Skip to main content

Edisi Jumat 01 Maret 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Kecil, Indeks Korupsi di Bali Denpasar (Bali Post) Indeks korupsi di Bali masih kecil dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Peranan hakim dalam memberi efek jera bagi koruptor dan juga pengawasan yang dilakukan lembaga terkait, memberi andil positif dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Demikian penegasan Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, Kamis (28/2) kemarin. Penegasan itu disampaikannya saat acara pencanangan pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Pengadilan Tinggi Denpasar.

Bali Post/afp

BERJALAN - Presiden AS Donald Trump berjalan bersama Kim Jong-Un saat pertemuan puncak AS-Korea Utara di Hanoi, Kamis (28/2) kemarin.

Trump-Kim Bertemu

Hanoi Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un bertemu di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2) kemarin. Pertemuan kali ini merupakan yang kedua kalinya. Tahun lalu mereka bertemu di Singapura. Informasi yang berkembang bahwa pertemuan puncak pemimpin kedua negara berakhir tanpa kesepakatan. Sebelum pertemuan, Donald Trump mengakui potensi ‘’luar biasa’’ Korea Utara. Bahkan, katanya, pemimpn Kim Jong-Un ingin melakukan sesuatu yang besar. Hal. 15 70 Tahun

Hunian Modern Mulai Dikesampingkan

Kapolda mengatakan salut atas pencanangan WBK dan WBBM ini. ‘’Bukan berarti korupsi tidak ada. Namun sangat kecil dibandingkan dengan tempat lain. Ini peran hakim yang menunjukkan integritas. Ini kami rasakan, karena saya di kepolisian mengawali dari proses criminal justice system, yang diawali dari kepolisian, mulai penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan oleh kejaksaan dan pengadilan yang memutuskan,’’ tandas Petrus Golose. Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar I Ketut Gede, S.H., M.H. mengatakan dengan pencanangan ini, majelis hakim bisa memberikan pelayanan yang bagus. Tidak lagi ada image negatif di masyarakat dalam memutus suatu perkara. Soal

kepuasan masyarakat pencari keadilan, sebagaimana yang disampaikan dalam laporan tahunan MA kepada Presiden, disebutkan bahwa kepuasan masyarakat dalam pencari keadilan mencapai 95 persen. ‘’Yang 5 persen ini belum puas. Biasalah orang yang berperkara, yang kalah pasti belum puas,’’ tandas Ketut Gede. Dalam acara pencanangan WBK dan WBBM yang juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama itu, Ketua PT Denpasar juga mengklaim bahwa kepuasan masyarakat pencari keadilan mencapai 90 persen. Salah satu penyebabnya adalah upaya hukum kasasi sangat mudah dilakukan pihak berperkara. (kmb37)

’’Bukan berarti korupsi tidak ada. Namun sangat kecil dibandingkan dengan tempat lain. Ini peran hakim yang menunjukkan integritas. Ini kami rasakan, karena saya di kepolisian mengawali dari proses criminal justice system, yang diawali dari kepolisian, mulai penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan oleh kejaksaan dan pengadilan yang memutuskan.’’ Petrus R. Golose Kapolda Bali

Gempa Solok, 347 Bangunan Rusak

Sektor properti di Bali masih melambat. Untuk mempercepatnya maka perlu perbaikan regulasi. Selain regulasi, pengembang dan para pelaku jasa konstruksi juga sudah seharusnya memikirkan membuat suatu perencanaan yang berpihak pada pengembangan produk ramah lingkungan. Demikian terungkap pada diskusi ‘’Strategi Menghadapi Peluang dan Tantangan Bisnis Properti 2019’’ di Denpasar, Kamis (28/2) kemarin. Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, ada banyak hal yang harus dibenahi agar bisnis properti bisa booming seperti masa lalu. Salah satunya perbaikan regulasi yang disesuaikan perkembangan saat ini. Regulasi yang ada masih harus dibenahi karena perkembangan zaman makin meningkat. Hal. 15 Ramah Lingkungan

Bali Post/kmb

PROPERTI - Suasana diskusi bertemakan ‘’Strategi Menghadapi Peluang dan Tantangan Bisnis Properti 2019’’ di Denpasar, Kamis (28/2) kemarin.

Bali Post/ant

RUSAK - Sejumlah warga memperhatikan rumah yang rusak akibat gempa di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis (28/2) kemarin.

Padang (Bali Post) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 347 bangunan rusak akibat dua gempa yang melanda daerah itu pada Kamis (28/2) kemarin. ‘’Berdasarkan hasil pendataan hingga pukul 12.00 WIB tercatat 343 rumah warga di tiga kecamatan rusak ringan hingga berat ditambah empat fasilitas umum,’’ kata Sekretaris BPBD Solok Selatan Sumardianto, di Padang Aro. Dia mengatakan, kerusakan rumah warga paling banyak di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo sebanyak 168 unit dengan rincian rusak berat 21 unit, rusak sedang 42 unit dan rusak ringan 106 unit. Pemkab Solok Selatan menetapkan masa tanggap darurat gempa bumi selama 14 hari karena membutuhkan waktu lama untuk pemulihan pascabencana. ‘’Bencana gempa mengakibatkan kerugian materil yang cukup besar karena banyak rumah warga rusak sehingga pemerintah harus bisa menjamin penampungan yang layak serta tersedianya

logistik bagi korban sehingga ditetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari,’’ kata Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman. Menurutnya, bencana gempa menjadi penyumbang kerugian paling besar di Solok Selatan, sebab banyak rumah masyarakat yang rusak. ‘’Solok Selatan sering terjadi bencana banjir dan longsor, tetapi gempa hari ini menyumbang kerugian materil paling besar walaupun tidak ada korban jiwa,’’ katanya. Dia menyatakan setelah meninjau ke lokasi sebagain besar konstruksi rumah masyarakat di Kecamatan Sangir Balai Janggo di bawah standar. Karena di daerah itu belum pernah terjadi bencana gempa, sehingga masyarakat dalam membangun rumah tidak memperkirakan dampak gempa. Kepala Dinas Kesehatan Novirman menyatakan korban luka sebanyak 55 orang. ‘’Semua pasien yang berobat ke sarana kesehatan di puskesmas dan RSUD yang terdampak bencana gempa digratiskan tanpa kecuali,’’ tandas Novirman. (ant)

Gubernur Koster Puji Gerakan Hari Sampah Plastik Se-Bali Denpasar (Bali Post) Organisasi pemuda yang tergabung dalam wadah PD KMHDI Bali dan DPP Peradah Indonesia Bali menginisiasi gerakan hari sampah plastik se-Bali. Ide ini merupakan salah satu bentuk implementasi Pergub No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Berkaitan dengan implementasi pergub itu, para anak muda di dua organisasi tersebut juga menggelar Dialog Publik ‘’Bali Darurat Sampah Plastik, Apa Solusinya?’’ di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (28/2) kemarin. Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan setuju dan sangat mendukung adanya hari-hari khusus untuk membersihkan sampah. Ia juga mengapresiasi digelarnya dialog publik sebagai bentuk keterlibatan organisasi pemuda dalam melakukan aksi nyata dan terus menggelor-

akan gerakan pengurangan timbulan sampah plastik. Ia pun berharap gerakan ini diikuti oleh organisasi lain agar Pergub 97 bisa dilaksanakan secara optimal. Kendati baru diumumkan, Pergub 97 rupanya sudah langsung direspons positif oleh berbagai kalangan. ‘’Ini merupakan satu-satunya di Indonesia dan menuai pujian dari dunia internasional,’’ ujarnya. Menurut Koster, keluarnya pergub ini merupakan langkah awal yang akan diikuti oleh program lainnya. Tentunya dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali. Salah satu program yang akan dirancang berikutnya adalah sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. ‘’Agar tidak seperti sekarang, semuanya numplek di TPA dan menimbulkan masalah yang tak kunjung terpecahkan,’’ imbuhnya. Ketua Panitia Dialog Publik Ketut Putra Bagawatra

menyebut kegiatan ini sebagai bentuk sumbangsih KMHDI dan DPP Peradah Bali menyukseskan implementasi Pergub 97. Berbagai masukan yang muncul dalam pelaksanaan dialog akan dilaporkan kepada Gubernur Bali untuk dapat dijadikan pedoman. Dalam kesempatan itu, Gubernur, Ketua DPP Peradah dan KMHDI juga menandatangani MoU Gerakan Bersih Sampah Plastik. Di sisi lain, pihaknya juga menawarkan ide terkait hari sampah plastik. ‘’Akan ada gerakan hari sampah plastik se-Bali, di mana pada hari itu ada gerakan memungut sampah plastik, ada dialog, ada memberikan hadiah lomba kepada sekaa teruna atau ibu PKK yang benar-benar mengabdi di lingkungannya untuk mengelola sampah,’’ ujarnya. Pendiri Bank Sampah Bali Wastu Lestari, Ni Wayan Riawati, di sela-sela dialog mengatakan, bicara sampah

tak melulu soal sampah plastik. Komposisi sampah yang paling besar justru sampah organik. Kendati memang yang membawa masalah bagi lingkungan adalah sampah nonorganik seperti plastik, logam, kertas dan botol kaca. Di sini, kehadiran bank sampah menjadi penting untuk menangani masalah sampah. Hal. 15 Secara Terpadu

’’Ini merupakan satu-satunya di Indonesia dan menuai pujian dari dunia internasional.’’ Wayan Koster Gubernur Bali


DENPASAR

2

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

FIGUR

Lakukan Germas PENINGKATAN suhu udara belakangan ini diduga sebagai dampak perubahan iklim. Kondisi ini menyebabkan kesehatan tubuh rentan terganggu. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas. Tentunya untuk menjaga tubuh tetap sehat walaupun terjadi perubahan iklim dan cuaca. “Memang perubahan cuaca ini memungkinkan timbulnya risiko kesehatan seperti dehidrasi, bahkan berkembangnya penyakit-penyakit tertentu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya di Denpasar, Rabu (27/2). Dikatakan, daya tahan tubuh bisa menurun sehingga virus dapat berkembang. Masyarakat perlu mewaspadai penyakit-penyakit karena virus seperti influenza dan ISPA, di samping risiko dehidrasi pada orang yang mengalami kelainan jantung. Sebagai salah satu antisipasinya, konsumsi air putih mesti lebih ditingkatkan. “Antisipasinya, banyak-banyak minum air putih. Hindari berpanas-panasan. Tentu saja menjaga kesehatan dan kebugaran, makan buah dan sayur yang cukup, serta aktivitas fisik. Tapi jangan pada saat panas, bisa di pagi atau sore hari. Intinya, melakukan Germas,” jelasnya. Kalau sudah melakukan Germas, katanya, daya tahan tubuh tentu akan meningkat. Dengan demikian, perubahan iklim dan cuaca tidak akan menjadi masalah bagi kesehatan. (rin)

Dewan Rancang Perda Inisiatif

Denpasar (Bali Post) – Salah satu tugas dan fungsi DPRD yakni legislasi. Karena itu, kini DPRD Denpasar bukan saja hanya membahas rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diusulkan pihak eksekutif. Jajaran Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) telah merancang perda inisiatif. Ranperda ini baru diusulkan melalui sidang paripurna intern DPRD Denpasar, Kamis (28/2) kemarin. Sidang paripurna intern yang dipBali Post/dir

KERJA SAMA - Astra Honda Bali yang diwakili Gung Mah (paling kanan) selaku Corcom, Rangga Aditya yang menjabat SO Astra Cokroaminoto (tengah) dan Abdul Hafiz Mugni Supervisor Marketing Area dan Group Customer Astra Motor Bali, memberikan pemaparan terkait produk dan pelayanan terbaru dari Astra Motor kepada karyawan Bali Post. Hal ini bisa terlaksana berkat kerja sama yang terjalin erat antara Astra Motor Bali dan Kelompok Media Bali Post.

Selundupkan 1.887 Butir Ekstasi

impin Wakil Ketua DPRD Denpasar I Made Muliawan Arya didampingi A.A. Asmara Putra tersebut, juga mengagendakan pembacaan laporan hasil reses yang dilakukan masing-masing anggota dewan. Perda inisiatif yang akan dibuat, yakni Perda tentang Bendega. Ketua Bapemperda DPRD Denpasar Drs. A.A. Putu Gede Wibawa dalam laporannya menyebutkan Denpasar memiliki keragaman kearifan lokal. Salah satunya kearifan lokal ma-

syarakatnya dalam menjaga wilayah pesisir. Terlebih, dalam ajaran agama Hindu kawasan pesisir menjadi kawasan yang disucikan, dan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial. Sementara masyarakat yang berada di pesisir, lebih banyak berprofesi sebagai nelayan. Sejumlah alasan yang disampaikan terkait pembentukan Perda Bendega, salah satunya adalah banyaknya kelompok nelayan yang masih aktif. Mengutip data dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan,

sedikitnya masih ada 13 kelompok nelayan yang tersebar di berbagai lokasi. ‘’Perlu diberikan pengakuan dan perlindungan kepada kelompok bendega,’’ katanya. Selain itu, kata Wibawa, Perda Bendega di provinsi sudah ada, yakni Perda Nomor 11 Tahun 2017. Dalam perda tersebut dengan jelas disebutkan, pemerintah kabupaten/ kota wajib membentuk Perda Bendega sebagai perlindungan terhadap bendega. (kmb12)

Pawiba Usulkan Perpanjangan Batas Usia Kendaraan

Turis Malaysia Dituntut 10 Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) mengusulkan agar batas usia kendaraan, khususnya angkutan pariwisata, bisa diperpanjang menjadi 15 tahun, yang sebelumnya 10 tahun. Ini berdasarkan pertimbangan, angkutan parwisata di Bali tidak menempuh jarak yang terlalu panjang untuk mengantar tamu.

Denpasar (Bali Post) Mohd Husaini Bin Jaslee, pria berkebangsaan Malaysia yang diadili atas perkara ekstasi, Kamis (28/2) kemarin dituntut pidana penjara selama 10 tahun. JPU Purwanti di hadapan majelis hakim pimpinan Dewa Budhi Watsara menjerat terdakwa dengan Pasal 113 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan pertama. Selain dituntut pidana penjara selama 10 tahun, pria berkaca mata itu juga dipidana denda Rp 1,5 miliar subsider enam bulan kurungan. Mendengar tuntutan tersebut, melalui penasihat hukumnya, Ketut Dodik Artha Kariawan, berencana mengajukan pembelaan secara tertulis pada persidangan dua pekan lagi. Terdakwa dibekuk atas dugaan penyelundupan ekstasi sebanyak 1.887 butir atau 588,37 gram dari Malaysia ke Bali. Dia dibekuk sesaat setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai, Tuban. Saat itu Husaini bersama teman wanitanya, Nurasyqin Binti Ab Razak, tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar tanggal 3 September 2018 menggunakan pesawat Air Asia D7798 rute Kuala Lumpur-Denpasar. Mereka membawa masing-masing tas. Terdakwa membawa tas laptop warna hitam sedangkan temannya membawa koper warna abu-abu. Saat diperiksa menggunakan X-ray, terdakwa hanya memasukkan koper ke mesin. Sedangkan tas laptop yang dibawa tidak dimasukkan namun tetap dijinjing dengan tangan kiri. Petugas imigrasi menegur. Dari gerak-gerik itulah ketahuan aksi terdakwa hingga akhirnya dibuntuti. Termasuk saat menuju salah satu penginapan. Namun saat itu dia kembali balik ke Malaysia lewat Jakarta. Hanya teman wanitanya diam di Bali. Hingga akhirnya laptop terdakwa digeledah dan ditemukan tablet warna orange. Pihak Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai kemudian berkoordinasi dengan Polda Bali. Hingga keluarlah DPO karena pemilik tidak ada di tempat. Hasil analisa intelijen, sekitar sepekan kemudian tepatnya Minggu (9/9) Husaini bersama teman wanitanya itu kembali datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta melalui pesawat Lion Air JT286. Begitu tiba di Terminal Kedatangan Internasional, keduanya langsung diamankan petugas Imigrasi setempat, mengingat statusnya yang sudah DPO. Dari interogasi saat itu, terdakwa Husaini yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini mengaku ke Indonesia dengan tujuan berbisnis, namun bisnis semacam apa tidak dijelaskan dengan pasti. Husaini juga berdalih tidak merasa memiliki seluruh BB ekstasi tersebut. Dia berkelit jika tak ada barang itu sebelumnya di tas laptopnya saat semasih dia bawa. Namun dari rekaman CCTV, tak ada pihak atau orang yang menyentuh tas tersebut selain terdakwa Husaini. (kmb37)

Ketua DPU Pawiba I Nyoman Sudiartha mengatakan, sampai saat ini usia armada anggota Pawiba berada di kisaran 20 tahun. Sedangkan sesuai UU, batas usia kendaraan adalah 10 tahun. Namun, Pawiba mengajukan revisi agar batas usia kendaraan sampai 15 tahun. Pertimbangannya dari sisi bisnis dan wilayah. Dari sisi wilayah, Bali adalah daerah yang jaraknya pendekpendek. Berbeda dengan ang-

Topik : KECIL, INDEKS KORUPSI DI BALI

Bali Post/eka

PESISIR - DPRD Kota Denpasar tengah merancang perda inisiatif tentang Bendega untuk menjaga wilayah pesisir.

kutan antarprovinsi atau bus malam yang bisa mencapai ratusan kilometer. ‘’Sedangkan jarak kita (Pawiba) tidak melebihi dari bus malam,’’ kata Sudiartha, Kamis (28/2) kemarin. Menurt Sudiartha, perjuangan Pawiba dengan asosiasi angkutan antarprovinsi pada prinsipnya sama. Bahkan asosiasi angkutan antarprovinsi mengajukan agar masih bisa mengantongi izin hingga usia kendaraan 25

tahun. ‘’Kami mengusulkan sama dengan angkutan provinisi, dengan pertimbangan tidak melalui pariwisata saja, bahwa kita sama-sama mengangkut orang, nyawa, perlu keamanan dan kenyamanan,’’ tegasnya. Sudiartha menambahkan, pelayanan angkutan pariwisata melihat dari tiga aspek, yaitu keamanan, kenyamanan dan zero komplain. Dari sisi keamanan, agar tidak terjadi lagi kecelakaan seperti tahun-tahun sebelumnya, maka harga jasa angkutan dinaikkan. Karena menyangkut supply and demand. ‘’Pelayanan akan diikuti dengan standarisasi harga. Untuk layanan murah, tentu investasinya

murah,’’ ujarnya. Sudiartha mengatakan, revisi UU usia angkutan kendaraan telah diajukan. Menurutnya, saat ini tinggal menunggu lampu hijau dan penetapan. Selain itu, yang juga menjadi concern Pawiba adalah angkutan pariwisata yang notabene pelat hitam. Kendaraan pelat hitam, menurutnya, belum tentu melebihi batas umur kendaraan, terutama menyangkut masalah perizinan. Ada juga yang memiliki mobil baru tapi belum memiliki izin prinsip dari Dirjen Perhubungan, sementara digunakan pelat hitam. Itu belum tentu ilegal. Sedangkan mobil tidak baru tetapi menggunakan pelat hitam melakukan kegiatan

pariwisata memang ada. ‘’Kami tidak menutup mata di lapangan. Maka dari itu, Pawiba bersama Organda dan Dinas Perhubungan gencar melakukan sidak Topik : yang pelat luar kendaraan beroperasi di Bali,’’ ujarnya. Sudiartha tidak memungkiri, anggota Pawiba ada yang memiliki unit kendaraan pelat luar. Kondisi ini karena tingginya biaya balik nama, pajak kendaraan bermotor, dan menyangkut masalah perizinan. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Malam Apresiasi HUT Ke-231 Kota Denpasar Dipadati Ribuan Pengunjung

Rai Mantra Lantunkan Lagu ”Taksu’’ dan ”Love of My Life’’

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-231 Kota Denpasar berlangsung meriah. Beragam hiburan yang dikemas dalam kegiatan bertajuk ‘’Malam Apresiasi Budaya HUT ke-231 Kota Denpasar’’ ini turut menghibur masyarakat. Tampak ribuan masyarakat tumpah-ruah pada kegiatan yang dihelat di Lapangan Lumintang, Denpasar, Rabu (27/2) malam. Turut hadir Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Forkompinda serta OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Wali Kota Rai Mantra tampak berbaur bersama ribuan masyarakat sembari melantunkan lagu ‘’Taksu’’ dan ‘’Love of My Life’’. Beberapa pementasan turut memeriahkan Malam Apresiasi Budaya HUT ke-231 Kota Denpasar, yakni Fragmentari Satua I Kedis Sangsiah Teken I Bojog yang dibawakan Sekaa Gong Anak-anak Natar Ayun, Kelurahan Penatih, Crazy Horse, Jun Bintang, Jony Agung and Double T, serta pesta kembang api yang disertai riuh bangga penonton. Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan penghargaan Parama

HUT - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Matra saat menyerahkan penghargaan dan melantunkan lagu serangkaian HUT ke-231 Kota Denpasar di Lapangan Lumintang, Rabu (27/2) malam. Budaya kepada Sekaa Janger Kedaton dan I Wayan Simpen AB selaku seniman sastra serta puluhan kepala sekolah, siswa serta LPD berprestasi di Kota Denpasar. ‘’Dari malam apresiasi budaya dengan beragam hiburan seni ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan capaian pembangunan kota

serta berbaur bersama masyarakat merayakan HUT ke-231 Kota Denpasar ini,’’ ujar Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra I Made Toya selaku Ketua Panitia. Toya mengatakan, beragam kegiatan telah terlaksana serangkaian menyambut HUT ke-231 Kota Denpasar. Tentunya beragam kegiatan

tersebut bertujuan memberikan maanfaat maksimal bagi masyarakat. Sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan menuju kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, malam apresiasi budaya ini merupakan wadah pengembangan seni dan budaya bagi masyarakat Kota Denpasar. Beragam sajian seni turut memeriahkan puncak peringatan HUT ke-231 Kota Denpasar. ‘’Sebagai puncak, kami ingin memberikan ruang yang luas bagi para seniman untuk berkreasi, serta masyarakat dapat menikmati secara langsung perayaan HUT kotanya,’’ ujarnya. Menurut Rai Mantra, hal ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Denpasar dalam pemajuan kebudayaan. Di mana pembangunan kali ini difokuskan pada pertumbuhan insan kreatif berwawasan budaya sesuai dengan visi-misi Kota Denpasar, sehingga upaya penguatan kebudayaan dapat terus dimaksimalkan. ‘’Fokus kita saat ini dalah pengembangan insan kreatif yang memiliki kompetensi sebagai bentuk komitmen penguatan kebudayaan yang bermuara pada pertumbuhan sektor ekonomi kreatif,’’ jelasnya. (ad1013)


BADUNG Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan Hibah Rp 1,2 Miliar di Desa Rejasa Tabanan

3

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta melaksanakan persembahyangan terkait pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih Pura Luhur Batu Belig, Desa Rejasa Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, Rabu (27/2). Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta menyerahkan secara simbolis bantuan dana hibah sebesar Rp 1,2 miliar yang bersumber dari APBD Badung tahun 2019, untuk perbaikan Pura Luhur Batu Belig dan Pura Luhur Gunung Kereban, yang keduanya berada di wilayah Desa Rejasa. Kehadiran Bupati Giri Pras-

ta yang didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sejumlah tokoh masyarakat Desa Rejasa turut hadir, di antaranya Panglingsir Puri Oka Biaung I G.N. Oka Sudarsana, panglingsir Puri Oka Jegu I G.N. Gunawan, Perbekel Rejasa I Nyoman Wiastra, serta para Pemangku se-Desa Pakraman Rejasa. Ketua Panitia Karya Made Suparta dalam sambutannya mengatakan, masyarakat

Rejasa sangat mengharapkan kehadiran Bupati Badung. Terlebih dengan bantuan dana hibah yang telah diberikan, sangat meringankan beban masyarakat. ‘’Ibarat ada hujan, selama ini kami kekeringan. Bantuan dari Bapak Bupati Badung sebagian juga kami pergunakan untuk perbaikan jalan menuju Pura Batu Belig,’’ kata Suparta seraya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Giri Prasta. Sementara itu, Bupati Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan pihaknya sudah berkomitmen melaksanakan

visi Badung Angelus Buana yang artinya Badung berbagi, dari Badung untuk Bali. Dirinya menyadari, sebagai orang Bali masyarakat banyak menghabiskan waktu di adat dan banyak dikeluarkan untuk melaksanakan upacara yadnya sehari-hari. Kalau sekarang dibebani lagi untuk pembangunan, tentu akan sangat memberatkan. Untuk itulah Kabupaten Badung yang diberikan pendapatan daerah di atas rata-rata, berbagi dengan masyarakat di kabupaten lain, dengan tujuan dapat meringankan beban masyarakat.

Bali Post/edi

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai

Nyepi, Bandara Ngurah Rai Tutup 24 Jam

468 Penerbangan Tidak Beroperasi Mangupura (Bali Post) –

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan operasional kebandarudaraan dan tidak akan melayani penerbangan, baik rute domestik maupun internasional pada hari raya Nyepi, 7 Maret mendatang. Sebanyak 468 penerbangan dipastikan tidak beroperasi selama penghentian operasional tersebut. Dari jumlah itu, 261 di antaranya merupakan penerbangan rute domestik dan 207 penerbangan rute internasional. Menurut Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, dari total 468 penerbangan, Garuda Indonesia menjadi maskapai dengan jumlah penerbangan terbanyak yaitu 94 penerbangan. Disusul Lion Air dan Indonesia AirAsia, masing-masing dengan 67 dan 52 penerbangan. Untuk rute domestik, penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK) menjadi rute tujuan dengan jumlah penerbangan tidak beroperasi terbanyak, dengan jumlah 52 penerbangan, disusul dengan Surabaya dan Lombok dengan masing-ma-

sing 16 dan 10 penerbangan. Dijelaskannya, penghentian operasional bandara akan dilaksanakan selama 24 jam, terhitung mulai 7 Maret pukul 06.00 Wita dan akan beroperasi kembali pada 8 Maret pada pukul 06.00 Wita. ‘’Penghentian sementara operasional bandara ini, untuk menghormati umat Hindu di Bali agar dapat menjalankan brata panyepian dengan khusyuk,’’ katanya, Kamis (28/2) kemari. Diungkapkannya, selama 24 jam penghentian operasional bandara, maskapai dengan penerbangan berjadwal telah melakukan penye-

suaian dengan tidak melakukan penjualan tiket penerbangan rute dari dan menuju Bali. Terkait penutupan sementara ini, pihaknya telah bekerja sama dengan Airnav, dengan diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAMN) Nomor A5144/18. ‘’NOTAMN ini berisi pemberitahuan kepada airline dan bandara di seluruh dunia bahwa kami akan melakukan penghentian sementara operasional bandar udara selama berlangsungnya Nyepi,’’ ucapnya. Saat Nyepi pihaknya menyiapkan 432 personel untuk disiagakan, dalam melakukan pelayanan yang bersifat

emergency. Dengan rincian, 369 personel untuk siaga di bandara, di samping bantuan keamanan dari Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai sebanyak 30 personel, dan TNI AU sebanyak 35 personel. ‘’Sejumlah institusi komunitas bandar udara lainnya juga akan tetap stand by,’’ kata Arie. Saat dibukanya kembali bandara, dijadwalkan Lion Air JT-929 tujuan Surabaya untuk rute domestik dan Indonesia AirAsia QZ-550 tujuan Kuala Lumpur untuk rute internasional, menjadi penerbangan pertama yang akan berangkat dari Bali. Sedangkan untuk penerbangan pertama yang mendarat di Bali saat itu adalah Garuda Indonesia GA-7049 dari Lombok untuk rute domestik, dan Garuda Indonesia GA-897 dari Guangzhou untuk rute internasional. (kmb23)

DLHK Badung Cabut Sanksi Administratif Laboratorium Sidhi Medika Eka Merthawan Harapkan Tidak Terulang Lagi

DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung secara resmi mencabut sanksi administratif terhadap Laboratorium dan Apotek Sidhi Medika yang beralamat di Jalan Mengwitani. Pencabutan dipimpin langsung Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan bersama Pejabat Pengawas Lingkungan I Nengah Sukarta, Kasi Pengaduan DLHK Wayan Sudiana dan disaksikan Lurah Kapal I Wayan Sudiarta, serta tim DLHK Kabupaten Badung, Kamis (28/2) kemarin. Eka Merthawan menyampaikan, indikator pihaknya mencabut sanksi administratif ini adalah setelah dilakukan pembinaan sekaligus juga memverifikasi apa yang menjadi masalah selama ini. Setelah dilakukan pengecekan, seluruh komponen sanksi-sanksi sudah terpenuhi dengan baik oleh Sidhi Medika, baik itu melaksanakan pacaruan, pembersihan areal pembuangan sampah yang diduga tercemar sampah medis hingga menutupnya dengan limestone, bahkan waktunya cukup cepat.

‘’Mulai hari ini (kemarin - red) usaha yang selama ini kami tutup, dibuka kembali. Tentunya pihak Sidhi Medika bisa kembali melayani masyarakat, dengan catatan jangan sampai lingkungan dikorbankan lagi. Kami berharap kejadian ini merupakan yang pertama dan terakhir di Kabupaten Badung, karena ke depannya kami punya konsep Badung bebas pengelolaan limbah B3 maupun tertib limbah medis,’’ ujarnya. Sementara itu, Pejabat Pengawas Lingkungan DLHK Badung I Nengah Sukarta melaporkan kronologis kasus lingkungan Lab dan Apotek Sidhi Medika ini. Berawal adanya pengaduan masyarakat pada 23 Januari, tentang pembuangan limbah medis di lingkungan Gegadon, Kelurahan Kapal. Kemudian dilakukan verifikasi oleh tim Brusli pada 24 Januari, dan diterbitkan sanksi administratif berupa pembekuan izin berdasarkan keputusan Bupati Badung Nomor 660.42/122/ DLHK/2019 tertanggal 28 Januari 2019.

PENCABUTAN SANKSI - Kepala DLHK Badung Eka Merthawan hadir dalam pencabutan sanksi administratif Lab Sidhi Medika, Mengwitani, Kamis (28/2) kemarin. Tindak lanjut dari sanksi administrasi, pada 20 Februari tim DLHK Badung melakukan verifikasi penataan sanksi administratif pembekuan izin dengan fakta di lapangan. Diketahui, Sidhi Medika telah melaksanakan sanksi-sanksi yang ditetapkan sesuai SK Bupati, kemudian direkomendasikan untuk menerbitkan SK

pencabutan sanksi administratif pembekuan izin hingga selanjutnya diterbitkan SK Bupati Badung Nomor :660.42/309/DLHK/2019 tentang pencabutan sanksi administratif Keputusan Bupati Badung Nomor 660.42/122/ DLHK/2019 tentang penerapan pembekuan izin Lab Sidhi Medika tertanggal 21 Februari 2019. (r)

Bupati Giri Prasta menyatakan salut dengan semangat dan persatuan krama Desa Pakraman Rejasa dalam melaksanakan yadnya. ‘’Yadnya yang paling tinggi adalah ketika kita bermanfaat bagi orang lain,’’ kata Giri Prasta. Sebelum mengucurkan bantuan ke Desa Rejasa, Giri Prasta mengaku telah mendapatkan izin dari Bupati dan Wakil Bupati Tabanan. Pada akhir kegiatan Bupati Giri Prasta bersama krama Desa Pakraman Rejasa melakukan persembahyangan bersama di Pura Luhur Batu Belig. (ad1009)

SERAHKAN BANTUAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Ngenteg Linggih sekaligus secara simbolis menyerahkan bantuan di Pura Luhur Batu Belig, Desa Rejasa, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Rabu (27/2).

Mangupura (Bali Post) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama Badung mewajibkan para pengusaha di Kabupaten Badung memanfaatkan air bersih yang dihasilkan PDAM. Kebijakan ini sesuai dengan PP No. 152 Tahun 2015. Dirut PDAM Tirta Mangutama Badung Ketut Golak mengatakan, peraturan tersebut mewajibkan industri baik hotel, restoran, vila maupun lainnya untuk memanfaatkan air PDAM. Terkait pelaksanaan aturan ini, pihaknya menugaskan tim khusus. ‘’Kami menurunkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC). Tim ini bertugas menertibkan pelanggan dan calon pelanggan,’’ ujar Golak didampingi Direktur Teknik Wayan Suyasa dan Direktur Umum Ida Ayu Eka Dewi Wijaya di Canggu, Kamis (28/2) kemarin. Kendati demikian, Golak mengakui kebijakan tersebut tentu tidak berlaku mutlak apabila di suatu kawasan belum tersedia jaringan atau pelayanan PDAM. Namun jika pelayanan PDAM sudah tersedia, maka pengusaha wajib mengikuti ketentuan tersebut. ‘’Tak ada alasan dunia usaha untuk tidak menggunakan air PDAM,’’

tegasnya Menurutnya, jika pengusaha tak memanfaatkan air PDAM, PP tersebut juga mengatur sanksi yang akan dijatuhkan oleh pemerintah. Berdasarkan PP tersebut, Tim URC yang dikomandoi Kabag Pelanggan akan melakukan penertiban. Sejumlah pelanggan yang berasal dari kalangan hotel dan restoran pun akan disidak. ‘’Salah satunya adalah ITDC. Kompleks perhotelan ini memerlukan pasokan air sekitar 150 liter per detik untuk memenuhi 5.000 kamar yang ada di kompleks ITDC,’’ ucapnya. Dijelaskan, pasokan air PDAM Badung saat ini tercatat 150 liter per detik. Walau begitu, pasokan air ini akan pas jika semua kamar tersebut terisi. ‘’Namun jika tingkat hunian hotel tidak 100 persen, tentu saja ada surplus pasokan air ke kawasan ITDC. Soal pasokan air kami pastikan tak ada masalah,’’ jelasnya. Sidak telah dilakukan di kawasan Bandara Ngurah Rai. Kawasan ini memerlukan pasokan air sekitar 50 liter per detik. ‘’Namun saat ini air PDAM yang dimanfaatkan baru 23 liter per detik,’’ katanya. Hal ini disebabkan adanya

Pengusaha Wajib Gunakan Air PDAM perbaikan dan pemasangan jaringan baru ke kawasan bandara. ‘’Dari hasil penertiban yang dilakukan, Bandara Ngurah Rai siap memanfaatkan air PDAM 100 persen,’’ ungkapnya. Sementara khusus kemarin, tim yang dikomandoi Dirum I.A. Eka Dewi Wijaya melakukan sidak ke Waterboom dan Sol Elite Paradiso. Waterboom siap memanfaatkan pasokan air PDAM untuk menambah wahana air yang dibutuhkan. Sementara di Hotel Soal Elite, sejak ada pembangunan underpass, jaringan terputus dan sejak itu hotel ini tak lagi menggunakan air PDAM. Temuan lainnya, watermeter yang sebelumnya terpasang malah ditumpuk dengan bangunan sehingga watermeter tersebut tak kelihatan. Karena itu, PDAM pun melakukan pembongkaran dan pembacaan watermeter. Selain itu, hotel ini pun siap memanfaatkan air PDAM kembali. Dengan adanya penertiban terhadap pelanggan dan calon pelanggan, pendapatan PDAM Badung telah melonjak. ‘’Pendapatan PDAM pada Januari menembus Rp 19,5 miliar. Jumlah ini sesuai dengan target,’’ katanya. (kmb27)

Program Rehabilitasi Tidak Melindungi Jaringan Pengedar Narkoba

RAKER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat Raker pejabat BNNP dan BNNK di Jimbaran. SETIAP tahun angka pecandu atau penyalahguna narkotika belum bisa ditekan di Bali. Oleh karena itu, program rehabilitasi terus digenjot untuk mengobati pecandu dari ketergantungan narkoba, bukan melindungi jaringan barang terlarang tersebut. ‘’Bidang Rehabilitasi baik di BNNP dan BNNK harus mampu menunjukkan hasilnya, yaitu membawa dampak positif baik kepada klien, keluarga dan lingkungan. Laksanakan tugas dengan profesional dan bertanggung jawab. Program rehabilitasi tidak melindungi jaringan pengedar. Kalau ada oknum petugas yang melanggar, segera laporkan,’’ tegas Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, saat Rapat Kerja (Raker) BNNP dan

BNNK di Bali Paragon Resort Hotel, Jimbaran, Kamis (28/2) kemarin. Selain itu, Brigjen Suastawa mengatakan, personel yang mengawaki Bidang Rehabilitasi harus melaksanakan pembinaan kepada para konselor dan asesor agar bekerja ikhlas dan profesional. Selain itu, memasukkan materi program rehabilitasi dalam setiap kegiatan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Pria asal Desa Gulingan, Mengwi ini berharap harus ada komitmen, berperan aktif dan bahu-membahu dengan seluruh komponen masyarakat dalam upaya pemulihan korban penyalahguna narkotika

tersebut secara ikhlas, konsisten dan berkesinambungan. Dengan demikian, kegiatan tersebut lebih berdaya guna untuk menyelamatkan masyarakat Bali dari bahaya narkotika. ‘’Rehabilitasi memiliki arti yang sangat penting dalam memulihkan korban penyalahguna narkotika. Program ini juga merupakan upaya pemerintah menyelamatkan generasi Bali dari pengaruh buruk narkotika,’’ ujarnya. BNNP dan jajaran dapat bersinergi dengan lembaga rehabilitasi komponen masyarakat yang selama ini sudah dirangkul dalam rangka merehabilitasi para pecandu. Di samping itu, diharapkan mampu mendorong para pecandu yang sudah pulih agar produktif dengan konsep aftercare yang tepat. Treatment yang terintegrasi seperti itu wajib dilakukan demi menjaga para mantan pecandu tidak kembali relaps. ‘’Untuk merealisasikan hal ini, BNN Provinsi Bali dan jajaran sejauh ini memberikan dukungan yang maksimal bagi lembaga rehab komponen masyarakat baik dalam bentuk materi, sumber daya atau metode, sehingga dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan rehabilitasi,’’ ucap Suastawa yang juga sebagai pemangku di Pura Dalem Khayangan Desa Gulingan Gede Kecamatan Mengwi ini. (bns)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Penutupan Diklat Pemberdayaan Masyarakat

Lulusan SMK Penerbangan Cakra Nusantara Bersertifikasi Kompetensi BERTEMPAT di halaman SMK Penerbangan Cakra Nusantara, Bali, beralamat di Jalan Tukad Pakerisan No.25, Panjer, Denpasar Selatan, Kamis (28/2) kemarin dilaksanakan upacara penutupan Diklat Pemberdayaan Masyarakat oleh Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya Ir. Setiyo. Peserta diklat berjumlah 146 orang, terdiri dari Diklat Pengoperasian Fluid Power sebanyak 37 orang, Pengoperasian Kelistrikan 34 orang dan Ticketing Reservation 75 orang. Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya Ir. Setiyo menyampaikan, kegiatan ini merupakan kerja sama antara Poltek Penerbangan Surabaya dengan SMK Penerbangan Cakra Nusantara, Bali, terkait dengan program pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan. Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini dilaksanakan Kementerian Perhubungan melalui Politeknik Penerbangan Surabaya. ‘’Tadi kita tutup di SMK Penerbangan Cakra Nusantara Bali. Sebanyak 146 siswa diberikan pelatihan gratis untuk ditingkatkan kompetensinya sehingga anak-anak SMK saat lulus ujian tahun ini mendapat sertifikasi kompetensi di beberapa bidang penerbangan, khusus di sini (SMK Penerbangan Cakra Nusantara) yaitu fluid power, ticketing dan kelistrikan,’’ ujarnya. Kegiatan ini, lanjut Setiyo, merupakan rangkaian yang sudah berlangsung di delapan sekolah dan di SMK Penerbangan Cakra Nusantara Bali yang

DIKLAT - Upacara penutupan Diklat Pemberdayaan Masyarakat oleh Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya Ir. Setiyo di SMK Penerbangan Cakra Nusantara, Bali. terakhir. Dari delapan SMK Penerbangan yaitu di Solo, Yogyakarta, Semarang, Madiun, Sidoarjo, Malang, Banjar Baru dan Bali, totalnya jumlah siswa secara nasional 1.946 orang yang tahun ini mendapat sertifikat kompetensi. ‘’Harapan kami supaya kerja sama ini bisa berjalan seterusnya. Artinya setiap tahun ada lulusan SMK Penerbangan yang memiliki nilai tambah kompetensi, pembekalan di bidang profesinya di penerbangan. Mudah-mudahan Politeknik Penerbangan Surabaya diberikan kesempatan untuk melakukan sertifikasi kompetensi gratis ini. Semua ini bantuan dari pemerintah untuk membekali kompetensi kepada lulusan SMK Penerbangan,’’ harapnya. Kepala SMK Penerbangan Cakra Nusantara, Bali, Indra

Gita Saragih, S.Pd., mengatakan untuk manfaat, tentunya ini sangat baik. Manfaatnya sangat besar bagi SMK Penerbangan Cakra Nusantara. ‘’Terutama bagi siswa-siswi kami di jenjang kelas XII. Dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya, siswa-siswi kami mendapat sertifikasi BNSP yang dapat mereka gunakan untuk mencari pekerjaan,’’ tegasnya. Perlu diketahui, lanjut Indra, saat ini tanpa memiliki sertifikasi kompetensi, lulusan SMK tidak bisa mendapatkan pekerjaan di dunia industri. Kemudian dengan adanya diklat pemberdayaan masyarakat ini siswa-siswinya banyak sekali mendapatkan ilmu pengetahuan, khsusnya sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). (ad1007)

CFASI Unud Gelar ’’Workshop’’

Temukan Metode Baru Penilaian Kerusakan Lahan Pertanian CENTER on Food Availability for Sustainable Improvement (CFASI) Universitas Udayana (Unud), Kamis (28/2) kemarin menyelenggarakan Workshop on Bridging New Damage Assessment to Implementation in Agricultural Insurance. Kegiatan tersebut dalam rangka menyukseskan proyek Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development Program (Satreps). Acara dibuka oleh Sekda Badung dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Putu Oka Swadiana, A.Pi., S.Sos. Ada beberapa pembicara dalam acara tersebut, yakni Prof. Chiharu Hongo dari Chiba University, Ketua Proyek Satreps, Ir. I Nyoman Sumadi, M.P., Kabid PSP (Prasarana Sarana dan Penyuluhan) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Badung, Dr. Henri Alain Denis Douche, Underwriter Agriculture SCOR Global P & C SE Paris. Ketua CFASI Unud Prof. IGAA Ambarawati, Ph.D. mengatakan, tujuan utama dari kegiatan ini untuk mendapatakan metode baru tentang penilaian kerusakan yang dikaitkan untuk mendapatkan asuransi pertanian. Kabupaten Badung dipilih menjadi partner karena Badung memiliki kekhasan yaitu daerah selatan merupakan daerah pariwisata dan pengembagan pertanian di utara. Selain itu, pembentukan CFASI dari awal memang di Badung. Asuransi pertanian (AUTP) adalah program nasional, salah satunya Badung ikut serta dalam program tersebut karena memberikan perlindungan pada petani. Yang biasa dilakukan untuk pembayaran premi AUTP adalah 80% dibiayai oleh pemerintah pusat melalui APBN dan 20% seharusnya dibayar petani. Namun di Badung dan Tabanan, premi 20% disubsidi pemkab. Hasil akhir dari proyek ini adalah mendapatkan metode baru penilaian kerusakan lahan pertanian.

WORKSHOP - Semua peserta dan pembicara berfoto bersama usai menyelenggarakan workshop. Namun tidak meninggalkan metode lama yang digunakan selama ini dalam menentukan klaim dari kerusakan lahan pertanian. Semua pendapat dari berbagai negara tentang tata cara mereka membayar klaim diserap dan dikombinasi dengan metode lama yang sudah dilakukan selama ini. Kabid PSP Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Badung Ir. I Nyoman Sumadi, M.P. berharap ada metode pengamatan yang lebih efektif dan efisien, cepat, praktis dan akurat dalam hal menentukan tingkat serangan hama penyakit di tingkat lapangan. Sehingga keputusan itu lebih realistis diambil oleh pengambil kebijakan terutama dalam hal asuransi oleh petugas, sehingga petani mendapatkan real pertanggungan secara cepat. Dengan asuransi, petani merasa dibantu. Walau terserang hama tetapi masih bisa melanjutkan produksinya ke depan karena ada yang menanggung kerugian petani. Pada 2018 Badung mensubsidi 1.950 hektar, dan bahkan 2019 Badung menaikkan subsidi 3.500

hektar. Ketua Proyek Satreps Prof. Chiharu Hongo mengatakan, metode baru penilaian kerusakan ditargetkan rampung pada 2022. Namun sampai lima tahun ke depan hingga 2027 itu masih ada orang Jepang yang membantu. ‘’Tapi di atas 2.027 orang Jepang tidak membantu lagi. Diharapkan bisa berjalan dengan orang Indonesia saja,.. ujarnya. Sebagai pilot project-nya di Indonesia yaitu Jawa Barat dan Bali. ‘’Jika metode ini ke depan dipakai provinsi lain -- Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur -- maka harus diintegrasikan juga dengan daerah tersebut, karena setiap wilayah beda–beda produksi taninya,’’ ujarnya. Underwriter Agriculture SCOR Global P & C SE Paris Dr. Henri Alain Denis Douche mengatakan, asuransi pertanian di Eropa sudah berkembang cukup lama. Sementara di Indonesia asuransi pertanian terbilang baru. Selain itu, di Indonesia juga menjamin komoditi beras, sedangkan di Eropa ada banyak macam seperti gandum, jagung, binatang, buah, sayuran, dan yang lainnya. (ad1005)

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

FE Unmas Raih ISO 9001-2015

Makin Profesional Kelola Lembaga, Akuntansi Target Raih Akreditasi A FAKULTAS Ekonomi Universitas Mahasaraswati (FE Unmas) termasuk fakultas favorit di Unmas, di samping terbanyak dalam menerima mahasiswa baru dan juga terbanyak melepas lulusan. Kamis (28/2) kemarin, Dekan FE Unmas Dr. Putu Kepramarini, S.E., M.M. melepas 927 sarjana ekonomi. Ketua Panitia I Dewa Made Endiana, S.E., M.Si.Ak., C.A. menjelaskan, dari jumlah itu (927), 457 orang dari Prodi Manajemen serta 470 orang dari Prodi Akuntansi. Yang membanggakan, sambung Putu Kepramarini, mereka adalah lulusan yang mampu bersaing di tengah-tengah era globalisasi. Selain itu sebagai SDM berkarakter yang dapat mengaplikasikan ilmu dengan tetap memegang teguh kejujuran dan etika yang baik. Standar kompetensi lulusannya sesuai dengan visi FE Unmas yakni menjadi lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan SDM di bidang ekonomi yang bermutu, berbudaya dan berdaya saing di tingkat nasional dan global. Di acara yang dihadiri para orangtua mahasiswa, Dekan Kepramarini juga mengungkapkan kabar gembira bahwa FE Unmas tahun ini meraih ISO 9001-2015 dalam bidang manajemen mutu. Ini artinya, kata Kepramarini, FE Unmas makin profesional dalam mengelola lembaga. Di samping itu dengan standar mutu yang terjaga, FE Unmas sukses mengantarkan lulusannya berdaya saing tinggi. Untuk peningkatkan kualitas, FE Unmas telah memprogramkan pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi di luar negeri seperti Malaysia dan Thailand. Kedua,30% dosennya sudah berkualifikasi S-3. FE Unmas juga memberikan dana pendampingan bagi maha-

YUDISIUM - Dekan FE Unmas Dr. Kepramarini, S.E., M.M. dan wakil dekan serta kaprodi saat meyudisium sarjana ekonomi, Kamis (28/2) kemarin. siswa untuk mengikuti lomba akademik. Ketiga, semua komponen civitas akademika FE Unmas kini fokus dipersiapkan untuk mengikuti reakreditasi. Pada tahun 2021, Prodi Akuntansi FE Unmas ditargetkan meraih akreditasi A. Sedangkan Prodi Manajemen FE Unmas sejak 2017 dinyatakan meraih akreditasi A. Makanya, dia menegaskan lulusannya berkualitas nasional dan internasional. Untuk itu, Dekan FE mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan yang telah diberikan yang tercermin dari besarnya animo masyarakat untuk mempercayakan pendidikan keluarga mereka di FE Unmas Denpasar. Dekan Dr. Putu Kepramarini didampingi Wakil Dekan (WD) I I Gede Cahyadi Putra, S.E., M.Si.Ak., C.A., WD II Dr. A.A. Dwi Widyani, S.E., M.M., Kaprodi Manajemen Agus Wahyudi Salasa Gama, S.E., M.M. dan Kaprodi Akuntansi Ni Nyoman Suryandari,

S.E., M.Si.Ak., C.A. juga memaparkan kemajuan Tri Dharma PT. Di antaranya mengadakan pelatihan perpajakan, memenangkan tiga hibah PKM Dikti, dan mahasiswanya menembus PIMNas. Mahasiswanya juga meraih juara II lomba Parade Cinta Tanah Air 2018 serta mengadakan Olimpiade Akuntansi. Kepramarini juga mengungkapkan selama empat tahun ini telah membekali para calon wisudawan dengan hardskill dan softskill. Dua kompetensi ini dibentuk lewat company visit, yankni mengunjungi perusahaan-perusahaan besar di luar Bali. Juga menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa dengan melaksanakan business day setiap tahun. Lewat inkubator bisnis yang diterapkan secara konsekuen menjadikan lulusannya berperan ganda yakni siap bekerja dan berwirausaha mandiri alias job creator. Selain itu melaksanakan kerja sama dengan berbagai perusahaan. (ad1008)

Wisuda ISI Denpasar XXII

Lahirkan Sarjana Berkualitas dan Proaktif Menjawab Tantangan Zaman INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Kamis (28/2) kemarin menggelar acara pelepasan wisudawan. Dalam Wisuda XXII Tahun 2019 yang berlangsung di Gedung Natya Mandala Kampus ISI Denpasar, setidaknya ada 87 orang yang diwisuda. Mereka terdiri dari 48 orang lulusan Fakultas Seni Pertunjukan, 30 orang lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain dan 9 orang lulusan Program Pascasarjana (S-2). Acara wisuda diisi orasi ilmiah oleh Dr. Yulinis, S.ST., M.Si. dengan judul ‘’Kecerdasan Budaya Dalam Seni Pertunjukan Nusantara’’. Sejak tahun 2003 hingga 2019, jumlah alumni ISI Denpasar sebanyak 3.201 orang. Tampil sebagai lulusan terbaik pada wisuda kali ini adalah C. Ajeng Rona Yulintang dari Program Sarjana Terapan (D-4), Putu Ari Satriawan, Putu Yusintya Prananingrum dan I Dewa Dwi Putrayana dari Program Sarjana (S-1). Sedangkan tiga lulusan terbaik dari Program Pascasarjana (S-2) yaitu Pande Putu Wiweka Ari Dewanti, Dharma Prasetya Irawan dan I Gusti Bagus Bayu Baruna Ariesta. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes. mengatakan sesuai dengan visinya menjadi pusat unggulan seni budaya, ISI Denpasar terus-menerus meningkatkan kinerja untuk melahirkan lulusan sarjana seni yang berkualitas dan berdaya saing, serta mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Untuk menjawab tantangan tersebut, lulusan ISI Denpasar telah dipersiapkan dengan bekal keilmuan yang komprehensif agar menjadi insaninsan yang mandiri dengan empat keunggulan utama. Di antaranya

WISUDAWAN - Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. melepas wisudawan pada upacara Wisuda XXII Tahun 2019 di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, Kamis (28/2) kemarin. intelektual yang mengarah pada pencarian nilai-nilai kebenaran, estetis agar setiap tindakan mampu memberi rasa senang dan nyaman, moral agar mereka selalu menabur kebaikan dan etika serta spiritual agar menyadari bahwa hidup adalah anugerah yang patut disyukuri. ‘’Dengan empat keunggulan utama ini, lulusan ISI Denpasar akan mampu bersaing dalam segala hal dan di segala zaman. Hasil tracer study menunjukkan bahwa masa tunggu lulusan kami dalam memperoleh pekerjaan tidak lebih dari dua bulan, malahan yang terbanyak dari mereka mampu menciptakan sendiri lapangan pekerjaan. Yang sangat menggembirakan para sarjana seni kita terus-menerus berkreativitas, berinovasi dalam menjawab tantangan zaman, sehingga mampu melahirkan berbagai jenis profesi baru,’’ tandas Prof.

Sugiartha. Dengan berbagai inovasi yang diciptakan, dikatakan bahwa stigma lama yang menyatakan menjadi sarjana seni sama dengan MDG kini sudah sirna. Sebab, lulusan perguruan tinggi seni dengan gagah dan bangga mengungguli setiap persaingan, mampu menjadi pribadi yang mandiri dan selalu dibutuhkan dalam membangun negeri. Prof. Sugiartha berharap kepada wisudawan agar menunjukkan jati diri, komitmen, dan rasa pengabdian kepada masyarakat dengan ilmu pengetahun, teknologi, dan seni yang telah diperolehnya. Sehingga benar-benar menjadi sarjana yang berguna bagi masyarakat. ‘’Teruslah berkreativitas serta tidak lupa akan almamater dengan memberikan sumbangan pemikiran dan manjaga nama baik ISI Denpasar,’’ harap Rektor. (ad1006)

’’Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung’’ di Pura Penenjoan Apuan Tabanan (Bali Post) Puncak Karya Melaspas, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Pucak Panenjoan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan dilangsungkan pada Buda Kliwon Ugu, 10 April 2019 mendatang. Manggala Karya I Ketut Wardana didampingi Bandesa Adat Apuan I Ketut Cakra, Sekretaris Karya I Made Cendoarsa dan penyarikan Pura Panenjoan I Wayan Suartana Yasa belum lama ini menyampaikan aedan karya dimulai dengan prosesi matur piuning, pawintenan prawartaka dan dharma wacana, Minggu (24/2) lalu. Dilanjutkan dengan nyukat genah dan nanceb wewangunan, Rabu (27/2). Upacara panangiang Ida Sesuhunan Ratu Lingsir dan Ratu Alit dilaksanakan Sabtu

(2/3). Upacara ngulap ambe wewangunan, nunas jatu dan nunas tirta 11 warna dilangsungkan pada Jumat (8/3). Dikatakannya, aedan karya dilanjutkan dengan upacara nuasen karya lan negtegang manik galih dilangsungkan Selasa (12/3). Pada Rabu (13/3) dilangsungkan upacara ngingsah, nyangling lan mapepasaran. Sabtu (16/3) digelar prosesi nanding bagia, Sabtu (23/3) dilanjutkan prosesi nebes Ida Sesuhunan Ratu Alit, Sabtu (30/3) upacara mapepada. Minggu (31/3) dilangsungkan prosesi nyakap wewidangan pura, melaspas palinggih, mendem padagingan dan ngeratep Ida Sesuhunan Ratu Alit. Sorenya Ida Sesuhunan Ratu Alit nunas yasa kerti. Nunas tirta pamuput di se-

jumlah pura dan melaspas bagia pulakerti dilangsungkan Selasa (2/4). Sedangkan Rabu (3/4) digelar upacara memben tawur lan mabanten sumping keladi. Upacara Tawur Balik Sumpah diselenggarakan pada Kamis (4/4) dan keesokan harinya dilanjutkan dengan prosesi melasti ke Segara Batubolong, Canggu. Memben atau melaspas banten karya lan mambanten sumping keladi dilangsungkan Selasa (9/4). Puncak Karya Pedudusan Agung lan Ngenteg Linggih pada Rabu (10/4) selanjutnya nganyarin sampai Kamis (18/4). Upacara nyegara gunung di Pura Ulun Danu Beratan, Jumat (19/4) pagi hari, dilanjutkan sorenya dengan prosesi maguru piduka, ngeluhur, nuek bagia pulakerti. (08)

Bali Post/08

UPACARA – Upacara matur piuning, pawintenan prawartaka dan dharma wacana serangkaian Karya Melaspas, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Pucak Penenjoan, Desa Apuan berlangsung Minggu (24/2) lalu.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

Turis Rusia Dihukum 17 Bulan Penjara Denpasar (Bali Post) Dinyatakan terbukti bersalah menguasai uang kepunyaan orang lain, yang ada dalam kekuasaan terdakwa bukan karena kejahatan, namun karena memiliki jabatan, Direktur PT Selancar Property Service (Hotel Escofera) Dimitry Maslennkov (51) asal Rusia, Kamis (28/2) kemarin divonis bersalah. Dalam sidang di PN Denpasar, terdakwa dipidana penjara

selama satu tahun lima bulan atau 17 bulan penjara. Majelis hakim pimpinan I Made Pasek yang menyidangkan perkara ini sependapat dengan jaksa soal pasal yang digunakan menjerat terdakwa. Yakni terdakwa terbukti bersalah melanggar ketentuan Pasal 374 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Yakni menggelapkan uang perusahaan yang dipimpinnya sendiri sebesar Rp 1,6 miliar lebih.

Atas putusan itu, Dimitri yang didampingi penasihat hukumnya, Anggia M Lubis Browne dkk., masih menyatakan pikir-pikir. Putusan itu jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU Anom Rai sebelumnya meminta supaya majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menghukum terdakwa asal Rusia ini dengan pidana penjara selama tiga tahun. (kmb37)

5

Larang Atraksi di Dalam Hotel

Dispar Minta Pelaku Pariwisata Hormati Nyepi Mangupura (Bali Post) –

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung meminta pelaku pariwisata menginformasikan kepada wisatawan agar menaati perayaan Nyepi, Kamis (7/3) mendatang. Tata tertib dalam rangka menghormati perayaan Tahun Baru Çaka 1941 disampaikan melalui surat imbauan.

Bali Post/udi

AGRARIA - Sosialisasi Perpres Reformasi Agraria diikuti puluhan perwakilan petani di eks Karisiden Besuki di Banyuwangi, Kamis (28/2) kemarin.

Jember-Banyuwangi Rawan Sengketa Agraria Banyuwangi (Bali Post) Memiliki banyak lahan peninggalan Belanda, membuat Banyuwangi dan Jember rawan konflik agraria. Bahkan hingga puluhan tahun, konflik sengketa lahan antara masyarakat dan lembaga negara banyak yang buntu. Tak jarang, masyarakat dipenjarakan akibat konflik ini. Menyikapi itu, puluhan perwakilan petani di kawasan Tapalkuda (Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo) kompak mendesak setiap pemkab membentuk Gugus Terpadu Reformasi Agraria (GTRA). Targetnya, sengketa lahan antara masyarakat dengan lembaga negara atau swasta bisa terselesaikan. ‘’Pembentukam Tim GTRA ini sesuai Perpres 86/2018 tentang Reformasi Agraria dan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional No.79/2019 tentang Pembentukan Tim GTRA,’’ kata Jumain, Ketua Serikat Petani Perjuangan

Tapalkuda (Sepetak) di Banyuwangi, Kamis (28/2) kemarin. Dijelaskan, kawasan Tapalkuda cukup rawan muncul sengketa agraria. Menurutnya, lebih dari 20 tahun sengketa agraria berkecamuk di kawasan eks Karisidenan Besuki tersebut. Namun, balum ada titik temu. ‘’Yang pernah selesai, hanya sengketa di Jenggawah dan Sukorejo, Jember. Sengketa warga dengan PTPN X dan TNI-AD. Akhirnya, lahan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,’’ jelasnya. Setelah itu, lanjutnya, belum ada sengketa agraria yang berhasil diselesaikan. Yang menguntungkan, di zaman Presiden Jokowi muncul Perpres 86/2018 tentang Reformasi Agraria, dikuatkan dengan keputusan menteri. ‘’Ini menjadi payung hukum setiap pemerintah kabupaten (pemkab) untuk membentuk Tim GTRA. Jangan sampai dibentuk setelah pilpres,’’ tegasnya. Pihaknya mendesak pemkab segera melaksanakan

perpres, sehingga persoalan agrarian di daerah dengan cepat terselesaikan. Gerakan petani di Tapalkuda ini diamini politisi PDI-P asal Banyuwangi, Sonny T. Danaparamita. Menurutnya, sengketa agraria cukup rawan muncul di Banyuwangi maupun daerah lain di sekitarnya. Dia mencontohkan kasus agrarian di Desa Pakel Kecamatan Licin, Dusun Bongkoran Kecamatan Wongsorejo hingga tanah pusaka di Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. ‘’Tentunya, jika menjadi bagian pemerintah nasional, pemkab harus mulai melaksanakan Perpres tentang Reformasi Agraria ini,’’ tegasnya. Menurutnya, gerakan petani mendesak pembentukan GTRA bukan menantang Perhutani, PTPN atau negara. Namun, katanya, petani mulai sadar ikut menyukseskan reformasi agraria. ‘’Pembentukan GTRA di kabupaten ini sangat mendesak. Secara sosiologis dan yuridis sudah ada payung hukumnya,’’ pungkasnya. (udi)

Kepala Dispar Kabupaten Badung Made Badra mengatakan surat imbauan yang telah disampaikan kepada pelaku pariwisata merujuk pada seruan bersama majelis bersama dan keagamaan Provinsi Bali 2019. Imbauan ini diberikan kepada PHRI Badung untuk diteruskan kepada pengelola akomodasi perhotelan di daerah tersebut. ‘’Saya mengharapkan pengelola hotel tidak mengadakan atraksi di dalam hotel saat Nyepi berlangsung dan mengingatkan tamu yang menginap untuk tidak keluar hotel. Kami ingatkan kepada pelaku pariwisata untuk dapat memperhatikan beberapa imbauan ini dan disampaikan kepada tamunya,’’ pinta Made Badra, Kamis (28/2) kemarin. Surat imbauan tersebut, kata birokrat asal Kuta ini, menegaskan agar hotel-hotel dan penyedia jasa hiburan lainnya tidak menyeleng-

garakan paket hiburan hari raya Nyepi. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta pelaku pariwisata memberikan pemahaman kepada wisatawan mengenai Catur Brata Panyepian, sehingga mereka memahami apa yang tidak diperbolehkan saat Nyepi. Seperti tidak boleh bepergian (amati leluangan), tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya) dan tidak berfoya-foya (amati lelanguan). ‘’Silakan tawarkan paket Nyepi, tapi yang ditawarkan adalah suasana heningnya bukan justru mengadakan hiburan di dalam hotel. Terlebih, sampai menggunakan pengeras suara hingga melakukan pesta minuman keras,’’ tegasnya. Mantan Kadis Perikanan dan Peternakan Badung itu mewanti-wanti kepada pelaku pariwisata untuk menghormati surat edaran yang telah disampaikan. Jangan sampai ada tamu yang menghidupkan

Mangupura (Bali Post) Menyukseskan implementasi Peraturan Gubernur Bali No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali di lingkungan hotel, manajemen kawasan The Nusa Dua ITDC, Kamis (28/2) kemarin mempertemukan pihak hotel dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali dan beberapa petani di Bali. Mereka dihadirkan selain mendengarkan sosialisasi implementasi pergub, juga untuk mengetahui terkait produk unggulan yang dimiliki petani, pembudi daya, perajin dan peternak. Managing Director The Nusa Dua IGN Ardita berharap, dengan adanya pertemuan tersebut, diharapkan pihak hotel akan terjadi sinergi yang baik dengan sektor pertanian, perkebunan, perikanan di Bali dengan pariwisata. Pertemuan tersebut, dikatakannya, memang tidak akan secara langsung bisa membuat pihak hotel menggunakan produk terkait. Namun upaya tersebut dilakukan untuk memfasilitasi

dan sekaligus berkomunikasi terkait implementasi pergub tersebut, yang mewajibkan produk lokal di hotel, vila dan restoran sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan petani lokal. ‘’Dengan demikian, diharapkan akan semakin banyak hotel, vila dan restoran menggunakan produk lokal Bali, khususnya di ITDC,’’ harapnya. Dijelaskan, di kawasan ITDC ada 16 hotel dan 5 vila yang tentu akan memerlukan produk lokal, baik pertanian, perikanan, perkebunan dan sebagainya. Karena itulah sosialisasi ini sangat diperlukan. Nanti pihaknya akan meminta kepada hotel dan restoran yang ada di ITDC Nusa Dua untuk meyampaikan kebutuhan mereka. Ke depan ini juga akan dikomunikasikan dengan dinas terkait. ‘’Kami mempunya komitmen untuk berusaha memberikan informasi kepada pihak hotel agar bisa semaksimal mungkin menggunakan produk-produk lokal Bali,’’ ucapnya. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnu Ard-

Denpasar (Bali Post) Setelah melalui tahap pendaftaran, sebanyak 163 ogoh-ogoh dari sekaa teruna se-Kota Denpasar telah memasuki tahap penilaian. Tim Penilai yang berjumlah sembilan orang ini menyambangi satu per satu sekaa teruna yang terdaftar sebagai peserta lomba. Penilaian diawali dari Kecamatan Denpasar Timur pada Senin (25/2), disusul Denpasar Utara, Denpasar Barat dan Kamis (28/2) kemarin berakhir di Denpasar Selatan. Dari keseluruhan peserta yang terdaftar, sebanyak 47 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Timur, 44 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Utara, 37 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Barat dan 35 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar

Selatan dan telah mengikuti tahap penilaian. Tim penilai Wayan Meganada yang ditemui di sela-sela penilaian kemarin mengatakan, ada banyak item yang dinilai. Termasuk kesesuaian dengan filosofi pangerupukan. Selain itu, bahan yang digunakan juga menjadi salah satu indikator penilaian. Hal senada diungkapkan tim penilai Wayan Turun. Ia mengatakan, penilaian dilakukan satu hari setiap kecamatan. Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Dewa Gede Juli Astabrata menjelaskan, pelaksanaan lomba ogohogoh ini merupakan komitmen Kota Denpasar dalam pelestarian seni dan budaya. Di mana ogoh-ogoh merupakan elemen penting yang patut dilestarikan, utamanya

kembang api dan menghidupkan lampu di hotel tempatnya menginap dan keluar dari areal hotel. ‘’Mari kita bersama-sama hormati apa yang menjadi tradisi di Bali saat Nyepi,’’ ucapnya. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan Bupati Badung telah mengeluarkan surat edaran agar umat Hindu di Badung melaksanakan serangkaian upacara, baik sebelum, saat dan setelah Nyepi. ‘’Sebelum Nyepi krama Badung dapat melaksanakan upacara melasti dari hari Senin hingga Rabu atau pada tanggal 4 hingga 6 Maret 2019. Sekembali melasti Ida Batara nyejer di Pura Desa atau Bale Agung hingga Rabu. Untuk upacara tawur agung dilaksankan pada 6 Maret di Catus Pata Bencingah Mengwi pukul 12.00,’’ ujarnya. Terkait ogoh-ogoh, Anom Bhasma mengatakan, saat

pengarakan ogoh-ogoh tidak menggunakan mercon atau petasan, kembang api atau hal lain yang bisa membahayakan peserta pawai. ‘’Menjelang pangerupukan sesuai surat edaran bupati ini, kami minta ogoh-ogoh tidak ditaruh di tepi jalan sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. Ogoh-ogoh baru bisa dikeluarkan atau ditempatkan di pinggir jalan setelah jam 3 sore, setelah diarak agar ogoh-ogoh segera dibakar,’’ paparnya. Birokrat asal Desa Tama ini juga mengatakan, jika umat Hindu di Badung ada yang melaksanakan upacara pujawali atau piodalan di sanggah atau merajan maupun pura tertentu saat Nyepi, upacara tersebut tetap bisa dilaksanakan. Namun diusahakan dengan menggunakan upacara tingkat terkecil dan dilaksankan sedini mungkin, yakni saat galang kangin atau sebelum pukul 06.00 Wita. Upacara piodalan dipimpin pemangku pura yang bersangkutan dengan meminimalkan penggunaan api/dupa dan tidak menggunakan tetabuhan gong serta dharma gita. (kmb27)

Pergub Terkait Produk Lokal Disosialisasikan

Bali Post/kmb23

SOSIALISASI - Suasana Sosialisasi terkait Pergub No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Kamis (28/2) kemarin di Nusa Dua. hana mengatakan, sosialisasi ini menjadi sosialisasi pertama yang dilakukan di hotel. Pihaknya berharap implementasinya ini segera dilakukan, minimal 30 persen hotel harus menyerap produk lokal Bali. Sehingga terjadi peningkatan pendapatan petani, perternak,

pembudi daya dan perajin Bali. ‘’Jadi sudah jelas sekarang ada payung hukumnya untuk penyerapan produk lokal, begitu juga di dalamnya mengatur kualitas, selang waktu kebutuhan, harga dan sistem pembayaran,’’ tegasnya. (kmb23)

pakem-pakem ogoh-ogoh itu sendiri yang wajib mengangkat tema bhuta kala. ‘’Ini merupakan komitmen Pemkot Denpasar dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya di Kota Denpasar,’’ jelasnya. Juli Astabrata mengatakan, pengumuman 32 nomi-

nasi di empat kecamatan akan dilaksanakan Jumat (1/3) hari ini. Hasil penjurian ini akan dicari nominasi sebanyak delapan besar di masing-masing kecamatan, sehingga keseluruhannya akan berjumlah 32 yang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta dipotong pajak. (kmb12)

Berakhir, Penilaian Lomba Ogoh-ogoh di Denpasar

Bali Post/ist

DITAHAN - Terlibat kasus penipuan, I Gusti Ngurah Anom Santika ditahan di Polsek Abiansemal.

Penjual Tanah Kapling Fiktif Ditahan

Mangupura (Bali Post) Diduga menjual tanah kaplingan yang bukan miliknya alias penjual gadungan, I Gusti Ngurah Anom Santika (29) asal Banjar Pengiasan Semana, Desa Mambal, Abiansemal, Badung harus berurusan dengan polisi. Dia diduga menipu pembeli, hingga tersangka mengantongi uang Rp 230 juta. Kapolsek Abiansemal Kompol Ida Bagus Putu Mertayasa, Kamis (28/2) kemarin bahkan sudah menahan Ngurah Anom. Dijelaskan bahwa tersangka memasarkan tanah kaplingan itu melalui media sosial (medsos) facebook. Dijelaskan Kapolsek, ada dua korban yang melaporkan kasus ini. Yaitu I Wayan Susila Putra (43) beralamat di Jalan Tukad Banyusari Gang Kuntul, Denpasar dan I Gede Kamasan (30) asal Desa Tista, Karangasem. ‘’Modusnya pelaku pura-pura sebagai pemilik tanah dan dijual kaplingan,’’ tandas Kapolsek. Menurutnya, kronologi perkara ini bermula pada

Minggu 12 Juni 2016 lalu, bertempat di Banjar Kelodan, Desa Punggul, Abiansemal. Tersangka mengaku sebagai tukang kapling tanah dan pemilik tanah. Dia memposting di facebook, menjual tanah dengan harga promo. Yakni tiga pembeli pertama diberikan harga murah. Atas postingan tersebut ternyata ada yang tertarik, yakni I Wayan Susila Putra dan I Gede Kamasan. Kedua koban tertarik dan menyerahkan uang untuk membeli tanah kaplingan fiktif tersebut. Susila Putra menyerahkan uang Rp 110 juta dan Gede Kamasan Rp 120 juta. ‘’Setelah uang itu diserahkan oleh korban, pelaku sulit dihubungi. Setelah dicek tanah kapling tersebut ternyata bukan milik pelaku. Kasus ini lalu dilaporkan ke Polsek Abiansemal,’’ ujarnya. Dari kasus tersebut, penyidik mengamankan barang bukti satu lembar bukti postingan akun facebook atas nama I Gusti Anom Santika, juga ada

kuitansi, surat pernyataan dan satu fotokopi sertifikat tanah atas nama I Gusti Ngurah Gede Agung dkk. (kmb36)


OPINI

6

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengelola Alam dengan Bijak SEBAGAI kawasan di daerah bencana, tentu pemerintah sebagai ujung tombak mempersiapkan langkah-langkah jitu untuk menghadapinya. Juga ada tindakan alternatif lain, sehingga semuanya bisa berjalan lancar dan terencana. Sesuai pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Berkaca dari ungkapan bijak ini, tentu pemerintah bersama masyarakat bagaimana bisa memformulasikan kebijakan itu ke dalam tindakan kebersamaan yang sangat tanggap. Sebagai kerangka yang lebih besar, tentu disosialisasikan dulu. Atau yang lebih penting dan memang perlu waktu lama bagaimana menumbuhkembangkan sebuah budaya tanggap bencana. Dari hulunya dibina dan diedukasi. Mulai bagaimana pentingnya keberadaan lingkungan sebagai penopang kehidupan makhluk hidup. Bagaimana pentingnya keberadaan air, hutan sebagai daerah tangkapan, bagaimana cara mengolah sampah organik, bagaimana bahanya sampah plastik, dan bagimana semua itu dipelajari sehingga menjadi sebuah keniscayaan. Sebuah gaya hidup positif dan sangat memengaruhi nasib serta masa depan. Ini tugas berat dan mesti dilakukan secara sungguh-sungguh. Bagaimana ini bisa dikerjakan? Tentu mesti ada pemikiran serta langkah sinergis. Tidak bisa parsial. Mesti total. Bali sebagai sebuah pulau kecil, tidak lepas dari masalah lingkungan. Bahkan, masalahnya sangat banyak. Ketersediaan air bersih, pengolahan sampah, konversi lahan produktif, ketersediaan energi terbarukan yang belum tergarap karena memang mahal dan teknologinya belum terjangkau dan sebagainya. Banyak daerah kering di wilayah timur serta utara. Bagaimana menghijaukan daerah ini. Ketika hujan, air melimpah dan terbuang percuma. Ketika kemarau tiba, sulitnya mencari air sangat terasa. Bagaimana rimbunnya pohon dahulu kini tidak ada lagi. Alih fungsi lahan untuk kepentingan ekonomi. Tidak bisa dihalangi kalau pemerintah tidak tegas. Lama-lama akan habis. Sawah-sawah produktif akan terus berkurang. Keberadaan organisasi subak yang sangat legendaris dan diakui dunia akan menjadi kenangan. Manis untuk diingat tetapi pahit untuk dirasakan. Bagaimana kita bisa memaknai hal ini secara positif? Mau tidak mau kita mesti bergandengan tangan. Para pemangku kepentingan serta masyarakat mesti bersatu. Tidak hanya di tataran pemikiran tetapi juga tindakan. Tidak boleh satu ke kiri, satunya ke kanan. Mesti sinergis. Bali memang di daerah rawan bencana. Sama dengan daerah lainnya di Indonesia. Masalah air, kekeringan dan banjir. Masalah api, kebakaran hutan, dan juga gempa bumi. Jangan lupakan pula dampak pemanasan global yang secara umum mengubah perilaku alam. Musim seakan tidak menentu. Kadang hujan, dingin, dan panas menyengat. Mari kita lakoni dinamika alam ini dengan bijak. Caranya adalah bersahabat dan mengerti perilakunya. Menuju ini tentu tidak mudah. Ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi. Syarat utama adalah tentu saja kita mau bersahabat atau tidak? Mungkin ini kata kuncinya. Kita mesti melakukan yang lebih bijak dalam mengelola alam. Eksploitasi yang berlebihan cenderung mendatangkan dampak buruk lingkungan dan tentunya mengancam hidup kita.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Nasionalis Tulen Saat Bapak Joko Widodo jadi Wali Kota Solo, saya sudah mendengar bahwa beliau sangat merakyat, sederhana, dan ramah kepada rakyat. Maka beliau disenangi masyarakat, termasuk masyarakat DKI Jakarta. Terpilihlah beliau jadi Gubernur DKI Jakarta. Saat banjir, saya lihat beliau turun ikut blusukan merakyat menangani banjir. Dilihat oleh rakyat Indonesia sepak terjang yang demikian, maka beliau terpilih jadi Presiden NKRI 2014. Presiden Jokowi jarang pakai dasi. Baru sekarang saya rasa ada presiden nasionalis tulen. Seluruh wilayah NKRI diperhatikan, tidak Jawa sentris. Pembangunan infrastruktur jalan dibangun dari barat sampai Papua Barat. semua pulau, semua gologan diayomi, benar-benar nasionalis. Presiden Jokowi “anak” Bung Karno, dalam hal berjuang untuk seluruh Indonesia tahun 2019, Bung Jokowi pasti akan melanjutkan memimpin NKRI. Pasti saya tidak ragu. Saya percaya, semeton Hindu Bali kalau benar berjuang untuk ajeg Bali, ajeg agama Hindu, adat Hindu Bali, ajeg bahasa Bali, pasti akan memilih calon yang mendukung Pancasila, karena Pancasila mengayomi seluruh agama, suku, bahasa, pulau seluruh wilayah NKRI.

I Made Liang Padangsambian, Denpasar, Bali

Mitigasi Gegar Hidrologi Bali Hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Bali, kini masuk puncak musim penghujan. Bencana yang mengintai adalah banjir, longsor, dan angin kencang sebagaimana terjadi di Makassar dan sekitarnya. Sedangkan sebelumnya pada wilayah sama sangat mungkin terjadi bencana kekeringan. Kedua fenomena ini adalah bukti terjadinya gegar hidrologi yang menjadi pemicu hadirnya bencana hidrologi.

Oleh Ribut Lupiyanto

K

ekeringan dan banjir bagaikan dua sisi mata uang yang datang silih berganti. “Terlampau banyak dan terlampau sedikit air adalah merusak dunia” demikian pepatah memperingatkan. Indonesia sebagai negara tropis semestinya makmur air dan bebas. Indonesia memiliki potensi sumber daya air nomor lima terbesar sedunia. Penyebab kekeringan di Indonesia diprediksikan karena penyimpangan iklim, gangguan keseimbangan hidrologis, dan kekeringan agronomis. Indonesia juga negara agraris yang mestinya punya ruang terbuka hijau cukup untuk mengantisipasi banjir. Setiap orang membutuhkan setidaknya 2.000 meter kubik air per tahun, sedangkan ratarata mereka hanya memiliki akses 1.300 meter kubik. Permintaan air yang telah melebihi pasokan yang tersedia ini menghasilkan kelangkaan air. Permintaan ini terus bertambah seiring pertam-

bahan penduduk dan dinamika pembangunan, sedangkan pasokan sumber daya air cenderung statis bahkan menyusut. Krisis kelangkaan air atau kekeringan menjadi hantu bagi perjalanan peradaban manusia. Optimalisasi neraca air yang tidak tercapai bahkan menimbulkan bencana disinyalir terjadi karena karut-marut manajemen sumber daya air. Krisis air didiagnosis terjadi karena efek gegar hidrologi. Gegar hidrologi seperti halnya gegar otak, merupakan kondisi di mana pengelola negeri ini tidak mampu memahami dan gagal memfungsikan kaidah-kaidah hidrologi dalam pembangunan (Siswantara, 2011). Gegar hidrologi menyebabkan terganggunya siklus hidrologi. Manajemen sumber daya air termarginalkan oleh ambisi kepentingan ekonomi. Malapraktik pembangunan fisik terjadi tanpa kendali. Konversi lahan terbuka menjadi area terbangun merajalela. Hutan kota disulap menjadi hu-

tan bangunan. Sempadan sungai yang mestinya sebagai kawasan hijau justru padat permukiman. Deforestasi marak terjadi dan mengabaikan prinsip konservasi. Lahan terbuka untuk menyerap air hujan menjadi barang langka di perkotaan. Kodatie (2004) menyebutkan akibat fenomena tersebut diprediksikan 25 persen air hujan menjadi aliran mantap dan sisanya terbuang percuma ke laut. Aliran permukaan air hujan yang selama ini hanya terbuang percuma perlu dikelola dengan baik. Gegar hidrologi mesti diterapi total melalui manajemen sumber daya air terpadu. Manajemen dapat dilakukan dengan mengontrol dan menyeimbangkan antara aspek penyediaan (supply), kebutuhan (demand), dan alokasi (distribusi). Manajemen tidak bisa dilakukan responsif dan parsial, baik dalam hal aspek maupun spasial. Selama ini, kekeringan hanya dijawab dengan kebijakan dropping air. Alhasil, krisis air hanya teratasi sesaat dan cepat kambuh

di kemudian hari. Harmonisasi penting diciptakan antara aspek teknis, ekonomi, sosial budaya, politik, dan ekologi. Pendekatan spasial juga harus diterapkan melalui pengelolaan berbasis daerah aliran sungai (DAS). Pembenahan ekologi secara natural hendaknya diprioritaskan sembari melakukan rekayasa lingkungan. Ruang terbuka hijau (RTH) perkotaan, sebagaimana amanat UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang wajib diupayakan minimal mencapai 30 persen dari luas wilayah. Kawasan sempadan sungai juga mesti dikembalikan fungsinya. Revitalisasi kawasan dapat dilakukan dengan strategi vertikalisasi. Rumah susun adalah solusi manusiawi bagi pemukim liar. Rekayasa lingkungan diimplementasikan dengan prinsip optimalisasi neraca air. Salah satu strategi efektif yang layak diupayakan adalah metode pemanenan air hujan (rainwater harvesting). Fungsi resapan daerah hulu mesti dipertahankan dengan pengendalian konversi lahan dan peningkatan vegetasi. Sedangkan pemanenan air hujan dapat menjadi solusi praktis kekurangan air sekaligus banjir. Untuk kepentingan jangka pendek, hasil pemanenan dapat langsung dimanfaatkan bagi irigasi, cuci, dan mandi, serta untuk jangka panjang dapat menambah

Bangun Rumah Sendiri Kok Kena Pajak? PERTANYAAN tersebut sering dilontarkan ketika seseorang sedang atau telah selesai membangun rumah dan mengetahui ternyata terdapat kewajiban perpajakan atas kegiatan pembangunan tersebut. Pajak yang dimaksud adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Kegiatan Membangun Sendiri. Pengenaan pajak ini bagi sebagian pihak dianggap tidak memenuhi rasa keadilan, mengingat dalam proses pembangunan pemerintah sudah mengenakan PPN saat terjadi transaksi pembelian bahan bangunan. Berangkat dari argumentasi tersebut, muncul anggapan telah terjadi pengenaan pajak berganda (double taxation) dengan penerapan PPN atas kegiatan membangun sendiri. Merujuk Peraturan Menteri Keuangan nomor 163/ PMK.03/2012 tentang Batasan dan Tata Cara Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Atas Kegiatan Membangun Sendiri, terdapat beberapa kriteria KMS dikenakan PPN sebagai berikut. Kegiatan membangun bangunan yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan yang hasilnya digunakan sendiri atau digunakan pihak lain, termasuk yang dilakukan melalui kontraktor atau pemborong tetapi atas kegiatan membangun tersebut tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai. Penghitungan PPN atas KMS dilakukan dengan mengalikan tarif pajak 10% (sepuluh persen) dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP). Nilai DPP diperoleh dengan cara sebagai berikut. DPP atas KMS adalah 20% (dua puluh persen) dari jumlah biaya yang dikeluarkan dan/atau yang dibayarkan untuk membangun bangunan, tidak termasuk harga perolehan tanah. Termasuk dalam pengertian jumlah biaya yang dikeluarkan dan atau dibayarkan untuk membangun sendiri adalah juga jumlah PPN yang dibayar atas perolehan bahan dan jasa untuk kegiatan membangun sendiri tersebut. Dua alasan utama yang menjadi landasan pengenaan PPN atas KMS, yaitu sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penghindaran pengenaan PPN dan untuk memberikan perlakuan yang

Oleh Made Satria Pramanda Putra, A.Md., S.E., S.H. sama. Dalam hal ini memenuhi rasa keadilan antara pihak yang membeli bangunan dari pengusaha real estate atau yang menyerahkan pembangunan bangunan/ gedung kepada pemborong atau kontraktor. Sebagaimana diketahui, transaksi atas perolehan rumah dari pengembang merupakan transaksi yang dikenakan PPN. Apabila dalam perolehan rumah dari pengembang terdapat pengecualian untuk klasifikasi rumah sederhana (rumah sederhana, sangat sederhana, dll), dalam pengenaan PPN atas KMS juga terdapat berbagai batasan. Salah satunya adalah batasan mengenai luas keseluruhan bangunan yang dikenakan pajak. PMK 163/PMK.03/2012 mengatur bahwa luas keseluruhan bangunan yang dikenakan PPN KMS paling sedikit 200 m2 (dua ratus meter persegi). Pengenaan PPN atas KMS sebenarnya dilakukan guna menjunjung asas keadilan dalam penerapan pajak. Keadilan pengenaan pajak antara pembangunan rumah dilakukan oleh developer (penjualan tanah dan bangunan) dibandingkan dengan pembangunan oleh pemilik yang tidak menggunakan jasa kontraktor. Bagi pemilik rumah membangun dengan menggunakan jasa kontraktor yang berstatus sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan menerbikan faktur pajak keluaran, maka pemilik rumah tidak perlu lagi membayar PPN KMS sehingga tidak terjadi pengenaan pajak berganda (double taxation). Ketentuan mengenai pengenaan PPN atas KMS sejatinya telah berlangsung lebih dari 2 (dua) dekade. Pengenaan diawali dengan penerbitan KMK nomor 595/KMK.04/1994 tanggal 21 Desember 1994 tentang Batasan dan Tata Cara Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Kegiatan Membangun Sendiri yang dilakukan orang pribadi atau badan tidak dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan. Keputusan Menteri Keuangan tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1995 dan telah men-

galami beberapa kali perubahan sampai dengan saat ini. Meskipun bukan merupakan jenis pajak baru ternyata tidak serta merta membuat masyarakat sadar untuk melakukan pemenuhan kewajibannya. Dengan menganut self assessment system, masyarakat dituntut untuk memiliki kesadaran yang lebih tinggi dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Berdasarkan pasal 4 ayat (1) PMK 163/PMK.03/2012, saat terutangnya PPN atas KMS dimulai pada saat dibangunnya bangunan sampai dengan bangunan selesai. Selanjutnya, untuk kegiatan membangun sendiri yang dilakukan secara bertahap dianggap merupakan satu kesatuan kegiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan-tahapan tersebut tidak lebih dari 2 (dua) tahun. Pembayaran PPN terutang atas kegiatan membangun sendiri dilakukan setiap bulan 10% (sepuluh persen) dikalikan dengan 20% (dua puluh persen) dikalikan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dan/atau yang dibayarkan pada setiap bulannya. Setelah melakukan penghitungan sendiri dan mendapatkan nilai PPN terutang maka langkah selanjutnya adalah melakukan penyetoran kepada kas negara melalui bank persepsi paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak. Dalam hal tempat bangunan didirikan berada di wilayah kerja KPP Pratama yang berbeda dengan KPP tempat orang pribadi atau badan yang melakukan kegiatan membangun sendiri terdaftar, atau dalam hal orang pribadi yang melakukan kegiatan membangun sendiri belum memiliki NPWP, Surat Setoran Pajak diisi dengan ketentuan sebagai berikut: Kolom NPWP diisi dengan angka 0 (nol) untuk 9 (sembilan) digit pertama, diikuti dengan 3 (tiga) digit Kode KPP, diikuti dengan angka 0 (nol) pada 3 (tiga) digit terakhir: pada kotak “Wajib Pajak/Penyetor” diisi nama dan NPWP orang pribadi atau ba-

dan yang melakukan kegiatan membangun sendiri. Setelah penyetoran dilakukan kemudian disusul dengan melaporkan penyetoran PPN terutang ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat bangunan didirikan. Dalam mekanisme self assessment system, pelaksanaan kewajiban PPN atas KMS dimulai dengan memahami dan menyadari peraturan tersebut. Setelah itu barulah kemudian dilanjutkan dengan menghitung, memperhitungkan, menyetor, dan melaporkan pajak terutang. Apabila berdasarkan data yang dimiliki dan diperoleh DJP terdapat ketidakwajaran dalam pemenuhan kewajiban perpajakan baik secara formal maupun material, maka di sinilah official assesment system mulai berlaku. Fiskus memiliki kewenangan untuk melakukan penetapan pajak yang terutang secara jabatan. Ketidakbenaran dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan, selain dapat berujung pada penetapan pajak secara jabatan juga memungkinkan munculnya sanksi administrasi yang harus dilunasi apabila terdapat pajak terutang yang masih harus dibayar. Sebagai negara yang menerapkan self assesment system, faktor kesadaran masyarakat adalah vital. Salah satu sebab kurangnya kesadaran masyarakat adalah belum masifnya sosialisasi mengenai PPN atas KMS apabila dibandingkan jenis pajak lainnya. Selain peningkatan kesadaran masyarakat, memiliki dan memperoleh basis data yang kuat dan akurat sangatlah penting. Sebagai contoh, kegiatan membangun bangunan sangat berhubungan dengan data Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan pemerintah daerah setempat. Sehingga diperlukan suatu kerja sama yang solid antara DJP dengan instansi terkait. Terakhir, melihat porsi penerimaan pajak saat ini telah mencapai angka lebih dari 80% dari total penerimaan negara dalam APBN, maka opsi untuk memasukkan materi kesadaran pajak dalam kurikulum sudah seharusnya dipercepat.

suplai air tanah dengan meresapkannya. Air hujan dengan treatment tertentu bahkan dapat diolah untuk keperluan minum. Banyak model pemanenan yang dapat dikembangkan, antara lain penampungan air hujan (PAH), sumur resapan, lahan terbuka, lubang biopori, polder, dan lainnya. Pola dan prioritas pemanfaatan air pun dapat dilakukan seperti memanfaatkan air hujan untuk keperluan sekunder, misalnya menyiram tanaman. Wilayah kepulauan di Indonesia mayoritas dibelah oleh sungai-sungai. Sungai merupakan ekosistem yang membutuhkan manajemen pengelolaan DAS secara konsisten dan berkelanjutan. Manajemen DAS di Indonesia belum dikelola secara baik. Kementerian PU menyebutkan sekitar 282 DAS dalam kondisi sangat kritis dan menjadi penyebab bencana banjir dan kekeringan. Sungai yang multipotensi juga menjadi faktor negatif citra wilayah. Sungai identik dengan kekumuhan, penuh sampah, lokasi pembuangan limbah, dan lainnya. Sungai cenderung menjadi bagian belakang belum menjadi wajah depan kawasan. Ke depan sungai mesti dikembalikan dan dibalikkan menjadi primadona kawasan. Konsep water front city dapat dikembangkan secara seimbang ekologi, sosial, dan ekonomi. Krisis air adalah hantu masa depan manusia. Sekelompok penduduk yang kini masih aman airnya tidak ada jaminan kondisi ke depan. Diagnosis krisis air yang mengindikasikan sebab gegar hidrologi dan merekomendasikan manajemen terpadu penting disadari dan dijadikan isu bersama. Kunci implementasi manajemen sumber daya air terpadu adalah komitmen politik pemimpin negeri, kepedulian swasta, dan partisipasi masyarakat. Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

POJOK Masyarakat Bali perlu bangun kesadaran kolektif kurangi sampah. - Tidak sadar-sadar. *** Kata Kapolda Reinhard Golose, indeks korupsi di Bali masih kecil. - Masih batas sadar. *** Regulasi properti di Bali mesti disesuaikan dengan tuntutan zaman. - Zaman ’’now’’.

Penulis, praktisi perpajakan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

Sekda Sidak Pelayanan Adminduk Tabanan (Bali Post) Sistem birokrasi atau pelayanan publik kerap menjadi sorotan utama masyarakat. Meski perangkat daerah terkait sudah melakukan tugas dan fungsinya dengan maksimal, masih banyak masyarakat yang mengeluh karena tidak puas terhadap pelayanan yang mereka dapatkan. Bahkan ada juga yang tidak puas karena tidak tahu bagaimana sistem pelayanan publik berlaku. Guna memastikan proses pelayanan publik di Kabupaten Tabanan berjalan baik, pada Kamis (28/2) kemarin Sekda Tabanan I Gede Susila melakukan sidak ke kantor Dinas Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Dalam sidak tersebut, Sekda menyempatkan diri bertanya langsung kepada masyarakat pemohon pelayanan adminduk serta jajaran pegawai yang menangani proses pelayanan. Terkait sidak yang dilakukan atasannya, ajudan Sekda Tabanan I Gusti Agung Gede Yasa Wiratma mengatakan, kunjungan ini memang tidak direncanakan sebelumnya. ‘’Jadwal Bapak (Sekda - red) tidak bisa diprediksi, tergantung situasi. Kalau ada waktu senggang, pasti turun cek ke perangkat daerah, padahal hari ini ada kedukaan, nenek beliau meninggal. Jadi ke kantor sebentar cek OPD, baru izin pulang,’’ terangnya.

Lanjut dikatakan pria yang kerap disapa Gungde Boxer, dalam kunjungannya ke Disdukcapil, Sekda hanya ingin memastikan pelayanan penyelenggaraan pelayanan publik khususnya pencetakan e-KTP berjalan maksimal, jelang pelaksanaan pemilu. Sementara itu, Sekda Tabanan Gede Susila mengatakan, ke depan peralatan perekaman e-KTP akan menjadi prioritas pengadaan. Mengingat alat yang tersedia saat ini di kantor Disdukcapil hanya dua paket alat rekam yang diadakan tahun 2011, sehingga kondisinya sudah kurang optimal. Selain juga kondisi gedung pelayanan yang kurang representatif. Diharapkan nantinya pelayanan Disdukcapil bisa bergabung satu atap di mal pelayanan publik bersama pelayanan lainnya. Meski demikian, ia sangat mengapresiasi kinerja staf dan jajaran Disdukcapil yang tidak kenal menyerah melayani masyarakat, meskipun di tengah berbagai keterbatasan. Sekda pun menegaskan akan terus mengawal kinerja pelayanan publik tidak hanya di Disdukcapil, melainkan juga berlaku untuk seluruh layanan publik di Kabupaten Tabanan, termasuk di tingkat kecamatan agar optimal. ‘’Baiknya pelayanan publik adalah wajah pemda, sehingga harus dipoles dengan baik agar terlihat menarik. Image pemda ada di pelayanan publik,’’ tegasnya. (kmb28)

Bali Post/bit

SIDAK - Sekda Tabanan I Gusti Agung Gede Yasa Wiratma (kanan) melaksanakan sidak pelayanan publik di kantor Disdukcapil.

7

TABANAN

Bali Post/san

SAWAH - Para wisatawan berfoto dengan latar belakang pemandangan sawah Jatiluwih. Salah satu usaha pemerintah untuk menarik generasi muda menggeluti sektor pertanian adalah mensinergikan pertanian dengan pariwisata.

Naikkan Nilai Tawar Sektor Pertanian

Tabanan (Bali Post) -

Tabanan memiliki lahan pertanian yang paling luas di Bali, sehingga dijuluki sebagai lumbung berasnya Bali. Tetapi kelangsungan sektor pertanian terus terancam lantaran minimnya regenerasi petani. Minat generasi muda menjadi petani terus turun. Untuk menarik minat generasi muda, Pemkab Tabanan berusaha menaikkan nilai tawar pertanian salah satunya dengan mensinergikannya dengan sektor lain, seperti pariwisata maupun perdagangan. Turunnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, terungkap dalam diskusi Perwarta dengan tema ‘’Posisi Tawar Pertanian Tabanan dalam Sarbagita’’, yang dilangsungkan Kamis (28/2) kemarin. Salah satu generasi muda dari Peradah Tabanan I Putu Arya Wiraguna mengatakan, turunnya minat generasi muda menggeluti pertanian karena dari petani sendiri yang melarang anaknya untuk menjadi petani. Hal ini dikarenakan profesi petani dianggap tidak memberikan pendapatan yang mencukupi. Sehingga petani biasanya mendorong anak-anaknya memilih profesi lain, utamanya pariwisata. ‘’Profesi petani seperti pilihan terakhir saat kepepet atau ketika generasi muda sudah tidak punya pilihan pekerjaan lain,’’ ujarnya. Sebagai generasi muda Tabanan, ia berharap nilai tawar profesi petani ini bisa ditingkatkan sehingga bisa menjadi pilihan bagi generasi

muda. Menjawab hal ini, anggota DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani mengakui jika segala kebijakan mengenai pertanian di Tabanan belum sampai ke ranah terbawah, termasuk petani. Padahal pemerintah telah merancang sektor pertanian yang tidak hanya bergulat seputaran lumpur yang menjadi image pertanian tetapi ada sistem yang dikembangkan. Seperti pertanian yang online dan pertanian terintegrasi. ‘’Sistem yang dikembangkan ini utamanya adalah mengolah produk pertanian menjadi produk bernilai jual. Tidak hanya menjual produk mentah saja,’’ ujarnya. Produk pertanian yang bernilai jual lebih, bisa menjadi peluang usaha bagi generasi muda. Mereka bisa membentuk UMKM maupun BUMDes untuk penjualan produk olahan hasil pertanian. ‘’Tugas kami adalah memberikan perlindungan bagi usaha mereka.

Semarak, Peringatan Bulan Bahasa Bali di SMKN 1 Tabanan

PENETAPAN Februari sebagai Bulan Bahasa Bali oleh Pemprov Bali, menjadi angin segar bagi masyarakat untuk menanamkan kembali pentingnya budaya, bahasa dan sastra Bali yang saat ini mulai ditinggalkan. Kebijakan tersebut memantik kembali semangat sekolah menghidupkan pembelajaran bahasa Bali. Untuk tahap awal banyak dilakukan dengan berbagai kegiatan lomba. Seperti yang dilakukan SMKN 1 Tabanan. Meski baru tahap awal, SMKN 1 Tabanan sudah mampu mengimplementasikan Bulan Bahasa Bali dengan semarak. Kepala SMKN 1 Tabanan I Wayan Sudarsana mengatakan, sebagai langkah awal tahun ini digelar empat lomba, yakni nyurat aksara Bali, masatua Bali, membaca puisi Bali modern dan matembang. Untuk tahun berikutnya akan terus dikembangkan lomba-lomba kreatif lainnya untuk lebih menarik minat siswa dalam upaya pelestarian budaya, bahasa dan sastra Bali. ‘’Ada keinginan untuk lomba kaligrafi khusus huruf Bali tahun depan. Di samping juga membaca aksara Bali, nyurat aksara lontar, dan magending Bali, karena saya yakin siswa

memiliki potensi yang luar biasa. Jadi kami bantu siapkan wadah untuk menampilkan potensi tersebut,’’ ucapnya, Kamis (28/2) kemarin, saat puncak peringatan Bulan Bahasa Bali. Sudarsana berharap lomba ini bukan saja menjadi ajang untuk mencari juara, melainkan lebih kepada pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda tentang pentingnya bahasa, aksara dan sastra Bali. Sementara itu, pengawas manajerial SMKN 1 Tabanan Drs. I Wayan Suwira mengaku sangat mengapresiasi SMK ternama di Tabanan ini yang telah merespons instruksi Pergub Bali dengan baik. Menurutnya, tidak semua sekolah mampu merespons instruksi itu dengan baik. ‘’Karena Bulan Bahasa Bali ini baru di-launching, ada beberapa sekolah yang mengemas kegiatan masih sangat sederhana dan seadanya. Tetapi di sini sudah memunculkan semua potensi dengan kemampuan yang ada,’’ terangnya. Suwira berharap ke depannya gaung Bulan Bahasa Bali juga bisa ditampilkan oleh sekolah lainnya, sehingga bahasa Bali sebagai bahasa ibu tidak akan punah oleh gempuran bahasa asing.

SERAHKAN HADIAH - Kepala SMKN 1 Tabanan I Wayan Sudarsana saat menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba terkait peringatan Bulan Bahasa Bali. Terkait peringatan bulan bahasa Bali di SMKN 1 Tabanan tahun ini, setelah melalui tahapan penilaian akhirnya ditentukan tiga terbaik di tiap-tiap lomba. Untuk lomba puisi, para juara diraih Ni Kadek Nadia Adnyani yang merupakan siswi kelas X AK 1, Ni Made Ratih Pradewi (XII AK 2) dan Sintya Dewi (XII AP 1). Selanjutnya, lomba masatua juara diraih Ni Kadek Meira Pertiwi (X AK 3), Luh Gede Wina Purna Dewi (XII AK 1), dan Luh Aris Widiari (XII PS 2). Sementara lomba nyurat

aksara Bali diraih Ni Putu Depi Indah Sari (X AK 1), Ni Luh Wayan Indriani (XII AK 4), dan Ni Putu Vera Puspita Sari (X AK 3). Lomba macepat untuk juara satu diraih pasangan Ni Kadek Ayu Trisna Dewi dan Dewa Ayu Putu Manik Krisnauli dari kelas XII AP 2, juara dua diraih pasangan Ida Ayu Ketut Adhi Sujati dan Ni Komang Martiwi Setiawati dari kelas X AK 3 dan juara tiga oleh pasangan Ni Ketut Via Rahayu dan Ni Putu Gangga Yudya Surya Paramita dari kelas X AK 4. (ad1011)

Tabanan (Bali Post) Hanya berselang sehari, kasus gantung diri kembali terjadi di setwilkum Polres Tabanan. Kini kejadiannya di Banjar Kebon Kaja Desa Kebon Padangan Kecamatan Pupuan. Seorang pria berusia 35 tahun, I Putu Jayadi, nekat mengakhiri hidupnya, Kamis (28/2) kemarin. Aksi korban ini diduga lantaran depresi yang dialaminya sejak lama. Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, Rabu (27/2) korban sempat berbincang-bincang dengan orangtuanya mengatakan dirinya kerap merasa dicari banyak orang. Mendengar cerita putranya, orangtua korban pun menyarankan untuk melapor

ke kepolisian. Namun saat ditanya petugas di Polsek Pupuan, jawaban korban justru tidak nyambung. Petugas akhirnya menyarankan orangtua korban untuk mengajak anaknya ke psikiater. Karena tidak memiliki biaya, korban akhirnya hanya diajak pulang ke rumah. Selama di rumah, korban terus dalam pengawasan ketat orangtuanya. Bahkan korban diajak untuk tidur bersama dengan orangtuanya, namun korban menolak. Korban memilih tidur di dapur. Lantaran curiga, orangtua korban pada Kamis pagi sekitar pukul 04.30 Wita mengecek keberadaan korban di dapur. Namun korban tidak ada. Orangtua kor-

ban pun berusaha mencari ke rumah menantunya, namun tidak juga ada hasil. Pria yang telah memiliki dua orang anak ini justru ditemukan telah tewas gantung diri di pohon mangga di sebelah selatan pura dadia sekitar pukul 06.00 Wita. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke polisi. Berdasarkan laporan tersebut, petugas Polsek Pupuan dan tim medis segera ke lokasi melakukan olah TKP dan visum mayat korban. Kapolsek Pupuan AKP I.B. Mahendra membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil olah TKP, keterangan saksi serta hasil visum, korban

murni tewas gantung diri. Menurut informasi sejumlah kerabat, korban sudah lama berhalusinasi bahwa dirinya didatangi banyak orang yang hendak menagih utang. ‘’Dari informasi, korban pernah mencicil barang 10 tahun silam dan belum lunas, padahal toko tempat dia utang sudah tutup, namun korban mengaku merasa dihantui dan didatangi banyak orang yang menagih utang yang mengancamnya,’’ kata Kapolsek. Setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya jenazah korban diserahkan pada pihak keluarga. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. (kmb28)

Diduga Depresi, Pria di Pupuan Nekat Gantung Diri

Salah satunya dengan menyusun perda agribisnis terintegrasi,’’ ujar Omardani. Ranperda yang tengah dibahas ini, secara umum mengatur integrasi pertanian di sektor hulu yaitu sektor primer yang melakukan pembinaan SDM berupa pelatihan dan adanya penelitian pertanian. ‘’Dalam hal penelitian telah dibangun TTP Sanda,’’ ujarnya. Untuk sekundernya adalah mendorong petani untuk membuat produk olahan pertanian yang bernilai jual. Sementara untuk sektor hilirnya diatur mengenai penjualan produk pertanian dan untuk ini telah ada BUMDes dan BUMDa yang berperan sebagi penjual produk pertanian Tabanan. Jika produk pertanian ini sudah bernilai jual, maka tentu posisi tawar petani dalam hal pendapatan juga meningkat. Potensi pendapatan yang tinggi akan membuat generasi muda semakin melirik petani sebagai profesinya.

Kepala Bidang Peningkatan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan I Wayan Suandra mengakui petani saat ini kebanyakan sudah lanjut usia. Guna menarik minat generasi muda dalam mengolah lahan pertanian, pihaknya mendorong petani untuk menggunakan teknologi, seperti mesin traktor maupun mesin pemanen yang tidak hanya lebih efektif juga lebih menghemat biaya. ‘’Jadi, ini bisa menjadi daya tarik generasi muda. Sebab, dengan menerapkan alat mesin pertanian yang tepat bisa lebih menghemat waktu dan biaya dan tentu menambah pendapatan,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja menyampaikan, selain produk olahan, nilai tawar pertanian juga ditingkatkan dengan cara disinergikan dengan pariwisata. Karena itu, Pemkab mendorong perkembangan desa wisata berbasis pertanian di Tabanan. Khusus Tabanan Barat yang didominasi perkebunan, dikembangkan wilayah Nikosake. Kawasan Nikosake tidak hanya menonjolkan produk olahan perkebunan nila, kopi, salak dan kelapa, tetapi juga menawarkan keindahan alam dan perkebunan sebagai daya tarik wisata. (kmb24)

Siangi Rumput di Sawah, Petani Tersambar Petir

Tabanan (Bali Post) Petani asal Banjar Sembung Meranggi Desa Sembung Gede, Wayan Sumartana (50), tersambar petir saat menyiangi rumput di sawah, Kamis (28/2) kemarin. Ia sempat tak sadarkan diri selama beberapa jam. Beruntung efek sambaran petir yang dialaminya tidak begitu kuat karena setelah mendapatkan pertolongan medis, Sumartana perlahan-lahan sadar. Ditemui di IRD BRSU Tabanan sore kemarin, Sumartana tampak tergolek lemas. Di hidungnya dipasangi alat bantu napas dan dadanya dipasangi alat pendeteksi denyut jantung. Keluarganya sibuk membalurkan minyak kayu putih ke kaki Sumartana. Meski sudah sadar, Sumartana masih susah untuk bangun bahkan berbicara. Istri Sumartana, Ni Luh Suryati, mengatakan sekitar pukul 13.30 Wita ia dan suaminya sedang menyiangi rumput yang tumbuh di sekitar tanaman padi di sawah mereka. Tidak lama kemudian hujan turun disertai petir. ‘’Karena ada petir kami berniat pulang. Tiba-tiba ada petir lagi ketika saya naik ke pematang. Saat saya menoleh ke belakang, saya lihat suami saya lemas dan tidak sadarkan diri,’’ ujarnya. Panik melihat kondisi suaminya, Suryati berteriak minta tolong yang kemudian didengar warga sekitar. Sumartana kemudian diangkut ke dalam mobil dan dilarikan ke BRSU Tabanan. Salah satu kerabat Sumartana, Putu Gede Yogi Hermanaputra, memaparkan dalam perjalanan tubuh Sumartana kaku tidak bisa digerakkan. Kesadarannya juga semakin menghilang. ‘’Sempat diberi air tapi dikeluarkan lagi karena tubuhnya kaku tidak bisa menelan,’’ ujarnya. Setelah mendapatkan tindakan medis sekitar pukul 15.30 Wita, kondisi Sumartana semakin membaik. Ia mulai sadar dan tubuhnya tidak sekaku saat dibawa ke RS. (kmb24)

Bali Post/san

TERSAMBAR PETIR - Korban sambaran petir, Wayan Sumartana, saat dirawat di IRD BRSU Tabanan, Kamis (28/2) kemarin.


BULELENG

8

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

Pencanangan Zona Integritas di Lapas Kelas II-B Singaraja (Bali Post) Pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Singaraja, Kamis (28/2) kemarin. Sebelumnya, hal yang sama dilakukan di Pengadilan Negeri Singaraja. Pencanangan zona integritas dirangkaikan dengan deklarasi perang melawan pungutan liar dan narkoba. Kepala Lapas Kelas II-B Singaraja Risman Somantri mengatakan, dalam proses pembinaan diperlukan dukungan tiga pilar terkait yaitu warga binaan pemasyarakatan (WBP), petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Selama ini, WBP telah dibekali pembinaan kemandirian dan kerohanian. Demikian juga, petugas pemasyarakatan dituntut memiliki integritas dan memiliki mental melayani masyarakat. Sedangkan, masyarakat diharapkan mampu menerima WBP yang keluar dari lapas. Kalau di lingkungan masyarakat masih ada sikap antipati terhadap WBP yang baru keluar dari lapas, maka pembinaan di lapas tidak ada artinya. “Termasuk di dalamnya juga terdapat keluarga dan juga pemerintah daerah semua elemen masyarakat yang tidak antipati, sehingga pembinaan kita berhasil setelah warga binaan dikembalikan ke lingkungan masyarakat,” katanya. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menyambut positif kinerja Lapas Kelas II-B Singaraja. Selama ini, proses pembinaan sudah berjalan baik dan situasi di dalam lapas tetap kondusif. Untuk itu, dengan pencanangan zona integritas ini, Sutjidra optimis kinerja semua unsur dalam lapas meningkat dari yang sudah dicapai sekarang ini. (kmb38)

Meninggal Saat Antre di Kantor Disdukcapil

Singaraja (Bali Post) Warga yang sedang antre mengurus administrasi kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng, Kamis (28/2) kemarin, mendadak gempar. Pasalnya, M. Fauzan (34) tiba-tiba jatuh pingsan saat antre di ruang pelayanan. Ketika dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia. Informasi di lapangan menyebutkan, M. Fauzan datang ke kantor Disdukcapil mengurus dokumen pindah tempat tinggal. Setelah sempat mendaftar di petugas pencatatan antrean, korban duduk di ruang pelayanan. Di tengah suasana ramai, petugas pelayanan melihat korban terlihat menundukkan kepala. Awalnya, pegawai itu mengira Fauzan sedang mengantuk. Curiga dengan kondisi itu, petugas pelayanan mendekatinya. Saat didekati, tubuh korban lemas dan pingsan. Pegawai dan warga yang melihat kejadian itu pun buyar. Mereka berusaha menolong korban dan kebetulan ada seorang dokter yang juga mengurus dokumen kepenududukan sempat memberi pertolongan dengan napas buatan. Korban yang tidak sadarkan diri diantar ke IGD RSUD menggunakan mobil dinas Sekretaris Dinas Kependudukan Catatan Sipil Buleleng. Tiba di RSUD, ternyata korban dinyatakan meninggal dunia. Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdikcapil) Putu Ayu Reika Nurhaeni membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, dari laporan stafnya kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.45 Wita. Korban sendiri datang ke Disdukcapil mengurus pindah tempat tinggal dari Denpasar ke Perumahan Satlit Asri IX-A No. 3 Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Saat akan menunggu pelayanan, korban tiba-tiba jatuh pingsan. Pegawai dan warga langsung menolong dan korban sudah tidak bernapas. Untuk mendapatkan perawatan, korban diantar ke IGD RSUD untuk berobat. Tragisnya, belum sempat ditolong, petugas rumah sakit menginformasikan korban meninggal dunia. Humas RSUD Buleleng Ketut Budiarta membenarkan rumah sakit menerima pasien atas nama M. Fauzan. Dia mengatakan, pasien diterima sudah dalam kondisi meninggal dunia atau sering dikenal dengan istilah death on arrival. Atas kejadian itu, dokter dan perawat belum sempat melakukan perawatan. ‘’Jadi benar ada pasien yang sudah meninggal dalam perjalanan, dan belum sempat dirawat dan jenazah langsung dititip sementara di ruang jenazah,’’ jelasnya. Sementara itu, pascakejadian itu, keluarga korban sudah menerima dengan ikhlas kematian korban. Sore kemarin jenazah sudah dimakamkan. Dari informasi orang terdekat korban, diduga korban meninggal dunia akibat penyakit jantung. (kmb38)

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt Polsek Busungbiu Polsek Gerokgak KP3 Celukan Bawang Pospol Wisata Lovina Pospol Pancasari Siaga Reskrim Siaga Intel

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450 92126 92999 92842 41010 25755 27511 29973

Bali Post/kmb38

INSTALASI – Instalasi air mancur di Kolam Taman Kota Singaraja diperbaiki. Dinas Perkimta Buleleng menargetkan rampung sebelum HUT ke-415 Kota Singaraja.

Perbaikan Kolam Air Mancur Ditarget Rampung Sebelum HUT Kota Singaraja Singaraja (Bali Post) – Dinas Perumahan Permukiman Pertanahan (Perkimta) Buleleng menargetkan perbaikan kerusakan kolam air mancur di Lapangan Taman Kota Singaraja rampung sebelum puncak HUT ke-415 Kota Singaraja. Dinas Perkimta mulai Kamis (28/2) kemarin menurunkan pekerja untuk mencari kerusakan pada instalasi pipa dan peralatan air mancur di kolam tersebut. Selain kolam taman kota, hal serupa juga dilakukan pada kolam air mancur di Patung Raja Buleleng Ki Anglurah Panji Sakti, Tugu Singa Ambara Raja, Jalan Veteran, Singaraja dan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Kelurahan Sukasada. Perbaikan dan pemasangan instalasi dan peralatan air mancur di empat lokasi itu membutuhkan anggaran Rp 100 juta. Kepala Dinas Perkimta Ni Komang Surattini

didampingi Sekretarisnya, Gede Melandrat, Kamis kemarin, mengataan kerusakan instalasi air mancur di kolam Taman Kota dan kolam Patung Panji Sakti bukan kali ini terjadi. Setelah diperbaiki, kerusakan masih terjadi. Pihaknya telah mengganti pompa dengan kapasitas lebih besar dibandingkan yang terpasang sebelumnya. Tidak ingin kerusakan tidak terselesaikan, Perkimta kemudian mengganti instalasi dan memasang peralatan air mancur yang baru. Pipa air akan dipasang di dasar kolam dan tidak ditanam permanen. Karena terpasang di lantai kolam, maka kalau kembali ada kerusakan akan lebih mudah diketahui, termasuk untuk membersihkan kalau tersumbat akan cepat dilakukan. Selain itu, semprotan air mancur akan dibentuk menyesuaikan desain kolam. Dari perencanaan, model air mancur dengan model bunga. Untuk

menambah menarik, bentuk air mancur itu dilengkapi dengan lampu untuk memberikan efek cahaya pada lontaran air mancur. “Kami buat air mancur dengan model bunga dan dipasang lampu untuk memberikan efek cahaya, sehingga lontaran airnya akan lebih indah dibandingkan instalasi yang lama,” jelasnya. Di sisi lain, Surattini mengatakan, paket pemeliharaan kolam air terjun di Taman Kota, Patung Panji Sakti, Tugu Singa Ambara Raja, dan RTH Taman Bung Karno membutuhkan anggaran sekitar Rp 100 juta. Karena pagu anggarannya di bawah Rp 200 juta, paket pemeliharaan ini dikerjakan dengan sistem penunjukan langsung (PL). Selain itu, pihaknya juga menargetkan pemeliharaan kolam air mancur itu harus sudah tuntas sebelum puncak HUT ke-415 Kota Singaraja pada 31 Maret 2019 mendatang. (kmb38)

Tiga Kali Tak RAT, Badan Hukum Koperasi Bisa Dicabut Singaraja (Bali Post) – Koperasi wajib melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Tahun buku 2018, gerakan koperasi primer batas akhir menggelar RAT pada 31 Maret 2019. Sedangkan gerakan koperasi skunder paling lambat RAT sampai Juni 2019. Kalau tiga kali berturut-turut tidak melakukan RAT atau melaporkan neraca keuangan kepada anggota dan kepada Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Koperasi-UKM), maka gerakan koperasi bersangkutan dapat dijatuhi sanksi pencabutan badan hukum.

Data yang dikumpulkan di lapangan Kamis (28/2) kemarin, di Buleleng terdapat 357 gerakan koperasi. Dari jumlah itu, gerakan koperasi yang wajib RAT sebanyak 258, gerakan koperasi baru sebanyak 27, dan ada 43 gerakan koperasi masuk kategori tidak aktif. Untuk masa RAT tahun buku 2018, hingga kemarin, Dinas Koperasi-UKM Buleleng mencatat baru 106 gerakan koperasi primer yang melaksanakan RAT. Gerakan koperasi yang belum melaksanakan RAT masih memiliki kesempatan untuk mempertangungjawabkan keuangan lembaganya hingga deadline berakhir. Kalau sampai batas akhir, ada gerakan koperasi belum melaksanakan RAT, Dinas Koperasi-UKM akan

melakukan evaluasi. Jika hanya satu atau dua kali tidak melaksanakan RAT tepat waktu, gerakan koperasi bersangkutan diberi sanksi peringatan. Sedangkan kalau tiga kali berturut-turut tetap tidak RAT, maka sanksi yang dikenakan adalah usulan pencabutan badan hukum ke Kementerian Koperasi-UKM. Kepala Dinas Koperasi-UKM Buleleng, Nyoman Swatantra, Kamis kemarin, mengatakan RAT ini bukan sekadar serimonial, tetapi pertanggungjawaban ini implementasi regulasi yang sudah diwajibkan. Untuk itu, pihaknya mengingatkan, gerakan koperasi tertib administrasi, mengikuti regulasi baik itu Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Peraturan Menteri

Bali Post/kmb38

Nyoman Swatantra

Koperasi-UKM No. 19 Tahun 2015. “Kami sudah sering mengingatkan RAT ini diikuti, karena wajib sesuai regulasi. RAT ini juga implementasi

Pemkab Jamin Stok VAR Mencukupi

Singaraja (Bali Post) – Persediaan vaksin anti-rabies (VAR) di Buleleng dijamin masih mencukupi. Selain puskesmas di Bali Utara, rumah sakit juga menyiapkan stok VAR memadai. Karena itu, warga diminta tidak resah dengan beredarnya informasi yang menyebut stok VAR kosong. Apalagi, angka gigitan anjing di daerah ini tergolong tinggi, maka pemerintah daerah dituntut menyiapkan VAR yang mencukupi. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Kamis (28/2) kemarin. Sutjidra mengatakan, penularan virus rabies tidak bisa dianggap enteng. Pasalnya, dari data yang ada sudah ada 32 desa di Bali Utara dikategorikan masuk zona merah

terjadi kasus positif rabies. Selain itu, kasus gigitan anjing juga tergolong tinggi dan ini ditambah banyaknya populasi anjing, sehingga masih mengancam kesehatan warga. Meski demikian, pemerintah daerah melakukan pencegahan untuk menekan kasus gigitan dan menekan penularan anjing yang tertular virus rabies. Khusus untuk pencegahan penularan ke manusia, setiap puskesmas di daerahnya sudah diberikan jatah VAR untuk digunakan kalau di wilayah bersangkutan terjadi kasus gigitan anjing. Stok VAR di puskesmas tersedia cukup dan dijamin tidak ada yang kosong. Ini dibuktikan dengan hasil monitoring langsung bersama Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng IGN Mahap-

ramana menunjukkan tidak ada puskesmas yang kehabisan stok VAR. Selain di setiap puskesmas, VAR juga disediakan di RSUD Buleleng. “Saya sudah cek dan VAR tersedia cukup di puskesmas. Saya harap, warga tidak percaya dengan kabar VAR kosong, kalau ada informasi dan kami akan tangani,” katanya. Menurut Sutjidra, untuk desa-desa yang masuk kategori zona merah, pemerintah akan menyediakan stok VAR yang memadai. Dengan demikian, jika terjadi kasus gigitan dapat ditangani dengan segera. Korban yang tergigit langsung mendapat suntikan VAR untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. “Data terakhir itu sudah 32 desa yang zona merah rabies, kita sudah tangani dan

stok VAR disediakan lebih, sehingga pencegahan menjadi lebih optimal,” jelasnya. Di sisi lain, politisi PDI Perjuangan asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini mengatakan, pengendalian virus rabies membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat. Dia mencontohkan, dukungan yang perlu dilakukan adalah warga harus mengikat atau mengandangkan anjing atau hewan penular rabies (HPR) lain. Hewan peliharaan itu juga dipelihara dengan memberi pakan yang baik dan rutin menyuntik VAR untuk anjing. Selain itu, populasi anjing yang semakin tidak terkendali juga perlu dukungan warga untuk berpartisipasi aktif mengendalikan populasi tersebut.

Sampai tahun ini, populasi anjing diperkirakan 107.030 ekor. Ini bisa dilakukan dengan mendorong pemerintahan desa dinas atau desa pakraman membat pararem awig-awig tentang pengendalian populasi anjing. (kmb38)

Saya sudah cek dan VAR ”tersedia cukup di puskesmas. Saya harap, warga tidak percaya dengan kabar VAR kosong, kalau ada informasi dan kami akan tangani. .

”

dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG.

pertanggungjawaban dengan mengusung transparansi, sehingga menghindari munculnya bibit konflik yang bisa mengganggu laju perkembangan koperasi itu sendiri,” katanya. Mantan Kepala Dinas Pertanian Peternakan yang sekarang Dinas Pertanian (Distan) Buleleng ini menambahkan, tahun 2018 lalu, ada 23 gerakan koperasi yang diusulkan untuk dicabut badan hukumnya. Selain itu, tercatat 26 gerakan koperasi yang dikategorikan tidak aktif. Akan tetapi, pencabutan badan hukum belum dilakukan karena pendampingan oleh pemerintah, pengurus ingin membangkitkan kembali gerakan koperasi bersangkutan. Sementara, 23 gerakan koperasi yang diusulkan dicabut badan hukumnya itu karena bertahun-tahun tidak melaksanakan RAT. Selain itu, dari pendataan dan verifikasi oleh Dinas Koperasi-UKM Buleleng, gerakan koperasi itu sudah bubar. Dari kajian teknis, pemerintah mengusulkan pencabutan Badan Hukum. Meski sudah diusulkan setahun yang lalu, tetapi pemerintah pusat belum memberikan persetujuan atas usulan itu. (kmb38)


GIANYAR

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

9

Nyoman Meja, Korban Tabrak Lari di Ketewel

Gianyar (Bali Post) Korban yang ditemukan tewas di By-pass I.B. Mantra, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Rabu (27/2) lalu, ternyata bernama I Nyoman Meja. Korban yang berasal dari Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati ini tewas setelah ditabrak truk. Kepastian itu diketahui dari rekaman CCTV di seputaran lokasi kejadian. Saat ini polisi masih memburu pengemudi truk yang menabrak korban berusia 65 tahun ini. Keponakan korban, Ni Ketut Asih (40), menuturkan pamannya sehari-hari memulung barang bekas dengan berjalan kaki keliling Desa Batuan dan Sukawati. Biasanya berangkat pagi, pulang sore. Namun, sejak Selasa (26/2) sore tidak pulang ke rumah. ‘’Biasanya pulang ke rumah pukul 18.00 Wita. Tapi, dua hari lalu tumben tidak pulang,’’ kata Asih, Kamis (28/2) kemarin. Pihak keluarga sudah melakukan pencarian di seputaran Sukawati, namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya, Ni Ketut Asih yang jarang menggunakan media sosial ini memiliki keinginan membuka facebook. Betapa kagetnya dia ketika melihat korban tabrak lari itu mirip pamannya. Untuk memastikan kebenarannya, Ni Ketut Asih bersama keluarga lainnya datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekitar pukul 15.00 Wita. ‘’Tapi, waktu itu lokasi sudah sepi. Langsung kami ke kamar jenazah RS Sanjiwani, tapi jenazah paman sudah dikirim ke Sanglah. Setelah dicek ke RS Sanglah ternyata itu memang benar paman,’’ terangnya. Kepergian korban dengan cara tragis itu tak pelak menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga. Asih dan keluarganya berharap aparat kepolisian dapat mengungkap kendaraan beserta sopir truk yang tega menabrak dan meninggalkan korban Nyoman Meja terkapar di jalan raya. ‘’Mudah-mudahan polisi bisa menangkap yang nabrak,’’ pintanya. Terkait prosesi pemakaman korban, kata Asih, pihaknya sudah melakukan rembuk dengan keluarga. Disepakati jenazah korban dikuburkan, Kamis (28/2) malam. Dikonfirmasi terpisah, Kanitlaka Polres Gianyar Ipda I Ketut Nariawan mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Ditegaskan, polisi masih memburu keberadaan pengemudi truk yang diduga menabrak korban. ‘’Identitas korban sudah diketahui. Tapi, pelaku atau kendaraan yang menabrak korban masih kami lidik,’’ ujarnya. (kmb35)

PELAYANAN - Bupati Gianyar Made Mahayastra saat meninjau pelayanan di RSUD Sanjiwani, beberapa waktu lalu.

Bali Post/kmb35

Penanganan Pasien Lambat, Cegah Polemik, Eksekusi Pelayanan RSUD Sanjiwani Dikeluhkan di Pakudui Ditunda

Gianyar (Bali Post) Sejumlah instansi terkait masih berupaya mendamaikan polemik yang terjadi di Desa Pakraman Pakudui, Kecamatan Tegallalang. Sementara itu, pihak desa pakraman mulai mempertanyakan belum dilaksanakannya eksekusi sesuai putusan peninjauan kembali Nomor 429 PK/PDT/2016 yang tertanggal 21 September 2016 dan telah berkekuatan hukum tetap. Bendesa Pakraman Pakudui I Ketut Karma Wijaya mempertanyakan belum dilaksanakannya eksekusi putusan peninjauan kembali Nomor 429 PK/PDT/2016 itu sampai saat ini. Ia sendiri mengaku merasa dipaksa untuk melakukan perdamaian kembali. “Kami merasa dipaksa untuk perdamaian kembali, yang bertentangan dengan isi putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap,” katanya. Humas Pengadilan Negeri (PN) Gianyar Wawan Edi Prastyo mengakui, sebelum proses eksekusi berlangsung memang ada upaya mendamaikan kedua belah pihak yang berseteru di Desa Pakraman Pakudui, yakni antara Banjar Pakudui Kangin dan Banjar Pakudui Kawan. “Kalau bisa berdamai lebih bagus. Kami hati-hati sekali terkait proses ini,” kata Wawan Edi Prastyo saat dihubungi via telepon, Kamis (28/2) kemarin. Hakim yang akrab disapa Wawan ini mengungkapkan, ada pertimbangan keamanan secara tertulis dari aparat Polres Gianyar terkait eksekusi di Desa Pakraman Pakudui. Ditegaskan, pertimbangan tersebut terkait keamanan menjelang Pemilu 2019. “Jadi, bukannya PN Gianyar tidak menjalankan (hasil putusan-putusan), tetapi dengan adanya surat dari aparat kepolisan terkait dengan situasi keamanan menjelang pilpres untuk menciptakan situasi kondusif,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengaku tengah mengupayakan perdamaian antara kedua belah pihak yang sebelumnya berseteru. “Bupati Gianyar sedang mengupayakan perdamaian. Jikapun dilaksanakan eksekusi nanti, harapannya tidak sampai timbul gejolak lagi,” ujarnya. Mahayastra mengatakan, kewenangan untuk eksekusi di Desa Pakraman Pakudui masih menjadi kewenangan PN Gianyar. Namun, ia mengakui memang pihaknya mengupayakan perdamaian kedua belah pihak, agar tidak terjadi gejolak yang berkelanjutan. “Dalam pertemuan kami hanya menyambungkan. Dalam pertemuan saya jelaskan kondisinya seperti itu, kedua belah pihak agar memahami kondisi yang ada, kemudian apa jalan terbaik karena ini sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Nanti agar tidak lagi di bawah ada gesekan,” terangnya. Lantas, kapan dilakukan eksekusi sesuai putusan yang sah itu? Bupati Gianyar kembali menyerahkan keputusan tersebut ke PN Gianyar serta pertimbangan dari berbagai instansi terkait. “Nanti seperti apa eksekusinya, tergantung pengadilan yang akan melakukan eksekusi dengan pengamanan aparat kepolisian,” katanya. (kmb35)

Wawan Edi Prastyo

Bali Post/kmb35

Gianyar (Bali Post) -

Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani sering mendapat keluhan dari masyarakat. Salah satunya terkait lambatnya penanganan pasien yang baru datang untuk menjalani pengobatan. Tahun ini persoalan serupa diperkirakan masih akan terjadi, karena RSUD yang beralamat di Jalan Ciung Wanara itu akan melakukan revitalisasi gedung rawat inap yang sebelumnya digunakan untuk ratusan pasien. “Tahun 2019 ini masih akan ada hambatan (pelayanan - red), karena gedung rawat inap akan dibongkar,” kata Direktur RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa saat ditemui belum lama ini. Upeksa menerangkan, revitalisasi gedung itu akan mengurangi 100 lebih tempat tidur untuk pasien, dari total tempat tidur di rumah sakit ini sebanyak 266 unit. “Ya, akan berkurang sekitar 100 tempat tidur karena gedungnya dibongkar untuk membangun gedung rawat inap yang baru, yang nantinya dengan kapasitas 300 tempat tidur,” katanya. Menurut Upeksa, bangunan baru untuk rawat ini terintegrasi dalam tiga lantai, yang menjadi satu untuk pasien bedah, penya-

kit dalam, kebidanan dan pasien lainnya. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat dokter dalam menangani pasien. “Nanti pasien mencari kamar juga lebih gampang,” ujarnya. Upeksa menambahkan, Juni mendatang diperkirakan bangunan lama mulai dibongkar, kemudian memasuki akhir tahun ini dimulai proses pembangunan gedung baru. Proses ini diperkirakan rampung per Oktober 2020. “Jadi, selama proses pembangunan ini memang akan terjadi hambatan (pelayanan - red), karena jumlah tempat tidur pasti akan berkurang,” katanya. Menyikapi kondisi ini, kata Upeksa, pihaknya akan lebih selektif terhadap pasien yang opname.

Apabila ada kejadian darurat, pihaknya memastikan bisa memanfaatkan ruangan lain yang tersedia, termasuk aula untuk perawatan pasien, jika terjadi kedaruratan. “Kalau untuk non-darurat, kami pakai ruang standar. Kalau kedaruratan, misalnya ada wabah, aula pun bisa dipakai,” katanya. Selain masalah kamar, selama ini pasien juga kerap mengeluhkan lambatnya penanganan operasi. Upeksa beralasan, kondisi ini terjadi karena keterbatasan ruang operasi yang dulu hanya ada lima ruangan, namun saat ini sudah ada 12 ruangan operasi. “Jadi, itu seharusnya tidak ada masalah lagi. Kalau ada pasien yang tabrakan dan patah tulang bisa langsung

diambil hari itu juga, sudah siap semuanya,” ujarnya. Upeksa menegaskan, pihaknya sudah memiliki dokter spesialis dan peralatan lengkap. Namun bila masih ada keterlambatan, diakui karena sedang penyiapan asisten operasi. “Kami memang masih melatih asisten operasi. Jadi, ruangan ada, alat ada, dokter spesialis ada, sekarang asisten itu harus dilatih dulu. Jadi, kami ada peningkatan kuantitas sumber daya manusia yang akan dipakai mem-back up layanan operasi,” tegasnya. Upeksa mengakui, pihaknya banyak menerima keluhan terkait sistem di rumah sakitnya karena masih menggunakan pola manual. Seperti

menunggu rekam medis antreannya masih panjang. Mencari obat juga antreannya masih lama. “Ke depan diharapkan kondisi ini tidak terjadi lagi, karena kami akan memulai system digitalisasi,” ujarnya. Dengan sistem digitalisasi ini, kata Upeksa, semua pelayanan akan lebih cepat. Kini sistem digitalisasi ini sudah mulai disiapkan yang berkerja sama dengan salah satu rumah sakit yang sudah maju. “Sesuai kerja sama, rumah sakit itu melatih dan mendidik petugas kami, hingga menyiapkan jaringan. SDM sudah lengkap, tinggal dilatih,” katanya. Upeksa menegaskan, pihaknya berupaya memaksimalkan sistem digitalisasi di RSUD Sanjiwani. Kendati begitu, ia mengakui proses melatih SDM sesungguhnya membutuhkan tenggang waktu. “Tahun ini dimaksimalkan, karena melatih SDM bukan pekerjaan gampang,” tegasnya. (kmb35)

Tangkal Rabies, Desa Pakraman Padangtegal Tegaskan ”Awig-awig”

Gianyar (Bali Post) Sebagai kawasan wisata yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya, Ubud memang harus dijaga dari berbagai aspek. Termasuk menjaga kampung turis itu dari ancaman virus rabies. Upaya ini dilakukan Desa Pakraman Padangtegal dengan melarang warga yang memiliki anjing peliharaan membiarkan anjingnya keluar dari areal rumah. Bendesa Pakraman Padangtegal, Ubud I Made Gandra mengatakan, larangan anjing peliharaan warga berkeliaran di luar rumah sudah tercantum dalam awig-awig di desa adat ini. Dalam aturan adat tersebut tegas menyatakan bahwa warga setempat ataupun wisatawan boleh memelihara anjing, namun hanya di areal rumah sendiri. ‘’Hanya boleh di areal rumah. Mau dikurung, mau dilepas, intinya tidak boleh ada anjing keluar berkeliaran ke jalan,’’ ujar Gandra, belum lama ini. Gandra menegaskan, Desa Pakraman Padangtegal sangat serius dengan awig-awig ini. Bahkan sudah disiapkan sanksi penangkapan hingga eliminasi bila ditemukan anjing berkeliaran di jalan di kawasan desa adat setempat. ‘’Kami juga menyiapkan petugas khusus untuk hal ini. Kami ada tim yang akan membersihkan anjing yang berkeliaran di jalan, bahkan sampai eliminasi,’’ tegasnya.

Gandra mengakui, awigawig ini sempat mendapat sorotan dari para pencinta binatang. Namun pihaknya kembali menegaskan alasan di balik ketegasan aturan t erseb ut . ‘ ’Ka m i semp a t benturan dengan pencinta hewan. Kami jelaskan ini besar pengaruhnya, dampak negatif anjing berkeliaran di jalan apalagi kalau sampai rabies,’’ ujarnya. Menurut Gandra, awigawig terkait penanggulangan rabies ini mulai tercetus semenjak dirinya menjabat

sebagai Bendesa Pakra man Padangtegal periode pertama. Awig-awig ini memang disiapkan untuk menghadapi modernisasi, serta berbagai persoalan yang dikhawatirkan mempengaruhi eksistensi Ubud sebagai kawasan wisata yang berlandaskan adat, budaya dan lingkungan. ‘’Karena bila ada satu saja penyakit rabies di Ubud, bisa bahaya Ubud. Makanya hal yang seperti ini kami wanti-wanti dari awal,’’ tegasnya. (kmb35)

I Made Gandra

Bali Post/kmb35


JEMBRANA

10

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

Hindari Politisasi, Polres Kawal Penyaluran Bansos PKH

Negara, (Bali Post) -

Penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah kepada keluarga miskin rentan dipolitisasi. Terlebih lagi di masa-masa pemilihan umum. Selain itu, bansos juga sering tidak tepat sasaran. Untuk mencegah politisasi dan agar tepat sasaran, pihak kepolisian kini ditugaskan melakukan pengawalan penyaluran bansos. Seperti yang dilakukan jajaran Polres Jembrana, Kamis (28/2) kemarin, yang mendampingi/pengawalan serta pengamanan penyaluran bantuan sosial (bansos) jenis PKH (Program Keluarga Harapan) di lima desa di Pekutatan. Pengawalan dan pengamanan dipimpin Kasat Sabhara Polres Jembrana AKP I Made Suwandra bersama tiga orang anggota Shabara dan Bhabinkamtibmas desa binaan masing-masing. Bansos PKH di Desa Asahduren, Manggissari dan Pengeragoan, pengambilan langsung ke kantor desa masing-masing sedangkan di wilayah Desa Pangyangan dan Desa Gumbrih pengambilan bansos dilaksanakan di kantor Desa Gumbrih, penerima bansos di Desa Pangyangan 18 orang, Desa Gumbrih 16 orang, Desa Pengeragoan 31 orang, Desa

Manggissari 20 orang, dan Desa Asahduren 37 orang. Dalam rapat yang dilakukan sebelum penyaluran, Kabag Sumda Polres Jembrana Kompol I Made Prihenjagat yang didampingi oleh Kasat Binmas Polres Jembrana AKP Dewa Gede Kartika mengatakan, tugas dilaksanakan berdasarkan MoU antara Kementrian Sosial dengan Kapolri. Dimana Polri diminta untuk mengawal bansos tersebut agar tepat sasaran sesuai pemerataan masyarakat yang membutuhkan. Kompol Made Prihenjagat

menekankan agar pendistribusian bansos ini dapat didistribusikan secara merata dan tepat sasaran, serta sesuai dengan data real di lapangan. Diharapkan jangan sampai masyarakat miskin yang seharusnya berhak mendapatkan bansos malah tidak dapat begitu pun sebaliknya. Hal ini agar tidak terjadi komplin dalam masyarakat yang nantinya dapat menjadi sebuah polemik. “Apalagi sekarang masuk dalam masamasa tahun politik, sehingga harus lebih selektif,” jelas Made Prihenjagat. Sementara itu, Sekdis Sos-

Tingkatkan Kemandirian Sektor konstruksi di Kabupaten Jembrana menyumbang percepatan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan selama beberapa tahun terakhir ini. Dari data Badan Pusat Statisitik (BPS) Jembrana, dari tahun 2014 awalnya 0,53 persen, melonjak 7 persen di tahun 2015 dan berlanjut di tahun 2016 juga 7 persen. Ke depan, tantangan sektor konstruksi ini akan lebih besar. Para pelaku jasa konstruksi dituntut bisa memahami regulasi untuk peningkatan kualitas. “Ke depan banyak regulasi baru yang intinya pemerintah ingin peningkatan kualitas serta harga. Karena itu kita juga perlu meningkatkan kemandirian,” ujar Ketua DPD Gapeknas Jembrana I Putu Gede Asrama Putra. Asrama Putra yang baru terpilih dalam Musda dan Rapimda DPD Gapeknas Jembrana 2019, Kamis (28/2) kemarin itu, mengungkapkan tantangan itu mau tidak mau harus dihadapi para pengusaha jasa konstruksi di Jembrana. Dalam memenuhi tantangan tersebut, menurutnya harus disiapkan dari elemen yang paling bawah, yakni para pengusaha jasa konstruksi sendiri. Para pelaku konstruksi khususnya yang tergabung di Gapeknas harus siap mandiri mengikuti regulasi yang ada. Misalnya, dari sisi peralatan yang tersedia, tenaga kerja yang mencukupi, serta pemahaman regulasi. “Sertifikasi juga bagian kesiapan, intinya harus mandiri. Bukan kita mewajibkan, tapi regulasi yang mengharuskan. Kita dalam berkompetisi mengintip kelemahan lawan. Kalau yang sudah banyak gugur, berarti tidak siap,” ujar pria yang akrab disapa Tu De Asrama ini. Asrama terpilih dalam proses pemilihan yang dilakukan dengan voting saat pra-Musda. Dari total 38 anggota memilih di antaranya dua kandidat, terpaksa diulang hingga dua kali. Sebab, di voting awal hanya masing-masing sama kuat, yakni mendapatkan 19 suara. Setelah menyampaikan visi misi, kembali dilakukan voting, Asrama mendapat 21 suara. “Karena ini tugas sosial, saatnya saya harus mengabdi dengan misi kemandirian. Ke depan beban tanggung jawab besar,” pungkasnya. (olo)

Tangkapan Nelayan Meningkat, PPI Pengambengan Kembali Menggeliat nya mungkin, sebagian besar lemuru,” terang Apik (38), salah satu anak buah kapal selerek. Perahu-perahu yang sebelumnya lama tidak melaut, beberapa di antaranya sudah beroperasi. Namun belum keseluruhan beroperasi. Nelayan lain mengungkapkan lokasi tangkap ikan lemuru ini di wilayah timur sekitar Pekutatan hingga Rambut Siwi. Biasanya siklus tangkapan ikan di wilayah timur pelabuhan ini lebih lama. “Biasanya kalau di sana sudah muncul banyak, akan lama muncul. Kita berharap terus ada,” tandas Komang Suar, nelayan lain. Perahu yang sebelumnya jarang membawa tangkapan, sejak beberapa hari ini sudah mulai mendapatkan tangkapan. Kepala TPI Pengambengan Putu Adi Astawa

Bali Post/olo

KAWAL BANSOS - Pengawalan dan pendampingan penyaluran bansos yang dilaksanakan jajaran Polres Jembrana di wilayah Pekutatan.

Kementerian PPA Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan terhadap Anak

SOSOK

Negara (Bali Post) – Suasana di TPI Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan sejak dua hari belakangan ini mulai ramai. Hasil tangkapan nelayan perahu selerek (purse seine) di Selat Bali mulai ada peningkatan. Pelabuhan ikan yang sebelumnya cenderung sepi hingga dua bulan, kini mulai menggeliat lagi. Apalagi hasil tangkapan ikan yang meningkat adalah jenis ikan Lemuru. Ikan ini menjadi komoditas utama nelayan di Jembrana khususnya nelayan selerek. Sejumlah nelayan yang ditemui, Kamis (28/2) kemarin, mengungkapkan ratarata dalam satu kapal mereka bisa membawa pulang 5 ton ikan. Jauh lebih banyak dibanding sebelumnya yang sama sekali tidak ada. “Ini mulai banyak, sudah musim-

ial Jembrana, Koemala Dewi mengatakan pendistribusian bansos diberikan di setiap kecamatan, dari Kecamatan Pekutatan, Kecamatan Mendoyo, Kecamatan Jembrana, Kecamatan Negara, dan Kecamatan Melaya. Bansos yang akan diberikan berupa uang tunai yang akan didistribusikan dengan cara mentransfer saldo ke rekening ATM masyarakat yang sudah tercantum/terdaftar namanya di daftar statistik yang layak menerima bansos. Tim pendistribusian bansos yang sudah dibentuk di masing-masing kecamatan akan mengecek dan meng-update data masyarakat setiap tiga bulan. Itu untuk menentukan masih layak atau tidaknya masyarakat tersebut diberikan bansos yang didasarkan pada kemampuan/ perekonomian masyarakat tersebut. (kmb)

dikonfirmasi, Kamis (28/2) kemarin, membenarkan mulai ramainya aktivitas penimbangan di TPI Pengambengan. Kondisi ini sudah terjadi sejak tiga hari belakangan ini. Tetapi dari pengamatan belum semua perahu selerek yang melaut. “Mungkin masih menunggu juga, tapi sudah ada peningkatan dibanding sebulan lalu. Ikan lemuru dan sizenya lumayan besar,” ucap Astawa. Pihaknya juga berharap kondisi ini terus terjadi, setelah nelayan sempat paceklik sejak akhir 2018 lalu. Menurutnya hasil tangkap nelayan naik turun. Sejatinya pada bulan September hingga November lalu tangkapan nelayan mengalami peningkatan cukup signifikan. Namun saat itu didominasi ikan tongkol. (kmb26)

Bali Post/olo

TANGKAPAN – Sejumlah tenaga panol menimbang ikan hasil tangkapan di TPI Pengambengan kemarin. Hasil tangkapan nelayan sejak tiga hari belakangan ini mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.

DALAM rangka pencegahan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Pemkab Jembrana dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno yang dibuka oleh Sekda Jembrana Made Sudiada. Kepala Dinas PPPA PPKB Jembrana Ni Kade Ari Sugianti dalam laporannya yang dibacakan Sekretaris Dinas PPPA PPKB Jembrana Ni Ketut Suwitri mengatakan, tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada anggota gabungan organisasi wanita, kepala sekolah, PKK dan tokoh masyarakat tentang langkahlangkah pencegahan dan untuk meminimalisir terjadinya kekerasan dan eksploitasi pada anak. Sosialisasi tersebut diikuti oleh 200 orang terdiri dari anggota gabungan organisasi wanita kabupaten dan keca-

matan, tokoh masyarakat, kepala sekolah, kepala desa dan lurah. Pada sosialisasi kali ini, sebagai narasumber adalah Valentina Ginting dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Jembrana Made Sudiada menyatakan, apresiasi dan terima kasihnya kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Artha melanjutkan sepertiga dari jumlah penduduk di Jembrana adalah anak- anak, anak adalah generasi penerus bangsa penentu masa depan yang perlu mendapat perhatian khusus. Pemkab Jembrana telah berupaya untuk memenuhi kepentingan terbaik untuk anak sesuai dengan klaster kabupaten layak anak. Pemkab Jembrana sudah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung program ini di antaranya beberapa program-program yang memfokuskan pada perlindungan serta peningkatan kualitas tumbuh kembang anak.

Negara, (Bali Post) Guna mengantisipasi kecurangan saat pelipatan surat suara, penjagaan dan pemeriksaan diperketat. Para tenaga pelipat surat suara diperiksa ketat saat pulang dan istirahat atau keluar tempat pelipatan. Pengamanan dan pemeriksaan di lokasi pelipatan surat suara tidak hanya dilakukan oleh petugas KPU, juga melibatkan Bawaslu Kabupaten Jembrana

dan jajaran Polres Jembrana. Guna mengantisipasi surat suara hilang serta penggelapan surat suara oleh tenaga pelipat surat suara dengan tujuan untuk memenangkan salah satu caleg/parpol, KPU Jembrana tidak memperbolehkan tenaga pelipat surat suara membawa tas atau alat komunikasi ke dalam lokasi pelipatan surat suara. Bahkan saat tenaga pelipat surat suara keluar tempat

SOSIALISASI PPA – Sekda Jembrana Made Sudiada bersama narasumber dari Kementerian PPA seusai sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang diikuti ratusan anggota gabungan organisasi wanita dan masyarakat. “Sejumlah program kita canangkan sejak awal masa kepemimpinan saya, dimana kami berkomitmen untuk bisa mendukung program layak anak. Beberapa program yang kami rancang untuk kepedulian anak antara lain, program akta gratis, program sekolah gratis, kenaikan insentif bagi pengajar agar terfokus pada pembinaan anak usia dini. Dan

untuk mencegah kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, kami membentuk Desa dan Kelurahan PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat), sosialisasi P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) dan pengendalian konten negatif internet,” papar bupati dalam sambutannya. (ad1012)

pelipatan surat suara, pemeriksaan badan dilakukan petugas KPU Kabupaten Jembrana. Ketua KPU Jembrana Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, pemeriksaan dilaksanakan siang saat makan siang dan saat pulang. Untuk mengantisipasi jangan sampai mereka pulangnya membawa surat suara. Tapi dari sekian hari diperiksa katanya sampai saat ini belum ada yang nakal

mencoba membawa keluar surat suara dari ruangan. KPU Jembrana mengerahkan lebih dari 150 tenaga pelipat surat suara. Diharapkan dengan pengetatan pengamanan dan pemeriksaan di lokasi pelipatan surat suara ini, bisa menghindari kemungkinan kecurangan dan penggelapan surat suara hanya untuk memenangkan salah satu caleg/parpol. (kmb)

Cegah Kecurangan, Penjagaan Pelipatan Surat Suara Diperketat


Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

Karangasem

11

SOSOK Ketersediaan Air Bersih

KEBUTUHAN air bersih selama pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih dipastikan meningkat. Menjaga ketersedian air, Perumda Tirta Toh Langkir Karangasem akan memaksimalkan reservoar dan jaringan pipa dengan pompa yang diambil dari sumber air Arca. Direktur Perumda Tirta Toh Langkir I Gusti Made Singarsi, Kamis (28/2) kemarin, menyampaikan guna memastikan pompa dan jaringan pipa tidak bermasalah, pihaknya telah melakukan pengecekan. Bahkan, pihaknya juga sudah melakukan perbaikan reservoar induk yang berada di utara Pura Penataran Besakih dan di Pura Gelap. “Kami yakin pasokan air bersih selama berlangsungnya Karya Agung Panca Wali Krama aman. Karena pipa sepanjang Besakih aman,” ujarnya. Menurut Singarsi, yang menjadi persoalan bila pipa ada yang bocor maka aliran air akan menjadi tersendat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan empat unit tangki air, ditambah satu unit tangki air milik Kecamatan Rendang. “Selama ini, kami memanfaatkan sumber mata air di Arca untuk menyuplai air bersih di kawasan Besakih. Untuk menaikkan air dari Arca ke reservoar induk, kami menggunakan lima stage pompa,” kata Singarsi. (nan)

Panitia Karya Panca Wali Krama Terima Tempat Tirta Berbahan Kaca

Amlapura (Bali Post) Panitia Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih menerima aturan berupa ribuan tempat tirta berbahan kaca dari PLN Bali, Kamis (28/2) kemarin. Aturan tersebut diterima Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha. Bantuan itu diberikan sebagai upaya untuk meminimalisasi penggunaan kantong plastik saat nunas tirta. Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah menghaturkan tempat tirta berbahan kaca ini serangkaian Karya Agung Panca Wali Krama lan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih. Kata dia, tempat tirta ini sangat bagus untuk meminimalisasi penggunaan kantong plastik saat para pamedek nunas tirta (air suci). “Nantinya tempat tirta ini akan ditempatkan di tempat pemangku yang memberikan tirta. Nanti, bila ada pamedek nunas tirta, bisa diberikan tempat tirta tersebut. Sedangkan plastik yang dibawa nantinya ditukar dengan tempat tirta tersebut,” ujarnya. Selain tempat tirta, pihaknya juga meminta pamedek membawa besek atau sokasi ukuran kecil untuk tempat canang.

Sehingga tidak lagi membawa kantong plastik untuk membungkus canang. Pihaknya juga mengimbau kepada para pamedek supaya tidak membawa kantong plastik saat membawa sarana upacara banten, canang, maupun saat nunas tirta. Apalagi, pihaknya tidak menyiapkan kantong plastik untuk tempat tirta tersebut. Karena itu, umat sedharma yang hendak nunas tirta supaya membawa tempat tirta yang berbahan kaca atau yang lainnya. General Manager PLN UID Bali I Nyoman Suarjoni Astawa mengatakan, PLN menyumbang 3.000 tempat tirta berbahan kaca. Kata dia, sumbangan itu diberikan sebagai upaya untuk meminimalisasi penggunaaan kantong plastik. Sehingga ke depannya lingkungan bisa terjaga kelestariannya. “Kita harap dengan bantuan toples kecil tempat tirta ini, bisa menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi membawa kantong plastik untuk nunas tirta. Kami sangat berharap masyarakat mulai sekarang membiasakan diri membawa toples kecil untuk nunas tirta. Termasuk tidak membawa sarana upakara memakai kantong plastik,” kata Suarjoni Astawa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TEMPAT TIRTA - Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha saat menerima bantuan toples kecil tempat tirta dari PLN Bali.

BUMI SUDHA - Pelaksanaan upacara Bumi Sudha serangkaian Karya Agung Panca Wali Krama, Kamis (28/2) kemarin.

Bali Post/kmb41

Jelang ’’Melasti’’ ke Watu Klotok

Hari Ini, Upacara ’’Nedunang Pralingga’’ Ida Batara

Amlapura (Bali Post) Upacara melasti ke Pantai Watu Klotok, Klungkung serangkaian Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih dilaksanakan Sabtu (2/3) besok. Prosesi ritual melasti diawali dengan upacara nedunang pralingga Ida Batara, Jumat (1/3) ini. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha didampingi Sekretaris Aji Mangku Putu, Kamis (28/2) kemarin. “Upacara nedunang pralingga Ida Batara bakal dilaksanakan pagi hari, di-puput pemangku

pangemong masing-masing. Hari ini (Kamis kemarin - red) sudah dilaksanakan upacara Bumi Sudha di Bencingah Agung Besakih,” ujarnya. Mangku Putu menambahkan, upacara melasti akan diikuti oleh krama Desa Adat Besakih dan 13 Desa Adat Pragunung atau desa penyangga. Menurutnya, Ida Batara bakal kairing memargi (berjalan) dari Pura Agung Besakih menuju Pantai Watu Klotok sekitar pukul 10.00 Wita dengan jarak mencapai 70 km. Waktu yang dibutuhkan pengiring sampai ke Watu

Klotok sekitar 5-6 jam. Desa pakraman yang dilewati sebanyak 29 desa pakraman. “Krama yang mundut Ida Batara secara bergiliran sesuai jadwal yang diperoleh masing-masing padarmaan. Artinya, sekarang krama yang mundut Ida Batara sampai ke Pura Penataran Klungkung, dan besoknya mereka diganti oleh krama yang mendapatkan giliran mundut Ida Batara pada hari kedua. Demikian seterusnya sampai hari ketiga,” katanya. Menurut Mangku Putu, setibanya di Pantai Watu Klotok,

Ida Batara katuran banten pasucian dan ayaban. Setelah itu, pralingga Ida Batara kairing mamargi menuju Pura Penataran Agung Klungkung untuk makolem. Para pamundut makemit di Pura Penataran Agung Klungkung. Selanjutnya, pada Minggu (3/3) sekitar pukul 05.00 Wita, Ida Batara kembali mamargi menuju Pura Puseh Toh Jiwa. Di sana Ida Batara masandekan dengan katuran upakara ayaban dan rayunan. Sekitar pukul 11.00 Wita, Ida Batara kairing menuju Pura Puseh

Tebola, Sidemen. Di pura ini, Ida Batara makolem dan katuran ayaban dan rayunan. Kemudian Senin (4/3), sekitar pukul 05.00 Wita, Ida Batara kairing kembali ke Pura Agung Besakih melalui jalur Toya Sah lewat lawangan agung dan masandekan di Pura Pesimpangan. Sekitar pukul 11.00 Wita, Ida Batara kairing ke Pura Besakih. “Setelah itu, Ida Batara katuran pamendak agung di ambal-ambal. Setelah itu, Ida Batara menuju ke pasamuhan agung Pura Besakih,” ujarnya. (kmb41)

KPU Ajukan Anggaran Pilkada Rp 35 Miliar

Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karangsem tak hanya mempersiapkan Pemilu (Pilpres dan Pileg), namun juga Pilkada (Pilbup) Karangasem 2020 mendatang. Untuk pelaksanaan Pilkada, KPU mengajukan anggaran Rp 35 miliar. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana, Kamis (28/2) kemarin, mengatakan anggaran itu nantinya diplot untuk honor KPPS, PPS, PPK dan logistik serta media gathering. “Proses pengajuan anggaran untuk Pilkada telah kami ajukan ke Pemkab Karangasem. Sehingga setahun sebelum pelaksanaan pilkada, anggaran sudah harus dipersiapkan. Jika sudah ada

anggaran, kami langsung bisa bekerja,” ujarnya. Krisna menambahkan, untuk saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan dari pemerintah daerah. Jelas dia, pihaknya berencana menggelar audiensi dengan pihak terkait, baik eksekutif maupun legislatif untuk menjelaskan penggunaan anggaran. “Usai pileg dan pilpres, kami sudah langsung persiapan untuk

pilkada,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, besarnya anggaran yang diajukan karena beberapa kelengkapan logistik harus dibeli oleh KPU. Sebab, untuk pembelian kelengkapan logistik cukup banyak menyedot anggaran. “Kami harap anggaran yang diajukan bisa disetujui. Jika tidak disetujui, kami terpaksa lakukan pemangkasan,” jelas Krisna. (kmb41)

I Gede Krisna Adi Widana

Bali Post/kmb41

Ketua DPRD Sumardi Jenguk Penderita Bupati Mas Sumatri Hadiri Gangguan Otak di RSUD Karangasem Upacara Bumi Sudha Pamarisuda di Besakih

KONDISI fisik Putu Juliantara (16) asal Dusun Telutug, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak, saat ini putra pasangan I Nengah Diasta dengan Ni Made Dauh ini hanya bisa berbaring lemas di Ruang Wijaya Kusuma, RSUD Karangasem. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi menyempatkan diri untuk menjenguk Juliantara guna memastikan kondisi fisik siswa SMKN 1 Bebandem tersebut. Orangtua Juliantara yakni I Nengah Diasta mengatakan tidak mengerti

sakit anaknya. Sebab, sebelumnya anaknya dalam kondisi sehat-sehat saja dan tak pernah mengeluhkan sakit. Namun, beberapa hari belakangan ini, kondisi anaknya seperti itu. “Tubuh anak saya semakin hari semakin kurus. Hasil diagnosis sementara anak saya mengalami gangguan pada otak dan ada cairan. Sampai saat ini, cairan infus yang dipasang belum mampu memulihkan kondisi anak saya. Saya berharap uluran tangan dari pemerintah untuk membantu pengobatan selama menjalani perawatan di

JENGUK - Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, saat menjenguk Putu Juliantara di RSUD Karangasem.

RSUD Karangasem ini,” ujarnya. Di tengah kebingunan orangtuanya untuk mencari biaya pengobatan, Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi datang menjenguk Juliantara untuk melihat secara langsung kondisi fisiknya. Kedatangan Sumardi tidak sendirin. Dia ditemani Perbekel Sibetan, I Wayan Beru. Melihat kondisi Juliantara yang masih terbaring lemas di ruang perawatan, Sumardi berharap pihak rumah sakit bisa lebih cermat melakukan pemeriksaan pasiennya. “Hasil diagnosis dokter ditemukan ada cairan pada otak. Kita berharap tim medis di sini bisa lebih cermat melakukan pemeriksaan,” ucap Sumardi. Saat menjenguk itu, Sumardi memberikan dana tali kasih sebagai bekal untuk membeli obat pasien yang kemungkinan tidak bisa ditanggung BPJS. Kedatangan Sumardi dan rombongan disambut sumringah keluarga Juliantara. “Saya ucapkan terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk mengunjungi kelurga kami. Saya juga ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan ini. Bantuan yang diberikan sangat berguna untuk biaya berobat anak kami,” ucap I Nengah Diasta. (ad1015)

Tanam Pohon Kelapa di Areal Pura

SETELAH sebelumnya ngaturang ayah mareresik, pada Kamis (28/2) kemarin Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menghadiri upacara Bumi Sudha Pamarisuda serangkaian Karya Panca Wali Krama di Pura Besakih. Selain Bupati, Sekda I Gede Adnya Mulyadi bersama sejumlah Kepala OPD juga ikut tangkil ngaturang bhakti. Sebelum melaksanakan upacara persembahyangan yang di-puput tiga sulinggih

BUMI SUDHABupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menghadiri upacara Bumi Sudha Pamarisuda serangkaian Karya Panca Wali Krama di Pura Besakih, Kamis (28/2) kemarin.

di antaranya Ida Pedanda Gede Pasuruhan, dari Geria Kawan Sibetan, Ida Pedanda Gede Jelantik Duaja dari Geria Jelantik Dauh Pasar Budakeling, dan Ida Pedanda Istri Karang dari Geria Suci Sibetan, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menanam pohon kelapa di areal Pura Hyangaluh untuk membuktikan keseriusan Kabupaten Karangasem dalam memantapkan menjelang Festival Kelapa Dunia (KOPEK) yang akan dilaksanakan di

Kabupaten Karangasem. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, upacara Panca Wali Krama adalah salah satu upacara besar yang akan dilaksanakan di Kabupaten Karangasem. Rentetan upacara Panca Wali Krama diawali dengan Upacara Bumi Sudha Pamarisuda di Pura Besakih. Mas Sumatri menambahkan, upacara ini dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, dan Kabupaten

Karangasem me-ngempon dua pura yaitu Pura Pakideh Kiduling Kreteg dan Pura Pakideh Hyangaluh. Kata dia, dalam menyukseskan upacara ini, Pemerintah Kabupaten Karangasem sudah melakukan berbagai persiapan seperti panitia-panitia seksi yang mempunyai tugas masing-masing. “Semoga upacara besar yang akan dilaksanakan berjalan dengan lancar dan masyarakat selalu diberikan anugerah,” kata Mas Sumatri. (ad1014)


KLUNGKUNG

12

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

SOSOK Berani Mengkritisi Legislatif adalah bagian dari pemerintah daerah. Ketika suatu kebijakan dianggap tidak memiliki keberpihakan terhadap masyarakat, maka seorang legislator seharusnya berani memberikan argumentasi, demi kepentingan masyarakat. Agar mandat yang diberikan rakyat untuk menjadi seorang wakil rakyat tidak sia-sia, ketika rakyat sendiri merasa aspirasinya tidak terakomodir dengan baik di tengah sejumlah kebijakan daerah yang dinilai kontroversial. Ini menjadi perhatian serius tokoh masyarakat, Putu Tika Winawan. Dia mengamati, dari 30 tokoh masyarakat yang duduk sebagai pimpinan dan anggota DPRD Klungkung, sangat jarang ada legislator yang berani mengemukakan pendapat, mewakili aspirasi masyarakat yang merasa dirugikan. Baik itu oleh kebijakan yang menyangkut pengelolaan Pasar Umum Semarapura dan Pasar Umum Galiran, pembatasan jam buka toko modern, penghentian pencarian batu sikat, ketimpangan pembangunan antarkecamatan, dan ragam persoalan lainnya, yang sesungguhnya kompleks dan serius. “Ke mana saja mereka ini. Kita ada 30 pimpinan dan anggota DPRD, tetapi jarang sekali mau bersuara. Bukan begini kualitas wakil rakyat yang diinginkan rakyat kita,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Klungkung ini, Kamis (28/2) kemarin. Menurut pria yang juga caleg dapil Kecamatan Klungkung ini, rakyat merindukan kualitas legislator yang berani menyatakan benar dan salah terhadap suatu kebijakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Bukan legislator yang selalu memilih sejalan dengan apa kata eksekutif. Sehingga, jalannya pemerintahan daerah eksekutif dan legislatif bisa berjalan seimbang dan masyarakat merasa terwakili. Dia berharap masyarakat Klungkung menggunakan momentum pileg dan pilpres tahun ini, untuk memilih pigur yang tepat, dengan melihat track record dan pengalamannya menjadi legislator yang mewakili rakyat. Bukan seorang caleg yang mewakili eksekutif atau caleg titipan tokoh tertentu yang tidak memiliki kemampuan mengemban amanah rakyat. (gik)

PMI Klungkung Mantapkan Penanggulangan Bencana Semarapura (Bali Post) Dalam situasi bencana, peran PMI sangat dibutuhkan. Guna memaksimalkan itu, PMI Klungkung memantapkan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, pelayanan sosial dan kesehatan. Termasuk pelayanan darah dan ambulans, pembinaan generasi muda dan pengembangan organisasi. Ini sebagai fokus program lima tahun ke depan (2019-2024). Guna memaksimalkan peran itu, Ketua PMI Klungkung Made Kasta menambah pengurus ranting di setiap kecamatan. Total, ada sebanyak 30 orang, yakni Kecamatan Banjarangkan sebanyak tujuh orang, Kecamatan Klungkung tujuh orang, Kecamatan Dawan delapan orang dan Kecamatan Nusa Penida delapan orang. Mereka langsung dilantik dalam Mukerkab (Musyawarah Kerja Kabupaten) di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung, Kamis (28/2) kemarin. “Seluruh program lima tahun ke depan, kita sinkronisasi dalam mukerkab ini. Khususnya, bagaimana memantapkan kesiapsiagaan

menghadapi bencana,” kata Made Kasta. Made Kasta menambahkan, PMI Ranting harus dapat melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan ini dengan baik. Selain tugas kemanusiaan, juga harus peka terhadap penyakit yang sangat berbahaya dan selalu mengintai masyarakat, yaitu penyakit HIV/AIDS. Sebab, salah satu penularannya juga bisa melalui darah dan seksual yang menyimpang. “Untuk mengurangi penyebaran penyakit tersebut, Pemkab Klungkung sudah berupaya untuk melakukan penertiban warung-warung maupun kafe liar. Mari bersama-sama waspadai penularan penyakit HIV/AIDS,” harapnya. Bendahara PMI Klungkung Wayan Sarjana menambahkan, PMI Klungkung periode ini, siap menjalankan isi mukerkab ini. Selain itu PMI juga harus mampu menyediakan darah yang berkualitas dan mudah dijangkau. Oleh karena itu diharapkan juga partisipasi masyarakat agar mau mendonorkan darahnya agar stok darah di Klungkung terpenuhi. (kmb31)

E-TUKIN - Bupati Suwirta saat menekankan kepada ASN, agar menerapkan e-Tukin dengan jujur dan proporsional.

Grafik Realisasi E-Tukin Tunjukkan Banyak Keanehan Semarapura (Bali Post) Penerapan tunjungan kinerja elektronik (e-Tukin) dinilai berdampak positif dalam mempercepat proses kinerja OPD. Sebab, segala pekerjaan menjadi lebih cepat selesai, bahkan ada efisiensi gaji Januari sebesar Rp 1,5 miliar. Tetapi, setelah dicermati, masih ada banyak aspek yang perlu mendapat pencermatan. Terutama terkait grafik realisasi e-Tukin yang masih terlihat aneh. E-Tukin masih menimbulkan disorientasi. Itu disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, belum lama ini. Disorientasi yang dimaksud terkait cara pandang pejabat maupun ASN secara umum yang masih kacau dalam memaknai penerapan eTukin. Jadi, dengan penerapan e-Tukin ini, mereka dinilai melihat ini bukan sebuah sistem yang menuntut mereka agar bekerja profesional secara konsisten dalam waktu sebulan. Tetapi, Bupati Suwirta menilai penerapan e-Tukin dipandang sekadar pemenuhan poin saja setiap bulannya. Disorientasi ini begitu nyata terlihat, kala Bupati Suwirta mencermati satu per satu grafik perolehan poin dari sistem e-Tukin ini. Ada yang perolehannya tinggi sekali di

awal bulan. Begitu mendekati pertengahan hingga akhir bulan, maka kinerjanya mulai kendor. Begitu juga sebaliknya, ada yang kendor di awal, tetapi begitu mendekati akhir bulan, maka ASN di salah satu OPD tertentu kebut-kebutan bikin program mengejar perolehan poin di akhir bulan agar bisa penuh. “Situasi ini yang membuat timbul niat memanipulasi program dan data. Masih ada disorientasi,” terang Bupati Suwirta. Para pejabat dengan grafik e-Tukin yang tidak wajar, dikatakan sudah menjadi pantauan terus-menerus. Dia menyayangkan, e-Tukin hanya dimaknai soal kejar-kejaran mendapat poin. Padahal, bukan itu esensi sesungguhnya.

Apalagi, sampai ada perolehan poin e-Tukin melebihi poin tertinggi sampai dua kali lipat. Selain itu, kelemahan eTukin, karena orientasinya mengejar poin, menimbukan kekacauan di internal OPD itu sendiri. Sebab, terkesan antara ASN satu dengan yang lainnya, rebutan pekerjaan untuk memperoleh poin. “Ada pejabat sampai ambil pekerjaan staf. Masa pejabat ambil kerjaan nulis surat. Ada juga sebaliknya, staf mengambil pekerjaan yang seharusnya dikerjakan atasannya. Ini kan proses verifikasinya sudah tidak benar,” sorot Bupati Suwirta. Melihat masih banyak yang perlu disempurnakan, Bupati

Suwirta sendiri juga mengaku terus mendalami sistem eTukin ini. Bahkan, model pejabat yang grafik kinerjanya mencurigakan, SK-nya juga sudah dipegang langsung, untuk dipantau khusus. Menurutnya, grafik e-Tukin yang ideal itu, ketika lompatan di awal dan di akhir tidak terlalu tinggi. Tetapi, tetap memperlihatkan grafik yang konsisten. Artinya, batas atas dan batas bawahnya selalu mendekati batas normal. Salah satu poin penting dari e-Tukin adalah kejujuran. ASN dilatih untuk bersikap jujur bekerja dengan maksimal sesuai tugas pokok dan fungsinya. Jika tidak jujur, grafik kinerjanya pasti akan terlihat aneh. Bupati Suwirta mengaku sudah memikirkan situasi tersebut dan menyiapkan jalan tengahnya. Pihaknya akan mengontrol penuh, satu per satu pegawainya siapa yang penuh poinnya di awal bulan sudah 100, siapa pula yang

di akhir bulan poinnya hanya 30. Apabila ditemukan halhal seperti di atas, dirinya tidak segan-segan akan memberi sanksi tegas, mulai dari pengembalian tunjangan yang sudah diterima, SP (Surat Peringatan)-1 sampai SP-3, bahkan bila yang bersangkutan memegang jabatan, akan diberi sanksi turun jabatan. “Saya tidak main-main dengan sanksi ini. Maka dari itu, saya harap semuanya serius bekerja,” tegas Suwirta. Pihaknya menegaskan, Kabupaten Klungkung akan terus konsisten melaksanakan e-Tukin dengan tegas dan berjalan penuh. Dirinya tidak mau ke depannya e-Tukin ini hanya dimanfaatkan untuk tambahan penghasilan saja. Tetapi, harus disertai dengan kinerja yang juga maksimal. Inti dari e-Tukin adalah pendapatan secara proporsional. Semakin banyak kegiatan/ tugas yang dilakukan, maka akan semakin banyak poin yang diperoleh. (kmb31)

Terkendala Status Tanah

Pembangunan Patung Ida I Dewa Agung Jambe Ditunda

MUKERKAB - Wakil Bupati Made Kasta saat memimpin Mukerkab PMI KLungkung di Ruang Rapat Praja Mandala.

Semarapura (Bali Post) Rencana pembangunan patung Ida I Dewa Agung Jambe, dipastikan belum bisa dilanjutkan tahun ini atau ditunda. Pemkab Klungkung memutuskan tidak menganggarkannya lagi tahun ini. Sebab, saat ini masih belum memungkinkan untuk dibangun di lokasi yang direncanakan, yakni di areal objek wisata peninggalan zaman kerajaan, Kertha Gosa karena adanya ketidakjelasan status tanah. Kepastian itu disampaikan Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, Rabu (27/2) lalu, menjawab pertanyan tentang tindak lanjut rencana pembangunannya tahun ini. Tahun ini, dikatakan tidak dianggarkan di Dinas Sosial, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan. Sebab, asetnya yang berada di bawah Dinas Pariwisata, proses sertifikatnya masih mandek di Badan Pertanahan Nasional Klungkung. Sementara, lantaran masih terkendala masalah status tanah, masalah pembangunan ini juga harus dibahas kembali dengan pihak legislatif. “Belum ada rencana tempatnya dipindahkan lagi dari lokasi

untuk melakukan pengamanan. Bahkan, petugas Sat Polair Polres Klungkung juga terjun membantu melakukan pengamanan di Pesisir Pantai Klotok. Sat Polair meningkatkan kegiatan Kepolisian baik patroli perairan, sambang pesisir, patroli dialogis dan kegiatan polmas terhadap masyarakat di pantai. Ini sesuai dengan arahan pimpinan Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana, agar tetap meningkatkan kinerja. Sehingga tercapai target maksimal Polri yang promoter. “Atensi kegiatan masyarakat melaksanakan upacara melasti di pesisir Pantai Klotok sebagai rangkaian dari hari raya Nyepi,

bertujuan memberi rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan upacara melasti dan supaya giat berjalan tertib normal dan lancar,” kata KBO Sat Polair Polres Klungkung, Iptu Gede Yasa, Kamis (28/2) kemarin. Kepadatan umat diperkirakan akan semakin tinggi dalam beberapa hari ke depan. Mengingat, cukup banyak desa yang akan melaksanakan melasti menjelang Nyepi. Apalagi, terkait karya Panca Wali Krama Pura Agung Besakih, Sabtu (2/3) besok. Belasan ribu umat diperkirakan akan memadati areal Pura Watu Klotok yang persis berlokasi di sekitar Pantai Klotok. Di pihak lain, pemerintah

awal. Kalau lokasi pembangunannya mau dipindahkan, maka harus ada kajiannya lagi,” terang pejabat asal Tabanan ini. Untuk melanjutkan pembangunannya di lokasi sekarang, maka mutlak status kepemilikan tanahnya harus jelas. Sempat ada usulan masyarakat agar patungnya sebaiknya dibangun di timur Lapangan Puputan Klungkung. Usulan ini masih dipertimbangkan, karena secara status kepemilikan lahan di sana dikatakan tidak ada masalah. Posisi patung juga menjadi lebih strategis, lebih terlihat dari luar, bila berdiri di sebelah timur areal lapangan, menghadap ke barat. Sebelumnya, pembangunan Patung Ida I Dewa Agung Jambe yang direncanakan di areal Kertha Gosa, Klungkung dipastikan batal tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan status lahan belum ada kejelasan. Saat itu dari sisi waktu juga tak memungkinkan untuk pembangunannya. Sempat meminta pertimbangan TP4D Kejaksaan, tetapi juga tak membuahkan alternatif. Sesuai rencana awal, pembangunan patung itu berlokasi

di Lapangan Puputan Klungkung. Namun setelah dikoordinasikan dengan pihak Puri Agung Klungkung, disepakati untuk digeser ke areal Kertha Gosa. Seiring dengan tuntasnya review perencanaan pembangunan ini, rupanya status kepemilikan lahan justru belum jelas. Sehingga, pembangunan patung raja Klungkung yang gugur saat Perang Puputan Klungkung 1908 tersebut, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dalam merebut kemerdekaan melawan penjajah itu, tidak bisa dikerjakan. Tahun lalu, Pemkab melalui Dinas Sosial Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat telah mempersiapkan anggaran Rp 4,5 miliar. Sesuai perencanaan, tinggi patung sekitar 5 meter berbahan perunggu. Pada 2017, dengan maksud yang sama, pemkab juga telah membangun patung tokoh Puri Agung Klungkung Ida Dewa Agung Istri Kanya setinggi 4,5 meter di persimpangan Tihingadi, By-pass Ida Bagus Mantra di Kecamatan Dawan. Anggarannya saat itu mencapai Rp 4,4 miliar. (kmb31)

I Gede Putu Winastra

Jelang Nyepi, Pantai Klotok Mulai Dipadati Umat untuk ”Melasti”

Semarapura (Bali Post) Menjelang perayaan Nyepi, 7 Maret nanti, Pantai Klotok mulai dipadati umat Hindu untuk kegiatan melasti dari sejumlah desa adat. Kehadiran umat diperkirakan akan semakin padat mendekati perayaan Nyepi, karena pantai ini menjadi lokasi bersama pelaksanaan melasti sejumlah desa adat termasuk melasti serangkaian upacara Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih yang direncanakan, Sabtu (2/3) besok. Seperti yang terlihat, Kamis (28/2) kemarin, kegiatan melasti datang dari krama Desa Akah. Petugas kepolisian juga nampak berjaga-jaga di sekitar lokasi

daerah terus menata lingkungan Pura Watu Klotok, menjelang melasti karya Panca Wali Krama ini. Setelah menata parkir, pedagang kaki lima dan warung-warung kecil juga ditertibkan dari areal pura dan disediakan tempat khusus. Areal Pura Watu Klotok harus steril dari pedagang, untuk menghindari kesan kumuh. Sehingga umat dan melakukan persembahyangan dengan nyaman. (kmb31) BERTUGAS - Petugas Sat Polair Polres Klungkung saat bertugas di pesisir Pantai Klotok serangkaian ritual melasti yang dilakukan oleh umat Hindu.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA WAITER

Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.01

Waiter Barista FB Staf . Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.02 COOK

Cook Indonesia, India, Western baru tamat SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448

G.03

SMK Pariwisata Jurusan Boga untuk Staf Cook. Lamaran ke Warung 63 Jl. Veteran 86 Denpasar G.04 TEKNIK

Teknik Kamera STM , Diploma Elektronik,dll untuk produser FTV dan program. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar.email: sdm@balitv.tv

AKUNTANSI

IT

Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818

Diploma IT untuk Medsos Portal e marketing. Lamaran ke Jl. Veteran 86 Denpasar Arowana Food Street

G.05

Sarjana berbagai jurusan, Diploma untuk Manager Operasional, SDM, Akuntansi, Teknik dan Keuangan Surabaya TV. Lamaran hrdsurabayatv@gmail.com, HP/WA 08113962168 G.09

Sarjanadiploma berbagai jurusan untuk Manajer Operational, Keuangan Akuntansi, produksi Semarang TV. Lamaran ke HP/WA 08113962168. email:sekretariat@semarangtv.tv

G.13

SEKRETARIS

Sekretaris Purel Marcom, Protokol masih kuliah, sarjana berbagai jurusan, Sastra Inggris untuk sekretaris ajudan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv G.11

G.06

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

SERVICE

DRIVER

SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur G.08 JURNALIS

Jurnalis, Produser acara event. Lamaran ke Bali TV Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv G.10 MARKOM

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan . Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id, telp. 081 802 411 818

G.14

B.BP.001.02.19.0000963

Customer Service Cargo Engls + Komp&SopirSimA/B,081916224131

B.BP.166.02.19.0001000

B.BP.001.02.19.0000974

DIJUAL MOBIL

Dcr Karyawan Laundry di Kuta Jl.Kerobokan 78X, 081933110424

Jazz Idsi’06 Manual DK Full Var 081236809809 Jl.Gn Himalaya 18

B.BP.164.02.19.0000977

B.BP.001.02.19.0000863

Dcr PRT,Wnt,Jaga Anak,Bersih2, Tdr Dlm! 1,5-2Jt, 087846166366

B.BP.001.02.19.0000743

Dcr Sopir PickUp brpnglmn utk Toko Meubel. Hub:08123672614

B.BP.001.02.19.0000996

HONDA

B.BP.001.02.19.0001003

SUZUKI

Jual Pickup Mgcarry Th 2011 80Jt Nego Hub:085336241189

B.BP.001.02.19.0000987

TOYOTA

Dcr Tenaga Serabutan Laki, SIM C,Gatsu 322, Hub.423488

Innova Diesel V AT’15 DK Putih Panther LS’02 H.087862547783

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799

Innova V’2005 Manual Silver Premium Asli Bali 0811388559

Dicr Seorang Tukang Cuci Cewek Gj.2,4Jt/Bln.Hb:Jl.Arjuna 49 Dps

PROPERTY

B.BP.001.02.19.0000990

B.BP.001.02.19.0000903

Sales/Marketg, capable English/ Mandarin&Computer,experienced. Apply to : info@tsbali.com

Cari karyawati/sales Pizza 55 Seraya Barat ring Villa Seraya Kirim:lowartgraphics@gmail.com WA:085239195557.Karangasemaja

Dcr Admin,Bag.Gdg Bs Compt Brpglmn,Tng Srbutn,Sopir.Cargo Saridana V/8, Sgr. 087860180816

B.BP.004.02.19.0000991

Dicari Sopir/Distributor/SIM A SMA/Max 28 Th.Lamaran:PT.GIEB Jl.Gatsu 66X DPS/Jl.Mawar 142 Tbn/Email: admin@gieb.co.id

Dcr ART Bersih2 Tggl Dlm(Gatsu Brt),081287183808/087861361079

Dibthkn PRT Yg Bs Masak utk Jaga Warung, Bersih, Jujur, Pengalaman,Diutamakan Bs Naik Motor.Jam Kerja 07.00-18.00 Hub.081239366524/087860997554

B.BP.001.02.19.0000968

KASIR

Kasir SMEA/SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448

G.12

G.07

Cr Reception & Housekeeping E: theapartmentscanggu@gmail.com

B.BP.001.02.19.0000964

B.BP.031.02.19.0000994

B.BP.001.02.19.0000892

B.BP.001.02.19.0001004

B.BP.001.02.19.0001001

DIJUAL RUMAH

Djl Rmh Kost+Depo Air Mnum isi ulang LT2,7KMR Kos+ 1 Depo Air Kmr Mndi Dlm LT 1A Jl.Marboro Gg XVI No.1 Dps 081246606659 B.BP.001.02.19.0000972

Rumah 115M2 Hrg 375Jt Unggasan Tnh 2A Hrg175Jt/A.081337899618 B.BP.001.02.19.0000983

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL RUMAH

Rumah 2Lt Baru Jl.Batanghari T.72 Hrg 1.75M 081916205040

B.BP.001.02.19.0001002

Rumah Lt2 Perum Buana Permai Blok F/2,Rmh LT1 Marlboro XV/2 dan Dikontrakan Ruko LT2,Jln Marlboro I/2.Hub:0811398350 B.BP.001.02.19.0000897

PROPERTY DIJUAL RUKO

Dijual Ruko Lantai 3 di Gajah MadaTabanan,Hub.087861855599

B.BP.001.02.19.0000707

Dijual Ruko Lt3 Perum Dalung Rp.1M,081315832747/08123949180 B.BP.001.02.19.0000193

Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

PROPERTY

BPKB No.M01594245-O DK 9013 JA An.PT.Bali Mitra Wisatama

G.04

DIJUAL TANAH

Tanah 150M2 10Mnt ByPass 5Mnt Simpang6Neg800JtH08111072500 B.BP.001.02.19.0000636

PROPERTY DISEWAKAN BUTIK

Oper Kontrk Butik+Isinya. Jl.D Tamblingan Sanur 082145995920 B.BP.001.02.19.0000906

PROPERTY DIJUAL RUKO

RUPA-RUPA B.BP.001.02.19.0000573

KEHILANGAN

B.BP.001.02.19.0000970

BPKB No.N09011594-ODK1619OP An.Eka Arief Pamungkas

B.BP.001.02.19.0000967

HilangSTNK&BPKBHondaScoopy 2011 nopolDK6749OB AN.Caroline Gabrielle.082339031585 / Chris B.BP.031.02.19.0000989

Hilang Sertifikat Hak Milik No.3010 Atas Nama I Nyoman Rastono Hub.081353958286 B.BP.004.02.19.0000998

BIRO JASA

BUC Sewa/Jual Ruko Murah Cepat 2Lt SHM 104/170 Tepi Jalan CokroaminotoNegoHub.087856227779

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.033.02.19.0000992

B.BP.001.02.19.0000579


BANGLI

14

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

Ditarget Tahun Ini, Pembangunan Danau Buatan Belum Jelas Bangli (Bali Post) -

Rencana pembangunan danau buatan di wilayah Desa Abang Batudinding, Kintamani, dipastikan terlaksana tahun ini. Pemkab Bangli melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPerkim) telah menyiapkan anggaran Rp 15 miliar. Akan tetapi Dinas PUTRPerkim hingga saat ini belum menargetkan kapan proyek tersebut akan mulai dikerjakan.

Meluap - Air Danau Batur, Kintamani kini meluap.

Bali Post/kmb40

Kepala Dinas PUTRPerkim Kabupaten Bangli Wayan Lawe, Kamis (28/2) kemarin mengungkapkan, untuk membangun danau buatan tersebut pihaknya saat ini masih menuntaskan revisi DED. Adapun hal yang harus direvisi dalam DED yakni menyangkut judulnya. “Semula judulnya untuk pengadaan air bersih. Sekarang diganti untuk pembuatan danau buatan. Kita ubah biar sesuai dengan yang tercantum dalam APBD,” terangnya. Tak hanya itu, Lawe juga menyebut pihaknya masih menyelesaikan gambar terkait pembangunan danau buatan tersebut. Nantinya, setelah semuanya selesai, barulah dilanjutkan ke proses berikutnya yakni mengajukannya ke ULP. Oleh karena masih dalam proses persiapan, Lawe mengaku belum bisa memastikan kapan proyek tersebut akan bisa mulai dilaksanakan/dikerjakan. “Belum bisa (dipastikan kapan dimulai). Sekarang ini masih dalam proses,” ujarnya. Terkait rencana pembangunan danau buatan tersebut, pihaknya bersama konsultan belum lama ini sudah sempat turun ke lapangan untuk meninjau lokasi. Sesuai rencana, danau buatan akan dibangun di lahan seluas satu hektar. Lahan yang digunakan berada

di tiga desa yakni Desa Abang Batudinding, Suter dan Abang Songan. “Tiga desa itu kena tanahnya,” terangnya. Terpisah, Perbekel Desa Abang Batudinding Made Diksa menyatakan, Dinas PUTRPerkim sudah sempat datang ke kantornya untuk memperlihatkan RAB terkait rencana pembangunan danau buatan tersebut. Dikatakannya, pihak desa telah menyiapkan satu hektar lahan. Adapun lahan yang disiapkan yakni milik desa adat yang berlokasi di tiga desa. “Yang mengelola warga, tapi tanah desa adat, atas persetujuan penggarap,” jelasnya. Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Bangli berencana membangun sebuah danau buatan di wilayah Desa Abang Batudinding tahun ini sebagai solusi mengatasi meluapnya air Danau Batur sekaligus mengatasi kesulitan air yang selama ini dihadapi masyarakat di tiga desa yakni Desa Suter, Abang Batudinding dan Abang Songan. Sesuai perencanaan, danau buatan itu dirancang mampu menampung air 200 meter kubik. Debit air danau yang akan diangkat 10 liter/detik. Pengangkatan air Danau Batur dilakukan menggunakan empat mesin. Proses pengangkatan tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap. (kmb40)

Beberapa UPTD Bakal Dihapus Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli saat ini sedang memproses Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pembentukan UPTD. Dalam perbup tersebut, nantinya akan ada beberapa Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang dihapus. Di sisi lain, terdapat beberapa UPTD baru yang akan dibentuk. Kabag Organisasi Setda Bangli Made Kirmanjaya, Kamis (28/2) kemarin mengatakan, pihaknya telah menerima rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Bali terkait pembentukan UPTD. Sesuai rekomendasi yang turun, ada beberapa UPTD yang direkomendasikan dibentuk. Untuk di Pendidikan, UPTD yang dibentuk yakni UPTD Pendidikan Formal dan Nonformal. Sementara pada Dinas Kesehatan, ses-

uai rekomendasi yang turun akan dibentuk UPTD Instansi Farmasi, UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan UPTD Puskesmas. Di Dinas Pertanian akan dibentuk UPTD Balai Benih Ikan dan UPTD Pusat Kesehatan Hewan. Untuk Dinas Perhubungan, UPTD yang mendapat rekomendasi dibentuk, yakni UPTD Penyeberangan Danau Batur dan UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor. Sementara untuk Dinas Lingkungan Hidup, yang direkomendasikan dibentuk, yakni UPTD Pengelolaan Sampah dan UPTD Laboratorium Lingkungan. Menyesuaikan dengan rekomendasi yang turun, nantinya tidak ada lagi UPTD di setiap kecamatan. Seperti halnya UPTD Dinas Pendidikan dan UPTD Dinas

Pertanian yang selama ini menjadi perpanjangan tangan OPD terkait di kabupaten. UPT hanya dibentuk untuk melaksanakan tugas teknis. “Sekarang berdasarkan Permendagri 12 Tahun 2017, UPTD harus melaksanakan teknis operasional. Tidak lagi melaksanakan kebijakan atau menjadi perpanjangan tangan dinas,” jelasnya. Sementara itu, mengenai rencana RSU berubah status menjadi UPT pada Dinas Kesehatan, Kirmanjaya mengungkapkan sesuai hasil konsultasinya ke pusat, perubahan status RSU menjadi UPT masih menunggu perubahan PP 18 Tahun 2016 dan Perpres tentang RS. “Untuk rumah sakit masih demisioner artinya sementara masih seperti sekarang menunggu perubahan PP,” imbuhnya. (kmb40)

Lakalantas

Dua Pengendara Motor Luka-luka

Bali Post/kmb40

PANGGUNG BUDAYA - Bangunan panggung budaya milik BKSDA di Toya Bungkah, Kintamani.

Panggung Budaya BKSDA Minim Aktivitas

Bangli (Bali Post) – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di simpang empat Desa Bayunggede, Kintamani, Kamis (28/2) kemarin. Kecelakaan yang melibatkan sebuah sepeda motor dan mobil pickup tersebut mengakibatkan dua orang pengendara mengalami patah tulang dan luka-luka. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan lalu lintas di Desa Bayunggede itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Kejadiannya berawal saat mobil Carry pick-up bernopol DK 859 QI yang dikemudikan I Ketut Nugasi asal Desa Kintamani datang dari arah selatan menuju utara. Pada saat bersamaan dari arah barat datang kendaraan

sepeda motor Supra nopol DK 4496 PF yang dikendarai I Ketut Rinten membonceng I Made Makta asal Desa Belancan. Kecelakaan tak terhindarkan. Mobil pick-up menabrak Supra hingga mengakibatkan kedua pengendara sepeda motor terjatuh. I Made Bakta terpental ke got hingga mengalami luka robek pada kepala depan sebelah kanan dan patah tulang tangan sebelah kiri hingga harus dilarikan ke RSU Bangli. Sementara I Ketut Rinten mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas III Kintamani di Desa Bayunggede. Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kendaraan Supra yang dikendarai keduanya mengalami kerusakan

berupa pecah pada sayap kanan, pedal rem kaki brngkok, spion lepas dan pecah pada bagian sayap. Sementara mobil Carry pick-up yang dikendarai Nugasi mengalami penyok pada bagian depan. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, kecelakaan tersebut telah ditangani Unit Lantas Polres Bangli. Berdasarkan hasil penanganan, disimpulkan bahwa kecelakaan terjadi karena kekurang hati-hatian pengemudi mobil Carry saat berkendara. “Pengemudi carry tidak memberikan prioritas terhadap kendaraan yang datang dari barat ke timur yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan,” terangnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Keberadaan panggung budaya milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di wilayah Toya Bungkah, Kintamani, selama ini jarang dimanfaatkan. Sejak selesai dibangun, panggung budaya tersebut nyaris sepi aktivitas. Berdasarkan pantauan, kondisi bangunan panggung budaya milik BKSDA cukup bagus dan masih baru. Panggung budaya ini memiliki tempat pertunjukan, tribun atau tempat duduk penonton dan bangunan toilet yang berada di sisi belakang. Di areal panggung terdapat halaman parkir yang lumayan luas. Akan tetapi meski bagus dan masih baru, panggung budaya itu terkesan tak terawat. Hal

Bangli (Bali Post) Tempat Penitipan Anak (TPA) Gita Kumara Santi yang disediakan Pemkab Bangli bagi pegawai kantoran di lingkungan Kota Bangli masih beroperasi hingga saat ini. Hanya, jumlah anak yang dititipkan di TPA tersebut selama ini cukup minim dan cenderung menyusut. Dalam sehari TPA yang berlokasi di Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai ini rata-rata hanya mengasuh sekitar 6 orang. Salah seorang pengasuh di TPA Gita Kumara Santi, Anak Agung Anom Wijayanti, saat ditemui di TPA, Kamis (28/2) kemarin, mengungkapkan jumlah anak-

anak yang dititipkan di TPA Gita Kumara Santi tak tidak menentu. Terkadang empat orang hingga paling banyak delapan orang. Sejak lokasi TPA pindah menempati eks rumah dinas Kadis PU sekarang, jumlah anak yang dititipkan mengalami penyusutan. Dulu, saat awal beroperasi dan masih berlokasi di kompleks rumah dinas, jumlah anak yang dititipkan bisa mencapai belasan anak. Menurut Wijayanti, menyusutnya minat orangtua menggunakan jasa penitipan di TPA Gita Kumara Santi dikarenakan belum banyak orangtua yang mengetahui

bahwa lokasi TPA sudah dipindah ke tempat sekarang. “Di samping itu, mungkin karena lokasi yang sekarang cenderung jauh dengan areal perkantoran,” jelasnya. Diungkapkannya, biaya jasa penitipan di TPA Gita Kumara Santi tergolong murah yakni Rp 10 ribu per hari. Sementara pendaftarannya hanya Rp 5 ribu. Biaya tersebut untuk konsumsi anak berupa makan siang dan snack. Selain disediakan untuk pegawai kantoran di lingkungan Pemkab Bangli, TPA Gita Kumara Santi yang pengelolaannya di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli ini

juga bisa dimanfaatkan bagi pegawai kantoran swasta lainnya. TPA Gita Kumara Santi dibuka mulai pukul 07.00 hingga 15.00 Wita pada hari Kamis dan pukul 12.00 pada Jumat. Anak yang bisa dititipkan adalah mereka yang berusia di atas 1 tahun hingga usia 6 tahun. Di TPA Gita Kumara Santi, anak-anak disediakan sarana bermain, seperti ayunan dan prosotan. Jumlah pengasuh di TPA Gita Santi sebanyak 8 orang dari tenaga PTT. “Kalau dulu disediakan guru untuk mengajar anak-anak bernyanyi. Sekarang gurunya sudah pindah,” kata Wijayanti. (kmb40)

Minim, Minat Orangtua Titip Anak di TPA

ini tampak dari kondisi toilet di belakang panggung yang jorok. Jro Wijaya, salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi mengungkapkan, panggung budaya milik BKSDA jarang dimanfaatkan. Bahkan, dia menyebut hampir tidak pernah ada kegiatan di panggung budaya itu. “Saya hampir tidak pernah melihat kegiatan dilaksanakan di sana,” ujarnya, Kamis (28/2) kemarin. Hal yang sama juga disampaikan warga lainnya, Jro Saba. Dia cukup menyayangkan keberadaan panggung budaya yang selama ini minim aktivitas. Padahal keberadaan panggung budaya milik BKSDA tersebut cukup

bagus dan baru. Dikonfirmasi terpisah terkait hal itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali Sulistyo Widodo mengatakan, panggung budaya di Toya Bungkah itu dibangun tahun 2017. Tujuan dibangunnya panggung budaya ini untuk memfasilitasi pengembangan budaya masyarakat sekitar kawasan konservasi. Selama ini panggung budaya digunakan untuk mengadakan kegiatan seremoni yang terkait dengan kawasan konservasi, di antaranya lomba endure bike, penanaman bersama yayasan dan kegiatan lainnya. Dikatakannya, keberadaan panggung budaya itu bisa di-

manfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan pengembangan budaya atas seizin BKSDA Bali. “Tujuannya, selain pengembangan budaya masyarakat sekitar kawasan konservasi juga sebagai wahana pemersatu masyarakat sekitar kawasan konservasi dan atraksi wisata untuk menarik kunjungan wisatawan,” jelasnya. Ditanya soal rencana BKSDA agar panggung budaya dimanfaatkan secara lebih optimal seperti membuat agenda budaya, Sulistyo mengaku masih mengkoordinasikannya dengan Disparbud Bangli. “Belum dianggarkan. Sementara masih dikoordinasikan dengan Disparbud Bangli,” pungkasnya. (kmb40)

TPA - Suasana TPA Gita Kumara Santi.

Bali Post/kmb40


15

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

Akbar Semangati Kader di Bali

‘’Berdasarkan hasil survei yang saya baca oleh lembagalembaga survei maupun juga oleh media kurang lebih satu bulan yang lalu, saya terus terang amat sedih,’’ ujar Akbar Tandjung. Namun, hal itu juga yang menggerakkan semangatnya untuk turun langsung ke daerah-daerah memberikan dukungan terhadap para juniornya. Bali sendiri merupakan provinsi ke-16 yang didatanginya. Para kader Partai Golkar diajak berjuang bersama-sama untuk bisa menaikkan suara partai. Pada Pemilu 2014 lalu, perolehan suara Gol-

kar turun bila dibandingkan Pemilu 2009 yang juga turun dari pemilu sebelumnya. ‘’Atas dasar itulah saya turun mengirim surat ke seluruh DPD tingkat I bahwa saya akan ikut turun ke daerah membantu rekan-rekan,’’ jelasnya. Menurut Akbar Tandjung, konsolidasi mesti dibangun untuk mewujudkan tekad kenaikan perolehan suara. Di samping membangun soliditas partai. Saat ini yang menjadi perhatian utama adalah perolehan suara partai naik dan Partai Golkar bisa kembali menjadi pemenang. Apalagi, target DPP adalah 110 kursi.

Sedangkan perolehan suara kompetitornya yakni PDI Perjuangan saat Pemilu 2014 adalah 109 kursi. ‘’Berarti kalau kita bisa 110 kursi, melebihi kursi yang didapat PDIP pada Pemilu 2014. Saya kira semua daerah penting, apalagi Bali,’’ imbuh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Pembangunan V ini. Akbar Tandjung mengaku sudah merasakan berbagai tekanan yang dialami Partai Golkar Bali pada tahun 1998-1999. Saat itu banyak kader yang diteror. Ketua DPR-RI pada era pemerintahan Megawati Soekarnoputri ini pun sempat dihambat dan diganggu datang ke Pulau Dewata. Oleh karena itu, Bali juga merupakan tempat yang penting. Kalau bisa menaikkan perolehan suara di Bali, hal yang sama juga diyakini bisa di daerah lain. Plt. Ketua Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih mengaku optimis bisa menambah perolehan suara di Bali. Untuk kursi legislatif, ditarget naik

Semarapura (Bali Post) – Arel TPA Sente di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, kembali terbakar, Kamis (28/2) sore. Ini disebabkan karena menguapnya gas metan dari dasar tumpukan sampah, setelah cuaca mendadak panas dalam tiga hari terakhir. Petugas pemadam kebakaran hanya bisa mencegah kebakaran agar tidak meluas dengan melakukan pendinginan. Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung akan memasang pipa pengeluaran

gas metan, agar tidak menimbulkan titik kebakaran baru. Sejak dilakukan penanganan pada sore pascakebakaran, hingga malam penanganan masih berlangsung. Bahkan, petugas pemadam kebakaran stand-by di lokasi, untuk langsung melakukan penanganan ketika ada muncul titik kebakaran baru. Tumpukan sampah ini sebelumnya sudah sempat ditimbun. Tetapi hanya yang di sebelah timur. Sementara kebakaran masih kerap terjadi pada tumpukan di sebelah barat.

Kepala Dinas LHP Klungkung A.A. Ngurah Kirana mengatakan, gas metan yang terkurung di dalam tumpukan sampah harus dikeluarkan. Caranya, tumpukan sampah ini akan ‘’disuntik’’ menggunakan pipa khusus, sehingga gas metan itu bisa keluar. Proses ini akan segera dilakukan, setelah proses pemadaman api selesai dilakukan oleh regu pemadam. Sebelumnya, cara ini pernah dilakukan pada Juni 2018. Namun, saat itu pipanya justru ikut terbakar.

Denpasar (Bali Post) Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung menyambangi Kantor DPD Partai Golkar Bali, Kamis (28/2) sore. Legenda Partai Golkar ini bersilaturahmi sekaligus memberikan arahan dalam kaitan konsolidasi partai dan memenangkan pemilu serentak 2019. Melihat dinamika politik beberapa bulan terakhir, disebutkan bila ada sinyal penurunan suara partai beringin secara nasional. Selain masih diungguli PDI Perjuangan, Golkar juga ‘’kalah’’ bersaing dengan Gerindra dan PKB.

menjadi 3 untuk DPR-RI dan menjadi 13 dari 11 kursi saat ini di DPRD Bali. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa meraih 14 kursi. ‘’Di provinsi berpeluang untuk menang di beberapa daerah. Situasi kader cukup bagus, saya rasa akan bisa mencapai apa yang kita harapkan,’’ ujarnya. Pria yang akrab disapa Demer ini berharap kehadiran Akbar Tandjung dapat membawa energi, tenaga, dan semangat baru bagi kader di Bali. Kondisi kader pun diklaim sangat solid menyongsong hajatan pemilu, setelah sebelumnya sempat mengalami konflik internal. Akbar Tandjung sendiri disebut sebagai sosok yang diteladani partai. Ini lantaran Ketua Umum DPP Partai Golkar 1998-2004 itu mampu kokoh bertahan dalam segala tantangan yang dihadapi Partai Golkar. ‘’Bahkan di tengah badai era reformasi, Akbar Tandjung mampu mempertahankan dan meningkatkan suara Partai Golkar dalam pemilu,’’ jelasnya. (kmb32)

‘’Kali ini kami akan pasang pipa yang lebih besar. Anggarannya Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Kami cek anggaran dulu, kalau tidak memungkinkan, kami upayakan dari CSR,’’ kata Kirana. Pihaknya merencanakan akan memasang pipa pada sepuluh titik di tumpukan sampah. Nanti sebelum dipasang, dikatakan, alat berat akan digunakan untuk mengeruk tumpukan sampai sedalam enam sampai tujuh meter. Baru pipa ini dipasang.(gik)

Kebakaran di TPA Sente

Ramah Lingkungan Selain pembenahan regulasi, pengembang dan para pelaku jasa konstruksi juga sudah seharusnya memikirkan membuat suatu perencanaan yang berpihak pada pengembangan produk ramah lingkungan. Apalagi saat ini hunian semacam ini mulai banyak dilirik. Tidak hanya masyarakat lokal, juga internasional. ‘’Tren membuat hunian modern sudah mulai dikesampingkan dan beralih pada hunian yang ramah lingkungan. Pastinya regulasi pun akan mendukung ke depannya karena sesuai dengan harapan pemerintah,’’ ucapnya. Ketua DPD REI Bali Pande Agus Permana Widura, S.H., MBA. menyoroti adanya penurunan market atau penjualan di bidang bisnis properti. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti daya beli masyarakat yang mulai turun karena harga jual yang sangat tinggi. ‘’Kebanyakan orang saat ini membeli rumah karena satu kebutuhan dan bukan-

Jumat, 1 Maret 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 11:05 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita

12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 7:05 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita

23:00 Wita 23:05 Wita 23:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih Br. Pengembungan Sari, Bongkasa, Abiansemal Badung (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Krishna (1) Bali Channel Tourist TV Dialog Merah Putih Genjot Ekspor, Bangkitkan Industri Kreatif Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih Br. Pengembungan Sari, Bongkasa, Abiansemal Badung (3) Berita Siang Klip Bali Folk Song Klip Bali Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Lila Cita Sanggar Bina Remaja (2) Solusi Alternatif Putra SBA Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Bali Now Ni Kadek Winie Kaori & Ibu Istri Agung Mas Wawancara Putu Supadma Rudana Folk Song Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Geseng Waringin, Merajan Agung Puri Satria Klungkung (4) Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel

lah untuk investasi seperti yang dilakukan masyarakat kita sebelumnya. Selain itu pengembang juga sudah mulai memasarkan rumah-rumah KPR dengan harga murah dan layak. Namun seringkali proses pemasaran yang instan dengan menggunakan endorse orang atau figur tertentu. Ini malah membuat masyarakat yang ingin membeli rumah lupa apa saja yang bisa didapatkan dengan rumah yang akan dihuni, sehingga perlu kiranya ada edukasi yang baik agar endorse bisa menjelaskan fasilitas yang akan mereka dapatkan,’’ ungkapnya. Kata Widura, dibandingkan sebelumnya, tahun ini sudah ada pergerakan dan mulai ada titik terang, khusus untuk rumah seharga Rp 300 - 600 juta. Selain itu, rumah di bawah Rp 300 juta atau yang termasuk rumah subsidi juga mulai

dikembangkan walaupun dengan jangkauan wilayah yang masih terbatas. Hal ini juga diakui Wakil Kadin Bidang Perumahan, I Gst Made Ariawan. Menurutnya, pengembang harus cerdas memanfaatkan peluang di bidang properti. ‘’Generasi milenial dewasa ini mulai berpikir simpel. Mereka menginginkan hunian yang tepat dalam artian semua sudah ada di dalamnya, mulai dari fasilitas sekolah, laundry, dan semua yang termasuk fasilitas umum dan fasilitas khusus, sehingga penghuni selain merasa aman juga nyaman berada dalam satu wilayah yang tepat. Hanya semua harus ada aturan yang jelas, apalagi di Bali semua harus diperhitungkan sesuai dengan peruntukannya,’’ ungkapnya. Kenyamanan hunian juga harus didukung dengan ke-

70 Tahun Kendati mengalami sedikit kemajuan dalam tujuannya menghapus program senjata nuklirnya (denuklirisasi), Trump tampak mempertaruhkan hubungan personalnya dengan pemimpin muda Korea Utara, dan insentif ekonomi setelah permusuhan selama 70 tahun antara kedua negara mereka. ‘’Vietnam berusaha seperti sedikit tempat-tempat di bumi. Korea Utara akan sama, dan sangat cepat, kalau akan menghapus program nuklirnya,’’ cuit Trump di Twitter pada pagi

setelah ia tiba di Hanoi untuk mengadakan pertemuan puncak kedua dengan Kim. ‘’Potensi itu luar biasa, peluang besar, seperti hampir tak ada yang lain dalam sejarah, untuk temanku Kim Jong-Un. Kami akan tahu segera - Sangat menarik!’’ Ia kemudian mengatakan ingin segera melakukan pembicaraan dengan Kim. ‘’Dia ingin berbuat sesuatu yang besar,’’ katanya. Trump disertai Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan penjabat Kepala Staf Mick Mulvaney. Kim akan didampingi utusan tertingginya, Kim Yong-Chol, dan Menteri Luar Negeri Ri Yong-Ho. (ant)

Secara Terpadu Terutama di dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. ‘’Jadi di sosialisasi awal itu kita sampaikan secara terpadu, organik diapakan, nonorganik diapakan, single use jangan dipakai, juga yang residu. Residu itu adalah yang mengandung B3 seperti pampers dan pembalut, ini akan kita ganti penggunaannya tidak lagi yang single use,’’ jelasnya. Menurut Ria, masyarakat jangan hanya berpikir modern dan praktis. Tetapi memiliki pemahaman yang benar bahwa modern dan praktis seharusnya ramah lingkungan. Kepala SD 13 Pedungan IGA Mastutik mengatakan, pengetahuan awal tentang memilah sampah harus diajarkan

sedini mungkin dari pendidikan dasar. Dengan demikian, anakanak juga bisa mengedukasi orangtuanya untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah. Hal ini pun diterapkan pada sekolah yang dipimpinnya. Diakui bila upaya ini sempat menuai reaksi negatif karena sampah dianggap kotor. Kemudian mengumpulkan sampah identik dengan pemulung. Meskipun setelah 2-3 bulan berjalan, para orangtua akhirnya menyadari tentang pentingnya memperhatikan lingkungan. ‘’Sampai sekarang, bank sampah kami di SD 13 Pedungan itu sudah empat tahun berjalan. Setiap penimbangan itu, bukan anak saja yang membawa sampah, tetapi orangtuanya juga membantu membawa dari rumah,’’ ujarnya. (kmb32)

amanan juga diakui Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Bali, Kadek Prana Jaya. ‘’Hunian jangan hanya melihat faktor fasilitas rumah, namun juga faktor keamanan di sekitarnya. Misalnya saja akses jalan yang memadai, keamanan yang bagus baik dari segi pengudaraan, tata ruang hingga yang paling penting adalah akses pemadam kebakaran, sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan bisa ditanggulangi dengan cepat. Ini pula yamg harus menjadi pertimbangan pemegang kebijakan dalam membuat regulasi, dan bukan hanya melihat dari segi keuntungan saja,’’ ungkap Kadek Prana Jaya. (kmb)

Bali Post/edi

PERTEMUAN - IFBEC menggelar pertemuan bulanan, Rabu (27/2), bertempat di Kartika Plaza Hotel. Pertemuan ini menjadi momen untuk mengingatkan kembali keberadaan Peraturan Gubernur Bali terkait dengan kearifan lokal Bali.

IFBEC Ingatkan Penggunaan Produk Lokal Mangupura (Bali Post) Indonesian Food and Beverage Executive Association (IFBEC) kembali menggelar pertemuan bulanan, Rabu (27/2), bertempat di Kartika Plaza Hotel. Pertemuan ini menjadi momen untuk mengingatkan kebali keberadaan Peraturan Gubernur Bali terkait dengan kearifan lokal Bali. Ketua IFBEC Ketut Darmayasa, S.IPem., M.M., CHT. berharap pergub ini bisa kembali disosialisasikan kepada rekan divisi Food and Beverage (FnB). Salah satu contohnya seperti Pergub No. 79 tentang Penggunaan Aksara Bali. Pihaknya berharap semua hotel maupun restoran agar menggunakan tulisan Bali. Bila perlu seluruh cover menunya yang ditampilkan juga menggunakan aksara Bali. Selain itu, terkait Pergub 80 tentang Penggunaan Busana Bali, diinformasikan agar semua divisi FnB bisa menerapkannya setiap hari Kamis, Purnama dan Tilem. Menegenai Pergub 97 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai, memang juga harus diterapkan. Ke depan bagaimana sedikit demi sedikit dalam dunia patiwisata agar menggunakan produk yang ramah lingkungan. ‘’Untuk Perda 99 tentang kearifan lokal,

kami mengajak semua yang di divisi FnB agar menggunakan produk lokal, terutama buah maupun minuman produk Bali,’’ harapnya. Dikatakannya, untuk saat ini pergub tersebut memang sudah mulai diterapkan, meski kemungkinan ada beberapa yang belum. Namun pihaknya melalui Gathering IFBEC mengingatkan kembali, agar semua bisa menerapkan terkait pergub tersebut. ‘’Intinya kami dari asosiasi sangat mendukung pergub yang mendukung kearifan lokal ini,’’ tagasnya. Namun, untuk produk lokal yang dimaksud, kepada petani penghasil produk lokal, harus dituntut agar bisa menghasilkan produk yang berkualitas, sehingga produknya bisa bersaing dengan produk luar. Selain itu orangnya atau petaninya agar dilatih agar lebih profesional. Tidak hanya itu, untuk keberlanjutan pasokan, sistemnya juga harus jelas, dari segi pengiriman, pelayanan dan pembayaran. Sementara terkait wacana tentang melegalkan arak Bali, pihaknya sangat mendukung. Menurutnya, hal itu sangat perlu supaya penjualan arak bisa terkontrol. ‘’Apabila 135.000 kamar yang ada di Bali semua menggunakan arak Bali, tentu akan sangat bagus. Namun pro-

dusen arak ini harus dituntut supaya kualitas yang diprodukai bisa lebih baik,’’ harapnya. Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha yang hadir pada pertemuan tersebut mengatakan, Bali bisa menjadi leader pariwisata Indonesia dan dunia tergantung peran dari divisi FnB. Karena kekuatan pariwisata Bali berasal dari kekuatan budaya termasuk juga dari FnB. Terkait dengan pergub, salah satunya terkait aksara Bali, bukan hanya soal menulis aksara Bali yang harus diterapkan. Namun bagaimana ketika berkomunikasi dengan turis, bisa menyampaikan satu kata yang bisa menjadi suvenir untuk mereka. Misalnya menyampaikan suksma, menyampailan Om Swastyastu. Keberadaan pergub ini diharapkan bisa menguatkan komitmen kita untuk menjaga alam Bali. Terkait produk lokal, pergub memang sudah keluar, namun pihaknya berharap rekan-rekan di FnB bisa menyambutnya dengan harmonis. Serta secara bertahap memberikan kesempatan untuk produk lokal. Walaupun secara kualitas belum bisa menyamai kualitas yang diharapkan oleh pihak FnB. (kmb23)


balipost http://facebook.com/balipost

Jumat Kliwon, 1 Maret 2019

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

ISTANA MERDEKA - Presiden Joko Widodo (tengah) berfoto bersama pemain Timnas Indonesia U-22 dan ofisial di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2) kemarin.

Bali Post/ant

Diterima di Istana Merdeka

Presiden Bangga Prestasi Timnas U-22 Jakarta (Bali Post) –

Presiden Joko Widodo menerima tim nasional sepak bola Indonesia U-22 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2) kemarin. Rombongan Tim Garuda Muda yang menjadi juara Piala AFF U-22 2019 di Kamboja itu diarak dari Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dan tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 09.30 WIB.

Selanjutnya, timnas asuhan pelatih Indra Sjafri ini diterima Presiden Jokowi di beranda belakang Istana Merdeka 10.15 WIB. Presiden Jokowi langsung menyalami seluruh pemain, pelatih, dan ofisial satu per satu. Dalam pertemuan ini juga hadir Seskab Pramono Anung, Menpora Imam Nahrawi, dan beberapa pengurus PSSI.

“Saya dan seluruh rakyat Indonesia merasa sangat bangga sekali atas prestasi dari ini generasi baru sepak bola Indonesia,” kata Jokowi mengawali pembicaraan. Kepala Negara juga mengharapkan kebangkitan sepak bola Indonesia dimulai dari titik ini. “AFF sudah, kita harapkan AFC juga dapat. Nanti lagi di akhir tahun di SEA

Games. Saya kira arahnya ke sana,” ujar Presiden. Jokowi mengharapkan Bagas dan Marinus dan kawankawan betul-betul bisa membawa semangat ini terus jangan sampai redup. ‘’Jadi, prestasi ini betul-betul menjadi sebuah arah baru generasi baru kebangkitan sepak bola Indonesia,” ungkap Jokowi. Pada kesempatan itu, Pres-

iden memberikan bonus kepada para pemain. ‘’Menpora memberi bonus berapa? Masing-masing pemain Rp 65 juta. Dari saya masing-masing Rp 200 juta yah,” katanya yang disambut tepuk tangan semua yang hadir. Kepala Negara menyebut pemberian bonus ini untuk semua tim yang terlibat dalam Tim Garuda Muda, termasuk pelatih dan asisten pelatih serta dokter tim. Presiden juga sempat berbincang dengan beberapa pemain, salah satunya Osvaldo Haay. Osvaldo yang mencetak salah satu gol di final melawan Thailand meminta dija-

dikan PNS dan dipermudah kuliahnya. Sementara sang striker Marinus Manewar yang berasal dari Kabupaten Sarmi, Papua, meminta Presiden untuk memerhatikan pembangunan daerahnya. “Jalan-jalan kurang bagus, kalau bisa dibangun agar lebih maju,” sebut Marinus yang disambut tepuk tangan oleh teman-teman satu timnya. Arak-arakan Arak-arakan Timnas U-22 sebagai bentuk perayaan kemenangan di Piala AFF menggunakan bus double decker milik klub Persija Ja-

31 Klub Perebutkan Piala Bupati Gianyar (Bali Post) – Tercatat 31 klub sepak bola se-Kabupaten Gianyar ikut memeriahkan turnamen memperebutkan Piala Bupati Gianyar 2019. Peserta dibagi dalam delapan grup yang bertanding di empat lapangan, yakni Pejeng, Blahbatuh, Sumampan, dan Abianseka. Ketua Umum Askab PSSI Gianyar Cok Gede Oka Dharmayuda menjelaskan, kejuaraan dibuka oleh Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra di Lapangan Pejeng, Selasa (26/2) lalu. Tim-tim peserta bermaterikan pemain U-21 plus tiga pemain senior. ‘’Kami sen-

gaja memberikan kelonggaran dengan memasukkan tiga pemain senior. Sebab, kalau seluruhnya pemain U-21, klub–klub kesulitan merekrut pemain,’’ ujarnya, Kamis (28/2) kemarin. Turnamen ini untuk menjaring pemain tim Porprov dengan melibatkan dua orang tim pemandu bakat, yakni Suarya dan Lenju. Pertandingan digelar tiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, mengingat rata–rata pemain masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Kejuaraan ini digelar bukan berdasarkan level divisinya. Status semua klub disamaratakan. Dari 40 klub anggota Askab PSSI

Madrid Tinggal Berharap dari Liga Champions

Madrid – Real Madrid kemungkinan tinggal berharap dari Liga Champions untuk meraih trofi musim ini setelah tersingkir dari Copa del Rey. Madrid dipermalukan Barcelona dengan skor 0-3 pada laga kedua babak semifinal Piala Raja Spanyol di Santiago Bernabeu, Kamis (28/2) kemarin. Barca unggul agregat 4-1 yang berarti lolos untuk bertemu Valencia atau Real Betis di final. Keunggulan di puncak klasemen La Liga juga membuat Barcelona menjadi favorit kuat untuk meraih gelar ganda domestik musim ini. Madrid dan Barca masih akan bertemu lagi di kompetisi Liga Spanyol pada Minggu nanti pada el clasico kedua dalam empat hari. ‘’Kami sedih karena kami ingin bermain di final tetapi kami keluar dengan kepala tegak. Kami melakukan semua yang kami bisa. Kami tidak mengambil risiko dan mereka mengambilnya,’’ kata pelatih Madrid Santiago Solari. ‘’Kami bermain bagus, tetapi hasilnya tidak baik. Bukan refleksi yang adil dari permainan,’’ tambah gelandang Casemiro. Luis Suarez menyumbang dua gol untuk Barca. Satu gol lagi akibat bunuh diri bek Madrid Raphael Varane. Suarez nyaris tidak menyentuh bola di babak pertama tetapi menjadi hidup pada saat-saat penting dan nyaris mencetak hattrick. ‘’Ketika berada di area itu, dia berada di angka 200 persen. Dia tahu di mana tujuannya,’’ sebut pelatih Barca Ernesto Valverde. Liga Inggris Liverpool tetap berada di puncak klasemen Liga Utama Inggris setelah mencukur

tuan rumah Watford 5-0. Sadio Mane mencetak dua gol dalam 20 menit pertama dan bek tengah Virgil van Dijk menyundul dua gol setelah Divock Origi menambahkan gol ketiga. Itu adalah penampilan yang mengesankan dari sebuah tim yang kehilangan striker Roberto Firmino karena cedera pergelangan kaki. Si Merah mempertahankan keunggulan satu poin di puncak klasemen, karena penantang terdekatnya Manchester City mengalahkan West Ham 1-0 lewat penalti Sergio Aguero. Kedua klub masih memiliki sepuluh pertandingan tersisa untuk dimainkan. Liverpool berupaya memenangkan gelar Liga Inggris pertama sejak 1990. Manajer Liverpool Juergen Klopp mengatakan tidak akan membuang energi memikirkan hasil City. ‘’Satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah bermain sepak bola dan memenangkan pertandingan. Ini hal yang normal. Jika Anda berada di puncak tabel, sangat mungkin pesaing lain menang,’’ jelasnya. Di bagian lain, pelatih City Pep Guardiola memuji kinerja timnya setelah menang 1-0 di kandang West Ham. ‘’Itu hasil yang sangat sulit, tetapi kinerjanya luar biasa. Seandainya kami mencetak satu atau dua dalam lima menit pertama pertandingan akan sangat berbeda, tetapi kami melakukannya dengan sangat baik,’’ ungkap Guardiola kepada BBC. Dalam laga lainnya, Arsenal mencukur Bournemouth 5-1, Chelsea mengatasi Tottenham Hotspur 2-0, Crys tal Palace ditundukkan Manchester United 1-3, dan Southampton menang 2-0 atas Fulham. (afp/kmb)

BUKA - Suasana pembukaan turnamen sepak bola memperebutkan Piala Bupati Gianyar 2019 di Lapangan Pejeng.

59 Peserta Ikuti ’’Zumba Time’’ kan di tempat kerja. Mari kita berolahraga dan bergembira sejenak dengan mengikuti Zumba Time untuk menyehatkan tubuh,’’ paparnya. Peserta wanita yang dinobatkan berpenampilan terbaik adalah Dewi (Mercure Kuta Beach) disusul Sixtine (Club Med), Yuli (Tijili Resort Benoa), dan Diah Utami (Ayana Resort dan Spa Bali). Sementara pada kategori pria, peserta berpenampilan terbaik jatuh kepada Indra Wijaya (Ayana Resort dan Spa Bali), kemudian Wagon (Hard Rock Hotel), dan Bagus Wicaksana (Grand Inna Kuta Beach). Government Relation and

depan Gedung Kemenpora, belok kiri mengarah ke Hotel Mulia, Plaza FX, Jalan Sudirman, lalu ke MH Thamrin, dan berakhir di Istana Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Menurut Gatot, kegiatan ini bukan sebuah selebrasi yang berlebihan, mengingat hal ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para insan olahraga yang berprestasi. Selain itu, pemilihan hari Kamis juga dilakukan untuk memberi waktu istirahat bagi para pemain yang akan menghadapi kompetisi selanjutnya. (ant)

Bali United Boyong 24 Pemain ke Bekasi

Gianyar yang berpartisipasi 31 klub. Tim-tim juara dan runnerup grup melaju ke babak 16 besar, selanjutnya lolos ke babak delapan besar, semifinal, dan final. Laga pemungkas akan dilangsungkan di Stadion I Wayan Dipta pada Mei mendatang. Jadwalnya diharapkan tidak berbenturan dengan laga kandang Bali United. (022)

Mangupura (Bali Post) Sebanyak 59 karyawan hotel mengikuti Zumba Time yang dihelat Bali Travel News (BTN) bekerja sama dengan Bali Hotels Association (BHA) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Tijili Resort Benoa, Rabu (27/2) lalu. Acara Zumba Time ini dibuka Sport and Culture Director BHA Patrick Le Provost. Patrick menyatakan peserta Zumba Time pada 2019 ini paling banyak dibandingkan sebelumnya yang rutin digelar dan telah berjalan empat tahun. ‘’Para karyawan hotel, mari kita melupakan kesibu-

karta. “Kami juga berterima kasih kepada Gubernur Anies karena sudah meminjamkan bus ini. Busnya sama seperti yang dipakai arak-arakan Persija beberapa waktu lalu,” tutur Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Gatot S. Dewa Broto. Gatot juga menuturkan bahwa penggunaan bus Persija tersebut juga dimungkinkan berkat adanya kerja sama antara Kemenpora dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan arak-arakan Timnas U-22 dimulai dari Hotel Sultan, Jalan Sudirman, Semanggi, lalu mengarah ke Fly Over TVRI atau

Event Manager BHA Andy di Denpasar, Kamis (28/2) kemarin, menyatakan Zumba Time tahun 2019 ini banyak melibatkan peserta baru yang tidak pernah ikut pada ajang sebelumnya. Untuk kategori wanita, peserta berpenampilan terbaik tahun lalu tidak ada yang masuk karena seluruhnya diraih kontestan baru. Club Med mengirim peserta asing dari Prancis bernama Sixtine dan terpilih sebagai yang terbaik. Pada kategori pria, Wahono harus puas menduduki posisi kedua, padahal tahun sebelumnya menyandang predikat berpenampilan terbaik. (022)

Bali Post/ist

TERBAIK - Para peserta yang dinobatkan berpenampilan terbaik pada Zumba Time yang dihelat BTN, BHA, dan PHRI di Tijili Resort Benoa.

Mangupura (Bali Post) – Bali United akan memboyong 24 pemain ke Bekasi. Mereka adalah pemain yang siap secara fisik dan mental untuk bertanding. Hal itu dikatakan pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra ketika disinggung mengenai jumlah pemain yang akan dibawa untuk menjalani Piala Presiden 2019. ‘’Saya juga menyiapkan tiga pemain lain yang akan bergabung dengan tim di Bekasi setelah tiga pemain (Ricky, Spaso, Lilipaly) bergabung dengan timnas usai laga pertama melawan Mitra Kukar,’’ tutur pelatih asal Brazil yang akrab disapa Teco ini seperti dikutif dari situs Bali United, Kamis (28/2) kemarin. Bali United akan menghadapi Mitra Kukar di Stadion Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (3/3) mendatang. Ini akan menjadi pertarungan perdana tim Serdadu Tridatu pada pergelaran Piala Presiden 2019. Teco mematangkan persiapan sebelum berangkat ke Bekasi pada sesi latihan di Lapangan Tri Sakti, Rabu (27/2) sore. ‘’Hari ini, kami fokus pada latihan teknik untuk crossing, finishing, dan bertahan. Latihan ini agar pemain mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan teknik menyerang dan kapan waktunya untuk bertahan,’’ tambahnya.

Leonard Salah satu pemain bertahan yang dimiliki Bali United, Leonard Tupamahu, angkat bicara terkait Mitra Kukar. Leonard mengatakan materi pemain-pemain lokal tim berjuluk Naga Mekes tersebut harus diwaspadai. ‘’Mitra Kukar memang degradasi ke Liga 2, tetapi kekuatan mereka tetap harus diantisipasi dalam laga pertama nanti. Saya rasa pemain-pemain lokal mereka musim lalu masih bertahan. Mereka adalah pemain-pemain yang berkualitas dan berbahaya saat pertandingan nanti,’’ ujar Leonard. Ia secara pribadi siap mengawal lini pertahanan Bali United ketika dipercaya oleh pelatih. Tetapi dukungan dan doa serta kerja sama dalam tim akan membantu dirinya meraih target kemenangan di pertandingan nanti. Leonard menilai persiapan tim Serdadu Tridatu sudah sangat matang jelang turun di turnamen Piala Presiden 2019. Pelatih Teco membuat para pemain semakin termotivasi jelang laga perdana. ‘’Persiapan kami bisa dibilang cukup baik jelang pertandingan pertama. Coach Teco juga menambah pemahaman sesama pemain bahwa kita adalah satu tim. Pemain asing dengan lokal serta pemain senior dengan junior saling menghargai sebagai tim,’’ ujar Leonard. (kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook