20 HALAMAN
NOMOR 215 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu paing, 2 april 2017
’’Marketing Communications’’
UKM VS MODAL PEMBACA Bali Post, faktor permodalan selalu dijadikan kambing hitam tidak berhasil bangkitnya para entrepreneur, terutama di sektor usaha kecil dan menengah. Seorang wartawan mewawancarai saya, katanya “bagaimana komitmen bank untuk memberikan modal kepada usaha kecil dan me-
nengah”. Begitu lancar pertanyaannya seolah sudah menjadi kebiasaan. Ya, kebiasaan untuk mengaitkan kegagalan sebuah bisnis dengan terbatasnya modal usaha. Karena itu, setiap menteri yang terkait dengan pengembangan usaha kecil selalu mempunyai program kerja “menyediakan
modal usaha”. Saya mempunyai pengalaman ketika berbisnis furnitur. Biasanya saya hanya membeli furnitur mentah dari para ‘petani mebel’ di Jepara sana. Saya membeli dari petani karena harganya lebih murah dibandingkan membeli dari pabrikan. Setelah cukup lama berdagang dengan cara demikian,
saya berpikir, lebih baik saya memproduksi sendiri saja. Untungnya pasti akan lebih besar. Mulailah saya menyewa workshop, membeli peralatan, membeli bahan baku dan mempekerjakan tukang. Anehnya, ongkos saya produksi lebih mahal dibandingkan dengan harga beli saya. Jadi alih-alih untung, saya buntung. “Mungkin saya tidak efisien!” demikian pikir saya. Maka saya mulai melakukan efisiensi. Tidak berhasil juga. Biaya saya sebagai produsen lebih mahal dibandingkan
dengan membeli langsung dari para ‘petani’ di sana. Setelah setahun lebih berusaha, akhirnya saya menyerah. Pabrik saya tutup, saya memilih membeli saja. Lebih sederhana, lebih murah. Suplier saya di Jepara sana, dagangannya laku. Sibuk sekali, karyawannya banyak. Namun selalu kesulitan cash flow. Saya dengar belakangan usahanya bangkrut. Feeling saya, suplier saya tidak menghitung ongkos produksi dengan benar. Mungkin ia lupa menghitung waste bahan baku, lupa menghitung
Mau Ganti Pemerintahan yang Sah
Jakarta (Bali Post) Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath telah ditangkap bersama empat orang lainnya pada Jumat (31/3) dini hari. Al Khaththath ditangkap atas dugaan makar. “Intinya ada menduduki DPR secara paksa dan mengganti pemerintahan yang sah, kemudian
biaya sewa, biaya bunga (kalau ada), dan penyusutan. Penentuan harganya didasarkan dari harga jual tetangga sebelah. Karena kemudian ditekan-tekan dan dibanding-bandingkan oleh pembeli, supplier saya terus menurunkan harga. Mungkin ini yang menyebabkan harga jualnya lebih rendah dibandingkan dengan produksi pabrikan besar. Mungkin ini sebabnya saya tidak bisa memproduksi lebih murah dibandingkan dengan membeli jadi saja. Hal. 19 Pengetahuan
KAPAL - Sejumlah warga menyaksikan proses penenggelaman kapal pencurian ikan di Perairan Desa Morela, Ambon, Maluku Tengah, Sabtu (1/4) kemarin. Penenggelaman langsung dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Jakarta (Bali Post) Polisi resmi menahan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath, bersama empat tersangka lainnya atas kasus dugaan pemufakatan makar. Mereka juga telah menetapkan Al Khaththath sebagai tersangka kasus dugaan makar.
Muhammad Al Khaththath
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Sekjen FUI Ditahan “Dari tangan yang bersangkutan kami sita uang dengan total Rp 18.870.000,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono Sabtu (1/4) kemarin. Sampai saat ini, Argo masih belum dapat memastikan apakah uang yang disita tersebut milik Al Khaththath sepenuhnya atau memang ada donatur yang
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
mengirimkan uang tersebut. Ia juga masih belum dapat menjelaskan akan digunakan untuk apa uang tersebut. “Ya itu bagian dari materi penyidikan. Nanti kita tunggu saja. Yang terpenting kami melakukan penyitaannya,” ujar Argo. Selain uang tunai, Argo juga membenarkan adanya penyitaan batang-barang lainnya. Seperti telepon genggam dan beberapa lembar poster. Hal. 19 Barang Lain
kembali ke UUD 45. Tentunya kalau mau melakukan yang itu, harus sesuai dengan SOP dan aturan yang ada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (1/4) kemarin. Hal. 19 Dicium Kepolisian
BPM/ant
Hemat Berhari Raya
Saatnya Gunakan Buah Lokal Tingkatkan Daya Saing Buah Lokal
Maret dan April adalah jadwal padat hari raya di Bali. Mulai dari hari raya Nyepi, kemudian rangakaian Galungan mulai dari Sugihan Jawa dan Sugihan Bali, Galungan hingga Kuningan. Rangkaian hari raya baru usai setelah Anggarakasih Medangsia. Semua rentetan itu ketika krama Bali masih mengalami krisis global saat ini.
Oleh Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA. KEBUTUHAN terhadap buahbuahan di Bali semakin meningkat untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari oleh masyarakat lokal dan industri pariwisata. Peningkatan kebutuhan semakin tinggi menjelang hari raya baik untuk umat Hindu maupun umat beragama lainnya. Sementara itu, persediaan buah, khususnya buah lokal yang akan digunakan untuk kebutuhan masyarakat saat upacara masih dikalahkan buah impor. Hal. 19 Perencanaan Produksi
PERMINTAAN buah di pasaran umumnya meningkat. Buah menjadi salah satu pelengkap upakara yang harus ada. Pertanyaannya sekarang, sudahkah masyarakat Bali menggunakan buah lokal untuk kebutuhan upacara? Mengingat, penggunaan buah lokal tidak saja menyangkut kelestarian buah itu sendiri, tapi juga mengangkat perekonomian masyarakat, khususnya para petani buah lokal. Hal. 19 Dikurangi
Harga Salak Naik, Anggur Lesu
Makna Rentetan Hari Raya Galungan
’’Panyekeban’’ Bukti Kita Mandiri untuk Buah Upacara
H ARGA b u a h buahan lokal di Bali menjelang hari raya Galungan dan Kuningan kebanyakan naik tajam. Ini berarti keuntungan bagi petani. Namun tak semuanya berjalan normal. Harga salak Bali melambung naik, sementara harga anggur Bali lesu. Harga salak yang biasanya anjlok saat menjelang hari raya, kini harganya justru meroket hingga Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogram. Hal. 19 Faktor Cuaca
Hari raya Galungan yang jatuh pada hari Budha Kliwon Dungulan merupakan hari raya yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Hindu di Indonesia. Hari raya ini jatuh setiap 210 hari sekali karena didasarkan atas pertemuan Panca Wara, Sapta Wara, dan Wuku. RENTETAN untuk menyambut Galungan tersebut sudah dimulai 25 hari sebelumnya yaitu hari Tumpek Pengatag. Di hari Tumpek Pengatag tersebut pemeluk Hindu melakukan ritual penghormatan terhadap tumbuhtumbuhan agar berbuah dan berbunga
yang lebat untuk digunakan menyambut Galungan. Prosesi selanjutnya dihadapkan dengan hari Panyekeban Galungan, Penyajaan Galungan, dan Penampahan Galungan. Hal. 19 Proses “Nyekeb”
Diambil Alih Penduduk Pendatang TIDAK hanya bahan baku upakara yang datang dari luar Bali, perlahan-lahan pekerjaan merangkai janur, matanding canang diambil alih oleh penduduk pendatang. Sektor informal untuk memenuhi kebutuhan upacara Agama Hindu itu dikerjakan masyarakat non-Hindu. Hal. 19 Penjual Janur
BUAH - Buah lokal harus menjadi prioritas bagi umat Hindu untuk keperluan hari raya. BPM/eka
BPM/wan
PISANG - Pisang luar Bali menyerbu pasar di Bali. Dulu, semua KK di Bali memiliki kebun pisang untuk keperluan adat dan agama.
DAERAH
2
Minggu Paing, 2 April 2017
Sempat Hilang SETIAP ajang HUT, Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wa y a n M u r d h a n a , S.Pd., M.Psi., selalu memberi nuansa baru dalam dunia pendidikan. Jika tahun lalu diisi dengan launching bank sampah, pada HUT ke-38 SMPN 3 Denpasar, Sabtu (1/4) kemarin, diisi dengan lomba bank sampah antarkelas dan kebersihan keluarga. Dia menyadari kebersihan bukan saja dilakukan siswa saat berada di lingkungan sekolah, namun juga dalam kehidupan sehari-hari di keluarga. Makanya kebersihan keluarga dia pakai media melatih disiplin siswa untuk selalu hidup bersih dan menjadikan rumah sebagai tempat tinggal yang nyaman dan utama dan sekolah adalah rumahku. Untuk membuktikan komitmennya itu timnya menilai kebersihan keluarga bukan ukuran mewahnya rumah siswa, melainkan kehidupan keluarga yang tertata rapi, bersih dan sehat. Semua itu harus berkat sentuhan tangan manis siswa SMPN 3 Denpasar. ’’Memang baru kali ini, kami lombakan namun sangat penting untuk melatih disiplin siswa,’’ ujarnya. Kasek yang berpenampilan kalem ini mengungkapkan, menjadi guru memang tugas berat karena di dalamnya juga ada unsur mendidik. Makanya sekolah yang dipimpinnya mengajak semua warga sekolah untuk terus berinovasi dan berkreativitas. Dua hal ini, kata dia, mampu menjadikan SMPN 3 Denpasar sebagai barometer kualitas pendidikan di Bali. (sue)
Pelajar Asal Yogyakarta Ditemukan di Kuburan Keramat Tabanan (Bali Post) -
Yuda Setya Wardana (15) pelajar MTs Negeri No. II Sleman, Yogyakarta, Jumat (31/3), sempat dinyatakan hilang dan terpisah dari rombongan usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Candikuning, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti pukul 17.15 wita. Setelah sempat dilakukan pencarian, pelajar ini akhirnya ditemukan Sabtu (1/4) kemarin pukul 13.15 wita oleh sejumlah warga Pegayaman Kabupaten Buleleng yang kebetulan sedang mencari anggur di hutan dekat kuburan keramat di atas bukit Kebun Raya Bedugul. Korban ditemukan dalam kondisi lemas, kedinginan dan terdapat luka pada bagian wajah sebelah kanan. Kapolsek Baturiti Kompol Surya Atmaja seizin Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto mengatakan jika pada hari jumat tanggal 31 Maret 2017 sekitar pukul 13.00 wita, korban beserta rombongan parkir di parkiran depan Masjid Al Hidayah Candikuning. Kemudian melakukan salat Jumat bersama-sama. Setelah salat Jumat korban dan rombongan kembali ke bus untuk melanjutkan
perjalanan. Namun sebelum berangkat, guru melakukan pengecekan di tiap-tiap bus. Dari hasil pengecekan ulang diketahui bahwa salah satu pelajar tidak ada dalam bus yakni atas nama Yuda Setya Wardana. Setelah ditunggu dan dicek oleh guru ke masjid dan ke objek wisata Ulun Danu tidak juga diketemukan. Dengan kejadian tersebut. Kemudian dilaporkan ke kantor Polsek Baturiti. Se-
lanjutnya dilakukan pencarian dipimpin Kapolsek bersama personel dibantu masyarakat Candikuning hingga tengah malam namun tidak ketemu. “Mendapat laporan pelajar hilang dari rombongan, kami melakukan pencarian di daerah objek wisata Bedugul dan sekitarnya,” ucapnya. Barulah Sabtu siang didapat informasi bahwa korban telah ditemukan oleh warga Pegayaman Kabupaten Buleleng yang kebetulan sedang mencari anggur di hutan dekat kuburan keramat di atas bukit Kebun Raya Bedugul dengan kondisi korban lemas. Selanjutnya bersama pengelola objek wisata dan masyarakat Candikuning menuju lokasi kejadian penemuan di puncak keramat. Selanjutnya pada pukul 15:00 wita, korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit Tabanan untuk mendapat perawatan. (kmb28)
BPM/kmb28
DITEMUKAN - Pelajar yang sempat hilang di Candikuning, Baturiti akhirnya berhasil ditemukan.
Realisasi ’’Tax Amnesty’’ DJP Bali Hanya 30,7 Persen dari Target Denpasar (Bali Post) Setelah menunggu hingga pukul 24.00 wita, realisasi tax amnesty Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali yaitu uang tebusan yang terkumpul Rp 1,19 triliun. Sedangkan target TA Kanwil DJP Bali periode 1-3 adalah Rp 3,9 triliun. Sehingga realisasinya baru 30,7 persen. Demikian disampaikan Kepala Kanwil DJP Bali, Nader Sitorus Sabtu (1/4) kemarin. “Baru pada periode 3 ditetapkan target amnesti pajak tahun 2017 untuk Kanwil DJP Bali (Jan-Mar 2017) yaitu sebesar Rp 131 miliar. Sementara realisasi amnesti pajak tahun 2017 Kanwil DJP Bali adalah Rp 237 miliar,” ungkapnya.
Sementara dana repatriasi yang terkumpul hingga hari terakhir pengampunan pajak yaitu Rp 281 miliar. Deklarasi harta luar negeri Rp 3,1 triliun, deklarasi harta dalam negeri Rp 59 triliun, total nilai harta/aset yang diungkap Rp 63 triliun. Surat pernyataan harta (SPH) yang disampaikan yaitu 31.591 SPH. Terdiri dari wajib pajak (WP) badan non-UMKM sebanyak 2.727 SPH, badan UMKM 3.774 SPH, orang pribadi non-UMKM 14.175 SPH, orang pribadi UMKM 10.915 SPH. “Tren penyampaian SPH berbeda dengan periode 1 dan 2 dengan tarif 2% dan 3% yang banyak dimanfaatkan oleh
Wajib Pajak Non-UMKM baik Badan maupun orang pribadi (OP). Sesuai prediksi, di periode 3 ini banyak dimanfaatkan oleh Wajib Pajak UMKM,” katanya. Di periode 3 (Januari-Maret 2017) ini Wajib Pajak Badan UMKM yang menyampaikan SPH sebanyak 1.780 SPH dari total WP Badan UMKM yang menyampaikan SPH. Sedangkan untuk Wajib Pajak OP, periode 3 ini juga didominiasi oleh Wajib Pajak OP UMKM yaitu sebanyak 5.175 SPH dari total OP UMKM yaitu 10.g. “Karena tarif untuk UMKM adalah flat atau tidak mengalami perubahan dari periode 1-3 yaitu, harta
yang diungkap di bawah Rp 10 miliar adalah 0,5 persen, dan harta diungkap di atas Rp 10 miliar adalah 2 persen,” terangnya. Beberapa kelompok tidak wajib mengikuti program amnesty pajak. Kelompok tersebut adalah kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori penghasilan di bawah PTKP (penghasilan tidak kena pajak) Rp 54 juta setahun. Yaitu, buruh, pembantu rumah tangga, nelayan dan petani, serta pensiunan. Kelompok masyarakat tersebut dikatakan hanya memiliki penghasilan sematamata dari uang pensiun sehingga tidak wajib mengikuti program amnesti pajak. (kmb42)
Bambu Penjor Widiyana Gantikan Cantiasa Sebagai Danrem Laris Manis Sertijab di Kodam IX/Udayana
Terseret Arus
Pengendara CBR Terperangkap di Kubangan Sungai
Gianyar (Bali Post) Seorang pengendara sepeda motor CBR terseret arus saat melintas di jembatan beton di Sungai Udang-udang, pada Jumat (31/3) malam. Untungnya, korban Juliadi (37), selamat usai terseret arus di sungai yang menjadi perbatasan antara Desa Serongga dengan Desa Medahan Kecamatan Blahbatuh itu. Sementara sepeda motor Honda CBR dengan pelat kendaraan P 4042 MZ baru bisa dievakuasi oleh petugas BPBD Gianyar pada Sabtu (1/4) siang kemarin. Informasi dihimpun awalnya sepeda motor CBR warna merah yang dikendarai Juliadi dengan membonceng adiknya, Sandi (28), datang dari arah Gianyar hendak menyeberang ke selatan menuju Desa Medahan. Sebelum menyeberang arus Sungai Udang-udang itu sedang deras, hingga melampaui batas atas jembatan beton. Dua pemuda ini tetap memaksakan untuk menyeberang pada Jumat malam sekitar pukul 22.30 wita. Kala itulah, sepeda motor tersebut terseret arus hingga akhirnya jatuh pada kubangan di bawah jembatan. Juliadi dan Sandi sempat terperangkap di bawah selama kurang lebih 15 menit, hingga akhirnya warga setempat memberikan pertolongan dengan melemparkan tali. Kedua pemuda ini pun berhasil diselamatkan, hanya sepeda motor mereka masih terperangkap. Keesokan harinya, petugas BPBD Gianyar yang menerima laporan tersebut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi sepeda motor tersebut, Sabtu pagi sekitar pukul 08.30 wita. Setelah proses panjang, sepeda motor tersebut berhasil diangkat sekitar pukul 10.30 wita. Kapolsek Gianyar Kompol Adnan Pandibu mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan saksi dan korban, dipastikan insiden tersebut bukan lakalantas melainkan musibah akibat kelalaian pengandara sepeda motor yang memaksakan menyeberang di sungai tersebut. “Awalnya menurut prediksi korban dapat dilalui ternyata tidak demikian, yang mengakibatkan pengendara bersama temannya yang dibonceng terjatuh dan sepeda motor hanyut terseret arus,“ katanya. (kmb35)
Denpasar (Bali Post) Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa, S.E. mengakhiri pengabdiannya sebagai Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya dalam Upacara Serah Terima Jabatan Danrem 163/Wira Satya di Hall Makodam IX/Udayana, Sabtu (1/4) kemarin. Danrem 163/Wira Satya kini dijabat Kolonel Arh I Gede Widiyana, S.H. Pada acara yang sama, dilakukan pula penerimaan tugas Kapuskodalopsdam IX/Udayana kepada Letkol Arm Erdi Eka Wijayanto dan acara tradisi laporan Korps Kenaikan Pangkat Pamen Kodam IX/Udayana periode 1 April 2017. Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kustanto Widyatmoko, mengatakan, Korem 163/Wira Satya sebagai bagian dari Kodam IX/Udayana memiliki wilayah dengan ciri khusus sebagai daerah tujuan wisata yang berskala internasional. Hal ini tentunya membawa pengaruh terhadap pengelolaan teritorial yang meliputi potensi geografi, demografi, dan kondisi sosial. “Oleh karena itu, Korem 163/Wira Satya yang mempunyai tugas melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan negara di wilayah Bali, dituntut mampu mengkomunikasikan dan mengintegrasikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pembangunan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) pertahanan,” ujarnya. Kustanto menambahkan, hal ini sejalan dengan upaya sistem pertahanan negara yang harus dilakukan secara dini, terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Selain itu, Korem juga mempunyai tugas mensosialisasikan pemahaman masyarakat tentang kesadaran bela negara. Yakni dalam wujud rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, rela berkorban demi bangsa serta memiliki keyakinan bahwa Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara. Selain itu, Bali sebagai daerah tujuan
wisata domestik maupun internasional sering dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional yang melibatkan para kepala negara/kepala pemerintahan. Kondisi ini mengandung konsekuensi yang berat dalam hal tugas pengamanan VIP maupun VVIP. “Saya berharap kepada seluruh prajurit Korem dan elemen masyarakat tetap menjalin kerja sama yang erat dalam menyukseskan tugas pengamanan tersebut. Hal ini saya sampaikan mengingat Bali merupakan barometer
Indonesia secara keseluruhan,” imbuhnya. Kustanto meminta Danrem yang baru agar lebih memahami karakter masyarakat guna meningkatkan hubungan yang harmonis dengan semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, sekecil apa pun permasalahan yang terjadi di masyarakat dapat diantisipasi sedini mungkin. Sedangkan Kapuskodalopsdam IX/Udayana diperintahkan untuk segera mempelajari tugas sekaligus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja di satuan. (kmb32)
BPM/wan
TONGKAT KOMANDO - Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal Kustanto Widiatmoko, M.D.A., menyerahkan tongkat komando kepada Danrem 163/ Wirasatya yang baru, Kolonel Artileri Pertahanan Udara (Arh.) I Gede Widiyana S.H., menggantikan Danrem 163/Wirasatya Kolonel I Nyoman Cantiasa S.E., dalam acara serah terima jabatan serta kenaikan pangkat perwira menengah Kodam IX Udayana, di Markas Kodam IX Udayana, di Jalan Udayana, Sabtu (1/4) kemarin.
Bangli (Bali Post) Menjelang hari raya Galungan 5 April ini, sejumlah perlengkapan upakara mulai diburu masyarakat. Tak terkecuali bambu penjor juga sejak beberapa hari sudah dicari warga. Kondisi ini membuat penjual bambu penjor untung besar, mengingat penjualan bambu penjor laris manis. Penjual bambu di Desa Kayubihi, Bangli, Mangku Gandri, mengatakan, pesanan bambu yang dipakai untuk bahan penjor sudah berdatangan sejak beberapa hari lalu. Kata dia, banyaknya pesanan yang datang membuat dirinya kewalahan untuk memenuhi pesanan. “Pesanan mulai datang sejak dua pekan lalu. Akan tetapi banyaknya pesanan yang datang baru sejak sepekan ini. Banyaknya orderan membuat saya cukup kewalahan untuk bisa memenuhi orderan itu,” ungkapnya. Gandri mengatakan, pesanan bambu penjor berdatangan dari Bangli termasuk beberapa daerah luar Bangli seperti Karangasem, Denpasar, Gianyar, Badung, dan Buleleng. “Astungkara polih (dapat) jualan bambu yang cukup banyak. Khusus bambu penjor saya hanya dijual enam bulan sekali. Kalau ada permintaan baru saya carikan misalnya ada karya. Kalau tidak saya hanya jual bambu biasa saja yang biasanya dipakai untuk membangun rumah dll,” katanya. Dikatakannya, sekali berangkat untuk membawakan pesanan tersebut, pihaknya bisa membawa 700 batang bambu. Selain membawa ke luar daerah, pihaknya juga menjual langsung di tempat miliknya. “Untuk bambu penjor harga saya patok Rp 11-12 ribu per batangnya,” terangnya. Sementara penjual bambu penjor dari Banjar Pande, Bangli, Kadek Sukadana, mengatakan, pesanan bambu sudah berdatangan sejak sepuluh hari. Kata dia, warga mulai ramai berdatangan sejak beberapa hari lalu. “Sekarang sudah mulai ramai pembeli. Mengingat Galungan sudah dekat. Pembeli rata-rata dari Bangli,” ujarnya. (kmb41)
Diduga Minum Obat Serangga
Pedagang Jajan Bali Tewas di Kamar Kos Tabanan (Bali Post) Penghuni kamar kos di Jalan Ceruring Gang V nomor 4, Banjar Gerogak Gede, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Jumat (31/3), dikagetkan dengan tewasnya Ni Luh Putu Sriasih Ratna Dewi (54), pedagang jajan Bali asal Banjar Mayungan, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Korban ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya. Diduga korban mengakhiri hidup dengan cara meminum obat serangga. Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui meninggal dunia sekitar pukul 16.00 wita. Penuturan sejumlah penghuni kamar kos lainnya seperti disampaikan Putu Dikki Hermawan (17), pelajar asal Desa Mundeh Selbar, sebelum berangkat ke sekolah ia melihat
korban sekitar pukul 07.00 wita tengah melakukan aktivitas seperti biasa. Korban saat itu sedang menggoreng jajan Bali yang akan dijual ke pasar. “Pulang dari sekolah saya sempat tidur, tibatiba sore sekitar pukul 15.00 wita, saya dibangunkan oleh rekan sesama kos untuk diajak membangunkan korban, karena katanya tidak seperti biasa ibu ini tidurnya lama,” ucapnya. Keterangan yang sama juga disampaikan I Made Dwi Arta (17). Pelajar asal Banjar Dayang, Desa penataran, Selbar ini mengatakan dirinya saat itu memang tidak ada aktivitas sekolah. Bahkan sebelum ditemukan meninggal, korban sempat mengembalikan charger telepon yang sempat dipinjamnya. Sejumlah penghuni kos pun
merasa curiga karena korban tidak seperti biasa tidur lama. Begitu pula saksi Gusti Ayu Kade Suningsih (47), saksi yang tinggal di depan kos korban ini, sekitar pukul 13.00 wita dan 14.00 wita, melihat ada satu orang buruh bungkus jajan mencari korban namun pintu kamar korban tertutup. Sekitar pukul 16.00 wita, saksi memutuskan memanggil para penghuni kos untuk mengecek dan membuka pintu kos korban. Mereka bersama-sama akhirnya membuka pintu kos korban yang didapati tidak terkunci dan mendapati korban dalam keadaan seperti tidur. Korban pun sempat dibangunkan oleh saksi lainnya, Ni Ketut Sriardiani. Namun, korban tidak mau bangun, dan dimungkinkan sudah meninggal dunia.
Merasa curiga, sejumlah saksi pun menghubungi Bhabinkamtimas Polsek Kota. Dan oleh pihak kepolisian, korban dibawa ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan medis (luar), petugas medis menerangkan korban tiba di BRSU Tabanan dalam keadaan sudah meninggal dunia, dengan kondisi dari mulut mengeluarkan bau pestisida. Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto yang dihubungi terpisah mengatakan dari hasil olah TKP di dekat tubuh korban ditemukan botol obat serangga. “Diduga kuat korban meminum obat serangga tersebut,” ucapnya. Sementara itu, pemilik rumah kos, Ibu Jona, mengatakan jika korban ngekos sudah tiga tahun, dan tinggal sendiri karena sudah cerai. (kmb28)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
daerah
Minggu Paing, 2 April 2017
3
Konferensi Pengusaha Periklanan Se-ASIA
Gubernur Pastika Dukung Bali Jadi Tuan Rumah
DIPILIHNYA Bali sebagai lokasi digelarnya event internasional bertajuk Konferensi Pengusaha Periklanan seASIA mendapat dukungan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Hal ini disampaikan secara langsung oleh orang nomor satu di Bali ini, saat menerima audensi rombongan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) yang dipimpin oleh Ketua Umum P3I Pusat Harris Thajeb di ruang rapat Gubernur Bali, Jumat (31/3). Lebih jauh menurut Gubernur Pasti-
ka, ajang tersebut secara tidak langsung akan menjadi media promosi gratis bagi Bali, khususnya sektor pariwisata. “Dengan berkumpulnya para pengusaha periklanan tentu akan membawa dampak positif bagi Bali, dan saya berharap Bali mendapatkan promosi gratis dari perhelatan event ini. Jika kita promosi sendiri, coba bayangkan berapa dana yang harus kita habiskan,” cetus Pastika seraya menjelaskan akan menyiapkan segala bentuk dukungan fasilitasi yang dibutuhkan, guna mensukseskan event
AUDIENSI - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerima audiensi rombongan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) yang dipimpin oleh Ketua Umum P3I Pusat Harris Thajeb di ruang rapat Gubernur Bali, Jumat (31/3) lalu.
tersebut. “Dari segi kepemerintahan, kami siap membantu segala sesuatu yang dibutuhkan, baik dari segi protokoler, imigrasi dan sebagainya,” imbuh Pastika. Tak hanya itu, Gubernur Pastika pun menjamin kesiapan Bali menjadi tuan rumah, baik dari segi keamanan maupun lokasi dan layanan yang mendukung. Jaminan itu bukan tanpa alasan, hal ini bisa dilihat dari riwayat Bali sebelum-sebelumnya yang sudah pernah menjadi tuan rumah berbagai event besar bertaraf internasional yang berlangsung dengan sukses. Dan bahkan di tahun 2018 pun sudah dijadwalkan berbagai event internasional lainnya, yang diperkirakan akan berlangsung hampir tiap dua bulan sekali dan akan menjadi tahun yang sangat padat bagi Bali. Seperti disampaikan sebelumnya oleh Ketua Umum P3I Pusat Harris Thajeb, Bali terpilih mewakili Indonesia menjadi tuan rumah kegiatan tersebut setelah sebelumnya dilakukan bidding, dan direncanakan digelar pada tanggal 8 s/d 10 Nopember 2017. Untuk diketahui, Indonesia sebelumnya sudah pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1995. Konferensi kali ini menurut Thajeb direncanakan diikuti 15 negara se-ASIA, dengan jumlah peserta mencapai 1.500 orang peserta. “Hampir 90 persen peserta sudah confirm untuk ikut, tentu ini akan menjadi konferensi yang sangat besar,” ujar Thajeb. Untuk itulah ia mengaku sangat membutuhkan dukungan Pemprov Bali. Ia pun menjelaskan konferensi direncanakan akan dibuka oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo. (ad70)
Pembukaan Jalan di Buayang
TNI dan Masyarakat Mulai Pasang Batu Gladak Bangli (Bali Post) – Program TMMD Kodim 1626 Bangli dengan membuka akses jalan di Banjar Buayang, Desa Landih, Bangli terus berlanjut. Pada Sabtu (1/4) kemarin, kegiatan pembukaan jalan sudah memasuki pemasangan batu gladak yang dilakukan ratusan anggota TNI bersama masyarakat setempat. Dipimpin Kasdim 1626 Bangli Mayor Inf. Suka Prajaka, kegiatan karya bakti pemasangan batu gladak dihadiri Kades Landih I Ketut Sudana, Kadus Buayang I Ketut Laba Wijaya serta Bhabinkamtibmas desa
setempat. Tak hanya anggota TNI, puluhan PNS Kodim Bangli juga ikut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Kasdim Mayor Suka Praja, seizin Dandim 1626 Letkol Susanto Lastua Manurung dalam kesempatan kemarin menyampaikan bahwa kegiatan pemasangan batu bertujuan untuk mempercepat proses kegiatan TMMD. Material berupa batu, kata Mayor Suka sudah banyak yang masuk dan sudah dipecah. “Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, proses pemasangan batu dipercepat. Lebih awal
lebih bagus sehingga nantinya kita tinggal pengaspalan jalan,” jelasnya. Sebagaimana yang diketahui, pada TMMD tahun ini Kodim Bangli membuka akses jalan di Banjar Buayang sepanjang 1,335 kilometer. Pembukaan jalan ini dilakukan untuk mempermudah akses perekonomian warga setempat. Dimana selama ini warga Tempek Dukuh dan Tempek Gelagah hanya bisa melalui jalan setapak yang curam dan terjal jika ingin pergi ke pasar menjual hasil pertanian mereka. Sesuai rencana pem-
Pascabanjir Bandang di Kawasan Payangan, Gianyar
PDAM Denpasar Sempat Tutup Saluran ’’Intake” Denpasar (Bali Post) Pascabanjir bandang yang terjadi di daerah Payangan, Gianyar pada Jumat (31/3) malam, berampak hingga di aliran sungai Ayung yang dimanfaatkan sebagai sumber air baku pada IPA Belusung oleh PDAM Kota Denpasar. Akibat bencana itu, terjadi kekeruhan air yang cukup tinggi, sehingga PDAM Kota Denpasar melakukan langkah antisipasi dengan menutup saluran intake agar tidak menggagu produksi air bersih. “Kami melakukan langkah cepat setelah beberapa jam terjadi banjir di daerah Payangan, dimana sebelumnya kami sudah menerima informasi akan terjadi banjir. Maka dari itu, kami bersama jajaran langsung melakukan langkah antisipasi dengan menutup saluran intake agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Dirut PDAM Kota Denpasar I.B. Gede Arsana, didampingi Direktur Tehknik I Putu Yasa,
Sabtu (1/4) kemarin di IPA Belusung. Lebih lanjut Arsana menjelaskan, produksi IPA Belusung stop produksi pada pukul 19.40 Wita, hal ini disebabkan adanya banjir bandang disertai dengan material kayu dan pasir kiriman dari hulu sungai Ayung yang mengakibatkan kekeruhan air baku. Kemudian pada pukul 21.30 Wita, pasokan air bersih sudah kembali normal, dimana pada saluran intake terdapat lima pompa yang bekerja dengan lancar, namun untuk melakukan pasokan air bersih tersebut diperlukan waktu untuk pengisian pada bak reserpair atau bak penampungan, guna mencapai level normal. Selanjutnya pada pukul 01.00 Wita dini hari, boster dihidupkan kembali dengan empat pompa dengan plow 200 liter per detik, kemudian pada outlet diberi plow 100 liter per detik sehingga air bersih bisa kembali dijalankan dengan
normal. “Pada saat terjadinya banjir bandang, saluran intake pada pipa utama sudah kita tutup sehingga material seperti kayu dan pasir kiriman dari hulu sungai Ayung tidak terlalu mengganggu. Namun kita tetap melakukan pembersihan dengan cepat pada areal-areal pipa yang dirasa akan menghambat laju air pada saluran intake, terutama pasir dan lumpur,” terangnya. Ditambahkannya, kejadian banjir bandang pada awal bulan Januari lalu dampaknya masih dirasakan, namun demikian pihaknya terus berupaya melakukan langkah antisipasi guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan PDAM Kota Denpasar yang kini mencapai kurang lebih 82 ribu. “Kami berharap hal ini tidak terulang kembali, namun sekarang kembali ke faktor alam lagi, sehingga kami akan terus memberikan yang terbaik untuk pelanggan kami” kata Arsana. (kmb12)
Bali Post/ara
BERSIHKAN - Petugas PDAM Denpasar terlihat sedang membersihkan saluran intake yang terganggu akibat air sungai Ayung kembali keruh.
bukaan jalan tersebut akan tuntas dikerjakan selama satu bulan. (kmb40)
JEMBATAN - Suasana peresmian jembatan Kuning dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto, didampingi Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Jumat (31/3) lalu.
Wagub Sudikerta Hadiri Peresmian Jembatan Kuning
SETELAH mengalami kerusakan pada 16 Oktober 2016, kini Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Lembongan denga Nusa Ceningan kembali dibangun. Peresmian jembatan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadi Moerwanto di dampingi Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Jumat (31/3). Jembatan Kuning ini merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan Nusa Lembongan dengan Nusa Ceningan. Sehingga keberadaannya sangat vital bagi masyarakat setempat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Bina Marga yang telah mampu merampungkan pembangunan Jembatan Kuning sebagai urat nadi transportasi bagi masyarakat maupun pariwisata,” kata Sudikerta. Jembatan Kuning sebelumnya dibangun pada 1996, namun pada 16 Oktober 2016 lalu mengalami runtuh, yang menyebabkan putusnya hubungan transportasi antara Nusa Lembongan dengan Nusa Ceningan, sehingga perekonomian pun ikut terganggu.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan usulan ke pemerintah pusat agar segera dibangun kembali Jembatan penghubung tersebut. Wagub Sudikerta saat itu sangat intens mengawal usulan tersebut, sehingga pemerintah pusat memutuskan memberikan alokasi anggaran dengan sumber dana APBN. Jembatan ini mulai dikerjakan November 2016, sampai Maret 2017 ini. “Kecamatan Nusa Penida ini bagai “Telor Emas”-nya Bali, memiliki lima predikat sekaligus, yaitu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, Kawasan Konservasi Perairan, Kawasa Pulau Terluar Indonesia, Desa Wisata Energi dan sebagai wilayah pembibitan sapi Bali,” ujarnya. Dengan predikat ini, sudah sepatutnya mendapatkan perhatian lebih melalui pembangunan infrastruktur yang memadai, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jembatan dengan lebar 1,8 meter dan panjang 138 meter terdiri dari tiga bentang, menelan biaya tiga milyar rupiah lebih, dibangun khusus untuk pejalan kaki dan sepeda mo-
tor. Namun, dalam kondisi darurat hanya ambulans yang diperbolehkan melewati jembatan itu. Pada kesempatan tersebut, Wagub Sudikerta didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, menyempatkan diri mengunjungi pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Nusa Penida. RS Pratama ini merupakan satu-satunya RS yang cukup besar ada di Nusa Penida, guna mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pulau itu. Kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Bali. Dengan kesehatan yang terjamin diharapkan dapat meningkatkan kualitas derajat hidup masyarakat Nusa Penida. Dengan pulau tersendiri, terpisah dengan Bali daratan, masyarakat sangat kesulitan akses ke rumah sakit, apabila membutuhkan pelayanan kesehatan tingkat lanjut, walaupun saat ini sudah tersedia Puskesmas. Sehingga dengan dibangunnya RS Pratama ini, diharapkan keterbatasan akses itu dapat tertangani dengan baik. (ad69)
4
Minggu Paing, 2 April 2017
BPM/ist
PENTAS — Tak hanya menyisakan diskusi dalam pentas, pembukaan Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya ini pun diselingi banyak peristiwa. Setiap harinya, ada saja peristiwa yang membuat tertawa, geli, khawatir bercampur aduk. Pada hari pertama misalnya, menjelang akhir pementasan, hujan tiba-tiba saja datang. Penonton pun berdesakan mencari tempat teduh. Sedang pentas terus dilanjutkan sampai akhir. Acara hari pertama sebenarnya tak pernah benar-benar ditutup secara formal. Penonton, pemain, dan tim produksi saling baur berkenalan, menyapa, dan mengobrol. Pentas dalam hal ini menjadi ruang pertemuan yang begitu hangat antara berbagai kalangan yang pentas maupun yang menyaksikan pentas.
Festival Monolog Bali
Memahami Kembali Jejak Literasi Pengarang Bali BALI memiliki sejarah literasi panjang. Banyak sastrawan yang membawa nama baik bagi Indonesia baik dalam bahasa Bali atau pun bahasa Indonesia. Sayangnya saat ini banyak yang melupakan karya-karya mereka. Aslinya, sastrawan Bali tidak memiliki panggung di tanahnya sendiri. Festival Monolog kali ini untuk mengingatkkan kita akan teks-teks apik milik orang Bali. I Wayan Sumahardika, pegerak seni dan pecinta teater menuliskannya lengkap untuk pembaca Bali Post. Akhirnya, Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya tiba juga. Setelah sekitar dua bulan melakukan persiapan, gelar acara monolog untuk mengapresiasi karya Putu Wijaya ini resmi dibuka pada 22 Maret 2017 di Rumah Belajar Komunitas Mahima. Malam itu, masih terlihat kawan-kawan tim produksi tengah sibuk menyeting panggung pementasan. Rumah belajar Komunitas Mahima yang biasanya digunakan sebagai tempat diskusi ditata sedemikian rupa. Para penonton yang tak kebagian kursi, berdiri, mondar-mandir di halaman, di beranda rumah, sampai di tengah ruangan. Acara dibuka dengan orasi Putu Wijaya yang dibacakan oleh Putu Satriya Kusuma sebagai penggagas acara. Lampu panggung dimatikan. Putu Satriya hilang. Ia yang sedari tadi terlihat sibuk menanam dupa pada kulit pohon jepun di tengah bangku penonton, kini tak kelihatan sama sekali. Di antara rasa penasaran penonton akan sosok Putu, muncul titik-titik api, samar di kegelapan. Nyala api dari dupa yang demikian kecil jika dibandingkan dengan gelap dan rasa pengap yang saling berdesakan ini tengah menyihir penonton buat mengikuti setiap geraknya. Kadang diam, kadang digetarkan, kadang dipantul-pantulkan membentuk cipratan layaknya cat merah yang dipoleskan pada dinding gelap kanvas. Ketika tangan dan kakiku lumpuh dan tubuhku tak mampu lagi melontarkan seluruh kobaran batin yang bergelora di kepala, aku menatap ke langit yang tiba-tiba berbicara: anakku jangan sesali apa yang kamu miliki lapangkan hati nurani lepas seluruh peluru sanubari yang ingin kamu tembakkan ke sekitar menyapa rakyatbangsamu. Orasi Teks orasi Putu Wijaya dilantunkan sebagai lagu. Seperti penari arja yang menembangkan dialognya, Putu Satriya membuka Festival Monolog Bali
100 Putu Wijaya dengan bermacam renungan tentang geliat teater modern di Bali. Bagai titik api kecil yang selalu nyala di kegelapan. Seumpama rasa pengap, sesak, semangat, dan penasaran yang saling peluk tengah panggung yang begitu sederhana. Soal tradisi sebagai sebuah akar yang tak bisa dilepaskan serta pola-pola barat yang saling jalin-menjalin, ikatmengikat, pengaruh-memengaruhi. Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya pun dimulai! Kesadaran Regenerasi Hari pertama diisi dengan pentas “Kemerdekaan” oleh Komunitas Mahima, “Ih” oleh Teater Kampung Seni Banyuning dan “Surat Kepada Setan” oleh Teater Kalangan. Pentas “Kemerdekaan” dimainkan oleh Julio Saputra dan disutradarai oleh Kadek Sonia Piscayanti. Kemerdekaan bercerita tentang seorang tua yang ingin melepas burung peliharaannya ke langit luas. Dalam pentas ini, kemerdekaan didefinisikan sebagai kebebasan yang didapatkan dengan mengorbankan jiwa raga dan semangat bersama bukan sebuah kebebasan individu. Pentas “Ih” yang disutradarai oleh Putu Satriya Kusuma bercerita tentang pengadilan seorang anak yang dicurigai dibunuh oleh ibu tiri dan ayahnya sendiri. Meski tempo pementasan cenderung lambat, di sini dapat dilihat begitu kuatnya stamina Ayu Sri Damayanti sebagai aktor memainkan pentas yang berdurasi lebih dari satu jam. Adapun pentas terakhir, dimainkan oleh A.A Ngurah Anggara Surya yang disutradarai oleh Ketut Manik Sukadana. Surat Kepada Setan yang sejatinya menawarkan narasi yang sangat beragam ini, tampak difokuskan pada persoalan TKW Indonesia yang tak lagi diperhatikan hak-haknya oleh bangsanya sendiri. Jika ditilik lebih dalam, ketiga pementasan yang disajikan pada hari pertama tampak dimainkan oleh aktor-aktor yang masih tergolong muda
Waspadalah
dalam dunia teater. Entah memang direncanakan atau tidak, ada semacam kesadaran yang tumbuh pada hari itu, bahwa teater Bali sedang berada di tangan anak-anak muda ini. Tentu saja, begitu banyak persoalan yang sebenarnya bisa didiskusikan semisal persoalan Julio yang belum sepenuhnya percaya pada tubuhnya sendiri, karakterisasi penokohon pada Ayu, serta pemahaman teks yang dikuasai oleh Anggara. Semua itu tampak diamini sebagai PR bersama di tengah tepuk tangan penonton dan guyur hujan yang pecah menjelang akhir pementasan.
menjadi tokoh penonton yang terpukau dengan pertunjukan. Dengan semangat menggebu usai pentas, ia ucapkan selamat hari ibu pada ibunya yang kemudian ditanggapi dengan perasaan datar oleh sang Ibu. Bukankah setiap hari adalah hari Ibu? Adegan-adegan ini pun terus berulang dilakukan. Mengingatkan kita pada hal yang serupa. Mengucapkan selamat pada ibu setiap hari ibu yang sejatinya tiap hari adalah hari ibu. Sebuah ironi yang sangat menggelikan. Dalam konteks ini, Hardiman benar-benar telah menyajikan realitas sesungguhnya di atas panggung.
Kesadaran Ruang, Aktor dan Artistik Pertunjukan Pada 23-24 Maret, hari kedua dan ketiga pentas, panggung berpindah ke area Kampus Bawah Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha, Singaraja. Pada hari itu, kawan-kawan teater begitu fasih dalam menyiasati ruang pementasan. Teater Kampus Seribu Jendela misalnya, memainkan naskah “Hari Ibu” di Ruang Teater Kampus Bawah, Undiksha. Kain putih yang dipotong menjadi tiga bagian dibentangkan sebagai backdrop. Bagian belakang kain, ditembak cahaya LCD muncul secara perlahan. Di sini, tampak kepiawaian Hardiman selaku sutradara dalam menata ruang yang notabene, meski dinamakan ruang teater sebenarnya lebih mirip ruang kelas. Cahaya yang muncul diantara celah kain dibiarkan merayap sampai ke atas atap. Lalu bergerak mengajak penonton seperti menaiki kereta api menuju pusat cerita. Yusna Safitri, aktor pentas ini muncul dari balik kain sambil menyangga kursi. Kata-kata tentang ibu meluncur dengan derasnya berbaur dengan nyanyian serta kecipak air yang terus dipukulkan oleh pemusik. Tak ada satu kalimatpun yang benar masuk ke pikiran. Dialog, nyanyian, dan kecipak air seolah saling memburu telinga. Sedang mata tak hentinya terpukau dengan visual pentas. Dalam kondisi ini, kita seolah dibiarkan tenggelam dalam hingar bingar artistik sekaligus noise musik yang megah. Adapun yang benar jelas kedengaran hanya satu kata: Ibu! Ketika LCD mati, dialog dan suarasuara berhenti menandakan pementasan berakhir. Yusna Safitri berubah
Usaha Usaha menyajikan artistik pementasan juga tampak pada Komunitas Puntung Rokok yang memainkan naskah “Nol”. Garapan sutradara muda, Syahrul Iman ini menyajikan tawaran yang amat menarik. Cermin dengan berbagai ukuran dan penempatan yang berbeda dipajang di area Basement Kampus Bawah membawa kita pada pemahaman eksistensialisme. Sayangnya, hal ini tak dibarengi dengan kesadaran pemain dalam memahami subteks cerita. Dhani Mahatma Gandhi, yang memang baru pertama kali pentas teater tak mampu menggiring penonton pada cerita. Alhasil, pertunjukan lebih banyak menjadi sebuah tontonan, sedang artistik belum mampu menciptakan lapisan kontemplatif pementasan. Adapun Ari Sariadi dan Teater Kampung Seni Banyuning Putu Satriya Kusuma terlihat bermain dalam ruang improvisasi. Ari Sariadi memainkan naskah “Tua”. Yang menarik adalah pola pentas yang mengingatkan kita dengan permainan tradisi. Ia hanya membawa dirinya. Berhias sendiri, menyetting panggung sendiri. Apa yang ada di sekitarnya, itulah yang direspon dan digunakan sebagai properti pentas. Begitu pula dengan Putu Satriya Kusuma yang memainkan naskah “Anjing”. Beberapa jam sebelum pentas, ia masih tampak mondar-mandir di sekitar area kampus. Mengambil rantai bekas yang tergeletak di parkiran dan menyusun kursi besi mengitari panggung. Adapun naskah “Anjing” sendiri, bercerita tentang anjing yang ingin menjadi manusia. Setelah dikabulkan, ia sadar bahwa kehidupan anjing lebih
Bila Penglihatan Anda Turun Mendadak APA yang Anda pikirkan saat melihat ilustrasi lapang pandang di atas? Dimana pandangan mata seperti tertutup tirai hitam yang terjadi secara tiba-tiba. Apakah yang menyebabkan hal tersebut terjadi? Inilah keadaan yang disebut sebagai ablasi retina/tarikan retina. Retina atau selaput jala merupakan membran yang tipis, lunak dan transparan yang merupakan lapisan terdalam yang melapisi bola mata. Retina ini mengandung reseptor untuk menerima rangsang cahaya, yang mengubah energi cahaya menjadi impuls listrik yang kemudian ditransmisikan melalui saraf penglihatan sampai ke bagian otak yang merupakan pusat penglihatan (korteks occipital) sehingga menghasilkan persepsi visual. Bagian tengah retina (macula) sebagian besar terdiri dari sel kerucut untuk penglihatan sentral/tengah dan warna (penglihatan fotopik), sedangkan bagian perifer/tepi retina sebagian besar terdiri dari sel batang untuk penglihatan perifer/tepi dan malam (skotopik).
Ablasio retina (retinal detachment) sendiri adalah suatu keadaan terlepasnya lapisan sel kerucut dan sel batang dari sel epitel pigmen retina. Sesungguhnya antara sel kerucut dan sel batang retina tidak terdapat suatu perlengketan struktural dengan koroid atau pigmen epitel di bawahnya, sehingga merupakan titik lemah yang potensial untuk lepas secara embriolo-
gis. Lepasnya retina (sel kerucut dan batang) dari koroid atau sel pigmen epitel akan mengakibatkan gangguan nutrisi retina dari pembuluh darah koroid yang bila berlangsung lama akan mengakibatkan gangguan fungsi penglihatan yang menetap. Terdapat 3 jenis ablasio retina. Ablasio retina regmatogenosa, yaitu ablasio terjadi akibat adanya robekan pada retina sehingga cairan badan kaca masuk ke belakang antara sel pigmen epitel dengan retina. Terjadi pendorongan ini akan mengapungkan retina karena terlepas dari lapis epitel pigmen dan koroid. Ini akan memberikan gejala terdapatnya gangguan penglihatan yang kadang-kadang terlihat sebagai tabir yang menutup.
Trauma Trauma hanya merupakan faktor pencetus untuk terjadinya ablasi retina pada mata yang berbakat seperti mata dengan miopia tinggi, pascaretinitis, dan retina yang memperlihatkan degenerasi di bagian perifer. Ablasio retina traksi (tarikan) terjadi akibat tarikan jaringan parut pada badan kaca sehingga mengakibatkan lepasnya retina dan penglihatan turun tanpa rasa sakit. Pada badan kaca terdapat jaringan fibrosis yang dapat disebabkan oleh diabetes mellitus proliferatif, trauma, dan perdarahan badan kaca akibat bedah atau infeksi.
Ablasio retina eksudatif terjadi akibat tertimbunnya eksudat di bawah retina dan mengangkat retina. Penimpunan Penimbunan cairan ini akibat keluarnya cairan dari pembuluh darah retina dan koroid, yang dapat disebabkan penyakit koroid. Pada dasarnya kita harus mengenali gejala-gejala yang sering dikeluhkan seperti floaters (terlihat benda melayang-layang) karena adanya kekeruhan di badan kaca oleh adanya darah, pigmen retina yang lepas atau degenerasi badan kaca itu sendiri, fotopsia/light flashes (kilatan cahaya) tanpa adanya cahaya di sekitarnya, yang umumnya terjadi sewaktu mata digerakkan dalam keremangan cahaya atau dalam keadaan gelap, penurunan tajam penglihatan, dimana penglihatannya sebagian seperti tertutup tirai yang semakin lama semakin luas. Prinsip penatalaksanaan pada ablasio retina adalah untuk melekatkan kembali lapisan neurosensorik (sel batang dan sel kerucut) ke lapisan epitel pigmen retina. Penanganannya dapat dilakukan dengan pembedahan. Kenali faktor resiko dan gejala yang terjadi sejak dini sebelum pandangan Anda semakin memburuk.
enak ketimbang manusia. Dalam pertunjukan, narasi teks dikaitkan pada peristiwa kerusuhan 98 yang kala itu terjadi penembakan membabi buta tanpa bisa membedakan mana manusia mana anjing. Mana yang layak ditembak, mana yang tidak. Dari sekian banyak pentas, adalah Desi Nurani Komunitas Mahima yang tampak memukau memainkan naskah “Mulut”. Pentas yang disutradarai oleh Kadek Sonia Piscayanti ini menggiring monolog pada fitrah sejatinya sebagai sebuah usaha presentasi keaktoran. Desi sebagai aktor benarbenar mengeksplorasi dirinya semaksimal mungkin. Tanpa musik. Dengan tata cahaya seadanya dan properti seperlunya. Kendati demikian, penonton benar-benar dibuat terperangah oleh penampilannya. Tubuhnya yang lentur dibarengi dengan pola-pola yoga sebagai bahan utama dalam mewujudnya koreografi pentas dihadirkan dengan takaran yang pas. Begitu pula dengan pengkarakteran berbagai tokoh yang dibangun dengan ciri khasnya masing-masing. Naskah mulut sendiri bercerita tentang seorang perempuan yang tidak punya mulut. Setelah diberikan mulut, mengumbar seenak udelnya, lalu dibungkam kembali oleh aparat. Sebuah refleksi tentang sistem demokrasi dan birokrasi negari kita yang amburadul. Hal-hal di Luar Pentas Selama tiga hari pembukaan, masing-masing menyuguhkan tiga pementasan dari berbagai kelompok teater Singaraja. Masing-masing kelompok teater ini berusaha tampil secara maksimal. Meski semua naskah ditulis oleh Putu Wijaya, menariknya adalah, hampir tak ada kemiripan sama sekali dalam setiap pentas yang disuguhkan. Semua punya tafsirnya masing-masing. Semua punya caranya sendiri dalam mewujudkan pentas. Hal inilah yang kemudian menimbulkan pembacaan yang begitu beragam dan sulit dipetakan dalam setiap pentas yang disajikan. Tak hanya menyisakan diskusi dalam pentas, pembukaan Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya ini pun diselingi banyak peristiwa. Setiap harinya, ada saja peristiwa yang membuat tertawa, geli, khawatir bercampur aduk. Pada hari pertama misalnya, menjelang akhir pemen-
tasan, hujan tiba-tiba saja datang. Penontonpun berdesakan mencari tempat teduh. Sedang pentas terus dilanjutkan sampai akhir. Acara hari pertama sebenarnya tak pernah benar-benar ditutup secara formal. Penonton, pemain, dan tim produksi saling baur berkenalan, menyapa, dan mengobrol. Pentas dalam hal ini menjadi ruang pertemuan yang begitu hangat antara berbagai kalangan yang pentas maupun yang menyaksikan pentas.
Hari kedua dan ketigapun tak kalah uniknya. Pada hari kedua, pentas yang semula direncanakan digelar di wantilan kampus bawah diubah menjadi ruang teater. Ruang teater, yang selama ini begitu enggan digunakan tempat pentas pertunjukan, untuk pertama kali akhirnya digunakan juga. Bahkan, menuai hasil yang maksimal. Tentunya, ini membuka kembali kesadaran terhadap pertanyaan purba tentang ruang teater itu sendiri. Benarkah kita memerlukan ruang khusus teater? Atau sejatinya, karena ketidakadaan ruang teater inilah yang membuka kemungkinan-kemungkin lain dalam pertunjukan? Sebagaimana yang biasa dihadapi oleh kawan-kawan teater di Singaraja yang memang kerapkali menggunakan ruang alternatif sebagai tempat pertunjukan. Sedang hari ketiga, pentas diramainkan oleh haul salah seorang kawan dari Komunitas Puntung Rokok yang akan menggunduli rambutnya, jika mereka berhasil pentas di acara ini. Melihat tingkah polah kawan-kawan muda ini, membuat teater sangat amat “anak muda”. Bukan hanya upaya gerakan seni untuk seni saja melainkan sebagai wadah buat bersenang-senang. Dalam konteks ini, diri jadi teringat dengan penutup orasi Cok Sawitri tentang Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya ini. “Maka festival ini, dikembalikan kepada semua proses pribadi-pribadi, tak peduli kalangan mana itu; apakah dimulai dari kepura-puraan tahu ataukah karena kenekadan, karena suka ria ataukah karena diajakin teman! Bila proses itu dengan berpegang pada bahwa proses ini adalah intropeksi! Maka selamat datang di festival ini, sebab semua hasil itu adalah akan tetap menjadi medan tempur simbolik. Akan menjadi pementasan monolog sendiri. Semua sikap, semua ekspresi, semua kemunculan dan kebuntuan! Semuanya adalah fiesta!” l I Wayan Sumahardika, Pecinta dan Pemerhati Teater di Bali
Hindari Cedera Senam Aerobik (1) Walau nampaknya sepele namun berakibat fatal apabila kita melakukan gerakan dengan tanpa mencermati gerakan itu sendiri karena ada beberapa gerakan yang apabila dilakukan justru berakibat fatal. Pengasuh berharap pembaca tidak melakukan gerakan penyebab cedera, oleh sebab itu cermati sajian pada edisi minggu ini bersama Novia dari Surabaya.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I Posisi merangkak dengan kedua lengan lurus, salah satu kaki diluruskan ke atas dan digerakkan naik–turun, gerakan ini dapat mencederakan punggung bagian bawah.
Gb. II Sebagai penggantinya, tetaplah pada posisi seperti Gb.I dan lakukan gerakan yang sama, namun kedua siku lengan ditekuk.
Gb. III Posisi telungkup dengan kedua kaki lurus selonjor dan kedua lengan lurus hingga posisi badan menjadi tegak. Gerakan ini biasa disebut gerakan “Cobra” pada senam yoga.
ldr. Ayuningtyas Anatika Santosa SEL — Ablasio retina adalah suatu keadaan terlepasnya lapisan sel kerucut dan sel batang dari sel epitel pigmen retina. Sesungguhnya antara sel kerucut dan sel batang retina tidak terdapat suatu perlengketan struktural dengan koroid atau pigmen epitel di bawahnya, sehingga merupakan titik lemah yang potensial untuk lepas secara embriologis. Lepasnya retina (sel kerucut dan batang) dari koroid atau sel pigmen epitel akan mengakibatkan gangguan nutrisi retina dari pembuluh darah koroid yang bila berlangsung lama akan mengakibatkan gangguan fungsi penglihatan yang menetap.
Gb. IV Sebagai penggantinya, tetaplah pada posisi yang sama dan kedua lengan ditekuk depan dada, lalu angkat badan hanya sebatas siku lengan menempel pada lantai.
Lakukan senam aerobik dengan tanpa melakukan gerakan cedera dan salam bugar dari Lala Studio
Kupon
5
Minggu Paing, 2 April 2017
Resensi Film
Kegilaan di Sekitar Kita Judul Film Sutradara Penulis Pemain Tanggal Rilis
: Split : M. Night Shyamalan : M. Night Shyamalan : James McAvoy, Anya Taylor-Joy, Betty Buckley : 20 Januari 2017
Split merupakan sebuah film Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2017. Film yang disutradarai oleh M. Night Shyamalan ini diperankan oleh James McAvoy yang berperan sebagai Kevin Wendell Crumb yang memiliki 24 kepribadian atau pribadi ganda. M. Night Shyamalan pun mencoba bangkit di tahun 2017 dengan merilis “Split”. Film ini mengisahkan teror yang dialami tiga gadis, yaitu Casey (Anya Taylor-Joy), Claire (Haley Lu Richardson), dan Marcia (Jessica Sula) saat hendak melakukan perjalanan bersama. Seorang pria asing bernama Kevin (James McAvoy) tibatiba membius lalu menculik mereka bertiga. Casey, Claire, dan Marcia kemudian disekap dalam sebuah ruangan entah di mana lokasinya. Ketiga gadis ini panik dan berusaha mencari jalan keluar. Namun, usaha mereka tidak mudah karena Kevin ternyata bukan laki-laki biasa. Kevin memiliki 23 kepribadian yang muncul bergantian. Ia bisa berubah menjadi seorang perempuan bernama Patricia, anak kecil bernama Hedwig, dan pria dewasa bernama Dennis. Setiap kepribadian Kevin memiliki watak berbeda dimana beberapa di antaranya bisa membahayakan. Terakhir, “Split” tidak akan sukses tanpa akting cemerlang James McAvoy. Aktor asal Skotlandia ini sanggup menampilkan akting berbeda untuk setiap kepribadian Kevin. Hebatnya lagi transformasi kepribadian bisa dilakukan James McAvoy hanya dalam hitungan detik. (osi)
Dunia di Tangan Jonas dan Casey Judul Film Sutradara Penulis skenario Pemain Rilis
: Mean Dreams : Nathan Morlando : Kevin Coughlin, Ryan Grassby : Josh Wiggins, Sophie Nélisse, Bill Paxton, Colm Feore, Vickie Papavs : 2016
Mean Dreams film ini berfokus pada cerita seorang remaja berumur 17 tahun, Jonas (diperankan oleh Josh Wiggins). Jonas, pemuda tampan yang tinggal di sebuah area pertanian di pinggiran Amerika Serikat adalah perpaduan dari segala aspek “pria idaman” namun sekaligus sosok yang mungkin tak ingin para orang tua dekat dengan sang anak perempuan. Ia tampan, dengan tatapan mata dalam, sifat yang lembut, pemikir, dengan jiwa pemberontak dan kehidupannya yang keras serta liar. Kehidupan Jonas yang tak jauh-jauh dari area pertanian membuat pemuda tersebut memiliki sudut pandang yang menarik untuk segala sesuatu. Kehidupan Jonas tiba-tiba berubah 180 derajat setelah seorang gadis pemalu, Casey (diperankan oleh Sophie Nélisse) pindah tinggal di sebelah rumahnya bersama sang ayah, Wayne (diperankan oleh Bill Paxton) yang adalah petugas kepolisian. Tak perlu menunggu lama sebelum keduanya jatuh cinta, dan seakan sudah tak bisa terpisahkan lagi. Namun, kisah cinta mereka berubah ketika Jonas mengetahui bagaimana Wayne menyiksa Casey. Berniat menyelamatkan sang kekasih, Wayne justru mengancam Jonas yang membuat mereka akhirnya kabur. Film yang menarik dan dengan teknik cerita yang matang. (osi)
Leak
CERPEN “Kek. Boleh aku belajar ngeleak?” Kakekku kaget mendengar permintaanku saat itu. Ia pandangi wajahku dengan sorot mata yang tajam. Sorot mata yang seakan menelisik kata hatiku. Aku merasakan tubuhku ditembus ribuan anak panah seperti Abhimanyu saat perang Kurusetra. Panah api yang menembus jantungku. Kusempatkan merabanya. Masih terasa degupnya. Artinya, aku masih hidup. Jika jantung berhenti berdegup, berarti sudah mati. Dan jika aku mati, pupuslah harapanku belajar ngeleak pada kakekku. Jika ilmu ini kukuasai dengan baik, aku akan bisa terbang dan menikmati keindahan malam. Aku bisa rekreasi ke manapun aku suka. Jika mampu, aku akan keliling dunia terbang dengan ilmu ini. Aku ingin buktikan bahwa rekreasi bisa dilakukan tanpa mengeluarkan sepeser pun uang. Dan itu artinya, uangku bisa kutabung syukur jika bisa ku-danapunya-kan. Aku dengar kakek mengusai pangiwa. Banyak yang sudah membuktikan bahwa kakek bisa terbang seperti kapal terbang, meliuk-liuk seperti garuda mas, bertingkat-tingkat seperti bade tumpang solas, meloncat seperti monyet, mendengus seperti babi. Mengembek seperti kambing. Yang paling terkenal ia sudah bisa menjadi asap putih sebening kristal Kakek tidak segera menjawabnya saat kumohon agar bersedia mengajariku ilmu pangleakan. Mungkin karena aku cucunya, makanya amat hati-hati menjawabnya. Ia mengambil tempat sirihnya. “Plocokang dulu kakek!” pintanya. Aku mengambil plocokan-nya. Kuulek-ulek sirih beserta campurannya yang diracik kakek. Setelah kurasa agak lumat, kuberikan agar menikmatinya. “Terima kasih. Kau cucuku yang paling ingat pada kakek.” “Ah, Kakek memuji.” “Tidak. Kau paham maksud kakek?” “Tentu saja tidak Kek.” “Ingat yang kakek maksud. Kau ingat dengan warisan leluhurmu. Kau tahu bahwa kakek mengusai ilmu pangleakan. Dari mana kau tahu?” Aku tersenyum. “Tentu dari orangorang yang datang ke sini. Masak setiap Kajeng Kliwon banyak yang hadir ke rumah Kakek?” “Hahaha! Ternyata kau mengamati juga tingkah polah orang-orang yang datang ke rumah kakek.” Aku seperti anak kecil saja saat kutanyakan. ”Apa orang-orang itu perlu belajar secara khusus agar bisa ngeleak, Kek?” “Ia belajar dengan ketulusan hati. Kakek tidak mau orang-orang itu kursus. Kakek khawatir nanti ia akan minta sertifikat setelah tamat kursus. Siapa yang mau menerima kalau sertifikat itu dipakai mencari lowongan pekerjaan.” “Kakek ada-ada saja. Mana mungkin sertifikat itu dipakai melamar pekerjaan.” “Itulah sebabnya, kakek tidak mau promosi. Kakek juga khawatir denganmu.” “Khawatir, Kek?” “Benar. Kau masih muda. Janganjangan kau akan jual di medsos ilmu kakek ini. Benar, khan?” “Tidak, Kek. Belum apa-apa Kakek sudah curiga duluan. Tiang pasti tidak akan melakukan hal itu. Untuk apa juga tiang menjualbelikan hal-hal yang mistik seperti ini. Biarkan berjalan alami. Gimana? Kakek masih curiga pada tiang?”
Oleh IBW Widiasa Keniten
Kakek masih mengunyah sirihnya. Ademnya kulihat memerah di bibirnya. Ia sapu dengan tembakau yang sempat kubelikan. Mungkin itu yang menyebabkan kakek terkesan denganku. Ia ambil sedikit ademnya. Tiba-tiba jari telunjuknya mengoleskannnya di keningku. “Apa yang Kakek lakukan?” “Tidak tadi kulihat ada nyamuk di keningmu. Kasihan darahmu dimakan nyamuk. Mendingan didonorkan saja.” Kakek tertawa. Aku merasakan ada sebuah aksara yang dirajah di keningku. Entah apa hurufnya? Aku tak tahu. “Yah, sudah kau pulang saja. Ibumu pasti sudah lama menunggumu.” “Ndak apa-apa Kek. Toh sesekali, tiang bisa bercengkrama sama Kakek.” “Ini sudah mendekati sandikala. Sudah pulang sana!” Nanti kau bisa dimakan Dewa Kala.” Kakek menakut-nakutiku. “Baiklah Kek! Tiang pulang.” Jarak rumahku dengan kakek tidaklah terlalu jauh. Kakek memang tidak mau menyusahkan keluarganya. Ia tinggal di pondok yang menyepi. Pohon kelapa, pohon nira, dan gedang renteng subur kulihat di pondok kakek. Mungkin itu yang menyebabkan suasana di pondok kakek agak gelap dan jika menjelang sandikala kelihatan sepi. Aku pulang. Ibuku tak bertanya padaku. Aku tahu kemarahan ada di hatinya. Aku menjadi salah tingkah. Aku ambil sapu sebagai alat penghibur ibuku. Semoga kemarahan ibuku menjadi reda. Benar juga. “Dari mana De?” “Dari rumah kakek.” “Kenapa ke sana?” “Rindu sama kakek. Sudah dua purnama tiang tak sempat ke rumah kakek.
Kasihan kakek kesepian Bu.” “Kakekmu tak pernah kesepian. Ia justru merasa nyaman kalau jarang dikunjungi.” “Kok Ibu berkata seperti itu. Itu kakekku. Tiang tidak mau disebut cucu yang tidak sayang dengan kakek. Untuk apa ibu menasihati tiang tiap hari. Katanya ingin punya anak yang suputra. Anak yang berbakti pada kawitan.” “Sudahlah. Mandi sana!” Aku menuruti kata-kata ibu. Seperti biasa, aku menghanturkan sesaji setiap sore. Aku ke sanggah, sembahyang. Aku masegeh lebih-lebih saat itu Kajeng Kliwon. Di Taksu, aku disuruh menghaturkan tipat dampulan dan di bawahnya masegeh nasi kepelan dengan bawang jahe. Aku senang melakoni hal itu. Tak ada beban dalam hatiku. Aku bersyukur diberikan waktu memuja Sang Pemilik Jiwa. Kedamaian kurasakan setelah sembahyang. Mungkin karena kelelahan, aku dikejar kantuk. Mulutku menguap berulang-ulang. “Sudahlah tidur sana. Makanya, ingat waktu jika mau main. Kakekmu kau turutkan. Ini akibatnya. Mata tak bisa terbuka.” Aku terdiam. Ibu memang sayang padaku. Aku yang lupa menyayangi diri. Tidak salah ibu berkata seperti itu. Aku tertidur pulas sekali. Bayanganbayangan rumah kakek terlihat jelas. Kudengar kakek melantunkan Ginada Basur. Ia menari-nari dengan asuku tunggal. Matanya mendelik dan mengeluarkan geraman. Tiba-tiba api dari setiap ruas-ruas tubuhnya bersinar terang. Kakek melesat. Ia tiba-tiba memegang tanganku. Kakek mengajak terbang. Aku merasakan keindahan malam. Sepi merambat dalam hatiku.
“Ayo ke sana!” “Ke mana Kek?” “Ke sana.” Kakek mengajak ke sebuah batu lempeh. Kulihat beberapa murid kakek sudah duduk mengitari batu lempeh itu. Mereka menghormat dengan takzim. Aku bangga punya kakek yang disegani. Artinya, jalan hidup kakek bermakna. Aku ingin mengikuti jejak kakek yang bisa diterima di kalangannya. Tidak ada kata protes saat kakek menanyakan. “Apakah kepemimpinanku ada yang tak terima?” Saur manuk. “Tidak ada. Apapun perintah Bapa akan tiang laksanakan. Termasuk tugas-tugas yang mempertaruhkan jiwa pun.” Kakek menarik nafas panjangpanjang. “Bapa senang kalian menjadi anak-anak yang baik.” Kuperhatikan wajahnya satu per satu. Tidak ada wajah yang jelas seperti sengaja menyembunyikan dirinya. “Duduklah di samping kakek.” “Terima kasih, Kek.” “Kakek mengambil lontar. Mulailah memanggil satu per satu seperti guru-guru di sekolah yang sedang mengabsen. Kakek senang karena semuanya telah hadir. “Bagus! Sudah satya pada pilihanmu. Ini cucuku. Ia baru saja mengenal dunia ini. Ajari dia agar bisa cepat naik tingkat.” “Baik Guru.” Murid-murid kakek satu per satu memperlihatkan kelebihannya masing-masing. Aku seakan diberikan ruang waktu untuk lebih cepat mengusai ilmu pangleakan. “Sudahlah untuk hari ini. Cukup sampai di sini. Lima belas hari lagi kumpul kembali. Semua harus hadir.” “Baik Guru.” Mereka pulang entah ke mana. “Sekarang kau pulang. Kakek mau ke pondok.” Aku terbangun malam itu. Tepat tengah malam. Tubuhku terasa panas. “Apa yang terjadi denganku. Apa benar tadi malam kakek mengajariku?” Sampai pagi aku gelisah dengan mimpi. “Tampaknya Made kurang tidur padahal lebih awal tidur dibandingkan ibu. Ada apa sebenarnya?” “Kemarin malam kakek datang dalam mimpiku, Bu.” “Makanya jangan terlalu dekat dengan kakek.” Aku semakin tidak mengerti dengan keadaanku. Kenapa setiap kukatakan nama kakek hatiku seperti bergetar. Apa benar kakek sudah memberi ilmunya. Kuberanikan diri ke pondoknya. Ibuku kuusahakan tak mengetahui kepergianku. Aku terus mendekati pondok kakek. Kulihat pohon-pohon menarikan tubuhnya. Jantungku berdetak lebih keras lagi. Kumasuki pekarangannya. Tak ada sapaan dari kakek. “Ke mana kakek?” tanyaku dalam hati. Kuintip ke dalam kamarnya. Kulihat kakek tertidur pulas sekali. Saat kusentuh pintu kamarnya tiba-tiba terbuka. Aku masuk. Kakek melambaikan tangannya. Aku duduk di samping balai-balai kamar. Kakek mengelus-elus kepalaku. “Semua yang kakek miliki sudah kau terima. Terima kasih. Kau masih merawat ilmu warisan leluhurmu. “Kakek terus mengelus-elus rambutku. Cintanya mengaliri hatiku. Aku merasakan kedamaian. Mataku mengantuk dalam sekali. Aku tertidur. Tiba-tiba datang orang-orang entah dari mana berteriak keras sekali dengan membawa api. Aku berusaha menyelamatkan diri. Saat akan kutarik tangan kakek, tubuhnya dingin dan semakin mendingin.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Nuriarta
K. Ngurah W.G. Sumarta
Windhu Segara Adi Wiryadarma
Supriatin
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Di minggu ini tetaplah berhati-hati, karena tidak sedikit yang iri hati pada Anda. Jadi walaupun merasa benar, sebaiknya tetaplah diam saja. Karier: Prestasi kerja harus tetap dipertahankan, sehingga orang lain tetap menghargai diri Anda. Kesehatan: Tampaknya masih perlu perhatian, meski tak banyak gangguan namun sebenarnya kondisi Anda tak begitu bagus untuk terlalu diforsir. Keuangan: Terpengaruh positif, beberapa sumber yang tak diduga ternyata mendatangkan hasil. Asmara: Berhati-hatilah karena sesuatu yang indah dan menyenangkan dapat rusak begitu saja hanya karena cemburu buta. Aquarius Peruntungan: Suasananya masih cukup menguntungkan dan menyenangkan, sehingga bila ada keinginan sebaiknya tak perlu ragu untuk segera menyiapkan konsep untuk segera melaksanakannya. Karier: Cobalah lebih bervariatif dalam bertindak, sehingga tak terkesan monoton dan mudah ditebak. Kesehatan: Beberapa penyakit lama ada kemungkinan dapat kambuh kembali, karena memang kondisi badan Anda yang masih rentan terhadap penyakit. Keuangan: Kalaupun disektor ekonomi ada hambatan itu takkan menjadi kendala berat karena bisa diatasi. Asmara: Makin bertambah mesra dan harmonis, pertahankan suasana ini dengan selalu bersikap sabar. Pisces Peruntungan: Di minggu ini sebaiknya Anda bisa menghadapi semua dengan lebih tabah dan tawakal, tak perlu terlalu mengikuti panasnya hati. Karier: Tetaplah bertahan dengan prinsip sendiri meskipun tekanan bermuculan dari rekan-rekan Anda. Kesehatan: Hati boleh saja panas, tetapi pikiran harus tetap tenang dan dingin. Cobalah Anda bekerja sedikit lebih rileks. Keuangan: Dana yang tersedia sebaiknya dilihat lagi dan sesuaikan dengan anggaran yang akan Anda belanjakan. Asmara: Cobalah maklum dengan wataknya yang terlalu banyak pertimbangan. Aries Peruntungan: Kekhawatiran memang sedang menyelimuti Bintang Aries di minggu ini, namun Anda harap maklum karena memang sudah putaran alam yang harus dihadapi dengan sikap tenang dan kepala dingin. Karier: Gunjingan dari orang lain jangan terlalu dipikirkan, yang penting Anda tidak pernah menyakiti siapapun. Kesehatan: Kondisi badan Anda masih rentan dengan berbagai penyakit, untuk menjaga agar tetap fit cobalah beberapa olahraga ringan. Keuangan: Beberapa kewajiban lama harus Anda selesaikan, sebab bagaimanapun juga suatu saat Anda pasti akan membutuhkan kembali. Asmara: Sebenarnya si dia juga merasakan hal yang sama, cuma takut untuk mengungkapkannya. Taurus Peruntungan: Usahakan untuk tidak bersitegang kepada siapapun juga, karena pasti akan merugikan diri Anda. Cobalah mengalah, tetapi demi kemenangan yang tertunda, sehingga bisa terhindar dari berbagai permasalahan yang sulit untuk diselesaikan. Karier: Jangan berlagak plin-plan agar kepercayaan tetap terjaga dengan baik. Kesehatan: Rasa penat di sekujur badan Anda tampak mendatangkan masalah yang cukup pelik sehingga jika tak segera diantisipasi maka segala urusan pekerjaan bisa terbengkalai karenanya. Keuangan: Atur dan pertimbangkan masak-masak sebelum segala sesuatunya Anda mulai. Asmara: Positive thinking saja, sehingga suasana tenang tetap terjaga, dan tidak sampai berubah menjadi suasana yang penuh dengan kecurigaan. Gemini Peruntungan: Masih ada kesempatan dan itu perlambang bahwa kesuksesan sudah di depan mata. Maka dari itu pandai-pandailah memanfaatkan celah yang ada ini, jangan sampai mengendor apalagi terlena dengan keberhasilan selama ini yang masih jauh dari apa yang Anda harapkan. Karier: Jangan cepat panik bila ada rintangan yang mengganjal, hadapilah dengan penuh ketenangan. Kesehatan: Gangguan pada tenggorokan cukup mengganggu konsentrasi Anda di minggu ini, untuk itu sementara waktu hindari makanan yang terlalu keras dan minuman dingin ataupun air es. Keuangan: Cukup stabil dan masih bisa meraih hasil yang lebih besar lagi. Asmara: Bersabarlah tak perlu semuanya dimasukkan hati, bisa pusing sendiri. Cancer Peruntungan: Cukup berprospek sekali untuk menyelesaikan segala rencana yang lagi Anda kerjakan, tak perlu terpengaruh oleh omongan orang karena mereka hanya terbawa oleh perasaan iri dengki. Jadikan itu sebagai warning untuk lebih berhati-hati, terutama dalam membuat keputusan. Karier: Ada saja tentangan yang Anda terima, meski begitu tak perlu berlaku mundur karena tak ada untungnya. Kesehatan: Kondisi badan tampak kurang menunjang sehingga perlu istirahat yang cukup dan pola makan yang benar. Hindari begadang sampai larut malam. Lebih baik Anda pergunakan untuk tidur saja. Keuangan: Pemasukan di minggu ini lumayan baik hanya saja hindari melakukan spekulasi dulu. Asmara: Biarkan saja tak perlu dimasukkan hati, karena hanya akan bikin capek mulut saja. Leo Peruntungan: Jika tak hati-hati maka tidak sedikit yang akan terganggu dengan program yang lagi dijalankan ini, tak perlu ditanggapi dengan emosi, tetaplah tenang, dan yang terpenting masih selalu berjalan di atas rel yang telah direncanakan. Karier: Jangan bertingkah yang aneh-aneh jika tak ingin kena damprat atasan Anda. Kesehatan: Jangan berlaku cuek dan tak mau tahu dengan kondisi badan Anda saat ini sekalipun terasa lebih sehat. Agar badan tetap terjaga dan semakin sehat saja. Keuangan: Untuk coba main spekulasi memang harus mau bersiap rugi, kalau setengah-setengah lebih baik jangan. Asmara: Jangan biarkan dirinya tertekan oleh sikap keras Anda selama ini. Virgo Peruntungan: Jika ingin tetap selamat ada baiknya Anda berlaku lebih hati-hati dengan tidak grusa-grusu dalam mengambil keputusan. Karena faktor kecerobohan merupakan masalah yang cukup besar bagi bagi kesuksesan Anda di minggu ini. Karier: Tawaran yang datang secara mendadak, sebaiknya jangan diberi keputusan dulu. Kesehatan: Tak perlu cemas karena kesehatan Anda mampu mensupport langkah Anda, namun demikian jangan ulangi kebiasaan buruk yang telah berhasil ditinggalkan. Keuangan: Dukungan sumber dana lumayan baik, malah kalau Anda cermat bisa menyisihkan sebagian untuk antisipasi perkembangan berikutnya. Asmara: Bersabarlah dan yakinlah bahwa semua ini pasti akan berlalu, untuk itu yang tenang saja. Libra Peruntungan: Hindari sikap sembrono yang hanya akan menghapus semua kesuksesan yang sudah di depan mata. Di awal bulan ini kurang begitu bagus untuk berspekulasi sehingga Anda harus lebih sabar menunggu saat yang tepat nanti. Karier: Waspada terhadap tamu yang tidak diundang, sekalipun manis penampilannya dan ucapannya namun sangat bahaya jika Anda akrab dengannya. Kesehatan: Usahakan pikiran tetap tenang dan dingin sekalipun hati terasa panas membara. Cobalah Anda bekerja sedikit lebih rileks sehingga pikiran terhindarkan dari ketegangan. Keuangan: Sesuaikan dengan anggaran yang akan Anda belanjakan, sehingga pemborosan bisa sedikit dikurangi. Asmara: Jangan berhenti untuk memberi kasih sayang kepadanya, bukankah tujuan perasmaraan adalah membikin hidup ini lebih bahagia. Scorpio Peruntungan: Kesempatan baik yang sudah di pelupuk mata ini jangan sampai terhapus begitu saja, tak ada gunanya terus terobsesi oleh kegagalan yang pernah dialami, pengalaman pahit di masa lalu hendaknya dijadikan cermin bukan sebagai trauma. Karier: Bekerjalah dengan semangat karena di minggu ini peruntungan Anda cukup bagus dan cukup menjanjikan. Kesehatan: Badan Anda jangan sampai terlalu capek. Kepenatan yang berlebihan bisa merupakan pintu masuk bagi segala macam penyakit, untuk itu waspadalah. Keuangan: Tak perlu berputus asa masih ada jalan yang bisa mendatangkan hasil dan keuntungan yang lumayan besar. Asmara: Tampak mulai goyah karena kurang adanya pengertian dan rasa saling percaya, maka dari itu segera instropeksi diri Anda. Sagitarius Peruntungan: Di minggu ini tak perlu memaksakan diri jika memang dirasa sudah tidak memungkinkan lagi. Tak perlu ngoyo karena masih ada bintang penyakit yang merintangi semua rencana Anda, untuk itu cobalah Anda lebih teliti dan tidak sembrono lagi. Karier: Rongrongan yang muncul dari orang lain, sebaiknya dibiarkan saja, tak perlu terlalu ditanggapi karena tak akan berpengaruh banyak. Kesehatan: Kondisi badan Anda masih rentan terhadap penyakit untuk itu jangan berlaku cuek, mintalah nasihat dokter untuk mengantisipasinya dan Diasuh Oleh patuhilah. Keuangan: Hambatan takkan Putri Wong Kam Fu menjadi kendala berat karena bisa diatasi dan pemasukan mengalir seperti yang Berlaku diharapkan. Asmara: Harus bersabar, 2 - 8 April 2017 tak perlu ditanggapi omongannya.
Minggu Paing, 2 April 2017
Weda Wakya
Menyimak Kebenaran yang Pasti jātasya hi dhruvo mṛtyur dhruvam janma mṛtasya ca tasmād aparihārye’rthe na tvam śocitum arhasi (Bhagavad-gῑtā 2.27) “(Sebab) Semua yang dilahirkan pasti diikuti oleh kematian, dan secara pasti kematian juga diikuti oleh kelahiran. Oleh karena itu, terhadap hal-hal yang tidak dapat dihindari, maka hendaknya engkau jangan menyesal.” Kelahiran adalah kebenaran pasti. Kematian adalah kebenaran pasti. Kelahiran selalu dan pasti diikuti oleh kematian. Ini adalah kebenaran pasti. Semua mengalami kelahiran, dan semua juga akan mengalami kematian tersebut. Ini adalah kebenaran yang pasti. Akan tetapi, kebanyakan orang memaksakan diri mengingkari kematian dengan berpendapat, bahwa dirinya tidak akan pernah mati. Orang lain, makhluk lain, binatang, tumbuhtumbuhan, tetangga, kenalan, semua akan mati. Sedangkan dirinya, tidak akan mengalami kematian. Walau setiap saat ditunjukkan di hadapannya bahwa nyata-nyata semua mengalami kematian, dan ia melihat kematian terjadi dalam berbagai bentuk dan kejadian setiap waktu, tetapi, orang masih tetap berpendapat, “aku tidak akan mati...” Mengapa orang “merasa dirinya tidak akan pernah mati?” Barangkali sangat sedikit penyebabnya adalah karena sejatinya Sang Diri adalah kekal abadi dan tidak akan pernah mati. “Na jāyate...” – ātmā tidak terlahirkan, dan “Na Mriyate...” – tidak pernah mati. Sifat kekal abadi ātmā tercermin pula dalam kesadaran sehari-hari, bahwa yang lain mati tetapi “aku tidak akan mati.” Kesadaran yang lebih banyak menyebabkan orang berpikir dirinya tidak akan mati adalah kesadaran yang dipengaruhi oleh “moha”, yaitu khayalan untuk menikmati kesenangan serta kenikmatan material, yang diwakili oleh “aham” (aku) dan “mama” (milikku). Inilah yang lebih banyak menyebabkan orang terbingungkan dan menganggap dirinya akan hidup langgeng di dunia material ini. Orang merancang dan merencanakan masa depannya (“yang tidak akan pernah mati”) dengan penuh perhitungan, seksama, dan sangat sempurna. Dalam keadaan seperti itu, sesungguhnya orang sedang berbaris dalam antrean panjang menuju pintu kematian. Hanya saja, tidak ada yang menge-
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa tahui dirinya sedang berada pada antrean nomor berapa?! Kematian tidak menunggu usia. Usia lanjut tidak merupakan kepastian orang akan menemuni kematian lebih duluan daripada mereka yang masih muda, atau usia belia. Pada umumnya semua orang takut akan kematian. Semua makhluk hidup sesungguhnya merupakan tetesan-tetesan embun pagi yang sebentar lagi akan ilang ditelan fajar. Makhluk hidup sama sekali tidak berdaya di hadapan kematian. Oleh karena kematian itu tidak bisa dihindari, tidak pula bisa ditawar-tawar, maka yang dapat dan harus segera orang lakukan adalah bagaimana memanfaatkan hidup ini dengan baik dan di jalanNya, sebelum kematian datang, yang sama sekali tidak ada orang tahu dimana dan kapan akan datangnya kematian? Barangkali rahasia-rahasia paling rahasia dalam hidup ini Tuhan masih berkenan membukanya. Akan tetapi, perihal kematian, Tuhan masih tetap memegang rahasianya dengan sangat ketat serta rapi. Kematian tidak akan pernah memberitahukan kapan ia akan datang, dan bagaimana caranya datang? Tidak juga akan memberikan berita melalui SMS, BBM, WhatsApp, email, atau face book. Karena itulah kita senantiasa harus waspada untuk tidak memboroskan hidup dengan dan dalam cara yang akan menjatuhkan hidup manusia kita. Mereka yang ingin memanfaatkan kesempatan hidup dengan baik, mereka akan selalu berlindung pada tuntunan kitab suci Veda. Hanya ajaranajaran suci Veda sajalah yang memberikan jaminan bagi umat manusia untuk dapat memanfaatkan hidup manusia ini dengan cara yang sangat baik dan indah serta berada di jalan dharma. Itu hal yang pasti dapat dilakukan dan hal itu pulalah yang pasti mengarahkan hidup orang pada perjalanan damai serta bahagia setelah meninggalkan badan atau setelah kematian nanti. Apa yang dapat orang lakukan untuk meningkatkan hidup manusianya demi pencapaian kedamaian dan kebahagiaan abadi setelah meninggal, itulah hendaknya yang hrus dipastikan
orang, bahwa ia melakukannya. Orang yang menyadari pentingnya memanfaatkan kesempatan hidup menjadi manusia, mereka tidak akan membiarkan kesadarannya disandera oleh kerlapkerlip kenikmatan dunia secara berlebihan. Kesempatan hidup adalah kesempatan mempersiapkan perjalanan “foreign trip”, yaitu perjalan ke alam-alam yang orang sama sekali tidak tahu menahu. Tidak ada petunjuk, tidak ada yang menyertai, tidak ada GPS atau “waze”. Apa saja yang orang dapat lakukan selama kematian belum menjemput dirinya, maka itulah yang hendaknya ia usahakan. Kesempatan tidak banyak, kesempatan menarik dan mengeluarkan napas tidak tersedia banyak. Memahami kemuliaan kesempatan emas menjadi manusia adalah kebijaksanaan itu sendiri. Ia akan memberikan tambahan angka “rekening” yang akan menjadikan ATM pada kehidupan setelah kematian nanti. Tidak ada yang lebih penting dari pada itu. Sepenting-pentingnya urusan dunia, ia hanyalah kerikil di hadapan taburan intan berlian yang akan dilewati oleh insaninsan penganut ajaran Veda. Menyadari hal itu, orang hendaknya jeli memanfaatkan setiap kesempatan, yang selanjutnya diarahkan pada titian jalan intan berlian tersebut. Orang hendaknya membimbing kesadarannya kepada kesadaran bahwa ia harus mengakui kebenaran pasti, yaitu ia pun akan mati, sebagaimana semua yang lain sudah pada meninggal. Tidak ada yang “selamat” dari jangkauan kebenaran pasti ini. Jangankan tumbuhan, binatang, atau pun manusia, para Dewa pun ada batas “keberadaannya”. Hanya saja, sebagaimana manusia meremehkan usia semut atau nyamuk, yang bagi manusia hidup mereka hanyalah sekejap, maka seperti itu pula para Dewa melihat hidup manusia, hanyalah sekejap saja, dibandingkan para Dewa atau roh-roh suci yang mendapat kesempatan hidup di alam-alam Surga bernama Satyaloka yang lamanya lebih dari 15.000.000.000.000 tahun. Melihat jumlah angka ini, dimanakah hidup manusia yang hanya 60 tahun, 70 tahun, atau mungkin bisa 100 tahun? Tidak ada artinya sama sekali, sama halnya seperti manusia melihat usia hidup para semut. “Jātasya hi dhruvo mṛtyuḥ” – bagi mereka yang terlahirkan, kematian adalah pasti. Tidak ada yang mampu menghindarinya. Lalu, apakah yang orang bisa lakukan sehubungan dengan kematian adalah pasti? Ada yang
berpendapat, “Hidup hanya sekali, nikmatilah sepuasnya segala jenis kesenangan dunia...” Terdapat pepatah dalam bahasa Sanskerta, yang merupakan “prinsip paham” dari mereka yang mengikuti paham filsafat Cārvāka, “Yāvaj jivet sukhaṁ jivet ṛṇaṁ kṛtvā ghṛtaṁ pibet” – sekali hidup nikmatilah hidup sepenuhnya dalam kesenangan, walaupun ia harus dilewatkan dalam berutang. Ada teknik mengatakan atau menyampaikan sesuatu dengan cara tertentu yang kadang kedengaran “nyeleneh”, atau bahkan seolah-olah berarti terbalik. Khususnya ketika berhubungan dengan filsafat atau agama, orang hendaknya lumayan berhati-hati untuk memahami, mengertikan, atau mencernanya demi tidak terperangkap dalam “mengadili”. Barangkali orang dapat melihat ketika orang Bali mengatakan, “Nah idup acepok jeg telahang sube dedemene...” – hidup hanya sekali, nikmatilah dalam bersenangsenang sepuasnya. Kalimat ini akan dimengerti mentah-mentah oleh mereka yang “baru belajar”, melainkan ia akan menjadi perenungan berat bagi mereka yang “banyak belajar”. Kebenaran pasti, bahwa semua orang pasti akan mati, menunjukkan agar setiap orang hendaknya memanfaatkan dengan sepantas mungkin kesempatan hidup menjadi manusia, sebelum usia “diambil paksa”. Kecerdasan dan kebijaksanaan adalah dalam memanfaatkan kesempatan sebelum usia diambil oleh Hyang Maha Kuasa. Sesuai dengan nama, Cārvāka berarti berkata-kata manis menarik karena menyenangkan telinga namun mempunyai arti serta makna yang sangat mendalam. Orang hendaknya memahami justru kebalikan dari kalimat yang disampaikan, bahwa sekali hidup di dunia Mayapada ini, orang hendaknya memanfaatkan hidup manusianya dengan cara yang tepat dan benar agar segala yang dilakukan di dunia ini sebelum meninggal sampai saat meninggal, ia akan menjadi “bekal” untuk mengantarkan Sang Diri menuju Kebenaran Sejati setelah meninggal. Segala apa yang bisa dilakukan selama nafas masih diizinkan berada di dalam badan, hendaknya hanya tindakan dan perbuatan yang dengan pasti mengantarkan pada Kebenaran Pasti, yaitu semua akan mati, melalui doa pengantar, “asato mā sad-gamaya” – jauhkanlah hamba dari ketidakbenaran, bimbing dan antarkanlah hamba pada Kebenaran Pasti, Kebenaran Sejati.
MIMBAR AGAMA
Menghargai Sebuah Proses
Redaktur Khusus
KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28) Semakin tinggi teknologi bukan membuat orang semakin sabar, tetapi malah semakin sibuk berkejar-kejaran dengan waktu. Segala sesuatu yang dibuat serba instan bisa menjadi bukti nyata bagaimana fenomena ini semakin bertambah subur di dalam kehidupan manusia modern. Kopi instan, mi instan, makanan-makanan cepat saji dan sebagainya, itu membuktikan bahwa manusia semakin tidak peduli terhadap proses dalam menghasilkan sesuatu melainkan hanya ingin hasil akhirnya. Semuanya ingin serba instan, dalam hal kerohanian pun sama. Memang dalam beberapa hal itu akan sangat membantu kita. Misalnya, dengan kemudahan mengakses Alkitab lewat telepon genggam atau secara online di laptop atau netbook, tentu hal seperti itu bisa mempermudah kita dalam membaca Firman Tuhan. Tetapi tidak selamanya sesuatu yang instan itu baik. Tuhan berbicara mengenai proses dalam begitu banyak ayat baik dalam Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, itu menunjukkan betapa pentingnya sebuah proses dalam pertumbuhan dan pendewasaan diri di mata Tuhan. Kita pun mengalami hal seperti itu. Tidak ada bayi instan yang langsung menjadi dewasa secara instan pula. Bayi bertumbuh dari janin di dalam kandungan selama 9 bulan, lalu masa pertumbuhan pun berjalan tahunan. Balita, remaja, dewasa, itu makan waktu yang sangat lama. Begitu pula kedewasaan spiritual atau rohani kita. Meski Tuhan mengatakan bahwa dengan menerima Kristus kita menjadi ciptaan baru, tetapi
kita tetap harus berproses setiap hari untuk bisa menjadi orangorang dengan tingkat kerohanian dewasa. Ibrani 5:11-14 menggambarkan proses pertumbuhan secara spiritual ini, yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang percaya. Tetapi keengganan manusia untuk berproses dan lebih mementingkan hasil akhir bisa merusak segalanya. Saya mendapat sebuah SMS dari teman di kota lain yang isinya sangat baik untuk kita renungkan. Demikian isi SMS tersebut: “Banyak yang ingin sekuat baja tetapi enggan DITEMPA. Banyak yang ingin secemerlang emas tapi enggan DILEBUR. Banyak yang ingin berguna di dunia tapi enggan BERBAGI. Banyak yang ingin mengasihi tapi enggan MENGAMPUNI. Banyak yang ingin menjadi baik tetapi enggan BERBUAT BENAR. Banyak yang ingin jadi pahlawan tapi enggan BERKORBAN. Banyak yang ingin menuai tapi enggan MENABUR. Yesus adalah TELADAN sempurna bagi kita.” Itu bunyi sms-nya, dan itu sungguh benar. Kita cenderung menginginkan sesuatu yang instan dan jika keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kita pun dengan cepat menyalahkan Tuhan. Rangkaian sms di atas kalau kita telaah satu persatu berdasarkan Firman Tuhan, maka kita mungkin harus berhadapan dengan ratusan ayat yang saling berhubungan. Sedemikian banyaknya Firman Tuhan yang berbicara akan hal ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah proses bagi kita, meski kita sudah menjadi orang percaya sekalipun. Yesus mengajarkan banyak hal soal itu, dan Dia tidak berhenti sampai disitu saja. Tidak saja sekedar mengajarkan, tetapi Yesus pun telah mencontohkan, membuktikan secara langsung semua yang Dia ajarkan. Yesus sudah menjadi teladan yang sempurna bagi kita semua. Saya pun ingat akan sebuah kisah ketika ibu dari anak-anak Zebedeus mendatangi Yesus untuk memberikan kedua anaknya posisi tinggi secara instan. Ini bisa kita baca dalam Matius 20:20-28. Lihat apa kata si ibu kepada Yesus: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang se-
orang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiriMu.” (ay 21). Si ibu menginginkan sebuah hasil instan tanpa proses. Mau cari gampangnya, mau cari mudahnya, sama seperti pola pikir kita hari ini juga. Tapi Yesus kemudian mengajarkan pola pikir yang berbeda dengan apa yang dipercaya oleh dunia. Yesus berkata: “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.” (ay 26-27). Apakah Yesus cukup hanya bertitah saja? Tidak. Dia kemudian berkata: “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (ay 28). Dan itu semua digenapi Yesus. Artinya, Yesus sudah memberi keteladanan bagi kita mengenai segala sesuatu yang Dia ajarkan. Dan dalam hal proses pertumbuhan kita kita bisa melihat bahwa Yesus adalah satusatunya yang sempurna dalam memberi keteladanan itu. Karena itulah kita seharusnya mau bersabar dan tetap bersyukur ketika berada dalam sebuah proses. Mungkin proses itu tidaklah terasa nyaman malah sakit, mungkin tidak mudah malah begitu berat dan sulit, tetapi itulah masa-masa kita ditempa, dibentuk untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Yakobus mengatakan “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.” (Yakobus 1:21). Hati yang lembut dan mau dibentuk, hati yang subur sehingga firman bisa tertanam dan bertumbuh disana, itulah yang seharusnya kita miliki. Dari masa tanam, dipupuk, tumbuh dan pada suatu ketika berbuah, itu butuh proses yang semuanya terlalu berharga untuk dilewati. Apakah proses itu lembut atau keras, semua itu bertujuan baik untuk melatih kita agar berhasil menjadi pribadi-pribadi yang dewasa secara rohani. Itu akan membuat kita mampu menapak lebih tinggi lagi sehingga tidak lagi mudah goyah ketika masalah
datang menerpa kita. Apapun itu butuh proses. Untuk bisa menuju sempurna butuh proses. Untuk bisa menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas seperti sms di atas butuh proses. Bersyukurlah jika Anda sedang berada dalam proses itu. Belajarlah taat, belajarlah mengampuni, belajarlah legawa, dan belajarlah untuk terus bersyukur dalam kondisi apapun. Pada suatu ketika nanti Anda akan tersenyum melihat transformasi diri Anda berjalan baik menuju proses kesempurnaan. Hidup adalah proses, termasuk pertumbuhan rohani pun butuh proses.
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
30 Maret lalu, Yuka Aulia telah berusia tiga tahun. Anak pertama dari Denny Siswayudi dan Wati ini terlihat sedang mendapat kue ulang tahun yang mungil. Selamat Ulang tahun Yuka.
Redité Paing, 2 April 2017
Bali L e m b a r
Bencingah I.B. Gede Candrawan
Nganutin Kapatutan NGAWIGUNAYANG lakaran “alami” sajeroning makarya ogoh-ogoh jagi ngamedalang kekalih pikolih sané becik. Kapertama, kahanan tradisi budaya panglingsir setata kalestariang miwah kaping kalih, kawéntenan palemahan nénten cemer antuk sisan borboran ogoh-ogoh. Dr. Drs. I.B. Gede Candrawan, M.Ag., sinalih tunggil angga tim Juri Ogoh-ogoh Kabupaten Badung 2017 puniki nyantenang, tata-titi punika becik kamargiang antuk kasinahang saking pisarat yowanané nyinahang parikrama nagingin tur ngiringang sapunapi tata-titi sané sampun kacumpin tur kawedar olih prawartaka pacentokan ogoh-ogoh. “Sakadi sané lintang tatkala ngamargiang panuréksan, wénten angga sekaa teruna sané maosang wénten makudang-kudang parindikan sané kakaryanin antuk gabus sané sujatinné nénten kapatutang. Tiang angob ring pepolosanipun yadiastun majanten nilainnyané ngidikang. Yadiastun asapunika, pepolosan sakadi punika sané kaaptiang pisan,” baos Gede Candrawan. Dané sané embas ring Mambal, 5 Maret 1968 taler maosang, kasuén-suén para yowana patut mawali malih ngawigunayang lakaran sané wénten ring sajeroning wewidangannyané soang-soang ri kala makarya ogoh-ogoh. Kirang becik yéning setata numbas lakaran sané nénten alami minakadi Styrofoam, yadiastun jakti lakaran inucap ngawinang makarya ogoh-ogoh dados danganan. Yéning sampun becik nganggén lakar alami sinah kajantenang taksu saking ogoh-ogoh inucap jagi becikan malih. “Yéning sampun becik kadabdabang, ngawigunayang lakaran alami sakadi tiing prasida nincapang ekonomi krama. Duaning nyabran warsa jagi ngawigunayang tiing, dadosné krama sayan sarat nandur tiing tur palemahan ring wewidangan irika jakti sayan ngamecikang kahanannyané,” asapunika dosén Kewarganegaraan dan Komunikasi Politik IHDN Denpasar puniki nyantenang. (was)
I Gede Agustinus Darmawan
Tumpek Wariga SAMIAN krama patut mautsaha nglestariang kaasrian palemahan mangda prasida setata rajeg tur nénten ngamedalang pikobet sané jagi nyengkalén. Sajeroning parikrama agama Hindu Bali, sampun katami sima wiadin tradisi sané tegesnyané wantah utsaha nglestariang palemahan inucap, inggih punika Tumpek Wariga. Sangkaning punika, I Gede Agustinus Darmawan maosang, ST. Acarya Perkasa Br. Blungbang Penarungan ngaryanin ogoh-ogoh organik “Kala Samantha Mahottama” sané teges ipun “Makasami wantah Pikayun Jagat” pinaka cihna suksmaning manah majeng ring upacara wiadin sima Tumpek Wariga sané katami saking panglingsir Hindu Bali. “Wangun ogoh-ogoh puniki raket ring kawéntenan Tumpek Wariga utawi Tumpek Bubuh pinaka raina nyinggihang palemahan taler tetanduran. Tetujon upacara inucap taler kaélingang mangda jagat miwah tetanduran setata ngicénin kapitresnanipun ring manusa miwah sekancan mauripé,” baos Ketua Divisi Seni ring Gadgad Organik puniki. Lanang sané ketah kasambat “Timbool” puniki maosang, parikrama ngaryanin ogoh-ogoh inucap taler maraketan ring galah pangrauh rerainan Tumpek Wariga sané sampun lintang. Sangkaning punika ogoh-ogoh inucap kasinahang ngawigunayang pepayasan minakadi sasat, lamakan tur kadagingin taler ring batannyané banten pangulapan sané makasami punika wantah sarana sané majanten kawigunayang sajeroning upacara nguduh tatakala Tumpek Wariga. “Tios ring pepayasan, wus ngiterin ogohogoh ring sajebag banjar, kalanturang antuk sesolahan sané nyinahang sapunapi parikrama ngamargiang nguduh inucap. Punika wantah jalaran utawi cihna rasa suksma yowana iriki majeng ring tradisi sané adiluhung,” baos lanang sané embas ring Badung, 10 Agustus 1985 puniki makenyem. (was)
(71)
B a s a
7
B a l i
Ogoh-ogoh Malakar ”Organik”
Parindikan Anyar Nyanggra Raina Nyepi DAWEG raina Anggara Paing sané sampun lintang, krama Hindu ring Bali wiadin ring makudangkudang genah sajebag Jagat Indonesia sampun ngamargiang rerainan Nyepi, patinget wanti warsa Caka sané mangkin sampun ngranjing ring warsa Caka 1939. Parikrama awarsa apisan punika majanten macihna pisan duaning sios patut nyepiang Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit, wénten taler makudang-kudang parikrama upacara sané patut kamargiang nyanggra pangrauh rerainan inucap minakadi pangrupukan sané rauhipun araina sadurung panyepian. Ri kala punika ketah wénten ogoh-ogoh pinaka cihna seni saking para yowana sané jagi kategen ngiterin désa utawi bebanjaran. Wangunnyané akéhan marupa Bhuta, wénten taler sané siosan sané kakaryanin antuk makudang-kudang parikrama. Sané mangkin sampun kapanggihin trénd anyar sané sayan kalimbakang kawéntenanipun. Ogoh-ogoh mangda kakaryanin antuk lakar sané nénten ngusak utawi ngawinang palemahan cemer. Parindikan punika sampun kamargiang olih makudang-kudang sekaa teruna-teruni ring Bali, sinalih tunggilnyané olih ST. Acarya Perkasa Br. Blungbang antuk ogoh-ogoh sané mamurda “Kala Samantha Mahottama”. Manut I Gede Agustinus Darmawan, konséptor ogoh-ogoh inucap, pikayunan makarya ogoh-ogoh sané kakaryanin antuk lakaran alami punika sampun kapolihang saking tigang warsa lintang. Utamannyané indik wangun, sapunapi ulat-ulatan kranjangnyané miwah pepayasanipun. Indik warna sané kanggén sampun kauningin saking dumunan. Malih dané maosang, indik sinopsis utawi satua saking ogoh-ogoh “Kala Samantha Mahottama” wantah bebhutan sané medal saking kawéntenan jagat utamannyané saking sekancan tetanduran sané sampun usak sangkaning parisolah manusa. Yéning punika sampun kausak-asik utawi karusak, majanten jagi manados Bhuta Kala sané prasida ngamedalang pikobet miwah biuta. “Napi malih tatkala
ngaryanin ogoh-ogoh puniki, ketah kapanggih makudang-kudang bencana sané nibénin Jagat Baliné. Antuk kahanan punika, krama patut setata nyagra kabecikan jagat mangda nénten ngamedalang biuta sakadi Kala Samantha Mahottama puniki,” baosnyané. Sané meled kapolihang saking makarya ogoh-ogoh inucap, Darmawan maosang tetujonnyané wantah mapikéling majeng krama pamekas para yowana ring Bali mangda malih makarya ogohogoh sané ngawigunayang lakaran “alami” sakadi dumunan yadiastun sampun ngranjing ring aab modern sakadi mangkin. Mangda parikrama seni sané pinaka tradisi saking panglingsir nénten ngawinang palemahan cemer utamannyané tatkala kaborbor. Parindikan sané pateh taler kabaosang Dr. Drs. I.B. Gede Candrawan, M.Ag., sinalih tunggil angga Tim Juri Ogoh-ogoh Kabupaten Badung warsa 2017 puniki. Dané maosang, pinaka sinalih tunggil budaya tetamian panglingsir sané prasida kanggén nincapang rasa bangga miwah tresna yowana ring budaya Bali, ogoh-ogoh sané kakaryanin taler prasida kawigunayang nincapang pikayunan krama utawi yowana mangda setata éling nglestariang palemahan. Punika mawinan pemerintah ngamedalang pacentokan ogoh-ogoh ramah lingkungan mangda ogoh-ogoh sané sampun wusan ngiterin banjar wiadin désa nénten ngawinang palemahan cemer. Dané taler ngawiaktinin pisan yéning ngawigunayang lakaran sané kapolihang saking wewidangan nénten ja ngawinang kreativitas yowanané nedunang sajabaning wantah jagi nincapang pikayunan tur parikrama seni. “Lakaran sané kanggén taler patut dangan kapolihang tur nénten mael, minakadi laad-laad koran utawi tiing sané akéh kawéntenanipun ring tegalan. Yéning sampun ngawigunayang sané wénten, prabéa sané katelasang nénten akéh sakadi tatkala ngawigunayang Styrofoam,” Gede Candrawan nugesang. (was)
BPM/was
TUMPEK – Pinaka raina ngotonin sarwa tetanduran, Tumpek Wariga utawi Tumpek Bubuh kanggén tetuek saking wangun ogoh-ogoh “organik” inucap. Mangda krama setata éling nglesatriang palemahan.
Ngawigunayang Lakaran Alami
Nyinahang Kawagedan Seni Yowana
DON – Sios saking awak utawi wangunnyané, warnanipun patut taler kakaryanin saking lakaran “alami”. Sinalih tunggilnyané ngawigunayang makudang-kudang soroh don minakadi don poh, don ketapang miwah don mahoni.
nguratiang budaya inucap antuk ngamargiang pacentokan utawi festival ogoh-ogoh. Yadiastun nyabran warsa unteng sané kawigunayang nénten magentos saking “Bhuta Kala” sané mabinayan tur sayan katincapang ring warsané mangkin inggih punika ogoh-ogoh sané kakaryanin mangda nénten ngawinang palemahanné cemer. Dr. Drs. I.B. Gede Candrawan, M.Ag., maosang, sané jagi katureksa ring pamargi pacentokan ogohogoh ring Kabupaten Badung warsa 2017 sané lintang puniki wantah inovasi sané kamedalang sajeroning “konsep” Bhuta Kala i wawu, ekpresi ogoh-ogoh inucap, kahanan estetika utawi seni taler sapunapi adung-adungan ogohogoh sané kakaryanin sareng sinopsis utawi satuannyané. Sané taler mautama sajeroning panuréksan inucap, lakaran sané kanggén makarya, duaning patut ngawigunayang lakaran “alami” minakadi tiing miwah kayu mangda nénten ngawinang palemahan cemer sakadi styrofoam. Sané sayan katincapang
taler pikayunan para yowana sané makarya ogoh-ogoh mangda ngawigunayang lakaran sané prasida kapolihang ring wewidangannyané soang-soang. “Sujatiné kahanan sakaid puniki sampun kamargiang saking dumun. Sakéwanten kasuén-suén sayan katilarin duaning para yowana akéhan sané meled nyelehin lakaran sané praktis. Sangkaning punika tata-titi nganggén lakaran alami miwah wénten ring wewidangan soang-soang puniki jagi nyinahang sapunapi kreativitas yowana makarya ogoh-ogoh,” baos Gede Candrawan. Parindikan pateh taler kabaosang I Gede Agustinus Darmawan sané sareng STT Acarya Perkasa makarya ogoh-ogoh antuk lakar tiing sané kapolihang saking wewidangan Br. Blungbang. Indik pangaputnyané kanggén kertas sisa utawi kertas wadah semén tur karaketang antuk lem kanji. Sané taler ngangobin manah, ogoh-ogoh puniki nénten ngawigunayang paku utawi pacek sajabaning wantah kategul antuk tetegulan sané
sampun kaplajahin saking panglingsir irika taler nuut saking sapunapi parikrama makarya badé ring Ubud. Nénten wantah ring awaknyané kémanten, taler ri kala ogoh-ogoh karaketang ring kotaknyané. Katakénin indik warnanipun, Darmawan maosang wantah ngawigunayang warna saking don-donan sané kapupulang, katektek tur kalablab. Soroh don sané kawigunayang minakadi don ketapang, mahoni miwah poh duaning warna sané kanggén wantah warna selem, coklat, kuning, miwah gadang. Wus kakaryanin wawu warna sané sujatinné wantah toyan lablaban saking don-donan inucap kadagingin ring ogoh-ogohnyané. “Wusan karereh toyannyané, sisan don-donan sané nénten prasida kalablab kambil tur kagenahang ring galon sané kasediaang pinaka genah don sisan lablaban inucap. Punika laut kanggén rabuk kompos sané padet wiadin rabuk kompos sané éncéh,” Darmawan maosang. (was)
“NGGIH ja cobak, kadén takut. Nyaan katurang kén Tuaji okanné nakal,” baos Arniek. “Mbok Luh Adé, ngajeng malu. Kari ada kulen masambel bongkot. Julité ja telah,” Ayu Jeladi nandan Arniek ka pawaregan. Tan marasa kimud raganné ngambil ajengan apiring daaranga sambel bongkot madaging kulen masitsit miwah udang tigang ukud. “Bééh, jaenan sanget kulené bandingang ring lindungé. Néh kayang jerijiné bakat gutgut, kuangan bénné. Enggih kanggoang sisanné, syukur ten telasanga kén Tuayu Citra.” “Anak maan tuah aukud. Niki mabuaka nyisihang bedik, kanggo Arniek apang sing nguél nyanan nuturang maan kulen sing maan nyicipin,” baosné Ngurah Jelada kenyem. “Nggih ten adil, yén Tuayu Citra kanti waneh. Tiang tetep kari kuangan?” protésné. “Saja kéto, yén kanti emed suud ya mai ngalih. Yén ané kuangan artinné sesai sing ngemedin lakar nutug kija-kija. Jani Arniek nagih
nné Luh Suwarni. “Maan ja ngomong ajak timpalé ané kabenengan tepuk dogén,” Sudiari lek kabilbil. Wiyakti sané rauh wénten sareng kutus. Sané ring Amlapura sareng patpat, sané ngranjing ring Denpasar sareng patpat rawing Luh Suwarni. Ngurah Jelada ngajakin pada malinggih, Madé Sudiari ngagah bungkusan madaging woh-wohan lan basan rujak sané sampun puput. Gusti Ayu Jeladi ngamedalang poh, blimbing, nyambu, miwah manas manis, wortel, lan strowberry sané baktana ring Luh Suwarni. Luh-luhé sareng patpat raris ngracikang rujaké. “Bééh Dék Sudiari jani kok rujaké memanisan? Kadén cara pidan rujak sadripu ané misi kem, sentul, makuah cuka matabia agemel?” pitakénné Lanang Geria matadah éwér. “Penantang utamané sampun kéok, kayang jani ten teka?” baosné Ketut Pajar. “Ooh, Madé Budiana, ia ada urusan penting pesan ka Surabaya,” Madé Sudiari nyelag.
Luh Suwarni makenyem, timpalné ané nawang masalahné di Amlapura ngikgik ngadésem. “Nah, mula ené madan rujak sadrasa, cocok anggon matemu wirasa ngajak pada sawitra. Dadi nyidayang saling kenyemin, sing ja saling siutin,” baosné Ngurah Jelada alus. “Yén sampun kénten ngiring rarisang ambilang ragané sapakayun,” aturné Madé Sudiari sané madué gagasané ngrujak. Ayu Jeladi nyacarang lépékan sareng séndoké. “Yén kéné jaen rujaké perlu timpalin baan minuman ané jaen anggon panutup,” baosné Lanang Geria saha medal ka warung, mawali makta coca-cola akerat. Bebaosané saking nuturang paplajahan lan rapor, nincap ka masalah pindahné Ngurah Jelada ka SMA Negeri 1 Bangli. Ngurah Jelada nlatarang yén ajinné nénten mrasidayang ngasilang jinah bulanan. Sané amasa niki kataurin olih pamanné, nanging sesampuné amasa dané nénten nyidayang naur utangé santu-
kan asil tegal lan cariké nénten cukup. Dasdasan raganné putus sekolah. Sedeng becik mangkin wénten brayanné, Pak Gedé Dauh saking Taman Bali sané nyadia ngiring lan nanggung raganné ngranjing ring Bangli. Akéh sané tan percaya. “Masak Ajinné Ayu Citra nulungin saking mutang? Utawi mangkin itung-itungan mutang malu, buin pidan bayah ulian kaduduk mantu. Cara maluné ngantén matunggu,” baosné Putu Galang wawu uning yén Ngurah Jelada naur utang ngantos Rp. 5.500.000,-“Ah, miribang sing kéto. Mula ja Ngurah Jelada ngalah apang tusing sesai uyut ngajak timpal. Cara mara ené ada masalah obat perangsang, masalah pisuna ngadénang raganné liu ngelah gélan di Karangasem, apang nyak pasawitran iragané buyar,” baosné Gedé Pandé. Nanging selaga ring Sudiari mangda usan maosang masalah konyol punika. (Masambung)
MAKARYA ogoh-ogoh nampek raina Nyepi sampun pinaka sima wiadin tetamian saking nguni ring sajeroning krama Hindu nénten wantah ring Bali, taler ring genah siosan. Sangkaning parikrama seni miwah teknologi informasi sané sayan nglimbak, majanten wangun ogoh-ogoh sané kakaryanin ta-
ler sayan nglimbak. Napi malih wénten taler ngawigunayang teknologi ring ogoh-ogoh inucap. Mawinan asapunika, pemerintah ngawigunayang ogoh-ogoh pinaka jalaran nincapang pikayunan para yowanané mangda sareng nglestariang seni miwah budaya Bali. Indiké punika kasinahang antuk parikrama pemerintah
BPM/was
apang emed ajak tiang, apa lakar nutug baané kuangan? Sangkala ada madan poh manalagi, ada baangkuang sing taén ngemedin.” “Naah ané kéné sampun, ten taen kalah ngomong ané ngaé tiang ten med ningehang rakan Tugéké niki? Yén ten ké bas galang kakéné, méh jag makita makpak,” baosné Arniek. “Sajaan jag pakpak ja suba Mbok, kalahina nyen pesu,” baosné Ayu Jeladi matangi. “Aah napi niki, sera panggang sera tunu, nyanan tiang sisipanga ring Tubiang.” Luh Suwarni ngisi tanganné Ayu Jeladi saha ngambil udang anggéna ngesopin gélanné. Saking jaban sagét rauh timpaltimpalné numpak motor. Sudiari manggihin Luh Suwarni medal matututan saking pawaregan sareng Ngurah Jelada lan Ayu Jeladi sami akur, mesra. “Béh, Luh Suwarni sagét di jero. Nguda sing nyinggahin tiang,” baosné Sudiari. “Nyén nawang Madé majanji ngajak timpal lakar mai,” pataké-
Upacara
8 Bebantenan Tetuek Sugihan Jawa miwah Sugihan Bali RUNTUTAN Galungan kantos Kuningan sakadi sané jagi rauh manut Lontar Sundarigama setata kadasarin antuk nilai-nilai kahuripan sané limbak. Dasarnyané minakadi Sugihan Jawa miwah Sugihan Bali sané kamanggehang sajeroning Lontar Sundarigama pinaka pakéling mangda umat ngemit kalestarian jagat utawi kaloktah ring teks pinaka “amretistah bhuwana agung” saha nincapang kasucian angga sané kamanggehang antuk “amretistha raga tawulan”. Sajeroning nyujuh parindikan inucap, siosan saking nglaksanayang upacara sakadi biasané, patut taler kalimbakang sakatah parikrama sané madué tetujon ngemit palemahan miwah utsaha nyuciang angga antuk ngemit kesehatan jasmani miwah rohani. Parindikan sakadi asapunika wantah sané nganutin kasujatian ajah-ajahan Sugihan Jawa miwah Sugihan Bali saking kahuripan saraina. Patut kauningin, teges Sugihan Jawa boya wantah pinaka pakéling nglestariang palemahan kémanten, nanging kajantenannyané jagat ring wewidangan iraga kaon. Sapunika taler teges Sugihan Bali metuéling mangda manusa ngwangun déwék sané sehat jasmani miwah rohani. Amunapi ja umat rumasa bagia makélingin rainan Sugihan, yéning umat nénten ngemit kesehatan jasmani miwah rohani, pakéling rerainan punika rumasa pocol. Runtutan sesampun Sugihan, wénten kabaos embang Sugihan. Sajeroning Lontar Sundarigama kabaosang, ri kala embang Sugihan wénten kabaosang “anyekung jnyana nirmalakena”. Tegesnyané, nyikiang jnyana nyujuh pikayunan sané ening. Pinaka pisarat ngawi pikayunan ening inggih punika patut wénten palemahan sané asri lestari taler angga miwah pikayunan sané trepti. Antuk punika, Sugihan miwah embang Sugihan tegesnyané metuéling umat mangda setata éling ngemit kalestarian jagat miwah angga sarira utawi Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit. Antuk Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit sané becik, asri taler lestari sangkaning paican Hyang Widhi, kaptiang manusa molihang kahanan ring déwék sané kabaos galang apadang. Yéning cihna Bhuwana Alit bersih, spiritual manusa tinggi gumanti prasida ngolah hati nurani raris hati nurani ngolah pikayunan, salanturnyané pikayunan raris ngolah indria. Sesampun mangguh déwék murni, wawu prasida ngicalang panca klésa. Parindikan Panampahan Galungan kacihnayang yéning umat antuk pikayunan sané trepti pacang prasida nyepih laksana dharma miwah adharma. Indiké punika kacihnayang antuk upacara natab sesayut Panampahan sané taler kabaos Sesayut Pamiak Kala Lara Melaradan. Punika cihna dharma menang sané kapakélingin ri kala Galungan antuk banten Tumpeng Galungan, tumpeng punika cihnan palemahan. Cihna manusa molihang karahayuan yéning sampun prasida minayang becik miwah nénten becik inggian pikayunan miwah laksana. Manusa sané madué pikayunan trepti sampun majanten pacang nyujuh dharma. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Paing, 2 April 2017
Tradisi Oméd-omédan
Ngrumaketang Pasametonan TRADISI Oméd-omédan warsané mangkin sampun kamargiang daweg raina Buda, 29 Maret 2017 utawi nepet araina sawus raina Nyepi. Tradisi Oméd-omédan puniki wantah tradisi sakral sané kamargiang turun-tumurun ring Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar antuk tetujon ngrumaketang pasametonan manyama braya ring wewidangan irika. Tradisi sané kamargiang nyabran warsa ring raina Ngembak Geni puniki kasarengin olih sekaa truna-truni Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar. Sadurung ngamargiang tradisi puniki, truna-truni Banjar Kaja, Sesétan ngamargiang pamuspaan ring Pura Banjar. Wus punika, truna-truni Banjar Kaja sampun sayaga mabaris pacang ngawitin tradisi inucap. Ring sisi tengen wantah barisan sané lanang/teruna, ring sisi kiwa barisan sané istri/teruni. Satios punika, toya sané kanggén nyiram pamilet Omédomédan puniki taler sampun kasayagayang. Manut panglingsir Banjar Kaja, Jro Wayan Sunarya, Oméd-omédan puniki tetep kamargiang duaning mapikenoh becik sajeroning ngrumaketang paiketan pasametonan pantara angganing STT miwah krama ring wewidangan Banjar Kaja. Santukan ring reruntutan raina Nyepi puniki, angga STT sa-
mian prasida mapupul sané sadurungnyané wénten ngranjing utawi makarya ring dura désa utawi dura Bali. Kabaosang malih, tradisi sané ngambil tema “Sudhamala” ring warsa 2017 puniki sampun kamargiang ngawit warsa 1970-an sané kamargiang olih para petani ring Banjar Kaja. “Wus mupu, ketah kamargiang acara pinaka rasa angayubagia santukan asil tetandurannyané mupu becik. Acara sané kamargiang wantah Oméd-omédan sané mateges saling kedeng,” baos Jro Sunarya. Katlatarang, Oméd mateges kedeng/bédéng, mawinan tradisi inucap kasengguh saling kedeng. Sujatiné dumun tradisi puniki wantah tradisi saling kedeng ring wangkong pantara krama lanang istri. “Sangkaning panglimbak masa, tradisi puniki taler nglimbak. Mawit saling kedeng dados saling gelut kantos saling aras,” baos Jro Sunarya sinambi nlatarang yéning parindikan saling aras nénten malih kadadosang sajeroning acara inucap. Satios punika, sajeroning acara inucap taler karaménin antuk pasar rakyat sané ngadol kuliner khas Bali, parade seni, stand busana miwah sané tiosan. Ngawit semeng kantos acara puput kamargiang, ramia kramané sané nonton.
Panonton marasa angob ring pamargin tradisi inucap santukan wantah kamargiang antuk tetujon ngrumaketang paiketan manyama braya satios nglestariang tetamian panglingsir. Sakadi sané kabaosang I Wayan Suryadnyana, sinunggil krama sané nonton acara inucap. Dané maosang,
INDIKÉ punika kaunggahang ring sajeroning Lontar Sundarigama. Artosnyané: Buda Kliwon Dungulan kawastanin Galungan, dedehang masikiannyané rohani mangda prasida ngamolihang papineh utawi pikayunan galang apadang pinaka wentuk dharma sajeroning angga, taler ngicalang rasa sempuut ring pikayunan sané rumasuk ring wentuk adharma. Rainan Galungan wantah rerainan umat Hindu sané kapakélingin nyabran nem bulan apisan, manut kalender pananggalan Bali, rauh ring raina Buda Kliwon wuku Dungulan. Kruna Galungan sajeroning basa Jawa Kuna maartos jaya/menang, artos saking pakéling rainan Galungan puniki nénten tios pinaka pakéling kajayan/kemenangan dharma nglawan adharma, pakéling kajayan manusa nglawan wentuk-wentuk utawi polah adharma utamanipun ri sajeroning anggan soang-soang, taler ngaturang rasa parama suksma tur angayubagia majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa
sané ngripta Bhuwana Agung taler sadagingnyané tur panugrahan sané sampun kaicén majeng panjaknyané ring jagaté puniki. Antuk kawéntenané punika, prasida kacutetang yéning rainan Galungan wantah pakéling kajayan/kemenangan dharma nglawan adharma. Mangda prasida ngamolihang kajayan dharma puniki, wénten makudang-kudang reruntutan upacara sané patut kamargiang, luiré: ngamargiang upacara Sugihan Jawa, salanturnyané Sugihan Bali, panyekeban, panyajaan, panampahan, salanturnyané ring upacara pamucuk ring rainan Galungan. Salanturnyané kantun wénten malih reruntutan rainan Galungan kantos ring raina Buda Kliwon Pahang. Kajayan dharma nglawan adharma sané kapakélingin nyabran nem bulan apisan puniki kategesin pisan ring kabisan i manusa sajeroning ngeret kama, indria, momo angkara, sifat rajas, tamas sajeroning anggan i manusa, nénten maparilaksana kaon ring anak tiosan, taler sifat-sifat raksasa sané wénten ring anggan i manusa patut pisan kakendaliang utawi kaicalang. Kajayan
sampun dados kapatutan nglestariang tradisi duéné mangda setata ajeng,” boas lanang mimitan Buléléng sinambi makenyem. Satios krama Bali, wisatawan sané malancaran ka Bali taler sareng ngraménin tradisi sané kamargiang nyabran warsa puniki. (uma)
BPM/dok
OMED - Pinaka tradisi utawi sima ring Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, Oméd-omédan kamargiang nyabran raina Ngembak Geni antuk tetujon ngrumaketang paiketan pasametonan pantara STT miwah krama ring wewidangan irika.
Galungan, Cihna Dharma Ngasorang Adharma Budha Kliwon Dungulan ngaran Galungan patitis ikang jnana Samadhi, galang apadang, maryakena sarva byaparaning idep.
tradisi Oméd-omédan puniki wantah tradisi sané ngulangunin. Pinaka yowana Bali, sampun sapatutnyané kayun nglestriang tradisi sané kaduénang. “Tradisi Oméd-omédan puniki yukti ngulangunin pisan. Napi malih wantah wénten ring Sésétan. Pinaka yowana Bali
Satua
dharma sané kabaosang, prasida nglawan sifat-sifat raksasa sané wénten ring sajeroning angga, tur prasida nyinahang rasa welas asih majeng ring anak tiosan, nyinahang sifat satwika, taler prasida ngripta kahuripan sané tentram, raharja, santi jagadhita. Cutetnyané, pakéling rainan Galungan prasida kabaosang labda tur patut kamargiang yéning i manusa sayan prasida nyinahang rasa welas asih taler prasida maparilaksana becik manut dharma ri sajeroning ngamargiang kahuripan, prasida nglestariang palemahan sajeroning ngwangun paiketan becik majeng ring palemahan, sesamén manusa, miwah sané pinih utama majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sané ring agama Hindu kasengguh konsep Tri Hita Karana. Yéning i manusa wantah uning ring wastan rerainan agama Hindu minakadi Galungan, nanging durung prasida negesin smertin rainan inucap, punika wantah manusa sané sareng/milu-milu kémanten makélingin kajayan dharma, boya pinaka manusa sané pantes ngrasayang kajayan. (uma)
Désa Pesiapan Olih : Madé Taro
BPM/dok
MABANTEN - Pinaka rerainan jagat sané sampun kamargiang saking nguni, majanten ring raina Galungan kramané nyuksmayang manah majeng ring Ida Sang Hyang WIdhi Wasa. Sinalih tunggil malarapan antuk mabanten ring pura miwah ring soang-soang merajan.
“JAKTI Ratu Déwa Agung!” asapunika Gerambang Selem matur antuk semu demen. Sang Patih mapikayunan yéning Ida Sang Prabu jagi bendu ring Gedé Beranjingan duaning patih inucap akéhan ngecel tur ngurus siapnyané katimbang nabdabang parikrama jagaté. “Gelah dot pesan tekén siapé ento. Alih ia ka umahné melahang ngorahang tur aba siap kurungané ento ka puri. Yén adung jak gelah, kal tohin siap ento anggo nglawan siapné Raja Gianyar ring tajen ané suba paek ené.” “Singgih Ratu! Pangandikan I Ratu jagi sungsung tur margiang tiang,” matur Gerambang Selem saha mapamit. Ditu Patih Gerambang Selem marasa liang. “Jani suba gantiné sinah Ida Sang Prabu sayang tur percaya tekén iraga katimbang Gedé Beranjingan,” asapunika ipun maosang ring telenging hredaya sinambi mamargi ka umahné Gedé Beranjingan. “Jero Istri!” asapunika Gerambang Selem mabaos ring rabin dané Gede Beranjingan risampuné rauh ring natah umahnyané. “Dija kurenané? Tiang kanikain olih Ida Sang Prabu ngambil makejang siap manuk gelahné Gede Beranjingan.” “Sinampura Gusti Patih! Kurénan tiangé kantun nenggala ring carik. Malih jebos Ipun rauh,” baos Jero Istri. “Sing misi ngantiang! Duaning Ida Sang Prabu mapikayunan mangda gelis. Orahang dogén tiang ané ngambil makejang antuk pangandika Ida Sang Prabu,” asapunika pabaos Gerambang Selem sinambi ngambil makasamian siap manuk Gede Beranjingan. “Sampunang Gusti Patih! Siap manuk punika kasenengin pisan olih kurenan tiangé. Malih jebos tiang jagi welanga.” Gerambang Selem nénten nguratiang baos Jero Istri tur ngambil makasamian ayam punika saha digelis matilar. Rabin Gede Beranjingan nénten prasida mabaos napi-napi malih. Dané nangis sigsigan. Ring manahnyané majanten rabinnyané jaga duka tur nénten ngélingang napi sané kabaosang olih dané. Nénten sué rauh Gede Beranjingan sané manggihin rabiné nangis. Sekancan pitaken kasautin antuk tetangisan. Sinah Gedé Beranjingan marasa sungsut napi malih naanang rasa seduk. Ri kala kapanggihin guungan siapnyané puyung, Gede Beranjingan sayan duka. “Ih kurenan kolok, dija siap Cangé?” kéto munyiné sada nengkik. Jero Istri nénten prasida mabaos nang abuku tur sayan keras tetangisannyané, ngawinang Gede Beranjingan sayan duka tur memedih. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU PAING, 2 APRIL 2017
9
Miami Terbuka
Federer Jumpa Nadal di Final HAL 12
Tite
Sosok di Balik Bangkitnya Tarian Samba Rio de Janeiro –
Setelah terus dirundung kelesuan dalam tiga tahun terakhir, timnas Brasil akhirnya tersenyum kembali. Brasil baru saja resmi menjadi negara pertama yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, selain tuan rumah Rusia menyusul kombinasi hasil pada matchday 14 kualifikasi zona Conmebol, Selasa (28/3) lalu. Skor telak 3-0 kontra Paraguay dan dibantu dengan kekalahan yang diderita Uruguay dan Argentina membuat Tim Samba kokoh di puncak klasemen dan sudah tidak mungkin lagi keluar dari posisi empat besar. Brasil pun menjadi satu-satunya tim yang belum pernah absen di Piala Dunia. Suasana hati para penggawa Brasil pantas berbunga-bunga melebihi siapa pun, terutama jika melihat fakta bahwa mereka selalu menjadi sasaran olok-olok dalam tiga tahun terakhir. Seperti diketahui, juara dunia lima kali ini harus menanggung aib di depan publik sendiri ketika keok 7-1 dari Jerman di semifinal Piala Dunia 2014. Dunga lantas mengambil alih kursi kepelatihan dari Luiz Felipe Scolari. Sayang Brasil justru melanjutkan mimpi buruknya dengan tersingkir di perempat-final Copa America 2015 dan harus tersisih dari fase grup Copa America 2016. Namun, setelah itu Brasil mengalami kemajuan signifikan. Sosok yang bertanggung jawab dalam hal itu adalah Tite. Nama lengkapnya Adenor Leonardo Bacchi, tapi orang lebih mengenalnya dengan sebutan Tite. Sebagai sosok pelatih, nama Tite mungkin tak setenar rekan sejawatnya yang lain seperti Dunga atau Scolari. Tite lahir di Kota Caxias do Sul
di bagian Selatan Brasil, 55 tahun lalu. Kariernya di sepak bola bisa dibilang sangat panjang, meskipun namanya baru terdengar selama satu tahun terakhir ketika menangani Tim Nasional Brasil. Dia pernah menjajal karier sebagai pemain sepak bola di saat usianya masih muda. Bermain sebagai gelandang bertahan, karier Tite tak pernah melejit sebagaimana pemain Brasil lainnya. Bahkan dia harus gantung sepatu pada usia 27 tahun setelah cedera lutut yang tak kunjung membaik. Putus sebagai pemain sepak bola, Tite memulai karier sebagai pelatih sejak 1990. Selama 27 tahun dia telah menangani 16 klub. Sinarnya sebagai pelatih mulai terlihat pada 1999 saat dia menangani klub kecil, Caxias. Saat itu Tite berhasil membawa Caxias menjuarai kompetisi Campeonato Gaucho, kejuaraan kecil tinggal provinsi di Brasil. Hebatnya, Caxias mengalahkan klub besar Gremio yang saat itu masih dibela oleh Ronaldinho. Sukses itu membuat Gremio langsung menawarinya pekerjaan. Di Gremio dia berhasil mempersembahkan gelar juara Copa Brasil pada 2001. Jejak Tite di tanah kelahirannya, tak hanya terlihat di Gremio. Dia juga pernah menangani klub besar lainnya, Internasional dan Corinthians.
Paulinho Kembali Bersinar Monteviudeo – Pada 2013, Paulinho masih menjadi buah bibir. Dia salah satu bintang yang paling bersinar di Brazil. Saat itu dia disandingkan dengan Neymar. Pemain kelahiran Sao Paulo tersebut turut membawa Selesao Brasileira atau tim nasional Brasil menjuarai Piala Konfederasi 2013. Di ajang tersebut pun Paulinho mendapat trofi individu. Gelar Bronze Ball alias pemain terbaik ketiga dia bawa pulang. Penampilannya di lini tengah Brasil yang saat itu masih ditangani Luiz Felipe Scolari menonjol. Fisik yang prima plus sentuhansentuhan indah jadi ciri khasnya. Setelah tampil apik di Piala Konfederasi 2013, tak perlu waktu lama baginya mewujudkan mimpi merasakan atmosfer liga Eropa. Sebulan berselang Paulinho diboyong Tottenham Hotspur ke Premier League. The Lilywhites (julukan Spurs) mendatangkan Paulinho dengan harga GBP 17 juta (Rp 283 miliar) dari Corinthians. Namun, siapa yang menyangka kedatangan Paulinho ke liga Inggris malah menjadi awal redupnya karier pemain 28 tahun itu. Dua musim berkostum Spurs, dia hanya tiga kali menjadi starter. Buntutnya Dunga yang saat itu menjadi pelatih Brasil melupakan namanya untuk masuk skuad tim nasional Brasil pada Copa Amerika 2015. Merasa tertekan di Inggris, Paulinho memilih menerima pinangan Guangzhou Evergrande di Chinese Super League pada 2015. Scolari, mantan pelatih timnas Brasil yang bersama dia menjuarai Piala Konfederasi 2013 menjadi sosok yang mengajaknya bergabung. Kini perlahan tapi pasti, kepercayaan diri Paulinho kembali. Tite, head coach Brasil saat ini pun tertarik menggunakan tenaganya kembali. Dan di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia ini kepercayaan itu dia bayar lunas. Paulinho kemarin mencetak hat-trick. Membawa Brasil mencukur Uruguay 4-1. “Aku bekerja keras setiap hari. Jadi hasil ini bukan kebetulan,” ucap Paulinho, Sabtu (1/4) kemarin. “Kami tampil apik. Sebagai tim kami hanya perlu menjaga performa ini. Dan aku yakin kami masih bisa menyajikan yang lebih baik,” tambahnya. Tiga gol Paulinho ke gawang Uruguay tercipta pada menit ke-19, 52 dan 92. Rentetan gol tersebut resmi membuatnya kini telah membukukan sembilan gol untuk timnas Brasil dalam 38 kali penampilan. Pada laga kontra Argentina November lalu, dia juga menyumbang satu gol. Saat itu tim Brasil mencukur Argentina 3-0. Itu adalah gol pertama Paulinho sejak 2013 untuk timnas. Gol demi gol yang dia ciptakan tersebut menunjukkan bahwa dia tak lagi layak untuk dilupakan. Paulinho telah kembali. (kmb33/rtr)
Sukses terbesar pria yang memiliki garis keturunan Italia itu saat dia menangani Corinthians. Dia mempersembahkan dua gelar juara Liga Brasil, serta Copa Libertadores, setara dengan Liga Champions di Eropa pada 2012. Pada tahun 2012 juga Tite meraih gelar tertingginya sebagai manajer sepak bola setelah Corinthians mengalahkan Chelsea pada final Piala Dunia Antar Klub dengan skor tipis 1-0. Prestasi terakhirnya sebelum menangani timnas Brasil adalah membawa Corinthians menjuarai Liga Brasil pada 2015 lalu. Rahasia Dibaliknya Neymar penyerang andalan Brasil, menilai kebangkitan luar biasa timnya ini bersumber pada diri pelatih mereka, Tite. “Tite berhasil membentuk kami dengan cara yang benar dan sekarang kami benar-benar bermain sepak bola dengan cara Brasil. Tite melakukan penyesuaian. Ia meminta kami berpikir sebelum bertindak,” ujar Neymar, Sabtu(1/4) kemarin. Bersama Tite, Selecao menyapu bersih delapan laga kualifikasi Piala Dunia dengan catatan 100 persen kemenangan dan sukses mencetak ratarata tiga gol per partai. Sebelumnya, dalam enam partai kualifikasi bersama Dunga, Brasil tidak pernah bermain sedahsyat saat ini. Ketika itu Dunga bahkan harus bertumpu Ricardo Oliveira, striker
35 tahun, untuk menopang lini depannya. Kedatangan Tite juga berbanding lurus dengan menanjaknya performa Neymar. Penyerang Barcelona itu menjadi topskor Brasil di kualifikasi dengan enam gol. Padahal, ia sebelumnya gagal mencetak satu pun gol bersama Dunga di enam partai pembuka kualifikasi. Tite pula yang mengorbitkan nama Gabriel Jesus hingga memperbaiki reputasi Paulinho. Jadi, apa rahasia kebangkitan Brasil di bawah komando Tite? Jawabannya barangkali terletak pada seekor kenari kecil atau canarinho yang juga merupakan julukan timnas Brasil. Tite mampu mengembangkan filosofi canarinho. Kendati bertubuh mungil, kenari adalah jenis burung yang ulet dan gesit. Mereka enggan menjadi pusat perhatian, namun tetap memukau lewat kicauan merdunya. Kira-kira seperti itulah Brasil saat ini. Brasil sudah tidak lagi bergantung pada nama-nama besar. Brasil era Tite adalah tim yang rendah hati dan mengandalkan kolektivitas. Ini terlihat dari pemilihan skuat, dimana eks pelatih Corinthians itu tidak sungkan untuk memanggil sejumlah pemain yang berkarier di Tiongkok dan dari klub lokal. Neymar memang masih menjadi tumpuan, namun perannya dibagi rata dengan sejumlah pemain top lain: seperti Philippe Coutinho dan Willian. “Saya tidak punya gambaran
seberapa besar peluang tim ini di Piala Dunia 2018,” kata Tite. “Tetapi kami membangun momentum baru untuk timnas. Kami ingin terus memperkuat tim ini dengan sepak bola yang efisien dan cantik,” tambah pria berusia 55 tahun itu. “Dia selalu bisa mempertahankan level terbaik kami. Tite adalah pelatih yang rendah hati dan selalu ingin timnya juga seperti itu,” ujar bek Marquinhos. “Dia adalah pelatih yang ingin tahu apa alasannya bisa menang. Untuk menang anda harus rendah hati dan menghormati lawan anda, dan menghormati lawan itu merupakan kerja keras. Anda harus bisa memberikan segalanya di lapangan. Ini soal tampil bagus dan paham kenapa Anda bisa menang. Dia selalu memberikan ini kepada tim,” imbuhnya. Brasil kini layak bersukacita, tetapi Tite dipastikan akan berusaha keras untuk mengontrol luapan euforia itu. Supaya tarian samba mereka mampu terlihat lebih cantik di panggung yang sesungguhnya, Rusia 2018. (kmb33/rtr/ap)
Brazil Tidak Bergantung pada Neymar Rio de Janeiro – Pelatih Timnas Brasil, Tite mengaku senang dengan lolosnya Brazil ke Piala Dunia 2018. Tite menyebut bahwat timnya telah menunjukkan bahwa mereka tidak bergantung kepada sosok Neymar. Kubu Brasil sendiri kembali meraih kemenangan pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL. Mereka berhasil membekuk tim tamu dengan skor 3-0 berkat gol dari Philippe Coutinho, Neymar dan Marcelo. Tite sendiri puas dengan penampilan timnya pada laga itu, karena menurutnya timnya telah menunjukkan kerj a sama yang baik sebagai sebuah tim. “Kekuatan kolektif telah memperkuat performa individu kami,” tutur Tite, Sabtu (1/4) kemarin. T i t e menyatakan, bahwa memiliki seorang Neymar memang menjadi hal yang sangat menguntungkan bagi timnya. Bahkan bagi Tite, keberadaan Neymar di lapangan bisa membuat pertahanan lawan menjadi serba salah, karena sekalipun ia dijaga ketat, maka bisa memberikan ruang bagi rekannya yang lain untuk menekan tim musuh. Neymar saat ini memang menjadi pemain terbaik yang dimiliki Brazil. Lihat saja catatan golnya dan berapa jumlah pertandingan yang sudah ia mainkan, jika dikomparasikan dengan usianya saat ini. Semua hal itu membuktikan betapa Neymar menjadi andalan Brazil, termasuk ketika Selecao memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2018 dengan mengalahkan Paraguay, dimana Neymar mencetak satu gol solo yang indah. Tentunya tak dalam setiap pertandingan Neymar bisa bermain bagus. Namun. jika pun hal itu terjadi, keberadaannya di atas lapangan sudah cukup untuk membuat lini pertahanan lawan bingung. Menjaga ketat Neymar pun bisa menjadi sisi yang negative, karena itu membuat rekan setimnya yang lain memiliki ruang yang lebih bagus di pertahanan lawan. Berkat kemenangan tersebut, Brasil menjadi tim kedua yang lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia nanti. Mereka menyusul tim tuan rumah Rusia yang sudah dinyatakan lolos beberapa tahun lalu, saat penentuan tuan rumah Piala Dunia 2018. (kmb33/rtr)
Brazil Mirip Liverpool Liverpool – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menuduh timnas Brasil mencontek strateginya. Apalagi dua pilar The Reds, Roberto Firmino dan Philippe Coutinho saat ini menjadi andalan Tim Samba. Brasil memastikan lolos setelah meraih dua kemenangan sepekan kemarin. Anak asuh Tite membantai Uruguay 4-1 dan Paraguay 3-0. Klopp mengaku berperan dengan keberhasilan Tim Samba meski secara tak langsung. Dan ia tak keberatan tak-tiknya dicontek timnas Brasil. “Tite sangat senang melihat permainan Liverpool. Saya tahu dia ingin menerapkan strategi yang mirip,” ujar Klopp, Sabtu (1/4) kemarin. “Saya dan Tite sering berkomunikasi meski melalui stafnya, sebab kami punya kendala bahasa. Yang jelas saya tahu Tite sangat suka melihat cara bermain Liver-
pool,” ujarnya menambahkan. Musim ini The Reds memang tampil dengan gaya menekan dan determinasi yang tinggi. Liverpool sendiri sukses memetik kemenangan dalam laga pekan ke-30 Liga Inggris bertajuk Derbi Merseyside kontra Everton. Tampil di hadapan publiknya sendiri di Stadion Anfield, klub berjuluk The Reds itu menang dengan skor 3-1. Liverpool membuka keunggulan saat laga baru berjalan delapan menit lewat gol Sadio Mane. Skor menjadi imbang 1-1 usai Bek Everton Matthew Pennington menggetarkan gawang Liverpool. The Reds kembali unggul 2-1 setelah Philippe Coutinho mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-31. Memasuki babak kedua, gol Divock Origi pada menit ke-61 membuat Liverpool memperbesar keunggulannya menjadi 3-1. skor tidak berubah hingga akhir pertandingan. (kmb33/rtr)
Jurgen Klopp
BPM/ap
OLAHRAGA
10
Minggu Paing, 2 April 2017
”Fans” Siapkan Sambutan untuk Higuain
MOMOK - Striker Manchester City Sergio Aguero menjadi momok bagi Arsenal.
BPM/rtr
Arsenal Vs City
Laga Dua Tim Inkonsisten
London – Sebuah laga panas akan tersaji di pertandingan pekan ke-30 EPL yang jatuh pada akhir pekan ini. Dua tim raksasa EPL Arsenal dan Manchester City akan saling beradu di Emirates Stadium malam nanti. Beberapa bulan terakhir ada penurunan performa yang signifikan di kubu Arsenal. Sempat tampil menjanjikan di awal musim, namun belakangan ini performa mereka menjadi inkonsisten. Tercatat mereka sudah kalah empat kali dari lima pertandingan terakhir mereka di ajang EPL, sehingga posisi mereka di klasemen melorot ke posisi ke-6. Buntut dari performa buruk The Gunners belakangan ini adalah munculnya gelombang besar penolakan kepada Arsene Wenger. Banyak fans Arsenal mendesak pelatih 67 tahun tersebut untuk mengakhiri rezim yang ia bangun selama 20 tahun terakhir. Oleh karenanya, laga ini bisa dibilang menjadi laga penghakiman bagi Arsene Wenger. Jika Arsenal kembali kalah pada laga ini, maka ia diyakini tidak akan bertahan di Emirates Stadium musim depan. Untuk mempertahankan jabatannya, Wenger akan berhadapan dengan salah satu tim kuat EPL, Manchester City. Hingga pekan ke-29 EPL kemarin, tim besutan Josep Guardiola itu bertengger di posisi tiga klasemen sementara EPL dengan mengumpulkan 67 poin. Sama seperti Arsenal, kubu Manchester Biru ini juga tengah mengalami periode inkonsisten, dimana mereka hanya meraih dua kemenangan di dua pertandingan terakhir mereka. Untuk itu, pertandingan yang dihelat di Emirates Stadium ini diprediksi akan berjalan dengan ketat.
“Saya tidak khawatir. Masa depan saya jelas di sini. Saya ingin bertahan lebih lama, karena saya memiliki banyak rencana untuk Arsenal. Saya yakin pihak klub juga memiliki keinginan yang sama,” kata Wenger, Sabtu (1/4) kemarin. “Sekarang fokus saya adalah untuk memenangkan setiap pertandingan. Kami ingin finis di posisi terbaik musim ini, kemudian menatap ke arah yang lebih baik musim depan,” imbuhnya. Jika melihat rekor pertemuan kedua tim, Arsene Wenger bisa sedikit bernafas lega, karena mereka hanya kalah satu kali dari enam pertemuan terakhir melawan Manchester City. The Citizens juga terakhir kali tercatat menang di Emirates Stadium pada tahun 2013 silam. Akan tetapi, Arsenal wajib waspada karena pada awal musim kemarin mereka dikalahkan The Citizens di Etihad Stadium, sehingga kubu Manchester Biru itu punya potensi untuk membuat kekacauan di London Utara. Namun Wenger memiliki rekor jeblok kala berhadapan dengan klub yang ditukangi Pep Guardiola. Bekas pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut memang ibarat momok buat Le Professeur. Catatan head-to-head antara kedua manajer sangat timpang, dengan Guardiola menggenggam superioritas atas Wenger. Dari total sembilan kali adu strategi di kancah kompetitif, Wenger cuma mengais dua kemenangan kontra Guardiola dan menyerah
pada lima kesempatan. Duel teranyar juga menghasilkan keunggulan untuk Pep, kala The Citizens bangkit untuk mencetak kemenangan comeback 2-1 di Etihad pada pertemuan pertama kedua tim di EPL musim ini, Desember silam. Kepala Wenger bakal bertambah pening bila memikirkan Sergio Aguero, striker jagoan Manchester City. Maklum, pemain Argentina ini sangat rajin membobol gawang tim-tim London. Terhitung sudah 37 gol dibuat Aguero dalam 53 penampilan menghadapi kubu ibu kota. Dengan rasio 0,70 gol per partai, eks bintang Independiente ini hanya kalah dari Thierry Henry dalam rekor menghadapi tim Liga Primer dari London. Catatan Henry adalah 0,73 gol per pertandingan. Namun, tidak berarti Arsenal tidak mempunyai sejarah positif sama sekali versus MAN CITY. Salah satu fakta yang mendukung The Gunners adalah keberadaan Theo Walcott dalam tim. Walcott mampu membukukan empat gol dalam empat bentrokan terakhir dengan The Eastlands. Selain itu, terlepas dari rekor personal Wenger versus Guardiola, Arsenal mengantongi catatan yang impresif menghadapi City di kandang hanya sekali takluk dalam 19 laga terakhir. Wenger sendiri tengah dipusingkan dengan sejumlah masalah cedera yang menimpa timnya. Tercatat Mesut Ozil, Lucas Perez, Petr Cech, Kieran Gibbs dan
Santi Cazorla dipastikan akan absen pada laga ini, karena menderita cedera. Dengan kondisi tersebut, Wenger kemungkinan akan kembali menurunkan skema 4-3-3, dimana Olivier Giroud akan dipasang sebagai ujung tombak pada laga ini. Giroud nantinya akan dibantu oleh Alexis Sanchez dan Theo Walcott di sektor sayap. Di lini pertahanan, Wenger akan kembali menduetkan Laurent Koscielny dan Shkodran Mustafi, sementara David Ospina akan menggantikan posisi Petr Cech di bawah mistar gawang Arsenal. Di kubu tim tamu, pelatih Josep Guardiola datang ke kota London dengan membawa sejumlah masalah cedera. Tercatat Bacary Sagna, Pablo Zabaleta, Gabriel Jesus dan Ilkay Gundogan dipastikan absen pada laga ini karena cedera. Kondisi Kevin De Bruyne juga sedikit diragukan pada laga ini, setelah yang bersangkutan menderita cedera di Timnas Belgia pada jeda internasional kemarin. Guardiola diprediksi akan memainkan skema 4-1-4-1 dengan Sergio Aguero sebagai ujung tombaknya. Aguero akan dibantu oleh Leroy Sane dan Raheem Sterling dari sektor sayap. Pada laga ini Fernandinho kemungkinan akan kembali diplot sebagai bek kanan dadakan, sementara duet Nicolas Otamendi dan John Stones akan berjaga di jantung pertahanan The Citizens. Yang pasti, apa pun hasil pertandingan malam hari nanti, penonton dapat berharap disuguhi banyak gol. Tujuh pertarungan terakhir antara kedua kubu di ajang liga melahirkan 27 gol atau rerata 3,86 per partai. (kmb33/ap/rtr)
Messi Bisa Saja Tidak Kembali ke Timnas
Lionel Messi
BPMN/ap
Buenos Aires – Lionel Messi saat ini sedang menjalani periode larangan bertanding di empat pertandingan. Hukuman berat itu dia terima setelah dianggap bersalah menlontarkan hinaan pada hakim garis. Messi pun kembali dipersalahkan oleh publik Argentina. Bukan rahasia kalau dia terus dipermasalahkan suporter negaranya sendiri. Messi dinilai tak tampil maksimal bersama Argentina, beda jika dia tanding dalam seragam Barcelona. Kiper Estudiantes, Mariano Andujar yang merupakan rekan setim Messi di Timnas Argentina percaya bahwa Messi tidak perlu kembali ke Timnas Argentina, setelah ia mendapat banyak perlakuan yang tidak menyenangkan oleh para fans. “Sebenarnya saya berpikir Messi tidak harus repot-repot kembali, tapi dia selalu cinta untuk bisa tampil bersama tim nasional,” katanya, Sabtu (1/4) kemarin. “Tapi dia tidak perlu repotrepot. Kenapa dia harus kembali? Fans mau memberikan sorakan lagi? Mengapa dia harus repot-repot?,” sambung dia. Dilanjutkan Andujar, Messi kurang dapat hormat dari negaranya sendiri. Tuduhan-tuduhan yang mengarah ke Messi menunjukkan hal tersebut. “Tidak ada yang menghargai dia. Semua orang mengatakan, “mengapa di Argentina dia tidak bermain seperti yang dilakukannya untuk Barcelona,” tuduhan mereka mengganggu dia. Messi mengatakan, dia tidak akan bermain lagi dan mereka mulai memasang span-
duk pada 9 Juli meminta Messi untuk kembali. Anda tak bisa menghargai apa yang anda miliki sampai kehilangannya,” tegas kiper yang pernah juga memperkuat Napoli itu. Banyak yang tidak menyangka pemain berjuluk La Pulga bakal terkena sanksi karena perbuatan tidak menyenangkan kepada wasit. Sebab dia dianggap sebagai pemain yang tidak pernah berulah. Selain itu, kepribadian Messi juga sama sekali tidak mencerminkan hal tersebut. Dan kini tidak sedikit pula orang yang memberikan pembelaan kepadanya. “Hukuman itu sangat berlebihan. Itu juga mengejutkan bahwa FIFA melihat masalah ini, karena mereka tidak pernah melakukan sebelumnya,” tutur Wakil Presiden Barcelona Jordi Cardoner. Sebelumnya legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona juga marah dengan hukuman yang dijatuhkan kepada Messi. Dia bahkan menegaskan bakal mempertanyakan alasan hukuman ini, jika bertemu langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Messi sendiri sudah memberi penjelasan terkait insiden ini. Pemain berusia 29 tahun tersebut mengaku sama sekali tidak memiliki rasa ingin memaki wasit. Saat itu dia hanya sedang meluapkan kemarahan di atas lapangan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Asosiasi Sepak Bola Argentina akan melakukan banding atas hukuman ini. Namun, mereka sudah lebih dahulu memberi pembelaan kepada pemain asal klub Barcelona tersebut. (kmb33/ap)
San Paolo – Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Napoli, Gonzalo Higuain kembali ke San Paolo. Striker asal Argentina itu dinilai bisa mengatasi semua kemungkinan. Higuain resmi menjadi milik Juventus sejak bursa transfer musim panas lalu. Klub asal kota Turin itu mampu menyerahkan uang sebesar 90 juta euro yang diminta Napoli. Kepergian Higuain ke klub rival membuat publik kota Naples meradang. Spanduk kecaman pun dibentangkan untuk sang striker. Di pekan ke-30 Serie kali ini, Higuain akan kembali ke kota Naples untuk menghadapi mantan klubnya itu. Sambutan tidak hangat diyakini akan diterima pemain 29 tahun itu. Alex Sandro yang merupakan rekan Higuain di Juventus percaya bahwa temannya itu bisa mengatasi semua tekanan di San Paolo, Senin
(3/4) dini hari nanti. “Higuain adalah pemain berpengalaman dan bisa mengatasi semua situasi yang dihadapi dengan sangat baik,” kata Alex Sandro, Sabtu (1/4) kemarin. “Dia tenang melakukan persiapan dan berlatih dengan baik. Kami akan menghadapi tim kuat dan sangat berkualitas. Ini akan menjadi laga yang sangat bagus,” imbuhnya. Membela Napoli selama tiga musim (2013-2016), Higuain total membuat 91 gol dalam 146 pertandingan di semua kompetisi. Eks Real Madrid itu juga mengantar Napoli memenangi Coppa Italia dan Piala Super Italia. Penggemar Napoli sepertinya masih belum menerima sepenuhnya keputusan Higuain saat mengkhianati klub berjuluk Partenopei. Maklun saja, pemain berkebangsaan Argentina itu sebelumnya pernah mendapatkan tempat di hati pengge-
mar saat membela klub selama tiga tahun. Rasa kagum penggemar kepada mantan pemain Real Madrid tiba-tiba berubah menjadi kebencian saat dia memutuskan untuk berlabuh ke Juventus. Pepatah yang menyebut “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga” rasanya tepat jika dialamatkan kepada Higuain. Ada beberapa persiapan yang dilakukan menyambut laga penuh gengsi ini. Salah satunya menyiapkan tisu toilet dengan cover wajah Higuain. Entah apa alasan yang dilakukan oleh penggemar. Tapi yang jelas, tisu cover wajah Higuan yang mengenakan jersey Juventus dijual oleh penggemar di sekitar stadion. “Saya tidak mengetahui jenis sambutan apa yang akan didapat. Biasanya para fans sangat murah hati,” cetus Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis.(ap)
BPM/rtr
TISU - Gulungan tisu toilet berlabel Gonzalo Higuain akan menjadi sambutan para fans Napoli untuk mantan pemain bintangnya.
Mata Absen Panjang Pascaoperasi
Manchester – Juan Mata dipastikan akan absen memperkuat Manchester United hingga beberapa pekan mendatang. Gelandang asal Spanyol itu baru saja naik meja operasi. Mata menjalani operasi paha pada Kamis (30/3) lalu. Tidak diketahui secara pasti berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk memulihkan kondisi dan kembali siap bermain. “Juan sudah menjalani operasi pada kunci paha. Perkembangan selanjutnya atas proses pemulihan akan terus diikuti,” demikian pernyataan resmi The Red Devils, Sabtu (1/4) kemarin. Kehilangan mata jadi pukulan besar untuk MU dalam upaya mereka mengejar finis di posisi empat besar. Mata punya peran besar dalam rangkaian tak terkalahkan MU di 18 pertandingan beruntun Premier League, dimana dalam periode itu
dia mencetak empat gol, cuma kalah dari 11 gol Zlatan Ibrahimovic. Terlebih lagi, MU dihadang bulan April yang sangat sibuk. Total ada sembilan pertandingan yang harus dijalani MU bulan ini, termasuk dua laga perempatfinal Liga Europa. Mata adalah pemain andalan Jose Mourinho di MU. Dia sering tampil sebagai starter sejak Mourinho menukangi MU. Ini berbeda ketika kedua sama-sama berada di Chelsea. Ketika itu Mata bukan pilihan Mou, sehingga pemain Spanyol itu pindah ke Old Trafford. Namun, ketika Mourinho juga pindah ke MU, Juan Mata yang sempat diragukan ternyata bermain impresif bersama sang manejer asal Portugal itu. Oleh karena itulah ketika Juan Mata cedera, Mourinho tampak sangat gusar. Terlebih karena, dengan cideranya Mata menambah
Juan Mata
daftar pemain yang cedera di Old Trafford di saat tim asuhan Mourinho memasuki masa krusial di musim ini. The Red Devils akan menjalani periode sibuk dalam dua bulan terakhir berjalannya musim ini, mereka masih harus menjalani 11 laga di ajang Liga Primer Inggris dalam perjuangan untuk finis di posisi empat besar. United juga masih berlaga di ajang Liga Europa. Mereka akan menghadapi Anderlecht di babak perempat-final, jika sukses menjuarai kompetisi tersebut mereka dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan terlepas dari posisi di ajang liga. MU saat ini masih duduk di posisi lima klasemen Premier League dengan 52 poin, tertinggal empat angka di belakang Liverpool. Namun MU masih punya dua pertandingan sisa lebih banyak dibanding The Reds. (kmb33/ap)
BPM/ap
Minggu Paing, 2 April 2017
GELANGGANG
11
Sepakat Tim Juara Porprov Tak Otomatis ke Pra-PON
Denpasar (Bali Post)Bagi tim juara sepak bola di ajang Porprov tidak lagi otomatis skuadnya berlaga ke ajang Pra-PON. Pasalnya, skuad Pra-PON bukan hanya bermaterikan pesepak bola Denpasar dan Badung, tetapi memberdayakan segala potensi di kabupaten lain seperti Buleleng, Jembrana, Tabanan, Gianyar, Bangli, Klungkung dan Karangasem. Demikian terungkap dalam pemaparan visi dan misi kandidat Ketua Umum Asprov, Wakil Ketua Umum Asprov, serta anggota executive committee (exco) di KONI Bali, Sabtu (1/4) kemarin. Incumbent IGG Putra Wirasana menyatakan, materi pemain Pra-PON supaya diisi pemain terbaik dari seluruh daerah di Bali. Hanya pihaknya bisa tim Bali mengikuti ajang Pra-PON. . ‘’Saya belum bisa membayangkan seandainya tim sepak bola Bali lolos ke PON Papua 2020 nanti, ya biaya itu kan urusan KONI Bali,’’ kata dia. Dia berharap tim Liga Nusantara dari Bali bisa tembus tiga besar nasional, sebab berhak tiket promosi ke Liga-2 tahun depannya. Kandidat ketua umum Komang Mahendra Wistawan juga sepakat juara Porprov tidak otomatis ke Pra-PON dan harus dilakukan seleksi di tiap kabupaten. ‘’Jadi, tim Pra-PON dihuni pemain terbaik di Bali,’’ ucap Mahendra. Calon ketua umum Asprov PSSI Bali Wayan Suata juga setuju, upaya mencari bibit, menjaring pemain dari hasil kompetisi atau turnamen di kabupaten. Bahkan calon lainnya Ketut Suardana mengusulkan supaya dari Asprov rajin turun ke daerah, guna memantau kompetisi maupun turnamen untuk mencari bibit-bibit pesepak bola. Keempat kandidat siap meneken pakta integritas, jika gagal siap mundur. Pemilik klub Kundalini Putu Ngurah Ardika menyarankan agar ketua umum Asprov PSSI Bali harus berduit dan transparansi dalam keuangan. Wirasana menjawab, dirinya belum siap jika harus merogoh kocek pribadi dalam-dalam, tetapi ketua umum dituntut mampu mengelola manajemen profesional, termasuk mencarikan sponsor. Sementara utusan dari Asosiasi Pelatih Nyoman Ambara menggarisbawahi, memasang target di PON bukan sekadar mendampingi atau mengantarkan tim, namun mematok tim harus juara, tembus finalis atau semifinalis. Pada bagian lain, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi mengomentari, mengurus sepak bola itu melibatkan orang banyak, program banyak, tetapi duitnya sedikit. (022)
BPM/wan
JAMU CELEBEST — Tim tuan rumah PS Badung bakal menjamu tamunya Celebest FC Palu, Sulteng dalam latih-tanding di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Minggu (2/4) sore ini. Tim PS Badung dan Celebest sama-sama ingin mengetahui calon lawannya, sebab mereka sama-sama berada di Grup VII, Kompetisi Liga-2.
Sore Ini, PS Badung Jamu Celebest FC
Mangupura (Bali Post)-
Tim tuan rumah PS Badung bakal menjamu tamunya, Celebest FC Palu, Sulteng, dalam latih-tanding di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Minggu (2/4) ini. Kedua tim melakukan pemanasan sebelum melakoni laga resmi Kompetisi Liga-2, Grup VII, yang mulai digulirkan pertengahan April mendatang. Hanya bedanya, tim Celebest sudah terbentuk dua bulan, sedangkan PS Badung baru melakukan seleksi pemain.
BPM/022
PEMAPARAN — Suasana pemaparan visi dan misi para kandidat ketua umum dan wakil ketua umum Asprov PSSI Bali 2017-2021, termasuk kandidat anggota executive committee (exco), di gedung KONI Bali, Sabtu (1/4) kemarin.
Asisten Pelatih PS Badung Nyoman Sujata menjelaskan, pihaknya menjaring 25 pemain, dan memulangkan sekitar 40 pemain. Di antara 25 pemain seperti Wayan Gede Bayu Yusa, Wayan Agus Cair Ekaputra, Agus Setiawan, Agus Kayun Dwipayana, Asep
Triwahono, Vital Ximenez, Ketut Tirtanadi,Iqbal, Reza Gipari, Arif, Joni, Gede Yudi Antara, Elvis Nelson, seta dua kiper Febry dan Rizky. Bagi Sujata, meskipun asuhannya baru saja direkrut, namun dirinya tetap yakin sebab mereka ini bisa berlaga
di ajang kompetisi nasional. ‘’Jadi, saya tetap tak keder meladeni Celebest FC yang timnya sudah lama terbentuk,’’ tutur Sujata. Apalagi, menurut dia pihaknya bukan mencari kemenangan atau kekalahan, namun lebih memantau kualitas permainan
Hans Peter Puas Atas Penampilan BU
Gianyar (Bali Post)Pelatih Bali United (BU) Hans Peter Schaller mengaku puas terhadap penampilan asuhannya, utamanya saat meladeni 757 Kepri Jaya FC, hingga timnya unggul 3-1, dalam event bertajuk ‘Trofeo Bali Island Cup 2017’, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (31/3) malam lalu. BU merebut gelar juara dengan meraih poin lima, hasil unggul atas 757 Kepri Jaya 3-1, serta menang atas Celebest FC 3-0, melalui adu penalti. Celebest juara II merebut poin tig, hasil sekali mena ng atas 757 Kepri Jaya FC dengan skor 6-5 lewat adu penalti, serta kalah 0-3 atas BU juga melalui adu penalti. Sedangkan 757 Kepri Jaya FC juara III, hanya meraih satu poin dari kekalahan atas Celebest 5-6 melalui adu penalti. Kepada wartawan, Hans Peter Schaller mengakui, ketika timnya meladeni 757 Kepri Jaya, seluruh lini hidup, bahkan kinerja defender dalam menghalau tiap serangan lawan patut diacungi jempol. ‘’Saya kira persiapan kami cukup untuk mengarungi kompetisi Liga-1,’’ ucap pria berkebangsaan Austria ini. Sejauh ini pihaknya belum tahu di kubu Tim Serdadu Tridatu bakal menambah pemain atau tidak. ‘’Saya kira ini urusan manajemen ya,’’ kilahnya. (022)
Hans Peter Schaller
kemudian unggul atas 757 Kepri Jaya FC 6-5, juga melalui adu penalti. ‘’Kami juga ingin melihat penampilan PS Badung sambil melakukan evaluasi,’’ kata Rudi Eka. Oleh sebab itu, pihaknya akan mencoba menurunkan seluruh skuadnya saat menjajal PS Badung. ‘‘Beberapa pemain yang belum turun saat meladeni Bali United dan 757 Kepri Jaya FC, akan kami pasang semuanya, sebab saya ingin mengetahui skill-ball mereka,’’ sebut Rudi Eka. (022)
Mitra Devata Atasi Garuda Dalung
Askot PSSI Denpasar Rampung Susun Kabinet
Denpasar (Bali Post)Askot PSSI Kota Denpasar telah merampungkan penyusunan kepengurusan, sebagaimana amanat kongres PSSI Denpasar yang memberi batas waktu hanya sepekan. Selanjutnya, jajaran pengurus bakal menggelar rapat kerja (raker) utamanya menyusun program. Ketua Askot PSSI Kota Denpasar Eko Supriadi di Denpasar, Sabtu (1/4) kemarin menuturkan, prpgram kerja ke depan seperti pembentukkan tim U-15, Soeratin, Porprov, sampai dengan Liga Nusantara. ‘’Untuk komposisi pemain Linus Perseden, enam pemain U-23 , plus lima pemain usia bebas di lapangan hijau,’’ tutur Eko. Sementara untuk pemain Porprov telah disepakati U-23, mengacu hasil kongres Asprov PSSI Bali. Hanya jika acuannya U-23, mereka sudah tidak bisa lagi memperkuat Bali di ajang Pra PON. Apalagi KONI Bali mengarahkan supaya pemain Porprov U-21, sebab mereka kelak bisa berlaga di ajang Pra-PON. Bahkan menurut Eko Supriadi, meskipun keputusan tersebut hasil kongres tertinggi dan didukung beberapa daerah, namun masa kepengurusan Asprov PSSI kan sudah demisioner dan kedaluwarsa. ‘’Saya kira ketua umum PSSI terpilih masa bakti 2017-2021, bisa menganulir atau merevisi keputusan tersebut, mengingat PSSI ini merupakan salah satu cabor yang tetap bernaung di bawah KONI Bali dan harus tunduk pada induknya’’ papar Eko. (022)
kedua tim, yang sama-sama menghuni Grup VII. Selain itu, dirinya juga dikejar batas waktu pendaftaran pemain. ‘’Saya juga belum tahu, apakah bakal ada penambahan pemain lagi atau tidak. Mengingat kompetisi Liga-2 sudah di depan mata,’’ ujarnya. Sementara pelatih Celebest FC Rudi Eka mengomentari, pihaknya ke Bali memboyong 25 pemain. Mereka pascamelakukan latih-tanding melawan Bali United yang kalah 0-3 melalui adu penalti,
BPM/ist
Gerry Salim
Gerry Salim Pecahkan Rekor
Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata sukses mengatasi lawannya, Garuda Dalung dengan skor 8-2 dalam laga uji coba di Lapangan Tri Cakti Legian, Sabtu (1/4) kemarin. Dalam laga yang dipimpin wasit Nyoman Nesa, kedelapan gol yang bersarang ke gawang Garuda Dalung hasil bidikan Nyoman Rafik Armawan (3 gol), kemudian Edy Supriyono (2 gol) dan masing-masing sebiji gol disumbangkan Komang Mariawan, Bayu Sutha dan Wayan Kartadnya. Koordinator Purwanto Iman Santoso menyatakan, latihtanding menggunakan sistem 3X30 menit. Pada 30 menit pertama Rafik Armawan mampu mencetak gol cepat, tetapi Ga-
ruda Dalung mampu membalas dengan dua gol hingga di babak ini Mitra Devata unggul 3-2. Pada 30 menit kedua praktis Mitra Devata mendominasi permainan, bahkan menambah tiga butir gol, hingga skor 6-2. Pada 30 menit ketiga kembali Mitra Devata menguasai pertandingan. Akan tetapi, Garuda Dalung juga tak mudah menyerah dan mereka mencoba melakukan serangan balik cepat. Kenyataannya Rafik Armawan sukses memperbesar kemenangan timnya dan sampai wasit Nesa meniup peluit panjang, skor akhir Mitra Devata unggul 8-2. Dalam laga kemarin Mitra Devata diperkuat Gustavo Chena dan pemain timnas era 1980-an, Billy Tjong. (022)
Indonesia Raya Berkumandang Pesepak Bola Badak Putra di ARRC 2017
PEMBALAP Astra Honda Racing Team (AHRT) Gerry Salim sukses memecahkan rekor, sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik di podium tertinggi, kelas Asia Production 250. Lagu kebangsaan Indonesia Raya pun berkumandang pada ajang balap paling bergengsi di Asia, Asia Road Racing Championship (ARRC) 2017. Bersama tunggangannya, Honda CBR250RR Gerry Salim berhasil menunjukkan performa sensasional sepanjang balapan dan menjadi kebanggaan bangsa. Gerry Salim mencatatkan waktu 20:52.279 untuk menyelesaikan 12 lap, dengan Honda CBR250RR di sirkuit Johor, Malaysia. “Saya senang bisa naik
podium sesuai dengan target. Sejak awal lap saya sudah optimis menang, saya terus menggeber kecepatan motor agar selalu konstan dan tetap tenang hingga akhir race,” ujar Gerry Salim. Kesuksesan itu juga diikuti rekan satu timnya di AHRT pada kelas AP250, Rheza Danica Ahrens. Ia mampu menyelesaikan balap di posisi keempat dan Awhin Sanjaya di posisi kelima. “Saya bersyukur bisa menempati posisi keempat dan cukup puas dengan hasil balapan ini. Tetapi saya akan tetap berusaha lebih keras untuk race berikutnya supaya bisa menapaki podium,” ujar Rheza. “Saya start dari posisi ke
12, namun dengan berjalannya balapan saya dapat mempelajari celah-celah lawan di depan, hingga akhir finis saya masuk lima besar,” tutup Awhin. President Director PT Astra Honda Motor Toshiyuki Inuma, yang turut menyaksikan langsung balap AP250 ARRC 2017 di sirkuit Johor, Malaysia pun juga larut dalam kegembiraan. “Saya ingin menyampaikan rasa bangga dan terima kasih saya atas kemenangan Gerry, serta kepada Rheza, Ahwin dan seluruh tim Astra Honda Racing Team atas kerja kerasnya dan performa terbaiknya. Kemenangan pertama bersama Honda CBR250RR merupakan sukses spektakuler,” ucapnya. (bns)
U-15 Masuk Diklat Safin
Mangupura (Bali Post)Tercatat lima pesepak bola SSB Badak Putra Buduk, Badung lolos seleksi bergabung dengan Diklat Safin, Pati, Jateng. Mereka adalah Valdo, Figo, AA Ajus, Dewa Bintang, dan Ridho. Pelatih SSB Badak Putra Buduk Budi Santoso di Badung, Sabtu (1/4) kemarin menerangkan, kelima pemain asuhannya telah mengikuti tiga kali seleksi. ‘’Peserta seleksi berdatangan dari Malang, termasuk Papua,’’ kata Budi Santoso. Dikemukakan, total peserta seleksi 150 pemain dan yang lolos hanya 18 pemain. Saat ini 13 pemain yang lolos seleksi sudah bergabung dan berlatih di Pati, tinggal lima pemain dari Badak Putra Buduk yang menyusul. ‘’Kelima pemain ini sedang duduk di bangku kelas III SMP. Mereka akan menyusul setelah kelulusan sekolah,’’ katanya. Rencananya mereka ini akan mengikuti turnamen U-15 dan selama menghuni Diklat Safin dibebaskan dari segala biaya. ‘’Diklat Safin U-15 ini ditangani pelatih Selamet,’’ jelas Budi. (022)
Jesica Moeljati Tundukkan Ade di Final Balikpapan (Bali Post)Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Kalimantan Timur Open 2017 yang baru saja berakhir, Sabtu (1/4) kemarin di GOR Hevindo Balikpapan, banyak melahirkan juara baru. Salah satunya yakni di nomor tunggal dewasa putri. Pebulu tangkis besutan Shamrock Medan, Jesica Moeljati secara mengejutkan keluar sebagai juara setelah di laga final, mampu menundukkan andalan PB Exist Jakarta Ni Made Pranita Sulistya Devi yang akrab
disapa Ade. Tanpa kesulitan yang berarti, Jesica mampu menyudahi perlawanan Ade dengan kemenangan telak dua game langsung 21-17 dan 21-11. “Senang sekali di luar dugaan bisa juara. Kunci kemenangan di pertandingan final, saya berani melayani permaian lawan dan berusaha agar tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Akan tetapi, faktor kemenangan saya di Sirnas kali ini, karena saya bisa terus semangat di setiap pertandingan dan persiapan
yang cukup matang sebelum berangkat ke sini,” tutur Jesica usai laga. Perjalanan Jesica di seri kedua Djarum Sirnas kali ini terlihat mecolok ketika dirinya mampu menundukkan si “Ratu Sirnas” Hera Desi Ana Rachmawati dari Mutiara Cardinal Bandung pada babak semifinal, Jumat (31/3) lalu. “Setelah bisa mengalahkan Hera di Semifinal, saya menjadi lebih percaya diri menghadapi lawan. Dan semoga ke depannya saya bisa mempertahankan gelar,” tuturnya. (kmb)
BPM/ist
GABUNG SAFIN - Lima pesepak bola Badak Putra Buduk yang bergabung Diklat Safin, yakni Dewa Bintang (kiri), Valdo, AA Ajus, Figo, dan Ridho.
LAGA
12
Minggu Paing, 2 April 2017
Miami Open
Federer Jumpa Nadal di Final
Miami – Petenis Swiss, Roger Federer membutuhkan waktu lebih dari tiga jam untuk membungkam perlawanan petenis Australia, Nick Kyrgios di babak semi final turnamen Miami Open 2017, Sabtu (1/4) kemarin. Petenis Swiss tersebut sukses menaklukkan Kyrg i o s d a l a m p e rt a rung a n ketat selama tiga set, 7-6 (11-9), 6-7 (9-11), 7-6 (7-5). Federer yang dapat dukungan dari mayoritas penonton, sempat di-break servisnya di game pertama. Namun, dia kemudian berhasil bangkit dan lolos dari dua set poin Kyrgios untuk menangi gim perdana melalui tie break. Gim kedua berjalan sama sengitnya, dengan kali ini gantian Kyrgios yang menang juga melalui tie break. Pada gim penentuan, kedua
petenis sempat berada di posisi sama kuat 3-3 dan 4-4. Servis double fault yang dilakukan Kyrgios saat dalam posisi 5-5 di gim terakhir menjadi titik balik petenis asal Australia itu. Federer yang dapat kesempatan servis memanfaatkan dengan sebaik-baiknya hingga bisa mengunci kemenangan. Setelah lolos ke babak f ina l Miami Open 2017, Federer akan menghadapi petenis Spanyol, Rafael Nadal. Nadal sendiri sebelumnya sukses mengalahkan petenis Italia, Fabio Fognini
dengan dua set langsung 6-1, 7-5, pada Jumat (31/3) kemarin. “Federer petenis luar biasa. Saya tidak sabar menghadapinya. Final nanti merupakan tantangan besar,” ujar Nadal. Nadal memiliki keuntungan untuk memenangkan final, Senin (3/4) besok. Fisik Federer kemungkinan terkuras karena membutuhkan tiga jam 10 menit untuk menaklukkan Kyrgios. “Sebuah pertandingan ketat. Kyrgios talenta luar biasa. Saya bahagia bisa memenangkan laga dengan
cara seperti ini,” ungkap Federer. “Mesti diakui, hasil partai bisa condong ke arahnya. Sekarang saya bersiap bertemu Nadal. Tahun 2005, saya semestinya kalah dari Nadal yang lebih muda. Final nanti akan super,” imbuhnya. Pertemuan di babak final ini memberikan kesempatan bagi Nadal untuk membalaskan dendam, setelah dikalahkan Federer dalam turnamen Australia Open pada Januari lalu. Ini adalah final kelima Nadal di Miami Terbuka. Empat kesempatan sebelumnya Nadal dikalahkan Roger Federer (2005), Nikolay Davydenko (2008), dan Novak Djokovic (2011, 2014). (kmb33/rtr)
Memphis Lolos ke ”Playoff” FedExForum, Sabtu (1/4) kemarin. Ini merupakan tujuh musim beruntun tim berlogo kepala Serigala itu lolos ke playoff. Tim besutan David Fizdale
boleh dikatakan cukup beruntung, mengingat pesaing terdekat mereka Denver Nuggets tumbang Charlotte Hornets dengan 114-122. Terlepas dari bantuan dewi keberuntun-
BPM/ap
MENANG - Petenis Swiss Roger Federer merayakan kemenanganya atas Nick Kyrgios di ajang Miami open dengan berteriak ke arah kamera, Sabtu (1/4) kemarin.
Honda Perlu Perbaikan Performa
DISKUSI - Pemain Memphis Grizzlies Zach Randolph (50) berdiskusi dengan pelatih David Fizdale.
gan, namun Grizzlies patut berterima kasih pada Mike Conley. Conley tampil memukau saat menghajar Mavericks. Pebasket berusia 29 tahun mencetak 28 poin, lima rebound dan enam assist. Penampilan apik Conley didukung oleh Zach Randolph. Randolph mencetak double-double dengan 22 poin dan 12 rebound. “Ini sebuah prestasi, karena kami mampu merebut tiket dalam tujuh tahun berturut-turut. Saya senang melihat hasil ini, terutama kami bermain ke playoff,” tutur Conley. Grizzlies sempat nyaris gagal menang di laga ini. Mavericks mampu memangkas jarak menjadi hanya tertinggal empat poin ketika pertandingan tersisa satu menit. Namun momentum tersebut tak bisa dilanjutkan oleh Mavericks. Dua kali tembakan tiga angka dari Wesley Matthews dan J.J. Barea meleset dari sasaran. Grizzlies memastikan kemenangan setelah Conley dengan dingin mengeksekusi lima lemparan bebas. Di bagian terpisah, Fizdale mengatakan ia lega bisa mengantarkan tim meraih tempat di babak playoff dengan enam pertandingan tersisa. “Saya senang untuk mendapatkan hasil ini di debut pertama saya sebagai pelatih Memphis. Saya bersikeras tidak ingin menjadi pelatih pertama yang gagal bermain di playoff dalam enam tahun terakhir,” jelasnya. (kmb33/ap)
Aalst – Kejuaraan dunia MotoGP musim 2017 harus dibuka dengan kondisi yang kurang mengesankan untuk kedua pembalap Tim Repsol Honda, yakni Marc Marquez dan Daniel Pedrosa. Keduanya gagal meraih podium dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Losail tersebut. Marquez hanya mampu menempati urutan keempat, sementara Pedrosa berada tepat di belakangnya atau menempati urutan kelima di MotoGP Qatar. Hal itu membuat Direktur Olahraga Tim Honda, Livio Suppo berkomentar. Ia membenarkan bahwa sepeda motor yang dikendarai oleh Marquez dan Pedrosa, yakni RC213V memang mengalami masalah pada bagian ban depan, sehingga membuat proses pengereman tidak berjalan mulus. “Kami menggunakan ban yang terlalu lunak untuk kebutuhan mesin kami. Hal itu berdampak terhadap sulitnya bagi mereka melakukan pengereman sepanjang balapan kemarin,” jelas Suppo, Sabtu (1/4) kemarin. “Terlebih sirkuit Losail memiliki jenis lintasan yang sangat menuntut setiap pembalap melakukan pengereman secara kuat. Dan itu menjadi masalah utama hingga akhirnya kami tak bisa bersaing dalam perebutan podium,” imbuhnya.
Tiongkok. Sebuah film berdasarkan kisah hidup Li yang disutradarai Peter Chan akan tayang tahun ini. “Dia benar-benar mengejutkan saya tentang apa yang ingin dia lakukan di masa pensiun dan bagaimana cara dia mengembangkan banyak bisnis,” kata Eisenbud. Nama Li Na menjadi besar di Tiongkok, ketika dia mengalahkan petenis Italia, Francesca Schiavone di lapangan tanah liat Roland Garros pada 2011. Pertandingan tersebut disaksikan lebih dari 116 juta orang di negeri Tirai Bambu itu. Li yang juga menjuari Australia Terbuka 2014, dan kemudian meraih peringkat dua dunia di tahun yang sama. Hingga sekarang ia masih menjadi salah satu bintang di Tiongkok dengan
lebih dari 23 pengikut di akun media sosial Weibo. Terkenal karena keagresifannya di dalam lapangan, Li kerap kali berseteru dengan federasi tenis China terkait beberapa isu seperti uang hadiah. Namun, kemenangan bersejarah Li di Paris membuat olahraga tenis menjadi semakin dipandang di negaranya. Berdasarkan Federasi Internasional Tenis, kurang lebih 15 juta orang sekarang bermain tenis. Jumlah tersebut meningkat hingga satu juta orang sejak 1988. Usai memenangkan Perancis Terbuka, Li menandatangani berbagai kontrak komersial dan menjadi atlet wanita dengan bayaran kedua termahal di dunia setelah Maria Sharapova. (kmb33/rtr)
SUSUL - Pembalap Honda Marc Marquez (93) mencoba menyusul Andrea Dovizioso di ajang MotoGP di sirkuit Losail, Qatar.
Memphis – Memphis Grizzlies memastikan tempat di babak playoff Wilayah Barat setelah menyudahi perlawanan Dallas Mavericks dengan 99-90 di
BPM/ap
Li Na Masih Laris
Beijing – Li Na menggantungkan raket tenisnya, alias pensiun tidak lebih dari dua tahun. Akan tetapi, nama juara Grand Slam dua kali tersebut tetap laris di dunia bisnis. Li sangat sibuk setelah memutuskan untuk pensiun dari dunia tenis pada 2014, karena serangkaian cedera yang dideritanya. Perempuan yang kini berusia 35 tahun tersebut sibuk mengurus dua orang anaknya dari suami yang dulu merupakan pelatih tenisnya, Jiang Shan. Ia juga memiliki akademi tenis di Tiongkok, untuk membantu petenis muda sebagai prioritas utamanya. “Kami tidak ingin hanya membuat sebuah akademi dan menempatkan nama ‘Li Na’ di sana,” kata Max Eisenbud, agen Li Na, Sabtu (1/4)
kemarin. “Li Na ingin sebuah sekolah dengan sistem yang berjalan sangat baik,” katanya menambahkan. Walau pensiun, kebesaran nama Li di dunia tenis membuatnya masih laku di pasaran. Tahun lalu dia menghasilkan lebih dari 20 juta dolar AS, atau lebih dari 266 miliar rupiah dari berbagai proyek dan kontrak komersial dengan Nike, Mercedes Benz dan Rolex. Penghasilan tersebut lebih besar dua juta dolar dari tahun terakhirnya di dunia tenis. Saat ini Li dan suaminya sedang merintis perusahaan produksi televisi sendiri. Nantinya perusahaan tersebut akan menayangkan pengalamannya saat menjadi petenis dan pengalaman para atlet terkenal dari cabang olahraga yang berbeda di
Li Na
BPM/ap
Marquez sendiri sebenarnya bukan tanpa upaya di Qatar. Dalam sesi tanya jawab dengan media setelah race berlangsung, ternyata ia masih mengeluhkan problem besar Honda soal akselerasi yang tak kunjung rampung hingga kini. Hal itu membuat Marquez dan timnya terus putar otak untuk coba mengakali problem ini, mengalokasikan penggunaan ban depan Michelin dengan kompon Hard pada saat balapan berlangsung. Strategi ini diharapkan dapat membantu dirinya berduel untuk posisi satu. Secara terperinci, ban depan kompon Hard setidaknya tidak akan cepat habis tergerus jika Marc mencoba memainkan rem depan untuk mengatasi kelemahan akselerasi Honda. Akan tetapi, apa daya strategi Marquez ini akhirnya kalah dengan kuasa alam. Saat mulai turun rintik gerimis di langit Qatar, permukaan sirkuit pun mulai menjadi lembab dan dingin. Senada dengan saran dari pihak Michelin, Marquez sudah tidak punya opsi selain mesti beralih ke penggunaan ban depan dengan kompon Medium, jika ia tidak ingin berakhir di gravel pada balapan perdananya di musim 2017 ini. Pada prosesnya, dengan penyesuaian strategi
itu, baru lima lap berjalan saja ban racikan Michelin berkompon Medium di motor Marquez sudah mulai tergerus, karena tidak sanggup meladeni gaya balapnya. Akhirnya Marquez pun hanya mampu mengejar target sederhana di Qatar finis dan mejaga posisi empat. Melihat kondisi ini, tampaknya Honda belum melakukan evaluasi atau membuat perkembangan signifikan dari sisi performa motor. Di sisi lain pabrikan lain mulai menampakkan peningkatan performa cukup baik, seperti Suzuki lewat Andrea Iannone yang sudah mampu bersaing untuk podium atau seperti Yamaha Tech 3 lewat pembalap rookie Johan Zarco yang sempat memimpin hampir dua detik di depan nama-nama besar seperti Marquez dan Valentino Rossi. Iannone dan Zarco pada akhirnya memang berakhir di gravel, tapi pamer aksi mereka seharusnya menjadi tamparan keras bagi kubu Honda, apalagi saat Aleix Espargaro dengan Aprilia RS-GP-nya mampu beberapa kali melewati Pedrosa. Jika Honda tidak kunjung berbenah dan keluar dari tekanan, maka target Marquez atau Pedroasa untuk menjadi juara dunia musim ini bisa sirna dalam sekejap. (kmb33/rtr/ap)
BPM/ap
Sastra
Redité Paing, 2 April 2017
13
I Kaki Dengkil
Walesabrata SAMPUN lumrah, wénten jatma sané kasengguh dueg, naler wénten sané kasengguh belog. Makudang-kudang satua indik I Belog punika makéh katampén saking rihin. Minakadi I Belog Numbas Bébék Puyung, I Belog Ngutang Wangké, I Belog Nganténang Wangké, I Belog Ngangon Bébék, tur sané siosan. Sapunapi ngawinang asapunika? Sapusira kasengguh belog tur sapusira sané kasengguh dueg tur pascat? I Kaki Dengkil lempuyengan sirehné ngamanahang indiké punika. Napi pabuaté I Kaki Dengkil ngwilangin indiké punika? Nénten wénten sané uning! Sinah asapunika, santukan Ipun arang pisan magendu wirasa sareng wargi Tepisiringé sané siosan. Kadirasa, wantah mabaosan sareng warginé, jag sampun ja Ipun ngupet-upet, sapuniki kaon, sapunika pelih. Pinih akéh, mapi-mapi mapitutur. Sapunapiang warginé jagi purun nampek, wantah sanunggil kacunduk sampun kaupetupet tur katuturin antuk tutur kémanten? Napi malih warginé sané marasa kirang. Sinah tuturné jagi lémpas, kalis tan karasaang. I Kaki Dengkil waluya asapunika kawéntenannyané, papak cahcah, papak cohcoh. Mamanah padéwékan, nepasin padéwékan, negesin padéwékan, tur anggéna padéwékan. Sakadi makarma padéwékan, rasaanga padéwékan. Asapunika nyen kawéntenan I Kaki Dengkilé ngraina. Sané mangkin, sawiréh ngamanahang sapusira sané kasengguh I Duég tur sapusira sané kasengguh I Belog, blangsah Ipun pating sahsah. Nénten janten napi sané karyanina. Glebag-glebug, saget negak, sagét klincakklincak Ipun mamargi. Sesampuné nyansan ngwengiang, Ipun mawali negak ring ambén kubonné magalar tiing bubukan. “Belog? Yén saja cara satuané, ambat ya? I Belogé ento sajan-sajan ngéwehin. Ban belogné tusing sajan nawang unduk. Apaké sajan I Belogé ento kamula belog? Apa ané ngorahin masé belog? Ngudiang méménné ngorahin meli bébék ané baat-baat, tusing ané mokoh-mokoh? Lamun kéto anaké belog sujatiné bisa ulian piteketé pelih?” Asapunika I Kaki Dengkil ngwawanin nuréksa, kantos nénten rasaanga déwékné ngrémon sakadi punika. Asapunika kocap, sujatiné anaké sané nyengguhang déwék dueg midep ngawinang anaké siosan dados belog. Wantah asapunika, nénten ké anaké sané kasengguh dueg punika sujatiné sané belog? Kantos wénten satua anaké belog naler prasida munggah ka sunya nirbana, sakadi kabaos ring tutur tamtamé. Kantos mrika kocap sané manahanga antuk I Kaki Dengkil. “Yén pungkesang, anaké kasengguh belog ento minakadi anaké tusing bisa ningehang tutur, sigug, tempal cara arit mangan pasilih, ajum ngaduada, pariceda demen ngidih! To awanan ada satua I Belog Ngantenang Wangké! Nepasin apa ané tepukina jatma urip atawa jatma padem dogén tusing kakeneh baana. Mara nepukin jlema jegég, jeg saupa anggona kurenan. Tusing tawanga anaké jegég ento sujatiné suba mati! Kéto nyen anaké belog sujatiné jatma tan pangrasa!” I Kaki Dengkil sampun tatas mangkin sapusira jatmané sané kasengguh belog. Asapunika ké? Wantah cumpu, minab sayuwakti jatmané belog kamula wénten tatengerannyané. I Belog punika nénten midep miragi tutur, sigug, tempal, ajum, ngaduada, tur pariceda. Uripné sakadi kepasilan, prasida urip wantah wénten sané gandongina. Pikobetnyané, sapunapi pikamkamné wantah palekadannyané kamula belog? Ngudiang Ida Bhatara ngripta jatma sané asapunika? Sayan wengi, sayan jenget I Kaki Dengkil ngamanahang indiké punika. “Aluh tegesné ento.... Sujatiné Ida Bhatara ngripta sekancan ané ada apang ada ané kenehang. Ento awanan ada ané kasengguh para sujana, para bhujangga, para pandya, para wiku. Sawatek pradnyané ento patut selehina antuk Ida Sang Angawarat. Dadianga duta apang prasida saja baos tetujoné Sang Angawarat ngardi ksayanikang nahan prayojana! Nyirnaang sekancan papané ané niben warginé, pamekas masé apang I Belog prasida nangun urip!” Ngadébras I Kaki Dengkil mabaos asapunika. Sakadi wénten sané ajaka mabaos tengahing daluné puniki. Rasanga sampun peteng dedet guminé. Punika kocap awanan wénten gagelaran Sang Angawaraté sané kabaos Walesabrata. Gagelarané punika maartos, sapusira ugi sané ngadeg ratu dados Sang Angawarat patut nyelehin para sujanané katunasin pamatut tur kasudi mangda dados duta nyirnayang sekancan papa warginé punika. Sapusira ugi kasudi dados Sang Angawarat, sinah pascaté sampun mabukti. Nanging, para sujanané sané tan kirang pascatnyané kantun makéh ngupapira urip ring tengahing warginé. Punika awanan Sang Angawarat nénten dados pasah saking para sujanané sané siosan. Ngiring astitiang mangda Ida Sang Angawarat yukti ngelarang Walesabrata. Mangda digelis sekancaning papané sané nibén warginé makasami digelis sirna. (Jelantik)
Ring Tungtunging Lidah I Madé Suarsa BOYA Walu Naténg Dirah, boya Wirada Sungsang, boya Régék Tunggék, boya Gégér Mayang, boya Dayu Datu, boya Dayu Intaran, boya Gdé Basur, taler boya Ki Balian Batur, manggala-manggala pamikukuh aji panyalonarangan, pangajeg aneluh anésti anrangjana, pangarep aji wegig, panglantur amaténi wong tan padosa, kawisésan sané kapaica olih Hyang Durga Bérawi, anusuping tungtunging lidah. Lidah panjang, kala mamurti kala, tungtung lidah labuh bhumi, nyapsap lemah, napak pertiwi, nyinahang kautaman nyihnayang kawisésan tan pahinggan. Yén sampun kénten, ten wénten purun mapas, katekaning Banaspati Raja kalilih raris. Raris sira? Sira raris, madrué kadurgaman kawisésan ring tungtunging lidah se-
jabana manggala-manggala aji pangléakan ring ajeng? Sukskel tan kadi-kadi kayun dané Gusti Ayu Madé Arwati miragiang iur wretané sabanjaran Mekar Bhuana, méhméh sa-Désa Pakraman Dang Ambian. Dané kadalih ngawa sabuk poléng, perkakas aéng, aji panangkeb, anak lanang ngeb makakeb, sida ngungkulin anak lanang biasané lancang, nreptiang anak alit biasané sulit. “Amonto judesné Gusti Aji, akatih ja Gusti Biang mabaos, jag nadak sara maadin jubel nyutcut, cara bikul enceb.” “Kadung suba kena pentil to.” “Saja. Yén kacang cenik totonan kanti maan mentil, aruuuhhh jag aidupan niwang.” “Ajina cenik kéto aa.”
“Cenik barangné, gedé rangsangné.” “Pentil apa to Mbok?” “Ah benya nu cerik, sing dadi. Berek gigié nyén. Nah té, selegang nyait cepér! Kayang ngantén pasti tawang Luh. Tusing ja joh tongosné.” Ring pajejaitan, pajongkokan, pategakan, pabongbongan, Gusti Ayu Madé Arwati setata dados tanggun satua, anak istri melik sida nangkeb makakeb anak lanang, asing-asing ngiring mabebaosan, lanang yata istri laut kadaut, neket kadi engket, némpél kadi tompél. Napi malih sareng mabebaosan, ri kala nyingak jejaeg dané manten, tegeh lan boboté nyepek, sampun klepek-klepek. Bilih-bilih mabusana adat, pamuluné putih gading nyelag pepilahan brokat nyrangcang, bongkol susuné nyumbil nyangongak manreng langit, sang ngaton kadi keni aji-ajian mantram kebo mabalih gong. “Apa yang salah dengan Mama, Pa?” Pitakén Gusti Ayu sarauh saking maturan ring Pura Banjar patoyan Tumpek Wariga. “Maksud Mama?” “Mama liwat di warung, jag uli joh menék tuun Mama pelenga tekén bapakbapak, truna-trunané.” Ping tiga ping pat Gusti Ayu Madé Arwati matakén ring rabi, Gusti Aji setata nyawis ingan dangan gegampangan, mangda ten ngrunguang anak ngéndah pélag ring marginé, duaning siraké anak lanang nénten seneng nyingak anak luh jegég, anak istri listuayu? Gusti Ayu Madé Arwati nénten sreg ring panyawis rabinné. Sané kabuatang, napi mawinan lanang-lanang, lan alit-lingsir lanang-istri asing-asing kairing mabebaosan, pramangkin leket rumaket ring dané. Wastu Gusti Ayu nakénin ring sraya kanti luih, genah mageguron anggah-ungguhing basa Bali. “Dados bisa kénten Jik? Napi iwang tiang?” “Ratu ten iwang.” “Napi kirang tiang?” “Ten kirang napi.” “Lek tiang Jik.” “Sampunang lek. Nika gegodan. Sampunang runguanga!” “Béh sera panggang sera tunu,” krumuk Gusti Ayu jroning kayun, sinambi sinarengan Gusti Madé Suastika nglanturang ngajeng anaman, sambel matah, ayam betutu, lungsuran Ida Bhatara ring Padmasana sekolah sawusan marebu nuju sugihan nyanggra rainan jagat Galungan. Dané ten sreg ring panyawis lanang-lanang kalih sané banget kakusumayang, doning bukti-bukti maweweh bukti. Bukti malih soréné kala marebu ring Pura Banjar. Ida Ayu Niang Lingsir, gébrasan nyagjagin Gusti Ayu, ngelut madian dané, ngasabin kwaca brokat, wastra sutra alus. “Aduuuhhhh uli tuni Ibu ngantosang Ida. Yén ten wénten Ida suung-suung keneh Ibuné.” “Nggih Bu. Wawu tiang kantos soré marebu ring sekolah.” “Jakti Bu Gusti. Yén ten rauh, sami nakénin Bu Gusti cantik.” “Yén sampun nak jegég, napi anggéna pangus. Napi malih busana mael.” “Bu Gusti, niki wacénin Puh Ginada kalih pada ring Dharma Tattwa!” “Pradé wénten parajana, maurip ring jroning bhumi… Kénten Tu….” “Ha… ha… ha… ha… ha….” Panyanggra égar saling langkungin,
-0-
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Brahmana Brahman
Nyama Padidi
Olih : I K. Satria, S.Ag KACARITAYANG raris sampun akéh piteket-piteket sané kapolihang olih para brahmanané saking brahmana utama ring tengahing alasé, sakémaon kantun akéh sané patut resepang tur katunasang majeng ring sang sujana utama. Punika mawinan nglantur raris kasatuayang sakadi ring sor puniki. Sané mangkin katunasang sekancaning pamargi sané madué kautaman ring jagaté mangda prasida kabaosang dados jatma mautama sané tiosan. Napi mawinan punika katunanasang, duaning wénten pabinayan antuk ngayunin makasami punika. Lianan punika, dahat méweh kauningin olih parajanané, punika mawinan patut pisan kauningin. Akéh sané sampun nyihnayang indik kahuripané sané kaliput olih swadharma-swadharma sané mautama tur patut margiang, taler indik swadharmané punika pacang prasida kamargiang sangkaning madué kaweruhan sané mautam. Swadharmané punika boya wantah ring kahuripan sekala, sakémaon kahuripan ring genahé tiosan taler pateh. Yéning selehin, sesampuné jatmané mawali budal tur nyujur niskala, taler kantun wénten swadharma sané patut margiang minakadi ngelarang sekancaning yadnya sané mautama. Swadharma punika pacang ical sinarengan sareng kawéntenan Panca Maha Bhutané. Wénten taler sané maosang indik susastra miwah daging upacarané wantah pinaka sarana ngélingin déwék, sané kapatutannyané nénten pisan prasida kacumpuin. Ring genahé sané tiosan, wénten taler sané maosang parindikan sané kacumpuin wantah kapatutan sané nénten malih dados baosang! Indik kalanggengané punika taler wénten sané durung cumpu saha setata kabligbagang. Wénten sané maosang malih indik makasamian sané wénten ring jagaté puniki wantah nénten langgeng. Susastra indik sekancaning sané wénten miwah nénten wénten wantah pinaka kautaman tur kaluwihan sané nelebin kahuripan antuk sadana kaweruhan. Wénten makudang-kudang brahmana sané sampun maosang déwék pawikan ring parindikan Brahman, wénten taler sané ngantos maosang angga sané pinih utama sané nguningin Brahman. Sakemaon yéning selehin raris sujatiné nénten sakadi asapunika. Wénten taler sané tiosan sané maosang raga sampun nguningin kawéntenan jagat sekala niskala. Ngayunin kawéntenané punika raris kabaosang indik kawéntenan sekala miwah nisakalané nénten wénten paiketannyané ring pikayunan brahmana sané sampun tatas. Kabaosang, indiké punika dahat mabinayan. Wénten taler sané maosang indiké punika mabinayan sangkaning pikayunan sané ngayunin ngawinang. Salanturnyané wénten sané maosang sang sané sampun wicaksana indik kawéntenan pagenahan miwah jimbar kakuub jagaté punika jati kawéntenannyané!
nyinahang kasusatyan, Dayu Niang Lingsir, Bu Nyoman Nusa, Bu Yanti, Bu Sarga, Odah Sepi, miwah sané tiosan sapangrauh Gusti Ayu Madé Arwati. Makudang-kudang warsa Gusti Ayu Madé Arwati mendem pitakén jroning tuas, kantos mangkin durung kapanggih karanannyané. Indiké punika taler dados pependeman jroning kayun Gusti Aji, rabinné setata kasenengin anak kantos nguberin ring dija-dija jua magubugan. Awanti-wanti kapiteketin mangda Gusti Ayu becik-becik makta raga. Gusti Ayu tetep ten sreg, wastu swamitrané Gusti Madé Suastika kaumpregin. Awanti-wanti kaumpregin, wastu Gusti Madé Suastika kayun nartayang. “Uli pidan Jik mekita ngorahang tekén Ayu. Kantos ping telu ping pat Ratu matakén, mangkin pas Jik nuturang. Ratu ngemkem taksu.” “Taksu?” “Ring tungtung lidah Ratu genah taksuné nyemut sadulur, kala gotongan.” Gotong-royong tan ngoyong-ngoyong sayong nyaputin kolong bukit batukaru mapongpong, drika bolong driki ompong, wastu sayan léngkang-léngkong, sérangsérong sang kalih katong saling gandong, mongbong wangkong, ngadu bokong, ngatikang wong panggul trompong song gong riong. Riong makilit, nabuhang sang kalih polih galah lan genah becik mahbahang rahasia, Gusti Ayu ngemikang cangkem ngitukang lidah, sang miragiang gelis dot kadaut. Tan siki kalih anak lanang buduh paling, nguberin kantos ka puri, yata kauningin dané sampun alaki rabi. Kasujatiané Gusti Ayu sampun magehang angga ten kayun rumaket pisan ring anak tios. Ngedoh-doh laut, yén wénten seh-seh kadaut. Saking kantun daha akéh anak lanang buduh paling ring dané, mawiwit kemikan cangkem kitukan lidah. “Niki kelebihan Ratu. Nanging ten dados ampah.” “Maksud Jik?” “Taksu selalu diikuti tampu. Rwa bhinéda ten dados pasahang.” “Punapi carané Jik?” “Durusang akéh makekantian. Éling taksuné ring tungtung lidah, sampunang bes-bes mabebaosan, jangka-jangka ngemikang cangkem ngitukang lidah. Yéning bes liwat, tampuné unggul ngalahang taksu. Merta matemahan wisia, ayu mapuara ala, suka mawasana duhkita. Ngerti Ayu?” “Ngerti Jik.” “Bagus. Hébat. Wong Ajik manten ten ngerti kok.” “Lho. Kan Jik ngandikayang wawu?” “Ten ngerti. Kok iraga bisa wénten driki makancing sareng kalih?” “?” Gusti Ayu Madé Arwati tambis nyawis, raris blangkem, panyingakan remrem, tan papararem, pikayunan kelem dalem, kalem, kelem-kelem ring pakolem, cangkem kemkem cangkem, tungtung lidah jajah tungtung lidah, élah ngéndah slisihslasah, uah-uah kalalah-lalah…. “Taksu Ratu ring tungtung lidah.” “Aaaahhh terserah…” Bah. Bungah. Bungkah. Basah. Dungahdungah. Angkih-angkah. Sawah akah samah, mulisah, asrah nyerah kalah ring tungtunging lidah.
Indik busana malih kabaosang, sang sujana pacang negulin rambut dané antuk sarana sané becik mangda sida dados asiki pinaka nyasa gunungé sané dahat tekek ring pertiwiné. Mabusana sané resik tur nénten madaging sarwa mulia pinaka nyasaning negulin sekancaning indria. Sané tiosan wénten sané maosang magotra ngantos nénten malih wénten rambut saha nénten mabusana! Wénten taler sané maosang sang sujana mangda nénten masiram tur setata nelebin sastra ring angga sasrirannyané. Wénten sané maosang mangda sering masiram duaning ngaptiang mangda resik angga sarirané. Pabinayan punika jakti sampun patut kauningin olih para sujanané sané sampun tatas ring angga sarira miwah Brahman. Yénging indik ajeng-ajengan, wénten sané maosang mangda ngajeng sekancaning ajengan utawi sarwa basa, wénten taler sané maosang kapatutané punika karuruh antuk pamargi upawasa. Akéh taler para brahmanané maosang mangda ngruruh sané sujati malarapan antuk pamargi makarya utawi ngamargiang karma. Sané tiosan wénten sané ngruruh antuk pamargi sané mamegeng tanpa karya saha nyujur katengahing wana ngelarang tapa miwah brata! Wénten taler sané maosang kasujatiané punika prasida kapolihang antuk pamargi nagingin padéwékan antuk sekancaning kama, taler sané tiosan kabaosang prasida nemuang kasujatiané punika antuk tapa brata. Wénten sané setata ngutsahayang arta miwah brana tur sané tiosan wénten sané banget nulak sekancaning arta branané punika. Salanturnyané pamargi ngruruh kasujatiané punika pacang kapolihang sangkaning nganggén sekancaning sané mulia, miwah wénten sané nganggén sarana sané wantah anista. Wénten sané setata ngaptiang pikolih ring sekancaning karya, wénten taler sané setata makarya antuk nénten minehin malih sekancaning pikolihné. Wénten sané maosang sekancaning sané kapolihang sangkaning mautsaha molihang kawéntenané punika, taler wénten sané maosang sami pacang kapolihang sangkaning tapa miwah brata. Wénten sané maosang samian puniki pacang kapolihang sangkaning kaweruhan. Sané tiosan maosang sami pacang kapolihang manut sakadi pituduh Hyang Embang. Para janané setata maosang sakadi asapuniki, “Wantah niki sané pinaka pamargi mautama, sané tiosan wantah nénten patut!” Sang sané sampun ngamargiang pamargi sané asiki puniki, pacang maosang pamarginé punika sané pinih patut, sané tiosan nénten patut. Pikayunan-pikayunané puniki pacang ngawinang kapetengané mawali tur nénten pacang ngwetuang kautaman ring jagaté. (Masambung)
Nyama padidi bakat siepin puikin omongin pisunain Nyama padidi bakat piegin curengin siatin mati ngemasin Nyama padidi lakar ajak manyama braya ajak masuka-duka magendu wirasa ngamargiang sahananing parikrama Rumaketang! paiketan pasametonan pang sing mani puan manyama padidian I Komang Alit Juliartha
Kruna
14 Dewa Gede Putrayana
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
puupu;du(m,
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Durma 25.mezoery*,
Manyoréang, s*hê*sU(y\eroekok*, Sang Hyang Surya ngarokokang, knÓ)nÐditlu;b)si, kanten kadi taluh besi, brkÐpn)sn/, barak kapanesan, ms)buná¡2mÓ)mg, masebun gulem temaga, w(xent\ilnСn&,
warnane tangi lan kuning, msw*hb*,
mawasang abang, kdile\uæbdu*yukÓi.
kadi langsé badung yukti. 26.mj%pU(w,
Maring Purwa, s)letÞoemãoekmls*,
Selat Lomboké malasang, gumisskßiw;bli,
Gumi Sasak miwah Bali, \)nÓsinÀru\n/,
ngentasin arungan, kplæ)rhumelomã,
kapal perahu malomba, jukue\mbidkæuti;,
jukungé mabidak putih, zuju;hmãr, nyujuh ambara, gunu*rizénienlz&. Gunung Rinjanine lanying.
Nagingin Pangapti RASA sebet wawu pisan kalintangin olih Dewa Gede Putrayana, duaning aji sané pinih katresnain sampun mantuk santukan sungkan. Yadiastun karasayang sebet duaning katilarin aji, Dewa Dodik – asapunika dané ketah kasambat nénten kayun sué ngrasayang sebet tur patut becik nglanturang parikrama kahuripan. Krama sané nuénang Salon Dodik puniki nyantenang yéning sekancan sané kapikayunin olih jatmané majanten sané dados pamutus wantah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Majanten Ida jagi setata mapaica pamargi sané melah tur luwih ring panjaknyané. “Sebet pisan rasayang tiang tatkala katilarin Aji napi malih kantun akéh pangaptin dané sané durung prasida dagingin tiang. Punika sané ngawinang wénten rasa iwang saking padéwékan tiangé,” asapunika dané maosang sajeroning parikrama palebon ajindané. Alumni jurusan Séndratasik IKIP PGRI Bali puniki nyatuayang akéh pisan sané kaajahin olih ajindané. Duaning pensiunan kepala SD Negeri ring Denpasar puniki nyantos sadurung mantuknyané kantun becik maparikrama mangda prasida nincapang kahanan pendidikan ring tingkat dasar. Sangkaning rasa tresnan ajindané ring pakaryan dados guru, punika satmaka ngicén lanang sané embas ring Gianyar, 13 September 1985 puniki inspirasi mangda setata malajahang raga. Dewa Dodik taler maosang pariselselnyané duaning nénten sumeken nguratiang pangaptin ajiné santukan marasa kantun akéh galah sané prasida kanggén nagingin makasami pangapti inucap. Sios punika, sangkaning pakaryan dados tukang payas nénten prasida katilarin. Katilarin aji nénten katarka sadurungnyané olih dané saha nyinahang yéning pariselsel setata rauh ring ungkur. Malih kabaosang, yéning pangapti inucap prasida gelis kadagingin sinah Dewa Dodik nénten nandang rasa selsel sané abot sakadi mangkin. Napi malih unteng pikobet inucap sujatinné sané ngawinang dané méweh nagingin pangaptin wantah indik galah sané nénten kadruénang. Dewa Dodik maosang, ajindané punika éling pisan tur nrima pangaptin Dewa Dodik ngamargiang parikrama tata rias. Sakéwanten dané taler setata kapiteketin mangda setata éling tur nénten lémpas ring pendidikan formal napi malih yéning mrasidayang mangda kantos paletan pinih tegeh. Tatkala dumun ajindané kantun nyeneng, naenin kamargiang parerembugan sané pamuputnyané mangda Dewa Dodik nglanturang malih pendidikan formal mangda prasida nglintangin saking pasca sarjana sané sampun kapanggihin olih ajindané. Wénten
baos taler ajakan sané méweh pisan kaengsapang olih tukang payas Bali sané sampun kaloktah puniki, dané kaélingang mangda setata malajah duaning sayan akéh malajah, sayan akéh parindikan sané nénten kauningin. Sampun kaloktah antuk prestasi sané sampun kapolihang Dewa Dodik pinaka tukang payas pangantén Bali, majanten sayan kasub malih antuk kahanan latar belakang pendidikan sané kadruénang. Dewa Dodik taler kaélingang yéning jinah punika jakti mabuat pisan sakéwanten boya sané utama. Duaning jinah prasida ngawinang krama inucap kaloktah tur kasumbung nanging taler prasida ngawinang kaon. “Sujatiné tiang meled pisan nglanturang kuliah, sakéwanten sangkaning akéh pisan pakaryan sané patut kakaryanin sinah ngawinang tiang matanggeh dumun. Tiang nénten meled kuliah yéning wantah ngrereh gelar akademis kémanten,” baos dané. Dané sané masameton sareng kalih puniki jagi ngutsahayang mangda prasida nagingin pangaptin ajindané nglanturang kuliah nyantos S-2 yadiastun ngamargiangnyané nénten dangan sakadi maosang. Pangapti sios sané durung prasida kadagingin Dewa Dodik, sada kimud dané maosang yéning ajindané meled mangda dané gelis marabian. Sakéwanten sané dados kapiambengan nénten mabinayan saking iwawu. Meled mangda nénten sebet sangkaning aji sampun mantuk, Dewa Dodik nyantenang jagi nagingin pangaptin ajindané punika taler nglanturang kuliah. “Dumogi tiang setata kaicén seger mangda prasida nabdabang makasamian punika. Tiang meled mangda aji makenyem duaning pangaptinnyané prasida kadagingin,” baos Dewa Dodik makenyem. (ast/was)
Isin Gumi Usan Pangrupukan, Ogoh-Ogoh Kantun Kagenahang ring Sisin Margi RING raina Pangrupukan pinaka reruntutan raina Nyepi sakadi mangkin, kacihnayang pisan saking kawéntenan ogoh-ogoh. Sajebag Jagat Bali ring raina Pangrupukan pastika karaménin antuk ogoh-ogoh. Mawinan kantos kabaosang nénten jangkep yéning nénten wénten pawai/ parade ogoh-ogoh. Kawéntenan ogoh-ogoh ri kala Pangrupukan kaajinang pisan olih pemerintah nglintang ngicénin wantuan dana utawi ngicén panuréksan utawi
nominasi nglintangpacentokan ogoh-ogoh. Kémahon, wus ngarak ogoh-ogoh ring raina Pangrupukan, kantun akéh ogoh-ogoh sané kagenahang ring sisin margi. Parindikan inucap ngawinang kemacetan lalu lintas. Wénten taler kagenahang ring sudut-sudut kota mawinan ngawinang palemahan kumuh kapikantenang. Indiké puniki mangda ngamolihang uratiang saking para krama, rumasuk ring tokoh agama miwah para yowana sané ngenahang ogoh-ogoh
ring sisin margi. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 30 Maret 2017 lintang. Nengah Sudiasa, Seririt Wantah yukti pisan kantun akéh ogoh-ogoh kabanggéang utawi kagenahang ring sisin margi tan kapralina usan Pangrupukan. Indiké puniki sinah tan becik kacingakin. Nénten wantah ring
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
daksina
1. dk×in¾,
1. selatan
2.
pascat
2.
p]Çt/,
2. pintar
3.
purwa
3.
pU(w¾,
3. timur
4.
purwaka
4.
pU(wk,
4. awal
5.
urah-arih
5.
hur;hri;,
5. tata krama
6.
urung
6.
huru*,
6. batal
7.
urup
7.
hurup/,
7. tukar
8.
uttara
8.
útÓr,
8. utara
9.
utusan
9.
hutusn/,
9. wakil
10. uwed
Redité Paing, 2 April 2017
10. huw)d/,
Bahasa Indonésia
10. asal
kota, nanging kantos ring désa-désa. Tunas titiang majeng angganing sané wenang mangda ngicénin pembinaan majeng para sekaa teruna indik kapatutan wus ngusung ogoh-ogoh inucap. Tanaya, Kampung Tinggi Singaraja Beciknyané sadurung raina Pangrupukan punika, patut kawéntenang pakéling olih angganing désa adat miwah tokoh agama minakadi kapupulang ring balé banjar ngicén pawarah. Sinah sampun krama polih pangweruhan mapaiketan ring ogoh-ogoh. Sakadi mangkin kantun akéh krama yadian sekaa teruna durung uning indik suksma miwah marupa napi kémanten sané kasinahang ring ogoh-ogoh. Sapunika taler, wus ngusung ogoh-ogoh ring raina Pangrupukan, ogohogoh inucap patut kageseng, boya kagenahang ring dija ugi, pamekas ring sisin marginé. Putu Karsini, Banjar. Manut titiang parindikan ogoh-ogoh sané kacentokang taler kasolahang ring raina Pangrupukan mangda matiosan dinané. Minakadi araina sadurung Pangrupukan kalaksanahang pacentokan ogoh-ogoh, usan punika malih kanggén ri kala Pangrupukan. Samian punika mangda kaatur olih prajuru désa adat soang-saoang désa pakraman. (ama)
A.A. Anom Giri
Ngayah Majeng Anak Tiosan MÉWÉH sané karasayang A.A. Anom Giri daweg alit, ngawinang dané “mandiri” saking kantun alit. Yadiastun ketah nandang kasengsaran, nénten ngawinang Pak Anom— sapunika dané ketah kasambat rumasa maselselan. Sawaliknyané, ketah paplajahan urip sané kapolihang pinaka bekel nglanturang kahuripan dané. Ri kala ngranjing, dané taler marasa sebet, nanging dané nénten naen kayun nyatuayang kahanan inucap. Kasumekenan sajeroning ngamargiang pendidikan pamuputnyané ngwetuang asil sané becik saha nguwah kahanan dané. “Tiang setata mautsaha bagia. Manut tiang, bagia punika karipta olih anga iraga soang-soang. Bagia punika sujatiné sederhana pisan, setata angayubagia, nika sané utama,” baos dané puitis. Embas ring Gumi Serombotan, Anom Giri nyatuayang anggané wantah numpang embas irika. Mawit alit kantos sampun lingsir dané meneng ring Kota Dénpasar. Pensiunan guru olah raga SMPN 5 Denpasar puniki taler madué carita sané sedih ri kala dané sareng kulawarga merantau ka dura Bali. Parindikan sané méweh kaengsapang ri kala dané wantah ngajeng kuud kanggén nanggehang rasa kaluén. Parindikan inucap malih kadadosang bekel urip sané nénten prasida kapolihang ring sekolahan. Minab nénten akéh sané percaya yéning mangda prasida ngranjing ring SGO Negeri Denpasar, Anom Giri kayun numpang sareng anak tiosan kantos kaperas pinaka pianak. Nénten wantah ngran-
jing, Anom Giri taler karerehang selah dados guru manut ijazah sané kaduénang. “Tiang percaya, Hyang Widhi nénten naen iwang. Yéning manusa sakadi tiang ngitung minab sida iwang, nanging Ida nénten. Ida ngicén ujian urip antuk tetujon sané becik, mawinan tiang prasida sakadi mangkin,” baos rabin Ida Ayu Anom Purnamaningsih. Anom Giri rumasa bagia molihang anak istri sané kayun nrima anggané. Jengah antuk kahanan sané kirang, ri sampuné marabian dané malih nglanturang kuliah, mawinan makéh gelar sané kapolihang. Anom Giri negesang, tetujonnyané kuliah boya ngrereh gelar, nanging lewih ngutamayang molihang kaweruhan. Sane setata kategesang dané, nénten naen wénten kruna pensiun ring anggan dané. Manut dané, yéning sampun pénsiun pateh ring nénten prasida makarya malih. Parindikan inucap taler sané ngawinang dané nénten kayun nyawis pradé wénten sané matakén indik pénsiun. Ring pikayun dané, pénsiun pateh ring padem. Dané wawu pacang pénsiun ri kala sampun nénten prasida ngambil pakaryan malih. Ring yusannyané sané sampun sayan lingsir, dané kantun aktif ngwedar kaweruhan sané kaduénang. Mawit dados guru lukis, pramuka, renag, gate ball, miwah pungkuran puniki ngajahin alitalit panahan tradisional. Galahnyané akéhan katelasang ring Istana Taman Jepun ring wewidangan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. “Manusa ri kala sampun mawali ka tanah wayah nénten makta arta brana. Wantah parilaksanané sané pacang kaélingin krama. Tiang meled ngayah antuk napi sané duénang tiang kantos galah tiangé telas,” baos Anom Giri. (ast/uma)
15
Minggu Paing, 2 April 2017
Ke Pusat Telaga Kemurnian Cinta
Hari Terik di Dusun Pangkung Paruk, Buleleng
lArus Kebimbangan, Senja di Lovina
Yang paling kau tahu tentang kawasan ini tentu lumba-lumba. Ya, di lepas pantai utara sana memang ada kerajaan dengan ratu amat pemurah. Dari balik pasir hitam ia limpahkan beribu peti rezeki setiap hari. Orang-orang giat menangguknya untuk dibumbui sesuai selera sendiri. Sebagian justru jadi sampah karena getah di lidah yang meruah tersusupi renik-renik keserakahan. Aliran itu pun menggelorakan huru-hara di tenggorokan. Dan, kau tahu, bumi pun guncang karenanya. Apa pun prosesnya kemudian, Sang Ratu selalu mengirimkan salam melalui tarian para lumba-lumba. Selain itu tentu kerlap-kerlip gairah malam yang makin berpendarpendar karena aroma betina. Bisa alkohol dan asap tembakau membuainya hingga semburat letusan di langit-langit. Dan kau mencatatnya dengan cekatan. Kadang hanya menggambarnya di lembar ingatan. Heran, keduanya tak pernah rapuh oleh usia. Sesungguhnya di balik bukit sana ada tangga cahaya. Ujungnya tak ada yang tahu entah di mana. Ribuan kali diselidiki, jawabnya tak pernah pasti. Jika hadir tepat waktu, duduk di barisan yang benar, dan mengetukkan kening di titik balik, serenta lewat ubun-ubunmu kau melesat. Maka dirimu pun cahaya semata.
Dan, kau tentu tak pernah menyangka di bawah tanah yang kita pijak sore itu ada sepuluh alur sungai dari sepuluh mata air di sepuluh penjuru. Mereka seperti uraturat dalam tubuhmu yang terhubung satu sama lain. Tentu telaga yang kau lihat dirimbuni perdu itu sekadar kubangan air masa lalu yang bercampur dengan hujan di masa kini yang mendaur ulang uap-uap keinginan yang selalu gelisah. Sekali waktu sujudlah di telaga. Ya, di tengah telaga. Bukan di tepinya. Benamkan segala masalah akibat ambisi, kecemasan, dan hati serakah. Larutkan ke air dan biarkan cair selama-lamanya. Jika sujudmu penuh seluruh, mataair-mataair itu akan sebelas jumlahnya. Mataair di dalam dirimulah pusat pusarannya. Kau tahu, entah berapa abad sudah perjalanan kulalui untuk cerita ini. Itu pun baru lamat-lamat saja. Perlu waktu, keberanian, dan kepasrahan untuk lebih mendekat. Sesuatu yang selalu kusiasiakan di arus kebimbangan. Ajak lagi aku ke Lovina seperti sore itu. Sebagai balas, akan kunyamankan dirimu sehingga dengan riang kau ingkari gemerlap dan melangkah mantap menuju pusat telaga. Mari bersama-sama kita larut dalam kemurnian cinta… lSuksma Ning Laksmi
MATA BINTANG
MENATAP CAHAYA mata anak-anak itu aku melihat bintang. Meski terkadang redup tertutup awan mendung namun cahaya mata itu selalu memberiku warna tentang hidup. Ia ada di dunia ini karena cinta Tuhan. Dan Tuhan memberinya cahaya sehingga ia menjadi bagian dari kehidupan. Tawa mereka, tangis mereka dan sering pula aku hanya melihat diam mereka, menjadikan langkahku sepanjang waktu menapaki dunia ini selalu menatapNya. Sang Pencipta yang besar dan berkuasa terhadap jagat ini. Rasa syukur dan pujapuji yang tak akan habisnya tentang segala yang diberikan Tuhan. Dan anak-anak yang ada di tempat ini, di sebuah pusat terapi bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, juga merupakan anak-anak ciptaan Tuhan, dan mereka merupakan bagian dari kehidupan ini. Bagi mereka Tuhan juga memberinya cinta. ITULAH YANG HARUS kupahami saat seorang psikolog memberikan penjelasan dengan untaian kata yang ramah, lembut dan berhati-hati. Keponakanku, seorang lelaki kecil berusia dua setengah tahun, dengan matanya yang berbinar seperti bintang dan senyumnya yang manis dengan sebuah lesung pipit di pipi kirinya, divonis sebagai penyandang autis. Austistic Spectrum Disorder menurut psikolos itu merupakan gangguan perkembangan fungsi otak yang kompleks dan sangat bervariasi (spectrum). Gangguan ini, lanjut psikolog berwajah ayu dan ramah itu, meliputi cara berkomunikasi, berinteraksi social dan kemampuan berimajinasi. Gangguan perkembangan neuro biologis yang kompleks yang terjadinya atau gejalanya sudah muncul pada anak sebelum berusia 3 tahun. ANAK penyandang autis sulit bersosialisasi dengan anak lainnya. Dan yang menjadi cirri umum yang mudah terlihat, anak penyandang autis tidak pernah atau jarang sekali kontak mata atau memperhatikan orang. SAAT ia mulai tumbuh, belajar merangkak, berdiri dan kemudian berjalan tertatih-tatih, kami tak menaruh curiga bila kami memanggil namanya ia tak merespon sama sekali. Ia tak peduli dan berjalan terus, selangkah demi selangkah. Kami tetap memandangnya sebagai lelaki kecil yang tampan, dengan sepasang matanya yang selalu berbinar-binar bagai bintang. Kami juga tak berfikir bahwa ia mengalami tuna-rungu, karena ia selalu menoleh kea rah televise bila stasiun tv local itu mulai menyiarkan acara berita dengan music gamelan. Ia sangat menyukai suara gamelan. Hanya saja kami mulai khawatir ketika ia berusia dua tahun, ia tak mampu menirukan panggilan ayah atau ibu, yang kami alunkan selalu agar ia mulai belajar berbicara. HINGGA KINI ia berusia lima tahun
ia belum mampu berkomunikasi. Ia hanya mampu berteriak atau menggumamkan kata tak bermakna. Namun lelaki kecil berwajah tampan itu, selalu mampu memberikan isyarat isyarat melalui gerakan tangannya agar ia dimengerti. Seperti saat ia ingin minum susu ia akan mengambil botol susu dan memberikannya kepada kami. Atau bila ia ingin sesuatu, ia akan menggandeng salah satu di antara kami dan berjalan kea rah benda yang diinginkannya. ‘’Terlambat bicara atau kemampuan bicara tidak cukup berkembang dan juga masalah emosi yang dimilikinya. Anak penyandang autis bisa tiba-tiba menangis tanpa sebab yang jelas, marah-marah dan trantum.’’ Kalimat itu pun pernah diungkapkan psikolog cantik itu. Dan kami memahaminya dengan mempelajari setiap gerak langkahnya sehingga kami mampu memahami apa yang ia inginkan. LELAKI KEDIL ITU memang selalu member warna dalam keluarga. Untuk ayahnya, ibunya atau juga untukku. Kami ikut menangis bila ia menangis menjerit-jerit. Tapi kami merasa bahagia bila melihatnya tersenyum, tertawa riang di antara tumpukan mainan yang berserak di atas karpet. Kami tidak sendiri. Sejak usia dua setengah tahun ia rutin menjalani berbagai terapi di sebuah pusat terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Cukup banyak anak-anak di tempat itu dengan berbagai persoalannya yang satu dengan lainnya memiliki perbedaan. Bila aku berada di tempat itu tak jarang aku harus mendengarkan tangis mereka yang menjerit-jerit bila harus memasuki ruang terapi. Di tempat itu seorang anak akan diangi oleh seorang terapis di sebuah ruang tersendiri. Aku sering pula harus mendengar dan melihat keponakanku menjerit-jerit bila harus memasuki ruang terapi dan harus duduk di kursi kecil berhadapan dengan seorang terapis. Sering aku tak tahan menahan air mata bila melihatnya menangis hingga mengalami muntah-muntah. Tapi hal itu harus dilaluinya sebagai proses terapi. Ia harus belajar mendisiplinkan dirinya sehingga ia juga berkembang seperti anak-anak lainnya yang bukan penyandang autis. Di tempat terapi itu pula aku melihat kegigilan para terapis yang tak kenal lelah dan penuh kesabaran menghadapi anak-anak dengan tingkah lalu yang cukup berbeda dengan anak-anak lainnya. Anakanak yang hiperaktif (tidak bisa diam) atau hipoaktif (terlalu pendiam) yang menjadi cirri anak-anak penyandang autis. Tapi para terapis itu selalu gembira, tertawa riang membimbing anak-anak itu. Mengajarinya mengenal satu persatu bendabenda, gambar, ataupun mengajarinya berperilaku seperti memakai kaos kaki, belajar mengetuk pintu, mengenal sendok-garpu dan mengajari anakanak itu bagaimana cara mereka lHerry Wijaya menyuapkan makanan ke mulut. Deus de Amor: Nyanyian Bukit Sawit MUNGKIN bagi anak-anak : Untuk Galian yang mencintai Puisi yang bukan penyandang autis, hal-hal tersebut tidaklah terlalu Bukit sawit anggun membentang wajahmu sulit. Tapi bagi anak-anak penyanHijau segar dedaunan adalah jemarimu dang autis, hal itu tidak selalu yang memanggil mudah. Dan bagi para terapis, Angin membawa wangi kembang hutan, mereka harus bermodal kesabaran Aku ingat rempah aromamu. yang lebih besar. ‘’Fathur sekarang sudah seDi jalan setapak, beralas baying cahaya makin pintar, sudah bisa mewarAda buah ranum sajian keramahanmu nai gambar tanpa harus melewati Ada gemulai angin mengurai garis,’’ kata Bunda Wati, terapis semak gelisah bertahun yang menangani keponakanku. Ada gemersik serangga memantik hasrat Aku tersenyum, mengucap terima Ada gelayut ranting mengusik muram kasih. Ada gembur humus menyubur garah Dan kulihat keponakanku, Aku mau membangun rumah di sini. lelaki kecil berwajah tampan berusia lima tahun itu menatap Pada pondok tengah bukit sawit ke arahku yang berdiri di depan Ingin aku meletakkan segala berat bawaan pintu kelas tempat ia menjalani Berbaring membiarkan kebisingan di luar terapi. Hari ini terapi telah selesai. Bercengkerama mengutip Ia memberesi pisil-pinsil warna Kenangan kenangan kekal itu, memasukkan ke dalam kotak Menanti kegembiraan musim petik dan ia berlari ke arahku. Aku Dan kelepasan panjang memeluknya. Mencium pipinya. Kemudian ia mencium tangan Bayang bayang hilang; Bunda Wati dan melambaikan Seperti kemalangan yang tak terhindar tangannya. Aku mengangguk pada Gelap membungkus bukit sawit perempuan muda yang sabar dan Terlepas segala harapan dan keputus-asaan baik hati itu, mengucap terima Untuk benih benih baru; buah buah meracun kasih dan menggandeng lelaki kecil itu keluar dari ruang demi Selekas mimpi terjaga; ruang bergambar warna-warni. Kristal embun memecah bukit sawit SESEKALI lelaki kecil ini Cahaya rahasia: rahasia bahagiaku: berteriak-teriak gembira dan Rahasia jalan pulangku!
lPara Pengembara yang Lapar dan Dahaga
Si Entah dari Antah Berantah
lSembilu Kata-katanya Menyayat
Namanya, entah. Belasan tahun lalu ketika aku mulai mondar-mandir melewati gang-gang dengan nama alat-alat perang itu, dia sudah ada di sana. Dia selalu duduk dan bermain di sudut jalan dekat pohon mahoni yang kian hari kian meranggas. Selalu di situ sejak pagi membuka hari hingga petang menutup gerbang. Ketika malam memamerkan kelam, aku tak tahu di mana si Entah mendekam. Nyaris setiap orang yang melintas di sekitarnya seketika membuang pandang setelah melirik sekilas. Tapi itulah rizki. Bagi si Entah, hal itu sudah menjadi nafas. Maka ia suguhkan doa sebagai balas. Pernah seorang penyair membuat puisi untuknya. Membela si Entah yang bagi orang-orang seolah hanya seonggok daging dan tulang tak berguna. Bagai sembilu katakatanya menyayat. Tapi tetap saja ia si Entah yang diacuhkan oleh lalu-lalang. Suatu hari, angin berkabar. Rumah dan keluarganya tak jauh dari situ. Berita itu kudengar setelah ratusan kali aku menanyai
Kau seperti keluar dari rekahan tanah. Menyembul bagai uap dan menyatu dengan debu. Dari mana kau bawa anomali itu? Di bukit arang-orang dahaga, sementara di kota banjir melanda. Baiklah kita percakapkan yang lain saja. Kau selalu terganggu jika kutanya soal itu. Tapi apa yang bisa kita perbincangkan tanpa menyentuh yang satu itu? Lihatlah vanili-vanili yang seksi. Menjulur dari ketiak dahannya sembari memamerkan janji. Katanya, setelah lewat beberapa hari, lapar dahaga akan terobati. Buku-buku yang kaku dan sendi-sendi yang nyeri pun akan dengan lincah menari kembali. Tapi apa yang kemudian terjadi? Anomali yang kau bawa itu membuat janji tak terlunasi. Panen yang tinggal menunggu hari batal terjadi. Panas yang mengeras jadi naas mengisutkan juntaijuntai ranum dan menguapkan harganya hingga asat. Soal sapi-sapi? Sama saja. Mereka yang semula giras menyenggut rumputrumput harapan kehilangan gairah memamah. Jerami yang didatangkan dari negerinegeri seberang tersedia berselang-seling hari. Jangankan buat menumpuk daging dan lemak, untuk menyundul lenguh saja hanya secukupnya. Ya, ya, mungkin bunga-bunga cengkih bisa jadi bahan bincang menarik. Tapi bagaimana bisa jika daun-daun yang me-
manjakan mereka dengan hara memelintir diri-sendiri. Baginya tak ada pilihan lain menghindari tamparan terik bertubi-tubi selain meringkuk sebungkuk-bungkunya. Dengan begitu bidang hujaman dapat dipersempit. Tapi, bukankah daun-daun semestinya bagai altar di mana para pemuja berlimpah berkah? Daun bukan petarung yang harus menghindar dan menahan hujaman dengan meringkuk. Daun mestinya dapur umum di mana para kembara yang lapar dan dahaga mendapat pemuasnya. Jadi, mau tidak mau kita harus berbicara tentang anomali yang kau bawa itu. Kau katakana saja alasannya, maka kami akan benahi penyebabnya. Jika tak memberatkan, boleh jiga kau tunjuk kening siapa saja yang membuatmu terpaksa menyembulkannya. Sungguh kami bukan para pendendam. Kami cuma gerombolan orangorang lalai. Di saat cuaca mesra kami abai hampir terhadap apa saja. Bahkan bukit yang memanggul hutan-hutan harapan kami gergaji. Kami sumbat dan kencingi mataair karena merasa yang lainnya masih berlimpah ruah. Atau, semua yang kusebut itukah alasan kedatanganmu yang aneh itu? Kalau benar begitu, baiklah kusiarkan pada mereka: berhentilah jadi kaum pelalai.
hari-hari. Tapi hanya itu. Tak lebih dari sekedar itu. Orang-orang bahkan serangga di sekitar situ tak pernah menyambungkan bau tubuhnya dengan aroma keluarganya. Yang pasti, setiap hari si Entah teronggok di titik yang sama, menunjuk-nunjuk sambil tertawatawa, lalu hilang di kegelapan malam. Hari ini, seorang laki-laki setengah baya menghampiri. Ketika si Entah menjulurkan tangan, sebotol air kemasan berpindah dari tangan si bapak ke genggaman si Entah. Dan air itu seketika ludas dalam sekali tenggak. Sedetik kemudian, si lelaki telah bersila di kiri si Entah. Bagai mempelai mer-
eka bersanding. Sekotak kue dari si lelaki dikudap bersama-sama. Tentu diselingi tawa keduanya. Ini pemandangan langka.Sangat langka. Ribuan detik mereka berdua saja. Tak ada lalu-lalang. Tak ada suara-suara. Hanya mereka. Mereka semata. Itulah terakhir kali kulihat si Entah. Hari berikutnya, ia menghilang entah kemana. Mungkin ke negeri antah-berantah. Tak secuil pun jejak mengantar para penanya kepadanya. Seperti menyatu dengan bumi, hanya juluran tangannya terngiang di mata hati. lMaria Pankratia, Undiknas Denpasar
Jalan Ilmu Kehidupan: Waskita… lLacak Jejak Bali – Yogya PP…
TIDAK MUDAH merangkum kenangan yang begitu lepas-bebas. Empat tahun mengelana, menyusuri pengalaman tidak saja ilmu hafalan, jauh lebih membatin, ihwal memandang seksama yang adiluhung, tanpa abai mencecap yang lesehan. BERGUMUL dengan kehidupan ilmu dan susatra, juga kemahaindahan itu, ternyata soal keputusan dan kesadaran untuk luruh memasuki bumi ruang budaya juga menyusuri tanpa prasangka ladang pergaulan lintas batas. Tidak membutuhkan rencana utuh, masa depan soal keniscayaan tubuh dan jiwa yang terbang bersama lumpur kehidupan. TERNGIANG suara parau Guru alam di fakultas kehidupan, ‘’de mulih, jikalau engkau belum menemu jalan pulang sejati. Hayati kenyataan, masuklah ke dalam kehidupan. Seperti berkuyup dengan hujan, agar kita tahu kemuliaan hujan.’’ Sedini para filosof Barat semisal Kant, merumuskan kondisi sublime, sebagai riwayat total kehidupan yang senyatanya tidak bisa dihitung dan diukur. Kehidupan tuntas karena diselami bebas. Tubuh dan jiwa padu tidak persegi, ia bulat utuh, demikian pula jalan kamu, seperti genitri, yang melingkar padu saling menyambut. Merapi-parangtritis, Jalan Menuju Indah abadi kosmologi Yogya karena tumbuh di pematang sejarah gunung-laut, dan terpetakan dalam lelaku perjuangan ke-Indonesia-an hingga kini. Pergerakan nalar seni berkebebasan juga lahir dari rahim jalanan Kaliurang-Parangritis. Memasuki riwayat panjang ini, tidaklah perlu terbebani kehendak ingin memahami, bukankah galibnya segala fenomena dunia lebih sahih untuk dihayati dan diresapi. Nalar tidak serta merta benar, elok proses mengalam, lebih memupuk kedewasaam jiwa unggul. PERGAULAN LINTAS GENERASI dan multikultur, meneguhkan kepribadian ke-Indonesia-an di negeri Mataram ini. Yang tidak pernah lekang waktu, guyub canda dan juga tegangan oleh piker tergelar merdeka di atas tikan-tikar warung lesehan. Sepanjang jalan Yogya waktu petang, adalah kisah silang pandang dan gurau ilmu kehidupan. Dagelan dan daya kreatif hangat dicakapkan, demikian juga rutin dipertunjukan, tidak mengenal batas ruang elite dan proletan. GUMUN untuk larut menyusuri mimbar jalanan itu, jangan harap membawa
pulang sesuatu. Karena ilmu Yogya tumbuh dan mekar di sepanjang jalan dan di seutuh malam. Empat tahun. Menjadi riwayat pejalan yang didandani laku pikir, ilmu dan susastra jalanan; menerawang laku gunung dan pesona laut lepas. Laksana Merapi menyapa dengan lav apanas yang menyejukkan, laut Selatan yang menguji pandang hingga ke tepian cakrawala. Setiap waktu yang tepat, semesta memberi tahu yang sesungguhnya; kehidupan hanyalah soal penghayatan total. Majalah Djawa dan Ubud Berjarak dan mendekat dengan Bali, sang Ibu yang melahirkan bakat keindahan dan cita kasih, membuat cita dan tekad muncul bagai lava Merapi yang menyuburkan. Pengalaman memberi tahu bahwa ilmu sesungguhnya ihwal menata dan mengolah ladang tubuh, hingga tumbuh laku jiwa-jiwa indah dan juga wicaksana. SEPERTI KALA menyimak halaman, demi halaman Majalah Djawa, beberapa kali memuat bentang citra dan peristiwa pemanggungan seni lukis Bali era 1939-an, membuat tersadarkan, betapa di era itu pribadi anonim bertumbuh menjadi pribadi bernama dalam ruang seni yang secara sadar mereka tata sendiri. Tumbuh menjadi pribadi pelukis dengan sadar menganyam laku sosial yang terbuka, sekaligus praktik yoga tubuh yang focus. Selalu mencipta yang baru, dan biarkan masa lalu menyatu dalam darah dan sumsum. MAJALAH dan juga katalogus ’30-an yang huruh-hurufnya mulai rapuh itu, menterakan sejarah tidak saja tentang perjuangan pribadi pelukis Bali menunjuk dirinya sebagai subjek pencipta, tetapi soal menumbuhkan kepercayaan diri. Penghayatan akan sesuatu yang indah dan mempribadi, menumbuh karena pergaulan lintas batas dan tanpa sekat. Ida Bagus Made Poleng. Sobrat, juga punggawa Puri Ubud Tjokorda Gde Agung Sukawati dan lain-lain, yang kala itu berumur kisaran 29-an tahun menyelami rasa pergaulan yang cair, dan terbukti membangkitkan kedewasaan hingga memekarkan sikap mental baru yang progresif. Mengenal Jalan Kembali Bahwa seiring penyelaman peristiwa dan lacak sejarah berbuah lempir-lempir kertas kerja telah terjilid, jalan untuk kembali menemui rumah pengabdian, kampus institute Seni Indonesia Denpasar
Malam Merindukan Malam
melangkah dengan pasti meninggalkan gedung sekolah tempatnya menjalani terapi yang tempatnya tak jauh dari rumah kami tinggal. Meski aku harus menggenggam jemari tangannya dengan erat agar ia berjalan dengan baik di pinggir jalan, aku melihatnya ia melangkah dengan pasti. Dan aku percaya suatu waktu nanti lelaki kecilku ia akan dapat berbicara dan melewati hari demi hari seperti anak-anak lainnya. Belajar dan bersekolah, menatap masa depan dengan cahaya matanya yang berbinar-binar bagai bintang. lReina Caesilia
SUARA gamelan terdengar lamat-lamat itu pun kalau jendela rumah dibuka separuh selebihnya sunyi seolah rumah seisinya ditelan malam seorang gadis dalam membawa dua buah buku dibungkus remang ia berniat hendak belajar dari lelaki penghuni rumah itu meja di tengah rumah menjadi saksi gadis itu sesekali bertatap pandang dengan lelaki di sebelahnya sepertinya ia lebih suka menutup bukunya rapat-rapat dan terus melanjutkan pandangan sayang lelaki gondrong sebahu itu tak pernah membaca tanda-tanda semua piranti tubuhnya seperti terkunci ia membayangkan ibunya yang sedang berada di pulau lain hanya sekali neneknya lewat dan tidur sampai pagi ketika malam merambat tua gadis itu dijemput iparnya untuk dibawa pulang perjumpaan kali itu purna bayangan demi bayangan tergores di langit berbintang kedua dan ketiga kali gadis itu datang sang lelaki masih belum bisa mengeja malam tak tahu di langit ada bintang yang kadang jatuh ke sawah tak paham kadang rembulan melambaikan tangannya malam telah ditutup pekat dan ingatan itu bernyawa seperti malam merindukan malam akan terjadi lagi. lSigit Susanto
lSuksma Ning Laksmi
menemu alas an. Iya, akhirnya kembali membawa cerita dan kisah pengalaman ilmu dan cakrawala kemahaindahan yang bersahaja; halaman, jalan, dan ekologi kultural Yogya. SAMPAILAH pada pesan yang berulangkali terdengar dari pimpinan kami di kampus Nusa Indah dalam berbagai versi, mengungkapkan ‘’bahwa demi menata kehidupan seni lebih maju, semua adlaah kekuatan.’’ Kata-kata yang saya yakin datang dari ketulusan menyiangi sejarah panjang kampus seni di Bali ini. Sebagaimana praktik ilmu meski sampai pada kewaskitaan; mimbar kemanusiaan melampaui lawan dan kawan; proses tanpa henti dialektika tesis-anti tesis. ‘’Ngelmu Iku Kelakone Kanthi Laku’’, seperti tutur luhur tetua Jawi. KEPADA IBU BALI, yang memberi bakat kemahaindahan, sekarang waktunya kembali menjadi bagian lelaku rakyat dan kebudayaan pulau ini dalam mencipta beranda lepas bebas, di mana pengalaman harus dihayati dan dirasakan tuntas. Terlebih di tengah kelindan media baru yang hadir serentak. Ilmu itu memang mesti jadi lelaku, praktik hidup yang menyentuh rasa indah dan hayat kebudayaan. lWayan Kun Adnyana
Semut SIANG menerawang sepeda dayungku aku tuntun menyeberangi lampu lalu lintas yang menyala hijau di pinggir jalan pada rumah ketiga aku belok kiri dan masuklah ke warung yang terpatnya menyelinap di bawah tanah begitulah warung Tamil yang sewanya murah cukup di bawah tanah atau bawah bangunan loteng ada 12 kartun mangga honey asal Pakistan aku angkut tampak sepedaku sedikit berat ketika membelok ke gang beraspal pun ketika menuruni awah rel kereta api di rumah kardus-kardus aku keluarkan isinya dan mangga manis walau sepi aroma aku buat jus menjadi berpuluh-puluh kaleng plastik mungil semua aku simpan ke dalam kulkas bagian freezer ketika aku hendak menyingkirkan kartun itu terdapat sepasang semut hitam keduanya berjalan mengelilingi kartun dan sesekali menyusup ke lubang sela-sela kartun kemudian keluar lagi aku terhenyak jika semut ini bisa bicara pasti akan bilang aku lah pengawal mangga yang akan kamu makan jauh-jauh dari negeri Pakistan aku tidak mencoba mengusirnya aku pindah mereka ke dalam kaleng bersih dan aku kasih gula Jawa tiba-tiba semut itu berunding sejenak dengan sesama semut lalu menggigit gula Jawa itu mungkin kelaparan dalam perjalanan timbul niatku untuk menutup kaleng itu supaya semut Pakistan itu tidak pergi namun aku khawatir nanti tanpa udara pasti mati kutaruh saja di belakang lemari hingga tiga hari aku tengok ternyata mereka mengundang semut lokat Swiss dan pesta gula Jawa. lSigit Susanto
lRaudal Tanjung Banua Meditasi Rawa Aopa Di keluasan rawa Aopa terhampar kehidupan puspa warna Di bawah biru Watumohai, akankah hidup satu warna? Wahai, kudengar suara satwa, jeritan lintang pukang Tapi juga kumandang nyanyian Kusaksikan aneka flora, memburai Lepas dari akar Dan yang mekar, merangkai lambang hati kita Teratai putih teratai merah Pancarkan keheningan Degup pesona: O, betapa banyak yang kulihat sebatas eforia Sedikit yang dipinta, cukup untuk berhikmat manja Dengan jantung semesta, hingga berdenyut hidup Dataran rendah paya-paya ini, o, warna-warni matahari!
NASIONAL
16
Minggu Paing, 2 April 2017
HUT Ke-38 SMPN 4 Denpasar
Tanamkan Cinta Lingkungan Digelar di Halaman Sekolah
WARGA SMPN 4 Denpasar tak mau berwah-wah dalam memperingati HUT. Pada puncak HUT ke-38 SMPN 4 Denpasar, Sabtu (1/4) kemarin, dilakukan secara sederhana. Uniknya, puncak HUT digelar lesehan di halaman sekolah, namun penuh makna. HUT kali ini bertema ‘’Melalui HUT SMPN 4 Denpasar kita pupuk rasa persaudaraan meningkatkan kinerja dan karakter anak dalam penyongsong era globalisasi‘’. Tema ini diterjemahkan dalam bentuk lomba internal. Menurut Ketua Panitia, I Ketut Sukrata, S.Pd., digelar lomba kebersihan kelas dan kebun, ajeg Bali antara lain membuat canangsari, tamiang, lamak, klakat, dan klangsah, serta lomba olahraga. Kepala SMPN 4 Denpasar, Drs. I Wayan Dhania, M.Pd.,
BPM/eka
Jelang Galungan, Harga Cenderung Stabil SERBU - Menjelang Hari Raya Galungan masyarakat menyerbu pedagang buah.
Tabanan (Bali Post) Harga untuk kebutuhan Galungan di Tabanan masih cenderung stabil. Meski ada kenaikan namun tidak banyak. Salah satu pedagang perlengkapan banten, Dewi, menuturkan untuk janur mengalami kenaikan Rp 10.000 per ikat besar. “Naiknya dari Rp 65 ribu sekarang jadi Rp 75 ribu,” ujarnya. Untuk pisang mas harganya Rp 25 ribu per 50 biji dari biasanya Rp 20 ribu per 50 biji. Semua pasokan baik janur dan pisang menurut Dewi ia dapatkan dari daerah Negara, Jembrana. Sementara dari pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan, harga cenderung stabil. Kasi Pengadaan Penyaluran Ekspor Import, Agung Pramono, mengatakan belum ada kenaikan secara signifikan di pasaran. Stok juga dalam kondisi aman dan tidak ada kelangkaan. “Harga tetap kami pantau setiap hari. Saat ini belum ada kenaikan secara signifikan,” ujarnya. Dalam membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar di tahun 2017 ini, Pemkab Tabanan
mendorong pasar murah mandiri dalam artian tidak membebankan APBD dengan menggandeng pihak ke tiga seperti bank, koperasi, LPD hingga Bumdes di masing-masing Kecamatan. Diharapkan pasar murah ini akan digelar di setiap kecamatan sebelum hari raya Kuningan. Kepala Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, mengatakan imbauan menggelar pasar murah ini telah dilakukan dengan mengirimkan surat ke masingmasing kecamatan. Menurutnya dari hasil koordinasi beberapa waktu lalu, pihak ketiga yang siap melalukan pasar murah bergandengan dengan kecamatan adalah BRI. “Bisa saja nanti betambah dengan mengajak koperasi, LPD dan BUM-
des,” ujarnya. Untuk pergelaran pasar murah tanpa membebankan anggaran APBD ini lanjut Ekayana sudah digelar beberapa waktu lalu oleh Kecamatan Tabanan sebelum hari raya Nyepi. Dalam pasar murah tersebut menggandeng BUMdes yang menjual bahan pokok seperti beras dan minyak serta perlengkapan upacara berupa jaje begina dan sirat dengan harga normal. Menurut Ekayana pasar murah yang digelar per Kecamatan ini lebih menyentuh masyarakat di masing-masing kecamatan. Diharapkan pasar murah yang sama digelar per desa hingga bisa dinikmati masyarakat dari lingkup wilayah yang lebih kecil s ehi ngga t er j adi pem er ataan.
Ia melanjutkan agar perangkat di masing-masing kecamatan maupun desa tidak takut dalam menggelar pasar murah. Sebab, modal yang dikeluarkan pasti akan kembali. Terlebih jika ada bantuan dari pihak ke tiga tentu tidak perlu mengeluarkan modal. “Yang diperlukan hanya tempat dan tenaga untuk menjaga. Kalo di desa bisa digunakan balai banjar atau kantor desa. Begitu juga di tingkat kecamatan,” ujarnya. Untuk pihak ketiga seperti bank, LPD maupun koperasi keuntungannya ikut serta dalam pasar murah adalah melakukan promosi program dan produknya kepada warga yang datang. Untuk BUMdes sekaligus mengenalkan produk olahan mereka kepada masyarakat. “Jadi sambil ikut pasar murah sekaligus promosi. Karena masyarakat pasti banyak datang jika digelar pasar murah,” ujar Ekayana. (kmb24)
Jembrana Mandiri Penuhi Kebutuhan Pisang dan Kelapa DARI tahun ke tahun, Pulau Bali menghadapi tantangan penyediaan komoditas pertanian lokal. Terlebih menjelang hari raya yang memerlukan berbagai komoditas perkebunan, seperti janur (busung) dan pisang. Banyaknya kebutuhan produksi, membuat Bali masih bergantung pasokan pertanian dari luar Bali seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, maupun NTB. Faktanya hampir setiap hari, kendaraan barang mengangkut komoditas perkebunan seperti kelapa, janur dan pisang lalu lalang melewati pintu masuk Bali, Gilimanuk. Pasokan hasil bumi ini bersaing dengan produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar di Bali. Bukan saja untuk di Denpasar, di Jembrana yang memiliki potensi perkebunan luas pun harus bersaing dengan komoditas luar Bali itu. Salah satu pemicu, harga yang bersaing. Tak sedikit para pemasok hasil bumi, memilih mengambil barang dari Jawa karena harganya yang murah. Di samping itu, ketersediaan komoditas juga
relatif stabil atau tidak sulit. “Hampir setiap hari mengirim, di Badung kebutuhan tinggi. Terlebih saat hari raya,” terang Asmadi (30), salah seorang sopir angkut hasil bumi dari Banyuwangi yang ditemui di Pasar Negara. Menurutnya, banyak pemasok yang berlombalomba masuk ke Bali untuk meraih pasar bahan bumi kebutuhan saat hari raya itu. Selain memang tidak ada larangan (pengiriman antarpulau), harga produksi luar Bali juga berani bersaing dengan produk lokal. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Ketut Wiratma, mengatakan secara umum untuk kebutuhan hasil bumi menjelang hari raya baik pisang dan lain-lain, di Jembrana masih mencukupi. Dari data terakhir tahun 2014 bersumber dari BPS dan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Jembrana, untuk komoditas pisang produksi mencapai 19.769,3 ton per tahun. Angka ini meningkat drastis dibanding tahuntahun sebelumnya yakni
2013 dan 2012 sekitar 6.200 ton per tahun. Jumlah tersebut menurutnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan memasok hingga ke luar daerah. “Perkembangan pasar sekarang ini sudah terbuka, tidak dimungkiri produksi dari Jawa juga ada. Namun, yang pasti cukup untuk memenuhi kebutuhan terutama saat menjelang hari raya,” terang Wiratma. Sementara itu, di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk setiap hari pengiriman hasil bumi khususnya busung hingga pisang produksi luar P ul au B ali t erj adi . Pihak Karantina Pertanian Gilimanuk tidak memungkiri hal tersebut terjadi, tapi pengiriman hasil bumi itu tidak termasuk pengawasan khusus. “Tetap kita awasi, tetapi tidak secara khusus menjadi perhatian kami,” terang Penanggung Jawab Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk, Nyoman Budiarta. Komoditas seperti pisang, janur, dan kelapa masuk dalam kategori sayur-sayuran yang tidak termasuk media
Minggu, 2 April 2017 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana Filsafat Danu Sebagai Hulu Desa (2) 06:35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Sehat & Bugar 08:00 Klip Anak 08:35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Dwijendra (2) 09:30 Belajar Menggambar Lomba Mewarnai Ogoh-ogoh 10:05 Education On Bali TV 10:30 Agrobisnis
11:00 Round Up The World 11:30 Dunia Otomotif Gathering Pencapaian 1 Juta Mitsibishi Colt Diesel 12:00 Puja Trisandya 12:05 Dharma Wacana Filsafat Danu Sebagai Hulu Desa (3) 12:30 Traventure 13:00 Wirasa Peduli Sesamamu 13:30 Lejel Homeshopping 14:30 Tembang Bali 15:30 Bali Chanel Tourist TV 16:05 Harmoni Bali
17:05 Inovator 17:30 Gita Shanti SS Satya Kirtanam (2) 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:00 Banjar Bali Quiz 19:30 KRIS 20:00 Samatra Artis Bali 21:00 Lila Cita Gong Kebyar Tiyingan (1) 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Lila Cita Drama Gong Cupak Grantang (6) 23:00 Lila Cta Calonarang Tegalalang (5)
menjelaskan dikatakan sederhana, efisien dan murah karena siswa tak dipungut biaya HUT, melainkan menggunakan fasilitas sekolah. Bahkan, siswa juga disiapkan makan siang. Saat itu juga dipentaskan 12 jenis tari termasuk tari kebesaran SMPN 4 Denpasar ‘’Sangkara’’ dan uji coba ‘’Saraswati Tatwa’’ yang akan dipentaskan pada Nawa Natya, 28 April mendatang. Dikatakannya, untuk lomba kebersihan dan kebun dirangkaikan dengan mendukung penilaian Denpasar sebagai Kota Adipura di mana sekolah ini dijadikan sampel sekolah lingkungan. Kedua, alasan Wayan Dhania menggelar HUT di halaman sekolah yang rindang untuk menanamkan cinta lingkungan kepada warga sekolah, apalagi sekolah ini pertama meraih Adiwiyata mandiri.
pembawa hama penyakit hewan atau pengganggu tumbuhan karantina. Namun, kendati bukan menjadi fokus pengawasan, petugas tetap mengawasi lalu lintas pengiriman berbagai komoditas hasil bumi. Sehingga, pihaknya juga tidak mengetahui persis berapa produksi jenis tersebut masuk ke Bali setiap harinya. Sementara dari kalangan para petani kelapa, belakangan kini mulai meninggalkan produksi kelapa kering butiran. Hal tersebut dipicu harga yang murah, juga memenuhi permintaan pasar yang cenderung stabil, yakni kelapa muda. Penjualan kuwud maupun klungah meningkat. Seperti yang dilakukan petani kebun, Ni Nyoman Suami (50) Desa Pulukan, Kecamatan Mendoyo. Para petani ini kini menggantungkan panen dari kelapa muda. Tidak lagi seperti sebelumnya menunggu produksi kelapa kering butiran. Kondisi ini dilakoninya karena harga yang cenderung anjlok. Begitu juga jenis kelapa daksina cenderung jarang, dipicu juga faktor harga. Kelapa muda baik itu kuwud dan klungah memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi karena terdorong kebutuhan pasar. Sementara, salah seorang saudagar kelapa, Suharto (45), asal Pekutatan mengaku bersama saudagar kelapa lainnya yang sebelumnya usaha jual beli kelapa kering butiran kini beralih membeli kelapa muda. Selain harga jual kelapa kering butiran yang anjlok, kini sebagian besar petani telah beralih memanen kelapa muda. (olo)
HALAMAN SEKOLAH - Beginilah suasana perayaan HUT SMPN 4 Denpasar yang digelar di halaman sekolah.
Dia mengakui tantangan ke depan mengelola sekolah yakni menjadikan insan anak didik yang cerdas melalui proses yang berkualitas, di tengah minimnya dana partisipasi masyarakat. SMPN 4 Denpasar sejak lima tahun lalu dikenal sebagai sekolah gratis, namun mampu memberi pelayanan terbaik. Selain itu guru harus terus mengisi diri lewat pendididkan studi lanjut agar pengetahuan dan keterampilan yang ditransfer selalu up to date. Di sisi lain, guru juga harus berhati-hati mengajar dan mendidik tanpa kekerasan. Hingga kini sudah 17 guru dari 42 guru sekolah ini sudah berkualifikasi S-2. Ini yang membuat prestasi siswa SMPN 4 Denpasar sukses meraih prestasi go national dan international. Di antaranya meraih juara I karate internasional di Jerman, juara olimpiade Matematika nasional, sebagai duta renang ke Singapura. Sedangkan di Porjar dan Wali Kota Cup selalu meraih empat besar terbaik. Makanya Wayan Dhania mengatakan prestasi di akademik dan nonakademik berimbang. Ditambahkannya, SMPN 4 Denpasar menyediakan 42 ekstra dibina dalam enam kelompok yakni olahraga, seni, ajeg Bali, bela negara, usaha ekonomi produktif (UEP), dan akademik. Di UEP bagi wanita diberikan keterampilan tata rias dan kecantikan dan bagi pria berupa elektronik. (bns)
Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster Digagalkan di Bandar Ngurah Rai
Gianyar (Bali Post) Upaya penyelundupan ribuan benih lobster di Bandara International I Gusti Ngurah Rai berhasil digagalkan Jumat (31/3). Sementara pelaku yang berupaya menyelundupkan benih lobster seharga Rp 2,5 miliar ini berhasil kabur, dan kini masih dalam pencarian polisi. Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas I Denpasar melepaskan melepaskan benih lobster itu di Pantai Manyar, Desa Ketewel, Sukawati, Sabtu (1/4) kemarin. Kepala BKIPM Habrin Yake menjelaskan total ada 2.0650 benih lobster yang berhasil digagalkan dari upaya penyelundupan Jumat sore kemarin sekitar pukul 1730 wita. “Kejadiannya Jumat sore, exray di Bandara Ngurah Rai mendeteksi benda mencurigakan pada koper berwarna hitam,“ ucapnya. Setelah dicek di dalam koper tersebut terdapat 35 kantong yang berisi ribuan benih lobster. Dari kejadian ini memicu kerugian negara mencapai Rp 2,5 miliar. Sementara pihaknya yang berkoordiansi dengan kepolisian, masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang berhasil kabur. “Saat pemeriksaan pelaku berpura-pura menelepon seseorang untuk mengambil kunci, tapi ternyata melarikan diri,“ jelasnya. Kini, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan petugas bandara untuk memastikan identitas penumpang yang cancel dari pesawat Air Asia 508 dengan tujuan Singapura tersebut. Ditegaskan aksi ini melanggar PP No. 15 tentang Karantina Ikan serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 56/Permen-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan. “Ini terkait larangan penangkapan lobster di bawah ukuran 200 gram. Selain benih lobster, termasuk juga kepiting bertelur dan rajungan bertelur. Dari aksi ini ancaman minimal 3 tahun penjara,“ bebernya.
Ribuan benih lobster itu pun sudah dilepas di laut selatan Pantai Manyar, Desa Ketewel, Sukawati. Dikatakan lokasi yang masih memiliki terumbu karang tersebut sangat sesuai untuk habitat lobster. “Alasan dilepas di sini karena desa adat di sini ikut menjaga dan merawat. Di sini juga ada banyak kerang sehingga habitatnya sesuai,“ tandasnya. (kmb35)
BPM/kmb35
LOBSTER - Petugas BKIPM saat menunjukkan benih lobster sebelum dilepaskan di Pantai Manyar Desa Ketewel.
Dikira Maling, Pengedar Narkoba Nyaris Ditangkap Warga
Denpasar (Bali Post) Warga di Jalan Made Bina Gang Ratna, Ubung, Denpasar, Jumat (31/3) malam, mengejar pria tak dikenal. Pria itu dicurigai maling karena bolak-balik sambil nele-
pon. Namun, pria itu lolos dan warga mengamankan tas plastik hitam diduga berisi paket sabu-sabu (SS). Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat (Denbar) Iptu Aan Saputra seizin Kapol-
BPM/kmb36
PAKET - Petugas menunjukkan bungkusan tas plastik hitam berisi paket sabu-sabu.
sek, Sabtu (1/4) kemarin, mengatakan, kejadiannya di sebelah rumahnya Kaling Ubung, pukul 20.00 wita. Awalnya, warga melihat seseorang mencurigakan. Pria tidak dikenal itu bolak-balik sambil menelepon seseorang di TKP. Karena dicurigai orang tersebut akan melakukan pencurian, masyarakat terus memantau. Selanjutnya saat orang itu berhenti di tempat paket SS ditaruh dan mau mengambilnya. Saat itulah, warga langsung mendekati. Pria itu mengurungkan niatnya mengambil paket narkoba itu dan langsung kabur. “Warga sempat mengejar orang itu, tapi pelaku langsung memacu motornya dengan kecepatan tinggi,” ujar Aan Saputra. Warga lalu mengambil bungkusan itu dan membukanya. Ternyata isinya plastik klip berisi kristal bening diduga SS. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Ubung dan diteruskan ke Polsek. Iptu Aan bersama anggotanya langsung ke TKP dan mengamankan barang bukti. “Kami berupaya mencari pemiliknya,” tandas mantan Kanit Reskrim Polsek Mengwi ini. (kmb36)
Minggu Paing, 2 April 2017
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Privat Villa Kerobokan Look For Female Housekeeping Max Age 30,Must Speak English, Call:085237256305 Iluh Not SMS
Room Boy Experienced,English Speaking,able to Start Immediately, for our Resort in Ubud info@tanahmerahartresort.com
Bth Adm Toko(Wnt)Maks 35Th Jujur,Disiplin,Niat Kerja.Wave D.Audio.Denpasar.(223054)
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Fahrenheit membutuhkan Tenaga Sales Acc HP,Gaji+Komisi+Dll marketing Area Bali Kualifikasi, (± 5Jt) Hub:PT.VIVAN Bali 1.Pend.Min SMA,2.Usia Max HP: 081237763718 B.BP.031.04.17.0000021 B.BP.001.04.17.0000057 B.BP.154.03.17.0002379 B.BP.001.03.17.0002243 25 Th 3.Jujur&Semangat Tinggi. B.BP.004.03.17.0002259 Bth Sgr AO BankSwasta Nasional Dcr Admin+Therapist wnt utk Dicari Staf Operasional&Admin B.BP.141.04.17.0000029 Toyota Kuta Main Dealer:Bth Sales CV Kirim ke Jl.Toh Jaya Account Officer Lending manager, D3/SMA Pengalaman 085237172990 Clinik Kecantikan 08123909904 Min.SMK, Pria/Wanita Dcr Tng Serabutan+ Sopir Executive(P/W)Min.D1.Max30 Th, No.27 Denpasar 0361-424558 B.BP.001.03.17.0002250 B.BP.001.03.17.0002284 Kualifikasi Pria Maks 35Th, WA 081999575838 Tk.Grosir Sembako Min.SMA, B.BP.001.03.17.0002324 Utamakan KTP Bali,Konpensasi: Bth Sgr Supir Gdg Tk CitraLand Dcr Rsv,Ce/Co, Komp,Bhs. Ing B.BP.001.03.17.0002226 pengalaman Marketing Kredit. Jl.Batanghari X/19 085338206790 HK Vila Jimb,Ubud,Smnyk,Bs Eng Gapok,Tunj(Mkn,Operasional) CV ke hrd@cwabali.com 734018 CV Krm ke hrd.bst@gmail.com Dicari Tkg Jahit pengalaman/ B.BP.001.04.17.0000066 0-2Th,memiliki SIM A & C,Domi&Msk Bfast,Pglmn-Sgra 03614490 B.BP.001.04.17.0000011 B.BP.004.03.17.0002348 Askes Insentif,THR,Bns Jln2 Keluar Tailor u.Butik di Renon Villa Seminyak-Engineering sili di Klungkung Bali.Kirim 319 / gm.asaproperty@gmail.com Cr 2Staff Cashier, 2Sales, 1SuperDcr Sopir SIM A/C u/perusahaan Negeri.Lmrn Krm kePT.Agung Hub.083119980802 Teknisi SMS 087866192779 B.BP.001.03.17.0002218 Surat Lamaran dan CV ke:Email: B.BP.031.04.17.0000014 visor u/Mini Market Area Sanur farmasi Hb:081805424884/255930 B.BP.001.04.17.0000041 B.BP.004.04.17.0000032 Automall Jl.Sunset Road Brt, S1 Akuntasi Pglmn & Min D3 u/ hrd.bprtata@gmail.com Atau ke: Dicari Peg.Akunting Wanita Min Dicari!Staf Laundry&Tkg.Kebun! bisa Bhs Inggris H:08124628020 B.BP.001.04.17.0000019 Segera! Sales Executive Min Seminyak-Kuta,Badung.Up:Bag. Staff Operasional,081238504111 BPR tata(Kantor Cabang) Jl. B.BP.001.04.17.0000061 Tamat SMU Hub.239357 Segera Ada Mes,Makan!Hub.085102077800 Dcr Staff Komputer Bali Silver SMA,Pengalaman Kerja di DistriB.BP.001.04.17.0000073 HRD No.Telp:(0361)8947099 B.BP.001.04.17.0000058 Puputan I No.11,Klungkung Bali Cr AA/Staf utk Apotek Nusa Dua B.BP.001.04.17.0000005 Celuk Sukawati 085333134567 B.BP.005.03.17.0002359 butor Min 1Th,Paham Area Dps & (0366-21980)Bp Ketut Suwastika Travel Agent cari 1 Asst opt & Segera!! Butuh Terapis Reflexi Jl.Kurusetra Kampial Cp.772020 Dicari:Spv.Marketing Sepatu & B.BP.001.03.17.0002342 Badung.Krm Lamaran ke 1 Asst Opt yg bs Bhs Spanyol. Urgent Looking GM,Spv,Sales, B.BP.001.03.17.0002322 B.BP.001.04.17.0000048 di Hayam wuruk,Gj Mnarik+ Dcr:PRT,Lokasi Penamparan,Gaji Bonus+Lembur+THR T.9002588, Sandal,Lk,Peng.2Th,Max.40Th,Jl. Bth Tk.Check Garment,Tk.Potong Cr Sgr H.Kepng K.Ofce Gjh Lmyn Jl.Mahendradata 168X Dps Barat Lam,CV ,Photo & peng.kerja Krm Waitress for Rest Ubud.Send CVto Pulau Misol 49Dps,081236859629 1,8Jt/Bln Hub:081938569021 0811239621123 Lulusan SMK Busana.08971857098 Lks Ubd Hb.081337829594 971331 Telp.485913/085100685168 ke: hr@lotus-enterprises.com info@kayunresto.com 0361974741 B.BP.001.04.17.0000044
B.BP.001.03.17.0002316
B.BP.014.04.17.0000013
Dcr 5 org sales counter travel pengalaman, bs B.Inggris Hub.0361-245 145
: : : :
B.BP.001.03.17.0002331
Dibthkn Sales Manager & E-commerce(Staff),Syrt: P/W,min.25th, Pend.min.D3 Pariwisata,Pglmn dibdgny, komunikasi baik,Pny motivasi krj yg tgg&dpt bkrjsm dgn team. Hub:Hotel Bali Relaxing Resort & Spa.Jl.Pratama No.62 Tanjung Benoa(0361)778333/ E:brr@balirelaxing.com
B.BP.001.03.17.0002318
Dicari Sales MArketing krm CV ke Simpang Inn Hotel Jl.Legian 133 Kuta Hub.0361-761306
B.BP.004.03.17.0002261
B.BP.001.04.17.0000036
B.BP.001.03.17.0002223
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU
Terios TX 13 Putih DK Spt Br 0818-0561-3699 B.BP.001.04.17.0000062
Dijual Mobil Xenia 2014 Type X TV Jok Velg Lngkp.081239681990 B.BP.001.04.17.0000062 NISSAN
Evalia XV 2013 Akir Htm Manual Jrg Pakai Hp.081999171235 B.BP.167.04.17.0000033
Grand Livina’08 Tgn 1, Htm, DK istmw low KM,118jt, 0811452800 B.BP.001.03.17.0002403 HONDA
Jazz RS MMC’2012 Putih AT Asli Bali 190Jt H.085100856999 Prbd B.BP.164.04.17.0000054
DIJUAL RUMAH
SALON
SERVICE
Jazz RS’2008 AT Silver H.148Jt bs Tukar,085100871119 Pribadi
B.BP.164.04.17.0000053
Jazz’11 M/T Abu2 Met,Prbd,Nego Sgr (Terawat) Hub.081338767836
B.BP.001.04.17.0000018
SUZUKI
BUC APV Arena GX’2011,mls Prbd Hub.08118200429/081236279884 B.BP.001.04.17.0000046
Splash 12(pmk) DK Coklat Istmw 08133-7659-912 B.BP.001.04.17.0000063 TOYOTA
Agya S TRD’2015 Manual Jl.Cokroaminoto 377 T.085100462764
B.BP.164.04.17.0000050
NewAvanza G’12 Silver,Smst Br Asuransi Gres 141Jt, 0817555449
B.BP.001.04.17.0000067
Avanza E’09 120Jt; Atoz AT’00 55Jt, 085337887779,08123631676
Djl Tnh Kav di Bongan Tbn,Luas DIJUAL TANAH DISEWAKAN TANAH 1,5Are&2Are,TP,Hb.081236155317 Dkont Tnh 825m2 Jl.Muding Mudu Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & YAMAHA B.BP.001.03.17.0002363 Harga 125Jt/Are bisa Nego 140Jt/A Bs Kredit 087862450004 Avanza New 1.3 G Th’2012 Tgn1 Ymh Enduro’77 80% ori Srt Lkp B.BP.001.04.17.0000045 Dpn High Scope HP.085351234567 B.BP.001.04.17.0000001 B.BP.001.03.17.0002187 B.BP.001.03.17.0002386 Silver Hub:085333124554 Jl Tnh 1,25A Lok.Anggungan Mgw 11,5Jt Ng, Bkl Purnama Gg.Oto2Ha di Gitgit 27jt/A&9A di Kelan B.BP.001.04.17.0000008 Rmh Jl.Gn.Talang Utama LT1,5A DICARI TANAH Dkt RS Kapal Hub.082145008783 motif Jl.Antasura,081238149708 Tuban 500jt/A,08123682727 BUC 210Jt Innova type V th’13 4KT,3KM Grse 1,3M,081338708444 B.BP.001.04.17.0000022 Area Denpasar 3-15Are utk Krj B.BP.001.03.17.0002217 B.BP.001.04.17.0000040 Hitam Asli Bali Hp.0817799225 B.BP.001.04.17.0000042 Djl Tnh 4A Jl.Dewi Uma Pemogan Sama Perumahan.WA 081239907168 Tnh Kav 2,5&2,6A Lok Sngt Bgs B.BP.001.04.17.0000065 B.BP.001.04.17.0000024 Rmh Lt2 3KT,3KM,Garase 1,1M +Kos2an Luas Tnh 2A, Suwung Jl.Utama Ry Balangan,View Laut DIJUAL RUMAH Innova 09V Abu Manual As Bali Utara Rs Balimed 081338558078 DIJUAL RUKO H.490Jt/A Nego.Hb.085339021818 Batan Kendal Hub.0811152184/ 081353555249 P.Lingga35XDps BU Rumah 6Are Ruko Penamparan bs B.BP.001.04.17.0000043 B.BP.004.03.17.0001774 085238790777 Nego B.BP.001.03.17.0002303 TT Mobil/Tanah H.087860856999 Ruko Jl.By Pas Kediri-Tbn,Tmr Sdg Dibangun Rmh & Ruko di B.BP.001.04.17.0000027 Bank Mandiri No88B LT142m2 SHM BU Djl Tnh 2Are Ciung Wanara B.BP.164.04.17.0000052 Toyota Landcruiser Cygnus 2001 Jl.Akasia XVI Dps @1,7M II/26 Renon Hub.081238500095 Kav1A/bgn Rmh Ry Juwet Sari Pe- IMB LT2.1,8M Nego/082144118995 Hitam 350 Juta Hub.0811397041 Djl Rmh Kos 8Kmr Tnh 230m2 dan B.BP.001.04.17.0000026 mogan 081999843755/08124622492 B.BP.001.04.17.0000012 B.BP.001.03.17.0002308 Rmh Tngl LtII Tnh 1A,2Kmr Lok. hub.08123861163,08123838674 B.BP.001.04.17.0000072 BUC 2,5A Cekomaria,Br .Jenah Jl B.BP.001.04.17.0000064 Yaris TRD AT’14 205Jt,NewCivic Kmps Unud Jimb,GWK 08123805574 DISEWAKAN GEDUNG 1 mbl 300jt/A Ng 085237056128 B.BP.001.04.17.0000020 DIJUAL TANAH 1.8’12 260Jt,Fortuner GLux TRD JEMBRANA B.BP.001.03.17.0002320 Gedung Baru Lt III di Jl.Mh 2011 255Jt, XTrail ST’09 165Jt Area Dps:Renon,Ayani,Kesiman. Dijual Tanah 3Are,2Are Jl. Tnh 3A(27Jt)5A(25Jt),10A(23Jt) Jual Tnh 3-5 Are di Jln Raya Yamin Renon @100Jt/Th/lantai Harga Kredit Hub.082147274698 495-650Jt.Dp10% WA087761813661 Induk Buduk Hub.082147454248 Munggu-Kapal HP:08123805518 Yeh Embang Kauh,0811398154 Hub.08123861163,08123838674 B.BP.141.04.17.0000030
DIJUAL MOTOR
B.BP.001.04.17.0000023
DIJUAL RUMAH Djl Rmh T.110/75 di Tkd.Bthari Panjer H.1,2M Hub.08123621083
B.BP.164.04.17.0000049
B.BP.001.03.17.0002240
B.BP.001.03.17.0002270
B.BP.001.04.17.0000071
RUPA-RUPA *Deposito Koperasi 14%/Th Net* Legal,Aman,Untung 081239011111 B.BP.001.04.17.0000068
Velg 18+Ban Masih 90% utk Jazz bs TT Standar Hub.085100856999 B.BP.164.04.17.0000051
KEHILANGAN Hlg 2 Sertifikat No:SHGB 201& SHGB 537 AN:PT.OAZIA Riverside B.BP.001.03.17.0002313
Hlg BPKB:K-02718562-O DK9846FJ AN:I Gusti Agung Gede Wardana B.BP.001.03.17.0001644
Hlg Bk Kir Mbl DK 9392 HB AN I Wyn Kandia Hub.081999485314 B.BP.167.04.17.0000034
REKREASI
18
Minggu Paing, 2 April 2017
TTS Bali Post
Pertanyaan Mendatar: 1. Ruang kapal 3. Kecoa (Inggris) 7. Cermin yang tebal dan besar 9. Negara beribu kota Lima 10. Badai 13. Nyiru (Bali) 15. Pola 16. Karangan seseorang yang belum pernah diterbitkan 17. Salah satu persembahyangan Hindu di Jawa Barat 19. Ruang/lubang 20. …. Parlina, salah satu personal Bimbo 22. Batas tertinggi sebuah anggaran 24. Mau jatuh/keluar (Bali) 25. Hari Minggu 26. Dibalik: Gangguan jiwa yang ditandai muram, sedih, dll 28. Bila diulang bermakna sindiran ; lelucon 29. Bila beku menjadi es 30. Barang dagangan yang diasongkan 31. Perasaan hati (Inggris)
Pasar Burung Bagian dari
“City Tour” di Denpasar Program city tour yang kembali dilaunching Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata, Maret 2015 lalu mendapat apresiasi dari pelaku pariwisata. Terlebih paket yang ditawarkan kepada wisatawan cukup unik. Ada pasar, puri, pura, serta museum. Dari sejumlah objek wisata yang ditawarkan itu, salah satunya yakni Pasar Burung Satria, yang menyatu dengan lingkungan Puri Satria. Wisatawan yang ingin berkunjung ke lokasi ini sangat mudah. Karena semua fasilitas angkutan moda transportasi tersedia dengan baik. Bahkan, bila wisatawan menginap di Kuta pun sangat mudah bila ingin berkunjung ke pasar burung ini. Selain berada di tengahtengah kota, fasilitas infrastruktur menuju lokasi cukup baik. Kepala Dinas Pariwisata Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan, objek wisata pasar burung sejatinya memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata yang menarik. Terutama bagi mereka yang memiliki hobi memelihara burung. “Koleksi satwa yang dijual di pasar ini sangat beragam, sehingga ini menjadi salah satu daya tarik orang berkunjung ke pasar ini,” ujarnya. Sementara itu, Dirut PD Pasar Denpasar
I Made Westra yang dikonfirmasi masalah pengelolaan pasar burung Satria, mengatakan tidak berada di instansinya. Mengingat, semua aset pasar ini menjadi hak milik puri. “Pasar tersebut tidak termasuk yang dikelola PD Pasar. Pengelolaannya murni pihak ketiga atau pemilik lahan,” jelasnya. Westra mengaku, sejumlah pasar di Denpasar memang menjadi bagian dari paket city tour. Seperti Pasar Badung (kini dalam proses lelang pembangunan), Pasar Kumbasari, serta beberapa pasar tradisional yang sudah sering dikunjungi wisatawan. “Langkah ini cukup positif untuk memberikan nilai tambah bagi pasar bersangkutan,” jelasnya. Pemkot Denpasar dalam upaya menarik lebih banyak wisatawan datang ke kota ini, menawarkan banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Selain pasar burung Satria, Pemkot Denpasar juga memiliki objek wisata alam yang menarik, yakni Pantai Sanur. Bahkan, bentangan Pantai Sanur yang cukup panjang, semua menjadi daya tarik wisata. Mulai dari Pantai Matahari Terbit sampai Pantai Mertasari. Melihat hal ini, maka Denpasar dinilai memiliki objek wisata yang sangat beragam. Bukan saja keindahan alam, ternyata pasar pun bisa menjadi objek wisata. (ara)
BPM/dok
PASAR- Suasana Pasar Burung Satria yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai aneka jenis satwa.
2
3
4
7
5
6
8
9 10 13
11
14
12
15
17
16
18
19
20
21
22
23
24 25 26
27
28
29 30
SPT2017
Menurun: 1. Pandu/latih/ketuai 2. Rama-rama (Bali) 3. Nama sebuah tarian (Inggris) 4. Central planned economics 5. Biaya 6. Judul/lakon sebuah pertunjukan tradisional Bali 8. Pekerjaan seorang sangging (Bali) 11. Pengangkut orang sakit/ jenazah (Inggris) 12. Protein yang banyak terdapat pada putih telur 14. Penguraian glukosa oleh enzim tertentu 18. Perkiraan/perhitungan biaya untuk periode berikutnya 21. Tak perduli / menganggap seseorang tidak ada (Inggris) 22. Lembar pengumuman yang ditempelkan di dinding 23. Lotere 27. Sebuah kata penghubung
1
31
KUPON TTS No.290 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 290 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 8 April 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 16 April 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 288 Mendatar: 1. Palawakia 6. Hasta 9. ILO 10. Organis 11. Monorel 13. Antariksa 15. KUHP 17. Gunawan 21. Opsi 23. PGSLA 25. Aula 26. Inggris 30. Bela 32. Daidokoro 33. Emperor
36. Adaptif 38. Sew 39. Raket 40. Kriptolog Menurun: 1. Piutang 2. Liontin 3. Wig 4. Kingkong 5. Aismak (Kamsia) 6. Horn 7. Suar 8. Analogi 12. Ompong
BPM/ara
DITATA - Kawasan di sekitar Puri Satria yang menyatu dengan Pasar Burung juga mendapat penataan, sehingga terlihat lebih asri.
14. Raw 16. Usan 18. Udu 19. Arable 20. Apel 22. Sai 24. Limitasi 25. Amtenar 27. GSO 28. Roomful 29. Stoking 31. Adrawk (Kwarda) 34. Puak 35. Rest 37. TNT
Pemenang TTS No. 288 I Made Sudananjaya Br. Dinas Kukuh Kangin, Desa Kukuh, Kerambitan, Tabanan 82161 Gede Pasek Septiawan Jl. Sada Sari 1 Blok B Kuta, Kab. Badung 80361 Km Sri Ajeng Wahyuni Penjahit Rahajeng, Jl. Veteran, Padangkerta, Karangasem 80811 Ni Wyn Dharmayanti PDAM Bangli, Jl. Brigjen Ngr. Rai 59 Bangli 80613 Ni Komang Sri Puspasari Jl. Sudirman Gg.Sandat No.99, Amlapura – Karangasem 80813 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Sang Ayu Made Cantika Widiani Alamat : SMP Wisata Sanur 80227 (Hp: 081 239 325 935)
19
Minggu Paing, 2 April 2017
Faktor Cuaca Dari Hal. 1
Tingginya harga salak ini disebabkan karena faktor cuaca dan musim panen raya telah lewat dari Januari sampai Maret. Salah satu pengepul salak Komang Pande, Sabtu (1/4) kemarin, mengatakan salak sudah mulai langka sejak akhir pertengahan Maret lalu. Dia yang biasanya bisa mengumpulkan salak dari para petani setempat sebanyak tujuh ton sampai sepuluh ton saat musim panen raya, memasuki akhir Maret hanya bisa paling banyak mendapatkan salak sebanyak dua ton. Dia membeli dari petani seharga Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per kilogram. “Harga salak sampai Rp 12 ribu per kilogram, sudah sangat mahal. Tumben harganya sampai setinggi ini menjelang hari raya. Dulu selangka-langkanya salak, harganya paling tinggi Rp 6 ribu per kilogram,” kata pengepul salak asal Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem ini. Dengan menurunnya harga salak, dia hanya sanggup memenuhi kebutuhan pasar di Denpasar dan sebagian di Lombok. Sementara, kebutuhan di Karangasem sendiri tak bisa dipenuhi, karena kekurangan stok salak. Selain karena sudah lewat masa panen, Pande menambahkan, minimnya buah salak belakangan juga karena faktor cuaca. Tahun lalu, sempat terjadi kemarau panjang, hingga delapan bulan. Hal itu memengaruhi pohon salak untuk memproduksi buah salak sehingga, kelangkaan buah salak menjadi lebih cepat tahun ini. “Karena kemarau panjang, pohon salak jadi susah berbunga untuk menjadi buah,” tegasnya. Bila di tingkat pengepul bisa sampai Rp 12 ribu per kilogram, harga salak selama tiga hari terakhir di tingkat pasar, dipastikan lebih tinggi lagi. Seorang pedagang di Pasar Karangsokong, Amlapura, Wayan Sumiati, Sabtu (1/4) kemarin, mengatakan harga salak di tingkat pasar sudah menembus Rp 15 ribu per kilogram. Harga ini, kata dia, kemungkinan bisa naik lagi menjelang Penambahan Galungan, Selasa (4/4) lusa. “Salak di pasar ini langka sekali. Kalau pun ada harganya mahal. Apalagi salak gula pasir, dulu hanya Rp 25 ribu kilogram, sekarang sudah Rp 40 ribu per kilogram,” katanya. Angka produksi salak terakhir dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem, mencapai 29.992 ton per tahun. Produksi paling banyak terdapat di Kecamatan Bebandem sebanyak 14.891 ton per tahun dan Selat sebanyak 13.028 ton per tahun. Sebelum harganya meroket memasuki April ini, harga salak sempat anjlok saat puncak musim panen. Saat itu, harga salak sempat jebol sampai Rp 500 per kilogram. Harga anjlok saat panen raya dan langka saat hari raya, menjadi masalah yang belum bisa dipecahkan pemerintah daerah sejak dulu sampai sekarang. Padahal, semestinya ketika panen raya, kalangan petani bisa meraup untung. Tetapi, faktanya justru sebaliknya. Menghadapi persoalan ini, para petani salak di Kecamatan
Bebandem dan Selat juga terus bersiasat. Produk olahan salak saat ini semakin berkembang. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir sejumlah pengepul salak di dua kecamatan ini sudah menerapkan produk olahan baru, dengan mengupas kulit salak, membersihkan bijinya, hingga melakukan proses pengawetan bensoat. Hasilnya, kemudian baru dikirim ke Pulau Jawa setiap pekan saat musim panen tiba. Tim dari Disperindag Karangasem sudah beberapa kali turun dan melakukan kajian terhadap proses ini, khususnya untuk memastikan tingkat keamanan dan kesehatan konsumsi buah salak yang sudah melalui proses pengawetan ini. Setelah turun ke salah pengepul belum lama ini, tiap pekan salak yang dikirim dengan cara itu bisa mencapai 6 ton sampai 10 ton hanya oleh satu pengepul di saat musim panen raya. Cara ini, cukup efektif menjaga harga salak di tingkat petani saat musim panen tiba, karena pasarnya menjadi semakin luas hingga ke Pulau Jawa, dari sebelumnya hanya di Bali dan Lombok. Belum banyak informasi yang diperoleh dari proses ini. Sebab, para pengepul juga tak sembarangan memberikan informasi, karena adanya persaingan antarpengepul salak. Harga Anggur Lesu Petani anggur di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar menjelang hari raya Galungan tak mampu tersenyum sumringah. Pasalnya, hasil panennya anjlok signifikan. Selain itu, harga jualnya juga tergolong murah. Petani, Made Padma menuturkan panen musim ini harga anggur di tingkat petani kisaran Rp 9 ribu per kilogram. Harga tersebut tergolong murah, jika dibandingkan musim lalu yang mencapai Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilogram. “Harga sekarang tergolong murah. Tidak merasakan dampak Galungan,” terangnya. Selain harga, panen anggur musim ini juga anjlok sekitar 60 persen. Tak hanya itu, kualitasnya juga tergolong buruk. Dari masih hijau sudah banyak yang membusuk dan rontok. “Kalau sebelumnya, bisa panen sampai enam kali dalam satu musim. Sekarang tiga kali saja sudah banyak,” ujarnya. Munculnya kondisi tersebut sebagai imbas cuaca buruk yang berlangsung cukup lama. Menyikapi itu, petani sejatinya sudah mengintensifkan perawatan dengan penyemprotan secara rutin menggunakan pestisida. Namun itu tak membuahkan hasil maksimal. “Cuaca benarbenar tidak mendukung. Hujannya cukup lama. Buah yang masih hijau sudah busuk dan rontok,” tutur petani Subak Kali Culuk ini. Sementara itu, petani Made Suka mengatakan dihadapkan dengan hasil panen demikian, keuntungan sama sekali tidak dirasakan. Hasil penjualan hanya mampu digunakan untuk menutupi biaya pemeliharaan, yang mencapai 100 ribu per are. “Sekarang sulit dapat untung. Beberapa petani juga ada gagal panen,” ungkapnya. (gik/sos)
Dicium Kepolisian Dari Hal. 1
Argo mengatakan, apa yang akan dilakukan oleh Al Khaththath Cs sebenarnya telah tercium oleh kepolisian. Penyidik juga telah mengetahui hal tersebut namun Argo tidak dapat mempublikasikan sejak kapan. “Ini permufakatan. Namanya permufakatan kan lebih dari satu orang. Sudah punya rencana. Ada pertemuan-pertemuan. Ada orangnya di situ, membahas apa. Ada yang mengatur pertemuan, ada hasilnya,” ujar Argo. Sejauh ini, Argo mengatakan, belum mengetahui apa masing-masing peran dari Al Khaththath dan empat orang lainnya. Namun, Argo men-
jelaskan terhadap apa yang dilakukan oleh Al Khaththath Cs, akan diterapkan pasal 107 dan 110 KUHP tentang makar. “Namanya permufakatan makar itu, hanya niat dan rencana saja sudah bisa kena,” ujarnya. Al Khaththath ditangkap bersama empat orang lainnya. Keempatnya yakni Zainudin Arsyad, Irwansyah, Dikho Nugraha, dan Andre. Zainudin diketahui bagian dari Gerakan Mahasiswa Pelajar Bela Bangsa dan Rakyat (GMPBBR). Sementara, Irwansyah merupakan Wakil koordinator lapangan aksi 313. Dikho dan Andre diketahui bagian dari Forum Syuhada Indonesia (FSI). (kmb)
Perencanaan Produksi Dari Hal. 1
Guna mengatasi situasi yang selalu berulang setiap tahun, maka diperlukan adanya perencanaan produksi dan konsumsi terhadap buah-buahan yang ada di Bali termasuk di luar Bali sepanjang satu tahun. Perencanaan produksi perencanaan konsumsi, misalnya, dapat disediakan berdasarkan pada berbagai kegiatan yang memerlukan buah-buahan dalam jumlah yang meningkat, misalnya hari raya. Kebutuhan untuk konsumsi yang rutin disertai dengan kebutuhan untuk hari raya dan hari-hari lainnya dapat dijadikan acuan awal bagi perencana untuk menentukan jumlah persediaan atau suplai buah lokal atau perencanaan produksi. Adanya perencanaan produksi ini sangat penting mengingat Provinsi Bali memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat menghasilkan berbagai produk hortikultura seperti buah dan sayuran. Berbagai jenis buah dan sayuran dapat dihasilkan dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Hingga saat ini, pengembangan komoditas buahbuahan, khususnya buah lokal di Bali belum dikelola secara maksimal dari sisi agrobisnis di tingkat petani. Pengembangan agrobisnis buah lokal di Bali masih memiliki kendala yang pokok yaitu produktivitas, kualitas, dan kontinuitas. Kondisi ini tercermin dari masih besarnya jumlah pasokan buah-buahan dari luar Bali dan bahkan datang dari luar negeri melalui impor. Tingginya pasokan buah impor dapat memengaruhi persaingan dengan keberadaan buah lokal. Selain itu, hargaharga produk buah lokal menjadi kurang menguntungkan bagi petani karena kualitas produk buah impor yang “dipandang” lebih baik. Kebijakan pemerintah juga belum dirasakan kondusif bagi banyak petani sebagai produsen produk buah lokal. Guna mengantisipasi dan menghadapi pasar bebas terutama berkenaan dengan masuknya
buah-buah impor, maka diperlukan adanya berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing produk-produk buah lokal yang ada di Indonesia dan Bali. Kondisi ini sangat dimungkinkan untuk diwujudkan mengingat potensi plasma nutfah buahbuahan pada masing-masing daerah adalah sangat mendukung. Atau dengan kata lain, varietas buah-buahan yang ada di Bali sebenarnya tidak lebih buruk dibandingkan dengan varietas buah buahan dari negara lain. Namun, aspek produktivitas buah lokal di tingkat petani biasanya diakibatkan oleh masih relatif rendahnya penerapan teknologi budi daya tanaman sehingga produk-produk yang dihasilkan masih di bawah dari produktivitas yang seharusnya. Di lapangan sering ditemukan bahwa para petani sangat jarang melakukan perlakuan-perlakuan yang semestinya terhadap tanaman-tanaman buah yang diusahakannya. Dalam kaitannya dengan pengembangan agrobisnis, pengelolaan usaha tani yang sedemikian ini tidak akan dapat diperoleh pendapatan yang maksimal. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknologi pertanian yang mampu menghasilkan bibit unggul terhadap tanaman buah lokal yang memiliki sifat specific location, seperti teknologi benih yang mempunyai sifat tahan hama dan penyakit, cuaca dan beproduktivitas tinggi. Keberadaan peneliti baik dari universitas dan badan atau pusat penelitian sangat perlu diberdayakan untuk menghasilkan bibit unggul tersebut. Ketersediaan bibit unggul perlu dibarengi oleh good agricultural practices di dalam pengelolaan usaha tani tanaman buah lokal. Kualitas produk-produk buah yang dihasilkan oleh para petani masih relatif rendah sehingga belum dapat diterima oleh kalangan pariwisata. Selain itu, rendahnya kualitas produk buah yang dihasilkan oleh petani juga mengakibatkan daya saing produk yang lebih rendah
Dikurangi
Dari Hal. 1
Pengamat agama A.A. Gede Netra berharap umat Hindu harus hemat dalam berhari raya. Bukan diartikan menghilangkan karena semua unsur penting tetap harus ada, namun disikapi dengan cedas. Misalnya tak lagi jor-joran membuat penjor. Kemudian gunakan buah lokal untuk upacara karena harganya lebih murah dibandingkan buah impor. Ketua Komisi II DPRD Bali, I Ketut Suwandhi, mengatakan, Bali sejatinya telah memiliki Perda No.3 tahun 2013 tentang Perlindungan Buah Lokal. Namun sayangnya, belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan perda tersebut. Akibatnya, pelaksanaan perda menjadi kurang efektif di lapangan. “Masyarakat belum banyak yang tahu persis ada perda buah lokal itu. Beda sama Yogyakarta, di sana hotel-hotelnya bahkan aksesorisnya dari kearifan lokal semua. Kalau di sini belum efektif, karena sosialisasinya belum maksimal di masyarakat,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (1/4) kemarin. Padahal, lanjut Suwandhi, manfaat perda perlindungan buah lokal utamanya untuk mengangkat nilai jual buah lokal. Para petani buah khususnya, diharapkan terangsang untuk menanam dan memelihara
buah lokal dengan baik dan berkualitas. Dengan demikian, petani mendapat nilai tambah dan kelestarian buah lokal Bali tetap terjaga. Suwandhi menambahkan, sebetulnya sudah ada beberapa banjar yang 100% meminta masyarakatnya agar menggunakan buah lokal. Misalnya, saat upacara maprani ada banjar yang sudah menentukan buah lokal yang dipakai untuk gebogan, berikut bentuk dan ketinggiannya. “Tidak perlu mewah, kesederhanaan, yang penting makna dan tujuan maprani. Tapi ada juga banjar yang masih bebas. Ini yang saya kira perlu disosialisasikan maksimal melalui bendesa adat, klian-klian adat, dan bila perlu ada surat edaran dari bupati/wali kota kepada desa-desa adatnya agar menggunakan buah lokal untuk upacara,” papar politisi dari Kota Denpasar ini. Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, mengatakan, buah lokal sejatinya komoditas yang bernilai jual tinggi atas dasar keunikan suatu daerah. Dengan demikian, mestinya tidak ada istilah buah lokal yang kalah bersaing. Hanya saja memang, pemerintah masih perlu membuat kepantasan harga bagi buah lokal agar lebih menyejahterakan petani. “Kami mendorong adanya
Pengetahuan
Dari Hal. 1
Kegagalan dan keberhasilan UKM tidaklah semata hanya karena terbatasnya modal. Saya lebih cenderung mengatakan bahwa kebanyakan pelaku bisnis kecil tidak dilengkapi dengan pengetahuan dan tools yang memadai untuk mengendalikan bisnisnya. Bagaimana bisa tahu untung, kalau kita tidak tahu berapa total
stok pada toko kita. Berapa dari stok tadi yang merupakan bad stock. Bagaimana bisa untung kalau menghitung biaya tidak akurat. Bagaimana bisa bertahan jika tidak punya alat untuk mengontrol tagihan. Dan seterusnya. Bisnis merupakan sebuah sistem yang kompleks. Permodalan merupakan sub-sistem. Masih banyak sub-sistem lain yang perlu diketahui dalam
dibandingkan dengan produkproduk yang didatangkan dari luar Bali. Kondisi ini perlu diatasi baik dari sisi teknik budi daya dan juga kelembagaan, seperti sosialisasi sertifikasi atau standardisasi produk-produk buah lokal yang menjadi kebutuhan dunia pariwisata. Kontinuitas produk-produk buah lokal merupakan suatu yang alamiah bagi para petani produsen di Bali karena sifat produksi pertanian itu sendiri yaitu musiman. Kondisi ini dapat menjadi suatu kendala bagi dunia pariwisata yang “terkadang” meminta produk-produk pertanian di luar musim. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknologi budi daya tanaman yang mampu menghasilkan produk di luar musimnya atau dikenal dengan off-season production. Dengan demikian, dalam pengembangan agrobisnis buah lokal perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti sumber daya manusia, teknologi pertanian, modal usaha tani, kebijakan pemerintah dan prasarana fisik. Dalam jangka pendek, pemerintah perlu melakukan upaya pembatasan kuota buah impor terhadap buah-buahan dan hortikultura seperti yang yang pernah dilakukan melalui penerbitan Peraturan Menteri Pertanian nomor 60 tahun 2012 tentang Rekomendasi Impor Hortikultura. Selain itu, dikeluarkan juga Peraturan Menteri Perdagangan nomor 60 tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura. Selain diberlakukannya pengaturan impor, dalam pengembangan agrobisnis produk buah lokal juga sangat memerlukan adanya dukungan kebijakan yang kondusif oleh pemerintah. Kebijakan-kebijakan tersebut dapat berupa insentif, subsidi sarana produksi pertanian, penataan pasar hortikultura di dalam negeri, promosi-promosi dan pengembangan industri hortikultura dari hulu sampai produk hilir. Penulis Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra harga kepantasan bagi petani atau pekebun, sehingga mereka bisa menjual pada satu koperasi ataupun pada suatu distributor besar. Mungkin difasilitasi pemerintah, perusda, dan sebagainya dan lalu dibeli dengan harga kepantasan. Menjual pun harus di atas harga kepantasan yang wajib diserap juga oleh hotel dan restoran,” ujarnya. Menurut Adhi Ardhana, kalau pemerintah daerah mau mendorong adanya kepantasan harga, sebetulnya sudah ada solusi untuk mengatasi anjloknya harga buah lokal saat panen raya. Dengan demikian, tidak perlu lagi ada kekhawatiran akan punahnya buah lokal karena tidak ada yang mau menanam lagi. Termasuk menjawab pula permasalahan buah lokal yang kini disebut-sebut kalah bersaing dengan buah dari luar Bali maupun buah impor. “Sekarang panen kan jatuh harganya, tidak pantas lagi untuk dijual. Muncullah pembiaran-pembiaran tidak dipanen dan sebagainya, justru menimbulkan kerugian di masyarakat kita. Kembali lagi ngomong MEA, segala macam. Dengan mudahnya barang masuk, makanya sekarang kita harus memberikan keberpihakan kepada buah lokal. Keunikan yang kita miliki ini sebenarnya keunggulan yang harus dipromosikan,” paparnya. (rin/sue)
mengelola sebuah bisnis. Bagaimana accounting sistemnya, marketing-nya, legal, cash flow dan produknya. Kemampuan mengelola semua subsistem tadilah yang menjamin keberhasilan sebuah UKM. Jika fokusnya hanya pada modal, uang segunung pun habis. Salam, www.alexpchandra.com
Proses ’’Nyekeb’’ Dari Hal. 1
Panyekeban Galungan jatuh pada hari Minggu (Redite Paing Dungulan), yang secara nyata biasanya diikuti dengan proses nyekeb buah-buahan. Upacara ini membuktikan umat Hindu masih mandiri dalam penyediaan buah lokal untuk keperluan upacara. Bisa diperoleh di halaman pekarangan atau tegalan sendiri. Secara filosofi penyekeban Galungan bisa diartikan agar manusia mengecilkan ego perbuatannya, sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Prosesi selanjutnya adalah Penyajaan Galungan yang jatuh pada hari Senin (Soma Pon Dungulan), merupakan waktu yang digunakan oleh umat Hindu untuk membuat jajanan yang akan dipakai dalam bebantenan Galungan. Secara filosofis bisa diartikan bahwa Penyajaan Galungan merupakan usaha untuk meghasilkan sesuatu ciptaan yang bersifat manis dan berguna bagi manusia. Ilmu pengetahuan yang bermoral merupakan efek yang diharapkan terjadi dengan perayaan Penyajaan Galungan ini. Bila ilmu pengetahuan tanpa moral, maka kehancuran dunia adalah taruhannya. Sementara itu, Penampahan Galungan yang jatuh pada hari Selasa (Anggara Wage Dungulan) merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu di Bali. Sebab, Penampahan Galungan dirayakan dengan membuat lawar. Pada hari ini, semua anggota masyarakat Hindu akan berusaha sebaikbaiknya untuk menyiapkan hidangan yang akan disantap di hari Galungan keesokan harinya. Bila ditinjau secara filosofis, maka perayaan Penampahan Galungan sebenarnya dititikberatkan dalam usaha untuk
membasmi sifat hewani yang ada di dalam diri manusia, sehingga dalam perayaan Galungan keesokan harinya manusia bisa terbebas dari sifat hewani tersebut. “Dilihat dari segi filosofi ketiga rentetan Galungan tersebut sebenarnya adalah proses untuk penyucian diri agar dalam perayaan Galungan kita benarbenar merayakan kemenangan dharma melawan adharma. Bila arti filosofi tersebut dikesampingkan, maka bukannya kebaikan yang kita dapat, tapi justru adharma yang nanti merajalela di kehidupan masyarakat,” ujar Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Kendati demikian, di era globalisasi seperti saat ini, filosofi rentetan hari raya Galungan sudah mengalami pergeseran makna. Akademisi, Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H., berpendapat pergeseran makna tersebut dipengaruhi oleh cara pandang umat Hindu dalam memaknai prosesi hari raya Galungan dan Kuningan. Hal ini tidak terlepas dari tumbuhnya sikap mental yang pragmatik, konsumtif, dan instan di kalangan masyarakat Hindu dewasa ini. Padahal, makna dari masing- masing hari serangkaian Galungan dan Kuningan pada hakikatnya sangat mendalam secara filosofis. Mulai dari makna untuk menahan diri, mempersiapkan diri, sampai esensi makna melawan nafsu dalam diri, hingga kemenangan dalam pertarungan dharma melawan adharma yang sejatinya terjadi di dalam diri sendiri itu pun kini cenderung lebih berorientasi dan bertitik berat pada aspek selebrasi dan hedonisasi. Fenomena ini memang perlu diluruskan kembali ke rel yang sesuai gagasan awal, namun tentu memerlukan komunikasi dan diseminasi berkelanjutan,” tegas Dr. I.B. Radendra. (win)
Barang Lain Dari Hal. 1
“Barang bukti yang kita sita. Jadi selain uang ada juga barangbarang lain,” ujarnya. Berdasarkan informasi yang didapat, barang bukti lainnya yang diamankan kepolisian yaitu 1 lembar banner bertuliskan Pilihan Gubernur Muslim untuk Jakarta, 6 lembar poster Forum Umat Islam, Apel Siaga Nasional, Tegakkan Tauhid, Tumpas PKI, Tauhid Benteng Pancasila dan isu SARA dalam Pilgub, 2 lembar daftar hadir, 2 bundel buku tulis, 11 ikat kepala warna merah bertuliskan RPKAD, 4 unit handphone, 2 unit laptop serta 3 buah tas. Polisi menangkap Khaththath dan empat orang lainnya pada Jumat (31/3), tepat menjelang aksi damai 313. Khaththath dan penggerak aksi 313 itu ditangkap dengan dugaan makar. Keempat nama itu yakni Zainudin Arsyad, Irwansyah, Dikho Nugraha, dan Andre. Zainudin diketahui bagian dari Gerakan Mahasiswa Pelajar Bela Bangsa dan Rakyat (GMPBBR). Sementara, Irwansyah merupakan Wakil Koordinator Lapangan Aksi 313. Dikho dan Andre diketahui bagian dari Forum Syuhada Indonesia (FSI). Mereka kemudian ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Hingga kini, penyidik Polda Metro Jaya mendalami dugaan tindak pidana upaya makar atau permufakatan jahat yang dituduhkan kepada Sekretaris
Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath. Reaksi MUI Atas penangkapan dan penahanan itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi langsung bereaksi meminta Kepolisian RI untuk transparan soal penangkapan Sekjen FUI Muhammad Al khaththath atas tuduhan melakukan tindakan makar. “MUI meminta kepada Kepolisian RI untuk memberikan penjelasan secara transparan kepada publik atas penangkapan Sekjen FUI dan beberapa pimpinan Aksi 313 lainnya biar tidak ada fitnah dan salah paham di kalangan masyarakat,” kata Zainut. Menurut dia, tuduhan percobaan makar itu bukan tuduhan yang sembarangan karena memiliki implikasi hukum yang sangat besar. Dengan begitu, kepolisian harus bisa memberikan alasan dan alat bukti yang kuat atas penahanan tersebut. “Saya khawatir jika polisi tidak bisa membuktikan tuduhannya maka yang dipertaruhkan adalah nama baik institusi kepolisian itu sendiri,” kata dia. Kepolisian RI harus berhati-hati dalam mengambil tindakan sehingga tidak kontraproduktif dengan semangat Polri yang ingin memposisikan diri menjadi aparat penegak hukum yang bersih, mandiri dan profesional dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. (ant/kmb)
Penjual Janur
Dari Hal. 1
Ibu Tomy (48), pemilik kios Sumber Rejeki di Pasar Anyar Sari mengatakan, kini beralih menjual janur, sampian penjor, dan daun ental. Janur didatangkan dari Malang, sementara daun ental diakui didapat dari Madura dan Sumba. Sementara untuk merangkainya menjadi sampian dilakukan perajin baik warga lokal maupun warga luar Bali. “Kalau orang luar Bali, kita kasih
contoh saja, dia bisa buat, namun bau menyengat dari daun ental kemungkinan menyebabkan tidak banyak orang Bali yang mengambil pekerjaan merangkai sampian. Hampir setengah perajinnya merupakan orang luar Bali. “Kalau dulu banyakan nak Bali buat. Tak hanya itu, beberapa penjual canang juga tidak hanya masyarakat Hindu, saudara non-Hindu juga turut mengambil peluang menjual canang. (may)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Paing,
2 April
2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Puteri Indonesia 2017
Ingin Lebih Bijaksana
Miss Universe 2016
Jatuh Cinta pada Bali Jakarta (Bali Post) Miss Universe 2016 Iris Mittenaere mengagumi tanah air Indonesia dan mengaku jatuh cinta pada Bali. “Kali kedua di Indonesia, seperti di rumah. Saya sangat mengagumi Indonesia. Saya jatuh cinta dengan Bali,” ujar dia dalam malam final pemilihan Puteri Indonesia 2017 di Jakarta, Jumat (31/3) malam. Iris yang berasal dari Prancis itu mengatakan telah mengenal Indonesia melalui penyanyi Anggun yang bermukim di sana. “Saya sebenarnya sudah mengenal Indonesia, melalui Anggun. Bagi saya, Indonesia selalu menjadi bagian dari hidup saya,” tutur Iris. Kepada para finalis Puteri Indonesia 2017, dia berpesan untuk menjadi diri sendiri dan menikmati ajang pemilihan dengan sukacita. “Saya rasa mereka harus menikmati maksimum acara ini. Ini ajang untuk bersukaria. Sebenarnya sebaiknya menjadi diri sendiri,” ujar dia. (ant)
Iris Mittenaere
BPM/ant
Jakarta (Bali Post) – Bunga Jelitha Ibrani, finalis dari DKI Jakarta 5 akhirnya dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2017 pada malam final yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (31/3) malam. Bunga berhasil mengungguli dua pesaingnya, yakni wakil dari Nusa Tenggara Timur Karina Nadila dan Kevin Liliana dari Jawa Barat dalam babak tiga besar kontes kecantikan yang digelar kali ke-21 itu. Dalam babak itu, Bunga dan dua finalis lainnya mendapatkan pertanyaan yang sama dari presenter Choky Sitohang, menyoal komitmen mereka menjaga perdamaian dunia jika nantinya terpilih menjadi Puteri Indonesia 2017 dan mewakili Indonesia dalam ajang ratu sejagat. “Apa pun tujuan kontes ratu sejagat, tujuan akhirnya adalah mendorong terciptanya perdamaian dunia. Jika Anda terpilih sebagai Puteri Indonesia 2017, dan mewakili Indonesia di forum terse-
but, apa yang dapat Anda sarankan bagi terciptanya perdamaian dunia?” demikian pertanyaan yang diucapkan Choky. Menjawab pertanyaan itu, Bunga menuturkan mengutamakan persamaan ketimbang membesarbesarkan perbedaan. Dia juga berencana bertemu wakil-wakil dari negara lain, untuk menjaga perdamaian dunia. “Ajang ratu sejagat memang untuk menciptakan perdamaian dunia, dan juga mempererat persaudaraan antarnegara. Kita harus mengutaman persamaan tanpa harus ada perbedaan,” tutur Bunga. “Dan jika saya diizinkan mewakili di ajang internasional, saya akan bertemu dengan wakil negara lain 80 negara, akan menjadi pengalaman luar biasa bagi saya dan juga bisa menjadikan diri saya lebih bijaksana,” sambung dia. Puteri Indonesia 2016, Kezia Roslin Cikita Warouw, memberikan mahkota pada perempuan yang memiliki tinggi badan 180 sentimeter itu. Gelar Runner Up I Puteri Indonesia Lingkungan diberikan pada finalis dari Jawa Barat, Kevin Liliana. Sementara gelar Runner Up II jatuh pada Karina Nadila dari Nusa Tenggara Timur. Turut hadir dalam kontes pemilihan ke-21 itu Miss Universe 2016, Iris Mittenaere dan diramaikan penampilan pelantun “Bad Day” Daniel Powter sebagai pengisi acara bersama sederet penyanyi tanah air yakni Andien, band Ungu, Marcel Siahaan, Anji, dan Cakra Khan. (ant)
Jadi Ibu Tiri Dian Sastro
Djenar Maesa Ayu Mau Berakting Lagi
BPM/Legacy Pictures
Djenar Maesa Ayu dalam film “Kartini”.
Jakarta (Bali Post) Penulis Djenar Maesa Ayu mengaku lebih senang berada di balik layar meski ia sudah beberapa kali berakting dalam film. Namun, tawaran peran menjadi ibu tiri Kartini yang diperankan Dian Sastrowardoyo mendorongnya untuk kembali ke depan layar. “Apalagi beberapa tahun terakhir memang saya lebih berkonsentrasi untuk membuat film. Tetapi saya percaya bahwa esensi hidup itu yang utama adalah belajar,” kata Djenar dalam siaran pers. Djenar berperan sebagai tokoh R.A. Moeryam, istri kedua pejabat pemerintah Raden Mas Aryo Sosroningrat dalam film “Kartini”. Penulis “Mereka Bilang Saya Monyet!” ini mengatakan Moeryam adalah karakter perempuan tegas, kuat dan
membela kehormatan kaum Hawa. Namun, pada zaman itu satu-satunya jalan yang ia tahu untuk menaikkan martabat perempuan adalah menjadi Raden Ayu yang harus menikahi laki-laki berkedudukan baik. Memerankan peran sebagai istri kedua seorang pejabat pemerintah merupakan peran yang tak terlupakan bagi Djenar. “Kalau sebagai karakter, bisa dibilang ini bertolak belakang dengan apa yang saya yakini sehari-hari,” ujar Djenar. Dalam tulisan-tulisannya, Djenar menanamkan nilai kesetaraan pria dan wanita. Selain itu, perempuan juga tidak harus selalu bergantung pada lelaki. Film ini juga dibintangi Dwi Sasono yang berperan sebagai suami Kartini, Raden Adipati Joyodiningrat. (ant)
BPM/ant
PEMENANG - Bunga Jelita Ibrani melambaikan tangan seusai dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2017 dalam malam final Puteri Indonesia 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (1/4) kemarin. Bunga Jelita Ibrani mengalahkan Karina Nadila dari Nusa Tenggara Timur dan Kevin Liliana dari Jawa Barat.
Artha Guna Kembali Hadir dengan Dua ’’Single’’
SETELAH sekian lama vakum dari belantika musik pop Bali, akhirnya Artha Guna penyanyi pop Bali kelahiran Tuban kembali hadir meramaikan belantika musik pop Bali dengan dua single terbarunya yang berjudul “Cemburu Buta” dan “Tresna Abian Tuwung”. Dua single terbarunya tersebut tergabung dalam album kompilasi yang diproduksi oleh Swara Pregina yang diproduseri Dika Swara. Dihubungi belum lama ini, Artha Guna mengungkapkan jika dirinya vakum dari belantika musik pop Bali lantaran kesibukannya menjalani perkuliahan serta berkerja di bidang suplier bahan makanan. Atas dasar kesibukannya itulah, membuat Artha Guna memutuskan untuk vakum beberapa waktu dari industri musik pop Bali yang membesarkan namanya. Kendati demikian, tahun ini pria kelahiran Tuban, 14 Desember 1990
kembali meramaikan belantika musik pop Bali dengan dua single andalannya yang berjudul “Cemburu Buta” dan “Tresna Abian Tuwung”. Kali ini Artha Guna yang mengawali karier lewat ajang lomba-lomba bergabung bersama Swara Pregina yang langsung diproduseri Dika Swara yang juga salah satu penyanyi pop Bali. “Astungkara sekarang saya bisa kembali meramaikan belantika musik pop Bali setelah sekian lama saya vakum. Saya juga sangat berterima kasih kepada Dika Swara yang telah memberikan saya kesempatan untuk bergabung bersamanya,” ujar pemilik nama lengkap I Putu Hery Utama itu. Ia pun berharap dua single terbarunya bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat serta mampu menghibur para pendengarnya. “Semoga ini menjadi awal yang baik bagi saya. Dua single ini saya harapkan bisa kembali membawa nama saya
semakin dikenal dan single ini bisa diterima semua kalangan,” ujarnya. Sekadar diketahui, Artha Guna sebelumnya sempat merilis single yang berjudul “Truna Tunangan Janda” yang berduet bersama Canda Ditya. Setelah itu, ia pun bergabung di album kompilasi yang diproduksi Hartapro lewat single “No Problem”. Kedua single-nya tersebut mampu diterima dengan baik oleh pendengar radio serta pencinta musik pop Bali. (win)
(Habitus x Modal) + Ranah = Praktik brolan BALE BANJAR ARIDUS S E T E LA H h a r i r a y a Nyepi, Selasa (28/3) yakni pergantian tahun Çaka 1938 ke Çaka 1939, masyarakat Bali khususnya dan penganut Hindu di Indonesia umumnya, akan merayakan rangkaian upacara besar lainnya yakni Galungan dan Kuningan (4 dan 15 April). Terkait Nyepi, ada tahapan upacara sebelum perayaan yakni Melasti atau Makiyis yakni penyucian simbolsimbol keagamaan ke laut, kemudian berikutnya Tawur Agung Kasanga yaitu korban suci untuk membersihkan alam dan lingkungan. Setelah seharian melakukan Catur Brata Panyepian, keesokan harinya masyarakat melaksanakan Ngembak Geni, yang menyimbolkan langkah baru di tahun anyar, yang diharapkan lebih baik daripada tahun sebelumnya. ‘’Sebelum rasa Nyepi yang dianggap sebagai momen buat melakukan introspeksi atau mulat sarira hilang, pada saat Ngembak Geni orang Bali harus melaksanakan upacara Penyajaan sebagai tahap awal hari raya Galungan. Selanjutnya, Sugihan Jawa dan Sugihan Bali keesokan-
nya, serta Penampahan dan Galungan sebagai puncak acara. Kendati disebut klimaks namun perayaan hari suci terus berlangsung hingga hari raya Kuningan dengan lokasi acara berpusat di Sanggah atau Pamerajan, yakni tempat suci keluarga. Perayaan baru berakhir setelah Penelan Galungan, yang bila dimulai sejak Penyajaan Galungan berdurasi 35 hari. Meskipun tidak terkait dengan Galungan dan Kuningan, namun tibanya hari raya yang setara dengan Natal bagi umat Nasrani dan Lebaran untuk umat Islam itu, ditandai dengan datangnya hari suci, Saraswati, Pagerwesi, Banyupinaruh, dan Sabuh Mas. Kendati disebut perayaan, semua hari suci tersebut dilaksanakan dengan yadnya atau korban dan persembahan suci. Artinya, tidak hanya materi juga tenaga dan pikiran ikut terlibat dalam persembahan suci untuk para leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa tersebut. Selain hari-hari suci yang kusebut itu, banyak lagi hari suci lain dan setiap bulan ada Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon. Belum lagi piodalan di Sanggah atau Pamerajan, Pura Dadia, Pura Kawitan dan banjar serta Kahyangan Tiga yang ada di masingmasing desa pakraman. Itulah hakikat dan makna nama Bali yang sebenarnya, yang berasal dari kata ‘wali’ berarti upacara. Nyaris setiap hari aroma bunga, dupa dan kemenyan terendus di seantero pulau yang oleh para wisatawan disebut dengan berbagai predikat ini,’’ ungkap Rubag. ‘’Karena banyak upacara
dan kegiatan adatnya, lalu ada yang sinis mempelesetkan nama Bali sebagai singkatan Banyak Liburnya. Bukan hanya mempelesetkan, malah ada sinyalemen, yakni pengusaha yang adat, budaya serta keyakinannya berbeda dengan kepercayaan masyarakat lokal, cenderung mempekerjakan bukan orang Bali. Konon, mereka khawatir, karyawannya sering libur bila menggunakan orang Bali. Mereka seperti mengabaikan sejarah dan latar belakang mengapa Bali diserbu banyak orang, baik turis maupun pendatang, sehingga usaha mereka diserbu banyak konsumen? Justru karena adat, tradisi dan budaya yang dinapasi agama Hindu menjadi daya tarik, membuat Bali menjadi bagaikan sesendok madu dikerubuti jutaan semut yang datang dari berbagai arah. Pemandangan alam pulau ini secara fisik atau imanen tidak lebih menarik daripada yang dimiliki pulau-pulau lain di nusantara, namun secara transenden memiliki aura magis religius atau taksu. Transendensi tersebut diyakini berkat kegiatan ritual dan yadnya yang dilakukan orang Bali sepanjang tahun, buat kedamaian, kelestarian dan harmoni masyarakatnya yang kian majemuk. Jadi, orang Bali melakukan upacara keagamaan terkait adat dan tradisi, bukan semata untuk kepentingan sendiri, baik secara individu, suku dan agama, namun bagi semua orang yang kini menghuni Bali. Sungguh disayangkan kalau sinyalemen tentang perekrutan karyawan yang diskriminatif menjadi ke-
nyataan. Perilaku seperti itu, menurutku, tak ubahnya Malinkundang yang membalas air susu dengan air tuba. Kaki memijak tanah Bali, ironisnya yang dijunjung langit di seberang pulau atau benua!’’ ujar Sudiantara. ‘’Mendengar penuturanmu dan Rubag, aku terbayang teori Bourdieu yang berfomulasi (Habitus x Modal) + Ranah = Praktik! Habitus berarti kebiasaan hasil internalisasi pikiran manusia dengan lingkungannya yang berproses lama, sehingga menjadi tradisi dan budaya yang dianut masyarakat secara kolektif. Bukan main besar modal finansial, budaya, sosial yang dikeluarkan masyarakat Bali selama ratusan tahun untuk melestarikan tradisi, adat dan keyakinannya yang kemudian menjadi ranah agama Hindu Bali. Bila kita amati semua jenis upacara yang terbagi dalam lima kelompok disebut Panca Yadnya, kusimpulkan, baik agama, adat, tradisi, seni dan kebudayaan merupakan aktivitas praksis masyarakat Bali yang tidak terpisahkan. Apa pun dilakukan masyarakat sangat sulit dibedakan, karena bersifat multidimensional. Dari upacara kelahiran hingga kematian, yakni dari kepus pungsed hingga memandikan mayat yang disebut ngeringkes, merupakan kegiatan agama, adat, tradisi, juga tidak terlepas dari seni dan budaya. Ini sudah mendarah daging dan merupakan habitus yang diwariskan secara turun-temurun, maka intervensi buat mengubah kebiasaan ini adalah kesombongan yang durhaka. Kita
memang perlu investor buat menyemarakkan perekonomian Bali, namun investor yang paham adat istiadat dan kebudayaan orang Bali, bukan investor yang merusak lingkungan, masyarakat dan kebudayaan demi keuntungan material semata. Kita memerlukan investor yang tahu makna hidup berdampingan secara damai dan harmonis atau simbiose mutualistis, bukan parasitis! Mereka harus paham bahwa orang Bali dan para leluhur mereka sejak dulu sudah menginvestasikan segala jenis modal di ranah tradisi, adat, budaya dan agama yang membuat pulau ini kesohor. Jangan arogan, karena menanam modal sehitam kuku, merasa diri paling berjasa lalu berbuat sewenang-wenang mengubah struktur adat, tradisi dan budaya Bali,’’ komentar Mardika. ‘’Setuju! Arogansi atau kesombongan di Bali, percaya atau tidak, punah akibat unsur niskala! Inilah hasil kegiatan transendental di pulau ini, lewat yadnya dan upakara, yang sering distigma ilmu klenik atau upacara memuja setan. Kita di Bali menyebutnya Butha Yadnya, yang sering dilaksanakan dengan pacaruan. Dalam sehari-hari kita lakukan dengan menghaturkan sesajen yang disebut segehan dan blabaran. Kita tidak memuja namun berdamai dengan kekuatan atau energi yang tidak kelihatan, dengan tujuan mereka tidak mengganggu kehidupan manusia di dunia nyata, sedangkan kita tahu mereka punya alam sendiri. Karena itu di Bali
kita tidak punya tradisi memburu setan, namun berdamai dengan mereka, karena mereka juga ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kita sering melihat usaha atau perusahaan, yang laris manis dan diserbu para konsumen, namun suatu saat terdengar berita perusahaan tersebut gulung tikar alias bangkrut. Di Bali pada tahun 1950-an hingga 1960an ada sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang perkapalan, ekspedisi dan punya banyak pabrik bernama Tjio Po Nie. Karena saking kayanya si Tauke berniat membeli Pulau Bali untuk dijadikan pulau pribadi, tidak tahu apakah penduduknya juga ikut dibeli? Mendengar
isu yang terkesan takabur itu, masyarakat Bali gempar dan banyak yang mengutuk dan melontarkan sumpah serapah. Unsur niskala rupanya merespons dan di tahun 1970-an, perusahaan itu lenyap dan kantor pusatnya di kawasan Denpasar Timur dilelang dan kini menjadi milik negara. Meskipun kita kini memasuki era pascamodern, jangan dikira tangan-tangan tidak kelihatan tergusur. Jangan pula merasa sangat berkuasa baru bisa menjanjikan menampung ribuan tenaga kerja, lalu merusak keseimbangan alam. Perlu menyimak dan memahami teori Pierre Bourdieu, (Habitus x Modal) + Ranah = Praktik, agar suasana sejuk, damai dan harmoni berlangsung terus di Bali. Om Shanti, Shanti, Shanti, Om!’’ ujar Sugita. (aridus)