Skip to main content

Edisi Sabtu 01 Desember 2018 | balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 103 TAHUN KE 71

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TOKO MODERN MILIK DESA ADAT

EKONOMI

Dari Kita untuk Kita

Rupiah Berpeluang Menguat Jakarta (Bali Post) – Mata uang rupiah masih berpotensi melanjutkan momentum penguatan, asalkan tidak ada kondisi eksternal yang bergejolak. Jumat (30/11) pagi nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 16 poin ke posisi 14.345 dibandingkan sebelumnya 14.361 per dolar AS. ‘’Kita masih punya ruang untuk penguatan rupiah. Masih bisa tembus ke arah 13.000-an. Dengan catatan tidak ada yang aneh-aneh,’’ ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat kemarin. Darmin mengatakan, salah satu kondisi eksternal yang bisa memberikan dampak adalah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Cina Xi Jinping pada sela-sela Pertemuan G-20 di Argentina. Menurutnya, pertemuan tersebut berpotensi mengurangi tensi perang dagang serta memberikan alasan bagi penguatan rupiah, apabila tercipta kesepakatan yang saling menguntungkan. ‘’Kalau Trump ketemu Xi, tapi tidak ada kesepakatan untuk meredakan perang dagang, pasti ada tekanan lagi,’’ ujarnya.

Selain itu, kondisi eksternal lainnya yang bisa memberikan pengaruh ke pergerakan mata uang adalah kemungkinan Bank Sentral AS (The Fed) tidak akan menyesuaikan suku bunga acuan pada Desember 2018. Melihat situasi saat ini, Darmin memastikan penguatan rupiah yang disertai dengan masuknya arus modal merupakan momentum yang harus dipelihara. Untuk itu, pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap neraca transaksi berjalan untuk menekan defisit dan memperkuat fondasi perekonomian. ‘’Kalau rupiah menguat, kemudian modal mulai masuk, atau lebih besar lagi masuknya, maka transaksi modal dan finansial bisa mengimbangi defisit transaksi berjalan,’’ ujarnya. Dengan kondisi tersebut, Darmin menyakini rupiah bisa makin terapresiasi dan bergerak mendekati nilai fundamental. Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat sebesar 16 poin ke posisi 14.345 dibandingkan sebelumnya 14.361 per dolar AS. Hal. 15 Pasar Global

Polda Bali SP3-kan Kasus KKM Denpasar (Bali Post) Ribuan warga di Karangasem awal tahun 2009 sempat terkejut atas aksi penggerebekan kantor Koperasi Karangasem Membangun (KKM). Waktu itu disinyalir adanya dugaan tindak pidana perbankan, dan ditengarai akan menjadi fenomena gunung es karena nasabah KKM diberikan keuntungan yang berlipat, serta pola bisnisnya diduga menyerupai multilevel. Ketika itu banyak masyarakat tergiur untuk berinvestasi di KKM yang saat itu dikomandoi I Gede Putu Kertia. Bahkan tak jarang warga Karangasem menjual hewan peliharaan seperti babi, sapi, bahkan kambing untuk ikut berinvestasi di KKM yang berkantor di Subagan, Karangasem. Namun apa daya, ribuan masyarakat yang bermaksud mendapatkan untung jus-

Diduga Depresi, Turis Jerman Tembak Kepalanya Diduga karena depresi akibat mengidap penyakit deabetes serta gagal ginjal, turis asal Jerman, Roland Fraster bunuh diri dengan cara menembak kepalanya menggunakan senpi jenis FN. Ia ditemukan tergeletak di lantai kamar tidurnya di Jalan Sekuta, Denpasar Selatan. Halaman 2 Tim Yustisi Pasang Portal di Eks Galian C Penambang liar kerap beraktivitas di eks galian C Klungkung. Meski sudah berulang kali disidak dan diperingatkan, mereka belum juga jera. Tim Yustisi Pemkab Klungkung akhirnya memasang portal, sehingga para penambang liar tidak bisa keluar-masuk dengan leluasa. Halaman 12

Gubernur Bali menggagas pendirian toko modern yang dimiliki desa adat. Selain membatasi gerak toko berjaringan nasional, tentu tujuan akhirnya meningkatkan ekonomi di desa, dari kita untuk kita. Gagasan ini pun disambut positif. Namun diingatkan, jangan hanya dibentuk, tetapi harus diikuti pelatihan teknologi, penataan barang termasuk manajemen keuangannya.

MASIH TERGENANG - Permukiman di Pengambengan, Jumat (30/11) kemarin masih tergenang banjir. Puluhan rumah warga di kawasan hilir ini terendam air sejak Selasa malam dan belum surut.

tru menjadi buntung. Polda Bali menggerebek KKM dan sempat membekukan operasionalnya. Ribuan warga kemudian mendatangi kantor KKM guna menuntut kejelasan dana mereka. Sementara Polda Bali mengamankan beberapa barang bukti. Dua orang pengurus KKM dijadikan tersangka dan ditahan polisi. Mereka adalah I Gede Putu Kertia dan I Nengah Wijanegara. Namun pascadibidik di tahun 2009 hingga tahun 2018, kasus tersebut tak kunjung selesai. Berkas hingga sebelas kali bolak-balik dari kepolisian ke kejaksaan. Namun unsur pelanggaran belum ditemukan. Akhirnya, 21 Juni 2018 kasus KKM itu dihentikan. Polda Bali melalui Direskrimsus mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Hal.15 Perbuatan Pidana

Warga Peminge Blokir Pintu Masuk Hotel Warga Desa Adat Peminge memblokir pintu masuk Hotel Kempinski di kawasan Peminge, Kuta Selatan. Warga yang berjumlah puluhan orang tersebut datang sejak pukul 10.00 Wita dengan membawa serta truk bermuatan limestone atau batu kapur. Limestone tersebut kemudian diturunkan di depan portal pintu masuk hotel. Dari informasi yang dihimpun, kejadian ini dipicu ketidakpuasan warga terhadap proses perekrutan karyawan di hotel tersebut. Halaman 3 Sebulan, 10 Kasus HIV Ditemukan Setiap bulan kasus HIV baru di Tabanan ditemukan rata-rata 10 kasus. Mulai meningkatkan penemuan kasus baru HIV ini karena sudah mulai banyak layanan kesehatan yang dapat diakses. Setiap puskesmas sudah bisa melakukan tes HIV. Halaman 7

Banjir di Jembrana

Bukti Rapuhnya Kawasan Penyangga

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jembrana, Selasa (27/11) malam, berdampak sangat masif. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, banjir pada awal pekan lalu merupakan yang paling banyak dampaknya. Tercatat lebih dari 20 titik banjir dan terjadi enam titik longsor. Banjir menggenangi ratusan rumah penduduk dan perkantoran pemerintah. Kecamatan Jembrana terdampak paling besar pada hujan lebat awal minggu ini. Hampir seluruh desa dan kelurahan di kecamatan tersebut terkena dampaknya. Yang paling parah terdampak adalah Kelurahan Loloan Timur, Pendem dan Dauhwaru serta Pengambengan. Bahkan dua hari pascahujan, banyak permukiman warga masih tergenangi air. ‘’Ini harus menjadi catatan. Baru beberapa jam saja hujan deras sudah seperti itu. Inilah pentingnya kawasan penyangga,’’ ujar anggota DPRD Jembrana I Komang Adiyasa, Jumat (30/11) kemarin. Menurutnya, hutan sebagai kawasan penyangga agar jangan diutak-atik, apalagi dirambah. Mulai dari hulu, kelestarian sudah harus dijaga, sehingga debit air yang mengalir ke hilir paling tidak bisa berkurang. Saat ini Kabupaten Jembrana memang sudah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, menurutnya, harus ada koordinasi lintas-instansi apabila terjadi banyak lokasi yang terdampak seperti pada Selasa malam lalu. Belum lagi penanganan pascabanjir, yang memerlukan banyak tindakan. Mulai dari penyediaan air bersih, penanganan penyakit hingga perbaikan infrastruktrur yang rusak. Dengan terbatasnya personel BPBD yang baru terbentuk, pihaknya menyangsikan bisa tertangani dengan tuntas. Faktanya tidak semua titik bencana bisa disentuh oleh tim Tagana dan BPBD.

‘’Ini harus kita dorong untuk merekrut tenaga ahli di bidang kebencanaan atau menarik tenaga kontrak yang ada untuk dilatih dalam bidang kebencanaan,’’ tandas anggota Fraksi Hanura DPRD Jembrana ini. Data yang dihimpun di BPBD Jembrana, banjir yang melanda di wilayah Jembrana, Selasa malam terjadi hampir di 20 titik di wilayah Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana. Selain itu hujan juga menyebabkan tanah longsor di enam titik. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 200 juta lebih. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila AP mengatakan, banjir yang terjadi di sejumlah lokasi pada Selasa malam merupakan yang paling besar selama ini. Pihaknya mencatat ada puluhan titik yang terdampak banjir meskipun hanya beberapa jam air sudah surut kembali. Dari evaluasi, pemicu banjir di permukiman warga ini karena banyaknya saluran air yang tersumbat. Belum lagi beberapa aliran sungai yang menyempit. Meskipun banyak titik, BPBD bersama Tagana berupaya melakukan penanganan. Hingga Jumat kemarin, pihaknya juga masih siaga dan melakukan penanganan di titik-titik yang masih tergenangi air. Terutama di Desa Pengambengan yang lokasinya paling hilir. Puluhan rumah warga masih tergenangi air, dipicu kondisi saluran yang tidak lancar. (kmb26)

Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali mendukung penuh ide Gubernur terkait toko modern dengan kepemilikan desa adat. Terlebih, toko modern itu dibuat dalam rangka mengembangkan ekonomi di pedesaan atau desa adat. Nantinya, toko-toko modern dengan kepemilikan desa adat juga bisa dijadikan badan usaha milik desa (BUMDes). ‘’Jadi kan nanti membuka lapangan pekerjaan dan juga kita belajar maju, bersaing dengan toko-toko modern di luar daripada milik desa pakraman, sehingga nantinya desa pakraman juga memiliki kewenangan untuk mengatur,’’ ujar Bendesa Agung MUDP Jero Gede Suwena Putus Upadesa, Jumat (30/11) kemarin. Menurut Jero Suwena, ketika desa adat memiliki toko modern sendiri, tentu bisa dibuat suatu aturan bahwa toko modern lain, apalagi yang berjaringan, tidak diperkenankan untuk berusaha di desa adat. Terutama di

desa adat yang terletak di daerah-daerah yang jauh dari kota. Ini akan memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk menjadi pelaku usaha di desanya. Termasuk LPD yang merupakan salah satu lembaga keuangan di desa adat bisa ikut berperan. ‘’Nanti mungkin istilahnya ada cabang-cabangnya atau bidang, mungkin ada pariwisata, ada toko modern, sehingga kita tidak hanya berkutat dalam suasana ekonomi pedesaan yang lama itu. Yang penting; dari, untuk dan oleh masyarakat adat,’’ jelasnya. Jero Suwena menambahkan, pemerintah bisa membantu dalam hal pembiayaan, pengaturan serta pendampingan. Dalam hal ini, memberikan pengetahuan tentang bisnis kepada masyarakat adat. Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bali I Made Budastra menilai ide Gubernur sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat. Hal. 15 Hal Positif

Munculkan Produk Lokal RENCANA membangun toko swalayan di setiap desa akan berpotensi meningkatkan atau memajukan masyarakat, baik ekonominya maupun keterampilan masyarakat. Karena produk UMKM bisa terfasilitasi di toko swalayan. Jadi permasalahan pemasaran yang selama ini dialami UMKM juga akan teratasi dengan adanya toko swalayan desa adat. ‘’Sangat potensial asal itu dibikin oleh desa adat antara swalayan yang satu dengan yang lain dikoordinir oleh koordinator,’’ demikian disampaikan Prof. I Wayan Ramantha, akademisi Unud, Jumat (30/11) kemarin. Namun, koordinator ini harus profesional mengelola toko swalayan tersebut. Tidak sekadar mendirikan toko swalayan, namun keberlangsungannya tidak diperhatikan. Produk UMKM yang dibuat oleh masyarakat bisa terserap di toko tersebut. Produk-produk tersebut perlu dikoordinatori oleh koordinator yang menempatkan produk tersebut di beberapa swalayan milik desa. Koordinator yang profesional ini yang memikirkan tentang supply, seleksi, penyaluran, jumlah, pembayaran, memfasilitasi pelaku usaha masyarakat desa dengan produsen untuk mendapatkan bahan baku, dll. Dengan terjaga supply dan demand, masyarakat bisa mendapat harga yang lebih murah, se-

hingga tidak kalah saing dengan toko swalayan lainnya. Sama seperti Koperasi Unit Desa (KUD). Ada koordinator KUD yang disebut Pusat KUD. ‘’Nah ini, toko swalayan ini juga seperti itu, tinggal pikirkan nama. Itu tujuannya agar mendapatkan harga yang lebih murah, sehingga bisa dijual grosir,’’ ujarnya. Setiap desa memiliki potensi yang berbeda-beda sehingga produk yang dihasilkan juga berbeda-beda. Fenomena yang terjadi saat ini yaitu peralihan penduduk usia produktif yang lebih banyak bekerja di kota daripada di desa. Sehingga ini akan menjadi tantangan desa dalam hal mendapatkan SDM yang profesional untuk pengelolaan toko swalayan. Namun dalam jangka panjang akan menjadi peluang bagi desa untuk berkembang lebih baik lagi. Dengan adanya toko swalayan akan merangsang masyarakat bekerja secara profesional membangun desa. Apalagi sekarang sarjana diarahkan ke desa. Rencana toko swalayan di desa ini dipercaya lebih meningkatkan ekonomi desa. Bercermin dari LPD yang awalnya dirasa sulit untuk mengelola, hasilnya baru terlihat setelah puluhan tahun. Ia optimis toko swalayan ini akan meningkatkan ekonomi desa. Hal. 15 Sangat Besar

Tumpek Bubuh

Jangan Hanya Simbolik, tetapi Perilaku Konkret

Oleh I Gusti Ketut Widana

SUDAH menjadi kelazim a n b ahwa praktik keagamaan umat Hindu lebih menekankan pada pendekatan ritualistik. Bahkan seperti sudah menjadi keharusan, apa pun suatu permohonan itu selalu diawali dan atau diakhiri dengan ritual. Padahal mencapai tujuan hidup berkeagamaan tidak cukup hanya dengan ritual. Sebab, ritual itu bukan tujuan melainkan hanya jalan, itu pun masih berada di tataran simbolik, yang memang mengandung makna, namun tetap memerlukan laksana, perilaku nyata untuk mewujudkannya. Inilah yang disebut sebagai ritual ‘’simala’’ (simbol, makna dan laksana), unsur simbol menyiratkan makna, selanjutnya mensyaratkan umat melaksanakan pesan amanat

dalam praktik keseharian. Dalam konteks Tumpek Bubuh yang untuk kesekian kali dilaksanakan menjelang Galungan, pengalaman penting yang didapat untuk dijadikan kebiasaan adalah bagaimana umat Hindu bisa mulai membiasakan diri untuk tidak hanya melakukan ritual persembahan (sesaji/ bebanten) guna menghormati dan memuja Dewa Sangkara sebagai penguasa tumbuhtumbuhan, tetapi membuktikannya lewat perilaku konkret yang berkaitan dengan usaha perawatan, pemeliharaan dan pelestarian alam beserta segala isinya. Jika aktivitas yadnya tidak mampu menstimulus secara simultan makna simbolik ke dalam bentuk behavioristik (perilaku unggul), maka apa

yang tersaji dalam persembahan ritual ‘’simala’’ akan berubah menjadi yadnya ‘’simalakama’’. Artinya, bila ritual yadnya tidak dilaksanakan dikatakan salah, namun ketika kewajiban yadnya itu sudah dijalankan, ternyata belum juga mampu menunjukkan bukti keberhasilannya. Ritual yadnya yang dikonsepsikan sebagai media mengharmoniskan alam (bhuana agung) agar selalu harmonis dan hubungan antarmanusia (bhuana alit) semakin sinergis, pada kenyataannya masih belum terwujud sesuai doa mantra permohonan. Aktivitas ritual dengan sejumlah simbol dan kandungan maknanya akhirnya tidak selalu berbanding lurus alias belum berkorelasi positif

dan konstruktif dalam realita kehidupan sehari-hari. Ritual sebagai realisasi pelaksanaan yadnya terbukti masih tetap dominan bergerak dan bermain di tatanan konsep (simbolik), sehingga kandungan maknanya belum sepenuhnya terbukti dalam tataran konteks (praktik). Tak terkecuali dengan ritual Tumpek Bubuh yang dilaksanakan setiap enam bulan Bali sekali (210 hari) pada Saniscara Kliwon wuku Wariga, yang sekaligus sebagai penanda awal menjelang datangnya otonan gumi -- Galungan. Secara teologis, pelaksanaan Tumpek Bubuh adalah konsep bakti pemujaan kepada Dewa Sangkara (penguasa tumbuhan) yang telah memberi berkah anugerah kehidupan melalui keanek-

aragaman berbagai jenis tumbuhan/pepohonan. Secara filosofis Tumpek Bubuh tergolong ritual yang bermakna pengajaran tentang pentingnya cinta lingkungan. Sementara itu dalam praktiknya, ritual Tumpek Bubuh dilaksanakan dengan cara ngotonin sarwa tumuwuh, dalam hal ini diwakili tumbuhan kelapa yang memang berfungsi serba guna. Doa permohonan yang disampaikan pun berkisar pada harapan agar segala jenis tumbuhan/pepohonan yang bagian-bagiannya dibutuhkan (terutama buah-buahan) pada ritual suci Galungan, dalam hitungan waktu 25 hari ke depan dapat segera berbuah lebat. Kaki-kaki malih selae dina Galungan, mabuah apang nged nged,

begitu kira-kira ucap doanya. Pertanyaan kontemporer yang tergolong rasional, apakah dengan melaksanakan ritual Tumpek Bubuh, kebutuhan berupa bahan-bahan material ritual Galungan akan dapat dipenuhi dengan serta merta? Kenyataannya, dalam lingkup lokal saja, Pulau Bali yang juga disebut Pulau Wali sudah cukup lama tidak mampu memberikan kontribusi bagi pemenuhan bahan baku material ritual yadnya. Terpaksa sebagian besar kebutuhan ritual yadnya seperti busung (janur), slepan, ron, bunga, buah, termasuk kelapa, ayam, bebek, telur, bahkan semat dan kacang saur, dll. dipasok dari luar Bali. Hal. 15 Hasil Ritual


DENPASAR

2

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

Senderan Tukad Lebah Jebol Satu Unit Mobil Nyaris Hanyut

Denpasar (Bali Post) – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Denpasar membuat senderan Tukad Lebah jebol, Jumat (30/11) kemarin. Akibatnya, halaman rumah salah satu warga di Jalan Kecubung Nomor 81, Banjar Lebah, Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur tersebut ambrol. Tidak hanya itu, sebuah tiang listrik yang ada di sekitar senderan tersebut roboh dan menimpa rumah warga lainnya yang berada di seberang sungai. Tidak ada korban jiwa akibat musibah tersebut. Pemilik rumah A.A. Ngurah Anom Manik Agung mengaku kaget dengan adanya musibah tersebut. Pria yang akrab dipanggil

Turah Manik ini saat terjadi musibah sedang keluar rumah untuk olahraga. Sekitar pukul 06.00 Wita, ia mendapat laporan jika senderan halaman rumahnya di pinggir Tukad Lebah jebol. “Saat musibah terjadi saya sedang berolahraga. Jadi saya tidak tahu persis musibah senderan halaman rumah saya jebol tergerus air. Saya tahu senderan halaman rumah jebol dari teman,” katanya. Menurut Turah Manik, bagian di dekat senderan halaman rumahnya yang jebol itu dijadikan garase kendaraan. “Di belakang rumah saya memiliki kos-kosan dan halaman rumah saya ini dipakai untuk garase untuk parkir

Amankan Pemilu 2019

Polda Antisipasi Kondisi Terburuk Denpasar (Bali Post) Beberapa bulan lagi Indonesia menggelar Pemilu 2019. Upaya untuk mengantisipasi situasi terburuk sudah dilakukan Polda Bali, di antaranya simulasi kampanye rusuh yang digelar di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Jumat (30/11) kemarin. Untuk mengamankan Pemilu 2019, Polda Bali mengerahkan 1.037 personel yang tergabung dalam Operasi Mantap Brata Agung. Sedangkan latihan peningkatan kemampuan Sispamkota di Lapangan Puputan Margarana, dipimpin Direktur Ditsabhara Polda Bali Kombes Pol. Drs. I Wayan Pinatih selaku Kasatgasopsda. Simulasi tersebut melibatkan seluruh satuan fungsi kepolisian dan memperagakan tiga segmen. Skenario pertama, polisi mendapatkan informasi bahwa ada jadwal kampanye salah satu capres di wilayah Bali dan akan mendatangkan jurkam dari pusat. Informasi lain dari Satgas Intelijen, ada konsentrasi massa kedua belah kubu capres dengan lokasi yang berdekatan. Setelah itu dilanjutkan skenario kedua, jurkam dari Jakarta tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan langsung menuju lokasi kampanye. Mulai dari bandara hingga lokasi kampanye, mereka mendapat pengawalan ketat

personel Polda Bali. Dalam perjalanan, rombongan jurkam dihadang sekelompok masyarakat yang menolak kedatangan mareka. Terjadi negosiasi dan petugas pengawalan mencari jalur alternatif lain menuju lokasi kampanye. Kemudian pada skenario ketiga, massa pendukung menyambut jurkam tersebut dengan antusias. Mereka berorasi menyampaikan janji-janji politik dan program-programnya apabila terpilih menjadi presiden. Sayang saat orasi itu mereka menjelek-jelekan capres lainnya, terjadi penyerangan dan pelemparan oleh sekelompok orang. Situasi semakin memanas dan berujung rusuh. Menyikapi kodisi tersebut, dikerahkan pasukan Dalmas awal, K9 (anjing), Dalmas lanjutan dan PHH Brimob. Polisi juga menembakkan gas air mata dan melakukan penangkapan terhadap provokator. Akhirnya kepolisian berhasil membuat situasi kembali aman dan kondusif. Kombes Pinatih mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memantapkan Satgas Operas Mantap Brata, sehingga dalam pelaksanaan tugas, cara bertindak dan taktis personel Polri di lapangan tidak ada kendala. ‘’Untuk menjaga kamtibmas demi terwujudnya Pemilu 2019 yang aman, tertib dan lancar,’’ tegasnya. (kmb36)

(0361) 819446 / 081337032965 FM 96,5

Topik : Warga Peminge Blokir Pintu Masuk Hotel Kempinski Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

kendaraan. Saat kejadian, syukurnya mobil sedan milik penghuni kos tidak jatuh ke sungai. Hanya motor saya saja dan garase yang berbahan tiang besi dan atap seng yang jatuh ke sungai. Tapi itu tidak apa-apa karena motor saya motor tua,” ujarnya. Menurut Turah Manik, motor yang jatuh ke sungai tak sampai hanyut karena saat musibah air sungai mulai menyusut. “Saya bersyukur saja, kendaraan milik penghuni kos tidak sampai jatuh ke sungai, karena kendaraan yang diparkir di pinggir sungai yang jebol lagi beraktivitas dan tidak ada di kos. Untuk mengantisipasi supaya kendaraan penghuni kos ini tidak jatuh, warga

Kecubung bergotong royong memindahkan mobil dari pinggiran sungai,” ujarnya. Turah Manik memberikan apresiasi kepada Pasukan Sigap (Pasgap) Biru Dinas PUPR Kota Denpasar yang langsung turun ke lapangan untuk menangani senderan yang jebol di halaman rumahnya. “Pasgap Biru Dinas PUPR langsung datang dan melakukan pembersihan serta memindahkan material yang ambrol, termasuk garase saya yang terbuat dari besi dan atap seng dari sungai ke atas. Hanya tiang listrik saja yang masih roboh menimpa rumah warga di sebelah sungai yang belum dipindahkan,” katanya. (kmb19)

Bali Post/eka

JEBOL – Sejumlah warga mengamati senderan Tukad Lebah, Denpasar Timur yang jebol, Jumat (30/11) kemarin.

Diduga Depresi, Turis Jerman Tembak Kepala Sendiri

Denpasar (Bali Post) -

Turis asal Jerman Roland Fraster (82) ditemukan tergeletak di lantai kamar tidurnya di Jalan Sekuta, Denpasar Selatan (Densel), Kamis (29/11) lalu. Roland nekat bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri menggunakan senpi jenis FN, diduga karena depresi akibat mengidap penyakit deabetes serta gagal ginjal. Dikonfirmasi Jumat (30/11) kemarin, Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan, sebelum kejadian sekitar pukul 20.30 Wita korban sempat ngobrol dengan istrinya, Ni Wayan Beji Astuti (62). Selesai ngobrol, korban pamit kepada istrinya untuk beristirahat di kamar. Berselang 15 menit kemudian, Beji mendengar dua kali suara ledakan senpi. Karena suasana malam dan hening, bunyi Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446

ledakan tersebut jelas didengar tetangga korban. ‘’Istri korban yang menonton televisi di ruangan lain mendengar suara ledakan itu langsung mendatangi kamar korban. Waktu itu dia menyaksikan suaminya tergeletak di lantai kamar bersimbah darah,’’ ujarnya. Beji berusaha minta tolong karena dikira suaminya jatuh. Selanjutnya dipanggil dokter klinik dekat TKP. Anggota Polsek Densel dan Polresta Denpasar juga mendatangi TKP. Hasil olah TKP, korban ditemukan tergeletak di lantai kamar bersimbah darah. Beberapa proyektil peluru ditemukan

di lantai, kondisi senpi merek Wolter berantakan. Diduga setelah dipakai menembak oleh korban, senpi itu jatuh hingga magazen dan bagian atasnya lepas. ‘’Di magazen ditemukan dua butir peluru yang belum meledak. Dua selongsong peluru ditemukan di lantai,’’ ujar mantan Kapolsek Kuta ini. Mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini menambahkan, istri dan anak korban tidak tahu kalau korban punya senpi. Apakah senpi itu ilegal? ‘’Kami masih dalami, segera senpi itu dibawa ke Labfor Denpasar. Waktu anak korban, Udhi Andreas Praster, masih SD pernah melihat senapan angin

yang biasa dipakai berburu burung,’’ ungkapnya. Soal motif, kata Wirajaya, belum jelas. Tetapi dari keterangan keluarganya, korban sempat pingsan karena ada kelainan ginjal dan diabetes. Sebulan terakhir korban disebut beberapa kali bolak-balik ke rumah sakit, bahkan sempat pingsan dan opname. Sementara menurut keterangan Undhi (21) yang saat ini masih kuliah, sekitar pukul 20.45 Wita dia ditelepon ibunya sambil menangis meminta agar cepat pulang. Undhi langsung pulang dan setiba di rumah dilihat ibunya menangis histeris, sedangkan ayahnya tergeletak bersimbah darah. Selain itu, korban diketahui menderita stroke ringan dan jantung. Sekitar pukul 22.20 Wita, tim Inafis Polresta Denpasar

tiba di TKP. Di bawah tangan kanan korban ditemukan senpi tersebut. Di kening korban ditemukan luka tembakan. Ditemukan juga peluru di magazen dua butir, di laci meja rias enam butir, dua selongsong peluru dan satu proyektil peluru di depan lutut korban. Selanjutnya mayat korban dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans. Terkait kasus ini, anggota Pengawasan Bahan Peledak (Wasdak) Ditintelkam Polda Bali mengecek senpi tersebut di Mapolsek Densel. Ternyata senpi itu ukurannya lebih kecil ketimbang yang organik. Petugas tidak bisa menemukan nomor serinya, karena diduga dikaburkan. ‘’Diduga (senpi) selundupan ini. Anehnya kok beberapa bagian senpi bisa buyar (lepas) begini?’’ kata petugas tersebut. (kmb36)

Pemkot Denpasar Gelar PIP ke Yogyakarta

Gali Inovasi, Maksimalkan Pembangunan Berkelanjutan

SEBAGAI upaya menggali potensi dan inovasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, Pemkot Denpasar kembali menggelar Pekan Informasi Pembangunan (PIP) yang menyasar Pemkot Yogyakarta. Kegiatan yang dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya, diterima oleh Staf Ahli Bidang Umum Setda Kota Yogyakarta Tri Widayanto didampingi Kabid Pengelolaan Taman Pintar Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Afia Rosdiana, Kasubbid Inventarisasi Aset BPKAD Yogyakarta Suharno serta Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Kota Yogyakarta Tedi Saparian di Aula Yudistira Balai Kota Yogyakarta, Kamis (29/11). PIP kali ini secara khusus ingin menggali inovasi pengelolaan Taman Pintar dan aplikasi Simbara di Pemkot Yogyakarta. Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar Made Toya didampingi Plt. Kabag Humas Setda Kota Denpasar

I.B. Mayun Suryawangsa mengatakan pelaksanaan PIP oleh Pemerintah Kota Denpasar ke Kota Yogyakarta menjadi hal yang strategis, terutama berkaitan dengan keberadaan sarana edukasi interaktif bagi masyarakat. Mengingat Yogyakarta merupakan Kota Pendidikan yang memiliki inovasi dalam tata kelola pendidikan, khususnya pendidikan luar sekolah. “Dengan dilaksanakannya PIP ini dapat memberikan gambaran tentang pengelolaan Taman Pintar Kota Yogyakarta dapat melahirkan inspirasi bagi Pemerintah Kota Denpasar dalam berinovasi untuk melaksanakan derap pembangunan yang kreatif, cerdas dan berwawasan budaya yang nantinya dapat membentuk insan kreatif dan berkualitas di Kota Denpasar,” katanya dan menambahkan, pelaksanaan PIP juga merupakan upaya dalam menjalin kerja sama guna menggali potensi sebagai upaya memaksimalkan pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan. Sementara itu, Staf Ahli Bidang

Umum Setda Kota Yogyakarta Tri Widayanto mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan jajaran Pemkot Denpasar guna mengadakan studi komparasi terkait keberadaan Taman Pintar di Kota Yogyakarta. Dikatakan, Taman Pintar Kota Yogyakarta diresmikan tahun 2008 dan berada di bawah naungan Dinas Pariwisata. Keberadaan Taman Pintar bertujuan sebagai science centre, wahana apresiasi dan ekspresi untuk semua usia, terutama untuk pelajar. Di Taman Pintar ini berbagai macam zona ilmu pengetahuan dan bekerja sama dengan pihak ketiga dan lembaga akademis dan kini Taman Pintar Kota Yogyakarta berkembang menjadi salah satu objek pariwisata andalan di Kota Yogyakarta. “Saat ini pengelolaan Taman Pintar ini dialaksanakan secara mandiri, atau tidak mengandalkan APBD, karena berstatus badan layanan umum masyarakat berdasarkan jumlah kunjungan,” katanya. Tri Widayanto mengatakan, PIP yang dilaksanakan jajaran Pemkot Denpasar

ke Pemerintah Kota Yogyakarta ini diharapkan dapat menjadi ajang berbagi inovasi dalam proses pembangunan. “Hal ini menjadi strategis untuk menunjang keberhasilan pembangunan antara dua pemerintah daerah,” ujarnya. (ara)

Bali Post/ara

PIP - Pemkot Denpasar bersama perwakilan awak media dan OPD yang dipimpin Asisten I Made Toya melaksanakan Pekan Informasi Pembangunan ke Pemerintah Kota Yogyakarta, Kamis (29/12).

Kuatkan Lagi Komitmen Pendiri Utama di Usia 50 Tahun

Perdiknas Gelar Penandatanganan MoU dengan Yayasan Tarumanagara dan Yayasan Bina Nusantara Jakarta

PENANDATANGANAN - Suasana penandatanganan MoU antara Ketua Perdiknas Denpasar (tengah) dengan Ketua Yayasan Tarumanagara dan Ketua Yayasan Bina Nusantara Jakarta. PERKUMPULAN Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar menggelar diskusi terbatas “Tantangan Pengelolaan Lembaga Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0”, di Auditorium Perdiknas Denpasar, Jumat (30/11) kemarin. Sebelum diskusi ini berlangsung, terlebih dulu dilakukan penandatanganan MoU antara Perdiknas Denpasar dengan Yayasan Tarumanagara dan

Yayasan Bina Nusantara Jakarta. Tampak hadir Ketua Yayasan Tarumanagara Dr. Gunardi, S.H., M.H. dan Ketua Yayasan Bina Nusantara Jakarta Dr. Bernard Gunawan. “Jadi dalam usia kami ke-50, kami mencoba men-charger diri lagi untuk bisa menguatkan lagi komitmen dari pendiri utama dengan membawa yayasan-yayasan yang besar sehingga kita bisa untuk

bersama maju,” ujar Ketua Perdiknas Denpasar Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H. Menurut Tini Gorda, penandatanganan MoU bertujuan untuk meningkatkan kualitas Perdiknas Denpasar yang menaungi SMP Nasional, SMK Teknologi Nasional, dan Undiknas University. Untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, Perdiknas kini melaku-

kan penyesuaian sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi. Upaya penyesuaian tentu memerlukan dukungan perencanaan finansial yang matang. Dari Yayasan Tarumanagara, pihaknya ingin melihat pengelolaan lembaga perguruan tinggi karena yayasan ini juga memiliki banyak badan usaha. “Kita bekerja sama agar mimpi kami di Perdiknas bisa juga memiliki badan usaha yang lain di luar dari lembaga pendidikan. Kalau Bina Nusantara, dia dari PAUD sampai ke perguruan tinggi. Jadi, kiat-kiat mengelola itulah kami ingin ikat secara MoU, sehingga kami bertiga menjadi keluarga dan dua yayasan yang besar ini bisa menerbangkan Perdiknas juga sama besarnya,” jelasnya. Sementara itu, diskusi terbatas dipandu moderator Dr. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H. yang juga Sekretaris Perdiknas Denpasar. Diskusi menghadirkan narasumber Michael Wijaya (Managing Director Bina Nusantara), Dr. Gunardi, S.H., M.H. (Ketua Yayasan Tarumanagara) dan Prof. I Ketut Aria Pria Utama, Ph.D.FRINA. (Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia), serta keynote speaker Prof. Dr. Thomas Suyatno (Ketua Umum ABPPTSI Pusat).

Thomas Suyatno mengatakan, perguruan tinggi kini harus “melompat” untuk menghadapi persaingan yang semakin tajam di era revolusi industry 4.0. Persaingan ini tidak saja antara perguruan tinggi swasta dengan swasta atau swasta dengan negeri di tingkat nasional. Tapi juga persaingan dengan masuknya perguruan tinggi luar negeri. “Oleh karena itu, harus dibuat terobosan-terobosan. Pemerintah baru saja menetapkan satu variabel, dulu empat, sekarang lima yaitu variabel baru yang disebut inovasi untuk mengetahui kualitas dan ranking perguruan tinggi,” ujarnya. Bicara inovasi, lanjut Thomas, berarti harus melompati standar nasional pendidikan tinggi kalau tidak ingin terus tersalip dengan perguruan tinggi asing. Khususnya di wilayah Asia Tenggara. Dalam hal ini, SDM terutama dosen menjadi kunci utama. Dosen harus terus dipacu agar menghasilkan inovasi, bukan hanya dalam proses belajar mengajar. Tapi juga dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kelemahan utama kita, inovasi pasti paling lemah di seluruh perguruan tinggi nasional (PTN dan PTS, red). Langka sekali perguruan tinggi yang mengadakan berbagai inovasi,” paparnya.

I Ketut Aria Pria Utama sepakat, inovasi yang ketika bergabung dengan kreativitas akan menjadi sebuah kekuatan luar biasa. Inilah modal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Namun masyarakat justru masih asyik bermain gadget atau menjadi user teknologi ketimbang menciptakan teknologi itu sendiri. Michael Wijaya berpendapat, inovasi harus terjadi di mana-mana dalam menyongsong era revolusi industri 4.0. Tidak lagi hanya di level atas, justru harus sampai di level staf sekalipun. “Karena nantinya manual akan berkurang, dan perlahan semua akan menggunakan sistem,” katanya.

Sementara itu, Gunardi menyebut ada tiga jenis yayasan, yakni yayasan yang pasif, aktif dan campuran. Dari ketiganya, yang paling bisa mengikuti perkembangan adalah yayasan campuran antara aktif dan pasif. Sebab, tugasnya lebih banyak pada pengendalian dan pengembangan, melaksanakan tugas nonakademik dan bisa saja menyerahkan kepada pihak ketiga terkait yang bukan menjadi core bisnis yayasan. “Yayasan juga harus membentuk holding, karena untuk bisa mengembangkan diri perlu ada badan usaha yang membantu untuk mencari sumber dana,” ujarnya. (ad1217)

DISKUSI – (Dari kiri) Moderator diskusi terbatas Sri Rahayu Gorda bersama Ketua Perdiknas Denpasar Tini Gorda, Ketua Umum ABPPTSI Pusat Thomas Suyatno dan ketiga narasumber.


BADUNG

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

3

Era Revolusi Industri 4.0

Penguasaan Teknologi, Kunci Tingkatkan Daya Saing

Mangupura (Bali Post) Era revolusi industri 4.0 memicu lompatan besar bagi sektor industri. Dalam hal ini, teknologi informasi dan komunikasi memiliki peranan penting yang tidak hanya dalam proses produksi, melainkan seluruh rantai industri hingga melahirkan model bisnis baru dengan basis digital dan memanfaatkan internet guna mencapai efisiensi tinggi dan kualitas produk lebih baik. Menurut Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo, aspek penguasaan

teknologi menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing di era revolusi industri 4.0. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendisrupsi beberapa sektor kegiatan perekonomian, seperti munculnya beberapa perusahaan startup di bidang transportasi. Sebagai regulator, Kementerian Perhubungan berkewajiban memberikan ruang kepada startup yang bergerak di bidang transportasi untuk ikut meningkatkan kinerja dalam bidang

transportasi dengan mengadakan lomba ide bisnis Startup Transhub Challenge. Pengembangan ide bisnis startup, katanya, bukan hal mudah. Oleh karena itu para finalis Transhub Challenge yang saat ini telah bergabung dalam Transhub Community membutuhkan sharing experience dari startup yang sudah mapan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui penyelenggaraan workshop. ‘’Salah satu kegiatan dari Transhub Community ber-

langsung pada hari ini (kemarin-red) yaitu merupakan sharing session dengan para narasumber dengan tema How To Be a Succesfull Startup yang bertujuan untuk meningkatkan networking dan kapasitas para startup khususnya finalis dan pemenang lomba Transhub Challenge, serta mempertemukan dengan bapak angkat untuk dapat menyusun program tindak lanjut ke depan agar ide bisnis yang ada dapat diaplikasikan dan bermanfaat untuk meningkatkan kinerja trans-

portasi,’’ Ujar Sugihardjo. Workshop ini digelar untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait pengembangan startup finalis Transhub Challenge tahun 2018, dan meningkatkan kolaborasi antara Pemerintah, startup, perusahaan atau BUMN, serta asosiasi terkait. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sarana percepatan implementasi ide bisnis startup Transhub Community dan pengembangan kerja sama antara startup dengan calon stakeholder. (kmb23)

Bali Post/edi

STARTUP - Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo (tengah) saat menghadiri workshop pengembangan bisnis startup, Jumat (30/11) kemarin, di Seminyak.

Warga Peminge Blokir Pintu Masuk Hotel Kempinski Mangupura (Bali Post) -

Warga Desa Adat Peminge, Jumat (30/11) kemarin memblokir pintu masuk Hotel Kempinski yang berlokasi di kawasan Peminge, Kuta Selatan. Warga yang berjumlah puluhan orang tersebut datang sejak pukul 10.00 Wita dengan membawa serta truk bermuatan limestone atau batu kapur. Limestone tersebut kemudian diturunkan di depan portal pintu masuk hotel.

Bali Post/edi

WARGA - Puluhan warga Peminge berkumpul di depan pintu masuk Hotel Kempinski, Jumat (30/11) kemarin.

Antisipasi Banjir, Dinas PUPR Bersihkan Inlet

Bali Post/par

BERSIHKAN INLET - Tim URC Bina Marga Dinas PUPR Badung membersihkan inlet untuk memperlancar arus air hujan ke saluran drainase.

Mangupura (Bali Post) – Hujan yang mengguyur Bali dan sekitarnya sepekan terakhir membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung khawatir terjadi banjir. Apalagi sebagai daerah tujuan wisata dunia, banjir merupakan masalah yang dapat mencoreng citra Kabupaten Badung. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Badung fokus dan serius menangani permasalahan tersebut. Selain memperbaiki infrastruktur drainase, Dinas PUPR membersihkan saluran-saluran air atau inlet yang menjadi penghubung antara ruas jalan dan drainase. Pembersihan inlet dilakukan petugas Bina Marga Dinas PUPR Badung. Petugas membersihkan tumpukan sampah dan tanah yang membuat saluran inlet tersumbat. ‘’Kami menurunkan tim di setiap kecamatan untuk membersihkan saluran inlet,’’ ungkap Kabid Bina Marga Dinas PUPR Badung Sang Nyoman Oka Parmana, Jumat (30/11) kemarin. Menurutnya, pemulihan fungsi inlet untuk mengalirkan air dari ruas jalan ke drainase sehingga genangan air saat hujan dapat teratasi. Masyarakat diharapkan dapat menjaga dan merawat inlet ini dengan turut menjaga kebersihan lingkungan. ‘’Tim URC dari pagi sudah pembersihan saluran di daerah rawan genangan. Seperti Kuta, Kuta Utara, dan tiap kecamatan, kami tempatkan tim. Semua bergerak membersihkan inlet setiap hari,’’ terangnya. Dijelaskannya lebih lanjut, kawasan yang termasuk rawan

genangan air hujan di antaranya Dalung, Padang Lenjong, Jimbaran, Jalan Lapas Kerobokan, Jalan Kunti, bantaran Tukad Mati dan Dewi Sri. ‘’Sebenarnya semua tergantung Tukad Mati. Kalau tukad ini tidak menampung, kita tidak bisa berbuat banyak,’’ katanya. Dinas PUPR Kabupaten Badung juga telah menyiagakan tim untuk melakukan pengelolaan banjir, khususnya di wilayah Kuta Selatan yang rawan genangan air. Seperti di Jalan Dewi Sri, Jalan Kunti, dan Jalan Nakula. ‘’Kami telah menyiagakan semua pompa dan menyiapkan tenaga yang menjaga pompa. Jadi, ketika terjadi hujan lebat dapat segera tertanggulangi,’’ ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung A.A. Gde Dalem. Menurutnya, penyebab banjir di Badung sebagian besar dipicu sampah yang membuat air hujan tidak bisa mengalir ke Tukad Mati meski lokasinya tidak jauh dari titik banjir. Dengan pompa, air hujan yang menggenangi dapat disedot dan dibuang ke Tukad Mati. ‘’Kami sudah cek keberadaan tiga pompa penyedot di Jalan Arjuna, Dewi Sri dan Kartika Plaza. Staf kami stand-by di sana menjaga selama 24 jam, jadi bergilir satu orang. Mereka juga melakukan trial and error saat serah terima kerjaan. Jadi, kalau terjadi kerusakan segera dapat diperbaiki,’’ paparnya seraya menyebutkan pihaknya juga telah membersihkan sungai maupun selokan, sehingga aliran air hujan tidak tersumbat dan mengakibatkan banjir. (kmb27)

Dari informasi yang dihimpun, kejadian ini dipicu ketidakpuasan warga Peminge terhadap proses perekrutan karyawan di hotel tersebut. Warga berharap pihak hotel memfasilitas warga sekitar. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, kepolisian, TNI, kontraktor proyek hotel, bendesa serta perwakilan warga sempat melakukan mediasi. Namun karena manajemen hotel tidak ada di lokasi, pertemuan direncanakan kembali dilakukan Sabtu (1/12) hari ini. Bendesa Adat Peminge I Made Warsa mengharapkan warga tetap menjaga kondusivitas wilayah. Ditegaskannya, keputusan akan diambil setelah pertemuan lanjutan yang diagendakan hari ini. Untuk material limestone yang digunakan untuk mem-

blokade pintu masuk, agar dibiarkan dulu hingga ada keputusan dari manajemen. Aksi tersebut, kata Warsa, merupakan spontanitas masyarakat atas ketidakpuasan rekrutmen karyawan hotel. ‘’Kita akan tunggu sampai keputusan besok (hari ini red),’’ ucapnya. Sementara itu, Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra, S.H., M.H. mengatakan, pemblokiran tersebut memang terkait masalah perekrutan karyawan. Namun, menurutnya, masih ada celah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Apalagi saat ini tahun politik, agar jangan sampai hal ini disusupi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

‘’Dari pertemuan tadi (kemarin - red), Bendesa bersama perwakilan warga sementara menerima. Cuma tinggal menunggu kepastian saja dari manajemen,’’ terangnya. Dihubungi terpisah, Camat Kuta Selatan Made Widiana mengatakan, ada miskomunikasi antara warga dengan manajemen hotel. Untuk itu, pihaknya berharap pihak manajemen bisa mencarikan solusi terkait penerimaan tenaga kerja lokal. Karena tengah berada di luar daerah, pihaknya akan meminta Lurah beserta Kapolsek untuk melakukan mediasi. ‘’Berapa yang disepakati, supaya transparan, kemudian agar diinfokan kepada pihak desa di sana. Selama ini kemungkinan itu yang tidak ada, sehingga kekesalan warga memuncak,’’ tegasnya. (kmb23)

JEBOL - Plafon SMPN 4 Petang yang jebol.

Bali Post/ist

Diguyur Hujan, Plafon SMPN 4 Petang Jebol Mangupura (Bali Post) Hujan yang mengguyur Kabupaten Badung dan sekitarnya sepekan terakhir mengakibatkan plafon di SMP Negeri 4 Petang, jebol. Jebolnya plafon di ruang kelas 7C ini baru diketahui pada Jumat (30/11) kemarin. Kepala SMPN 4 Petang I Nyoman Budiasa mengaku tidak mengetahui persis kejadian tersebut. Namun diduga kerusakan tersebut akibat plafon terlalu lembap dan akh-

irnya jebol. ‘’Syukur musibah ini tidak menyebabkan satu pun siswa terluka, mengingat saat kejadian berlangsung saat aktivitas di sekolah belum dimulai,’’ katanya. Pascakejadian, siswa kelas 7C yang berjumlah 23 orang terpaksa menempati ruang komputer untuk mengikuti ujian semester. ‘’Syukurlah anak-anak tidak terganggu dengan kejadian ini. Pelaksanaan ujian semester berjalan lancar,’’ ucapnya.

Dia mengatakan, ruang kelas tersebut tergolong baru, karena dibangun pada tahun 2014. Namun pihaknya tidak mengetahui pasti nominal kerugian atas kejadian tersebut. ‘’Saya tidak mengetahui mengenai masalah teknis, yang jelas sudah ada yang melakukan pengecekan,’’ tegasnya sembari mengatakan, kerusakan tersebut akan segera diperbaiki agar proses belajar mengajar kembali normal. (kmb27)

Simulasi Penanggulangan Kebakaran

Hotel Terbakar, Tiga Penghuni Terjebak di Kamar Mangupura (Bali Post) – Kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Jumat (30/11) kemarin macet total lantaran sebuah hotel di areal tersebut dilalap si jago merah. Tragisnya, tiga penghuni hotel terjebak di dalam kamar. Tim pemadam dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung terjun ke lapangan melakukan penyelamatan. Alhasil korban yang terjebak di kamar hotel lantai tiga berhasil dievakuasi. Kebakaran hotel yang terjadi di areal Puspem Badung merupakan skenario simulasi penanggulangan kebakaran dan penyelamatan terpadu yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung.

Kegiatan ini dilakukan di areal Lapangan Mangupraja Mandala Badung, dihadiri Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung I Wayan Wirya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar I Ketut Gede Ardana, Satpol PP, Kodim 1611/Badung, Polres Badung, PLN, Ambulans, PMI, dan BPBD Badung. Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan I Wayan Wirya menyampaikan, simulasi terpadu merupakan tindak lanjut dari kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Simulasi ini melibatkan semua perangkat daerah, stakeholder, baik yang sifatnya vertikal maupun perangkat daerah di Kabupaten Badung. ‘’Dalam penanganan keba-

karan di wilayah Kabupaten Badung kami tidak bisa bekerja sendiri, harus mendapat dukungan dari instansi terkait. Seperti kepolisian, TNI, perhubungan, untuk memperlancar arus lalin sehingga kita bisa dengan cepat menuju TKP,’’ ungkapnya. Tak hanya itu, saat pasukan penjinak api berada di tempat kejadian perkara (TKP) terjadinya aliran listrik yang masih mengalir. Dipastikan dibutuhkan bantuan petugas PLN untuk mengatasi kelistrikan. Ketika ada penyelamatan mulai dari manusia, barang dibantu oleh Dinas Kesehatan, PMI, dan ambulans desa bergerak untuk mengosongkan serta mengisolasi di wilayah tempat kejadian melalui Satpol PP.

‘’Untuk melakukan gerak langkah, bersama ini perlu diwujudkan dengan simulasi bersama. Untuk simulasi bersama ini agar semua perangkat daerah mulai dari stakeholder dan masyarakat ikut terlibat dalam penanganan 65 ini. Simulasi ini melibatkan kepolisian, TNI, perangkat daerah, Basarnas serta instansi terkait, sekitar 187 orang,’’ jelasnya. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar I Ketut Gede Ardana mengatakan, simulasi adalah sebagai wujud implementasi prosedur tetap (protap) yang dibuat Damkar Badung. Kegiatan ini merupakan hasil dari kesatuan stakeholder sebagai bahan pertimbangan untuk selanjutnya sebagai dasar pen-

anganan musibah kebakaran. ‘’Dengan pelaksanaan simulasi ini diharapkan masing-masing instansi memiliki bekal dan sekaligus memahami benar protap yang berlaku, sehingga pada saat kejadian yang sebenarnya masing-masing sudah mengetahui apa yang harus dilakukan,’’ jelasnya. Disebutkannya, simulasi terpadu juga dalam rangka menyiapkan rangkaian komunikasi dan koordinasi terpadu layanan pengaduan 14084 dan call centre 112 yang dibangun Pemkab Badung. Tujuannya, ke depan semua institusi yang terlibat mampu menangani bencana yang terjadi, baik berupa tanah longsor, banjir, maupun bencana lainnya. (kmb27)

Bali Post/par

SIMULASI - Simulasi penanganan kebakaran di Kabupaten Badung.


DAERAH

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

Bank Mandiri dan Taspen Suntik Modal ke Bank Mantap PT BANK Mandiri Taspen (Bank Mantap) secara resmi telah mendapatkan suntikan dana segar Rp 500 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Taspen (Persero). Penambahan investasi tersebut merupakan komitmen dari kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memperkuat layanan pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri. Nilai investasi yang dikucurkan Bank Mandiri sebesar Rp 255 miliar dan Taspen sebesar Rp 242 miliar yang bertujuan mendorong Bank Mantap dalam meningkatkan akses jaringan layanan perbankan dan meningkatkan kemampuan dalam menciptakan produk baru agar dapat melayani pensiunan ASN dan TNI/Polri dengan lebih baik. Direktur Utama Josephus K. Triprakoso menjelaskan, dalam

penyertaan modal tersebut juga terjadi perubahan komposisi saham, yang sebelumnya saham Bank Mandiri di Bank Mantap sebesar 59,44 persen terdilusi menjadi 51,05 persen oleh saham Taspen di Bank Mantap yang sebelumnya 40 persen meningkat menjadi 48,39 persen, sisa saham masih dipegang oleh minoritas. ‘’Suntikan modal tersebut merupakan indikator bahwa perusahaan induk percaya terhadap kinerja dan layanan Bank Mantap. Suntikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) pada Oktober 2018 ini diangka 19,83 persen dan dalam rangka penambahan jumlah 136 jaringan kantor pada tahun 2019,’’ ungkapnya. Perubahan komposisi saham tersebut disetujui dan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)

BANK MANTAP - Jajaran Manajemen dan Komisaris Bank Mantap berfoto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2018, Jumat (30/11) kemarin di Movenpick Hotel, Jimbaran.

tahun 2018. Dengan perubahan komposisi pemegang saham tersebut, Bank Mandiri tetap menjadi pemegang saham mayoritas dan Taspen sebagai pemegang saham pengendali sesuai Undang–undang Perseroan Terbatas. ‘’Penyertaan modal ini akan berlaku efektif dapat digunakan oleh Bank Mantap setelah ketentuan dan syarat-syarat dari otoritas yang berwenang yaitu Kementerian BUMN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpenuhi,’’ tutupnya. Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari dua BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya izin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut. Sampai dengan Oktober 2018 total aset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 18,56 triliun atau tumbuh sekitar 45,8 persen. Sedangkan posisi dana pihak ke-3 mencapai Rp 14,02 triliun atau tumbuh sampai dengan 60,5 persen. Untuk penyaluran kredit berkisar Rp 14,76 triliun atau meningkat sampai 53,5 persen. Khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 13,20 triliun dengan persentase tumbuh 75,7 persen. Sementara laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp 290,6 miliar atau naik sampai dengan 132,1 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 220 yang tersebar di 28 provinsi. (ad1215)

Gaet Wisatawan, GIPI akan Perkenalkan Bali di Tiongkok Denpasar (Bali Post) Tahun 2025 warga Tiongkok yang akan berwisata ke luar negeri diprediksi 250 juta. Sementara saat ini yang datang ke Bali baru 1,2 juta wisatawan. Memang, wisatawan Tiongkok masih mendominasi kunjungan ke Bali. Namun dari segi jumlah, sejatinya bisa dikatakan sedikit. Mengingat, pasar Tiongkok sangat besar. ‘’Kalau ke Indonesia itu baru 1,6 juta sampai 1,7 juta. Jadi baru 1 persennya. Ada masih 99 persen potensi market yang lebih bagus,’’ ungkap Ketua GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana dalam keterangan pers di Kantor BTB, Jumat (30/11) kemarin. Padahal, lanjut Partha, wisatawan Tiongkok yang saat ini datang ke Bali tak sedikit merupakan kalangan menengah ke atas. Terbukti dari tingkat hunian sejumlah hotel bintang, 5,60 persen market-nya wisatawan Tiongkok. Bahkan, ada yang mencapai 80 persen dengan harga kamar antara Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per malam. Melihat potensi ini, pihaknya bersama Garuda Indonesia telah merencanakan misi penjualan (sales mission) ke Tiongkok pada 1-7 Desember 2018. Misi pen-

jualan dipimpin langsung Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, serta melibatkan Dinas Pariwisata Provinsi Bali, GIPI Bali, Asita Bali, dan PATA. Sales mission akan diadakan di Beijing dan Shanghai pada tanggal 3 dan 5 Desember. ‘’Kita ingin menginformasikan bahwa Bali itu sangat beraneka ragam. Banyak tur yang bagus selain hanya shopping. Rencana di situ akan diundang 70 potential agent, wholesale yang membeli paket Garuda. Jadi yang beli tiket Garuda itu biasanya travel agent,’’ ujarnya. Tidak hanya melakukan misi penjualan langsung ke Tiongkok, Partha mengaku juga membuat whitelist travel agent dan travel operator di Bali. Perusahaan yang masuk ke dalam whitelist hanyalah perusahaan bersertifikasi dan legal. Untuk bisa mendapatkan lebih banyak market Tiongkok kelas menengah ke atas, ekosistem pariwisata Bali harus dibuat nyaman. General Manager Garuda Indonesia untuk Bali Joseph Adrian Saul mendukung sales mission yang dilakukan GIPI Bali bersama pemerintah. Penataan juga harus dilakukan agar wisatawan

Bali Post/kmb32

GIPI - Dari kanan: Ketua GIPI Bali Partha Adnyana, Kadis Pariwisata Bali Yuniartha Putra, dan GM Garuda Indonesia Joseph Adrian.

yang datang ke Bali bisa menikmati Bali dengan baik. ‘’Sales mission ini bagaimana kita ingin meningkatkan turis datang lagi banyak ke Bali,’’ ujarnya. Kepala Dinas Pariwisata Bali A.A. Gede Yuniartha Putra mengatakan, sales mission akan diisi pula dengan pembicaraan G to G antara Pemprov Bali dan pemerintah Tiongkok. Salah satunya menjelaskan secara detail tentang kasus toko-toko jaringan mafia Tiongkok di Bali. Terlebih sekarang, Pemprov sedang melakukan perbaikan-perbaikan terkait pelayanan kepariwisataan. Khusus pasar Tiongkok, pihaknya baru mengetahui dari Konjen Tiongkok bahwa wisatawan negeri tirai bambu sangat menyukai budaya Bali. Sebab, selama ini yang berkembang, wisatawan Tiongkok hanya dikatakan menyukai pantai dan berbelanja. ‘’Ternyata mereka itu senang dengan kebudayaan kita. Salah satu contohnya, di Hainan sampai bikin desa Bali. Nanti saya akan bicara juga dengan Ketua Asita, supaya mereka dibawa ke daerahdaerah budaya kitalah,’’ ujarnya. Yuniartha menambahkan, Asita juga perlu mengenalkan objek-objek wisata lain yang ada di Klungkung, Jembrana, Tabanan, bahkan Buleleng. Jangan hanya terpaku pada tour yang itu-itu saja. Di sisi lain, kabupaten/kota pun diminta membuat tanda yang jelas pada objek wisata. Utamanya di pura yang kebetulan banyak dikunjungi wisatawan. Tanda itu agar dibuat pula dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan jika memungkinkan bahasa Mandarin. Mengingat, wisatawan Tiongkok umumnya tidak menguasai bahasa Inggris. Sementara dari segi guide, Yuniartha mengakui merekalah ujung tombak untuk mengenalkan budaya Bali kepada wisatawan Tiongkok. Tahun 2019 mendatang, pihaknya akan bekerja sama dengan HPI Bali untuk memberikan pelajaran tentang budaya Bali kepada guide berlisensi. (kmb32)

Kasus Pasutri Penerima 1 Kg SS Dilimpahkan ke Kejaksaan Denpasar (Bali Post) Kasus pasangan suami-istri (pasutri) Nunu Ahmad Matin alias Farhat (28) dan Yulia Fahrani alias Yuli (25) yang ditangkap atas kasus 1 kilogram sabu-sabu (SS), belum lama ini dilimpahkan ke Kejaksan Negeri Denpasar. Terungkap dalam perkara ini, keduanya menerima hampir 1 kilogram SS. Di mana barang haram itu dikirim dari Bangkok, Thailand dengan modus dimasukkan ke dalam 27 tas perempuan yang dipesan. Pelimp ahan tahap II itu dibenarkan Kepala Seksi Pidana

Umum (Kasi Pidum) Kejari Denpasar Arief Wirawan. ‘’Ya benar kami telah menerima pelimpahan tahap II dengan dua tersangka yakni Nunu Ahmad Matin alias Farhat dan istrinya, Yulia Fahrani alias Yuli. Selain kedua tersangka kami juga menerima pelimpahan barang bukti dari pihak kepolisian,’’ jelasnya saat dihubungi, Jumat (30/11) kemarin. Dikatakan Arief, dalam perkara ini keduanya diduga sepakat atau turut serta (permufakatan jahat) melakukan tindak pidana narkotik, tanpa hak atau

melawan hukum mengimpor, menerima, menjadi perantara jual-beli. Memiliki, menyimpan, menguasai narkotik golongan I bukan tanaman. Keduanya disangkakan Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1). Pula disangkakan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Setelah pelimpahan, tersangka pasutri ini untuk sementara ditahan 20 hari ke depan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan. (kmb37)

Bali Post/kmb42

SOSIALISASI - Ketua TPAKD dari OJK bersama Kadis Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali memberi sosialisasi akses keuangan pada petani.

Petani Diberi Kemudahan Akses Keuangan

Denpasar (Bali Post) -

Petani di Bali diberi kemudahan dalam mengakses keuangan seperti ke bank. Untuk lapangan usaha pertanian dalam arti luas, ada beberapa fasilitas yang diberikan seperti KUR dengan bunga 7 persen, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan premi Rp 36.000. Selain itu juga ada Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dengan premi Rp 120.000. Petani dalam membayar pinjaman juga diberikan grace period 3 bulan atau lebih mengingat masa panen tidak setiap bulan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bali IB Wisnuardhana, Jumat (30/11) kemarin, saat sosialisasi program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bali. Pertanian merupakan salah satu sektor pendorong pembangunan bidang ekonomi di Provinsi Bali selain pariwisata, industri kecil dan kerajinan. Pembangunan pertanian di samping diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memacu pertumbuhan perekonomian daerah juga berperan penting dalam penyediaan lapangan kerja. Namun tantangan ke depan di bidang pertanian semakin kompleks. Yaitu kebutuhan pangan yang terus meningkat, alih

fungsi lahan pertanian produktif ke nonpertanian, persaingan pemanfaatan air dengan sektor domestik, tuntutan konsumen terhadap kualitas dan kontinyuitas produk dan persaingan pasar yang semakin ketat. Maka dari itu sektor pertanian perlu didorong dan diberi kemudahan akses. Yang paling penting bagi pertanian adalah akses permodalan. Karena pembayaran cicilan pertanian tidak bisa dilakukan secara bulanan sesuai harapan bank. Perlu waktu 3 bulan atau 6 bulan untuk pembayaran pinjaman tergantung masa panen produk pertanian yang ditanam. Maka dari itu salah satu kemudahan yang diterima petani di Bali adalah mendapatkan grace period, masa tenggang pembayaran pinja-

man. Selain itu, petani juga bisa mendapatkan KUR dengan bunga 7 persen. ‘’Jika petani tidak punya jaminan, ada Jamkrida yang membantu jaminannya,’’ ujarnya. Usaha pertanian, salah satu bidang usaha yang relatif rentan terhadap kegagalan karena dampak perubahan iklim, gangguan hama penyakit. Maka petani dan peternak Bali dianjurkan untuk mengikuti program asuransi. Karena 80 persen preminya ditanggung pemerintah, sehingga petani hanya membayar 20 persen yaitu Rp 36.000 untuk petani padi dan Rp 40.000 per ekor untuk asuransi sapi, sementara pemerintah memberi subsidi premi asuransi sapi sebesar 2/3 dari harga sapi. Ia berharap ke depan petani tidak lagi kesulitan dalam akses keuangan. (kmb42)

Sebulan Diburu, Penjambret Turis Ditangkap Mangupura (Bali Post) Sebulan lebih melakukan penyelidikan, kasus jambret yang dialami warga Jerman berinisial RCB (23), akhirnya terungkap. Pelakunya, I Nyoman Adi Wahyu (21). Ia ditangkap di tempat biliar di Kapal, Mengwi, Kamis (29/11) lalu. Kapolsek Kuta Utara AKP I Dewa Putu Anom Danujaya didampingi Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Made Sujana, Jumat (30/11) kemarin, mengatakan kasus jambret ini

terjadi pada Kamis (4/10) pukul 03.30 Wita. Waktu itu, turis ini mengendarai sepeda motor hendak kembali ke tempatnya menginap di Nourt Wing Resort, Canggu. Dalam perjalanan tersebut, korban dipepet pelaku dan langsung merampas tas milik wanita asal Jerman ini. Pelaku langsung kabur membawa hasil jambretannya. ‘’Korban lalu melapor ke Polsek Kuta Utara,’’ ujarnya. Berdasarkan laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Kuta Utara

dipimpin Panit 1 Ipda I Made Galih Arta Wiguna melakukan penyelidikan. Berkat kerja keras petugas, keberadaan pelaku berhasil dilacak. Selanjutnya pada Kamis (29/11) pukul 21.00 Wita, pelaku ditangkap di tempat biliar, Kapal, Mengwi. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Hasil jambret itu di antaranya Iphone. ‘’Pelaku sudah ditahan dan masih dikembangkan kasus ini,’’ tegas Iptu Sujana. (kmb36)

DITANGKAP - I Nyoman Adi Wahyu ditangkap terkait kasus jambret turis asing.

Bali Post/ist

Wujudkan ’’Millennial Tourism’’

BPPD Badung Lakukan Kerja Sama Luar Negeri Mangupura (Bali Post) Guna mewujudkan millennial tourism, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung terus melakukan inovasi. Salah satunya melakukan kerja sama luar negeri. Hal itu diungkapkan Ketua BPPD Badung I G.N. Rai Suryawijaya. Menurutnya, kerja sama yang dilakukan pihaknya yaitu dengan Indonesia Edutravel (Travel Enriches Education) dari Kementerian Pariwisata. Dalam hal ini pihaknya mengajak kurang lebih

60 orang dari sekolah pariwisata khususnya SMK yang ada di Bali. Tujuan kegiatan ini berupa english training yaitu para siswa dari Bali bisa belajar di Australia ataupun sebaliknya. Hal ini, katanya, cukup bagus untuk pengenalan kemajuan pariwisata Bali. Pihaknya berharap kerja sama ini berjalan dengan baik. Sebab, kerja sama semacam ini sangat diperlukan, terutama bagi para lulusan SMK. Dengan training di luar negeri, pengalaman dan wawasan mereka akan

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

bertambah. Sementara dalam rangka pengembangan millennial tourism, Pemkab Badung mewujudkannya melalui Generasi Pesona Indonesia dan Generasi Wonderful Indonesia. Untuk menggaet lebih banyak millennial tourism ini, Pemkab Badung sudah mengirimkan hampir 20 mahasiswa terbaik dari Badung ke luar negeri untuk belajar. ‘’Para mahasiswa ini menjadi ambassador millennial tourism untuk Badung di luar negeri,’’ ujarnya. (kmb23)


Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

daerah

5

Bawa SS, DJ Dituntut 12 Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Diadili atas kasus dugaan tindak pidana tanpa atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai dan menyediakan narkotika jenis sabu-sabu (SS) sebanyak 13 paket dengan total berat keseluruhan 12,99 gram, seorang Disk Jockey (DJ), terdakwa I Ketut Gede Sugana (38) dituntut 12 tahun penjara. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan atau pledoi secara tertulis. Dalam kasus ini, terdakwa dijerat Pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35/2009 tentang Narkotika. ‘’Soal pasal kami sependapat. Namun kami menilai hukuman 12 tahun itu terlalu tinggi. Karena itu, kami mengajukan pledoi secara tertu-

lis,’’ ujar Novita Anantasari dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) DPC Peradi Denpasar, Jumat (30/11) kemarin. Untuk diketahui, selain dituntut 12 tahun, DJ ini juga dituntut membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsidair 3 bulan penjara. Kini, terdakwa yang mengaku beralamat di Desa Pedungan, Denpasar Selatan ini tinggal menunggu putusan dari majelis hakim pimpinan IGN Partha Bargawa. Terdakwa dibekuk pada 6 Juli 2018 di Jalan Pulau Moyo, Banjar Dukuh Persirahan, Pedungan, Denpasar, sekitar pukul 21.35 Wita. Awalnya polisi mendapat informasi, pada 5 Juli 2018 terdakwa ditelepon seseorang yang

bernama De Mol (DPO) untuk mengambil tas kresek di pinggir Jalan Raya Sesetan, Denpasar. Perintah itu dituruti dengan mengambil barang tersebut dan membawanya ke kos terdakwa yang beralamat di Jalan Pulau Roti, Gang Banteng. Besoknya isi tas kresek dibuka dan berisi 13 paket plastik klip SS lengkap dengan alat isap. Keesokan harinya kembali dihubungi De Mol untuk menyerahkan satu paket kepada seseorang di dekat kafe di Jalan Pulau Moyo, Denpasar. Terdakwa ke sana. Sesampai di Jalan Moyo terdakwa behenti di pinggir jalan sambil menelepon, tibatiba datang petugas dari Satuan Narkoba Polresta Denpasar dan menangkapnya. (kmb37)

Sempat Hilang, Pendil Ditemukan Meninggal di Semak-semak

Semarapura (Bali Post) Warga Desa Negari Kecamatan Banjarangkan dikagetkan dengan penemuan mayat orang tua renta di sekitar semak-semak dekat tower, Jumat (30/11) kemarin. Setelah diidentifikasi, mayat tersebut ternyata Ni Wayan Pendil. Perempuan tua berusia 81 tahun ini sempat dinyatakan hilang oleh pihak keluarganya, sebelum ditemukan meninggal di tempat tersebut.

Bali Post/kmb31

EVAKUASI - Mayat Pendil saat dimasukkan ke dalam mobil ambulans setelah dievakuasi dari tempat ditemukan di sekitar semak-semak dekat tower Desa Negari Kecamatan Banjarangkan.

IJEN - Kawah Ijen Banyuwangi ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional.

Kapolsek Banjarangkan AKP Luh Wirati mengatakan sehari sebelumnya, Pendil menghilang tanpa jejak. Pihak keluarganya tidak ada yang tahu ke mana Pendil pergi. Pendil diakui memang kerap pergi keluar rumah tanpa tujuan. Sebab, di usianya yang sudah tua, dia kerap pikun-pikunan. ‘’Baru saja keluarganya mau melapor ke Polsek Banjarangkan. Sampai di kantor, kami sudah menerima informasi kalau yang dilaporkan hilang sudah ditemukan. Tetapi, sudah meninggal di semak-semak dekat tower itu,’’ kata Kapolsek AKP Luh Wirati. Mayat Pendil ditemukan tanpa busana di semak-semak itu, sekitar pukul 15.00 Wita. Menurut Kapolsek, dia diperkirakan jatuh saat berjalan di sekitar semak-semak itu, kemudian tidak sadarkan diri, hingga baru ditemukan sore kemarin. Menurut laporan keluarganya, Pendil sudah meninggalkan rumah sejak Kamis (29/11) lalu sekitar pukul 14.00 Wita. Mayatnya lantas dievakuasi jajaran Polsek Banjarangkan, dibantu Tim TRC BPBD Klungkung, Babinsa, dan beberapa warga sekitar. Mayatnya dimasukkan ke dalam kantong mayat, kemudian ditandu menuju ambulans. Hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh Pendil. Polisi hanya menemukan lecet-lecet sedikit, diduga akibat jatuh ke semak-semak. Polisi tidak melanjutkan ke tahap penyelidikan. Sebab, pihak keluarga juga sudah menerima apa yang terjadi pada Pendil, sehingga mayatnya langsung dikubur di setra setempat. ‘’Kami tidak melanjutkan penyelidikan. Keluarga Pendil juga tidak melapor. Mereka sudah menerima kepergiannya. Jadi, mayatnya langsung dikubur,’’ kata kapolsek. (kmb31)

Kawah Ijen dan Alas Purwo Jadi Geopark Nasional Banyuwangi (Bali Post) Hutan alami di Taman Nasional Alas Purwo dan Kawah Ijen Banyuwangi akhirnya ditetapkan sebagai kawasan Taman Bumi atau Geological Park (Geopark) Nasional 2018. Dua kawasan alami di Kabupaten Banyuwangi ini mendapatkan predikat B dari lima kriteria yang ditetapkan. Taman Nasional Alas Purwo dikenal memiliki baragam hayati dan satwa langka. Sedangkan Kawah Ijen terkenal dengan api biru dan kawah hijau yang eksotik. ‘’Dengan status geopark ini, akan semakin melengkapi keberadaan blue fire Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo yang sebelumnya ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO. Sekaligus ini akan memperkuat posisi Banyuwangi yang menyajikan ekowisata, pariwisata berbasis alam,’’ kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai menerima sertifikat Geopark Nasional di Bogor, Jumat (30/11) kemarin. Predikat Geopark Nasional ini, lanjut Anas, diharapkan bisa naik menjadi UNESCO Geopark Global (UGG). Rencananya dinilai tahun depan. ‘’Beberapa rekomendasi yang diberikan oleh komite akan segera kita tindak lanjuti,’’ jelasnya. Menurut Anas, ada tiga situs yang di-

ajukan. Masing-masing blu fire Ijen, Alas Purwo dan fenomena api biru terluas di dunia. Apalagi, Kawah Ijen dengan penambangan belerang dikenal sebagai kawah terasam di dunia. Anas melanjutkan, selain Ijen, pihaknya memiliki kawasan Pulau Merah dan Alas Purwo dengan fenomena mineralisasi. Menurut Anas, Pulau Merah merupakan sisa dari perjalanan magma di bawah gunung api purba. Singkapan batuan di Pulau Merah sangat ideal dijadikan laboratorium geologi dunia untuk mempelajari proses alterasi dan mineralisasi emas tembaga. Sedangkan jejak geologi di dalam Gua Istana di Alas Purwo menggambarkan daerah tersebut merupakan laut dangkal yang mengalami proses geologi sampai men-

jadi daratan. Anas menambahkan, Geopark Banyuwangi juga didukung keberagaman hayati (biodiversity) dan cultural diversity. Dicontohkannya, di kawasan Ijen ada 14 jenis flora dan 27 fauna, dengan 6 jenis mamalia. Sedangkan Alas Purwo merupakan rumah bagi 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil. ‘’Dengan segala kekhasan yang kami miliki mulai dari geologi, flora dan fauna, hingga warisan budaya, maka kami sejak awal telah mengangkat ekoturisme sebagai dasar pengembangan pariwisata kami,’’ jelas Anas. Saat ini Indonesia baru memiliki empat UNESCO Geopark Global dan 15 Geopark Nasional. Dari 19 geopark bertaraf internasional dan nasional tersebut, telah menyumbang 35 persen dari total ekowisata di Indonesia. Penetapan Geopark Nasional harus memenuhi lima kriteria. Mulai dari geologi dan bentang alam, struktur geopark, penafsiran atas bentang alam, pengelolaan potensi ekonomi, hingga rencana jejaring pengembangan geopark itu sendiri. (udi)

Laundry Wahyu Dewata Terbakar Dua Orang Luka-luka

Bali Post/udi

DIAMANKAN - Bandar dan kurir narkoba diamankan ke Polres Banyuwangi bersama barang bukti.

Jelang Akhir Tahun, Banyuwangi Siaga Narkoba

Banyuwangi (Bali Post) Berdekatan dengan Bali, peredaran narkoba di Banyuwangi ikut mengkhawatirkan. Menjelang akhir tahun, Polres Banyuwangi merapatkan barisan memerangi peredaran barang haram tersebut. Diperkirakan, menjelang pergantian tahun itu transaksi peredaran narkoba akan lebih marak. Ka p ol res B a ny uwa ng i AKBP Taufik HZ mengatakan Banyuwangi cukup rawan menjadi pasar peredaran narkoba. Salah satu faktornya, dekat dengan Bali dan memiliki banyak pelabuhan rakyat. ‘’Banyuwangi ini cukup strategis dijadikan peredaran narkoba. Selain dekat Bali, banyak pelabuhan tikus yang rawan digunakan transaksi,’’ kata Kapolres, Jumat (30/11) kemarin. Mantan Kapolres Bondowoso, Jatim ini menambahkan, beberapa kasus peredaran narkoba di Banyuwangi ternyata berasal dari Bali. Karena itu, menjelang akhir tahun, pihaknya menyatakan siaga satu memerangi narkoba. ‘’Kita siaga satu, jangan sampai transaksi narkoba makin marak jelang akhir tahun. Ini menjadi atensi khusus,’’ tegasnya. Pernyataan siaga satu ini bukan tanpa alasan. Sehari sebelumnya, Polres Banyuwangi berhasil mengamankan 100 gram sabu dan puluhan pil ekstasi dari dua bandar dan satu kurir. Tangkapan

terbanyak ini, kata Kapolres, mengindikasikan Banyuwangi cukup rawan menjadi pasar narkoba. Karena itu, pihaknya memerintahkan Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres bekerja ekstra keras. Mengawasi kemungkinan masuknya peredaran narkoba dari luar daerah. ‘’Kita minta Satnarkoba benar-benar kerja keras. Jaringan peredaran narkoba harus diberangus terus,’’

tegasnya lagi. Tak hanya narkoba, jelang akhir tahun, pihaknya gencar mengantisipasi peredaran miras dan obat daftar G. Biasanya, lanjut Kapolres, peredaran miras ikut marak ketika jelang pergantian tahun. Razia miras, imbuhnya, akan digencarkan hingga ke jajaran Polsek. ‘’Targetnya, malam pergantian tahun bisa kondusif, tak ada gangguan kambtibmas,’’ pungkasnya. (udi)

Denpasar (Bali Post) Kebakaran terjadi saat turun hujan di Jalan Kebudayaan Timur, Sidakarya, Denpasar Selatan (Densel), Kamis (29/11) lalu. Laundry Wahyu Dewata ludes dilalap si jago merah. Pemicunya diduga mesin roll rusak lalu mengeluarkan percikan api dan menyambar tabung gas bocor. Akibatnya dua orang luka bakar dalam kejadian ini yakni pemilik laundry I Made Bawa Wiratmaja (56) dan karyawannya, Levitusampu (28). Terkait kejadian ini, menurut Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika, Jumat (30/11) kemarin, beberapa saksi telah dimintai keterangan. Levitusampu yang beralamat di Jalan Tegal Wangi Gang Lotus, Sidakarya menyampaikan saat dia sedang ngerol taplak meja menggunakan mesin roll pukul 23.00 Wita, tiba-tiba mendengar suara tabung gas yang terhubung ke mesin roll bocor. Selanjutnya api yang keluar dari mesin roll langsung nyambar tabung gas yang bocor tersebut. Levitusampu berusaha mencabut selang regulator, tetapi api sudah membesar. Dia mengurungkan niatnya dan berusaha untuk mematikan api dengan air tetapi sia-sia. Karyawan lainnya, Arfan Koperihi (30), mengatakan saat sedang menyetrika pakaian, dia mendengar teriakan Levitusampu bahwa ada gas bocor. Arfan berusaha mendekat, tetapi dilihat api sudah merembet ke kain yang berada di atas meja. Si jago merah kian cepat membesar dan melalap plafon bangunan yang berbahan triplek. Sampai akhirnya mobil pemadam tiba di TKP. Selanjutnya petugas pemadam berhasil memadamkan api. ‘’Pemilik laundry (Bawa Wiratmaja - red) mengalami luka bakar ringan di bagian tangan dan wajah. Kalau karyawannya (Levitusampu - red) mengalami luka bakar ringan di bagian perut,’’ tegasnya. Hasil olah TKP, api meludeskan bangunan laundry sekaligus dipakai tempat tinggal, empat mesin pengering, dua mesin cuci, dua mesin pembilas, satu mesin roll, dua setrika, bodi mobil sebelah kiri juga terbakar. ‘’Untuk nilai kerugiannya, kami belum dapat informasi dari korban. Kami masih menyelidiki kejadian ini,’’ tegas mantan Kanitreskrim Polsek Ubud, Gianyar ini. (kmb36)

Bali Post/ist

TERBAKAR - Warga menunjukkan Laundry Wahyu Dewata, Sidakarya yang terbakar, Kamis (29/11).


OPINI

6

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Investasi Sosial Calon Wakil Rakyat

PROSES pemilihan calon wakil rakyat telah bergulir. Bersamaan dengan pemilihan presiden dan wakilnya, pesta demokrasi yang digelar serentak ini dilakukan April 2019. Berbarengan dengan itu, kini jalan-jalan mulai dihiasi baliho calon legislatif (caleg). Blusukan juga sudah makin intensif. Bahkan, jika kita ikuti pemberitaan media massa, sejumlah calon legislator kini sedang berurusan dengan Bawaslu. Mereka melanggar zona larangan kampanye. Salah satunya, kampanye di kawasan pura. Nampaknya perlu disosialisasikan secara lebih intensif kawasan mana saja yang dianggap pelanggaran jika melakukan kampanye. Namun, apa pun bentuk strategi mencari dukungan, tentu itu adalah seni berpolitik. Para calon wakil rakyat ini memang diberikan ruang untuk melakukan sosialisasi diri. Dikenal publik atau setidaknya memperkenalkan diri kepada masyarakat calon pemilihnya. Budaya melakukan silaturahmi atau saling mengunjungi sanak famili pun kini makin kental. Padahal, jika tak ada kepentingan politik bisa jadi sang calon jarang punya waku untuk bertemu dengan keluarga dan masyarakatnya. Ya, dari sisi hubungan kekerabatan pesta politik pemilihan wakil rakyat 2014 memiliki dampak positif. Ruang publik terbangun dan budaya komunikasi terjaga. Namun, dalam konteks pemberdayaan demokrasi dan optimalisasi demokrasi untuk tujuan pembangunan bangsa, tampaknya ada banyak hal yang perlu dibenahi. Sosialisasi diri sang calon tentu tak cukup dilakukan dengan memasang baliho di jalan-jalan. Selain kurang aspiratif, cara seperti ini berpotensi merusak tata kota. Bayangkan jika semua calon memasang baliho di pinggir jalan, kondisinya bisa ruwet. Ini secara estetika juga kurang elok. Penting dilakukan dan dicitrakan seorang calon adalah membangun investasi sosial. Investasi sosial tentu tak bisa dibangun instan. Seorang calon legislatif setidaknya harus teruji secara hubungan sosial kemasyarakatan. Calon setidaknya punya dukungan yang jelas di desanya. Untuk itulah, seorang calon harus sering turun ke masyarakat dan mengenal wilayah yang akan diwakilinya. Tentu tak bisa hanya datang saat pemilihan dan meminta dukungan komunitas banjar untuk memilih. Apalagi datang dengan janji dan melakukan transaksi politik untuk mendapat dukungan. Cara-cara seperti ini mestinya mulai dihindari agar kualitas keterwakilan di DPRD jelas. Calon terpilih hendaknya figur yang benar-benar aspiratif dan peka publik. Selama ini, kinerja DPRD banyak diragukan, mengingat sepanjang kontraknya di gedung wakil rakyat, waktunya banyak dihabiskan untuk jalan-jalan. Nyaris tak ada waktu bersama masyarakat. Hal lain yang patut diingatkan kepada calon wakil rakyat adalah membangun mentalitas positif. Ketika kini masih banyak wakil rakyat yang terjerat suap dan korupsi bahkan narkoba, maka penting bagi rakyat untuk memahami karakter dan mentalitas calon wakilnya. Rakyat sebagai pemilih tentu tak bisa hanya bermodalkan kedekatan memilih wakilnya. Rakyat harus cerdas dan berani menolak calon-calon yang secara mentalitas dikategorikan buruk. Marilah kita pilih calon berkualitas dengan harapan mereka mampu menjadi wakil yang efektif bagi rakyatnya. Efektif tentu bukan hanya merumuskan program pemerintahan bersama eksekutif, melainkan melakukan kontrol yang jelas atas kinerja pemerintahan. Belakangan ini, kontrol DPRD atas kinerja eksekutif nyaris tak terdengar. DPRD terkesan lebih dominan menggunakan hak bujetnya ketimbang hak-hak melakukan pengawasan terhadap pemerintahan. Akibatnya, kolusi penggunaan anggaran terjadi. Kolusi ini pun berlanjut pada praktik-praktik korupsi yang dilakukan secara berjemaah. Untuk itulah, rakyat harus jadi pemilih cerdas. Kenalilah calon, lalu putuskan pilihan.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Koperasi sebagai Penyalur KUR Di Indonesia baru ada tiga koperasi yang dipercaya sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satunya koperasi yang ada di Bali. Serapan KUR di Bali sudah melampaui 90% dengan tingkat pengembalian baik. Di balik manfaat baik yang sudah diterima UMKM ada sisi kurang baik dirasakan koperasi. Ada banyak debiturnya yang beralih menggunakan KUR. Di saat sekarang, ada banyak koperasi yang kesulitan melempar kredit reguler kalah di dalam suku bunga dengan KUR. Sehingga cukup banyak koperasi sekarang yang memiliki likuiditas gemuk atau idle money. Uang tidur ini harus disalurkan agar tidak membebani keuangan koperasi yang berujung pada hilangnya potensi pendapatan. Salah satu caranya adalah mengubahnya dari bentuk produk kredit reguler menjadi KUR. Seperti kita ketahui bahwa pemerintah tidak menggelontorkan dana kepada pihak penyalur KUR tetapi hanya memberikan dana pengganti atas selisih bunga dari suku bunga kredit reguler dengan KUR sehingga besaran pendapatan bunga yang diterima penyalur relatif tetap sama atau tidak berkurang. Tentu hal ini memerlukan semangat yang sama besar antara Dinas Koperasi sebagai pembina, pemerintah sebagai regulator dan para praktisi koperasi untuk sama-sama membenahi koperasi agar apa yang menjadi persyaratan sebagai penyalur KUR bisa dipenuhi terutama penyangkut ratio-ratio yang menjadi dasar penilaian kesehatan koperasi. I Nyoman Punia Jalan Majapahit, Lingkungan Palasa-Kuta

Tetap Waspada dalam Melakukan Pilihan Melihat penampilan para calon anggota legislatif yang memasang baliho di pinggir jalan, terasa ada nuansa lucu dan menggelikan, tetapi sekaligus juga menuntut adanya sikap waspada dan cerdas dalam melakukan pilihan nanti. Penampilan para politisi ini lucu. Mereka memasang foto-foto lain di luar fotonya sendiri. Padahal, pemasangan foto-foto di luar dirinya itu berpotensi “mengaburkan” foto dirinya sendiri karena konsentrasi orang terpecah kepada beberapa foto lain di sampingnya. Di samping memasang foto yang demikian banyak, juga memasang kalimat yang cukup panjang dengan tulisan relatif kecil. Bisa dibayangkan, apa yang dapat dibaca dan dilihat oleh orang yang lewat di pinggi jalan. Padahal, sasaran memasang baliho di pinggir jalan adalah orang lewat. Pada zaman sekarang, orang lewat di pinggir jalan itu saling berburu waktu, apalagi mereka yang bekerja di industri pariwisata yang dikejar absen. Politisi kita ini memang lucu-lucu. Apalagi kalau dilihat gaya berfotonya, yang sebagian besar mencakupkan tangan tanpa variasi lain.

Oleh

khir-akhir ini, foto-foto lucu seperti itu semakin banyak saja. Tetapi yang mencerminkan ada masalah di dalam penampilan mereka di baliho itu adalah jajaran foto-foto yang ditempel. Kalau boleh membandingkan, pada masa lalu (termasuk juga zaman Orde Baru), tidak ada deretan foto yang melingkari ikon calon partai yang hendak diperkenalkan. Artinya, hanya satu foto yang dipasang kemudian sebagai latar adalah gambar partai politik dari mana calon anggota legislatif ini berasal. Pesan yang disampaikan juga tidak terlalu bertele-tele. Jadi, para pemilih fokus kepada wajah yang dipampang di dalam gambar baliho tersebut. Hasilnya, paling tidak calon itu dikenal secara utuh, tidak bercabang-cabang lagi bayangan calon pemilih. Pemasangan baliho, apalagi di pinggir jalan, pada hakikatnya bukan saja mengajak masyarakat yang lewat di jalanan tersebut untuk memilih tetapi juga memperkenalkan diri kepada khalayak. Tentu saja tujuannya agar sosok dirinya terpatri di dalam ingatan anggota masyarakat yang lewat

I Nyoman Raminda

di jalan. Jalan umum memang sebuah media yang paling pantas untuk melakukan pengenalan diri. Bukan saja ratusan tetapi ribuan bahkan puluhan ribu anggota masyarakat yang lewat di jalanan. Dari puluhan ribu itu, sepersepuluhnya saja yang mengingat sosok diri dari calon anggota legislatif, sudah merupakan sebuah keuntungan. Dari jumlah itu, jika kemudian seperempatnya yang memilih gambar bersangkutan, merupakan keuntungan tersendiri. Jika itu dipasang di jalanan kota-kota besar, bisa dibayangkan betapa besarnya jumlah mereka yang melihat dan mengingat baliho bergambar politisi tersebut. Karena tujuannya agar fotonya diingat, maka tidak bisa lain hal yang paling ditonjolkan adalah foto diri dan nama. Kandidat yang sudah populer, apalagi sudah dketahui kejujurannya, tidak perlu lagi mengisi kalimat dan kata-kata seruan. Cukup dipasang foto diri saja yang tujuannya untuk mengingat diri bersangkutan. Sebagai ilustrasi adalah gambar partai politik tempat ia bernaung. Tentu saja juga perlu nuansa keindahan. Yang paling dekat dengan kein-

dahan dalam konteks ini, tidak lain adalah cara berpakaian atau tata rias. Jadi, bolehlah kemudian menghias diri agar kelihatan penampilannya segar, simpati, dan menggembirakan. Akan tetapi, janganlah kemudian menghias diri sampai-sampai orang tidak mengenal lagi wajah aslinya. Dan yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya gambar yang dipasang di pinggir-pinggir jalan itu sama dengan gambar yang ada di dalam kartu suara. Identifikasi pilihan itu akan sudah terlihat di jalan raya kalau gambar di baliho sama dengan gambar yang akan dicoblos. Percaya atau tidak, banyak para calon politisi ini yang memasang foto pinggir jalannya tidak sama dengan gambar yang ada pada kertas suara. Jadi, dari kacamata tersebut menjajarkan foto-foto lain yang ada di luar kandidat utama di dalam baliho, sesungguhnya merugikan, membuat tidak fokus dan mengaburkan makna pengenalan diri. Sekali lagi, yang paling penting adalah pengenalan diri. Namun, jika kemudian banyak kandidat yang memamerkan foto lain di luar dirinya di dalam baliho, ke-

mungkinan ada faktor-faktor lain yang menjadi latar belakangnya. Faktor-faktor inilah yang bagi masyarakat harus dicermati secara baik. Yang paling awal, ada kemungkinan pengelompokanpengelompokan di dalam satu partai politik. Pada tataran teoretik, pengelompokan itu disebut sebagai faksi. Dan keberadaan faksi-faksi tersebut secara tidak langsung telah memperlihatkan adanya potensi perpecahan di dalam partai. Jadi, waspadailah hal seperti ini. Politisi yang menyertakan keberpihakannya kepada tokoh tertentu telah memperlihatkan potensi konflik tersebut di partai politik. Keberpihakan tersebut adalah terhadap foto lain yang menjadi latar dari gambar baliho tersebut. Harus juga waspada melihat partai seperti ini. Yang kedua, adalah cerminan tidak adanya rasa percaya diri. Jika ini benar, maka lagi-lagi masyarakat harus waspada memilih politisi seperti ini. Jejeran foto yang ada di belakang foto utama itu, bisa jadi dimaksudkan sebagau pendukung kandidat utama dalam gambar ini. Atau kandidat mencoba “menipu” masyarakat dengan memancing kesan bahwa gambar latar itu adalah tokoh yang juga ikut mendukung kandidat utama dalam gambar ini. Ada kesan tidak percaya diri. Jika percaya diri, tidak perlu ia menjejerkan banyak foto di belakangnya itu. Ia harus tampil penuh sendirian tanpa ada foto-foto lain lagi di belakangnya. Dengan rasa percaya dirilah, para kandidat itu masuk ke dalam kancah politik. Jangan lupa, ketika bertugas sebagai politisi, yang bersangkutan harus percaya diri. Dengan percaya diri itulah ia akan melakukan perdebatan, mempertahankan argumentasinya dan membela rakyat yang menjadi

Jadikan Desa Pakraman Miniatur NKRI NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD45, pilarnya bangsa Indonesia yang beraneka dalam suku, agama, ras, dan berbagai golongan lainnya. Keanekaan warga bangsa tersebut secara administrasi sebagian kecil bermukim di perkotaan mewadah dalam kelurahan (perangkat pemerintahan kota) sebagai wong kota, dan sebagian besar berada di luar perkotaan mewadah dalam lembaga desa sebagai wong deso. Di kota tidak ada istilah kelurahan adat, tetapi yang namanya desa adat ada di desa dan dikenal publik. Walau sebagai orang kota, tetapi asal-usul mereka tetap dari desa yang tentunya tidak melupakan adat istiadat desa asalnya. Secara local genius, setiap daerah bisa saja memiliki sebutan/istilah nama desa yang berbeda dengan daerah lainnya, seperti Nagari di Sumbar, Gampong di Aceh, atau Kampung di Papua. Walau istilahnya berbeda tapi pengertiannya sama sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, kewenangan mengatur/mengurus urusan pemerintahan desa dan kepentingan masyarakat serta hak tradisional setempat, diakui dalam sistem pemerintahan NKRI. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa lembaga desa dimaksud selain menjalankan fungsi pemerintahan desa juga sebagai wadah pembinaan adat budaya setempat. Kedua fungsi desa dimaksud (fungsi pemerintahan desa dan fungsi pembinaan adat budaya setempat) inklusif, dalam satu wadah desa. Atau dalam suatu wilayah desa, hanya ada

Oleh

I Wayan Sariasa satu jenis desa. Tetapi di Bali masing-masing fungsi tersebut tidak inklusif dalam satu wadah desa, melainkan eksklusif sebagai desa dinas dan desa pakraman. Penyelenggaraan fungsi pemerintahan desa dijalankan oleh desa dinas di bawah kecamatan/kabupaten/ provinsi/nasional. Sedang desa pakraman (baca: desa adat) dengan MDP-nya sebagai penyelenggara fungsi pembinaan adat budaya Bali (Baca: Hindu Bali) di bawah MADP/MMDP/MUDP. Entahlah, kenapa Bali harus menyebutkan/ memiliki dua jenis desa dimaksud (?) Apakah itu dimaksudkan untuk membentengi nilai Bali terhadap efek multi (multiplier effect) dari pesatnya perkembangan indutri pariwisata di Bali. Bukankah makna dari sebuah desa pakraman adalah krama desa yang menjalankan perikehidupannya di wilayah desa tersebut tanpa terbedakan oleh asal-usul/latar belakang, seperti: kawitan, kasta, klan, agama, suku, ras atau berbagai golongan lainnya. Kita tentu mafhum, kalau Bali merupakan tujuan wisata dunia. Karena selain memiliki alam pantai dan pegunungan yang memesona, juga adat budaya beragamanya tiada duanya di jagat ini, membuat penasaran wisatawan domestik dan mancanegara untuk menikmati Bali. Bahkan, ada yang berusaha untuk bisa tinggal/berada di tengah-tengah Bali. Penghuni/ penduduk Bali pun berkembang semakin beragam; selain berpen-

duduk asli yang Hindu Bali, juga penduduk pendatang (duktang) dengan beragam latar belakang suku, agama, dll. menjadikan Bali sebagai tempat untuk mencari dan memperoleh pangupa jiwa baginya. Sebagai duktang, tempat tinggal mereka tentu tidak di wilayah khusus, tapi di wilayah yang sama dengan penduduk Hindu Bali. Keberagaman krama Bali pun semakin dirasakan, tidak hanya di perkotaan, tapi juga di desa-desa. Untuk mengelola keberagaman tersebut dalam bingkai ke-Indonesia-an, memerlukan suatu kearifan namun tetap ajeg bernilai local genius, dan tujuan/cita-citanya tidak menyimpang dari sila ke-5 Pancasila. Kebijakan perwujudan sila ke-5 tersebut dibidani bersama di dalam ruang bernilai sila ke-4 yang prosesnya dilandasi sila ke-1, ke-2, dan ke-3 Pancasila. Proses pembidanan kebijakan dalam perwujudan sila ke-5 Pancasila tersebut, pada hakikatnya adalah implementasi ajaran Tri Hita Karana (THK). Terjalin tiga hubungan yang saling memperkuat untuk perwujudan satu tujuan bersama. Manusia sebagai poros putarnya, sebagaimana tersirat dalam Sloka III.10 BG, yakni: (i) hubungan manusia dengan Tuhan yang dijalankan sesuai igama, agama, dan ugama-nya masing-masing, (ii) hubungan manusia dengan manusia lainnya yang diwujudnyatakan dengan budaya gotong royong, atau

maayah-ayahan/mapeson-peson dalam sistem makrama desa di Bali, dan (iii) hubungan manusia dengan sumber daya hidup yang dalam penciptaan-Nya disertakan untuk kelangsungan hidup semua makhluk. Dengan demikian, dapat juga dikatakan bahwa pilar-pilar bangsa Indonesia tersebut di atas adalah jelmaan ajaran THK yang selama ini melandasi perikehidupan krama desa di Bali. Akan tetapi, keberadaan dua jenis desa di Bali tersebut, bagaikan desa kembar buncing, atau seperti di dalam karang rumah ada karang rumah lain dengan kemulan-nya masing-masing. Eksklusivisme desa pakraman dengan mengokupasi THK sebagai milik Hindu Bali, padahal unversalitas THK adalah perekat dalam aneka perbedaan. Oleh karena itu, desa pakraman yang terbangun di atas fondasi THK, sepatutnya berfungsi; selain sebagai wadah pembinaan adat budaya Bali, juga penyelenggara fungsi administrasi pemerintahan desa, yang melayani/membina/memfasilitasi semua warganya (penduduk asli/duktang) sebagai krama desa. Dengan begitu, Bali hanya memiliki satu jenis desa, yakni desa pakraman saja sebagai miniaturnya NKRI yang local genius Bali. Mari kita jadikan desa pakraman sebagai wahana membangun persamaan dari aneka perbedaan seperti dalam sejarah Pesamuan Agung yang dilakukan Mpu Kuturan sekitar 1.000 tahun yang silam.

konstituennya. Lalu, pertanyaannya, kekuatan apa yang dimiliki oleh politisi yang tidak mempiliki rasa percaya diri? Potensi apa yang dapat diutarakan oleh politisi yang hanya menggantungkan diri pada bayang-bayang tokoh lain? Karena itulah, masyarakat harus hati-hati memilih kandidat yang bercirikan seperti ini. Harus ada kewaspadaan ekstra, apalagi para pemilih pemula harus banyak belajar untuk melakukan pilihan ini. Hal ketiga adalah kemungkinan adanya “korupsi” citra dalam pemasangan baliho seperti ini. Di sini yang menjadi korban adalah kandidat utama yang ada di dalam baliho tersebut. Kemungkinan tokoh-tokoh yang ada di belakangnya itu menitipkan pesan agar citranya ikut terjaga atau terlihat di dalam baliho tersebut. Korupsi, jika benar demikian, ternyata tidak hanya ada di bidang keuangan atau benda tetapi juga pencitraan. Gambar latar itu merupakan tumpangan yang mungkin saja ada berdasarkan “perjanjian” beberapa pihak. Kalau ini benar, bisa jadi juga mencerminkan saling ketidakpercayaan antara kedua belah pihak karena masing-masing ingin mendapat dukungan satu sama lain. Atau hal itu mencerminkan kultus feodal, di mana tokoh utama dalam baliho tersebut terikat “kontrak” dengan mereka yang dipasang sebagai gambar latar. Kalau feodalaisme itu terlihat lagi di dalam praktik politik kepartaian pada zaman sekarang, pertanyaannya di mana letak demokrasi yang diusung oleh reformasi tersebut? Rasanya jika feodalisme dalam bentuk lain ini benar-benar terjadi pada zaman sekarang, maka ini merupakan perkembangan yang memalukan dan munafik dari politik dan partai politik. Jadi, masyarakat haruslah waspada dalam melakukan pilihan nanti.

POJOK Banjir landa Jembrana, bukti rapuhnya kawasan penyangga. - Pertanda Bali waspada. *** Kecewa perekrutan tenaga kerja, desa adat blokir pintu masuk hotel. - Pertanda waspada manusia Bali. *** Rupiah menguat karena pasar yakin ekonomi Indonesia meningkat. - Rakyat sejahtera.

Penulis, pemerhati budaya Bali

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN Musim Hujan, Pipa Transmisi PDAM Rawan Rusak

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

Bali Post/bit

PDAM - Ida Bagus Marjaya (kiri) didampingi Kasubag Humas I Gede Wijana Arnawa saat memberikan penjelasan mengenai pelayanan PDAM Tabanan.

Tabanan (Bali Post) Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan beberapa hari terakhir memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik. Pipa transmisi milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tabanan juga tak luput terdampak bencana. Dari data yang disampaikan Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan Ida Bagus Marjaya didampingi Kasubag Humas I Gede Wijana Arnawa, Jumat (30/11) kemarin, selama November ada tiga pipa trans-

Setiap Bulan Ditemukan 10 Kasus HIV

Tabanan (Bali Post) -

Kasus HIV di Tabanan yang ditemukan setiap bulannya rata-rata mencapai 10 kasus. Meningkatnya temuan kasus dikarenakan sudah mulai banyaknya layanan kesehatan yang dapat diakses. Saat ini setiap puskesmas di Tabanan sudah bisa melakukan tes HIV. Peningkatan temuan kasus juga karena sosialisasi yang dilakukan secara kontinu. Namun untuk menggali kasus HIV yang ibarat gunung es, tantangan yang dihadapi masih berat, terutama masih adanya diskriminasi terhadap penderita HIV. Kepala Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Tabanan Ketut Randem, beberapa waktu lalu mengatakan, penemuan 10 kasus baru per bulan ini didasari data tahun 2017. Tahun itu kasus baru terdata 112 kasus. Dari jumlah tersebut, 69 kasus ditemukan pada pria dan 43 pada wanita. Sementara jika dilihat dari usia, antara 20 hingga 29 tahun. ‘’Jika dilihat dari jenis pekerjaan, kebanyakan adalah ibu rumah tangga dan petani,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, adanya diskriminasi kepada penderita HIV/AIDS menjadi tantangan untuk menemukan kasus ini di masyarakat, terutama dalam tahap masih HIV. ‘’Kebanyakan kasus baru ini ditemukan saat penderita sudah masuk dalam tahap sakit atau AIDS. Pengobatannya menjadi lebih sulit dibandingkan jika diketahui masih dalam tahap HIV,’’ ujar Randem. Diskriminasi tidak hanya dari lingkungan tetapi pada lingkungan keluarga, terutama saat penderita meninggal dunia. Menurut Randem, jika penderita meninggal di rumah sakit biasanya tidak bermasalah

karena jenazah sudah ditangani sesuai protap. Masalah timbul ketika penderita meninggal di rumah. Di sinilah terjadi diskriminasi, di mana tidak ada yang mau untuk menyentuh atau memandikan jenazah. Diskriminasi juga terjadi pada saat penderita hidup. Contohnya bagi anak-anak ODHA yang dikucilkan dari pergaulan sekolah. Untuk ini, KPA Tabanan terus menerus melakukan sosialisasi jika HIV tidak menular dengan mudah dan ada obatnya. Jika penderita HIV berobat secara teratur, maka virus HIV akan bisa ditekan dan penderita tetap akan hidup sehat serta berkualitas. Mengenai dana penanganan HIV, kata Randem tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017. ‘’Tahun 2017 dana yang diberikan sebesar Rp 100 juta dan tahun ini meningkat menjadi Rp 200 juta. Ini menunjukkan kepedulian pemerintah semakin besar terhadap penanggulangan dan pencegahan kasus HIV di masyarakat,’’ ujarnya. Selama tahun 2018, pihaknya selain melakukan sosialisasi ke tempat risiko tinggi juga sosialiasi ke tempat

risiko rendah, seperti sekolah maupun menyasar ibu rumah tangga. Selain sosialisasi juga dilakukan pembagian kondom di tempat risiko tinggi serta penyebaran brosur. ‘’Kenapa kelompok risiko rendah juga disasar, karena mereka juga terancam HIV. Hal ini melihat adanya kasus yang ditemukan pada anakanak, ibu rumah tangga dan bayi,’’ kata Randem. (kmb24)

misi yang tergerus longsor. Pipa ini menghubungkan sumber air ke pipa induk sebelum ke pelanggan. Akibat masalah tersebut, pasokan air ke pelanggan sempat mengalami gangguan. ‘’Namun sudah langsung bisa segera diatasi oleh petugas di lapangan, sehingga dalam waktu singkat sudah kembali normal,’’ jelasnya. Diterangkannya, tiga lokasi pipa terdampak longsor yakni di Desa Petiga Kecamatan Marga, Desa Perean Kecamatan Baturiti,

dan Desa Lalanglinggah Kecamatan Selemadeg Barat. Rata-rata kerusakan berupa pipa putus. Kata Marjaya, selama musim hujan pipa transmisi yang mendistribusikan air ke pipa induk rentan terdampak longsor. PDAM memetakan ada tiga daerah pipa transmisi rentan bocor, yakni Kecamatan Marga, Baturiti dan Selemadeg Barat. Mengingat potensi kerusakan pipa akibat bencana alam cukup tinggi, Marjaya mengimbau masyarakat untuk selalu menampung

7

air bersih agar saat gangguan layanan terjadi, masyarakat sudah memiliki stok untuk keperluan sehari-hari. Ditambahkannya, PDAM Tabanan saat ini mempunyai 56.808 pelanggan. Jangkauan pelayanan mencapai 74 persen. Dia mengimbau para pelanggan segera berkoordinasi dengan PDAM apabila ada gangguan pelayanan. ‘’Di mana ada kerusakan ataupun keluhan, segera melapor ke kami ataupun ke unit kerja kami yang ada di setiap kecamatan,’’ tegasnya. (kmb28)

PUS Mulai Sadar Rencanakan Kelahiran Lewat KB Tabanan (Bali Post) Angka Total Fertility Rate (TFR) Tabanan saat ini adalah 2,1. Angka ini di bawah TFR Provinsi yaitu 2,3. Dari angka tersebut dapat dikatakan jumlah anak yang dimiliki pasangan usia subur (PUS) di Tabanan rata-rata dua atau tiga anak. Tabanan juga mencatat nilai akseptor KB yang cukup tinggi yaitu tahun 2017 capaian akseptor mencapai 89,69 persen dari target. Pencapaian ini menggambarkan PUS di Tabanan sudah mulai sadar merancang kelahiran dan jarak kelahiran dengan menggunakan alat kontrasepsi KB. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tabanan I Nengah Sumerta, Jumat (30/11) kemarin mengatakan kesadaran PUS di Tabanan untuk mengikuti KB dalam rangka mengendalikan kelahiran serta mengatur jarak lahir ternyata tidak hanya di pihak perempuan. Kesadaran kaum laki-laki mulai mengalami peningkatan. Tahun ini target 10 peserta KB pria dalam hal ini vasektomi untuk Tabanan telah tercapai. Bahkan untuk 2019 sudah ada lima calon peserta vasektomi. Mengenai alat KB yang dipilih oleh PUS, saat ini mulai mengarah ke Metode

Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, vasektomi, tubektomi dan implan. ‘’Untuk MKJP ini mulai banyak peminatnya, di mana rata-rata PUS dalam hal ini perempuan memilih IUD untuk jenis kontrasepsi MKJP. Untuk IUD itu ada yang 5,10,15 sampai 20 tahun daya tahannya,’’ ujar Sumerta. Kebanyakan perempuan yang memilih IUD biasanya untuk mengatur jarak kelahiran. Sementara untuk tubektomi untuk perempuan dan vasektomi pada pria biasanya dipilih jika PUS sudah mantap untuk tidak menambah anak lagi. Mengenai jumlah anak yang dimiliki PUS Tabanan yang saat ini rata-rata dua anak dan ada yang tiga sebenarnya sesuai dengan slogan KB selama ini yaitu dua anak cukup. Slogan ini kata Sumerta tidak memaksa dan mewajibkan tetapi menyarankan. Sebab, dari kajian sebuah keluarga yang berkualitas dan sejahtera idealnya memiliki anak dua. ‘’Tetapi bisa lebih jika keluarga itu merasa mampu. Bahkan ada yang hanya punya anak satu karena pertimbangan ekonomi. Ada yang bisa lebih dari tiga karena merasa mampu. Jadi slogan anak dua cukup itu cuma menyarankan bukan paksaan,’’ jelas Sumerta. Mengenai pernyataan Gubernur Bali agar slogan KB di Bali menjadi empat anak dengan tujuan mengajegkan Bali, kata Sumerta pihaknya menyerahkan kepada masyarakat untuk mengeksekusi. Pihaknya akan tetap melakukan sosialisasi program KB yang bertujuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas menuju bahagia sejahtera. ‘’Sebuah keluarga sejahtera dan berkualitas dilihat dari taraf ekonomi, daya tampung dan lingkungan serta cakupan layanan kesehatan. Banyak indikatornya. Jika semua ini bisa terpenuhi dan ternyata keluarga mampu memiliki anak lebih dari dua, maka tentu diserahkan kepada masyarakat itu sendiri,’’ tutur Sumerta. Ia juga tentu akan mendukung semua kebijakan pemerintah. Namun mengenai realisasi program KB, tetap diserahkan kepada masyarakat. ‘’Intinya slogan dua anak cukup hanya menyarankan. Jika memang hendak memiliki lebih dari itu, semuanya tergantung dari masyarakat,’’ imbuh Sumerta. (kmb24)

Jatuh ke Jurang, Lansia Tewas

RUMAH DUKA - Suasana rumah duka korban di Desa Pujungan, Pupuan.

Bali Post/ist

Tabanan (Bali Post) Naas menimpa warga Banjar Tamansari Desa Pujungan Kecamatan Pupuan, I Ketut Arka (70). Ia tewas setelah jatuh ke jurang sedalam 20 meter di kawasan hutan lindung wilayah Desa Batungsel, Pupuan tepatnya di daerah Gunung Tengah, Kamis (29/11), sekitar pukul 12.00 Wita. Dia terpeleset usai memperbaiki pipa saluran air bersama cucunya, I Komang Rian Adi Triawan (17). Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian naas itu, Arka bersama cucu-

nya sekitar pukul 08.00 Wita pergi ke lokasi sumber air di kawasan Senangga, lereng Batukaru untuk memperbaiki pipa air rumahnya yang tidak mengalir. Jarak dari rumah ke lokasi memerlukan waktu tempuh sekitar 2 jam. Pagi itu hujan turun. Setelah selesai memperbaiki saluran pipa, korban bersama cucunya pulang ke rumah. Sesampainya di lokasi, karena jalan cukup terjal dan licin Arka terpeleset hingga jatuh ke jurang sedalam 20 meter. Kejadian itu pun membuat cucunya

panik dan berteriak memanggil korban. Sayangnya sang kakek tidak menyahut panggilan tersebut. Adi Triawan pun langsung pulang memberitahukan keluarganya. Kemudian bersama ayahnya, I Wayan Sunarta (44) mereka mencari korban. Sesampainya di lokasi kejadian, korban masih bernapas. Arka lantas dibawa pulang. Namun sayang di tengah perjalanan Arka mengembuskan napas terakhir. Korban mengalami cidera kepala berat. Kapolsek Pupuan AKP

Ida Bagus Mahendra, Jumat (30/11) kemarin mengatakan, korban terpeleset dan jatuh ke jurang sedalam 20 meter. Proses evakuasi cukup dramatis. Korban yang sudah tidak sadarkan diri itu digendong oleh anaknya, kemudian sampai di atas jurang ditandu oleh keluarganya. Arka meninggal sebelum mendapatkan pertolongan medis. Saat ini jenazah sudah disemayamkan di rumah duka. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. (kmb28)

Komunitas Peduli Lingkungan Sulap Sampah Pantai Jadi Karya Seni SAMPAH di pantai menjadi momok tiap musim hujan. Namun di tangan I Wayan Sumarta alias Sulok dan anggota komunitas peduli lingkungan, tumpukan sampah khususnya berupa ranting dan kayu, justru menjadi bahan baku untuk menggugah kesadaran masyarakat khususnya generasi muda dalam menjaga lingkungan. Sampah-sampah tersebut diolah menjadi produk bernilai seni. Ditemui di Banjar Dangin Jalan Desa Kelating Kecamatan Kerambitan, Jumat (30/11) kemarin, Sumarta dan rekannya, Dewa Surya, memperlihatkan karya seninya dalam konsep gazebo yang dibuat dari potonganpotongan kayu yang terhanyut hingga pantai. Lewat karyanya ini, ia ingin mengajak masyarakat sadar lingkungan dengan cara kreatif. ‘’Minimal bisa menjadi pancingan untuk meningkatkan rasa peduli masyarakat terhadap sampah yang kini sudah mengancam kehidupan, khususnya untuk habitat di laut,’’ ucapnya. Sebelumnya Sumarta ini juga pernah membuat sebuah karya seni yakni gubuk yang terbuat dari sampah kayu.

Gubuk itu didirikannya di Pantai Kelating. Namun gubuk itu hanya bertahan satu tahun, sebelum dihanyutkan ombak sekitar enam bulan lalu. ‘’Padahal saat ombak begitu besar, gubuk ini tetap kuat, sampai warga bertanyatanya pondasi apa yang digunakan. Justru saat gelombang mulai kembali normal, pasir di bawah pondasi mulai terkikis hingga akhirnya tergerus dan hanyut,’’ terangnya. Meski gubuk itu telah hanyut, Sumarta tak patah semangat menginspirasi generasi muda peduli lingkungan. Kini bersama anggota komunitas peduli lingkungan lainnya ia kembali berkreasi membuat hasil karya dengan konsep tak jauh beda dengan konsep sebelumnya. ‘’Pantai

sangat riskan terhadap iklim dan gelombang. Kebetulan ada lahan, kita diberi tempat untuk berkreasi. Konsep sama. Kita mau buat gazebo dari limbah kayu pantai,’’ katanya. Untuk bahan baku didapat dari sampah di pantai. Meski dengan keterbatasan perlengkapan, dia tidak merasa lelah, karena ia memiliki keyakinan, dengan ketulusan hati semua usaha pasti akan mendapatkan jalan terbaik. ‘’Apa yang kita lakukan adalah bahasa dari Tuhan, sehingga bahan yang diperlukan seperti datang sendiri,’’ ucapnya. Menurut Sumarta, yang dilakukannya bersama komunitas peduli lingkungan dilatarbelakangi banyaknya orang yang memiliki sakit mental, yaitu tidak peduli dan tidak memikirkan dampak sampah. ‘’Kami ingin membuat wahana yang semuanya dibuat dengan bahan sampah, misalnya saja taman bermain ataupun spot selfie. Ini untuk memancing mereka mau datang melihat. Saat itulah kita ajak mereka untuk berbicara tentang lingkungan,’’ jelasnya. (kmb28)

GAZEBO - Gazebo berbahan baku sampah di pantai.

Bali Post/bit


BULELENG

8 Mes SDN 3 Depeha Terbakar

Diduga Terpercik Api ODGJ yang Bakar Sampah Singaraja (Bali Post) – Bangunan rumah dinas Kepala SDN 3 Depeha di Desa Depeha Kecamatan Kubutambahan ditemukan terbakar Kamis (29/11) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Diduga mes berukuran 8x7 meter persegi yang tidak ditempati itu secara tidak sengaja dibakar oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Saat ditemukan api sudah membakar bagian atap hingga dengan cepat merembet ke seluruh ruangan. Kobaran api itu membuat warga di sekitar lokasi kejadian keluar rumah berhamburan. Walau warga berusaha menjinakkan api, namun warga tidak bisa berbuat banyak akibat api terus saja membesar. Api baru bisa dipadamkan setelah mobil Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng tiba di lokasi kebakaran. Perlu waktu sekitar satu jam petugas pemadam kebakaran itu memadamkan api besar itu. Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, setelah mendapat laporan kejadian, pihaknya berusaha mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan melakukan olah di tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan sementara, kebakaran itu diduga karena tidak sengaja dibakar seseorang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Bukti-bukti itu dikuatkan keterangan saksi sebelum mes itu terbakar. Ada seorang warga sempat melihat seseorang keluar-masuk ke dalam rumah tersebut. Bahkan, warga yang diduga ODGJ itu sebelumnya sempat dipergoki seseorang membakar sampah di dalam rumah. Saat membakar sampah itulah, diduga api merembet hingga menghanguskan seisi bangunan mes itu. Kerugian material akibat kejadian itu diperkirakan sebesar Rp 30 juta. ‘’Kami masih menyelidiki lebih detail peristiwa ini. Dari keterangan warga disebutkan dugaan api itu dari ulah seorang nenek yang mengalami gangguan kejiwaan. Sebelumnya sempat membakar sampah di dekat mes itu,’’ ungkap Kapolsek Mustiada, Jumat (30/11) siang kemarin. Kepala SDN 3 Depeha Wayan Sridana mengatakan, selama ini mes yang terbakar itu tidak difungsikan. Bangunan yang sudah rusak itu dibiarkan begitu saja. Meski demikian, di dalam mes itu disimpan aset sekolah yang sudah tidak dipakai. Akibat kejadian itu, dipekirakan menimbulkan kerugian material Rp 30 juta. ‘’Untuk sementara digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang sekolah yang rusak. Sejak lama mes itu memang tidak ditempati,’’ katanya. (kmb38)

Aswibawan Pimpin PWI Buleleng PUTU Ngurah Aswibawan dipercaya memimpin kepengurusan PWI Buleleng selama tiga tahun periode 2018 – 2021. Sedangkan, sebagai Wakil Ketua dipercayakan kepada Putu Edi Robin, serta Sekretaris Ketut Wiratmaja. Demikian kepengurusan PWI Buleleng yang dilantik Pengurus PWI Bali IGMB Dwikora Putra di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, Ju-

mat (30/11) kemarin. Setelah prosesi pelantikan digelar sarasehan regional “Profesionalisme dan Kemandirian Pers” Sarasehan menghadirkan tiga narasumber yakni Rektor Universitas Panji Sakti, Prof. Dr. Gede Made Metera, Sekkab Ir. Dewa Ketut Puspaka mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, dan Sekretaris PWI Bali Emanuel Dewata Oja. (kmb38)

Bali Post/kmb38

KOMPETENSI WARTAWAN – Insan pers tidak hanya menguasai ilmu 5W1H, namun juga dituntut kemampuan menguasai segala ilmu pengetahuan dan kompetensi wartawan untuk mewujudkan pers mandiri.

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

52 Desa Dijatah Mobil Angkutan Sampah Singaraja (Bali Post) – Sampai tahun 2018 ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng telah merealisasikan bantuan mobil pick-up untuk pengangkutan sampah. Sampai akhir tahun ini, sudah ada 52 desa yang menerima mobil pick-up. Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar adalah desa terakhir yang telah menerima bantuan mobil angkutan sampah itu. Bantuan mobil pick-up ini diserahkan Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mewakili Bupati Putu Agus Suradnyana usai mengikuti apel HUT ke-47 Korpri tahun 2018 di lobi Kantor Bupati, Kamis (29/11) lalu. Secara simbolis, mobil pick-up itu diserahkan Sekkab Puspaka dan diterima Perbekel Desa Tigawasa, Made Sudarmayasa. Sekkab Ir. Dewa Ketut Puspaka didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putu Ariyadi Pribadi mengatakan, bantuan mobil itu merupakan bentuk apresiasi dan dukungan pemerintah daerah terhadap desa-desa di Bali Utara yang sudah melakukan gerakan pengelolaan sampah di wilayahnya masing-masing. Selain wujud apresiasi, mobil pick-up ini diperlukan untuk mengoptimalkan desa dalam mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). ‘’Tigawasa adalah desa ke52 yang kita berikan mobil pick-up untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di desa. Kami yakin desa-desa lain akan termotivasi lagi mengelola sampah terutama membangun kesadaran minimal memilah sampah rumah tangga, utamanya

Bali Post/kmb38

SERAHKAN MOBIL – Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. menyerahkan satu unit mobil pick-up untuk Desa Tigawasa Kecamatan Banjar. sampah plastik yang bisa dijual karena bernilai ekonomi. Sedangkan sampah organik dijadikan kompos. Sehingga yang ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang mengandung racun saja,’’ jelasnya. Perbekel Desa Tigawasa Kecamatan Banjar Made Sudarmayasa mengatakan,

program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di desanya itu sudah berjalan dengan baik. Selain karena menyukseskan program bebas sampah plastik itu dicanangkan Pemkab Buleleng, gerakan mengelola sampah di wilayahnya itu karena Desa Tigawasa masuk Desa Bali Aga, yang

dikembangkan sebagai desa wisata. Dengan terwujudnya kebersihan lingkungan, pencemaran sampah bisa dieliminasi. Dengan bantuan mobil armada angkutan sampah ini, pihaknya yakin kalau kebersihan lingkungan desa akan semakin terjaga dengan baik dan volume sampah yang dihasilkan

tertangani sesuai program pemkab. ‘’Kami optimis bantuan armada pengangkutan sampah seperti ini volume sampah di desa mampu kita kelola dan lingkungan desa pun menjadi bersih. Sudah pasti hal itu dapat menunjang aktivitas wisatawan yang berkunjung ke desa kami,’’ jelasnya. (kmb38)

an akan segera berakhir, kontraktor diinstruksikan menambah jumlah pekerja di lapangan. Hal ini sudah dilakukan dan pemantauan di lapangan menunjukkan kalau penggalian itu tidak saja dilakukan pagi sampai sore hari, namun pekerja juga lembur malam hari. ‘’Setelah cukup lama kami baru mendapat izin pelaksanan proyek dan sekarang pelaksanaan sudah jalan 65 persen. Kami mohon maaf kalau selama pengerjaan galian ini mengganggu lingkungan atau kenyamanan warga di jalan raya. PLN rutin mengawasi rekanan agar mengurangi gangguan lingkungan akibat galian kabel ini,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, ruas jalan di kota Singarja sejak beberapa bu-

lan terakhir dipenuhi galian tanah yang cukup dalam. Akibat galian itu berdampak terhadap lingkungan hingga kenyamanan pejalan kaki terganggu. Pasalnya, material bekas galian kabel itu dibiarkan begitu saja. Masalahnya, tanah yang dinaikkan itu belum dikembalikan. Seperti di Jalan Dewi Sartika sebelah selatan Kampus Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Tidak saja di sana, ada lubang galian yang dapat membahayakan pejalan kaki. Tanah bekas galian di atas trotoar membuat warga sulit lewat. Karena kondisi seperti itu, akhirnya banyak dikeluhkan pejalan kaki. Sebab, hal itu juga menyulitkan pengendara memarkir kendaraannya. (kmb38)

Proyek Galian Kabel PLN Rampung Desember 2018

Singaraja (Bali Post) –

Proyek penggalian untuk keperluan menanam kabel PLN yang melintasi beberapa ruas jalan protokol di kota Singaraja, bukan saja menimbulkan gangguan lingkungan, tetapi juga mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Dalam upaya meminimalisasi dampak proyek itu, PLN mengingatkan rekanan agar mempercepat pelaksanaan pekerjaan di lapangan. PLN memastikan, proyek menanam kabel di bawah tanah dengan panjang 34 kilometer itu rampung Desember 2018 mendatang. Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bali Utara I Gusti Made Aditya San Adinata mengatakan hal itu setelah menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Buleleng di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, Jumat (30/11) kemarin. Adinata mengatakan, proyek penanaman kabel berkapasitas 20 kilovolt (kV) itu merupakan program PLN untuk menambah keandalan sistem jaringan kelistrikan di

Buleleng. Pertimbangan PLN menanam kabel di bawah tanah, karena umumnya kabel yang ditanam pada kedalaman tertentu, memiliki keamanan. Selain itu, tidak mengganggu estetika lingkungan. Seperti pemasangan kabel dengan tiang itu sudah banyak dipasang belakangan ini. Tidak ingin menambah semrawutnya bentangan kabel, di atas jalan sehingga proyek pemasangan kabel dengan total panjang 34 kilometer itu dengan cara digali di bawah tanah.

Awalnya, proyek pemasangan kabel bawah tanah ini dimulai awal 2018 yang lalu. Hanya, PLN mengalami hambatan ketika akan mengurus izin pelaksanaan proyek itu. Atas kondisi itu, pelaksanaan proyek mundur cukup lama. Kemudian proyek itu baru dimulai beberapa bulan lalu. Meski pelaksanaan proyek mundur dari perencanaan, Adinata memastikan penanaman kabel sepanjang 34 km itu tuntas Desember 2018. Karena waktu pelaksan-

Atasi Aneka Sampah Kiriman

Edukasi Lingkungan dan Bersih-bersih di Pantai Gangguan lingkungan pantai di Buleleng akibat sampah kiriman, nampaknya masih sering terjadi. Terutama tak terhindarkan saat musim hujan. Aneka jenis sampah kiriman masih mengancam kebersihan lingkungan utamanya pantai. Biasanya, sampah kiriman itu dihanyutkan ketika volume air sungai meningkat. Sampah berupa ranting dan potongan kayu atau bambu juga sering ditemukan berserakan di pantai. Akibatnya, lingkungan pantai menjadi kotor. Bahkan, kondisi ini juga mengganggu ekosistem biota bawah laut. Lalu bagaimana upaya efektif untuk mengatasi sampah kiriman itu? MENGATASI ancaman sampah kiriman itu, pemerintah daerah menggalakkan gerakan aksi bersih-bersih di kawasan pesisir. Aksi bersihbersih itu rutin digelar setiap Jumat dan Minggu. Gerakan ini juga digulirkan bersamaan dengan digelarnya kegiatan tertentu. Seperti Jumat (30/11) kemarin, secara bersamaan dilakukan Aksi Seni Tejakula (Aset) dan Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) 2018. Kegiatan itu diisi aksi beach cleaning. Aksi kemarin melibatkan warga di Desa Bondalem dan Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, bersama sejumlah pencinta lingkungan. Selain itu, segenap Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, dan pelajar juga berpartisipasi aktif dalam aksi kali ini. Ada tiga lokasi pantai yang dijadikan sasaran yakni di Desa Pacung tepatnya di areal suci Pura Ponjok Batu, kawasan pantai Desa Julah, Desa Bondalem, dan di pantai

Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula. Asisten Administrasi Umum Sekkab Buleleng Ketut Asta Semadi didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putu Ariyadi Pribadi mengatakan, lingkungan pantai di daerahnya itu masih menghadapi ancaman pencemaran. Pencemaran itu disebabkan oleh banyaknya sampah kiriman. Di beberapa kawasan pantai terutama yang menjadi daerah tujuan wisata (DTW), sampah ditangani dengan cara mengerahkan petugas kebersihan di DLH. Sedangkan penanganan kebersihan di daerah lainnya belum maksimal. Selama ini, penanganan sampah di pantai itu mengandalkan gerakan bersih-bersih di pantai pada momen tertentu saja. “Di kawasan wisata, penanganan sampahnya dari petugas kita. Di tempat lainnya belum. Karena itu masih mengandalkan gerakan kebersihan seperti yang dilakukan saat

Bali Post/mud

BERSIH-BERSIH PANTAI – Pemkab Buleleng menggalakkan aksi kebersihan di kawasan pantai. Karena pantai tergolong daerah rawan tercemar akibat sampah kiriman pada musim hujan. Aset dan BBDF ini,” katanya. Untuk mengoptimalkan gerakan bersih-bersih di kawasan pantai kata Asta Semadi, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan. Kebijakannya, bagaimana setiap minggu tepatnya hari “Jumat

Krida” dilakukan bersih-bersih lingkungan pantai. Apalagi, sekarang mulai memasuki musim hujan, maka gerakan kebersihan ini lebih banyak dilakukan di kawasan pantai dan daerah aliran sungai (DAS). Gerakan ini selain memberi

hasil nyata dengan mengumpulkan sampah-sampah yang bermuara di pantai atau sungai, juga membangkitkan kesadaran warga agar peduli kebersihan lingkungan. Edukasi ini bisa saja menginspirasi warga membersihkan sampah

secara mandiri. Seperti menghilangkan perilaku membuang sampah di aliran DAS atau kawasan pantai. “Kesadaran agar warga care terhadap lingkungan itu terus kita bangkitkan. Caranya melalui edukasi,

agar perilaku membuang sampah sembarangan itu bisa dihilangkan. Dengan strategi itu, ancaman pencemaran pantai atau sungai akibat sampah bisa kita lakukan secara optimal,” ujar Asta Semadi. (mud)


GIANYAR

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

9

Ajarkan Anak Berani Berpendapat Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar berupaya menggenjot berbagai program untuk mewujudkan Gianyar sebagai Kota Layak Anak (KLA). Tak hanya tentang belajar dalam pendidikan, keberanian anak untuk mengungkapkan pendapat dan tampil di depan khalayak kini berusaha diasah. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan generasi yang bermental kuat. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Gianyar Cokorda Bagus Lesmana Trisnu mengatakan hal itu dalam Pelatihan Musrenbang Anak Kabupaten Gianyar di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (30/11) kemarin. Lesmana Trisnu mengatakan, pelatihan tersebut adalah salah satu bentuk pemenuhan hak partisipasi anak yang merupakan bagian dari empat hak dasar anak. Sebab, setiap anak berhak tumbuh, berkembang, berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabatnya. ‘’Tugas pemerintah untuk mengajak anak turut berpartisipasi dalam setiap keputusan pembangunan sesuai

kapasitasnya,’’ ujarnya. Pejabat asal Puri Peliatan ini mengatakan, untuk memastikan kebutuhan itu terpenuhi dan tertampung dalam perencanaan pembangunan, maka perlu adanya perwakilan anak di setiap aspek. Mulai dari tingkat desa atau kelurahan hingga kecamatan bahkan nasional. ‘’Kami berharap anak-anak mengasah mentalnya sejak dini untuk masuk dalam organisasi. Sebab, di sana akan lahir nantinya generasi yang berpotensi menjadi pemimpin di masa depan. Anak-anak harus berani bersuara, menyatakan pendapat. Jangan khawatir salah, karena dari kesalahan mereka akan belajar tentang pengalaman, dan wawasan ke depan,’’ tegasnya. Salah satu perwakilan FAD Kabupaten Gianyar Komang Edwin menuturkan dirinya mendapat banyak pengalaman berharga selama terlibat dalam organisasi. Dukungan besar pemerintah juga turut membentuk karakternya dan semua teman-teman yang bergabung. ‘’Sekarang jadi lebih percaya diri rasanya setiap tampil di depan umum. Kalau dulu masih takut dan malu,’’ katanya. (kmb35)

MANDI LUMPUR - Program wisata mandi lumpur bersama gajah yang diikuti sejumlah wisatawan.

Bali Post/nik

”Elephant Mud Fun”

Serunya Mandi Lumpur Bersama Gajah di Bali Zoo

LEMBAGA Konservasi Bali Zoo kini membuka program mandi lumpur bersama satwa gajah Sumatra. Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan satwa endemik berusia puluhan tahun itu. Diawali dengan memberi pakan berupa buah-buahan, lalu menuju kolam lumpur yang sudah disiapkan secara khusus. Head of Public Relations Bali Zoo Emma Chandra menjelaskan, program yang dinamai Elephant Mud Fun (EMF) ini pertama dan satusatunya di Indonesia. EMF ini muncul karena cukup banyak permintaan dari para

pengunjung untuk bisa lebih dekat berinteraksi dengan satwa, khususnya gajah. Dirilis sejak Jumat (23/11) lalu, kini peminat mandi lumpur bersama Gajah ini kian tinggi. Rata-rata mencapai 30 orang per hari. Emma Chandra menjelaskan, lumpur merupakan pelembab alami untuk kulit gajah yang tebal dan keras. Selain itu juga bagus untuk kulit manusia. “Percaya atau tidak, setelah mandi lumpur kulit menjadi halus. Begitu juga bagi satwa gajah, lumpur ini sebagai pelembab dan pelindung dari sengatan matahari,” jelasnya.

Lebih dari itu, EMF ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara perawatan gajah di Bali Zoo. Di lembaga konservasi yang berlokasi di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati ini, terdapat 13 gajah Sumatera. Empat di antaranya berjenis kelamin betina menjadi bagian dari paket EMF. Di antaranya Moli berusia 25 tahun, Adelia berusai 27 tahun, Nur berusia 23 tahun dan Enna berusia 30 tahun. “Keempatnya gajah betina,” tegasnya. Mengenai pangsa pasar saat ini, EMF cenderung diminati wisatawan asal

Australia, Jepang, dan India. Sejumlah wisatawan domestik juga tertarik dan ingin dekat-dekat dengan gajah. Untuk fasilitas EMF sendiri disediakan satu kolam lumpur sekitar 10x10 meter. Cukup untuk masuk tiga gajah dengan 30 pengunjung. Di tahap kedua disiapkan pula satu kolam berisi pasir sebagai tempat membilas lumpur. Selanjutnya, pengunjung dan gajah bisa mandi di Sungai Wos yang mengalir di sisi barat atau mandi shower air bersih di bagian akhir. Puas mandi bersama gajah, pengunjung bisa langsung melihat

satwa-satwa lain di areal Bali Zoo. Namun untuk bisa menikmati pengalaman seru memandikan sekaligus mandi lumpur bersama gajah, pengunjung harus merogoh kocek cukup dalam. Kisaran Rp 1.350.000 hingga Rp 1.550.000 per paket. Berlaku sama untuk domestik maupun mancanegara. Menurut Emma Chandra, paket EMF ini digelar dua kali sehari. Yakni pagi mulai pukul 08.00 Wita diakhiri dengan makan siang dan sore dimulai pukul 14.00 Wita yang diakhiri dengan makan malam. (nik)

Langgar Administrasi Pemilu

Bali Post/kmb35

PELATIHAN - Suasana Pelatihan Musrenbang Anak Kabupaten Gianyar di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (30/11) kemarin.

Produk Luar Menjamur

Pemprov Kumpulkan Disperindag Se-Bali Gianyar (Bali Post) Maraknya produk luar dan usaha berjejaring masuk ke Bali khususnya ke wilayah Kabupaten Gianyar, dikhawatirkan mematikan produk lokal. Kondisi ini menjadi perhatian Pemprov Bali. Bahkan Pemrov Bali mengumpulkan Disperindag kabupaten/kota se-Bali untuk menyusun Pergub yang akan melindungi produk lokal. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, serbuan produk luar sangat mengkhawatirkan, terutama usaha berjejaring. Apalagi ada kecenderungan masyarakat lebih mengapresiasi produk luar seperti buah-buahan, makanan dan minuman hingga pakaian. “Sementara minat terhadap produk lokal Bali justru minim,” ujar Astawa saat membuka Rakor Disperindag se-Provinsi Bali di Rumah Luwih, Gianyar, Jumat (30/11) kemarin. Menurut Astawa, kualitas produk lokal Bali sesungguhnya tidak kalah dengan produk luar. Apalagi untuk kuliner lokal Bali. Dikatakan pola pikir masyarakat harus diarahkan agar mencintai dan memanfaatkan produk lokal, sehingga masyarakat Bali bisa berdiri di tanah sendiri. “Permasalahan inilah salah satunya diangkat, terutama bagaimana meningkatkan daya saing, meningkatkan kebersihan, tata kelola, sehingga tidak kalah dengan usaha atau produk luar,” katanya. Guna membentengi produk lokal, kata Astawa, Pemprov Bali telah menyusun pergub, di antaranya pergub untuk pemanfaatan dan penggunaan produk pertanian dan industri lokal, serta penyusunan pergub pembatasan toko berjejaring, guna lebih mengembangkan usaha lokal. “Pergub disusun sebagai bentuk ketegasan Pemprov Bali agar benar-benar dilaksanakan,” tegasnya. Terkait dengan menjamurnya toko berjejaring, kata Astawa, pemerintah akan membatasi izin toko berjejaring. Solusi lainnya mendorong tiap desa pakraman membuat usaha minimarket. Sementara itu, Kadis Perindag Kabupaten Gianyar Wayan Suamba berharap, setelah rakor akan tercipta sinkronisasi dan sinergi pelaksanaan pembangunan perindustrian dan perdagangan antara provinsi dan antarkabupaten/kota se-Bali. “Rakor ini untuk harmonisasi dan mengurangi implikasi disharmoni koordinasi lintas kabupaten,” ujarnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

RAKOR - Suasana Rakor Disperindag se-Bali di Rumah Luwih, Gianyar, Jumat (30/11) kemarin.

Dua Caleg ”Incumbent” Mendapat Teguran Tertulis Gianyar (Bali Post) -

Sidang putusan untuk kasus pelanggaran kampanye akhirnya digelar di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar, Jumat (30/11) kemarin. Dalam sidang itu, majelis yang dipimpin Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan memutuskan dua caleg incumbent, MR (anggota DPRD) dan KD (anggota DPRD Bali), secara sah melakukan pelanggaran administrasi pemilu. Sanksinya, kedua caleg ini mendapat teguran tertulis. Sidang tersebut dipimpin Wayan Hartawan sebagai Majelis Pemeriksa, didampingi dua anggota Majelis Pemeriksa yakni I Wayan Gede Sutiarta dan Ni Made Sumiati Siartikawati. Sidang pembacaan putusan ini berlangsung selama satu jam, mulai sekitar pukul 15.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita. Sidang putusan diawali membacakan kronologis kampanye di Wantilan Pura Dalem Buruan, Kecamatan Blahbatuh, dilanjutkan dengan pembacaan putusan. Ada empat poin yang disampaikan dalam putusan untuk dua caleg incumbent berinisial RM dan KD tersebut. Poin pertama, terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi pemilu terkait tata cara dan prosedur pelaksanaan kampanye. “Menyatakan terlapor secara sah dan meyakinkan

melanggar prosedur kampanye,” ujar Hartawan. Poin kedua, memberikan teguran tertulis kepada terlapor. Poin ketiga, memerintahkan KPU memberikan teguran tertulis kepada terlapor untuk memperbaiki tata cara dan prosedur pelaksanaan kampanye yang dilaksanakan pada masa kampanye. Poin terakhir, memerintahkan terlapor untuk menghentikan pelaksanaan kampanye di tempat ibadah pada masa kampanye. Usai sidang, kuasa hukum kedua terlapor Gede Narayana mengaku menerima hasil putusan tersebut. Ia menyatakan putusan teguran sebagai hal biasa terhadap caleg. Namun ada hal yang sangat disayangkannya. “Satu hal yang disayangkan, kenapa ketika ada kegiatan yang dilakukan caleg, kalau nyata-nyata melanggar, di

sana (saat kegiatan-red) ada Panwascam yang merupakan perpanjangan Bawaslu. Seharusnya saat itu juga ditegur sehingga caleg tak melakukan kegiatannya,” ujarnya. Narayana juga menyayangkan peranan Bawaslu yang seharusnya bisa melakukan pencegahan. Ia juga menilai Panwas selaku badan pengawas tidak melakukan tugas secara maksimal. “Ini tidak 100 persen kesalahan caleg,” tegasnya. Sementara itu, Nyoman Arjawa mengaku tidak akan bertindak setengah-setengah dalam permasalahan ini. Ia juga meminta Bawaslu untuk tidak tebang pilih terhadap pelanggaran hukum. Setelah sidang putusan ini, ia mengaku menyerahkan langkah selanjutnya kepada penegakan hukum terpadu (Gakkumdu). “Ini jadi rekomendasi. Kepolisian sudah

Bali Post/kmb35

BERSALAMAN - Pelapor Nyoman Arjawa bersalaman dengan kuasa hukum terlapor dua caleg incumbent usai sidang putusan di Kantor Bawaslu Gianyar, Jumat (30/11) kemarin. datang, bahkan sudah turun ke lokasi. Dari beliau menindaklanjuti pelanggaran ini,” tegasnya. Usai sidang ini, kata Arjawa, pihak Gakkumdu telah terjun ke Desa Buruan men-

indaklanjuti masalah ini. “Nanti polisi, kejaksaan, dan pengadilan kami akan mengikuti alur itu. Kami siap apabila Gakkumdu memerlukan kesaksian kami,” tegasnya. (kmb35)

Diguyur Hujan, Setengah Badan Jalan Jebol Gianyar (Bali Post) Ruas jalan di kawasan Banjar Taro Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Jumat (30/11) kemarin jebol. Kondisi ini terjadi lantaran bencana longsor pada tebing sedalam 20 meter di sebelah timur jalur tersebut. Akibatnya, setengah badan jalan tersebut amblas. Dinas Pembangunan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten mengambil langkah cepat melakukan pengecekan. Sementara untuk perbaikan lokasi akan dilaporkan ke Bupati Gianyar. Beberapa hari terakhir, hujan lebat mengguyur kawasan Gianyar dan sekitarnya. Kondisi ini mengakibatkan bencana tanah longsor pada jalan raya Banjar Taro Kaja, Jumat pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Bagian tanah yang longsor itu sekitar 22 meter dengan kedalaman 20 meter. Bencana tanah longsor ini juga disertai dengan pohon tumbang. Kondisi jalan yang jebol ini cukup mengkhawatirkan warga yang melintas. Sebab, kondisi

yang longsor hampir mencapai separuh lebih badan jalan. Warga juga khawatir terjadi longsor susulan saat melintas di lokasi tersebut. Selain itu, lokasi tersebut juga menjadi akses lalu lintas kendaraan yang mengangkut wisatawan. Warga setempat, Wayan Suardika, mengatakan kondisi badan jalan yang jebol itu membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut. Apalagi ruas jalan tersebut merupakan jalur utama yang dilintasi warga setempat setiap hari. Tidak hanya itu, jalur tersebut juga dilintasi para guide yang mengantar wisatawan menuju sejumlah objek wisata, seperti Gajah Taro dan Desa Wisata Taro. “Di sini kan mengembangkan desa wisata. Jalur itu merupakan akses penting bagi wisatawan untuk menuju ke sejumlah objek wisata,” kata mantan Perbekel Desa Taro ini. Penjabat Perbekel Desa Taro I Nyoman Karang mengatakan, pascamenerima laporan bencana tanah longsor, pihaknya langsung datang

ke lokasi tersebut. Sementara petugas memasang tanda peringatan di sekitar ruas jalan yang rusak tersebut. “Tadi kami melakukan pengecekan bersama intansi terkait, TNI hingga aparat kepolisian.

Petugas dari Dinas PUPR Gianyar juga sudah melakukan pengecekan,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Gianyar Nyoman Nuadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan

pengecekan ke lokasi tersebut. Pihaknya akan segera melakukan penghitungan perbaikan ruas jalur tersebut. “Hasil pengecekan ini akan segera dilaporkan ke Bapak Bupati,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

JEBOL – Anggota TNI/Polri bersama petugas dari instansi terkait mengecek kondisi badan jalan yang jebol di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang.


JEMBRANA

10

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

Bali Post/olo

PELESTARIAN – Salah satu kandang penggembalaan di BPTU di Pangyangan yang menampung sapi-sapi betina.

Menengok Pelestarian Sapi Bali di Pangyangan

Berat Pejantan Unggul Mencapai 450 Kilogram Selain memiliki satwa endemis burung Curik Bali, di Bali Barat tepatnya di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan juga terdapat pembibitan ternak unggul khusus Sapi Bali. Di lahan seluas 102 hektar perkebunan Pulukan, ribuan Sapi Bali dilestarikan dan dimuliabiakan menjadi salah satu ternak unggulan di Indonesia. Seperti diketahui, Sapi Bali merupakan plasma nutfah Nasional yang saat ini penyebarannya hingga ke pulau-pulau lain di Indonesia.

RIBUAN Sapi Bali unggulan baik jantan maupun betina berbagai usia dipelihara secara profesional. Mulai dari pemilihan pakan hingga pemeliharaan kesehatan dilakukan dengan sangat teratur. Tak heran bila terlihat banyak sapi jantan yang beratnya mencapai 450 kilogram. Breeding Center Pulukan, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Denpasar ini berada langsung di bawah Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI. Awal didirikan balai pembibitan Sapi Bali tahun 1977 hanya untuk peme-

Personil Yonif di Tes Urine Negara (Bali Post) – Sejumlah anggota Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara menjalani tes urine saat Kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Jumat (30/11) kemarin. Kegiatan yang diikuti puluhan anggota Yonif dan Persit ini digelar di Mako Yonif dipimpin langsung Wadan Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf. Zulhiardi. Dalam pemaparannya, Wadan Yonif berpesan kepada personel dan persit Yonif Mekanis 741/GN untuk dipahami dan dipedomani sosialisasi narkoba ini. Harapannya agar personil Yonif jangan sampai terjerumus dalam pemakaian dan pengedaran Narkoba. Termasuk Persit yang menjadi penopang personil agar juga tidak terlibat narkoba. P4GN ini menurutnya akan dilakukan berkala, termasuk tes urine dilakukan

sewaktu-waktu untuk memastikan anggota tidak terlibat narkoba. Sementara itu, Kasi P2 PTN dan Keswa, Ngurah Adnyana memulai dengan memperkenalkan macam-macam Narkotika, Psikotropika, Bahan Adiktif dan Prokusor. Begitu halnya cara pemakaian, bentuk dan bahannya. Baik yang dihisap, dikunyah maupun suntik. Seusai sosialisasi itu, dilanjutkan dengan pengecekan Test Urine oleh Tonkes Yonif Mekanis 741/ GN kepada Personel Yonif Mekanis 741/GN. Petugas melakukan tes urine secara acak sebanyak 10 orang. Menurut petugas, dari hasil tes urine ini nantinya akan didapatkan tiga hasil sekaligus, yaitu Amphetamine, Morphine, dan Ganja. Multi Drug 3 Parameter Monotes (Rapid Test Narkoba). Setelah dilaksanakan pengetesan, 10 personel Yonif Mekanis 741/ GN itu dinyatakan negative. (kmb26)

Bali Post/kmb26

TES URINE – Sejumlah petugas Tonkes Yonif Mekanis 741/GN melakukan tes urine personil yang dipilih secara acak dalam P4GN kemarin.

Mobil ’’Pick-up’’ Terguling di Kawasan TNBB

Negara, (Bali Post)Mobil Daihatsu Zebra Pick-up P 8068 EA yang dikemudikan Muhamad Hofihidayatulah (25), warga Dajan Peken Desa Mengwi Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, Jumat (30/11) pagi kemarin terguling di Km 122 timur Sumur Kembar Kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Kelurahan Gilimanuk. Dari informasi, kendaraan pick-up bergerak dari arah Pelabuhan Gilimanuk menuju Denpasar. Saat itu cuaca hujan gerimis. Tiba di TKP dari arah timur truk yang tidak diketahui nomor polisinya melaju dengan kecepatan tinggi. Truk itu mengambil haluan terlalu ke kanan. Pengemudi pick-up kaget dan melakukan pengereman mendadak, sehingga mobil pick-up oleng, tergelincir ke kanan jalan yang licin akibat hujan dan menabrak pohon perindang kemudian terguling. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko seizin Kapolres Jembrana dikonfirmasi membenarkan kecelakaan OC tersebut. Mobil tersebut sudah dievakuasi dan kerugian mencapai Rp 5.000.000. (kmb)

liharaan sapi unggul saja. Sempat diserahkan ke Provinsi Bali menjadi Instalasi Populasi Dasar (IPD) sebagai plasma-plasma di pedesaan. Namun sejak 2007, sesuai Permentan nomor 13/Permentan/OT-1402/2007 resmi menjadi BPTU Sapi Bali. “Fungsi utama disini pemeliharaan dan pengembangan sapi Bali. Termasuk pemuliaan dan pelestarian sebagai plasma nutfah nasional,” ujar Koordinator Medik/ Paramedik Veteriner Ni Wayan Patmawati. Sejatinya selain di Pangyangan, juga ada lokasi pemeliharaan di Desa Anamina,

Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu, NTB seluas 500 hektar. Namun yang paling banyak jumlahnya ada di Pangyangan yakni mencapai 1047 ekor sapi Bali. Patmawati memaparkan bahwa selain pemeliharaan Sapi Bali, BPTU-HPT juga mengembangkan hijauan pakan ternak. Di lahan seluas ratusan hektar itu lebih banyak merupakan padang pengembalaan untuk sapi-sapi berkoloni. Dengan pagar besi pembatas yang mengelilingi lahan pengembalaan yang cukup luas itu. Prosentase jumlah bangunan di bawah 10

persen dari total luas lahan pengembalaan. Selain untuk pengembalaan, seluas 30 hektar lahan khusus digunakan untuk kebun bibit pakan ternak sapi. Mulai dari berbagai jenis rumput pakan, hingga Legume seperti Gamal, Desdmodium, Indigofera hingga Lamtoro. “Semua itu untuk pakan Sapi. Setiap hari kita membutuhkan lebih dari dua truk rumput Gajah saja,” tambah Patmawati. Belum untuk pakan lainnya yang memang disediakan khusus. Untuk pakan menurutnya juga ada takarannya. Satu ekor sapi diberikan pakan seberat

10 persen dari total berat sapi itu. Begitu dengan pengawasan kesehatan menurutnya dilakukan sangat ketat. Sehingga tak semua kendaraan yang bisa lalu lalang melintasi jalan utama lahan penggembalaan. Selain pemeliharaan, BPTU HPT juga memberikan pelayanan peyediaan bibit Ternak Sapi Bali, bibit hijauan Pakan Ternak serta bimbingan teknis (Bimtek) terkait pemeliharaan sapi Bali. Sekadar diketahui, penyebaran bibit Sapi Bali merata di beberapa pulau besar Nusantara. Seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. (olo)

Banjir Belum Surut

Rumah KK Miskin dan Lumpuh Masih Terendam

Negara (Bali Post) Hujan lebat yang terus mengguyur Jembrana sejak Selasa (27/11) malam hingga Jumat (30/11) pagi kemarin membuat banjir di sejumlah wilayah di Jembrana. Bahkan, banjir di sejumlah wilayah hingga Jumat sore belum surut. Ratusan warga di Pengambengan sejak Rabu (28/11) dini hari juga belum bisa tidur nyenyak karena air masih menggenangi rumah mereka. Dampak bencana yang memprihatinkan menimpa keluarga Ali Rahman (65) dan istrinya, Hajiah (55), di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara. Dari pengamatan Jumat kemarin, selain merendam rumah bedek, air bah juga merendam rumah bantuan program bedah rumah dari pemerintah yang mereka tempati. Air sejak Rabu pagi lalu katanya sempat setinggi dada orang dewasa. ‘’Ini sudah surut sampai paha. Jadi rumah bedek dan rumah bantuan program bedah rumah sudah tidak bisa ditempati karena masih terendam air. Kami semua ngungsi ke rumah tua yang ada lebih di atas. Tapi kondisinya bocor dan lembab karena air juga sempat masuk,’’ kata Hajiah. Karena kondisi darurat dan semua ruangan terendam air mereka ngungsi di jalan yang posisinya lebih tinggi. Rumah bedek yang ditempati anak mereka, Muamar dan Erfiana, juga sudah tidak bisa

ditempati karena terendam air berwarna cokelat. Lebih memprihatinkan lagi, Ali Rahman mengalami lumpuh dan kaki tangannya kaku karena sarafnya terganggu saat tertimpa pohon pisang satu setengah tahun lalu. ‘’Ya… sebenarnya bingung juga sudah kena banjir kondisi suami saya juga sakit begini. Syukur dipannya tinggi sehingga bapak bisa tidur. Cuma di lantai aja becek karena lantai tanah,’’ jelas Hajiah. Hajiah mengaku masuk KK miskin dan sudah mendapatkan rastra, dana PKH dan bedah rumah. ‘’Tapi ya… kondisi kami ya… begini, bapak sudah tidak bekerja. Dulu jadi buruh cetak bata. Sekarang hanya minta sama anak yang hanya jadi buruh serabutan di pantai,’’ katanya. Musibah yang dialami keluarga Ali Rahman membuat prihatin relawan kemanusiaan sehingga diberikan bantuan dana dan obat. Perbekel Tegal Badeng

Bali Post/kmb

MEMPRIHATINKAN - Banjir menggenangi rumah Hajiah, KK miskin di Tegal Badeng Timur, Negara yang suaminya, Ali Rahman, lumpuh. Kondisi keluarga miskin ini sangat memprihatinkan. Timur H. Alinudin dikonfirmasi membenarkan keluarga Hajiah/Ali Rahman masuk KK miskin dan sudah mendapatkan bedah rumah, rastra, dan dana PKH. ‘’Kami Jumat sore juga menyerahkan bantuan sembako untuk keluarga ini,’’ jelasnya.

Sementara itu, guna mengatasi banjir di Pengambengan, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susila Pramana mengatakan pihaknya membuatkan saluran air dengan bergotong royong dan menggunakan alat berat. Selain itu, BPBD Jem-

brana juga menyalurkan air bersih ke wilayah Pengambengan, karena sumur warga yang selama ini dimanfaatkan tidak bisa digunakan karena ikut terdampak banjir. Sejumlah warga Pengambengan mengaku banjir kali ini sangat parah. (kmb)

Truk Muat Pasir Terjungkal ke Jurang 15 Meter

Negara (Bali Post) Truk yang dikemudikan Gus Tu (43) terjungkal ke jurang setinggi sekitar 15 meter di jalan pedesaan, Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jumat (30/11) siang kemarin. Penyebabnya, Gus Tu lupa injak rem saat berhenti di tanjakan ketika hendak menanyakan alamat rumah pemesan pasir dan semen yang dimuat truk DK 9508 WI yang dikemudikannya. Beruntung Gus Tu, pria asal Palungan Batu, Desa Batuagung, Jembrana itu selamat, meski truknya sampai terguling dan menimpa rumah salah seorang warga. Kondisi truk ringsek pada bagian depan, sementara rumah warga mengalami kerusakan ringan. Truk awalnya meluncur dari arah selatan hendak mengantar pesanan pasir dan semen kepada pelanggan di Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten. Ketika memasuki jalan menanjak yang cukup tinggi, sopir truk berhenti pada posisi JATUH KE JURANG - Truk yang jatuh ke jurang sedalam 15 meter dan menimpa rumah warga di Dusun Pangkung Jangu Desa Pohsanten Kecamatan Mendoyo.

puncak tanjakan. Dia bermaksud menanyakan alamat pemesan pasir dan semen tersebut kepada warga sekitar. Namun sayang, belum sempat menanyakan alamat, truk tiba-tiba bergerak mundur tanpa kendali dan akhirnya nyempung ke jurang di kanan jalan dengan posisi kepala truk tertancap dan sempat terguling. Bahkan truk yang terjungkal baru terhenti setelah menghantam rumah Nyoman Suerna (67), salah seorang warga setempat. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena pemilik dan istrinya pergi ke kebun. Akibat kecelakaan tersebut tiang rumah warga bagian depan patah. Sementara kondisi truk ringsek pada bagian depan serta muatan berceceran. Ketut Griya, salah seorang warga, mengatakan sopir truk selamat dan hanya luka sobek pada kepala dan sudah diantar ke puskesmas untuk mendapat penanganan. Hingga Jumat siang kemarin truk tersebut belum berhasil dievakuasi lantaran terjungkal di dasar jurang sedalam kurang lebih 15 meter, sehingga menjadi tontonan warga. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tunggal tersebut. Kerugian akibat kecelakaan tersebut Rp 40 juta. (kmb)


Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

KARANGASEM

11

Datah dan Kubu Belum Turun Hujan

Petani Pusing Tak Bisa Bercocok Tanam

Amlapura (Bali Post) Wilayah selatan Kabupaten Karangasem sudah turun hujan lebat hingga terjadi banjir bandang, bahkan tanah longsor. Namun, hal sebaliknya terjadi di wilayah utara seperti di Desa Datah terus ke utara termasuk Kecamatan Kubu, justru masih kering kerontang. Hujan belum juga turun di daerah tandus itu. Keringnya wilayah itu menyebabkan sejumlah warga mengalami kiris air bersih. Akibatnya, warga pusing, tidak bisa bercocok tanam. Krisis air bersih itu menyebabkan warga setempat kelimpungan. Petani juga mengalami masalah serupa. Mereka kesulitan mendapatkan air untuk minum ternaknya, utamanya sapi. Pakan ternak juga sulit didapat. Masalahnya, rumput sudah sejak dua bulan ini mengering. Akibatnya, peternak mengalami paceklik pakan. Sejumlah petani di Datah, seperti Nyoman Merta, mengatakan tiga hari lalu di bagian selatan Karangasem terjadi hujan lebat. Sebaliknya, di desanya udara tetap terasa gerah. Hanya, sesekali terdengar gemuruh petir saja tanpa turun hujan. Warga mengira akan turun hujan, tetapi hanya gerimis tipis tanpa banyak membasahi bumi. ‘’Kami para petani di wilayah tandus ini, belum berani bercocok tanam. Takut nanti kemarau masih

panjang dan hujan turun masih lama. Daripada rugi, kita tetap bersabar dulu menunggu sampai kami yakin, nantinya turun hujan. Penting hujan itu turun lebih konstan agar kami bisa bercocok tanam jagung,’’ ujar Nyoman Merta. Petani lain Ketut Nesa menjelaskan hal yang sama. Agar bisa bercocok tanam, dirinya beserta warga setempat lainnya masih menunggu tanah basah untuk mulai menanam jagung. ‘’Setelah hujan turun secara berkesinambungan baru kami berani benanam bibit,’’ ujar Ketut Nesa. Wa r g a set em pat s ehar i harinya memang hanya mengandalkan hasil panen jagung. Pasalnya, sudah mencoba menanam ketela pohon atau rambat, talas serta tanaman palawija lainnya. Namun, hasilnya nyaris selalu gagal panen. Penyebabnya, diserang

hama ulat gayas. Selain belum bisa bercocok tanam, petani dan peternak sapi di Datah dan sekitarnya seperti di Kedampal hingga Kubu, masih kesulitan mendapatkan air untuk diminum. Air pipanisasi Telaga Waja dari proyek ratusan miliar yang sangat dinanti-nantikan itu sampai saat ini belum ada tandatanda akan mengucur. ‘’Ternak sapi kami kesulitan dapat minum. Stok air hujan di dalam cubang sudah mengering. Pakan ternak juga sulit didapat. Kami benar-benar dalam kondisi sangat sulit. Lebihlebih harga ternak sapi saat ini murah akibat sapi kian kurus. Kami beternak sapi, sebetulnya bukan tujuan dijual, tetapi lebih banyak jasa sapi itu kami gunakan untuk menarik bajak di ladang kami yang kering,’’ tandas Ketut Nesa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

AIR BERSIH - BPBD Karangasem saat menyuplai air bersih ke Kubu akibat warga kesulitan air bersih.

Hari Bakti PU Ke-73 Tahun 2018

Dewan Tetapkan Target PAD Rp 275 Miliar

PUPR Bali Tanam Pohon Dioptimalkan, Retribusi di Embung Temukus Besakih Galian C dan Objek Wisata

DALAM rangka memperingati Hari Bakti PU ke-73 yang jatuh 3 Desember, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali melaksanakan penanaman pohon cempaka, intaran, dan dan cendana sebanyak 500 pohon. Kegiatan penghijauan itu dilakukan di embung di Dusun Temukus, Desa Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (30/11) kemarin. Kegiatan yang bertemakan “Bangun Infrastruktur Mempersatu Bangsa” itu diwarnai penanaman bibit sebanyak 500 pohon. Acara itu dihadiri Kepala Balai Besar Jalan Nasional Jatim Bali I Ketut Darma Wahana, Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida I Ketut Jayana, Camat Rendang I Wayan Mastra, Perbekal Besakih I Wayan Benya, Bendesa Adat Temukus I Nengah Sadia, pegawai Dinas PUPR Provinsi dan Dinas PUPR Karangasem. Kepala Balai Besar Jalan Nasional Jatim Bali I Ketut Darma Wahana mengungkapkan, kegiatan penanaman pohon dikaitkan dengan peringatan Hari Bakti PU Ke-73 yang jatuh 3 Desember 2018. Dipilihnya embung, Desa Besakih ini karena daerah ini memang masih perlu dilakukan penghijauan. Pelestarian pohon di wilayah ini untuk menjaga sumber air, agar bisa lebih stabil. Apalagi, sekarang ini sudah mulai musim penghujan. Penting juga agar tanah tidak longsor. Selain itu, saat musim kemarau agar tidak kekurangan air.

PUPR BALI TANAM POHON - Kegiatan penanaman pohon atau penghijauan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali di embung di Banjar Temukus, Desa Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (30/11) kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bakti PU ke-73 yang jatuh pada 3 Desember. Penghijauan yang diarahkan Dinas PUPR Provinsi itu bukan saja melibatkan aparat di kabupaten, juga masyarakat setempat. Adapun total pohon yang ditanam mencapai 1.000 pohon. Tapi khusus di embung Desa Besakih ditanam 500 bibit pohon. Sisa pohon lainnya disebar di embung-embung lainnya di Karangasem. Pohon yang kita tanam di antaranya cempaka, intaran, dan cendana. Pertimbangannya, tanaman itu sangat cocok ditanam di daerah ini,” ujarnya. Dia berharap semua pohon yang ditanan bisa hidup dan tumbuh dengan baik. Karena itu, pihaknya meminta warga supaya ikut memelihara dan

menjaga pohon yang ditanam ini. “Kita menanam 500 pohon semoga semuanya bisa hidup. Dengan warga memegang tanggung jawab pemeliharaan, semoga semua pohon tumbuh dengan baik,” harapnya. Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida I Ketut Jayana mengatakan, sesuai tema ‘’Bangun Infrastruktur Mempersatu Bangsa’’, pemerintah mempunyai peranan penting dalam pembangunan infrastruktur. Salah satunya embung. Pihaknya sebetulnya ingin membangun embung itu sebanyak-banyaknya. Keberadaaan embung di Karangasem memang sangat didambakan masyarakat guna

pemenuhan air ketika musim kemarau. Pasalnya, sekarang ini, air sudah menjadi barang mahal. Bahkan subak-subak mulai berebut masalah air. Pihaknya tidak ingin air menjadi permasalahan di masyarakat. “Embung merupakan salah satu solusi penyedia air khususnya saat musim kemarau. Nantinya, kita bersinergi dengan pemerintah provinsi supaya di daerah-daerah kering bisa dibangun embung. Semoga saja harapan ini bisa terwujud,” harap Jayana. Bendesa Adat Temukus I Wayan Sindia menjelaskan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada Dinas PUPR Provinsi telah memilih tempat itu untuk melakukan penghijauan. Kegiatan ini diharapkan bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya. Keberadaan embung ini sangat berperan besar untuk warga. Ketika musim kemarau ternyata air masih ada di embung. Air itu dapat dipergunakan untuk pertanian, pertenakan maupun diminum warga. Keberadaan embung ini juga sebagai pendukung pariwisata di Temukus. “Kita berharap ke depannya program-program seperti ini terus berlanjut. Karena kegiatan ini sangat bagus menjaga tatanan air, peresapan air dan menjaga sumber air di lerang Gunung Agung. Apalagi pemerintah menfasilitasi bibit. Kami bersama masyarakat akan senantiasa menjaga dan memelihara tanaman itu agar tetap hidup,” janji Bendesa. (ad1216)

Jalan Bukit Galah Putus, 145 Jiwa Terisolasi BPBD dan Warga Buat Jembatan Bambu

Hujan lebat seharian mengguyur wilayah Karangasem dan sekitarnya, Kamis (29/11) lalu. Hal ini memicu terjadinya kerusakan infrastruktur jalan. Kali ini, akses jalan di Desa Adat Bukit Galah, Dusun Sogra, Sebudi, Selat, Karangasem kembali putus. Terputusnya jalan itu tak pelak membuat warga setempat terisolasi. Sebab, akses jalan itu terputus dan sama sekali tidak dapat dilalui. Lalu bagaimana solusi pemecahan terisolasinya warga akibat akses jalan putus itu? BEBERAPA upaya dilakukan agar warga kembali bisa melintasi jalan sehingga bisa melakukan aktivitas kesehariannya. Salah satunya, petugas BPBD bersama warga terpaksa membangun jembatan darurat berbahan kayu dan bambu. Bendesa Adat Bukit Galah, I Putu Suyasa, mengatakan sebelum akses jalan terputus di wilayah setempat, memang sempat diguyur hujan lebat, selama lima jam lebih. Derasnya arus sungai yang datang langsung dari lerang Gunung Agung mengikis badan jalan. Akibatnya, jalan kemudian amblas dan terputus. “Padahal, senderan jalan baru selesai dibangun BPBD. Karena sebelumnya, jalan ini juga sempat putus saat erupsi Gunung Agung. Senderan jalan yang kokoh itu sudah amblas, sehingga mengakibatkan jalan putus,’’ ungkapnya. Bahkan, akibat situasi itu,

jelas Suyasa, 145 jiwa dari 33 KK terisolasi, karena jalan tidak bisa dilewati. Jalan itu merupakan satu-satunya akses warga keluar-masuk desa. Agar masyarakat bisa melakukan aktivitasnya termasuk anak-anak bisa bersekolah, maka warga, pasebaya, Rapi Lokal, bersama BPBD secara swadaya melakukan gotong royong membuat jembatan darurat. Sementara jembatannya menggunakan batang kayu dan bambu. “Saat ini, jalan masih belum bisa dilalui kendaraan roda dua apalagi roda empat. Sebab, masih dalam proses penyelesaian jembatan darurat itu. Semoga jembatan itu bisa cepat tuntas sehingga warga bisa melintas untuk menjalankan aktivitas di luar desa,” terangnya. Pihaknya mewakili warga sangat berharap, pemerintah daerah maupun Provinsi Bali memberikan bantuan berupa

jembatan permanen. Pasalnya, setiap turun hujan lebat, arus sungai cukup besar. Di samping itu, warga yang baru saja datang dari pengungsian masih trauma mengingat level Gunung Agung masil Siaga. “Jelas kami masih trauma dengan situasi ini. Di satu sisi, jalan putus, di sisi lain, Gunung Agung masih level III. Jika terjadi erupsi lagi, kami pasti kesulitan keluar akibat jalan terputus. Semoga aktivitas Gunung Agung terus menurun dan tidak ada erupsi lagi,” harap Suyasa. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Aribawa menjelaskan, untuk sementara waktu warga belum

bisa melakukan aktivitasnya secara optimal. Dikatakan, paling cepat setelah pembangunan jembatan darurat ini selesai. Diyakini, jembatan darurat itu cukup membantu warga melakukan aktivitas. “Bagi kami agar warga bisa keluar desa. Kendati memakai jembatan darurat terpenting aktivitas warga berjalan normal. Anak-anak bisa pergi ke sekolah. Setelah itu, kita rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menindakkanjuti masalah itu. Kiranya solusi efektif bisa ditetapkan ke depannya, termasuk mencari dana agar bisa membangun jembatan permanen nantinya,” tegas Arimbawa. (eka)

Bali Post/kmb41

BANGUN JEMBATAN DARURAT - Warga Desa Bukit Galah bersama petugas BPBD Karangasem secara bergotong royong membangun jembatan dari kayu dan bambu, Jumat (30/11) kemarin. Jembatan darurat itu dibangun agar warga bisa melakukan aktivitas.

Amlapura (Bali Post) DPRD Karangasem menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD Induk 2019 sebesar Rp 275 miliar. Target itu sudah diketok dewan saat digelar rapat kerja Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) beberapa waktu lalu. Terkait target itu, Ketua TAPD I Gede Adnya Mulyadi mengaku belum memiliki hitung-hitungan riil untuk dapat memenuhi target yang dibebankan dewan tersebut. Adnya Mulyadi mengungkapkan, target yang dibebankan Badan Anggaran dewan itu dinilai terlalu tinggi. Jika target PAD Rp 253 miliar, kata Sekda, pihaknya sudah punya hitungan tersendiri. Namun, jika targetnya Rp 275

miliar tentunya masih harus mengumpulkan para pimpinan OPD. “Hitung-hitungan segitu ya... kita pikir-pikir lagi. Bagaimana caranya agar target itu bisa tercapai,” ucapnya, belum lama ini. Mengingat target sudah diketok palu saat rapat kerja, kata Adnya Mulyadi, maka pihaknya akan berusaha maksimal agar dapat memenuhi target yang dibebankan itu. Caranya, pihaknya akan mengajak semua stakeholder bergandengan tangan, agar target itu dapat direalisasikan. “Mau bagaimana lagi. Pasalnya, sudah diketok palu. Jadi, mau tidak mau, kita harus bekerja keras agar target PAD Rp 275 miliar itu dicapai,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, upaya lainnya yang akan ditempuh yakni menunggu selesainya evaluasi Perda 16 tentang Rekreasi. Beberapa

objek wisata yang sebelumnya belum masuk seperti Padangbai, Lempuyang, dan Pasir Putih kata Adnya Mulyadi, akan dijadikan sebagai penambahan objek retribusi. “Selain galian C yang masih menjadi penyumbang PAD terbesar. Galian C itu harus kita naikkan harga per kubiknya. Kita akan maksimalkan retribusi galian C. Selain itu, sejumlah objek wisata agar memenuhi target yang dibebankan. Semoga nanti bisa tercapai,” harapnya. Seperti diketahui, dewan menargetkan PAD 2019 sebesar Rp 275 miliar pada rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) beberapa waktu lalu. Dewan menaikkan target PAD Karangasem padahal TAPD sebelumnya merancang Rp 226 miliar. Dewan menilai target itu masih rendah dengan potensi yang masih bisa digarap lebih optimal terutama di bidang pariwisata. (kmb41)

Bali Post/kmb41

MAKSIMALKAN GALIAN C - Pemkab Karangasem akan memaksimalkan sektor galian C guna meningkatkan PAD tahun 2019.


KLUNGKUNG

12

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

Cegah Penambang Liar Beraksi

Tim Yustisi Pasang Portal di Eks Galian C

Bali Post/dok

PICU MONOPOLI - Kapal Roro Nusa Jaya Abadi sedang bersandar di dermaga. Minimnya trip mengakibatkan jumlah truk yang menyebrang sangat sedikit. Hal ini memicu praktik monopoli penyewaan truk yang berujung harga sewa meroket. Masyarakat Nusa Penida pun harus mengalami kerugian. Dishub diminta bertindak mengatasi soal monopoli penyewaan truk tersebut.

Tarif Sewa Truk di Nusa Penida Meroket

Dishub Dituding Tak Berdaya Atasi Praktik Monopoli

Semarapura (Bali Post) Kepulauan Nusa Penida kian berkembang pesat. Meningkatnya investasi, berimbas pada melonjaknya pembangunan infrakstruktur. Tetapi pembangunan terhambat oleh dugaan praktik monopoli sewa truk, sehingga harganya mencekik para pemborong atau rekanan maupun warga Nusa Penida. Situasi demikian sangat disayangkan sejumlah tokoh masyarakat, yang getol sejak awal mendukung pengembangan Nusa Penida. Salah satunya adalah Nengah Setar. Ditemui Jumat (30/11) kemarin, Setar mengatakan aksi monopoli ini sudah terjadi sejak awal tahun. Dia menduga penyebab ruetnya persoalan ini, karena adanya gesekan antara kelompok pemilik truk di Kepulauan Nusa Penida (Organda) dengan truk-truk yang ada di Pulau Bali, yang akan melakukan penyeberangan ke Nusa Penida. Selain gesekan antarkelompok, dia juga mengatakan nomor antrean yang panjang sampai berbulanbulan, membuat harga sewa truk ke Nusa Penida menjadi sangat mahal. Ini jelas menjerat para pengusaha lokal maupun pedagang sembako. Dari awal tahun

2018 yang harga sewanya Rp 3 juta per truk, hingga akhir tahun ini, harga sewa truk terus naik hingga mencapai Rp 6,5 juta per truk. ‘’Situasi ini jelas amat merugikan pengusaha lokal dan warga Nusa Penida. Situasi yang terus bergejolak ini harus dihentikan,’’ kata Setar. Setar mengaku heran dengan aparat pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan Klungkung. Kenapa tidak berupaya mengatasi persoalan yang sudah terjadi hampir selama setahun ini. ‘’Katanya peduli dengan Nusa Penida. Ingin terjadi percepatan pembangunan, sehingga Nusa Penida kian berkembang. Tetapi tindakannya apa terhadap persoalan ini?’’ katanya. Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Nyoman Sucitra dihubungi, Jumat kemarin, mengaku persoalan tersebut bukan men-

jadi kewenangan Dinas Perhubungan. Soal tarif sewa truk, menurutnya, hanya diatur oleh komunitas yang bersangkutan. Disinggung mengenai peran pemerintah dalam mengatasi persoalan ini, sekali lagi, dia menyatakan tarif sewa truk bukan menjadi ranahnya. ‘’Kalau soal tarif, kewenangan kami hanya mengatur tarif penyeberangan kapal roro,’’ kata Sucitra. Salah satu sopir truk di Nusa Penida, Made Mudra, mengakui harga sewa truk memang tinggi di Nusa Penida. Saat ini, katanya, rata-rata mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 jutaan per truk. Tingginya harga sewa truk juga disebabkan minimnya trip penyeberangan truk ke Nusa Penida. Kondisi demikian menyebabkan antrean panjang truk, baik di Nusa Penida maupun Pelabuhan Padangbai. Mudra sendiri dan sopir

lainnya juga sempat mengadu kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, belum lama ini. Sebagaimana diketahui, dalam trip normal, Kapal Roro Nusa Jaya Abadi hanya melayani satu trip dalam sehari. Sekali nyeberang, maksimal hanya bisa mengangkut enam unit truk sedang. Kapal Roro dulu sempat memberlakukan beberapa kali ekstra trip. Itu berdasarkan persetujuan ASDP Padangbai. Waktu itu, ekstra trip diberlakukan tiga kali dalam seminggu, yakni pada Selasa, Kamis dan Sabtu. Sehingga saat ekstra trip, Kapal Roro bisa nyeberang dua trip sehari. Tetapi sekarang hal ini tidak ada lagi. Saat ada ekstra trip, dalam sebulan, satu truk bisa tiga kali nyeberang membawa barang. Dengan tidak adanya ekstra trip, bukan hanya sop ir truk yang dirugikan dari sisi pendapatan, namun juga masyarakat Nusa Penida. Sebab, kebutuhan sembako juga menjadi lambat. (kmb31)

Pulang dari Kapal Pesiar, Agus Suprayogi Ngamuk Tak Jelas

Bali Post/gik

MENGAMUK - Warga Banjar Jero Kapal Desa Gelgel saat membantu mengamankan Agus Suprayogi di rumahnya yang mengamuk pascapulang dari bekerja di kapal pesiar.

Semarapura (Bali Post) Warga Banjar Jero Kapal, Desa Gelgel, dikagetkan dengan ulah Made Agus Suprayogi (35), Jumat (30/11) kemarin. Sepulang dari kerja di kapal pPesiar, dia mulai bertingkah aneh, bicara tak jelas hingga berani memukul orangtuanya. Setelah itu, dia mulai mengamuk, hingga membuat keluarganya panik sekaligus khawatir. Kapolsek Klungkung Kompol Wayan Sarjana mengatakan, Agus Suprayogi nampak hilang kendali, seperti sudah tidak mengenali orang-orang di sekitarnya, baik orangtuanya maupun istrinya sendiri. Dari hasil keterangan yang didapat di rumah Agus, orangtuanya, I Nyoman Regug, menerangkan bahwa gelagat Agus mulai terlihat aneh sejak Rabu (28/11) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Namun, pihak keluarga saat itu masih berusaha meredamnya, sambil berkomunikasi agar mau menyampaikan permasalahan yang dihadapinya. Saat itu ulahnya masih bisa dikendalikan, meski tak banyak informasi yang didapat kedua orangtua dari anaknya tersebut. Namun, puncaknya terjadi pada Jumat (30/11) kemarin pukul 05.30 Wita. Soalnya, Agus Suprayogi ketika bangun dari tidurnya mulai ngomong ngacuh serta bertindak tidak keruan, lebih parah dari sebelumnya. Dia lantas mengamuk di areal rumahnya dan memukul orangtuanya sekitar pukul 13.00 Wita. Puncak peristiwanya, ketika Agus Suprayogi hendak keluar rumah membawa motor, usai mengamuk di rumahnya. Khawatir terjadi apa-apa pada Agus, maka dia dicegat oleh orangtuanya keluar rumah. Karena sudah tak kuasa menahan tingkah Agus, orangtuanya berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk membantu mengamankannya. Agus Suprayogi langsung diikat sementara untuk menunggu petugas puskesmas memberikan obat penenang. “Khawatir dia mengamuk lagi selanjutnya pukul 14.50 Wita, atas inisiatif dan permintaan keluarga, Agus langsung dibawa ke RSJ Bangli untuk berobat,” kata Sarjana. Suami dari seorang PNS Ni Putu Pramayanti (32) ini langsung diangkut oleh sejumlah petugas Satpol PP ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Bangli. Kepala Satpol PP Klungkung Putu Suartha yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya membawa Agus ke RSJ Bangli mengingat kondisi kejiwaannya sudah semakin tak terkendali. Dikhawatirkan, Agus nanti bertindak membahayakan orang lain. Dia sendiri juga belum tahu penyebab Agus menjadi seperti ini sepulang dari kapal pesiar. Malah, pihak keluarga sendiri masih bingung, apa gerangan yang terjadi pada diri Agus Suprayogi ini. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Penambang liar kerap beraktivitas di eks galian C Klungkung. Meski sudah berulang kali disidak dan diperingatkan, nampaknya mereka belum juga jera. Guna mengatasi itu, Tim Yustisi Pemkab Klungkung punya cara baru. Di lokasi akses masuk akan dipasang portal, sehingga para penambang liar tidak bisa keluar-masuk dengan leluasa lagi. Demikian disampaikan Kepala Satpol PP dan Damkar Pemkab Klungkung Putu Suarta, belum lama ini. Portal akan dipasang baik pada eks galian C Gunaksa maupun di Tangkas. Menurutnya, ini sebagai langkah preventif, agar para penggali liar yang masih membangkang di lokasi eks galian C Tangkas maupun Gunaksa tak bisa berkutik lagi. Pihaknya mengaku ingin menekan adanya pelanggaran. Sebab, sebagai lokasi eks galian, di sana jelas sudah tidak diperbolehkan lagi melakukan segala aktivitas galian C. Sebagai Tim Yustisi, pihaknya mengaku sempat berulang kali turun ke lokasi. Saat turun ada saja yang ditemukan melakukan aktivitas penggalian secara tersembunyi. ‘’Baru-baru ini kami pergoki lagi ada yang sudah mengangkut pasir. Namun,

baru setengah truk, kami pergoki dan orangnya langsung lari meninggalkan truknya,’’ katanya. Dia mengaku tak mau diajak bermain-main lagi, sehingga pemasangan portal menjadi jawaban sementara menghadapi persoalan ini. Berbagai alat untuk menggali pasir dan sidi (pengayak - red) pasir yang ditemukan di lokasi juga langsung diangkut ke markas Satpol PP. Agar upaya penertiban lebih efektif, pihaknya juga sudah berkoordinasi kembali dengan

pihak perbekel, khususnya dengan Perbekel Tangkas dan Gunaksa perihal pemasangan portal ini. Pihak desa, katanya, juga menyatakan sudah menyetujui langkah itu, agar upaya penertiban berjalan lebih efektif. Dia meminta sinergi dengan desa setempat, bersama-sama melakukan pengawasan. Bila ada yang masih nekat melakukan penggalian ilegal, supaya secepatnya dilaporkan kepada Tim Yustisi Pemkab Klungkung. (kmb31)

Bali Post/dok

DIPORTAL - Eks Galian C di Gunaksa meski sudah ditutup dan diawasi namun ternyata penambang liar masih sering beraksi. Satpol PP Pemkab Klungkung segera memasang portal di akses masuk lokasi eks galian c ini termasuk juga yang ada di Tangkas.

Muscab BPC Hipmi Klungkung

Bupati Suwirta Minta Hipmi Turun Tangan Bangun Generasi Muda BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta membuka kegiatan Musyawarah Cabang dan Diklat Cabang BPC Hipmi Klungkung, Jumat (30/11) kemarin. Kegiatan dipusatkan di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung. Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta menyarankan agar Hipmi harus ikut aktif mengambil peran dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia. ‘’Jangan sampai generasi muda menjadi pecundang pada masa bonus demografi. Tetapi harus bisa menciptakan generasi muda menjadi pemenang pada saat bonus demografi terjadi,’’ ujar Bupati Suwirta. Hipmi dipersilakan berjalan sesuai dengan tupoksi dan tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah. Karena suatu organisasi harus ada sinergitas dengan pemerintah. Semakin banyak partisipasi dari pengusaha, itulah pembangunan yang sesungguhnya. Bupati Suwirta berharap Hipmi tidak hanya masuk ke sektor yang besarbesar saja, tetapi juga masuk ke sektor-sektor inovatif yang diciptakan oleh pemerintah, seperti Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dan Beli Mahal Jual

Murah (Bima Juara). Ketua Umum Hipmi BPD Bali I Gusti Nyoman Dharmaputra mengatakan, Hipmi merupakan sebuah organisasi pengusaha muda terbesar seAsia Tenggara. Hipmi konsisten melakukan kerja sama dengan pemerintah. Hipmi juga membantu, menjaga, serta melindungi para pelaku UMKM agar bisa tumbuh dan berkembang di Indonesia. Ketua Umum BPC Hipmi Klungkung Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida menyatakan sangat mengapresiasi kinerja Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta selama lima tahun ini. ‘’Bapak Bupati sudah berhasil membangun Klungkung menjadi lebih baik lagi, hal ini dapat dilihat dari data peningkatan PAD Kabupaten Klungkung dari tahun 2013–2017 PAD Klungkung meningkat dari awalnya Rp 67 miliar naik menjadi hampir Rp 140 miliar,’’ katanya. Dia juga mengapresiasi program-program yang dicanangkan oleh Bupati Suwirta. Salah satunya event Semarapura Festival, di mana di dalam event tersebut para pengusaha UMKM Klungkung dapat menampilkan produk

terbaiknya. Ketua Panitia Dewa Gede Arimbawa menyampaikan kegiatan Musyawarah Cabang dan Diklat Cabang BPC Hipmi Klungkung ini terlaksana berdasarkan AD/ART Hipmi Pedoman Organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia serta Surat Keputusan dari Hipmi Bali tentang Pelaksanaan Musyawarah Cabang Badan Perwakilan Cabang (BPC) di Bali. Antusias pengusaha muda dalam mengikuti seminar yang diselenggarakan Hipmi sangat besar, hal ini dilihat dari jumlah peserta seminar yang melampaui target. Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta seusai memberikan sambutan secara simbolis dengan pemukulan gong. Dalam kegiatan tersebut diselenggarakan juga seminar dengan tema ‘’Kesiapan Entrepreneur di Era Disruptif dan Revolusi Industri 4.0’’ dengan pembicara Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Bali I Putu Yuliartha, S.S. dan sebagai moderator salah satu pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi Klungkung IGA Putu Ardaba Kori. (ad1214)

HIPMI - Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat menerima cenderamata dalam acara Musyawarah Cabang dan Diklat Cabang BPC Hipmi Klungkung, Jumat (30/11) kemarin.


Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Cr Sopir Srbt bs Metik+PRT Wnt Tgl dlm Hub.085238127777

B.BP.004.11.18.0001208

Dicari Driver punya SIM A & Motor Sendiri 08999172601

B.BP.004.11.18.0001200

Sgr Prsonal Asistn/Skrtaris/ Desgn Graf/Web/Marketing.Kirim CV ke jhonsamuel4@gmail.com 08113801945

B.BP.004.11.18.0001212

Administrasi, IT & Marketing Kirim Lamaran & CV ke : hrdproperty818@yahoo.com WA.087860353156

B.BP.004.11.18.0001137

Butuh Karywan Wanita utk Admin, Akunting Staff, Cust Service Pria utk Driver,Off.Boy & Cleaning Service.Usia Max 30Th Fas.Gaji+U.Makan+U.Transport, Bonus Bulanan.PO BOX 3106

B.BP.001.11.18.0001164

Cr Adm P/W SMK/D3 Pglm Bs Komp Hub:PT.SKI - Nita:081337280907 B.BP.001.11.18.0001160

Dbthkan Segera Engineering Mngerti Listrik & Pendingin, Mampu Bekrj dlm Tim, Pria, Bawa CV ke Tony Romas (Beachwalk Mall) B.BP.004.11.18.0001133

Dbthkn Segera Therapist keCina Tmtn SMA,Umur Dbwh 25Th,Krmn Lmrn ke dexata80@gmail.com Tlp.082145005997

Dbthkn:1.Sopir,Helper & Kep. Gudang Sy:SMA,SIM B,Bisa Komp 2.Admin & Sales Sy:Min D1,Bisa Komp.Lam ditujukan ke Kantor PT.Oasis Waters Internataional Jl.Raya Yeh Gangga, Br.Tonja, Ds.Gubug Tabanan Bali,Phone: (0361)4790525-26 Up Ibu Yudek Email:oasis_owibali@yahoo.com

Dcr Kry Salon Berpengalaman Lokasi Jl Anyelir Kesiman,GP1Jt UM15Rb,Kms10%.Hp:083117297498

Dcr Accounting n Admin utk Garmen Hub.085238158433 / 08123812758 / 0361 8473040

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799

B.BP.001.11.18.0001188

B.BP.004.11.18.0001205

Dcr Adm SMA/D3 min 1th&Akuntan D3/S1 min 2th (u/Garment) Syrt: bs compt,word&Excel,jujur, bs kerjasama dgn tim, menguasai Bhs Inggris,u/Akuntan bs menyusun l ap keu.akuntansi(PSAK), invoice,budget,R/C & pajak Lam ke:meita@sjbali.com / bawa lam ke Jl.Gn.Andakasa Gg.Mawar No.40X Denpasar

B.BP.001.11.18.0001001

Dcr Admin, Supir, Sales Tk Bangunan,Hub:08123676218

B.BP.004.11.18.0001059

Dcr Karyawan/ti utk Perusahaan Perak Telp.(0361) 8446108

B.BP.001.11.18.0001161

Dcr Karyawati SMU utk Boutique Peng.Tdk Utama.Bw Lam ke Nogo Jln.Danau Tamblingan 104 Sanur B.BP.001.11.18.0001119

Dicr Sopir SIM A.Hub:Tk.Utama Jl .Keboiwo Slt 21/081236067009 B.BP.001.11.18.0001159

B.BP.004.11.18.0001197

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

DIJUAL RUMAH

SERVICE

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.11.18.0001156

Dcr QS(S1)berpengalaman Hub.WA 085792272032

Production Manager (Garmen Factory) Call/WA:085100050706 hrd@buddhawear.com B.BP.004.11.18.0001196

Sekolah di Jimbaran Cari: Kepala Sekolah,Guru Olah Raga, Maintenance Sent:schoolhrdbali@hotmail.com

B.BP.004.11.18.0000878

Gandhi School looking for “a doctor and a nurse”, Fluent in English,Confident, Like to interact with children. Walk for interview at Jl.Tukad Yeh Penet No.8A,Renon (0361)239744 Please send CV to: manager@gandhibali.org cc to:ayu@gandhibali.org

B.BP.001.11.18.0001131

Dcr:SPG Toko,Admin, Marketing (Wanita),Akunting Gaji UMR + BPJS Hub:081803698168

B.BP.004.11.18.0001199

B.BP.001.11.18.0001117

Dicari Adm 1 Wnt lulus SMEA Asst Teknisi 1 Pria Lulus STM Hub:081338097333/9004892

B.BP.001.11.18.0001155

Kami Membutuhkan 5 Satpam & 2 Sopir,Kirim Lamaran ke PT. Dianatina Ayu Jl.Griya Anyar No.3XX,Hub : 081353303366

B.BP.001.11.18.0001051

Dicari Adm.Wanita & Marketing Rekaman Max Umur.35Th (Gaji, UM,THR).Bawa CV Anda ke Jln. Tegal Permai Blok L3/2 Dalung. Hubungi:085921213232

Look Pers Asst Single for Villa n GallerySeminyak 081236241244

Dicari Admin,Helper Dan Sopir Hubungi:081237726794

Sopir SIM A & Tenaga Serabutan utk Dekorasi.Hub:081805440530

B.BP.001.11.18.0001194

B.BP.004.11.18.0001204

B.BP.001.11.18.0001190

Teknisi Komputer,Bw Srt Lamarn ke Ruko Grand Sudirman B-25

Dicari Pelaks Sipil S1/D3/SMK Acc/Admin S1/D3 E:cvnusamandiribali@gmail.com

B.BP.001.11.18.0001157

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

B.BP.001.11.18.0001179

Dicri Satpam/Housekeeping/T.AC Pengalaman,OB min SMP. POBOX 1009 Gianyar.Pling Lmbat 3 Des

G.01

B.BP.001.11.18.0001115

B.BP.004.11.18.0000969

DIJUAL RUMAH

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.04

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.

G.05

DIJUAL MOBIL SUZUKI

Ertiga 2013,GL Putih,DK Asli Harga 140Jt.Hubungi:0816570637 B.BP.001.11.18.0001192

Jimny’86 P.Stering AC,Tape,Ban Gd,BamperArb 36Jt,085100871119 B.BP.164.11.18.0001206

Splash’13 Silver DK Trwt Baik 08133-721-6703 Ng 106

B.BP.001.11.18.0001210

TOYOTA

Dijual Innova G 2011 Silver H.165Jt Nego Hub.085100806230 B.BP.001.11.18.0001165

B.BP.001.11.18.0001189

B.BP.001.11.18.0001152

Sgr Waitress Krm CV ke Tutmak Rest Ubud Jl.DewiSita Tlp.0361 975754 E:infotutmak@gmail.com

Informasi pasang iklan Telepon

Sekuriti (Pabrik Tabanan) Sertifikat,Pengalaman.Hub: Dewi,Hp:081236222509

B.BP.031.11.18.0001201

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.02

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03

DIJUAL TANAH 20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud-Bali Cp+6281318685007, No Brokerage

B.BP.004.11.18.0001128

Dijual Tnh & Bgnan 3Lt,Jl.Raya Kuta,Bali SHM LT:1.075m2 cck utk Hotel & Kantor,dpn Gelael Hrg 30M Peminat Lgsg Hub: 08161876272 (Pemilik)

B.BP.031.11.18.0001213

Djl Tanah 1,1Are Lokasi Dalung Permai hrg 525Jt,085936154997

B.BP.166.11.18.0001209

Djl Tnh di Grokgak Jln.Pantai Segara L50A Tlp.081805625285

B.BP.004.11.18.0001063

Jual Tnh+Bangunan Luas 1320 m2 Jln.6m TP,Cck u/Kost Elit/Aptm Lok.Jl.P.Adi Dps,081236073081

B.BP.001.11.18.0001186

DISEWAKAN TANAH Dikontrakkan Tanah Seluas 20 Are Jl.Hotmik Cocok untuk Gudang Bus,dll Hub.08123610911

B.BP.001.11.18.0001207

DIJUAL RUMAH Djl Rmh LT2 T.Umar Brt 3KT,2KM LT1ALB1,50M2Hub:085847945950 B.BP.001.11.18.0001158

Rmh 2A Lt2 Jl.Kaswari Penatih 1,2M Nego Hub.081338267624 B.BP.001.11.18.0001211

DISEWAKAN RUMAH Rumah 3Km,Garase,Dapur,23Jt/Th Depan Poltabes Dps .0816570637 B.BP.001.11.18.0001191

DISEWAKAN VILLA Disewakan Villa di Echo Beach, 3Kmr,150Mtr dari Pantai, Sudah Ada Usaha Hostel dgn 20Ranjang Bisnis Ramai Hub.087861693357 B.BP.001.11.18.0001081

KEHILANGAN Hilang BPKB No.A4243706-G DK 655 YG. An.Sri Murtini

B.BP.001.11.18.0001154


BANGLI

14

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

Bali Post/ina

PASAR - Pasar Singamandawa, Kintamani yang akan direvitalisasi.

Dana Terbatas, Pasar Singamandawa Dibangun Bertahap Bangli (Bali Post) –

Rencana pembangunan Pasar Singamandawa di Kecamatan Kintamani akan direalisasikan Pemkab Bangli mulai tahun 2019. Pembangunan pasar yang dirancang tiga lantai itu akan dilakukan secara bertahap menggunakan pola pekerjaan tahun jamak. Untuk membiayai pembangunan pada tahun 2019, anggaran yang disiapkan Rp 30 miliar. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya, Jumat (30/11) kemarin, mengatakan, pembangunan Pasar Singamandawa membuthkan anggaran yang cukup besar dan waktu yang tidak sebentar. Berdasarkan

pengukuran dan penghitungan yang telah dilaksanakan dengan Dinas PUPR, pembangunan memerlukan biaya Rp 74.691.000.000. Karena keterbatasan waktu dan dana, maka pelaksanaan pembangunan pasar tersebut dilakukan dengan kontrak tahun jamak.

‘’Maksudnya sistem tahun jamak, dikerjakan selama dua tahun, anggaran tahun 2019 dan 2020,’’ kata Sudibya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk pembangunan tahun 2019, anggaran yang disiapkan di APBD senilai Rp 30 miliar. Sedangkan

pada tahun berikutnya akan disiapkan Rp 44.691.000.000. Sesuai perencanaan yang telah dibuat berdasarkan peraturan PU, penyusunan seluruh dokumen perencanaan teknis akan dilaksanakan pada tahun pertama. Demikian juga pelaksanaan fondasi dan struktur bangunan, keseluruhannya diselesaikan pada tahun anggaran yang sama. Sisa pekerjaan diselesaikan pada tahun anggaran selanjutnya. ‘’Dengan sistem kontrak tahun jamak,

nantinya dilelang sekali, dikerjakan oleh satu rekanan. Pengerjaan fisiknya sesuai jadwal dari September 2019 sampai November 2020,’’ jelas Sudibya. Dia menegaskan, dalam proses pembangunan sudah pasti akan menimbulkan dampak terhadap aktivitas pasar. Karena itu, perlu kerja sama dengan OPD terkait untuk mencari solusi baik menyangkut relokasi pedagang, tempat parkir maupun tempat bongkar muat barang,

sehingga pembangunan Pasar Singamandawa dapat berjalan baik. ‘’Mengingat pembangunan Pasar Singamandawa menggunakan anggaran yang besar, di sisi lain Disperindag tidak memiliki tenaga teknis terkait dengan kegiatan fisik, maka untuk kelancaran kegiatan dimaksud bisa dilaksanakan oleh instansi yang terkait dalam hal ini Dinas PUPR,’’ kata Sudibya. Sesuai perencanaan, pasar tersebut akan dibangun

dengan konsep pasar modern serta terintegrasi dengan sektor pariwisata dan pertanian. Pada lantai satu dirancang untuk menampung dagangan basah, dan lantai dua untuk dagangan kering. Sedangkan pada lantai tiga, gedung dirancang tidak beratap. Fungsinya sebagai tempat khusus pedagang kuliner dan pengunjung untuk meninjau pemandangan alam Gunung dan Danau Batur serta kawasan pertanian. (kmb40)

Disdikpora Targetkan Negerikan Satu TK Per Tahun Bangli (Bali Post) Jumlah Taman Kanakkanak (TK) Negeri di Kabupaten Bangli masih sangat minim. Dari total 147 TK, hanya 13 yang berstatus negeri. Hal itu diungkapkan Kepala Disdikpora Bangli Nyoman Suteja. Dikatakan Suteja belum lama ini, 134 TK yang tidak berstatus negeri dikelola oleh yayasan desa dan sebagian dikelola lembaga Pendidikan Widya Dharma (PWD). Tak sedikit TK yang dikelola yayas-

an perjalanannya kembangkempis karena kesulitan pembiayaan. Karena itu, Pemkab Bangli telah merencanakan untuk menjadikan TK lainnya berstatus negeri. Menurut Suteja, sesuai rencana strategis (renstra), Pemkab Bangli melalui Disdikpora menargetkan menegerikan satu TK setiap tahunnya. Dengan diangkat statusnya menjadi negeri, nantinya TK tersebut bisa dikelola dan dikembangkan pemerintah desa dengan pembi-

ayaan dari Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD). Dijelaskannya, untuk menegerikan seluruh TK bukan perkara mudah. Ada beberapa indikator atau persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya terkait jumlah potensi anak desa. Sesuai syarat, jumlah potensi anak desa usia 0-6 tahun yang menjadi peserta didik minimal sebanyak 12 sampai 18 orang. Ditanya terkait target yang diberikan pusat untuk daerah dalam

menegerikan TK yang ada, Suteja menjawab tidak ada. Dia mengatakan, dengan adanya otonomi daerah, daerah kini diberikan kewenangan penuh untuk mengelola pendidikan dasar wajib belajar sembilan tahun. ‘’Bergantung kemampuan daerah. Kalau bisa menegerikan semua ke-147 itu kan bagus. Tapi, pemerintah pusat tetap membantu dalam urusan sumber keuangan,’’ imbuhnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli selama ini cukup berhati-hati dalam menjalankan kebijakan yang berkaitan dengan anggaran. Agar kebijakan atau kegiatan yang dijalankan tak bertentangan dengan aturan, Pemkab Bangli meminta pendapat hukum atau legal opinion (LO) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli. Hal itu diungkapkan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Bangli Joko Suryanto, Jumat (30/11) kemarin. Dikatakan Joko, sepanjang

tahun ini, sedikitnya ada sembilan instansi pemerintah daerah yang meminta LO ke Kejari Bangli. Jumlah ini diakuinya meningkat dari tahun 2017 sebelumnya yang hanya empat instansi. ‘’Paling banyak dari Sekretariat yang meminta LO tahun ini,’’ ujarnya. Adapun persoalan yang dihadapi OPD hingga harus meminta LO ke Kejari Bangli yakni menyangkut perdata dan tata usaha negara. Dia mencontohkan LO yang diminta Dinas Kominfo terkait rencana pemberian tunjangan untuk tenaga ahli sandi. ‘’Boleh tidak

tenaga ahli sandi menerima tunjangan, kita kaji dengan undang-undang, apakah boleh. Apakah tidak bertentangan dengan aturan lain,’’ katanya. Dijelaskannya, LO merupakan pendapat hukum yang diberikan Kejari terhadap suatu kebijkan yang akan dilaksanakan pemerintah agar pelaksanaan kebijakan tidak bertentangan dengan aturan lainnya. LO yang telah dikeluarkan Kejari tidak wajib dilaksanakan oleh instansi yang meminta. ‘’Mau dipakai atau tidak, kembali lagi pada

pembuat keputusan. Tidak ada keharusan LO ini harus digunakan,’’ terangnya. Menurut Joko, banyaknya LO yang diminta tahun ini tidak mengindikasikan adanya keragu-raguan pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan. Ini lebih pada bentuk kehati-hatian Pemkab Bangli dalam melaksanakan kegiatan agar tak bertentangan dengan hukum. Dalam pemberian LO, Kejari Bangli menjalankan peran dalam fungsi pencegahan. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Untuk menjadi orang sukses, selalu ada cobaan dan pengalaman buruk yang akan menghampiri. Namun, jika persoalan itu bisa dilalui dengan cara-cara yang positif dan disikapi dengan bijak, akan ditemukan jalan untuk menuju kesuksesan. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta saat memberikan kuliah umum tentang kiat-kiat menjadi wirausahawan di sebuah kampus pariwisata di Bangli, belum lama ini. Sedana Arta mengatakan, pada dasarnya semua orang dilahirkan sama. Semua orang mempunyai peluang yang sama juga untuk menjadi orang sukses. Untuk mencapai kesuksesan, salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah pendidikan. Pria asal Desa Sulahan, Susut ini menceritakan, dirinya sendiri dilahirkan bukan dari

keluarga yang serba-berkecukupan. Akan tetapi, orangtuanya begitu ikhlas membekalinya dengan ilmu pengetahuan melalui sekolah sampai perguruan tinggi. ‘’Karena beliau sadar bahwa melalui ilmu pengetahuan inilah nanti kita akan bisa menentukan arah masa depan kita,’’ terangnya. Kepada generasi muda saat ini, Sedana Arta meminta agar waktu luang diisi dengan hal-hal positif. Generasi muda diharapkan mengisi waktu dengan belajar untuk dapat mencapai hasil yang maksimal. Sedana Arta mengakui, saat ini peluang bekerja yang paling cepat dapat menghasilkan uang dengan jumlah banyak adalah bekerja di kapal pesiar. Setelah beberapa kali keberangkatan biasanya sudah mampu untuk mengumpulkan modal yang nantinya dikelola dan digunakan untuk membuka usaha.

Dengan menjadi pebisnis muda, otomatis akan memberi multiplier effect di daerah masing-masing. Karena sudah menjadi pebisnis, tentu akan sedikit generasi muda yang mempunyai cita-cita untuk menjadi PNS. Menjadi PNS kemungkinan untuk menjadi orang kaya sangat kecil, sebab semua pendapatan sudah diukur untuk mencukupi kebutuhan dari setiap pegawai dan keluarganya saja. ‘’Oleh karena itu, mengembangkan jiwa-jiwa entrepreneur adalah jalan untuk meningkatkan kesejahteraan generasi muda di masa depan,’’ tegas Sedana Arta. (kmb40)

Sejak Januari, Kejari Keluarkan Sembilan LO

Wabup Ajak Generasi Muda Jadi Pebisnis

Sang Nyoman Sedana Arta

Bali Post/ina

KAMPUNG KB - Pencanangan Kampung KB di Kampung KB Desa Mengani, Jumat (30/11) kemarin.

Bertambah, Bangli Kini Miliki 17 Kampung KB Bangli (Bali Post) – Jumlah Kampung KB di Kabupaten Bangli kembali bertambah. Hal ini menyusul dicanangkannya tujuh desa di Kecamatan Kintamani menjadi kampung KB oleh Pemkab Bangli, Jumat (30/11) kemarin. Tujuan pembentukan Kampung KB adalah meningkatkan kualitas masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Tujuh desa yang dicanangkan menjadi Kampung KB yakni Desa Abuan, Abangsongan, Bayung Cerik, Belanga, Bonyoh, Mengani dan Kutuh. Pencanangan Kampung KB yang dilaksnakan di Kampung KB Desa Mengani dihadiri Kepala Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Provinsi Bali Wayan Sumiartha. Acara diisi pernyataan dukungan program Kampung KB dari tokoh masyarakat dan pemuda. Bupati Bangli Made Gianyar dalam sambutan tertulis ya ng d ibacakan Sekda Bangli I.B. Giri Putra mengatakan, program Kampung KB merupakan implementasi dari Nawacita

ketiga yaitu membangun Indonesia dari daerah pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa. Tujuannya sama dan sejalan dengan Nawacita kelima yaitu meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia. ‘’Kampung KB adalah sebuah wahana dalam mempercepat proses pembangunan di desa, di mana semua program pemerintah dapat dilaksanakan secara terintegrasi dan terkonsentrasi pada satu tempat yaitu desa. Oleh sebab itu penggarapan Kampung KB haruslah menjadi perhatian dan komitmen kita bersama,’’ katanya. Keberadaan Kampung KB akan banyak memberikan dampak yang positif bagi masyarakat karena Kampung KB adalah gerakan dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Melihat kondisi itu, maka peran kelompok kerja (pokja) Kampung KB menjadi sangat strategis. Pokja akan menggerakkan masyarakat melalui rencana kerja yang telah d ibuat dan disahkan serta ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa.

Semua pihak diminta menyukseskan pelaksanaan Kampung KB dalam rangka meningkatkan kualitas masyarakat dalam mewujudkan keluarga berkualitas. Saat ini sudah ada 17 desa di Kabupaten Bangli yang ditetapkan menjadi Kampung KB. Sebanyak 11 desa di antaranya ada di Kecamatan Kintamani, dan 6 desa di Kecamatan Susut, Bangli dan Tembuku. ‘’Oleh karena itu mari kita bersatu padu menyukseskan program ini dengan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan swasta, sehingga semuanya dapat berperan dalam mewujudkan program pemerintah secara terintegrasi, terlebih kepada seluruh OPD wajib membuat program dan kegiatan di seluruh Kampung KB,’’ harapnya. Selain itu, para perbekel juga diminta segera menyusun rencana kerja Kampung KB melalui pokjanya masing-masing dengan penerapan delapan fungsi keluarga, sehingga semua persoalan yang ada dapat dirumuskan dalam rencana kerja tahun 2019. (kmb40)


15

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

PEDULI palu Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudarasaudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000.

SMP Negeri 9 Denpasar Win Gunadi Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp Rp Rp $

10.273.000 100.000 10.373.000 622.466.370 632.839.370 2.500

28 Aparat Pengadilan Tersandung Korupsi Jakarta (Bali Post) Sejak Maret 2012 hingga November 2018, tercatat 28 orang aparat pengadilan termasuk hakim terjerat kasus korupsi. Itu berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW). ‘’Dalam catatan ICW sejak Hatta Ali dilantik menjadi Ketua Mahkamah Agung (MA), Maret 2012 hingga November 2018, setidaknya sudah ada 28 orang hakim dan aparat pengadilan tersandung kasus korupsi dan sebagian besar terjerat OTT KPK,’’ kata peneliti korupsi dari ICW Lalola Easter Kanan, di Jakarta, Jumat (30/11) kemarin. Lalola memaparkan data tersebut ketika menanggapi perkara dua hakim Pengadilan Jakarta Selatan yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap oleh KPK, setelah diamankan dalam OTT KPK. Lalola mengatakan, meskipun MA telah memberlakukan Perma Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pembinaan Atasan Langsung di Lingkungan Mahkamah

Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya, namun tetap belum mampu melakukan pengawasan yang efektif terhadap hakim dan petugas pengadilan. ‘’Justru, ketua pengadilan yang dibebani tanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap bawahan,’’ tambah Lalola. Lebih lanjut Lalola mengingatkan, perkara korupsi yang menimpa mantan Ketua Pen-

gadilan Tinggi Manado Sudiwardono beberapa waktu lalu. ‘’Justru dia sebagai ketua pengadilan yang melakukan pelanggaran dan menerima suap, sehingga sulit secara nalar untuk menjustifikasi pengawasan dilakukan oleh ketua pengadilan tetapi justru ketua pengadilanlah yang menjadi oknum nakal di pengadilan,’’ kata Lalola. Menurut Lalola, pimpinan

MA selaku atasan dari kepala pengadilanlah yang seharusnya bertanggung jawab atas kasus tindak pidana suap dan korupsi ini. Pada Rabu (28/11), KPK menetapkan dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yakni Iswahyu Widodo dan Irwan sebagai tersangka penerima suap bersama panitera Muhammad Ramadhan. Mereka diduga menerima suap sektar Rp 650 juta dan 47 ribu dolar Singapura (sekitar Rp 500 juta) dan Rp 150 juta dari advokat Arif Fitrawan (AF) dan seorang pihak swasta Martin P Silitonga (MPS). KPK kemudian menahan untuk 20 hari pertama terhadap tersangka Iswahyu Wido-

do dan Irwan yang ditahan di Polres Metro Jakarta Timur, Muhammad Ramadhan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, dan Arif Fitrawan di Polres Metro Jakarta Selatan. Pemberian suap dalam perkara ini terkait dengan penanganan perkara Nomor 262/Pid.G/2018/PN Jaksel dengan penggugat Isrulah Achmad dan tergugat Williem J.V. Dongen, yang menggugat PT Asia Pacific Mining Resources (APMR) dan Thomas Azali. Pemberian suap dimaksudkan supaya majelis hakim membatalkan perjanjian akuisisi PT Citra Lampia Mandiri (CLM) oleh PT APMR di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (ant)

MPR Evaluasi Pilkada Langsung SUMBANGAN SMPN 9 - SMP Negeri 9 Denpasar menyerahkan titipan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami Palu & Donggala. Sumbangan berupa uang tunai Rp 10.273.000 diserahkan oleh Kepala Sekolah Drs. I Made Arawan, M.M. didampingi Waka Kesiswaan Drs. I Made Kardana, Jumat (30/11) kemarin.

Inflasi Pekan Keempat November 0,18 Persen

Jakarta (Bali Post) Berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan oleh bank sentral, laju inflasi hingga pekan keempat November 2018 mencapai 0,18 persen secara bulanan (month to month/mtm). Sementara itu secara tahunan laju inflasi mencapai 3,14 persen (year on year/yoy) dan secara year to date atau Januari hingga November mencapai 2,41 persen. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat ditemui di Kantor BI Jakarta, Jumat (30/11) kemarin, mengatakan seluruh barang baik makanan, inflasi inti maupun harga-harga yang dikendalikan pemerintah (administered prices) tetap terkendali. Beberapa sumbangan inflasi berasal dari komoditas seperti bawang merah, tarif angkutan udara, bensin, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

‘’Tetapi secara keseluruhan inflasi alhamdulillah rendah dan terkendali, dan sekaligus mengonfirmasi perkiraan kami inflasi akhir tahun sekitar 3,2 persen. Ini juga menunjukkan mengapa daya beli masyarakat tetap terjaga baik,’’ ujar Perry. Hingga akhir tahun, BI memprediksi inflasi akan mencapai 3,2 persen (yoy) atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yakni 3,4 persen (yoy). Namun, angka ini sesuai target sasaran tahunan BI di 3,5 persen plus minus 1 persen. Inflasi yang rendah sepanjang tahun ini dinilai akan mendorong pengendalian harga yang lebih baik di tahun mendatang. Bank sentral memperkirakan inflasi tahun depan sebesar 3,5 persen (yoy), atau lebih rendah daripada proyeksi sebelumnya di 3,6 persen. (ant)

Hal Positif Pemerintah hanya perlu memfasilitasi dengan IT dan pelatihan agar manajemen yang diterapkan mampu bersaing dengan toko-toko mod-

ern berjaringan lainnya. ‘’Jadi, banyak hal positifnya dalam menggerakkan ekonomi masyarakat kita. Teorinya, di mana kegiatan ekonomi ada, rupiah akan semakin banyak beredar,’’ pungkasnya. (kmb32

Jakarta (Bali Post) Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR Rambe Kamarulzaman mengungkapkan ada semangat mengevaluasi penyelenggaraan pilkada yaitu mengembalikan dari pemilihan langsung oleh rakyat kepada DPRD. Evaluasi dilakukan karena pelaksanaan pilkada selama ini dianggap tidak menjiwai pasal-pasal yang terkandung dalam UUD 1945 sebagai pedoman pembuatan UU yang menjadi turunannya. Persoalan tersebut diungkap Rambe dalam seminar bertajuk ‘’Evaluasi Pelaksanaan UUD NRI Tahun 1945’’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/11) kema-

rin. Rambe mengaku dari penjaringan berbagai masukan dari masyarakat, Badan Pengkajian MPR menyimpulkan pemilu atau pilkada yang berlangsung saat ini sangat melelahkan dan menghabiskan banyak anggaran. ‘’Sehingga ada keinginan untuk mengembalikan agar kepala daerah tidak lagi dipilih secara langsung. Inilah yang menjadi tugas MPR, khususnya Badan Pengkajian,’’ kata politisi Partai Golkar itu. Rambe menjelaskan, jika ingin melakukan evaluasi terhadap UUD 1945 maka harus membicarakan UU yang sudah dibentuk dan pasal-pasal yang ada. Sebab, pelaksanaan dari

Kuasa hukum KKM I Ketut Kesuma membenarkan bahwa Polda Bali mengeluarkan SP3 kasus KKM, karena penyidik tidak menemukan unsur perbuatan pidana dalam perkara ini. ‘’Sesuai surat SP3 yang kami terima, penyidik tidak menemukan cukup bukti untuk melanjutkan perkara ini,’’

Lalu, mana bukti hasil ritual yadnya yang konsepsi simboliknya bermakna dan bertujuan mengharmoniskan alam beserta segala isinya? Lebih memilukan lagi (sebenarnya memalukan juga), kebutuhan upakara seperti ceper, canang, soda dan pajati sudah mulai dibuat dan dijual oleh nyama dauh tukad (pendatang luar Bali) yang berbeda keyaki-

nan bahkan dikenal seringkali mengkafirkan Hindu, namun demi urusan rezeki mereka menghalalkan diri, dianggap sah-sah saja alias tidak haram. Sementara itu, sebagian besar umat Hindu terus terlena dengan aktivitas ritual simbolik tanpa banyak berujung pada praktik behavioristik. Bahkan disadari ataupun tidak makna simboliknya seringkali berbalik (nungkalik), bukannya bermakna mengharmoniskan tetapi justru semakin menghabiskan

Sangat Besar ‘’Tapi ini harus dimulai untuk kemudian nanti 5 tahun atau 10 tahun ke depan akan memberikan manfaat yang sangat besar, baik untuk masyarakat desa maupun desa adat selaku lembaga. Pembiayaan-pembiayaan untuk adat bisa didapatkan dari laba toko swalayan milik desa adat. Paling tidak dalam jangka pendek

kebutuhan pelaksanaan adat bisa dipehuhi sendiri. Tidak disuplai daerah lain,’’ bebernya. Hal ini sebagi ajang melatih produk lokal berkompetisi dengan produk yang datang dari luar Bali. Karena sebelum masuk toko swalayan, produk masyarakat akan diseleksi untuk mendapatkan produk yang bermutu baik. Sehingga masyarakat terangsang menghasilkan produk berkualitas. (kmb42)

masyarakat umum dalam bentuk Simpanan Masa Depan, Simpanan Karangasem Sejahtera, Simpanan Karangasem Berjangka, Deposito dan Capital Invesment dengan berkedok kegiatan usaha koperasi. Dengan adanya SP3 Polda Bali, kata Kesuma, secara otomatis status tersangka Kertia dan Wijanegara gugur. SP3 itu juga sudah disampaikan ke Kejaksaan Tinggi

Bali. Selain dikeluarkannya SP3 dalam kasus KKM, polisi juga mengeluarkan Surat Perintah Pengembalian Barang Bukti. Sebagaimana surat yang ditunjukkan pihak kuasa hukun Kertia, bahwa barang bukti yang dikembalikkan berupa uang sebesar Rp 268.926.707. Selain itu ada 18 CPU komputer dan tiga unit laptop. Barang bukti itu disita pada 20 Februari 2009. (kmb37)

Pasar Global Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta mengatakan, laju mata uang rupiah mengalami kenaikan setelah merespons pergerakan dolar AS yang cenderung melandai di pasar global. ‘’Adanya komentar The Fed terkait dengan arah suku bunga yang cenderung netral membuat pergerakan dolar AS tertahan, sehingga memberikan kesempatan pada rupiah untuk melanjutkan penguatan,’’ katanya. Di sisi lain, lanjutnya, imbas dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang menyatakan prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga

turut mendorong rupiah terapresiasi. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan keyakinan terhadap ekonomi Indonesia yang semakin meningkat membawa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat. ‘’Alhamdulillah nilai tukar rupiah stabil dan menguat. Ini kami pantau di perdagangan di sekitar 14.300, bahkan tadi di bawah itu mencapai 14.270. Penguatan rupiah ini tentu saja disebabkan berbagai faktor. Pertama tentu saja confidence terhadap ekonomi Indonesia, terhadap kebijakankebijakan yang terus kami tempuh, itu semakin kuat,’’ ujar Perry, Jumat kemarin. Ia menambahkan, terapresiasinya rupiah seiring dengan masuknya aliran modal asing dalam porfolio domestic, baik

dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) ataupun saham. Bank sentral mencatat, total modal asing yang masuk ke SBN pada November 2018 mencapai Rp 34,25 triliun, sehingga sejak Januari hingga November 2018 total aliran modal asing yang masuk ke SBN mencapai Rp 62,4 triliun. Sementara itu, aliran modal asing yang masuk ke pasar saham pada November 2018 ini mencapai Rp 12,2 triliun. Secara total, pada November 2018 ini aliran modal asing yang masuk mencapai Rp46,4 triliun. ‘’Dengan aliran modal asing masuk, tentu saja itu menambah suplai dan kemudian memperkuat nilai tukar rupiah. Confidence itu juga tidak hanya terhadap kebijakan tapi juga terhadap kebijakan ekonomi kita yang terus membaik dengan stabil-

itas yang terjaga,’’ kata Perry. Faktor lain yang mendukung menguatnya rupiah, lanjut Perry, yaitu semakin bekerjanya mekanisme pasar. Dengan berbagai terobosan yang ditempuh bank sentral, pasar keuangan diklaim berkembang sangat baik, baik transaksi spot (tunai), swap (pertukaran mata uang) serta domestic Non Delivery Forward (NDF). Terkait kemungkinan rupiah menguat hingga 13.000 per dolar AS, Perry menilai hal tersebut akan tergantung kepada tiga hal yaitu kondisi fundamental ekonomi domestik, kondisi mekanisme pasar, dan faktor-faktor teknikal terkait berita-berita perkembangan global seperti perundingan perdagangan, kebijakan The Fed, dan lainnya.(ant)

Sabtu, 1 Desember 2018 05:00 05:52 05:54 05:56 06:00 06:05 06:35 07:35 08:00 09:05 09:30

Wita Gayatri Mantra Wita Mars Indonesia Raya Wita Mars Bali Jagadhita Wita Lagu Ngastitiang Bali Wita Puja Trisandya Wita Dharma Wacana Kepemangkuan dan Srati (1) Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Wita Sehat & Bugar Wita Bali Channel Tourist TV Wita Marion Sam Wita Belajar Menggambar

Menggambar Seorang Guru 10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan dan Srati (2) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes Hage 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Magz

benahan termasuk pembenahan sistem ketatanegaraan. ‘’Kami dari Badan Pengkajian MPR tidak menutup kemungkinan amandemen kelima UUD. Tetapi untuk melakukan amandemen sudah ada syarat dan aturan yang diatur dalam UUD,’’ ujarnya. Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono mengatakan, kajian yang dilakukan Badan Pengkajian dan Lembaga Pengkajian MPR dilakukan melalui berbagai forum antara lain diskusi, seminar, dan focus group discussion (FGD) untuk mendapat masukan dari berbagai kelompok masyarakat dan perguruan tinggi bagi penataan sistem ketatanega-

raan. Penataan sistem dan penyelenggaraan ketatanegaraan harus didekati dengan pendekatan aspirasi masyarakat dan konsep-konsep yang ideal. Dari berbagai forum itulah, diharapkan akan diperoleh jawaban atas pertanyaan yaitu apakah sistem ketatanegaraan, konstitusi, dan pelaksanaannya sudah sesuai dengan jati diri bangsa (nilainilai Pancasila). ‘’Juga apakah sudah sesuai dengan kehendak masyarakat, serta apakah secara historis sudah sesuai dengan amanat founding fathers. Pertanyaan-pertanyaan inilah perlu didalami,’’ kata Ma’ruf. (kmb4)

tang bagaimana keberlangsungan ritual Hindu ke depan, dan tetap saja mengambil sikap ‘’3 A’’ (apa ada ambil), di kemudian hari nanti bisa jadi praktik ritual yadnya tidak lagi memakai simbol material (nyasa) dalam bentuk upakara bebanten, tetapi akan menggunakan simbol verbal (ucapan) saja. Doa, puja dan mantra akan menjadi inti praktik ritual Hindu, sembari menyebutkan satu demi satu nama banten yang dihaturkan, meski tanpa wujud.

Semoga keadaan itu tidak terjadi, karenanya sudah saatnya umat Hindu, sebagaimana ‘’para Dewa yang tanpa tidur, tidak pernah malas melindungi bumi yang amat luas, bumi tersebut menydiakan makanan dan minuman serta memberi kekuatan (kehidupan) kepada kita semua’’, demikian ayat suci Atharvaveda: 12.1.7 mengamanatkan. Penulis, dosen Fakultas Pendidikan Agama dan Seni Unhi Denpasar

Hasil Ritual

Perbuatan Pidana jelas Kesuma, Jumat (30/11) kemarin. Ia menambahkan, awalnya penyidik menetapkan Putu Kertia dan Wijanegara sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran UU Perbankan, yakni UU Nomor 10 Tahun 1998. Namun itu tidak dapat dibuktikan. Sehingga penyidik menghentikan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan, yaitu dengan cara menghimpun dana dari

pasal-pasal dalam UUD menjadi rujukan bagi terbentuk sebuah UU sebagai turunannya. ‘’Apakah UU yang dibentuk itu sudah menjiwai pasal-pasal dalam UUD 1945,’’ imbuhnya. Ia pun memberi catatan sementara atas evaluasi pelaksanaan UUD 1945 sejauh ini. Dari proses yang dilakukan selama ini, ada tiga kelompok atas evaluasi pelaksanaan UUD 1945. Pertama, kelompok yang menginginkan kembali kepada UUD sesuai aslinya. Kedua, kelompok di masyarakat yang menginginkan amandemen kelima UUD. Ketiga, kelompok yang menginginkan evaluasi pasca-amandemen UUD dan melakukan pem-

Tim Paskibra SMAN 1 Petang 15:00 Wita Parameter 16:00 Wita Lila Cita Parade Gong Kebyar Anak Desa Penatih Dangin Puri (4) 16:30 Wita Marion Sam 7:00 Wita Nangun Yadnya Upaca Rsi Yadnya Munggah Bhawati Geria Mumbul Sari Serongga Kab. Gianyar

17:30 Wita Dunia Pendidikan Bali Post Go To School 18:00 Wita Puja Trisandya 18:30 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Empu Ender (1) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:30 Wita Folk Song

isi alam hingga sudah tampak tanda-tanda ke titik krisis, meski belum sampai kritis. Ada kesan, umat Hindu sendiri, seperti tidak sempat ataukah memang tak peduli dengan apa yang namanya merawat, menjaga, mengharmoniskan apalagi melestarikan alam, kecuali dengan gampang (elah aluh) mengambil, memetik, memotong, bahkan menghabisi apa yang sudah ada hingga nanti tak tersisa. Bila tak ada pikiran dan kekhawatiran ten-

WARUNG GLOBAL

Jumlah Anak Jangan Diatur

KAMPUNG KB di Gianyar berjumlah 16, tersebar di berbagai kecamatan. Program ini diharapkan bisa memberdayakan keluarga dengan membangun keluarga kecil berkualitas menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Namun rupannya program tersebut akan mubazir pascapenegasan Gubernur Bali. Gubernur dalam pertemuannya dengan para guru menyebutkan tak setuju program KB dua anak di Bali. Alasannya, jumlah orang Bali sebagai pelaku dan pelestari budaya akan terus menyusut. Hal ini mendapat perhatian dari Kawan Global yang menyampaikan opini dalam acara Warung Global di Radio Global 96,5 FM. Berikut rangkumannya. Ada alasan tersendiri dan menjadi hak bagi keluarga itu sendiri memiliki jumlah anak, demikian Febri di Denpasar bependapat. Tolok ukurnya adalah masingmasing keluarga, karena merasa mampu secara finansial, bisa lebih dari dua, kalau tidak, hanya memiliki satu atau dua anak saja. Hal seperti ini tidak usah terlalu diatur. Jika harus punya 4 anak, dengan situasi ekonomi yang sulit, akan timbul persoalan baru yang lebih rumit tentunya. Jika ingin ide Gubernur ini berjalan, pemerintah harus bantu dengan kesehatan atau pendidikan gratis. Fera di Tabanan dan Ayu di Petang juga menyarankan

demikian. Sebab, tujuan adalah membangun keluarga berkualitas. Gusti Sumardayasa di Renon menyarankan agar pemimpin membuat ide-ide yang penting dan urgen, bukan mengurus soal KB 4 anak ini. Sebab, menurutnya, soal memiliki anak berara pun jumlahnya, keluarga itu sendiri yang menentukan. Ia menekankan agar anak-anak yang dilahirkan nanti bisa terjamin (tidak telantar). Sebagai masyarakat Bali, Arya di Denpasar meminta agar Gubernur fokus pada program-program yang sudah ada dan telah berjalan dari pemerintahan sebelumnya, misalnya Simantri,

bedah rumah dan Sekolah Bali Mandara, atau simakrama tiap minggu. Yang jelas rakyat ingin realisasi program, bukan imbauanimbauan seperti ini. Sebuah keluarga pasti sudah merencanakan sebelumnya, apa tujuan berkeluarga, berapa mau punya anak, bagaimana pendidikannya nanti, kemudian kesehatan, lapangan kerja dan sebagainya. Demikian pendapatt Werda, warga Tegallalang Gianyar. Sementara Nyoman Mastra di Gianyar menyatakan, Gubernur hanya mengingatkan saja, tidak memaksa. Melihat kondisi Bali, orang Bali semakin sedikit jumlahnya. (sikha)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Sabtu Kliwon, 1 Desember 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Pangdam Agendakan Kejurda Yongmoodo Bali

Liga Eropa

Chelsea dan Arsenal Superior

Denpasar (Bali Post) Kejurnas Yongmoodo memperebutkan Piala Kasad VIII/2018 di GOR Praja Rakcaka, Kepaon, Denpasar, berakhir Jumat (30/11) kemarin. Menyusul suksesnya ajang ini, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. berniat mengagendakan Kejurda Yongmoodo Bali mengingat olahraga bela diri asal Korea ini mulai digemari masyarakat sipil. Menurut Pangdam, sosialisasi yongmoodo sudah berhasil, terbukti masyarakat umum juga menggeluti olahraga bela diri ini. Anggota Brimob pun ikut terjun di kejurnas. ‘’Ke depannya pengembangan dan pembinaan yongmoodo harus lebin getol lagi karena sudah terbentuk pengda (pengurus daerah),’’ ujar Benny Susianto saat menghadiri penutupan kejurnas. Kejurnas ditutup Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman. Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakasad Tatang menyebutkan, peserta Kejurnas Yongmoodo telah menunjukkan kegigihan, keuletan dan semangat bertanding maksimal. ‘’Kejurnas ini mesti dipertahankan dan ditingkatkan lagi pada masa-masa mendatang,’’ tegasnya. Pada bagian lain, Danrem 163/Wira Satya Kol. Arh. A.M. Suharyadi selaku Koordinator Umum Kejurnas Yongmoodo VIII/2018 menjelaskan, juara umum direbut kontingen Kopassus yang menyabet 4 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu. Kontingen Kodam IX/Udayana menduduki peringkat kesembilan dengan mendulang 1 emas. (022)

London –

Chelsea dan Arsenal terlalu superior bagi lawan-lawannya di pentas Liga Eropa. Kedua wakil Inggris ini sama-sama mencetak kemenangan mudah pada lanjutan pertandingan penyisihan grup, Jumat (30/11) dini hari kemarin. Chelsea memukul tamunya PAOK Thessaloniki 4-0 di Stadion Wembley, London, sedangkan Arsenal mengatasi tuan rumah Vorskla Poltava (Ukraina) 3-0 di Stadion Olympic, Kiev.

Tambahan tiga poin membawa The Blues memuncaki klasemen Grup L dengan 15 poin, unggul sembilan angka atas pesaing terdekatnya BATE Borisov (Belarusia). Tim asuhan Maurizio Sarri sudah memastikan diri lolos ke fase gugur, sedangkan satu tiket tersisa dari Grup L akan diperebutkan oleh PAOK dan BATE. Pertandingan keenam di grup akan berlangsung 13 Desember mendatang. Olivier Giroud menyumbang dua gol pada menit ke-27 dan 37. Pemain muda Callum Hudson-Odoi mencetak gol ketiga sekaligus gol perdananya untuk tim London tersebut pada menit ke-60. Alvaro Morata menutup kemenangan Chelsea melalui golnya pada menit ke-78. ‘’Target utama adalah untuk menang. Kami membutuhkan reaksi tim yang kuat dan kami melakukannya dengan baik malam ini. Saya sangat senang dengan semangat tim dan kami dapat bergerak maju sekarang dan memulai beberapa momentum baru. Saya sudah mencetak gol di masa lalu tetapi benar bahwa saya sedang menunggu lebih banyak peluang,’’ kata Giroud. Pemain Muda Manajer Arsenal, Unai Emery,

Bali Post/ist

MEDALI - Waka sad Letjen TNI Tatang Sulaiman mengalungkan medali kepada atlet yang menjadi juara pada penutupan Kejurnas Yongmoodo Piala Kasad VIII/2018.

Tenaga Baru Menang

Denpasar (Bali Post) – Tenaga Baru Pontianak akhirnya berhasil memecahkan telur kemenangan perdananya pada lanjutan seri pertama Piala Srikandi 2018-2019 di GOR Merpati, Denpasar, Jumat (30/11) kemarin. Setelah pada dua laga sebelumnya mengalami kekalahan, mereka menundukkan Tanago Friesian Jakarta dengan skor 64-58. Tenaga Baru pantas berterima kasih kepada kapten tim Fanny Kalumata yang tampil luar biasa dengan mencetak double-double (26 poin dan 18 rebound) yang sekaligus mengantarkan kemenangan timnya. “Kunci kemenangan kali ini komunikasi kami berjalan dengan baik, sehingga strategi yang saya terapkan berjalan dengan lancar,“ ungkap Irma Amelya, pelatih Tenaga Baru Pontianak. Dalam laga lebih awal, GMC Cirebon kembali meraih hasil positif dengan menaklukkan Sahabat Semarang 53-51. Deniece Adriana Gunarto menjadi salah satu aktor kemenangan GMC. Meskipun turun dari bangku cadangan, ia memberikan kontribusi

yang nyata untuk timnya. Bermain selama 36 menit 44 detik, Deniece mampu mencetak empat kali tembakan tiga angka dari 10 kali kesempatan. Total 21 poin berhasil dibuatnya ditambah 7 rebound, 1 assist dan 2 steal. Tiga pemain Sahabat mencetak double digit yaitu Yuni Anggraeni (13), Nia Titin Sulistyarini (13) dan Dyah Lestari (10 poin dan 16 rebound). Sementara itu, Scorpio Jakarta memetik kemenangan kedua setelah mengalahkan Flying Wheel Makassar 7745, Kamis (29/11) malam. Maria Delaya yang bermain selama 32 menit menjadi topskor Scorpio lewat torehan 20 poin, 3 rebound dan 4 assist. Priscillia Annabel Karen mencetak double-double 18 poin dan 12 rebound. Sementara pemain Flying Wheel Makassar, Ummil Asmi, membuat double-double 13 poin dan 12 rebound. Pada pertandingan terakhir Sabtu (1/12) ini, Tanago Friesian Jakarta berhadapan dengan GMC Cirebon, sedangkan Tenaga Baru Pontianak meladeni tuan rumah Merpati Bali. (kmb)

DUA GOl – Oliver Giroud mencetak dua gol untuk Chelsea ke gawang PAOK Thessaloniki.

Sean Tetap Bela Prema Racing Jakarta (Bali Post) – Pembalap Indonesia Sean Gelael masih dipercaya tim Formula 2 (F2) Prema Racing untuk memperkuat timnya musim 2019, meski pada musim sebelumnya hanya berada di posisi 15 klasemen akhir balapan. Berdasarkan data dari laman resmi F2 yang dipantau dari Jakarta, Jumat (30/11) kemarin, pembalap tim Pertamina Prema Theodore Racing ini hanya mengemas 29 poin dan prestasi terbaiknya musim lalu adalah menjadi runner-up balapan sprint di Sirkuit Monaco. Meski demikian, bos Prema Racing, Rene Rosin, tetap memberinya kepercayaan. Pada musim balap 2019, anak pasangan Ricardo dan Rini Gelael ini bakal tandem

dengan juara F3 Mike Schumacher yang merupakan anak kandung legenda F1 Michael Schumacher. ‘’Musim 2018 mungkin bukan balapan yang ideal bagi kami dan Sean. Namun, Sean menunjukkan semangat dan kapasitasnya. Musim 2019, kami akan tetap bersama dan mencoba membantu untuk mengerahkan potensi terbaiknya,’’ kata Rene Rosin dalam keterangan resminya. Kepastian Sean Gelael membalap dengan tim Prema diumumkan melalui akun media sosial tim Prema dan F2. Bagi Sean, musim depan akan menjadi musim keempatnya di ajang balap yang levelnya berada satu tingkat di bawah F1. ‘’Terima kasih tim Prema Racing dan semua pihak yang memberikan saya

kesempatan untuk sekali lagi membalap di Formula 2. Musim depan tentu saya berharap bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dari musim ini,’’ ujar Sean. Saat diumumkan tim Prema, pembalap berusia 22 tahun ini masih berada di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, karena tengah mengikuti tes mobil F1 bersama tim Toro Rosso. Pada sesi tes ini Sean Gelael menjadi pembalap yang tersibuk dalam menjalani program pengembangan ban Pirelli selama 150 lap. Hal positif lain yang dicatat Sean adalah tidak membuat satu pun kesalahan di trek walau melahap lap paling banyak. Hal ini membuat puas Team Principal Toro Rosso, Franz Tost. (ant)

LeBron James

prakualifikasi zona timur Piala Asia 2021 dengan 6 poin. Peringkat itu tidak akan tergeser oleh dua tim d i b a w ahnya yakni Sin gapura (4) dan Macau (3). Singapura dan Macau akan saling berhadapan pada laga terakhir, Sabtu (1/12) ini, namun hasilnya tidak akan memengaruhi posisi Indonesia. Meski sudah memastikan tempat di kualifikasi Piala Asia, Fictor Roring menyebut skuadnya masih memiliki kekurangan terutama dari sisi kesalahan. Pemain timnas terkadang melakukan tindakan ceroboh meski tidak dalam tekanan lawan. Pelatih yang akrab disapa Ito ini meminta hal itu tidak terulang dalam laga terakhir kontra Thailand, Sabtu (1/12) ini yang tidak lagi menentukan bagi kedua tim.(ant)

Bali Post/afp

LeBron James dan Lakers Bangkit

Timnas Basket Lolos Kualifikasi PA

Jakarta (Bali Post) – Tim nasional bola basket putra Indonesia berhasil lolos ke fase kualifikasi Piala Asia (PA) FIBA 2021 usai memastikan tempat di empat besar prakualifikasi zona timur. Indonesia tak tergeser statusnya sebagai empat tim terbaik zona timur setelah menaklukkan Singapura dengan skor 6757 di Stadium 29, Thailand, Jumat (30/11) kemarin. ‘’Puji Tuhan kami bisa menang dan lolos ke kualifikasi Piala Asia. Posisi empat besar ini memang target kami,’’ ujar pelatih timnas Indonesia Fictor Roring ketika dihubungi dari Jakarta. Indonesia lolos ke kualifikasi Piala Asia 2021 bersama Guam, Malaysia dan Thailand. Timnas basket Indonesia saat ini berada di posisi keempat klasemen sementara

memilih pemain muda bermain di Ukraina. Remaja Emile Smith Rowe dan Joe Willock sama-sama mencetak gol bersama Aaron Ramsey di babak pertama. Kemenangan ini menjamin The Gunners di posisi teratas Grup E disusul Sporting Lisbon di tempat kedua. BATE dan Vidi FC memiliki koleksi poin sama 6. Real Betis juga memastikan melaju ke fase gugur berkat kemenangan 1-0 atas Olympiacos dalam pertandingan Grup F. Gol semata wayang Betis dicetak Sergio Canales pada menit ke-39. Tambahan tiga poin membuat Betis memiliki 11 poin dan lolos sebagai dua tim teratas. AC Milan (10) memperbesar peluang untuk mendampingi Betis setelah menghancurkan tamunya Dudelange 5-2. Milan hanya memerlukan tambahan satu poin saat bertandang ke markas Olympiacos. Standard Liege memelihara peluang lolos ke 32 besar dari Grup J setelah menang 1-0 atas Sevilla. Gol tunggal di laga ini dibukukan oleh Moussa Djenepo pada menit ke-62. Liege tetap menduduki peringkat ketiga fase grup, namun memiliki koleksi poin yang sama dengan tim peringkat kedua Sevilla. Krasnodar (Rusia) bercokol di peringkat teratas klasemen grup berkat kemenangan 2-1 atas tamunya Arkhisarspor (Turki). Dinamo Zagreb dan Fenerbahce mengamankan langkah ke fase gugur setelah dalam pertandingan kelima Grup D bermain imbang tanpa gol. Dinamo memuncaki klasemen dengan 13 poin, sedangkan Fenerbahce di peringkat kedua (8). Koleksi poin yang dimiliki keduanya tidak mungkin dikejar oleh Spartak Trnava dan Anderlecht. Bayer Leverkuen yang sudah memastikan diri lolos ke fase gugur ditahan imbang 1-1 oleh tamunya Ludogorets (Bulgaria) dalam pertandingan Grup A. Leverkusen memuncaki klasemen grup dengan 10 poin, diikuti Zurich dan AEK Larnaca. (ant/rtr)

Atlet soft tenis putri Korea Selatan.

Bali Post/ist

Kejuaraan Soft Tenis

Korea Kawinkan Gelar Beregu

Denpasar (Bali Post) Atlet Korea Selatan sukses mengawinkan gelar juara kategori beregu putra dan putri pada kejuaraan soft tenis bertajuk ‘’The 4th Indonesian Soft Tennis Championships’’ di Lapangan Tenis KONI Bali, Denpasar, Jumat (30/11) kemarin. Tim beregu putra Negeri Ginseng yang menurunkan Kim Sun Min dan Yoon Hyung Wook menang atas Indonesia B yang memasang Prima Simpatiaji dan Irfandi di final. Di sektor putri, Kor-

sel yang diperkuat Jin Sua, Cho Hye Jin dan Yu So Ra menaklukkan Indonesia yang menerjunkan Vonni Dahlina dan Dwi Rahayui Pitri. Kontingen Korsel mendominasi kejuaraan ini mengingat di nomor tunggal putra terjadi all Korea final antara Kim Sun Min dan Park Jae Kyu. Di semifinal, Park Jae mengalahkan Yoon Hyung Wook dengan skor 4-2, sedangkan Kim Sun menekuk Risky Saputra (Indonesia) 4-0. Di sektor tunggal putri lagi-lagi atlet Korsel Jin Sua

menantang petenis Indonesia Angelica Irena Lontoh pada laga pamungkas. Di semifinal, Angelica menang atas Sharon C. Watupongoh (Indonesia) 4-2, sedangkan Jin Sua menundukkan rekan senegaranya Ju Seul Gi. Menurut Ketua Umum Pengprov Pelti Bali Ketut Rochineng, atlet tenis lapangan dibatasi berumur 23 tahun ketika berlaga di ajang PON. Untuk itu, ia menyarankan petenis lapangan yang kariernya sudah habis agar beralih ke soft tenis. (022)

Los Angeles – LeBron James dan Los Angeles Lakers bangkit kembali dari kekalahan terbesar musim ini (85-117 dari Denver Nuggets) dengan kemenangan 104-96 atas Indiana Pacers dalam lanjutan pertandingan kompetisi NBA, Jumat (30/11) kemarin. James mencetak 12 dari 38 poinnya dalam lima menit terakhir. ‘’Untuk itulah saya di sini,’’ kata James yang juga membuat 9 rebound dan 7 assist. Brandon Ingram menambahkan 14 poin dan Josh Hart menyumbang 13 poin bagi Lakers yang mencetak kemenangan ke-10 dalam 14 pertandingan. ‘’LeBron sangat spektakuler, tetapi kami mendapat banyak upaya baik dari orang-orang yang berbeda. Itulah yang dibutuhkan untuk menang di liga ini,’’ kata pelatih Lakers, Luke Walton, usai pertandingan. Dalam laga lainnya, Los Angeles Clippers menundukkan Sacaramneto Kings dengan skor 133-121 dan Toronto

Raptors mengalahkan juara bertahan dua kali Golden State Warriors 131-128 lewat perpanjangan waktu. Itu merupakan kemenangan ketujuh beruntun Raptors untuk meningkatkan rekornya menjadi 19 menang dan 4 kalah (19-4). Kawhi Leonard mencetak 37 poin dan Pascal Siakam menambahkan 26 angka untuk Raptors. ‘’Ini adalah blok bangunan bagi kami. Kami mampu membuat tembakan dalam waktu tambahan. Saya senang, kami menang,’’ kata Leonard. Kevin Durant membuat 40 poin, 11 rebound dan 6 assist untuk Warriors yang bermain tanpa dua bintangnya yang cedera, Stephen Curry dan Draymond Green. Ini adalah kekalahan kelima beruntun mereka, sehingga rekornya menjadi 15-8. Klay Thompson menambahkan 23 poin dan Jonas Jerebko menghasilkan 16 dari 20 poinnya di kuarter keempat dan perpanjangan waktu. (afp/kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 01 Desember 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu