Sabtu Umanis, 23 April 2011
SIDANG WINASA
Bali Post/olo
KONSULTASI - Winasa berkonsultasi dengan penasihat hukumnya sebelum memberikan tanggapan terkait resume BAP saksi K. Tsurumi yang dibacakan oleh JPU Endrianto Isbandi dan Wayan Dana Aryantha
JPU Hanya Bacakan BAP Negara (Bali Post) Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pabrik kompos dengan terdakwa Prof. I Gede Winasa, dilanjutkan Kamis (21/4) lalu. Tiga dari empat saksi yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan tidak hadir, di antaranya Ito Jiro (PT Sankyu), K. Tsurumi (Yuasa Sangyo Co.Ltd), dan I Putu Ngurah Adi Sudana (notaris). Akhirnya, dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Yuli Atmaningsih itu hanya mengetengahkan satu saksi yakni Widodo (PT JSS). Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun menyerah karena tidak bisa menghadirkan dua saksi asal Jepang dan akhirnya hanya membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mereka. Sempat terjadi perdebatan dengan tim penasihat hukum (PH) saat JPU hendak membacakan resume dari BAP. Tetapi, PH terdakwa meminta agar dibacakan BAP keseluruhan kedua saksi itu. Perselisihan pendapat itu akhirnya ditengahi majelis hakim dan diperbolehkan dibacakan resume saja. (kmb26)
Dibongkar, Jaringan Togel ”Online” di Jembrana Negara (Bali Post) Setelah satu per satu bandar togel kelas kakap di Bali diberangus, nampaknya para penggemar judi tebak nomor ini mulai beralih ke jaringan judi togel online. Bahkan, jaringan togel via internet itu sudah merambah hingga ke pedesaan di Jembrana. Empat orang yang diduga jaringan ini dibekuk jajaran Polres Jembrana, Kamis (21/4) sore. Pengungkapan kasus ini berawal dari ditangkapnya Dewa Darmada (24), warga Pebuahan Desa Banyubiru di rumahnya sekitar pukul 17.00 wita. Dari tangan tersangka diamankan laptop merek Toshiba dan modem yang digunakan untuk mendaftar di website www.totojitu.com, HP Nokia C3, uang setoran togel Rp 952 ribu, serta slip setoran transfer BRI ke BCA dan buku tabungan. Dewa berperan sebagai pengepul yang mencari anggota untuk penjualan togel di wilayah Jembrana. Dari pengakuan tersangka, selama dua bulan beroperasi sudah merekrut lima anggota yang berperan sebagai pengecer. Proses transaksi melalui transfer dan pertemuan langsung dan omzet per hari sekitar Rp 4 juta. Satu jam kemudian, petugas meringkus tiga anggota atau pengecer di antaranya Dewa Ketut Bendesa Wirawan (21) dengan barang bukti kertas coretan angka-angka togel, sebuah HP Nokia untuk transaksi, serta uang Rp 37 ribu. Berikutnya Nyoman Winasa (33) dari Air Kuning, Banyubiru dengan barang bukti HP, uang Rp 5.000, dan catatan angka-angka serta Faturahim (38) dengan barang bukti HP. Dari pengakuan Darmada, tersangka baru beroperasi dua bulan berawal dari meng-klik link di facebook melalui laptopnya. Selanjutnya, tersangka mendaftar dan mencoba mentransfer senilai Rp 100 ribu. “Dari sana saya sempat ngambah (tembus) angka dua nomor dan di saldo tabungan saya benar jumlahnya naik. Dari sana, saya mengembangkan jadi agen,” terangnya. Dari total omzet yang didapat, dia mengaku menerima total 40 persen dibagi dengan para pengecer. Menurut Dewa, ia sudah merekrut sekitar lima orang, satu di antaranya merupakan saudaranya yang berada di Denpasar. Satu lagi dia hanya kenal melalui telepon. Setoran dan pembayaran dilakukan melalui transfer di bank. Terakhir, dia mentransfer sekitar Rp 2,3 juta. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Ketut Suparta seizin Kapolres Jembrana AKBP Irfing Jaya, SIK. yang ditemui kemarin, membenarkan penangkapan empat pelaku judi di jaringan internet tersebut. Keempat tersangka jaringan togel online beserta barang bukti diamankan di Polres Jembrana. Suparta mengatakan kasus ini masih dikembangkan dan para tersangka dijerat dengan pasal 303 KUHP. (kmb26)
B A L I
11
Semana-Ambengan Bagi-bagi Kuburan Masing-masing Kebagian 20,60 Meter Persegi Gianyar (Bali Post) Setelah sempat tertunda beberapa hari, tanah kuburan yang menjadi sengketa antara warga Banjar Semana, Demayu, Singakerta dengan warga Banjar Ambengan, Sayan, Ubud, akhirnya dibagi dua, Kamis (21/4) lalu. Setelah dilakukan pengukuran oleh petugas BPN, masing-masing mendapatkan bagian 20,60 meter persegi. Pembagian tersebut berdasarkan atas pengukuran yang dilakukan terhadap tanah kuburan yang sempat distatusquo-kan oleh pemkab beberapa waktu lalu hingga memunculkan ketegangan saat penguburan mayat warga Ambengan. Setelah dilakukan pengukuran, jumlah total luas tanah di selatan pohon asam di barat jalan diperoleh sekitar 50,20 meter persegi. Dari jumlah tersebut,
dibagi dua secara lurus ke barat hingga batas sungai. Bagian utara dikuasai oleh Semana, dan bagian selatan dikuasai oleh Ambengan. Kepala Kesbangpollinmas, I.B. Putra Siwagatha, di lokasi mengatakan pengukuran dan pembagian tanah kuburan menjadi dua bagian ini berdasarkan atas kesepakatan yang telah ditandatangani oleh prajuru masing-masing. “Pembagian tanah kuburan itu bukan berstatus kepemilikan, melainkan hanya pemanfaatan tanah yang diberikan oleh pemerintah dan bukan pula sebagai batas wilayah kedinasan,” tegasnya. Terhadap keberadaan pelinggih merajapati, dalam kesepakatan tetap digunakan bersama oleh pihak Semana maupun Ambengan. “Soal teknis prosesi, kami persilakan kedua prajuru untuk saling berkoordinasi,” katanya.
Sementara itu, pengukuran yang dilakukan di tanah kuburan bersengketa itu mendapatkan perhatian yang ekstra ketat dari aparat keamanan baik Polri, TNI, maupun Satpol PP. Proses pengukuran dan pembagian disaksikan langsung oleh aparat, Kesbangpollinmas, Camat, dan prajuru kedua belah pihak.(kmb16)
“Pembagian tanah kuburan itu bukan berstatus kepemilikan, melainkan hanya pemanfaatan tanah yang diberikan oleh pemerintah dan bukan pula sebagai batas wilayah kedinasan.”
Bali Post/dar
DIBAGI - Tanah kuburan yang menjadi sengketa antara warga Banjar Semana, Demayu, Singakerta dengan warga Banjar Ambengan, Sayan, Ubud, akhirnya dibagi dua, Kamis (21/4) lalu.
Protes Musancab
Ratusan Kader PDI-P Duduki Kantor DPC Tabanan (Bali Post) Tensi politik di Tabanan terus memanas. Ratusan kader dari Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI-P Tabanan menduduki kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Tabanan di Desa Gubug, Jumat (22/4) kemarin. Mereka memprotes tidak masuknya sejumlah nama dalam kepengurusan PAC Tabanan yang baru. Dalam aksinya, mereka menggelar pertunjukan barong bangkung di halaman kantor DPC. Aksi pendudukan ini digelar pasca-Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Tabanan, Kamis (21/4) siang. Begitu mengetahui calonnya tak masuk kepengurusan PAC, massa langsung emosi. Akibatnya, Musancab terpaksa deadlock dan hanya berhasil memilih Ketua PAC, Widyana alias Regen. Kekecewaan massa kemudian diluapkan dengan menduduki kantor DPC. Sedikitnya massa dari empat ranting melakukan aksi itu. Mereka berasal dari ranting Bongan, Tunjuk, Gubug, dan Delod Peken. “Kami ingin memprotes hasil Musancab. Tokoh kami yang seharusnya masuk kepengurusan, ternyata tidak ada,” protes Muliarta, perwakilan ranting Delod Peken. Padahal, kata dia, nama yang diusulkan menang dalam musyawarah ranting. Sejumlah kader dari ranting lain juga ikut turun, seperti Dajan Peken dan Dauh Peken. Kemarin, DPC PDI-P Taba-
“Ini yang harus dibenahi. Idealnya, Ketua PAC bisa menampung seluruh aspirasi.” nan sedianya menggelar pertemuan dengan perwakilan ranting dan Ketua PAC terpilih, Regen. Namun, hingga pukul 16.00 WIB, pria ini tak kunjung muncul. Kondisi ini membuat emosi massa tersulut. Sambil berteriak menghujat, mereka berkumpul di halaman DPC. Suasana semakin riuh ketika dua barong bangkung dipentaskan. Sejumlah poster bernada protes ikut dibentangkan. Salah satunya, menuding pelaksanaan Musancab Tabanan sarat rekayasa. “Kami menduga ada yang tidak beres. Aspirasi kader tak tertampung seluruhnya,” kritik Oka Setiawan, perwakilan ranting Tunjuk. Meski dijanjikan akan digelar pertemuan ulang dengan Ketua PAC terpilih, massa tetap menolak meninggalkan
kantor DPC. Mereka mengancam akan terus bertahan hingga aspirasinya dipenuhi jajaran pengurus PAC. “Ini rumah kami, apa pun risikonya, kami akan bertahan sampai aspirasi kami dipenuhi,” kata Gusti Putu Sukarta, salah satu kader. Hingga malam, massa tetap bertahan di kantor DPC. Malam sebelumnya, mereka sempat menggelar
tarian joged untuk menghibur kader yang bertahan. Ketua DPC PDI-P Tabanan, Ketut Suryadi, menyayangkan sikap Ketua PAC Tabanan yang tidak menampung semua aspirasi kader. Padahal, kata dia, kader-kader tersebut sangat potensial mendulang suara. “Ini yang harus benahi. Idealnya, Ketua PAC bisa menampung seluruh aspirasi,” tegasnya. Dia menjelaskan, pihaknya sudah sepakat bersama Sekretaris DPC, Bapilu dan Bagian Organisasi akan menjadwal ulang pertemuan Ketua PAC dengan pengurus
ranting yang menggelar protes Minggu (24/4) siang. Suryadi menambahkan, pihaknya tidak mempermasalahkan para kadernya menduduki kantor DPC. Sebab, kantor tersebut juga milik para kader. Dia memastikan akan menyambungkan aspirasi kader dengan Ketua DPC. Menurutnya, Musancab Tabanan baru memilih Ketua PAC. Sedangkan kepengurusan yang terpilih belum dinyatakan sah. Sebab, selain belum diambil sumpah, susunan kepengurusan itu belum disahkan oleh pimpinan sidang. (udi)