake Buleleng. “Kalau target penjualan jelas ada, selain itu target besar kami adalah Ake Buleleng lebih banyak perform di Luar Buleleng. Mengapa ini, karena selama ini terkesan band kami hanya “jago kandang”, sehingga bersama manajemen kami targetkan karya kami ini dinikmati semua manusia di mana pun,” tegasnya. (mud)
Bali Post/mud
ALBUM - Band Ake Buleleng merilis album kedua Minggu (31/3) malam lalu, di Pantai Penimbangan, Singaraja.
Warga Tanam Seribu Pohon Produktif
Singaraja (Bali Post) – Desa Panji, Kecamatan Sukasada mewilayahi kawasan hutan lindung yang masih lestari. Beragam vegetasi tanaman keras tumbuh di hutan ini sejak zaman dahulu. Selain itu, potensi alam dan wisata spiritual juga cocok dijadikan daerah tujuan wisata (DTW). Apalagi, di kawasan ini terdapat Pura Bukit yang sangat disucikan warga Desa Panji, sehingga warga konsisten untuk menjaga kelestarian dan terhindar dari perambahan hutan. Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk mengelola hutan dalam program Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD), warga didorong untuk mengelola hutan dengan menanam tanaman produktif. Mendukung gerakan itu, akhir pekan lalu, warga bersama anggota Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Bali, dan aparat Desa Panji menanam 1.000 bibit pohon. Aksi ini digelar serangkaian dengan peringatan Hari Air Sedunia tahun 2019, akhir pekan lalu. Dari sekian banyak bibit pohon itu, warga menanam bibit pohon yang dikategorikan tanaman produktif. Tanaman itu mulai dari durian, manggis, jambu, dan banyak lagi bibit tanaman produktif yang endemis tumbuh di tengah hutan. Aksi ini didukung warga karena dari penanaman bibit pohon itu, mereka akan mendapatkan hasil untuk meningkatkan kesejahteraan. Ketua Perpamsi Bali I Ketut Golak mengatakan, alasan menanam pohon bersama warga di Desa Panji karena, dari referensi di Dinas Kehutanan Provinsi Bali menyebut hutan lindung ini sebagai penyangga resapan air yang masih terawat dengan baik oleh warga di perbatasan. Dari daerah hulu tersebut, warga sejak bertahun-tahun mendapat pasokan air bersih. Untuk itu, pihaknya bersama pengurus memutuskan menanam 1.000 bibit pohon produktif tersebut. Dari bibit tersebut, Golak berharap menambah tutupan vegetasi tanaman, sehingga kondisi akan menstabilkan persediaan air baku yang dimanfaatkan untuk kepentingan warga. “Air itu kebutuhan nomor dua setelah kebutuhan pokok. Dari penanaman ini selain hasilnya
dinikmati warga, ini akan menambah resapan air semakin baik dan kebutuhan air bersih yang diambil dari hutan juga semakin terjaga dengan baik,” katanya. Sementara itu, Direktur PDAM Buleleng Made Lestariana mengatakan, sumber air baku di hutan Desa Panji sejak bertahun-tahun dikelola oleh pemerintah desa setempat. Sejauh ini, pasokan air bersih ini masih mencukupi. Meski demikian, Lestariana mengimbau perlu ada peran serta masyarakat menjaga ketersediaan air baku. Mendukung upaya masyarakat dalam menjaga ketersediaan air baku, pihaknya menggalakkan penanaman bibit pohon. “Mudah-mudahan bibit ini bisa tumbuh dan warga merawat dengan baik, ke
depan menambah cadangan air baku untuk kepentingan masyarakat,” katanya. Terkait ketersediaan air baku, Lestariana menyebut daerah-daerah di perbukitan selama ini belum terjangkau layanan air bersih yang dikelola PDAM. Atas permasalahan ini, sesuai dengan kesimpulan dalam workshop tata kelola air yang digelar sebelumnya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida sedang membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan mengalirkan air di Bendungan Titab – Ularan, Air Sanih, dan SPAM Bendungan Tamblang dalam tahapan pembangunan. Selain itu, BWS meprogramkan pengelolaan SPAM yang bersumber dari Danau Buyan dan Danau Tamblingan. (kmb38)
Bali Post/mud
POHON - Warga menanam 1.000 bibit pohon produktif di kawasan hutan lindung Desa Panji, Kecamatan Sukasada, akhir pekan lalu.
GIANYAR
Selasa Paing, 2 April 2019
9
Semangat Warga Cagaan Wujudkan Lingkungan Asri
Bentuk Komunitas Kebersihan, Edukasi Anak-anak Perangi Sampah
Bali Post/ded
BERSIHKAN SUNGAI - Komunitas Batu Cadas dan Sanggar Satya Winangun saat membersihkan sungai di Banjar Cagaan Kaja, Desa Pejeng Kangin.
SOSOK Satgas ”Money Politics” PEREDARAN amplop yang dikhawatirkan menjadi serangan fajar saat hari pencoblosan, Rabu (17/4) mendatang, kini juga menjadi atensi jajaran kepolisian. Mengantisipasi hal ini, jajaran Polres Gianyar menyiapkan tim khusus yang tergabung dalam Satgas Money Politics. Hingga kini polisi masih menelusuri adanya dugaan money politics yang dilakukan oleh oknum calon legislatif, calon anggota DPD dan tim pemenangan calon presiden/wakil presiden menjelang pemilu. “Kami memang mengawal ketat proses Pemilu 2019. Guna mengawal Pemilu 2019, kami membentuk beberapa satgas, seperti Satgas Money Politics untuk mengawasi atau mencari informasi calon yang dalam kampanye itu menggunakan politik uang,” kata Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan. Dikatakan, satgas ini akan menelusuri aksi money politics yang diduga kerap terjadi saat pemilu. Terutama peredaran ampolop yang menjadi serangan fajar saat pemilu. Namun ia menegaskan, dugaan tersebut belum terdekteksi untuk Pemilu 2019. “Sampai saat ini memang belum ditemukan adanya tindak pidana dalam hal tersebut. Tapi setiap hari akan kami lakukan monitoring,” tegasnya. Selain Satgas Money Politics, polisi juga menyiapkan satgas Saber Polres Gianyar yang bergerak pada subonline. Tim ini mendeteksi adanya black campaign yang dilakukan di media sosial. “Untuk personel, Satgas Saber dengan lima personel di Unit IV. Sedangkan untuk Satgas Money Politics, kami ada tujuh personel, itu di Unit I,” ujarnya. (nik)
KEINGINAN kuat mewujudkan lingkungan bersih dan asri memotivasi sejumlah warga Desa Pakraman Cagaan, Desa Pejeng Kangin untuk melakukan gerakan kebersihan berkelanjutan. Mereka pun membentuk komunitas Bareng Bersatu Cagaan Kedas (Batu Cadas) yang setiap Minggu membersihkan kawasan setempat dari sampah, khususnya plastik. Secara swadaya, komunitas ini juga bertahap menata telajakan dengan menanam berbagai tanaman hias. Seperti pada Minggu (31/3) lalu, puluhan warga dari berbagai kalangan usia bergotong royong membersihkan salah satu titik sungai di Banjar Cagaan Kaja Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring. Menggunakan alat seadanya, mereka tampak bersemangat membersihkan sampah dan tanaman liar yang menghambat aliran sungai. Sampah yang terkumpul, dipungut oleh anak-anak. Setelah kawasan bersih, warga menanam pohon jepun dan tanaman hias lainnya di pinggir sungai. Koordinator Batu Cadas Komang Purwantara menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi
antara Komunitas Batu Cadas dan Sanggar Satya Winangun Banjar Cagaan Kaja. Anggota sanggar yang masih anak-anak bertugas memungut sampah dan mengumpulkan sampah plastik. Sampah plastik ini kemudian dibawa ke Bank Sampah Satya Pertiwi di banjar setempat. Keberadaan bank sampah direspons positif generasi muda setempat. Di luar kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, anak-anak sudah biasa berkeliling mengumpulkan sampah plastik. ‘’Anak-anak sanggar ini yang punya bank sampah. Plastik yang mereka bawa ke sana ada nilai nominalnya dan akan jadi tabungan. Bank sampah sudah berjalan selama setahun,’’ katanya. Di awal pendirian, kata Purwantara, komunitas Batu Cadas terdiri dari 30 orang. Setelah sekian kali kegiatan, jumlah anggota bertambah dan kini mencapai 40 orang yang merupakan warga Banjar Cagaan Kaja dan Cagaan Kelod. Mereka melakukan kegiatan kebersihan dan penataan kawasan secara bertahap. Peralatan, konsumsi dan tanaman hias disumbangkan oleh anggota komunitas. Sejauh ini, ke-
giatan kebersihan masih menyasar kawasan sungai. Mereka ingin memastikan sungai yang merupakan sumber irigasi dapat terbebas dari sampah, khususnya plastik. ‘’Nanti programnya akan lebih luas dengan menyasar kawasan lain seperti lingkungan pura. Pelan-pelan kita lakukan ini, sembari menanamkan semangat kekeluargaan dan gotong royong,’’ jelasnya. Sementara itu, Perbekel Desa Pejeng Kangin Gede Purnadi Yoga yang turut serta dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, pemerintah sejatinya tidak bisa bergerak sendiri untuk mewujudkan lingkungan bersih dan asri. Maka dari itu diperlukan peran serta berkelanjutan dari semua komponen masyarakat. ‘’Inilah bentuk partisipasi masyarakat yang sangat diharapkan pemerintah,’’ ujarnya. Khusus di Pejeng Kangin, kata Purnadi Yoga gerakan kebersihan dari warga berkontribusi besar dalam mewujudkan desa wisata. Apalagi pemerintah desa sedang berbenah dengan menata sejumlah potensi wisata yang selama ini masih terpendam. Salah satunya air terjun Gana. (ded)
Kasus OTT Tirta Empul Dilimpahkan ke Inspektorat
Gianyar (Bali Post) Kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Pura Tirta Empul saat ini dilimpahkan ke Inspektorat Kabupaten Gianyar. Pasalnya, beberapa saksi telah diperiksa dan melakukan gelar perkara hanya terindikasi terkena sanksi administrasi. Dikonfirmasi Senin (1/4) kemarin, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan menerangkan, kasus OTT Pura Tirta Empul saat ini dilimpahkan ke Inspektorat Kabupaten Gianyar, karena berdasarkan hasil gelar perkara hanya terindikasi terkena sanksi administrasi. Dikatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tidak ditemukan uang yang digunakan untuk memperkaya seseorang. Bahkan, diakuinya, semua digunakan untuk kepentingan persembahyangan dan perbaikan pura. ‘’Hasil pemeriksaan kami dengan saksi, prajuru, dan bendesa, uang pungutan itu sejak 2013 sampai 2018, semua digunakan untuk kepentingan desa dan tidak ditemukan untuk keuntungan pribadi maupun memperkaya diri, sehingga kami limpahkan ke Inspektorat
dengan nomor surat 103 pada 26 Maret 2019,’’ ujarnya. Deni Septiawan mengatakan, yang mendasari dalam penanganan kasus itu adalah perjanjian kerja sama Mendagri dengan Kejaksaan bersama pihak Kepolisian. Selanjutnya, berdasarkan hasil rapat kerja antara Polda Bali dan DPRD Provinsi Bali di Renon merekomendasikan kepolisian untuk memberikan tindakan persuasif. ‘’Melakukan tindakan persuasif, sepanjang sesuai awig-awig, pararem dan keputusan desa pakraman. Atas dasar itu pula, maka penanganan kasus Tirta Empul ini dibawa ke Inspektorat,’’ jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Inspektur Inspektorat Kabupaten Gianyar I Made Juanda menjelaskan, sesuai kesepakatan awal OTT Tirta Empul konsepnya pemulihan. Yakni
dengan menghitung jumlah setoran yang ditemukan dan yang akan dikembalikan, sehingga tidak menggunakan jalur hukum atau pidana. ‘’Yang jelas terdapat Rp 11 miliar. Sudah dilakukan gelar perkara, namun sekarang konsepnya pemulihan dan tidak diteruskan ke pengadilan,’’ terangnya. Juanda menambahkan, jumlah uang Rp 11 miliar itu merupakan hasil pemeriksaan uang karcis sejak 2013 sampai 2018. Total uang itu digunakan sebagai perbaikan pura dan persembahyangan. ‘’Memang di sana Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar melakukan kerja sama dengan masyarakat. Khususnya desa pakraman, bahwa ada pemungutan karcis oleh desa pakraman pada pukul 07.30 sampai dengan pukul 16.00 Wita. Pembagiannya
40 persen desa pakraman dan 60 persen ke Pemkab. Sesuai surat pernyataan bahwa desa pakraman akan mengembalikan sesuai hasil audit Inspektorat dan pengembaliannya sesuai kesepakatan, dicicil berapa bulan atau gimana,’’ katanya. Ketua Gappar Kabupaten Gianyar Ngakan Made Rai menilai ada sejumlah keanehan dalam kasus ini. Apalagi dari Pemkab Gianyar melalui Inspektorat telah menghitung kerugian negara yang berjumlah mencapai Rp 11 miliar. Maka dari itu, Gappar membawa kasus itu kepada Kejari Gianyar, Jumat (29/3) lalu. ‘’Kami harap Kejaksaan bisa menangani kasus OTT tersebut,’’ pintanya. Surat tersebut ditembuskan ke Kejaksaan Tinggi Bali dan Kapolda Bali. Dalam surat itu berisi satu paragraf. ‘’Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi adalah sudah komitmen bagi bangsa ini. Untuk itu kami melaporkan kasus OTT Tirta Empul
yang jelas-jelas merugikan keuangan daerah yang jumlahnya begitu fantastis (Rp 11 miliar) hasil audit. Tapi hanya cukup dengan pengembalian uang dan kasusnya dianggap selesai. Maka kami menunggu tindak lanjut secepatnya’’. Pihaknya berharap kepada Kejari Gianyar, apabila ada laporan dari masyarakat, laporan dugaan pidana korupsi, tidak usah mempertimbangkan pemilu maka ditunda. ‘’Hukum tidak ada kaitannya dengan politik,’’ tegasnya. Ngakan Rai berjanji siap membantu Kejari maupun instansi hukum lainnya untuk penggalian data. ‘’Kami siap membantu untuk memberikan data mengenai adanya kejanggalan-kejanggalan di Kabupaten Gianyar,’’ ujarnya. Sementara itu, Kasi Intel Kejari Gusti Agung Puger belum bisa memberikan komentar mengenai surat dari Gappar tersebut. Terlebih kasus OTT itu ditangani oleh Polres Gianyar. (kmb35)
Perempuan Bali Diingatkan Pentingnya Memahami Sarana ”Upakara”
Bali Post/kmb35
UKIRAN - Proses pengerjaan ukiran pada paras putih yang rencananya akan dikirim ke Arab Saudi.
Ukiran Paras Putih Singapadu ”Go International”
Gianyar (Bali Post) Desa Singapadu kini memang terkenal dengan ukirannya. Salah satunya adalah ukiran paras putih. Bahkan berbagai karya tukang ukir di daerah ini banyak yang dikirim ke luar negeri. Seperti tukang ukir paras, I Made Parnawa, yang kini sedang sibuk mengerjakan ukiran paras putih ukuran besar yang nantinya akan dikirim ke Arab Saudi. Pria asal Banjar Silakarang, Desa Singapadu Kaler, Sukawati ini mengaku mendapat pesanan dari Arab Saudi. Tidak tanggung-tanggung, ukiran paras putih yang dikerjakannya berukuran besar. Menuntaskan pesanan ini diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan lebih. “Sekarang pengerjaannya baru mencapai sekitar 30 persen. Karena ini lumayan
besar ukurannya, yaitu 23 x 3 meter. Kami ukir di sini, kalau saat dibawa nanti akan ada juga yang menata ulang,” ujar Parnawa, belum lama ini. Dalam pengerjaan karya ini, Parnawa hanya mengajak dua orang tukang ukir yang merupakan rekan kerjanya dari satu banjar. Dikatakan, motif ukiran yang akan dibawa ke Arab masih teknik modif yang sederhana berupa samblungan atau pepohonan dalam air. Ukiran yang berukuran jumbo itu bertemakan akuarium, lantaran sebagian besar ukirannya bernuansa lautan. “Di Arab akan dipakai menghiasi dinding rumah, vila dan hotel juga ada. Dari b e n t u k nya sangat cocok dipasang pada bangunan minimalis. Selain itu, kualitas paras putih ini akan
lebih tahan lama jika ada di daerah panas,” katanya. Pada bangunan minimalis, jenis ukiran pepohonan tidak terlalu sulit. Namun untuk ukiran Bali, ia kerap menemui kesulitan pada bentuknya yang rumit. Sehingga dalam satu ukiran, termurah ia pasang harga Rp 1.750.000 per meter dan termahal Rp 2.750.000 per meter. “Yang sulit jenis pandil dan tradisi pewayangan juga agak rumit. Kalau pewayangan ukuran 1 x 1 meter, pengerjaannya sampai dua minggu,” katanya. Parnawa mengaku sudah beberapa kali menerima pesanan dari luar negeri. Sebelumnya juga ada beberapa pesanan dari luar negari. “Saat ini juga ada rekan kami yang lagi masang di Australia jenis ukiran samblung,” ujarnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Perempuan Bali memiliki peranan penting dalam kelangsungan adat, budaya dan agama. Namun kini perempuan Bali banyak yang sibuk meniti karier, sehingga mengenyampingkan pentingnya memahami sarana upakara dan prosesi upacara. Mereka pun diingatkan kembali untuk menjalankan kewajiban sebagai perempuan Bali. Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. I.A. Diana Dewi Agung Mayun mengingatkan hal itu saat membuka pelatihan banten di Taman Prakerti Buana Beng, Gianyar, Senin (1/4) kemarin. Menurut Diana Dewi, perempuan Bali mempunyai peranan penting dalam kelangsungan adat, budaya dan agama. Namun karena pengaruh globalisasi dan teknologi yang demikian pesat, banyak di antara mereka kini mencari praktis dengan membeli banten. Fenomena itu kini tidak saja terjadi di perkotaan, namun juga di pedesaan. “Ini seperti dua sisi mata uang. Di satu pihak menguntungkan pelaku
Bali Post/kmb35
PELATIHAN - Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. I.A. Diana Dewi Agung Mayun saat memberikan pelatihan membuat sarana banten. UKM yang bergerak di bidang sarana upakara, namun di sisi lain ada pandangan negatif bahwa kini perempuan Bali tidak ada yang bisa membuat banten maupun tidak memahami makna banten yang dihaturkannya,” katanya. Menyikapi hal tersebut, istri Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun ini menjelaskan, Pemkab Gianyar menggelar pelatihan banten khususnya banten
upacara bayi baru lahir sampai otonan dengan tingkatan upacara terkecil, tetapi maknanya sama dengan tingkatan upacara besar atau utama. “ Betapapun tingginya karier seorang perempuan Bali, namun jangan sampai melupakan kodratnya sebagai wanita Hindu yang tidak bisa lepas dari adat istiadat dan agama,” katanya mengingatkan. Diana Dewi menambah-
kan, pelatihan ini bertujuan menyamakan persepsi, serta memperkuat pemahaman dan sradha bhakti peserta mengenai banten yang dibuat sendiri untuk dipersembahkan, baik untuk sehari-hari maupun harihari suci. Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua hari di Taman Prakerti Bhuana Gria Agung Beng, Gianyar, yakni mulai Senin (1/4) hingga Selasa (2/4) hari ini. (kmb35)
JEMBRANA
10
Selasa Paing, 2 April 2019
Sampah Kiriman Penuhi Pantai Gilimanuk Negara (Bali Post) Sepanjang pantai Gilimanuk belakangan ini dipenuhi sampah kiriman. Sampah yang terbawa air pasang ini nampak berserakan memenuhi bibir pantai sehingga terlihat sangat kotor. Kondisi tersebut masih terlihat pada Senin (1/4) siang kemarin. Sampah-sampah yang sebelumnya mengapung di Selat Bali itu kini terdampar di pantai Gilimanuk. Mulai dari pantai Samiana hingga Penginuman, Gilimanuk, sampah memanjang menyelimuti pantai. Sampah-sampah tersebut kebanyakan merupakan plastik bungkus makanan dan minuman. Selain itu juga banyak ditemukan ranting pohon. Saking banyaknya sampah, pasir pantai yang berwarna hitam tidak terlihat. Menurut warga, sampah diduga datang bersamaan dengan air pasang pada Minggu (31/3) lalu. Salah seorang warga mengung-
Bali Post/kmb26
Lancar, Hari Pertama UNBK SMA di Jembrana
SAMPAH – Sampah yang berserakan di pantai Gilimanuk kemarin. Sampah ini terbawa arus laut dan terdampar di pantai.
kapkan ia melihat sampah berserakan baru Senin siang kemarin. Sebelumnya, pada Minggu pagi, pantai masih bersih. Sampah ini menurutnya bila dibiarkan akan ditarik lagi ke laut oleh ombak. “Ketika air laut pasang, pasti ada sampah di sini berserakan,” tandas Lukito, salah seorang warga. Beberapa warga justru mengais rezeki dari sampah kiriman itu. Kayu dan dahan yang bisa digunakan untuk kayu bakar dikumpulkan. Kayu-kayu itu bisa dijual namun dikeringkan terlebih dahulu. Warga mengumpulkan kayu-kayu tersebut dan ditaruh di senderan pengaman pantai untuk dijemur. “Kalau tidak dipakai sendiri ya dijual bisa,” ujar Ahmad salah seorang warga. Selain itu, beberapa warga juga mengumpulkan bekas-bekas botol minuman yang bisa dijual rongsokan. Kaling Penginuman Moh. Ikrom mengungkapkan, sampah kiriman ini sering terjadi di pantai Gilimanuk. Yang teranyar pada Senin kemarin diduga baru muncul pada siang kemarin. Saat air laut pasang. Di sepanjang pantai Gilimanuk ini memang menurutnya menjadi langganan sampah kiriman. (kmb26)
Diikuti 2.485 Siswa
Negara (Bali Post) – Seluruh SMA sederajat di Kabupaten Jembrana, Senin (1/4) kemarin menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hampir seluruh SMA Negeri di Jembrana menggunakan komputer secara mandiri. Total dari 20 SMA sederajat, baik SMA Negeri/swasta dan Madrasah Aliyah (MA) negeri/swasta menggelar UNBK secara bersamaan. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Jembrana I Putu Prapta Arya mengatakan, di Kabupaten Jembrana total ada 2.485 siswa mengikuti UNBK yang dimulai pada Senin kemarin. Di hari pertama, dari tiga sesi yang diselenggarakan, seluruh siswa mengikuti atau tidak ada yang absen. Khusus untuk SMA Negeri yang berjumlah enam sekolah, semuanya sudah menggelar UNBK secara mandiri. Beberapa SMA Negeri selain menggunakan perangkat komputer sekolah, juga menggunakan laptop. Sementara untuk SMA swasta, ada tiga sekolah yang masih menumpang di sekolah lain. Tiga sekolah tersebut menggelar UNBK di SMK Negeri PGRI 2 Negara di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Ketiga SMA swasta itu, di antaranya SMA Saraswati Melaya, SMA Saraswati Negara dan SMA Gilimandala dengan total siswa sebanyak 78 peserta. Pelaksanaan UNBK secara serentak ini digelar selama empat hari. Dimulai pada Senin (1/4) kemarin dan berakhir pada Senin (8/4). Dari pengamatan di sejumlah SMA Negeri di Jembrana, UNBK kemarin berlangsung lancar. Pada hari pertama kemarin mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia. Hampir seluruh SMA Negeri di Jembrana menggelar UNBK dibagi menjadi tiga sesi. Hal tersebut dikarenakan jumlah peserta yang mengikuti masing-masing SMA lebih dari 150 siswa. Jumlah murid terbanyak ada di MAN 1 Negara dengan 408 siswa. Disusul kemudian SMAN Negeri Melaya sebanyak 327 siswa dan SMA N 1 Negara 308 siswa. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 Wita hingga 09.30 Wita dan sesi terakhir dimulai pukul 14.00 Wita hingga 16.00 Wita. Selanjutnya, pada Selasa (2/4) besok, mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika. Disusul pada Kamis (4/4) Bahasa Inggris dan berlanjut pada Senin (8/4) depan, mata pelajaran jurusan yang diujikan. (kmb26)
Bali Post/kmb26
PELATIHAN – Pelatihan kapasitas aparatur pemerintah khususnya dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah kemarin. Selama tahun 2018, TP4D Kejari Jembrana telah mendampingi enam pelaksanaan pembangunan strategis.
Cegah Korupsi
Kejari Melalui TP4D Kawal Pengadaan Barang dan Jasa Bali Post/kmb26
UNBK – Perangkat komputer digunakan di salah satu sekolah menengah di Jembrana dalam UNBK kemarin. Dari 20 SMA sederajat, ada tiga SMA swasta yang masih menumpang UNBK.
Siwaslu, Aplikasi Pengawasan Pemilu dari Bawaslu
Negara, (Bali Post) Jajaran Bawaslu Jembrana, Senin (1/4) kemarin, melaksanakan koordinasi pengawasan tahapan distribusi logistik dalam rangka Pemilu tahun 2019. Kegiatan diikuti Panwascam se-Kabupaten Jembrana. Materi diberikan oleh anggota Bawaslu Bali Dewa Wiarsa Raka Sandhi, Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliyawan dan Korbid Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Wayan Westra. Pande Ady Mulyawan mengatakan, rakor ini dilaksanakan guna memastikan para pengawas di lapangan/TPS dapat menjamin logistik aman saat pemungutan suara, serta melaporkannya secara online. “Jadi kami akan melakukan pengawasan ketat. Serta harus melaporkan via online,” kata Pande. Setiap petugas pengawas katanya diwajibkan menggunakan ponsel android karena pelaporan secara online dengan aplikasi khusus Siwaslu. Siwaslu Pemilu 2019 merupakan sistem pengawasan Pemilu 2019 yang berbasis aplikasi android. “Uji coba hingga tanggal 7 April. Setelah itu tidak ada uji coba lagi. Serta sudah bisa dipraktikkan langsung di lapangan dalam laporan pengawasan,” jelasnya. Pengawasan yang dilakukan di antaranya money politics, kampanye saat masa tenang, C6 dan TPS apakah sudah dibuat saat H-1. Jadi nanti kami melakukan pengawasan melekat,” tandasnya. Rakor terkait pengawasan pelanggaran juga akan dilaksanakan Selasa (2/4) hingga Kamis (4/4). Pihaknya berharap pelanggaran bisa diminimalisir dan Pemilu berjalan dengan aman dan lancar. (kmb)
Bali Post/kmb
KOORDINASI - Jajaran Bawaslu Jembrana, Senin (1/4) melaksanakan koordinasi pengawasan tahapan distribusi logistik dalam rangka Pemilu tahun 2019.
Negara (Bali Post) Selama tahun 2018, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Jembrana telah melakukan pendampingan enam kegiatan pembangunan yang bersifat strategis oleh pemerintah Kabupaten Jembrana. Melalui TP4D Kejari juga mengenalkan tugas pokok kejaksaan, bahwa di samping tindakan represif, juga memiliki tugas bersifat pencegahan. Yakni dalam hal peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kasi Intel Kejari Jembrana Gusti Ngurah Agus Sumardika saat pelatihan peningkatan kapasitas aparatur Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Kejaksaan Negeri Jembrana terkait Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Senin (1/4) kemarin. Kapasitas aparatur pemerintah khususnya dalam pengadaan barang
dan jasa pemerintah, harus lebih ditingkatkan supaya tidak berdampak hukum. Sebab, dalam pengadaan barang dan jasa rawan terjadi penyimpangan yang menjurus pada tindak pidana korupsi. Kapasitas aparatur pemerintah yang rendah ini berpotensi kerugian negara karena terjadi korupsi. Kepala Kejari Jembrana Nur Elina
Sari mengungkapkan, TP4D merupakan pelaksanaan dari instruksi Presiden (inpres) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2015. Tim ini mempunyai tugas melakukan Pengawalan dan Pengamanan pemerintahan dan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia hingga ke daerah. Tujuannya tidak lain mendampingi kegiatan-kegiatan pembangunan khususnya proyek yang bersifat strategis. Sehingga dengan pengawalan ini proses pembangunan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Selama tahun 2018, TP4D yang diketuai Kasi Intel Kejari Jembrana Gusti Ngurah Agus
Sumardika sudah mendampingi enam kegiatan pembangunan strategis di Kabupaten Jembrana. Melalui pelatihan tersebut, tambah Kajari, para aparatur Pemkab dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan keahlian dalam pengadaan barang dan jasa. Pengadaan barang dan jasa pemerintah terus mengalami perubahan dan terakhir merunut Peraturan Presiden No.16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Dengan pemahaman yang baik mengenai peraturan dan mekanisme teknis maka diharapkan kegiatan barang dan jasa di lingkungan pemerintah dapat terselenggara dengan baik, efisien, dan tepat guna. (kmb26)
Kisah Komang Ayu Tipu Suami
Mengaku Gadis, Kuras Miliaran Rupiah hingga Divonis Tiga Tahun Penjara Masih ingat kasus Komang Ayu Pupsa Yeni (33), seorang istri yang tega menipu suaminya hingga miliaran rupiah? Selain menguras uang miliaran rupiah, Komang Ayu juga mengaku masih single saat awal berkenalan, padahal sudah memiliki suami dan 3 anak. Senin (1/4) kemarin majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara memutuskan Komang Ayu bersalah dan divonis 3 tahun penjara. Seperti yang terungkap dalam sidang, terdakwa yang lulusan SMP ini, selama dua tahun telah memperdayai korban, IGA warga Gilimanuk yang tidak lain suaminya. Komang Ayu kepada IGA mengaku masih gadis dan sedang menempuh kuliah kedokteran di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Padahal terdakwa masih berstatus istri sah seorang polisi di Ngawi, Jawa Timur. Selama menjalani pernikahan itu, korban dimintai uang hingga total mencapai Rp 1,4 miliar. Uang yang dikirim bertahap tersebut alasannya untuk biaya kuliah kedokteran. Untuk meyakinkan korban yang berstatus duda ini, terdakwa menunjukkan bukti foto-foto praktik dokter serta surat keputusan pengangkatan PNS. Ternyata, dari fakta di persidangan, terungkap bahwa uang tersebut digu-
nakan untuk modal usaha salon dan kursus kecantikan. Terdakwa juga memberikan pengakuan palsu, bahwa masih gadis. Padahal sejatinya masih berstatus istri sah orang. Dalam sidang kemarin, majelis hakim dengan ketua I Gede Yuliartha serta dua hakim anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan memutuskan bahwa terdakwa secara sah telah melakukan tindak pidana penipuan. Sesuai yang termaktub dalam pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Majelis hakim mengganjar vonis 3 tahun penjara. Vonis tersebut 6 bulan lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Gedion Ardana Reswari. Berdasarkan pembacaan putusan kemarin, hal yang dinilai meringankan
Bali Post/olo
PENIPUAN – Terdakwa penipu suami dengan kedok masih gadis dan kuliah kedokteran divonis di PN Negara kemarin dengan hukuman 3 tahun penjara. terdakwa bersikap sopan di persidangan dan mengakui serta menyesali perbuatannya. Sementara hal yang memberatkan, selain merugikan korban dan belum ada penggantian, perbuatan terdakwa
juga dinilai meresahkan masyarakat. Mendengar putusan tersebut, terdakwa mengaku masih pikir-pikir. Belum menerima ataupun mengajukan banding. Begitu halnya JPU juga mengaku masih pikir-pikir. (olo)
Selasa Paing, 2 April 2019
KARANGASEM
11
Bocor, Pelayanan Air Bersih Terganggu Amlapura (Bali Post) Jaringan pipa milik Perumda Tirta Toh Langkir Karangasem di jembatan darurat penghubung Subagan dan Asak bocor. Kondisi itu mengakibatkan sejumlah pelayanan air bersih ke pelanggan di sejumlah wilayah menjadi terganggu. Direktur Perumda Tirta Toh Langkir Karangasem I Gusti Made Singarsi mengatakan, jika pipa yang yang bocor merupakan pipa induk ukuran 8 dim. Kata dia, kondisi itu mengakibatkan ratusan pelanggan di sejumlah wilayah di Desa Pertima, Bugbug, dan sebagian Desa Jasri menjadi terganggu. “Kita sudah lakukan perbaikan pipa agar pelayanan kembali normal. Semoga hari ini perbaikan selesai dilakukan,
sehingga air kembali dapat mengalir lancar ke pelanggan,” ucap Singarsi. Singarsi menambahkan, pada Minggu (31/3), juga ada sejumlah pipa bocor di utara Pasar Temega dengan pipa yang sama dan sudah diperbaiki. Sementara ini, pipa bocor di Subagan ini akibat pipa dalam kondisi tidak ditanam akibat jembatan jebol, akibat air yang mengalir cukup besar, sehingga pipa pecah.
“Tekanan air besar. Terlebih pipa tidak ditanam, sehingga pipa meledak. Semoga setelah diperbaiki nanti, pipa tidak lagi pecah,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya berharap jembatan yang putus bisa segera diperbaiki. Sehingga pipa yang saat ini melintang tanpa ditanam bisa ditanam agar tidak mudah rusak dan pecah akibat terus terkena terik matahari. (Kmb41)
Amlapura (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem bersama warga memasang batu bronjong di jalan yang putus menuju rumah pohon akibat diterjang banjir bandang di Banjar Dinas Batu Dawa Kaje, Desa Tulamben, Kubu, Karangasem, Senin (1/4) kemarin. Pemasangan batu bronjong itu, agar masyarakat setempat dapat melintas karena selama ini jalan putus sulit dilintasi kendaraan. Kasi BPBD Karangasem Ni Wayan Asmi Sukmawati mengungkapkan sejatinya sudah beberapa kali jalan ini mendapatkan penanganan. Hanya, setiap hujan lebat
dan air sungai cukup deras akhirnya kembali tergerus. Kata dia, untuk pemasangan batu kawat besi atau bronjong ini agar jalan dapat dilintasi kendaraan. Pasalnya, selama ini setiap hujan lebat di Gunung Agung jalan ini pasti kembali putus dan tidak dapat dilewati. “Jalan yang putus tersebut dibuatkan tanggul untuk pelintas jalan sementara,” ujarnya. Asmi Sukmawati menambahkan, dalam pemasangan batu bronjong ini dikerjakan secara swadaya antara BPBD bersama dengan masyarakat setempat. Sementara, penanganan dengan menggunakan kawat bronjong dari Dinas PUPR Karangasem, sedan-
gkan material pengisiannya swadaya dari masyarakat. “Pengerjaannya belum selesai. Pemasangan bronjongnya akan dilanjutkan kembali besok (hari ini, red),” katanya. Kadus Batu Dawa Kaja I Wayan Suastika mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan adanya pemasangan batu bronjong ini. Diharapkan, dengan pemasangan batu bronjong ini untuk sementara nantinya jalan kembali dapat dilintasi kendati hujan lebat. “Kita dari warga siap membantu pemasangan ini. Semoga dengan kebersamaan gotong royong, pemasangan bronjong ini segera selesai,” ujarnya. (kmb41)
BPBD Bersama Masyarakat Pasang Batu Bronjong di Tulamben
Bali Post/kmb41
BRONJONG - BPBD bersama masyarakat saat memasang batu bronjong.
Bali Post/kmb41
BOCOR - Petugas dari Perumda Tirta Toh Langkir Karangasem saat memperbaiki pipa bocor di jembatan darurat penghubung Subagan dan Asak.
Bupati Mas Sumatri Sidak Dishub
Minta Atasi Kemacetan Terkait Karya Panca Wali Krama di Besakih BUPATI Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama dengan tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN), Senin (1/4) kemarin, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karangasem. Dalam sidak tersebut, Mas Sumatri meminta Dishub supaya mengatasi permasalahan terkait kemacetan saat Karya Panca Wali Krama di Besakih. Dalam sidaknya, Mas Sumatri langsung meminta Kadis Perhubungan Ida Bagus Putu Suastika mengumpulkan dan melaporkan kehadiran seluruh pegawai, lalu mengeluarkan sejumlah instruksi. Mas Sumatri menegaskan, dua hal yang menjadi sorotan publik dan harus ditindaklanjuti segera di antaranya, menyelesaikan permasalahan kemacetan di Kabupaten Karangasem, utamanya terkait Karya Panca Wali Krama di Besakih. Sumatri meminta kepada Dishub supaya membagi diri
sesuai tupoksinya, mengatur kelancaran lalin, mengurai kemacetan sehingga pamedek yang akan tangkil ke Pura Besakih mendapat kenyamanan. Tak hanya itu, Dishub juga harus melakukan tindak pemeliharaan terh-
adap lampu-lampu penerangan jalan serta traffic light di Kabupaten Karangasem. “Kami minta hal tersebut segera ditindaklanjuti, mana saja yang termasuk prioritas, jangan sampai viral dulu, baru ditindaklanjuti,” pinta
SIDAK - Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, saat melakukan sidak ke Kantor Dinas Perhubungan Karangasem.
Mas Sumatri. Selain sidak di Kantor Dishub, Mas Sumatri juga sidak kinerja pegawai Irda, ke Kantor Inspektorat Daerah. Dalam sidak tersebut, Mas Sumatri meminta kuatkan fungsi pengawasan. Selain itu, pihaknya juga memastikan pelayanan yang menjadi tugas Irda benar-benar terlaksana. Seperti membantu Bupati dalam pengawasan seluruh aktivitas Pemda, dari perencanaan sampai pelaporan. “Kami minta SPIP atau Sistem Pengendalian Instansi Pemerintahan harus difungsikan untuk lebih menguatkan dalam pengawasan. Pengawasan sebagai salah satu fungsi pokok manajemen pemerintahan, merupakan kegiatan untuk memastikan dan menjamin bahwa tujuan, sasaran serta tugas dan fungsi pemerintahan terlaksana dengan baik, sesuai rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Mas Sumatri. (ad060)
Hari Pertama UNBK SMA
Satu Siswa Absen karena Sakit
Amlapura (Bali Post) Tercatat 2.908 siswa SMA/ MA di Karangasem secara serentak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Senin (1/4) kemarin. Di hari pertama pelaksanaan UNBK, tidak ada masalah dan semuanya berjalan lancar. Termasuk tidak ada gangguan terkait internet. Dalam UNBK kemarin, satu siswa tak ikut karena sakit. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA di Karangasem I Wayan Sugiana mengungkapkan, siswa yang mengikuti UNBK 2.907 siswa. Sedangkan satu orang absen. Kata dia, pada hari
pertama UNBK ini, mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia. “Laporan yang saya terima dari semua kepsek dari sekolah, hanya ada satu siswa yang absen dari SMAN 1 Bebandem karena sakit,” ujarnya. Sugiana mengatakan, pelaksanaan UNBK ini sampai tiga sesi. Tapi, ada juga yang melaksanakan UNBK sampai dua sesi saja. Itu dilakukan, akibat keterbatasan sarana komputer. Satu sesi diberikan waktu hingga dua jam yang dimulai pukul 07.00 sampi 09.00 Wita dan seterusnya. “Pelaksanaan UNBK semuanya berjalan lancar. Tidak
ada hambatan yang berarti. Termasuk masalah terkait jaringan atau internet juga tidak ada. Semoga sampai selesai UNBK dapat berjalan dengan lancar,” ujar Sugiana yang juga Kepala SMAN 1 Amlapura. Disinggung khusus untuk pelaksaan UNBK di SMAN 1 Amlapura, Sugiana menegaskan, siswa yang mengikuti UNBK 203. Pelaksanaan UNBK dibagi menjadi tiga sesi. Satu sesi diikuti sebanyak 101 siswa. “Untuk komputer kita siapkan 101 unit komputer ditambah cadangan lagi sekitar tujuh komputer. Sejauh
Bali Post/ist
KAWAH - Suasana kawah Gunung Agung terlihat dipenuhi dengan pasir dan juga terdapat asap yang masih mengepul. Foto ini diambil oleh dua wisatawan asing yang sempat naik ke puncak Gunung Agung, Frank (22) asal Belanda dan Georgee (21) asal Nurwegia, yang kemudian tersesat dan diselamatkan tim gabungan, Jumat (29/3) malam lalu.
BaliPost/kmb41
UNBK - Kepala SMAN 1 Amlapura Wayan Sugiana saat memberikan pengarahan kepada siswa sebelum mengikuti UNBK.
ini, UNBK berjalan lancar tidak ada masalah. Jaringan juga aman lancar-lancar saja.
Semoga sampai akhir berjalan lancar,” harap Sugiana. (kmb41)
KLUNGKUNG
12 SOSOK Bingung Cara Memilih SAAT ini KPU Klungkung terus melakukan sosialisasi kepada pemilih di desa-desa. Sosialisasi ditekankan pada tata cara pemilihan yang benar, untuk mendorong tingkat partisipasi pemilih dan menekan surat suara tidak sah, lantaran salah mencoblos. KPU Klungkung memaksimalkan peran 54 relawan demokrasi. Ketika sosialisasi, diakui banyak pertanyaan soal tata cara memilih, karena pemilu serentak mencoblos lima surat suara, menjadi hal baru bagi pemilih dan terkesan ribet. “Saat sosialisasi, banyak yang bertanya bagaimana caranya mencoblos lima surat suara. Ini memang sedikit membingungkan. Maka, kami jelaskan pelan-pelan agar masyarakat sebagai pemilih, lebih paham,” kata Ketua KPU Klungkung Gusti Lanang Mega Saskara, belum lama ini. Respons masyarakat demikian, menunjukkan kesan, kalau masih banyak masyarakat bingung soal bagaimana cara mencoblos. Malah, berkembang isu di tengah kebingungan masyarakat untuk mencoblos, muncul solusi yang kurang tepat, yakni cukup mencoblos satu surat suara saja, yakni surat suara DPRD Kabupaten, di mana tokoh pilihannya dikenal langsung. Situasi demikian justru akan membuka peluang, untuk oknum tertentu melakukan kecurangan di bilik suara. “Makanya setiap sosialisasi, pemilih mesti mencoblos lima surat suara. Kami juga jelaskan masingmasing surat suaranya. Kami bawa contohnya, dan tunjukkan bagaimana cara mencoblosnya. Tetapi, untuk memastikan konsep mencoblos lima surat suara ini berjalan, para caleg selayaknya juga proaktif memperkenalkan diri,” jelasnya. Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta dukungan pemerintah daerah, agar bersama-sama mensukseskan pemilu serentak ini, dengan bersama-sama membangun kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak memilihnya pada pemilu presiden, pemilu DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD-RI. (gik)
Edarkan Narkoba, Dua Pentolan Ormas Diringkus Polisi Semarapura (Bali Post) Satuan Reserse Narkoba Polres Klungkung, kembali berhasil meringkus dua pengedar narkoba. Aksi tersembunyi mereka terkuak, usai tepergok polisi saat melakukan transaksi di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, belum lama ini. Setelah ditelusuri, rupanya keduanya adalah pentolan ormas di Bali, yang nyambi menjadi pengedar narkoba, karena himpitan ekonomi. Dua pengedar tersebut, antara lain Putu SH alias Tukek (33), tinggal di Lingkungan Banjar Pande, Semarapura Kelod Kangin dan I Putu EP alias Cedol (36), tinggal di Peninjoan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Keduanya langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh Sat Narkoba Polres Klungkung. Wakapolres Klungkung, Kompol Ida Bagus Dedi Januartha, Senin (1/4) kemarin, menyampaikan bahwa aksi kedua tersangka terkuak, setelah adanya laporan warga di Desa Paksebali. Anggota unit Lidik Sat Narkoba langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Ketika pergerakan target operasi (TO) mulai terkuak, Sat Narkoba bergerak cepat melakukan penangkapan dan penggeledahan tersangka pertama, yakni Tukek, di sebuah sudut gang di sekitar tempat tinggalnya di Peninjaoan, Desa Paksebali. Hasil penggeledahan, ditemukan adanya 10 paket kristal bening terbungkus plastik klip. Setelah dilakukan uji lab, paket tersebut terbukti adalah sabu-sabu kelas satu, seberat 4,26 gram bruto. Selain itu, juga ditemukan berbagai barang bukti lainnya, seperti alat isap alias bong, pipet, plastik kaca, rokok hingga sepeda motornya. Semuanya diamankan sebagai barang bukti. “Dari penangkapan tersangka Tukek, kami mendapat petunjuk kalau tersangka Tukek, sering berkomunikasi dengan Cedol, dalam mengedarkan narkoba. Itu kami ketahui dari chat di HP-nya,” kata Wakapolres, didampingi,
Kasat Narkoba AKP I Gusti Ngurah Yudistira dan Kasubag Humas AKP Putu Gede Ardana. Hasil pengembangan dari penangkapan Tukek, diketahui tersangka Cedol tinggal di sebuah rumah di Kota Denpasar. Tim Sat Narkoba langsung melakukan penyelidikan di sekitar tempat itu, dan berhasil meringkus tersangka Cedol. Dia terbukti sebagai jaringan Tukek, dalam melakukan aksinya mengedarkan narkoba di Klungkung, hingga ke wilayah kepulauan Nusa Penida. “Kami masih melakukan pengembangan. Termasuk, dari mana mereka mendapatkan barang-barang itu. Demikian juga pasar mereka di Nusa Penida, bisa jadi adalah para turis,” tegas Wakapolres asal Subagan, Karangasem ini. Kedua tersangka, baik Tukek maupun Cedol, mengakui seluruh perbuatannya. Namun, dia enggan menyebut jaringan di atasnya sebagai bandar. Keduanya memilih tutup mulut. Tukek mengaku terpaksa menjadi pengedar, lantaran pekerjaannya sehari-hari sebagai security spa di Mahendradatta Denpasar tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Dia juga mengakui sebagai salah satu anggota ormas. Bahkan, kebanggaannya sebagai anggota ormas, diwujudkan dalam tato logo ormas itu di tangannya. Meski demikian, dia mengaku sudah lama vakum dalam beberapa kegiatan ormas. Demikian juga dengan Cedol. Laki-laki yang bekerja sebagai bartender ini, juga mengaku tergiur dengan keuntungan menjadi pengedar. Namun, usai terciduk polisi, keduanya mengaku menyesal telah menjadi pengedar narkoba. Dari mana keduanya mengenal narkoba dan menjadi pengedar di Klungkung, apakah dunia ini dikenal setelah menjadi anggota ormas? Baik Tukek maupun Cedol membantahnya. Sebab, keduanya mengaku sebagai wajah baru dalam peredaran gelap narkoba. (kmb31)
Bali Post/kmb3l
TERSANGKA - Wakapolres (tengah) bersama Kasat Narkoba (kanan) dan Kasubag Humas (kiri) serta para tersangka di belakang, saat jumpa pers di Mapolres Klungkung, Senin (1/4) kemarin.
Selasa Paing, 2 April 2019
Mutasi Besar-besaran
Dipastikan 40 Pejabat Digeser Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung Nyoman Suwirta memastikan segera melakukan mutasi besar-besaran. Bupati menginginkan bawahan yang mampu mengikuti ritme kerja yang telah dibangun, untuk proses pembangunan Klungkung yang lebih cepat atau progresif. Bupati memastikan ada sekitar 40 nama pejabat dari eselon II, III dan IV siap digeser maupun digusur untuk menyesuaikan dengan visi pembangunan ke depan dari masa jabatan Bupati Suwirta periode kedua ini. Bupati Suwirta, Senin (1/4) kemarin mengeluh, konsep entrepreneur yang dia terapkan untuk mempercepat pembangunan di Klungkung, tak terkejar jajaran di bawahnya. Ide-ide yang terbangun, lambat dieksekusi, menyebabkan hasil turun ke lapangan, baik melalui program bedah desa maupun blusukan menjadi kurang optimal. Sebab, di tengah era global dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat, pemerintah di segala lini dituntut bekerja cepat dan tepat, untuk memenuhi eksepektasi tinggi
masyarakat. “Saya butuh orang yang cepat mengerti arah pemikiran saya dan tahu harus berbuat apa. Orang yang punya perform, mampu, muda dan multitalenta tidak pada satu dinas saja,” tegas Bupati Suwirta. Oleh sebab itu, pihaknya merancang mutasi ini untuk melakukan perombakan besar-besaran. Pada mutasi kali ini dipastikan akan ada banyak kejutan. Banyak wajah baru pada posisi-posisi yang penting. Sementara, yang selama ini dinilai tidak menunjukkan kinerja memuaskan, dipastikan akan
tergusur. Dia menegaskan draf mutasi sudah disusun langsung di bawah bupati, bersama Tim Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan). Draf usulannya dikatakan sudah siap dibawa ke Kemendagri. Seluruh nama yang digeser naik (promosi) maupun digusur, dikatakan semua atas kendalinya. Tidak ada campur tangan siapapun, baik di internal OPD maupun dari luar, seperti lembaga legislatif. “Setelah pemilu serentak, kami targetkan hasilnya sudah bisa diumumkan,” tegasnya.
Bupati Suwirta menegaskan, jangan percaya kepada pihak manapun, yang mengaku bisa memfasilitasi pejabat untuk melobi dirinya. Isu ada oknum yang ingin menjadi “pahlawan kesiangan” kian mengemuka dan sampai ke telinga bupati. Itu dikatakan tidak mungkin akan mempengaruhi dirinya dalam melakukan penilaian dan penempatan pejabat. Penegasan ini juga untuk mencegah agar tidak ada pihak manapun yang dirugikan, karena termakan janjijanji oknum tertentu. Bupati Suwirta juga mengakui, sejak isu mutasi ini menyeruak, dia mengaku banyak menerima lobi. Bahkan, ada yang datang langsung ke rumah jabatan dengan berbagai modus dan tujuan. Tetapi, dia menegaskan tidak ada hal apapun yang
bisa mengintervensi keputusannya dalam menyusun siapa yang layak dia ajak bekerja. Dia bersama Wakil Bupati Klungkung Made Kasta, sepakat bahwa mutasi ini berbasis kompetensi. “Sudah ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini, merekomendasikan orang, atas nama saya dan wakil bupati kepada Baperjakat. Saya katakan itu tidak akan pernah berpengaruh apapun,” katanya. Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, sebagai Ketua Baperjakat, belum bisa memastikan, berapa masingmasing pejabat eselon II, III, dan IV yang masuk ke dalam draf mutasi. Demikian pula berapa yang promosi, berapa yang tergusur. Dia mengaku semua masih digodok bersama Bupati Suwirta. (kmb31)
Minim Perhatian
Lansia dan Penyandang Disabilitas Disiapkan BLP Semarapura (Bali Post) Lansia dan penyandang disabilitas jarang diberdayakan. Padahal sesungguhnya mereka memiliki potensi, sebagai motivasi hidup di tengah keterbatasan hidupnya. Melihat persoalan ini, Pemkab Klungkung, mulai memikirkan untuk mendirikan Balai Latihan dan Pemberdayaan (BLP). BLP akan dipusatkan di Banjar Siku Desa Kamasan. BLP memanfaatkan lahan dan gedung TK Hindu Dharma Widya. BLP difokuskan untuk melatih para lansia dan penyandang disabilitas hingga warga miskin. “Lansia dan penyandang disabilitas selama ini tak berdaya, padahal mereka memiliki potensi. Makanya sekarang harus disiapkan tempat khusus. Mereka selama ini kerap mengikuti pelatihan, tetapi selanjutnya hasilnya apa, tidak pernah ada ceritanya. Ini kelemahannya,” kata Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, saat turun ke TK Hindu Dharma Widya di Banjar Siku Desa Kamasan dan gedung bekas SD 4 Kamasan, Senin (1/4) kemarin. Program pelatihan ini, berada di bawah Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung. Produk yang mampu dihasilkan dari pelatihan itu, nantinya akan langsung dicarikan pasar untuk dijual. Perencanaan program ini akan dimulai pada APBD Perubahan tahun 2019, sehingga pelaksanaan sudah bisa dimulai pada tahun 2020. TK Hindu Dharma Widya seluas 8 are ini memiliki dua buah gedung. Gedung ini terbagi menjadi 7 kelas serta tiga buah bangunan untuk mes guru. Bangunan ini akan dire-
hab sehingga layak dijadikan sebagai BLP bagi lansia dan penyandang disabilitas yang masih produktif. Selanjutnya TK Hindu yang memiliki 40 orang siswa akan digabung dengan TK Negeri Kamasan yang memiliki jumlah siswa sebanyak 100 orang, dengan memanfaatkan lahan bekas gedung SDN 4 Kamasan yang memiliki luas 20 are di Banjar Kacang Dawa, Desa Kamasan. Saat
ini gedung bekas sekolah SDN 4 Kamasan yang merupakan aset Pemda. Untuk sementara masih digunakan sebagai Kantor Desa Kamasan. Pada area eks SDN 4 Kamasan, akan dibangun gedung untuk PAUD dan TK hasil regrouping TK Hindu Dharma Widya dan TK Negeri Kamasan. “Diawali dengan memberikan pelatihan dilanjutkan dengan memberikan pekerjaan, dan hasilnya kami
fasilitasi agar bisa dijual. Dengan begitu maka mereka akan fokus bekerja. Kami utamakan lansia dan disabilitas, namun jika orang lain ingin ikut, silakan,” katanya. Sementara itu, Kepala TK Hindu Dharma Widya Nyoman Purani mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana ini. Dirinya akan sepenuhnya mendukung program ini demi kepentingan yang lebih besar. Dengan
program ini diharapkan murid-muridnya akan mendapatkan gedung baru yang lebih layak, mengingat saat hujan turun semua ruang kelasnya mengalami kebocoran serta fasilitas dan sarana bermain yang masih kurang. Dia berharap, dampak penataan yang berimbas ke sekolah, bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh siswa saat belajar di kelas. (kmb31)
Bali Post/kmb31
BLP - Bupati Suwirta saat menjelaskan rencana pendirian BLP yang memanfaatkan lahan dan gedung TK Hindu Dharma Widya.
Desa Wisata Masih Minim Inovasi
Semarapura (Bali Post) Keberadaan desa wisata cukup menjamur di Klungkung. Totalnya sudah ada 18 desa wisata, sesuai dengan SK Bupati. Melihat keberadaannya saat ini, desa wisata dirasakan belum memberikan kontribusi positif dalam mewarnai pariwisata Klungkung. Sebab, desa wisata masih minim inovasi untuk memberi daya tarik kunjungan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta belum lama ini menyampaikan bahwa syarat desa wisata tentu harus ada potensi, akomodasi, kelompok sadar wisata, sumber daya manusia hingga fasilitas pendukung. Dia menegaskan, 18 desa wisata yang sudah ditetapkan itu, sudah memenuhi kreteria yang ditetapkan pemerintah daerah. Tetapi, seperti apa progres setiap desa wisata ini menarik kunjungan wisatawan, belum jelas. “Kami juga sudah berkali-kali meminta laporan periodik kunjungannya, tetapi tidak semua mampu menunjukkan. Desa wisata yang kami lihat berkembang, seperti Paksebali dan Kamasan,” kata Sukasta. Dia melihat, minimnya laporan secara periodik terhadap progres desa wisata ini, karena kemungkinan kunjungan wisatawan yang tidak rutin dan kesiapan kelompok sadar wisatanya sendiri. Sukasta menolak menyebut desa wisata mana yang
minim kontribusi dan terkesan belum siap menyandang predikat sebagai desa wisata. Namun, progres ini menjadi catatan tersendiri bahwa harus ada yang dibenahi kembali, agar keberadaan desa wisata, bisa memberi
kontribusi pariwisata bagi daerah. Misalnya, adanya penambahan kunjungan wisatawan, menambah pilihan objek yang bisa dikunjungi dan imbasnya adalah pemberdayaan masyarakat lokal dengan pengembangan
potensi pariwisata di setiap desa masing-masing. Melihat situasi demikian, dia mengaku Dinas Pariwisata tentu tidak berpangku tangan. Proses pembinaan terus dilakukan. Konsep desa wisata, menurutnya adalah
Bali Post/kmb31
MELUKIS - Salah satu seniman lukis wayang kamasan, melukis di atas kipas.
desa sendiri yang proaktif melakukan pengembangan potensi. Persoalan desa wisata ini memang berbeda-beda. Kalau di Klungkung daratan, terkesan kesulitan mengembangkan potensi, di Nusa Penida, justru potensinya lebih dulu muncul dan dicari banyak orang. Situasi demikian membuat dirinya harus sering meluangkan waktu ke Nusa Penida, setiap Sabtu-Minggu, untuk melihat langsung objeknya, sekaligus melakukan pembinaan. “Kalau di Nusa Penida, objeknya justru dipromosikan orang lain. Sehingga, banyak yang penasaran dan datang langsung ke Nusa Penida. Tempatnya memang indah, seperti yang terbaru ini, yakni Pantai Gamat,” katanya. Untuk diketahui, pemerintah daerah memasang target tinggi dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah) tahun 2019, untuk pariwisata. Dinas Pariwisata Klungkung, menargetkan pendapatan naik lebih dari 100 persen. Tahun ini target PAD khusus untuk Dinas Pariwisata mencapai Rp 7.081.825.000. Jumlah ini, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 3.052.259.000. Dengan target pendapatan sebesar itu, maka Dinas Pariwisata juga menaikkan target kunjungan wisatawan. Tahun ini, jumlah wisatawan ditarget mencapai 543.979 orang wisatawan. Jumlah ini, naik dari target tahun sebelumnya 343.979 orang. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Paing, 2 April 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dibutuhkan Segera Accounting Pengalaman Min.2Th Hub Email: vitaluxebali@gmail. com WA.081353770406 B.BP.004.03.19.0000924
Dicari Koki Pglmn u/di Maluku Gj 6Jt,Tgl Dlm H.085292503038 B.BP.001.04.19.0000045
Dicari Tk Patrun+Tk Penjahit+ Tk Checking Tlp.082145355199 B.BP.001.04.19.0000044
*Job Australi Korea Jepang.WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali B.BP.166.04.19.0000048
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.03.19.0000996
Bakery di Ubud & Dps Bth SPG Min SMA Max 28th.085101979497 B.BP.001.04.19.0000014
Cr PRT/Pembantu Tggl dlm Jujur,Tgg Jwb, Rajin u/Kuta Hub.082145381349 B.BP.004.04.19.0000040
Dcr Adm,MinSMA,BisaComp, Maks 35th Hub.Jl.Pidada V No.09 Dps B.BP.001.04.19.0000019
Dcr:Driver(SIM A/B2)SPG(SIM C) Krm Lmrn ke Madu Nusantara Jl. Gatsu Tgh 100X/2/0361-239462/ Wy.Purnami 085100557161/ madu.bali@yahoo.co.id B.BP.001.04.19.0000033
Dibthkan Staf Kantor Notaris. Lamaran ke Jln.Plawa No.50 Dps B.BP.001.04.19.0000018
Dibutuhkan Segera Tenaga Operator Harian Sebanyak 12org Hub.08123804025/08123809006 B.BP.001.04.19.0000023
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
Dcr Staff Offc Villa Wnt bs Inggris & China H.0811392894 B.BP.154.04.19.0000041
Dicari PRT Wnita,Usia Min.30Th Single,punya SIM C, Diutamakan menguasai Area Denpasar,Tidur dalam Hub.0818368358 B.BP.004.04.19.0000039
Dicari Kolektor Untuk Menagih Utang.Hub.Jl.Tk.Badung : XV-18 Hp:087.861.775.078. B.BP.001.04.19.0000001
Dicari tenaga untuk Staff Pembukuan pendidikan SMK/ Diploma/Sarjana Akuntansi, umur maks 25 th tidak merokok. Lamaran dibawa langsung ke Jl.Kepundung 67A Denpasar
Gardener Wanted,Part-Time. Seminyak Villa.4 Days/Week,6 Hours/Day.English Speaking. Moto/PhoneReq.Call 08123883960
B.BP.001.04.19.0000026
Gending Kedis Villas Mencari Tukang Jahit 2 org.0361-708906 B.BP.001.04.19.0000011
B.BP.001.04.19.0000042
B.BP.001.04.19.0000032
Sopir SIM B/B1 utk Sopir Jasa Kuras Limbah.Hub:085337361233 B.BP.001.04.19.0000022
Dicari Karyawati Lulusan SMA Bag.Admin CV.TK Istana Teknik Jl.Sutomo 77 Dps B.BP.001.04.19.0000008
Dcr Sgr: Staff Public Area & Steward area Nusa Dua Min SMA (gaji UMK + BPJS&THR) Lam ke Jl.P.MoyoNo.27AB/Hp.085738727673 B.BP.001.04.19.0000061
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rumah Tipe 36/70 Harga 200Juta SembungMengwi.HP:082145612209 B.BP.001.04.19.0000024
PROPERTY DISEWAKAN RUKO
Oper Kntrk Ruko Lt1,Nangka Utara No.275,Boyabee,Sisa 20 Bln Hub:081999099907(Arya).BUC !!! B.BP.001.04.19.0000025
G.01
Dicri Kasir/SPG U/Minimarket Single Min SMU/K Hym.Wuruk 108
TOYOTA
Agya TRD Sportivo’16 AbuMet As Bali SptBr 08179718018 bs Krdt
DIJUAL MOBIL HONDA
CRV2 Th 2013 Putih Asli Bali Tangan 1.Hub:0818551966 (BU) B.BP.001.04.19.0000034
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh 359A Bypass Sanur Pggr Jln UtamaSHMHakMilik, 08179718018 B.BP.001.04.19.0000043
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Banting Harga Tnh Pinggir Jln Raya Kapal Dkt RS Kapal,3/4Are Hrga 550Jt/A.Hub:087860266809 B.BP.001.04.19.0000012
Djl Tnh ex Pabrik Mnyk Klp ada Sengon 1000 Phn & Jati L.94are pinggir jln utama Dps Glmnk Ds Tuwed Bali Hub 087760055121 B.BP.159.03.19.0000644
PROPERTY KONTRAKTOR
Aditya Design Bangun/Renov R. Tggl Vila Ruko IMB081237911954 B.BP.166.04.19.0000049 ARSITEKTUR
Arsitek: Design,3D, Konstruksi, RAB:0361-4701242/081916144249 B.BP.001.04.19.0000009
BIRO JASA
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.03.19.0000752
PENGUMUMAN PT.Antara Bintang Jaya, Berkedudukan di Kota Denpasar, Propinsi Bali,Dibubarkan, Segala Hak dan Kewajiban Akan Diselesaikan Dalam Waktu 30 (Tiga Puluh) Hari Sejak Pengumuman. Direksi Ttd PT.Antara Bintang Jaya B.BP.001.04.19.0000016
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.03.19.0000705
KEHILANGAN Hlg BPKB No.D2416271-O DK7128EW An.Ni Ketut Sumeti B.BP.001.04.19.0000015
BANGLI
14
Tercecer, 85 Subak Belum Dapat Bantuan Provinsi Bangli (Bali Post) –
Sebanyak 85 subak di Kabupaten Bangli belum mendapat bantuan dana dari Provinsi Bali. Selain subak, satu desa pakraman juga mengalami nasib serupa. Kenyataan itu diungkapkan langsung Bupati Bangli I Made Gianyar saat acara tatap muka Gubernur Bali bersama seluruh komponen masyarakat Bangli di Wantilan Desa Adat Penglipuran, Minggu (31/3) lalu. Made Gianyar mengatakan, banyaknya subak yang tak mendapat bantuan karena adanya kesalahan pada pendataan, sehingga menyebabkan puluhan subak itu tercecer. “Di Bangli saat ini sudah ada 318 subak yang mendapat bantuan dari Provinsi. Tapi masih ada 85 subak yang tercecer, belum dapat bantuan,” terangnya. Sementara satu desa pakraman yang disebutnya belum terdaftar untuk
mendapat bantuan yakni desa Pakraman Peradi Juntal. Desa pakraman itu tercecer karena lokasinya berada di balik bukit. “Karena di balik bukit, tidak dapat informasi sehingga tidak didaftarkan,” ujarnya. Made Gianyar mengatakan, untuk memberikan bantuan terhadap puluhan subak yang tercecer itu, Pemkab Bangli selama ini terpaksa menganggarkan dana bantuan dari APBD
Bangli senilai Rp 50 juta untuk masing-masing subak. Menurut Made Gianyar, jika saja puluhan subak dan satu desa pakraman itu bisa masuk dalam data penerima bantuan pemerintah provinsi, maka tentu akan sangat meringanan beban APBD Bangli. “Karena itu melalui kesempatan ini, saya akan menyerahkan dua dokumen usulan kepada Bapak Gubernur. Kalau ini bisa diterima Provinsi, tentunya akan meringankan
beban APBD Bangli yang sudah kecil,” harapnya. Menanggapi pernyataan Bupati Made Gianyar, Gubernur Bali Wayan Koster dalam kesempatan tersebut meminta Pemkab Bangli agar secepatnya mengajukan usulan pemberian bantuan untuk subak dan desa pakraman yang tercecer itu. Sehingga bisa segera dianggarkan pemerintah Provinsi Bali. Koster kala itu sempat memuji keberadaan subak di Kabupaten Bangli karena jumlahnya yang masih banyak dan lestari. Dia membandingkan dengan subak di kabupaten lainnya yang kini mulai berkurang akibat alih fungsi lahan. (kmb40)
Selasa Paing, 2 April 2019
Peserta UNBK di SMAN 1 Bangli Sempat Gagal ’’Login’’ Bangli (Bali Post) Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA hari pertama, Senin (1/4) kemarin secara umum berjalan lancar. Meski, sempat terjadi sedikit gangguan di SMAN 1 Bangli. Salah satu komputer yang digunakan peserta ujian mengalami gagal login. Kondisi itu berlangsung hingga setengah jam. Wakasek Bidang Kurikulum SMAN 1 Bangli I Putu Lianata ditemui, Senin (1/4) kemarin, mengungkapkan adanya persoalan gagal login itu terjadi saat pelaksanaan UNBK sesi pertama. Ketika itu komputer yang dipakai salah satu peserta, gagal login karena adanya masalah pada server. Untuk mengatasi hal itu, pihak sekolah langsung meminta bantuan teknisi kabupaten yang kemudian berkoordinasi dengan pusat. “Kendala itu berlangsung seki-
Kadisdik Baru Tahu Seminggu Lalu menandatangani. “Ibaratnya guru-guru sekarang seperti pitik kilangan pengina (ayam kehilangan induk),” terangnya. Terkait persoalan itu, Kelungkung mengaku sudah sempat menyampaikannya ke Disdikpora melalui pengawas sekolah. Pihaknya berharap kekosongan kepala sekolah di SMPN 2 Kintamani bisa segera terisi sehingga semua program dan kegiatan sekolah bisa berjalan dengan lancar. “Sekarang untungnya guru-guru di sini semangat sehingga proses pembelajaran, dan program sekolah masih bisa berjalan dengan baik,” katanya. Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja saat dikonfirmasi terpisah, membenarkan adanya mutasi Kepala SMPN 2 Kintamani. Namun dirinya baru mengetahui kabar itu sekitar seminggu lalu. Dia menegaskan bahwa mutasi Kepala SMPN 2 Kintamani dilakukan oleh BKD, bukan Disdikpora. Pihaknya di Disdikpora hanya memiliki kewenangan untuk mengusulkan pengisian kasek yang kosong. Bukan mengusulkan atau melakukan mutasi.”Saya baru tahu sekitar seminggu lalu. Saya sempat terkagetkaget,” ungkapnya. Suteja cukup menyayangkan mutasi kepala SMPN 2 Kintamani dilakukan jelang pelaksanaan UN. “Kalau mutasi boleh-boleh saja. Itu hak pemerintah. Tapi momennya juga harus diperhitungkan,” terangnya. Sementara itu disinggung mengenai rencana pengisian kasek baru di sekolah tersebut, Suteja mengatakan sudah mengusulkan ke BKD. Hanya belum mendapat tindak lanjut. Sesuai persyaratan guru yang bisa diusulkan menjadi kepala sekolah adalah yang memiliki sertifikat calon kepala sekolah (Cakep). Atau jika memang tidak ada guru yang punya sertifikat itu, maka guru yang bisa diusulkan menjadi kasek adalah yang memiliki daftar urutan kepangkatan tertua. (kmb40)
marin, yakni Bahasa Indonesia. Lianata berharap pelaksanaan UNBK hari berikutnya bisa berjalan lancar tanpa adanya gangguan. Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bangli, Ketut Ada saat dikonfirmasi terpisah sore kemarin mengatakan, bahwa secara umum pelaksanaan UNBK di Bangli berlangsung tertib dan lancar. Tidak ada gangguan berarti yang terjadi selama UNBK kemarin. “Hari pertama ini zero insiden,” ujarnya. Dia menyebutkan dari 1.220 total jumlah peserta UNBK SMA yang terdaftar, yang hadir dalam UN kemarin hanya 1.217 siswa. Sementara tiga siswa lainnya absen karena telah berhenti sekolah. “Mereka berhenti sudah lama, sebelum daftar nominatif diusulkan,” terangnya. (kmb40)
Hari Ini, Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur ”Kasineb”
Kasek Dimutasi Februari
Bangli (Bali Post) – Kepala SMPN 2 Kintamani I Nengah Suladra diam-diam dimutasikan ke SMP Satap 5 Kintamani. Mutasi kasek ini sangat disayangkan warga sekolah lantaran terjadi jelang pelaksanaan ujian nasional (UN). Mutasi ini juga terkesan aneh. Sebab meski sudah terjadi Februari lalu, Kepala Disdikpora Bangli Nyoman Suteja justru mengaku baru mengetahuinya sekitar seminggu lalu. Informasi yang dihimpun Senin (1/4) menyebutkan, mutasi Kepala SMPN 2 Kintamani kini menyisakan kebingungan di kalangan guru setempat. Sebab meski mutasi dilakukan sejak Februari lalu, sampai saat ini belum ada pengganti kasek yang baru. Padahal jelang pelaksanaan UN, ada banyak dokumen yang harus ditandatangani oleh kepala sekolah. Pascaadanya mutasi, kabarnya sudah ada seorang guru yang direkomendasikan untuk menjabat kasek baru di sekolah setempat. Namun karena tidak memenuhi persyarstan, salah satunya sertifikat Diklat Calon Kepala Sekolah, pihak Disdikpora tak berani menindaklanjutinya. Kabar lainnya menyebutkan, mutasi kasek ini tak melalui Disdikpora. Pasalnya pejabat di dinas tersebut tak tahu menahu dengan adanya mutasi itu. Kuat dugaan mutasi itu dilakukan langsung BKD. Wakasek Kesiswaan SMPN 2 Kintamani I Made Kelungkung saat dihubungi siang kemarin mengatakan, I Nengah Suladra dimutasikan ke SMP Satap 5 Kintamani per 19 Februari lalu. Pascadimutasi, sampai saat ini belum ada kepala sekolah pengganti yang baru. “Sekarang masih kosong. Yang ditunjuk Plt. juga belum ada,” ujarnya. Kosongnya jabatan kasek di sekolah itu, diakui Kelungkung cukup membuat para guru kelimpungan. Terlebih jelang UN. Karena tak ada kasek, kegiatan administrasi menjadi terhambat. Surat dan laporan, kini tidak ada yang
tar 30 menit. Setelah ditangani, langsung bisa digunakan untuk ujian,” terangnya. Dirinya tak menampik, persoalan yang sempat terjadi itu cukup berpengaruh terhadap psikologis peserta UNBK. Namun demikian, pihaknya meminta siswa yang bersangkutan untuk tetap tenang. Pihaknya menjelaskan bahwa gangguan itu tak akan sampai merugikan peserta UNBK. “Karena ini kan bukan karena kesalahan siswa, tapi kesalahan teknis,” ujarnya. Dijelaskannya bahwa pelaksanaan UNBK hari pertama kemarin, diikuti seluruh siswanya yang berjumlah 346 orang. UNBK di SMAN 1 Bangli dilaksanakan dalam tiga sesi. Masing-masing sesi, durasinya selama dua jam dan mulai dilaksanakan pukul 07.30 wita. Adapun mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama ke-
Bali Post/ist
PERSEMBAHYANGAN - Suasana persembahyangan di Pura Ulun Danu Batur.
Bangli (Bali Post) Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani kasineb, Selasa (2/4) hari ini. Upacara panyineban akan diisi prosesi bhakti pepranian. Maknanya, sebagai permohonan maaf umat sekaligus wujud syukur karena rangkaian karya Ngusaba Kadasa telah berjalan dengan lancar. Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duuran, Senin (1/4) kemarin mengatakan, upacara panyineban akan berlangsung mulai pukul 13.00 Wita. Upacara panyineban diawali dengan menggelar bhakti papranian yang diikuti umat. “Maknanya, nunas pangampura. Mungkin selama pelaksanaan karya, terdapat kekurangan, malarapan bhakti papranian ini kita nunas pangampura kepada Ida Bhatari,” terangnya. Selain itu, bhakti papranian dilaksanakan sebagai wujud syukur karena karya telah berjalan lancar. Dalam prosesi bhakti papranian, umat akan nunas paica dengan makan bersama di areal Pura. Setelah bhakti papranian, prosesi dilanjutkan dengan matiti suara. Prosesi ini akan dilaksanakan oleh paduluan. Dalam prosesi tersebut akan disampaikan
Bali Post/kmb40
Jero Gede Batur Duuran
bhisama berupa nasihatnasihat Ida Batari yang berstana di Pura Ulun Danu Batur kepada seluruh umat. “Selanjutnya dilaksanakan prosesi bhakti maperangperangan. Maknanya, dengan bekerja keras pasti kita akan mendapat pahala,” jelas Jero Gede Batur Duuran. Dalam upacara panyineban hari ini, pihak panitia karya juga akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan karya kepada umat. Menurut Jero Gede Batur Duuran, kesadaran umat untuk melaksanakan persembahyangan saat ini semakin meningkat. Hal itu terbukti dari ramainya pamedek yang tangkil selama karya berlangsung. (kmb40)
Istri Dihajar Gara-gara Tak Mau Belikan Nasi Bangli (Bali Post) Seorang pria di Desa Songan, Kintamani menghajar istrinya hingga babak belur, gara-gara tak mau membelikan nasi. Atas perbuatan itu pria berisinial KM (26) harus berurusan dengan pihak kepolisian. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Senin (1/4) kemarin mengatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga itu bermula saat korban Ni Nyoman Sri Ayu meminta izin kepada suaminya pergi ke rumah sakit di Gianyar untuk menengok kakaknya yang
akan melahirkan, Sabtu (30/3). Saat itu ia juga menyampaikan rencananya untuk langsung menginap di Gianyar. Minggu (31/3), korban kembali pulang ke rumahnya pukul 12.00 Wita. Pelaku yang mengetahui istrinya pulang langsung menyuruh korban untuk membeli nasi. Namun korban menolaknya karena alasan baru sampai. “Korban menjawab, sebentar dulu, aku baru sampai,” ungkap Sulhadi. Mendengar jawaban itu, pelaku seketika marah dan langsung menendang korban di
bagian kepala hingga terbentur ke tembok. Pelaku juga memukul korban secara beruntun hingga mengenai mata dan mulut korban. Akibatnya mata kiri korban mengalami luka bengkak dan gigi atas korban patah. Tak kuat mendapat perlakuan kasar suaminya, korban pergi ke warungnya di Banjar Yeh Mampeh. Korban juga mengadukan perbuatan suaminya ke kakaknya di wilayah Serongga. Sekitar pukul 23.00 Wita, korban diantar kakaknya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kintamani. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Korban saat melapor ke Polsek Kintamani.
15
Delapan Petenis Lolos Seleksi Pra-PON
Denpasar (Bali Post) Pengprov Pelti Bali merekrut delapan petenis putra dan putri untuk dipersiapkan mengikuti pertandingan Pra-PON. Mereka dijaring melalui seleksi provinsi (selekprov) yang digelar di Lapangan Tenis KONI Bali, Denpasar, 30-31 Maret lalu. Petenis tersebut berasal dari Gianyar dan Buleleng. Mereka adalah Putu Agus Primadana Putra (Gianyar), Kadek Agus Satria Winaya Putra, I Gede Fallyawan Eka Putra, I Nyoman Sumaindrawan, Komang Gina Kusuma Dewi, Desak Anggun A. Monica, De-
sak Cantik, dan Putu Adnyani (Buleleng). Humas Pengprov Pelti Bali Agung Surya di Denpasar, Senin (1/4) kemarin, menjelaskan, pihaknya memanggil lima petenis putra untuk diseleksi, namun seorang atlet Indra Wijaya (Gianyar) menyatakan
mundur. ‘’Peserta seleksi hanya empat. Akhirnya, kami putuskan keempat petenis putra ini lolos tanpa melalui seleksi,” ujarnya. Di bagian putri dipanggil tujuh petenis dan dua mengundurkan diri yakni Gilda (Denpasar) dan Anggi Dwi Hidayati (Jembrana). Dalam seleksi yang diikuti lima atlet, Dek Atik tidak lolos. Pemanggilan atlet ini berdasarkan hasil rapat Pengprov dan Pelti se-Bali pada 1 Maret lalu dan disetujui Ketua Panitia Seleksi
Berkontribusi Besar Publik meresponsnya ini sebagai gebrakan dan terobosan yang cepat, elegan dan efektif bagi Bali. Perda Desa Adat oleh banyak kalangan dinilai sangat strategis dalam upaya melakukan pengaturan kesatuan masyarakat hukum adat di Bali. Penguatan legalitas ini akan menjadi fondasi dasar mengawal peradaban Bali di tengah era digital yang memicu tumbuhnya peradaban modern dalam kehidupan. Harapan segar agar perda ini mampu mengembalikan kedudukan dan fungsi desa adat sebagai pusat kebudayaan dan pusat pembinaan mentalitas keagamaan menguat. Gubernur Koster meyakinkan dengan perda ini desa adat dapat memerankan fungsi secara terukur, jelas dan otonom dengan regulasi yang kuat. ‘’Sebagai benteng terakhir pengawalan Bali, perda ini diharapkan akan mengantarkan desa adat sebagai pe-
Selasa, 2 April 2019
milik kebudayaan Bali otonom dan telah berkontribusi besar terhadap pembangunan sosial, ekonomi dan stabilitas politik nasional. Ini ditandai dengan konsistensi desa adat di Bali mengawal Pancasila di bawah wadah NKRI,’’ tegasnya. Sebelumnya, pengaturan tata kelola desa adat dipayungi Perda No.3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman. Revisi juga telah dilakukan dengan Perda No.3 Tahun 2003. Perda yang lama ini isinya dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum, sehingga perlu disesuaikan dengan menetapkan Perda tentang Desa Adat. Regulasi dalam Perda Desa Adat ini diyakini akan menjadikan Bali tetap menjadi mercusuar peradaban dunia serta tetap terjaga eksistensinya. Pengawalan desa adat sebagai tempat tumbuh kembangnya budaya dan peradaban ini mestinya menjadi tanggung jawab bersama secara berkelanjutan. Jawaban atas semua ini adalah adanya rujukan hukum yang jelas yang lahir dari pola pikir jernih, cerdas dan terukur dengan spirit ngayah. Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini menegaskan Perda Desa Adat yang lahir pada era baru Bali ini merupakan langkah konkret untuk melindungi dan memperkuat eksistensi desa adat. Gubernur berharap dengan perda yang baru, desa adat akan semakin jelas eksistensi dan kewenangannya. Sejumlah kewenangan yang nantinya ada di desa adat, di antaranya di bidang pendidikan, ekonomi, budaya dan tentu saja mengatur palemahan, pawongan dan parahyangan. ‘’Dengan payung hukum yang lebih jelas, maka apa yang dilakukan desa adat nantinya akan terlindungi legalitasnya,’’ tegasnya.
Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha merespons positif langkah cepat Gubernur Bali dalam hal ini. Ini, menurutnya, bentuk kepekaan putra Bali yang kini diberikan mandat melakukan tata kelola pemerintahan di Bali. Ia menegaskan Desa Adat Besakih sebagai hulunya Bali dan kawasan spiritual Bali mengapresiasi positif langkah Gubernur Bali Wayan Koster. Ini merupakan bukti nyata kecerdasan berpikir pemimpin Bali dalam merespons dinamika zaman. Salah satu perlindungan terhadap budaya dan tradisi dan eksistensi desa adat adalah lahirnya regulasi yang berpihak pada desa adat di Bali. ‘’Langkah Gubernur Bali kami apresiasi. Terobosan yang dilakukan ini merupakan langkah konkret dalam membentengi Bali dari segala potensi yang bisa merongrong peredaban yang ada,’’ ujarnya. Ia mengatakan lancarnya pembahasan Ranperda Desa Adat ini tak lepas dari kecerdasan komunikasi dan efektifnya materi ranperda dalam kerangka menjaga Bali. Dalam perbicangannya dengan Bali Post, Senin (1/4) kemarin, Jero Mangku Widiartha berharap gebrakan pada era baru Bali ini terus berlanjut dan implementasinya jelas. Rakyat Bali menunggu kebijakan dan lahirnya produk-produk regulasi yang berpihak pada Bali. ‘’Sebagai Bendesa Adat Besakih, saya merasa terayomi dengan lahirnya Perda Desa Adat ini. Mudah-mudahan lahirnya Perda Desa Adat ini benarbenar efektif menjadikan desa adat memiliki legitimisi secara nasional,’’ tegasnya. Dengan demikian, perjuangan Gubernur Bali Wayan Koster mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat dapat terakomodasi. Jero Mangku Widiartha meyakini Perda Desa Adat ini akan menjadikan Bali lebih mandiri
Ketut Jayadi. Menurut Agung Surya, Ketua Umum Pelti Bali Ketut Rochineng menilai kedelapan petenis yang lolos seleksi merupakan yang terbaik sehingga layak mengibarkan bendera Bali di Pra-PON. Ajang PraPON tenis digelar di Palembang, Sumsel, 5-11 Agustus mendatang. Kedelapan petenis akan menjalani pemusatan latihan selama empat bulan dan diharapkan bisa meloloskan tim Bali ke PON 2020 di Papua. (022) dan berdikari dalam mengelola adat, tradisi untuk kemapanan secara ekonomi, politik dan budaya. (kmb)
25 Konsep Tahun ini fokus pada merampungkan sejumlah peraturan daerah dan pergub. Ranperda yang tengah digodok di antaranya Rancangan Perda tentang Standar Kesehatan, Pemajuan Kebudayaan, Penggunaan Motor dan Mobil Listrik dan Wajib Belajar 12 Tahun. Sementara untuk pergub ada 17 rancangan antara lain sistem pertanian organik, pekerja lokal Bali, pembatasan toko modern dan perlindungan sumber mata air. Selain rancangan perda dan pergub, Koster juga tengah fokus merumuskan 25 konsep pembangunan tematik. Keseluruhan regulasi tersebut dibuat agar arah dan fokus
pembangunan jelas dan sesuai dengan sasaran dan kebutuhan alam, manusia dan budaya Bali. ‘’Semua regulasi dikerjakan secara pararel antara OPD dan kelompok ahli,’’ tambahnya. Terkait implementasi seluruh regulasi, Koster berharap semua OPD betul-betul aktif terlibat. ‘’Bantu saya agar seluruh regulasi dan program terlaksana dengan baik. Jangan ada yang separuh hati, harus bekerja dengan ketulusan dan hati nurani. Jangan ada bekerja dengan pamrih dapat honor,’’ pesannya. Lebih dari itu, seluruh ASN diminta terlibat aktif, proaktif, sensitif, partisipatif, peka dan jangan bekerja hanya menunggu perintah. Masih dalam pengarahannya, Koster juga menambahkan bahwa pembangunan Bali lima tahun ke depan mengacu pada
Acara Tertentu
Kondisi ini diperparah lagi pemakaian endek atau songket yang hanya pada acara tertentu. Sementara pemakaian keseharian baik di pemerintahan, sekolah, dan perusahaan swasta, endek belum begitu familiar. Hal ini membuat produksi kain karya perajin semakin berkurang dan bahkan ada yang punah. ‘’Mulai dari pemakaian yang tidak familiar, dan tukang tenun juga sudah banyak berkurang. Ini mengkhawatirkan dan harus dilakukan upaya pelestarian, penggalian, dan pengembangan yang serius,’’ katanya. Menurut Agus, selain melalui event BEC setiap tahun, pelestarian kain asli Buleleng dilakukan dengan penerbitan buku yang menceritakan potensi kerajinan endek, songket, dan potensi kerajinan lain seperti perak, gong, dan bentuk kerajinan lain. Buku yang diterbitkan ini selain menjadi
referensi bagi anak-anak muda untuk mengenali karya kerajinan lokal, juga dijadikan media promosi kekayaan daerah ketika menerima tamu kerhormatan atau acara penting lain. ‘’Ini langkah awal kita untuk melindungi dan melestarikan karya kerajinan endek dan songket, dan buku ini juga media promosi yang mengenalkan kepada pihak lain kalau daerah kita menghasilkan kain tradisional berkualitas,’’ katanya. Bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga berupaya melestarikan kerajinan lain seperti perak, pembuatan gong dan kerajinan lain. Semua karya seni itu difasilitasi untuk mendapat hak paten, sehingga tidak mudah dijiplak perajin lain. Kalau nantinya ada yang memproduksi, maka pemilik patennya akan mendapatkan royalti. ‘’Bertahap kita akan fasilitasi untuk mendapat hak paten dan untuk endek sudah dipatenkan karena memang perajin kita yang memproduksi,’’ jelasnya. Ketua Dekranasda Buleleng
Ny. Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana mengatakan, tenun yang dikenal dengan kerumitan tinggi ini mengalami pasangsurut. Dulu songket bahkan menggunakan benang serat emas dan perak dalam coraknya. Namun, seiring perkembangan zaman corak itu tidak begitu banyak lagi ditemukan saat ini. Masing-masing desa yang menjadi sentra tenun endek dan songket memiliki motif dan corak yang berbedabeda. Desa-desa yang dinilainya tetap melestarikan tenun yakni Kelurahan Beratan, Desa Tejakula, Desa Sinabun, Desa Sawan, Desa Jinengdalem, dan Desa Kalianget. Ia menyambut positif usaha para perajin yang sampai saat ini masih konsisten dalam melestarikan kain warisan leluhur Buleleng tersebut. ‘’Kendalanya adalah masih rendah minat generasi muda untuk menggeluti kerajinan ini, dan bahan baku yang mahal serta sulit diperoleh,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Buleleng dr. Made Sukarmini
konsep semesta berencana, satu pulau, satu pola dan satu tata kelola. Untuk itu, sinergi dengan kabupaten/kota akan terus dimantapkan. Pada pelaksanaan apel disiplin kali ini, secara simbolis Gubernur Koster menyerahkan SK Kenaikan Pangkat PNS Daerah Periode 1 April 2019. Kepala BKD Provinsi Bali Ir. Ketut Lihadnyana, M.MA. dalam laporan tertulisnye menyebutkan, usul kenaikan pangkat PNS Daerah Periode 1 April 2019 di lingkungan Pemprov dan Kabupaten/Kota seluruhnya berjumlah 1.749 usul. Dari jumlah usulan tersebut, sebanyak 1.252 telah terealisasi dan surat keputusannya sudah keluar. Apel disiplin bulan ini berlangsung dalam suasana yang berbeda karena seluruh peserta mengenakan busana adat Bali. (ad050) mengatakan, cerita dalam buku ini menggugah kepedulian dan kemauan mencintai kain karya perajin di daerah. Sejalan dengan pemahaman itu, mendorong kemauan masyarakat terbiasa menggunakan kain tradisional karya perajin Buleleng dalam pergaulan sehari-hari. Dia mengakui, selama ini instansi pemerintah dan di lembaga lain sudah menjadikan endek sebagai busana ke kantor dan acara tertentu. Namun kebanyakan dari mereka tidak tahu asal-usul endek atau songket, sehingga dengan penyebaran buku ini, Sukarmini ingin mengedukasi warga untuk mengerti tentang sejarah dan perkembangan endek atau songket Buleleng. ‘’Di perpustakaan sekolah, desa dan OPD kita sebarkan buku ini. Dari isi buku ini, kita akan tahu sejarah dan perkembangan endek atau songket. Karena selama ini kita memakai saja, dan tidak tahu dari mana asal atau siapa yang menciptakan. Nanti akan kami sempurnakan dan lebih banyak lagi penerbitan buku lain,’’ jelasnya. (ad057)
uara
VVV
VVV VV
VVV VV VV VVV V VV
VV VVV VVVVV VVVV
H
IN
B
nderful onesia
SKandidat VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV
EK
AT UN
GGAL IKA
sur
at s ua
ra
Dalam acara deklarasi komando pemenangan JokowiMa’ruf Amin Kecamatan Pekutatan di Pantai Gumbrih, Pekutatan, Jembrana, ditampilkan berbagai atraksi budaya seperti musik Jegog yang mengiringi tarian Makepung. Pada kesempatan itu ia memberikan apresiasi kepada seluruh sekaa jegog yang hadir karena sudah menghadirkan suara alam di tengah–tengah acara yang di-setting berada di tepi pantai. ‘’Saya kalau dengar Jegog, dulu pertama kali tahu kesenian ini, kalau dengar suara apalagi yang di belakang, saya merinding,’’ ungkapnya. Tanda–tanda ini, menurutnya, merupakan bentuk komunikasi manusia dengan alam yang disambungkan dengan kekuatan seni karena dengan irama alam itu berkomunikasi dengan manusia. Lebih lanjut Oka Gunastawa juga mengapresiasi pen-
Hotel, Villa dan Restoran
The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung Dukung ’’Earth Hour 2019’’
VVV
VVV VVVVVV VV
VVV VVVVVVV
INE
KA KA TUNGGAL I
Memaknai Pelestarian Jegog sebagai Wujud Restorasi Indonesia
Pendidikan
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
VVVV VVVV VVV
V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V
BH
Oka Gunastawa
SIAPA yang tak kenal Jegog? Alat musik khas Jembrana ini begitu menggema terdengar di telinga masyarakat Bali. Hingga saat ini musik dengan pemain berjumlah 15 orang itu masih tetap lestari. Itu karena penerusnya berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhurnya. Inilah makna restorasi Indonesia bagi I.B. Oka Gunastawa, Ketua Partai NasDem DPW Provinsi Bali. NasDem memberikan suatu perhatian pada bangsa ini dengan cara melestarikan yang sudah ada. Pelestarian inilah yang merupakan makna dari restorasi. ‘’Bagaimana menjaga, memelihara, memperbaiki dan terus mengembangkan apa yang sudah kita miliki tanpa harus mengubah sekian rupa. Itu menjadi salah satu tuntutan kita untuk bisa mewujudkan makna restorasi Indonesia,’’ ujar Caleg DPR-RI Dapil Bali nomor urut 1 dari Partai NasDem ini. Dalam pelestarian itu ada modifikasi, namun tetap pada inti dari aslinya. Pelibatan kelompok seni dan budaya dalam tiap giat politik Partai NasDem ini merupakan salah satu pendekatan jajaran NasDem untuk memberikan ruang pelestarian serta memperkenalkan kekayaan seni dan budaya asli Indonesia. Tujuannya untuk memberikan pesan bahwasanya Indonesia ini memiliki ragam kekayaan budaya yang khas dan unik. Dari sanalah kecintaan dan rasa bangga itu lahir.
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Selasa Paing, 2 April 2019
VV V VV V VVV
Bali
balipost http://facebook.com/balipost
abuh musik jegog yang secara mandiri terus melestarikan musik jegog hingga mewariskannya pada generasi muda. Menurutnya, regenerasi ini menjelaskan ada keinginan kuat dan tulus untuk menjaga kelestarian seni dan budaya masyarakat. Untuk mempertahankannya harus ada kolaborasi antara pengambil kebijakan di daerah dengan masyarakat sebagai pelaku seni dan budaya. Sebagai pimpinan DPW Partai NasDem, Oka Gunastawa menitipkan pesan pada seluruh jajaran DPD Jembrana dan para calon anggota DPR yang nanti lolos untuk mengangkat seni kesenian Jegog ini menjadi semakin terdepan. ‘’Saya lihat ini sebagai sesuatu yang khas dan unik bahkan satusatunya di dunia yang harus diangkat ke permukaan lebih tinggi lagi, karena itulah tugas NasDem dalam konteks restorasi Indonesia gerakan perubahan,’’ pungkasnya. (may)
SAKSIKAN JEGOG - Oka Gunastawa (nomor 3 dari kanan) bersama jajaran DPD NasDem Jembrana menyaksikan pementasan tari Makepung dan Jegog.
Bali
Wonderful Indonesia
Hotel, Villa dan Restoran
THE ONE Legian & Hotel Vila Lumbung turut berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour 2019 pada Sabtu (30/3), tepat pukul 20.30 – 21.30 seluruh lampu hotel dipadamkan selama satu jam. Para tamu yang menginap diajak berpartisipasi dalam menyalakan lilin yang membentuk angka 60+. Selain itu ada diskon sebesar 20 persen diberikan untuk ala carte menu di The DECK Restaurant & Bar pun untuk para tamu yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. ‘’Ini merupakan tahun pertama kami berpartisipasi mendukung Earth Hour, kami tentu berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan gerakan hemat energi secara terus-menerus tidak hanya hari ini saja,’’ ungkap Eka Pertama, General Manager The ONE Legian & Advisor Hotel Vila Lumbung. Earth Hour merupakan salah satu kampanye WWF (World Wide Fund for Nature), organisasi konservasi terbesar di dunia, yang merupakan inisiatif global, untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis dan pemerintah dari seluruh dunia untuk turut
serta mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama 1 jam (60 menit) pada setiap hari Sabtu di Minggu ketiga bulan Maret setiap tahunnya. Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengajak masyarakat dalam turut serta melakukan gerakan hemat energi dalam kehidupan seharihari. Mendorong masyarakat dari berbagai elemen
dirinya. ‘’Caleg terdampak langsung,’’ tegas Anom. Situasi agak berbeda di Pemilu 2019 karena pileg dan pilpres digabung. ‘’Terlepas dari naik-turunya, golput tampaknya akan tetap di atas 20 persen,’’ kata Anom. Ini didasarkan pada tren sejak 2004 lalu. Soal adanya ancaman pemberian sanksi bagi penganjur golput, Anom mengatakan, masih sangat dapat diperdebatkan. Pasalpasal yang mengatur pemidanaan bagi penganjur golput masih tidak jelas. Sejumlah pihak memang menyatakan diri akan golput di Pemilu 2019. Mereka ini termasuk golput ideologis karena berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Misalnya karena adanya rasa kecewa terhadap kedua capres dan cawapres. Ada pula yang terpaksa golput karena memang tidak memenuhi syarat administrasi sebagai pemilih. Misalnya karena namanya tidak tercantum di daftar pemilih tetap (DPT). Namun golput kategori administratif tidak perlu terjadi, karena Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa pemilih dapat menggunakan hak pilihnya meskipun hanya berbekal surat keterangan (suket). Anom kembali mengingatkan bahwa soal angka golput tidak perlu dikhawatirkan. ‘’Di negara maju seperti Amerika, golput itu wajar. Karena mereka sudah percaya dengan sistem,’’ tegas Anom. Jadi soal golput dalam negara demokrasi merupakan hal yang wajar. (win)
bah Eka Pertama. Anda yang belum sempat berpartisipasi dalam gerakan ini mungkin bisa mencoba lebih dulu merasakan pengalaman menginap di The ONE Legian atau Hotel Vila Lumbung. Nikmati berbagai keuntungan dengan melakukan pemesanan langsung ke website di www. theonelegian.com dan www. hotellumbung.com. Ikuti juga @theonelegian; @hotelvilalumbung dan @thedeckrestaurantandbar di media sosial Anda untuk terus mendapat update promo yang sedang berlangsung. (ad059)
Ukm
Kesehatan
Telkomsel dan Cerita tentang ’’Pohon Sinyal’’
BAGI masyarakat di Pulau Rote, NTT, sinyal untuk berkomuniksai menggunakan perangkat seluler merupakan sesuatu yang ‘’mahal’’. Di pulau yang termasuk sebagai terdepan dan terluar ini, hanya beberapa area saja yang dapat dijangkau. Terkadang sinyal hanya bisa ditangkap jika pengguna perangkat seluler berada di bawah salah satu pohon. Dari sinilah kemudian lahir istilah ‘’pohon sinyal’’.
Cerita tentang pohon sinyal ini disampaikan Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali Agus Setia Budi saat Gala Dinner serangkain kegiatan Media Gathering Telkomsel Area Jawa Bali di Manado, Rabu (27/3) lalu. ‘’Bahkan di pohon sinyal itu, perangkat seluler terkadang hanya bisa untuk menerima SMS,’’ kata Agus Setia Budi. Sulitnya mendapatkan sinyal di Pulau Rote karena jaringan telekomunikasi
Pro-Kontra Soal Golput di Pemilu 2019 JELANG pencobolsan Pemilu 2019, isu pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya atau disebuat golput selalu muncul. Bahkan sejumlah tokoh melontarkan pernyataan mengenai golput. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat kampanye di Sukoharjo, Minggu (31/3), menyebut golput sebagai pengecut. Sementara itu, Menkopolhukam Wiranto menyebut penganjur golput bisa dipidanakan. Disi si lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan bahwa golput adalah hak tak bisa dipidanakan. Menurut Akademisi FISIP Unud Anom Wiranata, memang angka golput memiliki kecenderungan meningkat. Peningkatan drastis terjadi antara Pilpres 2004 dan Pilpres 2009 yakni mencapai 7 persen. Namun di Pilpres 2014, angka golput hanya naik 1 persen. ‘’Tertahannya peningkatan golput di Pilpres 2014 terjadi karena pilpres yang sangat kompetitif antara Jokowi dan Prabowo,’’ kata Anom. Jadi tingkat kompetesi menentukan sikap orang untuk menggunakan hak pilih. Tetapi golput saat pilpres dan pileg cenderung berbeda yakni naik dan turun. Antara Pileg 2004 dan 2019 teradi kenaikan golput hingga 14 persen. Namun Pileg 2009 ke 2014 golput turun yakni dari 29,10 persen ke 24,89 persen. Jika dibandingkan, kata Anom, golput saat pileg akan lebih sedikit mengingat para caleg akan dengan aktif mengajak pemilih untuk mencoblos
untuk berpartisipasi mengambil langkah sederhana untuk menyelamatkan bumi serta sebagai pengingat masyarakat terhadap kerugian yang lebih meluas akibat pemanasan global. ‘’Antusiasme tamu dan pengunjung ternyata sangat besar. Kami sengaja menempatkan area peletakkan lilin di The DECK Restaurant & Bar agar menarik para pejalan kaki dan benar. Mereka yang tadinya terlihat cuek akhirnya penasaran dan justru semangat untuk bisa join menyalakan lilin bersama staf kami dan pengunjung lainnya,’’ tam-
POHON SINYAL — Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali Agus Setia Budi (paling kanan) bersama anak-anak di bawah pohon sinyal. Di pohon inilah sinyal didapat karena terbatasnya jaringan. Namun kini, masyarakat di wilayah terluar ini sudah mudah mendapatkan sinyal setelah Telkomsel membangun jaringan di tahun 2018.
memang masih sangat terbatas. Jika menggunakan pendekatan bisnis, maka tidak mungkin ada perusahaan operator seluler yang besedia membangun jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut. Penduduk Pulau Rote yang termasuk dalam tertinggal, terluar dan terdepan (3T), secara jumlah maupun kemampuan ekonomi tentu saja sangat terbatas. Telkomsel, sebagai salah perusahaan telekomunikasi milik negara yang tidak hanya menekankan pada aspek bisnis semata, mengambil tanggung jawab untuk memberi akses komunikasi di Pulau Rote. Maka pada tahun 2018 dibangunlah 40 base transceiver station (BTS). Agus Setia Budi menyebut dari 40 BTS tersebut, 33 persennya mensupport untuk teknologi 4G. Menurut Agus Setia Budi, upaya ini merupakan wujud tekad Telkomsel untuk melayani masyarakat Indonesia tanpa memandang soal bisnis semata. ‘’Kita berjuang bersama untuk Indonesia yang lebih baik,’’ katanya. Kini masyarakat di Pulau Rote dapat menikmati berkomunikasi dengan akses yang jauh lebih baik. Tidak lagi harus mencari sinyal di pohon sinyal. Bahkan dengan menggunakan perangkat selulernya, kini masyarakat bisa melakukan video call. Tentu saja manfaat besar yang ingin dicapai ke depan adalah promosi wisata Pulau Rote yang makin baik. Pada kesempatan tersebut, Agus Setia Budi di depan awak media yang berasal dari Jawa Tengah dan DIY, Jawa Timur serta
Bali dan Nusra ini juga menyampaikan sejumlah perkembangan bisnis Telko m s e l A r e a J a w a B a l i . ‘’Telkomsel Area Jawa Bali di tahun 2018 lalu mengalami peningkatan revenue sebesar 3 p ersen,’’ katanya. Peningkatan ini dinilai baik mengingat kondisi bisnis telekomunikasi secara umum di tahun 2018 mengalami stagnasi bahkan cenderung menurun. Bahkan, Telkomsel Area Jawa Bali termasuk tertinggi dibandingkan Telkomsel area lainnya di Indonesia. Ke depan, Telkomsel akan fokus pada pengembangan jaringan 4G sebagai bagian dari pemenuhan tuntutan konsumen. Dan tentu juga pada upayaupaya perbaikan pelayanan yang bersifat fundamental. Terkait pelaksanaan Media Gathering ke Manado, Vice President Business Support Telkomsel Area Jawa Bali Frangky D Pandensolang mengungkapkan tujuannya adalah memperkenalkan pariwisata Sulawesi Utara. Dipilihnya Manado karena dinilai memiliki destinasi yang juga sudah mendunia yakni Taman Laut Bunaken. ‘’Selain itu, Kota Manado termasuk sebagai kota yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi,’’ katanya. Sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas kerja sama media, pada malam Gala Dinner tersebut dianugerahkan penghargaan dengan kategori most publication dan most creative media kepada media cetak dan online. Balipost.com meraih penghargaan most creative media untuk wilayah BaliNusra. (winata)