Skip to main content

Edisi Selasa 1 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 46 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Aksi ’’Bali Tidak Diam’’

Pelayanan PDAM Dikeluhkan

Komisi II Sidak Terminal Manuver

DPRD Bali dibuat pusing tujuh keliling oleh massa aksi ‘’Bali Tidak Diam’’ yang ngelurug Gedung Dewan, Senin (30/9) kemarin. Massa aksi datang sekitar pukul 14.00 Wita.

Warga seputaran Kecamatan Blahbatuh dan Sukawati mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar, Senin (30/9) kemarin. Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir pelayanan air tidak lancar. GIANYAR | HAL. 9

Munculnya sikap penolakan para pedagang di Terminal Manuver Pelabuhan Gilimanuk membuat Komisi II DPRD Jembrana bersama OPD terkait, Senin (30/9) kemarin sidak. Tujuannya mengecek kondisi dan menemui langsung para pedagang.

DENPASAR | HAL. 2

Wakil Bali di DPR

JEMBRANA | HAL. 10

Bersuaralah Bela Bali Jangan Korupsi

Drs. I Made Urip, M.Si. PDI-P 255.130 Suara

IGN Kusuma Kelakan, S.T., M.Si. PDI-P 173.818 Suara

I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E., M.M. PDI-P 103.947 Suara

I Ketut Kariyasa Adnyana, S.P. PDI-P 75.903

HARI ini, Selasa (1/10), anggota DPR-RI dan DPD-RI yang juga akan menjadi anggota MPR-RI periode 2019-2024 dilantik. Bali diwakili sembilan orang yang duduk di DPR dan empat orang di DPD. Keberadaan wakil rakyat Bali di lembaga legislatif tingkat pusat sangat strategis dalam menyuarakan kepentingan Bali. Untuk itu, 13 orang tersebut diharapkan bersuara lantang jangan hanya diam. Selain itu mereka juga diingatkan jangan korupsi.

Gde Sumarjaya Linggih, S.E., M.AP. Golkar 114.108 Suara

tah pusat yang justru merugikan Bali. Selain itu, ketika terjadi benturan kepentingan rakyat Bali dengan kebijakan parpol tempat wakil bernaung, yang dikalahkan adalah kepentingan rakyat. ‘’Jangan hanya mewakili kepentingan parpol dan ketika kepentingan p a r p o l b e r -

A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra Golkar 66.724 Suara

I Nyoman Parta, S.H. PDI-P 170.629 Suara

Putu Supadma Rudana Demokrat 38.624 Suara

I Wayan Sudirta, S.H. PDI-P 119.985 Suara

Demo Mahasiswa Ricuh Lagi Harian Bisnis Bali Penggerak Ekonomi Bali Pertumbuhan ekonomi Bali triwulan IV 2019 diperkirakan berada di kisaran 5,60-6 persen year on year , mengalami perlambatan dibandingkan triwulan II 2019. Kenapa hal itu bisa terjadi?

Jangan korupsi diingatkan kepada wakil Bali di Senayan, sebab periode sebelumnya ada yang terjerat. Tercatat wakil rakyat dari Demokrat Putu Sudiartana yang sudah divonis dan dari PDI-P Nyoman Dhamantra yang masih berstatus tersangka. Realitas ini menorehkan catatan kelam kiprah wakil rakyat asal Bali di gedung parlemen pusat. Selain itu, selama ini ada penilaian dari masyarakat keberadaan wakil rakyat di DPRRI maupun DPD-RI kurang lantang menyuarakan kepentingan Bali. Buktinya, banyak kebijakan pemerin-

www.bisnisbali.com

Jakarta (Bali Post) Sehari menjelang pelantikan dan sumpah jabatan anggota DPR/DPD-RI periode 2019-2024 pada 1 Oktober 2019, mahasiswa kembali menggelar unjuk rasa di seluruh daerah. Di ibu kota Jakarta, unjuk rasa dipusatkan di gedung DPR, Senin (30/9) kemarin. Pada aksi kali ini, mahasiswa menyuarakan tujuh tuntutan #ReformasiDikorupsi. Tujuh poin itu adalah menolak RKUHP, RUU Minerba, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU KKS. Lalu mendesak pembatalan UU KPK dan RUU SDA. Kemudian mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan RUU PPRT. Poin kedua, mahasiswa menuntut pembatalan pimpinan KPK pilihan DPR. Ke-

tentangan dengan kepentingan Bali, lebih banyak diam, pura-pura tidak tahu dan cenderung menyelamatkan diri sendiri,’’ kata pengamat politik Dr. Ketut Sukawati Lanang Perbawa. Padahal, menurut mantan Ketua KPU Bali ini, ketika terjadi perbedaan kepentingan tiga, menolak TNI & Polri menempati jabatan sipil. Keempat, setop militerisme di Papua dan daerah lain, bebaskan tahanan politik Papua. Kemudian mereka meminta penghentian kriminalisasi aktivis. Keenam, hentikan pembakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera yang dilakukan oleh korporasi, dan pidanakan korporasi pembakar hutan, serta cabut izinnya. Ketujuh, tuntaskan pelanggaran HAM, dan adili penjahat HAM, termasuk yang duduk di lingkaran kekuasaan. Unjuk rasa yang melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah kali ini mulai terjadi gesekan saat hari menjelang petang atas batas waktu dibolehkannya unjuk rasa pukul 18.00 WIB berakhir. Hal. 15 Kerusuhan Pecah

rakyat Bali dan parpol, seharusnya peran wakil rakyat Bali di DPR menjadi lebih eksis.

Perl u n y a wakil rakyat Bali di DPR bersuara lebih lantang juga disampaikan akademisi FISIP Unud I Made Anom Wiranata, S.IP., M.A. ‘’Di samping mengharapkan mereka tidak korupsi, juga dapat bersuara lantang terhadap segala kebijakan dari pemerintah pusat. Merekalah saluran atau perwakilan resmi dari rakyat di daerah,’’ tegas Anom. Diingatkan bahwa mereka duduk di parlemen, di mana parlemen berasal dari ‘’parle’’ yang artinya berbicara atau bersuara. ‘’Jadi wakil rakyat memang berkewajiban untuk

menyuarakan kepentingan konstituennya. Mereka harus rajin mendengarkan masukan dari masyarakat agar yang mereka suarakan memiliki dasar,’’ kata Anom. Baik Lanang Perbawa maupun Anom Wiranata mengatakan bahwa permasalahan Bali yang memerlukan penyelamatan dengan kebijakan pusat cukup banyak. Anom mencontohkan rehabilitasi kerusakan mangrove akibat proyek reklamasi dari Pelindo. Juga soal pencabutan Perpres 51/2014 perlu diperjuangkan agar Teluk Benoa tidak lagi mendapat tekanan berupa pembangunan konstruksi/ investasi yang merusak lingkungan dan budaya. ‘’Dalam masalah-masalah tersebut tidak banyak anggota DPR atau DPD dari wakil Bali yang bersuara lantang, padahal jelas-jelas memberi masalah besar bagi masyarakat,’’ kata Anom. (kmb14)

Bali Post/ade

RICUH LAGI - Demo mahasiswa menyuarakan tujuh tuntutan #ReformasiDikorupsi, Senin (30/9) kemarin, diwarnai kericuhan. Massa dan aparat polisi terlibat bentrok.


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

FIGUR Tekan Laju NPL SAAT ini Non Performing Loan (NPL) di Bank BPD Bali untuk kredit program, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih di bawah satu persen. Sedangkan NPL kredit secara keseluruhan di bawah tiga persen. Bercermin dari hal tersebut, upaya menekan laju NPL terus dilakukan Bank BPD Bali, bahkan tahun ini kredit yang masuk dalam restrukturisasi mencapai Rp 300 miliar. “Salah satu upaya dari cara menekan NPL saat ini, yaitu mengurangi penyaluran kredit ke korporasi. Melakukan pendekatan ke debitur hingga restrukturisasi kredit,” ujar Direktur Utama (Dirut) Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, S.H., M.H. di sela-sela gatthering ke Kota Batu, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Hingga akhir September ini, kata pria asal Ungasan, Kuta Selatan ini, kredit KUR Bank BPD Bali mecapai Rp 750 miliar. Sedangkan targetnya Rp 955 miliar pada tahun 2019, dan realisasinya sudah di atas 77 persen. Dari jumlah tersebut, 47 persen ke sektor produksi dan sisanya ke sektor perdagangan. Tercapainya angka tersebut didukung penetrasi pasar yang lebih digenjot, salah satunya ke sektor UKM. “UKM ini merupakan trademark, sesuai visi Bank BPD Bali. Termasuk menggenjot penyaluran KUR sehingga pertumbuhan Agustus ke September ini tercapai delapan persen,” ujar mantan Kepala Bank BPD Bali Cabang Singaraja ini. Menurutnya, pertumbuhan kredit masih didominasi sektor konsumtif. Sisanya sektor produktif dan sektor UMKM. “Sektor produktif ini dominan mengarah ke sektor perdagangan dan jasa. Untuk properti agak berkurang,” katanya. (rah)

Penerjemah Diganti

Sidang Warga Peru Ditunda Denpasar (Bali Post) Tidak mau penerjemahnya diganti dari yang mendampingi sejak penyidikan di Polda Bali, penelan 950 gram kokain, terdakwa Guido Torres Morales, Senin (30/9) kemarin batal disidangkan. Pria asal negera Peru itu menolak penerjemah bahasa yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tetap meminta penerjemah yang dipakai saat terdakwa disidik di kepolisian. Akhirnya majelis hakim pimpinan Made Pasek menunda sidang tersebut dan meminta jaksa menghadirkan penerjemah yang disebut oleh terdakwa. Sebelumnya terdakwa Guido diamankan pihak Bea dan Cukai Ngurah Rai saat tiba di Bandara Ngurah Rai, 26 Juni lalu. Saat itu terdakwa kedapatan menyelundupkan kokain sebanyak 950 gram neto menggunakan modus swallow (telan). Terdakwa menumpang pesawat Emirates EK 450 rute Dubai-Denpasar. Setibanya di Bandara Ngurah Rai, saat melewati pemeriksaan X-Ray, petugas Bea Cukai Ngurah Rai melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap barang bawaan milik terdakwa. Petugas kemudian melanjutkan dengan pemeriksaan badan dan rontgen di rumah sakit. Setelah dikeluarkan dari dalam tubuh terdakwa terdapat narkotika jenis kokain yang dikemas dalam 125 bungkusan plastik dengan berat total 950 gram neto. (kmb37)

Bali Post/eka

AKSI - Para aktivis mahasiswa dan sejumlah masyarakat menggelar aksi di Denpasar, Senin (30/9) kemarin. Aksi tersebut menuntut pembatalan beberapa rancangan dan undang-undang yang dikeluarkan DPR beberapa waktu lalu.

Aksi ”Bali Tidak Diam”

Bubar Setelah Tuntutan Diterima Ketua Sementara DPRD Bali Denpasar (Bali Post) DPRD Bali dibuat pusing tujuh keliling oleh massa aksi “Bali Tidak Diam” yang ngelurug Gedung Dewan, Senin (30/9) kemarin. Mereka datang sekitar pukul 14.00 Wita dan belum membubarkan diri hingga lebih dari pukul 15.00 Wita. Pasalnya, massa yang terdiri dari elemen mahasiswa, buruh, seniman, jurnalis bahkan pelajar ini masih belum puas walaupun sudah diterima oleh Wakil Ketua Sementara DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry dan sejumlah anggota dewan. Sebab, mereka menginginkan agar tujuh poin tuntutan yang disampaikan bisa diterima sekaligus ditandatangani Ketua Sementara DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama. “Massa meminta agar Ketua Sementara DPRD Bali menandatangani surat pernyataan mendukung tujuh tuntutan mereka di atas materai 6000,” ujar Anggota DPRD Bali I Nyoman Suyasa. Politisi Gerindra yang baru akan dilantik menjadi Wakil Ketua DPRD

Cat Tembok V-tex

Dapat Sepeda Motor Tanpa Diundi

Bali, Selasa (1/10) hari ini mengaku sudah siap untuk menandatangani surat tersebut. Namun massa menginginkan Ketua DPRD Bali yang menandatangani. “Sebenarnya bisa juga, kita kan pimpinan walaupun belum definitif. Besok (hari ini, red) baru definitif. Tapi kan sudah ada Wakil Ketua Sementara. Harusnya sudah bisa, kita kan kolektif kolegial,” jelasnya. Suyasa menambahkan, dewan hanya menampung tuntutan massa aksi. Kemudian menyalurkan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat. Lantaran massa tetap bersikeras, Wakil Ketua Sementara DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry lantas menghubungi Adi Wiryatama agar datang ke kantor. Selang beberapa menit, Wiryatama kemudian datang dan langsung disodori tuntutan massa untuk dibaca sekaligus ditandatangani. Politisi PDI-P asal Tabanan itu sempat meminta maaf, ia tidak di kantor lantaran sedang melakukan terapi pasca-operasi saraf kejepit.

Itupun ia sebetulnya ada di kantor hingga pukul 13.30 Wita. Hanya saja massa terlambat datang dari jadwal sebelumnya pukul 12.00 Wita. Kendati demikian, Wiryatama mengatakan siap mengawal, menerima, melanjutkan, sekaligus memfasilitasi tuntutan massa. Kemudian membacakan tuntutan dan menandatanganinya di atas materai 6000. “Tuntutan saudara saya sudah fasilitasi. Sekarang saya harapkan bubar dengan baik-baik biar selamat sampai di rumah. Merdeka,” ujarnya. Massa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 16.00 Wita. Adapun tujuh tuntutan massa aksi “Bali Tidak Diam”, yakni menolak RKUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan. Mendesak pembatalan UU KPK dan UU SDA. Mendesak disahkannya RUU PKS dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Batalkan Pimpinan KPK bermasalah pimpinan DPR. Tolak TNI dan Polri

Denpasar Tak Disalahkan Soal PHR

Pemprov akan Beri Insentif untuk Bangli Denpasar (Bali Post) Ribut-ribut masalah dana bagi hasil Pajak Hotel dan Restoran (PHR) yang tidak lagi diberikan Kota Denpasar untuk Kabupaten Bangli, sampai juga ke telinga Gubernur Bali Wayan Koster. Lantaran PHR merupakan kewenangan kabupaten/kota, menurutnya, hal itu tidak bisa dipersoalkan. Selain itu, memang tidak ada perintah dalam undang-undang yang mengharuskan kabupaten/kota membagi PHR-nya ke daerah lain.

HADIAH - Dapat kupon Pasti Dapat Hadiah! Eddy Santoso (perwakilan PT Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah) memberikan hadiah langsung kepada M. Syaiful Rizal, pemenang Kupon Pelangi. M. SYAIFUL Rizal yang bekerja sebagai kontraktor mendapatkan rezeki di bulan September ini, saat ia membeli cat tembok V-tex kemasan 4,5 kilogram di Toko Bangunan Cipta Jaya Konstruksi sewaktu di Denpasar. Ketika membuka kaleng, ia mendapatkan Kupon Pelangi yang bertuliskan “Selamat, Anda Mendapatkan 1 Unit Sepeda Motor”. Ditanya bagaimana dengan kualitas cat tembok V-tex, ia menjawab, “Harga lebih terjangkau dan kualitasnya bagus. Beruntung dua kali, sudah dapat cat yang bermutu dapat juga hadiah sepeda motor tanpa diundi.” Program Pelangi Hadiah ini diperuntukkan bagi pemakai langsung produk-produk Tunggal Djaja Indah. Motto program ini adalah “Dapat Kupon, Pasti Dapat Hadiah”

dan juga hebatnya program ini tanpa diundi. Jika ada kuponnya (dalam bentuk sachet) pasti ada hadiahnya. Program ini dapat diikuti konsumen dengan membeli cat tembok Paragon ukuran 5/20/30 kilogram, cat tembok V-tex 4,5/20 kilogram, cat besi Picolux 0,9 liter, cat besi Polibest 0,8 kilogram, dan cat Paragon Waterproof 4/20 kilogram, dapat dibeli di toko-toko bangunan yang menjual produk Tunggal Djaja Indah. Adapun hadiah-hadiah yang dapat dimenangkan secara langsung adalah sepeda motor, LED TV, magic com, kompor dan voucher cash back. Cat yang berkualitas baik, harga terjangkau dan ditambah dengan hadiah langsung tanpa diundi hanya di produk-produk PT Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah. (ad1020)

Topik : WARGA KELUHKAN PELAYANAN PDAM

menempati jabatan sipil. Stop militerisme di Papua dan daerah lain, bebaskan tahanan politik Papua segera. Usut pelaku kekerasan dan menghalang-halangi kerja jurnalis, hentikan intimidasi dan kriminalisasi jurnalis, pegiat HAM dan aktivis. Hentikan pembakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera yang dilakukan oleh korporasi, dan pidanakan korporasi pembakar hutan, serta cabut izinnya. Tuntaskan pelanggaran HAM dan adili penjahat HAM, termasuk yang duduk di lingkaran kekuasaan dan pulihkan hak-hak korban segera. Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan dan Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa atas aksi unjuk rasa yang berjalan aman, damai dan tertib. “Kami apresiasi aksi mahasiswa ini sangat tertib dan damai. Sudah sepatutnya kita semua menjaga Bali tetap aman dan kondusif,” tegasnya. (kmb32/ kmb36)

“Dia mau mengalokasikan berapa besar, ya... itu tergantung. Tidak ada perintah undang-undang dia harus membagi uang PHR-nya ke daerah lain,” ujarnya di Jayasabha, Denpasar, Senin (30/9) kemarin. Masalah antara Denpasar dan Bangli, lanjut Koster, hanya terkait dengan semangat kebersamaan atau tidak masuk dalam koridor konstitusi. Dalam hal ini pihaknya tidak bisa menyalahkan Pemkot Denpasar. Hanya Pemkot Denpasar perlu memberi tahu sekaligus memberikan pemahaman kenapa tidak lagi mengalokasikan dana bagi hasil PHR untuk Pemkab Bangli. Yakni karena sekarang sumber pendanaannya tidak cukup. “Karena dulu pernah dikasi, sekarang nggak dikasi, ya dikasi tahulah supaya tidak diharap-harap untuk dibelan-

jakan. Ini masalahnya kan dihentikan tanpa pemberitahuan, kan itu aja masalahnya,” terangnya. Mengenai ancaman Bupati Bangli yang akan menguruk sungai yang mengalir ke Denpasar dengan sampah dan oli, menurut Koster, itu merupakan soal lain. Mengingat Bangli selama ini harus menjaga alamnya. Kemudian, berkontribusi di dalam penyediaan air karena sumber air di Bangli mengalir ke kabupaten/ kota lain di Bali. Selanjutnya air tersebut digunakan oleh masyarakat untuk kehidupan, pertanian, hingga pariwisata. “Harus ada kompensasi, itu betul. Ini sedang mau saya sinkronkan untuk tahun 2020. Kalau saya memang sudah dari dulu memikirkan, memang harus ada kebijakan untuk memberikan insentif kepada Kabupaten Bangli

sebagai wilayah konservasi,” jelasnya. Koster menambahkan, pemberian insentif yang dimaksud tidak perlu dengan mengembalikan lagi pengelolaan PHR ke provinsi. Sebab, PHR merupakan hak kabupaten/kota sehingga tidak perlu diganggu. Namun bisa dalam bentuk kerja sama antara perusahaan daerah di kabupaten/kota atau kerja sama langsung antara pemerintah daerah terkait penggunaan air. “Di luar yang itu adalah pemerintah provinsi yang harus memberi perhatian kepada Bangli,” imbuh mantan anggota DPR-RI ini. Koster memastikan Pemprov Bali akan segera memberikan insentif untuk Bangli. Mengingat hal itu sudah menjadi salah satu skema kebijakannya dalam memimpin Bali. Untuk saat ini memang belum lantaran pihaknya masih fokus pada prioritas lain. Sementara itu, anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, masalah kepariwisataan harus ditangani secara integral di bawah koordinasi pemerintah provinsi. Dalam hal ini, provinsi tidak perlu sampai memberikan insentif.

PHR pun bisa tetap dibagikan langsung oleh kabupaten/kota penghasil, namun atas arahan Badan Strategis Kepariwisataan yang dibentuk di tingkat provinsi. Dengan demikian, dana bagi hasil PHR tidak semata-mata masuk ke APBD dan dianggap sebagai hak oleh kabupaten penerima. Sebab, hal itu akan membuat penggunaan PHR menjadi tidak bisa dikontrol sesuai apa yang menjadi harapan dunia pariwisata. Misalnya, dana itu justru dipakai untuk membeli kendaraan. Menurut Adhi Ardhana, dana bagi hasil PHR mestinya dipakai untuk lingkungan hidup, destinasi, dan infrastruktur. Kalau Bangli fokus pada lingkungan hidup, Badan Strategis Kepariwisataan bisa mengarahkan agar PHR dipakai untuk memelihara danau sehingga tidak terlalu banyak karamba di sana. Di samping itu, bisa juga dipakai untuk memperbaiki jalan destinasi yang rusak ataupun menggarap destinasi yang menarik.(kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Tiga Jabatan Penting di Polda Diisi Putra Bali Denpasar (Bali Post) Mutasi pejabat utama Polda Bali kembali bergulir dan serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan di Gedung Perkasa Raga Garwitha (PRG), Senin (30/9) kemarin. Tiga jabatan penting diisi putra Bali. Yakni, Kombes Pol. Ida Bagus Komang Ardika sebagai Direktur Resnarkoba menggantikan Kombes Pol. Gunarso, Kombes Pol. I Nyoman Sukena sebagai Kabid Labfor dan Kapolres Jembrana dijabat AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa menggantikan AKBP Budi Pardamean Saragih. Saat memberi sambutan, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menegaskan, mutasi jabatan merupakan dinamisasi organisasi yang berlangsung secara terstruktur dan berkelanjutan. Mutasi dilaksanakan konsisten sebagai wujud pengembangan sebuah organisasi. Menurutnya, tanggung jawab atas suatu jabatan adalah amanat sekaligus kepercayaan dari pimpinan Polri. Untuk itu, siapa pun harus siap menjalankan tugas baru dengan sebaik-baiknya.

Kapolda Golose mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kombes Pol. Gunarso dan AKBP Budi Pardamean Saragih atas dedikasi serta loyalitasnya selama menjabat sebagai Direktur Resnarkoba dan Kapolres Jembrana. Banyak hal yang telah disumbangkan kepada Polda Bali, berupa pemikiran, langkah-langkah strategis, implementasi pelaksanaan tugas serta terobosan kreatif sehingga mampu meningkatkan kinerja Polda Bali dan diakui oleh masyarakat terutama dalam pemberantasan narkoba. Selanjutnya Gunarso menempati jabatan baru sebagai Pemeriksa Utama Provos Divpropam Mabes Polri, dan Budi Pardamean Saragih sebagai Kapolres Pematang Siantar, Polda Sumut. Jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini memerintahkan kepada jajaran Direktorat Resnarkoba untuk berkerja keras bersama direktur yang baru memerangi peredaran narkoba di Bali. Menunjukkan prestasi melalui pengungkapan narkoba, bukan saja pada level pengedar tapi juga dapat mengungkap para bandar

Bali Post/ist

SERTIJAB - Sertijab Direktur Resnarkoba dan Kabid Labfor Polda Bali serta Kapolres Jembrana dilaksanakan di Gedung Perkasa Raga Garwitha (PRG), Senin (30/9) kemarin. narkoba. Apalagi Komang Ardika asli Bali, sehingga wajib memutus peredaran narkoba di Pulau Dewata ini. Kapolda asal Manado, Sulawesi Utara ini mengingatkan, Kapolres Jembrana yang baru, Adi Wibawa supaya mengatensi Pelabuhan Gilimanuk yang merupakan pintu masuk Pulau Bali. Kapolres diharapkan mampu mengembangkan potensi dan kearifan lokal di wilayah tugasnya. Caranya, mengerahkan seluruh kemam-

puan Polres Jembrana melibatkan partisipasi masyarakat sehingga mampu berkontribusi dalam setiap kegiatan ataupun permasalahan. Kepada Kabid Labfor Polda Bali diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih baik bagi Polda, khususnya dalam hal penanganan TKP maupun pengungkapan kejahatan yang membutuhkan identifikasi forensik, sehingga hasilnya dapat terselesaikan secara maksimal. (kmb36)


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

Rencana Pembangunan Puskesmas Kutsel II

Camat akan Mohonkan Lahan Pemprov di Ungasan Mangupura (Bali Post) -

Di Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) dengan jumlah penduduk sebanyak kurang lebih 100 ribu jiwa, hanya ada satu Puskesmas Induk. Dengan jumlah penduduk yang cukup banyak dan tersebar di enam desa/kelurahan, satu puskesmas saja dinilai kurang memadai. Untuk itu, dalam waktu dekat Kecamatan Kutsel berencana membangun tambahan satu Puskesmas Induk.

CEK LAHAN - Camat Kutsel I Made Widiana bersama Bendesa Ungasan Wayan Disel Astawa serta pihak terkait melakukan pengecekan lahan yang rencananya dijadikan Puskesmas Kutsel II, Senin (30/9) kemarin.

Tidak hanya itu, ke depannya puskesmas yang ada di Kutsel dirancang untuk bisa melayani rawat inap. Sebagai langkah awal, Senin (30/9) kemarin Camat Kutsel I Made Widiana bersama Bendesa Adat Ungasan Wayan Disel Astawa serta pihak terkait melakukan pengecekan lahan yang rencananya dijadikan Puskesmas Kutsel II. Camat Kutsel I Made Widiana mengatakan, dari hasil pengecekan di lapangan, ada satu lokasi di Ungasan yang dinilai cocok untuk pembangunan puskesmas. Lahan dimaksud yakni aset Pemprov Bali di dekat Hotel Renaisance. Dari luas total sembilan hektar, pihaknya akan memohon ke Gubernur untuk memanfaatkan beberapa puluh are

jutnya kedua buruh ini ke luar menuju Jalan Sunset Road dan melihat mobil menabrak pohon perindang jalan. Saat mendekati truk itu, tidak ditemukan sopir maupun kernetnya. Mereka langsung balik ke rumah bedeng. ‘’Tapi setibanya di SPBU, ada polisi tiba di TKP,’’ ujar sumber yang tak mau ditulis namanya. Sementara dari keterangan Bripka I Gede Suda Bayu, sekitar pukul 05.15 Wita ia sedang tugas jaga di portal Polsek Kuta. Saat itu dia menerima telepon dari masyarakat bahwa ada lakalantas di Sunset Road. Bripka Suda langsung ke TKP, dan setibanya di sana truk masih di sana. ‘’Kondisi bodi depan kiri truk ringsek serta ban depan kirinya lepas,’’ ungkapnya.

Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin saat dikonfirmasi mengaku mendapat informasi adanya kejadian tersebut. ‘’Di TKP itu ada dua kasus, lakalantas dan penyelundupan penyu. Sopir truk masih dicari oleh anggota Satlantas dan Polsek Kuta,’’ tegasnya. Kanitlantas Polresta Denpasar Iptu Tiviasih mengatakan, dari pengecekkan terhadap truk tersebut, diketahui masa berlaku STNK DK 9363 KI habis pada 28 Januari 2019. Hasil pemeriksaan saksisaksi, lanjut Tiviasih, sebelum kejadian truk bergerak dari arah utara. ‘’Setibanya di TKP, sopir truk tidak bisa menguasai kendaraan sehingga oleng ke kiri dan menabrak pohon perindang,’’ tegasnya. (kmb36)

Bali Post/ist

Truk Bermuatan Penyu Langka Tabrak Pohon Perindang

Mangupura (Bali Post) Tabrakan tunggal terjadi di depan Kantor Pos Legian di Jalan Sunset Road, Kuta, Senin (30/9) kemarin. Truk engkel menabrak pohon hingga bagian depannya ringsek. Setelah diperiksa polisi, ternyata truk tersebut mengangkut puluhan penyu langka ukuran besar atau dewasa. Sedangkan sopir dan kernet truk langsung kabur. Menurut informasi, kejadian berlangsung sekitar pukul 04.00 Wita. Truk tersebut membawa 20 ekor penyu. Sumber menyampaikan, dari keterangan dua saksi, Minudin (40) dan Yudi (45), saat kejadian mereka berada di rumah bedeng di belakang SPBU dan mendengar suara benturan sangat keras. Selan-

Suda berusaha mencari sopir beserta kernetnya, serta mencari informasi di sekitar TKP. Tetapi tidak ada orang yang mengetahui keberadaan sopir dan kernet tersebut. Ia pun mengecek surat-surat kendaraan yang ditemukan di dalam laci depan truk. Setelah itu, dilakukan pengecekan terhadap barang yang ada di dalam bak mobil, ternyata ditemukan puluhan satwa langka jenis penyu yang dilindungi. Atas temuan tersebut, akhirnya dia melapor ke Polsek Kuta dan tidak lama kemudian datang Aiptu Misahur dan Aipda Oka. Polisi langsung mengevakuasi puluhan penyu tersebut ke mobil pick up dan dibawa ke Mapolsek Kuta. Kasubag Humas Polresta

Daihatsu Resmi luncurkan New astra Daihatsu Sigra

Peluncuran New Astra Daihatsu Sigra oleh Tetsuo Miura (Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor) dan Supranoto (Chief Executive PT Astra International Daihatsu Sales Operation) Setelah 3 tahun sejak peluncurannya, Sigra telah menjadi salah satu pemain utama di segmen LCGC MPV di Indonesia. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan ritel pasar otomotif na-

Berdasarkan survei, pelanggan Astra Daihatsu Sigra menginginkan desain yang fresh, fitur lebih praktis & fungsional, dan biaya ownership yang terjangkau. Menjawab kebutuhan tersebut, Daihatsu meluncurkan New Astra Daihatsu Sigra pada 16 September 2019. New Sigra tampil lebih stylish dan modern dengan grille, bumper, rear garnish yang baru, dan lampu depan yang telah menggunakan LED. New Sigra juga dilengkapi polished alloy wheel desain baru 14 inch yang tampil dinaPenjelasan Produk New Astra Daihatsu Sigra oleh Bpk. Soni Satriya (EC Design Engineering PT Astra mis dengan mud guard Daihatsu Motor) pada ke-empat rodanya. Pada sisi Interior, suasana sional, mencapai sekitar 675 ribu kabin New Sigra tampil berbeda unit hingga YTD Agustus 2019, dengan sentuhan nuansa warna atau turun 11% dibandingkan 2-tone colors dark & light grey, periode yang sama tahun lalu. memberikan kesan lebih mewah. Pada segmen LCGC hingga YTD Pada bagian center cluster, knob Agustus 2019, mencapai 143.632 AC tampil lebih kekinian dan memuunit, atau menurun 4% dibandingdahkan pengguna dalam mengatur kan tahun lalu. Namun, kontribusi suhu kabin dalam mobil. New Sigra di segmen LCGC meningkat dari juga dilengkapi dengan 2-DIN 19,7% pada tahun 2018, menjadi touchscreen audio, serta electric 21,3% pada 2019. retractable mirror pada beberapa Sementara itu, penjualan varian. LCGC Daihatsu meningkat Dalam hal fitur keamanan, sebesar 6% dibanding periode New Sigra dibekali dengan yang sama tahun sebelumnya, rear parking camera di dari total volume 47.622 unit menbeberapa varian untuk jadi 49.093 unit, atau kenaikan membantu visibilitas kontribusi dari 37% menjadi 43%. pengguna, agar pengDaihatsu Sigra juga mengalami guna merasa lebih peningkatan kontribusi dari 25% safe saat bermanumenjadi 29% dari total volume ver mundur. New 33.718 unit dibanding tahun lalu Sigra tersedia dalam yang mencapai 31.813 unit. 7 pilihan warna, Daihatsu selalu memberikan dengan 3 pilihan yang terbaik kepada pelanggan.

warna terbaru, yaitu Glittering Silver Metallic, Bronze Metallic, dan Orange Metallic, serta harga yang dimulai dari Rp.114.000.000 untuk varian terendah, hingga Rp.156.750.000 untuk varian tertinggi. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap produk Daihatsu. Kami percaya, masyarakat Indonesia akan tetap mencintai dan menerima Astra Daihatsu Sigra sebagai Sahabat Impian Keluarga. Dengan Astra Daihatsu Sigra, pelanggan dapat mewujudkan impian mereka untuk memiliki mobil idaman bagi keluarga. Astra Daihatsu Sigra, #ImpianKeluargaJadiNyata,” ujar Tetsuo Miura, President Director of PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

sebagai lokasi pembangunan Puskesmas Kutsel II. ‘’Kita melalui beberapa kali musrenbang belum bisa tembus untuk pembangunan puskesmas karena terkendala lahan. Oleh sebab itu, kami mengecek lahan yang ada di wilayah Kuta Selatan terutama milik pemerintah, baik itu milik pemkab atau milik provinsi,’’ katanya. Selain rencana pembangunan Puskesmas Kutsel II, untuk Puskesmas Kutsel I yang sudah ada saat ini akan dilakukan relokasi. Hal ini mengingat luas lahan yang sangat sempit yakni tidak lebih dari tiga are. Pihaknya berencana merelokasi puskesmas tersebut ke fasum/fasos di Perumahan Permata Nusa Dua. ‘’Di sana ada lahan luasnya

sekitar 20 are dan saat ini sedang diusulkan dan masih berproses di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Mudah-mudahan tahun ini sudah diserahkan oleh pengembang dan bisa menjadi kewenangan pemerintah untuk mengatur,’’ katanya. Untuk Puskesman Kutsel II, pihaknya menargetkan paling tidak tahun 2020 pemanfaatan lahan sudah disetujui, dan tahun 2021 sudah realisasi pembangunan fisik. Sedangkan untuk relokasi Puskesmas Kutsel I diharapkan tahun 2020 sudah direalisasikan namun dengan pertimbangan anggaran pemerintah memadai. ‘’Puskesmas Kutsel I ke depan akan mewilayahi Tanjung Benoa, Benoa dan Kutuh. Sedangkan untuk Puskesmas

Kutsel II akan mewilayahi Ungasan, Pecatu dan Jimbaran,’’ bebernya. Terkait relokasi Puskesmas Kutsel I ke lahan yang ada di Perumahan Permata, kata dia saat ini sedang proses kajian. Semua prosedur sedang digodok oleh tim. Dari pihak pengembang sudah setuju untuk menyerahkan fasum/fasos ke pemerintah. Sedangkan bekas lahan Puskesmas Kutsel I nantinya akan diserahkan kepada Bagian Aset yang nantinya dapat digunakan untuk kepentingan desa baik itu balai desa maupun sekretariat desa adat. Sementara itu, Bendesa Adat Ungasan Wayan Disel Astawa mengatakan, masyarakat berharap rencana pemanfaatan lahan di Ungasan milik pemprov untuk pembangunan puskesmas dapat terwujud. Secara prinsip, pihaknya mendukung pembangunan itu. Selain puskesmas, di lahan itu juga diusulkan untuk pembangunan SMA atau SMK. (kmb23)


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Unmas Denpasar Menjadi PT yang Hebat dan Unggul REKTOR Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd., Senin (30/9) kemarin mewisuda sebanyak 572 orang dari 1.090 wisudawan periode September-Oktober 2019. Dengan bergabungnya sejumlah perguruan tinggi (PT) di bawah Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar menjadikan Unmas sebagai PT yang hebat dan unggul. Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. saat memberikan pidato di acara wisuda kemarin. Dia menjelaskan, 2019 menjadi sejarah bagi Unmas karena Yayasan PR Saraswati Pusat melakukan penyatuan empat lembaga pendidikan tinggi yaitu Akademi Farmasi menjadi Fakultas Farmasi (Prodi D-3 dan S-1 Farmasi), Sekolah Tinggi Bahasa Asing menjadi Fakultas Bahasa Asing (Prodi Bahasa Inggris dan Prodi Bahasa Jepang). Universitas Mahasaraswati Mataram berubah bentuk menjadi Prodi PSDKU (Program Studi Diluar Kampus Utama) meliputi Prodi Manajemen, Hukum, Teknik dan Agribisnis. Dalam penyatuan ini Unmas membuka prodi baru yaitu Teknik Lingkungan. Dengan penyatuan ini, kata Bagus Ketot Lodji, akan membuat Unmas hebat karena semakin kuat dan berdaya saing tinggi. Gejala ini sudah dirasakan di mana mahasiswa barunya tahun ini terbanyak di Bali yakni 3.800 mahasiswa dari 10.000 pelamar. Jika diperkuat lagi dengan jumlah dosennya yang meraih doktor dan lektor kepala serta semua prodinya meraih akreditasi A, saat itu Unmas menjadi PT hebat dan unggul dalam Tri Dharma PT. Pujian juga datang dari Sekpel LLDikti Wilayah VIII (Bali, NTB dan NTT) Ir. AAN Rai Indra Wardana bahwa Unmas menjadi PT yang kuat setelah bergabungnya sejumlah PT di bawah yayasan yang sama menjadi Unmas Denpasar. Hal ini patut dicontoh oleh PT lain di Bali yang mau merger bersama. Dengan demikian jumlah PT di Indonesia yang terlalu gemuk makin berkurang dan se-

WISUDA - Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Bagus Ketut Lodji memberi selamat atas kesuskesan Rektor Unmas Made Sukamerta di acara wisuda. mua mengarah pada kualitas. Sementara itu, Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta menegaskan dengan bergabung ke Unmas, Universitas Mahasaraswati Mataram berubah bentuk menjadi PSDKU. Untuk itu masyarakat Lombok tak perlu ragu kuliah di Unmas melalui PSDKU di Lombok. PSDKU ini adalah asas legalitas yang dimiliki Unmas dari Kemenristekdikti untuk Prodi Manajemen, Hukum, Teknik dan Agribisnis. Ijazahnya atas nama Unmas Denpasar. ‘’Itulah nilai positif lulusan Unmas di Lombok,’’ tegasnya. Pada bagian lain, Rektor didampingi Ketua Panitia Wisuda Dr. I Wayan Widnyana, S.E., M.M. menegaskan semua sarjana Unmas dicetak secara berkualitas. Lulusannya tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi juga menjadi pencipta kerja. Keberhasilan sangat bergantung pada kemampuan membaca peluang dan menciptakan peluang kerja. Makanya Unmas selalu

berpedoman pada regulasi yang ada yaitu untuk menjadikan lembaga pendidikan tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional dan regional untuk mampu menghasilkan lulusan yang bermutu serta berorientasi pada kebutuhan pasar. Termasuk menghadapi kehadiran Revolusi Industri 4.0. Saat itu juga ditandatangani MoU Unmas dengan Pemkab Karangasem, Kantor Wilayah BPN Bali dan LSP. Rektor Made Sukamerta juga menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik. Lulusan terbaik di FEB diraih Komang Yudayana (3,85), Fak. Teknik Angela Marinci Carolina (3,68), Fak. Pertanian Gusti Alit Ady Mulyawan (3,75), FKG oleh Ade Wiguna Sasmita (3,37). Untuk FKIP diraih Gradiana H.Mbasur (3,92), Fak. Farmasi oleh I.A. Pradnya Dewi (3,86), FBA diraih Made Hardinata Wijakesuma (3,97) dan PPS oleh I Putu Gede Taman Adnyana (3,92). (ad1034)

ATRO Bali Wisuda 62 Orang Ahli Madya Radiologi AKADEMI Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (ATRO) Bali mewisuda sebanyak 62 orang ahli madya radiologi. Wisuda IX ATRO Bali diselenggarakan di Agung Room Inna Grand Bali Beach, Sanur, Senin (30/9) kemarin. Wisuda kali ini dihadiri oleh kalangan civitas akademis ATRO Bali, pihak yayasan, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, LLDikti, sejumlah kepala rumah sakit di Bali, dan wisudawan serta keluarganya. ATRO Bali merupakan akademi di bidang kesehatan yang berdiri di bawah Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali, dengan akreditasi B. Telah menamatkan para ahli radiologi mencapai ratusan orang, dan terserap di dunia kerja, baik di rumah sakit di Bali maupun luar Bali. Wisuda kali ini, Ni Kadek Dwik Kristinayanti sebagai lulusan terbaik. Persentase yang diserap dari tahun ke tahun tidak saja di rumah sakit dan klinik di Bali, namun juga ada di luar Bali. Dalam menghadapi peluang tersebut, para lulusan maupun keluarga wisudawan agar membuka diri untuk para lulusan bisa mengabdi di luar Bali. Direktur ATRO Bali dr. I Bagus Gede Dharmawan, Sp.Rad. mengatakan, ATRO Bali telah sembilan kali menggelar wisuda. Dalam menyikapi perkembangan global saat ini, ATRO Bali dalam mendidik para mahasiswa telah melengkapi diri dengan labotarium yang lengkap. Bahkan, Labotarium ATRO Bali merupakan labotarium terlengkap di Indonesia. ATRO Bali merupakan tempat pendidikan satu-satunya

WISUDA - Direktur ATRO Bali dr. I Bagus Gede Dharmawan, Sp.Rad. mewisuda 62 orang mahasiswa yang telah lulus. bergerak di Bali yang memberikan pendidikan radiologi kesehatan. Labotarium ATRO Bali dilengkapi dengan CT-scan, MRI, CR (Computer Radiografi). Selain itu juga ada pelatihan proteksi radiasi. ‘’Kita satu-satunya swasta di Indonesia yang dipercaya oleh Batan (Badan Tenaga Atom Nasional) dan Bapaten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) untuk melaksanakan kegiatan pelatian proteksi radiasi,’’ katanya. ATRO Bali juga menyiapkan diri bekerja sama dengan institusi di luar negeri, seperti India, Thailand, Singapura, di mana tujuannya adalah bagaimana meningkatkan mutu kelulusan mahasiswa. Untuk itu, mahasiswa di ATRO Bali juga

diberikan pelatihan, seminar dan workshop radiologi, yang pencapaiannya telah diakui oleh Kemenristekdikti sebagai kegiatan terbaik di Indonesia. Perwakilan Yayasan H. Burlian Mughnie dalam sambutannya sangat bangga dan bersyukur ATRO Bali telah menorehkan prestasi yang membanggakan selama ini. Lulusannya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bali dan sekitarnya. Bahkan, ATRO Bali dipercaya sebagai tempat diklat bagi petugas profesi radiologi dari Batan. Saat ini kompetensi radiologi sangat pesat perkembangannya, sehingga mau tidak mau harus belajar terus. Peluangnya lebih besar dibandingkan dengan bidang keahlian lainnya. (ad865)

Pendidikan Karakter Melalui Diksha Suputra

I Gede Putu Yasa Doktor Ke-72 Unhi Denpasar PROGRAM Studi Doktor (Prodi S-3) Ilmu Agama dan Kebudayaan Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan seorang Doktor, Senin (30/9) kemarin. Kali ini adalah seorang dosen DPK di Stipol Wira Bhakti Denpasar, Drs. I Gede Putu Yasa, M.Si. Pada ujian terbuka promosi doktor, Ketua Badan Pengawas Koperasi Artha Nusantara YKP Provinsi Bali ini merupakan Doktor ke-72 Unhi Denpasar dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Dalam disertasinya, Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan Stipol Wira Bhakti Denpasar ini meneliti tentang ‘’Pendidikan Karakter Melalui Dhiksa Suputra di Ambar Asram’’. Dikatakan bahwa Ambar Ashram berbasis agama Hindu yang terletak di Banjar Nyuh Kuning, Ubud, Gianyar memiliki keunikan, yaitu menerapkan yoga melalui konsep tertawa. Konsep ini pada intinya mengembangkan dan mengharmoniskan cakra-cakra dalam tubuh dengan perasaan yang gembira dan bahagia, sehingga proses perkembangannya terjadi secara alami tanpa paksaan. Uniknya, tertawa yang dilakukan bukanlah sembarang tertawa, namun merupakan kombinasi dari hurup yang memiliki kekuatan merangsang perkembangan cakra-cakra yang ada dalam tubuh manusia. Selain itu, ashram ini juga membentuk karakter anak-anak yang berada dalam usia brahmacari menggunakan konsep ‘’Dhiksa Suputra’’, yaitu penyaluran energi Dhiksa dengan konsep keseimbangan dan keharmonisan. Tujuannya agar anak menjadi fokus dalam

DOKTOR - Dr. Drs. I Gede Putu Yasa, M.Si. berfoto bersama Rektor Unhi Denpasar Prof. Damriyasa dan Dewan Penguji lainnya pada ujian terbuka promosi Doktor Unhi Denpasar, Senin (30/9) kemarin. segala hal. Dalam penelitiannya, ada dua pertimbangan yang melandasi pentingnya pendidikan karakter melalui Dhiksa Suputra. Yaitu pertimbangan ideologis yang dilakukan secara sistematik dan terstruktur dalam menanamkan nilai-nilai yang dijadikan pendoman hidup dan pertimbangan praktis yang merupakan pembiasaan disiplin sejak dini. ‘’Upacara Dhiksa yang dilakukan di Ambar Ashram pada dasarnya memberikan fondasi kuat pada generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman,’’ ujar I Gede Putu Yasa, Senin kemarin. Selain itu, pria kelahiran Badung, 22 Juni 1959 ini mengatakan bahwa upacara dhiksa suputra juga berdampak pada terbangunnya rasa percaya diri anak-anak dalam memerangi kebodohan melalui belajar fokus

tekun dan ulet, sehingga menyebabkan seorang anak menjadi sukses dan bahagia. Melalui penelitiannya ini, diharapkan pengambil keputusan di bidang pendidikan agar memberikan pendidikan karakter kepada anakanak didik. Sebab, pendidikan karakter menjadi fondasi penting dalam perkembangan peserta didik di masa yang akan datang. ‘’Pendidikan karakter juga sangat penting diberikan sejak dini oleh orangtua anak, seperti penanaman nilai-nilai kebaikan dan kejujuran,’’ pungkas suami dari Ni Luh Gede Sukerni ini. Ujian terbuka promosi doktor dipimpin langsung oleh Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Prof. Dr. Ida Ayu Gede Yadnyawati, M.Pd. selaku Promotor, Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si. selaku Kopromotor, dan diuji 8 dewan penyanggah lainnya. (ad1033)

Komisi III DPRD Badung Kunjungi DPMPTSP GUNA meninjau pelayanan publik dan perizinan di Badung, Komisi III DPRD Badung melakukan kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Senin (30/9) kemarin. Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi III I Putu Alit Yandinata tersebut diterima Kepala DPMPTSP Badung Made Agus Aryawan beserta sejumlah staf. Hadir pula anggota Komisi III Nyoman Satria, Ni Komang Tri Ani, Made Suryananda Pramana, Nyoman Graha Wicaksana, Wayan Sandra dan Made Yudana. Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata mempertanyakan saat ini nilai jual objek pajak (NJOP) di Badung terlalu tinggi. Mempermudah sistem perizinan akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Pihaknya pun menerangkan akan mempermudah regulasi hukum dengan kondisi saat ini. ‘’Jika regulasinya mudah, maka akan menarik investor menanamkan modal di Badung. Dengan banyaknya investasi maka otomatis pendapatan juga akan naik,’’ katanya. Agar investasi semakin banyak di Badung, pihaknya menginginkan agar pengurusan izin bisa dipercepat. ‘’Jangan membuat sistem yang dapat menghambat investasi. Yang kita inginkan pelayanan kepada masyarakat baik. Yang masyarakat inginkan pelayanan mudah, murah, cepat dan efisien. Penanaman modal merupakan pelaku utama terhadap investasi, inovasi harus luar biasa,’’ kata Alit Yandinata. Beberapa kebijakan, kata politisi asal Abiansemal Dauh Yeh Cani ini, perlu dipertimbangkan. Misalnya, menolkan retribusi, dengan catatan potensi pajak yang jelas. Ketika berbasis ekonomi bisnis, tetap

KUNJUNGAN - Komisi III DPRD Badung melakukan kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Senin (30/9) kemarin. ditargetkan dan dikenakan pajak. ‘’Jadi izin tetap diurus, pajak tetap dikenakan. Jika retribusi dinolkan, makan akan memotivasi masyarakat untuk mengurus izin. Pajaknya tetap kita dapat,’’ katanya. Nyoman Graha Wicaksana mempertanyakan terkait adanya pemalsuan IMB akhir-akhir ini. ‘’Kenapa pemalsuan itu bisa terjadi,’’ tanyanya. Sementara anggota lainnya, Nyoman Satria, menerangkan kegiatan ini merupakan komitmen Komisi III untuk mengunjungi dinas-dinas penghasil PAD. Pihaknya pun memberikan apresiasi terhadap DPMPTSP untuk mengubah sistem pengelolaan perizinan. ‘’Terakhir, kita undang Dinas Pendapatan untuk dikonfrontasi data agar balance, untuk bisa menjadi tolok ukur,’’ imbuhnya. Kepala DPMPTSP Badung I

Made Agus Aryawan mengatakan, pihaknya sangat setuju jika perizinan dipermudah, namun tetap harus sesuai aturan. DPMPTSP bahkan sudah melakukan dengan membuat sistem online. Berbicara kemudahan harus dimulai dari payung hukum dulu. ‘’Berbagai upaya sudah dilakukan namun tidak boleh menabrak perda. Harus ada langkah fundamental, setuju dipermudah dan diperpendek. Perizinan ada pembatas-pembatas yang mengatur, ada tata ruang, termasuk perumahan ada batasnya. Syarat-syarat tertentu harus lunas pajak,’’ ungkapnya. Sementara terkait pemalsuan IMB, Agus Aryawan mengatakan sudah melaporkan dua kasus pemalsuan IMB. ‘’Sekarang sedang dilakukan uji forensik,’’ katanya. (ad1035)

Para Milenial Seru-seruan Bareng di ’’Daihatsu Urban Fest’’ Makassar DAIHATSU Urban Fest sukses digelar dalam menghibur generasi milenial di Makassar. Program ini merupakan cara unik Daihatsu dalam mendekatkan diri ke generasi milenial kekinian yang selalu haus untuk mengekspresikan jiwanya. Daihatsu Urban Fest memiliki empat aktivitas yang terdiri dari Photo Installation, Competition, Entertainment, dan Expo. Acara ini berhasil menemani keseruan weekend milenial di Trans Studio Mall Makassar selama tiga hari berturut pada 20 – 22 September 2019. Pada acara Daihatsu Urban Fest, para milenial ditantang dengan berbagai kompetisi seru, salah satunya adalah kompetisi games ala esport championship melalui

AoV (Arena of Valor) dan mencetak beberapa juara-juara di Makassar. Pada game AoV, pemenang di setiap kota akan terus ditantang sampai babak final di Jakarta, dengan hadiah utama yaitu satu unit Daihatsu Ayla yang siap diboyong ke rumah Sahabat Muda Daihatsu. Selain hadiah mobil, tersedia hadiah uang tunai dengan total ratusan juta rupiah untuk setiap pemenang di kota masing-masing. Berbagai hiburan menarik nan hype lainnya juga dihadirkan Daihatsu, seperti arena foto kekinian sesuai tema program serial dari Daihatsu yang rutin diadakan setiap tahun, yakni photo installation bertema Daihatsu Setia, Terios 7 Wonders, Daihat-

su Dress Up Challenge, Daihatsu Astec Open, dan Daihatsu Fun Day. Daihatsu Urban Fest diadakan total di lima kota besar di Indonesia. Setelah Yogyakarta dan Makassar, ajang seru-seruan untuk milenial ini akan hadir di Bandung-Paskal 23 (11-13 Oktober), Surabaya-Ciputra Mall (8-10 November), dan ditutup di Kota Kasablanka, Jakarta (6-8 Desember). ‘’Daihatsu ingin mendekatkan diri dengan para milenial melalui Daihatsu Urban Fest. Kami ingin mereka bisa berekspresi menikmati jiwa mudanya dengan acara yang fun dan positif,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)

KOMPETSI - Pemenang Kompetisi AoV (Arena of Valor) area Makassar berfoto bersama perwakilan Daihatsu pada acara Daihatsu Urban Fest 2019.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

Promosikan Produk Pertanian Melalui Festival Denpasar (Bali Post) Petani Bali perlu lebih sering mendapatkan fasilitas promosi produk pertaniannya agar semakin dikenal dan digemari masyarakat. Petani juga akan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonominya, sehingga lebih termotivasi dalam menjalankan usaha pertaniannya. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Bali I.B. Wisnuardhana mengatakan, untuk dapat mempromosikan dan memfasilitasi pemasaran produk pertanian kelompok–kelompok tani Bali, ia akan melakukan festival agribisnis tahun 2019, Oktober nanti. ‘’Tema yang kita angkat mengenai ‘Cintai Produk Dalam Negeri, Gunakan Produksi Daerah Sendiri’,’’ ujarnya, Senin (30/9) kemarin. Menurutnya, festival akan menjadi ajang mempromosikan dan memasarkan produk-produk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan baik bentuk segar maupun olahan yang diproduksi petani Bali kepada masyarakat Bali dan pengguna produk-produk pertanian. Tentunya festival akan diikuti petani seluruh Bali melalui Dinas Pertanian atau Perkebunan kabupaten/kota se-Bali. Hasil dari sebuah festival adalah adanya transaksi yang terjadi. Diakui telah ada beberapa kemitraan pemasaran yang dilakukan antara kelompok tani dengan pengguna produk. Ia berharap melalui festival produk pertanian, produk-produk unggulan Bali dapat lebih dikenal, ada kontak bisnis antara petani dan pengguna, sehingga pemasaran produk-produk petani Bali dapat lebih ditingkatkan. Selain itu, dalam rangka menggairahkan pertanian Bali ia juga akan memberikan penghargaan kepada petani berprestasi. M e n u j u Bali pulau organik, ia juga akan menyerahkan sertifikat organik kepada beberapa kelompok tani. (kmb42)

Budi Daya Sapi Bali BUDI DAYA sapi Bali menjadi semakin menjanjikan. Memelihara sapi Bali sangat menguntungkan, karena tidak hanya menghasilkan daging dan anak, tetapi juga menghasilkan pupuk kandang dan sebagai tenaga kerja, seperti membajak sawah. ‘’Kotoran sapi saat ini mempunyai nilai ekonomis, karena termasuk pupuk organik yang dibutuhkan oleh sektor pertanian untuk mewujudkan Bali organik. Kotoran sapi dapat menjadi sumber hara yang dapat memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi lebih gembur dan subur,’’ ujar dosen Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa Dr. Ir. Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti, M.P., Senin (30/9) kemarin. Dikatakannya, untuk keberhasilan budi daya sapi Bali sangat ditentukan oleh pembuatan kandang. Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari permukiman penduduk, tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Hal tersebut sudah diterapkan saat pengabdian masyarakat di Desa Sulangai, Petang, Badung. ‘’Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit,’’ tandasnya. Selain itu, tempat pakan sapi dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak/tercampur kotoran. Tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai. Dengan demikian, kotoran dan air kencing tidak tercampur di dalamnya. Pada umumnya, katanya, setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Jenis hijauan yang bisa diberikan, yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Macam hijauan segar, seperti rumput-rumputan, kacang-kacangan (leguminosa) dan tanaman hijau lainnya. Rumput yang baik untuk pakan sapi adalah rumput gajah, rumput raja (king grass), daun turi, daun lamtoro. Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang sengaja dikeringkan dengan tujuan agar tahan disimpan lebih lama. Seperti jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung, dan sebagainya. Selain itu, ada pula hijauan segar yang dapat diawetkan menjadi silase. ‘’Secara singkat pembuatan silase ini yaitu hijauan yang akan dibuat silase ditutup rapat, sehingga terjadi proses fermentasi. Hasil dari proses inilah yang disebut silase. Contohcontoh silase yang telah memasyarakat antara lain silase jagung, silase rumput, silase jerami padi, dan lainnya,’’ paparnya. (win)

Bali Post/win

Dr. Ir. Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti, M.P.

Senator RI Kunjungi SMPN 3 Denpasar dan SMPN 2 Kuta Badung Terkait Study Tour

Dr. Wedakarna akan Periksa LPJ Keuangan bagi Sekolah Negeri yang Nekat Paksa Siswa Study Tour panitia yang terdiri dari para guru, bahwa tidak boleh ada gesture dari guru yang memiliki niatan untuk memengaruhi para siswa. ‘’Salah satu yang mungkin tidak banyak diketahui oleh para guru, bahwa pada saat guru itu hampir tiap hari datang ke ruang kelas untuk memaksa secara halus agar si anak ikut study tour, itu jelas kesalahan. Dari tindakan hal seperti ini bisa menimbulkan bully dari siswa yang sok kaya ke siswa yang kurang mampu. Dan siapa yang menjamin bully itu tidak ada? Seperti tadi, saya melihat ada siswa yang yatim-piatu, tidak punya orangtua. Ada siswa yang orangtua nya cuma buruh. Walaupun tidak ada pemaksaan secara administrasi surat tour, tapi secara psikologi kasihan kepada anak–anak yang tidak mampu,’’ ungkap AWK. Ia pun akan segera berkoordinasi dengan pemerintah agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. ‘’Kalau secara pribadi, study tour di tingkat SMP tidak usah diadakan. Apalagi kebanyakan agendanya jalan-jalan, darmawisata dan shopping. Saya kira tidak efektif, dan belum lagi orangtua harus memberikan uang saku dan bekal. Di tengah situasi ekonomi sulit seperti ini, saya rasa kurang pas. Lebih baik siswa kelas 9 fokus dibina agar lulus UN,

SETELAH viral di media sosial, akhirnya SMP Negeri 3 Denpasar membatalkan porgram study tour yang digagas oleh pihak sekolah bekerja sama dengan pihak agen. Sebelumnya program study tour senilai kurang lebih Rp 4,5 juta per anak tersebut, sempat dilaporkan ke Kantor DPD-RI oleh keluarga orangtua, dan akhirnya membuat Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III harus berkunjung ke SMPN 3 Denpasar. Dan arahan kepada pihak sekolah pun diberikan oleh Senator Arya Wedakarna (AWK). ‘’Saya sudah mendengar penjelasan dari pihak sekolah jika program study tour ini sudah dibatalkan untuk kepentingan yang lebih baik. Saya telah memeriksa ke semua kelas dan bertanya kepada para siswa yang berkeberatan dan mereka banyak memiliki alasan tidak bisa ikut serta, salah satunya tentang biaya yang cukup tinggi. Saya cuma memastikan bahwa tidak ada pemaksaan terhadap siswa apa pun alasannya, karena itu bisa melanggar aturan dan etika, lagi pula saya menganggap bahwa nilai dan angka dari harga dari program study tour ini juga keterlaluan tinggi,’’ ungkap Senator AWK. Selain itu, Senator AWK juga mengingatkan kepada

karena walaupun lulus SMP mereka belum tentu dapat SMA negeri kan? Apalagi ada zonasi yang ketat. Jadi dari pandangan DPD bahwa study tour di tingkat SMP belum perlu. Intinya tidak boleh ada pemaksaan,’’ unkap Gusti Wedakarna. Lalu bagaimana dengan sekolah, baik SMP dan SMA/ SMK negeri yang nekat melakukan study tour juga? ‘’Ya… silakan saja melakukan study tour, asal tidak ada kegiatan pemaksaan. Jika sekolah itu berstatus negeri, maka akan lebih mudah untuk mengurusnya, tinggal minta pertanggungjawaban tertulis saja. Nanti jika ada pengaduan resmi dari orangtua siswa, DPD-RI sesuai UU bisa meminta pertanggungjawaban LPJ dari sekolah dimaksud. Nanti akan diperiksa berapa pemasukan, berapa pengeluaran, siapa saja guru yang ikut, dan apakah guru panitia mengajak keluarga mereka, apakah honor dimaksud termasuk gratifikasi. Jika ditemukan penyimpangan maka masyarakat yang keberatan berhak untuk melaporkan ke Kejaksaan atau ke Saber Pungli Polri. Intinya pejabat di sekolah negeri siap untuk diperiksa dan bertanggung jawab jika hal itu dibutuhkan. Sama halnya dengan Komite Sekolah, juga bisa dimintai keterangan jika ada masalah. Saya hanya minta hati–hati mengurusi

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna saat sidak di SMP Negeri 2 Kuta, Badung dan SMP Negeri 3 Denpasar. uang orang, apalagi ini sekolah negeri. Belajar dari kasus pidana yang terjadi di SMA negeri di Klungkung beberapa waktu lalu, yang sampai kepala sekolahnya dijebloskan ke penjara dan ada kaitannya denga komite. Dalam bahasa hukum sudah ada yurisprudensi. DPD-RI sebagai pengawas UU tentu akan mengawasi dan meluruskan,’’ ungkap Senator AWK yang ada di Komite I Bidang Hukum DPD-RI ini.

Hal senada juga ia ungkapkan saat mengadakan kunjungan ke SMP Negeri 2 Kuta, Badung terkait hal yang sama. Selain mengimbau agar program study tour untuk kelas SMP ditiadakan, DPD-RI Bali juga memastikan bahwa tahun 2020 tidak akan ada lagi program graduation dan from night ala kebarat–baratan yang dirasa memberatkan keluarga siswa yang tidak mampu. (ad1037)

Produksi Buah Lokal Minim Denpasar (Bali Post) Sejatinya buah lokal cukup digemari. Terbukti dari permintaan buah lokal seperti markisa dan sirsak yang tinggi. Namun karena minim produksi, masyarakat pun beralih ke buah yang lain termasuk buah impor. Seorang pedagang di Pasar Badung, Sang Ayu Anggawati, menuturkan permintaan buah sirsak dan markisa cukup banyak. Biasanya masyarakat mencari dua jenis buah

ini untuk dijadikan obat dan menunjang gaya hidup sehat. Buah ini juga cocok untuk diolah menjadi jus. ‘’Rasanya buah ini agak asam manis, jadi rasanya segar. Ini mungkin yang buat buah ini banyak yang cari,’’ tuturnya, belum lama ini. Meski demikian, jenis buah lokal Bali ini dikatakan keberadaannya belum banyak. ‘’Pasokan masih minim. Tidak banyak petani yang mau memproduksi, terutama markisa

asam. Padahal konsumen banyak yang menanyakan keberadaan buah ini,’’ ujarnya. Kabid Produksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bali I Wayan Sunartha mengatakan, produksi dua jenis buah ini memang masih minim. Terutama untuk markisa yang memiliki tekstur rasa asam. ‘’Kalau sirsak sudah ada beberapa masyarakat yang menanam. Hanya belum digarap

serius, belum ada kebun yang khusus menanam itu. Sifatnya masih 1-2 di kebun atau pekarangan rumah masyarakat,’’ ujarnya. Tahun 2018 produksi buah sirsak hanya 2.283 kuintal. Sementara markisa asam belum terdata. Berbeda dengan jenis buah favorit seperti mangga yang tahun 2018 produksinya mencapai 621.265 kuintal atau jeruk yang mencapai 2.246.714 kuintal. Menurutnya, produksi markisa tidaklah sulit, mulai dari proses tanam

ataupun perawatannya. ‘’Perawatannya pun tidak perlu proses disemprot. Hanya dibuatkan tempatan rambatannya dan daunnya inten dipotong,’’ ujarnya. Belum sikronnya informasi kebutuhan pasar antara pedagang dan petani menjadi kendala pemetaan pasar buah ini. Di samping itu, promosi dua jenis buah ini juga belum begitu tinggi. Karena petani merasa markisa asam belum memiliki pasar yang bagus, sehingga belum mau memproduksi. (kmb42)

Ambil Narkoba di Pot Bunga

Dewan Bahas Permohonan Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara Hibah Lahan KSPN di Mertasari

Denpasar (Bali Post) Nekat menjadi kurir dan mengambil tempelan narkoba di pot bunga, pria kelahiran Jayapura, terdakwa Hamdan Yuwaafi Kusinda, Senin (30/9) kemarin dituntut pidana penjara selama lima tahun. JPU Ni Luh Oka Ariani di hadapan majelis hakim pimpinan Gede Ginarsa menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah dan melawan hukum. Yakni menyimpan dan memiliki narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat bersih 0,91 gram. Selain dituntut lima tahun, terdakwa yang ditangkap kasus sabu-sabu itu juga dituntut hukuman denda sebesar Rp 800 juta subsider 4 bulan kurungan. Pemuda kelahiran 24 tahun lalu itu dinyatakan bersalah dan melanggar ketentuan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2019 tentang Narkotika. Jaksa menguraikan, awalnya terdakwa yang tinggal di Tuban, Kuta itu memesan sabu dari seseorang yang dikenalnya

dengan nama Mahesa pada 10 Mei 2019 malam. Sekitar pukul 01.00 Wita dini hari Sabtu 11 Mei 2019, sabu yang dibelinya seharga Rp 1,5 juta itu diminta untuk diambil di Jalan Sulastri, Kesiman, Dentim yang di tempel di sebuah pot besar. Polisi yang melihat gerak-

gerik terdakwa yang mencurigakan saat masuk Gang XXX di Jalan Sulastri. Dan tak lama terdakwa ditangkap, ketika hendak mengambil tempelan. Hasil penimbangan, berat keseluruhan barang itu mencapai 0,91 gram sabu. (kmb37)

Denpasar (Bali Post) Bayi perempuan asal Banjar/Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Buleleng yang terlahir dengan empat tangan dan emapt kaki meninggal dunia, Minggu (29/9) pukul 16.50 Wita di RSUP Sanglah. Bayi dari pasangan suami-istri Made Mujana (36) dan Kadek Gorsi (35) ini dirujuk ke RSUP Sanglah pada Selasa (24/9) malam pukul 21.00. Dari hasil analisis tim medis RSUP Sanglah, bayi perempuan tersebut masuk dalam kasus parasitic twin atau kembar parasite. Pada Rabu (25/9) pagi, tim medis sudah melakukan tindakan bedah. Dokter Spesialis Bedah Anak RSUP Sanglah dr. I Made Darmajaya, Sp.A., Sp.BA(K)., MARS. belum lama ini menjelaskan, parasitic twin berbeda dengan kembar siam. Kembar siam secara terminologi medisnya ada dua kehidupan yang menjadi satu. ‘’Sedangkan parasitic twin, satu saja yang bernyawa, hanya ada

tambahan organ,’’ jelasnya. Sehingga, ia menegaskan, antara bayi kembar siam dan kembar parasite ini tidak saling berhubungan. Dalam tahap operasinya disebut sebagai pembuangan parasite. Berbeda dengan kasus kembar siam yang dalam tahap operasinya disebut pemisahan, karena ada dua nyawa. Persoalan yang dialami bayi tersebut sejak pertama datang ke RSUP Sanglah yaitu omphalocele yang pecah. Omphalocele adalah cacat lahir di mana usus atau organ–organ perut lain keluar dari pusat. Omphalocele bisa juga disebut usus terburai. Dokter anak RSUP Sanglah dr. I Wayan Dharma Artana, Sp.A(K). yang menangani kasus tersebut dikonfirmasi tentang kematian bayi tersebut pada Senin (30/9) kemarin mengatakan, kematian dari bayi itu termasuk karena permasalahan omphalocele yang pecah. Omphalocele yang pecah menyebabkan risiko

penguapan sehingga pasien menjadi dehidrasi. Sehingga risiko kedua yang terjadi adalah hipotermi (dingin) dan risiko infeksi karena usus bayi tersebut tidak terbungkus lagi mengingat selaputnya pecah sejak dirujuk ke RSUP Sanglah. Dengan demikian bayi mudah terinfeksi. Infeksi pada bayi baru lahir akan lebih sering mengalami infeksi yang lebih berat yang disebut sepsis. ‘’Inilah yang terjadi pada kasus ini, terbukti dari hasil–hasil lab kita yang menunjukkan tanda–tanda infeksi. Ketika baru datang, hasilnya dia infeksi dan terjadi kegagalan sel–sel darah sehingga terjadi bleeding, sehingga terjadi sepsis,’’ jelasnya. Saat dilakukan operasi bedah pertama, kondisi bayi sempat stabil kemudian kondisinya terus menurun karena sepsis yang dialami semakin sistemik. ‘’Kita rawat di NICU, dan sempat memakai ventilator, alat bantu napas,’’ ungkapnya. (kmb42)

KOORDINASI - Terdakwa saat berkoordinasi dengan kuasa hukumnya dari Posbakum Denpasar.

Bayi Bertangan dan Berkaki Empat Meninggal

Denpasar (Bali Post) – Permohonan Desa Sanur Kauh untuk mengelola lahan Kawasan Setrategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Pantai Mertasari, mulai dibahas jajaran Dewan Denpasar. Pembahasan ini dilakukan dalam rapat kerja yang melibatkan semua fraksi di DPRD Denpasar, pihak eksekutif, serta Desa Adat Intaran dan Desa Sanur Kauh, Senin (30/9) kemarin. Sebelumnya, pihak Desa Sanur Kauh telah mengajukan permohonan hibah kepada Pemkot Denpasar atas lahan tersebut. Hanya rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede tersebut, dewan belum mengeluarkan sikap, karena baru menerima surat dari eksekutif. ‘’Kita sebaiknya bahas dulu di intern, karena permohonan ini baru saja kita terima,’’ ujar Ketua Fraksi PDI-P DPRD Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa. Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat A.A. Gede Putra Ariewangsa sepakat

untuk membahas di internal dewan dulu. Pihaknya ingin proses hibah yang dimohonkan Sanur Kauh untuk mengelola lahan KSPN di Pantai Mertasari bisa sesuai prosedur dan hukum yang berlaku. Sehingga ke depan, dalam pemanfaatannya tidak ada lagi keraguraguan. ‘’Saya sangat setuju bila Pemkot memberikan hibah kepada Desa Sanur Kauh untuk pengelolaan lahan KSPN yang ada di Pantai Mertasari,’’ ujar politisi asal Sanur ini. Di sisi lain, Asisten III Bidang Administrasi Umum IGN Eddy Mulya menyatakan permohonan persetujuan kepada dewan ini merujuk pada surat Perbekel Desa Sanur Kauh tanggal 21 Mei 2019 lalu, terkait permohonan hibah tanah KSPN Mertasari. Dijelaskan, lahan yang dimaksud merupakan kawasan yang saat ini berdiri sejumlah bangunan meliputi bangunan kuliner, candi bentar, toilet dan beberapa bangunan lainnya yang memiliki nilai Rp 56 miliar. (kmb12)

A.A. Gede Putra Ariewangsa

Bali Post/ist


Selasa Wage, 1 Oktober 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menarik Simpati dari Demonstrasi AKSI unjuk rasa dan demonstrasi di beberapa daerah utamanya di Ibu Kota Jakarta, mewarnai halaman depan koran, layar televisi maupun media online dan media sosial (medsos). Yang menjadi fokus perhatian, bukan lagi substansi tuntutan yang disampaikan para pendemo atau pengunjuk rasa, tetapi keterlibatan pelajar SMA sederajat yang masih remaja selain para mahasiswa. Bukan lantaran para remaja ini baru pertama kali melakukan unjuk rasa, tetapi perilaku dan etika mereka dalam berunjuk rasa. Meski tidak dimungkiri, sorotan juga mengarah ke aparat kepolisian dalam menangani demonstrasi atau unjuk rasa ini. Unjuk rasa atau demonstrasi merupakan salah satu wujud penyampaian aspirasi di depan umum. Hal ini telah diatur dalam Undang-undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak asasi manusia yang dijamin oleh Undag-Undang Dasar 1945 dan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia. Kemerdekaan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum merupakan wujud demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk membangun negara demokrasi yang menyelenggarakan keadilan sosial dan menjamin hak asasi manusia, diperlukan adanya suasana aman, tertib, dan damai. Hak menyampaikan pendapat di muka umum dilaksanakan secara bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di dalam UU No. 9 Tahun 1998 tersebut sudah jelas diatur unjuk rasa atau demonstrasi harus dalam suasana aman, tertib, dan damai. Namun kenyataan yang tersaji seperti menjadi sorotan masyarakat, suasana unjuk rasa dan demonstrasi penuh aksi kekerasan, anarkis, bahkan brutal. Tidak hanya dalam tataran ujaran (lisan), tulisan, tetapi dalam tindakan dan perilaku. Baik itu dari mereka yang berunjuk rasa atau demonstrasi maupun tindakan aparat yang bertugas mengamankan aksi. Jelas di sini mencerminkan budaya kekerasan, bukan lagi suasana aman, tertib, damai yang menjadi budaya bangsa ini. Tidak salah jika kemudian yang muncul rasa antipati masyarakat, bukan simpati terhadap substansi permasalahan yang ingin disampaikan. Padahal, inti dari dilakukannya unjuk rasa atau demonstrasi justru untuk menarik simpati atau perhatian publik karena saluran komunikasi untuk duduk berdiskusi mencapai permusyawaratan mufakat sudah tidak tercapai. Jika semua menyadari tujuan utama unjuk rasa ataupun demonstrasi seperti itu, semestinya dijauhkan dan dihindarkan berbagai bentuk tindak kekerasan, anarkis dan brutal itu. Semua yang terlibat harus berlomba merebut simpati publik atas substansi permasalahan yang ingin disampaikan. Cara paling mudah, menaati semua yang telah dituangkan dalam UU No. 9 Tahun 1998. Untuk bisa taat, tentu semua harus mengerti isi dari UU tersebut. Dan untuk mengetahui isi UU tersebut, perlu dilakukan sosialisasi maksimal dan berkelanjutan. Itu yang masih kurang dilaksanakan, sehingga masing-masing pihak bukannya berusaha mencari simpati dengan menebar kedamaian dalam unjuk rasa atau demonstrasi. Semua berusaha menarik perhatian, meski yang didapat perhatian itu bukan dalam bentuk simpati. Terjadilah demonstrasi dan unjuk rasa seperti yang dipertontonkan anak bangsa ini sekarang, yang bukan ciri budaya bangsa ini yang sangat menjunjung tinggi perdamaian.

S URAT PEMBACA

Demonstrasi Tetap Berkarakter Kebangsaan Keresahan organik para mahasiswa, pelajar, aktivis maupun masyarakat yang merasa tidak setuju terkait RUU kontroversial, terkontraksi dalam demo di beberapa daerah. Menurut mereka, RUU KUHP dan RUU KPK bertolak belakang dengan semangat reformasi yang dibangun 21 tahun yang lalu.

Oleh I Gusti Agung Gede Artanegara

S

eperti yang kita ketahui bersama bahwa demonstrasi adalah hak warga Indonesia yang diperbolehkan oleh negara sepanjang mematuhi peraturan yang berlaku, pada dasarnya demonstrasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih untuk mengeluarkan pikirin dengan lisan, tulisan, dan sebagainya di muka umum yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Arus informasi terkait demonstrasi ini kian menggelontor, aksesnya meluas. Seperti biasanya momen seperti ini banyak sekali berita bohong yang secara sengaja dibuat oleh produsen hoax. Dari data dokumentasi yang diterima oleh tim turnbackhoax telah terklarifikasi beberapa hoax terkait demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah. Ada yang unik dari demonstrasi ala kaum milenial, kreativitas tulisan nyeleneh yang disampaikan menjadi humor politik dalam demonstrasi ini. Benar memang kreativitas merupakan salah satu kompetensi yang dibutuhkan oleh generasi bangsa pada abad ke-21, bagi yang melihat foto maupun video dan menyaksikan spanduk pendemo ini pasti

Pengenalan kembali musyawarah sebagai upaya bersama dengan sikap rendah hati untuk memecahkan persoalan guna mengambil keputusan bersama dalam penyelesaian atau pemecahan masalah sepertinya perlu diterapkan kembali dalam mendidik. bakalan tersenyum sendiri dan merasa tergelitik di hati. Dalam akun media sosial twitter, Kemendikbud menyoroti demo ini sebagai ajang penyampaian analisis sintaksis bahasa Indonesia. sampai tulisan ini dibuat, ada empat sampel yang diambil sebagai contoh, yaitu: (1) Entah apa yang merasukimu hingga kau tega menghianatiku (ejaan benar: mengkhianatiku), (2) Negara sudah darurat sampai introvert rela ikut demo (ejaan benar: introver), (3) Saya disini cuma mau update instastory (ejaan benar: di sini), (4) Jangan matikan keadilan!! matikan saja man-

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Hak Politik Jangan Dikelola Sesuka Hati Demo yang terjadi belakangan ini seolah datang bak air bah. Tiba-tiba besar dan membuat semua kota bergerak. Kondisi ini tentu layak disikapi dengan kajian yang lebih matang. Biasanya air bah datang ketika penyangga hutan sudah keropos dan pemalakan kayu hutan terjadi dengan ganasnya. Mungkin hal ini bisa juga dipahami, jika demo kali ini sebagai reaksi atas ketidakpuasan atas jalannya reformasi. Lama menanti wujud perubahannya namun bentuknya tak kunjung datang. Malah, ada kesan regulasi yang dirancang menghambat terwujudnya sasarna reformasi. Terlepas dari apa pesan demo tersebut dan apa yang ingin ditagih dari pemerintah, kita tetap harus menjaga mertabat kebangsaan. Mudah-mudahan setelah demo besar-besaran mengepung negeri ini, elite bangsa ini sadar. Bahwa masih banyak yang tak puas dengan jalannya demokrasi dan target reformasi. Mari jaga bangsa ini dengan memahami aspirasi rakyatnya, bukan aspirasi para pemegang mandat rakyat. Hak-hak politik jangan digunakan sesuka hatinya. Saya juga berharap mari kita jaga stabilitas bangsa ini. Ketika tekanan dan cobaan lingkungan mulai dari kabut asap hingga tekanan ekonomi, sebaiknya kita bersatu melakukan pengawalan terhadap kebijakan dan program pemerintah. Jangan lagi melakukan hal-hal destruktif yang merugikan bangsa ini. Saya juga berharap kesadaran berbangsa makin menguat dengan kesadaran menumbuhkan solidaritas dan toleransi. Negara jangan memberi

ruang kepada perusuh jika langkah komunikasi sudah diabaikan. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah) Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan ke hadapan para umat untuk ikut madana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat, dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan srada bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 4614-01-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan ke hadapan Bapak dan atas bantuannya, kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin

tanku!! (ejaan benar: mantan ku). Dalam tulisan bernada sarkastis tersebut terdapat kegetiran dan keresahan pendemo, yang menurut Charlie Chaplin bahwa puncak tragedi adalah komedi. Beberapa pengamat komunikasi mengatakan tidak terlalu penting dengan kalimat tersebut karena yang penting pesannya dimengerti. Karena demo ini mayoritas dari kalangan milenial, maka mereka menggunakan bahasa yang mudah mereka mengerti. Jika diperhatikan penggunaan bahasa Indonesia yang benar tidak lepas dari minat serta daya baca yang berdasarkan

data dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 jauh tertinggal dari negara tetangga maupun negara-negara OECD. Masih rendahnya budaya literasi, inovasi dan kreativitas, membaca surat kabar 13,1% sedangkan membaca berita elektronik 18,9 (sumber: Susenas MSBP 2015) dengan data survei tersebut, jelas daya baca masih kurang, butuh inovasi yang mampu menarik mereka untuk membaca salah satunya pemanfaatan momen demonstrasi ini sebagai ajang pembelajaran bagi masyarakat agar mengetahui bahasa Indonesia yang benar. Di sinilah butuh kreativitas dan kejelian dalam merespons momen dalam bermedia sosial, karena anak muda saat ini lebih tertarik dengan materi yang singkat dan menarik. Dari beberapa dokumentasi yang beredar, terdapat dokumentasi yang memperlihatkan pelajar sekolah melakukan aksi demo dengan gaya dan etika yang tidak memperlihatkan karakter bangsa. Sungguh miris melihat tindakan mereka, keberanian dan semangat yang luar biasa tetapi hancur dengan tindakan serta cara anarkis, apakah pola pendidikan yang salah, moralnya sudah berubah ataukah pemanfaatan teknologinya yang keliru. Pengenalan kembali musyawarah sebagai upaya bersama dengan sikap rendah hati untuk memecahkan persoalan guna mengambil keputusan bersama dalam penyelesaian atau pemecahan masalah sepertinya perlu diterapkan kembali dalam mendidik.

POJOK Wakil Bali di DPR-RI dan DPD diminta bela Bali dan jangan korupsi. - Jangan juga lupa janji. *** Pembagian PHR distop, Pemprov Bali akan beri insentif untuk Bangli. - Jangan lupa berinovasi. *** Warga keluhkan pelayanan PDAM di Gianyar dan Tabanan. - Jangan lupa pelihara sumber air.

Penulis, pemerhati Teknologi dan Budaya Kemendikbud

Warung Global

Jangan Malu Akui Memiliki Warga Miskin KEMISKINAN masih menjadi persoalan pelik di Bali, Desa Tulikup Gianyar khususnya. Saat ini, pemkab sedang mengetatkan verifikasi KK miskin di desa tersebut. Banyak warga kurang mampu belum terdata dengan baik. Ini yang menjadi masalah. Menurut Kawan Global, pendataan warga kurang mampu mestinya dilakukan secara rutin, jangan memakai data lama. Selain itu, pendengar setia Radio Global 96,5 FM ini juga menyampaikan usulan setelah menyalurkan bantuan, harus dikawal apakah suda h tepat sasaran. Demikian beberapa usulan yang disampaikan dalam acara dialog interaktif Warung Global.

Mursi di Denpasar menyampaikan bahwa persoalannya ada di pendataan, serta kriteria orang miskin seperti apa. Apabila data tidak valid, bisa jadi bantuan salah sasaran. Pendataan oleh pihak berwenang mesti dilakukan secara rutin, ia tidak yakin jika KK miskin terus bertambah, pemerintah sudah menyalurkan bantuan mestinya lambat laun jumlahnya pasti turun. Fera di Tabanan juga berharap data ini benar-benar transparan kemudian pemberian bantuan untuk warga yang betul-betul miskin. Jadi, harus dicek ke lapangan. Ditambahkan Ayu di Petang, intinya selain pendataan yang benar, bantuan untuk warga miskin juga harus benar-benar tepat sasaran. Harus diawasi. Sementara dalam UUD 1945, Werdha di Gianyar kurang setuju jika fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara, justru negara harus menuntaskan fakir miskin dan anak telantar tersebut. Betul apa yang disampaikan kawan sebelumnya, data harus valid. Sementara di lapangan banyak ditemukan warga miskin, berarti bantuannya belum sampai. Data harus dibenahi dan kawal bantuan

itu. Di samping itu, kriteria harus jelas juga. Pemberian bantuan harus objektif, jangan karena unsur suka atau tidak suka. Soal pendataan KK miskin, Febri di Denpasar juga turut bicara. Keberadaan warga miskin juga ada di kabupaten lain, bukan Gianyar saja. Data yang diajukan ke pemerintah sebaiknya apa adanya, sesuai fakta. Jangan malu mengakui jika di daerahnya masih banyak warga miskin. Sebenarnya, persoalannya ada di pendataan saja, demikian Putu Artha di Padangsambian. Ia juga menyarankan agar pendataan dilakukan secara rutin. Yang paling tahu kondisi warganya adalah aparat terbawah seperti kepala lingkungan atau kepala desa. Selain itu, klian banjar juga harus aktif mencatat/melaporkan/ mengawal ke atasannya dan selanjutnya hingga sampai ke dinas yang berwenang untuk ditindaklanjuti, demikian komentar Denen Dhe lewat facebook. Komentar lain datang dari Surya Prana, bahwa pemberian bantuan untuk warga miskin jangan pakai istilah; siapa dekat dia yang dapat. Harus dicek, apakah sudah tepat sasaran. (sikha)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

Gagal Gasak Toko Maling Beraksi di Vihara Tabanan (Bali Post) Liong Dwiangsa alias Basir, pemuda berusia 19 tahun asal Desa Sai, Kecamatan Pupuan, Tabanan, diamankan jajaran Satreskrim Polsek Pupuan, Senin (30/9) kemarin. Pemuda ini diringkus lantaran mencuri kotak dana di Vihara Dharma Giri, Banjar Kubu Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan. Kapolsek Pupuan AKP I Kadek Ardika mengatakan, jajarannya berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi Kamis (26/9) malam. Pencurian dilakukan sekitar pukul 22.50 Wita. Awalnya penjaga vihara, I Putu Yasa mendengar suara di kantin vihara. Karena curiga, ia pun mengecek melalui gapura. Ia pun melihat sepeda motor Vario DK 4220 UE terparkir di depan salah satu warung. Ia lantas menghubungi rekannya untuk diajak melakukan pengecekan lebih lanjut. Saat itulah didapati dua kotak dana di depan gedung serba guna sudah dalam keadaan rusak. Tak berhenti di sana, mereka memutuskan mengecek keliling vihara dan melihat pemilik

sepeda motor yang diparkir di depan warung tadi melarikan diri dengan kecepatan tinggi menuju arah Tabanan. Keesokan harinya saksi juga menemukan laci meja tempat penyimpanan uang jualan sudah dalam keadaan rusak. Atas kejadian tersebut, kasus ini dilaporkan ke Polsek Pupuan. ‘’Sebelum ke Vihara, pelaku rupanya sempat mau mencuri di sebuah toko sebelah pompa bensin Batungsel. Namun karena keburu diteriaki pemilik toko, dia melarikan diri. Karena gagal, malam itu juga pelaku kembali melancarkan aksinya menuju Vihara dan melakukan pencurian,’’ kata AKP Ardika. Lebih lanjut diungkapkannya, diduga pelaku melompat pagar dan mengambil uang di dalam laci warung dan kotak dana di Vihara dengan cara mencongkel engsel dan merusak kunci. Uang sejumlah Rp 2,3 juta digasak oleh pelaku. ‘’Pelaku sempat menggunakan uang hasil curiannya ini untuk membeli baju. Saat ini tersangka sedang diperiksa di Polsek Pupuan,’’ jelasnya. (kmb28) Bali Post/bit

DATA PENSIUNAN - Jajaran Bawaslu Tabanan menemui Wakapolres Tabanan untuk memohonkan data pensiunan Polri tahun 2019.

Jelang Pilkada

Bawaslu Kumpulkan Data Pensiunan TNI dan Polri

Tabanan (Bali Post) -

Meski tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tabanan 2020 belum dimulai, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tabanan sudah gencar melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Salah satu yang disasar yakni data anggota TNI dan Polri yang pensiun tahun 2019. Pensiunan TNI dan Polri tersebut dikategorikan sebagai pemilih pemula karena baru bisa menggunakan hak pilihnya.

Bali Post/bit

DIAMANKAN - Pencuri di Vihara diamankan di Polsek Pupuan.

Kordiv Pencegahan, Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga (PHL) Bawaslu Tabanan I Ketut Narta mengatakan, pemutakhiran data pemilih berkelanj u t a n m e r u p a ka n up a y a Bawaslu Tabanan untuk melakukan pengecekan data kependudukan yang ber-

potensi menjadi pemilih dalam pelaksanaan pilkada. Karena diakuinya, selama ini dalam tahapan pemutakhiran data pemilih kerap muncul beragam persoalan. ‘’Ini sebagai data pembanding. Siapa tahu ada anggota TNI dan Polri yang sudah pensiun malas men-

gurus KTP, padahal setelah menjadi warga sipil mereka masuk kategori pemilih pemula,’’ terang Narta, Senin (30/9) kemarin. Kegiatan ini mengacu pada surat Bawaslu RI serta Bawaslu Provinsi Bali yang pada intinya men ginstruksikan Bawaslu di

kabupaten/kota melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. ‘’Data yang sudah didapat nanti akan dikoordinasikan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan KPU, bahwa ini pemilih tambahan yang bisa dimasukkan dalam DPT Pilkada. Jangan sampai saat penetapan DPT ada temuan segala macam. Jadi kami kerja lebih dini meski tahapan Pilkada belum mulai,’’ katanya. Tidak hanya menyasar pemilih pemula dari pensiunan TNI dan Polri, Bawaslu

juga berencana melakukan koordinasi terkait Santunan Kematian Masyarakat (Santimas). Hal ini mengingat dari monitoring Bawaslu, ada masyarakat yang keluarganya sudah meninggal tetapi tidak dilaporkan ke instansi terkait sehingga data kependudukan tidak terbaharui. ‘’Kami ingin dapat daftar pemilih potensial. Jangan sampai yang sudah meninggal masuk DP4. Ini yang rencananya akan kami koordinasikan dengan Dinas Catatan Sipil,’’ ucapnya. (kmb28)

Terapkan Pelayanan Bergilir PDAM Banjir Aduan Tabanan (Bali Post) Pelayanan bergilir dari PDAM di delapan desa yang terdampak penurunan debit Bendungan Telaga Tunjung telah diinformasikan sebulan sebelum diterapkan. Namun tetap saja PDAM Tabanan banjir pengaduan dari masyarakat. ‘’Rata-rata 10 pengaduan tiap harinya kami terima. Tentunya tetap kami berikan informasi sesuai dengan kondisi saat ini,’’ ujar Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan, Ida Bagus Marjaya didampingi Kasubag Humas PDAM Tabanan Wayan Agus Suanjaya, Senin (30/9) kemarin. Menurutnya, pola giliran pengaliran di wilayah yang

terdampak sudah diterapkan sejak bulan lalu. Pola itu diperpanjang per 27 September lalu. ‘’Polanya kami gunakan empat hari sekali. Jadi kami hanya bisa mengimbau pada masyarakat untuk bisa melakukan penampungan air saat mendapat giliran pengaliran air,’’ ucapnya. Dijelaskannya, pelanggan PDAM yang bertempat tinggal di dataran tinggi akan tetap mendapatkan pasokan air bersih. ‘’Jika menerapkan dua hari sekali, khawatirnya yang di daerah tinggi belum sempat dapat air sudah mati lagi airnya,’’ terangnya. Meski kerap menerima pengaduan masyarakat, sejauh ini PDAM belum

mendapatkan permintaan distribusi air tangki. ‘’Ini faktor cuaca dan kali ini memang musim kemarau paling panjang. Penurunan debit sumber mata air ini hampir terjadi di semua daerah,’’ ucapnya sembari mengatakan, untuk sumber air lainnya di Kabupaten Tabanan masih tetap aman meski juga mengalami penurunan debit. PDAM Tabanan memiliki 33 sumber air baku dengan rincian 24 titik mata air dan sembilan titik air permukaan. PDAM juga memiliki sumur dalam. Rata-rata seluruh sumber air baku PDAM Tabanan mengalami penurunan debit air sebanyak 20 persen. (kmb28)

Tukar APAR BRSU Tabanan Rekanan Diringkus Polisi Tabanan (Bali Post) – Kasus pencurian terjadi di BRSU Tabanan. Sejumlah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di ruang Cempaka lantai satu sengaja ditukar dengan alat yang sudah rusak. Pelakunya IW (46) yang merupakan warga Desa Bhakti Seraga, Buleleng. Aksi rekanan BRSU Tabanan ini diketahui oleh sejumlah petugas RS setempat saat mengecek CCTV. Dari informasi yang dihimpun Sabtu (21/9) lalu, sekitar pukul 08.00 Wita staf BRSU Tabanan tengah melakukan pengecekan CCTV. Saat itulah staf tersebut melihat hal yang mencurigakan di ruang Cempaka. Ia melihat tersangka mengambil dua tabung APAR berukurana 3,5 kilogram warna merah. Dua APAR itu kemudian ditukarkan dengan tabung APAR yang rusak dan tidak ada isinya. Setelah berkoordinasi dengan penanggungjawab, staf BRSU Tabanan ini akhirnya melapor ke Polres Tabanan pada 23 September lalu.

Laporan dari BRSU Tabanan itu ditindaklanjuti Tim Opsnal Reskrim Tabanan dengan melakukan penyelidikan. Awalnya petugas mendapatkan informasi jika pelaku berada di Denpasar. Namun saat dicari yang bersangkutan tidak ditemukan. Pada 24 September sekitar pukul 11.00 Wita tersangka diketahui sedang berada di Tabanan. Kesempatan ini digunakan petugas dan langsung melakukan penyergapan. Tersangka tidak berkutik ketika ditangkap petugas. Tersangka selanjutnya dibawa ke Polres Tabanan untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya menukar tabung APAR milik BRSU Tabanan dengan alat yang rusak untuk mengelabui pihak RS. Ada lima APAR yang telah ditukarnya. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta saat dikonfirmasi membenarkan jika saat ini tersangka pencurian di BRSU Tabanan sudah diamankan

oleh jajaran reskrim. Menurutnya, tersangka dengan mudah masuk dan tidak dicurigai karena merupakan rekanan rumah sakit untuk pengadaan APAR tersebut. Dalam pemeriksaan, tersangka juga mengakui menjual APAR yang diambil dari BRSU Tabanan ke kantor Balai Besar Riset Budi Daya Laut dan Penyuluhan Perikanan, Singaraja. Berdasarkan keterangan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan barang bukti 10 tabung APAR hasil kejahatan tersangka dengan modus menukar yang baik dengan yang rusak. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa empat tabung APAR ukuran 2,5 kg, dua tabung ukuran 3,5 kg dan empat tabung ukuran 6 kg. Selain itu, petugas juga mengamankan mobil Honda Brio warna abu nopol DK 1217 QT yang dipakai tersangka saat beraksi. ‘’Tersangka sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,’’ ujar Budiarta. (kmb28)

Bali Post/bit

KOORDINASI - Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati (kanan) bersama jajarannya saat bersiap melaksanakan rapat koordinasi penyelenggaraan pilkel.

97 Desa Sudah Setor Pemberitahuan Penetapan Calon Perbekel Tabanan (Bali Post) Sebanyak 97 desa yang akan menggelar pemilihan perbekel (pilkel) serentak pada 26 Oktober mendatang telah menyetorkan pemberitahuan penetapan calon perbekel ke Pemkab Tabanan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Tabanan Roemi Liestyowati, Senin (30/9) kemarin. Menurutnya, calon perbekel yang akan bertarung dalam pilkel serentak di Tabanan jumlahnya sekitar 291 orang. Asumsinya, tiap desa yang menggelar pilkel memiliki tiga calon

perbekel. Dari seluruh calon perbekel, tiga calon di antaranya merupakan perempuan. Mereka adalah Ni Wayan Muliyawati (calon Perbekel Desa Lumbung), Ni Ketut Sumarniasih (calon Perbekel Desa Lumbung Kauh) dan Ni Wayan Sekarini (calon Perbekel Desa Wongaya Gede). Soal data pasti jumlah calon perbekel, Roemi mengaku belum bisa memberikannya. Sebab sejauh ini data belum direkap. Dijelaskan Roemi, saat ini sebagian besar desa penyelenggara pilkel sudah melakukan pendataan pemilih sementara. Kampanye

calon perbekel diharapkan bisa dimulai segera. Kampanye berlangsung sampai dengan H-3 pemungutan suara. ‘’Jadwal kampanye bedabeda di tiap desa. Kami hanya memberi ring jadwal tahapan. Artinya H-3 sebelum pencoblosan sudah selesai kampanye. Ada masa tenang tiga hari,’’ ucapnya. Pola kampanye dikoordinir panitia desa, tergantung dengan jumlah banjar di desa masing-masing. Di masa kampanye inilah para calon perbekel menyampaikan visi dan misinya. Pilkel serentak 2019 direncanakan digelar di 98

desa di Kabupaten Tabanan. Di Kecamatan Tabanan pilkel direncanakan digelar di 12 desa, Kecamatan Selemadeg Timur (8 desa), Kecamatan Selemadeg (6 desa), Kecamatan Selemadeg Barat (7 desa), Kecamatan Pupuan (6 desa), Kecamatan Kediri (13 desa), Kecamatan Baturiti (9 desa), Kecamata Penebel (11 desa), Kecamatan Marga (11 desa), dan Kecamatan Kerambitan di 14 desa. Hanya deadlock akibat kuota calon perbekel tak terpenuhi terjadi di Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga. Pilkel di Desa Tegal Jadi batal digelar tahun ini. (kmb28)


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

Tolak Revisi UU KPK

BEM Unipas Gelar Aksi Damai

Singaraja (Bali Post) – Puluhan mahasiswa Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja melakukan aksi damai menolak Revisi UU KPK. Aksi damai penolakan itu ditunjukkan dengan menggelar orasi di halaman kampus Senin (30/9) kemarin. Orasi itu pada intinya menyikapi mencuatnya isu-isu yang sekarang sedang aktual dan sedikit gaduh di masyarakat. Mahasiswa ini menyampaikan enam poin pernyataan sikap. Pernyataan sikap itu dibacakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unipas, Wayan Ryantika. Pernyataan sikap itu yakni BEM Unipas menyatakan dirinya tidak terlibat aksi demonstrasi yang mengatasnamakan BEM Seluruh Indonesia. Kedua, BEM Unipas mendukung penundaan pengesahan Rencana Undangundang KUHP dan Rencana UU lainnya, sampai dilakukan kajian lebih mendalam dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Ketiga, BEM Unipas akan menginisiasi diskusi konstruktif dengan BEM dari perguruan tinggi lain di Bali Utara. Keempat, BEM Unipas mengutuk keras aksi demo yang berujung anarkis dan adanya perusakan fasilitas umum. Kelima, BEM Unipas mengajak agar tercipta suasana kondusif seperti menjaga fasum dari kerusakan. Keenam, mengimbau aparat kepolisian

menindak tegas pelanggaran yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Dekan Fakultas Hukum Unipas Nyoman Gede Remaja mengatakan, mahasiswa perlu mengambil sikap terhadap revisi UU KPK yang telah disahkan belum lama ini. Alasannya, UU KPK satu-satunya harapan yang bisa menjaga negara dari aksi tidak konstruktif koruptor yang merongrong keuangan negara. Remaja menambahkan pihaknya tidak mempermasalahkan perubahan terhadap UU KPK. Hanya, perubahan itu harus dipastikan bisa menjaga lembaga KPK itu sendiri. Selain itu, perubahan terhadap UU itu harus bisa menjamin KPK bisa berfungsi lebih efektif dan lebih baik. “Kalau ada kesan melemahkan KPK, hal itu harus lawan. Kita tunggu keputuan judicial review di MK,” katanya. Terkait Rancangan UU KUHP, Gede Remaja mengatakan, rancangan itu sudah dibahas sejak lama. Kalau memunculkan kontroversi, pihaknya menilai hal itu masih ada masalah dalam pokok materi RUU KUHP yang disusun itu. “Kami di FH berkomitmen mengkaji RUU KUHP melibatkan kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Pengkajian secara komprehensif itu kami kawal, dengan cara memberikan masukan dan saran-saran,” jelasnya. (kmb38)

Dua Dokter Ahli Utama Dilantik

Bali Post/kmb38

TABRAK TOKO – Truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng DK 9320 U menabrak toko sepatu di persimpangan Jalan Ngurah Rai – Jalan Letkol Wisnu –Pramuka – Jalan Melati atau persis di depan KFC Singaraja.

Truk DLH Tabrak Toko Sepatu Lima Petugas Angkut Sampah Terluka

Singaraja (Bali Post) –

Nasib nahas dialami lima orang pekerja pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. Kelima orang itu terluka setelah truk yang dinaiki mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) Senin (30/9) kemarin. Truk milik DLH DK 9320 U menabrak toko sepatu di persimpangan Jalan Ngurah Rai – Jalan Letkol Wisnu – Jalan Pramuka – Jalan Melati atau persis di depan KFC Singaraja. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, sebelum kejadian itu, truk yang dikemudikan Kadek Ariawan (38), warga asal Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng itu berangkat dari kantor DLH di Kelurahan Banyuning untuk mengangkut sampah di Desa Baktiseraga. Saat truk melintas dari arah timur atau Jalan Letkol Wisnu kemudian truk itu berbelok di persimpangan. Namun, tiba-tiba truk nahas itu kehilangan kendali. Tragisnya, truk yang melaju liar itu menabrak bangunan yang digunakan untuk toko sepatu di pinggir jalan. Selain menabrak bangunan toko, truk itu sebelumnya menabrak sepeda motor yang diparkir di depan toko. Akibat kerasnya benturan itu sepeda motor yang ditabrak itu terhempas beberapa meter bahkan ma-

suk ke dalam toko. Akibat kejadian ini, pengemudi Ariawan bersama empat rekannya terluka karena benturan. Kelimanya kemudian dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng. Salah seorang saksi yang juga sebagai karyawan toko Eliyani (20) mengatakan, sebelum kejadian itu, dirinya sedang merapikan koleksi sepatu di dalam toko. Sementara, sepeda motor miliknya DK 6020 UR diparkir di halaman toko. Pukul 12.51 Wita, tiba-tiba saksi mendengar suara benturan keras. Setelah suara benturan itu, dirinya kembali dikejutkan suara keras dari toko itu setelah sepeda motor miliknya itu terhempas beberapa meter ke toko itu. Saksi yang terkejut kemudian keluar toko dan kemudian ditemukan truk pelat

merah itu telah menabrak toko di tempatnya bekerja. Tidak berselang lama, warga yang melihat kejadian itu berusaha membantu pengemudi dan empat penumpang truk itu keluar dari dalam truk. “Saat saya lari keluar toko, saya lihat truk itu sudah menabrak toko. Kondisi sopir dan penumpangnya tidak persis saya lihat karena situasi ramai. Polisi juga ikut menolong. Kemungkinan korban terjepit saat tabrakan itu terjadi,” katanya. Truk Dievakuasi Kepala Subbagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan kejadian lakalantas tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan kejadian, personel Satlantas Polres

Buleleng itu masih melakukan penyelidikan dengan mendengarkan keterangan saksi yang diduga melihat kejadian tersebut. Sementara, truk sudah dievakuasi dari lokasi kejadian dan kerusakan yang ditimbulkan telah disepakati akan diperbaiki pihak DLH Buleleng. Selain itu, DLH juga sudah berkoordinasi dengan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memperbaiki pipa air minum yang rusak karena benturan saat kejadian itu. “Apa penyebabnya, masih kami dalami. Memang pengemudi itu belum bisa dimintai keterangan. Sebab, masih menjalani perawatan di rumah sakit,” jelasnya. Di tempat terpisah, Kepala DLH Buleleng, Putu Ariyadi Pribadi, telah mendapatkan laporan kejadian lakalantas yang dialami stafnya itu. Begitu mendengar kejadian itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak pemilik toko terkait perbaikan toko bangunan yang ditabrak itu. Dari koordinasi

itu, DLH akan memperbaiki kerusakan bangunan toko itu. “Kami sudah koordinasikan. Kerusakan toko itu kita akan perbaiki. Kasus itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya. Di sisi lain, mantan Camat Gerokgak ini mengatakan, truk yang dikemudikan anak buahnya itu sejatinya masih laik jalan. Namun karena out of control, truk itu menabrak toko hingga pengemudi bersama empat petugas pengangkut sampah itu terluka. Sebelum kejadian, tiga pekerja duduk di depan bersama pengemudi. Sedangkan, satu petugas lain berada di belakang. Karena hilang kendali dan menabrak toko, sehingga kelimanya terluka. “Kami punya 24 unit truk termasuk truk ini kondisinya laik jalan. Rem berfungsi dengan baik, karena sebelumnya kami rutin servis termasuk KIR-nya masih berlaku. Informasi awal ini out of control dan segala kerusakan yang diakibatkan ditabrak truk itu, kami segera perbaiki,” jelasnya. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) Dua dokter spesialis dilantik sebagai dokter ahli utama Senin (30/9) kemarin. Kedua dokter tersebut menjabat sebagai pejabat fungsional ahli utama. Pelantikan pejabat fungsional ahli utama itu berdasarkan Keputusan Presiden No. 51/M Tahun 2019, tanggal 4 September 2019, tentang Pengangkatan dengan jabatan fungsional ahli utama. Setelah dilantik, kedua pejabat tersebut akan memiliki masa bakti hingga batas umur 65 tahun. Hingga saat ini, RSUD Buleleng telah memiliki 40 dokter spesialis. Dengan status Rumah Sakit Pendidikan, RSUD sangat memerlukan dokter spesialis. Sehingga dengan jabatan ahli utama itu akan dapat memperpanjang masa jabatan dokter spesialis di RSUD. Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, para dokter ahli utama itu akan dapat menjalankan tugas-tugasnya melayani masyarakat. Selain itu, pihaknya menginginkan pejabat yang baru dilantik itu bisa menjadi contoh bagi rekan-rekannya yang lain. Se-

hingga teman-temannya punya motivasi yang sama yakni meningkatkan kualitas diri untuk kelangsungan proses layanan kesehatan yang semakin baik. “Banyaknya dokter spesialis yang menjabat sebagai dokter ahli utama akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD,” katanya. Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. mengatakan, pelantikan ini sesuai PP No. 11 Tahun 2017, tentang manajemen PNS, sehingga menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menjalankan amanat itu sebagai bentuk partisipasi dalam pengembangan sumber daya manusia bagi jabatan fungsional tertentu. “Dokter spesialis itu memang tenaganya sangat diperlukan. Sebelumnya, batas usia pensiunnya 60 tahun. Namun kini, diperpanjang menjadi 65 tahun. Ini memberikan imbas pada peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah sakit,” katanya. Pelantikan juga dihadiri Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng Putu Karuna dan juga Inspektorat I Putu Yasa. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DILANTIK - Dua dokter ahli utama dilantik, Senin (30/9) kemarin.

Soal Revisi UU KPK

Mahasiswa Diminta Ajukan ’’Judicial Review’’ ke MK Gelombang protes setelah disahkanya revisi Undang-undang (UU KPK) kembali mengemuka di Buleleng Senin (30/9) kemarin. Kali ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM-Rema) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja melakukan aksi mengoreksi UU KPK. Sekitar 13 orang mahasiswa yang duduk di kepengurusan BEM itu menyampaikan hasil kajiannya kepada DPRD Buleleng. Lalu, apakah harapan DPRD Buleleng terkait koreksi dari BEM Rama Undiksha itu?

Bali Post/kmb38

HASIL KAJIAN – BEM Rema Undiksha menyerahkan hasil kajian atas revisi UU KPK, Senin (30/9) kemarin.

SELAIN menyebarkan hasil kajiannya, BEM Rama Undiksha juga akan menempuh jalur konstitusi atas revisi UU KPK tersebut. Atas produk kajian itu, DPRD Buleleng meminta BEM Rema mengajukan judicial review ke MK. Presiden BEM Rema I Made Ginastra mengatakan, berdasarkan kajian yang telah dilakukan terhadap revisi UU KPK, pihaknya menyatakan sikap mendesak Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menimbang judicial review terhadap hasil penge-

sahan revisi UU KPK. Ini dilakukan karena hasil kajian revisi UU KPK itu cacat formil. Ada beberapa pasal yang perlu dikaji ulang. Seperti pasal 1 ayat (3), pasal 12 B, pasal 24, pasal 37 A, pasal 37 B, pasal 37 E, pasal 40, dan pasal 47. “Hasil kajian kami ini ditandatangani civitas akademika dan disebar ke semua fakultas dan jurusan di Undiksha. Kami akan ajukan ke pemerintah pusat sebagai petisi protes kami atas revisi UU KPK tersebut,” katanya. Selain menempuh jalur

konstitusi kata Ginastra, pihaknya juga mendesak pemerintah dan DPR mengkaji kembali revisi UU KPK yang sudah disahkan tersebut. Ini karena ada kesan melemahkan KPK dalam melaksanakan tugasnya melakukan pemberantasan korupsi. Apalagi, ketika produk hukum ini dibahas tidak melibatkan publik dan akademisi. Bahkan, revisi UU KPK itu tidak melalui keputusan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR. “Kami bersama civitas akademika dan masyarakat umum terus melakukan penolakan terhadap setiap upaya yang melemahkan pemberantasan korupsi,” katanya. Dalam audiensi ini, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, pihaknya tidak dapat memberikan penjelasan lebih dalam terkait UU KPK. Sebab yang menyusun UU itu adalah anggota di DPR-RI. Namun, Supriatna mengaku apa yang menjadi

tuntutan BEM Undiksha itu akan disampaikan ke pusat. Politisi asal Desa Tejakula itu meminta BEM Rema Undiksha melakukan judicial review langsung ke MK. “Mahasiswa kami ‘tantang’ tarung melakukan judicial review ke MK. Dengan begitu bisa membuat nama baik Undiksha di tingkat nasional, daripada melakukan aksi demo di jalan,’’ katanya. Selain kepada DPRD, mahasiswa juga menyerahkan hasil kajiannya itu kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Saat penyerahan, Bupati diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng Gede Suyasa. Dia mengapresiasi upaya mahasiswa yang mengajukan jalur konstitusi menyuarakan aspirasi atas revisi UU KPK. “Kami sangat menghargai dan memberikan apresiasi apa yang dilakukan BEM Rema Undiksha,” ujar Gede Suyasa. (mud)


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

Serangkaian Karya Agung

Besok, Pura Tirta Empul Ditutup untuk Umum

Bali Post/kmb35

MAPEPADA - Prosesi Mapepada Wawalungan di areal Pura Tirta Empul, Senin (30/9) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Pura Kahyangan Jagat Tirta Empul, Desa Adat Manukaya Let, Kecamatan Tampaksiring akan ditutup Rabu (2/10) besok. Hal ini dilakukan karena warga setempat akan menggelar Karya Tawur Masapuh Agung, Pupuk Padagingan lan Panyegjeg Jagat di pura setempat pada Buda Kliwon besok. Serangkaian karya agung tersebut, ribuan krama menggelar upacara Mapepade Wawalungan, Senin (30/9) kemarin. Upacara tersebut menggunakan puluhan jenis binatang. Prawartaka Karya Penyarikan Desa Adat Manukaya Let I Made Kuntung mengatakan, persiapan Karya Tawur Masapuh Agung, Mupuk Padagingan, Panyegjeg Jagat, lan Karya Pujawali Ngusaba Kapat di Pura Kahyangan Jagat Tirta Empul sudah dimulai sejak pertengahan September lalu. “Rangkaian upacara ini sudah dimulai sejak 12 September lalu,” katanya. Menurut Kuntung, rangkaian karya ini dilaksanakan oleh pangemong yang merupakan krama dari Desa Adat Penampaan, Malet, Tegalpayang, Calo dan Desa Adat Manukaya Let. Upacara juga

dibantu krama pangayah dari Desa Tampaksiring dan Desa Manukaya. “Jadi, persiapan rangkaian upacara ini sudah dilaksanakan oleh krama pangemong dan pangayah,” ujarnya. Kuntung menambahkan, hingga Senin kemarin ratusan krama mengikuti upacara Mapepade Wawalungan Pamargi Tawur. Dalam upacara tawur ini digunakan 26 jenis wawalungan (binatang - red). “Semua jenis wawalungan itu menjadi syarat penyelenggaraan upacara ini,” katanya. Dari puluhan binatang itu, kata Kuntung, ada tiga jenis hewan cukup sulit dicari, yakni menjangan, kijang dan ireng (monyet hitam). Dikatakan, perlu proses lama untuk mendapatkan tiga jenis binatang ini. Sebab, pihaknya harus mengajukan permohonan ke Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA). “Untuk mendapatkan tiga jenis binatang ini prosesnya kurang lebih sampai tiga bulanan,” katanya. Kuntung mengatakan, dalam upacara Mapada Wawalungan Pamargi Tawur Senin kemarin, puluhan hewan tersebut diupacarai, kemudian diiring mengelilingi areal pura sebanyak tiga kali, kemudian

binatang tersebut disembelih untuk dipersembahkan dalam sarana upakara caru. Selanjutnya digelar upacara besar yakni Tawur Masepuh Agung, Mupuk Padagingan, Panyegjeg Jagat, Malaspas bangunan di areal Pura Tirta Empu, Rabu besok. Selama rangkaian karya tersebut, areal madya dan utama mandala pura tersebut akan ditutup untuk umum. “Kami mohon permakluman, untuk rangkaian upacara ini areal madya dan utama pura akan ditutup untuk umat yang ingin Nyegara Gunung dan Malukat,” ujarnya. Menurut Kuntung, rangkaian upacara pada Rabu besok akan dimulai pukul 08.00 Wita. Namun sejak sehari sebelumnya areal itu sudah akan dibuat steril untuk persiapan upacara tawur tersebut. “Kemungkinan upacara akan berlangsung hingga Rabu sore sekitar pukul 15.00 Wita, setelah itu baru bisa dibuka. Namun perkiraan saya, areal pura masih akan dipadati oleh krama. Jadi, tidak memungkinkan bila ada yang ingin Malukat, apalagi Nyegara Gunung,” katanya mengingatkan. Lantas, bagaimana jika ada umat yang sudah mengagenda-

kan Nyegara Gunung ke Pura Tirta Empul pada hari tersebut? Menurut Kuntung, panitia karya sudah mencarikan solusi, dengan mempersilakan umat melaksanakan upacara sampai di arel Pura Campuhan yang berlokasi di bawah pohon beringin, tepatnya di areal jaba sisi atau pintu masuk Pura Tirta Empul. “Untuk yang Nyegara Gunung bisa nunas tirta di areal Pura Campuhan. Sudah kami koordinasikan itu, maknanya sama,” ujarnya. Kuntung menambahkan, wisatawan yang berkunjung juga dipastikan hanya sampai di jaba sisi pura tersebut. Sementara untuk ke madya apalagi utama mandala pura kunjungan tidak diperkenankan. Terlebih pada upacara Rabu besok ini, pihak pura juga mengundang Presiden RI Ir. Joko Widodo beserta jajaran kabinet, termasuk Gubernur Bali dan bupati/wali kota seBali. “Para tamu undangan VIP sudah kami siapkan tempat khusus di utama mandala pura untuk menyaksikan rangkaian upacara. Sehingga areal pura akan dibuat steril dari kunjungan wisatawan. Wisatawan hanya sampai di jaba sisi saja,” tegasnya. (kmb35)

Upacara ”Maligia” untuk Ibunda Made Ada Gianyar (Bali Post) Usai prosesi palebon pada awal September 2019, warga melanjutkan upakara palebon untuk ibunda maestro pematung garuda I Made Ada, yakni Jro Mangku Istri Pasek Gelgel Aan. Upacara yang dilaksanakan berupa Maligia dan dilanjutkan dengan Nyegara Gunung. I Made Ada mengatakan hal itu, Senin (30/9) kemarin. Menurut Made Ada, prosesi Maligia sudah berlangsung

pada Tilem Katiga, Sabtu (28/9) tengah malam. Upacara berlangsung di kediaman almarhum di Banjar Pakudui, Desa Kedisan, Tegallalang. “Bertepatan dengan Tilem Katiga, kami menggelar upacara Maligia untuk almarhumah,” ujarnya. Made Ada menambahkan, usai prosesi tersebut langsung dilanjutkan dengan Nyegara Gunung pada keesokan harinya, Minggu (29/9). Diawali dengan Nyegara ke

Pura Goa Lawah dan dilanjutkan ke Pura Besakih. “Minggu tengah malam kami tiba di rumah, langsung beliau malinggih di pura,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, ibunda I Made Ada yakni Jro Mangku Istri Pasek Gelgel Aan meninggal di usia ke 95 tahun, beberapa waktu lalu. Upacara palebon untuk almarhumah dilaksanakan di Banjar Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Rabu (4/9). (kmb35)

Bali Post/kmb35

PIPA - Kondisi pipa HDPE PDAM Gianyar yang berubah warna pascaterpapar api pembakaran sampah.

Warga Keluhkan Pelayanan PDAM

Gianyar (Bali Post) -

Bali Post/kmb35

UPACARA - I Made Ada saat menyelesaikan upacara untuk almarhumah ibunya, Minggu (29/9) malam.

Pengamanan Logistik Pemilu Perlu Dievaluasi Gianyar (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar kembali menggelar evaluasi untuk penyelenggaraan Pemilu 2019. Salah satu yang perlu evaluasi adalah terkait gudang menaruh logistik. Hal ini terungkap dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Senin (30/9) kemarin. Ketua KPU Gianyar Agus Tirta Suguna mengaku memang ada sejumlah poin evaluasi yang terungkap dalam diskusi tersebut. Dari sekian perbincangan, yang

menjadi evaluasi adalah gudang untuk menaruh logistik. “Yang menonjol itu soal gudang untuk logistik,” ujarnya. Saat pemilu lalu, kata Agus Tirta Suguna, logistik berupa kotak dan surat suara begitu banyak. Itu karena kotak dan surat terdiri dari legislatif dari kabupaten hingga pusat, ditambah logistik presiden. KPU sendiri telah menyiapkan dua gudang di Kota Gianyar. Namun logistik penuh, sehingga logistik ditempatkan di masing-masing kecamatan. “Logistik kami tempatkan di kantor camat, selain Sukawati dan

Ubud. Logistik itu menumpuk sampai perekapan suara tingkat kecamatan berakhir,” jelasnya. Mengantisipasi penumpukan itu, Agus Tirta Suguna mengusulkan biaya sewa gudang terutama di tingkat kecamatan. Dengan menyewa gudang di masing-masing kecamatan, pihak kecamatan diharapkan bisa mengatur logistik. Tentunya supaya tidak menganggu pelayanan di Kantor Camat. “Dengan begitu pihak kecamatan tidak kewalahan dengan tumpukan kotak suara yang berisi logistik pascapemungutan suara,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

FGD - Suasana FGD terkait evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2019, Senin (30/9) kemarin.

Warga seputaran Kecamatan Blahbatuh dan Sukawati mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar, Senin (30/9) kemarin. Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir pelayanan air kecrat-kecrit (tidak lancar - red). Sementara PDAM Gianyar yang menelusuri keluhan itu mendapati gangguan dari pipa HDPE yang bocor akibat pembakaran sampah di dekat pipa tersebut. Direktur Utama PDAM Gianyar Ir. Made Sastra Kencana mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan dari keluhan tersebut. Menurutnya, PDAM Gianyar tidak pernah mematikan distribusi air, kecuali jika ada gangguan disebabkan oleh longsor, listrik padam, galian drainase, atau peningkatan/pelebaran jalan. “Setelah kita cek, pasokan air ke pelanggan mengalami gangguan karena pipa distribusi air dari SPAM Petanu bocor,” ujarnya. Sastra Kencana menam-

bahkan, pipa jenis HDPE itu bocor pascaterpapar suhu panas. Diduga, suhu panas itu akibat pembakaran sampah di jalur By-pass I.B. Mantra Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. “Kami menduga ada oknum yang membakar sampah. Pipa HDPE berubah warna putih dan bocor kena bakaran sampah,” jelasnya. Melihat kondisi itu, kata Sastra Kencana, pihaknya langsung mengerahkan petugas ke lapangan melakukan pemasangan pipa pengganti. Dikatakan, pemasangan itu langsung dilakukan Senin ke-

Gianyar (Bali Post) Puluhan warga asal Desa Buahan, Kecamatan Payangan menggelar aksi demo ke Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Senin (30/9) kemarin. Aksi ini dilakukan terkait penahanan warga setempat oleh majelis hakim, dalam kasus pencemaran nama baik di media sosial. Pantauan Bali Post, terlihat puluhan warga mendatangi PN Gianyar Senin kemarin sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka membentangkan spanduk merah bertuliskan “Hakim tidak profesional dan sewenangwenang, minta agar Ketua PN mengganti majelis hakim, minta agar protes ini diteruskan ke PT dan MA”. Kerabat terdakwa I Kadek Ngurah, tidak mau berkomentar banyak terkait kedatangannya ke PN Gianyar. Ia mengaku hanya ingin mempertanyakan kasus yang kini menjerat kerabatnya itu.

“Saya hanya ingin menanyakan soal Dex Nin pada hakim,” katanya singkat. Sementara itu, Humas PN Gianyar Wawan Edy Prastiyo menjelaskan, kedatangan puluhan warga tersebut untuk menanyakan salah satu rekannya yang menjadi terdakwa. “Temannya mau ditahan oleh majelis hakim, tetapi ternyata tidak ditahan sampai sekarang. Mereka hanya menanyakan itu, kenapa m au d it aha n d an sud ah saya jelaskan tidak ditahan mengingat syarat objektif tidak kena,” ujarnya. Kasus tersebut berawal pada akhir 2018. Salah satu warga asal Desa Buahan, Kecamatan Payangan yang bernama Dex Nin memposting status di media sosialnya dengan kata-kata berbahasa Bali kasar. Kata-kata itu ditujukan kepada mantan pejabat di desa setempat. Alhasil Dex Nin langsung

marin. “Ini rangkaian aksesoris yang harus dipasang hari ini dan harus tuntas. Semoga malam sudah mengalir,” katanya. Sastra Kencana menambahkan, pipa yang bocor ini sudah mengganggu aliran air di seputaran Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, dan sejumlah desa di Kecamatan Sukawati. Dijelaskan, pipa bocor tersebut merupakan jalur distribusi yang berkaitan dengan jalur Denpasar dan Badung. “Jadi, pompa SPAM Petanu harus off. Jika ada pipa JDU bocor, tahun

depan Satker PUPR akan memasang pipa terpisah khusus untuk pelayanan ke Gianyar saja,” jelasnya. Menurut Sastra Kencana, sumber dana yang diusulkan berasal dari APBN. Pipa yang akan dipasang juga untuk mendukung penyediaan air di seputaran Pasar Sukawati. Pihaknya berharap, SPAM Petanu yang dikelola oleh BLUD Provinsi Bali agar lebih maksimal dalam memberi pelayanan, sesuai yang tertuang dalam perjanjian kerja sama. “Bukan hanya kerugian karena harus mendrop dengan mobil tangki, tapi dampak kepercayaan kepada PDAM bisa menurun, mengingat cabang Blahbatuh dan Sukawati membeli di sana (SPAM Petanu - red),” ujarnya. (kmb35)

Warga Buahan Datangi PN Gianyar

Bali Post/kmb35

SPANDUK - Sejumlah warga membentangkan spanduk aksi protes di PN Gianyar, Senin (30/9) kemarin. dilaporkan oleh mantan pejabat desa tersebut yang merupakan mantan perbekel desa setempat yang bernama Wayan Mungluk. Dengan demikian, Dex Nin diusulkan ditahan oleh majelis hakim PN Gianyar.

Terdakwa Dex Nin dijerat dengan Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman empat tahun penjara. (kmb35)


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

Sikapi Penolakan Pedagang Komisi II Sidak Terminal Manuver Negara (Bali Post) Munculnya sikap penolakan para pedagang di Terminal Manuver, Kelurahan Gilimanuk, Melaya terkait revitalisasi pasar ditindaklanjuti DPRD Jembrana. Komisi II DPRD Jembrana bersama OPD terkait, Senin (30/9) kemarin sidak ke Gilimanuk. Dipimpin Ketua Komisi II, I Ketut Suastika, anggota dewan mengecek ke Terminal Manuver dan menemui langsung para pedagang. Koordinator pedagang Terminal Manuver IB Alit Negara bersama sejumlah pedagang membeberkan alasan penolakan revitalisasi ini. Salah satunya terkait ukuran kios yang dibangun lebih kecil dibandingkan kios yang mereka tempati sekarang ini. “Ukurannya hanya 2 x 3 meter, sedangkan sekarang 3 x 4 meter, sementara para pedagang di sini sudah memiliki HGB (Hak Guna Bangunan),” terang IB Alit. Menurutnya ada 40 yang mempunyai HGB di luar milik pemkab. Tetapi yang aktif 17 pedagang. Yang tidak aktif itu lantaran lokasi kiosnya berada di dalam dan sepi pembeli. Pedagang lain

menyebutkan, revitalisasi ini sejak awal belum disosialisasikan, baru ketika ada dana pusat turun para pedagang diberitahu kalau (bangunan) akan diganti dan menjadi pasar. “Intinya kami ingin agar ukuran kios sesuai dengan yang ada sekarang,” ujar pedagang lain. Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika mengatakan, kedatangan Komisi guna mendengar langsung yang menjadi permasalahan hingga pedagang menolak revitalisasi dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag) Jembrana. “Kami turun ke sini untuk mendengar langsung alasan pedagang menolak revitalisasi kios-kios. Setelah ini kami akan rapatkan dengan dinas terkait dan mencari solusi terbaik,” tandas Dewan asal

Tuwed ini. Kepala Dinas Koperindag I Komang Agus Adinata mengaku telah melihat kondisi kios di Terminal Manuver dan selanjutnya diusulkan ke Pusat mendapatkan dana tugas pembantuan Rp 6 miliar lebih. Dari data yang dihimpun Dinas, yang memiliki HGB ada 38 orang dan Dinas mengusulkan 40 kios. 2 kios sebagai cadangan. Pasar yang dibangun nanti tipe C untuk menampung 200 pedagang. Dan ukuran 2x3 meter itu merupakan prototipe dari pusat. Sejatinya Dinas sudah menyampaikan ini ke pusat, tetapi gambar dan kegiatan harus dilaksanakan di lokasi tersebut. Tidak boleh dipindahkan. Dinas juga sudah berulang kali bernegoisasi dengan para pedagang tetapi belum ada titik temu. Selain di Terminal Manuver, Komisi II juga mengecek kondisi Taman Siwa di Teluk Gilimanuk. Di sini Dewan hendak memastikan adanya keluhan masyarakat yang diminta membeli tiket hanya

untuk jalan-jalan di areal Taman. Kawasan Teluk Gilimanuk sebagian kini dikelola PT Ecomarine Indo Plago untuk wahana air. Warga lokal dikenai tiket Rp 25 ribu dan luar Jembrana Rp 50 ribu. Dari hasil pengecekan ke lokasi, Komisi II bertemu dengan staf dari PT Ecomarine Indo Plago, Putu Susi Widiatrini dan Roy. Suastika menanyakan terkait banyaknya keluhan warga tersebut. Dewan ingin mengecek seperti apa MoU dengan Pemkab dalam pengelolaan Teluk Gilimanuk. “Apakah sewa aset beberapa lahan, dan pemkab mendapatkan apa, apakah pajak dari pariwisata apakah sewa,” tanyanya. Berkaitan dengan itu baik Putu Susi Widiatrini dan Roy belum bisa memberikan penjelasan terutama terkait MoU antara PT Ecomarine Indo Plago dengan pemkab Jembrana. Seusai sidak, Suastika mengungkapkan akan menyampaikan dalam rapat kerja dengan OPD terkait. (kmb26)

Bali Post/olo

SIDAK - Komisi II DPRD Jembrana yang diketuai I Ketut Suastika sidak ke Gilimanuk tepatnya di Terminal Manuver yang akan dilakukan revitalisasi pasar. Dewan mengecek langsung terkait penolakan dari para pedagang.

Tersangka Lakalantas, Warga Australia Ditahan Negara (Bali Post) Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dengan tersangka warga negara Australia, dilimpahkan penyidik Satlantas Polres Jembrana ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Senin (30/9) kemarin. Setelah tahap II, tersangka Obrien Susan Leslie (49) tetap ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara. Tersangka datang ke Kejari Jembrana diantar penyidik didampingi kuasa hukum. Selain menyerahkan

Bali Post/olo

BARANG BUKTI - Barang bukti lakalantas berupa mobil dengan tersangka WN Australia.

Truk Angkut Kertas Terguling di Pekutatan Negara (Bali Post) – Diduga sopir mengantuk, truk penuh muatan kertas terguling di tanjakan tikungan Pekutatan, Senin (30/9) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, baik pengendara lain maupun sopir. Sopir truk Makrup (35) yang masih berada di kemudi saat truk terguling selamat namun mengalami luka di kepala akibat benturan. Hingga siang kemarin, truk yang terperosok di pinggir itu masih belum dievakuasi. Dari informasi, truk terguling pada Senin dini hari sekitar pukul 01.50 Wita. Truk boks besar dengan nomor polisi N 8563 US ini melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Memasuki TKP dengan kondisi jalan tikungan menanjak, truk bergerak agak ke pinggir hingga roda kiri truk keluar dari badan jalan. Diduga, truk keluar dari lintasan hingga terperosok dan terguling akibat sopir mengantuk. Akibat kecelakaan ini, sopir truk asal Banten, Jawa Barat mengalami luka pada kepala bagian. Korban langsung dibawa ke Puskesmas I Pekutatan yang lokasinya dekat dan mendapatkan 4

berkas dan tersangka, polisi juga menyerahkan barang bukti berupa mobil Suzuki APV warna Silver dengan nomor polisi DK 851 GT. Saat proses pelimpahan, Kasi Pidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan sempat turun tangan menenangkan tersangka. Pasalnya tersangka sempat mengeluh lantaran tidak segera dibawa kembali ke Rutan Kelas IIB Negara. Saat dibawa ke mobil tahanan, tersangka sempat menghardik awak media yang saat itu berada di depan kantor Kejari Jembrana. Sehingga sejumlah petugas Kejari menenangkan tersangka dan langsung membawa ke mobil tahanan. Diberitakan sebelumnya, kasus lakalantas yang melibatkan warga

negara Australia ini terjadi pada Rabu (14/8) lalu. Kecelakaan itu terjadi di kilometer 122-123, jalan DenpasarGilimanuk. Tersangka yang mengendarai mobil APV menabrak sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan. Akibatnya pengendara motor DK 6346 ABI, Rizqi Akbar Putra (19), meninggal dunia di TKP. Dari hasil penyelidikan, kecelakaan terjadi saat mobil akan mendahului truk di depannya, sehingga mobil masuk di jalur berlawanan. Saat itu juga pengendara motor asal Genteng, Banyuwangi melaju dari arah berlawanan. Korban diketahui meninggal dengan kondisi patah pada paha dan tangan serta mengeluarkan darah pada telinga dan hidung. (kmb26)

jaritan. Korban akhirnya dirujuk ke RSU Negara lantaran luka di bagian kepala cukup dalam. Kasat lantas Polres Jembrana, Iptu Shinta Ayu Pramesti dikonfirmasi membenarkan kecelakaan out of control (OC) di tanjakan tikungan Pekutatan, tepatnya jalan Denpasar Gilimanuk Kilometer 70-71 Dusun Pasar, Desa Pekutatan. Dari hasil penyelidikan awal diduga sopir truk mengantuk sehingga truk keluar lintasan dan terbalik. Lantaran truk masih terguling, petugas belum bisa mengambil surat-surat kendaraan yang ada di dalam kemudi. Meski dalam posisi terguling, kendaraan yang melintas dari dua arah masih bisa lewat. Dengan sistem buka tutup, kendaraan gantian melintas. Evakuasi dari derek terkendala muatan truk yang cukup berat. Sehingga hingga kemarin sore truk masih terbalik. (kmb26) Terguling – Truk penuh muatan kertas menuju Denpasar terguling di tanjakan Pekutatan.

Bali Post/olo

Anjing Rabies Gigit Dua Warga di Sangkaragung

Bali Post/olo

DIGIGIT ANJING - Warga Sangkaragung yang digigit anjing rabies dimintai keterangan dari petugas peternakan dan aparat desa kemarin. Tim reaksi cepat melakukan vaksinasi dan euthanasia puluhan anjing di sekitar lokasi. Kasus anjing rabies kembali muncul di Jembrana. Dua orang warga di Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana digigit anjing yang terjangkit rabies. Padahal di Sangkaragung sudah ter-cover vaksinasi massal. Lalu, dari mana anjing ini bisa terjangkit virus rabies?

Dari hasil investigasi (penyelidikan epidemiologi) Tim Reaksi Cepat Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, anjing yang terjangkit rabies dan sudah mati itu masih anakan berumur sekitar dua bulan. Sehingga tidak ter-cover oleh petugas ketika dilaku-

kan vaksinasi massal beberapa bulan lalu. Kelurahan Sangkaragung sejatinya juga masuk wilayah yang disasar vaksinasi massal. “Induk anjing ini sudah kita vaksinasi massal. Tetapi meskipun induk sudah divaksinasi, tidak menjamin anakannya juga bebas rabies. Jadi anakan anjing ini lahir setelah divaksinasi dan terjangkit,” ujar Kepala Bidang Keswan Kesmavet, Wayan Widarsa, Senin (30/9) kemarin. Widarsa mengatakan, untuk tindakan pada anjing, dilakukan tindakan euthanasia (eliminasi) dan vaksinasi lokal di sekitar anak anjing tersebut berada. Dalam sehari, total ada 27 ekor anjing liar yang di-euthanasia dan 43 ekor yang diberikan vaksinasi. Dari puluhan ekor anjing yang dieliminasi itu, beberapa di antaranya diambil sampel cairan otak untuk diperiksa di laboratorium veteriner. Ketika petugas melakukan upaya vaksinasi, masih ada beberapa warga yang menolak anjingnya divaksinasi. Alasan warga, khawatir anjing mereka gatal-gatal setelah divaksinasi rabies. “Sempat ada penolakan, tapi kami beri pemahaman yang benar dan pendekatan bersama aparat desa, akhirnya mau,” tambah Widarsa. Anjing rabies umumnya setelah menggigit dua kali, langsung mati. Sedangkan untuk virus rabies, masih berpeluang terjadi dan menjangkiti anjing. Terutama anjing yang liar (tidak diikat atau dikandangkan)

dan satu-satunya upaya untuk antisipasi melalui vaksinasi anjing. Selain vaksinasi massal, Dinas juga secara rutin menyediakan layanan vaksinasi gratis setiap hari Minggu pagi di Car Free Day. Sedangkan untuk penanganan pertama bagi dua warga yang sempat digigit anjing, sudah diberikan VAR. Kasus rabies ini berawal dari laporan warga yang digigit anakan anjing pada Minggu (22/9) lalu. Anjing milik I Gusti Ngurah Kade Sudiasa ini menggigit istrinya, Komang Wardani (44), di bagian betis kaki kanan. Pada hari itu juga, korban mendatangi Puskesmas 2 Jembrana dan langsung diberikan perawatan luka. Anjing tersebut diketahui mati tanpa sebab sehari setelah korban digigit. Dan pada Kamis (26/9) korban kembali mendatangi ke Puskesmas II Jembrana dan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Tim Keswan yang mendapatkan informasi hal tersebut langsung terjun ke lokasi dan mengambil sampel otak anjing yang mati itu. Selain Komang Wardani, anak anjing itu juga sempat mengigit Ni Komang Yuliastuti (37) yang tinggal di Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh. Korban mengaku digigit anjing yang sama saat pulang ke rumah tua di Sangkaragung. “Sampel otak yang kita kirim ke Denpasar, hasilnya kita ketahui Sabtu lalu, bahwa sampel FAT rabies yang dikirim positif rabies,” tambahnya.

Sehingga petugas melakukan tindakan untuk euthanasia dan vaksinasi di sekitar lokasi ditemukannya anjing rabies. Kade Sudiasa, pemilik anjing mengatakan, sejatinya indukan anak anjing yang diketahui terjangkit rabies itu sudah terpapar vaksinasi massal beberapa bulan lalu. Sementara anak anjing baru lahir tiga bulan setelah dilakukan vaksinasi. Belakangan diketahui bahwa anak anjing yang baru berumur dua bulan itu rabies. “Memang saya lepas bebas, kelakuannya beringas dan dua hari sebelum mati terus melolong tak ada sebab,” ujarnya. Sementara Wardani mengaku tidak menyangka dirinya digigit anak anjing itu hingga mengakibatkan dua luka di kakinya. Untungnya luka tidak terlalu dalam, hanya goresan. Dari data yang dihimpun, kasus anjing positif rabies yang ditemukan di Sangkaragung ini merupakan yang kedelapan pada 2019 ini. Tujuh anjing positif rabies sebelumnya ditemukan di Tuwed, Kecamatan Melaya, Banjar Berangbang, Desa Berangbang (Januari), Banjar Warnasari Kelod, Kecamatan Melaya (Februari) dan Banjar Sumbul, Desa Yeh Sumbul (April). Berlanjut pada bulan Juni lalu ditemukan di Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara dan Banjar Anyar, Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara. Agustus lalu di Baluk Rening, Desa Baluk, Kecamatan Negara. (olo)


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

Tiga Vila Disidak, Satu Belum Kantongi Izin Amlapura (Bali Post) Tiga vila di Karangasem disidak oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karangasem, Senin (30/9) kemarin. Dari tiga vila yang disidak itu, satu vila di antaranya belum mengantongi izin termasuk izin usaha. Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Karangasem Gede Arianta Pariatna mengungkapkan, pada agenda sidak kali ini, pihaknya memfokuskan operasi di wilayah Banjar Dinas Alas Tunggal, Kecamatan Selat. Dari tiga vila yang disidak itu, satu di antaranya belum mampu menunjukkan izin termasuk izin usaha kepada petugas. “Tiga vila yang kita sidak yakni Vila Bambu, Kubu Alas Tunggal, dan Great Mountain Views Villa. Dari tiga vila itu, satu di antaranya yakni Vila Bambu yang sudah berdiri sejak empat tahun lalu, belum bisa menunjukkan izin termasuk izin usaha,’’ terang Gede Arianta. Karena itu, Vila Bambu itu langsung diberikan peringatan. Penting peringatan itu diberikan, supaya manajemen Vila Bambu itu segera mengurus izinnya. ‘’Kalau manajemennya masih membandel, maka Satpol PP akan mengambil tindakan tegas. Bukan lagi main-main yakni besar kemungkinan Vila Bambu itu ditutup,” tegasnya.

Arianta menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki, masih cukup banyak vila di Karangasem belum mengurus izin. Dikatakan, dari data vila yang ada, paling banyak vila yang belum mengurus izinnya, ditemukan di Kecamatan Abang. “Kita selaku penegak hukum terutama mengawal perda, akan terus melakukan monitoring atau sidak-sidak ke lapangan. Sidak itu untuk memastikan apakah vila-vila yang ada di Karangasem itu sudah mengurus izin atau belum,’’ tambahnya. Upaya sidak memang gencar dilakukan, supaya para pemilik vila itu mau tertib mengurus izinnya. Jika belum mengurus izin, maka itu artinya vila itu ilegal alias sudah melanggar aturan yang ada. ‘’Kalau sudah melanggar, maka keberadaan vila itu mau tidak mau wajib ditindak tegas,” ujarnya. (kmb41) SIDAK VILA - Petugas Satpol PP Karangasem saat melakukan sidak terhadap vila, Senin (30/9) kemarin.

SOSOK Fokus Jadi Guru SALAH satu guru di SMAN 1 Rendang yang isunya mencuat, namanya disebut-sebut masuk bursa Wakil Bupati Karangasem mendampingi I Gusti Ayu Mas Sumatri dibantah yang bersangkutan. I Komang Warsa kaget dengan isu itu. Ia mengaku saat ini masih fokus menjadi guru. Belum ada niat menuju ke arah Karangasem dua. I Komang Warsa saat diwawancarai Senin (30/9) kemarin mengungkapkan, dirinya mengaku cukup terkejut namanya dimasukkan bursa sebagai pendamping I Gusti Ayu Mas Sumatri dalam pemilihan kepala daerah tahun depan 2020. “Benar saya sangat terkejut dengan berita

tidak jelas sumbernya itu,’’ ujarnya.Warsa menambahkan, saat ini dirinya belum ada niat melangkah lebih jauh, apalagi terjun ke dunia politik. Terlebih lagi, dirinya saat ini berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memang tidak diperbolehkan ikut berpolitik praktis. “Sebagai ASN harus netral dan profesional. ASN tidak boleh berpihak ke manamana. Karena ASN tidak diperbolehkan ikut berpolitik praktis,’’ ujar Warsa. Karena itu, saat ini, ia fokus menjadi guru saja. Belum ada niat terjun ke ranah politik, seperti isu yang mencuat selama ini,” tegas Warsa, guru di SMAN 1 Rendang itu. (nan)

Foto Bali Post/kmb41

Hari Ini, KPU Tanda Tangani NPHD

Total Diajukan Rp 31 M, Disetujui Rp 30 M Lebih Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan Pemerintah Daerah Karangasem, Selasa (1/10) ini. Penandatanganan NPHD itu sebagai persiapan awal KPU menjelang pemilihan kepala daerah tahun depan, 2020. Sedangkan, anggaran yang dialokasikan di APBD masih di bawah proposal yang diajukan. Ketua KPU I Gede Krisna Adi Widana, Senin (30/9) kemarin, menjelaskan, pada APBD Perubahan 2019 ini, dana yang disiapkan Rp 1,2 miliar dari Rp 2,2 miliar yang diajukan. Dana itu nantinya untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi maupun kegiatan lainya sesuai tahapan pilkada. “Penandatanganan NPHD akan digelar di kantor Bupati Karangasem. Dengan NPHD hari ini diteken itu artinya sudah dimulainya tahapan pelaksanaan Pilkada 2020,” ujarnya. Krisna menambahkan, selain pada anggaran perubahan, pihaknya juga mengajukan anggaran pilkada di APBD Induk 2020. Pengajuan anggaran di APBD induk senilai Rp 29.077.019.000 miliar namun disetujui Rp 28,8 miliar. Jadi, tercatat anggaran yang diberikan di bawah dari yang diajukan. Sebelumnya, KPU Karangasem merancang anggaran yang diajukan pada APBD Perubahan sekitar Rp 2,2 miliar namun disetujui Rp 1,2 miliar. Sisanya, diajukan di APBD Induk 29.077.019 000 tetapi disetujui Rp 28,8 miliar. Jadi, total keseluruhan anggaran yang dirancang menggelar Pilkada serentak senilai Rp 31 .029.000.019.000 dan disetujui Rp 30 miliar lebih. Anggaran itu akan dipergunakan untuk berbagai hal seperti sosialisasi pilkada, pemutakhiran data pemilih, lomba jingle dan launching maskot pilkada, termasuk persiapan perekrutan PPK dan lainnya. (kmb41)

I Gede Krisna Adi Widana

Bali Post/kmb41

42 Ribu Petani akan Dapat Kartu Tani Yang Tak Bergabung Kelompok Tidak Dapat

Sebanyak 42 ribu lebih petani -- subak tegalan, subak sawah, dan kelompok tani -- di Karangasem rencananya disasar mendapatkan kartu tani. Namun, sejauh ini, Dinas Pertanian Karangasem belum mendapatkan data komplet, karena masih terus mendata jumlah petani yang dimaksud. Lalu, kategori petani seperti apakah yang mendapatkan hak kartu tani itu?

KABID Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Karangasem Made Mawa, Senin (30/9) kemarin mengungkapkan, pihaknya di Karangasem menargetkan sasaran kartu tani ini 42 ribu lebih. Dari jumlah petani yang disasar itu baru 14.815 petani datanya di-input. “Dari jumlah data petani yang sudah di-input itu kemudian baru sekitar 13 ribu lebih kartu tani itu sudah dicetak,” ujarnya. Sejauh ini, memang, kata Mawa, belum semua petani berhasil di-input datanya. Alasannya, karena ada beberapa kendala. Di antaranya petani belum memiliki eKTP. Ada juga petani belum melakukan perekaman data e-KTP lantaran usianya sudah tua. Sebab, sebagian besar petani usianya di atas 50 tahun. Mengingat, jarang anak muda yang mau berprofesi menjadi petani. “Petani yang belum di-input ini tersebar di semua kecamatan di Karangasem. Melihat kondisi ini, kami berharap Kadus mau jemput bola membantu mendorong warganya yang mau melakukan perekaman e-KTP, sehingga datanya bisa kita input. Karena tanpa e -KTP, petugas tidak bisa meng-input data petani itu,” katanya. Dia menjelaskan, memang tidak semua

petani di Karangasem mendapatkan kartu tani ini. Petani yang mendapat kartu tani itu merupakan petani yang sudah tergabung di dalam kelompok subak tegalan, subak sawah, dan kelompok tani. Sedangkan petani yang belum tergabung di salah satu kelompok itu, mereka tidak berhak mendapatkan kartu ini. “Petani yang menerima kartu tani ini, maksimal memiliki luas lahan yang akan digarap dua hektar per orangnya. Bila lebih dari dua hektar mereka tidak bisa dapat kartu tani itu,’’ tambahnya . Rencananya, pembagian kartu tani ini dilakukan minggu ketiga bulan Oktober mendatang. Pembagian kartu tani itu diprioritaskan kepada petani yang sudah di-input datanya. Penyerahannya akan dilakukan secara bertahap. Lebih lanjut dikatakannya, di kartu tani ini nantinya petani akan mendapatkan subsidi pupuk. Jenis pupuk bersubsidi itu yakni urea, ZA, SP-36, Phonska dan Petroganik. Jadi, di luar nama-nama yang dimaksud, maka pupuk itu tidak bersubsidi. ”Kita harap pemberian kartu tani ini, bisa membantu dan mempermudah para petani di dalam mengambil pupuk untuk memberikan nutrisi lahan pertaniannya,” tegas Mawa. (nan)

Made Mawa

Bali Post/kmb41


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

Semua Fraksi Setujui Ranperda APBD Perubahan TA 2019

Bali Post/gik

PENDAPAT AKHIR - Bupati Suwirta saat menyerahkan pendapat akhir kepada Ketua DPRD Klungkung A.A. Gde Anom.

SOSOK Peduli Warga Miskin Kisah kakak-adik asal Banjar Payungan, Desa Selat, Kecamatan Klungkung, Kadek Suardana (15) dan adiknya, Komang Juniarta (13), telah banyak menginspirasi masyarakat untuk terus bersekolah. Meski dalam situasi serba keterbatasan, namun adanya niat yang tinggi, dipercaya selalu memberi jalan agar dapat meraih cita-cita. Ini pula yang ditanamkan Wakil Bupati Klungkung Made Kasta saat turun langsung ke rumah warga miskin tersebut, belum lama ini. Menyambung kisah dua anak bersaudara tersebut, Wabup Kasta mengaku kerap turun ke rumah keluarga kurang mampu yang hidupnya tidak beruntung. Bahkan ada pula yang hidup sebatang kara. “Pernah saat hujan lebat, saya ingat salah satu keluarga kurang mampu di Bakas, yang rumahnya rusak berat. Ada satu anak masih sekolah hidup sama ibunya saja. Saya sengaja hujan-hujan ke sana malammalam, untuk melihat kondisi anak itu. Ternyata benar, di dalam rumahnya sudah basah oleh air hujan, dan anak itu berdiri di pojok kamar berteduh sambil baca buku. Saya terenyuh melihatnya,” kisah Wabup Kasta asal Desa Akah ini. Seketika dia bekerja sama dengan Koramil Banjarangkan, untuk membantu memperbaiki rumah warga miskin itu, agar bisa hidup lebih layak. Dia mengaku kerap tergerak, karena merasa punya sejarah hidup yang hampir sama waktu kecil. Sehingga, ketika kini menjabat, dia melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu, baik secara birokrasi maupun pribadi. Saking banyaknya yang sudah terbantu, ada saja yang datang ke rumahnya membawa sesuatu sebagai ucapan terima kasih. “Terakhir, ada yang sampai bawa dua ayam peliharaannya ke rumah. Malah, satu lepas di jalan katanya. Saya tidak menyangka sampai seperti itu. Saya kadang spontan saja. Kadang, ada juga teman punya CSR pihak swasta, saya langsung minta dan arahkan ke warga kurang mampu,” ujar pejabat yang juga balian ini. (gik)

langsung menugaskan Sekretaris Daerah untuk segera membuatkan regulasi-regulasi yang diperlukan. Sehingga program-program yang terdapat di dalam Ranperda APBD TA 2019 tersebut dapat segera dilaksanakan. Bupati Suwirta juga menyampaikan ucapan terima kasih terhadap semua fraksi yang sudah memberikan pandangan akhir/pendapat akhirnya dan masukan kepada Pemkab Klungkung serta dapat menyetujui Ranperda APBD Perubahan TA 2019 Pemkab Klungkung. Terkait pandangan akhir fraksi mengenai rencana pinjaman ke bank senilai Rp 13,5 miliar, untuk pembayaran klaim RSUD Klungkung kepada BPJS Cabang Klungkung, Bupati Suwirta menyampaikan Pemkab akan segera menindaklanjutinya dengan segera melakukan pinjaman. Terkait TOSS, Bupati Suwirta menyampaikan bahwa

Program TOSS baru berjalan tahun ini, sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya program TOSS berjalan dengan menggunakan dana CSR. Terkait tenaga retribusi, Pemkab akan menaikan gaji tenaga petugas retribusi mengingat tingkat kemahalan harga dan kebutuhan di Nusa Penida yang tinggi. Bupati Suwirta dan jajaran sepakat mengenai masukan yang disampaikan oleh para anggota fraksi, dan masih akan terus berupaya mensejahterakan masyarakat Klungkung. “Biarkan Pemkab berproses, dalam melakukan Pembangunan itu perlu proses,” tegasnya. Setelah Ranperda APBD Perubahan TA 2019 disetujui, Bupati Suwirta menyampaikan bahwa pendapatan daerah dirancang sebesar Rp 1,228 triliun, meningkat sebesar Rp 59,12 miliar dari APBD Induk 2019. Sementara, belanja daerah dirancang Rp 1,248 triliun, meningkat sebesar Rp

4,9 miliar. Sementara pembiayaan netto dirancang sebesar Rp 20,27 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp 54,13 miliar dari APBD Induk 2019 sebesar Rp 74,4 miliar. Selanjutnya, untuk PAD dirancang sebesar Rp 227,59 miliar, dana perimbangan dirancang Rp 699,19 miliar, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah dirancang sebesar Rp 301,71 miliar. Untuk belanja tidak langsung dirancang sebesar Rp 694,28 miliar, sedangkan belanja langsung dirancang sebesar Rp 554,38 miliar. Sementara untuk penerimaan pembiayaan daerah dirancang 38,77 miliar, dan pengeluaran pembiayaan daerah dirancang sebesar Rp 18,5 miliar. Komposisi sumber pendapatan, didominasi dana perimbangan sebesar Rp 699,19 miliar, diikuti lainlain pendapatan yang sah sebesar Rp 301,71 miliar serta pendapatan asli daerah Rp 227,59 miliar. (ad1036)

Polisi Turun ke Sekolah Peringatkan Bahaya Medsos Semarapura (Bali Post) -

Media sosial (medsos) belakangan semakin mudah memantik konflik di antara siswa. Bahkan, dalam beberapa kasus terakhir di Klungkung, perkelahian antarsiswa berulang kali terekam kamera dan sengaja diunggah di media sosial. Ini lantas dibagikan terus, sehingga menjadi ramai dan mencoreng nama sekolah. Situasi tersebut mendapat sorotan pihak kepolisian. Sehingga polisi khusus turun ke sekolah-sekolah untuk memperingatkan siswa agar berhati-hati menggunakan akun medsos untuk hal-hal yang merugikan pribadi dan sekolah. Seperti yang dilakukan Sat Binmas Polres Klungkung, belum lama ini. Mereka turun langsung ke SMPN 3 Banjarangkan dan bertatap muka dengan seluruh siswa setempat. Pada kesempatan itu, Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Klungkung Ipda Ida Bagus Gede Ariada, memberikan banyak pamahaman tentang kenakalan remaja, seperti pergaulan bebas, seks bebas, hingga penggunaan medsos tak terkontrol juga termasuk di dalamnya. Ariada memperingatkan, agar para pelajar ini berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Baik itu berupa akun facebook, instagram maupun yang lainnya. Berkaca dari sejumlah kasus di Klungkung, dia tidak ingin kasus serupa terulang lagi bagi pelajar lainnya. Sebab, itu sangat tidak baik bagi perilaku siswa itu sendiri maupun bagi sekolah tempatnya belajar. Selain itu, juga ditekankan agar paham dan bijak menelaah berita di medsos. Jangan asal meneruskan, sebelum tahu manfaatnya dan ke-

benaran informasinya. “Jangan ikutikutan jadi penyebar hoaks. Jangan meneruskan konten-konten yang belum tentu kebenarannya, karena akan bisa merugikan diri sendiri. Perhatikan isi beritanya. Jarimu adalah harimaumu,” katanya. Ariada menambahkan, para pelajar SMP juga diminta tidak mengendarai sepeda motor. Karena anak-anak SMP belum cukup umur dan belum mempunyai SIM serta belum memahami ramburambu lalu lintas. Di sisi lain, Sat Lantas Polres Klungkung, juga turun ke sekolah lainnya, seperti di SMA Pariwisata Saraswati Klungkung, Senin (30/9) kemarin. Tujuannya untuk menanamkan cara berlalu lintas yang baik dan aman sejak usia dini. Sehingga terbangun kesadaran tentang pentingnya keselamatan diri saat berlalu lintas. Kanit Dikyasa Satlantas Polres Klungkung Ipda Made Wirka mengatakan, pihaknya selalu intens turun dari satu sekolah ke sekolah lainnya,

DIALOG - Polisi saat melakukan dialog di SMPN 3 Banjarangkan. baik itu di tingkat SD, SMP maupun SMA/SMK. “Menanamkan disiplin berlalu lintas sejak usia dini merupakan bekal keselamatan dalam berlalu lintas,” kata Wirka. Upaya ini sebagai rangkaian Operasi Patuh Agung yang sudah berlalu. Tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga tindakan preventif. Dimulai dengan berkendara yang benar dengan memakai helm SNI dan sampai klick, mematuhi

Bali Post/gik

rambu-rambu lalu lintas, tidak menggunakan HP saat berkendara dan yang paling penting tentu telah memiliki SIM. Dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, akan mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya. “Sesuai permintaan kepala sekolah, kami akan turun ke sekolah secara rutin. Karena ini sangat penting bagi siswanya,” tegasnya. (kmb31)

Tak Efektif, Bupati Ancam Berhentikan Petugas di Kertagosa Semarapura (Bali Post) Objek wisata Kertagosa di tengah Kota Semarapura, setiap hari ramai dikunjungi wisatawan. Tetapi, pendapatan retribusi yang masuk tak mencerminkan itu. Situasi demikian membuat Bupati Suwirta menaruh curiga pada cara kerja pada petugas setempat. Terlebih, ada sejumlah petugas yang keberadaannya tidak efektif. Ini membuat Bupati Suwirta mempertimbangkan untuk memberhentikan beberapa petugas dan merombak

total tata kelola objek wisata ini. Hal ini ditegaskan Bupati Suwirta, Minggu (29/9), usai melihat sistem yang dia bangun dalam pengelolaan Kertagosa dan Monumen Puputan Klungkung. Setelah berulang kali dievaluasi, saat ini kelemahan terbesarnya adalah terdapat pada pintu masuk. Awalnya di sana, disiagakan petugas dua orang, untuk mengecek tiket dan menyeleksi wisatawan yang masuk dengan tiket. Tetapi, dia memperoleh fakta lain, kalau jumlah wisatawan yang ma-

TNI Tanam 400 Bibit Pohon di Dawan Kaler

Semarapura (Bali Post) Mendukung upaya pemerintah daerah dalam melakukan penghijauan, TNI dari Kodim 1610/Klungkung, menanam berbagai bibit pohon, Senin (30/9) kemarin. Jumlahnya sekitar 400 bibit yang dipusatkan di sekitar Pura Bukit Lingga, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan. Dipilihnya tempat ini karena wilayahnya yang telah lama gersang. Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi. Paulus Joni Simbolon menyampaikan penghijauan ini sebagai upaya reboisasi kawasan yang gersang. Sebab, wilayah ini telah lama gundul. “Penanaman pohon ini untuk mendukung program pemerintah dalam gerakan penghijauan, sekaligus sebagai solusi jangka panjang untuk melindungi tanah dan menghentikan erosi,” ungkap Dandim. Selain Dandim Klungkung, hadir dalam kesempatan itu, Ketua Persit KCK Cabang XXXIII Kodim 1610/Klungkung beserta pengurus, Ketua FKPPI Kabupaten Klungkung Wayan Buda Parwata, Pasiterdim, Pasilogdim, Danramil 1610-02 Banjarangkan dan 1610-03/Dawan, SKPD Kecamatan Dawan dan anggota Makodim. Selain itu, juga hadir dari unsur Polres, Koramil, dan Polsek Kecamatan Dawan, Sekcam Dawan beserta anggota Staf, anggota Satpol PP, BPBD Klungkung, Dinas Kesehatan Kecamatan Dawan, DLHP Kabupaten Klungkung serta masyarakat Desa Dawan Klod dan Dawan Kaler dengan jumlah keseluruhan sekitar 300 orang. Penanaman pohon dilakukan di sepanjang jalan, mulai dari jalan raya menuju ke Pura Bukit Lingga dengan menanam beberapa pohon seperti majagau, kelapa, cempaka, sawo kecik, gaharu dan mahoni. Setelah penanaman, selanjutnya Dandim menegaskan agar ratusan bibit ini dirawat bersama-sama, agar tumbuh besar dan menjaga lingkungan sekitar dari bencana longsor.

DPRD Klungkung kembali menggelar rapat paripurna mengenai Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019, Senin (30/9) kemarin. Rapat paripurna kali ini mengagendakan pendapat akhir Bupati Klungkung dan fraksi-fraksi. Seluruh fraksi akhirnya menyetujui isi Ranperda APBD Perubahan TA 2019, dengan sejumlah catatan penting, untuk penyempurnaan sejumlah program yang harus menjadi prioritas. Jajaran eksekutif dipimpin langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta dan Sekretaris Daerah Klungkung, Gede Putu Winastra, serta seluruh pimpinan OPD. Dalam sambutannya terkait Ranperda APBD Perubahan TA 2019 yang sudah disepakati oleh semua anggota fraksi DPRD Kabupaten Klungkung, Bupati Suwirta

Selain karya bakti penghijauan, dalam rangka HUT TNI ke-74, jajaran TNI juga melaksanakan bakti sosial. Ini diisi dengan kegiatan donor darah, pasar murah serta pembagian sembako kepada warga kurang mampu dan lansia. “Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi bapak dan ibu serta seluruh masyarakat,” tegasnya. Ketua FKPPI Klungkung Wayan Buda Parwata mengaku cukup antusias dengan gerakan penghijauan ini. Dia berharap gerakan positif seperti ini, dapat dilanjutkan di tempat lain yang juga membutuhkan serta dapat melibatkan lebih banyak pihak, agar gerakan ini semakin masif dan bermanfaat. (kmb31)

Bali Postgik

PENGHIJAUAN - Prajurit TNI dan masyarakat saat menanam pohon dalam gerakan penghijauan di Desa Dawan Kaler, Senin kemarin.

suk tiap hari, berbeda dengan jumlah retribusi yang masuk di loket tiket. “Saya sengaja naruh dua orang lain selain petugas di pintu masuk. Setelah mendapat jumlah kunjungan dalam sehari, saya cocokkan dengan jumlah retribusi yang masuk. Ternyata tidak cocok. Saya semakin curiga,” katanya, Jumat (27/9). Setelah ditelusuri, dia melihat dugaan permainan ada pada oknum guide. Misalnya, guide-nya mengajak 10 wisatawan mancanegara, tetapi

yang dibelikan tiket hanya lima orang. Tetapi, 10 orang wisatawan mancanegara itu rupanya juga bisa masuk ke lokasi objek wisata. Artinya, ada kelemahan pada tempat pembelian tiket dan penjagaan di pintu masuk objek Kertagosa. “Saya sempat menambah petugas Satpol PP di depan pintu masuk. Tetapi, jaganya tidak konsisten. Mereka siaga saat bupatinya datang,” sorot Bupati Suwirta. Menengahi situasi ini, dia berencana mengatur pemberian fee yang legal kepada guide

yang bisa mengajak wisatawan ke Kertagosa. Dia mengaku sudah melihat pengelolaan objek wisata serupa di daerah lain, yang dikelola dalam wadah badan pengelola. Sehingga kini pihaknya menegaskan akan mematangkan kembali rencana pembentukan badan pengelola tersebut, untuk pengelolaan Kertagosa, Monumen Puputan Klungkung, sekaligus program City Tour Semarapura. Rencana ini dulu sempat mencuat, agar objek wisata ini terkelola dengan profesional. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Wage, 1 Oktober 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!!Dicari PRT Max30Th Cew Tdr Dlm,Gaji 2,5 Jt H:081237850879

B.BP.001.09.19.0000985

Bagian Finance/Keuangan, lulusan Akuntansi, pengalaman, untuk pabrik di Tabanan, lmrn email ke elykdirwani@yahoo.com B.BP.004.09.19.0001025

Cr Marketing (Bs Bhs Inggris), Cleaning Service,Telp.723637, 081246400852/081529427339

B.BP.001.09.19.0001015

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

Dcr Kasir SMA / Gatsu Brt hub:082145521880. Krisna MM B.BP.004.09.19.0000970

Dcr Kryawan/ti kerja srabutan, PembungkusanHub.081338085868 B.BP.001.09.19.0000964

Dcr PRT wnt tgl dlm Gj .2 jt serius kerja,Telp.087734684240 B.BP.004.09.19.0001024

Dcr Pelaksana Lapangan min.SMK pglmn 4th Bw.Lam.ke Jl.Akasia XVI/130X Dps(dpn Gg.Leci Ruko Lt.2.Gaymal Mart)0361-4743672 B.BP.001.09.19.0000969

SERVICE

Dcr Tkg kebun/Jaga Malm/mngrti Listrik U/Villa,Sopan & Jujur diutmakn.Gaji 2,5Jt/Bln bersih (tmpt tinggal&mkn 087861931898 B.BP.001.09.19.0001017

Dcr Tng Programer Tmtn Diploma Sarjana,Laki2/Wanita,CV/KTP/ Lam.Ijasah ke ITEKES Bali Jl. Tkd.Balian 180 Dps 03618956208 B.BP.001.09.19.0000871

Dicari pembantu Rumah Tangga Hub:081907548151/081236361361 B.BP.001.09.19.0001010

DIJUAL MOBIL

Job Vacancy, Santai hotel in Amed. Look for operation Mgr. Send CV:info@santaibali.com B.BP.012.09.19.0000920

Job Vacancy,The Griya villas & Spa in Amed, look for rest Spv send CV to : info@thegriya.com B.BP.012.09.19.0000917

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dibutuhkan Kasir dan Cook Utk di Seminyak.Hub:08123673166

B.BP.001.09.19.0001014

DIJUAL MOBIL SUZUKI

Dijual Suzuki Aerio Th 2003 Coklat Hp.0811387841 Pemogan B.BP.001.09.19.0001009

PROPERTY

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL TANAH

DIJUAL RUKO

Tanah Lembusora Gg IIIA,LT 1A, 1,8A Nego.H:087862806699 BUC

Property Gatsu Timur 2,1 are, Lt.2 Hub:081807779807

B.BP.001.09.19.0000955

B.BP.001.09.19.0001030

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.001.09.19.0000334

DISEWAKAN RUKO

RUPA-RUPA

Sewa cepat Ruko 2lt tepi Cokroaminoto Ubung H.087856227779

Dana Cepat Pasti Cair (B:0,5%) BPKB (WA/HP):085100026010

B.BP.033.09.19.0001027

B.BP.001.09.19.0001018

KEHILANGAN BPKB No D6903024 dan STNK Toyota Inova Hitam metalik Nopol DK1842P an Pemkab Bangli Jl. Brigjen Ngurah Rai 30 Bangli B.BP.004.09.19.0001029


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

Seniman Bangli Tampil dalam Pesona Budaya di TMII

Bupati Made Gianyar Unjuk Kebolehan ’’Ngerindik’’

PESONA BUDAYA - Bupati Bangli I Made Gianyar ngerindik dalam acara Pesona Budaya yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Pemkab Didorong Berinovasi Tingkatkan PAD Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli didorong untuk jengah dan berinovasi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Terlebih di tengah situasi seperti sekarang, di mana Bangli tidak lagi diberikan bantuan dana bagi hasil pajak hotel dan restoran (PHR) oleh Kota Denpasar. Anggota DPRD Bangli Jero Gede Tindih mengatakan, Bangli berhak menerima bantuan dana bagi hasil PHR dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung atas jasa selama ini dalam menjaga kelestarian hutan serta menyediakan udara dan air bersih bagi Bali. Kota Denpasar dan Kabupaten Badung berkewajiban memberikan bantuan dana PHR sebagai bentuk kompensasi untuk Bangli. Terlebih pemberian bantuan itu sudah diatur dalam perjanjian. “Pemberian dana PHR itu kewajiban. Bukan semau gue,” kata Tindih ditemui

di DPRD Bangli, Senin (30/9) kemarin. Meski punya hak mendapat bantuan itu, Pemkab Bangli diminta untuk melakukan inovasi guna meningkatkan pendapatan. Menurut Jero Gede Tindih, Kabupaten Bangli sejatinya memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk mendatangkan penghasilan. Salah satunya di sektor pariwisata. ‘’Empat kecamatan, yakni Bangli, Susut, Tembuku dan Kintamani memiliki potensi pariwisata yang luar biasa yang dapat menarik kunjungan wisatawan dan menghasilkan PAD. Tapi potensi itu belum digarap maksimal,” ujarnya ditemui di DPRD Bangli, Senin (30/9) kemarin. Selain pariwisata, potensi yang menurutnya juga belum digarap optimal yakni pasar. Dia mencontohkan, pasar hewan yang ada di Kayuambua.

Sebagai pasar hewan satu-satunya di Bangli, pasar hewan tersebut kurang mendapat perhatian. Sejumlah fasilitas di dalam pasar rusak dan tak terawat. Agar aktivitas jual beli di pasar itu bisa semakin meningkat dan bergairah, politisi NasDem asal Desa Songan ini pun meminta Pemkab memperhatikan kondisi pasar tersebut. “Demikian juga pasar rakyat di Bangli. Sebagai penghasil PAD semestinya Pemkab memikirkan bagaimana strategi mengoptimalkan pasar itu dengan menatanya sebaik mungkin,” ujarnya. Rumah sakit sebagai objek pelayanan, lanjut Jero Tindih juga harus dibangun dengan baik sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat. “Jadi intinya kita harus terus berinovasi menggali dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki,” pungkasnya. (kmb40)

Empat kecamatan, yakni Bangli, Susut, Tembuku dan Kintamani memiliki potensi pariwisata yang luar biasa yang dapat menarik kunjungan wisatawan dan menghasilkan PAD. Tapi potensi itu belum digarap maksimal. Jero Gede Tindih

KAPUPATEN Bangli menjadi wakil Provinsi Bali dalam acara Pesona Budaya yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Menariknya, dalam acara pentas pragmentari kesenian Bali yang dibawakan sejumlah seniman asal Bangli di anjungan TMMI, Bupati Bangli I Made Gianyar turut tampil menunjukkan kebolehannya ngerindik di hadapan perwakilan kedutaan negara sahabat, para tokoh dan undangan lainnya dari seluruh Provinsi di Indonesia. Kepala Badan Penghubung Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wibawa mengatakan, pesona budaya adalah paket acara khusus yang diselenggarakan secara bergilir. Kali ini Kabupaten Bangli mendapat giliran untuk menampilkan keseniannya berupa pameran kerajinan, yang diselenggarakan selama tiga hari mulai Jumat (27/9) hingga Minggu (29/9). Pada Sabtu (28/9) ditampilkan pagelaran seni pertunjukan berupa pragmen-

tari. “Tujuan dari pementasan ini adalah sebagai ajang promosi daerah, yang mana undangannya adalah para duta besar negara-negara sahabat yang ada di Indonesia. Selain itu juga diundang para tokoh paguyuban etnis seluruh daerah di 34 provinsi, dan para pejabat pusat maupun pejabat dari kabupaten daerah itu sendiri termasuk para tokoh masyarakat Bali yang ada di Jakarta se-Jabodetabek dan Bogor,” jelasnya. Lanjut Wibawa ini adalah kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Badan Penghubung Provinsi Bali yang juga mengelola anjungan Bali di TMII. Di mana TMII merupakan miniaturnya Nusantara dengan 34 provinsi yang ada di dalamnya. Kegiatan ini sesuai dengan Visi Nangun Sad Kerti Loka Bali yang salah satunya adalah program pelestarian seni budaya Bali. “Oleh karena itu dari tahun ke tahun kita lakukan langkah ini dengan mengundang para duta be-

sar negara sahabat dan para tokoh etnis di 34 provinsi untuk bisa menyaksikan pentas budaya ini. Karena para duta besar sangat antusias dengan pertunjukan dari Bali ini,” terangnya. Bupati Bangli I Made Gianyar usai tampil menyampaikan rasa bangganya karena dapat ikut mengisi acara dengan seni rindik. Dikatakan, pada dasarnya darah seni sudah mengalir dari leluhur. Akan tetapi, para orang tua lebih menginginkan anak-anaknya menjadi akademisi dan intelektual sehingga bakat seni yang dimiliki ditutup sementara. Namun, di sela-sela waktu luang jiwa seni itu bisa disalurkan dengan memainkan seni rindik. “Meski dengan segala keterbatasan saya merasa berbangga dan berbahagia bisa tampil di Pesona Budaya di TMII ini,” kata Made Gianyar. Dia berharap melalui penampilan pragmen dan kesenian dari Bangli ini ke depan budaya dan seni akan

mengalir terus. “Sembilan tahun lagi kita akan datang lagi dengan orang-orang baru siapapun pejabatnya, kreativitas seni harus terus berkembang dengan cipta karya yang baru untuk membawa nama baik Bangli khususnya dan Bali pada umumnya untuk nusantara dan dunia melalui perwakilan para duta besar negara sahabat. Selamat buat para seniman Bangli telah tampil dengan sempurna meski dengan segala keterbatasan sudah memberikan yang terbaik untuk Bangli,” kata Made Gianyar. Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Indra menyampaikan apresiasi terhadap para seniman Bangli yang telah mengisi acara Pesona Budaya. “Kami sangat berterima kasih kepada Kabupaten Bangli telah memberikan yang terbaik untuk Bali. Tentu hal ini tidak akan berjalan baik kalau tidak ada kerjasama yang baik pula dari semua pihak,” kata Dewa Indra. (ad1032)

Bupati Harapkan Pembagian Dana PHR Dikembalikan ke Provinsi

Bangli (Bali Post) –

Pembagian dana penyisihan pajak hotel dan restoran (PHR) yang dilakukan secara langsung oleh Badung dan Kota Denpasar sejak dua tahun terakhir, menyebabkan APBD Bangli kacau. Sebab, nilai bantuan dana yang direalisasikan sering tak sesuai dengan komitmen. Karenanya Bupati Bangli I Made Gianyar berharap mekanisme pembagian dana penyisihan PHR Badung dan Kota Denpasar dapat dikembalikan seperti dulu, yakni dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi Bali. Ditemui di DPRD Bangli, Senin (30/9) kemarin, Gianyar mengatakan, saat pembagiannya dilakukan oleh Pemprov, dana PHR yang diterima Kabupaten Bangli nilainya lebih besar. Dia menyebutkan pada tahun 2017 saat masih dibagikan Pemprov, nilai dana PHR yang diterima Bangli yakni sebesar Rp 55 miliar. Selanjutnya di tahun 2018 saat pembagiannya sudah dilakukan secara langsung oleh Pemkab Badung, Bangli dijanjikan mendapat total Rp 80 miliar. Namun, dana yang ditransfer dari Badung hanya Rp 47 miliar. Bahkan Rp 30 di antaranya diperuntukkan membayar kegiatan masyarakat yang tidak tercantum dalam APBD 2018. “Sehingga kita menggunakan uang itu Rp 17 miliar untuk bayar kegiatan Rp 50 miliar,” terangnya. Kemudian pada tahun

2019, dari Rp 50 miliar dana PHR Badung yang telah dipasang dalam APBD, Badung hanya merealisasikan Rp 41 miliar. Sebanyak Rp 32 miliar di antaranya diberikan untuk membayar kewajiban di tahun 2018. “Ada Rp 8,9 di tahun 2019 dan bedah rumah Rp 12,5 miliar. Sehingga total di tahun 2019 belum ditransfer nilainya ada Rp 53 miliar. Kalau dilihat dari segi jumlah besaran yang kita terima lebih besar ketika PHR dibagikan lewat provinsi,” ungkapnya. Tak hanya nilainya yang lebih besar, Bupati juga menilai pembagian dana penyisihan PHR lewat Pemprov lebih cepat dan simpel. Karenanya ia berharap mekanisme pembagian dana PHR Badung dan Kota Denpasar dikembalikan lagi ke Pemprov, seperti dulu. “Itu menurut pandangan saya. Lebih simpel, cepat, pas-

ti dan lebih banyak uangnya. Tapi ini perlu ditanyakan juga ke bupati lainnya,” katanya. Disinggung mengenai ancaman soal uruk sungai dan pangkung, Bupati mengaku pi-

haknya sudah bersurat ke Gubernur. Dirinya meminta nantinya PP 46 tahun 2017 bisa dijadikan dasar agar kabupaten lain memberikan kontribusi atas pemanfaatan air bersih dari Bangli. Diharapkan itu sudah bisa ditindaklanjuti mulai tahun 2020. “Kalau kabupaten lain tidak taat dengan PP 46 2017 kita boleh dong tidak taat dengan aturan lain. Mulai 1 Januari nanti saya akan bersurat ke Kapolda. Saya mau mohon izin di desa tidak ada TPA, sampah akan saya buang di pangkung dan sungai,” imbuhnya. (kmb40)

Jual Narkoba, Sopir Kabag Hukum Disidang Bangli (Bali Post)Oknum PNS Pemkab Bangli Nengah Muliartawan alias Sangut, didudukkan sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri Bangli, Senin (30/9) kemarin. Dalam sidang perdana tersebut, sopir Kabag Hukum Setda Bangli itu didakwa jaksa penuntut umum (JPU) melanggar pasal tentang Narkotika. Sebagaimana dakwaan yang dibacakan JPU Gadhis Ariza, Sangut dinyatakan secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I. Dijelaskan, perbuatan itu dilakukan Sangut dengan

cara memesan dua paket sabu kepada Agustian (DPO) seharga masing-masing Rp 1,6 juta. Setelah Agustian mengkonfirmasi kesediaan narkotika jenis sabu tersebut, terdakwa melakukan transfer uang dari rekening miliknya ke rekening milik Agustian. Selanjutnya Agustian menyuruh terdakwa untuk mengambil 2 paket sabu ke suatu tempat di daerah Tukad Badung, Kabupaten Denpasar. Sekitar pukul 19.00 Wwita, ketika terdakwa melintas di jalan raya jurusan Bangli - Gianyar, terdakwa diberhentikan oleh dua anggota kepolisian. Pada saat dilakukan penggeledahan pada diri terdakwa, diperoleh barang bukti berupa 2 potong pipet warna orange yang di dalam-

nya terdapat plastik klip bening berisi sabu dengan berat bruto masing-masing 1,04 gram dan 1,06 gram yang disembunyikan di dalam lubang tali helm yang dikenakan oleh terdakwa. Selain itu diperoleh juga barang bukti lainnya berupa dua unit handphone, satu unit sepeda motor bernopol DK 8032 PI, satu buah helm, ATM dan satu lembar kertas bukti transfer ATM. Setelah dilakukan introgasi selanjutnya dilakukan penggeledahan di Kantor Bupati Bangli di tempat terdakwa bekerja, tepatnya di ruang Bagian Hukum. Di tempat tersebut diperoleh barang bukti berupa satu buah kotak parfum yang di dalamnya berisi satu buah timbangan elektrik, dua ben-

Bali Post/kmb40

SIDANG - I Nengah Muliartawan alias Sangut usai menjalani sidang di PN Bangli, Senin (30/9) kemarin.

del plastik bening, dua buah isolasi bening, satu buah tissu, dompet merah yang di dalamnya berisi 3 (tiga) buah korek api gas, bong dan gunting. “Yang mana semua barang tersebut disimpan di salah satu laci rak lemari arsip,” kata Gadhis di hadapan majelis hakim yang diketuai A.A. Putra Wiratjaya. Tujuan terdakwa membeli narkotika jenis sabu tersebut dari Agustian adalah untuk dijual kembali kepada Timtim (DPO), Karjo (DPO), Cupak (DPO), dan Sugianto (DPO) yang sebelumnya telah melakukan pemesanan via handphone kepada terdakwa. Penjualan sabu terda-

kwa lakukan dengan cara membagi satu paket besar sabu menjadi lima paket kecil dengan menggunakan timbangan elektrik sehingga masing-masing paket berisi narkotika jenis sabu dengan berat kurang lebih 0,208 gram. Paket kecil tersebut, biasanya terdakwa jual seharga Rp 500 ribu per paket sehingga terdakwa memperoleh keuntungan sejumlah uang. “Bahwa terdakwa mengaku sebelumnya sudah pernah membeli narkotika jenis sabu dari Agustian sebanyak 10 kali, dan juga pernah menjual Rp 500 ribu per paket,” beber Gadhis. Atas perbuatannya, JPU

menjerat oknum PNS itu dengan pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terhadap dakwaaan tersebut, Sangut tidak

mengajukan eksepsi. Sidang selanjutnya dengan agenda keterangan saksi-saksi rencananya akan digelar PN Bangli pada Selasa pekan depan. (kmb40)


OLAHRAGA

Selasa Wage, 1 Oktober 2019

15

Kalahkan Kalteng Putra

Teco Torehkan Rekor Baru Gianyar (Bali Post) – Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco menorehkan rekor saat anak asuhnya sukses mengalahkan Kalteng Putra pada lanjutan kompetisi Liga 1 pekan ke-21, Minggu (29/9) malam. Kemenangan itu sekaligus membuat Teco menorehkan sejarah sebagai pelatih pertama di Liga 1 yang mampu mencatatkan 50 kali kemenangan. Melakoni laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United langsung tancap gas menekan pertahanan Kalteng Putra. Hasilnya, Melvin Platje mampu mencuri gol di menit ke-15 memanfaatkan crossing cantik Fahmi Al-Ayyubi. Tertinggal 0-1, Kalteng Putra langsung merespons dengan balik menekan pertahanan Bali United. Semenit berselang dari gol Bali United, Patrich Wanggai sukses membuat kedudukan kembali imbang menjadi 1-1. Serdadu Tridatu akhirnya bisa unggul melalui penalti Ilija Spasojevic pada menit ke-36. Keunggulan 2-1 tersebut bertahan hingga laga usai. Kemenangan ini bisa dibilang sangat berarti bagi pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco. Pasalnya, hasil tersebut jadi kemenangan ke-50 Teco sepanjang kariernya di Liga 1 sejak 2017. Sang pelatih sendiri tidak terlalu memusingkan soal rekor pribadi namun lebih memilih fokus pada timnya. ‘’Saat ini saya hanya ingin fokus agar Bali United juara. Sudah ada beberapa contoh di mana tim terpeleset di akhir musim. Contoh dari luar negeri yakni Liverpool, mereka kehilangan beberapa poin di laga

terakhir,’’ ujar Coach Teco, Senin (30/9) kemarin. Meski terpaut jauh, para pesaing ini tetap berpotensi menjadi ancaman bagi skuad Bali United. Apalagi masih ada 14 laga atau 15 laga tersisa. Teco pun menyebut gelar juara masih jauh. ‘’Ini baru awal putaran k e d u a .

Kalteng Putra membuatnya mengoleksi 10 kemenangan di kandang secara beruntun. Selain itu, skuad Serdadu Tridatu juga didapuk sebagai tim terbanyak yang melakukan clean sheet di Liga 1 sepanjang masa sejak 2017 hingga 2019 bersama Persija Jakarta, dengan torehan 33 clean sheet. (kmb33)

Masih ada 15 game,’’ kata pelatih yang sukses membawa Persija Jakarta juara musim lalu. Karenanya, pemain diminta untuk selalu kerja keras seperti putaran pertama. Tak hanya rekor kemenangan, pelatih asal Brazil ini juga mencatatkan jumlah clean sheet terbanyak di Liga 1 sepanjang masa sejak 2017-2019. Terhitung, Teco telah menorehkan 37 clean sheet. Sementara di urutan kedua ada Robert R. Alberts dengan torehan 25 clean sheet. Lalu ada Widodo C Putro di posisi ketiga dengan torehan 22 clean sheet. Sementara bagi Bali United kemenangan atas

MotoGP Thailand

Peluang Marquez Kunci Gelar Juara Bangkok – Untuk kali pertama di musim MotoGP 2019, Marc Marquez punya kesempatan mengunci gelar juara dunia. Di MotoGP Thailand, bisakah dia melakukannya? Setelah meraih dua kemenangan beruntun di San Marino dan Aragon, Marquez makin tak terkejar di puncak klasemen MotoGP. Saat ini dia memimpin atas Andrea Dovizioso dengan keunggulan 98 poin. Dengan hanya ada lima balapan tersisa, termasuk Mo-

toGP Thailand pada akhir pekan ini, Marquez sudah meletakkan sebelah tangannya di trofi juara dunia. Di Sirkuit Buriram, Marquez akan bisa meraih titel juara dunianya yang keenam pada kelas MotoGP andai dia menjejak podium teratas. Kalaupun tak finis pertama, pembalap 26 tahun itu tetap akan bisa jadi juara dunia asalkan finis paling tidak di urutan empat dan Andrea Dovizioso berada di belakangnya. Peluang Marquez mengunci titel juara dunia di Thailand

sangat besar jika melihat grafik penampilan dia di sepanjang musim ini. Kecuali di MotoGP Amerika Serikat saat mengalami kecelakaan, Marquez selalu naik podium di semua seri. Termasuk delapan kemenangan yang sudah dikantongi. Apalagi tahun lalu Marquez juga menjadi juara dalam balapan perdana di MotoGP Thailand. Segala hal memang masih mungkin terjadi, tetapi tim Repsol Honda dan kubu Marquez pantas mempersiapkan pesta untuk digelar pada akhir pekan ini. (kmb33/afp)

Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Tunas Muda Ubud sukses menekuk lawannya PS Badung dengan skor 2-0 dalam lanjutan Kompetisi Liga 3 Rayon Bali grup A, di Lapangan Kompyang Sujana, Senin (30/9) kemarin. Atas hasil ini, tim yang diarsiteki Kadek Swartama dan Wayan Suarya itu melaju ke babak semifinal. Dua gol kemenangan Tunas Muda Ubud diborong I Gede Surya Apriana di

menit ke-34 dan 90. Ketua Panpel Gede Made Anom Prenatha menerangkan, Tunas Muda Ubud memastikan melaju ke babak empat besar setelah memetik kemenangan tiga kali dan meraup poin 9. Sementara PS Badung dan Putra Tresna berpeluang mendampingi Tunas Muda, sebab kedua tim mengoleksi poin 4. Sementara dua tim dari grup A, Bali FC dan Sportivo Buleleng, dipas-

tikan tersingkir. Hasil lainnya grup A, Putra Tresna Bali menang besar atas Sportivo Buleleng dengan skor 5-0. Kelima gol kemenangan tim yang dipoles AAN Surya Negara ini diciptakan melalui sepakkan Ketut Sudiartawan (3 gol), Gede Geri Mardiastra (1 gol) dan Rendi Setiawan (1 gol). Gawang Sportivo Buleleng dijaga kiper Kadek Endra Prayoga. (022)

Tunas Muda ke Semifinal

Kerusuhan Pecah personel Brimob untuk mengurai massa. Massa baru terlihat berkumpul siang hari. Kerusuhan pecah di dekat perlintasan stasiun kereta api Palmerah yang berdekatan dengan pintu belakang gedung DPR. Bentrok polisi dengan mahasiswa ini memaksa rute perjalanan KRL dihentikan sejak pukul 16.40 WIB. Sementara di sisi depan pintu gerbang DPR, aksi unjuk rasa menutup tol dalam kota Semanggi-Tomang yang berseberangan dengan gedung DPR. Bentrok polisi dengan mahasiswa berujung ricuh. Kepolisian menutup tol dalam kota membuat belasan kendaraan roda empat yang mengarah ke Slipi sempat terjebak di depan kompleks parlemen. Sejak sore sejumlah pengunjuk rasa memaksa masuk ke jalur tol. Massa sempat tumpah ruah ke jalan tol. Akhirnya aparat kepolisian mengerahkan dua kendaraan taktis didukung

91 RUU Selesai Sementara itu, saat memimpin rapat paripurna terakhir anggota DPR-RI periode 2014-2019, Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo mengungkapkan selama kurun waktu lima tahun menjalankan tugasnya tercatat 91 RUU yang diselesaikan DPR dalam menjalankan fungsi legislasinya. ‘’Sampai tanggal 29 September 2019, DPR-RI telah menyelesaikan 91 RUU

yang terdiri dari 36 RUU dari daftar Prolegnas 20152019 dan 55 RUU kumulatif terbuka,’’ ucap Bamsoet saat membacakan laporan pidato penutupan masa persidangan I tahun sidang 2019-2020 di Gedung DPR-RI, kemarin. Ketua DPR menegaskan, DPR juga mengakomodir keinginan mahasiswa yang menolak pengesahan sejumlah RUU karena dinilai masih bermasalah. Sejumlah RUU yang ditunda dan diserahkan kepada anggota DPR periode 2019-2024 itu

Selasa, 1 Oktober 2019 antara lain RKUHP, RUU tentang Pertanahan, RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol, RUU tentang Pertembakauan, RUU tentang Perkoperasian, RUU tentang Pengawasan Obat dan Makanan. Juga sejumlah RUU lainnya yaitu RUU tentang Daerah Kepulauan, RUU tentang Kewirausahaan Nasional, RUU tentang Desain Industri, serta RUU tentang Bea Materai. (kmb4)

05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu karena Beban Sesaji (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Halo Kamtibmas 10:00 Wita Seputar Bali Terkini

10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Atma Wedana (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara

17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Dalem Pingit Bedulu 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita DW TV 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel


Selasa Wage, 1 Oktober 2019

KULINER

’’Senandung Masa Silam’’, Nostalgia ala Oka Orpicka n Friends KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL BALI

BUDAYA PENDIDIKAN

Bali Post/kmb

Oka Orpicka n Friends

SENIMAN LAGU bertemakan cinta memang tengah diminati kalangan remaja. Hal ini menyebabkan para pencipta lagu maupun penyanyi kebanyakan menciptakan karya lagu dengan tema cinta. Salah satunya penyanyi cantik Ocha Prastya. Setelah mengeluarkan single ‘’Tusing Kal Ilang’’ beberapa waktu lalu, kini penyanyi kelahiran 15 Desember 1988 kembali meluncurkan single kedua di tahun 2019 ini. Single yang diberi judul ‘’Tresna Selantang Tuwuh’’

MENIKMATI musik yang pernah tenar di masa lalu bisa membangkitkan kenangan. Apalagi menikmati musik dan lagu itu sambil bernostalgia. Hal ini terlihat saat Oka Orpicka n Friends menggelar ‘’Senandung Masa Silam’’ di Plaza Renon, Sabtu (28/9) malam. Pentas musik ini diawali penampilan anak-anak Sekolah Musik Sangaji. Mereka merupakan talenta muda yang memiliki passion di dunia musik. Selanjutnya Oka Orpicka n Friends tampil menghibur penonton. ‘’Kami menghadirkan kembali musik dan lagu era 1950-1990. Kami ingin menjadi ikon lagu-lagu lawas dalam acara ‘Senandung Masa Silam’. Yang tidak bisa hadir pada kesempatan ini, jangan khawatir. Pertengahan Desember 2019, kami akan tampil lagi,’’ ujar Oka Orpicka, pentolan band ini. Oka Orpicka n Friends terdiri atas Oka (vokal, gitar akustik), Momon Sutamada (vokal, gitar), Catur Adi (vo-

kal, lead gitar), Othon Candra (keyboard), Heru Suyono (backing vokal, bass), dan Dienor (drum). Hal yang spesial dari acara ‘’Senandung Masa Silam’’, hadirnya 17 penyanyi tambahan. ‘’Mereka berasal dari beragam profesi. Masingmasing membawakan satu lagu,’’ imbuh Oka.

Lagu-lagu yang dibawakan dominan berasal dari band luar negeri seperti The Beatles, The Bee Gees, dan Everly Brothers. Dari dalam negeri, ada yang me-request lagu ‘’Lelaki

dan Rembulan’’ serta ‘’Layu Sebelum Berkembang’’. ‘’Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara ini bisa berjalan lancar. Sampai jumpa pertengahan Desember,’’ kata Oka yang dulu pentolan Crystal Rock Band. (kmb)

Ocha Prastya Hadirkan Tema Percintaan

ini mengusung tema percintaan. Kisahnya tentang awal pertemuan seorang wanita dengan pria yang tidak ada perasaan apa-apa. Namun seiring berjalannya waktu, si wanita ini merasa kangen dan memendam rasa cinta. Dari rasa kangen itu, pada akhirnya mereka pacaran berlanjut menikah. Si wanita pun berharap agar si pria selalu sayang seperti pada masa-masa mereka pacaran. ‘’Semua pasangan pastinya memiliki harapan yang sama saat memutuskan hidup

bersama, yaitu perasaan cinta yang takkan pernah berubah. Kenapa lagu cinta, karena mudah diterima di masyarakat, apalagi anak remaja yang sedang jatuh cinta,’’ ujar Ocha Prastya, Senin (30/9) kemarin. Single barunya ini masih diciptakan dan diaransemen apik oleh sang suami, D’Vana, yang berada di bawah naungan D.V.A. Productions. Ocha Prastya pun berharap ke depan bisa terus eksis dalam berkarya dan setiap karya yang dihadirkan

mampu diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat. ‘’Ini adalah single kedua yang saya rilis tahun ini. Lewat lagu ini saya ingin terus membuktikan eksistensi saya dalam berkarya,’’ tandasnya. Sementara itu, sang suami D’Vana mengungkapkan dirinya akan selalu mensuport sang istri dalam berkarya lewat rumah produksi yang ia pimpin. (win)

Olah Kotoran Sapi Jadi Pupuk Organik

BALI saat ini mendorong petani menerapkan pertanian organik. Salah satunya dengan mulai menggunakan pupuk organik. Dalam memenuhi permintaan pupuk ramah lingkungan ini, kelompok Sipadu (Sistem Pertanian Terpadu) mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Tahun 2018, dari total 752 kelompok Sipadu yang mendapatkan dana hibah dari pemerintah telah menghasilkan 70.000 ton pupuk organik padat. Kebutuhan ini masih belum bisa memenuhi permintaan pupuk organik di Bali yang diprediksi mengalami peningkatan. Kepala UPT Sipadu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pemprov Bali I Wayan Suanda mengatakan tahun 2019 ini memang tidak ada lagi penambahan kelompok Sipadu lewat dana hibah. Tetapi pihaknya melakukan peningkatan produktivitas dan kualitas pupuk untuk kelompok yang sudah ada melalui pembinaan-pembinaan. Ia melanjutkan, setiap tahunnya terjadi peningkatan produksi pupuk organik yang dihasilkan kelompok Sipadu. Pupuk organik ini ada yang disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik

subsidi pemerintah namun utamanya memenuhi kebutuhan pupuk organik anggota. Di samping itu pula jika berlebih, biasanya pupuk organik ini dijual ke masyarakat umum. Untuk harga jual biasanya antara Rp 1.000 hingga Rp 1.200 per kilogramnya untuk pupuk organik padat. Sementara untuk harga pupuk organik padat subsidi Rp 950 per kilogram, di mana petani hanya membayar Rp 150 per kilogramnya. ‘’Untuk pupuk organik cair belum mendapatkan subsidi dari pemerintah. Baru pupuk organik padat,’’ jelas Suanda. Ia melanjutkan, ke depan permintaan pupuk organik padat maupun cair akan semakin meningkat. Sebab, dengan adanya Pergub 99 Tahun 2019, pertanian organik akan semakin

dilirik yang berimbas pada permintaan pupuk organik. Tetapi, diakui Suanda, saat ini pupuk organik yang dihasilkan kelompok sipadu di Bali belum mencukupi kebutuhan seluruh lahan pertanian yang ada di Bali. Dari jumlah pupuk yang dihasilkan baru diterapkan pada 32.000 hektar lahan pertanian. Sementara lahan pertanian di Bali sekitar 79.000 hektar. Dalam membentuk kelompok sipadu jika ingin mendapatkan dana hibah dari pemerintah memang harus memenuhi persyaratan seperti jumlah kelompok 21 orang dengan jumlah sapi yang dimiliki minimal 21 ekor. Namun jika hendak membuat kelompok sipadu secara mandiri juga terbuka dan biasanya produk pupuknya pasti terserap dan memiliki pasar sendiri. (san)

Hati-hati Investasi Ilegal

Masyarakat Perlu Belajar dari Pengalaman TIDAK sedikit kerugian ekonomi dan sosial yang diderita korban investasi ilegal. Dari tahun 2008 hingga 2018, total kerugian yang dicatat Satgas Waspada Investasi (SWI) mencapai Rp 88,8 triliun. Dengan total kerugian sebesar itu, masyarakat perlu belajar dari pengalaman. Demikian disampaikan Ketua Tim Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, belum lama ini. ‘’Kerugian akibat investasi bodong selama 10 tahun terakhir memberi dampak pada perekonomian masyarakat, karena uang masyarakat digunakan dan ditipu oleh orang–orang yang tidak bertanggung jawab,’’ ujarnya. Kondisi sosial masyarakat yang menjadi korban sangat menderita karena masuknya investasi ilegal tersebut. Ia mencontohkan salah

satu kasus, korban menjual rumah untuk dijadikan agunan agar mendapatkan pinjaman demi berinvestasi ilegal. Namun ternyata dibawa kabur oleh para pelaku sehingga korban tidak memiliki rumah. Contoh kasus lain, seorang pegawai memiliki penghasilan Rp 5 juta, kemudian meminjam di bank dengan cicilan Rp 3 juta per bulan. Uang tersebut diinvestasikan pada investasi ilegal. Dia ditipu dan dibawa kabur sehingga kualitas ekonominya berkurang dengan sisa gajinya. Sehingga investasi ilegal sangat berpengaruh terhadap ekonomi dan kegiatan ini membawa kondisi sosial yang sangat mengkhawatirkan korban. Menurutnya, masyarakat mudah tergiur dengan penawaran bunga tinggi dengan imbal hasil yang

menggiurkan. Salah satu kunci keberhasilan investasi ilegal adalah testimoni dari artis, tokoh masyarakat dan tokoh agama. ‘’Mereka (entitas) merekrut tokoh–tokoh tersebut untuk mempromosikan kegiatannya yang pada dasarnya tidak disadari oleh para tokoh ini, bahwa mereka dimanfaatkan,’’ tandasnya. Oleh karena itu, tingkat pengetahuan dan literasi masyarakat perlu ditingkatkan. Ia mengimbau masyarakat waspada terhadap penawaran–penawaran yang menawarkan bunga tinggi, imbal hasil tinggi dan tanpa risiko. Tongam memberikan dua tips untuk mengetahui investasi legal yaitu 2L, legal dan logis. Legal artinya entitas tersebut terdaftar di OJK dan logis artinya penawaran keuntungan yang dijanjikan masuk akal.

Masyarakat memeriksa entitas investasi legal yang terdaftar di OJK dengan melihat website resmi OJK. Entitas investasi ilegal yang ditemukan SWI setiap tahun terus meningkat. Tahun 2017 tercatat ada 80 entitas ilegal yang ditemukan, tahun 2018 sebanyak 108 entitas, tahun 2019 ada 249 entitas. Khusus dari Agustus hingga September 2019, ada 29 entitas ilegal yang ditemukan. Diakui, SWI selalu berusaha secara dini menghentikan kegiatan investasi ilegal. Memang, ia tidak bisa mendeteksi kegiatan investasi ilegal secara dini untuk menawarkan investasi di internet, aplikasi, dan situs web. Yang bisa ia lakukan adalah melakukan edukasi pada masyarakat, jika ada penawaran–penawaran investasi agar selalu waspada.

Sementara SWI memblokir entitas tersebut melalui Kominfo dan melaporkannya pada Bareskrim. ‘’Kami sampaikan informasi pada masyarakat. Jadi dari SWI, kita lakukan kegiatan yang sangat memadai baik dari sisi preventif dan represifnya. Jadi yang utama adalah peran serta masyarkat. Kalau kita tidak ikut investasi ini lambat-laun mereka akan mati,’’ pungkasnya. (may)

Bali Post/may

Tongam L. Tobing


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 1 Oktober 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu