Skip to main content

Edisi Sabtu 02 Januari 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Tandai Pembukaan Bulan Bahasa Bali

Koster ’’Nyurat’’ Lontar Bersama Seribu Pelajar dan Mahasiswa MEMBAUR dengan seribu pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi se-Bali, Gubernur Wayan Koster didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster nyurat lontar (menulis aksara Bali di atas daun lontar - red) di lantai bawah Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (1/2) kemarin. Nyurat lontar yang digelar secara massal ini sekaligus menandai pembukaan Bulan Bahasa Bali yang akan berlangsung selama sebulan penuh dari 1-28 Februari 2019 di seluruh

Bali. Seluruh lontar yang telah bertuliskan aksara Bali ini akan dipamerkan di Taman Budaya pada 26 hingga 28 Fabruari mendatang. Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya kembali menegaskan komitmennya untuk memberi perhatian pada pembangunan di bidang budaya. Komitmen itu telah diimplementasikan dengan keluarnya Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta

Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Menurut Koster, busana adat dan bahasa merupakan unsur budaya sangat penting yang merupakan identitas manusia Bali. ‘’Bahasa dan aksara merupakan intinya budaya Bali dan menjadi dasar dalam pembangunan di berbagai bidang,’’ ujarnya. Lebih jauh, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI-P Bali ini mengungkapkan kekhawatirannya terhadap makin surutnya minat masyarakat khususnya kalangan generasi muda menggunakan bahasa Bali.

Menurutnya, salah satu faktor yang cukup memengaruhi perkembangan bahasa Bali adalah era globalisasi yang membawa dampak pada berbagai sendi kehidupan. Menyikapi persoalan tersebut, Koster berharap semua pihak turut berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan Pergub Nomor 79 dan 80 Tahun 2018 yang terkait dengan upaya pelestarian budaya. Tak hanya unsur pemerintah dan lembaga pendidikan, Koster juga sangat berharap dukungan dari komponen swasta. Hal. 15 Berbusana Bali

Bali Post/ist

AKSARA BALI - Gubernur Bali Wayan Koster nyurat aksara Bali serangkaian acara Pembukaan Bulan Bahasa Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar.

Penderita DBD 15.132, 145 Orang Meninggal Jakarta (Bali Post) – Kasus terjadinya penyakit demam berdarah dengue (DBD) mencapai 15.132 orang per tanggal 1 Februari 2019 dengan kasus kematian sampai 145 jiwa di seluruh Indonesia. Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Jumat (1/2) kemarin mengatakan, provinsi paling tinggi yang terjadi kasus DBD dan kematian akibat DBD ialah Provinsi Jawa Timur dengan 3.074 kasus dan 52 kematian.

Bali Post/ant

KOPASSUS - Pejabat baru Komandan Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa dibopong prajurit sambil meneriakkan yel-yel seusai upacara Penyerahan Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (1/2) kemarin. Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa resmi menjabat sebagai Komandan Kopassus menggantikan Mayjen TNI Eko Margiyono yang diangkat menjadi Pangdam Jaya/Jayakarta.

2019, Kemiskinan Turun Jadi 9 Persen

Kasus terbanyak kedua ialah Jawa Barat dengan 2.204 kejadian dan 14 orang meninggal dunia, NTT dengan 1.092 kejadian dan 13 meninggal dunia, dan Sumatera Utara 1.071 kejadian dan 13 orang meninggal dunia. Nadia mengatakan, kejadian penyakit DBD ini masih dalam tahap bisa dikendalikan dengan ada beberapa wilayah yang sudah mulai mengalami penurunan kasus demam berdarah. ‘’Data sekarang Kapuas sudah mencabut (status KLB), Manggarai Barat kasusnya mulai turun walau ada satu-dua. Kita harus spesifik masing-masing daerah, yang kita lihat masih naik di Jawa Timur,’’ katanya. Sebagai perbandingan pada tahun-tahun sebelumnya, Kemenkes mencatat terjadi 53.075 kasus DBD pada 2018, 68.407 kasus di 2017, dan 204.171 kasus di tahun 2016. Nadia mengemukakan, paling banyak kasus kesakitan DBD terjadi pada anak-anak di rentang usia 9-14 tahun. Dia menjelaskan kasus penyakit DBD bisa saja menurun setelah musim hujan berakhir asalkan populasi nyamuk yang menurun. Kemenkes Bali Post/ant sangat menekankan intervensi dengan pengendalian populasi nyamuk pembawa virus dengue yaitu SARANG NYAMUK - Sejumlah siswa Sekolah Dasar membersihkan tempat sampah untuk nyamuk aedes aegypti. ‘’Prinsipnya kita mengenda- pemberantasan sarang nyamuk di SDN Balungbang Jaya 3, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat likan nyamuk, ini yang utama,’’ jelas Nadia. (ant) (1/2) kemarin.

Penguatan Rupiah Masih Berpeluang

Jakarta (Bali Post) – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis angka kemiskinan di Indonesia bisa terus turun hingga 9 persen pada 2019 dari angka saat ini 9,66 persen. ‘’Untuk 2019 kita targetkan angka kemiskinan turun di angka 9 persen, kita optimis,’’ kata Mensos pada rapat koordinasi evaluasi program kesejahteraan sosial tahun 2018, di Jakarta, Jumat (1/2) kemarin. Meski begitu, Agus mengatakan bahwa untuk mencapai target tersebut bukan hal yang mudah, tetapi membutuhkan komitmen dan kerja keras. Maka pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan berbagai percepatan program termasuk memperbesar indeks bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan salah satu program yang paling berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mengharapkan pada akhir 2019 angka persentase kemiskinan di Indonesia dapat terus menurun dan menyentuh level sembilan persen. Hal. 15 Bantuan Sosial

Jakarta (Bali Post) – Nilai rupiah terus mengalami penguatan. Bahkan Jumat (1/2) kemarin sudah menembus level 13.900 per dolar AS. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan masih ada ruang

untuk terjadinya penguatan mata uang rupiah. ‘’Ini belum mencapai fundamentalnya, karena masih ada ruang,’’ kata Darmin. Ia mengatakan pergerakan rupiah masih tergantung dengan kondisi perekonomian global, terutama potensi normalisasi kebijakan moneter di AS atau potensi terjadinya perang dagang. Ia juga memastikan mata uang rupiah bisa kembali pada level, ketika kondisi global relatif stabil pada awal 2018, yang waktu itu bisa mencapai kisaran 13.300-13.500 per dolar AS. ‘’Nilai fundamental harus lebih kuat dari level sekarang,’’ kata Darmin. Ekonom Samuel Sekuritas

Ahmad Mikail mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh membaiknya data inflasi pada Januari 2019. Menurut Ahmad, inflasi yang cukup rendah tersebut kemungkinan dapat menjaga fundamental rupiah tetap kuat dalam jangka menengah. Dari sisi eksternal, dolar AS diperkirakan masih melemah terhadap beberapa mata uang utama dunia yang dipicu oleh pernyataan dovish Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Jerome Powell. Darmin Nasution juga menyambut baik pencapaian inflasi Januari 2019 yang tercatat sebesar 0,32 persen. ‘’Inflasi masih cukup baik, dibandingkan awal tahun lalu,

dan tahun sebelumnya,’’ kata Darmin. Inflasi yang terkendali pada awal tahun ini merupakan hasil dari upaya pengendalian harga bahan makanan. Meski demikian, ia mengakui ada harga bahan pangan yang masih mahal seperti jagung untuk pakan ternak, sehingga ikut memengaruhi harga daging dan telur ayam ras. Untuk keseluruhan tahun, Darmin memastikan adanya upaya optimal untuk stabilisasi harga bahan makanan agar inflasi tidak melebihi target pada akhir 2019 yaitu 3,5 persen. Hal. 15 Harga Ikan

Ribuan Warga Miskin Terima PKH

Bupati PAS Optimis Mampu Tekan Penduduk Miskin

PKH – Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Buleleng menerima realisasi tahap ketiga dan keempat PKH tahun 2018, Jumat (1/2) kemarin.

KEBIJAKAN pengentasan kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) kembali digulirkan pemerintah pusat ke daerah. Sesuai data tahun 2018, di Kabupaten Buleleng total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ditetapkan sebanyak 26.720 kepala keluarga (KK). Di mana total dana PKH yang diserap di daerah ini sebesar Rp 37,7 miliar lebih. Besarnya dana yang digulirkan, membuat Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) optimis dapat menekan angka kemiskinan di daerahnya. Di awal tahun 2019 ini, Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng menyerahkan bantuan sosial nontunai melalui PKH tahap ketiga dan keempat. Bantuan

PKH ini diserahkan Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Ny. Aries Suradnyana, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gede Sandhiyasa, para camat, dan perbekel. Penyerahan ini merupakan lanjutan realisasi bantuan yang sama tahun 2018. Di mana tahun itu telah ditetapkan KPM telah ditetapkan sebanyak 16.574 KK. Namun dalam perjalanan, ada warga yang tercecer, sehingga diusulkan tambahan calon PKM sebanyak 10.146, sehingga total KPM di Bali Utara sebanyak 26.720 KK. Penyerahan dana PKH tahap ketiga dan keempat itu dilakukan Jumat (1/2) kemarin

di tiga lokasi terpisah. Buleleng Barat (Kecamatan Gerokgak, Busungbiu, dan Kecamatan Seririt) dipusatkan di Desa Kalianget. Buleleng Tengah (Kecamatan Banjar, Buleleng, dan Kecamatan Sukasada) diserahkan di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja. Buleleng Timur (Sawan, Kubutambahan, dan Kecamatan Tejakula) dipusatkan di Desa Kubutambahan. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, PKH merupakan kebijakan pemerintah pusat yang dimulai beberapa tahun terakhir. Saasaran kebijakan ini adalah mengentaskan kemiskinan baik di perkotaan maupun pedesaan. Dengan dana PKH itu, pemicu kemiskinan ini ditanggulangi dengan

menyiapkan dana pendidikan dan biaya hidup keluarga. Dengan demikian, anak-anak bangsa bisa mengenyam pendidikan sesuai haknya, sehingga memutus pemicu kemiskinan itu sendiri. ‘’Ini program pusat yang terus digulirkan ke daerah dan kami melihat jumlah penerima begitu banyak, kami yakin kemiskinan di daerah akan dapat dientaskan. Saya minta dana bantuan yang masuk ke rekening itu tidak disalahgunakan, tetapi gunakan untuk biaya anak sekolah sesuai sasaran PKH untuk mencegah kemiskinan dengan mengangkat pendidikan di keluarga itu sendiri,’’ katanya. Hal. 15 Data Akurat


DENPASAR

2

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

FIGUR Selesaikan 23 Kasus HI KASUS perselisihan hubungan industrial (HI) di Denpasar tergolong kecil. Dinas Tenaga Kerja, dan Sertifikasi Kompetensi (DTKSK) Denpasar mencatat selama 2018 sedikitnya terdapat 23 kasus HI yang masuk ke DTKSK. Semua kasus tersebut mampu ditangani dengan baik. Artinya, tidak ada tunggakan kasus HI yang harus diselesaikan pada tahun ini. Dari keseluruhan kasus, persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang paling mendominasi. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar Drs. IGA Rai Anom Suradi, M.M., Jumat (1/2) kemarin, mengatakan pihaknya selalu mengadakan pendekatan dengan semua komponen untuk meminimalisasi kasus perselisihan tenaga kerja. ‘’Kami di Denpasar tidak ada gejolak tenaga kerja, karena setiap saat bersama Dewan Pengupahan melakukan komunikasi. Setiap bulan kami cek ke lapangan, kebutuhan hidup, juga mensosialisasikan peraturan menteri yang baru kepada semua komponen,’’ ujarnya. Pihaknya juga memiliki program kegiatan deteksi dini dan pemantauan kasus. Tim yang ada di DTKSK secara rutin turun ke lapangan untuk memantau kondisi di sejumlah perusahaan yang terindikasi terjadi masalah hubungan industrial. Paling tidak, bila muncul kasus agar bisa diselesaikan dulu di tingkat bipartit dan tidak harus sampai ke DTKSK. ‘’Kami akan terima pengaduan kasusnya bila sudah ada upaya media yang dilakukan di intern mereka,’’ katanya. Karena itu, kasus perselisihan tenaga kerja tergolong kecil. Pada 2017 ada 22 kasus yang masuk. Namun sudah berhasil diselesaikan sebanyak 18 kasus dan hanya empat yang belum tuntas ditangani. Itu dinilai sahsah saja, karena pihaknya sudah melakukan mediasi dua kali dengan pihak-pihak yang berselisih. Bila dalam mediasi tidak menemukan jalan keluar, maka kasusnya berlanjut ke Peradilan Industrial. ‘’Secara umum dilihat dari jumlah perusahaan yang mencapai 4.000 lebih di Denpasar dan yang ada persoalan dengan HI hanya 23, maka persentasenya cukup kecil. Meski demikian, kita tetap upayakan penyelesaian dengan baik,’’ jelasnya. Dikatakan, secara umum masalah HI yang masuk ke dinas yang dipimpinnya ini, yakni PHK. Mereka merasa sepihak melakukan pemutusan. Setelah dikomunikasikan dan mereka bisa paham, akhirnya berhasil ditangani. (ara)

Bali Post/kmb32

RUSAK - Kondisi atap Kalangan Ratna Kanda yang rusak akibat tertimpa pohon saat terjadi hujan dan angin kencang, pekan lalu.

Sepekan Tertimpa Pohon

Atap Kalangan Ratna Kanda Belum Diperbaiki Denpasar (Bali Post) -

Atap Kalangan Ratna Kanda di Taman Budaya Bali, Denpasar, sepekan terakhir rusak lantaran tertimpa pohon. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan yang dilakukan. Potongan batang dan ranting pohon juga masih teronggok di sekitar panggung tersebut. Sementara dalam dua bulan ke depan, Taman Budaya Bali akan menjadi lokasi pelaksanaan Dharma Santi Nyepi 2019.

Bali Post/dok

Kenali Tanda Bahaya DB, Jangan Sepelekan Demam Denpasar (Bali Post) Tahun 2019 diperkirakan akan terjadi peningkatan kasus Demam Berdarah (DB), bahkan terjadi ledakan kasus. Maka dari itu, kenali tanda bahaya DB. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub-Spesialis Penyakit Tropis dan Infeksi RSUP Sanglah dr. I Ketut Agus Somia, Sp.PD.-KPTI. mengatakan tanda-tanda DB adalah nyeri hebat, dan sakit kepala. Apalagi ada tanda yang menunjukkan ke arah pendarahan misalnya ada bercak-bercak kemerahan pada kulit, maka ia mengimbau agar segera ke fasilitas kesehatan (faskes). Faskes yang dituju bisa puskesmas karena di puskesmas kini telah tersedia laboratorium yang bisa menentukan arah infeksi yang diderita pasien. “Apakah ke arah infeksi DB atau bukan. Jika terbukti DB, selanjutnya adalah mengklasifikasikan kasusnya, apakah ringan, sedang atau berat,” kata Agus Somia, Kamis (31/1). Jika kasusnya ringan, kata Agus Somia, maka tidak perlu dirawat inap di rumah sakit. Namun, mesti datang secara reguler ke faskes. “Jadi kalau ada tanda-tanda itu segera melaporkan kasusnya dan ikuti perjalanan penyakitnya,” imbuhnya. Sementara jika ada tanda-tanda peringatan, petugas kesehatan akan menyarakan untuk rawat inap, bisa di rumah sakit atau puskesmas, mengingat saat ini sudah ada puskesmas rawat inap. Dikatakan, dokter puskesmas mampu melakukan perawatan kasus DB karena pedoman perawatan sudah ada. Misalnya dengan tanda peringatan berupa pengentalan darah, maka diberikan cairan infus yang juga sudah diatur dalam panduan penanganan. Jika infeksi DB ada kecenderungan ke arah berat, maka akan direferal ke rumah sakit seperti RSUP Sanglah, karena ada kasus berat yang disertai dengan gangguan fungsi organ tertentu, misalnya syok. “Di sini (di RSUP Sanglah) bisa dilakukan perawatan dan fasilitas ICU untuk melakukan perbaikan ada di sini. Tidak perlu panik asalkan masyarakat bisa mengenali secara awal,” ujar Agus Somia. Menurut Agus Somia, tanda-tanda kegawatdaruratan misalnya terjadi demam, kejang beberapa hari kemudian demamnya hilang. Hal ini perlu diwaspadai. “Tahu-tahu lemas dan perdarahan, baru buru-buru ke faskes. Kalau begitu, terlambat. Apalagi kalau sudah ada disfungsi organ akan sulit diperbaiki. Jadi, perawatan itu tujuannya sebisa mungkin mencegah terjadinya disfungsi organ,” tegasnya. Selain itu, Agus Somia mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan demam. Karena demam dengan suhu di atas 38 derajat celsius berarti ada sesuatu yang tidak normal terjadi di dalam tubuh. “Demam itu adalah tanda objektif, ada sesuatu yang tidak normal terjadi dalam tubuh,” ujarnya. (kmb42)

Topik : bulan bahasa bali

‘’Kejadian tertimpa pohon itu terjadi minggu lalu saat angin kencang dan hujan lebat. Ada empat pohon yang tumbang saat itu. Dari empat pohon yang tumbang, tiga pohon mengenai Kalangan Ratna Kanda. Sampai sekarang masih tercecer kayukayu besar itu,’’ ujar Kepala UPT Taman Budaya Bali I

Gusti Agung Ngurah Diputra, Jumat (1/2) kemarin. Diputra mengaku sudah mengajukan adanya perbaikan di Kalangan Ratna Kanda kepada Sekda Provinsi Bali. Kalau tidak ada peristiwa angin kencang, atap Kalangan Ratna Kanda yang berjenis terpal elastis sebetulnya masih dalam kondisi baik.

Selain di Ratna Kanda, sound system di Panggung Terbuka Ardha Candra juga turut terdampak angin kencang. Sebagian ada yang rusak tetapi masih bisa diperbaiki. Tetapi ada pula yang harus diganti. ‘’Kami juga sudah bersurat ke Bapak Sekda. Mudah-mudahan mendapat penanganan lebih lanjut. Ka-

lau sampai tidak, kegiatan di sini kan pasti akan terhalang. Jadi, tidak bisa dilakukan di tempat itu karena risikonya sangat besar bagi pengunjung,’’ jelasnya. Dengan adanya pembukaan Bulan Bahasa Bali di Gedung Ksirarnawa, Jumat kemarin, lanjut Ngurah Diputra, Gubernur Bali Wayan Koster sudah melihat adanya kerusakan itu. Minggu depan diharapkan sudah ada titik terang untuk proses perbaikan. Di sisi lain, pihaknya juga melakukan pemangkasan pohon-pohon besar

yang berisiko tumbang. MengTopik : mendatang Taman ingat April Budaya Bali rencananya menjadi lokasi kegiatan Dharma Santi Nyepi tingkat Nasional. ‘’Sebelum April, perbaikan harus sudah selesai karena nanti Bapak Presiden kan rencananya ke sini. Terutama perbaikan sound system di Ardha Candra itu harus segera,’’ tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Kenaikan Harga Rokok Picu Inflasi KPU Denpasar Targetkan Partisipasi Pemilih 77,5 Persen

Denpasar (Bali Post) Berdasarkan hasil pemantauan hargaharga pada Januari 2019, di Kota Denpasar tercatat mengalami inflasi sebesar 0,62 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 132,31. Sedangkan di Kota Singaraja, perubahan harganya 0,58 persen. Tingkat inflasi Januari 2019 terhadap Januari 2018 (yoy) tercatat sebesar 3,07 persen. “Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi paling tinggi yaitu sebesar 1,36 persen,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Bali I Gede Nyoman Subadri, S.E., Jumat (1/2) kemarin. Meski di Singaraja inflasinya lebih rendah daripada di Denpasar, namun indeks harga di Singaraja lebih tinggi yaitu 143,10, dibandingkan di Kota Denpasar 132,31. Menurut Subadri, penyumbang terbesar inflasi pada Januari 2019 di Denpasar yaitu kelompok II (makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau) dengan andil tercatat sebesar 0,2290 persen. Peningkatan harga ini sebagian besar dipicu oleh kenaikan harga rokok kretek, rokok filter, ataupun rokok putih. Selain itu, penyumbang inflasi yang lain adalah kelompok VII (transportasi, komunikasi dan jasa keuangan) dengan andil sebesar 0,2182 persen. “Berbeda arahnya dengan yang terjadi di tingkat nasional. Di ting-

kat nasional kelompok VII terjadi deflasi, sementara kita di Denpasar ini terjadi inflasi. Pemicunya adalah kenaikan tarif angkutan udara, tarif angkutan udara. Namun ada penahan laju inflasi yaitu turunnya BBM non-subsidi,” ungkapnya. Kondisi inflasi di Singaraja lebih rendah daripada di Denpasar yaitu 0,58 persen. Pemicu tertinggi disebabkan oleh perumahan, air, listrik, dan bahan bakar. Sedangkan kelompok makanan jadi di Denpasar juga menyumbang inflasi. Penyumbang inflasi kelompok bahan makanan baik di Denpasar maupun di Singaraja, pemicunya adalah cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras, telur ayam ras. Kepala BPS Bali Adi Nugroho menambahkan, penghitungan inflasi pada kelompok jenis bahan makanan jadi adalah komoditas yang masuk dalam diagram timbang. Diagram timbang itu ditentukan dari jenis barang dan jasa yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. “Supply makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat Bali ternyata masih menyebabkan inflasi, dan sediaan pasokan barang konsumsi masyarakat Bali dalam bentuk makanan jadi ternyata masih membuka kemungkinan inflasi. Artinya, ada sedikit ketertinggalan atau kelangkaan supply dibandingkan demand terhadap kelompok makanan jadi ini,” jelasnya. (kmb42)

Penerimaan Logistik Belum Rampung Denpasar (Bali Post) – Pemilu legislatif, DPD dan presiden-wakil presiden semakin dekat. Namun sejumlah logistik yang diperlukan dalam menyukseskan hajatan pesta demokrasi itu belum tuntas. Masih ada beberapa logistik yang belum diterima KPU masingmasing daerah. Seperti halnya di KPU Denpasar. Beberapa jenis logistik pemilu belum diterima. Ketua KPU Denpasar Wayan Arsa Jaya mengatakan, penerimaan logistik dari pusat masih ada yang tersisa, seperti surat suara, kotak suara, bilik suara, segel, serta sampul. ‘’Kekurangan tersebut karena adanya penambahan 105 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Kota Denpasar dari 1.632 menjadi 1.737 TPS. Penambahan ini terjadi pascapenetapan DPTHP-2 lalu,’’ ujar Arsa Jaya, Jumat (1/2) kemarin. Kendati demikian, Arsa Jaya meyakini semua logistik ini akan sampai dalam waktu dekat ini, karena pihaknya sudah mengusulkan

ke pusat untuk penambahan yang kurang tersebut. ‘’Kami sudah sampaikan permohonan penambahan ke pusat,’’ jelasnya. Terkait dengan tingkat partisipasi pemilih, kata Arsa Jaya, KPU Kota Denpasar menargetkan partisipasi pemilih pada pemilu serentak 2019 mencapai 77,5 persen. Guna mewujudkan hal itu, pihaknya telah menetapkan dan melakukan bimbingan teknis kepada 55 Relawan Demokrasi. Mereka akan bertugas membantu KPU mewujudkan peningkatan partisipasi pemilih di Kota Denpasar. Menurut Arsa Jaya, Relawan Demokrasi yang dibentuk terdiri atas 11 basis. Berasal dari berbagai unsur, di antaranya pegiat kepemiluan, kelompok peduli permasalahan sosial, kelompok pemuda dan organisasi kepemudaan. Masingmasing basis terdiri dari lima relawan. ‘’Mereka akan bekerja selama tiga bulan ke depan, dengan menyasar golongan pemilih sesuai basis yang telah dibentuk,’’ katanya. (kmb12)

Empat Kali Didor, Residivis Kasus Penjambretan Tidak Jera Denpasar (Bali Post) Residivis kasus penjambretan satu ini, Doni Eka Ardaksa (25), tidak pernah jera, meskipun empat kali kakinya ditembak. Doni ditangkap tim Opsnal Polsek Denpasar Selatan (Densel), Jumat (25/1) lalu terkait kasus penjambretan di delapan TKP. Aksi terakhirnya menjambret Sarah Mary Teinturier (43) asal Prancis di Jalan Tirta Nadi 1, depan Warung Nikmat, Sanur, Densel. ‘’Pelaku beraksi di wilayah Denpasar, dominan di Densel. Empat kali dilubangi (ditembak) tapi tidak membuatnya jera,’’ kata Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika, Jumat (1/2) kemarin. Pelaku menjambret Sarah, Sabtu (22/1) pukul 18.30 Wita. Kronologinya, menurut Kompol Wirajaya, korban yang beralamat di Jalan Tambak Sari Gang Rurung, Densel ini usai belanja di Mart Pande Putri lalu menuju rumahnya. Saat itu korban dibonceng Siti Nurjanah (48) berhenti karena

traffic light menyala merah. Saat itulah pelaku berhenti di samping kiri korban. ‘’Saat lampu hijau menyala, saksi yang memboceng korban menyeberang dan pelaku mengikutinya. Sekitar 100 meter dari traffic light, pelaku menarik tas korban yang ditaruh di pangkuan korban,’’ ujar mantan Kapolsek Kuta ini. Siti langsung mengejar pelaku hingga Jalan Danau Poso, Sanur. Namun setibanya di Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur, Siti kehilangan jejak. Selanjutnya, kasus ini dilaporkan ke Polsek Densel. Tas tersebut berisi uang Rp 20 juta, HP, tiga dompet, tiga kartu kredit, dua KITAS, kartu asuransi dan barang berharga lainnya. ‘’Terkait laporan ini, anggota Buser melakukan pengintaian di wilayah Sanur. Saat mengintai di Jalan Danau Tamblingan, pelaku lewat dan langsung ditangkap,’’ kata Wirajaya. Saat diinterogasi, pelaku asal Lumajang, Jawa Timur ini mengaku beraksi delapan kali di wilayah Densel. Barang bukti yang diamankan, di

antaranya IPhone7 hasil aksi di Jalan By-pass Ngurah Rai depan Sanur Elektronik, IPhone5 hasil aksi TKP di Jalan Danau Tamblingan depan Hotel Hyatt dan HP Oppo yang merupakan hasil aksinya di TKP di Jalan Tirta Nadi. Setelah menangkap Doni, empat hari kemudian diringkus komplotan jambret asal NTT. Para pelaku tersebut yaitu Lorita Tambu Ama (33), Agustinus Gara (41), Fatkhur Rohman (32) dan Erto Kilimangdang (33). Pada Minggu (25/11) pukul 21.30 Wita, Komang Ayuk Septianingsih (21) yang berstatus mahasiswi melintas di Jalan Pulau Moyo, Pedungan, Densel. Saat itu korban dipepet pelaku mengendarai motor knalpot brong. Pelaku langsung menarik tas korban hingga jatuh. Selain kehilangan tas, korban yang beralamat di Jalan Gunung Andakasa Gang VIII, Denbar ini mengalami luka lecet di kaki dan lebam di dada sebelah kiri. ‘’Pelaku ditangkap di Jalan Pulau Yoni, Denpasar, tanggal 29 Januari 2019. Para pelaku

ini ada yang bekerja sebagai tukang sablon dan ABK,’’ kata perwira asal Buleleng ini. Kapolsek Wirajaya juga merilis kasus begal yang melibatkan pelajar. Tiga pelajar itu berinisial Gusti NM (18), Kadek DP (18) dan Putu EDP (18). Mereka ditangkap tim Opsnal Polsek Densel terkait kasus pembegalan pengendara sepeda motor (pemotor), Senin (21/1) lalu. Ternyata tersangka Gusti NM pernah melakukan

kasus sama di wilayah Kuta Utara dan masih wajib lapor di Polsek Kuta Utara. Selain merampas barang, komplotan begal ini mengeroyok korban Ishakar Ronerto Dona (23) dan Adi Putra (26) di Jalan Griya Anyar, Densel. ‘’Mareka masih sekolah, ini kita sayangkan. Terkait kasus ini, ketiga pelaku ditahan. Pelaku sudah dites urine dan hasilnya negatif,’’ tandasnya. (kmb36)

Bali Post/eka

TERSANGKA - Kapolsek Denpasar Selatan (Densel) menunjukkan para tersangka kasus penjambretan dan pembegalan di Mapolsek Densel, Jumat (1/2) kemarin.


Sabtu Pon, 2 Februari 2019

BADUNG

3

Rehabilitasi dan Penataan Dam Estuari

Pengerukan Sedimentasi Jadi Prioritas Mangupura (Bali Post) -

Proyek rehabilitasi dan penataan kawasan Dam Estuari atau sering disebut Waduk Muara Nusa Dua dikebut. Saat ini progress-nya sudah mencapai 53 persen. Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Estuari Dam Balai Wilayah Sungai Bali Penida Komang Antara, Jumat (1/2) kemarin, pekerjaan telah meliputi pengerukan sedimentasi. Pengerukan sedimentasi ini mendesak dilakukan. Hal ini mengingat tingkat sedimentasi di Waduk Muara Nusa Dua tergolong tinggi, mencapai ketebalan 75 cm. Selain untuk memperbaiki aliran sungai, pengerukan bertujuan meningkatkan kapasitas air baku PDAM Badung. ‘’Berdasarkan vol-

ume, sedimentasi yang akan dikeruk total sekitar 240.000 meter kubik,’’ jelasnya. Selain pengerukan sedimentasi, pemasangan Cor-

rugated Concrete Sheet Pile (CCSP) atau beton pinggiran untuk penataan senderan sungai juga sudah dikerjakan. Bahkan saat ini sudah

dilanjutkan dengan pekerjaan penataan jalan dan taman. ‘’Sebagian penataan jalan dan taman juga sudah selesai dikerjakan,’’ katanya. Dijelaskannya, luas waduk secara keseluruhan yang akan ditata adalah 35 hektar. Sedangkan untuk lebar sungai berkisar 20 hingga 23 meter. Proyek dengan nilai kontrak Rp 205.514.565.000 itu didanai sepenuhnya dari APBN. ‘’Proyek yang ditar-

getkan selesai Desember tahun ini, juga termasuk sistem perkuatan senderan dan bangunan pelengkap lainnya,’’ katanya. Proyek ini juga mencakup pembangunan groundsill yang bertujuan mengurangi kecepatan arus sehingga pengendapan sedimen akan lebih banyak terjadi di bagian hulu. Groundsill berbentuk bendungan kecil tersebut nantinya bisa di-

manfaatkan untuk pejalan kaki. Sedangkan di tengahtengah groundsill, akan ada bagian yang bisa dibukatutup dengan ukuran 10 meter, agar bisa dilintasi kapal keruk kecil. Sementara, di kanan dan kiri waduk juga dilakukan perbaikan jalan serta akan ada satu dermaga kecil. Dermaga ini akan digunakan untuk boatboat pengambil sampah dan keperluan maintenance. Se-

dangkan untuk menghalau sampah dari kawasan hulu, di saluran pengarah akan dipasangi trash rake atau saringan sampah. Untuk pengerjaan trash rake saat ini sudah dilakukan pembuatan pondasi. ‘’Sekarang tinggal menunggu perakitan perlengkapannya. Ini sudah tahap persiapan untuk penyesuaian agar presisi,’’ ungkapnya. (kmb23)

Bali Post/edi

PENATAAN - Pengerukan sedimentasi terus dilakukan pada proyek rehabilitasi dan penataan kawasan dam estuari.

SOSOK

Bupati Giri Prasta Buka Rakercab PHRI Badung

Pemerataan Pembangunan PEMERINTAH Kabupaten Badung harus terus berupaya melakukan pemerataan pembangunan dengan menerapkan koneksi dan mengkombinasikan potensi Badung Utara, Badung Tengah dan Badung Selatan khususnya. Caranya seperti menggelar event di masing-masing wilayah dengan mengangkat kearifan lokal setempat. Hal itu diungkapkan Ketua PHRI Badung I G.N. Rai Suryawijaya, Jumat (1/2) kemarin. Menurutnya, sinergi pemerintah, masyarakat dan industri tentu mutlak diperlukan untuk mewujudkan pemerataan tersebut. Dia mencontohkan pembangunan sektor pariwisata. Pariwisata yang berkualitas akan bisa terwujud apabila ada program yang tepat dan kolaborasi seluruh stakeholder dengan pemerintah. ‘’Sinergitas dari industri, pemerintah dan masyarakatlah yang menjadikan pariwisata itu maju,’’ katanya. Sinergi sangat penting, mengingat pariwisata sangat rentan terhadap berbagai isu. Sedikit saja ada guncangan, dampaknya langsung terasa. ‘’Maka itu perlu kerja keras dan tuntas untuk melakukan sinergi dan menyusun strategi dalam menghadapi tantangan ke depan,’’ ungkapnya. (edi)

Dorong Sinergitas Pemangku Kepentingan untuk Pariwisata Badung BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Badung, Jumat (1/2) kemarin. Kegiatan yang juga disertai seminar tersebut berlangsung di ruang Kertha Gosana Puspem Badung. Di antaranya hadir dalam kegiatan itu, Ketua PHRI Bali yang juga Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, Ketua PHRI Badung I G.N. Rai Suryawijaya, Ketua Kadin Badung Made Sujana, pejabat di lingkungan Pemkab Badung serta asosiasiasosiasi hotel dan restoran. Giri Prasta selaku keynote speaker mengapresiasi kegiatan tersebut. Dikatakan, pariwisata adalah jantungnya Badung. Hal ini terlihat dari pendapatan Badung yang bertumpu pada pariwisata. Pajak Hotel dan Restoran (PHR) menjadi san-

gat vital dan perlu mendapatkan perhatian khusus. ‘’Ini yang menyebabkan masyarakat Kabupaten Badung bahagia, karena PHR membuat PAD paling tinggi, dan kami sudah barang tentu melihat empat pilar parwisata yakni industri, destinasi, promosi, dan kelambagaan. Ini yang harus kita jaga dengan baik,’’ ungkapnya. Dia berharap rakercab PHRI Badung dapat memetakan sekaligus mencarikan solusi atas permasalahan pembangunan khususnya sektor pariwisata. Dengan demikian, pembangunan sektor pariwisata ke depan akan kian berkualitas. ‘’Kami ingin majunya pariwisata bukan karena Giri Prasta, tapi seluruh stakeholder,’’ tegasnya. Ketua PHRI Bali Cok Ace menyampaikan, hasil rakercab akan sangat berguna untuk pengembangan PHRI ke depan. ‘’Tanggal 9 sampai 11 kami akan melaksanakan

rakerda terkait program kerja. Masukan teman-teman PHRI Badung akan kami rangkum dan kami bawa ke Jakarta nanti,’’ ungkapnya. Selaku Wakil Gubernur, Cok Ace mengingatkan pembangunan Bali sesuai konsep Nangun Sat Kertih Loka Bali. Ia berharap pembangunan pariwisata sejalan dengan konsep tersebut. ‘’Juga agar pembangunan pariwisata Bali sesuai dengan prinsip satu pulau satu tata kelola,’’ tegasnya. Ketua PHRI Badung I G.N. Rai Suryawijaya mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 400 orang peserta. Tema yang diangkat ‘’Synergy and Harmony, Quality Tourism Development in Badung’’. Dia menegaskan, ini adalah rakercab PHRI yang terbesar di Bali, bahkan di Indonesia karena pesertanya hingga 400 orang. Sesuai tema, Suryawijaya berharap, berbagai hal bisa

Diduga Depresi, Turis Australia Aniaya Karyawan Hotel Mangupura (Bali Post) Kasus wisatawan mancanegara (wisman) mengamuk karena depresi kembali terjadi. Kali ini berlangsung di The Diana Suite Hotel di Jalan Puri Gerenceng, Tuban, Kuta, Kamis (31/1) lalu. Thorn Charlton Jhon (42) asal Australia memukul karyawan hotel bernama Gusrio Sinaga (20). Setelah melakukan aksinya, pelaku kabur. Namun dia berhasil ditangkap di Hotel Novotel Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Informasi yang dihimpun Jumat (1/2) kemarin, kejadian berlangsung sekitar pukul 03.00 Wita. Ketika itu korban yang sedang berada di kamar 1006 didatangi pelaku. Pelaku menanyakan keberadaan teman korban, tetapi tidak dijawab. Selanjutnya pelaku minta izin memeluk korban dan langsung ditolak. Pelaku kembali minta izin meminjam jaket korban. Korban menjawab tidak punya jaket. Saat itulah pelaku langsung

memukul korban. Pukulan itu mengenai hidung korban, hingga dia menjerit kesakitan. Atas kejadian itu, korban melapor ke Polsek Kuta. Pelaku langsung kabur dari hotel. Tetapi barangbarangnya ditinggalkan di kamar. Bahkan paspor dan uangnya tertinggal di hotel. Mendapat laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Panit Reskrim Iptu Budi Artama melakukan pengintaian. Polisi yakin pelaku balik ke hotel untuk mengambil barang-barangnya. Selain itu, Iptu Budi berkoordinasi dengan Polsek Kawasan Udara Bandara Ngurah Rai. Ternyata pelaku kabur ke bandara dan hendak menginap di Hotel Novotel, sekitar pukul 16.00 Wita. Karena pelaku tidak bawa uang dan paspor, hanya bermodal jam tangan, tentu karyawan hotel menolaknya. Lagi-lagi Thorn berulah. Karena ditolak, dia ribut di hotel tersebut. Satpam hotel terpaksa men-

gamankan pelaku. Namun Thorn terus mengamuk. Hal ini pun dilaporkan ke petugas Avsec Bandara. Thorn dilumpuhkan dan diserahkan ke Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai. Selanjutnya diinformasikan ke Polsek Kuta kalau pelaku sudah ditangkap. Iptu Budi bersama anggotanya langsung menjemput pelaku untuk dibawa ke Polsek Kuta. ‘’Di Polsek Bandara tidak ada laporan terkait pelaku, sehingga diserahkan ke Polsek Kuta. Di Polsek Kuta pelaku terus teriak-teriak sampai tadi pagi (kemarin - red). Dia bilang obatnya habis. Pelaku sedang depresi,’’ ungkap sumber. Saat dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Saat ini status pelaku masih diamankan karena belum 1x24 jam. Dugaan awal pelaku depresi,’’ tegasnya. (kmb36)

DIAMANKAN - Wisatawan asal Australia yang diamankan polisi setelah mengamuk di hotel.

Mangupura (Bali Post) – Segala daya dan upaya dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung untuk menekan angka golput. Selain melalui sosialisasi, KPU Badung juga mengerahkan Relawan Demokrasi dalam mensosialisasikan Pemilu 2019. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan Relawan Demokrasi adalah dengan menggelar orasi dan penyebaran brosur di simpang Sempidi, Mengwi, tepatnya di areal Patung Rama hingga Patung Hanoman. Para relawan yang didampingi KPU Badung ini menggelar aksinya, Ju-

mat (1/2) kemarin sekitar pukul 14.30 Wita. Sebelum melakukan orasi, puluhan Relawan Demokrasi ini telah mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) di kantor DPRD Badung. ‘’Ada 55 orang yang ikut dalam kegiatan ini. Tujuannya untuk mensosialisasikan pemilu,’’ ungkap Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta. Menurutnya, tugas Relawan Demokrasi membantu melakukan sosialisasi kepada pemilih dengan menyasar 11 basis. ‘’Dengan yang kita lakukan hari ini (kemarinred) dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu

Bali Post/ist

Tekan Golput, KPU Badung Kerahkan Relawan Demokrasi

Bali Post/par

RELAWAN DEMOKRASI - Relawan Demokrasi di Badung, Jumat (1/2) kemarin menggelar orasi dan penyebaran brosur di seputar simpang Sempidi, Mengwi.

17 April 2019. Jika saat Pilgub Bali partisipasi pemilih di Badung mencapai 77,7 persen, pemilu kali ini kami harap tingkat partisipasi pemilih di Badung bisa mencapai 80 persen,’’ jelasnya. Pria yang akrab disapa Kayun itu menaruh banyak harapan kepada para Relawan Demokrasi yang terdiri dari kalangan anak-anak muda tersebut. Mereka diharapkan dapat membantu tugas KPU Badung guna menyosialisasikan pemilu secara efektif. Dengan begitu, target KPU Badung meningkatkan partisipasi pemilih bisa tercapai. (kmb27)

RAKERCAB PHRI - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Rakercab PHRI Badung, Jumat (1/2) kemarin. dikoordinasikan dan disinergikan menuju pariwisata yang berkualitas. Pasalnya, pariwisata sangat sensitif terhadap berbagai isu. Sementara itu, Ketua Panitia, Yoga Iswara menyampaikan, rakercab tersebut sangat penting untuk memperkuat sinergi antarpara

pemangku kepentingan, mulai dari pribadi, kelompok, asosiasi, serta pemerintah. ‘’Rakercab juga bertujuan untuk mendapatkan arahan dari Bapak Bupati Badung tentang kapasitas PHRI Badung dalam mendongkrak pembangunan Badung,’’ jelasnya. (ad037)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Unud Lepas 379 Mahasiswa KKN di 24 Desa UNIVERSITAS Udayana (Unud) melepas sebanyak 379 orang mahasiswa dari 17 fakuktas untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Jumat (1/2) kemarin. Bertempat di Gedung Widya Sabha, kegiatan ini merupakan KKN Unud periode XVIII tahun 2019. Pelepasan ini dilakukan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). Menurut Ketua LPPM Unud Prof. Dr. dr. I Gede Rai Maya Temaja, M.P., seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN ini akan tersebar di 24 desa, empat kabupatan di Bali. Yaitu di Kabupaten Bangli, Klungkung, Tabanan dan Badung. Mereka akan mengikuti KKN selama lima minggu, mulai 2 Februari - 10 Maret 2019. ‘’Dari 24 desa, Kabupaten Klungkung dan Tabanan masing-masing ada sebanyak 8 desa, Bangli 6 desa dan Kabupaten Badung 2 desa,’’ katanya. Dijelaskan, untuk tema KKN ini adalah ‘’Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat’’ (PPM). Tema yang diangkat ini, katanya, disesuaikan dengan potensi dari 24 desa yang akan diangkat oleh mahasiwa. Yang paling penting di sini adalah pemberdayaan masyarakat. Ini juga sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. ‘’PPM dijadikan tema untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau dilakukan pemberdayaan masyarakat. Mahasisawa KKN Unud ini ke desa, bukan membawa bantuan, bukan membawa uang, namun mencarikan solusi untuk pemecahan masalah,’’ ucapnya. Rektor Raka Sudewi dalam

LEPAS - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). saat melepas mahasiswa peserta KKN Unud, Jumat (1/2) kemarin. sambutannya menyebutkan kegiatan KKN ini adalah satu program wajib setiap tahun yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yaitu, pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diikuti seluruh mashasiawa sebagai syarat kelulusan sebelum mengakhiri pendidikan di Unud. ‘’KKN adalah merupakan tanggung jawab sosial perguruan tinggi kepada masyarakat secara luas. Mahasiswa harus mampu memberdayakan masyarakat,’’ katanya saat pelepasan mahasiswa KKN. Melalui kegiatan ini, mahasiswa peserta KKN diharapkan dapat berperan sebagai motivator, katalisator, problem solver terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat di

tempat KKN. Sehingga mahasiswa dapat berperan serta membangun masyarakat desa. ‘’Kegiatan KKN merupakan sebuah wahana tidak hanya untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, namun juga kecerdasan emosional dan spiritual. Dengan demikian mahasiswa diharapkan mampu memahami dan memberi solusi terhadap berbagai masalah riil yang dialami di masyarakat,’’ harapnya. Pada pelepasan mahasiswa KKN Unud kali ini juga diisi dengan kuliah umum oleh Haryono Suyono, mantan Kepala BKKBN dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra & Taskin). Mahasiswa peserta KKN diberikan materi dengan judul ‘’Membangun Masyarakat Desa’’. (ad039)

Rektor Unud Serahkan 160 SK Dosen Tetap BLU SEBANYAK 160 dosen dari sepuluh fakultas dan satu Unit Pelayanan Teknis Pendidikan Pembangunan Karakter Bangsa (UPT-PPKB) di Universitas U d a y a n a ( U n u d ) m e n e r i ma surat keputusan (SK) sebagai dosen tetap Badan Layanan Umum (BLU) Unud. Bertempat di Gedung Pascasarjana Unud, Kamis (31/1), penyerahan dilakukan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). Setelah menerima surat keputusan, para dosen ini diharapkan dapat memperkuat Unud menjadi perguruan tinggi yang terdepan. Rektor Raka Sudewi pada kesempatan itu mengatakan, sebagai institusi pemerintah yang menerapkan pola pengeloaan keuangan BLU, Unud selalu mengupayakan peningkatan kinerja dan pelayanan keuangan yang lebih baik, akuntabel dan transparan. Dengan diangkatnya 160 tenaga dosen menjadi dosen tetap BLU, diharapkan dapat memperkuat amunisi kinerja Unud dalam mendongkrak dan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Baik itu di bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat. ‘’Dengan diangkatnya dosen ini akan memberikan kesempatan bagi mereka mengurus

SERAHKAN SK - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). menyerahkan 160 SK dosen tetap Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Udayana, Kamis (31/1). nomor induk dosen (NIDN) sebagai salah satu peserta dosen BLU. Selain itu dengan memiliki NIDN, maka jenjang karya dosen tersebut akan lebih pasti bagi dosen sendiri maupun peringkat Unud. ‘’Kepada para dosen yang sudah mendapatkan surat keputusan ini diharapkan segera mengurus NIDN melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tetap mengacu Per-

mendikti Nomor 2 Tahun 2016 tentang Regristrasi Pendidik,’’ pungkasnya. Lebih lanjut dikatakan, dengan diangkatnya sejumlah tenaga dosen BLU ini, ke depan akan dilakukan penataan terkait pengembangan SDM. Dengan demikian nantinya bisa memprediksi kelebihan dan kekurangan SDM maupun pengganti yang telah memasuki masa pensiun. (ad038)

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

FH Unwar Gelar Studium Generale

Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Perlindungan Hak Konstitusional Warga Negara

FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar Studium Generale dengan tema ‘’Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Perlindungan Hak Konstitusional Warga Negara’’ di Ruang Jayasingha Mandapa Unwar, Jumat (1/2) kemarin. Studium Generale ini menghadirkan keynote speaker hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dr. Manahan M.P. Sitompul, S.H., M.Hum. yang dimoderatori Dr. I Wayan Rideng, S.H., M.H., akademisi FH Unwar. Studium Generale dibuka Dekan FH Unwar Dr. Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. yang dihadiri Wakil Dekan I FH Unwar Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H., Wakil Dekan III Ketut Sukadana, S.H., M.H., dosen dan staf serta mahasiswa di lingkungan FH Unwar. Dekan FH Unwar Putu Budiartha mengatakan Studium Generale dengan mengundang hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) merupakan tindak lanjut kerja sama antara FH Unwar dengan MK RI. Pada akhir tahun lalu kerja sama ini diwujudkan dengan seminar nasional tentang peran LPD, di mana dalam acara tersebut hakim MK RI menjadi keynote Speaker. Kali ini tujuan Studium Generale adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan, terutama kepada dosen dan mahasiswa FH Unwar dalam meningkatkan kesadaran dan pemahamannya sebagai warga negara dengan hak-hak konstitusi yang dimiliki. Dikatakan, MK memiliki kewajiban dan tugas yang penting dalam menyosialisasikan peran kontistusi bagi warga negara, sehingga hak-hak yang dihalani warga negara lebih me-

Studium Generale - Dekan FH Unwar Dr. Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. (empat dari kiri) berfoto bersama hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dr. Manahan M.P. Sitompul, S.H., M.Hum. (lima dari kiri) seusai penyerahan cenderamata pada kegiatan Studium Generale di Ruang Jayasingha Mandapa Unwar, Jumat (1/2) kemarin. mahami dengan baik. Sebab, lanjut Budiartha, dalam pelaksanaannya sering terjadi pelanggaranpelanggaran tentang konstitusi yang dilakukan oleh pemerintah, legislatif, dan masyarakat yang seharusnya ada tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh MK. Sebab, perkara pelanggaran terkait hal-hal konstitusi sejatinya dapat disampaikan ke MK untuk ditangani oleh hakim MK. ‘’Untuk menambah pengetahuan warga negara akan pelanggaran tersebut, maka Mahkamah Konstitusi RI secara aktif melaksanakan sosialisasi terkait peran MK RI dalam melindungi konstitusi warga negara Indonesia. Kami di Fakultas Hukum menghadirkannya untuk memberikan pemahaman kepada civitas kami tentang hukum konstitusionalnya,’’ tandas Budiartha. Selain itu, tujuan lain dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan

mahasiswa FH Unwar, sehingga lulusan FH Unwar memiliki kompetensi yang memadai pada bidang ilmu hukum, terutama di bidang hukum konstitusi. Ke depannya, kegiatan sebagai aplikasi kerja sama dengan MK RI ini akan lebih rutin dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan yang mampu meningkatkan pengetahuan akademik dan keterampilan mahasiswa FH Unwar demi menciptakan lulusan yang kompeten. Apalagi, untuk menambah keterampilan lulusan, FH Unwar selalu mengadakan pelatihan keterampilan dalam bentuk legal drafting, mediator, dan advokat untuk menjadikan lulusan FH Unwar yang siap bersaing di dunia kerja. Dengan harapan alumni FH Unwar bisa lebih cepat diterima di dunia kerja, bahkan mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. (ad040)

CustoMAXI Gairah Modifikasi di Surabaya

AJANG modifikasi skutik-skutik MAXI Yamaha yaitu CustoMAXI masih terus berlangsung. Kembali lagi ke Pulau Jawa, kali ini giliran Surabaya menjadi tuan rumah pelaksanaannya yang digelar Sabtu (2/2) hari ini di Excelso Merr. CustoMAXI periode 2018-2019 telah menyambangi enam kota di tahap semifinal yaitu Bekasi, Yogyakarta, Balikpapan, Makassar, Medan, Denpasar. Besarnya animo para peserta ditunjukkan lewat hasil modifikasi yang unik dan kreatif. Pengunjung acara juga menaruh perhatian khusus menyaksikan deretan skutik MAXI Yamaha yang telah dimodifikasi dengan beragam tema. Akhir pekan ini kemeriahan CustoMAXI dinantikan di Surabaya yang merupakan kota besar dengan banyak penggemar skutik MAXI Yamaha. Kota Surabaya juga dikenal dengan kuatnya ikatan komunitas segmen line up motor itu yang tumbuh pesat. Mereka kerap berkumpul di lapangan Yamaha Land yang terletak di Jalan Panglima Sudirman. Selain itu, aktivitas menyalurkan hobi touring ke tempattempat wisata dan tentunya ikut kontes modifikasi kerap dilakukan. Karenanya peserta CustoMAXI juga datang dari komunitas-komunitas MAXI Yamaha. ‘’Surabaya adalah salah satu area keberadaan para modifikator

ulung. Tentunya kehadiran CustoMAXI sangat ditunggu karena menjadi ajang menyalurkan bakat dan hobi modifikasi. Mereka ingin menampilkan hasil terbaik di kontes prestisius ini dan mendulang prestasi yang akan menjadi kebanggaan tersendiri. Akhir pekan ini akan berbeda di Surabaya, jadi jangan lewatkan untuk menyaksikan CustoMAXI,’’ ungkap Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Untuk periode 2018–2019 CustoMAXI melombakan tiga kategori yaitu Daily Use, Master Class dan Rising Star. Kategori Daily Use dan Master Class dibuka untuk Nmax,

Aerox 155, Xmax. Dan yang terbaru adalah kategori Rising Star dengan motor Lexi. Yamaha menyediakan hadiah-hadiah sangat menarik untuk pemenang semifinal dan final yaitu uang tunai total ratusan juta rupiah. Serta pada tahap grandfinal di kategori Master Class mendapatkan 1 unit Aerox 155 untuk Best Nmax Modification, 1 unit Lexi untuk Best Aerox Modification, 1 unit Nmax untuk Best Xmax Modification. Sedangkan Best Rising Star memperoleh 1 unit Lexi. Dan puncaknya adalah 1 unit Xmax untuk King of MAXI Yamaha Modification. (bns1)

Buka Peluang Anak Miskin Kerja di Kapal Pesiar Pemkab Badung Cek Lokasi Rencana Pasar Kertha Sari Baperlitbang Siapkan Kajian

Semarapura (Bali Post) Guna memberi peluang kerja yang menjanjikan kepada anak dari keluarga miskin, Pemkab Klungkung kini menyiapkan program untuk membuka peluang mereka bekerja di kapal pesiar. Namun, seperti apa teknis pemberangkatannya nanti, Baperlitbang sedang melakukan kajian bersama dinas terkait agar program ini nanti pelaksanaannya efektif, transparan, dan tepat sasaran. Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perenca-

naan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Klungkung I Nyoman Sidang, Jumat (1/2) kemarin, menyatakan Pemkab Klungkung masih melakukan kajian melalui Dinas Pendidikan Klungkung, khususnya mengenai persyaratan dan hal teknis lainnya. Melalui kajian ini, anak yang nantinya berangkat tidak hanya mendapatkan peluang kerja tetapi juga bisa menjadi motivator bagi anak KK miskin yang lainnya bahwa ada program yang mengakomodasinya, bila serius belajar dan punya skill untuk

Bali Post/kmb31

PRAKTIK KERJA - Siswa SMA Pariwisata Saraswati Klungkung saat praktik bekerja di dunia pariwisata di sekolah, belum lama ini. Baperlitbang sedang melakukan kajian bersama dinas terkait program untuk membuka peluang mereka bekerja di kapal pesiar.

bekerja profesional. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sebelumnya menegaskan kalau pihaknya memiliki program khusus di bidang tenaga kerja pariwisata. Setiap lulusan yang memiliki kualitas baik, akan diseleksi secara terbuka untuk diberangkatkan ke kapal ppesiar. Bahkan, ada juga program lanjutan bagi lulusan dengan kompetensi pariwisata untuk dididik lanjutan secara gratis di STP. Apalagi, Pemkab Klungkung sudah menjalin MoU dengan STP Bali. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta mengingatkan agar kajian untuk program inovasi tersebut dapat dibuat sebaikbaiknya. “Persyaratan, system, dan hal-hal yang berkaitan tentang detail pelaksanaannya, agar jelas dan dapat tersosialisasikan ke masyarakat dengan baik,” ujar Wabup Kasta. Wabup Kasta berharap inovasi tersebut dapat dilaksanakan secepatnya untuk dapat membantu menyejahterakan masyarakat Klungkung. Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung Gusti Made Subrata menyampaikan amat mendukung program ini. Pihaknya mengaku lulusannya siap bersaing dengan sekolah lain yang memiliki program plus pariwisata. Pihaknya menegaskan, dengan proses pendidikan dan bekal keterampilan yang didapat sekolah, dia yakin anak didiknya mampu bersaing. (kmb31)

Mangupura (Bali Post) Tim dari Pemkab Badung turun ke Desa Gerih melihat lokasi yang rencananya diperuntukkan sebagai penganti lahan Pasar Kertha Sari yang rencananya akan dibangun sekolah. Lokasi yang diusulkan di sebelah Pura Taman Langse, Gerih ini merupakan aset Pemerintah Provinsi Bali. Kabag Ekonomi Setda Badung A.A. Sagung Rosyawati, Jumat (1/2) kemarin, membenarkan prihal tersebut. Pihaknya telah meninjau lokasi sesuai arahan Wakil Bupati Badung. ‘’Sesuai permintaan Pak Wakil Bupati, lokasi pasar nantinya harus strategis. Di samping itu juga perlu diperhatikan status kepemilikan lahan,’’ ungkapnya. Menurutnya, kehadirannya di lokasi hanya sebatas melakukan kajian. Hasil kajian ini nantinya akan dilaporkan ke pimpinan guna diputuskan lebih lanjut. ‘’Keputu-

san ada di jajaran pimpinan. Kami hanya melakukan kajian dan hasil kajian nanti kami laporkan ke pimpinan,’’ tegasnya. Di sisi lain, usulan menggunakan lahan Pemprov Bali tersebut mendapat protes dari pedagang. Menurut penuturan Bendesa Adat Gerih, Wayan Rencana mengatakan tanah seluas 5,55 hektar tidak cocok sebagai lokasi pasar lantaran lokasi lahan jauh dari jalan raya dan sangat sepi, karena di pinggir sungai dan kawasan tegalan. ‘’Yang jelas, kalau menurut kami ini tidak cocok dijadikan pasar. Siapa yang mau berbelanja ke sini,’’ katanya. Dijelaskan, dari hasil pembicaraan dengan tim tersebut, pihaknya diminta bersurat ke Bupati Badung. Hal ini terkait opsi yang diajukan rencana. Pertama, yakni sesuai permohonan sebelumnya, agar sebagian lahan Pasar Latu, khususnya yang berada di dekat

Bali Post/par

CEK LOKASI - Kabag Ekonomi Setda Badung A.A. Sagung Rosyawati bersama tim, Jumat (1/2) siang kemarin turun ke Desa Gerih melihat lokasi yang rencananya diperuntukkan sebagai pengganti lahan Pasar Kertha Sari.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

jalan raya tetap dipertahankan sebagai pasar. Sementara sisanya dipersilakan dibangun sekolah. ‘’Kami hanya mohon sedikit. Itu kan luasnya 1,06 hektar. Ya… 20 are untuk pasar. Sisanya silakan dibangun sekolah,’’ ungkapnya. Pihaknya juga menawarkan menukar lahan Pasar Kertha Sari dengan laba desa adat yang letaknya di sebelah selatan pasar. Lahan milik desa tersebut seluas 1,59 hektar dengan kondisi lahan yang datar dan lingkungannya nyaman. ‘’Ini bisa dilihat (lahan laba desa). Lokasinya sangat datar dan nyaman. Kalau dijadikan sekolah, sangat kondusif,’’ ucapnya. Meski demikian, pihaknya tidak berniat menghambat program pemerintah. Terlebih, secara pribadi tidak ada kepentingan hanya pihaknya merasa ikut bertanggung jawab terhadap nasib para pedagang yang sebagian notabene warga adat Gerih. ‘’Jangan sampai istilahnya mereka tergusur dua kali. Dulu dari Pasar Mambal ke Pasar Latu. Sekarang lagi seperti ini,’’ pungkasnya. Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Badung akhirnya menetapkan lahan Pasar Kertha Sari alias Pasar Latu di Desa Gerih Kecamatan Abiansemal untuk pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Abiansemal. Proyek tersebut telah tersosialisasi ke pedagang dan pihak desa adat. Namun, untuk relokasi pedagang, pihak pemerintah masih memikirkan untuk pemindahan tersebut dengan berkoordinasi dengan desa adat setempat. (kmb27)


DAERAH

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

Bobol Toko, Pelaku Digebuki Massa Banyuwangi (Bali Post) Pencuri yang satu ini benarbenar kena batunya. Usai membobol toko, pelaku menjadi sasaran amuk massa. Beruntung, polisi bergerak cepat. Pelaku berhasil diamankan dari emosi warga. Pencuri apes itu, Muzaidun, (44), warga Jalan Soekarno Hatta, Simpang Tiga, Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur. Sebelum tepergok, pelaku membobol toko pakaian di Jalan Susuit Tubun, Banyuwangi. Aksinya berlangsung Kamis (31/1) malam. Sejatinya, pelaku sukses memasuki toko. Dia masuk setelah menjebol atap. Lalu, menguras uang di dalam toko. Nahas, saat keluar toko, merapat dari tembok, warga memergokinya. ‘’Warga langsung berteriak maling dan mengejar pelaku,’’ kata Rojik, salah satu saksi mata. Warga yang mendengar keributan langsung berdatangan. Melihat ada pencuri, warga mulai emosi. Ikut menghajar pelaku. Pelaku sempat kabur, lalu tertangkap di parkiran masjid. Menurut Rojik, saat pelaku beraksi, toko sudah tutup. Sekitar pukul 18.00 WIB, saat Rojik membuka toko, mendegar warga berteriak maling. Dia pun sempat ikut mengejar

pelaku. Saking banyaknya warga, pelaku tak bisa melawan. Beberapa kali bogem mentah warga mendarat di wajah pelaku. Kebetulan, lokasi kejadian lumayan ramai. Emosi warga terhenti setelah polisi tiba di lokasi. Pelaku kemudian digiring ke Polsek Kota Banyuwangi. Kapolsek Kota Banyuwangi AKP Ali Masduki melalui Kanit Reskrim Ipda Nurmansyah mengatakan, pelaku masuk ke dalam toko setelah mencongkel bagian atap. ‘’Kemudian pelaku turun dan mengambil uang di laci kasir,’’ ujar Nurmansyah, Jumat (1/2) kemarin. Untuk mencongkel, pelaku menggunakan linggis. Dari lokasi, polisi menemukan dua buah linggis. Dari pelaku, diamankan uang tunai senilai Rp 1.113.000 sebagai barang bukti. Uang tersebut yang diambil pelaku dari toko yang dibobol. Akibat kejadian ini, kerugian toko ditaksir mencapai Rp 5 juta. Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Selama ini pelaku tinggal di rumah kos di belakang salah satu mall di Kota Banyuwangi. ‘’Kita masih kembangkan terus kasus ini,’’ pungkas Ipda Nurmansyah. (udi)

Bali Post/asa

DATANGI - Seratusan massa dari SJB, LBH, pemerhati anak, dan juga mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya berjalan mundur saat mendatangi Kanwil Hukum dan HAM Bali.

Soal Tuntutan SJB

Kakanwil Hukum dan HAM Datangi Menteri Yasona Denpasar (Bali Post) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Sutrisno, Jumat (1/2) kemarin mengaku sudah mendatangi Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly di Jakarta. Sutrisno datang langsung ke Jakarta, Selasa lalu, guna membawa surat dan juga petisi tuntutan Solidaritas Jurnalis Bali (SJB). Poin dari tuntutan SJB itu salah satunya adalah mencabut remisi pembunuh wartawan A.A. Narendra Prabangsa, Nyoman Susrama. ‘’Sesuai janji, saya berangkat Selasa ke Jakartaa, setelah menerima kunjungan Ibu Agung (istri Prabangsa) dan kawan-kawan menghadap saya,’’ tandas Kakanwil Bali Sutrisno. Sutrisno mengaku lama berdiskusi dengan Menteri Yasona Laoly tentang masalah ini. Tentang apa yang menjadi tuntutan SJB. Dan draf atau petisi sudah disampaikan ke menteri, baik secara lisan maupun tulisan. ‘’Bahkan saya sampaikan ke Pak Menteri, jika tidak dipenuhi tuntutan SJB, maka terus akan melakukan demo ini,’’ tandas Sutrisno usai menerima peserta aksi SJB, elemen masyarakat, mahasiswa dan LBH. Bahkan dalam kesempatan itu, Menteri memperhatikan tuntutan jurnalis. ‘’Itu saya lihat dari raut wajah beliau,’’ tandas Sutrisno. Selain bertemu Menteri, Kakanwil Bali juga mengaku bertemu dengan Dirjenpas Kemenkum HAM RI. ‘’Beliau sangat sepakat, untuk kasus seperti Nyoman Susrama,

untuk TPP libatkan orang luar seperti akademisi dan pers. Intinya saya sudah penuhi janji kawan. Namun kewenangan bukan pada saya, saya hanya sebatas penyambung,’’ tegasnya kembali. Yang menarik pula, Kakanwil Bali belum mau melaksanakan Keppres No. 29 Tahun 2018, karena masih ada beberapa redaksional yang keliru, atau salah ketik. Misalnya ada penulisan angka 2030 yang seharusnya 2029. Perwakilan masa aksi, sekaligus penasihat hukum SJB Made ‘’Ariel’’ Suardana sempat minta dokumen yang berhubungan dengan pemberian remisi Susrama. S u t r i s no m e nj e l a s ka n bahwa pihaknya hanya mau menyerahkan dokumen usulan. Usulan yang dipertimbangkan dari Susrama adalah usulan pada tahun 2014. Dan usulan itu juga dipakai dasar pengajuan remisi Susrama. Sementara Suardana dalam orasinya tetap memandang dari kacamata hukum, bahwa kejahatan yang dilakukan Susrama adalah kejahatan luar biasa. Bukan kejahatan biasa. Bahkan perbuatannya bisa disebut sebagai teror terhadap jurnalis. Masih dalam aksi massa, disebutkan bahwa ini kali keempat SJB mendatangi Kantor Depkum HAM Bali. Dalam aksi keempat yang juga mendapatkan pengamanan dari aparat kepolisian itu, aksi yang dipimpin Nandhang R. Astika berbeda dari sebelumnya. Kali ini diadakan treatrikal dari mahasiwa. (kmb37)

5

Heboh, Video Pelajar SMP Rusak Spion Mobil Berdalih Ingin Jadi Penegak Hukum Jalanan

Denpasar (Bali Post) -

Seorang remaja mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan di jalan. Remaja yang belakangan diketahui pelajar SMP di salah satu sekolah swasta di Denpasar berinisial AD (13) ini merusak sejumlah spion mobil warga yang dilewati. Ironisnya, perusakan itu justru direkam pelaku dan di-upload ke media sosial (medsos) hingga menjadi heboh dan viral.

Menyikapi adanya kejadian itu, Satlantas Polresta Denpasar melakukan penyelidikan di lapangan dengan menemui AD di sekolahnya. Polisi langsung menahan sepeda motor Honda CBR 150 yang digunakan saat beraksi, Kamis (31/1). Terkait kejadian itu, AD didampingi orangtua, pengacara dan pihak sekolah, Jumat (1/2) kemarin mendatangi Mapolresta Denpasar. Tujuannya dalam rangka klarifikasi dan mediasi. Pengacara AD, Darma Negara, menyampaikan pihak keluarga meminta maaf atas kenakalan dilakukan AD. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Wakapolresta karena memfasilitasi untuk mediasi, sehingga klien kami dibina dan berjanji tidak melakukan hal serupa,’’ tegasnya. Dia mengakui kalau AD kurang pembinaan dan pengawasan dari orangtuanya. Padahal tidak diizinkan mengendarai sepeda motor atau mobil. ‘’Terkait sejumlah spion mobil yang dirusak, klien kami meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan. Niat ganti rugi ada,’’ tegasnya.

Darma Negara menjelaskan, kejadian ini dilatarbelakangi pelaku ingin menggantikan polisi dalam hal penegakan hukum, tetapi caranya yang salah. Maksudnya jadi penegak hukum jalanan karena banyak terjadi pelanggaran lalu lintas. ‘’Mungkin dia membandingkan di luar negeri dengan Indonesia. Dia melakukan tidakan sendiri, seharusnya melapor ke polisi,’’ ungkapnya. Sementara itu, Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana mengatakan beredarnya video pelaku di medsos karena berniat terkenal. Dia mengambil gambar sebetulnya ingin merekam yang melanggar. Tetapi karena ini pelaku di bawah umur, dia tidak sadar melakukan pelanggaran. ‘’Pertama, yang bersangkutan belum layak mengendarai kendaraan karena masih di bawah umur, sehingga belum punya SIM. Kedua, dia mengambil jalur tengah dan memukul spion mobil sehingga merugikan pemilik mobil,’’ ucapnya. Setelah video itu viral di medsos, Satlantas Pol-

resta Denpasar langsung melacaknya. Orangtua AD juga menghubungi pihak ke-

polisian dan sekolah karena takut dengan keselamatan anaknya. ‘’Di medsos banyak komen negatif sehingga membuat keluarga AD takut. Bahkan minta pengamanan,’’ ucap Artana. Ia menambahkan, ke jadian ini terjadi di jalan raya menuju sekolahnya

di seputaran Ubung, Denpasar. Terkait kerusakan helm, kata Artana, belum ada pengaduan. ‘’Komennya di medsos macam-macam. Kalau dibiarkan nanti membahayakan pelaku. Pihak orangtua dan sekolah sepakat melakukan pengawasan,’’ tandasnya. (kmb36)

DITAHAN - Sepeda motor milik AD ditahan di Mapolresta Denpasar.

Bali Post/eka

Momentum Pertumbuhan Ekonomi Jangan Sampai Hilang Denpasar (Bali Post) Kinerja sektor perbankan di Bali pada tahun 2018 sedikit melambat dibandingkan nasional. Terlihat dari pertumbuhan kredit yang melambat yaitu penyaluran kredit di Provinsi Bali sebesar Rp 85,97 triliun, hanya tumbuh 3,98% (yoy). Sedangkan pertumbuhan kredit nasional mencapai 12,88% tahun 2018. Sementara itu, NPL gross industri perbankan di Bali sebesar 3,28%, membaik dari tahun 2017 (3,42%). NPL Bali ini berada di atas NPL gross nasional yang hanya 2,37% (November 2018) dan NPL net hanya 1,14%. Pengamat ekonomi Bali Viraguna Bagoes Oka mengatakan, potensi peningkatan NPL sudah terlihat sebelumnya, ditambah dengan rentetan kejadian bencana alam. Perbankan pun juga melakukan pengetatan likuiditas. Dengan kondisi NPL yang cukup tinggi, maka perlu tambahan likuiditas. ‘’Kalau tidak dibantu dengan likuiditas baru, trennya akan menjadi buruk,’’ ungkapnya, Jumat (1/2) kemarin. BPD Bali sebagai agen pem-

bangunan di daerah diharapkan berperan dalam situasi ekonomi Bali saat ini. BPD Bali diharapkan meningkatkan perannya terhadap banking aspect yang saat ini hanya 27%, masih sangat rendah. ‘’Seharusnya BPD Bali sebagai agen pembangunan daerah Bali dia harus memiliki dominasi, paling tidak 40%-50%. Ini menjadi suatu tantangan. Dia harus

bisa merealisasikan itu untuk bisa berperan mendekati 40% di perbankan Bali, agar kuenya tidak diambil oleh perbankan lain,’’ tegasnya. Untuk bisa merealisasikan peningkatan peran itu, maka BPD Bali harus segera merealisasikan sinergi dengan berbagai pihak dan melakukan revitalisasi ke dalam. Anggota Dewan Komis-

Bali Post/kmb42

FOTO BERSAMA - Wakil Gubernur Bali, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, anggota Dewan Komisioner OJK berfoto bersama saat pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan tahun 2019 di Nusa Dua.

ioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Heru Kristiyana melihat capaian perbankan nasional cukup bagus, maka saatnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan kredit perbankan tahun 2018 merupakan yang tertinggi sejak empat tahun terakhir. ‘’Maka dari itu momentum pertumbuhan ini jangan sampai hilang. Momentum pertumbuhan ini harus kita pupuk, kembangkan lebih tinggi lagi,’’ ujarnya. Meski secara nasional, pertumbuhan perbankan cukup bagus, namun di Bali memang agak sedikit di bawah nasional. ‘’Tapi saya yakin ke depan dengan kondisi yang lebih kondusif lagi, akan terdorong juga menjadi lebih tinggi,’’ tandasnya. NPL secara nasional turun menjadi 2,3% dan NPL netnya cuma 1,1%. ‘’Itu bagus. Di saat industri tumbuh, kredit tumbuh, tapi risikonya malah turun,’’ ungkapnya. Tahun 2019 ia optimis kondisi ekonomi dan perbankan akan lebih bagus. Karena di tahun–tahun sebelumnya, perbankan melakukan kon-

solidasi. Upaya konsolidasi ini dinilai sudah selesai. ‘’Kalau konsolidasinya kelar, mestinya pertumbuhan ini akan lebih bagus. Bank tidak akan memikirkan lagi bagaimana memupuk modal, mengurangi NPL-nya, menagih kredit macet, konsolidasi sudah selesai. Ini momentum untuk tumbuh, di Bali juga demikian,’’ ujarnya. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda mengatakan, tahun 2019 OJK menargetkan pertumbuhan kredit secara nasional 9%-12%. Sementara di Bali, dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) khususnya BPD Bali menargetkan pertumbuhan kredit 9%. ‘’Kita akan mendorong itu. Bahkan kalau misalnya nanti semester I tercapai, kita akan minta ditingkatkan, 10%11%. Karena tahun lalu, pertumbuhan kredit BPD Bali 1% sekian. Dari BPD Bali mengatakan alasan melambatnya pertumbuhan kredit karena tahun 2018 mereka melakukan konsolidasi, sehingga perumbuhannya tidak terlalu kencang,’’ bebernya. (kmb42)

Kontribusi Pengurangan Penggunaan Plastik Hanya 20 Persen Denpasar (Bali Post) Terkait pengurangan penggunaan plastik rupanya hanya bisa mengurangi volume sekitar 10 hingga 20 persen. Sedangkan untuk mengurangi secara total dipastikan tidak bisa. Karena sejatinya penggunaan plastik terbanyak, lebih dari 80 persen adalah dari pabrikpabrik besar yang menggunakan plastik sebagai kemasan. ‘’Yang paling berat dalam pengurangan plastik ini kan bukan dari penggunaan plastik oleh masyarakat (user). Yang digunakan masyarakat seperti tas kresek, sendok plastik, hanya 6-12 persen dari total penggunaan plastik. Yang besar adalah produk-produk kemasan.

Seperti sabun cair, sampo cair. Itu kan besar sekali. Itulah yang menyumbang jumlah plastik terbesar,’’ tegas A.A. Ngurah Alit Wiraputra, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali, Kamis (31/1). Penggunaan plastik oleh pabrik-pabrik ini hanya sebagai kemasan dari produk mereka. Setelah isinya habis, dibuang, yang berarti hanya satu kali pakai. Selain itu botol air kemasan juga banyak menyumbang volume plastik. Maka dari itu perlu kebijakan nasional untuk melarang pabrik tersebut menggunakan plastik, barulah dapat mengurangi volume penggunaan plastik ini. ‘’Tapi kalau itu masih, ya… sulit mengurangi lebih

dari 20 persen. Kalau lebih dari itu tidak bisa,’’ pungkasnya. Anggota Kadin banyak yang mempunyai potensi untuk membuat bahan-bahan y a ng ra m a h l i ng kung a n guna mengurangi penggunaan plastik. Seperti sendok dan garpu dari kayu dan bambu. Kadin juga membuat tas ramah lingkungan dari kertas. Beberapa anggota Kadin sudah mempersiapkan upaya pengurangan plastik dan sudah bekerja sama dengan ritel. Kadin berharap kebijakan pengurangan plastik dapat memberikan multiplier effect dari segi perekonomian. Misalnya masyarakat mulai menciptakan produk-produk yang ramah lingkungan,

yang bukan dari plastik, sehingga bisa dijual. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan, untuk merealisasikan Pergub 97 Tahun 2018 terkait pengurangan penggunaan sampah plastik, perlu dipikirkan solusi untuk menggantikannya. Maka dari itu, ia meminta IKM-IKM (Industri Kecil Menengah) di Bali untuk memikirkan membuat produk pengganti plastik. Ia pun akan memanggil industri-industri untuk diberikan penjelasan agar mereka mau memproduksi tas-tas pengganti tas kresek atau plastik. Misalnya tempat untuk menaruh barang belanjaan seperti ayam, gula

dan barang-barang cair. ‘’Orang mau beli ayam, bagaimana caranya kalau tidak pakai plastik. IKM bisa memikirkan itu. Ada kertas yang kedap dengan air, misalnya dibuatkan dalam bentuk tas. Kita dorong dia supaya bisa menggantikan peran plastik sekali pakai itu. Saya yakin itu bisa. Seperti bungkusan nasi ada yang berisi plastik. Nah, itu dicarikan bahan yang lebih kedap air. Itu kan bisa digunakan pedagang ayam dan bisa menjadi potensi market okeh IKM kita. Seperti pembungkus kopi pakai kertas,’’ bebernya. Menurutnya, penggunaan plastik ini tidak bisa sekadar Pergub, tetapi diberikan solusi pengganti. (kmb42)


OPINI

6

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Langkah Positif dari KPU DIUNGKAPNYA calon anggota legislatif yang melakukan tindakan korupsi secara terbuka kepada masyarakat, kita sambut dengan sikap positif. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilihan umum telah melaksanakan fungsi sosialnya dengan baik. Sebagai tuntutan masyarakat akan politisi yang bersih, jujur dan berintegritas, maka pengungkapan para koruptor yang sudah menjalani hukuman tersebut perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui kedalaman dari kandidat. Merupakan sikap yang positif juga jika kemudian ada keputusan bahwa mereka dicantumkan di tempat pemungutan suara. Ini merupakan cara yang lebih praktis lagi untuk menambah wawasan masyarakat menjelang menjatuhkan pilihannya. Posisi nama-nama mereka harus dipasang berdekatan dengan ruang tunggu atau di tempat yang mudah dilihat, juga mudah dibaca. Secara kemasyarakatan, hal ini penting sekali dilakukan karena para politisi dan anggota legislatif kita cukup banyak melakukan tindakan korupsi tersebut. Sudah berkali-kali disidang, ditangkap dan dihukum, tetap juga ada politisi yang melakukan tindakan demikian. Maka, dengan konteks demikian kepada politisi, pencantuman nama tersebut adalah untuk memberikan efek jera kepada politisi dan calon politisi yang hendak terjun ke politik praktis. Hemat kita, partai politik juga mendapatkan manfaat atau jeweran atas pencantuman nama ini. Masih terulangnya peristiwa korupsi yang melibatkan politisi tersebut membuktikan bahwa partai politik tidak mampu mencegah anak buahnya untuk melakukan tindakan tidak etis tersebut. Maka dari sisi ini, kita katakan bahwa pencantuman nama itu justru menjadi alat bantu bagi partai untuk menuntaskan masalah internal yang dimiliki. Menjadi tugas besar bagi partai-partai politik yang sudah mempunyai nama dalam belantika politik Indonesia untuk menertibkan kadernya. Partai juga harus mempunyai standar operasional prosedur untuk menindak anggotanya yang melakukan tindakan memalukan tersebut. Sudah seharusnya, ini dilakukan kepada mereka yang menjadi tokoh. Sebab, perilaku tokoh akan dicontoh oleh anak buahnya. Gagal menindak tokoh, maka partai dipastikan gagal melakukan pembersihan. Kita baca bahwa ada ancaman dan juga ketidakpuasan kepada KPU terhadap langkah yang dilakukan ini. Apabila dilihat dari sudut interaksi sosial, nampaknya perlawanan dan ketidakpuasan dari partai atau personnya merupakan hal yang wajar. Ini merupakan reaksi awal. Akan tetapi, pihak yang melakukan perlawanan tersebut juga harus hati-hati. Bagaimanapun keinginan untuk mengetahui secara detail calon anggota legislatif yang terkena korupsi, merupakan keinginan masyarakat. Perlawanan dan protes, apalagi tuntutan dari partai, justru akan ditertawai dan dihadapi oleh masyarakat. Partai dan mereka akan semakin dijauhi oleh masyarakat. Harus diingat bahwa anggota legislatif itu mendapat sebutan yang tehormat. Bisa dibayangkan, bagaimana kita dapat menyematkan kata tersebut bagi mereka yang telah melakukan korupsi. Akan tetapi, tetap ada manfaat bagi mereka. Bahwa telah menjalani hukuman dan kemudian melakukan tindakan yang baik di masyarakat, bukan tidak mungkin akan dapat tepilih lagi. Kita harapkan hukuman akan dapat memberikan pelajaran yang baik kepada mereka.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Pembahasan Ketinggian Bangunan Bagi masyarakat Bali, pembahasan Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bali yang salah satu membahas rencana revisi ketinggian bangunan adalah hal yang menarik. Wacana ini pasti akan mendapat penyikapan pro dan kontra dari berbagai elemen tergantung sudut pendangnya. Secara budaya dan demi Bali, memang ada hal-hal yang perlu dibatasi di Bali. Ketinggian bangunan memang perlu dibatasi namun di era saat ini logika dan pencermatan atas kondisi ruang di Bali juga harus dijadikan rujukan. Ketika tanah-tanah di Bali mulai dikorbankan hanya untuk mengakomodasi pembangunan permukiman, kekhawatiran satu saat nanti lahan di Bali akan habis adalah logika yang wajar. Logika inilah yang juga harus diterapkan dalam memahami mengapa Bali juga perlu membangun toleransi baru terhadap pembangunan di atas 15 meter di zona tertentu. Peruntukan bangunan juga harus jelas, yakni untuk kepentingan pendidikan dan kesehatan. Ini juga harus dibicarakan secara terpadu, bukan berdasarkan pendekatan investasi. Yang jelas, sebagai rakyat Bali saya berharap pembahasan ranperda kali ini murni untuk mengakomodasi kondisi Bali ke depan, bukan untuk melayani kepentingan pemilik modal. Saya juga menghormati pemikiran yang berharap Bali tetap dijaga dari tata ruangnya. Ajeg Bali dan taksu Bali harus tetap dijaga. Untuk itu, makin banyak kesempatan berdiskusi dan memberikan ruang kepada semua pihak urun pendapat akan semakin bagus. Gubenur Bali dalam hal ini saya rasa sudah cukup bijak, dengan membuka ruang diskusi publik lewat media massa untuk mengakomodasi pemikiran krama Bali terkait pembahasan Ranperta RTRW ini. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Membuka Keran Sosialisasi Pemilu Kurang dari seratus hari pemilihan umum ini ruang publik di Indonesia penuh dengan berita yang tidak mengenakkan. Ada komentar tentang mantan menteri yang dikabarkan telah melakukan pembohongan utang Indonesia. Soal seorang figur publik yang disebut-sebut menistakan kitab suci, selebriti yang masuk penjara sampai dengan cucu presiden yang disebut-sebut terlibat dalam kampanye. Termasuk juga mobil Esemka dikomentari mobil bohong-bohongan. Satu lagi adalah tabloid yang dibicarakan telah ikut mengotori ruang politik Indonesia.

Oleh GPB Suka Arjawa erbagai berita di atas tidak akan menimbulkan penafsiran yang bercabangcabang apabila terjadi tidak dalam kerangka Pemilu 2019. Akan tetapi, latar politis dari berbagai berita tersebut menjadi demikian kental karena orang awam pun akan paham dengan makna dari berbagai komentar yang muncul dari hal tersebut. Ditambah dengan berbagai berita bencana alam yang terjadi belakangan ini, maka dapat dikatakan tekanan-tekanan sosial kepada masyarakat cukup tinggi dan mengganggu konsentrasi masyarakat menjelang pemilihan umum mendatang. Berita-berita tersebut hadir di ruang publik yang berdaya jangkau luas sampai pada ruang privat keluarga di ruang tamu dan ruang tidur. Kalaupun generasi muda sekarang tidak begitu banyak yang suka dengan media elektronik, akan tetapi ruang publik yang digenggamnya juga mempunyai segmen yang juga tidak berbeda. Ujaran kebencian yang memutus nalar pendidikan politik terlalu banyak yang berseliweran di ruang genggam itu dan juga mengacaukan pemikiran mereka untuk dapat melakukan pilihan secara lebih baik pada bulan April nanti. Dikaitkan dengan wujud pe-

B

milu yang akan datang, fenomena berita di atas sangat bertentangan dan jauh dari harapan masyarakat. Wujud pemilu nanti merupakan yang paling berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Bahkan, praktik pemilu nanti, disebut-sebut yang paling berbeda di dunia, kalau dikatakan bukan yang paling aneh. Seperti yang sudah sering disebutkan, bahwa pemilu nanti akan dipolakan dengan lima pilihan sekaligus, yaitu memilih presiden dan wakil, memilih anggota DPD, DPR pusat, DPRD tingkat satu, dan DPRD tingkat dua. Tentang hal ini, kita dan penyelenggara pun seharusnya hati-hati juga. Problem yang muncul di sini adalah benturan antara kepercayaan diri penyelenggara dengan pengetahuan masyarakat. Mungkin ada kepercayaan bahwa masyarakat pemilih sudah dipandang paham dengan jumlahnya pilihan yang harus dipilih pada saat pemilu nanti. Padahal, belum tentu juga demikian. Yang harus dipikirkan adalah hubungan antara sejarah pemilu di Indonesia dengan kelompok pemilih yang berusia di atas 65 tahun. Bahkan, mungkin di atas 60 tahun. Mereka-mereka ini adalah pemilih yang telah mempunyai pengalaman memilih sekitar sepuluh kali sejak tahun 1971. Semua pola pemilihan pada pemilu-pemilu sebelumnnya tidak sekompleks sekarang.

Bahkan, sebagian besar pemilu itu memakai satu kertas untuk memilih pilihannya. Maka, dengan pola pemilihn terhadap lima pilihan untuk Pemilu 2019 ini, mereka akan kebingungan. Hanya untuk mencoblos lima pilihan ini mereka akan kebingungan. Kebingungan yang terjadi di bilik pencoblosan dapat berakibat tidak baik. Dengan usia ini kepanikan akibat ketidakpahaman tentang pola pemilihan dan pencoblosan, mereka akan serampangan memilih. Ada kemungkinan pilihan seenaknya saja untuk kelima pilihan itu atau sama sekali tidak milih demi mempercepat keluar dari bilik suara. Apabila ini terjadi, maka kualitas pemilu kita akan tidak baik. Banyak pilihan yang ngawur dan bukan tidak mungkin memengaruhi kualitas legislatif Indonesia secara keseluruhan. Atau hal sebaliknya juga dapat terjadi. Usia di atas 60 tahun kemungkinan akan memerlukan waktu yang banyak di bilik suara. Kebingungan akan pola pemilihan tersebut akan memungkinkan mereka berlama-lama di bilik suara sehingga menyita waktu bagi pemilih yang lain. Penyitaan waktu ini akan memberikan efek lain yang bisa jadi memengaruhi panitia pemilihan. Misalnya untuk memperingatkan sang pemilih. Peringatan ini akan berpengaruh secara psikologis yang akhirnya berpengaruh juga pada

kualitas pilihan. Dari informasi pelaksana pemilu di daerah didapatkan bahwa dalam sebuah simulai, waktu yang diperlukan untuk menjatuhkan pilihan di bilik suara berentang antara 5 sampai 8 menit. Bayangkan misalnya jika ada delapan puluh orang lansia saja yang molor satu menit di bilik suara dalam menjatuhkan pilihnya, akan mempunyai risiko beranting di tempat pemungutan suara. Salah satu risiko adalah perlewatan batas akhir pencoblosan yang jam satu siang itu. Persoalan lain yang harus diperhatikan adalah kertas suara dan nama kontestan. Sebagian pemilih berusia lanjut kemungkinan besar akan terkejut manakala membuka dan melihat satu kertas suara yang panjangnya mendekati satu meter. Banyaknya partai politik dan jumlah calon anggota legislatif membuat kertas suara mempunyai panjang hampir sebesar halaman koran. Bagi mereka yang memaknai pemilu ini sebagai sebuah ‘’wisata’’ akan menikmati ragam kertas suara yang selebar kertas koran ini. Akan tetapi, bagi mereka yang tidak mempunyai pemaknaan demikian, kertas suara ini justru akan membikin ribet suasana. Belum pernah dalam sejarah kepemiluan di Indonesia, kertas suara yang dipakai selebar itu. Apalagi kemudian tidak ada foto calon legislatif. Bagi pemilih yang kurang hafal dengan nama pilihannya, pasti akan memicu pemborosan waktu untuk mencari-cari nama tersebut. Untuk mereka yang berusia manula, ini merupakan persoalan tersendiri. Apalagi misalnya bagi mereka yang buta huruf atau tertinggal kacamata. Jangan lupa bahwa masih ada pemilih yang buta huruf, sekalipun itu di Bali. Yang menjadi kekhawatiran besar juga adalah ketidakadaan informasi soal calon. Dalam

Mengedukasi Siswa Berani Menulis BANYAK yang menganggap mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik tidak ada gunanya. Kesuksesan dalam kegiatan ekstra tersebut juga kalah pamor dibandingkan misalnya menang lomba sains atau juara di kompetisi pekan olahraga pelajar. Syukurnya, selalu ada saja siswa yang memiliki minat bergabung dalam ekstrakurikuler minoritas ini. Begitu pula pihak sekolah, kadang masih memandang sebelah mata kegiatan-kegiatan dalam ekstrakurikuler ini. Sebab, prestasi yang ditorehkan minim. Lain daripada itu, hasil dari berproses di ekstrakurikuler ini juga seakan tak kasatmata. Memang, warga sekolah perlu diedukasi tentang hal ini. Tidak lupa bagi para orangtua siswa, agar mereka tahu manfaat keikutsertaan putra-putri mereka dalam unik kegiatan ini. Sebuah cerita miris sering saya alami, misalnya anak dilarang membeli buku bacaan. Bukan karena uang tersebut harus dibelikan sembako, namun karena bagi si orangtua, buku tidaklah lebih berguna daripada sepotong baju baru di hari raya. Cerita lain, tentang stigma bahwa membaca tidak ada manfaatnya. Orangorang yang suka membaca dianggap hanya membuang-buang waktu atau bahkan antisosial. Sesungguhnya, ekstrakurikuler jurnalistik mendukung gerakan literasi. Apalagi di seko-

Oleh I Wayan Esa Bhaskara lah ada gerakan literasi sekolah (GLS). Kemunculannya pun melahirkan masalah baru, sebab literasi hanya dimaknai secara sempit dan berupa serimonial saja. Wacana literasi hanya hangat-hangat tahi ayam dan minim aksi. Narasi literasi hanya ditabur pada seminar-seminar atau pelatihan kilat para guru. Literasi dalam konteks GLS merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas. Sayangnya literasi hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca 15 menit sebelum pembelajaran di kelas dimulai. Mengutip kalimat Ketua Harian GLS, Wien Muldian, bahwa literasi tidak hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pendidikan karakter, kecerdasan finansial, pengetahuan sains, penggunan media digital yang baik, dan kewarganegaraan. Maka tujuan gerakan literasi ini adalah mendidik untuk menghasilkan manusia bijak mengambil keputusan. Jika begini, tentu saja aktivitas literasi adalah proses yang sangat panjang, mungkin sepanjang hayat. Salah satu proses literasi terjadi dalam ekstrakurikuler jurnalistik.

Awalnya, saya tidak pernah bisa merumuskan tujuan jelas yang harus dicapai oleh para anggota ekstra ini. Syukursyukur ada di antara mereka kelak menjadi jurnalis atau bahkan penulis dan penyair. Namun, hal itu bukanlah tujuan utamanya. Setelah mengetahui seberapa pentingnya literasi, saya berharap para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik menjadi agen literasi setidaknya untuk lingkungan terdekat di sekitar mereka. Saya ingin mereka menjadi insan-insan literer dan tidak ikut terjerembab dalam pusaran hoax. Tidak banyak yang memperhitungkan keberadaan ekstrakurikuler jurnalistik sebagai sebuah unit kegiatan yang bermanfaat. Saking ‘’diam’’ dan tak kasatmata hasil dari proses yang kami lewati. Ekstrakurikuler ini menjadi tidak populer. Bangganya, para siswa anggota tidak sekalipun mengeluh, malah mereka semakin bersemangat untuk membuktikan bahwa keberadaan jurnalistik di sekolah sangat penting. Keberadaan mading di pojok tak terjamah mata atau ketiadaan majalah sekolah membuat kami selalu memutar otak untuk

tetap bisa berkarya. Fakta ini juga kami baca sebagai ketidaktahuan sebagian warga sekolah tentang pentingnya ekstrakurikuler jurnalistik. Lalu, kami mencoba membuat majalah dinding (mading) sederhana, mengirim artikel ke media cetak, ikut serta lomba-lomba jurnalistik, hingga membuat zine secara mandiri. Kami pun menyadari bahwa baik mading, artikel, apalagi puisi kami akan minim pembaca. Bahagianya adalah para siswa begitu bersemangat dan selalu berproses dengan riang. Sebagai pembina, saya juga banyak belajar dari pengulangan dan kesalahan yang terjadi. Di ekstrakurikuler ini, kami sama-sama belajar menulis karya jurnalistik dan sastra. Ada beberapa siswa yang tulisannya dimuat media cetak. Beberapa siswa sudah mulai berani mengirimkan karya sastra mereka ke panitia lomba. Sebuah pencapaian yang patut untuk saya banggakan. Saya menyadari dalam proses menulis, mereka wajib membaca atau mencari informasi yang valid. Proses yang panjang dan mungkin saja melelahkan itu akan menghasilkan sebuah karya jurnalistik. Penulis, guru honorer di SMK Negeri 1 Denpasar sebagai pengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia

arti belum tentu setiap pemilih yang ada di Indonesia itu, sudah mengetahui lima calon yang dipilihnya dalam pemilu nanti. Mungkin untuk pilihan presiden, mayoritas sudah mengetahui kandidat dan sudah juga memutuskan pilihannya. Tetapi dominasi berita yang kebanyakan mengupas soal pasangan presiden dan wakil, membuat calon DPR(D) dan DPD tidak banyak yang diketahui. Itulah berbagai problem yang kira-kira masih menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa Indonesian yang menjalankan demokrasi dalam sistem pemerintahannya. Pendapat bahwa menjalankan demokrasi itu berat memang terbukti berkalikali di Indonesia. Lalu apa hubungannya dengan ruang dan berita publik yang demikian absurd dan kontradiktif terhadap sistem demokrasi kita seperti yang dikemukakan pada awal di atas? Dominasi berita negatif, konflik, bohong, hoax dan sejenisnya di media massa menjadi penghalang bagi sosialisasi politik segala ketentuan dan informasi tentang Pemilu 2019 nanti. Maka, media massa cetak maupun elektronik harus sadar bahwa dirinya merupakan agen demokrasi yang paling memegang garda depan. Harus berani menjamin memuat berita positif dan mendidik dan dalam hal penyelelenggaraan pemilu ini, memberikan kesempatan lebih banyak kepada berita yang mampu memberikan praktik sosialisasi kepada masyarakat. Inilah peran utama mereka sebagai agen pembaru masyarakat. Penulis, staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana

POJOK Penguatan rupiah masih berpeluang jika inflasi tetap bisa dijaga. - Ayo kerja, kerja, kerja. *** Kata Koster, nomor satu yang harus dijaga adalah budaya Bali. - Ayo buktikan. *** Kasus demam berdarah merebak, sudah ada 145 korban meninggal. - Waspada, nyamuk pun bisa habiskan manusia.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

Miarsana Ditunjuk sebagai Plh. Sekda

Bali Post/bit

PELEPASAN - Mantan Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa bersalaman dengan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada pelepasan pejabat tinggi yang digelar, Jumat (1/2) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Guna mengisi kekosongan posisi Sekda Tabanan yang ditinggal purnatugas oleh I Nyoman Wirna Ariwangsa, Jumat (1/2) kemarin Asisten II Setda Tabanan Wayan Miarsana ditunjuk menjadi Pelaksana Harian (Plh). Sebagai Plh. Sekda, Miarsana akan melaksanakan tugas selama 15 hari. Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra menerangkan, tugas seorang Plh. Sekda hanya meneruskan penyelenggaraan administrasi pemerintahan sepanjang belum ada Sekda definitif. Tujuannya, agar roda pemerintahan tetap berjalan kondusif. ‘’Posisi Sekda sangat strategis karena berperan sebagai kepala staf di pemerintahan. Dia juga bertanggung jawab langsung atas penyelenggaraan birokrasi kepada kepala daerah, sehingga tidak boleh kosong. Setiap hari ada saja dokumen yang perlu ditandatangani,’’ ucapnya.

Dipidana Kasus Korupsi, Staf Bakeuda Dipecat Tabanan (Bali Post) -

I Ketut Suryana telah resmi diberhentikan dengan tidak hormat sebagai ASN. Pemberhentian itu menyusul telah inkracht-nya keputusan hukum atas yang bersangkutan. Suryana telah divonis hakim atas kasus korupsi.

Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra menerangkan, Suryana sebelumnya merupakan staf Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) yang bertugas di UPT PBB-P2 dan BPHTB Kecamatan Kerambitan dan Selemadeg Timur. Dia resmi diberhentikan sebagai ASN pada 31 Januari lalu, karena keputusan inkracht dikeluarkan pada 17 Januari

2019. Sesuai mekanisme, ASN yang terlibat kasus korupsi harus sudah diberhentikan di akhir bulan pada saat keputusan itu dikeluarkan. ‘’Secara otomatis pembayaran gaji diputus sesuai ketentuan PP Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Pensiun juga tidak dapat. Hanya dapat tabungan hari tua serta tabungan

Tahun Ini, Populasi Anjing Diperkirakan 55.447 Ekor

Tabanan (Bali Post) Setiap tahunnya dilakukan penghitungan estimasi populasi anjing untuk mengetahui kebutuhan vaksinasi. Untuk Tabanan, setelah dilakukan penghitungan, diprediksi populasi anjing yang harus mendapatkan vaksinasi sekitar 55.447 ekor. Sementara estimasi tahun 2018 adalah 46.000 ekor. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suamba, Jumat (1/2) kemarin mengatakan, angka estimasi ini diambil dari perhitungan penambahan 10 persen dari estimasi tahun sebelumnya. Mengenai ketersediaan vaksin, telah disiapkan dana di APBD untuk membeli 9.300 vaksin. ‘’Kita juga sedang menunggu bantuan vaksin dari provinsi. Diprediksi sama dengan tahun lalu, yaitu sebanyak 46.000 vaksin. Jadi jika dijumlah, kebutuhan vaksin ini nanti sesuai dengan prediksi populasi anjing yang mencapai 55.447 ekor,’’ ujar Suamba. Untuk jadwal vaksinasi massal’, belum ditetapkan, namun biasanya akan dimulai pada Maret. Protapnya akan sama dengan tahun lalu yaitu mengutamakan zona merah atau daerah yang tercatat kasus positif kemudian ke zona kuning dan terakhir zona hijau. Menurut Suamba, kasus positif rabies di tahun 2018 terjadi di Desa Delod Peken, Tabanan dan Desa Beraban, Kediri. Agar tidak terjadi kasus rabies, Suamba berharap masyarakat yang memelihara anjing tidak meliarkan anjingnya serta memvaksinnya setahun sekali. Ia juga mengimbau masyarakat agar jangan dulu membawa atau membeli anjing dari kabupaten lain maupun

luar Bali, kecuali anjing itu jelas asal-usul dan divaksin. ‘’Kejadian positif di Tabanan ada yang karena masyarakat membeli anjing dari luar Tabanan yang ternyata tidak tervaksin dan positif rabies. Jadi, selama Bali belum dinyatakan bebas rabies jangan dulu membawa masuk anjing dari luar kecuali jelas asal-usul dan riwayat vaksinnya,’’ katanya. Untuk tahun 2018, vaksinasi massal hewan penular rabies (HPR) di Tabanan yang berlangsung sejak Juni hingga Oktober telah melampaui target. Target vaksinasi dalam periode tersebut adalah 46.000 ekor HPR. Sedangkan realisasinya 50.406 ekor untuk HPR jenis anjing, 620 ekor kucing dan 10 ekor monyet. Dengan begitu, total HPR yang berhasil divaksin 51.036 ekor. Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri tercatat paling banyak HPR yang tervaksin. Untuk Tabanan sebanyak 6.380 anjing dan 39 kucing. Sementara Kediri sebanyak 6.594 anjing. Untuk kecamatan lainnya masing-masing, Kecamatan Baturiti sebanyak 4.799 anjing, Kerambitan sebanyak 5.326 anjing dan 24 ekor kucing, Kecamatan Marga tercatat 3.898 anjing, 201 kucing dan satu monyet. Di Kecamatan Penebel tercatat HPR tervaksin jenis anjing sebanyak 5.566 ekor, 181 kucing dan lima monyet, Kecamatan Pupuan tercatat 6.154 anjing tervaksin, Kecamatan Selemadeg tervaksin 4.334 anjing, empat kucing dan dua monyet, Kecamatan Selemadeg Barat tercatat 4.229 anjing, 50 kucing dan satu monyet, dan Kecamatan Selemadeg Timur tervaksin sebanyak 3.056 anjing, 57 kucing dan satu monyet. (kmb24)

Bali Post/dok

VAKSINASI - Salah satu anjing peliharaan warga diberikan vaksin antirabies dalam kegiatan vaksinasi missal, beberapa waktu lalu di Tabanan.

perumahan,’’ terangnya, Jumat (1/2) kemarin. Menurut Sugatra, tim penegakan disiplin PNS sudah melakukan langkah menyampaikan telaah kepada pimpinan daerah. Telaahan ini sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan sesuai peraturan perundang-undangan berlaku seperti UU No. 5

Tahun 2014 tentang ASN, PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan SKB tiga menteri (Menteri Dalam Negeri, Men-PAN RB dan Kepala BKN). Lebih lanjut Sugatra menekankan, agar ke depan ASN jangan gegabah dalam melaksanakan tugas. Sebab, status mereka melekat 24 jam. ‘’Apalagi dalam undang-undang sudah tegas diatur, sedikit saja terlibat tipikor, saat ada keputusan inkracht akan dipecat,’’ tegasnya. (kmb28)

Ditambahkan Sugatra, dari hasil koordinasi dengan pusat, untuk Plh. secara aturan seharusnya ditunjuk Asisten I. Hanya saja posisi Asisten I Setda Tabanan saat ini sedang kosong setelah ditinggal pensiun oleh I Wayan Yatnanadi. Dengan begitu, secara otomatis posisi Plh. Sekda diberikan ke Asisten II yang membidangi perekonomian dan pembangunan. Penunjukan Plh. ini juga sesuai Perpres No. 3 tahun 2018 tentang Penjabat Sekda. Penetapan Plh. sangat penting mengingat sampai sekarang belum ada keputusan soal siapa yang akan jadi Sekda dari tiga kandidat hasil seleksi belum lama ini. Sementara itu, Wirna Ariwangsa yang ditemui di acara pelepasan pejabat tinggi yang digelar di ruang rapat lantai 3 kantor Bupati Tabanan berharap, siapapun nanti yang mengisi posisi yang ditinggalkannya itu bisa mengemban tugas dengan baik demi

pembangunan Tabanan ke depan. ‘’Bagi saya, ketiga kandidat Sekda sama-sama kuat, dengan kelebihannya masing-masing. Siapapun nanti yang ditunjuk, saya yakin bisa melaksanakan kewajiban sebagai Sekda dengan baik,’’ ucapnya. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat dikonfirmasi terkait siapa yang ditunjuk dari tiga kandidat Sekda, masih belum mau berkomentar banyak. Dia hanya menyatakan, pelantikan Sekda akan bersamaan dengan pengisian sejumlah posisi kosong lainnya. ‘’Pastinya segera. Tunggulah biar ada kejutan. Tinggal tunggu hari baik,’’ katanya. Sementara soal isu rotasi pejabat eselon II, Bupati Eka hanya mengatakan, kemungkinan ada karena mutasi merupakan proses penyegaran dalam organisasi. ‘’Ada pastinya, tetapi tidak banyak. Namanya juga bentuk penyegaran,’’ tegasnya. (kmb28)

TNI Bangun Jamban untuk Warga Kurang Mampu Tabanan (Bali Post) TNI bersama instansi terkait terus menerus melakukan langkah nyata dalam mencapai tujuan pemerintah agar setiap desa bebas buang air besar sembarangan. Salah satu caranya adalah membantu warga kurang mampu di setiap desa untuk memiliki jamban sehat. Seperti yang dilakukan anggota Koramil 1619-02/Selemadeg yang dipimpin Danramil Kapten Inf. Eko Budi Bakti yang melaksanakan kerja bakti membuat jamban sehat untuk keluarga tidak mampu atas nama Ketut Landri di Banjar Mambang Tengah dan I Ketut Rima Banjar Mambang Kaja, Desa Mambang Kecamatan Selemadeg Timur. Kapten Inf. Eko Budi Bakti mengatakan, pembuatan jamban sehat ini merupakan kegiatan sosial yang berkesinambungan yang rutin

dilakukan anggota TNI sehingga warga kurang mampu dapat memiliki fasilitas jamban sehat yang representatif. Dengan memiliki jamban sehat, tujuan pemerintah agar setiap desa mencapai ODF atau bebas buang air besar sembarangan bisa tercapai. Dalam melakukan kegiatan sosial ini, TNI tidak bekerja sendiri melainkan bekerja sama dengan instansi terkait baik itu pemerintah desa maupun puskesmas. ‘’Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi,’’ ujar Kapten Inf. Eko Budi Bakti. Ia melanjutkan, selain memberikan manfaat kepada masyarakat, program ini untuk mewujudkan ruang alat kondisi juang yang tangguh serta merupakan implementasi dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. (kmb24)

Produksi Pelet Terkendala Alat Pencetak

Bali Post/san

PELET - Proses pembuatan pelet di Kelompok Mina Sari Amerta II.

Tabanan (Bali Post) Salah satu beban pembudi daya atau petani ikan lele adalah pemenuhan pakan. Sebab, beberapa bahan baku harus diimpor sehingga sangat dipengaruhi kurs. Untuk itu, pemerintah pusat memberikan bantuan mesin pembuat pakan pelet kepada Kelompok Mina Sari Amerta II, Denbantas, Tabanan. Bahan bakunya pun dipenuhi dari pasar lokal sehingga harganya bisa jauh lebih murah dibandingkan pakan pabrikan. Sayangnya, dalam produksi pakan ikan lele yang biasa disebut pelet ini masih terkendala cetakan pakan dan sinar matahari. Ketua Kelompok Mina Sari Amerta II Putu Suteja, Jumat (1/2) kemarin mengatakan, pihaknya sedang membutuhkan banyak pakan karena masuk dalam fase pembesaran lele. ‘’Kelompok kami selain pembesaran juga melakukan pembibitan lele. Sekarang masuk dalam fase pembesaran, jadi butuh pakan yang banyak,’’ jelasnya. Mesin yang merupakan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terdiri dari penggiling bahan, penepung bahan dan pencetak pelet ini memiliki daya dan kapasitas yang besar. Namun kelompok Mina Sari Amerta II hanya memproduksi pakan hanya saat dibutuhkan. ‘’Sekarang sangat dibutuhkan. Jadi per hari bisa produksi satu kwintal. Sayangnya sinar matahari saat ini jadi kendala,’’ ujar

Suteja. Di samping kendala sinar matahari, kelompok ini juga mengalami masalah terhadap mesin pencetak pelet. Menurut Suteja, alat pencetak pelet penting, agar pelet bisa mengambang. Sebab jika pelet tenggelam, pihaknya tidak mampu menghitung secara tepat berapa kebutuhan pakan ikan. Sebab, setiap diberikan pakan tersebut akan langsung tenggelam dan mengendap di dasar kolam. Berbeda halnya jika mengambang, pihaknya akan tahu seberapa pakan yang habis sehingga bisa dilakukan perhitungan secara tepat. Sayangnya, karena mesin bantuan pemerintah dan ada perjanjian untuk tidak merubah komposisi mesin, pihaknya tidak bisa melakukan modifikasi. Padahal, menurut Suteja, pihaknya berkeinginan dan mampu melakukan modifikasi untuk alat pencetaknya sehingga bisa menghasilkan pakan dengan tipe mengambang. ‘’Kalau diizinkan, kami sebenarnya ingin memodifikasi alat cetak ini,’’ ujarnya. Untuk bahan baku, kata Suteja, sudah mampu dipenuhi secara lokal. Bahan baku pembuatan pelet adalah tepung ikan, dedak padi, ampok (dedak gandum), tepung jagung, tepung tapioka, mineral dan vitamin. Yang paling susah didapat pada awalnya adalah tepung ikan. Namun sekarang Kelompok Mina Sari Amerta II sudah mendapatkan tempat peme-

sanan di Pengambengan, Jembrana serta bahan baku lainnya bisa didapatkan di toko pakan. Dengan memproduksi pakan sendiri, tentu harga yang dikeluarkan menjadi lebih murah dibandingkan membeli pakan produksi pabrik yang harganya terus meningkat. Saat ini harga pakan pabrikan mencapai Rp 12.000 per kilogram. Sementara untuk pakan yang diproduksi Kelompok Mina Sari Amerta II seharga Rp 8.000 per kilogram. ‘’Kami juga melayani pemesanan untuk kelompol lain. Dijualnya Rp 8.000 per kilogram,’’ ujarnya. Saat ini harga jual leleh Rp 18.000 per kilogram. Untuk bisa mencapai satu kilogram, memerlukan satu kilogram pakan. Jadi jika mengikuti harga pakan pabrik, pembudidaya ikan lele hanya mendapatkan keuntungan kotor Rp 6.000 per kilogramnya. ‘’Belum lagi potong obat-obatan dan tenaga kerja,’’ ujar Suteja. Oleh karena itu, Suteja mengajak pembudidaya ikan lele di Tabanan untuk mandiri agar bisa mendapatkan keuntungan. Tidak hanya memakai pakan produksi lokal, tetapi juga belajar untuk membuat obat-obatan sendiri dan menyediakan benih sendiri. ‘’Kalau mau sukses, harus mandiri. Apalagi ternak lele seberapapun hasilnya, pasti terserap. Sebab kebutuhannya besar,’’ jelasnya. (kmb24)


BULELENG

8

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

Dinilai Memenuhi Syarat, Usulan Pemberhentian Sementara MA Singaraja (Bali Post) – Permintaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) terkait penegasan status hukum Perbekel Desa Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak, MA, telah dijawab penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Penegasan status hukum MA sebagai tersangka dugaan kasus pembayaran ganti rugi pembangunan kantor Perbekel Desa Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak sesuai Surat Kejari Buleleng No.B-176/P.1.11/Fd.1/01/2019 tanggal 21 Januari 2019. Dengan penegasan status tersangka MA itu sudah ditahan. Pada intinya pihak PMD menegaskan MA sudah memenuhi syarat diberhentikan sementara dari jabatannya. Kepala Dinas PMD Buleleng Made Subur, S.H., Jumat (1/2) kemarin, menegaskan status hukum oknum MA sudah diterima. Dia bersama staf terkait sudah melakukan penelitian terhadap staf. Selama melakukan kajian itu timnya berpatokan pada UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, PP No. 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 6 tentang Desa yang diubah jadi PP No. 47 Tahun 2015, Permendagri No. 82 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa, dan Perda No. 10 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pemilihan Pelantikan dan Pengangkatan Perbekel. Khusus Pasal 32 ayat (1) Perda No. 10 Tahun 2006 mengatur perbekel yang berstatus hukum sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi, terorisme, makar, dan tindak pidana terhadap keamanan negara, diberhentikan sementara dari jabatannya. Selain itu, dalam surat telahaan staf tertanggal 30 Januari 2019 itu, PMD mengusulkan penunjukan pelaksana tugas (Plt) Perbekel Desa Celukan Bawang. Sesuai mekanisme, Bupati bisa saja menunjuk Sekretaris Desa (Sekdes) sebagai Plt. Dikonfirmasi usai penyerahan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyatakan belum mengambil keputusan terhadap oknum MA. Alasannya masih sibuk melaksanakan tugas-tugas dinas, sehingga belum mempelajari telahaan staf yang dikirim Kepala Dinas PMD Made Subur tersebut. Meski demikain, Bupati yang berlatar belakang pengusaha itu mengatakan kasus hukum yang menjerat oknum MA harus berjalan sesuai mekanisme yang sepatutnya. ‘’Jujur saya belum baca. Sebentar akan saya pelajari. Dari pagi saya menyerahkan bantuan kepada warga kita yang terdampak bencana. Biar tidak salah saya, namun pastinya proses hukum dan mekanisme harus berjalan benar,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, oknum MA ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus pembayaran ganti rugi pembangunan kantor Perbekel Desa Celukan Bawang, Gerokgak, 3 Januari 2019 lalu. Penetapan status MA sebagai tersangka, karena penyidik mendapatkan bukti hukum di mana dalam pembangunan kantor perbekel dengan dana ganti rugi dari PT General Energi Bali (GEB) kelebihan anggaran Rp 295 juta dari biaya pembangunan senilai Rp 1 miliar. Selain itu, terungkap kejanggalan lain di mana tender proyek pembangunan kantor itu tanpa melalui proses tender dan justru ditunjuk langsung. Dana ganti rugi yang seharusnya masuk keuangan pemerintah desa, tetapi dibayarkan kepada rekening pribadi. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, oknum MA sudah dipanggil tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan 22 Januari 2019 lalu. Dalam pemeriksaan melalui kuasa hukumnya, Putu Artha, menyebut kalau kebijakan pemerintahan yang dilakukan kliennya sudah sesuai regulasi UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Terkait bukti hukum kelebihan anggaran, dia menyebut hal itu memang ada. Akan tetapi dari jumlahnya tidak seperti temuan bukti hukum penyidik Kejari Buleleng itu. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PEREDARAN TABLOID – Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya (kiri) saat meminta keterangan terkait peredaran Tabloid Indonesia Barokah, di Kantor Pos Singaraja, Jumat (1/2) kemarin.

Tabloid ’’Indonesia Barokah’’ Beredar di Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Tabloid Indonesia Barokah ditemukan beredar di Buleleng. Ada tiga wilayah yang menerima kiriman paket tabloid itu, yakni Kecamatan Gerokgak, Buleleng, dan Sukasada. Hanya, karena alamat yang dituju tidak ditemukan, satu paket kiriman tabloid itu tidak terdistribusi kepada lembaga penerimanya. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, Jumat (1/2) kemarin, tiga wilayah yang disasar sebagai penerima kiriman tabloid melalui Kantor Pos Singaraja. Disinyalir, wilayah itu memiliki penduduk beragama tertentu. Selain itu, terdapat tempat persembahyangan besar dan ada pondok untuk pemantapan warga di wilayah tersebut. Di tiga kecamatan itu, ada sembilan paket kiriman yang dikirim dari Tulung Agung, Jawa Timur (Jatim). Delapan paket itu sudah diterima sesuai alamat yang dituju. Hanya, satu paket

gagal didistribusikan petugas Kantor Pos Singaraja. Ini karena alamat yang dituju tidak ditemukan, sehingga paket itu disimpan di Kantor Pos Singaraja. Informasi peredaran tabloid yang terindikasi mengarah pada tindak pidana pemilihan umum (pemilu) itu, ditindaklanjuti jajaran Polres Buleleng. Penelusuran ini melalui koordinasi yang dipimpin Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya. Petugas Kantor Pos Singaraja Nico Ganda mengatakan, pada minggu ke-4 Januari 2019 lalu, pihaknya mendapat instruksi kantor Pos Indonesia Pusat, yang memerintahkan agar tidak mendistribusikan kiriman paket Tabloid Indonesia Barokah itu. Sayangnya, sebelum instruksi itu diterima, kiriman paket itu sudah didistribusikan. Dari sembilan paket yang diterima Kantor Pos Singaraja, masih tertahan satu paket saja. Paket itu tidak

dikirim karena alamat penerima tidak ditemukan. Atas fakta itu, pihaknya masih mengamankan paket itu, menunggu instruksi lebih lanjut. ‘’Setelah ramai di media massa, kami dapat perintah tidak meneruskan kiriman paket tabloid itu. Sebelum ada perintah menahan, memang ada yang sudah terdistribusi sesuai alamat mulai dari masjid dan pondok pesantren. Tinggal satu paket masih disimpan di brankas karena alamatnya tidak jelas,’’ katanya. Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, sesuai instruksi pimpinan, pihaknya baru sebatas koordinasi dengan Kantor Pos Singaraja. Terkait peredaran Tabloid Indonesia Barokah itu, pihaknya sudah mengumpulkan data. Dari informasi tabloid itu sudah ada yang terdistribusikan. Ada juga paket yang belum terkirim. Pihaknya belum

BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450

Pantau Peredaran Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng Putu Sugi Ardana mengatakan, Bawaslu Pusat dan Provinsi memerintahkan agar pihaknya memantau peredaran Tabloid Indonesia Barokah itu. Untuk itu, Senin (28/1) lalu, pihaknya juga mengumpulkan data di Kantor Pos Singaraja. Hasilnya, Tabloid Indonesia Barokah telah didistribusikan ke pondok pesantren di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, di Jalan Pantai Lingga, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, di Desa Panji Anom, dan Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada.

Data peredaran itu sudah dicatat dan diteruskan sebagai laporan ke Bawaslu Bali dan ke Bawaslu Pusat. Terkait kontens tabloid itu terindikasi mengarah pada pelanggaran pidana Pemilu 2019, Sudi Ardana belum memberikan keterangan terkait hal itu. Ini karena, sesuai instruksi Sentra Gakkumdu dan Bawaslu Pusat, Bawaslu di daerah diminta mengawasi peredaran tabloid itu dan juga lokasi lembaga penerimanya. Sementara instruksi lebih lanjut belum diterima. Pihaknya hanya melakukan pemantauan. ‘’Kami hanya ditugasi mengawasi berapa banyak beredar. Selain itu, ke mana saja peredaran tabloid itu. Kalau soal kontens yang terindikasi ada dugaan pidana pemilu. Hal itu kami belum bisa beri komentar. Sebab, tabloid itu sesuai informasi Dewan Pers, diterbitkan media yang tidak memenuhi syarat sebagai pers. Sebab, redaksi dan alamatnya tidak jelas,’’ katanya. (kmb38)

tersangka kemudian menjual cengkeh hasil curiannya itu kepada seseorang di kampungnya. Dari keterangan tersangka, polisi kemudian menyelidiki. Ternyata orang yang membeli cengkeh curian itu adalah Kadek ASD alias Caper (20). Parahnya lagi, dia justru ditangkap karena terungkap pernah mengambil 25 kilogram cengkeh milik korban sekitar tahun 2017 silam. Saat itu, dia beraksi bersama temannya Gede WJ alias Pogpog (39). ‘’Modusnya mengambil cengkeh pakai motor. Setelah di tempat aman, bunga cengkeh itu dipisahkan dari tangkainya. Kemudian cengkehnya dijual. Hasil pengembangan tersangka ASD yang sebelumnya membeli cengkeh

curian, mengaku mengambil cengkeh korban di tahun 2017 lalu bersama temannya, sehingga ketiga tersangka ini kami amankan,’’ katanya. Tersangka Gede NDY di hadapan polisi mengakui telah mencuri cengkeh milik korban. Dia terpaksa mencuri karena tergiur harga cengkeh mahal saat ini. Mudahnya dia beraksi karena situasi sepi dan jauh dari pengawasan. Hal itu mendorong dia melakukan kejahatan. Sebelum ditangkap, uang hasil curiannya itu digunakan memenuhi biaya hidupnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia bersama dua rekannya diancam pasal 363 ayat KUHP. Ancaman hukuman 7 tahun penjara. (kmb38)

Ditangkap, Spesialis Pencuri Cengkeh

Singaraja (Bali Post) –

Telepon Penting

memberikan penjelasan atas temuan itu. Alasannya, akan dilaporkan kepada pimpinan. ‘’Kami baru koordinasi dan memang sudah telanjur beredar. Namun ada yang belum. Apa tindak lanjutnya, kami akan lapor ke pimpinan dulu. Saat ini kami menunggu instruksi pimpinan,’’ katanya.

Pencurian bunga cengkeh siap dijual meresahkan warga ketika memasumi musim panen. Sepertinya, kegelisahan warga bisa sedikit terobati, menyusul Unit Reskrim Polsek Seririt berhasil menangkap tersangka pencuri bunga cengkeh dan tangkai (katik). Polisi menciduk pelakunya Gede NDY alias Ngurah (45) yang merupakan warga Desa Unggahan, Kecamatan Seririt di rumahnya. Tersangka ini sebelumnya mencuri dua karung cengkeh milik korban Komang Tastra (34), yang juga warga Desa Unggahan, Kecamatan Seririt. Terkait kasus itu, polisi juga mengamankan dua orang teman pelaku. Kapolsek Seririt Kompol I Wayan Suka, S.Sos., M.Si. seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Jumat (1/2) kemarin, mengatakan kasus pencurian spesialis bunga cengkeh, sebetulnya sudah terjadi tahun lalu, 4 Agustus 2018, sekitar pukul 00.30 Wita. Korban yang mengetahui cengkeh hasil kebunnya hilang dicuri, kemudian melapor ke Mapolsek Seririt. Cu-

kup lama, polisi melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saki. Setelah lima bulan, pihaknya baru berhasil menangkap pelaku Gede NDY. Tersangka itu ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan berarti. ‘’Kasus ini memang sudah lama dilaporkan. Saat ini, tersangka utamanya sudah kita tangkap. Masih penyidikan dan sedang dikembangkan,’’

katanya. Tersangka Gede NDY, kata Kompol Suka, mengambil cengkeh korban menggunakan sepeda motor. Di TKP tersangka mengambil dua karung cengkeh yang disimpan di gudang. Karena pintu gudang tidak dikunci dan suasananya sepi, membuat tersangka leluasa menjalankan aksinya. Setelah sempat memisahkan bunga dengan tangkainya,

48 SMP Siap Gelar UNBK Sebanyak 48 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri, swasta dan MTs siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini. Rinciannya, 17 sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri, sedangkan 29 sekolah lainnya menggelar UNBK dengan cara meminjam perangkat komputer di jenjang SMA/SMK terdekat. Bagaimanakah solusi yang harus diupayakan Disdikpora Buleleng mengatasi sarana-prasana yang masih kurang, sehingga UNBK bisa dimaksimalkan? JIKA dibandingkan UNBK 2018 lalu hanya berjumlah 28 sekolah , terutama sekolah yang melakukan UNBK secara mandiri. Namun, dari sekolah yang terdata tiga di antaranya SMP negeri, tiga SMP swasta, tiga MTs negeri dan sembilan MTs swasta. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Sekdisdikpora) Buleleng I Made Astika mengatakan tahun ini target sekolah melaksanakan UNBK sebesar 80 persen. Dari 48 sekolah negeri dan swasta yang mengikuti UNBK sebanyak

6.034 orang dari total peserta ujian nasional (UN) sebanyak 11.562 orang. Tercatat siswa itu tersebar di 75 SMP negeri dan swasta. Sedangkan 5.528 orang siswa lainnya terpaksa masih harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). ‘’Data sementara yang akan mengikuti UBNK itu 52 persen. Dalam waktu dekat kami genjot dengan bantuan sarana-prasana pengadaan komputer, sehingga target kami 80 persen bisa tercapai,’’ katanya.

Pengadaan sarana komputer itu, kata Astika, lengkap dengan jaringan komputernya. Hal itu telah diprogramkan Disdikpora Buleleng melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Kemendikbud senilai Rp 6,4 miliar. Anggaran itu dipakai untuk pengadaan 18 paket komputer atau 396 unit komputer. Ratusan unit perangkat komputer itu untuk melengkapi sarana komputer sekolah. Sebab, realitasnya di lapangan memang masih kekurangan perangkat computer untuk program UNBK itu. Dengan pengadaan ratusan unit komputer itu maka diprediksi akan dapat dimanfaatkan lebih dari seribu siswa yang akan mengikuti UNBK. Saat ini pengadaan komputer itu dalam proses e-purchasing. Kalau tidak ada halangan, pengadaan ratusan unit computer, itu akan direalisasikan Februari 2019. ‘’Targetnya sebelum UNBK 18 paket pengadaan perangkat komputer itu sudah terealisasi,’’ tegas Made Astika. (mud)

UNBK - Suasana UNBK di salah satu sekolah SMA di Buleleng.

Bali Post/dok


Sabtu Pon, 2 Februari 2019

GIANYAR

9

Perbaikan Irigasi Tak Kunjung Rampung

Petani di 16 Subak Menjerit

Gianyar (Bali Post) -

Tercatat 16 subak di Kecamatan Ubud mengalami kekeringan sejak sembilan bulan lalu. Kondisi ini terjadi lantaran perbaikan saluran irigasi yang tak kunjung rampung. Hal itu juga diduga karena saluran irigasi kembali rusak akibat bencana longsor dan pohon tumbang. Terlebih saluran irigasi juga rusak tertutup material longsor dari panyengker hotel di seputaran lokasi tersebut. Pakaseh Subak Mandi Delod Desa I Gusti Ngurah Gede mengatakan, selaku perwakilan dari 16 pakaseh dengan 1.005 petani, mengeluhkan terkait kekeringan yang kini melanda areal pertaniannya. Kondisi ini terjadi lantaran tidak ada air dari saluran irigasi yang bersumber dari DAM di Kecamatan Payangan. ‘’Selama sembilan bulan, dari April sampai sekarang, sawah kami tidak bisa diolah karena tidak ada air,’’ ujar Ngurah Gede, Jumat (1/2) kemarin. Menurut Ngurah Gede, kondisi ini berawal saat petani setempat mengajukan permohonan perbaikan irigasi subak ke Balai Wilayah Sungai BaliPenida. Permohonan itupun terpenuhi, dengan penger-

jaan yang dimulai April 2018. Namun hingga kini proses pengerjaan tidak kunjung rampung, karena beberapa waktu lalu irigasi yang sudah diperbaiki kembali rusak lantaran tertimpa material longsor dan pohon tumbang. ‘’Di samping itu, ada panyengker hotel yang longsor ke saluran irigasi yang berdampak pada rusaknya saluran irigasi. Jadi, airnya terbuang ke sungai,’’ keluhnya. Kondisi ini, kata Ngurah Gede, berdampak pada kawasan pertanian yang terdiri dari 16 subak dengan jumlah anggota 1.005 petani. Sementara luas lahan pertanian yang kekeringan sekitar 450,35 hektar. Pihaknya berharap instansi terkait dapat membantu memberikan solusi

terkait kondisi ini. ‘’Kami berharap pihak berwenang bisa memberikan solusi, jalan terbaik agar kami bisa secepatnya mengolah lahan kami. Petani sumber kebutuhannya adalah air, oleh karena itu kami mohon pihak terkait mau membantu,’’ katanya. Petani lainya, Ketut Purna, berharap pihak hotel yang reruntuhan bangunannya menutup saluran irigasi agar segera memperbaiki. Para petani sendiri sudah berulang kali menyampaikan kondisi ini kepada pihak hotel, namun belum ada tindak lanjut. ‘’Kami sudah mendatangi pihak hotel, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Saya harap Bupati Gianyar yang punya bawahan agar mem-

bantu berkoordinasi. Tolong disuruh memperhatikan kami, karena dengan kondisi ini kami sangat menderita sekali. Kami tidak bisa mengolah lahan,’’ keluhnya. Petani asal Desa Sayan ini mengaku selama sembilan bulan tidak bertani karena ketiadaan air. Ia pun terpaksa harus beralih profesi sebagai buruh bangunan. ‘’Saya dan sejumlah petani lainnya kini menjadi buruh bangunan, karena kami juga harus memenuhi kebutuhan dapur. Selain itu, kami juga harus pinjam sanapinjam sini, semua karena kami tidak bisa bertani,’’ ujarnya. Purna juga menyinggung imbauan pemerintah untuk menjaga kawasan pertanian, dengan tidak mengalihfungsikan lahan menjadi bangunan. ‘’Kami sudah berusaha mempertahankan kawasan pertanian ini. Oleh karena itu, pemerintah juga seharusnya memperhatikan kami,’’ tandasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

KEKERINGAN - Saluran irigasi yang kekeringan selama sembilan bulan terakhir.

Gianyar Miliki 91 Ribu UMKM

Bupati Mahayastra Apresiasi Kegiatan ’’Outlook 2019’’

Bali Post/ist

ALTERNATIF - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat mengecek lokasi jalan alternatif di Desa Sukawati, beberapa waktu lalu.

Tangani Jalan Putus di Desa Sukawati

Pemkab Siapkan Jalan Alternatif Gianyar (Bali Post) Pembuatan senderan untuk jalan putus yang menghubungkan Desa Sukawati menunju Desa Kemenuh masih diajukan ke pusat. Namun melihat lokasi awal yang memang curam, Pemkab Gianyar mempersiapkan langkah lain dengan membangun jalan alternatif. Guna merealisasikan rencana tersebut, pemerintah kini sedang memproses pembebasan lahan. Dikonfirmasi Jumat (1/2) kemarin, Sekda Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, M.M. mengungkapkan, pembuatan senderan di jalur yang putus karena longsor di Desa Sukawati itu tidak dibatalkan. Pihaknya tetap mengajukan anggaran pembangunan senderan ke Jakarta. ‘’Kami masih mengajukan ke Jakarta meminta dana kebencanaan (pembangunan senderan - red) karena itu penanganan tanah longsor,’’ jelasnya. Wisnu Wijaya mengakui pembangunan senderan tersebut memerlukan biaya yang cukup besar. Kendati demikian, tidak menutup risiko longsor susulan. Apalagi kondisi tanah masih labil dengan ketinggian tebing yang mencapai puluhan meter. ‘’Kondisi tanahnya masih labil, kemungkinan akan terjadi lagi, kalau itu tidak betul-betul ditangani dengan bagus. Siapa tahu nanti jebol lagi, harapannya agar lalu lintas tidak putus seperti sekarang,’ katanya. Mengantisipasi kekhawatiran itu, kata Wisnu Wijaya, Bupati Gianyar Made Mahayastra lantas berinisiatif membuat jalur alternatif, sebagai langkah antisipasi bila terjadi longsor susulan. Jalur alternatif tersebut diarahkan dari Kemenuh setelah melewati jembatan langsung berbelok ke kanan. Saat ini pihaknya sedang berupaya memproses pembebasan lahan. ‘’Pembelian lahan belum, tapi di sana baru akan dilakukan pembebasan lahan,’’ katanya. Menurut Wisnu Wijaya, dipilihnya rencana ini juga sebagai antisipasi dari ketidakpastian pencairan anggaran dari pusat. Pihaknya sempat membandingkan penggunaan dana APBD antara membuat senderan atau membangun jalan alternatif. ‘’Melihat pengeluaran dana, dengan bikin jalan alternatif dibandingkan perbaikan jalan di lokasi sekarang yang relatif curam, tentu lebih murah dan lebih aman membuat jalur alternatif ini,’’ ujarnya. Menurut Wisnu Wijaya, pembebasan lahan untuk jalur alternatif tersebut kurang lebih 48 are. Pengerjaan jalan alternatif itu dipastikan akan terealisasi tahun ini. Dikatakan, saat ini masih proses pengumpulan data pemilik lahan, setelah itu akan dilanjutkan dengan sosialisasi. ‘’Kalau sudah OK,

nanti akan diterbitkan SK Bupati untuk penetapan sebagai lokasi,’’ tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor yang memicu jalan jebol pada jalur Desa Sukawati menuju Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Sukawati tidak sepenuhnya akibat bencana alam. Namun ada dugaan karena penambangan batu padas ilegal yang selama ini dilakukan tepat di bawah tebing tersebut. Polisi yang menyelidiki hal ini mengamankan sejumlah buruh dan dua orang pemilik tambang ilegal yang masih beroperasi di pinggir Tukad Petanu, di sebelah lokasi longsor tersebut. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deny Septiawan, Jumat (16/2) menerangkan, penangkapan ini bermula dari jajarannya yang menerima informasi bencana longsor memicu jalan jebol pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 Wita. Jalan yang amblas itu tepat di sebelah selatan jembatan menuju Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh. ‘’Jadi, jalan ini sekarang terputus tidak bisa dilalui, karena kemarin tanahnya longsor, tergerus ke arah timur,’’ jelasnya. (kmb35)

PEMERINTAH Kabupaten Gianyar terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. ‘’Kami memiliki komitmen untuk terus meningkatkan, mendorong tumbuhnya UMKM di Kabupaten Gianyar, karena UMKM memiliki peranan penting dalam peningkatan perekonomian masyarakat dengan dukungan sektor pariwisata,’’ ujar Bupati Gianyar Made Mahayastra saat mendampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meninjau acara bertajuk ‘’Outlook 2019 From Gianyar Across The World’’ di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Jumat (1/2) kemarin. Dikatakan, saat ini jumlah UMKM di Kabupaten Gianyar mencapai 91.000. Jumlah ini mendekati 50 persen dari total

jumlah UMKM di Bali. ‘’Hal ini menandakan masyarakat sudah bisa mandiri tanpa harus menunggu bantuan pemerintah,’ imbuh Mahayastra. Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Outlook 2019 yang melibatkan pemerintah, Dekranasda, UMKM, International Council for Small Business Indonesia dan pelaku usaha lainnya dalam upaya mendorong kemajuan UMKM. Bupati Mahayastra menambahkan, selain menggelar pelatihan terhadap pelaku UMKM, Pemkab Gianyar juga sudah menyediakan permodalan yang selama ini menjadi kendala pelaku usaha. Sementara itu, Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dalam kesempatan itu menyampaikan, pengembangan UMKM sebagai salah satu upaya pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). ‘’Jika dahulu keberhasilan

pemerintah dinilai dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi sekarang dinilai dari indeks pembangunan manusia,’’ kata Cok Ace, panggilan akrab panglingsir Puri Ubud ini. Ditambahkan, Pemprov Bali melalui Pergub yang dikeluarkan secara tidak langsung mendukung UMKM. Misalkan Pergub terkait penggunaan pakaian adat setiap Kamis. UMKM harus bisa memanfaatkan momentum itu untuk menawarkan produk kain. Cok Ace melihat masih banyak UMKM belum bisa nyambung dengan kebutuhan pariwisata. Hal ini karena perajin tidak melihat pasar apa yang dibutuhkan saat ini. Banyak perajin membuat hasil kerajinan berdasarkan kesenangan sendiri tanpa melihat pasar. Selain itu, banyak masyarakat Bali yang tidak berani mengambil peluang usaha karena gengsi. Akhirnya, peluang tersebut direbut pihak luar. ‘’Jangan

Penemuan Mayat di Dalam Mobil Gegerkan Warga Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan penemuan mayat di dalam mobil Ford Ranger di Bypass I.B. Mantra, tepat di wilayah Desa Lebih, Jumat (1/2) kemarin. Korban yang diketahui bernama Nengah Sagog telah dievakuasi ke RSUD Sanjiwani, Gianyar. Belum diketahui pasti penyebab pria berusia 64 tahun asal Buleleng ini meninggal. Saat ini kasus itu masih ditangani Polsek Kota Gianyar. Jumat pagi sekitar pukul 08.00 Wita, pemilik warung lesehan, Udayani (49), membuka warungnya. Sejak semula pemilik warung ini sudah curiga dengan sebuah mobil yang parkir di depan warungnya. Anehnya, mobil itu parkir menepi di kanan badan jalan atau di jalur cepat. Hingga Jumat sore sekitar pukul 14.30 Wita, seorang pembeli yang berbelanja di warungnya menanyakan keanehan pada mobil yang parkir di kanan jalan. Sempat terbersit jika mobil berwarna putih itu mogok dan

ditinggalkan pemiliknya, karena lampu sein terus menyala. Usai makan, pembeli itu pun mengecek kondisi di dalam mobil. Ia kaget karena menemukan orang dalam mobil itu dengan posisi tertidur. Dari temuan itu, warga setempat lantas menghubungi polisi. Tak berselang lama petugas kepolisian dikomando Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika tiba di lokasi kejadian. “Begitu mendapat laporan, polisi langsung ke TKP,” ujar Kapolsek Kota Gianyar Kompol Ketut Suastika, S.H. Menurut Suastika, korban yang tubuhnya sudah kaku kemudian dibawa ke RSUD Sanjiwani. Pihaknya belum mengetahui penyebab kematian korban. wAtas kejadian itu, Polsek Kota Gianyar kemudian menghubungi Polsek Busungbiu untuk memastikan pihak keluarga korban sesuai identitas yang ditemukan. ”Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Apa ada riwayat sakit. Sampai saat ini pihak keluarga belum datang,” katanya. (kmb35)

sampai kita menjadi penonton di rumah sendiri,’’ imbau Cok Ace. Dalam kegiatan yang digelar sehari itu, Cok Ace yang didampingi Kadis Koperasi

dan UKM Provinsi Bali Gede Indra Dewa Putra dan Bupati Mahayastra berkesempatan meninjau barang-barang kerajinan dari UMKM yang dipamerkan. (ad041)

MENINJAU - Bupati Gianyar Made Mahayastra saat mendampingi Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati meninjau acara bertajuk ‘’Outlook 2019 From Gianyar Across The World’’, Jumat (1/2) kemarin.

Langgar Parkir, Sejumlah Kendaraan Ditertibkan Gianyar (Bali Post) Pelanggaran rambu larangan parkir di kawasan Ubud menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas. Polisi terpaksa mengambil langkah tegas dengan mengangkut motor yang melanggar ke atas mobil patroli. Hal ini bahkan bolak-balik dilakukan polisi setiap hari. Pantauan Bali Post, pelanggaran parkir memang hampir terjadi di ruas jalan yang berisi rambu larangan parkir. Petugas yang melakukan patrol Jumat (1/2) kemarin, langsung memberikan teguran simpatik. Bagi yang membandel langsung berurusan dengan petugas untuk diberikan surat tilang. Sementara kendaraan terutama motor yang tidak diketahui pemiliknya langsung diangkut menggunakan mobil patroli ke

Polsek Ubud. Sementara untuk kendaraan besar seperti mobil, petugas terpaksa menempel stiker “pelanggar parkir” pada kaca depan mobil tersebut. Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Gusti Udayani Addi mengatakan, Satuan Lantas bersama Polsek Ubud akan terus menindak pelanggaran parkir ini. “Kami tetap konsisten untuk melakukan penindakan berupa tilang,” tegasnya. Udayani Addi mengimbau masyarakat untuk tidak melanggar parkir. Masyarakat dan para pekerja di kawasan Ubud diminta untuk parkir di central parkir Monkey Forest. Sedangkan untuk mobil angkutan pariwisata hanya diperkenankan mendrop penumpang saja. “Tolong manfaatkan central parkir yang sudah disediakan,” harapnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

Baru Selesai Dikerjakan

Ornamen di Jembatan Kayu KR Jagatnatha Banyak yang Rusak Negara (Bali Post) Pengerjaan proyek Kebun Raya (KR) Jagatnatha sudah selesai. Proyek senilai Rp 10.232.942.000 ini dibiayai dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Bali. Proyek yang sempat mengalami keterlambatan ini informasinya belum diserahkan. Namun dari pengamatan, Kamis (31/1), banyak ornamen di jembatan kayu di areal kebun raya yang rusak dan patah. Ornamen yang berupa ukiran tersebut tampak patah hampir di semua sisi pinggir jembatan. Tidak diketahui apakah ornamen itu rusak dan patah karena dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab atau karena kayu yang dipakai keropos. Dari pengamatan, lantai kayu jembatan tersebut juga sudah mulai lapuk dan menonjol. Demikian juga kayu di pinggir jembatan lapuk. Di sisi utara jembatan jika terjadi hujan, air menggenang. Hal serupa juga terjadi di bagian barat areal kebun raya khususnya di bawah pohon. ‘’Sangat disayangkan proyek miliaran rupiah seperti ini. Katanya ini belum diserahkan. Belum diserahkan sudah banyak yang rusak dan keropos. Harusnya dilakukan pengawasan sejak awal,’’ kata Astika, salah seorang pengunjung yang juga warga Jembrana. Kepala Dinas LH Jembrana I Ketut Karyadi Erawan dikonfirmasi Jumat (1/2) kemarin, mengatakan itu merupakan proyek Satker PBL (Penyehatan Bangunan dan Lingkungan). Ini, katanya, masih dalam pemeliharaan rekanan. (kmb)

Bali Post/kmb

RUSAK - Ornamen di jembatan kayu di areal Kebun Raya Jagatnatha Jembrana yang rusak dan keropos. Di lokasi air juga tampak tergenang.

Awasi Distribusi Bansos

Polres Bentuk Tim Pendampingan

Bali Post/kmb

MENYERAHKAN - Bupati Jembrana I Putu Artha, Jumat (1/2) di Gedung Mendopo Kesari didampingi Wabup I Made Kembang Hartawan dan anggota Forkopimda menyerahkan dana operasional kepada sekaa Teruna Teruni se-Jembrana.

Lomba Ogoh-ogoh Diharapkan Bebas Atribut Parpol dan Caleg Negara (Bali Post) Dalam rangka hari raya Nyepi, Pemkab Jembrana menyelenggarakan Lomba Ogoh- ogoh yang akan di laksanakan di Catus Pata Depan Kantor Bupati, pada Pangerupukan. Para peserta diharapkan tidak menggunakan atribut parpol atau caleg dalam lomba tersebut. Demikian disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha, Jumat (1/2) kemarin, di Gedung Mendopo Kesari, didampingi Wabup I Made Kembang Hartawan dan anggota Forkopimda saat menyerahkan dana operasional kepada sekaa Teruna Teruni se-Jembrana. Ketua Panitia Lomba Made Kembang Hartawan menyampaikan, sebanyak 284 sekaa yang mengikuti lomba menerima uang operasional masing-masing Rp 1 juta. Menurutnya, panitia juga menyiapkan hadiah, juara I sebesar Rp 6 juta, juara II Rp 5 juta, juara III Rp 4 juta, harapan I dan II masing-masing Rp 2juta. Kembang juga berpesan siapapun yang menang nantinya, yang kalah harus menerima dengan lapang dada. Sementara itu, Bupati Artha berpesan kepada tim penilai agar dalam menilai peserta melakukan yang terbaik. Jika tidak sesuai dengan kriteria, hendaknya tidak di masukkan sebagai nominasi. “Kriteria sudah di tentukan, saya berharap ogoh-ogoh yang masuk nominasi sudah sesuai dengan kriteria. Dan panitia dalam menentukan nominasi tersebut, harus sesuai dengan kriteria yang di tetapkan,” ujar Artha. Artha menambahkan, agar peserta lomba ogoh-ogoh di tahun politik ini tidak memasang atribut parpol ataupun caleg pada ogoh-ogoh. Artha mengimbau agar dalam pelaksanaan lomba nantinya, suasana tetap kondusif dan aman. Ditambahkan, bahwa pemberian uang operasional ini tidak dikaitkan dengan politik. “Pemberian uang ini merupakan bentuk tulus iklasnya Pemkab dalam melestarikan budaya Bali,” imbuhnya. Dalam penilaian panitia menyiapkan sejumlah syarat teknis antara lain, ogoh-ogoh berbentuk bhutakala, terbuat dari bahan ramah lingkungan dan styrofoam dilarang keras, tinggi maksimal tiga meter (dari atas sanan), lebar sanan maksimal enam meter dan pengusung 20 orang. Ogoh-ogoh yang dinilai saat pemantauan minimal sudah 95 persen. Yang menjadi dasar penilaian adalah komposisi, kreaivitas dan ekspresi ogoh-ogoh tersebut. Pada penilaian yang akan berlangsung di minggu pertama Maret, tim penilai akan datang ke desa-desa. Kemudian diambil tiga ogoh-ogoh terbaik dari tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana, sehingga total berjumlah 15 ogoh-ogoh yang akan tampil di Catus Pata depan Kantor Bupati. Kepada mereka akan diberikan uang transpor tambahan sebesar Rp 5 juta. Peserta nantinya diberikan waktu tampil selama 5 menit, adapun penilaiannya adalah 80 persen ogoh-ogoh, 10 persen fragmentari dan 10 persen iringan tabuh. (kmb)

Negara (Bali Post) Rentannya bantuan sosial (bansos) disalahgunakan untuk kepentingan politik, membuat distribusinya harus benar-benar diawasi. Mulai dari penetapan pihak yang berhak menerima hingga penyalurannya agar tepat sasaran. Untuk melakukan pengawasan t e rseb ut , ja ja ra n P o lre s Jembrana akan melakukan pendampingan. Demikian terungkap saat Kapolres Jembrana yang diwakilki Kabag Sumda Polres Jembrana Kompol I Made Prihenjagat yang didampingi Kasat Binmas Polres Jembrana AKP Dewa Gede Kartika melaksanakan rapat koordinasi dengan Plt. Kadis Sosial Koemala Dewi beserta instansi terkait di Kantor Dinas Sosial Pemkab Jembrana, Kamis (31/1) siang. Kompol Made Prihenjagat mengatakan pembentukan tim pendampingan ini muncul berawal dari adanya MoU antara Kementerian Sosial dengan Kapolri. Di mana Polri diminta untuk mengawal bansos tersebut agar tepat sasaran sesuai

pemerataan masyarakat yang membutuhkan. Selanjutnya Kompol Made Prihenjagat menekankan agar pendistribusian bansos ini dapat dilakukan secara merata dan tepat sasaran, serta sesuai dengan data real di lapangan. Jangan sampai masyarakat miskin yang seharusnya berhak mendapatkan bansos malah tidak dapat, begitupun sebaliknya. ‘’Apalagi sekarang masuk dalam masa-masa tahun politik, sehingga harus lebih selektif,’’ jelas Kompol Made Prihenjagat. Plt. Kadis Sosial Koemala Dewi mengatakan pendistribusian bansos ini akan dilaksanakan di setiap kecamatan yakni Kecamatan Pekutatan, Kecamatan Mendoyo, Kecamatan Jembrana, Kecamatan Negara, dan Kecamatan Melaya. Bansos yang akan diberikan berupa uang tunai yang akan didistribusikan dengan cara mentransfer saldo ke rekening ATM masyarakat yang sudah tercantum/terdaftar namanya di daftar statistik yang layak menerima bansos.

Bali Post/kmb

PENGAWASAN BANSOS - Jajaran Polres Jembrana melaksanakan rapat koordinasi dengan Plt. Kadis Sosial Pemkab Jembrana akan melakukan pendampingan dalam pengawasan penyaluran bansos (bantuan sosial). Tim pendistribusian bansos yang sudah dibentuk di masing-masing kecamatan akan mengecek dan meng-

update data masyarakat setiap tiga bulan. Itu untuk menentukan masih layak atau tidaknya masyarakat

tersebut diberikan bansos yang didasarkan pada kemampuan/perekonomian masyarakat tersebut. (kmb)

Kotor dan Sebarkan Bau Menyengat

Warga Keluhkan Sampah TPS Terusan Meluber ke Jalan Negara, (Bali Post) Sampah di areal TPS di Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara meluber hingga ke jalan. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga sekitar TPS karena kotor dan baunya sangat menyengat. Dari pengamatan Jumat (1/2) kemarin, sampah yang ditampung dengan beberapa box tersebut tampak membeludak dan sampai berserakan ke jalan. Sejak TPS 3R dibangun

di belakang bangunan lama, areal depan bangunan lama ditutup dengan seng. Sehingga warga yang membuang sampah hanya menumpuk sampahnya di depan dinding seng yang ada di atas bibir aspal. Jika sampah membeludak, secara otomatis sampah meluber ke badan jalan. sejak beberapa waktu belakangan, Dinas LHKP menempatkan beberapa box sampah di pinggir jalan atau di depan dinding seng namun sampah juga

tampak membeludak dan berceceran di jalan. “Harusnya proyek TPS 3R sudah selesai dibangun, dinding penutup dari seng itu dibuka sehingga warga membuang sampah di bangunan/ rumah sampah yang lama. Bukan di pinggir jalan. Kalau seperti ini kan mengundang penyakit,” kata seorang warga di Lingkungan Terusan. Sebelumnya warga penyanding sempat protes jika di lokasi tersebut dibangun TPS

3R karena kerap mengundang bau menyengat. Apalagi jika bangkai anjing juga dibuang di sana. Selain itu, dilokasi juga merupakan tikungan dan rawan kecelakaan. “Harusnya kalau TPS 3R belum diserahkan, sementara kan bisa bangunan TPS yang lama dibuka dan dipakai menampung sampah,” jelasnya lagi. Kepala Dinas LHKP Jembrana I Ketut Karyadi Erawan dikonfirmasi Jumat sore mengatakan, TPS 3R itu sudah

diserahkan ke kelompok pengelola sampah Kelurahan Lelateng. Untuk sampah yang meluber katanya pihaknya minta maaf karena armada yang biasa ngambil rusak sehingga telat pengambilan sampah. Karyadi mengharapkan ke depannya di masing-masing rumah tangga memilah mengelola dan memanfaatkan sampah rumah tangga dan tempat aktivitas lainnya. (kmb)

MELUBER - Sampah di depan areal TPS di lingkungan Terusan Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara yang meluber sampai ke jalan dan dikeluhkan warga.


Karangasem

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

11

Rumah Hancur Tertimpa Pohon

Kertiasa dan Keluarga Tidur di Tenda Darurat

Amlapura (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang belakangan ini mengakibatkan bencana pohon tumbang terus terjadi. Bahkan, pohon tumbang itu menimpa permukiman warga Putu Kertiasa asal Kelurahan Karangasem. Akibat pohon tumbang itu rumahnya hancur total. Kondisi itu akhirnya memaksa dirinya bersama istri dan anaknya tinggal di bawah tenda darurat, malah sudah sejak sem-

inggu lalu. Putu Kertiasa mengatakan harus tidur di tenda darurat ini karena tidak ada pilihan lain. Pasalnya, setelah rumahnya hancur ditimpa pohon beberapa hari lalu, dirinya tidak memiliki rumah lainnya. ‘’Di tenda darurat inilah kami tinggal bersama istri Ni Made Sudewi, dan tiga anak kami Ni Putu Widia Dewi (12), Ni Komang Febriani (8), dan trakhir Ketut Adi Pratama (4),’’ ujarnya.

Bali Post/kmb41

TENDA DARURAT - Putu Kertiasa bersama istri dan anaknya tidur di tenda darurat setelah seminggu lebih, rumahnya hancur tertimpa pohon.

Tenda itu dikatakan merupakan pinjaman sementara petugas BPBD. Kalau dibutuhkan nanti, maka tenda itu bisa bisa dibongkar lagi. ‘’Sungguh, saya tidak memiliki tempat berteduh lainnya, kecuali tenda pinjaman sementara ini,’’ ujarnya. Atas kondisi itu, Kertiasa benar-benar sangat mengharapkan segera mendapat bantuan untuk memperbaiki kerusakan rumahnya. ‘’Jujur saja sampai sekarang belum ada bantuan. Cuma sembako dari Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem,’’ tambahnya. Ketika cuaca panas, berada di tenda itu sangat gerah. Sebaliknya saat hujan, air hujan masuk ke dalam tenda. “Kasihan anak-anak. Semoga segera bisa dibantu dermawan dan dari pemerintah,” harapnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, rumah Putu Kertiasa hancur total setelah tertimpa pohon. Saat kejadian itu, orang tua Kertiasa, Ni Wayan Taman, juga tertimpa batang pohon dan mengalami luka di bagian kepalanya. (kmb41)

Picu Banjir

Warga Jangan Buang Sampah Sembarangan Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Karangasem sering kali memicu meluapnya air got ke jalan yang justru membawa banyak sampah. Kondisi itu diakibatkan kesadaran masyarakat membuang sampah di tempatnya masih rendah. Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan ke selokan termasuk juga ke sungai. Kadis Lingkungan Hidup Karangasem I Nyoman Tari tidak menampik ketika hujan lebat turun ada sejumlah titik sampah yang tertahan di selokan atau got maupun sungai. Sampah yang menggunung itulah yang menyebabkan air meluap. Karena itu, tidak terhindarkan, air di sejumlah

sungai juga ikut meluap. Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya banjir atau meluapnya di aliran sungai maupun ke gorong-gorong itu. Terjadi, pendangkalan aliran sungai akibat tumpukan sampah yang dibuang masyarakat ke gorong-gorong mapun ke sungai. “Banjir itu terjadi disebabkan adanya aliran material batu dan pasir. Karena akibat banjir lahar hujan menjadi salah satu penyebab terjadi penyempitan dan juga pendangkalan di daerah aliran sungai itu. Kalau di goronggorong akibat sampah rumah tangga yang menyumbat, sehingga air tidak lancar mengalir dan akhirnya meluap,” ujarnya. Terkait sampah plastik,

Tari menegaskan, persoalan sampah khususnya sampah plastik sudah menjadi momok nasional. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar bisa mengelola sampah rumah tangganya masing-masing secara mandiri. Caranya dengan memilah dan memisahkan sampah plastik dengan sampah organik sejak dari hulu maksudnya di dapur. “Kami harap masyarakat memilah antara sampah plastik dan organik sejak di dapur. Jangan membuang sampah sembarangan. Apalagi di got dan sungai. Kami juga sudah menyiapkan tempat sampah. Jadi, masyarakat bisa membuang sampah di tempat-tempat yang sudah disiapkan,” ujarnya. (kmb41)

MELUAP - Air got saat meluap ke jalan raya ketika hujan lebat.

Bali Post/kmb41

Bali Post/kmb41

SOSIALISASI RADIKALISME - Kepala Satuan Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama bersama anggota lainnya memberikan sosialisasi radikalisme dan terorisme kepada nelayan di Pantai Ujung Pesisi, Karangasem.

Tangkal Paham Radikal

Polair Sosialisasi kepada Para Nelayan di Ujung Amlapura (Bali Post) Sosialisasi untuk menangkal paham radikal dan terorisme diberikan kepada para nelayan di Pantai Ujung Pesisi, Karangasem. Pada era sekarang, semangat berbangsa dalam kesatuan NKRI dan paham Pancasila, perlu dijaga dan selalu ditingkatkan atensinya. Hal itu menjadi krusial, dalam upaya menciptakan hubungan yang baik antarwarga terkait untuk menjaga keutuhan nasionalisme, berbangsa termasuk juga keamanan di wilayah pesisir. Kepala Satuan Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama bersama anggota lainnya menegaskan, warga nelayan harus bisa mengenali ciri-ciri dan sikap paham kontraproduktif, yakni radikalisme. Di antaranya intoleransi, fanatik, eksklusif, dan revolusioner. ‘’Serta faktor lain yang dapat memotivasi warga terjerumus ke paham dan aksi-aksi yang merugikan yakni terorisme,’’ ujar AKP

Made Wartama. Pihaknya sangat berharap agar masyarakat nelayan mengerti serta tidak terjerumus pada paham radikalisme itu. Karena tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok bisa saja menyusup dan masuk melalui jalur pantai. ‘’Sosialisasi semangat kebangsaan dan cinta NKRI itu diberikan guna memupus paham-paham lain seperti radikalisme,’’ tambahnya.

AKP Wartama menambahkan, selain memberikan antisipasi mencegah paham radikal termasuk terorisme itu, pihaknya sebagai Satuan Polair Polres juga terus melakukan pengamanan dan pengawasan di wilayah hukum perairan Karangasem. Tugas dan kewajiban itu terus dijaga dengan harapan agar senantiasa tercipta keamanan dan ketertiban di perairan maupun pesisir di

wilayah Karangasem. “Kami minta kepada para nelayan agar mereka bisa ikut serta berperan aktif menjaga keamanan wilayah laut dan pesisir utamanya dari masuknya orang maupun barang terlarang serta paham radikal dan juga terorisme,’’ ujarnya. Pihaknya tetap mengimbau kepada nelayan untuk selalu menjaga keselamatan dan keamanan sewaktu harus turun mencari ikan melaut. Para nelayan itu harus senantiasa memerhatikan cuaca dengan baik sebelum melaut. Kewaspadaan itu penting sekali, supaya saat melaut, hal-hal yang memang tidak diharapkan, tidak terjadi. (kmb41)

Warga Prancis Kabur dari Tahanan Polda NTB Pengamanan di Pelabuhan Padangbai Diperketat Amlapura (Bali Post) Jajaran kepolisian meningkatkan pengamanan di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem. Pengamanan lebih diintensifkan menyusul kaburnya tahanan narkoba Polda NTB, Dorfin Filix (38), warga berkebangsaan Prancis, beberapa hari lalu. Berdasarkan pantauan kemarin, puluhan personel Polres Karangasem dan anggota Polsek Kawasan Laut Padangbai melakukan pemeriksaan secara ketat terhadap kendaraan maupun penumpang yang baru saja tiba di pelabuhan. Petugas mengecek surat-surat kendaraan, penumpang, dan bagasi mobil. Termasuk memeriksa identitas penumpang. Kapolsek Kawasan Laut Padangbai Kompol I Wayan Suberata menjelaskan, pengamanan di Pelabuhan Padangbai dilakukan setelah adanya tahanan narkoba di Polda NTB kabur 20 Januari lalu. Pengamanan diperketat guna mempersempit ruang gerak pelaku serta mengantisipasi pelaku kabur

menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum melalui Pelabuhan Padangbai. “Pelabuhan Padangbai merupakan salah satu jalur penyeberangan menuju Pelabuhan Lembar Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengamanan ini dilakukan sampai batas waktu yang

tidak ditentukan. Di samping itu, pengamanan juga untuk mengantisipasi barang terlarang dan terorisme masuk ke Pulau Dewata,” katanya. Disinggung apakah sudah ada cici-ciri napi yang kabur dari Polda NTB itu terlihat di Pelabuhan Padangbai? Sampai saat ini, belum ada

tanda-tanda napi asing itu masuk Bali melalui Pelabuhan Padangbai. “Dokumen napi yang kabur itu sudah disebar ke seluruh anggota. Jadi, bila ada napi ke Pelabuhan Padangbai maka sudah dapat dikenali anggota ketika mereka bertugas di lapangan,” tegas Suberata. (kmb41)

PENGAMANAN - Pihak kepolisian meningkatkan pengamanan di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem.

’’Ketog Semprong Ngedasin Besakih’’ Sabtu Ini Bupati Apresiasi Minimalisasi Sampah Plastik

Banyaknya sampah plastik yang berserakan di hulu Pulau Bali, menginspirasi dan memotivasi muda-mudi di Desa Besakih membuat gembrakan bersih-bersih. Dalam upaya meminimalisasi sampah khususnya sampah plastik secara sistematis dilakukan lewat aksi yang bertema ‘’Ketog Semprong Ngedasin Besakih’’. Aksi yang dinilai sangat konstruktif oleh banyak pihak itu, mendapatkan dukungan dan apresiasi Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Lalu, bagaimanakah aplikasi aksi ketog semprong itu untuk bersih-bersih sampah di Besakih yang dilakukan Sabtu (2/2) ini? KETUA Panitia Ketog Semprong Ngedasin Besakih, I Wayan Suartika, mengatakan berkenaan kegiatan bersihbersih di hulunya Pulau Bali, Besakih, semata-mata tujuan positif, agar kawasan Besakih itu jadi bersih, indah, dan cantik. Pihaknya bersama komunitas peduli sampah Bali yang mendukung akan melakukan bersih-bersih di kawasan Pura Agung Besakih. Pada tanggal 27 Januari lalu, bahkan dilakukan pemetaan wilayah mana saja yang dapat konsentrasi prioritas bersih-

bersih itu. Pada Sabtu (2/2) ini, ada action dari Peradah dan KMHDI Bali untuk bersih-bersih di Besakih. Pada tanggal 9 dan 10 Februari, akan digelar konser lingkungan hidup. Sejumlah pemerhati lingkungan, seperti Joni Agung, Lolot Band, Napikula akan berpartisipasi melalui konser pada event peduli lingkungan itu. ‘’Dari momen itu juga dilakukan edukasi secara sistematis, bagaimana upaya strategis dan efektif, memerangi sampah dan membuat sampah menjadi produktif,’’

ujarnya. Dengan cara itu pada saat Karya Agung Panca Bali Krama diselenggarakan sejak 1 Februari kemudian puncak tawur agung 6 Maret hingga masineb 12 April, benar-benar asri dan bersih. ‘’Melalui kegiatan konser yang merupakan gaya kaum milineal kami percaya bisa memberikan dampak berarti dan konstruktif. Kaum muda harus bangkit dan bergerak terdepan menolak kalau enggan disebut perang terhadap sampah plastik itu. Apalagi pada saat konser itu memang sengaja didesain ada programprogram edukasi sistematis terkait peduli lingkungan sampah plastik khususnya kepada anak-anak muda,’’ tambahnya. Bahkan sesuai saran Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha, sampah-sampah canang dan dupa khususnya setelah dipersembahkan, dikumpulkan. Setelah terkumpul selanjutnya diolah dijadikan produk yang memiliki nilai spiritual. Bekas banten, canang, dan dupa sebagai bagian persem-

bahan sebelumnya itu bukannya dibuang, tetapi diolah kemudian dijadikan ‘‘Jatu Bakti Bumi Pertiwi Basuki’’. Dari sesuatu mungkin saja sebelumnya diremehkan, diubah dijadikan jatu yang sangat berharga dan memiliki nilai tinggi. Jatu Bakti Bumi Pertiwi Basuki itu bukan saja bisa dipergunakan sebagai pupuk, ditaburkan di rumah, dan dimanfaatkan untuk hal lainnya. ‘’Demikian luhur ide, gagasan anak-anak muda Besakih pada Panca Wali Krama mendatang ini. Ide itu kemudian dimotivasi dan dapat pengarahan dari tetua, tokoh Bali yang peduli hulunya Bali, Besakih,’’ ujar Wayan Suartika. Dia mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan bersih-bersih sampah plastik dengan tema ‘‘Getog Semprong’’ itu. Akan tetapi, kegiatan seperti ini harus dikoordinasikan utamanya dengan dinas terkait yang membidangi. Sebab, program yang baik itu harus mempunyai izin. Hal itu penting, supaya tidak melanggar peraturan yang berlaku. (nan)

Bali Post/kmb41

KETOG SEMPRONG - Kegiatan Ketog Semprong Ngedasin Besakih yang akan dilakukan muda-mudi se-Desa Besakih.


KLUNGKUNG

12

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

Pura Batu Medawu Nusa Penida

Bermula dari Mitos Perahu I Renggan yang Membelah Batu Piodalan di Pura Batu Medawu, Nusa Penida, sudah berlangsung puncaknya pada 30 Januari lalu. Setelah dilaksanakan bhakti panganyar, rencananya piodalan masineb pada Sabtu (2/2) hari ini. Ada mitos menarik soal berdirinya pura yang termasuk Sad Kahyangan di Klungkung ini yakni terkait kegagalan Dukuh Jumpungan melawan Batara Toh Langkir, penguasa Bali daratan. KETUA Panitia Putu Sujana, Jumat (1/2) kemarin, menyampaikan piodalan di Pura Sad Kahyangan ini berlangsung setiap enam bulan sekali, bertepatan dengan Budha Kliwon Pahang. Umat Hindu setempat nampak antusias melakukan persembahyangan. Bahkan, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta beserta istri juga tangkil, ikut mendoakan agar alam beserta isinya selalu tenang dan damai, di tengah situasi saat ini yang kian akrab dengan bencana alam. Pura ini memiliki konsep nyegara gunung, di mana ada perpaduan antara daratan dan lautan dalam satu wujud keindahan. Di Pura Batu Medawu, pamedek melakukan tiga kali persembahyangan, yaitu di Pura Segara, Pura Taman dan Pura Penataran. Pura ini di-empon oleh separuh krama desa adat, mulai dari Desa Adat Kutampi Atas ke bagian selatan dan timur. Selain umat yang berasal dari masyarakat lokal sendiri, pujawali Pura Batu Medawu juga kerap dihadiri oleh umat

yang tangkil berasal dari Pulau Bali. Pura Batu Medawu terletak di Desa Suana, persis di sebelah barat Dusun Semaya. Salah satu Pura Sad Kahyangan di Klungkung ini, memiliki sejarah panjang dalam keberadaannya di Bali. Jero Mangku setempat menerangkan, nama Batu Medawu berasal dari kata ‘’perahu medah batu’’ atau perahu yang membelah batu. Asal mula itu diperkuat dengan cerita Babad Nusa Penida yang mengisahkan cerita tentang I Renggan, salah satu cucu Dukuh Jumpungan yang mau menaklukkan Bali dengan perahu saktinya. Dalam cerita itu, I Renggan diyakini mampu membuat setiap daratan yang dilewati perahunya menjadi lautan. ‘’Batara Toh Langkir mengetahui keinginan tersebut, sehingga beliau membuat I Renggan tidak bisa mengendalikan perahu tersebut dan tertidur pulas. Perahu tersebut terdampar di Manggis, Karangasem dan menabrak pulau yang ada di sana, sehingga

pulau tersebut terbelah dan menyisakan pulau kecil-kecil seperti yang kita lihat sekarang di sekitar Padangbai,’’ terang Jero Mangku. Jero Mangku mengatakan, akibat kegagalannya itu, I Renggan mencoba kembali ke Nusa Penida, melalui bagian di timur pulau tersebut. Saat hendak menambatkan perahunya, rupanya perahunya tidak terkendali dengan sempurna. Malah lewat ke pantai dan membelah gundukan batu yang ada di bagian timur pulau itu. Singkatnya, bekas perahu I Renggan tersebut dibuat suatu tempat pemujaan yang kini disebut Pura Batu Medawu. Cerita itu semakin diperkuat dari sebuah simbol berupa bangunan yang mirip ekor perahu yang seolah-olah menggambarkan perahu membelah gundukan batu. Bangunan ini dapat dilihat di Pura Batu Medawu, tepatnya di bagian Pura Segara. Pura Batu Medawu sebagai tempat suci untuk memohon kebijaksanaan. Berbeda dengan Pura Dalem Ped, untuk memohon kekuatan. (gik)

PURA BATU MEDAWU - Palinggih di Pura Batu Medawu saat piodalan, Jumat (1/2) kemarin.

APK Sering Ditertibkan

Caleg Tuding Aturan Zona Pemasangan Tak Jelas

Semarapura (Bali Post) Ramainya penertiban APK (alat peraga kampanye) oleh Bawaslu Klungkung bersama Satpol PP dipertanyakan sejumlah caleg (calon legislatif), khususnya caleg tingkat Provinsi Bali. Aturan zona pemasangan APK Caleg Provinsi dan Pusat, dituding tidak jelas. Tetapi, pencopotan APK mereka terus dilakukan. Salah satu protes disampaikan caleg untuk DPRD Provinsi dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Kadek Agus Mulyawan, Jumat (1/2) kemarin. Dia mempertanyakan tindakan Bawaslu Klungkung yang gencar melakukan penertiban. Menurutnya, sebagai Komisioner Bawaslu seharusnya mekanisme pemasangan APK dapat dipahami dan diperjelas, sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 23/2018 pasal 34 ayat (3), dijelaskan lokasi pemasangan APK itu berdasarkan Keputusan KPU Provinsi. ‘’Tetapi

mereka mencabut APK kami berdasarkan keputusan KPU Kabupaten, kan aneh,’’ kata Agus Mulyawan. Sejak awal, pihaknya mengaku sudah melayangkan protes. Semestinya, Bawaslu sebelum melakukan penertiban melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi terutama ketika mencabut APK Caleg Provinsi. Apalagi, kalau penertiban itu masih berdasarkan Surat Keputusan nomor.77/PL.01.5-Kpt/5105/ Kab/IX/2018 tentang Penetapan Alat Peraga Kampanye dan Tempat Rapat Umum

Pemilihan Umum 2019. Menurutnya, upaya penertiban tidak bisa memakai acuan surat keputusan tersebut. Sebab, setelah dipelajari, dalam keputusan tersebut hanya menekankan secara spesifik posisi zona Alat Peraga Kampanye DPRD Kabupaten Klungkung, DPD dan Presiden dan Wakil Presiden. Tidak ada yang mengatur zona yang menyebutkan secara spesifik zona APK para caleg DPRD Provinsi dan DPR-RI. Bahkan, di Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali pun tidak ada yang mengatur zona caleg

PENERTIBAN - Bawaslu dan Satpol PP saat melakukan penertiban APK belum lama ini. Aturan zona pemasangan APK Caleg Provinsi dan Pusat dituding belum jelas. Tetapi, pencopotan APK terus dilakukan Bawaslu Klungkung.

provinsi, tetapi tetap ditertibkan. Sejak protes di awal penertiban, sampai sekarang pun pihaknya mengaku belum mendapat kejelasan perihal zona pemasangan APK Caleg Provinsi dan Pusat ini. Selain itu, dia juga menyorot cara kerja Bawaslu Klungkung. Selama ini, Bawaslu selalu meminta jika APK dipasang di lahan pribadi, harus ada izin tertulis, katanya harus disetor ke Bawaslu Klungkung. Sementara, menurutnya, itu jelas keliru, karena di PKPU pasal 34 ayat (6) jelas diatur bahwa memang harus mendapat izin tetapi tidak harus tertulis dan disetor ke Bawaslu. ‘’Ini hanya tafsir sendiri oleh Bawaslu Klungkung. Karena mengacu pada ayat (7), pemasangan APK itu menjadi tanggung jawab peserta pemilu, bukan Bawaslu. Lalu kenapa harus buat izin tertulis diperlihatkan Bawaslu?’’ tanya Agus Mulyawan. Dia mengaku kecewa dengan cara kerja Bawaslu Klungkung. Sebab, apa yang dilakukan selama ini hanya berdasarkan penafsiran sendiri, bukan perintah undang-undang, sebagai supremasi hukum. Sementara itu, terkait kejelasan regulasi pemasangan APK untuk caleg Provinsi Bali dan Pusat ini, Ketua Bawaslu Klungkung Komang Artawan belum bisa memberikan penjelasan. Beberapa kali dihubungi melalui telepon, dia tidak memberikan tanggapan. (kmb31)

Perangi Bahaya Narkoba

BNNK ’’Serbu’’ Desa Lembongan dan Jungut Batu Semarapura (Bali Post) BNNK Klungkung mulai gencar turun melakukan pencegahan kepulauan Nusa Lembongan, yang dikenal dengan pariwisatanya. BNNK Klungkung ‘’menyerbu’’ dua desa yakni Desa Lembongan dan Jungut Batu yang menjadi sasaran agar warganya semakin cepat sadar terhadap bahaya narkoba dan bersamasama membantu BNNK Klungkung memerangi narkoba. BNNK Klungkung secara khusus turun langsung ke pulau tujuan para turis itu, Jumat (1/2) kemarin. Kepala BNNK Klungkung AKBP Dewa Gede Alit Arta mengatakan penyadaran masyarakat di pedesaan setempat dilakukan dengan melakukan desiminasi P4GN. Selain sosialisasi, juga diisi dengan kegiatan pemasangan

pamflet, stiker dan pembagian brosur. ‘’Dengan ini kami mendorong upaya pencegahan. Sebab, daerah ini rawan sekali terjadi penyalahgunaan narkoba secara masif,’’ kata AKBP Dewa Gde Alit Arta didampingi Kasi Pencegahan Narkoba AKP Wiastu Andrey Prayitno. Agenda sosialisasi langsung menyasar sejumlah akomodasi pariwisata, Pos Polairud Jungut Batu, sekolah-sekolah, seperti di SDN 3 Jungut Batu, hingga ke tempat-tempat pariwisata. Menurut Alit Arta, semua komponen di sana harus dilibatkan agar gerakan Stop Narkoba ini semakin besar dan terus menguat di kepulauan Nusa Lembongan. Generasi muda di wilayah itu, menurutnya, harus diselamatkan dari bahaya narkoba agar bisa menjadi generasi yang berprestasi

dan membantu pembangunan daerah. Kasi pencegahan Narkoba AKP Wiastu Andrey Prayitno menambahkan, sesuai arahan Bupati Klungkung, pihaknya juga menekankan dalam desiminasi ini terkait kondisi darurat narkoba yang perlu mendapat penanganan khusus. Bagaimana perkembangan penyalahgunaan narkoba saat ini, khususnya semakin beragamnya modus penyebarannya kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus benarbenar paham, bahwa narkoba itu benda berbahaya dan untuk terlibat di dalamnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa pihak BNNK Klungkung juga mengimbau kepada aparat desa serta para guru dan pengusaha pariwisata untuk meneruskan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan

narkoba dan terlibat dalam upaya pembentukan relawan antinarkoba. Selain itu, juga agar lebih waspada terhadap orang yang tidak dikenal dan memberikan pengaruh untuk mengonsumsi sesuatu yang asing, baik berupa makanan ataupun jenis minuman. Karena narkoba saat ini dikemas dengan berbagai bentuk dan jenis yang bisa menjebak. Khusus para murid, agar ketika menerima ataupun diberikan sesuatu oleh orang yang tidak kenal segera melapor kepada guru ataupun orangtuanya. ‘’Kami sudah menjalin kerja sama dengan sekolah, karena selain pencegahan dalam jangka pendek, dalam jangka panjangnya, agar sekolah menanamkan karakter bahaya narkoba sejak dini kepada semua siswa,’’ tegasnya. (kmb31)

Maling Sasar Motor Warga Bantaran Tukad Unda Semarapura (Bali Post) Warga di bantaran Kali Unda terpaksa harus meningkatkan kewaspadaan. Sebab, maling kembali berulah di sekitar tempat itu. Seperti yang dialami Eko Prio Sujadmiko (31), warga Kendal, Jateng ini kehilangan sepeda motornya ketika parkir di ruas Jalan Diponegoro, tepat di bantaran Sungai Unda, Banjar Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Jumat (1/2) kemarin. Istri korban, Siti Nur Mawadah (31), mengatakan suaminya yang bekerja sebagai mekanik alat berat di galian C Desa Sebudi awalnya memarkir kendaraannya di pinggir jalan sekitar pukul 17.00 Wita, Kamis (31/1) lalu. Seperti biasanya, sepeda mo-

tor Jupiter MX warna merah marun dengan nopol DK 4409 SR itu diparkir tanpa mengunci stang. Sebab, selama tinggal di sana, dia merasa aman-aman saja. Jumat (2/1) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita, Siti yang hendak ke pasar melihat sepeda motor milik suaminya masih terparkir di tempat semula. Tetapi, sekitar pukul 03.30 Wita, saat hendak membeli elpiji, Siti melihat sepeda motor itu sudah tidak ada lagi di tempatnya parkir. Setelah memastikan bukan suaminya yang memindahkan, dia baru menyadari sudah menjadi korban pencurian. Dia lantas bergegas melaporkannya kepada pihak kepolisian. Tepat di kediaman Sujadmiko di bantaran Sun-

gai Unda, petugas kepolisian mendatangi rumah korban, Jumat (1/2) pagi kemarin, dan langsung melakukan olah TKP. Kepolisian yang melakukan penyelidikan, menerima keterangan Siti Nur Mawadah. Siti mengaku cukup kaget dengan peristiwa ini. Padahal sudah enam tahun tinggal di sana, belum pernah ada pencurian. ‘’Motor juga sering parkir di pinggir jalan. Tumben sampai hilang,’’ katanya. Dia mengaku suaminya biasa memarkir di luar, untuk memudahkan bepergian. Akibat kejadian ini, Siti mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 7 juta. Dia berharap pihak kepolisian segera menemukan siapa pelakunya. (kmb31)

PENCURIAN MOTOR - TKP pencurian kendaraan bermotor di ruas Jalan Diponegoro, tepatnya di bantaran Sungai Unda, Banjar Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Jumat (1/2) kemarin.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN

!!!Butuh 5 Org Karyawati min SMA dpt u.makan,Gaji Tinggi Hub.Toko Besi Murah Jln.Teuku Umar Barat No.17 (sebelah) Warung Buleleng) B.BP.004.01.19.0001213

Adm wanita D3 Ak.(Prgrm Toko, Excel) 4Jt/m penglmn Jimbaran bagkidsbali@gmail.com B.BP.004.02.19.0000027

Butuh Marketing menarik,cantik utk Oleh2&Otomotif,08113867250 B.BP.001.01.19.0001158

Butuh Tukang Sablon kerja di dalam Hub.08113867250 B.BP.001.01.19.0001157

Cr Cook Helper,Waitress Wr.Bli Jagung,LetdaTantular,T.4747667 B.BP.001.02.19.0000008

Dcr 1Cook 1Waitris 1Staf villa area Sanur 081239285583 Yenni B.BP.001.02.19.0000012

Distributor bth:1Salesman/Girl penghasilan mencapai 10juta; 2.Sopir Jl.Gatot Subroto I No.7 Dps,Email:herryy.hr@gmail.com

B.BP.004.02.19.0000028

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

Dcr Admin,Sopir,Helper,Sunset Road Kuta Hub.WA:082144877778 B.BP.001.01.19.0001154

Dcr Cook, waitress & Bartender Hub.082237806082 B.BP.001.02.19.0000024

Dcr Sgr Therapist Spa Pria & Wanita bersedia ditempatkan di Canggu/Denpasar Kota.Pengalamn diutamakan,Gaji&Bonus Menarik Hub.081239621123(Massaji Spa) B.BP.001.01.19.0000960

Dcr Supervisor pekerja alat berat Hub.08123640554 B.BP.004.01.19.0001215

Dcri Guru Private Bhsa Inggris untuk Balita,sabar dan telaten Krm CV : hrdbali2019@gmail.com B.BP.001.02.19.0000034

Dibutuhkan Spv. Accounting utk hotel di Ubud. Min D3 Mengerti VHP,Inggris,Min.2thn pengalaman.Lamaran & CV ke mayamelaty@gmail.com

Dibutuhkan Staf Admin,Laki/Perempuan Pend S1,Berpengalaman, Menguasai Komputer(Ms.Word/ Exel/Offc).Gaji 3,8-6Jt, Penempatan Jimbaran 0361-4465228 B.BP.001.01.19.0000702

Dicari General Manager hotel Hotel Bintang 3 di Legian min 5 tahun pengalaman Tlp.08119305332 B.BP.004.01.19.0001189

Dicari House keeping/C.Service Jujur, kerja keras, team work Krm CV : hrdbali2019@gmail.com B.BP.001.02.19.0000033

Dicari Waiter/Waitress single. penglmn,max 27th 081338332775 B.BP.004.02.19.0000025

Real Estate Agent, Looking for Marketing.Knowledge English 081906990414 (Ayu) B.BP.004.01.19.0001123

ProgrammerComputerSMK/D3/S1 Lamaran+CV+Gaji WA/Email ke 085100909990/hari@esolindo.com

Dicari unt. Staf Pembukuan syrt : Pddk Sarjana Akuntansi, umur maks 25 th, belum berkeluarga. Lam lengkap sgr dikirim ke Jalan Kepundung 67A Dps (isi kode Pembukuan)

B.BP.001.01.19.0001152

G.01

B.BP.001.02.19.0000015

SERVICE

Villa in Seminyak looking for: Engineering(M),Front Office, Reservation(F)&Buttler(F).Send CV to:ma_de@kembalivillas.com or to:Jl.Saridewi 14D Seminyak B.BP.001.02.19.0000036

Staff Akuntansi Diploma paham pajak. Lamaran SDM Bali TV, Jl.Kepundung 67A Denpasar G.02

PROPERTY

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

DISEWAKAN RUMAH

DISEWAKAN R.MAKAN

Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 (Widiyan Rahayu)

Segera Dikont Warung Makan & perlengkapannya di Sunset Road Seminyak Hub.081338178178

G.04

B.BP.001.02.19.0000010

B.BP.001.02.19.0000017

PROPERTY DIJUAL RUMAH

MAZDA

PROPERTY

Mazda 2 Th’2013 Manual Merah Asli Bali Hub.081337975454

DIJUAL RUKO

Rmh 2Lt di Dps.SHM & IMB Lebar Jln 5 Mtr Paving One Gate. 590 Jtan.087861899366/081239978524

Dijl/Dikont.6 Ruko Baru 3Lt Jl. Mahendradata Hub.085237077978

PROPERTY

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.02.19.0000002 TOYOTA

Inova G Th 2009 Hitam,Pjk Baru Jl. Ry.Pemongan 222/08123806414 B.BP.001.02.19.0000016

PROPERTY

Dijual Ruko Jl.Yeh Gangga Tbn DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.01.19.0000843

DISEWAKAN TANAH

Tanah Luas 60 are area Canggu Jl.Nelayan, cocok untuk Villa, Restaurant, dll. minimal 30 thn, Hub.0811 187 6363 / 0811 397 6363 G.03

SERVICE

B.BP.001.02.19.0000006

PROPERTY DISEWAKAN RUKO

Kontrakan Ruko 2Lt Jl.Gunung SalakN.22BAbasan085237077978 B.BP.001.02.19.0000007

SERVICE

DIJUAL TANAH

Dijual Tanah 2 Kavling Jln.Ciung Wanara VI/1 Renon. Hubungi:08118888810 (Owner) B.BP.001.01.19.0001059

Jual Murah Tnh Kav.1,5are Lok. Jimbaran,TP Hub.087877666655 B.BP.001.02.19.0000013

Tanah 1 are di Perum Permata Anyar Sempidi H.081337141817 B.BP.001.02.19.0000029

Tnh 1-2A Pengilian Dalung & 12A Sekar Tunjung 085101866136 B.BP.001.02.19.0000035

Tnh 1A,150Jt,Sukawati, Br.Telabah.H:081337595040/08123604013 B.BP.001.02.19.0000026

PROPERTY RUANG USAHA

Disewakan ruang usaha, Kuliner, Food Court, UKM, dll, Jl.Raya Kuta 88 Hub.0811 187 6363 / 0811 397 6363 G.05

KEHILANGAN Hlg IMB No.58/bppt/IMB/2016 An.I Nyoman Alit Wijaya B.BP.001.01.19.0001205

KURSUS Les TK,SD,SMP,SMU, B.Inggris Musik,Guru Ke Rmh.081999051772 B.BP.001.02.19.0000003

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.01.19.0001032


BANGLI

14

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

Soal Gumitir Jadi Maskot Kabupaten Bangli

Baru Sebatas Wacana, Bupati akan Gelar Lokakarya Bangli (Bali Post) –

Rencana Bupati Bangli menjadikan bunga gumitir (kenikir) sebagai maskot Kabupaten Bangli menuai banyak komentar dari berbagai kalangan. Sebagian menilai rencana itu sah-sah saja, namun tak sedikit juga yang menilai bunga gumitir kurang pas dijadikan maskot Bangli karena tidak mencerminkan kekhasan Kabupaten Bangli. Menanggapi hal itu, Bupati Bangli, I Made Gianyar, menegaskan bahwa idenya menjadikan bunga gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli baru sebatas rencana. Untuk menetapkan sebuah maskot kabupaten, Made Gianyar mengaku akan terlebih dahulu melakukan pembahasan dengan berbagai pihak.

Bali Post/kmn40

GUMITIR - Bupati Bangli I Made Gianyar saat memetik bunga gumitir di kebun miliknya di Desa Bunutin, Kintamani. Made Gianyar berencana menjadikan gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli.

Ditemui di Kantor Bupati, Jumat (1/2) kemarin, Made Gianyar menjelaskan bahwa awal mula pihaknya berkeinginan membuat maskot kabupaten saat menghadiri sebuah acara di Tabanan. Kala itu, dirinya menyaksikan tarian maskot Kabupaten Tabanan yakni tari Sekar Sandat. Made Gianyar mengaku saat itu dirinya sempat berdebat dengan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti soal tari Sekar Sandat. Made Gianyar menyebut bahwa tarian itu adalah milik Bangli yang diciptakan pada zaman kepemimpinan Bupati I Nengah Arnawa. Namun, Bupati Tabanan mengatakan

bahwa tari Sekar Sandat adalah milik Tabanan yang sudah diperdakan. ‘’Saya sempat telepon Kadis Pariwisata untuk menayakan apakah tari Sekar Sandat kita sudah diperdakan atau belum, ternyata dijawab oleh Kadis belum ada perdanya,’’ ungkapnya. Sejak saat itu, Made Gianyar pun mulai memikikirkan untuk membuat sebuah maskot Kabupaten Bangli. Bupati asal Desa Bunutin Kintamani itu kemudian mendapat ide menjadikan bunga gumitir sebagai maskot saat mengantar almarhum istrinya melakukan pengobatan alterna-

tif. ‘’Kita mau pakai pucuk bang ternyata sudah punya Gianyar, jepun sudah punya Badung. Saya terpikir untuk menjadikan gumitir jadi maskot,’’ ujarnya. Sebagaimana yang disampaikannya selama ini, bunga gumitir tak hanya memiliki warna yang indah, namun juga banyak manfaat. Bunga gumitir sangat cocok hidup di daerah sejuk seperti Kabupaten Bangli. Di samping memiliki fungsi agama dan seni, gumitir menurutnya, juga mempunyai nilai ekonomi. ‘’Kita tidak ingin buat maskot tapi yang tidak bisa dikembangkan di Bangli,’’ kata Made Gianyar.

Bali Post/kmb40

Bangli (Bali Post) Kasus bunuh diri dan kecelakaan lalu lintas (lalin) menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya usia harapan hidup di Kabupaten Bangli. Di samping faktor lainnya yakni karena kasus kematian ibu dan bayi baru lahir. Kenyataan itu disampaikan Bupati Made Gianyar saat menghadiri pengukuhan 33 orang Bidan Praktik Mandiri menjadi Bidan Delima (Bidel) di Ruang Pertemuan Utama RSU Bangli, Jumat (1/2) kemarin. Dalam acara yang dihadiri Ketua IBI Provinsi Bali Ni Ketut Adi Arini, Kadis Kesehatan Bangli dr. I Nengah Nadi dan pengurus dan anggota IBI Kabupaten Bangli tersebut, Made Gianyar mengatakan kasus bunuh diri di Kabupaten Bangli selama ini terjadi pada usia produktif dan didominasi oleh anak baru gede. Pemicunya karena beberapa permasalahan seperti gara-gara tidak dibelikan HP, ditinggal pacar, dan penyebab lainnya. ‘’Ini tentu menjadi permasalahan serius,’’ terangnya. Menurut Made Gianyar, untuk menekan kasus bunuh diri di Kabupaten Bangli, yang secara tidak langsung berimbas pada usia harapan hidup, Bupati Made Gianyar telah meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli untuk menggandeng forum keumatan, seperti Parisa-

da Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli, maupun instansi terkait lain seperti Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangli. Dengan menggandeng PHDI, masyarakat nantinya bisa diberikan edukasi bahwa mati dengan bunuh diri (ulah pati) tidak baik dan tidak dibenarkan oleh agama. Begitu juga dengan menggadeng Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bisa berperan dalam memberikan pendampingan anak usia dini, remaja, bahkan sampai lansia. ‘’Yang saya tahu, di sana (Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) banyak ada program bagus. Ada Bina Keluarga Balita (BKB), ada Bina Keluarga Remaja (BKR) dan ada Bina Keluarga Lansia (BKL). Dengan koordinasi yang baik, tentu semua permasalahan akan bisa diatasi,’’ jelasnya. Terkait dengan acara pengukuhan Bidan Delima kemarin, Bupati Made Gianyar mengatakan bahwa bidan adalah salah satu tenaga kesehatan yang ada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Untuk itu, Made Gianyar meminta kepada para bidan bisa terus menin-

Jelang Imlek, Warga Tionghoa Hias Konco Bangli (Bali Post) – Warga Tionghoa merayakan hari raya Imlek, Selasa (5/2) mendatang. Menyambut perayaan tahun baru Cina tersebut, warga Tionghoa di Kintamani sejak beberapa hari lalu disibukkan dengan berbagai persiapan. Salah satunya membersihkan serta menghias konco di rumah dan di Pura Ulundanu Batur. Pemangku Konco di Pura Ulundanu Batur Jero Mangku Candra, Jumat (1/2) kemarin mengatakan, kegiatan bersih-bersih konco Batur sudah mulai dilaksakan sejak 29 Januari lalu. Selain warga keturunan Tionghoa di Kintamani, kegiatan bersih-bersih juga diikuti pangayah dari daerah luar Bangli. ‘’Yang dibersihkan arca-arca, tempat abu, ornamen-ornamen. Kalau dalam hari raya Hindu, sekarang ini sama dengan rahinan Sugian,’’ ungkapnya. Sebagaimana tradisi yang dijalankan selama ini, persembahyangan bersama akan dilaksanakan warga Tionghoa pada Senin (4/2) atau sehari sebelum Imlek. Persembahyangan tutup tahun dengan memuja leluhur biasanya berlangsung mulai pagi hingga malam. Tepat pada tengah malam dilanjutkan dengan persembahyangan untuk menyambut tahun baru. Jero Mangku Candra

mengatakan, sesuai perhitungan kalender Cina, Tahun Baru Imlek kali ini merupakan tahun babi. Sebagaimana sifat babi, pada tahun baru nanti akan ada kecenderungan menjadi keseringan tidur daripada bergeraknya. Namun di sisi lain, pada tahun babi ini diprediksi rezeki akan lebih mudah daripada tahun sebelumnya. Jero Mangku Candra mengharapkan seluruh umat untuk tetap dan selalu waspada, mulat sarira, t e t a p menjaga toleransi antarumat beragama, menjaga diri untuk menghindari percekcokan atau konflik terlebih pada tahun politik ini. ‘’Harapan ke depan, semua manusia mendapat perlindungan Yang Mahakuasa, dimudahkan rezekinya, selalu rukun dan damai,’’ harapnya. Sementara itu, salah seorang warga Tionghoa di Kintamani, Martin Wijaya, mengatakan selain bersihbersih dan menghias tempat pemujaan, warga Tionghoa jelang Imlek juga mempersiapkan aneka masakan dan kue yang akan dipakai untuk sarana persembahyangan dan hidangan keluarga. Kegiatan membuat kue dan masakan khas Imlek seperti kue mangkok, wajik, lapis, dilakukan dua hari jelang Imlek. Sama seperti tradisi yang dilakukan umat Hindu saat

KONCO – Konco di Pura Ulundanu Batur. menjelang hari raya, warga Tionghoa di Kintamani juga melakukan tradisi ngejot ke sejumlah tetangga. Hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud kerukunan warga Tionghoa dengan umat Hindu di sekitarnya. ‘’Biasanya saling jotin. Kalau jelang Imlek kami yang ngejot. Kalau saat Galungan umat Hindu biasanya ngejot ke kami,’’ terangnya. Pada puncak hari raya Imlek, waktu lebih banyak dimanfaatkan warga Tion-

ghoa untuk berkumpul bersama keluarga. Saat acara kumpul-kumpul tersebut, biasanya digelar juga tradisi memberikan angpao oleh anggota keluarga. Dikatakan Martin Wijaya, warga keturunan Tionghoa di Kintamani jumlahnya mencapai ratusan orang. Mereka selama ini tersebar di beberapa desa di antaranya Desa Kintamani, Langgahan, Catur, dan beberapa desa lainnya. (kmb40)

Banjar Pande Terapkan ’’Pamidanda’’ bagi Pencuri

Bunuh Diri dan Kecelakaan Lalin Penyebab Rendahnya Usia Harapan Hidup

Pelaku akan Diarak Keliling Banjar BANJAR Adat Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli selama ini punya sanksi sosial untuk warganya yang ketahuan dan terbukti mencuri. Pelaku akan diarak berkeliling banjar sambil membawa barang curiannya dan diiringi gamelan Tektekan. Sanksi itu cukup ampuh untuk memberikan efek jera kepada warga yang melakukan pencurian. Klian Adat Banjar Pande I Wayan Nyepek, Jumat (1/2) kemarin mengungkapkan, sanksi yang diistilahkan dengan pamidanda tersebut sudah mulai diterapkan sejak tahun 2000 lalu. Penerapan sanksi ini berdasarkan pararem atau kesepakatan krama. Sanski ini diberlakukan untuk memberikan efek jera kepada warga yang melakukan pencurian. Dijelaskan Nyepek, dalam penerapan sanksi itu, warga yang ketahuan dan terbukti mencuri akan diarak

keliling wilayah Banjar Pande sambil membawa barang curiannya. Saat diarak pelaku juga akan diiringi dengan tabuh tektekan (alat musik berbahan bambu) yang dibawakan oleh sekaa gong. Nyepek mengatakan sanksi sosial ini pernah dikenakan pada salah seorang warga Banjar Pande yang ketahuan mencuri janur belasan tahun lalu. Kala itu, aksi pencurian janur diketahui dan disaksikan langsung oleh pihak korban. Korban yang tak terima melaporkan kejadian itu ke klian adat disertai barang bukti. Oleh pihak adat, pelaku kemudian diproses dan dijatuhi sanksi. ‘’Itu sudah lama. Belasan tahun. Cuma sekali itu saja,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sanksi pamidanda ini akan dikenakan kepada pelaku pencurian, jika korbannya melaporkan kasus pencurian itu pada klian adat. Namun

jika pihak korban sudah lebih dulu melaporkannya kasus pencurian yang menimpanya ke pihak kepolisian, maka pihak adat tidak akan mengenakan sanksi pamidanda lagi kepada si pencuri. Seperti halnya kasus pencurian perhiasan yang sempat terjadi di wilayah Banjar Pande belum lama ini, yang pelakunya adalah salah seorang warga setempat. ‘’Karena sudah diproses oleh aparat penegak hukum, jadi kami ambil kebijakan untuk tidak lagi mengaraknya keliling banjar,’’ terangnya. Dikatakan juga oleh Nyepek bahwa anksi pamidanda untuk pencuri ini hanya berlaku di internal Banjar Pande. Apabila ada warga luar yang melakukan pencurian di wilayah Banjar Pande, pelaku tidak akan dikenakan sanksi adat. Melainkan langsung diserahkan untuk diproses pihak kepolisian. (ina)

Sebelum nantinya bunga gumitir benar-benar ditetapkan menjadi maskot kabupaten dan diatur dalam sebuah perda, Made Gianyar merencanakan akan terlebih dahulu melakukan pembahasan-pembahasan dengan berbagai kalangan. Pihaknya juga merencanakan akan menggelar lokakarya, seminar untuk menentukan apa yang tepat dijadikan maskot. ‘’Kalau nanti ada alternatif lain, tidak masalah,’’ ujarnya. Mengenai tarian gumitir yang sudah diciptakan dan diujicobakan belum lama ini, Made Gianyar mengatakan bahwa hal itu tidak menjadi masalah jika nantinya bunga gumitir batal menjadi maskot Kabupaten Bangli. ‘’Kalau tariannya kan boleh-boleh saja, tanpa harus jadi maskot. Seperti tarian Bungan Sandat yang sudah kita punya, kan masih bisa ditarikan. Hanya, kalau ditarikan di tempat lain jangan disebut maskot Bangli,’’ ujarnya. (kmb40)

gkatkan kompetensi dan pengetahuannya agar pelayanan kepada masyarakat bisa terus ditingkatkan. Dalam kesempatan itu, Made Gianyar juga meminta para bidan untuk menghayati dan melaksanakan apa yang ada dalam setiap bait maupun kata dalam lagu Hymna IBI. Sebab menurutnya, Hymne IBI yang dinyanyikan saat acara pengukuhan berlangsung, setiap katanya sarat makna dan pengabdian yang sangat luar biasa untuk kemanusiaan. Sementara itu, Ketua IBI Provinsi Bali Ni Ketut Adi Arini mengatakan, Bidan Delima merupakan sistem standardisasi kualitas pelayanan bidan praktik mandiri dengan penekanan pada monitoring dan evaluasi serta kegiatan pembinaan ataupun pelatihan yang rutin dan berkesinambungan. Menurutnya, untuk menjadi Bidan Delima, seorang bidan praktik mandiri harus mengikuti beberapa proses, sehingga bisa dikukuhkan menjadi seorang Bidan Delima. Ia menjelaskan, proses seleksi Bidan Delima diawali dengan pendaftaran, prakualifikasi dan verifikasi hasil, dilanjutkan dengan proses belajar melalui kajian mandiri, selanjutnya fasilitator Bidan Delima akan melakukan validasi dan verifikasi sebelum dinyatakan lulus menjadi Bidan Delima. (kmb40)

Bali Post/ist

BIDEL - Bupati Made Gianyar saat menghadiri pengukuhan 33 orang Bidan Praktik Mandiri menjadi Bidan Delima (Bidel) di Ruang Pertemuan Utama RSU Bangli, Jumat (1/2) kemarin.

Dewan Dorong Terbitkan Perbup Sampah Plastik

Bali Post/kmb40

SAMPAH - Tumpukan sampah di pinggir jalan di kota Bangli. Foto diambil belum lama ini.

Bangli (Bali Post) Kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai yang dituangkan Pemerintah Provinsi Bali ke dalam Peraturan Gubernur Bali No. 97 Tahun 2018, dirasakan sebagai sebuah terobosan yang bagus dan efektif oleh Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles. Pasalnya, dengan adanya kebijakan ini sampah plastik yang selama ini menjadi ancaman alam Bali bisa lebih

diminimalisasi. Diwawancara belum lama ini, Carles mengatakan sejak kebijakan ini diberlakukan, kesadaran masyarakat untuk membatasi penggunaan sampah plastik mulai tumbuh dan semakin meningkat. Dia mencontohkan seperti di beberapa pasar dan tempat suci, timbunan sampah plastik sudah mulai berkurang. “Seperti di beberapa pura sekarang sudah ada niat masyarakat mengurangi pengguaan sam-

pah plastik. Ini membuktikan kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh,” terangnya. Seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat tersebut, politisi Demokrat ini pun mendorong Pemkab Bangli untuk segera menerbitkan sebuah peraturan yang berkaitan tentang sampah plastik ini. Peraturan yang dimaksud bisa dibuat dalam bentuk peraturan bupati (perbup). Dengan adanya payung hukum itu, Carles meyakini

kesadaran akan bahaya dampak sampah plastik tidak hanya dilakukan masyarakat luar Bangli, namun juga diterapkan masyarakat di Kabupaten Bangli. “Dengan adanya perbup itu, nantinya kebijakan penggunaan sampah plastik bisa disosialisasikan di tingkat camat, perbekel, dan diteruskan ke masyarakat. Dengan upaya itu, saya yakin sampah plastik bisa ditekan,” kata Carles. (kmb40)


15

Sabtu Pon, 2 Februari 2019

Tingkat Literasi Indonesia Masih Rendah

WARUNG GLOBAL

Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Digencarkan

Pangkalpinang (Bali Post) Tingkat literasi Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya di dunia masih tergolong rendah, karena angka buta huruf masyarakat di daerah terpencil masih cukup tinggi. ‘’Daerah terpencil ini cukup memengaruhi tingkatan literasi masyarakat Indonesia di dunia,’’ kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat menghadiri peluncuran Komunitas Literasi Babel di Pangkalpinang, Jumat (1/2) kemarin. Ia mengatakan minat baca dan melek huruf masyarakat di daerah perkotaan di Indonesia sudah cukup tinggi, namun di daerah pedesaan dan pulau terpencil serta terluar masih rendah, sehingga cukup memengaruhi tingkat literasi Indonesia di antara negaranegara berkembang dan maju lainnya. ‘’Kondisi kita berbeda dengan Singapura yang hanya berpenduduk 5 juta, di mana penduduknya sudah bebas buta huruf dan memiliki fasilitas pendidikan yang sangat memadai. Jadi wajar, tingkat literasi masyarakat Singapura cukup tinggi, karena fasilitas

dan akses pendidikan di negara tersebut sangat memadai dibandingkan Indonesia,’’ tambahnya. Karena itu, lanjut Mendikbud, wajar anak-anak di negara tersebut pintar-pintar dibandingkan anak-anak di daerah kita. Kalau di sini masih banyak orangtuanya buta huruf, sehingga anaknya tidak terdidik dengan baik di rumah ditambah lagi fasilitas sekolahnya juga tidak baik. Oleh karena itu, ia sangat mendukung masyarakat Bangka Belitung membentuk komunitas literasi guna meningkatkan minat baca dan

mengurangi angka buta huruf di daerah ini. ‘’Kegiatan ini sangat bagus, apalagi saya lihat buku-buku yang disediakan pegiat komunitas ini cukup bervariasi untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat,’’ katanya. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengatakan dengan adanya komunitas literasi ini dapat mengubah karakter masyarakat Indonesia khusunya Babel untuk selalu membaca dan menulis hal-hal yang positif serta bermanfaat. ‘’Karakter ini adalah kebiasaan. Jika ke-

Berbusana Bali Ia pun mengingatkan agar bahasa Bali tak semata diterapkan dalam ajang-ajang tertentu seperti Bulan Bahasa Bali atau perlombaan, namun dapat diterapkan dalam komunikasi sehari-hari. ‘’Jangan malu berbahasa Bali dan berbusana Bali, harus bangga karena itu identitas kita,’’ imbuhnya. Pada bagian lain, Gubernur Koster menerangkan pula tentang Visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang dijalankan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana. ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ mengandung makna, Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali Sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat Secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian Dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan

Republik Indonesia. Tiga hal yang menjadi fokus perhatiannya yaitu alam, manusia dan budaya. Ia berpendapat, alam, manusia dan budaya merupakan yang yang prinsip dan fundamental. Setahun ke depan, Koster akan fokus untuk merancang regulasi untuk menata seluruh aspek yang berkaitan dengan alam, manusia dan budaya Bali. ‘’Tahun ini kita menyiapkan 22 perda lengkap dengan pergub-nya. Dan saya akan terapkan secara tegas,’’ tandasnya. Sementara itu, Plt. Kadis Kebudayaan Provinsi Bali I Putu Astawa menjelaskan bahwa pelaksanaan Bulan Bahasa Bali selama sebulan penuh akan dimeriahkan festival dan berbagai lomba dari tingkat kabupaten/kota hingga desa di Pulau Dewata. Sejumlah kegiatan terkait dengan pengembangan dan pelestarian bahasa Bali yang akan dilaksanakan seperti festival nyurat lontar massal, lomba komik online berbasis bahasa, aksara dan sastra Bali, lomba pembuatan meme berbasis bahasa, aksara, dan sastra Bali, lomba postingan status berbahasa Bali di media sosial,

Terkait angka kemiskinan yang belum dientaskan, Bupati asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini mengatakan, data akurat terkait jumlah kemiskinan masih perlu dimutakhirkan kembali. Bahkan, dirinya melihat masih ada ketidaksesuaian antara data Badan Pusat Statistik (BPS) dan data di daerah. Meski masih datanya perlu dimutakhirkan, namun PAS menyebut kalau kemiskinan di Bali Utara berada pada ranking lima di Bali. Pemicu kemiskinan di daerahnya itu didominasi oleh

serta lomba vlog berbahasa Bali, debat berbahasa Bali, lomba puisi berbahasa Bali dan sebagainya. Selain lomba, juga akan diadakan seminar, pameran, pertunjukan, serta penganugerahan penghargaan. Putu Astawa menambahkan, pelaksanaan Bulan Bahasa Bali yang pertama ini mengusung tema ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali Malarapan Antuk Ngrajegang Bahasa, Aksara lan Sastra Bali’’. ‘’Kegiatan ini juga mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali,’’ ujarnya. Acara pembukaan Bulan Bahasa Bali dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Wakil Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati, Ketua Dharma Wanita Provinsi Bali Ny. Widyasmini Indra, pimpinan OPD Pmeprov Bali, Bupati/Wali Kota dan Pimpinan Forkompimda. Acara pembukaan Bulan Bahasa Bali ditandai pemukulan kentongan. (ad044) yasa mengatakan, PKH digulirkan untuk meningkatkan taraf akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Selain itu, juga mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan miskin. Sejak 2010 PKH bergulir ke desa dan kelurahan dengan total serapan anggaran Rp 37,7 miliar lebih. Terkait dengan nilai dana PKH, mantan Kepala Dinas PMD Buleleng ini mengatakan, sesuai regulasi terbaru dana yang diterima masing-masing KPM tidak merata. Ini tergantung dari empat indikator seperti dalam

Sabtu, 2 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mupuk Padagingan lan Penilepatian (5) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Senam Orhiba Ceria Bali Channel Tourist TV Wawancara Putu Supadma Rudana

09:30 Wita Belajar Menggambar Ad Paper Kudanil 10:05 Wita Galeri Musik 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:05 Wita Dharma Wacana Wariga Tenung (1) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita DW TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Magz Luh Fony Erliasih Juara Spech and Guideing 15:00 Wita Parameter 16:00 Wita Lila Cita Janger PKK Br. Tengkulak Kelod (2) 17:00 Wita Nangun Yadnya

Bali Post/ant

Muhadjir Effendy

biasaan membaca dan menulis ini terus diulang-ulang maka saya yakin dan percaya karakter masyarakat bangsa ini akan menjadi lebih baik,’’ katanya. (ant)

‘’Fogging digencarkan, jangan tunggu korban,’’ demikian Febri, salah seorang warga Denpasar. Ia sangat berharap agar korban DBD tidak sampai dirawat di rumah sakit. Para ahli kesehatan diminta menciptakan obat untuk mencegah DBD ini. Selain selalu rutin membersihkan diri dan lingkungan kita. Permukiman kumuh di Kota Denpasar sangat banyak. Untuk itu, Ketut Mursi, menyarankan agar pemilik lahan

juga memberikan penjelasan kepada penyewa lahan tersebut agar menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Begitu juga dengan kita semua, jaga kesehatan mulai diri sendiri. Ia juga berharap tindakan pencegahan yang diutamakan. Virus DB ini harus diberantas sehingga bisa ditekan jumlah korbannya. Pemberantasan sarang nyamuk harus digencarkan. Yang namanya penyakit, tidak bisa dihindari. Demikian

Ayu di Petang. Kita hanya bisa melakukan pencegahan yang sering disosialisasikan di masyarakat. Agar virus DBD ini tidak menyebar, menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan harus dilakukan. Sementara Budi di Blahbatuh memberikan tips agar sarang nyamuk tempat bertelur ini mudah diawasi dengan cara jentik nyamuk yang akan dipanen dikasi makan ikan atau dimatikan dengan cara dijemur. (sikha p)

Harga Ikan

Data Akurat aksibilitas karena topografi daerah. Meski demikian, ke depan pihaknya semakin optimis kemiskinan semakin bisa ditekan setelah pemerataan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara akan teratasi dengan kebijakan pembangunan infrastruktur mulai dari shortcut dan pembangunan b a nd a r udara (bandara) internasional. ‘’Data ini masih perlu dimutakhirkan lagi dan kebijakan kami adalah memetakan kembali, sehingga data akurat akan kita miliki, sehingga pengentasan kemiskinan akan semakin optimal,’’ jelasnya. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng Gede Sandhi-

DALAM musim pancaroba, kita harus waspada. Pasalnya berbagai macam penyakit datang mendera salah satunya demam berdarah dengue (DBD). Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti yang berkembang di dekat permukiman. Untuk itu gerakan pemberantasan sarang nyamuk mesti digencarkan, sehingga kasus DBD untuk wilayah Bali bisa ditekan. Demikian opini yang terungkap dalam acara dialog interaktif Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Jumat (1/2) kemarin. Berikut rangkuman opini selengkapnya.

Karya Pitra Yadnya lan Manusa Yadnya Desa Adat Sibangkaja, Badung 17:30 Wita Kartun Aranyaka Parwa (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:30 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Purna Band 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Puseh Beng Crangsari (1) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:30 Wita Folk Song

‘’Tentu saja kalau pangan kita kendalikan, hasilnya bisa lumayan bagus. Itu konsisten dengan pencapaian inflasi tiga tahun berturut-turut yang bisa masuk range,’’ katanya. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya inflasi

pada Januari 2019 sebesar 0,32 persen yang disumbangkan oleh kenaikan harga ikan segar, beras dan sayur-sayuran. Komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, tarif sewa rumah, tarif angkutan udara, telur ayam ras, rokok kretek filter dan emas perhiasan. (ant)

Bantuan Sosial ‘’Kita targetnya tahun ini 2019 kemiskinan itu 8,5 - 9,5 persen. Jadi kalau kita lihat angka akhir di 9,66 persen, mudah-mudahan di 2019 akhir kemiskinan kita sudah di 9 persen,’’ kata Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan fokus pada penguatan bantuan sosial yang tepat sasaran, seperti Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta Kartu Indonesia Sehat (KIS),

untuk kelompok penduduk yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada September 2018 terus turun menjadi 9,66 persen dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 9,82 persen. Ada penurunan kemiskinan sebesar 0,16 persen poin di September 2018 dari Maret 2018 dan 0,46 persen poin dibandingkan September 2017. Secara jumlah, penduduk miskin pada September 2018 mencapai 25,67 juta orang, menurun 0,28 juta orang terhadap Maret 2018 dan menurun 0,91 juta orang terhadap September 2017. (ant)

keluarga sang ibu dalam kondisi hamil, memiliki balita, menanggung biaya anak sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, serta memiliki anggota keluarga disabilitas. ‘’Kalau kebijakan terdahulu itu nilainya sama, sekarang sudah diubah di mana kalau dalam KPM ada ibu hamil itu dapat Rp 2,4 juta, memiliki tanggungan balita itu mendapat Rp 970.000 dan indikator lain seperti disabilitas dan jenjang sekolah anak SD, SMP, dan SMA,’’ tegasya. Salah seorang penerima PKH, Putu Sri Marsih, asal Desa Dencarik Kecamatan

Banjar mengaku banyak mendapat manfaat setelah diikutkan sebagai KPM PKH. Selama ini penghasilannya bersama sang suami yang hanya menjadi buruh tani tidak cukup untuk biaya sekolah anaknya yang duduk di kelas IV SD dan kelas III SMA. Dengan dana PKH ini, Marsih bisa memenuhi biaya sekolah dan menjaga kesehatan anggota keluarganya. ‘’Baru tahun ini dapat dan saya berterima kasih karena dengan ikut program ini biaya pendidkan dan kesehatan termasuk kesejahtraan keluarga kami bisa dipenuhi,’’ katanya. (ad043)

Upacara Tawur Agung Panca Wali Krama dan Karya Ida Batara Turun Kabeh digelar di Pura Agung Besakih. Dudonan upacara telah dilaksanakan 22 Januari 2019. Adapun puncak Karya Tawur Agung Panca Wali Krama digelar 6 Maret 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:040-3966000. (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) Adnyana, Denpasar I Wayan Sukiyasa, Denpasar Bapak Wacika, Denpasar Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

500.000 200.000 200.000 900.000 500.000 1.400.000

PUNIA PURA LEMPUYANG LUHUR Karya Wana Kertih, Melaspas Pura Pasar Agung, Segara Kertih, Panca Wali Krama lan Matingkeb digelar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur sejak 12 Juli 2018. Upacara akan berakhir pada 3 Maret 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:040-3966000 (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) Adnyana, Denpasar Bapak Wacika, Denpasar Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp Rp Rp

500.000 150.000 650.000 3.100.000 3.750.000

Karya Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung lan Mupuk Padagingan digelar di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, Sukawati, Gianyar. Puncak upacara akan berlangsung Buda Kliwon Pahang, 30 Januari 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:0403966000. (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) Adnyana,Denpasar Bapak Wacika, Denpasar Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp Rp Rp

500.000 150.000 650.000 1.450.000 2.100.000


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

SAbtu Pon, 2 Februari 2019

Liga Utama Inggris

Chelsea Wajib Bangkit London – Chelsea menerima kekalahan memalukan 0-4 dari Bournemouth pada pekan ke-24 Liga Utama Inggris, Kamis (31/1), yang membuat posisinya disalip Arsenal di klasemen sementara. Meski pukulan telak lawan itu masih terasa, The Blues harus bersiap turun laga lagi di kandang sendiri menjamu Huddersfield pada Sabtu (2/2) malam ini.

Liliyana Natsir (Butet)

Bali Post/ant

Butet Siap Motivasi Generasi Muda Jakarta (Bali Post) – Liliyana Natsir menyatakan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah menerimanya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/1) lalu. Mantan atlet bulu tangkis yang akrab disapa Butet ini juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan motivasi kepada generasi muda agar bisa berprestasi. ‘’Saya siap memberi motivasi agar generasi muda lebih berprestasi dan tradisi medali emas di Olimpiade tetap terus bisa dilakukan,’’ kata Butet. Presiden Joko Widodo menerima Butet yang didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. ‘’Indonesia sangat kehilangan atas pensiunnya Liliyana Natsir. Bukan hanya Indonesia, tapi dunia juga akan kehilangan sosok Liliyana,’’ ujar Jokowi. Presiden berharap prestasi Butet ini bisa menular ke pemain-pemain junior dan mampu berprestasi seperti Liliyana Natsir. Saat itu Jokowi juga menyatakan sebentar lagi Butet menjadi PNS agar bisa memotivasi dan muter ke beberapa daerah. Pengangkatan Liliyana Natsir sebagai PNS dilakukan serentak bersama atlet lain yang lolos seleksi tes calon pegawai negeri sipil pada 2018. ‘’Butet diangkat sebagai CPNS bersama para bintang lainnya. Sekarang, tahapan itu masih diproses di Badan Kepegawaian Negara,’’ jelas Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto dalam pesan singkat di Jakarta, Jumat (1/2) kemarin. Gatot mengaku belum mengetahui perihal penugasan Presiden Joko Widodo kepada Butet untuk melakukan kunjungan ke berbagai daerah dan memberikan motivasi bagi atlet-atlet muda daerah. ‘’Saya belum dapat informasi tentang penugasan dari Bapak Presiden karena mungkin Pak Menteri yang lebih tahu,’’ ujarnya. (ant)

Kekalahan dari Bournemouth merupakan yang terbesar dialami di Liga Primer sejak 1996. Kehilangan tiga poin penuh kelima dalam 12 pertandingan liga terakhir itu membuat klub London Barat turun ke peringkat kelima di bawah Liverpool, Manchester City, Tottenham Hotspur dan Arsenal. Sementara Manchester United mengancam dari ranking keenam dengan perbedaan hanya dua poin. Hasil buruk itu membuat marah pelatih Maurizio Sarri dengan meninggalkan ruang ganti Chelsea di Dean Court. Kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta, mengakui itu karena kinerja timnya yang jauh di bawah standar saat menjadi juara Liga Primer 2016/17. Bek kanan itu berharap suasana tegang y a n g terjadi berfungs i sebagai panggilan bangkit pada sisa musim ini. ‘’Itu adalah hasil yang sangat sulit setelah dua kemenangan di Piala FA dan Piala L i g a . Benarbenar membuat frust r a s i . Kami s a n g a t marah. Itu t i dak dapat diterima untuk Chelsea dan kami harus menemukan solusinya. Setelah itu, kami berbicara sebagai pria antara manajer dan para pemain,’’ kata Azpilicueta, Jumat (1/2) kemarin. Menurut pemain asal Spanyol itu, perlombaan untuk lolos ke Liga Champions semakin ketat. Karena itu, setiap pertandingan kini sangat penting bagi Chelsea. ‘’Dua minggu lalu, kami berada di posisi yang lebih baik. Kini, kami berada dalam masalah setelah kehilangan enam poin dalam dua pertandingan terakhir. Ini menjadi lebih sulit tetapi kami harus mendapatkan tiga poin melawan Huddersfield, tidak ada opsi lain,’’ ungkapnya. Benzema Karim Benzema membawa Real Madrid ke semifinal Copa del Rey dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1

atas Girona. Pedro Porro membalaskan satu gol bagi Girona, tetapi Marcos Llorente menyumbang gol ketiga untuk membawa Madrid melaju dengan agregat 7-3. Madrid bergabung dengan Barcelona, Real Betis dan Valencia melaju ke empat besar. Benzema mencetak lima gol dalam tiga pertandingan terakhir Madrid. ‘’Aku minta maaf untuk mereka yang hanya menemukan Benzema m i n ggu lalu. Karim telah melakukan ini selama bertahun-tahun. Dia memiliki talenta yang hebat dan merupakan pemain tim. Ia dalam performa yang bagus,’’ sebut pelatih Madrid, Santiago Solari. Lazio menyingkirkan Inter Milan dengan skor 5-4 melalui adu penalti untuk mencapai semifinal Piala Italia.

Luc a s Leiva menentukan kemenangan Lazio di San Siro setelah pertandingan berakhir 1-1 hingga perpanjangan waktu. Lazio akan bertemu AC Milan di semifinal. Babak empat besar lainnya mempertemukan Fiorentina yang menghancurkan AS Roma 7-1 menghadapi Atalanta yang memukul juara bertahan Juventus 3-0. ‘’Kami layak lolos dan seharusnya menang lebih awal, tapi itu hampir direnggut dari kami. Sekarang, kami berharap bisa membalas dendam pada AC Milan,’’ tegas striker Lazio, Ciro Immobile, usai pertandingan. (afp/kmb)

James Kembali, Lakers Atasi Clippers Washington – LeBron James kembali bermain setelah absen dalam 17 pertandingan karena cedera pangkal paha. Ia meniupkan kehidupan baru bagi Los Angeles Lakers sehingga mampu mengatasi lawan sekota LA Clippers dengan skor 123-120 dalam lanjutan kompetisi NBA, Jumat (1/2) kemarin. Meski tampil pertama kali sejak hari Natal, James berhasil mencetak angka tertinggi untuk Lakers yaitu 24 poin ditambah 14 rebound dan 9 assist. Sang megabintang tidak menunjukkan tanda-tanda cedera pada tahun ke-16 berkiprah di NBA. James menyebut absen 36 hari sebagai hari-hari tergelap dalam kariernya. “Itu adalah benturan terberat dalam karier saya. Aku berusaha keras kembali ke titik ini,’’ katanya. James mengaku berada pada kebugaran 80 persen dan akan melihat bagaimana perasaannya di pagi hari ketika bangun setelah bermain lebih dari yang diperkirakannya. “Saya cukup baik untuk merasa percaya diri sepanjang pertandingan. Aku ingin melihat bagaimana tubuhku bereaksi besok setelah bermain 40 menit,” tambahnya. Lance Stephenson menambah 20 poin, Brandon Ingram 19 poin, dan Rajon Rondo 14 poin dan 13 rebound untuk Lakers yang bertindak sebagai tim tamu di Staples Center. Lou Williams mencetak 24 poin dan Patrick Beverley menambahkan 17 untuk Clippers. James mengaku berlatih sama kerasnya ketika absen seperti yang dilakukannya di musim normal. Lakers hanya memenangi 11 dari 17 pertandingan sejak James menderita pangkal paha dalam pertandingan melawan juara bertahan Golden State Warriors. Rekor menang-kalah mereka kini tercatat 27-25 dan berada di peringkat ketiga Divisi Pasifik Wilayah Barat. Hasil lengkap: Toronto Raptors vs Milwaukee Bucks 92-105, Golden State Warriors vs Philadelphia 76ers 104-113, LA Clippers vs LA Lakers 120-123, San Antonio Spurs vs Brooklyn Nets 117-114, Detroit Pistons vs Dallas Mavericks 93-89, Orlando Magics vs Indiana Pacers 107-100. (afp/kmb)

Hari Ini, Timnas U-22 Dirampingkan Jadi 26 Pemain

Bali Post/ant

UJI COBA – Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri akan menetapkan 26 pemain untuk ditampilkan dalam uji coba.

Jakarta (Bali Post) – Pemusatan Latihan (TC) Tim Nasional Indonesia U-22 yang sudah memasuki pekan keempat, bakal dirampingkan jumlah pesertanya menjadi 26 pemain pada Sabtu (2/2) ini setelah pertandingan internal. Pemain inilah yang akan diturunkan dalam laga uji coba menghadapi Bhayangkara FC pada Rabu (6/2) dan Arema FC pada Minggu (10/2) mendatang. “Besok (Sabtu ini -red), kami akan melakukan internal game untuk memangkas jumlah pemain saat ini. Dari 30 nama akan kami pangkas menjadi 26. Melawan Bhayangkara dan Arema, pemain

LeBron James

yang tersisa 26 nama,” ujar pelatih Indra Sjafri selepas memimpin TC Timnas U-22 pekan keempat di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2) kemarin. Jika menghitung dua pemain yakni Egy Maulana Vikri dan Ezra Walian yang tidak dapat bergabung dengan tim karena tak diberi izin oleh klub masing-masing, terdapat dua nama yang akan dicoret oleh Indra dari TC Timnas U-22. Gelandang se-

Piala Soeratin

Bali United U-17 Juara Grup C

Mangupura (Bali Post) – Tim Bali United U-17 akhirnya lolos ke babak 16 besar Piala Soeratin putaran nasional setelah menang dengan skor 5-3 atas Persigowa di Stadion Agro Wisata Kota Batu, Malang, Kamis (31/1) sore. Bali United melaju ke 16 besar dengan status juara Grup C. Tim Serdadu Tridatu Muda mengoleksi 7 poin hasil dua kali menang dan satu kali imbang, disusul Persigowa di peringkat kedua dengan 6 poin hasil dua kali menang dan sekali kalah. Pelatih Kepala Bali United U-17, Sandhika Pratama, sangat bersyukur atas kemenangan yang diraih timnya. Menurutnya, keunggulan dua gol di menit awal membuat anak asuhannya mampu menguasai laga. Persigowa bermain cukup ngotot dan bisa memanfaatkan beberapa

kesalahan anak-anak Bali United. Namun, para pemain tim Serdadu Tridatu mampu tetap tenang dan bahkan menambah gol. Hasil ini menjadi modal bagus bagi Bali United U-17 saat berlaga di 16 besar. ‘’Kami wajib syukuri kemenangan ini. Dari awal memang kami instruksikan para pemain untuk langsung keluar menyerang. Kami bisa unggul dua gol di awal pertandingan, sehingga kami bisa kontrol permainan,’’ ujar Sandhika Pratama seperti dikutip dari situs Bali United. Tim Serdadu Tridatu Muda bermain menyerang sejak awal babak pertama. Hasilnya, saat laga baru berjalan lima menit, dua gol dari Komang Tri Arta Wiguna dan Gusti Nyoman Krisma membawa Bali United U-17 unggul 2-0. Persigowa berhasil memperkecil ket-

ertinggalan lewat gol Zainul Zuhair pada menit ke-38. Persigowa sempat membuat kedudukan imbang setelah Rifki Maulana membobol gawang Bali United U-17 yang dikawal Made Putra Kaicen pada menit ke-49. Namun, skor 1-1 hanya berlangsung tiga menit tim Serdadu Tridatu Muda kembali unggul lewat gol bunuh diri pemain Persigowa Aidil Saputra pada menit ke-53. Setelah itu, dominasi permainan benarbenar dikuasai tim Serdadu Tridatu Muda. Pada menit ke-60 Gede Sunu membuat Bali United U-17 kembali unggul dengan selisih dua gol. Gol kedua Gusti Nyoman Krisma membawa Bali United semakin menjauh. Laga berkesudahan 5-3 setelah Persigowa mencetak gol hiburan lewat aksi Riswandi. (kmb)

rang S a d d i l Ramdani (Pahang FA, Malaysia) dijadwalkan mulai bergabung pada Sabtu ini. Jumlah 26 pemain itu bukan skuad final karena nantinya Timnas U-22 bakal diperas menjadi 23 pemain untuk didaftarkan dalam ajang Piala AFF U-22 di Phnom Penh, Kamboja, 16-26 Februari. (ant)

Bali Post/afp

ATASI – Jorginho mesti mampu membawa Chelsea mengatasi Huddersfield dalam kompetisi Liga Inggris, Sabtu (2/2) malam ini.

Australia dan Serbia Unggul Paris – Tim tenis Australia dan Serbia sama-sama memimpin 2-0 pada hari pertama kualifikasi untuk putaran final Piala Davis, Jumat (1/2) kemarin. Australia mengatasi Bosnia di Adelaide, sedangkan Serbia mengungguli Uzbekistan di Tashkent. Di tempat lain, Taro Daniel membawa Jepang imbang 1-1 dengan Cina di Guangzhou setelah mengalahkan Zhang Ze. Sebelumnya, kekalahan mengejutkan dialami Yoshihito Nishioka dari Li Zhe, sedangkan Andreas Seppi membantu Italia memimpin 2-0 atas tuan rumah India. Ke-12 pemenang dalam pertandingan kualifikasi akhir pekan ini akan bergabung dengan Kroasia, Prancis, Amerika Serikat, Spanyol, Argentina dan Inggris pada putaran final di Madrid, November mendatang.

Sementara itu, unggulan kedua Kiki Bertens dari Belanda memasuki babak delapan besar turnamen WTA Saint Petersburg dengan menyisihkan petenis kualifikasi Ysaline Bonaventure (Belgia). Bertens yang berada di peringkat kedelapan dunia mengalahkan Bonaventure 6-4, 6-2 untuk mencatat kemenangan ketiga atas pemain berusia 24 tahun itu. Petenis Belanda berusia 27 tahun itu selanjutnya bertemu Anastasia Pavlyuchenkova (Rusia) yang mengalahkan mantan juara Prancis Terbuka unggulan keenam Jelena Ostapenko (Latvia) 6-4, 6-4. Aryna Sabalenka (Belarusia) juga melaju ke delapan besar berkat kemenangan dua set langsung 6-1, 6-4 atas Alison Van Uytvanck (Belgia). Lawan Sabalenka berikutnya adalah Ekaterina Alexandrova (Rusia) yang menyingkirkan Tereza Martincova (Ceko) 7-5, 6-2. (afp/kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook