Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA

Bali Post

20 HALAMAN SEJAK 1948

NOMOR 267 TAHUN KE 62 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id HARGA LANGGANAN Rp. 60.000 ECERAN Rp 3.000

Pengemban Pengamal Pancasila

MINGGU UMANIS, 23 MEI 2010

Menyambut Kedatangan Barack Obama (6)

”Ngaturang 8 Pejati’’, Libatkan ”Paiketan Pemangku’’ Presiden AS Barack Obama dipastikan akan mengunjungi Bali. Sebagai tamu negara, seluruh komponen masyarakat Bali siap menyambut Obama dengan penuh rasa perdamaian. Apalagi Bali selama ini dikenal sebagai barometer toleransi beragama dan kebhinekaan. Salah satu agenda objek wisata yang akan dikunjungi adalah Pura Luhur Uluwatu.

BERITA ini juga sudah sampai ke pangempon Pura Luhur Uluwatu dari Puri Agung Jrokuta Denpasar. Kedatangan Obama ke pura yang memiliki sejarah tempat moksahnya Dang Hyang Nirartha ini justru dianggap sebagai sebuah berkah. Tokoh pangempon Pura Luhur Uluwatu dari Puri Agung Jrokuta Denpasar, A.A. Ngurah Jaka Pratiknya, S.H., alias Turah Joko mengaku gembira Pura Luhur Uluwatu menjadi agenda kunjungan Obama. Minggu (23/5) ini, ia akan merembukan persiapan kedatangan Obama ke Uluwatu bersama masyarakat Pecatu sekaligus membahas rangkaian yadnya piodalan di pura tersebut

pada Anggarakasih Medangsia mendatang. Ngurah Joko, Jumat (21/5) lalu, mengungkapkan sebagai umat Hindu kedatangan pemimpin besar negara dan dunia patut disyukuri dan dihargai dengan sikap ramah dan penuh kedamaian. Makanya H-3 sebelum kedatangan Obama ke Pura Uluwatu, pangempon akan ngaturang delapan pejati yakni di Pura Luhur Uluwatu dan prasanak Pura meliputi Pura Parerepan, Pura Kulat, Pura Pengeleburan Labuan Sait, dan Pura Selonding. Tiga pejati lainnya katurang di Pura Kahyangan Tiga Pecatu. Hal.19 Membawa Berkah

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

”Candi Kurung’’Bersayap Pura Uluwatu PURA Uluwatu terletak di ujung barat daya Pulau Dewata, berdiri di atas batu karang yang terjal dan menjorok ke laut. Pura ini didirikan sekitar abad ke-11 atas anjuran Mpu Kuturan. Pura ini juga tempat umat memuja pendeta suci Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyang Dwijendra atau dikenal pula dengan sebutan Ida Pedanda Sakti Wawu Rawuh yang datang ke Bali abad ke-15 dan moksah atau ngeluhur di pura ini. Di depan pura terdapat hamparan hutan yang dihuni monyet-monyet yang disebut alas kekeran. Hal.19 Alas Kekeran

BPM/dok

CANDI KURUNG - Pura Uluwatu dengan candi kurung bersayap.

Batal Dipercepat, Pemilihan Ketum PD

BPM/ afp

HANCUR - Pesawat Boeing 737-800 Air India tampak hancur dan terbakar saat gagal landas di Bandara Mangalore, Sabtu (22/5) kemarin.

Air India Terbelah, Lalu Terbakar 160 Orang Tewas, 8 Selamat Mangalore Kecelakaan di udara terburuk terjadi di India, Sabtu (22/5) kemarin. Pesawat Air India jatuh dan terbakar di Bandara Mangalore, Provinsi Karnataka, India. Sedikitnya 160 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan yang terjadi di India Selatan tersebut.

Kerusuhan Mojokerto

13 Jadi Tersangka Surabaya (Bali Post) Polda Jawa Timur akhirnya mengambil alih penanganan kasus kerusuhan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mojokerto terkait kerusahan pilkada setempat. Hingga saat ini, jumlah total pengunjuk rasa yang ditangkap mencapai 104 orang. Ke-104 orang itu terdiri dari 80 orang ditahan di Mapolresta dan 24 Polres Kabupaten. Sementara itu, ratusan orang yang diduga melakukan aksi kerusuhan saat ini masih berada di aula Polres dan Polresta untuk diperiksa satu per satu terkait kejadian yang merusak 33 mobil dengan 17 mobil di antaranya rusak parah. Sebelumnya, sekelompok pendemo mendatangi gedung DPRD Kabupaten Mojokerto dengan merusak pagar serta barisan polisi yang berjaga di depan kantor dewan. Selain merusak pagar, massa juga melempari sejumlah mobil anggota dewan dan juga kendaraan tamu yang parkir di halaman gedung dewan. Akibatnya, sekitar puluhan kendaraan roda empat rusak karena lemparan bom molotov oleh peserta aksi. Polisi menyatakan dari 104 saksi kerusuhan DPRD Kabupaten Mojokerto, 13 orang dinyatakan tersangka. Sedangkan 91 orang lainnya dikembalikan ke keluarga melalui kepala desa setempat dengan wajib lapor dua kali seminggu. “Sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka berjumlah 13 orang,” kata Kadiv Humas Polda Jatim Kombes Pol. Pudji Astuti, Sabtu (22/5) kemarin. Dari ke-13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, 11 orang merupakan pelaku perusakan, pembakaran, dan penganiayaan. Sedangkan dua orang tersangka lainnya sebagai korlap aksi. Dia mengaku kemungkinan ada tambahan tersangka, karena sampai saat ini masih dilakukan pengembangan dan penyidikan. “Kemungkinan masih ada tersangka karena masih dilakukan pengembangan,” tambahnya. (059)

BPM/ant

KORBAN - Korban kerusuhan di Mojokerto masih banyak yang dirawat di rumah sakit terdekat.

Sebelum terbakar, pesawat ini terlebih dahulu menabrak, kemudian oleng dan terbelah dua hingga jatuh dan terbakar saat hendak mendarat di Bandara Mangalore, Provinsi Karnataka. Pesawat itu, Sabtu (22/5) kemarin, baru tiba dari Dubai, Arab Saudi. “Sedikitnya, 160 penumpang tewas, hanya delapan orang yang selamat,” kata pejabat Provinsi Karnataka, VS Acharya. Pesawat yang mengangkut 163 penumpang dan 9 awak pesawat ini terus melaju ketika mendarat di landasan pacu. Pesawat melampaui landasan kemudian menabrak pembatas dan akhirnya terbakar. “Pesawat melampaui lan-

dasan dan menabrak pembatas. Bahkan, ada yang mengatakan pesawat sempat meledak dan terbakar setelah menabrak pembatas,” tutur seorang petugas keamanan Bandara Mangalore, Rohit Katiyar. Akibat kecelakaan ini, pemerintah setempat menutup Bandara Mangalore. Penyebab utama kecelakaan yang menimpa pesawat Air India di Bandara Manglore, India masih simpang siur. Banyak sumber yang menyebutkan berbagai macam penyebab pesawat dengan 166 penumpang tersebut melampaui landasan dan menabrak hutan. Hal.19 Pesawat Terbalik

Jakarta (Bali Post) Jadwal pemilihan ketua umum di Kongres II Partai Demokrat (PD) di Bandung, Sabtu (22/5) kemarin, batal dipercepat. Pemilihan ketua umum yang sedianya akan digelar pada akhir rangkaian kongres, akan dilangsungkan Minggu (23/5) ini usai sidang komisi-komisi pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Keputusan sempat mempercepat pemilihan ketua umum dilakukan setelah rapat pleno yang melalui voting dimenangkan kubu yang memilih opsi B yaitu kubu yang menginginkan pemilihan ketua umum dipercepat dengan memperoleh dukungan 375 suara. Kubu yang memilih opsi A yang menolak, harus menerima kekalahan dengan hanya memperoleh 130 dukungan suara. Namun, akhirnya disepakati proses pemungutan suara ditunda hingga Minggu ini. Hal.19 Rapat ”Deadlock”

Murni Kecelakaan Mangalore Kotak hitam pesawat Air India yang mengalami kecelakaan di Bandara Mangalore, India, telah ditemukan. Berdasarkan penyelidikan sementara, penyebab insiden naas tersebut adalah murni kecelakaan. “Kotak hitam pesawat telah ditemukan dan pengadilan setempat telah memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk melakukan penyelidikan,” demikian laporan reporter WAM dari India. Seorang pejabat setempat mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa peristiwa naas tersebut merupakan kecelakaan murni. Salah satu stasiun televisi lokal menyebutkan pesawat sempat menabrak tiang radar saat mendarat di landasan pacu bandara. Hal.19 Tanpa Tanda Bahaya

B.J. Habibie Dampingi Istri Saat Kritis Jakarta (Bali Post) Ibu Hasri Ainun Habibie, istri mantan Presiden RI B.J. Habibie, hingga kini masih kritis di RS Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro‘hadern, Munchen, Jerman. Mantan ibu negara ini mengalami serangkaian operasi sejak beberapa bulan terakhir. “Memang beliau masih dirawat di rumah sakit, hingga sekarang,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah di Jakarta, Sabtu (22/5) kemarin. Dalam laman jejaring sosial “Facebook” milik The Habibie Center juga disebutkan kondisi Ainun Habibie kritis meskipun tidak dijelaskan lebih lanjut. Hal.19 Sembilan Kali Operasi

BPM/ist

BERSAMA - Ainun Habibie bersama B.J. Habibie.

Serangan Nasibmu Kini

Potret Desa yang

Warga Menunggu Realisasi Proyek BTID Menghargai Perbedaan Bertepatan dengan hari raya Kuningan, Sabtu (22/5) kemarin, perhatian umat Hindu tertuju pada Pura Sakenan. Pura ini terletak di Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan atau lebih dikenal dengan Pulau Serangan.

WILAYAH Serangan dulunya memang terpisah dengan daratan Bali sebelum dilakukan reklamasi secara besar-besaran oleh PT BTID (Bali Turtle Island Development). Untuk mencapai lokasi ini, dulunya hanya mengandalkan alat rans-

portasi laut berupa jukung. Kini, semua telah berubah. Umat Hindu yang pedek tangkil ke Pura Sakenan tidak lagi naik jukung. Mereka kini sudah bisa parkir di jaba pura. Lalu, bagaimana kondisi warga Serangan kini?

Reklamasi yang dilaksanakan PT BTID sejak tahun 1996 lalu di Pulau Serangan, telah mengubah sejumlah tatanan masyarakat setempat. Hal.19 Empat Kali

BPM/dok

SERANGAN - Kondisi Pulau Serangan ketika difoto tim Bali Post dari udara tahun 2006 lalu.

DESA Pakraman Serangan bisa dikatakan sebuah potret desa di Bali yang sangat menghargai perbedaan. Selain didukung enam banjar pakraman yang penduduknya beragama Hindu, pulau kecil di tenggara Pulau Bali ini juga dihuni oleh pemeluk Islam yang taat. Komunitas non-Hindu terkonsentrasi di kompleks permukiman di bagian selatan desa yang lebih dikenal dengan Kampung Bugis. Tercatat 36 KK meliputi sekitar 300 jiwa bermukim di sana. Meskipun menganut kepercayaan yang berbeda, jalinan persaudaraan antarakomunitas Hindu dengan nonHindu tetap terjalin harmonis di Serangan. Belum pernah terjadi gesekan serius yang membuat mereka terpecah belah. ‘’Di Serangan, kami tidak pernah menjadikan perbedaan itu sebagai sumber perpecahan. Justru, perbedaan itu kami jadikan motivasi membuat kami makin termotivasi mengembangkan sikap toleransi, saling menghargai dan menghormati satu sama lain,’’ ujar Bendesa Desa Pakraman Serangan Made Mudana Wiguna kepada Bali Post, Sabtu (22/5) kemarin. Hal.19 Saling Berbaur


DAERAH

2

Minggu Umanis, 23 Mei 2010

Suasana di Pura Sakenan

BPM/eka

ANTRE - Ribuan pemedek dari berbagai daerah antre untuk masuk ke Pura Sakenan. Sementara itu, nampak umat khusyuk sembahyang. Selain itu, tiga orang petugas kesehatan mengevakuasi salah satu pemedek yang pingsan saat antre masuk Pura Sakenan pada pujawali bertepatan dengan hari raya Kuningan, Sabtu (22/5) kemarin.

FIGUR

Peran LPD Makin Besar PERAN LPD (Lembaga Perkreditan Desa) ke depan makin besar dalam pembangunan khususnya bagi desa adat. Karena itu, LPD perlu terus ditumbuhkembangkan sehingga kontribusinya bagi perekonomian masyarakat dan desa adat bisa terus meningkat. Menurut Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Bali, Drs. N. Cendikiawan, M.Si., sejak dibentuk puluhan tahun lalu, LPD yang ada di desa adat BPM/lit terus berkembang. Bahkan, peranannya tidak saja telah mampu memberdayakan perekonomian masyarakat juga mendukung pembangunan desa adat. ‘’Dengan penyisihan keuntungan 20 persen LPD untuk pembangunan desa adat, banyak kegiatan pembangunan yang berhasil dilaksanakan,’’ ujar Cendikiawan yang juga Ketua LPD Telepud, Tegallalang, Gianyar ini. Meski demikian, Cendikiawan mengakui masih banyak kendala yang dihadapi LPD. Selain masalah kualitas SDM, pelayanan juga permodalan. Untuk itu, dia sepakat perlunya dimantapkan lagi adanya sentral LPD yang nantinya bisa saling membantu antar-LPD. Sentral LPD ini berperan membantu LPD yang kekurangan modal atau sebaliknya menyalurkan LPD yang memiliki kelebihan modal. Berdasarkan data sampai akhir 2008 jumlah LPD di Bali mencapai 1.356 dengan total aset Rp 3,396 triliun, pinjaman Rp 2,308 triliun, tabungan Rp 1,463 triliun, dan deposito Rp1,262 triliun. Sedangkan laba LPD mencapai Rp 151 miliar lebih. (lit)

S EKITAR KITA

”Pujawali’’ di Pura Sakenan

Rabies di Buleleng

Digigit Anjing Sebulan ”Pemedek’’Membeludak, Lalu, Bocah Meninggal Panitia Siapkan Dua ”Tetaring’’ Singaraja (Bali Post) Bertambah satu lagi korban meninggal dengan ciri-ciri terserang virus rabies di Kabupaten Buleleng. Korbannya kali ini seorang bocah berumur enam tahun, Gede Agus, warga Dusun Gunung Sari Desa Tegallinggah Kecamatan Sukasada. Informasi yang dihimpun Sabtu (22/5) kemarin menyebutkan Gede Agus meninggal Jumat (21/5) malam setelah sempat dirawat di Puskesmas Pembantu di Desa Asah Gobleg Kecamatan Banjar. Bocah itu diduga meninggal akibat rabies dengan gejala panas, ketakutan dan gelisah. Apalagi sebulan sebelumnya bocah itu pernah digigit anjing. Gede Agus merupakan anak ketiga dari pasangan Pan Patra dan Ni Komang Leleng (nama panggilan). Bocah itu diketahui sakit sejak dua hari sebelum meninggal. Pada Jumat siang bocah itu sempat dibawa ke puskesmas, namun karena penyakitnya sudah cukup parah pihak puskesmas menyarankan agar Gede Agus dibawa ke RSU Buleleng untuk mendapat penanganan intensif. Namun karena terbentur jarak tempuh yang cukup jauh, Gede Agus hanya dirawat di rumah. Menjelang malam, kondisi kesehatan Gede Agus memburuk sehingga orang tuanya berusaha membawanya ke RSUD Buleleng. Namun dalam perjalanan Gede Agus telah mengembuskan napas terakhirnya. Klian Adat Gunung Sari Desa Tegallinggah, Kadek Artawa, membenarkan ada warganya yang bernama Gede Agus meninggal pada Ju-

mat malam. Namun, ia tidak berani mengatakan kalau bocah itu meninggal akibat rabies. ‘’Ya, ada yang meninggal, namanya Gede Agus, semalam saya sudah bertemu dengan orang tuanya,’’ katanya. Artawa menyebutkan dari keterangan orang tua Gede Agus memang dikatakan Gede Agus pernah digigit anjing sebulan sebelumnya. Anjing yang mengigit adalah anjing piaraannya. Dan anjing tersebut sempat berkelahi dengan anjing yang tidak diketahui asal usulnya. Sebelum meninggal, bocah itu juga seperti orang takut, kejang dan tidak tahan memakai baju. Menurut rencananya Gede Agus akan dimakamkan pada Senin (24/5) di kuburan setempat, mengingat saat ini masih dalam situasi hari raya Kuningan. Seminggu sebelumnya, Kabupaten Buleleng sudah membukukan dua korban meninggal setelah digigit kucing dan anjing. Dua korban itu adalah Ni Kadek Vina Kurniadewi (13), warga Banjar Dinas Dauh Margi Desa Pemaron Kecamatan Buleleng, dan Nyoman Semadi (50), warga Desa Kaliasem Kecamatan Banjar. Keduannya meninggal pada Kamis (13/5) di RSU Buleleng. (kmb15)

Pasien Hydrocephalus Meninggal SALAH satu dari enam pasien hydrocephalus yang dirujuk dari Lombok meninggal. Pasien tersebut adalah Nikmah (4) yang masuk RS Sanglah sejak Senin (17/5) lalu. Saat dikunjungi beberapa waktu lalu, Nikmah yang sudah menjalani operasi ini menurut penuturan keluarga sedikit kritis. Ia harus memakai alat bantu napas dan dalam kondisi setengah sadar. Nikmah meninggal Sabtu (22/5) kemarin dan jenazahnya langsung dibawa pulang oleh keluarga. (san)

Tabrak Pohon, Tewas Gianyar (Bali Post) Wayan Ardana (23) asal Banjar Temen Desa Susut, Bangli akhirnya meninggal dunia dalam perawatan medis menuju Rumah Sakit Sanglah, Jumat (21/5) malam lalu. Korban meninggal akibat mengalami kecelakaan dengan menabrak sebuah pohon perindang di sekitar Banjar Bukit Desa Sanding Kecamatan Tampaksiring. Kesaksian salah seorang sumber di Rumah Sakit Sanjiwani menyebutkan, peristiwa out of control tersebut terjadi setelah korban usai membeli bensin di sebuah Pertamina yang ada di Sanding, pukul 19.30 wita. Korban dengan mengendarai sepeda motor DK 5331 PA, setelah membeli bensin melaju dengan kecepatan tinggi ke arah utara. Diperkirakan, korban kala itu hendak pulang ke Bangli. Hingga sampai di tempat kejadian perkara (TKP), lokasi jalan menikung korban diperkirakan tak bisa menjaga keseimbangan laju sepeda motornya. Korban langsung menabrak sebuah pohon perindang (pohon cempaka) yang ada di sisi jalan, yang sampai mengeluarkan suara cukup keras. Tabrakan itu pun sempat menjadi perhatian dari warga setempat. Setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Sanjiwani untuk diberikan pertolongan, mengingat luka cukup serius dan dirujuk ke RS Sanglah, dalam perjalanan korban sudah tidak bernyawa lagi. Dari peristiwa itu, korban mengalami luka robek pada dahi, telapak tangan kiri robek, kaki lecet, dahi atau tempurung retak, bahu kiri patah. (kmb16)

ran pemedek yang tangkil ke pura relatif lebih rapi dibandingkan pujawali-pujawali sebelumnya. Penjagaan yang dilakukan oleh pecalang juga terkesan ekstraketat guna memperkecil kemungkinan pemedek yang ingin menerobos masuk. Kendati diwajibkan mengantre, sejumlah pemedek tampak tidak sabaran dan mencoba menerobos masuk sehingga pemandangan berdesak-desakan pun tak terhindarkan. Pada pujawali kemarin, pihak panitia menyediakan dua tetaring (tenda) besar sebagai tempat berteduh para pemedek sebelum mendapat giliran untuk melaksanakan persembahyangan. Selain itu, pihak panitia juga menyiagakan tiga unit mobil ambulans dari Puskesmas Denpasar Selatan, PMI Kota Denpasar dan FK Unwar guna memberikan perawatan kepada pemedek yang mendadak lemas dan pingsan karena tak tahan dengan cuaca panas dan pengap akibat berdesak-desakan. Sama seperti pujawali-pu-

jawali sebelumnya, sejumlah pemedek juga terpaksa digotong ke mobil ambulans oleh pecalang untuk mendapat perawatan medis karena pingsan. ''Sampai saat ini, sudah ada tiga orang pemedek yang pingsan saat ngantre karena tak tahan cuaca panas,'' kata salah seorang pecalang dan menambahkan, barisan pemedek yang sangat panjang memaksa mereka harus rela mengantre sekitar satu jam untuk mendapat giliran melakukan persembahyahan di pura. Menurut Manggala Yadnya Ida Bagus Pidada, puncak kepadatan pemedek yang tangkil ke Pura Sakenan diperkirakan akan terjadi saat Umanis Kuningan atau Minggu (23/5) hari ini. Umat yang tangkil pada Umanis Kuningan biasanya mereka yang berdomisili di luar Denpasar dan Badung. Biasanya, pemedek yang tangkil ke pura paling ramai saat Umanis Kuningan. ‘’Ida Batara nyejer selama tiga hari dan Ida Batara katurang masineb Selasa (25/5) mendatang,’’ ujarnya. (ian)

Rumah Pegawai Pajak Disatroni Pencuri

Tirtayatra dan KKL

DALAM rangka melaksanakan Tri Darma PT, mahasiswa dan dosen PSP Sejarah FKIP Unmas melakukan tirtayatra dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke sejumlah pura di Jawa. Ketua Panitia, Drs. I Ketut Laba Sumarjiana, M.Pd., Sabtu (22/5) kemarin, mengatakan tirtayatra dilakukan ke Pura Blambangan, Semeru Agung, dan Bromo. Sedangkan KKL mengunjungi sejumlah situs sejarah di Jatim, Jateng, dan Yogyakarta. KKL ini, kata Laba, penting bagi mahasiswa sebagai dasar pemahaman secara langsung objek wisata sejarah dan purbakala. Pengalaman ini juga menunjang mata kuliah sejarah lokal dan nasional serta sejarah kebudayaan termasuk pariwisata budaya. Lewat KKL ini mahasiswa mengenal lebih dekat dengan budaya nenek moyangnya untuk dihargai, dihayati, dan dilestarikan nilai-nilainya. KKL diikuti 76 mahasiswa dengan tujuh dosen pembimbing berlangsung hingga 30 Mei mendatang. (025)

SUDAH menjadi pemandangan lumrah, setiap pujawali di Pura Dalem Sakenan yang bertepatan dengan rahinan Kuningan senantiasa diluberi pemedek yang berdatangan dari seluruh penjuru Bali. Saat pujawali, Sabtu (22/5) kemarin, suasana seperti itu juga tak terelakkan. Sejak pagi, barisan umat Hindu yang ingin pedek tangkil sudah membeludak sehingga mereka wajib antre di depan pintu masuk guna ngaturang bhakti. Rangkaian upacara di Pura Dang Kahyangan yang berlokasi di Pulau Serangan itu dipuput oleh Ida Pedanda Gede Telaga dan Ida Pedanda Oka Timbul dari Griya Timbul, Sanur. Sedangkan di Pura Susunan Wadon, pujawali dipuput Ida Pedanda Putra Mas dari Griya Tegal Asah, Sanur. Sedangkan persembahyangan di Pura Dalem Sakenan kemarin dibuka setelah ilen-ilen upacara selesai yakni setelah ngaturang pakelem di Segara Karang Tengah. Berdasarkan pantauan Bali Post, mekanisme pengatu-

Bali Post/sur

PKL - Sejumlah PKL di sekitar Pura Jagatnatha menjamur saat hari raya seperti hari Kuningan, kemarin.

Hari Raya Kuningan

Umat Padati Pura, PKL Mengais Rezeki Negara (Bali Post) Umat Hindu di Jembrana merayakan hari raya Kuningan Sabtu (22/5) kemarin, dengan melakukan persembahyangan di sejumlah pura. Seperti di Pura Jagatnatha, Jembrana sejak pagi pukul 07.00 wita dipadati umat. Begitu halnya dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan momen ini untuk

mengais rezeki dengan menjajakan dagangannya. Bahkan di sejumlah lokasi depan Pura Jagatnatha yang semestinya dilarang untuk berjualan, dipakai tempat jualan para PKL. Belasan PKL dengan berbagai dagangan sejak pagi sudah berjejer menunggu di luar areal pura. Bahkan, ada pedagang yang nekat berdekatan dengan pin-

tu masuk pura. Lantaran tak ada teguran, mereka tetap santai berjualan. Tak sedikit pula umat yang membeli pada PKL-PKL tersebut seusai sembahyang. Sejumlah pemedek mengaku tidak keberatan mereka berjualan di sana. Justru mereka merasa dibantu tidak perlu jauh-jauh membeli makanan ketika merasa lapar. (sur)

Gianyar (Bali Post) Aksi pencurian di wilayah hukum Polres Gianyar makin menjadi-jadi. Sabtu (22/5) kemarin, giliran rumah salah seorang pegawai pajak, asal Sumatera, Royan Serageh (40), yang tinggal di kawasan LC Buruan Desa Buruan Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, disatroni pencuri. Sederetan kejadian dengan gerakan aksi yang berbeda-beda ini kian membuat masyarakat resah. Jajaran baju cokelat Polres Gianyar kini makin dituntut kerja keras untuk mengungkap kasus yang menjadi perhatian selama sepekan. Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Nengeh Semadi, berkaitan dengan maraknya aksi pencurian selama sepekan di Kabupaten Gianyar, selain telah mengintensifkan gerak seluruh jajaran Reskrim ke lapangan untuk memburu pelaku, pihaknya juga telah melakukan sejumlah kegiatan ritual (niskala) untuk mencari jalan dalam pengungkapan kasus. Apesnya, pelaku yang beraksi dengan telanjang serta menodongkan pedang pada korban sebagaimana terjadi di Batubulan, Desa Celuk, dan kawasan BTN Prangsada, Desa Pering, Blahbatuh. Demikian juga aksi pencurian di lokasi

BPM/dar

TKP- Polisi saat melakukan olah TKP. yang sama dan terakhir di wilayah Banjar Dauh Uma, Bitera, Gianyar masih berstatus buron. Sementara dalam kejadian pencurian di rumah pegawai pajak yang bertugas di kantor Pajak Bali Timur, pencuri diperkirakan masuk melalui pintu kamar tamu, dengan dicongkel. Kejadian pencurian diketahui sekitar pukul 05.00 wita. Sebelumnya, korban bersama dengan istrinya, Linda (35), tidur sekitar pukul 12.00 wita. Kemungkinan karena tertidur terlelap atau pelakunya beraksi menggunakan ilmu sesirep, aksi dari pelaku sama sekali tidak diketahuinya. Padahal, selain mereka

berdua dirumah tersebut juga ada anaknya Philipus Edgar Sarageh (8) dan seorang pembantu. Tak ada satupun yang terjaga melihat ada pencuri yang masuk. Dari peristiwa tersebut, barang milik korban yang hilang di antaranya laptop, sebuah jam tangan, tiga buah handphone merek Nokia, uang dalam dompet Rp 500 ribu, dan sebuah kamera. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 11. 500.000. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Blahbatuh Sabtu pagi. Tim bantek dari Polres Gianyar juga langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi kini masih melakukan penyelidikan. (kmb16)

Piodalan di Pura Luhur Pakendungan

Ribuan Umat Hindu ”Pedek Tangkil’’ Tabanan (Bali Post)Umat Hindu memadati piodalan di Pura Luhur Pakendungan jatuh pada hari Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu (22/5) kemarin, bertepatan dengan hari raya Kuningan. Berbagai rangkaian acara telah dilaksanakan. Sekitar pukul 11.30 wita, dilangsungkan upacara pengrebegan dari Puri Kediri, yang membawa keris Bendesa Sakti yang disimpan di Puri Kediri. Upacara dilanjutkan dengan ngaturang piodalan yang berlangsung pada pukul 14.00 wita. Penutupan upacara akan dilak-

sanakan hari Selasa (25/5) mendatang. Penutupan upacara piodalan atau ngelebar dilaksanakan pada pukul 20.00 wita sampai pukul 23.00 wita. Keseluruhan upacara piodalan di-puput atau dipimpin oleh Ida Peranda dari Griya Timpag Kerambitan. Ribuan umat Hindu Sabtu kemarin nangkil ke Pura Luhur Pakendungan berasal dari berbagai daerah di Bali. Pemedek sudah mulai berdatangan untuk melakukan persembahyangan pada pukul 04.00 wita dini hari. Keramaian mulai terlihat

pada pukul 10.00 wita, dan puncaknya terjadi pada pukul 14.00 wita sampai tadi malam. Piodalan di Pura Luhur Pakendungan akan berlangsung atau nyejer selama 3 hari berturutturut yaitu sampai hari Selasa mendatang. Piodalan bukan saja berlangsung di Pura Luhur Pakendungan, tetapi di Pura Batu Mejan yang lokasinya di areal Enjung Galuh yang berdekatan dengan Pura Batu Bolong dan juga piodalan di Pura Patok yang lokasinya berdekatan dengan Pura Luhur Pakendungan. (kmb14)

BPM/upi

KHUSYUK - Umat melakukan persembahyangan dengan khusyuk pada piodalan di Pura Luhur Pakendungan, Sabtu (22/5) kemarin.

z Perintis : K.Nadha, z Penanggung Jawab: ABG Satria Naradha z Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab: Wirata,Palgunadiz Redaksi: Alit Purnata, Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana, Mawa, Sri Hartini, Suana, Sueca, Sugiartha, Sutiawan, Wirya, Yudi Winanto z Anggota Redaksi Denpasar: Giriana Saputra,Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subagiadnya, Subrata, Suentra, Sumatika, Asmara Putra, Diah Dewi, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa . Bangli: Pujawan, Buleleng: Adnyana, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bali Putra Ariawan, Tabanan: Surpi. Negara: IB Surya Dharma. Jakarta: Bambang Hermawan, Nikson, Suharto Olii, Indu P. Adi, Ahmadi Supriyanto, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S. Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo. NTB: Agus Talino, Syamsudin Karim, Izzul Khairi, Raka Akriyani, Nur Haedin, Suyadnya. Surabaya: Bambang Wilianto. z Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Bagian Iklan: Suryanta, Bagian Sirkulasi: Budiarta, Marketing/Pengaduan Pelanggan: Kariawan, z Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, perbaris Rp 30.000,- Iklan Umum: < 100 mmk Rp 37.000 per mmk, >100 mmk Rp 40.000 per mmk. Iklan Keluarga/ Duka Cita: Rp 28.000 per mmk. Advertorial Rp 20.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 50.000, 4 warna Rp 58.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 15.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 60.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura. „ WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Umanis, 23 Mei 2010

SEREMONIAL

3

Pura Pratisentana Nararya Kresna Kepakisan

Dipadati Ribuan Pemedek Semarapura (Bali Post) Suasana Jalan IB Mantra di kawasan Banjar Dukuh, Desa Gelgel, Klungkung, Sabtu (22/5) kemarin, pertepatan dengan perayaan hari raya Kuningan, dipadati oleh ratusan kendaraan umat Hindu yang melakukan persembahyangan di Pura Kawitan Pratisentana Sri Nararya Kresna Kepakisan. Padatnya kendaraan ini dikarenakan banyaknya pemedek pasemetonan yang mengaturkan pesembahyangan di pura yang sejak kemarin dilangsungkan piodalan. Ribuan pemedek memadati pura yang terletak bersebelahan dengan lokasi galian C Klungkung. Banyaknya pemedek yang datang, sampai membuat antrean cukup panjang di sekitar jalan menuju pura. Meskipun padat, semua prosesi berjalan dengan lancar, di mana panitia pura menggunakan sistem kartu untuk dapat masuk melakukan persebahyangan. Ketua Manggala Pasemetonan Sri Nararya Kresna Kepakisan I Gusti Agung Putu Yadnya menyebutkan pemedek yang datang untuk melakukan persembahyangan berasal dari berbagai kabupaten di Bali. Bahkan, umat dari luar Bali, Jawa dan Lombok dalam setiap piodalan juga berkesempatan datang untuk melakukan persembahyangan kepada Ida Bhatara Kawitan. Prosesi piodalan kali ini, menggunakan ritual nyatur. Kegiatan dimulai sejak Jumat bertepatan dengan hari penampahan Kuningan. Diawali dengan mendak Ida Bhatara untuk

selanjutnya diaturkan pujawali bertepatan hari Kuningan. Prosesi piodalan dengan ngadegan Ida Batara selama empat hari. Sementara pantauan hari raya Kuningan di Kabupaten Klungkung, perayaan oleh umat Hindu dimulai dari pelaksanaan sembahyang di tempat suci keluarga. Umat yang mempunyai keluarga meninggal dan masih dikubur di kuburan desa setempat, dilakukan ritual mapepunjung. Seperti halnya di kuburan di wilayah Desa Gelgel, Klungkung, bersama dengan keluarga, mereka melakukan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan dari keluarga mereka yang masih dikubur untuk diberikan tempat yang sesuai dengan karma mereka selama ini. Prosesi sembahyang di kuburan ini, lebih pada kesan silaturahmi dengan keluarga, baik yang masih hidup maupun yang meninggal dan masih dikubur, dan belum dilakukan proses ngaben. (kmb16)

Kuningan, Tanah Lot Dibanjiri Wisatawan LIBUR hari raya Kuningan bagi umat Hindu selain diisi kegiatan persembahyangan juga dimanfaatkan warga untuk menikmati sejumlah objek wisata bersama keluarga, antara lain membanjiri Tanah Lot, Sabtu (22/5) kemarin. ‘’Masyarakat hari ini cukup banyak yang datang ke Tanah Lot. Cuaca cukup cerah sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan pantai,’’ kata Manajer Operasional Objek Wisata Tanah Lot, Kediri, Kabupaten Tabanan, I Made Sujana. Dia mengatakan, jika melihat para pengunjung yang datang, antara wisatawan asing dan domestik, baik dari warga Tabanan dan sekitarnya maupun dari luar Bali, jumlahnya hampir imbang. Mereka datang bersama anggota keluarga menggunakan roda dua dan empat. Meski wisatawan domestik membanjiri objek andalan Kabupaten Tabanan ini, namun dari data kunjungan pada minggu ketiga Mei 2010, justru terjadi penurunan dibanding periode sama tahun lalu, meski masih menyisakan satu minggu lagi untuk Mei ini. Pada Mei tahun 2008, jumlah tamu mencapai 173.991 orang, sedangkan Mei pada tahun ini baru sebanyak 89.062

orang. Demikian pula dibanding April lalu yang mencapai 170.117 orang, pada Mei ini jumlah tamu yang datang baru mencapai sekitar separuhnya. Menurut Sujana, dari para tamu yang datang, pengunjung asing masih mendominasi, dibanding wisatawan nusantara, dengan rincian tamu asing sebanyak 46.392 orang. Sementara untuk tamu domestik mencapai 42.670 orang. Ia menambahkan, secara umum tidak ada hal hal yang mengganggu kelancaran para wisatawan yang datang, demikian juga cuaca di sekitar pantai cukup bagus sehingga semakin menambah minat para pengunjung. Demikian juga dengan arus lalu lintas, baik kendaraan yang masuk maupun keluar lokasi, relatif lancar. Semua kendaraan roda dua dan empat baik mereka yang akan bersembahyang maupun akan berwisata, dapat berjalan lancar. “Minggu ini, kami perkirakan jumlah pengunjung akan lebih banyak lagi karena hari terakhir libur. Sebab Senin warga sudah mulai masuk kerja dan anak-anak sekolah mulai masuk seperti biasa,’’ ujarnya. (kmb)

Turis Ikut Lepas Tukik Denpasar (Bali Post) Ratusan turis asing yang menikmati keindahan ombak dan pasir di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (22/5) kemarin ikut melepas 51 anak penyu atau tukik jenis lekang. Begitu mendengar rencana pelepasan puluhan anakhewan langka jenis olive ridley yang belum genap berumur sehari itu, para turis ramai-ramai mendatangi tempat penetasan di kawasan pantai yang terkenal di mancanegara tersebut. Pelepasan itu juga dihadiri para tokoh masyarakat adat setempat serta lembaga ProFauna yang selama ini mendukung kegiatan penyelamatan penyu dan satwa lainnya di Bali. ‘’Semua anak penyu ini menetas tadi malam, sekarang kami lepas kembali ke habitatnya di laut,’’ kata Kepala Satgas Pengamanan Pantai I Gusti Ngurah Tresna dihubungi di sela pelepasan tukik. Tukik yang dilepas itu merupakan hasil penetasan pertama, dan telur lainnya diprediksi akan menetas pada 28 Mei ini. Sedikitnya

2.000 butir telur penyu lekang ditemukan para petugas satgas maupun wisatawan yang ada di sekitar pantai sejak April lalu. Telur-telur penyu itu ditetaskan di tempat penangkaran Sea Turtle Conservation yang berlokasi di tanah milik desa adat setempat di sebuah sarang berukuran 10 x 7 x 3 meter. Menurut Tresna, tempat penetasan dirancang khusus berbentuk penyu dan berada di pinggir pantai. Dari bangunan berbentuk penyu besar itu, di atasnya diberi pasir sebagai sarang penetasan telur. Pada bagian atap bangunan dibuatkan penutup yang bisa dibuka sewaktu-waktu, sebagai ventilasi matahari dan udara. Tresna, menyebutkan telurtelur penyu langka yang disebut juga penyu hijau itu, membutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk menetas. ‘’Sesuai komitmen kami semua penyu akan dikembalikan ke laut sebagai habitatnya untuk melestarikan hewan langka ini agar tidak punah,’’ katanya. (kmb)

BPM/dar

Persembahyangan di Pura Kawitan Pratisentana Sri Nararya Kresna Kepakisan.

Pencarian Korban Jukung Terbalik Dihentikan Denpasar (Bali Post) Tim SAR gabungan menghentikan upaya pencarian seorang lagi korban hilang akibat jukung yang digunakan memancing terbalik di perairan dekat Bulgari Hotels & Resorts Bali di kawasan Uluwatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. ‘’Karena sampai hari ketujuh korban Nyoman Bayu Pramana yang hilang terbawa arus air laut Minggu (16/ 5) belum juga bisa ditemukan, sesuai prosedur upaya pencarian kami hentikan,’’ kata kepala Seksi Operasional Basarnas Denpasar I Made Ardana, Sabtu (22/5) kemarin. Di sela-sela upaya pencarian hari terakhir itu, disebutkan bahwa pihaknya tidak lagi mengerahkan personel dengan peralatan khusus seperti perahu karet (sea reader) dan peralatan operasional lainnya, kecuali sekedar memantau situasi di lapangan lewat radio pantai. Seperti diketahui, musibah itu berawal saat korban bersama tiga rekannya menaiki sebuah jukung untuk memancing di laut, Minggu (16/5) siang. Saat memasuki perairan depan Bulgari Hotels & Resorts, ombak besar setinggi sekitar empat meter, menggulungnya hingga jukung terbalik. Selain korban Bayu yang belum ditemukan, dalam

musibah tersebut Made Riano Rama Satya Sutrisna ditemukan dalam keadaan tewas, sedangkan dua korban lainnya selamat, yakni Julius Wicaksana dan Musa Hasan. Selain telah dilakukan pencarian hingga siang hari, sebelumnya sesuai prosedur penanganan pihak SAR juga telah menyampaikan maklumat pelayaran (mapel) kepada semua kapal atau nelayan, untuk membantu mencari dan menginformasikan jika menemukan korban. ‘’Kami sudah sampaikan ‘mapel’ lewat radio pantai, sehingga sekarang tinggal memantau setiap informasi yang masuk berkaitan korban yang hilang sejak tujuh hari lalu,’’ tandasnya Ardana menjelaskan, pihaknya juga telah memberitahukan kepada keluarga korban asal Kediri, Kabupaten Tabanan itu, untuk bisa tabah dan menerima musibah tersebut seraya menyerahkan semuanya kepada Yang di Atas. ‘’Sebab kami sudah berupaya maskimal melakukan pencarian, namun kenyataannya korban belum bisa ditemukan,’’ ucap Ardana. Selain pencarian oleh tim SAR lewat jalur darat dan laut, upaya menemukan korban juga dilakukan pihak keluarga dengan mengundang paranormal dan orang “pintar” lainnya ke lokasi kejadian.

‘’Berbagai macam cara sudah dilakukan, baik secara sekala maupun niskala. Pihak keluarga memang belum bisa menerima kenyataan dan masih berharap korban ditemukan dan bisa dibawa pulang,’’ katanya. Diakuinya pula, kasus-kasus korban yang hilang digulung ombak pantai selatan Bali ini memang bukan kali pertama. Cukup banyak jasad korban yang tidak diketemukan. Meski begitu, semua pihak keluarga berharap jasad korban yang diketahui bisu tuli itu, bisa segera ditemukan dalam kondisi apa pun. Dijelaskan Ardana, sesuai pelaporan ke Basarnas Pusat, kini pencarian atas korban dilakukan dengan melakukan koordinasi dan pemantauan bersama pihak terkait seperti Polair Polda Bali, Administratur Pelabuhan (Adpel) Benoa, SROP Benoa, Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pos Pantai Labuan Sait, Kuta Selatan. ‘’Apabila nanti ada yang menemukan korban agar segera menginformasikan kepada SAR Denpasar atau pihak terkait lainnya,’’ harapnya. Meskipun tidak ada lagi pengerahan tim SAR ke sekitar lokasi kejadian, namun pencarian tetap dilakukan dengan memantau setiap informasi dan perkembangan di lapangan. (kmb)


KELUARGA

4 KESEHATAN

Penanganan Kalus dan Klavus Kalus yang dikenal dengan istilah kapalan serta klavus yang lebih dikenal sebagai mata ikan merupakan masalah yang sering terjadi dalam masyarakat. Insiden dari kalus dan klavus sulit dipastikan mengingat sebagian besar penderita cenderung tidak mencari bantuan medis. Apa Itu Kalus dan Klavus? Kalus dan klavus merupakan kelainan kulit berupa penebalan kulit yang timbul akibat tekanan mekanis atau gesekan yang hebat dan berulang. Tekanan yang berlebih tersebut dapat diakibatkan oleh, antara lain: pemakaian sepatu yang terlalu sempit, penonjolan tulang, bentuk kaki yang abnormal, dan gaya berjalan. Sesungguhnya penebalan kulit merupakan cara alami kulit untuk melindungi diri terhadap trauma mekanis dan perubahan lingkungan, namun permasalahan terjadi jika kulit semakin menebal sehingga akan menimbulkan rasa nyeri ketika berjalan atau memakai sepatu. Tekanan atau gesekan yang hebat dan berulang akan menimbulkan hiperkeratosis (penebalan lapisan korneum kulit), jika tekanan abnormal tersebut didistribusikan pada area yang luas akan terbentuk kalus, sementara jika tekanan abnormal didistribusikan terfokus pada area yang lebih sempit akan terbentuk klavus. Pada klavus terdapat inti yang keras yang akan menimbulkan rasa nyeri, terutama pada saat berjalan. Bagaimana Gejalanya? Kalus (terutama yang sangat tebal) dan klavus akan menimbulkan rasa nyeri seperti terbakar terutama ketika berjalan atau memakai sepatu. Hal ini disebabkan oleh sobekan mikro (tidak kasat mata) pada kulit yang tebal dan keras ke-

Oleh: dr. Christina Putri Wijaya tika berjalan atau memakai sepatu. Kalus sering timbul pada telapak kaki, buku-buku jari, tumit dan telapak tangan. Secara klinis akan tampak penebalan kulit yang merata, berbatas tegas dan tidak terdapat inti di bagian tengahnya. Klavus sering timbul pada bagian yang menonjol seperti sendi-sendi jari, jari kaki dan telapak kaki. Berbeda dengan kalus, pada klavus penebalan kulit tidak merata, di bagian tengah seolah-olah terdapat inti seperti kerucut terbalik, dengan alas ada di permukaan kulit dan puncaknya menuju ke dalam kulit. Terdapat dua bentuk klavus, yaitu klavus yang keras dan klavus yang lunak. Klavus yang keras biasanya timbul pada permukaan luar jari kelingking atau permukaan atas jari-jari lainnya, tetapi dapat pula timbul pada sela jari kaki, sementara klavus yang lunak biasanya timbul pada sela jari kaki. Bagaimana Cara Penanganannya? Kalus dan klavus yang tidak diobati akan menimbulkan nyeri saat berjalan. Kulit akan terus menebal dan nyeri pun semakin bertambah. Dapat pula menimbulkan luka atau bisul yang rentan terhadap infeksi, kemudian oleh karena letaknya yang berdekatan dengan persendian dan tulang penyebaran infeksi dapat mengenai sendi dan tulang (osteomyelitis dan septic artritis). Karena disebabkan oleh faktor tekanan, maka yang utama yang harus dilakukan adalah menghilangkan faktor tekanan tersebut. Penderita dapat menggunakan bantalan kaki untuk mengurangi tekanan, dianjurkan juga agar berhati-hati dalam pemilihan alas kaki

sebaiknya dipilih alas kaki yang sesuai dengan ukuran kaki (size yang tepat) dan juga memilih bentuk alas kaki yang tepat (tidak semua orang cocok mengenakan sepatu dengan ujung runcing). Untuk olahragawan dianjurkan untuk mengenakan sepatu dengan sol yang tebal serta bantalan pelapis yang empuk. Sebagai pengobatan lokal dapat digunakan zat peluruh keratin (kulit yang menebal) seperti salep asam salisilat 20-40% atau suspensi asam trikloroasetat 40 mg/ ml. Penggunaan bahan-bahan ini sebaiknya diawasi oleh tenaga medis, terutama pada penderita yang mengalami gangguan saraf tepi atau gangguan pembuluh darah. Bila anda tidak mengetahui riwayat gangguan saraf atau pembuluh darah tersebut sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter. Sebaiknya dihindari melakukan pengguntingan kalus atau klavus sendiri karena memiliki risiko infeksi yang besar. Cara praktis yang dapat dilakukan di rumah untuk kalus (kapalan) adalah dengan merendam dalam air sabun selama beberapa menit kemudian digosok menggunakan batu apung secara lembut. Untuk klavus, sebaiknya anda berkonsultasi dengan tenaga medis, karena untuk menghilangkan nyeri perlu dilakukan tindakan insisi atau eksisi total yang bertujuan untuk mengeluarkan inti klavus tersebut. Jika kalus atau klavus disebabkan oleh bentuk tulang yang abnormal atau penonjolan tulang maka harus dilakukan koreksi dengan tindakan pembedahan.

Mengenal Penyakit Asam Urat ISTILAH asam urat adalah istilah yang sudah sangat sering digunakan oleh orang-orang untuk menyatakan keluhan atau nyeri pada persendian yang dialami. Pengertian ini tidak sepenuhnya benar, karena tidak setiap keluhan pada persendian disebabkan oleh asam urat, masih banyak penyakit lain yang menimbulkan keluhan pada persendian seperti misalnya osteoartitris, rematoid artritis, septik artritis, dan lain-lain. Oleh karena itu diperlukan pemahaman lebih lanjut tentang asam urat itu sendiri. Asam urat adalah suatu bahan normal yang terdapat didalam tubuh, dan merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (komponen asam nukleat yang berfungsi sebagai penghasil energi dalam inti sel). Normalnya dua pertiga dari purin akan dikeluarkan melalui ginjal dan sepertiga sisanya dikeluarkan melalui saluran cerna. Tubuh sebenarnya sudah menyediakan 85 persen dari purin untuk kebutuhan setiap hari, sedangkan 15 persen sisanya didapat dari luar tubuh yaitu dari makanan. Makanan yang mengandung purin tinggi dapat berasal dari tanaman (bayam, bunga kol, kacang-kacangan, asparagus, melinjo) dan juga dapat berasal dari hewan (jeroan, daging kambing, ikan sarden, udang, cumi, kepiting, ikan teri). Karena hanya 15 persen purin yang harus didapat dari makanan, sebaiknya asupan makanan yang mengandung tinggi purin dibatasi agar kadar purin dan metabolitnya (asam urat) tidak melewati batas normalnya di darah. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 - 7 mg/dl dan pada wanita 2,6 - 6 mg/dl, bila kadar asam urat di darah melebihi batas normalnya disebut sebagai hiperurisemia. Hiperurisemia ini dapat disebabkan oleh peningkatan produksi asam urat dan penurunan pengeluaran asam urat dari darah, yang dapat dipengaruhi baik oleh faktor genetik maupun faktor dapatan. Faktor yang didapat seperti kelainan ginjal, tekanan darah tinggi, obat-obatan, dan berkurangnya jumlah urin dapat menyebabkan menurunnya pengeluaran asam urat dari tubuh, sehingga kadar asam urat tersebut menjadi tinggi di darah. Sedangkan kegemukan, peminum alkohol, dan makan makanan yang mengandung purin tinggi merupakan faktor didapat yang menyebabkan peningkatan produksi asam urat. Pada individu yang mengalami hiperurisemia berkepanjangan dapat menyebabkan asam urat tersebut menumpuk, mengendap dan menjadi kristal urat pada persendian dan jaringan lainnya seperti misalnya ginjal. Kumpulan penyakit yang ditimbulkan akibat kelainan dari metabolisme asam urat ini disebut dengan penyakit gout atau pirai. Manifestasi dari penyakit ini dapat berupa artritis gout (peradangan pada sendi), tofus (penumpukan kristal asam urat di kulit sekitar sendi, berupa benjolan-benjolan keras yang sering meradang), nefropati urat (kelainan ginjal akibat pengendapan asam urat), dan pembentukan batu urat di ginjal. Jadi yang sering disebut sebagai penyakit asam urat oleh masyarakat (dalam hal keluhan pada persendian) adalah artritis gout, namun untuk mengatakan bahwa seseorang telah menderita penyakit artritis gout adalah bahwa orang tersebut harus memenuhi beberapa kriteria dan memiliki perjalanan penyakit yang klasik untuk gout. Penyakit gout ini ditandai dengan serangan yang mendadak dan beru-

Oleh dr. Cok. Istri Yuliandari KK lang pada sendi yang terasa sangat nyeri, dan bila sudah parah penderita tersebut akan sulit untuk berjalan. Serangan ini kebanyakan terjadi pada malam hari. Gejala khas dari serangan gout adalah: serangan akut (terjadi tiba-tiba), pada satu sendi, terdapat pembengkakan pada sendi, merah, sulit digerakkan, terasa nyeri, panas, yang mencapai puncaknya dalam waktu kurang dari 24 jam. Serangan gout pada pertama kali biasanya mengenai sendi pangkal ibu jari kaki dan dapat berlangsung hingga beberapa hari, kemudian gejala pada persendian menghilang secara bertahap, sendi dapat kembali berfungsi, dan gejala tidak akan timbul sampai terjadi serangan berikutnya. Perjalanan Perjalanan penyakit gout ini mempunyai beberapa tahapan. Pada awalnya terjadi hiperurisemia asimtomatis, yaitu terjadi peningkatan kadar asam urat darah tanpa adanya kelainan klinis (keluhan atau gejala). Kemudian terjadi tahap artritis akut, yaitu timbul keluhan pada persendian yang sangat khas seperti yang sudah dijelaskan di atas, dan serangan tersebut akan menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 5-7 hari. Setelah serangan akut pertama tersebut, penderita akan masuk pada tahap interkritik, yaitu tahapan di antara serangan akut dan tanpa adanya keluhan. Jangka waktu timbulnya serangan antara seseorang dengan orang lain berbeda, namun rata-rata berkisar 1-2 tahun. Karena panjangnya jangka waktu tahap ini, menyebabkan penderita lupa bahwa mereka pernah menderita serangan gout sebelumnya dan menyangka serangan pertama dulu tidak ada hubungannya dengan yang sekarang. Salah satu faktor pencetus terjadinya serangan adalah perubahan kadar asam urat darah secara tiba-tiba, baik peningkatan atau penurunan yang menyebabkan perubahan konsentrasi kristal urat pada sendi atau jaringan tulang rawan sendi dengan kadar kristal urat pada cairan sendi. Perubahan ini menyebabkan melarutnya kristal urat ke dalam cairan sendi, sehingga berlanjut menjadi serangan artritis gout akut. Perubahan tersebut dapat terjadi akibat minum alkohol atau makan makanan yang mengandung purin tinggi, trauma lokal, operasi, infeksi, stres, dan pengobatan yang tidak berkelanjutan. Tahap terakhir dari perjalanan penyakit gout adalah tahap kronik, yaitu tahap di mana seseorang sudah menderita gout lebih dari 10 tahun. Pada tahap ini sendi yang terlibat sudah lebih dari satu, selain itu dapat terjadi kecacatan fungsi sendi, kelainan ginjal, dan pembentukan tofus yang dapat menyebabkan kecacatan pada bentuk sendi. Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa untuk menegakkan diagnosis dari penyakit gout tersebut adalah memenuhi kriteria tertentu, kriteria yang biasa digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit gout adalah kriteria berdasarkan â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;The American Rheumatism Association, Sub Committee on Classification Criteria For Goutâ&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; yaitu: 1. Terdapat kristal urat pada cairan sendi, dan atau 2. Terdapat kristal urat pada tofus, dan atau 3. Memenuhi paling sedikit 6 butir dari 12 kriteria: (1) peradangan memuncak dalam waktu sehari, (2) serangan pada sendi

yang akut lebih dari 1 kali, (3) serangan pada satu sendi, (4) kemerahan di sekitar sendi, (5) pembengkakan atau nyeri pada sendi pangkal ibu jari kaki, (6) serangan pada sendi pangkal ibu jari kaki unilateral (salah satu kaki), (7) serangan sendi-sendi di kaki unilateral, (8) adanya tofus, (9) hiperurisemia, (10) pada foto rontgen sendi terlihat pembengkakan asimetris, (11) pada foto rontgen sendi terlihat kista subkortikal tanpa erosi, (12) pada pada kultur cairan sendi tidak didapatkan adanya pertumbuhan kuman. Bila Anda yang memiliki masalah atau nyeri pada persendian dan telah memenuhi 6 kriteria dari 12 kriteria di atas maka dapat dikatakan bahwa Anda menderita penyakit asam urat atau arthritis gout, namun untuk lebih memastikannya temuilah dokter Anda. Kejadian penyakit artritis gout ditemukan terbanyak pada pria (90%) dan puncak serangan akut terdapat pada usia dekade kelima, sedangkan pada wanita umumnya terjadi setelah menopause. Dengan penanganan yang baik, sebagian besar penderita dapat hidup secara normal. Tujuan dari pengobatan gout adalah mengobati serangan akut, mencegah terjadinya serangan ulangan, mencegah komplikasi yang dapat terjadi seperti kecacatan sendi, kelainan jantung dan pembuluh darah, serta kelainan ginjal. Untuk penderita yang mengalami serangan akut sebaiknya menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan dan di rumah dapat dilakukan pemanasan dan mengistirahatkan sendi untuk membantu mengurangi nyeri. Pada tahap akut biasanya diberikan obat kolkisin, selain itu obatobatan antiradang non-steroid seperti indometasin, ibuprofen, natrium diklofenak, dan lainlain yang sangat membantu untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Pada kasus yang lebih berat injeksi (suntikan) intraartikular (ke dalam sendi) kortikosteroid juga dapat mengurangi peradangan. Pada stadium interkritik tidak memerlukan penanganan khusus, yang paling penting adalah tetap memantau kadar asam urat darah secara teratur, meminum air minimal 2 liter sehari, serta diet rendah purin (makan makanan yang tidak mengandung purin yang tinggi). Pada gout kronis dapat juga diberikan obat-obatan untuk menurunkan kadar asam urat darah seperti allppurinol (obat yang menurunkan produksi asam urat) ataupun obat-obatan dari golongan urikosurik (obat yang meningkatkan pengeluaran asam urat melalui air seni). Penggunaan obat-obatan ini sebaiknya atas petunjuk dokter karena penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan dan juga dapat memicu timbulnya serangan ulangan. Pembahasan di atas diharapkan dapat membantu Anda untuk memahami penyakit asam urat, karena tidak semua peradangan pada sendi disebabkan oleh asam urat dan untuk mendiagnosis suatu penyakit asam urat harus memenuhi beberapa kriteria yang sudah ditentukan serta memiliki perjalanan penyakit yang khas. (dari berbagai sumber)

MingguUmanis, 23 Mei 2010

Mengajarkan Anak-anak â&#x20AC;?Magic Wordsâ&#x20AC;? Sejak Dini IT is your attitude, not your aptitude that determines your altitude (Zig Ziglar). Ungkapan di atas dapat dimaknai dalam bahasa Indonesia bahwa posisi seseorang tidak ditentukan oleh kepandaian semata, tapi juga sikap dan tingkah lakunya dalam kehidupan sosial. Setiap orangtua tentu sangat mengharapkan putra-putrinya kelak menjadi seseorang yang memiliki masa depan yang cerah, dengan kehidupan sosial yang baik, sehingga dapat menjadi kebanggaan orangtuanya, dan juga kebanggaan bangsa dan negara. Hal yang sangat didambakan ini, tentu harus dimulai dari pendidikan sejak dini yang harus dimulai ketika anak-anak baru lahir. Seperti dikatakan filsuf dan pendidik John Locke, anak-anak usia dini bagai kertas putih bersih (tabula rasa). Hal senada tentang signifikansi pendidikan anak sejak usia dini juga dipaparkan oleh Carol Seefeldt & Barbara A. Wasik dalam bukunya yang berjudul Early Education: Three, Four, Five Year- Olds Go to School. Hal ini tentu menjadi tugas utama orangtua yang merupakan â&#x20AC;&#x153;guruâ&#x20AC;? pertama dan utama dalam kehidupan seorang anak. Komunikasi atau berbicara adalah hal pertama yang dapat diajarkan orangtua pada anaknya. Dalam berkomunikasi, kata-kata ajaib (magic words) seperti terima kasih, maaf, permisi, dan tolong harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Dengan terbiasa menggunakan kata-kata ajaib dalam berkomunikasi, anak-anak kelak akan mempunyai attitude yang baik, yang akan mendukung mereka dalam memperoleh aptitude dan altitude dalam kehidupan. Signifikansi Kata-kata Ajaib (Magic Words) dalam Kehidupan Seseorang yang terbiasa menggunakan kata-kata ajaib; terima kasih, maaf, permisi, dan tolong dalam kehidupannya, pasti lebih dihargai karena dengan terbiasa menggunakan kata-kata ajaib tersebut sesuai dengan konteks situasi berarti menghargai lawan bicaranya atau orang-orang yang berinteraksi dengannya. Mengucapkan kata-kata ajaib sesungguhnya tidaklah sulit, asalkan dibiasakan dan diucapkan dengan tulus (sincere). Signifikansi kata-kata ajaib ini dalam berkomunikasi dapat dirasakan oleh lawan bicara yang berdampak pada rasa dihargai dan dihormati. Kata-kata tersebut sangat sederhana namun dampaknya sangat luar biasa. Terima Kasih Membiasakan mengucap-

kan terima kasih tidak hanya kepada atasan atau orang yang lebih dihormati, sesungguhnya merupakan sebuah cara untuk menghormati diri sendiri dan menempatkan orang lain di posisi yang terhormat, sehingga mereka merasa dihargai dengan ucapan terima kasih kita. Maaf Ucapan maaf yang tulus dapat menghapuskan kemarahan seseorang. Kata maaf tidak hanya diucapkan saat kita membuat kesalahan yang besar, tapi dalam menyampaikan pendapat yang sekiranya bertentangan dengan pendapat orang lain pun, kata maaf akan sangat signifikan maknanya bagi lawan bicara. Kata ajaib ini juga diucapkan kepada lawan bicara tanpa memandang status sosial dan kedudukan. Permisi Setiap bahasa mengenal kata permisi, sebagai wujud permohonan izin, bahkan dalam bahasa daerah Bali, kata tabek dan sugra yang berarti permisi digunakan ketika seseorang lewat di depan orang lain yang duduk lebih rendah, sebagai wujud rasa hormat, yang dalam bahasa dan budaya Barat tidak berlaku. Kata â&#x20AC;&#x153;permisiâ&#x20AC;? juga diucapkan ketika seseorang memasuki rumah, kantor orang lain, atau sebagai tamu disaat kita mau duduk. Tolong Ketika seseorang meminta orang lain melakukan sesuatu, kesan memerintah akan membuat orang lain tidak senang. Namun, dengan kata Ă&#x2020;tolongĂ&#x2020;, lawan bicara akan merasa dihargai, dan kesan memerintah tidak akan dirasakannya. Tindakan Lebih Bermakna Dibandingkan Nasihat Ada pepatah barat mengatakan your action talks louder than your words, yang berarti bahwa memberikan contoh tindakan jauh lebih berguna dari pada hanya kata-kata atau nasihat. Untuk membiasakan anak menggunakan kata-kata ajaib (terima kasih, maaf, permisi dan tolong) dalam kehidupan sehari-hari tidak

BPM/ist

KATA AJAIB - Ucapan maaf yang tulus dapat menghapuskan kemarahan seseorang. Kata maaf tidak hanya diucapkan saat kita membuat kesalahan yang besar, tapi dalam menyampaikan pendapat yang sekiranya bertentangan dengan pendapat orang lain pun, kata maaf akan sangat signifikan maknanya bagi lawan bicara. Kata ajaib ini juga diucapkan kepada lawan bicara tanpa memandang status sosial dan kedudukan. bisa hanya dengan menasihati atau mengajarkan mereka dengan kata-kata. Tindakan orang tua akan jauh lebih signifikan maknanya dibandingkan hanya katakata. Interaksi antar anggota keluarga di dalam rumah, termasuk dengan pembantu, baby sitter atau sopir merupakan sarana yang sangat baik untuk memberikan teladan pada anak untuk membiasakan diri menggunakan kata-kata ajaib tersebut, yang sangat membantu dalam pembentukan karakter anak, yakni karakter untuk menghargai orang lain. Contoh sederhana dalam menerapkan hal ini adalah ketika anak-anak mau merapikan mainannya setelah bermain, kita ucapkan terima kasih, karena mereka telah membantu menjaga kebersihan rumah. Pada saat kita tanpa sengaja menyenggol mereka, atau membuat mereka kecewa, kita harus dengan sungguh-sungguh meminta maaf, tatap mata mereka, agar ketulusan meminta maaf dirasakan oleh mereka. Saat anak-anak bermain sambil duduk di lantai, lalu kita lewat di dekat mereka, kita katakan permisi kepada mereka, dan mintalah anak-anak mengambilkan

sesuatu yang mudah mereka kerjakan dengan kata â&#x20AC;&#x153;tolongâ&#x20AC;?. Hal ini tampaknya sangatlah sederhana, namun kalau tidak diajarkan sejak dini, terkadang kata-kata ajaib ini sering diabaikan, padahal memberikan dampak yang sangat istimewa dalam pergaulan sosial. Berikan â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Rewardâ&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; dan â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Punishmentâ&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; Untuk membiasakan anak-anak menggunakan kata-kata ajaib tersebut, orang tua harus menerapkan reward dan punishment pada mereka. Ketika mereka meminta pembantu atau baby sitter untuk membuatkan susu misalnya, berikanlah reward berupa pujian untuk kata â&#x20AC;&#x153;tolongâ&#x20AC;? yang mereka ucapkan, dan kata â&#x20AC;&#x153;terima kasihâ&#x20AC;? setelah susu diterima, agar anak semakin merasakan bahwa kata yang dia ucapkan sangat berharga bagi orang lain. Pada saat anak tanpa sengaja menjatuhkan gelas, latih anak untuk meminta maaf, walau itu tidak sengaja dilakukan. Berikan juga pujian atas kata maafnya, dan sarankan untuk berhati-hati agar hal serupa tidak terjadi lagi. Demikian juga kata â&#x20AC;&#x153;permisiâ&#x20AC;? yang disertai ketokan pintu ketika anak masuk kamar

orang tua, saudara, atau anggota keluarga lainnya, yang dilakukan anak-anak harus selalu diberikan pujian. Sebaliknya, ketika mereka lupa menggunakan katakata ajaib tersebut, berikanlah punishment kepada mereka dalam bentuk teguran. Jangan lupa mengajak semua anggota keluarga termasuk pembantu, baby sitter, sopir, untuk menerapkan hal ini. Ketika anak minta dibuatkan susu tanpa kata â&#x20AC;&#x153;tolongâ&#x20AC;?, anak harus diingatkan bahwa pembantu atau baby sitter tidak akan membuatkan mereka susu, kalau anak tidak menggunakan kata â&#x20AC;&#x153;tolongâ&#x20AC;?. Demikian juga dengan kata-kata ajaib lainnya. Kata-kata ajaib tidak sulit diucapkan, tapi terkadang menjadi berat untuk dipraktikkan, jika tidak dibiasakan dan diajarkan sejak usia dini. Mari kita ajarkan anak-anak kita sejak dini untuk terbiasa berterima kasih, mohon maaf, permisi, dan mengucapkan kata â&#x20AC;&#x153;tolongâ&#x20AC;? ketika meminta orang lain melakukan sesuatu, kepada siapa pun, tanpa pandang bulu. z zDewi Yulianti Dosen Bahasa Inggris Institut Seni Indonesia Denpasar

Otitis Media Akut (Infeksi Telinga Akut) INFEKSI telinga dapat terjadi di telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar adalah bagian telinga yang tampak. Itu termasuk keseluruhan bagian telinga yang tampak (auricle) terdiri dari tulang rawan, kulit dan daun telinga. Telinga luar juga termasuk saluran telinga dan gendang telinga (membran tympani) yaitu membran tipis yang berada di ujung paling dalam telinga luar yang membatasi telinga luar dengan telinga tengah. Telinga tengah adalah ruangan kecil yang berada tepat di belakang selaput gendang telinga. Itu secara normal berisi udara yang masuk ke area itu melalui tuba eustachius (saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga hidung belakang dan tenggorokan bagian atas). Guna saluran ini adalah menjaga keseimbangan tekanan udara di dalam telinga dan menyesuaikannya dengan tekanan udara luar, mengalirkan sedikit lendir yang dihasilkan sel-sel yang melapisi telinga tengah ke bagian belakang hidung. Otitis media adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Otitis media berdasarkan gejalanya dibagi atas otitis media supuratif dan otitis media non supuratif yang masingmasing memiliki bentuk yang cepat dan lambat. Otitis media akut (OMA) adalah infeksi telinga tengah yang bersifat akut atau tiba-tiba. Penyebab OMA dapat merupakan virus maupun bakteri. Bakteri penyebab otitis media tersering adalah Streptococcus hemolitikus, Stafilokokus aureus dan Pnemokokus. Yang perlu diingat pada OMA, walaupun sebagian besar kasus disebabkan oleh bakteri, han-

Oleh dr. G.A. Ariastuti ya sedikit kasus yang membutuhkan antibiotik. Hal ini dimungkinkan karena tanpa antibiotik pun tuba eustachius akan terbuka kembali sehingga bakteri akan tersingkir bersama aliran lendir. Anak lebih mudah terserang otitis media dibanding orang dewasa karena beberapa hal: sistem kekebalan tubuh anak masih dalam perkembangan, saluran Eustachius pada anak lebih lurus secara horizontal dan lebih pendek sehingga ISPA lebih mudah menyebar ke telinga tengah, adenoid (adenoid: salah satu organ di tenggorokan bagian atas yang berperan dalam kekebalan tubuh) pada anak relatif lebih besar dibanding orang dewasa. Posisi adenoid berdekatan dengan muara saluran Eustachius sehingga adenoid yang besar dapat mengganggu terbukanya saluran Eustachius. Selain itu adenoid sendiri dapat terinfeksi di mana infeksi tersebut kemudian menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius. Mekanisme terjadinya OMA akibat terganggunya faktor pertahanan tubuh yang bertugas menjaga kesterilan telinga tengah. Otitis media sering diawali dengan infeksi pada saluran napas seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius. Saat bakteri melalui saluran Eustachius, mereka dapat menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran menyebabkan transudasi, dan datangnya sel-sel darah putih untuk melawan bakteri. Sel-

sel darah putih akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah. Selain itu pembengkakan jaringan sekitar saluran Eustachius menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di belakang gendang telinga. Jika lendir dan nanah bertambah banyak, pendengaran dapat terganggu karena gendang telinga dan tulang-tulang kecil penghubung gendang telinga dengan organ pendengaran di telinga dalam tidak dapat bergerak bebas. Selain itu telinga juga akan terasa nyeri dan yang paling berat, cairan yang terlalu banyak tersebut akhirnya dapat merobek gendang telinga karena tekanannya. Sebagaimana halnya dengan kejadian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), otitis media juga merupakan salah satu penyakit langganan anak. Keluhan utama pada anak adalah rasa nyeri di dalam telinga dan suhu tubuh yang tinggi. Biasanya terdapat riwayat batuk pilek sebelumnya. Anak dengan OMA dapat mengalami nyeri telinga atau riwayat menarik-narik daun telinga pada bayi, keluarnya cairan dari telinga, berkurangnya pendengaran, demam, sulit makan, mual dan muntah, serta rewel. Pada orang dewasa, didapatkan juga gangguan pendengaran berupa rasa penuh atau kurang dengar. Pada bayi dan anak kecil gejala khas otitis media anak adalah suhu tubuh yang tinggi (> 39,5 derajat celsius), gelisah, sulit tidur, tiba-tiba menjerit saat tidur, diare, kejang, dan

kadang-kadang memegang telinga yang sakit. Setelah terjadi rupture (robek) membran timpani, suhu tubuh akan turun dan anak tertidur. Efusi telinga tengah diperiksa dengan otoskop (alat untuk memeriksa liang dan gendang telinga dengan jelas). Dengan otoskop dapat dilihat adanya gendang telinga yang menggembung, perubahan warna gendang telinga menjadi kemerahan atau agak kuning dan suram, serta cairan di liang telinga. Penatalaksanaan Terapi bergantung pada stadium penyakitnya. Pengobatan ditujukan untuk mengobati infeksi saluran napas, membuka kembali tuba eustachius sehingga tekanan negatif telinga tengah hilang dan mengeluarkan cairan yang menumpuk di telinga tengah pada stadium tertentu dengan myringotomy (myringotomy: insisi gendang telinga untuk mengeluarkan cairan dari telinga tengah ke telinga luar) dilakukan pada kasus-kasus khusus di mana terjadi gejala yang sangat berat, pada stadium supurasi untuk menghindari rupture (robeknya) gendang telinga. OMA umumnya adalah penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Sekitar 80% OMA sembuh dalam 3 hari tanpa antibiotik. Penggunaan antibiotik tidak mengurangi komplikasi yang dapat terjadi, termasuk berkurangnya pendengaran. Observasi dapat dilakukan pada sebagian besar kasus. Jika gejala tidak membaik dalam 48-72 jam atau ada perburukan gejala, antibiotik diberikan. Yang dimaksud dengan gejala ringan adalah nyeri telinga ringan dan demam <39ÂŚC dalam 24 jam terakhir. Sedangkan gejala berat ad-

alah nyeri telinga sedang - berat atau demam lebih 39ÂŚC. Pilihan observasi selama 4872 jam hanya dapat dilakukan pada anak usia enam bulan dua tahun dengan gejala ringan saat pemeriksaan, atau diagnosis meragukan pada anak di atas dua tahun. Untuk dapat memilih observasi, follow-up harus dipastikan dapat terlaksana. Analgesia tetap diberikan pada masa observasi. Antibiotik pada OMA akan menghasilkan perbaikan gejala dalam 48-72 jam. Dalam 24 jam pertama terjadi stabilisasi, sedang dalam 24 jam kedua mulai terjadi perbaikan. Jika pasien tidak membaik dalam 48-72 jam, kemungkinan ada penyakit lain atau pengobatan yang diberikan tidak memadai. Dalam kasus seperti ini dipertimbangkan pemberian antibiotik lini kedua. Pemberian antibiotik pada otitis media dilakukan selama sepuluh hari pada anak berusia di bawah dua tahun atau anak dengan gejala berat. Pada usia enam tahun ke atas, pemberian antibiotik cukup 57 hari. Selain antibiotik, penanganan OMA selayaknya disertai penghilang nyeri (analgesia). Analgesia yang umumnya digunakan adalah analgesia sederhana seperti paracetamol atau ibuprofen. Beberapa hal yang tampaknya dapat mengurangi risiko OMA adalah: 1. pencegahan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) pada bayi dan anak-anak, 2. pemberian ASI minimal selama 6 bulan, 3. penghindaran pemberian susu di botol saat anak berbaring, 4. dan penghindaran pajanan terhadap asap rokok. Berenang kemungkinan besar tidak meningkatkan risiko OMA.


T REND

Minggu Umanis, 23 Mei 2010

INFO

5

Tepat Merawat Rambut

RAMBUT berketombe merupakan pengelupasan kulit mati berlebihan yang terjadi di kulit kepala. Sebenarnya pengelupasan ini merupakan kejadian alami yang normal jika jumlahnya sedikit. Namun, pada sebagian orang ada yang mengalami pengelupasan secara terus menerus dan dalam jumlah besar. Bahkan diikuti dengan kemerahan, rasa gatal dan iritasi. Jika normalnya sel-sel kulit mati akan digantikan sekitar satu bulan sekali pada mereka yang memiliki kulit kepala sehat. Maka, pada mereka yang berketombe siklus ini berlangsung lebih cepat, yaitu dalam 2 - 7 hari. Alhasil, sel-sel kulit mati akan terlepas dan menumpuk dalam jumlah besar dan terjadi gumpalan berminyak, yang muncul sebagai bercak putih atau kelabu di kulit kepala. Bagaimana Menyembuhkan Ketombe. Sebaiknya beralih menggunakan produk perawatan rambut yang mengandung tea tree oil. Tea tree oil memiliki banyak manfaat. Tea tree oil mengandung antiseptik, antivirus, dan antijamur serta dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh. Selain efektif dalam menangani jerawat tanpa menimbulkan efek samping mengeringkan kulit, tea tree oil ini juga ampuh mengatasi berbagai penyakit umum, seperti flu, sariawan, sinusitis, luka dingin, infeksi jamur, kulit berminyak dan luka yang terinfeksi. Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut untuk menghilangkan ketombe: ˆ Hindari shampo yang mengandung deterjen terlalu banyak. Jika shampo Anda menghasilkan banyak busa, itu berarti shampo memiliki banyak deterjen. Sebaliknya jika busanya kurang maka deterjen yang digunakan pun sedikit. ˆ Hindari produk penata rambut yang terlalu banyak mengandung alkohol. ˆ Pijat lembut kulit kepala setiap kali Anda keramas untuk menghilangkan kulit mati. ˆ Gunakan conditioner setiap hari dan deep conditioner seminggu sekali. ˆ Dengan menghilangkan jamur, Anda akan melihat perubahan yang dramatis. Keramas secara teratur dengan produk antijamur dapat mengurangi terjadinya ketombe. ˆ Pada beberapa kasus, ketombe juga bisa disebabkan oleh nutrisi buruk akibat kekurangan mineral zinc. Antisipasi dengan menambah asupan zinc yang bisa Anda temukan dalam makanan seperti kerang-kerangan, ayam kalkun, dan kacang-kacangan. Rambut Sehat Rambut bersinar merupakan cerminan dari rambut sehat! Apakah Anda tahu bahwa semakin halus kutikula rambut, maka semakin bersinar rambut akan terlihat? Ketika kutikula rambut rusak, cahaya akan diserap ke dalam celah rambut yang rusak dan membuat rambut terlihat kusam. Oleh karena itu, Anda perlu mengisi celah tersebut dan menggunakan teknik yang tepat untuk melembutkan kutikula agar rambut tampak bersinar. Berikut langkah sederhana yang dapat membantu Anda mendapatkan rambut bersinar. Sebelum Anda mendapatkan rambut berkilau, Anda perlu membersihkan rambut dari semua kotoran yang berasal dari produk rambut yang terkumpul dari waktu ke waktu. Gunakanlah deep cleansing shampoo seminggu sekali. Mulailah dengan mengaplikasikan conditioner lalu lanjutkan dengan mengaplikasikan deep cleansing shampoo hanya pada akar rambut, lalu bilas rambut dengan air dingin untuk membantu melindungi dan melembutkan kutikula. Aplikasikan serum anti-frizz. Pastikan Anda menelusuri seluruh helaian rambut pada saat mengaplikasikannya dengan menggunakan sisir bergigi halus. Ini akan memastikan celah-celah rambut terisi moisture pada saat Anda mulai mem-blowdry. Selesaikan tahap ini dengan mengaplikasikan volumizing spray agar rambut terlihat lebih bervolume. Gunakan blow-dryer dengan aliran udara mengarah ke bawah. Akhiri dengan mengeringkan rambut Anda dengan hair dryer bertemperatur dingin, lalu aplikasikan spray hine spray or frizz serum untuk hasil akhir yang berkilau. Aplikasikan frizz-serum atau shine curl-enhancing spray/cream pada helai rambut yang basah. Gunakan sisir bergigi lebar untuk mengaplikasikan serum, karena ini akan membuat kutikula mudah ditaklukkan dan menjadi lebih lembut. Pastikan Anda menelusuri seluruh helaian rambut pada saat mengaplikasikannya. Ambil sedikit helaian rambut, lalu lilitkan dan putar pada jari Anda. Lakukan pada semua helaian rambut hingga membentuk ikal yang seragam. Akhiri dengan mengeringkan rambut menggunakan diffuser atau cukup angin-anginkan dan biarkan kering dengan sendirinya, agar rambut terhindar dari kerusakan akibat panas yang dikeluarkan diffuser. (con)

MODE Dress untuk Remaja SAYA akan menghadiri from night party dan rencananya akan memakai dress. Menurut Tjok Abi, model apa yang kira-kira cocok untuk remaja seperti saya yang mempunyai tinggi ± 170 cm dan bagian leher agak jenjang. Ina, Denpasar

Rubrik “Mode” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki hobi desain atau punya problem seputar busana. Kirimkan ke Redaksi Bali Post (Jl. Kepundung 67A Denpasar 80232) atau Tjok Abi de Galuh Boutique Jl. Moh. Yamin VII/19 Renon - Denpasar Telp./ Fax: (0361) 242187 Telp.: (0361) 7891147

KUPON

Untuk Ina, saya coba buatkan mini dress dengan model halter-neck yang diberi aksen ruffles agar terlihat lebih glamour. Pada bagian pinggang, Anda juga dapat menambahkan belt atau oby yang akan mempercantik penampilan Anda. Selamat mencoba!

BPM/ist

Scarf si Cantik yang Trendi BAGI Anda yang hobi bergaya, salah satu item yang tidak bisa ditinggalkan sebagai kostum wajib adalah scarf. Meski beragam aksesoris banyak ditawarkan tetapi dengan scarf Anda bisa mengkreasikan gaya Anda. Tapi sebaiknya Anda pilih scarf secara tepat agar penampilan Anda tetap terlihat chic dan apik. Pilih scarf yang terbuat dari bahan katun dan tipis. Tapi jika cuaca berangin maka scarf yang tidak terlalu tipis akan lebih cocok. Jika Anda ingin mengenakan scarf untuk pergi ke kantor maka Anda bisa memilih bahan yang sedikit solid dengan warna-warna dasar agar terkesan lebih formal. Tetapi jika Anda ingin menghadiri suatu acara resmi maka Anda bisa leluasa berkreasi dengan menambahkan aksesoris pada scarf. Yang perlu Anda perhatikan adalah saat Anda ingin menambahkan aksesoris, sebaiknya pilih corak scarf yang tidak terlalu ramai. Sedang untuk acara santai Anda bisa bebas memilih scarf motif apa pun. Akan lebih baik jika Anda memilih motif yang polos bila busana yang Anda kenakan cukup padat dengan motif. Warna merupakan salah satu yang harus bisa Anda mainkan dan kreasikan. Cobalah Anda sesuaikan scarf dengan nuansa warna busana Anda. Perhatikan gradasi warna agar tidak melenceng jauh dari busana, yaitu hanya berbeda satu tone warna. Ukuran juga penting saat Anda ingin mengkreasikan penampilan Anda. Ukuran paling ideal adalah 115 cm x 115 cm. Bagi Anda yang memiliki tubuh yang besar maka Anda

bisa kenakan scarf bujursangkar dengan sisi 125 cm. Aksen dan detail, jika Anda mengenakan kerudung polos maka Anda bisa kenakan bros berkilau. Gaya Scarf atau yang sering disebut syal merupakan salah satu fashion item yang wajib dipunyai wanita untuk alternatif gaya. Benda yang satu ini memang bisa mengubah penampilan sederhana Anda menjadi lebih chic. Scarf bisa menyulap penampilan Anda ke kantor menjadi lebih gaya. Untuk menyiasati setelan baju kantor yang polos, kenakan scarf berwarna atau yang bermotif. Anda bisa memilih warna dan motif senada ataupun yang kontras. Bentuk dan motifnya yang sangat beragam membuat scarf bisa dikenakan untuk gaya apa saja. Cara mengenakannya pun suka-suka Anda. Bisa dililit atau dilingkarkan di leher, bisa juga disampirkan di bahu. Perlu Anda ketahui, bagi Anda yang berleher pendek, jangan melilitkan scarf hingga menutupi leher. Cara itu akan membuat leher makin tampak pendek. Lingkarkan saja dan biarkan leher tetap terlihat. Selain untuk ke kantor, scarf juga sangat fleksibel dikenakan di berbagai acara, baik formal maupun informal. Padu padankan saja dengan gaya busana yang Anda kenakan. Untuk berjalan-jalan, misalnya ke mal atau ke acara arisan, pilih scarf yang trendi dengan motif cerah. Sesuaikan dengan gaya pakaian Anda. Anda juga bisa memakai scarf untuk ke pesta. Agar penampilan ke pesta terlihat lebih mewah, Anda bisa memilih scarf dengan bahan-bahan seperti satin sutra, organdi, dan sebagainya. Sematkan bros serasi sebagai aksen utuk

penampilan lebih elegan. Mereka tentu tidak sembarangan ikut-ikutan mengenakan scarf hijau seperti yang dipakai Rebecca. Para pembaca tahu, Rebecca adalah seorang shopaholic yang pastinya melek mode terbaru. Scarf adalah must have item dalam dunia fesyen saat ini. Bukan saat ini saja scarf menjadi tren. Setiap tahun, tren scarf selalu muncul. Namun variasi pemakaiannya dan coraknya saja yang berbeda. Tahun lalu misalnya, scarf yang naik daun adalah yang bermotif kotak-kotak. Scarf seukuran sapu tangan berbahan licin menjadi aksesoris yang melingkar ketat di leher wanita. Tahun ini pula scarf panjang yang disampirkan begitu saja di leher juga tampak menjadi paduan yang tepat untuk loose shirt. Tapi tunggu dulu. Bukankah scarf kotak-kotak itu keffiyeh? Lalu scarf panjang itu selendang? Ya, di Indonesia scarf memang memunyai banyak istilah. Keffiyeh, selendang, pashmina dan syal secara global disebut dengan scarf. Intinya sehelai kain yang difungsikan sebagai aksesoris pelengkap berbusana. Pada mulanya scarf identik dengan pakaian keagamaan. Dalam agama Islam, scarf adalah hijab. Kerudung untuk menutupi aurat wanita. Sementara untuk para pria muslim, maka yang lazim dikenakan adalah keffiyeh. Dalam ajaran agama Katolik, scarf merupakan kain penutup kepala yang melambangkan kesucian. Kita juga sering menjumpai scarf sebagai seragam. Beberapa sekolah mewajibkan siswanya melingkarkan scarf di balik kerah bajunya. Biasanya scarf sebagai seragam merupakan lambang sekolah. Sama halnya perusahaan penerbangan yang melengkapi busana para pramugarinya dengan

scarf. Pramuka juga demikian. Mengenakan scarf sebagai lambang senioritas dan asal gugusan. Scarf kemudian berkembang tak hanya menjadi bagian dari cara berpakaian umat beragama, dan seragam, tapi juga difungsikan untuk menghangatkan tubuh. Pada cuaca dingin, memang melilitkan scarf adalah cara paling efektif untuk memberikan rasa hangat pada tubuh. Maka scarf dari bahan wool tebal mulai muncul. Namun scarf tebal berbahan wool ini adakalanya diidentikan dengan nenek-nenek. Ya, kita memang sering menjumpai nenek-nenek melilit lehernya dengan scarf dari bahan wool tebal. Nah, scarf sebagai bagian dari fesyen baru muncul ketika para aktris mengenakan itu di film-film Hollywood. Adalah Greta Garbo dan Grace Kelly yang kerap tampil menggunakan scarf di film-filmnya. Grace Kelly dalam salah satu adegan di film It Takes A Thief tampak melingkarkan scarf baby pink di lehernya. Kemudian ada pula Faye Dunaway dalam film Bonnie and Clydel tahun 1967 mengenakan scarf persegi yang dilipat membentuk segitiga. Cara mengikat scarf semacam ini yang kini kembali jadi tren. Bentuk Scarf yang awalnya hanya berbahan katun, semenjak itu mulai kaya akan material. Selain katun, bahan seperti sutra, rayon, wool bahkan nilon sintesis digunakan sebagai material pembuat scarf. Di samping bahan yang beragam, scarf juga mempunyai bentuk dan ukuran yang bervariasi. Mulai dari kotak, persegi panjang, hingga segitiga. Coraknya pun tak kalah menarik. Motif-motif nan eksotis hingga batik. Dan sebagai variasi, beberapa scarf diberi rumbai-rumbai atau manik-manik

di setiap sudutnya. Scarf ibarat cipratan cat di kanvas yang polos. Yang memberi warna kehidupan pada kanvas. Scarf mampu menjadikan penampilan kita lebih menarik. Pakaian jenis apa pun bisa dikombinasikan dengan scarf. Kaos putih polos paling mudah untuk dikombinasikan dengan berbagai macam scarf. Dengan scarf sutra bercorak eksotis, penampilan kita akan terlihat klasik. Jika melilitkan scarf panjang bermotif leopard misalnya, maka gaya kasual yang akan muncul. Ber-scarf ria ke tempat kerja pun tak ada salahnya. Sebaiknya memang memilih scarf sutra atau scarf berbahan licin lainnya. Ukurannya cukup yang kecil sehingga hasil ikatannya tidak menjuntaijuntai yang bisa menimbulkan kesan kurang formal. Ada banyak cara mengaplikasikan scarf. Penting bagi kita untuk mengetahui beragam cara mengikat scarf. Dengan simpul yang berbeda maka gaya kita pun akan berbeda. Siapa wanita di dunia ini yang pandai menggunakan scarf? Wanita Paris jawabannya. Memakai scarf sudah menjadi aksesoris wajib yang dikenakan setiap hari oleh para mademoisel Paris. Karena sudah menjadi kebiasaan, maka jangan heran jika wanita Paris ahli dalam merangkai, menyimpul, mengikat scarf dalam berbagai gaya. Slip Knot Pertama lipat scarf menjadi dua bagian. Letakkan scarf yang dilipat itu di leher. Masukkan sisi dimana kedua ujung scarf bertemu ke lubang hasil lipatan. Kencangkan sebatas leher. Gaya slip knot ini paling cocok di saat udara dingin karena scarf membalut tebal leher kita. Bow Tie. Bentuknya seperti ikatan

Pinggul Seksi, Kenapa Tidak? KEBANYAKAN wanita ingin tampil seksi namun pengertian seksi itu sendiri sering diartikan salah. Tampil seksi bukan berarti tanpa busana atau minim busana namun dengan menggunakan busana yang pas dan sesuai bentuk tubuh maka tubuh akan nampak lebih seksi apalagi bagi wanita yang memiliki pinggul dengan bentuk proporsional. Ingin memiliki pinggul seksi? Berlatih dengan rutin setiap pagi sebelum berangkat beraktivitas akan sangat bermanfaat seperti yang dilakukan ibu Nilawati dari Lala Studio Celuk. Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post (Jl. Kepundung 67A Denpasar 80232) atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio (Jl. Veteran 66 E,Puri Satria Denpasar, telp. (0361) 283226) Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop. Kupon

Gb I: Posisi berlutut dengan kedua telapak tangan di pinggang dan badan tegak. Turunkan badan sedikit namun tidak sampai menyentuh kaki, tahan 2x8 hitungan setelah itu tegakkan kembali dan ulangi hingga 4 kali.

Gb II: Posisi duduk di lantai dengan kedua lutut ditekuk dan dibuka seperti yang nampak pada gambar. Kedua telapak tangan memegang kedua kaki dan condongkan badan jauh ke depan lalu tegakkan kembali. Ulangi gerakan hingga 4x8 hitungan dan pastikan saat mencondongkan badan ke depan posisi punggung tetap lurus dan jangan membungkuk.

Gb III: Tetaplah dengan posisi duduk di lantai, kedua lutut ditekuk dan tutup rapat kedua lutut, badan tegak dengan kedua lengan lurus. Rebahkan kedua lutut ke arah kanan dan kiri bergantian pada hitungan 3x8 maka akan terasa latihan pada pinggul.

Gb IV: Ambillah posisi tidur miring seperti yang nampak pada gambar, kaki kanan lurus selonjor pada lantai sedangkan kaki kiri ditekuk dan lutut menyentuh lantai sedangkan posisi badan tetap tegak. Setelah itu lakukan juga pada kaki satunya dengan cara yang sama pula.

Dengan berlatih untuk pinggul secara rutin maka pinggul seksi jadi milik Anda serta salam bugar dari Lala Studio.

tali sepatu. Caranya cukup lingkarkan scarf di leher lalu ikat dan simpul pita. Reverse wrap-a-round Atau sebut saja gaya berantakan. Berantakan namun tetap keren. Untuk gaya ini maka pilih scarf yang panjang dan berumbai untuk memberikan kesan berantakan. Caranya dengan melingkarkan scarf di leher. Kemudian kedua sisinya disampirkan ke punggung. Ingat jangan terlalu mencekek leher. Buat agak longgar sedikit. Lalu kedua sisi itu dikembalikan ke depan. Usahakan agar panjang kedua sisi tidak simetris. The Straight Hang Gampang, cukup gantung scarf di leher. The Cowboy Collar Lipat scarf bentuk persegi menjadi segitiga. Apitkan di antara kerah baju dan ikat sederhana. Twist Tie Gunakan scarf panjang. Gulung sekeliling leher hingga scarf memendek. Sisanya diikat sederhana. Shoulder Tie Ikat dengan ikatan yang besar tepat di salah satu sisi pundak. Side Note Ini cara yang paling sederhana. Satu sisi di biarkan menjuntai di depan, sisi lainnya disampirkan ke belakang pundak. Loop-D-Loop Seperti Twist Tie namun gulungan dibuat agak longgar sampai dada. Reverse Knot Lingkarkan scarf ke belakang. Lalu kedua ujungnya ditarik kembali ke depan. biarkan menjuntai di dada. (osi-berbagai sumber)


DIMENSI

6 RAMALAN

BINTANG

Minggu ini meskipun masih ada kesulitan atau mengalami rugi, Anda harus berpenampilan gembira, murah senyum agar orang lain tidak mengetahui beban penderitaan Anda. Sabar dan tetap tekun akan mengatasi segalanya. Kegiatan sosial dihentikan, dialihkan membenahi keluarga. Asmara: Jangan stres kalau apa yang Anda harap tidak berhasil. Dengan kerja keras, bersusah payah untuk mencapai cita-cita luhur bakal keturutan. Keuntungan semakin melimpah, persahabatan semakin menambah wawasan yang kerja sama. Mulailah menabung untuk persiapan hari tua. Keluarga perlu diingatkan, tidak perlu ikut campur urusan orang lain. Asmara: Tidak perlu dibahas secara detail, nanti juga akan baikan lagi. Sesuatu yang pernah tertunda karena ada kendala, minggu ini bisa dirintis kembali. Ada orang yang baik hati, mau membantu rencana itu. Tunjukkan kesungguhan Anda, rajin dan konsekuen. Jangan bimbang ragu. Keluarga jangan minta yang muluk-muluk, sewajarnya saja. Asmara: Untuk mengembalikan kemesraan, berilah kejutan yang Doi senangi. Masalah lama akan muncul kembali. Siapkan berkas-berkas penting, agar tidak mengacaukan program Anda yang sekarang ini sedang dikerjakan. Selesaikan secara damai, ajaklah bersahabat dan bila perlu didampingi penasihat. Keluarga diajak mengadakan syukuran selamatan makan-makan. Asmara: Bersikaplah tegas kalau Doi minta yang anehaneh. Akan ada berita bagus, namun jangan lepas kontrol. Simpan dulu yang tenang dan menyusun kegunaannya. Buatlah kejutan setelah berhasil, biar banyak yang terheran-heran. Bersahabatlah dengan orang jauh. Keluarga terharu melihat Anda kok bisa. Bersyukurlah dengan sembahyang bersama. Asmara: Menghadapi banyak pikiran, harus diselesaikan satu per satu. Dengan adanya peristiwa yang lalu-lalu, sekarang Anda sudah bisa melihat dan ambil kesimpulan. Mana kawan dan mana lawan. Suasana dan situasi minggu ini belum stabil, Anda harus tetap hati-hati dalam melangkah. Keluarga masih ada susah, ada senang, jangan cari ruwet sendiri. Asmara: Masih meragukan, jangan serius dulu. Harus dikontrol/diselidiki. Perlahan tetapi pasti, jangan ngoyo menforsir diri. Saatnya Anda memperhatikan kesehatan badan. Kehidupan mulai menurun, yang lapang dada, satu per satu dikerjakan hingga tuntas. Bila perlu minta bantuan tenaga yang terampil. Keluarga jangan banyak menuntut. Carilah kesibukan yang menguntungkan. Asmara: Belajarlah lebih sabar dan mau mengerti perasaan doi. Ada kemungkinan minggu ini pergi jauh. Di sana banyak wawasan baru, bisa tukar pikiran dengan orangorang yang sudah berhasil, mengadakan kerja sama. Bintang keberuntungan sudah bersinar, jangan ragu-ragu. Banyak harapan keluarga yang belum terwujud. Ajaklah berjuang. Asmara: Persoalan yang Anda hadapi tidak bisa diselesaikan sendiri. Kalau masih punya angan-angan, susunlah rencana, aturlah waktu dan dananya dari mana, kemudian segera dilaksanakan saja, banyak yang mendukung atau bisa diajak kerja sama. Mintalah saran dari ortu. Keluarga harus menolak orang-orang yang hanya bikin repot. Asmara: Anda harus bisa menyimpan rahasia. Tidak semua harus diceritakan pada sahabat. Tugas atau pekerjaan yang Anda hadapi, mulai menjemukan. Kalau hal tersebut tidak segera diatasi, bisa jadi pemalas, berpikir pun jadi tumpul. Bisanya hanya uringuringan tanpa sebab. Cepat berkonsultasilah pada pakarnya. Sementara keluarga biar berdikari. Asmara: Anda harus belajar dari orang lain. Menutup diri, diam, itu berbahaya. Sebaiknya dalam minggu ini jangan menambah beban, membikin hal-hal baru dan jangan menerima tugas baru. Mengadakan pembenahan dulu. Sebab untuk menjadi orang besar, pondasi kehidupan harus mapan dan kuat. Keluarga juga diajak kerja bakti bersih-bersih rumah dan pekarangan. Asmara: Carilah hawa segar, adakan perubahan, tidak membicarakan orang lain. Jauhkan perselisihan, atasi segala masalah yang datang. Cari solusi jangan emosi. Apabila yang Anda lakukan sudah baik, kok hasilnya tidak memuaskan, jangan frustrasi. Semua itu merupakan ujian hidup untuk bisa naik derajad. Keluarga juga diminta kesabarannya, ikut mendoakan. Asmara: Bintang sedang gelap, jangan diharap dan jangan memaksakan diri.

Diasuh Oleh

Putri Wong Kam Fu Berlaku:

22 s.d. 29 Mei 2010

Minggu Umanis, 23 Mei 2010

Pemujaan Tri Murti untuk Mengendalikan Perubahan Utpati sthiti linakyam Lokanang kreta karanah Anadhi madhyani dhanah. Sarve garudha vahanah. (Bhuwana Kosa.IV.33) Maksudnya: Tuhanlah yang menciptakan seluruh alam, Tuhan sebagai perwujudan utpati , sthiti d a n p ra l i n a ya n g t a n p a awa l , pertengahan dan akhir. Beliau semuanya mengendarai garuda. MENURUT keyakinan Hindu, hanya Tuhan yang kekal abadi tidak kena hukum perubahan. Semua ciptaan Tuhan tidak ada yang langgeng di alam semesta ini. Semua ciptaan Tuhan kena hukum Tri Kona yaitu utpati, sthiti dan pralina yaitu tercipta atau lahir, hidup dan lenyap tanpa bentuk. Menurut Bhuwana Kosa IV.33 yang dikutip di atas yang menciptakan hukum Tri Kona; utpati, sthiti dan pralina itu adalah Tuhan sendiri. Ini artinya tidak ada ciptaan Tuhan yang luput dari proses utpati, sthiti dan pralina. Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna memiliki harapan dalam hidupnya agar dapat mengikuti proses lahir hidup dan mati dengan baik, benar dan wajar. Artinya dalam proses lahirnya berjalan dengan benar dan baik dan wajar. Demikian juga dalam menjalani kehidupan di bumi ini dapat dilakoninya dengan baik, benar dan wajar juga. Demikian juga saat mengakhiri hidupnya di bumi ini juga berjalan dengan wajar-wajar tanpa masalah. Misalnya tidak mati salah pati atau ngulah pati. Harapan hidup manusia agar bisa mengikuti proses utpati, sthiti dan pralina dengan sebaik-baiknya salah satu caranya dengan memuja Tuhan sebagai Tri Murti yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa. Hal inilah yang menyebabkan semua sekte atau sampradaya dalam tradisi Hindu mengenal adanya pemujaan pada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Tri Murti. Untuk menciptakan sesuatu yang patut diciptakan dipujalah Tuhan sebagai Dewa Brahma. Untuk memelihara dan melindungi sesuatu yang patut di pelihara dan dilindungi di pujalah Tuhan sebagai Dewa Wisnu. Demikian juga untuk menghilangkan atau mempralina sesuatu

Oleh I Ketut Wiana yang sepatutnya di-pralina dipujalah Tuhan sebagai Dewa Siwa atau Iswara. Artinya perubahan hidup di bumi ini dari utpati, sthiti dan pralina diharapkan berjalan dengan baik, benar dan wajar. Pemujaan Tuhan sebagai Tri Murti adalah sebagai usaha untuk menyukseskan hidup dalam wujud niskala. Usaha niskala itu tidaklah lengkap tanpa usaha sekala. Tuhan sebagai Dewa Tri Murti di samping sebagai pencipta hukum Tri Kona juga sebagai dewa penuntun umat manusia dalam mengendalikan tri guna-nya. Dalam Bhagawad Gita XIV.5 ada dinyatakan bahwa tri guna ini berasal dari prakerti kalau tidak ditata dengan baik dapat menyelubungi kesucian atman sebagai unsur purusa. Kesucian atman tidak dapat mencerahkan perilaku manusia mewujudkan kesucian atman di bumi ini. Karena itu dalam berbagai ajaran sastra suci Hindu banyak dijumpai ajaran untuk menata dinamika tri guna ini agar manusia dapat meraih hidup sejahtera lahir batin. Dalam Matsya Purana 53.Sloka 68 dan 69 ada dinyatakan bahwa Dewa Wisnu adalah Tuhan dalam manifestasinya sebagai penuntun manusia mengendalikan guna sattwam. Dewa Brahma sebagai penuntun manusia mengendalikan guna rajah dan Dewa Siwa sebagai penuntun manusia mengendalikan guna tamas. Bhgawad Gita XIV.9 menyatakan bahwa kalau guna satwam yang dominan dalam diri maka orang akan mendapatkan kehidupan yang bahagia. Kalau guna rajah yang dominan maka orang akan mampu bekerja keras. Kalau guna tamas yang menguasai diri seseorang maka kebijaksanaannya akan tertutup. Dalam Pustaka Tattwa Janyana 7 dinyatakan bahwa kalau guna sattwam yang menguasai pikiran (citta) maka ia menjadi orang yang bijaksana, tahu akan apa yang disebut patut dan tidak patut, baik caranya bertingkah laku, meskipun ia bertenaga ia tidak kasar, tidak berkata asal berkata dan bersikap hormat. Sedangkan kalau guna rajas yang berkuasa maka alam pikiran-

nya sering goncang, bergerak serba cepat, tergesa-gesa, mudah panas hati, congkak, iri hati, mudah tersinggung, suka usil. Bila guna tamas yang melekat dalam alam pikiran maka orang itu akan malas, pengotor, kuat makan, suka tidur, dungu, besar birahinya, iri hati, amat bernafsu, loba dst. Dalam Pustaka Wrehaspati Tattwa 21 menyatakan bahwa kalau guna sattwam dan guna rajas sama-sama kuat menguasai pikiran (citta) maka guna sattwam menyebabkan orang senantiasa berniat baik berdasarkan dharma dan guna rajas membuat orang berbuat baik mewujudkan tujuan dharma itu. Orang yang demikian itupun akan mencapai sorga. Pustaka Wrehaspati Tattwa 22 menyatakan bila guna sattwam, rajas dan tamas sama-sama kuat menguasai pikiran maka orang itupun akan terus menjelma sebagai manusia ke bumi ini. Untuk mencapai sorga manusia harus terus menerus dalam penjelmaan sebagai manusia di bumi ini berusaha menyeimbangkan kekuatan guna sattwam dan rajas untuk menguasai pikirannya. Dengan demikian ia akan konsisten berniat baik dan juga berbuat baik secara nyata berdasarkan dharma. Karena itu pemujaan Tri Murti dalam tradisi Hindu di Bali bukan untuk menyelesaikan konflik antarsekte Hindu di Bali. Karena tidak ada bukti sejarah bahwa sektesekte (sampradaya) Hindu di Bali pernah konflik. Apa lagi pada abad ke-11 Masehi Raja Udayana dan permaisurinya beda sekte tetapi raja suami istri itu rukun memimpin Bali. Raja menganut Budha Mahayana sedangkan permaisurinya menganut Siwa Pasupata. Mpu Kuturan menganjurkan pendirian Kahyangan Tiga sebagai media pemujaan Tri Murti bukan untuk mengatasi sekte yang konflik, karena tak ada sekte yang konflik. Pendirian Kahyangan Tiga dianjurkan untuk mengendalikan perubahan utpati, sthiti dan pralina itu agar dilakukan oleh orang-orang yang tri guna-nya terkendali juga. Dengan demikian perubahan di setiap desa pakraman akan senantiasa mengarah pada perubahan berdasarkan dharma dan untuk dharma pula.

„MIMBAR AGAMA

Al-Qur’an, Tak Sekadar Dibaca Adalah memprihatinkan apaRedaktur bila masih ada Khusus kalangan umat Islam yang menMIMBAR ganggap memperlakukan AlISLAM Qur’an hanya dibaca semata. H. Kusnadi Kendati aktivitas membaca AlQur’an digolongkan sebagai ibadah, karenanya mendapatkan pahala, namun bukan berarti kitab suci itu diturunkan hanya sekadar untuk dibaca tok! Al-Qur’an diturunkan untuk dipelajari kandungan maknanya, kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman utama dalam pengabdian (ibadah) kita kepada Allah SWT. Karenanya bisa dipahami apabila kita pun diperintah untuk mengkaji (tadabbur) kitab suci yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa itu, termasuk bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah yang ada di Nusantara ini. “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka, dan supaya mereka memikirkan (isinya).” (Q.S. anNahl [16]: 44). “Maka apakah mereka tidak memperhatikan (memikirkan) Al-Qur’an, atau hati mereka terkunci?” (Q.S. Muhammad [47]: 24). Kedua ayat tersebut, mestinya menyadarkan diri kita yang selama ini bisa saja telah lalai, malas, atau mungkin enggan mempelajari Al-Qur’an sebagai pedoman untuk meraih kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat kelak. Tadabbur Al-Qur’an memang telah diperintahkan. Sebagaimana perintah lainnya, manakala tidak dilaksanakan, tentu ada sanksinya. Sebaliknya, apabila dilaksanakan, jelas ada “bonusnya”. Di antara sanksi yang ada, jika kita mengabaikan perintah mempelajari (berusaha memahami) AlQur’an, adalah mendapat ancaman siksa (Q.S. 7: 179). Juga akan diberi kehidupan yang sempit di dunia dan di akhirat (Q.S. 20: 124). Sebaliknya, apabila kita menaati perintah membaca dan mempelajari kitab suci itu, maka akan mendapatkan sejumlah “bonus” kebaikan, yang tidak saja dapat dinikmati di dunia ini, juga di

alam kubur dan di negeri akhirat. Bahkan, manakala membaca dan menelaah AlQur’an kita barengi dengan tetap mendirikan shalat dan berinfak seMusthofa cara istiqomah (konsisten), dijamin kita tidak akan mengalami kerugian dalam kehidupan di dunia dan di akhirat (Q.S. 35: 29). Kini berpulang kepada diri kita sendiri, apakah kita bersungguhsungguh ingin meraih kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat, atau kita memilih menjauhi AlQur’an dengan risiko sebagaimana diuraikan tadi? Ajakan untuk akrab dan melakukan tadabbur Al-Qur’an, sebagaimana dilakukan oleh sejumlah ulama kita, sungguh layak disambut dengan rasa syukur. Ustadz Yusuf Mansyur, misalnya, yang kini sedang giat memprakarsai gerakan Indonesia Menghafal (Al-Qur’an), sungguh layak mendapatkan dukungan kita semua. Begitu juga Gerakan Nasional Tadabbur Al-Qur’an yang diprakarsai oleh Ustadz Bachtiar, sudah seyogianyalah kita dukung bersama yang, mudah-mudahan memberikan kontribusi yang signifikan bagi upaya mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari. Workshop Gerakan Nasional Tadabbur Al-Qur’an di Bali, Sabtu kemarin (22/5)) di Denpasar diprakarsasi oleh David Scherer, seorang muslim keturunan Amerika, yang bekerja sama dengan Ust. Bachtiar dari Yayasan Ar-Rahman Jakarta dan Ust. H.M. Fauzi dari Yayasan Anak Emas Denpasar. ‘’Kita khawatir jika umat Islam hanya membaca Al-Qur’an namun tanpa berusaha memahaminya,’’ ucap Scherer. Betapapun kita berharap, kegiatan seperti itu pada akhirnya akan dapat memberikan andil yang besar dalam memahamkan umat Islam terhadap Al-Qur’an yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan kasih sayang (silaturrahim) di antara sesama manusia, perlunya saling bekerja sama dalam kebaikan dan pentingnya menebarkan kasih sayang bagi seluruh penghuni alam ini. Semoga.

Topeng, Menggambarkan Watak dan Kebijakan TOPENG berarti penutup muka yang terbuat dari kayu, kertas, kain dan bahan lainnya dengan bentuk yang berbeda-beda. Dari yang berbentuk wajah dewa-dewi, manusia, binatang, setan dan lain-lainnya. Di Bali topeng juga adalah suatu bentuk dramatari yang semua pelakunya mengenakan topeng dengan cerita yang bersumber pada cerita sejarah yang lebih dikenal dengan Babad. Dalam membawakan peran-peran yang dimainkan, para penari memakai topeng bungkulan (yang menutup seluruh muka penari), topeng sibakan (yang menutup hanya sebagian muka dari dahi hingga rahang atas termasuk yang hanya menutup bagian dahi dan hidung). Semua tokoh yang mengenakan topeng bungkulan tidak perlu berdialog langsung, sedangkan semua tokoh yang memakai topeng sibakan memakai dialog berbahasa Kawi dan Bali. Tokoh-tokoh utama yang terdapat dalam dramatari topeng terdiri dari pangelembar (topeng keras dan topeng tua), panasar (kelihan - yang lebih tua, dan cenikan - yang lebih kecil), ratu (dalem dan patih) dan bondres (rakyat). Jenis-jenis dramatari topeng yang ada di Bali adalah: topeng Pajegan yang ditarikan oleh seorang aktor dengan memborong semua tugas-tugas yang terdapat di dalam lakon yang dibawakan. Oleh karena demikian eratnya hubungan topeng pajegan dengan upacara keagamaan, maka topeng ini pun disebut topeng wali. Dramatari topeng hingga kini masih ada hampir di seluruh Bali. Topeng panca yang dimainkan oleh empat atau lima orang penari yang memainkan peranan yang berbeda-beda sesuai tuntutan lakon. Topeng prembon yang menampilkan tokoh-tokoh campuran yang diambil dari dramatari topeng panca dan beberapa dari dramatari arja dan topeng bondres,

Tari topeng seni pertunjukan topeng yang masih relatif muda yang lebih mengutamakan penampilan tokoh-tokoh lucu untuk menyajikan humor-humor yang segar. Biasanya topeng dipakai untuk mengiringi kesenian daerah. Topeng di kesenian daerah umumnya untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian. Bentuk topeng bermacammacam, ada yang menggambarkan watak marah, ada yang menggambarkan lembut, dan ada pula yang menggambarkan kebijaksanaan. Topeng telah menjadi salah satu bentuk ekspresi paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia. Pada sebagian besar masyarakat dunia, topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci. Ini karena peranan topeng yang besar sebagai simbol-simbol khusus dalam berbagai upacara dan kegiatan adat yang luhur. Kehidupan masyarakat modern saat ini menempatkan topeng sebagai salah satu bentuk karya seni tinggi. Tidak hanya karena

keindahan estetis yang dimilikinya, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit dijelaskan. Topeng di Indonesia masuk pada sekitar abad ke-17. Secara luas digunakan dalam tari yang menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur. Diyakini bahwa topeng berkaitan erat dengan roh-roh leluhur yang dianggap sebagai interpretasi dewa-dewa. Pada beberapa suku, topeng masih menghiasi berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari. Ramayana yang berkembang sejak ratusan tahun lalu menjadi inspirasi utama dalam penciptaan topeng di Jawa. Topengtopeng di Jawa dibuat untuk pementasan sendratari yang menceritakan kisah-kisah klasik tersebut. Salah satu tokoh dari cerita Ramayana adalah Rama dan Sita. Rama adalah seorang suami yang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan Sita dari Rahwana. Sementara Sita adalah istri setia yang berjuang melawan godaan Rahwana untuk menjaga kesucian cintanya.

BPM/ist

Topeng sebagai bentuk karya seni tradisional di Bali lebih dikenal dengan sebutan tapel. Keberadaan topeng dalam masyarakat Bali berkaitan erat dengan upacara keagamaan Hindu, karena kesenian luluh dalam agama dan masyarakat. Sebagai sebuah tradisi yang kental dengan nuansa ritual magis, umumnya yang ditampilkan di tengah masyarakat adalah seni yang disakralkan. Tuah dari topeng yang merepresentasikan dewadewa dipercaya mampu menganugerahkan ketenteraman dan keselamatan. Di Kalimantan, suku Dayak menggunakan topeng dalam tari Hudog yang sering dimainkan dalam upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari ini dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak. Topeng yang digunakan berwarna hitam, putih, dan merah yang melambangkan kekuatan alam yang akan membawa air dan melindungi tanaman yang mereka tan-

am hingga musim panen tiba. Di Jepang juga ada topeng yang dikenal dengan nama Topeng Kaca yang bercerita tentang perjuangan seorang gadis bernama Maya Kitajima dalam meraih impiannya untuk menjadi seorang aktris di panggung teater. Dalam perjalanannya meraih impian, Maya mendapatkan saingan dari seorang aktris yang sebaya dengannya, Ayumi Himekawa, putri dari aktris terkenal dan ayahnya seorang sutradara dunia. Sejak awal Maya naik ke atas panggung telah ada seorang penggemar setia yang selalu menyemangatinya di balik mawar jingga. Di mana suatu saat akan diketahuinya bahwa penggemarnya selama ini adalah Direktur muda Daito (nama sebuah perusahaan besar), Masumi Hayami yang selama ini dianggapnya paling kejam dan dingin dalam memperlakukan semua artis. Persaingan Maya dan Ayumi mencapai puncaknya ketika dalam memperebutkan hak pementasan Bidadari Merah (karya agung dalam dunia teater) dari aktris zaman dulu Mayuko Chigusa. Topeng Kaca juga menceritakan kisah cinta segitiga antara Maya, Masumi dan Koji, lelaki yang pernah dekat dengan Maya dan masih mencintai Maya. Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1976, telah ada 44 volume Topeng Kaca yang dikarang oleh Suzue Miuchi. Hingga saat ini para penggemar serial ini belum dapat berpuas diri karena kisah panjang perjalanan Maya Kitajima belum berakhir. Karena jalinan cerita yang belum berakhir ini, sempat tersebar rumor di kalangan penggemar bahwa Suzue Miuchi sudah meninggal. Pada tahun 2008 Miuchi meluncurkan kembali strip Topeng Kaca volume 43 di majalah Bessatsu Hana to Yume, suplemen bagi majalah dua bulanan Hana to Yume, sedangkan volume

44 diluncurkan pada bulan Agustus 2009. Sampai saat ini serial Topeng Kaca belum juga tamat, namun Miuchi telah mengumumkan bahwa ia bermaksud untuk menamatkan serial ini tidak lama lagi. Meski tak memiliki bakat di dunia seni, Wilopo, ternyata, punya kecintaan teramat besar pada seni lukis dan topeng etnik. Dua benda itu dikoleksi dan menghiasi rumahnya. Menurut dia, seni topeng etnik menggambarkan potret perwajahan manusia yang bukan sebenarnya. Topeng bisa diwujudkan ke dalam berbagai bentuk. Bisa tampan atau cantik, mengerikan, lucu, atau sedih. Perwajahan melambangkan sikap dan kepribadian manusia. Oleh karena itu, koleksi topeng etnik dijadikan cermin kiprah hidup alumnus program doktoral Fakultas Ekonomi Unair tersebut. ‘’Terkadang saya menertawakan diri sendiri dan bertanya-tanya dalam hati. Apakah saya termasuk pribadi yang digambarkan topeng-topeng ini,’’ ujarnya sambil menunjuk topeng dengan perwajahan asimetris, hidung maupun bibir menceng. Koleksi topeng etnik hampir bisa ditemui di setiap dinding ruangan rumahnya. Di ruang tamu, ada 10 topeng etnik berukuran kecil maupun sedang, sedangkan di ruang keluarga terdapat sekitar 9 topeng. Ada yang dari Madura, Sunda, Jogjakarta, Malang, Dayak, Bali, Toraja, Batak, Lombok, Filipina, Tiongkok, Thailand, serta Korea. Pengurus Akademi Seni Rupa Surabaya itu mengatakan banyak belajar dari dunia seni. Anak ketujuh di antara delapan bersaudara itu banyak bergaul dengan pelaku seni dan benda seni. ‘’Dunia seni banyak mengajarkan hidup yang tidak ngoyo. Ada sesuatu yang lebih penting daripada semua hal yang tampak ini. Yakni, hidup bukan hanya urusan keduniawian ataupun materi. (net/ist)


OLAH RAGA

Minggu Umanis, 23 Mei 2010

F IGUR

18

7

Presiden Jacob Zuma

Beri Peringatan Soal Risiko Penculikan Anak Johannesburg Para orangtua harus waspada selama berlangsungnya Piala Dunia mengenai kemungkinan terjadinya penculikan dan perdagangan anak, kata Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Sabtu (22/5) kemarin. Dalam sambutannya pada peluncuran hukum perlindungan anak, Zuma mengatakan, pada penyelenggaraan acara akbar seperti itu, kemungkinan terjadi tindak kriminal amat besar, apalagi dengan adanya masa libur sekolah. Sekolah umum di Afrika Selatan diliburkan selama sebulan berlangsungnya turnamen itu, mulai 11 Juni 2010. “Tidak semua orangtua dapat mengawasi anak mereka selama masa libur yang amat panjang itu. Kami imbau orangtua agar melakukan ekstra pengawasan dan menyiapkan penjagaan atas putra-putri mereka selama masa liburan ini,” katanya.

“Anak-anak yang sendirian di pusat perbelanjaan atau di stadion sepak bola akan menarik perhatian orang, jadi (orangtua) harus waspada,” kata Presiden Zuma. PBB mengatakan ratarata perdagangan anak mencapai miliaran dolar AS per tahun, 79 persen di antaranya terjerumus dalam tindak kekerasan seksual. Sekitar 6.000 sampai 8.000 orang terlibat dalam perdagangan anak setiap tahun, separuh di antaranya anak-anak. Afrika Selatan menerapkan hukum baru tentang perdagangan manusia dan akan diberlakukan sebelum berlangsung Piala Dunia, sehingga lebih mudah men-

BPM/rtr

Cristiano Ronaldo

Ronaldo Tegaskan Tak Bisa Buat Keajaiban bagi Portugal Covilha, Portugal Portugal membutuhkan lebih dari seorang Cristiano Ronaldo pada penampilan puncaknya bila mereka menginginkan keberhasilan dalam Piala Dunia di Afrika Selatan, kata pemain Real Madrid itu, Sabtu (22/5) kemarin. “Saya tidak bermain sendiri dan saya tidak bisa menciptakan keajaiban,” kata Ronaldo kepada wartawan di tempat pusat pelatihan, setelah melakukan perjalanan panjang menggunakan helikopter ke kota puncak di Covilha di bagian timur laut Portugal dari Lisabon. “Kami bagus secara kolektif. Untuk menang dalam Piala Dunia, tim harus memiliki tujuh sampai delapan pemain yang dalam kondisi puncak. Kalau hanya dua atau tiga, rasanya sulit untuk berhasil,” katanya. Para pemain dan pelatih Portugal menampik anggapan bahwa prospek mereka tergantung pada Ronaldo, apalagi pelatih Inter Milan Jose Mourinho mengatakan Kamis bahwa tim itu tidak memiliki peluang mengangkat piala juara “kendati Ronaldo bermain dengan kecepatan 1.000 km per jam”. “Saya hargai pendapatnya itu, karena kekuatan tim tidak pada satu orang. Tim kami memiliki banyak pemain bermutu, tidak hanya Ronaldo. Kami memiliki banyak pemain yang dapat melakukan sesuatu,” kata bek kanan Miguel. Ronaldo, pemain termahal di dunia senilai 80 juta pound (115 juta dolar AS) dari Manchester United ke Real tahun lalu, mengatakan ia tidak tertarik dengan komentar Mourinho itu. “Saya istirahat dalam lima hari ini, libur dan saya mengalihkan semua dari perhatian saya. Saya tidak peduli dengan komentar kontroversial itu,” katanya. “Satu-satunya yang ingin saya katakan ke Mourinho adalah semoga keberutungan bagi mereka, Sabtu (final Liga Champions antara Inter Milan dan Bayern Munich),” katanya. Pemain depan itu, yang tidak pernah mencetak gol dalam babak penyisihan Piala Dunia Portugal, mengomentari tanggapan yang mengatakan penampilannya dalam tim nasional tidak sebaik ketika ia membela Real Madrid. “Orang yang mengatakan itu tidak mengerti sedikit pun tentang sepak bola,” katanya. Portugal akan memainkan laga persahabatan di Covilha, melawan Cape Verde, Minggu, dan Kamerun pada 1 Juni, sebelum terbang ke Afrika Selatan empat hari kemudian. Mereka berada dalam Grup G bersama Brazil, Pantai Gading dan Korea Utara, guna melakukan laga dalam turnamen yang dimulai 11 Juni dan berakhir 11 Juli 2010. (rtr)

Manchester United

Dililit Utang Mengerikan PERNYATAAN Alex Ferguson menyebutkan Manchester United tak akan melakukan penandatanganan besar membuat semua fansnya ketar-ketir. Hal ini menegaskan jika klub sudah mulai pusing dengan kontrol finansial mereka, meski klaim dari Malcolm Glazers selaku pemilik klub jika semua utang sudah dibayar. Satu dari sekian banyak pertanyaan yang berada di benak pendukung United adalah apa yang terjadi dengan dana 80 juta poundsterling yang dihasilkan dari penjualan Cristiano Ronaldo? Pertanyaan tersebut makin jelas pada akhir pekan ini saat isu-isu keluar dari Old Trafford. Uang tersebut lenyap di udara. Atau lebih tepatnya, habis untuk membayar bunga dari utang klub yang hampir membuat bangkrut. Fans United skeptis dan menganggap mustahil bagaimana Glazers bisa melakukan rencana pembayaran utang melebihi 1 miliar poundsterling yang harus dilunasi pada 2017. Sekarang jika melihat utang dibayar secara kredit, tentunya harus pula membayar bunganya. Namun, Glazer menyatakan akan membayar semua utang tersebut di akhir tenggat pembayaran. Ini berarti dengan bunga tinggi yakni 14,25 persen, jumlah bunga total yang harus dibayar adalah 138 juta poundsterling dan akan meningkat menjadi angka mengerikan 588 juta pada 2017. Namun tunggu dulu, ada hal lebih buruk lagi. Setelah peraturan fiskal dari dana pinjaman dikeluarkan oleh pemerintah, rasio bunga saat ini naik dua persen. Ini berarti pembayaran bunga mencapai 662 juta pound. Perbedaan antara 588 juta dengan 662 juta adalah 74 juta dolar atau setara dengan nilai penjualan Cristiano Ronaldo. Sehingga jelas dana hasil penjualan mantan pemain MU ini hangus untuk membayar utang. (ton/ap)

BPM/rtr

Jacob Zuma

Lionel Messi Cedera

Argentina Khawatir Buenos Aires Lionel Messi sepertinya mejadi fokus perhatian saat menghitung mundur menuju Piala Dunia, bahkan masalah kecil dalam latihan sekalipun mendapat perhatian media ketika ia lecet, Jumat (21/5). Pemain top dunia itu, yang berlatih bersama tim asuhan Diego Maradona di Argentina, menjelang putaran final Piala Dunia di Afrika Selatan yang akan dimulai 11 Juni, jatuh dan menderita cedera ringan pada kaki kanannya di basis latihan tim tersebut di luar kota Buenos Aires. “Itu tidak apa-apa. Itu lecet pada kaki kanannya,” kata juru bicara Asosiasi Sepak Bola Argentina Andres Ventura. Messi, pemain paling diharapkan Argentina setelah menjalani musim yang gemilang di Barcelona termasuk menjadi pencetak gol terbanyak dalam La Liga Spanyol dengan 34 gol, bangun dan berjalan dari lapangan latihan segera setelah itu. Argentina, yang akan menghadapi Nigeria, Korea Selatan dan Yunani dalam Grup B, mengawali hitung mundur mulai Kamis dan sedang melakukan persiapan untuk pertandingan pemanasan melawan Kanada pada Senin. Pertandingan selamat tinggal tim tersebut bagi fans mereka di Stadion River Plate akan juga menjadi bagian dari perayaan dua abad kemerdekaan negara tersebut. (ant/rtr)

BPM/rtr

Lionel Messi

jatuhkan hukuman kepada yang pihak diduga melakukan pelanggaran lewat jurisdikasi pengadilan Afrika Selatan, termasuk bagi negara-negara di perbatasan. Mereka yang terlibat dalam kasus itu akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau denda yang cukup besar. Anggaran Keamanan Perdagangan anak bukan merupakan isu besar di Afrika Selatan tetapi para aktivis mengatakan masalah itu mulai meningkat dan berkembang dan mereka mengingatkan perlunya perlindungan hukum sebelum berlangsungnya Piala Dunia, yang akan dihadiri sekitar 350.000 orang asing. Zuma mengatakan perdagangan manusia menjadi prioritas utama dalam sistem hukum mereka dan untuk menjaga keamanan ditingkatkan pengawasan dari anggota kepolisian serta tim lain. “Kami akan ambil peran sebagai pemerintah tetapi orangtua dan penjaga anak-anak juga harus lebih awas dengan anak mereka sendiri,” katanya. Pemerintah Afrika Selatan berjanji menjaga keamanan publik selama berlangsungnya Piala Dunia dan menyiapkan anggaran keamanan sebesar 1,3 juta rand (164,2 juta dolar AS). Negara tersebut dikenal dengan tingkat kriminalitas tertinggi di dunia dengan lebih dari 18 ribu orang terbunuh dalam 12 bulan hingga Maret 2009 — atau sekitar 50 orang per hari, lebih tinggi ketimbang Amerika Serikat — yang populasinya lebih besar. Kantor berita lokal SAPA melaporkan Zuma mengimbau rakyat Afrika Selatan agar “baik hati” selama sebulan berlangsungnya turnamen itu. “Saat ini kami perlu mengimbau rakyat Afrika Selatan agar berbaik hati. Biarkan mereka, hanya dalam empat minggu, berbaik hati. Hanya untuk empat minggu,” katanya dalam doa bersama, Kamis. (ant/rtr)

BPM/rtr

Lassana Diarra

Gagal Lagi Ikut Latihan Bersama Tim Prancis Tignes, Prancis Lassana Diarra, dalam usaha menyesuaikan diri dengan iklim dataran tinggi, gagal lagi mengikuti latihan pada hari kedua pemusatan latihan tim Piala Dunia Prancis di Pegunungan Alpen Prancis, Jumat (21/ 5). Pemain tengah itu tidak ikut latihan Kamis karena merasa kurang enak badan setelah melakukan pendakian ke salah satu pegunungan es tertinggi di Eropa itu, yang merupakan kawasan permainan ski es. “Ia mengalami nyeri perut karena tingginya pendakian,” kata juru bicara tim, yang menambahkan pemain Real Madrid itu juga tidak akan ikut latihan Sabtu (22/5). Di antara pemain lain yang absen latihan, Florent Malouda, yang sedang ber-

sama istrinya menantikan kelahiran bayi mereka yang keempat. Pemain sayap Chelsea itu mendpat izin pergi ke London dan akan berada lagi bersama anggota tim lain di Tignes, Minggu, kata juru bicara. Pemain bertahan Sebastien Squillaci latihan hanya beberapa menit, kemudian diizinkan istirahat, dua hari setelah membantu Sevilla memenangi kompetisi Piala Raja Spanyol dengan kemenangan 2-0 atas Atletico Madrid. Bek tengah William Gallas, yang menendang bola untuk pertama kalinya Kamis sejak akhir Maret lalu, ambil bagian penuh dalam seluruh sesi latihan, sehingga menimbulkan harapan ia akan mampu bermain dalam turnamen yang berlangsung 11 Juni hingga 11 Juli di Afrika Selatan.

Pelatih Raymond Domenech sudah memilih 24 pemain sementara dari 23 yang diharuskan, karena menunggu Gallas — yang dalam penyembuhan cedera otot paha kiri — sehingga harus istirahat sekitar dua bulan. Domenech baru akan merampingkan pemainnya menjadi 23 orang pada 1 Juni. Tiga penjaga gawang dalam tim itu, Hugo Lloris, Steve Mandanda dan Cedric Carrasso — tidak ikut latihan Jumat, tetapi sebaliknya mereka bermain tenis. Prancis akan melakukan pertandingan persahabatan melawan Costa Rica, Tunisia dan Cina sebelum terbang ke Afrika Selatan melawan Afrika Selatan, Meksiko dan Uruguay dalam penyisihan Grup A. (ant/rtr)


OLAH RAGA

8 Wilhelmina Peringkat Kelima Denpasar (Bali Post) Pembalap putri Bali Wilhelmina gagal meraih medali di nomor open road-race (ORR) dalam kejurnas balap sepeda junior di Pontianak, Balikpapan, Sabtu (22/5) kemarin. Siswi SMAN 1 Kuta Utara (Sakura) tersebut harus puas bercokol di peringkat kelima. Pelatih Freddie Tutuarima yang dikontak kemarin menjelaskan, sejak start Wilhelmina berada di rombongan besar terdepan. Hanya, beberapa pembalap seperti tuan rumah Kalbar menurunkan beberapa pembalap andalannya, termasuk Pengprov ISSI Jatim dan DIY. Menjelang finis, seluruh pembalap melakukan sprint dengan mengayuh keras sepedanya. Namun, posisi Wilhelmina yang kurang beruntung, gagal masuk finis terdepan. ‘’Ya... memang risikonya kalau tampil sendirian di nomor road-race. Wilhelmina tampil single-fighter, sedangkan pembalap daerah lain menurunkan pembalapnya berombongan,’’ kilah Freddie. Akibatnya, Wilhelmina kesulitan menyalip pembalap yang di depannya. Kini, Wilhelmina tinggal mengikuti satu nomor lagi yakni kriterium berjarak 21,6 km dengan mengitari 9 laps pada Minggu (23/5) ini. Dijelaskannya, untuk nomor kriterium tiap tiga laps, catatan waktu pembalap diberi poin berikut peringkatnya, dan bagi yang tercepat akan menjuarai nomor ini. (022)

Minggu Umanis, 23 Mei 2010

Sirnas Bulu Tangkis

Putu Jeri ke Semifinal Denpasar (Bali Post) Tim bulu tangkis Bali yang menerjunkan tiga atletnya hanya menyisakan Putu Jeri Fridaniswara di kelompok pemula dalam Sirkuit Nasional (Sirnas) di GOR Pelita Bakri, Sabtu (22/5) kemarin. Di babak delapan besar, Jeri menundukkan Akbar Bintang (PB Ganesha Tangerang) dengan skor 2-1 (23-21, 921, dan 21-18). Sayang sukses Jeri tidak diikuti rekannya, Made Dea Saraswati dan Dwi. Di tunggal, Dea dikalahkan Fitriani (Banten), sedangkan di ganda Dea berpasangan dengan Marisa (PB Pelita Jaya) harus mengakui ketangguhan lawannya dari PB Tangkas. Ketua Harian Pengprov PBSI Bali Made Bagia yang dikontak kemarin menerangkan, Jeri akan berlaga di GOR Asia Afrika Senayan, Jakarta, Minggu (23/

5) ini. Hanya, dirinya belum tahun calon lawan yang dihadapi Jeri. Bagia menambahkan, pihaknya telah menyetor hasil keputusan KONI Bali yang mengesahkan Subhan Hasan, Aulia Putri Derajat, dan Ria Ade Sulistyoningsih. Ketiga atlet resmi mengusung bendera Badung pada event Porprov Bali di Badung 2009 lalu. Kenyataannya, mereka tak bisa membela Bali pada kejurnas. ‘’Yang

jelas, kami sudah menyetor keputusan KONI Bali, berdasarkan hasil sidang dewan hakim yang dipakai acuan,’’ ungkap Bagia. Sebagaimana hasil siang dewan hakim, telah menelorkan SK Dewan Hakim No. 05/ DW/Porprov-Bali/IX/2009. Isinya, Subhan Hasan adalah anggota PB Poker Kerobokan, yang dititipkan pada klub PB Jaya Raya Jakarta, dan tidak pernah melakukan mutasi. Sedangkan dua atlet

putri Aulia Putri Derajat dan Ria Ade Sulistyoningsih merupakan anggota PB Dharma Praja Badung. Apalagi, mereka pernah mengibarkan bendera Bali guna mengikuti Pra-PON XVII 2008 di Denpasar. Bahkan, hingga kini mereka juga belum pernah melakukan mutasi dari Bali. Bagia mengakui pihaknya berharap keputusan PB PBSI secepatnya turun untuk mengetahui status ketiga pebulu tangkis tersebut. ‘’Jika sampai sirnas berakhir belum juga tuntas keputusan status ketiga atlet, kami disuruh menunggu sebab akan dikirim ke Bali,’’ paparnya. (022)

FORKI Bali Lakukan Persiapan Piala Mendagri Denpasar (Bali Post) Pengprov FORKI Bali akan menggelar selekda awal Juni mendatang. Tujuannya, untuk menjaring atlet guna berlaga pada kejurnas memperebutkan Piala Mendagri dan Mendiknas, di Makassar, Sulsel, 20 Juni nanti. Kabid Binpres FORKI Bali Ardy Ganggas, Kamis (20/5) lalu menerangkan, Piala Mendagri mempertandingkan kategori kadet (13-16 tahun) serta junior (16-18 tahun), sedangkan Piala Mendiknas melibatkan karateka usia dini (sampai dengan 9 tahun), serta pemula (10-12 tahun). Ardy menambahkan, pada event serupa tahun lalu di Lampung, Bali merebut 1 medali emas dari Aditya Putra Thama yang berjaya kumite 70 kg junior, serta 2 medali perak, dan 3 perunggu. Menurutnya, hasil selekda selanjutnya para karateka masuk pemusatan latihan daerah. Hanya, dirinya belum berani memastikan mengirim atlet. Alasannya, pembiayaan akan ditanggung bersama aliran dan perguruan, serta Pengkab FORKI. ‘’Kami menganut pola kemitraan,’’ ucap Ardy yang pernah menangani timnas SEA Games. Ardy kembali dipercaya memoles karateka Asian Games dan SEA Games, namun memilih menolak karena kesibukan di kantornya. (022)

BPM/ant

SIRKUIT - Sejumlah pebulu tangkis beraksi pada sirkuit nasional bulu tangkis di GOR Asia Afrika Senayan, Jakarta.

BPM/dok

BELA PHDI — Pelatih Nyoman ‘’Mangkok’’ Sudiantarayana (tengah) bersama pebola voli pantai asuhannya, Gede Eka Agustiawan (kanan). Eka Agustiawan kini membela tim PHDI NTT dalam turnamen Piala Gubernur NTT, di Kupang.

Tim Voli PHDI NTT ke Semifinal Denpasar (Bali Post) Tim voli Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTT bermaterikan pemain Kartini Batik Club (KBC) Celuk, Sukawati, Gianyar, berhasil menggebuk Tim Bulog 3-0 (25-20, 25-23, dan 26-24), dalam turnamen Piala Gubernur NTT Grup A, di GOR Oepoi Kupang, Jumat (21/5) lalu. Atas hasil itu, tim polesan Nyoman ‘’Mangkok’’ Sudiantarayana berhasil melenggang ke semifinal. Sebelumnya, tim PHDI NTT menurunkan pemain seperti Gus Ekik, Eka, Juniarta, dan Maiopo. Tim PHDI NTT tinggal meladeni Angkasa Stikom, guna memperebutkan juara grup pada Minggu (23/5) ini. ‘’Tim kami pasti lolos ke babak empat besar, tinggal penentuan juara atau runner-up grup,’’ sebut Mangkok. Dia mengakui sebelumnya Tim PHDI NTT juga menaklukkan tim Kabupaten Nagekeo 3-1. Padahal, menurut Mangkok, saat itu asuhannya baru mendarat di Kupang dan langsung bertanding. Hal itu tentu

berbeda jika dibandingkan penampilan kedua asuhannya ketika menundukkan Bulog. ‘’Pada penampilan kedua, kerja sama tim, pola serta variasi menyerang dan bertahan makin kelihatan,’’ tuturnya. Mangkok juga mengaku puas, sebab instruksi yang diberikan kepada pemain mampu dicerna dan dijalankannya. Disinggung tentang lawan Angkasa Stikom yang konon diperkuat pemain top Jawa, Mangkok menyatakan timnya akan berupaya maksimal. Yang jelas, lanjutnya, para penonton cukup kagum menyaksikan penampilan tim PHDI NTT, meskipun diperkuat materi pemain junior, namun prestasinya mampu meladeni tim senior. Apalagi, lanjutnya, pebola voli KBC yang diboyong ke Kupang ini rata-rata berlatar belakang voli pantai. ‘’Saya bersyukur fisik dan stamina anak-anak cukup greng, karena rutin digenjot di pasir pantai. Kami hanya perlu dua hari untuk penyesuaian anakanak bermain voli indoor,’’ sebut Mangkok. (022)

Pekan Ketiga Juli, Chris John Naik Ring Semarang (Bali Post) Pertarungan antara pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, melawan penantangnya, Fernando David Saucedo (Argentina), digelar minggu ketiga Juli mendatang. Promotor Zaenal Thayeb, Sabtu (22/ 5) kemarin menyatakan, pertarungan The Dragon (julukan untuk Chris John) melawan El Vaszo (julukan Fernando David Saucedo) seharusnya digelar Sabtu (22/5) di Bali, tetapi diundur hingga Juli mendatang karena Chris John mengalami cedera bahu kiri saat latih-tanding melawan William Kickett. Pengunduran pertarungan tersebut sudah dialami Chris John untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, saat Chris John akan menghadapi Rocky Juarez di Houston, Texas, Amerika Serikat. Saat itu, Chris John yang sudah berlatih di Amerika Serikat, namun mundur karena suami mantan atlet wushu Jateng Anna Maria Megawati tersebut sakit. Akhirnya pertarungan kedua petinju

BPM/dok

Aditya Putra Thama

G.551453-rpa

dilaksanakan 28 Febuari 2009, dan berakhir dengan hasil imbang 114-114, kemudian pertarungan mereka diulang lagi di Las Vegas, Nevada, 19 September 2009, dan Chris John menang dengan angka mutlak. Ayah dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) tersebut, Senin (24/5) besok rencananya berangkat ke Australia untuk menjalani latihan di Sasana Herry’s Gym di Perth di bawah asuhan pelatih sekaligus manajernya, Craig Christian. Latihan di negeri kanguru itu selama sebulan kemudian sisa waktu dilanjutkan latihan di Indonesia, hingga menjelang naik ring. Chris John sudah 12 kali mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu sejak merebutnya dari petinju Kolombia, Oscar Leon, di Bali 2003. Dari 12 pertaringan tersebut, lima kalah melalui pertarungan wajib atau mandatory fight, dan terakhir saat mengalahkan Horoyuki Enoki di Tokyo, Jepang, 24 Oktober 2008, serta tujuh kali pertarungan pilihan atau choice. (ant)

BPM/dok

LATIH — Petinju Chris John (kanan) melakukan latih-tanding bersama lawan ‘’sparring-partner’’-nya.


Redité Umanis, 23 Mei 2010

Bali L E M B A R

B A S A

9 B A L I

Bencingah

Prabéa Canang Sameton Bali Ngantos Rp 1, 57 Trilyun Ngwarsa Seneng ten seneng. Cumpu ten cumpu. Asil riset ngamuktiang, prabéa sameton Bali anggén mabanten canag sarahina-rahina ngantos Rp 1, 57 trilyun per tahun seBali! Indiké punika asil saking penelitian sané kalaksanayang olih kakalih pengurus klub jurnalistik ‘Madyapadma Journalistic Park’ SMAN 3 Dénpasar, I Déwa Ayu Diah Cempaka Dewi lan Putu Aditya Saputra. “Tititang sareng kalih nglaksanayang penelitian di bulan April i lintang ring kabupatén Tabanan, Gianyar, lan Kota Dénpasar,” baos Aditya aputra. Manut Aditya Saputra tetujon penelitiannyané mangda prasida uning ring prabéa banten sarahina-rahina sameton Baliné mangkin. “Tiosan ring punika taler mangda uning amongkén makéhnyané sameton Hindu ring bali ngicén kontribusi nyarengin muter roda perékonomian Indonésiané,” Pemimpin Umum klub jurnalistik ‘Madyapadma Journalistic Park’ SMAN 3 Dénpasar, I Déwa Ayu Diah Cempaka Déwi, puniki ngwewehin. Diah Cempaka ngangken, dané lan Aditya Saputra neliti antu natengin réspondén saking jero ka jero. Pikobet sané nibénin makakalih daweg nglaksanayang penelitian inggih punika ri kala ngitung pengeluaran prabéa canang per kepala keluarga. Santukan arang sameton Baliné ngitung prabéa canangnyané. “Punika awinan titiang sareng kalih ngwantu ngitung-ngitung makéhnyané, sané kadadosang patok wantah pangargan canang ring soang-soang désa genah penalitian,” Diah Cempaka nyerita. Yadiastun kahanané sakadi punika nénten nyurudang semangat Diah Cempaka lan Aditya Saputra nerusang penelitiannyané. Asilnyané? Manut Aditya Saputra, rata-rata pengeluaran/hari/ KK sameton Bali ring Bali anggén prabéa banten canang ring soang-soang jero kémanten, makéhnyané Rp 6.555 ngrahina. Artiné ngabulan soang-soang kepala keluarga ring Bali ngalokasiang jinah sané makéhnyané Rp 196.650. Yéning ngwarsa itung kémanten, prabéannyané ngantos Rp 2.392.575/KK. Yéning wilangan punika kakonvérsi sareng makéhnyané KK di Bali madasar antuk data penduduk warsa 2007 sané makéhnyané 656.734 KK, manut Diah Cempaka asilnyané ngantos Rp 1.571.285.350.050/ tahun/se-Bali. Diah Cempaka ngwewehin bandingan sareng asil riset riset Lembaga Pengkajian Informasi dan Pembangunan (LPIP) warsa 2000 sané kamuat ring Tabloid Suara Bali, sané nguningang pengeluaran masyarakat Hindu di Bali anggén mabanten canang sarahina-rahina wantah Rp1.431.890.956.800 utawi Rp 1, 4 trilyun, wilangan puniki nincap 8,8% yén bandingang kén mangkin. Nincapnyané prabéa puniki sangkaning nincapnyané jumlah KK di Bali ring dasa warsa pungkuran puniki, saking 615.232 dados 656.734. “Tiosan ring punika nincapnyané pangargan BBM ngantos ping pat ring warsa 2000, taler ngawinang nincapnyané pangargan bahan pokok canang,” kénten Diah Cempaka nguningayang. Saking peritungan punika Aditya Saputra nyimpulang sameton Bali ngicénin kontribusi ring pariwisata budaya di Bali saking prabéa canang sarahina-rahina, sané akéhnyané Rp 1, 57 trilyun/tahun. Napi mawinan sakadi punika, pariwisata Bali wantah pariwisata budaya sané kauripang olih agama Hinduné. Artiné aktivitas beragama sameton Baliné punika pondasi lan pilar nglimbakang pariwisata Bali. Yén kénten, napiké pelaku pariwisata Bali madué manah pacang ngwaliang akidik manten asil saking kauntungan sané kakeruk saking Bali? Dumogi! (iwa)

84

I Déwa Ayu Diah Cempaka Déwi

Kontribusi Minimal Sameton Bali

BO/dok

Ngitung Utang Pariwisatané ka Bali Warsa 2000 lintang, Lembaga Pengkajian Informasi dan Pembangunan (LPIP) nglaksanayang riset indik kontribusi minimal sameton Bali ring pariwisata Baliné. Daweg punika LPIP neliti indik pengeluaran mabanten canang sarahina-rahina sameton Bali. Dasar pemikirannyané inggih punika ngeninin indik pariwisata budaya. Santukan pariwisata budaya wantah pariwisata sané kauripang olih agama Hinduné sané pinaka agama mayoritas ring Bali. Pangrauh wisatawan mancanegara lan

“Selamet malem, mula wénten rencana luas buin mani ngaba kalebihan kas ka Kupang. Biasa nunas pangawalan. Nanging mangkin ada lénan buin lakar raosang bedik. Negak ja malu antiang Ibu lan Méina apang bareng ngobrol,” panyapanné Gusti Ngurah. Méina teka ngaba kopi patpat lan susunné Gung Nantha a botol. Sesampuné kopiné majajar di méjané, Méina nyemak Gung Nantha uli pabinan ajinné, lantas aturina susuné. Ratna Dumilah pesu uli kamar mandi lantas masalinan. Payasan gadingné pejanga lantas pesu nyemakin Gung Nantha uli géndonganné Méina lantas sirepanga di kamar. “Bu, cobak driki bareng negak. Méina pada mai dini negak. Ada lakar raosang mungpung ada pak polisi lan David lakar idihin tetimbang,” kénten Gusti Ngurah alon. “Ah, wénten napi niki Pak Ngurah? Dados sekadi sérius pisan,” aturné pak Éddy. “Sujatinné sepélé. Nanging yén orahang sérius masih dadi sawiréh ngawé buut pakurenan tiangé. Kéné Pak Éddy, Pak Wisnu, lan David pada. Dugas i ragané ka Kupang bareng ngajak Méina, mirib ada anak ané masadu mriki ngorahang tiang ngajak Méina malaksana ané tan patut. Sampun terangang tiang apa adanné nanging tuara percayaina. Jani apang paksané tusing nganéhin melahan Pak Éddy, Pak Wisnu, lan David maka saksi nuturang kénkén sujatinné tan

wisatawan doméstik ka Bali sangkaning ngatonang lan ngrasayang aura saking ritus agama Hindu. Punika awinang sangkaning aktivitas sarahina-rahina agama Hindu pinaka pondasi saking pariwisata Bali. Silih tunggil aktivitas sadarana sané sering kalaksanayang olih sameton Hindu inggih punika mabanten canang. Mabanten canang setata kalaksanayang nyabran rahina olih soang-soang sameton Bali ring soangsoang pakubonan. Aktivitas mabanten canang punika silih tunggil saking

patédéng aling-aling,” pandikanné Gusti Ngurah teges. “Bééh, niki mara ja katerlaluan. Sira nika ané ngomong tan padasar Bu? Kadén dugas nika Pak David maka sopir ané ngaba montoré. Tiang ané ngawal, ngiring Bapak, Méina, lan Pak Mantri, gumanti nglaksanayang tugas dines resmi. Dugasé majalan uli driki teked di Kupang langsung ngojog ka Panti Asuhan ngatehang Méina, sawiréh sampun tengai digelis ka kantor BRI ngurus tambahan kas. Suud nika mara Pak Ngurah lan Pak Mantri rapat di Cabang ngantos jam satu lebih. Kocap makejang makan drika. Yén tiang ajak telu makan di samping kantoré. Suud makan Pak Ngurah rauh lantas terus nyelepang pipis ka montoré. Jam dua lantas maserét ka Panti Asuhan mapagin Méina ané sampun ngantos di asrama. Pak Ngurah ngobrol ajebos sareng suster Ida lantas mapamit terus ka toko mabelanja. Pak Ngurah saréng Méina ané tedun ajebos, nanging tiang tetep di montore nongosin pipisé. Suud mabelanja terus mulih mriki dur ten marérén-rérén, apang ten petengan. Nganti minum lan naar roti masih di montoré. Teked deriki langsung ka kantor BRI nyelepang pipis, mara ngatehang tiang ka asrama. Nah yén amun nika kanti ada anak ngorahang Pak Ngurah maan ngajak Méina ka hotél utawi kijakija, tiang ané paling malu kaberatan tur lakar dadi saksiné. Sira sujatinné ané

panyiuan kontribusi sameton Bali anggén nglimbakang pariwisata Baliné. Nénten iwang yéning LPIP nglaksanayang riset kontribusi minimal sameton Bali ring widang pariwisata Bali antuk neliti prabéa sané kaanggén numbas utawi sané makarya canang anggén mabanten sarahina-rahina. Asilnyané? Ngantos Rp 1, 43 trilyun nyabran awarsa, punika saking prabéa canang sarahinarahina sameton Bali. Kontribusi sameton Bali ka widang pariwisata nyabran ngawarsa minimal makéhnyané Rp 1, 43 trilyun. Itung-itungan warsa 2000, kontribusi sameton Bali ka widang wisata Bali saking dekade 70-an ngantos 200-an minimal makéhnyané Rp 42, 96 trilyun. Duh, wilangan sané makéh! Punika ring warsa 2000. Mangkin ring warsa 2010, I Déwa Ayu Diah Cempaka Déwi lan Putu Aditya Saputra, kakalih pengurus klub jurnalistik ‘Madyapadma Journalistic Park’ SMAN 3 Dénpasar nglaksanayang riset sané pateh. Makakalih neliti tigang kabupatén inggih punika Kabupatén Tabanan, Gianyar, lan Kota Dénpasar. Wilayah sané kateliti olih makakalih siswa punika ngwakilin wilayah pedesaan, perkotaan, lan pariwisata. Asilnyané, minimal sameton Bali nelasang prabéa anggén keperluan mabanten canang sarahina-rahina ring soang-soang pakubonan Rp 1.571.285.350.050,/tahun seBali atau ringkasnya sebesar Rp 1,57 trilyun/tahun se-Bali! Yéning wilangan punika bandingang i raga sareng penelitian LPIP ring warsa 2000 i lintang, janten sampun madué selisih Rp 140 milyar. Punika artinné ring dasa warsa pungkuran prabéa sameton Bali se-Bali anggén mabanten canang sarahina-rahina nincapang ngantos Rp 140 milyar! Mangkin napiké kalangan pariwisata Bali mapapineh pacang “ngwaliang” utang punika ring sameton Bali? (iwa)

nglapor Bu? Tiang ten narima, anggapa napi tugas tiangé dadi pangabih. Niki pisuna Bu, lakar tuntut tiang,” kénten aturné Pak Éddy saking sengit kenehné. “Bu, sira adan jatmané ané nglapor Bu? Sainget tiangé sampun a masa lebih ngiring Bapak dines utawi torné, raganné ten taén nyopir padidi. Tiang ané dadi pikandel, yén perlu dadi buruh lan saksi hidup mati. Napi taén raganné pesu padidi ten ngajak Ibu, utawi pesu mabelanja padaduanan ngajak Méina?” aturné David ané masih milu sengit. Ratna Dumilah amung nguntuk sedih, padelengdeng yéh panonné, nanging saru kusapin baan saputanganné. Di kayunné marasa pelih nuduh rabinné tan paselidik tekén sopirné. “Bu Ratna, apang Ibu ten sumanangsaya ring tiang, ngiring benjang atehang tiang ka dokter apang mréksa kaperawanan tiangé. Kaling ké lakar sérong sareng Tuagung, pacar seken kayang mangkin tiang déréng ngelah,” aturné Méina sigsigan ngeling. “Baah ..., yén kéto dadi dong tiang ngalamar dadi pacarmu Méina. Rasanné bas makelo tiang dadi bujang bingung. Dados nggih Bu?” raosné Pak Wisnu makenyem. “Aah, Pak Wisnu. Anak ngraos sérius Pak Wisnu macanda. Tiang ten nyak, tugas tiangé kari liu déréng pragat. Ngalih blin tiangé di Cakranegara, lan bapak tiangé dija kadén ten tawang tiang tongosné kayang jani,”

pasautné Méina nolih pak Wisnu. “Ooh, kasihan. Padalem Méina anak yatim piatu. Angayubagia maan bos melah jani ngiring Pak Ngurah,” raosné Pak Éddy patutanga tekén Pak Wisnu, lan David. Gusti Ngurah naneng nyingakin rabinné sayan kapépét. Makejang nindihin raganné ané patut. “Nah, yén kénten matur suksma Pak Éddy, Pak Wisnu, lan Pak David. Sajaan tiang sebet pesan maan pasadu uli timpal tiangé Héndun ané mepes mriki singgah ngobrol ajak tiang. Ia agén roko cap Kuda lan Orang Setia di Kupang. Nanging masalah niki tulung sampunang lantanganga. Tiang lakar ngurus padidi yén ia teka mriki singgah,” raosné Ratna Dumilah alon saha elek matimpal jengah. “Nanging Bu, tiang nunas tulung pisan yén ipun rauh mriki telépun tiang. Tiang lakar maang pelajahan abedik apang ten biasa ngawé uug rumah tangga anak lén. Bapak niki pejabat pemerintah penting driki,” aturné Pak Wisnu saking sengitné. “Tiang masih déréng kenal tekén ané madan Héndun nika. Ibu amung ngomong yén Héndun mula timpalné uli Lombok mepes malali mriki. Ia gumanti ané maang meli payasan aji gading,” pasaurné Gusti Ngurah ngwewehin. (Masambung)

Tokoh masyarakat lan akademisi sering maosang “Pariwisata ngeruk sumber daya Bali! Lantas napai sané kaicénin pariwisata majeng Bali? Nanging tokoh masyarakat lan akademini punika nénten prasida ngicénin bukti-bukti ilmiah indik makéhnyané sumber daya Bali kakeruk olih pariwisata. Nyingakin kahanan sakadi punika sané nasarin Pemimpin Umum klub jurnalistik ‘Madyapadma Journalistic Park’ – SMAN 3 Dénpasar, I Déwa Ayu Diah Cempaka Déwi nglaksanayang penelitian. Manut daa sané embas ring Gianyar, 18 Juli 1993 puniki, santukan pariwisata Bali wantah pariwisata budaya sané kauripang olih sakancan tata-titi lan paripolah sameton Hinduné. “Aktivitas-aktivitas sarahinarahina saking sameton Hindu di Bali punika sané ngicénin kontribusi ring pariwisatané. Silih tunggilnyané, mabanten canang nyabran rahina,” baos putri saking Déwa Madé Arta Nida lan Désak Ketut Rai Sita. Madasar antuk punika, Diah Cempaka nglaksanayang penelitian mangda janten wilangan, akuda sujatiné nelasang prabéa sameton Bali nganggén canang kémanten. Nénten ja gampang nelitinyané. Sané paling méweh karasayang olih siswi kelas II SMAN 3 Dénpasar, daweg nglaksanayang survey ka soang-soang pakubonan ring désa. “Santukan sameton Bali arang sané ngitung pengeluaran mabantennyané. Punika awinan titiang ngwantu ngitung-itung pangargan canang manut ring désa soang-soang,” baos daa sané nganggén kacamata puniki. Asilnyané? “Titiang kagiat makéhnyané kontribusi minimal sameton Bali majeng pariwisata ngantos 1, 57 Trilyun,” daa sané seneng ring buku sastra puniki nguningayang. (iwa)

Napi Orti Lapisan És Puncak Jaya Kantun 22% Peneliti saking Lamont-Doherty Earth Observatory (LDEO) Columbia University, Amerika, Dwi Susanto, nganikayang lapisan és Puncak Jaya Pegunungan Jaya Wijaya, Papua, mangkin kantun 22% saking kawéntenanné saking jati mula. Dwi Susanto ring jumpa pérs tim peneliti lapisan és Puncak Jaya Indonésia-Amérika ring kantor BMKG, Jakarta, Anggara, (18/5) lintang nganikayang saking makudang-kudang data sané wénten ring Indonésia, sakadi foto udara lan data citra satelit, lapisan és ring Puncak Jaya doh ngirangang, inggih punika 78% warsa 2006 ngawit 1936. Dwi sané ngambil data saking Prentice (2007) sané madué data pangawit saking warsa 1936 kantos 2000 taler nganikayang lapisan és ring Puncak Jaya sampun akéh nuunang. Kéwanten, Dwi durung prasida nganikayang amoncén jimbarné lapisan és mangkin lan panyumunné. Dané nganikang lapisan és punika kirangan akéh sangkaning ius iklim sané maubah, inggih punika maubahnyané iklim global sané ngawinang sané panes mapupul ring widang ékuator.(ant/ita)

Makudang-kudang Spésiés Anyar Kapanggihin ring Papua Kepala Komunikasi Conservation International (CI) Elshinta S-Marsden ring Jakarta, Soma (17/5) lintang nganikayang silih tunggil ékspedisi ilmiah manggihin makudang-kudang spésiés anyar ring Pegunungan Foja, ring pulau Guinea Baru, Provinsi Papua. Spésiés sané kapangihin punika minakadi katak cunguh madui (katak berhidung duri), bikul gedé mabulu, toké mamata kuning majeriji léngkong, dara kaisar, miwah walabi alas pinaka soroh kangguru pinih cenik ring jagaté. S-Marsden nguningang, tim inucap marupa pacumpuan ilmuwan Indonésia lan dura negara sané nyarengin Conservation International’s Rapid Assessment Program (RAP), taler Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonésia (LIPI), warsa 2008.. (ant/ita)

Kacang Komak Invéstor Asing ring Badung, katunas mangda nénten mamaksa nabrak aturan. -Sané nabrak patutné lilig, wantah gagéndong sané nunas? *** Populasi Asu, awarsa nincap 22 persén. -Cek, cek, cek, kan sampun kaéliminasi? *** Mapikobet, DPRD cumpu invéstor nyedétin Lapter Wisnu. -Yan seneng sledat-sledét, pamutné jéréng!


Sabha

10 Tetuek

Redité Umanis, 23 Mei 2010

Lumut-lumut Watu Lumbang (72)

Ngubuh Keneh Aji Keneh

Maturan Kaeng Nguda bisa kalah nglawan

Olih Mas Ruscitadéwi Krama Baliné sayuwakti jemet pisan maturan. Semengan maturan banten saiban, tengai ngaturang canang, lan sandikala ngaturang segehan utawi blabaran. Sané ketah ngaturang lan maturatur akéhan anak istri. Sané numbas sakancan lakar aturaturanné punika taler akéhan anak istri. Mawinan krama Baliné sané istri katah uning duh kapan patut numbas canang mangdané ajinné nénten mael, lan duk kapan patut numbas sekar mangda polih sada mudahan. Ri sapunapiné, ri sedek kawéntenan jinahé sayan nipisang, para istriné pacang madaya, matetumbasan tigang rahina sadurung rerahinan, tur nyimpen canangnyané ring lemari és. Mawinan tan banget bungah rasané ri kala maturan, duaning bungan canangé sada layuan. Yéning sané maturan canang lan sané numbas masiosan, sinah pacang medal pakaeng saking sané ngaturang. “Méméh kawon pisan rasané ngaturang bunga sané nénten seger,” minab kénten sané metu ring manah sané maturan. Ri kala matumbasan, para istri Baliné taler pacang makaengan duaning sayan maelnyané pangargan lakar-lakar bantenné. “Méméh jeg ten taén tuun, konyangan menék,” kénten ketah pakaéng para istri Baliné. Pakaeng-pakaeng punika nénten ja puput kantos i rika, ri kala matanding,

kétékan bebanten sané katanding setata ngebekang, mawinan ketah setata kirangan. Napimalih galahé mangkin akéh para istri Baliné sané makarya kantor, mawinan akéh ngrasayang galahnyané sayan cupit, akéh sané nénten malih madué galah ngaturang sakancan atur-aturan punika. Mangkin akéh aturaturan punika katurang olih para pembantu (sané madué pembantu-red). Duaning nénten prasida ngaturang praragan, sinah sang sané maturan pacang setata mrasa kirang, sané pungkuran taler ketah ngawetuang pakaeng. Para istri sané makarya, sané nénten madué pembantu, sakadi maksangmaksang galahnyané anggén maturan. Ri sampunné mresidang maturan, seringan maturan kasarengin antuk pakaeng duaning mrasa nénten wénten sané nulungin. Dadosné sané katuran nénten ja wantan canang, banten kéwanten taler madaging kaeng. Mangkin ngiring ja malih bilih-bilihin, ngiring ataurang wantah sané prasida katur. Boya ké, yadnya punika ngaturang sané luih sané duénang i raga saking manah anulus. Sampunang ja ngaturang sané nénten duénang i raga, napi malih madaging manah kawon. Yéning madué galah, aturang galahé, yéning madué manah, aturang manahé, sampunan maturan ageng, kéwanten taler mairingang pakaeng ageng.

PANGREMBA: Mas Ruscitadéwi, Madé Adnyana, Madé Sujaya, Gedé Tapayasa, Wayan Juniartha, Madé Sudiana, Wayan Suardiana, Ni Madé Ari Dwijayanthi lan Nyoman Manda. Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.

Bungklang Bungkling

Betara Olih I Wayan Juniartha Nyén ané paling sibuk, paling cagcagcigcig, paling telah bayuné di Galungan lan Kuningané? Boya ja ibu-ibué, tidong masi bajang-bajangé. Ané paling heboh to tuah para Betarané. Semengan sajan ba maklentung kulkulé di Swarga. Langsung para Betarané mabalapan mandus tur mapayas. “Yén hari-hari biasa, nira nak nu sempat santai-santai. Nu sempat ngopi, nu sempat senam Tai-Chi,” kéto abetné Ida Betara A duk wawancaraina kén Dewata-Dewati TV. Ida Betarane nganggo inisial dogén adané. Apang sing kena sidang déwan kode étik. Maklum, Ida Betara nak sing dadi ngawagngawag ngemang keterangan pers kén jlema. Ba mendep gén Ida Betara nak nu masi liu sajan jlema tur tokoh jlemané ngakungaku maan wangsit uli Betara. “Yén ba Galungan lan Kuningan, yén ba rerahinan maderet, jeg asli nira sing maan istirahat.” Apabuin Ida Betara A nak golongane mara 1A, déwa lokal tingkat désa dan kecamatan, tondén golongan déwa regional, nasional ataupun global. Ané global to calah Ida Betara Brahma, Wisnu, lan Siwa, adane kasub di duranegara. Ane paling tegeha golongan universal, Ida Sanghyang Widi Tuhan Yang Maha Esa adane. “Yén Sanghyang Widi kan ba maraga wyapi-wyapaka nirwikara, dija-dija ada, raga ané déwa lokal né ané berat kasusné, semengan bedangin ada ané ngayat, tengai ba dauh ané nunas ica, jeg telah waktu nira né makeber kema-mai nyaksiang warihe ngaturang bakti, kanti sétsét kebés kampid nirané, asal suud rahinan jeg masuk angin berat ba nira.” Ida Betara B anggut-anggut ningehang. “To nu untung ragané. Warihé nu ngoyong di satu désa. Nira nak dija-dija warih nirané merantau. Semengan nu nira ngaksi warihé mabakti di pura désané, tengainé ba nira di Jakarta ngaksi umaté ditu, tengahing lemeng nira ba harus di New York ngaksi banjar Bali-né ditu ngaturang aci. Syukur nira Betara, yén jlema matah asli ba ilang di New York, monto gedén guminé,” kéto pasautné Ida Betara B. Anggut-anggut réporter tipi-né. Mara jani nau kéwehné dadi Betara. “Yén sing aksi, ba liu sajan permas nirané mesuang pis anggo ngaécbanten, yén aksi,

bes duang juta damuhé sibarengan ngayat adan nirané sing jeg asli inguh-puruh nira dadiné.” Tondén buin ada Betara ané absén sing nyidayang melakukan tugas pas Galungan lan Kuningan. “To Ida Betara C lan Ida Betara D kan nu kena skorsing sawiréh terlalu melibatkan émosi duk Pilkadal (Pemilihan Kepala Kadal) dugas nénénan. Kanti saling puikin ajaka dadua.” Sing nyalahang masi Ida Betara né serius ngetohin kandidatné sawiréh calon-caloné nak serius sajan-sajan masi ngaturang aci. Calon kumis jempe kanti 1.118 nyejerang pejati, calon sing mekumis alias klimis nyejerang tirta uli lebih 600 tempat suci. Kanti magejeran suargané gara-gara persaingan dua Betara totonan. “Men sané mangkin damuh duéné sampun trilyunan nelahang pipis anggén numbas canang, jutaan trilyun anggén ngarénovasi pura lan sanggah, milyaran trilyun anggén ngenteg linggih lan padudusan agung, ten tambah méweh dadosne Ida Betara sinamian?” Matakon réporter tipiné. Anggut-anggut Ida Betara A lan Ida Betara B. Saling tolih sing ada ané bani masaut maluan. Madehen Ida Betara A. “Masalahné kan konyangan aci-aci né to ada pamrihné. Ngaturang yadnya sambil nunas magenepan, pamuputné payu niranira dini ané harus bekerja lebih keras, lobby kema-mai, mamantra sabilang wai, apang nyidayang ngisinin pinunas para damuhé.” Ida Batara B nglanturang. “Yén urusan nunas rejeki, nunas pang gantengan buin akebiasan, nunas pang selamet, nu élah nira ngicénin. Masalahné ada ané nunas ica lan bagia to ba ané ngaé pengeng. Sawiréh yén urusan bagia lan ica to nak sing wewenang Betara. Nira gén sing bahagia dadi Betara.” Ngang ngeb réporter tipiné. Kesimpulané ba jelas. Yén trilyunan pis telah anggo ngaturang aci, sinah trilyunan masi Ida Betara lakar mapaica rejeki. Nanging ngelah pis trilyunan nak sing patuh artiné jak ica lan bagia. “Yén ica lan bagia to tuah Ida Sanghyang Widi ané prasida micayang. Ida maraga Mbang-Tintiya, asli sing nyidayang ajak tawar-menawar lan jual-beli nganggo canang, banten, apabuin pipis.”

indriya? Orahanga indriya ento sakti tur liu kadang wargané. Rajan indriyané koné paling sakti. Ia madan keneh. Nyén bisa ngalahang keneh, yén sing keneh. Sangkané ada baos anak wikan, koné ngejuk keneh aji keneh, negul keneh aji keneh, ngubuh keneh aji keneh.

Olih IBM. Dharma Palguna BO/rtr

Keneh ento koné patuh cara ubuh-ubuhan léb. Kemamai dini-ditu pati kaplug malaib labuh ulian paling sing inget tekén ibané ungsap. Yén céléng léb dadi juk ajak liu. Abaang tali tekén bangsung. Yén suba kaselek céléngé, énggalin sagrep. Plekes, tegul, lilit batisné, tekep bungutné, celepang ka bangsung. Terus tegen aba mulih. Celepang di badané. Kayang panampahan Galungané gorok. Yén keneh léb, sing dadi kepung ajak liu. Padidian ngepungin kema-mai, diniditu, lemah peteng, nganti di pangipian. Sing ada tali anggon negul keneh, apabuin taliindriya yadiastun dawa tur

ngales. Sing ada ané madan bangsung keneh. Sing ada anak nyidang negen keneh, sawiréh keneh ento baatan tekén gumi koné. Keneh masih sing dadi tampah cara ubuh-ubuhan Galungan Kuningan. Sangkané madaging pisan baos ngejuk keneh aji keneh, negul keneh aji keneh, ngubuh keneh aji keneh. Kéwala ngalih “daging” baosé ento sing aluh. Apa jani anggon ngresepang daging baosé ento, masih sing lénan tekén keneh! Mula saja kenehé ento ubuh-ubuhan. Jlema masih patuh ubuh-ubuhan. Kénkén kenehé kéto jlemané. Orahanga Raré Angon ngangonang jlema “ubuh-ubuhan” ento.

Pabligbagan sané lintang sampun ngindikang pariundukan pamidabdab krama lingsir drikian. Sapunapi ké pamidabdab anak sané kasengguh kantun alit drikaan ring panegara Norwégia-né? Sané mayusa akudaan sané katémpékang kantun alité punikaan? Napiké sané kasengguh alit punika malianan saking panampéné driki? Makuéh malih patakéné mijil daweg pabligbagan ring seminar indik pangundukan anak alit kalaksanayang drika. Asapuniki katibakang ring titiang indik pamidabdabé. Indik prabéa ngembasang anak alit ring jagat Norwégia wantah nénten kakeniin prabéa utawi gratis. Pangembasan anak alité kapidabdab ring rumah sakit raris kapidabdab antuk wang tuannyané ngantos awarsa utawi ataun. Duk masa puniki biang utawi

méménnyané polih cuti atiban tur polih wantuan utawi tunjangan. Wantah dané/ipun makarya, upah utawi gajihnya kataur jangkep nénten wénten pangirangan anang akitkit. Daweg tiang miragi pariindikan asapunikané angob tur gaok pisan titiang ring manah. Raris rereh-rerehin titiang informasi ring internété pariindikan status utawi kalanduhan panegara Norwégia. Nénten naen mentik ring pamineh tiangé yaning panegara puniki katémpékang masikian sareng panegara lian ring jagaté dados panegara pinih landuh utawi makmur. Sinamiané wénten adasa panegara asapunikian: landuh tur gemuh pisanan. Punika mawinan wang istri sané ngembasang anak alit polih wantuan dana tur pitulung keséhatan gratis saking pamréntah. Pitulungé nénten katibakin

Déwan para mangkuné koné Raré Angon, ulian swadharma pamangkune ngangonang keneh krama. Awinan orahanga Raré Angon bisa negul keneh. Kéto koné masih di tattwané, jlema yukti buron utawi Pasu. Rajan jlemaburoné ento baosanga Pasupati. Kruna pati mula meteges “raja”, masih mateges “mati”. Pasupati ané ngurip, Pasupati masih ané ngancit urip. Pasupati ané ngidupang keneh dadi sakti, Pasupati masih ané ngejuk Keneh. Awinan orahanga “panah” Pasupati ento panah keneh ané ngalahan keneh. Apa kasujatian Raré Angon lan Pasupati yén sing mula keneh, kéwala sing

patuh tekén keneh. Keneh ané kénkén bisa ngejuk keneh, kéto patakoné jani. Né sing patuh tekén patakon I Bungkling, ané nawang tattwa kéwala ungsap tata. Sing masih patuh tekén patakon I Belog, ané ngaku bhakti kéwala nyongkok ba duur. Guru-guru agamané di sekolahan maosang tattwan keneh. Kadi puniki pangenikan para guruné. Di tengahan keneh ada masih “keneh” ané alusan, ané saruan, ané sukeh ban minehin, kéwala kena ban ngrasayang ri kala kenehé degdeg cara yéh ning. Ané alus tur saru ento orahanga madan Buddhicitta. Yén keneh makita mamati-mati, Budhicittané

némbahang: “sing dadi mamati-mati.” Yén kenehé léb, Buddhicittané nungkulang: “mulih, antosanga jumah tekén Atmane!” Kéwala yén Buddhicittané saru gremeng cara lampu lakar mati, munyiné cenik, sinah sing runguanga tekén kenehé. Jnana koné daging Buddhicittané ento. Yén suba Buddhicittané misi Jnana, mawibawa pasuaran Buddhicittané, dingehanga tekén keneh, makelo-kelo dadi pageh kenehé. Suud ia léb tur rengas. Dadi ia buron boh tur luih. Apa ento ané madan Jnana? Da matakon tekén keneh. Buddhicittané konkon nakonang tekén sastrané. Wiréh sastra metu saking buddhi.

Nabdab Anak Alit ring krama utawi wargi danéné kémaon. Panibakané taler ngeniin sapasira kémaon sané jenek drikaan duk ngembasang anak alit. Dadosnyané, wang Indonesiané sané jenek drikaan santukan ngulati paurukan sané kasarengin antuk istri utawi kurenannyané dados polih galah sakadi punikiané. Sami nyengguhang raris pamréntahé sayuwakti barés lan wungu pisan ring warginnyané: wargi asli utawi tan. Sasampuné mayusa utawi matuuh awarsa, asapunapi raris panabdabé ring anak alité? Sampun dados kabiasaan anaké alit sané sampun mayusa awarsa ngantos enem warsa kagenahang ring pamidabdab raré (child utawi baby care), raris wantah sampun duuran kapidabdab ring genah sané kasengguh pasraman wang alit (play group). Punika kamarginin limang warsa sadurung

wang alité ngranjing ka paurukan formal sané mawasta sekolahan dasaré. Duk masekolah puniki anaké alit taler polih wantuan paurukan malih. Mimih, ngudiang dados asapunikian pinabdab pamréntahé majeng ring wargi alitnyané? Asapunika pitakén ring padéwékan tiangé tan papegatan sané salit pisan karesepang santukan drikaan warginé anak naur pajeg sakadi warginé drikian anak janten naur pajeg nuut pituduhh kretané. Napi té mawinané pamidabdabé ring para warginé drikaan sareng drikiané mabinaan pisan sakadi rahina kalawan wenginé, sakadi galang kalawan petengé? Napi ké mawinan pamidabdabé anak banget pisan katujuang mangdané nyenengang utawi ngaliangang pareragan utawi padéwékan kémaon? Témpé-

kan sirané ké jati pacang mamanah tur ngamanahang jaga nyenengan wang liané? Napi ké pariundukan jaga ngalanduhang jagat lan ngaraharjaang pariidup kulawarginé wantah wacana kémaon sané wénten ring satua; satua sané sering kaserétang dados sat tuara ada? Sira sané pacang nyaurin pitakén aluh-élahé puniki sakéwanten panyaurnyané janten karasayang sekil; napi malih yaning jati jaga kalaksanayang sakadi drikaané ring genah tiang jenek ajebos pisanan, wantah kalih sasih? Mimih sapunapi dados puniki panadiannyané paundukan ipun mapan pangawité mijil saking nabdab anak alit? Wantah nabdab anak alité nénten kalaksanayang sapatuta, janten pamidabdab lianané pacang dados nginguhang manah. „ I Gusti Madé Sutjaja

Kania, Sané Kakepung Kaplaibang Ida Bagus Catra mamargi alonalon. Tangané sané tengawan ngamel jérégan sané kiwa ngamel korék. “Byos! Byos! Byooos!” Kurin pamereman Pranda Istri Kania kakebyosin bénsin. Wau jagi ngerékang korék, raris Pranda Istri Kania ngungkabang kori pameremané. Kadi punika IBW Widiasa Kenitén nyineb novel sané wau kawedar olih Sanggar Buratwanginé. Novél sané makéh halamannyané nem dasa nem puniki madaging “daging mercapadané”. Rwa Bhinnedha kénten sané kapilih olih guru SMAN 2 Amlapura puniki, pinaka téma saking novélnyané. Kania, indik anak istri warih pranda sané kaplaibang olih panjaknyané, ri tatkala kakalih rupakannyané kapuputang daweg jaman Géstoké. Sira sujatiné Kania? Dayu Latri putri saking Ida Bagus Ngurah. Ida Bagus Ngurah masametonan sareng Ida Bagus Cidra, kakalih wantah putran Pranda Gdé Kerta. Sakadi crita-crita lintang sané nae-

nin kakaryanin olih IBW Widiasa Kenitén, unteng critané ngeninin indik rwa bhinnedha. Kénten taler ring Kania, kakalih okan pranda puniki, Ida Bagus Ngurah mapratingkah sadu nanging Ida Bagus Cidra parisolahnyané nungkalik sareng sameton idané. Saking manah sané meled ngaonang Ida Bagus Ngurah, raris Ida Bagus Cidra madué daya corah, pacing ngaonang sameton idané. Kapuputang daweg jaman Géstoké, kakaryanan pisuna olih Ida Bagus Cidra. Manah Ida Bagus Cidra wantah asiki, mangda ngamolihang sakancan warisan sané kawarisang olih Pranda Gdé Kerta ring Ida Bagus Ngurah lan mutungang terehan Ida Bagus Ngurah. Nanging wénten panyeroan idané sané mlaibang putrin Ida Bagus Ngurah, Dayu Latri, prasida selamet lan mawali ka gria ri kala sampun duur. Kania. Makudang-kudang gegodan raris kakaryanin olih Ida Bagus Cidra pmangda prasida nyengkalén Dayu latri, nanging nénten prasida. Pamuput

critané, Dayu Latri maabiséka dados pranda istri sané mapuspata Ida Pranda Istri Kania. Novel puniki, sakadi babad sané madaging makudang-kudang tokoh. Tokoh niki masametonan sareng niki, madué putrid niki, putri niki raris madué timpal, timpal niki taler madué timpal, lan panyeroan niki madué somah, somah niki madué pianak, pianak niki pinaka astra, astra puniki mamitra sareng sameton gria. Rabi ida bagus niki madué rupaka, taler, rupaka puniki mawarang sareng ida bagus niki. Raris ida bagus niki ngrereh mitra, mitra niki madué rerama, reraman ida bagus niki madué timpal, panaknyané matimpal sareng mitran ida bagus niki. Yéning manahmanahin kawéntenan tokoh utama ring novel niki sakadi ngamedalang makudang-kudang tokoh sekunder. Dumogi sané ngwacén dahat yatna, mangda prasida uning kawéntenan tokoh sané pinaka unteng. „ Ari Dwijayanthi


Sastra

Redité Umanis, 23 Mei 2010

Soca Ulunangen I Gusti Bagus Wéda Sanjaya Daweg punika, jam nem semeng titiang sampun mamargi nuju Dénpasar, yadiastun Mbok Gung Ayu ngandikain titiang mangda ring galah kutus sampun ring Dénpasar. Manahé mangda nénten gagéson, titiang masemengin ngrauh mrika. Ibu lan Aji nénten prasida nyarengin, santukan wénten ngayahang banjar, nemonin pujawali ring kahyangan Tamuwaras. Mungwing punika, titiang makta palinggihan alit kémanten. Margi saking Jero Tengah, ring Désa Kawiswara ngantos ka Hotél Nikki ring Dénpasar prasida antar. Dauh pitu langkung limolas menit titiang sampun ngantos ring Salon

Kumala, ring sisi kaja Hotel Nikkiné, genah Mbok Gung Ayu mapayas. Sakéwanten wau titiang ngantos i rika, Mbok Gung sampun paling, santukan undangan wisuda lan kupon konsumsiné kaicalang ring genah padunungané ring Kuta. “Punapiang mangkin, Gung Dé? Yén tan makta undangan, jejehin Mbok tan icéna ngranjing. Yéning konsumsi, nika kan dados numbas kémanten. Mrasidayang Gung Dé ambil jebos ka padunungan Mboké ring Kuta?” Sapunika baos Mbok Gung Ayu daweg nika. Titiang sampun meled nunas mangda katakénang dumun ring panitia, napiké dados ngranjing yéning tan makta

undangan, sakéwanten Mbok Gung Ayu pageh mangda undangané kaambil. “Nggih, alonalonin dumun mrika ka Kuta. Régistrasi kalaksanayang nyantos dauh setengah sia, kantun wénten galah.” Asapunika baos Mbok Gung mawinan titiang ngéncolang ngambil sepéda motoré, raris matinggal nuju padunungané ring Kuta. Kantun wénten galah sawatara ajam, sakéwanten ri kala punika margi ring Dénpasar sampun sayan ramé tur macet. Sami pada nuju genah makarya utawi masakolah, nganggé palinggihané soang-soang. Wénten ngantos panyiuan palinggihané ring alintihan margi Gatot Subroto punika. Manahang titiang, yéning ring alintihan margi kémanten sampun ngantos panyiuan akéh palinggihan ageng kalawan alit, kuda ya akéh palinggihan ring sajebag Bali? Kudang bénsin utawi solar katelasang nyabran rahina? Tur kudang triliun jinah krama Bali sampun malaib ka pabrik motor ring Jepang, Cina, utawi dura nagara sané lianan? Mih, berat rasayang titiang antuk ngamanahang. Akéh malih sané manahang titiang ring margi. Ngantos éling malih titiang ring paundukan dibi wenginé. I Dadong Jéngkog delod jeroné, sané kocap sering ngemban Biang Adé daweg kantun alit, sampun padem. Dibi wenginé, nemonin panyalukan Perangbakat, ngalangkung awuku saking daweg Biang Adé mawali ka Kalimantan, Dadong Jéngkog padem ri kala masaré. Sané manggihin wantah Madé Sujiwa, penah cucun Dadong Jéngkogé. Santukan Dadong Jéngkog putung, ipun sané setata ngayahin I Dadong ri sapaninggal Pekak Jéngkog nuju tanah wayah. Sawatara galah solas wengi, Pan Suwita sané mangkin dados juru arah, mapangarah ka jero. Titiang sareng Ibu lan Ajung sampun makolem ring gedong kaja. Wau Ajung matangi, ipun ngaturang paindikan I Dadong Jéngkog sampun pa-

1. No. 079006 Hadiah Utama berupa 1 unit sedan Daihatsu Xenia VVTI. 2. No. 051758 Hadiah Kedua berupa 1 unit Sepeda Motor Honda Vario. 3. No. 099386 Hadiah Ketiga berupa 1 unit Sepeda Motor Yamaha Mio Sporty. 4. No. 090599, No. 067253 Hadiah Keempat masing-masing berupa 1 buah TV Berwarna 21Inc. 5. No. 083847, No. 081578 Hadiah Kelima masing-masing berupa 1 buah Lemari Es. 6. No. 097675, No. 099678 Hadiah Keenam masing-masing berupa 1 buah Sepeda Gunung. 7. No. 085687, No. 061871 Hadiah Ketujuh masing-masing berupa 1 buah DVD. 8. No. 091418, No. 067127, No. 050375, No. 096152, No. 059954 Hadiah Kedelapan masing- masing berupa 1 buah Magic Com. 9. No. 078406, No. 070644, No. 058273, No. 053658, No. 052085 Hadiah Kesembilan masing-masing berupa 1 buah Setrika Listrik. 10. 60 Hadiah Hiburan. Semua hadiah dapat diambil secara langsung sampai batas waktu 11 Juni 2010. Atas partisipasi semua pihak khususnya Pimpinan dan Staf Media Bali Post diucapkan banyak terima kasih. Bedulu, 20 Mei 2010 Panitia Karya Pura Samuantiga Ketua TTD Drs. I WAYAN PATERA, M.Hum

pireng titiang. Titiang tengkejut, ngamolihang sampun wénten motor Supra ring arep titiangé. Palaibé pada gancang, tan pabuwungan mangkin mapalu jangkrik. Titiang ngéncolang ngenjek rim, sakéwala sampun kasép pisan. Motoré sampun kadung mapalu. Biang Adé, kala punika sami putih cingak titiang. Sakadi titiang wénten ring genahé jimbar, sakéwanten praragan. Tan wénten punapa-punapi, tan wénten sapa sira. Suwung. Wénten raris saru-saru pireng titiang suaran anak lingsir ngaukin aran titiang. Pedasan titiang, suarané sayan tinglas. Nika pastika suaran I Dadong Jéngkog. Pedas ban titiang. Saking putih genahé jimbar, marawat raris pawakan I Dadong, mabusana sarwa putih. Malih sayan resik kantenang titiang, lan sayan miik adek titiang, sakéwanten tan prasida titiang ngwedalang baos nang asiki. I Dadong raris sané ngaraos, “Nawegang, Gung Dé. Sujatiné Gung Dé mangkin sampun sapatutné ngaturang ayah ring taman béji kangin kahyangan Tamuwaras, sampun kacatri antuk Ida sasuhunan sané malingga i rika saking daweg Gung Dé embas. Kliaban barak ring selagan lelata Gung Dé sadéréng matigangsasihan punika pinaka cihna. Sakéwanten, dadong rumasa Gung Dé kantun dahat wimuda, kantun akéh tasik ring mrecapada sané durung rasayang Gung Dé, raris dadong pinaka sisya lan pangayah sayang Ida sasuhunan, nunas mangda dadong dumun sané ngentosin Gung Dé ngaturang ayah, nyantos Gung Dé sayaga.” Sapunika raos I Dadong, sakéwanten tan sida antuk titiang nyaurin. Cangkeme karasa kaku, tan sida ngwedar raos. “Nika soca Ulunangen sané aturang dadong ring Gung Dé, wantah pinaka pangemit Gung Dé mangda tan molih baya. Punika taler wantah sangkaning paswécan Ida sasuhunan ring béji kangin. Sampunang

Dados anak aném tan bina sakadi sekar miik, katah sané nyaratang mangémpok. Wantah nénten tulénga ring angga sampun aném, midep pacang manggihin pikobet kapungkuran. Pikobeté wit saking angga taler midep saking anak lian. Rasa waspada patut uripang ri sajeroning angga. Sang maangga guru rupaka

mangda setata ngicénin piteket ring sentana wantah sampun aném. Conto utawi tatuladan sané utama icénin ring i sentana. Tatuekné mangda i sentana nénten ngrereh-ngrerehin conto ring anak lian sané durung janten manut. Nampek ring sentana sané sampun aném selanang pisan. Pinih nénten polih galah magendu wirasa nakénang parindikan i sentana. I sentana janten jagi rumasa karunguang olih i guru rupaka. I sentana nénten bimbang wilanganné. Kulawarga sané sering-sering polih magendu wirasa sareng sentana pacang ngwetuang rasa tentrem arang kapanggih pigujeg sané mawit saking pabinaan wilangan sareng sentana.Guru rupaka taler éling ring yusa i sentana sané banget pisan ngedengang. Sering-sering miteketin santukan ri kalaning kantun bajang galah becik anggén nagingin angga marupa kaweruhan. Kaweruhané punika anggén serana nagingin kauripané sané sayan-sayan nglimbak kawéntenané. Ri kalaning ngrereh kaweruhan janten katah sané ngoda sinalih tunggil pagodan kama indria. Rasa seneng ring anak lian, wantah nénten becik antuk ngenahang

Uli ilu ngantos mangkin sayansayan kasub gumi i ragané sami duaning sayan-sayan makéhan utawi nincap kawéntenan wang sané ketah kasambat tamiu sané rauh saking dura negara mriki ka Bali. Taler sayan-sayan nincap masih kawéntenan wewangunan hotél, homestay, vila, taler sané siosan. Kasub, kocap, wang Baliné sané dados masih kasambat The Balinese, sané ketah kabaos wang sané polos, ajér utawi friendly, nénten méta-méta nyanggra tamiuné mriki. Luiré kasub kocap ring Bali kémanten, akéh wang Baliné sané makarya ring pariwisata. Taler akéh sané bisa mabasa Inggris. Mangkin sekancan kawéntenannyané punika minab sampun dados kabaos lumrah; lumrah sangkaning boya ja makesiab lakarang panadina yéning sledétin. Anaké sané pakaryané ring pariwisata jakti sampun maosang parindikanné punika lumrah. Nanging boya ja sida baan ipun mabasa Inggris kémanten, mabasa lianan masih sida baan ipun. Sané dados tatilikan mangkin; anak cerik, bajang truna, akéh masih sané bisa mabasa Inggris, sangkala kemu-mai ipun malajah ring genah-genah kursusé. Taler basa Inggrisé punika sampun kadadosang paplajahan wajib manut ring kurikulum pendidikané ring sajebag sekolahané. Uli TK utawi Playgroup nganti UAN, basa Inggrisé punika ngansan-ngansan nincap pamiletné duaning sayan-sayan akéh para janané ngaptiyang masa depan sané becikan di kadi-

tuané. Minab yéning saihang tekéning unduké dugasé ilu, sanget masiosan pisan sangkaning akéh sané ngamiletin parindikané punika. Yéning mabalih siaran utawi orti lan program-progam ring tipiné, akéhan masih nganggé basa Inggris yadiastun macampur baan basa Indonesia. Kocap, yéning nganggé sané macampur akédik anaka raosanga kerén ring pergaulané. Yéning i raga mapitakén ring anak cerik lan sané kelihan buin akédik ring désa-désa, minab nénten uning déwék ipun indik mabasa Inggrisé punika. Salingkéh ipun polih nilai utawi biji gedé ring UANné, polih upah nulis dogén minab sampun aget. Sangkala, saparisa ja sané sida lunga ka kota malajah basané punika dogén sané minab sida melék indik nganggé basané punika. Nanging, siosan akédik, minab maimpas parindikané; akéh masih anak Bali sekadi mangkiné sané nénten bisa lan uning mabalibali. Salingkéh bisa majejaitan sekancan sampian sané aluh-aluh, ngisi busung dogén minab nénten akéh. Yéning raosang uning Purnama Tilem kémanten, punika masih baas aget. Sangkala akédik-akédik mangkin anaka madaging aget. Yéning tilik mangkin, minabké akéh anak cerik lan para truna-truni Baliné sané seneng mabasa Bali? Yéning kabaos akéh napiké ipun mapi-mapi nénten uning basa Baliné sakadi anak mengkebmengkeban? Taler, ngudiangké Basa Baliné punika nénten jakti kadadosang mata pelajaran wajib UAN

Wantah sengka ngamong bajang, yan tuna pageh ring raga, mangranayang tan paaji, pinehin malu pang pasti, pangda manyelsel kapungkur, yan suba nemu di karma, hala hayuné tatakin, apang manut, tingkahé ngamong agama (I Ketut Ruma, Geguritan Guru Bhakti: 11)

pisan kaanggé sané boya-boya. Soca punika boya soca anggé ngruruh meseh, utawi ngasorang sakancan meseh. Wantah prasida anggé ngruruh sawitra, turmaning ngentosin mesehé dados sawitra. Durus abih, dadong uning Gung Dé sayuwakti sang truna mautama. Sang truna sané stata ngambel dharma.” Sapunika malih I Dadong ngraos, tan pacawis raris nerawang ilang. Sapaninggal I Dadong Jéngkog saking arep titiangé, titiang raris matangi, wau jagi matindakan, genahé jimbar putih punika magentos dados kawéntenan sané rasayang titiang naenin kacingak. Nerawang-nerawang, éling titiang genah punika wantah wantilan desané, cingak titiang pakebat para krama istri kantun makarya banten sané kaanggé ri kala pujawali ring Tamuwaras. Ring kuuban para krama istri punika, panggihin titiang ibun titiang ri kala ngamersihin jerijin Ida antuk kapas. Mirib iwawu kacidrén, keni lémat. Titiang mamanah jagi nganampekin ibu, sakéwanten tan mrasidayang, santukan genahé digelis magentos malih. Sakadi wau, nerawang mangkin kadi ring tegalan jimbar ring tanggun désané. I rika panggih titiang Ajung titiang kantun mapalisahan jagi matangi. Mirib i wau katanjung raris runtuh, daweg jagi ngaruruh kelapa anggé daging banten, sareng krama lanang sané tiosan. Durung polih titiang nakénin, malih magentos genahé. Mangkin genah sané tan pedasin titiang. Ramia pisan. Tlektekang titiang, akéh pasliwer jadma nganggé toga. Mirib niki genah Mbok Gung Ayu wisuda. Raris ngaliwat ring arep titiang, Mbok Gung mamargi nadtad sandal hak tinggi-né sané hakné kecung. I rika wau makesiab éling malih titiang paundukané jagi ngambil surat undangan wisuda Mbok Gung Ayu ring padu-

nungané ring Kuta. Raris masriak peteng sakancang genahé, turmaning pireng titiang akéh suarané ngaukin-ngauikin titiang. “Gus..., Gus..., Matangi, Gus!” Sakadi punika wénten pireng titiang suarané. Saka kidik titiang ngedatang panyingakané, polihang titiang déwék titiang nyelémpoh ring émpér tokoné. Akéh sané ngrunyung titiang, wau titiang matangi. Raris wénten anak lanang sané nakénin, “Gus, éling ring wastan gusé?” Kénten pitakéné. “Gung Dé Ambara, Pak.” Kénten pasaur titiang sinambi ngamecikang genah malinggih. “Ten wénten sané sakit? I wau Gus tabrakan sareng anak saking Ubung, raris Gus pingsan sawatara limang menit.” Malih anak lanang punika nimbalin. “Men, sapunapi mangkin urusané, Pak? Napiké jagi maprakara?” Titiang matakén. “Ten, ipun nganikayang damai, yadiastun Gus sujatiné sané iwang, ngaplug ipun sané sampun ngidupang réting.” Titiang ngangsehang ngadeg, ngasa-ngasanin ragan titiangé, napiké wénten sané kacidra. Malih anak lanang sané wau ngraos, “niki ali-alin Gusé minab? I wau panggih titiang ring samping ragan Gus daweg pingsan.” Raosné sinambi nyinahang ali-ali masoca barak ati. Rerehin titiang ring kantongé, soca I Dadong Jéngkog sané daweg semengané genahang titiang ring kantongé sampun tan wénten. Mirib sampun masalin dados aliali punika. Ambil titiang ali-ali punika tur anggé titiang. Sedeng pisan ring linjong tengawan titiangé. Manis, turmaning sampun mabukti. Ragan titiang tan wénten kacidrén diastun palinggihané dekdek remuk. Mesehé sané kalawan matabrakan, nénten nunas maprakara, yadiastun sampun tingglas titiang sané iwang, makta motor ri kala turu.

Saking Langit Bali I Gdé Dharna

Olih IBW Widiasa Kenitén

gagodané liyu gati, Dalam rangkaian pelaksanaan Karya Mapadudusan Ageng di Pura Samuantiga yang berlangsung dari tanggal 29 April s/d 11 Mei 2010 diakhiri dengan upacara penyineban Ida Bhatara yang diselenggarakan pada Hari : Selasa, 11 Mei 2010, Jam : 24.00 malam. Serangkaian dengan prosesi penyineban Ida Bhatara juga dilaksanakan pengundian kupon dana punia berhadiah dengan hasilnya sebagai berikut :

bil peras lan midabdabin kramané jagi ka sétra. Titiang nyarengin i rika. Santukan sareng akéh, rasa jejeh titiang ical, magentos rasa meled uning kawéntenan sétrané daweg wengi. Pamargi makarya bangbang prasida antar, nénten wénten pikobet punapa-punapi. Sawatara tenga lemengé punika, layoné sampun rauh ring sétra, kaater antuk para kramané masuluh obor. Nénten wénten angklung utawi kakidungan sané nyarengin. Nyilib, sepi, mamung, sakadi suwung. Kalanturang antuk pula-pali manut dresta ring désa, digelis sampun sayaga layoné jagi kapendem. Sadéréng katedunang ring bangbangé, kramané saka siki ngicénin sang padem babekelan. Wénten mekelin siu rupiah utawi wénten taler limang tali rupiah. Titiang ngamekelin duang tali rupiah, pejang titiang ring tangkah I Dadong. Kala punika cingak titiang wénten sané pakedip ring tangkah I Dadong. Tlektekang titiang, sakadi soca mirah, makedip ngendih, buin masunar putih, buin barak. Titiang kipak-kipek medasang kramané lian. Sakadi tan wénten sané rungu. Raris titiang ngwanénang raga ngambil endihé punika, kantun sakadi tan wénten sané rungu, diastun ramia kramané ngiterin layon I Dadong. Risampun gambel titiang, pedasang titiang endihé punika marupa soca, warnané barak ati. “Dong, apa ja sujatiné soca ené, lakar tunas tiang, mogi Dadong lega. Yéning mula tusing pantes tiang sané nunas, lautang Dadong ngambil buin.” Kakéto raos titiang ring sajeroning angen, raris nyilibang socané ring bungselan papekek titiangé. Raris I Dadong kapendem ring sétra gandhamayuné. Kramané mawali ka désa, maprasita, raris mawali ka jero soang-soang. Wau amunika ingetang titiang parindikan dibi wenginé, saget wénten suaran bél motor

Ngamong Bajang

HASIL PENGUNDIAN KUPON DANA PUNIA BERHADIAH KAHYANGAN JAGAT PURA SAMUANTIGA BEDULU BLAHBATUH GIANYAR

dem, turmaning jagi kapuputang pula-paliné wengi punika, santukan banjaré nénten dados ngambil sebel nyanggra pujawali ring Tamuwaras. I rika raris Ajung lan Ibu nyayagayang raga jagi madelokan. Titiang nikaina meneng ring jero, santukan bénjang semengné jagi ka Dénpasar, mangda nénten turu ring margi. Titiang mamanah, yéning praragan ring Jero, kadirasa jejeh taler manah titiang. Sakadi sampun uningin Biang Adé, Dadong Jéngkog sampun kasub ririh indik désti. Kocap sampun nyantos tataran Leak Sari, mawinan ipun setata kacingak resik lan miik, sakéwala paliatné ngetorang manah sakancan anak mapas. Yéning mangkin I Dadong kakingsanang ring sétra, minab akéh jagi sisya lan sawitrané ring wengi madelokan. Mih, punapi yéning wénten sané simpang ring jero, nuju titiang praragan? Ah, titiang sareng kémanten. Napimalih Dadong Jéngkog asih banget ring titiang, sesai ngemban titiang daweg kantun alit. Malih pidan malih sida matemu yén nénten mangkin? Ngéncolang titiang ngambil wastra lan papekek, taler tan lali jaket kulit titiangé. Santukan galah wengi, titiang mabusana adat ringan kémanten. Ngararis titiang sareng tiga madelokan ka jumah Dadong Jéngkog. Kramané sampun ramia i rika, raris Jero Klian mababaos indik pamargin upakarané makingsan nyilib, santukan nénten wénten déwasa becik, turmaning yéning jagi nyantos déwasa rauh, banjaré jaga kasengguh sebel, tur nénten dados nyarengin pujawali ring Tamuwaras. Mawinan punika, soang-soang témpék kaicénin pakaryan soang-soang, mangda prasida sakancan pula-pali puput sadéreng makruyuk ayamé. Témpékan iragané polih paduman makarya bangbang ring sétra. Ajung titiang pinaka klian témpékané, ngéncolang ngam-

11

pacang manggihin pikobet. Sang kaliputan pagodan kama wantah nénten midep milah-milahang bénjang pungkur pacang nyelsel angga. Sang sampun kasusupan smara mangda becik ngamel kaanéman. Anémé wantah galah anggén nagingin angga nénten anggén ngulurin indria. Punapi malih anggén malaksana nilar sesana. Kantun aném, becikang pisan. Masuwitra taler rereh sané prasida mecikang angga utawi mecikang kaweruhane. Wewehin angga antuk adnyana anggén bekel ngamarginin kauripané. Pikobet kauripané pinih nénten mresidayang enduh malih akidik wantah sampun saking angga éling makta angga. Paiketan kulawarga sareng sentana pacang ngawetuang becik pamargin i sentana. Sayan akéh tatuladan sané patut kapanggihin sayan becik ring sang wau aném. Punika sinalih tunggil anggén nyihnayang tresna. Rasa tresna nénten antuk jinah kémanten. Rasa bagia ring sentana metu, wantah sané aptiang prasida manut ring tata-titi kamanusan. Éling ring angga sampun aném, kawuwuhin antuk ngamargiang sané mungguh ring Sanghyang Agama luih pisan.

Pangacepé Kauluh Wenginé punika Ring wates sepiné Anak lingsir bengong ring ajeng tuguné Unteng kayunné ngwacen uripné dumun Ring dasar pertiwiné malemekan rah daging lan tulang-tulang sameton dane Langité ngenjuhang tangan Ngusap-usap rambut dane lisut Lan mabaos halus liwat angin ‘’Pajalan uripé i malu suba ilang kapanting ban pees maracun’’ Bintang-bintang maanggukan kenyem Anaké lingsir ngadeg nulengek Nuding langité sinambi nyerit ‘’Ih penghianat makejang cai kelangan kimud nguluh sarwa ané mebo warisan Ibu’’ Toyan panoné kebus Membah suluk Mesegin pertiwiné sayan tuh kaing Kicalan teresna asih lan pangacep Sané kauluh i kala

Anak Bali ring Bali olih pemerintahé? Minab, soléh yéning akéh anak Bali sané seneng mirengang gending Baliné puniki ring CD, lan radioné “Anak Bali..ii..ii, tiang nak Bali, mabasa Bali …megending Bali” nénten jakti nganggé basa Bali. Yadiastun ipun pedas ngerti daging gendingané. Sangkala yéning ipun kacunduk timpal ipuné, jag sida baan ipun nyambat sara sakadi, “What’s up, Yan/De/Man/Tut..?? sinah macampur dogén panadina. Yéning pirengang lan pinehang wénten anak lingsir sané maosang; “When in Rome, do as the Romans do”, ngudiang mangkin nénten wénten anak truna sané mangorahang, “When in Bali, do as the Balinese do”. Yéning sampun embas ring Bali, apabuin madué warih lan trah Bali, becik lan jakti becik sepatutnyané i raga anak Bali mabasa Bali, dados malajah igel-igelan Bali mangda sida baan ngaturang ayah di mani puana. Ah..., duaning asapunika kawéntenannyané, yéning wénten anak Bali sané mapi-mapi matakén nganggé basa Indonesia, minab dumadak ja wénten anaké sané nyawis nganggé basa Inggris. Samaliha, yéning ipun matakén nganggé basa Inggris, dumadak ja masih wénten sané lakarang nyawis nganggé basa Bali, yadiastun ipun rauh ka Bali saking dura negara, jawat ipun madan I Mike saking Australi, I Bean saking The U.K, lan Pak Dé Sam saking Amerika dumadak ja ipun ngamiletin mabasa Bali. „ I Madé Suwitra

Timbangan Sayan lami sayan ical jengah dané matumbasan Kenyem dagangé nungkalik ring manah Timbangané sami kareka Batun daciné kapalsu Timbangané nganeh Dija pacang repotang Yan paiketanné sampun tekek Ngalih bati Dados sapuniki jagaté Madaging kadi sesonggané amis kacenikan Madwané ngantosang payonan Pamuput kadi cacimpedanné Tolih-tolih mangejohang


Kruna

12 I Putu Agus Éko Sattvika

Redité Umanis, 23 Mei 2010

Ni Luh Candrawati

Sampunang Pakéh kanikang Manis Sakadi toya, bakat seni I Putu Agus Éko Sattvika setata maembah. Siswa kelas I C SMPN 2 Mengwi, Badung puniki kauningin wikan nepak makudang-kudang gambelan tradisional. Bakat seninyané minab kawarisin saking tukaknyanée sané kasub pinaka seniman adnel. Agus kénten dané ketah kasambat, dané kauningin wikan magambel saking kantun raré. Yéning dané nangis, tangisnnyané pacang mararian yéning sampun mirengang suaran gambelan. Ri kala kelas I SD, Agus sampun sering nabuh nyarengin sekaa gong Banjar Pemebetan Kapal, Badung. Putra pinih duur saking I Ketut Budiasa lan Ni Ketut Rusmini puniki taler sering magabung sareng sekaa

Déwa Ketut Wicak Sandita

Wikan ring Pelajaran Nénten Seneng Wayang Jaminan Suksés sangkaning Cénk Blonk Wantah sangkaning marasa sangsara, sané ngawi Ni Luh Candrawati ngawanénan raga nyarengin pemilihan Teruna-Teruni Dénpasar warsa 2010 galahé sané lintang. Candra kénten setata kasambat, pangawitné nénten cager yéning pacang prasida ngrajing ka final. Duk arannyané kasambat pinaka silih tunggil finalis, dané banget marasa makesiab. “Lomba-lomba kadi punika rasayang titiang sada soléh, tiang tan naenang nyarengin lomba-lomba kadi puniki. Duaning marasa soléh mawinan titiang raris nyobak, titiang kadi percaya pamuputné prasida nganjing ka sepuluh besar,” kénten siswi kelas XI IPA 3 SMAN 3 Dénpasar puniki nyarita. Bajang jegég makulit punih puniki biasané wantah nyarengin lomba-lomba mata pelajaran sekolah. Ring widang pelajaran, putri saking I Nyoman Ngenteg lan Ni Wayan Budiati puniki kauningin setata molihang juara kelas. Duk mirengan wénten pemilihan Teruna-Teruni Dénpasar, dané sahasa meled nyoba, duaning manut mantan Ketua OSIS SMPN 8 Dénpasar puniki nedeng wénten galah becik. Lan nénten iwang yéning nyobak dané mastikayang pengalaman macentok kadi punika nénten pacang karasayang yéning wantah makipu ring sekolah lan kampus kémanten. “Titiang percaya, kawikanan ring widang pelajaran nénten pacang dados jaminan i raga prasida suksés. Yéning wikan ring sekolah tur akéh polih pengalaman ring masyarakat sinah pacang prasida nyangkepin pamargin i ragané,” baos dané seken. Buktiné wantah sangkaning nyarengin pacentokan inucap, mangkin dané setata kaundang nyarengin acara-acara penting ring Kota Dénpasar. Candra sané kauningin pinaka pemain basket putri puniki taler kajudi pinaka anggota Paskibraka Bali warsa 2009. (ast/ita)

gong saking ISI Dénpasar. Dané pascat nepak sakancan pakakas gamelan, mawinan dané sering kanikan magambel. Yadiastun asapunika, Agus nénten naenang marasa ring ragané wikan, dané setata ngandapangang raga tur setata meled malajah. “Seniman-seniman sénior ring désan titiangé punika sami gurun titiangé,” baos dané seken. Ring Féstival lan Lomba Seni Siswa tingkat Nasional warsa 2009 lintang, kasarengin papat sumitrannyané, Agus pinaka duta seni saking Bali prasida molihang juara kapertama. “Dados duta Bali manten sampun abot pisan, kéwanten titiang angayubagia, duaning titiang prasida becik nyungsung aran Bali ring tingkat Nasional,” baosnyané garjita. Yadiastun katun alit, rinng manahnyané, Agus kocap meled mangda prasida dados seniman sejati, seniman sané ngayahan raga wantah majeng seni. Dané sampun prasida dados juara kapertama ri kala macentok ring tingkat Nasional, kéwanten ri kala macentok ring daérah néwék, dané nganikayang sering marasa kuciwa duaning juriné nénten obyektif. “Seni punika sayuwakti indik rasa, kéwanten sampunang kantos rasa pakeh raris karasayang manis, nika masiosan pisan. Yéning para juri sampun obyektif sinah pamilet sané kalah pacang nerima,” dané nerangang. (ast/ita)

Akéh alit-alit lan anom-anaomé sané tan seneng nonton wayang kulit. Déwa Ketut Wicak Sandika nganikayang balihbalihan wayang kulit yakti-yakti sampun kasor masaing sareng balih-balihan modéren sané kasiarang ring tipiné. Kawéntenan stasiun tipiné sané mangkin ngakéhan ring Bali sané madaging makudang-kudang acara, manut dané akéhan ngadautin manah alit-alit lan anom-anom Bali. Yadiastun asapunika, kawéntenan wayang kulit Cénk Blonk kocap banget ngesyabin dané, duaning wayang kulit Cénk Blonk prasida ngéréd alit-alit lan anom-anomé nonton sasolahan wayang. Kawéntenan wayang kulit Cénk Blonk nénten ja wantah ngawi anomanom lan alit-alité seneng nonton wayang, kawéntenan wayang kulit inucap manut anak lanang sané ketah kasambat Wicak puniki taler prasida ngawi alit-alité lan anom-anom Baliné meled dados dalang wayang kulit. “Pangawitné titiang nénten seneng nonton wayang kulit. Titiang sering pisan kaapul-apul olih ajin titiangé mangda kayun nonton wayang. Minab sangkaning ajin titiangé dados dosén pedalangan ring ISI Dénpasar, mawinan aji meled titiang mangda dados dalang. Kéwanten titiang tan nguratiang, titiang senengan nonton tipi,” kénten Wijak nyerita sinambi ica. Wantah sangkaning nonton wayang kulit Cénk Blonk sareng ajinné, Wicak marasa malawat-lawat sareng satua lan babaudan sané kaasolahang olih ki dalang. Pamuputné dané raris meled dados dalang wayang kulit. Pangaptian dané mangda prasida dados dalang wayang kulit kasanggra becik olih ajik-ibunyané Déwa Ketut Wicaksana lan Jéro Madé Wikanti, sané raris ngrerehang dané déwasa ayu ngawitin mlajah ngwayang. Durung sué malajah ngwayang, siswa kelas IX B SMPN 8 Dénpasar puniki sampun nyarengin pacentokan ngwayang ring BaliTV warsa 2006 lintang. Préstasi sané banget banggain taler prasida dané polihin saking ngawayang, inggih punika pinaka Juara II Lomba Dalang Cilik tingkat Nasional. “Juara sané polihin titiang punika sayan ngukuhang manah titiangé malajah ngwayang, sira uning pungkuran titiang prasida ngwarisin kawikanan ajin titiangé pinaka dosén pedalangan,” kénten pangaptian dané sané embas ring Yogyakarta, 20 Maret 1995 puniki. (ast/ita)

Madé Nama Sugita

Marasa Menang ri kala Penontonné Gedeg Pamargin sasolahan drama gong rng Bali minab tan dados pasahang ring parisolah anak lanang mapeséngan Madé Nama Sugita puniki. Anak lanang sané saking warsa 1966 masolah drama gong puniki nganikayang akéh suka duka sané dané rasayang ri kala ngamargiang widang inucap. Saking masan kasubnyané balih-balihan inucap kantos ring galahé mangkin ri kala drama gong sakadi ical tan patambakan. Sakadi pragina-pragina siosan, Nama Sugita kénten dané kasambat taler setata mautsaha mangdané drama gong prasida katangiang malih. Pénsiunan Satpol PP Kota Dénpasar puniki ngawitin dados pragina drama gong duk nyarengin sekaa drama gong Antasana, Banjar Balun Dénpasar. Duk warsa 1966 lintang, sekaa puniki kocap ngangkat crita Kén Arok, lan dané kajudi

dados Kebo Ijo. “Titiang setata marasa kapiangen ring galah-galahé lintang, ri kala drama gongé kasub ring Bali,” kénten pekak roras cucu puniki maangen-angen. Makudang-kudang lalampahan sejarah naenang dané baktayang ri kala masolah drama gong. Lampahan punika minakadi embasnyané Damar Wulan, sirnanyané kerajaan Kediri lan Sri Tanjung. Ring drama gongé punika, dané setata kajudi dados peran antagonis utawi dados wong duratmaka. Contoné ring lalampahan Damar Wulan, Nama Sugita kajudi dados Patih Logendér. Siosan ring Sekaa Drama Gong Antasana, dané taler naenang magabung sareng Sekaa Drama Gong Kertha Budaya. Sekaa drama gong inucap manut dané kajudi pinaka Juara II Féstival Drama Gong sa-Bali warsa 1984.

Ri kala masolah, dané kocap setata marasa menang yéning para penonton ngrasa gedeg ring ragané sangkaning parisolah danéné ring panggung. Yéning penonton sampun gedeg ring manah, dané kocap marasa sampun prasida ngasorang penonton sané sampun naur karcis. “Titiang seneng prasida becik dados wong Duratmaka ringh balih-balihanné, nika artinné titiang prasida mapikolih, duaning titiang polih upah,” baosnyané saha ica. Maosang indik drama gong, Nama Sugita nganikayang sujatinné ring Dénpasar akéh wénten pragina Drama Gong lingsir, kéwanten arang sané uning. “Wénten Pak Lodra saking Kesiman, Madé Sukarja saking Wangaya, Madé Karti saking Pameregan lan I Wayan Suéta saking Penyobékan,” dané nerangang. (ast/ita)

Isin Gumi

Ceraken Kidung Gaguritan Burayut

Wantuan Marep Désa Pakraman lan Subak Wantuan sane kapaica saking pemerintah Provinsi Bali kaaptiang mangda kalimbakang ring désa pakraman lan subak manut kramané. Wantuan sané marupa jinah punika sampunang pateh ring soang-soang désa yadisatun kramané akedik. Punika kasinahang ring acar Warung Bali Radio Genta Bali FM 96,1 MHz rahina Saniscara, 15 Méi 2010.

Madé Jujur, Dénpasar Yéning sampun marupa wantuan marep désa pakraman, tur nénten malih ngaryanin proposal. Maka sami mangda kapaica tur wantuan punika kawewehin malih. Pamekas wantuan marep subak patut katincapang. Nika mawinan subaké nénten prasida nglanturang program sangkaning wantuan saking pemerintah kantun kedik. Lanang Sudira, Batuan Indik pertanggungjawaban wantah patut katur ring pemerintah mangda tinglas wantuan sane sampun katerima olih désa soang-soang. Nanging pangaptin titiangé

mangdané ring soang-soang désa mangda kaselehin malih. Ring soang-soang desa mangda kategepang wantuané sareng kritéria mangda tinglas. Sakadi jangkep madué Kahyangan Tiga ring désané. Ketut Kari, Bangli Ngaryanin proposal wantah pinaka syarat polih w antuan saking pemerintah. Yéning sampun kalimbakang mangda wénten sané ngontrol pamargin wantuan inucap. Titiang ngaptiang ring pemerintah mangda nénten ngwetuang cemburu sosial ring kramané. Yén sampun kramané sané pinaka dasar micayang wantuan majanten nénten

ngwetuang wicara. Pak Santa, Ubud Sujatiné ring wantuan pemerintah marep désa pakraman lan subak kantun ngwetuang rasa ten becik ring krama subak. Duaning krama subak kedikan polih wantuan ring désa pakraman. Napimalih désa jatiné sampun akéh polih wantuan sekadi PNPM saking pemerintah. Patuté subak kawantu pateh sareng désa pakraman anggén nyanda mangda subak tetep ajeg ring aab globalisasi sakadi mangkin. Adnyana, Dénpasar Titiang ngaptiang pesan ring wantuan sané kapaica olih

pemerintah mangda akéh kramané sané kaanggén dasar micang wantuan inucap. Puniki wantah pamargi becik anggén nawengin wicara sakadi kecemburuan sosial. Pamekas ri kala nyejerang kahanan subak ring Bali patut kauratiang antuk nincapang wantuan marep subak ring Bali. Pak Gusti, Karangasem Pamekas ring pemerintah titiang ngaptiang mangda sahananin wantuan sané patut katerima olih désa adat lan subak, mangda nénten kakeniang pajak malih. Dadosné wantuan punika mangda 100% katerima olih krama ring désa teler krama subak. (asa)

Maweweh Korban Rabiés ring Buléléng Korban padem kacegut asu sané keni rabiés, ring Buléléng lianan ring nibénin sinunggil siswi SMPN 4 Singaraja. Kawéntenan punika ngawinang krama Bali setata jejeh santukan nyabran galah prasida kacegut asu, krana ring daérah i raga akéh asu malumbar secara bébas. Paindikan punia kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 MHz rahina Soma, 17 Méi 2010

Gedé Suparta, Nagasepaha Indik ngamargiang vaksin rabiés mangda sampunang ri kala wénten wicara rabiés kémanten. Patutné vaksin punika kamargiang sinarengan ring Bali, napimalih Bali sampun kasumbung pisan pinaka genah pariwisata. Kahanan punika pungkuran prasida ngwetuang rasa lan pakayunan sané tan becik ring para tamiuné sané malancaran ka Bali. Bu Nyoman Suberata, Berombong Sujatiné kantun akéh asu sané durung kavaksin. Tunas titiang majeng pihak sané wenang sampunang makarya ri kala wénten wicara rabiés kémanten. Antuk kawéntenan wicara

rabiés puniki titiang marasa ajerih ring manah, yéning rabiés puniki sayan-sayan ngawinang akéh padem kramané. Gus Puma, Banjar Pinunas titiang ring Dépkes mangda sujati nanganin tur nguratiang wicara rabies sané pungkuran nibénin Bali. Mangda tan mawit wicara puniki ngawé aran Bali cemer. Samaliha asu sané kasengsayain keni rabiés mangda kaselehin. Asu punika biasané medal wengi wiréh jejeh sareng sinar. Asu sakadi punika mangda kasuntik lan kagenahang ring karantina héwan. Gung Surya, Lovina Pangaptin titiang ri kala ngamargiang vaksin punika

mangda wénten rélawan sané ngwantu program inucap mangda prasida nglantur. Sakadi ring wicara lianan minakadi AIDS wénten rélawannyané sané nyobyahang. Lan yéning prasida vaksin punika mangda kamargiang sakadi jemput bola. I riki tunas titiang ring pihak terkait mangda setata pratiaksa tur sujati kapungkur prasida ngaonang rabiés saking Bali Putu Mahayasa, Bhuana Kerta, Panji Titiang ngaptiang mangdané asu sané kalumbar prasida kagenahang ring genah sané khusus. I rika raris asu inucap katanganin mangda tan ngawinang baya. Sané prasida kavaksin mangdané kavaksin, taler sané patut

kapademang mangda kaéliminasi.Selanturnyané majeng pihak dinas keséhatan lan terkait mangda prasida nincapang ayah-ayahan ring kramané nabdabin rabiés punika. Putrawan, Sambangan Minabang titiang wéntenyané wicara rabiés ring Bali punika sangkaning ngranjingnyané asu saking dura Bali sané kapiara semeton Baliné. Antuk punika sapatutné kawéntenang utsaha nyelehin tur nguratiang sakancan buron sané rauh ke Bali mangda katuréksain olih pihak terkait. Lianan punika setata nguratiang saha ngamargiang kontrol ring buron saking dura Bali sané kaduénang olih krama Bali. (ama)

Kaasuh olih I Gusti Madé Sutjaja

Ri tepengan mangkin anggé galah nembang miwah muruk nyurat basa Bali; mawit saking Perpustakaan Lontar Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

nn\luwsß\\á,(¡ bnÓn) eÀ \án\ ±Â l ¡Ð ,* pridp* amtnÑ,& eSÿkÀk i t ) t u /, se\ÐolÀjkßkm) l ¡ã n/, 19 19. prd*bnÓn) mÐ l u n/, ehoZ*ÿmkt)lt *u nÑ,& zrigg ié b À kpehon/, bhutk ) \ine) bÐori, å ;esoksi, lnÓsg mhisji m) p*¡ã rup* ,*u eCÿebekk;k;meh*o, h)ldu ni hilh * t)b;i , phuyhn/, cwnÂh ± p;t)lh u n/. 20 20. e\áoegoslub * lihy u ;, subsuhdu sß gi, m\u\b Ð æenp\eron/, dikmu renmhis,i 2tÞt ) æu setgun,&Ó blul * nÑd2) gßrsu /, higssetceLÿn/,

Nananga luwas manganggur , Banten anggén nungkulang, Paridang pada matanding, Sok I Ketut, Sangkol ajak makembulan. 19. Paridang banten kamulan, Onyang makatelung tanding, Nyarigjig aba ka paon, Bahu teka ngineb kori, Lantas ngagah sokasi , Maisi jembung parungpung, Cobéké kahkah maong, Eludina hilang atebih, Pauyahan, Cawan nu apah teluan. 20. Ngogo calung bali uyah, Suba suud masagi, Mangungkab pané pangaron, Di kumarané maisi , Letlet sasaté gunting, Balung lan dadeleg marus, Iga sasaté calon,


OLAH RAGA

Minggu Umanis, 23 Mei 2010

HASIL KUALIFIKASI 1. Valentino Rossi 2. Jorge Lorenzo 3. Dani Pedrosa 4. Casey Stoner 5. Nicky Hayden 6. Randy de Puniet 7. Andrea Dovizioso 8. Colin Edwards 9. Loris Capirossi 10. Aleix Espargaro

(Italia) (Spanyol) (Spanyol) (Australia) (AS) (Prancis) (Italia) (AS) (Italia) (Spanyol)

Yamaha Yamaha Honda Ducati Ducati Honda Honda Yamaha Suzuki Ducati

Rossi Start Terdepan Le Mans Pembalap juara dunia asal Italia Valentino Rossi meraih posisi pole untuk MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Sabtu (22/5) kemarin. Rossi mencatat waktu tercepat 1 menit 33,408 detik bersama rekan satu timnya dari Yamaha Jorge Lorenzo asal Spanyol yang menempati posisi kedua.

Collins Pelatih Baru 76ers

BPM/ist

Alexandra ’’Andra’’ Asmasoebrata

Andra Bidik 10 Besar di Jepang Jakarta (Bali Post) Salah satu pembalap wanita andalan Indonesia Alexandra Andra Asmasoebrata hanya membidik posisi 10 besar di Kejuaraan FIA World Cup SKF dan KF1-KF 2 Asia Pasific Championship, Minggu (23/5) ini, di Sirkuit Suzuka, Jepang. Dalam lomba yang melibatkan 39 negara itu, Andra sudah berada di Jepang sejak seminggu yang lalu, untuk beradaptasi dengan Sirkuit Suzuka. Andra merupakan satu-satunya pegokart wanita yang akan tampil di ajang ini. ‘’Kami tidak mau muluk-muluk, saya ingin Andra bisa masuk tiga besar dunia, tetapi harus realistis. Ini kejuaraan dunia, dan dia satu-satunya pegokart wanita yang tampil di ajang ini, masuk 10 besar sudah bagus,’’ tegas Alex Asmasoebrata, ayah dari Andra, di Jakarta, Kamis (19/5) lalu. Menurut Alex, usai kejuaraan ini, Andra juga akan tampil di Formula Renault Asia, meski sebelumnya Andra mengisyaratkan akan pensiun dari dunia balap, dan menekuni kuliahnya yang tinggal membuat tugas akhir.Dalam pra final, kemarin, Andra di urutan ke-17, disusul Ryan Anthoni Monoarfa urutan ke-19, dan Sean Gelael ke-20. (035/ant)

Philadelphia kata manajer umum Philadelphia Sixers Ed Stefanski 76ers, Sabtu (22/5) dalam pernyataan kemarin menunjuk tim tersebut. Doug Collins sebagai Rincian mengenai kepala pelatih baru kontraknya tidak diumereka. mumkan, tetapi meCollins (58), berdia Philadelphia main selama delapan melaporkan, ia menmusim bersama dapat kontrak empat 76ers, dengan ratatahun untuk memperrata 17,9 poin, dan baiki Sixers, yang empat kali menjadi musim ini mencatat All-Star. Ia mengrekor (menang-kalah) gantikan Eddie Jor27-55. Setelah masadan, yang dipecat masa bermainnya besetelah satu musim. rakhir pada 1981, “Ia sudah menggeluti bola basket sepaCollins menjadi njang hidupnya, pelatih kepala Chicamempunyai pengalago Bulls, Detroit Pisman dan senantiasa tons dan Washington BPM/ist berhasil dalam seWizards, dengan Doug Collins tiap langkah sepanmencatat rekor 332jang kariernya, dan kami yakin akan ke- 287. Ia menjadi analis televisi, sejak dipemampuannya untuk memimpin tim kami,” cat oleh Wizards pada 2003. (ant/rtr)

Indonesia Sport Center di Kawasan Sentul Jakarta (Bali Post) Dalam waktu yang tidak lama lagi, Indonesia akan memilikiSport Center standar internasional di kawasan Sentul, Bogor. Indonesia Sport Center (ISC) yang akan dibangun di atas lahan seluas 1.000 hektar itu diharapkan selesai 2014. Demikian

dikatakan Bupati Bogor Rahmat Yasin, Sabtu (22/5) kemarin. ‘’Saya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Menegpora Andi Mallarangeng dan Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo guna mematangkan proyek pembangunan ISC ini,’’ kata Rahmat.

13

ISC seperti dikatakan Rahmat adalah proyek berorientasi ke depan. Karena ISC ini mengantisipasi kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. ‘’Jadi jika Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018, maka tempatnya tidak lagi di kawasan Senayan tetapi di Bogor khususnya Sentul,’’ tambahnya. (035)

Kedua pembalap itu akan berbagi tempat di barisan depan bersama pembalap Spanyol Dani Pedrosa di posisi ketiga dengan Honda dan pembalap Ducati asal Australia Casey Stoner di urutan keempat. Rossi merasa optimis, apalagi setelah kondisinya makin bugar dan fit, pascacedera bahu dari kecelakaan ketika berlatih motocross. Bagi Rossi, Sirkuit Le Mans sangat menantang seraya berharap hujan tak mengguyurnya.

Ban Asimetris Setelah menerima banyak saran dari para pembalap, akhirnya Bridgestone akan memasok ban asimetris licin yang akan membantu jika hujan turun, di GP Prancis, pekan ini. Tidak hanya dengan jenis asimetris licin, namun juga akan dikombinasi dengan komponen karet halus, di sebelah kiri, dan komponen karet medium di sebelah kanan. Ban dengan asimetris licin akan menambah daya

tahan, untuk melewati sembilan tikungan di Le Mans. Selain itu, jika turun hujan akan sangat membantu untuk balapan di sana. “Sejak tahun 2005 balapan di Prancis selalu turun hujan, dan sepertinya akan terjadi hal serupa pekan ini,” ujar manajer departemen motorsport Bridgestone Hiroshi Yamada dikutip Crashnet. “Hujan membuat hasil balapan tidak dapat diprediksi, seperti Marco Melandri yang mampu tampil luar biasa dengan menempati posisi kedua, tahun lalu, dan saya yakin akan ada pertarungan yang lebih hebat lagi di Le Mans,” tambahnya. (ton/ap/ant/rtr)

Yao Ming Dikaruniai Putri Houston Pemain center Houston Rockets Yao Ming dan istrinya, Ye Li, mantan pemain bola basket nasional Cina, merayakan kelahiran anak pertama mereka, Jumat (21/5) lalu. “Kami gembira dengan kelahiran bayi putri kami pertama,” kata bintang tujuh kali NBA All-Star itu, atlet paling populer di Cina, dalam pernyataannya. “Ini merupakan momen spesial bagi kami, dan dalam hidup kami. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami,” katanya. Yao (29) dengan tinggi badan tujuh kaki enam inci, selama ini beristirahat setelah menjalani operasi di bagian kaki kirinya, pada Juli tahun lalu. (ant/rtr)

BPM/ist

Yao Ming (kiri)

Tarif Sewa GBK Dinilai Tinggi Jakarta (Bali Post) Sekjen Partai Golkar Idrus Markham mengatakan, agar pembinaan atlet di Indonesia bisa maksimal, perlu dilakukan peninjauan kembali pengelolaan Gelora Bung Karno (GBK), yang merupakan pusat kegiatan pelatihan nasional (pelatnas). “Saya menerima laporan jika tarif sewa tempat untuk pelatnas maupun kejuaraan lain di GBK cukup tinggi. Kondisi itu jelas memberatkan PB-PB yang akan menjalani Pelatnas,” katanya, di sela pembukaan Kejurnas Panahan di Lapangan ABC Senayan Ja-

karta, Sabtu (22/5) kemarin. Menurutnya, misi dan visi dari pengelola GBK saat ini telah berubah arah. Pengelola hanya memikirkan sisi komersial, dan kurang memikirkan pembinaan dan pembibitan atlet-atlet Indonesia. Dengan kondisi itu, kata dia, Partai Golkar akan memfasilitasi agar DPR-RI memanggil pengelola GBK beserta pengurus besar (PB) cabang olahraga yang selama ini menggunakan GBK sebagai tempat latihan dan kejuaraan. “Pengelola seharusnya membedakan antara sewa lahan bagi pembinaan atlet

dengan Plaza Senayan. GBK kan milik negara, jadi sudah seharusnya digunakan semaksimal mungkin untuk pembinaan. Sekarang kok malah memberatkan pembinaan,” katanya. Ia menambahkan, pada dengar pendapat yang akan datang, pihaknya akan meminta penjelasan dari pengelola GBK, dan meminta masukan dari seluruh PBPB yang selama ini melakukan pembinaan di GBK. Ketua Umum PP Perpani Siti Hediati Seoharto saat dikonfirmasi, membenarkan jika sewa untuk kegiatan panahan cukup tinggi. Hal itu sangat memberatkan, apalagi persiapan untuk be-

berapa pertandingan internasional seperti Asian Games, sudah dekat. “Untuk kejurnas ini saja, kami harus menyewa Rp 50 juta. Sebetulnya tidak masalah. Seharusnya jika sudah disewa jangan disewakan pada orang lain seperti yang terjadi saat ini,” katanya. Pelatnas panahan untuk menghadapi Asian Games di Guangzhou, Cina, selama ini menggunakan Lapangan ABC Senayan yang berada di areal GBK, meskipun sudah disewa penggunaanya kurang maksimal, karena lapangan itu juga disewakan untuk lapangan sepak bola. (ant)


IKLAN MINI

Minggu Umanis, 23 Mei 2010

15

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya z Tarif iklan Mini/Baris

: Rp 30.000,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka)+Rp 50.000,- disiarkan Global FM 96,5 (3 x Siar) atau tambah Rp 5.000,- untuk disiarkan 2 kali di Radio SWIB 106,8 FM Amlapura : Rp 650.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 61 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 15.00 Wita z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw atau Photoshop

Informasi pasang iklan Telepon zMenerima Pembayaran dengan

z Iklan Peluang Emas

VISA

z z z z

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id (031) 5633456

KARIER AD BALI POST Bth D2 Admin S1 IKIP Bhs.Inggris wanita S1 T.Mesin pria min 25 thn. Lam Perama Tour Legian Kuta 39 (751875)

!!Kapal Pesiar need urgent all position send CV to:PO Box 3672 Denpasar /email: solusi.dps@gmail.com

Dbth segera tukang sablon kertas & penjahit berpnglmn Jl.Gn.Kalimutu XI No.7 T.488271

Dcr sgr Perawat lmrn lgsg Jl.Puputan Raya No 108C Tlp:8890699

Dicari Penjahit untuk garment diDenpasar Hub:8687317/9646299

Dicari Tk Jahit berpengalaman Hub.telp.435503

999-556584

999-554966

999-556174

000-556905

Klinik Hewan Anom Cari SPG, Perawat Anjing&Sopir Lmran H. 0361-723777 Jl.By Pass Ng Rai 98

154-556822

145-552202

A sport & Ent.Comp.look for dynamic,energetic,young & selfmotivated persons for 1.Sales Exec/ Cordntr 2.FBM 3.PR Officer. Please send your CV or W/I interview to HRD Ph:758880* F:758882 or E: hrd@paradisobbc.com

Bth utk leluar negeri/darat+ kapal pesiar*Min SMA/K*proses cuma 7 weeks*gaji besar*htl mgr,chef, commist,steward,HK,waiter,Spa Therapis,Hair Drsr,stone carver, receptn*CV ke:phoenix institute/ Jl.Tkd Badung XXI/9A *8519961, 8744629, 9186400, 8884191

Dbthkan 2SPG dtmptkan di Centro bs Bhs Inggris dan berpglm,max 24th Hub 732935 plg lmb 25 May 10

Dcr sgr Sales L/P utk area Kuta usia max 30th,tamatan SMU (jujur, rajin, ulet,tanggung jawab)gj.900rb+ bonus.Admin, wnt D1 max 35th (niat kerja, jujur,tanggung jawab).Lam lsg ke Jl.Kesakenan No.7 Suwung Batan Kendal, Denpasar 80223

Dicari Pnjahit Kaos sebyk2nya Hub. 081934306615, 9179405 Renon

*** Int’l Rst in Kuta is lookingfor GM & Opr.Mgr experience.Email bo0427@nate.com/081558412127

Aida Cruises urgently req total of 68 crew joining Sept 2010 for post:Cabin Stwd,HK,Cleaner, Waiter,Deck Stwd, Bar Waiter, Bartender,Cook 2-3 send CV to Indo Select Istana Kuta Galeria BW1/12A or Fax 769075 Tel. 9656778

004-553881

Dicari CS Cargo pengalaman, bisa bhs Inggris,Computer/ Internet wanita Lamaran Jl.Cargo Permai 2 Ubung email: manager@rimcargo.com 999-556208

999-556815

999-556603

Accounting and Receptionist (min2Years)English&Computers skill send CV to Anya@balispirit.com 104-556748

Accounting S1/D3/SMEA/SMK wnt kirim POBox 2038 Kuta 80361 154-555386

U.556950-low

Cr staf salon + Spa serba bisa* Gaji 1,5 juta* 081 338 701 354 135-556931

135-556928

Butuh segera:staf u/Export Bisa photoshop,corel,dig.cam.Krm CV ke nusabali@dps.centrin.net.id 122-556965

Cari:Bbrp Sales Ban Spd Motor, tng Admin.Lmrn bw lsg ke Circuit Jl.A.Yani Utara No.329 A T.8088900 999-556277

Circle-K bth Accounting Spv(P/W, min S1 Acct,max 30th,exp.Min 2th).Account Payable(W,min.D3 Akuntansi/Pajak,max 25th).Admin Operational(P,min S1,Max 28th,bisa Desain Grafis,tugas survey area). Kirim ke Jl.MT.Haryono 2B Dps (tulis jabatan yg dituju) 999-555697

Circle-K bth cepat 30 sopir (P, min.SMA, max 32th, SIM B1).200 Kasir/Pramuniaga (P/W,min SMA,max 24th). 30 Karyawan Gudang (Pria, min.SMA, max 30th). Kirim ke Jl.MT.Haryono 2B Dps (tulis jabatan yg dituju) 999-555696

Dbthk sgr receptionist villa dan gardener (tdr dlm) Hub.08174124155/8621717 999-556620

145-556346

Dcr Junior web programmer Php MSQL web design. Kirim CV ke ricky@babonmultimedia.com

999-556799

999-556791

Dcr Sgr staff wnt pnmplan mnrk min. D1 Bs comp,energik, berpengalaman, Krm lam lsg ke Eterna Terra, Jl.Sunset Road 8B Kuta Tlp. 8061555

Dicari tamatan STM Listrik hub: 7862008

154-556946

999-550149

Dcr karyawati industri rumah tangga jam kerja 03:00 s/d 08:00 Hub: Jl.Kartini 41 Dps

Dcr Spa Therapist & Sopir, sgr Hub. Queen Rose Spa Jmbr T.8480382

999-556939

Dcr SPG dan Instore bs bhs Inggris Jl.P.Adi II No.17 (081337949907/03617807005)

Dcr kasir Gj 1,5-1,7jt/bln Hub.Shinkei Spa Jl.Legian 64 Kuta, Lgsg interv-764515-0818855424 154-556947

Dcr marketing utk Sales ke Hotel Hub. PT Presisi Tlp 710748

999-555247

Dicari segera Customer Service utk garment,fasih bhs Inggris lisan &tulisan, berpengalaman,lam kirim ke Email:suryakuhn@hotmail.com

999-556813

999-554357

Dcr Therapis wnt berpenglmn Hub:Somma Massage Tlp. 8898667 999-556150

999-556870

Dicari: Tk.Jarit Sample/ Tk.Patrun pengalaman. Hub: Roy 768386/ 081931467505 999-556692

Dicari:Waiter/Waitress dan Cook, Lap.CV.Photo dikirim ke Lotus Restaurants, Jl.By Pass Ngurah Rai, Jimbaran,Kuta Sel,Badung. Email: chef@lotus-restaurants.com 999-556684

Entrepreneur Marketing art gallery D3+innovative+self motivated English,sal+com,apply within 1 week to:hayotpa@yahoo.com

Dcr mekanik spd motor Klungkung & Karangasem Gj 1jt,081999274555

Dcr waiter/ss, pengalaman, bisa Inggris Hub.wrg Indo.Poppies II 0361-9681853

000-556897

154-556833

Dcr Mrktg Dipl/S1 Ingg aktif bs bkj dg team u/prshn provider, 7800299, 8955999,Tkd Batanghari 88,Dps

Dcr:FO,FB,Purchasing,Cook sgr Krm Jl.Werkudara 515 Legian

999-556391

Dcr Office Boy & Administrasi Hub:08123870122

Dibth Driver&Adm Hub.email: baliutamarentcar@yahoo.com T.8866555

Experienced Webmaster (Min 2 yrs)must have strong knowledge of joomla! Cms Php/Mysql,html,Css Xml knowlege of Successful Marketing design concepts please send links to work samples and resume to anya@balispirit.com

999-556206

141-556455

104-556744

Dibth Tng srbtn wnt SLTA dtg ke Trengguli 57 T:0361 461663/461658

Galuh Bali Spa membutuhkan 5 therapist wnt,2 driver, 1 security usia max 25 th pengalaman diutamakan Hub.7452244/750705

110-556770

Dcr Sales Executive, P/W, komunikatif, min SMU Team work.Hub PT SSMS Jl.Gatsu Tmr 210A Dps 0361-262263 999-556691

000-556167

999-552645

Dibthkan kolektor Min.SMA Hub:0361-8887527/081338714094

999-556702

999-555004

120-556932

Dcr segera active sales marketing untuk Produk notebook/Netbook ternamaHub.424736/081916776209

Dibthkan sgr BC syrt wnt TB.156cm, mnrik, wjh tdk berjrwt penglmn cosmetik Lamrn ke PT.Martina Berto By Pass 105 Sanur Telp.270431

Dcr Sekr.Corp + HRD(P) S1/D3, comp & Ing, penam.menarik& penglmn, Kurir, SMA,Domisili Dps,Hub.727241

Dicari Krywn u/ Laundry & Dry Clean Bag.Produksi,Gaji Menarik. Min SMU Hub. PO Box 234 Nusa Dua

International export company seeks Accounting staff/manager university level finance, balance sheet experience must work some evenings to communicate with home office in USA good pay and insurance based on experience pls email CV to baliaccounting@anovafoodusa.com

999-556667

005-556742

004-556709

102-556783

Cr guru & staf admin part time sore Kumon Gianyar T.7470152

999-556724

122-556741

Dibutuhkan Staf Accounting, Arsitek,Marketing u/di Ubud Hub: 081337112202-08124663130 999-556260

110-556771

Perusahaan bakery & pastry m e n c a r i k a r y a w a n produksi,berpengalaman kreatif, segera Hub:081338507217 999-556611

Perusahaan Entertainment membutuhkan tenaga sesuai kwalifikasi,min SMU u/Koki, Bartender,Waitress/ter berpenampilan menarik.Lamaran ke De Kubu Bowling Ramayana Bali Mall Jl.Diponegoro 103 Lt 3 Telp:0361 7864867/08113807978 999-556710

Prsh reflexi cb china di Kuta mbthkan sgr kay:receptionis, kasir, accounting, CS, Gji tggi, krm lmrn: Chinese Dragon Reflexology (jln by pass ngurah rai 100/5,sbrng duty free smpang Siur) Tlp.761235

Dcr sgr untuk dididik menjadi Wartawan syrt: Pddk min sarjana semua jurusan, umur maks 25 th, blm berkeluarga, tdk merokok. Lam lengkap sgr dibawa ke Kantor Bali Post, Jalan Kepundung 67A Denpasar (isi kode WARTAWAN) G.01

Dicari tenaga IT syrt: Pddk. DIII/ S1 Informatika menguasai MS Access, Visual Basic, Delphi, PHP, My SQL untuk programer, menguasai network, hardware untuk teknisi, umur maks 25 th, blm berkeluarga, tdk merokok. Lam lengkap dikirim sgr ke PO BOX 3010 Dps (isi kode PROGRAMER ATAU TEKNISI) G.02

Looking for cooking waitress contact 081805420275 110-556963

Sopir serabutan Sim A+C single+ jujur+niat kerja 7431979 999-556687

Sopir SIM A Usaha Supplier tdur dalam,single, rajin, jujur, 9267227

005-556843

141-556957

PT Mandiri Cipta mbth byk krywati u/pss 5 Adm, 5 Gdg,5 OB, 5 Reception, 5 HK,5 Inventory 9502,5jt/bl, 3 Personel,5 Spv,4 Asman, 4 manager, 30 MT,1,5-3,5jt/bln Syrt max 29th, pnglm tdk utama, hard work,team work, disiplin bw lam ke Jln Gatsu Brt No.419C (100M tmr Mc’D Kebo Iwa) 4hr

TBS Bali looking for Videografer. Skills: Operating Video Cam, Speaking Good English & japanese Preferred,Good Atmosphere & Energy. Send CV via email: bali@tbs-j.com

999-555649

Req! Experienced Waitress, Good English bring CV to Eikon Bar Jl. Legian 178-Kuta suzanne.elkon@gmail.com 149-556755

Waitress, Kasir min SMK/D1, max 25th for lounge@kuta. Send CV to redroom_bali@yahoo.com

999-556703

Urgently needed 1.english Teachers 2.Marketing staff(female) min S1,fluent (1) good looking(2) apply to ILS Tabanan Call:811763 999-556955

Urgently required:Project Secretary, Hotel Operation Manager & Security.Sent application with recent photograph to: shaleone@ymail.com 004-556942

Sekolah Int TK & SD,bth tng Admin+ guru, pglmn/tdk,P/W Comp,Bhs Inggris. Lam ke Batanghari V/18 Dps-Bali hub:Sri (0361) 8561816

Urgently: Adm staff(F), SPG, Expr, min 1yr,computer literate, good in English pls send CV to: Cellino72@yahoo.co.id.or Fax:420810

999-556938

999-556811

999-556694

MOBIL-MOTOR AD BALI POST Bunga menurun mulai 1,75% atau menetap untuk kredit mobil anda. Hub: 03617886683

Escudo 1.6’2004 spt baru+ KarimunEstilo’09 asli Bali bs lanjut Kredit Dp33jt Hp.8856999 bs TT

Avanza G’2004 velk 16 samsat baru asli Bali, 8621881

004-543013

141-556954

CRV’03 AT, samsat baru, 165Jt Hub.081 834 6162

G.Vitara JLX’08 Black AsDK AT smst baru,F.Var Istw H.08553773355

Avanza’09 G Silv VVTi + Karimun GX ’05 Silv Jempiring 5 Kreneng

999-556871

004-556413

Honda CRV’09 putih M/T,Low KM AA88 MM,full Opt, 081999958800

Jimmy’88 merah mulus sdh jumbo 30jt nego Tlp.7954029 Gianyar

154-556824

120-556933

Jazz’04 silver istmw Pd.Griya Jl.Tmn Sekar IX/1 Pd.Sambian 8447726

Jimny’93 putih,Ban VR bsr baru Jayagiri XVII/8A Renon

000-556891

999-556923

Jazz’05 IDSI Mdf Vtec MT KM35rb Audio J.Klt VR17,8783994 TT/Krd

Karimun Estilo’2007 silver KM10rb TV mls spt br 08179718018 Krdt

141-556960

141-556962

APV’05 X Silver Hp.0361-7975705 / 081338277939 999-556861

Carry Pick Up’95 asli DK smst + kir baru 39,5jt Ng 2741588

HANDPHONE Duta Pulsa Server all optr (murah, cpt, terpercaya) Ready stock, TRX/ complain 24Jam T-sel SB5=5325 SB10=10175 SB20=20025 X5=5350 X10=10350,M5=5250 M10=10250, F5=5000 F10=9750, F20=19200 ,FX5=4300FX10=8350,FX20=16450 Sgr Hub:0318922363/08133147 8865/081335073499Diponegoro91D, Sda kunjungi www.duta-pulsa.co.id 033-542424

MUSIK Ibanez Tama Korg Music Edutainment Coki-Netral,Yoyo-Padi,Andy Ayunir Aria Setyadi Bass. Denpasar Junction Jl.Teuku Umar 26 Mei 2010,pk.15.00 Hub.Anima 261248

X-Over’08 Matic Orange Met,V.18, Vkool, Jok MB-Tech,As.DK H:7899010 999-556251

999-556935

999-556759

Bunga Murah! Avanza New VVTi bng 3,5%/th DP 10% a/n lngsng 8624449 999-556915

Djl Kijang’96 Super Shot 55jt Jl.Mekar II Dps HP.081999076152 999-556714 Innova G’06 hitam As DK fullvar Km 40rb 173jt Ng 081805577629 999-556662

Kj Rover’92 shot 5spd msk gren 5pnt V15 ACDbl 44,5Ng 8880530 prbd 000-556888

Twincam SE 1.6 Lmtd’90 spr istmw, ors, Ciung Wanara IV/31A Renon 999-556924

Dijual: Kijang LGX 2002, biru metalik, kondisi istimewa, terawat Hub: 410077

Ford Everest’05 silver manual 43rb KM 175jt nego,08170672280

999-556587

Carent II’04 silver asDK VR17 TV DVD MP3 samsat baru 08123657417

E2000’96 pth asBali,Aud,TV,DVD istw 46,5Ng T.0811389915/483155 BU

132-556760

000-556894

Visto’2001 & Atoz’2002 istimewa. Hub: 8828000

Mazda CX7'2007,Silver Metalic, Matic, Audio Bose,Velg Racing, Kondisi Istimewa, Plat DK. Hub.081337651999

Nissan Kingroad K2,htm gagah 2005 165jt,Elf Minibus’2005 slvr 150jt Tohpati, 80846464,08155775575

999-554881

999-556173

Mercy Jeep ML 320’00/01 Semarac black, sunroof,Rad/Rac, 081380585600

GranMax PU+Box 1.3 putih’08 istw Krdt Ringan 7812309 Jl.P.Kawe 67

999-556704

999-556887

141-556956

BMW Z3 roadster’00 VR 20 ban baru silver Hub.081337141141

Jual Espass’95 wrn pth body kaleng ban & radiator baru, tape hrg 34Jt Telp.7430478/081558841973

999-556929

Djl Ford Escape’08 XLT 20 Low KM bs credit Hb:03612762266

Beyond value

999-556878

999-556872

l 5 YEARS WARRANTY l 1500 cc DOHC 16V Euro III l ABS-EBD l Double Airbags l Anti theft system

l Remote power windows & headlamps l Projector headlamps l Sunroof l Park censor l 5* NCAP crash test

Kunjungi pameran kami di Carrefour Sunset Road 16-31 Mei

Info & test drive: GEELY BALI Jl. Gatot Subroto Tengah 332 telp: 0361-431111 Denpasar C.555098-mbl

Dijual Hyundai Getz th.2005 Hp.0818520075 Jl.Marboro VII/29

999-556922

Dijual Inova G th 2005hitam asli Bali Hub.7903636

999-556622

Xenia Xi Sporty’2007 mulus istmw seperti baru 7424280 Gianyar

Dijual segera APV X.Th2006 hitam, mulus,ada Asuransi Tangan pertama DK, 081338414862/8012935

Avanza G VVTi’2007 KM28rb jok kulit TV F.Var 8584428 Kredit

Vios G’2003 orange istw 115jt bs lanjut Krdt Dp15jt/bsTT 7871119

Picanto’05 Oren Km49rb 95jt asDK Xenia’09 Mi+ACTape htm 103j AsDK Gatsu Tgh 188b sblh BCA H.8811884

Zebra ZSX’01 AC dbl,Tp,merah mtlk Hub: 8448123, Perm.Padang Hijau

A Anda bth mbl murah+supir+bbm mulai Rp 350.000/8 jam T.7803349

999-556785

141-556961

141-556953

999-556879

999-556640

999-553361

004-556918

Tyt Rush Ty S’07 Jl.Wibisana Barat 99 Tlp.9178899 999-556880

141-556959

999-556877

DISEWAKAN MOBIL

HEWAN

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA

DIJUAL TANAH

DIJUAL VILLA

Chow2 jtn 4bl istw,rot jtn 3bl,M.pom btn Stb,Sitzu btn 1th stb,Tekel stb, pitbul 5bl H.8829000

Lelang rmh Perum Dalung Permai Lt.70m2 hy 150jt nego Hb.8799979

RmhPerumGryaNusaDamai,Mumbul LT 1,26A,375jt Ng H:087861837131

Butuh dana Tunai ? Proses cepat, syarat mudah,bunga ringan. Hub.Dewi 0361-8555463

Vila elite Kuta Utara LB150 LT300 River,Riceview,s.pool H:887.8881

000-556903

Prm Gn.Karang&Satelindo Gatsu Brt KPR mnmls T36,45,120 H:887.8883

Djl tanah Kav Ls 1.10A=140jt, 1.07A =137jt, 0,90A=115jt, 2,17A=280jt, 1,80A=235jt. 1,86A=240jt,Cash/ Kredit.Lok Jln.Tkd Buana,Perum Gng Sari,Kebo Iwa Hub:8610676, 085337010944,087863005111

Dijual 2 Siberian husky,1tahun, stambum,vaccinated,081236199241 000-556609

DIJUAL RUMAH

122-556967

000-556900

Prm Tk.Badung,Sanur,Sidakarya, KPRminimalisT45,90,120H:887.8881 000-556902

Djl Rmh Ungasan Type 45,90 ND Hub. 087832555873-2727570

Rmh 1 Are lengkap,bs diangsur Jl. Gurita IV/3X Sesetan 081339554626

999-556775

999-556573

Djl rumah luas 5,5 are, Jl.P.Adi,Gg.VI No.15 H 083119383342

Rmh 104m2 LT.1,5A Jl.Batuyang Gg. Pipit Batubulan Hb.0361-9201388

000-556159

DISEWAKAN RUMAH Kont Rmh 2Lt 2KM 3KT,RT,RM+Isi Jl. Tk. Irawadi XXB,12,H.08123801231 999-556873

DICARI RUMAH Cari rumah utk disewa 1th bisa bayar bulanan Hub.081999101006 999-556949

RUPA-RUPA

154-556948

000-556129

Djl.Rmh P.Moyo 11/6 Prm. Kerdung Sari 120/216,5KT 3kmd,2kmu pnwar 475jt silakn 8034446,081337004731

Rmh baru Jl.Mahendradata LB/LT 105/119m2,LtIIminimalisHb:8009789 999-556904

141-556951

141-556958

Rmh LtII LT130,dkt M.Donald Jimb Jl.Uluwatu II,081338567092

Atasi rmh bcr,dak,dinding,gransi dan renovasi Hb:081236805370

Jl Rumah Murah Tlp. 081337741013 BUC, 081239400025 hrg 120Jt Nego 999-556814

Rmh murah Lt.2 Kembang Kepah T173 B200 4KT,4Km,Lengkap 7478118 TP

999-556711

122-556739

SERVICE

SERVICE

999-550746

Salon kmr mandi (ahli kerak bandel) utk Rmh/Hotel 08125297147 999-554359

RUMAH MAKAN Senang Melayani Anda “Warung Ikan Kintamani” (Nila, Gurami, Patin) Pemancingan+Futsal Jl.By Pass Prof.IB Mantra 88A Ketewel Gianyar Telp.0361-2788380

000-556600

Djl Tanah Kebun,2 Ha SHM,2,5jt/ are Dsn Waru kaja Ds Gesing Kec.Banjar Buleleng Hub:03617001658/08123922474

DIJUAL TANAH 14A,5A,9A,42A,cocok vila NusaII Hub: 081337059323/087860564364

000-556899

Villa Bukit Jimb,good view 4 bedroom,s.pool,full furnis,7442010 999-556332

POMPA AIR K. GAS KULKAS W. HEATER DISPENSER

999-556747

Djl Tnh 3A Jl.Tk Balian Gg Nuri 160jt/A pas TP Hub.0818358563

MESIN CUCI

l

004-556831

102-556796

Tnh 346 Are,seluruh/sebagian di Gobleg H:087863001033,08123925762

DISEWAKAN TEMPAT Stand makanan Renon Food Corner 30jt/2th sisa 1 stand 8123998181

031-556715

SERVICE

SERVICE

Kerja di tempat dan Bergaransi

( 9951918, 081236310928

C.554008-srv

999-556920

PELUANG BISNIS

DISEWAKAN VILLA

999-556284

Inves Cck U/Pengush,Pensiun, PNS. Prft 3jt/hr Mdl 25jt SMS “Petunjuk” 087884058076/05619144187

999-554326

!Kav 300m dr ByPass I Mantra (Saba) Jl.4M aspl,7987580/081934380202

Reflexology Therapist Hub: 081236482255

BU.Cpt Tnh 5 Are Jl.T.Badung 9, 190jt per are Hub:081236726199

Anda butuh pembantu,suster, sopir, T.srbt T.487706,488315 terjamin

Over kontrak Hotel Melati 3 di Ubud. Hub:0816581157/0361.8503400

Villa 3-4BR untuk disewakan di daerah Jimbaran,Nusa Dua dan Bukit.Bagi pemilik yang ingin mendaftarkan propertinya(villa/ tanah di daerah tersebut di atas) Hub:0361-703208 atau email ke jimbaranbali@exotiqrealestate.com

999-554920

999-556925

999-554239

004-551408

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

KURSUS

141-556952

101-555974

37A Ry Tk Balian,51A By Pass Makro, 17A Tk.Badung, 081337275999 004-556828

999-556875

BIRO JASA

004-556943

TAILOR

TIKET

DIJUAL MOTOR UD. ANANG MOTOR Jl. Pulau Buru No. 36A, Telp. 7408896, 7874414

Dibuka kursus pelatihan (6 bln) untuk menjadi guru PAUD/TK, yang berprestasi langsung penempatan kerja Hub : HOORAY KIDS Jl. Raya Puputan Renon 44 Hp. 227567 / 7435044

MENJUAL SEPEDA MOTOR BEKAS Bergaransi, berhadiah langsunng TV, Hp & bersubsidi 1 juta segala merk

DP. Mulai 500 rb-an Angsuran Ringan = mulai 350rb Anda Butuh Dana Jaminkan BPKB Motor, Proses 1 jam cair C.541720-mtr

C.545175-krs

ELEKTRONIK

BAHANBANGUNAN

FOTOCOPY

Hari Libur Tetap Buka

JAYA SERVICE KUMALA THECNIK CENTRAL kerja ditempat

AC

Jl Usaha Laundry sdh jln 6 th bnyk langganan, 081338267959

BERGARANSI PENUH

Jl. P. Saelus No. 76, Telp. (0361) 886 1112 Hp. 081 337 740 984 C.549418-srv

* KULKAS * FRIZZER * SHOW CASE

PELUANG USAHA

PROPERTY

KURSUS

Hub. 7868305 Panggilan

SERVISE

000-556589

Djl Ruko HM ±1000m2,LT 5,6A Jl.Buluh Indah strgs 081999482888

999-556934

AC

l

DijualMurahRuko+GudangL8A463976 -08123971994 Jl.Mahendradata

Dana Expres!Hadiah Innova & Emas Bng dari 0% jam BPKB H:2077000

SERVICE AC SERVICE KULKAS SERVICE POMPA AIR SERVICE MESIN CUCI JUAL BELI AC BARU / BEKAS l INSTALASI LISTRIK & PLAMBING, DLL l

999-556601

DIJUAL RUKO

Cari properti terlengkap? Cari di www.rumah 123.com

SAVIRA TECHNIK

l

Dikont.Toko 3,75x8M Perum Monang Maning Hub:085237507878

154-553989

SERVICE l

154-556945

DISEWAKAN TOKO

Sdh Mulai dibng 2 unit Rmh type 50/ 90 F.Hrg 315jt Cash/kredit Jl.Tkd Buana,Perum Gng Sari,Keboiwa Hub:8610676,085337010944 , 087863005111 000-556599

C.556314-rpa

SERVICE

Dicari Daewo Spark atau Chev Spark’2002 Tgn I-08123842594

999-556651

COMPUTER Service panggilan comp,laptop privat comp,081337241766,mrh!

KURSUS PELATIHAN GURU

Nusa Bali Service

DICARI MOBIL

000-554271

999-556886

*7947494/7897631PinDanaBrhadiah 1M BPKB Mtr/Mbl Lgs Cair 0,8%

Rp. 129 jt OTR

AC

KURSUS

KULKAS FREEZER CHEELER M.CUCI

C 222332

PS 2 HD 80 PS 2 HD 160 PS 2 OPTIC 39001 NA TW STICK TW PS 2 STICK ORI PS 2 MMC PS 2

CV. Tiga Sampoerna

Bergaransi

7403218

CUCI GUDANG

R

PT. HARACARE INDONESIA I www.haracare.com C.548328-rpa

Bali Jl. Parigata No. 2, Kampus UNUD, Jimbaran-Bali T : (0361) 7814498 08561034670, 08886701412

C.548847-bbn

= 1450 = 1550 = 925 = 410 = 23 = 41 = 41

Semua PS Bonus 2 Stick

Melayani Partai Besar/Kecil

Dunia Anak

C.546119-ftc

Tukad Pakerisan 16 Dps ( 0361-9223125 C.550014-elk


OLAH RAGA

14

Minggu Umanis, 23 Mei 2010

BLI Kembali Gelar Perang Bintang

Kuda Hitam Spanyol Makin Tangguh

Jakarta (Bali Post) Setelah empat tahun vakum, Perang Bintang Liga Indonesia (PBLI) kembali digelar pada 6 Juni mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Namun, PBLI kali ini digelar setelah usainya kompetisi reguler Indonesia Super League (ISL) 2009/2010, 30 Mei. Terakhir kali Perang Bintang dilakukan pada 2006 silam di Semarang. CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono dalam jumpa wartawan di Jakarta, Kamis (20/5) malam lalu menegaskan, setidaknya ada 60 pemain nominasi yang bisa dipilih oleh masyarakat Indonesia. “Pemilihan 60 pemain nominasi dilakukan lewat penilaian berdasarkan statistik dan data pemain sepanjang musim, termasuk menit bermain, jumlah gol, kedisiplinan dan hal-hal lainnya,” ujar Joko. Pemain yang mendapat poin tertinggi adalah kiper Persib Bandung Markus Haris Maulana, bek PSPS Pekanbaru Edi Sibung, gelandang PSM Makassar Diva Tarkas, bomber Persipura Jayapura Boaz Salossa dan pelatih Arema Indonesia Robert Rene Alberts. PT Liga Indonesia berencana untuk melakukan kegiatan lain, yakni pemain dan pelatih terpilih akan menjadi tamu kehormatan Kedutaan Besar Belanda pada 4 Juni. Puncak dari kegiatan Perang Bintang adalah laga juara ISL U-21 musim ini, Persib Bandung, melawan tim bintang U-21 dan pertandingan juara ISL musim 2009/2010 melawan tim bintang ISL. Selain itu akan ada juga inagurasi terhadap juara ISL, runner-up ISL, pemain terbaik ISL, top skorer ISL dan Tim Fair Play ISL. (035)

Madrid Spanyol berhasil menyingkirkan label sebagai penggembira abadi dengan memenangi Euro 2008 dan menjadi salah satu tim favorit yang diandalkan meraih Piala Dunia untuk pertama kalinya. Spanyol yang menjadi runner-up pada Euro 1984 setelah ditaklukkan Prancis, serta meraih medali emas pada Olimpiade Barcelona pada 1992 tidak bisa berbuat banyak untuk membuang “kutukan perempatfinal” pada Euro 1996 dan 2000. Pada Piala Dunia 1994 dan 2002, tim Matador ini masuk delapan besar namun harus menghadapi batu sandungan. Para penggemar tim Spanyol tidak banyak berharap untuk memenangi Euro 2008 ketika pada perempatfinal ditahan imbang 0-0 melawan juara dunia Italia dan harus berakhir dengan adu penalti. Namun keberuntungan masih memihak pada tim berjuluk La Furia Roja tersebut berkat ketangguhan Iker Cassillas menghalau bola. Lepas dari kutukan pembawa sial, Spanyol makin percaya diri untuk menghadapi Rusia dan Jerman. Tim ini memperoleh banyak pujian dengan permainan mereka yang licin dan serangan menakjubkan. Kejuaraan Eropa menjadi kemenangan mereka kedua dalam laga internasional. Kemenangan yang sama mereka raih 44 tahun lalu saat mengalahkan Uni Soviet 2-1 pada final tahun 1964. Pelatih Luis Aragones mundur setelah berakhirnya Euro 2008, namun penggantinya Vicente del Bosque tidak banyak melakukan perubahan bagi tim yang sangat percaya diri ini dan mampu memenangi seluruh 10 pertandingan di babak kualifikasi. Satu-satunya cela sepanjang jalan tim menuju final adalah kekalahan 2-0 melawan AS pada semifinal Piala Konfederasi pada Juni 2009. Kekalahan ini memutus rantai 35 kali pertandingan tanpa kalah. Namun Del Bosque justru memanfaatkan kekalahan ini untuk mengingatkan anak asuhnya agar tidak kelewat percaya diri. Jadi sekarang, ketidakmampuan untuk masuk babak semifinal Piala Dunia Afrika Selatan akan dianggap sebagai kegagalan bagi tim. (ant)

BPM/ant

Tim Spanyol

Sang Juara Italia

Masih Jadi Ancaman BPM/net

Jose Mourinho

Mourinho Deg-degan Madrid Walau punya pengalaman menjadi juara Liga Champions, pelatih Inter Milan Jose Mourinho tetap merasa grogi tampil di final musim ini. Ia merasa bakal deg-degan melihat suasana Stadion Santiago Bernabeu. Sebelum membawa Inter ke final Liga Champions, Mourinho pernah membawa Porto juara pada 2004. Ketika itu Porto mengalahkan AS Monaco di Arena AufSchalke, Gelsenkirchen, Jerman. Enam tahun berlalu, pelatih asal Portugal itu kini menapaki partai puncak turnamen elite di Eropa tersebut pada Sabtu (22/5) waktu setempat. Kali ini final berlangsung di stadion megah milik Real Madrid, Santiago Bernabeu, memiliki kapasitas penonton lebih dari 80.000 kursi. Dalam jumpa pers sehari sebelum pertandingan, Mourinho mengaku bahwa ia merasa sedikit grogi karena tekanan yang ia rasakan. “Saya akan merasakan tekanan besok. Besok saya akan bangun dan berpikir, ‘Wow, dalam beberapa jam lagi kami bermain di final Liga Champions’,” kata pelatih yang dikabarkan akan pindah ke Madrid itu. “Jantung saya akan berdetak sedikit lebih cepat, suhu badan saya akan sedikit naik. Kemudian, ketika saya masuk stadion dan turun dari bus, semua berakhir. Saya merasa itulah habitat saya,” tambahnya. Jika Mourinho memenangi laga ini, ia akan menjadi pelatih pertama di Italia yang berhasil membawa tiga gelar sekaligus dalam semusim. Namanya akan tercatat dalam sejarah klub sebagai orang pertama yang berhasil membawa “I Nerazzurri” juara Liga Champions dalam format sekarang ini. (net)

BPM/afp

Marcello Lippi

Roma Ada dua cara untuk memperhatikan sang juara bertahan Italia pada Piala Dunia di Afrika Selatan, Juni mendatang. Pertama adalah pelatih Marcello Lippi akan memfokuskan diri pada apa, dengan kenyataan bahwa mereka adalah pemegang gelar juara, mereka memiliki banyak pengalaman dari Lippi sendiri sebagai suatu tim dan mereka mempunyai sejarah dan budaya untuk menang.

Dan kedua adalah ini merupakan suatu tim yang tengah mengalami krisis karena tidak memiliki pemain bintang, suatu tim yang sebagian besar terdiri atas para pemain yang tidak dikenal di luar Italia dan suatu tim yang biasanya kurang percaya diri di lapangan. Lippi adalah salah seorang pelatih penting di Italia yang memiliki pengalaman dua musim bertugas di Juventus dengan memimpin mereka hingga lima kali menjuarai Serie A, satu kali Piala Italia, Liga Champions dan tiga final lain dalam kompetisi utama Eropa itu. Dia lalu melanjutkan den-

gan melatih tim nasional Italia untuk meraih gelar juara pertama mereka di Piala Dunia dalam 24 tahun ini. Dia tidak hanya memiliki segudang pengalaman menangani para pemain top dan menghasilkan kemenangan di tahap yang lebih tinggi dia adalah seseorang yang menganggap reputasi itu bukan apa-apa, yang dibuktikannya dengan mengabaikan seruan media massa untuk memanggil jago-jago Italia seperti Francesco Totti, Alessandro Del Piero, Antonio Cassano dan bahkan Mario Balotelli. Satu-satunya hal yang menjadi pertimbangan Lippi adalah mereka yang suka

bekerja keras dan menghormati etika tim. “Saya kira sewaktu di Jerman saya tidak melihat para pemain terbaik dari suatu sudut pandang teknis,” ujar Lippi, belum lama ini. Dari tim Piala Dunia 2006, beberapa pemain masih dipertahankannya untuk berlaga di Afrika Selatan seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Andrea Pirlo dan Daniele De Rossi. Apa yang Italia, dan terutama para pemain itu, tunjukkan di masa lalu adalah mereka mengetahui bagaimana caranya bermain sebagai suatu tim dan menikmati hasilnya. Hasil mereka, dalam kenyataannya, sangatlah positif kendati terjadi suatu bencana setidaknya pada Piala Konfederasi tahun lalu. Mereka lolos kualifikasi Piala Dunia tahun ini dengan tanpa masalah dan ber-

main dengan baik pada Kejuaraan Eropa 2008, walau kalah pada adu tendangan penalti di perempatfinal oleh juara pada saat itu, Spanyol. Namun, kendati memperoleh hasil yang baik, Italia sebenarnya jarang sekali bermain dengan bagus. Mereka berusaha keras dan menghadapi hambatan kendati bisa melewati Georgia, Siprus dan Montenegro dalam babak kualifikasi sementara mereka gagal mengalahkan Irlandia. Jika ada tim yang bisa menguasai satu kompetisi besar pasti itulah mereka, tim Italia, dan tidak akan terlalu mengejutkan melihat mereka bisa bertahan melalui menit-menit akhir dengan bukti serangkaian kemenangan dalam permainan yang ketat dengan menang 1-0 atau bahkan adu tendangan penalti. (ant/afp)

BTN Ajukan Calon Pemain Timnas ke PSSI Jakarta (Bali Post) Badan Tim Nasional (BTN) telah mengajukan nama-nama calon pemain timnas yang diproyeksikan untuk memperkuat tim Merah Putih pada ajang Piala AFF ke PSSI. Ketua BTN Iman Arief di Jakarta, Jumat lalu mengatakan, jumlah pemain yang diajukan sebanyak 46 nama seperti yang ditetapkan bersama PSSI beberapa waktu lalu.

“Hari ini kami telah mengirimkan surat pada PSSI yang berisi nama-nama calon pemain timnas. Untuk nama detailnya kami belum bisa mempublikasikan,” katanya saat dikonfirmasi. Menurutnya, dengan ditentukannya nama 46 calon pemain timnas, pihaknya meminta PSSI untuk segera mengirimkan surat kepada klub-klub tempat calon pemain bernaung.

Selanjutnya, katanya, ke 46 pemain tersebut akan menjalani proses pemanduan bakat (talent scouting) guna menentukan siapa yang layak untuk memperkuat timnas dan akan menjalani pelatihan jangka panjang. “Talent scouting sesuai dengan jadwal dilakukan di dua kota yaitu Jakarta dan Makassar. Masing-masing kota akan menyeleksi 23 pemain,” kata-

nya menambahkan. Seleksi ditujukan bagi calon pemain timnas yang akan turun pada Piala AFF awal Desember nanti. Sesuai jadwal, seleksi pertama digelar 2-3 Juni di Makassar dan 6-7 Juni di Jakarta. Selanjutnya 22 pemain terpilih akan menjalani pelatihan jangka panjang mulai 14 Agustus - 1 Desember dan akan ditangani langsung oleh

Alfred Riedl. Pemain timnas di era kepelatihan Benny Dolo, Bambang Pamungkas mengaku dengan adanya pelatih baru maka sistem penyeleksian pemain dipastikan akan berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. “Peluang saya untuk kembali masuk timnas cukup besar. Tapi saya tidak berandai-andai dulu. Yang jelas jika diberi kesempatan saya akan

maksimalkan,” katanya saat dikonfirmasi. Timnas Indonesia yang akan diturunkan pada Piala AFF adalah gabungan antara pemain senior dan U-23. Pemain senior yang selama ini memperkuat timnas selain Bambang di antaranya adalah Markus Horison (k), Nova Arianto, Ricardo Salampessy, Boaz Salossa dan Hariono. (ant)

WALL PAPER

BIRO JASA

SALON

AHLI BUNTU

DIJUAL MOBIL

WALLPAPER SPESIALIST For : l House l Hotel l Villa l Apartment l Office l Etc

JL. RAYA KUTA NO. 82 CALL : 0361 763153 PLEASE COME TO SEE OUR 14.000 DESIGNS C.552345-wall

WC

A t a s i W C m am p et Saluran air wastafel, dll Tanpa bongkar/kimia Melayani Kuras 24 Jam Garansi 3 bln

(245830

SPA

LADIES SPA SUDAH TERBUKTI BADAN SEHAT & R A M P I N G S ET E L A H M E L A H I R K A N DENGAN PAKET PERAWATAN 15 & 30 HARI THERAPIS PENGALAMAN, FREE GIFT Sedia : asage, ulur Scrub, acial, Ratus, enipedi, Hair Spa, ar candle, Bleaching, Hair Spa, Refle i, Creambath, Sedia : Paket bu Hamil Spa Bayi

C.552950-brj

KURAS Limbah Sari

MURA

Anda Tlp Kami Datang/Jl. Mertasari Ruko 50C Sidakarya

Hub : 854 7252 / 081353372277 C.545660-spa

1

6 03

H

WC

8777500 7425073

C.549544-brj

KOMPUTER

BIRO JASA DEWI LOKA

KURAS

WC

+

Mampet MINGGU BUKA SETIAP HARI

Di Jamin Paling MURAH!!! Super EKONOMIS

HUB: 7960200-7983355 081353217373 C.548505-brj

ATASI WC MAMPET, SAL. AIR, WASTAVEL, TANPA BONGKAR, TANPA KIMIA, GARANSI

+ KURAS C.553904-hp-2

C.546928-bbn

C.553939-brj

BIRO JASA


16 Janji Sakral Cintamani zJalan Panjang Bernama Yoga ... APA gerangan yang dilakukan oleh seorang pertapa yang khusyuk bersila berjamjam memejam mata, mengatur ke luar masuk nafas, tidak bergeming seakan ia berusaha hilang di dalam dirinya? Entahlah! Hanya ia yang tahu. Atau, barangkali ia tidak tahu apa sejatinya yang sedang ia lakukan. Karena kebanyakan pertapa dituntun secara mistis oleh satu atau beberapa ajaran yang sangat memikat pikirannya. Ia terpikat barangkali karena ajaran itu dengan satu dan lain cara menjanjikan sesuatu yang berbeda dengan keseharian manusia biasa. Banyaklah janji ajaran. Termasuk janji manis di kehidupan ini, dan janji indah di ‘’kehidupan’’ sesudah mati. Banyaklah pertapa yang terobsesi oleh janjijanji itu. Salah satu janji yang paling memikat banyak pertapa konon adalah Cintamani. Nanti kita lanjutkan pembicaraan tentang Cintamani ini. kita lanjutkan dulu pembicaraan tentang pertapa dan perilakunya. Apa gerangan yang ingin ‘’dibuka’’ oleh seorang pertapa ketika ia dengan sarana yoga khusyuk melafalkan bija mantra HANG KSAH sambil terus membayangkan sekuntum bunga Padma berkelopak dua yang ia percayai ada di simpul energi di pertengahan kedua alis matanya? Entahlah! Kita hanya bisa menduga-duga. Barangkali ia sedang berupaya membuka pintu rahasia salah satu simpul energi yang ada di kedua alisnya itu. Dan dugaan kita ini pun terbatas pada apa yang kita dapatkan dari membaca shastra. Kita diberitahu bahwa di sana ada pintu yang akan mengantarkan ke pintu-pintu lainnya sebelum sampai ke Cintamani yang dijanjikan itu.

uud Pur nama Ruud Purnama z Zinda R TENGAH MALAM : hujan di pesanggaran sederhana saja kau menyentuh daun-daun malam sepintas saja kauheningkan agama ibumu melalui angin timur yang menjauh kausampaikan salamku padanya mungkin bagiku aku hanyalah batu yang mencintaimu dalam dongeng masa lalu tetapi bukankah kita ini sama-sama resah maka sentuhlah saja daun-aun malam yang sederhana

z Zinda Ruud Purnama DALAM KUIL KECIL aku menemukanmu di kuil kecil itu: menarikan sayap kumbang yang lengang yang petang aku menemukanmu di kuil kecil itu: kausihir embun-embun beku jadi segumpal haiku yang terkubur dalam mautku andai saja malam itu kutemukan jalan menuju diriku yang lalu dan lonceng dini hari mencuri sisa dupa, sepintas doa yang terlupa

Minggu Umanis, 23 Mei 2010 TERNYATA sedang melakukan perjalanan panjang dan sulit menuju suatu ‘’keadaan’’ yang mereka sendiri belum ketahui bagaimana keadaan di sana itu. Perjalanan panjang meletihkan itu mereka lakukan dengan cara diam dan duduk. Keberangkatan-diam mereka itu berbekal keyakinan sangat kuat, bahwa di sana mereka akan menemukan Cintamani yang dijanjikan. Karena apa gerangan mereka begitu yakin dengan janji sebuah ajaran? Karena mereka benar-benar mendengarkan apa kata shastra tentang Cintamani itu. Kurang lebih lebih kurang seperti inilah yang mereka dengar. Bila alam semesta raya ini disebut misteri, maka ada yang lebih misteri lagi, yaitu Pikiran. Bila misteri Pikiran berhasil ditemukan, maka akan jelaslah a-b-c-d alam semesta beserta isinya. Misteri pikiran itu dalam shastra disebut Cintamani, yang sederhananya berarti ‘’permata pikiran’’. Bukan sekadar permata, tapi Pikiran adalah permata ajaib apabila Pikiran berhasil dikembalikan ke jati dirinya. Konon dengan Cintamani para pertapa tidak hanya akan menemukan misteri penciptaan alam semesta di dalam yoganya, tapi juga akan menemukan Shiwa. Menemukan Shiwa berarti menjadi Shiwa. Menjadi Shiwa berarti berbagi pengalaman dengan Shiwa. Orang konon akan bisa berbagi pengalaman dengan Shiwa bila ia memiliki sifatsifat yang identik dengan sifat-sifat Shiwa. Cintamani itulah salah satu sifat Shiwa. Bersama Cintamani dalam diri, dijanjikan bahwa segala yang ditunggu-tunggu akan datang; yang dicari akan didapatkan; yang benar-benar dipikirkan akan terjadi; yang sungguh-sungguh diucapkan akan terbukti; yang dibayang-bayangkan akan menjadi nyata; yang diminta akan diberi. Siapa yang tidak terpikat hatinya dengan permata ajaib itu? Caranya pun diajarkan oleh shastra, justru dengan membalikkan

Pikiran: dari pikiran yang berpikir menjadi Pikiran yang dipikirkan. Bhagawan Wrehaspati yang mengajarkan Wrehaspati-Tattwa tidak hanya menyatakan bahwa Cintamani itu adalah permata ajaib, tapi adalah Bathara yang amat susah untuk dicapai. Ia adalah SangHyangManon, ia yang sejatinnya ‘’melihat’’ dan sekarang ia ingin dilihat oleh para pertapa itu. Bhagawan Wrehaspati tidak mengajarkan agar orang menjadi pesimis ketika menyatakan bahwa Cintamani sangat sulit dicapai. Sebaliknya, ia membesarkan hati pembaca kitabnya dengan menyatakan bahwa benih Cintamani ada pada setiap orang yang masih hidup. Itulah Pikiran. Tapi apa sesungguhnya Pikiran itu? Pertanyaan tentang a-b-c-d-nya Pikiran akhirnya sama saja dengan pertanyaan tentang alam semesta. Keduanya sama-sama merupakan pertanyaan besar. Keduanya samasama tidak akan ditemukan jawabannya bila hanya bermodalkan ketekunan bershastra. Jawabannya konon akan ditemukan bila berhasil menempuh jalan panjang yang sulit yang bernama Yoga. Ketekunan dan anugerah, barangkali itulah dua kata kuncinya. Jadi, kembali ke pertanyaan awal: apa yang membuat para pertapa terobsesi denganCintamani? Itulah, barangkali, sebuah janji sakral dari Shastra yang pasti tidak berbohong. Lalu apa hubungan Cintamani dalam shastra dengan Kintamani dalam kabut Batur? Entahlah! zibm. dharma palguna

SEPERTI ke Kintamani, perjalanan menuju Cintamani ditempuh dengan cara mendaki dari bawah ke atas. Begitu kata buku yang susah untuk tidak dipercaya, khususnya bagi orang seperti kita yang beberapa kali pernah melakukan perjalanan ke Kintamani, tapi belum tentu pernah melakukan pendakian menuju Cintamani. Kita sering mendengar dan membaca kisah-kisah perjalanan pendakian para yogi setahap demi setahap menuju dataran tinggi Cintamani, yang panas dan sekaligus dingin. Panas datang dari bawah, dingin datang dari atas. Panas itu siang dan dingin itu malam. Panas itu matahari dan dingin itu bulan. Dan jangan kaget, matahari itu perempuan, sedangkan bulan itu lelaki. Begitu keadaannya seperti dibalik oleh logika mistis. Keperempuanan matahari digambarkan dengan sebuah kata gayatri. Dan kelelakian bulan digambarkan juga dengan sebuah kata sadashiwa. Itulah yang sering didengungkan dengan sibalel Im-Yang. Dongengkah semua itu? Entahlah! Bagi orang yang pernah menempuh pendakian dan benar sampai di sana, semua itu adalah kisah nyata. Ia mengalami. Ia membuktikan. Ia menebusnya dengan keringat, kerut kening, debu, air mata, penantian, kesabaran, penyerahan dan sekaligus perjuangan. Tapi bagi orang yang tidak pernah menempuhnya, dan hanya mendengar cerita dari buku-buku, barangkali semua itu didengarnya seperti sebuah dongeng.

Semacam dongeng purba, tentang manusia makhluk api yang membubung ke atas mencari hawa dingin dari air amerta yang akan meleburnya. Semacam dongeng pertemuan api dan air: api mati dan air menguap. Yang tertinggal kemudian adalah asap putih, yang tidak kelihatan ketika kembali bersatu di angkasa sunyi. Bagaimana awalnya, begitu pada akhirnya. Itulah konon yang disebut kesimbangan. BIARLAH orang-orang membuat kesepakatan dengan dirinya masing-masing, apakah itu kisah nyata atau dongeng. Tidak terlalu penting pembagian seperti itu. Yang menarik untuk direnung-renungkan justru makhluk api yang tiada lain adalah diri kita ini. Dan kurang-lebih, lebih kurang, seperti berikut inilah ringkasan dongeng makhluk api yang sampai ke telinga saya. Ada seseorang yang konon di dalam perutnya mengandung api. Api merah dan api putih. Percampuran yang merah dan putih itu menjadi api yang tidak kelihatan. Itu disebut api rahasia. Setiap hari orang itu tiada lain pekerjaannya selain menghidupkan api. Ditariknya nafas dalam-dalam. Dan nafas itu dihembushembuskan seperti mengipas-ngipas agar api menyala. Makanan dan minuman yang disantapnya sehari-hari, ia jadikan minyak yang ia tuangkan agar apinya membesar. Ketika api itu sudah membesar dan menyebabkan panas, maka satu per satu ia bakar habis semuanya: duka, nestapa, lara, sedih, nasib buruk, kesangsian, keraguan, perasaan kotor, penyakit, racun, ketamakan, kemalasan, kedunguan, dan karma-karma buruk linnya. Habislah semua itu terbakar hangus jadi abu. Sisa pembakaran berupa abu itu, ia buang ke sungai yang selanjutnya akan

z NMF Ririse Aswarini JALAN KEMENUH

z NMF Ririse Aswarini SELAT KATA

z Jusuf AN PAGI YANG GELAP

z Dadang Ari Murtono POHON INSOMNIA

Melintasi desa ini Aku terkenang padamu: Sekecup senja Dan hari-hari yang lekas pergi Singgahlah pada setapak jalan Kemenuh Dan temui aku di sana Bersama puisi yang berenang di kali-kali kecil Hening, seorang pria tua berjalan lamban di atas jembatan di mana serangga-serangga merindukan sarang Sepanjang jalan Kemenuh Anak-anak berkecipak di bening sungai dekat sawah yang selalu mengingatkan siapa saja pada masa tua yang bahagia Atau waktu kanak saat ayah mengejarmu karena bermain hingga larut Bayang bulan muncul di atas dangau Langit memerah sembap Kunyalakan lampu Sambil melintasi jalan ini Sambil mengenangmu

MALAM ini, udara sungguh tak bersahabat. Kering dan bergerak lambat. Pekat menyekat bilik jantung seorang lelaki yang terduduk di beranda. Tampak murung. Nafasnya memburu tak teratur. Matanya menghisap kesunyian seperti menggugat alam. Sesekali jemarinya bergetar membakar sebatang rokok kretek. Sungguh ingin ia merengkuh sejatinya malam dari sudut hati yang terdalam. Wayan Widarsana, lelaki yang tenggelam menggenggam nafas, gemurat di wajahnya seperti berkisah atas keangkuhan zaman. Yang sekarang tampak hanyalah keletihan panjang atas sekian perjalanan. “Bli, kenapa selalu memandang malam dengan wajah gulana,” tanya Kadek yang telah berpuluh tahun mengabdi. Wayan Widarsana tak bergeming. Ia hanya menghisap kreteknya dalam - dalam. Menghembuskan. Lalu menatap langit. Seperti menunggu sesuatu yang tak kunjung jatuh. “ Kadek, kamu selesaikan saja lukisan pesanan, orang Ubud sudah teriak-teriak,” katanya lirih dengan mata menerawang, masih ke langit. Kadek menurut dan beranjak pergi, menyusun warna di kanvas blacu

Di sudut kursi yang bergoyang seorang anak mendekap tangan ibunya melihatku dengan pasang mata gigir dengan hidung yang persis milikku Rambutnya berayun Mungkin karena lagu dangdut yang dinyanyikan si ibu sambil memandang ombak di luar jendela Aku menahan mabuk sementara wangi laut bisikkan biru yang gelisah Melihat ke belakang kian jauh pulau tempat tinggal seperti buih-buih, memutih kutitip sunyi ini pada matahari

sajakku berloncatan dari rahimmu, berlarian di atas buah dadamu yang pecah keselamatan yang buram gempa(r) kematian tanpa sempat beri wasiat orang-orang bergegas menjemput maut di lain tempat dengan seraut pucat (subuhku berdarah malaikat pagi mengoyak sayap menyumpal kupingnya dengan potongan mimpiku) tetapi aku yakin kau tak gentar meski tubuhmu gemetar bukankah dengan gelap kita menjadi pandai meraba tiap kelok tajam belukar mari, berkumur dengan puing-puing cuci rambutmu yang kering Jogja, suatu saat nanti lukamu akan ber-seri

run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy

Coming on Age in Balidwipamandala ... 16 Agustus 2010

BANGLI Mei BULELENG Juni JEMBRANA Juli KARANGASEM Agustus BADUNG September

z Bulan Oktober BULAN (Yoga-Sastra) BAHASA-SP 81 Tahun... z Arum Ndalu CATATAN ABU Kepatuhan balik meringkusku Menjadikan tubuhku biru Terlipat di kamar rencana Sempat ku intip ledakan di sela jendela Memamah bising dan deru igauku Yang masih terpasung di rumah sendiri Menanggung tahuntahun tercecer di pekarangan belakang

TABANAN November GIANYAR Januari SINGARAJA Maret

Yang SMP yang Menulis Kreatif (Nilai Tertinggi di Bali, Mbok SANG SAKA smkn - 1, LA-YOSE - smak santo yoseph, limas SMAN-5 Denpas’art dalam Komunitas TRISULA Teater Anak Sekolah (TERASAH): InfoNONSTOPkring: 081529-040-616, 085237-153-087, 081236-980-644 (TRISNEZA, jaga kejutan Mei SNERAYUZA-Kampung SEBUD...)

z Percikan MONOLOG Permenungan dari Delapan Penjuru Angin Catatan catatan kecil, Prosa Puisi (Prosa Liris) Keliling Bali ya CUKUP satu (1) Dua (2) Tiga (3) ALINEA saja, Hallo Bali Redika, Hallo Bli Sudarma cs

Oleh Moch Satrio Welang tipis dan murah, agar produksi bisa beranak pinak. Ia musti mengirit cat. Satu kaleng merah harus bisa melahirkan lima puluh lukisan berukuran tujuh puluh kali sembilan puluh sentimeter. Sekaleng kuning harus bisa menjelma bahan makanan. Hijau harus bisa membeli susu. Susu? Susu untuk siapa? Sudah lama tak ada bayi di rumah ini. Men Lastri yang bertahun - tahun hanya terbaring, mana sanggup hamil dan mengejan melahirkan. Untuk bernafas saja itu suatu keajaiban, apalagi melahirkan. Lagi, Ia melirik majikannya. Rupanya malam telah merendam Wayan Widarsana dalam impian dan angan - angan. Seonggok bayi mungil yang melayang jatuh dari langit, kemudian bersarang di pangkuannya. Wayan Widarsana telah lama merindukan bayi, bukan karena istrinya mandul hingga impiannya belum terwujud. Bukan pula karena dia sendiri yang mandul. Ia hanyalah lelaki setengah baya yang kerap menawar malam agar bergegas lepas, bahwa keinginannya adalah impian mahal, yang harus dibeli, bahkan uang tak akan cukup membayarnya.

IBUNDA-SR Desember DENPASAR Februari KLUNGKUNG April

z Regresi Rarejarre IntenS=Beh dikampung SEBud...

Pelukis Malam Sementara beberapa bulan ini orang - orang desa sengit mempergunjingkan Men Lastri yang tak kunjung mempunyai bayi. Mulut mereka sungguh tajam. Ada yang menghembuskan kabar, bahwa Men Lastri kena guna-guna. Pintu peranakannya ditutup agar tak bisa hamil, dan mempunyai keturunan adalah mimpi. Bahkan ada juga yang memberanikan diri untuk menyarankan mereka untuk melakukan adopsi. Untuk sekadar pancingan kata mereka. Namun Men Lastri hanya menjawab dengan senyum. Yang dia inginkan adalah anak dari darah dagingnya sendiri. Penerus keluarga yang kelak bisa dibanggakan meneruskan darah seni keluarga pelukis. Wayan Widarsana, seorang pengusaha lukis industri, selalu iri kepada siapa saja yang menggendong bayi. Matanya selalu lapar ketika menatap pasangan yang berketurunan. Kabar tentang guna-guna itu pun telah mendarat ditelinganya. Pernah suatu kali Wayan Widarsana mengundang semua balian untuk menggelar ritual menangkal guna guna. Namun sia - sia karena istrinya tak kunjung hamil juga. Guna - guna? Di

zKremasi di Dalam Diri membawanya ke laut lewat saluran pembuangan dalam tubuhnya. Semua itu terjadi di satu tempat yang tidak jauh: di dalam diri! Selesaikan dongeng itu? Tidak. Masih ada kelanjutannya. Misalnya penantian orang itu pada Bulan yang diharapkannya akan singgah di atas kepalanya dan menurunkan tetes air amerta, alias minuman sejati, yang akan menolongnya dalam pendakian menuju puncak Cintamani. Masih panjang dongeng itu kalau diceritakan apa yang kemudian dilakukan orang itu setelah selesai melakukan kremasi di dalam dirinya. DONGENG yang diringkas di atas itu, baru salah satu versi dari dongeng-dongeng sejenis yang banyak jumlahnya. Kenapa ada banyak versi dongeng seperti itu? Kenapa tidak. Wajar saja. Karena manusia itu, selain makhluk api, mereka juga senang bermain api. Beragam versi dongeng makhluk api itu membuktikan secara terbalik, bahwa api memang menjadi pusat perhatian mistis. Jika dalam hidup sehari-hari, orang memandikan dirinya dengan air, maka dalam dongeng di atas ternyata ada tradisi mandi api. Dan ini baru mandi api pagi, sedangkan perjalanan menuju Cintamani masih jauh sekali. Maksudnya, orang harus kembali dan kembali mandi api, sebelum akhirnya sampai di sana. Setelah sampai, apakah mereka masih perlu ‘’mandi’’? Tanyakanlah pada ikan-ikan yang hidup di danau Batur, apakah mereka perlu mandi? zibm. dharma palguna menjaga yang ada atau tak ada atau tak perlu ada

Dari Puisi-puisi Alejandra Pizarnik

z Come to the place (harmony and peace) calls home pengeling... Songan, bayung gede, susut, kintamani, penulisan...

zArum Ndalu PEREMPUAN REMBULAN

■ CERPEN

Pada kapal yang bimbang bayangan segelas hangat teh hambar menyentuh lingkar bibir yang dahaga

16 Agustus 2008

di kuil kecil itu perlahan aku kehilangan mautku

Menunggumu di gigir gelombang Seperti melucuti keasinganku Aku di kucilkan matahari yang pecah di lautan Di tinggalkan siluet melayani para pelancong Di tampar udara yang kian asing menelusupi cuaca Mulanya kau tergenang memburu arah yang gamang Ketika kau entah dimana menjadi tawanan senja ingin kubelah dan kukubur ia di antara pepasir Juga kerumunan manusia yang menyembunyikan suaramu

Roti-roti mengering di tangan Remahnya beterbangan seperti riak-riak ombak di warna bajumu

Mandi Api Menuju Cintamani ...

zaman yang lekas melaju, mengapa masih saja ada orang yang menggunakan cara - cara purba seperti itu. Dia berupaya menepis kabar burung itu dari benaknya. Ia tak dapat membayangkan ada orang yang iri kepadanya. Apa mereka ingin menguasai rumah seni penghasil lukisan instan ini? Ataukah ada orang yang tak suka padanya karena tak sengaja terluka? Cukup lama batinnya bergumul dan kepercayaannya terkumpul bahwa tidak ada alasan bagi siapa pun juga untuk mencelakai mereka. Men Lastri kerap membantu penduduk desa mengenal aksara. Mengajari orang tua dan anak desa bahwa setiap benda memiliki kata. Tak pernah putus upayanya untuk membangkitkan semangat hidup mereka yang berdiri di jurang keputusasaan. Terhadap tetangga, Men Lastri pun kerap mengirim makanan dan menjenguk mereka apabila sakit. Bulan lalu ia mengumpulkan para ibu untuk mengikuti penyuluhan tentang bahaya penyakit malaria. Wayan Widarsana menghembuskan rokok kreteknya. Radio kecil di pangkuan memancarkan siaran malam yang lirih terdengar samar penyiar memutar lagu - lagu sendu era delapan puluhan. Malam semakin pudar, namun jiwanya tak kunjung kembali mengembara. Tak sadar dia menembangkan pupuh rare, yang mengalun menyayat telinga siapapun yang tak sengaja menangkapnya. Kadek mengintip dari jendela kamar di mana ia biasa melukis. Sebuah kamar kerja yang ditata men-

mungkin malam adalah kehidupan dan siang adalah maut (malam)

4. hijau membara kelopak terjaga ternyata

1. nokturno menghelaku membelaku dari mata api

yang engkau hanyalah aku yang rindu dan bisu

sunyi

5. sebisu retakan kun lelubang buahku perlahan menenun

ada yang bersiap bersemi barangkali cangkang tubuh mulai rapuh

kata demi kata bahasa yang mengada dari yang kukira topeng senja

2. asin peluh malam keruh kuasah sangkur kuasuh gembur

6. aku meraba akar tegar, batang tenang rimbun daun, buah basah

syair para penidur mengalir dari dubur

namun fajar akan pecah dan jantung akan terbelah

3. kusimpan setetes embun sedepa humus ranum dalam hening kambium

jangan persembahkan aku, wahai tengah malam pilu, kepada putih siang tercemar (hati yang telah mengada)

dan dadaku akan mekar membawa nektar segar

z Jufus AN MOKSA di sebuah gang buntu kau temukan darah menggenang cengang mata lengang jiwa jibril ataukah izrail yang kan bertandang hingga bulu romamu tegap bersiap memberi salam

7. tetapi yang ada dan tiada dan senantiasa adalah tak akan adalah tak pernah adalah tak indah lalu bertukar lidah

perempuan berbibir daun mendekapmu bertanya tentang rindu dan perahu kau beku seribu jeli amati bibirnya berjatuhan dirontok badai dadamu telah berabad-abad kau layari kata tanpa peta mengecup awan menyelam lengang mereguk sunyi tapi masih saja anjing-anjing itu mengeram di jiwamu dan waktu terasa kian panjang ceruk keluh bertambah dalam ‘’terangkanlah padaku cara memelukmu, manisku. agar segera reda hujan kerinduan hilang segala kemalang.’’ kau kembali gagal menjaring matahari sementara badai terus menderu di dadamu

jadi studio lukis, lengkap dengan kanvas di mana - mana dan cat warna warni di sana sini. Dari balik kelambu, Kadek menangkap ada linangan di kelopak mata sang majikan. Ia menangis rupanya. Seorang Wayan Widarsana, pengusaha industri lukisan instan, ternyata mampu menangis. Kadek yang bertubuh kurus ini tak akan pernah lupa atas kejadian dua puluh tahun lalu. Saat pertama kali ia menginjakkan kaki di rumah ini. Ayah Men Lastri menggandeng tangan mungilnya setelah seharian menangis di sudut pasar menahan lapar. Kala itu hujan lebat. Ayah Men Lastri memompa semangat Kadek untuk berani memperjuangkan hidup, karena ia laki - laki. Selama dua puluh tahun itu pula Kadek merajut harapan dan impian di antara sapuan lukisan instan untuk pesanan. Mungkin sudah suratan, ayah Men Lastri tak memiliki umur panjang. Beliau mangkat tepat di tahun ke empat Kadek menetap di rumah itu. Kangker paruparu. Sungguh hatinya terpukul, Kadek melihat jasad Ayah Men Lastri tersungkur di antara kanvas yang tak sempat diselesaikannya. Lukisan abstrak penari Bali yang gemulai dalam guyuran air hujan. Sejak itu Kadek gemar mengeksplorasi penari sebagai sumber inspirasi. Kadek yang terlahir tanpa Ayah Ibu tak tahu bagaimana berterimakasih kecuali mengabdi pada keluarga pelukis ini. Hingga datang seorang bujang yang meminang Men Lastri menjadi istri.

Adalah Wayan Widarsana yang mulai memberi warna pada nafas keluarga. Sungguh bakat melukis yang luar biasa ada padanya. Kadek teringat sore itu, saat jemari kecilnya berpegang daun pintu, ia saksikan bagaimana mereka memadu cinta bak daun dan embun, berseri di musim semi. Tahun - tahun bahagia berlalu. Semua terpenuhi kecuali hadirnya tangis bayi. Senyum Wayan Widarsana perlahan terkikis habis. Kerap menegak arak dan pulang gontai disertai aroma minyak wangi wanita jalang dini hari. Kadek menyaksikan merahnya cinta yang luruh menjadi hitam. Rumah yang dulu merdu oleh cumbu perlahan menjelma teriakan dan makian. Sejak itu pula Kadek hanya dapat menemukan kelam di wajah Wayan Widarsana yang tenggelam oleh malam. Wajah yang meradang. Dengan rokok kreteknya tebal mengepal. Menguap angkasa. Sungguh apalah arti kehidupan saat kelahiran dan kematian bukan kita yang memiliki. Seperti malam ini, tak ada kata di antara mereka. Senyap merambat, malam yang merayap. Para wanita bersenandung lirih, warga datang silih berganti. Ada yang membawa makanan, kopi maupun gula. Wayan Widarsana menyambut mereka dengan pesona yang terpaksa. Segera orang desa menggelar ritual di rumahnya. Sementara jasad Men Lastri masih terbujur kaku. Biru.


Minggu Umanis, 23 Mei 2010

BUKU Joged ”Ngebor” dari Buleleng BUKU ini adalah kajian mutakhir terhadap kesenian Bali. Penulisnya tidak menggunakan teori kesenian untuk memecahkan permasalahan yang dikonstruksi sehubungan dengan munculnya joged ngebor di beberapa desa di Buleleng. Selama ini kajian kesenian Bali menggunakan teori kesenian atau sedikit menggunakan teoriteori agama. Kajian Geertz terhadap teater barong-rangda, misalnya, menggunakan pendekatan semiotik, membangun makna barongrangda dari perspektif luar (Barat). Artinya, kajian-kajian seni Bali masih terkungkung dalam ilmu atau teori seni itu sendiri dan belum dilakukan usaha akademik Resensi Buku untuk melihat kesenian Bali Judul dari wilayahwilayah luar. Penulis Berdasarkan Penerbit pandangan Cetakan I tersebut, penerTebal Halaman bitan buku ini, yang didasarkan pada penelitian lapangan yang komprehensif di Buleleng, sangat penting. Joged ngebor yang muncul di Buleleng semestinya tidak dilepaskan dengan munculnya fenomena goyang Inul (goyang ngebor) di kancah industri hiburan dan televisi di Indonesia. Digunakannya kata ngebor pada kesenian joged bumbung adalah satu analogi dengan goyang ala Inul. Bisa dikatakan sebagai epigon atau mengikuti suatu trend atau kecenderungan. Inul sendiri ada dalam posisi pro-kontra. Walaupun demikian, ketika itu di Indonesia, telah muncul berbagai jenis “goyang” (goyang patah-patah, goyang gergaji). Mengapa Inul (yang ber-brand goyang ngebor) menguasai jagat industri hiburan? Hal ini disebabkan oleh keterbukaan dan “kebebasan” sehubungan dengan reformasi, yang disambut ingarbingar pula oleh industri hiburan (para event organizer) dan televisi. Inul, menurut VCD/DVD amatir, telah goyang ngebor jauh sebelum era reformasi tetapi di kampung-kampung di pinggiran kota Surabaya dan sekitarnya, ketika ditanggap untuk hajatan perkawinan. Goyang ngebor Inul menjadi masalah ketika ia tampil di jagat industri hiburan. Di sini ada pihak yang merasa disaingi (dari segi popularitas dan pendapatan). Lalu, pihak tersebut melemahkan posisi Inul dan goyang ngebornya itu melalui klaim penyimpangan moral dan agama. Pihak televisi dan pebisnis hiburan tidak berpikir moral dan ajaran agama pada kasus Inul. Yang ada hanya konsep bahwa pasar sedang terbuka terhadap goyang ngebor Inul. Jadi, harus dieksploitasi habis-habisan. Pada konteks ini tubuh dan goyang ngebor telah dilepaskan dengan relasinya terhadap konsep yang dikonstruksi bahwa agama dan moral adalah kekuatan yang menguasai tubuh atau yang mengontrol tubuh. Tubuh Inul dan goyang ngebor adalah barang dagangan dan hal ini sah atau legal, terbukti dengan sambutan pasar yang hebat. Keuntungan pun diraup oleh pebisnis hiburan dan televisi. Suku-suku di Indonesia mengenal kesenian erotis dan cukup hanya tumbuh dan berkembang di lingkungan suku atau subsuku tersebut. Kesenian erotis ini menghadirkan tokoh perempuan, yang bisa dipahami sebagai cerminan bahwa perempuan-perempuan suku tersebut adalah subordinat lakilaki. Kesenian ronggeng di Dukuh Paruk, sebagaimana dikisahkan oleh Ahmad Tohari dalam trilogi novel ''Ronggeng Dukuh Paruk'', tidak semata kesenian erotis, sebatas goyang tetapi ajang jual-beli keperawanan. Dalam tradisi ronggeng di Dukuh Paruk, keperawanan adalah komoditas atau barang dagangan. Tradisi kesenian ronggeng, yang dibungkus atau dicampurkan dengan mitos-mitos atau narasi-narasi mistik, sama sekali bukan kesenian tetapi satu bursa setingkat padukuhan, bursa lelang keperawanan penari ronggeng. Kesenian-kesenian sejenis ronggeng (gandrung, tayub, jaipongan) mirip dengan ronggeng tetapi dari segi sebagai ajang bursa lelang keperawanan, ronggeng adalah satu-satunya. Kesenian-kesenian ini hidup di wilayahnya, sebagai milik bersama dan tidak merembes ke luar wilayah suku itu karena terbentur oleh persoalanpersoalan teknik atau karena adanya konsep lokal dalam hal komodifikasi kesenian. Media atau industri hiburan nasional menjadi acuan di seluruh wilayah Indonesia. Itu semua menjadi model. Ujungnya adalah satu kondisi penyeragaman. Pola ini terjadi di beberapa desa di Buleleng, ketika beberapa sekaa joged bumbung tradisional mengadaptasi atau tengah beranalogi atau ingin menjadi bagian industri hiburan nasional, dalam bentuk dihadirkannya

: Komodifikasi Tubuh Perempuan, Joged “Ngebor” Bali : Nengah Bawa Atmaja : Pustaka Larasan : Januari 2010 : 296 hal joged ngebor. Buku ini membangun satu pemahaman sistematis atas joged ngebor, menggunakan satu pandangan kritis bahwa hal itu dilakukan secara sadar dalam kerangka menempatkan tubuh perempuan (penari joged) sebagai barang dagangan (komodifikasi). Dari segi komodifikasi yang diterapkan untuk memahami bagaimana tubuh perempuan dikemas dalam industri hiburan nasional, komodifikasi tubuh perempuan penari joged di beberapa sekaa di Buleleng adalah tidak sepenuhnya komodifikasi, secara praktis. Hal ini harus dikembalikan kepada tujuan orang Bali berkesenian. Bali yang sangat maju keseniannya, sampai saat ini kesenian belum menjadi satu jenis pekerjaan. Kesenian adalah satu sambilan. Jika dari kerja sambilan ini seseorang bisa mendapat tambahan penghasilan, adalah konsekuensi logis saja. Sampai saat ini belum ada perusahaan-perusahaan atau bisnis kesenian di Bali. Penjualan kaset-kaset atau DVD/CD rekaman kesenian Bali, yang dipelopori oleh perusahaan rekaman Aneka Record di Tabanan mungkin satu perkecualian. Bisnis itu bukan bisnis kesenian tetapi hanya bisnis teknologi elektronik. Perkecualian lain adalah Dalang Ceng Blong dari Belayu, Tabanan. Tetapi sebagai industri kesenian atau komodifikasi kesenian, masih harus diuji. Mengapa hanya Dalang Ceng Blong yang terbilang sukses; mengapa jejaknya tidak diikuti oleh dalang-dalang lain? Komodifikasi kesenian, yang tidak terbatas pada komodifikasi tubuh, seperti dikaji dalam buku ini, pada kasus Bali memang telah muncul sejak lama, khususnya di bidang seni rupa dan kerajinan. Sementara itu, komodifikasi seni pertunjukan telah dicoba, dengan memasukkan beberapa seni pertunjukan atau teater Bali ke wilayah industri pariwisata, namun hal itu tidak berhasil karena seni pertunjukan tersebut hanya satu skrup paling kecil dalam industri pariwisata. Komodifikasi tubuh perempuan penari joged adalah bagian dari trend industri hiburan nasional. Hal ini muncul di tengah kesenian joged bumbung bukan tanpa alasan, karena kesenian ini memiliki potensi melakukan analogi goyang ngebor. Tampaknya memang ada komodifikasi tubuh perempuan, yang sebenarnya tidak demikian adanya karena seni joged menggunakan perempuan sebagai aktornya. Jadi tugas baru penari joged di atas panggung pun harus mau dilakukan, yaitu menari sambil goyang ngebor. Jadi, komodifikasi itu satu paham baru yang tidak sepenuhnya tepat diterapkan pada kasus joged ngebor. Sebagai perspektif ilmu, bisa saja diterapkan tetapi makna yang ditimbulkan tidak demikian adanya dengan makna para perempuan penari joged dan sekaanya. Mungkin saja, semua itu sebagai satu bentuk “gerakan lokal” idealisme berkesenian, ingin mencapai satu eksistensi lewat kesenian joged ngebor. Hal inilah yang tidak dikaji dalam buku ini. Buku ini memposisikan komodifikasi tubuh perempuan pada kesenian joged ngebor di Buleleng, sesuai dengan teori yang digunakan untuk memahami atau memaknai kasus joged ngebor. Pandangan komodifikasi (dalam buku ini khusus untuk perempuan penari joged) sebenarnya bisa diperluas ke wilayah kesenian lain di Bali. Sehingga ditemukan jawaban-jawaban sehubungan dengan: bagaimanakah komodifikasi dalam kesenian Bali; apakah ia ada; mengapa demikian. Inilah arti penting buku ini: membuka jalan ke penelitian yang lebih luas sehingga memberikan satu sumbangan pemikiran ke arah pengembangan kesenian Bali di masa depan: apakah harus ada komodifikasi seni di Bali atau biarkan saja seni berkembang secara alamiah, menjadi bagian hidup orang Bali seperti sedia kala. „wayan artika

BUDAYA

17

Cak, dari Bali Kumandangkan Perdamaian Dunia PULUHAN laki-laki bertelanjang dada mengacung-acungkan tangan dengan jemari mengembang sembari mengumandangkan koor aneh yang didominasi celoteh cak... cak... cak... jalin-menjalin. Kesenian nan unik ini kini telah identik dengan Bali. Adalah sebuah film hitam putih buatan tahun 1935 berjudul ''The Island of Demons'' karya sineas Jerman Victor Baron von Plessen, memperkenalkan seni vokal iringan ritual tolak bala tari Sanghyang ini kepada masyarakat mancanegara. Beberapa tahun setelahnya, ketika Pulau Bali makin banyak dikunjungi wisatawan, seni pentas ini menjadi perintis pertunjukan turistik yang begitu diminati. Minat para pelancong menonton cak atau kecak hingga hari ini masih kencang. Para seniman Desa Bona di Kabupaten Gianyar yang sejak tahun 1960-an secara rutin mementaskan kesenian ini telah menurunkan generasi kedua dan ketiga yang hingga kini masih bersemangat ngecak. Ubud sebagai salah satu destinasi wisata Bali juga memiliki beberapa grup cak siap pentas menghibur para pelancong. Bahkan ketika Bali semakin kokoh menjadi tujuan wisata dunia, grupgrup cak semakin bertebaran, seperti di Sanur atau di Kuta misalnya. Belakangan masyarakat desa sekitar Tanah Lot dan Nusa Dua pun membangun grup Cak, tak mau ketinggalan berkiprah mengais berkah dari kancah kepariwisataan yang berkecipak di depan hidung mereka. Kemunculan cak menjadi seni pertunjukan wisata adalah sebuah kebetulan belaka. Tersebutlah seorang pelukis asal Jerman, Walter Spies, yang tinggal di Ubud bersahabat dengan seorang penari Baris, Wayan Limbak, dari Desa Bedulu. Pada tahun 1930-an itu, Spies sering melihat sahabatnya, Limbak, terlibat dalam ritual keagamaan tari Sanghyang. Sebagai penari Baris andal, Limbak bertugas menjadi pemimpin koor pria. Melihat begitu eksotis suara jalinan vokal cak... cak... cak... tersebut dan menyaksikan ekspresifnya Limbak memberi komando, muncul inspirasi di kepala Spies untuk membuat seni pertunjukan yang lepas dari ritual Sanghyang. Gagasan pelukis yang mulai mengenal Bali sejak tahun 1925 itu ternyata disambut antusias oleh Limbak dan kawan-kawan. Tak berapa lama, sebuah seni pentas baru pun terwujud

dan dipentasperdanakan di depan Goa Gajah, Bedulu. Walter Spies dengan bangga mengajak teman-teman Barat-nya menyaksikan cak yang mengangkat lakon ''Karebut Kumbakarna'' itu. Kebanggaan Spies mempertontonkan cak kepada teman sejawatnya kemudian bersemi menjadi tontonan yang jarang dilewatkan oleh para wisatawan yang mengunjungi Bali. Cak Bedulu pun dengan sadar mementaskannya sebagai sajian seni untuk turis yang secara khusus digelar di halaman luar Pura Goa Gajah. Dari Bedulu seni pentas turistik cak kemudian berkembang ke desa tetangganya, Bona. Berbeda dengan cak Bedulu yang mengangkat lakon patriotisme Kumbakarna — diperankan Wayan Limbak — Cak Bona menyajikan kisah romantis Rama dan Sita. Elemen-elemen drama tari klasik wayang wong diadopsi untuk karakterisasi tokoh-tokohnya. Unsur-unsur sendratari Ramayana — tampak pada tahun 1970an— juga mewarnai tata artistik cak Bona yang kemudian menjadi standar grupgrup cak lainnya. Kendati lazim disebut sebagai seni tari, sejatinya konsep artistik cak adalah musik, tepatnya seni vokal. Konsep musikal cak diambil dari unsur-unsur estetika dalam gamelan Bali. Salah satu unsur keindahan dalam permainan gamelan Bali adalah kotekan-nya yaitu jalinan antara nadanada. Cak memakai konsep harmoni jalin menjalin secara berlapis-lapis. Para pemain cak membagi kelompok-kelompok jalinannya mengikuti melodi tukang gending dan taat pada ritme dan aksentuasi yang dipimpin oleh tukang tarik. Pembagian tugasnya hampir sama dengan apa yang berlaku pada masing-mas-

BPM/ist

LUWES - Cak merupakan nilai estetika nan luwes yang telah menjadi wahana komunikasi yang spesifik lintas seniman dan lintas budaya. ing instrumen dalam gamelan Bali. Bedanya cak adalah orkestrasi mulut. Konsep gamelan mulut yang memiliki kedekatan dengan cak juga dapat disimak pada Cakepung di Bali Timur, Rengganis di Bali Utara, dan Genjek di Bali Selatan. Namun jika dicermati, secara estetik musikal, cak lebih kompleks. Kendati rumit tata orkestrasinya tapi sebagai sebuah bentuk dan medium kesenian, cak fleksibel berinteraksi dengan beragam ekspresi seni, bukan hanya kesenian Bali bahkan dengan seni budaya asing. Seorang koreografer Indonesia asal Solo, Sardono W. Kusumo, pada tahun 1970-an pernah bereksperimen dengan media cak di Teges Kanginan, Peliatan, Ubud, di mana hasil kreativitas seni pentasnya itu sempat mengundang polemik di tengah masyarakat Bali gara-

gara menampilkan penari cak bocah, I Rina (5 tahun), yang telanjang bulat. I Wayan Dibia adalah koreografer kelahiran Bali yang termasuk sering berolah kreativitas seni pertunjukan dengan media cak. Selain menggarapnya dalam bingkai kekentalan cak yang sarat dengan sentuhan pembaruan, pada tahun 1990 ia berkolaborasi dengan seniman dari Negeri Paman Sam, Keith Terry, memadukan cak dengan body music yang disebut Body Tjak, dipentaskan di Amerika dan Indonesia. Para seniman Jepang termasuk banyak yang tertarik menampilkan dan menggarap cak. Di arena Pesta Kesenian Bali (PKB), tercatat dua grup seni pertunjukan asal Negeri Sakura mengolaborasikan cak dengan kesenian tradisional mereka.

Para wisatawan yang mengunjungi Bali secara salah kaprah menyebut cak sebagai monkey dance, tari monyet. Sejatinya, cak bukan secekak art by metamorphosis atau seni akulturasi antara selera estetis seniman Bali dengan selera wisatawan. Cak merupakan nilai estetika nan luwes yang telah menjadi wahana komunikasi yang spesifik lintas seniman dan lintas budaya. Lewat jagat kepariwisataan dan melalui kerja sama kreatif para seniman Bali dengan insan seni nasional-internasional, cak dengan bahasa simbolik estetis-magis cak cak cak yang jalin menjalin, telah menunjukkan pada dunia bahwa keindahan itu memang damai dan karenanya kedamaian itu patut kita rajut serta indahkan bersama. „ kadek suartaya

Sanggar dalam Esensi ”Sangkan Paraning Dumadi” NAPAS dan perkembangan kesenian di Bali secara komunal tak lepas dari riwayat kesanggaran. Awalnya adalah sebuah kesadaran yang tulus untuk membangun kongsi dalam pola pikir dan semangat yang sama, untuk mencipta sesuatu, kemudian berupaya memperkenalkan produknya kepada khalayak. Pertautan dinamika kesanggaran itu sesungguhnya bertumpu pada kebahagiaan penciptaan sebagai bagian dari pengabdian semesta, bahwa kemudian terbangun ekses sebagai pujian, kekaguman, atau penghargaan, semuanya terjadi sebagai bagian dari pencapaian tanpa dipaksakan. Dalam rentang waktu yang tak jelas bisa dibaca, dinamika sistem sanggar tampaknya mulai digeser oleh kepentingan pragmatis, ia tidak lagi menjadi simbul ketulusan dalam kesadaran yang saling merangkul, namun mulai terhimpit pada persoalan komoditi. Tentu tak ada yang salah di sini, bila apresiasi publik bertendensi wajar, itu akan menumbuhkan keterikatan untuk saling memberi harga, normatif sebatas apresiasi. Tapi, yang keliru adalah munculnya gerakan kompetisi antarlembaga sanggar untuk tampil dengan profititas yang berlebihan, mengaburkan kualitas penciptaan yang amat dimuliakan. Di sinilah bencana dimulai, ketika segala proses dan persilangan kreatif itu diperbudak dengan persoalan niaga kesenian. Akhirnya basis penciptaan itu cenderung dikendalikan banyak pihak yang saling mengait tujuan un-

tung dan rugi. Di dalam berbagai segmen kesenian di Bali, sanggar menjadi dominan sebagai media cipta bersama. Pada masanya, eksistensi sanggar pernah mencapai puncaknya. Sanggar penyelamatan tari tradisi cekepung di Karangasem, ini pada masa pascaperistiwa G-30-S 1965, tumbuh amat marak dan menjadi ikon peradaban kesenian di Bali Timur. Namun kita tahu setelahnya memudar tanpa pemaknaan, bahkan surut tak terdengar, sebelum kemudian dibangun kembali dengan inovasi di kalangan anak muda yang masih peduli dengan kesenian mereka. Lain lagi di daerah Gianyar sebagai poros tumbuhnya berbagai kesenian di Bali. Hampir di setiap banjar, sanggar (khususnya sanggar tari dan karawitan) berkembang dan memiliki eksistensi masingmasing. Sebut saja sebuah

sanggar tari di Desa Peliatan, hingga saat ini konsisten dan berhasil mempertahankan sejumlah tarian bali klasik sebagai napas aktivitas di sanggarnya. Di ranah seni rupa, geliatnya tak kalah marak. Berbagai sanggar muncul mewarnai seni kreatif di berbagai tempat. Di Singaraja, para seniman lukis bergabung diri ke dalam Sanggar Denbukit, merupakan wadah komunikasi dan kegiatan perupa di Bali Utara. Di Denpasar, pada 1970-an juga muncul Sanggar Citra, yang dimotori pelukis pada zamannya seperti Misran DS, Alimin Tamin, Cok Gde Pemecutan, Rusli Hakim, dan sejumlah nama yang aktif melakukan maintenansi kehidupan sanggar ini. Karangasem juga tak mau ketinggalan. Sanggar Lempuyang pun dibangun arek-arek pelukis di bumi lahar ini, begitu juga di Bangli dan Gianyar ada Sanggar Jarak dan Sanggar Nyuh Gading. Berbeda dengan yang dituliskan di atas, sanggar juga dibentuk untuk mewadahi para perupa didikan lepasan akademis. Mewakili kelompok ini adalah Sanggar Dewata, yang menghimpun para perupa hasil besutan ISI Yogyakarta. Sanggar ini memiliki basis terbesar di Bali disusul dengan Sanggar Kamasra, tempat para lulusan ISI Denpasar bernaung. Yang lain adalah Sanggar Kamboja dengan anggota perupa eksklusif yang mencapai masa kejayaan pada 1990-

BPM/ist

Salah satu karya Nyoman Sukari (alm)

an, tetapi akhirnya juga mati suri terhimpit citra dan perubahan yang terjadi. Pola pembentukan sanggar yang mengambil pola kedaerahan atau berlatar almamater ini, harus diakui sangat sulit untuk dikelola, karena dalam perkembangannya telah terjadi gap yang amat berjarak dari kualifikasi karya cipta di antara anggotanya. Banyak perupa anggota Sanggar Dewata yang meraih reputasi internasional dan hidup dalam kemapanan, namun tak sedikit pula yang tak mampu melanjutkan kretivitasnya akibat kekurangan bahan, dan akhirnya banting setir menekuni kerja yang lain demi bertahan hidup. Fenomena seperti ini bisa terjadi akibat hilangnya pertalian “suka duka” yang semestinya memberi warna tebal dalam budaya bersanggar. Artinya, ada baiknya bagi anggota yang kebetulan meraih jalan yang lebih mapan, ada kalanya untuk berbagi buat anggota yang lain yang berada dalam kebuntuan. Cara ini sebuah keniscayaan yang sanggup memecah kesenjangan di antara para anggota, sehingga prestisius sanggar tetap akan berada di depan. Lambat laun, pola seperti itu pun direduksi menjadi bagian yang lebih kecil dan memiliki keselarasan dan keberimbangan konsep dan kualitas individu. Mereka, kemudian mendeklarasikan sebagai kelompok atau komunitas. Cara ini memang memberikan peluang untuk merekrut aggota dalam peradaban yang lain, paradigma yang mencair, karena tidak terhubung dengan aturan yang ada dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, sebagaimana yang diberlakukan amat ketat di sanggar. Gaung aktivitasnya pun jauh lebih terstruktur di banding dengan program kerja sanggar yang lebih banyak tak bisa berjalan. Di ruang publikasi, sistem kelompok dan komunitas ini lebih sering dibaca publik, sehingga mata rantai proses kreatifnya lebih mudah dikenali. Di antara kelompok yang

eksis, misalnya kelompok sebelas -- turunan dari Sanggar Dewata -- Kelompok Ten, Kelompok Galang Kangin, Komunitas Seni Rupa Lempuyang, Kelompok Lingkar, Kemunitas Asal Bunyi, hingga saat ini tetap berkegiatan dalam pakem dan kebebasan masingmasing. Keberadaan kelompok atau komunitas yang melesat dengan cepat ke ruang publik, sejatinya telah menipiskan pembicaraan soal sanggar. Tentu saja karena sistem kelompok dibangun berdasar kongsi kesatuan pikir dan yang selanjutnya menjadikan tujuan bersama. Karena itu hidup-matinya sebuah kelompok, menjadi tanggung jawab anggota (biasanya anggota ini amat dibatasi). Setiap anggota selalu akan melakukan investigasi akses relasional untuk memuliakan kreativitas mereka. Lalu, adakah para pemimpin sanggar bisa memaknai gejala ini? Bila saja riwayat kesanggaran ini harus kembali tumbuh sebelum runtuh, perlu ada pertimbangan sistem yang lebih dinamis, mengacu pada kepentingan anggota yang lebih humanis. Merancang program kerja pun mesti disadari untuk lebih mengedepankan sikap yang realistis dan menakar kemungkinan untuk bisa dieksekusi. Anggota sanggar, bila terlalu besar, memang sangat sulit di-manage, perlu diciptakan pikiran yang bernas untuk menjadikan sosok sanggar yang ramping. Kesadaran akan akar persoalan pengelolaan sanggar bahwa telah terjadi kesenjangan dan disparitas sosial di antara anggota harus difasilitasi dengan konklusi yang saling memahami. Sasaran selanjutnya ialah membangun martabat kesanggaran pada posisi yang berwibawa, tanpa menafikan nilai-nilai kemanusiaan. Bila ada kemauan untuk bertahan, sanggar saatnya kembali kepada dogma budaya, menyoal muasal kreatifitas, berproses menuju kemuliaan manusia yang sejahtera lahir dan batin, sebuah esensi sangkan paraning dumadi. „ wayan redika


HIBURAN

18

Minggu Umanis, 23 Mei 2010

Soendari Soekotjo:

Christine Hakim:

Keroncong dan Jamu

Indonesia Kehilangan Akar Budaya

BICARA ihwal musik keroncong dan jamu, bagi seorang Dr. Soendari Soekotjo, M.M. (42), sama penting. Bahkan, Soendari Soekotjo begitu namanya ditulis dalam ejaan lama, acap menerangkan seputar jamu habis bersalin atau jamu awet muda sembari melantunkan sebuah lagu keroncong ‘’Sapu Lidi’’. Memang, dia berupaya mengangkat citra jamu dengan keroncong. Jamu dan musik keroncong adalah aset berharga dan penting bagi bangsa Indonesia. Ini merupakan pelestarian tradisi dan budaya. Jangan sampai jamu dan keroncong dicaplok dan diakui negara tetangga sebagai budaya mereka. ‘’Nah, generasi muda kita perlu mengetahui dan melestarikan jamu dan keroncong,’’ kata Soendari yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Kesetiaan Soendari pada jamu dari Nyonya Meneer yang bahan-bahannya diambil dari tumbuhan yang ada di Indonesia seperti akar, daun, buah, bunga maupun kulit kayu, serta kesetiaannya pada musik keroncong menjadikan salah satu alasan perusahaan jamu terbesar di Semarang ini memilih Soendari sebagai ambasador untuk produk jamu habis bersalin. ‘’Kata eyang saya, jika meracik jamu sendiri selalu mendengarkan musik keroncong. Demikian pula jika beliau merasa sedih, senang dan sakit, ingin diputarkan lagu India dan lagu keroncong. Saya pun ketika melahirkan anak, selalu minta didengarkan musik keroncong yang bisa menenangkan jiwa. Benar juga kata Pak Fanny Habibie yang saya kenal, tidak ada musik keroncong, tidak ada hidup,’’ terang Soendari yang bulan silam menghibur masyarakat Belanda di Den Haag dengan sederet lagu keroncong. Jelas, jamu dan keroncong di tangan Soendari bisa menyatu dan bersinergi luar biasa. Jadi, tugas Soendari, adalah menjamukan keroncong atau mengeroncongkan jamu? Ini terobosan baru dan unik. Setelah mbakyu Waljinah yang menyanyikan lagu keroncong langgam Jawa, Soendari Soekotjo adalah maestronya keroncong di Indonesia, kali ini yang bicara Charles Saerang, generasi ketiga Nyonya Meneer. (pik)

Minggu, 23 Mei 2010 05.52 05.54 05.56 06.00 06.05 06.35 07.05 07.35 08.05 09.00 10.00 10.30 11.30 12.00 12.30 13.00 13.15 13.30 14.30 15.00 15.30

Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Kuningan Seputar Bali Pagi Sehat Bugar Klip Bali Anak Yoga Taman Sari TK Titi Dharma Boga Dewata Mutiara Hati Dunia Otomotif Dharma Wacana Pitra Yadnya Bag.3 Kilas Sijar Klip Bali Klinik Totok Perut Sijar Renungan Gede Prama Beragama Yang Indah Bag.3 Happy Holy Kids Nangun Yadnya

16.00 17.00 17.05 17.30 18.00 18.10 18.30 19.00 19.30 20.00 21.00 21.30 21.35 22.00 22.05 22.35 23.00 23.30

Karya Agung Mamungkah, TawurBalik Sumpah, Padudu san Agung di Pura Penata ran Banjar Lebah Desa Pakraman Semarapura Harmoni Bali Sekilas Berita Olahraga Dharma Wacana Pitra Yadnya Bag.4 Puja Trisandya Seputar Bali Klip Bali Telekuis Klip Bali Bisnis Bali Lila Cita Lintas Mancanegara Sekilas Berita Taksu Sekilas Berita Kris Lila Cita VOA Fearless Music SMS Chatting

BINTANG film senior Christine Hakim menilai Indonesia makin terasa kehilangan akar budayanya karena cenderung mudah tergerus oleh kebudayaan asing, dan mengakibatkan kehilangan jati diri sebagai satu bangsa. ‘’Memang berat untuk dikatakan, dan berat pula untuk diakui bahwa Indonesia kehilangan akar budaya. Namun, inilah hal yang makin terasakan,’’ ujar perempuan kelahiran Kuala Tungkal, Jambi, pada 25 Desember 1956 itu dalam diskusi serial bulanan (Diserbu) “Afternoon Tea: Semangat Indonesia, Kebangkitan Kebudayaan Nasional” di Jakarta, Jumat petang. Dalam diskusi itu Christine Hakim mengemukakan, bila sejumlah bangsa lain di Asia Tenggara makin mengukuhkan kebudayaan nasionalnya, maka Indonesia justru terasa kian gamang. ‘’Kita bisa saksikan bila ada seorang perempuan berbalut kain sari, maka pastilah dia dari India. Namun, orang asing bisa menilai saya sebagai orang Eropa atau Amerika Latin sekalipun saya

menggunakan pakaian adat satu wilayah di Indonesia. Dalam hal ini beruntung ada batik yang agak dikenal masyarakat dunia sebagai khas Indonesia,’’ kata salah seorang tokoh pahlawan (hero) versi majalah Time 2002. Perempuan bernama lahir Herlina Christine Natalia Hakim itu mengemukakan, kebudayaan Indonesia ibarat ingin bangkit atau bangun, teta-

BPM/dok

Christine Hakim pi belum melek karena tingkat kesadaran bangsanya belum terbentuk secara tegas. ‘’Seperti lakon ‘Hantu Keramas’,’’ katanya sambil tersenyum. Pemeran utama dan peraih

Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) dalam film “Tjoet Nja’ Dhien” (1988) tersebut menyatakan, akar budaya Indonesia tidak kokoh sebagai wujud gagalnya sistem pendidikan Indonesia, selain belum terbentuknya kebijakan politik mengenai kebudayaan. ‘’Selama ini kebijakan politik baru sebatas politik itu sendiri. Sementara itu, kebijakan politik terhadap pendidikan dan kebudayaan masih rapuh,’’ katanya. Oleh karena itu, ia mengusulkan dibentuknya kebijakan pendidikan dan kebudayaan yang lebih melindungi kearifan masyarakat lokal Indonesia. ‘’Keberagaman budaya, dan daya tahan masyarakat lokal inilah yang di masa lalu memperlihatkan akar budaya dan jati diri bangsa kita,’’ demikian Christine Hakim. (ant)

Sera Bikin Video Perempuan Lebih Kuat UMUMNYA, video klip banyak band dan solois kita selalu menampilkan perempuan sebagai sosok lemah tak berdaya. Pria selalu tampak dominan dan tangguh. Namun, dalam video klip band Sera untuk lagu ‘’Cinta Harus Memilih’’, mengangkat tema berbeda. Meski lagunya tentang kisah sakit

hati karena cinta tak terbalaskan, tetapi kisah dalam klip jsutru menampilkan sebaliknya, di mana pria terlihat lemah dan tak berdaya menghadapi perempuan pujaan hatinya. ‘’Kami ingin menampilkan pesan bahwa perempuan enggak selalu lemah. Malah laki-laki yang tampak

BPM/pik

Band Sera

lemah dalam klip lagu kami. Yah, pokoknya kami ingin menegaskan jangan pernah melemahkan peran perempuan,’’ lontar Andi Akmal Sera Malewa, vokalis sebagai pimpinan band Sera dari Depok, dalam perbincangan dengan Bali Post, baru-baru ini. Selain ‘’Cinta Harus Memilih’’ ciptaan Andi Akmal yang kerap dipanggil Sera, lagu lain yang diandalkan untuk menjaring RBT (Ring Back Tone, produk musik masa kini), Sera juga menawarkan tiga lagu lainnya yaitu ‘’Saat Engkau Pergi’’, ‘’Masih Cinta’’ di mana lagu terakhir bakal jadi judul album. ‘’Semua lagu Sera temanya tentang cinta tapi dengan kasus cinta yang berbedabeda,’’ jelas Andi, mahasiswa semester akhir dari Fakultas Teknik Universitas Pancasila, Jakarta. Artinya, biar temanya cinta, tetapi aransemennya tidak melankolis. ‘’Yang pasti, klip ‘Cinta

Harus Memilih’ cukup romantis,’’ terang Andi yang memilih base camp bandnya di Kampus Universitas Pancasila. Band ini dibangun tahun 2006 berkat persamaan hobi di antara empat personelnya. Mengusung pop romantik, yang jelas lagu-lagu dalam album Sera terkesan ringan tapi tidak mendayudayu. Selain pola aransemen yang berbeda, bobot lagu itu juga mencuat karena kekuatan karakter vokal Andi yang bernuansa rock. Peran Ridge Kevin, gitaris jeboleh Institut Musik Indonesia ini walau tak menampilkan sound distorsi yang berat, namun dalam interlude lagu, Kevin menyuguhkan scale yang beda dan tak biasa. Dua personel lain juga tak bisa disepelekan dalam memperkuat roh lagu dengan ramuan harmoni musik yang manis yaitu Enriko Wisak yang mencabik dawai bas dan Detrie Lesmana yang menggebuk drum. (pik)

Pameran ”Playing with The Ancestors” PAMERAN lukisan bertajuk “Playing with the Ancestors” karya pelukis Kamto Widjaya Lindu Prasekti akan digelar tanggal 6-31 Mei 2010 di Ganesha Gallery, Four Seasons Resort Bali di Jimbaran, Badung. Dalam karya-karya lukisannya, Lindu dengan gaya bergurau berusaha memberikan kritik membangun terhadap segala bentuk kriminal yang terjadi. Pameran akan dibuka, pukul 18.30 wita.

Pameran Lukis Sehati-hati PAMERAN lukis bertajuk “Sehati-hati” digelar oleh Komunitas Seni Rupa Lempuyang. Pembukaan acara pada Jumat (9/4) lalu. Pameran yang digelar di Griya Santrian Gallery, Jalan Danau Tamblingan 47 Denpasar ini akan berlangsung sampai 29 Mei 2010.

Pameran Lukisan Budhiana PAMERAN lukisan bertajuk “Melintas Cakrawala” karya Made Budhiana akan digelar di Maha Art Gallery (Sektor) Sanur, Denpasar, pada 26 Mei - 26 Juni 2010. Pameran tunggal yang disertai penerbitan buku biografi perjalanan seni pelukis Made Budhiana tersebut dibuka Rabu (26/5) pukul 18.30 wita, dengan acara pertunjukan tari kolaborasi oleh Mangku Batuan (penari topeng) dan Jasmine Okebu (penari kontemporer), juga pemutaran film Men Tanjung (seniman aneh dari Budakeling Karangasem) hasil rekaman Budhiana.


19

Minggu Umanis, 23 Mei 2010

Empat Kali Dari Hal. 1 Banyakperubahanyangtelah terjadi, baik positif juga negatif menimpa warga Pulau Penyu itu. Mulai terbukanya akses jalan menuju pulau seluas 112 ha itu sampai bertambahnya luas pulau itu yang mencapai empat kali lipat luas sebelumnya. Kini, luas Pulau Serangan telah mencapai 491 hektar. Artinya, luas pantai yang direklamasi mencapai 379 hektar. Reklamasi ini terjadi di pantai sebalah timur, barat daya, dan barat laut pulau ini. Mega proyek ini pun menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat setempat. Bahkan, sampai kini pun persoalan yang terjadi di wilayah tersebut belum sepenuhnya tuntas. Meskipun proyek tersebut sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Sebagai bukti, sejumlah persoalan juga sempat muncul ke permukaan dalam beberapa waktu terakhir ini. Seperti masalah keberatan sejumlah warga yang dilarang BTID. Namun, persoalan ini akhirnya bisa diatasi setelah warga setempat menggelar pertemuan di kantor lurah setempat bersama jajaran manajemen PT BTID. Salah seorang tokoh Kelurahan Serangan, Ketut Arya Sapu-

tra, S.T., mengakui secara umum reklamasi yang dilakukan investor terhadap wilayahnya, sejatinya memberikan dampak positif bagi kelangsungan pembangunan secara umum di Serangan. Namun, diakui, ada dampak kecil yang dirasakan sebagian warga Serangan, khususnya bagi nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut. Dikatakan,wargayangmelaut untukmencariikankiniharuslebih jauh ke dalam, karena di pesisir sudah tidak ada lagi ikan. Ini merupakan dampak dari reklamasi yang dilakukan BTID. Hanya, dilihat dari hasilnya, tidak terlalu jauh berbeda. ‘’Jadi, saya kira dampak negatifnya cukup kecil,’’ ujar Arya Saputra yang kini juga menjadi wakil rakyat di DPRD Denpasar ini. Bagi Arya Saputra dan warga Seranganlainnya,yanglebihpenting bagi warga setempat yakni persoalan kepastian hak milik atas tanah yang ditempatinya kini. Kepastian hak ini menjadi harapan yang selalu ditunggu warga Serangan, karena janji-janji itu sudah tercetus sejak lama. Sayangnya, realisasinya belum juga terwujud sampai kini. ‘’Inilah yang menjadi penantian warga kami,’’ jelasnya. Pihaknya berharap pihak investor dalam hal ini BTID dan pemerintah bisa

Pesawat Terbalik Dari Hal. 1 Bandara Mangalore memiliki landasan pacu yang terletak di atas bukit, yang menuntut akurasi tanpa kesalahan saat melakukan pendaratan. Menurut sumber, pilot pesawat tidak melaporkan adanya kerusakan apa pun ke Airport Traffic Control (ATC) Bandara Mangalore sebelum mendarat. Pesawat Air India jenis Boeing 737-800 tersebut dipiloti warga berkebangsaan Serbia, Z Glucia, dan co-pilot Kapten S. Ahluwalia. Sesuai dengan rekam jejaknya, Glucia merupakan seorang pilot berpengalaman dan sudah terbiasa dengan dataran Mangalore. Glucia bahkan sudah melalui rute tersebut beberapa kali. Namun, informasi awal dari beberapa sumber menyebutkan pesawat sempat terbalik dan menyerempet salah satu antena Instrument Landing System (ILS) di landasan pacu. Kemudian pesawat melampaui landasan pacu, lalu menabrak hutan, terbelah, dan meledak. Beberapa penumpang berhasil selamat karena terlempar keluar dari pesawat sesaat sebelum

pesawat menabrak hutan. Kemungkinan lain ban pecah sehingga membuat pilot pesawat kesulitan menghentikan pesawat. Mantan Inspektur Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Laksamana Penerbang Denzil Keelor, mengatakan tidak ada cukup ruang bagi pilot untuk menghentikan pesawat setelah dia lepas kendali atas pesawatnya. Dikatakan Denzil, Bandara Mangalore tidak memiliki wilayah overshoot, sehingga sangat tidak diharapkan untuk terjadi kesalahan pendaratan sekecil apa pun. Delapan Selamat Sedikitnya delapan orang berhasil selamat dari kecelakaan yang menimpa pesawat Air India di Bandara Mangalore, Provinsi Karnataka, India, pagi kemarin. Para korban selamat ini kini tengah dirawat di rumah sakit setempat. Direktur Personel Air India, Anup Shrivasta, mengatakan jumlah pasti korban tewas belum bisa diketahui. “Air India saat ini tengah sibuk mengkonfirmasi jumlah korban,” tuturnya. (rtr/afp)

Membawa Berkah Dari Hal. 1 Maksudnya, kata Ngurah Joko, sebagai atur piuning agar kedatangan Obama berjalan aman dan membawa berkah bagi masyarakat Bali. Pemkab Badung juga akan melakukan ritual di pura ini demi kerahayuan jagat Bali. Bukan itu saja, kata Turah Joko, pangempon akan melibatkan semua unsur masyarakat untuk menyambut kedatangan Obama. Tokoh desa adat, dinas, PKK, LPM, dan masyarakat dikerahkan menyambut kedatangan Obama dengan berpakaian ke pura. Bahkan 80 pemangku yang tergabung dalam Paiketan Penglingsir Pemangku seDesa Adat Pecatu ikut dilibatkan. Mereka ini juga dimantapkan dalam memberi salam budaya bangsa. Turah Joko yang juga Penyarikan Paiketan Pemangku Kahyanga Jagat se-Bali juga mengundang pemangku kahyangan jagat untuk berkumpul di Uluwatu ikut memberi salam budaya bangsa kepada Obama. Dengan kehadiran pe-

mangku di Pura Uluwatu suasana kedatangan Obama di pura ini, kata dia, sarat nuansa spiritual dan kedamaian. Siapa tahu Obama berkeinginan berdialog dengan pemangku kahyangan jagat ini. Bila perlu, pangempon akan menutup areal Pura Uluwatu untuk wisatawan, kalau memang protap keamanan Kodam dan Paspampres memerlukan hal itu. Termasuk atraksi kecak tiap sore diistirahatkan, sepanjang diperlukan untuk alasan keamanan. Saat ini, jaba sisi Pura Uluwatu sudah dilakukan penataan perwajahan dan infrastrukturnya. Di antaranya jalan dari lokasi parkir menuju pura sudah dipaving oleh Pemkab Badung, termasuk pertamanannya juga ditata asri. Turah Joko ingin Obama berkomentar bahwa pura di Bali memang hidup karena didukung oleh umat, lengkap dengan pranata sosialnya. Ia juga berharap seluruh komponen masyarakat Bali memohon keselamatan bersama dan tetap waspada terhadap ancaman tindakan teroris. (sue)

Sembilan Kali Operasi Dari Hal. 1 Istri Presiden ke-3 RI Prof. Dr. B.J. Habibie yaitu Ny. Ainun Habibie (72) sejak masuk rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro‘hadern, Munchen, Jerman pada 24 Maret lalu, telah menjalani sembilan kali operasi. Ny. Ainun berada di bawah pengawasan direktur Rumah Sakit Prof. Dr. Gerhard Steinbeck, yang juga spesialis penyakit jantung. Sementara itu, keluarga mantan Presiden B.J. Habibie saat ini sudah berkumpul di Munich, Jerman, terkait kondisi mantan ibu negara Ainun Habibie yang kritis di salah satu rumah sakit di Jerman. Habibie mendampingi istri saat kritis bersama anaknya Thareq, kata Watik Pratiknyo dari Habibie Center di Jakarta, Sabtu kemarin. Menurutnya, kondisi ibu Ainun (72) saat ini memang kritis tapi tim dokter masih terus berusaha menyelamatkan nyawa mantan ibu negara itu. Sebelumnya, Ainun Habibie diberitakan menderita tumor di paru-parunya dan dirawat di LMU Klinikum Munchen, Jerman, Maret lalu, dan dalam waktu sebulan sudah menjalani delapan kali operasi pengangka-

tan tumor. Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Wapres Boediono terus memantau perkembangan kesehatan mantan Ibu Negara Hasri Ainun Habibie Besari yang kondisinya kritis dan terus memburuk. Juru bicara presiden, Julian Aldrin Pasha, saat dihubungi di Bandung mengatakan bahwa Presiden terus mendapat informasi terbaru mengenai perkembangan terakhir kondisi Ibu Ainun Habibie. “Presiden berpesan dan berdoa untuk kesembuhan Ibu Ainun. Presiden juga meminta Wapres Boediono menyiapkan segala sesuatu bantuan apa pun yang diperlukan untuk membantu Pak Habibie,” kata Julian. Presiden juga sudah meminta agar protokoler Istana menyiapkan segala keperluan apabila kondisinya terus memburuk. Wapres bersama sejumlah menteri telah rapat di kantor Wapres untuk membahas permintaan Presiden. Sekalipun berbagai persiapan telah diantisipasi, kata Yopie, Wapres Boediono tetap berharap kesehatan Ibu Ainun bisa pulih kembali. (rtr/ant)

memfasilitasi permintaan warga yang menjadi prioritas saat ini. Selain itu, memang warga juga menantikanterealisasinyaproyek yang sebelumnya menjadi agenda besar dari pihak investor. Realisasi proyek ini selalu ditunggu warga, dengan harapan tenaga kerja yang ada di Serangan bisa terserap di lapangan kerja tersebut. ‘’Paling tidak 30 persen dari warga kami segera bisa tertampung di proyek yang digarap investor tersebut,’’ katanya. Sebelumnya,LurahSerangan, Poniman, yang ditemui di kantor Wali Kota beberapa waktu lalu mengakui sampai saat ini masih ada segelintir warga setempat yang belum sepenuhnya paham dengankebijakanyangakandigulirkan investor di kawasan itu. Namun, semua ini bisa dipahami, karena proyek yang digarap PT BTID ini belum berjalan sepenuhnya. Pihaknya yakin, setelah bisa berjalan semuanya, masyarakat setempat dipastikan akan menerimanya. Poniman juga mengakui adanya beberapa perubahan yang terjadi akibat dampak reklamasi yang berlangsung di wilayah itu. Misalnya saja, masalah sumber penghidupan masyarakat pesisir yang tergantung dari potensi laut, jelas merasa terganggu akibat adanya reklamasi. Karena bila sebelum reklamasi mereka cukup dekat bisa memperoleh ikan, kini mereka harus ke laut cukup jauh. Demikian pula masalah penyu yang dulunya bisa berkembang biak dengan baik, kini setelah reklamasi mengalami perubahan, juga menjadi persoalan yang belum diselesaikan.

Hal ini juga diakui sejumlah warga Serangan. Mereka mengaku kini cukup sulit untuk mendapatkan ikan di pantai-pantai dekat Serangan. Bila sebelumnya cukup dekat untuk memperoleh ikan, kini harus reka masuk ke dalam untuk mendapatkan beberapa ekor ikan. Tidak terkecuali rumput laut yang menjadi andalan wilayah ini juga sedikit terganggu dengan reklamasi ini. Akibatnya, banyak di antara warga setempat yang beralih profesi dari nelayan menjadi pedagang. Seperti yang dilakoni Ni Nyoman Kuwi dan rekan-rekannya. Poniman mengakui secara umum terjadinya reklamasi di Pulau Serangan ini sejatinya telah menimbulkan dampak yang positif bagi warga setempat. Banyak hal positif yang kini telah dirasakan sejak digarapnya proyek reklamasi dimaksud. Hanya, kini satu harapan masyarakat Serangan agar proyek BTID bisa berjalan, sehingga semuanya bisa teratasi. Terutama masalah hilangnya lahan penghidupan di pesisir Serangan yang sebagian besar dimanfaatkan warga setempat. Bila proyek yang digagas PT BTID ini bisa jalan, dipastikan akan memberikan dampak yang lebih baik bagi kehidupan warga sekitarnya. ‘’Satu harapan mereka kini yakni beroperasinya proyek BTID di bidang pariwisata yang dikembangkan di Pulau Penyu itu. Karena dengan beroperasinya kawasan itu, harapan untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat lebih besar,’’ jelas Poniman. (ara)

Rapat ”Deadlock” Dari Hal. 1 Voting dilakukan untuk memutuskan penetapan jadwal yang sempat membuat rapat pleno deadlock. Rapat deadlock terjadi karena adanya usulan yang meminta agar jadwal pemilihan ketua umum baru dipercepat. Usulan ini ditolak sebagian peserta rapat yang menginginkan agar penetapan jadwal sesuai dengan rencana semula. Namun, akhirnya usulan percepatan pemilihan ketua umum tidak terbendung. Setelah sempat diskors sekitar dua jam, akhirnya rapat pleno menerima usulan tersebut dengan keputusan dilakukan voting dengan menyodorkan dua opsi yaitu opsi A yaitu menolak pemilihan ketua umum dipercepat dan opsi B yang mendukung pemilihan ketua umum dipercepat. Kemenangan opsi B ini membuat kubu Marzuki merasa makin solid dan merasa berada atas angin. Di dalam rapat pleno, Achsanul meminta agar jadwal pemilihan ketua umum dilakukan malam itu juga. Pemilihan ketua umum harus dilakukan malam ini juga untuk

mencegah lobi-lobi politik yang bisa berlangsung hingga dini hari. Dengan begitu, bisa mencegah politik uang, kata Achsanul kepada peserta rapat. Voting digelar setelah kongres mengalami deadlock karena kubu Marzuki Alie menghendaki agenda sesuai opsi B. Namun, usulan itu ditolak sebagian besar peserta rapat termasuk dari pendukung Marzuki, Max Sopacua. Dia meminta agar rapat dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertangungjawaban (LPJ) Ketua Umum Hadi Utomo yang diikuti dengan pemandangan umum DPD-DPD. Meski kalah voting, dua kubu lainnya yaitu kubu calon ketua umum Andi Mallarangeng dan kubu Anas Urbaningrum merasa kemenangan manuver kubu Marzuki Alie belum bisa dijadikan representasi kemenangan Marzuki dalam pemilihan ketua umum. Meski usulan awal opsi B berasal dari kubu MA, tidak berarti pendukung AM tidak akan memilih opsi A. Itu hanya masalah teknis, kata salah seorang tim sukses Andi Mallarangeng, Panangian Simanungkalit. (kmb4)

Tanpa Tanda Bahaya Dari Hal. 1 “Tak ada tanda bahaya dari pilot. Ini berarti tidak ada masalah dalam sistem komunikasi antara pilot dengan bandara,” tutur Direktur Otoritas Bandara India VP Agarwal kepada televisi lokal. Televisi setempat menyebutkan waktu kejadian pukul 06.30 waktu setempat. Dalam tayangan televisi tampak pesawat hancur lebur di antara pepohonan di hutan dekat Bandara Mangelore. Api berkobar hebat

dari puing pesawat, sementara petugas pemadam berusaha memadamkan api. “Ketika mendarat di bandara, pesawat berbelok tibatiba dan menabrak sesuatu. Pesawat kemudian terbakar dan kami jatuh keluar,” terang salah seorang korban selamat, Krishna. Pesawat Air India jenis Boeing 737-800 tersebut membawa 160 penumpang dan 6 awak pesawat, terdiri atas 137 penumpang dewasa, 9 penumpang anakanak, dan 4 bayi. Semua penumpang merupakan warga negara India. (rtr)

Alas Kekeran Dari Hal. 1 Alas Kekeran itu berfungsi sebagai penyangga kesucian pura. Dosen IHDN Denpasar, Ketut Wiana, mengatakan dalam Lontar Kusuma Dewa disebutkan Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan. Pura Luhur Uluwatu itu juga dinyatakan sebagai Pura Padma Bhuwana yang berada di arah barat daya Pulau Bali. Dalam sistem pangider-ider Hindu, arah barat daya itu tempat berstananya Dewa Siwa Rudra. Di Pura itu Tuhan dipuja dalam manifestasinya sebagai Dewa Rudra, ketiga kekuatan Tuhan dalam konsep Tri Murti menyatu yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa yang dalam konsep Tri Kona dikenal dengan utpeti, stiti, dan pralina. Dalam konteks itu, umat sesungguhnya dituntun melakukan dinamika hidupnya berdasarkan Tri Kona yaitu kreatif menciptakan sesuatu yang sepatutnya diciptakan. Kreatif memelihara dan melindungi sesuatu yang seyogianya dipelihara dan dilindungi dan melakukan upaya pralina pada sesuatu yang seyogianya di-pralina. Dikatakannya, keberadaan Pura Luhur Uluwatu ini terkait

juga dengan perjalanan suci atau tirtayatra Dang Hyang Dwijendra. Setelah itu didirikanlah pelinggih meru tumpang tiga di pura ini sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa Rudra. Di sebelah kiri sebelum masuk pintu Candi Bentar tersebut terdapat kompleks pelinggih yang disebut Dalem Jurit. Di Pura Dalem Jurit inilah terdapat tiga patung Tri Murti yang merupakan tempat pemujaan Siwa Rudra ketika Mpu Kuturan mendirikan pura tersebut abad ke-11 Masehi. Di pura ini terdapat candi kurung Padu Raksa bersayap. Ada yang menduga candi ini dibuat pada abad ke-11 masehi karena dihubungkan dengan candi kurung bersayap yang ada di Pura Sakenan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa candi kurung bersayap seperti ini juga ada di Jawa Timur peninggalan purbakala di Sendang Duwur. Candi kurung Padu Raksa bersayap di Sendang Duwur sama dengan candi kurungPadu Raksa di Pura Luhur Uluwatu. Pura Luhur Uluwatu memiliki wilayah suci dalam radius kurang lebih lima kilometer. Wilayah ini disebut wilayah kekeran atau wilayah yang suci. Di Pura Uluwatu inilah umat mohon anugerah Ida Sang Hyang Widi. (lun)

”His Story” Jadi ”History” CARUT-MARUT marut kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang ditampilkan media massa, khususnya televisi akhir-akhir ini cukup memprihatinkan. Hampir setiap hari tertayang suasana ribut di kalangan para elite, juga kasus korupsi dan penyelewengan kekuasaan oleh orang-orang terhormat kian merajalela, membuat mayoritas rakyat kehilangan kepercayaan terhadap para penguasa. Keriuhan tak kalah gemuruh juga terjadi di tataran akar rumput di mana demonstrasi versus petugas atau kelompok kontrademo seakan menjadi keseharian di negeri ini. Kasus pembakaran disertai penganiayaan bahkan pembantaian, berlatar belakang politik, ekonomi, sosial, perburuhan maupun kepercayaan ditampilkan dengan narasi detail, meski tidak lengkap secara visual. Belum lagi ancaman teror menghantui ketenangan masyarakat. Malah, ada kelompok yang mengakui terorisme sebagai tindakan heroik, sehingga teroris yang mati tertembak diperlakukan sebagai pahlawan saat penguburan. Persatuan, pinjam ungkapan Bung Hatta, agaknya telah jadi persatean. ’’Kasihan Wahidin Sudirohusodo yang harus menelantarkan pekerjaannya sebagai dokter, untuk berkampanye ke seluruh kota besar di Jawa dan Madura buat mendirikan organisasi bernama Boedi Oetomo, yang selanjutnya disingkat BU. Selain bisa memengaruhi rekan-rekannya sesama dokter, dia juga berhasil merekrut para intelektual dari disiplin lain dan birokrat atau ambtenar Hindia Belanda, sehingga himpunan yang bertujuan mencerdaskan kehidupan pribumi tersebut berdiri pada 20 Mei 1908. Di antara mereka adalah tokohtokoh sejarah yang namanya sekarang ada dipakai nama jalan dan gedung, seperti Sutomo, Suwardi Suryaningrat, Suraji, Gumbreg, Saleh, Cipto Mangunkusumo,’’ papar Puswantara. ’’Lho, untuk apa aku harus mengasihani Wahidin Sudirohusodo? Apa kaitannya dengan topik obrolan hari ini, terutama

ihwal keprihatinan kita menyaksikan panorama menyesakkan dada yang dihadirkan televisi ke rumah kita masing-masing,’’ sela Sudiartha. ’’Kalau mau jujur, di BU inilah cita-cita kemerdekaan sering diwacanakan, khususnya saat mereka melakukan kongres, meski terus diintimidasi pemerintah kolonial Belanda saat itu. Meski dalam tubuh BU ada suasana pro dan kontra terhadap penjajah, di mana yang pro mengusulkan sikap kooperasi sedang yang kontra nonkooperasi dengan Hindia Belanda, namun dinamika tersebut terhenti setelah kongres ke-25, pada 24-26 Desember 1935 di Solo. Pascakongres, BU bubar namun yang anti penjajah mendirikan Partai Indonesia Raya disingkat Parindra. Meski terkesan terlambat dibanding partai-partai politik lain, namun BU yang melahirkan Parindra, kalau tidak mau diakui sebagai embrio, paling tidak dia adalah inspirator atau motivator lahirnya parpol-parpol seperti Indische Partij, Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV), Syarikat Islam, Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Partai Nasional Indonesia (PNI).’’ ’’Kau muter-muter seperti angkot mencari penumpang, sedangkan pertanyaan Sudiartha tidak terjawab. Kita ini di banjar, bukan di parlemen yang anggotanya sering membuat persoalan sederhana jadi berbelit-belit agar uang sidang bertambah. Atau melakukan fillibuster dengan bicara ngalor-ngidul, karena tidak bisa menjawab sanggahan lawan politik. Itu kan sering kita lihat di TV? Malah ketika sebuah keputusan dibuat setelah debat kusir berkepanjangan diselingi dagelan gaya ketoprak, akhirnya kembali dimentahkan di tingkat implementasi atau dipetieskan,’’ tukas Ariana. ’’Terpaksa aku mengintervensi dan mengomentari kritikanmu yang tajam bak aktivis LSM atau meniru pengamat politik yang sering tampil di layar kaca. Sebenarnya, menurutku, Puswantara telah menjawab pertanyaan Sudiartha, meski tidak seperti guru yang mengajarkan murid kelas satu SD membaca. Dia paham kamu berdua pernah belajar sejarah sejak SD-SMA dan kini

setiap hari diguyur hujan lebat informasi lewat koran, radio, TV, internet dan bukubuku. Asal tidak sengaja mengabaikan sejarah, kau pasti bisa memperkirakan arah tujuan paparan yang seakan mengajak kau mengasihani Wahidin Sudirohusodo. Cuma dia tidak mengingatkanmu tentang 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Nah, kalau dikaitkan dengan kondisi sekarang yang memprihatinkanmu, agaknya jerih payah yang dilakukan Wahidin dan kawan-kawan merintis kebangkitan terancam kebangkrutan, kasihan kan,’’ tanya Rubag. ’’Menyalahkan orang lain membenarkan diri dan pandangan sendiri! Itulah pokok masalah yang membuat negeri ini tak surut-surut dari gonjang-ganjing, dimulai dari elite mengimbas ke akar rumput seperti kita ini. Analoginya, soal ’’Ini Budi, itu bapak dan ibu Budi, di sana adik dan kakak Budi”, tidak kupaparkan secara detail karena tahu Sudiartha dan Ariana adalah tetangga Budi. Ternyata keduanya tidak hirau dengan tetangga, apalagi sejarah! Tidak berlebihan imbauan Bung Karno, kita sebagai pewaris kemerdekaan diharapkan jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah yang disingkat “Jas Merah”. Tetapi, bangsa ini nyaris meninggalkan dan melupakan sejarah, karena terbius slogan ’’perubahan”, yang seperti kepompong ditinggal kupu-kupu. Pantas, jurusan sejarah di fakultas sastra senantiasa kekeringan mahasiswa,’’ tambah Puswantara. ’’Aku seperti alergi terhadap sejarah bukan tanpa alasan! Karena perkara politik tidak sedikit tokoh-tokoh sejarah dikubur bersama seluruh jasanya ikut memerdekakan bangsa, tumpah darah dan negara ini. Nasib mereka lebih jelek dari bajingan di film-film ‘’Wild Wild West’’, ditembak mati sekali dalam

duel, lalu berkali-kali setelah jadi mayat. Stigmatisasi dalam politik tidak hanya menimpa para pelaku dan pahamnya, jelaganya justru mencoreng seluruh anak-cucunya, sehingga di era Orde Baru, ribuan orang harus diteliti khusus (litsus) saat melanjutkan sekolah atau melamar pekerjaan. Banyak di antaranya menjadi lost generation atau generasi yang hilang! Sebaliknya para pemenang dalam pertarungan politik, seakan bebas menyusun sejarah, bahkan tidak malu-malu memasukkan namanya dan kerabatnya sebagai tokoh sejarah. Kita dipaksa mempelajari his story, bukan history,’’ dalih Sudiartha. ’’ Makanya aku setuju dan terpengaruh definisi sejarah berbunyi ’’ sejarah adalah kisah para pemenang”. Yang kalah, seperti katamu, dianggap papan tulis digosok bersih segala perannya agar di atasnya bisa ditulis kisah sesuai kehendak pemenang. Kita berdua yang lahir dan besar di zaman itu cuma bisa manggut-manggut karena dipaksa mengamini his story yang telah dilabel history itu. Anehnya setelah Orde Reformasi dimulai, kita nonton di TV dan baca di koran, bahwa kisah di papan tulis itu konon sejarah yang direkayasa. Kita jadi bingung, harus percaya siapa? Jangan-jangan, kupikir, para penulis baru itu juga pengarang sejarah,’’ sambung Ariana. ’’Persis, daripada bingung terus-menerus, kebetulan di zaman kita lahir istilah “Emangnya Gue Pikirin”? Aku bersama Ariana menggunakan istilah itu untuk menghentikan kebingungan kami. Lagi pula, para elite yang ribut-ribut memperebutkan kekuasaan di tengah kemelaratan rakyat, kurasa, tidak lebih memahami sejarah dibanding kami berdua. Kalau mereka benar-benar memahami dan menghayati upaya Wahidin Sudirohusodo dalam membangkitkan bangsa dari lumpur penjajahan, pasti mereka berhenti ribut dan bersama rakyat memerangi korupsi. Ternyata mereka juga seperti mengidap amnesia sejarah, makanya jangan salahkan kami yang tidak paham sejarah,’’ pungkas Sudiartha. „ aridus

Saling Berbaur Dari Hal. 1 Menurut anggota DPRD Badung periode 1992-1997 ini, kerukunan beragama di Pulau Serangan itu sudah terjalin dari generasi ke generasi. Ditegaskan, baik warga mayoritas maupun minoritas tidak pernah mengembangkan sikap ekslusivitas yang hanya akan memicu tumbuhnya benihbenih perpecahan. Dalam menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari, semua warga bisa berbaur dan saling mendukung satu sama lain tanpa ada perasaan saling curiga. Ada tradisi unik yang terus berkembang sebagai bukti betapa eratnya jalinan persaudaraan antara umat Hindu dan non Hindu. Saat hari raya besar Hindu seperti Galungan dan Kuningan tiba, krama Hindu biasanya ngejot (berbagi makanan-red) ke rumah-rumah saudaranya yang beragama Islam. Sebaliknya, hal serupa juga dilakukan oleh krama Islam pada saat hari raya Idul Fitri. Mudana Wiguna mengaku tidak tahu pasti sejak kapan tradisi saling ngejot itu berkembang. Yang pasti, leluhur-leluhur Serangan yang terbiasa hidup dalam perbedaan itu sudah mengembangkan kearifan lokal itu sejak dulu sebagai bentuk ikatan kekeluargaan. Sampai saat ini, tradisi yang terlihat sederhana itu tetap dilestarikan yang justru difungsikan sebagai media untuk makin memperkokoh ikatan kekeluargaan di antara sameton Serangan. ‘’Pokoknya, kami selalu mendukung satu sama lain,’’ tegasnya. Di saat umat Hindu mempersiapkan upacara keagamaan seperti pujawali di Pura Sakenan yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Kuningan, kata dia, umat Islam juga ikut ngaturang ayah. Mereka ikut aktif membantu mempersiapkan umat Hindu segala sesuatu yang berkaitan dengan pujawali. Bahkan, krama non-Hindu itu juga dilibatkan dalam kepanitiaan. Biasanya, mereka diberi tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan ken-

yamanan pemedek serta menjaga kebersihan lingkungan Pura Sakenan. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan ikut berjualan di saat pujawali untuk bersama-sama menangguk rezeki yang datang setiap enam bulan sekali tersebut. Sebaliknya, partisipasi aktif umat Hindu juga terlihat saat umat Islam menyambut harihari besar keagamaan mereka. Apabila ada warga Islam yang pulang dari naik haji, warga Hindu akan menyambut mereka dengan tetabuhan baleganjur sebagai pertanda ikut berbahagia. ‘’Sampai saat ini, tradisi-tradisi itu tetap berlangsung dengan baik. Kami sepakat untuk terus melestarikan harmonisasi hubungan yang sudah diwarisakan para leluhur kami dari masa ke masa itu,’’ tegas Mudana Wiguna. Serangan saat ini didukung oleh 962 KK, dimana 36 KK di antaranya merupakan penganut Islam yang bermukim di Kampung Bugis. Lantas, sejak kapan komunitas non-Hindu itu menetap di Serangan? Mudana Wiguna mengaku tidak tahu pasti hal itu. Yang jelas, Pulau Serangan di masa lalu seringkali disinggahi pelaut-pelaut Bugis. Dalam pelayaran yang melelahkan dari Makasar, pelaut-pelaut itu singgah di Pulau Serangan untuk mencari air minum. Mungkin, setelah mereka meminum air Pulau Serangan, mereka pun akhirnya terkena pengaruh sira angen—asal mula kata Serangan. Senantiasa merasa sayang atau kangen dengan Serangan sehingga tidak sedikit dari pelaut Bugis itu memutuskan untuk menetap di sana. Selanjutnya, mereka pun membentuk sebuah pemukiman yang dikenal dengan Kampung Bugis dan beranakpinak hingga saat ini. Masyarakat Serangan menyakini penyebutan Serangan untuk pulau kecil ini berawal dari rasa sira angen (siapa saja merasa sayang/kangen-red) itu. Siapa pun menikmati keindahan Pulau Serangan, pasti diliputi perasaan sayang dan senantiasa mengangeninya. ‘’Mungkin, perasaan sira angen itu yang dirasakan

nelayan-nelayan Bugis sehingga memutuskan Serangan sebagai tempat mereka menetap,’’ ujarnya. Pura Sakenan Ketika menyebut Pura Sakenan, maka ingatan orang akan langsung tertuju ke Pulau Serangan. Begitu pula sebaliknya, ketika menyebut Pulau Serangan maka ingatan orang akan tertuju kepada sebuah pura bernama Sakenan. Pura Sakenan disebutkan berasal dari kata Sakya yang berarti menyatukan pikiran langsung kepada Tuhan. Sampai saat ini, mayoritas umat Hindu masih menyakini Pura Sakenan di Serangan memiliki vibrasi yang sangat kuat untuk berbagai tujuan mulia khususnya dalam menyatukan pikiran kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Umat tidak hanya pedek tangkil saat piodalan, pada hari-hari biasa pun Pura Sakenan juga banyak didatangi umat untuk kepentingan meditasi maupun memohon kerahayuan. Menurut Mudana Wiguna, ada sejumlah literatur yang mengulas tentang keberadaan Pura Sakenan di Serangan. Dikatakan, sebagian kelompok tempat suci di Pulau Serangan dibangun oleh Mpu Kuturan pada abad ke-12 dan sebagian lagi oleh Danghyang Nirartha pada abad ke-15. Para orang suci itu membangun tempat suci karena merasa sayang (sira angen) dengan keindahan alam yang natural dan vibrasi spiritual Pulau Serangan yang sangat kuat. Dari pengertiansira angen dan sakya, maka dibangunlah tempat suci yang memiliki kekhasan arsitektur yang mirip dengan karya arsitektur di Pura Luhur Uluwatu yang berlokasi di ujung selatan Pulau Bali. Serangan dan Sakenan juga merupakan salah satu tempat penting bagi lahirnya karya-karya sastra Danghyang Nirarta. Di sini, keindahan dan kesucian berpadu jadi satu, katanya lagi. Dalam lontar ‘’Usana Bali’’, kata dia, Pura Sakenan disebutkan dibangun oleh Mpu Kuturan (Mpu Rajakretha) pada masa pemerintahan Raja (suami istri-red) Masula-Masuli (Sri Dhana

Dhirajalancana-Sri Dhana Dewiketu). Pada masa pemerintahannya di Bali (1178-1255), Raja MasulaMasuli banyak membangun tempat suci di antaranya Pura Sakenan. Berdasarkan referensi itu, Pura Sakenan diperkirakan dibangun sekitar abad ke-12. Sementara itu, dalam ‘’Dwijendra Tattwa’’ disebutkan bahwa Danghyang Nirartha di tempat suci ini sempat melakukan penyatuan pikiran dan diri dengan Tuhan. Dalam perjalanan suci mengelilingi pantai-pantai di Pulau Bali, beliau sempat menetap di Pulau Serangan. Pada bagian barat pulau ini, beliau membangun tempat suci Pura Dalem Sakenan. Berdasarkan perjalanan suci Danghyang Nirartha di Bali sekitar tahun 1489 (pemerintahan Dalem Waturenggong), maka diperkirakan Pura Dalem Sakenan itu dibangun pada abad ke-15. Dikatakan, kisah perjalanan Danghyang Nirartha ini akhirnya jadi tradisi masyarakat Hindu di seantero Bali di saat karya besar di Pura Dalem Sakenan yang bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. Mengingat Pulau Serangan terpisah dari daratan Bali, para pemedek itu tangkil dari daratan Bali menuju Serangan dengan menaiki jukung (perahu tradisionalred). Di saat air laut dalam kondisi surut, para pemedek harus siap berjalan kaki melewati semak belukar, menyisir hutan bakau yang panjangnya sekitar dua kilometeran. Tradisi yang dilandasi rasa sujud bakti dan hormat kepada Tuhan atas segala ciptaannya itu dilaksanakan dengan tulus. Tradisi itu berangsur menghilang sejak proyek reklamasi berlangsung di Serangan. Sekarang, sebuah jembatan sudah dibangun yang menghubungkan daratan Bali dengan Pulau Serangan. Untuk tangkil ke Pura Sakenan, krama Hindu di daratan Bali cukup naik kendaraan roda empat atau roda dua sehingga perjalanan jadi lebih cepat. Namun, masih umat tangkil naik jukung dari Pantai Mertasari untuk tujuan nostalgia. (ian)


Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila

MINGGU UMANIS, 23 MEI 2010

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

ADA APA

Ribuan Penonton Saksikan Tradisi ’’Makotek’’ di Munggu

Sedih, Anggito Mundur Jakarta (Bali Post) Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mengaku sedih dengan mundurnya Anggito Abimanyu sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. “Saya sedih Anggito pergi,” kata Ical di sela-sela Rapat Koordinasi Teknis Bidang Kerja Sama dengan Ormas Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (22/ 5) kemarin. Menurutnya, Anggito merupakan BPM/ant orang yang baik dan memiliki kemampuan. Ical menyebut Anggito Aburizal Bakrie sebagai aset bangsa. “Tetapi tidak ada orang yang tak tergantikan. Ini prinsip,” kata mantan Menteri Koordinator Bidang Kesra tersebut. Sementara menyangkut pengangkatan Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, Ical menilai Agus sosok yang tepat mengisi jabatan itu. “Agus Martowardojo bagus. Ia mengerti betul sektor riil, bagaimana dunia usaha memberi kontribusi pajak untuk pembangunan,” katanya. Agus, kata Ical, juga mengerti betul bagaimana menjalankan politik fiskal. (ant)

’’Masuryak’’, Tradisi Unik di Bongan Tabanan (Bali Post) Ada tradisi unik serangkaian dengan upacara hari raya Kuningan di Banjar Bongan Gede Desa Bongan Kecamatan Tabanan. Di Banjar Bongan Gede, setiap hari raya Kuningan selalu digelar upacara masuryak (bersorak). Upacara ini bertujuan untuk mengantarkan para leluhur kembali ke surga setelah selama sepuluh hari (sejak hari raya Galungan) di rumah warga masing-masing. Klian Adat Banjar Bongan Gede, I Made Wardana, Sabtu (22/5) kemarin, mengatakan tradisi masuryak ini sudah ada sejak dulu yang hingga kini masih dipertahankan. Dikatakan Wardana, tujuan digelarnya masuryak ini adalah upacara untuk mengantarkan para leluhur kembali ke suarga loka dengan sukacita. Upacara ini diakhiri dengan aksi masuryak dengan memperebutkan uang yang dilempar ke udara. Sambil memperebutkan uang logam ataupun uang kertas warga masuryak atau bersorak gembira. Siapa pun boleh mengikuti tradisi ini. Prosesi masuryak diawali dengan persembahyangan di masing-masing pura keluarga, kemudian di Pura Dalem dan Puseh setempat. Setelah itu, barulah masingmasing keluarga melangsungkan tradisi masuryak yang diawali dengan persembahyangan bersama di merajan. Tradisi ini dilakukan di depan kori ( pintu gerbang) dilengkapi banten atau sesajen. Besaran uang tidak dipatok tergantung dari tingkat perekonomian warga. Selain bermakna mengantarkan leluhur, tradisi ini juga membuat warga lebih akrab dan menimbulkan suasana gembira. (kmb14)

BPM/upi

MASURYAK - Tradisi ‘’masuryak’’ di Bongan, Sabtu (22/5) kemarin, membuat suasana di desa itu meriah, bergembira.

BPM/ded

MAKOTEK - Ratusan kayu galah panjang dipakai sarana ‘’makotek’’ di Munggu, Sabtu (22/5) kemarin. Ribuan warga dan wisatawan menyaksikan tradisi unik tersebut.

Setelah 2014

SBY Tegaskan Tetap Berjuang Bandung (Bali Post) Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan dirinya akan tetap berjuang bersama Partai Demokrat setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir pada 2014. “Meskipun masa bakti saya 2014 berakhir sebagai presiden tetapi insya Allah tahun 2014, saya akan tetap berjuang bersama saudara, baik di pemilu legislatif, pilpres dan mudahmudahan yang diusung oleh Partai Demokrat adalah kader terbaik bangsa sehingga lebih baik lagi. Kita belum tahu siapa nanti saja kita pikirkan,” katanya saat memberikan pengarahan kepada peserta Kongres II Partai Demokrat di Padalarang, Bandung, Sabtu (22/5) kemarin. Kepada sekitar 1.245 peserta kongres, SBY mengatakan bahwa kongres ini untuk kepentingan partai, agar Partai Demokrat terus berkembang dan mudah-mudahan pada tahun 2014 kembali memenangkan pemilu. “Setelah itu, kita berharap saudara semua masih memilki karier ke depan, apakah di legislatif atau eksekutif, apakah di pusat ataupun di daerah. Saya akan mengakhiri pengabdian saya pada saatnya nanti, ingin melihat partai kita ke depan makin jaya dan makin baik,” katanya. SBY mengharapkan kongres ini merupakan langkah awal untuk terus tumbuh menjadi partai yang modern dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Untuk itu, SBY berpesan agar dalam kongres ini nama baik, martabat, kehormatan partai harus terus dijaga.

BPM/ant

Susilo Bambang Yudhoyono “Jangan dijadikan hiburan oleh pers. Jangan. Jangan mau kita diadu domba, dipanas-panasi oleh pihak-pihak lain. Kalau itu terjadi tabungan tahun 2014 suara kita bakal merosot. Kalau diliput oleh pers dilihat oleh 220 juta penduduk kita keras-kerasan kita lempar-lempar kursi teriak sana sini, saya menangis, saudara menangis karena masa depan kita

Perayaan Kuningan

Ribuan Umat Padati Pura Blambangan Banyuwangi (Bali Post) Perayaan hari raya Kuningan di Banyuwangi, Jawa Timur, dipusatkan di Pura Agung Blambangan, Muncar, Sabtu (22/5) kemarin. Ribuan umat Hindu sejak pagi mendatangi pura terbesar di Banyuwangi tersebut. Tak hanya umat Hindu Jawa, ribuan pemedek dari Bali juga terlihat berjubel di pura. Tahun ini, pemedek dari Bali meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Ini terlihat dari banyaknya bus pariwisata dan mobil pribadi yang parkir di sekitar areal pura. Bahkan, sejumlah pemedek mulai tangkil sejak Jumat (21/ 5) malam. Mereka membawa

rombongan sekaa gong dan sejumlah penari. ‘’Kami ingin ngayah lebih lama, karena itu datangnya lebih awal,’’ kata Ida Bagus Alit, koordinator pemedek dari Sanur, Bali. Perayaan Kuningan sekaligus puncak piodalan pura ini di-puput dua sulinggih dari Bali masingmasing Ida Pendanda Gede Wanasari dari Griya Wanasari, Sanur dan Ida Pedanda Putra Pasuruan dari Griya Gede Taman, Lukluk, Mengwi, Badung. Kehadiran dua pedanda ini menambah khusyuk upacara piodalan. Ritual diawali dengan

ngaturang banten piodalan. Tepat pukul 12.00 WIB, upacara dilanjutkan ngarak tirta berkeliling desa di sekitar Pura Blambangan. Seperti biasanya, selama ngarak tirta, ribuan umat ikut turun ke jalan. Beberapa menari riang diiringi belasan gamelan baleganjur. Saking panjangnya iring-iringan, polisi terpaksa menutup sejumlah ruas jalan menuju pura. Tiba di pura, tirta yang diarak disambut dua tarian sakral, Rejang Dewa dan Baris. Tarian ini dipersembahkan sejumlah remaja dari Sanur, Bali. Karena langka, tarian ini menjadi tontonan menarik pengunjung pura

BPM/udi

MENARI - Umat Hindu menari saat ngarak tirta serangkaian perayaan Kuningan dan piodalan di Pura Agung Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (22/5) kemarin.

yang mayoritas suku Jawa. Selain tarian sakral, beberapa tarian tradisional khas Banyuwangi dan Bali juga dipentaskan. Bedanya, tarian ini disuguhkan di luar pura pada malam hari. Pentas seni ini dipersembahkan para pemedek dari Banyuwangi dan Surabaya, Jawa Timur. Puncak perayaan Kuningan diakhiri dengan persembahyangan bersama dipimpin pemangku Pura Agung Blambangan, Mangku Alit Kijan. Saking banyaknya umat, persembahyangan dibagi menjadi beberapa gelombang. Panitia juga menyiapkan tiga tenda besar di dalam pura untuk berteduh para pemedek. Sebelum pesembahyangan, umat mendengarkan dharma wacana dari Sekretaris PHDI Kabupaten Banyuwangi Suminto. Isinya, umat diminta berbenah meningkatkan kualitas sumber daya masingmasing-masing. Pangemong Ppura Agung Blambangan Untung Margiyanto mengatakan, Ida Batara dijadwalkan nyejer selama tiga hari, Sabtu hingga Senin (24/5) mendatang. Selama nyejer, pihaknya mengundang seluruh umat dari Bali bisa tangkil ke Blambangan. Menurutnya, pemedek dari Bali kebanyakan adalah rombongan pribadi. Belum terlihat rombongan pemda di Bali yang secara khusus ngayah selama piodalan di pura yang diyakini peninggalan zaman Majapahit tersebut. Tahun ini, katanya, di pura ini akan dibangun pasraman untuk mendidik siswa Hindu Banyuwangi dan sekitarnya. (udi)

suram,” katanya. Untuk itu, lanjutnya, berbagai pembahasan agenda kongres Sabtu dan Minggu ini harus dilaksanakan dengan kepala dingin dan penuh rasa persaudaraan. “Ini saudara sendiri, kenapa harus seperti perang saudara. Pihak lain yang tepuk tangan nanti. Kalau kita perang yang tepuk tangan itu satu saingan, dan kirakira 2014 itu harapan orang yang tidak senang pada partai kita,” katanya. SBY juga meminta agar laporan pertanggungjawaban Ketua Umum Hadi Utomo ditanggapi secara baik penuh rasa hormat dan tidak kasar atau menyampaikan yang anehaneh. “Suasana demokrasinya ada dan suasana itu santun. Itu

juga tabungan. Dan besok pemilihan saya minta juga baik, tertib, kita kan pernah pemilu, pernah pilpres. Ingat barengbareng kita dulu, 2005-2009 bersatu kita menghadapi lawan-lawan dan bisa tertib dan malah kita difitnah habishabisan, tapi Tuhan maha tahu tidak ada fitnah itu,” katanya. SBY juga meminta agar persaingan pemilihan ketua umum Partai Demokrat tidak membuat kader dan pimpinan partai ini terpecah belah karena akan merugikan kemajuan partai. “Mari kita buktikan dalam pemilihan besok. Setelah pemilihan, penutupan saya hadir lagi. Semua hadir. Siapa pun yang terpilih semua harus hadir, berpelukan, salam-salaman keluarga besar Demokrat dan itu tabungan 2014. Itu yang ingin saya sampaikan. Saya percaya kepada saudara, mari kita tunjukkan kepada diri sendiri, kepada kader yang tidak bisa hadir di sini, mereka berdoa di rumahnya masing-masing dan seluruh rakyat Indonesia, termasuk kepada lawan-lawan politik yang ingin menunggu kita ini rusak,” katanya. (ant)

Mangupura (Bali Post) Bertepatan dengan hari raya Kuningan, Desa Adat Munggu, Mengwi, Badung, Sabtu (22/5) kemarin, kembali menggelar tradisi makotek. Tradisi unik tersebut disaksikan ribuan penonton, baik dari kalangan masyarakat lokal, wisatawan nusantara maupun wisatawan asing. Penonton berbaur memadati areal depan Pura Kahyangan Tiga dan sepanjang sudut desa. Warga laki-laki, baik remaja maupun orang tua dari Desa Munggu, membawa tongkat sepanjang sekitar 2,5 hingga 3 meter. Di puncak tongkat atau yang disebut tombak kayu, terdapat hiasan dari dedaunan. Krama desa kemudian saling merapatkan tombak masing-masing. Kemudian, mereka berupaya merebahkan tombak lawan dengan cara saling mendorong tombak. Posisi tombak menghadap ke atas, sehingga kumpulan tombak akan membentuk kerucut. Sesekali, salah seorang pemuda naik ke puncak tombak dan mencoba bertahan beberapa lama di atasnya. Saat itu, para krama akan tetap saling mendorong tombak satu sama lain, hingga kerucut condong ke satu arah dan mulai berantakan. Meski ada di antara peserta yang terkena pukulan tombak, namun tidak ada yang merasa sakit atau emosi. Keseluruhan peserta tenggelam dalam sukacita mendalam dan

penuh rasa kekeluargaan saat menjalani tradisi turun-temurun tersebut. Sementara penonton menyaksikan dengan takjub atraksi yang digelar di sepanjang desa tersebut. Dijelaskan, makotek dilaksanakan dengan tujuan memohon keselamatan umat. Upacara yang juga dikenal dengan istilah ngerebek ini dilakoni warga secara turun-temurun sejak tahun 1932. Di awal, makotek menggunakan tombak yang terbuat dari besi. Namun seiring perkembangan zaman dan untuk menghindari peserta yang terluka, maka sejak tahun 1948, tombak besi mulai digantikan tombak dari bahan kayu pulet. Tombak yang asli dilestarikan dan disimpan di pura. Rangkaian makotek diawali dengan upacara Mendak Batara di Pura Dalem lalu umat mengelilingi desa. Upacara berakhir di Pura Puseh. Beberapa wisatawan yang ditemui mengaku sangat tertarik dengan tradisi ini. Bahkan, ada yang sudah dua kali datang menyaksikannya. Diakui, tradisi tersebut cukup membuat deg-degan karena aksi yang dilakukan peserta makotek cukup berbahaya. “Saya sengaja datang bulan ini untuk kembali menyaksikan acara ini. Sangat menarik tradisinya dan semangat pemuda yang luar biasa,” ujar Erik, salah satu wisatawan asal Australia. (ded)

Di Perbatasan Kabul

Polisi Sita 300 Roket Kabul Polisi Afghanistan, Sabtu (22/5) kemarin, mengatakan bahwa mereka telah menyita hampir 300 roket yang disembunyikan di perbatasan Kabul, yang boleh jadi akan digunakan untuk menyerang ibu kota. Penemuan itu termasuk di antaranya 278 roket 122 mm yang digunakan untuk jarak 20 kilometer dan 15 roket dengan jarak mencapai 30 kilometer, kata kepala polisi Kota Abdul Rehman kepada wartawan. Penemuan itu menyusul laporan bahwa gerilyawan Taliban berencana untuk menyerang Kabul dalam konferensi 29 Mei mendatang, lebih dari 1.000 perwakilan komunitas dan politik, kata Rehman. “Kami telah melaporkan bahwa Kabul berada di bawah ancama” katanya. Roket-roket itu merupakan sisa dari pengiriman Soviet ke

Afghanistan pada 1980-an,’’ katanya seraya menambahkan bahwa laporan intelijen merujuk pada keterlibatan badanbadan asing dalam pendanaan gerakan persenjataan itu. Pejabat Afghanistan menuduh elemen di Pakistan mendukung gerakan separatis di Afghanistan untuk mengerahkan pengaruhnya di negara itu. Pakistan menolak tuduhan itu. Kabul diserang oleh roket selama periode perang sipil 1992-1996. Konflik itu mengakibatkan kematian dari sekitar 80 ribu warga sipil. Kabul secara rutin diserang oleh mortir namun serangan roket 122 mm menghasilkan dampak lebih merusak, menimbulkan korban tinggi dan merupakan tantangan keamanan bagi pasukan keamanan Afghanistan dan internasional. (ant)


Edisi 23 Mei 2010 | Balipost.com