terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 136 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
kamis paing, 2 januari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pergantian Tahun
Tersetrum Listrik, Satu Tewas
Kembangkan Durian Lokal
Meski sempat diguyur hujan, perayaan malam pergantian tahun di Denpasar berlangsung meriah. Sejumlah titik menjadi pusat keramaian. Selain masyarakat, pejabat di Pemkot Denpasar juga menyambut tahun baru dengan cara yang agak langka. Apakah itu?
Tiga orang warga tersengat listrik saat memperbaiki antena Orari. Peristiwa yang terjadi di Desa Suter, Kintamani, Selasa (31/12) itu mengakibatkan satu korban meninggal dunia.
Kontes durian di Buleleng diikuti 180 peserta. Setelah menjalani penilaian, kontes dimenangkan oleh Made Mangku Yasa asal Desa Munduk Bestala, Kecamatan Seririt.
BANGLI | HAL. 9
DENPASAR | HAL. 2
BULELENG | HAL. 10
Banjir di Jabodetabek
Ribuan Warga Mengungsi, Sebelas Tewas, Satu Hilang
Banjir di kawasan Jabodetabek yang terjadi sejak Rabu (1/1) dini hari menyebabkan sebelas orang tewas. Di Jakarta saja, menurut Gubernur DKI Anie Baswedan, jumlah pengungsi yang terdata mencapai 19.709 orang. Sementara korban tewas mencapai empat orang. Sementara di Bogor korban tewas mencapi tujuh orang.
K
KORBAN BANJIR - Petugas SAR menggunakan perahu karet mengevakuasi korban banjir di Perumahan Jati Bening Permai, Bekasi, Rabu (1/1) kemarin. Hujan lebat yang mengguyur Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi sejak malam hari menyebabkan sejumlah tempat di wilayah itu terendam air.
epala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan memastikan sebanyak tujuh orang tewas akibat bencana alam di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada hari Rabu. ‘’Tadi Pak Danramil menyampaikan daerah sini ada tiga, kalau yang terekam sama kita empat, berarti udah tujuh. Tujuh dipastikan meninggal,’’ ujarnya saat mendampingi Bupati Bogor Ade Yasin meninjau lokasi terdampak bencana banjir di Jasinga Kabupaten Bogor. Selain tujuh orang yang dipastikan tewas, ada satu orang warga Jasinga Kabupaten Bogor, Hilman (15), yang sejak Rabu pagi terbawa hanyut air banjir, hingga kini belum berhasil ditemukan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan,
laporan terkonfirmasi mencatat empat orang warga yang meninggal dunia saat banjir di Jakarta. ‘’Dua di Jakarta Timur, satu di Jakarta Pusat, dan satu di Jakarta Selatan. Mudah-mudahan angkanya tidak bertambah, kita memastikan seluruh tim medis bekerja di semua kawasan,’’ kata Anies di Monas, Jakarta, Rabu kemarin. Anies menegaskan, saat ini Pemprov DKI Jakarta fokus untuk penanganan korban banjir dan keselamatan warga. Kata dia, jumlah pengungsi yang terdampak banjir di Jakarta mencapai 19.709 orang yang tersebar di lima kawasan DKI Jakarta. ‘’Totalnya saat ini sebanyak 19.709 orang pengungsi yang saat ini sedang ditangani oleh jajaran Pemprov DKI,’’ jelas Anies. (ant)
’’Bali Countdown 2020’’ GWK Cultural Park Persembahkan ’’The Biggest Fireworks Show in Bali’’ GWK Cultural Park Bali menjadi salah satu titik pesta kembang api terbesar di malam pergantian tahun 2019, Selasa (31/12). Melalui event New Year’s Eve Celebaration yang bertajuk ‘’Bali Countdown 2020’’, GWK Cultural Park mempersembahkan ‘’The Biggest Fireworks Show in Bali’’. Yang mana, momen pergantian tahun ini mempertunjukkan hampir 20.000 tembakan kembang api berbagai rupa yang menyemarakkan langit Ungasan. Tepat pukul 24.00 Wita, usai tombol ditekan, lontaran kembang api silih berganti menghiasi langit Ungasan selama kurang lebih lima menit. Puluhan ribu pengunjung yang tumpah ruah di kawasan GWK Cultural Park tidak mau ketinggalan dan langsung mengabadikannya momen kemeriahan pergantian tahun tersebut menggunakan kamera ponsel. Managing Director GWK Cultural Park, Silvanus Hoantonio Purnama, berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan tahunan. Untuk tahun depan pihaknya berjanji akan membuat event yang lebih besar lagi. Bulan Desember tahun 2020, pihaknya mengajak pengunjung untuk datang kembali ke GWK Cultural Park merayakan tahun baru dengan acara yang lebih menarik. ‘’Pengunjung sebanyak ini baru kali ini saya lihat. Mudah-mudahan tahun KEMBANG API - Pesta kembang api di GWK Cultural Park Bali. Tempat ini menjadi salah satu titik pesta kembang api terbesar di malam pergantian tahun 2019, Selasa (31/12).
depan kita akan buat lebih besar lagi. Di Desember 2020 silakan datang kembali ke GWK dengan kemasan acara yang lebih menarik dari ini. Terima kasih kunjungannya ke GWK, semoga Bali tetap aman dan menjadi destinasi wisata nomor satu di Indonesia,’’ harapnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung mengapresiasi event terbesar yang kali pertama digelar GWK ini. Pihaknya merasa bahagia dan memberikan apresiasi kepada pengunjung yang hadir di GWK. Karena ini menunjukkan bahwa Bali masih aman dikunjungi. Terbukti malam hari ini dalam rangka menyambut Tahun Baru 2020, puluhan ribu pengunjung hadir di GWK. ‘’Dengan padatnya di sini ini menunjukkan Bali aman dan layak dikunjungi. Terbukti malam hari ini puluhan ribu orang hadir di GWK,’’ ucapnya. Division Head Marketing Communication & Event GWK Cultural Park, Andre Prawiradisastra, menambahkan jumlah pengunjung pada event ini melebihi target yang diperkirakan. Pengunjung mencapai lebih dari 10 ribu dari target awal sebanyak 8 ribu. Pada event ini, sederet musisi idola seperti Diskopantera, Feel Koplo dan salah satu band kebanggaan Bali, Joni Agung & Double T, turut menghibur pengunjung hingga akhir event. Bahkan, beberapa DJ papan atas seperti DJ Alex Seda, DJ Sterly Lie dan DJ Ayuka juga ikut memanaskan suasana dengan racikan musik up beat yang menghentak hingga puncak pergantian tahun. (ad08)
Bali Post/ara
TERENDAM - Sudut timur Lapangan Puputan Badung yang terendam air, Selasa (31/12) lalu.
Stan Denfest Sempat Terendam
HUJAN yang mengguyur Denpasar beberapa hari belakangan ini mulai menimbulkan kekhawatiran akan terjadi banjir. Mengingat beberapa titik masih menjadi kawasan rawan banjir. Namun, hingga Rabu (1/1) kemarin, hujan yang terjadi sejak siang belum berdampak banjir. Hanya sempat terjadi genangan di beberapa ruas jalan. Kepala BPBD Denpasar I.B. Jhoni Ariwibawa yang dikonfirmasi mengaku belum ada laporan banjir di wilayah Denpasar. Pihaknya hanya mendata beberapa ruas jalan sempat terendam saat hujan sedang berlagsung. Namun kemudian berangsr surut saat hujan reda. Dikatakan, pada Selasa (31/12) sore genangan terjadi di sudut timur Lapangan Puputan Badung yang menjadi tempat stan pameran UKM pada gelaran Denpasar Festival (Denfest). Akibatnya, beberapa stan pakaian dan UKM terendam sekitar 5-30 cm. Meski demikian, tidak mengganggu aktivitas Denfest. ‘’Lokasi yang terendam tidak terlalu luas. Itu lokasi cekungan,’’ ujarnya. Hal. 11 Sudah Teratasi
Perda Pertanian Organik Sudah Diundangkan PERDA Provinsi Bali tentang Sistem Pertanian Organik kini sudah diundangkan. Regulasi yang diinisiasi oleh DPRD Bali itu dinilai akan sangat mendukung visi-misi Gubernur untuk menjadikan Bali sebagai pulau organik. Terkait implementasinya, dewan berharap eksekutif dapat secepat mungkin menyosialisasikan kepada masyarakat, khususnya petani. Harapannya, perda ini akan menjadi semacam pedoman dasar bagi masyarakat, petani khususnya, dalam rangka menerapkan pertanian organik ini. Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta, Senin
Sosialisasi Masih Minim (30/12) lalu mengatakan, pola berpikir petani dari yang terbiasa dengan sistem pertanian konvensional harus diubah secara bertahap ke sistem pertanian organik. ‘’Upaya tersebut harus dilakukan secara terusmenerus. Sebab, pertanian organik tidak hanya membuat lingkungan sekitar menjadi lebih hijau, juga memberi dampak positif bagi kesehatan,’’ imbuh mantan Koordinator Pembahasan Ranperda tentang Sistem Pertanian Organik ini. Selain itu, pemerintah juga harus mempersiapkan sarana produksi pertanian (saprodi) seperti bibit, pupuk dan pestisida organik. Di samping petani
sendiri yang menyiapkan dari bahan-bahan alami di sekitarnya. Kelompok Ahli Pembangunan Pemprov Bali Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S. mengatakan, di dalam Perda tentang Sistem Pertanian Organik sudah diatur tentang insentif dan disinsentif. Sebab, sistem ini memang tidak bisa dipaksa penerapannya di awal. Namun, bagi petani yang mau menerapkan sistem pertanian organik akan mendapatkan insentif. ‘’Sekarang sudah ada pegiat pertanian organik di lapangan pada berbagai komoditas tanaman pangan, seperti padi,
sayur-mayur dan buah-buahan. Di level perkebunan seperti kopi dan kakao bahkan sudah diakui dunia,’’ ujarnya. Menurut Supartha, produkproduk organik yang dihasilkan tersebut sudah mempunyai pasar dan mendapatkan harga wajar. Kendati, ada pula produk pertanian organik yang sementara belum bersertifikat. Inilah yang sekarang akan mendapatkan insentif agar bisa disertifikasi. Karenanya pemerintah agar berperan membantu para petani, sebab biaya sertifikasi cukup mahal. ‘’Sertifikasi biayanya Rp 15 juta - 25 juta, itu kan berat. Oleh karena itu, pemerintah harus hadir di situ.
Harian Bisnis Bali Perda sekarang sudah memberikan rambu-rambu untuk itu, pemerintah sekalipun sudah mempunyai pegangan kalau memberikan insentif,’’ jelas akademisi Universitas Udayana ini. Supartha menambahkan, ada sekitar 300 kelompok petani di Bali sudah efektif menghasilkan pupuk organik. Namun, tidak semuanya memiliki kualifikasi organic, sehingga mereka juga perlu diberikan pendampingan dan disertifikasi. Tak hanya pupuk, pestisida, daerah pertanian hingga sumber air yang dipakai untuk pengembangan pertanian organik juga harus diregistrasi bahwa memang layak dan tidak tercemar.(kmb32)
Waspadai Serangan Hama Pada 2020 ini, sektor pertanian padi akan dihadapkan pada tantangan yang tak kalah beratnya dibanding tahun 2019. Apa yang harus diwaspadai? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Perang Air di Suwat Festival Air Suwat (FAS) memasuki tahun kelima. Terkait hal itu, ratusan orang terlibat perang air di simpang empat Desa Suwat, Gianyar, Rabu (1/1) kemarin. www.denpostnews.com
Kamis Paing, 2 Januari 2020
Tiupan Sangkakala Warnai Malam Pergantian Tahun Denpasar (Bali Post) Meski Denpasar dan sekitarnya sempat diguyur hujan, perayaan malam pergantian tahun 2019 menuju 2020 berlangsung meriah. Sejumlah titik menjadi pusat keramaian. Seperti di Pantai Sanur, areal Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Taman Kota Lumintang, serta Lapangan Puputan Badung. Suasana di Lapangan Puputan Badung sedikit berbeda dengan tempat lainnya, karena di lokasi ini juga berlangsung kegiatan Denpasar Festival. Karena itu, keramaian di kawasan titik nol kilometer Denpasar ini sudah berlangsung sejak pagi, Selasa (31/12). Sementara detik-detik pergantian tahun, selain masyarakat menyalakan kembang api aneka ukuran, jajaran pejabat di lingkungan Pemkot Denpasar juga tak tinggal diam. Dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya bersama pimpinan OPD Pemkot Denpasar meniup Sangkakala di Patung Catur Muka Kota Denpasar, pukul 00.00 Wita.Dentuman suara kembang api disambut suara Sangkakala dan terompet mengiringi pergantian tahun di ibu kota Provinsi Bali ini. Silih berganti suara kembang api saling bersahutan yang juga diiringi pementasan kesenian Kecak Inovatif dari Seniman Polos SMKN 5 Denpasar. Tak ketinggalan, antusiasme masyarakat pun tampak memadati kawasan Patung Catur Muka Denpasar. Hal ini menambah meriah suasana pusat kota menandai tibanya Tahun Tikus Logam 2020. Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya atas nama Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya gelaran Denfest ke-12 dan perayaan malam pergantian tahun. Sehingga pelaksanaannya aman, lancar, damai dan kondusif serta penuh makna. ‘’Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar, kami menyampaikan selamat Tahun Baru 2020, semoga senantiasa lebih baik dan produktif dalam mendukung kemajuan Kota Denpasar,’’ ujar Made Toya. (kmb12)
FIGUR Bekerja di Luar Negeri BIAYA pemberangkatan, kerap menjadi kendala tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri. Terkait hal tersebut, pemerintah pusat kini tengah menyusun kebijakan untuk membantu para TKI bekerja ke luar negeri lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Sekarang secara nasional sudah disetujui oleh Ibu Menteri Tenaga Kerja dengan cara memberikan KUR, tapi harus mengubah dulu tentang pencairan KUR dengan regulasi Menko Perekonomian sehingga nanti siapapun yang bekerja ke luar negeri, itu akan dapat KUR,” ujar anggota Komisi IX DPR-RI Dapil Bali I Ketut Kariyasa Adnyana di Denpasar, belum lama ini. Menurut Kariyasa, pemerintah daerah bisa turut berpartisipasi membantu para TKI di daerahnya dengan memberikan subsidi bunga KUR. Misalnya, besaran bunga KUR 6 persen di tahun 2020 bisa disubsidi menjadi 3 persen atau bahkan bila perlu 0 persen. Terlebih di Bali melihat tren tenaga kerja saat ini sudah lebih cenderung mencari nafkah ke luar negeri. Ini lantaran sulit mencari lapangan kerja di dalam negeri dan upahnya juga relatif kecil sesuai dengan UMR. “Cuma kendala ketika berangkat kan harus mengurus paspor, tiket, visa, biayanya besar. Itu nanti dibantu,” imbuh politisi PDI-P asal Busungbiu, Buleleng ini. Bantuan subsidi, lanjut Kariyasa, utamanya diberikan kepada tenaga kerja dari keluarga miskin. Dengan pemerintah turun tangan membantu, hal ini sekaligus akan dapat mengurangi angka pengangguran. (rin)
Bali Post/eka
KEMBANG API - Ribuan warga menyaksikan ledakan kembang api di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Selasa (31/12) saat malam pergantian tahun 2019-2020.
Sampah Meningkat 30 Persen
Denpasar (Bali Post) -
Perayaan malam pergantian tahun atau yang identik dengan malam tahun baru dirayakan seluruh masyarakat. Dengan banyaknya kegiatan yang diiringi dengan antusiasme masyarakat senantiasa akan menyebabkan peningkatan volume sampah. Seperti yang terjadi di Denpasar. Tercatat, DLHK Kota Denpasar mengangkut sedikitnya 1.200-1.400 ton sampah pada malam pergantian tahun di seluruh wilayah Kota Denpasar. Jumlah ini meningkat 20-30 persen dari hari biasa yang berkisar antara 800-900 ton/hari. Peningkatan volume sampah ini identik terjadi di daerah tertentu. Seperti pantai, lapangan dan venue event yang biasanya menjadi tempat masyarakat menikmati pesta kembang api. ‘’Peningkatan volume sampah terjadi pada malam pergantian tahun. Itu pun terjadi di tempat tertentu saja, seperti lapangan, pantai dan lainnya, sedangkan sampah rumah
Bali Post/ist
OLAH TKP - Anggota Laka Satlantas Polresta Denpasar melakukan olah TKP korban tewas lakalantas.
Topik : Pertanian Organik Di Bali
tenaga kebersihan, sehingga upaya menciptakan Denpasar yang bersih dan asri dapat diciptakan,’’ ujar Adi Wiguna. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan serta meminimalisir jumlah sampah. Selain itu, pemilahan sampah dari rumah tangga juga sangat penting sehingga mampu meminimalisir sampah menuju TPA. Selain juga untuk membatasi dan mengurangi penggunaan plastik. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Bali Post/ara
SAMPAH - Petugas kebersihan selalu siap melaksanakan tugasnya, seperti yang terlihat di areal Denfest 2019.
’’Guide’’Didesak Sertifikasi Kompetensi
Korban Lakalantas Dalam Kondisi Mabuk Denpasar (Bali Post) Sejumlah kasus lakalantas terjadi di wilayah Denpasar saat perayaan tahun baru 2020, Rabu (1/1) kemarin. Hasil pemeriksaan tim medis, beberapa korban dalam pengaruh minuman beralkohol. Dalam kasus lakalantas itu, satu korban meninggal dunia. ‘’Ada sekitar enam laporan lakalantas yang kami terima saat malam tahun baru. Sebagian dari korban dalam pengaruh alkohol,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polresta Denpasar Iptu Ni Luh Tiviasih. Terkait korban meninggal dunia, kata Tiviasih, TKP-nya di Jalan Buana Raya depan SPBU, Denpasar Barat. Korbannya Yulius Halek (44), lahir di Atambua tapi tinggal di Jember, Jawa Timur. ‘’Korban menabrak truk sampah dan meninggal dunia di TKP. Truk sampah kabur. Kejadian ini dilaporkan keluarga korban ke Polresta Denpasar,’’ ujarnya. Tiviasih mengimbau supaya pengendara tidak dalam pengaruh alkohol atau mengantuk. Pasalnya, akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sementara informasi di lapangan, lakalantas di antaranya terjadi di Jalan WR Supratman, Denpasar Timur. Korbannya dua orang yakni Muhamad Priyanto (45) dan Ahmad Agung Wahyudi (20). Mereka mengalami luka di dahi, pelipis dan mata bengkak. Sedangkan I Gede Somatariasa (24) mengalami lakalantas di Jalan Gatot Subroto Barat, dekat Hotel Aston. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian dagu, dan lecet di sekitar leher dan lengan. (kmb36)
tangga dan jalanan normal,’’ ujar Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLHK Kota Denpasar I Ketut Adi Wiguna saat dikonfirmasi, Rabu (1/1) kemarin. Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, guna memaksimalkan penanganan sampah tersebut sebagai upaya menciptakan Kota Denpasar yang bersih dan asri, DLHK Kota Denpasar menyiagakan 40 unit armada dengan 600 personel termasuk tenaga kebersihan pada malam pergantian tahun. ‘’Seluruhnya, baik sampah jalan raya, rumah tangga dan titik penumpukan lainnya sudah ditangani dengan maksimal. Kami menerjunkan armada dan personel termasuk
Bali Post/may
I Nyoman Nuarta, S.H.
Denpasar (Bali Post) Selama ini pramuwisata atau guide didesak melakukan sertifikasi kompetensi. Namun setelah sertifikasi dilakukan, wisatawan yang datang ke Bali tidak didesak menggunakan guide. Hal ini menjadi perhatian Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali. Ketua HPI Bali I Nyoman Nuarta, S.H. belum lama ini mengatakan, HPI telah mendorong pemerintah memfasilitasi lingkaran jasa pariwisata di Bali, karena banyak biro perjalanan wisata khususnya segmen pasar India banyak tidak menggunakan pramuwisata. Di satu sisi pramuwisata dibebani dengan sertifikasi kompetensi yang harus di-
perpanjang setiap tiga tahun sekali. ‘’Di sisi lain BPW (biro perjalanan wisata) tidak lagi memandang kita. Anggota kita tidak dipergunakan terutama di segmen pasar India,’’ bebernya. Sebelumnya, dalam Perda 5 Tahun 2008 dengan turunan Pergub di dalamnya ada pengecualian yaitu ada pengaturan tentang lisensi seumur hidup. ‘’Tapi sekarang pada Perda 5 Tahun 2016, tidak ada pergub lagi, sehingga sertifikasi kompetensi itu hanya dimasukkan ke perdanya saja, maka ini seakan-akan tidak bisa dibuatkan lagi regulasinya. Makanya kita dorong sekarang untuk mengubah Perda 5/2016 agar pada Pergubnya itu mengecu-
alikan tentang pramuwisata yang bekerja lebih dari 8 tahun tidak memperpanjang sertifikasi kompetensi,’’ jelasnya. Justru ia mendorong penguatan sertifikasi budaya Bali, karena sertifikasi budaya Bali tidak menjadi persyaratan dalam perpanjangan lisensi. Padahal tagline pariwisata Bali adalah pariwisata budaya. ‘’Justru syarat budayanya hilang, digunakanlah sertifikasi kompetensi, ini menjadi perdebatan,’’ pungkasnya. Bahkan, ia menilai pengetahuan yang didapat dari sertifikasi kompetensi tidak ada. Nuarta menjelaskan, HPI Bali tidak keberatan jika dilakukan perpanjangan sertifikasi kompetensi. Namun aturan terse-
but hendaknya diberlakukan pada calon pramuwisata yang baru bekerja maksimal 8 tahun. Mereka memang wajib menggunakan sertifikasi kompetensi. Namun bagi pramuwisata yang sudah bekerja di atas 8 tahun, menurutnya, sertifikasi kompetensi tidak lagi menjadi persyaratan. Peraturan mewajibkan penggunaan guide berlisensi tertuang dalam Perda Bali Nomor 1 Tahun 2010. ‘’Dia (BPW) kadang membuat varian produk, variasinya banyak, kadang check in atau check out dia tidak menggunakan guide, hanya supir saja. FIT (free individual traveler) juga tidak menggunakan guide,’’ bebernya. (kmb42)
Dari ’’Talkshow’’ Refleksi 12 Tahun Denfest
Rai Mantra dan Jaya Negara Komit Bangun Kota Denpasar REFLEKSI 12 Tahun Kepemimpinan Rai Mantra bersama Jaya Negara dikemas dalam bentuk talkshow, Selasa (31/12) di Dharmanegara Alaya, Lumintang, Denpasar. Hadir dalam kegiatan talkshow tersebut Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Ketua TP PKK Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Wakil Ketua TP PKK Ny. Antari Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, seniman, guru hingga para akademisi. Dalam talkshow tersebut yang juga membahas tentang pembangunan Denpasar di masa kepemimpinan Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara diisi dengan kegiatan budaya. Seperti penampilan parade tari Barong Ket, dan penampilan seni musik dari Gus Teja. Kegiatan yang direkam salah satu TV swasta nasional dipandu presenter terkenal Widi Dwinanda. Wali Kota Rai Mantra mengatakan bahwa pembangunan Kota Denpasar melalui visi misi ‘’Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan’’, yang secara holistik untuk daya dukung
yang kuat kepada masyarakat. Pembangunan Kota Denpasar dengan konsep orange economy dicanangkan Kota Denpasar berkaitan dengan visi misi Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan. Dalam konsep keilmuwan orange economy sebagai tingkat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dari sektor migas. Bagaimana menggali potensi warisan leluhur, warisan budaya yang mampu berinteraksi dengan teknologi global. Sehingga melalui konsep orange economy ini kita padukan di Gedung Dharmanegara Alaya (DNA). Langkah ini kita lakukan konsep ekonomi akar rumput, yang mampu melakukan penguatan, pemberdayaan hingga pemberdayaan pedagang pasar tradisional lewat sekolah pasar. ‘’Yang penting masyarakat bisa merajut kebahagiaan menjadi tujuan akhir kita bersama,’’ ujar Rai Mantra. Menyinggung mengenai pengurangan sampah plastik, dijelaskan Rai Mantra, bahwa ajang Denpasar Festival menjadi awal langkah ini. Sejak tahun 2018 langkah ini dilakukan sosialisasi menguatkan dalam ajang event tahunan ini lewat pengurangan penggunaan plastik. Dilanjutkan
TALKSHOW - Kegiatan Talkshow Refleksi 12 Tahun Denfest bersama Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Selasa (31/12) di Dharmanegara Alaya, Lumintang, Denpasar. dengan penguatan langkah melalui Perwali No. 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Kantong Plastik. Di samping itu juga dibarengi dengan revitalisasi sungai di Kota Denpasar. Terdapat 7 sungai yang sudah direvitalisasi di antaranya Tukad Badung, Tukad Bindu, dan yang terbaru Tuka Oongan. ‘’Dari langkah ini sudah ada peningkatan kesadaran dan pemberdayaan dari masyarakat sendiri karena kebersihan sungai dapat menyelamatkan semuanya.
Pantai diselamatkan, masyarakat dapat berolahraga, ada kemanfaatan yang tumbuh yang harus kita lakukan,’’ ujar Rai Mantra. Membangun raga masyarakat Denpasar, yang sebelumnya, menurut Rai Mantra, juga membangun jiwa dari masyarakat itu sendiri. Refomasi birorkasi dilakukan dengan konsep pelayanan yang masih dalam satu balutan Tri Hita Karana sebagai filosofi pelayanan. Terjemahan ini juga dilakukan dalam
aparatur Pemkot Denpasar lewat moto pelayanan Sewaka Dharma yakni melayani adalah kewajiban. Penguatan ini juga dibangun melalui Mall Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma Lumintang. Pembangunan ini mengikuti perkembangan era industri 4.0 melalui pembangunan Denpasar Smart City dengan input data, membangun aplikasi hingga command centre serta pengaduan Rakyat Online Denpasar. ‘’Konsep pembangunan wawasan budaya dapat menjadi konsep kreatif serta keberanian melatih diri dengan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat sejak dini,’’ ujarnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara mengatakan, gagasan dari pemikiran kita bersama ini diharapkan mampu memberikan dampak kemanfaatan kepada masyarakat. Dari pelayanan publik, kegiatan kreatif, hingga pembangunan DNA sebagai pusat kebudayaan, kesenian hingga kegiatan kreatif bagi insan muda dan masyarakat Denpasar. ‘’Komitmen membangun bersama secara holistik untuk daya dukung yang kuat kepada masyarakat,’’ ujar Jaya Negara. (ad03)
Kamis Paing, 2 Januari 2020
Refleksi Setahun Kepemimpinan Gubernur Koster
Fraksi PDI-P DPRD Bali Dorong Akselerasi dan Pemerataan Hasil-hasil Pembangunan
MERAYAKAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Kapolda Bali Bali Irjen Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M. saat merayakan malam pergantian tahun di Kuta.
Bersama Kapolda Bali, Bupati Giri Prasta Rayakan Malam Pergantian Tahun di Kuta
ANTUSIASME selalu dirasakan warga masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Badung dalam menunggu detikdetik malam pergantian tahun menuju tahun 2020. Tidak hanya masyarakat Bali, namun wisatawan baik domestik maupun internasional yang berlibur di Bali juga turut antusias menyambut Tahun Baru 2020. Tak heran jika Kabupaten Badung, dari tahun ke tahun selalu menjadi tujuan destinasi wisata dalam merayakan malam pergantian tahun. Menyambut pergantian tahun baru, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta ikut serta berbaur di tengah-tengah ribuan masyarakat Badung dan wisatawan untuk memeriahkan dan merayakan malam pergantian tahun di pesisir Pantai Kuta, Selasa (31/12) malam. Turut mendampingi anggota DPRD Kabupaten Badung Dapil Kuta A.A. Anom Gumanti, Camat Kuta I Nyoman Rudiarta beserta unsur Tripika Kecamatan Kuta, dan Lurah Kuta I Ketut Suwana, S.Pd. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M. selaku penyelenggara perayaan, beserta seluruh jajaran Polda Bali
yang juga turut memeriahkan malam pergantian tahun. Kapolda Petrus Reinhard Golose pada kesempatan tersebut menyapa semua wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, dan mengajak seluruhnya merasakan bagaimana suasana Bali yang aman dan nyaman. Hal itu dapat terwujud karena masyarakat Bali sangat mencintai dan mendukung polisi dalam menjalankan tugas. ‘’Dari Bali ini kita tunjukkan bahwa Indonesia itu berbeda-beda tetapi tetap satu, Bhinneka Tunggal Ika,’’ kata Kapolda Bali sambil menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali karena telah melewati tahun 2019 dengan aman dan tentu saja ‘’No Preman, No Narkoba’’. Sementara itu, Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Bali karena telah diselenggarakannya acara ini, dan telah melakukan promosi pariwisata dengan menyampaikan kepada wisatawan lokal dan mancanegara. Yakni tentang keamanan yang ada di Bali bahwa tidak ada lagi preman dan narkoba. Hal ini sangat luar biasa untuk menciptakan Bali yang aman, damai, se-
SOSOK Komit Perangi Sampah Plastik YAYASAN Pendidikan Handayani Denpasar yang merupakan badan penyelenggara pendidikan tinggi Stimi Handayani Denpasar menunjukkan komitmen yang penuh untuk menjaga lingkungan. Bahkan melalui surat edaran Ketua Yayasan Handayani Denpasar pada awal Desember, menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus contoh dan teladan bagi masyarakat luas. Ketua Yayasan Handayani Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. menyatakan kampus adalah komunitas ilmiah yang dihargai dan dihormati publik Bali Post/win karena kompetensi dan konsistensi keilmuannya. Oleh karena itu, kampus patut menjadi teladan dan inspirator bagi masyarakat luas. Pihaknya meminta seluruh civitas akademika tidak lagi menggunakan air mineral berkemasan gelas plastik/botol plastik sekali pakai untuk kemasan kudapan yang dibagikan pada saat jam perkuliahan. Pihaknya juga meminta keluarga besar Handayani membawa tempat minum, seperti botol berulangkali pakai atau tumbler dan semacamnya. Apalagi yayasan telah menyediakan air mineral dalam dispenser untuk air galon di beberapa sudut kampus. Komitmen ini dilakukan sejalan dengan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 dan Perwali Kota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan timbulan sampah plastik sekali pakai yang memang sangat baik dan pantas dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat. Radendra mengatakan, ilmu manajemen bukanlah hanya sekadar memaksimalkan profit secara ekonomi, namun merusak ekologi. Oleh karena itu, ilmu manajemen harus disertai pemahaman regulasi yang memadai agar bisa menjadi sarana menjaga dan mencegah kerusakan lingkungan hidup agar tetap layak bagi anak-cucu ke depannya. (win)
jahtera, menuju masyarakat Bali bahagia. Sebagai penutup, Bupati Giri Prasta mengucapkan selamat Tahun Baru 2020 kepada seluruh masyarakat. ‘’Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Badung mengucapkan selamat Tahun Baru 2020 kepada seluruh masyarakat Badung dan semoga kita bisa lebih baik lagi. Dengan konsep sederhana Agata, Wartamana, Anagata, yang dulu, sekarang, dan yang akan datang. Yang dulu yang baik kita pertahankan, yang jelek kita tinggalkan. Yang sekarang dan yang akan datang mari kita sempurnakan bersama-sama. Tiang kira krama Badung siap untuk melaksanakan itu,’’ tutup Giri Prasta. Di tempat terpisah, Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa yang menghadiri malam Tahun Baru 2020 di Garuda Wisnu Kencana mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keamanan Bali. Pergantian tahun, katanya, merupakan momen yang sangat dinantikan seluruh masyarakat. Acara pergantian tahun yang dilaksanakan di GWK juga dihadiri Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Kasatpol PP A.A. Surya Negara, Camat Kuta Selatan I Made Widiana. (ad06)
MENYAMBUT Tahun Baru 2020, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali memberikan selayang pandang penilaian atas kinerja duet Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Selama setahun (2018-2019) melaksanakan kebijakan pembangunan Bali, keduanya dinilai bergerak lugas, berintegritas, serta bekerja tulus, lurus, dan tuntas. Kepemimpinannya pun merakyat, yaitu tahu kebutuhan rakyat, mau turun ke rakyat, dan dapat mensejahterakan rakyat. “Sebagai gambaran awal dari hasil survei indeks kepuasan masyarakat Bali (human satisfaction index) terhadap kinerja Gubernur Bali, mencapai skor 92,2 peren pada Agustus 2019. Hal ini sangat baik mengingat masa pembangunan baru berlangsung dalam kisaran 1 tahun,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, S.H. di Denpasar, Rabu (1/1) kemarin. Mahayadnya menambahkan, program dan kebijakan strategis gubernur berupa produk-produk hukum daerah seperti Perda dan Pergub telah berfungsi responsif, progresif, antisipatif, dan holistik, yang dipakai sebagai sarana dasar pijakan dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan. Salah satu yang telah berjalan adalah penguatan adat dan budaya dengan mengangkat kembali eksistensi Desa Adat yang sebelumnya disebut Desa Pakraman lewat Perda No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Selain itu, Gubernur juga telah menerbitkan Pergub No. 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub No. 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Salah satunya diimplementasikan lewat Festival Seni Bali Jani dengan konsep Seni Ulu-Teben yang memadukan seni tradisional dan kontemporer (modern), dan berbagai kreativitas seni dan budaya lainnya, yang mendapat sambutan
Dewa Made Mahayadnya
Ayu Diah Werdhi Srikandi
Tjokorda Gede Agung
dan apresiasi positif dari kaum milenial. Di bidang lingkungan, Gubernur Bali menerbitkan Pergub No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, yang banyak mendapatkan apresiasi positif baik dari dalam maupun luar negeri. Mahayadnya juga mengapresiasi Gubernur Bali lantaran dengan tegas mengeluarkan kebijakan terkait reklamasi di sekitar Pelabuhan Benoa yang dilakukan PT Pelindo III. Pembangunan infrastruktur mendapatkan perhatian lebih dengan menekankan pada bidang transportasi yang menjadi urat nadi pembangunan. Pelaksanaannya dirancang secara terintegrasi baik darat, laut, dan udara. Di antaranya 11 titik shortcut Singaraja-Denpasar, pembangunan Dermaga Segitiga Emas (Denpasar-Nusa Penida-Nusa Lembongan), pembangunan Dermaga Cruise di Tanah Ampo, Karangasem, serta merancang bandara di Buleleng dan sistem perkeretaapian. Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Tjokorda Gede Agung, S.Sos. mengapresiasi terbitnya Pergub Bali No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Sejalan dengan itu, penting segera diimplementasikan pengelolaan Sistem Pertanian Organik yang merupakan inisiatif cerdas dan bijak Gubernur Bali dalam kerangka Pembangunan
Bali Berkelanjutan. Terlebih Bali diupayakan pula menjadi pulau organik yang clean and green. Lebih jauh, Bendahara Fraksi PDI Perjuangan Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedastraputeri Suyasa, S.E., M.M. mengemukakan perlu didorong peningkatan kapasitas pencapaian program strategis dengan sasaran pembangunan untuk mengoptimalisasikan kewenangan dan tugas pemerintahan. Yakni, peningkatan hidup yang layak, sejahtera, dan bahagia krama Bali dalam pemenuhan pangan, sandang, papan sebagai kebutuhan primer. Selain itu, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari krama Bali dalam kesehatan dan pendidikan sebagai kebutuhan dasar, dengan meningkatkan pembangunan sarana prasarana yang memadai seperti fasilitas Sekolah, fasilitas Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit, memberikan pelayanan yang prima seperti melakukan proses kegiatan belajar mengajar dengan baik, memberikan beasiswa, dan pelayanan kesehatan yang baik, melaksanakan Kartu Bali Sehat (KBS) untuk krama Bali kurang mampu. “Berdasarkan rilis terakhir data BPS Provinsi Bali menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali triwulan III 2019 hanya sebesar 5,34 persen dari prediksi mencapai enam persen menjelang akhir tahun, dengan PDRB atas dasar harga berlaku
(ADHB) tercatat sebesar Rp 64,86 triliun,” ujarnya. Karya Monumental Ketua Fraksi PDI Perjuangan Dewa Made Mahayadnya, S.H. berharap ada suatu karya monumental pada masa kepemimpinan Gubernur Bali Periode 2018-2023, yaitu mendorong melakukan akselerasi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan yang telah direncanakan dan dilaksanakan. Seperti membangun Pusat Kebudayaan Bali dengan rencana lokasi di Yeh Malet perbatasan Klungkung-Karangasem. Bangunan Pusat Kebudayaan Bali ini diharapkan sebagai sarana Pemajuan Kebudayaan di bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal masyarakat di desa adat se-Bali, yang dipertunjukan dalam PKB pada setiap tahun. Di sisi lain, ada pemikiran yang cerdas, cocok dan monumental dari era kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, yaitu merevisi Undang Undang Nomor 64 tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tk I Bali, NTB, NTT. RUU Provinsi Bali sudah masuk Prolegnas DPRRI 2019-2024 dengan long list 162. Sejalan dengan itu, juga ada pemikiran untuk memperjuangkan revisi Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. “Refleksi ini menjadi harapan yang gemilang menjelang memasuki Tahun Baru 2020,” pungkasnya. (ad07)
Sopir ’’Freelance’’ Bunuh Sepupu Ibu Kandung Juga Ditebas
Mangupura (Bali Post) Perayaan Tahun Baru 2020 di wilayah Banjar Jempinis, Desa Pererenan, Kabupaten Badung, ternoda. I Gusti Agung Alit Mahaputra (29) tewas setelah dibantai sepupunya, I Gusti Ngurah Yoga Adi Putra (22), Selasa (31/12) lalu di warung CGT. Pelaku ditangkap dan dibawa ke Polsek Mengwi, Rabu (1/1) kemarin. Pelaku yang bekerja sebagai sopir freelance ini juga menebas ibu kandungnya, I Gusti Ayu Wetri (51), dan melukai temannya, I Putu Candradinata. Informasi yang diperoleh di lapangan, pada Selasa (31/12) pukul 17.30 Wita pelaku minum-minuman keras (miras) bersama Candradinata di warung CGT milik I Gusti Ngurah Bagus Putra Ariana. Beberapa saat kemudian datang korban dan ikut bergabung minum. Pukul 20.50 Wita, Candradinata tidak sengaja menjatuhkan teko berisi miras sehingga membuat pelaku tersinggung. ‘’Terjadi percekcokan antara pelaku dan saksi (Candradinata - red). Korban yang mengetahui hal itu bermaksud melerai keributan tersebut,’’ ujar sumber di kepolisian, Rabu (1/1) kemarin. Karena merasa terdesak, pelaku kemudian pulang untuk
mengambil sebilah pedang di kamarnya. Selanjutnya kembali ke TKP dan langsung menyerang Candradinata dan korban secara membabi buta. Candradinata lolos dari maut, tetapi pelaku menusuk perut korban. Ibu kandung pelaku, Wetri, juga bermaksud melerai keributan tersebut. Namun dia malah kena tebas. Setelah itu korban dibawa ke RSUD Mangusada, Kapal, Badung. Korban meregang nyawa dalam perjalanan ke rumah sakit. Pihak keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Mengwi guna penanganan lebih lanjut. Kapolsek Mengwi AKP I Gede Eka Putra Astawa mengatakan, setelah menerima
Bali Post/rah
- I Gusti Ngurah Yoga Adi Putra saat diperiksa penyidik Polsek Mengwi. laporan kejadian tersebut, dia memerintahkan anggotanya ke TKP. Tim Opsnal Polsek Mengwi di-back-up Polres Badung melakukan penyelidikan. Tim dipimpin Panit Opsnal Ipda I Made Mangku Bunciana melakukan olah TKP. Pada Rabu (1/1) pukul 00.30 Wita polisi menangkap pelaku di rumahnya tak jauh dari TKP. Petugas juga mengamankan barang bukti
pedang dan pakaian korban. ‘’Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya. Jumlah korban tiga orang. Satu orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka,’’ ujarnya. Untuk luka korban meninggal, kata AKP Astawa, di bagian perut sebelah kiri hingga ususnya terburai. Tusukan tersebut sampai melukai ginjal korban. ‘’Kalau ibu kadung pelaku lukanya di tangan kiri, tapi
tidak terlalu parah. Sempat dirawat di rumah sakit, tapi sekarang sudah di rumah. Pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP (pembunuhan). Kasus ini masih kami dalami,’’ tutupnya. Dari pantauan di lapangan, pelaku dibesuk beberapa kerabatnya di Polsek Mengwi. Saat ini polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab tewasnya korban. (kmb36)
Distribusi Seragam Sekolah Gratis Masih Tercecer Komisi IV Kecewa Datangnya Telat
Mangupura (Bali Post) Enam bulan sudah sejak tahun ajaran baru berlalu. Namun distribusi seragam gratis untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Badung belum juga tuntas. Bahkan hingga di penghujung tahun masih ada distribusi seragam yang tercercer. Wakil rakyat di DPRD Badung membenarkan dalam melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah dari Badung Selatan hingga Utara, masih menemukan siswa sekolah mengenakan seragam yang berbeda alias gado-gado. Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta men-
gatakan, telah melakukan pemanggilan terhadap dinas terkait yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung guna meminta pertanggungjawaban atas program tersebut. ‘’Ya… saya bersama anggota Komisi IV sudah melakukan rapat kerja dengan jajaran Disdikpora dan mereka mengakui masih ada yang tercecer (pendistribusia seragam - red). Karena kami sempat mengambil sampling ke sekolah-sekolah dari ujung Bali Selatan ke Utara, ada kami temukan keterlambatan pakaian gratis belum diterima,’’ ungkap Made Sumerta, Rabu (1/1) kemarin. Menurut Sumerta, dalam
kunjungan kerja pihaknya banyak mendapatkan keluhan terkait pengadaan seragam gratis. Seperti ukuran yang tidak sesuai, ongkos menjarit, dan perbedaan sistem pengadaan, yakni sekolah swasta diberikan uang tunai untuk membeli seragam. Sedangkan sekolah negeri melalui pengadaan oleh Disdikpora setempat. ‘’Kami mendapat laporan ada yang dikasi uang, ada pakaian sekolah siswa masih gado-gado. Datangnya pun tidak sesuai ukuran. Masak cowok dapat celana yang kedodoran seperti pakai rok. Ini saya minta berapa masih yang belum terdistribusikan,’’ ujarnya.
Politisi asal Pecatu Kuta Selatan ini mengatakan sangat kecewa melihat kondisi tersebut. Terlebih seragam gratis merupakan program prioritas Kabupaten Badung. ‘’Jujur kami kecewa dan malu. Kami akan tandai rekanan yang memenangkan tender itu agar menjadi pertimbangan untuk program-program berikutnya,’’ terangnya. Menyikapi pernyataan dewan, Kadisdikpora Badung I Ketut Widia Astika menceritakan kronologi terlambat program seragam gratis. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengakui keterlambatan program seragam gratis terjadi sejak tender awal dilakukan.
‘’Pada Mei baru ada ACC dan baru berproses, pemenangnya pada Agustus baru ada. Maunya kami pas tahun ajaran baru sudah ada pakaian. Namun beberapa dari pakaian seragam itu gagal lelang, sehingga terlambat lagi,’’ jelasnya. Pihaknya pun membantah jika ada sekolah yang telah menerima seragam gratis pada Agustus. ‘’Kalau ada di media sosial yang mengatakan sudah menerima pada Agustus, itu bohong. Karena awal Agustus belum ada pemenang,’’ tegasnya. Disebutkan, keterlambatan pengadaan barang oleh rekanan pemenang tender telah ditindaklanjuti dengan pengenaan denda. ‘’Ada yang sampai
Desember masih terlambat. Padahal 23 Desember harus sudah tuntas. Jadi kami kenakan sanksi denda atau penalti kepada rekanan,’’ sebutnya. Widia Astika membenarkan dalam program seragam gratis untuk sekolah swasta diberikan berupa dana. Pihak sekolah yang menerima bantuan akan membelikan seragam yang kualitasnya diseragamkan dengan sekolah negeri. ‘’Ukuran yang dalam bentuk jadi adalah sepatu dan pakaian olahraga. Sisanya kain dan ongkos jahit, swasta diberikan uang dan kualitasnya disesuaikan dengan sekolah negeri sehingga negeri dan swasta sama seragamnya,’’ katanya.
Kabid Gedung dan Prasarana Disdikpora Badung I Putu Robi Arsana menambahkan, lambatnya pendistribusian seragam juga terkendala libur sekolah. ‘’Per tanggal 26 Desember harusnya sudah tuntas. Tapi berdasarkan informasi dari rekanan ada hari libur, pihak sekolah tidak mau ke sekolah,’’ ujarnya seraya menambahkan, pendistribusian telah selesai. ‘’Tinggal ada beberapa atribut yang kita kembalikan ke penyedia untuk diganti karena ditemukan cacat. Seperti topi pramuka. Kami memberikan kesempatan kepada sekolah untuk melapor apabila ada barang yang harus diganti,’’ pungkasnya. (kmb27)
Kamis Paing, 2 Januari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Lebih Serius Menjabarkan Terobosan Dunia Pendidikan Pendidikan Nasional kita ini sebenarnya hanyalah sebuah retorika, belum menyentuh dan bahkan punya substansi. Kalaupun ada, lagi-lagi itu hanyalah sebuah retorika. Benarkah demikian? Mungkin terlalu dini mengiyakan atau bahkan sebaliknya kita juga akan dianggap sangat defensif kalau mengatakan tidak. Retorika atau bukan, beginilah adanya. Sudah sejak kita merdeka, pendidikan nasional belum juga menemukan bentuk idealnya. Jangankan ideal, formasi ajegnya saja belum kita lihat. Sudah tujuh dasawarsa lebih. Sudah lebih dari cukup, waktu yang diperlukan untuk membentuk sebuah cetak biru pendidikan nasional. Dengan kondisi geografi serta demografi seperti ini, Indonesia perlu sebuah pola yang sangat mendasar. Tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga di bidang lainnya. Seperti kesehatan, kebudayaan, bela negara dan sebagainya. Ini sangatlah penting dalam negara yang penuh kebinekaan. Sangat pragmatis, seperti yang kita lihat dalam sektor pendidikan yang kita lihat. Hampir selalu begitu. Tidak ada pola berlanjut karena sistem politik membuat kondisi ini seperti itu. Sangatlah sulit. Tentu dalam kondisi seperti ini, yang jadi korban tentu saja rakyat. Akan ada berbagai pola, terobosan serta apa pun namanya yang akan dilakukan oleh para pembuat kebijakan. Tidak hanya di Departemen Pendidikan, tetapi juga di departemen lain. Ibarat permainan sepak bola, kita bermain tanpa pola serta strategi yang jelas. Ujung-ujungnya, tidak pernah lahir sebuah gol. Celakanya, justru gawang kita yang sering kebobolan akibat kegamangan tatktik yang dilakukan pelatih. Tidak ada saling pengertian di antara para pemain. Bermain sendiri-sendiri dan tanpa ada sebuah teamwork. Mungkin pengandaian ini terlalu berlebihan, tetapi lihatlah. Memang kegaduhan yang seringkali tercipta. Banyak istilah keren muncul. Banyak ‘’terobosan’’ dilakukan. Yang lalu dianggap usang, dan yang baru dianggap sebagai pengganti yang pantas. Sekali lagi, bukan tanpa alasan kalau dunia pendidikan kita penuh dengan retorika. Akan menjadi sangat seram kalau kemudian dihubungkan dengan hak prerogatif presiden dalam mempekerjakan para menterinya. Tidak ada jaminan bahwa program yang telah dibentuk akan mulus berjalan selama lima tahun ke depan. Bisa saja, di tengah jalan mandek dan kemudian muncul sebuah retorika dan wacana baru.
Kebijakan Pendidikan Poststrukturalis Kehadiran pemikiran pendidikan kritis yang dibawa oleh Menteri Nadiem Makarim menjadi ‘’arus balik’’ ideologi pendidikan nasional, dari pendidikan yang berpihak pada negara kepada pendidikan yang berpihak pada siswa. Pendidikan yang melayani rakyat! Guru dihadirkan dalam dunia siswa. Guru yang bebas dari hegemoni administrasi.
Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. uru dibumikan pada dunia dan kehidupan siswa yang nyata, dengan tugas menemani siswa menjalani dunia belajar di mana sekolah didirikan, mungkin di kota yang damai dan sejahtera, di kota kecil yang dikelilingi perkebunan kopi atau sawah yang indah, di desa wisata kelas dunia, atau di kampung pemulung dekat TPA. Pada situasi ini guru menjalankan profesi dengan segenap kesadaran agar siswa tidak berjarak dengan realitas, sehingga praktik pendidikan penuh makna bagi masa depan. Dari realitas hari ini dan lokalitas itulah guru membangun visi siswa melihat masa depan. Sekolah berperan sebagai lembaga yang melayani siswa dan bukan perpanjangan tangan kuasa negara. Sekolah menyuarakan realitas, persoalan, harapan, inovasi yang dicapai atau yang dipraktikkan di lingkungan tempatnya berada. Kurikulum nasional bukan barang jadi tetapi ‘’garis besar’’ kebijakan negara yang belum siap diterapkan pada realitas lokal sekolah. Karena itu, sekolah bekerja untuk membumikan kurikulum dan segala kebijakan negara di sektor pendidikan. Kurikulum dilokalkan atau dibumikan agar lebih nyata dan ‘’hadir’’. Kurikulum dijadikan perspektif dalam meneropong kebutuhan dan persoalan lokal siswa. Kurikulumlah yang menyesuaikan diri dengan kondisi setempat. Kurikulum tidak dijadikan alat yang membunuh nilai-nilai lokal tetapi sebaliknya, menjadi wahana pendidikan untuk memelihara nilai-nilai tersebut. Berbicara misalnya mengenai muatan nilai karakter unggul (Penguatan Pendidikan Karakter, PPK), misalnya
pada poin nilai karakter lingkungan; guru menghadirkan siswa pada persoalan lingkungan yang nyata yang terjadi di desa-desa di sekitar sekolahnya. Satu contoh yang menarik, siswa di Kecamatan Pupuan (Kabupaten Tabanan) dihadapkan kepada persoalan budaya menembak burung para petani dengan senapan angin, pada persoalan mapikat dan jual-beli ayam hutan (keker), menangkap rusa di hutan, menangkap landak dan trenggiling di kebun-kebun karena alasan sebagai hama. Siswa belajar dari persoalan ini, mengambil sikap. Sebaliknya, siswa juga dihadapkan pada aktivitas-aktivitas positif warga di sekitar sekolah yang hidup di bawah nilai-nilai memuliakan lingkungan, seperti pemanfaatan hutan lindung untuk kegiatan kemah dengan tetap menjaga kelestarian, mengagumi dedikasi panjang tokoh desa yang melakukan konservasi satwa dengan swakarsa dan swadana, seperti kegiatan penangkaran rusa di Desa Batungsel. Melalui dunia sekolah siswa memahami, belajar, dan tergerak untuk memecahkan persoalan nyata dan bukan sebaliknya menutup mata siswa. Materi pelajaran di sekolah tidak berdampak menggantikan pengetahuan dan nilai-nilai yang sudah ada tetapi mengembangkannya. Kebijakan Menteri Nadiem Makarim patut diberi catatan tebal tahun ini dan beberapa tahun ke depan karena menyangkut perkara ideologi pendidikan yang sebelumnya tidak pernah disentuh. Dipahami melalui tren pemikiran sosial, kebijakan ini adalah kebijakan poststruktural. Sebelumnya orientasi kebijakan dan pelaksanaan pendidikan adalah negara pusat atau Jakarta. Kini pusat pendidikan adalah guru dan ruang kelas. Di pusat inilah pendidikan Indonesia terjadi
setiap hari. UN representasi pendidikan pusat negara akan disesuaikan dengan ujian-ujian setingkat sekolah. Standar nasional juga cerminan pendidikan negara pusat yang strukturalis, akan digantikan oleh standar-standar realitas, yang berdampak langsung pada pemahaman dan penguasaan siswa terhadap persoalan lokal berperspektif kurikulum. Ilmu yang diajarkan di sekolah, seperti IPA dan IPS, tidak untuk mengisi siswa agar sekadar tahu tetapi alat intelektual siswa untuk mengkaji persoalan-persoalan hidup lokal yang nyata. Pelajaran biologi di sekolah-sekolah di desa-desa di Kecamatan Pupuan, dilakukan misalnya dengan mengamati kehidupan serangga di sawah, berapa yang masih bertahan, dan rantai makanan atau ekosistem lokal dengan membicarakan hewan-hewan yang terlibat di dalamnya dan bukan lagi membicarakan hewan-hewan dari negeri antah berantah. Ilmu biologi bermakna karena dapat digunakan untuk mempelajari khazanah hayati lokal. Hal ini akan menumbuhkan rasa kearifan yang cukup beralasan karena usahan guru yang secara sadar, merdeka, dan berjiwa penggerak dalam membumikan atau melokalkan kurikulum. Jika demikian halnya maka sangat cukup beralasan, bahwa hasil pendidikan dengan paradigma melokalkan kurikulum tidak memerlukan lagi tes nasional. Para guru sudah tahu secara holistik siswa-siswa mereka. Guru dapat memberi predikat dan memberi jaminan bahwa hal itu nyata adanya. Tidak seperti UN yang selalu dihujat karena berbagai indikasi kecurangan yang selalu dilakukan dengan paksaan. Selain membumikan kurikulum, memandang aktivitas pendidikan pada persoalan siswa dalam
lingkup ruang kelas yang paling nyata, maka pendidikan juga berhadapan dengan persoalan keindonesiaan dan dunia internasional. Di era bahwa koneksi digital adalah keniscayaan, tentu saja lebih mudah menghadirkan keindonesiaan atau internasionalisme ke hadapan siswa. Teknologi koneksi digital memungkinkan hal ini terjadi. Tidak ada lagi ‘’isolasi’’. Lewat kesadaran teknologi, dunia luar dan keindonesiaan bisa dihadirkan ke dalam ruang kelas. Hal ini adalah langkah awal mengambil langkah migrasi dalam kehidupan siswa di masa depan. Lewat internet siswa memahami dunia di luar realitas dan pendidikan menghadirkan dua pilihan: bermigrasi ke dunia luar desa atau tetap di rumah dengan menghadirkan dunia luar ke dalam ruang desa. Esai ini menegaskan bahwa dunia pendidikan Indonesia tengah menjalani arus balik ideologis, dari pendidikan untuk negara menuju pendidikan untuk rakyat; dari pendidikan yang berorientasi kepada pusat menuju pendidikan yang berpusat pada praktik mengajar dan belajar guru/siswa di ruang-ruang kelas. Pak Menteri Nadiem Makarim sedang melakukan dekonstruksi poststruktural dalam kebijakannya. Persoalan-persoalan teknis administrasi guru ditinggalkan dan demikian pula misalnya perkara kesejarhteraan guru lewat sertifikasi yang pernah dalam waktu cukup lama diperdebatkan, yang ternyata ujungnya adalah pemberian gaji tambahan pada guru dan ditengarai tidak berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Kebijakan yang radikal ini miskin retorika. Paling-paling hanya ada ‘’guru merdeka’’, ‘’guru penggerak’’ dan ‘’merdeka belajar’’. Segala kemungkinan teknis diserahkan kepada guru yang merdeka. Guru diberi peluang besar untuk berbuat sesuai dengan kondisi-kondisi nyata yang dipahami, pada radius yang tidak lagi muluk-muluk, tetapi sudah cukup inovatif dan merdeka bila semua itu telah terjadi di ruang kelas karena di sinilah rumah siswa dan pendidikan sedang berlangsung.
Kebijakan ini adalah peluang bagi guru untuk turun ke bawah kepada ruang kelas. Karena itu, semua guru Indonesia, dari kotakota terbesar hingga ke desa-desa 3T sudah waktunya menyambut kebijakan pendidikan yang poststrukturalis ini, mendedikasikan diri setinggi-tingginya pada praktik-praktik belajar/mengajar di ruang kelas dan menenggelamkan diri dan jiwa sedalam-dalamnya pada persoalan dan dan kehidupan siswa. Penulis, Dosen Undiksha Singaraja, Pegiat Gerakan Literasi Akar Rumput pada Komunitas
POJOK Banjir di Jakarta sebabkan belasan ribu orang mengungsi. - Jaga alam solusi- nya. *** Perda sistem pertanian organik di Bali sepi sosialisasi. - Tunggu anggaran turun dulu. *** Pemkab Jembrana buat terminal berkonsep milenial. - Jangan sebatas konsep.
Pendidikan
Rektor Unud Sampaikan Refleksi Pergantian Tahun
Pelantikan Dekan dan Direktur Pascasarjana Unwar
Diharapkan Kerja Satu Arah dan ’’Out Of The Box’’
DI PENGUJUNG tahun 2019, Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. melantik jajaran Dekan dan Direktur Program Pascasarjana (PPs) masa bakti 2019-2023 di Auditorium Widya Sabha Uttama, Selasa (31/12). Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 389/Unwar/ KP-02/2019 tentang Pemberhentian Direktur Pascasarjana dan Dekan Fakultas, dan Pengangkatan Direktur Pascasarjana dan Dekan Fakultas di Unwar, seluruh fakultas kembali dipimpin oleh dekan sebelumnya atau incumbent. Pergantian hanya terjadi di PPs Unwar, dari Prof. Dr. Ir. I Gede Suranaya Pandit, M.P. diganti oleh Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si. Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum dijabat kembali oleh Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H., Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dijabat Drs. I Wayan Mirta, M.Si., Fakultas Ekonomi dan Bisnis dijabat Dr. I Made Sara, S.E., M.P., Fakultas Sastra dijabat Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum., Fakultas Pertanian Ir. Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb., Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, MT.Ars. serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK)
kembali dipimpin oleh dr. I Gusti Ngurah Anom Murdhana, Sp.FK. Usai pelantikan, Prof. Widjana menjelaskan, proses seleksi pimpinan masingmasing fakultas dan PPs telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Para pimpinan diharapkan mampu bekerja satu arah demi mewujudkan visi-misi Unwar yang bermutu, berwawasan ekowisata dan berdaya saing global tahun 2034. Ia tidak menginginkan pimpinan fakultas dan Direktur PPs berjalan sendiri-sendiri. Apalagi, sistem pemilihannya berbeda daripada pemilihan sebelumnya. ‘’Jika dulu sistemnya pada election, kini dengan selection. Sehingga yayasan dan rektor perannya sangat menentukan dalam pemilihan dekan dan direktur,’’ ujar dokter spesialis parasitologi ini. Prof. Widjana pun membantah jika tujuh dekan incumbent yang menjabat kembali bukan berarti tidak ada regenerasi di tubuh Unwar, melainkan murni hasil penilaian dari Rektor dan Ketua Yayasan. ‘’Semua incumbent kami nilai masih layak untuk kita jadikan partner memajukan Unwar. Sekali lagi ini adalah keputusan bersama dengan yayasan,’’ ungkapnya. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi
BERSAMA - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. (tengah) didampingi para Wakil Rektor dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. (7 dari kiri) berfoto bersama para Dekan dan Direktur PPs Unwar periode 2019-2023 seusai dilantik, Selasa (31/12). Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengingatkan jabatan dekan dan direktur adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan kinerja yang baik. Para pejabat baru harus mampu bekerja secara optimal dan inovatif, serta tetap pada misi Unwar memberikan kesejahteraan untuk semua. Selaku pimpinan penyelenggara pendidikan Unwar, tokoh Puri Siangan, Gianyar ini menyatakan tidak ada istilah masa uji coba, misalnya 100 hari kerja. Bag-
inya, setiap hari seorang pimpinan harus menunjukkan totalitas dan loyalitas. Apalagi, di era digitalisasi saat ini, pimpinan fakultas dan Direktur PPs Unwar harus bekerja out of the box jika tidak ingin tergilas oleh zaman. Sebelum dilantik, tujuh dekan dan Direktur PPs Unwar yang didampingi suami-istri masing-masing mengikuti prosesi Majayajaya di Pura Swagina Sri Kesari Kampus Unwar yang di-puput oleh Ida Ratu Pedanda Gede Panasan. (ad04)
BERBAGAI capaian yang telah dilakukan selama tahun 2019 dan kebijakan program yang akan direncanakan di tahun 2020 di lingkungan Universitas Udayana, secara resmi disampaikan Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Selasa (31/12). Acara dihadiri Ketua Senat, para Dekan, Direktur Pascasarjana, dosen, pegawai dan mahasiswa di lingkungan Udayana. Di hadapan para civitas akademika Udayana ini, Rektor mempresentasikan berbagai upaya yang telah dilaksanakan selama tahun 2019 dalam mewujudkan visi dan misi dalam menghasilkan SDM yang unggul, mandiri dan berbudaya. Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut dilakukan dengan empat pilar. Di antaranya tata kelola kelembagaan, peningkatan kapasitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, peningkatan kapasitas SDM, dan peningkatan baik sarana dan prasarana internasionalisasi. Di tahun 2019, program tersebut dilaksanakan mengacu pada Organisasi Tata Kelola (OTK) Unud, dengan membuat peraturan yang mencapai 32 peraturan Rektor sesuai dengan OTK tersebut. Di samping itu, juga di bidang pelayanan publik yang memberikan apresiasi sebagai universitas yang cukup informatif. Dalam kapasitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, dalam bidang pendidikan ke depan ingin meningkatkan kualitas SDM dengan menyiapkan mata kuliah dengan topik digital society. Mahasiswa diberikan tentang
big data, artificial intelligent, internet of thing, dan leadership. ‘’Peningkatan kualitas ini sekaligus sebagai tantangan Udayana ke depan dalam era global dalam menghasilkan SDM yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang mendadak dan cepat, bernilai baik, nilai kejujuran, menghargai dan memiliki nilai untuk menjaga Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika,’’ katanya. Tambah Rektor, tahun 2020 akan dilanjutkan program pengadaan infrastruktur beberapa fakultas yang masih memerlukan pengadaan. Peningkatan ruang kelas yang memenuhi standar, meningkatkan mutu dengan menyiapkan beberapa program studi yang sudah meraih nilai A untuk mendapat pengakuan internasional melalui sertifikasi. Di samping itu, akan dibuka prodi baru sesuai renstra.
Sementara itu, refleksi pergantian tahun juga disertai dengan penyerahan sejumlah gedung baru yang sudah selesai dibangun. Di antaranya gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Gedung Fakultas Pariwisata, Gedung Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, dan Gedung Parkir Kampus Udayana Sudirman. Sementara beberapa capaian yang telah diraih selama 2019 di antaranya, perolehan Badan Layanan Umum (BLU), Terakreditasi A (BAN-PT), Peringkat ke-28 Klasterisasi PT Non-Vokasi 2019, Peringkat ke-13 Sinta Kemenristekdikti, Peringkat ke-32 Webometrik– Indonesia, dan Peringkat ke107 Webometrik– outh East Asia, Peringkat ke-17 Nasional (451 – 500 Asia) Versi QS-Word University Ranking (QS-WUR) dan Peringkat 10 Besar Nasional Bidang Penelitian. (ad05)
GEDUNG BARU - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). saat menandatangani serah terima sejumlah gedung baru di lingkungan Kampus Universitas Udayana.
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Paing, 2 Januari 2020
Sebatang Kara, Sudama Tinggal di Gubuk Bocor NASIB kurang beruntung dialami I Nyoman Sudama (55). Karena himpitan ekonomi, Sudama yang tinggal di Banjar Munduk Andong, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan itu terpaksa tinggal di gubuk reot di lahan belakang rumah warga. Ketika hujan mengguyur wilayah Kecamatan Baturiti, Rabu (1/1) kemarin, sudah pasti membuat cemas pria yang hidup sebatang kara ini. Pasalnya, kondisi gubuk tak layak huni yang ditinggali itu rentan bocor. Lalu bagaimanakah kehidupan sehari-hari I Nyoman Sudama?
Nyoman Sudama di gubuknya.
Ekonomi
Program Krura LPD Kedonganan Atasi Masalah Rumah Krama, Selamatkan Tanah Bali
SELAMA ini sejumlah krama di Desa Kedonganan masih belum memiliki rumah tinggal mandiri atau masih tinggal dalam rumah tua dengan kondisi padat. Untuk mengatasi masalah itu, LPD Kedonganan menghadirkan produk Kredit Perumahan Krama (Krura). Selain mengatasi masalah rumah krama, program ini juga sebagai wujud sumbangsih LPD Desa Adat Kedonganan menyelamatkan tanah Bali. Produk Krura diluncurkan pertama kali bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-28 LPD Kedonganan, 9 September 2019. Bertepatan pergantian tahun, Selasa (31/12), para penerima Krura diajak melakukan persembahyangan di Pura Puseh-Desa Desa Adat Kedonganan. Pada Rabu (1/1) kemarin, rumah yang sudah selesai dibangun diserahkan kepada krama penerima Krura. Ketua LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra menjelaskan, Krura ditujukan kepada krama Desa Adat Kedonganan, terutama krama mipil yang belum memiliki rumah tinggal. Produk ini juga bisa dimanfaatkan krama yang sudah memiliki tempat tinggal, tetapi kondisinya tidak mencukupi karena padat. “Biasanya kondisi ini terjadi pada krama yang di rumah tuanya dihuni sejumlah kepala keluarga (KK),” kata Madra. Selain mengatasi masalah kepemilikan rumah bagi krama, tambah Madra, Krura juga merupakan sumbangsih LPD Desa Adat Kedonganan untuk menyelamatkan tanah Bali. Program Krura itu memastikan tanah-tanah Bali dimanfaatkan krama Bali sebagai pendukung utama adat dan budaya Bali. Dengan kondisi luas wilayah Kedonganan yang terbatas di satu sisi dan jumlah krama yang terus meningkat, kata Madra muncul kebutuhan akan rumah tinggal baru bagi krama Desa Adat Kedonganan.
Banyak krama mengusulkan kepada LPD Kedonganan agar membuat produk sejenis KPR yang ditujukan khusus kepada krama dengan fasilitas yang mudah, murah dan terarah. Rumah yang ditawarkan di antaranya tipe 36, tipe 45, dan tipe 60. Lokasinya ada di kawasan Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan. “Karena itu, LPD Kedonganan kemudian menggodok produk KPR yang disesuaikan dengan kebutuhan krama Desa Adat Kedonganan. Setelah melalui diskusi dan analisis panjang, akhirnya kami luncurkan program Krura ini,” kata Madra. Terkait program Krura ini, Ida Panglingsir Putra Sukahet selaku Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) berharap agar ini bisa dijadikan role model. Pihaknya mengharapkan Bendesa Adat di seluruh Bali agar meniru program Krura yang dijalankan LPD Desa Kedonganan. “LPD di seluruh Bali agar menjadikan Krura ini menjadi contoh. Supaya bisa menyelamatkan tanah Bali,” harapnya. Ketua Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LP-LPD) I Nengah Karma Yasa, S.E. mengapresiasi apa yang dilakukan LPD Kedonganan untuk membantu masyarakat maupun warga yang menjadi komunitas di lingkungan Desa Adat. Ini kata dia merupakan langkah strategis. Karena, apabila berbicara ajeg Bali, salah satu syaratnya yaitu tanah Bali milik orang Bali. “Ini merupakan implementasi yang sangat luar biasa. Apa yang dilakukan LPD Kedongan bisa menjadi barometer. Kami akan berusaha menggetok tularkan program ini ke seluruh Bali,” janjinya. Pada program kali ini, tercatat ada 32 krama yang mendaftar. Namun berdasarkan seleksi tim, diputuskan 24 krama yang menerima fasilitas produk ini sesuai kriteria, yaitu sangat membutuhkan. (kmb/k150)
Dari pantauan di lapangan saat itu, I Nyoman Sudama mengenakan kamben. Badannya dibalut jaket hitam yang sudah lusuh. Sudama yang kerap disapa Man Karma itu ketika disambangi Rabu pagi, ke luar dari gubuknya dan menyambut ramah. Gubuk itu ternyata telah ditinggalinya sejak orangtuanya masih hidup. Kondisi gubuk pun sudah terlihat nyerendeng. Tampak sebilah bambu besar digunakan menopang di tiap tiap sudut pilar rumah berbahan dasar bambu dengan atap asbes itu. Sejumlah lubang tampak menganga. Namun untuk menghindari air hujan masuk lubang, hanya ditutup menggunakan kain bekas karung dan plastik seadanya. Gubuk berukuran sekitar 2x3 meter. Di sana pula Man Karma tidur dan memasak nasi dan lauk pauk. Hanya untuk kebutuhan
minum serta mandi selama ini mengandalkan sumber mata air yang tidak jauh dari tempat tinggalnya ini. Begitu pun saat malam hari tiba, ia mengaku hanya mengandalkan cahaya lilin. Sebab sudah lama ia tidak memanfaatkan listrik. Saat kedua orangtua Man Karma masih hidup. Ada bangunan rumah tepat di depan gubuknya itu. Namun lama kelamaan rumah itu keropos dan hancur. Hingga akhirnya ia memutuskan membuat gubuk kecil, di mana dia tinggal sekarang ini. Keseharian Man Karma hanya bekerja sebagai buruh tani dengan upah Rp 50 sampai Rp 100 ribu. Selain itu, ia juga bekerja ngarit untuk empat ekor sapi dengan mekanisme ngadas milik orang lain. Hasil yang tak seberapa itulah digunakan sekadar bisa membeli lauk pauk, termasuk beras.
Bendesa Adat Munduk Andong, Made Sudiadnyana, membenarkan jika Nyoman Sudama alias Man Kar ma masuk kategori kurang mampu. Bahkan sebelumnya telah mendapatkan bantuan baik itu raskin maupun uang tunai program PKH. Namun lima tahun terakhir bantuan tidak lagi diterima. Begitupun program bantuan bedah rumah, Sudiadnyana menyayangkan justru warga yang relatif mampu mendapatkan bantuan. Perbekel Desa Bangli yang baru dilantik per tanggal 24 Desember 2019, Made Adiasa, mengaku akan segera melakukan koor dinasi dengan klian dinas untuk langkah selanjutnya. ‘’Saya baru menjabat jadi belum bisa memastikan semuanya. Namun segera berkoordinasi dengan klian, jika memang benar tentu segera kami bantu,’’ janjinya. (bit)
Malam Tahun Baru
Pengeroyokan di Canggu Seorang Tewas
Tabanan (Bali Post) Malam pergantian tahun baru identik dengan kegiatan menyalakan kembang api maupun mercon. Akibat tidak berhati-hati menggunakan mercon, akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti saat pergantian tahun, Selasa (31/12) malam, BRSU Kabupaten Tabanan setidaknya menerima tiga orang pasien korban kembang api. Ketiganya setelah mendapatkan perawatan kemudian diperbolehkan pulang. Mereka hanya menjalani rawat jalan. Tidak hanya itu, rumah sakit milik Pemkab Tabanan itu Selasa malam juga menerima rujukan korban pengeroyokan yang terjadi di wilayah Canggu, Badung. Akhirnya korban tewas pagi harinya. Dari data yang dihimpun, tiga pasien yang apes saat bermain kembang api, yakni WS (28), laki-laki asal Desa Pitra, Kecamatan Penebel. Ia mengalami luka di tangan kanan, jari tangan. Sedangkan KP (12), warga Jalan Kamboja, Desa Delod Peken, Tabanan luka lecet di tangan kiri jari. Dan KLN (5) dari Banjar Dinas Babakan, Kecamatan Selema-
deg mengalami luka bakar ringan di bagian telinga kiri. ‘’Ketiganya memang hanya luka ringan. Setelah mendapatkan perawatan langsung diperbolehkan pulang,’’ beber Dokter MOD BRSU Tabanan, dr. Ari, seizin Dirut BRSU Tabanan dr. I Nyoman Susila. Sementara pasien korban pengeroyokan bernama MN
LOMBA - Acara menyambut tahun baru di Bali hampir dilaksanakan di semua desa dan banjar. Tak ketinggalan juga di Banjar Celagi, Denbantas, Tabanan. Warga setempat menggelar lomba panjat pinang untuk orang dewasa dan panjat bambu untuk anak-anak dan ibu-ibu. Acara yang digelar Rabu (1/1) kemarin berlangsung meriah. Tampak salah satu peserta kehormatan berusaha naik untuk meraih hadiah. Masyarakat pun berupaya membantu mendorong dengan bambu karena tokoh masyarakat tersebut tak kuat meraih tempat nomor hadiah yang terbungkus botol minuman. Sementara malam menyambut tahun baru, STT Dharma Swara juga menggelar pentas
SERAHKAN KUNCI - Ketua LPD Desa Adat Kedonganan I Ketut Madra (tengah) menyerahkan kunci kepada penerima program Krura, Rabu (1/1).
‘’Sayuran terkadang saya cari di pakarangan. Kebetulan banyak sayur di sini, seperti jepang,’’ ucapnya. Selama ini ia mengaku dapat bantuan dari desa. Seperti beras miskin (raskin) dan lainnya. Hanya saja beberapa bulan terakhir bantuan beras tersendat. ‘’Dulu dapat raskin, belakangan ini tidak ada, saya juga kurang tahu,’’ keluhnya pasrah. Satu yang bisa ia harapkan saat ini yakni bisa memiliki tempat tinggal layak. Apalagi lahan yang dipakai mendirikan gubuk adalah milik iparnya yang bernama I Ketut Wirya. Terkait kepemilikan lahan seluas kurang lebih 6 are itu, I Ketut Wirya pun membenarkan. Bahkan ia mengaku siap memberikan lahan itu. Bahkan diizinkan mensertifikatkan lahannya itu agar kakak iparnya bisa mendapatkan bantuan bedah rumah. Dihubungi terpisah,
budaya suguhan putra-putri Banjar Celagi.
(23) asal Jember, Jawa Timur. Keseharian korban diketahui tinggal di wilayah MonangManing Denpasar. Peristiwa pengeroyokan terjadi di wilayah Canggu, Badung. Namun karena jarak yang relatif lebih dekat, pascakejadian itu dirujuk ke BRSU Tabanan, sebelumnya ke klinik Abdi Medika Canggu. Namun sayangnya di tengah perjalanan menuju rumah sakit, MN yang kesadarannya sangat menurun akhirnya meninggal. ‘’Datangnya pukul 01.59 Wita. Korban mengalami luka bengkak pada pipi kiri, memar pada kelopak mata kiri. Sudah dilakukan tindakan, namun akhirnya korban meninggal Rabu pukul 06.15 Wita,’’ ucapnya. Jenazah korban pengeroyokan sudah dibawa pihak keluarga ke Jawa. Dirut BRSU Tabanan I
Nyoman Susila membenarkan jika tiga pasien korban kembang api maupun mercon tidak sampai rawat inap. Luka-lukanya tidak ada serius sehingga dilakukan rawat jalan. Dan malam itu langsung diperbolehkan pulang. ‘’Semua dibawa (ke RS) Selasa malam, setelah dilakukan perawatan, diperbolehkan pulang,’’ ujarnya. Terkait pasien yang datang dengan keluhan terkena kembang api maupun mercon, diakuinya, selalu ada tiap malam pergantian tahun. Ada juga pasien lainnya yang datang dengan beragam keluhan, tetap sudah ditangani dengan baik. ‘’Situasi pelayanan tetap aman terkendali. Karena sudah ditugaskan dokter dan perawat yang stand by menjelang pergantian tahun maupun hari libur,’’ terangnya. (kmb28)
Kamis Paing, 2 Januari 2020
Warga Suwat Antusias Ikuti Tradisi ’’Siat Yeh’’
Bali Post/nik
SIAT YEH - Tradisi Siat Yeh di Catus Pata, Desa Suwat, Gianyar, Rabu (1/1) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Krama Desa Pakraman Suwat antusias mengikuti prosesi Siat Yeh di Catus Pata desa setempat, Rabu (1/1) kemarin. Festival air ini kini menjadi tradisi yang rutin digelar setiap mengawali tahun baru. Memasuki tahun kelima ini mengambil tema ‘’Bergembira Bersama Air’’. Panitia Siat Yeh, Putu Darmen Sidanta, menjelaskan perang air ini bermakna memerangi emosi dan sifat negatif yang ada di diri peserta selama setahun. Siat Yeh ini sudah berjalan sebanyak lima kali, dan kini kembali digelar mengawali 2020. ‘’Kita bersihkan secara sekala dan niskala rasa kebencian, emosi, dan sifat negatif lainnya dengan perang air ini. Perangnya dalam artian memerangi rasa negatif yang ada dalam diri tersebut ditandai saling siram air satu sama lain,’’ katanya. Siat Yeh ini diawali dengan warga berkumpul di
perempatan desa (Catus Pata). Berdasarkan kosmologi lokal, Catus Pata adalah pusat bertemunya berbagai unsur energi. ‘’Di tempat ini warga menggelar ritual Siat Yeh atau perang air,’’ katanya. Ditambahkan, tradisi Siat Yeh ini bertujuan untuk membasuh (malukat), serta meneguhkan diri menapaki hari baru. ‘’Harapan kita ada semangat baru, di tahun yang baru. Satu sama lain saling siram tak hanya sebatas bermain. Namun maknanya saling mengingatkan agar kita menjadi pribadi yang selalu menyejukkan selayaknya sifat-sifat air,’’ katanya. ‘’Permainan ini seakan membawa kita ke masa lalu. Masa di mana HP tak begitu menjadi candu untuk anakanak. Hidup di desa, bermain di sawah tanpa sungkan berbalur lumpur. Acara ini dibuka untuk umum. Siapa pun boleh jadi peserta,’’ imbuhnya. (kmb35)
Malam Tahun Baru
Keributan Terjadi di Tiga Lokasi Gianyar (Bali Post) Malam pergantian tahun dihiasi sejumlah aksi keributan di Kabupaten Gianyar. Bahkan tercatat ada tiga keributan yang harus ditangani aparat kepolisian sejak Selasa (31/12) malam hingga Rabu (1/1) dini hari. Ketiga kasus tersebut diduga dipicu karena minuman keras (miras). Aparat kepolisian pun dengan cepat menangani semua kasus tersebut. Informasi di kepolisian menyebutkan, keributan pertama terjadi di depan Balai Banjar Mantring, Desa Petak Kaja, Kecamatan Gianyar, Selasa sekitar pukul 23.50 Wita. Kala itu seorang pemotor, Pande Putu Yusa Darmadi yang juga warga desa setempat, dianiaya orang tak dikenal. Awalnya pria 39 tahun itu melintasi di depan balai banjar setempat untuk menjemput anak dan istrinya. Lokasi itu sedang ramai oleh pemuda yang merayakan malam pergantian tahun. Nah saat melintas, tiba-tiba
korban dipukul pada bagian pelipis kanan oleh orang tak dikenal. Selain itu, korban juga ditendang di bagian punggung. Akibat kejadian ini korban harus dilarikan ke RSUD Sanjiwani. Selain di Desa Petak Kaja, aksi keributan juga terjadi di depan toko Tri Jaya di Desa Temesi, Rabu sekitar pukul 01.30 Wita. Keributan tersebut dipicu aksi seorang pemuda berinisial KA berjoget di tengah jalan dalam rangka merayakan tahun baru pula. Pemuda itu sempat ditegur karena menghalangi jalan. Kebetu-
lan saat itu warga berinisial KW lewat. Diduga lantaran pengaruh minuman beralkohol (mikol), teguran itu memicu kesalahpamahan. Akhirnya dua pemuda itu saling membawa teman. Bentrokan antarpemuda hampir terjadi. Beruntung kejadian itu langsung diredam aparat kepolisian. Kapolsek Kota Gianyar Kompol Ketut Suastika tak menapik adanya kasus tersebut. Dari kedua kasus itu, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dari kedua belah pihak. Akhirnya perselisihan tersebut berujung damai.
‘’Salah paham sedikit. Sudah sepakat diselesaikan secara kekeluargaan,’’ ujar Suastika, Rabu (1/1) kemarin. Di tempat terpisah, sekelompok pemuda melakukan aksi pelemparan batu ke rumah I Made Suartawan di Banjar Blahtanah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati sekitar pukul 02.00 Wita. Kala itu korban yang sedang tidur mendadak mendengar ada suara lemparan batu ke atap rumahnya. Selain itu, pintu gerbang rumahnya juga digedor. Mendengar hal itu, Suartawan keluar dan menanyakan siapa yang melempar batu ke rumahnya. Saat bertanya ke sekelompok pemuda, dia malah dilempari batu. Bahkan salah satu pemuda menarik baju korban hingga robek. Istri
Bali Post/nik
DIAMANKAN - Sejumlah pemuda saat diamankan di Mapolsek Sukawati, Rabu (1/1) dini hari kemarin. korban langsung melapor ke kantor polisi. Sementara itu, Kapolsek Sukawati AKP Suryadi membenarkan pihaknya menerima laporan tersebut. Setelah
ditindaklanjuti, pihaknya mengamankan lima orang pemuda. Mereka dibawa ke Mapolsek Sukawati untuk dimintai keterangan. ‘’Sudah diselesaikan,’’ ucap Kapolsek
Suryadi. Selanjutnya kelima orang pemuda yang diduga menjadi pelaku pelemparan itu dibebaskan. ‘’Ya, pemicunya hanya salah paham,’’ tandasnya. (kmb35)
ORI Bali Soroti Pelayanan Tabrak Pohon Perindang, Warga Karangasem Tewas Disdik Gianyar Gianyar (Bali Post) Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Bali menyoroti pelayanan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar. Bahkan, Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Bali Umar Ibnu Alkhatab datang langsung ke kantor Disdik Gianyar, Selasa (31/12) lalu. Umar Ibnu Alkhatab mengungkapkan kedatangannya itu terkait perubahan signifikan pada penataan kantor Disdik Gianyar. Perubahan itu, mulai dari ruangan hingga taman di areal kantor yang bersebelahan dengan GOR Keba Iwa. ‘’Awal pertama saya ke sini sangat terbatas ruangannya, dan sekarang perubahannya sudah luar biasa,’’ jelasnya. Menurutnya, penataan Kantor Disdik Kabupaten Gianyar harus menjadi contoh bagi instansi pemerintahan lainnya di Gianyar, dalam menatap kantor, khususnya terkait dengan pelayanan. Di Kantor Dis-
dik Gianyar, saat ini sudah disiapkan berbagai tempat, baik untuk menerima tamu maupun para guru. Tempat itu terdiri atas perpustakaan yang memanfaatkan lorong gedung yang dulunya kumuh, kini disulap menjadi ramah untuk tempat membaca. Sampai sekarang sudah disediakannya kantin sehat yang dikelola pegawai setempat. ‘’Saya harapkan tidak hanya secara fisik yang berubah, namun orangnya juga harus bisa berubah lebih baik. Kantornya bagus, sumber daya manusianya harus bisa lebih baik lagi. Kami berharap kantor Disdik ini menjadi contoh bagi kantor pelayanan lainnya karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Baik para guru, siswa, sampai orangtua siswa,’’ bebernya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gianyar I Wayan Sadra menerangkan, upaya penataan kantor dilakukan untuk melengkapi
fasilitas kepada pegawainya. Ketika fasilitas telah lengkap, maka pelayanan pun diharapkan akan maksimal dilakukan. ‘’Tata kelola ruangan ini agar fasilitas bisa menopang kinerja pegawai, karena untuk memberikan kesiapan pelayanan kepada pegawai harus ada ruangan nyaman,’’ paparnya. Sementara terkait kantin sehat, selain didisain untuk tempat santai, juga diharapkan menjadi pendapatan bagi Disdik Gianyar. Dikatakan, yang bertugas di kantin tersebut semuanya pegawai Disdik yang ditugaskan secara bergiliran, dengan rolling dua orang. ‘’Tujuannya ketika ada tamu setidaknya mampu mencarikan air di sana, tidak harus keluar lagi. Selain itu, kami upayakan saat jam istirahat kantor mereka cukup belanja di sana, dan untuk dagangannya kami berikan pengusaha rumahan yang mengisi agar sama-sama jalan,’’ tandasnya. (kmb35)
Bali Post/nik
DITUNJUKKAN - Petugas Satuan Lalu Lintas Gianyar saat menunjukkan pohon perindang di Desa Lebih yang ditabrak I Wayan Kota Susila, Rabu dini hari.
Gianyar (Bali Post) Memasuki awal tahun, kecelakaan lalu lintas terjadi di seputaran Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Rabu (1/1) kemarin. I Wayan Kota Susila tewas setelah mengalami lakalantas dengan menabrak pohon perindang. Pria asal Karangasem ini mengendarai sepeda motor Honda Vario DK 5296 KAM. Beradasarkan informasi yang diperoleh, kecelakaan ini terjadi ketika korban yang berusia 31 tahun mengendarai sepeda motor dengan melewati jalur di Desa Lebih. Sekitar pukul 05.00 Wita, korban melintas di dekat SDN 3 Lebih. Diduga tidak memperhatikan kondisi jalan, korban melintasi lubang yang menganga. Dengan kecepatan cukup kencang, motor korban oleng. Dan korban tidak bisa mengendalikan motornya, hingga menabrak pohon perindang yang ada di sebelah timur jalan. Kerasnya benturan itu membuat sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kaget. Warga lantas berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar.
Sayangnya korban yang mengalami kondisi luka patah tulang leher dan memar di beberapa bagian tubuh akhirnya tidak tertolong. Pihak rumah sakit memastikan korban meninggal begitu tiba. Sedangkan aparat kepolisian yang menerima laporan ini langsung melakukan olah TKP. Kanit Lantas Polres Gianyar Iptu I Ketut Nariawan membenarkan adanya laka lantas tersebut. Dikatakan, hasil olah TKP tersebut, lakanlantas terjadi karena kurang hati-hatinya korban saat berkendara, sehingga tidak memperhatikan jalan rusak di lokasi tersebut. ‘’Ya... ini (kecelakaan-red) out off control,’’ katanya. Iptu Nariawan menambahkan, kejadian ini merupakan kecelakaan pertama di awal tahun 2020 yang menyebabkan korban jiwa. Dengan adanya kejadian ini, ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berkendara. ‘’Apalagi akhir-akhir ini musim hujan. Utamakan keselamatan diri dan pengguna jalan yang lain, tertib berlalu lintas serta tetap sopan di jalan. Ingat keluarga menunggu di rumah,’’ pesannya. (kmb35)
Kamis Paing, 2 Januari 2020
Memasuki Tahun Baru, Broken Beach Diserbu Wisatawan
Semarapura (Bali Post) Memasuki Tahun Baru 2020, sejumlah objek wisata di Kepulauan Nusa Penida diserbu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, Rabu (1/1) kemarin. Mereka nampak cukup antusias menikmati setiap objek yang mengandalkan keindahan bentang alam dan laut itu. Salah satunya di Angel Billabong hingga Broken Beach, Desa Bunga Mekar. Sepanjang garis tebing curam ini, sejak pagi sudah dipenuhi ribuan wisatawan. Akses jalan menuju objek wisata itu kini sudah cukup lancar. Bentang perbukitan menuju objek itu malah mulai dibukakan akses jalan cukup lebar, sehingga mobil cukup leluasa menuju objek wisata itu. Sejak pagi, halaman parkir objek wisata sudah dipenuhi mobil travel yang mengantarkan wisatawan. Bentang karang di tempat itu yang mengha-
dap langsung ke laut, cukup memberikan pemandangan indah, nyaman dan menarik. Di tempat ini juga cukup banyak spot selfie yang sudah disiapkan langsung pihak pengelola. Sayangnya, sepanjang tebing yang menghadap laut lepas ini, belum diisi pagar pembatas, sehingga nampak sangat membahayakan wisatawan. “Di sana banyak tempat selfie. Malah dekat sekali dengan laut lepas. Akan lebih aman kalau di sana dipasangi pagar pembatas. Perlu diketahui mana batas aman untuk berwisata,” kata salah satu pengunjung I Made Mandra. Memasuki Januari, permukaan laut di objek wisata itu nampak surut, sehingga hamparan tebing itu terlihat lebih menarik apalagi sembari menelus u r i j a lan setapak yang tersusun dari beton. Wisatawan lainnya, Liana, juga
menikmati keunikan tempat itu. Lebih-lebih, setelah menyusuri jalan setapak hingga ke Pasih Uug atau Broken Beach. Tempat itu cukup menarik perhatian wisatawan. Sebab, posisi tebingnya membentuk lubang besar. Hal itu justru menimbulkan pertanyaan dan membuat penasaran wisatawan sehingga tempat ini semakin menarik dikunjungi wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta mengatakan sebagian besar objek wisata di Nusa Penida itu memang dikelola secara mandiri. Bukan saja oleh desa adat juga masyarakat secara pribadi, sehingga kewenangan pemerintah daerah masuk dalam pengelolaan belum ada. Meski demikian, objek wisata itu terus saja bermunculan. Penting, aspek keamanannya disikapi serius. Karena itu, pihaknya menegaskan
mulai tahun ini dilakukan pendekatan dengan pengelola objek wisata, termasuk pengelola objek wisata Angel Billabong dan Broken Beach. “Walaupun objek itu dikelola pribadi dan juga oleh desa adat, tetapi ketika ada peristiwa yang membahayakan wisatawan, kami pemerintah daerah, tentu ikut dimintai pertanggungjawaban. Itu harus disadari. Karena itu, selanjutnya akan dilakukan pendekatan dengan pengelola,” katanya. Pihaknya belum berani memastikan, seperti apa arah selanjutnya setelah dilakukan pendekatan. Apakah segera dibentuk badan pengelola atau ada konsep lainnya. Ia berharap terjalin kerja sama efektif. ‘’Sehingga objek wisata itu bisa terkelola profesional dan aman bagi setiap pengunjung,’’ ujar Nengah Sukasta. (kmb31)
WISATAWAN - Wisatawan domestik (wisdom) dan wisatawan mancanegara (wisman) saat berkunjung ke Angel Billabong, Rabu (1/1) kemarin.
Kamis Paing, 2 Januari 2020
Nelayan Tanah Ampo Perlu Bantuan Mesin PK 15 Amlapura (Bali Post)Keberadaan Dermaga Tanah Ampo, Manggis, rupanya membuat para nelayan setempat kian terjepit. Bagaimana tidak, sebelum adanya dermaga itu, para nelayan mudah menangkap ikan karena bisa mendapatkan ikan di darat atau pinggiran. Saat ini, dalam menangkap ikan, para nelayan masih terkendala sarana mesin tempel di perahu. Kondisi itu membuat para nelayan tidak mampu menangkap ikan dengan maksimal karena tak bisa jauh melaut sampai ke tengah. Kelompok Nelayan Tanah Ampo, I Komang Sadra, Rabu (1/1) kemarin mengungkapkan, sebelumnya ia dapat menangkap ikan di darat dan di pinggiran laut. Hanya saja, semenjak adanya Pelabuhan Dermaga Tanah Ampo, maka para nelayan tidak lagi dapat menangkap ikan di pinggiran. “Dulu tahun 1991 nelayan mampu menangkap ikan secara manual. Dan sekarang semenjak perkembangan adanya
Dermaga Tanah Ampo ini, para nelayan kian terjepit karena tak bisa lagi menangkap ikan di darat seperti dulu,” ucapnya. Ia menambahkan, menangkap ikan ke tengah laut, ia dan nelayan lainnya masih terkendala mesin. Pasalnya, mesin jukung yang dipergunakan masih biasanya. Kondisi itu membuat para nelayan tidak dapat mencari ikan sampai jauh ke tengah laut. “Sebagian besar para nelayan di sini belum memiliki mesin 15 PK. Karena mesin yang dipergunakan para nelayan masih biasa, sehingga tidak mampu menempuh jakar yang jauh untuk melaut,” katanya. Untuk mengatasi kendala itu, ke depan pihaknya sangat mengharapkan adanya bantuan mesin 15 PK agar bisa melaut lebih jauh lagi ke tengah. Dengan bisa ke tengah laut, tangkapan ikan bisa maksimal. “Kita berharap ada perhatian dari pemerintah daerah agar bisa dibantu mesin yang dibutuhkan,” harapnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
JARING - Nelayan di Tanah Ampo saat memperbaiki jaring. Saat ini nelayan masih membutuhkan bantuan mesin tempel supaya tangkapannya bisa maksimal.
Pengedar Setengah Kilogram Ganja Ditangkap Amlapura (Bali Post) Prestasi membanggakan ditorehkan pasukan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Karangasem di pengujung tahun 2019. Mereka berasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja dengan barang bukti mencapai setengah kilogram. Pelakunya ada dua, yakni berinisial LTH alias VK asal Depok Jawa Barat dan ASW alias AN asal Kediri Tabanan. Kedua pelaku ini telah ditahan di Polres Karangasem sembari menunggu proses hukum selanjutnya.
Bali Post/kmb41
AMANKAN - Pelaku penyalahgunaan narkoba saat diamankan petugas Satreskoba Polres Karangasem.
SDN 5 Tulamben Masih Kekurangan Guru Olahraga Amlapura (Bali Post) Jumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Karangasem yang masih kekurangan tenaga pendidik atau guru masih cukup banyak. Salah satunya SDN 5 Tulamben, Kubu, Karangasem. Saat ini, SDN 5 Tulamben masih kekurangan guru olahraga. Salah seorang guru di SDN 5 Tulamben, I Gede Bendesa, mengungkapkan sampai saat ini, sekolah memang masih kekurangan guru olahraga untuk mengajar siswa ketika mendapatkan mata pelajaran penjaskes. Selama ini, untuk mengajar olahraga, terpaksa dilakukan guru lainnya yang bukan di bidangnya. “Memang kekurangan guru olahraga. Biasanya yang mengajar olahraga guru lainnya,” ujarnya beberapa hari lalu. Bendesa menambahkan, saat ini di SDN 5 Tulamben ada 10 guru, yakni 7 guru berstatus PNS dan 3 guru bersta-
tus pengabdi. Sementara untuk jumlah siswa keseluruhan sebanyak 175 siswa. “Dengan jumlah siswa sebanyak itu, saya rasa tenaga pengajar sudah memadai. Hanya kekurangan guru penjaskes saja,” ucapnya. Atas kondisi itu, kepala sekolah sudah menyampaikan kekurangan tenaga pengajar itu ke Dinas Pendidikan Karangasem. Pihaknya hanya berharap, nantinya bisa ditempatkan guru penjaskes untuk mengajar di sekolah ini. “Semoga cepat dijatah guru penjaskes,” harap Bendesa. Disinggung terkait sarana prasana, Bendesa menegaskan untuk saat ini tidak ada masalah. Ruang Kelas Belajar (RKB) saat ini sudah mencukupi dan memadai. Termasuk ruang perpustakaan juga sudah ada. “Jumlah RKB dari kelas I-VI sebanyak enam RKB,” tegas Bendesa. (kmb41)
Kapolres Karangasem, AKBP Ni Nyoman Suartini, didampingi Waka Polres Kompol Aris Purwanto dan Kasat Narkoba AKP I Nyoman Merta Kariana mengungkapkan, penangkapan kedua pelaku ini berawal ketika petugas dari Polsek Abang melakukan sweeping di Pacha Bar, Jumat (27/12) sekitar pukul 22.00 Wita. Di lokasi petugas melakukan tes urine terhadap pengunjung, pemain musik dan pemiliki tempat hiburan. Setelah dilakukan tes urine, ternyata seorang pengunjung inisial LTH alias VK positif memakai narkoba. “Dan setelah itu petugas langsung melakukan pengembangan,” ucapnya. Suartini menambahkan, dari hasil pengembangan yang dilakukan, petugas
langsung melakukan penggeledahan di sekitar lokasi bar yang menjadi lokasi tinggal sementara pelaku. Akhirnya, petugas berhasil mengamankan dua bungkus ganja kering, smoking paper, korek gas dan biji ganja. Usai menangkap VK, petugas kembali mengembangkan kasus tersebut. Pada pukul 17.00 Wita, petugas menangkap ASW alias AN di Pacha Bar. “Kami kembali melakukan penggeledahan terhadap AN. Hasilnya satu tas warna biru dan di dalamnya ditemukan plastik klip berisi ganja. Kemudian satu bungkus tembakau yang sudah d icampur dengan ganja. Satu tas hitam berisi dua klip ganja dan mengamankan satu buah dompet yang di dalamnya berisi
satu paket ganja. Selama ini, pelaku menjalankan aksinya dengan mengatasnamakan komonitas vespa dari Surabaya. Paket rencananya akan dijual di wilayah Amed dan sudah ada pemesannya. Kasus ini, akan terus kami kembangkan,” jelas Suartini. Lebih lanjut dikatakan atas penangkapan kedua pelaku ini, ia meminta agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Apalagi mengatasnamakan komunitas vespa, termasuk komonitas yang lainnya. Karena pihaknya tidak ingin komunitas seperti ini, dimanfaatkan oknum sebagai kegiatan transaksi narkotika di wilayah Karangasem. “Kami tidak ingin, komunitas dijadikan kedok untuk transaksi narkoba,” tegas Suartini. (kmb41)
Perayaan Pergantian Tahun Berjalan Aman dan Kondusif Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan kegiatan menyambut pergantian tahun di wilayah Karangasem berjalan aman dan kondusif. Hal ini ditegaskan Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini, Rabu (1/1) kemarin. Kapolres Suartini mengatakan, pada malam tahun baru pihaknya melakukan pemantauan ke lapangan untuk melihat aktivitas masyaraat menyambut pergantian tahun. Dalam pemantauannya di lapangan, ia tidak menemukan adanya gangguan kamtibmas yang menonjol. “Selama anggota melakukan pengamanan di lapangan secara preemtif maupun preventif, tidak ditemukan adanya hal-hal
yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Bersyukur perayaan pergantian tahun baru tadi malam (kemarin - red) berjalan aman dan lancar, tanpa ada hambatan,”ucapnya. Lebih lanjut dikatakan, untuk memantau kondisi di lapangan, pihaknya juga melakukan patroli ke sejumlah pusat keramaian di Karangasem. Lancarnya pelaksanaan pergantian tahu, merupakan kerja keras semua pihak. “Ini kerja sama semua pihak. Mulai dari Polri, TNI hingga pemerintah darah dan masyarakat. Dan yang terpenting kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” jelas Suartini. (kmb41)
AKBP Ni Nyoman Suartini
Bali Post/kmb41
Kamis Paing, 2 Januari 2020
2019, Kasus Lakalantas Meningkat
Bangli (Bali Post) Kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Bangli sepanjang tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Namun, jumlah korban lakalantas yang meninggal dunia turun dibanding tahun 2018. Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan mengatakan, sepanjang tahun 2018 kasus lakalantas yang terjadi dan telah ditangani Polres Bangli sebanyak 69 kasus. Jumlah itu mengalami peningkatan 8,6 persen dibandingkan tahun 2019. Di mana sepanjang tahun 2019 kasus lakalantas sebanyak 75 kasus. “Walaupun secara kuantitas meningkat, namun secara kualitas ada penurunan. Artinya jumlah fatalitas korban yang meninggal dunia mengalami penurunan,” ung-
kapnya. Tahun 2018, korban lakalantas yang meninggal dunia sebanyak 17 orang, sedangkan tahun 2019, hanya 15 orang. Sementara jumlah kasus pelanggaran lalu lintas yang ditindak mengalami kenaikan. Tahun 2019 Polres Bangli mencatat pelanggaran sebanyak 7.508 kasus, 5.982 di antaranya diberikan tindakan tilang dan 1.526 hanya ditegur. Tahun 2018 jumlah pelanggaran tercatat 4.875 kasus, 3.966 pelanggar ditilang dan 891 ditegur. Kapolres menegaskan dari data itu yang mengalami peningkatan bukan jumlah pelanggarannya, tetapi jumlah pengungkapan pelanggarannya. “Bedakan ya. Faktanya memang angkanya meningkat. Tetapi jangan dipersepsikan pelanggaran lalu lintasnya yang meningkat. Tetapi jumlah pengungkapan
pelanggaran yang dilakukan personel lalu lintas yang meningkat,” tegasnya. Disampaikan juga mantan Kapolres Mappi, Papua itu, sepanjang tahun 2019 itu pihaknya berhasil mengungkap 12 kasus kejahatan narkoba. Naik dari tahun 2018 lalu yang hanya berhasil mengungkap 7 kasus. “Tahun 2018 kami mengamankan tujuh tersangka, sedangkan tahun 2019 ini ada 13 tersangka,” jelasnya. Untuk kasus korupsi, hanya ada dua kasus yang diungkap dan ditangani. Dari semua kasus yang ditangani sepanjang 2019, yang paling menonjol adalah kasus pembuangan bayi. Bahkan pembungan bayi itu dilakukan sepasang suami-istri di wilayah Susut. Saat ini kasus itu sudah memasuki persidangan di PN Bangli. (kmb40)
TKP - Polisi bersama warga saat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) ketiga korban yang tersetrum listrik saat memperbaiki antena orari. Peristiwa itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Tiga Warga Tersetrum Listrik, Satu Tewas
Bangli (Bali Post) Tiga orang warga tersengat listrik saat memperbaiki antena orari. Peristiwa yang terjadi di Desa Suter, Kintamani, Selasa (31/12) itu mengakibatkan satu di antaranya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.
KASUS - AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan memaparkan kasus-kasus lakalantas dan kriminal lainnya yang terjadi selama tahun 2019.
Diduga Terpeleset, Kakek Nonokan Tewas Tersangkut di Saluran Irigasi
Bangli (Bali Post) Warga di Desa Tamanbali, Rabu (1/1) sore kemarin dikejutkan penemuan mayat lakilaki yang tersangkut di saluran irigasi Subak Babakan, wilayah desa setempat. Mayat yang belakangan diketahui bernama Wayan Budiasa alias Nonokan (60) yang merupakan warga Banjar Sidawa, Desa Tamanbali itu ditemukan dengan luka kecil pada pelipis dan bengkak pada dahi serta mata. Diduga, korban tewas karena terpelesat lalu hanyut saat hendak ke tempat pemandian. Kasus penemuan mayat itu bermula saat saksi I Komang Juni Tri Udayana dan I Gusti Ngurah Purnama hendak pergi mancing sekitar pukul 15.00 Wita. Saat melintas di Saluran irigasi Subak Babakan, saksi melihat sesuatu tersangkut di
aliran irigasi. Awalnya saksi mengira kayu besar. Namun, setelah didekati ternyata sesosok mayat laki-laki. Karena ketakutan kedua remaja itupun berlari dan melaporkan penemuan mayat itu kepada saksi lainnya, Jero Mangku Suena. Bersama warga lain, saksi kemudian mendatangi lokasi itu. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui mayat yang tersangkut itu adalah I Wayan Budiasa alias Nonokan. Selanjutnya polisi yang mendapat laporan kejadian itu langsung turun ke lokasi melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan dibantu tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ditemukan Lebam mayat pada bagian punggung, luka kecil di pelipis.
Selain itu bengkak di dahi bagian atas mata kiri. Korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 12 jam. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan saksi Jero Mangku Suena menerangkan sekitar pukul 14.50 wita saksi sempat melihat korban melintas di saluran irigasi tersebut dengan membawa ember. Diperkirakan, korban saat itu hendak mandi dan mencuci pakaian di tempat biasanya. Dari keterangan saksi, diduga korban meninggal karena terpelesat. Kemudian hanyut saat hendak turun ke tempat mandi. Terlebih lokasi jalan turun menuju tempat mandi cukup tinggi dan volume air relatif deras. Sebab, saat itu cuaca sempat hujan lebat di hulu. (kmb40)
CEK LOKASI - Polisi mengecek lokasi irigasi tempat korban ditemukan.
Korban tewas bernama I Nyoman Pangkat (50), warga Banjar/Desa Suter. Sementara korban lainnya, I Nyoman Neke (55), warga Banjar Bubung, Desa Abang Batudinding tidak sadarkan diri. Sedangkan Jro Mangku Koryasih (60), warga Banjar/Desa Suter mengalami luka bakar di telapak tangan kiri.
Peristiwa terjadi di rumah korban Nyoman Pangkat sekitar pukul 14.00 wita. Kronologis kejadiannya berawal ketiga korban sedang bersama-sama memperbaiki antena orari. Kemudian antena orari yang terbuat dari pipa besi sepanjang kurang lebih 10 meter itu roboh. Antena itu menimpa sebuah kabel listrik jaringan tegangan menengah
milik PLN yang melintang di dekat antena. Ketiganya yang tengah memegang antena itu pun langsung tersengat listrik. Petugas kepolisian dari Polsek Kintamani bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa setempat yang menerima laporan kejadian itu langsung mendatangi rumah korban. Di sana petugas melakukan olah
TKP dan memeriksa saksisaksi. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Peristiwa itu terjadi karena faktor kelalaian saat mereka memperbaiki antena, sehingga menyebabkan ketiganya tersetrum listrik. Dikatakan Sulhadi, saat ini korban I Nyoman Neke yang tidak sadarkan diri masih dirawat di RS BMC Bangli. (kmb40)
Pengujung Tahun
Bupati Mutasi 125 Pejabat Eselon III dan IV SELAMA sebulan, Bupati Bangli I Made Gianyar kembali menggelar mutasi pejabat, Selasa (31/12) lalu. Pada mutasi yang digelar di pengujung tahun 2019 itu ada sebanyak 125 pejabat eselon III dan IV dirotasi menempati posisi baru. Rencananya mutasi pejabat eselon III dan IV itu kembali diadakan dalam waktu dekat, bersamaan pelantikan pejabat eselon II hasil lelang. Lalu apa kira kira motif mutasi besar besaran yang dilakukan Bupati Bangli tersebut di penghujung tahun itu ? Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Bangli, Gede Arta, Rabu (1/1) kemarin mengatakan, acara pelantikan pejabat baru dilaksanakan di halaman kantor Bupati Bangli. Sebelum acara pengambilan sumpah dan pelantikan itu berlangsung, akan dilaksanakan upacara majaya-jaya. Hal yang menjadi pertimbangan Bupati kembali mengadakan mutasi, kata Gede Arta, karena masih banyak posisi jabatan eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Bangli kosong. Sesuai arahan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Bupati diminta segera mengisi jabatan yang sudah lama kosong itu. ‘’Jadi yang kemarin ini lebih banyak pengisian jabatan yang kosong-kosong. Kalau
yang digeser ada beberapa saja,’’ ujarnya. Disebutkannya, beberapa pejabat eselon III yang digeser di antaranya Kabag Hukum Ida Bagus Widnyana kini menempati posisi baru sebagai Kabag Ortal. Sedangkan posisi Kabag Hukum diisi Nasrudin, Kabid di Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Made Kirmanjaya yang selama ini menjabat Kabag Ortal dimutasi menjadi Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). ‘’Itu saja jabatan strategis yang digeser,’’ ungkapnya. Meski telah dilakukan mutasi untuk pengisian jabatan lowong, Gede Arta mengatakan saat ini masih ada beberapa posisi jabatan yang belum terisi. Rencananya pengisian untuk jabatan lowong yang masih tersisa akan dilakukan bersamaan
pelantikan jabatan eselon II hasil lelang. Mengenai kapan waktunya, mantan Kadishub Bangli itu belum bisa memastikannya. Dia hanya menyebut sekitar minggu pertama atau minggu kedua bulan Januari ini. Bupati Bangli I Made Gianyar saat melantik pejabat baru Selasa lalu, mengatakan mutasi ini dilaksanakan untuk kepentingan kelancaran pelaksanaan-pelaksanaan tugas di masing-masing OPD. Bupati meminta sumpah jabatan yang telah diucapkan itu agar senantiasa dihayati dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Pejabat baru juga diminta menun-
jukan kinerja yang baik. Paling utama adalah mampu meningkatkan pelayanan publik mewujudkan pembangunan Kabupaten Bangli ke arah lebih baik. Sebagaimana diketahui tanggal 28 November 2019 lalu Bupati telah melaksanakan mutasi pejabat. Mutasi tahap pertama sebanyak 45 pejabat dibongkar pasang, menduduki jabatan baru. Sembilan di antaranya merupakan pejabat eselon II. Sementara sisanya, pejabat eselon III dan IV. Bertepatan pada pengujung tahun 2019, Bupati kembali memutasi 125 orang pejabat eselon III dan IV. (ina)
Bali Post/ist
MELANTIK - Bupati I Made Gianyar saat melantik sejumlah pejabat eselon III dan IV yang terkena mutasi.
Kamis Paing, 2 Januari 2020
Malam Pergantian Tahun
Empat Warga Luka Terkena Kembang Api Singaraja (Bali Post) Malam perayaan Tahun Baru 2020 di Buleleng berlangsung meriah. Warga di perkotaan hingga perdesaan antusias merayakan pergantian tahun 2019 dan menyambut tahun 2020. Selain menggelar pesta bersama keluarga dan kerabat, momen ini tidak bisa dipisahkan dengan pesta kembang api. Tidak heran tepat pukul 00.00 Wita, langit Buleleng tampak dipenuhi percikan bunga api diikuti suara ledakan menggelegar. Di tengah kemeriahan den-
gan menyulut kembang api, ternyata ada warga yang terluka karena terkena serpihan kembang api atau mercon. Tercatat ada tiga orang korban yang terluka karena kembang api malam tahun baru di Bali Utara. Beruntung, ketiga korban itu tidak sampai menjalani opname, hanya rawat jalan. Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara dihubungi Rabu (1/1) kemarin menyebutkan, korban kembang api, yakni Made Somanasa, Ni Nyoman Ayu Apriliani, dan Komang Putri Febriani. Ketiganya terluka saat menyulut
kembang api di kawasan Dermaga Pelabuhan Buleleng. Selain itu, satu korban lagi adalah Putu Cinta Ameliantari terluka karena kembang api yang dinyalakan di rumahnya sendiri. “Empat pasien sempat dirawat karena terluka akibat kembang api. Pasien itu datang langsung ke rumah sakit,” katanya. Setelah diperiksa, empat korban menderita luka ringan. “Tidak ada rawat inap, setelah diobati dokter jaga, pasien diperbolehkan pulang dan selanjutnya menjalani rawat jalan,” tegasnya. (kmb38)
Kejari Musnahkan Barang Bukti Singaraja (Bali Post) Selama tahun 2019, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng menuntaskan 58 perkara. Dari puluhan perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht), sebanyak 23 di antaranya kasus penyalahgunaan narkoba. Kejari juga telah menuntaskan kasus pelanggaran UU Perlindungan Anak dan pencurian dengan pemberatan (curat). Menyusul tuntasnya perkara selama setahun itu, Selasa (31/12) lalu, Kejari Buleleng memusnahkan barang bukti yang disita. Barang bukti itu di antaranya 43,14 gram netto
sabu, tiga butir pil ekstasi atau setara dengan 1,42 gram netto, dan beberapa barang bukti lain. Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dilarutkan dan dibakar di halaman belakang kantor Kejari Buleleng, Jalan Dewi Sartika, Singaraja. Kasi Pidana Umum (Pidum) Kadek Hary Supriyadi seizin Kajari Buleleng Wahyudi mengatakan, pemusnahan barang bukti ini adalah lanjutan dari periode sebelumnya di tahun 2019. Sesuai ketentuan, setiap perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap, kejari diberikan kewenangan untuk
Bali Post/kmb38
DIMUSNAHKAN - Kejari Buleleng memusnahkan sejumlah barang bukti setelah puluhan perkara memiliki kekuatan hukum tetap.
memusnahkan barang bukti yang sebelumnya disita untuk pembuktian dalam sidang. Terkait dengan kasus penyalahgunaan narkotika, Hary menyebut, dibandingkan tahun 2018 yang lalu, Kejari menuntaskan total perkara sebanyak 60 dan 43 kasus, di antaranya penyalahgunaan narkotika. Itu artinya, dibandingkan tahun 2019, kasus penyalahgunaan narkotika di daerah ini turun menjadi 23 kasus. Barang bukti yang disita juga mengalami penurunan. Di sisi lain Hary mengatakan, pelanggaran undangundang tentang Perlindungan Anak mendominasi dalam setahun lalu. Kasus ini mulai dari kekerasan pada perempuan dan anak, serta kasus persetubuhan anak di bawah umur. Untuk kasus ini, vonis yang dijatuhkan dalam sidang rata-rata sudah di atas tuntutan minimal. Perkara menonjol lain juga telah tuntas disidangkan adalah pencurian dengan pemberatan. Perkara ini seperti pencurian kendaraan bermotor. Sementara untuk perkara tindak pidana korupsi (tipikor), Kasi Pidsus Wayan Genip menjelaskan, tahun 2019 pihaknya menangani tiga kasus tipikor. Dari kasus itu, satu kasus tipikor dengan terdakwa Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak nonaktif Mohamad Ashari vonisnya telah incraht. (kmb38)
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Dcr sgr IT Jl.Kapt.Regug No.1 Hub.085333445466/081236078027
B.BP.001.01.20.0000001
Dibutuhkan staf Produksi Pria max 30th,jujur,bertanggung jawab,Putu 0811399741,Email: putusuartini1993@gmail.com
B.BP.001.12.19.0000706
Supir Serabutan,Adm Penagihan marketing,Tkg Las:085103167222
B.BP.001.12.19.0000667
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Over Kntrk Rmh Kos 14Kmr/40th Blk Ayunadi-Tuban 08123806363 B.BP.001.12.19.0000691
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Tnh 3are Abianbase Dp 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.11.19.0000741
PROPERTY DIJUAL RUKO
Jual Grandmax Pickup 2015 Hrg 85Jt Nego. Hub:085218919418
Djl Ruko 3Lt Jl.Nangka Selatan No.81X Hub.0811398086/245460
LOKER
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.12.19.0000724
BIRO JASA
B.BP.001.12.19.0000607
RUMAH MAKAN
SERVICE
RUPA - RUPA
Pemkab Kembangkan Varietas Durian Lokal
Singaraja (Bali Post) -
Durian, salah satu buah lokal yang dihasilkan Buleleng. Guna meningkatkan kualitas produksi buah lokal tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng menggelar kontes durian lokal Buleleng, Rabu (31/12) lalu. Kontes ini bersamaan dengan musim panen durian di daerah ini. Sebanyak 180 peserta yang merupakan petani durian lokal di Den Bukit mengikuti kompetisi ini. Kontes yang dipusatkan di halaman rumah dinas Bupati Buleleng Jalan Ngurah Rai itu untuk mendapatkan varietas durian lokal terbaik untuk dikembangkan melalui proses pembibitan. Dari ratusan peserta itu, ada 31 peserta mengikuti kategori kontes durian lokal favorit. Pemenang kontes mendapat hadiah utama satu unit sepeda motor matik. Setelah menjalani penilaian oleh dewan juri, akhirnya juara kontes direbut Made Mangku Yasa asal Desa Munduk Bestala, Kecamatan Seririt dengan nilai 545. Durian lokal yang dijagokannya diberi nama “Jalur”. Disusul Made Sudi Adnyana asal Desa Madenan, Kecamatan Tejakula keluar se-
bagai pemenang kedua dengan nilai 543. Dia memberi nama duriannya “Kiraja”. Juara tiga direbut Nyoman Sudibia warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada dengan nama pohon durian “Panji” dengan nilai juga 543. Ketua Panitia Kontes Durian Lokal, Made Sumiarta, mengatakan event ini untuk mendukung Perda Bali No. 3 Tahun 2013 tentang perlindungan buah lokal dan Pergub Bali No. 99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Selain itu, juga untuk menggali varietas durian lokal unggul yang ada di Buleleng serta melindungi dan melestarikan varietas genetik durian lokal.
Bali Post/kmb38
DURIAN - Petani di Buleleng mengikuti kontes durian lokal di halaman rumah dinas Bupati Buleleng, Rabu (31/12) lalu. Bupati Buleleng, Putu Agus itu, dari sekian banyak jenis Suradnyana, mengatakan, durian lokal yang berkembang, meskipun banyak desa meng- kualitasnya perlu dikontrol. hasilkan durian, tetapi belum Atas kondisi itu, kontes durian ada daerah yang mengembang- lokal ini dijadikan momentum kan varietas durian yang memi- mencari kualitas durian lokal liki kekhasan yang tidak sama yang baik dan dijadikan ikon dengan daerah lain. Selain Buleleng. (kmb38)
Ganti Rugi Lahan ”Shortcut” 7-10
137 Pemilik Sepakat, 162 Belum Diproses Singaraja (Bali Post) Target menuntaskan pembayaran ganti rugi tanah warga yang terkena jalur proyek pembangunan shortcut titik 7 sampai 10, tidak dicapai. Buktinya, dari 299 bidang tanah yang masuk jalur proyek, sampai Selasa (31/12) lalu, baru 137 bidang nilai ganti ruginya dihitung dan dibayar kepada para pemilik. Sedangkan, 162 bidang belum diproses karena berkasnya belum lengkap. Ketua Tim Pelaksanaan Pengadaan Lahan Shortcut 7-10, Komang Wedana,
mengatakan sejak melaksanakan musyawarah bentuk ganti rugi, Minggu (29/12) lalu, pihaknya telah melakukan validasi dan sinkorinisasi data kepemilikan tanah di tiga desa, yaitu Desa Wanagiri, Pegayaman, dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Pada proses ini, anggota timnya memastikan data luas dan nilai ganti rugi yang sudah dihitung oleh appraisal. Setelah tahapan itu dilalui, hingga Selasa (31/12) baru 137 bidang tanah yang dinyatakan sinkron. Pemi-
liknya juga menyatakan sepakat dengan perhitungan nilai ganti rugi. Berkas yang sudah sinkron tersebut dapat ditindaklanjuti dengan pembayaran ganti rugi melalui rekening bank. Sementara, ada 162 bidang tanah belum bisa ditindaklanjuti untuk proses pembayaran ganti rugi. Penyebabnya, karena berkas tersebut belum lengkap dan pemilik bersangkutan belum menandatangani berita acara nilai ganti rugi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang
(PUPR) Bali I Nyoman Astawa Riadi mengatakan, hingga Rabu (1/1) kemarin, dirinya belum mendapat data detail terkait berkas pemilik tanah yang sudah dapat diganti rugi. Astawa menyebut, berapapun berkas pemilik tanah yang lengkap, PUPR akan langsung membayar ganti rugi. Sebaliknya, berkas yang tidak bisa dibayar baik karena tidak lengkap dan nilai ganti rugi belum ditandatangani oleh pemilik, maka ganti ruginya akan dibayar pada anggaran tahun ini. (kmb38)
Kamis Paing, 2 Januari 2020
Jembrana Miliki Terminal Penumpang Berdesain Milenial Pertama di Bali TERMINAL Negara yang terletak di jalan raya Denpasar-Gilimanuk, Desa Baluk, Kecamatan Negara, diresmikan Selasa (31/12). Termi-
nal dengan konsep arsitektur perpaduan Bali dan milenial minimalis yang pertama di Bali ini, diresmikan Bupati Jembrana I Putu Artha dengan
penandatanganan prasasti. Terminal ini juga memiliki fasilitas lengkap mulai dari ruang laktasi, wifi gratis, informasi center, sampai coffee shop
TERMINAL BARU - Bupati Artha didampingi Wabup Kembang Hartawan meresmikan Terminal Negara yang baru. Desain terminal penumpang kendaraan umum ini memiliki desain milenial.
’’Sweeping’’ Narkoba Malam Tahun Baru
Marah-marah, Bos Kafe Diperiksa Polisi Negara (Bali Post) Selain pengamanan kamtibmas wilayah saat malam pergantian tahun, Selasa (31/12) malam, Polres Jembrana juga melakukan sweeping narkoba di tempat hiburan malam. Sat Narkoba Polres Jembrana yang dipimpin Kasat Tes Narkoba AKP Komang Mulyadi menyasar sejumlah kafe di kawasan wisata Delodberawah. Meskipun dari drug test yang dilakukan petugas di tiga kafe semuanya negatif, namun petugas mengamankan salah seorang pemilik kafe. Diamankannya bos Kafe Putri Aget, Ag, disebabkan yang bersangkutan dinilai menghalangi petugas saat bertugas. Dari pemantauan, pada awalnya pemeriksaan di dua kafe yakni Gula-gula dan Ayu Bagus berlangsung lancar. Dari pemeriksaan, baik pengunjung maupun pelayan kafe, semuanya negatif narkoba. Namun saat petugas menyambangi Kafe Putri Aget, dan baru masuk tiba-tiba pemilik kafe, Ag, datang dan marah-marah. Petugas berupaya menenangkan dan menjelaskan namun justru yang bersangkutan tetap tidak bisa diam dan tak terima ada pemeriksaan. Ag juga sempat menyebut bahwa dirinya adik Kapolsek. Beberapa kali juga bos kafe ini pun menghampiri petugas yang saat itu sedang melakukan drug test ke pelayan kafe. Meski petugas meminta agar tidak mencampuri, tetapi permintaan itu tidak digubris. Akhirnya petugas meminta bos kafe itu ke Polres Jembrana untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasat Narkoba Polres Jembrana AKP Komang Mulyadi mengatakan, operasi yang dilakukan pada malam tahun baru ke tempat hiburan malam ini merupakan upaya untuk menjaga ketertiban dan keamanan terutama di wilayah Jembrana. Dari hasil pemeriksaan di sejumlah kafe tidak ditemukan adanya pelanggaran khususnya penyalahgunaan narkoba. ‘’Hasilnya negatif tetapi kami tetap tindak lanjuti terus, untuk menekan penyalahgunaan narkoba,’’ terangnya. Sementara itu, petugas juga memproses Ag, yang dinilai melakukan upaya menghalangi tugas polisi. Di samping juga penghinaan/pencemaran nama baik, yang bersangkutan juga sedang menjalani pemeriksaan setelah sweeping. (kmb26)
Sudah Teratasi Saat itu, tim BPBD langsung melakukan penyedotan. Air yang tergenang di areal lapangan itu disedot dan dalam waktu singkat bisa teratasi, sehingga pelaksanaan perayaan pergantian tahun bisa berlangsung meriah. Sebelumnya, Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar Ida Ayu Tri Suci menjelaskan, PUPR terus melaksanakan pemetaan terhadap titik genangan di Kota
Denpasar. Sehingga penanganannya menjadi tepat sasaran dan mampu meminimalisir risiko musim penghujan ini. Hingga saat ini, Dayu Tri Suci mengatakan bahwa sebelumnya terdapat 32 genangan, hingga pengujung tahun 2019 ini sudah tertangani sebanyak 28 genangan. Sehingga tersisa genangan yang berada di kawasan Padangsambian Kaja dan Kelurahan Sesetan. Kendati demikian, beberapa genangan berada pada koordinasi Dinas PU Provinsi Bali dan BWS Bali Penida. (kmb12)
bergaya urban di lantai dua. Penandatanganan disaksikan Wakil Bupati Made Kembang Hartawan, Ketua DPRD Jembrana Sri Sutharmi, Dandim 1617 Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, perwakilan Forkopimda Jembrana, Kepala Dinas Perhubungan se-Bali, Kepala OPD Pemkab Jembrana dan masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa menyampaikan desain terminal dibangun dengan konsep milenial yang minimalis yang tidak melupakan unsur arsitektur Bali. Langit–langit bangunan yang menelan biaya Rp15 miliar lebih dengan tiga tahap pembangunan tersebut sengaja dibuat tinggi agar sirkulasi udara pada terminal ini menjadi baik dan tidak gerah. Di bagian atasnya dipasang kaca khusus agar cahaya matahari leluasa masuk ke dalam ruangan. Menurutnya, desain terminal ini bisa sesuai untuk 5 hingga 10 tahun ke depan. ‘’Lima hingga sepuluh tahun ke depan desain ini masih akan cocok dengan zamannya,’’ ujar Dwi. Ia menambahkan, terminal
ini dilengkapi pula dengan ruang tunggu yang nyaman, coffee shop di lantai dua yang dilengkapi railing sehingga bisa melihat ke lantai bawah, ruang menyusui (laktasi), meja informasi, dan wifi gratis bagi pengunjung. ‘’Tidak hanya nyaman untuk penumpang yang akan naik angkutan umum, terkadang tempat ini digunakan pula untuk tempat istirahat bagi pengendara mobil dan motor yang akan ke Jawa,’’ ungkapnya. Di tahun 2020, di sisi timur akan dibangun los untuk pedagang terminal yang tentunya didesain khusus, sehingga akan cocok dipadukan dengan bangunan utama. Arsitektur terminal baru yang mengusung konsep bangunan milenial dan bergaya urban ini dibenarkan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Menurutnya, dalam perencanaan fasilitas publik, pemerintah saat ini tidak hanya dituntut membangun fasilitas yang baik, namun perlu diimbangi sentuhan kekinian agar nyaman dikunjungi. Termasuk soal desain arsitektur maupun fasilitas di dalamnya. ‘’Kami sadar akan perubahan di masyara-
kat yang menginginkan ‘nilai lebih’ dalam setiap fasilitas publik. Karena itu, Terminal Negara ini tidak hanya urusan menaikkan dan menurunkan penumpang, tapi terminal yang menghadirkan sisi experience kepada masyarakat. Jadi banyak ruang terbuka dan fasilitas tambahan. Semoga bisa diminati,’’ ujar Kembang. Kembang juga menambahkan, persaingan angkutan darat saat ini sangat ketat. Masyarakat punya banyak pilihan untuk moda transportasinya. Selain kendaraan pribadi yang jumlahnya makin banyak, kini hadir angkutan swasta dengan berbasis aplikasi online yang menawarkan banyak kemudahan. Dikhawatirkannya, angkutan umum milik masyarakat lokal seperti angkot dan angkutan pedesaan makin terpinggirkan. Konsep Terminal Negara yang dibuat lebih unik dan modern juga salah satu upaya pemerintah agar masyarakat mau kembali menggunakan transportasi publik. Sementara itu, Bupati Artha mengatakan, pembangunan terminal ini dikarenakan terminal lama sudah tidak representatif. Selain itu perkem-
bangan kota 5 – 10 tahun ke depan yang semakin meluas sehingga membutuhkan lokasi terminal yang lebih baik. ‘’Pembangunan terminal ini sudah melalui berbagai kajian dan pertimbangan kurang lebih lima tahun. Dan dari kajian tersebut, terpilihlah tempat terminal sekarang ini yang lokasinya menurut kami yang terbaik dan sangat sesuai dengan perkembangan kota Negara di masa yang akan datang,’’ ucap Artha. Ke depan, sesudah terminal ini diresmikan, Artha menginstruksikan agar kendaraan AKAP (Antar-Kota Antar-Provinsi) dan AKDP (Antar-Kota Dalam Provinsi) harus masuk di dalam Terminal Negara. Untuk AKAP agar menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam terminal, jika turun di jalan umum ditakutkan akan menimbulkan kemacetan karena ukuran bus AKAP sangat besar. ‘’Selain itu dengan turun di terminal, akan menggairahkan angkutan kota atau angkutan desa, dokar atau ojek. Mereka juga akan kebagian rezeki dari terminal ini,’’ kata Artha. (ad02)
Komplotan Pencuri Sapi Diamankan
Curi di Jembrana, Jual di Jawa Negara (Bali Post) Tiga orang pelaku kasus pencurian sapi di Jembrana diamankan jajaran Satreskrim Polres Jembrana. Dua pelaku berperan mencuri sapi dan satu orang lagi merupakan penadah. Pengungkapan jaringan pencurian sapi Bali ini bermula dari ditangkapnya pelaku pencurian pakan ternak oleh warga Pangyangan, Desa Pekutatan sekitar sepekan lalu. Dari penangkapan Nurul Hadi (37) asal Situbondo ini, Satreskrim Polres Jembrana melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua pelaku lainnya yakni Miftakhul Fauzi yang ditangkap di Desa Perancak dan Markus alias Marko (35) selaku penadah sapi asal Situbondo. Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa di selasela press release akhir tahun, Selasa (31/12) lalu, mengatakan modus yang dilakukan dua tersangka dengan menyasar sapi-sapi peliharaan warga yang diliarkan di dekat jalan Denpasar-Gilimanuk. Tersangka yang mengendarai truk tanpa muatan setelah balik dari Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan mudah mencuri sapi dan menaikkan ke atas truk yang ditutupi terpal. Sapi curian tersebut langsung dibawa tersangka ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Dari pengakuan tersangka, dalam sekali beraksi, pernah mencuri empat ekor sapi sekaligus. Dari penyelidikan yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Yogi Pramagita ini juga terungkap jaringan pencurian sapi Bali ini melakukan aksinya di lintas kabupaten di Bali. ‘’TKP paling banyak di Jembrana. Tetapi pelaku juga
melakukan pencurian di Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Tabanan,’’ ujar AKBP Ketut Adi Wibawa. Total ada 23 lokasi dan paling banyak di Jembrana yakni sembilan lokasi. Selanjutnya sapi curian itu dijual murah ke pelaku penadah di Situbondo yang bernama Markus. Satu ekor sapi Bali di pasaran seharga Rp 9 juta dijual oleh tersangka seharga antara Rp 5 – Rp 6 juta. Ketiga tersangka jaringan pencurian sapi Bali ini saat ini ditahan di Polres Jembrana dan dijerat dengan pPasal 363 ayat 1 dan
Bali Post/olo
PENCURI SAPI - Pelaku pencurian sapi lintas kabupaten di Bali diamankan di Polres Jembrana. ayat 4 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Dengan adanya kejadian
ini, Kapolres mengimbau kepada masyarakat terutama peternak sapi untuk mewaspadai hewan peliharaan-
nya. Paling tidak agar jangan dilepasliarkan tanpa pengawasan di pinggir jalan utama. (kmb26)
Kamis, 2 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Serati Banten (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Uttara Kanda (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini
09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita
Solusi Alternatif Marion Sam Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Ongkara Bali TV Shop Punggung Puja Trisandya Dharma Wacana Nincapang Srada Bakti Krama Desa (1)
12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita
Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Bali TV Shop Lutut Bali TV Shop Kalung Ongkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Ongkara Gita Santhi Sekaa Santhi Alit Alit Gita
18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Adnyana Swari Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Ongkara Orti Bali Dialog Nuansa Property Talk Show Merah Putih HIV/AIDS dan Narkoba Ancam Bali Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Bali TV Shop Kalung Ongkara
kamis Paing, 2 januari 2020
BALI BRAND
SDM dan ’’Brand’’ Tumbuh Bersama SUMBER daya manusia (SDM) tumbuh, brand pun tumbuh. Demikian komitmen Nengah Natya, Owner Coco Group, mengembangkan brand-nya. Terbukti brand-nya mampu eksis dari 2006 hingga saat ini. ‘’Untuk mempertahankan brand ini, memang harus ada beberapa hal yang harus di-maintenance. Orangnya di-maintenance dengan bagus, promosinya juga harus bagus, pengembangan brand juga harus di-support oleh tim yang kuat dan solid,’’ ujarnya, belum lama ini. Terus mengembangkan brand untuk SDM bertumbuh menjadi motivasinya selama ini. Tim harus mendukung brand Coco, sehingga perkembangannya pun konsisten. ‘’Bagaimana brand ini terus berkembang. Kalau sudah berkembang, SDM juga tumbuh dengan bagus, sehingga income-nya pun tumbuh,’’ ungkapnya. Pertumbuhan yang sejalan ini akan semakin menguatkan brand dan kontinuitas brand pun akan terjaga. Dengan demikian tak heran Coco Group mampu mengembangkan beberapa jenis usaha seperti ritel berupa mart, supermarket, akomodasi, restoran, dan lain sebagainya. (may)
Seni Budaya Daya Tarik Utama MINAT generasi muda melestarikan seni dan budaya Bali masih tinggi. Ini terlihat dari setiap lomba seni, pesertanya selalu membeludak. Seperti lomba bapang barong dan kendang tunggal yang diadakan di Banjar Kayumas, Denpasar dan Desa Sedang, Abiansemal, Badung, baru-baru ini. Pendiri Paguyuban Kanda Pat Putu Gede Hendrawan mengatakan, setiap lomba yang diadakan, pesertanya selalu membeludak. Dua kali mengadakan lomba bapang barong ket dan barong buntut serta makendang tunggal, peserta yang mendaftar selalu melampaui target. ‘’Hal ini menunjukkan bahwa minat generasi muda masih sangat tinggi untuk menekuni seni dan budaya Bali. Minat generasi muda terutama anak muda sangat tinggi terhadap seni dan budaya Bali,’’ kata pria asli Sedang, Abiansemal ini. Ketua Bali Vila Association (BVA) Badung ini sadar bahwa seni dan budaya menjadi daya tarik Bali. Maka dari itu, ia ingin turut melestarikan seni dan budaya Bali. ‘’Jika kita mengandalkan alam, saya rasa lebih bagus keindahan alam di tempat lain di luar Bali. Hanya seni dan budaya yang tidak dimiliki tempat lain. Saya tahu apa yang dicari wisatawan ke Bali. Bali juga terjadi masalah kemacetan, kebersihan juga kurang dibanding negara lain, tapi wisatawan tetap ke sini. Seni dan budaya Bali yang dicari. Wisatawan mengatakan Bali ini unik,’’ tuturnya. Desa Sedang sendiri terkenal dengan ikon patung kayu nelayannya. Namun, kata Hendrawan, Desa Sedang merupakan gudangnya seni karena banyak seniman tari, tabuh, seniman patung, pemahat yang ada di Sedang. Selain seni dan budaya, Desa Sedang juga memiliki potensi alam berupa persawahan. Hampir 65 pesen wilayah Desa Sedang merupakan persawahan. Di setiap sudut desa juga ada pura dan beberapa beji yang disakralkan tersebar di desa itu. Ada Beji Nangga, Beji Puseh, Beji Lesung Batu, Beji Dalem. Beji tersebut masih aktif mengalirkan air yang dipercaya masyarakat adalah air yang suci. Dengan potensi seni dan budaya serta alam ditambah atraksi budaya yang ia lakukan, ia berharap Desa Sedang menjadi daya tarik tersendiri bagi kunjungan wisatawan. (may)
Bali Post/may
Putu Gede Hendrawan
Bali Post/ian
SUREALISME - Alit Kepakisan menyelesaikan karya lukis surealisme yang terinspirasi dari ritual Perang Tipat Bantal di Desa Adat Kapal.
Visualisasikan Kearifan Lokal ke Bentang Kanvas KERAGAMAN dan keunikan budaya Bali menjadi sumber inspirasi bagi seniman yang tak pernah kering digali. Apalagi, di dalamnya juga terkandung berbagai kearifan lokal yang sangat kontekstual untuk ditumbuhkembangkan di segala zaman. Salah satu perupa yang cukup intens mengeksplorasi kearifan lokal Bali itu sebagai ide penciptaan karya-karya seni lukisnya adalah Ngurah Alit Kepakisan, S.Sn. Perupa jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini memvisualisasikan tradisi Perang Tipat Bantal di Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung ke dalam karya seni lukis surealisme sebagai karya tugas akhirnya. Menurut Alit Kepakisan, Perang Tipat Bantal merupakan ritual tradisi yang dilakukan untuk memohon kesuburan, mencegah kekeringan dan menolak bala berupa hama pada tanaman pertanian. Ritual ini dilakukan dengan cara saling melempar tipat dan bantal antarregu ataupun perorangan. Tradisi ini dipercayai membawa pengaruh yang besar terhadap kegiatan pertanian masyara-
kat Desa Kapal. Tradisi unik ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah. ‘’Guna mewujudkan karya seni lukis surealisme ini, saya melakukan langkah-langkah penelitian, penciptaan dan penyajian seni dengan menggunakan pendekatan teori semiotika, estetika visual, dan psikoanalisis yang bersifat eklektik. Pendekatan ini
Laga Kontra Manchester City Barometer Kemajuan Everton LAGA pekan ke-21 Liga Inggris melawan Manchester City pada Rabu (1/1) akan menjadi barometer untuk melihat bagaimana posisi sebenarnya Everton, demikian Carlo Ancelotti, Rabu kemarin. Ancelotti (60) telah membawa dua kemenangan bagi Everton dalam dua laga pertamanya sejak menjadi manajer menggantikan Marco Silva, yang dipecat pada awal Desember ketika tim melorot ke peringkat ketiga dari bawah. Namun, Ancelotti, salah satu dari tiga manajer yang pernah memenangi Liga Champions tiga kali, mengatakan jika City akan menawarkan barometer yang realistis tentang di mana posisi Everton setelah kemenangan mereka atas Burnley dan Newcastle. ‘’Melawan City adalah tes yang fantastis untuk melihat di mana kami berada,’’ kata Ancelotti dalam jumpa pers pra-pertandingan. ‘’Mereka adalah tim yang sangat kuat tapi kami percaya diri untuk melakukan yang terbaik. Saya rasa saat ini adalah momen yang baik untuk mendapat tes ini,’’ kata Ancelloti seperti dikutip AFP. Ancelotti, yang pada tugas pertamanya di Inggris meraih dua gelar dengan Chelsea pada musim 2009/2010, mengatakan jika City tetaplah lawan yang tangguh meski mereka terseok-seok dalam perebutan gelar setelah terpaut 14 poin dari Liverpool yang berada di puncak. ‘’Mungkin City tidak berada di level yang sama dengan tahun lalu tapi mereka masih tim yang luar biasa, dengan pemain-pemain dan manajer yang hebat,’’ katanya. Ancelotti juga memuji manajer City Pep Guardiola, yang ia gantikan di Bayern Munich ketika sang pelatih asal Spanyol itu menukangi City pada 2016. ‘’Kami pernah bertemu beberapa kali, namun tidak banyak. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dan sangat menghormatinya. Dia adalah seorang jenius, dia selalu mencoba melakukan sesuatu yang spesial di lapangan,’’ ujarnya. (ant)
bersifat kualitatif dengan menggunakan data wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi,’’ kata Alit Kepakisan kepada Bali Post, Rabu (1/1) kemarin. Perupa yang juga bergabung dalam Tim Kreatif Sanggar Seni Pancer Langiit ini mengatakan, wujud lukisan dari Perang Tipat Bantal menampilkan bentukbentuk imajinatif, dan bentuk deformasi dengan teknik
Sp
plakat dan transparan. Makna dari lukisan Perang Tipat Bantal menampilkan maknamakna yang bersifat simbolik. ‘’Dalam memvisualisasikan karya ke atas bentang kanvas, saya mengimajinasikan ritual Perang Tipat Bantal sebagai perang suci ditandai dengan menampilkan simbolsimbol seperti tokoh dewa dan dewi. Tentunya, wujud dewa dan dewi itu dideformasi sesuai dengan presepsi saya. Tipat dan bantal dipersepsikan sebagai lambang purusa dan pradana dengan cara mengolah bentuk tipat bantal menjadi tokoh dewa dan dewi. Bersyukur, saat itu karya lukis ini ditetapkan sebagai Karya Terbaik Satu dalam ujian tugas akhir
di Program Studi Seni Rupa Murni,’’ kata perupa asal Banjar Cica, Desa Abianbase, Mengwi ini memaparkan proses penciptaan karyanya. Selain melukis, peraih juara I Melukis Wayang PKB 2013 ini juga aktif membuat wayang kulit, kostum tarian Bali tradisional maupun kontemporer, dan properti untuk seni pertunjukan. ‘’Saat ini saya bersama sejumlah teman memang intensif menggarap kostumkostum pentas dan karnaval serta properti di Sanggar Seni Pancer Langiit. Di luar itu, saya juga menerima order pembuatan wayang kulit dan kostum tarian Bali tradisional maupun kontemporer,’’ ujarnya. (ian)
Dinda Sayu Murni Rebut Emas di Kejurnas Denpasar (Bali Post) Pebulu tangkis Bali Dinda Sayu Murni berhasil merebut emas di nomor tunggal putri taruna pada Kejurnas Bulu Tangkis 2019 di Palembang, Sumsel, baru-baru ini. Selain itu, atlet Bali juga merebut dua perak yang dipersembahkan Ari Pradipta/ Yoga (ganda putra) serta Dinda Sayu Murni/Ari Pradipta di nomor ganda campuran. Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya, di Denpasar, Rabu (1/1) kemarin menuturkan, pihaknya bangga atlet Bali mampu berkiprah di kancah nasional, utamanya untuk kategori taruna. Dikemukakan, Dinda Sayu Murni, Ari Pradipta dan Yoga untuk tahun 2020 mendatang sudah tidak boleh turun pada kategori taruna, dan mereka harus berlaga pada k e lompok dewasa. Oleh sebab itu, PBSI B a l i segera melakukan regenerasi atlet. ‘’Kami akan menggulirkan Pelatprov mulai tahun 2020 nanti, bertujuan membina atlet yang potensial dan bertalenta,’’ ujar Winurjaya. Pada bagian lain, Binpres PBSI Bali Made Wijaya mengemukakan, pihaknya berniat menggulirkan Pelatprov mulai Januari 2020 nanti. Menurutnya, PBSI Bali segera menggelar rapat awal 2020 membahas atlet yang menghuni Pelatprov. Ia menyebutkan, Pelatprov hanya dihuni empat atlet yakni dua putra dan dua putri dari kategori remaja. Sebelumnya, Made Wijaya menerangkan pihaknya akan menyeleksi
calon atlet Pelatprov delapan putri dan enam putra. ‘’Mereka ini atlet potensial, berbakat dan bertalenta serta belum bergabung pada klub di Jawa dan pembinaannya masih murni di Bali,’’ ujar Wijaya. Dia memberi alternatif bagi atlet yang tak lolos masuk seleksi tetap berhak menghuni Pelatprov, hanya fasilitasnya berbeda dibandingkan atlet yang lolos Pelatprov. ‘’Atlet Pelatprov bakal diterjunkan pada berbagai event nasional, bertujuan supaya mereka mampu menambah jam terbang,’’ ungkapnya. (022)