terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 106 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Minggu Kliwon, 1 Desember 2019
balipost http://facebook.com/balipost
”Cangkem Paon”
Kasus AIDS Capai 21.597 Orang
Bali Orti | HAL. 7
Daerah | HAL. 2
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Ngaben Berdebu Prosesi ngaben menjadi objek pemotretan menarik bagi para fotografer. Ngaben di Kubu, Karangasem banyak dibidik karena sering disebut ngaben berdebu.
Cangkem paon sering kali ditemukan di dapur krama Bali. Fungsinya tak hanya untuk memasak juga fungsi lainnya. Ikuti ulasan lengkapnya.
Minggu ini (1/12) diperingati Hari AIDS Sedunia. Mau tahu jumlah penderita HIV/AIDS di Bali yang teranyar adalah 21.597 orang. Bagaimana penyebarannya?
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
Fotografi | HAL. 8
INSPIRATIF - Menteri PPPA RI, Bintang Puspayoga dan Ny. Agung Sri Utari Satria Naradha foto bersama dengan sembilan tokoh penerima penghargaan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019 di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Sabtu (30/11) kemarin.
Bintang Puspayoga Serahkan Penghargaan kepada 9 Tokoh Perempuan Inspiratif
BPM/eka
Denpasar (Bali Post) Kelompok Media Bali Post bersinergi dengan Pemprov Bali menggelar acara Temu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Denpasar, Sabtu (30/11) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga didaulat menjadi keynote speaker sekaligus menyerahkan penghargaan kepada sembilan tokoh pada Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019 dan Tokoh Pemberdayaan Perempuan. Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019 diberikan kepada I Gusti Ayu
Agung Inda Trimafo Yudha, Cok Istri Mirah, Ni Wayan Ria Mariani (Rhea Cempaka),
Kiprah Perempuan Inspiratif I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha Perempuan ini menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua Hipmi Bali. Kiprahnya berlanjut sebagai Ketua BPD Putri (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Bali. Ia meyakini peluang pariwisata di Bali khususnya tetap terbuka karena potensi yang ada. Karena itu, sinergi antara masyarakat dan pengelola wisata menjadi modal untuk pengembangan tempat rekreasi.
Cok Istri Mirah, S.E., M.A.P. Berawal dari dunia akunting, kiprah perempuan ini melejit berkat usaha Pratiwi Tekstil. Ia pun memperkenalkan sistem penjualan yang berbeda dari toko lainnya. Ada peran koordinator yang selalu siap membantu para member. Sistem yang dipakai di Odenant ini mampu memberdayakan kaum perempuan khususnya untuk mencari penghasilan tambahan melalui penjualan tekstil. Hal. 11 Pencinta Fashion
Ni Wayan Ayu Yuliani (Ayu Saraswati), dan Adolfina Grace Tangkudung. Sedangkan Pen-
ganugerahan Tokoh Pemberdayaan Perempuan diberikan kepada Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, Ketua Dharma Pertiwi Daerah J Kodam IX/Udayana, Riza Benny Susianto, Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Barbara Golose, dan Pimpinan LKP Agung (Salon Agung), Anak Agung Ayu Ketut Agung. Penghargaan ini diberikan dalam
rangka HUT ke-21 Tabloid Tokoh, salah satu media massa di Kelompok Media Bali Post. Sebelum acara Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019 dan Tokoh Pemberdayaan Perempuan, Yayasan Dharma Naradha terlebih dulu memberikan Penghargaan Anak Berbakat dan Berprestasi 2019. Penghargaan itu diserahkan oleh
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster didampingi Ny. Agung Sri Utari Satria Naradha kepada lima anak berbakat dan berprestasi. Di antaranya, Kadek Angling Kenaka Baswara Wijaya, siswa SD Saraswati 3 Denpasar yang meraih juara I Siswa Ajeg Bali, I Putu Galih Adi Manggala, siswa SD Saraswati 5 Denpasar yang merupakan juara
II Siswa Ajeg Bali, Ni Luh Gede Mas Sawitri, siswi SMK PGRI 3 Denpasar atlet lari dan tolak peluru Bali di Peparnas, I Komang Yastra Pratyaksa, siswa SMP PGRI 6 Denpasar yakni difabel juara magender wayang dan merindik, serta Agus Mertayasa, seorang pelukis difabel. Hal. 11 Membaca Puisi
Perkuat Budaya Kerja dan ‘’Leadership’’ PKK
BPM/eka
PENGHARGAAN - Menteri PPPA RI, Bintang Puspayoga, saat menyerahkan penghargaan kepada Ketua TP PKK Bali, Putri Koster dan Bhayangkari Daerah Bali, Barbara Golose pada Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019.
K ETUA B h a y a n g k a r i Daerah Bali, Barbara Golose, Ni Putu Putri Suastini Koster, dan Pimpinan LKP Agung (Salon Agung), Anak Agung Ayu Ketut Agung, merupakan tokoh pemberdayaan perempuan yang meraih penghargaan dalam acara Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019 oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga, di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Denpasar, Sabtu (30/11) kemarin. Semuanya melakukan upaya pemberdayaan, tapi dari jalan yang berbeda, disesuaikan dengan
bidang masing-masing. Sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster tak henti menyebarluaskan gerakan HATINYA (Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) PKK. Mulai dari mendukung pemenuhan gizi keluarga, hingga program kebersihan lingkungan. Supaya program tersebut mencapai target maksimal, istri Gubernur Bali Wayan Koster ini meminta TP PKK kabupaten/kota memperkuat budaya kerja disokong oleh leadership yang tangguh. Hal. 11 Membantu Pemerintah
Dari ’’Talkshow’’ Kesehatan Keluarga
Waspada Penyakit Metabolik, Kenali Tipe Kulit Acara Temu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga, di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Denpasar, Sabtu (30/11) kemarin, diawali dengan Talkshow Kesehatan Keluarga. Tampil sebagai pembicara Dr. dr. IGN Dharma, Sp.KK. dan dr. Kadek Dian Lestari, M.Biomed., Sp.PD .
BPM/eka
TALKSHOW - Suasana talkshow kesehatan keluarga di acara temu menteri di Wantilan Gedung Pers K. Nadha.
PEMERIKSAAN fisik secara rutin berkala menjadi salah satu poin penting dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Apalagi untuk yang sudah memasuki usia di atas 30 tahun, karena perkembangan metabolisme tubuh dan per-
tumbuhan sel-sel otomatis akan berkurang. “Jadi, kita harus punya niat bahwa kita harus melakukan pemeriksaan fisik berkala. Sederhananya, pertama, kita harus periksa berat badan kita sesuai dengan tinggi badan. Yang kedua lingkar ping-
gang kita,” ujar dr. Kadek Dian Lestari, M.Biomed., Sp.PD . Menurut Dian, lingkar pinggang perempuan sebaiknya di bawah 80 cm dan pria di bawah 90 cm. Sebab, hal itu akan berpengaruh pada kejadian penyakit metabolik seperti jantung, hipertensi, stroke, dan diabetes. Selain itu, pemeriksaan rutin juga mencakup pemeriksaan kadar gula, kolesterol, dan pap smear khusus untuk perempuan. “Itu yang simpel, yang sederhana minimal dilaku-
kan 6 bulan atau 1 tahun sekali,” jelasnya. Dian menambahkan, yang terpenting dalam hidup sehat adalah niat. Untuk mengecilkan lingkar pinggang misalnya, bisa dengan membatasi makan malam agar jangan sampai lewat di atas pukul 20.00. Kalau bisa tidak memakan nasi atau karbohidrat, melainkan buah saat malam. Selain itu, mengonsumsi air putih 8-10 gelas serta tidur 7-8 jam sehari. Hal. 11 Kurangi Nasi
2
Minggu Kliwon, 1 Desember 2019
Pertumbuhan Naik 15 Persen
Kanwil DJP Bali Lampaui Penerimaan Nasional Denpasar (Bali Post) – Menjelang akhir tahun 2019, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali (Kanwil DJP Bali) telah membukukan realisasi penerimaan pajak Rp 9,655 triliun atau 82,8 persen dari target penerimaan Rp 11,665 triliun. Di sisi lain, penerimaan pajak secara nasional telah mencapai Rp 1,126 triliun atau 71,81 persen dari target penerimaan yang dipatok Rp 1,577 triliun. Hal ini menempatkan Kanwil DJP Bali berada di peringkat 4 dari 34 Kanwil se-Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah DJP Bali Goro Ekanto, Sabtu (30/11) kemarin. Realisasi penerimaan Kanwil DJP Bali tahun ini, mengalami pertumbuhan 15,07 persen dibanding kan dengan realisasi penerimaan tahun sebelumnya. Hal tersebut didukung lima sektor dominan penentu penerimaan yaitu sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 22,20 persen, jasa keuangan dan asuransi sebesar 15,69 persen, sektor penyediaan akomodasi sebesar 13,21 persen, sektor industri pengolahan sebesar 7,22 persen, dan sektor administrasi pemerintahan sebesar 7,11 persen. Goro Ekanto mengungkapkan, dari segi kepatuhan penyampaian SPT tahunan telah mencapai 308.776 SPT atau 95 persen dari target rasio sebanyak 323.635 WP, dengan rincian realisasi untuk WP Orang Pribadi (OP) Non-Karyawan sebanyak 54.396 SPT, WP OP Karyawan sebanyak 233.327 SPT dan WP Badan sebanyak 21.053 SPT. Dalam upaya mengamankan target penerimaan tahun 2019, Kanwil DJP Bali telah melaksanakan langkah-langkah, antara
lain meningkatkan sinergi dalam bentuk Joint Program dengan Ditjen Bea Cukai Bali dan Nusa Tenggara, penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi/Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangka Optimalisasi Penerimaan Pajak Pusat dan Pajak Daerah, pelaksanaan Program Relawan Pajak bekerja sama dengan Tax Center di Bali, kickoff pelaksanaan inklusi kesadaran pajak di perguruan tinggi, menggaungkan reformasi perpajakan dalam bentuk Tax Gathering, bimbingan teknis dan evaluasi penghimpunan data dan pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) dan sosialisasi PMK-120/ PMK.03/2019 terkait Vat Refund. Ia akan terus melakukan koordinasi dengan pihak internal ataupun ekternal dalam rangka mengumpulkan data-data terkait perpajakan untuk digunakan dalam penggalian potensi perpajakan. Selain itu, Goro Ekanto mengingatkan kepada seluruh pegawai di lingkungan Kanwil DJP Bali, senantiasa bekerja keras, melakukan upaya atau langkah konkret dalam rangka pengamanan penerimaan pajak tahun 2019, dan memberikan pelayanan secara profesional serta melakukan pengawasan kepatuhan kepada WP secara optimal agar penerimaan pajak tahun 2019 dapat tercapai. Dengan pencapaian pertumbuhan yang baik ini, Kanwil DJP Bali senantiasa terus bekerja keras dan bersinergi untuk melakukan upaya-upaya atau langkah-langkah konkret dalam rangka pengamanan penerimaan pajak tahun 2019 sesuai yang telah ditargetkan. (kmb42)
Goro Ekanto
Bali Post/may
Menteri PPPA Jenguk Balita Korban KDRT di RSUP Sanglah MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawanti melakukan kunjungan kerja ke Bali, Sabtu (30/11) kemarin. Dalam kunjungan kerja itu, wanita yang lebih akrab dipanggil Bintang Puspayoga ini menjenguk pasien anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pasien berusia dua tahun berjenis kelamin perempuan ini masuk RSUP Sanglah pada Kamis (28/11) lalu dengan keluhan patah di bagian paha. Luka itu akibat tindakan KRDT, di mana pacar sang ibu menginjak kaki dan paha balita perempuan ini hingga patah. Usai mengunjungi pasien selama kurang lebih satu jam itu, Bintang Puspayoga menuturkan, pihaknya dari Kementerian PPPA akan terus melakukan koordinasi dengan lembaga terkait sehingga pelaku menjalani proses hukum yang seharusnya dan korban tidak terbebani baik fisik maupun psikis. ‘’Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menangani kasus ini. Saat ini, korban sudah mulai kembali gembira. Luka-lukanya juga sudah membaik dan mendapatan penanganan,’’ ujarnya. Mengenai kasus KDRT, diakui Bintang dilakukan tidak sebatas langkah kuratif bagi korban dan tindakan hukum
bagi pelaku, tetapi harus diiringi langkah pencegahan. ‘’Kita harus mencari akar masalah terjadinya KDRT, kemudian melakukan pembinaan-pembinaan dan sosialisasi mengenai ini, sehingga mengurangi kasus KDRT ke depan,’’ ujarnya. Ia berharap, untuk kasus ini pelaku bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya sehingga bisa menimbulkan efek jera dan tidak melakukan perbuatan yang sama ke depan. Mengenai pembiayaan korban selama perawatan di RSUP Sanglah, menurut Bintang, saat ini sudah dibicarakan dengan pihak RSUP Sanglah. Namun, diakuinya untuk korban KDRT yang harus mendapatkan perawatan kesehatan tidak ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional. Untuk itu, pihak Kementerian PPPA akan melakukan koordinasi dan memasukkan ini sebagai salah satu agenda kerja Kementerian PPPA ke depan. ‘’Ini akan menjadi pola kerja ke depan sehingga dalam menangani kasus KDRT kita akan memiliki pokja penanganan kasus yang cepat tidak hanya untuk pelaku, tetapi juga korban sehingga tidak membenani mereka ke depan, salah satunya biaya perawatan. Ini akan menjadi pembicaraan dan memerlukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang terkait,’’ jelasnya.
Bali Post/san
JENGUK - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawanti, saat mengunjungi pasien anak korban KDRT di RSUP Sanglah, Sabtu (30/11) kemarin. Sementara mengenai pembiayaan pasien, menurut Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. sudah ada salah satu yayasan yang mau menanggung biaya perawatan korban. ‘’Meski tidak ditanggung JKN, layanan tetap diberikan RSUP Sanglah. Saat ini, ada yayasan yang sudah mau menang-
gung,’’ ujarnya. Tindakan yang diperlukan lanjut Sudana sudah dilakukan dan rencananya pada Selasa (3/12) mendatang, pasien anak ini akan menjalani pemasangan gips untuk menyempurnakan penyatuan tulang pahanya yang patah. Karena pasien mengalami trauma, lanjut
Sudana, pihaknya memberikan ruangan khusus sehingga pasien tidak terganggu dan merasa aman. Saat ini, pasien dirawat di ruangan Wings Amerta. Dengan memberikan ruangan secara privasi diharapkan proses penyembuhan pasien baik psikis maupun fisik bisa berlangsung baik. (san)
Kasus HIV/AIDS di Bali Capai 21.597 Orang Denpasar (Bali Post) -
Penularan HIV/AIDS terjadi karena banyak faktor risiko, mulai dari hubungan seksual baik heteroseksual maupun homoseksual, penggunaan jarum suntik narkoba yang bergantian, tato, hingga penularan dari ibu positif ke bayinya. Dari faktor risiko penularan ini, terbanyak disebabkan karena hubungan seksual.
Untuk menangani hal ini, pihak Dinas Kesehatan Bali terus-menerus melakukan sosialisasi dan penyuluhan, baik mengenai HIV/AIDS maupun kesehatan reproduksi dan pendidikan mengenai seks sejak dini kepada remaja melalui KSPAN serta menerapkan pemeriksaan HIV kepada seluruh ibu hamil. Berdasarkan data komulatif HIV/AIDS sejak tahun 1987 hingga Juni 2019, total kasus HIV di Bali sebanyak 21.597 orang. Dari jumlah ini, penularan karena faktor risiko biseksual sebanyak 108, heteroseksual sebanyak 16.490, homoseksual sebanyak 3.141 orang, IDU atau penggunaan jarum suntik narkoba sebanyak 857 orang, perinatal (dari ibu ke bayi dikandungnya) sebanyak 605 orang, tato sebanyak 10 orang dan faktor risiko tidak diketahui sebanyak 386 orang. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Wayan
Widia, SKM., M.Kes. mengatakan, faktor risiko penularan HIV saat ini terbanyak adalah karena hubungan seksual. Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya telah melakukan langkah-langkah sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah melalui KSPAN. Selain itu, juga untuk mencegah penularan HIV dari ibu hamil ke janinnya, saat ini sudah dilakukan pemeriksaan atau tes awal untuk setiap ibu hamil di Bali. ‘’Layanan tes HIV serta konseling saat ini sudah bisa dilakukan di setiap puskesmas yang ada di Bali,’’ ujarnya. Selain itu, juga ada kegiatan survei terpadu biologi dan perilaku (STBP) dan zero survei yang menyasar kelompok risiko tinggi yang rutin digelar setiap tahunnya. ‘’Untuk sosialisasi pemakaian kondom pada pelaku risiko tinggi seperti wanita tunasusila (WTS) saat ini masih sering dilakukan melalui kerja sama dengan LSM,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya menambahkan, saat ini penularan HIV pun sudah cenderung pada usia yang lebih muda, dalam hal ini rentang usia 20-29 tahun. Menurut Suarjaya, fenomena ini tidak hanya terjadi di Bali, tetapi seluruh Indonesia, bahkan internasional. Hal ini dikarenakan fenomena penularan HIV yang ditemukan pada remaja mengalami peningkatan. Di sisi lain, program pencegahan penularan HIV ke remaja masih berkembang. Selain itu, juga adanya hambatan testing pada remaja di bawah umur, di mana agar bisa melakukan testing ini berdasarkan UU perlindungan anak harus ditemani orangtua/wali, sehingga infeksi HIV yang seharusnya bisa dideteksi saat remaja baru ketahuan saat usia 20-29 tahun. Untuk bisa menekan angka infeksi pada remaja ini, Bali sendiri sedang mengembangkan program dengan nama lolipop linkage of quality care for young key population. Program ini berpusat pada petugas kesehatan, di mana petugas dilatih untuk membuka komunikasi untuk remaja, berbicara sebagai teman, tidak menghakimi dan membaca kebutuhan remaja terkait
masalah kesehatannya. ‘’Petugas kesehatan jika menghadapi remaja tidak hanya melihat keluhannya. Contohnya, saat remaja yang mengeluh sakit kepala tidak hanya memberikan obat sakit kepala tetapi menanyakan bagaimana kondisi rumahnya, bagaimana pendidikan, pola makan dan olahraga, aktivitas hobi, hubungan dengan teman sebaya, bagaimana penggunaan obatobatannya, bagiamana aktivitas seksual, serta adakah tebersit ide hendak bunuh diri, mendeteksi adanya depresi kesehatan dan mental serta lainnya,’’ jelas Suarjaya. Jika dalam pemeriksaan secara menyeluruh ini ada yang dicurigai atau potensi ke arah adanya infeksi HIV, maka melakukan pendekatan untuk dilakukan tes HIV. Menurut Suarjaya, dari segi layanan, saat ini seluruh puskesmas yang ada di Bali di masing-masing kabupaten/ kota sudah bisa melakukan tes HIV atau memiliki layanan VCT. Diharapkan dengan adanya layanan VCT di setiap puskesmas ini akan lebih memudahkan pasien dengan faktor risiko untuk melakukan pemeriksaan. Sehingga lebih cepat terdeteksi dan lebih cepat menjalani pengobatan. (kmb24)
Tinggi, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Bangli Bangli (Bali Post) Kasus kekerasan terhadap perempuan di Bali meningkat. Pada tahun 2018, tercatat terjadi 571 kasus, sementara tahun 2019 hingga Oktober tercatat sudah terjadi 309 kasus. Kasus kekerasan banyak terjadi di Kabupaten Bangli dan Buleleng. Hal itu diungkapkan Direktur LBH APIK Bali Ni Luh Putu Nilawati saat ditemui di sela-sela acara peringatan Hari Anti-Kekerasan di Desa Penglipuran, Sabtu (30/11) kemarin. Menurutnya, beberapa faktor penyebab masih tingginya kasus kekerasan di daerah tersebut yakni tingkat pendidikan dan kondisi geografis yang berbukit. Seperti di wilayah Kintamani. “Era digital sampai di pelosok. Tapi pemahaman hukum tidak sampai di pelosok. Itu yang membuat daerahnya timpang.
HP dan internet bisa sampai di daerah itu, sehingga warga bisa mengakses situs-situs yang merangsang, tapi pemahaman secara hukum belum ada,” terangnya. Dikatakannya, kasus kekerasan yang umumnya terjadi di Bangli yakni kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual. Pernikahan anak di bawah umur juga masih banyak terjadi di masyarakat. “Pernikahan usia anak di sini bukan anak sesama anak. Tapi orang dewasa dengan anak. Poligami juga cukup tinggi,” kata Nilawati. Untuk mencegah dan menekan kasus kekerasan, pihaknya mengajak pemerintah kabupaten serta segenap lapisan masyarakat di tingkat desa untuk ikut berperan aktif. Nilawati mengatakan, pihaknya selama ini telah
melakukan gerakan berupa pembentukan kader-kader atau satgas pemberdayaan perempuan dan anak di setiap desa. Pihaknya sangat berharap seluruh desa bisa mengalokasikan dana desa untuk program pencegahan kekerasan perempuan dan anak. Sementara itu, acara peringatan Hari Anti-Kekerasan di Desa Penglipuran kemarin, diisi dengan deklarasi 16 hari Anti-Kekerasan terhadap perempuan. Dalam deklarasi tersebut Bupati, Ketua DPRD, organisasi terkait dan masyarakat yang hadir kemarin, kompak mendorong RUU Penghapusan Kekerasan Seksual bisa segera disahkan di DPR RI. Selain deklarasi, peringatan Hari Anti-Kekerasan kemarin, juga diisi dengan sosialisasi yang dibawakan beberapa narasumber. Salah satu di
antaranya dr. Sri Wahyuni, SPKj. Bupati Bangli I Made Gianyar sangat mengapresiasi acara peringatan Hari AntiKekerasan tersebut. Menurutnya, keberadaan perempuan sangat penting. Tanpa perempuan kehidupan tidak akan ada. Untuk mencegah dan menekan kekerasan perempuan dan anak di Bangli, Bupati memerintahkan OPD terkait untuk menggandeng APIK memberikan materi saat kegiatan bimtek perbekel. Sehingga upaya pencegahan kekerasan tidak saja dilakukan desa dampingan APIK, tapi seluruh desa di Bangli. “OPD terkait tolong seriusi ini. Karena ini sudah deklarasi, dan tentunya ini komitmen kita. Kalau kita sudah ucapkan, harus dilaksanakan,” kata Made Gianyar. (kmb40)
Bali Post/ina
ANTIKEKERASAN - Acara peringatan Hari Anti-Kekerasan di Desa Penglipuran, Sabtu (30/11) kemarin.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya,Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Kliwon, 1 Desember 2019
Law Faculty Festival BEM FH Unmas Ditutup
Memadukan Kegiatan Akademik, Non-akademik dan ”Entertainment”
BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Mahasaraswati (FH Unmas) secara kontinu menggelar Law Faculty Festival (LFF). LFF FH Unmas 2019 diformat beda dengan kegiatan akademik, nonakademik, dan entertainment atau hiburan. LFF BEM FH Unmas diisi dengan seminar nasional dengan menghadirkan artis yang juga pakar hukum Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., M.Hum., dan tokoh entrepreneur yang juga Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Sabtu (30/11) malam, LFF ditutup Rektor Unmas diwakili WR I, Dr. I Wayan Gede Wiryawan, S.H., M.H., dirangkaikan dengan puncak HUT ke-37 FH Unmas diisi dengan pagelaran musik dengan bintang tamu Band Napicula, Berlin Bintang, dan Kaset Culcha. Ketua BEM FH Unmas, Ngurah Galang Jayadhifa, dan Ketua Panitia, Gregorius Yudi, mengungkapkan, LFF 2019 diisi dengan seminar nasional, lomba MC, karaoke, pameran kuliner sebagai wujud kewirausahaan mahasiswa hingga pagelaran musik. Selain itu, juga memperkuat identitas mahasiswa sebagai insan intelektual, religius, sosial, kritik dan berdaya saing. Ini sesuai dengan tema ‘’The belle of law in era globalization’’. Artinya, perlunya perpaduan generasi dan ide-ide besar mahasiswa FH Unmas untuk menghadapi era globalisasi. Pagelaran musik dipilih agar seimbang antara kegiatan akademik, non-akademik dan hiburan. Banyak juga mahasiswa FH Unmas suka dan berbakat di musik, sehingga FH Unmas memiliki banyak grup band. Mereka juga diberi kesempatan untuk pentas di LFF FH Unmas. Pameran kuliner adalah agenda rutin untuk memperkuat jiwa
TUTUP LFF – WR I Unmas, Wayan Gede Wiryawan, didampingi Dekan FH, Nengah Susrama, dan Ketua BEM, Ngurah Galang Jayadhifa, dan panitia saat menutup LFF BEM FH Unmas. kewirausahaan mahasiswa sesuai dengan penekanan Dekan FH Unmas. Mahasiswa terlibat sejak business planning, karena lulusan FH Unnmas disiapkan tak hanya menjadi aparat penegak hukum dan pengacara, namun juga pebisnis unggul. Banyak juga alumninya unggul di bisnis. Sebelumnya di LFF, BEM FH Unmas juga menggelar lomba debat antarmahasiswa FH Unmas, lomba menyanyi solo pop dan dangdut seUnmas dan melakukan tali kasih ke Desa Suter, berupa pemberian 100 paket sembako kepada KK kurang mampu dan 100 ATK bagi siswa SD, SMP, dan SMA. Selain itu, juga diberikan bantuan sosial untuk dua penyandang disabilitas. Dekan FH Unmas, I Nengah Susrama, S.H.,M.H., didampimgi WD I FH Unmas, A.A. Putu Wiwik Sugiantari, S.H.,M.H., WD II, Lis Julianti, S.H.,M.H., WD III, I Wayan Wahyu Wira Udytama, S.H.,M.H., dan Kaprodi, Ni Putu Noni Suharyanti, S.H.,M.H., menegaskan, LFF ke-7 sangat bagus dan menjadi wadah kreativitas
mahasiswa memadukan berbagai kegiatan akademik, non-akademik, dan entertainment. Dia bangga, LFF tahun ini berlangsung sebulan penuh guna memperkuat kualitas lulusannya memiliki skill entrepreneurship of law, baik di akademik, pemerintah, bisnis, pendidikan dan bidang sosial. Selain itu, mendukung unggulan advokasi FH Unmas. Dengan demikian mahasiswa dan dosen meningkatkan kepekaan soff skill dan wawasan vokasi sehingga lulusan FH menjadi goverment, academic, social and business entrepreneur. Ini sekaligus kado HUT ke-37 FH Unmas. WR I Unmas, Wayan Gede Wiryawan, mengacungkan jempol berkat semangat yang tinggi mahasiswa FH Unmas mampu mengadakan LFF setiap tahun. Makanya wajar FH Unmas, kata dia, berhak menyandang akreditasi A. Kemudian mahasiswanya dikenal kreatif dan inovatif. Tinggal sekarang FH Unmas ditantang mampu membuka program S-2 Ilmu Hukum. (ad863)
Terus Perluas Jejaring Layanan Kesehatan
Wisuda Mahasiswa STPBI dan STB
Tahun Ini, STPBI Buka Dua Program Baru SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) dan Sekolah Perhotelan Bali (SPB) yang bernaung di bawah Yayasan Dharma Widya Ulangun melepas sebanyak 967 orang wisudawan di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (30/11) kemarin. Wisuda VIII STPBI diikuti 370 orang, dan Wisuda XVIII SPB, 697 orang wisudawan. Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional, Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT.,CHA., mengatakan, dengan berakhirnya perkuliahan bukan berarti berhenti belajar. Para lulusan harus mampu bersaing dalam dunia kerja dan menunjukkan kemampuan di dunia kerja melalui tingkah pola berkarya dalam sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan. Sudjana mengatakan, dalam mewujudkan lulusan yang profesional dan dapat bersaing pada pasar kerja internasional, kami telah bekerja sama dengan ITN (Internasional Training Networking) dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa-mahasiswi untuk melakukan training atau intership program di USA. Selain USA, mahasiswa juga dapat memilih tempat tujuan training di negara lain seperti Jepang, Thailand, Singapura, Australia, Malaysia dan Kanada. “STPBI juga bekerja sama dengan AHLEI (American Hotel and Lodging Educational Institute), City of Glassgow College di Scotlandia untuk membekali mahasiswa dengan sertifikat berstandar internasional setelah menyelesaikan pendidikan di kampus kami,” katanya. Tahun 2019, kiprah STPBI di tingkat Internasional dapat dilihat dari Silver Medal yang diraih mahasiswa dalam kompetisi Malaysia
KENANG-KENANGAN - Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional, Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT.,CHA., menyerahkan kenang-kenangan kepada mahasiswa lulusan terbaik. Food Hotel Tourism dan juga Juara I MICE Sustainability Award di Taipei. Prestasi lain yang diraih STPBI di tingkat Internasional adalah terpilihnya Ketua STPBI sebagai Country Representative untuk Indonesia dalam Asosiasi ApacCHRIE (Asia Pasific Council on Hotel Restaurant and Institution Education). STPBI juga ditunjuk oleh negara Uzbekistan sebagai model pembelajaran pariwisata dalam rangka meningkatkan pariwisata di Negara Uzbekistan. Salah satu dosen juga mendapat kesempatan memberikan pelatihan Tata Hidang kepada para pelaku industri pariwisata di Tehran-Iran. Sementara itu, Ketua Yayasan
Dharma Widya Ulangun, Dr. Drs. I Gede Astina, M.Pd., CHT.,CHA., mengatakan, dalam meningkatkan persaingan di tingkat nasional, tahun ini STPBI telah membuka program baru, yaitu SPB Enginering yang sudah mulai beroperasi di bulan Desember. Program ini ditujukan kepada para Engineer khususnya pada bidang Hospitality. TPBI juga sudah divisitasi oleh tim evaluator dari Dikti untuk pembukaan 2 program studi S-1, yaitu S-1 Bisnis Digital dan S-1 Kewirausahaan, yang diikuti dengan perubahan bentuk sekolah tinggi menjadi Institut. “Tahun depan, STPBI juga berencana untuk membuka program studi S-2 Pariwisata,” katanya. (ad860)
Terima Penghargaan dari Menteri PPPA dan Putri Koster
Prodia Resmikan Cabang Gianyar Yastra Pratyaksa Ingin Jadi Seniman NEXT Generation Healthcare Provider dengan jejaring layanan kesehatan terbesar di Indonesia, PT Prodia Widyahusada Tbk. (kode saham: PRDA) kembali meresmikan cabang baru yang berlokasi di Jl. By-Pass Dharma Giri, Bitera, Gianyar, pada Sabtu (30/11) kemarin. Peresmian ini dihadiri Bupati Kabupaten Gianyar, I Made Agus Mahayastra, SST.Par., MAP, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gianyar, dr. I.A. Cahyani Widyawati, M.Kes., Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, Branch Manager Prodia Denpasar, Antonius Erbano, serta jajaran manajemen Prodia. Prodia Gianyar merupakan cabang Prodia ke-4 yang berada di Provinsi Bali. Sebelumnya, Prodia telah membuka cabang di Denpasar, Tabanan, dan Singaraja. Peresmian cabang baru ini bertujuan untuk melayani kebutuhan masyarakat Gianyar terhadap layanan pemeriksaan kesehatan berkualitas terdepan. “Sejak hadir di Bali tahun 1982, Prodia berkomitmen untuk melayani masyarakat Bali dengan layanan pemeriksaan kesehatan terbaik. Kami berterima kasih tahun ini bisa membuka cabang di Gianyar dan diberikan kesempatan untuk melayani masyarakat Gianyar,” tutur Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, pada acara Grand Opening Prodia Gianyar. Prodia cabang Gianyar menyediakan layanan laboratorium, di antaranya pemeriksaan hematologi, kimia, imunologi, dan serologi, meliputi; pemeriksaan terkait antigen dan antibodi hepatitis B, fungsi tiroid, serta pemeriksaan kadar glukosa, HbA1c, lemak, fungsi ginjal, fungsi hati dan elektrolit, pemeriksaan petanda tumor, hormon reproduksi, pemeriksaan diagnostik molekular, pemeriksaan osteoporosis, patologi anatomi dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Sementara itu, Branch Manager Prodia cabang Denpasar Antonius Erbano menambahkan, melalui kelengkapan tes laboratorium di Prodia, pihaknya berharap dapat melayani masyarakat Gianyar dengan baik. “Kami juga berharap bisa menjadi mitra bagi pemerintah setempat serta para dokter, dan rumah sakit dalam memberikan layanan pemeriksaan kesehatan yang terbaik,” ujar Anton. Berdasarkan data di Kabupaten Gianyar, jumlah penduduk Kabupaten Gianyar pada tahun 2018 berdasarkan hasil proyeksi penduduk adalah sebesar 508.100 orang. Kepadatan penduduk Gianyar adalah 1.381 jiwa/km2. Dari segi fasilitas dan layanan kesehatan, Gianyar memiliki enam rumah sakit pada tahun 2018. Anton menambahkan saat ini, Prodia juga telah memiliki fasilitas e-Prodia yang merupakan sistem pendaftaran dan pembayaran online bagi pelanggan Prodia. Melalui layanan ini pelanggan dapat dengan mudah mendaftarkan diri, memilih jenis pemeriksaan yang diinginkan, menentukan lokasi pemeriksaan, dan pembayaran dengan cara yang
RESMIKAN - PT Prodia Widyahusada Tbk. (kode saham: PRDA) kembali meresmikan cabang baru yang berlokasi di Jl. By-Pass Dharma Giri, Bitera, Gianyar, pada Sabtu (30/11) kemarin. diinginkan. Sejalan dengan transformasi Prodia sebagai penyedia layanan kesehatan generasi baru, Prodia telah meluncurkan tes-tes pemeriksaan esoterik atau tes pemeriksaan khusus yang dapat mengidentifikasi risiko penyakit tertentu sehingga setiap individu dapat melakukan tindakan preventif atau pencegahan. Tes pemeriksaan khusus tersebut, di antaranya Cancer Risk (CArisk) yang merupakan pemeriksaan genomik yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko 13 jenis kanker, yaitu kanker payudara, usus besar atau kolorektal, serviks, hati, pankreas, paru, lambung, tiroid, uterus, kandung kemih, prostat, nasofaring dan kelenjar getah bening. Adapun pemeriksaan genomic risk lainnya yang akan dikembangkan, dapat digunakan untuk memprediksi risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes, dan autoimun berdasarkan genetiknya. Pada awal tahun 2019 ini, Prodia juga memperkenalkan tes pemeriksaan baru bernama DIArisk untuk memprediksi risiko diabetes pada individu. Jenis diabetes yang dapat diketahui risikonya dengan pemeriksaan DIArisk adalah risiko diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 dan gestational diabetes (diabetes saat kehamilan). Selain diabetes dan komplikasinya, DIArisk juga dapat mengetahui faktor risiko obesitas, kelainan metabolisme lipid, dan penyakit ginjal kronis. Prodia juga telah menyediakan pemeriksaan nutrigenomik yang mempelajari faktor genetika terhadap kesehatan serta bagaimana tubuh merespons nutrisi dan kebiasaan olahraga. Pemeriksaan Nutrigenomik ini dapat dilakukan dalam kondisi apapun karena tidak bersifat diagnosis. Dengan pemeriksaan nutrigenomik ini, seseorang dapat mengetahui diet yang tepat dan asupan nutrisi yang dibutuhkan bagi tubuhnya. Guna melayani pelanggan lebih dekat, Prodia telah
meluncurkan Kontak Prodia 1.500830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA). TANIA dapat diakses oleh siapapun khususnya pelanggan Prodia secara langsung kapanpun dan di manapun secara online, di antaranya melalui LINE: @prodia. id, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id, dan Website Prodia: www.prodia.co.id. Perlu diketahui PT Prodia Widyahusada Tbk. Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatarbelakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satusatunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Memasuki 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun. Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 286 outlet di 34 provinsi dan 126 kota di seluruh Indonesia, beberapa di antaranya merupakan Prodia Health Care (PHC), yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). (ad859)
Denpasar (Bali Post) SMP PGRI 6 Denpasar selain dikenal sekolah umum juga sekolah yang paling banyak memiliki siswa berkebutuhan khusus atau difabel. Namun, hampir semua siswa difabel di sekolah ini berprestasi. Salah satuya I Komang Yastra Pratyaksa. Dia mengalami cacat pada kedua kakinya yang bengkok dan kedua tangannya. Makanya, sehari-hari dia harus memakai tongkat. Termasuk ketika menerima penghargaan sebagai siswa berprestasi dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Suastini Putri Koster dan Menteri PPPA Bintang Puspayoga di acara penganugerahan perempuan inspiratif Tokoh 2019, Sabtu (30/11) kemarin, di Gedung Pers Bali K. Nadha. Sang ibu dengan sabar mengantarkan anak ketiganya ke sekolah dengan penuh kasih sayang. Menariknya, sesampai di sekolah teman-temannya justru berebutan untuk bisa menggendong Komang ke kelas. Sekali lagi karena semua rekan sekolahnya sangat sayang dengan Komang. Khusus untuk aktivitas menulis, dia masih normal. Siswa kelas VIII ini justru memiliki bakat dan semangat tinggi dalam bidang seni budaya Bali. Semua tak menyangka dengan kedua jari tangannya yang bengkok dia bisa memainkan gender wayang dengan apik. Termasuk memainkan gemelan rindik dengan manis. Dia pun menjadi nominator di Porsenijar PGRI belum lama ini. Kalau sudah mendengar gamelan, gerak tangan dan kaki Komang tak bisa diam. Makanya usai tamat di SMP PGRI 6 Denpasar dia akan melanjutkan ke SMKI atau SMKN 5 Denpasar. ‘’Saya ingin seperti kakak, menjadi seniman,’’ ujarnya. Waka SMP PGRI 6 Denpasar Ni Nyoman Erawati, S.Pd., yang mendampingi Komang Yastra Pratyaksa kemarin, mengungkapkan, Komang juga anak cerdas dan semua rekannya sangat menyayangi Komang. Selain orangnya baik, suka bercanda juga disiplin
Bali Post/sue
MENTERI - Komang Yastra Pratyaksa didampingi Ni Nyoman Erawati bergambar dengan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga, dan Putri Koster. dan cerdas di akademik. Apalagi gurunya, sangat sayang dengan anak difabel. Sekalipun diajar guru dengan PBM anak normal, namun Komang mampu mengikuti tanpa cela. Bahkan sampai temannya ada yang menjaga di ruang kelas saat jam istirahat atau jika mau berbelanja. Sekolah sangat peduli dengan anak-anak difabel. Mereka sebenarnya memerlukan bantuan guru khusus difabel, namun karena saking sayangnya, semua keluarga Yastra sekolah di SMP PGRI 6 Denpasar. Bahkan, tiap tahun Kepala SMP PGRI 6 Denpasar Drs. I Ketut Antara, M.Ag., memberikan bonus bagi siswa difabel yang berprestasi. Kepala SMP PGRI 6 Denpasar Drs. I Ketut Antara, M.Ag., secara
terpisah menjelaskan hampir setiap tahun, anak-anak difabel diterima di sekolah ini. Hal ini sesuai dengan moto sekolah yakni kita meningkatkan pengabdian terhadap nusa dan bangsa untuk membentuk generasi muda berkarakter. Konsepnya menjunjung kebersamaan dan persaudaraan. Makanya semua komponen sekolah menyayangi anak-anak difabel. Bahkan tahun lalu, siswa penyandang disabilitas, Ketut Widyadana, meraih dua emas dan satu perak di Kerjunas renang. Dia juga mewakili RI di Dubai. Makanya masyarakat menilai jasa SMP PGRI 6 Denpasar sangat besar karena banyak berperan dalam menyediakan pendidikan inklusi bagi anak-anak disabilitas. (025)
Pukul Satpam, Warga Australia Ditangkap Mangupura (Bali Post)Kasus penganiayaan melibatkan warga negara asing (WNA) kembali terjadi di Kuta. Kali ini, seorang satpam, Adni Junus Liu (33), dipukul remaja asal Australia berinisial WZW (18). Pemicunya karena kehilangan HP. Pelaku pun telah diamankan di Polsek Kuta, Jumat (29/11) lalu. Kapolsek Kuta Teuku Ricki Fadlianshah, didampingi Kanitreskrim Iptu Putu Ika Prabawa, Sabtu (30/11) kemarin mengatakan, saat itu pukul 02.45 Wita korban sedang duduk di depan Burger King dan melihat ada sejumlah orang asing ribut dengan tukang ojek karena HP-nya hilang. Selanjutnya korban asal NTT ini menegur orang asing tersebut agar tidak ribut di tempat kerjanya. “Orang asing tersebut lalu pergi mencari HP-nya. Beberapa saat kemudian orang tersebut kembali lagi menanyakan kepada korban, apakah melihat orang yang mengambil HP-nya? Warga asing itu mengatakan, korban kerja di sana,” ujarnya.
Korban langsung menjawab kalau kehilangan di dalam restoran mungkin dia tahu. Tapi kalau kehilangan di luar restoran, korban tidak tahu. Namun, pelaku tetap memaksa korban untuk bertanggung jawab atas kehilangan HP-nya. Saat itulah pelaku memukul korban dan mengenai wajah sehingga menyebabkan luka robek pada pelipis sebelah kiri. Atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Kuta. Berdasarkan laporan tersebut Tim Opsnal dipimpin Panit 1 Reskrim Ipda Erick Wijaya Siagian langsung melakukan olah TKP dan mencari saksi-saksi. Pelaku berhasil diamankan di tempat menginapnya, Kuta Town House Hotel, di Jalan Popies 1, Kuta, Badung. Hasil interogasi, pelaku mengaku melakukan pemukulan terhadap korban sebanyak 2 kali. Pelaku mengaku melakukan pemukulan karena marah kepada korban sebagai security Burger King dan HP temannya hilang di seputaran tempat korban berjaga. “Pelaku sudah diamankan dan menjalani proses penyidikan,” kata Iptu Ika. (kmb36)
4
Minggu Kliwon, 1 Desember 2019
Menopause
BANYAK perempuan merasa hidupnya akan berakhir, masa-masa kejayaannya akan rontok saat menopause. Hidup terasa lebih berat dan pikiranpikiran buruk membuat hidup yang rumit semakin rumit. Takut kelihatan tidak cantik lagi, takut tidak dicintai lagi. Menopause adalah siklus reproduksi yang mau tidak mau harus dilalui oleh perempuan dan harus dihadapi dengan rileks. Karena itu adalah siklus yang alami.
Harus Dihadapi dengan Rileks Menepouse merupakan siklus kesehatan reproduksi yang harus dihadapi wanita. Mulai dari menarche (mens pertama mulai usia 11 s.d. 12 tahun), masa subur sudah muncul, kontak seksual, lalu terjadi kehamilan, melahirkan (persalinan), masa nifas, hingga menopause. Wanita yang mengalami siklus ini patut bersyukur karena berarti umurnya panjang. Wanita mengalami menopause rata–rata usia 50 tahun. Ada juga mengalami menopause pada usia 55 tahun dan 60 tahun. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUP Sanglah dr. Made Bagus Dwi Aryana, Sp.OG. menjelaskan, menopause adalah berhentinya menstruasi secara permanen sebagai akibat hilangnya fungsi–fungsi dari indung telur. Terindikasi tidak menstruasi selama 12 bulan atau lebih, dengan bukti adanya penurunan fungsi hormon estrogen dan progesterone, mengingat hormon tersebut dihasilkan indung telur (ovarium). “Definisi ini yang harus dipegang. Kalau baru enam bulan tidak menstruasi, belum termasuk menopause. Protap kita, setiap wanita yang tidak menstruasi, kita harus yakinkan bahwa dia tidak hamil, atau galaktorea,” jelasnya, Kamis (28/11). Galaktorea yaitu keluarnya air susu dari payudara. Gejala ini menandai adanya tumor di otak. Jika ada wanita tidak menstruasi, yang perlu dipikirkan pertama adalah hamil atau galaktore. Namun, jika wanita itu tidak menstruasi selama satu tahun, dan hasil tes kencingnya negatif dan dengan USG tidak ada tanda–tanda kehamilan, wanita itu mengalami menopause. Gejala Berkurangnya fungsi hormon estrogen dan progesterone akan muncul keluhan jangka pendek dan jangka panjang. Keluhan jangka pendek yang paling sering dikeluhkan, yaitu gejolak panas, wajah terasa panas, kering, kulitnya terasa kering, jantung berdebar–debar, insomnia/sulit tidur, lebih sensitif dan mudah tersinggung. Dampak berkurangnya fungsi hormon estrogen dan progesterone secara umum dikatakan tidak ada. Keluhan jangka panjang, yaitu ada penurunan libido karena estrogen juga berfungsi membuat pelicin atau
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
pelumas di daerah kewanitaan sehingga tidak nyeri pada saat kontak seksual. “Jika hormon estrogen menurun, vagina akan terasa kering, sehingga kontak seksual terasa nyeri. Ketika nyeri saat kontak seksual, otomatis kan berkurang hasrat untuk kontak seksual, sehingga mungkin akan mengganggu kehidupan berumah tangga,” imbuhnya. Kulit keriput, merasa tidak cantik lagi, merasa per-
biasa, sampai betul–betul mengganggu hingga membuat kualitas hidupnya tidak baik. Biasanya diberikan terapi sulih hormon. “Tapi selama ini kita jarang memberikan terapi
hatian dari keluarga juga berkurang. Dengan bertambahnya usia di atas 50 tahun, anak–anak bertambah besar, keluarga juga bertambah besar, anak–anak menikah. Wanita menopause merasa tidak ada yang menyayangi, memperhatikan lagi. Ini disebut dengan empty net syndrome. Wanita menopause juga mengalami gejala gangguan berkemih, mudah ngompol. Syndrome (kumpulan gejala) ini akan menjadi mengganggu psikologis membuat hari tuanya bertambah tidak baik. Jika wanita menopause berpikir positif, berarti panjang umur. Ia menegaskan tidak ada cara untuk memperpanjang siklus menopause. Terapi Selama ini, pada orang menopause, dokter tidak pernah memberikan terapi. Kecuali memang ada gangguan yang luar
itu, sehingga sekarang terapi sulih hormon (TSH) tidak terlalu banyak digunakan. Untuk pelumas, dulu juga ada diberikan salep, gel, sekarang juga tidak terlalu banyak diberikan,” tandasnya. Meskipun terapi jarang dilakukan, komunikasi informasi dan edukasi (KIE) banyak dilakukan. Salah satunya informasi mengenai asupan makanan untuk banyak mengonsumsi kacang kedelai. Karena kandungan fito estrogen pada kacang kedelai tinggi. Olahannya menjadi tempe, tahu, kacang hijau, kacang kedelai, akan cukup memenuhi kebutuhan estrogen yang turun di dalam tubuh selama menopause itu. Wanita yang mengalami masalah psikis, seperti kesepian atau empty net syndrome hanya perlu waktu beradaptasi untuk membiasakan diri. Keluarga juga perlu diedukasi terutama pada anak–anak untuk mengunjungi orang tuanya. Tidak semua wanita menopause mengalami empty net syndrome. “Namun, penurunan estrogen akan selalu ada, tapi setiap orang responsnya berbeda–beda,” imbuhnya. Hal yang perlu diwaspadai adalah osteoporosis dan penyakit keganasan. Banyak wanita mengira ketika mengalami menopause, cenderung melupakan skrining, seperti pap smear, sadari (periksa payudara sendiri), sadanis (periksa payudara klinis). “Skrining tetap dilakukan untuk mengetahui secara dini keganasan–keganasan yang terjadi,” imbuhnya. Walaupun kanker payudara menurun angka kejadiannya dengan menurunnya fungsi estrogen, namun skrining harus tetap dilakukan secara rutin. Gaya hidup sehat lain yang harus tetap dilakukan yaitu olah raga, diet. Misalnya, seorang wanita mengalami kegemukan, maka skrining terhadap kencing manis, hipertensi, dll. Dengan bertambahnya usia, kemungkinan penyakit kardiovaskuler (jantung, kencing manis, hipertensi) tambah besar kemungkinannya. (may)
Asyiknya Senam Bareng (1) SARATNYA aktivitas dari hari ke hari tak jarang membuat kita jenuh. Seakan tak punya waktu lagi untuk melakukan olah gerak tubuh. Menyiasati hal itu, ajaklah teman, sahabat, keluarga atau kekasih untuk senam bareng agar situasi jadi menyenangkan dan tercipta suasana ceria. Lakukan gerakan yang fun, energik, namun tetap dapat dilakukan bareng. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Naomi dan Agnes dari Lala Studio.
3
Gb. III: Andre dengan posisi berdiri tegak, kaki kanan diluruskan ke samping kanan bersamaan dengan meluruskan tangan kanan ke samping kanan sedangkan tangan kiri diluruskan ke atas. Tusti mengangkat tekuk kaki kanan bersamaan dengan meluruskan kedua lengan depan dada. Lakukan bergantian kanan dan kiri pada hitungan 2x8.
2
1 Gb. I: Andre memb u k a k e d u a kaki sembari meluruskan kedua lengan k e a t a s , s edangkan Tusti menekukkan kedua kaki sembari menekukkan kedua siku lengan. Lakukan gerakan ini bersamaan pada irama musik yang sama pula agar tercipta rangkaian gerak yang dinamis.
4 Gb. II : A n d r e menekukkan kedua siku lengan ke samping sembari meluruskan kaki kiri dan menekukkan kaki kanan, sedangkan Tusti menyerongkan badan ke arah samping kiri, dengan meluruskan kaki kanan ke belakang dan meluruskan kedua lengan depan dada. Lakukan gerakan tadi bergantian arah, kanan dan kiri pada hitungan 2x8 hitungan. Hari-hari ceria mengusir kejenuhan dan salam bugar dari Lala Studio.
Kisara BERBICARA tentang remaja, kesehatan mental, salah satu topik yang sering dirujuk. Kesehatan mental, nyatanya menjadi masalah yang cukup riskan pada kehidupan remaja dewasa ini Mengenai kesehatan mental, mungkin di antara sahabat Kisara masih ingat dengan kasus bunuh diri Jonghyun Shinee pada 18 Desember 2017 silam, atau kasus bunuh diri Sulli ex-F(X) pada 24 Oktober 2019 lalu, dan yang barubaru ini terjadi, kasus bunuh diri mantan personel girlgrup Kara, Goo Ha Ra yang ditemukan tewas di rumahnya pada 24 November lalu. Selain ketiga kasus itu, nyatanya banyak kasus-kasus lain yang terjadi, tidak hanya di Korea, bahkan di Indonesia, khususnya di Bali sendiri. Hal ini menunjukan bahwa kesehatan mental merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pada masa remaja saat ini,
apalagi di tengah perkembangan zaman modernisasi. Sehat secara mental diartikan sebagai suatu kondisi sejahtera bukan hanya secara fisik tapi juga mental. Sehat mental merujuk pada kemampuan individu untuk menghadapi stressor atau penyebab stres yang muncul selama hidupnya dan juga merujuk pada kemampuan dan ketahanan individu dalam mengelola stres yang muncul. Masa remaja merupakan masa peralihan, sehingga kondisi mentalnya juga mudah terguncang. Hal inilah yang menjadi alasan utama diperlukan perhatian khusus pada kesehatan mental remaja.
Kupon
Gb. IV: Andre menekukkan kaki kiri, kaki kanan lurus dan kedua siku lengan ditekuk menyiku belakang kepala, sedangkan Tusti menekukkan siku lengan kanan bersamaan menekukkan kaki kanan. Lakukan gerakan tadi bergantian kanan dan kiri pada hitungan 2x8.
Pentingnya Manajemen Stres dan Kesehatan Mental Bukan hanya itu, remaja saat ini nyatanya memiliki lebih banyak penyebab stres yang dapat memicu terjadinya gangguan mental pada remaja. Misalnya bullying, body shaming, cyberbullying, bahkan hubungan asmara dan pelecehan seksual. Selain itu masih banyak hal kecil yang memicu stres pada remaja, seperti tekanan dari teman sebaya, kebiasaan mengikuti trend, tekanan dari dalam keluarga dan masalah-masalah di masyarakat. Stres Banyaknya faktor pemicu stres pada remaja akan merujuk terjadinya stres dan gangguan mental pada remaja. Tidak jarang, remaja yang tidak mampu mengelola stres yang dihadapi mengalami gangguan mental. Hal tersebut berujung pada perilaku-perilaku yang merugikan
dirinya sendiri, seperti selfharm (tindakan melukai diri sendiri), merokok, narkoba, minum-minuman keras, seks bebas, bahkan tindakan bunuh diri. Lalu, apakah ada yang bisa dilakukan untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi? Salah satu yang paling penting adalah pendampingan dari orangorang terdekat. Kenalilah perubahan yang terjadi pada orang di sekitarmu. Jadilah tempat untuknya bercerita dan tinggal di sisinya untuk mendampinginya. Jagalah caramu dalam berbicara, mengetik komentar di media sosial atau cara mengekspresikan dengan bahasa tubuhmu. Cobalah untuk lebih sering menyebar komentar baik dan pujian, lagi pula itu
tidak akan merugikanmu. Bahasa Jika kamu mengalami stres atau merasa tidak mampu menghadapi masalahmu, cobalah untuk berani berbicara. Nyatakan ketidaksukaanmu terhadap sesuatu jika itu mengganggumu dengan bahasa yang sopan, ceritakan masalahmu dengan orang yang kamu percaya dan cobalah untuk bangkit dari masalah. Jangan takut untuk terlihat lemah, jadikan itu sebagai waktu untuk mengumpulkan kembali tenaga dan kembali menghadapi hidup. Karena, kesehatan mental itu penting, bukan hanya untuk diri dan orang sekitarmu. Masa remaja hanya sekali, jangan disia-siakan.
5
Minggu Kliwon, 1 Desember 2019
Capricorn Peruntungan: Meskipun masalah masih terlihat setumpuk, sebaiknya tak perlu mengeluh karena itu hanya akan merendahkan harga diri Anda. Terpenting, cobalah selalu enjoy walau dalam situasi apa pun. Kesehatan: Jauhkan dari perasaan dengki agar bisa hidup dengan tenang dan jauh dari perasaan gelisah. Cinta: Anda tersenyum, maka segalanya akan terasa manis dan menyenangkan. Aquarius Peruntungan: Jangan mencampuradukkan urusan pribadi dengan pekerjaan, agar langkah Anda ke depan bisa lebih mantap dan cepat merengkuh kesuksesan. Saat inilah kesempatan Anda untuk mendekati atasan dengan selalu menjaga sikap terutama ucapan. Kesehatan: Hindari makanan di luaran yang kurang bisa dijamin kebersihannya. Cinta: Tetaplah bersabar dalam menghadapi omongannya yang terkadang menjengkelkan hati itu. Pisces Peruntungan: Usaha yang telah dirintis sekian lama itu mulai menampakkan hasil, tinggal bagaimana Anda mempertahankan kelancaran usaha ini. Perbaiki kinerja Anda yang terkesan kurang bergairah dan bersemangat. Kesehatan: Usahakan jika akan melakukan aktivitas baru sebaiknya selalu dikondisikan dengan badan Anda, sehingga tetap terjaga dan tidak sampai timbul permasalahan di kemudian minggu. Cinta: Jangan terhanyut dengan rayuan gombalnya yang belum tentu dengan kebenaran yang ada. Aries Peruntungan: Usahakan selalu berjalan sesuai tahapan yang ada dan tak perlu terlalu ingin cepat meraih sukses besar, karena jika tidak bisa kontinu, hasilnya akan percuma saja. Motivasi harus selalu tinggi dan jangan sampai mengendor. Kesehatan: Jika kepala terasa pusing, segera saja minum obat pusing seperti yang biasa Anda minum dan jangan menundanya. Cinta: Hindari kebohongan apa pun alasannya, karena sekali Anda ketahuan, selamanya sulit untuk bisa percaya lagi. Taurus Peruntungan: Situasi minggu ini tampak cukup baik dan menguntungkan, sehingga sangatlah disayangkan jika kesempatan ini lari begitu saja hanya karena sikap Anda yang tidak bisa sabar dan selalu terburu-buru. Kesehatan: Kedepankan faktor kebersihan, jangan hanya menomorsatukan selera jika ingin badan selalu fit. Cinta: Tidak ada sulitnya bicara dari hati ke hati agar permasalahan bisa cepat clear. Gemini Peruntungan: Jangan lengah terutama terhadap berbagai gangguan yang muncul dari orang lain. Cobalah disikapi dengan penuh keseriusan. Untuk saat ini masih harus bersabar karena support masih minim sekali. Kesehatan: Cobalah rileks karena belum tentu akan terjadi seperti apa yang Anda bayangkan. Cinta: Selalu diskusikan dengannya setiap ada permasalahan, jika ingin hati tenang dan tidak merasa sendiri. Cancer Peruntungan: Tanamkan selalu kewaspadaan dan jangan mudah begitu saja percaya dengan omongan orang. Ingatlah bahwa minggu ini ada saja yang mencari-cari kesalahan Anda, maka tetaplah bekerja dengan tenang dan penuh konsentrasi. Kesehatan: Urusan masih setumpuk, sebaiknya Anda lebih disiplin waktu, agar kesehatan tidak sampai terganggu. Cinta: Hubungan percintaan ini tetap bisa berjalan penuh kedamaian dan ketenangan. Leo Peruntungan: Tetaplah konsisten dengan keputusan yang telah diambil dan tidak perlu ragu-ragu bertindak tegas dan berani. Patuhilah perintah dari atasan apalagi karier Anda ibaratnya lagi merangkak sehingga perlu kesabaran untuk bisa meningkatkannya. Kesehatan: Kondisi badan cukup lelah sehingga kalaupun dipaksakan untuk saat ini akan percuma saja hasilnya. Cinta: Hindari bicara ceplas-ceplos karena minggu ini perasaannya lagi sensitif. Virgo Peruntungan: Kalau ada kesempatan, coba wujudkan saat ini juga. Hanya, jangan sampai lepas dari perhitungan, sebab ini kunci utama di samping pertimbangan yang matang. Hilangkan sikap minder bila berada di antara rekan-rekan. Ada baiknya Anda lebih percaya diri dan yakin akan kemampuan diri sendiri. Kesehatan: Jika tetap tidak bisa meredam nafsu makan, kebugaran tubuh Anda akan bisa terganggu karenanya. Cinta: Suasana percintaan Anda masih terasa manis dan menyenangkan. Libra Peruntungan: Cukup mujur sehingga sangatlah disayangkan jika konsentrasi Anda terpecah, hanya terpusat pada permasalahan yang kurang begitu penting tersebut. Bersabarlah, karena ini merupakan kunci untuk dapat melewati semua rintangan yang menjengkelkan hati itu. Kesehatan: Posisi duduk dan posisi tidur Anda ada baiknya ditempatkan pada tempatnya yang benar, sehingga tidak sampai terkilir ataupun pusing. Cinta: Tak ada gunanya memaksakan kehendak kepadanya apalagi sudah tahu wataknya yang egois dan ingin menang sendiri. Scorpio Peruntungan: Loyalitas Anda sudah cukup teruji dan diakui oleh rekan-rekan Anda, maka selalulah dijaga jangan hanya karena persoalan sepele akhirnya mencoreng kredibilitas Anda. Kesehatan: Cobalah jalani setiap persoalan dengan sesantai mungkin sehingga hidup ini akan terasa lebih ringan dan tidak sampai memusingkan. Cinta: Kesempatan untuk mengubah image Anda di depan dirinya menjadi lebih baik dari yang dia pikirkan. Sagitarius Peruntungan: Jangan biarkan karena persoalan sepele akhirnya merusak segalanya dalam sekejap mata, terutama omongan orang sebaiknya jangan mudah begitu saja percaya sebelum melihat sendiri kebenarannya. Kesehatan: Suasana hati yang runyam dampaknya akan besar terhadap kondisi badan Anda. Cinta: Jaga batas-batas ketimuran, jangan sampai kebablasan. Ingatlah, di mana pun Anda berada maka mata akan selalu memandang dan mengawasi.
Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 1 - 7 Desember 2019
Menata Kematian (2-habis) Param mrtyo anu parehi panthām yaste sva itaro devayānāt caksusmate śrnvate te bravīmi mā nah prajām rīriso mota vīrān. (Rg Veda,1.18.1) “Wahai Kematian, (inilah) permohonan hamba: mereka yang berjalan di luar jalan para bijak, bantulah agar mereka berjalan di jalan yang indah mulia. Hamba memohon kepada Anda agar jangan menyakiti anak-anak dan para pahlawan hamba. Bukalah telinga Anda dan dengarkanlah permohonan hamba tersebut.” Hampir semua orang takut pada datangnya kematian. Namun, orang bijak akan “menata kematian”-nya. Demi menjaga keamanan bangsa dan negara, Kepolisian memberlakukan siaga satu yang bersifat sementara. Begitu keamanan pulih kembali maka masa berlaku siaga satu ditarik kembali. Namun, dalam hal ‘menata kematian’, orang perlu memberlakukan ‘siaga satu’ untuk selamanya karena kematian tidak akan pernah memberikan ‘aba-aba’ akan kedatangannya. Kematian merupakan proses “ganti pakaian”. Sebagaimana orang menanggalkan pakaian yang sudah robek, rusak, dan usang (yathā vāsāmsi jīrnāni vihāya), seperti itu pula Ātmā (roh) meninggalkan badan yang sudah tua dan sakit-sakitan (śarīrāni jīrnāni bihāya), lalu memasuki badan yang baru (anyāni navāni dehi samyati) yang dikenal dengan istilah punarbhava (reinkarnasi). Pengalaman menghadapi kematian pada kehidupankehidupan terdahulu menyebabkan orang merasa takut pada kematian. Veda mengajarkan cara “menata kematian” agar orang tidak merasa takut menghadapi kematian. Veda mengajarkan kematian bukanlah kematian melainkan per-
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
gantian “pakaian”. Orang bijak akan menghadapi kematiannya dengan cara yang terbaik, yaitu bersama Hyang Parama Īśvara, Tuhan Yang Maha Kuasa. Orang-orang suci menghadapi kematiannya bersama Tuhan melalui sungkem dan sujud bhakti sehingga dirinya dapat diterima oleh Tuhan dan kembali “dijadikan milik”Nya. Melalui praktik-praktik agama spiritual tertentu orang “mengkondisikan” agar Tuhan mempunyai alasan menjadikan dirinya sebagai “milik”-Nya. Dekat dengan Tuhan sambil mengembang-biakkan berbagai keinginan material akan menggagalkan orang “dipeluk” oleh Tuhan. Mereka yang berhasil membersihkan praktik-praktik agama spiritualnya dari “padang rumput” serta “hama keinginan material” dan mengarahkan praktik-praktik agama spiritualnya sebagai “nafas hidup” maka ia layak mendapatkan moksa. Ia tidak lagi mengarahkan praktik agama spiritualnya untuk mencapai surga-surga melainkan demi pencapaian yang mengatasi surga, yaitu pembebasan abadi dari kesengsaraan duniawi, manunggaling kawula lawan Gusti. Menurut Rg Veda di atas, ketika orang menerima kematian sebagai “proses alami” pergantian badan jasmani maka orang akan menghadapi kematian dengan cara lebih tenang dan damai. Hanya dalam kesadaran indah damai seperti itu orang akan menghadapi kematian dan “bercakapcakap” dengan Dewa kematian, agar jangan menyakiti orangorang yang disayanginya, yaitu anak-anak serta para pahlawan bangsanya. Pengalaman orang-orang
Ia adalah badan jasmani yang memberikan tempat untuk tinggal kepada Sang Ātmā tetapi sekaligus menjadi “kurungan” yang mengurung dan membatasi serta “memenjarakan” Ātmā di dalam badan jasmani. Bertahun-tahun, puluhan bahkan ada yang ratusan tahun menjadi “tawanan” dari badan jasmani. Sesungguhnya Ātmā sangat menderita tinggal dalam “kurungan” badan. Namun, kerlap-kerlip menyenangkan dari indria-indria badan menyebabkan Sang Ātmā menjadi kesenangan dan terikat pada badan. Selanjutnya, pada saat kematian, Ātmā harus berpisah dengan badan jasmaninya, Ātmā merasa terbebaskan dari “kurungan” tersebut. Ātmā merasa berbahagia terlepas dari badan jasmaninya (kālaning metu sangkeng kurungannya, tusta citta sang warātmā). Puluhan atau ratusan tahun Ātmā berada dalam kurungan badan jasmani (saking dangū sira kinurungan), di-“nina-bobo”kan oleh badan jasmani (saking dumun sampun sang Ātma katekepin), sekarang, begitu Ātmā bisa keluar dari badan jasmani (wahu mangkin prasida malesat) maka Ātmā merasa berbahagia. Pada bait kakawin di atas digambarkan bahwa Sang Ātmā yang meninggalkan badan ini berada dalam rasa Bahagia. Kebahagiaan itu adalah bahagia karena bebas dari badan yang sebelumnya telah mengurungnya. Perasaan lega Sang Ātmā tergambar pada kalimatkalimat tersebut. Rasa Bahagia yang “mengalahkan keputusan” mantra Rg Veda dikutip di atas yang mengatakan orang mengalami rasa ketakutan saat menyongsong kematian. Sebaliknya dalam paparan Aji Palayon ternyata Ātmā merasa berbahagia dapat keluar dari “kurungan” badan jasmaninya. Bait-bait berikutnya tambah menarik ketika dituturkan bagaimana Ātmā melakukan perpisahan dalam “farewell party” dengan badan jasmani yang sudah puluhan tahun diajak bersama-sama. Lontar Aji Palayon memaparkan bagaimana Sang Ātmā berpamitan dengan badan jasmaninya dan berharap bisa bertemu kem-
bali, “Wahai kurunganku yang agung, tempatku belajar pada waktu dulu, tempat tinggalku yang tiada duanya, aku tidak akan lupa pada welas asihmu (ah uduh mahā rungkingku, sthanangku hangaji ring ngūni, haśramangku kita tā moli, tan lalya haku ri karunānta).” Dalam paparan ini dapat dipahami bahwa Ātmā meninggalkan badan jasmaninya tidak pandangan sebagai sesuatu yang jīrna (usang, tua, rusak) melainkan dalam rasa kasih hormat. Ātmā melanjutkan “chat”-nya dengan badan jasmaninya sambil menyapa dalam sebutan agung mulia. Ātmā menyapa badan jasmani yang sedang ditinggalkannya dengan sebutan Dewa, “Wahai Dewa kurunganku (inggih dewa guwungan tityange).” Pada bagian ini, Ātmā tidak kelihatan “merintih” kehilangan badannya, sebaliknya juga tidak merasa “merintih” karena terikat dengan badannya (linggih (wadah) tityange nenten wenten tyos, nenten lali tityang ring tresnan i dewane). Ātmā meninggalkan badan jasmani (kurungannya) dalam kesadaran tenang dan damai karena selama hidup di dalam badan, ia telah pergunakan kesempatan tersebut untuk belajar dan menyempurnakan diri sesuai tujuan menjelma sebagai manusia ke dunia ini (genah tityange malajah dumun). Karena itulah Ātmā berhasil kembali kepada kesadaran Sang Jati Diri sebagai Ātmā, dan ia menjadi tercerahkan serta bijak. Sebagai “lambaian tangan bye-bye”, Ātmā berkata, “Sekarang waktuku tiba untuk berangkat meninggalkanmu (adyātahkrta samayanya aku haninggali kita)”. Paparan ini memperlihatkan bahwa Ātmā tidak bersedih bahkan sebaliknya ia menasihati badannya agar tidak bersedih (haywa kita śokamānasa) menghadapi perpisahan tersebut. “Penataan kematian” paling sederhana dapat dilakukan dengan kirtanam dan smaranam, memuji dan mengingat Tuhan setiap saat. Akhirnya dalam ketidakterikatan Ātmā akan menyapa badan yang ditinggalkannya, “amogha katemwa mwah”, semoga kelak berjumpa kembali.
menghalangi kegiatan mulia itu, baik karena daya tarik peralatan komunikasi berupa telepon selular yang kian “cerdas” (smart phone), maupun kesibukan “berburu” dunia yang cenderung tak berkesudahan. Kendati begitu teruslah berjuang mengatasi godaan dan kendala yang ada. Semua itu adalah proses melakukan perbaikan (diri) yang sudah seyogyanyalah kita lakukan dalam sepanjang (sisa) hidup kita, sebelum malaikat maut menjemput diri kita untuk memasuki alam berikutnya, yaitu alam barzah. Apabila tidak ada usahausaha serius melakukan perbaikan, maka permohonan ampunan dan taubat kita, tentulah belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Allah SWT. Yang memprihatinkan, jika kematian tiba-tiba datang, justru penyesalan berkepanjanganlah yang akan dialami di alam barzah manakala usaha melakukan perbaikan itu tak kunjung dilakukan alias hanya sekadar basa-basi dalam bertaubat. “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian ke-
pada seseorang dari mereka, dia berkata: ‘Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh yang telah aku tinggalkan’. Sekalikali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”. (Q.S. alMu’minun [23]: 99-100). Betapa pun, kita memang tidak lepas dari berbuat salah, selain di “sana-sini” memiliki sejumlah kekurangan dalam mengabdi (beribadah) kepada Allah SWT. Tentu sangat bagus apabila kita “mendata” dengan cermat kesalahan atau kekurangan yang ada pada diri kita sendiri. Langkah berikutnya adalah merumuskan tindakan perbaikan yang perlu kita lakukan dengan segera. Harus diakui, dalam banyak kasus, kesalahan yang kita lakukan disebabkan oleh kebodohan kita sendiri. Setidaknya bodoh atau tidak tahu kapan persisnya Allah SWT menugaskan malaikat maut untuk mencabut ruh kita. Kebodohan diri kita, juga banyak disebabkan karena kita enggan atau setidaknya kurang serius sedari awal dalam mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya. Walau begitu, tentu kita tidak perlu berkecil hati, apalagi
berputus asa dalam mengharap ampunan dan rahmat-Nya (Q.S. 39: 53). “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benarbenar Maha Pengampun dan Maha Penyayang”. (Q.S. anNahl [16]: 119). Optimisme atas penerimaan taubat oleh Allah SWT mestilah ada pada diri kita, karena sesungguhnyalah Dia Zat Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. “Tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (Q.S. at-Taubah [9]: 104). Rasulullah SAW yang ma’sum (terpelihara dari kesalahan), menurut Hadis Riwayat Muslim, dalam sehari memohon ampunan dan dan bertaubat kepada Allah SWT sebanyak 100 kali. Lalu, diri kita yang begitu banyak kesalahan dan dosa itu, berapa kalikah dalam sehari mohon ampun dan bertaubat kepada-Nya?
persaingan yang kerap berujung pada kekerasan. Guna menghindarkan suasana The Survival of the fittest atau kelestarian hanya untuk terkuat, sedangkan yang lemah dan tak berdaya bisa dilenyapkan, maka bahasalah yang dipakai alat untuk bermusyawarah. Di Bali hal ini diungkap dengan ‘cenik lantang‘ yang maknanya serupa dengan small is beautiful, meski sedikit yang penting penuh kedamaian dan keindahan,“ urai Rubag. “Setuju tapi kita sadar, apa pun yang ada di dunia selalu memiliki dua sisi yang saling bertentangan atau oposisi binner. Rwa bhineda, begitu para orangtua kita menyebut. Bahasa mendamaikan terkadang juga menimbulkan kegaduhan, yang bisa bermuara pada adu fisik atau perang. Sebab, pemahaman terhadap teks atau wacana sering tidak lengkap. Selain berbeda karena kemampuan berbahasa, juga karena sudut pandang berdasar kultur dan ideologi. Perbedaan kultur dan ideologi tidak perlu dibahas, namun kemampuan dalam berbahasa sangat penting untuk dibicarakan. Agar
tidak bertengkar dalam memahami bacaan, dalam bahasa ada mata pelajaran yang disebut reading comprehension atau pemahaman atas teks. Sebab, setiap orang perlu mengintegrasikan teks yang dibaca dengan pengetahuan yang telah diserap sebelumnya. Karena setiap teks selalu terkait dengan konteks dan interteks, sehingga kita tidak cepat naik darah dan emosional dalam membacanya. Ingat, teks tidak selalu berupa kumpulan huruf, juga fenomena atau kejadian, malah manusia adalah teks yang terbaca lewat kelakuan atau perilakunya. Keributan dan pertentangan yang seakanakan berkesinambungan sejak era reformasi, boleh jadi akibat kurang pahamnya kita atas teks. Ambil contoh Pilpres 2019 nyaris membuat bangsa ini pecah gara-gara perang wacana yang bercampur hoax, fitnah dan saling bully. Lucunya, ketika dua capres berdamai dan bersatu pascapilpres, para pengikutnya yang dulunya saling ancam dan ejek, seperti gigit jari. Malah ada yang melafal lirik ‘Kegagalan Cinta‘ saat acara debat publik di televisi,
hahaha,“ gelak Nyoman Sudiantara mengakhiri komentarnya. “Penyebab semua itu menurutku, akibat budaya virtual atau permukaan yang dibawa industri budaya. Orang-orang yang akrab dengan kotak ajaib atau TV, yang menghiburnya dari matahari terbit hingga larut malam, dimanjakan dengan kegampangan berpikir. Tidak perlu tahu sejarah, tidak usah mengingat masa lalu, yang penting masa sekarang yang harus dirayakan terusmenerus. Begitu kira-kira misi yang dibawa budaya virtual, yang hanya menyodorkan permukaan dan jenis atau macam, namun menafikan kedalaman dan isi. Akhirnya bangsa ini seperti kolam ikan telantar yang berisi beragam ikan yang kelaparan. Jangankan remah makanan, sandal jepit butut pun dilempar ke kolam dijadikan rebutan ikan-ikan yang di antaranya ada yang kanibalis. Pemahaman literasi memang sering diimbau, tapi sedikit yang menggubris, sehingga bertengkar dan berkelahi seakan menjadi habitus,“ ujar Made Surjanegara.
yang meninggal tetapi hidup kembali (mati suri), mengatakan bahwa mereka dijemput oleh pasukan-pasukan Yamadipati (Dewa Kematian) yang berwajah seram mengerikan. Para Yamadūta, pasukan Dewa Kematian yang berwajah menakutkan tersebut menarik dan mengambil paksa Ātmā dari badan jasmaninya. Demikian mengerikan dan menyakitkan sehingga beberapa diantara mereka harus menghadapi kematian dalam keadaan menggelepar-gelepar. Sebaliknya, yang beruntung dan berhasil “menata kematian”-nya, mereka menghadapi kematiannya dengan lebih tenang dan damai, dalam kesadaran suci memasuki “orbit” yoga meditasi. Ada pesan indah warisan leluhur orang Bali tentang kematian yang tertuliskan dalam berbagai lontar warisan leluhur. Salah satunya bernama Aji Palayon, tersedia dalam versi Kakawin dan Gaguritan. Dalam Aji Palayon ini, penekanan diberikan pada perpisahan Ātmā dengan “kurungan”-nya (badan jasmani). Diberikan nama Aji Palayon karena ia mengajarkan tentang kematian. Kata Palayon berasal dari pa + layu + an. Layu berarti kematian. Aji Palayon adalah ajaran tentang kematian, tentang perjalanan sang Ātmā menuju “destinasi” barunya yang indah damai serta membahagiakan. Kakawin Aji Palayon memaparkan keberadaan Ātmā yang damai, bahwa Ātmā merasa senang dan berbahagia (tusta cittani sang warātmā) ketika ia keluar dari tubuhnya (kālaning metu sangkeng kurungannya). Ātmā tidak merasa ketakutan dan kesakitan, dan juga tidak menderita ketika keluar dari badan jasmani yang selalu bersamanya sampai akhir nafasnya. Sebaliknya, tusta cittani sang warātmā, kālaning metu sangkēng kurungannya, Ātmā merasa berbahagia setelah berhasil keluar dari “kurungan” badan kasarnya (ledang punika pikayunan sang Ātma lwih, ritatkala ida medal saking guwungnyanē). Pemakaian kata “kurungan” untuk menyebutkan badan jasmani di dalam lontar Aji Palayon ini sangat bermakna.
MIMBAR AGAMA
Bertaubat yang Sebenarnya H. Kusnadi Musthofa “Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya”. (Q.S. al-Furqaan [25]: 71). SIAPA pun yang menyesali kesalahannya, lalu memohon ampun, bertaubat dan memperbaiki diri dengan berusaha melakukan amal-amal kebaikan, maka oleh Allah SWT, selain dinilai sebagai orang yang bertaubat dengan sebenar-benarnya, juga digolongkan sebagai orang beriman yang dijanjikan mendapatkan anugerah (pahala) yang besar (Q.S. 4: 146). Syarat mendasar diterimanya suatu taubat, selain tidak syirik (menyekutukan Tuhan), adalah adanya upaya memperbaiki diri. Hal ini didasarkan pada FirmanNya: “Maka barang siapa yang bertaubat (di antara pencuripencuri itu) sesudah melakukan kejahatan dan memperbaiki
diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. alMaaidah [5]: 39). Tentu saja yang dimaksud dengan memperbaiki diri di sini dalam pengertian yang luas. Kejahatan, keburukan, juga kesia-siaan yang dilakukan sebelumnya, diperbaiki, diganti dengan amal kebajikan. Memperbaiki bisa pula bermakna memperbaiki yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Sebagai suatu contoh, tadinya waktu yang dianugerahkan oleh Allah SWT disia-siakan dengan tidak memperdulikan Al-Qur’an, lalu diperbaiki, sehingga “disisihkan” pula waktu yang ada untuk membaca Kitabullah itu setiap hari. Membaca Al-Qur’an setiap hari adalah hal yang baik, namun kebaikan itu diperbaiki lagi dengan mempelajari isinya. Kemudian diperbaiki lagi dengan usaha-usaha mengamalkannya, termasuk mengamalkan doadoa yang ada di dalamnya. Dalam melakukan usahausaha perbaikan, bisa saja ada kendala dan godaan yang dapat
"Kolam yang Telantar" KEMAMPUAN manusia dalam berbicara merupakan hal utama yang membuatnya disebut makhluk tersempurna ciptaan Tuhan. Secara vulgar manusia disebut The only speaking animals, sedangkan makhluk lain atau binatang hanya bisa berbunyi. Bahasalah yang membuat manusia diberi julukan makhluk sosial dan insan yang tak henti-henti berpikir. Juga berkat bahasa, manusia mampu berusia panjang, karena setiap masalah dengan manusia lain, sering diselesaikan lewat bahasa. “Alat ucap yang lengkap dan otak yang mampu berpikir sebagai karunia Tuhan harus disyukuri. Dengan kemampuan berkomunikasi secara baik, manusia terhindar dari situasi dan kondisi perang semua lawan semua atau bellum omnium contra omnes. Karena menurut watak aslinya manusia dianggap serigala bagi manusia lain yang diberi istilah homo homini lupus. Sebab menurut Plato, nafsu
brolan BALE BANJAR ARIDUS merupakan sumber gerak manusia yang terkadang tidak bisa dikontrolnya sendiri. Karena hasrat atau keinginan yang merupakan produk nafsu sering melampaui batas, ini menjadi sumber masalah. Perkelahian dan perang yang mendominasi sejarah manusia berasal dari upaya memenuhi nafsu atau keinginannya. Karena objek yang menjadi target sangat terbatas jumlahnya, sedangkan yang menginginkan berjumlah tanpa batas, maka terjadi
Bali
6
Redité Kliwon, 1 Desember 2019
Cangkem Paon
Linggih Sanghyang Bamadéwa ring Pawaregan
BPM/was
PAON – Kawéntenan cangkem paon ring pakarangan utawi jajar sikut satak ketah kapanggihin pamekas ring wewidangan padésan. Kawigunannyané nénten wantah kanggén mareratengan, taler mabuat sajeroning upacara yadnya.
Cihna Lascarya SEKANCAN parindikan ring kahuripan kramané majanten setata masikian, punika raris ngamedalang paiketan sané becik sané nénten prasida kapasahang. Indiké punika sané setata kajantenang olih krama Hindu utamanipun ring Bali sakadi sané sampun katami saking para panglingsirnyané. Punika taler makacihna yéning makatah parindikan ring kahuripan kramané madué tetujon utawi kapatutannyané soang-soang, rumasuk kawéntenan cangkem paon. I Nyoman Widarsana maosang, pikayunan lascarya soangsoang krama utawi ring kulawarga sujatiné prasida kasinahang antuk sapunapi pidabdabipun mapumpun utawi maborboran ring Panca Brahma utawi ring cangkem paon prasida kamargiang antuk pidabdab lascarya. Duaning sujatiné cangkem paon taler panyomyan saking rejeki utawi mertha sané kadruénang utawi kapolihang sané tetueknyane wantah sekancan pikayunan utawi kita sané kapolihang saking pamidabdab panca indria, punika kabakta ka pawaregan jagi kanggén utawi katurang ring kulawarga. Sakéwanten yéning sampun kagoda antuk sekancan kita tur pisarat nanging krama inucap nénten madué cangkem paon utawi niyasa saking panyomya inucap, sinah manut tetuek kekunan krama punika nénten prasida negdegang raga, setata ngulurin kita kémanten tur nénten naenin éling ring raga sané ngawinang parikrama kahuripannyané nénten becik. Sios punika, sané medal ring pikayunannyané wantah nyinahang raga pinih becik taler pinih tegehan kahanannyané saking krama utawi sameton sané tiosan, duaning manut katattwanipun panca indria krama inucap nénten naenin kaborbor utawi kasomya. Dané malih maosang, tatkala karaketang ring kahuripan utawi angga saking soang-soang manusané, cangkem paon inucap wantah sané setata ngamedalang “kata hati” utawi pikayunan becik ring krama utawi manusané soang-soang tatkala ngamargiang kahuripan puniki. “Yéning manut saking kawigunan ipun, napi sané karatengang utawi kakaryanin ring cangkem paon inucap kajantenang jagi ngicénin ius utawi vibrasi sané becik ring karang satyam tur mapikolih becik ring angga kramané. Punika ngawinang kramané dados siteng utamanipun ring batisnyané sané ketah kabaosang olih krama Bali kuna antuk pabaos kenceng batisé majalan,” dané nartayang. (was)
Kruna AKSARA BALI
pakraman santukan pinaka niyasa Sanghyang Kalikamaya. Sios punika, ring cangkem paon wénten taler sané mawasta baeman api utawi baa api sané pinaka linggih Sanghyang Bamadewa. Punika mawinan tatkala cangkem paon wusan kanggén tur ngamedalang baeman api, nénten dados kapademang antuk nyiramin toya ring api inucap sajabaning kapademang antuk ngingsirang laad-laadan saangnyané mangda api irika dados padem sakakidik. “Baeman api yéning ring angga sariran manusa pinaka baeng utawi panes awak manusané. Sinah baya pisan ring keséhatan yéning awak sané kantun baeng nadak kasiramin toya dingin sadurung awak inucap polih nayuhang angga sadurungnyané,” baos dané. Ring masan anyar sakadi mangkin, akéhan kramané nganggén kompor ring paumahan. Ngeninin indiké punika, dané maosang yéning ring pakarangan paumahan utawi jajar sikut satak kawéntenan cangkem paon wantah asiki duaning pawaregan utawi paon sané ngadegang cangkem paon
nénten jagi kanggén mareratengan kémanten sajabaning taler mawiguna pinaka genah ngamargiang sinalih tunggil éédan ring makatah parikrama upacara yadnya minakadi matatah. Manawita ring pakarangan wénten makéh kulawarga utawi KK, sinah asiki kémanten paon sané jagi ngadegang utawi ngawigunayang cangkem paon, napiké punika pawaregan sané kadruénang olih panglingsir sané kantun nyeneng ring pakarangan inucap utawi sapasira kémanten sané sampun kajantenang sadurungnyané sareng angga kulawarga ageng ring pakarangan punika. “Yéning sampun wénten paon asiki sané ngadegang utawi ngawigunayang cangkem paon ring pakarangan inucap, sinah nénten malih ngadegang paon asapunika. Yadiastun asapunika, soangsoang pawaregan utawi paon tetep mapakéling ring Ida Sanghyang Catur Boga antuk napi sané sampun kapolihang ring pakaryan tur kanggén mareratengan manut sakadi sané munggah ring Tutur Gong Besi,” dané nartayang. (was)
Kawéntenan ring Cangkem Paon
Bencingah
Basa Bali
KRAMA Bali katamiang antuk makatah dresta lan budaya tradisional miwah makudangkudang tetuek. Tetamian-tetamian punika sané raris kamargiang ring kahuripan krama rumasuk ring pidabdab utawi parikrama upacara yadnya. Wangun makatah tetamian panglingsir punika majanten kapanggihin ring kahuripan, minakadi wangun-wangun paumahan tradisional, sarana-sarana utawi piranti ring paumahan taler sané siosan. Makasami punika boya pinaka pepayasan utawi sarana seni kémanten sajabaning wantah sarana sané madaging makatah tetuek lan tattwa indik kahuripan sané becik saking panglingsiré nguni. Sinalih tunggil sarana tetamian panglingsir Bali marupa cangkem paon. Kawigunannyané taler mabuat pisan ring pakraman duaning nyarengin pidabdab sajeroning paumahan pinaka genah mareratengan ring pawaregan utawi paon. Manut I Nyoman Widarsana, Undagi Tradisional Bali saking Br. Gria, Ayunan, Abiansemal, Badung, cangkem paon taler prasida ngamedalang “vibrasi positif” utawi ius becik ring
BAhAsa INDONESIA
1. garis
1. gris/,
garis
2. garpu
2.
g(pu,
garpu
3. garus
3.
grus/,
penglaris
4. gasir
4.
gs^,
lancar
5. gatra
5.
gtÉ,
berita
6. gawé
6.
gew,
kerja
7. gayot
7.
geyot/,
tandu
8. gebag
8.
g)bg/,
kawal
9. gébég
9.
egebg/,
tarik
10. gebeh
10. g)b);,
tempayan
Madaging Arca Majamprat-Jomprotan SAKADI sané sampun kawedar, cangkem paon wantah sinalih tunggil wangun tetamian budaya panglingsir sané kawéntenanipun kantun kapanggih ring pakraman utamanipun ring padésan. Kawigunannyané, tios saking kanggén maratengan ring pawaregan utawi paon taler manados sarana ring pidabdab upacara yadnya. Punika mawinan kawéntenan cangkem paon kasinahang mabuat pisan ring kahuripan krama Hindu yadiastun tatkala kanggén sarana maratengan kapanggihin kuna pisan. Ngeninin indik cangkem paon, krama Hindu Bali utamanipun ring wewidangan padésan madué makatah dresta sané kamargiang saking nguni kantos mangkin. Dresta inucap kabaosang olih I Nyoman Widarsana wenteh akéh, sinalih tunggilnyané rauh ka pawaregan tur kaajeng cangkem paon. Punika kamargiang tatkala krama utawi angga kulawarga ring pakarangan inucap rauh saking genah maidehan napi malih wawu saking krama
sané madué kalayusekaran. Duaning wénten kahanannyané krama sané nedeng mamargi budal pikayunannyané ngramang utawi bengang-bengong, sané kocap gelis “kesambet” utawi kacapatan wiadin kaantug antuk parindikan sané kaon utawi kirang becik. Ring makudangkudang sastra kekunan kabaosang, krama sané nedeng ring margi sakadi punika kahanan ketah katutug utawi kacapatin olih Sanghyang Catuspata ring pempatan margi, Sanghyang Tribhuana ring pateluan utawi daga-digi wiadin sané ketah kabaosang antuk pitra kasasar sané manut saking Tutur Gama Lama ketah mamargi ring jlinjingan utawi bebengan margi. Sangkaning punika ri kala kramané rauh saking malelungan, sapatutné krama inucap ka pawaregan ring ajeng cangkem paon dumun sadurungnyané mangda sekancan kaon prasida ical utawi kasomya. “Dresta inucap taler kamargiang tatkala kramané polih jot-jotan. Majanten
jot-jotan inucap kabakta ring ajeng cangkem paon. Tetujonnyané nénten tios wantah nyomya kaon sané minab wénten ring jot-jotan inucap,” baos dané. Ngeninin indik genah saking cangkem paon inucap, dané maosang yéning sané becik genahnyané wantah ring ulu pawaregan utawi kelod kangin beneng sareng jelan pamesuan pawaregan inucap. Yéning nénten beneng sinah api ring cangkem paon inucap méweh pisan idupnyané tatkala kaenjitang utawi jagi maratengan. Sangkaning kawéntenan cangkem paon inucap masadu arep sareng jelanan paon tur nénten madangin-madauhan, mawinan paon kabaosang antuk wewangunan Mapas Kala. Dangin utawi nampek saking cangkem paon inucap wénten kagenahang gebeh utawi genah toya ineman pinaka linggih Ida Bhatara Wisnu. Punika taler matetuek yéning rejeki sané kapolihang tur jagi kaborbor ring cangkem paon patut kapikayunin becik-becik sakadi kahanan toya
BPM/was
ARCA– Ring cangkem paon ketah kapanggihin arca sané wangunipun nénten jangkep pinaka niyasa panyikian Ida Bhatara Brahma lan Ida Bhatari Saraswati. sané setata degdeg tur tis. Ring cangkem paon inucap kapanggih wénten togog cenik sané ketah kapanggihin sakadi togog sané kakaryanin pang kuala kémanten utawi majamprat-jomprotan sané wantah pangarcana tur niyasa saking panyikian Ida Bha-
tara Brahma lan Ida Bhatari Saraswati. “Punika satmaka niyasa Ida Bhatara Agni mapitakén ring iraga sané nuénang paon inucap, napi sané jagi kakaryanang utawi napi sané jaga agenang risampuné waduké kadagingin,” dané nartayang. (was)
Dura désa
Dresta Ruwatan ring Jawi
Pinaka Pabersihan lan Panulak Bala DRESTA utawi tradisi ruwatan wantah sinaih tunggil wentuk upacara panyucian sané kantos mangkin kantun kamargiang olih krama ring Jawi. Dresta inucap kamargiang olih krama sané nandang sukerta utawi sané kantun leteh. Ruwatan manut krama Jawi wantah sinalih tunggil utsaha sané kamargiang antuk tetujon nunas kaselametan, karahajengan, pabersihan, kasukerta saha kadohang saking panca baya inggian majeng padéwékan taler kulawarga. Punika mawinan, acara ruwatan ketah kamargiang olih krama ring Jawi ri kala katibén baya. Minakadi conto; ri kala sungkan, madué pianak tunggal, keni kalaran, keni gering, nénten polih jodoh, méweh ngrereh pakaryan, miwah sané tiosan. Satios punika, krama sané patut karuwat minakadi; krama sané salah embas, pianak tunggal, krama sané masameton lanang-istri, pianak kembar, krama sané masameton sareng lima samian lanang utawi samian istri, pianak sané embas lanang kaapit pianak istri utawi sawaliknyané, mi-
wah sané tiosan. Krama ring Jawi precaya, yéning krama sané patut molihang ruwatan nénten karuwat prasida dados tatedan Bhutakala. Krama punika kasengguh wong sukerta. Punika mawinan patut ngamargiang ruwatan sané mawasta Ruwatan Sukerta. Satios Ruwatan Sukerta, wénten taler Ruwatan Murwakala. Ruwatan Sukerta miwah Ruwatan Murwakala puniki sajeroning tradisi ring Jawi prasida kabaosang pinaka dresta panulak bala miwah dresta nunas pabersihan. Sajeroning pamarginnyané, ketah madaging lelampahan wayang kulit purwa antuk lelampahan Murwakala sané nyaritayang indik embasnyané Bhatara Kala sané kasengguh salah kadaden. Lelampahan Murwakala puniki kasengguh sakral, wantah kasolahang ri kala ruwatan kémanten. Lelampahan inucap sané kawigunayang olih sang dalang pinaka pamucuk upacara ruwatan. Mantra-mantra sané kawedar olih sang dalang kaprecaya prasida nyomya Sang Bhutakala. (pusdat/berbagai sumber)
Nyastra
Redité Kliwon, 1 Desember 2019
Petani Yutuber Made Suar-Timuhun MARA sajan sampi jagirané I Wayan Karsa payuanga aji telulas yuta tekén sodagar sampiné. Abendel limané nampi pis kés. Ada sawetara ataun sampiné ento ubuha, uli enu godél mara matlusuk. Sampiné ento mula pepekan ngamah. Liu pisagané nyambatang I Wayan Karsa asi maubuhan. Ia seken-seken seleg mreténin ubuhané ento. Wayan Karsa anak truna désa. Ia mula tusing cara anak truna lénan ané liunan merantau ka kota ngalih gaé. Suba ngancan liu masih truna-truna di désané ento ané berangkat magaé ka kapal pesiar. “Pocol Pan Karsa ngelah panak muani aukud, nanging tuah dadi petani.” “Mirib sedih bapanné Wayan Karsa di kadituané nepukin panakné mamacul.” “Wayan Karsa mula panak alpaka guru, sing bisa ngajiang rerama. Jeg sing nawang lek. Pocol mémé bapanné nyekolahang kanti sarjana, nanging sing nekaang asil. Ijazahné sing dadi anggon gena.” “Haha... Jaman suba modérn, nyak masih mamacul ka carik, sada misi ngubuh sampi. Sing lek apa tekén timpal-timpalné ané suba pada magaé di kota, magaé di dura negara. Yén tiang ngelah panak buka kéto, jeg suba pasti kuciwa sajan. Pocol, pocol kuliah tegehtegeh.” “Bapanné ngemasin mati pasti suba ulian nyakitang ati ngelah panak buka kéto. Pengkung, jeg nganggoang kita. Kadén pidan bapanné meled apang di subané tamat, Wayan Karsa ngidaang dadi guru, dadi pegawé negri.” “I Karsa masih sing bisa medalem rerama. Memenné suba ngancan tua, pasti suba meled pesan ngelah mantu. Pasti suba dot pesan nyangkil cucu. Pocol magoba bagus. Umur suba wayah, nanging sing ngelah gegélan. Sing cara panak cangé. Sabilang mulih pasti ngajak anak bajang.” “Ah... miribang I Karsa sing demen ngajak anak luh. Jaman jani nak suba biasa, ento madan anak muani sakit.” “Mula anak muani bancih, sing taén nyak ajak matuakan dini. Ngroko sing bisa, ngecel siap masih sing bisa, anak muani apa ento?” Buka kéto pakrimik pisaga-pisagané Wayan Karsa di penggaké sambilanga matuakan. Tuturé ngulah laku saling sautin, makejang pada nyelékang I Wayan Karsa. Kali apa ya maan galah lan selah, pasti suba nuturang I Karsa. Sing ja tuah di penggaké dogénan, di cariké, di balé banjaré, di kafé, dija dogén ada galah matemu, pasti suba nuturang I Karsa. Krama muanimuani di desané ento jeg cara siaran di tipiné, demen ngegosip. Makejang pada saling ngajumang pianakné ané pada marantau magaé di kota. Apa buin ané pianakné magaé di kapal pesiar. Jeg ajumanga pesan. Tuah Pan Darmi ané sing pati taén milu nyelék-nyelékang I Karsa ané tuah dadi petani di désa, yadiastun panak-panakné masih suba pada magaé di kota. “Pak, I Karsa nu nongos di désa aa?” Kéto Luh Darmi nakonin bapanné dugas ia mulih uli kota sedek ada piodalan di Pura Dalem. “Nu Luh. Nyanan peteng sinah lakar tepukin Luh ia di Pura Dalem. Yén sing ngayah di tongos dana puniané, suba pasti ia ngayah mawirama ngajak sekaa santiné. I Karsa mula anak truna ané seleg pesan magarapan. Carik tetamian bapanné ané dasa tebih ento, padidina ngarapin, abedik sing ada ané neng. Ia masih seleg maubuhan. Sépanan sagét ia suba ngelah sampi jagiran. Sampinné ané luana masih suba pada beling. Mula asi ia mubuhan. Nyak suba cara bapanné dugasé nu idup.” “Aa I Karsa uli pidan mula demen magegitan, demen soroh ané kadéwan-déwan.. Pantes suba pidan kuliah ngalih jurusan agama. Luh masih suba nawang, pidan bapanné mula liu ngelah sampi.” “Sampinné Pan Karsa ngancan makelo ngancan telah maadep anggona miayain I Karsa masekolah kanti kuliah. Ya telah sampinné maadep, ya ngreres Pan Karsa ngemasin mati.”
“Ah... Di désa nu gén kéto. Jaman suba modérn, nu masih demen ugig nyakitin timpal. Mara pisagané suksés ngidaang nguliahang panakné, jeg suba léakina. Pedalem Pan Karsa. Ragané polos sajan. Ajér, sabilang mapapasan di jalané, pasti Luh takonina. Inget dugas cerik, Luh orahina dadi mantuné.” “Nak mula kéto Luh. Suud bapanné, jani I Karsa dadianga orta di désa Luh. Mara dadi petani, suba ortaanga. Mara sarjana sing dadi pegawé negri, suba ubat-abita. Mara sing ngelah gegélan, suba sambatanga bancih.” Luh Darmi makenyem, sujatinné ia suba nawang kenken paundukan Wayan Karsa di désa. Sabilang wai ia ajakan Wayan Karsa sing taén pegat ma-WA-an uling HP-ne. Bapanné tusing nawang, ia matunangan ngajak Wayan Karsa uli telu bulan ané suba liwat, dugas Umanis Galungané. Yadiastun kapah mulih, kapah maan matemu, nanging ajaka dadua ngidaang matunangan jarak dekat liwat HP, suba sing nu buin ada istilah matunangan jarak jauh. HP-ne suba ngidaang ngaé ané joh dadi paek. “Ento suba madan anak sing ngelah gaé Pak. Ulian sing ngelah gaé, payu pisagané bakat anggona gaé, anggona gosip. Suba sanja né, bapak sing ka uma nengokin sampiné? Luh lakar marengin i mémé matanding malu. Nyanan ka pura sagét tepuk I Karsa.” “Nah-nah Luh, mu méméné barengin malu. Ditu buin tugtugang ngorta!” Pan Darmi laut nyemak capil lan arit, éncol majalan ka carikné apang sing kasépan buin kejepné tangkil ka pura. Di margané, makesiab ia mapapasan ngajak anak truna ané mara sajan ortaanga ngajak pianakné jumahné. Anaké truna ento sing ada lén tuah I Wayan Karsa. “Mara ka carik Pak?” Wayan Karsa ajér ngamalunin nyapatin Pan Darmi. “Aa Yan, kadung itep mara ngorta jumah ngajak I Luh. Aget tuni semeng suba liu maan ngarit, binjep dadi ngaritan buin bedik dogén.” “Ooh... I Luh Darmi suba mulih pak?” Wayan Karsa makenyem, nyaru-nyaru tusing nawang. “Aa Yan. Nyanan pasti tepukin Wayan di pura.” Wayan Karsa tuah makenyem. “Bapak kal nengokin sampiné malu, buin kejep apang ngidaang milu ngiring ka beji” “Aa tiang kal ngiringang Ida Sasuunan masucian ka beji masih pak. Jani kal mabersih malu mulih.” Wayan Karsa mula rajin ngayah di banjar muah di pura, apa buin yén ada patoyan. Ia masih demen milu ngayah magegitan. Yadiastun sekaa santiné suba tuatua, ia sing kimud milu ngayah. Tuah ia dogén anak truna ané demen ngayah magegitan. *** “Luh, sampi jagiran beliné suba payu ituni semeng.” Kéto tulisan WA-né Wayan Karsa tekén Luh Darmi. Sing kanti apakpakan basé, Luh Darmi suba ngwales WA gegélanné ento. “Men ji kuda payu beli? Suba enjuhin i mémé apang ada belianga nyang dedaaran muah panganggo?” “Payu aji telulas yuta Luh.” “Nah lumayan ento adané beli. Men suba enjuhin pipis mémén beliné?” “Suba. Tanggunné suba baang beli i mémé, nanging tuah ayuta nyak tampina. Kal anggo apa luungné pipisé ené luh?” “Tabungang beli! Depositoang dadi masih!” “Ah..., ngekoh beli ka bank Luh.” “Yén kéto, beliang godél!” “Sampi ané lua-luana suba pada beling gedé Luh, buin kejep gén beli ngelah godél.” “Men anggo gena? Tiang gén baang yén kéto beli, lakar anggo ka salon. Haha...” “Haha... Nah jani transfera ja liwat WA. Wakakaka.... Keneh belina kal anggo prabéa prewedding ajak I Luh.” “Ah... Beli ngaé-ngaé gén. Umur tiangé nu cerik beli. Tiang tondén puas ngasanin bajang.” “Beli nak macanda Luh.” “Tiang nawang, beli pasti emed ningehang orta di désa. Orahanga beli kéné, beli keto. Eda ento runguanga beli. Sekenang magaé dogén. Kéto masih eda emed-emed nunas ica. Yén suba galahné, iraga pasti kal ngantén, ditu apang makesiab para pisagané ané demen ngortaang beli, ané nyambatang beli anak muani bancih.” “Aaah... Beli sing ja bes nyangetang tuturé di sisi Luh. Ané jejehin beli, tuturé ento bes anggona keneh tekén i mémé. Beli jejeh i mémé nyakit ati ngelah panak cara beli. Beli nak suba masih pepes nuturin i mémé apang sing bes percaya ngajak tutur ané maura di sisi.” “Yén maan galah mulih, tiang masih lakar mautsaha nyambatin mémén beliné. Tiang ené nak seken mademenan ngajak ragan beliné, yadiastun tiang tondén ada nyambat ngajak reraman tiangé.” “Nah suksma Luh. Nyambung raosé né tuni. Pipis pamelin sampiné rencanané lakar anggo beli meli HP baru Luh.” “Ngudiang buin meli HP? Kadén HP beliné nu luung. Oooh tiang nawang. Apang aluh beli céting ngajak anak luh lénan kéto?” “Abedik sing ada nyet beliné buka kéto Luh. Yadiastun iraga majohan, beli ngidih apang Luh tetep percaya ngajak beli. Curiga lan cemburu ento mula perlu, maka ciri rasa tresna lan sayang. Keneh beliné meli HP baru, nak ngalih HP ané kamérané luungan Luh.” “Oh, Yén suba ngelah HP misi kaméra luung, Apang aluh beli motrék lan ngrekam bajang-bajang ané mandus di pancorané kéto?” “Beli sing bani nyemak gaé buka kéto Luh, kena
-0-
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 28.mr&pucekÂmw[Õpus(tsik/,
Maring Pucak né mawasta Pusar Tasik, ewnÓ)nÞ¡w*,
wénten luwang, t)dunßiw;mu\á;,
tedun miwah munggah, ÁsÕdlp\id)er,
Astadala pangideré, mkli\ái;Ádñhiku,
maka linggih Adnya iku, tnãinentÉktÉini,
tan bina Nétra Katrini, mr&s)ln&2lt,
maring selaning lelata, shsÉren\lnÓ¡(,
Sahasrarané ngalantur, mu\á;luhur&Áks,
munggah luhuring Akasa, siwdÙr,
siwadwara, smaihe\ánÂitinin/,
samadhi anggén nitinin, mzuju;sentnÀn.
manyujuh sané tan hana.
Saking Langit Bali
Bungan Ati Sapatekan I Trepti Ngawinang idupé maaji Ngentap landuh sané kaapti
Satua
Nyujuh kerthan manah sujati
Galuh Payuk (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (V) KACARITA Anaké Agung di Daga muah pramiswarinida dahat kasungsut kayun, sawiréh Ida tusing madué putra. Peteng lemah pramiswarin Ida matetangisan dogén. Sayan makelo mawuwuh kasungsutanidané. Duaning kéto Ida Anaké Agung nauhin baudandanidané makejang. Sesubané pepek pada nangkil, lantas Ida Anaké Agung ngandika, “Nah ané jani, Paman-paman pada makejang, sawiréh suba makelo nira marabian masih tondén nira ngelah pianak. Déning kéto, né jani nira ajak pramiswarin nirané lakar luas ka alasé nangun kerti. Sing kaget apa ada paican Widhi, maicain nira panak. Sapakalah nirané, Paman Patih serahin nira ngisi guminé makejang dini, tur Paman apang pageh nitahang
kasus undang-undang pornografi nyén. Pocol beli dadi Sarjana Pendidikan Agama yén kéto. Nyanan bisa ngenah di korané, Wayan Karsa, Seorang Sarjana Pendidikan Agama Terciduk Merekam Gadis-Gadis Desa yang Sedang Mandi di Pancoran. Ha... Ha...” “Ha... Ha... Yén kanti ada berita kéto, tiang lakar suud matunangan ngajak beli.” “Haha..... Tetujon beliné kal anggo mlajah dadi yutuber Luh.” “Seken to Beli? Tiang sing percaya. Beli kan sing bisa ngaé kontén lucu cara Puja Astawa, Ary Kakul, muah artis-artis yutuber ané lénan.” “Ah adanné dogén nak mara mlajah Luh. Buina sing ja vidéo-vidéo lucu dogén ané dadi share di yutub. Ané penting menarik, mendidik, sing misi menyangkut unsur SARA, pasti liu né mabalih.” “Men rencananya, vidéo apa ané kal gaé beli?” “Vidéo anak matekap, anak numbeg, anak majukut, anak ngarit, anak ngalih sayang, anak manyi. Pokokné beli kal fokus ngaé vidéo-vidéo ané bernuansa tradisional.” “Nah luung saja ento beli. Nu langah tepukin tiang ada vidéo kéto di yutub. Kayangné tiang ja dini nulungin ngeshare, Apang liu maan subcriber. Sinah vidéo beliné liu anak mabalih lan liu nekaang pipis.” “Astungkara Luh. Satondén share beli di yutub, beli pasti ngidih tetimbang malu ngajak I Luh. “Nah, tiang pasti setata mendukung beli. Né penting seken magaé, konsistén, pastika lakar ngasilang Beli. Yén ngidaang gaé masih vidéo plalianan tradisional cerik-ceriké di désa, apang sing kadung punah. Yén suba gaé vidéo-né, pasti suba cerik-cerik jaman now, generasi milénial cara janiné nawang dadinné plalian jaman ilu. Apang sing tuah nawang game online dogén. Matajogan, matembing, muah plalianan ané lénan apang tawanga masih.” “Wah ide luung to Luh, kal agéndaang beli malu pang sing engsap. Apang sing guan peteng, jani beli lakar meli HP malu Luh, buin mani apang ngidaang nyumunin ngaé vidéo.” “Nah adéng-adéng naé beli, sing dadi nakal, sing dadi ngrayu sales HP nah!” “Nah sayang. Muaaah...” “Muaah... Daaah sayang...” *** Buin maninné, uli semengan Wayan Karsa suba jumprat-jumprit ngaé vidéo di cariké. Ngaé vidéo ngarit. HP barunné slekakanga di carang punyan gamalé, ia ngrekam déwékné padidi tatkala ngarit. Uli dinané ento sabilang wai Wayan Karsa ngaé vidéo. Buin méménné rekama tatkala ngalap bunga, tatkala ngalih saang. Buin ngrekam anak matekap, ngrekam anak mamula padi. Ngaé vidéo anak cerik maplalianan matajogan. Ngancan makelo, ngancan liu ngelah vidéo di yutub. Kéto masih, ngancan makelo ngancan luung kualitas vidéonne krana suba pepes mlajah uli yutub muah uli gugel. Jani Wayan Karsa ngaé vidéo suba nganggo tongsis, suba nganggo tripod. Ngédit vidéo suba tusing uli HP dogén, nanging ia suba mlajah ngédit nganggo laptop apang asilné ngancan ngluungang. Yén pangasilané uli yutub suba ngancan ngluungang, ada kenehné Wayan Karsa meli kaméra DSLR, apang seken-seken luung kualitas vidéonné. Solah Wayan Karsa ané buka kéto, buin nyangetang dadi orta di désa. Sing emed-emed anaké ngortaang solahné Wayan Karsa.. “Sajan I Karsa. Ngancan makelo ngancan buduh. Koné sarjana, nanging solahné cara anak cerik. Sabilang wai maplalianan HP dogén. Anak ngarit koné rekama. Anak matekap koné syutinga. Sajan jelema buduh. Di pura milu nyluksuk makusu ngajak sekaa santiné, tau-tau ditu ngudik HP.” “Bisa nyangetang sedih bapanné di kadituané ningalin solahné I Karsa buka kéto. Sajan jelema strés.” “Kéto suba sing ngelah gegélan, jani HP ajakan magegélan. Haha....” “Dingeh-dingeh, koné pamelin sampi jagiranné anggona meli HP. Sada HP aji dasa juta belina. Bisa-bisa ia kena uluk-uluk ajak dagang HP-né. Sajan truna pacul, kapah-kapah ka kota. Kaludaan méménné padidi sing enjuhina pipis. Méméné baang pipisé luung toh, cemoh madaaran. Bungut paoné apa luung kudusanné.” Buka kéto briag-briug ortané sesai di penggaké. Orta ané macampuh baan tuak lan arak. Wayan Karsa itep nyalanang geginaané dadi petani. Yadiastun jani pepes anaké nepukin ia mecil HP ulian ngaé vidéo krana makeneh dadi petani yutuber. Nanging ia sing taén kanti ngaé ubuh-ubuhané makenta, sing kanti ngaé carikné neng. Maka dadua sampinné suba pada manakan, dadua jani ia ngelah godél. Aget nasibné, sedek sampiné manakan, Wayan Warsa sedek ada di kubuné. Tumbén sajan das lemah ia suba meled ka carik, sujatinné meled lakar ngae vidéo matahari terbit di carikné. Tau-tau napetang sampiné lakar nglekadang. Payu maan ngaé vidéo sampi nglekadang godél. Vidéo-vidéonné Wayan Karsa di yutub suba panyiunan ané mabalih. Subscriber-né masih suba panyiunan. Jani ia suba maan pipis tambahan ulian vidéovidéonné di yutub. Ento makejang ulian ia seleg. Kéto masih ulian gegélanné di kota ané nulungin ngeshare ngajak timpal-timpalné. Di media sosial, di pésbuk, di instagram, di yutub, Wayan Karsa suba ngancan terkenal ulian vidéo-vidéonné ento. Nanging di désanné, ia mula uli pidan suba terkenal kajelék-jelékang di penggak dagang tuaké.
7
guminé. Kénkén nira apang kéto abet Pamané!” Sawiréh kedeh pesan kayunidané pacang lunga, kadi tusing bani pepatihpepatihidané ngandegang. Buina mula baudandan Ida makejang rep sirep takutné tekén Sang Prabu. Kacarita jani mamargi Ida, kairing baan pramiswarinidané dogén, sawiréh panjakidané tusing pesan ngiringang. Kacarita pamarginidané sareng kalih, menék jurang tuun pangkung di tengah alasé wayah. Yén kudang dina kapo Ida mamargi, manggihin raris Ida punyan bingin gedé. Ditu lantas Ida miasa manglarang tongos miasa. Suba pragat Ida sareng pramiswarinidané mamati raga. (Masambung)
Nemu suka lan swasti Polih asih sané jati Moksartam uripé mamurti Bagiané taler Nirukti Sangkaning tresnané niki sidhi Singgih Beli Titiang nunas mangda lami Salantang iraga napak ring gumi. Renes Mulyani
8
Minggu Kliwon, 1 Desember 2019
Melapangkan Cinta Arswendo Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Lembah atau ngarai baginya sama menjadi tanda dalam perjalanannya banyak cerita bermula dari langkah pertama diendapkannya dalam detak detik waktu pada mulanya hanyalah menggambar kemudian ia lukis dengan aksara menjelmalah ratusan prosa ia tak peduli mutu baginya sastra adalah kebermanfaatan dan menancap dalam di benak penikmatnya kini ia telah menuntaskan pengembaraannya namun gema katakatanya tidak menjadi pamungkas karena ia meraung abadi di setiap bibir pengeja kata lAgus Buchori
Janganlah memperpanjang cemas Dari kelahiranmu sampai tiba waktu senja Biarkan angin berhembus menerbangkan nestapa Biarkan kisah-kisah mengukir jejak lewat larik puisi Dan halaman-halaman kosong kita isi Dengan puisi yang lahir dari keheningan Bukan kata-kata yang dicuri kelelawar Atau pasir - pasir yang ditinggal pergi ombak Setelah dicumbu beberapa saat Bukankah kita dapat memilih anggur terbaik Dari hari-hari yang datang dan pergi ? Reguklah tak bersisa Cawan yang dipenuhi anggur terbaik Reguklah hingga tandas Hingga lahir beribu rindu yang tak pernah tersuruk meski karat masa lalu membayangi teguklah lagi tetes-tetes embun dari payudara pagi hingga tak ada celah bagi ketakutan menjengukmu tak ada celah bagi caci dan maki berkunjung keranjang dan kau akan tahu cara melapangkan tubuh cinta meski matahari diam-diam mengubur dirinya lRai Sri Artini Sanur, Oktober 2019
Pintu engkau tak terlahir dari benih biru permata? lupakan! trah tak buat aku silau pengorbananmu tuntun aku ketuk pintu kesunyataan lKetut Sugiartha (2019)
Sepotong Malam di Ranjang Puisi Cinta adalah ketelanjangan kata dalam diorama, masa lalu masa depan masa depan atau takdir? kau sadar tanya tiada akhir sebab kau adalah akhir dari kisah saban malam di tepi ranjang, penantian panjang tangan sepasang bergairah, kadang resah namun tubuh berserah pada desah desah rima cumbui bugilmu di hadapan ranjang puisi waktu terasa gelisah menuju arah tatap matamu api matahari api matahari mengeringkan tanya leleh lelahku yang terlupa pada sepotong malam kala rindu makin tenggelam pada hitungan jejak langkah menaiki tubuhmu lI Wayan Esa Bhaskara
Fotografi KERAGAMAN dan keunikan budaya Bali senantiasa menjadi objek pemotretan menarik bagi para fotografer. Salah satu event budaya yang selalu ditunggutunggu dan menjadi “buruan” adalah prosesi ngaben massal di wilayah Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem yang di kalangan fotografer lebih populer dengan sebutan “ngaben berdebu”. Disebut ngaben berdebu, lantaran lintasan yang dilewati para pengarak bade dan sarana upacara lainnya ketika menuju setra (kuburan), tempat berlangsungnya upacara, harus menempuh medan terjal dan berdebu. Justru di sinilah letak keunikannya. Kepulan debu pekat yang menyelimuti lintasan menuju setra sepanjang prosesi berlangsung mencuatkan nuansa religiusmagis yang sangat kental, eksotis dan dramatis sehingga sangat fotogenik ketika diabadikan melalui “mata” kamera. Pesona itu makin sempurna karena topografi tempat berlangsungnya upacara cenderung berbukit-bukit sehingga menjanjikan pilihan angle yang variatif bagi fotografer untuk bereksplorasi. Beberapa tahun terakhir, momen ngaben berdebu memang telah menancapkan pesona yang sangat dalam di hati para fotografer lokal Bali, nasional bahkan
Taman Taman milik kita berdua, Tak lebar luas ,sempit saja Yang kurasakan seperti dunia milik kita Ditemani puluhan warna kembang Rumput hijau Harapku hari itu berputar lama sekali Tapi nyatanya waktu enggan berkawan dengan hari Aku rasa cukup Merajut cinta sebening embun pagi Di taman indah Tuhan persatukan kita Di jalan yang sama lNormalisa Azizah Sumbang, 31 Agustus 2019
Berbagai Kemungkinan Kita menanam berbagai kemungkinan Di ladang luas yang memeram demikian banyak benih Lalu kita berandai-andai tentang masa yang masih misteri Kita lupa bahwa langit memiliki kebijakannya sendiri Saat langit memutuskan mengirim panas Kita tenggelam dalam cemas, membunuh Kemungkinan lain yang kita curigai akan menikam harapan Ah, betapa kita terlalu rapuh bagi cuaca Kita terlalu berhitung dengan kemungkinan lalu Memaki apa saja yang datang karena kita menanti Masa yang lain Kini, Sampailah kita pada nyala api Di persemayaman malam Yang menyimpan sejarah kelahiran dan kematian Barangkali kita mulai mengerti bahwa lelah telah menguras energi Atau usia telah memeras tenaga sehingga kita malas Berseteru dengan kemungkinan -kemungkinan Sehingga memilih mengalir bersama hujan Menderas dalam upaya mempercantik hidup Dengan tersenyum Tanpa banyak berhitung lRai Sri Artini ( Tuka, Oktober 2019 )
Eksotisme Prosesi Ngaben di ”Lautan” Debu mancanegara. Tak ayal, di setiap penyelenggaraan prosesi ngaben massal di wilayah ujung timur Pulau Bali itu senantiasa dikerumuni para fotografer. Ada sejumlah spot ngaben berdebu di wilayah Kecamatan Kubu yang sangat menantang untuk dijelajahi, di antaranya di Dusun/Banjar Paleg Kaja, Desa Tianyar Timur, Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Banjar Bonyoh Desa Ban, Banjar Pedahan Desa Tianyar Tengah, dan Banjar Belong Desa Ban. Namun, wajib diingat, Anda memerlukan persiapan khusus untuk mengabadikan momen dramatis tersebut. Di samping peralatan fotografi yang siap tempur, pastikan kondisi fisik Anda prima karena medan yang ditempuh cukup ekstrem, siapkan masker untuk menghindari paparan debu tebal masuk ke sistem pernapasan dan bekali diri dengan air minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi, karena di sepanjang lintasan berdebu dengan medan yang ekstrem itu, kita akan berjibaku dengan terik matahari yang menyengat. Saat memotret ngaben berdebu, sangat disarankan membawa peralatan fotografi yang ringkas. Satu bodi kamera dengan lensa sapujagat seperti lensa dengan focal lenght 28-300 mm sebenarnya sudah cukup karena memungkinkan mengambil gambar dari
Spirit Ngaben karya I Nengah Ardika Adinata
jarak dekat maupun jauh. Jika tidak memiliki lensa sapujagat, alternatifnya bisa membawa dua bodi kamera yang masing-masing dilengkapi dengan lensa wide angle (17-40 mm) dan lensa tele zoom (70-200 mm). Ingat, rangkaian prosesi ngaben ini berlangsung relatif cepat sehingga Anda tidak bisa leluasa menggantiganti lensa jika tidak ingin kehilangan momen-momen menarik. Selain itu, kondisi medan yang berdebu tentu saja sangat riskan untuk mengganti lensa karena peluang debu masuk mengotori sensor kamera sangat besar. Gerakan Memutar Lantas, bagaimana dengan settingan kamera? Tak ada aturan baku karena kita bisa memotret dengan teknik freezing (membekukan objek) maupun teknik slow speed untuk menciptakan kesan gerak yang dramatis. Semuanya tergantung dengan kreativitas masing-masing. Untuk memudahkan menciptakan angle-angle yang menarik, tidak ada salahnya sebelum melakukan pemotretan, Anda melakukan survei lokasi terlebih dahulu dan pilihlah tempat yang dinilai paling ideal unt uk m e nd a p a t ka n g a m b a r terbaik. Pada prosesi ngaben, biasanya ada sejumlah tempat, seperti perempatan jalan, tempat rombongan pengarak bade akan
melakukan gerakan memutar sebanyak tiga kali yang sangat ritmis dan dinamis. Saat mereka bergerak memutar inilah biasanya menjadi momen paling menarik untuk diabadikan, karena mereka menunjukkan ekspresi yang sangat kuat dan berkarakter. Kepulan debu pekat yang terinjak oleh kaki-kaki mereka akan menciptakan aksentuasi yang sangat dramatis. Untuk mengirit tenaga, Anda cukup menunggu kedatangan rombongan pengarak bade di tempat ini. Setting kamera di mode continuous shoot dan tekanlah shutter kamera ketika mereka mulai mendekat, melakukan gerakan memutar dan bergerak menjauh. Jika Anda memiliki kondisi fisik yang prima, tidak ada salahnya Anda mengabadikan seluruh rangkaian prosesi ngaben. Mulai saat pihak keluarga mempersiapkan upacara di rumah, melakukan persembahyangan bersama, rombongan pengarak bade menuju setra hingga bade dibakar di setra. Saat bade diarak, pastikan posisi Anda selalu berada di depan dengan jarak bidik yang ideal. Jangan sampai Anda terlewati rombongan pengarak bade. Karena begitu terlewati, Anda seterusnya akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan foto-foto terbaik. Selamat melakukan “perburuan” di “lautan” debu! (ian)
Bade Tumpang Pitu karya I Nengah Ardika Adinata
The Last Journey karya I Nengah Ardika Adinata
Ngaben di Lautan Debu karya I Nengah Ardika Adinata
Minggu Kliwon, 1 Desember 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr ME tkg listrik dan pipa u.htl di Kuta 0811395490
Cari segera Operator Sound & Lighting System untk maintence & operator di Cafe Beach Club. Hubungi WA only 08161918978
Dcr Pmbantu Rmh Tangga tinggal di dalam Hub.081236760188
B.BP.031.11.19.0000826
Dcr sgr Cook, yg berminat dtg lsg ke Htl Sinar Bali T.751404 B.BP.001.11.19.0000857
Bth Asisten Marketing Manager bisa Bhs Inggris.Kirim CV ke 08113893338/081236525145 B.BP.001.11.19.0000709
SERVICE
B.BP.154.11.19.0000862
B.BP.004.11.19.0000833
Cr Tk.Jarit+Tk.Patrun u/Garmen Jl.Pemuda IV No.17 Renon/236453 B.BP.001.11.19.0000832
Cr:FO,HK,Waker.Hotel Puri Asih Jln.Pantai Kuta No.40 Kuta Bali B.BP.001.11.19.0000813
DcrBag.Admin,WntaMax30Th,SMU bs Komputer,Single.Gn.Andakasa Tegal Dukuh I.Hub:081237811808 B.BP.001.11.19.0000708
BIRO JASA
KPN Wahana Bhakti membutuhkan Manager & Pembukuan.syart:max. 35th,S1 Ekonomi,Pglmn min 1th Lamaran: Jl.Batuyang No.109X Batubulan Kangin, Sukawati B.BP.001.11.19.0000703
re’FREZZ spa sensasi bth Terapis 18-28th, Jl.Tkd. Batanghari VI No.6 Panjer,085102735999 B.BP.001.11.19.0000793
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dicari waker rumah.Lamaran ke Jl.Moh.Yamin 50 Denpasar
PROPERTY
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DISEWAKAN RUMAH
DISEWAKAN RUKO
PROPERTY Gebyar Rmh Hrg 300Jt.C/K Perum Medahan dkt Bypas.085934331615
Dikontrakan rmh Raya Jayagiri Renon kmr tidur 4+1 PLN 4400 PDAMTlp+Perabothub.081159039
Kontrakan Ruko lantai 2 Luas 4x8 Jl.Marlboro I H:0811398350
DIJUAL RUMAH
Jual sampai deal/Rmh Bagus/LT= 117M2-LB=180M2/Perum Jl.Pulau Galang-Imbo/Serius:08113999108
PROPERTY
B.BP.001.11.19.0000812
B.BP.001.11.19.0000845
Gebyar Rmh Permnen Jl.Ry Bitra Pacung Gyr Terbts.085934331615 B.BP.001.11.19.0000846
Jual Rmh kos2an Lt2, Jl.Katrangan Gg VI No16,Hrg 750Jt/Nego Hub:082146894039/082147599629 B.BP.001.11.19.0000811
B.BP.001.11.19.0000820
DIJUAL TANAH
Djl Tnh Kav Utara Bypass Ketewel.081338181907/081239662906
B.BP.001.11.19.0000853
Jual Harga Miring/Strategis/ Sunset&Kuta/Jl.Dewi Sri 2-Kuta /LT=640M2/Serius:08113999108
B.BP.001.11.19.0000822
B.BP.031.11.19.0000823
PROPERTY DICARI TANAH
Dicari Tanah Sewa 5-20are tepi jln Pantai Berawa-Batu Bolong, Canggu. Hub:0812.395.777.88 B.BP.001.11.19.0000599
B.BP.001.11.19.0000673
RUPA-RUPA Obral Sova,Tempat tidur,Karpet dan Peralatan Dapur Hub.081236074711/081907974540
B.BP.001.11.19.0000704
KEHILANGAN Hlg Sertifikat Tnh No.B878849 LS.3350M2 An.Pan Pundung B.BP.001.11.19.0000804
10
Minggu Kliwon, 1 Desember 2019
Mendatar : 1. Tetap hati; kukuh 4. Pembuluh darah halus 7. Suku Bangsa yang termasuk dalam Suku Bangsa Batak 8. Paku besi berulir 11. Meriam 13. Komite 15. Nama unsur logam putih perak 17. Kera besar tidak berekor hanya ada di Sumatra dan Kalimantan 21. Kera (Inggris) 22. Kontan 23. Tempat minum-minum sambil dengerin musik 25. Nama Nabi 28 & 40. Lagu ciptaan W.R.Supratman 33. Ilmu tentang akhlak, mana yang baik dan buruk 35. Dibalik ; Larangan lalu lintas barang antar Negara 37. Kekacauan dalam suatu Negara 39. dibalik; Berkaitan dengan kawasan daerah tertentu 41. Berkulit putih oleh karena kekurangan pigmen kulit 42. Bapak the smiling general kita
Analisis Potensi ’’Medical Tourism’’ di Bali BALI merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara karena keindahan alam, ritual agama Hindu, dan objek pariwisatanya. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata pada awal tahun 2019 tercatat 456.218 orang. Wisman datang melalui bandara 452.405 dan pelabuhan laut 3.813. Jumlah wisatawan ke Bali setiap tahun mengalami pasang surut akibat berbagai faktor. Pada Januari 2019 turun 8,54% dibandingkan Desember 2018. Meskipun demikian tidak mempengaruhi posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia. Kedatangan wisman selain untuk menikmati
pemandangan Bali sekaligus melakukan perjalanan wisata kesehatan. Perjalanan ini dapat dilakukan oleh seseorang dalam keadaan sehat disebut health tourism (HT), sedangkan dalam keadaan sakit, medical tourism (MT). HT dikenal juga sebagai wellness tourism merupakan perjalanan dengan motivasi kesehatan/ kebugaran, seperti pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan (medical checkup), mandi uap, mandi lumpur, mandi air panas, pijat refleksi, pijat kebugaran, pengobatan, pemulihan dan spa yang semakin marak di Indonesia. Sementara MT merupakan perjalanan wisata kesehatan yang lebih condong kepada tindakan medik pengobatan (cure), operasi dan atau tindakan medik lainnya. MT didefinisikan sebagai praktik bepergian ke negara lain dengan tujuan memperoleh perawatan kesehatan (operasi elektif, perawatan gigi, perawatan reproduksi, transplantasi
organ, pemeriksaan medis dll.). Ini tidak termasuk yang mengacu pada spa, perawatan homeopati atau terapi tradisional. Praktik MT bukanlah hal baru. Orang-orang telah melakukan perjalanan ke luar negeri untuk pengobatan berlangsung sejak dulu kala. Ada beberapa alasan, di antaranya tidak mampu membiayai pelayanan kesehatan, tidak mampu menunggu sistem nasional dan perawatan tidak tersedia di negara asal wisatawan, dan hal lain seperti keakraban atau kedekatan budaya, bahasa, kebiasaan, agama, sejarah. Pasien merasa lebih nyaman, akrab dengan sistem dan dapat berbicara bahasa yang sama. Banyak negara berpartisipasi dalam MT sebagai importir, eksportir atau keduanya. Negara pengimpor utama (wisatawan medis) Amerika Utara dan Eropa Barat. Negara pengekspor utama (pemberi layanan pada wisatawan kesehatan) berlokasi di semua benua, termasuk Amerika Latin, Eropa Timur, Afrika dan Asia. Masing-masing negara memiliki spesialisasi dalam prosedur tertentu, misalnya Thailand dan India mengkhususkan dalam bedah ortopedi dan jantung, sedangkan negara-negara Eropa Timur mengkhususkan untuk operasi gigi. Negara yang sudah memiliki pelayanan MT untuk hemodialisis adalah Penang
Menurun: 1. Pesawat terbang pemburu yang dikenal sebagai si cocor merah 2. Perjalanan untuk bertamasya 3. Pusat kajian dan perlindungan anak 4. Menentang 5. Kera kecil tak berekor yang suka menyembunyikan mukanya 6. Nama masakan dari daging 9. Kalah 10. Kotoran hidung 12. Sarang (Inggris) 14. Nilai jual objek pajak 16. Pameran dagang 18. Sah 19. Nama sejenis burung betet (Bali) 20. Cerca, maki 21. Sebelum 24. Riwayat hidup singkat 26. Setengah; separuh 27. Nama kebun binatang 29. Penyanyi utama wanita dalam suatu konser 30. dibalik; uang logam 31. Search and rescue 32. Hilang; lenyap 34. Gambar atau simbul kecil pada computer yang melambangkan sesuatu 36. Salah satu sistem penyimpanan uang di Bank 38. Real estate Indonesia Adventist Hospital (PAH) di Penang, Malaysia. PAH yang didirikan pada 1924 oleh DR. J. Earl Gardner dulunya hanya rumah sakit (RS) untuk penduduk lokal yang terus berkembang menjadi pusat kesehatan tersier bagi masyarakat Malaysia. Sampai saat ini telah banyak memiliki pengunjung internasional. PAH memiliki sertifikasi Joint Commission International (JCI). Sertifikasi ini salah satu pemimpin dalam pengakreditasian di dunia untuk RS bertaraf internasional. PAH pertama kali mendapatkan sertifikasi JCI pada tahun 2007-2019. Sudah empat kali PAH mendapat sertifikasi dari JCI India dan Kanada. Beberapa persyaratan yang harus disiapkan RS adalah akreditasi internasional seperti JCI atau ISO, kemudian physician credentials international untuk staf medis, afiliasi internasional, keunggulan produk, sistem electronic medical record dan layanan lengkap lainnya terkait akomodasi pasien, komunitas internasional secara online. Semua persyaratan tersebut sangat dibutuhkan untuk mewujudkan RS sebagai pusat MT yang tentunya dapat
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 424 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 7 Desember 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 15 Desember 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 422 Mendatar: 1. KEMARIN 5. KUTANG 8. YOYO 10. PEDANDA 11. OMPRENG 12. MILO 13. IBA 15. ECER 17. ABDOMEN 20. NAVY 21. PLANT 22. SKA 23. CITRA 26. PION 27. LITBANG 31. BAKU
32. ANY 33. LAIN 34. KARAPAN 35. T I S E D N A (ANDESIT) 36. CUCU 37. PEDIDI 38. RENCANA Menurun: 1. KAPELA 2. MADRID 3. RENDAM 4. NYAMAN 5. KOMO 6. TURKEY 7. GUGUR
menempatkan Bali sebagai salah satu MT terunggul di dunia. Pengembangan MT di Bali memiliki potensi yang sangat kuat mengingat sebagai daerah pariwisata yang paling dicari di dunia. Sampai saat ini RS yang sudah mengembangkan MT adalah RS BIMC Nusa Dua yang memberikan pelayanan seperti hemodialisis, gigi, bedah plastic dan beberapa layanan lainnya yang diresmikan pada tahun 2012 oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dr. Mari Elka Pangestu, Ph.D. RS BIMC Nusa Dua telah mengaplikasikan sistem pelayanan kesehatan berkualitas internasional dengan hospitality serta terakreditasi internasional oleh Australian Council of Healthcare Standard International (ACHSI) dari Australia. Potensi Bali sebagai MT sangat didukung dengan adanya pusat-pusat pendidikan kedokteran dengan unggulan travel medicine atau travel health yang sangat memungkinkan terwujudnya Bali sebagai pusat MT yang andal di dunia. RS lain yang memiliki pelayanan yang sangat lengkap di Bali sangat berpotensi sebagai salah satu RS den-
9. YOLANDA 14. BONN 16. EMERON 18. BELAKA 19. ES 22. SANTANU 24. ISBN 25. KI 26. PULAKI 27. LENTUR 28. TAISEN 29. A Y O D Y A (AYODHYA) 30. GULANA 31. BOKAP 33. LACI
gan pelayanan MT yang siap bersaing dengan pelayanan negara lain. Di Bali sudah ada RS terakreditasi internasional JCI sebagai tujuan MT. Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan internasional adalah modal besar mewujudkan Bali sebagai salah satu MT di dunia.
Pemenang TTS No. 422 1. I Komang Arya S. SMK PGRI 3 Denpasar, Jl.Drupadi XVII, Denpasar Selatan (HP:081-236-753-XXX) 2. I Gede Made Rupawan Br.Dukuh, Desa Penebel, Kec.Penebel, Kab.Tabanan (HP:081-933-051-XXX) 3. Ni Ketut Rentini Lingk.Ketapang, Desa Lelateng, Kec.Negara, Kab.Jembrana (HP:081-339-483-XXX) 4. Ni Luh Wati Jl.Kenyeri No.31, Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur (HP:085-338-296-XXX) 5. Putu Yogi Pardita Jl.Raya Seririt No.179, Desa Subuk, Kec. Busungbiu, Kab.Buleleng (HP:081-239-677-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : LINDA YANI Alamat : Jl.Sukasirna No.25, Desa Padasuka, Kec. Cibeunying Kidul, Bandung (HP:081-237-794-XXX)
(Tulisan ini hasil kerja sama Blok Elective Study Health Tourism FKIK Universitas Warmadewa 2019). AANA Pradnya Iswara, Sri Masyeni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa
Putu Ayu Devina Maharani
Suara Merdu dengan Vibrasi Natural MEMPUNYAI suara merdu dengan vibrasi yang natural. Itulah kelebihan yang dimiliki Putu Ayu Devina Maharani. Modal ini mengantarkannya meraih sejumlah prestasi di bidang olah vokal. Gadis cilik kelahiran Denpasar, 29 Februari 2008 ini menjadi juara I lomba lagu Bali dan lomba lagu bebas parade seni dan budaya, 5 Denpasar 2019, juara I lomba lagu Bali Sunday Art competition 2019, juara I lomba lagu Bali Art n’ Bayan Festival Museum IAM Bali 2019, juara I lomba menyanyi SD seKota Denpasar Karang Taruna Denpasar 2019, dan juara I lomba menyanyi SD se-Kota Denpasar yang diselenggarakan Warung Pizza n’ Pasta 2019. Untuk mengasah olah vokalnya, Devina memutuskan bergabung ke Sanggar Seni Cres-
sendo Griya Musika Sukawati binaan I Komang Darmayuda. Ketertarikan siswi kelas 6 SDPN Tulangampiang, Denpasar ini terhadap sanggar yang getol melahirkan penyanyi anak-anak “Bali Kumara” berawal ketika melihat sekolahnya tampil dan eksis di Bali Kumara. Didukung kedua orangtuanya, Devina akhirnya bergabung sejak 1,5 tahun lalu dan berhasil masuk dalam Bali Kumara generasi 7. Di Bali Kumara 7, putri pasangan I Gede Kusumantara dan I Gusti Agung Ayu Ratih Dharmapatni ini dipercaya membawakan sebuah single ciptaan I Komang Darmayuda yang berjudul “Tri Murti”. Lagu ini bermakna, sebagai umat Hindu agar selalu bhakti kepada Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Tri Murti (Brahma, Wisnu dan Siwa).
“Devina memiliki suara merdu dengan vibrasinya yang natural tanpa dibuat-buat. Jangkauan vokalnya cukup lebar, namun nada-nada rendah atau low voicenya kurang tebal dan harus dilatih lagi,” ujar I Komang Darmayuda, Sabtu (30/11) kemarin. Kendati demikian, Darmayuda menilai Devina memiliki napas yang cukup panjang dalam bernyanyi. Bahkan, dengan semangat dan ketekunannya berlatih, Devina mampu menjiwai lagu dengan baik dan melibatkan ekspresi serta mimik dalam bernyanyi. Selain jago olah vokal, Devina juga mengukir prestasi di bidang seni lainnya. Dia pernah meraih juara harapan III seni Gender Wayang berpasangan Porsenijar TK Kecamatan Denpasar Utara dan juara II lomba mewarnai Ace Hard Ware 2018. (win)
Minggu Kliwon, 1 Desember 2019
TEMU MENTERI
BPM/eka
PENYERAHAN PENGHARGAAN - Acara temu menteri dan penyerahan penghargaan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019 di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Sabtu (30/11) kemarin, berjalan semarak. Tampak Ketua TP PKK Bali, Putri Suastini Koster, bergambar dengan penerima siswa berprestasi. Bintang Puspayoga juga disambut anak-anak TK Pradnya Kirana dan tari Sekar Jempiring SMKN 5 Denpasar serta saat potong tumpeng HUT.
Membaca Puisi
Dari Hal. 1 Dalam acara Temu Menteri, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster ikut memeriahkan suasana dengan membaca puisi ‘‘Sumpah Kumbakarna’’. Dia menyatakan dukungannya terhadap Bintang Puspayoga sebagai perempuan pertama dari Bali yang menjabat menteri di jajaran kabinet RI. Bintang dinilai mewakili kapasitas, kapabilitas, integritas, dan kredibilitas perempuan Bali. Istri Gubernur Bali ini mengajak semua pihak untuk mendoakan Bintang Pupayoga agar dapat melaksanakan tugas dan kewajiban atau swadharma sebagai abdi negara. “Karena bagaimanapun juga, jabatan itu bukan prestise semata. Tetapi lebih pada tanggung jawab yang dapat diwujudkan dalam kinerja yang luar biasa,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini. Menteri PPPA RI, Bintang Puspayoga, mengapresiasi segala dukungan yang diberikan kepadanya. Terutama dalam mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan Presiden RI Joko Widodo sebagai Menteri
PPPA. Mengingat, bicara perempuan dan anak merupakan tugas yang sangat kompleks. Makanya dia berbangga saat itu bertemu dengan kaum perempuan hebat di Bali. “Saya harapkan implementasi nyata dukungan dan kerja sama, bukan hanya doa. Kalau melihat 10 program pokok PKK, semuanya akan membantu kegiatan pemberdayaan perempuan serta pemenuhan hak-hak dan perlindungan anak di Indonesia,” ujarnya. Terkait dengan pemberdayaan perempuan, lanjut Bintang, sejatinya sudah ada kebijakan atau regulasi yang membuat perempuan bisa berkiprah di ranah publik selain menjalankan tugas utama di ranah domestik. Regulasi tersebut bahkan sudah ada sejak 1984 yakni Undang-undang No.7 tahun 1984 dan Inpres terkait penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan. “Tapi kalau kita melihat dari indeks pembangunan manusia, masih kita melihat indeks pembangunan perempuan itu masih rendah dibandingkan dengan indeks pembangunan laki-laki,” imbuhnya.
Kurangi Nasi
Dari Hal. 1 “Konsumsi nasi setiap hari itu dikurangi, yang biasanya satu dikurangi setengahnya dulu. Kemudian, junk food dan kuliner enak itu dihindari. Olahraga juga harus rutin, setiap hari 30 menit beraktivitas karena ketika otot-otot berkontraksi itu membantu memacu oksigen sehingga meringankan kerja jantung,” paparnya. Di dalam Germas, lanjut Dian, juga sudah diingatkan tentang aktivitas fisik minimal 30 menit per hari. Kemudian, memakan makanan bergizi terutama buah dan sayur, menghindari rokok dan alkohol, memerhatikan kesehatan lingkungan, serta penggunaan jamban terkait penerapan hidup sehat. Namun, sehat bukan sekadar terbebas dari penyakit karena di dalamnya juga mencakup kondisi fisik, mental, emosi, sosial, ekonomi dalam arti produktif. “Ingat tersenyum dan bergembira karena apa pun yang berasal dari hati, ketika kita positif dan kita berbahagia mudah-mudahan hasilnya akan baik,” ujarnya. Soal Kulit Sementara itu, Dr. dr. IGN Dharma, Sp.KK., mengingatkan, saat ini ada begitu banyak informasi tentang produk kecantikan atau skincare. Pada prinsipnya, satu produk kecantikan
Bintang Puspayoga menambahkan, indeks pembangunan gender pun demikian. Walaupun grafiknya terus meningkat setiap tahun, tapi masih jauh dari harapan. Salah satu contohnya, perwakilan perempuan di legislatif khususnya DPRRI masih 20,87 persen. Oleh karena itu, pihaknya akan lebih memacu pemberdayaan perempuan lewat beberapa kegiatan bersinergi dengan kementerian terkait dan semua stakeholder yang ada. Pemimpin Umum Tokoh, Gde Palgunadi, mengatakan, Tabloid Tokoh merupakan leading di media massa khususnya untuk segmentasi perempuan dan keluarga. Pihaknya terus berupaya untuk bersinergi dengan semua pihak dalam rangka mencerahkan perempuan. Terutama agar semua perempuan khususnya di Bali memiliki satu visi untuk terus mendukung program pemerintah. Selain itu, agar para perempuan juga menyadari peluang dan potensi yang dimiliki untuk selalu berada di depan. “Kita terus akan bersinergi menuju era yang lebih baik,” ujarnya. (kmb32)
tidak mungkin cocok untuk semua kulit. Oleh karena itu, sangat penting mengenali tipe kulit sebelum memutuskan untuk memakai produk kecantikan atau skincare. Dia memaparkan beberapa tipe kulit. Yakni, kulit kering yang ciri-cirinya terlihat sering mengelupas, tipis, dan mudah muncul kerutan. Produk perawatan yang dipakai tidak boleh sembarangan karena kulit kering cepat mengalami iritasi. “Tapi untungnya kalau orang punya kulit kering, itu cenderung jarang jerawatan. Tapi lebih mudah iritasi, kadang flek juga,” ujarnya. Tipe kedua, lanjut Dharma, adalah kulit berminyak dengan cirinya pori-pori besar. Pemilik kulit berminyak harus berhati-hati dalam memakai make up khususnya bedak. Kalau tidak dibersihkan dengan baik, maka akan muncul jerawat dan komedo. “Kulit berminyak salah satu keuntungannya adalah kelihatan lebih awet muda, cuma memang sering jerawatan,” imbuhnya. Dharma menambahkan, tipe kulit ketiga adalah normal yang pori-porinya kelihatan halus, tidak terlalu kering dan lebih kenyal. Terakhir, ada tipe kulit kombinasi antara kering d a n b e rm i n y a k. S e t e l a h
mengetahui tipe kulit, baru berlanjut pada perawatan yang diawali dengan pembersih lewat produk seperti toner, milk cleanser, atau sabun. Untuk kulit kering, agar berhati-hati menggunakan toner karena berisiko iritasi yang tanda awalnya kulit terasa perih, terasa kencang, hingga terjadi pengelupasan. Apalagi dikombinasikan dengan produk untuk mengangkat sel kulit mati seperti krim malam. Perawatan berikutnya adalah tabir surya atau sunblock yang idealnya dipakai 30 menit sebelum terpapar matahari. Semakin tinggi SPF dalam sunblock, akan semakin bagus untuk tipe kulit kering atau normal. “Tapi kalau kulitnya berminyak, jerawatan, cukup memakai yang SPF 15,” katanya. Penggunaan pelembab sebagai bagian dari perawatan juga harus hati-hati untuk pemilik kulit berminyak. Semakin banyak dipakai, pelembab berpotensi menyumbat pori-pori. Sebaliknya, pelembab menjadi wajib hukumnya dipakai oleh pemilik kulit kering dan kombinasi. Terakhir, perawatan dengan krim malam yang bersifat mengangkat sel kulit mati. Prinsipnya wajib dan menjadi obat utama, tapi seringkali salah penggunaan. (rin)
Minggu, 1 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Dewa Yadnya Pujawali (5) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Senam Goyang Flobamora Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Seekor Pinguin
10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita
Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Dunia Otomotif Expander Cros Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih (1) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali
Persalinan Normal Vs Operasi Cesar 17:00 Wita Inovator 17:30 Wita Ocydia Home Shopping 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Kris 20:00 Wita Samatra Artis Bali Ayu Waden Dan Nanik 21:00 Wita Indi Band Generation Deva Dianjaya 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Suwung Batan Kendal (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
Dari Hal. 1 Ni Wayan Ria Mariani (Rhea Cempaka) Di kalangan UKM dan pencinta fashion, perempuan ini dikenal memiliki rancangan kebaya yang khas berbahan tenun ikat lokal. Kiprahnya ini sebagai upayanya untuk ikut melestarikan warisan leluhur. Ia mengutamakan desain berbahan tradisional bernuansa modern. Di tengah kesibukan mengelola butik Cempaka, ia juga didaulat sebagai Ketua Asosiasi Bordir, Endek, dan
Dari Hal. 1 Tujuannya untuk membantu pemerintah dalam rangka menggerakkan dan mengorganisir keluarga khususnya yang berada di wilayah pedesaan. Dengan demikian, berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat mampu terselesaikan secara cepat. Salah satunya menuntaskan permasalahan kasus stunting. Program lainnya adalah membantu pemerintah memperluas sosialisasi menjaga kebersihan lingkungan, seperti mengurangi plastik sekali pakai dan edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, PKK turut serta mendukung program strategis nasional. Yakni menggerakkan kepedulian individu akan masalah sampah dalam rangka membangun Indonesia yang bersih dan sehat. Dengan adanya kelompok kerja yang membidangi pembinaan karakter keluarga, pendidikan dan peningkatan ekonomi keluarga, penguatan ketahanan keluarga dan kes-
Pencinta Fashion Songket (Asbest) Kota Denpasar. Bersama anggota Asbest lainnya, ia selalu menyerukan ”Save Our Local Product”. Selain itu, ia juga kerap diminta membagi ilmunya dengan membina wirausaha pemula serta sebagai narasumber pelatihan menjahit untuk penggiat UKM di Kota Denpasar. Ni Wayan Ayu Yuliani (Ayu Saraswati) Ia termasuk seniman multitalenta. Penyanyi lagu
pop Bali ini juga seorang dalang dan MC. Di kalangan pencinta musik pop Bali, ia dikenal memiliki banyak penggemar. Tampil maksimal dalam segala kegiatan merupakan kunci sukses baginya. Apa pun yang dikerjakan harus tuntas. Khusus untuk seni pedalangan, ia mendapat banyak filosofi. Baginya wayang itu merupakan bayangan dari kehidupan. Orang pun bisa mereka-reka apa yang bisa terjadi dalam kehidupan ini.
Adolfina Grace Tangkudung Kiprahnya di dunia senam tak bisa dipandang sebelah mata. Berawal dari Sanggar Senam Lala Studio yang berdiri 20 Agustus 1992, kemudian menjadi Lembaga Kursus dan Pelatihan Instruktur Senam Lala Studio. Lala Studio sudah menghasilan lebih dari 600 instruktur senam yang tersebar di seluruh wilayah di Bali. Dengan senam kebugaran, masyarakat akan memiliki tubuh yang sehat sehingga bisa terus beraktivitas.
Membantu Pemerintah
ehatan keluarga serta lingkungan maka PKK memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. Barbara Golose bertekad untuk memberdayakan dan memajukan eksistensi perempuan khususnya di lingkungan Bhayangkari. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah masalah kekerasan pada anak dan perempuan. Termasuk di dalamnya kasus paedofil yang masih banyak terjadi di Bali. “Kami akan sampaikan kepada Pak Kapolda untuk bisa menuntaskan semuanya dan diselesaikan secara hukum yang berlaku,” ujarnya. Barbara yang memiliki latar belakang hukum juga memberi pemahaman kepada anggota Bhayangkari terkait KDRT. Apalagi, pelaku KDRT umumnya adalah orang-orang terdekat. “Jadi, itu kita harus waspada dan harus banyak memberikan wawasan atau penjelasan kepada perempuan di lingkungan Bhayangkari, dengan apa yang kita punya,
apa yang kita tahu, penjelasan mengenai kekerasan dan apa yang harus dilakukan apabila mengalami kekerasan,” jelasnya. Sementara Anak Agung Ayu Ketut Agung secara kontinu melakukan pemberdayaan perempuan di bidangnya itu. “Astungkara, kita sudah mencetak 10.500 lebih tenaga terampil di bidang tata kecantikan kulit dan busana adat Bali, khususnya tata rias pengantin,” ujarnya. Sosok Ketut Agung mengimplementasikan
betul swadharmaning geginan. Selain ikhlas, ia juga yakin ada banyak hal yang bisa diperbuat sesuai dengan kemampuannya. Bagi Ketut Agung, keterampilan yang didapat dari LKP Agung harus bermanfaat bagi para peserta kursus. Itu sebabnya, banyak dari mereka yang dulu tidak memiliki pekerjaan atau bahkan tidak dihargai oleh keluarganya, begitu mendapat keterampilan kini bisa membeli rumah dan mobil sendiri serta dihargai keluarganya. (rin)
Minggu Kliwon, 1 Desember 2019
Ida Bagus Putra Negarayana
Tempat Latihan
NASIONAL - Tim Perseden Denpasar di ambang lolos ke putaran nasional Kompetisi Liga 3.
BPM/ist
Selangkah Lagi, Perseden ke Putaran Nasional
Denpasar (Bali Post) -
Tim Perseden Denpasar selangkah lagi bakal melenggang ke putaran nasional mewakili Regional Bali dan Nusa Tenggara (Bali, NTB, NTT) pada Kompetisi Liga 3. Made Antha ‘Mucin’ Wijaya dan kawan-kawan di ambang lolos setelah bermain imbang 1-1 melawan Persebi Bima pada laga pertama di Lapangan Gelora Bou Lanta, Kecamatan Lambu, Bima, NTB, Jumat (29/11) lalu. Akan tetapi, Tim Laskar Catur Muka masih menjamu Persebi pada laga kedua yang digelar di Stadion Samudra, Kuta, Badung, Senin (2/12) besok. Perseden hanya membutuhkan hasil seri 0-0 untuk melaju ke putaran nasional. Perseden unggul lebih
dulu lewat gol Yusron pada menit ke-80. Akan tetapi, kemenangan tim tamu yang sudah di depan mata sirna seketika. Pasalnya, Persebi diberi hadiah penalti oleh wasit pada menit ke-89. Akibatnya, skor akhir menjadi imbang 1-1.
Pelatih Perseden Wayan Sukadana menyesalkan keputusan wasit memberikan penalti untuk Persebi saat injury time. “Kami jelas dirugikan, karena keunggulan kami batal gara-gara gol penalti. Kami sempat melancarkan protes, tetapi tak digubris,”
ujarnya saat dikontak Sabtu (30/11) kemarin. Menurut wasit, terjadi body contact yang cukup keras di lapangan, namun tidak menjelaskan apakah itu handball atau pelanggaran. Ia bertekad meloloskan Perseden ke putaran nasional, apalagi pada laga kedua cuma perlu hasil seri 0-0. Saat ini, Perseden memiliki 23 pemain. Jika melangkah ke putaran nasional, pihaknya bisa menambah maksimal tujuh pemain. “Semoga kami
Luh Gede Mas Sawitri
bisa menundukkan Persebi di Bali, sehingga meraih tiket ke putaran nasional,’’ kata Sukadana. Di bagian lain, Sekum Askot PSSI Kota Denpasar Gede Made Anom Prenatha berharap Mucin dan kawankawan bisa memenangkan pertandingan kedua di Kuta, meskipun skor akhir 0-0 sudah cukup untuk lolos. “Kami ingin kemenangan dan poin penuh, guna melenggang ke kancah Kompetisi Liga 3 Nasional,’’ jelasnya. (022)
Atlet Difabel SMK PGRI 3 Denpasar Raih Penghargaan Siswa Berprestasi
BPM/ist
BERSAMA - Luh Gede Mas Sawitri (tengah) didampingi Wayan Sarjana dan Sugiartana bergambar bersama Menteri PPPA Bintang Puspayoga dan Putri Suastini Koster. Denpasar (Bali Post) – Pada acara Penganugerahan Perempuan Inspiratif
Tokoh 2019 di Gedung Pers Bali K. Nadha, Sabtu (30/11) kemarin, Ketua Tim Peng-
Ngurah Susrama Pimpin PABBSI Bali
BPM/022
IGAN Susrama Putra
Denpasar (Bali Post) Persatuan Angkat Besi, Binaraga dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Bali memiliki nakhoda baru. IGAN Susrama Putra dipercaya memimpin induk organisasi ini masa bakti 2019–2023. Ia mempunyai program kursus pelatih yang disebar ke seluruh Pengkot dan Pengkab PABBSI se-Bali. Pelatihan sangat penting bagi pelatih, supaya mereka mampu mengajarkan teknik yang benar di daerahdaerah. “Kami ingin muncul bibit-bibit atlet angkat besi, angkat berat dan binaraga berbakat dari seluruh daerah
di Bali. Selama ini, Porprov Bali mempertandingkan binaraga, dan pada Porprov Bali XV/2021 di Badung, angkat besi juga resmi dipertandingkan,’’ ucap Susrama di Denpasar, Sabtu (30/11) kemarin. Yang membanggakan, PABBSI Bali telah meloloskan tiga atlet ke PON 2020 di Papua. Mereka adalah binaragawan Herwin Adianto dan M. Zainudin serta atlet angkat besi Ketut Ariana. “Kami berharap mereka bisa tampil maksimal dan meraih prestasi pada PON Papua,” jelasnya. Menurut Ketua Umum PB PABBSI Rosan Perkasa Roeslani, prestasi lifter dan binaragwan Indonesia lumayan diperhitungkan pada ajang internasional. Pada Olimpiade 2016 di Brazil merebut 2 perak. Sementara pada Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia ditargetkan mendulang sekeping emas. Ditegaskannya, PABBSI akan dipisah menjadi tiga, yakni angkat besi, binaraga dan angkat berat. “Langkah ini bertujuan memudahkan koordinasi dengan induk organisasi internasional,” kata Rosan seraya menambahkan, pihaknya melakukan regenerasi atlet di pelatnas dengan komposisi 75% junior dan 25% senior. (022)
gerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster menyerahkan penghargaan bagi lima siswa tokoh berprestasi, tiga di antaranya adalah penyandang disabilitas (difabel). Salah satunya Ni Luh Gede Mas Sawitri, siswa SMK PGR 3 Denpasar. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Bintang Puspayoga memberikan motivasi kepada Luh Gede Mas Sawitri untuk terus bersemangat dan menjadi tokoh wanita terbaik Bali. Mas Sawitri adalah atlet berprestasi Bali. Belum lama ini dirinya mewakili Pulau Dewata di ajang Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) 2019. Dia merupakan atlet nomor lari 100 meter dan tolak peluru. Mas Sawitri yang mengalami tak keseimbangan pada kaki dengan kecacatan golongan T-45 adalah anak pertama pasangan Kadiyasa dan Made Aryawati. Setelah tamat dari AP-5 dia ingin menjadi guru SMK, bukan bekerja di pariwi-
sata. Alasannya, guru sangat mulia. Di sisi lain, ia minta pemerintah dan dunia usaha memerhatikan anak-anak difabel sebagai SDM tenaga kerja. Aturan untuk itu sudah ada, tinggal niat baik pemerintah dan pengusaha untuk bersama-sama memerhatikan anak-anak difabel. Koordinator Waka Drs. I Wayan Sarjana, M.M., dan Waka Kurikulum SMK PGRI 3 Denpasar alias Tri Griska, I Made Sugiartana, S.S.T., Par., sangat bangga terhadap Mas Sawitri. Dalam kondisi fisik tak seimbang, dia mampu membawa nama baik Tri Griska, Kota Denpasar dan Bali di ajang nasional. Hal ini akan memotivasi siswa lainnya untuk berprestasi. Mas Sawitri juga cerdas dalam bidang akademik. Dia menjadi panutan dalam hal disiplin dan kinerja. Sekolah, kata Sugiartana, tetap memberi perhatian dan menampung anak-anak difabel. Mereka dipastikan bisa mengikuti PBM seperti
anak-anak normal lainnya. Bahkan, anak-anak berkebutuhan khusus mendapat perhatian lebih dari guru dan siswa. Sang Kasek Nengah Madiadnyana secara pribadi dan lembaga banyak membantu anak-anak difabel. Hal ini dilakukan karena generasi milenial Bali dilatih agar bisa mandiri di masyarakat. ‘’Mereka adalah bagian dari kita semua. Makanya semua teman kelasnya menyayangi Mas Sawitri,’’ ujarnya. Menurut Koordinator Waka Wayan Sarjana, selama November lalu tercatat 20 lebih prestasi dan piala dipersembahkan siswanya. Prestasi pemuncak antara lain piala tetap dan piala bergilir Porsenijar Sekolah PGRI yang untuk keenam kalinya bersemayam di Tri Griska setelah mendulang 2 medali emas, 5 perak, dan 1 perunggu. Emas diraih oleh Dewa Ayu Ayun Ayuni (Tari Trunajaya) serta pasangan Putu Riyan Jayendra dan Bagas Jaya Prawira. (magender). (025)
Emas Porprov Denpasar Dihargai Rp 60 Juta Denpasar (Bali Post) Atlet Kota Denpasar yang meraih medali emas pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September lalu, dihargai bonus Rp 60 juta. Penyumbang perak menerima Rp 15 juta dan perebut perunggu kebagian Rp 6 juta. Bonus diserahkan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di Wantilan DPRD Bali, Renon, Jumat (29/11) lalu. Jaya Negara menerangkan, atlet Denpasar tak perlu
takut menghadapi Porprov Bali XV di Badung pada 2021 mendatang. Untuk itu, atlet Denpasar harus tetap getol berlatih baik saat tidak ada kejuaraan maupun menjelang menghadapi suatu ajang. Menurut Ketua Umum Kontingen Denpasar Nyoman Mardika, jumlah bonus emas lumayan tinggi selisihnya dibandingkan perak dan perunggu. Ini dilakukan karena Denpasar memang mengincar emas. Ia minta atlet Denpasar
tak hengkang ke kabupaten atau daerah lain, sebab perhatian pemerintah sangat memuaskan. Humas KONI Denpasar Dewa Gede Rai menambahkan, bonus yang dikucurkan total Rp 17,9 miliar. Ia berharap atlet Denpasar memiliki rasa jengah dan mengukir prestasi pada setiap event. “Jangan khawatir, Pemkot pasti memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi,” ujarnya. (022)
BERTEPATAN dengan upacara menginjak dewasa (menek kelih) anaknya, Ida Bagus Putra Negarayana menyiapkan tempat latihan karate yang cukup representatif di Jalan Tantular Barat, Renon, Denpasar. Ia ingin kedua putranya, Ida Bagus Gede Praditya dan Ida Bagus Alit Wicaksana, berprestasi di karate mengikuti jejaknya. Tidak menutup kemungkinan tempat latihannya ini difungsikan sebagai dojo. Apalagi seorang putrinya, Ida Ayu Gede Candrasari, juga menggeluti karate. “Kedua anak saya berlatih di Dojo Suluh Dewata. Saya juga biasa berlatih di sana bersama komunitas anggota KKRYU. Tempat latihan ini saya buat untuk menambah porsi latihan,” ucap Negarayana, Penasihat Pengprov Kushin Ryu M. Karate-do Indonesia (KKI) Bali yang juga mantan Ketua Pengkot KKI Denpasar. Pemegang DAN III karate dan suami notaris Ida Ayu Trisna Winarti ini tidak mau anaknya belajar karate sekadar meraih prestasi. Ia ingin kedua putranya menekuni ilmu bela diri ini untuk selamanya serta membentuk kepribadian, karakter dan mental positif. “Menekuni bela diri karate juga untuk menjaga diri, sehingga tak kenal usia,” sebutnya. Menurut alumnus FT Arsitektur Unud yang kini dosen Poltekpar Bali ini, membentuk mental yang baik dan kuat lebih penting daripada prestasi. “Prestasi adalah bonus yang menyemangati supaya makin rajin berlatih,” tutur pria kelahiran Mengwi, Badung, pada 1965 ini. (nel)