Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Sudikerta Dijebloskan ke Lapas Kerobokan Denpasar (Bali Post) Pelimpahan tahap II kasus dugaan penipuan, penggelapan dan juga TPPU dengan tersangka mantan Wagub Bali Drs. I Ketut Sudikerta (52) dilakukan sehari sebelum masa penahanan habis. Krimsus Polda Bali melimpahkan tersangka dan barang bukti, Rabu (31/7) kemarin, sebelum masa penahanan habis 1 Agustus 2019. Dan oleh Kejari Denpasar, yang surat perintahnya ditandatangani Kasipidum Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta, tersangka Sudikerta asal Pecatu, Kuta
Selatan, Badung itu langsung ditahan di Lapas Kerobokan selama 20 hari ke depan. ‘’Untuk sementara kita tahan di Lapas Kerobokan. Penahanan selama 20 hari ke depan,’’ tandas Eka Widanta didampingi Kasi Intel Kejari Denpasar Agung Ary Kesuma. Kasubdit V Dit. Reskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci yang mendampingi pelimpahan saat ditemui di kejaksaan mengatakan bahwa pihaknya melakukan tahap II setelah berkas tersangka Ketut Sudikerta dinyatakan lengkap
oleh pihak kejaksaan. Polisi tidak membantah jika dalam kasus ini, selain dijerat pidana dugaan penipuan dan penggelapan, mantan Wagub Bali itu juga dijerat kasus TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang). ‘’Kerugian korban mencapai Rp 149 miliar lebih. Dan karena JPU nyatakan lengkap, ya… kita limpahkan,’’ tandas AKBP Suinaci. Pun saat disinggung soal potensi keterlibatan orang lain dalam kasus ini, polisi mengatakan pihaknya sudah menetapkan dua orang selain Sudik-
erta sebagai tersangka. Mereka adalah Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung. Untuk dua tersangka itu berkasnya masih tahap P19. Sementara itu, Ketut Sudikerta yang dikonfirmasi perihal kasusnya yang sedang dihadapi tidak mau berkomentar. BeKE LAPAS - Mantan Wagub Bali Ketut Sudikerta saat digiring ke Lapas Kerobokan. Tersangka saat itu digiring langsung Kasipidum Kejari Denpasar Wayan Eka Widanta.
Beberkan Aliran Dana Investor
Alit Sebut Sandoz Terima Paling Banyak Denpasar (Bali Post) Sidang dugaan penipuan pengurusan perizinan pengembangan reklamasi kawasan Pelabuhan Teluk Benoa dengan terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, Rabu (31/7) kemarin kembali dilanjutkan. Agendanya adalah pemeriksaan terdakwa. Di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi dengan hakim anggota Made Pasek dan Ngurah Partha Barghawa, terdakwa Gung Alit membeber pembagian duit Rp 16 miliar dari investor Sutrisno Lukito Disastro. Kata terdakwa di depan persidangan, yang paling banyak menerima adalah Putu Pasek Sandoz Prawirotama, lalu Made Jayantara, Candra Wijaya dan terdakwa. Ketika ditanya JPU Raka Arimbawa soal kronologi kasus yang menjeratnya, terdakwa menceritakan awalnya ada kesepakatan Februari 2012 antara investor Sutrisno dengan terdakwa dan rekannya. Kala itu ada pertemuan hingga tiga kali yang melibatkan Sandoz, Gung Alit, Jayantara, Candra dan Sutrisno. Dalam kesempatan itu, Jayantara menjelaskan rencana ada investor, mau bertemu dengan Sandoz, putra Mangku Pastika. Hal.15 Rp 8,3 Miliar
SIDANG - Terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, Rabu (31/7) kemarin saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa.
gitu juga saat ditanya tentang kesehatan dan saat menjalani penahanan di kantor polisi. Sudikerta yang mengenakan baju putih tak mau menjawab sepatah kata pun pertanyaan wartawan. Yang jelas, dalam perkara ini, sebagaimana disampaikan pihak Kejati Bali, Sudikerta disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 ayat 2 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dan atau Pasal 3 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang. Untuk memperkuat sang-
kaan itu, pihak kejaksaan dalam penerimaan pelimpahan tahap II juga menyita barang bukti uang tunai hingga Rp 1,322 miliar. ‘’Ya, ada uang tunai Rp 1,322 miliar dan dokumen pendukungnya. Uang itu disita dari sejumlah orang,’’ tandas Agung Ary Kesuma. Kuasa hukum tersangka Ketut Sudikerta, I Gede Astawa dan Nyoman Darmada, mengaku bahwa uang Rp 1,322 miliar itu bukan disita dari Sudikerta. Namun sepengetahuannya, uang itu disita dari seseorang dan lebih banyak disita dari pihak bank. ‘’Yang jelas dari Sudikerta tidak ada. Kalau tidak salah itu disita dari
bank dan jika tidak salah juga dari Ari Budiman,’’ tandas I Gede Astawa. Ditanya soal upaya hukum yang akan dilakukan, selain sedang memproses perdamaian dengan pihak korban (Alim Markus), Astawa mengaku saat ini sedang mengajukan upaya penangguhan penahanan. Sebagai penjamin adalah saudaranya Sudikerta. ‘’Suratnya sudah disiapkan. Nanti kita ajukan ke Kejati. Sebagai penjamin saudaranya,’’ tandas Astawa sembari mengatakan bahwa alasan penangguhan penahanan tidak akan melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti. (kmb37)
Larang Eks Koruptor Maju Pilkada Jakarta (Bali Post) – Tertangkapnya Bupati Kudus HM Tamzil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap menguatkan desakan agar eks koruptor dilarang maju dalam pilkada. HM Tamzil merupakan mantan terpidana kasus korupsi yang telah dipenjara 1 tahun 10 bulan. DPR-RI akan membahas soal larangan ini untuk melindungi kepentingan publik. Namun hingga saat ini UU mengenai pilkada belum melakukan pelarangan. Wakil Ketua Komisi II DPRRI Mardani Ali Sera mengatakan, Komisi II DPR akan membahas terkait wacana larangan eks narapidana kasus korupsi maju sebagai calon kepala daerah dalam Pilkada 2020, usai masa reses masa sidang V tahun sidang 2018-2019. ‘’Pilihan kebijakan melarang narapidana maju di pilkada untuk melindungi kepentingan publik. Komisi II DPR akan membahasnya pascareses,’’ kata Mardani, di Jakarta, Rabu (31/7) kemarin. Saat ini DPR sedang masa reses sejak 26 Juli hingga 15 Agustus 2019. Mardani mengaku setuju terkait ide pelarangan mantan narapidana korupsi tersebut, karena hak publik harus didahulukan dibandingkan hak pribadi. Menurutnya, narapi-
dana kasus korupsi telah mencederai kepercayaan publik, sehingga pilihan kebijakan melarang narapidana korupsi maju dalam pilkada adalah melindungi kepentingan publik. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR-RI Nihayatul Wafiroh menilai wacana larangan mantan narapidana koruptor maju di pilkada jangan sampai bertentangan dengan undangundang. Ia menilai usulan itu sebaiknya sebagai komitmen pemberantasan tindak pidana korupsi, namun dikhawatirkan menimbulkan polemik seperti saat larangan mantan narapidana koruptor maju sebagai calon anggota legislatif. Hal. 15 Belum Memungkinkan
Bali Post/ant
MANTAN KORUPTOR — Bupati Kudus HM Tamzil ketika ditangkap KPK atas dugaan kasus suap. HM Tamzil merupakan eks koruptor yang pernah dipenjara 1 tahun 10 bulan. Setelah bebas penjara, maju di Pilkada Kudus dan menang. Muncul desakan agar ada aturan melarang eks koruptor maju pilkada.
Wujudkan ’’Sustainable Tourism’’ Bali (2-Habis)
Waspadai Ancaman Polusi Asap Kendaraan dan Rokok
’’Beberapa peneliti mengatakan asap rokok jauh lebih berbahaya daripada polusi lain, karena polusi itu dibawa ke rumah dan tersimpan.’’ dr. Kadek Dian Lestari
MENUJU sustainable tourism, gerakan menjaga lingkungan harus dilakukan. Karena lingkungan faktor penentu kelanjutan pariwisata Bali. Faktor lingkungan tidak hanya berkaitan dengan sampah, air, luasan tutupan hutan tetapi juga udara yang terancam akibat terjadinya polusi. Penyumbang polusi udara pun bermacam seperti industri, asap kendaraan bermotor dan asap rokok. Asap rokok yang selama ini kerap dinomorduakan patut mendapat perhatian serius. Karena asap rokok tidak hanya berdampak pada ekosistem lingkungan tetapi juga kesehatan manusia. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja mengatakan, isu lingkungan yang paling pelik saat ini adalah masalah sampah. Pengelolaan sampah di Bali belum berjalan baik mengacu pada peraturan yang berlaku. ‘’Masalah sampah ini sangat berpengaruh besar terhadap pariwisata di Bali, kebijakan Gubernur Bali dengan visinya ‘Nangun Sat Kerti Loka Bali’ sangat luar biasa mencari solusi masalah sampah,’’ ujarnya
saat Talkshow Merah Putih di Shankara Resto, Sanur, Selasa (30/7). Pihaknya pun diakui telah melakukan perbaikan pengelolaan sampah di TPA Suwung, yaitu penataan 22,4 hektar lahan di TPA Suwung. Rencananya di tempat itu akan dijadikan ekowisata, namun masih dalam proses penelitian. Saat ini progress penataan tersebut telah mencapai 91 persen. Selain itu 1,4 hektar lahan yang ditempati masyarakat juga akan ditata agar lebih layak tinggal. Seluas 10 hektar lagi ditata untuk dijadikan tempat pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Tidak hanya polusi sampah, Bali juga menghadapi masalah polusi udara. Namun kualitas udara Bali dikatakan masih aman yaitu berada pada indeks 80–90. Menurutnya, ini disebabkan salah satunya karena penggunaan bahan bakar kendaraan dari premium ke pertamax yang lebih ramah lingkungan. Sementara penyumbang polusi udara yang lain seperti asap rokok belum bisa diukur karena alat ukurnya berbeda dengan penguku-
ran polusi udara akibat industri maupun asap kendaraan. Dokter spesialis penyakit dalam dr. Kadek Dian Lestari, M.Biomed., Sp.PD. mengatakan, segala macam polusi pada kesehatan pasti berpengaruh. Namun orang tidak terlalu memikirkan karena efek sampingnya tidak dirasakan saat ini, tetapi jangka panjang minimal 10 tahun ke depan. Salah satu polusi udara yang menjadi perhatiannya adalah polusi asap rokok, karena asap rokok menimbulkan residu. Residu itu menempel di tubuh perokok, di dinding rumah, di sprei. ‘’Beberapa peneliti mengatakan asap rokok jauh lebih berbahaya daripada polusi lain, karena polusi itu dibawa ke rumah dan tersimpan,’’ kata Dian. Wisatawan juga memiliki perhatian dan soal kesehatan akibat polusi asap rokok. Sehingga dunia pariwisata Bali juga perlu mewaspadai ancaman ini dengan menggunakan konsep pengurangan risiko (harm reduction). ‘’Kita harus mulai memikirkan produkproduk alternatif yang ramah lingkungan, tidak hanya untuk
ekosistem tetapi juga untuk kesehatan kita sendiri. Misalnya untuk rokok, dapat menggunakan produk alternatif yakni tembakau yang dipanaskan bukan dibakar,’’ ungkapnya. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali Dewa Ayu Laksmi mengatakan, promosi ke luar negeri dan dalam negeri menitikberatkan pada hal-hal yang mendukung keberlangsungan pariwisata Bali yaitu masalah lingkungan Bali. Berbicara Bali identik berbicara pariwisata. Pariwisata Bali adalah pariwisata budaya. Menjaga lingkungan sama dengan menjaga budaya. ‘’Produk itulah yang kita jual. Melalui pergub-pergub yang sudah dikeluarkan sangat membantu marketing kita di mata internasional karena konsentrasinya terhadap lingkungan, sehingga pariwisata kita bisa sustainable,’’ tandasnya. (may) Catatan: Saksikan diskusi lengkap mengenai topik ini di Program ’’Talkshow Merah Putih’’ Kamis (1/8) malam ini di Bali TV Pkl. 21.00 Wita.
’’Masalah sampah ini sangat berpengaruh besar terhadap pariwisata di Bali, kebijakan Gubernur Bali dengan visinya ‘Nangun Sat Kerti Loka Bali’ sangat luar biasa mencari solusi masalah sampah.’’ I Made Teja Kadis LH Bali
’’Melalui pergub– pergub yang sudah dikeluarkan sangat membantu marketing kita di mata internasional karena konsentrasinya terhadap lingkungan sehingga pariwisata kita bisa sustainable.’’ Dewa Ayu Laksmi Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali
2
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
FIGUR Harus Cerdik
MENJADI tua adalah kodrat yang tidak bisa dicegah. Artinya, proses alamiah ini akan dialami oleh semua orang yang diikuti dengan kemundurankemunduran fisik, bahkan mental. Kendati demikian, hal itu dapat dihambat oleh para lanjut usia (lansia) dengan berlaku ‘’cerdik’’. ‘’Umur boleh panjang, tapi kualitas hidup harus baik agar tidak membebani atau sakit-sakitan,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. saat menjadi pembicara dalam Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2019 ‘’Lanjut Usia Sehat dan Berdaya, Masyarakat Sejahtera’’ di Wantilan DPRD Bali, Rabu (31/7) kemarin. Menurutnya, Bali memiliki sekitar 530 ribu lansia atau 12,3 persen dari total penduduk Pulau Dewata. Jumlah ini terbilang banyak, sehingga lansia diharapkan memiliki kualitas hidup yang baik. Sehat tidak hanya sebatas fisik atau bebas dari penyakit. Namun ada keseimbangan antara fisik, mental, dan sosial. Yakni tetap sehat dan bugar di usia tua, tidak memiliki gangguan jiwa, serta memiliki hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, para lansia harus ‘’cerdik’’ yakni Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet dengan gizi yang seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kendalikan stres. ‘’Cek kesehatan teratur, paling tidak cek tekanan darah setiap tiga bulan sekali. Kalau bisa cek gula darah juga,’’ jelasnya. Suarjaya menambahkan, rokok juga mesti dienyahkan karena dalam kandungan rokok tidak ada satu pun yang bermanfaat bagi tubuh. Kemudian aktivitas fisik yang dilakukan tidak perlu yang sulit, tetapi cukup dilakukan rutin setiap pagi untuk merangsang aliran darah. Hal ini dapat mencegah penyakit tekanan darah, migrain, serta vertigo. Untuk diet, bisa dengan memperbanyak konsumsi sayur-sayuran, mengurangi daging berlemak, dan meminum 1,5 liter air putih per hari. Selain itu, membiasakan tidur atau istirahat yang cukup akan membuat otak lebih aktif. ‘’Otak dan sel-sel tubuh perlu tidur untuk detoksifikasi, mengeluarkan racun tidak berguna yang bisa merugikan organ tubuh. Minimal 6-7 jam, kalau bisa 8 jam tidur luar biasa. Kemudian kendalikan stres,’’ paparnya. (rin)
Bali Post/kmb32
LANSIA - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menghibur para lansia dalam Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2019 di Wantilan DPRD Bali, Rabu (31/7) kemarin.
Vaksinasi bagi Lansia Belum Pelantikan Dewan Denpasar Dijadwalkan 19 Agustus Jadi Program Pemerintah
Denpasar (Bali Post) KPU Denpasar memang belum melakukan penetapan caleg lolos dan jumlah perolehan kursi oleh masing-masing partai politik, namun jajaran Sekretariat DPRD setempat sudah mulai melakukan persiapan pelantikan anggota dewan baru nanti. Bahkan, jajaran Sekretariat Dewan yang dipimpin Sekwan setempat melakukan rapat persiapan terkait pelaksanaan pelantikan. “Kami bentuk tim kecil untuk mempersiapkan kegiatan pelantikan nanti,” ujar Sekwan Denpasar Putu Gede Dharma Wiyasa, Rabu (31/7) kemarin. Menurut Dharma Wiyasa, sesuai jadwal yang ada, pelantikan anggota dewan baru periode 2019-2014 akan dilakukan per 19 Agustus 2019 mendatang. Karena saat itu anggota dewan periode 2014-2019 berakhir. Sedangkan untuk penggunaan pakaian saat pelantikan, Sekwan mengaku belum diputuskan. “Untuk pakaiannya belum diputuskan,” ujarnya. Disinggung terkait besaran dana pelantikan, Dharma Wiyasa mengatakan tidak hapal detailnya. Karena dana pelantikan ini tidak diatur secara khusus, seperti pakaian dinas dewan. “Sama seperti sidang paripurna biasa, hanya jumlahnya lebih besar, karena undangan lebih banyak dari sidang paripurna biasa,” katanya. Dikatakan, dana yang diperlukan untuk pelantikan ini dominan untuk biaya konsumsi. Karena itu, jumlahnya tergantung undangan yang ada. “Misalnya saja per piring dijatah Rp 60.000 maka akan dikalikan dengan jumlah undangan. Tidak ada disiapkan dalam pos khusus,” jelasnya. (kmb12)
Perubahan Data Kemensos
Beberapa PBI Tak Dijamin Lagi
Denpasar (Bali Post) – BPJS Kesehatan menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2019 tentang Penonaktifan dan Perubahan Data Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan 2019 tahap keenam. Per 1 Agustus 2019, sejumlah peserta tidak didaftar lagi menjadi (PBI) Jaminan Kesehatan dan secara bersamaan didaftarkan peserta pengganti. Terkait dengan hal tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, pada tahap pertama akan dinonaktifkan peserta PBI sesuai dengan SK Mensos tersebut. Namun secara bersamaan juga telah didaftarkan sejumlah peserta lain sebagai pengganti yang sudah dilengkapi NIK valid dan terdaftar di Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Iqbal juga mengatakan, penonaktifan dan perubahan peserta PBI tersebut tidak akan mengubah jumlah peserta PBI APBN tahun 2019. Jumlahnya tetap 96,8 juta jiwa, sudah termasuk dengan perubahan dan pendaftaran bayi baru lahir dari peserta PBI. “BPJS Kesehatan akan turut melakukan sosialisasi masif untuk memastikan peserta PBI yang dinonaktifkan, mengetahui informasi tersebut dan paham apa yang harus dilakukan agar tetap bisa mendapat jaminan layanan kesehatan,” kata Iqbal. Untuk mengetahui apakah seorang peserta termasuk masih berstatus peserta PBI atau bukan, yang bersangkutan dapat menghubungi Dinas Sosial Kabupaten/Kota setempat, BPJS Kesehatan Care Center 1 500 400, Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat, atau melalui media sosial resmi BPJS Kesehatan dengan menginfokan kartu identitas diri seperti KTP atau Kartu Keluarga (KK). Jika peserta tersebut termasuk yang sudah dinonaktifkan, maka ia tidak lagi mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan mulai 1 Agustus 2019. Peserta dapat dijamin kembali dengan mendaftarkan diri dan keluarganya ke Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan setempat agar menjadi peserta PBI APBD yang iurannya dijamin Pemerintah Daerah (Pemda). “Kalau peserta sudah lapor ke Dinas Sosial dan ternyata yang bersangkutan masih memenuhi syarat sebagai PBI, tetapi ketersediaan anggaran pemda setempat belum memadai, maka Dinas Sosial bisa mengusulkan peserta tersebut ke Kementerian Sosial untuk menjadi peserta PBI pada periode selanjutnya,” jelas Iqbal. Sementara jika peserta yang dinonaktifkan tersebut sebetulnya mampu membayar sendiri iuran JKN-KIS untuk diri sendiri dan keluarganya, maka disarankan untuk segera mengalihkan jenis kepesertaannya ke segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri dengan pilihan hak kelas rawat yang disesuaikan kemampuan peserta membayar iuran. “Peserta yang beralih ke segmen PBPU, kartunya bisa langsung aktif tanpa menunggu masa verifikasi pendaftaran 14 hari. Dengan catatan, pengalihan ke segmen PBPU tersebut harus dilakukan selambatlambatnya satu bulan sejak kepesertaannya sebagai PBI APBN dinonaktifkan,” kata Iqbal. Sementara itu, bagi peserta PBI baru atau pengganti, akan dicetakkan dan dikirimkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) oleh BPJS Kesehatan. Selama peserta belum menerima kartu dan membutuhkan pelayanan kesehatan, maka ia bisa mendatangi fasilitas kesehatan setempat sesuai ketentuan dengan menunjukkan KTP elektronik atau KK. (kmb42)
Topik : LARANG EKS KORUPTOR MAJU PILKADA
Denpasar (Bali Post) Vaksinasi tidak hanya dibutuhkan oleh anak-anak pada usia emas dan ibu hamil, tetapi juga para lanjut usia (lansia). Sedikitnya ada tiga jenis vaksin yang penting didapat lansia yakni vaksin influenza, vaksin pneumonia, dan vaksin herpes zoster. Vaksin influenza terbilang yang paling penting, akan tetapi hingga sekarang belum menjadi program wajib pemerintah. ‘’Pada lanjut usia, vaksinasi sangat dibutuhkan karena daya tahan tubuh mulai menurun,’’ ujar Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Bali dr. I Gusti Putu Suka Aryana, Sp.PD.K-Ger. dalam Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Ke-23 Tahun 2019 ‘’Lanjut Usia Sehat dan Berdaya, Masyarakat Sejahtera’’ di Wantilan DPRD Bali, Rabu (31/7) kemarin. Di negara-negara maju, lanjut Suka Aryana, vaksin influenza sudah ditanggung oleh pemerintah. Pasalnya, vaksin ini tidak sekadar untuk mencegah flu, tetapi bisa mencegah memburuknya penyakit degeneratif yang dimiliki para lansia. Sebagai contoh, gula darah akan naik kalau terkena flu. Inflamasi dalam tubuh pun
akan tinggi saat flu, sehingga berisiko terkena serangan jantung, stroke, serta radang paru berat hingga gagal napas. ‘’Jadi vaksin influenza sudah terbukti bukan hanya menurunkan kejadian influenzanya, tetapi juga menurunkan angka kematian dan kesakitan pada usia lanjut,’’ jelasnya. Menurut Suka Aryana, vaksin influenza menjadi hal yang harus diperhatikan karena memang belum banyak diketahui. Baik oleh tenaga kesehatan, dokter, pemerintah maupun masyarakat umum. Hampir semua belum memahami betul tentang pentingnya vaksin pada orang tua atau lansia. Ditambah lagi, program pemerintah terkait vaksinasi hanya sebatas untuk bayi dan ibu hamil. Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan, pemerintah selama ini memang hanya menyiapkan imunisasi dasar lengkap. Seperti imunisasi hepatitis B, polio, BCG, DPT-HB-HiB, dan campak untuk bayi, serta imunisasi untuk ibu hamil. Artinya, imunisasi memang tidak diberikan kepada orang dewasa termasuk lansia. Sebab, bayi dan ibu hamil terbilang lebih rentan terkena penyakit dan harus dilindungi. Selain itu, jumlah orang dewasa juga cukup banyak sehingga butuh biaya besar untuk diberikan imunisasi lewat program pemerintah. ‘’Maka, saat ini tidak bersifat wajib, tapi opsional. Jadi bisa merupakan pilihan, dan beberapa vaksin memang dianjurkan diberikan kepada orang dewasa dan lansia,’’ ujarnya. Suarjaya menegaskan, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Terlebih dari hasil riset di tahun 2018, usia harapan hidup memang meningkat. Tetapi, kualitas hidup rupanya masih belum optimal. Bisa dimulai dengan upaya pencegahan
penyakit influenza. Walaupun penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi tetap membutuhkan waktu sehingga dapat menurunkan produktivitas. ‘’Saat ini influenza masih penyakit infeksi umum terbanyak. Maka, upaya pencegahan harus dilakukan agar bisa terhindar dari influenza dengan vaksinasi. Jadi, produktivitas bisa meningkat,’’ jelasnya. Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan, pihaknya ke depan akan membantu anggaran untuk vaksinasi lansia bersinergi dengan program PKK kabupaten/kota. Terutama menyasar lansia di desa-desa. ‘’Kalau panglingsir tetap sehat, masyarakat sejahtera karena dijaga oleh doa dan nasihat beliau,’’ ujarnya. Selama ini, TP PKK Provinsi Bali selalu mendukung dan mendorong aparatur desa untuk mengadakan kegiatan produktif bagi para lansia. Seperti membentuk dan mengoptimalkan posyandu lansia, mengaktifkan senam lansia, pemeriksaan kesehatan rutin untuk lansia, pemberian kacamata gratis, pemberian
PMT untuk lansia mengacu pada Germas, mengoptimalkan keterampilan lansia, serta mendorong dan mengembangkan kawasan rumah lanjut usia. Menurut Putri Koster, para lansia mesti berdaya dan tidak hanya menyepi di panti jompo. Keberadaan mereka agar disinergikan kembali di ruang-ruang keluarga. ‘’Jangan biarkan panglingsir kita menyepi di sudutsudut rumah. Tetapi perlu juga sekali waktu berkumpul dengan yang seusia karena pembicaraannya akan nyambung, bernostalgia, tertawa. Itu bisa membersihkan paru-paru, melancarkan peredaran darah,’’ jelasnya. Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2019 juga dihadiri General Manager Sanofi Pasteur Indonesia Joselito, STA., ANA., MD. Pada kesempatan itu, Sanofi Pasteur Indonesia memberikan vaksinasi influenza gratis bagi para lansia yang hadir. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Rehab Pasar Anyar Sari Masuki Lelang Pengawas
Bali Post/eka
ANYAR SARI - Seorang warga membeli perlengkapan upacara di salah satu pedagang di Pasar Anyar Sari, Denpasar.
Denpasar (Bali Post) Rehab Pasar Anyar Sari di Banjar Batukandik, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar segera akan dilakukan. Kini, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan masih melakukan lelang untuk pengawas. Sedangkan lelang fisik sudah rampung. Dikonfirmasi, Rabu (31/7) kemarin, Kadisperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari mengatakan, saat ini yang membutuhkan waktu lama yakni pada lelang pengawasan, karena aturan saat ini, jika lelang pengawas di atas Rp 100 juta, maka harus ada prakualifikasi. Prakualifikasi ini baru akan selesai pada minggu kedua September 2019. Sri Utari mengatakan, pengerjaan fisik baru bisa dimulai setelah lelang tersebut. Dipastikan pengerjaan tidak ada kendala dan pengerjaan Pasar Anyar Sari dengan 108 blok yang sempat terbakar 2018 lalu bisa terselesaikan dengan baik. “Pasti bisa karena target kami 2019 ini. Jadi, pengerjaan fisik dimulai September 2019 mendatang. Sedangkan lelang pengerjaan fisik sudah selesai, yang belum hanya pengawas saja,” ujarnya. Direktur Umum PD Pasar Kota Denpasar A.A. Ngurah Yuliartha mengungkapkan,
pihaknya hingga saat ini belum mengetahui kapan tender itu akan selesai. Pihaknya masih menunggu keputusan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar sebagai penanggung jawab pembangunan tersebut. Dikatakan, idealnya pembangunan yang dilakukan harusnya sudah mulai pada pertengahan Juli 2019. Sebab, ideal waktu yang dibutuhkan dalam pembangunan selama 150 hari. Sehingga dengan belum ada kepastian pembangunan fisik ini, pihaknya khawatir waktu pembangunan akan mepet. Hal itu dapat berpengaruh pada kualitas fisik bangunan. Yuliartha mengatakan, dana yang digelontorkan sebesar Rp 4 miliar dan harus selesai di tahun 2019 ini. Ditambah, sudah ada contoh pembangunan Pasar Badung tahap II yang sempat molor, akibatnya penyelesaian fisik tidak total seperti yang ditargetkan. “Jangan sampai terulang lagi, karena ini masalahnya kebutuhan masyarakat yang berjualan di Pasar Anyar Sari. Jadi, kami hanya tidak ingin mereka terus komplin. Ya, saat ini kami tetap masih menunggu saja. Jika ada kendala, tugas kami hanya menyampaikan ke pedagang,” ujarnya. (kmb12)
Raih Pendapatan Rp 500 Ribu Per Hari dari GoCar
Hidup Dewa Menjadi Lebih Baik
GOJEK memberi jalan baru bagi Dewa Made Suwakejana, seorang kepala keluarga di Bali yang harus menghidupi istri dan dua orang anaknya. Dewa mengaku senang bisa bergabung dengan Gojek menjadi mitra pengemudi GoCar. Sebelumnya, Dewa hanyalah seorang yang bekerja di bidang pariwisata di Bali. Ia mengaku penghasilannya tidak tetap. “Awal gabung di Gojek karena job saya sepi. Dulu saya kerja di pariwisata. Karena saya berdiri sendiri ya, jadi penghasilannya pasang surut,” katanya, Rabu (31/7) kemarin. Dewa mengaku penghasilannya meningkat sejak bergabung menjadi mitra pengemudi GoCar. Dalam sehari, ia bisa menghasilkan uang sekurang-kurangnya Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. “Selama 1,5 tahun bergabung di GoCar, penghasilan saya meningkat. Pendapatannya lebih dari cukup,” ujarnya. Menurut Dewa, kehadiran Gojek di
Bali sangat membantu, baik dari segi lapangan pekerjaan maupun pilihan alat transportasi. Sebab menurut Dewa, angkutan umum di Bali mengalami penurunan jumlah armada. Angkutan umum kini hanya mengantar dari terminal satu menuju terminal lainnya. Sehingga adanya Gojek membantu tamu-tamu atau wisatawan dalam pemenuhan kebutuhan transportasi selama berada di Bali. “Di Bali, angkutan umum armadanya menurun. Cuma ada dari terminal ke terminal. Jadi, ada Gojek di Bali sangat membantu tamu-tamu. Dan istri-anak saya juga pengguna transportasi online,” ujar Dewa. Hal ini berbanding lurus dengan hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI). Dalam catatan LD FEB UI, mitra GoCar mengalami peningkatan pendapatan tertinggi mencapai 75 persen jika dibandingkan pendapatan sebelum
Dewa Made Suwakejana bergabung menjadi mitra. Sehingga mitra GoCar juga menjadi salah satu penggerak roda perekonomian daerah. Wakil Kepala LD FEB UI Paksi C.K. Walandouw menyampaikan hasil riset LD FEB UI menunjukkan rata-rata pendapatan mitra GoCar
mencapai hampir 2,5 kali lebih tinggi daripada UMK Denpasar 2018, yakni sebesar Rp 5,8 juta. Sehingga sebanyak 84 persen mitra pengemudi merasa kehidupannya sekarang lebih baik, dan puas dengan kehidupannya sekarang. (r)
BADUNG
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
3
Bapenda ’’Warning’’ Penunggak PBB-P2
Mangupura (Bali Post) –
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung harus putar otak untuk meningkatan pedapatan daerah. Selain mengoptimalkan pendapatan dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR), mesin penghasil uang Badung ini juga mengejar penunggak Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Tak main-main, Bapenda akan menyeret wajib pajak ke ranah hukum jika tidak menunaikan kewajiban guna memberikan efek jera. TANDA TANGAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menandatangani ranperda dan dokumen daerah pada rapat paripurna DPRD Badung dengan agenda pengambilan keputusan, Rabu (31/7) kemarin.
Pemkab dan Dewan Badung Tetapkan Empat Ranperda dan Empat Dokumen Daerah
SETELAH melalui beberapa kali pembahasan, akhirnya Pemkab Badung bersama DPRD Badung menetapkan empat ranperda dan empat dokumen daerah. Penetapan dilaksanakan pada rapat paripurna DPRD Badung dengan agenda pengambilan keputusan yang digelar Rabu (31/7) kemarin di Ruang Utama Gosana Kantor DPRD, Puspem Badung. Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wabup I Ketut Suiasa, para pimpinan dan anggota DPRD Badung, Fokompinda, Sekda beserta pimpinan perangkat daerah Kabupaten Badung. Ranperda dan dokumen daerah yang ditetapkan yakni Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018, Ranperda tentang Perubahan atas Perda Badung No. 19 Tahun 2018 tentang APBD 2019, Ranperda Pelestarian dan Perlindungan Bendega, Ranperda Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD 2019, Rancangan Prioritas dan Plafon
Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2019, Rancangan KUA 2020 dan Rancangan PPAS APBD 2020. Selain itu, ditetapkan pula tiga ranperda inisiatif dewan, yaitu Renperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Ranperda tentang Perubahan atas Perda No. 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Parkir serta Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Penetapan dituangkan dalam nota kesepahaman dan keputusan DPRD Badung yang ditandatangani Bupati dengan Pimpinan DPRD. Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta memberi penghargaan kepada DPRD Badung atas semangat kebersamaan dan gotong royong sehingga empat ranperda dapat ditetapkan menjadi perda dan empat dokumen daerah dapat selesai tepat waktu. ‘’Persetujuan ini merupakan implementasi dari sikap dan tanggung jawab DPRD bersama pemerintah daerah yang lebih memprioritaskan kepentingan umum daripada pribadi dan golongan, dalam upaya mem-
berikan pelayanan prima serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Badung,’’ jelasnya. Menurut Bupati, rapat ini menjadi momen sangat spesial karena merupakan rapat paripurna yang terakhir bagi anggota DPRD Badung masa bakti 2014-2019. Namun, Bupati melihat di pengujung pengabdiannya, pimpinan dan anggota dewan tetap menunjukkan komitmen menjalankan tugas dan fungsi konstitusional dengan penuh kesungguhan, bekerja keras serta dedikasi kerja yang tinggi. ‘’Saya atas nama pribadi dan Pemkab Badung menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pimpinan dan anggota dewan periode 2014-2019 yang telah menunjukkan pengabdian, dedikasi dan kinerja yang tinggi, sehingga banyak produk dan prestasi pembangunan yang telah berhasil kita raih, melalui pelaksanaan berbagai program strategis yang dirancang dengan persetujuan DPRD,’’ imbuh Bupati Giri Prasta. (ad987)
Proyek Penataan Lapangan Lagoon Mulai Dikerjakan Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung terus menggenjot penataan Lapangan Lagoon, Nusa Dua, sebagai lapangan internasional. Setelah sebelumnya menata sisi depan lapangan, kini penataan dilanjutkan di bagian dalam. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba, penataan yang sudah dilakukan sebelumnya baru di bagian depan. Meliputi pembuatan nama termasuk bangunan warung atau kafe. Sementara, untuk melanjutkan penataan ini, Pemkab Badung mengucurkan anggaran Rp 1 miliar tahun ini. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan rumput dan penataan lapangan. Dia menegaskan, di Lapangan Lagoon tidak boleh ada bangunan permanen. Hal ini dikarenakan status lahannya merupakan milik pihak Kehutanan. Oleh karena itu pihaknya menyiasati pembangunan tribun nantinya memanfaatkan pohon sehingga terlihat alami. ‘’Pohonnya akan kami bikin berjajar sehingga terlihat alami dan asri,’’ kata Surya Suamba. Lantaran berstatus lapangan internasional, penataan rumputnya dilakukan dengan penebaran bibit berkualitas. Selain rumput, di kawasan ini
juga ditanam pohon pule serta dilakukan pemasangan paving. Terkait pemanfaatan Lapangan Lagoon untuk kegiatan di luar olahraga, Surya Suamba menyatakan tetap bisa dilakukan. Lapangan ini sudah ditata sedemikan rupa sehingga di luar lapangan bisa dipakai memasang tenda jika ada kegiatan di Nusa Dua. Bahkan lapangan ini juga memungkinkan untuk didarati helikopter. Rencana penataan lapangan ini memang sudah lama ditunggu warga. Sebab, warga Kuta Selatan hingga saat ini belum memiliki lapangan bertaraf
internasional. Sebelumnya, lapangan tersebut masih dikelola ITDC melalui HGB. Dihubungi terpisah Rabu ( 3 1 / 7 ) ke m a r i n , P e j a b a t Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Kabupaten Badung Adhi Mantra mengatakan, untuk penataan rumput Lapangan Lagoon ditargetkan selesai pada 26 November mendatang. Pagu anggarannya Rp 1 miliar, sementara nilai kontraknya sebesar Rp 629.879.422. Lingkup pengerjaan, yaitu penambahan pasir kasar, penambahan tanah subur dan dilanjutkan dengan penanaman rumput bermuda. (kmb23)
Bali Post/edi
PENATAAN - Gundukan tanah mulai diratakan dengan motor grader, sebagai bagian proyek penataan Lapangan Lagoon, Nusa Dua.
Kepala Bapenda Badung I Made Sutama mengatakan, pihaknya memberikan batas waktu kepada wajib pajak hingga 23 Oktober mendatang. ‘’Kami berterima kasih kepada masyarakat ysng telah memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak, tapi kami imbau kepada yang belum melunasi PBB-P2 agar segera melunasi sebelum jatuh tempo 23 Oktober,’’ ungkap Sutama, Rabu (31/7) kemarin. Kendati pemerintah setempat membebaskan PBB-P2, Sutama menegaskan, bukan berarti tunggakan pajak yang belum dibayarkan sebelum Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor 24 Tahun 2017 tentang pengurangan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan berdasarkan kondisi tertentu objek pajak pada rumah dan tanah pertanian diberlakukan, turut dihapuskan. ‘’Yang kami kejar adalah tunggakan sebelum aturan itu diberlakukan. Jadi, masih
ada tunggakan, termasuk yang sekarang di luar yang dibebaskan, masih banyak tunggakan,’’ tegasnya. Sayangnya, birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini belum dapat merinci berapa wajib pajak yang belum melunasi PBBP2 lantaran masih berproses. Namun, jika dilihat dari jumlah penerimaan beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan. Di antaranya, penerimaan PBBP2 pada tahun 2013 mencapai Rp 151.044.070.595, tahun 2014 sebesar Rp 166.544.273.469, tahun 2015 sebesar Rp 194.309.999.378, tahun 2016 sebesar Rp 200.336.804.359, tahun 2017 sebesar Rp 202.828.822.148 dan pada 2018 sebesar Rp 205.568.318.326. ‘’Penerimaan PBB-P2 dari tahun ke tahun terjadi peningkatan, karena kami terus melakukan upaya optimalisasi melalui ekstensifikasi berupa pemutakhiran data subjek dan objek PBB-P2 yang dilakukan di seluruh kecamatan se-Kabupaten
Badung,’’ terangnya. Diterangkan, pihaknya juga melakukan pendataan melalui laporan dari aparat desa/kelurahan, pekaseh/klian subak maupun atas dasar permohonan mutasi PBBP2 dari wajib pajak sendiri. Sedangkan intensifikasi PBB-P2 dilakukan dengan cara penilaian terhadap objek pajak khusus yang memiliki kriteria tertentu seperti hotel, vila, lapangan golf, SPBU dan bangunan lainnya. Selain itu, dilakukan tax clearance, yakni wajib pajak harus melunasi pembayaran PBB-P2 dalam proses verifikasi Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) terhadap objek Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). ‘’Untuk 2019, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) telah ditetapkan dan disebarkan kepada seluruh wajib pajak. Apabila masyarakat belum menerima SPPT PBB-P2
tahun 2019 maka dapat menghubungi kami, baik melalui petugas, telepon maupun email atau website,’’ jelas Sutama. Pihaknya meminta masyarakat agar segera melakukan pembayaran PBB-P2 untuk ketetapan tahun 2019 serta melunasi tunggakan PBBP2 tahun-tahun sebelumnya, karena tunggakan PBB-P2 akan terus membesar apabila tidak dibayar sebagai akibat pengenaan denda sebesar 2 persen per bulan. ‘’Selain itu, masyarakat juga akan mengalami kesulitan apabila belum melunasi tunggakan PBB-P2 dalam pengurusan perizinan tertentu maupun dalam proses verifikasi BPHTB. Untuk itu, kami harapkan kepada seluruh masyarakat Badung agar segera melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo 23 Oktober mendatang,’’ ujarnya. Pembayaran PBB-P2 dapat dilakukan di seluruh fasilitas pembayaran yang disediakan oleh Bank BPD Bali, Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah melaksanakan kewajiban pembayaran pajak, karena setiap pajak yang dibayarkan merupakan sumber pembiayaan pembangunan di Kabupaten Badung,’’ katanya. (kmb27)
Giri Prasta Tegaskan Nilai Bantuan Tergantung Pendapatan Daerah Mangupura (Bali Post) Tudingan pemberian bantuan dana bagi hasil Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dari Kabupaten Badung merecoki APBD Bangli, disikapi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Usai menghadiri rapat paripurna DPRD Badung, Rabu (31/7) kemarin, di ruang sidang DPRD Badung, Bupati Giri Prasta mengatakan real-
isasi dana yang diberikan oleh Pemkab Badung tergantung pendapatan Badung dari PHR. ‘’Terkait dengan penyisihan PHR ke Bangli, uang yang dicairkan itu bukan uang pribadi Giri Prasta. Apa pun yang kita cairkan ini harus melihat realita dari PHR yang sekarang kita dapat. Maaf ya, kita kan ada gangguan ini, kita sudah sampaikan,’’ ujarnya.
Giri Prasta berdalih, jika turunnya pendapatan merupakan imbas pelaksanaan pemilu dan erupsi Gunung Agung. Tak hanya itu, kenaikan harga tiket pesawat juga memengaruhi pendapatan Badung, sehingga mengakibatkan lama tinggal wisatawan berkurang. Politisi PDI-P ini memahami Pemkab Bangli tengah melakukan pembahasan APBD Perubahan
2019. Dia pun memastikan, bantuan dana penyisihan PHR tetap akan diberikan dan saat ini sedang diproses. ‘’Kami harus pastikan angka dulu, biar tidak menjadi asumsi. Saya paham karena sekarang melakukan pembahasan APBD Perubahan, sehingga pos anggaran itu harus jelas. Ini kan by name by address,’’ tegasnya. (kmb27)
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Dies Natalis XVI ISI Denpasar
Memuliakan Seni Budaya Menuju Indonesia Digjaya INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Denpasar merayakan Dies Natalis XVI (16) dalam sidang terbuka senat di Ruang Natya Mandala Kampus ISI Denpasar, Rabu (31/7) kemarin. Perayaan Dies Natalis kali ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster yang juga merupakan Ketua Dewan Penyantun ISI Denpasar. Selain itu, perayaan yang dilakukan secara sederhana ini juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Prof. Sardono Waluyo Kusumo yang merupakan seniman dan Guru Besar Institut Kesenian Jakarta dengan judul ‘’Chthonic Broer’’. Topik ini dipilih dengan mencermati perkembangan jagat seni Indonesia dalam beberapa dekade terakhir ini. Di mana dampak globalisasi, cara berpikir masyarakat yang logosentris, interaksi silang budaya, serta hadirnya revolusi industri 4.0 telah memengaruhi pola pikir seniman Indonesia. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. mengatakan, meskipun saat ini ISI Denpasar merayakan Dies Natalis ke-16, namun jika dilihat dari rentang sejarah pendirian ASTI dan STSI Denpasar, sesungguhnya lembaga pendidikan tinggi berbasis seni ini telah berumur 52 tahun. Serangkaian kegiatan praDies Natalis telah dilakukan, seperti debat mahasiswa, tirtayatra, dan pemuteran film karya terbaik mahasiswa. Selain itu, juga telah digelar rapat dewan penyantun di ruang sidang Rektorat pada Selasa (30/7) lalu. Rapat ini menghasilkan sejumlah rumusan penting sebagai masukan terhadap penyusunan Renstra ISI Denpasar 2019-2024. Guna mewujudkan cita-cita memuliakan seni budaya menuju Indonesia digjaya, ISI Denpasar telah melaksanakan program-program rutin di bidang pendidikan, penelitian, penciptaan, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama. Pada bidang akademik dan kemahasiswaan, tahun akademik 2018/2019 ISI Denpasar dilamar 772 orang calon mahasiswa dalam
DIES NATALIS - Suasana perayaan Dies Natalis ke-16 ISI Denpasar yang dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan merupakan Ketua Dewan Penyantun ISI Denpasar, Rabu (31/7) kemarin. negeri dan 265 calon mahasiswa luar negeri dari 23 negara. Bahkan, dalam bidang kemahasiswaan, ISI Denpasar masih tetap melanjutkan program ASEAN International Mobility for Students (AIMS), dengan mengirim empat orang mahasiswa untuk menempuh pendidikan selama satu semester di Universitas Malaya. Selain itu, dalam bidang penelitian, penciptaan seni, dan pengabdian kepada masyarakat, pada tahun 2019 ISI Denpasar telah memenangkan sejumlah hibah penelitian. Sedangkan dalam bidang pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2019 ISI Denpasar melaksanakan rekonstruksi Legong Dedari di Desa Peguyangan, Kota Denpasar dan rekonstruksi Tedung Rerajaan di Desa Mengwi Kabupaten Badung. ‘’Dalam bidang kerja sama dalam negeri, kami tetap konsisten dengan program ngayah ke desadesa untuk membantu masyarakat dalam pembinaan dan pergelaran seni budaya. Sedangkan dalam bidang kerja sama luar negeri, pada bulan Februari lalu sejumlah 30 orang mahasiswa dan dosen ISI Denpasar berpartisipasi dalam Parade Chingay di Singapura,’’ ujar Prof. Sugiartha. Sementara itu, Gubernur Koster mengatakan seni dan budaya yang
di dalamnya terdapat adat istiadat membuat Indonesia dikenal menjadi negara Bhinneka Tungga Ika dalam bingkai NKRI dengan jiwa Pancasila, 1 Juni 1945. Terlebih Bali menjadikan seni dan budaya sebagai aset dalam pertumbuhan ekonomi yang tumbuh di tengahtengah masyarakat. Sehingga seni dan budaya ini terus hidup di tengah masyarakat yang menyatu dengan adat istiadat dan ritualnya. Oleh karena itu, sebagai lembaga pendidikan tinggi terbesar di Bali dalam pengembangan dan penciptaan seni dan budaya, ISI Denpasar diharapkan mampu menjalankan peran yang strategis dalam menjalankan Tri Dahrma Perguruan Tinggi dalam pengembangan seni dan budaya Bali. Sehingga ISI Denpasar mampu menjadi mitra Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Kita harus bangga menjadi orang Bali, karena kita memiliki kekayaan seni budaya dengan kearifan lokalnya yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya, dan sekarang bagaimana kita menjaga kekayaan seni dan budaya ini, sehingga bisa menjadi sumber kehidupan, bahkan seni dan budaya ini harus bisa dijadikan pertumbuhan ekonomi di Bali,’’ pungkas Gubernur Koster. (ad985)
Seluruh Mahasiswa S-1 Diberi Kursus Bahasa China
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
Tekan Angka ’’Stunting’’
Dinkes Provinsi Bali Gelar Diseminasi Surveilans Gizi SEBAGAI upaya peningkatan integrasi dan konvergensi penurunan stunting di kabupaten/kota serta di provinsi di Bali, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menggelar diseminasi surveilans gizi, Selasa (30/7). Bertempat di Harris Hotel Kuta, kegiatan ini dihadiri sebanyak 108 orang yang terdiri dari 8 orang lintas sektor dari masing-masing kabupaten/kota di Bali. Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra ini juga dihadiri Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI Ir. Doddy Izwardy, M.A., Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. dan sejumlah undangan lainnya. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam sambutannya mengatakan angka prevalensi stunting di Bali mencapai 21,9 persen. Jumlah ini, katanya, masih rendah dibandingkan dengan angka nasional yang mencapai 30,8 persen. Menurutnya, kalau dilihat secara nasional, angka itu memang rendah. Namun jika dibandingkan dengan angka kemiskina di Bali yang cukup kecil mencapai 4 persen, angka prevalenai stunting ini memang sangat besar. Namun, diakuinya, gizi itu memang tidak 100 persen disebabkan oleh faktor kemiskinan. Persoalan gizi ini ada juga yang dialami oleh masyarakat kelas menengah. Kemungkinan, katanya, disebabkan karena terkait dengan gaya hidup. Ke depan angka stunting di Bali diharapkan bisa diturunkan dalam waktu yang tidak lama. ‘’Tentu tugas ini tidak hanya dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan, namun juga lintas sektor. Jadi musuh kita sekarang adalah 21,9 persen yang harus diturunkan,’’ harapnya.
BUKA - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra memukul gong didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Suastini Koster, Direktur Gizi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Ir. Doddy Izwardy, M.A., Kadiskes dr. Ketut Suarjaya saat membuka Diseminasi Surveilans Gizi, Selasa (30/7). Pada kesempatan tersebut, Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI Ir. Doddy Izwardy, M.A. memuji pencapaian Provinsi Bali menekan angka stunting hingga berada di bawah rata-rata nasional, yaitu 30,86 persen. Meski demikian, dirinya berharap Provinsi Bali tidak puas sampai di situ dan bisa mengejar target WHO, yaitu di bawah 20 persen. Menurutnya, stunting bukan semata-mata karena balita pendek, tetapi lebih pada pemahaman bahwa stunting ada hubungannya dengan ham batan pertumbuhan organ, terutama otak. Stunting dalam jangka panjang berhubungan dengan hipertensi, diabetes, jantung koroner, dan stroke. ‘’Gagal tumbuh, gagal kognitif, dan gagal metabolisme. Stunting adalah siklus yang harus dipotong. Bila tidak maka akan terjadi masalah di kemudian hari,’’ pungkasnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suar-
jaya, MPPM. menambahkan, angka darin tahun ke tahun memang terus mengalami perubahan. Seperti tahun 2013 mencapai 32,6 persen, tahun 2015 angka stunting turun menjadi 20,7 persen, dan pada 2016 turun lagi menjadi 19,7 persen. Selanjutnya, 2017, angka stunting mampu diperbaiki menjadi 19,1 persen. Namun pada tahun 2018 terjadi sedikit peningkatan menjadi 19,8 persen. Dipaparkannya, dari berbagai penelitian dan intervensi yang telah dilakukan dalam upaya perbaikan gizi telah memberikan bukti bahwa gizi merupakan fondasi yang sangat penting dan memiliki peran besar dalam berbagai aspek. Yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa. ‘’Untuk itu, kami akan fokus pada perbaikan gizi, khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan dengan pendekatan intervensi spesifik dan sensitif,’’ katanya. (ad991)
Rektor Unmar Tanda Tangani MoU Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba dengan Guangxi University Tiongkok Nini di Desa Adat Kerobokan UNIVERSITAS Mahendradatta (Unmar) sebagai PTS tertua di Bali dan Nusa Tenggara patut merasa bangga dengan kiprahnya saat ini. Sebagai kampus yang lahir atas cetusan ide Presiden pertama Indonesia Dr. Ir. Soekarno dan Shri Wedastera Suyasa, Unmar makin mengembangkan sayapnya. Tidak hanya di dalam negeri, namun hingga ke luar negeri. Salah satu yang dilakukan Unmar yakni menjalin kerja sama yang baik dengan kampus di luar negeri. Seperti yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, Unmar mendapatkan suatu kehormatan dikunjungi salah satu perguruan tinggi dari negeri Tiongkok. Di mana pada kesempatan itu Guangxi Normal University berkesempatan untuk mengunjungi salah satu unit kampus Unmar. Pada kesempatan itu, Unmar yang diwakili para pejabat Rektorat dan Dekanat menyambut rombongan dari Guangxi Normal University yang dipimpin Prof. Liao Guoyi (Focus on Maritime Archeology and History of SouthEast Asia and also China-Asia Cultural Relations). Menurut Rektor Unmar Dr. Putri Anggreni, S.E., M.Pd., dirinya menyambut baik kunjungan ini. Karena sebagai bangsa yang baik, sesuai pesan founding father kita jangan sekali-sekali melupakan sejarah. ‘’Kita perlu ingat bagaimana Indonesia-Tiongkok sudah menjalin kerja sama yang baik sejak dulu. Bagaimana kedua negara ini saling support di kancah dunia. Semoga dengan apa yang
MOU – Dr. Putri Anggreni, S.E., MBA., M.Pd. (Rektor Unmar) dan Prof. Liao Guoyi (Guangxi University) saat menandatangani MoU. pernah terjadi dulu bisa dijewantahkan dengan kerja sama yang baik antara Unmar dan Guangxi Normal University,’’ kata Rektor Unmar. Adapun tujuan dari kunjungan Guangxi Normal University, menurut Prof. Liao, ingin melaksanakan joint research maupun kerja sama lainnya. Mengapa Unmar yang dipilih dari sekian banyak universitas yang ada? Hal itu karena mereka kagum akan sosok bangsa yakni Dr. Ir. Soekarno. ‘’Dari informasi yang didapatkan, Unmar adalah perguruan tinggi yang tidak bisa dipisahkan dari Bung Karno,’’ ujar Prof. Liao. Kunjungan kali ini diisi dengan diskusi ilmiah dan penan-
datanganan kerja sama (MoU) antara pihak Unmar dan Guangxi Normal University. Dengan kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan suatu grand design yang dapat berguna dan membanggakan bagi kedua institusi pada khususnya dan masyarakat Indonesia-Tiongkok pada umumnya. Sebagai wujud inplementasi kerja sama ini, dalam waktu dekat akan diadakan joint program antara Unmar dan Guangxi Normal University, baik dalam bentuk conference, jurnal internasional, seminar dan workshop. Begitu juga baik yang di Bali atau di Guangxi, termasuk dosen-dosen Unmar berpotensi mengikuti program di Tiongkok. (ad984)
UPACARA ngusaba desa dan ngusaba nini yang merupakan salah satu rangkaian Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, Ngusaba Nini, Tawur Balik Sumpah Utama, Padudusan Agung lan Segara Kerthi digelar Rabu (31/7) kemarin di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kerobokan, Badung. Makna dari tujuan upacara ngusaba desa dan ngusaba nini ini, menurut Bendesa Adat Kerobokan Anak Agung Putu Sutarja, adalah menyinergikan bumi dan air agar tenteram dan damai, baik itu hubungan dengan Tuhan, manusia, lingkungan dan segala isinya. ‘’Ngusaba desa artinya negtegan bumi, sementara ngusaba nini maksudnya negtegan air. Dengan demikian, makna dari upacara ini adalah mendoakan dalam konteks agar bumi ini bisa tenteram, baik itu hubungan dengan Tuhan, manusia dan lingkungan dan segala isinya bisa bersinergi dengan baik. Harapan kita supaya Ida Hyang Widhi Wasa memberikan berkah kepada kita semua,’’ ujarnya. Ia menerangkan, upacara ngusaba desa adalah pertama kali digelar oleh Desa Adat Kerobokan. Sedangkan ngusaba nini terakhir digelar tahun 1979. Dasar dari pelaksanaan upacara ini berpandu pada lontar. Di sisi lain, untuk ngusaba desa dianggap penting digelar karena selama Indonesia merdeka hingga sekarang di mana selama waktu itu terjadi
PRASASTI - Penandatanganan prasasti ‘’Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, Ngusaba Nini, Tawur Balik Sumpah Utama, Padudusan Agung lan Segara Kerthi’’, Rabu (31/7) kemarin, di Pura Desa dan Puseh, Desa Adat Kerobokan, Badung. peperangan. Wilayah Desa Adat Kerobokan belum disucikan. ‘’Karena selama ini ngusaba desa belum pernah dilakukan, sehingga untuk menyucikan daerah desa sekaligus juga mendamaikan roh yang mungkin dulu karena perang tidak mendapatkan tempat agar kembali ke tempatnya dengan damai,’’ jelasnya. Upacara ngusaba desa dan ngusaba nini Desa Adat Kerobokan di-puput Ida Pedanda Gde Putra Bajing, Ida Pedanda Gde Ngurah Telaga dan Ida Pedanda Buda Gde Jelantik. Setelah upacara ngusaba desa dan ngusaba nini, menurut Sutarja, rangkaian acara masih
berlangsung. Pada Kamis (1/8) akan digelar upacara siat ketipat atau perang ketipat. Makna dari perang ketipat ini adalah untuk mendapatkan berkah d a r i D e w i S r i . ‘ ’ A c a r a b e rlangsung sekitar pukul 17.00. Dalam upacara ini di mana tipat dan bantal melakukan siat. Saat berbenturan di atas, percikan beras yang ada di dalam tipat merupakan manifestasi berkah dan restu dari Dewi Sri,’’ terang Sutarja. Rangkaian upacara akan terus berlangsung hingga pada Selasa (6/8) nanti, di mana digelar upacara Nyenuk, Rsi Bojana, Pangremek, dan Nyineb. (ad992)
Pertolongan Pertama pada Luka Bakar LUKA bakar dapat terjadi di mana saja, terutama bagi Anda yang bekerja berhubungan dengan sumber panas. Misalnya pekerja pabrik yang menggunakan api atau listrik, koki dan lain sebagainya. Selain itu, bisa dari ketidaksengajaan, seperti terkena air panas pada balita atau kena minyak panas saat memasak, tersetrum saat memperbaiki listrik atau meledaknya tabung gas. Untuk itu, diperlukan pengetahuan bagaimana cara pertolongan pertama pada luka bakar agar hasil akhir terapi lebih baik. Sebelum membahas tentang bagaimana pertolongan pertama bila terjadi luka bakar, terlebih dahulu akan dibahas tentang apa itu luka bakar dan tingkat luka bakar (derajat luka bakar). Luka bakar merupakan kerusakan lapisan kulit tubuh yang disebabkan oleh
benda panas, termasuk api, air panas, uap panas, listrik, bahan kimia dan radiasi. Kerusakan dapat mengenai jaringan bawah kulit. Rusaknya kulit akibat luka bakar rentan mengalami infeksi karena kulit merupakan pertahanan awal tubuh, sehingga penanganan harus dilakukan secepatnya. Penanganan tergantung luas dan kedalaman luka bakar. Tingkat luka bakar dibagi menjadi tiga derajat. Di antaranya luka bakar derajat satu. Luka bakar ini kerusakannya hanya superficial (dangkal) pada lapisan kulit paling atas (lapisan epidermis). Ditandai dengan kulit kemerahan (eritema), nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi. Penyembuhan terjadi secara spontan dalam waktu 5-10 hari. Luka bakar derajat dua yakni lebih dalam dari derajat satu.
Kerusakan terjadi pada lapisan kulit paling luar dan lapisan kulit di bawahnya (dermis). Ditandai dengan munculnya gelembunggelembung pada kulit yang berisi cairan, warna kulit kemerahan hingga berwarna putih dan nyeri sangat hebat. Kemudian luka bakar derajat tiga, kerusakan terjadi seluruh kedalaman kulit hingga organ lebih dalam termasuk otot hingga tulang. Ditandai dengan kulit kering, warna abu-abu hingga hitam. Tidak nyeri karena ujung-ujung saraf telah mengalami kerusakan. Selain kedalaman luka bakar untuk menentukan penanganan juga harus menentukan luas luka bakar. Luas luka ditentukan dengan persen (%). Ada cara atau pedoman untuk menghitung persentase luka bakar dengan The Rule of Nine.
Tubuh manusia dewasa dibagi menurut pembagian anatomis yang bernilai 9% atau kelipatan 9%. Lokasi tubuh yang terkena luka bakar, penyebab luka bakar dan usia juga sangat menentukan penanganan selanjutnya. Misalnya luka bakar yang mengenai wajah bisa sangat fatal karena mengganggu jalan napas. Jadi bagaimana pertolongan pertama bila terjadi luka bakar? Memadamkan api yang masih membara dari penderita dan jauhkan dari sumber api. Segera lepaskan baju atau kain pada kulit yang terbakar. Dinginkan luka bakar dengan air mengalir bersuhu 15º atau antara 8º sampai dengan 20º selama 20 menit. Metode ini hanya efektif hingga 3 jam setelah cedera terjadi. Tutup luka bakar. Gunakan kain steril dan jangan memecahkan
gelembung. Jangan menggunakan air dingin atau es dan ditekan di daerah cedera karena akan menyebabkan kerusakan jaringan lebih lanjut. Penggunaan pasta gigi,
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
margarine atau kecap pada area luka bakar tidak ada efek yang menguntungkan dan bisa menyebabkan infeksi. Segera rujuk ke rumah sakit, klinik atau puskesmas terdekat. l dr. Gusti Ayu Putu Ratih Pradnyandari, S.Ked.
DAERAH
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
5
15 Agustus 2019
Digelar Karya Mamungkah dan Ngenteg Linggih di Pura Segara Wukir Gunung Kidul Denpasar (Bali Post) – Pura Segara Wukir yang ada di Pantai Ngobaran, Dusun Gebang Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta akan menggelar Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih dan Maingkup pada 15 Agustus 2019 mendatang. Hal ini diungkapkan Ketua Panitia yang juga Ketua PHDI Gunung Kidul Purwanto, M.Pd. bersama pangayah di sana Jero Joni, Putu Chandra dan Jero Mangku Risma, Rabu (31/1) kemarin. Menurut Purwanto, segala keperluan upakara sudah dipersiapkan Jero Mangku Wangi dan timnya. Prosesi mamungkah, ngenteg linggih dan maingkup itu harus dilakukan. Sebab, di Pura Segara Wukir ini dilakukan renovasi beberapa palinggih. Seperti palinggih Kanjeng
Ratu Kidul lantaran umat di sana meyakini eksistensi Kanjeng Ratu Kidul sebagai titik pusat niskala yang wajib disakralkan. Di sana juga dibangun palinggih Hyang Brawijaya V yang konon moksa di tempat suci itu. Di Pura Segara Wukir ini juga distanakan Ratu Gede Mas Mecaling. Di samping itu juga dibangun kori agung sebagai mandala utama, apit lawang, candi bentar, termasuk wantilan, panyengker yang diperkirakan menelan dana hingga Rp 1,4 miliar. Kepada umat sedharma yang berkenan beramal menghaturkan dana punia, kata Purwanto, dipersilahkan mengirimkan donasinya ke rekening BRI Kanwil Depag Yogyakarta dengan nomor 1531-01-001711-537 atas nama panyungsung Pura Segara Wukir. (ram)
Bali Post/eka
SENPI - Kapolresta Denpasar bersama Kapolsek Kuta menunjukkan barang bukti senjata api (senpi) rakitan beserta tersangkanya di Mako Polsek Kuta, Rabu (31/7) kemarin.
Polisi Buru Penjual Senpi Rakitan
Mangupura (Bali Post) -
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan merilis penangkapan pemilik senpi rakitan Fardiansyah (26) asal NTB, Rabu (31/7) kemarin. Tersangka Fardiansyah membawa senpi tersebut sejak tiga bulan lalu. Sementara penjual senpi berinisial A sedang diburu. Selain itu, polisi juga sedang mengejar pelaku yang menebas Daniel Billi Lede (34). ‘’Senpi tersebut dibeli di Kota Bima, NTB. Tim gabungan Satreskrim Polresta Denpasar, Polsek Kuta dan Satgas CTOC Polda Bali sedang mengembangkan kasus ini,’’ ujar Kombes Ruddi Setiawan. Setelah membeli senpi tersebut, pelaku naik bus ke Bali. Setibanya di tempat kosnya di Jalan Kubu Anyar Gang Harlley, Tuban, Kuta, senpi tersebut disembunyikan di dalam karung beras. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu
Bali Post/ram
DIRENOVASI - Pura Segara Wukir Gunung Kidul sedang direnovasi dan pada 15 Agustus 2019 akan dilangsungkan Karya Mamungkah dan Ngenteg Linggih. Dudonan Upacara : - Mendem Padagingan Melaspas - Ngadegang Pratima - Pememben Mamungkah - Puncak Ngenteg Linggih dan Mamungkah - Nganyarin - Melasti, Guru Piduka Rsi Bojana - Nyegara Gunung
11 Agustus 2019 13 Agustus 2019 14 Agustus 2019 15 Agustus 2019 15-18 Agustus 2019 18 Agustus 2019 30 Agustus 2019
Polisi Dalami Kasus Warga Asal Inggris Diduga Pecandu Narkoba
Denpasar (Bali Post) Warga asal Inggris Terrence David Mueller (30) masih ditahan di Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Pihak Polresta Denpasar juga menangani kasus David Mueller ini. Pasalnya pembuat dan penjual konten pornografi yang diperankan dirinya sendiri memiliki steroid ilegal dan alat isap sabu-sabu (SS). Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Rabu (31/7) kemarin, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk dugaan penyalahgunaan SS tersebut. Langkah ini diambil karena diamankan barang bukti bong. ‘’Kalau soal pornografinya ditangani Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali,’’ ujarnya. Hingga saat ini, lanjut mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini, pelaku be-
lum dilimpahkan ke Polresta Denpasar. Terkait kasus ini, Polresta akan berkoordinasi dengan Interpol. Pria berpangkat melati tiga di pundak itu mengatakan tentu akan berkoordinasi dengan Interpol karena pelaku menyandang status buron di negaranya atas kepemilikan steroid ilegal dan menjual konten pornografi. ‘’Untuk barang bukti terkait kasus narkoba sedang diselidiki anggota Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar. Kami akan menyampaikan hasil penyelidikan itu nanti begitu pelaku sudah di Polresta Denpasar,’’ tegas mantan Kapolres Badung ini. Sebelumnya pelaku ditangkap di tempatnya menginap di Jalan Mertanadi, Kuta, Minggu (28/7) lalu, oleh petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. (kmb36)
Putu Ika Prabawa saat mendampingi Kapolresta mengatakan, pada Minggu (28/7) lalu ada dua kejadian. Pertama terkait pengeroyokan terhadap tersangka Fardiansyah. Kejadian kedua yakni penebasan terhadap Daniel Billi Lede (34), dilakukan teman tersangka Fardiansyah berinisial DS dan Be. ‘’Belum tahu yang menebas korban (Daniel - red). Korban juga tidak tahu persis. TKP penebasan dengan senpi rakitan jaraknya sekitar 300 meter,’’
ujar Ika Prabawa. Dikatakan lebih lanjut, ternyata setelah dikeroyok di Jalan Bhineka Jati Jaya, Gang Turi, Kuta, tersangka Fardiansyah sambil memegang luka di keningnya menuju tempatnya minum. Di sana sudah menunggu tiga temannya sambil membawa pedang. Selanjutnya pelaku diantar ke kos pacarnya tak jauh dari TKP. ‘’Saat DS dan Be mau pulang ternyata berpapasan dengan korban (Daniel - red). Daniel ini merupakan salah
satu peserta pesta miras yang diajak ribut TKP pertama. Korban langsung ditebas dan menyelamatkan diri ke hotel,’’ ungkapnya. Menurut mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini, pihaknya masih memburu DS dan Be. Dia mengaku menghadapi banyak kendala, di antaranya saat kejadian pelaku dan korban sama-sama mabuk. Pelaku sempat mau diajak oleh pacar dan adik pacarnya ke RSUP Sanglah untuk mengobati luka di keningnya. Tapi batal karena mereka tidak bawa uang. Selanjutnya pelaku diajak ke Jalan Pesanggaran, Gang Ulam Kencana II, Pedungan, Denpasar Selatan. ‘’Saat kami datang ke sana,
pelaku sembunyi di kamar mandi. Saat kejadian pelaku membawa tiga peluru. Satu peluru diletuskan dan dua peluru jatuh di seputaran TKP,’’ ungkapnya. Sebelumnya, dalam waktu singkat Tim Resmob Polresta Denpasar dan Polsek Kuta mengungkap kericuhan dan pistol rakitan yang ditemukan di kos-kosan di Jalan Bhineka Jati Jaya, Gang Turi, Kuta, Senin (29/7) lalu. Pemilik pistol rakitan Fardiansyah asal NTB ditangkap di kamar kosnya di Jalan Pesanggaran, Gang Ulam Kencana II, Pedungan, Denpasar Selatan. Saat kejadian pelaku menodong warga menggunakan senpi tersebut. (kmb36)
Empat Tahun Berturut-turut Daihatsu Sabet Gelar Booth Favorit GIIAS 2019 AJANG ekshibisi tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 berlangsung sukses selama 11 hari, pada 18 - 28 Juli 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Serpong, Tangerang Selatan. Pengunjung memberikan apresiasi positif melihat penampilan, acara, dan mobilmobil yang ditampilkan di Booth Daihatsu. Terbukti dari Booth Daihatsu yang terus dipenuhi pengunjung dari hari pertama sampai terakhir, baik untuk melihat-lihat jajaran mobil yang dipamerkan maupun menikmati aktivitas dan games seru. Bertemakan ‘’Funtastic GenerasiON’’, Bbooth Dai-
hatsu berhasil meraih penghargaan Favorite Booth untuk kategori mobil penumpang dengan ukuran booth 1.0002.000 sqm. Penghargaan ini sudah diterima Daihatsu selama empat tahun berturutturut, sejak gelaran GIIAS yang diselenggarakan pada tahun 2016. Hal ini sudah terlihat dari ramainya Booth Daihatsu dipenuhi pengunjung yang antusias mengikuti berbagai program permainan unik dan interaktif, serta menikmati suasana booth yang hype. Spot-spot instagrammable di Booth Daihatsu tak kalah ramai disambangi pemuda-pemudi yang hilirmudik mengambil gambar.
Warung Global
di GIIAS 2019 memberi keceriaan dan wawasan positif terhadap Daihatsu,’’ ujar
Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)
PENGHARGAAN - Penghargaan Favorite Booth GIIAS 2019 diterima perwakilan Daihatsu Rudy Ardiman, Domestic Marketing Division Head.
Jangan Saling Menyalahkan
PEMBERIAN bantuan dana bagi hasil pajak hotel dan restoran (PHR) dari Kabupaten Badung dituding merecoki APBD Kabupaten Bangli. Sebab, realisasi dana yang diberikan oleh Badung tidak sesuai dengan komitmen awal. Kondisi itu mengakibatkan keuangan daerah tersebut menjadi terbebani. Hal ini pun mengemuka di ranah publik. Seperti apa pendapat para pendengar Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM? Berikut rangkuman selengkapnya. Menurut Werda di Tegalalang, kurang etis mengatakan mengacaukan APBD. Sebab, Badung pun saat ini mengalami kesulitan sehingga harus melakukan rasionalisasi program. Mestinya Bangli berterima kasih dan juga melakukan rasionalisasi programnya. Sedangkan Pemkab
Terkait dengan pemesanan kendaraan selama GIIAS 2019, Daihatsu memperoleh hasil kurang lebih sama dengan GIIAS tahun lalu. Daihatsu meraih penjualan sebanyak 701 unit, dengan empat kontributor utama didominasi Sigra sebanyak 36%, Terios 17%, Ayla 16%, dan Xenia 11%. Selain dari empat kontributor utama, penjualan Daihatsu juga didukung GranMax Pick-up dan Minibus dengan komposisi masing-masing sebesar 6%. ‘’Kami bersyukur atas apresiasi pengunjung dan penyelenggara terhadap Booth Daihatsu di GIIAS 2019. Kami berharap kehadiran Daihatsu
Badung juga harus berterus terang dan memberikan pernyataan resmi kepada kabupaten lain yang dijanjikan. Badung, Bangli adalah Bali. Ia berpesan jangan saling menyalahkan. Bu Vera di Tabanan mengharapkan pengelolaan dana transparan dan tepat sasaran,
sehingga memberikan dampak bagi pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Yang terpenting dana tidak dikorupsi. Aparat pemerintah harus bermental baik dan betul-betul melayani serta mengerti kebutuhan masyarakat. Merta Yasa di Karangasem justru mengucapkan terima kasih dan salut terhadap kebijakan pro-rakyat yang berhasil dilaksanakan Kabupaten Badung ke kabupaten lainnya. Namun kalau bisa, bantuan yang diberikan sesuai dengan yang dijanjikan. Seluruh program agar bisa dioptimalkan dan tidak disalahgunakan. Perlu dilakukan pengawasan. Kalau ada pelanggaran, beri-
kan sanksi tegas. Budiasa di Tabanan berpendapat, kalau dana dipergunakan dengan produktif akan bagus. Namun kalau dipakai konsumtif bisa bangkrut. Untuk percepatan pembangunan bukan hanya pada perencanaan semata, namun harus lebih ditekankan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dana yang ada mesti dimanfaatkan dengan maksimal untuk kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya Ardana di Gianyar mengatakan, SDM pengelola keuangan pemerintah wajib meningkatkan kualitas karena keuangan harus dikelola dengan pro-
fesional agar tidak terjadi kesalahan dan penyimpangan yang dilakukan. Aparatur pemerintah harus bekerja optimal dalam mengelola dana agar benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sementara itu, Kerta Negara di Denpasar menilai pemimpin harus memahami jika keberadaannya tidak boleh menjadi sumber konflik dan seharusnya bisa saling mengisi satu sama lain. Pemimpin harus bijak, mempunyai kecerdasan, bisa mengendalikan ucapan dan emosinya serta mau menerima kritikan masyarakat untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat. (dika)
OPINI
6
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mendorong Pertanian Jadi Potensi Ekonomi PERTANIAN di Indonesoa khususnya di Bali tetap menjadi pembicaraan hangat. Banyak cerita, harapan, usul, solusi, dan sebagainya yang dicuatkan. Seberapa jauh kemudian sektor ini menjadi fokus utama? Belum tentu, dari banyak usulan, tetap saja sektor ini menjadi dagangan politik. Belum ada penyelesaian integral holistik untuk menyasar sektor ini secara lebih baik. Lompatan dari masyarakat agraris ke industri pariwisata tak pelak tetap menyisakan kegamangan. Belum pasti benar apakah kita ini masih bertahan di sektor agraris atau memang sudah migrasi ke industri pariwisata. Pertanian tetap menjadi acuan perkembangan pariwisata Bali. Pertanian masih menjadi primadona. Namun, seberapa jauh primadona ini tetap menjadi andalan? Faktanya, sektor pertanian kini tetap menjadi sektor krusial. Penyempitan lahan, alih fungsi lahan, iklim yang tidak menentu, dan seabrek permasalahan lain. Kalau kemudian sektor ini dijadikan industri, apa mungkin? Perlu modal besar dan lahan luas. Apakah sektor ini mampu atau tidak. Yang lebih jelas, apakah pengambil kebijakan di daerah ini mau atau tidak. Atau tetap menjadikan pertanian seperti sekarang ini. Maju tidak, perlahan lahan mau tenggelam, barang kali ini yang lebih pas. Yang lebih realistis, sektor ini tetap ditandemkan ke sektor pariwisata. Sebagai pendukung dengan ditopang kekuatan legal formal. Seperi keputusan gubernur atau bupati yang “memaksa” insan pariwisata untuk mengadopsi hasil pertanian. Juga mesti ada komitmen sektor pariwisata untuk menggandeng dan mengangkat pertanian beserta produk turunannya. Kalau tidak, pertanian akan tetap menjadi komoditas politik. Akan menjadi sebuah cakupan retorika yang sangat laris manis dalam setiap kebijakan. Sayangnya tetap dalam tataran wacana. Menyikapi hal ini, di sinilah pentingnya hadir Badan Riset dan Inovasi Daerah. Badan riset ini melakukan kajian-kajian teknologi inovasi yang aplikatif untuk masing-masing daerah atau kawasan, teknologi produksi, apa yang dibutuhan dan cocok di satu kawasan tertentu, bagaimana kebutuhan produk-produk tertentu, bagaimana merencanakan produksi dan apa yang mesti diproduksi, bagaimana mengakses pasar, dan aspek lainnya. Intinya, badan riset ini mengajak masyarakat terutama petani untuk mentrasformasi diri dari pola pikir subsistem ke pola pikir perusahaan, bisa merencanakan, bisa mengelola, bisa memasarkan, dan bisa menghasilkan nilai tambah dari produk-produk yang dihasilkan. Di bidang pertanian, mendesak dilakukan agen pertanian yang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional. Produk pertanian mestinya bisa menjadi kekuatan baru untuk mendukung daya tahan ekonomi publik. Pertanian mesti digarap secara profesional agar mampu mengimbangi dominasi sektor pariwisata dalam membangun ekonomi kerakyatan. Jika selama ini pertanian hanya diposisikan sebagai pekerjaan sampingan, maka ke depan melalui kajian dan riset-riset, pertanian mestinya bisa menjadi kekuatan baru dalam membangun daya tahan ekonomi. Negeri ini harus memberikan ruang jelas dan terukur untuk pengembangan sektor pertanian. Untuk memenuhi kebutuhan pangan di negeri dengan penduduk padat ini, maka pertanian hendaknya mendapat pengawalan anggaran yang jelas. Kita harus mampu mandiri setidaknya dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk negeri ini.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Sampah Plastik dan Jaga Bali Gerakan peduli sampah plastik bergaung kembali setelah Gubernur Bali Wayan Koster melakukan gebrakan khusus. Kini, gerakan ini sudah menjadi agenda nasional. Sebagai warga Bali, saya sangat mendukung langkah ini. Mestinya untuk melakukan gerakan membebaskan alam Bali dari sampah plastik semua pihak harus terlibat. Mudah-mudahan dengan bangkitnya kepedulian terhadap sampah plastik ini, peluang dan langkah menjaga Bali bersih ke depan makin jelas. Saya usulkan agar semua sekolah memiliki wilayah untuk kebersihan ini. Sekolahsekolah hendaknya memiliki agenda untuk melakukan gerakan memungut sampah plastik terjadwal dan teragendakan. Jika ini bisa dilakukan, saya yakin budaya peduli alam Bali akan terbangun. Anak-anak sekolah hendaknya menjadi pionir gerakan ini. Setidaknya, kaula muda dan milenial sekarang memiliki program positif untuk pewarisan Bali bersih ke depan. Saya juga berharap, para kepala Dinas Pendidikan di kabupaten/kota mengedukasi para kepala sekolah untuk menggerakkan hal ini. Para kepala sekolah hendaknya memiliki visi yang sama untuk menjaga Bali. Mudahmudahan gerakan peduli sampah plastik ini terus bergaung dan dijabarkan sehingga beban lingkungan Bali tak parah. Mari kita jaga Bali dengan semangat yang sama. I Gede Putramana Gianyar, Bali
Transformasi Pola Pikir Pertanian dan Inovasi Daerah Berulang kali pernah saya sampaikan bahwa pertanian itu adalah sebuah usaha dan industri. Karenanya, pertanian mesti dikelola menggunakan pola-pola perusahaan atau pola-pola industri. Pertanian yang hanya untuk pemenuhan kebutuhan sendiri tidak akan pernah menguntungkan di tingkat petani produsen. Dilihat dari segi pengetahuan bertani, para petani kita sangat bisa menyerap teknologi apa pun, tetapi tidak teraplikasi karena tidak cocok perhitungan untung ruginya.
Oleh I Gede Putu Wirawan
P
ertanian bisa menjadi perusahaan pertanian memerlukan beberapa persyaratan seperti memiliki atau mengelola lahan yang luas, punya teknologi dan manajemen produksi, teknologi pengolahan hasil-hasil produksinya, memiliki teknologi kemasan, dan berorientasi pasar (memiliki segmen pasar tertentu) termasuk promosinya. Siapa yang memiliki hal seperti ini niscaya akan mampu menjadi perusahaan pertanian yang maju dan berkelanjutan. Para petani kita mestinya sangat bisa melakukan transformasi dari pertanian biasa (subsistem) ke perusahaan pertanian atau ke industri pertanian baik dikaitkan dengan pariwisata maupun dikaitkan dengan sektor lainnya. Sebagai contoh, kawasan subak atau subak abian tertentu dapat
dikelola menjadi satu perusahaan pertanian yang dikelola oleh orang-orang profesional setempat, sebutlah BUMDdes misalnya yang sudah semestinya berisikan orangorang profesional di desanya atau orang-orang yang berorientasi pada pasar. Apa yang diproduksi mestinya sudah ada pasar yang dituju yang membeli produkproduk tersebut. Sehingga pasar atau segmen pasar menjadi bagian yang penting dari manajemen perusahaan pertanian. Infrastruktur jalan subak pun mesti dapat direncanakan dan dibuat untuk menyalurkan sarana produksi dan pengangkutan produk-produk yang dihasilkan, serta untuk akses pariwisata kalau perusahaan pertanian tersebut berkait dengan pariwisata. Sekitar tahun 1999 melalui Riset Unggulan Terpadu VII hibah dari Kenmenristek kami pernah
melakukan Riset Pengembangan Pariwisata Bali Tengah. Salah satu kesimpulan yang kami ajukan adalah pengembangan subak sebagai satu kesatuan usaha tani dan pariwisata. Sebutlah misalnya kawasan subak Desa Wongaya Gede, Kabupaten Tabanan yang secara topografi kawasannya terbentang indah. Kita dapat memandang persawahan dari pegunungan sampai ke laut yang sangat cantik. Pariwisata sudah cukup berkembang di kawasan ini. Daya tarik utamanya adalah kawasan Pura Luhur Batukaru (Batukau). Jika kawasan subak itu dikelola dengan baik oleh BUMDes misalnya dengan menempatkan beberapa unit penginapan dan restoran serta apa yang ditanam atau diproduksi direncanakan dengan baik sehingga semua produk dapat terserap atau tersalurkan dengan baik. Subak dapat
menawarkan produk-produk yang khas dari subak tersebut. Produk ini dapat berupa produk pertanian seperti beras padi Bali dengan kualitas premium sehingga dapat disajikan pada restoran di kawasan subak sendiri, buah dan sayuran organik, serta produkproduk pariwisata seperti paket wisata bertanam padi, membajak sawah dengan sapi, mengolah bahan pertanian seperti kopi yang diolah menjadi minuman berkelas, jus buah, loloh, sampai krim, lulur, minyak atsiri, dan lainnya untuk keperluan spa misalnya. BUMDes juga dapat mengelola air kemasan misalnya dan dapat mengelola minimarket yang di samping menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari juga menyediakan sarana produksi seperti berbagai jenis pupuk, pestisida, alat-alat pertanian, produk-produk hasil pertanian, dan sebagainya. Jika semua contoh tersebut dikelola dalam satu manajemen subak atau koperasi atau oleh BUMDes betapa majunya pertanian kita. Di sinilah peran penting Badan Riset dan Inovasi Daerah yang sudah dari sejak lama bahkan sejak tahun 1998 sudah banyak pertemuan baik di Jakarta maupun di daerah-daerah yang sempat saya ikuti sudah membicangkannya. Badan riset ini melakukan kajian-kajian teknologi inovasi
Urgensi Rekonstruksi Koalisi Pemerintahan MOMENTUM yang dinantinantikan publik telah terjadi. Akhirnya, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto bertemu pertama kalinya pasca-Pemilu 2019 di Terminal MRT Lebak Bulus, Jakarta. Pertemuan ini diyakini menjadi babak baru terlaksananya rekonsiliasi. Tantangan berat Jokowi justru akan hadir pascarekonsiliasi. Tantangan tersebut sebagai efek rekonsiliasi serta kompensasi koalisi. Titik temu keduanya ada pada kompromi dan transaksi politik. Salah satu tahapan paling krusial adalah menyangkut penyusunan kabinet pemerintahan. Dinamika penentuan kabinet diprediksi tidaklah semulus yang diharapkan. Onak duri menghadang, baik dari internal maupun eksternal. Optimalisasi hasil penyiapan menjadi ujian pertama bagi Jokowi. Pembuktian yang mesti dilakukan adalah penataan ulang atau rekonstruksi koalisi pemerintah dengan menekan sekecil mungkin hadirnya transaksi. Koalisi secara terminologi adalah persekutuan, gabungan atau aliansi beberapa unsur, yang dalam kerja samanya, masingmasing memiliki kepentingan sendiri-sendiri (Sudirman, 2014). Koalisi di Indonesia yang tersusun dari koalisi beberapa partai atau gabungan partai politik secara normatif bertujuan membangun pemerintahan yang kuat. Secara konstitusional, koalisi hanyalah persyaratan untuk mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagaimana diatur dalam pasal 6 A ayat (2) UUD NRI 1945 serta terkait kebutuhan Presidential Thresshold. Pascapemilu kelanjutan bangunan koalisi tetap menjadi keniscayaan. Koalisi acap diimplementasikan untuk power sharing dan demi menguatkan legitimasi kebijakan pemerintah selama lima tahun. Hal ini menguatkan bukti bahwa koalisi yang dibangun se-
Oleh Ribut Lupiyanto lama ini cenderung pragmatis dan lebih mengesankan transaksi politik dibandingkan pembangunan politik. Misalnya, pembentukan kabinet yang semestinya menjadi wilayah prerogatif presiden cenderung tergerus oleh intervensi politik dari partai-partai yang ”berkeringat” dalam kontestasi pemilihan presiden (Wahyu dan Purwantari, 2014). Data membuktikan bahwa jumlah menteri berlatar belakang partai politik sangat tinggi. Era SBY sebesar 61,8 persen. Era Jokowi-JK sebanyak 15 menteri. Kini sudah banyak parpol yang terang-terangan mengungkapkan permintaan jumlah menteri. Kondisi ini akan melahirkan dualisme loyalitas para menteri partisan. Antara loyalitas kepada presiden dan loyalitas kepada pemimpin partai. Akibatnya, pemerintah tersandera politik transaksional tersebut. Tjandra (2014) menilai wajar semua fenomena ini akibat watak semiparlementarisme telah menimbulkan kebuntuan sistem ketatanegaraan. Presiden dipaksa selalu ”bermanis muka” sejak membangun koalisi masa pencalonan hingga saat harus mengeksekusi kebijakan pascaterpilih yang diharuskan berhadapan dengan watak semiparlementarisme sistem legislatif. Kondisi ini menyebabkan presiden sulit diharapkan akan mampu merepresentasikan harapan pemilihnya. Koalisi dalam sistem presidensial memiliki kelemahan (Mainwaring, 1990). Pertama, presiden membentuk sendiri kabinetnya, sedangkan parpol bisa lemah komitmennya terhadap presiden. Kedua, anggota legislatif dari parpol yang mempunyai menteri di kabinet tidak mendukung pemerintah sepenuhnya. Ketiga,
keinginan parpol membubarkan koalisi lebih kuat dalam sistem pemerintahan presidensial. Indonesia realitanya memang tidak murni menganut sistem presidensial karena dalam beberapa hal presiden harus mendapat persetujuan dari DPR. Haris (2008) menjelaskan bahwa koalisi menjadi rekayasa institusional untuk mengurangi distorsi kombinasi presidensial dan multipartai di satu pihak, serta dalam rangka efektivitas mengokohkan sistem presidensialisme di pihak lain. Sistem koalisi dan oposisi masih belum memiliki konsep yang mapan di Indonesia. Tanuwijaya (2010) menegaskan terdapat tiga permasalahan fundamental yang harus diselesaikan dalam membangun sistem koalisi. Permasalahan tersebut terkait kejelasan arti partai koalisi dan partai oposisi, dasar koalisi yang lebih banyak pragmatis, serta mekanisme sanksi terhadap partai koalisi yang berkhianat. Minimalisasi Transaksi Politik sejatinya adalah who gets what, how, and when. Oleh karenanya menurut Laswell (2014) koalisi di Indonesia pasti membicarakan kursi. Hanya, porsi pembagian ini ke depan mesti semakin dikurangi. Jokowi yang sejak awal berkomitmen membentuk koalisi tanpa syarat memiliki beban memberikan teladan. Beberapa hal penting dipertimbangkan guna meminimalisasi transaksi selama masa transisi dan ke depannya. Pertama, mempertebal nyali pemimpin dalam bernegosiasi dengan partai koalisi. Jokowi mesti berani mendikte partai koalisi demi menjalankan komitmen. Penunjukan menteri mesti dengan pertimbangan kapasitas bukan representasi politik. Sosok
pilihan yang kebetulan partisan mesti dipaksa melepas jabatan strategisnya di partai politik seperti ketua umum. Langkah moderatnya dengan meminta parpol koalisi menyiapkan sosok profesional yang diajukan. Kedua, menguatkan keyakinan presiden sebagai bekal berhadapan dengan oposisi di parlemen. Jokowi mesti memutus stigma paranoid terkait budaya ganjalan oposisi. Sikap kritis oposisi sebenarnya wajar terkait tugas parlemen maupun praktik demokrasi. Konsekuensinya kabinet mestilah berkualitas sehingga kebijakan yang ditelurkan dapat meyakinkan dan sulit dimentahkan opisisi. Ketiga, publik penting terus melakukan pengawalan khususnya menyangkut implementasi janji selama kampanye. Realisasi zaken kabinet menjadi harga mati. Publik mesti menuntut presiden melakukan uji publik terhadap kandidat menteri sebelum diputuskan. Semua elemen dituntut sinergis sebagai penyambung lidah rakyat yang memberikan mandat. Keempat, parpol koalisi penting menyadari dan tidak memaksanakan kehendak terhadap presiden terpilih. Ini menjadi ujian kedewasaan berdemokrasi sekaligus memberikan teladan pembelajaran ke depan. Kedewasaan parpol koalisi dapat dikapitalisasi guna mendapatkan dukungan politik rakyat demi persiapan hajatan demokrasi lima tahun mendatang. Jika hal ini diabaikan, maka sanksi sosial berpotensi terjadi melalui antipati publik terhadapnya. Jokowi-Amin memiliki peluang menorehkan sejarah minimalisasi transaksi politik dan penguatan sistem presidensialisme. Ujian awalnya adalah menghadirkan zaken kabinet dengan nirtransaksi.
yang aplikatif untuk masingmasing daerah atau kawasan, teknologi produksi, apa yang dibutuhan dan cocok di satu kawasan tertentu, bagaimana kebutuhan produk-produk tertentu, bagaimana merencanakan produksi dan apa yang mesti diproduksi, bagaimana mengakses pasar, dan aspek lainnya. Intinya, badan riset ini mengajak masyarakat terutama petani untuk mentrasformasi diri dari pola pikir subsistem ke pola pikir perusahaan, bisa merencanakan, bisa mengelola, bisa memasarkan, dan bisa menghasilkan nilai tambah dari produk-produk yang dihasilkan. Bagaimana riset dan inovasi yang dikembangkan berbasis kebutuhan riil masyarakat dan hasilnya segera dapat diaplikasikan di tingkat masyarakat. Di bidang pertanian misalnya, bagaimana mengenali hama dan penyakit tanaman, bagaimana cara pengendaliannya, bagaimana mengolah biji kopi untuk menghasilkan kopi dengan mutu yang tinggi, bagaimana mengemas produk agar menarik dan bahan yang dikemas tahan lama, kapan mesti menanam komoditas tertentu agar saat panen mendapatkan harga yang menguntungkan, dan sebagainya. Sedangkan riset-riset dasar yang menjawab mekanisme suatu fenomena tidak perlu dilakukan karena riset seperti ini menjadi tugas perguruan tinggi. Ini pulalah yang dilakukan di negara-negara maju. Tentu dibutuhkan komitmen yang kuat dan tenaga yang profesional di bidangnya masing-masing. Penulis, profesor Fakultas Pertanian Unud, dosen berprestasi terbaik I Indonesia 2005, dan peneliti terbaik Indonesia 2006
POJOK Dituding recoki APBD Bangli, Giri Prasta tegaskan nilai bantuan tergantung pendapatan daerah. - Namanya juga bantuan. *** Tarian nyaris punah direkonstruksi, butuh anggaran hingga Rp 35 juta. - Lestarikan budaya tak murah. *** Larang eks koruptor maju pilkada. - Koruptor musuh rakyat.
Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
7
TABANAN
Polisi Ringkus Tiga Penyalah Guna Narkoba Tabanan (Bali Post) -
Satnarkoba Polres Tabanan berhasil menangkap tiga orang penyalah guna narkoba di lokasi berbeda. Ketiganya kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Satu di antaranya diindikasikan sebagai pengedar narkoba.
Bali Post/bit
NARKOBA - Wakapolres Tabanan Kompol Ni Made Sukerti saat mengungkapkan keberhasilan jajaran Satnarkoba Polres Tabanan menangkap tiga penyalah guna narkoba.
Hindari ’’Pick-up’’ Truk Tronton Terguling
Tabanan (Bali Post) Lakalantas tunggal kembali terjadi di setwilkum Polres Tabanan, tepatnya di jalur Denpasar-Gilimanuk, Banjar Soka Kaja Desa Antap Kecamatan Selemadeg. Truk tronton sarat muatan triplek, Rabu (31/7) kemarin terguling ke selokan setelah sebelumnya menghindari mobil pick-up yang memotong jalur di depannya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dari informasi yang dihimpun, lakalantas terjadi sekitar pukul 03.30 Wita. Saat itu truk tronton nopol DK 8632 WP bermuatan triplek datang dari arah Gilimanuk. Truk dikemudikan Bagus Wahyudi (25) asal Banyuwangi, Jawa Timur itu melaju pelan karena sarat muatan. Setiba di lokasi, tepatnya
saat melintasi tikungan ke kiri, sopir truk kaget lantaran ada kendaraan pick-up ya ng m emotong jalur di depannya. Sopir truk langsung banting setir ke kiri guna menghindari tabrakan hingga truk melewati badan jalan. Truk akhirnya terguling dan terperosok ke got. Muatan berupa triplek sebagian tumpah ke sawah. Kasus ini selanjutnya ditangani Unit Lalu Lintas Polsek Selemadeg. Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan Rp 10 juta. Kapolsek Selemadeg Kompol Made Budi Astawa menjelaskan, lakalantas diduga terjadi karena sopir truk banting setir ke kiri karena menghindari kendaraan yang memotong jalur di depannya. Karena terlalu ke pinggir, akhirnya truk terguling. (kmb28)
Wakapolres Tabanan Kompol Ni Made Sukerti didampingi Kasat Narkoba AKP I Ketut Tunas dalam rilis kasus penangkapan narkoba, Rabu (31/7) kemarin, mengatakan ketiga pelaku ditangkap hanya dalam waktu selang sehari. Diawali dengan keberhasilan jajaran Satnarkoba menciduk tersangka Gusti Lanang Agung Indra Laksamana alias Gung Indra (28). Pria asal Jembrana tersebut bermukim di Perum Swamandala, Jalan Kebo Iwa, Denpasar. Tersangka dibekuk saat melintas di Jalan Mawar, di depan Lapangan Debes, Desa Delod Peken Kecamatan Tabanan. Saat penggeledahan, di tangan kiri tersangka ditemukan 1 paket plastik berisi kristal bening diduga sabu-sabu (SS). Di dalam mobilnya juga ditemukan 8 paket kristal bening diduga SS dan 6,5 butir pil ekstasi. Setelah dilakukan pengembangan kasus, akhirnya keesokan harinya, tersangka kedua atas nama Agus Rahman alias Agus (20) asal Desa Tegallinggah Kecamatan Sukasada, Buleleng, diciduk di tempat
kos di Perumahan Swamandala, Jalan Kebo Iwa, Denpasar. ‘’Kedua pelaku yakni Agung Indra dan Agus berteman baik dan kos bersama,’’ ucap Wakapolres Sukerti. Saat mengamankan tersangka Agus, polisi menemukan 27 paket dan 1 buah alat isap (bong) disimpan di dalam celana dalam yang dipakai tersangka. Tidak sampai di sana, petugas juga menemukan 4 butir pil ekstasi dan diakui semua barang bukti tersebut milik Gung Indra. ‘’Pelaku Agung Indra diindikasi sebagai pengedar dilihat dari barang bukti yang ditemukan seperti timbangan elektrik dan jumlah paket sabu yang lumayan banyak,’’ terangnya. Sementara itu, dari pengakuan tersangka Gung Indra, paket SS yang dimilikinya itu didapat dari kenalannya di Lapas Kerobokan. Paket SS yang dibelinya kemudian dipecah menjadi 5 paket plastik klip yang rencananya akan dijual Rp 400 ribu per paket. Selain dua tersangka tersebut, sehari setelahnya petugas juga menciduk tersangka Kadek Helly
Hermawan alias Helly, yang beralamat di Banjar Dinas Kesiut Tengah Kaja, Kecamatan Kerambitan. Pada penggeledahan, di kerah baju yang dikenakan tersangka ditemukan 1 plastik klip yang isinya diduga SS. Petugas juga melakukan penyisiran di sekitar TKP. Di bawah tiang pelang SPBU Abiantuwung, petugas menemukan 1 buah plastik klip yang berisi kristal bening diduga SS. Tersangka pun mengakui barang tersebut adalah miliknya. Akibat perbuatannya, tersangka Agus dan Helly dikenakan Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dengan denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. Sementara untuk tersangka Gung Indra dikenakan Pasal 112 ayat (1) jo 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (kmb28)
Pengisian Jabatan Empat Kadis
Rekomendasi KASN Segera Turun
TERGULING - Truk yang terguling di Desa Antap.
Bali Post/ist
Tabanan (Bali Post) Pengisian empat posisi lowong kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemkab Tabanan mulai memasuki titik terang. Pasalnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan tinggal menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Jika tidak ada halangan, bulan ini panitia seleksi (pansel) mulai melaksanakan tugasnya. Pengumuman dan pendaftaran seleksi terbuka jabatan empat Kadis pun akan segera dibuka. ‘’Untuk pansel, sudah finalisasi dan telah disetujui namanamanya. Buktinya kemarin, sudah ada proses mutasi pengisian jabatan Asisten III Setda Tabanan. Itu dari hasil pansel juga,’’ terang Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra, Rabu (31/7) kemarin.
Dijelaskan Sugatra, awalnya tiga posisi Kadis yang kosong. Namun kini jadi empat lantaran Kepala Dinas Perhubungan Tabanan yang sebelumnya dijabat Made Agus Harthawiguna, kosong karena yang bersangkutan dilantik menjadi Asisten Administrasi Umum Setda Tabanan. Sementara tiga posisi Kadis yang sudah lama kosong yakni Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. ‘’Astungkara awal Agustus, rekomendasi sudah turun, langsung bergerak panselnya. Mulai pengumuman dan pendaftaran seleksi terbuka,’’ ucap Sugatra. Sugatra menegaskan, tahapan pengisian jabatan akan disesuaikan dengan aturan dan mekanisme yang berpatokan pada Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. (kmb28)
Disabilitas Sensorik Netra Terampil Kelola Artne Coffe Di tengah keterbatasan penglihatan, dua penyandang disabilitas binaan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Mahatmiya Bali, Badarudin dan Ayu Ditya, dengan lincahnya meracik kopi agar menjadi sajian minuman dengan cita rasa khas Artne Coffee. Saat mengoperasikan alat pembuat kopi, keduanya terlihat terampil dan tidak canggung, layaknya barista. KEPALA BRSPDSN Mahatmiya I Ketut Supena menerangkan, Artne Coffee di Mahatmiya sebenarnya sudah ada sejak hampir dua tahun lalu. Kafe sederhana ini dimanfaatkan sebagai laboratorium pengembangan lifeskill, sebagai rehabilitasi sosial tingkat lanjut. Tujuannya jelas, agar para siswa binaan bisa belajar kewirausahaan lebih dalam. Nama Artne Coffee, kata Supena, berasal dari kata netra yang dibalik. ‘’Kafe ini
berkonsep socialpreneurship yang dikelola dan dijalankan sepenuhnya oleh penyandang disabilitas sensorik netra. Diharapkan setelah lulus mereka bisa membuka usaha serupa secara mandiri,’’ ucapnya, Rabu (31/7) kemarin. Terbukti, mereka yang sudah sempat mendapatkan keterampilan mengelola Artne Coffe khususnya keterampilan barista, sebagian telah membuka usaha sejenis secara mandiri. ‘’Ada yang sudah lu-
lus, sekarang sudah membuka Artne Coffe di Kupang. Bahkan saya dapat informasi lagi, rencananya juga ada yang akan buka di Bandung,’’ terangnya. Menurut Supena, meski hanya dikenal hanya lewat media sosial, sudah banyak pengunjung baik dari mahasiswa bidang pariwisata maupun sejumlah komunitas. Mereka ingin melihat lebih dekat praktik para penyandang disabilitas sensorik netra dalam mengelola kafe. ‘’Banyak yang ingin tahu konsep yang dijalankan di sini. Sekaligus siswa ingin memperlihatkan pada para mahasiswa mereka agar memiliki semangat juang tinggi seperti anak tunanetra yang memiliki semangat berusaha,’’ ucapnya. Tidak hanya kunjungan
yang sifatnya rombongan dengan jumlah puluhan maupun ratusan orang, Supena juga mengungkapkan, hampir tiap harinya masyarakat umum juga ada yang datang ke Artne Coffe untuk menikmati sajian kopi. ‘’Di Mahatmiya banyak keterampilan yang bisa dipilih. Tidak hanya membuat kopi, juga ada keterampilan massage, musik ataupun memasak. Prinsipnya, bagaimana para penyandang disabilitas bisa tumbuh jiwa wirausahanya, disesuaikan dengan keterampilan yang sesuai dengan keinginan atau karakter mereka,’’ terangnya. Ini tentunya sejalan dengan gerakan menjadi pengusaha bagi penyandang disabilitas sensorik netra atau Gempita. Tahun ini, untuk keterampi-
lan sasarannya sebanyak 400 orang, baik untuk mereka yang di balai maupun di luar balai. Artne Coffe di BRSPDSN Mahatmiya merupakan tempat mengembangkan jiwa wirausaha. Sebab, di tempat tersebut penyandang disabilitas sensorik netra akan bertemu langsung dengan masyarakat dan dilihat langsung keterampilannya baik saat membuat kopi maupun menyajikan menu lainnya. ‘’Di sini mereka praktikkan sebelum nantinya membuka sendiri di luar. Untuk bahan baku kopi, mereka juga yang mengurus. Selama ini kami sudah bekerja sama dengan petani kopi dari Kintamani dan Pupuan,’’ ucapnya. Dengan masa pembelajaran selama enam bulan, para pe-
Bali Post/bit
MERACIK KOPI - Badarudin dan Ayu Ditya tengah meracik kopi di Artne Coffee BRSPDSN Mahatmiya. nyandang disabilitas sensorik netra tidak hanya diberi keterampilan di kafe, melainkan juga ada pengembangan terapi mental, terapi psikososial dan terapi livelihood. Terapi livelihood terdiri dari lifeskill, vocational skill dan social entrepreneurship skill. ‘’Jadi, dalam rehabilitasi sosial tingkat lanjut ada dua parameter yakni social function
tingkat advance yaitu social capability dan social responsibility. Di sini ada perbedaan, kalau social capability lebih banyak berbicara bagaimana anak-anak mampu menjalankan perannya dalam diri sendiri. Sementara social responsibility lebih banyak mendorong mereka bagaimana nantinya bisa berkontribusi pada lingkungan sosial,’’ jelasnya. (bit)
8
BULELENG
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
Songsong Pilkel Serentak 30 Oktober
Surat Suara Mulai Dicetak Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 79 desa di Buleleng akan menggulirkan pemilihan perbekel (pilkel) serentak 30 Oktober 2019 mendatang. Puluhan desa peserta pilkel serentak itu sekarang sudah menetapkan calon perbekel sesuai regulasi yang ada. Aturannya mengacu pada kuota bacalonnya maksimal hanya lima orang. Dari puluhan desa yang melaksanakan pilkel serentak, ada sepuluh desa yang memiliki bakal calon (bacalon) melebihi batas maksimal.
Diserempet Mobil, Danton Regu SMAN 4 Luka Dalam Singaraja (Bali Post) – Nasib sial dialami danton regu gerak jalan putri SMAN 4 Singaraja. Saat memimpin latihan gerak jalan (GJ -red) Selasa (30/7) lalu, Komang Rismawati diserempet mobil pick-up. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dalam sampai tidak dapat melanjutkan latihan. Celakanya, pengendara pick-up memilih kabur. Sementara identitas kendaraan yang menabrak gadis itu tidak dikenali. Rismawati yang dihubungi Rabu (31/7) kemarin, menceritakan, korban memimpin latihan gerak jalan sebelum menghadapi lomba gerak jalan serangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) tahun 2019. Korban bersama anggota regu gerak jalan memutuskan melakukan latihan siang hari. Dari sekolah, regu gerak jalan yang berjuluk Foursma itu menyusuri jalan protokol di Kota Singaraja. Saat melintas di Jalan Komodo, Singaraja dari arah selatan menuju utara, regu gerak jalan berjalan pada jalur yang benar. Dari belakang kemudian datang mobil pick-up yang tidak dikenali identitasnya. Diduga kurang memerhatikan situasi jalan raya, bagian depan mobil tidak sengaja nyerempet korban mengenai lengan atas. Kerasnya benturan, kaca sepion mobil pick-up terlepas. “Kami sudah berjalan di jalur benar dan mungkin pengemudi pick-up tidak melihat jalan sempit dan saat itu saya diserempet dan mobilnya terus melintas dan hanya sempat memperbaiki kaca sepion yang lepas,” katanya. Melihat kejadian itu, anggota OSIS yang mendampingi latihan berusaha menghentikan pengendara pick-up karena melihat pengemudi berhenti untuk memperbaiki kaca spion yang terlepas setelah nyerempet korban. Sayang, upaya menghentikan kendaraan yang menabrak korban gagal dilakukan. Setelah kejadian pertama korban yang tercatat siswa kelas XI ini tetap memimpin latihan melintasi Jalan Ahmad Yani Barat tepatnya di simpang empat Pantai Penimbangan. Lagi-lagi korban terkena serempet mobil yang tidak dikenali identitasnya. Meski dua kali diserempet mobil, korban tetap menyelesaikan latihan sampai di depan GOR Bhuana Patra Singaraja. Sekitar pukul 19.00 wita, korban baru merasakan keram. Teman-temannya mengantar ke sekolah. Keram semakin parah hingga badannya tidak bisa digerakkan. Khawatir mengalami luka dalam, korban kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD). Setelah diperiksa dokter menyebut, korban mengalami pergeseran pada tulang lengan kanan. Luka dalam itu diduga karena benturan mobil. Kasatlantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, informasi kasus serempetan regu gerak jalan tersebut telah diketahui anggotanya. Untuk menyelidiki pengendara pick-up, pihaknya masih menunggu OSIS dari SMAN 4 Singaraja melaporkan secara resmi kejadian tersebut. (kmb38)
Kesepuluh desa itu kemudian melakukan seleksi tambahan yang diikuti 70 bacalon. Setelah seleksi tambahan itu, ada 20 orang bacalon terpaksa “dieliminasi” karena skor yang diperoleh rendah. Parameter penilaian dalam seleksi tambahan itu terdiri dari pengalaman dan meteri soal yang sudah ditetapkan. Dari data yang dikumpulkan di Dinas PMD Buleleng Rabu (31/7) kemarin, setelah menetapkan calon perbekel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) mulai menggarap pencetakan surat suara, surat undangan me-
milih, dan formulir. Surat suara ini dicetak berdasarkan jumlah pemilih tetap (DPT) pilkel serentak dan cadangan surat suara empat persen. Saat ini, DPT di 79 desa yang melaksanakan Pilkel serentak sebanyak 313.688 pemilih. Jumlah ini belum termasuk pemilih susulan sampai tanggal pencoblosan pilkel mendatang. Berdasarkan DPT dan pemilih susulan, tahap pertama Dinas PMD mencetak surat suara 3.000. Untuk mencetak surat suara sebanyak itu dialokasikan anggaran Rp 217 juta. Setelah ditenderkan,
pencetakan surat suara tahap pertama itu ditawar oleh rekanan senilai Rp 129 juta.
Tunggu Anggaran Pencetakan surat suara tahap dua nanti masih menunggu tambahan anggaran APBD Perubahan tahun 2019. Sesuai keperluan, PMD kembali mencetak surat suara 30.000. Kepala Dinas PMD Made Subur Rabu (31/7) kemarin, mengatakan, setelah tender pencetakan surat suara tahap pertama tuntas, pihaknya masih menyempurnakan desain surat suara itu. Rencananya, surat suara ini dilengkapi kode rahasia untuk menghindari munculnya surat suara palsu. “Untuk yang pertama sudah ada pemenang tender dan sebelum dicetak, kami masih menyempurnakan desain termasuk menambahkan kode khusus untuk menghindari pemalsuan,” katanya. Mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Ben-
cana Daerah (BPBD) Buleleng ini menambahkan DPT Pilkel serentak ini berasal dari jumlah pemilih pada pemilu serentak tahun 2019 lalu. Desa kemudian melakukan pemutakhiran data pemilih. Hasilnya, terjadi penambahan jumlah pemilih. Ini karena perkembangan mobilisasi penduduk di mana pada pemilu serentak lalu belum berumur 17 tahun. Sekarang, penduduk bersangkutan sudah cukup umur menjadi pemilih. Penambahan pemilih dipastikan tetap terjadi. Sebab, pencoblosan baru dilakukan 30 Oktober 2019 mendatang. Karena itu dipastikan ada penduduk yang sudah berumur 17 tahun dan wajib diakomodir sebagai pe-
milih dalam pilkel serentak itu. Mengantisipasi kekurangan surat suara itu, pihaknya mengalokasikan cadangan surat suara empat persen. Selain itu, cadangan surat suara itu disiapkan kalau terjadi surat suara rusak. “Saat p e - mutakhiran data pemilih, desa memakai acuan data pemilih saat pemilu serentak. Setelah dimutakhirkan ada penambahan. Namun, hal itu sudah diakomodir dengan cadangan surat suara,” jelasnya. (kmb38)
Hilangkan Kesemrawutan APK
KPU Evaluasi Kampanye Pemilu 2019
KPU Buleleng melakukan evaluasi fasilitasi kampanye pemilu serentak tahun 2019 Rabu (31/7) kemarin. Evaluasi itu melibatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pimpinan partai politik (parpol) peserta pemilu, pemerintah daerah, dan beberapa stakeholder terkait lain. Evaluasi dipimpin Komisioner KPU Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Gede Banden Samudra. Ikut mendampingi Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Gede Sutrawan, dan Ketua Bawaslu Putu Sugi Ardana. Apakah kontribusi secara konstruktif dari evaluasi yang digelar KPU Buleleng itu?
EVALUASI kampanye pemilu bersama lalu itu, kata Komisioner KPU Bandem Samudra, sengaja dilakukan sebagai bahan masukan pelaksanaan kampanye pada hajatan politik berikutnya. Dari evaluasi itu, beberapa pihak telah memberikan masukan terkait pelaksaanaan termasuk teknis kampanye efektif. Terutama menyangkut pemasangan, pemeliharaan dan pembongaran alat peraga kampanye (APK). Dalam kampanye pemilu serentak lalu, KPU telah mencetak APK untuk masingmasing parpol peserta pemilu. APK itu diserahkan kepada parpol untuk dipasang pada zona yang sudah ditentukan. Namun, pemeliharaan dan pebongkaran setelah masa kampanye yang tanggung jawabnya diserahkan kepada parpol peserta pemilu tidak berjalan efektif. “Nyatanya pemasangan, pemeliharaan, dan pembongaran APK ini menjadi masalah krusial. Salah satu sebabnya, karena masa kampanye cukup lama,’’ ujarnya.
Kerusakan APK itu terjadi lantaran parpol masih kurang sadar melakukan perbaikan. Akibatnya, hal itu justru mengganggu estetika suatu wilayah. Pengalaman itu kata Bandem, dapat dijadikan pelajaran berarti untuk menyempurnakan baik teknik pemasangan maupun pemeliharaan APK pemilu mendatang. ‘’Itu merupakan masukan penting untuk penyempurnaan manajemen APK pemilu. Nantinya agar lebih tertata rapi, sehingga tidak memunculkan kesan kesemrawutan di suatu wilayah,’’ tambahnya. Menurutnya, waktu kempanyenya memang panjang. Segala masukan pada evaluasi itu sudah dicatat untuk disempurnakan untuk mengatur pemasangan APK pada pemilu berikutnya. Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana, menambahkan, masa kampanyenya hingga berbulan-bulan. Hal itu tidak bisa dipisahkan dari kerusakan APK yang sudah terpasang. Memang perlu ada komitmen
Bali Post/kmb38
EVALUASI - KPU Buleleng melaksanakan eveluasi fasilitasi kampanye pemilu serentak tahun 2019, Rabu (31/7) kemarin. dan tanggung jawab atas APK itu. ‘’Dengan demikian, harapan kami pada kampanye pemilu berikutnya, kesan kesemrawutan akibat APK yang rusak itu tidak akan kembali terjadi. Dosen Hukum Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja itu mengusulkan bisa saja penyelenggara pemilu itu ke depan memilih satu lokasi untuk memasang APK. Hal itu bisa saja diterapkan teknik kampanye bekerja sama dengan media massa atau memanfaatkan teknologi informasi (TI) yang berkembang
belakangan ini. Model kampanye seperti itu dianggap efektif, efisien, dan dapat mengatasi permasalahan yang terjadi kalau kampanye yang dilakukan disertai pemasangan APK. Sebagaimana yang sudah dilakukan pada tahapan pemilu lalu. “Ini hanya usulan. Pada prinsipnya, teknik pelaksanaan kampanye pada pemilu berikutnya perlu disempurnakan. Sehingga permasalahan yang mungkin terjadi bisa dieliminasi. Bahkan ditanggulangi dengan lebih baik,” jelasnya. (mud)
GIANYAR
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
9
Gigit Lima Warga
Anjing Klian Dinas Positif Rabies Gianyar (Bali Post) -
Gigitan anjing rabies kembali terdekteksi di Kabupaten Gianyar. Kali ini, anjing positif rabies menggigit keluarga I Wayan Sujana di Banjar Mas, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Bahkan, ada lima warga yang tergigit anjing milik pria yang juga Klian Dinas Banjar Mas itu. Kasus ini langsung ditangani Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar Bidang Kesehatan Hewan dan Dinas Kesehatan Gianyar.
Bali Post/kmb35
ELIMINASI - Anjing positif rabies saat dieliminasi. Para korban gigitan di rumah Klian Dinas Banjar Mas Desa Bedulu Kecamatan Blahbatuh, Rabu (31/7) kemarin.
Menurut Wayan Sujana, anjing bernama Bobi yang baru berumur enam bulan dengan motif putih hitam ini mulai terprovokasi dan menggigit sejak Minggu (28/7) lalu. Pertama kali anjing itu menggigit anaknya, Ni Ketut Adelia. Balita yang berusia tiga tahun ini sampai mengalami luka di tangan kiri. Tidak hanya itu, anjing itu kembali menggigit keponakannya yang baru berusia 5,5 tahun, I Kadek Rio Pramana Putra. Oleh karena tidak berhasil diikat, keesokan harinya, Senin (29/7), anjing itu kembali beraksi menggigit tiga anggota keluarganya yang lain yakni I Wayan Windu Narendra (3) digigit pada tangan kiri, Ni Made Dwijayanti (37) digigit pada kaki kanan, dan Ni Wayan Suparini (36) juga tergigit pada kaki kanan. Wayan Sujana sendiri nyaris
Gerak Jalan Peringati Hari Kemerdekaan
tergigit saat berusaha menangkap anjing tersebut. ‘’Saya sendiri hampir digigit saat mengamankan anjing itu,’’ ungkapnya. Untungnya dia tidak sampai tergigit. Namun, Sujana mengaku sempat kontak dengan air liur anjing peliharaannya itu. ‘’Saya awalnya tidak tahu, air liurnya juga berbahaya. Ternyata saya perlu juga disuntik VAR. Siang ini baru akan ke puskesmas,’’ jelasnya. Sementara itu, lima anggota keluarganya yang tergigit sudah mendapatkan suntikan VAR dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Melalui Puskesmas II Blahbatuh. Saat ini kondisi fisik para korban diakui sehat tanpa keluhan. Sedangkan anjing yang menggigit kelima korban dieliminasi untuk diambil sampel otaknya. Sujana mengaku mendapat
anjing ini dari tetangganya sekitar Juni 2019 lalu. Saat mengambil, Sujana tidak memastikan apakah anjingnya sudah divaksin atau belum. Setelah kejadian ini, baru terungkap bahwa anjing itu belum pernah divaksin. Padahal, ada kegiatan vaksinasi massal dilakukan pada Mei 2019 di banjar setempat. ‘’Saat vaksin itu, anjingnya baru umur tiga bulan, masih kecil sehingga tidak divaksin. Saya ngambilnya sekitar Juni setelah berakhir vaksinasi massal. Saya juga lupa memvaksin anjing itu,’’ sesalnya. Pihaknya mencoba menelusuri indukan anjing peliharaannya itu. Ternyata, indukan dari anjing itu sudah mati beberapa bulan lalu. ‘’Sebelumnya, saya tidak menyangka anjing itu positif rabies. Baru ketahuan setelah dicek di lab sama petu-
gas,’’ ujarnya. Menurut Kasi Keswan Drh. I Ketut Ariyasa seizin Kabid Keswan dan Kadis Pertanian, pihaknya telah menindaklanjuti kasus ini. Dikatakan, anjing itu sejatinya merupakan anjing peliharaan namun bebas berkeliaran. ‘’Sudah kami cek ke lokasi, dan minta keterangan pemilik anjing,’’ katanya. Terkait sumber virus rabies, kata Ariyasa, pihaknya mengaku masih menelusuri. Apakah berasal dari induknya atau anjing di sekitar rumah. Faktanya anjing itu tidak pernah divaksin. Oleh karena itu, pihaknya sangat menyayangkan. Sebab, pemerintah telah mewanti-wanti melalui sosialisasi maupun vaksinasi massal. Tetapi, masih ada juga masyarakat yang enggan anjingnya divaksin. Pascagigitan ini, pihaknya segera merancang kegiatan sosialisasi. ‘’Secepatnya kita lakukan sosialisasi dengan warga di sini. Akan ada kesepakatan untuk kegiatan eliminasi anjing liar. Selanjutnya, kita agendakan vaksinasi khusus pada anjing yang belum tervaksin,’’ jelasnya. (kmb35)
HUT Ke-72 Koperasi
KPPAD Ingatkan Kesehatan Pemerintah Serahkan Sertifikat Diklat dan Keamanan Siswa dan Izin Usaha Simpan-Pinjam Koperasi Gianyar (Bali Post) Latihan gerak jalan oleh kalangan siswa sudah menjadi agenda rutin setiap memasuki bulan kemerdekaan. Demikian pula di kawasan Kabupaten Gianyar, hampir di sejumlah sudut jalan sudah terlihat para siswa latihan memasuki Agustus ini. Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) mengingatkan instansi terkait agar dalam kegiatan ini tetap memerhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan anak, terutama saat beraktivitas di jalan raya. KPPAD Bali I Kadek Ariasa mengaku ikut menyambut aktivitas rutin para siswa yang antusias mempersiapkan penyambutan Hari Kemerdekaan. ‘’Ini kami apresiasi, antusias para siswa dalam menyambut Hari Kemerdekaan melalui kegiatan
gerak jalan,’’ kata Ariasa, Rabu (31/7) kemarin. Namun, Ariasa kembali mengingatkan dalam kegiatan gerak jalan, instansi terkait agar mengingat halhal penting untuk para siswa. Khususnya menyangkut kesehatan fisik para siswa yang saat ini melakukan latihan gerak jalan. ‘’Saya hanya kembali mengingatkan agar hal-hal terkait dengan pengecekan kesehatan awal anak-anak peserta termasuk persiapan kondisi fisik dan mental para peserta itu diperhatikan dengan baik,’’ katanya. Ditekankan, jangan sampai ada siswa yang terlalu memaksakan diri mengikuti latihan gerak jalan yang sampai mengancam kesehatan siswa itu sendiri. ‘’Harapannya agar tidak terulang kembali kejadian tahun lalu,’’ katanya.
Ariasa menambahkan, aspek lain yang penting diperhatikan adalah keamanan para siswa saat latihan maupun lomba. Sebab, para siwa menggunakan media jalan raya untuk latihan, di mana juga terdapat banyak kendaraan umum yang lalu lalang. ‘’Termasuk aspek keamaman para peserta saat latihan maupun saat lomba nantinya di jalan raya harus dijaga dengan baik oleh guru pembina,’’ katanya. Ariasa mengingatkan semua komponen masyarakat agar lebih berhati-hati dengan menurunkan laju kendaraan, bila ada siswa yang latihan gerak jalan di jalan raya. ‘’Ini penting bagi semua pihak, tidak hanya sekolah termasuk pemerintah di dinas terkait agar menjadikan perhatian,’’ tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
LATIHAN - Sejumlah siswa yang mengikuti latihan gerak jalan di jalan raya.
PUNCAK peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-72 tahun 2019 di Kabupaten Gianyar yang jatuh pada 12 Juli lalu, dirangkaikan dengan pemberian sertifikat diklat dan izin usaha simpan-pinjam koperasi diserahkan Sekdakab Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya di Wantilan Pura Puseh Desa Tampaksiring, Rabu (31/7) kemarin. Ketua Panitia Harkop Ke72 Kabupaten Gianyar Dewa Nyoman Susila Adnyana mengatakan, peringatan ulang tahun koperasi di Kabupaten Gianyar setiap tahun dilaksanakan secara bergantian di setiap kecamatan se-Kabupaten Gianyar. Untuk tahun ini, dilaksanakan di Kecamatan Tampaksiring. Peringatan Hari Koperasi yang ke-72 tahun ini mengusung tema ‘’Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0’’. Ditambahkan, berbagai kegiatan dilaksanakan serangkaian memperingati Harkop di Kabupaten Gianyar. Di antaranya sosialisasi program dari PT Jamkrida Bali Mandara, sosialisasi dari BPJS Kesehatan, sembahyang bersama di Pura Pengukur-ukuran, Pejeng Kelod, Tampaksiring, diklat bidang kredit dari PT BPD Bali Cabang Gianyar untuk koperasi se-Kabupaten Gianyar, kunjungan sosial menyerahkan santunan untuk masyarakat penyandang disabilitas di Kecamatan Tampaksiring, jalan sehat sambil memungut sampah plastik, serta donor darah. ‘’Kegiatan serangkaian Harkop dilaksanakan sejak April 2019 yang diawali dengan kegiatan sosialisasi kesehatan dari BPJS Kesehatan,’’ imbuh Dewa Nyoman Susila Adnyana. Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Gianyar I Ketut Sa-
KOPERASI - Suasana puncak peringatan Hari Koperasi ke-72 di Wantilan Pura Puseh, Desa Tampaksiring, Rabu (31/7) kemarin. ban, S.E. mengatakan, jumlah koperasi di Kabupaten Gianyar 1.222 koperasi. Sementara yang dinyatakan sehat atau aktif 990-an koperasi sehingga dijuluki Kabupaten Koperasi. Seiring perkembangan teknologi pelayanan lembaga keuangan sudah mengalami pergeseran yakni dari pelayanan nonstop menjadi pelayanan berupa ATM, begitu juga setelah adanya ATM mulai dikalahkan dengan sistem e-banking. Begitu juga dari sistem pelayanan di masyarakat, misalnya dalam hal jual-beli jasa saat ini mulai bergeser pada sistem jual-beli online. ‘’Meski demikian adanya, kita di koperasi sekarang tentunya mulai mereformasi diri. Satu yang perlu kita reformasi adalah SDM kita sendiri. Bagaimana SDM kita ini, kalau yang sudah uzur harus kita diregenerasi. Kedua, knowledge atau produk kita di koperasi. Wajib harus juga kita perbaiki, harus memenuhi keinginan
pasar di era milenial ini,’’ kata Ketut Saban. Sekdakab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, perkembangan koperasi di Kabupaten Gianyar dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan. Keberadaan koperasi ini telah mampu menyerap tenaga kerja yang sangat banyak. Selain itu, perkembangan koperasi tentunya mencerminkan kesadaran dan animo masyarakat untuk berkoperasi semakin tinggi. Hendaknya potensi ini jangan disia-siakan melalui berbagai inovasi peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. ‘’Kita optimis tingginya animo ini akan tetap terjaga dan mampu kita tingkatkan,’’ imbuh Wisnu Wijaya. Melalui peringatan Hari Koperasi ke-72 ini, Wisnu Wijaya mengajak semua komponen melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan gerakan
koperasi. Pembina koperasi dan Dekopinda agar mengadakan perbaikan secara terusmenerus, sehingga cita-cita bangsa untuk mewujudkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nangsa Indonesia dapat tercapai. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, satusatunya jalan adalah dengan meningkatkan kualitas koperasi itu sendiri serta diperlukan sinergitas dan profesionalisme para stakeholder di bidang perkoperasian. ‘’Saya ucapkan selamat kepada yang menerima sertifikat. Tingkatkan terus prestasinya dan tularkan kiatkiat sukses kepada koperasi yang lainnya. Saya yakin dengan kesungguhan dan diikuti koordinasi yang baik, maka kualitas koperasi serta UKM akan terus meningkat sehingga dapat lebih menyejahterakan anggotanya dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah,’’ kata Wisnu Wijaya. (ad993)
JEMBRANA
10
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
Diamankan, Jamu Berbahaya dan Ikan Berformalin Negara (Bali Post) Puluhan jamu tradisional yang dilarang edar diamankan dalam sidak yang dilakukan Loka Pom Buleleng dan Dinas terkait Pemkab Jembrana, Selasa (30/7) malam. Puluhan jamu tradisional dalam bentuk tablet dan botol ini ditemukan petugas dijual pedagang di Pasar Senggol Negara (Terminal Negara). Selain itu tim gabungan pengawasan makanan juga mendapati sejumlah jajanan mengandung pewarna rhodamin B. Kepala Loka Pom Buleleng Made Ery Bahari Hantana, Rabu (31/7) kemarin mengatakan, sesuai pengawasan di Pasar Umum Negara, masih banyak ditemukan makanan, minuman dan obat keras yang dijual bebas. Pada Selasa malam petugas mengamankan ratusan bungkus jamu yang mengandung bahan kimia serta obat keras tanpa
izin. Total 21 item berbagai jenis baik kapsul, cairan dalam botol dan serbuk dengan total 300 unit. ‘’Rinciannya 18 item obat tradisional dalam bentuk botol, kapsul dan serbuk. Sisanya juga ada yang sudah kedaluwarsa,’’ ujarnya. Begitu juga sejumlah obat keras yang semestinya dijual tidak bebas. Loka Pom bersama Dinas Kesehatan dan
SOSOK
Dinas Koperindag Jembrana selanjutnya menyita obatobat maupun jamu terlarang tersebut. Pihak pedagang yang menjual item tersebut mengaku tidak mengetahui sumber dan mendapatkan dari sales. Petugas kemudian memberikan teguran dan menyita item-item barang yang dilarang tersebut. Obat yang mengandung bahan kimia ini dosisnya tidak bisa terdeteksi. Dan ketika dikonsumsi secara terus menerus dapat membahayakan kesehatan seperti fungsi ginjal dan hati. Selanjutnya pada Rabu pagi tim juga menyasar pedagang di Pasar Umum Negara dan mengambil 26 sampel, di antaranya kerupuk, tahu,
ikan, jajanan dan berbagai jenis makanan lain. Dari hasil pengetesan rapid tes dengan parameter boraks, formalin dan rhodamin B ada empat jenis sampel yang mengandung zat berbahaya. 3 item jajanan mengandung rhodamin B dan ikan mengandung formalin. Selanjutnya petugas memberikan pembinaan kepada para pedagang agar memperhatikan barang yang dijual terutama makanan. (kmb26)
PENGAWASAN MAKANAN Loka Pom Buleleng bersama dinas terkait di Pemkab Jembrana melakukan pengawasan makanan dan minuman di pasar umum Negara kemarin.
Perlu Regenerasi Pertahankan Kendang Mebarung
Semboyan Ijogading Mengelola SD Negeri unggulan memiliki tantangan beragam. Sejak diangkat sebagai Kepala SD Negeri 1 Baler Bale Agung Kecamatan Negara tahun 2013, Ni Made Sudastri memiliki sejumlah upaya baik inovasi maupun manajerial dalam pengelolaan sekolah. Kasek perempuan ini memiliki semboyan “Ijogading” yang merupakan kependekan dari Inovatif, Jujur, Optimis, Genius, Aktif, Disiplin, Integritas dan Nasional. Usaha dan upaya yang dilakukannya ini ternyata mendapat dukungan positif baik di kalangan sekolah, orang tua siswa termasuk masyarakat. Sudastri berupaya menjadikan sekolah yang dipimpinnya selalu tercipta suasana yang aman, nyaman bersih, sehat dan hijau bagi tumbuh kembang anak. Upaya yang dilakukan selama 6 tahun di SD Negeri itu mengantarkan sekolah ini menerima penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Piagam Penghargaan kategori Madya untuk Sekolah Ramah Anak. “Semboyan Ijogading ini selalu kami gembargemborkan di lingkungan sekolah, orang tua dan masyarakat. Aman, bukan saja aman untuk bangunan gedung saja, kami sudah lengkapi di sekolah ini dengan jalur evakuasi, titik kumpul, tanda-tanda tempat berbahaya, seperti lantai licin dan sebagainya, termasuk penyeberangan zebra cross termasuk kantin sekolah,” tambah warga Baler Bale Agung ini. (olo)
Anggaran Pilkada Bawaslu Dipangkas
Negara (Bali Post) – Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, Bawaslu Jembrana mengajukan anggaran awal Rp 7,2 miliar. Tetapi dari usulan awal tersebut, dipangkas berdasar rasionalisasi anggaran diturunkan menjadi Rp 5,7 miliar. Jumlah anggaran untuk pengawas ini belum final dan memungkinkan ada pemangkasan lagi. Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan di sela diskusi Bawaslu Jembrana bersama Bawaslu Provinsi terkait pemetaan kerawanan, Rabu (31/7) kemarin. Menurut Pande, terkait anggaran Pilkada 2020 mendatang belum final dan masih dalam pembahasan. Bawaslu Jembrana mengusulkan awal Rp 7 miliar dengan berbagai pertimbangan. Akan tetapi, dalam pembahasan awal ada rasionalisasi anggaran hingga Rp 5,7 miliar. “Ini belum final juga,” ujar Pande. Dalam diskusi kerawanan itu, Bawaslu Bali juga menyinggung terkait masalah anggaran Pilkada 2020 yang hingga menjelang akhir tahun ini belum final. Padahal, paling lambat pada awal Oktober nanti semestinya sudah ada Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Kordiv Hukum Data dan Informasi Bawaslu Bali Dewa Raka Sandi mengatakan, untuk penganggaran ini jumlah sesuai kebutuhan serta prinsipnya yang tepat waktu. Bawaslu juga tidak menginginkan anggaran berlebihan bahkan sampai membebani pemerintah daerah. Namun, ia mengharapkan dalam pilkada tidak ada kendala, terutama pada penyelenggara ad hoc. Sementara terkait kerawanan sengketa antara peserta dan penyelenggara diakui memiliki potensi. Selain tahapan pilkada, penyelenggara juga berpotensi menjadi objek sengketa. Adanya potensi kerawanan ini diharapkan dalam diskusi yang diikuti partai politik dapat memberikan masukan pada Bawaslu. Sehingga nantinya tidak disengketakan. Partai politik memiliki kepentingan dalam proses pilkada nanti. (kmb26)
Bali Post/olo
Bali Post/olo
MAKEPUNG - Kendang Mebarung yang dipentaskan dalam event Makepung Gubernur Cup beberapa waktu lalu bersanding dengan Jegog.
Selain Jegog, Kendang Mebarung merupakan kesenian khas Jembrana yang sudah eksis sejak ratusan tahun lalu. Alat musik tradisional berupa kendang berukuran besar ini, kini masih dipertahankan meskipun hanya ditampilkan pada kesempatan tertentu saja. Sebagian besar peminat alat musik tradisional ini juga masih di kalangan lanjut usia. Peminat dari generasi muda masih sangat minim. Sehingga diperlukan upaya regenerasi. Kendang Mebarung ini memiliki bentuk yang unik. Kendang berukuran besar berbentuk mirip alat musik tradisional yang berkembang di Benua Asia, seperti Wadaiko di Jepang atau Bedug di Jawa. Akan tetapi, kendang mebarung memiliki kekhasan baik dalam menabuh maupun suara yang dihasilkan. Dalam pementasan menyerupai gambelan. Terdiri dari intrumen kendang, gangsa dan reong. Hanya ukuran kendang sangat besar dan menghasilkan suara yang besar pula. Sejumlah sekaa masih ber-
tahan memainkan alat musik ini namun baru sebatas di wilayah Kabupaten Jembrana saja. Meskipun jarang dipertunjukkan layaknya Jegog, kesenian ini masih memiliki penggemar. Di sejumlah even seperti saat Makepung, alat musik ini dipertunjukkan bersanding dengan Jegog. “Sebagian besar masih dari kalangan orangtua. Para anggota sekaa yang memainkan juga di atas 40 tahun. Masih jarang generasi muda,” tutur Wayan Artika, seniman asal Negara. Kesenian Kendang Mebarung ini didasari rasa “perlawanan” masyarakat Jembrana terhadap kesenian pakem di wilayah Bali Timur, tempat asal masyarakat Jembrana sebelumnya. Suara yang keras dari memukul kendang ini terbentuk nada yang khas. Namun terkesan monoton. Konon Kendang Mebarung sering dipentaskan untuk kegiatan masyarakat yang berkesan untuk kesenangan dan menjadi gengsi tersendiri selain Jegog. Terutama di saat kegiatan yang berkaitan dengan manusa yadnya. Sejumlah
desa di Jembrana masih memiliki sekaa Kendang Mebarung ini. Seperti di Desa Dangin Tukadaya dan Desa Baluk. Baik kendang maupun sekaa masih eksis dan menggelar pentas atraksi saat tertentu. Sejumlah anggota sekaa, mengakui sulitnya berkembang kesenian ini seperti kesenian khas lainnya karena sepinya pentas. Apalagi dengan kondisi fisik alat musik kendang yang besar, sehingga membuat kesulitan ketika pentas keluar desa. Sekaa perlu upaya ekstra mengangkut alat musik itu agar bisa dimainkan di tempat lain. Namun, untuk mengembangkan alat musik tradisional ini diyakini bisa dilakukan apabila ada kemauan. Dalam satu sekaa diisi sekitar 20 hingga 25 anggota. Sebanyak 6 orang sebagai pemukul kendang dengan panjang 2 meter lebih dan diameter hingga 1,5 meter. Meskipun ukuran kendang besar, cara memukul harus tetap lentur. Biasanya, alat pemukul ini berbahan tanduk, kayu rotan atau batu kerang. (olo)
Perkebunan Pulukan Dilirik untuk Sirkuit Internasional
Negara (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Jembrana nampaknya belum putus asa mewujudkan berdirinya sirkuit internasional di Bali Barat. Wilayah Kabupaten Jembrana masih dilirik para pelaku sirkuit balap menjadi lokasi yang tepat untuk pembangunan sirkuit permanen. Keinginan itu terlihat dari pertemuan antara Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dengan Tinton Suprapto membahas realisasi pembangunan sirkuit permanen bertaraf internasional di ruang VIP Bupati Jembrana, Senin (29/7) lalu. Wabup Kembang mengungkapkan, pembangunan sirkuit ini adalah mimpi lama Jembrana yang kini menemukan jalan untuk terealisasi. Menurut Wabup Kembang saat ini Jembrana mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan provinsi mengingat lokasi yang dipilih adalah hutan karet di Desa Pekutatan yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Bali yang ada di Kabupaten Jembrana. “Kita masih berjuang merealisasikan ini seizin pemerintah provinsi untuk memanfaatkan aset mereka yang ada di daerah. Di samping dukungan sarana dan prasarana,” ucap
Wabup Kembang. Tetapi menurut Wabup Kembang, realisasi ini tidak bisa terjadi tanpa dukungan semua pihak. Menurutnya ini butuh integrasi antara pemerintah daerah, provinsi hingga pusat serta dukungan penuh masyarakat Jembrana. Sementara Tinton memaparkan sirkuit permanen ini bertujuan mengangkat derajat bangsa Indonesia di mata dunia. Dengan dibangunnya sirkuit tersebut, Indonesia khususnya Bali akan semakin dikenal di mata dunia. “Potensi pembangunan sirkuit ini ada di Jembrana, mulai dari lahan, faktor-faktor pendukung serta pimpinan daerah Kabupaten Jembrana sekarang ini juga merupakan potensi yang sangat mendukung (pembangunan sirkuit)” terangnya. Menurutnya semua perencanaan dan administrasi sudah disiapkan. Wacana pemanfaatan lahan Pemprov Bali khususnya di Perkebunan Pulukan ini sejatinya sudah bergulir sejak beberapa tahun lalu. Bahkan sempat melakukan survei lokasi, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda realisasi. Justru seperti diketahui, pemerintah pusat mengarahkan sirkuit bertaraf internasional di Lombok. (kmb26)
Pertemuan – Wabup Kembang Hartawan saat bertemu dengan Tinton Suprapto terkait potensi kawasan Jembrana untuk pembangunan sirkuit internasional.
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
KARANGASEM
11
Pimpinan BPJS Kesehatan Kedeputian Bali-NTT dan NTB Turun Kampung ke Desa Tenganan
SERANGKAIAN memperingati HUT ke-51 BPJS Kesehatan, jajaran Direksi dan Pimpinan BPJS Kesehatan menyambangi sejumlah wilayah perkampungan di Indonesia. Salah satunya yang menjadi target kunjungan BPJS itu adalah Desa Tenganan. Selain memantau langsung implementasi JKNKIS, kunjungan itu dilakukan guna menjaring aspirasi masyarakat setempat demi menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan sosial itu. Kondisi geografis di Indonesia diyakini sangat bervariasi. Begitu juga demografi dan latar belakang perekonomian penduduknya. ‘’Karena itu, kami ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai tempat. Khususnya di
wilayah perkampungan yang kondisinya cukup berbeda dengan wilayah perkotaan yang aksesnya serba-ada. Apa saja yang perlu dipertahankan, apa saja yang perlu disempurnakan. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk melakukan peningkatan layanan JKN-KIS ke depannya,’’ ungkap Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari, Rabu (31/7) kemarin. Lestari menambahkan, dalam kunjungan tersebut, BPJS Kesehatan juga menyambangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setempat. Dari kunjungan itu dapat dipastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data itu. Tidak
Tarian Nyaris Punah Mulai Direkonstruksi
Butuh Anggaran hingga Rp 35 Juta Amlapura (Bali Post) Tarian yang nyaris punah keberadaannya selalu dijaga dengan cara dilestarikan melalui upaya rekonstruksi. Dinas Kebudayaan Karangasem mengagendakan rekonstruksi itu dengan alokasi anggaran hingga Rp 35 juta. Kepala Dinas Kebudayaan I Putu Arnawa, Rabu (31/7) kemarin mengatakan, di Kabupaten Karangasem sebetulnya terdapat ratusan kebudayaan yang nyaris punah. Kepunahan kebudayaan itu disebabkan terputusnya regenerasi. “Banyak kebudayaan yang punah. Namun khusus taritarian yang punah akan direkonstruksi. Setiap rekonstruksi, Dinas Kebudayaan memerlukan anggaran senilai Rp 35 juta. Tahun ini akan dipentaskan salah satu tari hasil rekonstruksi yakni Rejang Lilit di Pura Madya Lempuyang, Desa Adat Purwayu, Abang, 5 Agustus 2019 nanti,” ujarnya. Lantaran minimnya anggaran yang bisa doposkan tambah Arnawa, proses rekonstruksi hanya bisa dilakukan paling hanya satu jenis kebudayaan (tari) setiap tahunnya. Dengan anggaran terbatas itu, proses rekonstruksi memerlukan waktu
berhenti sampai di situ, para petinggi BPJS Kesehatan pun menyerahkan bantuan peralatan olahraga. Mereka mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup sehat. Andayani menegaskan dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, BPJS Kesehatan tak bisa berjalan sendiri. BPJS ini perlu dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Terlebih, saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS. ‘’Masyarakat punya peran besar ikut mengawal agar Program JKN-KIS bisa terus berjalan dengan baik. Salah satunya menjaga agar yang sehat tetap sehat. Sedangkan yang sakit tidak bertambah parah. Sehat itu sebetulnya murah dan mudah. Caranya makan dengan cara gizi seim-
bang, istirahat cukup, dan olahraga ringan tiap hari. Ini hal yang sederhana, tetapi tantangannya luar biasa karena hal itu tergantung komitmen kita sendiri,’’ ucap Andayani. Dia menegaskan kembali makna gotong royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan dalam mengemban tugasnya menjalankan Program JKN-KIS. ‘’Jangan lupa, iuran dari peserta yang sehat dapat membantu peserta yang sakit. Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, khususnya yang sudah menjadi peserta JKN-KIS, agar gotong royong iuran itu dapat terwujud. Dengan demikian, program perlindungan kesehatan ini kami percaya dapat berjalan dengan optimal,’’ katanya. (ad986)
KUNJUNGI TENGANAN - Dalam rangka memperingati HUT ke-51 BPJS Kesehatan, jajaran Direksi dan Pimpinan BPJS Kesehatan mengunjungi sejumlah wilayah perkampungan di Indonesia salah satunya Desa Tenganan, Rabu (31/7) kemarin.
Ketua KPK Tekankan ASN Tak Main Suap Amlapura (Bali Post) -
Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) harus jujur dalam bekerja. Mereka diminta selalu berhati-hati ketika menjalankan tugas pengabdiannya sebagai abdi negara. Pada kesempatan itu, pihak KPK mengingatkan ASN agar tidak terlibat segala bentuk yang terkait dengan suap-menyuap. Hal itu ditegaskan Ketua KPK RI Agus Rahardjo saat Sosialisasi dan Penguatan Antikorupsi. Agenda sosialisasi antikorupsi itu digelar di Wantilan Bupati Karangasem, Rabu (31/7) kemarin.
sekitar enam bulanan. ‘’Tahun ini, kami akan melakukan rekonstruksi tari Rejang Lilit,’’ tambahnya Rejang Lilit itu biasanya ditarikan di Desa Adat Purwayu. Sayang, penari yang masih tersisa saat ini usianya sudah memasuki 65 tahun. Rencananya, setelah direkonstruksi ulang, pihaknya akan mementaskanya di Pura Madya Lempuyang, 5 Agustus 2019 nanti. ‘’Hasil rekonstruksi itu nantinya kita akan pentaskan di Pura Purwayu Lempuyang,’’ tegasnya. (kmb41)
Agus Raharjo mengatakan, sosialisasi serta penguatan antikorupsi itu merupakan salah satu upaya efektif untuk menghindari KKN. Dikatakan, sosialisasi itu merupakan langkah pencegahan kasus korupsi khususnya di Kabupaten Karangasem. ‘’Ini langkah strategis dalam upaya pencegahan korupsi, sehingga setelah kita berikan sosialisasi kami percaya dapat meminimalisasi pelanggaran,’’ ujarnya. Dia menambahkan, karena d a l a m p e m e ri n t a ha n sangat rentan terjadi penyalahgunaan wewenang. Seperti kontraproduktif suap-menyuap. Kasus suap itu bisa saja terjadi pada pencarian perizinan, terma-
suk pada barang dan jasa. Sebagai langkah antisipasi sesungguhnya pihak pemerintah sudah bagus, mengoptimalkan perizinan dengan layanan satu pintu. Model pelayanan satu pintu itu bukan saja bisa diakses masyarakat secara transparan. Para pengusaha yang mengurus perizinan juga punya kepastian. ‘’Kami tak ingin satu pun pejabat di Karangasem yang ada menyalahgunakan jabatanya,’’ harap Agus Raharjo. Sebab, belum lama ini KPK menangkap kepala daerah yang memainkan mutasi dan rotasi jabatan. ‘’Kasusnya pada mutasi dan rotasi itu ada suatu pemberian sejumlah uang,’’ tegasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SOSIALISASI - Kegiatan dan penguatan antikorupsi oleh KPK dilangsungkan di Wantilan Bupati Karangasem, Rabu (31/7) kemarin.
Antrean Truk Masih Terjadi
Sopir Berharap Penyelesaian Dermaga Dipercepat Dermaga II Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan di bagian lifting beam-nya sudah mulai diperbaiki untuk mengurangi terjadinya antrean truk. Dengan diagendakan pembenahan dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), diharapkan dermaga penyeberangan itu nantinya bisa kembali dapat difungsikan secara normal. Sejauh ini, bagaimanakah dengan kontinuitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai itu?
Bali Post/kmb41
PERBAIKAN DERMAGA - Petugas ASDP saat melakukan perbaikan Dermaga II Pelabuhan Padangbai, Manggis.
MANAJER ASDP Padangbai Windra Soelistiawan, Rabu (31/7) kemarin mengungkapkan, perbaikan dermaga itu dilakukan dengan mengelas bagian lifting beam yang retak itu. Kendati sudah dilakukan perbaikan, akan tetapi sampai saat ini derma-
ga II belum dapat dioperasikan terutama difungsikan sebagai media penyeberangan. ‘’Belum bisa dermaganya digunakan 100 persen. Sebab, untuk perbaikannya kita tergetkan bisa dituntaskan besok malam (Kamis - red),’’ ujarnya.
Soelistiawan menambahkan, lantaran dermaga itu belum kelar, karena itu sampai saat ini pihaknya masih mengoperasikan satu dermaga saja. Sehingga masih tetap terjadi penumpukan truk ekspedisi di areal pelabuhan. ‘’Penumpukan truk itu masih terjadi. Kita harap perbaikan bisa secepatnya dituntaskan sehingga penyeberangan kembali normal lagi,’’ harapnya. Saat ini pengerjaan dermaga itu, tambah Soelistiawan, sudah mencapai 70 persen. Guna mengantisipasi terjadinya antrean panjang, maka pihaknya melakukan bongkar-muat lebih cepat dibandingkan saat dermaga
normal. ‘’Biasanya bongkarmuat selama 90 menit. Saat ini bongkar muatnya dipercepat menjadi 30 menit,’’ jelasnya. Salah seorang sopir, Fatur Rahman, mengakui dirinya sudah selama dua hari dua malam ngatre di dermaga. Hingga sekarang masih belum bisa melalukan penyeberangan. Untuk mengisi waktu luang dirinya membersihkan kendaraannya. ‘’Biasanya kalau kondisi normal perlu antre satu hari saja sudah bisa berangkat menyeberang. Tetapi sekarang molor. Saya ingin perbaikan dermaganya bisa segera diselesaikan,’’ harapnya. (nan)
KLUNGKUNG
12
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
Wabup Kasta Minta Maksimalkan Program TOSS dan Bima Juara Semarapura (Bali Post) Program TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat), telah menjadi perhatian banyak pihak. Namun, di sisi lain masih banyak ditemukan kelemahan. Wakil Bupati Made Kasta langsung turun ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Rabu (31/7) kemarin, untuk meminta OPD terkait melakukan penyempurnaan tersebut. Salah satunya, menekankan agar melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga (RT). Wabup Kasta ingin dinas ini bertanggung jawab terhadap program TOSS, agar tidak hanya terlihat inovatif dari luar saja. Namun, penerapannya benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. Salah satu kelemahan TOSS adalah pada tahap pemilahan. Di sana ada jenis sampah tertentu berbahan keras, yang tidak mungkin bisa digarap oleh mesin pen-
cacah. Di sinilah proses pemilahan itu penting, agar memudahkan alat beroperasi. Sorotan Wabup Kasta langsung mendapat tanggapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan A.A. Ngurah Kirana. Ia menyampaikan masih melakukan upaya sosialisasi mengenai sampah-sampah yang dapat diolah, kegunaan TOSS serta metode pengolahan sampahnya. Ini perlu dipahami lebih jauh oleh masyarakat, sehingga turut serta dalam mensukseskan program ini, minimal dari proses pemilahan sampah di rumah tangga. Sampah yang bisa diolah adalah sampah organik, seperti bekas canang, daun pisang, kulit buah-buahan dan jenis lainnya. Bahkan sampah anorganik seperti sampah plastik dan sampah rumah tangga lainnya, juga mampu diolah. Namun, yang terjadi di lapangan, justru sampah yang keras kerap masuk me-
SOSOK
sin pencacah. Seperti kayu, batu bahkan hingga besi. Ini yang membuat alat pencacah cepat rusak. Wabup Kasta meminta masyarakat membantu pemerintah daerah dalam melakukan proses pemilahan sampah tersebut. Sehingga desa-desa yang sudah mengelola sampah dengan TOSS, dapat mengelola sampah dengan lebih profesional. Selain ke Dinas LHP, Wabup Kasta juga datang ke Dinas Pertanian. Di sana Wabup Kasta memberikan catatan penting terhadap peran KUD dalam memaksimalkan program Bima Juara (Beli Mahal Jual Murah). Wabup Kasta meminta Dinas Pertanian menambah KUD yang bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah, dalam menggarap Program Bima Juara. Program Bima Juara menjadi salah satu program unggulan Pemkab Klungkung. Bahkan, pernah memperoleh
penghargaan nasional. Tetapi, imbas dari program yang menyentuh langsung kepentingan petani dinilai belum maksimal. Sebab, serapan gabah petani oleh KUD yang diajak bekerja sama dalam program ini baru enam persen dari total produksi gabah per tahun. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida belum lama ini mengakui implementasi program ini masih tergantung penebas gabah dari luar. Sementara, KUD yang diajak terlibat langsung dalam program ini juga baru tiga persen. Menyadari kelemahan tersebut, Juanida menegaskan KUD yang dilibatkan haruslah lebih banyak. Sehingga, kapasitas serapan gabah petani ke KUD juga dapat meningkat dalam program Bima Juara ini. “Setidaknya setiap kecamatan, ada tiga atau empat KUD yang terlibat langsung,” kata Juanida. (kmb31)
Bali Post/gik
Wabup Kasta saat menemui Kadis LHP di ruangannya, Rabu kemarin.
Dugaan Tanah Warga Disertifikatkan Desa Adat, Komisi ASN Turun ke Sampalan Semarapura (Bali Post) -
Puluhan warga Desa Adat Sampalan Kecamatan Dawan mengadu ke Komisi ASN (Aparatur Sipil Negara). Upaya tersebut ditempuh, setelah tanah yang mereka tempati selama bertahun-tahun diduga disertifikatkan oleh Desa Adat Sampalan. Warga setempat marah, karena upaya penyertifikatan itu dilakukan tanpa sosialisasi.
Masih Penjajakan Meski belum dilakukan pelantikan, PDI-P bersama koalisinya sudah melakukan pembicaraan untuk bagi-bagi AKD (Alat Kelengkapan Dewan). Koalisi yang digagas PDI-P mengumpulkan 20 anggota dewan terpilih, dari 30 kursi DPRD Klungkung. Mereka dari PDI-P, Hanura, NasDem, Golkar, Perindo dan PKPI. Sementara Partai Gerindra sudah ditinggalkan. Kini tinggal Partai Demokrat yang belum menentukan pilihan akan berlabuh ke fraksi mana. Dihubungi Rabu (31/7) kemarin, Ketua DPC Partai Demokrat Klungkung Gde Artison Andarawata mengaku masih melakukan penjajakan ke semua partai politik. Termasuk dengan Partai Gerindra. “Semua partai kami jajaki. Komunikasi kami cair dengan semua pimpinan partai politik. Kami sempat dekati PKPI dan Perindo untuk membentuk satu fraksi. Tetapi, kabarnya mereka sudah bergabung dengan Hanura,” kata legislator yang terpilih kembali menjadi anggota DPRD Klungkung periode 2019-2024 ini. Disinggung mengenai kecenderungan akan bergabung dengan fraksi mana, dia dan legislator terpilih Demokrat lainnya, Made Jana, mengaku belum menentukan pilihan. Pihaknya mengaku terus melakukan komunikasi, sampai bisa menemukan fraksi paling nyaman bagi kader-kader Partai Demokrat di Klungkung. “Jika koalisi itu sampai ke parlemen, tentu harus menguntungkan masyarakat. Sekarang, dengan fraksi mana yang menguntungkan, kami lihat dulu perkembangannya,” tegas putra dari pelukis ternama almarhum Nyoman Gunarsa ini. Isu yang beredar di antara elite pimpinan partai politik, PDI-P dan koalisinya sudah sepakat membagi seluruh AKD. Komisi I dipegang PDI-P, Komisi II juga dipegang PDI-P, Komisi III dijatah untuk Golkar, Badan Kehormatan Dewan untuk NasDem dan Hanura kebagian Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). (gik)
Atas pengaduan tersebut, Komisi ASN mendatangi kediaman Ketut Puspawati, Rabu (31/7) kemarin, salah satu warga yang keberatan dengan upaya penyertifikatan tersebut. Di belakang Puspawati, ada 81 orang yang mengajukan keberatan serupa ke Komisi ASN. Kepada Komisi ASN, Puspawati menceritakan persoalan ini mengemuka ketika pihaknya hendak mengurus izin home stay ke desa dinas setempat. Ternyata permohonannya tidak dilayani oleh desa dinas, karena dirinya tidak ikut mabanjar. Puspawati mengaku tidak tinggal diam. Dia melaporkan situasi itu kepada Ombudsman. Pihak Ombudsman sempat turun ke lokasi. Hasilnya, ternyata tanah yang hendak dipakai home stay seluas 300 meter persegi itu rupanya sudah disertifikatkan. Tidak hanya itu, tanah waris lainnya seluas 800 meter persegi yang ada di wilayah Desa Adat Sampalan, juga dikatakan sudah disertifikatkan. Puspawati mengaku kaget dan berupaya menggali permasalahan serupa terhadap kerabat lainnya. Setelah ditanyakan, rupanya warga lain juga mengaku tidak tahu ada upaya penyertifikatan tanah tersebut. “Melihat persoalan ini, akhirnya saya berkesimpulan bahwa upaya penyertifikatan tanah warga ini dilakukan tanpa sosialisasi,” kata Puspawati, Konsultan Pemerintah Daerah ini.
Pihaknya bersama warga sekitar sempat mempertanyakan upaya penyertifikatan itu ke BPN Klungkung. Di sana, warga mendapat informasi bahwa memang benar ada upaya penyertifikatan. Sehingga Puspawati bersama warga lainnya melayangkan surat keberatan kepada BPN Klungkung. Setelah dilakukan mediasi dengan bendesa adat, ternyata benar, proses penyertifikatan itu dikatakan sudah dilakukan sejak tahun 2017, tanpa sosialisasi dan tanpa proses pengukuran. Atas dasar itu, akhirnya pihaknya melapor ke Komisi ASN, karena diduga ada ketidaksesuaian prosedur. “Pensertifikatan itu diatur Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional tentang Penunjukan Desa sebagai Subjek Hak Kepemilikan Bersama (Komunal) atas Tanah, sesuai Permen 276 Tahun 2017. Tetapi, kenapa sudah ada sertifikat terbit 30 Desember 2017. Berarti desa adat sudah mampu memproses sertifikat dalam waktu satu bulan tujuh hari? Ini tidak mungkin,” sorot Puspawati. Puspawati meminta sertifikat itu dibatalkan. Kalaupun masih proses, agar segera dihentikan, karena dinilai cacat hukum. Hal serupa juga disampaikan warga lainnya, I Nengah Tarjana dan Nyoman Triguna. “Nanti kami akan melakukan proses sendiri dan atas nama warga yang menempati. Kami ingin menyertifikatkan sendiri, kalau pun nanti kena pajak, tidak menjadi masalah,”
Bali Post/gik
DISERTIFIKATKAN -- Komisi ASN saat datang ke salah satu rumah yang tanahnya disertifikatkan. tegas Tarjana. Atas aspirasi warga itu, Asisten Komisioner Bidang Pengaduan Komisi ASN Sumardi, sengaja turun langsung untuk mencari pemecahan masalah. Setelah memperoleh seluruh data warga yang mengajukan pengaduan, pihaknya langsung menyusun BAP (Berita Acara Pemeriksaan), untuk selanjutnya dapat diklarifikasi kepada BPN Klungkung. Dihubungi terpisah, Bendesa Adat Sampalan Ketut Sujana belum bisa memberikan penjelasan. Dihubungi beberapa kali melalui HP-nya, Rabu (31/7)
kemarin, dia memilih tidak memberi tanggapan. Sementara Petajuh (Wakil Bendesa) Desa Adat Sampalan Dewa Gede Anom juga enggan menjelaskan lebih jauh. Tetapi, dia menegaskan terkait dengan keberatan warga, BPN Klungkung akan turun ke Sampalan, Kamis (1/8) hari ini, guna mengklarifikasi surat keberatan yang disampaikan warga. Pertemuan akan dilangsungkan di Kantor Perbekel Sampalan Klod. “Silakan nanti bagi warga yang keberatan, disampaikan langsung dengan BPN,” katanya. (kmb31)
Curi Kabel Telepon, Tiga Tersangka Diserahkan ke Kejaksaan Semarapura (Bali Post) Sat Reskrim Polres Klungkung melakukan penyerahan tersangka kasus pencurian kabel Telkom ke Kejari Klungkung, Rabu (31/7) kemarin. Tidak hanya tersangka, polisi juga melimpahkan seluruh barang bukti dari dugaan perbuatan pencurian yang dilakukan para tersangka. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan menyampaikan pelimpahan tersangka dan barang bukti diterima langsung JPU (jaksa penuntut umum) Oka Mahendra. Para tersangka tersebut, antara lain I Ketut Agas-
tya Adi Putra asal Dusun Sibang, Desa Jagapati, Abiansemal, Badung, I Nengah Sumawan dan Gusti Nyoman Suarsana masingmasing asal Dusun Bale Agung, Desa Bumbungan, Banjarangkan. Sementara barang buktinya, di antaranya satu unit mobil Daihatsu GranMax nopol B 9667 NAK berikut STNK-nya, satu kunci kontak, kabel telkom berukuran 60 feer panjang sekitar 100 meter, tangga, gergaji besi, telah diserahkan ke Kejari Klungkung. Sebelumnya, ketiga pegawai kontrak PT Telkom Akses ini mencuri kabel milik perusahaan
tempatnya bekerja di Desa Pagending, Kelurahan Semarapura Kauh. Aksi mereka terkuak setelah Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Klungkung melakukan serangkaian penyelidikan. Kasus ini dilaporkan I Nyoman Muju (45) asal Dusun Selat Desa Banjarangkan, yang mengaku curiga dengan ulah para pelaku. “Saat kami melakukan penyelidikan, ketiganya kedapatan sedang menarik kabel milik PT Telkom di Jalan Hasanudin, Lingkungan Besang,” kata Mirza Gunawan. Modus yang dilakukan dengan berpura-pura sebagai pegawai
Telkom wilayah timur (Klungkung). Padahal ketiganya bertugas di Denpasar. Tapi aksi mereka ketahuan salah seorang petugas Telkom sehingga langsung dilaporkan ke Polres Klungkung. Pihak kepolisian yang mendapat laporan kemudian turun melakukan penangkapan ketika ketiganya sedang menarik kabel telepon milik Telkom di Jalan Hasanuddin, Lingkungan Besang. Tim Opsnal dipimpin Kanit I Ipda Ibnu Rudihartono curiga dengan aktivitas para pelaku itu. Kemudian tim menginterogasi para pelaku, yang terlihat
kesulitan menjawab pertanyaan pihak kepolisian. Ketiganya akhirnya mengaku, sebagai pegawai kontrak PT Telkom Denpasar. Tetapi, justru melakukan aktivitas di wilayah timur. Terungkapnya kecurigaan aparat, akhirnya membuka banyak kasus laporan kehilangan kabel yang diduga dilakukan oleh para pelaku. Ketiganya langsung diamankan pihak kepolisian ke Polres Klungkung. “Mereka rencananya juga mau menjual hasil curian tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tegas Kasat Reskrim. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr tng krim lele(pke spd mtr) H.081246682139 / 081916982311
Dcr karyawan u/ Restoran seluruh staff PO Box:3844 Dps
Dibutuhkan Tenaga Serabutan Hub.(0361) 4761494
B.BP.001.07.19.0000981
Cr Pembantu RT,Pribadi,tdr dlm Gj 1,9 Juta H:081237390167 Dps
B.BP.001.07.19.0000979
Dcr Sgr 1 Org Cleaning Service Cowok & 1 Org IT. HP:085238101605 B.BP.001.07.19.0000974
Dcr Terapist wanita pengalaman Canggu 08113804020 B.BP.004.07.19.0000904
Dicari Guru Mat/IPA, Calistung & Marketing Bimbel 087860332973 B.BP.166.07.19.0000983
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
B.BP.004.07.19.0000976
B.BP.001.07.19.0000971
Dicari PRT Wanita Hubungi:087760368207 B.BP.001.07.19.0000973
Lowker: Admin Wanita min.SMA Rajin, jujur bisa email,English punya kendaraan & SIM Hub. Modhy WA: 08113946678 B.BP.004.07.19.0000905
Dicari PRT untuk rumah pribadi Batuyang Hub Gusti: 08123806901 B.BP.001.07.19.0000980
!!Dcr 2Karyawati, 2Sopir Sim B1 Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran (Dekat SPBU) B.BP.004.07.19.0000978
Dicari wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps. Gaji 2juta SMA/WA 0816571027 B.BP.004.07.19.0000944
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Inova’15 Type V bensin KM77 Rb Hub.087860422139.Sanur B.BP.001.07.19.0000895
PROPERTY
KEHILANGAN
DIJUAL RUKO
Hlg BPKB No. L02367142-0 DK 7429 KT an I Wayan Wardana
Dijual Ruko Seririt Sgr DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:082236881191/081805374433
B.BP.004.07.19.0000103
PROPERTY DIJUAL TANAH
1,1A&1,6A SHM Permata Anyar Sempidi.085937089333/081337141817 B.BP.001.07.19.0000967
KOST Terima Kost Jl.Kenanga No.6Dps KM.Dalam,Shower,H.082340982898 B.BP.001.07.19.0000969
B.BP.004.07.19.0000977
PENGUMUMAN PT.Crea-Con,Berkedudukan di Kabupaten Badung,Propinsi Bali Dibubarkan,Segala Hak dan Kewajiban akan Diselesaikan Dalam Waktu 30(Tiga Puluh)Hari Sejak Pengumuman Direksi Ttd PT.Crea-Con B.BP.001.07.19.0000962
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
BANGLI
14
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
Hadiri Peringatan Hari Koperasi Ke-72
Bupati Minta Koperasi di Bangli Reorientasi BUPATI Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum., M.Kn. minta koperasi di Kabupaten Bangli bisa lebih reorientasi, yakni mengubah mindset dari orientasi pada jumlah (kuantitas) menjadi mutu (kualitas) sehingga kebijakan lebih diarahkan untuk memperkuat mutu koperasi. Hal ini disampaikan Bupati Made Gianyar saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-72 tahun 2019 di Kabupaten Bangli, Rabu (31/7) kemarin. Acara yang digelar di Museum Gunung Api Batur, Kintamani ini dihadiri Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi Provinsi Bali I Ketut Miniarta, anggota DPRD Kabupaten Bangli I Nengah Darsana, Plt. Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangli Ni Wayan Manik, Ketua Dekopinda Kabupaten Bangli I Wayan Suastika, dan perwakilan koperasi se-Kabupaten Bangli. Bupati Made Gianyar mengatakan, peringatan Hari Kop-
erasi tahun ini harus dijadikan spirit bagi semua. Menurutnya, kalau orang bisa maju dengan Tri Sakti Bung Karno, berdiri di atas kaki sendiri, biasanya badai apa pun yang datang tidak akan menjadi masalah, karena kemandirian merupakan faktor utama. Disampaikannya, Kementerian Koperasi dalam lima tahun ini telah melaksanakan reformasi total koperasi. Selain reorientasi koperasi, rehabilitasi koperasi juga telah dilakukan untuk penguatan sistem database koperasi. Koperasi yang sakit harus dibikin sehat. Kalau tidak bisa disehatkan, sudah disiapkan amputasi. Menurut Made Gianyar, meskipun saat ini koperasi di Bangli 80 persen masih bergerak di sektor simpan-pinjam, hal itu tidak menjadi masalah. Sebab, ia meyakini orang yang meminjam itu pasti bergerak di sektor produksi. Ia tetap minta koperasi di Bangli bisa lebih reorien-
tasi karena masih banyak unit usaha lain yang bisa dikembangkan. Reorientasi penting dikembangkan sehingga koperasi tidak hanya bergelut di jasa simpan pinjam. “Saya minta koperasi di Bangli bisa reorientasi dan merambah unit usaha lain untuk menopang potensi yang ada di masingmasing daerah,” ujarnya. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi Ni Wayan Manik dalam laporannya menyampaikan, di usia yang menginjak 72 tahun, perkembangan koperasi di Kabupaten Bangli makin meningkat mencapai 212 koperasi aktif. Koperasi yang sudah melaksanakan Rapat Akhir Tahun (RAT) 73,79 persen (152 koperasi). Adapun jumlah jumlah modal sendiri yang dimiliki koperasi di Bangli tercatat Rp 113.287.734.306, modal luar Rp 425.589.483.557, volume usaha Rp 621.865.848.360, dan Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp 15.079.148.650. Sementara
aset koperasi di Bangli mencapai angka Rp 559.185.990.974 dan jumlah anggota 63.982 orang. Secara kinerja kooperatif, penyaluran keuangan koperasi kepada anggota dan masyarakat UMKM di Kabupaten Bangli peningkatannya mencapai 1,04 persen atau Rp 6.126.303.068 dalam kurun waktu 2017/2018. Kinerja ini juga ditopang oleh penyaluran kredit program KUR (Kredit Usaha Rakyat) mencapai out standing Rp 239.728.800.000 tahun 2018 atau terjadi peningkatan 23,05 persen daripada tahun 2017 yang hanya Rp 65.737.300.000 yang disalurkan kepada 21.550 UKM di Kabupaten Bangli. Menurut Manik, berdasarkan prestasi ini, tahun 2018 lalu Kabupaten Bangli mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Peringkat Terbaik dalam penyaluran program KUR di luar Pulau Jawa. Sementara tahun 2019 per
HARI KOPERASI - Bupati Bangli I Made Gianyar saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-72 tahun 2019, Rabu (31/7) kemarin. bulan Juli, jumlah penyaluran program KUR outstanding Rp 158.189.198.763 kepada 5.908 UKM. Bangli juga merupakan Kabupaten Peringkat Terbaik Satu penyalur KUR Bank
BPD Bali, mengalahkan kabupaten/kota lainnya di Bali. Selain itu, salah satu koperasi di Kabupaten Bangli, yakni Koperasi Industri Kerajinan Rumah Tangga (Kopinkra) Kriya Bambu Sedana, Desa
Berharap Dapat Insentif dari Upaya Jaga Hutan
Bangli (Bali Post) –
Rencana tersebut disampaikan Bupati Made Gianyar dalam rapat kerja (raker) di DPRD Bangli, Selasa (30/7) lalu. Pihaknya selama ini sangat berharap upaya masyarakat Bangli dalam menjaga kelestarian hutan demi ketersediaan air serta udara bersih di Bali dihargai. Salah satunya dalam bentuk pemberian insentif dan disinsentif. “Setiap satu pohon yang ditanam di Bangli nanti ada insentif yang diberikan. Setiap tanah yang diubah jadi hotel di wilayah
Badung, ada berapa rupiah yang diberikan untuk Bangli,” terangnya. Dengan adanya pemberian insentif dan disinsentif tersebut, menurutnya Bangli tidak perlu lagi menunggu bantuan dana bagi hasil pajak hotel dan restoran (PHR) dari kabupaten lainnya. Karena setiap ada penanaman pohon di Bangli dan alih fungsi lahan di wilayah Badung, Kabupaten Bangli menerima pendapatan atas upaya menjaga alam. “Dengan menanam pohon akan
sama penghasilannya dengan bangun hotel di Badung. Sekarang kan problemnya setiap orang ingin alih fungsi lahan, karena lebih kaya bangun hotel daripada tanam padi. Tapi kalau sudah ada insentif, tidak akan begitu,” jelasnya. Untuk bisa mendapat insentif dan disinsentif, Bupati Made Gianyar berkeinginan mengajukan surat usulan perubahan UU Pajak ke Presiden dan DPR-RI. Dalam rapat tersebut, ia juga mengajak seluruh anggota DPRD Bangli
yang sebentar lagi mengakhiri masa jabatannya untuk ikut bersama-sama mengajukan dan mengawal usulan tersebut. “Jangan sampai air bersih dan udara bersih tidak ada yang menghargai. Jadi, coba kita ajukan surat usulan dari Kabupaten Bangli ditandatangani Bupati dan DPRD semua untuk perubahan Undangundang Pajak, sehingga ada insentif dan disinsentif,” ungkapnya. Dengan adanya itu, masyarakat Kabupaten Bangli bisa tetap nyaman dalam menjaga lahan pertanian dan hutan. Bupati dua periode tersebut berharap besar usulannya tersebut bisa diterima pemerintah pusat. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli telah memfasilitasi pembuatan alat peraga kampanye (APK) untuk seluruh partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 beberapa waktu lalu. Namun, rupanya tak semua parpol mengambil jatah APK yang sudah dicetak KPU. Komisioner KPU Bangli Roy Suparman ditemui usai memimpin rapat evaluasi fasilitasi kampanye Pemilu Serentak 2019, Rabu (31/7) kemarin, mengatakan APK yang difasilitasi untuk parpol saat pemilu berjenis baliho dan spanduk. Masing-masing parpol diberikan jatah 10 buah baliho dan 16 buah spanduk. Dari seluruh parpol peserta pemilu di Bangli, empat parpol yang hingga saat ini tak mengambil jatah APK yaitu PBB,
PPP, PKS, dan PAN. “Alasan mereka karena tidak setor laporan awal dana kampanye (LADK),” ujarnya. Sampai saat ini APK yang menjadi jatah empat parpol tersebut masih disimpan di kantor KPU Bangli. Di sisi lain, Roy mengungkapkan, dari beberapa parpol yang sudah mengambil APK, ada juga yang tak memasangnya saat masa kampanye. Salah satu alasan partai yang tak memasang karena tidak mempunyai dana. Agar dalam pemilu berikutnya tidak ada lagi APK yang mubazir, Roy akan mengatur kembali soal fasilitasi APK bagi parpol. “Ke depan kalau memang parpol tersebut di awal sudah tidak setor LADK, tidak akan kami cetak. Itu kan bisa mengefisiensi anggaran,” kilahnya.
Dalam rapat evaluasi yang dihadiri Bawaslu, Kepolisian, TNI, dan perwakilan parpol tersebut, juga muncul usulan agar parpol peserta pemilu diberikan kesempatan memasang bendera parpol selama masa kampanye untuk sosialisasi. Terkait hal itu, Roy menyatakan, pihaknya akan mempertimbangkannya apakah nantinya bendera parpol di-
jadikan bagian dari APK yang akan difasilitasi KPU. Zona pemasangan APK juga bakal disosialisasikan kembali sehingga meminimalisir pelanggaran. “Rapat evaluasi fasilitasi kampanye Pemilu 2019 ini jelas ada hubungannya dengan pemilu ke depan. Ini akan jadi tolok ukur dalam penyelenggaraan Pilkada 2020,” tambah Roy. (kmb40)
memakai helm mengalami luka robek pada dahi kiri, kelopak mata kanan, jari tangan dan betis, serta patah pada pergelangan kaki kanan dan luka lecet pada dada. Korban tewas di TKP. Sementara Komang Adi Dyatmika mengalami luka robek pada jari, bibir atas dan kepala belakang. Ia juga mengalami bengkak pada tulang kering kaki dan telapak kanan dan kini dirawat di RS BMC Bangli. “Pengemudi mobil
pick-up tidak mengalami luka,” kata Sulhadi. Hasil penanganan pihak Sat Lantas Polres Bangli, kecelakaan terjadi karena kurang hati-hati dan lalainnya pengendara motor Shogun. Pengendara mengambil haluan terlalu ke kanan dengan kondisi lampu depan mati. “Pengemudi motor juga tidak memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan sehingga terjadi tabrakan,” imbuhnya. (kmb40)
Bupati Bangli I Made Gianyar berharap Kabupaten Bangli bisa mendapat insentif dan disinsentif atas upaya yang selama ini dilakukan dalam menjaga kelestarian alam serta ketersediaan air dan udara bersih di Bali. Untuk itu, Bupati berencana mengusulkan perubahan Undang-undang Pajak ke pemerintah pusat.
Bali Post/kmb40
LANTIK - Pelantikan Penjabat Perbekel Landih dilaksanakan di gedung pertemuan Desa Landih.
Staf Kantor Camat Jadi Penjabat Perbekel Landih
Bangli (Bali Post) Seorang staf Kantor Camat Bangli I Nengah Muja dilantik Bupati Bangli sebagai Penjabat (Pj.) Perbekel Landih. Pelantikan dilakukan lantaran masa jabatan Perbekel Landih I Ketut Sudana telah berakhir. Pelantikan Pj. Perbekel Landih dilaksanakan di gedung pertemuan Desa Landih, Rabu (31/7) kemarin. Acara dihadiri Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli I Nyoman Puja, Camat Bangli, OPD terkait, Perbekel se-Kecamatan Bangli, tokoh, dan masyarakat setempat. Bupati Made Gianyar mengatakan, penunjukan I Nengah Muja sebagai penjabat Perbekel Desa Landih sudah didasari oleh berbagai pertim-
bangan dari berbagai pihak, termasuk melihat kemampuan personalnya yang sudah pernah menjadi Perbekel Desa Bunutin, Bangli. Muja ditugaskan sebagai Pj. Perbekel Desa Landih sampai masyarakat Desa Landih menentukan pilihannya dalam pemilihan perbekel serentak yang akan dilaksanakan Oktober 2019. Made Gianyar meyakini kemampuan personal yang dimiliki Muja akan mampu menjalankan roda pemerintahan desa dengan baik sesuai peraturan dan perundangundangan yang berlaku. Untuk itu, pihaknya berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, terutama para tokoh masyarakat dan pemuda serta lembaga masyarakat
atau adat untuk tetap berada dalam satu barisan, membulatkan tekad membangun Desa Landih menjadi maju, mandiri, dan sejahtera. Pada kesempatan itu, Bupati Bangli mengapresiasi kinerja Perbekel I Ketut Sudana dan seluruh jajaran di pemerintahan Desa Landih yang telah bersinergi dengan baik dan mampu melaksanakan kewajibannya dalam penyelenggaraan pemerintah desa. Sementara itu, Muja menyatakan siap menjalankan roda pemerintahan desa sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Ia akan melanjutkan seluruh program perbekel terdahulu yang telah disusun dalam APBDes 2019. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Seorang pengendara sepeda motor tewas mengenaskan di lokasi kejadian setelah motor yang dikendarainya terlibat tabrakan dengan mobil pick-up di jalan jurusan Desa SuterTembuku, tepatnya di wilayah Banjar Klatkat, Desa Abang Batudinding, Kintamani, Selasa (30/7) malam. Berdasarkan hasil penanganan polisi, kecelakaan yang merenggut korban jiwa itu terjadi karena pengendara motor mengambil haluan ke kanan dengan kondisi lampu depan mati.
Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Rabu (31/7) kemarin mengatakan, kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 20.30 Wita, namun baru dilaporkan Rabu (31/7) dini hari sekitar pukul 02.00. Pengendara motor yang terlibat kecelakaan adalah Kadek Mario Saputra (19), warga Banjar/Desa Suter. Ia mengendarai motor Shogun bernopol DK 6552 LA membonceng Komang Adi Diyatmika Putra (15). Sementara mobil pick-up bernopol DK 9016 BS dikemudikan I Nengah Dar-
madi (43), warga Banjar Klatkat, Desa Abang Batudinding, Kintamani. Terjadinya kecelakaan berawal saat mobil pick-up datang dari arah selatan menuju utara. Sesampainnya di tempat kejadian, dari arah berlawanan tiba-tiba datang motor yang dikendarai Kadek Mario. Motor Shogun mengambil haluan ke kanan dengan kondisi lampu depan mati. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Kadek Mario yang tidak
Tak Semua Parpol Ambil Jatah APK
Tabrak ”Pick-up”, Pengendara Motor Tewas
Bali Post/kmb40
TABRAKAN - Kondisi motor dan pick-up setelah bertabrakan di wilayah Banjar Klatkat, Desa Abang Batudinding, Kintamani.
Sulahan, Susut, memenangkan penghargaan Koperasi Award Nasional dengan Peringkat Terbaik, sebagai koperasi produsen sentra industri kerajinan rumah tangga kelompok kerajinan bambu. (ad988)
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
OLAHRAGA
Pesanku Kontra Mumbul FC Awali Liga Giriasa
Nyoman Graha Wicaksana Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Pesanku Kuta selaku tim juara Divisi Utama kompetisi internal Askab PSSI Badung bakal meladeni Mumbul FC sebagai tim juara Divisi Satu yang promosi ke Divisi Utama pada Laga Pembuka Kompetisi Askab PSSI Badung Liga Giriasa 2019, di Lapangan Mengwi, 20 Agustus mendatang. Ketua Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana di Puspem Badung, Rabu (31/7) kemarin menjelaskanm Liga
Bali Post/ist
Giriasa ini melibatkan 38 tim, yang dibagi dalam level Divisi Utama (10 tim), Divisi Satu (10 tim), serta Divisi Dua (18 tim). ‘’Kami sangat bangga animo peserta sangat tinggi terhadap Liga Giriasa ini,’’ tutur pria yang akrab disapa Koming ini. Ia menghormati Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersama Wakilnya Ketut Suiasa yang sangat peduli terhadap perkembangan sepak bola di Kabupaten Badung. ‘’Cabor sepak bola ini merupakan mata pelajaran wajib bagi
sekolah di Badung,’’ ucapnya. Selain itu, Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa juga berkomitmen membangun stadion sepak bola bertaraf internasional, rencananya Lapangan Mengwi akan dipermak menjadi stadion berkelas internasional bahkan satu stadion internasional lagi akan dibangun di Kuta Selatan. ‘’Bupati Giri Prasta bertekad membangun lapangan sepak bola berstandar nasional, di tiap kecamatan,’’ tutur Koming. Ia mengakui geliat pembinaan sepak bola tumbuh subur di wilayah Badung. Hal ini terbukti hampir di tiap desa adat, desa dinas, dan kelurahan memiliki klub sepak bola. Menurutnya, Liga Giriasa berhadiah total Rp 75 juta dan digelar pada 7 lapangan, mulai Lapangan Mengwi, Kapal, Sibang, Munggu, Buduk, Samudera Kuta, dan Yoga Perkanthi Jimbaran. Tiap kontestan, pemain yang turun ke lapangan hijau kelahiran 1997, ditambah pemain senior. Tujuan kompetisi yang diperkirakan memakan waktu 3 bulan ini, untuk merekrut skuad Tim PS Badung Liga Tiga U-23. Untuk materi pemain PS Badung Liga Tiga tahun ini, pihaknya merekrut pemain Porprov Badung ditambah beberapa pemain lainnya. ‘’Kami ingin hemat dan efisiensi anggaran. Karena itu, pelatih Porprov dan PS Badung Liga Tiga ditangani Nyoman Sujata,’’ terang Koming. (022)
Piala AFF U-15
AFF Lakukan Investigasi Pencetak Gol ke Gawang Indonesia Chonburi – ASEAN Football Federation (AFF) telah menerima protes dari Indonesia terkait pemain Timor Leste Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas yang dituding melakukan pencurian umur. Isu pencurian umur yang mengarah ke Gali Freitas muncul sehari sebelum berhadapan dengan Indonesia di Piala AFF U-15. Meski dalam situasi yang tak kondusif, Timor Leste tetap memainkan kaptennya itu
pada Rabu (31/7) kemarin. Indonesia dan Timor Leste bermain imbang 1-1. Gol Mochamad Faizal Shaifulla dibalas oleh Gali Freitas. ‘’Protes itu diterima setelah kepatuhan dalam mengikuti prosedur persyaratan yang ditetapkan dalam regulasi turnamen AFF U-15 2019. AFF sedang menyelidiki segalah hal yang diperlukan dan telah meminta para pihak berkolaborasi untuk mendapatkan fakta,’’ tulis AFF, dalam laman
resmi mereka. ‘’Setelah investigasi selesai dan keputusan tercapai, AFF akan mengeluarkan pernyataan media,’’ tambahnya. Gali Freitas tercatat pernah memperkuat Timnas senior Timor Leste di Piala AFF 2018. Dalam situs resmi AFF Suzuki Cup, Gali Freitas berusia 22 tahun. Di sisi lain, para pemain yang tampil di Piala AFF U-15 2019 harus maksimal lahir di tahun 2004. (ant)
Rp 8,3 Miliar Tim ini kemudian membuat tugas. Kata terdakwa dalam persidangan, Jayantara bertugas menyampaikan atau mempresentasikan rencana terkait pengembangan Pelabuhan Benoa dan aktif menggalang dan meminta dukungan dari 11 desa adat. Candra Wijaya di bagian administrasi, Sandoz yang mengomunikasikan dengan pemerintah. ‘’Waktu itu saya tidak dapat tugas karena belum dikasih tahu posisi saya,’’ tandas Alit. Namun saat didesak soal tugasnya, akhirnya Gung Alit mengatakan, ‘’Tugas saya menerima dana dari perusahaan.’’ Jaksa juga dalam kesempatan itu menyinggung soal draf perjanjian yang dibuat. Awalnya di sana tercantum nama Sandoz. Namun, Sandoz
tidak mau tanda tangan dan tidak mau namanya tercantum dalam perjanjian dengan investor, sehingga posisinya digantikan oleh terdakwa Gung Alit. ‘’Sayalah ditunjuk menggantikan dan meneruskan tugas Sandoz,’’ ucap Gung Alit. Pada sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa itu, juga disinggung soal biaya. Gung Alit menjelaskan biaya Rp 30 miliar itu adalah kesepakatan. Dan yang sudah keluar Rp 16 miliar, sebagai biaya saling pengertian. Sandoz Rp 8,3 miliar, Candra Wijaya Rp 4,6 miliar dan Jayantara Rp 1,1 miliar. ‘’Sisanya saya pakai untuk operasional,’’ tegas Gung Alit. Saat ditanya soal perizinin yang keluar, di depan persidangan Gung Alit menjelaskan sudah, termasuk izin rekomendasi. Kuasa hukum terdakwa, Ali Sadikin dkk., juga menanyakan soal dana Rp 16 miliar
itu. ‘’Ini atas persetujuan Sutrisno. Kalau tidak dicairkan tidak bisa melakukan pertemuan dengan Gubernur Made Mangku Pastika,’’ jelas Gung Alit. Dijelaskan pula bahwa izin yang hendak digarap bersama itu adalah perizinan untuk PT BSM. Lantas, apa yang telah dikerjakan? Terdakwa mengatakan sejatinya sudah keluar izin prinsip dan rekomendasi. Bahkan juga disebut angka Rp 10 miliar akan cair berbarengan dengan rekomendasi yang diterbitkan gubernur. ‘’Tugas saya sebenarnya selesai, karena izin rekomendasi keluar. Hanya PT-nya diganti,’’ tandas Gung Alit di muka persidangan. Bahkan, dia juga mengatakan bahwa Rp 14 miliar lagi akan cair setelah izin prinsip dari gubernur keluar. Namun Rp 14 miliar ini belum cair. (kmb37)
Belum Memungkinkan ‘’Ini perdebatan seperti waktu caleg kemarin, jadi kuncinya tegakkan aturan yang ada di undang-undang, Peraturan KPU tidak boleh bertentangan dengan UU,’’ katanya pula.
Hal serupa disampaikan Ketua Komisi II DPR-RI Zainuddin Amali yang menilai aturan yang ada belum memungkinkan melarang mantan narapidana kasus korupsi maju dalam kontestasi pilkada. ‘’Ini kan untuk Pilkada 2020 sementara UU kita masih menggunakan UU
Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, di sana tidak ada pelarangan,’’ kata Amali. Amali menilai, kalau tidak ada peraturannya, lalu KPU membuat aturan melarang mantan koruptor maju di pilkada, nanti dikhawatirkan Mahkamah Agung (MA) akan membatalkannya. (ant)
Kamis, 1 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiwa Tiwa Matatah dan Mamukur (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Krishna Garuda (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Buah Bekul Andalan Masyarakat
09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:05 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita DW TV 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV
16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Lipsus Profil Satpol PP Kota Denpasar 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Krishna Karna 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Sustanaible Touristm di Bali 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
15
Bali United Siap Hadapi PSM Gianyar (Bali Post) – Bali United (BU) akan menghad api lawan kuat yakni PSM Makassar malam nanti di Stadion Kapten I Wayan Dipta,
Setelah itu ada tiga kali sesi latihan termasuk latihan hari ini. Semoga di pertandingan nanti kami bisa bermain bagus melawan PSM yang merupakan salah satu tim terbaik di Indonesia,’’ ujar Coach Teco, Rabu (31/7) kemarin. Disinggung mengenai kemungkinan tim PSM yang akan memainkan banyak pemain pelapis untuk menyimpan kekuatan jelang laga final Piala Indonesia, Coach Teco menegaskan bila siapa pun pemain PSM yang bermain, tim Serdadu Tridatu siap kerja keras demi poin penuh. ‘’Mengenai siapa pemain yang diturunkan PSM besok, itu terserah pelatih mereka. Materi pemain mereka
Gianyar. Laga ini pastinya akan berlangsung menarik mengingat kualitas pemain yang dimiliki oleh kedua tim saat ini. Pelatih kepala Bali United mengatakan bila tim asuhannya sudah cukup siap menghadapi kekuatan tamunya itu. Ia menyebut bila tim Serdadu Tridatu memiliki tiga kali sesi latihan pascakembali dari Bandung. ‘’Setelah dua pertandingan terakhir di mana kami bisa menang atas PSS dan Persib, kami memberikan waktu istirahat sehari kepada para pemain.
juga cukup merata. Tapi kami tegaskan bila kami fokus pada tim Bali United dan siap kerja keras di pertandingan besok,’’ kata Coach Teco. Lebih lanjut, Coach Teco juga berharap dukungan penuh publik Stadion Kapten I Wayan Dipta di laga besok. Ia menyebut bila dukungan besar dari suporter akan sangat membantu timnya dalam hal motivasi pemain. ‘’Yang tidak kalah penting lagi adalah kami berharap suporter bisa datang ke stadion untuk memberikan dukungan kepada kami. Dukungan mereka pastinya sangat penting untuk memberikan energi positif bagi kami,’’ tutup Coach Teco. Secara rekor pertemuan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, tim Serdadu Tridatu memang bisa dibilang cukup positif. Dalam dua pertemuan terakhir di Dipta, Bali United sukses meraih dua kemenangan dengan berhasil mencetak lima gol tanpa sekalipun kebobolan. Menarik dinantikan konsistensi tim Serdadu Tridatu di laga Kamis malam nanti. (kmb33)
REBUT - Pemain Bali United Yabes Roni Malaifani (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSS Sleman Haris Tuharea dalam pertandingan Sepak Bola Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (22/7) lalu. Bali United menang atas PSS Sleman dengan skor 3-1.
Siswa SSB Bali Ikuti Turnamen di China Denpasar (Bali Post) Tercatat empat siswa SSB di Bali masuk skuad Timnas pelajar U-12 Menpora mengusung bendera Sepak Bola Anak Indonesia (SBAI) yang ikut turnamen di China pada 2-8 Agustus mendatang. Keempat siswa SSB Bali adalah Jabar dan Vasa (SSB MIFA), Riksa (SSB Guntur) dan Awan (SSB Mandala United). Pengurus SBAI Bali H. Samsudin di Denpasar, Rabu (31/7) kemarin, menerangkan keempat siswa SSB Bali ini telah bergabung bersama pemain dari Kalimantan, Maluku, DKI, Lampung dan Jatim. ‘’Mereka berjumlah 13 pemain dan menjalani pemusatan latihan di Puspitek Serpong, sejak pekan lalu,’’ ujar Samsudin. Dijelaskannya, kontestan turnamen di Tiongkok dibagi grup A yang dihuni Cina, Filipina, Malaysia, Singapura dan Laos. Sedangkan di grup B melibatkan Vietnam, Thailand, Myanmar, Indonesia dan Kamboja. Menurutnya, durasi turnamen U-12 ini
Bali Post/ist
CINA - Empat siswa SSB Bali membela Timnas Pelajar Menpora U-12 guna ikut turnamen di China. Mereka adalah Jabar (kiri), Riksa, Vasa dan Awan (kanan). 1x20 menit di babak penyisihan, sedangkan babak semifinal dan final waktunya 2x15 menit. ‘’Jumlah pemain yang bertanding di lapangan hijau, tujuh pemain lawan tujuh
pemain,’’ ungkapnya. Ia berharap Timnas U-12 ini mampu mengukir prestasi terbaiknya pada turnamen di Negeri Tirai Bambu ini. ‘’Tahun lalu pemain SSB Bali
juga ada yang memperkuat Timnas SBAI. Kami berharap pemain SSB Bali mempunyai tradisi memperkuat Timnas U-12 Menpora,’’ harapnya. (022)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Kamis Pon, 1 Agustus 2019
Para Nominator SAB dan GAB 2019 SAB Tingkat SD I Dewa Ayu Putu Sasshika Arthakirana SD Saraswati 1 Dps. I Kadek Angling Kenaka Baswara W. SD Saraswati 3 Dps. I Putu Galih Adi Manggala SD Saraswati 5 Dps. Putu Sri Pratiwi SDN 4 Kampung Baru, Buleleng Gusti Ayu Andhini Iswari SDN 8 Dauh Puri Dps. Gusti Ayu Dia Prabaswari SD Saraswati 5 Dps. GAB Tingkat SD I Made Sukarda, S.Sn. Ni Made Wulan Trisandi, S.S. Kadek Sudiarta, S.Ag. Putu Ayu Sri Kumala Dewi, S.Sos. I Made Sudarmana, S.Pd. Drs. I Dewa Ketut Putra
SD Saraswati 3 Dps. SD Saraswati 3 Dps. SDN 1 Kaliuntu, Buleleng SD Saraswati 3 Dps. SD Negeri 3 Payangan, Gianyar SD Saraswati 5 Dps.
SAB Tingkat SMP Sang Ayu Rania Callista Astarina Dewa Ayu Dyana Santi Sahadewi Pande Komang Purnama Cahyani Putu Cening Chaya Kalpika S.W. I Gusti Agung Adinda Maheswari Ni Luh Komang Sekar Kumala D.
SMPN 3 Denpasar SMPN 2 Semarapura, Klungkung SMP PGRI 2 Dps. SMPN 1 Denpasar SMP PGRI 3 Dps. SMP PGRI 5 Dps.
Denpasar Dominasi Nominator Pemilihan Siswa dan Guru Ajeg Bali
GAB Tingkat SMP Ni Nyoman Maryani, S.Ag., M.Pd.H. SMP Dwijendra Dps. Ayu Sri Wahyuni, S.Pd. SMP PGRI 2 Dps. Pande Nyoman Budiarta, S.Pd., M.Pd. SMPN 2 Semarapura, Klungkung Ni Wayan Sariani, S.Pd., M.Hum. SMPN 1 Kuta Selatan I Gusti Ayu Eka Damayanhi, S.Pd., M.Pd. SMPN 1 Dps. Ni Gusti Ayu Putri, S.Pd. SMP PGRI 5 Dps. SAB SMA-SMK Komang Ayu Anom Swandewi I Gede Luvy Hermawan Vadan I Gede Bagus Windu Yoga Ananda Ni Komang Septi Andani I Kadek Candra Parmana Wiguna Agung Mirah Prayoga
SMAN 3 Denpasar SMAN 4 Singaraja SMAN 4 Denpasar SMAN 1 Negara SMAN 1 Kuta SMAN 3 Denpasar
GAB SMA-SMK I Gede Arum Gunawan, S.Ag.
SMAN 1 Tabanan
I Wayan Phala Suwara, S.Pd.H., M.Pd.H. SMAN 3 Dps.
I Komang Warsa, S.Pd., M.Si., M.Pd. SMAN 1 Rendang Drs. I Putu Sumandi Yasa, M.Si. SMAN 4 Singaraja Desak Ny. Agung Wulan R, S.Pd.B., M.Pd. SMAN 3 Dps. A.A. Istri Agung Paramesthi, S.Pd., M.Hum. SMA Dwijendra Dps.
UJI - Tampak peserta saat tes kompetensi ajeg Bali serta Paguyuban Guru Ajeg Bali.
Bali Post/
SETELAH menjalani tiga tahap yakni dokumentasi prestasi, tes wawancara dan kompetensi ajeg Bali, akhirnya siswa dan guru dari Denpasar mendominasi 36 nominator pada pemilihan Siswa Ajeg Bali (SAB) dan Guru Ajeg Bali (GAB) 2019. Bahkan, tahun ini siswa dan guru dari sekolah swasta mampu menyaingi duta sekolah negeri. Ketua Paguyuban Guru Ajeg Bali A.A. Dalem Mahendra, Rabu (31/7) kemarin mengungkapkan, 36 nominator ini wajib mengikuti program pasraman di Pasraman Dalem Ketut di Lumajang, Desa Samsam, Tabanan selama empat hari mulai 8-11 Agustus mendatang. Mereka akan bersaing untuk memperebutkan predikat juara I - Harapan III setiap kategori tiap tingkat. Program pasraman ini dimaksudkan sebagai bentuk tapabrata mereka guna memperkuat mental, spiritual dan komitmen mengajegkan Bali melalui swadharma-nya masing-masing. Mereka ini nanti akan menjadi duta ajeg Bali. Dia bersyukur pada pemilihan kali ini diikuti oleh peserta dengan tingkat mampuan yang merata. Selain cerdas secara intelektual juga pintar dalam bahasa Bali dan bahasa asing dan kuat pemahaman dan praktik budaya Balinya. Nilai diperoleh dari skor prestasi, tes wawancara dan kompetensi ajeg Bali. Peserta yang dipilih, selain diumumkan lewat koran ini juga dihubungi secara personal. Untuk bekal ke pasraman, peserta diharapkan membawa pakain adat secukupnya, alat tulis, lima buah lilin dan pisau kecil. Selama di pasraman peserta akan diberikan materi meditasi, tapabrata, yoga dan meditasi kesehatan. (025)
Kunang Jewelery
’’Recycle’’ Metal dan Tutup Botol Jadi Perhiasan
Bali Post/san
OLAHAN - Produk olahan warga Desa Tista, Kerambitan, Tabanan yang dijual melalui BUMDes Sari Amerta.
BUMDes Sari Amerta Desa Tista
Maksimalkan Potensi Budi Daya Ikan Air Tawar
DESA diharapkan menggali potensi yang dimiliki agar bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Desa Tista terletak di Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Secara umum potensi yang dimiliki Desa Tista hampir sama dengan desa-desa sekitarnya yaitu pertanian. Karenanya untuk memiliki nilai pembeda, Desa Tista kemudian menggali potensi lain. Ternyata di desa ini banyak menerima bantuan dari pemerintah untuk budi daya ikan tawar khususnya lele. Agar budi daya ini semakin maksimal dalam memberikan pemasukan kepada masyarakat, mereka didorong mengolah menjadi produk jadi baik dalam bentuk abon lele sampai kerupuk ikan lele. Ketua BUMDes Sari Amerta, Putu Dewi Sri Megawati, mengatakan pada awalnya beberapa budi daya ikan air tawar di Desa Tista tidak berjalan baik karena kurang pengalaman dalam hal budi daya. Dari sini Desa dan BUMDes Sari Amerta mulai mendorong dan menghidupkan kembali budi daya ikan air tawar ini. Lewat pelatihan-pelatihan, saat ini di Desa Tista sudah memiliki delapan poklahsar dan 10 kolam budi daya dan juga mendapatkan bantuan peralatan pengolahan yang berasal dari dana BKK Kabupaten Tabanan. Bahkan rencananya tahun ini, Desa Tista akan mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa tambahan kolam ikan air tawar. Dalam budi daya ikan air tawar ini, umumnya dipelihara jenis ikan lele. Dipilihnya ikan ini, karena harganya stabil dan pastinya memberikan keuntungan jika dibudidayakan dengan baik. Harga satu kilogram lele biasanya Rp 14.000. Agar tidak tergantung dari
hasil penjualan ikan saja, desa kemudian mendorong untuk membuat produk olahan dari ikan lele dalam bentuk abon dan kerupuk. Yang menjadi bahan bakunya adalah ikan lele yang telanjur besar atau tidak laku, sehingga masyarakat tidak mengalami kerugian yang besar. Dalam hal penjualan, desa telah menyediakan pasar yaitu BUMDes Sari Amerta. Lewat BUMDes, produk olahan ini dipromosikan melalui pameran ataupun festival budaya maupun lewat penjualan online. Menurut Dewi, saat membuat abon ikan lele, pihak BUMDes yang menyediakan bahan bakunya. ‘’Kita siapkan bahan baku dari ikan sampai bahan pelengkap lainnya. Barulah ibu-ibu di poklahsar yang mengolah menjadi abon. Setelah jadi, akan dikemas di BUMDes,’’ ujar Dewi. Namun, ia mengakui karena masih produk baru, abon ikan lele ini masih belum bisa diproduksi massal. Jadi dibuat jika ada pesanan saja. Rencananya, untuk memperluas pasaran, abon ikan lele yang dijual seharga Rp 15.000 per 50 gram ini akan dipasarkan lewat online. Sementara untuk produk kerupuk ikan lele pemasarannya lebih luas. Masyarakat bahkan sudah memiliki pasar sendiri-sendiri untuk produk ini. ‘’Kalau kerupuk lebih gampang menjualnya. Bahkan selain ke BUMDes, masyarakat sudah menjual di beberapa tempat,’’ ujar Dewi. Dengan berkembangnya budi daya ikan air tawar dan produk olahannya di Desa Tista, menurut Dewi, berpengaruh cukup signifikan terhadap perekonomian warga. ‘’Banyak yang merasakan keuntungan. Sehingga ke depan kami akan terus mendorong budi daya ikan air tawar dan pengolahan di Desa Tista,’’ ujar Dewi. (san)
Denpasar (Bali Post) D i a n S u r i ( 3 5 ) , w a n ita asal Jakarta, ini telah lama berdiam di Bali. Tidak hanya bekerja pada perusahaan–perusahan jewelery, ia juga mengabdikan diri menjadi volunteer aksi–aksi sosial. Belum lama ini ia memutuskan untuk mundur dari tempat bekerjanya dan fokus dengan recycle jewellery atau perhiasan daur ulang dari metal dan tutup botol bekas. Yang ia fokus jual adalah recycle dan edukasi. Gerakannya ini dimulai sejak 2018. Sebelumnya bekerja di beberapa perusahaan jewelery membuatnya belajar tentang industri, market, dan proses pembuatan jewelery. Saat ini banyak berkembang produk recycle. Ia pun mulai memikirkan untuk mengambil sesuatu yang berbeda namun bisa direcycle. Terbersit ide untuk mendaur ulang metal dan plastik menjadi perhiasan seperti kalung, cincin dan anting. Menurutnya, dengan mengolah metal, ia dapat berkontribusi juga dalam menekan kegiatan penambangan. Bahan–bahan bekas yang ia dapat dari TPS mulanya dilakukan treatment untuk membersihkan barang–ba-
rang bekas itu sebelum diolah menjadi perhiasan. ‘’Karena ini metal bekas yang didapat, tentu sudah mengalami proses oksidasi. Itu kita bersihkan dengan cara–cara tertentu. Setelah dibersihkan kita potong, lalu kita bawa ke tempat pemotongan besi seperti tukang las, tapi juga ada yang bisa dipotong sendiri,’’ tutur wanita lulusan Desain Produk Seni Rupa ITB ini. Proses selanjutnya adalah metal bekas itu dilebur. Tidak semua orang menerima proses peleburan karena bahan yang ia berikan merupakan barang bekas. ‘’Banyak industri (tempat casting) yang tidak mau melebur, tapi kita cari yang mau dan mereka pun tahu project kita,’’ ungkapnya. Dalam proses pembuatan perhiasan itu, ia tidak ingin membudaki perajin. Misalnya meminta perajin dalam waktu tertentu harus menyelesaikan sekian produk dan dengan harga sekian. ‘’SOP-nya, kita tanya dulu bisa enggak bikin ini, jangka waktunya segini dan kita enggak pernah nawar,’’ pungkasnya. Ia juga tidak mendesak perajin untuk mengerjakan pesanannya dengan cepat karena akan berpengaruh pada hasilnya. Salah satu proses pem-
buatan perhiasannya adalah dengan cara di-press. Di saat semua orang melakukan press dengan efek yang sama, ia memikirkan untuk menghasilkan produk yang tidak sama. ‘’Aksesoris ada standar yang harus dipenuhi seperti finishingnya harus mengkilap, halus, detail-detail itu yang agak kita tekankan,’’ tandasnya. Ia memberdayakan lima perajin dalam proses pembuatan perhiasan. Ia memiliki perajin di Ubud, Denpasar, Seminyak, dan di tempat lainnya. ‘’Produksi kita belum terlalu banyak, tapi kita masih menggunakan proses casting juga,’’ jelasnya. Warna perhiasannya hanya terdiri dari tiga yaitu gold, white gold, dan black rodium. Desain juga cenderung tidak banyak karena ia meminimalisir beragam desain. ‘’Karena kita punya program edukasi, selain recycling kita juga fokus dengan edukasi,’’ tandasnya. Selain itu, ia juga ingin perhiasannya lebih simpel digunakan para wanita yang sibuk. (kmb42) PERHIASAN - Dian Suri menunjukkan perhiasan hasil recycle metal bekas dan tutup botol plastik.
AirAsia Alihkan Fokus ke Rute Domestik
Denpasar (Bali Post) – AirAsia memang lebih dikenal sebagai maskapai yang melayani berbagai rute internasional. Namun kini maskapi Low Cost Carrier (LCC) ini akan memprioritaskan pengembangan rute domestik. Demikian diungkapkan Baskoro Adiwijono, Head of Communications AirAsia, dalam kunjunganya ke kantor Bali Post, Rabu (31/7) kemarin. ‘’Kami memiliki basis di lima kota di Indonesia dan salah satunya di Bali. Mulai 1 Agustus kami akan meluncurkan lima rute domestik baru seperti lombok ke Bali, Bali ke Labuan Bajo dan lainnya,’’ imbuhnya. Baskoro juga menjelaskan bahwa AirAsia ingin menjawab permintaan dari konsumen yang menginginkan adanya pilihan penerbangan domestik di Indonesia. ‘’Sesuai dengan komitmen kami yaitu everyone can fly jadi kami mengharapkan semua
orang yang ingin bepergian ke seluruh jaringan AirAsia dapat terlayani. Kami tetap akan menyediakan penerbangan yang hemat namun tetap berkualitas,’’ kata Baskoro. Dalam kesempatan itu, Baskoro juga sempat membagikan rahasia kenapa AirAsia mampu memberikan harga tiket hemat. Salah satunya adalah keseragaman pesawat. ‘’Kami hanya mengoprasikan satu jenis pesawat yakni Airbus A230. Dengan mengoprasikan satu tipe pesawat, kami mampu melakukan efisiensi perawatan pesawat. Selain itu jenis training untuk awak kabin, awak kokpit dan teknisi hanya ada satu jadi akan sangat efisien,’’ terangnya lagi. Sebagai penutup dalam kunjungannya kemarin, Baskoro yang didampingi Audrey Progastama selaku Group of Head Communications menyatakan harapannya agar AirAsia bisa menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Kelompok Media Bali Post. (gie)