20 HALAMAN
NOMOR 200 TAHUN KE 68
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (109 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu paing, 13 maret 2016
@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Ruang Hijau Kandas, Manusia Jadi Beringas RUANG terbuka hijau (RTH) di Bali semakin kandas akibat masifnya pelanggaran tata ruang. Kondisi ini tidak saja akan mendegradasi kualitas lingkungan, tapi juga sifat manusia yang mendiami lingkungan itu. Alam yang tidak lagi asri dan hijau dipercaya turut berkontribusi dalam membentuk manusia dengan pribadi yang beringas.
“Itu sudah bisa kita lihat di Jakarta, bandingkan dengan Surabaya. Keberhasilan dalam menata ruang Surabaya mampu menekan angka keberingasan dengan sendirinya, kalau di Jakarta tawuran terus. Bukan hanya karena sifat manusianya, tapi memang suasana lingkungan yang ikut mendorong,” ujar Pengamat Tata Ruang, Putu Rumawan Salain, di Denpasar, Sabtu (12/3) kemarin.
Rumawan melihat manajemen ruang Pulau Bali saat ini sudah 30 sampai 40 persen dimangsa pemanfaatan. Bisa dilihat dari semakin tergerusnya jumlah lahan sawah, serta pelanggaran sempadan baik pantai, jurang, sungai, maupun danau. Hampir semua dimanfaatkan tanpa mengindahkan kaidah tata ruang. “Suatu saat nanti akan terjadi dampak
lingkungan yang luar biasa. Mungkin satu kekurangan air akan terjadi, bumi semakin panas, banjir akan semakin menggila, dan semakin kurang tanaman hijau. Jadi, O2 semakin kurang dan tidak sehat, jumlah kendaraan akan bertambah sehingga terjadi polusi udara,” paparnya. Hal. 19 Pemimpin Bali
Bibir Tebing Kintamani Disulap Jadi Restoran BELAKANGAN ini, pembangunan di wilayah Kintamani semakin pesat, khususnya di sepanjang jalur Penelokan-Batur. Adanya potensi alam yang ditawarkan yakni berupa Gunung dan Danau Batur, pembangunan pun kini banyak yang mengarah ke bibir tebing. Padahal, itu cukup membahayakan keselamatan. Berdasarkan pantauan, bibir tebing Kintamani kini banyak disu-
lap menjadi restoran. Beberapa di antaranya juga ada yang dijadikan tempat tinggal. Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangli, Dewa Agung Suryadarma, Sabtu (12/3) kemarin, mengakui sejak beberapa tahun belakangan, pembangunan di bibir ju-
rang sangat marak ditemui. Hal tersebut pun cukup membahayakan keselamatan. “Pembangunan di sekitar sana (bibir tebing -red) memang cukup banyak. Ukuran bangunan juga lumayan besar. Sebenarnya itu cukup berbahaya,” terangnya. Hal. 19 Membahayakan
RESTORAN Bibir tebing kawasan Kintamani kini diserbu untuk pembangunan restoran.
JAGAT BALI
Pura Tirta Empul Ulu Gilimanuk
DI Gilimanuk bagian barat Pulau Bali terdapat sejumlah pura. Sebelum berkembang menjadi permukiman, kawasan ini merupakan hutan belantara yang masih asri. Salah satu pura di sekitar Gilimanuk adalah Pura Tirta Empul Ulu. Pura ini berada di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) tepat di tepi jalan Denpasar - Gilimanuk. Lokasinya berada di pinggir Pantai Penginuman dengan ujung laut terlihat Pulau Jawa. Di pura yang pujawali-nya pada Purnama Kelima ini masih tergolong asri dan tenang dengan suasana alas di bawah pohon-pohon besar. Setiap hari di sekitar pura masih didapati gerombolan kera yang jinak. Pura yang memiliki luas sekitar satu hektar ini sebagian besar pamedek yang bukan hanya sembahyang memohon keselamatan dan kesehatan. Hal. 19 Tiga Mata Air
Papan Jalur Hijau Makin Kabur Sawah yang indah di Karangasem sejak dulu menjadi jalur hijau. Sawah di tepi jalan yang masuk jalur hijau itu, seperti di timur Jalan Tirtagangga, di jalur Jalan Berina di Kecamatan Abang. Sementara, di tepi jalan di Kecamatan Sidemen, jalur hijau sawah indah berteras di Tebola dan di Iseh. Di Kecamatan Selat jalur hijau di antaranya di persawahan indah berteras di tepi jalan AmlapuraBesakih di Desa Muncan. Perda jalur itu itu rupanya sejak beberapa tahun ini sudah tak begitu diperhatikan, baik oleh masyarakat maupun Pemkab Karangasem. Buktinya, papan jalur hijau tak pernah diperbarui. Hal. 19 Tinggal Papan
BPM/dok
PAPAN - Papan jalur hijau di Denpasar tak berfungsi karena dilanggar warga.
Denpasar Terancam Habis SETIAP daerah berdasarkan amanah UU harus memiliki ruang terbuka hijau (RTH). Untuk sebaran kawasan RTH perkotaan di Tabanan telah tercantum dalam RTRW 2012-2032. Namun, untuk program pengembangan RTH saat ini belum bisa dilakukan Pemkab Tabanan karena keterbatasan lahan. Kabid Praswil Bappeda Tabanan, I Kadek Anom Dwi Paramita, mengatakan karena keterbatasan lahan pula, Tabanan tidak bisa menerima Program Kota Hijau. “Program ini sudah diluncurkan dua tahun lalu. Tabanan ditawarkan tetapi tidak bisa karena keterbatasan lahan,” ujarnya. Hal. 19 Lima Hektar
Pelanggaran Tata Ruang Kian Marak
Pemerintah Kewalahan, Hanya Bisa Merevisi Bangunan yang menyerobot jalur hijau dan melanggar tata ruang, marak terjadi di kawasan seni Gianyar dan Buleleng. Salah satunya, Taman Kupu-Kupu yang beridiri di jalur hijau di seputaran Jalan Raya Kemenuh, Desa Kemenuh, Sukawati.
SEMENTARA pemerintah yang sudah tidak memiliki taring, hanya bisa diam melihat kondisi tersebut. Bahkan, Pemkab Gianyar berencana melakukan revisi jalur hijau di kawasan Kabupaten Gianyar. Kepala Bappeda Kadek Wisnu Wijaya, Sabtu (12/3) kemarin, mengungkapkan di Kabupaten Gianyar memiliki jalur hijau di tujuh kecamatan. Namun, ia tidak menampik bila di sejumlah jalur hijau itu sudah marak terjadi pelanggaran akibat percepatan pembangunan. “Kawasan hijau yang sudah marak berdiri bangunan itu, seperti di seputaran Desa Kemenuh Sukawati, seputaran Goa Gajah, Desa Bedulu, Desa Semplangan Kota
Gianyar terakhir di Desa Ceking, Tegalalang,“ ujarnya. Kadek Wisnu mengakui bahwa pemerintah bersama Satpol PP mengalami kesulitan dalam melakukan penertiban, lantaran pelanggaran sudah berlangsung sejak belasan tahun lalu, hingga saat ini masih banyak warga yang mengalih fungsikan lahan secara diam-diam. “Pelanggaran ini bukan hanya di era pemerintahan sekarang, tetapi sudah sejak 15 tahun lalu. Jadi, kalau bangunan baru kita sidak, masyarakat pasti langsung mengeluhkan bangunan yang sudah lebih dulu berdiri dan melanggar,“ jelasnya. Hal. 19 Revisi
Jordan/Debby ke Final All England Birmingham – Tampil luar biasa, pebulu tangkis Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, mampu mengalahkan unggulan pertama All England 2016 Zhang Nan/Zhao Yunlei. Tampil tenang dan maksimal, pasangan ganda campuran Indonesia Jordan dan Debby, Sabtu malam (12/3) kemarin, mampu mengalahkan pasangan Tiongkok 21-19 dan 21-16. Dengan demikian, Jordan dan Debby Susanto menjadi pemain Indonesia satu-satunya yang lolos ke babak final All England. Praveen/Debby lolos ke semifinal setelah menyingkirkan Liu Cheng/Bao Yixin di babak perempatfinal. Mereka melaju setelah menang dua game langsung atas unggulan ketiga itu dengan skor 21-14, 23-21 dalam
BPM/sos
pertandingan di Barclaycard Arena. Praveen/Debby tercatat belum pernah sekalipun menang atas Zhang/ Zhao. Tujuh kali bertemu, Praveen/ Debby selalu kalah dari pasangan juara dunia asal Cina itu. Pertemuan terakhir keduanya terjadi di perempatfinal Hong Kong Terbuka 2015. Dia kalah tiga game dengan skor 20-22, 21-17, 19-21. Usai mengalahkan lawannya keduanya mengaku modal dasarnya untuk menang adalah tetap optimistis. Soal peluang menang di final, keduanya mengaku kalau sudah di lapangan sama-sama punya kans menang. Di finalPraveen/Debby akan menghadapi Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen ( Denmark). (kmb)
Kondisi Hutan di Bali Karangasem Luas hutan lindung 14.260,43 Ha. Yang termasuk lahan kritis 3.718 Ha Klungkung Luas hutan lindung 804.5 Ha (Desa Suana, Sakti dan Nusa Lembongan) Badung Luas hutan lindung 1.767,87 Ha. Sebarannya Desa Plaga 1.126,90 Ha, Taman Wisata Alam Sangeh 13,97 Ha, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai 627,00 Ha Tabanan Luas hutan lindung 9969,15 Ha Denpasar Luas hutan lindung 734,50 Ha. Yang sudah dimanfaatkan 181,90 Ha, sisanya 552,50 termasuk hutan bakau Jembrana Hutan Bali Barat meliputi Jembrana dan sebagian Tabanan Seluas 66.000 Ha. Sekitar 22.000 Ha merupakan lahan kritis Buleleng Luas hutan lindung di Buleleng Barat dan Timur 51.436,21 Ha (termasuk kategori hutan rawan terbakar) Bangli Luas hutan 9.341,28 Ha
Luas Hutan Mangrove Di Bali BPM/PBSI
TAMPIL MAKSIMAL - Praveen Jordan/Debby Susanto tampil maksimal di semifinal All England, Sabtu malam (12/3) kemarin.
Jembrana Klungkung Buleleng Badung dan Denpasar
: 144.5 Ha : 230 Ha : 278 Ha : 1.373,5 Ha
Total
: 2.026 Ha
2
DAERAH Komplotan Remaja Pembobol Toko Dibekuk
Minggu Paing, 13 Maret 2016
Krama Banjar Adat Delod Peken Gelar PSN
Singaraja (Bali Post) – Krama Banjar Adat Delod Peken Kelurahan Kendran menggelar gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Sabtu (12/3) pagi kemarin. Aksi ini berlanjut pada sore harinya dengan melakukan pengasapan (fogging -red) menyasar rumah dan lingkungan Banjar Adat Delod Peken. Aksi PSN dan fogging ini dilakukan karena sudah ada sekitar sepuluh warga setempat yang dirawat di RSUD Buleleng karena diduga terjangkit penyakit demam berdarah (DB). Dua warga di antaranya hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Klian Banjar Adat Delod Peken, Nyoman Sudiartana, mengatakan, PSN dan fogging sengaja dilakukan oleh warga untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah di wilayahnya. Apalagi, musim pancaroba seperti sekarang ini serangan nyamuk “si poleng” dengan cepat menyebar jika lingkungan tidak dijaga kebersihannya. Bahkan, sejak beberapa hari terakhir tercatat 10 warganya masuk rumah sakit karena diduga terjangkit penyakit DB. Dua warga di antaranya hingga kini masih menjalani perawatan. “PSN dan fogging ini aksi spontan warga kami untuk mencegah jangan sampai penyakit DB meluas di wilayah kami. Paling tidak dengan upaya ini sarang dan jentik nyamuk bisa dibasmi, sehingga serangan nyamuk “si poleng” bisa kami tekan,” tegasnya. Klian Desa Pakraman Buleleng Jro Nyoman Sutrisna menyambut positif upaya pencegahan penularan penyakit DB yang dilakukan oleh krama Banjar Adat Delod Peken. Pencegahan penularan penyakit DB yang paling efektif dengan PSN dan fogging ini diharapkan dilakukan oleh seluruh banjar adat di lingkungan Desa Pakraman Buleleng. “Kami mengajak seluruh krama banjar adat bersama-sama pemerintah memberantas sarang dan jentik nyamuk melalui PSN dan fogging seperti ini,” tegasnya. (kmb38)
Negara (Bali Post) Tiga remaja pelaku pencurian di sejumlah warung atau toko diamankan di Mapolres Jembrana, Jumat (11/3) malam. Satu dari tiga anak yang masih duduk di bangku sekolah itu, sudah beberapa kali melakukan pencurian bahkan kini masih masa pembinaan. Ketiganya yang merupakan teman nongkrong ini nekat mencuri rokok, handphone, dan uang hasil curian untuk mabuk. Ketiganya berhasil ditangkap setelah polisi melacak keberadaan pelaku dari handphone yang dicuri tersebut. Dari informasi di Mapolres Jembrana, Sabtu (12/3) kemarin, ketiga remaja ini melakukan pencurian di dua TKP. Satu di warung milik Maskanah (49) di Terusan, Loloan Barat dan di kios penjahit Nani, Loloan Barat. Di warung milik Maskanah, ketiga pelaku yakni, AIQ (14), TAN (14), dan MF mencuri pada Minggu (21/2) dini hari lalu. Sekitar pukul 03.00 wita, ketiga pelaku memanjat bangunan toko yang baru setengah jadi itu dan masuk lewat atas melalui tangga. Tangga menuju toko itu hanya ditutupi seng sehingga pelaku dengan leluasa masuk. AIQ dan MF turun ke toko dan mengambil sejumlah rokok, uang Rp 50 ribu
di laci toko dan handphone Samsung. Sementara TAN di atas mengawasi di sekitar. Selain di toko milik Maskanah, ketiga pelaku juga mencuri di kios penjahit Nani. Di TKP ini, ketiganya mengambil handphone BlackBerry warna putih. Ketiganya mengaku hasil curian itu untuk membeli minuman keras jenis arak. AIQ sebelumnya juga baru diamankan polisi juga terkait kasus pencurian di toko. Sebelumnya, pelaku yang beberapa kali pindah sekolah ini juga pernah diamankan di Polsek Kota Negara karena terlibat pencurian kotak amal di sebuah sekolah. Kepada petugas ketiganya saling kenal saat nongkrong. Mereka membentuk geng dengan nama Brandos (Berandalan Anti-dosa). Saat kumpul, mereka juga mabuk baik dengan cara menenggak miras atau obat batuk sachet yang dioplos dengan minuman energi. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana membenarkan penangkapan tersebut. Pelaku pencurian ini dijerat pasal 363 KUHP. Sudarma membenarkan satu dari ketiga pelaku ini belum lama ini diamankan dengan kasus yang sama. (kmb26)
Warga Banjar Dalem Laporkan Enam Pengendara Trail ke Polres
Bangli (Bali Post) –
Warga Banjar Dalem Desa Songan, Kintamani benarbenar geram dengan aksi enam orang warga dari banjar tetangga yang melintas menggunakan sepeda motor jenis trail di wilayah tersebut, saat perayaan Nyepi, Rabu (9/3) lalu. Pasalnya selain mengganggu pelaksanaan catur brata panyepian di banjar setempat, keenam pengendara trail tersebut juga sempat melontarkan perkataan bernada ancaman ketika kendaraan mereka distop warga. Atas adanya ancaman tersebut, warga Banjar Dalem pun akhirnya memilih melaporkannya ke Polres Bangli. BPM/kmb38
GOTONG ROYONG - Krama Banjar Adat Delod Peken Kelurahan Kendran Sabtu (12/3) pagi kemarin, gotong royong melakukan PSN untuk mencegah penularan penyakit DB di wilayah mereka.
Bayi Diduga Ditelantarkan
Ditemukan di Jalan Waturenggong
Denpasar (Bali Post) Bayi yang diduga ditelantarkan, kembali ditemukan pada Sabtu (12/3) kemarin, di teras rumah Wayan Ciliana yang beralamat di Jalan Waturengong Gang 10 No. 110B. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan sekitar pukul 04.00 pagi. Berdasarkan keterangan saksi, Kadek Dwi Lestari (15), saat ia hendak ke kamar mandi, ia melihat ada benda yang bergerak di atas teras rumah, sehingga setelah selesai dari kamar mandi ia lalu membangunkan ibunya dan menanyakan kepada ibunya benda apa yang ada di atas teras tersebut. Kemudian ia bersama ibunya, Ni Wayan Sri Setiawati (39) melakukan pengecekan dan menemukan bahwa benda yang ada di teras tersebut adalah seorang bayi. Ibunya langsung mengambil bayi tersebut dan mengambilkan kain untuk membungkus bayi tersebut, karena saat ditemukan bayi tanpa terbungkus sehelai kain. Selanjutnya hal tesebut disampaikan kepada ayahnya dan Kepala Lingkungan Banjar Kaja, Panjer lalu membawa bayi tersebut ke RSUP Sanglah. Sementara itu terkait kondisi bayi, saat ditemukan, tali pusar masih melekat pada bayi. Setelah dilakukan pemeriksaan, panjang bayi 49 cm dan berat 2,8 kg. Dolter Kadek Nariyantha, Kasubbag Humas RSUP Sanglah mengatakan, bayi berusia 0 tahun itu dibawa ke IGD RSUP Sanglah pukul 07.54. “Saat dibawa, bayi dalam keadaan sadar, kuat, geraknya aktif, normal,” ujarnya. Dari hasil diagnosis, diduga bayi X tersebut dilahirkan dalam usia cukup bulan. Pihaknya, telah melakukan perawatan tali pusar, dihangatkan, diberikan terapi dan kini dirawat di Ruang Cempaka. Mengingat pasien anak-anak, maka pihaknya juga mengonsulkan ke dokter spesialis anak. Menurut Ketua Tim Terpadu Penanganan dan Pelaporan Korban Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak (T2P2KTK-PA), dr. Ida Bagus Putu Alit, Sp.F., DFM, disebut penelantaran anak jika tidak ada unsur asah, asih, asuh berupa perawatan bayi. “Kalau sampai meninggal atau luka berat hukuman bagi pelaku lebih berat,” imbuhnya. (kmb42)
BPM/kmb42
DITELANTARKAN - Bayi yang diduga ditelantarkan ditemukan di teras salah satu rumah warga di Jalan Waturenggong.
BPM/kmb26
PELAKU – Komplotan remaja pelaku pencurian sejumlah toko dan kios diamankan di Mapolres Jembrana.
Klian Banjar Dinas Dalem I Ketut Ginarta saat dihubungi Sabtu (12/3) kemarin, mengatakan kasus pengancaman yang diduga dilakukan enam pengendara trail itu dilaporkan warganya ke Polres Bangli pada Jumat (11/3) sekitar pukul 23.00 wita. Sebelum melapor ke Polres Bangli, Ginarta mengaku bahwa kasus ini sempat dimediasi oleh Polsek Kintamani.
Ginarta menjelaskan pelaporan kasus pengancaman ini bermula dari adanya tiga sepeda motor jenis trail yang dikendarai enam warga dari banjar tetangganya melintasi wilayah Banjar Dalem saat Nyepi lalu sekitar pukul 22.30 wita. Sejumlah warga Banjar Dalem yang ketika itu sedang melakukan penjagaan di balai banjar setempat akhirnya menghentikan laju ketiga sepeda motor itu. Warga kemu-
dian memberitahukan kepada pengendara trail bahwa mereka telah melanggar perarem Banjar Dalem. Sesuai perarem yang disepakati pada 28 Februari 2016 lalu, warga yang melintas saat Nyepi akan dikenakan denda 25 kilogram beras. Namun bukannya meminta maaf atas pelanggaran yang dilakukan, salah satu dari pengendara trail itu justru mengeluarkan perkataan bernada ancaman. Warga Banjar Dalem yang ketika itu menyetop pengendara trail pun akhirnya membiarkan mereka pergi. Kemudian Klian Banjar yang mendapat laporan itu akhirnya memutuskan untuk menutup jalan yang akan dilalui oleh pengendara trail itu. ‘’Saat kembali akan melintas, mereka kembali dihentikan warga. Mereka (pengendara trail) sepakat
akan membicarakan hal itu baikbaik di balai banjar. Karena itu, kami pun memberikan mereka jalan menuju balai banjar,’’ terang Ginarta. Akan tetapi saat diberikan kesempatan menuju balai banjar, salah satu kendaraan trail justru kabur. Sementara dua trail lainnya yang juga berniat kabur akhirnya berhasil distop warga. Ginarta mengakui, saat peristiwa itu terjadi, warganya yang geram memang sempat memukul kentongan dan meneriakinya maling. “Setelah itu, kedua pengendara trail itu akhirnya mau menuruti warga menuju balai banjar,” ujarnya. Dikatakan Ginarta, sebenarnya sebelum pihaknya melapor ke Polres, kasus itu sudah sempat dimediasi oleh Polsek Kintamani. Dalam mediasi itu, pihak Banjar Dalem mengeluarkan
tiga tuntutan yakni menuntut kepada keenam pelaku agar membayar denda sesuai perarem adat setempat. Yang kedua, mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan yang isinya tidak mengulangi perbuatannya. Ketiga, mereka dituntut untuk meminta maaf di hadapan krama Banjar Dalem. “Tapi tiga tuntutan itu tidak mau dituruti. Kalau mau dituruti mungkin tidak sampai seperti ini,” ujarnya. Sementara itu, terkait laporannya ke Polres Bangli Jumat malam, hingga Sabtu kemarin, Ginarta mengaku sudah ada lima warganya yang dimintai keterangan oleh polisi. Lima warganya tersebut yakni Putu Darma, Wayan Tarpedo, I Gede Ardika, Jero Gede Sentana, dan Juliawan. (kmb40)
Puluhan Tahun Cacat
Menikah setelah Kenalan Lewat ’’Facebook’’
BPM/kmb31
EVAKUASI - Ildar Mingazov menyampaikan terima kasih, setelah berhasil dievakuasi.
Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Turis Rusia
Amlapura (Bali Post) Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Satuan Brimob dan Dit Sabhara Polda Bali serta Kodim 1623/Karangasem, akhirnya berhasil mengevakuasi turis Rusia, Ildar Mingazov (38), Sabtu (12/3) kemarin. Ildar ditemukan dalam kondisi lemas karena kelaparan dan luka-luka. Ia harus ditandu oleh dua petugas agar bisa keluar dari tempatnya tersesat selama tiga hari. Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso, Sabtu (12/3) kemarin, yang terlibat langsung dalam proses evakuasi, mengatakan tim gabungan sempat kesulitan melakukan evakuasi dari jalur Desa Ban, Kecamatan Kubu. Sehingga, tim berangkat melalui jalur lain dari Desa Dukuh, Kubu agar bisa mendekati Ildar, Jumat (11/3) sore sekitar pukul 17.00 wita. Tetapi, karena medan cukup sulit, proses evakuasi belum bisa dilakukan. Terlebih, saat
itu juga terjadi hujan lebat di sekitar lokasi. “Kami sempat ingin mengevakuasinya dengan helikopter. Tetapi hujan baru reda saat malam hari. Sehingga itu juga sulit dilakukan,” katanya. Tim gabungan akhirnya memutuskan memberangkatkan tim evakuasi sekitar 48 petugas, setelah hujan reda yang terdiri dari unsur Basarnas, Brimob, TNI serta pemandu. Tim gabungan ini harus berjalan kaki selama enam jam untuk mencapai titik lokasi Ildar, yang tersesat di dasar jurang sedalam sekitar 200 meter. Tim ini baru tiba Sabtu (12/3) dini hari sekitar pukul 00.30 wita, kemudian mengevakuasi dan membawanya ke posko terakhir di Desa Dukuh. Dia tiba di pos itu sekitar pukul 05.30 wita. Setelah diberi makan dan minum, dia lantas dibawa ke Puskesmas Kubu, untuk mengecek kesehatannya seka-
ligus melakukan pengobatan dari luka-lukanya. Dari sana, dia langsung dibawa ke Polsek Kubu untuk dimintai keterangan, sebelum dikembalikan kepada guide-nya Rina. Kapolres meminta peristiwa ini harus menjadi pelajaran bersama. Tour guide harus bisa meyakinkan kepada turisnya bahwa melakukan pendakian Gunung Agung sangat berbahaya, apabila tidak mengajak pemandu. Mendaki gunung tertinggi di Bali ini harus mau mengikuti ketentuan berdasarkan aturan adat yang ada di lingkungan sekitar. Pihak tour guide harus melapor kepada masyarakat sekitar, apabila ada turis yang mau menaklukan puncak Gunung Agung. “Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses evakuasi ini. Sehingga pencarian selama 2 x 24 jam dengan hasil yang cukup maksimal,” tegasnya. (kmb31)
CINTA itu memang buta, demikian orang sering mengatakan. Seperti halnya yang dirasakan oleh Luh Sari (25), ibu rumah tangga (IRT) asal Batu Meyeh, Kintamani, Bangli. Hidup di pelosok dan dalam kondisi cacat membuat Luh Sari kerap minder. Apalagi dia tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Namun kini Luh Sari hidup bahagia meski dalam kesederhanaan bersama suaminya Putu Ariawan (51) di Dusun Sawe Rangsasa Dauh Waru Jembrana yang dikenalnya lewat Facebook. Ditemui di rumahnya yang sederhana Sabtu (12/3) kemarin, Luh Sari tampak cantik dan selalu tersenyum. Tidak ada raut wajah sedih ataupun menunjukkan dia seorang yang mengalami cacat fisik. Bahkan kulit dan tubuhnya sangat bersih bahkan di rumah dia selalu berhias diri untuk suami yang mencintainya. Luh Sari menceritakan dia mengalami cacat pada kaki sejak kecil. Awalnya, dia panas dan kakinya bengkak. Karena orang tuanya kurang mampu dan hanya menjadi petani apalagi tinggal di pedalaman sehingga dia tidak mendapat perawatan maksimal. Sehingga kakinya hingga saat ini cacat. Untuk bisa berjalan dia terpaksa ngesot memakai kedua tan-
gannya. “Kalau pakai kursi roda saya susah apalagi kondisi rumah seperti sekarang ini. Mungkin kalau pakai tongkat di kedua tangan bisa,” katanya. Ketika dia bisa membeli HP kemudian dia menghibur diri dan mencari teman di facebook. Kemudian dia berkenalan dengan lelaki yang kini menjadi suaminya. Suaminya memang seorang duda beranak satu dan sangat sayang padanya. “Saya kenal lewat facebook. Setelah sempat pacaran jarak jauh akhirnya kami menikah dua tahun lalu. Saya diboyong ke sini. Tapi setelah menikah saya tutup akun saya,” jelasnya sambil mengatakan suaminya sedang bekerja. Kini dalam kesehariannya Luh Sari hanya di rumah sambil majejahitan dan membuat ketupat banten pesanan orang. Sementara suaminya bekerja sebagai buruh. Luh Sari mengaku cukup bahagia dengan pernikahannya dan suaminya menerimanya apa adanya. “Suami saya sayang sama saya. Menerima saya apa adanya. Selain majejahitan kadang saya main ke tetangga. Saya tidak malu meski saya ngesot,” katanya dengan wajah yang selalu tersenyum. Luh Sari hanya berharap bisa selalu tegar dan hidup bahagia serta penuh semangat. (kmb)
BPM/kmb
PENUH SEMANGAT - Luh Sari penyandang cacat yang hidup selalu penuh semangat.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
daerah
Minggu Paing, 13 Maret 2016
3
BPM/wan
SAMPAH - Tumpukan sampah terlihat di sekitar areal hutan mangrove di kawasan Suwung Kauh, Denpasar Selatan, Sabtu (12/3) kemarin.
Nyepi di Denpasar Berjalan Aman dan Kondusif Tidak Ada Kejadian Menonjol
Denpasar (Bali Post) – Situasi keamanan di Kota Denpasar dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1938, berjalan aman dan kondusif. Meski ada sedikit riakriak di sejumlah titik, namun hal itu tidak sampai melebar karena kesigapan petugas melakukan penanganan dan akhirnya berhasil dikondisikan. “Tak ada kejadian yang menonjol dari seluruh Polsek di jajaran Polresta Denpasar. Mulai dari Pengerupukan hingga perayaan Catur Berata Penyepian,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. A.A Made Sudana, Sabtu (12/3) kemarin. Ia mengatakan, pihaknya juga terus bekerja untuk memastikan jika situasi keamanan di wilayah hukum Polresta Denpasar aman, termasuk dari aksi terorisme. “Sebelumnya kita juga mengantisipasi aksi terorisme dan menggelar kegiatan yustisi (kependudukan) guna mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Kombes Sudana. Meski begitu, ada beberapa kejadian selama pelaksanaan hari raya umat Hindu tersebut. Akan tetapi, kejadian itu hanya sebatas gangguan kamtibmas dan cepat ditanggulangi. “Secara umum pelaksanaan Nyepi berjalan aman dan kondusif. Kami berharap untuk kedepannya juga seperti sekarang,” harapnya. Mantan Kapolres Tabanan ini menerangkan, pihaknya mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan perayaan Nyepi. Kekua-
tan lebih difokuskan ketika malam Pengerupukan. Sebab dari evaluasi yang dilakukan, malam Pengerupukan dinilai berpotensi terjadinya gesekan antar warga. “Malam pengerupukan yang berpotensi terjadinya gesekan. Sebab saat warga mengarak ogoh-ogoh tidak menutup kemungkinan mereka sebelumnya pesta miras. Makanya saat itu harus diantisipasi,” terangnya. Di wilayah hukum Polresta Denpasar, lanjutnya perwira yang juga mantan Kabid Propam Polda Bali ini, ada beberapa titik sentral untuk arak-arakkan ogoh-ogoh saat malam Pengerupukan. Misalnya di kawasan Denpasar, yakni Tohpati, Catur Muka, Sesetan, Sanur dan lainnya. Tak hanya itu, wilayah Kuta Selatan dan Kuta serta Tuban yang merupakan wilayah hukum Polresta Denpasar juga menjadi atensi pihak
BNNP Bali Gelar Diseminasi Informasi Melalui Pagelaran Seni Budaya A.A Made Sudana kepolisian. Selain itu, pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan saat pengarakan ogoh-ogoh. “Saat Pengerupukan kemarin, kami mengantisipasi kemacetan dengan melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan sistem buka tutup,” imbuhnya. (kmb21)
Bupati Gianyar Lantik JPT Pratama
Putu Gede Bayangkara Kembali Pimpin Disdukcapil BUPATI Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata melantik dua orang pemangku Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) pratama Kabupaten Gianyar, yakni I Putu Gede Bayangkara dan Anak Agung Dalem Jagadhita. Pada mutasi sebelumnya, Bayangkara sempat dipindah menjadi Kepala Dinas Pariwisata. Namun karena ada aturan khusus dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), keputusan tersebut dianulir. Gede Bayangkara dikembalikan ke posisi sebelumnya yakni Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcap-
il) bertukar tempat dengan Agung Dalem Jagadhita. Agung Bharata dalam sambutannya di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (11/3) lalu mengatakan SK Mendagri diterima pada saat Rakornas Kependudukan dan Catatan Sipil di Banjarmasin tanggal 4 Maret 2016 lalu, sehingga baru hari ini dapat diserahkan kepada yang bersangkutan. Penyerahan SK dan pelantikan yang dilakukan hari ini merupakan wujud nyata dan komitmen dirinya untuk taat melaksanakan Peraturan
Mendagri RI nomor 76 tahun 2015, terkait pengangkatan dan pemberhentian pejabat pada Disdukcapil yang menjadi kewenangan Mendagri. Lebih lanjut Bupati Agung Bharata menjelaskan, selama ini pelaksanaan mutasi JPT Pratama di Lingkungan Pemkab Gianyar berpedoman pada Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Oleh karena Permendagri RI nomor 76 tahun 2015 bersifat sebagai aturan khusus
PELANTIKAN - Suasana pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama Kabupaten Gianyar oleh Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (11/3) lalu.
atau lex specialis, maka khusus untuk pengangkatan dan pemberhentian pejabat di lingkungan Disdukcapil Kabupaten Gianyar dirinya berpedoman pada Permendagri tersebut. Dengan demikian, dalam proses pelaksanaannya memerlukan beberapa penyesuaian. Kepada pejabat yang baru dilantik, Bupati Agung Bharata meminta mereka untuk bekerja dengan sungguhsungguh, kedepankan hati nurani dalam pelaksanaan tugas, bekerja dengan ikhlas dan senantiasa loyal pada atasan. Diharapkan dengan itu pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan lancar serta dirasakan oleh masyarakat Gianyar. “Dapat posisi apa pun harus dijalankan dengan dasar yadnya,” ucap Bupati. Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gianyar I Ketut Artawa mengatakan pelaksanaan mutasi kali ini secara teknis sebelumnya telah mendapat petunjuk dari Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri RI dan Komisi Aparatur Sipil Negara di Jakarta. Ada pun pejabat pada Disdukcapil Kabupaten Gianyar yang menerima keputusan Mendagri sebanyak lima orang. Satu orang JPT pratama dan sisanya pejabat administrator. Sedangkan pejabat pelaksana lainnya, surat keputusannya belum turun. (kmb35)
Kelas I semula Rp 59.500 menjadi Rp 80.000, kelas II yang semula Rp 42.500 menjadi Rp 51.000 dan kelas III yang semula Rp 25.500 menjadi Rp 30.000, termasuk Jamkesda dari Rp 19.225
Sabtu (12/3) kemarin membenarkan hal tersebut. “Ya, sudah keluar Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2016 yang mengatur tentang perubahan tarif,” ujarnya. (kmb42)
TEROBOSAN baru dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). BNNP Bali menggandeng seniman untuk memberikan penyuluhan P4GN kepada masyarakat umum. Kegiatan yang disebut diseminasi informasi melalui pagelaran seni budaya ini, salah satunya digelar di Banjar Pitik, Desa Adat Pedungan, Denpasar, Sabtu (12/3) kemarin. Di Banjar Pitik, penyuluhan P4GN disampaikan oleh kelompok bondres pimpinan Dadong Rerod. Keterlibatan BNNP Bali di banjar tersebut juga masih terkait dengan perayaan HUT Sekaa Teruna setempat. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. mengatakan, penyampaian masalah narkoba oleh seniman jauh lebih efektif. Utamanya dalam menyasar generasi muda karena diselipkan pula dengan guyonan ala bondres. “Anak-anak remaja ini lebih tertarik mendengarnya, melihatnya dan mereka lebih mudah menyerap pemikiran tentang masalah narkoba. Namanya kesenian yang sudah terkenal. Yang
berbondong-bondong datang ke sini tidak hanya generasi muda saja, tapi juga seluruh komponen yang ada di desa pakraman,” ujarnya. Suastawa mencatat daerah Pedungan merupakan salah satu titik rawan peredaran narkoba, karena transisi antara Denpasar kota dan daerah selatan. Di samping memiliki penduduk yang heterogen dan padat, di daerah ini juga banyak terdapat tempat hiburan, kos-kosan, tempat umum, hingga tempat sepi. Oleh karena itu, semakin banyak komponen masyarakat yang hadir untuk menyaksikan pagelaran seni BNN, maka upaya pencegahan dapat lebih efektif dilakukan. “Kami berharap akan lebih diterima oleh masyarakat, sehingga makin banyak masyarakat sadar bahwa yang namanya narkoba itu berbahaya,” jelasnya. Suastawa menambahkan, diseminasi informasi di Banjar Pitik, Pedungan, merupakan satu dari 10 paket agenda kegiatan kesenian BNNP Bali. Agenda lainnya sudah diplotting di sejumlah desa pakraman yang tersebar di delapan kabupaten di Bali. Desa pakraman kini memang menjadi fokus aktion BNNP Bali dalam upaya P4GN. “Pesan-pesan pencega-
han narkoba tidak hanya disampaikan petugas BNN saja, tetapi melibatkan orang-orang seni untuk menyampaikan pesan-pesan bagaimana anak-anak muda yang ada di desa pakraman memiliki kemampuan pencegahan diri yang lebih baik,” imbuhnya. Menurut Suastawa, saat ini jumlah pengguna atau penyalahguna narkoba di Bali memang sudah menurun. Di tahun 2014 tercatat 66.875 penyalahguna dengan prevalansi umur 10-59 tahun. Di tahun 2015 jumlahnya menjadi 61.353, atau menurun hingga 5.000 orang lebih. Penurunan ini tidak lepas dari berbagai upaya pencegahan yang dilakukan BNNP Bali. Diantaranya dengan gencar melakukan promosi melalui media dan penyuluhan P4GN, serta tingginya angka penangkapan. “Sampai bulan Februari saja BNN ini memiliki tahanan sudah 15 orang melalui penggerebekan besar-besaran dan terus terang ada kerja sama yang baik. Sekarang dari seluruh instansi di mana Lapas pun sekarang sudah tidak menutup diri. Jadi kemarin itu sudah secara terbuka melakukan penggeledahan secara rutin,” terangnya. (ad1)
Mulai 1 April, Iuran BPJS Naik
Denpasar (Bali Post)Dengan terbitnya Peraturan Presiden RI No. 19 tahun 2016, maka besaran iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan mengalami kenaikan mulai 1 April 2016.
menjadi Rp 23.000. Dikonfirmasi terkait hal itu, Departemen Manajemen Pelayanan Kesehatan (MPK) BPJS Kesehatan Divisi Regional XI dr. Putu Gede Wawan Swandayana,
DISEMINASI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, SH. memberikan sambutan sebelum kelompok bondres Dadong Rerod melakukan Diseminasi Informasi Melalui Pagelaran Seni Budaya di Banjar Pitik, Pedungan, Denpasar. Kelompok Bondres pimpinan Dadong Rerod memberikan diseminasi informasi P4GN kepada masyarakat Banjar Pitik, Pedungan, Denpasar.
PERNIK
4
Minggu Paing, 13 Maret 2016
KEJUJURAN - Esensi kejujuran dalam UN tidak sama dengan membebaskan UN dari perilaku curang selama ini. UN harus dipandang sebagai titik waktu kesadaran bangsa betapa selama ini segala praktik pendidikan adalah kecurangan melembaga dan antimoral. Karena kondisi itu, para guru tidak memiliki komitmen nilai sehingga tanpa rasa dosa atas nama iman yang dianutnya, menaburkan bubuk racun pada siswa. Guru mengembangkan sikap instan dalam belajar. Guru yang menggiring siswa untuk mengerti bahwa belajar hanya untuk serangkain tes. Ini memang tecermin jelas dalam pepatah, “Guru kencing berdiri, siswa kencing berlari”. Agar pepatah ini berakhir, mentalitas guru harus direstorasi dalam menyelenggarakan pendidikan yang jujur menuju masa depan bangsa.
UN 2016
Momentum bagi Pendidikan yang Jujur identik dengan: pembocoran soal, SMS jawaban, pembentukan joki UN, perbaikan jawaban siswa oleh guru, katrol nilai, pemberian kesempatan nyontek, dan lain sebagainya. Pengamanan naskah ujian dan lembar jawaban siswa oleh polisi, pun omong kosong! Mengapa siswa mengikuti perilaku guru mereka? Adalah bukti dasar bahwa pendidikan gagal memanusiakan manusia. Buktinya, siswa tidak dapat membedakan mana kecurangan dan kejujuran. Begitulah, pendidikan nilai gagal, mungkin akibat sikap pedagogi antinilai yang dianut. Pedagogi antinilai menghasilkan tamatan yang terpapar racun jiwa, kelak membentuk tatanan masyarakat munafik, korup, kasar, dan antisosial. Berpijak pada pandangan bahwa hasil pendidikan berdampak sosial dua puluh tahun kemudian, perilaku politik pemimpin yang menguasai lembaga parleman atau perwakilan, adalah akibat pendidikan. Siapa yang mengira misalnya, perempuan cantik mantan putri Indonesia, berkarier di dunia politik, pada akhirnya adalah seorang
koruptor? Gagasan Gagasan fundamental memegang kejujuran dalam UN ibarat cahaya lilin yang memberi harapan. Namun, penyembuhan jiwa para guru yang terjangkiti pedagogi antinilai, membutuhkan proses. UN hanyalah momen kecil dalam pendidikan dan bukan tujuan utama. Kejujuran seyogyanya menjadi pintu restorasi pendidikan Indonesia yang antinilai menjadi pendidikan yang berdasar nilai. Nilai mesti dijadikan perioritas sebagaimana saintek yang amat diagungkan selama ini. Kecurangan memang salah satu cara untuk mencapai tujuan. Melalui pandangan politik Aristoteles, apa yang hari ini dituding sebagai kecurangan adalah aktivitas politik manusia sebagai makhluk politik. Renungan terhadap pandangan Aristoteles, manusia adalah makhluk politik yang berarti manusia dapat mencapai segala tujuan sepanjang mereka tetap sadar hidup dalam satu negara (Kristeva, 2011:1); bukan untuk diamini tetapi disikapi
terbalik. Negara politik mesti menjalankan segala nilai. Karena itu, pengetahuan masyarakat yang tanpa terkecuali terhadap praktik pendidikan antinilai, tidak cukup disadari tetapi dilawan bersama. Segala kecurangan yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan pendidikan yang terkait dengan politisasi dunia pendidikan, harus dihancurkan secara radikal (revolusioner). Selama pendidikan menjadi bagian dari sistem kerja mesin politik, selama itu pula pendidikan tidak memiliki kemerdekaan; namun penghambaan kepada politisi dan penindasan terhadap anak-anak bangsa dan hak hukum negaranya memperoleh kecerdasan. Politisasi pendidikan hanyalah pembodohan massal.
SETIAP tahun, ujian nasional dijalankan. Sekolah, guru, peserta didik disibukkan dengan beragam strategi agar bisa sukses dalam pelaksanaan ujian nasional. Meskipun ujian nasional bukan penentu satu-satunya dalam pelulusan peserta didik, tetap akan menjadi barometer terhadap proses belajar-mengajar di sekolah. Sekarang ini, pakta integritas sekolah yang diutamakan yang berkaitan dengan kejujuran, termasuk kejujuran sekolah dan kejujuran peserta didik. Artinya, tidak hanya nilai yang diperoleh, juga disertai dengan kejujurannya.
Sekolah mengharapkan agar anak didiknya lulus dalam menjalani ujian nasional. Ujian nasional seakan barometer keberhasilan sebuah lembaga pendidikan dalam menjalankan pendidikan selama tiga tahun. Ketidakberhasilan peserta didik dalam UN seakan sebagai indikator sekolah tersebut kurang dalam menjalankan misi pendidikannya. Padahal, jika dicermati secara saksama banyak faktor yang menjadikan peserta didik tidak lulus dalam ujian nasional.
PADA suatu masa yang panjang pendidikan Indonesia mengkhianati nilai kejujuran secara melembaga. Namun masyarakat bergeming. Sekolah berhasil melakukan persekongkolan dengan orang tua siswa. Bahkan, terkesan konsfirasi ini disambut baik. Tidak disadari jika korupsi nilai kelak memberi kerugian fundamental, terkikisnya peradaban bangsa. Patut disyukuri karena bangsa ini sepertinya bertobat. Nilai kejujuran hendak ditegakkan. Rasa malu dilembagakan melalui kampanye pembenahan kualitas pendidikan bangsa. Kesadaran terhadap tumbuhnya ironi nilai dan etik di dunia persekolahan, dibangkitkan. Di sekolah guru agama tidak memiliki harga diri dan tuah ketika guru lain mengumbar kecurangan dengan terbuka di hari ujian nasional. Ujian nasional
Kecurangan UN bebas kecurangan yang terjadi alamiah terintegrasi dengan proses pendidikan di sekolah, merupakan etika belajar, dan tulus (bukan lagi sebagai paksaan politik). Hal ini dicapai melalui proses pendidikan yang menjujung dan berakar kokoh pada pedagogi
berdasar nilai. Guru menanamkan nilai ini lewat laku hidup dan siswa menyimaknya melalui interaksi di kelas dan di lingkungan sekolah. Lewat cara ini, mata pelajaran nilai (demokrasi, toleransi, agama, nasionalisme, kesenian dll.) direvitalisasi sehingga tidak lagi sebatas mata pelajaran kelas dua. Pada satu sisi mata pelajaran nilailah yang menyiapkan siswa menjadi warga negara dan mata pelajaran teknik dan sain memberi siswa cara meraih hidup ekonomi. Melalui hari-hari belajar di sekolah siswa disiapkan dan dilatih mengerti bahwa tujuan pendidikan untuk meraih hidup nyata dalam arti luas dan bukan bersekolah untuk lulus ujian. Di tengah kondisi pendidikan yang timpang ini gagasan kejujuran yang dihembuskan oleh Departemen Pendidikan Nasional, mungkin serupa mimpi indah. Jujur sebatas UN, sebagaimana para guru dan aparat ekskutif daerah memahaminya. Dalam segala hal, hidup dan perilaku mesti dijalani dengan menjunjung tinggi kejujuran karena ia bukan saja lawan
kata “kecurangan” tetapi sikap terbuka, berani atau merdeka mengakui keberadaan diri apa adanya. Esesnsi kejujuran dalam UN tidak sama dengan membebaskan UN dari perilaku curang selama ini. UN harus dipandang sebagai titik waktu kesadaran bangsa betapa selama ini segala praktik pendidikan adalah kecurangan melembaga dan antimoral. Karena kondisi itu, para guru tidak memiliki komitmen nilai sehingga tanpa rasa dosa atas nama iman yang dianutnya, menaburkan bubuk racun pada siswa. Guru mengembangkan sikap instan dalam belajar. Guru yang menggiring siswa untuk mengerti bahwa belajar hanya untuk serangkain tes. Ini memang tecermin jelas dalam pepatah, “Guru kencing berdiri, siswa kencing berlari”. Agar pepatah ini berakhir, mentalitas guru harus direstorasi dalam menyelenggarakan pendidikan yang jujur menuju masa depan bangsa.
tua akan mengetahui kelemahan dan juga kelebihan anak didiknya. Pemberdayaan guru pembimbing amat diperlukan agar peserta didik siap menghadapi jika dirinya tidak lulus dalam ujian. Proses pembelajaran yang optimal amat diharapkan. Proses pembelajaran tidak hanya di dalam kelas saja perlu juga komunikasi yang intens dengan peserta didik mengenai hambatan-hambatan yang dialami atau materi-materi yang belum dipahami secara maksimal. Guru mencatat atau memetakan materi-materi yang menurutnya perlu pemahaman lebih dibandingkan dengan materimateri lain. Paling tidak guru memiliki catatan peserta didik yang kurang terhadap materinya. Guru bisa menanyakan langsung atau berdasarkan hasil ulangan harian atau ulangan sekolah sehingga bisa mengubah pembelajaran yang dilakukan atau dengan memberikan pengayaan-pengayaan dengan model soal yang setara. Analisis soal perlu dilakukan oleh guru. Analisis ini membantu bagi guru dan peserta didik mengenai kreteria soal.
guru, misalnya guru menyuruh peserta didik untuk membuat soal dan dijawab oleh peserta didik lain. Jika soal yang ditulis temannya tidak bisa dijawab, si penulis soal bisa memberikan bimbingan dalam bentuk bimbingan teman sebaya. Peserta didik cenderung lebih koperatif jika belajar dengan teman sebayanya karena ia tidak merasakan adanya sekat dalam belajar. Lingkungan belajar tidak hanya di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal juga lingkungan belajar di rumah. Lingkungan belajar amat berpengaruh terhadap keberhasilan peserta didik. Lingkungan belajar di sekolah dikelola oleh guru, kepala sekolah, dan juga tenaga kependidikan. Lingkungan belajar yang kondusif akan menjadikan suasana belajar yang efektif. Materi pembelajaran akan semakin cepat dikuasai oleh peserta didik. Tahap-tahap pembelajaran yang sudah dirancang oleh guru dijalankan secara maksimal. Tahap-tahap ini bisa dianalisis oleh guru. Hambatan dalam satu tahap akan berpengaruh pada tahap berikutnya karena ia merupakan suatu sistem pembelajaran. Pada saat-saat seperti itu, guru menanamkan kejujuran agar terbangun dalam dirinya sikap jujur dan berani mengakui kekurangannya dalam menjawab soal. Kejujuran ini penting jika sedari awal terbiasa jujur, saat menjadi pemimpin akan merasa takut untuk berbuat tidak jujur. Sedari awal peserta didik harus dipersiapkan agar berlaku jujur. Anak didik adalah pemimpin masa depan. lIBW Widiasa Keniten
lI Wayan Artika, Pengamat Pendidikan
Mempersiapkan Ujian dan Pakta Integritas
KEJUJURAN - Pada saat-saat seperti itu, guru menanamkan kejujuran agar terbangun dalam dirinya sikap jujur dan berani mengakui kekurangannya dalam menjawab soal. Kejujuran ini penting jika sedari awal terbiasa jujur, saat menjadi pemimpin akan merasa takut untuk berbuat tidak jujur. Sedari awal peserta didik harus dipersiapkan agar berlaku jujur. Anak didik adalah pemimpin masa depan.
Beberapa Faktor Penyebab Beberapa faktor penyebab ketidakberasilan dalam ujian nasional (1) kesiapan peserta didik, (2) proses pembelajaran yang selama ini diselenggarakan belum maksimal, dan (3) lingkungan belajar. Peserta didik yang sedari awal mengalami keterlambatan dalam memahami pelajaran bisa sebagai penyebab ketidaklulusan. Misalnya, kemampuan untuk memahami materi pembelajaran memang sudah terlambat. Pembelajaran remedial terkadang juga sudah dijalankan oleh guru. Akan tetapi, peserta didik memang terlambat untuk memahami materi pembelajaran. Dalam hal ini, perlu kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua peserta didik. Pihak sekolah bisa menyurati atau memanggil orang tua peserta didik mengenai keterlambatannya dalam belajar sehingga jika tidak lulus, orang tua peserta didik mengetahui lebih awal mengenai keberadaan anaknya. Di samping itu, bisa dijadikan laporan awal mengenai anak didiknya. Orang
Latihan Pemberian pembelajaran tambahan berupa latihan-latihan soal hampir rutin dilakukan oleh sekolah. Hal ini sebenarnya amat membantu peserta didik agar terbiasa berlatih menjawab soal-soal yang setara dengan UN. Akan tetapi juga, perlu dicermati oleh guru, peserta didik juga bisa mengalami kejenuhan dalam mengikuti latihan-latihan soal. Modifikasi mungkin perlu dilakukan oleh
Hipertensi dan Akibatnya pada Tubuh HIPERTENSI merupakan permasalahan kesehatan di seluruh dunia, dimana sepertiga penduduk dewasa di dunia mengalami hipertensi. Banyak penderita dengan hipertensi mempunyai faktor risiko lain, seperti abnormalitas lipid, diabetes melitus, riwayat keluarga menderita penyakit jantung, kegemukan, dan merokok. Di samping itu, pengontrolan hipertensi belum adekuat meskipun obat-obatan yang efektif banyak tersedia. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan darah diastolik > 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat. Berdasarkan penyebab, hipertensi dikategorikan menjadi hipertensi primer atau hipertensi esensial, yang tidak diketahui penyebabnya dimana dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi seperti asupan garam yang berlebih, kegemukan, dan sedentary lifestyle. Hipertensi esensial merupakan penyebab hipertensi yang lebih banyak ditemukan, sekitar 95% dari total penderita hipertensi. Hipertensi sekunder atau hipertensi non-esensial adalah hipertensi yang diketahui penyebabnya, seperti penyakit ginjal kronis, sekresi hormon aldosterone
yang berlebihan, pemakaian obat tertentu dan penyebab lainnya. Gejala Hipertensi Pada sebagian besar penderita hipertensi tidak menunjukkan gejala. Meningkatnya tekanan darah seringkali merupakan satu-satunya gejala pada hipertensi esensial. Gejala akan timbul setelah terjadi komplikasi pada organ sasaran seperti pada otak, mata, jantung, dan ginjal. Beberapa keluhan yang sering dirasakan seperti sakit kepala, pusing, leher kaku, gelisah, jantung berdebar-debar, rasa sakit di dada, dan penglihatan kabur. Pencegahan dan Penatalaksanaan Hipertensi Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup. Pergeseran pola makan, yang mengarah pada makanan cepat saji dan yang diawetkan dapat memicu
timbulnya berbagai penyakit. Makanan tersebut mengandung garam tinggi, lemak jenuh, dan rendah serat sehingga dapat memicu terjadinya hipertensi. Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup. Setelah umur 30 tahun, lakukan pemeriksaan tekanan darah setiap tahun terutama bila di dalam keluarga memiliki riwayat hipertensi. Gaya Hidup Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan cara modifikasi gaya hidup ataupun dengan menggunakan obat-obatan. Modifikasi gaya hidup dapat dilakukan dengan membatasi asupan garam tidak lebih dari 1 sendok teh garam perhari, menurunkan berat badan dengan menjaga berat badan ideal, menghindari minuman berkafein, rokok, dan minuman beralkohol. Olah raga juga dianjurkan
bagi penderita hipertensi, dapat berupa jalan, lari, jogging, bersepada selama 20 – 25 menit dengan frekuensi 3 – 5 kali per minggu. Penting juga untuk cukup istirahat dan mengendalikan stres. Untuk pemilihan serta penggunaan obat antihipertensi disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Pemberian obat antihipertensi merupakan pengobatan jangka panjang, sehingga perlu dilakukan kontrol pengobatan setiap 2 minggu atau 1 bulan untuk mengoptimalkan hasil pengobatan. Dengan mengetahui gejala dan faktor risiko terjadinya hipertensi diharapkan penderita dapat melakukan pencegahan dan penatalaksanaan dengan modifikasi gaya hidup ataupun dengan obatobatan sehingga komplikasi yang terjadi dapat dihindarkan. ldr. Ni Nyoman Sri Lestari, S.Ked./dari berbagai sumber
BPM/ist
JENDELA
Minggu Paing, 13 Maret 2016
Resensi Kejujuran Sepotong Berita Judul Film Sutradara Pemain Produksi Tayang
: Spotligt : Tom McCarthy : Rachel McAdams , Liev Schreiber , Mark Ruffalo,Michael Keaton Stanley Tucci, Billy Crudup , John Slattery,Len Cariou, Paul Guilfoyle dan Jamey Sheridan. : Anonymous Content dll. : 6 November 2015
FILM ini menjadi film terbaik di ajang akademi award 2016. Film ini sangat cocok untuk dijadikan bahan renungan dan pelajaran bagi kondisi pers kita juga di Indonesia. Wartawan adalah tonggak yang paling penting untuk menegakkan kebenaran, dan tonggak untuk membuka mata publik lebih berani. Sekalipun yang dilawan adalah sebuah institusi agama, yang sakral, dan biasanya rumit dan sulit disentuh. Film ini berdasarkan kisah nyata tentang tim “Spotlight” yang bernaung di kantor berita The Boston Globe-- surat kabar tertua di Amerika Serikat. Kasus yang berusaha mereka ungkap adalah kasus pelecehan seks anak di Boston. Film ini menceritakan awal mula kejadian pada Boston Globe yang melakukan investigasi untuk mengungkap skandal besar yang mengguncang kota dan menggemparkan dunia, dikarenakan skandal tersebut melibatkan instansi tertua dan terpercaya di dunia. Tim wartawan koran “Spotlight” pun melakukan penyelidikan atas tuduhan pelecehan di Gereja Katolik. Mereka telah melakukan penyelidikan ini hampir setahun lamanya dan telah mendapatkan beberapa bukti. Mereka juga berhasil mengungkap hal yang selama beberapa dekade ini telah ditutupi. Kejadian ini berkaitan langsung dengan agama, hukum, dan pemerintahan di Boston. Film ini memenangi Pulitzer tahun 2003. Menonton film ini kita seperti digiring untuk memahami, betapa kejahatan seksualitas itu bisa bersembunyi dalam bentuk apa pun. Bahkan agama. Ada di mana pun, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Yang menarik dari film ini, adalah semangat para wartawan, dan para redaktur yang kompak membuat sebuah kasus bisa terkuak. Tundas dan kandas. Ini agaknya yang perlu jadi pelajaran bagi dunia pers kita. (osi)
Dialog Pembunuh dan Wartawan Judul Film Sutradara Pemain Produksi Tayang
: True Story : Rupert Goold : James Franco, Jonah Hill dan Felicity Jones. : Plan B Entertainment : 17 April 2015
MICHAEL FINKEL adalah seorang wartawan yang sangat idealis dari New York Times. Wartawan yang ambisius dan selalu ingin membuat berita yang mampu menjadi trending topik. Karena lalai, data yang disodorkan keliru, ia pun mengundurkan diri. Di tengah kegamangannya, Michael Finkel bertemu dengan Christian Longo – pembunuh yang dicari FBI. Karena seringnya bertemu dan bercakap dengan Longo, Finkel pun tertarik mengenal sosok pembunuh yang telah membantai keluarganya secara keji. Yang menarik dari dialog Longo-Finkel, ketika Finkel pertama kali bertemu Longo di penjara. Finkel pun berkata, ”…aku butuh cerita untuk melanjutkan permainan,” :Longo pun sadar dirinya adalah objek yang menarik untuk headline berita-berita di surat kabar Amerika. Longo pun berkata pada Finkel dengan nada menyindir, “tapi kebanyakan wartawan hanya tertarik menulis apa yang diinginkan pembaca. Mereka tidak ingin meluangkan waktu mencari kebenaran dari apa yang telah terjadi.” Dialog-dialog yang bernas antara Longo—Finkel membuat cukup memerahkan telinga, juga hati awak media, yang belangan ini hanya memenuhi tenggat deadline tanpa mau beranjak dari zona nyamannya. Mari kita simak dua film ini untuk memberi imuniasi baru bagi kerja pers kita. (osi)
5 Cinta
CERPEN
Oleh Putera Manuaba Seusai wisuda, Raditya memboyong buku-buku dan peralatannya ke kampung. Dia ingin sejenak menikmati angin kebebasan. Menyepi dari keriuhan kota, sembari menerawang karir apa yang kelak dia tempuh. Raditya menimang-nimang. Dia hanya ingin mengabdi dulu untuk kampungnya. Dan ketika ada suksesi Karang Taruna, dia terpilih jadi ketua. Dia terima, karena semangat mengabdi tengah menggelora dalam dirinya. Namun, ayahnya yang purnawirawan Polri, amat disiplin. Tak suka Raditya hanya mengurusi Karang Taruna. Raditya dianggapnya menganggur. Ayahnya sering melabrak, agar segera bekerja. “Radit... kamu harus segera bekerja! Jangan hanya jadi pengangguran!” kata ayahnya dengan nada keras. Bekerja dalam benak ayahnya, hanyalah jadi PNS, Polri, dan sejenisnya. *** Raditya jadi tak tenang mengurus Karang Taruna. Sebenarnya dia sudah mulai dapat menghidupkan Karang Taruna. Dari menata organisasi, gotong-royong secara periodik, dan mengadakan bazzar. Hasilnya, digunakan untuk organisasi, perbaikan Balai Pertemuan dan melengkapi peralatannya. Raditya juga berupaya memenuhi keinginan ayahnya. Karenanya, setiap dua hari sekali dia ke Denpasar melihat pengumuman di Kantor Tenaga Kerja dekat alunalun yang selalu ramai di sore hari. Pernah dia kerja sebagai sales elextrolux mini cold produk Swedia. Tapi, dia tak sreg. Merasa jauh dari ilmu semasa kuliah. Karena itu, dia tetap cari-cari lowongan lewat koran yang dibeli di kios pinggir jalan. Setelah melahap lembaran iklan berlembar-lembar, Raditya iseng pindah ke lembaran Pos Pedesaan. Dia tersihir melihat foto gadis di lembaran itu. Diberitakan gadis itu aktivis Menwa di kampusnya. Juga wajah gadis itu yang sendu dan beralis indah. Kata hati Raditya seperti berbisik: “Raditya, dialah cintamu! Kamu harus bersurat padanya!” Raditya ikuti kata hati. Menulis surat untuk gadis itu. Namun, dia sangsi. Akankah suratnya dibalas? Dalam surat itu, dia katakan ingin kenalan dan ketemu. Dari koran itu, Raditya juga tahu si gadis kuliah di Institut Pendidikan Agama di Bali Utara. Dia pesimis suratnya terbalas, mengingat pengalaman semasa SMA yang suratnya tak terbalas. Dia tertawa kecut mengingatnya. Akhirnya, surat itu, dia kirim juga lewat pos. *** Sore kian meredup. Di Balai Pertemuan Karang Taruna, Raditya bersama teman lainnya, baru saja selesai menyiapkan pentas musik yang akan digelar malam harinya. Sore itu, mereka pulang dulu, untuk persiapan diri, termasuk Raditya. Seperti biasa, ibu Raditya menyambut dan memberi kiriman surat. “Radit..., ada surat,” sambut ibunya, sembari menyodorkan surat untuk Raditya. Baginya, ibunya adalah perawat terbaik, guru terbaik, dan terbaik-terbaik lainnya. Seperti Hyang Widhi menitis ke bumi. “Dari siapa Bu?”, tanya Raditya penasaran. “Entahlah, Ibu belum tahu.” Ibunya kembali ke dapur menyiapkan makan malam. Pekerjaan rumah yang dilakukan ibunya tak kenal lelah, penuh ketulusan. Raditya menerima surat itu. Dia segera mengintip siapa si pengirimnya. Raditya tersentak. Di sampul surat tertera: Pirgisari. Nama gadis yang di koran itu. Dengan tangan gemetar, dia membuka amplop dan membaca isinya. Kata demi kata, baris demi baris, alinea demi alinea. Raditya dibolehkan bertemu. Tapi, dia bingung, karena belum pernah ke sana, dan juga karena jauh. Tapi ada penggalan kalimat dalam surat itu: “jika ada kemauan, pasti ada jalan!”. Kata-kata filosofis yang menyemangatinya. Melecut keberaniannya. “Bu, itu surat balasan Pirgisari. Gadis
yang pernah Radit kirimi surat. “O ya?” sergah ibunya penasaran. “Raditya boleh menemuinya, Bu?” pintanya minta izin. “Boleh saja, tapi hati-hati Dit...,” sahut ibunya. Raditya pagi-pagi berangkat naik zuzuki jet cool. Dalam perjalanan, dia berhenti di banyak tempat, untuk bertanya dan juga melepas lelah. Akhirnya, tiba juga di alamat gadis itu. *** Dari luar, Raditya melihat rumah itu amat sepi, yang ternyata rumah kos mahasiswa putri. Raditya mengetuk pintu. Seorang gadis membukakan pintu dan menyambutnya. “Maaf, apakah benar ini alamat Pirgisari?” Raditya cepat-cepat bertanya, menduga-duga, dan menyembunyikan ketakjubannya pada gadis di hadapannya. Dalam hati, Raditya yakin, pasti inilah gadis di koran itu. “Benar. Aku Pirgisari,” katanya lembut, sembari melempar senyum malu tersipu. “Raditya, yang berkirim surat itukah...?” sambil balik bertanya kepada Raditya. “Ya, betul. Aku Raditya,” jawabnya. “Silakan masuk. Maaf tempat anak kos,” katanya merendah, tertawa kecil. “Nggak apa-apa,” jawab Raditya. Raditya bertamu di rumah kos Pirgisari, cukup lama. Mereka saling bercerita. Tentang semuanya, dan tentu saja tentang foto di koran itu. Raditya salah tingkah. Pertemuan yang unik. Dari cerita Pirgisari pula, Raditya tahu asal gadis itu dari lereng Gunung Agung ujung Bali Timur. Mentari turun perlahan. Malu-malu merasuk ke peraduan. Sinar memerah dari ufuk Barat. Menebar panah-panah cakrawala. Menerobos celah-celah pepohonan. Begitu indah dan temaram. Suara alam terdengar dari pojok-pojok, mengiringi senja, yang kian menua. Raditya berpamitan pada Pirgisari. *** Setelah pertemuan itu, Raditya sering berkunjung ke Bali utara. Merasa ada kecocokan. Merasa menemukan calon istri. Karena itu, dia katakan pada Pirgisari, akan menemui keluarganya di ujung Bali timur. Pirgisari setuju.
Hari pertama libur, Pirgisari pulang kampung. Di rumah kampung, dia juga sudah mengatakan pada keluarganya rencana kedatangan Raditya. Sore kian mendekat. Raditya menempuh perjalanan ke ujung Bali timur, hampir setengah hari. Akhirnya, dia berhasil menemukan rumah asal gadis itu. Sebuah desa yang asri. Diitari kebun salak. Sepi, dingin, dan segar. Raditya disambut hangat keluarga Pirgisari. Mungkin karena dirinya berasal dari kasta yang sama. Atau ini adat, atau ada alasan lainnya. Entahlah! Yang jelas mereka amat baik. Raditya menyampaikan tujuan kedatangannya. Raditya heran dengan dirinya yang seberani itu. Dan juga, sampai-sampai berani mengatakan dirinya serius dengan Pirgisari. Gila!! Panorama alam di sekitar rumah itu makin redup. Diselimuti mentari yang malu-malu tersipu merasuk keperaduan. Keramaian serasa tak mampu menghalau dinginnya malam. Dan gelap kian menggulita. Raditya dipersilakan menginap oleh keluarganya, karena malam. Esoknya dia baru pulang. *** Belum berselang berapa lama menjalin kasih, Raditya mendapat surat panggilan kerja jadi pengajar honorer di Surabaya. Raditya dilematis. Harus menerima atau menolakkah? Menerima berarti harus meninggalkan Pirgisari di Bali. Menolak berarti kehilangan kesempatan kerja. Akhirnya, Raditya katakan juga soal itu pada Pirgisari. Terang saja Pirgisari menangis tersedu, karena akan berpisah Namun, Pirgisari juga bangga, Raditya diterima kerja. Dalam benak Raditya, dia harus terima panggilan itu. Toh demi Pirgisari juga. Dan jika nanti berhasil, dia akan boyong Pirgisari. *** Sejak itu mereka hidup berjauhan, dan hanya bisa komunikasi lewat surat. Raditya jarang bisa menemui Pirgisari karena alasan biaya pulang-pergi. Penghasilannya yang minim, membuat untuk hidup sendiri saja di kota besar tak cukup. Pernah dia pingsan, kekurangan gizi. Harus utang sana-sini jika kangen Pirgisari. Tapi, yang
begini ini tak pernah dia ceritakan. Apalagi Dia sudah berprinsip: seusai wisuda, telapak tangan harus menghadap ke bawah, tak lagi menengadah. *** Di Surabaya, Raditya merawat cinta sebaik-baiknya. Semampu dia. Semangatnya adalah harapannya bisa jadi suamiistri. Dia sadar betul. Jika cinta datang, cinta harus dirawat. Jika tidak, cinta akan pergi. Namun, di Bali, Pirgisari justru tak kuat godaan dan hidup berjauhan. Lalu, dia menerima begitu saja lelaki lain. Raditya seperti tersambar petir mendengarnya, yang justru dikatakan dari Pirgisari sendiri. Pernah juga setelah itu, surat untuk lelaki lain tertukar dan dikirim pada Raditya. Raditya tambah tak percaya. Di rantau, Raditya tersiksa menahan perasaan itu. Di tengah kesulitan berjuang hidup, dan terbebani rasa kacau. Cinta yang dia rawat, tersayat sembilu. Karena ketaktahanannya, lewat surat, Raditya minta agar Pirgisari lupakan dirinya. Meski sebenarnya Raditya hanya bermaksud menguji kesetiaan Pirgisari. *** Surabaya panas menyengat. Berpeluh. Melebihi panasnya kota-kota lain. Matahari serasa dekat di atas ubun-ubun. Tanpa terduga, berselang tiga bulan setelah Raditya katakan itu. Pirgisari datang ke Surabaya dengan kakaknya, menemui Raditya, sambil memasarkan salak hasil kebunnya. Namun, di luar perkiraan Raditya, Pirgisari datang justru untuk izin kawin dengan lelaki berada. Dan bukan untuk membuktikan kesetiaan cintanya. Dia juga mengatakan akan dibunuh jika tak mau dikawini. Dari sorot matanya, Raditya tahu dan dapat merasakan yang sesungguhnya. Permintaan yang tak lazim kepada sang kekasih. Raditya merenung. Inikah yang memang terbaik untuk Pirgisari? Dalam hati, dia tak rela. Tapi, juga tak berhak melarang. Raditya tahu, Pirgisari tak membawa cinta lagi, telah terkalahkan kuasa lain. “Ya, baiklah Pirgi, aku merelakan jika itu yang kamu mau dan bisa membahagiakanmu. Denganku mungkin nanti kamu tak bahagia,” sambil menatap Pirgisari dengan hati berkecamuk remuk. Raditya sadar tak boleh egois. Meski harus menanggung derita cinta. Dia sadar tak punya apa-apa, dan tak berani janjikan apa-apa, kecuali kekayaan cinta. Di zaman seperti ini, mungkin cinta sudah tak cukup lagi. Meski demikian, Raditya mencoba teguh. Berpihak pada cinta. Pernikahan haruslah berlandaskan cinta! Cinta adalah semangat! Adalah gairah! Adalah keindahan! Tanpa cinta, keluarga gersang! “Menikahlah Pirgi jika itu yang kau mau!” Hanya itu kata-kata terakhir Raditya yang terucap terbata-bata dalam pedihnya cinta tak terawat. Setelah pertemuan itu, Pirgisari kembali ke Bali, ditemani kakaknya yang sangat berharap Raditya jadi iparnya. Tak berapa lama, Raditya mendengar kabar: Pirgisari benar-benar menikah dengan pria lain itu. Di Surabaya Raditya hidup sendiri. Dia mencoba tegak. Setegak-tegaknya. Dia tatap langit. Sadar dirinya hanya serpihan Sang Atma. Sadar tak boleh vatalis. Sadar akan alasan Sang Pemberi Hidup, menghidupkan dirinya. Kegagalan, derita, cobaan, dia anggap cemeti untuk bangkit. Sunyi yang terkadang menginspirasi! *** Raditya tinggalkan Surabaya. Ingin hapus kenangan yang membatu. Ke Yogyakarta. Menelisik harap yang mungkin tersisa. Dia hargai jiwa yang nafasi raga. Dia sadar cinta tak harus memiliki. Kenyataan hidup adalah keniscayaan. Suka duka harus disyukuri. Perlu keteguhan. Seteguh air mengalir, berliku, telusuri jurang lembah hingga ke samudera luas.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Darsono Satya Dewi
W.G. Sumarta Adi Wiryadarma
Windhu Segara
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Masih sangat kondusif sekali suasana di minggu ini dan hampir tidak ada masalah karena semuanya berjalan seperti apa yang diharapkan. Tak perlu ragu untuk berinovasi dan berkreasi, bila ada tawaran segera saja ditindaklanjuti. Jangan sampai waktu yang baik ini terbuang percuma. Karier: Jangan takut untuk mengemukakan ide di depan atasan dan rekan-rekan Anda, masalah diterima atau tidak itu urusan nanti. Kesehatan: Jangan sampai asyik bekerja sehingga lupa segalanya. Apalagi jika sudah menginjak waktu senja ada baiknya Anda berhenti bekerja. Bukankah masih ada minggu esok untuk menyelesaikannya. Keuangan: Income tetap mengalir seperti biasanya. Tinggal tergantung bagaimana Anda memanajenya dengan benar. Asmara: Kisah kasih Anda tampak semakin mesra dan romantis saja, sehingga cukup membuat iri orang yang melihatnya. Aquarius Peruntungan: Ada celah yang bisa dimanfaatkan tinggal tergantung bagaimana Anda menindaklanjutinya dengan sepenuh hati dan tidak bertindak setengah-setengah karena hasil yang didapat tidak bisa optimal. Karier: Jangan bersantai ria di minggu ini karena tingkah laku Anda sangat menentukan sekali bagi kesuksesan karier dan bisnis yang lagi ditekuni ini. Kesehatan: Perbanyaklah konsumsi air putih untuk membantu metabolisme. Keuangan: Tak ada salahnya Anda menyisihkan sebagian dana untuk antisipasi perkembangan berikutnya. Asmara: Segera ambil tindakan yang dapat meringankan beban pikirannya. Pisces Peruntungan: Tempatkan segala sesuatunya pada proporsi yang benar, agar tidak ada ganjalan sehingga segalanya dapat berjalan dengan lancar. Karier: Omongan orang yang belum tentu kebenarannya sebaiknya tak perlu terlalu dimasukkan hati. Kesehatan: Jaga tubuh jangan sampai terlalu capai. Kepenatan yang berlebihan bisa merupakan pintu masuk segala macam penyakit. Keuangan: Tampaknya akan terganggu, tak perlu berputus asa sebaiknya singkirkan dulu keinginan untuk bersaing karena terlalu mahal biayanya. Asmara: Sadarilah akan posisinya yang cukup sulit untuk bisa diajak berterus terang. Aries Peruntungan: Situasi sudah turun seperti ini jika tidak diimbangi dengan kerja keras maka hasilnya akan jauh sekali dari harapan. Tinggalkan dulu kegiatan yang hanya buang-buang waktu dan kesempatan saja. Karier: Di minggu ini bukanlah saatnya untuk memburu kesenangan pribadi saja karena segala kesempatan yang sangat menguntungkan itu akan bisa lenyap begitu saja. Kesehatan: Anda tak perlu pusing untuk beraktivitas seperti biasanya. Teruslah meluncurkan ide-ide baru yang penting kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Keuangan: Manage-lah pemasukan sebaik mungkin, jangan sampai pengeluaran melebihi pemasukan yang ada. Asmara: Jangan keburu menyerang dirinya karena saat ini bukan saatnya bagi Anda untuk bersikap agresif. Taurus Peruntungan: Kekecewaan yang terpendam di dalam hati cobalah diurai sedikit demi sedikit agar permasalahan yang terjadi bisa segera mencair. Janganlah bersikap egois tidak mau mendengarkan omongan orang, karena di saat seperti ini Bintang Taurus sangatlah membutuhkan support dari beberapa teman yang dapat membangkitkan kembali motivasi. Karier: Perilaku orang lain yang kurang sesuai dengan hati nurani Anda sebaiknya dibiarkan saja tidak perlu ikut campur dengan urusan yang tidak ada sangkut-pautnya dengan diri Anda sendiri. Kesehatan: Kesehatan tidak akan sampai mengalami gangguan selama Anda bisa mengendalikan emosi Anda yang tampak labil akhir-akhir ini. Keuangan: Berangsur-angsur keuangan Anda membaik, segala kebutuhan bisa terpenuhi bahkan bisa ditabung sebagian. Asmara: Jangan bermain api jika tak ingin terbakar nantinya. Gemini Peruntungan: Anda harus bisa lebih baik daripada minggu kemarin, karena posisi di minggu ini tampak lebih mujur dan berprospek. Maka sangatlah disayangkan jika hanya berlaku santai dan kurang ada gairah untuk bisa lebih menggigit lagi cara kerjanya. Karier: Janganlah bangga dulu dengan apa yang telah diraih selama ini karena masih banyak orang yang lebih sukses daripada Anda. Kesehatan: Jika sudah dijaga sedemikian rupa masih saja tetap jatuh sakit, sebaiknya Anda tak perlu kecewa karena sakit itu juga merupakan nikmat yang harus disyukuri. Keuangan: Jangan membuat keputusan penting tanpa pikir panjang. Karena itu sangatlah membahayakan bagi keuangan Anda. Asmara: Upayakan tetap happy dengan cara tidak terlalu banyak ngatur dan berusaha selalu menghargai pendapatnya. Cancer Peruntungan: Minggu ini akan mendapat kegembiraan hati dan keuangan. Untuk itu, jangan lupa untuk pandai-pandai menyukuri nikmat agar semakin besar rezekinya. Rencana perjalanan jauh jika dilaksanakan minggu ini hasilnya lumayan dan pergi menagih pun akan mendapat hasil yang menyenangkan. Karier: Suasana hati yang senang sebaiknya bisa menjadikan support bagi kinerja Anda yang tampak menurun akhir-akhir ini. Kesehatan: Jika ingin badan langsing sebaiknya tidak terlalu frontal untuk cepat menurunkannya. Ada baiknya Anda mengurangi porsi makan Anda sedikit demi sedikit. Keuangan: Karena banyaknya kebutuhan yang harus ditutupi sehingga pemasukan itu seakan-akan tidak ada artinya. Asmara: Mengapa masih ragu akan asmaranya dan jangan menolak tawaran baik keluarganya, jika tidak ingin ada ada penyesalan di kemudian minggu. Leo Peruntungan: Jangan mudah membicarakan rencana kepada orang lain sekalipun kepada sahabat dekat Anda sendiri. Ada baiknya Anda simpan dulu semua itu dan tunggu saat dan tempat yang tepat untuk menceritakannya. Karier: Dalamnya hati sulit diduga untuk itu jangan mudah percaya kepada siapapun khususnya kepada orang yang baru Anda kenal. Kesehatan: Jangan biarkan perasaan iri dan dengki menghiasi hidup Anda karena itu merupakan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. Keuangan: Tak perlu ikut-ikutan teman Anda untuk bergaya hidup mewah, walaupun keuangan Anda saat ini masih cukup kuat. Asmara: Berilah si dia kebebasan karena hanya dengan bersikap seperti itulah maka perasaan asmaranya pada Anda akan semakin menebal saja. Virgo Peruntungan: Suasana masih cerah dan lancar. Suasananya juga sangat menyenangkan walaupun posisi sebenarnya sudah bergeser. Akan tetapi, cahaya masih menyinari, sehingga masih dekat dengan kejayaan. Karier: Tak perlu menuruti hawa malas, cobalah untuk lebih tekun dan rajin. Kesehatan: Kekesalan dan kekecewaan yang terkadang timbul sebaiknya jangan disimpan dalam hati. Keuangan: Relatif stabil dan tenang karena pengeluaran cukup bisa dikendalikan di minggu ini. Asmara: Apa sulitnya jika keluh kesah coba dihilangkan bila berada di sampingnya, agar tidak semakin menambah pusing dirinya. Libra Peruntungan: Rintangan dan hambatan masih cukup besar menghadang Anda, sehingga mau tidak mau jika ada rencana besar sebaiknya dipikir seribu kali bila perlu ditunda dulu tunggu sampai momen yang tepat untuk bisa melaksanakannya. Karena bila diibaratkan ombak masih cukup besar disertai angin kencang sehingga cukuplah riskan jika Anda berniat untuk menerjangnya walau dengan persiapan yang cukup sekalipun. Karier: Sabarlah dan tetap berkerja seperti biasanya khususnya mengerjakan apa saja yang sudah ada. Kesehatan: Kondisi alam dan lingkungan kurang begitu bersahabat untuk saat ini maka ada baiknya Anda lebih berhati-hati. Keuangan: Berhati-hatilah menuruti ajakan teman apalagi jika sampai mengganggu keuangan Anda karena bisa fatal akibatnya. Asmara: Tak ada gunanya Anda menyimpan kebohongan padanya, karena jika sudah benar-benar asmara lahir-batin tentunya harus mau menerima segala kekurangan yang ada.
Weda Wakya
Brahmana dalam Sumpah ”Brahmacarya” brahmano va manusyanam adityo vapi tejasam siro va sarva-gatresu dharmesu satyam uttamam
Kalinganya, nihan dharma rengon de sang mahyun wruheng kawisesan ing janma, yan manusya tan hana lewih kadi brahmana, brahmana ngaranya sang kumawasaken kabrahmacaryan, tiga lwirnya, ndya ta nihan, hana suklabrahmacari, hana sawa-labrahmacari, hana krsna-brahmacari, sira brahmana ngaranira, sira ta lewih sakeng manusa-janma, sukla-brahmacari ngaranira, tan parabisangkan rare, tan mamju tan kuming sira, adyapi teka ring wrddha tuwi, sira tan pangucaparabi sangka pisan, mangkana sang brahmacari ngaranira, yan sira sukla brahmacari. Śawala-brahmacari ngaranira, marabi pisan, tan parabi muwah, kunang yan kahalangan mati stri nira, tan parabi muwah muwah sira, adyapi teka ri kapati nira, tan pangucap arabya, mangkana sang brahmacari, yan sira sawalabrahmacari. Krsna-brahmacari ngaranira, marabi papat ta nghing hinganya, tan parabi muwah, syapa kari pinakadarsaneng loka mangkana, Sanghyang Rudra sira pat dewi nira, ndya ta lwir ing dewi nira, Uma, Gangga, Gauri, Durga, nahan Dewi Catur-bhagini, tiniru de Sang Krsna-brahmacari, ndan wruha ta sireng kaladesa ning stri-sanggama, mangkana karma sang brahmacari sowang-sowang. Kunang ika yan teja, tan hana kadi teja sang hyang aditya, sira wisesa ning teja ring loka. Kunang yan ting sarwagatra ning sarira, tan hana kadi sirah wisesa. Mangkana ikang dharma, tan hana lewih kadi kasatyan, yeka uttama ring loka. (Ślokāntara 1) Terjemahan: Sebagaimana brahmana di antara manusia, matahari di antara yang bersinar, kepala di antara anggota badan, seperti itulah keutamaan Satya (kejujuran) di antara kewajiban suci Dharma. SESUNGGUHNYA, inilah ajaran-ajaran suci dharma yang hendaknya didengarkan oleh mereka yang ingin mengetahui tujuan khusus menjelma menjadi manusia. Di antara manusia tidak ada
MIMBAR AGAMA SEJAK kemarin hingga akhir pekan ini, bertempat di Vihara Giri Manggala, Alasangker, Bali, berlangsung pembacaan paritta Karaniyametta Sutta untuk perdamaian dunia. Pembacaan paritta dilakukan terus menerus, sambung menyambung dan berakhir pada Sabtu depan dengan peresmian objek penghormatan tapak kaki Buddha (siripada). Karaniyametta Sutta merupakan salah satu paritta yang penting bagi umat Buddha, paling sering dibacakan dalam berbagai kesempatan. Sutta ini berisi ajaran cinta kasih, latihan yang perlu dikembangkan oleh semua makhluk dalam kehidupan ini. Demikianlah yang telah terjadi, ketika Buddha berdiam di Savathi dan memberikan perintah kepada lima ratus bhikkhu untuk melakukan latihan meditasi di hutan agar mencapai tingkat kesucian. Para bhikkhu melaksanakan pesan tersebut, mempersiapkan diri dan melakukan perjalanan. Melihat kedatangan para bhikkhu, penduduk desa menyambutnya dengan memberi-
yang lebih mulia ulasan dari sloka daripada sang berbahasa SanskRedaktur brahmana. Braherta yang dikutip Khusus mana berarti dia dari Purana-Itiyang sudah manhasa. Melihat ulaMIMBAR tap menjalankan san dalam bahasa ke-brahmacariJawa Kuna, dapat HINDU an. Ada tiga jenisdipastikan bahwa nya, yaitu: ada pengulas sangat Darmayasa yang dinamakan mumpuni dalam Sukla-brahmacbahasa Kawi dan ari, Sewala-brahmacari, dan ada kitab-kitab suci Veda, paling tidak pula yang dinamakan Krsna-brah- kitab-kitab suci Purana dan Itimacari. Dia (yang mempraktikkan hasa. Hanya saja, biasanya pada ketiga jenis brahmacarya tersebut) pengulas atau komentator akan lah yang dinamakan brahmana, memberikan penekanan ulasannya dan dia lebih mulia dari kelahiran pada bagian yang secara pribadi manusia (lainnya). Sukla-brahma- ingin diberikan penekanan. Pada cari berarti dia yang tidak kawin sloka berbahasa Sanskerta di sejak kecil, (tetapi) bukan karena atas, penekanannya adalah pada mempunyai penyakit kelainan seks kata satya (kejujuran), dengan (dan) bukan karena impoten, bah- mengambil contoh kemuliaan brahkan sampai di usia tua sekali pun mana diantara manusia, matahari dia tidak membicarakan masalah diantara sinar, dan kepala diantara kawin, seperti itulah seorang brah- anggota badan. Akan tetapi, penmacari namanya, jika dia ada- gulas dalam bahasa Jawa Kuna lah seorang sukla-brahmacāri. justru memberikan perhatiannya Sewala-brahmacari adalah dia pada kata brahmana, dengan yang menikah hanya sekali (dan) memberikan penjelasan akan sifat tidak (pernah) menikah lagi, sean- sangat penting yang merupakan dainya (dia) mengalami musibah keharusan dimiliki oleh seorang istrinya meninggal, dia tidak akan brahmana, yaitu brahmacarya beristri lagi, bahkan sampai datang (pengontrolan nafsu seks). ajalnya, (sama sekali) tidak akan Orang yang bisa menjadi sepernah berucap untuk beristri. orang brahmana dianggap sebagai Seperti itulah seorang brahmacari, orang yang sangat utama diantara jika dia adalah seorang Sewala- manusia. Tentu saja brahmana brahmacari. Krsna-brahmacari dalam hal ini bukanlah brahmana adalah dia yang beristri paling karena kelahiran yang dinamabanyak empat kali, (setelah itu) dan kan brahma-bandhu melainkan tidak beristri lagi. Lalu, siapakah brahmana yang karena kualifikasi yang patut dipakai sebagai contoh ke-brahmana-an, karena sifat-sifat nyata dalam hal ini? Sang Hyang mulia yang harus dimiliki oleh Rudra beliau mempunyai empat seorang brahmana. Kitab-kitab Dewi, yaitu Dewi Uma, Ganga, suci Veda memberikan definisi apa Gauri, dan Dewi Durga, dikenal se- dan siapa itu brahmana sebagai bagai Dewi Catur Bhagini, (itulah) “brahman janati iti brahmanah”, yang ditiru oleh yang menjalankan bahwa brahmana adalah dia yang krsna-brahmacari, namun juga mengetahui Tuhan. Brahmana dia tahu waktu dan tempat dalam bukan hanya sebuah sebutan atau berhubungan dengan istri-istrinya. istilah. “Gelar” brahmana penuh Demikianlah perincian masing- makna dan biasanya hanya mermasing brahmacari itu. Sedan- eka yang sudah melakukan digkan sehubungan dengan sinar, siplin ketat pembelajaran Veda, tidak ada yang menyamai sinar vrata (berpantang), dan pertapaan matahari. Ia adalah sinar yang khusus yang layak disebut sebamaha utama di dunia. Sedangkan gai brahmana. Menurut Manava sehubungan dengan bagian-bagian Dharma Śāstra 2.155, Brahmana dari anggota badan, tidak ada dikenal karena keterpelajarannya yang melebihi keutamaan kepala. di dalam kitab-kitab suci Veda, Demikian pula dalam ajaran suci Bhagavad-gita 18.42 menyebutkan dharma, tidak ada yang menyamai sifat-sifat mulia yang harus dimikeutamaan kejujuran. Itulah yang liki oleh seorang brahmana seperti utama di dunia ini. sikap yang tenang, kemampuan Slokantara di atas merupakan mengendalikan diri, disiplin ketat
Paritta Cinta Kasih
kan dana makanan. Penduduk Redaktur menyarankan Khusus para bhikkhu untuk berlaMIMBAR tih meditasi di BUDDHA hutan terdekat sehingga mereka mempunyai Dhana kesempatan untuk berbuat baik dengan mempersiapkan kebutuhan para bhikkhu. Para bhikkhu menyetujui permintaan tersebut dan memasuki hutan untuk bermeditasi. Makhluk yang menjadi penghuni hutan tersebut merasa terganggu dengan kedatangan para bhikkhu. Pada mulanya mereka mengira bahwa para bhikkhu akan tinggal hanya semalam saja. Kenyataanya, para bhikkhu tinggal berharihari. Akibatnya, makhluk yang ada di tempat tersebut menjadi marah dan mengganggu para bhikkhu dengan menampakkan diri, menimbulkan suara, menimbulkan gangguan kesehatan, dan sebagainya. Para tidak bisa bermeditasi dengan tenang. Mereka memutuskan meninggalkan hutan
PERMATA HATI
Scorpio Peruntungan: Cobalah untuk bisa mencerna segala yang menimpa diri Anda, baik suka ataupun duka sebaiknya bisa disikapi dengan penuh kesabaran dan tak perlu menuruti hawa nafsu yang terkadang bisa membikin orang menjadi lepas kendali dan sulit untuk bisa berpikir yang benar. Karier: Jangan melawan arus karena kondisi diri Anda saat ini masih belum cukup kuat. Kesehatan: Suasana hati agak tertekan dan itu akan sangat mempengaruhi kondisi badan dan pikiran Anda. Keuangan: Apa yang diharapkan ternyata masih jauh dari harapan semula sehingga cukup mengganggu budget Anda. Asmara: Jangan biarkan bayang-bayang pertengkaran selalu menghiasi hubungan asmara Anda denganya. Sagitarius Peruntungan: Tak perlu banyak bicara jika nantinya tak ingin ada masalah baru yang akan merintangi perjalanan Anda. Tak perlu ikut campur urusan orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan diri Anda. Ada baiknya concern dengan urusan dan pekerjaan sendiri itu akan lebih banyak hasilnya. Karier: Waspadalah akan tipu muslihat yang dilancarkan oleh orang yang tidak menyukai diri Anda. Untuk itu, jangan mudah percaya dengan setiap omongan yang datang sebelum Anda mengetahui sendiri buktinya. Kesehatan: Jika memang dirasa ada keanehan, maka alangkah baiknya segera dikonsultasikan kedokter sehingga dengan begitu diri Anda terhindari dari rasa kebingungan yang acapkali sering mengganggu tidur dan selera makan Anda. Keuangan: Percuma saja jika harus main spekulasi ataupun ambil keputusan penting sedangkan faktor kemujuran tampak Diasuh Oleh minim sekali. Asmara: Bila bertemu dengannya Putri Wong Kam Fu cobalah cari topik pembicaraan yang ringan dan Berlaku menyenangkan saja, pasti kisah-kasih Anda akan 13-19 Maret 2016 terasa indah dan membikin selalu rindu saja.
Minggu Paing, 13 Maret 2016
Gede Bhisma Arkananta Yoga merupakan anugerah terindah yang dirasakan pasangan Agus Apriyanta dengan Luh Susilawati. Dipanggil dengan nama Bhisma, lahir tanggal 16 Oktober 2014. Mereka Tinggal di Br. Tangguntiti, Tonja, Nangka Utara.
untuk kembali ke Savathi. Mndengar keluhan para bhikkhu, Buddha meminta mereka untuk kembali ke hutan tersebut, kembali berlatih Putra meditasi sebelumnya. Buddha memberikan bekal, meminta para bhikkhu membaca ulang K araniyametta S utta yang dibabarkan saat itu. Para bhikkhu kembali ke hutan. Mereka membaca ulang Karaniyametta Sutta. Para makhluk yang mendengar ajaran tersebut merasa sangat gembira dan bersikap bersahabat. Mereka menyambut dan ikut melayani para bhikkhu selama berlatih. Para bhikkhu bisa melakukan latihan dengan tenang, tanpa ada gangguan apa pun. Membaca ulang paritta, termasuk Karaniyametta Sutta atau paritta lain, berarti mengulang kembali ajaran Buddha. Bukan hanya bagi umat Buddha yang membaca dan mengetahui maknanya, juga bagi
di jalan spiritual, menjaga kesucian lahir-batin, suka memberi ampun, kesederhanaan lahir-batin, juga memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan serta keyakinan yang kuat terhadap Tuhan YME dan kitab suci Veda adalah sifat alami yang harus dimiliki serta melekat pada diri seorang brahmana. Ulasan Jawa Kuna lebih memberikan penekanannya pada sifat brahmacarya dari seorang brahmana. Brahmacarya bagi seorang brahmana merupakan keharusan, dan ia adalah pertapaan bagi seorang brahmana. Terdapat berbagai jenis brahmacarya. Seorang brahmana sejati menjaga disiplin brahmacarya dengan sangat teguh. Banyak brahmana memilih sumpah Akhanda brahmacari yaitu menjalankan sumpah berpantang hubungan seks selama hidup. Sumpah disiplin brahmacarya yang teguh seperti itu menjadikan dirinya sebagai seorang Naisthiki Brahmacari, yang menjalankan sumpah brahmacarya-nya dalam asta-keli brahmacarya, yang bahkan berpantang melakukan hubungan atau pemuasan seksual bahkan dalam perkataan, atau bahkan dalam pikiran sekali pun (smaranam kirtanam kelih preksanam guhyabhsanam samkalpo’dhyavasayasca kriya-nirvrttir eva ca). Maharesi Yajnavalkya dalam karyanya Yajnavalkya Smrti menegaskan seorang yang menjalankan sumpah brahmacarya hendaknya tidak melakukan hubungan seksual dalam segala keadaan, waktu, dan tempat melalui perbuatan, perkataan, dan pikiran (karmana manasa vaca sarvavasthasu sarvada sarvatra maithuna-tyago brahmacaryam pracaksate). Melalui praktik brahmacarya seorang brahmana akan memperoleh usia panjang, kecemerlangan, kekuatan, keteguhan, pengetahuan, kesejahteraan, dan juga kemasyuran (ayus tejo balam viryam prajna sris ca yaaas tatha punyata sat-priyatvam ca vardhate brahmacaryaya). Sedangkan komentator Jawa Kuna memberikan penegasan brahmacarya pada sukla-brahmacari (tidak kawin seumur hidup), sewala-brahmacari (kawin hanya sekali dalam hidup), dan krsna-brahmacari (kawin lebih dari sekali dengan batas empat kali kawin). Akan tetapi, pada umumnya krsna-brahmacari tidak diakui sebagai brahmacari.
para makhluk lain, termasuk makhluk-makhluk yang tidak nampak--yang lahir di alam setan, asura, dewa, brahma, dan alam lainnya--. Bagi makhluk-makhluk di alam dewa, parinibbana Buddha mungkin baru terjadi beberapa hari yang lalu. Mereka tentu akan merasa bergembira ketika mendengarkan kembali Dhamma. Semoga mereka semua turut hadir, memberikan perlindungan bagi kita semua. Membaca ulang paritta, tidak sekadar membaca. Namun dilakukan dengan kesungguhan hati, dengan niat dan pikiran yang baik. Kegiatan ini akan menimbulkan energi baik, kamma baik, untuk diri sendiri (yang membaca) dan getarannya memberikan pengaruh baik untuk makhluk lain. Dari Vihara Giri Manggala, Alasangker, di Bali Utara, getaran cinta kasih diciptakan tanpa jeda selama delapan hari. Para umat diharapkan juga diharapkan melakukan hal yang sama. Semoga dengan kebajikan ini, memberika getaran cinta kasih untuk seluruh makhluk di bumi ini.
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Putu Acarya Nanda Prawira Dananjaya yang akrab dipanggil Danan lahir pada peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015. Putra pertama pasangan Wayan Aditya Wira Perdana dan Luh Ika Pratiwi ini melaksanakan upacara tiga bulanan, bertepatan dengan hari raya Galungan. Upacara tiga bulanan dilaksanakan di kediamannya, Banjar Tagtag, Sibang Gede. Semoga Ananda Danan menjadi anak yang berbakti terhadap orang tua, keluarga dan kelak berguna bagi masyarakat.
Bali
Redité Paing, 13 Maret 2016
L e m b a r
B a s a
7
B a l i
KAPUNGGEL –
Bencingah
Ogoh-ogoh sané sampun wusan kakaryanin patut kagenahang ring genah sané embon mangda nénten keni ujan utawi panes nyentak. Mangda nénten ngwetuang pikobet anyar, ogoh-ogoh sané sué kaambil patut kapunggel BPM/wan
tapelnyané antuk
I Wayan Darti
tetujon mangda
Mabekel Kawagedan Seni SELAH ngamargiang utsaha janten nénten prasida kapikayunin pangrauhnyané, duaning sakadi sané akéh kapanggih pangrauhnyané sakadi kahanan kahuripan saraina sané patut becik kapikayunin. Dadosné krama sané madué pikayunan kréatif taler inovatif napi malih madué kawagedan sané becik sinah prasida becik ngawigunayang kahanan sané kapolihang punika. Napi malih utsaha sané rauhnyané nganutin kahanan masa utawi rauh nyabran rerainan kémanten, sinah becik pikolihipun yadiastun pangrauhnyané nénten saraina. Sakadi sané kamargiang I Wayan Darti. I Wayan Darti, krama Désa Péréan Tengah, Tabanan sané nyabran warsa, nampek Pangrupukan setata ngaryanin taler ngadol ogoh-ogoh. Dané maosang utsaha punika kamargiang sangkaning pianaknyané sané kaping kalih setata nyarengin makarya ogoh-ogoh ring STT banjaripun. Kasuénsuén ogoh-ogoh inucap kanikain olih manggalaning STT mangda kakaryanin ring jumahnyané, majanten dané sané dumun tamat ring Sekolah Seni Rupa puniki sareng ngaryanin. Irika lantas metu pikayunan dané makarya ogoh-ogoh tur kaadol nyabran warsa utawi nampek rainan Nyepi. “Tatkala punika tiang sareng kalih laut ngarap ogoh-ogoh sané jagi genahang tiang ring arepan umah tur kadagingin antuk tulisan ”dijual”. Ngawit kalih warsa sané lintang kantos mangkin, nyabran nampek Pangrupukan setata wénten krama utawi yowana sané rauh mesen ogoh-ogoh,” baos bapak saking Ni Putu Miati Darvita miwah I Made Arsa Nugraha puniki makenyem. Katakénin indik sué makarya asiki ogoh-ogoh, dané sané embas ring Péréan, 31 Desember 1957 puniki maosang yéning punika nganutin saking ageng-alitnyané taler sapunapi soroh ogoh-ogoh sané kakaryanin duaning rimitnyané masiossiosan. Pensiunan pagawé LPD puniki laut maosang yéning ogoh-ogoh sané kakaryanin wantah marupa Bhuta Kala, nénten sué nelasang galah. Tatkala makarya taler nénten méweh duaning tatkala wénten iwang sinah dangan kasilibang. Sakéwanten yéning sané kakaryanin ogoh-ogoh sané wangunipun madué ukudan taler anatomi minakadi mua, lima, batis, awak sané masaih sareng manusa, sinah sayan sué tur méweh kakaryanin duaning undaginé patut nyaihang sareng sapunapi jadmané. Yéning makarya ogohogoh sakadi punika tatkala wénten iwang nénten prasida kasilibang. Indik parikrama naur ogoh-ogoh taler “upah” makarya, manut kurenan Ni Ketut Sutarmiati akéhan sané mesen ogoh-ogoh makta budget, mawinan krama sané meled kakaryanang ogohogoh jagi maosang indik soroh miwah tegehnyané mangda adung sareng jinah sané kadruénang. Indiké punika ngawinang dané patut nyikut saking akéh budget tatkala ngamargiang finishing. Yéning prabéa sané kabakta adung utawi pas, sinah finishing-nyané becikan, sakéwanten yéning prabéanipun kapikayunin kirang, sinah parikrama makarya taler finishing kirang becik. “Asapunika kahanan krama sané rauh matumbasan mangkin, matungkalikan sareng warsa sané dumunan. Yéning dumun krama utawi yowana sané rauh mriki wantah makta gambar rerincikan indik ogoh-ogoh sané kaaptiang kémanten tanpa nyikut sareng budget. Dadosné tiang kaaptiang mangda makarya ogoh-ogoh ngadungang sareng gambarnyané, yadiastun prabéa sané jagi katelasang akéhan,” krama sané meneng ring Br. Tuka, Péréan Tengah, Baturiti, Tabanan puniki ngwewehin. (wan)
(18)
nénten gelis usak. BPM/wan
Ngadol Ogoh-ogoh
Utsaha Nyabran Warsa, Kakaryanin Nganutin ”Trénd” PARA penglingsir umat Hindu sawewengkon Nusantara sampun saking nguni ngamargiang makéh parikrama raina suci sané kantos mangkin kantun becik kamargiang olih prati sentananipun soang-soang. Sinalih tunggilnyané raina Nyepi sané jakti macihna pisan, inggih punika rerainan sané kamargiang antuk kahanan suung, sepi, sipeng salami araina. Nyanggra raina wanti warsa Caka sané rauh ring pangawit sasih Kadasa punika, majanten krama Hindu ring Bali miwah dura Bali jagi nabdabang makudang-kudang piranti utawi bebantenan. Minakadi sané jagi kawigunayang ri kala melasti, wénten taler bebantenan pacaruan sané jagi kawedar ri kala ngamargiang Tawur Kasanga, miwah wénten bebantenan sané jagi kaunggahang ring kamulan
soang-soang ring raina Nyepi. Tios ring bebantenan, wénten parindikan sané sampun dados cihna saking parikrama rerainan Nyepi, inggih punika ogoh-ogoh. Nénten pateh sakadi bebantenan sané akéhan kakaryanin miwah kajangkepin olih rerama miwah krama penglingsir, pakaryan seni sané jagi kapééd ngiterin banjar miwah désa tatkala Pangrupukan puniki kakaryanin taler kajangkepin olih para yowana utamanipun sané sampun ngranjing ring STT. Pamuputné kawéntenan ogoh-ogoh ring soang-soang banjar utawi désa adat satmaka dados swadharma sané patut kamargiang olih yowana ring soang-soang banjar utawi désa adat. Kahanané mangkin, alitalit SD miwah SMP taler sayan akéh sané meled nyarengin mééd
ogoh-ogoh, sakéwanten nénten prasida ngaryanin sakadi para yowana ring STT. Indiké punika sané ngawinang mangkin sayan akéh kapanggih utsaha makarya taler ngadol ogoh-ogoh ring pakraman, sané kamargiang olih krama seniman sané madué kawagedan taler inovasi ring widang punika. I Wayan Darti, undagi miwah krama sané ngadol ogoh-ogoh ring wewidangan Désa Péréan puniki maosang nyabran warsa pangrauh krama sané meled kakaryanang ogoh-ogoh pacang akéh rauh abulan sadurung Pangrupukan. Soroh ogoh-ogoh sané kaaptiang miwah katumbas akéhan sané marupa Bhuta Kala miwah wénten taler sané meled kakaryanin ogoh-ogoh Rangda utawi Celuluk. Ogohogoh ba-Bali-an sakadi asapunika
sané akéhan kapisaratang olih kramané. Manut dané, durung naenin wénten sané mesen ogohogoh kontémporér utawi modérn, yadiastun sujatiné dané nénten ngwatesin soroh ogoh-ogoh sané prasida kakaryanin. “Sios punika sering panggihin tiang, ogoh-ogoh sané kapesen nganutin trend utawi sapunapi soroh ogoh-ogoh sané akéh kakaryanin ring pakraman. Minakadi ring warsané lintang sané nge-trend inggih punika ogoh-ogoh Déwa Ganésha, nanging warsané mangkin akéhan sané mesen Dewi Kali utawi Dewi Durga sangkaning manggihin trend sakadi asapunika,” baos dané. Katakénin indik agéng utawi tegeh ogoh-ogoh sané kakaryanin, dané maosang yéning punika setata nganutin pangaptin krama
sané numbas. Minakadi ring warsané mangkin akéhan wantah kalih nyantos tigang méter duaning sané numbas wantah pupulan alit-alit SMP kémanten. Yéning warsané dumunan akéh STT sané mesen, mawinan tegehnyané kantos limang meter. Indik pangargannyané taler masiossiosan nganutin ageng miwah tegehnyané taler pepayasan sané kawigunayang. “Yéning sané pinih alit mategeh améter, pangargannyané Rp 800.000, yéning sané kalih meter langkungan pangargannyané kirang langkung tigang yuta sakéwanten, yéning sané tegehnyané petang meter langkungan sakadi ogoh-ogoh matumpuk kalih utawi Sang Bima masiat nglawan raksasa argannyané kantos nem yuta langkungan,” Wayan Darti nguningayang. (wan)
Ogoh-ogoh Mini
Lais Kaadol Kantos Wusan Nyepi NYABRAN warsa tatkala nyanggra raina Nyepi, majanten akéh manggihin ogoh-ogoh ring tengahing kahuripan krama Hinduné. Pakaryan seni punika sampun manados cihna panyanggra raina Nyepi taler dados jalaran para yowanané ngamedalang kawagedan miwah “kreativitas” seni sané kaduénang. Nénten wantah yowana kémanten, alitalité taler seneng ring ogoh-ogoh tur meled sareng mééd ogoh-ogoh. Sakéwanten sangkaning durung prasida nyarengin makarya miwah mééd ogoh-ogoh sané kakaryanin olih alit-alit SD, SMP, taler sané kakaryanin olih yowana STT, sinah alit-alit i wawu jagi katumbasang ogoh-ogoh mini sané mangkin sayan akéh kaadol ring warung-warung olih reramannyané soang-soang. Sakadi sané kabaosang I Wayan Eka Swastika, krama sané maadolan ring wewidangan Jalan Ciung Wanara, Blahkiuh, Badung. Dané sané sampun tigang warsa maadolan ogoh-ogoh mini ring warungnyané puniki maosang,
alit-alité mangkin sayan seneng ring ogoh-ogoh mini. Duaning kahanannyané sayan ngamecikang minakadi indik tapel, pangawak taler pepayasan minakadi badong, gelang kana, miwah sané lianan. Sios punika sorohnyané taler sayan akéh kakaryanin olih pangrajin ring Sukawati miwah Blega, genah dané ngarereh barang, luiré Rangda, Anoman, Raksasa, Paksi, Déwa Ganésha, miwah sané siosan. Kalanturang malih, ogoh-ogoh mini puniki kasenengin olih krama duaning kakaryanin saking lakar sané nénten ngametuang baya inggih punika nganggén gabus spon sané nénten gelis kepéh. “Tiang meled ngadol ogoh-ogoh mini puniki duaning kasuén-suén sayan akéh kasenengin krama, napi malih nampek raina Pangrupukan tiang polih maadolan kantos limolas ogoh-ogoh antuk bati kantos séket tali rupiah sané asiki. Sios punika, sangkaning kakaryanin saking gabus spon, sinah pangarganipun sanget mudahan saking ogoh-ogoh mini sané
kakaryanin saking Styrofoam,” baos Swastika. Indik pangargan ogoh-ogoh mini puniki manut Swastika masios-siosan nganutin tegeh utawi ageng saking kotaknyané taler rimit wangun miwah payasannyané. Yéning sané pinih cenik kirang langkung 50 cm pangarganipun Rp 60.000, yéning sané agengan nyantos a méter kirang kaadol antuk pangarga Rp 70.000, nyantos Rp 180.000. Sios punika, yéning tegehnyané a meter langkungan kaadol antuk pangargan Rp 350.00, miwah sané tegehnyané kalih méter kaadol antuk pangargan Rp 550.000. Sakéwanten yéning tegehnyané wantah a meter nanging madaging akéh pepayasan minakadi raksasa sané madué sirah akéh, sinah kaadol antuk pangarga Rp 450.000. Katakénin indik kahanan maadolan ogoh-ogoh mini ring warsané lintang, kabaosang yéning barang sané kaadol setata telas duaning ring raina Pangrupukan sayan sanja sayan ramia sané
“YÉNING titiang sareng timpalé, minab becikan nyakan padéwékan. Paling-paling nelasang beras 12 kg ngasasih. Anggén numbas darang nasi ngasasih Rp. 100.000 lan kaperluan pribadi siosan Rp. 50.000. Sira uning polih kamar sané sedengan sareng kalih. Banggayang kayang pangumumané jaga rundingang malih,” aturné Ngurah Jelada nyantep. “Rah Jelada, kénkén sing seduk, ngajeng anaké malu,” pandikan ibunné ngajakin. “Kari wareg Bu, itunian numbas nasi goréng sareng timpal-timpalé. Ketut Pajar sareng Madé Sudiari ngebosin,” pasaurné Ngurah Jelada ngraris ngranjing ka kamarné. Sanghyang Surya sampun surup. Sadurung ngebah ring pasirepanné Ngurah Jelada ngirim SMS ring timpal-timpalné maosang sampun madué HP anyar mangda nyidaang saling kontak yén perlu. Ajahan SMS saking timpalné sampun ngranjing ngucapang selamet. Nang-
ing sipungkur wau raganné jaga sirep, télponé ngranjing saking Luh Adé Suwarni. “Tungurah, selamet sampun numbas HP anyar. Mangkin tiang dados ngrumpi pang kanti med nggih sayang. Cerita dong yén sampun naftar di Amlapura. Tiang sedih, kangen, nglamun di toko sambil madagang. Syukur mangkin nyidang ngobrol, nanging sampunang kuatir tiang sané nanggung pulsanné hahaha… gemes déh makita nyubit.... napiné... napi napi? Tiang masih sampun naftar di SMA Negeri 1, Lanang Geria di SMA Negeri 3, Putu Galang ajak Ketut Sulasih di SMA Negeri 7. Timpalé lénan mirib di SMK déréng wénten kabarné. Hallo... halo kari pireng munyin tiangé? Aaah Tungurah bebéki masaut dong.” “Nggih, Om Swastyastu. Tiang sampun mireng sayang, jag nyroscos cara senapan mesin, kénkénang nyautin? Yén arepan pasti jeg bakat.....?” pasaurné Ngurah Jelada.
“Bakat kénkénang, nggih dong, nggih dong jani kujang liwat HP. Nawang anak kangen Tungurah nengsil, kénkén carané ngelurin... misikin, napi ten marasa tiang ngeling?” “Nah, nah, tiang suba naftar di SMA Negeri 1 ajak Madé Budiana lan Madé Sudiari. Timpalé lénan di SMA Negeri 2. Syukur Tuaji ngicén pipis anggon meli HP dadua kayang adiné Gég Jeladi. Kanggoang ané murah meriah, asal dadi anggon ngrumpi,tawang? Tiang nak kangen masih kén Arniek makita ... ssthm…, bibihé ané ngomél ené, sayang?” “Ooh ampura yén kénten. Ingetang ngontak yén payu buin pésta udang ha ha ha!” “Bérééés, jani masih suba sanja tiang lakar buin makena bubu ka tukadé sambilang ngintip dedari masiram. Nyén nawang maan seléndangné aba mulih, daag daag sayang.” “Nééh, dayanin mara kalahin jebos sagét nagih selingkuh, ndak kok daag sayaang.”
BPM/wan
MINI - Kahanan mangkin alit-alité meled mééd ogoh-ogoh, sakéwanten durung mrasidayang nyarengin ring ogoh-ogoh sané kakaryanin olih yowanané. Sangkaning pisarat punika, majanten reramanipun jagi numbasang ogoh-ogoh mini nampek raina Pangrupukan. rauh matumbasan. Kala punika dané nénten mrasidayang ngamolihang barang saking pangrajin tatkala punika. Mangda nénten kapanggihin malih kawéntenan kadi asapunika, sinah dané akéhan ngrereh barang anggén stok mawit panguntat Desember warsa 2015 lintang. Akéhnyané kantos 600-an antuk pangarga kirang langkung Rp 12 yuta makasamian. “Nénten wantah amunika,
tiang ngrereh bareng akéhan duaning ogoh-ogoh mini puniki prasida lais katumbas nyantos aminggu wusan Nyepi. Duaning tatkala punika alit-alité durung waneh tur kantun seneng ring ogoh-ogoh yadiastun Pangrupukan sampun lintang. Punika mawinan tiang ngwiaktinin dagangan tiang pastika telas yadiastun akéh krama tiosan sané maadolan ogohogoh mini sakadi titiang,” dané ngwewehin. (wan)
Durung becik raganné jaga masirepan sagét malih HP né magending nyiriang wénten télpon. Ngelisang raganné ngambil lantas cingakina saking Gusti Ayu Swandéwi. “Om Swastyastu, kénkén Rah Jelada sampun dija payu naftar? Tiang payu masuk di SMK jurusan Tékhnik Komputer apang énggalan magaé. Otaké ten kuat malajah saha kéweh ngalih biaya yén nglanjutang ka Fakultas Tékhnik. Yén sambilang magaé buin pidan lakar adéng-adéngin yén ada galah, mungpung ada beli di Panjer,” tuturanné Ayu Swandéwi alon. “Nggih, tiang sampun naftar di SMA Negeri 1 ajak telu, Budiana, lan Sudiari, ané lénan di SMA Negeri 2. Asal pada selamet dogén, ajaka buin mapestaan,” baosné Ngurah Jelada saha nutup HP né ngraris merem yadiastun wantah a sriepan saking lesuné malali. Wau matangi raganné
ngraris ngrereh tamuati lan usam anggén baneh makeni bubu ring tukadé sambilanga masiram. Bubun udangné sami pasanga ring tebénan jembatané rauh ka Tibuané ring selagan bukité. Bubun julité sané kekalih pasanga ring dulun damé tampek klebutané ring bongkol idingé. Raganné raris masiram ring pancorané santukan gelisan soré jaga mantuk. Suaran congé-congéné ramia congeréét congérét kadi anak sedih katinggalan pianakné. Doosan suaran toyané nyiriang yén jagat Bali Pulinané gemuh tan kirangan toya, saking winayan Seka Subaké. Ngurah Jelada alon-alon nulak sepédanné ngunggahang. Ring kayun raganné marasa sedih jaga ninggalin désanné ngrereh ilmu ring Karangasem. Soréné sayan wengi, sayan samun sayan ngunngun. Jangkrik ring cariké pakerik, listrik ring marginé kelap-kelip. .o0*&@&*0o.
Upacara
8
Redité Paing, 13 Maret 2016
Bebantenan
MELUKAT- para krama majéjér ngamargiang panglukatan ring Tirta Sudamala, Bangli. tetujonnyané ngicalang mala ring angga sarira.
RARÉ sané embas tur sampun matuuh roras raina patut kapula-pali antuk upacara tutug roras raina. Parikrama punika sangkaning upacara ring Agama Hindu wénten kalih dasar. Sané langsung madasar Wéda Sruti wantah upacara Agni Hotra. Upacara Agni Hotra punika kasengguh Spatika Yadnya sané maartos Permata Yadnya. Wénten taler upacara madasar antuk Itihasa miwah Purana. Upacara tutug roras raina puniki rumasuk upacara sané madasar antuk Itihasa inggih punika Mahabharata. Angka roras raina waluya cihnan éling ring Sang Panca Pandawa mayasa roras warsa ring tengah alasé. Risampuné Sang Panca Pandawa mayasa roras warsa ring alasé wau madrué kawisésan. Ring warsa sané kaping telulas, Panca Pandawa masesilib mangda nénten kapanggihin olih Satus Korawa. Mayasa roras warsa punika waluya niyasa sampun prasida molihang kawisésan saking roras planet. Kocap roras bintang utawi planét punika ageng iusnyané ring kahuripané ring jagaté. Manut Jyothesa Wedangga utawi Ilmu Astronomi, wénten roras bintang sané ageng iusnyané, luiré: Mesha (Aries), Vrishabha (Taurus), Mithuna (Gemini), Kartika (Cancer), Kima (Leo), Kanya (Virgo), Thula (Libra), Vrisichika (Scorpio), Dhanu (Sagitarius), Makara (Capriconus), Kumbha (Aquarius), miwah Mina (Pisces). Roras Bintang punika sami madrué ius becik miwah kaon. Mangda prasida ngamolihang ius sané becik, patut ninutin pamargin Sang Panca Pandawa. Ida Sang Pandawa dahat lascarya ngamargiang urip sengsara ring alasé. Sang Pandawa ring telenging wana urip sengsara punika nanten kaartosang sengsara. Kasengsaran punika katatakin antuk ngamargian tapa, brata, yoga, miwah samadhi. Dadosné tapa, brata, yoga, miwah samadhi punika waluya tamba ngicénin kawisésan majeng Sang Pandawa sekala miwah niskala. Nika mawinan tapa, brata, yoga, semadhi waluya kasugihan sané jaga kanggén nabdabin pakibeh urip sané jaga ngicénin panyucian miwah kawisésan mangda prasida niténin jagat. Yéning sampun asapunika nerima urip sengsara sinah dados tamba sané ngubadin idep mangda prasida niténin kayun, ucap, miwah laksana setata mamargi ring pamargin dharma. Punika mawinan Sang Panca Padawa prasida masesilib salami awarsa tur nénten kapanggihin olih Satus Korawa. Punika manawi angka roras sané kanggén dasar mawinan ring kabiasaan Hindu ring Bali wénten upacara raré yéning sampun matuuh roras raina urip ring jagaté puniki. Nanging yéning ngamargiang suksman tattwa angka roras punika ring pamargin upacara yadnya kémanten, nénten pacang prasida molihang pikenoh utama tattwa angka roras punika. Upacara raré tutug roras raina punika waluya pamargi pamungkah sané patut kalanturang ngamargian urip sané selaras ring kawéntenan roras bintang inucap. Pantara laksana idep, manas, ucap, tur laksana ring pakibeh roras bintang punika mangda setata kaadungang nganutin déwasa sané sampun kasobyahang antuk para wikané indik padéwasan. Santukan roras bintang utawi Naksatra punika wénten komposisi sané ngametuang déwasa ketu utawi terang, wénten raina rahu utawi raina peteng. Nika mawinan wénten déwasa artos déwasya inggih punika saking kruna “Déwa” artosnyané terang, polih pangiring ”sya” artosnyané madrué. Mawinan Déwasya artosnyané raina sané madrué kasuksman galang apadang ngamargiang pula-pali kahuripan ring jagaté, mawinan napi sané kapikayunin prasida antar mamargi. (I Ketut Wiana)
BPM/doc
Tattwa Upacara Roras Raina
Melukat ring Raina Ngembak Geni
Nglebur Mala ring Angga Sarira WUS ngamariang Catur Brata Panyepian, benjangnyané krama Hindu ring Bali ngamargiang raina Ngembak Geni. Ketah kapanggihin, ring raina Ngembak Geni, akéh krama sané ngamargiang pamuspan utamannyané ring merajan soang-soang. Tios punika, wénten taler krama ring raina Ngembak Geni ngamargiang panglukatan. Yéning selehin, Ngembak geni mawit saking kruna Ngembak miwah Geni. Ngembak mateges “bébas”, miwah Geni mateges api. Mawinan Ngembak Geni mateges bébas ngendihang api. Manut Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali, Ngembak Geni
kategeisn pinaka raina pangawit warsa Saka anyar. Ida Ngwewehin, ring raina Ngembak Geni, samian sad ripu sané neket ring angga mangda kakutang. Mawinan nénten wénten rasa bendu pantara sameton, kulawarga, miwah nyama braya tiosan. Mawit raina Ngembak Geni, krama mawali ngamargiang parikrama kahuripan sakadi biasané. Parindikan punika sangkaning sadurungnyané ring raina Nyepi samian parikrama kahuripan nénten dados kamargiang. Parikrama inucap kabaos Catur Brata Panyepian. Sané nénten dados kamargiang luiré: amati geni, nénten ngendihang
api, amati karya, nénten dados ngambil pakaryan, amati lelungan, nénten dados malelungan mawinan patut mulat sarira, miwah amati lelanguan, nénten dados ngulurin indria. Wus ngamargiang brata punika, krama Hindu ngamargiang raina Ngembak Geni. Ring raina Ngembak Geni puniki, samian parikrama mawali prasida kamargiang. Sinalih tunggil parikrama sané ketah kamargiang krama ring raina Ngembak Geni wantah melukat. “Ring raina Ngembak Geni, becik kamargiang panglukatan kanggén nglebur mala ring angga sarira. Melukat prasida kama-
Ngembak Geni, Krama Banjar Nyakan Diwang ARAINA sesampuné Nyepi utawi ketah kawastanin Ngembak Geni, krama ring sawewengkon Kecamatan Banjar, Kabupatén Buléléng ngamargiang tradisi nyakan utawi ngratengang ajengan ring ajeng pamedal utawi tepining margi umah soang-soang krama irika. Tradisi sané sampun kamargiang panyatusan warsa puniki kasub kawastanin Nyakan Diwang. Manut Ni Luh Suli, sinalih tunggil krama Désa Déncarik, Kecamatan Banjar, Kabupatén Buléléng, tradisi Nyakan Diwang kamargiang ngawit galah semeng. “Sawatara galah kalih semeng, krama sampun kaibukang mataki-taki nyayagayang piranti sané pacang kanggén maratengan ring tepining margi,” baos dané. Sané karatengang irika manut dané, pateh sakadi sané kakaryanin ring paon, minakadi ajengan miwah ulamnyané. Sakéwanten sané tawah, ri kala ngamargiang tradisi Nyakan Diwang, krama nénten maratengan nganggén kompor gas utawi kompor minyak, nanging kramané maratengan nganggén jalikan sané kakaryanin antuk batu utawi bata sané kajangkepin antuk saang pinaka sarana ngendihang api. Tradisi puniki kamargiang antuk kaélingan krama soangsoang, boya ja kapaksa. Nénten wénten sanksi utawi danda sané pacang nibénin krama sané nénten ngamariang tradisi sané kamargiang awarsa apisan puniki. Yadiastun asapunika, krama irika rumasa madué kewajiban moral ngamargiang
tradisi sané sampun katami saking riin punika. Tradisi Nyakan Diwang kasujatiannyané pinaka jalaran rasa angayubagia krama irika santukan sampun prasida ngamargiang Catur Brata Panyepian ring raina Nyepi sané kalaksanayang sadurungnyané. Luh Suli taler maosang, tradisi punika kamargiang kanggén selah ngrumaketang rasa manyama braya sareng krama tiosan. “Ri kala Nyakan Diwang, para krama saling rauhin, pinaka selah ngrumaketang rasa masameton, manyama braya,” baosnyané. Tios punika, tradisi punika taler kanggén galah masimakrama sareng pisaga, kula-
rgiang ring toya klebutan, pancoran, utawi ring genah patirtan minakadi ring Tirta Sudamala utawi Tirta Empul,” Ida nguningayang. Tios punika, pengkulatan taler prasida kamargiang ring umah soang-soang utawi ring gria pinaka surya sekala. Tetujonnyané pateh, nglebur sakancan mala sané wénten ring angga sarira. Parindikan punika ngawinang ring genah-genah penglukatan ramia karauhin olih krama sané jaga melukat. Sakadi ring genah melukat Tirta Sudamala, Bangli. Duk raina Ngembak Geni, para kulawarga taler teruna-teruni ngamargiang panglukatan irika.
Wawan, Sinalih tunggil yowana saking Dénpasar maosang, ngamargiang panglukatan mangda ngamolihang pikayunan sané ning wus ngamargiang Catur Brata Panyepian. “Pikayunan mangda sayan ning. Wus mulat sarira mangda prasida malaksana lewih becik malih,” baosnyané. Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali taler mapangapti majeng krama Hindu, parikrama napi ja sané kamargiang mangda kadasarin antuk manah lascarya mawinan prasida nyujuh sané kaaptiang. (uma)
Satua
warga, utawi sameton saha saling mapurup ajengan. Nyakan Diwang kamargiang kantos suryané endag, wus punika kalanturang antuk ngamargiang penglukatan sareng kulawargannyané. Nyakan Diwang wantah sinalih tunggil tradisi sané patut tetep kaajegang pinaka jalaran ngamargiang ajahan Tri Hita Karana, utamanipun paiketan becik pantara manusa sareng manusa tiosan, santukan tradisi Nyakan Diwang wantah pinaka sarana anggén ngrumaketang rasa masameton, manyama braya, sapisanan saling rauhin wusan ngamargiang Catur Berata Panyepian ring raina Nyepi sadurungnyané. (uma)
I Bukal Makeber Peteng Olih : Madé Taro
BPM/ist
NYAKAN- Sinalih tunggil krama ngamargiang tradisi Nyakan Diwang sané kamargiang nyabran raina Ngembak Geni. Tradisi inucap kamargiang ring ajeng pamedal umah soang-soang krama.
BUIN maniné, semengan pesan para buroné ané madunungan di tegalané ento pada ibuk mabresih-bresih. I Bojog ané dadi ketua beburon mabatis patpat mupulang leluu lantas kageseng. I Kedis Jalak makeber ngindang, ngiwasin timpal-timpalné magaé. Ada ané mresihin uled di woh nangkané, ada ané mresihin uled di woh nyambuné. Uling sekat ento tetanduran ané ada di tegalé ento tumbuh landuh. Tusing ada woh-wohan ané berek. Woh-wohané buka anak makenyem nyihnayang warna kuning masawang barak utawi coklat masawang selem. Ambuné masih ngaé beburon ané madunungan ditu nyud nyicipin. Ulian ento, I Bojog lan I Kedis Jalak magotong royong ngalap woh-wohané ento. “Wéh para buron lan para kedis, buin mani iraga lakar ngalap woh-wohan ané suba tasak,” keto I Bojog ajaka I Kedis Jalak malingser mawarah-warah. Dinané ento suba kajantosang pesan. Makejang buron ané ada di tegalané ento pada girang ngalap woh-wohan ané ada di tegalané ento. Woh-wohané ento kapupulan tur pestana ajak makejang. Makejang pada girang, macanda, magending saling sautin. Suud keto, buroné pada mulih kumahné soang-soang ngaba sisan wohwohan baanga nyamanné. I Bukal paling ngalihin woh-wohan ané nged suba tusing masisa. “Ba pasti né gaéné I Bojog lan I Kedis Jalak,” kéto ia ngrenggeng sambilanga naanang basang layah. Suud kéto encol ia makeber ka tongosné I Bojog lan I Kedis Jalak. “Eh, Cai Bojog! Nguda Cai tusing ngajak Icang ngalap wohwohan? Icang kadén bangsa buron alah Cai?” bangras I Bojong ngraos. “Béh, koné Cai ngelah kampid, Cai kadén bangsa kedis. Kema Cai ngidih amah tekén bangsan Cainé!” kéto pasautné I Bojog. “Eh Kedis, nguda Cai tusing ngajak Icang ngalap woh-wohan? Kadén Icang bangsan Cainé!” kéto raosné I Bukal di arepné I Kedis Jalak. “Béh, koné gigin Cainé rangap, dadiné Cai tusing bangsan Icangé,” raosné I Kedis jalak makenyem. Mabekel rasa elek I Bukal lan timpal-timpalné magedi ngalahin I Kedis Jalak lan I Bojog. Uling sekat ento, I Bukal tusing nyak ngalih amah lemah. Sakéwala mengkeb-mengkeb ngalih amah peteng-petengné. (Puput)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU PAING, 13 MARET 2016
Juve Menang Lagi
9
HAL 10
Alasan The Blues Pilih Conte London –
Chelsea tinggal selangkah lagi mendapatkan tanda tangan Antonio Conte. Namun mengapa pilihan jatuh kepada Conte? Kualitas Conte memang tak perlu diragukan. Matang sebagai pemain, ia juga punya sederet gelar sebagai pelatih. Hebatnya tiga gelar diraih Conte secara beruntun bersama Juventus. Yakni saat meraih scudetto pada musim 2011/2012, 2012/2013, dan 2013/2014. Selain gelar bagi tim, Conte juga meraih beberapa gelar individu. Dia terpilih sebagai pelatih terbaik Serie A selama berturut-turut mulai tahun 2011 hingga 2014. Statistik Conte di Juventus, klub terakhir yang ditanganinya juga memuaskan. Dari 151 laga ia meraih 102 kemenangan dan hanya menelan 15 kekalahan. Artinya persentase kemenangannya mencapai 67,55 persen. Saat ini Conte masih menangani timnas Italia. Statistiknya pun tak kalah bagus, karena sukses meraih sembilan kemenangan dan hanya dua kali kalah dari 16 laga yang telah dijalani. Selain berbicara statistik, tentu gaya melatih juga menjadi pertimbangan Chelsea memilih Conte. Rupanya The Blues kagum dengan karakteristik Conte yang mirip dengan Mourinho. Keras, dingin, namun melindungi para pemainnya. “Conte dipanggil Jose
Mourinho-nya Italia. Dia punya kepribadian yang mirip,” kata eks manajer Chelsea Gianluca Vialli, Sabtu (12/3) kemarin. “Tim asuhan Conte selalu bermain dengan kerendahan hati dan penuh kebanggaan. Dia juga selalu menyiapkan taktik dengan baik sebelum keluar lapangan,” imbuhnya. Kabar kerasnya sikap Conte juga diungkapkan Andrea Pirlo. Namun mantan gelandang Juventus itu menilai karakter Conte yang keras membuat timnya selalu sukses. “Aku suka Conte. Aku tak punya kata apa pun untuknya, tapi aku punya rasa hormat dan kekaguman padanya. Aku tahu bila dia mengambil pekerjaan, pekerjaan apa pun, itu harus sesuai dengan syarat dan ketentuannya. Jika Anda membiarkan dia dengan hal-hal dan metodenya, maka Anda akan memiliki tim yang memainkan sepak bola atraktif, tanpa diragukan lagi akan menjadi
sukses.” ujarnya. Hanya penunjukkan Conte sebagai manajer Chelsea bukan tanpa halangan. Skandal masa lalu Conte yang pernah divonis karena pengaturan skor membuat beberapa pihak meragukan kualitasnya. Namun The Blues tampaknya tidak peduli dengan isu itu. Mereka bahkan sudah menyiapkan kontrak berdurasi tiga tahun dengan gaji enam juta pounds per musim untuk pelatih berusia 46 tahun tersebut. Sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari Chelsea terkait Conte. Tetapi kabar yang berembus menyebutkan Conte bakal diumumkan sebagai manajer baru sebelum musim 2015/2016 usai. Kita tunggu saja kiprah Conte di Liga Inggris musim depan. Akankah meraih sukses seperti di Italia bersama Juventus atau justru terpuruk karena skandal? (kmb33/rtr/ap)
All England 2016 Evaluasi Pascakegagalan Ganda Putra
Birmingham – Ganda putra Indonesia tak mampu bicara banyak di All England 2016, setelah tersingkir di babak-babak awal. Tim pelatih pun melakukan evaluasi terkait kekalahan tersebut. Indonesia mengirim empat pasangan ganda putra ke All England 2016. Mereka adalah Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Berry Angriawan/Rian Agung Saputro, dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Berry/Rian dan Gideon/Kevin langsung terhenti di babak pertama. Sementara Angga/ Ricky dan Ahsan/Hendra cuma sampai babak kedua. Indonesia pun tak punya wakil di babak perempat final di nomor ganda
putra. Melihat hasil tersebut, pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi melakukan evaluasi terkait penampilan anak-anak didiknya. Kekuatan otot tangan menjadi sorotan utama Herry. “Kalau dari segi teknik permainan mereka masih benar mainnya, polanya, semua benar. Cuma kekurangannya dari segi otot tangannya. Karena memang kelihatan kita kalah kekuatan tangannya dibanding musuh,” ujar Herry, Sabtu (12/3) kemarin. “Bukan fisik, bukan napas, tapi tenaga tangannya yang agak turun. Karena memang bukan alasan, bolanya agak berat di sini. Jadi butuh tenaga ekstra besar untuk mematikan lawan pada ganda putra level dunia, untuk mendapatkan poin memang harus membunuh
Manchester – Mantan kapten Manchester United Bryan Robson menegaskan betapa pentingnya The Red Devils bisa mengalahkan West Ham United dan lolos ke semifinal Piala FA. MU akan menjamu West Ham di Old Trafford malam nanti untuk memperebutkan satu tiket semifinal Piala FA di Wembley. Robson pemain MU periode 1981–1994, mewanti-wanti agar peluang itu dimanfaatkan benar skuat Louis van Gaal dalam usaha menjuarai Piala FA sejak 2003-2004. “Saya pikir sangatlah penting untuk bisa mendapat hasil bagus di partai West Ham ini. Sudah lama sejak kami memiliki laju bagus di Piala FA dan para pemain kami belum pernah memenanginya, bahkan Wayne Rooney sekalipun,” ucap Bryan Robson, Sabtu (12/3) kemarin. “Akan menyenangkan kalau bisa memenangi sesuatu musim ini sehingga amatlah
penting kami bisa lolos. Kami sedang berada di perempat final, main di kandang sendiri dan itu memberi kami sebuah peluang bagus,” imbuhnya. Di papan klasemen Premier League, West Ham satu posisi l e b i h b a i k d a r i pada M U d e n g a n selisih dua angka. Robson menilai West Ham memang bukan lawan yang mudah untuk diatasi. Ia juga mengingatkan agar Setan Merah tak mengulangi kesalahan tahun lalu ketika kalah 1-2 ketika menjamu Arsenal di partai perempat final Piala FA. (kmb33/ap)
Piala FA MU Harus Menang
lawan. Salah satunya kan dengan smash yang keras, nah ini tenaganya kita yang kurang. Sehingga susah tembus. Ini kekurangan yang saya lihat. Khususnya Hendra/Ahsan,” imbuhnya. Target juara yang dibebankan kepada Ahsan/Hendra pun meleset. Meski demikian, Herry tetap melihat sisi positif dari kegagalan tersebut. “Hasil ini memang bisa dibilang gagal tak sesuai target. Tapi dari kegagalan ini banyak menjadi evaluasi, apa yang harus diperbaiki dan apa yang masih kurang. Saya melihat ini sebagai hal positif. Hendra/Ahsan kalah berarti mereka masih punya kekurangan. Ini yang harus diperhatikan menuju persiapan ke Olimpiade,” tutup Herry. (r)
BOLA MANIA
10
Minggu Paing, 13 Maret 2016
Juve Menang Lagi
Turin – Massimiliano Allegri gembira akan kemenangan Juventus atas Sassuolo. Napoli dan AS Roma yang terus menguntit membuat Juve tak boleh kehilangan angka. Juve memetik kemenangan saat menjamu Sassuolo di Giornata 29 Serie A. Bermain di Juventus Stadium, Sabtu (12/3) kemarin, Bianconeri menang 1-0 berkat gol tunggal Paulo Dybala.
Rafael Benitez
BPM/rtr
Benitez Minta Pemain dan Suporter Kompak Newcastle – Rafa Benitez ingin para pemain Newcastle United berusaha maksimal dan tetap berpikir positif di 10 laga sisa. Ia juga berharap para suporter kompak mendukung tim. Benitez baru saja ditunjuk untuk menangani Newcastle menggantikan Steve Mclaren. Ia diserahi misi untuk menyelamatkan Toon Army dari degradasi. Saat ini Newcastle masih terpaku di peringkat 19 papan klasemen dengan 24 poin dari 28 laga, terpaut satu angka saja dari zona aman terdekat. Guna bisa menjalankan misinya dengan sukses, Benitez menegaskan pentingnya dukungan dari para suporter. “Di masa lalu selalu sulit setiap saya harus bermain di sini. Ada atmosfer yang mengintimidasi para suporter mendukung tim. Itulah kunci untuk masa depan para suporternya. Harus tetap tenang mendukung tim dan kompak,” kata Benitez, Sabtu (12/3) kemarin. “Kita tidak bisa merisaukan kesalahan-kesalahan di masa lalu. Kita harus berkonsentrasi dan bersatu-padu karena itulah kuncinya. Salah satu keputusan saya datang ke sini adalah para suporternya. Saya tahu sekarang mereka sedang tak senang, tapi saya yakin mereka akan tetap mendukung tim. Kita harus kompak,” imbuhnya. “Kalau saya atau pemain membuat kesalahan, kita harus tetap maju beru-
saha sepositif mungkin dan membantu tim untuk tampil bagus, karena itu bisa membuat perbedaan. Ada aroma sepak bola di sini. Jadi penting untuk mendapat dukungan dari semua pihak dan kami akan berusaha sebaik mungkin untuk langsung meraih kemenangan. Bagus kalau kami mampu, kalau tidak kami akan terus berjuang sampai akhir. Masih ada 10 laga sisa. Setiap pertandingan penting buat kami,” katanya lagi Mantan pelatih Valencia, Liverpool, Inter Milan, Chelsea, Napoli, dan Real Madrid itu juga menyatakan rasa puasnya atas reaksi para pemain yang sudah dipanggil untuk menjalani sesi latihan ekstra. Ia pun menuntut komitmen serupa di sisa musim. “Kami sudah berlatih dengan amat baik. Mereka harus diapresiasi karena sudah ingin memberi kesan bagus. Mereka harus berusaha sekuat tenaga, dan kami akan memutuskan pemain mana yang bisa dimainkan untuk laga berikutnya, tapi semuanya akan penting untuk 10 laga berikutnya,” ujar Benitez. “Mereka harus berusaha sebisa mungkin dan berpikir positif. Ini tak mudah. Jangan terlalu memikirkan yang sudah terjadi. Konsentrasi ke laga berikutnya, berusaha maksimal dalam latihan dan setiap pertandingan. Kalau komitmennya terjaga, semoga kita bisa melakukannya dengan baik,” tutupnya. (kmb33/rtr)
Kemenangan ini memantapkan posisi Juve di puncak klasemen dengan 67 poin dari 29 pertandingan. Mereka untuk sementara unggul enam angka dari Napoli yang baru akan bertanding hari ini. Babak pertama baru berlangsung lima menit Juve sudah memberikan ancaman untuk pertahanan Sassoulo melalui aksi dari Mario Mandzukic. Namun upaya yang dilepaskan oleh bomber Timnas Kroasia itu belum mampu membuahkan hasil. Berjarak 11 menit Juve kembali hampir membuka keunggulan mereka atas Sassoulo. Paulo Dybala yang hampir membuat Consigli memungut bola dari dalam gawangnya. Tapi sepakan spekulasi Dybala masih mampu dihentikan oleh barisan pemain belakang Sassoulo. Pada menit 24 giliran Sassoulo yang mengancam gawang Juve melalui sepakan keras Duncan. Memanfaatkan umpan dari Magnanelli, winger asal Ghana itu melepaskan sepakan first time. Sayangnya sepakan Duncan itu masih belum tepat sasaran. Setengah jam babak pertama berlalu, masih belum ada gol yang mampu dicetak oleh kedua tim. Juve yang tampil dominan masih kerap gagal memanfaatkan peluang emas yang mereka raih di pertandingan ini. Pada 10 menit sebelum turun minum Juve akhirnya mampu membuka keunggulan 1-0 melalui gol Dybala. Memanfaatkan sodoran Cuadrado, bomber asal Argentina itu lalu melepaskan sepakan melengkung yang gagal diamankan oleh Consigli. Hingga babak pertama be-
rakhir, Juve tetap unggul 1-0. Tertinggal di babak pertama membuat Sassoulo langsung tampil menekan di awal paruh kedua. Bahkan mereka sempat hampir menyamakan kedudukan jika saja sepakan dari Peluso tidak membentur bek Juve. Berselang beberapa menit Sassoulo kembali membuat para bek Juve bekerja keras. Duncan yang memanfaatkan celah di pertahanan kubu tuan rumah lalu melepaskan sepakan kencang dari luar kotak penalti. Namun bola masih mampu diamankan oleh Buffon. Juve yang tertekan coba keluar menyerang pertahanan Sassoulo. Alhasil sebuah peluang mereka dapatkan melalui aksi dari Cuadrado. Beruntung bagi kubu tamu, upaya bintang Timnas Kolombia itu masih gagal jadi gol. Memasuki 15 menit jelang bubaran, Juve nampaknya sudah puas dengan keunggulan 1-0 dari Sassoulo di pertandingan. Hal itu terbukti dengan lebih banyaknya para pemain tuan rumah memainkan bola di pertahanan mereka sendiri. Pada menit 78 Pogba hampir saja mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menambah keunggulan Juve di laga ini. Namun upaya sepakan spekulasi gelandang Timnas Prancis itu masih mampu ditepis dengan baik oleh Consigli. Hingga peluit panjang ditiupkan sang pengadil lapangan bertanda usainya laga, tidak ada gol tambahan yang mampu dicetak oleh kedua kesebelasan. Tim tuan rumah Juve sukses menyudahi laga dengan kemenangan 1-0 dari tamunya.
Buffon Pantas Raih Rekor
BPM/rtr
Murtaza Gagal Bertemu Sang Idola Kabul – Masih ingat Si Murtaza Ahmadi? Ya, bocah asal daerah konflik perang di Afghanistan yang terkenal gara-gara fotonya memakai tas kresek dengan nama punggung Messi. Murtaza pada beberapa waktu lalu mendapat hari paling membahagiakan di hidupnya. Ia mendapat hadiah jersey asli Argentina lengkap dengan nama Messi di belakang. Namun kabar terakhir menjadi cerita sedih buat Murtaza. Leo Messi Foundation atau yayasan yang didirikan oleh Messi memastikan bahwa rencana mereka membawa Murtaza ke Barcelona untuk bertemu dengan Messi batal. “Pertemuan dia dengan Messi batal. Kami mendapat ribuan permintaan dari
anak-anak di negara lain dan kami tidak mungkin mengabulkan permintaan mereka satu persatu. Kami ingin melakukannya, tapi mustahil,” ujar seorang sumber di Leo Messi Foundation, Sabtu (12/3) kemarin. Kabar ini membuat keluarga Murtaza kecewa. Sebelumnya Paman Murtaza sudah diberitahu bahwa Murtaza dan keluarganya akan dibawa ke Spanyol untuk bertemu dengan pemain berjuluk La Pulga itu.Kabar ini juga membuat Messi mulai dibanding-bandingkan dengan Cristiano Ronaldo. Fans menyebut Ronaldo berani terbang jauh-jauh untuk mendatangi Martinus, sementara Messi dengan kekayaannya mendatangkan Murtaza ke Spanyol saja masih merasa berat. (kmb33/rtr)
S e b e l u m pertandingan saya meminta anak-anak untuk membiarkan saya menikmati Sabtu yang manis dan Minggu yang indah sebagai kado dan mereka memberi saya itu,” imbuhnya. “Kami tidak memanfaatkan peluang-peluang kami untuk membuat skor jadi 2-0, tapi saya senang dengan apa yang berhasil kami lakukan. Sikapnya bagus meski kami harus meningkatkan penampilan,” tutup Allegri. (kmb33/rtr)
BPM/ap
GOL - Pemain Juventus Paolo Dybala merayakn gol yang dicetaknya ke gawang Sassuolo, Sabtu (12/3) kemarin.
Fans Spurs Mendapat Kekerasan
Fans setia Tottenham Hotspur
Murtaza Ahmadi
Meski memimpin cukup nyaman di puncak klasemen, Juve tetap mewaspadai Napoli dan Roma. Allegri menilai kedua tim tersebut punya penampilan yang bagus dan tetap punya potensi mengancam Juve. Napoli hanya kalah sekali dalam 12 pertandingan terakhir di Serie A. Sementara Roma tengah melaju kencang lewat tujuh kemenangan beruntun di liga. “Saya pikir Napoli atau Roma tidak akan kehilangan banyak poin antara sekarang dan akhir musim. Jadi itulah yang membuat kemenangan ini jadi hasil yang bagus,” ujar Allegri. “Kami benar-benar ingin m e nang.
Turin – Kiper Juventus Gianluigi Buffon, mencatatkan rekor baru dengan menjaga gawangnya dari kebobolan dalam 10 laga buruntun di Serie A. Menurut sang pelatih Massimilano Allegri, Gigi pantas menerima hal itu. Kiper berusia 38 tahun itu memulainya saat menghadapi Udinese dalam lanjutan giornata ke-20 Serie A pada 17 Januari 2016. Kala itu Juve berhasil mengandaskan perlawanan tuan rumah dengan 4-0. Buffon kembali membawa Juve memenangkan pertandingan tanpa harus memungut bola dari gawangnya saat menjamu Sassuolo di J-Stadium, Sabtu (12/3) kemarin. Bermain di depan pendukung setianya, Bianconerri menang tipis 1-0 lewat gol Paulo Dybala di menit 36. Rekor Buffon tidak berhenti sampai di situ. Gigi saat ini hanya membutuhkan empat menit tanpa kebobolan untuk melewati rekor pribadi milik legenda AC Milan Sebastiano Rossi pada 1994. Torino akan menjadi lawan Juve selanjutnya di Serie A. Jika mampu mempertahankan gawangnya dari kemasukan, catatan tersebut akan semakin indah karena dicapai pada partai bertajuk “The Turin Derby”. “Saya pikir Gigi layak mendapatkan rekor tersebut. Rekor itu akan menjadi penutup karier yang luar biasa, meskipun ia masih membutuhkan empat menit laga di derby,” jelas Allegri. (kmb33/ap)
BPM/rtr
London – Pemimpin pendukung Tottenham Hotspur (THST), Martin Cloake mengaku beberapa fans Spurs diperlakukan tidak baik oleh pihak pengamanan pada pertandingan Europa League di kandang Borussia Dortmund, Jumat (11/3) kemarin. Bahkan Cloake mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan peristiwa yang mengerikan sepanjang pengalamannya menonton pertandingan sepak bola. Ia juga menyayangkan kejadian tersebut harus terjadi pada kompetisi bergengsi di Eropa. “Saya sudah menonton pertandingan sepak bola sejak 1970an dan itu adalah pengalaman terburuk saya. Saya merasa sangat terkejut karena Anda berharap semuanya berjalan dengan baik,” ujar Cloake, Sabtu (12/3) kemarin. “Saya rasa ada salah komunikasi antara pengamanan di dalam lapangan dan polisi yang berjaga di luar. Polisi seharusnya bertanggung jawab atas semua kejadian yang berada di luar stadion,” tambah Cloaket. Pada pertandingan tersebut Spurs harus mengakui keunggulan Dortmund yang berhasil menang dengan skor 3-0. Kondisi tersebut membuat Spurs harus mencetak setidaknya selisih empat gol dalam leg kedua yang diselenggarakan di London. (kmb33/ap)
Gianluigi Buffon
BPM/rtr
Minggu Paing, 13 Maret 2016
GELANGGANG
11
PBVSI Badung Dirikan Sekolah Bola Voli
Mangupura (Bali Post)Selama ini Kabupaten Badung selalu melahirkan bibit-bibit pebola voli yang andal. Bahkan beberapa pamain putra yang dimiliki Badung, salah satunya Juliadi kini tengah bergabung dengan salah satu tim nasional di Jakarta untuk melakoni kejuaraan bola voli Proliga 2016. Kini untuk mencetak pebola voli putri yang andal, PBVSI Badung mendirikan sekolah bola voli. Sementara untuk pembinaan pemain putra, Badung mengadakan kejuaraan bola voli memperebutkan piala PBVSI Pengkab Badung 2016, mulai 11-21 April mendatang di GOR Purna Krida, Krobokan, Badung. Ketua Umum PBVSI Badung Anak Agung Bagus Kusimantara di Badung, Sabtu (12/3) kemarin mengatakan, untuk mencetak bibit-bibit pemain putri yang nantinya bakal dipersiapkan menuju Porprov 2017 mendatang, pihaknya sudah mempersiapkan pemain sejak sekarang dengan membuat sekolah bola voli di Badung. “Langkah itu kami lakukan guna menjaring pemainpemain putri usia dini yang umurnya masih remaja, agar nantinya bisa diturunkan saat Porprov 2017. Mengingat di Badung sulit sekali mencari pemain putri, diharapkan lewat sekolah bola voli ini nantinya kami bisa mencetak pemain putri,” ungkapnya di Badung, Sabtu (12/3) kemarin. Kusimantara mengatakan dalam pembinaan di sekolah bola voli nanti, pihaknya bakal menyasar sekolahsekolah SMP dan SMA di Badung. Bahkan pihaknya sudah sempat melakukan sosialisasi terkait pendirian sekolah bola voli tersebut. “Atlet yang diambil melalui hasil pemantauan yang dilakukan pada porsenijar. Dari sana mereka akan didata lebih awal dan jika umurnya masih memungkinkan maka mereka akan dibina. Mengingat kami mencari pemain kelahiran 1995,” paparnya. Dikatakannya, khusus di Badung Selatan pihaknya sangat kesulitan mencari pemain putri, karena pemain putri lebih banyak lahir dari Badung Utara dan Badung Tengah. Karena itu pihaknya ingin Badung Selatan lebih banyak lagi ada pemain putri. (kmb41)
Sore Ini, Tim Pra-PON Ladeni Manggarai
Denpasar (Bali Post)Tim Pra-PON bakal menjajal kekuatan Manggarai FC dalam latih-tanding di Lapangan Kompyang Sujana, Minggu (13/3) sore ini. Pelatih tim Pra-PON AAK Bramastra di Denpasar, Sabtu (12/3) kemarin menerangkan uji coba ini merupakan yang terakhir sebelum bertolak ke Bandung, guna mengikuti Pra-PON meladeni NTB pada 20 Maret, kemudian jumpa NTT 22 Maret. “Saat ini kami berkekuatan 24 pemain,” ujar Gung Bram. Sejauh ini Gung Bram belum berani memastikan jadwal keberangkatan tim Pra-PON, sebab tiket belum juga turun. “Kami bertolak ke Bandung jika sudah datang tiket pesawatnya dari PB PON,” ucapnya. Bahkan, lanjut dia skuad Pra-PON bakal menjalani TC sebelum berangkat ke Bandung. “Model pemusatan latihannya mungkin 14-16 Maret, sebab 17 Maret seluruh pemain harus sudah di Bandung, karena menjalani screening,” kata dia. Para pemain Pra-PON saat menjalani uji coba pihaknya sama sekali tak mempermasalahkan hasil akhir menang atau kalah. Yang jelas dirinya ingin mengetahui kebugaran fisik asuhannya, ditambah penyelesaian akhir. (022)
BPM/ist
VENUE - Venue panjat tebing PON di hutan wisata Cikole.
FPTI Keluhkan Penyerahan “Entry by Name” Lebih Awal
Denpasar (Bali Post)Pengprov FPTI Bali didesak supaya menyetor nama atlet PON (entry by name) paling lambat 27 Maret mendatang. Padahal pelaksanaan PON baru digulirkan enam bulan lagi, persisnya September nanti. Sekum Pengprov FPTI Bali Suhardi Eka Prasetia di Denpasar, Sabtu (12/3) kemarin menilai berdasarkan pengalaman PON sebelumnya, pengiriman nama atlet dua bulan menjelang pelaksanaan PON. “Ini adalah trik tuan rumah, sebab jika seluruh daerah sejak dini mengirimkan nama atletnya, maka bisa diketahui peta kekuatan lawan-lawannya,” ungkap Suhardi. Selain itu, kata dia, Bali mendapatkan jatah 10 atlet dan saat ini masih seleksi dan diberlakukan promosi dan degradasi. “Ya...kalau dipaksakan harus menyetor 27 Maret, kami pun juga mengikuti aturan,” kata dia. Hanya Suhardi menyarankan supaya bisa diotak-atik lagi nama-nama atlet yang sudah disetor alias belum definitif. “Kami khawatir sudah terlanjur mengirim nama atlet PON, ternyata dalam perkembangannya selama latihan grafik prestasinya anjlok,” tuturnya. Selain itu, kata dia, venue panjat tebing PON di hutan wisata Cikole, cuacanya sangat dingin jika siang suhunya 18-20 derajat. Apalagi atlet beberapa daerah yang menjajal venue lebih awal juga tidak diperbolehkan. “Ini juga trik tuan rumah,” katanya. Diakuinya atlet Bali ditangani dua pelatih, padahal idealnya tiga pelatih, yakni speed, lead, dan boulder, plus teknisi pembuat jalur. “Kami perlu tenaga mereka sebab pelatih pasti fokus menangani atletnya,” terang dia. Apalagi, kata dia pihaknya ditarget minimal menggondol dua keping emas. “PON di Riau 2012 silam, Bali meraih 1 emas boulder perorangan dan 1 perak lead perorangan yang dipersembahkan Nadya Putri Virgita,” jelasnya. (022)
SALING BURU - Kapten Putra Tresna AAN Surya Negara alias Wah Ole (kiri) saling memburu bola dengan lawannya bomber Real Medura Agus Desiartama, dalam babak delapan besar turnamen Sanur Open II/2016, di Lapangan Letda Made Pica Sanur, Sabtu (12/3) kemarin.
BPM/wan
Adu Penalti Bawa Kemenangan Putra Tresna Denpasar (Bali Post)-
Kesebelasan Putra Tresna sukses menyingkirkan tuan rumah Real Medura dengan skor tipis 7-6, melalui drama adu penalti dalam babak delapan besar turnamen Sanur Open II/2016, di Lapangan Letda Made Pica, Sanur, Sabtu (12/3) kemarin. Adu penalti terpaksa dilakukan karena kedua tim bermain imbang 2-2. Bahkan dalam babak tambahan waktu 2 x 7,5 menit, kedua tim tetap sama kuat 2-2. Atas hasil ini Putra Tresna melenggang ke babak semifinal dan bakal meladeni Putra Kesiman, Rabu (16/3) nanti. Sedangkan Real Medura tersingkir. Sejak kick-off, baik Real Medura maupun Putra Tresna saling melancarkan serangan. Akan tetapi, hingga turun minum belum terjadi
gol. Di paruh kedua, Real Medura unggul lebih dulu lewat sepakan kapten Kadek Sentana di menit ke-52 menuntaskan kemelut di depan gawang. Tertinggal 0-1, Putra Tresna mampu menyamakan kedudukan 1-1 di menit ke-61 melalui gocekan Suartawan. Umpan tarik Samsul Pellu dari sektor kiri dituntaskan Suartawan hingga memperdaya kiper Real Medura Made Delem Sukawirata. Real Medua kembali me-
mimpin 2-1, setelah tendangan bebas Kadek Sentana meluncur deras ke gawang, dan tak bisa diantisipasi kiper Putra Tresna Kadek Sujana. Namun lagi-lagi Putra Tresna mampu menyamakan kedudukan 2-2, melalui tendangan datar menyusur tanah kapten AAN Surya Negara. Gol pemain yang akrab disapa Wah Ole ini juga hasil umpan manis Samsul Pellu. Sampai wasit Deddy Wahyudi meniup peluit panjang, skor akhir
tetap imbang 2-2. Selanjutnya babak tambahan waktu 2 x 7,5 menit, baik Real Medura maupun Putra Tresna belum bisa menambah gol hingga dilakukan adu penalti. Kelima eksekutor Putra Tresna yakni Wah Ole, Dede Mahatma Darma, Stevanus Made Deddy, Pandu, serta Samsul Pellu sukses memperdaya kiper Delem. Sedangkan di kubu Real Medura, empat algojo yakni Kadek Sentana, Agus Triyasa, Arsa Bagia, dan Nengah Repot Sulendra sukses
mengoyak gawang Sujana. Sedangkan tembakan Agus Desiartama berhasil ditangkap kiper Sujana. Pelatih Putra Tresna Made Juli mengakui kunci kemenangan asuhannya karena sabar, walaupun ditekan terus. “Tekad anak-anak sudah bulat untuk melenggang ke babak semifinal,” ucapnya. Di sisi lain, pelatih Real Medura Komang Adnyana menyatakan kekalahan ini menyakitkan. “Kami sempat memimpin dua kali, tetapi harus terjadi drama adu penalti,” ujarnya. (022)
Jadwal Selasa (15/3) Pespa Padangsambian vs Kundalini
Peluang Islah Kemenpora PBFC Optimis Tundukkan Madura United di Final dan PSSI Tipis
Jakarta (Bali Post)Manajemen klub Persatu Tuban menilai peluang islah antara Kemenpora dengan PSSI tipis, setelah kedua belah pihak sama-sama akan menggelar kompetisi yang melibatkan klub yang sama, dalam hal ini Divisi Utama dan Indonesia Super League (ISL). “Kalau melihat kondisi saat ini, kami menilai peluang islah tipis . Semuanya melangkah,” kata Manajer Persatu Tuban Fahmi Fikroni usai mengikuti rapat kerja Tim Transisi dengan klub di Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat (11/3) lalu. Kemenpora melalui Tim Transisi saat ini sudah menawarkan kepada klub lintas kasta untuk bergabung dengan kompetisi yang bakal digulirkan Agustus nanti. Hanya nama kompetisi belum ditetapkan. Ada wacana hajatan kedua Tim Transisi setelah Piala Kemerdekaan ini dinamakan Liga Indonesia Transisi. Kompetisi ini belum memberlakukan batasan, atau semua klub yang ada di Indonesia bisa berperan dengan catatan lolos verifikasi per-
syaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah lima aspek klub AFC dan FIFA, serta persyaratan dari Tim Transisi sendiri diantaranya adalah semua pemain harus diasuransikan. Pada rapat kerja Tim Transisi ada perwakilan dari sekitar 40 klub dan satu diantaranya dari perwakilan klub Indonesia Super League (ISL). Hanya klub yang hadir belum menyatakan kesanggupan untuk bergabung dengan kompetisi yang didukung oleh pemerintah itu. “Kami melihat dulu saja. Yang jelas klub inginnya bertanding. Sudah lama kami vakum,” kata pria yang juga seorang politisi itu. Satu lagi kompetisi yang bakal digulirkan adalah Indonesia Soccer Championship (ISC) yang dipromotori PT Gelora Trisula Semesta, yang merupakan reinkarnasi dari PT Liga Indonesia. Sesuai dengan rencana kompetisi ini, ada dibagi dua kategori yaitu ISC A untuk klub ISL dan ISC B untuk Divisi Utama. Tidak hanya itu, dengan adanya penolakan kasasi
yang dilayangkan Kemenpora, PSSI juga mengisyaratkan akan kembali menggulirkan kompetisi ISL yang selama ini menjadi kompetisi tertinggi di Tanah Air. Kompetisi ISC ini sesuai dengan rencana akan digulirkan pada April, sedangkan kompetisi bentuk Tim Transisi akan digulirkan Agustus. Hanya kompetisi bentukan pemerintah ini belum mendapatkan operator, karena masih baru akan melakukan tender secara terbuka. Munculnya dua kompetisi ini juga membuat perwakilan klub yang hadir di rapat koordinasi Tim Transisi kebingungan, yang salah satunya adalah perwakilan dari klub PSS Sleman. Klub asal Yogjakarta ini, saat ini berada dipersimpangan karena harus mempersiapkan diri menghadapi ISC. “Terus terang klub binggung. Dari sana menawari, dari sini (Tim Transisi) juga menawari. Kami klub dari desa. Bagi kami yang terpenting bisa ikut kompetisi,” kata Manajer Operasional PSS Sleman Rumadi. (ant)
Denpasar (Bali Post)Sebanyak 16 kenshi andalan Bali, siap dikirim mengikuti 13 nomor pertandingan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, di Jawa Barat pada September mendatang. “Bali hanya mengikuti 13 nomor pertandingkan dalam ajang PON nanti, dan kami meyakini 16 kensi yang dikirim mampu mendulang emas, karena sudah rutin latihan dan uji coba,” kata Ketua Harian Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy di Denpasar baru-baru ini. Ia menerangkan 13 nomor yang diikuti 16 kensi Bali itu terbagi atas dinomor embu berpasangan putri yudansa I Dan sebanyak dua orang, embu berpasangan putri kyu kensi I Kyu sebanyak dua orang.
Selanjutnya embu berpasangan campuran yudansa putra dan putri sebanyak dua orang, embu berpasangan putra kyu kensi I kyu (dua orang), embu berpasangan putra yudansa II/ III Dan (dua orang), embu berpasangan putra yudansa I Dan (dua orang). Selanjutnya embu berpasangan campuran kyu kenshi I kyu putra dan putri sebanyak dua orang, embu beregu putri (empat orang), embu beregu campuran putra dan putri (empat orang). “Untuk nomor randori putra kelas 65 kg, kelas 60 kg, kami mengirim masing-masing satu atlet. Sedangkan di nomor randori putri kelas 50 kg dan 60 kg masing-masing satu atlet,” ujar Billy. Selain pelatih, kami juga melibatkan empat pelatih
yang akan menangani 16 atlet Bali saat berlaga di PON Jawa Barat nanti. Ia memaparkan, namanama 16 kensi yang diturunkan dalam PON nanti yakni Wiji Rosiana, Agung Ratih Saraswati, Nisrina Nur Afifah, A.A Istri Dharmamega Kelakan, Faris Mardi, I Made Indrawan, Dwi Afriyanti, Erasmus Naris Vendi. Kemudian, Gridelda Nadya Billy, Windi Pinia Sari, Rudy Sihaloho, Walter Raul, Pande Made Giriana, Agung Angga Wira Raditya, Tri Yanto dan Kadek Pasek Putra Jaya. “Kami optimistis 16 kensi Bali yang dikirim nanti mampu memetik minimal dua medali emas dalam PON Jawa Barat,” kata Billy. (ant)
Kensi PON Bali Ikuti 13 Nomor
Samarinda (Bali Post)Pusamania Borneo FC (PBFC) optimistis bisa mengalahkan Madura United pada laga final turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur (PKT) 2016 di Stadion Utama Palaran, Samarinda, Minggu (13/3) malam. Asisten pelatih PBFC Amirudin di Samarinda, Sabtu (12/3) kemarin mengatakan perjalanan timnya tinggal selangkah lagi, sehingga di laga terakhir sudah pasti para pemain akan tampil habis-habisan untuk mewujudkan target juara. Apalagi dalam beberapa turnamen yang diikuti tim berjuluk “Pesut Etam” itu belum pernah meraih gelar, sehingga kesempatan emas bermain di rumah sendiri akan dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya untuk meraih gelar pertama kalinya. “Gelar sudah di depan mata dan kami sudah bertekad meraih gelar tersebut demi kebanggaan masyarakat Kaltim dan Samarinda pada khususnya,” katanya. Seperti pertandingan sebelumnya, lanjut Amiruddin, tim pelatih telah melakukan evaluasi dan menyiapkan strategi yang lebih baik untuk menghadapi laga pamungkas. “Kami sudah melihat
grafik permainan lawan dan kami juga telah melakukan persiapan secara khusus. Mudah-mudahan dengan dukungan penuh para suporter, pemain bisa tampil lebih baik dalam menerapkan taktik dan strategi,” jelasnya. Amiruddin menilai Madura United pasti akan melakukan hal yang sama dan berharap bisa meraih gelar, sehingga kondisi ini membutuhkan mental tanding yang bagus dari seluruh pemainnya, sehingga taktik dan strategi bisa berjalan dengan sempurna. Kapten tim PBFC Ponaryo Astaman mengatakan perjuangan berat telah dilalui oleh rekan-rekanya, hingga bisa menembus laga final. “Sudah pasti di laga terakhir ini kami akan berusaha tampil lebih baik lagi, karena gelar juara sudah di depan mata,” kata mantan pemain tim nasional itu. Ponaryo berharap laga final tidak berakhir dengan adu penalti, sehingga pada waktu normal 2 x 45 menit harus bisa mencetak gol kemenangan. “Kalau memang adu penalti kami juga siap, karena kami juga menjalani latihan. Tapi saya harap pertandingan bisa selesai seperti wajarnya saja,” kata Ponaryo. (ant)
BPM/ant
FINAL - Pesepak bola Madura United (kanan) bakal melakoni babak final Piala Gubernur Kaltim, meladeni Pusamania Borneo FC (PBFC) di Stadion Utama Palaran, Samarinda, Minggu (13/3) malam ini.
12
Minggu Paing, 13 Maret 2016
Sastra
Redité Paing, 13 Maret 2016
I Kaki Dengkil
Nyepi Surya Graha
TIGANG raina sadurung raina panyepiané rauh, kalih raina sadurung Pangrupukané nibén, I Kaki Dengkil sampun indar-indur manahné. Mategep manahanga. Utamannyané indik panyepiané sané masarengan sareng surya graha. Riantukan asapunika, sapunapi jagi mamargi Tawur Kasangané? Indik upakara Tawur Kasangané sané kawawanin ring lapangan. Ngudiang nénten kawawanin ring lebuh soang-soang? Punika apah alit sané manahanga nigang rainan sadurung panyepiané rauh. Sakadi sané lintang-lintang, I Kaki Dengkil ngrangsukang catur brata panyepian néwék ring kubonné rainané mangkin. Ngrangsukang brata amati geni, amati karya, amati lelungan, amati lelangon. Napiké sayuwakti ipun prasida nelebang catur brata panyepiané punika? Nénten wénten sané uning kasujatiné. Sapisan-pisan wénten sané nyengguhang Ipun waluya sakti mandra guna, teleb ring sastraji, tur bétél tinghal. Sané siosan wénten naler sané nyengguhang Ipun ngagu, boyaboya solahné, crukcuk punyah, pating ojah, tur buduh keni ajyawéra santukan ngawag-ngawag ngojah sastra. Alit-alité makéh sané nyengguhang Ipun ngaséng kauh, buduh. Wantah panggihina ring marginé, sering gendinganga, bandrékina, tur éwérina. Pamekas, kanten I Kaki Dengkil masila lémpéh ring ambén kubonné tan parkrisikan, wenginé puniki. Pacalangé sané nuréksa mangda trepti pamargin panyepiané ngaksinin saking doh pari polah I Kaki Dengkilé asapunika. Asapunika nalér wénten sané uig, ngintipin saking duur témboké si kalér. Duga antuka awengi bétél ngintip I Kaki Dengkil mabekel sajeng ajérigén asapunika nyabran warsa. Sané ngawinang wénten sané masolah asapunika santukan I Simpen naan manggihin I Kaki Dengkil nglekas dados rangda. I Caék manggihin dados badé matumpang solas. Tur I Raya manggihin dados canang mas. Sampun tengah lemeng, I Kaki Dengkil kantun masila lémpéh ring ambén kubonné sambilanga ngregep nénten makrisikan. Pacalangé mingmang, napi jagi mamargi melingseran malih nureksa wantah wénten sané ngedihang sundar utawi sané maplayan wenginé puniki utawi ngaksinin I Kaki Dengkil sané iteh ngregep? Sané ngintip saking témboké si kalér makasami tan pakrisikan santukan masasa dauhé mangkin I Kaki Dengkil jagi nglekas. Pamuputné, kantos sampun doh lintang tengah wenginé, I Kaki Dengkil kantun masila lémpéh ring ambén kubonné. Ipun ngamanahang indik tingkahing nyepiné sané kawawanin ring Tawur Kasanga ring lapangané. Nénten ring lebuh pakarangan soang-soang. Naler ngudiang tatatitiné mabuu-buu ring karang paumahané rihinan, nénten masarengan sareng ring margi agungé. “Ngudiang kakéné? Asapunika Ipun matakén ring manah. Kocap punika makilitan sareng katattwan dikwidik. Agung-alit, gumi agungé caronin rihinan, sesampuné punika gumi alité nekekang. Nénten wénten pakilitané sareng ngulah kala jagi caronin. Ring karang paumahané ulah mangda maupul ring lapangan, raris caronin, somya mangda ical makasami. Nénten pisan asapunika! Tawur Kasangané ring lapangan punika wantah ngwaliang Sang Bhuta Kala ring genahné soangsoang, mangda sareng ngimbangang jagaté puniki, mangda nénten wénten byuta ring pamargi Isaka warsané jagi rauh. Sampun punika, mabuu-buu ring karang paumahan sesampun punika malih matuéling mangda Sang Butha Kalané jangkep makasami mawali kagenahnyané soang-soang. Kapuputang antuk mabuu-buu ring margi agungé jagi ngater Bhuta Kalané mantuk kaganahnyané soang-soang. “Nyak asané kakéto nah?” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan sambilanga makrisikan nungadah ka ba duur, raris kituk-kituk ngicalang kekeh baong tur ngleserang tundun. Wawu panggihina asapunika, makesyab pacalangé tur sané ngintip ring témboké si kalér. Pacalangé makesiab tur saharsa nyénterin I Kaki Dengkil mangda sumeken kanten. Sané ngintip saking temboké si kaler makesiab tur nyengguhang I Kaki Dengkil ngendih awakné. Ngetor bayuné tur ngerudug tangkah anaké sané ngintip saking témboké si kaler. Asapunika naler pacalangé, santukan wawu mangkin manggihin I Kaki Dengkil masolah asapunika. Sambilanga kitak-kituk nglemesang baongné, makleset pangelingan I Kaki Dengkil wantah mangkin surya graha. Ipun éling wantah surya utawi chandra graha, kulkulé katepak bulus mangda makasami warginé sayaga santukan Sang Hyang Maha Kala jagi nglintang. Raris, warginé nepak sakancan piranti ngarya uyut makacihna sampun sayaga. Sampun punika, Ida Padanda tur sakancan anaké wikan ngarudra puja ring tengah nataré soang-soang. Mamuja Ida Sang Hyang Rudra mangda ngadohang sakancan maha bhayané saking jagaté. Éling ring pikamkamé asapunika, I Kaki Dengkil raris ngadébras bangun tur mamargi ka tengah natahé sambilanga matutang wantah sané mangkin Nyepi Surya Graha. Ring tengah natahé raris ipun néngkléng sambilanga nyakupang tangan ka ba duur kalintangin sirahné. Jangkep ipun ngarudra sabilanga gerem-gerem mamantra rudra puja. Mangda éling makasami malih tigang dasa warsa jagi wénten malih Nyepi Surya Graha. Pacalangé tur anaké sané ngintip I Kaki Dengkil saking temboké si kalér angob manggihin I Kaki Dengkil ngarudra puja. Bénjangné rames ortiné, ngortiang I Kaki Dengkil nglekas dados Banaspati Raja. I Kaki Dengkil nénten miragi ortiné punika santukan kantun gerok-gerok masaré ring kubonné. (Jelantik)
Nyepi IGA. Uma Déwi MATAN ainé endag masawang gading remrem cayanné wiréh rainané jani Gerhana Matahari. Suaran kedisé ngucicak, guminé sepi sipeng, tusing cara biasanné. Jani di Bali sedeng Nyepi, mawinan guminé sepi. Margané sepi, tusing ada montor ané pasliwer di margané. Tusing ada siaran TV apabuin radio. Makejang toko-toko matutup. Dinané jani, krama Baliné ngamargiang Catur Brata Panyepian, minakadi amati geni, tusing dadi ngendihang api, amati karya, tusing dadi magarapan, amati lelungan, tusing dadi malali, tusing dadi pesu ka
margané, lan amati lelanguan, tusing dadi ngulurin indria, mapoya-poya, maceki, mayudi, utawi ané lenan. Yén ngidaang, dinané jani iraga mapuasa, tusing dadi madaar. Tusing cara biasané, I Putu Supi jam kutus konden bangun, mirib kenyelné keliwat ulian ngarak ogoh-ogoh dinané ibi. Sawatara jam dasa, méménné nundun Putu Supi apang bangun. “Tu, dong ya bangun suba tengai….?” méménné nyerit. Putu Supi bangun kijap-kijap lantas pesu uling kamarné. Dapetanga adin-adinné suba pak-
13
erémos madaar. Ada ané madaar sambilanga mabalih film ané ada di laptopné, ada ané majogjag mrebutin jaja, ada ané masila lémpeh ngarepin dedaranné. Putu Supi ané mara bangun ngusap-usapin muanné lantas nyemak yéh anggona masugi. Mara galang rasanina suud masugi. “Tu, madaar malu, suba tengai,” pituduh méménné. “Nah, Mé. Buin jahan lakar madaar,” pasautné cutet. “Tusing puasa né? Jeg makrémosan madaar.” Putu Supi ngulgul adinné Madé Santi. “Nah, kanggoang tusing puasa,” pasaut adinné cutet. “Patutné malajah uli jani mapuasa. Kadén jani Nyepi, tusing dadi mapoya-poya? Patutné jani nyumunin mapuasa sakasidan.” Putu Supi nuturin adinné. Madé Santi ningehang tutur belinné. Mula saja yén rainan Nyepi patut mapuasa, amongkén ja makeloné, né penting suba mautsaha. Konden suud Putu Supi nuturin adinné, saget magruéng ada sepéda montor ngliwat di arepan umahné. Putu Supi lan Madé Santi makipekan sibarengan. Tusing ada limang menit, buin ada sepedé montor ngliwat pagruéng. Buin Putu Supi lan Madé Santi makipekan. Sang kalih patitakon, nguda baanga sepéda montoré totonan ngliwat tekén pecalangé ané nreptiang pamargin Nyepiné. “Beli, nguda dadi anaké ngaba sepéda montor? Kadirasa para pecalangé ané majaga dogén majalan milehan ngamanang désané?” “Mirib ada ané sakit. Yén ada anak sakit, pastika baanga ngaba sepedé montor ka puskesmas utawi ka dokter apang ané sakit ento gelis maan pertolongan.” Kéto pasautné Putu Supi. Mirib saja ada anak sakit mawinan pagruéng montoré liwat di margané. Buka ané orahanga teken kelian désané, nyén ja ané tusing ngidepang tutur, pesu ri kala Nyepi lakar keni danda akarung baas miwah ngayah nyampat di setrané, sajaba anak sakit utawi pikobet tiosan. Kondén maan makijapan, sagét suba ada buin sepéda montor pagruéng marérod ajaka dadua. Buin jahanné, ada pecalang majalan masépan-sépan ajaka le-
“Yén unduké ento, Bapa tusing pedas Tu. Né anak orta biur, pecalangé mara ngorahang tekén Bapa. Jani lakar parum koné para pecalangé.” “Ulian apa koné pemudané marebat? Tusing ngelah gaé, anak masan Nyepi, né ngaé uyut!” “Orahanga ulian memunyah,” kéto Pan Dangin masaut laut marerasan ngajak pianakné. Yén dina Nyepi, tusing pantes nyemak gaé memunyah. Apabuin suba pedas tawang, ri kala Nyepi patut ngidaang ngeretin indria, apaké ento memunyah, maceki, memadat, memitra, maliang-liang ané mapuputné ngaé sengkala. Di sastrané masih suba pedas kasinahang yén Nyepi tusing dadi ngendihang api, tusing dadi nyemak gegaen, apabuin gegaén ané tidong boya, tusing dadi malali ka pisaga, pesu ka rurungé, lan tusing dadi ngulurin indria, apabuin kanti memunyah. Benehné, yén Nyepi patut ngamargiang Catur Brata Panyepian ané liunné patpat ento. Patut mulat sarira, nyiksik bulu, minehin laksana kaon ané taen kalaksanayang, kénkén carané apang tusing buin kalaksanayang. Di sepiné iraga maan selah mapineh ening, mawinan ngidaang ngeretin indria. “Yén Nyepi, ané patpat ento patut laksanayang. Amati geni, amati karya, amati lelungan, lan amati lelanguan. Yén ngidaang apang mapuasa. Sakasidané, tusing ja ada ané maksa. Ané penting ada nyet uli keneh Ceningé. Yén melah, Cening ané mupu, yen jelé masi Cening ané ngrasayang,” kéto tutur Bapanné. “Nah Pa, tiang suba pedas,” keto pasautné Putu Supi lan Madé Santi. Guminé sayan peteng, peteng dedet krana tusing ada sundih ané ngendih. Yadiastun peteng, di margané pecalangé ramia kangin kauh nyaga katreptian désané. Apabuin suud ada biyuta, apang tusing buin metu kerana ané tidong boya. Raina Nyepi patutné sepi, sipeng. Né lén, raina Nyepi ngaé biyuta, ngaé uyut ulian momo angkarané nadi. Ajak nyama masih payu saling tumpel. “Tumben jani Nyepi buka kéné,” kéto Putu Supi ngrimik jeroning ati. Kanggoang Nyepi jeroning ati, apang tusing kanti mamatimati.
Saking Langit Bali
Udyoga Parwa
Dewi Kunti Sungsut Olih : I K. Satria, S.Ag RING genahé tiosan kacaritayang indik kawéntenan Ida Dewi Kunti sané dahat sebet sangkaning mikayunin para sentana Astinapura. Ida rumasa sebet pisan. Nénten karasayang toya panonidané membah sakadi ketélan toya ring duur séméré membah ka tukadé. Pramangkin wénten suara nganampekin Ida Dewi Kunti. “Uduh Sang Putri sané mautama, pinaka Ibu Panca Pandawa sané dahat kasungkemin, napiké pangrauh titiangé ngugul kawéntenan I Ratu…?” Suarané punika kauningin, sané rauh wantah Ida Sang Arya Widura. Ida manggihin kawéntenan Ida Dewi Kunti sané dahat sebet. Ida taler nyilibang duka sané karasayang. Ida Sang Arya Widura raris mautsaha nglédangin kawéntenan pikayun Ida Dewi Kunti antuk pitutur sané mautama mawit saking susastrané. “Uduh Sang Putri mautama, wantah patut kabaosang kakirangan Astinapurané nénten prasida nerima bebaosan jiwa-jiwa sané luih sakadi Acarya Drona, Mahaguru Krpa, miwah Ida Bhagawan Bhisma pinaka putran Ida Déwi Gangga. Sebet pikayunan I Ratuné mangkin taler karasayang Ida Bhagawan Bhisma. Titiang taler dahat sebet sakadi I Ratu. Yéning I Ratu sebet sangkaning putran I Ratuné, titiang miwah panglingsir Astinapurané rumasa sebet angkaning ngayunin indik kawéntenan Astinapura sané pacang nemu biyuta.” Ida Dewi Kunti ngraris ngusap toya panonidané sangkaning mirengang bebaosan Ida Sang Arya Widura sané dahat nglédangin kayunidané. Bebaosan Ida Sang Arya Widura ngélingang Ida Sang Dewi indik galahé sané jagi rauh dahat nénten becik, turmaning ngresresin pisan kawéntenannyané. Minab éing ring kahanané sané jagi rauh becikan ring mikayunin kawéntenan pasametonan sané pacang mayuda ring tengahing Kuruksetra. Ida taler mapiseken ring Ida Sang Arya Widura. Indik sebet sané karasayang boya wantah sangkaning payudané punika kémanten, nanging wénten parindikan tiosan sané kalaliang olih kulawarga Kuruné. Ida Dewi Kunti raris mabaos: “Yéning rainané mangkin anggan titiangé kantun maurip, punika wantah sangkaning kekalih parindikan. Kapertama, sangkaning sebet tur dukané puniki. Kaping kalih, sangkaning rasa engsek ring parindikan sané sampun sué silibang titiang. Indik Ida Sang Radheya. Dané pinaka ksatria sané mautama, patut pisan kasumbungang ring jagaté. Sangkaning kaiwangan titiangé, samian punika ical. Titiang dahat asih manggihin kawéntenanidané,” atur Ida Dewi Kunti Ida Sang Arya Widura nyawis, “Uduh Ida Dewi Kunti, titiang nénten manggihin kawéntenan Ida Sang Radheya antuk pikayunan sané nénten becik. Manut titiang, Ida wantah pinaka putran Ida Bhatara Surya. Rupanidané sakadi surya sané pacang nyuryanin kawéntenan Ida Sang Duryodhana taler pasametonanidané sané tiosan. Ida masaih ring Ida Sang Arjuna. Sangkaning sampun naenin katantangin olih Ida Sang Radheya, Ida Sang Arjuna rumasa mawisésa, raris mautsaha pacang saling kasorang ring payudan. Titiang ngayunin yéning yudané puniki mamargi, silih sinunggil ksatriané puniki nénten pacang padem.” Ida Dewi Kunti nyawis, “Parindikan punika sané ngawi titiang rumasa sebet sakadi mangkin. Titiang mapangapti prasida matemu sareng Ida Sang Radheya tur nyaratang mangda Ida nénten sareng ring payudané puniki. Titiang pacang ngicén pawarahwarah mangda Ida Sang Radheya nguningin indik mayuda boya pamargi sané patut....” “Uduh Dewi, yéning pawarah-warahé punika prasida katerima olih Ida Sang Radheya miwah Ida Sang Duryodhana, minab payudané puniki nénten pacang mamargi. Ring pikayunan titiangé, pawarah-
lima. Tiang patitakon, ada apa sujatiné ené. Yén anak sakit tusing ja buka kéto. Randa-rindi. Mirib makejang anaké sakit? Dot pesan tiang madengokan pesu, kéwala tusing bani, nyanan keni danda ngayah nyampat di sétrané. Madé Santi buin matakén, nguda terus ada sepéda montor ngliwat, buina pecalangé cara anak paling. “Beli, nguda buin ada sepéda montor? Gawat sayan asané Nyepiné jani, tusing cara ané malunan.” Madé Santi ngrenggeng. “Mirib ada masalah, mawinan pecalangé cara anak paling,” kéto pasautné Putu Supi laut matilar ngalahin adinné. Putu Supi ngojog kamarné laut buin mabahan sambilanga mamaca satua indik ogoh-ogoh lan pamargin Nyepi. Tusing karasa kanti nyeriep leplep. Sawatara jam telu nyoréang, Putu Supi dunduna tekén adinné, orahina madaar. Nanging, Putu Supi ngorahang mapuasa, apang ngidaang ngeretin indriané ané kaliwat momo. “Beli, buin ada sepéda montor ngliwat tunian,” kéto pasadun adinné. “Tumben gawat kéné Nyepiné jani. Ané patutné sepi sipeng, pada mulat sarira, jani uyut magradugan cara kéné. Montor pagruéng, kuluk pagonggang,” kéto pasautné Putu Supi. Buin ia nuturin adinné, yadiastun pamargin Nyepiné buka kéto, déwékné apang bisa nyepiang angga, nyepiang bhuwana alit, mulat sarira apang tusing bas ngulurin indria. Nyansan soré, langité masawang gading. Para pecalangé ajaka ramé pasliwer di margané. Pan Dangin, bapanné Putu Supi ngorahang itunian ada biyuta pantara pemuda di dangin désanné. Biyutané ento metu ulian pemudané ento pada mabuk. Mirib ada ané salah ngomong, mawinan dadi biyuta. Ada ané kena tempal, mawinan abana ka dokter. Ningeh tutur buka kéto, Putu Supi makeneh-keneh, mirib ento ané ngranayang ituni semeng sepéda montoré pagruéng di rurungé. Ento masih ané ngranaang para pecalangé bincuh. “Béh, men kénkén koné jani Pa? Pantesan suba ituni ada montor ngliwat, kadén tiang anak sakit,” kéto Putu Supi makaengan.
warah punika nénten pacang nyurudang kayun para ksatriané ngamargiang payudan punika. Napi malih Ida sané mabaos, Ida Sang Guru Drona miwah Bhagawan Bhisma kémanten nénten prasida ngandegang payudan punika.” Sakadi punika panyawis Sang Arya Widura. “Sané kautamayang sampun mautsaha Sang Arya Vidura. Boya ké nika patut kautsahayang? Yéning bebaosan titiangé karesepang, minab pacang wénten pikenohnyané, dumogi yudané nénten mamargi,” baos Ida Dewi Kunti. “Napike Ida sampun cumpu ring pamarginé punika? Duaning yéning pikayunin titiang kawéntenané puniki nénten pacang mapikolih sangkaning kroda sané sampun ageng.” Malih Ida Dewi Kunti nyawisin, “Napi mawinan sakadi asapunika? Boya ké titiang nyihnayang kapatutan majeng ring anggan danéné...?” “Ha… ha... ha…. Ida minab nénten uning yéning sang sané kabaosang maharatikha sakadi Ida Sang Radheya ngayunin pamargi mayuda utawi ngruruh santi, minab mayuda sané pacang kapilihin, sangkaning angganidané rumasa mawisésa antuk makudang-kudang panah sané mautama,” baos Sang Arya Widura. “Napi ké sakadi asapunika kawéntenané Sang Arya Widura..?” Ida Sang Arya Widura malih nyawis, “Inggih Sang Dewi. Yéning nénten sakadi asapunika, napi mawinan ksatriané punika ngruruh kanti jagi mayuda mélanin Astinapurané? Sampun sumpu, payudané puniki mamargi.” “Uduh Sang Arya Vidura, boya ké Ida Sang Prabhu sampun nguningin pikolih payudané puiki yéning janten kamargiang?” Malih kacawis olih Ida Sang Arya Widura, “Iriki sampun sané nyihnnayang kawéntenan sang prabhu sané wicaksana. Malih pidan patutnyané mabebaosan, matimbang wirasa, malih pidan sapatutné ngamargiang payudan tur sané tiosan, Ida Sang Prabhu nénten pisan uning ring parindikané punika.” Ida Dewi Kunti dahat tengkejut sangkaning mirengang bebaosan Ida Sang Arya Widura sakadi asapunika. Nglanturang Ida Sang Arya Widura matur, “Sané patut kagamel olih sang sané meled nguningin patut miwah iwang, dharma miwah adharma wantah asiki inggih punika wiweka jnana. Mangda prasida ngaryanin jagaté trepti, Sang Prabhu mangda ngamargiang sané kabaos Sama, Bedha, Dana, Danda. Malih pidan kapatutang mapikayunan sama, malih pidan patut niosang kawéntenan jadmané, malih pidan sapatutné madana-dana, taler malih pidan sapatutné ngicén pamidanda. Ida Resi Vyasa taler ngicénin pawarah-warah ring Ida Sang Prabhu, mangda ngamanggihin Ida Sang Duryodhana pinaka silih sinunggil krama ring Astinapura. Sakémaon tresnanidané ring putra ngawinang kawicaksananidané ical.” “Uduh Sang Arya Widura, boya ké I Déwa pinaka perdana menteri sané dahat kasungkemin olih Ida Sang Prabhu. Nénten ké prasida ngicén pamargi majeng Ida Sang Prabhu.” Ida Sang Arya Widura nyawis, “Yéning mangkin Ida Sang Prabhu ngambil pamargi mayuda, punika macihna Ida Sang Prabhu nénten nerima pamargi sané sampun aturang titiang, pamargin titiangé nénten malih kacumpuin olih Ida Sang Prabhu. Sané mangkin titiang wantah prasida ngulengang pikayunan ring angga.” Mirengang bebaosan Ida Sang Arya Widura, Ida Dewi Kunti sayan rumasa sungsut. Nénten malih mapikayunan asapunapi, Ida raris mamargi ninggalin Ida Sang Widura nuju genah Ida Sang Radheya. Ida pacang nguningayang indik kasujatianidané ring Sang Radheya, sadurung yudané mamargi. (Puput)
Ngiring Simpang
yéning polih nglintang ngiring simpang… ring pondok titiang numpang kéwanten kangéang… pét katon lelampahan wayang mangkin magirang, abosbos magarang kocap tan wénten sané iwang duaning sami sangkaning Ki Dalang wantah titiang, tan prasida ngambekang liang belog matah turin matalang mawinan tan matemu galang ngiring simpang ka genahé embang masanggar tawang nangiang sangiang (Nilarwati)
Nyujuh Suung uling anrawang-anruwung saking karang suung malalung makungkung ring bhuana agung ngiring nyujuh Sang Hyang Suung mangda tan makungkung ngiring sembah lan lampah tan puyung diastun ngawit lan puput saking suung (I Ketut Sandiyasa)
Kruna
14 Cerakén
IGN Agung Surya Wibawa
Kantun Wimuda, Waged Matembang Pop Bali
Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;sienom/,
Pupuh Sinom 21.y)enÓoynÓl ) genmuw;, Yén toyan telagané muah, tuze¡ é \t2(e\dnin/, tunjungé taler ngédanin,
ktikz ¡Ó z * ¡ é enpzé,*
katik tunjungnyané panjang, sd2emÓoyenmisi, sadalem toyané misi,
mwnnÐo\á)nñ)2hin/, mawanan kanggén nyelehin, d2mÓ)lgentuhu,
dalem telagané tuhu, spunikekojrnñ,
sapunika kojarannya, pt);kodikmæidæk×i, pateh kadi kampid paksi, m\Ñhdu*,
mangda adung, kiwt)\n ) æk)b;z, kiwa tengen pakebahnya. 22.en\ewtÊ×e Æ nl\á%
Né ngawé tresnané langgeng, sl&p)rÇysujti,
saling percaya sujati, eboymas(c)nidÉ, boya madasar cenidra,
eynÓ)nuæjewnÓ)nä¡kÓi, yén ten saja wénten bukti,
sk&tÊׯm\yhin/, saking tresna mangayahin,
tÙrme\t\inÓ¡yu;, tuara mangétangin tuyuh, npimli;m\pÓê*, napi malih mangaptiang,
\li;hunh *¡Ó l u s i l i b i /, ngalih untung uli silib, hwnpuæu, hawa nafsu,
sid\)ÏtinÀinÑÉiy.
sida ngeretin indria
Romy Déncarik
Makarya ”Single” Anyar Rejuna Kolok SAYAN ramia embas penyanyi anyar sané ngraménin blantika musik pop Bali. Sinalih tunggilnyané penyanyi anyar saking Buléléng. Dané ngawitin dados penyanyi sangkaning kasenengannyané magending. Manut yowana antuk aran panjang Putu Swandana puniki, patut sumeken yéning ngamargiang kasenengan, mawinan prasida mapikolih. Parindikan punika sané kamargiang penyanyi saking Buléléng puniki. Kasenengannyané ring widang seni tarik suara ngawinang tamatan SMA 1 Seririt puniki prasida ngranjing dapur rekaman. Yowana sané ketah kasambat Romy Déncarik puniki ngawitin pamargin karirnyané saking magending ring makudang-kudang acara sané kalaksanayang ring tanah palekadannyané. Kapertama, dané magending ring sekolahnyané. Mawit irika dané sayan sering molihang selah magending. Mawit irika dané mautsaha ngamiletin pacentokan mawinan ngwetuang asil molihang juara II ri kala pacentokan magending mapaiketan
ring HUT Kota Singaraja sané kalaksanayang olih Unipas Singaraja. Ring genahé punika taler dané sareng sinalih tunggil produser sané sampun kasub. “Irika tiang matemu sareng Ary Kencana sané nuénang Kencana Production,” baos pianak kapertama Putu Grantika sareng Made Srinadi makenyem. Ngamolihang tawaran rekaman saking produser sané sampun kasub janten ngawinang Romy sané naanin dados juara harapan kalih lomba magending ring pakéling HUT Radio Genta puniki marasa gargita. Magabung ring album kompilasi Kencana Pro 2, Romy taler sampun ngamedalang lagu anyar antuk juduk “Rejuna Kolok” sané karipta olih Guz Nox miwah arranger Dek Artha. Lagu Rejuna Kolok pinaka lagu sané kapilihang langsung olih produser-nyané santukan madué pamargin urip sané karasayang pateh. Lagu inucap nyaritayang indik sinalih tunggil anak lanang sané maparas alep bagus tur sugih, nanging
Isin Gumi
nénten madué rasa wénen nyihnayang tresna majeng anak luh sané katresnain. Sedurung magabung ring Kencana Pro, Romy sané banget mengidolakan Ary Kencana lan Widi Widiana sampun naanin ngaryanin lagu antuk judul Tiwas Nanging Satya miwah Segara penimbangan. Lagu inucap kapromosiang lintang radio. Nénten wantah kantos irika, Romy sané naanin gagal ring audisi BRTV puniki tetep mautsaha kantos prasida ngamolihang sakadi pangaptinnyané. Wus ngaryanin video klip lagu Rejuna Kolok, sameton Made Dwi Wardana puniki ngangkenin pacang gelis launching sigle-nyané. “Pacang gelis kasobyahang,” baosnyané cutet. Pinaka penyanyi Bali mawit Desa Dencarik Banjar, Romy ngangken marasa bangga antuk panglimbak musik ring Bali, pamekasnyané ring Buléléng. Sané mangkin, para yowanané sayan kreatif miwah nénten kimud nyinahang kabisannyané, nénten kimud magending Bali. ( ama )
Nyepi, Galah Becik Mulat Sarira RAINA Buda, 9 Maret 2016, umat Hindu ngamargiang Catur Brata Panyepian. Raina Nyepi puniki pinaka cihna warsa Caka sampun magentos. Krama Hindu ring araina punika ngamargiang Catur Brata Panyepian, luiré: amati geni, nénten ngendihang api, amati karya, nénten ngambil utawi ngamargiang pakaryan, amati lelungan, nénten malelungan, miwah amati lelanguan, nénten malilacita miwah ngulurin indria. Ring raina Nyepi, krama kaptiang mangda mulat sarira, nyiksik kaiwangan angga soang-soang. Parindikan punika kabligbagang ring
sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 8 Maret 2016 lintang. Gung Surya, Lovina Aptiang titiang rasa toleransi ri kala raina Nyepi mangda yakti-yakti kawangun olih makasami umat sané magenah ring Bali. Indiké puniki banget mautama mangda keharmonisan pantaraning paiketan manusia, taler ngardi katreptian jagat. Pan Sindu, Pedawa Raina Nyepi mangda kadadosang galah mapidabdab
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
pééd
1. epehd/,
1. iring-iringan
2.
pejah
2.
p)j;,
2. mati
3.
pekaséh
3.
p)kes;,
3. pengatur pengairan
4.
pengkung
4.
p)\С*,
4. keras kepala
5.
peparu
5.
p)pru,
5. paru-paru
6.
petitis
6.
p)titis/,
6. target
7.
pingit
7.
pi\it/,
7. tersembunyi
8.
pipil
8.
pipil/,
8. surat tanah
9.
piwal
9.
piwl/,
9. ingkar
10. pragina
Redité Paing, 13 Maret 2016
10. pÉgin,
Bahasa Indonésia
10. penari
ngemit Jagat Bali antuk jalaran ngukuhang rasa pasametonan miwah nyalantarayang ajahan Tri Hita Karana, inggian paiketan becik sareng Hyang Widhi, pantaraning sesamén manusia miwah, pantaraning alam utawi jagad puniki. Yéning samian puniki sampun sida kalaksanayang sinah pamargin kahuripan puniki sayan becik. Gung De, Jl.Nurah Rai Singaraja Raina Nyepi yukti pinaka galah sané becik kanggén mulat sarira. Riantukan wantah ring raina puniki kalaksanaang Catur Brata Panyepian. Iraga pinaka umat Hindu patut mikayunin mawali napi sané sampun kalaksanaang ring kauripané sané lintang, tur napi sané patut margiang ring kahuripané sané jagi rauh. Gede Widiana, Sangsit Jaman terus nglimbak, mawinan titiang nunas ring manggala adat miwah agama prasida tedun nyobyahang indik suksman utawi tetuek Panyepian punika. Utamané ring para anomanomé miwah para yowana mangda sayan ngresepang teges ngamargiang Catur Brata Panyepian punika. Gede Merta, Celuk Buluh Wantah ring raina Nyepi punika panyucian bhuwana agung miwah bhuwana alit. Mangda sida ngardi kasukertan miwah rasa bahagia, iraga patut mulat sarira madasar manah suci. (ama)
RING yusannyané sané kantun wimuda, I Gusti Ngurah Agung Surya Wibawa sampun waged matembang ring kalangan Taman Budaya Denpasar pinaka duta Kabupatén Gianyar ring paradé tembang pop Bali. Wah Jung – asapunika dané ketah kasambat kajudi dados duta duaning sampun sering jayanti ring makudang-kudang pacentokan matembang, rumasuk dados tiga besar ring Pemilihan Bintang Cilik Bali TV. Wah Jung pinaka siswa kelas 1 ring SD Suta Dharma, Ubud, Gianyar puniki maosang, saking kantun alit dané seneng pisan matembang. Sangkaning punika aji lan biangnyané mapikayunan jagi nincapang kawagedan Wah Jung ring widang tarik suara. Nénten wantah ring jero, Wah Jung taler mapauruk ring sekolah vokal. Irika Wah Jung kalatih olih Ibu Nengah Juniasih miwah Agus Sujana sané sampun prasida nincapang kawagedan matembang Wah Jung. “Tiang jakti saking alit seneng pisan matembang. Napi malih kaicén nyarengin lés vokal olih Ajik. Majanten sayan liang manah tiangé,” baos Wah Jung. Sios saking matembang, oka kaping kalih Gusti Ngurah Oka-Sri Ratini puniki taler seneng pisan maplalianan musik tur meled pisan mangda prasida waged ngawigunayang makudangkudang piranti musik. Makéh pisan prestasi matembang sané sampun kapolihang Wah Jung, sané pinih becik lan ngawinang bangga inggih punika tatkala Wah Jung prasida ngamolihang juara kapertama lomba matembang pop Bali alit-alit lanang SD sané kalaksanayang olih Dinas Kebudayaan Kabupatén Badung. Saking Gianyar nyarengin pacentokan matembang ring Badung, laut irika Wah Jung ngamolihang juara sané durung kaaptiang sadurungnyané. Napi malih sané kawiaktinin Wah Jung tatkala punika wantah pamilet lomba sané akéh pisan tur sampun sering nyarengin malomba matembang. Sakéwanten sangkaning prasida negdegang manah tatkala nembangang tembang wajib Bungan Jepun miwah tembang siosan, Wah Jung prasida ngangobin manah para pamiarsa taler panuréksa ring wantilan
Gedung DPRD Badung sané ngawinang dané prasida ngamolihang juara kapertama. “Ngawit nyarengin lomba matembang ring Kabupatén Badung laut tiang ngamolihang juara. Tiang bagia pisan tatkala punika,” baosnyané liang. Katakénin indik sané nénten prasida kaengsapang sasukat nyarengin makudangkudang lomba, sada kimud ari saking Gusti Ayu Sandya Kumariani puniki maosang yéning sané ngawinang ipun ketug wantah tatkala nyarengin lomba matembang ring kalangan Bali TV. Nénten sangkaning pamiletnyané sané akéh kémanten, nanging taler sangkaning kawagedan matembang para pamilet punika sané becikan saking Wah Jung. Sangkaning prasida ngulengang pikayunan napkala nyarengin malomba, dané prasida ngranjing tiga besar. Prestasi sané sadurungnyané nénten kapikayunin olih Wah Jung. Wah Jung sané embas ring Denpasar, 2 Desember 2009 puniki nganggén parikrama sané sujatiné wantah hobi punika dados parikrama sané prasida ngamedalang préstasi. Sios kanggén nincapang rasa percaya diri, taler ngawinang dané kasub ring pakraman. Nénten wantah amunika, Wah Jung taler nyuksmayang pisan antuk galah lan selah sané sampun kapaicayang olih aji lan biangnyané jagi mapaurukan, nyarengin malomba taler ngamolihang juara. Wah Jung éling pisan ring baos reraman dané makekalih mangda setata becik-becik mapaurukan, mangda prasida ngamolihang pikolih lan préstasi sané pinih becik. Indiké punika sampun kasinahang olih Wah Jung antuk akéh piala miwah piagam penghargaan sané kapolihang. Yadiastun waget matembang, Wah Jung nénten mangaptiang mangda prasida dados penyanyi, sajabaning meled prasida dados pilot mangda prasida malancaran ka dura negara. (ast/wan)
Banten, Sarana Ngentenin Parilaksana Luwih Manusa “BAAN” tegesipun tatakan utawi sarana, “enten” tegesnyané éling utawi inget. Banten punika sarana sané kanggén ngentenin utawi metuéling. Ngentenin napi? Ngentenin sifat-sifat utawi parilaksanan i manusa sané becik utawi luwih. Yéning iraga mamargi nuju genah sané doh, ring tengahing margi iraga lempas saking margi sané jaga katuju, pastika nénten jaga panggihin napi sané karereh. Kénten taler tetujon iraga maurip ring marcapada. Wantah mangda prasida nemu genah sané mawasta jagadhita. Sakadi kereta api yéning tegteg mamargi ring rel sinah pasti neked ring genah sané katuju. Sapunika taler yéning lempas saking rel sinah pacang runtuh nyungkling. Punika tetujon banten jaga ngentenin sifat-sifat iraga sané becik kanggén titi pangancan ring lampah uripé puniki. Filsafat ring sloka agama wénten maosang banten punika tan bina sakadi rambu-rambu ring marginé, ngentenin iraga mangda nénten nyaplir ri kala mamargi. Sakadi banten “suci” satmaka ngentenin iraga yéning sampun usan mayadnya mangda kalanturang antung parilaksana sané suci lan becik. Utawi laksana sané kadasarin antuk Tri Kaya Parisuda. Banten “Tebasan”, tebas maartos tebus, ngélingang iraga mangda malakasana becik anggén nebus dosan-dosan iraga. Wantah parilaksana becik jaga prasida nebus dosan iraga, nénten prasida katebus an-
tuk jinah utawi banten sané ageng. Banten “pejati” ngélingang iraga mangda setata jujur tur malaksana mapikayun sané sujati becik, “jati” utawi saja, santukan manusa boya ja beburon utawi raksasa. Banten “Biyakaon” ngentenin iraga mangda ngicalang sifat-sifat beburon lan raksasa kagentosin antuk sifat dewa sané welas asih. Biya punika ngicalang, kaon punika kalah utawi ical. Mawinan Biyakaon maartos ngicalang sifat sané jelek mangda kagentosin antuk sifat welas asih sané sampun wénten ring angga iraga sakéwanten kantun sirep, santukan sifat sané asli kantun silib sangkaning ahamkara lan mamakara sadripu. Banten “prayascita”, prayas punika maartos bresih, becik, miwah cita mateges pikayunan utawi manah. Mawinan Prayascita mateges pikayunan sané bresih tur suci. Natab banten Prayascita matetujon ngamolihang manah sané becik. Saking manah sané suci nirmala pacang prasida ngentenin sifat sané suci. Sifat punika minakadi sathya, dharma, prema, shanti, ahimsa. Yéning karingkes dados Tri
Kaya Parisuda (mapikayun, malaksana, miwah ngandika sané becik). Ring jaman kali sakadi mangkin parilaksana sakadi mapitulung sareng anak lacur, sungkan, tur sané lianan wantah yadnya sané pinih becik. Ngaturang banten yadiastun nénten ageng yéning sampun kadulurin manah suci kasarengin antuk mapitulung sampun jati pacang mapikolih pahala sané becik. Ida Hyang Widi pacang mapaica anugrah amerta kaselamatan. Pahala upacara yadnya banten kémanten nénten prasida jaga ngatehang sang atma molihang suargan. Santukan sang atma sampun mabekel karma wasana jaga kanggén bekel sajeroning pamargin ring jagat niskala. Banten wantah prasida kanggén sawates nuju jagathita sakantun iraga maurip iriki ring jagat sekala. Risampun urip matilar saking angga ngungsi jagat niskala, wantah karma wasana sané pinaka titi pangancan. Punika makarana ri kala mayadnya mabanten mangda kasarengin antuk mapitulung welas asih. (I Wayan Tojan)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Paing, 13 Maret 2016
Bali, Bunyi, Sunyi (4)
DARI HENING kembali ke Hening. Begitulah tradisi menuturkan muasal kemenjadian manusia di ruang semestaraya kehidupan ini. Dari hening ruang rahim sang Ibu Kandung beranjak melewati hening liang kelahiran hingga akhirnya sampai di ruang raya kehidupan yang disambut dengan senyum pengharapan sanak keluarga, perjalanan anak manusia sejatinya tiada putus dikawal sekaligus didukung oleh sang Hening. Pada akhir perjalanan, sang anak manusia pun kembali lagi dalam pangkuan Rumah Asal Sejatinya bernama Hening itu. Hening itulah Rumah Asal Sejati sekaligus Rumah Bersama segenap yang Hadir dan Menjadi di semesta raya kehidupan ini. Dan, Nyepi Sipeng, yang digelar tradisi spiritualitas Bali setiap awal Tahun Baru Içaka adalah momentum panggilan pulang nan kolosal ke Rumah Muasal itu. “Pulanglah, Nak, Pulang,” begitu seakan tradisi mengingatkan sekaligus menyediakan peta jalan raya nan menghampar
Enam Puisi
bagi para pejalan menuju Rumah Muasal Bersama itu. Nyepi sebagai peta sekaligus jalan raya pulang ke Rumah Muasal itu saban tahun menuntun para pejalan kehidupan supaya tidak terlalu jauh tersesat, meninggalkan Rumah Asal, apalagi sampai lupa jalan pulang. Namun, kenyataan menunjukkan, tidak hanya banyak para pejalan yang lupa jalan pulang. Bahkan lebih banyak lagi yang memang tidak mau pulang, lupa alamat Rumah, hingga memang lupa Rumah Asal itu. Pesona riuh, gaduh, bising di luar telah menjadikan kebanyakan pejalan kehidupan lupa dan alpa sejatinyalah dia punya Rumah Asal bernama Hening di sini, di dalam Diri ini. Dekat, bahkan alangkah dekat, memang, Rumah Asal bernama Hening itu. Pintunya pun senantiasa terbuka, setia menanti dimasuki. Di sini, saat ini juga, saat Nyepi. Masalah mendasarnya hanya satu: apakah si anak manusia mau atau tidak melangkah memasukinya. ldeprabas
lBonk AVA
Gadis Manis Bunga Sakura I Angin terbangkan tubuhku Ke dalam kebun bunga Manismu masih tersisa Kubawa serta dalam tidurku Gemuruh ombak santukan kita Gadis manis bunga sakura Menanti jingga Berharap langit tersenyum
Matahari tenggelam Lembayung memudar Kita berangkat ke tujuan masing-masing Dan kembali menceritakan perjalanan masing-masing II Aku menantimu saat fajar timur merekah Hanya kekosongan dalam hatiku Cahaya sore mandikan tubuhmu Darahku membeku Tubuhku membantu Mataku yang cair, melekat pada punggungmu
Sedingin Pagi di Kintamani Sedingin pagi di Kintamani Jari-jari tua menaburkan persembahan Hentikan langkah Sedingin pagi Kintamani Di dekat persembahan Bunga bunga mekar semerbak Anak-anak kecil riang bernyanyi Menarikan tarian bumi Melukiskan kecantikan ibu pertiwi Sedingin pagi Kintamani Aku mencari sesuatu dalam ingatan Betara menangis di bulan November Memadamkan merah Sumatra Membangun waduk di jantung Jakarta Sedingin pagi di Kintamni Betara tidak menangis di sini Aku memandang persembahan Mencari sasuatu dalam ingatan
Malam Blambangan
Di Gubuk Tua Nenek Menanti
Bulan nampak Kawanku terbawa mimpi Sepasang headset di telinga
Kuhirup udara Gunung Batur Mengobati kelana lelah dari jantung kota
Kawanku lagi satu Sesekali kudengar dia menjerit Seperti kesurupan
Di gubung tua nenek menanti Entah mimpi apa semalam Sehelai tali melayang seperti pedang menyala Menghunus leher Aku menceraikan tali itu Sebelum membunuhku Sepeda tak lagi seimbang
Sementara aku terjaga Kulihat jarum di dinding Mengawasiku
Di gubuk tua nenek menanti Tak ada merah di leherku Meninggalkan garis Tali tak bertuan Seorang sahabat merangkulku Aku pikir luka ini tak perih Di gubuk tua nenek menanti Di gubuk tua nenek menanti...
Kepada Lelaki Tua Di bawah kelap kelip bintang Kau muntahkan rindu Yang lama tersangkut di bawah langit lidahmu ‘’Dua lusin purnama, aku menunggumu’’ Hanya ada aku dalam miliaran orang orang, terkucil Seperti perempuan berkepala putih Dengan langkah lelah Kehilangan arah Mengembara dalam dunianya Kau tahu? Yang lain dari aku Dan perempuan berkepala putih? Perempuan itu Tak bisa merajut kata Dan menjadikannya kehidupan Kulihat satu bintang menghunjam Entah esok atau lusa Akan ada yang tertunduk Dan menangis tersedu Telah membuatku perih
Di Bali Anggrek Mega hitam mengepal matahari Angin mengamuk Kursi kursi menganggur Seseorang membangun atap jaga Burung-burung kecil terbang dari sarangnya Tupai berloncatan mencari rumah baru Sementara aku berpaling di antara mesin-mesin yang menderu Banyak kekosongan di halaman roda dua Seorang menunggu di halte dengan gadget dia titipkan rindu pada seseorang Di seberang halte, hotel Bali Anggrek Tuan besar palang roda empat Entah sampai kapan
Berbicara Beberapa jiwa yang gentayangan
Tiga Puisi
lNi Nyoman Darmiati Tabanan Cerita Putih Aku-Abu
Barisan kenangan berebut memenuhi angan Menyemai kuntum-kutum asa pada taman hati Ada yang tertinggal dan terjejal terbunus ranting-ranting beku Namun masih kusimpan kelopak rupawan yang perlahan mengering Romansa putih apu-abu Asmara yang menderu adalah gelombang yang terasa sumbang Mengayutkan wajah-wajah bermuara pada lukisan yang tak berpigura Namun saat itu kucicipi secawan anggur Memabukkan jiwa-jiwa yang menari di atas lantai dansa Ada irama dan aroma seranuh madu Yang akan selalu ku kemas rapi dalam sanubaru Aku biarkan semua mengalir Menggenangi jejak-jejak tertutup ilalang Kuyakin kita tidak akan tersesat kawan Kuyakin ita tdaiaia terseret iawan Karena semua cerita itu tersimpan disini Pada setiap lipatan ingatna dan kenangan Bergegaslah melangkah dengan sayap-sayap yang mungkin masih rapuh Disana hamparan harap rindu untuk ddiarungi Peluklah langit dan ciumlah pertiwi yang kan mengajarkan ketinggian dan kerendahan hati.
Gelapku
Bilur luka masih terangkai dalam jiwa Menyematkan bias perih ketika melukis parasmu di atas pasir Serpihan mimpi terserak disetapak berduri Memeluk sunyi dalam bejana rindu Suram mencumbui raga lunglai Tak ada lagi gambar hati dan syair bertinta pelangi Aku merindukan dekapan ibu Menuangkan butiran debu dan seluruh racun kepangkuanmu Ketika kekasih mengemasi janji yang telah terpahat dalam sukmaku Jemariku masih menggenggam kembang asa Senandung para peri perlahan menguntai sinar kejora Mengurai gelap yang lama berlabuh dipalung hati Dalam gelap letih kian memudar Dalam gelap padamkan amarah dan gerah Atau dalam gelap yang bisa mendamaikan jiwaku untuk selamanya?
Bali, Bunyi, Sunyi (5-Habis)
Melepas ”Pegat Uwakan” USAI SUDAH seluruh bentangan 60 harihari yang dimulai pas tepat pada Tumpek Wariga/Tumpek Pangatag/Tumpek Bubuh (Saniscara Kliwon wuku Wariga) dan berakhir pas tepat pula pada Pegat Uwakan (Buda Kliwon wuku Pahang), tanggal 16-03-2016 ini. Di pertengahan sepanjang 60 hari-hari inilah Galungan-Kuningan menyela sebagai titik akumulasi jeda tonggak pendakian, penyelaman, sekaligus pendalaman ke kedalaman keber-ADA-an sehingga mencapai perluasan pemahaman kemaknaan kauripan, ke-HIDUP-an ini. Dari Tumpek Pangatag menuju Galungan ada rangkaian 25 hari, dari Galungan menuju Pegat Uwakan terbentang 35 hari. Total tergelar 60 hari-hari berlimpah makna. Dibaca dari titik Kuningan maka terjadi sebaliknya: ada 35 hari-hari dari Tumpek Pangatag menuju Kuningan, dan 25 hari lagi dari Kuningan menuju Pegat Uwakan. Total tergelar sama: 60 hari-hari kaya makna. Ini menandakan jelas, hendak dibaca ulang-alik dari titik tonggak mana pun, ujung akhir tujuan finalnya tetaplah sama saja: 60. Kenapa 60? Angka 60 ini mengingatkan pada heksagonal atau segi enam sama sisi kokoh-kukuh sempurna paripurna. Kesempurna-paripurnaan tercipta justru manakala pembacaan ataupun perjalanan pendakian, penyelaman, sekaligus pendalaman ke kedalaman keber-ADA-an untuk mencapai perluasan kemaknaan kauripan. Ke-HIDUP-an ini telah berani ditempuh dengan nungkalik nyungsang paradoks ulang-alik. Pada titik nungkalik nyungsang
CERPEN
Jendela
Jika kalian hendak ke Teluk Awur, mari mampirlah sejenak ke rumahku. Letak rumahku searah ke sana, hanya tinggal belok ke Gang Melati. Masuklah ke situ, amati rumah yang berjubel, berjalanlah sampai ke ujung gang. Jangan khawatir, sejak jalannya dicor semen, sepeda motormu takkan mudah terkotori lumpur asin. Tapi jika kau bawa mobil, parkirlah di mulut gang. Nah, rumahku ada di ujung gang itu, tepat di pinggir laut. Kita bisa ngobrol apa saja di sana, di teras rumahku, sambil memandangi laut lepas. Tentang Pungkruk, tentang pembangkit listrik tenaga nuklir yang sampai hari ini hanya menjadi kabar angin, tentang Karimun, tentang para bos mebel, atau tentang berita apa saja yang masih hangat di kotaku. “Arii… ambilkan jarum!” Itu suara emakku. Suaranya memang keras dan cempreng. Beliau hilang kelembutannya semenjak Bapak menghilang bertahun silam. Laut tak pernah mengembalikan sosoknya, bahkan juga perahunya. Kadangkala aku bersyukur bahwa tahuntahun kemarin masih bisa turut menjaga rumah tinggalan Bapak ini. Lemari jati yang kubelikan terlihat masih kukuh meski bagian bawahnya pernah tergenang rob. Beberapa baju Ari, Ahla, dan Sol yang dulu kubelikan juga masih layak pakai. Kuharap Emak tak pernah melupakan jasa-jasa kecil itu. Seperti halnya ketiga adikku yang masih berharap aku bisa keluar rumah untuk cari uang lagi. Aku benar-benar kesepian di dalam kamar. Malam itu aku sengaja menyuruh Ari membeli kacang rebus dari penjual keliling dan membawanya ke dalam kamarku. Itu adalah cara terbaik untuk memanggil keramaian ke dalam kamarku. Beberapa hari lalu aku sempat tak berani melakukan ini, dan sedikit menjauh dari mereka. “Tidak menular, jangan khawatir. Asalkan tidak terjadi kontak cairan tubuh,” jawaban itu kuyakinkan berkali-kali ke perawat yang menanganiku. Namun ada yang lebih kuinginkan dari hal itu, yakni ketika Emak mampir ke dalam kamarku. “Mayatnya sudah diketemukan, Mbak,” ujar Ari dengan antusiasnya. Mitos bahwa kacang bisa menumbuhkan banyak jerawat tak berarti sama sekali buatnya. Aku pernah menggodanya dengan kata ‘pacar’. Dia bilang ingin kerja dulu. Jawaban yang membuatku sedikit tenang saat memikirkan masa depan mereka. “Di mana?” tanyaku. “Di dekat rumahnya Midin. Karena sudah gembung, sempat disangka bangkai kambing oleh embahnya Midin,” sahut Ahla cepat. “Katanya hampir saja dihanyutkan ke tengah laut…,” Sol tak mau kalah. Cerita tentang perahu yang terbalik saat bertolak ke Karimun kembali memenuhi kamarku. Lima hari silam, saat laut sedang buruk-buruknya, dan Emak memutuskan berburu pekerjaan apa saja ke kampungkampung sebelah. “Semoga saja hantunya nanti malam sudah pergi,” ujar Ari lagi, sementara kedua matanya tak lepas dari jendela kamar yang sengaja belum kututup. Kulihat mata Sol berkelana ke langit-
Setia Harum ranum kembang randu Menari liar menyentuh mimpi Tenggelam dalam genangan anggur asmara Memabukkan.. Wajah kekasih dikening rembulan Menyimpan garah sehalus sayap kupu-kupu Memahat gambar hati Dengan warna pelangi Hingga janji terpatri Merajut setiap helai nafas Menjadi se’asang sayap Yang disunting diatas altar jiwa Atas nama ‘’SETIA’’
NING NYEPI itu awal, tengah, sekaligus akhir. Sejauh-jauh perjalanan para pejalan dalam kehidupan, Ning itu senantiasa setia menemani. Ning senantiasa hadir di setiap titik tempat, di setiap detik saat, namun kerap kali tiada diberi celah dan kesempatan yang cukup buat hadir. Ning itu memang tiada pernah meninggalkan siapa pun, tiada pernah meninggalkan apa pun, dalam keadaan apa pun, di mana pun, dan kapan pun. Justru Ning itulah yang kerap kali ditinggalkan, ditendang, diabaikan, diusir-usir, dihalau, tiada diberi celah buat Hadir utuh, paripurna, apa adanya. Ning itu bahkan kerap ditakuti, layaknya cermin bening yang dibenci oleh yang bermuka bopeng. Padahal, manakala Ning diberi kesempatan Hadir utuh, penuh, paripurna, maka Ning itu justru menyembuhkan luka batiniah terdalam sekalipun, karena Ning itu mengutuhkan. Ning itu menyempurnakan. Ning itu memeluk penuh Cinta Kasih
siapa pun yang mau memeluknya dengan tulus nan lapang. Ning itu menyatukan, tanpa membeda-bedakan, serupa Ibu Kandung Sejati yang menerima penuh Cinta segenap putra-putrinya di pangkuan kasih sayangnya. Sang Ibu Kandung Sejati-lah yang bersedia menerima putra-putrinya apa adanya. Sungguh naiflah bila ada putra-putri yang justru mengusir pelukan kasih sayang penuh Cinta sang Ibu Kandung. Lebih naIf lagi bila ada yang sampai perlu memusuhi Ning Sunyi Sepi. Ada yang mencemooh, mengumpat, mencacimaki, membenci, bahkan sampai memfitnah, mengutuk sang Ning Sunyi Sepi— sebagaimana belakangan ini ramai-ramai dilakukan di media sosial. Padahal, Ning Sunyi Sepi tak pernah menyakiti, bahkan tak pernah mengusik siapa dan apa pun. Ning Sunyi Sepi itu tiada perlu siapa-siapa, tiada butuh apa-apa. Bahkan sekadar bunyi pun tidak. ldeprabas
run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy
Coming on Age in Balidwipamandala ...
16 Agustus 2015
16 Agustus 2018
paradoks ulang-alik itulah justru pembacaan, pemaknaan, menghasilkan maknawi esensi-substansial yang identik-otentik samasebangun, tiada beda: mau berangkat dari 25 (= 7) + 35 (= 8) ataukah sebaliknya, 35 (8) + 25 (7), titik akhir tujuan akumulasinya tetap saja sama. Itulah: 60 pas! Dinamakan Pegat Uwakan. Pegat berati putus. Uwak artinya terbuka. Bila lingkaran-lingkaran sempurna, seperti rantai, terputus maka lingkaran yang semula tertutup itu pun dengan sendirinya menjadi terbuka. Jadi, pegat itu sekaligus juga berarti uwak, yang putus itu juga bermakna terbuka. Belum putus namanya bila tidak terbuka. Yang telah putus
dan menjadi terbuka dengan sendirinya itulah baru dapat dinamakan sempurna paripurna, layaknya heksagonal sama sisi kokoh-kukuh. Apakah yang telah putus dan dengan sendirinya menjadi sempurna paripurna itu? ”Yoga-samadi,” tutur tradisi para Pejalan Kehidupan yang telah kembali setelah bertemu Yang Dicari. Penyatutunggalan urip (jiwa sang Penghidup) dalam kurungan badan-ragawi ini dengan sang Mahaurip Mahajiwa Maha Penghidup seluruh Alam Semestaraya inilah dinamakan Yoga-samadi. Melepas-putuskan usai menyatu-padu-tunggalkan urip dengan Mahaurip, begitulah kira-kira Pegat Uwakan, putus yang terbuka itu. lnirta ks
langi kamar, “Pokoknya aku masih ingin tidur dengan Emak,” bergidik. “Kemarin malam aku masih mendengarnya,” susul Ahla. “Jam dua malam. Aku tak bisa tidur sampai subuh.” Kalimat itu membuat Sol langsung merapat kepadanya. Tiba-tiba ada sedih menyelinap saat mataku menemukan adik perempuanku yang satu ini. Sepertinya dialah yang paling terpengaruh. Membuatku sedikit menyesal karena telah menceritakan hal buruk kepada mereka. Tapi lagi-lagi kubayangkan, andai cerita itu tak ada, tentu sepi akan semakin menyiksaku. Hanya jendela yang hadap ke laut itu yang bisa membebaskan. Saat malam larut membuat jiwa-jiwa yang masih kecil itu nyenyak sembunyi di bawah selimut dan jendela menjadi sesuatu yang mereka takuti, tidak denganku. Masih kuingat dengan baik ketika Emak masih senang mampir di tepi pembaringanku. Hampir setiap malam. Beliau membawa bermacam-macam cerita yang sungguh ajaib. Cerita-cerita yang mampu mengubah pemandangan di balik jendela, yang sebenarnya hanya ada sampah, bangkai, beling, bau busuk, dan cerita-cerita tetangga di sana. Entah ramuan apa yang digunakan Emak. Suatu malam aku pernah melihat serombongan penunggang kuda yang melintasi laut, menuju satu titik yang aku yakin itu pastilah kediaman Nyai Roro Kidul. Pakaian yang mereka kenakan indah sekali. Pakaian zaman kerajaan, seperti yang pernah diceritakan Emak. Mereka juga menenteng aneka senjata, semacam tombak, busur, pedang, dan tameng. Aku mematung melihat iring-iringan itu. Takut jika mereka menoleh ke arah jendela ini, dan lalu datang menjemputku. “Itu Nyai Roro Kidul sedang mantu. Jika kau sampai diambil mereka, kau akan dijadikan pelayannya seumur hidup. Kau mau?” Aku menggeleng keras. Merinding membayangkannya. “Kau takkan bisa lagi bertemu Emak Bapak. Kau akan diajak tinggal di dalam laut sana,” lanjut Emak. Hampir setiap malam Jumat aku mendengar gemerincing kuda dari balik jendela itu. Juga suara hantu-hantu orang yang tenggelam di laut. Konon arwah-arwah mereka kadang merupa perahu-perahu yang pada malam-malam tertentu menampakkan diri di lautan lepas.
semasa masih kacung di sebuah rumah bos mebel, aku diperkenalkan dengan sebuah tempat bernama Pungkruk1. “Apa enaknya?” kupertanyakan kata ‘enak’ yang dikatakan Warni kepadaku. “Setidaknya kamu enggak akan kelaparan!” dia meyakinkanku. Dan aku memang sudah bosan jadi babu.
*** Saat itu umurku sudah lima belas. Dan orang-orang di kampungku sedang dibuat gelisah oleh kabar akan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Bagaimana jika itu nanti bocor atau bahkan meledak? Tentu akan ikut matilah kami semua. Peristiwanya terjadi tepat pada hari ke empatpuluh pasca hilangnya Bapak. Malam itu Bapak mengunjungiku, mengajakku berlayar. Tapi subuhnya aku diketemukan oleh Dhe Marno—anak Mbah Margono, sedang berkecipak berjalan di pantai samping perkampungan kami. Kaki kiriku berdarah terkena pecahan piring. Pantai itu memang kotor. Orang-orang kampungku suka buang sampah ke sana. Tapi jangan khawatir. Jika kalian memang penyuka laut, tentu hal itu bukan masalah besar kan? Toh kalian bisa mencari titik lainnya. Setelah kaki kiriku sembuh, anehnya ketakutanku akan hantu mulai sirna. Setiap malam Jumat aku bahkan selalu menantang diri sendiri untuk melihat iringiringan Nyai Roro Kidul, dengan harapan mereka sudi membawaku serta. Aku ingin dipertemukan dengan Bapak. Aku kangen sekangen-kangennya. Aku yakin Bapak telah diculik rombongan Nyai Roro Kidul. Tapi keinginan itu tak pernah wujud. Iring-iringan Nyai Roro Kidul hilang secara misterius. Aku mulai melupakan jendela itu ketika Emak mulai mengeluh soal uang. Ketiga adikku sedang dalam masa pertumbuhan. Bukan hanya soal makan, kata Emak sekolah juga penting agar kami tak senasib dengannya. Dengan bekal pendidikan yang kurasa sudah cukup untukku, aku pun mulai sibuk mencari pekerjaan. Dengan ijazah sekolahku, sangat sulit mencari pekerjaan yang menyenangkan. Dari buruh menjahit, kacung rumah, sampai perawat orang sakit, pernah kulakoni. Hingga akhirnya oleh Warni—temanku
*** Hal pertama yang membuatku senang dengan Pungkruk adalah pantainya. Tak seorang pun tahu—bahkan Warni sekalipun, jika setiap jeda waktu pagi menjelang siang, aku selalu menyisihkan waktu untuk menengok laut. Aku masih berharap Bapak pulang, meski hanya jasadnya sekalipun. Apakah menurut kalian aku terlalu konyol? Terhadap para pengunjung yang umurnya tak lagi muda pun kadang aku masih termakan halusinasi. Aku berharap salah satu di antara mereka adalah Bapak, betapapun aku sadar, Bapak takkan mungkin tersesat ke tempat semacam itu. Aku bertambah kerasan ketika sadar bahwa di tempat itu uang begitu mudah didapat. Lambat laun aku juga semakin kenal siapa itu lelaki. Gara-gara para lelaki itulah, dengan alasan lembur, aku kerap membohongi Emak. Aku sempat hampir jatuh cinta dengan seseorang. Tapi setelah berpikir bahwa itu akan sangat merepotkan, akhirnya kubunuh perasaan itu sesadarsadarnya. Aku mulai belajar mengelola cinta sama seperti ketika mengelola uang. Dua-duanya sama penting. Selama dua tahun di Pungkruk, Emak tak pernah tahu pekerjaanku seperti apa. Aku jarang pulang ke rumah. Aku berbohong bahwa pabrik mebel kerap lembur. Capek jika harus bolak-balik ke rumah. Lagipula aku tak lagi takut dengan gelap malam, hantu, dan semacamnya. Aku tahu mereka tak lebih mengerikan daripada para lelaki ketika sudah terbebat nafsu birahi. Tanpa kusadari aku bahkan telah memiliki keberanian sejauh itu. Aku telah memiliki beragam cara untuk memanen uang dari pelbagai tipe lelaki. *** Batukku semakin parah. Meski kata perawat penyakit utamaku bukanlah batuk, tapi gejala itulah yang kurasakan paling menyiksa. Tubuhku rasanya semakin tak karuan. Tapi Emak masih saja terlihat tak peduli dengan cerita tangisan dari arah laut yang membuat ketiga adikku langsung tak beranjak dari bawah selimut saat malam perlahan merangkak. Tangisan yang terdengar lebih nyaring dari jendela kamarku. Emak bahkan hampir tak pernah lagi membukakan jendela itu untukku. Beliau selalu hanya menanyakan kondisi tubuhku saat sesekali mengantarkan nasi ke dalam kamarku. Tak ada lagi cerita-cerita yang bisa mengajakku keluar dari rasa sakit ini. Sejak aku tak bisa lagi memberinya uang, sepertinya Emak tak bisa lagi sekadar menyisihkan sedikit waktunya untuk bersantai. Kabar mengenai penutupan Pungkruk aku dengar dari percakapan Dhe Marno dan Kang Peno saat memperbaiki jaring. Lantaran tubuhku yang tak kuat berlamalama duduk di teras, tak kupedulikan lagi percakapan mereka selanjutnya. Lagipula seperti itulah percakapan kebanyakan para lelaki jika menunya adalah Pungkruk. Kadangkala terdengar menjijikkan, padahal tak semua perempuan yang terperangkap di sana seperti itu. Tiba-tiba saja aku rindu ingin segera dipeluk malam. Sering kubayangkan ada yang mengetuk daun jendela kamarku dan lalu mengajakku pergi ke dunia jauh, bertemu Bapak. Aku sudah bosan bohong kepada Emak, bahwa penyakitku bisa disembuhkan. Karena itulah, jika kalian hendak ke Teluk Awur yang pasirnya begitu putih itu, mari mampirlah sejenak ke rumahku. Mari berbincang tentang apa saja agar aku tak kesepian menunggu sesuatu yang pasti akan datang.* lAdi Zamzam Desa Banyuputih RT/RW :11/03 No. 79 Gg. Masjid Baitush Shamad. Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah (59468)
NASIONAL
16
Minggu Paing, 13 Maret 2016
Arjuna Hancurkan Kelompok Ksatria dengan Kesempurnaan Serangan
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Dua Ratus Lima Belas)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara
dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
ARJUNA benar-enar memiliki kekuatan luar biasa, meski memang ada kepribadian tidak sabaran pada dirinya. Senjatasenjatanya sendiri adalah sangat hebat, karena banyak dewa bermurah hati kepadanya, seperti Dewa Agni, Indra termasuk Shiva sendiri memberikan anugerah senjata surgawi kepada putra ketiga Pandu itu. Dhananjaya itu, juga ditunjang kekuatan lengan-lengan sangat kuat dan hebat. Partha dengan kepercayaan diri , menyambut panah-panah yang ditembakkan ksatria-ksatria Kuru kepada dirinya. Banyak senjata senjata hebat ditembakkan kepadanya oleh rajaraja utama yang membela Kuru. Walaupun berdiri di atas tanah, dia masih berhasil menggagalkan serangan raja-raja itu yang ada di atas kereta mereka. Arjuna, seperti seseorang tak bersalah, dengan tanpa berpikir panjang menghancurkan sekelompok ksatria dengan kesempurnaan serangan. Para Kaurava, Oh raja sangat memuji keberanian Partha yang sangat menakjubkan itu. Vasudeva, kemudian berkata, ‘Ada kejadian yang lebih mengh-
erankan telah pernah terjadi di dunia ini. Atau yang akan pernah terjadi di medan kurusetra ini. Partha dan Govinda itu, di tengah berlangsung pertempuran, telah melepaskan kuda-kuda mereka. Setelah menunjukkan energi dahsyat, di medan pertempuran itu. Yang terbaik dari manusia itu telah mengilhami kita dengan pemikiran hebat.’ Kemudian Hrishikesa, yang matanya seperti kelopak bunga lotus itu sambil tersenyum sangat pasti, Oh Bharata berada di tengah-tengah kumpulan para musuh. Arjuna menciptakan kecemasan di medan pertempuran itu. Di sana diciptakan gedung yang terbuat dari anak-anak panah di tengah telaga yang juga baru diciptakan dari panahnya. Kudakuda itu dituntun ke sana untuk mendapatkan air di telaga baru itu. Apa yang ciptakan Dhananjaya itu benar-benar dalam pandangan semua ksatria dari kubu paduka. Krishna sendiri, sangat terampil merawat kuda-kuda itu. Dengan cepat, Kesava menghilangkan keletihan kuda-kuda yang kesakitan. Ada juga mulutnya
penuh busa. Badannya gemetar karena tubuhnya penuh luka. Ada juga badannya terkena panah. Nah, panah-panah itu dengan telaten kemudian dicabuti Krishna. Dengan diberi minum, makan, dan dicabuti panah panah di badan kuda itu, dan juga diberikan kasih sayang dengan cara mengusapusap, menggunakan tangannya sendiri. Setelah mendapatkan perawatan maksimal, diberikan makan, minum, perhatian dari Krishna itu membuat kuda-kuda itu kembali segar. Tidak heran kuda-kuda itu akhirnya bisa berlari kencang sekali. Sekali lagi dengan berhati-hati, Krishna akhirnya memasang kuda-kuda utama itu di kereta-kereta itu. Kemudian, orang yang utama dari semua pemegang senjata itu, Sauri, yang energinya hebat itu naik ke kereta itu bersama Arjuna. Kemudian mereka meneruskan perjalanan lagi dengan kecepatan sangat tinggi. Setelah melihat kereta, yang utama dari para prajuirt kereta itu sekali lagi memasang kudakuda itu. Hal itu bisa dilakukan karena kuda-kuda yang kehausan
sebelumnya rasa hausnya telah dipadamkan yang utama dari bala tentara Kuru itu. Kemudian kuda itu mulai meringkik. Oh raja kuda-kuda tampak seperti ular-ular yang taringnya dicabut. Mereka berkata, keduanya baik Partha maupun Krishna kemudian pergi secepatnya dari tempat itu. Melesat dengan kecepatan tinggi dalam pandangan semua ksatria Kuru. Berkendara di atas kereta yang sama dan lajunya sangat cepat, Arjuna menggunakan baju zirah. Lalu Arjuna, dengan cepat pula membantai
pasukan-pasukan Kuru tanpa ampun. Arjuna, melakukannya dengan tenang. Tampak seperti anak-anak bermain-main dengan sebuah boneka-boneka kesukaan, mereka santai dan penuh kegembiraan. Sungguh, penghangus musuh-musuh itu telah pergi dari pandangan semua raja, setelah menunjukkan keberanian dan tidak dihalangi pejuang-pejuang kita, yang berteriak terus berjuang. Hal itu dilakukan semata demi melindungi Raja Jayadratha dari kepungan Arjuna,. (bersambung)
Sloka 6.6 Bandhur atmatmanas tasya Yenatmaivatmana jitah Anatmanas tu satrutve Vartetatmaiva satru vat Diri (sang atman) adalah teman bagi seorang yang dirinya (yang rendah) telah dikalahkan oleh dirinya (yang tinggi). Tetapi,bagi diri yang belum terkendali, maka Sang Diri (Sang Atman) akan bertindak tidak ramah, ibarat seorang musuh.
Yusril dan Adhyaksa Dault Kedepankan Etika
Jakarta (Bali Post) Yusril Ihza Mahendra mengatakan perlu mengedepankan etika politik agar Pilkada DKI Jakarta 2017 berjalan harmonis. “Kita tetap mengedepankan etika politik yang baik sehingga pemilihan gubernur tidak menimbulkan ketegangan antarsuku, agama,” kata Yusril saat berkunjung ke rumah Adhyaksa Dault di daerah Jakarta Selatan, Sabtu petang (12/3) kemarin. Ia ingin kompetisi dalam meraih kursi pemimpin di DKI Jakarta ini tidak ada serangan dalam kata-kata kasar maupun isu yang dibuat-buat. “Ini masalah politik. Kita bisa menang atau kalah,” kata dia. Adhyaksa sependapat dengan Yusril, posisi tersebut
tidak didapat dengan cara saling menjatuhkan. “Pakai cara yang baik, jangan bawa suku atau agama,” kata dia. Yusril berkunjung ke rumah Adhyaksa dalam rangka silaturahmi, bersinergi membangun Jakarta lebih baik. Ketika ditanya apakah mereka akan maju berdua di
Pilkada nanti, Yusril menjawab kemungkinan selalu ada mengingat dunia politik yang dinamis. “Bagaimana ke depannya tergantung perkembangan partai-partai politik menggodok calon-calon, yang sekarang dalam proses,” kata Yusril. (ant)
Bupati Sidoarjo Laporkan Bocornya Pipa Gas Lapindo BPM/dok
YUSRIL - Calon Gubernur DKI, Yusril Ihza Mahendra, saat bertemu Ahmad Dani.
TELEPON PENTING RUMAH SAKIT RSUP Sanglah : 227912-15 PMI/RSUP Sanglah : 227911 RSAD Udayana : 228061 RSU Wangaya : 222141 RSU Manuaba : 426393 RSUD Badung : 9006813 9006812 RSU Surya Husada : 235041 : 233786 : 233787 RSU Puri Raharja : 222013 RSU Saidharma : 227220 RSU Kasih Ibu Denpasar : 223 036 BaliMed Hospital : 484748 RSU Dharma Yadnya : 462629 : 462488 Fax. : 462488 RSU Dharma Usadha : 227560 : 234824 RSU Bina Atma : 425744 RSU Khusus Bedah Graha Usadha : 423467 : 426492 Klinik SOS Gatot Kaca : 223555 RS Bhakti Rahayu : 430270 : 403245 RS Bhayangkara : 234670 RSU Sari Darma Jl. Pulau Seram No.1 : 226866 RSU Prima Medika Jl.P.Serangan No.9X : 236225 (Hunting) Fax : 236203 Bali Royal Hospital Jl. Letda Tantular No. 6 Renon : 247499 RSU Wisma Prashanti, Tabanan : 819601 RSU Bintang Jl. Ngurah Rai 10, Klungkung :
(0366) 25241 Fax. : (0366) 22819 Rumah Sakit Bersalin Harapan Bunda : 265533 34 Layanan Psikiatri Jl. Belimbing 74 Dps. : 249488 Polda Bali : 236494 Posko Bantuan Tourist Police : 224111 Nusa Dua Clinik : 771324 Klinik Mas (Jl. Raya Mas-Ubud) : 974573 Batu Bulan Medical Clinic : (0361) 8884000 Markas PMI Cabang Badung Jl. Imam Bonjol Denpasar : 484305 Pelayanan Abulance Gawat Darurat PMI Cab. Badung : 484305 Pelayanan Usaha Transfusi Darah (PUTD) PMI Cabang Badung d.a. RSUP Sanglah Denpasar : 227224 : 227915 : 227911 s.d. 227915 UGD Jiwa 24 Jam RSJP Bangli
: RSU Graha Asih : RSIA Puri Bunda :
(0366) 91008, 91052 764860 0361- 437999
KPK Siapkan Konten Kurikulum Antikorupsi
Jakarta (Bali Post) KPK berharap pendidikan antikorupsi dapat masuk ke sekolah-sekolah dari kalangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi. Meski belum mendapat persetujuan dari Mendikbud dan Menristek Dikti, KPK telah menyiapkan konten kurikulum itu. “Ada banyak konten yang sudah kita siapkan sebenarnya. Tapi kan kembali lagi, nggak ada kewajiban itu (menerapkan pendidikan antikorupsi di setiap level pendidikan),” kata pimpinan KPK, Saut Situmorang, di Jakarta, Sabtu (12/3) kemarin. Padahal, kata Saut, salah satu kesepakatan yang ditandatangani Indonesia d i P B B d a la m Ko nv e ns i Anti-Korupsi (United Nations Convention Against Corruption-UNCAC) adalah memasukkan budaya antikorupsi dalam sistem pendidikan. Langkah tersebut telah dilakukan oleh negara-negara lain peserta UNCAC. “Jadi seperti di luar negeri, kegiatan-kegiatan pendidikan antikorupsi cukup banyak,” ujar mantan staf ahli BIN tersebut. Saut yakin kurikulum antikorupsi akan segera masuk ke dunia pendidikan. Sebab, dari hasil diskusinya dengan pihak Kemenristek Dikti
menunjukkan keinginan yang searah. “Kementerian Dikti juga berkeinginan untuk memberikan semacam dorongan. Seperti contoh bagaimana anak menghargai, jadi ada kurikulum lain selain materi-materi yang tertulis, umpamanya perilaku. Jadi, kurikulum akan coba kita benahilah,” ucapnya. Saut menyebut sudah ada beberapa perguruan tinggi yang memasukkan pendidikan antikorupsi dalam kurikulum. Namun, hal itu belum menjadi kewajiban dan belum dilaksanakan oleh semua perguruan tinggi. Ke depan, dia berharap ada kurikulum yang lebih spesifik tentang pendidikan antikorupsi bagi anak. Bila perlu, kurikulum itu tidak hanya diselipkan dalam materi pendidikan lain namun khusus antikorupsi. “Apakah itu dimasukkan dalam pelajaran, umpamanya kalau dulu ada Kewiraan, Pancasila, Kenegaraan atau gimana. Tapi memang seharusnya dimasukkan secara formal,” tutur Saut. (ant)
BUSINESS & INVESTOR CLUB
Training langsung praktek jadi investor & pebisnis ONECOIN (Mata uang digital) sebagai alat transaksi online/ e-comerce internasional di era Globalisasi
John Sadewa
info: www.onecoinina.blogspot.co.id leader setiap kota/kabupaten di bali
05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Sehat Bugar 07.05 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Warna-warni Pagi 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It Robot (Brunai) 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari TK Santi Kumara 3 Sempidi 09.30 Belajar Menggambar
Membuat Origami Pohon Cemara 10.05 Boga Dewata 10.30 Pelangi Kehidupan 11.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 BCTTV/Glimpse Of The Island 13.00 Dunia Kita 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Gita shanti SS. Mekar Sari Padangsambian (1) 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Round Up The World
17.30 DW TV 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lintas Mancanegara 21.30 Sekilas Berita 21.35 Ajeg Bali 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita 23.05 Solusi Alternatif Herbal Putih 00.00 Lejel Home Shoping 00.00 Closing
BPM/dok
LAPINDO - Sejumlah pengendara sepeda motor melewati tanggul lumpur Lapindo. setempat. “Setelah uji TKP dan terakhir akan menunggu hasil dari uji Laboratorium Forensik. Tim ini nantinya akan didatangkan dari Polda Jatim untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut,” katanya. Ia mengatakan, pada awal pekan depan akan dilakukan semuanya itu, dan untuk se-
BIC. Jl. Sentanu no.37 Peguyangan kaja, Denpasar utara.Telp. 0361 9008884 C.0000521-rpa
mentara ini sudah dilakukan oleh kepolisian sektor setempat yakni Polsek Tanggulangin. Terkait dengan peristiwa ini, pihkanya juga meminta keterangan dari berbagai pihak untuk dijadikan saksi. Mulai dari korban, warga setempat dan tidak menutup kemungkinan juga dari pihak Lapindo. (ant)
KAVLING SIAP BANGUN Lokasi : Jl. Padang Griya. Pd Sambian Jl Piranha-Gurita, Sesetan Jl. Tukad Balian Uma Renon Jl. Pulau Demak, Malboro
BiC
Hanya dg 3 juta anda dilatih sampai mahir & punya invest awal 100 euro dg sekali SPLIT anda profit 100% (jadi 200 euro) Hp/WA. 08113801502 Dibutuhkan
Minggu, 13 Maret 2016
Sidoarjo (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, akan menemui Lapindo Brantas Inc di Jakarta menyusul pipa gas milik perusahaan itu di Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin bocor. “Hari ini, saya akan ke Jakarta yang salah satunya akan bertemu dengan pihak Lapindo Brantas Inc untuk membicarakan kondisi terkini di Tanggulangin tersebut,” kata Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, Sabtu (12/3) kemarin. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk mengatasi pipa gas yang bocor itu. “Kami sudah mendapatkan informasi dari petugas di lapangan kalau permasalahan pipa gas yang ada Tanggulangin tersebut sudah selesai dan sudah berhasil ditangani,” kata Saiful. Sebagian rumah milik Supriyono, warga Kedungbanteng, Tanggulangin, Sidoarjo, kemarin, terbakar diduga akibat bocornya pipa gas milik Lapindo Brantas Inc yang melintas tidak jauh dari tempat tinggalnya. Sementara itu, petugas Kepolisian Resor Sidoarjo, Jawa Timur masih menyelidiki kebocoran pipa gas milik Lapindo Brantas Inc, di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo, Jawa Timur. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sidoarjo, Ajun Komisaris Polisi Wahyudin Latief, mengatakan pihaknya masih mendalami hal ini apakah ada indikasi kelalaian atau tidak dalam pemasangan pipa gas tersebut hingga menyebabkan kebakaran rumah warga
Rumah siap huni 3 kamar tidur, tipe 55/117m2 Jl Padang Griya. Pd Sambian
0361 245460 081 999 914201 HUBUNGI 081 139 8086 081 239 658925
C.0000781-bgn
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Paing, 13 Maret 2016
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) z Jakarta : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
!!Dcr Sopir Pribadi, Disiplin + Tanggung Jwb,Gaji Tinggi Hub.Toko Besi Murah Jl.Teuku Umar Barat No.17 Dps
Dcr Krywt u Tk Buah Jl Letda Cimb Niaga Finance bth CMO,Pria Dbthkn Tng Engineering max25Th Made Putra Dps Hb.087862280623 Max 35th,min D1 Pglmn 2th mahir Lam Lgs ke Hotel Sinar Bali,Jl. A.BP.001.03.16.0000826 Smartphone,Cv ke PT.Wahana Padma Utr Legian Kuta T.751404 Dicari Wnta u/PRT Gaji 1,5Jt A.BP.001.03.16.0000802 Rukan Sunter Permai B-3 Jkt Dbthkn sgr receptionist & CleaB.BP.141.03.16.0000455 TinggalDlm Hub.082 146 808 888 14350 E.hrd@wahana.pt A.BP.001.03.16.0000778 ning service.Lam 0361-8450372/ !!3org Sopir B1,yg sdh B.BP.031.03.16.0000364 **** Income Puluhan Juta**** Jl.LC.Gatsu Barat No.3 Kerobokan Pengalaman Kerja,Gaji Tggi, ada Cocobistro Restaurant Needs: dan Bonus Tour Luar Negri PT.Tiara Cipta Nirwana U.Mkn,ada Kos,Hub.Murah Makmur Restaurant Mgr/SPV,Sous Chef, Gabung jadi”Marketing”Motor A.BP.001.03.16.0000742 Bangunan Jl.By Pass Ngurah Rai Waiter/ss,Cook,CleaningService. Honda Anugerah Utama Mtr Dcr Adm Waiter(diutamakan Ber888 depan Oleh2 Karang Kurnia Send CV:corp-hrm@tropical B.BP.141.03.16.0000403 Jl.Gatsu Timur 145 T:08155017303 groupbali.com/riamarista@gmail pengalaman)Cookhelper Foodchec A.BP.001.03.16.0000839 ker Stw Hub.410383/410384 *****Driver***** .com Ph:0361-775211 Ext 101 Adm,Salesman,TeknisiAC A.BP.001.03.16.0000663 Min.SMU Max.35Th,SIM B1, Bisa B.BP.101.03.16.0000443 Pend Min SMA/SMK Max 35Th Dcr Bartender/es Waitres Lam Ke Bawa Truck,Lam ke Anugerah Cr PRT Tdr Luar u/Wrng, Gj.Harian Dom:Kuta Hub.08159400381 Puri Bali Indah Rest Jl.Melasti Utama Motor Dealer Motor Honda 50rb Lok Renon.081916232859 A.BP.001.03.16.0000896 17 Legian Tlp 0361 751644 A.BP.001.03.16.0000892 Jl.Gatsu Tmr 145,081999915377 BCF is Looking for Full Time Cr karyawan Distributor tng sera- 08123802169 Interview 14 Maret A.BP.001.03.16.0000838 English Teacher for Lembongan A.BP.001.03.16.0000863 butan Gj 3jt/bl,085792845721 Cr Tng Angkat Utk Gudang Prefer Local Teacher from KlungDcr Beauty Consult,Wnt Max.28, B.BP.154.03.16.0000398 Beras Jl.Cargo H.085100866177 kung.English Dept Graduate, S1,Pengalaman,Bhs Inggris Ok, Cr tukang masak&Chef,pnglmn B.BP.141.03.16.0000331 Young,Energetic,Good Spoken lok.Dps,Gj+Bns,Hp.085339122222 punya Network Dcr Sgr”Junior Pizza Maker” A.BP.001.03.16.0000709 Written English Good Salary & Hub:Esther House of Beauty & “Barista” u/Rest.Kuta.Pglmn Cri Sopir SIM A/B yg Berpnglmn Benefits,Training Provided, 0361-264 689/08991809483 min.1Th. Tlp.0361-763143 atau Dpt Mes Bonus Gji 80-150 per A.BP.001.03.16.0000854 Transport Provided.CV in Email CV:info@mnm-concepts.com hari H.08123964965 Dcr Karyawati u/Adm Kantor A.BP.001.03.16.0000577 English to info@balichildrenfo A.BP.001.03.16.0000876 SMU/Sederajat Hub:483868 **Krywn/ti utk Fried Chicken undation.org Dbth:Waiter/Waitress/Bartender A.BP.001.03.16.0000867 Min SMA Max 28Th 08124609900 A.BP.001.03.16.0000801 /Public Relation, Krm:Jl.LakDcr Kasir&SPG u/Swalayan di A.BP.001.03.16.0000822 Bth Marketing/Produksi Konfeksi smana 11A Basangkasa Seminyak Sanur.Krm Lmrn Jl.Danau Buyan Cr Pembantu u/Bule bs Tdr di (Wah Wah Rest)085792447998 No.34A.Telp.289781 Dalam,Punya Sepeda Motor Krobo- & Tkg.jarit 081805620556 Dps A.BP.001.03.16.0000727 A.BP.001.03.16.0000642 aribawaimade@gmail.com kan Gaji Bagus HP.08174701435 Cari Administrasi,Ktr Krobokan Dcr Krywn Cuci Mobil Renon Tnp A.BP.153.03.16.0000900 B.BP.155.03.16.0000444 Dbthkn Sgr SPB/SPG,Mktg Wilyh Hub:0813151 60672 Segera Kerja Dcr House Keeping, Front Office, Pnglman,Gaji+Mess,087862987976 B.BP.141.03.16.0000428 A.BP.001.03.16.0000864 Dps Min.SMU/D1 Fas:Gaji Bonus Cook, Kirim CV Hotel Grand Dcr:Acounting,SA Kasir,Comisi Cari Waiter-Waitress Hub. Komisi Jenjang Karir Intvw Sinar Indah Jl.Padma Utara Hub:081238311096 Sanur 0361-756573/756574 Senin-Rabu Jam Krj Jl.Seruni 18 Legian Kuta B.BP.154.03.16.0000451
A.BP.001.03.16.0000833
A.BP.001.03.16.0000812
A.BP.001.03.16.0000696
Dcr Mekanik Tmtn STM/SMK Lmrn ke PT.Ultranindo Sedayu Jln.T.Umar Barat No.288X Tlp.0361-8476144/8447020
A.BP.001.03.16.0000700
Dcr Sales Elektronik Gj.UMK Bonus,BPJS.Krm Lmrn Jl.By Pass Ngrh Rai No.359 Telp.9380126
A.BP.001.03.16.0000641
Dcr Security,Sopir Gudang,SPG/ SPB Hub Bali Pet Shop Jl Setiabudi No.23A Dps Ph:0361428786
A.BP.001.03.16.0000683
Dcr Sopir SIM B1 u/Perusahaan di PelabuhanBenoa,081999660972
A.BP.001.03.16.0000835
Dcr Spa Thrapist u/daerah Kuta &Seminyak Hub.081999050712 Sgr
B.BP.154.03.16.0000447
Dcr Teknisi AC min SMK/Sederajat T.081338224444 0361239181 Alamat CV.Karya Mas Utama Jl.Teuku Umar No.159 Dps
A.BP.001.03.16.0000512
Dcr Tenaga Cleaning Service Hub.08155736013/085795891215
A.BP.004.03.16.0000818
Dcr Waitress u/CamudaCafe Jl. Pengosekn Ubud Hb:081239292850
A.BP.001.03.16.0000511
Dcr kary laundry Pglmn Hub: Hotel Ari Putri Semawang Sanur Tlp.087861602048/0361289189 A.BP.001.03.16.0000622
Dcr sgr Therapist Spa u/diKuta Hub.081805495808
Dcr;Sales&Sales Manager,SPG,S1 max 35th gaji,bonus,transp,CV kirim ke PT.Adika Jaya Dewata Jl.T.Umar 200 Dps,0361-264410
Dicari buruh kerja di PeterNeed:Operation Alarm Center nakan.Gaji tetap + kos gratis+ English Speaking,Good Teamwork bonus harian. Hub.085739253902 Walk-In Interview:Monday,14Mar A.BP.001.03.16.0000858 13.00-17.00.Bring CV@221Assist Dicari karyawan Mony Changer A.BP.001.03.16.0000845 Anyelir No.8 Denpasar Sms 08123809006 Dicari Karyawan/Karyawati A.BP.001.03.16.0000745 A.BP.001.03.16.0000862 Jln.P.Kawe 44A Dpn Alfamart Padi Hanycraft Store&Reflexology Driver for Delivery English, A.BP.001.03.16.0000877 Nusa 2 Needs:Opr,SPV,SPG/B Jujur,SIM A+C Call.08123983573 Dibuka Konsep Makanan Baru di Send to riamarista@gmail.com B.BP.004.03.16.0000383 A.BP.001.03.16.0000793 Jimbaran,Mencari Chef dan Ph:0361-775211 Ext 101 Dicari D3 Akutansi bisa Comptr Gandhi School Looking for MarStaff. Send CV ke B.BP.101.03.16.0000436 untuk Lap.Pajak Kirim ke Jl. keting Staff,with Relevant ayamthebest@gmail.com SMK di Dps yg Brkmbng Bth Guru Katrangan Gang 9 No.1 T.262086 Work Experiences,Good in ComA.BP.001.03.16.0000318 Kimia E:tugasbali@yahoo.com A.BP.001.03.16.0000799 puter,Social Media,Design Grafis, Dibth Sgr Adm(D3)Sopir,Helper/ A.BP.001.03.16.0000834 Dicari Karyawan/wati Money Fluent in English, Send CV SMA,u/DtmpkndiMambal&Uluwatu Sopir SIM A,Usaha Supplier,ada Changer Dihotel Hard Rock to Jl.Tukad Yeh Penet No.8A, Bw Lam ke CV.TOP Sanur,T462816 Mess,Rajin,Jujur, 081246514459 Hub:0361417190/0811386998 A.BP.001.03.16.0000603 A.BP.001.03.16.0000803 Renon.Email:manager@gandhibali A.BP.001.03.16.0000827 Dibutuhkan Mrketng,Back Office Sri Abi Ratu Villa looking for .org or ayu@gandhibali.org, Dicari Marketing Kredit u/ BPR dan OB.Kirimkan lamaran ke Sales Executive,M/F,Exp 1 year Contact 0361239744 Pengalaman Minimal 1 Tahun PT.Sinar Mas MultiFinance own vehicle,English.Sent CV to A.BP.001.03.16.0000805 Hub:081339139240/087761577545 H.KeepingSerabutan(SMK)KTP.Ba- mail:okky.paulina84@gmail.com Jl.Tantular No.8 Renon Lt.3 A.BP.001.03.16.0000728 A.BP.001.03.16.0000829 A.BP.001.03.16.0000699 li,Home Stay Sanur 08123876076 Dicari PRT KTP Bali Hub: Dibutuhkan Senior Accountant, Tropical Group Nusa 2 Needs: A.BP.001.03.16.0000619 Pendidikan S1 Accounting,Penga- 082339183866 Bukan Yayasan Luxury&Tranquility Spa Group Purchasing(DW) and Security (SIM A.BP.001.03.16.0000869 laman 3th diperush.Manufacture, A&C).Send CV:corp-hrm@tropical Nusa 2 Need:Therapist, Dicari Peg.Butik & Tk.Payet menguasai accounting software groupbali.com/riamarista@gmail Hub: 0361-775211 Borongan Hub:08123861909 terutama Zahir,production cost .com Ph:0361-775211 Ext 101 Ext 101/Email: A.BP.001.03.16.0000871 control,financial report,AR, B.BP.101.03.16.0000440 riamarista@gmail.com Dicari Tenaga pasang tenda bs GL,Credit Control dan UbudRest.Waiter/ress,Bar,Cook B.BP.101.03.16.0000438 setir & tgl dalam,081999058233 Perpajakan.Kirim lamaran ke decko@decko.com SMS:0811399375 Maya Sayang Villa required: A.BP.004.03.16.0000894 hrd@carloshowroom.com B.BP.004.03.16.0000442 DW/Stewart Kitchen, Staff/ Dicari Therapist Sebanyaknya A.BP.001.03.16.0000756 Waiter(Pria)&CookHelper;Status Ecommerce Sale&Marketing,Hot Pnglaman tdk diutamakan serius Permanen,Gaji,Bonus,Tunjangan Dicari Seorang Detektif Swasta Kitchen Japanese,FO(male,SIM A) Bkrj & Pekerja Keras Kesehatan,Febris Hotel, Untuk Mengikuti Istri Saya. CV send to :info@mayasayangHb:Essence Spa No.100X,8947327 Jl.Kartika Plaza Kuta Tel.754575 Kirim SMS ke:081337757088 bali.com Tlp. 732230 081999981681 (Ibu Arta)
B.BP.154.03.16.0000381
A.BP.001.03.16.0000741
Dibutuhkan tukang masak untuk villa pribadi di Sanur & Nusa Lembongan:Pria/ wanita,Bisa masak Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris Flexible,mau belajar dan jujur CV email ke: mnhr.recruit@gmail.com
B.BP.154.03.16.0000337
A.BP.001.03.16.0000631
A.BP.001.03.16.0000790
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post
HONDA
HRV Ready Stok Diskon Besar 081236795696/081936246405
Inova V Luxury A/T’12 Pth Full Orgnl Cat Pjk Baru,0811368989
Splash’2011 silver. Jl.Drupadi XI/3 Hub.0361-232512.Pribadi
Verfire’2013 KM 16rb,htm mulus Hub.085100496677
A.BP.001.03.16.0000830
B.BP.164.03.16.0000437
Avanza 10 Dp 20Jt Aja Sisa Teken Jl.P.Kawe 44A Dpn Alfamart
MobilioE Prestige14AT Pth KM26 175JtSaelus2Kmbj7/085101850689
A.BP.001.03.16.0000901
KIA
HONDA
Avanza G’04 AsBali Tgn1 Coklat Muda Met BUC,085 333 124 554
B.BP.141.03.16.0000432
SUZUKI
Splash GL Th’2012 Tgn1 Asli Bali Silver H.0851 05 05 2880
B.BP.164.03.16.0000434
Swift’08 AT MrhMet,Trwt,Audio, Jklt,VR18Bru SPAKE081999925143
A.BP.001.03.16.0000906
APV X’05 Pmk Silver Bagus 76Jt Gatsu I H.085100748748 TT/Krdt
B.BP.141.03.16.0000452
Carry PUp 87 Br Cat Sms KIR Br yg Nwr 24 Jt Kbl 087860090871
A.BP.167.03.16.0000825
Djl Splash’12 Pribadi Silver Terawat 108Jt Hub.081213672655 A.BP.001.03.16.0000675
PANGGILAN MURAH BERGARANSI
085100933617,085792170822
BUC Dijual Rmh 3Lt di Ubung H.635Jt Ng Hb.081934348321
A.BP.001.03.16.0000671
KONTRAKTOR *Swimming Pool Specialist Contractor pny mslah 082144464070
B.BP.164.03.16.0000445
BUC Kijang Inova Manual Silver 2005 Asli DK Hub.081236953377
BUC Rmh Lt2 LT120 Jl.Palapa XI Palapa Residen 1 08123809404
A.BP.001.03.16.0000840
B.BP.166.03.16.0000457
TnhSHM5,65A&1,85APrerenan,L.Vila SINGARAJA Jl.7m Aspl, TT Mbl.081337599888 Djl Rmh1A Jl.P.Sumatra 3KT,1KM A.BP.001.03.16.0000504 B.BP.809.03.16.0000400 Dijual Rumah+Tanah10x10 Lokasi 1RT,1Dpr 350JtNgo.081236780111 !Tnh 1,3m2 Hrg Miring 350Jt/A A.BP.001.03.16.0000899 Jl.Keboiwa Gg.Melon No.5 BelaSempidi,9009941 / 085954088585 A.BP.001.03.16.0000772 TABANAN kang MCD Keboiwa,081805406639 !!!Seminyak Petitenget 2A,7A 350Jt Rmh Siap Huni 1KM Selatn / 085100087290 cck Vila,Hotel, 081338977777 A.BP.001.02.16.0001783 RS.Wprasanti Tbn 085739427434 A.BP.001.03.16.0000564 A.BP.001.03.16.0000885 Dijual/Kontrak Perum Puri Kosala !Djl Tnh luas 5Are lokasi Jl. 0,75A NngkaUtr,081236718748 DISEWAKAN RUMAH Semer,minat Hub:081353673688 A.BP.001.03.16.0000895 Dikont Rmh di Jl.Sandat V/38 B.BP.166.03.16.0000458 Rmh Br Tp65/100 3KT 1KM Granit Hub:08563774800-081236871818 3,8 Are Pingir ByPas IB Mantra Mnmalis Siulan Dps 08123833999 A.BP.001.03.16.0000837 Kesiut,LD 25 m H.081936666736 A.BP.001.03.16.0000703 Dikont/Djl Rmh 2Are 3KT 2KM A.BP.001.03.16.0000578 Dj Rmh 2Lantai 90/115 Jl.Kerta Bathtub AC Grs RT RKel Tkd BUC 3Are 12x25 Jl.Umalas Lestari Dalem Sidekarya.081337039226 Petanu Dps 08123653034 38/ThNg Utama cck Resto/Usaha lain A.BP.176.03.16.0000668 A.BP.001.03.16.0000816 Dp10% T60/100&T55/104 One Gate Dikontrakan Rmh Jl Gn Seraya 08199924526/085338093916 Toto B.BP.166.03.16.0000460 8mtPaving S.Huni.082147026666 No.37 Monang Maning BUC Tnah 3A plng Depan Sidan A.BP.001.03.16.0000455 Tel.085739918080 Gnyr Inc B.Nama h.081916586917 J.Rmh Kusma Bngsa Gtsu Brt A.BP.001.03.16.0000513 A.BP.001.03.16.0000536 LT 150m2 LB90m2 Lbr Jln 8mtr Kon Rmh Sdrhana Fas Dpr,WC,Grs BUC Tnh 2.5A Jl.Tmn Weda Sari H1,5M Ngo H.087861142224 Luas 17Jt/Th Ng,081547389747 Kws Elit GatsuBrt 085100086878 A.BP.001.03.16.0000815 Jual Rumah Jln Gn Guntur Ls180 4 Kmr Garase Hub.08123916118
A.BP.001.03.16.0000808
A.BP.001.03.16.0000910
A.BP.001.03.16.0000616
A.BP.001.03.16.0000907
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
JJ CAFE
TERSEDIA TANAH KAVLING
dapatkan FREE 1 cup cafe
Pemasangan Instalasi Listrik Service Konsleting Penerbitan SLO Pasang Baru KWH Pemipa’an
A.BP.001.03.16.0000800
A.BP.001.03.16.0000722
Bawa Potongan ini
Melayani :
BAHAN BANGUNAN
Jl. Merpati No. 34
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
L=116m2 Jelinjingan
C.0001871-rpa
C.0001910-RPA
BIRO JASA
SERVICE TV CV. Tiga Sampoerna Bali Jl. Pertulaka No. 28X Br. Peninjoan, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara T : 081327413385 081999278882 C.0000121-BBN
GEBYAR SUZUKI CARRY PU SPLASH ERTIGA
AC
C.0002140-SRV
PARTA
Istana Electric
LANCAR JAYA
Camera EDGE, Hikvision, Analog, HD, DVR,
AC
KULKAS MESIN CUCI KOMPOR GAS WATER HEATER FREZER, DLL.
085102688674 082236618987 GATSU BARAT, PENAMPARAN
CCTV
Melayani pemasangan baru untuk Rumah, Kantor, Hotel, dll. Jaminan harga termurah, tersedia paket 4, 8, 16 Paket 4 Chanel chanel & satuan. Merk EDGE Bisa dilihat melalui cuma 3,9 jt komplit HP Android/ios.
(0361) 4715400, 081 2363 9049 Jl. Pulau Misol No. 110 Dps
C.0002112-srv
2 8Jt 25Jt
C.0001638-AC
EVER COOL - SPECIALIS
AC
PERBAIKAN SIAP DITEMPAT SERVICE + FREON KULKAS BONGKAR PASANG GARANSI
SMS ALAMAT LENGKAP
HUB: 0822 4796 4577 C.0000026-ac
TOYOTA PROMO SPECIAL
Jt
BISA TUKAR TAMBAH
SERVICE PANGGILAN BERGARANSI
POMPA AIR
Kunti Seminyak Tnh 6A di Jl. Yudistira Murah 087761471139
A.BP.001.03.16.0000865
T.Kav Lok.Sempidi Timur Kantor Bupati Badung H.081338308064
A.BP.001.03.16.0000723
Tnh 1,3A H.250JtNego LokDemung Kediri Tbn Hub:082236825474
TABANAN
14A Sanggulan Desa Jl.3m Aspek Perumahan 90Jt/A 085739427434
A.BP.001.03.16.0000886
DISEWAKAN TANAH Dkont T20A 30Th Sanur Matahari Trbit Akom Wst 087861322923
A.BP.001.03.16.0000752
A.BP.001.03.16.0000766
Tnh 29Are 100mtr dari Pantai Bebali Tabanan HP.08174754597
A.BP.001.03.16.0000880
A.BP.001.03.16.0000883
RUPA-RUPA Jl cpt 50% Furnitures Ex Villa MejaMkn,Bed,Lines,087861995000 B.BP.004.03.16.0000426
Jual Kabel NYYFGBY 4x10 mm merk supreme panjang 50m @ Rp.90rb/m Hub.081805598256
B.BP.004.03.16.0000300
KEHILANGAN Hlg BPKB DK1364 AN:Bdn Kpegawaian Daerah,H:BuRai081237082046
B.BP.164.03.16.0000369
Hlg BPKB SPM DK.3440 OI AN: PT.Rika Wijaya Hub.081239309516
B.BP.164.03.16.0000371
SPA
SPA
RP. 15.000 RP. 50.000 RP. 60.000 RP. 70.000 RP. 90.000 RP. 200.000
50RIBU TREATMEN
ATHENA SPA Jl. Hayam Wuruk No. 12C PIN : 263DAE12 | 085739001939
Sensasi Massage C.0001523-SPA
BUKU BARU PUSTAKA BALI POST
WACAKAN PAWATEKAN OTON
C.0000280-SRV
082 144 495 421 081 5470 9697
A.BP.001.03.16.0000744
A.BP.001.03.16.0000629
GESEK TUNAI & PELUNASAN
H. 08-1234567-113
SEGALA MERK
Kavling Anggungan Jl.5m Aspal Hub.081236666665/08123641493
A.BP.001.03.16.0000704
JL. JAYAGIRI III/22 08996277822 / 0361223016 JL. HANGTUAH 11X SANUR 0361289481 C.0000231-spa
08123865819, 08174751610
C.0000342-rpa
C.0000913-mbl
AC
TV
A.BP.001.03.16.0000618
Tnh 5A,15A,25A hrg 27juta/a Wanagiri-Pancasari, 0811398154
HAIR WASH FACIAL BIOKOS HAIR SPA LOREAL PERAWATAN MISS V BODY SPA 2 JAM BODY BLEACHING
L=101m2
L=174m2
SINGARAJA
S.Langit 50A,T.Bawang 14A,UmeA 23A+48A CckBisnis 085737685717
SOLD
L=174m
A.BP.001.03.16.0000898
PROMO DISKON
L=106m2 2
A.BP.001.03.16.0000879
Jual Tnh Kav Jl.Pidade Per Are 260Jt Nego Hub.081236780111
A.BP.001.03.16.0000725
Jual Tnh 4Are di Jl.Plawa Gg.XI No.3 Dps Hub.0811399619
ALUMINIUM
FRESEER W.HITER CHILEER 082339911100
I
A.BP.001.03.16.0000828
Jual Tnh 350m2 Jln Sekar Sari Sanur SHM BU.081337141817
A.BP.001.03.16.0000754
SOLD
SOLD
TLP. 081236718136
PUTRA JAYA MANDIRI M.CUCI KULKAS
NS RA GA
B.BP.120.03.16.0000424
Jual Tnh 1 Are SHM,Jl 5m Puri Gading Jimbaran Hub:0811385346
Lokasi : Tukad Balian Rp.700JT/ ARE
Jelinjingan
C.0000179-srv
PANGGILAN
A.BP.001.03.16.0000842
Kont Rmh 2Kt,Dpr;Km;WIFI;K.ReDijual Tanah L.225m2 Jl.Batur nang dkt Carefour 087860186668 Sari GgVI Sanur 081246635169TP
Djl Tanah 110 m2 600Jt Jl.Raya Tnh 1,5-3A Aspk Perm 5m SdhAspl Kedewatan Ubud H.081337648618 Jl.Mudutaki Dlung 081246515908
Baru@Jl.Skr.Tunjung VIII No.3 A.BP.001.03.16.0000682 B.BP.154.03.16.0000453 Tnh 2Are diPante Saba Vew Laut A.BP.001.03.16.0000719 Bonus KitchenSet.082147026666 Rmh 70x100 3KT 1Dpr Garase Tbn DIJUAL RUMAH Djl Kav Baru 1 Are Bitra Gianyar Murah 550Jt Semua 081999388520 Dijual Toyota Salun Th 2003 A.BP.001.03.16.0000454 DIJUAL TANAH Djl Rmh BTN 480Jt BU Dalung Hitam Hub.Hp.085100899352 A.BP.001.03.16.0000851 Jln 5 Mtr Hub:081999025757 Dijl Rmh Kos”an 4Kmr,Dpr,Mandi n 475Jt Ng 082146439998 bs Krd Sale Tnh 5A Jl.Petitenget Utama A.BP.001.03.16.0000528 Tnh 2,45Are 1Mlyr,082147454248 A.BP.001.03.16.0000028 A.BP.167.03.16.0000824 Tnh Kav 1-5A Jl.Utama Rajawali Dlm Jln.Dewi Sri Gg.Jeruk IV Serious Only Djl T12A Pgr Sungai Nyanyi Tbn Harrier 2004,225Jt,Slvr,Exclnt B.BP.164.03.16.0000435 Rmh G.Gong 100/70 3KT,1KM 10Mn Hub:081337599888 Tabanan Aspek Prm,085101866136 Batubulan Hrg.780Jt Bs Nego B.BP.809.03.16.0000401 Condision,3000cc,08123972084 H.150Jt Ng Hub.081237200099 Jual Rmh Hrg.1,25M Lt2 Type ke Pnt Pandawa,One Gate,Tenang A.BP.001.03.16.0000881 !Djl Tnh 7Are 38jt/A,15Are Hub:081999675130 A.BP.001.03.16.0000514 A.BP.001.03.16.0000753 750Jt Bs Cicil Hub:08123803092 32Jt/A Plaga H:082 147 949 253 100/148 Dalung,081337680729 A.BP.001.03.16.0000859 Tnh L.210m2 pinggir Jln Utama Innova G MT’12 Putih Asli DK 1Are J.Sekarsari 2A J.Antasura A.BP.001.03.16.0000852 B.BP.141.03.16.0000431 B.BP.166.03.16.0000456 Dijual Rumah Lokasi Sempidi Kuta H.087761441344 Tgn1 Brg Terawat 085792203566 2Are J.Tkd.Badung 082145270447 A.BP.001.03.16.0000729 Rmh LT150 LB180 3KT RK,RT,Grs Dijual Tnh seluas 3Are Lokasi A.BP.001.03.16.0000844 Dijual Rumah LT 2,15m2 5KT,2KM Jl.Mudutaki VI/Kav 7 Gatsu Barat A.BP.001.03.16.0000875 1RK 1RT Jl.Tegal Wangi III/25 Tnh 1,5 TBalian 1,5Cekom 1A Dlg Jln Padma Gg Beteng Sari Inova G’2013 asli Bali Bensin Djl T4Ha Los Pnt Yeh Sumbul Tegal Jaya-Dalung LT:100 LB:72 IMB SHM.Lok.Br.Dukuh Sari Denbar Sesetan Dps T.085737249573 081337574224/08113988829 Hub.081999570766 Manual Hub.085333896829 MDewi Ngr H65Jt, 081237200099 2A J.Pipil Dps HP.085101866136 Hub.081236530883 A.BP.001.03.16.0000908
C.0001851-SRV
Service kerja ditempat
A.BP.001.03.16.0000639
A.BP.167.03.16.0000823
Avanza’13GUpgrade,Hitam,Manual, asDK,DB AirBag,08123890466
ANUGRAH ELECTRIK
- KOMPOR GAS
A.BP.001.03.16.0000794
*Rmh/Vila 150/250,Pool,Furnish Carport,AC,H:1,6M,087860010005
DIJUAL RUKO Ruko Lt2 2unit 2KT 1Dpr 1KM 1, 1M Ng TT Mobil Dps082146439998
B.BP.166.03.16.0000459
SUMBER SERVICE
PAK WAYAN
!Djl Rumah Utara Puspem Badung Siap Huni 425Jt H.08123923726
A.BP.001.03.16.0000904
Avanza Th’2009 Silver asli Bali 116Jt Nego Dps,081338692955
SERVICE
SUMUR- WATERBOR HEATER - MESIN CUCI
B.BP.141.03.16.0000430
Honda PCX 150 Putih’2013 Mulus 33Jt Ng 08123964757 BUC
A.BP.001.03.16.0000905
SERVICE
POMPA AIR
B.BP.141.03.16.0000429
Rumah Tnh 2Are Jl.Gn.Andakasa Penamparan Hub.085100856999
DIJUAL MOTOR
A.BP.001.03.16.0000878
New Picanto’11 Warna Pth Audio Avanza G’07Silver AsliBali Ori 107Jt 081337370074 BUC Prbd MlusTtl 110Jt 081239600292Prbd Mercedes SLK 200 Th’12 Cabrio Putih KM 2ribu H.08123907168
A.BP.001.03.16.0000902
Rumah Prm Cempaka Penamparan Bs TT Mobil Hub:087860856999
A.BP.001.03.16.0000903
B.BP.164.03.16.0000433
MERCEDEZ
Rmh Style Villa 1Are,Full Palimanan+Furniture Blk Alfamart Btbulan 1,1M Ng,081999925143
DICARI MOTOR 081338294465 Beli Tinggi MotorBekas SglMerk
B.BP.164.03.16.0000439
A.BP.001.03.16.0000872
A.BP.001.03.16.0000773
B.BP.001.03.16.0000245
TOYOTA
Alphard’11 Platinum asDK Hitam Bs kredit Dp129Jt,082342490222
Jazz VTec’07Matic,Merah Ferari asli Bali,VR18 TV,085739453335
B.BP.164.03.16.0000441
A.BP.001.03.16.0000860
A.BP.001.03.16.0000861
Dijual Rmh Lt2 LB110/LT105 BUC Rmh Lt2 T.112/110 Jl.Cekomaria 9009941 / 085954088585 Jl.Pertulaka H1,1M,085101859097
Jalan
A.BP.001.03.16.0000890
Jimny Th 93 Hitam Full Kaleng Jl.Sekar Tunjung I No.5B
Jalan 6m
DAIHATSU
Xenia’2010 Xi Silver AsDK Pajak Baru Hub.081916708389
087 861 3333 80 085 100 760 445
NEW
RUSH
DP 33Jtan
VELG MOBIL
Velg R.17 + Ban P Velg R.18 + Ban Velg R.19 + Ban A Velg R.20 + Ban K Velg R.22 + Ban
E T
V E L G + B A N
: 6,5 : 7,7 : 11,7 : 13,5 : 16,9
WC
READY STOCK TAXI
YARIS
Garansi
WC MAMPET SALURAN AIR WASTAFEL, DLL
081 805 66 2000
C.0000779-BRJ
C.0001074-mbl
DIJUAL MOBIL
HONDA DISCOUNT
BESAR
PROMO NYEPI
BABAD ARYA KANURUHAN
TANPA BONGKAR TANPA OBAT
085338344278
AGYA DP 17Jtan
Rwa Bhineda merupakan konsep dasar dengan dua perbedaannya mengikuti setiap kelahiran manusia sebagai mahluk hidup di dunia ini. makanya tidak salah serta bukan tanpa dasar/alasan, jika di Bali manusia mempunyai sebutan “Jeleme” yaitu sebagai mahluk hidup dengan tri pramana-nya didasari atas “jele-melah” yang akan dihadapi dan dijalaninya. Namun lebih menonjol Jele-melahnya bahkan lebih banyak jele ketimbang melah-nya, sehingga memunculkan sebutan “jatma” yaitu roh yang lahir kembali. Bagaimana pun watak maupun tabiat kelahiran seseorang tidak perlu disesali karena semua itu merupakan “bekel-nya” manumadi menjadi jeleme. Namun sebagai manusia dilebihi dengan tri pramana, wajib berpikir untuk berusaha menetralkan dengan jalan dharma agama berupa melaksanakan upacara pamahayu atau ruwatan sesuai dengan sila krama-nya sebagai bentuk penetralan dan pembebasan.
KURAS
FREE AKSESORIS DP 30Jtan KREDIT S.D 6TH BISA TUKAR TAMBAH
C.0000715-MBL
P R O HARGA MULAI M Velg R.15 + Ban : 4,9 O Velg R.16 + Ban : 5,2
AHLI BUNTU
Penyusun : I Gede Sugata Yadnya Manuaba, S.S Tebal : xvi + 64 hal Harga : Rp. 22.000,-
Penyusun : Kanduk Supatra Tebal : x + 34 Hal Harga : Rp. 15.000,Buku ini menyajikan bagaimana perjalanan leluhur Arya Kanuruhan terdahulu. Sehingga dapat diketahui oleh generasi penerusnya dalam meningkatkan jati dirinya sebagai salah satu warih Arya Kanuruhan. Dengan demikian, merasa diri sebagai generasi penerus dapat meningkatkan sradha dan bhakti kepada leluhur untuk menggapai kehidupan yang harmonis.
PAK GEDE AHLI MAMPET KURAS
WC
* CLOSET * WASTAPEL * SALURAN AIR * DLL
TANPA BONGKAR
GARANSI
XL : 081 747 62079 SIMP : 081 339 181 528 C.0001995-brj
BABAD USANA BALI PULINA Penyusun : Kanduk Supatra Tebal : viii + 66 hal Harga : Rp. 21.000,-
Toko Velg & Ban
DOMINION BALI www.dominionbali.com Melayani pengiriman dalam dan luar kota Alamat: Jl. Gatsu Timur No. 324B DenpasarUtara Bali Contact Person: 0857 1011 9543 / 0812 8919 4422 0361- 415487 PIN: 2B42372F C.0002275-MBL
Free Accesoris Terima Tukar Tambah
All New Jazz
081337098405 081999981863 C.0000182-MBL
Babad Usana Bali Pulina menceritakan tentang keadaan pemerintah dan masyarakat Bali masa lampau sejak pemerintahan di Singamandawa dengan raja Dalem Slonding, kemudian berlanjut ke jaman Bedahulu, sampai pada ekspansi Majapahit ke Bali. Babad ini memang lebih banyak bercerita mengenai kekuasaan Majapahit di Bali yang ditandai dengan berkuasanya dinasti baru di Bali yakni dari kalangan Dalem Samprangan, lalu pindah ke Gelgel, sampai akhirnya berbagai prahara menerpa Puri Gelgel lalu berdirilah istana Semarapura.
Hub : Pustaka Bali Post, Jl. Kepundung No. 67 A, Telp. (0361) 225764 atau Toko - Toko Buku Terdekat di Kota Anda MFI.3kol.rpa.buku oton
18
REKREASI
Minggu Paing, 13 Maret 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan Mendatar 1. Letak 4. Buah pelir 8. Pengabdian 9. Dibalik : Gula-gula 11. Orang yang bergerak/ berusaha di bidang properti 12. Dibalik : Perang (Inggris) 15. Dibalik : Salah satu binatang buas 16. Bekas kota kerajaan kecil disebelah baratnya Amlapura 18. Tarikan 22. Zat yang garamnya dipakai campuran dalam pupuk 23. Penganan terbuat dari kentang dan daging 25. Dewan Perwakilan Rakyat 26. Tumbuhan berakar wangi yang akarnya sering dipakai campuran tembakau rokok 27. Ariana …….. , Nama penyanyi top dunia
1. Dibalik : Alat tulis yang ujung lunak 2. Sekali-sekali 3. Panitera 4. …….. Parisuda, Pikiran, Perbuatan dan Perkataan yang baik/bersih 5. Bunga karang (Inggris) 6. Kelompok kekerabatan yang besar 7. Mengandung air atau tidak kering benar 10. Dubur 13. Hidung belang ; perayu wanita (Inggris) 14. Keadaan rasa pikiran atau tabiat 17. Obor (Bali) 18. Mengaku kalah atau tunduk kepada 19. Kenapa 20. Dibalik : Bunuh dengan kejam dengan korban lebih dari satu 21. Pendirian atau cara berdiri (Inggris) 24. Goyang (Bali)
3
4
5
6
7
8 9
10
11 12
15
13
14
16 17
18
19
20
21
22 23
24 25
26
SPT2016
Menurun
2
1
27
KUPON TTS No.237 Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 237 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 19 Maret 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 27 Maret 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 235 Mendatar 1. Kisruh 4. Mahakam 7. Amar 8. Naluri 11. Noken 13. Organik 15. Lambo 17. Jentelmen 21. Gin 22. Cen 23. Mop 25. Ode 28. Pagerwesi 33. Eropa 35. Indehoi 37. Oblong
39. Modar 40. Ibid 41. Yludnu (unduly) 42. Atletik Menurun 1. Kendala 2. RSU 3. Hair 4. Mranen 5. Hunkue 6. Mencong 9. LKIM 10. Robo (Obor) 12. Kram
14. Gaji 16. Bende 18. Endus 19. Trio 20. Lumer 21. Glow 24. Apology 26. Desimal 27. Bandrek 29. Gaul 30. Rain 31. Eed 32. Iahuda (Aduhai) 34. Omed 36. Ngiu 38. Old
Pemenang TTS No. 235 1. Putu Ika Sanji Rahmawati SMAN 1 Semarapura, Kelas XII IPA 2 2. Kadek Sudarma Dusun Delod Rurung Banjarasem Seririt Buleleng – Singaraja 3. Ni Kadek Dessy Kalpikasari Jl. Flamboyan No. 40 Lab. RSUD Klungkung Semarapura 4. Agus Made Dwi Antara Ds. Penyaringan Mendoyo Hp. 085238521776 5. Kd. Sandy Dwipayana Putra SMK PGRI 5 Denpasar. Kelas XI AP2 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : I Wayan Mantra Alamat : Br. Serokan, Susut-Bangli hp. 085237580415
CEPUNG - Air Terjun Cepung di Banjar Penida Kelod Desa/ Kecamatan Tembuku, Bangli. Berkat keindahan yang ditawarkan, kunjungan yang datang ke objek ini sangat ramai.
BPM/sos
Rasakan Sensasi Air Terjun Cepung POTENSI alam berupa air terjun menambah daftar objek wisata Kabupaten Bangli. Wisata alami ini tepatnya berada di Desa/Kecamatan Tembuku. Air terjun Cepung berada di Banjar Penida Kelod Desa/ Kecamatan Tembuku, Bangli.
BPM/sos
Untuk sampai di lokasi, harus berjalan kaki ratusan meter dari jalan raya melalui jalan setapak dan berundak. Perjalanan juga akan dilanjutkan dengan menyisiri Sungai Yeh Gadang dan berlanjut ke Sungai Cepung. Saat itu, mata akan dimanjakan dengan keindahan alam berupa tebing bebatuan dan juga goa sangat memesona yang terbentuk secara alami. Suasana tenang semakin terasa saat telinga diperdengarkan suara gemericik air sungai yang seolah-olah tak rela dihadang bebatuan. Tak hanya itu, hijaunya daun pepohonan juga menunjukkan potensi alam yang
masih perawan. Sekitar 10 menit berjalan, tibalah di air terjun tersebut. Mata akan dihipnotis dengan indahnya deburan air yang sangat bening dan dikelilingi batu cadas. Saat itu pula, dirasakan sensasi seperti masuk ke dalam goa. Pancaran sinar matahari memunculkan warna berdegradasi. Berkat keindahannya yang dimiliki, para travelling disebut air terjun turun dari langit. Jika berkunjung ke objek tersebut, di samping bisa menikmati segarnya air pegunungan, pengabadian momen melalui foto bisa juga dilakukan. Ketua Pemuda Banjar Penida Kelod,
Putu Waliana menuturkan sebelum dikenal banyak orang, air terjun ini hanya dikunjungi warga sekitar dan itu pun sangat jarang. ”Setelah di-upload di media sosial, empat bulan belakangan, air terjun setinggi sekitar 15 meter itu tenar dan pengunjungnya berasal dari sejumlah daerah di Bali,” katanya. Di sekitarnya juga terdapat sejumlah pancoran disucikan warga yang disebut “Patirtaan Nawa Ratna”. Konon diyakini berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. “Sejak beredar di medsos, banyak yang mengunjungi air terjun ini,” ujarnya belum lama ini. (sos)
19
Minggu Paing, 13 Maret 2016
Membahayakan Dari Hal. 1
Meskipun membahayakan, upaya penertiban ternyata belum bisa dilakukan lantaran Perda Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) belum ada. Guna mengantisipasi pembangunan yang semakin marak, saat ini hanya dilakukan melalui pemberian imbauan lisan. “Kami belum bisa melakukan penertiban bangunan itu karena belum ada Perda RDTR,” jelas Suryadarma. Selain Kintamani, penertiban bangunan di lingkungan perkotaan pun belum bisa dilakukan. Penyebabnya pun sama, yakni karena belum ada perda jalur hijau, im-
Dari Hal. 1
Dari kondisi ini Bapeda Kabupaten Gianyar sudah berencana melakukan revisi terhadap jalur hijau. Namun, hal itu belum bisa dilakukan, lantaran penghitungan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) baru dilakukan pada 2012. “Penghitungan RDTR ini dilakukan setiap lima tahun sekali. Jadi, revisi dan penghituangan, baru bisa kita lakukan setelah itu,“ katanya. Dikatakan tingginya pertambahan jumlah penduduk di Gianyar, menjadi alasan masyarakat meminta segera dilakukan revisi terhadap jalur hijau, agar bisa mengajukan permohonan mendirikan bangunan. “Sekarang jumlah penduduk terus bertambah, pendatang juga banyak yang ke Gianyar, dari kondisi ini banyak warga Gianyar yang meminta agar jalur hijau itu direvisi,“ tandasnya. Di Buleleng Kondisi yang sama ditemukan di Buleleng. Pemerintah daerah saat ini mulai mengumpulkan data terkait
buhnya. Sementara itu, Kepala Bappeda-PM Bangli I Nyoman Widiana mengakui Kabupaten Bangli belum memiliki Perda RDTR. Yang ada baru sebatas rancangan dan itu pun hanya untuk Kecamatan Bangli. Terkait dengan upaya penertiban bangunan di bibir tebing, bisa mengacu pada Perda RTRW. Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles mengungkapkan guna menghindari pembangunan di kawasan jalur hijau, eksekutif perlu mensosialisasikan aturan yang ada ke masyarakat. Jika aturan tersebut belum ada, perlu segera dipersiapkan.
Revisi
penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Jalur Hijau. Pemerintah daerah akan mengubah regulasi tersebut. Satu alasan merevisi perda itu karena fakta di lapangan jalur hijau sepertinya telah banyak yang mengalami pergeseran dan bahkan terindikasi tidak mengikuti regulasi yang sudah ada. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buleleng Gede Dharmaja, Sabtu (12/3) siang kemarin, mengatakan, perda yang ada selama ini memang dijadikan acuan oleh pemerintah dalam dalam melakukan pengawasan kawasan jalur hijau yang ada. Sesuai perda yang ada kawasan jalur hijau di Buleleng menyebar di luar perkotaan. Dalam perjalanannya, regulasi di daerah tersebut perlu dievaluasi kembali. Apalagi perkembangan pembangunan permukiman dan fasilitas lain belakangan ini diperlukan sebuah regulasi yang sesuai dengan kondisi kekinian. Dia mencontohkan, sepanjang jalan Singaraja-Seririt tepatnya di kawasan wisata Pantai Lovina, terutama di
Lima Hektar
Dari Hal. 1
Program Kota Hijau lanjut Anom berupa pengembangan RTH dengan syarat tersedia areal lima hektar. “Mungkin dengan pindahnya BRSUD ke Nyitdah, lahan bangunan lama bisa digunakan sebagai RTH,” ujarnya. Berdasarkan RTRW 20122032, RTH Tabanan dibagi atas dua jenis yaitu RTH privat dan RTH publik. Untuk RTH privat eksisting atau yang sudah ada saat ini tercatat 5.696,79 hektar atau 66,66 persen dan RTH Publik 31,53 hektar atau 0,22 persen. Sehingga total RTH Tabanan adalah 67,03 persen atau 5.728,32 hektar. Adapun sebaran kawasan RTH perkotaan Tabanan baik publik dan privat berada di 13 lokasi yaitu Tabanan (275,56 hektar), Bajera (218,78 hektar), Megati (209,5 hektar), Sembung Gede (264,80 hektar), Kerambitan (70,39 hektar), Marga (575,36 hektar), Baturiti (260,05), Penebel (215,29 hektar), Pupuan (211,88 hektar), Candikuning (501,02 hektar), Beraban (547,79) hektar), dan Pejaten (128,30 hektar). Apabila melihat RTRW, maka hingga tahun 2032 diprediksi adanya pengurangan lahan RTH privat dan penambahan RTH publik. Untuk RTH Privat rencana menjadi 4.398,26 hektar atau 51,46 persen dan RTH Publik rencana menjadi 127,95 hektar atau 1,5 persen. Kawasan RTH rencana secara keseluruhan menjadi 4.526,20 hektar atau menurun menjadi 52,96 persen. Penurunan ini menurut Anom karena sebagian besar RTH yang dimiliki Tabanan adalah RTH privat di mana hingga 2032 bisa saja berkurang dengan alihan fungsi lahan. “Bisa saja
pekarangan rumah yang saat ini masuk dalam RTH privat dalam 20 tahun ke depan dibangun menjadi rumah atau lainnya. Sehingga diasumsikan berkurang,” ujar Anom. Pemkab Tabanan belum memiliki program RTH dan lebih fokus untuk mengeleminasi alih fungsi lahan yang terjadi di Tabanan. Salah satunya adalah dengan penetapan Perda No.6 tahun 2014 mengenai kawasan jalur hijau. Namun meski adanya perda ini pelanggaran masih ditemukan. Kepala Satpol PP Tabanan, Wayan Sarba, mengakui ada beberapa kali pelanggaran meski tidak sampai berlanjut ke pembangunan permanen. Diakuinya dalam penegakan perda kawasan jalur hijau ini, Tabanan memerlukan Perda Zonasi atau RDTR yang hingga saat ini belum ada. Di Denpasar Alih fungsi lahan juga terjadi di kawasan jalur hijau di Denpasar. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus pelanggaran di kawasan terbuka hijau. Seperti yang terjadi di sejumlah titik jalur hijau, salah satunya di Jalan Hangtuah, Sanur, Denpasar. Kawasan terbuka hijau tersebut kini makin menyempit, karena terdesak bangunan. Anggota DPRD Kota Denpasar asal Sanur Kaja, I.B. Ketut Kiana, S.H., mengakui jika kawasan tersebut masih berstatus ruang terbuka hijau dengan KDB nol persen. Oleh sebab itu, idealnya di kawasan itu tidak boleh berdiri bangunan. Tapi kenyataannya kini sudah banyak berdiri bangunan. Pihaknya mendesak Pemkot Denpasar segera melakukan langkah antisipasi. Menurut Kiana, jika alih fungsi lahan ini dibiarkan, maka ruang terbuka hijau di Kota Denpasar akan habis.
“Kalau belum ada aturannya, perlu disiapkan segera,’’ tegasnya. Khusus untuk pembangunan di bibir tebing, kata wakil rakyat asal Kintamani ini pemkab perlu menyusun grand design, entah ada pembatasan umur bangunan dan larangan membangun bekerja sama dengan masyarakat yang memiliki lahan di tebing tersebut. “Kalau bisa umur bangunan yang ada saat ini bisa dibatasi. Jangan diberikan melakukan rehab. Di samping itu, agar lahan yang masih kosong ini tak dibangun lagi, kerja sama dengan pemiliknya perlu dijalin,” tandasnya. (sos) sebelah selatan jalan masuk dalam areal jalur hijau. Namun faktanya, belakangan ini mulai banyak berdiri bangunan terutama kawasan permukiman dan beberapa restoran. Jika tidak segera dilakukan langkah evaluasi yang ditindaklanjuti dengan program nyata, dikhawatirkan kalau jalur hijau akan semakin menyempit dan hanya tinggal produk hukumnya. “Kami masih mengumpulkan data di lapangan untuk merevisi perda jalur hijau. Revisi ini karena antara kondisi kekinian di daerah kita dengan regulasi yang ada sudah banyak yang tidak sesuai lagi, sehingga perlu dievaluasi kembali,” katanya. Di sisi lain, Dharmaja mengatakan, selain akan merevisi perda jalur hijau pemerintah daerah saat ini menyiapkan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Salah satu RTH yang akan dibangun berlokasi di Kecamatan Sukasada dengan luas areal lebih dari dua hektar. RTH ini dibangun dengan memanfaatkan lahan milik Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sukasada. (nik/mud)
Sementara itu, RTHK di Denpasar semakin terdesak oleh perkembangan permukiman. Terlebih, adanya pembukaan Land Consolidation (LC) di areal sawah produktif, menambah panjang daftar penyusutan RTHK. Bahkan, pada 2013 ini diperkirakan sekitar 100 hektar lahan sawah akan berubah menjadi LC. Kondisi ini juga secara otomatis akan mengubah fungsi RTHK menjadi kawasan permukiman. Seperti yang terjadi di Subak Margaya yang dalam RTRW telah berubah menjadi kawasan terbangun. Kepala Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Denpasar I Kadek Kusuma Diputra menyatakan, perubahan status itu tidak lepas dari peruntukan sawah yang sudah menjadi LC. Selain itu, jalur itu juga terkena program pembuatan jalan yang menghubungkan Jalan Mahendradatta dan tembus di Sunset Road,Kuta . Dalam Perda RTRW No. 27 tahun 2011 tentang RTRW Denpasar tecantum RTH dikembangkan seluas kurang lebih 4.700 hektar atau 36 % dari luas wilayah kota, terdiri atas RTH publik dan RTH privat. RTH Publik dikembangkan seluas kurang lebih 2.480 hektar atau 20 % dari luas wilayah kota berupa, taman-taman kota, taman rekreasi kota, lapangan olah raga, jalur hijau jalan, sempadan pantai, sempadan sungai, Tahura Ngurah Rai, hutan kota, setra, makam, estuary dam, serta areal persawahan ekowisata. RTH privat dikembangkan seluas kurang lebih 2.220 (dua ribu dua ratus dua puluh) hektar atau 16 % (enam belas perseratus) dari luas wilayah berupa areal persawahan, kebun campuran serta taman pekarangan rumah dan perkantoran. (san/ara)
CanTik Salon Bali
Jl. Raya Sesetan No. 60A (depan Banjar Tengah DPS)
081338300164 | PIN BB 52C48E5F
Sulam Alis Profesional Sulam Tekhnik Micro Blading Sulam Tekhnik Ombre Sulam Tekhnik Shading Berdimensi Sulam Tekhnik 6D Sulam Tekhnik Blocking Sulam Tekhnik Shading Sulam Tekhnik Blocking Berdimensi Sulam Tekhnik Shading Kombinasi Sulam Bibir Sulam Eyeliner
Rp.2.500.000,Rp.1.800.000,Rp.2.000.000,Rp.1.500.000,Rp.1.200.000,Rp.1.500.000,Rp.3.000.000,Rp.4.000.000,Rp.1.500.000,Rp.1.500.000,-
Terima servis sulam alis yang gagal di tempat lain
Terima Kursus Sulam Alis Profesional
DENGAN IMAJINASI YANG TINGGI KAMI SIAP MEMPERCANTIK ANDA
www.cantiksalon.com
Pemimpin Bali Dari Hal. 1
Rumawan menambahkan, masyarakat kini hanya bisa berharap penuh kepada para pemimpin Bali. Namun dari pengamatannya, para pemimpin justru lebih banyak membela investor yang melanggar tata ruang. Aturan yang sudah dibuat malah dilanggar sendiri untuk kepentingan investor. Tengok saja langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah untuk mengeksploitasi Teluk Benoa. Padahal, Bali semestinya sudah mulai berpikir masalah tata ruang dalam kaitan Nawacita. “Beliau-beliau di atas pernah mengajukan visi clean and green, yang dimaksud kan salah satu juga mempertahankan luasnya hijauan, atau menambah hijauan. Artinya dari sisi tata ruang kalau yang kurang mestinya segera ditambah, yang rusak diperbaiki. Gerakan itu tidak ada, malah lebih banyak membela investor,” tandasnya. Sementara itu, anggota DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta, mengatakan, pelanggaran tata ruang terjadi tidak lepas dari masyarakat yang tidak
C.0001662-SLN
berpikir dampak akibat pelanggaran itu. Mereka hanya menginginkan keuntungan yang cepat dari segi ekonomi, tanpa memikirkan keberlangsungan alam. Padahal, RTH khususnya di daerah perkotaan sangat penting sebagai penyangga hijau kota. “Kita bisa menghirup udara segar itu yang tidak kelihatan sehingga dampaknya seperti sekarang pemanasan global luar biasa, ini dampak daripada itu sebenarnya. Kemudian kalau itu dibiarkan terus-menerus, bagaimana tata ruang kita kan,” ujar politisi PDI-P ini. Budiarta menambahkan, pemerintah provinsi serta kabupaten/kota mestinya tegas menegakkan perda tata ruang di wilayah masing-masing. Jangan sampai mengeluarkan izin dengan mengorbankan jalur hijau. Kalau ada pelanggaran, hendaknya dilakukan tindakan tegas oleh Satpol PP. “Kalau memang sudah melanggar ya tegas yang mempunyai wewenang untuk menindak yang melanggar itu. Kalau tidak begitu ya akan terjadi pelanggaran di mana-mana, lambat laun Bali habis apalagi investor datang berduyunduyun,” tandasnya. (rin)
Tiga Mata Air Dari Hal. 1
Namun juga melukat di tiga mata air tawar yang berada di pantai sebelah barat pura itu. Konon, pura yang mulai dibangun sekitar tahun 1990 lalu, salah satu Mangku yang menemukan pura ini, mendapatkan pawisik dan mendapati adanya sumur atau mata air di pinggir pantai itu. Kendatipun di atasnya pasir laut namun air yang muncul tidak terasa asin melainkan tawar. Dari sanalah kemudian dibuat pelinggih sederhana (turus lumbung) di beberapa lokasi. Hingga sekarang, bangunan pura sudah memiliki bangunan yang lengkap dari para pamedek yang pernah datang melukat ke sana (masesangi). Setiap purnama, banyak pamedek dari seluruh Bali bahkan dari Pulau Jawa yang tangkil sekaligus melukat di pura tersebut. Semuanya melukat langsung di pantai namun saat air laut pasang, pengempon pura sudah menampung air untuk melukat
dari tiga mata air itu di areal pura. Terdapat tiga rangkaian areal pura ini setelah melukat. Para pamedek sembahyang di bagian utama pura. Di bagian pura ini terdapat sejumlah pelinggih meru tingkat tiga serta pelinggih yang berstana Betara Kasiap dan Balian serta Ida Betara Lumajang. Sedangkan di sisi barat keluar dari bangunan utama terdapat bangunan pura beberapa meter dari tiga mata air itu berstana Ida Batara Ayu Giri Putri Dapdapsari. Sedangkan di sisi utara terdapat bangunan pura terpisah agak jauh dengan bangunan utama lengkap. Di sini menurut Winada, distanakan Ida Batara Ayu Mas Melanting. Sejumlah pamedek yang datang kebanyakan dari luar Jembrana. Mereka memohon berbagai macam tetapi kebanyakan yang mengalami sakit-sakitan dan meminta pekerjaan. Tiga mata air itu digunakan sarana melukat berbentuk sumur di tiga lokasi saling berdekatan. Untuk
CanTik Salon Bali
Jl. Raya Sesetan No. 60A (depan Banjar Tengah DPS)
081338300164 | PIN BB 52C48E5F
Laser Flek Hapus Tato 10CM Laser Bulu Ketiak Setrika Wajah Setrika Perut Ozon Vagina Messo Whitening Messo Jerawat Facial Detox Spa Whitening Kriting Digital Smooting + Colour
Jembrana, Provinsi Bali, ini pun mengonsumsi madu pahit hitam tersebut secara rutin setiap hari. Hasilnya ternyata menggembirakannya. “Satu minggu setelah meminumnya sakit di punggung itu berkurang dan napas tidak terlalu sesak lagi. Selain itu, stamina meningkat,” ucapnya saat ditemui 6 September 2014. Madu pahit adalah madu yang diproduksi oleh lebah yang mengisap nektar bunga dari pohonpohon yang pahit, seperti paitan, kaliandra, dan mahoni. Di beberapa negara, ekstrak tanaman paitan digunakan sebagai obat antiinflamasi atau pengurang rasa sakit. Asam klorogenik dalam daunnya digunakan sebagai obat antimalaria dan diare. Karena ampuh untuk mengatasi diabetes, daun paitan dikenal dengan nama daun insulin. Di beberapa negara, tanaman ini lazim digunakan sebagai obat
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
900.000,900.000,700.000,250.000,300.000,250.000,250.000,250.000,200.000,200.000,600.000,500.000,-
Terima Kursus Sulam Alis Profesional
www.cantiksalon.co.id
C.0001663-SLN
Tinggal Papan
Di Klungkung Perda nomor 1 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten
Klungkung yang juga mengatur ruang terbuka hijau juga belum bisa menekan jumlah alih fungsi lahan yang terjadi di sejumlah blok jalur hijau. Kondisi ini membuat Pemkab Klungkung harus kembali melakukan revisi terhadap RTRW yang kini tidak sesuai dengan keadaan di lapangan. Selain itu, Bappeda Klungkung mulai memberlakukan Informasi Tata Ruang (ITR) untuk mencegah terjadinya perizinan yang tidak sesuai dengan RTRW. Kabid Tawilpras Bappeda Klungkung Gusti Gede Gunarta mengungkapkan, pihaknya telah memberlakukan ITR sejak tahun 2014. ITR ini sebagai upaya Pemkab Klungkung untuk mengatur pembangunan agar sesuai dengan RTRW yang sudah ditetapkan. Dengan ITR tersebut segala pembangunan dan aktivitas lainnya dapat dikendalikan agar tidak terjadi penyimpangan peruntukan lahan. ITR yang dilaksanakan Bappeda Klungkung ini juga sebagi filter dalam pembangunan di Kabupaten Klungkung. Mengingat saat itu jumlah ruang terbuka hijau di Kabupaten Klungkung terus menyusut dari tahun ke tahun. (bud/dwa)
mengambil airnya dengan menggali pasir laut yang sudah basah itu sehingga keluar air. Dari sanalah air-air tawar itu keluar dan digunakan untuk melukat. Uniknya dari
ketiga sumur di pantai itu, memiliki rasa yang berbedabeda. Satu sumur airnya berasa pahit, satu biasa, namun semuanya tidak asin lazimnya air laut. (olo)
Dari Hal. 1
Tinggal papan, beton, tulisannya yang sudah kabur atau buram, tak pernah diperbaiki lagi. Kawasan sawah di tepi jalan yang banyak berubah fungsi ke bangunan, seperti tampak di tepi jalan selatan objek Wisata Tirtagangga. Dengan dalih lahan milik pribadi, lahan sawah semula beralih fungsi menjadi tempat perdagangan bunga, perlahan dijadikan bangunan permukiman. Pihak Pol. PP Karangasem di bawah Kepala Satuan Iwan Suparta, sempat mengecek jalur hijau yang berubah fungsi ke bangunan itu. Namun sampai kini, tak terlihat tindak lanjutnya dalam menjalankan Perda Jalur hijau tahun 1987 itu. Pemerintah seperti sudah tak berdaya mempertahankan dan mengamankan Perda Jalur Hijau itu. Kalau keindahan alam, persawahan yang merupakan budaya agraris telah hilang, sepertinya daya tarik pariwisata Bali akan tamat.
Minum Madu Pahit untuk Mengurangi Sesak Napas dan Sakit di Punggung
Tiga bulan sebelum wawancara ini berlangsung, Ni Komang Sri Indra Utari terserang sakit punggung. Dan itu membuatnya tidak bisa membungkuk kan badan. “Kalau saya membungkuk punggung langsung terasa sakit. Bahkan, duduk saja sakit,” ujar ibu rumah tangga berusia 34 tahun ini. Selain sakit di punggung, napas ibu rumah tangga ini senantiasa sesak. Untuk itu, ia coba berobat ke dokter. Namun, kata dokter, ibu tiga anak ini hanya menderita demam biasa. Tak lama setelah itu, ada yang mengenalkan Madu Bima 99 kepada ibu tiga anak ini. Penduduk Dusun Banjar Mundu, Desa Kaliaka, Kecamatan Negara, Kabupaten
: : : : : : : : : : : :
diabetes. Kandungan bunga kaliandra dapat meningkatkan daya tahan, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kualitas hormon, memperbaiki sistem pencernaan, memperbaiki metabolisme, mengatasi susah tidur, dan mempercepat penyembuhan luka bakar. Sedangkan pohon mahoni dikenal sebagai pelancar peredaran darah, penurun kolesterol, pengurang lemak, dan antioksidan sehingga dapat menyingkirkan radikal bebas. Sedangkan saponinnya berguna untuk meningkatkan kekebalan, mencegah pembekuan darah, menguatkan fungsi hati, dan memperlambat pembekuan darah. Saat ini berbagai madu pahit dengan berbagai merek telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo
September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Bahkan, saat ini juga tersedia Madu Bima 99 khusus, yakni Madu Kesuburan Pria, Madu Kesuburan Wanita, dan Madu Kecerdasan Otak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99. Distributor Bali 08123644754, Subdist : Jembrana 081936459563, Klungkung 085954158293, Tabanan 087761444100, Buleleng 08174708396 / 0817351071, Karangasem 081239707770, Gianyar&Bangli 081338916680, Denpasar 08123644754, Badung 081999945381
M.0000825-ADV-18
balipost (109rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu PAING, 13 Maret 2016
@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764
Facsimile: 227418
3 Composer, Grup Musik yang Beranggotakan para ‘‘Hits Maker’’ 3 COMPOSER merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang dibentuk pada 2012. Grup musik ini beranggotakan 3 orang hits maker yaitu Tengku Shafick, Bemby Noor, dan Mario Kacang. Disebut sebagai hits maker karena sebagai komposer, masingmasing dari mereka telah menciptakan lagu-lagu luar biasa yang sukses dibawakan oleh penyanyipenyanyi hits Indonesia maupun luar negeri. Karya 3 Composer muda ini, berikut di antaranya Tengku Shafick: Mendendam (Marcel), Cinta Diam Diam (Febrian), Tak Mungkin (Treeji), Geregetan (Ayu Ting Ting), MMS (Indah Dewi Pertiwi), Sayang Tapi Belum Cinta (Ruth Sahanaya), I’m The Lucky One (Anwar Zein), Coba Untuk Mengerti (Siti Nurhaliza), dan masih banyak lagi. Mario Kacang: Terima Kasih Cinta, Cinta Dua Hati, ILU (Afgan), Surat Kecil Untuk Tuhan (Esa Sigit), Hanya Satu Cinta (Ussy Sulistyawati), Seindah Pagi (Mikha Tambayong), Selalu Ada Jawaban (Nia Paramita), Sedang Apa dan Dimana (Sammy Simorangkir), dan masih banyak lagi. Bemby Noor: Dia Dia Dia, Wajahmu Mengalihkan Duniaku, Jodoh Pasti Bertemu (Afgan), Dua Cinta Satu Hati (Calvin Jeremy), Lupakan Mantan & Datang Dan Kembali (Vidi Aldiano), Love Is You & Diam Diam Suka (Cherrybelle), Bangun Cinta (AMPM),Tak Lagi Percaya (GIGI), Aku Atau Temanmu (Maudy Ayunda), dan masih banyak lagi. 3 Composer berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia pada tahun 2012 dengan single pertama mereka yang sangat unik berjudul ‘’Salah Benar’’. Indonesia patut bangga karena 3 Composer adalah grup pertama di dunia yang berhasil menciptakan sebuah lagu baru dari gabungan lagu-lagu mereka terdahulu. Kini, 3 Composer diikuti oleh komunitas penggemar yang mereka sebut sebagai fams atau keluarga yang di beri nama PARANADA. PARANADA sendiri sudah tersebar di hampir seluruh daerah di Indonesia. Pada 2013, 3 Composer juga dipercaya oleh salah satu program televisi ajang pencarian bakat anak untuk membuat sebuah lagu bagi pemenang ajang tersebut berjudul “Bintang Kemenangan”. Di bawah naungan label KECI MUSIC dan GOLD MANAGEMENT, kini 3 Composer tengah sibuk melakukan promo single kedua mereka berjudul ‘’Pemberi Harapan Palsu’’ yang juga hasil dari ciptaan mereka bertiga. Kini, dia mengeluarkan single ketiga mereka berjudul ‘’Bagiku Cinta’’ yang hasilnya diciptakan dari hasil bertiga dan berkolaborasi dengan Kevin Aprilio. Di bulan Juli 2014, 3 Composer berkolaborasi dengan Indah Dewi Pertiwi dengan mengeluarkan single religi bertajuk “Kembali Pada-Mu”. Setelah kontraknya habis, kini 3 Composer resmi dikontrak Label Yaitu VMC Music Entertainment dengan lantun single terbaru yaitu ‘’Belum Tentu’’. (pik)
BPM/ade
IFW - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga (tengah) bersama model yang mengenakan pakaian bertema “Gianyar Cultural Wonders”, dan para perancang Bintang Mira, Tude Togok, Tjok Abi, Pimpinan Kelompok Media Bali Post ABG Satria Naradha (kiri) saat menghadiri Indonesia Fashion Week 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (12/3) kemarin. Acara yang menampilkan peragaan busana, pameran dari 480 merek, “talk show”, lokakarya, dan juga kompetisi desain, tersebut berlangsung hingga 13 Maret 2016.
Dongkrak Penjualan Album
4 WD Videokan Lagu ”Tresnan Beli” SETELAH mengeluarkan album terbaru ‘’Ngopi Malu Jon’’ dan membuatkan video klipnya pada 2015 lalu, kini grup musik 4 WD kembali membuat video klip untuk lagu yang berjudul ‘’Tresnan Beli’’. Bahkan, 4 WD yang berada di bawah bendera Jayagiri Production ini sudah selesai syuting video klip dan sekarang hanya tinggal proses editing. Hal ini diungkap oleh produser Jayagiri Production, IGN “Rahman Murthana, Sabtu (12/3) kemarin. Alasan 4 WD yang diperkuat oleh Raff (vokal, gitar), Adi (gitar), Agoes (bass, backing vokal), dan Edix (drum) memilih lagu Tresnan Beli untuk dibuatkan video klip, karena banyak penggemar yang menjagokan dan memberikan respons positif dari beberapa interaktif radio. “Saya sendiri juga menilai lagu Tresnan Beli enak didengar, karena easy listening dan memang tepat dibuatkan video klip,” ujar Rahman. Dengan ditambahnya video klip baru pada album Ngopi Malu Jon ini, Rahman berharap bisa lebih men-
dongkrak penjualan CD album ‘’Ngopi Malu Jon’’. Seperti diketahui, album terbaru 4 WD ini berisikan 12 lagu, di antaranya ‘’Pantang Menyerah, Ngopi Malu Jon, Rakyat Cerik, Tresnan Beli, ‘’Percaya’’, Tresnan Timpal Menyama, ‘’Buin Ingetan’’, ‘’Tunangan Juang Timpal’’, ‘’Dosen Killer’’, ‘’Korban Zaman’’, ‘’Pangeran dan Permaisuri’’, dan ‘’Dumogi Bahagia’’. “Dengan dibuatkannya video klip baru ini, kami tetap berharap bisa menambah penjualan album ‘Ngopi Malu Jon’ dari 4 WD,” harapnya. (win)
Nyepi dan Tantangannya PELAKSANAAN hari raya Nyepi Tahun Çaka 1938 (Rabu 9/3) telah berlangsung tanpa halangan berarti. Acara sehari sebelumnya, kendati ada suara pro dan kontra ikhwal pelaksanaannya, namun upacara Tawur Agung Kasanga sebagai ritual penyucian bumi beserta isinya juga dilakukan serentak di seantero Bali. Sore harinya di masing-masing rumah diadakan acara megoboh-gobog yang bertujuan menghalau semua unsur kala atau aura negatif dari pekarangan dengan membawa obor disertai bunyi-bunyian. Selanjutnya akhir Tahun Çaka 1937 ditutup dengan Pawai Ogoh-ogoh keliling desa atau kota, yang juga bermakna menghilangkan segala pengaruh tidak bersahabat pada alam dan manusia. Keesokannya, Tahun Baru Çaka 1938 disambut dengan introspeksi atau mulat sarira lewat Catur Brata, yakni amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan. “Pelaksanaan menyambut tahun baru dan mengakhiri tahun sebelumnya seperti di Bali memang unik dan diakui serta diapresiasi dunia. Buktinya, tidak ada maskapai penerbangan yang memprotes karena jalur bisnis mereka terpotong sehari, karena mereka maklum hak budaya dan agama tidak boleh diintervensi kepentingan apa pun. Bahkan, negara dan pemerintah asing juga mewanti-wanti warga negaranya untuk bersikap sesuai pepatah yang nyaris dimiliki seluruh bangsa di
brolan BALE BANJAR ARIDUS dunia. Di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung! Do in Rome as the Roman do! Go ni haereba go ni shitagau! Catur Brata Panyepian seperti yang diwarisi masyarakat Bali dari para leluhur mereka, harus ditaati saat berada di Pulau Dewata tatkala pelaksanaan hari Nyepi. Mungkin begitu isi pesan pemerintahnya, sehingga nyaris tidak ada orang asing berulah macam-macam saat pelaksanaan Nyepi. Berbeda dengan suasana New Year’s Eve dan New Year’s Celebration di negeri mereka yang bebas menggunakan segala daya listrik dan elektronik, bebas mengerjakan apa saja, bebas bepergian ke mana saja dan bebas bersenang-senang. Keunikan Nyepi di Bali, sebenarnya menarik perhatian dunia yang kini dihantui pemanasan global, berkurangnya sumber daya alam dan sedikitnya orang berupaya merenung buat mengontrol diri, sehingga segala macam polusi meliputi bumi. Terutama polusi tingkah laku yang menyulut berbagai masalah
seperti degradasi moral dan perang!“ tutur Rubag. “Pencerahan atau enlightenment yang mendorong modernisasi, di samping melahirkan anak kandung bernama ilmu pengetahuan dan teknologi, juga tidak sedikit mengembangbiakkan anak jadah modernitas yang arogan. Anak-anak yang tidak jelas asal-usul akibat libidinal ekonomi, politik dan kekuasaan menggebu-gebu, membuat planet biru terasa semakin tidak nyaman dihuni, karena chaos dalam segala bentuk muncul di mana-mana. Konflik dan perang mendominasi kedamaian dan ketenteraman! Mereka tidak saja membelokkan tujuan terciptanya pengetahuan dan teknologi, juga memelintir makna ayat-ayat suci agama demi kepentingan sendiri, sehingga yang lemah dan tidak berdaya jadi korban kerakusan mereka. Mungkin untuk meredam dan mengurangi syahwat ekonomi- politik dan kekuasaan manusia yang berperilaku seperti serigala itulah pelaksanaan Nyepi sekarang harus dimaknai. Terlalu banyak domba yang dikorbankan demi memuaskan nafsu serigala, bahkan tidak terhitung jumlah yang dihitamkan untuk menutupi kejahatan mereka. Meski ada serigala yang mengenakan bulu domba, namun mereka melolong bukannya mengembik bila diminta bersuara, sehingga kita gampang membedakannya. Memang pelaksanaan Nyepi di Bali bukan ambisi
mengubah serigala menjadi domba, namun mengajak semua orang Bali terutama yang beragama Hindu untuk merenungi hakikat Nyepi dan menyimak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ini pun bukan perkara mudah!“ ujar Pacet Sudiarsa. “Ya, pinjam istilah penguasa tempo lalu, tidak semudah membalikkan telapak tangan! Apalagi tangan yang sering dipakai mencuri bila dibalik akan kentara barang yang digenggam, hahaha. Kondisi sosial, ekonomi, budaya bahkan politik, yang terbiasa dengan kebebasan dan kemewahan serta digandrungi nikmatnya, memang agak sulit diubah kendati hanya untuk sehari. Apalagi, Bali sekarang bukan hanya dihuni oleh orang-orang yang leluhurnya selama berabad-abad di pulau ini, namun sudah diserbu banyak orang akibat kemajuan pariwisata. Membaca suasana hati atau kesan orang-orang yang mendiami Bali saat ini, aku sempat mengelus dada. Itu aku lakukan lewat saluran dunia maya bernama facebook. Suara miring dan sinis yang mencerca Agama Hindu yang dikatakan egois dan mau menang sendiri, sudah terlontar saat dilaksanakan pawai ogoh-ogoh. Bahkan, pelaksanaan Catur Brata Panyepian, dianggap kesombongan dan ketololan orang Bali, yang memaksakan kehendak bagi orang-orang yang tidak seiman, malah dikatakan hanya berani di kandang sendiri. Wah, aku harus mengelus dada membaca
BPM/ist
VIDEO KLIP - Grup musik 4 WD kembali membuat video klip untuk lagu yang berjudul ‘’Tresnan Beli’’.
status yang kalau dilihat nama yang dipasang di akun, bukan berleluhur di Bali. Meski banyak yang menanggapi status tersebut, namun aku memilih diam karena merasa bersalah telah melabrak anjuran catur brata dan mencari penyakit hati dan otak,“ komentar Arif Suciawan. “Tidak semua yang melontarkan kritik kasar itu adalah pemilik akun asli, namun ada yang abal-abal karena nama dan fotonya dicuri atau kena hack, untuk tujuan mengacau. Upaya adu domba dan provokasi harus dipertimbangkan, sebelum ikut berkomentar. Suara miring cenderung kasar seperti itu sebaiknya jangan ditanggapi, sebab menurutku, ada skenario besar yang menginginkan agama dan budaya di Bali ini berubah. Bila kau menanggapi, apalagi ikut berkata kasar pula, apa bedanya kau dengan mereka? Selain watak dan sifatmu yang dikatakan cuma jago kandang sesuai dengan apa yang dituduhkan, juga kamu ikut berperan bila terjadi kerusuhan horizontal di pulau tercinta ini. Tenang dan sabar, ingat petuah para orang tua dulu, sing taen lemete elung, ane kekeh lakar elung maluan. Artinya, tidak pernah yang elastis itu akan patah dan hancur duluan, namun yang keras dan kakulah lebih dulu. Yang membuatku prihatin, justru yang kulihat di facebook ada orang Bali yang mengunggah foto selfi di jalan raya yang lengang, seakan mereka melecehkan agama dan adatnya sendiri. Untungnya, begitu ditegur facebooker yang lain, mereka langsung minta maaf dan menghapus hasil jepretannya. Lewat Nyepi, mudah-
mudahan orang Bali lebih bisa mawas diri dan melaksanakan segala nilai yang diwariskan para leluhur, minimal menjadi akar-akar yang melekat ke pertiwi tatkala dunia dihantam tsunami globalisasi,“ imbuh Bakti Wiyasa. “Astungkara! Menyimak dialog kalian, aku jadi terhenyak bila membayangkan terwujudnya rencana reklamasi Teluk Benoa. Bila megaproyek berupa berbagai fasilitas pariwisata, hotel, vila, kondominium dan segala objek wisata buatan berdiri di atas pulau baru itu, kuyakin, banyak lagi pendatang baru membanjiri Bali sebagai karyawannya. Artinya, jumlah mereka yang tidak seiman bahkan tidak sepaham dengan tradisi, adat, budaya, dan agama Bali pun akan bertam-
bah. Apalagi kubaca di media, bahwa sebuah ogoh-ogoh milik sekaa teruna di sebuah banjar di Denpasar sempat dilarang aparat karena dianggap tidak sesuai tema perayaan agama, bahkan ditengarai mengandung unsur politik. Itu lantaran wujud raksasa yang salah satu tangannya menggenggam patahan ekskavator atau alat pengeruk. Wah, rupanya bukan bentuk raksasa yang menakutkan, justru ekskavator yang patah, hahahaha... Yang berpolitik itu sebenarnya siapa ya? Apa pun tantangan, hambatan dan rintangan yang muncul, mari sikapi dengan tenang dan sabar serta selalu memohon pada Ida Hyang Widhi Wasa, semoga semua warisan leluhur ajeg dan lestari!“ ujar Kadek Wahyudita. (aridus)