Skip to main content

Edisi Minggu 1 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 192 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Minggu Umanis, 1 Maret 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Makna Kuningan

‘’Berburu’’ Pesona Rejang

Remaja Peduli Sampah

Hari raya Kuningan ternyata bermakna untuk nguningang raga. Baca ulasan lengkapnya.

Selama hari raya Galungan dan Kuningan, Karangasem banyak memiliki event pementasan tari Rejang.

Remaja Bali ternyata banyak tergabung dalam komunitas peduli sampah. Ikuti kiprahnya.

Fotografi | HAL. 8

Orti Bali | HAL. 7

Remaja | HAL. 10

Tolak Bala dengan ’’Makotek’’

Mangupura (Bali Post) Pertigaan maupun perempatan jalan diyakini merupakan tempat berkumpulnya roh-roh jahat atau bhuta kala. Oleh karena itu, ritual tradisi Ngerebeg atau yang sering disebut dengan Makotek dipusatkan di tempat-tempat tersebut di Desa Munggu bertepatan Hari Suci Kuningan, Sabtu (29/2) kemarin. Setiap melewati tempattempat itu krama desa menyatukan ujung tongkat sep-

Jokowi Batal Bertemu Presiden Trump AS Takut Corona, ASEAN Summit Diundur

Jakarta (Bali Post) Presiden Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat dalam waktu dekat, untuk menghadiri acara ASEAN Summit. Ia bahkan sudah menyewa pesawat milik Garuda Indonesia yakni Boeing 777 untuk menuju ke AS. Pesawat ini sempat viral karena Jokowi dituding membeli peswat baru kepresidenan. Rencana Jokowi bertemu Presiden AS Donald Trump di sela-sela ASEAN Summit itu tampaknya belum kesampaian. Presiden AS men-

gumumkan bahwa ASEAN Summit yang sedianya diadakan di Las Vegas pada pertengahan Maret 2020 itu harus diundur.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (29/2) kemarin, alasan penundaan itu karena Presiden AS khawatir dengan penyebaran virus Corona,

Perlunya Pendidikan Seks

AKBP Roby Septiadi KEJAHATAN seksual ibarat gunung es karena diperkirakan korbannya banyak yang tidak melapor. Pasalnya, kasus ini dianggap sebagai aib, padahal justru mengakibatkan akan jatuhnya banyak korban karena pelakunya masih berkeliaran. Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengakui perempuan dan anak, kaum difabilitas, sangat besar kemungkinan jadi korban kejahatan. Oleh karena itu, kepedulian lingkungan harus ditingkatkan lagi. Pasalnya dari beberapa kejadian

Covid-19, yang saat ini sudah memakan korban ribuan orang. ‘’AS sudah berkonsultasi dengan para petinggi negara-negara di Asia Tenggara. Dengan berat hati, kami memutuskan untuk menunda pertemuan,’’ ujar salah satu pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya. Hal. 11 Pameran Dibatalkan

MAKOTEK - Krama Desa Adat Munggu, Mengwi, Badung menggelar tradisi Ngerebeg atau Makotek bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Sabtu (29/2) kemarin.

Gubernur BI dan Koster Nyatakan Bali Aman Dikunjungi Gianyar (Bali Post) Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama Gubernur Bali Wayan Koster, anggota Komisi XI DPR-RI Rai Wirajaya, Kepala BI KPw Bali, Ketua PHRI Badung Rai Suryawijaya, dan grup turis dari Moskow, Rusia berada di Bebek Tepi Sawah, Ubud, Sabtu (29/2) kemarin. Saat itu Gubernur BI dan Gubernur Bali mempromosikan pariwisata Bali bahwa Bali aman dikunjungi. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, Bank Indonesia mengadakan event kampanye QRIS nasional di Bali. Hal. 11 Demi Pariwisata Bali

BPM/ist

BERSAMA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan anggota Komisi XI DPR-RI Rai Wirajaya serta wisatawan asal Rusia saat berada di Bebek Tepi Sawah, Ubud, Sabtu (29/2) kemarin.

Anak dan Pubertas Dini ANAK-ANAK kelas V dan VI Sekolah Dasar di Bali banyak menjadi korban pencabulan dan sodomi oknum guru dan kepala sekolahnya. Lihat saja kasus di Badung belum lama ini yang membuat dunia pendidikan Bali tercoreng oleh ulah oknum pendidik yang mesti ditiru dan digugu. Namun di sisi lain kondisi di era global ini juga membuat anak-anak lebih awal mengalami pubertas yang disebut pubertas dini.

yang ditanganinya dilakukan orang-orang yaitu guru yang selama ini dianggap turut menjaga. Tetapi ternyata amanah atau kepercayaan orangtua yang diberikan tersebut justru dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan seksual. ‘’Saran saya terhadap kelompok rentan ini, lingkungan harus peduli bahwa kejahatan tersebut. Sekarang kejahatan dialami kelompok rentan tersebut, terutama kejahatan seksual dilakukan oleh pelaku yang dikenal korban,’’ tegasnya. Orangtua juga peduli dan peka t e r h a d a p perilaku a n a k berubah, baik itu sikap dan kejiwaannya. Jangan lalai, apalagi menganggap itu kebiasaan anak-anak lagi galau. Hal. 11 Kejahatan Seksual

erti membentuk piramida. Dari penyatuan tongkat terdengarlah suara ‘’tek tek tek’’, ditambah sorak sorai krama desa, maka itu diyakini dapat mengusir roh-roh jahat di wilayah tersebut. Bendesa Desa Adat Munggu, Mengwi, I Made Rai Sujana, menjelaskan makotek memiliki makna sebagai tolak bala untuk mengusir roh-roh jahat yang hendak mengganggu masyarakat, khususnya di Desa Adat Munggu, Badung. Jro Bendesa menceritakan bahwa awalnya ngerebeg dilakukan dengan tombak. Kemudian pada masa penjajahan Belanda tradisi ini sempat dilarang, karena dikira akan mengadakan pemberontakan. Hal. 11 Sempat Ditiadakan

Anak-anak yang tumbuh di era teknologi dan komunikasi yang begitu cepat membawa berbagai macam dampak, baik positif maupun negatif. Dampak negatif, salah satunya anak mendapat pendidikan seksual yang salah karena sejak anak–anak mereka sudah dikenalkan dengan android atau smartphone. ‘’Melalui jaringan media sosial ini mereka mendapat edukasi yang tidak sehat secara mental, menganggap bahwa apa

yang dilihat dan dibaca wajar,’’ demikian Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSUP Sanglah Dr. dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ. menanggapi kasus pencabulan siswa SD. Dikatakannya, remaja memang seharusnya sudah mendapatkan pendidikan seksual, bahkan saat masih berusia di bawah 2 tahun. Namun pendidikan ini tidak seharusnya didapatkan dari media sosial, namun dari orangtua. Orangtua seharusnya belajar mengenali tahap-tahap perkembangan seksual sampai remaja. Orangtua seharusnya memberikan pengasuhan dengan keseimbangan fisik dan mental. Pengasuhan yang bisa diberikan saat ini lebih ke arah instan dan hedonis. Tanpa ada perjuangan, anak-anak mudah mendapatkan barangbarang kebutuhan tersier dengan mudah. Saat ini, katanya, anakanak masuk ke masa pubertas lebih dini. Ada yang usia 10 tahun sudah menstruasi dan 12 tahun sudah mengalami mimpi basah. Namun, diakui, belum banyak penelitian secara biologis untuk mengetahui alasan terjadinya perubahan perkembangan seksual itu. Dengan melihat faktor eksternal dari media sos-

ial seperti youtube tanpa terkontrol oleh orangtua, dapat menstimulasi hormonhormon seksual menjadi aktif. Banyak media sosial yang tidak terdeteksi oleh Kominfo, yang memberikan pengetahuan yang menyesatkan. Sehingga mereka menganggap hal itu wajar dan boleh dilakukan dengan teman sebaya atau yang lebih aman dengan anak yang kecil. Beragam kasus akibat dari pendidikan seksual yang salah, memberi dampak negatif bagi anak itu sendiri dan lingkungannya. Misalnya, orientasi anak yang mencari pasangan lawan jenis yang jauh lebih tua darinya. Hal ini bisa terjadi karena mereka mencari figur orangtua yang hilang atau karena kebutuhan materi yang hanya bisa diperoleh dari orang dewasa. Etika dan disiplin harus ditanamkan sejak dini mulai dari hal-hal yang paling ringan. Pemberian penggunaan smartphone harus dalam pengawasan, karena anak bisa dengan mudah mengakses segala bentuk tayangan. Ketika bermain smartphone, mereka harus dijelaskan tentang apa yang mereka lihat dan dengar. Hal. 11 Faktor Lingkungan

Kajian UU Perlindungan Anak

Bahayanya Kejahatan Jangan Berlindung Atas Dasar Suka Sama Suka Dunia Pendidikan SUMBER daya manusia (SDM) merupakan sumber kekuatan negara untuk berkembang dan maju. Untuk menunjang berkembangnya SDM yang cerdas, berahlak mulia dan berkarakter harus didasari oleh pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan moral. Tanpa adanya pendidikan mustahil SDM dapat berproses menjadi lebih baik. Namun, bagaimana jika dunia pendidikan ter-

coreng oleh kejahatan yang dilakukan oknum pendidik? Pengamat Pendidikan Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H. mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan dalam dunia pendidikan. Seperti terjadinya pergeseran nilai-nilai, baik di kalangan insan pendidikan maupun di kalangan masyarakat sendiri. Hal. 11 Pergeseran Nilai

PERILAKU konsumtif, over dalam menggunakan internet (termasuk medsos), serta salah dalam pergaulan cenderung mengubah perilaku anak menjadi kebablasan. Ungkapan itu disampaikan I Ketut Kesuma, S.H., praktisi hukum yang sudah kenyang dalam urusan peradilan atas kekhawatirannya melihat fenomena yang belakangan viral di media sosial (medsos). Yakni anak di bawah umur (pelajar) yang menjadi pemuas nafsu oknum guru, kasus sodomi bahkan

pelakunya dipercaya menjadi kepala sekolah. Miris memang jika menyadari siswa SD dijadikan budak seks, apalagi si pelaku mengancamnya dengan berbagai strategi termasuk mengancam korban akan menyebar foto bugil dan atau modus lainnya. Melihat rangkaian peristiwa itu, sejatinya perbuatan melawan hukum, bahkan ancaman hukuman sudah jelas dan pelaku bisa dipidanakan atas peristiwa itu. Jangankan ada ancaman, atas dasar suka sama suka saja si

pelaku yang lebih dewasa bisa dipenjarakan karena UU Perlindungan Anak masih tegas mengatur tentang itu. Maka si pelaku harus mengerti, apalagi seorang pendidik, mestinya paham sejauh mana si anak mesti mendapatkan perlindungan. Sebaliknya janganlah pelaku berlindung di atas tameng suka sama suka. ‘’Mencabuli anak di bawah umur jelas merupakan tindak pidana, sehingga hal itu tidak dibenarkan,’’ tegasnya. Hal. 11 Dipidana Fisik

BPM/ist

GADGET - Anak-anak tanpa diawasi bermain gadget bisa memicu pubertas dini.


2

Minggu Umanis, 1 Maret 2020

Honda Brio Nyungsep ke Selokan Bangli (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur ToyabungkahDesa Songan, Kintamani, Bangli, Sabtu (29/2) kemarin. Mobil Honda Brio yang dikemudikan Jero Kadek Edi nyungsep ke selokan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kondisi mobil DK 1171 EU itu rusak berat. Salah satu warga saat ditemui di lokasi kejadian menyebutkan, insiden kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 12.15 Wita. Sebelumnya korban melaju dari arah selatan. Saat tiba di jalan menikung dan sedikit menanjak, korban kaget melihat ada mobil Toyota Avanza warna merah dari arah berlawanan. Kagetnya korban yang

tinggal di Desa Songan ini membuat hilang kendali. Pria yang berusia sekitar 30 tahun ini banting setir ke kanan. “Saya kaget ada mobil dari arah berlawanan. Saya langsung banting setir. Dan akhirnya terperosok ke selokan ini,” kata korban yang terlihat masih shock mengalami kejadian tersebut. Korban juga mengaku beruntung nyawanya masih selamat. Dilihat dari kondisi mobil yang kaca pintu sebelah kanan pecah dan bumper depan penyok, ia tetap bersyukur. Sebab, hanya lengan kanannya saja yang mengalami luka lebam. “Saya masih shock. Saya ingatnya ketika sudah mobil di selokan,” ucapnya. (jay)

NYUNGSEP - Mobil Honda Brio yang dikemudikan Jero Kadek Edi terlihat nyungsep di selokan, Sabtu (29/2) kemarin.

BPM/jay

Sempat Transit di Bali

Perlunya Kebijakan SD Swasta KINI masyarakat Bali yang memiliki ekonomi keluarga yang mampu lebih banyak menyekolahkan anak-anaknya ke SD berskala internasional. Hal ini disebabkan kuota untuk bersekolah di SD swasta nasional berkualitas masih dibelenggu oleh aturan Kemendikbud soal kapasitas maksimal jumlah siswa tiap rombongan belajar (rombel) tiap sekolah. Kondisi ini, menurut Ketua Badan Pengurus Yayasan Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. Sabtu (29/2) kemarin, tak pas lagi dengan konsep ‘’Merdeka Belajar’’. Sebab, dewasa ini kita tak boleh melarang calon siswa bersekolah ke sekolah mana saja, namun masih ada ketentuan soal jumlah siswa tiap kelas di SD. Ini menyebabkan, kata Bagus Ketut Lodji, sejumlah SD Saraswati di Denpasar tidak bisa berbuat banyak. Mereka dikejar masyarakat, namun di sisi lain ada aturan jumlah maksimal tiap kelas dan jumlah rombongan belajar. Akhirnya mereka sampai menolak calon siswa baru. Mestinya, menurut mantan Koordinator Kopertis Wilayah VIII ini, ada kebijakan khusus bagi SD swasta untuk bisa menambah jumlah siswa tiap rombel. Dengan demikian, krama Bali tak lari ke sekolah bertaraf internasional. ‘’Selama ini sekolah milik Yayasan PR Saraswati Pusat selalu taat asas dan aturan. Mestinya di era Merdeka Belajar tak boleh sekolah menolak calon siswa, apalagi di era wajib belajar 12 tahun. ‘’Saya nilai mesti ada kebijakan dari pemerintah daerah,’’ tetasnya. (sue)

KKP Telusuri Identitas WN Selandia Baru Positif Corona

Denpasar (Bali Post) -

Kabar adanya warga negara (WN) Selandia Baru yang positif terpapar virus Corona setelah tiba di Auckland, kini menjadi perhatian pemerintah Bali. Sebab, yang bersangkutan disebutkan sempat transit di Bandara Ngurah Rai, Bali pada Rabu (26/2) lalu. Pemerintah Provinsi Bali, termasuk juga pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar langsung bergerak untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami juga baru mendapat informasi dari media. Menindaklanjuti hal itu, kami bersama instansi lainnya sedang mencari identitas yang bersangkutan,” kata Kepala KKP Kelas I Denpasar dr. H. Lucky Thahjono, Sabtu (29/2) kemarin. Ia menjelaskan, jika laporannya langsung dari official, maka seharusnya nama penumpang

tersebut lengkap. Meski pihaknya mendapat informasi dari media dan belum diketahui identitas yang bersangkutan, namun tindaklanjutnya tetap ditelusuri. Berdasarkan laporan awal, kata dr. Lucky, yang bersangkutan memang sempat transit di Bandara Ngurah Rai, Bali. WN Selandia Baru ini transit selama 1 hingga 1,5 jam dan tidak sem-

pat keluar dari bandara. “Jika transit, lewat gate dan sudah melewati thermal scanner. Selanjutnya langsung masuk gate untuk bording. Jadi, jika ada yang demam pasti sudah diperiksa lebih lanjut. Nah, dalam kasus ini kami tetap melakukan penelusuran untuk mencari identitas yang bersangkutan. Sebab, identitas tersebut sangat penting,”

ucapnya. Perlu diketahui, pihak Selandia Baru mengonfirmasi seorang warganya yang baru berkunjung dari Iran dan sempat singgah di Bali dinyatakan positif virus Corona (Covid-19). Kasus itu disebut-sebut menjadi yang pertama di negara tersebut. Seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun itu terbang dari Iran dengan tujuan Auckland, dan sempat transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Yang bersangkutan tiba di Auckland pada Rabu (26/2) lalu. Setelah merasa tidak sehat dan khawatir, dia segera dirujuk ke rumah sakit. (kmb21)

Dispar Badung Siapkan Sembilan Agenda

BPM/dok

KUTA - Salah satu objek wisata andalan Badung, yakni Pantai Kuta yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Dinas Pariwisata (Dispar) setempat tengah menyiapkan sembilan agenda guna menunjang pariwisata Badung. Sembilan agenda ini guna menggairahkan dan menggeliatkan sektor pariwisata, sehingga wisatawan tertarik berkunjung ke Bali. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Made Badra saat dikonfirmasi Sabtu (29/2) kemarin mengatakan upaya tersebut sebagai tindak lanjut hasil rekomendasi dari Forum Group Discussion Nawa Cita Pariwisata Indonesia yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. “Agenda penting dan langkah-langkah strategis

yang akan dilaksanakan itu untuk menunjang kelangsungan industri Pariwisata Bali khususnya Badung. Mengingat sebagian besar devisa negara yang berasal dari industri pariwisata dikontribusikan oleh Kabupaten Badung,” ujarnya. Menurutnya, program yang tengah dirancang akan diwujudkan dalam jangka waktu enam bulan ke depan, yakni mulai Maret hingga Agustus mendatang. Adapun sembilan agenda yang tengah dirancang adalah program Bali Safe, program Bali Great Deal, program Bali Experiences, program Sp o rt s T o uri sm , ro g ra m MICE & Insentive, program Music, program Fashion weeks, program marketing bersama international dan

national influencers, dan special Education Program tour. “Itulah sejumlah usulan yang kami terbitkan sebagai hasil perumusan dari kegiatan FGD. Ini akan kami teruskan dan komunikasikan dengan pemerintah provinsi dan pusat sebagai langkah antisipasi konkret kami di Pemkab Badung,” jelasnya. Kegiatan tersebut, kata birokrat asal Kuta ini, juga untuk mendukung geliat industri pariwisata di saat terjadi penurunan kunjungan wisatawan ke Bali, karena dampak merebaknya virus Corona (Covid-19). Dalam mewujudkan program-program tersebut, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan menggandeng stakeholder, share

holder, organisasi dan asosiasi pariwisata di Kabupaten Badung, masyarakat pariwisata, unsur maskapai penerbangan, pihak sponsor, berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Pusat, kementerian pariwisata dan kementerian terkait, Bank Indonesia, serta OJK. “Terkait kebijakan pemerintah pusat menyetop pungutan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) selama enam bulan kami akan berkomunikasi dengan pelaku industri pariwisata,” tegasnya seraya menambahkan, akan menyampaikan dampak dari kebijakan tersebut terhadap pelayanan masyarakat badung jika benar-benar diterapkan. (kmb27)

Rai Mantra-Jaya Negara ”Ngaturang Bhakti Pujawali” di Pura Sakenan RAHINA Suci Kuningan yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Kuningan ini memang merupakan hari besar agama Hindu yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Namun demikian, Hari Suci Kuningan juga merupakan hari piodalan di Pura Sakenan, Desa Serangan, Kota Denpasar. Sejak pagi tampak silih berganti para pamedek sudah memadati areal Pura Sakenan. Serangkaian karya bhakti panganyaran di Pura Sakenan yang mana Puncak Karya jatuh pada Rahina Suci Kuningan, Sabtu (29/2) kemarin. Rangkaian upacara karya bhakti panganyaran diawali dengan sesolahan tari Rejang Renteng, tari Baris Tombak, Topeng Penasar, serta Topeng Sidhakarya, dan di akhir upacara ditutup dengan persembahyangan bersama yang di-puput oleh Ida Pedanda Sari Arimbawa dari Geria Tegal. Hadir dalam kesempa-

tan tersebut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Sekda,AAN Rai Iswara, serta Panglingsir Puri Kesiman AAN Gede Kusuma Wardana. Ikut hadir juga Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai, Kabag Kesra Made Raka Purwantara, Camat Denpasar Selatan Wayan Buda, serta OPD terkait lainnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra usai persembahyangan mengatakan bahwa pelaksanaan bhakti piodalan ini dilaksanakan sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk menciptakan kerahayuan jagat, serta diharapkan kepada masyarakat khususnya Kota Denpasar untuk tetap menjaga keharmonisan alam serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,

utamanya adalah sampah plastik. “Kami harap masyarakat semakin sadar, jika penggunaan plastik akan merugikan kita sendiri. Jadi mari bersama-sama dalam kesempatan ini kita lakukan hal yang terkecil sehingga menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kelestarian lingkungan,” pungkasnya. Sementara itu, Panglingsir Puri Kesiman yang juga Pangempon Pura A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana mengatakan, bahwa bhakti piodalan dari jajaran Pemkot Denpasar ini beserta seluruh umat memang rutin dilaksanakan khususnya pada Hari Suci Kuningan. Selain itu, Kusuma Wardana juga berharap kepada masyarakat yang hendak bersembahyang ke Pura Dalem Sakenan turut menjaga bersama kebersihan areal pura, khususnya sampah plastik yang menjadi atensi bersama. “Pengurangan penggunaan plastik sudah menjadi komitmen

kami selaku prawartaka dan pangempon sejak beberapa tahun lalu, dan tahun ini juga kami terapkan hal yang serupa bagi masyarakat yang hendak tangkil nunas tirta dapat menggunakan sangku, toples, atau bungbung pakuluh sebagai sarana nunas tirta. Hal ini juga untuk mendukung dan menyukseskan program Pemerintah Kota Denpasar dan Bali dalam mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya. Hal senada disampaikan Lurah Serangan, I Wayan Karma. Dikatakan, sampah adalah tanggung jawab bersama. Sudah seyogianya semua pihak membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah sampah, utamanya sampah plastik. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang hendak pedek tangkil ke Pura Sakenan, bawalah tas ramah lingkungan dan jangan sesekali menggunakan plastik,” tegasnya. (ad844)

SEMBAHYANG - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Sekda AAN Rai Iswara saat sembahyang bersama di Pura Sakenan, Densel, Sabtu (29/2) kemarin.

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: ParwataSekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Umanis, 1 Maret 2020

Pemerintah Diminta Melakukan Diversifikasi Pertanian Denpasar (Bali Post) -

Ekonomi Bali sangat bergantung dari pariwisata. Namun beberapa tahun belakangan, Bali disibukkan dengan tantangan menjawab isu–isu yang sangat rentan dengan pariwisata, seperti erupsi Gunung Agung, wabah virus Corona, kenaikan tiket pesawat, mafia Tiongkok yang menjual murah pariwisata Bali, pilpres yang mengancam keamanan, dll.

BPM/ara

PERTANIAN - Pemerintah diharapkan mulai melakukan diversifikasi sektor pertanian agar tidak tergantung secara penuh pada sektor pariwisata yang sangat rentan dengan berbagai isu keamanan dan kesehatan.

Untuk itu, sudah saatnya Bali tidak bergantung pada pariwisata. Sejak awal telah didengung-dengungkan untuk mencari sumber ekonomi lain, yaitu industri kecil menengah (IKM) dan pertanian, meski ekonomi Bali tidak bisa dipisahkan dari pariwisata. Demikian disampaikan akademisi Universitas Udayana Prof. Wayan Ramantha, Jumat (28/2). “Untuk jangka pendek, tidak bisa Bali hidup tanpa pariwisata. Tapi dalam jangka panjang, kita tidak boleh menggantungkan perekonomian pada satu sektor saja. IKM, kerajinan, pertanian, perikanan, pelan-pelan kontribusinya pada PDRB harus ditingkatkan melalui kebijakan pemerintah,” ujarnya. Kontribusi sektor pertanian yang sempat di atas 16 persen, turun jadi 13 persen dan terus menurun. Oleh karena itu, diversifikasi sektor pertanian dan UKM juga diharapkan berkembang se-

hingga tidak mayoritas pariwisata. “Mayoritas dalam artian sangat-sangat mayoritas. Sekarang kontribusinya 70 persen, tapi kalau 51 persen silahkan, tapi 49 persennya itu UKM dan pertanian,” tandasnya. Secara demografi, penduduk Bali lebih dari 50 persen menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Ketika berbicara menyelamatkan ekonomi rakyat (krama Bali), karena rakyatnya mayoritas masih berada di sektor pertanian, maka seharusnya mayoritas PDRB Bali juga sektor pertanian. “Tapi tidak terlepas dari pariwisata, justru pariwisata kita harapkan menjadi jembatannya untuk mengangkat sektor yang lain,” imbuhnya. Tidak salah kebijakan Gubernur memasukkan buah lokal di seluruh hotel-hotel di Bali. Dengan catatan, kualitas, kontinuitas, kuantitas

(3K) harus dipenuhi. Sementara dalam jangka pendek, menurutnya, kondisi force majeur, bantuan dari pemerintah pusat dioptimalkan atau dialokasikan juga ekonomi krama Bali. Walaupun tidak langsung menjadi pengganti pendapatan terdahulu. Perlu mencari upaya yang memberi multiplier effect yang bisa meningkatkan pendapatan krama Bali. Hal inilah yang harus dikreasikan oleh pemerintah, dalam hal ini pemda supaya ekonomi krama tertolong, jadi tidak collaps, tapi tetap bisa survive. Sehingga Bali tidak bisa terlepas dari pariwisata tapi porsinya diimbangkan dengan sektor lain. “Paling tidak dalam 10 tahun ke depan, itu (diversifikasi sumber ekonomi lain) akan bisa dilakukan jika secara kontinu ada upaya yang maksimum baik dari pemerintah maupun yang lain untuk menuju ke arah itu,” pungkasnya. (kmb42)

Diguyur Hujan Lebat, Sejumlah Bangunan Ambles Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem, Sabtu (29/2) kemarin mengakibatkan senderan rumah warga jebol. Akibatnya, sejumlah bangunan milik warga Banjar Dinas Bale Punduk Kaler, Desa Tegallinggah, Kecamatan Karangasem, tergerus hingga mengalami kerusakan parah. Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan sebelum senderan bangunan tergerus, wilayah setempat dan sekitarnya diguyur hujan lebat.

Kata dia, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.18 Wita. “Senderan rumah yang jebol milik Nengah Sumantra. Setelah menerima adanya laporan, kita langusng terjunkan sejumlah petugas untuk melakukan penanganan,” ucapnya. Arimbawa mengatakan, senderan bangunan tergerus dengan panjang 25 meter dan tinggi kurang lebih 4 meter. Atas kejadian itu, menyebabkan bangunan kamar mandi, dapur dan garase sepeda motor amblas, motor dan mesin cuci rusak ringan akibat tert-

impa material senderan. Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadi longsor susulan, pihaknya telah meminta kepada pemilik rumah untuk sementara tinggal ke rumah kerabat atau bangunan yang masih aman. Upaya itu dilakukan demi keselamatan bagi pemilik rumah. Sebab, tidak menutup kemungkinan bangunan lain bisa tergerus bila kembali diguyur hujan lebat karena masih labil. “Kita juga meminta supaya pemilik rumah agar memasang pagar bambu untuk keselamatan anak-anak agar tidak melintas

di dekat longsoran,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, mengingat senderan yang tergerus tepat berada di atas aliran air sawah/parit, maka selanjutnya pihaknya bakal koordinasikan kepada pihak Sumber Daya Air Dinas PUPR untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut. (kmb41) TERGERUS - Hujan lebat yang mengguyur Karangasem mengakibatkan bangunan milik warga tergerus, Sabtu (29/2) kemarin.

Berkelahi, Seorang Warga Tertusuk Benda Tajam Singaraja (Bali Post) Kasus perkelahian terjadi di pinggir jalan Singaraja - Amlapura wilayah Dusun Segara, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Jumat (28/2) malam. Dari kejadian ini, seorang mengalami luka terkena tusukan yang diduga benda tajam. Pascakejadian itu, korban masih dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng, Jalan Ngurah Rai, Singaraja. Informasi dikumpulkan di lapangan, diduga kasus perkelahian ini berawal saat korban Gede Arca (30) asal Desa Bila Kecamatan Kubutambahan pergi ke Desa Giri Emas. Dia kemudian bertemu dengan Kadek Rusdi Agustina (34) asal Desa Giri Emas Kecamatan Sawan. Tanpa diketahui pemicunya, Gede Arca dan Kadek Rusdi tiba-tiba berkelahi. Dari perkelahian itu Gede Arca terluka terkena tusukan yang diduga dari benda tajam. Kapolsek Sawan AKP Gusti Kade Alit Murdiasa seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Sabtu (29/2) kemarin membenarkan terjadi kasus perkelahian tersebut. Alit Murdiasa mengatakan, kasus ini dilaporkan oleh keluarga korban Made Winada (39) dari Desa Bila Kecamatan Kubutambahan. Sesuai laporan polisi No: LP/II/2020/BALI/RES BLL/ SEK. SWN, Tanggal 28 Februari 2020 dia mengadukan terlapor Kadek Rusdi Agustina. Dari

keterangannya di polisi, Made Winada mengaku korban diketahui terluka akibat berkelahi setelah diberi tahu oleh aparat di desanya melalui sambungan telepon. Untuk memastikan informasi itu, Winada kemudian pergi ke RSUD. Di rumah sakit, korban diketahui terluka. Dia kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Sawan. ‘’Benar kita mendapat laporan dari masyarakat dan kasus ini sudah dilaporkan. Terlapor sendiri sudah diamankan dan barang bukti yang kita temukan di lokasi kejadian untuk pemeriksaan lebih lanjut,’’ jelasnya. Menurut Alit Murdiasa, secara pasti penyebab perkelahian ini belum diketahui. Meski demikian, dari pemeriksaan awal, kasus ini diawali perkelahian. Sebelum kejadian sekitar pukul 21.00 Wita, terlapor Kadek Rusdi Agustina ditelepon oleh temannya, Kadek Mertadana. Saksi ini menyampaikan bahwa telah dipukul oleh korban Gede Arca di depan SPBU Desa Giri Emas. Di lokasi kejadian, terlapor Rusdi Agustina mendekati dan langsung memukul korban. Diduga karena ketakutan, korban lari ke arah timur tepatnya di depan Rumah Sakit Pratama, Desa Giri Emas. Melihat korban lari, terlapor Agustina kemudian mengambil benda tajam yang ditaruh di bawah jok sepeda motor miliknya. Benda tajam itu diselipkan di

antara jari tangannya sembari mengejar korban menggunakan sepeda motor DK 2011 VH. Berhasil mengejar korban, terlapor Agustina kembali memukul dengan membabi buta mengenai perut korban. Mendapat pukulan berkali-kali, korban akhirnya terjatuh dengan kondisi perut mengeluarkan darah. Mengetahui korbannya tidak berdaya, terlapor kemudian menuju Balai Banjar Dangin Yeh, Desa Giri Emas untuk mencuci tangan yang berisi bercak darah. Sementara korban dibantu oleh warga untuk diantar berobat ke Rumah Sakit Pratama, namun karena luka serius akhirnya dirujuk ke IGD RSUD. ‘’Untuk sementara korban belum kita mintai keterangan menunggu kondisinya stabil setelah operasi di rumah sakit, dan kami masih mengumpulkan keterangan saksi tambahan,’’ jelasnya. Sementara itu, Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara mengatakan, pasien korban terkena tusukan benda tajam itu masuk IGD RSUD pada Jumat (28/2) tengah malam. Dari pemeriksaan awal, pada perut korban terdapat luka tusuk. Untuk menangani luka tusuk itu, dokter kemudian melakukan operasi. Sekitar dua jam dokter melakukan operasi, hingga kini pasien menjalani perawatan pascaoperasi di ruang ICU RSUD Buleleng. (kmb38)

BPM/kmb41

Dua Bakal Paslon di Bangli Sudah Tuntas Disurvei Bangli (Bali Post) – Partai Golkar sudah tuntas mensurvei dua pasang kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati Bangli yang mendaftar ke DPD II Golkar Bangli, Made Subrata Ngakan Kutha Parwata dan Ida Bagus Giri Putra - Sang Nyoman Erawan. Meski demikian, hasil survei itu tidak langsung diumumkan. “Sudah selesai minggu lalu. Jadwal surveinya kan dua minggu saja,” ungkap Plt. Ketua DPD II Golkar Bangli Gusti Made Winuntara, belum lama ini. Dikatakan, survei dilaku-

kan melalui lembaga survei. Dalam pelaksanaannya, bakal calon tidak saja disurvei berpasangan namun juga disilangkan. Saat ini hasil survei tersebut ada di Tim Pilkada Tingkat I. Hasil survei akan diumumkan saat rapat pleno di DPD I Golkar Bali. Kata Winuntara, pihaknya di DPD II hanya melakukan penjaringan. Sementara hasil suvei ranahnya ada di tim tingkat I. Hasil surei tersebut menjadi salah satu indikator untuk menentukan bakal calon yang layak mendapat rekomendasi dari DPP Partai Golkar, di samping ke-

lengkapan administrasi hasil penjaringan dan visi misi para kandidat. “Nanti kandidat menyampaikan visi misi di hadapan rapat Pleno DPD tingkat I. Dari tiga itu, ada penilaian di DPD tingkat I, itulah yang kemudian dijadikan dasar memohon rekomendasi ke pusat,” ujarnya. Kemungkinan rekomendasi calon akan turun sekitar bulan ini. Sementara itu, disinggung mengenai koalisi, Winuntara mengatakan pihaknya telah mengundang tiga parpol untuk diajak koalisi, yakni Demokrat, NasDem, dan Hanura, beberapa waktu

lalu. Namun hanya NasDem dan Hanura yang datang. Dua partai itu pada intinya belum bisa memberikan jawaban atas tawaran koalisi Golkar. “Alasannya karena masih minta izin ke pimpinan di atasnya,” terangnya. Menurut Winuntara, tanpa koalisi pun Golkar sebenarnya bisa maju karena sudah memenuhi syarat. Golkar juga tidak gentar jika nantinya dikeroyok. “Gokar sudah pasti maju, dikeroyok atau bagaimana sudah siap. Tidak ada pikiran kita takut, tapi tidak menantang juga,” imbuhnya. (kmb40)

Kembalikan Struktur Pariwisata Bali

Denpasar (Bali Post) Kebijakan pemerintah pusat agar kabupaten/kota tidak memungut Pajak Hotel dan Restoran (PHR) selama enam bulan menjadi semacam dilema. Sebab, PHR merupakan penghasilan vital bagi kabupaten/kota. Tetapi di sisi lain, justru dapat menjadi upaya untuk menarik wisatawan datang ke Indonesia khususnya Bali. ‘’Memang ini dilema. Itu sangat bagus sebenarnya, meringankan wisatawan yang datang. Mereka tiket-

nya lebih murah, bebas visa, sudah itu tanpa kena pajak (tax free). Itu memang merupakan salah satu daya tarik wisatawan yang memang harus kita berikan,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali Tjok Gde Asmara Putra Sukawati, Jumat (28/2). Terlebih sekarang, lanjut Tjok Asmara, wabah virus Corona menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali. Kalau PHR dibiarkan berjalan di tengah kondisi ini, memang berdampak biasa saja bagi wisa-

tawan. Tetapi dengan memberikan tiket murah, bebas visa, hingga tax free diyakini membuat wisatawan lebih tertarik lagi untuk bepergian. Dengan kata lain, hal ini juga bisa disebut sebagai upaya promosi pariwisata yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota. ‘’Paling tidak selama enam bulan ini. Setelah itu kalau keadaan normal, kan sudah kembali lagi. Sekarang untuk mengembalikan image, untuk sementara kabupaten/kota makenta dulu.

Dari dulu sudah mendapatkan hasil, sekaranglah ikut mempromosikan. Dalam artian, tidak mengeluarkan dana tapi tidak dapat bagian dari kedatangan wisatawan tersebut,’’ papar politisi Demokrat ini. Artinya, lanjut Tjok Asmara, kebijakan pemerintah pusat bagus untuk mengembalikan struktur pariwisata Bali. Apalagi sejak dulu Bali sudah terus diingatkan untuk meningkatkan quality tourism, bukan mass tourism-nya. (kmb32)

Ditangkap karena Kasus Narkoba

KONI Tegaskan PAW Bukan Atlet Biliar Wakil Gianyar Bangli (Bali Post) Putu Anom Wijaya (PAW) asal Desa Penatih, Denpasar yang ditangkap Satresnarkoba Polres Bangli terkait kasus narkoba, bukan atlet biliar wakil Gianyar. KONI Kabupaten Gianyar menegaskan hal itu Sabtu (29/2) kemarin. Dalam keterangan rilisnya, pengurus cabang olahraga biliar Kabupaten Gianyar dan KONI Kabupaten Gianyar menjelaskan bahwa saat Porprov tahun 2019 di Tabanan, cabor biliar Gianyar menurunkan sebanyak 12 atlet, yaitu Made Tirta, Desak Raka, I Kadek

Sugiarta, Barry Suarapaty, Kadek Putra, Ni Made Mita Rosiana Dewi, Putra Gilang, I Kadek Duta Permana Putra, Edy, Marcella, Made Sudana, dan Ari Subakti. Dalam pertandingan di Porprov 2019 di Tabanan, atlet biliar Gianyar mendapatkan 4 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu. Untuk 4 medali emas diraih oleh atlet bernama Made Tirta, Desak Raka (2 emas), dan I Kadek Sugiarta. Sementara untuk 3 medali perunggu diraih oleh atlet bernama, Made Tirta dan Barry Surapaty (main ganda),

Made Tirta (perorangan), dan Kadek Putra (kelas perorangan). Sedangkan 3 medali perunggu diraih atlet atas nama NI Made Mita Rosiana Dewi, Putra Gilang dan Kadek Duta Permana Putra. Selain nama atlet yang dapat medali, ada empat orang lagi atlet Gianyar yang gagal meraih medali, di antaranya Edy, Marcella, Made Sudana, dan Ari Subakti. Berdasarkan data tersebut di atas, Ketua Cabang Olahraga Biliar Kabupaten Gianyar Desak Raka Kasih Ariati menegaskan bahwa tidak ada atlet biliar Gianyar

dalam Porprov 2019 di Tabanan yang namanya Putu Anom Wijaya (PAW) sebagaimana disebutkan oleh sejumlah media. Atas pemberitaan maupun pengakuan tersebut, cabor biliar Gianyar mengaku sangat dirugikan, karena mencemarkan nama atlet Gianyar khususnya atlet biliar. Ketua KONI Gianyar Pande Made Purwata menegaskan tidak ada atlet Gianyar yang berperilaku seperti itu. Kalau ada yang berperilaku seperti itu, walaupun berprestasi akan dicoret sebagai atlet Gianyar.

Sebelumnya diberitakan, Satresnarkoba Polres Bangli menangkap PAW dan IGKAC lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabusabu. Keduanya ditangkap pada dua tempat berbeda di wilayah Bangli dalam satu minggu. PAW yang dihadirkan saat rilis di Mapolres Bangli, Jumat (28/2), mengaku atlet biliar Gianyar. Dia sempat berlaga dalam Porprov di Tabanan dan berhasil meraih perunggu. Dia mengaku mengonsumsi sabu sejak sekitar setahun terakhir. Pascaditangkap, kini dia mengaku kapok. (kmb40)

BPM/ist

BILIARD - Atlet biliar Gianyar dan official saat Porprov 2019 di Tabanan.


4

Minggu Umanis, 1 Maret 2020

Corona Vs ”Coronaria Heart Desease”

SAAT ini dunia sedang digemparkan oleh virus Corona begitu juga dengan Indonesia. Di Indonesia Corona menjadi tranding topik baik pada media cetak maupun elektronik. Corona mulai mewabah di Wuhan Tiongkok pada Desember 2019 dan dengan cepat virus Corona menyebar ke seluruh dunia. Virus Corona menyerang saluran pernapasan dan memiliki ciri yang mirip dengan SARS.

Menurut para pakar di WHO, virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit flu, hingga penyakit yang lebih parah. Misalnya, Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Corona dapat ditularkan dari orang yang sudah terinfeksi virus ke orang lain melalui udara, sehingga sangat diimbau untuk menggunakan masker dan hindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi Corona. Otoritas Tiongkok melaporkan adanya 889 kasus baru virus Corona dan melaporkan 118 kematian baru akibat wabah ini. Untuk total jumlah orang meninggal mencapai 2.247 akibat virus Corona. Sampai saat ini Indonesia masih negatif untuk virus Corona. Hal tersebut diragukan oleh WHO mengingat Indonesia sebagai negara yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dan Indonesia memiliki penerbangan langsung dari Wuhan

Tiongkok. Para ilmuwan dari Universitas Havard khawatir virus Corona yang berasal dari Tiongkok sudah masuk ke Indonesia namun tidak terdeteksi. Laporan mereka juga mempertanyakan kemampuan Indonesia untuk menguji virus tersebut. “Indonesia melaporkan nol kasus, tapi mungkin sebenarnya sudah ada beberapa kasus yang tidak terdeteksi,” kata pakar epidemiologi Marc Lipsith dari Havard TH Chan School of Public Health. Banyak pihak yang masih ragu terhadap kemampuan Indonesia untuk mendeteksi adanya virus Corona. Terlebih lagi ada laporan yang menyatakan ada warga Negara Tiongkok yang positif Corona setelah berlibur dari Bali. Hal tersebut sudah dilakukan konfirmasi oleh Menteri Kesehatan bahwa turis Tiongkok tersebut tertular virus Corona di Tiongkok dan bukan saat berlibur di Bali. Walaupun demikian pemerintah Indonesia mengimbau untuk tetap waspada akan penularan

dari virus Corona. Semasih hangatnya perbincangan virus Corona, muncul isu baru tentang Coronaria Hearth Desease atau lebih dikenal dengan penyakit serangan jantung. Penyakit ini menjadi trending topik bukan karena mewabah dan menular cepat seperti virus Corona melainkan karena suami dari artis Bunga Citra Lestari atau BCL meninggal karena penyakit ini. Banyak pihak yang menyayangkan kenapa suami BCL sampai terkena serangan jantung padahal selama hidupnya diketahui merupakan sosok yang rajin berolahraga dan selalu menerapkan pola hidup sehat. Berbeda dengan virus Corona, penyakit serangan jantung ini tidak menular tetapi juga mengakibatkan kematian yang mendadak tanpa ada gejala. Hal tersebut sangat meresahkan masyarakat karena tidak hanya umur tua yang berisiko tetapi juga umur muda memiliki risiko yang sama terkena serangan jantung. Berdasarkan data WHO, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Usia Faktor usia memang berperan memicu risiko penyakit jantung, namun bukan satu-satunya. Menurut keterangan dari Harvard Health Publishing, kasus serangan jantung pada pria muda jarang terjadi. Namun, ada faktor penyumbang risiko lain yang membuat kelompok usia muda juga rentan terkena serangan jantung. Merujuk penjelasan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada faktor yang memicu serangan jantung, antara lain usia, riwayat penyakit jantung

dalam keluarga, diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), obesitas, dan stres. Sejumlah kasus serangan jantung yang pernah terjadi menunjukkan bahwa kondisi ini tidak hanya dapat dialami oleh orang-orang dengan usia lanjut. Tidak sedikit kasus serangan jantung juga terjadi pada mereka yang berusia muda. Penelitian American Heart Association yang dipublikasikan AHA Journal Circulation, menyebutkan, serangan jantung juga banyak terjadi pada kaum muda, terutama perempuan. Penelitian itu menunjukkan, 30 persen di antaranya, atau sekitar 8.400 penderita datang dari kelompok usia 35-54 tahun. Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk berperilaku hidup

sehat melalui GERMAS. Berbeda penyebab berbeda pula pencegahan untuk virus Corona dan Coronaria Hearth Desease. Untuk virus Corona, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan cara mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga daya tahan tubuh, tidak pergi ke Negara yang terjangkit dan tidak mengonsumsi daging hewan yang berpotensi menularkan virus Corona. Sedangkan coronaria hearth desease pencegahannya dapat dilakukan dengan cara memperbanyak konsumsi

lemak tak jenuh dan serat, mengurangi konsumsi gula dan garam, menangani diabetes dan hipertensi, berhenti merokok, berolahraga secara teratur dan mengelola stres dengan baik. Apapun itu marilah kita mulai menjaga diri agar terhindar dari virus Corona atupun Coronaria Heart Desease dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Tingkatkan konsumsi buah dan sayur, menyempatkan diri untuk berolahraga dan kurangi makan makanan siap saji.

(A.G. Hadzarmawit Netti, 2011) ternyata tidak bisa menolak kekuatan Tuhan. Kebesaran Tuhan merasuki hatinya. Chairil berserah diri kehadapan Tuhan. Ini menandakan betapa rendah hatinya seorang penyair besar seperti Chairil Anwar. Guru juga bisa mencontohkan puisi Tetet Cahyati, “Cahaya Ramadhan”: serpihan cahaya yang damai/ membuat terjaga/ Engkau tersenyum dalam doa/ Perlahan kubuka tirai kasih/ penuh syukur// Bulan perak/ Bersembunyi di balik awan hitam/ Dalam sunyi dalam gelap aku menggapai cahayaMu/ Sentuhan halus nan lembut/ Dalam sanubari penuh tobat/Aku rasakan, aku sujud kembali/ Berserah diri ke haribaanMu// Puisi religius di atas bisa menggugah peserta didik akan kebesaran Tuhan. Bulan Ramadhan penuh rakhmat, penuh cinta kasih Tuhan, penuh ampunan. Bulan yang senantiasa dirindukan datangnya. Bulan suci penuh kemuliaan (Soni Farid Maulana, 2012). Kesadaran religius yang dirasakan oleh penyair bisa menyentuh hati peserta didik. Mutiara-mutiara yang terpendam dalam puisi perlu ditemukan oleh seorang guru. Di sinilah peran guru dalam menumbuhkan sikap-sikap mulia sedari awal. Dunia pendidikan memberikan tempat yang terhormat bagi seorang guru untuk menumbuhkan nilai-nilai mulia ini.

terhadap kehidupan masyarakatnya, apakah sayang, welas asih, marah, ataupun mengkritisi kehidupan. Aminuddin (2011) memberikan rambu-rambu agar bisa menemukan unsur kehidupan sosial, (1) membaca puisi yang diapresiasi secara berulang-ulang untuk menemukan totalitas maknanya; (2) menafsirkan dan menyimpulkn judul puisi, katakata, baris atau kalimat di dalamnya; (3) menafsirkan hubungan makna antara baris yang lain untuk memahami satuan makna yang terdapat dalam sekelompok baris atau bait dalam puisi; (4) mengidentifikasi unsur sosial kehidupan yang dikemukakan penyair; dan (5) mengidentifikasi sikap penyair terhadapnya. Misalnya puisi Toto Sudarto Bachtiar, “Gadis Peminta-minta”: Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil/ Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka/ Tengadah padaku, pada bulan merah jambu/ tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa// Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil/ Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok/ Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan/ Gembira dari kenyamanan riang// Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral/ Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal// Jiwamu begitu murni, terlalu mrni/ Untuk bisa membagi dukaku// Puisi ini mengekspresikan keharuan terhadap seorang pemintaminta, ada rasa kesetiakawanan muncul dalam diri peserta didik jika membaca dan menikmati puisi ini bahwa masih banyak saudara-

saudaranya yang kurang beruntung dibandingkan dengan dirinya yang sudah bisa bersekolah. Guru bisa menumbuhkan sikap sosial peserta didik agar bisa hidup berbagi dengan sesama. Semangat mencintai hidup, menghormati sesama bisa dimunculkan melalui puisi ataupun karya sastra lainnya. Karya sastra memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bisa merasakan getar-getar problematika sosial yang dekat dengan dirinya. Hal ini akan mengurangi rasa egoisme peserta didik. Guru yang memberikan pembelajaran sastra yang mampu menumbuhkan kesadaran sosial akan selalu dikenang oleh peserta didik. Jiwa-jiwa sosial yang sudah ada dalam diri peserta didik bisa dibangkitkan kembali melalui pembelajaran. Karya sastra menyimpan beragam nilai luhur, sikap religius maupun sosial. Karya sastra tercipta dari sebuah pertemuan, pergumulan sastrawan dengan problematika hidup dan kehidupan hingga tidak bisa dilepaskan dari sosial masyarakatnya. Guru dalam pembelajaran dapat menggali nilai-nilai itu melalui pembelajaran yang apresiatif dan kreatif. Peserta didik bisa merasakan keindahan, derita sesama, kekaguman pada kebesaran Tuhan, sikap rendah hati melalui pembelajaran sastra. Kreativitas guru dalam pembelajaran amat diperlukan hingga nilai-nilai yang tersimpan dalam karya sastra bisa diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ni Made Dewianti, S.ST., M.Kes., Mahasiswa Program Doktor FKM Universitas Hasanuddin Makassar Dosen di Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Menumbuhkan Sikap Religius dan Sosial SEBUAH karya sastra tercipta dari tangan seorang sastrawan. Tidak setiap orang diberikan karunia untuk menjadi seorang sastrawan. Kemampuan mengkreatifkan bahasa inilah yang dimiliki oleh seorang sastrawan dengan kemampuan mengimajinasikan sebuah problematika kehidupan. Sastrawan menyuarakan masyarakat berdasarkan pandangan, sikapnya dengan daya imajinasinya dan daya kreatifnya. Seorang sastrawan tidak bisa melepaskan dirinya dari masyarakatnya. Seorang sastrawan memiliki tingkat literasi yang cukup tinggi. Kebiasaan membaca bukanlah sesuatu yang baru bagi seorang sastrawan. Maka, tidak jarang buku lebih utama daripada kebutuhan lainnya. Membaca bagian dari kehidupannya. Dunia pendidikan khususnya sekolah perlu menangkap peluang ini. Sisi-sisi menarik yang dimiliki oleh seorang sastrawan perlu digali dan diberdayakan dalam dunia pendidikan. Taufiq Ismail bersama timnya pernah mengadakan program sastrawan masuk sekolah. Program ini bagus karena peserta didik dapat bertemu dan bertanya langsung mengenai proses kreatif seorang sastrawan dalam menciptakan karya sastra. Apresiasi Sastra Apresiasi sastra bisa dimaknai sebagai menghargai, menghayati, menilai sebuah karya sastra. Dalam proses pembelajaran sastra, ruh apresiasi ini belum optimal dijalankan hingga peserta didik belum memeroleh makna dari sebuah karya sastra. Karya sastra itu memuat beragam nilai-nilai kehidupan bagi kemaslatan umat manusia. Peserta didik bisa belajar beragam kehidupan dari karya sastra. Soni Farid Maulana (2012) menyatakan bahwa tidak sedikit guru sastra yang menempatkan puisi sebagai makhluk misterius yang menakutkan. Jika guru mampu menginovasi pembelajarannya, niscaya pernyataan di atas akan bisa diubah. Peserta didik bisa menikmati karya

sastra secara utuh di tangan guruguru yang kreatif. Memang harus diakui, bahwa pemanfaatan bahasa dalam puisi memang berbeda dalam pemakaian bahasa pada umumnya. Hal ini secara instingtif disadari oleh kebanyakan pembaca (guru maupun peserta didik). Puisi memang menggunakan kata-kata yang berbeda dengan kata sehari-hari, terutama dalam hal strukturnya. Penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan untuk pencapaian estetis. Puisi lebih mengutamakan hal-hal yang intuitif, imajinatif, dan sintetis (Suminto A. Sayuti, 2002). Guru sastra hendaknya menyadari hal ini. Untuk itu, guru perlu terus menggali dan membelajarkan peserta didik hingga bisa menemukan hakikat sejati dari sebuah karya kreatif lebih-lebih puisi. Artinya, peserta didik bisa merasakan langsung apresiasi yang dikembangkan dalam proses pembelajaran. Nilainilai yang termuat dalam sebuah karya sastra diresapi oleh peser-

Apalagi jika kamu terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengecek media sosial. Salah s a t u n ya a d a l a h m e m b e n t u k citra diri kita, khususnya citra tubuh kita. Citra tubuh adalah bagaimana seseorang melihat atau menilai tubuhnya sendiri. Hal ini mengacu pada bagaimana seseorang

Sikap Religius Sikap religius dan sosial perlu ditumbuhkembangkan mengingat tantangan dalam dunia pendidikan semakin kompleks. Penelaahan maupun penikmatan karya sastra bisa membangkitkan semangat religius dan semangat bersosial. Mental, emosi, sikap peserta didik perlu disiapkan sedari awal. Guru kreatif akan dengan mudah memberikan contoh karya sastra yang di dalamnya termuat semangat ini. Misalnya, puisi “Doa” karya Chairil Anwar,.../ Tuhanku/ di pintuMu aku mengetuk/ aku tidak bisa berpaling// Chairil Anwar sebagai representasi penyair revolusioner d a n paham individualisme

Sikap Sosial Kehidupan sosial bisa digali dalam sebuah karya sastra. Sikap sosial ini menyangkut pandangan penyair

Kisara SIAPA yang tak kenal dengan media sosial (medsos)? Media sosial digunakan oleh hampir segala usia, dari yang muda hingga tua. Maraknya penggunaan media sosial ini ternyata bisa memberikan pengaruh buruk untuk kita.

ta didik. Nilai-nilai itu misalnya sikap religius dan sosial dalam sebuah puisi.

berpikir tentang tubuh atau fisiknya. Misalnya, kamu menilai badanmu terlalu gemuk (padahal belum tentu) atau kamu merasa terlalu pendek (meskipun sebenarnya tinggi badan sudah ideal untuk rentang usiamu). Citra tubuh yang kamu bentuk dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah media massa dan media sosial. Jennifer Mills, seorang rektor kepala di Fakultas Psikologi di York University di Toronto, Kanada, dan Jacqueline Hogue, pernah melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengamati pengaruh media sosial dengan citra tubuh. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan

IBW Widiasa Keniten

Media Sosial Membentuk Citra Tubuh Kita para mahasiswi. Peserta Penelitian ini membagi 118 mahasiswi wanita berusia 18-27 tahun menjadi dua kelompok. Peserta kelompok pertama diminta untuk membuka Facebook dan Instagram selama 5 menit atau lebih. Mereka juga diminta untuk mencari satu teman seusia yang mereka anggap lebih menarik dari dirinya sendiri. Kemudian para peneliti meminta semua peserta untuk mengomentari foto teman-temannya. Dalam kelompok kedua, para peserta juga diminta membuka Facebook dan Instagram selama minimal 5 menit. Bedanya, mer-

eka diminta untuk mencari dan mengomentari foto anggota keluarga yang dianggap tidak lebih menarik dari mereka sendiri. Hasilnya, kelompok pertama yang main media sosial dan melihat teman-teman yang menarik dapat memengaruhi citra tubuh menjadi negatif. Sementara melihat-lihat akun media sosial anggota keluarga tidak memiliki pengaruh apa-apa pada citra tubuh mereka. Media sosial bisa menghubungkan kita dengan temanteman yang menarik secara fisik, kemudian ini bisa menciptakan citra tubuh yang negatif. Citra tubuh bisa menjadi negatif jika kamu terus-terusan memband-

ingkan dirimu dengan orang lain. Akibatnya, muncul pemahaman yang keliru dalam dirimu, seolah-olah kamu tidak sesempurna orang lain. Tubuh Citra tubuh negatif ini muncul dari pengaruh media sosial yang tidak digunakan dengan baik. Wanita yang lebih sering menghabiskan waktu menghadap layar gadget, akan lebih sering juga membandingkan dirinya dengan temantemannya di media sosial. Bila tidak dibina dengan baik, citra tubuh yang negatif ini dapat ber-

dampak pada gangguan makan, diet ketat, atau olahraga mati-matian. Jadi, bermain media sosial boleh aja kok, tetapi batasi waktunya supaya tidak berlebihan. Saat mengakses media sosial, kamu juga harus bijak memilahmilah konten seperti apa yang akan kamu konsumsi, apakah sudah cukup sehat atau justru “beracun” bagi pikiranmu. Hal penting lain adalah kamu harus sadar bahwa kamu memiliki standar berbeda dengan orang lain dan kamu gak harus mengikuti standar orang lain untuk jadi sempurna dan bahagia.


5

Minggu Umanis, 1 Maret 2020

Capricorn Peruntungan: Minggu ini tetaplah berhatihati, karena tidak sedikit yang iri hati pada Anda. Jadi, walaupun merasa benar, sebaiknya tetaplah diam. Kesehatan: Tampaknya masih perlu perhatian. Meski tak banyak gangguan, sebenarnya kondisi Anda tak begitu bagus untuk terlalu diforsir. Asmara: Berhati-hatilah karena sesuatu yang indah dan menyenangkan dapat rusak begitu saja hanya karena cemburu buta. Aquarius Peruntungan: Suasananya masih cukup menguntungkan dan menyenangkan, sehingga bila ada keinginan sebaiknya tak perlu ragu segera menyiapkan konsep untuk segera melaksanakannya. Kesehatan: Beberapa penyakit lama ada kemungkinan dapat kambuh kembali, karena kondisi badan Anda masih rentan terhadap penyakit. Asmara: Makin bertambah mesra dan harmonis. Pertahankan suasana ini dengan selalu bersikap sabar. Pisces

Peruntungan: Minggu ini sebaiknya Anda bisa menghadapi semua dengan lebih tabah dan tawakal, tak perlu terlalu mengikuti panasnya hati. Kesehatan: Hati boleh saja panas akan tetapi pikiran harus tetap tenang dan dingin. Cobalah Anda bekerja sedikit lebih rileks. Asmara: Cobalah maklum dengan wataknya yang terlalu banyak pertimbangan. Aries

Peruntungan: Kekhawaatiran memang sedang menyelimuti Bintang Aries minggu ini. Anda harap maklum karena sudah putarannya alam yang harus dihadapi dengan sikap tenang dan kepala dingin. Kesehatan: Kondisi badan Anda masih rentan dengan berbagai penyakit. Untuk menjaga agar tetap fit, cobalah beberapa olahraga ringan. Asmara: Sebenarnya si dia juga merasakan hal yang sama, cuma takut mengungkapkannya. Taurus Peruntungan: Kekecewaan yang terpendam dalam hati cobalah diurai sedikit demi sedikit agar permasalahan yang terjadi bisa segera mencair. Janganlah bersikap egois, tidak mau mendengarkan omongan orang, karena di saat seperti ini Bintang Taurus sangatlah membutuhkan support dari beberapa teman yang dapat membangkitkan kembali motivasi. Kesehatan: Kesehatan tidak akan sampai mengalami gangguan selama Anda bisa mengendalikan emosi yang tampak labil akhir-akhir ini. Asmara: Hubungan berangsur-angsur membaik, segala permasalahan sudah mulai mencair dan ditemukan solusinya sehingga ketenangan akan bisa dirasakan minggu ini. Gemini

Peruntungan: Anda harus bisa lebih baik daripada hari kemarin, karena posisi hari ini tampak lebih mujur dan berprospek. Sangat disayangkan jika hanya berlaku santai dan kurang ada gairah untuk bisa lebih menggigit lagi cara kerjanya. Kesehatan: Jika sudah dijaga sedemikian rupa masih saja tetap jatuh sakit, sebaiknya Anda tak perlu kecewa karena sakit itu juga merupakan nikmat yang harus disyukuri. Asmara: Upayakan tetap happy dengan cara tidak terlalu banyak ngatur dan berusaha selalu menghargai pendapatnya. Cancer Peruntungan: Hadapi semuanya dengan lebih tabah dan tawakal, tak perlu terlalu mengikuti panasnya hati, karena semua itu tidak akan memberikan titik temu yang memuaskan. Kesehatan: Hati boleh saja panas akan tetapi pikiran harus tetap tenang dan dingin. Asmara: Memang begitu wataknya yang terlalu banyak pertimbangan, sehingga wajar jika agak lambat membuat keputusan. Leo Peruntungan: Ada celah yang bisa dimanfaatkan, tinggal tergantung bagaimana Anda menindaklanjutinya dengan sepenuh hati dan tidak bertindak setengah-setengah karena hasil yang didapat tidak bisa optimal. Kesehatan: Perbanyaklah konsumsi air putih untuk membantu metabolisme. Asmara: Segera ambil tindakan yang dapat meringankan beban pikirannya. Virgo Peruntungan: Tempatkan segala sesuatunya pada proporsi yang benar, agar tidak ada ganjalan sehingga segalanya dapat berjalan dengan

lancar. Kesehatan: Jaga tubuh jangan sampai terlalu capai. Kepenatan yang berlebihan bisa merupakan pintu masuk segala macam penyakit. Asmara: Posisinya masih belum memungkinkan untuk bisa diajak berterus terang, maka bersabar sajalah. Libra Peruntungan: Minggu inilah kesempatan bagi Anda meraih sesuatu yang selama ini tidak mungkin diraih. Tak perlu cemas akan kehabisan order ataupun nganggur, karena banyak peluang yang terbentang di depan mata. Kesehatan: Lari-lari kecil baik dilakukan untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Asmara: Saingan Anda sudah mulai melancarkan aksinya. Untuk itu, komunikasi dengannya jangan sampai merenggang. Scorpio Peruntungan: Masih banyak peluang yang lebih terbuka lebar dan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Maka dari itu cobalah lebih konsentrasi dan jeli dalam melihat suatu peluang, agar tidak ada yang tersia-siakan. Kesehatan: Gangguan muncul akibat rasa penat yang berlebihan, jaga agar hal ini jangan sampai terjadi. Asmara: Pertahankan suasana yang lebih indah dan menyenangkan ini. Sagitarius Peruntungan: Ancaman bisa saja datang justru dari orang yang selama ini Anda kenal akrab. Tak perlu cemas, yang penting kewaspadaan tetap selalu dijaga. Jangan mudah membicarakan masalah pribadi kepada siapa saja karena bisa-bisa mereka akan ambil keuntungan dari permasalahan yang Anda hadapi saat ini. Kesehatan: Dengan berpikiran ringan dan santai, maka hidup ini akan terasa lebih ringan, tidak sampai memusingkan dan kondisi badan tetap dapat dijaga dengan baik. Asmara: Jika ada masalah usahakan jangan sampai bocor keluar karena hanya akan menambah rumit permasalahan.

Diasuh Oleh : Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 1 - 7 Maret 2020

Matahari Memusnahkan Segala Virus Berbahaya ut purastāt sūrya eti viśvadrsto adrstahā, adrstān sarvāñjambhayan sarvāśca yātudhānyah “Matahari yang terbit di Timur melihat semuanya, pemusnah hal-hal yang tidak terlihat, menyingkirkan segala jenis virus berbahaya dan semua makhluk jahat malam hari.”

”Bali Pulina (Pulau Bali) menjaga dirinya melalui praktik tradisional keagamaannya. Dapat dikatakan ia adalah praktik spiritual yang tidak ada duanya di dunia karena ia adalah the only one. Sebuah praktik ampuh yang mempunyai kekuatan maha utama dan mampu menangkal serta memusnahkan segala jenis virus berbahaya.” Hari-hari belakangan ini dunia dikejutkan dengan munculnya virus Corona yang menyerang kota Wuhan di Tiongkok. Kota itu pun diisolasi total. Tidak boleh ada warga yang pergi ke luar kota dan tak boleh ada orang luar yang masuk ke dalam kota tersebut. Di media sosial kemudian beredar berita-berita hoax atau video-video yang memperlihatkan orang-orang yang tiba-tiba jatuh dengan sendirinya dan diduga karena terserang virus Corona. Para tenaga medis menjadi stres karena kecapaian, dan orangorang Wuhan menjadi “sosok menakutkan” bagi penduduk lainnya bahkan oleh sanak keluarganya yang tinggal di luar kota Wuhan karena takut tertular virus Corona. Kota yang sebelumnya merupakan salah satu kota penting di Tiongkok itu pun akhirnya menjadi kota mati. Banyak airport ditutup sementara untuk kedatangan dan keberangkatan pesawat udara. Sedangkan airport lainnya memberikan penjagaan ekstra demi menangkal “kehadiran” virus Corona ke negaranya. Arab Saudi bahkan menutup

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa sementara kunjungan ibadah haji bagi umat Islam. Berbagai macam penyakit telah menyerang umat manusia sejak dahulu. Bahkan mungkin sejak keberadaan umat manusia itu sendiri. Insting mempertahankan diri membuat manusia selalu berusaha mencari obat untuk mengatasi setiap penyakit yang muncul. Dengan keyakinan bahwa tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, manusia terus berusaha mencari penawar sakit. Keyakinan ini tak lepas dari filosofi rwa bhineda, dua hal yang saling berlawanan. Ada atas, ada bawah; ada timur, ada barat; panas-dingin, dan sebagainya. Kalau ada sakit pasti ada sehat. Kalau ada penyakit pasti ada obatnya. Menurut Ayur Veda, ilmu kedokteran tradisional Veda, penyakit dibedakan berdasarkan penyebabnya yaitu: ādhyātmika vyādhi, adalah penyakit yang berasal dari diri sendiri yang bisa terjadi karena pikiran, faktor keturunan/ genetis, ketidaksempurnaan pertumbuhan janin dalam kandungan, ketidakseimbangan unsur-unsur dalam tubuh, atau kecelakaan yang terjadi akibat keteledoran diri sendiri; ādhidaivika vyādhi, yaitu penyakit yang berasal dari pengaruh alam, seperti bencana alam, keganasan cuaca dan musim yang tidak teratur; ādhibhautika vyādhi, yaitu penyakit yang disebabkan makhluk lain, misalnya digigit anjing, digigit ular, bakteri, virus, dan kecelakaan akibat kelalaian orang lain. Ādhyātmika vyādhi bisa dikatakan sebagai bentuk sañcita dan prārabdha karma phala yaitu hasil perbuatan yang dilakukan pada kelahiran-kelahiran terdahulu yang tersimpan dan diterima dalam hidup sekarang. Karma

MIMBAR AGAMA

Js. Ang Cuan Yen FESTIVAL Qing Ming (hanzi ; sederhana: tradisional: ; pinyin: qīng míng jié) atau di Indonesia lebih dikenal sebagai Ceng Beng (bahasa Hokkien) adalah ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah ke kuburan sesuai dengan ajaran Khonghucu. Ceng Beng dianggap sama pentingnya dengan upacara sembahyang peringatan hari wafatnya orangtua dan luluhur. Di samping Imlek dan Cap Go Me, Ceng Beng adalah hari raya etnis Tionghoa lainnya yang tidak pernah luput dirayakan tiap tanggal 5 April.

Tradisi Ceng Beng melestarikan perintah Kaisar Chu Goan Chiang agar rakyatnya mencari dan membersihkan kuburan sanak keluarganya yang tak diketahui keberadaannya. Ceng Beng diambil dari kata Ceng (terang) dan Beng (jernih). Karena hari tersebut musim semi di Tiongkok (China), maka merupakan kesempatan yang paling baik untuk mengunjungi Thiong (pemakaman umum). Sembari membawa hio (dupa batangan untuk sembahyang), warga Tionghoa nyekar di bong (makam) untuk merayakan pertemuan dengan leluhur yang sudah meninggal. Tiga hari sebelum Ceng Beng, makam-makam itu sudah harus dibersihkan. Rumput dan alangalang dipotong, batu nisan dan bangunan sekelilingnya disikat bersih dengan air dan sabun. Pokoknya saat nyekar sudah harus bersih. Saat ini, karena pemakaman-pemakaman Tionghoa sudah banyak digusur, mereka pergi ke ke tempattempat penitipan abu jenazah,

ARIDUS BATARA Guru yang sedang terbang di atas Telaga Nirmala, tanpa sengaja melihat wanita cantik bertapa kungkum secara bugil. Tak tahan menahan libido, terperciklah kama putih jatuh di selembar daun sinom yang mengambang di telaga, akhirnya tertelan oleh Petapa yang bernama Dewi Anjani. Akibatnya, terjadi kehamilan dan syukur Batara Guru mengakui janin tersebut adalah hasil reproduksinya tanpa penetrasi, yang akhirnya melahirkan seekor monyet putih bertubuh perkasa bernama Anoman. ‘’Itu adalah salah satu versi pewayangan ikhwal asal-usul komandan kera yang memimpin serbuan pasukan kera ke Alengka

in corpore sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Sesuai jumlah jenis makhluk hidup di seluruh alam, terdapat 8.400.000 jenis gerakan Yoga. Dari semua gerakan Asana Yoga tersebut terdapat dua belas jenis gerakan yang merupakan ringkasan dari semua gerakan yoga yang dijadikan satu “Paket” Gerakan Asana Yoga yang dinamakan Sūrya Namaskār atau penghormatan pada Sang Hyang Sūrya, yang meru pakan kekuatan Sang Hyang Widhi Wasa dalam bentuk matahari. Melalui gerakan Sūrya Namaskār tubuh manusia dapat menyerap energi matahari dan mengubahnya menjadi tenaga bagi tubuh untuk menjadi lebih sehat, bahkan menjadi obat yang memberikan kesembuhan dari segala jenis penyakit. Banyak laporan para sahabat tentang kesembuhan dan kesehatan yang membaik setelah rutin melakukan Sūrya Namaskār. Ada yang sembuh dari “kebiasaan” batuk dan pilek yang tiada pernah henti, terbebas dari “alergi dingin”, bahkan di Baturiti, dekat Bedugul, mereka akhirnya berani mandi dengan air dingin langsung dari bak mandi pada pukul 03.00 dini hari. Ada juga sahabat yang sembuh dari kanker setelah rajin dan tepat waktu melaksanakan Sūrya Namaskār selama beberapa bulan. Dengan keyakinan, ketundukan hati, kesungguhan, kesinambungan, dan keteraturan mempraktikkan Sūrya Namaskār maka 12 gerakan yoga tersebut mampu menyembuhkan segala jenis penyakit. Sebelum melakukan dua belas gerakan Sūrya Namaskār, terlebih dahulu diucapkan doa pujian terhadap Dewa Matahari (Sūrya Namaskār Mantra) sebagai berikut: Om ādityasya namaskāram ye kurvanti dine dine, dirgham ayur balam viryam vyādhi śoka vināśanam, yang artinya adalah “mereka yang menyembah Dewa Sūrya setiap hari akan menjadi panjang umur, sehat, dan teguh, semua penyakit dan kedukaan menjadi binasa. Setelah itu, mantra

Qing Ming

termasuk ke krematori. Sehari sebelum Ceng Beng merupakan hari bebas api. Selama sehari penuh di rumahrumah tidak diperbolehkan ada api menyala. Tradisi ini punya kaitan dengan peristiwa di negeri leluhur Tiongkok. Konon, kala itu ada seorang pangeran yang karena difitnah terpaksa meninggalkan istana. Selama pembuangan dan pengembaraan yang panjang, di antara pengikut pangeran itu terdapat seorang pembesar yang sangat setia. Begitu setianya pembesar ini hingga pernah memotong daging pahanya untuk santapan sang pangeran. Sayangnya, ketika pangeran kembali menjadi raja, Kai Cu Tai –nama pengikut setianya– terlupakan. Raja yang kemudian diingatkan hal itu akhirnya mengerahkan rakyatnya untuk mencarinya. Karena tidak berhasil, ia pun memerintahkan membakar hutan agar pengikut setianya itu keluar. Tragisnya, orang yang dicari-cari itu ditemukan dalam keadaan terpanggang sambil

memeluk ibunya yang telah tua. Raja yang bersedih akhirnya memerintahkan rakyat untuk tidak menyalakan api sehari sebelum Ceng Beng, sebagai tanda duka. Karenanya, Ceng Beng juga disebut hari raya makan sajian dingin. Sesuai kepercayaan mereka, keharusan mengunjungi makam leluhur di hari Ceng Beng merupakan wujud bakti seorang anak terhadap orangtua dan leluhurnya. Menurut ajaran Khonghucu, bakti ini harus diwujudkan selama mereka hidup dan sesudah meninggal. Bagi orang Tionghoa, bakti seorang anak terhadap orangtua/leluhur dianggap kebajikan paling utama. Anak harus menghormati orangtua dan tidak mempermalukannya. Tidak terbatas pada generasi yang masih hidup tetapi juga nenek moyang yang sudah tiada. Anak yang berbakti dikasihi dan diberkati Tian (Tuhan). Sebaliknya, anak yang durhaka (put hau), dianggap sangat terkutuk karena melu-

untuk Dewa Sūrya “Om Śrī Sūryāya namah” diucapkan sebanyak 3x, 7x, 21x, atau sebanyak 108x dalam satu putaran Japamālā (tasbih). Dijumpai pula versi serupa dari mantra pujian teruntuk Dewa Sūrya ini, yaitu “ādityasya namaskāran ye kurvanti dine dine, āyuh prajñā balam vīryam tejasteśān ca jāyate,” (mereka yang memuja Dewa Sūrya setiap hari, maka usia hidup mereka menjadi panjang, kesadaran menjadi bijak, kuat, keberanian dan kekuatan vital menjadi berkembang cemerlang). Atau “ādityasya namaskāram ye kurvanti dine dine, janmāntara sahasresu dāridryam nopajāyate” (mereka yang memuja Dewa Sūrya dengan tekun setiap hari maka dalam ribuan penjelmaannya tidak akan pernah menghadapi kemiskinan). Intinya, pemujaan kepada Sūrya melalui Asana Yoga Sūrya Namaskār dan lain-lain teknik tradisional keagamaan spiritual dapat melenyapkan segala penderitaan atau penyakit. Di Bali Pulina (Pulau Bali), pulaunya para Dewa (terdapat 33 Dewa Utama), praktik pemujaan Dewa Matahari menempati tempat terdepan. Hampir pada setiap upacara keagamaan spiritual penempatan Sanggar/Sanggah Sūrya (tempat pemujaan Dewa Sūrya) yang juga disebut sebagai Sanggah Agung selalu terdepan. Sebagai “saksi” upacara, jika tidak ada Sanggah Surya maka upacara keagamaan dianggap gagal. Dalam urutan pemujaan Pañca Sembah pun pemujaan kepada Tuhan melalui perwujudanNya sebagai matahari (Śiwa Raditya) menempati tempat terdepan (Āditya=matahari). Sembah bakti kepada Dewa Matahari dilakukan dengan mencakupkan tangan di atas kepala dengan sarana bunga berwarna putih, disertai mantram, “Om ādityasya paramjyotir rakta-teja namo’stu te sweta pangkaja-madhyastha bhāskarāya namostu te.” Penghormatan kepada matahari sakala-niskala, secara material maupun spiritual dapat dan mampu memusnahkan virus-virus berbahaya. (bersambung)

pakan jasa-jasa orangtua. “Di dalam Sembahyang Musim Semi dan Sembahyang Musim Rontok hendaklah dibangun kembali bio leluhur, diatur rapi barang-barang warisannya, diatur rapi pakaian-pakaiannya dan disajikan makanan sesuai dengan musimnya”. (Kitab Tiong Yong/Tengah Sempurna XVIII, 3). Cingcu berkata, “Hati-hatilah saat orangtua meninggal dunia dan janganlah lupa memperingatinya sekalipun telah jauh. Dengan demikian rakyat akan kembali tebal Kebajikannya”. (Kitab Lun Gi/Sabda Suci I. 9) Pada waktu sembahyang kepada leluhur, hayatilah akan kehadirannya dan waktu sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Rokh, hayatilah pula akan kehadiran-Nya. Nabi bersabda, “Kalau Aku tidak ikut sembahyang sendiri, Aku tidak merasa sudah sembahyang”. (Lun Gi/ Sabda Suci III, 12). Membersihkan kubur bebas dari rumput itu bukan adat zaman kuno (Li Ji Catatan Kesusilaan II A, 2). Shanzai

Desa Global

brolan BALE BANJAR

jenis ini sangat sulit dicegah jika tidak bisa dikatakan mustahil, karena sudah merupakan hukum karma atau hukum Tuhan, kecuali orang beruntung dapat mempraktikkan teknik-teknik tradisional Veda yang memang diperuntukkan khusus untuk “pengkikisan” karma-wasana. Melalui pemahaman yang baik tentang hukum karma phala, keadaan tersebut bisa diterima dengan damai. Sārasamuccaya juga mengajarkan “matangnyan haywa juga wwang manastapa, an tan paribhawa, si dadi wwang ta pwa kagongakena ri ambek apayāpan paramadurlabha iking si janma-mānusa ngaranya, yadyapi candālayoni tuwi”, oleh karena itu, orang hendaknya jangan berduka, walaupun hidup serba kekurangan, (mendapat kesempatan) lahir menjadi manusia itulah yang patut dibanggakan di dalam lubuk hati, karena sangat amat sulit mendapat kesempatan lahir sebagai manusia, walaupun terlahirkan sebagai (yang dipandang rendah) Cāndāla sekalipun. Ādhidaivika vyādhi dan ādhibhautika vyādhi dapat dicegah dengan menjaga lingkungan, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar tetap prima, dan menjaga kewaspadaan agar tidak terkena kecelakaan. Salah satu cara menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh adalah melalui olahraga. Asana Yoga merupakan salah satu sumbangan terbesar Sanātana Dharma pada dunia. Ia diakui dan dipraktikkan di seluruh dunia. Asana berarti sikap atau gerak, yoga berarti mendekatkan diri pada Tuhan. Asana Yoga (yang merupakan bagian keempat dari Astānga Yoga) berarti keserasian gerakan tubuh dengan napas dan konsentrasi untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Sejumlah besar gerakan membuat badan menjadi sehat dan bugar. Dengan badan yang sehat maka lebih mudah untuk mendekatkan diri pada Sang Hyang Parama Kawi melalui Catur Marga Yoga (4 jalan Yoga). Hal ini sejalan pula dengan ungkapan dalam bahsa Latin, mens sana

dalam epos Ramayana. Cuma dalam mitologi atau fiksi, sperma bisa hidup di luar tubuh. Memang menurut pakar andrologi yang mendalami spermatologi, sperma atau kama putih adalah perenang jempolan yang bisa berenang cepat di kolam insani yang diterjunkan lewat vagina. Dari titik awal ini, sperma berenang menuju ovarium bertemu ovum untuk pembuahan. Kalau hasilnya baik atau positif, terjadilah kehamilan. Bila ada yang berpendapat bahwa sperma superkuat bisa berenang di kolam renang setelah seorang lelaki ganjen mengalami ejakulasi akibat horny hebat, adalah bualan. Mungkin si pelontar pendapat larut suntuk di dunia pewayangan atau mempunyai tujuan tertentu buat menakut-nakuti perempuan berenang di kolam. Sperma sehebat apa pun tidak bisa hidup di luar lingkungannya, apalagi di kolam renang. Sebab, ada ketentuan, kolam renang untuk publik harus diklorinasi setiap hari untuk membunuh ku-

man, bakteri, protozoa dan mikroba. Klorin adalah sejenis racun atau disinfektan buat mencegah penularan kolera, disentri dan tipus lewat air. Jadi, hanya tukang khayal yang mengatakan air kolam bisa menjadi mediasi pembuahan yang menyebabkan kehamilan,’’ tutur Rubag. ‘’Kedengaran lucu tetapi bahaya bila di Zaman Milenial yang juga disebut Era 4.0 berkat kehebatan teknologi digitalnya, yang mendorong evolusi Homo Sapiens menuju Homo Deus, ada orang berpendapat seperti yang kau tuturkan. Cerita konyol tersebut hanya cocok untuk materi stand up comedy. Komediannya pasti mendapat gerr luar biasa karena materinya berantakan bernilai kompor gas, pinjam istilah Indro Warkop. Tapi kalau pendapat konyol seperti itu dilontarkan seorang pejabat publik, perlu dipertanyakan apakah cocok beliau menduduki kursi terhormat di sebuah lembaga negara? Itu tidak saja mencoreng reputasi si pelontar pendapat, juga memalu-

kan bangsa dan negara. Apalagi aku dengar dan aku baca di media daring, beliau bergelar doktor lulusan perguruan tinggi ternama di Tanah Air. Kendati si pelontar pendapat sudah minta maaf dan menyatakan itu pendapat pribadi bukan lembaganya, juga memohon agar tidak menyebarluaskan dan memviralkan pendapatnya, nasi telah jadi bubur. Pendapat diucapkan Jumat, namun Minggu (23/2) sudah menempati posisi paling atas dari 20 berita terpopuler di Daily Star, Inggris. Harian yang dimiliki Reach PLC yakni raksasa media di United Kingdom, memasang judul ‘Women can get pregnant from swimming in a pool with men, child official claims’. Celakanya, berita tersebut telah dibagikan lebih dari 11.500 kali di media sosial,’’ komentar Nyoman Sudiantara. ‘’Di Zaman 4.0, seperti komentarmu, dunia sudah seperti terlipat-lipat. Ruang dan waktu mengkerut. Masyarakat yang telah dihipnotis gadget bermuatan android, membuat

sebuah peristiwa menarik atau aneh yang terjadi di Songan, Bangli, dalam hitungan menit terbaca dan dikomentari di Montreal, Kanada. Dunia sudah dikatakan menjadi desa global oleh Marshall McLuhan yang juga menulis ‘Media adalah pesan’. Karena itu, hati-hati melontarkan pendapat, apalagi pesan yang disampaikan di luar pengetahuan dan kompetensi si pengucap. Pendapat konyol tentang air kolam menjadi mediasi pembuahan penyebab kehamilan, bisa menjadi pesan negatif buat dunia pendidikan kita, terutama pendidikan tinggi. Karena ada pula penyandang gelar S-3 yang berpendapat bahwa orang-orang yang tidak menjadi vegetarian merupakan manusia yang belum sadar. Padahal sadar dan kesadaran itu nisbi! Sebab, ada guru besar yang tidak mengonsumsi daging sempat mendekam di sel kepolisian karena jadi tersangka korupsi,’’ pungkas Made Surjanegara.


Bali

6

Redité Umanis, 1 Maret 2020

Kuningan, Galah ”Nguningang Padéwékan”

RAHINAN suci wantah parindikan sané mabuat sajeroning pidabdab magama, sangkaning punika ketah kapanggihin krama jagi nyayagayang sekancan sarana tatkala rahinan suci inucap rauh. Asapunika taler sané ketah kapanggihin ring krama Hindu sané akéh pisan madué rerahinan suci antuk pidabdab upacara lan soroh upakaranyané soang-soang. Nénten akidik rerahinan sané satmaka madudonan, minakadi conto rahinan suci Galungan lan Kuningan sané mapaiketan ring Tumpek Wariga sané raris kauntatin antuk rahinan Pegatwakan. Ngeninin indik rerahinan Galungan, pangrauhipun wantah dumunan dasa rahina tur Kuningan sané rauh dibi, ring rahina Saniscara Kliwon wuku Kuningan sané ngawinang prasida kawastanin antuk Tumpek Kuningan. Manut Dr. Putu Sabda Jayendra, S.Pd.H.,M.Pd.H., akademisi Hindu sané taler dosén budaya ring sinalih tunggil perguruan tinggi ring Denpasar, tetuek saking rerahinan Kuningan prasida kaselehin saking aran utawi krunanipun. Inggih punika mawit saking kruna “uning” sané raris dados “kauningan” sané maartos “ngélingang” utawi “ngentenang”. Dadosné prasida

kabaosang yéning rahinan suci Kuningan wantah rahinan sané becik kanggén kramané éling malih ring padéwékannyané soang-soang, minakadi indik wit saking soangsoang krama inucap taler dados galah nincapang pikayunan sané setata yatna ring pamargi kahuripan. Yadiastun Dharma sampun jayanti ngasorang Adharma sané kapatingetin tatkala Galungan, nanging kramané patut setata sayaga duaning Adharma majanten jagi ngrauhin tur setata ngoda pikayunan manusané. “Antuk pidabdab lan pangrauh rahinan Kuningan, krama Hinduné satmaka kapakélingin mangda prasida “nguningang padéwékan” antuk setata mulat sarira taler yatna ring sapangrauh Adharma sané sujatiné wantah setata nyarengin kawéntenan Dharma ring jagaté puniki pinaka daging Rwa Binedha,” baos dané. Malih dané nartayang, tatkala rahinan punika majanten kramané jagi ngamargiang makudang-kudang upacara yadnya sané wangun utawi sorohipun nganutin dresta ring soang-soang wewidangan utawi pakraman. Nanging sané majanten dados cihna sané iconic saking rerahinan Kuningan wantah kawéntenan sarana marupa

Kuningan Boya ”Yéllow Day” KAWÉNTENAN rerahinan suci agama Hindu pamekas ring Bali mabuat pisan. Duaning sakadi kapatutan sané sampun katami saking panglingsiré, rerahinan suci inucap patut kadabdabang antuk ngamargiang makatah upacara yadnya manut soroh rerahinan lan dresta ring soang-soang wewidangan. Antuk panglimbak masa anyar sakadi mangkin, sinah patut katelebang malih daging-daging katattwan miwah tetuek rerahinan minakadi conto tetuek indik rerahinan Kuningan. Yadiastun pidabdab upacara ring pakraman kantun becik, nanging manut Dr. Putu Sabda Jayendra, S.Pd.H.,M.Pd.H. tetuek indik Kuningan sané nénten becik katelebang. Punika kasinahang saking kawéntenan para yowanané mangkin sané maosang Kuningan antuk kruna Yéllow Day sakadi sané naenin kapanggih ring “média sosial”. Yéning kaartosang punika mateges “Dina Kuning” sinah kirang adung sareng rerahinan Kuningan sané ring pidabdabipun jakti nénten kadagingin antuk makatah pepayasan bungah sarwa mawarna kuning. Kawéntenan punika minab sangkaning makatah budaya dura negara kasarengin antuk bahasa Inggris sané ketah kaunggahang ring kawéntenan utawi aab jagaté mangkin. Dadosné krama pamekas para yowana mapikayunan yéning sekancan parindikan mangda prasida kasinahang antuk bahasa Inggris kantos ka aran rerahinan Kuningan taler kamedalang antuk bahasa Inggris, nanging tan padasarin antuk nelebang lan éling ring tetuek saking rerahinan inucap. Indik punika raris ngawinang iwang pikayun olih sang sané meled uning pamekas para tamiu saking dura negara. Yéning indik sané “salah kaprah” inucap nénten kabecikang, sinah para yowana bénjang pungkuran jagi nuut tur nutug pidabdab inucap kadasarin antuk “latah trénd” saha ngawinang pikayunipun sayan doh ring katattwan sujati saking rerahinan suci Kuningan. Punika taler prasida ngawinang pidabdab rerahinan inucap magentos, inggih punika kadabdabang antuk masarana sarwa kuning sané madasar antuk “trend”, nénten kadasarin antuk sapunapi tetuek miwah tetamian dresta para panglingsiré nguni. Yéning sampun asapunika, kasuén-suén sinah prasida ngingsirang tetuek rerahinan suci Kuningan saking “kauningan” utawi “nguningang padéwékan” dados “rahina antuk makatah pepayasan lan sarana bungah mawarna kuning” sané majanten doh pisan saking tetuek sujatiné. “Sané pinih kajejehin wantah rerahinan suci Kuningan kamargiang antuk sekancan sarana lan sarwa bungah mawarna kuning madasar antuk pikayunan nyinahang pidabdab Kuningan inucap ring tamiu utawi turis sané rauh ka Bali mangda ipun angob nyingakin. Mangda nénten kapanggihin parindikan sakadi punika, sinah patut uning tur éling ring budaya rumasuk sekancan tetuekipun sadurung nyinahang ring wang dura negara,” baos dosén Agama lan Cross Culture Understanding ring Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional Denpasar puniki nugesang. (was)

Kruna AKSARA BALI

BPM/was

BPM/dok

TAMIANG – Sinalih tunggil cihna sané kapanggihin ring rerahinan suci Kuningan inggih punika sarana sané marupa tamiang lan sané tiosan sané jagi kagenahang lan kagantungang ring bale, sanggah kemulan, penjor miwah sané tiosan.

Pidabdab Upacara Kuningan

Bencingah

Basa Bali

tamiang miwah sané tiosan sané majanten kadagingin ring makudang-kudang genah lan wewangunan minakadi ring balé, palinggih kamulan, sanggah miwah wangunan tios. Sarana punika wantah kanggén ring rahinan Kuningan kémanten. Nagingin tamiang sané wangunipun tan bina sakadi taméng utawi perisai wantah niyasa saking pidabdab manusané yatna tur sayaga ring pangrauh adharma. Pikayunan punika sané raris kanggén bekel sajeroning ngamargiang kahuripan kawekasan antuk pidabdab sané becik kantos rauh rahinan Galungan lan Kuningan malih nem sasihnyané. Dadosne pidabdab saha tetuek saking rerahinan Galungan lan Kuningan nénten naenin mapangkedan kantos ring Pegatwakan kémanten sajabaning wantah setata mapitehan nganutin pidabdab masa sakantuné Dharma madampingan sareng Adharma pinaka sinalih tunggil daging Rwa Binedha ring jagaté puniki. “Rerahinan Kuningan wantah rerahinan pinaka manusa Hindu setata éling ring padéwékan, éling ring kapatutan saha setata nunas panuntun ring Ida Sanghyang Widhi Wasa mangda prasida becik ngamargiang kahuripan puniki,” Sabda Jayendra nugesang. (was)

BAhAsa INDONESIA

1. ibuh

1.

hibu;,

gemuk

2. ica

2.

hic,

tertawa

3. ical

3.

hicl/,

hilang

4. igum

4.

higum/,

sepakat

5. iig

5.

hihig/,

pecah

6. iing

6.

hih&,

ringan

7. ijek

7.

hij)k/,

sibuk

8. iju

8.

hiju,

tergesa-gesa

9. ikuh

9.

hiku;,

ekor

10. ilid

10. hilid/,

tersembunyi

Nénten Nglintangin Tajeg Surya SAKADI sané sampun kawedar, rerahinan suci Kuningan wantah éédan utawi dudonan saking rerahinan Galungan. Rerahinan inucap madué tetuek sané taler mabuat sajeroning kahuripan krama tios saking Galungan, inggih punika pinaka rahina patinget saha ngulengang pikayunan nguningang malih padéwékan saha yatna tur becik-becik nyiagayang raga antuk pangrauh Adharma sané majanten setata rauh nyarengin kawéntenan Dharma. Punika mawinan rerahi-

nan suci Kuningan kanggén kramané nyengker padéwékan saking makatah parindikan kaon mangda prasida becik ngamargiang tur nglanturang parikrama kahuripan kantos kapanggihin malih Galungan lan Kuningan. Sampun majanten parikrama rerahinan Kuningan jagi kalintangin antuk ngamargiang upacara yadnya sakadi tatkala Galungan antuk upakara sané nganutin saking dresta ring kulawarga wiadin wewidangan soang-soang. Duaning manut Dr. Putu Sab-

da Jayendra, S.Pd.H.,M.Pd.H., wénten makudang-kudang pidabdab ngamargiang Kuningan sané mabina-binayan manut Désa Mawacara. Sakéwanten daging utawi unteng pidabdab inucap majanten kantun pateh. Tatkala punika taler kauningayang yéning kramané jagi ngamargiang upacara sané katur ring para déwata nanging nénten lintang saking tajeg surya utawi jam 12.00 Wita. Punika kadasarin antuk katattwan ring tigang rahina sadurung Galungan wantah tedun Sang Kala Tiga sané jagi

BPM/was

TAJEG SURYA– Nénten tios saking Galungan, ring rahinan Kuningan taler kamargiang pidabdab ngaturang upakara yadny sakéwanten nénten kantos lintang saking tajeg surya utawi tengai tepet.

ngoda lan ngulgul kawéntenan manusané. Wusan punika ring Galungan utawi galah kawijayan Dharma ngasorang Adharma, raris tedun makudangkudang prelambang Dharma malarapan antuk patedunan sekancan déwa saking déwaloka. Risampuné ngranjing ring rahinan Kuningan sinah para déwatané jagi mawali malih ka déwaloka ring galah tajeg surya inucap. Punika ngawinang upacara sané kamargiang nénten dados lintang saking galahé punika. “Sané patut kaélingang, yadiastun para déwatané sampun mawali ka déwaloka, nanging sampun majanten manusané patut ngukuhang raga mangda becik ngamargiang kahuripan tur nénten malih kagulgul antuk adharma,” baos dané. Tios pidabdab upacara sané katur ring para déwa, wénten taler ring rahinan Kuningan pidabdab ngaturang upacara majeng ring para leluhur utawi panglingsir saking krama inucap. Pidabdabnyané ketah kamargiang sinarengan sareng upacara sané katur ring para déwatané. Galahipun taler nénten dados lintang saking tajeg surya utawi jam 12.00 Wita. Yadiastun pidabdab upacara sané katur majeng ring para panglingsir utawi leluhur ketah taler kamargiang ring galah utawi rera-

hinan lianan minakadi antuk upakara punjung lan sané tiosan, nanging sané kamargiang ring rahinan Kuningan wénten tetueknyané. Punika wantah jalaran krama Baliné mapakéling utawi nguningang malih indik sapasira para panglingsirnyané sané sampun ngadeg utawi malinggih sané pinaka wit saking i rerama, i kakyang, buyut miwah sané tiosan napi malih nénten akidik taler sané kajantenang manumadi utawi tumurun malih ring kulawarga. Duaning ngélingang padéwékan nénten kamargiang antuk nyiwi utawi nyinggihang Ida Sanghyang Widhi Wasa kémanten nanging prasida taler kamargiang malarapan antuk nyiwi para panglingsir. Napi malih ring sanggah utawi kamulan rong tiga, ring kiwa lan tengennyané wantah linggih saking Purusa utawi panglingsir lanang lan Pradana utawi panglingsir istri sakéwanten sané ring tengah wantah linggih saking Ida Sanghyang Widhi Wasa pinaka Ida Bhatara Hyang Guru pinaka panglingsir saking sekancan panglingsiré sami. “Ring rahinan suci Kuningan prasida taler dados galah mapakéling malih indik lelintihan utawi pamancangah ring soang-soang kulawarga utawi padéwékan” dané nartayang. (was)

Dura désa

Kuda Renggong Sumedang

Sayan Nglimbak antuk Kreasi Anyar KUDA Renggong wantah sinalih tunggil kasenian tradisional khas Kabupaten Sumedang mawit désa sané mawasta Désa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua. Carita indik Sipan, kadadosang wit taler sejarah saking embasnyané kasenian Kuda Renggong puniki. Sané nyolahang Kuda Renggong wantah anak lanang sané mapupul ring sekaa sané madaging luiré; sinunggil pamucuk sekaa sané ketah kasengguh pelatuk, angga sekaa sané nyolahang, miwah adiri utawi kalih diri pemain silat. Nyabran krama sané nyolahang Kuda Renggong patut madué kawagedan sané becik mapaiketan ring kasenian inucap, mangda prasida ngamargiang atraksi sakadi sané kaptiang. Pangawitnyané, kasenian Kuda Renggong wantah kasolahang ring désa-désa nagingin acara syukuran, pamekas acara sunatan. Ninutin panglimbak masa, kasenian inucap taler nglimbak tur kasolahang taler pinaka panyambutan ring acara pawiwahan miwah panyembarama majeng tamiu sané malancaran ka Kabupaten Sumedang. Kuda Renggong

taler ngranjing ring acara tahunan Dinas Kepariwisataan Sumedang sané kamargiang nyabran tanggal 29 September nyabran warsa. Sajeroning ngiringang acara sunatan, wus acara inucap alit-alit sané nyarengin sunatan pacang kapayasin antuk busana sané becik tur kagenahang ring Kuda Renggong sané taler sampun kapayasin antuk busana sané anut sareng anak alit sané nglinggihin. Busana sané kawigunayang minakadi mabusana wayang, pangeran, busana Sunda, kantos busana-busana sané ketah kawigunayang ring satua-satua tradisional. Alit-alit sané malinggih ring Kuda Renggong salanturnyané kairingang ngiterin désa. Sapanjang pamargi, Kuda Renggong pacang masolah kairingang antuk makudang-kudang gamelan, minakadi; kendang, bedug, gong, trompét, genjring kemprang, ketuk miwah kecrek. Satios gamelan pangiring taler kairingang antuk tembang Kaleked, Mojang Geulis, Rayak-rayak, Ole-ole Bandung, Kembang Beureum, Kembang Gadung, Jisamsu, miwah tembang tiosan. Satiosan kasolahang wus

acara sunatan, Kuda Renggong taler kasinahang ring acara festival. Sesolahan sané kasinahang ring acara festival matiosan sareng sané kamargiang ring désa ri kala sunatan. Sajeroning acara festival ketah kasarengin antuk makudang-kudang sekaa Kuda Renggong saking makudang-kudang désa sané wénten ring Sumedang. Sekaa inucap ketah kapupulang ring genah acara sané salanturnyané pacang mamargi mairingan nuju genah sané sampun kasayagayang. Ring acara festival, nyabran sekaa Kuda Renggong madué kreasi sané matios-tiosan saha nyinahang sané pinih becik, minakadi saking busana, gerakan sané kasinahang, gamelan pangiring, taler iasan-iasan sané kawigunayang. Sajeroning panglimbaknyané, kasenian Kuda Renggong sampun manados icon kasenian khas Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kajantenang antuk kamargiangnyané acara festival nyabran warsa. Sajeroning acara festival taler setata kasinahang kreasi anyar sané ngawinang pamargin acara sayan bungah. (pusdat/berbagai sumber)

BPM/ist

KUDA RENGGONG – Anak alit wus ngamargiang acara sunatan pacang kagenahang ring Kuda Renggong tur kairingang ngiterin désa antuk busana sané bungah.


Nyastra

Redité Umanis, 1 Maret 2020

IDA Sang Hyang Parama Kawi tan jagi nibakang pikobet ring parajana sané tak sida antuka ngabetang, tan jagi niwakang pakéwuh sané tan sida antuka mupuh. Pikobet pakéwuh punika saksat ujian. Sara sarat ten sarat antuk nampénin. Yéning sarat antuk nangkepin, prasida lulus. Yén ten sarat antuk nepasin, pastika ten lulus. Yén ten lulus, ten sida nincapang kaweruhan, terus katandes ring sor. Madé Sanggra cacep pisan indiké punika. Pakéwuh pikobet sat sategeh gunung salinggah segara sané nibénin daweg nyingkir, kadi besi kawajanin, saksat jabang tetuka kakawahin, metu kukuh katong tan kapangpangan. Panyingkiran sampun biasa sawai-wai makenta aya, nandang bedak nandeng seduk ring telenging alas. Sakémawon kawéntenané punika ten ngranayang rered aselem kuku manahnyané mélanin panegara antuk jengahé kalintang ring penjajah lan krama gelah penjilat kompeni. Banget kaonan ring désa bandingang ring alasé. Ring désa yén ten madrebé napi, jeg jakti ten wénten napi. Yén ring alasé, wénten i damuh, i lumut, i punyan biu, i daun nguda-nguda, i buah-buahan, umbin séla pinaka kanti idihin tulung, anggén panganjel waduk, pangical bedak. Ujian Madé Sanggra mabuat pisan, sampun labuh malih kateteh jan. Masan sayah. Tan wénten uleh-ulehan napi. Sedek bingung peteng dedet ten keni antuk ngétangang napi-napi, adin ipuné sakulawarga sané cager ajak ipun matimbang rasa, malah tan pajamuga tan pawangsit ical saking umah ngumbara ka Banjar Sangkétan, Désa Kreta, Bajra, Tabanan. Irika ipun dados tukang pongkod kelapa, nanggap upah ka sawah, makarya serabutan, mangda wénten anggén ngupapira pianak somah. Sapakaad adinnyané ninggal umah ninggal sanggah, nénten banget ngaméwehin. Sané rumasa banget ngaméwehin karasayang olih Madé Sanggra, inggih punika adin ipuné ninggal ayah-ayahan banjar. Ngayahin banjar asiki kémawon sampun marasa kéweh, napimalih ngayahin banjar kalih. Nyag nyug manah Madé Sanggra duk punika, peteng dedet, mriki kelet mrika seket, wastu tumbuh nglalu manahnyané jaga sareng ngumbara ka dura désa dohan malih. “Nang, Cang kal tranmigrasi.” “Heemm. Sing kena baan Nanang nyautin munyin Ciné Nggra.” Gelis pisan iur ortané sajebag Sukawati kantos ka nyama-nyama ring Batuan, Sakah, Guwang, yéning Madé Sanggra sakulawarga jagi transmigrasi ka Métro. Antuk jengahé kalintang, amatra ten wénten lek manahnyané, yadiastun transmigrasi duk punika kaucap nista. Kantos kapiragi olih sameton panyingkiran tiosan. Sami nambakin, sami munggelin. Bilih-bilih Ketut Gedé Dharmayudha, doning ragané tan sida kapasahang ring Madé Sanggra. Sakedak-sakedik pidabdab pangrencana Pak Tut Dé, wantah Madé Sanggra sané

Nyingkir-7 (“Nang, Cang Kal Transmigrasi…”) I Madé Suarsa kacagerin pisan muputang, pamekas indik surat-surat. “Saya mau jadi ketua, asalkan Saudara Sanggra jadi sekretaris.” Sakadi asapunika setata teges tegep panyawis Ketut Gedé Dharmayudha, duk ragané sering kapidi dados ketua utawi manggala makudang-kudang paguyuban mapaiketan ring véteran utamannyané. Doning véteran a-Balian, bilih-bilih sa-Gianyaran, yukti Pak Tut Dé salah sinunggil inggil unggul, patut kadadosang pimpinan, manggala. Katah dados pajongkok pakaeng. Krama sané maroang penjajah, idupnyané becik, para pejuang sané lascarya matoh pati ngusir penjajah, idupnyané malah melarat. Yadiastun melarat, Madé Sanggra ten naein makaengan. Manut ipun, mélanin gumi punika swadharma, bah-bangun kahuripan wantah swakarma. Tan uning sapasira sané nguéhin, Madé Sanggra sagét napet pianakpianaknyané ébuh misbis nunas ulam gerang KOOGA, pinaka goh bubuh bélék-bélék maduman. Masan sayah, pangungsi katah, krama grubug beteg busung lapar maliah. “Se, né aba surat sik Ngakan Gita di Blahbatuh!” “Nah Nang.” Pianaknyané ten uning napi daging surat punika. Wawu pedas antuka sesampun Bapak Ngakan Putu Gita sané madué selip ring Blahbatuh nagingin

pangandéngan sepéda ontél anaké alit beras wénten sawetara limolas kilo. “Adéng-adéng nyén Dé! Salam jak Bapak Nah!” “Nggih Atu.” Madé Sanggra nutur-nutur sareng Ketut Sandi, somahnyané sampun ayat puput ngaet séla alumpian nyagleh anggén oran nyampuhin beras, asiki mabanding tigang dasa. “Se, ajak adi-adiné ngalih lulu di teba, né kranjangé aba! Binjep sing maduman nasi, dadi nyemak didian-didian.” Sarahina-rahina setata maduman nasi. Lén sampun nasi badeng sengeh pait makilit maoran cacah berek, utawi maoran nangka ngranayang basangé bengka, lén malih maduman mangda pateh sami polih. Kauné nemnem kacacarang riin, wawu kadagingin nasi pepatehan, ten dados maimbuh malih. Yén pradé galah nyemak nasi didian-didian, sami anaké alit-alit dados sakama-kama nganggoang kita awaregan ngambil nasi. Arang pisan wénten galah nyemak nasi didian-didian. Doning maraga anak istri, naenin taler somahnyané sakadi ambul-ambul, antuk terus-terusan idup melarat kadi puniki. Pianak akéh, ten wénten ulehulehan napi-napi, kurenan ten ngelah gaé. Sakémaon sangkaning alus Madé Sanggra nuturin somah, prasida taler enduh. “Se, ka Guwang ma. Baang Pak Dé

Suta surat ajak siapé né!” “Nah Nang.” Lintang Tukad Céngcéngan, anaké alit mararian sinambi ngwacénin suraté, antuk meled uning napi kasujatian daging suraté punika. “Beli Madé, tulungin jep! Telah sajan uleh-ulehané puk. Né ada siap ras dadua, duang dasa tali ukud beli tiang pidan. Nah jani Beli Madé, slaé tali ambilah keduanya !” Méndahan malih utsaha sané kakaryanin olih Madé Sanggra sareng somahnyané. Somahnyané naenin nugtug ipah ka Bajra sareng ngrereh pakaryan serabutan. Kasujatiané becik mes alih-alihané ring Bajra, nanging ten sida nglantur duaning kandugi ninggalin pianak pabréré tan parunguan. Ten las ati. Mayasa migarangin amerta ring Pasar Sukawati madolan cacah, becik alih-alihané, pianak-pianaknyané jemet sareng ngremba, taler ten nglantur. Lais, sayan lami sayan udu, minabko madolan boya paduman swaginannyané. Nénten keni antuka ngétangang gegaén napi patut kambil, mangda sida nglantur makudus cangkem paoné. “Sing kena baan tiang Beli, gaé apa kadén jemak jani, makejang sing ja maunduk. Pedalem panak-panaké pabréré. Pang ngidaang masé ngremba, nu ngelah nak lingsir bin besik pang ngidaang masé ngemaang dedaaran.” “Nah apa ja lakar pléngkasan Luh, cutet Beli setata marengin.” Yén sira ngicénin pawisik, jeg dados wénten manah somah Madé Sanggra madolan nasi bungkus. Mamargi ajebos, pamuput pucah. Kasinahannya tan sida nimpalin dagang-dagang ajengan sané sampun ajeg makadi Dadong Ngoneng, Dadong Saprug, Dadong Siring, miwah dagang-dagang kuno sané tiosan. Wus punika polih sada sué enteg makarya sanganan utawi jaja papah kladi, doning sarana utamannyané wantah papah kladi madéndéng, sering taler kabaos jaja gambir duaning ageng lan jejaegnyané tulén sakadi gambir timpal canang nginang. Pamarginé sada becik, doning yén ten laku, dados angetin kuskusin malih, wastu sida mawali kadi jati mula. Kasuén-suén mandeg taler, ten sida mamargi. Minab déréng nepas paiketan pantaraning galah paembasan ring swagina sané patut kamargiang. Yadiastun kantun peteng dedet pamargin kahuripannyané, déréng sida manggihin sinar nyang aklebitan sané jagi nuntun ngruruh pamargi becik, nanging Madé Sanggra mastikayang pisan, pungkuran pacang kapanggih pamarginé antar, ring pantaraning pamuteran alikan gumi kadi pedati. Minab nelasang riin swakarmané kaon, sadurung ngamolihang pala saking swakarmané becik. “Né ujian adané.” Kaeng Madé Sanggra jroning ati. -0-

Desak Nyoman Agung Wulan Rosmithasari

Satua

Urati ring Basa Bali

Galuh Payuk (14) Kaketus saking Satua-satua Bali (V) NGANDIKA Siramadéwi, “Inggih, malah dayanin teka makejang bisaina.” Buin ngandika Raden Mantri tekén Luh Gading, “Ih Luh, indaang satuain Béli, teka dot gati makita madingehang satua!” Matur Luh Gading, “Titiang pamit, titiang tan uning masatua.” Lantas anaké lénan kapangandikaang nyatua, nanging Radén Mantri tusing ja satuané pirenganga, itep ja Ida sledat-sledét nyingakin Luh Gading. Kacarita suba pragat majejaitan, makejang anaké pada mapamit uli puri. Petengé Radén Mantri tusing merem, tuah Luh Gading magantung-gantung di kayun. Suba paakan lemah, mara Ida dadi merem, lantas Ida nyumpénaang Luh Gading. Gelisang satua, jani buin anaké ngaturang pangayah ngaé jaja, ia tusing buin maboréh sera, kéwala meséh buka anaké lénan. Béh ditu buin mawuwuh-wuwuh kajegégané, macebuah buka bulan purnamané. Radén Mantri buin mawuwuh maakang dogén, ngangsan malinggih tekén Luh Gading. Luh Gading kunik magarapan di bucu padet, tuara ngrunguang apa. Ngaé jaja masih ia paling duega tur paling becata. Dadi angob pakayunanidané, kabatek baan tawah-tawah tetangkepné Luh Gading magarapan, buina makejang melahan dogén tekén anaké lén-lénan gegarapanné. Jani buin Luh Gading kapangandikaang nyatua. Ditu lantas Luh Gading nyatua, nyatuang unduk anaké agung di daha miasa nunas oka, lantas madué oka marupa payuk lantas kakutang wiréh kabaos ngletehin gumi tur kaduduk baan Mén Tiwas. Mara teked ditu satuané Luh Gading lantas ia ngeling tusing ngidaang nglanturang satuané, sawiréh éling tekén paindikané. (Masambung)

SAYAN dohnyané para yowana Bali ring basa Bali, sampunang kantos ngwetuang rasa ajerih sané abot. Manut Desak Nyoman Agung Wulan Rosmithasari, S.Pd.B., M.Pd., rasa sangsaya tur ajerih krama sané urati ring Basa Bali nénten ja iwang. Sakéwanten rasa ajerih punika patut “kacawis” antuk ngamargiang utsaha mangda basa Baliné sayan raket tur tetep kawigunayang mabebaosan sajeroning ngamargiang kahuripan pamekasnyané olih para yowana Baliné. Marasa sebet ring kahanan basa Baliné sané sayan katilarin tan pawénten ngamargiang utsaha punapa-punapi pateh sakadi ngambil geginan mamocol. “Patut kangken yéning basa Bali sayan-sayan doh saking kahuripan alit-alit miwah yowana Baliné. Kahanan punika patut gelis katepasin antuk makudang-kudang utsaha mangda nénten sayan kaon. Yadiastun wantah parikrama alit, pacang becik pikolih ipun katimbang parikrama ageng sakéwanten wantah ring pikayunan kémanten,” baosnyané. Anak istri sané embas ring Denpasar, 5 Februari 1992 puniki ngwewehin, sampun akéh utsaha sané kamargiang olih pemerintah pinaka jalaran ngukuhang saha nglestariang kawéntenan basa, aksara, lan sastra Bali. Minakadi ngamargiang bulan bahasa Bali nyabran warsa. Ring acara bulan bahasa Bali, Gung Wulan— sakadi punika dané ketah kasambat ketah ngayah pinaka panureksa ring makudang-kudang lomba minakadi nyastra Bali, Masatua Bali, MC mabasa Bali, miwah lomba Mapidarta basa Bali. Satios punika, oka pasangan I

Dewa Gede Kertawidana - Anak Agung Ketut Kendrawati puniki taler urati ring kawéntenan basa Bali ring kahuripan sarahina natuk manados Guru Pasraman Wandhira Widyasrama Br. Kedaton Sumerta mawit warsa 2014 kantos mangkin. “Rasa tresnan tiang ring budaya Bali sinahang tiang mamodal ngayah, ngemit tur nglestariang kawéntenan seni lan budaya taler basa, aksara lan sastra Bali,” baosnyané. Antuk nelebin seni lan budaya Bali akéh prestasi sané sampun naen kapolihang minakadi ngranjing pinaka pamilet Pemilihan Penyuluh Agama Hindu Berprestasi warsa 2015, Jayanti I Teruni Fakultas Dharma Acarya 2013, Jayanti III Palawakya Putri UKM Dharmagita Bali 2012, Harapan I Tari Kembang Girang Se-Badung miwah Denpasar Politeknik Negeri Bali 2010, Jayanti I Lomba Tari Jaranteji PSR Tahun 2008, Jayanti 1 Pragina Baleganjur Puput a n B a d ung Tahun 2007, P r a g i n a Asean Beach Game Tahun 2008, Participant of Paper Competition 2009 in medical science and application competition 2009 Faculty of Medicine Airlangga University, Jayanti I Lomba Tari Legong Keraton PSR Tahun 2003, Jayanti I Gong Kebyar Anak-Anak Kota Denpasar Tahun 2001. “Nresnain Jagat Bali, ngemit tur nglestariang seni lan budaya Bali patut kamargiang,” baos Gung Wulan. (uma)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;mijil/. Pupuh Mijil 19.li\ánñ¾enr&hwekÃm\Ðin/,

Linggannyané ring awakné mangkin, ÷sÙrr&p)pusu;,

Iswara ring pepusuh, hê*bÉhßr&htig)neh,

Hyang Brahma ring ati genahé, hê*mhedwhu\uæilnÞi\ái;,

Hyang Mahadéwa ungsilan linggih, bÉhßhê*wis±wiykÓi, Brahma Hyang Wisnu wiyakti, mlu\á¡;hidr&hmæÉ±.

malungguh Ida ring ampru. 20.eynÉi\Ð)s*hncrken,

Yén ringkesang a na ca ra ka-né, ddidS¾¾k×r,

dadi Dasaksara, sbtÁ÷nmsiwy,

SA BA TA A I NA MA SI WA YA, pzÇÁk×r]sÓËenpi\it/,

panca aksara sastrané pingit, nmsiwyen,

NA MA SI WA YA né, tÉiÁk×rÁ¸ú¸m¸hiku.

triaksara ANG UNG MANG iku.

Saking Langit Bali Cecimpedan Let nyén ditu mengkeb di karang suwung mabekel pabaat meled nyujuh langit ané tusing enu pelung ukuk apa dini majalan paguridip uli song layah bétél ka bongkol ngempu rasa sadoh wates : mayang sajaké enu ditu panesé manyama peteng sasih kapitu tur duluh baan matané ngidem

Bintang Kampid Régés wénten kedis kepecit nyait langit antuk kampidné régés antuk tulang tulang lung antuk ketélan damuh yéh mata bungan menuhé pusuh magulung kadi ombakan pasih meneng alaksa peteng jejeh gejeran tangkah padidi endih bintang ané kén pilihin anggon bekel nyilem kemu ka selem paningalanané paling dalem Nengah Patra 1941


8

Minggu Umanis, 1 Maret 2020

Kade Rindu Ketika laut gemulai menyembunyikan kabar Perihal dengung rindu di lipatan ingatan Seolah berpusar di kepala Amat gusar tak tentu arah

Penguping

Kau asyik menari di atas kubah harap Milik seorang penanti yang ditikam cemburu Malamnya begitu merana digilas hujan Yang tempiasnya muncul lalu lesap

Dekatkan telingamu pelan-pelan ke jendela plaza itu, maka, kau akan mendengar bunyi jarum jam yang omong kosong, mengental, dalam kaleng-kaleng minuman.

Deru ombak berjejer rapi Siap menyambut ragamu di kade rindu Sebab kemarin begitu sepi Kau tinggal pergi menuju abadi

Saat siang hari mengerut di keningmu rombongan ibu-ibu turun di tepi kota doa-doa memancar di sana bersama separuh ilusi 15 menit berlalu, jalan-jalan beraspal berubah menjadi tempat para ruh menunggu sebelum beribu-ribu bendera saling teraduh-aduh dalam radio dan televisi

Reni Asih Widiyastuti Semarang, Agustus 2019

Daun Cinta

Nah, cobalah tentukan, di tempat manakah orang-orang melintasi akalnya sendiri?

Tumbuh bertemankan panas dan hujan Berpegang erat pada ranting dan dahan Setiap helainya adalah mimpi-mimpi yang belum usai

Yuris Julian 2020

Kemasyuran tentang kasih abadi Membuat daun-daun yang gugur Ingin tumbuh dan bersemi kembali Menghijau sesaat, menguning, lalu jatuh lagi

Mencintaimu

Tiada mengapa ia rasakan Terhempas dan lepas berkali-kali Karena baginya Tak ada yang lebih sempurna untuk cinta Selain satu kata “setia”

Angan melayang pada kenang Rasanya tak biasa Tak bisa dikompromi Selalu merindui

Alina Sukesi Madiun, 2020

Aku ingin dirimu Bersua denganmu Namun apalah daya Cinta berlandas jarak

Menjamu Waktu

Via suara dan aksara Berurai bening Rindu Tak kuasa mengenang

dari kepak perjalanan awan kureka sebait rindu menjamu waktu..

Kasih, kupuisikan Memujimu lewat aksara Menggoda dengan suara Mencintaimu penuh suka cita

alangkah indahnya pedih dan riak gundah yang berkelana dari derai tawa memekakkan telinga.

Chocolate Pontianak, 2020

duhai Semesta, akankah tiba ku di kaki bianglala? Mettarini 25 Peb’20

Bersiap Ngaturang Sasolahan Rejang karya Gabriella Okki Alfian

Berburu Pesona Rejang di Ujung Timur Bali SELAMA rentang waktu antara hari raya Galungan dan Kuningan, banyak sekali event budaya yang layak untuk diabadikan, terutama event yang digelar di wilayah Karangasem. Kabupaten di ujung timur Pulau Bali itu dikenal memiliki keragaman Tari Rejang yang unik dan khas. Menariknya, kostum, bentuk, dan hiasan gelungan (mahkota) Tari Rejang di setiap desa berbeda, sehingga tidak menjemukan untuk dijadikan sasaran bidik lensa kamera. Begitu juga dengan komposisi gerak tariannya menyimpan kekhasan tersendiri sehingga pentas Rejang di Karangasem senantiasa jadi areal “perburuan” yang menarik bagi para fotografer. Salah satu forografer yang cukup intens mengabadikan pentas Rejang di Karangasem adalah Gabriella Okki Alfian. Ada sejumlah desa yang direkomendasikan fotografer yang telah meraih berbagai penghargaan di kompetisi fotografi untuk “berburu” Rejang, di antaranya Desa Jasri, Kertawarah, Selat Duda, Tuminggal, Tista, dan sejumlah desa lainnya. “Ada sejumlah peraturan yang wajib dipatuhi oleh para fotografer. Misalnya, tidak mengambil foto sampai ke areal utamaning mandala pura. Fotografer juga

harus menahan diri untuk tidak mengabadikan penari Rejang saat sembahyang menjelang pentas. Persyaratan wajib lainnya, fotografer yang ingin mengabadikan pementasan Rejang juga wajib mengenakan pakaian adat Bali,” ujarnya. Patuhi Aturan Gabriella Okki mengingatkan, pentas Rejang merupakan event budaya yang bersifat sakral. Pihak panitia biasanya menerapkan beberapa peraturan. Misalnya, izin akses masuk ke tempat acara, batas atau jarak pemotretan dan sebagainya. “Pahami dan patuhi aturan yang dibuat panitia karena hal ini nantinya berhubungan dengan perlengkapan fotografi yang harus dibawa. Di sejumlah desa, ada juga larangan menggunakan flash saat memotret sasolahan Rejang. Patuhilah aturan tersebut sehingga kita tidak mendapat masalah yang nantinya membuat kesempatan kita untuk mengabadikan event itu terbuang sia-sia,” katanya mengingatkan. Menurut Gabriella Okki, lensa dengan focal lenght 24-70 mm dan 70-200 mm sudah mencukupi. Atau jika mau lebih aman lagi dan tidak mau dibebani dengan peralatan fotografi yang berat, sangat disarankan membawa lensa sapu

jagat atau lensa dengan focal lenght 18-300 mm atau 18-200 mm. Lensa ini memungkinkan kita mengabadikan objek dari jarak dekat maupun dari jarak yang agak jauh. “Terkait pengaturan speed, diafragma, ISO, white balance, komposisi dan sebagainya, itu sangat tergantung dengan kondisi di lapangan. Rata-rata Rejang dipentaskan di atas pukul 12.00 sampai sore hari atau sebelum senja hari. Jadi, fotografi tidak akan mengalami kendala dalam hal pencahayaan. Hanya beberapa desa saja yang mementaskan Rejang pada malam hari,” ujarnya. Apabila ada fotografer yang ingin melakukan foto konsep, kata dia, pastikan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada penari atau pihak yang berwenang di desa tersebut. Konsep foto ini umumnya dilakukan di saat para penari berhias atau menjelang pentas. Pastikan juga konsep foto tersebut tidak mengganggu persiapan mereka melaksanakan ritual atau melanggar kaidah atau norma-norma yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat. “Dengan pendekatan khusus, fotografer masih punya kesempatan untuk melakukan konsep-konsep foto. Jadi, tidak semata memotret para penari Rejang itu saat pentas,” ujarnya. (ian)

Rejang Jasri karya Gabriella Okki Alfian

Menjelang Pentas karya Gabriella Okki Alfian

Rejang Cilik Selat Duda karya Gabriella Okki Alfian


9

Minggu Umanis, 1 Maret 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Buleleng Dukung Pengembangan ’’City Tour’’ POTENSI wisata di Buleleng tidak kalah dengan di Bali selatan. Selain keindahan pemandangan alam, dan wisata bahari, di Bali Utara menyimpan potensi wisata sejarah. Sekarang warisan sejarah itu dikembangkan menjadi pendukung wisata city tour. Desa Adat Buleleng yang mewilayahi di mana lokasi bukti warisan sejarah itu sekarang turut ‘’menggarap’’ potensi tersebut. Bukan saja menggarap potensinya, tetapi pelestarian peninggalan sejarah ini sarat dengan isi visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dan penguatan desa adat. Klian Desa Adat Buleleng Jro Nyoman Sutrisna, M.M. ditemui di kantornya belum lama ini mengatakan, banyaknya bukti sejarah di wilayah Desa Adat Buleleng tidak lepas karena daerah ini pernah menjadi pusat pemerintahan dengan julukan Ibu Kota Soenda Ketjil. Wilayahnya meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Peninggalan sejarah itu menyebar di 14 banjar adat yang telah dikembangkan oleh pemerintah daerah sebagai daerah tujuan wisata (DTW). Beberapa lokasi itu seperti kawasan Pelabuhan Buleleng, beberapa bangunan perkantoran dengan aristektur Belanda, Gedong Kirtya, dan kawasan puri peninggalan Raja Buleleng Ki Anglurah Pandji Sakti.

Selain itu, salah satu bukti sejarah bangsa Indonesia sekarang masih lestari adalah kawasan heritage Bale Agung. Di lokasi ini sendiri adalah rumah tinggal ibu Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno. ‘’Memang potensi wisata sejarah ini sudah dikembangkan oleh pemerintah. Bagi kami di desa adat karena berada di wilayah desa adat, maka kami berpartisipasi untuk turut mengembangkan potensi wisata heritage dan kita jadikan salah satu potensi andalan desa adat,’’ katanya. Nyoman Sutrisna yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng ini menambahkan, pengembangan wisata sejarah ini memiliki nilai jual tinggi dan banyak dicari para wisatawan. Aktivitas wisata sejarah ini tidak saja menyaksikan benda peninggalan sejarah saja, tetapi lebih pada edukasi dan dijadikan bahan penelitian kalangan akademisi, baik dalam negeri maupun asing. Untuk itu, pihaknya optimis potensi peninggalan sejarah ini mampu menarik lebih banyak lagi wisatawan terutama Eropa, Australia, Inggris, dan negara lain di dunia untuk menghabiskan libur mereka di Bali Utara City Tour di Desa Adat Buleleng. ‘’Dari pengalaman kami duduk di pemerintahan di mana wisatawan yang berkunjung di kota Singaraja ini datang karena ‘’rindu’’ ingin melihat peninggalan

BPM/mud

CITY TOUR- Desa Adat Buleleng mengembangkan program city tour tentang sejarah Kota Singaraja. Tampak wisman tertarik dengan buku-buku sejarah soal kota ini. sejarah nenek moyangnya di Buleleng. Banyak yang melakukan penelitian, jadi ini kelebihan paket wisata city tour di Buleleng,’’ jelasnya. Potensi andalan lain yang dikembangkan di Desa Adat Buleleng, sebut Jro Nyoman Sutrisna, keberadaan LPD. Lembaga ekonomi mikro di desa adat ini dengan perlahan dibenahi terutama tata kelola keuangan dan manajemen usaha. Untuk bisa bersaing dengan lembaga keuangan lain, LPD Adat Buleleng ini ke depan akan

dikelola dengan manajemen berbasis online. Sutrisna menyebut salah salah satu layanan online di LPD adalah pembayaran rekening air minum, pembayaran PBB P2, hingga kerja sama dengan perusahaan pembiayaan kredit sepeda motor. ‘’Kami sedang menata, kinerja SDM terutama pengelola LPD sehingga target manajemen berbasis online nanti bisa diterapkan. Dengan demikian LPD bisa tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing,’’ jelas Jro Nyoman Sutrisna. (mud)

’’Masuryak’’, Tradisi Berebut Uang di Desa Adat Bongan

MASURYAK - Tradisi berebut uang atau ‘’masuryak’’ di Desa Adat Bongan yang masih eksis sampai saat ini.

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Asisten Rumah Tangga utk villa pribadi di Brawa Canggu.Wanita muda, Cekatan, bisa naik motor. Gaji menarik.WA:085100050706

B.BP.001.02.20.0000837

Checker(Harian) untuk Garmen di Kerobokan.WA:085100050706

SUDAH menjadi tradisi, warga Desa Adat Bongan Gede, Tabanan merayakan hari raya Kuningan dengan tradisi unik yang dikenal dengan nama Masuryak. Upacara menyebarkan uang yang kemudian diperebutkan warga ini diyakini sebagai pengantar para leluhur kembali ke alam surga. Tradisi ini berlangsung secara turun-temurun di Banjar Bongan Gede, Desa Bongan Kecamatan Tabanan. Bahkan di sejumlah wilayah lainnya tradisi ini masih dilakukan sampai saat ini. Entah kapan mulainya digelar tradisi ini, para tetua di Banjar Bongan Gede pun tidak mengetahuinya dengan pasti. Yang jelas

tradisi ini tetap lestari hingga saat ini. Setelah prosesi persembahyangan di masing-masing sanggah/merajan selesai, banten upakara Kuningan yang merupakan simbol dari para leluhur dibawa ke kori agung rumah masing-masing. Di depan pintu atau kori, segala macam banten sesajen diupacarai oleh pemangku kemudian dilanjutkan dengan prosesi masuryak. Memberi leluhur bekal berupa uang kertas maupun uang logam. Uang tersebut kemudian dilemparkan ke udara sambil masuryak (bersorak) lalu diperbutkan oleh banyak warga, baik anak-anak maupun orang dewasa. Besaran uang yang digunakan masuryak tergan-

tung dari kemampuan warga. Salah seorang Jro Mangku desa setempat mengatakan masuryak bertujuan mengantarkan roh leluhur kembali ke surga. Karena sebelumnya yakni pada hari raya Galungan para leluhur berada di rumah. Setelah sepuluh hari tepatnya di Hari Kuningan kami antarkan leluhur kembali ke surga. Gayatri, salah satu peserta masuryak, mengatakan sangat menantikan momen ini di tiap hari raya Kuningan. Bocah cantik yang masih duduk di bangku SD ini mengatakan sangat antusias menunggu aba-aba masuryak. ‘’Senang saja, bisa pakai beli jajan uangnya,’’ ucapnya. (bit)

Sebuah Konsultan Arsitek,Landscape dan Interior membutuhkan Talent yg bisa melukis&membuat patung (Lilin,Kayu&Tanah Liat). syarat Lulusan STSI/Sederajat. Yang berminat silahkan Krm CV ke:bensley.bali@bensley.co.id & madeari@bensley.co.id B.BP.001.02.20.0000737

B.BP.001.02.20.0000838

Dicari tenaga pengepul (penjahit lepas) segera untuk garment di daerah Kesambi Dalung, order perminggu lebih dari seratus pcs. Hub:081246126741

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Rmh 2Lt 5KT,3KM,K.Rng,2200V,Jl Kenyeri IIIC/1ADps 081807205255 B.BP.001.02.20.0000701

B.BP.004.02.20.0000836

Dicari Satpam untuk Bank Hub.0361-224025

BIRO JASA

Staf bersih rmh Kost, tgl dalam pria, jujur, rajin. 085238203818

Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155

LOKER

BIRO JASA

B.BP.001.02.20.0000824

B.BP.001.02.20.0000835

B.BP.001.01.20.0000814

RUMAH MAKAN

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

GENTA BALI gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET Bronze Silver Gold

HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm

RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan

PAKET

300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan

BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


10

Minggu Umanis, 1 Maret 2020

Komunitas Malu Dong

Gugah Kesadaran Masyarakat Malu Buang Sampah Sembarangan MASALAH sampah adalah persoalan pelik yang dihadapi bersama sampai saat ini, apalagi di Kota Denpasar. Oleh karenanya, sudah saatnya semua pihak, baik masyarakat maupun aparatur desa dan pemerintah saling bekerja sama mengatasi permasalahan sampah agar tidak menjadi ‘‘penyakit’’ di masyarakat secara terus-menerus. Selain itu, kesadaran masyarakat serta sinergitas antara pemerintah desa dan pemerintah daerah harus tetap terjalin. Adalah komunitas Malu Dong Buang Sampah Sembarangan yang terus berkomitmen menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bahkan, slogan ‘‘Malu Dong Buang Sampah Sembarangan’’ digaungkan di setiap aksi bersih-bersihnya. Berdiri tahun 2009 silam, komunitas yang diprakarsai oleh Komang Sudiarta alias Mang Bemo ini telah memiliki anggota lebih dari 100 ribu sukarelawan. Jumlah ini didominasi pemuda anggota STT dan pelajar. “Yang pasti Malu Dong adalah komunitas yang lebih banyak membangun perilakunya dulu. Artinya, mereka dibangun dan menjaga wilayahnya yang paling kecil lebih dulu dari persoalan sampahnya sendiri. Setelah itu sampahnya dikemanakan? Seharusnya mereka bisa me-

manfaatkan sampahnya di rumah, itu pun perlu belajar untuk memisahkan, karena ini awal bisa tidaknya sampah diselesaikan dengan baik. Kalaupun akan dibawa keluar, kami sudah banyak punya komunitas bank sampah,” tandas Mang Bemo, Sabtu (29/2) kemarin. Lebih lanjut dikatakannya, komitnen yang digaungkan tersebut tiada lain agar semua masyarakat lebih peduli, sadar dan bertanggung jawab atas sampahnya sendiri. “Komunitas Malu Dong Buang Sampah Sembarangan ingin ngayah kepada pertiwi ini, dengan cara membangun mental anak-anak muda supaya lebih peduli terhadap alam, khususnya masalah sampahnya sendiri,” ujarnya. Selain itu, pihaknya berharap pemerintah memper-

siapkan generasi-generasi baru yang sadar akan permasalahan sampah. Generasi muda sangat penting agar nantinya tumbuh rasa peduli terhadap kebersihan lingkungan dari hal kecil hingga permasalahan sampah yang pelik selama ini. Sebagai ketua komunitas peduli terhadap sampah, hal tersebut sudah dilakukannya dimulai dari sekolah-sekolah. “Dari sinilah komunitas ini mencari generasi muda yang akan sadar bahwa sampah nantinya bisa memberikan dampak yang baik pada masyarakat di sekitarnya. Penyadaran sejak dini dan berawal dari hal kecil akan menumbuhkan hal yang besar ke depannya,” ungkapnya. Mang Bemo menegaskan, cara mengatasi permasalahan sampah adalah pemerintah, baik desa maupun daerah mempunyai kesepakatan dengan masyarakat. Kerja sama antara masyarakat dan aparatur desa serta pemerintah sangat penting dalam mengatasi permasalahan apa pun, terutama penanganan sampah. Dalam membuat aturan, pengawasan dan sanksi harus ada. Sebab, tanpa pengawasan dan sanksi yang diberlakukan, aturan tidak akan bisa berjalan sesuai harapan. (win)

BERSIH-BERSIH - Komunitas Malu Dong Buang Sampah Sembarangan menggelar aksi bersih-bersih.

Komunitas Bisa Terbiasa

Bantu Penanganan Sampah di Pura Luhur Batukau S A M P A H bukan sa ja menjadi persoalan perkotaan. Masyarakat desa juga kini dipusingkan dengan masalah sampah. Bahkan ancaman pencemaran lingkungan justru akan lebih parah bila sampah di desa tidak ditangani dengan baik. Terlebih seperti Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanan, yang posisinya berada di hulu. Bila banyak sampah di desa ini, dipastikan akan mencemari desa-desa lain di bawahnya. Bercermin dari persoalan itu, sekelompok pemuda di Desa Wongaya Gede bergerak secara sukarela membantu menangani sampah yang dihasilkan rumah tangga. Terutama sampah plastik yang tidak bisa terurai dengan cepat di tanah. Komunitas yang diberi nama Bisa Terbiasa ini dengan kesadarannya sendiri menjaga alam di hulu agar tetap bersih dan tidak mencemari lingkungan lainnya. Komunitas yang dikoordinir oleh Gede Ari Setiawan ini secara mandiri datang ke setiap pintu masuk pakarangan rumah untuk mengambil sampah plastik. Tempat sampahnya pun sudah mereka siapkan. “Komunitas Bisa Terbiasa ini merupakan panggilan hati untuk membenahi desa, terutama dari kepungan sampah plastik. Wongaya Gede merupakan desa paling terakhir atau paling atas. Logikanya, jika kami buang sampah sembarangan dan tidak dikelola dengan baik, sampah-sampah kami akan mengotori desa-desa di bawah kami. Atas dasar itulah kami

BPM/ist

SAMPAH - Kegiatan Komunitas Bisa Terbiasa dalam menangani sampah saat Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau. berkumpul dan membentuk komunitas ini,” ujar Gede Ari. Berdiri sejak beberapa tahun lalu, komunitas ini semakin terlihat kinerjanya dan semakin dikenal masyarakat luas dalam menyukseskan Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau. Peran komunitas ini dalam mengelola sampah di Pura Batukau cukup besar. Sampah yang ada di pura semua ditangani komunitas ini, dibantu krama pangempon pura dan STT dari banjar-banjar yang menjadi pangempon pura. Tujuan komunitas ini ambil bagian dalam Karya Agung Pangurip Gumi adalah ingin mengimplementasikan secara nyata arti dari Karya Agung Pangurip Gumi, yaitu mengem-

balikan alam sebagaimana fungsinya. “Sampah plastik adalah sampah kita. Jadi, kita sendirilah yang harus membereskannya. Alam tidak menciptakan plastik, jadi alam tidak bisa mengelola plastik,” jelasnya. Semangat ngayah yang dilakukan anggota yang bergabung dalam Komunitas Bisa Terbiasa mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan, terutama setelah melihat kondisi kebersihan Pura Batukau selama penyelenggaraan karya agung kali ini. Lingkungan pura yang berada di kaki Gunung Batukau ini semakin terlihat asri karena tanpa sampah plastik. Sampah bekas saranaupakara juga ditangani dengan cepat

Kafe Tempat Berinteraksi Para Remaja BELAKANGAN ini banyak remaja yang memilih kafe sebagai tempat nongkrong. Bahkan, anak sekolahan dan mahasiswa terkadang menjadikan kafe sebagai lokasi kumpul-kumpul sambil menyelesaikan tugas mereka. Kafe yang dimaksud ini tentu saja kafe sebagai tempat makan dan minum. Kafe sebagai warung kopi, bukan warung remang-remang. Tren remaja yang rajin nongkrong di kafe (warung kopi modern) ini tampaknya menggejala di mana-mana. Tidak cuma di Bali, tapi di seantero Nusantara, baik metropolitan maupun kota/kabupaten. ‘’Kafe atau warung-warung kopi pun terus bertumbuhan. Walau ada yang melihatnya merupakan bagian dari konsumerisme semata, hal ini mesti disikapi positif,’’ kata Rudolf Dethu, Pengamat Budaya Populer/ Milenial, beberapa hari lalu. Menurut Co-Director Rumah Sanur ini, kafe merupakan tempat belajar berinteraksi, bertemu orang-orang baru, ajang memperluas lingkup pergaulan, melatih kepekaan diri sebagai manusia yang notabene

adalah makhluk sosial. Dari interaksi tersebut terjadi diskusi yang bukan tak mungkin berlanjut menjadi kolaborasi untuk melahirkan sesuatu yang baru. Mulai dari munculnya kelompok belajar, menggagas proyek kreatif, membuat acara kesenian dan sebagainya. “Saya mengelola creative hub yang di dalamnya ada kafe. Yang saya lihat langsung justru munculnya proyek-proyek kreatif baru setelah satu sama lain berinteraksi,” jelasnya. Belum lagi munculnya kecintaan pada produk anak negeri (dalam konteks ini kopi lokal). Apresiasi pada buatan dalam negeri akan berdampak jangka panjang pada geliat ekonomi nan dinamis terhadap petani kopi. ‘’Saat ini, secara tidak langsung tren ke kafe (warung kopi modern) bisa mengikis kekhawatiran para orangtua bahwa anak-anaknya lebih memilih minum kopi dan teh dibanding minuman keras,’’ ujarnya. Menurutnya, yang membuat para remaja betah nongkrong di kafe faktor utamanya adalah orang-orang yang hadir di situ. Atmosfer kafenya, baru kemudian produknya. (dar) BPM/dar

Rudolf Dethu

dan tidak sampai mengganggu kenyamanan umat sembahyang. Karena itu, semua pihak sangat berterima kasih dengan kehadiran komunitas yang dibentuk secara swadaya ini. (ara)

BPM/win

Awalnya Muntah-muntah, Akhirnya Terbiasa TIDAK ada paksaan atau aturan-aturan khusus di Komunitas Bisa Terbiasa. Intinya mereka mayadnya dengan tulus ikhlas kepada pertiwi. ‘’Ini kami anggap sebagai taman bermain. Jadi, kami bersenang-senang di sini. Kami berkegiatan mulai pagi sampai pagi lagi. Sistemnya, siapa yang bisa, dia yang berkegiatan, karena sampah itu tidak pernah habis,’’ tambah Gede Ari Setiawan. Banyak kejadian yang dialami anggotanya selama berkegiatan mengolah sampah. Awal-awalnya mereka muntahmuntah karena bau busuk daging dan belatung. Tetapi seiring waktu akhirya terbiasa. ‘’Pernah juga kami kena muntaber bersamaan, setelah itu gatal-gatal pada kulit. Semua itu kami anggap proses. Kalau kami ingat-ingat dan ceritakan lagi menjadi lucu,’’ sebut Ketua Komunitas Bisa Terbiasa ini. Menurutnya, saat pamelastian dari Pura Luhur Batukau ke Pura Tanah Lot yang berlangsung 29 Januari sampai 1 Februari lalu, anggota Komunitas Bisa Terbiasa berpartisipasi dengan mengambil urutan paling belakang, dibantu

BPM/ist

BELAKANG – Anggota Komunitas Bisa Terbiasa berada di barisan belakang saat pamelastian dari Pura Luhur Batukau ke Pura Tanah Lot. oleh STT desa yang dilewati dan komunitas lainnya. Mereka selalu berada di barisan terakhir bukan, berarti menghindari pembagian tugas. Seluruh anggota komunitas ini ingin memastikan lingkungan atau jalur yang dilintasi umat selama melasti selalu bersih. Selama berkegiatan pada

Karya Agung Pangurip Gumi Pura Luhur Batukau, Komunitas Bisa Terbiasa tidak hanya didukung oleh STT seDesa Wongaya Gede, namun juga di-support Bendesa Adat Wongaya Gede, Perbekel, Camat Penebel, dan Kepala Dinas LHK Kabupaten Tabanan. (kmb)


INspirasi

Minggu Umanis, 1 Maret 2020

Guru Jangan Anggap Siswanya Sosok yang Indah SISWA SD kelas V dan VI sering menjadi korban pencabulan termasuk oleh oknum guru atau kepala sekolahnya. Dari segi fisiologi dan psikologi, siswa SD kelas VI sudah termasuk sosok yang mulai tumbuh berkembang. Selain itu, wajar muncul kebanggaan kepada oknum gurunya karena pintar mengajar atau suka melucu. Meski demikan, Ketua PGRI Provinsi Bali I Komang Artha Saputra, S.Pd., M.Pd. mengatakan anak SD yang mulai berkembang jangan dianggap sesuatu yang indah oleh guru/kaseknya. Dia tetaplah anak-anak kita, sekalipun bukan dilahirkan dari keluarga kita. Bagi dia, siswa SD kelas VI sosok yang sedang berkembang, apalagi menuju masa pubertas pertama serta mulai menilai lawan jenisnya. Namun kelakuannya tetap polos dan selalu hormat dengan gurunya. Dia menegaskan tak dibenarkan oknum guru/kas-

ek sampai mencabuli siswanya. Ketua PGRI Provinsi Bali ini mengatakan tugas guru adalah menjadi pendamping, mendidik dan mengajar di sekolah. Di sinilah diperlukan guru yang bermental kuat sesuai empat kompetensi guru yakni bidang profesionalisme, pedagogik, sosial dan kepribadiannya. Sebagai guru di mana pun siswa itu berada, kata Komang Artha Saputra, tetap memosisikan anak didik sebagai siswa, bukan sebagai remaja ketika di luar sekolah. Pemahaman inilah, katanya, bisa mengerem perilaku guru yang menyerempet aturan. ‘’Guru jangan men-

Sempat Ditiadakan

Dari Hal. 1 Beberapa kali tradisi ini sempat ditiadakan akibatnya terjadi wabah penyakit atau gerubug menyerang warga desa, bahkan banyak pula warga yang meninggal dunia. Kondisi tersebut membuat beberapa tokoh adat dan agama melakukan negosiasi dengan Belanda, dan akhirnya tradisi ngerebeg diizinkan kembali digelar. Tetapi sarana yang dipakai bukan tombak, namun diganti dengan kayu pulet yang panjangnya sekitar 3,5 meter. ‘’Mulai saat itu tradisi ngerebeg yang biasanya menggunakan tombak diganti dengan sebatang kayu pulet. Dari keyakinan itu, tradisi

ngerebeg sebagai penolak bala atau menjauhkan dari hal-hal yang negatif,’’ terangnya. Selain itu, tradisi makotek merupakan upaya penghormatan pada para pahlawan. Di mana awalnya tradisi ini diselenggarakan untuk merayakan dan menghormati kemenangan perang oleh para prajurit di masa Kerajaan Mengwi. Jro Bendesa pun memaparkan secara sekilas, mulai dari Kerajaan Mengwi yang dulu beristana di Munggu, dan upayanya dalam mempertahankan wilayah kekuasaannya di wilayah Blambangan, Jawa Timur. Sebelum pasukan Mengwi yang bernama pasukan goak

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bali dr. I Gusti Ngurah Pramesemara, S.Ked., M.Biomed., Sp.And., orientasi seksual seseorang muncul karena banyak faktor (multifactorial). Ada yang sudah genetik bawaan lahir dan pengaruh lingkungan. Secara genetik seseorang bisa saja mengalami orientasi homoseksual, namun karena pengaruh lingkungan seperti di Indonesia, tuntutan pasangan yang harus heteroseksual, sehingga orang tersebut bisa menjadi biseksual. Dia mengakui perkembangan teknologi ini juga berpengaruh negatif bagi

sesorang yang tidak bisa menggunakannya dengan bijak. Seperti salah satu media sosial, tanpa saringan menjadi ladang untuk mengunduh video porno, menginfokan tentang prostitusi pada anak, dll. Hal itu yang memungkinkan untuk meningkatkan kejadian paedofilia dan gerontofilia, sehingga menjadi akses untuk anak–anak melakukan hal tersebut. ‘’Dan anak–anak yang diajak melakukan itu, akhirnya melanjutkan tongkat estafet paedofilia nanti ketika dia dewasa, yang gerontofilia juga memang banyak,’’ tandasnya. (may)

Dipidana Fisik

Dari Hal. 1 Di Pengadilan Negeri Denpasar sudah ada yang dihukum hingga delapan tahun karena menggagahi anak di bawah umur (SMP). Berkaca dari itu, jika si pelaku melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain. Maka atas perbuatannya, pelaku bisa dijerat Pasal 81 ayat (2) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Selain dipidana fisik, si pelaku biasanya dibebankan membayar denda yang nilainya miliaran rupiah. Selain itu, fsikologi korban juga mesti diperhatikan. ‘’Janganlah sampai merusak generasi bangsa ini. Mari berikan edukasi, skill, dan contoh positif lainnya. Di zaman ini, banyak orangtua kebablasan karena begitu mudahnya anak bisa mangakses internet. Kalau bersaing dalam seksual tentu sangat negatif. Makanya lingkungan, orangtua, sangat berperan dalam peristiwa semacam ini,’’ jelas Kesuma. Di masyarakat sering muncul persetubuhan itu terjadi karena atas dasar suka sama suka. Itu, menurutnya, keliru. ‘’Janganlah terjebak. Apa pun alasannya jika menggunakan

selem berangkat, tepatnya pada hari Tumpek Kuningan, Raja Mengwi melakukan semedi di Pura Dalem Kahyangan Wisesa, Munggu. Sang raja pun mendapatkan wahyu dari semedinya. Pasukan yang diberangkatkan untuk mempertahankan wilayah kerajaan pun berhasil mengusir penyerang. Kembalinya pasukan yang membawa kemenangan atau keberhasilan perang itulah diperingati sebagai tradisi ngerebeg. ‘’Sehingga pada Tumpek Kuningan, tradisi ngerebeg terus diperingati di Desa Adat Munggu yang merupakan suatu penghormatan kemenangan perang Kerajaan Mengwi,

Faktor Lingkungan

Dari Hal. 1 Pengaruh eksternal inilah yang tidak dapat membendung pubertas dini dan perilaku seks bebas serta perilaku seks menyimpang (homo seksual, biseksual, gerontofilli, dll), termasuk kecanduan smartphone atau internet yang berdampak kehilangan minat untuk belajar atau konsentrasi dan akhirnya putus sekolah. Sementara itu, perkembangan seksual anak terjadi dipengaruhi banyak faktor. Namun pada dasarnya setiap orang memiliki orientasi seksual yang dinamis. Bisa normal atau heteroseksual, biseksual (heteroseksual dan homeseksual). Hal itu, menurut Sekretaris

ganggap anak didik sebagai sosok yang indah,’’ tegasnya. Ketua YPLP PGRI Provinsi Bali Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. lebih keras lagi mengatakan jika benar pelaku oknum guru/kasek mencabuli siswanya, mereka tak layak mendapatkan perlindungan hukum dari PGRI. Sebab, lembaga tak boleh membela oknum guru yang salah dengan mengorbankan masa depan anak-anaknya. Sekalipun kini disusul dengan pernyataan saling suka sama suka. Bagi dia, seharusnya oknum guru/kasek tak boleh sampai demikian jika mereka menjalankan tugas mendidik,

Agus Gunawan Putra anak di bawah umur sebagai biduk seksual, itu sangat salah. Mereka bisa dipidanakan. Merayu, melakukan tipu muslihat, mengimingi, apalagi mengancam anak di bawah umur untuk memenuhi hasrat birahinya, jelas merupakan pelanggaran hukum. Bila perlu pelakunya dihukum sesuai ancaman paling tinggi karena sudah merusak generasi bangsa,’’ tegas Kesuma. Hal senada disampaikan praktisi hukum, Agus Gunawan Putra. Dia mengatakan peran pemerintah, LSM, dan pemerhati anak seperti KPAI sangat diperlukan dalam kasus ini. Khususnya dalam pencegahan, dengan pola edukasi dan sosialisasi batasan yang boleh dan yang dilarang oleh anak-anak, dan juga bagi si pelaku. ‘’Sosialisasikan UU Perlindungan Anak. Apa dampaknya, jika itu sampai

Ketut Kesuma terjadi dan bagaimana cara pencegahannya,’’ ucap Agus Gunawan. Ditambahkannya, perilaku seks atas dasar suka sama suka tidak menjamin mereka terbebas dari jeratan hukum. ‘’Suka sama suka boleh, pacaran boleh, asal ada normanormanya. Itu juga harus lihat umurnya,’’ tandas Gunawan. Yang paling penting, pemerintah, peran orangtua besar andilnya dalam menjaga anak-anak supaya terbebas dari jebakan seks usia dini. ‘’Kuncinya, hindari perbuatan yang berpotensi mengancam masa depan anak. Hindari niat seks terhadap anak, apalagi anak didik. Jika itu dilanggar, maka saya minta pelakunya dihukum seberat-beratnya. Anak-anak dijamin dan dilindungi oleh undang-undang,’’ tutup Agus Gunawan Putra. (asa)

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Mupuk Pedagingan Pedudusan Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini lan Ngusaba Dalem (4) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Steprobic Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Bali TV Shop

09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita

Kalung Omkara Belajar Menggambar Menggambar Ikan Paus Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV

16:00 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara DW TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Samatra Artis Bali Yan Se Bali TV Shop Kalung Omkara Indi Band Generation Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Kris - Kriminal Sepekan

Made Suada

IGN Wirata

Komang Artha Saputra

yang salah tak perlu dibela oleh dan atas nama hukum. Dia mengatakan oknum guru jangan memanfaatkan kepolosan siswinya. Sebab, dalam ajaran agama disebutkan jika

siswa suka sama gurunya, berarti mereka juga suka kepada orangtuanya. Jangan menggunakan kesempatan ini untuk menggagahi keperawanan siswinya. Makanya dia men-

egaskan jika ada oknum guru menyesatkan masa depan anak didiknya, dia termasuk guru yang menyesatkan. Ini artinya dia gagal juga sebagai orangtua bagi anak-anaknya. (sue)

Demi Pariwisata Bali

Dari Hal. 1

penghormatan pada para pahlawan,’’ paparnya. Sementara itu, salah seorang wistawan berkewarganegaraan Belanda Mrs. Marlin yang menyaksikan tradisi makotek mengaku sangat terkesan. Ia menyatakan bahwa ini merupakan pertama kalinya melihat tradisi makotek secara langsung. Di mana semua peserta terlihat sangat kuat dan menikmati pelaksana ritual ini. ‘’Kami suka sekali. Saya rasa tidak ada tradisi seperti ini di tempat lain. Ini satu-satunya dan ada di Munggu. Ini tidak ada di Eropa maupun Belanda. Jadi ini sangat spesial,’’ terangnya. (eka)

BI juga mengadakan event asosiasi sistem pembayaran Indonesia di Bali. Pelaksanaan event ini merupakan bagian dari usaha BI untuk mendorong pariwisata di Bali. ‘’Terima kasih Gubernur Bali dan masyarakat Bali yang mendukung penggalakan dari pariwisata Bali,’’ ujarnya. Kepada rombongan turis Rusia, ia menanyakan kesan baiknya berkunjung ke Bali. ‘’Tell us, how do you find in Bali. Are you like in Bali? Everything is excellent, no worry of virus?’’ tanya Perry. Perry juga mengajak semua wisatawan nusantara dan

Kalau sumber masalahnya di sekolah, harus secepatnya dikomunikasikan dengan pihak sekolah. ‘’Kejahatan seksual ini kan dilakukan bukan di tempat terbuka, sementara patroli kepolisian upaya preventifnya ke tempat umum atau terbuka. Tidak pernah ceritanya patroli sampai masuk ke dalam rumah, apalagi ke kelas lagi kosong. Yang bisa akses ke sana adalah orang-orang atau warga setempat. Kepedulian terhadap kelompok rentan ini harus mulai ditingkatkan,’’ ungkapnya. Kapolres mengaku memberi perhatian khusus terhadap kejahatan seksual dialami anak di bawah umur karena dampaknya itu jangka panjang. Apalagi kasus sodomi. Secara data korban sodomi kemungkinan besar atau 8090 persen akan jadi pelaku. Hal itu akan terjadi apabila tidak ada penganan khusus saat jadi korban. ‘’Jadi saran saya, warga dan lingkungan mulai peduli. Termasuk kalau ada korban jangan dikucilkan

Tak hanya itu, kekhawatiran akan penyebaran virus Corona juga membuat pameran berskala internasional, Geneva Motor Show 2020, harus dibatalkan. Acara yang rutin diadakan tiap tahun di Swiss sejak 1905 ini, harus ditiadakan pada 2020 karena sudah ada warga Eropa yang terjangkit virus mematikan tersebut. Pengumuman dilakukan hanya beberapa hari sebelum acara dimulai, sehingga membuat banyak peserta pameran kaget.

atau dianggap aib. Mestinya harus didekati untuk recovery psikisnya, supaya tidak menjadi pelaku di kemudian hari. Itu upaya preventif terhadap korban,’’ kata Roby. Sebagai orang timur biasanya kejadian tersebut malah ditutup-tutupi karena dianggap aib. Padahal anggapan jadi aib ini malah semakin menjerumuskan korban. Kepada seluruh masyarakat dan Disdikpora membidangi masalah anak-anak ini, harus ada upaya lain misalnya pendidikan seksual usia dini dan dicarikan formulanya. Karena ia percaya kasus pelecahan seksual ini terutama terhadap anak-anak seperti gunung es. Karena dianggap sebagai aib banyak yang belum melaporkan. Oleh karena itu, dinas terkait diharapkan segera membuat formulasi pendidikan seks usia dini. Tujuannya supaya anakanak paham bagian tubuh mana yang tidak sembarangan orang bisa melihat, apalagi menjamah. ‘’Jadi buat saya budaya timur yang tabu membahas seks den-

dikhawatirkan,’’ ujar Wayan Koster. Ketua PHRI Badung Agung Rai Suryawijaya menyampaikan kepada rombongan turis Moskow untuk mempromosikan pariwisata Bali, the Island of God. Ia meminta untuk membawa turis lebih banyak lagi ke Bali. Tour leader rombongan turis dari Moskow menyampaikan rasa senangnya berkunjung ke Bali disambut dengan ramah. Ia juga menyatakan destinasi Bali sangat nyaman dan berjanji nantinya akan membawa lebih banyak teman–temannya ke Bali. (kmb42)

gan perkembangan zaman sekarang, harus cepat dicarikan solusi. Pendidikan seks usia dini dikemas tidak vulgar, sehingga kelompok rentan ini paham batas pergaulannya,’’ ungkapnya. Kalau pencegahan sampai meniadakan hanya dari kepolisian, katanya, kecil kemungkinan bisa tercapai. Oleh karena itu, dinas terkait harus lebih peduli. Kekuatan penyuluhan dilakukan kepolisian belum bisa mengubah pola pikir orang, karena jamnya terbatas. Tapi kalau dimasukkan kurikulum akan tertanam dalam pikiran anak didiknya karena tiap hari atau rutin disampaikan terus. Selain itu, peran desa adat sangat penting mengantisipasi kejadian ini. Misalnya membuat pararem atau awig-awig tentang penguatan adat istiadat supaya warganya semakin taat beragama. ‘’Bali punya desa adat. Menurut saya desa adat lebih berperan. Karena ketika banyak perilaku tidak sesuai adat istiadat yang malu siapa? Pasti desa adat. Nama baik desa adat tercoreng. Misalnya di desa adat itu kok banyak

sekali pelecehan seksual atau paedofilia?’’ ucapnya. Kapolres Roby berharap desa adat difungsikan lagi sebagai penjaga tradisi masyarakat Bali dalam hal agama dan adat istiadatnya. Jangan malah ribut gara-gara retribusi atau batas wilayah. Padahal banyak ada warganya bunuh diri dan jadi korban pelecehan seksual, tetapi belum pernah dibicarakan. ‘’Konsep Tri Hita Karana harus benar-benar dilaksanakan. Mau dibawa ke mana masyarakat Bali ini bila tokoh adatnya dalam hal ini diam? Bali ini kan terbuka, semua budaya bisa masuk. Mungkin di luar negeri orang ciuman sesama lelaki atau perempuan biasa, bagi kita di Indonesia kan tidak boleh lesbian dan gay itu. Saya berharap ada pararem atau awig-awig mengatur misalnya melarang warganya melakukan kejahatan seksual terutama anak di bawah umur. Semoga semua pihak peduli dengan kasus ini dan ikut melindungi kelompok rentan tersebut,’’ kata perwira melati dua di pundak ini. (rah)

Pameran Dibatalkan Dibantah Sementara itu, viral informasi mengenai sejumlah kota yang disebut sebagai zona kuning penyebaran virus Corona Covid-19 di Indonesia. Enam kota zona kuning Corona yakni Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, Bali, dan Manado. Kementerian Kesehatan membantah membuat pernyataan tersebut. ‘’Kemenkes tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang ‘6 kota zona kuning Corona’,

sebagaimana informasi yang beredar di media sosial,’’ tulis Kemenkes dalam rilisnya yang diterima wartawan, Sabtu (29/2) kemarin. Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) M. Adib Khumaidi mengatakan tidak ada jaminan suatu negara aman dari virus Corona. Adib mengatakan Indonesia memang masih negatif Corona, namun bukan berarti terbebas dari virus tersebut. ‘’Jadi pembuktian

masih berproses virus ini masih berkembang. Jadi kita belum tahu selesai sampai kapan. Indonesia masih negatif tapi belum tentu Indonesia bebas dari Corona virus karena kita tahu proses penyebarannya luas ke setiap negara,’’ kata Adib di Jakarta. Adib mengatakan peluang virus Corona masuk ke Indonesia sangat besar. Pemerintah perlu memperketat pemeriksaan di setiap jalur masuk. (kmb)

Pergeseran Nilai

Dari Hal. 1 Misalnya, pergeseran nilai dari yang semula memandang pendidikan sebagai pembinaan etika dan moralitas menjadi anggapan bahwa pendidikan sekadar sebuah kegiatan biasa yang tidak lagi mengutamakan atau menitikberatkan etika, moral, dan integritas. Di sisi lain, dikatakan, bebasnya semua orang mengakses informasi juga cukup berperan dalam pergeseran nilai tadi. Seperti anak-anak yang mengakses tontonan yang belum sesuai usianya, serta orang dewasa yang terpapar informasi yang tidak semuanya baik. Apalagi jika ketahanan mental dan nilainya tidak cukup, maka berpengaruh pula terhadap sistem nilai dan perilakunya. Pengamat pendidikan Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M. mengatakan dunia pendidikan sebagai apabila di dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan terdapat tindakan penyelewengan hukum, hal tersebut tentu mencederai hukum yang ada dan harus diselesaikan secara hukum. Seperti halnya kekerasan fisik atau seksual, ataupun pencabulan oleh oknum pendidik. Dengan meningkatkan ka-

wisatawan asing untuk mengunjungi Bali dan menggalakkan pariwisata Bali. Gubernur Bali Wayan Koster berterima kasih kepada BI karena ikut mempercepat pemulihan pariwisata Bali yang terkena dampak dari mewabahnya virus Corona. Ia pun bangga karena pada saat itu hadir bersama wisatawan dari Moskow yang memberi kesan pada publik di Indonesia maupun di dunia bahwa Bali aman, nyaman dan menarik dikunjungi. ‘’Tidak perlu khawatir, segala sesuatu di Bali berjalan dengan baik, normal tidak perlu ada yang

Kejahatan Seksual

Dari Hal. 1

Dari Hal. 1

Minggu, 1 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita

membimbing dan mengasuh dengan baik. Sebab, tugas guru adalah mengantarkan masa depan siswa yang indah, bukan sebaliknya menghancurkan masa depan anak-anak. Lebih baik oknum guru/kasek secara jantan melaporkan diri ke kepolisian, setelah menjalani masa tahanan dia bisa menjadi guru lagi. Bagi Suada, siswa SD kelas V dan VI adalah sedang menuju masa pubertas. Suka dihargai dan dipuji-puji. Namun jangan hal itu dipakai momentum oleh oknum guru, apalagi siswa umumnya hormat dan menuruti semua perintah gurunya. Wakil Ketua YPLP PGRI Provinsi Bali Drs. IGN Wirata, M.M. juga sepakat dengan Komang Artha Saputra dan Made Suada bahwa jika memang oknum kasek/guru

Putu Rumawan Salain

Radendra Suastama

Dewa Gede Sudika Mangku

sus kejahatan dalam dunia pendidikan, dosen Hukum Undiksha ini menyarankan agar perlu dilakukan pengawasan di semua lini. Sementara itu, untuk para pendidik agar lebih fokus kepada tugas sebagai pendidik dan tidak melakukan tindakan kriminal. Jika hal itu dilakukan tentu dapat ditempuh jalur hukum. Sementara itu, Dewan Pendidikan Kota Denpasar Prof. Dr. Putu Rumawan Salain mengatakan permasalahan/ kejahatan dalam dunia pendidikan yang terjadi merupakan problematika yang sangat

kompleks. Sebab, di dalamnya ada pertarungan masalah kesenjangan sosial, ekonomi, teknologi hingga politik. Hal ini disebabkan manusia lebih mengedepankan egonya. Sebab, tiada orang lain yang dapat membantu dirinya. Selain itu, waktu kedua orangtua anak habis untuk bekerja, sehingga anak-anak tumbuh dewasa tanpa pengawasan mereka. Yang paling parah, kini informasi yang didapatkan anak-anak tidak lagi dari orangtua atau guru, melainkan dari internet. Mereka lebih tergantung kepada gadget.

Sehingga agama tidak cukup kuat membentengi mereka selama kebutuhan pragmatis mereka tidak terpenuhi. Belum lagi gangguan tersedianya miras hingga narkoba. Hal ini menyebabkan mental mereka tidak tangguh ketika segalanya mudah diperoleh asal ada uang. ‘’Uang membentuk karakter mereka. Halal tidak halal sangat ditentukan kebutuhan mereka. Batas semakin tipis dan kian dirongrong oleh ruang dan waktu yang menghimpit problem manusia,’’ tandasnya. (win)


MINGGU UMANIS, 1 MARET 2020

Bali United Vs Persita

Adu Strategi Teco Lawan Widodo

Gianyar (Bali Post) –

Bali United menjamu tim promosi Persita Tangerang pada laga perdana kompetisi Liga 1 2020 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu (1/3) malam ini pukul 21.40 Wita. Duel ini kental aroma adu strategi antara pelatih skuad tuan rumah Stefano ‘Teco’ Cugurra dan arsitek sang tamu Widodo Cahyono Putro yang pernah memoles tim Serdadu Tridatu. Menurut Teco, seluruh pemain Bali United dalam kondisi siap tempur, namun yang masuk dalam starting eleven menunggu hasil latihan terakhir. Skuadnya juga sudah padu dan solid di semua lini setelah bermain di babak penyisihan Liga Champions Asia dan Piala AFC. “Untuk itu, bermain perdana di kandang dan didukung ribuan suporter Semeton Dewata, Bali United harus memetik kemenangan,” ungkapnya di Gianyar, Sabtu (29/2) kemarin. Ia mengakui Widodo sudah hapal tipikal permainan Bali United. Akan tetapi dalam pertandingan sepak bola, bukan pelatih melawan pelatih, tetapi

pemain versus pemain. Kerja keras pemain yang merumput di lapangan hijaulah yang menentukan kemenangan. “Kami sudah punya strategi khusus untuk meredam serangan Persita, tetapi tidak etis kalau dibeberkan di media,” kilah Teco. Kapten tim Bali United Fadil Sausu bersama rekan setimnya berjanji berjuang keras sepanjang 90 menit. Ia mengaku sudah mengenal pola permainan Persita, namun bukan berarti boleh diremehkan. “Pemain lokal Persita skill individunya bagus. Mereka juga diperkuat legiun asing, tetapi kami sudah pelajari tipikal permainannya,” sebutnya. Widodo setuju kemenan-

gan sepak bola lebih banyak tergantung dari aksi pemain di lapangan. Menurutnya, 70 persen hasil akhir ditentukan pemain, sisanya 30 persen lagi dipastikan strategi dan taktik pelatih. ‘’Persita baru promosi dan ingin tetap eksis di kancah Liga 1. Jadi, bermain tandang kami dituntut membawa pulang poin dan di kandang wajib menang,’’ tegasnya. Salah seorang pemain Persita, Chandra Waskito, bertekad mencuri poin di kandang Bali United secara terhormat dan terpuji. Untuk itu, skuad Pendekar Cisadane akan tampil cantik dan elegan di depan pendukung Bali United di Stadion Dipta. (022)

BPM/ist

KANDANG - Fadil Sausu, Melvin Platje dan I Made Andhika Wijaya tampil di kandang pada laga pembuka Liga 1 2020 dengan menjamu Persita di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (1/3) malam ini.

Tim Woodball SMKN 4 Denpasar Juara BPM/ist

PIALA – Penyerahan Piala Wali Kota kepada tiga juara tingkat SMA/SMK.

Denpasar (Bali Post) Tim woodball SMKN 4 Denpasar keluar sebagai juara umum dalam turnamen antarSMA dan SMK se-Kota Denpasar memperebutkan Piala Wali Kota XI/2020 di Lapangan Puputan Margarana, Renon. Tim SMKN 4 Denpasar mendulang 4 emas dan 2 perunggu, disusul SMAN 7 Denpasar yang menya-

bet 4 emas pada kejuaraan yang berakhir, Kamis (27/2) lalu. Juara umum III direbut SMA Dharma Praja yang menyabet 2 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Peringkat keempat diraih SMAN 8 Denpasar yang membawa pulang 1 emas dan 2 perak. Urutan kelima diduduki SMA PGRI 2 Denpasar yang mengantongi 1 emas dan 1

perak. Gelar juara tingkat SMP disabet SMP PGRI 5 Denpasar yang mendulang 5 emas. Juara II direbut SMPN 10 Denpasar yang menyabet 2 emas dan 3 perunggu. Posisi ketiga diraih SMP Dwijendra yang memperoleh 2 emas dan 1 perunggu. Selanjutnya SMPN 3 Denpasar (1 emas, 3 perak, 1 perunggu),

SMP Dharma Praja (1 emas, 2 perak) dan SMPN 13 Denpasar (1 emas, 1 perak, 2 perunggu). SDN 20 Dangin Puri Berjaya di tingkat SD dengan menyabet 5 emas, 3 perak dan 2 perunggu. Juara umum II direbut SDN 14 Padangsambian yang meraih 2 emas. Posisi ketiga direbut SD Satya Sai yang membawa pulang 1 emas, 2 perak dan 2

Benedetto Cetak Berdayakan Perguruan Karate ’’Hattrick” untuk Marseille Ida Bagus Alit Wiradana

MEMBERDAYAKAN atlet dari aliran dan perguruan karate yang ada di Kota Denpasar melalui sentral pembinaan di dojo-dojo. Inilah keinginan Ida Bagus Alit Wiradana sehingga bersedia menjadi Ketua Umum Pengkot FORKI Denpasar untuk jabatan kedua kalinya atau masa bakti 2019-2023. FORKI Denpasar membwahi empat perguruan karate, yakni Inkanas, Inkai, Lemkari, dan Kushin Ryu M. Karate-do Indonesia

(KKI). “Kami mengibaratkan FORKI ini adalah rumah besar bagi perguruan dojo dan karateka untuk bernaung,” ujar pria kelahiran Palembang, 10 November 1965 ini. Alit Wiradana berupaya meningkatkan prestasi karateka sejak usia dini yang disebutnya sebagai ujung tombak pembinaan. Langkah selanjutnya program latihan dan mengikuti kejuaraan secara berjenjang d a n

berkelanjutan. Berbagai ajang yang bisa diikuti karateka mulai dari Porjar Kota Denpasar, Porjar Bali, Piala Wali Kota, Kejuaraan Antardojo, terbuka sampai kejurnas yang dihelat aliran dan perguruan masingmasing. Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkot Denpasar ini juga mengharapkan para karateka menambah jam terbang dengan mengikuti kejuaraan di luar Bali sebagai program uji coba sekaligus sebagai bahan evaluasi bagi pelatih. Pria asal Sanur Kaja ini menilai FORKI Denpasar merupakan sosok rumah besar yang harus diberdayakan dan dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, ia berusaha membuat atlet tetap setia mengusung bendera Denpasar pada berbagai ajang. “FORKI harus dibikin sejuk, sehingga semua penghuninya nyaman, aman, tentram, dan merasa diayomi,” papar suami Ida Ayu Putu Widnyani dan ayah tiga anak ini. (nel)

Tujuh Pemain Mandala Dipanggil Seleknas Denpasar (Bali Post) Tujuh pemain Mandala United (MU) Denpasar dipanggil mengikuti seleknas pembentukan tim nasional pelajar U-15 di Stadion Sriwedari dan Manahan, Solo, Jateng, pada 8-12 Maret mendatang. Mereka adalah Komang Aryantara, Nyoman Satriatama (kiper), A.A. Dwi Trisna Putra, Prananta Christianto Soenarjo (belakang), Ahmad Shidqi Yauma Pasha, Aloysius Figo Mariano (gelandang) dan I Putu Haria Mahesa Putra (striker). Mereka dipantau tim pemandu bakat ketika berlaga pada Piala Menpora U-14 2019 di Stadion Sriwedari, Solo. Tahun lalu Mandala United U-14 keluar sebagai juara Rayon Bali. Selanjutnya mewakili Bali ke putaran nasional di Solo dan menduduki peringkat

Paris – Marseille memperkuat cengkeramannya di posisi kedua klasemen sementara Ligue 1 Prancis setelah menang 3-2 atas tuan rumah Nimes, Sabtu (29/2) kemarin. Dario Benedetto mencetak hattrick gol untuk Marseille. Pemain internasional Argentina berusia 29 tahun yang bergabung dari Boca Juniors tahun lalu itu, kini telah mencetak 11 gol liga musim ini. Marseille yang dilatih Andre Villas-Boas kini terpaut 10 poin dari pemimpin klasemen Paris Saint-Germain dan unggul 11 poin dari peringkat ketiga Rennes. Nimes yang mencari kemenangan kelima dalam enam pertandingan Ligue 1, unggul lebih dulu setelah pemain muda Aljazair Zinedine Ferhat mengecoh kiper Marseille, Steve Mandanda. Lima menit kemudian Benedetto membuat gol penyeimbang buat tim tamu. Ia membuat dua gol berikutnya pada menit ke-36 dan pertengahan babak kedua. Ini merupakan hattrick pertama Benedetto di Liga Prancis. Lucas Deaux membalaskan satu gol bagi Nimes di injury time. Dalam kompetisi Liga Utama Inggris, Norwich mengalahkan Leicester dengan skor 1-0. Real Sociedad menaklukkan Real Valladolid 1-0 di La Liga Spanyol. Sementara di Bundesliga, Fortuna Duesseldorf ditahan Hertha Berlin 3-3. Kepa Sementara itu, Frank Lampard menolak laporan bahwa kiper Kepa Arrizabalaga ingin meninggalkan Chelsea setelah sering dicadangkan. Pelatih Chelsea itu memainkan penjaga gawang senior Willy Caballero

perunggu. Ketua Panpel I Made Agus Prawira Dinata, Jumat (28/2) lalu, menerangkan, ajang Piala Wali Kota ditambah Porjar Denpasar akan memunculkan tim Porjar Denpasar yang akan berlaga pada Porjar Bali. Khusus tingkat SMA/SMK, beberapa atlet potensial dipersiapkan masuk tim Porprov Denpasar. (022) TIGA GOL - Dario Benedetto mencetak tiga gol ke gawang Nimes di Liga Prancis.

(38) dalam lima pertandingan terakhir. Kepa yang bergabung dengan Chelsea dari Athletic Bilbao pada tahun 2018, diyakini tidak senang dengan situasi tersebut. Laporan mengatakan dia merasa Lampard telah melanggar perjanjian lisan untuk mempertahankannya sebagai penjaga gawang pilihan

pertama. Pemain berusia 25 tahun itu juga dikatakan prihatin dengan tempatnya di skuad Spanyol untuk Euro 2020. “Saya telah membaca sedikit artikel palsu yang tidak masuk akal minggu ini. Yang saya fokuskan hanyalah pertandingan demi pertandingan sekarang untuk mendapatkan hasil terbaik sesuai musim yang kami bisa. Maka tentu saja ada keputusan untuk klub yang sedang berlangsung di musim panas,’’ papar Lampard. (afp/kmb)

Antetokounmpo Menangkan Bucks Tim Mandala United U-14 tahun 2019. delapan besar. ‘’Alhasil, tujuh pemain kami masuk bidikan tim pemandu bakat dan berhak mengikuti seleknas pembentukan timnas pelajar U-15,” ungkap Ketua Umum Mandala United, H. Samsudin, di Denpasar, Sabtu (29/2) kemarin. Ketujuh pemain berlatih di bawah pengawasan pelatih

BPM/ist

Mario. Mereka berlatih fisik dan stamina di Pantai Double Six, Seminyak. “Sebelum mengikuti seleknas, anak-anak harus siap, baik teknik, fisik maupun mental,” ujarnya. Ketujuh pemain akan bertolak ke Solo pada 6 Maret. Samsudin mengharapkan pemain Mandala United ada yang lolos dan berkostum timnas pelajar U-15. (022)

Washington – Giannis Antetokounmpo mencetak 32 poin ketika Milwaukee Bucks memenangi pertandingan ketiga musim ini dengan mengalahkan Oklahoma City Thunder 133-86 dalam lanjutan kompetisi bola basket NBA, Sabtu (29/2) kemarin. Antetokounmpo menambahkan 13 rebound dan 6 assist saat bermain hanya 27 menit untuk Bucks, yang memenangkan pertandingan kelima berturut-turut sejak istirahat all-star.

“Rasanya menyenangkan. Semua orang tersenyum. Gim seperti ini selalu merupakan gim terbaik,’’ kata Antetokounmpo. Jumat lalu, bintang Houston Rockets, James Harden, mengkritik keterampilan pemain asal Yunani itu. Dalam pertandingan lainnya, Indiana menundukkan 106, Portland 106-100, Golden State dikalahkan LA Lakers 86-116, Oklahoma City menang 112-108 atas Sacramento dan Philadelphia mengatasi New York 115-106. (afp/kmb)

BPM/afp

Giannis Antetokounmpo


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook