Skip to main content

Edisi 17 Juli 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN NOMOR 319 TAHUN KE 68 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (144rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU PON, 17 JULI 2016

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Kudeta Gagal di Turki

Garuda Layang-layang Bali

161 Tewas, 3.000 Militer Ditangkap Ankara -

Masyarakat sipil selalu menjadi korban setiap aksi kudeta. Kudeta yang dilakukan faksi militer di Turki, Sabtu (16/7) kemarin, menewaskan 161 orang. Selain itu sekitar 3.000 militer ditangkap. Saat kudeta itu berlangsung, jet tempur pembelot menguasai langit Turki. Bahkan, militer pembelot sudah mengklaim menguasai Kota Ankara dan Istambul. Kolonel Muharrem Kose, sosok ini disebut-sebut sebagai sosok di balik upaya kudeta yang berlangsung di Turki. Kose bukanlah anggota militer aktif. Dia diketahui telah dipecat secara tidak hormat dari militer Turki pada bulan Maret lalu. Kose dipecat karena dituding memiliki hubungan dengan tokoh antipemerintah yang saat ini berada di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen. Tidak lama setelah dipecat, Kose mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian, yakni pemerintah sementara untuk memulihkan demokrasi dan hak asasi manusia di Turki yang disebut-sebut mulai dilucuti oleh pemerintah Turki di bawah pimpinan Tayyip Erdogan. Dengan bantuan personel yang setia kepada dirinya, Kose melancarkan aksi kudeta. Dia berhasil merebut stasiun televisi TRT, menduduki jembatan, dan Bandara Internasional Ataturk. Upaya kudeta ini mampu digagalkan oleh militer Turki yang propemerintah. Perdana Menteri Turki Binali Yildirim, Sabtu kemarin, mengumumkan ada 161 orang tewas, dan 1.440 orang terluka, termasuk para tentara pelaku upaya kudeta. Menurut PM Yildirim, Angkatan Bersenjata Turki telah menangkap sekitar 3.000 militer yang diduga terlibat dalam upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah. Hal. 16 Nodai Demokrasi

BPM/ist

IKON - Layangan Janggan dari Bali telah menjadi ikon dunia.

HARI ini Bali Post terbit dengan edisi khusus ‘’Garuda Layang-layang Bali’’ di halaman 19 dan 20. Garuda merupakan salah satu kearifan lokal Bali. Halaman 20 Bali Post hari ini didesain khusus oleh undagi layangan, Ida Bagus Ugrasena Narendra. Halaman 20 Bali Post hari ini dapat langsung dibuat layang-layang dan dapat diterbangkan. Petunjuk pembuatan layang-layang bisa dibaca di halaman 19. Koran layangan ini dapat diwarnai sesuai dengan kreativitas anak-anak dengan crayon. Bagi anak-anak SD se-Bali yang ingin mengikuti workshop gratis pembuatan layang-layang dan lomba menggambar dan mewarnai, bisa datang hari ini ke Bale Banjar Shankara Resto, Jalan Danau Toba No.7 Sanur mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai. Panitia menyiapkan lima hadiah terbaik bagi pemenang lomba mewarnai dan menggambar. Salah satu hadiahnya berupa studi banding ke Filipina.

Baca Juga Halaman 19 dan 20

BPM/ap

BENTROK - Pendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan bentrok dengan pendukuntg kudeta di dekat pangkalan militer di ibu kota Turki, Ankara, saat terjadinya kudeta, Sabtu (16/7) kemarin.

ISIS Rayakan Kemenangan Teror Paris Nice Di tengah duka dan status darurat pascaserangan teror truk maut di Nice, Prancis, Jumat (15/7) dini hari, pendukung kelompok ISIS justru merayakannya melalui media sosial. Peristiwa tersebut menewaskan 84 orang dan melukai 150 lainnya. ‘’Mereka yang tewas di Prancis adalah

orang-orang kafir berdosa!’’ tulis salah satu orang melalui akun Twitter, seperti diberitakan Reuters. Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror menggunakan truk pada perayaan Bastille Day di Nice, Prancis. Klaim ini disampaikan, seiring kepolisian Prancis menangkap

tiga orang yang diduga terlibat serangan yang menewaskan 84 warga itu. ‘’Orang yang melaksanakan operasi di Nice, Prancis, untuk menyeruduk masyarakat merupakan salah satu tentara ISIS,’’ demikian bunyi telegram ISIS kepada kantor berita Amaq, salah satu pendukung ISIS, dikutip dari Reu-

ters, Sabtu (16/7) kemarin. ‘’Dia membawa misi itu sebagai respons terhadap negara-negara yang menjadi koalisi penentang ISIS,’’ lanjut pernyataan tersebut. Otoritas Prancis pun memeriksa kebenaran klaim tersebut. Hal. 16 Radikal Islam

’’Gathering’’ Agrobisnis Petani Bali

MENGUBAH PETANI JADI PENGUSAHA Masyarakat perlu dimotivasi agar mau terus menekuni sektor pertanian. Apalagi di era sekarang, menjadi petani tidak bisa hanya untuk mempertahankan idealisme. Dalam hal ini menjaga pertanian untuk mempertahankan budaya Bali yang adiluhung. Lebih dari itu, pertanian juga harus memberikan kesejahteraan ekonomi bagi para pelakunya. DEMIKIAN mengemuka dalam Gathering Agrobisnis Petani Bali di Bale Banjar Bali Global Shankara, Sanur, Denpasar, Sabtu (16/7) kemarin. Anggota DPR-RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih dalam diskusi pertanian bersama para pelaku agrobis, pengamat, akademisi, kalangan perbankan, serta pengusaha itu memaparkan perlunya kita mendorong teman-teman muda untuk bertani. Sumarjaya Linggih yang

BPM/ant

ORGANIK - Bahan pertanian organik Bali diolah menjadi produk kecantikan.

Pertanian Organik Jadi Produk Kecantikan BALI Tangi merupakan rumah produksi bahan-bahan tradisional dari hasil pertanian organik, seperti loloh dan bahan-bahan alat kecantikan. Bali Tangi bangkit dari rasa kekhawatiran akan bahan-bahan obat tradisional yang mengandung bahan sintetik yang menyebabkan keracunan. Selain itu, Bali Tangi juga hadir untuk melestarikan peninggalan nenek moyang yang menggunakan bahan-bahan alami dari hasil pertanian organik yang digunakan untuk obat-obatan yang berfungsi menghilangkan racun dalam tubuh. ’’Tujuan kami ingin mengajak masyarakat untuk kembali ke alam, memanfaatkan alam secara bijaksana harmonis, sehingga alam menjadi lestari, bisa kita wariskan kepada anak-cucu kemudian,’’ tandas Made Yuliani Jayanegara, pemilik PT Bali Tangi, Sabtu (16/7) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, hasil produk-produk Bali Tangi, seperti obat-obat tradisional dan bahan-bahan kecantikan, seperti scraf lulur, masker, sabun, dan lain sebagainya semua bahan dan sulingan aroma terapinya menggunakan hasil dari pertanian organik. ‘’Beda dengan cream-cream yang membeli bahan-bahan baku yang murah yang tinggal dicampur dengan aroma parfum biasa. Kalau kita sendiri menggunakan beras dan aroma terapi alami dari hasil pertanian organik,’’ terangnya. Hal. 16 Hingga ke Luar Negeri

BPM/eka

BPM/dok

Sumarjaya Linggih

Pertanian Bali yang Berdaulat dan Berbasis Kesejahteraan

Oleh

Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA.

MASALAH alih fungsi lahan khususnya sawah di Bali hampir tidak terkendali karena desakan dari sektor nonpertanian yang sangat kuat. Salah satu dampaknya adalah ketersediaan pangan akan terganggu selain terdegradasinya faktor lingkungan fisik, sosial dan budaya pertanian. Suksesi kepemimpinan di tingkat nasional dan di daerah (provinsi dan kabupaten/kota) telah beberapa kali dilakukan sejak era reformasi diharapkan memberikan angin segar bagi kesejahteraan para petani di Indonesia, termasuk di Bali. Jika tidak maka Bali akan

ditumbuhi oleh bangunanbangunan kokoh yang mengeliminasi lansekap pertanian yang alamiah dan pertanian semakin termaginalkan yang berakibat kedaulatan pangan akan tercerai-berai. Kebijakan dan programprogram pemerintah harus bermuara pada sektor pertanian mengingat perannya yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat sebagai bagian memaknai jargon pertanian sebagai tulang punggung perekonomian. Artinya bahwa sektor pertanian wajib menjadi salah satu sasaran utama bagi sektor-sektor lain, seperti

industri, irigasi, transportasi, pariwisata, koperasi, keuangan/perbankan, pendidikan, dan lain sebagainya. Salah satu sistem yang dapat dikembangkan adalah penguatan sistem agribisnis yang telah cukup lama diintroduksi. Agribisnis sebenarnya adalah suatu konsep yang utuh, mulai dari penyediaan sarana produksi dan proses produksi, mengolah hasil, pemasaran dan aktivitas lain yang mendukung dengan kegiatan pertanian. Melalui sistem agribisnis, pemerintah wajib merancang adanya peningkatan nilai

tambah bagi setiap pelakunya, khususnya para petani. Petani tidak semata-mata ditempatkan sebagai produsen tetapi lebih diorientasikan pada aspek bisnis terhadap produk-produk yang dihasilkannya, seperti produk-produk pangan, hortikultura, peternakan, perikanan dan perkebunan. Sistem agribisnis yang diformat haruslah menjadi satukesatuan sistem yang sangat terintegrasi dan menguntungkan secara proporsional dan berkelanjutan. Hal. 16 Bisnis Inklusif

akrab disapa Demer ini melihat tren bisnis di masa depan adalah sharing ekonomi atau collaborative business. Pemasaran produk-produk pertanian bisa dilakukan melalui internet. Tidak lagi dilakukan secara konvensional yang membutuhkan biaya lebih mahal. Namun, Demer masih meragukan adanya pihak atau orang yang mau menjembatani petani dengan para ahli di bidang pemasaran seperti itu. Termasuk dengan ahli

BPM/eka

A.A. Ngurah Alit Wiraputra

lain di bidang teknologi pertanian untuk mengoptimalkan lahan ‘’nganggur’’ ataupun meningkatkan kualitas produk mereka. ‘’Saya berpikir ada satu kesenjangan yang masih terjadi di desa. Di desa ada sarjana pertanian nganggur. Di sisi lain ada lahan petani yang kosong, tidak efektif. Mereka (sarjana dan petani - red) kalau boleh dibilang sebenarnya saling membutuhkan. Cuma siapa yang akan mulai menggerakkan ini menjadi suatu kolaboratif bisnis atau sharing ekonomi yang bisa membuat mereka bertemu,’’ paparnya. Menurut Demer, petani harus dibuat cerdas agar mempunyai nilai ekonomi dalam jangka panjang. Hal. 16 Campur Tangan Pemerintah

BPM/eka

Agung Dharmawan


DAERAH

2

Minggu Pon, 17 Juli 2016

TNI Pacu Pertanian Kelompok Subak di Buleleng

FIGUR Tampil di FLS2N Manado DUTA Kabupaten Badung, Wahyu Prasetya, akan mewakili Provinsi Bali dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 28 Agustus nanti di Manado. Wahyu akan tampil sebagai penyanyi solo pria tingkat SMA. Sejak SD, Wahyu telah mengikuti berbagai lomba menyanyi baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. ‘’Waktu SD ikut lomba nyanyi dapat juara harapan I, dan waktu SMP ikut lomba nyanyi dapat juara III,’’ paparnya, Sabtu (16/7) kemarin. Di bawah pembinaan Sanggar Eka Mahardika, Wahyu menjalani latihan vokal secara rutin. ‘’Tidak juga lupa berdoa dan yang paling susah itu jaga kondisi dan menjaga asupan makanan,’’ imbuh remaja yang bersekolah di SMAN 1 Abiansemal ini. Ia mengurangi makanan gorengan dan berminyak serta makanan kemasan untuk menjaga kualitas suaranya. Ibunya yang juga seorang guru vokal sangat mendukungnya mengikuti lomba menyanyi, apalagi sampai meraih prestasi, merupakan suatu kebanggaan bagi orangtuanya. Dari mengikuti lombalomba tersebut, ia pun banyak memiliki pengalaman, wawasan dan teman. (may)

Tangani Sisa Kerusakan Jalan Kabupaten Buleleng Andalkan DAK Singaraja (Bali Post) – Memasuki masa pertengahan tahun anggaran 2016 ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buleleng terpaksa ‘’memutar otak’’ agar mendapatkan sokongan dana untuk menangani sisa kerusakan jalan kabupaten. Apalagi menyusul kebijakan pemerintah yang meningkatkan jalan desa (jalan nonstatus - red) menjadi jalan kabupaten membutuhkan tambahan anggaran besar. Diperkirakan tambahan dana yang diperlukan sekitar Rp 75 miliar. Kebutuhan dana sebesar ini diupayakan dari kucuran DAK. Dari dokumen APBD Induk 2016, Dinas PU menerima total anggaran sebelum perubahan mencapai Rp 107,49 miliar. Dari total dana tersebut untuk perbaikan infrastruktur jalan diplot sebesar Rp 79 miliar. Dana sebesar ini terdiri atas DAK sebesar Rp 74 miliar dan Bantuan Keuangan Khusus Provinsi (BKK) sebesar Rp 5 miliar. Dana itu kemudian dialokasikan untuk menangani kerusakan jalan sepanjang 98 kilometer yang sepenuhnya dilakukan dengan aspal hotmix. Sementara dalam perubahan anggaran tahun ini, Dinas PU mendapat tambahan dana dari APBD murni sebesar Rp 2,46 miliar atau naik sebesar 2,29 persen dibandingkan anggaran induk. Berdasarkan data panjang jalan yang masih harus ditangani dalam pertengahan tahun ini tercatat 186 kilometer. Penambahan jalan yang harus ditangani ini karena kebijakan pemerintah meningkatkan jalan nonstatus menjadi jalan kabupaten. Atas kondisi ini pemerintah sekarang harus menyiapkan cadangan dana yang memadai agar bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi. Diperkirakan tambahan anggaran dana sebesar Rp 75 miliar. Untuk itu, pemerintah berharap dari kucuran DAK dari pemerintah pusat. Dari skema yang telah disusun dukungan DAK dalam perubahan anggaran ini mampu menangani kerusakan jalan kabupaten sepanjang 90 kilometer.(kmb38)

BPM/kmb34

SIDAK - Kepolisian Polsek Kota Singaraja pascalibur Lebaran gencar melakukan sidak duktang di wilayah perkotaan Singaraja.

Duktang ke Buleleng Wajib Lengkapi Identitas Diri Singaraja (Bali Post) Kepolisian Sektor Kota Singaraja mengantisipasi penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas di wilayah perkotaan. Setelah libur Lebaran duktang beramai-ramai kembali melakukan aktivitas berdagang. Tidak sedikit duktang tinggal di rumah kontrakan atau kos-kosan. Tindakan sweeping dilakukan aparat di wilayah Banyuasri, lingkungan Jalak Putih, Jalan Teratai dan Jalan Samudera. Sektorsektor ekonomi kembali tampak dipenuhi duktang. Di antaranya penjaja makanan lalapan, bakso, nasi campur, sayur-mayur, hingga konveksi pakaian. Aparat berharap duktang melengkapi KTP dan berlaku sopan di mana pun berada. ‘’Polisi memeriksa 31 duktang. Dari seluruhnya, 16 orang

tidak memiliki Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) dan diperiksa di Kantor Kelurahan Banyuasri. Kalau mencurigakan atau malah terlibat kriminal langsung akan diamankan,’’ ujar Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Nyoman Suarnata, Jumat (15/7). Dia menekankan, duktang agar menghindari tindak kriminalitas. Sebab, dari kebanyakan kasus. Duktang tergolong pengangguran, tanpa keahlian atau

bekal nekat datang ke Bali. Kemudian diam-diam bertindak kriminal. ‘’Tetap antisipasi kriminalitas duktang. Jangan malah datang ke daerah, tetapi ujung-ujungnya berlaku tidak benar,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Penduduk Disdukcapil Buleleng Dewa Ketut Mudita menilai duktang di Buleleng adalah tanggung jawab setiap kalangan masyarakat. Identitas KTP elektronik wajib dimiliki masyarakat. ‘’Karena penduduk yang memiliki KTP di luar Buleleng, harus melapor ke kantor Lurah Banyuasri. Apalagi selesai Lebaran banyak duktang balik ke Bali,’’ katanya. (kmb34)

Tekan Lakalantas

Diperlukan Tambahan Lampu Penerangan Jalan di Buleleng Singaraja (Bali Post) Potensi kecelakaan lalu lintas di Buleleng cukup besar dibandingkan wilayah kabupaten lain. Kondisi infrastruktur jalan terutama lampu penerangan jalan di pedesaan dinilai kepolisian belum maksimal. Kasat Lantas Polres Buleleng AKP I Gede Sumadra Khertiawan, S.H., M.H. menyampaikan, lampu penerangan jalan dibutuhkan masyarakat ketika melintas di malam hari. Kewenangan pemprov diharapkan lebih memperhatikan ruas jalan yang membutuhkan lampu seperti di wilayah Buleleng Timur, Buleleng Barat hingga jalan menikung di seputaran Gitgit dan Kecamatan Sukasada. Penerangan jalan dapat menghindari pengendara dari kecelakaan. Selain itu, ketika hujan di malam hari pengendara bisa menghindari tanah longsor atau pohon tumbang. ‘’Kecelakaan lalu lintas di pedesaan berpotensi dari sarana-prasarana di pedesaan yang belum seluruhnya maksimal. Yang paling nyata adalah lampu penerangan jalan, penataan pohon perindang dan tanah longsor. Potensi rawan itulah salah satu penyebab agak tinggi lakalantas di wilayah kita ini,’’ terang Khertiawan dikonfrimasi Bali Post, melalui ponselnya, Sabtu (16/7) kemarin. Sementara menyangkut kedisiplinan pengendara lalu lintas, aparat menilai telah maksimal melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat. Bahkan di momen penerimaan siswa baru disisipkan pemahaman tertib berlalu lintas. (kmb34)

NGABEN - Upacara pangabenan Dolar, Sabtu (16/7) kemarin.

BPM/sos

Upacara Pengabenan Dolar

Semasa Hidup Minta Generasi Muda Lestarikan Seni Budaya Bangli (Bali Post) Upacara pengabenan seniman legendaris Bali asal Banjar Sema, Siladan, Desa Tamanbali, Bangli yang berkecimpung dalam drama gong, I Wayan Tarma alias Dolar, berlangsung Sabtu (16/7) kemarin. Pada upacara yang dimulai pukul 12.45 Wita itu diantar ratusan warga dan juga puluhan keluarga serta sejumlah seniman. Jenazah almarhum diarak ke Setra Shanti Banjar Adat Sema, Siladan yang lokasinya tak jauh dari kediamannya menggunakan Wadah berupa Jangoari yang menyerupai Bade dengan ukuran yang lebih kecil. Karena rasa cintanya, pengarak tersebut kompak memakai baju bergambarkan Dolar. Diiringi gamelan angklung, tampak raut wajah kesedihan dari keluarga besar Dolar termasuk warga setempat. Sebab, kepergian seniman kelahiran 31 Desember 1954 itu untuk selama-lamanya

meninggalkan berbagai kenangan suka dan duka. Di mata masyarakat maupun sesama seniman, sosok Dolar sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia lawak di Bali. Salah satu seniman yang menjadi sahabat Dolar, Sang Ketut Arka yang lebih dikenal dengan Perak, mengakui kepergian Dolar telah memunculkan duka yang cukup mendalam untuk masyarakat Bali, khususnya kalangan seniman. ‘’Dolar sosok yang luar biasa. Saya sering duet dengannya,’’ ujarnya di sela-sela mengikuti upacara pengabenan. Seniman berbadan kurus ini juga menuturkan sosok Dolar dalam dunia lawak Bali tidak akan pernah bisa digantikan. Dalam hidupnya, dia selalu tampil sederhana dan apa adanya. Dikatakan juga, Dolar sering berpesan supaya generasi muda bisa melestarikan seni budaya, utamanya lawak Bali. ‘’Itu pe-

sannya saat hidup. Dolar juga pernah menyampaikan keinginnnya untuk membentuk suatu wadah untuk menghimpun para seniman lawak di Bangli untuk menghidupkan seni di Bali,’’ imbuhnya. Selain Perak, sebelumnya seniman Petruk juga mengaku sangat kehilangan. Dolar diibaratkan seperti magnet, yang mampu memunculkan daya tarik penonton saat berada diatas panggung. ‘’Tak ada yang bisa seperti dia (Dolar - red). Dia punya karakter khas,’’ ujar Petruk. Seperti dikabarkan, Dolar mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (9/7) lalu akibat penyakit stroke yang telah menggerogotinya sejak empat tahun lalu. Almarhum meninggal setelah satu jam mendapat perawatan di UGD RSU Bangli sekitar pukul 05.30 wita. Kepergiannya diawali dengan muntah darah dua kali. (sos)

Singaraja (Bali Post) Peran TNI meningkatkan swasembada beras di Buleleng, didukung masyarakat yang berprofesi sebagai petani. TNI melibatkan diri bersama kelompok-kelompok subak di setiap wilayah kecamatan. Mereka saling berkoordinasi dan bermusyawarah menghadapi keluhan menyangkut persoalan pertanian. Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Budi Prasetyo mengatakan potensi pertanian di Buleleng cukup tinggi. Peranan TNI bisa dioptimalkan membantu kelompok petani subak di beberapa wilayah seperti Seririt, Gerokgak, Sukasada, Sawan, dan sekitarnya. Di sana TNI tidak lupa melibatkan kerja sama Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Buleleng. ‘’Pekan ini sudah kami lakukan monitoring dan evaluasi (monev) di enam subak di wilayah Koramil 03/Seririt. Peran TNI mendekatkan diri dengan rakyat melalui pertanian. Kita ketahui bersama TNI kuat bersama rakyat,’’ ujarnya, Sabtu (16/7) kemarin. Ia menambahkan, wilayah

Seririt mendapat pemantauan babinsa. Sebab, subak yang tengah dikembangkan di sana memiliki potensi penghasil beras berkualitas. Enam subak di antaranya Subak Banyuriris, Subak Batan Bekul di Desa Kalianget, Subak Blumbang Kelurahan Seririt, Subak Puluran Desa Pengastulan, Subak Karang Sari Desa Patemon, dan Subak Umedesa Desa Lokapaksa. ‘’Di sana masing-masing subak yang dimonev berkoordinasi bersama Babinsa TNI. Dari Pasiter Kodim bersama staf, Danramil Seririt, juga terlibat dengan klian subak, pengurus subak hingga PPL subak,’’ imbuhnya. Keterlibatan TNI bukan sebatas koordinasi. TNI melibatkan diri dari proses penanaman bibit, pemeliharaan dan panen padi. Jika dahulu TNI berjuang merebut kemerdekaan. Saat ini lawan dihadapi adalah kebutuhan pangan. TNI berkomitmen meningkatkan hasil panen dan swasembada beras di daerah. Ketersediaan ketahanan pangan dinilai berpengaruh terhadap aspek ekonomi dan sosial masyarakat di Buleleng. (kmb34)

BPM/kmb34

EVALUASI - TNI rutin monitoring dan evaluasi hasil pertanian. Salah satunya pekan ini melibatkan kelompok subak di wilayah Kecamatan Seririt.

Musim Ngaben, Perajin Bade Kebanjiran Order Klungkung (Bali Post) Musim ngaben membawa berkah tersendiri bagi para perajin bade dan sarana petulangan di Klungkung. Salah satunya seperti yang dirasakan perajin Nyoman Sudiasa. Pria yang membuka usahanya di Desa Takmung mengaku kebanjiran order saat musim ngaben kali ini. Jika di hari biasanya hanya dapat dua order, kini dirinya bisa mendapat hingga 10 order. Ditemui di tempat usahanya, Sudiasa mengatakan setiap musim pengabenan, order bade dan sarana petulangan lainnya meningkat tajam hingga lebih dari 100 persen. Namun sebaliknya jika musim pengabenan berakhir pesanan akan kembali lesu. Perajin asal Desa Tusan, Banjarangkan ini mengatakan, jika saat tidak sedang musim ngaben, pesanan yang datang ke tempatnya hanya sekitar 2-3 order. Akan tetapi bila sedang musim ngaben seperti sekarang, pesanan bade bisa mencapai 8-10 order. ‘’Rata-rata setiap musim ngaben sasih karo pesanan meningkat,’’ terangnya. Untuk mengerjakan seluruh pesanan bade dan

sarana petulangan yang datang kepadanya, dirinya mengaku tak bisa mengerjakan sendiri. Agar pesanan bisa selesai tepat waktu, dirinya mengajak sedikitnya 12 tenaga perajin di bengkel kerajinannya. Adapun bahan baku utama yang digunakannya dalam membuat bade dan sarana petulangan lainnya yani kayu sandat, blalu dan bayur. Dia mengatakan, selain dari wilayah Klungkung daratan, pesanan bade dan sarana petulangan seperti lembu, wadah dan lainnya juga datang dari wilayah Nusa Penida. Selain itu, tak jarang dirinya juga menerima orderan dari luar kabupaten seperti Karangasem, Negara hingga Lombok. Per satu buah bade, dirinya selama ini mematok harga Rp 10 juta. Sementara satu buah lembu dijualnya Rp 4-5 juta. Sedangkan wadah dijual Rp 6 juta per satu unitnya. ‘’Kalau lengkapnya satu paket biasanya saya jual dengan harga Rp 31 juta,’’ terangnya. Harga yang disebutkannya itu disesuaikan dengan motif hiasan dan jauhnya jarak pengiriman. (kmb40)

BPM/kmb40

BADE - Perajin di Desa Takmung, Klungkung sedang membuat bade pesanan.

z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


SEREMONIAL

Minggu Pon, 17 Juli 2016

3

70 TAHUN BNI SINERGI KEMBANGKAN NEGERI GELARAN KISAH SUKSES MITRA BINAAN BNI Jhony Luik Coba Peruntungan di Bisnis Jasa

Kerap Berurusan dengan Percetakan

Ardianto Punya Usaha Percetakan dan Sablon

CV BIRO Jasa Mandiri merupakan usaha perorangan milik Jhony Luik. Usaha tersebut bergerak di bidang biro jasa, seperti jasa pengurusan dokumen, sertifikat tanah, IMB, SIUP, SITU, TDP dan usaha perdagangan sembako, serta usaha kos-kosan dan rumah kontrakan. Usaha tersebut berawal dari usaha biro jasa di tahun 2000, dan kemudian di tahun 2010 mencoba peruntungan dengan membuka usaha kos-kosan dan kontrakan rumah. Lalu tahun 2013, ia pun

kembali mengembangkan usahanya dengan membuka toko sembako hingga kini. Untuk mempermudah akses permodalannya, ia dibantu BNI. BNI telah menjadi rekanan perbankannya sejak tahun 2001, serta memberikan fasilitas KUR sehingga bisa mengembangkan usahanya di bidang biro jasa, dan hingga saat ini kerjasamanya lancar dan saling mendukung. “Pelayanan di BNI ramah dan proses pencairan kredit sangat cepat,” imbuhnya. *

Kini Eko Semangat Buka Minimarket

ARDIANTO merupakan perantauan dari Banyuwangi. Ia memulai bisnis percetakan dan sablon sejak tahun 2007 lalu. Lulusan Universitas Nusa Cendana Kupang, Jurusan Pertanian ini memang sejak masih kuliah cukup aktif di organisasi kemahasiswaan. Berbagai kegiatan kemahasiswaan inilah yang membawanya ke dunia sablon dan percetakan, di mana ia sering berurusan dengan pihak percetakan saat menangani berbagai event kemahasiswaan. Meskipun di awal usahanya banyak kendala yang dihadapi, namun dengan tekun ia selalu menjalin hubungan baik dengan seluruh pelanggannya yang tersebar hampir di seluruh wilayah di Pulau Timor, Flores, Sumba, bahkan sampai Timor Leste. Sampai dengan saat ini ia telah memiliki 3 karyawan dan sudah mempunyai banyak pelanggan rutin. baik dari perorangan, perusahaan swasta maupun instansi pemerintah. BNI selalu mensuportnya dalam hal permodalan dan pembinaan. Ia berharap ke depannya dapat menambah peralatan produksinya dengan teknik digital. *

KING Mart merupakan usaha perorangan yang dimiliki oleh Eko Budi Santoso. Usaha tersebut bergerak di bidang perdagangan eceran (minimarket). Ia menuturkan, usaha tersebut dimulai sejak tahun 2012. Sebelumnya ia merupakan pegawai salah satu BUMN dan mencoba untuk membuka usaha minimarket. Tak disangka usaha minimarket-nya berkembang hingga kini. Untuk selanjutnya, bisnisnya yang berbasis di Mataram akan dikembangkan hingga ke luar Mataram. Semua itu tidak lepas dari peran BNI dalam hal permodalan. BNI memberikan modal kerja, sehingga ia bisa mengembangkan usahanya. Selain itu, pelayanan yang ramah dan kekeluargaan juga membuatnya betah bermitra dengan BNI. “Pelayanan di BNI ramah dan sudah sangat dekat dengan karyawan saya,” ujarnya. Menurutnya, pelayanan BNI sangat bagus dan ia berharap pelayanan seperti itu tetap dipertahankan. *

Pengobatan Alternatif

Klinik Jnana Marga

Kenapa Pria Kalah Dalam ”Bertarung”?

SEKS adalah sebuah aktivitas indah dan nikmat yang harus dilakukan dan dirasakan oleh pasangan sah. Seks dapat dilakukan oleh siapa saja. Untuk merasakan kebahagiaan dan kesempurnaan dalam hidup, tanpa memandang status sosial dan tingkat ekonomi. Tanpa seks, hidup manusia terasa hampa tak bernyawa. Bagi pria, tiada yang lebih menyengsarakan selain bergelut dengan masalah seksual. Saat aktivitas seksual dilakukan dan pria selalu kalah di ranjang, maka kebahagiaan tersebut terasa tidak sempurna. Wanita menjadi jenuh dan akhirnya enggan untuk melakukan aktivitas seksual dengan pasangannya. Karena seks yang dirasakan menjadi hambar tanpa kesan apapun. Kekecewaan bukan hanya dirasakan wanita, tetapi si pria sendiri pun akan ke-

Dari Karyawan BUMN

cewa dan merasa malu. Kenapa pria sering kalah dalam bertarung di atas ranjang? Menurut ahli seksual dan terapis Klinik Jnana Marga Nengah Edy Warsita, ada beberapa penyebabnya dan yang paling umum di antaranya adalah : ejakulasi dini. Beberapa kriteria digunakan oleh para ahli dalam mendefinisikan ejakulasi dini, seperti berdasarkan waktu terjadinya ejakulasi, ketidak mampuan menahan ejakulasi sampai pasangannya mencapai orgasme, dan kemampuan pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya. Ada banyak hal yang menyebabkan seorang pria dapat mengalami ejakulasi dini ketika berhubungan seksual dengan pasangannya seperti misalnya, kebiasaan merokok, stres, dan kurang olahraga. Disfungsi ereksi atau impotensi. Yang diidentikkan pula dengan lemah dan loyo. Adalah gangguan seksual yang ditandai dengan gejala ketidakmampuan seseorang dalam mempertahankan tingkat ereksi penis untuk berlangsungnya hubungan seksual. Ketidakmampuan ereksi ini bisa terjadi karena aliran darah yang tidak lancar, stres, dan berbagai masalah fisik dan psikis lainnya. Faktor penyebab disfungsi ereksi ini bisa karena fisik atau psikologis. Faktor fisik, seperti keadaan tubuh yang kurang membaik, hal ini disebabkan karena ia menerapkan gaya hidup yang tidak sehat dalam seharihari. Sedangkan faktor psikologis di antaranya adalah karena stres dan juga depresi.

Libido rendah adalah hilangnya fantasi seksual yang sifatnya menetap dan sedikitnya gairah untuk melakukan aktivitas seksual. Bisa terjadi pada pria atau wanita. Beberapa penyebabnya adalah rendahnya kadar hormon testosteron pada pria maupun wanita. Pemakaian obat–obatan, jenuh, stres, curiga, trauma karena punya pengalaman buruk semasa kecil atau remaja dan lain-lain. Oleh karena itu, setiap kesempatan owner klinik Jnana Marga yang beralamat dijalan Gatot Subroto I, gang Jnana, Br. Tegeh Sari Gatot Subroto (1 km ke arah utara Apotik Anugrah II) Denpasar telepon 085102111600 ini selalu menyarankan agar setiap orang selalu berpola hidup sehat dan positif. Hanya itulah yang mampu mencegah seseorang mengalami masalah seksual dalam hidupnya. Namun, jika sudah terlanjur bermasalah dengan kesehatan seksualnya, jangan khawatir, Klinik Jnana Marga dengan metode Janur Sakti dan Piramida membantu menyembuhkan berbagai macam masalah kesehatan seksual, seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah, hiperseksual, infertilitas hingga menambah ukuran Mr. P., dan lainlain. Terdaftar di Dinas Kesehatan Denpasar dengan izin resmi nomor 448.3/3.PT.29.VI.12/DIKES. Dan sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisonal Indonesia (IPATRI). Buka setiap hari, dari Senin sampai Sabtu pukul 10.00–17.00 Wita. (ad890)

Pernah Pincang, Kini Jro Sutiawati Jadi Paranormal Muda SEJAK kecil Jro Sutiawati telah dibekali dengan indra keenam. Pada awalnya ia terlahir dengan kondisi kecacatan fisik pada kakinya (pincang). Saat masih remaja ia juga pernah mengalami sakit dan sempat dikira mengalami gangguan jiwa. Tak hanya itu, berbagai cobaan ia alami, seperti sakit dalam waktu lama. Dan semakin membuatnya heran hingga memutuskan menjadi paranormal adalah ketika ia mengalami mati suri saat masih remaja. Setelah mengikuti petunjuk dari orang spiritual, ia dikatakan memiliki bakat terpendam yang harus dibagikan kepada masyarakat. Ia pun disarankan untuk malukat dan nyungsung. Setelah mengikuti saran tersebut, sakit yang pernah dideritanya hilang. Ia pernah merasa pesimis untuk mengikuti saran tersebut, lantaran ia berpikir jika banyak orang mengetahui kelebihannya, maka keselamatannya bisa terancam. Namun, karena ia memang bertekad ingin mengobati orang lain, ia pun menjalaninya dengan tulus ikhlas hingga kini dikenal dengan paranormal muda yang cukup eksis dalam dunia pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif yang dijalankannya berdasarkan pawisik dengan media minyak dari bahanbahan herbal. Pawisik pun datang dari berbagai sumber, salah satunya

Bapak Proklamator Bung Karno, leluhurnya, sungsungan-nya. “Sebelumnya obat kita kumpulkan selama bertahun-tahun baru kita bisa buka praktek,” ujarnya. Selain menggunakan media minyak pawisik, ia juga menggunakan indra keenam untuk mendeteksi segala jenis penyakit medis dan nonmedis yang sedang diderita pasien. Jro Sutiawati juga membantu membuka cakra, ilmu kebatinan, cara belajar meditasi, menenangkan diri, mengobati diri sendiri. “Kalau dulu memang tidak tiang jelaskan, karena memang tidak boleh, tapi sekarang tiang siap,” tegasnya. Pada intinya, kini Jro Sutiawati siap melayani kebutuhan pribadi seseorang, tidak hanya pengobatan, tapi juga siap melakukan transfer ilmu tentunya dengan memenuhi kriteria tertentu. “Mungkin malukat dulu, mawinten dulu, Bu Jro mengajarkan dari nol,” imbuhnya. Jro Sutiawati juga siap membantu pasien dengan keadaan darurat dengan datang ke rumah sakit, tempat pasien berobat atau ke rumah pasien. “Sebelumnya Bu Jro tidak boleh keluar dari arena Bu Jro, tapi seiring dengan bertambahnya umur dan memang mendapat pawisik-pawisik, Bu Jro siap datang selama dalam keadaan darurat,” tandasnya. Jro Sutiawati juga buka praktek di Jakarta dan

Surabaya. Menurutnya, dalam proses pengobatan alternatif lebih kepada menanamkan keyakinan dan semangat kepada pasien, sehingga pasien termotivasi untuk sembuh. “Di sini terjadi kontak yang lebih mendalam dari kami sebagai pelaku pengobatan dengan pasien. Adanya kedekatan dari kami dengan pasien yang membuat pasien nyaman serta termotivasi untuk sembuh,” jelasnya. Masyarakat yang ingin mencoba pengobatan dari pawisik yang beliau dapatkan, dapat menghubungi 081337306812. (ad889)

BROS Gelar ”Basic to Advance Laparoscopy Symposium” dan ”Workshop”

ANTING - Felice Jewellery menghadirkan anting dan liontin emas berlian seharga Rp 1,499 juta, dengan hadiah langsung handphone android.

Beli Anting dan Liontin Felice Rp 1,499 Juta

Dapatkan Hadiah Langsung ”Handphone Android” FELICE Jewellery hadir lagi dalam pameran perhiasan emas dan berlian selama tiga hari. Terhitung mulai hari Minggu (17/7) ini sampai dengan Selasa (19/7) di Business Center Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini Felice menyediakan hadiah istimewa bagi pelanggan setianya. Tidak tanggungtanggung berupa sebuah handphone yang tentu sayang untuk dilewatkan. “Kami menawarkan emas berlian berupa anting dan liontin seharga Rp 1,499 juta, mendapatkan hadiah langsung handphone android,” ujar Sales Felice Jewellery Ni Kadek Widnyani dikonfirmasi, Sabtu (16/7) kemarin. Selain hadiah istimewa tersebut, kata Kadek Felice juga menghadirkan perhiasan emas berlian fashion model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition, sehingga tidak akan ada duanya di tempat

lain. “Setiap pembelian perhiasan akan mendapatkan sertifikat. Kalau nanti customer ingin mereparasi perhiasannya, tinggal menunjukkan sertifikat ini. Reparasi bisa dalam bentuk memperbesar atau memperkecil ukuran cincin, memasang permata yang lepas, dan renew seperti baru lagi,” imbuhnya. Menurut Kadek, Felice lebih banyak mengeluarkan desain klasik atau abadi yang selalu cocok dipakai kapan saja dan tidak membosankan. Felice juga ingin menghilangkan kesan bahwa berlian itu mahal. Tapi bukan berarti harga yang ditawarkan ini murahan. Tunggu apa lagi, segera kunjungi pameran perhiasan emas dan berlian Felice Jewellery. Harga relatif terjangkau, ditambah desain yang unik menjadikan berlian-berlian Felice layak menjadi bagian dari koleksi Anda. (ad450)

BALI Royal Hospital (BROS) melaksanakan Simposium dan Workshop Basic to Advance Laparoscopy (BALI) pada Jumat (15/7) lalu. Simposium membahas tentang Gynecologycal Endoscopy and Surgery an Overview and The Role of Operative Laparoscopy in Infertility, dibawakan oleh dr. Ida Bagus Putra Adnyana, Sp.OG.(K-Fer). Materi simposium yang lain adalah orthopedic arthroscopy oleh dr. I Gusti Ngurah Wien Aryana, Sp.OT., pediatric hernia laparoscopy yang dibawakan oleh dr. Kadek Deddy Ariyanta, Sp.B., Sp.BA. dan dr. Adhi Keswara, Sp.B., KBD. yang membawakan materi Weight Loss Laparoscopy. Sedangkan workshop membahas tentang new technique in cystectomy and supraservical hysterectomy. Materi yang lain yaitu knee arthroscopy diagnostic and therapeutic. dr. Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. menjelaskan BROS memiliki 4 layanan unggulan yaitu bayi tabung, bedah plastik, neuro science center, dan minimal invasive (endoscopy). Pada simposium dan workshop kali ini dibahas tentang minimal invasive, setelah pada seminar sebelumnya dibahas tentang bayi tabung. Seminar tersebut dihadiri oleh kalangan medis (dokter umum, dokter spesialis dan residen) dari masingmasing disiplin ilmu. Pada intinya bertujuan untuk memberikan update perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran terkini, mengingat dunia kedokteran terus mengalami perkembangan termasuk tindakan minimal invasive. Minimal invasive adalah tindakan dengan membuat goresan kecil sehingga lebih cepat sembuh dan memperpendek hari perawatan. Seminar ini sekaligus untuk menyampaikan bahwa tindakan endoscopy dapat dilakukan di BROS, tidak hanya untuk laparoscopy (obgyn), tapi juga untuk bedah digestive, bedah anak, bedah orthopedi, dll,” ujarnya.

BROS - Acara simposium yang diadakan BROS pada Jumat (15/7) diikuti kalangan medis. dr. Ida Bagus Putra Adnyana, Sp.OG. (K-Fer), dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgin), konsultan fertilitas BROS yang juga menjadi pembicara dalam acara tersebut menjelaskan, minimal invasive atau endoscopy pada dasarnya adalah memasukkan alat (teleskop) ke dalam seluruh bagian tubuh yang memiliki rongga, bisa dari hidung dan mulut (laringoscopy), anus (colonoscopy), perut (laparoscopy), paru (broncoscopy), urologi (urethroscopy) dan kalau dimasukkan ke dalam rongga sendi tulang disebut arthroscopy, dll. Minimal invasive surgery pada Obgyn bertujuan untuk melakukan eksplorasi organ reproduksi dan untuk melakukan treatment, baik diagnostic maupun operative. Jika minimal invasive bertujuan untuk diagnostic, alat berupa teleskop dimasukkan ke dalam tubuh untuk dapat melihat semua organ. Namun jika tujuannya untuk treatment/terapi, ada alat tambahan yang dimasukkan. Tren dunia kedokteran justru memberikan pelayanan dengan minimal invasive ini karena banyak keuntungan

yang didapat, karena dengan kecilnya sayatan, pasien akan lebih cepat sembuh, cepat pulang, dan cepat dapat beraktivitas kembali. “Minimal invasive surgery adalah teknologi tinggi sehingga tidak semua dokter bisa melakukan, dibutuhkan keterampilan dan pelatihan yang cukup lama untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan,” jelasnya. BROS sendiri telah mendidik, melatih dan meningkatkan keterampilan SDM dalam bidang endoscopy, khususnya dokter spesialis. Dari segi peralatan BROS mempunyai beberapa peralatan endoscopy yang cukup lengkap untuk memberikan pelayanan yang lebih lengkap pada masyarakat. Seminar BALI ini juga merupakan rangkaian acara HUT yang ke-6 BROS yang jatuh pada tanggal 17 Juli 2016. Pada hari yang sama, dilakukan pula operasi implant Cochlea oleh Tim Dokter THT BROS kepada dua pasien yang menderita gangguan pendengaran. Operasi ini bertujuan untuk membantu penderita bisa mendengar kembali dengan menanam implant pada rumah siput. (ad895)


4

Minggu Pon, 17 Juli 2016

Sekolah yang Ramah

Pentingnya Sinergi Orangtua, Guru, dan Siswa SEBAGAI orangtua setiap tahun adalah semacam “persabungan”, kenapa? Karena setiap tahun anakanak mereka memasuki kelas baru atau sekolah yang baru. Yang namanya “baru”, tentu harus memiliki modal. Modal dalam arti tidak hanya finansial, juga psikologis. Gencarnya kritik tentang hubungan orangtua dan guru belakangan ini tentu cukup memprihatinkan. Agaknya dialog adalah solusi yang tepat untuk membangun generasi yang sehat di sekolah. Tahun ajaran baru 2016/2017 untuk semua jenjang resmi dimulai Senin (18/7). Orang tua tentu sangat berharap mendapatkan “pelayanan” pendidikan yang baik, anak-anak yang dititipkan di sekolah juga mampu berkembang dengan baik, sesuai tingkatan usia. Sekolah yang ramah bagi siswa itulah yang saatnya terwujud dalam tahun ajaran baru ini. Bagaimana mengelola sekolah yang ramah dan menjadi orangtua hebat? Menurut Dr. Astuti Darmiyanti, dari Dirjen Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembina Keluarga dari Jakarta, keluarga adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Orangtua memiliki pengaruh langsung dan paling kuat pada kesejahteraan anak terkait perkembangan fisik, kognitif, psikososial dan emosionalnya. Agar perkembangan anak optimal, maka setiap anak membutuhkan sedikitnya satu pengasuh utama yang dapat dipercaya dan berhubungan erat. Namun, orangtua bukanlah satu-satunya yang bertanggung jawab atas kesejahteraan anak. Pemerintah dan masyarakat juga berperan penting, karena interaksi anak dengan keluarganya dan lingkungan yang

lebih luas akan membentuk perkembangan anak tersebut. Salah satu solusi terkait masalah tersebut adalah pembinaan keluarga. Konsep ini melibatkan orangtua agar lebih aktif berpartisipasi dalam pendidikan anak-anak. Salah satu contohnya, mengajak orangtua atau wali murid untuk memerhatikan hasil belajar anak-anak, berkonsultasi dengan guru, hingga melihat langsung proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pendidikan Keluarga, tengah menjalankan sejumlah program pendidikan keluarga di satuan pendidikan. Salah satu program utama yakni mengajak orang tua mengantar anak masuk sekolah di hari pertama sekolah. Selain itu, orang tua juga diharapkan bisa berpartisipasi aktif baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Orang tua diharapkan menjalin komunikasi intensif dengan sekolah demi perkembangan pendidikan anak. Sekolah Sesungguhnya persoalan peran orangtua di ranah pendidikan memang bukan

hal yang baru. Wacana ini sering digulirkan untuk memberi solusi tentang persoalan yang terjadi pada anak didik. Memang keluarga adalah salah satu solusi untuk meredam kenakalan anak. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan sejak tahun 2015 berusaha membantu orangtua dengan khusus mendirikan Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Keluarga. Direktorat ini bertujuan mendukung kolaborasi yang aktif dan positif antara orangtua dan sekolah untuk menyukseskan dan menyelaraskan program pendidikan yang dikembangkan sekolah, termasuk pendidikan budi pekerti anak-anak peserta didik. Menurut Anies Baswedan, direktorat ini adalah bagian dari komitmen negara untuk hadir mengawal peradaban melalui pendidikan keluarga untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkarakter, cerdas dan kreatif. Menarik mencermati, diskusi tentang “Menjadi Orang Tua Hebat”, di aula SMAN 4 Denpasar. Tujuannya seperti disampaikan Astuti Darmiyanti, untuk membuka dialog dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di kalangan

generasi muda . Orangtua Hebat Lalu seperti apa sesungguhnya menjadi orangtua hebat? Mempersiapkan sarapan untuk anak sebelum berangkat sekolah. Mengajarkan anak untuk berpamitan sebelum bepergiaan. Orangtua juga wajib menyambut anak saat pulang sekolah. Anak juga diajarkan untuk memberitahu jika pulang terlambat. Orangtua juga harus mampu menjadi pendengar yang baik. Jika ada aturan di rumah, seluruh anggota keluarga menyepakati aturan main itu. Hal yang terpenting adalah menjalin komunikasi yang baik dengan sekolah. Bagaimana caranya? Orangtua juga harus rajin berdialog dengan wali kelas untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan anak didik. Tanpa ada dialog yang baik dengan sekolah tentu tidak bisa diharapkan orangtua akan berperan banyak di dalam melihat prestasi anaknya. Adanya dialog antara guru, dan siswa diharapkan mampu membuka “kebuntuan” yang selama ini terjadi antara orangtua dan guru. Sekali pun anak berada di sekolah, orangtua juga wajib tahu tentang sepak terjak

anaknnya di lingkungan sekolah. Orangtua yang peduli dan membuat anak merasa berada di lingkungan yang ramah di dalam sekolah adalah orangtua yang memiliki jadwal untuk berdialog dengan sekolah. Misalnya, dalam acara di sekolah yang paling mudah, orangtua wajib ikut serta dalam pengambilan raport, sehingga bisa berkonsultasi tentang kemajuan anak. Perhatian yang sungguh-sungguh dan apresiasi dari orangtua untuk anak akan membantu menumbuhkan budi pekerti anak dan dapat meningkatkan prestasi anak baik secara akademik maupun lainnya. Ke depan, dengan adanya pendidikan keluarga di sekolah, orangtua akan lebih banyak berdiskusi dan berinteraksi dengan pihak guru maupun orang tua murid lainnya untuk perkembangan anak. Sekolah yang ramah pun jadi hal yang menarik untuk meningkatkan potensi siswa. Yang pasti rama aman, nyaman, adalah tanggung jawab orangtua, guru, dan lingkungan sekolah yang benar-benar sehat. Sekolah yang ramah adalah sekolah yang membuat anak didik mampu belajar dengan baik. (osi)

”Hip Flexor Stretch” dan ”Hamstring Stretch” MELAKUKAN peregangan otot-otot tubuh secara rutin ternyata merupakan suatu cara untuk menghindari cedera yang terjadi bila kita melakukan olahraga. Lakukan peregangan otot flexor dan hamstring dengan posisi berbeda agar tidak bosan melakukannya. Ikuti contoh berikut ini bersama Mega Ayu Candra dari Lala Studio.

Gb. I Posisi kaki kiri ditekuk pada lantai dan lutut kiri sebagai tumpuan berat badan sedangkan kaki kanan ditekuk ke depan sebagai penyangga. Dorong badan sedikit ke depan dan tahan 1x8 hitungan, setelah itu ganti kaki dengan gerakan yang sama.

RUBRIK “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. II Luruskan kaki kiri ke depan sedangkan kaki kanan ditekuk ke belakang, kedua lengan diluruskan dan kedua telapak tangan menyentuh lantai, tahan 1x8 hitungan setelah itu lakukan ganti kaki satunya dengan cara yang sama.

Gb. III Duduklah dengan posisi kaki kanan lurus sedangkan kaki kiri ditekuk diletakkan pada lantai. Kedua lengan memegang ujung kaki kanan dan tahan 1x8 hitungan itu ganti kaki kiri yang diluruskan.

Sehat, aktif dan bugar menuju gaya hidup sehat dan salam bugar dari Lala Studio.

Gb. IV Untuk hamstring strecth dapat mengambil posisi seperti yang nampak pada gambar, peganglah kaki kanan dengan posisi lurus lalu tahan 1x8 hitungan setelah itu ganti kaki kiri.

Kupon

BOS Vs MOS MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan, pihaknya telah melarang keras segala jenis kegiatan sekolah yang tidak berkaitan dengan proses pembelajaran. Terlebih, di hari pertama tahun ajaran baru, biasa terjadi praktik perploncoan di Masa Orientasi Sekolah atau MOS. “Tak kalah penting problem utama itu praktik perploncoan (di sekolah). Ini harus dihentikan dan ada peraturan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 yang melarang segala jenis perploncoan,” tutur Anies di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Selatan, Senin (11/7/2016). ---Menarik jika seorang menteri mengeluarkan pernyataan yang keras bahkan mengeluarkan peraturan tertulis. Ini menunjukkan bahwa MOS (masa orientasi siswa) sudah dianggap tidak efektif. Padahal kalau mau dicermati secara dalam, MOS mungkin saja bisa bertujuan baik untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa baru di lingkungan baru. Atau menguji mental siswa baru untuk lebih berani, lebih bisa berkomunikasi dengan baik. Itu idealnya. Sayangnya, banyak pihak juga merasa bahwa MOS justru lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya. Misalnya, siswa baru disuruh ini-itu yang membuat energi siswa baru habis. Dan banyak hal-hal yang tidak masuk akal yang membuat siswa baru bisa jadi “menyesal” memasuki sekolah baru yang dipilihnya. Di Denpasar sendiri, memasuki sekolah baru (terutama sekolah-sekolah favorit) sangat sulit. Persaingan yang ketat dan menegangkan bagi orang tua (baca: juga siswa) yang hasil NUN (nilai ujian akhir) anaknya “agak” pas-pasan. Si anak juga memahami sekali untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi diperlukan perjuangan yang keras. Makanya sayang sekali, kalau MOS yang pada dasarnya untuk memperkenalkan siswa baru pada lingkungan baru, ditawarkan dengan cara yang salah. Membuat siswa baru tidak merasa nyaman. Kekerasan itu bukan hanya berarti “pemuku-

lan”. Untuk saat ini kekerasan itu berwujud sangat halus, misalnya, terbentuknya “kasta-kasta” yang bernama: senior-junior. Yang senior merasa menjadi bos ketika bisa menekan adik kelasnya yang ikut MOS, dengan memberi tugas-tugas yang tidak masuk akal dan “merasa puas” ketika adik kelasnya merasa takut. Ini bentuk kekerasan yang halus. Ancaman yang tanpa sadar akan tumbuh tidak sehat, baik pada pelaku atau korban. Untuk mengantisipasi potensi kekerasan atau perploncoan pada tahun ajaran baru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menghapus masa orientasi siswa (MOS) yang sering diwarnai perploncoan dengan berbagai bentuk. Sebagai gantinya, dikeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah. Salah satu peraturan baru adalah panitia pengenalan sekolah hanya berasal dari guru, tanpa campur tangan siswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, pihaknya berusaha menyegarkan iklim belajar- mengajar agar seluruh siswa gembira dan nyaman saat berada di sekolah. “Ini adalah wujud dari Nawacita, yaitu hadirnya negara untuk memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara dan merevolusi karakter bangsa melalui pendidikan,” ucapnya. MOS pun diberi nama baru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Untuk meredam munculnya “embrio kekerasan” dalam lingkungan sekolah. Masalahnya, apakah seluruh sekolah sudah memahami ini? Semoga tahun-tahun mendatang, lebih baik dan lebih ramah. Sekolah pun menjadi rumah cinta, tempat lahirnya generasi (baca: calon pemimpin) yang memiliki mental dan karakter yang baik. Semoga. z Oka Rusmini


5

Minggu Pon, 17 Juli 2016

Resensi Buku

CERPEN

Langgam Cuti Hamil di Kampung Oleh Beni Setia

Mencintai Bahasa Bali Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Kamus Bali-Indonesia-English : Imade Wiguna : Pustaka Bali Post : 2015 : 34 halaman

PERAN bahasa sangat penting untuk menjaga budaya. Sayangnya, belakangan ini banyak sekali generasi muda Bali justru sulit berkomunikasi dengan bahasa Bali. Kalaupun mereka mampu bercakap, biasanya diksi mereka terbatas. Sangat dipahami karena bahasa Bali mempunyai sor-singgih sebagai anggah-ungguhing dalam berkomunikasi mungkin bagi generasi muda terlalu rumit. Untuk memudahkan mereka dalam memahami dan mencintai bahasa Bali, buku ini mempergunakan ketiga bagian sor-singgih tersebut yang terdiri atas basa kasar, madia, alus. Dengan harapan mampu lebih mudah dipahami. Sehingga memudahkan generasi muda mengenal bahasa Bali dengan baik. (osi)

Mencintai Hidup Judul Buku Penulis Penerjemah Penerbit Tahun Tebal

: Mati Bahagia : Albert Camus : Widya Mahardika Putra : Oak : 2016 : 162 halaman

ALBERT Camus selalu memiliki teknik bercerita yang memikat. Novel ini sendiri diterbitkan setelah sang pengarang meninggal. Ditulis ketika ia masih berusia dua puluhan awal. Dalam novel ini, Camus menampilkan lebih banyak tentang dirinya dibandingkan karya-karya berikutnya, yang di kemudian hari menjadi lebih kaya akan unsur-unsur mitologi. Melalui pemuda seperti Patrice, protagonis novel ini, pembaca seperti digiring untuk memahami liku hidup Camus muda-- kegemarannya, kisah cintanya. Dan beragam pertanyaan-pertanyaan tentang hidup. Juga kematian. Cerita yang memukau, tragik, ditulis dengan bahasa yang sederhana. Tetapi tetap menunjukkan cikal bakatnya yang luar biasa. Menarik untuk dibaca kembali. Agar kita lebih merasa hidup dan bergairah menghadapi perjalanan hidup yang penuh onak. (osi)

ANAK-ANAK, berseragam SD, menyeberangi pertigaan jalan, memdudu tanpa peduli lalu lintas, serentak mengarah gerbang SDN Manempik 02. Ada beberapa naik sepeda, ada yang didrop si orang tua dengan sepeda motor. Sedangkan di teras, di hari masih pagi itu aku iseng menyapu, terus ke halaman, jalanan, dan (bahkan) menyiram jalan sebelum terik menguar debu. Mungpung hari masih lembut, dan kampung masih disaput kabut--dingin menggenang. Tapi lerotan anak sekolah bergegas, mengalahkan lelaki dewasa yang merokok sambil berjemur--sebelum serabutan mencari kerja. Terang sedikit bakul belanja tiba, dengan dua bejana dari bilah bambu di sisi kiri dan kanan sepeda. Menegakkannya dengan tumpuan sebilah kayu dua jeriji, menahan keambrukan meski miring ke sisi kiri. Dalam bejana ada aneka sayuran siap dimasak--tahu dikemas dalam plastik--, disipilah-pilah jadi jajaan a Rp 500--selain tempe a Rp 1000 dan tumpukan cabe siap disisihkan hingga a Rp 100. Di ujung bilah lurus bambu bejana bergelantungan kresek putih-hitam berisi jajan--heci, pisang goreng, kemplang, kripik tempe, gandos, ketan, puro, serta beberapa. Kumpulan yang setiap jenisnya tak lebih dari 10 buah, yang harga satuannya seragam a Rp 500. Serta lebih diperbanyak dari semuanya itu sulur plastik bening, yang mengemas krupuk--beraneka jenis, bahkan ada yang dimasak dengan digongso pada pasir panas. Semua di kisaran Rp 1000-Rp 2000. Terlihat mahal tapi bisa dimakan orang serumah, dan tetap mahal meski dibanding tempe setelapak yang diiris tipis dan dibalut tepung tebal sebelum digoreng dari kemasan a Rp 1000, dan tahu yang dimasak bacem--tanpa minyak goreng. Dan sambel--pedas menyilet--, sehingga harus ditawarkan nasi panas, sehingga orang jadi gemuk kelimpahan karbohidrat. *** TERPIKIR: berapa omzet dagangan mbok-mbok itu? Berapa uang kontan yang dibawa ke pasar tadi Shubuh? Lima ratus? Berapa uang yang dibawa balik bila semua dagangan itu laku, tidak diutang--meski selalu diutang--, serta disisihkan sebagai laba berjualan nanti? Atau, kembali tak ada modal belanja besok pagi, kerugian yang harus ditanggung ide guyub persaudaraan hingga sepertiga--bahkan separuh--dari jajaannya laku diutang, dengan piutang yang entah lunas ditagih tahun berapa. Kejam. Menuntut --seakan tugas yang punya uang itu memberi dan berbagi. Dan terasa jadi pahit kalau mengetahui: mbok bakul itu terlibat hutang di Bank Keliling--yang agresif memberi hutang pun tekaten menagih cicilan tiap hari--, setiap kelimpungan kehabisan modal, bahkan diterpaksa menutup hutang lama dengan utang baru. Absur. Sehingga semuanya jadi pengabdian-mungkin bakal semacam doa tulus ketika meninggal, ketika yang diundang berdoa Yasinan dengan makan. Mustahil bisa untung--hidup makmur. Tanpa ada upah belanja dan menjajakan setiap hari. Terlebih tanpa hitungan depresiasi rupiah kepada dollar. Atau bisnis berlangsung seperti biasa, jadi amalan warisan dari leluhur yang harus dipertahanakan, supaya orang sekampung tidak dibelenggu keharusan belanja tunai harian. Sederhana. Sesuai adat kampung, mengirit dengan berhutang--dan waspada akan hentakan mendadak kewajiban sosial: sokongan kematian, undangan bayen, khitanan, perkawinan, dan, pada puncaknya: sakit. Dollar menguat, yuan memuncak, atau yen menggelosor tidak berpengaruh. Sehingga jajan tetap Rp

500 meski cuma tinggal jadi dua suapan, sayur harus dikemas a Rp 500 agar tiap rumah tangga cuma membeli dua unting kacang panjang, setelapak tempe, dan seterusnya. Menahan diri, makan dengan kuliner dan menu kesatria--menahan diri, puas dengan yang ada meski tak kenyang--, sambil terus bekerja keras tanpa memaksakn diri. Adil! Bila tak patuh dan melulu mencari untung? Dagangan dihindari. Atau bertindak keras menerapkan sanksi sosial mesilawan perilaku eksploitatif. Tahu ukuran normal ditawarkan dengan harga lebih tinggi, tapi tetap dibeli dengan Rp 1000. Kalau penjual tak mau? Ambil barangnya, ngibrit sambil melemparlan uang Rp 1000--suka atau tak suka sebab biasanya sebegitu. Itu tirani proletar. Persis Mbah Juah yang dari awal dan akhir membayar kopi segelas Rp 1000. Teguk--setelah mengobrol--, lempar uang, dan pergi. Itu harganya--sampai kapanpun. Tak heran bila warung kopi, dengan jajan a Rp 500, kopi terhidang sebagai perisa--dicampur jagung gongso, terapung ke permukaan. Mereka bukan pedagang--bukan kapitalis pemburu untung. Mereka sinterklaas, sufis--amat sadar berdagang itu buat beramal, dengan selalu siap diutang dan berbalik terlilit hutang sehingga terpaksa jual sawah atau tanah. Dan kenapa kita berpikir--dari kaca kereta api cepat ber-AC, dari jendela sedan ber-AC, dan bahkan tinggi kalau naik pesawat--: desa itu makmur, sawah subur dan padinya sedang bunting, udara bersih di keleluasaan, serta rumah-rumah tenteram dinaungan rumputn bambu dan pohon keras. Taik! Semua tak punya daya beli, terlilit utang, banyak ngirit, dan setiap hari dicekoki mimpi konsumtif oleh TV. Berkhayal siang dan malam--terjaga dan tertidur *** PAGI ini membeli empat pucuk puro-a Rp 500 per bungkus, kemasan buat tiga suapan--, kemarin aku membeli dua pincuk ketan hitam dan dua pincuk ketan putih--dengan saicrit parutan kelapa--, juga a Rp 500 dan dalam tiga kali suapan habis. Hari sebelumnya kemplang, tepung ketan hitam garing, memanjang tiga buku jari bersalut gula merah--yang ketan putih berbalut gula putih--, dan

di dua kali digigit habis. Agak alot, dan harus digigit hati-hati karena lapisan tebal gulanya bisa merepih. Semua tak menjanjikan kenyang--sehingga setiap orang di kampung selalu lapar--, sekaligus tak oleh berlebihan membelinya. Bertenggang rasa meski mampu. Harus sama rasa dan senasib. Karena, seperti telah dikatakan, itu cuma dua atau tiga suap--tak membuat kenyang. Dan aku menambahnya dengan susu coklat hangat--sachet--, dan ditambah satu butir telur asin. Itu membuat pagi terasa lega. Tapi dengan pasokan seperti itu--terlebih bila tanpa telur asin dan susu, meskipun ditambah segelas kopi jagung--, tenaga macam apa yang dicadangkan untuk orang itu giat mencangkul, menarik becak, mengaduk luluh buat menegakkan susunan bata, dan seterusnya? Aku termangu. Sadar. Tak ada kehidupan di sini. Tak ada potensi menabung dengan kerja sekeras apapun serta sejahat apapun. Ini magersaren kuburan massal! Kini aku hanya bisa mengirit supaya tak terlilit utang, bertahan agar tenaga tidak suda dan stamina surut, sehingga tubuh terdegradasi dan bayaran menjajakan kelamin tak dinaikkan. Ya! Karena itu semua hanya bisa bermimpi bersama TV--dan tercekik kebutuhan. Setelah tersilanjur hamil--dan melahirkan--aku kepingin segera kembali ke lokalisasi, berdandan, membiasakan diri lagi meneguk minuman berakkohol, terkikik genit, dan menantang ditunggangi-sambil setiap pagi harus sarapan multivitamin, pil anti hamil, dan rajin cek kesehatan setiap dua minggu. Mungkin juga membiasakan diri mens setelah siklus haid stop sejak tujuh bulan lalu--hamil. Pulang kampung dengan perut membesar--dan sedikit tabungn untuk pra kelahiran, persalinan, dan bersiap sebelum melacur lagi. Tapi Tika, Nunuk, dan mBut berkali sengaja mendatangiku. Merayu--meski akhirnya aku katakan, apa pekerjaanku sebenarnya. ”Aku ingin ikut kamu ke kota,” katanya. Aku terbungkam. Maka kemarin aku tandaskan, bahwa aku ini gengge, pelacur. Tapi karena mereka ngotot--apa yang bisa diharapkan di desa, bila pernikahan pun bermakna kesepakatan untuk sengsara--, aku berjanji.

Dan karena mereka ngotot ingin segera melacur maka aku telepon Sueb--dan dapat uang jadi untuk tiga orang. Lumayan--mendapat duit gampang. Bukankah telah aku katakan, kalau melacur itu berisiko pada penyakit, diperas, dan mungkin juga--seperti Sirai-ditendang kerena tak laku? Mereka senyum. ”Setidaknya tahu apa itu kota, Til,” kata mereka. Aku bisu, termangu. Apa melacur itu nikmat? Karena terlihat lebih banyak bersantai dan melulu berbaring? Abai kelebat bajingan dari sudut mata ketika menekuk lirik menenggok ke tempat lain--sehingga minta perlindungan dan mandah ditumpakinya tanpa dibayar--? Mungkin, nanti, kondisinya sama saja dengan di desa. Harga jual menukik, prosentase hasil mengecil, sewa kamar serta biaya kos mencekik. Apa yang tersisa? KB abadi--selendang sutra berjuntai menjerat leher--, seperti Tioh dan Jautun. *** AKU cape. Aku ingin bertemu Tuhan. Bilang, ”saya tidak berani bunuh diri, tapi tolong jangan terlalu lama disiksa begini--matikanlah hamba …” Tetapi, mungkinkah ada Tuhan lain, yang khusus mengurus ihwal bunuh diri secara legal, agar tak dikutuk sebagai yang mbelela melawan suratan takdir dengan bunuh diri? Hari ini cape sekali. Masih dua bulan sebelum babaran, masih tiga bulan sebelum praktik mesilacur lagi, dan aku butuh tabungan--bahkan biaya untuk anak kalau ditinggal dan aku belum laku mekangkang--, tapi orang-orang, saudara dekat dan jauh, bahkan tetangga yang ramah dan sinis berulang kali minta dipinjami uang. Duit siapa? Duit dari mana? Mereka pikir, aku ini sinterklaas apa? Sufis yang ikhlas beramal karena merasa akan mendapat Allah tanpa mau memperdulikan kualitas surga yang dijanjikan? Aku pelacur, lelah melacur, dan ingin cuti melahirkan sebagai pelacur makmur kelas desa. Tak bolehkah? Egoiskah? Pantas buat diberi sanksi sosial? Apa mengangkang sambil mendesah--pura-pura mendesah, berkali setiap malam--gampang serta mudah? Tidak profesional kita bisa disepak dari ranjang--bahkan wajah dihantam botol bir. Tak ada yang gratisan di dunia ini. Memangnya semua itu milik nenek moyangmu? Bedebah--diancuk jaran--, kalian itu!*** CATATAN: langgam : paduan musik kroncong dan cengkok tembang (bahasa) Jawa heci, kemplang, gandos, puro : nama jajan pasar tradisional di pedesaan Jawa Timur Tenggara digongso : dimasak dengan pasir panas, tanpa air dan minyak goreng bacem : dimasak dengan digodog di bejana tertutup mbok : ibu ngibrit : berlalu/pergi tanpa pamitan bayen, babaran : melahirkan unting : satuan sayur bersulur, terdiri dari 3-4 sulur pincuk: kemasan dari daun pisang, ditekuk dan dikuatkan semat bambu kecil saicrit : seketul atau sekepul, hanya syarat kelengkapan luluh : bubur/adonan adukan pasir, semen, dan lainnya magersaren : tanah milik penguasa, ditempati abdi dalem yang berhak menggarapnya suda : menyusut, melemah mbalela : memberontak, menentang, melawan, tak mematuhi diancuk jaran : disetubuhi kuda-makian khas Surabayan

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Dewa Komang Mahadewa

W.G. Sumarta

Afrizal

Adi Wiryadarma

Bagong Soebardjo


DIMENSI

6 RAMALAN

BINTANG

Capricorn Peruntungan: Jangan cemas karena problem yang terjadi akhirakhir ini mulai ditemukan solusinya, sehingga pikiran Anda bisa sedikit lepas dan bisa berkreasi serta berinovatif lebih baik lagi. Karier: Dengarkan omongan atasan tak perlu Anda membantahnya sekalipun Anda merasa benar saat ini. Kesehatan: Untuk sementara ini perbanyaklah mengonsumsi buah-buahan agar pencernaan Anda tidak ada masalah. Keuangan: Kebutuhan masih meninggi sehingga wajar saja jika pemborosan masih sulit untuk dihindari. Asmara: Sudah sewajarnya kalau pasangan Anda suka marah-marah, habisnya Anda tidak bisa tahu akan kemauannya sih! Aquarius Peruntungan: Bersantai-santai sajalah, tak perlu terlalu terbebani dengan masalah yang selama ini masih mengganggu ketenangan Anda. Nikmatilah minggu berbahagia ini dengan hati yagn tenang dan senang agar suasana ini benar-benar terasa indah dan menimbulkan kenangan yang sulit untuk dilupakan. Karier: Tak perlu cemas, pasrahkan saja pada atasan karena beliau lebih paham duduk permasalahannya. Kesehatan: Jangan terburu-buru menentang anjuran dokter, karena bagaimanapun juga beliau lebih paham dan tahu mengenai kondisi badan Anda. Keuangan: Tak perlu ikut ajakan teman kalau hanya buang-buang uang percuma. Asmara: Sedikitlah bersikap lebih manja dan lemah lembut kepadanya, agar pasangan Anda tidak merasa selalu dikeras dan dikekang. Pisces Peruntungan: Jangan mudah mengambil kesimpulan terhadap masalah yang muncul di minggu ini. Cobalah tengok ke belakang, siapa tahu dengan begitu maka suasana dan keadaan bisa berubah menjadi lebih baik dan menguntungkan. Karier: Jangan suka marahmarah cobalah diredam emosi yang meletup-letup itu supaya tidak membakar apa yang ada di sekelilingnya. Kesehatan: Buat apa hidup dibikin susah, waktunya makan sebaiknya makan dan waktunya tidur sebaiknya dibikin tidur. Jika ingin diet sebaiknya janganlah terlalu frontal karena dampaknya bagi tubuh Anda sangatlah kurang bagus. Keuangan: Pemborosan harus tetap diwaspadai, jangan tergoda oleh barang-barang yang kurang begitu penting. Asmara: Buat apa dipermasalahkan masalah sepele itu yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan perkataan yang lemah lembut. Aries Peruntungan: Pandangan boleh berbeda, tetapi visi haruslah tetap sama agar jangan sampai perbedaan-perbedaan itu menuntun ke arah kehancuran. Cobalah berpikir sebijaksana mungkin dalam menyikapi setiap masalah dan tantangan, jangan sampai perasaan pribadi dilibatkan terlalu jauh ke dalam. Karier: Jangan bersikap egois ingin menangnya sendiri, agar bisa lebih banyak kawan daripada musuh. Kesehatan: Kondisi tubuh Anda cukup baik dan mampu mensupport aktivitas kerja Anda di minggu ini. Keuangan: Pemasukan cukup lancar dan masih ada dana lebih yang bisa diharapkan. Asmara: Ada baiknya Anda bicara dari hati ke hati untuk menyikapi suatu masalah yang timbul, sebab dengan semakin banyak melibatkannya maka pasangan Anda akan merasa lebih berarti hidup ini. Taurus Peruntungan: Jika ada yang memberi saran cobalah dipetik hikmahnya tak perlu melihat dari sosok orangnya, karena segala yang Anda dengar di minggu ini sangat membantu bagi Anda untuk bisa memecahkan konflik yang selama ini Anda tanggung. Karier: Tak ada untungnya jika berbohong justru akan menimbulkan masalah saja. Kesehatan: Kurang bisa dijamin jika Anda kurang bisa perhatian dan disiplin dengan kondisi badan Anda. Keuangan: Berhematlah dengan tidak berfoya-foya membeli barang-barang yang kurang begitu penting. Asmara: Belajarlah dari kesalahan-kesalahan di masa lalu, jangan sampai terulang kembali. Gemini Peruntungan: Tak perlu takut untuk rugi demi keuntungan besar nantinya, ibarat petani di minggu ini adalah tabur benihnya, jadi tidak mungkin kalau ingin mengharapkan hasilnya saat ini juga. Karier: Masih perlu kesabaran dan rasa optimis yang tinggi, sehingga bisa melaksanakan aktivitas dengan penuh semangat lagi. Kesehatan: Tak ada gunanya berkeluh kesah jika hanya akan membikin pikiran stres dan kurang gairah. Jalani hidup ini sesantai mungkin agar bisa tetap awet muda dan tak cepat tua. Keuangan: Cobalah berhemat agar pemborosan tetap bisa ditekan. Asmara: Apa masih kurang pengorbanannya, kok Anda masih ngoceh dan mempermasalahkan kekurangannya yang tidak terlalu prinsip itu. Cancer Peruntungan: Masih banyak rencana yang harus diselesaikan dan ditangani secara lebih profesional lagi. Untuk itu hindarilah melakukan kegiatan yang hanya akan bikin masalah baru. Karier: Jangan berputus asa! Teruslah melangkah maju mumpung atasan masih mem-back-up Karier Anda. Kesehatan: Apa mau dikata jika mata terasa sulit untuk dibuka dan itu pertanda bahwa Anda sudah harus beristirahat walau sejenak tetapi akan bikin badan menjadi fresh kembali. Keuangan: Income di minggu ini tampak lebih banyak dibanding minggu-minggu kemarin, optimislah. Asmara: Jangan terlalu dimasukkan hati ucapannya itu, karena begitulah orang kalau lagi emosi, jadi bersabarlah saja. Leo Peruntungan: Kewaspadaan masih diperlukan di minggu ini terutama dalam melaksanakan segala rencana penting, jangan sampai kesembronoan menghancurkan segala yang sudah hampir ada ditangan. Karier: Ucapan dan saran dari orang lain, sebaiknya dicerna dan dipelajari dulu, jangan biasakan menerima mentahnya saja. Kesehatan: Tenaga terasa kurang prima. Cobalah diimbangi dengan makanan bergisi dan istirahat yang cukup, bila perlu tunda dulu kegiatan yang hanya menghabiskan tenaga saja. Keuangan: Bila ada dana lebih ada baiknya disimpan saja jangan malah diobral keluar. Asmara: Segeralah cari jalan tengah untuk menyelesaikan selisih pendapat itu. Virgo Peruntungan: Tak perlu bimbang dan takut gagal karena peruntungan masih memayungi bintang Virgo, sehingga jika ada urusan yagn penting dan terlalu berisiko tinggi tetap laksanakan saja, tidak perlu berhenti ataupun mundur selangkahpun. Karier: Kesempatan Anda untuk meraih kesuksesan cukup tinggi sekali, tinggal tergantung bagaimana diri Anda memompa semangat motivasi Anda. Kesehatan: Suasana hati sangat membantu bagi pemulihan kondisi badan Anda, untuk itu cobalah bisa berpikiran rileks dan jangan simpan kekecewaan terlalu lama dalam hati. Keuangan: Bersabarlah karena apa yang Anda tunggu-tunggu ternyata tak kunjung datang. Asmara: Jangan terlalu cerewet padanya jika tak ingin sidia berpaling dari diri Anda. Libra Peruntungan: Simpanlah rahasia pribadi Anda rapat-rapat, jangan sampai terpancing omongan dari teman-teman Anda yagn akhirnya membuka aib sendiri. Ingatlah bahwa teman yang sepintas kelihatan baik belum tentu baik hatinya. Karier: Sikapi dengan menggunakan rasio jangan hanya perasaan saja agar Anda bisa melewati semua persoalan dengan selamat. Kesehatan: Berolahragalah yang rutin walau hanya lari-lari kecil di minggu pagi, tentang kebiasaan merokok sebaiknya Anda kurangi porsinya untuk sementara waktu. Keuangan: Anda tak perlu pusing dengan keuangan di minggu ini karena income masih tinggi. Asmara: Jangan cemburu karena itu hanya akan menyiksa kedua belah pihak. Scorpio Peruntungan: Jangan berhenti untuk selalu berkreasi, walaupun secara fisik kurang begitu bergairah dan bersemangat akan tetapi secara batin harus tetap selalu berkarya. Kesampingkan dulu keinginan-keinginan yang tidak perlu dan belum waktunya untuk Anda kerjakan. Karier: Sikap rekan sekerja yang kurang simpati dengan diri Anda sebaiknya disikapi dengan menggunakan rasio agar diri Anda tidak terjebak kedalam permainannya. Kesehatan: Berhentilah merokok bila perlu agar kondisi badan tidak terus menurun. Keuangan: Untuk sementara waktu jangan memberi pinjaman kepada siapa saja karena akan sulit untuk diharapkan kembalinya. Asmara: Jangan biarkan muka cemberut Anda merusak suasana yang sudah tenang ini. Sagitarius Peruntungan: Tak perlu terlalu terbebani oleh permasalahan yang memusingkan itu, biarkan masalah itu bergulir sebagaimana mestinya, tidak perlu dipaksakan selesai dalam waktu yang singkat. Karier: Cobalah Anda diam jika memang kondisi di sekitar Anda tampak kurang begitu baik. Kesehatan: Kurang bisa mendukung kerja Anda minggu ini karena pening di kepala cukup mengganggu konsentrasi kerja Anda. Keuangan: Masih ada order besar yang bisa Anda kejar dan mendatangkan keuntungan yang Diasuh Oleh lumayan besar. Asmara: Bersabarlah Putri Wong Kam Fu dalam mengarungi bahtera asmara bersaBerlaku manya karena selisih pendapat itu adalah 17-23 Juli 2016 hal yang wajar dan pasti terjadi.

Minggu Pon, 17 Juli 2016

WEDA WAKYA

Menjadi Layak dalam Agama Spiritual Ahimsa-satyasteyabrahmacaryaparigraha yamah. Sauca-santosa-tapahsvadhyayesvarapranidhanani niyamah. Jati-desa-kala-samayanavacchinnah sarvabhauma mahavratam. (Yoga-sutra Patañjali II.30,32,31) “Tidak melakukan kekerasan, kejujuran, tidak mencuri, berpantang melakukan hubungan kelamin dan tidak mengumpulkan (tidak serakah), kelima ini adalah yama. Kebersihan/kesucian lahir batin, berpuas hati, melakukan pertapaan, belajar kitab-kitab suci Veda dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa dinamakan niyama. Kesemua itu merupakan suatu keharusan yang mutlak untuk dilakukan tanpa batasan kelahiran, tempat, waktu dan keadaan, maka dinamakan mahävratam atau pantangan maha agung.” Sebagaimana orang perlu memberikan perhatian lebih pada pembuatan dasar bangunan yang kuat dan kokoh demi berdirinya bangunan megah yang dicita-citakan, seperti itu pula orang hendaknya memberikan perhatian lebih pada praktik-praktik agama-spiritual yang dilakukannya. Akan tetapi, pada praktiknya, lumayan jarang orang menaruh perhatian lebih pada masalah mendasar ini. Khususnya dalam Yoga dan/ atau meditasi masalah dasar ini memang merupakan keharusan untuk ditegakkan, sebab, ia akan menjadi dasar kokoh yang tanpa goyah-retak mampu menahan berat bangunan bertingkat berapa pun. Terdapat ajaran dasar moralitas spiritual dalam ajaran Dharma Sanatana kita, yaitu 8 tingkatan Yoga (Astanga Yoga), yang Yoga-sutra Patañjali menyebutnya yama, niyama, äsana, präëäyäma, pratyähara, dhäraëä, dhyäna dan samädhi sebagai bagian tidak terpisahkan dari Yoga (yama-niyamäsana-präëäyäma-pratyähära-dhäraëädhyänasamädhayo’añöävanggäni). Sütra ini menjelaskan urutan pelaksanaan yoga, langkah demi langkah, tahap demi tahap. Tujuan yang jauh dan langka, tentu memerlukan jarak dan perjalanan yang panjang. Sedangkan di masyarakat umum, orang sering langsung melompat kepada pelaksanaan samädhi, tanpa memperhatikan step-step terdahulunya. Padahal sejatinya, tangga-tangga awal itu justru sangat penting ditegakkan terlebih dahulu, seba-

Redaktur Khusus WEDA

WAKYA Darmayasa gaimana orang menegakkan dasar bangunan yang kuat untuk mendirikan bangunan yang kuat pula. Kedua tangga awal yang kuatkokoh tersebut adalah Yama dan Niyama-vrata. Keduanya dalam gabungan lebih dikenal dengan sebutan sebagai Maha Vratam, atau Sumpah Agung. Mahavrata ini bersifat universal karena dilakukan terlepas dari ikatan kelahiran, tempat, waktu dan keadaan (jatidesa-kala-samayanavacchinnah sarvabhauma mahavratam). Kitab Yoga-sutra Patañjali bagian Sadhana-pada menjelaskan, Yama dan Niyama-vrata masingmasing ada 5 (lima) bagian. Yama terdiri dari Ahimsa, Satya, Asteya, Brahmacarya, dan Aparigraha. Sedangkan Niyama-vrata adalah: Sauca, Santosa, Tapah, Svadhyaya, dan Isvara-pranidhana. Sebagaimana para pahlawan perang kemerdekaan memperjuangkan kebebasan tanah air dengan pengucuran keringat dan darah, lalu menancapkan dengan gagah tiang kokoh dengan warna merah-putih berkibar-kibar sambil meneriakkan seruan merdekaaaa … merdekaaaa …., seperti itu pula hendaknya orang berusaha keras untuk mengertikan kepentingan membebaskan diri dari cengkeraman atau penjajahan kerlap-kerlip dunia Maya dengan segala kepalsuannya, lalu menancapkan tiang bendera yang kokoh berupa Yama dan Niyama-vrata. Hal ini merupakan sumpah atau Vrata yang sangat penting, sangat signifikan karena merupakan penentu keberhasilan sadhana spiritual. Kapan tiang moralitas spiritual ini dapat ditegakkan dengan baik, maka pembebasan diri dari belenggu kesadaran Maya pasti dapat dicapai dengan jauh lebih mudah daripada jika mengabaikan Yama-Niyama Maha Vrata ini. Khususnya bagi para Sadhaka agama spiritual, merupakan keharusan untuk memastikan diri berada mantap dalam Yama-vrata, sebab Yamavrata merupakan Dasar Moral Spiritual yang pasti membentuk dan menyempurnakan Sadhaka dalam praktik agama spiritualnya. Ahimsa: tidak memberikan kedukaan atau kesakitan kepada

makhluk hidup mana pun, baik dengan badan, melalui kata-kata, maupun dengan pikiran disebut ahimsa. Dalam hal ini termasuk pula melihat, menghitung atau menjelek-jelekkan kekurangan dan kesalahan orang lain. Ini adalah dasar pertama dari yoga dan/atau spiritual. Satya: berarti kebenaran, yang penekanannya adalah berkata-kata yang mengandung kebenaran alias kejujuran, berkata-kata manis menarik, menyenangkan, menguntungkan atau mensejahterakan dan tidak menyinggung atau membangkitkan emosi orang lain. Asteya: asteya berarti tidak mencuri. Biasanya orang mengertikan mencuri hanya terbatas pada mengambil milik orang lain secara nyata. Pengertian Asteya atau tidak mencuri di sini termasuk tidak merampas, mengklaim hak milik orang lain dengan cara menipu, mengakali, mengambil hak dan milik orang lain secara tidak adil, termasuk pula “akal-akalan” dalam hal pembayaran pajak, korupsi, dan lain-lain. Brahmacarya: tidak memboroskan tenaga laki-laki dinamakan brahmacarya. Termasuk dalam hal ini adalah tidak melihat halhal yang merangsang nafsu birahi, tidak membicarakan, tidak mengangan-angankan/memikirkan hal-hal yang merangsang, tidak membaca buku-buku merangsang, tidak menonton tontonan-tontonan yang membangkitkan gairah seksual. Bagi para sadhaka yang mantap dan serius dalam pencarian kemajuan spiritual, bergaul terlalu akrab dengan orang yang terlampau terikat oleh kenikmatan hubungan kelamin pun merupakan halangan dalam kemajuan spiritual. Aparigraha: tidak mengumpulkan uang, harta kekayaan dan benda-benda kesenangan lain untuk kepentingan diri sendiri, tidak untuk kenikmatan sendiri, tidak serakah dan lain-lain sejenis itu dinamakan aparigraha. Sebagaimana para pahlawan perang kemerdekaan memperjuangkan kebebasan tanah air dengan pengucuran keringat dan darah, lalu menancapkan dengan gagah tiang kokoh dengan warna merah-putih berkibar-kibar sambil meneriakkan seruan merdekaaaa … merdekaaaa …., seperti itu pula hendaknya orang berusaha keras untuk mengertikan kepentingan membebaskan diri dari cengkeraman atau penjajahan kerlap-kerlip dunia Maya dengan segala kepalsuannya, lalu menancapkan tiang bendera yang kokoh berupa Yama dan Niyama-vrata. Hal ini merupakan sumpah atau Vrata yang sangat penting, sangat signifikan

karena merupakan penentu keberhasilan sadhana spiritual. Kapan tiang moralitas spiritual ini dapat ditegakkan dengan baik maka pembebasan diri dari belenggu kesadaran Maya pasti dapat dicapai dengan jauh lebih mudah daripada jika mengabaikan Yama-Niyama Maha Vrata ini. Penegasan berulang-kali perlu disampaikan di sini bahwa YamaNiyama Maha Vrata ini merupakan tangga awal dalam praktik Yoga dan meditasi. Dua tangga awal yang perlu dipraktikkan dengan penuh ketangguhan spiritual. Keduanya harus merupakan moral spiritual yang lengket dengan diri praktisi spiritual tanpa gagal. Ia harus dimiliki oleh setiap Sadhaka-Sadhika spiritual, karena ia merupakan sebuah keharusan yang memberikan janji kepastian akan keberhasilan agama-spiritual. Yama dan Niyama bukan tujuan melainkan ia hanyalah tangga awal dalam jalan menuju keinsyafan diri. Pada kenyataannya, berat memang dalam praktek, tetapi ia adalah dasar yang setidaktidaknya sangat penting diberikan perhatian awal dalam menempuh jalan spiritual. Inilah yang secara pasti ampuh menjadikan seorang Sadhaka menjadi layak untuk memasuki jalan agama spiritual lebih jauh lagi. Kalau tidak, praktisi hanya akan berhasil “berdiri tegak” atau “menari-nari” di depan pintu gerbang agama-spiritual. Kata tangga dapat dimengerti dengan jelas merupakan keharusan untuk dilalui. Orang memang harus melewati tangga-tangga tersebut tetapi jangan berhenti di kedua tangga itu, yang juga mempunyai tangga-tangga lanjutan lain lagi. Kedua tangga tersebut membantu mengantarkan orang untuk dapat melangkahkan kaki kepada tangga-tangga lanjutanmajunya. Di sanalah peran tangga tersebut, tangga dasar kuat sekaligus sebagai jembatan penghubung ke tangga-tangga yang berikutnya. Yama-Niyama Maha Vrata dapat mengantarkan orang pada tanggatangga berikutnya dengan aman tanpa bahaya apa pun, tentu saja jika seorang Dhyana Sadhaka secara tulus menyerahkan dirinya dalam meniti jalan moralitas spiritual tersebut. Dikatakan jalan moralitas spiritual, karena ia memang merupakan keharusan moral yang dimiliki oleh seorang Sadhaka meditasi, agama-spiritual, khususnya bagi mereka yang mempraktikkan meditasi (dhyana). Tanpa penancapan tiang kokoh tersebut, bendera spiritual yang meneriakkan kata Moksa (merdeka dari belenggu kepalsuan) tidaklah mungkin terpasang.

MIMBAR AGAMA

Keselamatan Redaktur Khusus MIMBAR

KATOLIK Ignatius Suharto SEKALIPUN kamu belum pernah melihat Tuhan, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihatNya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. (1Petrus1:8-9) Bagi Ordo Karmel Sabtu, 16 Juli kemarin merupakan hari raya Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Sejak Kamis 7 Juli, kebanyakan dari mereka telah melakukan Novena Santa Perawan Maria. Tiga hari lagi, Rabu 20 Juli, Ordo Karmel akan merayakan hari raya Nabi Elia, Bapa dan Pemimpin Ordo Karmel. Hari ini, Hari Minggu Biasa XVI, kita diingatkan oleh Gereja akan pertemuan Marta dan Maria dengan Yesus, yaitu ketika Yesus bertamu di rumah Marta dan Maria. Hal bertamu ini mengingatkan umat Katolik sendiri. Sepekan sekali, kebanyakan orang Katolik (artinya tidak semua) bertamu ke tempat saudaranya seiman selingkungan (KBG) yang mendapat giliran melangsungkan doa lingkungan. Di antara para tamu itu ada yang “dituakan”. Dialah yang memimpin doa atau/dan yang dipercaya untuk melakukan katekese sederhana dengan bahan bacaan liturgi pada hari itu. Pembawa katekese mewartakan sabda. Kini bentuk katekesenya interaktif dengan syering. Dengan demikian mereka saling meneguhkan iman mereka. Jika dipandang perlu, doa dan syering bisa ditambah dengan pemecahan masalah yang dihadapi oleh komunitas itu. Tujuan semuanya itu adalah keselamatan. Tuan rumahnya ada yang seperti Marta, sibuk mempersiapkan hidangan, dan ada yang seperti Maria, ikut hadir mendengarkan sabda.

Menunurut Mgr. Hadisumarto O.Carm, Injil Lukas hari ini merupakan ceritra yang sangat indah dan mendalam maknanya bagi kita, yakni tentang Marta dan saudarinya Maria di Betani dekat Yerusalem. Pada intinya ceritera itu mau menegaskan perlunya kita selalu mendengarkan sabda Tuhan. Pesan Injil Lukas ini ditujukan kepada semua orang, tanpa perbedaan, siapapun, di manapun, dan kapanpun. Dalam ceritra itu ditegaskan pula, bahwa bukan kesempurnaan dalam melaksanakan perbuatan kitalah yang diutamakan, melainkan kemampuan memilih apa yang paling utama dan paling perlu bagi kita. Itulah yang terpenting dan dipilih oleh Maria, yaitu mendengarkan sabda Tuhan. Karena mendengarkan sabda Tuhan dan dengan tekun melaksanakannya, akan mendatangkan keselamatan. Kontemplasi sering dipersonifikasikan seperti Maria, dan aksi dipersonifikasikan dengan Marta. Dalam kaitannya dengan kontemplasi dan aksi, pesan Injil hari ini adalah bahwa kita ini sedang dalam perjalanan hidup menuju kepada Allah. Maka kita harus selalu melihat dan mendengarkan sabda-Nya. Kita tidak hanya berdoa untuk tinggal dalam kontemplasi saja, tetapi sambil secara tetap berhubungan dengan Allah, kita justru mau melanjutkan perjalanan hidup kita, yaitu bekerja dan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada sesama. Itulah sebenarnya yang dilakukan oleh Yesus sendiri dalam perjalanan hidup-Nya. Justru dalam kontemplasi-Nya dengan Allah Bapa yang mengutus-Nya, Yesus menempuh bagian terakhir hidupNya di Yerusalem untuk menyelamatkan manusia. Itulah kesatuan antara kontemplasi dan aksi Yesus yang merupakan model kombinasi kontemplasi dan aksi yang utuh. Itulah sebabnya mengapa bagi Ordo Karmel aksi dan kontemplasi tak terpisahkan. (1) Menurut ajaran Gereja Katolik, keselamatan menunjuk pada yang memenuhi segala kerinduan manusia yang hanya dapat dipenuhi dan akan dipenuhi oleh Tuhan Yang membenarkan, Yang membebaskan, dan Yang mencintai Manusia. Manusia diciptakan oleh Tuhan supaya menuju dan bersatu dengan Tuhan Yang Mahabaik. sebagai penyelesaian seluruh kemanusiaannya.

Sebab, Tuhan adalah Cinta kasih, sumber kebahagiaan yang melampaui segala apa yang dibayangkan manusia. Hubungan dengan Tuhan yang semestinya, mengintegrasikan hubungan dengan manusia lain. dengan alam dan hubungan dengan dirinya sendiri. Orang yang selamat, merasa dekat dengan Tuhan tidak mudah putus asa, tabah dalam pencobaan, tidak takut terhadap ancaman, bahkan dengan tenang menghadapi kematian. Di lubuk hatinya sudah bahagia. (2) Karena Tuhan adalah cinta kasih (cf. 1Yoh 4:8.16), maka keselamatan menurut Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, diraih melalui cinta juga. “Oh, Yesus, Kasihku, akhirnya kutemukan panggilanku. Panggilanku adalah cinta kasih. Ya, aku telah menemukan tempatku di dalam Gereja dan Engkaulah, ya Allahku yang memberikan tempat itu kepadaku. Dalam jantung hati Gereja, bundaku, aku akan menjadi cinta kasih.” Selain itu, St. Theresia juga menyatakan bahwa merendahkan diri adalah ciri khas cinta kasih. Maka setiap jiwa pun diminta merendahkan diri dalam kesederhanaan bagaikan bunga-

bunga berkembang di padang yang memikat hati Allah. (3) Kutipan yang mengawali tulisan ini adalah bagian dari bacaan kedua Misa Hari Raya Nabi Elia, Bapa dan Pemimpin Ordo Karmel. Elia (artinya: Allah adalah Yahwe), nabi terbesar di Kerajaan Israel pada abad ke-9 B.C. Ia memperjuangkan pemujaan Yahwe sebagai Allah satu-satunya. Maka ia menentang mereka yang menyembah Baal. Pada zaman Yesus, Elia dipandang sebagai perintis jalan bagi Almasih (cf. Markus 9:2-13) . Di Gunung Karmel Elia memihak Allah melawan pendetapendeta Baal. (4) Dalam Injil Lukas Petrus mendapat visiun melihat Yesus Sang Juruselamat dalam transfigurasi bertemu dengan Elia dan Musa. Dari dalam awan yang menaungi mereka, terdengarlah suara yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” (9:36) Jadi, untuk menuju ke keselamatan, marilah kita mendengarkan sabda Yesus, tekun melaksanakan perintah-Nya dengan rendah hati serta penuh kasih, dan dengan sesama saling melayani.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) A.A. Gede Panji Danendra saat ini berusia 8 tahun. Anak pertama pasangan A.A. Made Juniantara dan Putu Sariani, Sabtu (16/7) kemarin meraih juara harapan II kategori Jian Shu di kejuaraan wushu yang diselenggarakan Univ. Udayana di GOR. Lila Bhuana Denpasar.


Redité Pon, 17 Juli 2016

Bali L E M B A R

7

B A S A

B A L I

Bencingah Sugi Lanus

Pahan saking Palemahan Bali PALEMAHANNE puniki taler sakancan dagingnyané wantah pikardian saking Ida Hyang Paramakawi sané ngangobin pisan, punika mawinan patut pisan kajagra kalestariannyané mangda prasida kataminin olih pianak miwah cucuné riwekasan. Sakancan pariindikan sané wénten ring kahuripanné puniki lantas ngawangun parikrama sané kawastanin antuk ekosistem, dadosné nénten wénten sané kaginggsirang utawi kaicalang mangda nénten jagi ngawinang pikobetan. Sakadi sané kabaosang olih Sugi Lanus. Budayawan sané kantun wimuda puniki maosang asu Bali nénten prasida kapasahang saking sejarah, kahuripan taler budaya krama Bali sané nyantos mangkin ngawinang krama dura negarané setata angob ngatonang. Sios punika sampun saking nguni asu Bali nyagra kawéntenan miwah katreptian desané. Punika taler makacihna yéning asu Bali wantah pariindikan sané mabuat pisan saking palemahan Bali tur mabuat pisan sakadi tetanduran, sakancan taru miwah sané siosan. Dané taler maosang sangkaning kawagedan asu Bali manggihin tur ngaksiang cecirén gumi, majanten ipun manados “duén pakraman” saking banjar utawi desa sané sampun sapatutné kaupapira becik-becik olih makasami krama. “Napi malih ritatkala masa né nguni inggih punika krama Bali nénten wénten sané madué WC sajabaning makoratan ring teba utawi tlabah kémanten. Asu Bali inucap sané jagi nadah koratan punika tur manados nénten wénten palemahan désa sané cemer antuk koratan inucap. Punika nénten ja resem utawi komel duaning punika wantah ekosistem sané mamargi ring Bali saking nguni,” baos dané sané embas ring Seririt warsa 1972 puniki. Alumni Sastra Bali UNUD ring warsa 2000 puniki maosang kahanan asu Bali punika wantah siteng pisan duaning antuk insting “semiliar” sané kadruénang ngawinang ipun prasida ngamargiang kauripannyané soang-soang yadiastun nénten wénten krama sané ngupapira. Dadosné yadiastun kabaosang asu sané nénten wikan sakadi asu import, sakéwanten ipun waged pisan tatkala nyarengin maboros duaning punika wantah kawagedan sujatinnyané. Napi malih wénten taler sané prasida mamongkodin pepunyanan nyantos 3 méter tegeh ipun tur prasida nambanin tatunyane praragan yéning ipun prasida nyilapinnyané. Sangkaning kahanan taler kawéntenan sakadi i wawu, dané maosang yéning asu Bali wantah soroh asu sané pinih becik tur pinih adung sareng kahanan miwah kawéntenan palemahan Baliné. Sakéwanten peneliti lontar Bali sané sampun nuréksayang 2.700 lontar puniki laut maosang, déwasané mangkin kramané kapanggih sayansayan takut miwah sungsut tatkala manggihin asu Bali sangkaning kawéntenan rabiés sakadi mangkin puniki. Sakéwanten sujatinné yéning karereh saking kahanan sejarah taler ring sakancan lontar indik asu, durung naenin kapanggih asu sané padem sangkaning grubug utawi rabiés sakadi puniki. Dané malih maosang sujatinné asu Bali nénten ja pangawit virus utawi soroh asu sané ngamedalang panyungkanan rabies punika, sakéwanten ipun wantah asu sané keni virus inucap tur sayan-sayan ngakéhang duaning nénten makasami asu Baliné sané polih kasuntik antuk vaksin anti-rabiés. “Sios punika akéhan krama Bali utamanipun sané ring desadesa mangkin nénten pati rungu ring asu Bali inucap tur matungkasan pisan sareng kahanan ring pakraman sané i nguni. Punika ngawinang ipun majalan maidehan tan pagenah tur tan pawénten sané kayun becik ngubuh ipun. Pamuputné asu Bali inucap keni eliminasi. Pinaka pariindikan sané mabuat pisan saking ekosistem Bali majanten kirang becik yéning asu Bali inucap kapademang ngawag-ngawag tan padulurin antuk ngamargiang tetimbang. Tetimbangnyané punika taler patut madaging antuk makéh pariidikan tur nénten wantah ngeninin indik rabiésnyané kémanten,” asapunika dané sané naenin dados jurnalis puniki nugesang.(wan)

(36)

BPM/wan

MALEBANG – Sadurung akéh kapanggih rabiés, asu Bali sané kadruénang krama ring désa punika malébang tur malumbaran sarahina. Duaning sios saking bikasnyané sané nénten prasida kategul, asuné punika taler jagi nyagra kahanan wewidangan désanyané saking pangrauh krama dura désa

Asu Bali

Paksa, Jaya, Guna, Ketek, miwah Kiul MIARA beburon wantah parikrama sané sampun kamargiang saking nguni olih krama Bali. Soroh buron sané kapiara makéh pisan, sané pinih sering kapiara utawi manados sawitra para jadma wantah asu, utamanipun soroh asu Bali. Asu Bali taler kabaosang pinaka soroh asu sané pinih tua ring jagaté tur madué cihna sané matiosan. Asu puniki kajantenang pinaka proto-canine utawi soroh asu “murni”sakadi buron serigala utawi Dingo utawi asu murni saking panegara Australia sané kasuén-suén prasida idup madampingan sareng manusa. Napi malih wénten taler penelitian saking Antropolog dura negara sané maosang yéning asu Bali wantah soroh asu sané masiosan taler dangan ngrereh silsilahipun duaning kantun “murni” yéning kasaihang sareng soroh asu dura negara sané akéh sampun keni kawin silang. Sugi Lanus, budayawan Bali maosang asu Bali sampun kapanggih tur nyarengin kahuripan krama Bali saking panyatusan warsa lintang. Parindikan inucap taler kabaosang olih Mahapatih Gajah Mada tatkala ngawitin “ekspansi” dané ka Bali. Parindikan inucap kaunggahang ring Lontar Usana Bali sané sampun kakaryanin kirang langkung duk abad kaping nem belas. Ring tengahing krama Bali taler kapanggih gama sané setata katami inggih punika nguningayang parisolah asu sané sampun matuuh nem bulan malarapan antuk sesikutan.

Punika kamargiang antuk nyikut lantang saking muncuk cunguhnyané kantos ka muncuk ikuh ngawigunayang tali utawi lidi sané lemuh. Wus punika malih kasikut lantang saking muncuk cunguhnyané kantos ka selagan matan asuné, risampuné punika wawu sikut lantang saking cunguh ka ikuh kapunggel-punggel antuk wilangan lantang cunguh kantos selagan mata sinambi kawilangin Paksa, Jaya, Guna, Ketek, miwah Kiul. “Sangkaning kawéntenan wilangan sané kasengguh “sikut kuluk” punika satmaka nugesang yéning krama Bali

sampun saking nguni sumeken miara asu Bali. Sakéwanten yéning asu import mewéhan kidik kasikut kadi asapunika duaning ageng tenggek sareng kahanan pangawaknyané masiosan pisan sareng asu Bali,” baos dané. Malih dané maosang, unteng wilangan punika nyihnayang bikas asu Bali sané kapiara Manawita maunteng ring Paksa, asu inucap galak taler siaga pisan ring krama sios sané kapanggih utawi ngranjing ka paumahan genahipuné meneng. Yéning wilangannyané maunteng ring Jaya, asu inucap manying ring sang sané nuénang, dadosné

becik pisan kanggén sawitra santukan nénten galak. Yéning Guna, asu inucap dangan kaajahin pakaryan minakadi ngrereh song bikul ring carik, ngejuk bikul miwah sané siosan. Yéning ketékanipun Ketek, bikasnyané romon tur seneng ngokoh tanah utawi madaki-dakian. Yéning Kiul, asuné punika males nanging kantun prasida kanggén pangijeng pakarangan. Dané ngwewehin, sajeroning Lontar Carcan Asu sané kasimpen ring Gedong Kirtya Singaraja, kaunggahang indik soroh-soroh asu, bikas, miwah kawigunannyané. Minakadi asu gong sabarung, asu masuara gilik gedé, ngongkong sinambi ngetut utawi nguber tur ageng makta pangaruh utawi wibawa. Wénten malih asu ipuser tahun, inggih punika asu mauseran ring cadikné tur prasida ngulah sarwa jin. Asu mabulu barak sané layahnyané réngréng prasida ngulah kala denget. Asu telapakan batisné belus prasida ngulah léak utawi padéstian, asu

selem muncuk kupingné barak prasida nulak sekancan baya, sané mabulu selem mulus tur batis ring ungkur dimpil prasida nulak sekancan durjana taler prasida magentos dados kasih. Wénten malih asu mabulu alus prasida nulak sekancan durjana miwah sané nénten rahayu, asu mawarna klawu miwah memata putih prasida ngamademang sekancan ala baya. Asu rajeg wesi utawi asu mabulu poléng mamata selem prasida ngamademang pangiwa, pepasangan, miwah acep-acepan. Yéning asu mabulu putih mulus taler makuku batis tengawan selem akatih prasida ngawinang para durjana kasih miwah asu barang mamata linglang inggih punika asu sané kanggén raja miwah anggén kasuiketan jagat. “Tios punika, sané ketah kapanggih ring pakraman inggih punika saking ikuhnyané. Yéning saking alit sampun jejeg sinah asu punika wanén katimbang asu sané siosan ,” Sugi Lanus nartayang. (wan)

Asu ring Budaya Bali

Manggihin Aab Jagat taler Nyarengin Petani ring Carik SAKADI sané sampun kabaosang i wawu, kawéntenan asu ring Bali jakti nénten prasida kapasahang sareng kahuripan i manusa. Indiké punika kaunggahang ring sajeroning Lontar Usana Bali sané maosang indik Mahapatih Gajah Mada sané ngarsayang jerih tatkala rauh ka Bali duaning Ida tatkala punika manggihin asu Bali druén Puri Bedahulu sané ageng-ageng pisan miwah sané akéh kapiara olih krama sané kawigunayang pinaka panyangra katreptian désa. Sorohnyané kocap minakadi asu selem sané awaknyané ageng tur tebel, wénten taler asu belang bungkem, miwah asu mawarna putih. Sugi Lanus maosang, kahanan asu Bali ring kahuripan krama jakti raket pisan, napi malih wénten soroh-soroh asu sakadi asu malayah poléng sané kajantenang prasida ngulah sekancan parindikan niskala sané nénten becik ring paumahan sané kajagra. Punika mawinan akéh pisan krama Bali ngrereh utawi numbas asu Bali sané tangaran

katimbang soroh asu sané siosan duaning jagi kawigunayang nyagra kahanan paumahannyané saking parindikan sekala-niskala. Asu sakadi punika majanten jagi nyalung napkala manggihin kahanan niskala sané nénten becik, taler tatkala manggihin tur nuréksa aab jagat sané jagi medal sakadi linuh, angin nglinus, kawéntenan grubug, miwah sané siosan. “Ring kahuripan krama Bali, suaran asu Bali sané nyalung punika kanggén cecirén utawi cecihnan saking sapunapi kawéntenan aab jagat taler kahanan niskala minakadi kawéntenan mrana. Sangkaning punika tatkala miragiang nyalungan asu, majanten kramané jagi ngamargiang upacara minakadi pacaruan miwah sané siosan,” baos dané. Kabaosang malih, ngawit saking nguni kantos warsa 80-an, asu Bali kantun kasenengin kanggén nyagra kawéntenan tur wewidangan désa-désa ring Bali. Punika mawinan asune inucap nénten kategul utawi

kakurung sakéwanten ngeléb tur maideran ring wewidangan désa utawi banjar. Tatkala ipun manggihin krama sios utawi saking dura desa sané ngranjing ka désannyané, majanten asu inucap jagi ngongkong saking tanggun désa duaning ipun prasida nguningayang sapasira krama saking désannyané tur sapasira krama saking dura désa. Punika mawinan tatkala nguni arang pisan kapanggihin krama sios tur soleh sané celah-celuh ngranjing ka padésan tur majanten désa-désa ring Bali tatkala punika kapanggih trepti. Asu Bali taler pinaka parindikan sané mawiguna pisan ring kawéntenan carik, sekancan petani majanten jagi ngupapira asu. Duaning sios nyagra kahanan carik tur maborosin bikul, asuné inucap taler jagi nyarengin petaniné napkala ipun ngrereh toya ri kala wengi sané jagi kaembahang ka carik soang-soang. Dadosné sios saking nincapang rasa trepti petani inucap duaning wénten sané nyarengin, tatkala wénten ula sinah asu Baliné sané

n kapertama tur jagi manggihin gulah ula punika majanten jagi ngulah n ngulgul. Ring mangda nénten nyuatis, Munduk, wewidangan Banyuatis, miwah Goblég, asu Baliné hang tur ketah kagenahang g tegalan kaelébang ring a cengkéh kanggén nyagra n wénten mangda nénten araina asu sané ngulgul. Saraina abaktaang punika jagi kabaktaang mah-amahtatedan utawi amah-amahné nuénang. an olih sang sané “Napi malih ring désa-désa margiang gama sané kantun ngamargiang nten asu Bali jagi kakunan, majanten os. Duaning ring kanggén maboros. gama kakunan punika patut pisan g ulam beburon ngawigunayang g sangkaning masané kapolihang ggén makarya upaboros boya kangggén é punika minakadi kara. Ulamnyané wah landak,” Sugi kijang, rasé miwah hin.(wan) Lanus ngwewehin.(wan)

LUH Adé Suwarni makenyem cuka ngambil HP-né ngajakin timpal-timpalné lianan ngrujak. Tan lali raganné nglapor ring gélanné yén Madé Budiana kumahné nutur kangin kauh. “Tungurah wau Madé Budiana dapetang tiang sampun ngantos jumah. Yaah terpaksa ajak ngomong kangin kauh. Dong ya ngomongin rapor kék, situasi sekolah kék, tapi malah nyindir ka ubungan iragané. Ah… sebet tiang Tungurah. Tapi tetep masih ajakin tiang nyanan ngrujak sig Sudiariné.” “Suba tawang, kadén suba oraihin. Iraga matimpal, depang iya ngomong sakita karepné anggap angin lalu, asal waspada. Yén sida baan nyautin baang pengertian uli alus. Eda sebet yén ada anak ngwada, eda bangga yén ada anak ngajum. I am sure what do you do,” pitutur gélanné. “Ooo… Yes OK, I am sure too darling, bye bye cup cuuup

uuuah,” saurné Arniek renyah.

merk Topaze ané biasa anggon Arniek. Mara sawangang di ati jeg ngenah ja Niek nungging di sopané ha ha ha…,” baosné Ngurah Jelada ngakak. Luh Suwarni bagia pisan manahné kasihasih. Yan tan saking tresna boya nugi nyidang apal make up sané anggéna, rauhing polahné sarahina. “Yén kénten Tungurah lintangin makta pohé. Tiang maktaang bangkuang. Mangkin usan ngintip anak nungging, nyanan ngenah apa-apanné sira bingung? Dasar pengarang porno, makejang bakat hayalang. Inspirasiné kaliwatan nglalungin anak baan cecingak, macumbu di awang-awang. Sujatinné nika sampun selingkuh, bisa buduh,” aturné Luh Suwarni mimbuh kedék ingkel-ingkel. “Nah, kar suud ngintip. Biar ada truna nganggurin ngadep kesuna ajak kécap mai.” Baosné Ngurah Jelada nyeplos kadi wiyakti uning Budiana rauh. Luh Adé sayan bingung ngamanahin. Usan ngalap poh Ngurah Jelada

ka tegalé ngicén banténgné neda gadebong ring kandang kaonina lunga ka Klungkung ring ajinné. Pagilihan tatedan perlu mangda banténgné nénten nagih toya. Jam tiga siang Ngurah Jelada sampun mamargi kumahné Madé Sudiari makta poh a tas krésék. Dapetanga Luh Adé Suwarni sampun dumunan irika sedeng ngracik bumbu rujak sareng Madé Sudiari. Salanturné wau nyusul Lanang Geria lan Putu Galang magandéngan sareng Ayu Swandéwi lan Ketut Sulasih. Sami makta lakar rujak, wénten makta poh, belimbing, bangkuang, kedongdong rauhing sentul lan kaliasem selem-selem saking nasakné. Madé Sudiari sareng Luh Suwarni marasa bingung ngaryanang basan rujak sané cocok, santukan wohwohané magenepan. “Bééh, yén kéné sing cocok ngaé bumbu rujak duang macem, lelodékan ajak cecinguran mabasa kacang misi petis lan kécap dogén. Perlu masih ané mabasa uyah, sera, tabia imbuhin isén

~*o @ o*~ Usan sarapan nasi goréng, Luh Suwarni ngebél Gusti Ngurah Jelada nyambi mabahan ring kursi tamuné klier-klier ngundap. “OM Swastyastu Tungurah, sedeng ngujang niki?” “Oh Arniek, tiang sedeng ngalap poh, aba ngrujak nyanan. Kénkén, ada kabar burung apa kabar angin sumilir kesirkesir ngilihin Arniek sirep di sopané nungging,” godané Ngurah Jelada. “Wusst, sira sirep nungging. Tiang iseng ngetis kiap gati suud naar nasi goréng. Dados Tungurah uning tiang di sopané, ngintip nggih? Napi sampun mengkeb driki nggih sayaang?” Luh Adé ngadébas bangun ngrerehin ring natahé. Sepi samun....” Sujatinné Tungurah dija niki?” “Jumah, menék punyan poh. Nanging anginé sumilir ngaba bon lengis miyik cologne spray

BPM/wan

ADUNG – Pinaka beburon sané mabikas “semi-liar”, majanten asu Bali wantah asu sané siteng tur adung pisan ring kahuripan krama tradisional Bali. Sios saking waged maboros bikul ipun taler prasida menek ring tembok pagehan sané tegeh

apang lalahan, cocok ajak kaliasem, kedongdong, poh lan asem nguda. Nyén nawang ada ané bejigar ngaba buah kem,” baos Madé Sudiari sané sampun mesen buah kem ring Madé Budiana. “Nah depang suba ngaé telung macem. Yén perlu sediaang cuka. Nyén nawang ada ané demen makecap masem. Kéwala ingetang lelodékané lebihin gulanné. Nanging yén rujak cingur, encén cingurné? Tawang kéné sing ituni beliang getih ajak atin siap, kanggoang penget dogén,” Luh Suwarni masaut matadah bingung. Madé Sudiari kenyemkenyem nyelag. “Sing ada cingur sampi, kanggoang cingurné padidi saling gutgut kan énak hahaha? Tapiii eda bingung. Sujatinné iraga dadi tuan rumah suba siap ituni meli getih, cingur kambing lan atiné paturu mabedik di dagang saténé. Kanggoang anggon ngisinin klebet keneh dogén.” (Masambung)


Upacara

8

Redité Pon, 17 Juli 2016

Bebantenan Kawangén, Sarana Cihna Tri Aksara, Tri Angga Sarira, miwah Palemahan HINDU sinalih tunggil agama sané sarat antuk upacara yadnya miwah banten utawi upakara pinaka saranannyané. Sarana sané kanggén gumanti madué smerti miwah tetujon nganutin yadnya sané kalaksanayang. Sarana pamuspan Hindu ngawit sané mawentuk sederana kantos sané dahat rimit. Tios ring canang, sinalih tunggil sarana pamuspan sané kabuatang pisan ri sajeroning pamargin upacara miwah pamuspan inggih punika kawangén. Kawangén kacihnayang pinaka lambang aksara suci Om Kara (aksara suci Ida Sang Hyang Widhi), taler pinaka lambang angga sarira, miwah lambang palemahan. Kawangén Yéning selehin ring wit krunané, kawangén mawit saking kruna wangi, polih pangater ka- miwah pangiring –an, manados kawangian. Ri sampuné kasandiang raris manados kawangén, sané madué teges keharuman. Punika nyihnayang kawangén pinaka sarana kanggén nyuksmayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané luih, miik, tur suci, gumanti setata kasuksmayang miwah kasembah. Kawangén kacihnayang pinaka simbolis Ida Sang Hyang Widhi Wasa, punika awinan kawangén kakaryanin antuk lakaran miwah wentuk sané becik tur miik. Indiké puniki janten madué smerti mangda krama setata éling, ngacep, tur ngwangiang Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kawéntenan kawangén mabuat pisan ring sajeroning panyangkep upakara Panca Yadnya, minakadi sajeroning Déwa Yadnya kawangén kawigunayang pinaka panyangkep banten tebasan, prascita, miwah saluiring sesayut. Sajeroning Rsi Yadnya pinaka panyangkep banten tebasan. Sajeroning Pitra Yadnya kawangén kawigunayang sajeroning upacarasimbolisasi nangiang layon sané pacang kaupacarain. Ring upacara Manusa Yadnya kawigunayang ri kala upacara ngotonin, mapandes, pawiwahan. Sajeroning Bhuta Yadnya kawigunayang ri kala ngamargiang upacara mamakuh, macaru, miwah sané lianan. Parindikan sarana miwah wentuk sané wénten ring kawangén samian madaging smerti. Kojong kawangén, kakaryanin antuk daun pisang sané mawentuk segitiga lancip, pinaka cihnan Ardhacandra. Salanturnyané Plawa, punggelan daun kayu minakadi, endong, pandan arum, kemuning, miwah sané lianan, pinaka cihnan katreptian. Porosan, kakaryanin antuk kalih bidang daun basé sané kadagingin pamor miwah buah (pinang), raris kagulung antuk tegak nungkayak tur malinggeb raris kajangkepang. Porosan punika kawastanin porosan silih asih, pinaka cihna hubungan timbal balikmanusa sareng Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kembang Payas utawi cili, kakaryanin antuk jejaitan janur sané karinggit tur kawentuk, pinaka lambang Nadha. Reringgitan janur nyihnayang rasa lascarya krama majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Salanturnyané Sekar, kautamayang sané kantun seger tur miik, pinaka cihna kasucian ring sajeroning ngamargiang yadnya. Miwah Jinah Képéng, pinaka cihna Windu. Jinah nyihnayang sesari, sarining manah. Tios punika jinah taler mawiguna pinaka panebus saluiring kakirangan.

SETRA- Ring Désa Bayung Gedé, Kecamatan Kintamani, Bangli, ari-arin raré sané wau embas nénten kapendem ring pakarangan umah, nanging kagantung ring genah sané kawastanin sétra ari-ari. BPM/ist

Ring Bayung Gedé, Ari-ari Magantung ring Sétra KRAMA Bali pamekasnyané sané magama Hindu ri kala madué raré sané wau embas pastika mendem ari-ari raré inucap ring pakarangan paumahan soang-soang. Yéning sang raré maraga lanang, ariarinnyané pacang kapendem ring sisi tengen genah raréné merem utawi sisi tengen balé metén. Yéning sang raré maraga istri, ari-arinnyané kapendem ring sisi kiwa balé metén. Nanging, parindikan inucap matiosan pisan yéning ring wewidangan Désa Bayung Gedé, Kecamatan Kintamani, Bangli. Ring désa puniki, wénten dresta sané tawah sané wantah kamargiang ring désa inucap kémanten. Dresta inucap ngeninin indik pula-pali nguratiang ari-ari raré sané wau embas. Ring Désa Bayung Gedé, Kintamani, ari-ari raré sané wau embas inggian lanang utawi

istri nénten ja kapendem ring pakarangan paumahan, nanging kagantung ring sétra sané kawastanin Sétra Ari-ari. Sétra puniki magenah ring tebén Désa Bayung Gedé. “Mendem ari-ari ring pakarangan paumahan sawewidangan Désa Bayung Gedé ngawi pakarangané leteh. Mawinan iriki, krama sané madué anak alit, ari-arinnyané kagantung ring Sétra Ari-ari,” baos Jero Kubayan Mucuk, sinunggil panglingsir sané kasinggihang ring Désa Bayung Gedé. Manut Jero Kubayan Mucuk, pula-pali ngantung ari-ari pateh sakadi pula-pali nguratiang ariari sané pacang kapendem. Kapertama kabersihang, nglantur kagenahng ring tengah kelapa kadangingin anget-angetan, abu, arum-aruman. Sané matiosan wantah, ari-ari puniki kaiket antuk tali sané kawastanin

salang tabu antuk wentuk tapak dara. Salanturnyané wawu kagenahang ring taru bungkak. Tatkala genahang taler patut ngedaslemahang, mangda nénten wénten sané nguningin, tios punika sadurung suryané endag kabaosang galah sané becik. “Ari-ari wantah dados kagantung ring taru bungkak,” Baos Jero Kubayan. Parindikan sané pateh taler kabaosang Jero Bendésa Adat Bayung Gedé, Jero Mangku Gedé Sriman. Manut Jero Mangku Sriman, taru bungkak kabaosang madué kawigunan nyerep ambu sané metu saking ari-ari inucap. Kabaosang, taru bungkak kawigunannyané pateh sakadi taru menyan sané wénten ring Desa Trunyan. “Tatkala makta ari-ari ka sétra taler mangda kabakta olih reraman anaké alit sané lanang utawi bapannyané antuk

tangan kiwa, tangan tengen makta arit kanggén munggal carang bungkak sané pacang kanggén ngantung ari-ari sané kabakta. Wus punika dané nénten dados malih matolihan kaungkur sawus ngenahang ari-ari inucap,” Jero Mangku Sriman nlatarang. Kawewehin malih, yéning wénten krama sané mendem ari-arin anak alitnyané ring pakarangan paumahannyané, krama inucap kakeniang denda naur jinah bolong satak kéténg. Tios punika, krama inucap taler patut makarya banten pabersihan ring pakarangan genah ari-ari punika kapendem. “Santukan yéning wénten

ari-ari sané kapendem ring pakarangan, pakarangan inucap kabaos leteh. Ri kala krama inucap madué karya, Jero Kubayan taler pamucuk désa nénten dados ngranjing ka pakarangan inucap santukan kantun leteh. Krama punika patut ngamargiang pabersihan,” Jero Mangku Sriman ngwewehin. Indik danda sané kakeniang majeng krama sané mendem ariari ring pakarangan paumahan pacang kaserahang ka désa. Dresta puniki wantah tetamian saking panglingsir sané sampun kamargiang saking nguni. Kaaptiang dresta puniki tetep kalestariang olih parajana pamekasnyané ring Désa Bayung Gedé. (uma)

Satua

Dresta Mendem Sawa ring Bayung Gedé

Lanang Marep Pertiwi, Istri Marep Akasa SATIOS dresta ngantung ari-ari ring Setra Ari-ari, ring Bayung Gedé taler wénten dresta mendem sawa sané matiosan sareng désa lianan. Ring Désa Bayung Gedé, ri kala wénten krama sané padem, tatacara mendem sawa pantara lanang sareng istri matiosan. Parindikan inucap kapatutang olih Jero Kubayan Mucuk taler Jero Mangku Sriman, panglingsir taler Bendésa Adat Bayung Gedé. Manut Jero Kubayan Mucuk, tatkala wénten krama sané padem, yéning krama inucap istri, ri kala mendem sawannyané kagenahang nungkayak utawi marep langit. Yéning krama lanang sané padem, ri

kala sawannyané kapendem kagenahang malinggeb mangda marep ka pertiwi. “Yéning krama istri, sawannyané kagenahang nungkayang santukan istri wantah niyasa pertiwi, mawinan setata marep ka akasa. Yéning lanang, sawannyané kagenahang marep pertiwi santukan anak lanang pinaka niyasa akasa mawinan setata marep pertiwi,” Jero Kubayan Mucuk nlatarang. Sajeroning mendem sawa taler matiosan sareng désa lianan. Manut Jero Kubayan Mucuk, tatkala kapendem sawa nénten madaging kain napi-napi malih. Malalung, samian sané neket ring ang-

gané kalepas. “Iriki krama ngangken, iraga embas malalung, mawali ka sunia taler malalung,” dané negesang. Parindikan sané pateh talar kabaosang Béndesa Adat Bayung Gedé, Jero Mangku Sriman. Manut dané, lanang istri pinaka lambang pertiwi akasa, mawinan ri kala mawali ka sunia taler kagenahang marep akasa miwah pertiwi. Sané lanang marep pertiwi, sané istri marep akasa. Tios punika, yéning wénten krama sané padem sangkaning salah pati utawi ulah pati, taler sané cacat, sawannyané kapendem ring sétra nampek tukad sané magenah ring Desa Peludu, boya ring sétra utama. (uma) Olih : Madé Taro

Pan Cubling Ngubuh Nyawan PAN Cubling seken-seken kéweh ngitungang para bojog ané ngrusuh di tegalné. Suba pang liu Pan Cubling nyabat bojogé ento baan batu, kéwala bojog ané ngusak-asik ento tusing nawang jejeh. Ngancan makelo, ngancan ngliunang bojog ané teka bareng ngrusuh di telagné Pan Cubling. Makejang entikentikané Pan Cubling lesag ulian para bojogé ento. Ditu lantas Pan Cubling makeneh, kénkén carané ngulah bojog-bojogé ento. Metu lantas dayané Pan Cubling masang latih anggona ngejuk para bojogé ané sabilang wai ngaé rusuh di tegalné. Di tongosé ané silib Pan Cubling masang latih. Di tongos pepasangan latihé gantungina buah jagung lan biu ané

nged. Pangawitné, liu bojogé ané kena latih, bakat baana ngejuk. Kéwala, makelo-kelo para bojogé ngeh yén buah ané magantung ento mayanin awakné. Ulian pepasangan latihné Pan Cubling suba tawanga tekén para bojogé, para bojogé aluh buin ngusak entik-entikané Pan Cubling. Pan Cubling tusing nyak kalah, jengah kenehné. Jani Pan Cubling buin mesuang dayané, ia masang kawat ngiterin pagehan tegalné ané pepes ambahina tekén I Bojog macelep ka tengah tegalné. Asilné, liu pesan bojog ané bakat baana ngejuk. Bojogbojogé ento kurunga baan Pan Cubling. Ada ané ngeling pacruét, ada ané kaik-kaik ngidih tulungan. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


9

MINGGU PON, 17 JULI 2016

Ferdinand Ingin Menjadi Pelatih Inggris HAL 10

MEROKET - Striker Kroasia Ivan Perisic (kanan) dikepung para pemain Portugal saat kedua neraga bertemu di Euro 2016. Perisic adalah salah satu pemain yang harganya melambung tinggi pascagelaran tersebut. Perfoma menawan plus konsistensi tinggi membuat Perisic yang kini bermain di Inter Milan diminati banyak klub besar Eropa. Harga sang pemain pun diperkirakan tidak akan murah, jadi klub-klub yang berminat padanya harus merogoh koceknya dalam-dalam.

BPM/rtr

BERKAH EURO 2016

HARGA PEMAIN MELONJAK TAJAM

Paris –

Gelaran Euro 2016 di Prancis baru saja usai. Portugal berhasil menjadi kampiXQ GHQJDQ PHQJDODKNDQ WXDQ UXPDK 3UDQFLV GL ÀQDO *RO WXQJJDO (GHU PHPEDZD Portugal merebut gelar sebagai Raja Eropa. Namun bukan Selecao das Quinas saja yang mendapat berkah dari perhelatan akbar ini. Beberapa pemain yang sebelumnya tidak dikenal menjadi topik pembicaraan. Bahkan harga beberapa bintang yang muncul di Prancis melonjak tajam hingga dua kali lipat. Berikut beberapa pemain yang harganya meroket pasca-Euro 2016, menurut Four Four Two, Sabtu (16/7) kemarin. 1. Graziano Pelle Tidak semua orang Italia akan menyambut dengan senang hati terpilihnya pemain ini, tapi Pelle menjalani Euro yang cukup solid (di luar kegagalan penaltinya saat menghadapi Jerman). Dengan dua gol dari empat pertandingan, termasuk gol di injury time saat menghadapi Belgia dan Spanyol untuk mengamankan kemenangan timnya di kedua pertandingan tersebut, Pelle sudah membuktikan bahwa ia bisa menjadi andalan Azzurri di lini depan. Ia akan berusia 31 tahun di bulan Juli ini, tapi sekarang sudah mencatat tujuh gol dari 17 penampilan untuk Italia. 2. Ivan Perisic Setelah tampil baik di Euro 2012 dan Piala Dunia 2014, cukup mengejutkan bahwa klub-klub yang lebih besar tidak mencoba mendapatkan Perisic sebelumnya. Jujur saja, konsistensi memang terus menjadi masalah sepanjang kariernya. Dortmund dengan senang hati menjualnya ke Wolfsburg pada tahun 2013, namun kualitas yang ia miliki sangatlah jelas. Pemain 27 tahun ini selalu terlihat ganas saat menghadapi pemain lawan dan

memiliki kemampuan menciptakan gol yang cukup baik. Setelah menjadi top skor Kroasia di fase kualifikasi, ia mengakhiri Euro 2016 dengan dua gol dari empat pertandingan, termasuk gol pembuka saat menghadapi Republik Ceska dan gol kemenangan di akhir pertandingan melawan Spanyol. Meski bisa dipastikan kecewa, karena harus tersingkir dari 16 besar, kariernya di klub bisa berkembang pesat kali ini. Tim-tim seperti Barcelona, Chelsea, Liverpool, Manchester United, dan PSG sekarang sudah dikaitkan dengan penyerang Kroasia ini. 3. N’Golo Kante Ia seharusnya hanya berada di bangku cadangan, tapi cedera Lassana Diarra membuka jalan untuk Kante menjadi starter dan ia memanfaatkan kesempatannya dengan sangat baik. Jika Leicester berpikir mempertahankan Kante setelah musim juara mereka akan menjadi hal yang sulit, maka segalanya hanya akan menjadi lebih buruk lagi setelah penampilan pemain tengah ini bersama Prancis. Penampilannya konsisten, dengan tekel dan intersep

yang rutin ia lakukan, dan membuatnya dengan cepat disukai oleh para fans Les Bleus. Sekelompok klub besar, termasuk PSG, Real Madrid, Juventus, Arsenal, Chelsea, dan Manchester United dikabarkan mengejar pemain ini, dan tidak sulit sama sekali untuk melihat alasannya. 4. Robbie Brady Jebolan akademi pemain muda Manchester United ini yang saat ini bermain untuk Norwich, jelas nilainya naik dengan pesat sejak Euro dimulai. Berhasil menarik perhatian saat tampil untuk The Canaries, meski mereka harus rela degradasi musim lalu. Brady semakin mengundang decak kagum di Euro untuk Republik Irlandia, di mana ia menciptakan gol tunggal dalam kemenangan krusial 1-0 saat menghadapi Italia di fase grup. Pemain 24 tahun ini tidak akan bermain di divisi Championship musim depan. Sang juara bertahan Leicester dikabarkan menjadi yang terdepan untuk mendapatkan tanda tangannya, tapi klub lain seperti Southampton, Stoke, dan West Brom juga tertarik dengan penyerang sayap kiri ini.

5. Joe Allen Aaron Ramsey dan Gareth Bale memang mendapatkan begitu banyak pujian untuk perjalanan bersejarah Wales di turnamen ini. Tapi Allen membuat timnya terus bermain sebagai satu-kesatuan dengan ketenangan dan konsistensi saat menguasai bola. Allen seringkali menjadi bahan lelucon untuk banyak penggemar Premier League sejak bergabung dengan Liverpool. Tapi melihat penampilannya dengan Wales di Euro kali ini, cukup mengherankan mengapa The Reds berpikiran untuk menjual dirinya. Disebutsebut akan pergi dari Anfield sebelum turnamen, pemain 26 tahun ini diam-diam menjalani Euro yang cukup impresif. Momen terbaiknya datang saat melepaskan sebuah umpan cantik yang diselesaikan dengan sempurna oleh Ramsey ketika menghadapi Rusia. Dengan Sevilla sudah memastikan ketertarikan mereka pada pemain Liverpool ini. Pindah ke lingkungan baru mungkin saja merupakan hal yang paling ia butuhkan untuk terus tampil baik. 6. Birkir Bjarnason Prestasi Islandia ke perempat final Euro 2016, adalah salah satu cerita terbaik di turnamen ini. Meski semua pemain di tim ini berhak mendapatkan pujian untuk apa yang mereka capai, pemain Basel, Bjarnason adalah salah satu alasan utama mengapa Islandia begitu perkasa. Gelandang ini seperti tidak kenal lelah. Dia bermain di

setiap menit dalam perjalanan Islandia, di mana ia menciptakan gol penyama kedudukan saat menghadapi Portugal dan juga membuat sapuan krusial di menit terakhir menghadapi Austria, yang mendorong timnya melakukan serangan balik penentu kemenangan. Ia juga tampil solid saat Islandia mengalahkan Inggris. Hal ini membuat beberapa klub besar Eropa tertarik dengan pemain Basel ini. 7. Marko Pjaca Pjaca memang hanya bermain 103 menit di Euro 2016, tapi sayap berusia 21 tahun ini jelas membuat banyak orang tertarik padanya. Menjadi starter di pertandingan penentu Kroasia menghadapi Spanyol, pemain Dynamo Zagreb ini melakukann dribel lebih banyak (7 kali) dibandingkan siapa pun dan menjadi ancaman terus menerus untuk La Roja dengan keberaniannya dan kecerdasannya di lapangan. Manajer Kroasia, Ante Cacic, mungkin menyesali keputusan tidak memainkan Pjaca di perpanjangan waktu saat kalah dari Portugal pada babak 16 besar, setelah aksi cameo-nya selama 10 menit membuat pertandingan membosankan tersebut menjadi jauh lebih menarik. Melakukan dribel melewati para pemain belakang Portugal dan menciptakan kekacauan di kotak penalti lawan, Pjaca mungkin saja menciptakan pemecah kebuntuan di masa normal jika dimainkan. Banyak klub besar kini tertarik padanya. (kmb33/rtr/ap)

Gasol Gantikan Duncan

San Antonio – Pebasket asal Spanyol Pau Gasol meresmikan kepindahannya ke San Antonio Spurs, Sabtu (16/7) kemarin. Gasol didatangkan untuk mengisi posisi Tim Duncan, yang belum lama ini pensiun. Center yang juga bisa bermain sebagai power forward itu menyepakati kontrak dengan Spurs selama dua tahun dengan nilai sekitar 30 juta dolar AS. Gasol bergabung Spurs usai menghabiskan dua musim di Chicago Bulls. Selama berkarier di NBA, Gasol sudah memenangi dua titel juara dan enam kali terpilih dalam skuad All-Star. Pebasket berusia 36 tahun ini juga menjadi salah satu dari enam pebasket di NBA yang mencapai 19.000 poin, 10.000 rebound, 3.000 assist, dan 1.500 blok bersama Kareem Abdul-Jabbar, Hakeem Olajuwon, Shaquille O’Neal, Kevin Garnett, serta Duncan. Sebelum memilih Spurs, Gasol santer dikabarkan diminati sejumlah tim termasuk Portland Trail Blazers dan Minnesota Timberwolves. Namun, hubungan dia dengan pelatih Spurs Gregg Popovich dan para pemain Spurs lainnya, serta potensi cukup besar untuk memenangi titel NBA menarik Gasol ke San Antonio. Selain Gasol, Spurs turut mendatangkan dua pemain lain. Mereka adalah rookie Dejounte Murray dan Dewayne Dedmon. Murray adalah pick ke-29 di Draft NBA tahun ini. Ia sebelumnya bermain di tim basket University of Washington dengan rata-rata 16 poin, enam rebound, dan 4,4 assist per pertandingan. Sementara itu, Dedmon menjadi rekrutan terakhir Spurs. Center berpostur 2,13 meter ini diboyong ke AT&T Center setelah memperkuat Orlando Magic selama tiga musim. Di musim lalu, Dedmon mencetak rata-rata 4,4 poin dan 3,9 rebound per pertandingan dalam 58 penampilan. (kmb33/ap)

Pau Gasol

BPM/ist


10

Minggu Pon, 17 Juli 2016

Juve Bantah Pogba Pindah Turin – Untuk kesekian kali Juventus membantah kabar yang menyebut Paul Pogba akan gabung Manchester United. Sampai saat ini tidak akan kontak dilakukan dengan The Red Devils. Rumor MU berupaya mendapatkan Pogba terus tersiar di banyak media Italia dan Inggris dalam beberapa hari terakhir. Setan Merah malah disebut siap menyetor 100 juta euro untuk mendapatkan kembali gelandang yang mereka lepas dengan cuma-cuma empat tahun lalu itu. Setelah beberapa hari berlalu, pemberitaan terkait Pogba dan MU masih soal rumor-rumor tanpa konfirmasi. Pernyataan resmi terbaru soal isu tersebut, datang dari pihak Juventus yang seperti sebelumnya menyangkal rencana akan melepas pemainnya itu. “Tidak ada kontak dengan MU,” ujar Direktur Umum Juventus Beppe Marotta, Sabtu (16/7) kemarin. Pernyataan Marotta tersebut sekaligus mematahkan berita yang dibuat The Sun yang menyatakan bahwa transfer Pogba ke MU akan tuntas di akhir pekan ini. The Sun menyebut kalau Pogba bernilai 105 juta pundsterling. Pogba gagal menembus tim utama Setan Merah setelah berada di klub tersebut selama empat tahun. Sir Alex Ferguson yang pada saat itu masih menjabat sebagai pelatih memberikan kesempatan yang minim untuk Pogba bermain. Habis kesabaran Pogba, akhirnya memilih untuk hengkang pada 2012 menuju Juventus. Bersama klub asal Turin, pemain berusia 23 tahun menjelma menjadi sosok pemain kelas dunia. Hal itu kini membuat United kepincut. Dana besar pun disiapkan oleh Setan Merah demi bisa memboyong kembali Pogba ke Old Trafford. Dana segar senilai 120 juta euro atau sekira Rp 1,7 triliun siap digelontorkan untuk sang pemain, plus gaji senilai 300 ribu euro atau sekira Rp 4,3 miliar per pekan. “Mereka adalah keluarga pertama saya. Kini Juve adalah tim saya, keluarga saya. Tempat di mana saya bermain. Ketika saya menggunakan jersey Juve saya merasa bahagia, bahagia untuk bermain sepak bola,” kata Pogba. (kmb33/ap)

Paul Pogba

BPM/rtr

Ferdinand Ingin Menjadi Pelatih Inggris Manchester –

Timnas Inggris sedang mengalami kekosongan pelatih. Itu terjadi usai Roy Hodgson memutuskan untuk pergi setelah gagal membawa Inggris berprestasi di gelaran Piala Eropa 2016, yang diselenggarakan di Prancis. Terdapat banyak nama yang muncul sebagai kandidat pengganti Hodgson. Nama beken seperti Arsene Wenger dan Jurgen Klinsmann dikabarkan akan menjadi kandidat terkuat yang mengisi posisi arsitek Timnas Inggris tersebut. Namun baru-baru ini, nama Sam Allardyce juga menjadi salah satu nama besar yang disebut sebagai kandidat terkuat menggantikan posisi Roy Hodgson. Kini giliran Rio Ferdinand yang mengajukan diri menjadi pelatih Timnas Inggris. “Ketika Anda tidak tahu skuad terbaik untuk menghadapi turnamen, dan Anda tidak tahu formasi terbaik, maka itu adalah masalah besar,” ujar Ferdinand menyindir Hodgson, Sabtu (16/7) kemarin. “Itulah mengapa saya harus menjadi pelatih Timnas Inggris. Saya akan menjadi pelatih Timnas Inggris kapan pun,” imbuhnya. Ferdinand sendiri sebenarnya belum ada pengalaman sebagai manajer. Setelah pensiun dia lebih banyak menghabiskan waktu menjadi seorang pundit dan komentator. Legenda Inggris Alan Shearer berpendapat Inggris semestinya tidak perlu pusing mencari pelatih baru. Sosok-sosok ikonik seperti Frank Lampard, Steven Gerrard dan Ferdinand, menurutnya layak dijajal. Sampai saat ini, beragam nama-nama top mencuat sebagai kandidat penerus Hodgson. Meski begitu, Shearer menilai FA mesti mulai memikirkan untuk memberi peran kepada para figur yang lekat dengan Inggris seperti tiga nama di atas. “Kenapa tidak melakukan apa yang Jerman lakukan. Misal memberi Lampard, Rio atau Gerrard

Rio Ferdinand ketika membela Manchester United.

kesempatan,” ujar Shearer. “Tentunya bersama pelatih berpengalaman berada di samping mereka. Jika siapa pun sadar, di mana kami mengalami berbagai kesalahan dalam beberapa tahun, mereka mungkin akan maju. Mereka akan tahu bagaimana memotivasi para generasi muda, memahami kenapa mereka begitu besar takut akan gagal, memberi mereka cara untuk mengikis tekanan,” imbuhnya Namun keinginan Ferdinand untuk menjadi pelatih timnas Inggris hanya akan menjadi impian belaka. Pasalnya, kabar yang marak beredar di Inggris menyebutkan bahwa Federasi Sepak bola Inggris (FA) bakal menunjuk Sam Allardyce sebagai pelatih baru. Allardyce meninggalkan latihan pramusim Sunderland dan kembali ke Inggris pada Selasa (12/7) lalu. Pelatih berusia 61 tahun itu tertangkap kamera menyambangi markas FA di Chesire, London. Tujuan kedatangan Allardyce adalah untuk bertemu dengan Wakil Presiden FA David Gill. Terdapat pula Kepala Teknis FA Dan Ashworth, Kepala Eksekutif Martin Glenn dalam pertemuan tersebut. (kmb33/rtr)

Shaw Sudah Tidak Sabar Manchester – Luke Shaw lama absen akibat menderita cedera patah tulang kaki. Kini setelah pulih, ia sudah tidak sabar untuk kembali merumput. Shaw tampil apik untuk Manchester United di awal musim lalu, sampai kemudian terhentikan oleh tekel keras Hector Moreno ketika United bertanding melawan PSV Eindhoven, September 2015. Tekel Moreno itu menyebabkan tulang kaki kanan Shaw patah di dua bagian. Shaw langsung mendapatkan pertolongan pertama di lapangan, di mana ia diberikan oksigen dan dirawat oleh sembilan staf medis. Setelahnya, ia langsung dibawa ke rumah sakit di Eindhoven dan dioperasi. Bek kiri berusia 21 tahun itu kemudian absen sekitar tujuh bulan. Ia baru bisa kembali berlatih pada April 2016. Menjelang persiapan pramusim 2016/2017, Shaw sudah pulih sepenuhnya. Eks bek Southampton itu sudah mengikuti sesi latihan dengan tim utama United di bawah arahan Jose Mourinho. “Saya merasa baik. Saya pikir dalam beberapa pekan terakhir kami semua telah berlatih keras dan semuanya tidak sabar untuk bermain, termasuk juga saya,” ujar Shaw kepada MUTV, Sabtu (16/7) kemarin. “Delapan atau sembilan bulan

Messi Batal ke Turki

BPM/ap

LATIHAN - Bek Manchester United Luke Shaw sedang berlatih jelang bergulirnya Liga Premier Inggris. terakhir begitu berat buat saya, sampai akhirnya saya bisa masuk ke lapangan untuk latihan. Sejak saat itu, saya tidak pernah menoleh ke belakang lagi. Mulai dari sekarang saya hanya ingin menatap ke depan dan melanjutkan apa yang sudah saya lakukan sejak awal musim lalu,” imbuhnya. “Semua orang, baik di dalam atau di luar klub membantu saya. Keluarga dan teman-teman saya berperan besar di sini. Jelas seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya juga berterima kasih sekali kepada staf tim yang sudah merawat saya

dengan baik dan membuat saya kembali ke lapangan,” kata Shaw. Shaw sempat jadi bidikan Chelsea yang kala itu dilatih Mourinho, sebelum akhirnya memilih bergabung dengan United pada tahun 2014. Kini ia justru berlatih di bawah arahan Mourinho dan kata Shaw, ia menikmati metode latihan Mourinho sejauh ini. “Semuanya menyenangkan dan bisa dinikmati. Tapi pada saat bersamaan, kami juga memahami taktik sehingga tahu apa yang semestinya dilakukan,” tutupnya. (kmb33/ap)

Barcelona – Turki sedang bergejolak karena sempat terjadi kudeta yang dilakukan oleh pihak militer. Kudeta tersebut membuat Turki tidak aman. Sekitar 60 orang dikabarkan tewas akibat kerusuhan di Turki. Hal tersebut rupanya berdampak bagi pertandingan amal yang akan diselenggarakan di Ankara, Turki. Awalnya bintang Barcelona Lionel Messi diagendakan untuk mengikuti acara tersebut. namun karena situasi yang tidak kondusif, pihak Barcelona melarang Messi BPM/rtr untuk terbang ke Ankara Lionel Messi demi menjalani laga amal. Selain Messi, Andres Iniesta juga dikabarkan tidak diperkenankan untuk tampil pada acara tersebut. Sementara itu, Arda Turan yang berada di Turki dikabarkan selamat dan berada jauh dari kerusuhan yang sempat terjadi. “Pemain Barcelona Andres Iniesta dan Lionel Messi, awalnya direncanakan bermain di Turki, saat ini berada di Spanyol,” tulis Barcelona dalam akun Twitter resminya, Sabtu (16/7) kemarin. “Sementara itu, Arda Turan, Carles Puyol, Deco, Eric Abidal, serta Alejandro Echevarria masih berada di Turki. Mereka berada jauh di luar area berbahaya dan selalu melakukan kontak dengan klub,” tambahnya. (kmb33/ap)


Minggu Pon, 17 Juli 2016

GELANGGANG

11

Dijamu Barito Putra

BU Andalkan Pemain Lokal

Mangupura (Bali Post) -

Pelatih kepala Bali United (BU) Indra Sjafri bakal menggunakan jasa pemain lokal saat menghadapi Barito Putra di laga kesepuluh dalam Kompetisi Torabika Soccer Championship 2016, di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (17/7) ini. BPM/022

JATUH - Kiper Putra Pemenang Faisal harus jatuh bangun menyelamatkan gawang saat timnya ditundukkan Damar Cakti A 0-6 di Lapangan Pemecutan, Sabtu (16/7) kemarin.

Damar Cakti A Jumpa Putra Perkanthi Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Damar Cakti A Pemecutan lolos ke babak delapan besar bertemu Putra Perkanthi Jimbaran di ajang Liga Pelajar U-14 Piala Menpora 2016 Provinsi Bali, di Lapangan Buduk, Badung, Minggu (17/7) ini. Sementara babak delapan besar lainnya mempertemukan Badak Putra melawan Putra Tresna di Lapangan Buduk. Untuk Lapangan Kompyang Sujana yang bertanding adalah Mandala United melawan Porba Batubulan, serta Guntur bertemu Putra Mumbul. Ketua Panpel Gede Made Anom Prenatha menjelaskan, Piala Menpora Bali melibatkan 12 kontestan. Sedangkan empat tim yang tersingkir, yakni Putra Pemenang, Tabanan, Damar Cakti B, serta Persebata Canggu. Dijelaskannya, sedianya event ini diikuti 16 tim, namun sayang keempat tim lainnya belum siap pemainnya. Menurutnya, final digelar di Lapangan Kompyang Sujana, pukul 15.00 Wita. Bagi tim juara berhak mewakili Bali ke pentas nasional di Jakarta, September mendatang. ‘’Yang ditanggung pihak Menpora transportasi 18 pemain, plus 2 pelatih,’’ ungkap Anom. Hanya tim juara boleh mengirimkan 13 pemain, dan 5 sisanya diisi pemain klub SSB lainnya. ‘’Kelima pemain yang direkrut hasil pantauan babak semifinal,’’ terang dia. (022)

Skuad Serdadu Tridatu tidak bisa menurunkan pemain asing seperti Kiko Insa, Lucas Patinho dan Ahn Byun Keon. Sebab, mantan Pemain Arema Cronus tersebut terkena akumulasi kartu kuning, sementara Lucas dan Ahn Byun cedera. Dengan kondisi itu, dari 4 pemain asing yang dimiliki Bali United hanya striker Nemanja Vidakovic asal Serbia yang bisa diturunkan. Dengan kondisi itu, mantan pelatih Timnas U-19 dipastikan bakal mengandalkan pemain lokal. Adi

Parwa, Felicianus, Mahdi Albar dan Alsan Sanda dan kawan-kawan. Indra Sjafri dalam jumpa pers, Sabtu (16/7) kemarin mengakui banyaknya pemain asing yang absen dalam laga tersebut. “Saya tidak masalah tentang hal ini. Karena kami ingin membangun sepak bola Indonesia. Jadi pemain lokal juga harus diberikan kesempatan,” tegas Indra Sjafri. Mantan pelatih Timnas U-19 itu memberikan apresiasi khusus kepada Barito

Putra yang juga banyak mengandalkan pemain muda. Indra Sjafri menyatakan, sebelum bertolak ke Barito Putra, dia telah menyiapkan timnya selama satu minggu penuh. “Kami melakukan persiapan dengan program latihan berbeda-beda. Saya menikmati proses yang dialami tim. Mulai dari Piala Presiden sampai sekarang. Banyak ujian untuk kami. Itu proses yang harus kami lalui untuk mencapai suatu kesuksesan,” bebernya. (kmb41)

BPM/022

Pengurus Pengkab Cabor Dibekali Wawasan Jurnalistik Gol Risma Menangkan Pro Kundalini

BURU - Pemain Pro Kundalini (kiri) bersama pemain POPP Pegok sama-sama memburu bola dalam uji cob di Lapangan Arga Coka, Pegok, Sabtu (16/7) kemarin.

Singaraja (Bali Post) KONI Kabupaten Buleleng mulai menggenjot kinerja pengurus kabupaten (pengkab) cabang olahraga (cabor) yang dinaunginya. Langkah itu menyangkut penyebaran informasi cabang olahraga yang ada mulai digenjot melalui pelatihan jurnalistik. Selama ini banyak prestasi dan program pembinaan atlet di masing-masing pengkab, terkesan belum terpublikasi dengan baik. Ketua Pantiia Pelatihan Jurnalistik KONI Buleleng Putu Edi Robin didampingi anggotanya Kadek Kariana, Jumat (15/7) lalu mengatakan, belajar dari pengalaman terdahulu banyak kegiatan olahraga di Buleleng belum terpublikasi dengan baik. Hal ini terjadi karena permasalahan teknis hingga dukungan anggaran yang belum memungkinkan. Untuk itu, kali pertama Humas KONI Buleleng melaksanakan pelatihan jurnalistik, Senin (18/7) besok. Pelatihan ini menyasar para humas di masing-masing pengkab yang ada. Mereka akan dilatih agar dapat mengemas kegiatan atau raihan prestasi bagi atlet pada cabang olahraga dengan teknik jurnalistik yang benar. (kmb38)

Denpasar (Bali Post)Gol semata wayang yang dilesakkan Risma membawa tim Pro Kundalini unggul 1-0 (0-0) atas tuan rumah POPP Pegok dalam latih-tanding di Lapangan Arga Coka Pegok, Sabtu (16/7) kemarin. Risma yang menukik ke jantung pertahanan POPP Pegok mencoba mencocorkan bola datar keras, dan gagal diselamatkan kiper POPP Pegok Komang Supardiana di menit ke-67. Tuan rumah POPP Pegok berpeluang menyamakan kedudukan, persisnya di menit ke-48 saat pemain belakang Pro Kundalini hand-ball di petak terlarang. Wasit Agung Yok memberi-

kan tendangan penalti kepada POPP Pegok. Komang Suastika yang dipercaya menjadi algojo, tembakannya melenceng ke kanan gawang Pro Kundalini yang dikawal Supriyanto. Sampai wasit Gung Yok meniup peluit panjang, skor akhir Pro Kundalini unggul tipis 1-0. Uji coba ini bertujuan mematangkan tim bagi Pro

Kundalini dan POPP Pegok sebab keduanya bakal berlaga di ajang Liga Nusantara (Linus). Pelatih Pro Kundalini Arif Rizal mengakui pihaknya masih seleksi pemain seperti Bambang Trijati, Prima Permadi, Sudi, Rizal, Sindy, Tegar, Oki, Cakra, serta kiper Yoga. ‘’Pemain kami dominan U-21,’’ jelas Arif. (022)

SERAH - Ketua Bidang I Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) yang membidangi olahraga I Gusti Agung Alit Kencana (kiri) menyerahkan piala bergilir kepada Ketua Panpel YPS Cup IX/2016 Made Rada.

YPS Gelar Turnamen Sepak Bola Antarbanjar YAYASAN Pembangunan Sanur (YPS) kembali menggelar turnamen sepak bola antarbanjar se-Sanur YPS Cup IX/2016, di Lapangan Letda Made Pica, mulai Sabtu (16/7) kemarin. Ketua Bidang I YPS yang membidangi olahraga I Gusti Agung Alit Kencana menerangkan, event ini untuk mewadahi pesepak bola di Sanur supaya bisa menyalurkan bakat, hobi, dan talentanya. Karena itu, tiap tim diperbolehkan mendatangkan tiga pemain luar, berikut empat pemain U-21. ‘’Mereka ini warga Sanur mewakili masing-masing STT di banjarnya,’’ ungkap Gung Alit Kencana. Dijelaskannya, YPS sangat peduli dengan perkembangan olahraga di Sanur. Bahkan tercatat empat pesepak bola asal Sanur masuk skuad Tim PON Bali. ‘’Kami bangga tim POR Sanur juara Perseden Cup,’’ ujarnya. Selain itu, YPS juga telah menganggarkan renovasi Lapangan Letda Made Pica mencapai Rp 1,3 miliar, yang akan menjadi sportcentre. ‘’Lapangan sepak bola Letda Made Pica ini akan kami lengkapi lapangan bola voli dan basket,’’ terang Gung Alit Kencana.

Menurutnya, pelaksanaan turnamen sepak bola YPS Cup rutin diselenggarakan tiap tahun, dan dirangkaikan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sementara itu, Ketua Panpel Mde Rada mengemukakan, turnamen YPS Cup IX/2016 melibatkan tujuh tim yang menghuni satu grup dan menggunakan sistem setengah kompetisi, sehingga ketujuh kontestan saling bertemu. Ketujuh tim peserta adalah Gosila Singgi-Langon, Anggarkasih United Banjar Anggarkasih, Gajah Putih Club (GPC) Banjar Belong, Cemara Beneh Banjar Sindu, Putra Dwipa Banjar Batu Jimbar, Real Medura Banjar Medura, serta Udiana Banjar Tamansari. Dalam laga perdana kemarin, tim Gosila bermain imbang tanpa gol melawan Anggarkasih United alias 0-0. Rada menjelaskan, dana penyelenggaraan turnamen YPS Cup ini murni dikucurkan biaya dari YPS yang menelan dana sampai dengan Rp 80 juta. ‘’Penyelenggaraan dihelat mulai 16 Juli sampai dengan 14 Agustus mendatang,’’ ucap Rada. (022/k200)


12

Minggu Pon, 17 Juli 2016


Sastra

Redité Pon, 17 Juli 2016

13

I Kaki Dengkil

Atma Réntenir SAMBILANGA uab-uab naanang kiap wenginé puniki, I Kaki Dengkil ngéling-élingang baos dagang kangkungé kawewehin antuk dagang pindangé sané maosang wantah sayah pisan yus jagaté sané mangkin. Sekancan adolané ring pasar makasami udu, langah-langah anaké matumbasan. Punika ngawanang dagang kangkung miwah dagang pindangé rainané mangkin nénten mrasidayang naur utang. “Nah... lamun kéto di pekenané buin poan nikel mayah bunga!” Sapunika rénteniré nyengking wawu baosanga nénten mrasidayang naur utang rainané mangkin. Dagangé makasami bengong tan maa kajengkingin asapunika antuk rénteniré sané pukel awakné akéhan naar steroid. “Réntenir... gaé apa ento? Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon sambilanga mamanah. Mangkin sampun jagi tengah lemeng, Ipun kantun iteh mamanah sambilanga uab-uab naanang kiap. Masruét ring pangélingé tutur rénteniré mawasta I Balik sané piragina marerasan sareng timpalné ring jaba. “Kéweh magaé kakéné dadi réntenir, dugasé lakar nyilih makejang nyugra-nyugra nyéwaka. Kuala disubané dis mayah bunga makejang makelid. Ada ngaku luas joh, ada ngaku gelem tusing nyidaang mayah utang, ada ké ngilang tusing taén ngenah. Cara bagéndong baana kakéné. Kéweh kéné baana, sagét dadi raja, sagét dadi bagéndong ngidih-idih!” Asapunika I Balik marerasan sambilanga sebéng-sebéng bibihné. I Kaki Dengkil kadésam-kadésem éling ring I Balik masatua asapunika. Ipun éling ring baos sastrané wantah pakaryan rénteniré punika pakaryan sané kalintang kaon. Santukan mlekbekang anak sané kameranan nénten prasida nglintangang déwékné. “Tusing ké nyengsaraang anak tusing payu?” I Kaki Dengkil matakén ring manah. Sedekan mamanah sambilanga bengong ngiwasin kelip-kelipan lampuné ring kadohan. Naler pakrinyitan wintangé ring langité remrem gulem, sagét piragina Bagus Gedé ica ingkel-ingkel. “To iwasin Kaki, I Balik jani dadi Atma Réntenir sawiréh dugasé nu idup dadi réntenir. Maan kasugihan ulian meslah gelah anak lara. Jani ia kalaran-laran awakné iis-iisa tekén I Bhuta Togtogsil ané matané amun kumarangé gedéné. Dong jemak to gaéné dadi réntenir. Kenehang to sakitné, cangklinga di betén Kayu Curigané tur iisa isiné seka bedik!” Asapunika piragina Bagus Gedé nganika antuk I Kaki Dengkil. Gideg-gideg awakipuné I Kaki Dengkil ngrambang agung sakit I Baliké irika ring kadituan. Aksinina antuk Bagus Gedé, sané naan nelang jinah ring I Baliké dawegé kantun nyeneng. Nénten ké wénten atma kereng nyelang jinah? I Kaki Dengkil matakén ring manah miragi I Balik kameranan santukan dawegé kantun urip nyelangang jinah maputra ageng-ageng nikel. “Kondén tepuk Kaki, né tiang nu nuréksa! Lamun ada atma kakéto, kereng nyilih pipis, sinah tiang lakar kalaran-laran cara I Balik.” Bagus Gedé nyaurin asapunika sakadi tatas uning sané manahanga antuk I Kaki Dengkil. Dawegé kantun nyeneng, Bagus Gedé sering nyelang jinah. Yén anggéna napi kapa, nénten wénten sané uning. Rabi tur oka-okané naler nénten uning. Sané uningina antuk I Kaki Dengkil, sering pisan Bagus Gedé nyelangang jinah ring sapusira ja sané sedekan kamarana. Minakadi I Rata dawegé makwéwéngan nyelang jinah jagi anggéna nebus kurenané ring rumah sakit. Asapunika naler I Pasek sané kirangan jinah santukan nebus pianaké masél santukan keni pasal 303. Majuk sedekan maceki ring kalér-kauh. I Locong sané kayah-kayah sengkaon ring rumah sakit, naler kicén nyelang jinah. Cutetné makéh sané kawéhin nyelang jinah. Kéwanten makéh sané durung naur kantos mangkin. Kudu-kudu ngwaliang akepritan, napi malih ngwaliang madaging putrané, nénten wénten sané asapunika. Bagus Gedé naler nénten naang kantos ngapakapak nyengking ngarsaang jinahné waliang. “Oo... sajan Kaki, kéto suba, padalem anaké suba lara uripné ulian tiwasé kabinawa laut paksa apang mutrain pipis tiangé? Adi dosa lakar pinanggih tiang Kaki....” Bagus Gedé sakadi nyaurin sané manahanga antuk I Kaki Dengkil. Usan nganika asapunika, piragina antuk I Kaki Dengkil, Bagus Gedé malaib ngadubug. Byuta krarak-krarak suarané piragina. Minab punika Atma Réntenir sané iris-irisa dagingné kantos sampun jagi telas. “Sajan Kaki, jani Atma Rénteniré ada sané suba numadianga dadi tambuwati. Paglinyung dini suba dadi tambuwati paling layah lakar ngamah sakadan luuné!” Bagus Gedé ketug-ketug tangkahné manggihin Atma Rénteniré sampun dados tambuwati. Kocap jagi entunganga ring Mrecapada mangda nénten usan-usan neda berekan luuné. “Pantes ngliunang tambuwatiné di bongkol biuné?” I Kaki Dengkil sampun kenyel ngamanahang Atma Renteniré sambilanga ngrémon asapunika. Bagus Gedé kocap kantun malaib ngadubug santukan wénten bebutan sané ngrereh Atma Kereng Nyelang Jinah. Minab éling kantun makéh mutang kaonina séda. (Jelantik)

Surat Sakti Pak Lison I Madé Suarsa NÉNTEN wénten wenang kaucap sakti ring jagaté, sejabana Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ida kabaos Sang Hyang Parama Wenang, Sang Hyang Parama Wisésa, ngawiwenang, ngawa, ngawasa, ngawisésa bhur bwah swah lan sadagingnyané. Yén baosang ageng, Ida ageng, yén baosan alit, Ida alit, maraga sekala niskala, tan wénten mamada-mada, napi malih nglangkungin, wahya diatmika, ganal alit, wiapi wiapaka nirwikara. Punika kaagungin sakéng riin. Mangkin? Mangkin soléh. Sami ngaku sakti. Manusa bilih-bilih, kadi tan pasastra, lali ring sadum titahing widhi, yukti tan kena linésan. Yén sampun Ida Sang Hyang Widhi nitahang, napi malih manusa, para déwa déwata nénten sida nungkasin. Minabko niki cihna jagat nepék kaliyuga, boya manusa kémanten mabet sakti, katekaning surat ngaku sakti. Sampun

aab jagat. Aab jagat kadi punika nyusup ring padéwékan Pak Lison. Rumasa déwék sakti, asing kaperih sida kapanggih, laguté dados pagawé empuk, kursi empuk, gajih empuk, olih-olihan empuk, wastu pongah juari busan-busan mesuang munyi gempuk. “Ning, benya payu ka Amrik?” “Payu Pa.” “Makelo ditu?” “Abulan gén Pa.” “Nah, Bapa nyen ngirim surat ka Perwakilan Negarané di Amérika.” “Nguda misi kéto pra Pa?” “Gumi gawat ditu. Ada anak némbaknémbak ngawag.” “Ah tiang bani Pa.” “Awak Luh. Apang ada nyemput di lapangan terbang, apang ada ngaliang umah, nyediang keperluan Cening abulan

ditu, ngateh mai-kema. Makejang ia nanggung pang sing benya kéweh ditu.” “Tiang sing kéweh Pa. Tiang bani. Suba ada ajak tiang, Panak Bu Mariam. Sing perlu Pa! Sing perlu misi kéné-kéto! Tiang bani, tiang ba kelih. Lek ati tekén masyarakaté, kadéna aji mumpung.” “?” Yadiastun anaké alit kukuh ten nyak kaladénin kadi punika, nanging Pak Lison malah lebih kukuh, éncol mréntahang juru tulisipuné ngirim surat ka Perwakilan ring Amérika. “Benehang ngaé surat! Apang runguanga panak Bapaké ditu. Padalem panak luh, ngelah panak luh to dogén ukud, ilang nyen di gumin anaké!” “Nggih Pak!” Pak-ngapak ngopak ngéndah pélag masok Paknan préntah Pak Lison majeng Perwakilan ring Amérika kasurat ring surat sakti, mangda sarat sumeken ngrunguang nanggung téték-bengék asing-asing kabuatang pianaknyané. Sakadi tan uning tata-titi kapemerintahan, katekaning pianak mangda pateh polih pangremba prabéa. Pak Lison tan uning, napi mapimapi tan uning? Gék Putri sampun tatas uning, wastu ipun banget makesiab ri kala muputang surat-surat sareng Gék Dewi, Ibu Mariam macempléng. “Eda nyen ngéndah-pélag di gumin anaké Putri! Ajak panak Mémé bareng. Ia tumbén ka luar negeri. Yén Mémé sat suba sesai nuju resés.” “Tiang masé tumbén Mé.” “Mara san Bapan Gék nélpun. Koné suba ngirim surat ka Amérika.” “Aduh!” “Kénkén maaduh. Beneh Bapan Gék to.” “Napi beneh. Suba sing baang tiang. Pasti kal ramé ring médsos.” “Da runguanga. Mémé masé suba ngirim surat.” Surat-surat punika jakti sakadi tetenger anaké alit sareng kalih, ngawé ramé. Yén sapunapi indiké, surat sakti Pak Lison Ibu Mariam ramia pisan masobiah ring média sosial. Sat sagumi anaké ngwacén, ring dunia maya gelis sambrag mauyag. Mauyag sambrag malih solah soléhsoléh Pak Lison. Wawu pisan kaucap nilar sesana, daweg masesanjan ka Amérika, kacunduk sareng sang sané tan patut cundukin. Ibu Mariam taler akéh kaubatabit. Pamekas sangkaning dados pagawé empuk, lali maraga pawéstri, lali ring umah, ring pianak gelah, ring somah, kumuh ngulurin rajah-tamah, wastu ngemasin cerai pasah. Pasah ring jatining angga, nilar sesananing wang pawéstri akéh nibénin para istri pecak paragina. Sesampun polih kursi nyaman ring Senayan, cara buta tumbén kedat, ébeking galah, genah, lan jinah, wénten sinah zinah, tan pajangkayan nilep dué tengah, pamuput makrangkéng mabui matanah-tanah, kadi Luh Ĕnji, Luh Limpo, Luh Atut, Luh Siti muah. Muah tan mauah-uah polah tingkah Pak Lison ngitukang layah, ngusap peluh matah-matah maliah ring tangkah, ngindikang surat tan sah, ngawé kajengah-jengah kadi kadadah katadah, kuping kebiah-kebiah, kanyahnyah ring gumi wayah, antuk pitakén wartawan setata nyeluh selah, swadharmaning ngayah nyobiah gatra tan salah. Dasar pongah cangkah-cumangkah, Pak Lison

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Pamargin Karma Phala Olih : I K. Satria, S.Ag MALIH para sisyané nyeneng tur ngaptiang pisan sajeroning ketél wecanan Ida Sang Brahmana sané mautama. Ida Sang Brahmana taler nglanturang nyatuayang, sakadi puniki bebaosanidané: “Yéning baosang, wénten tetiga sané kabaosang kasujatiannyané inggih punika stula sarira, suksma sarira, miwah antah karana sarira. Punika sané mawinan asing-asing sané kabaosang Purusha wantah madaging kekalih sané kabaosang inggih punika Kshara miwah Akshara. Tatkala Sang Hyang Prajapati sampun éling ring angga, raris sami kamedalang malih inggih punika indik kauripan sané dahating singid, miwah sané nénten sida kakayunin olih manusané. Indiké puniki sampun sami tur sué kauningin olih para rsiné, ri kala punika taler Ida sané maraga Prajapati ngwetuang ugeruger ring jagaté sané tetujonnyané sarwaning mauripé setata sida molihang karahayuan. Napi sané aturang titiang punika wantah kautaman sané patut utamayang tur singgihang, sangkaning titiang sampun molihang kerti mautama saha sida ngamanggihin kahuripan sané wénten ring makudang-kudang kahuripan saha nguningin kahuripané sané riin. Sang sané sampun nguningin indik suka kalawan dukané nénten langgeng saha nguningin angga sarirané puniki sané taler nénten langgeng, ngwetuang sida molihang kawicaksanan sajeroning ngayunin kawéntenané puniki. Sang sané sampun éling ring parindikan karmané punika sané ngawiang panrestian malih pacang setata langgeng ring pikayunan sajeroning mélanin kapatutané, duaning sané kabaosang kapatutané punika sané pacang ngicén sulur mangda sami mauripé malaksana sané becik. Yadiastun mauripé sané wénten puniki nemuang panumadian sané mala, cendala, sakémaon sampun molihang kasujanan ring pikayunan indik jiwatman, wantah pacang sida ngentasin kahuripané puniki antuk manah sané becik. Antuk manah sané becik, lascarya, sujana ring pikayunan pacang molihang jaya. Lianan punika sang sané sampun nyujur Ida Sang Hyang Widhi wantah nénten malih mikayunin napi ring kahuripané puniki, duaning sampun nunggal”. Kadi asapunika piteges Ida Sang Maharsi, Brahmana sané mautama majeng para sisyanidané makasami. Nglanturang malih Ida Sang Tapa luih ngandika banban pisan. “Uduh Cening ajak mekejang, sané mangkin Bapa malih manuturang indik kasujatiané sané dahat mautama sané ngawinang I Déwa sida molihang kautaman, sané ngawinang sami nénten sida ngasorang kapatutané. Sang sané setata pageh ngamargiang kautaman saha teleb ngayunin Ida Sang Hyang Tunggal, wantah sida pacang lali ring angga sarirannyané. Sakasiki sarirannyané pacang kalaliang saha sida molihang kerti kautaman. Saha taler kabaosang patut angga sarirannyané pacang kalaliang. Patut

ten nyak kalah. “Mula wénten uar-uar, wargi sané lunga ka Amérika, mangda nglapor ring Perwakilan iraga drika. Tiang nglapor, pianak tiang mrika, napi iwang?” “Napi laporan nika?” “Pianak tiang Luh . Ajerih wénten kenapi-napi di gumin anaké sedeng gawat.” “Indik surat nika punapi?” “Dagingné persis kadi laporan tiang per télpun.” “Surat madaging mangda okan Pak karunguang, kaemban, kabayahin asingasing kabuatang makadi kost, sarana malelungan, pangan inum?” “Juru tulis tiang salah. Nglebih-nglebihin. Bakal uliang tiang akuda sampun pianak tiang ngonyang prabéa.” Prabéa sané sampun kamedalang jagi kawaliang olih Pak Lison Bu Mariam. Manut awig-awig hukum, yadiastun jinah sané katelasang kawaliang olih sang panilep, nénten ngicalang kaiwangan sané sampun kamargiang. “Cocok. Yén dadi pragat urusané ulian nguliang dogén, jeg aluh sajan cara ngentungang blakas matali. Yén ngenén sedeng luunga, tan ngénen kedeng blakasé.” Blebakasan krama matutang uger-uger hukum sané kamedalang olih sang cacep indik hukum sakadi mangkin. Mangkin-mangkin puniki sayan nerod, rarud, népos, nipisang terus trust pangegen krama ring parajana sané pecak ramé-ramé kapilih, ring Senayan raris malinggih, janji sumpah lan laksana setata masangsih. Daweg suara warginé kaidih, manis di bibih kantos mabuih-buih madidih-didih magrégotan makta ulihulih, majanji luih-luih, ring krama ngaku matindih. Disampuné polih, ten naen nolih, matlektek napi malih. Dija nongos ten nyidayang ngalih. Limang tiban nampih, wawu gipih mulih, suara kaperih-perih, sujatiné ngaé padidi sugih. “Ih, Pak Lison ké adané. Galak makpak yén ngetarang pelih anak, sakéwala bungker cara klesih landak yéning salah nepén awak.” “Awak cepag Pak bawak.” “Tapak….” “Makarbit ya tasak.” “Sing taén liwat ancak-ancak.” “Énggalan maan tegak.” “Malu bégak.” “Suryak satak.” “Saling gertak.” “Ha…ha…ha ajak Raja Minyak Poltak.” “Pang tawanga asané idup dadi sansak.” “Jlema mrekak.” “Jani mara pesu punyah, suba pidan ngamah arak.” “Sing suud-suud ngaé usak.” “Madak poloné kena katarak.” Saling cedurin krama ngawag munyiné pesu-peson, nemah misuh lakon Pak Lison, tan tiron, tulén Tigaron, tuna tuon, sat nyambehang bénsin ring cangkem paon, tingkahé ngwétan-ngulon. Sajan jlema lekad magpag Kajeng Kliwon, tusing taén gaénanga oton. Yén wénten sareng dasa kémaon, katon jadma kadi I Klepon Pak Lison, tan urungan jagat sané katindih saking satepak betén waton, olih prajurit véteran pangempon, sinah punah pacang kaon, kadi katindih panyiuan ton besi beton labuh saking truk tronton.

pisan kawéntenannyané sané sida kasihin olih para suka kalawan dukané. Sakémaon pacang setata mautsaha mangda sida nemu kasujatian, sakadi pamargin toyaning gunungé sané mamargi nuju segarané, dahat akéh pakéwehnyané sakémaon pacang sida kapolihang yéning sampun mautsaha. Sang sané nuju brahman sajeroning parilaksanannyané setata ngawinang sarwaning mauripe bagia, sih ring sarwaprani, langgeng ring manah nénten malih sumbung ring angga sarira yadiastun bagus, alep nangging setata pageh ring kasatyan. Nénten malih nampénin sekancaning sané kaduéyang pinaka duén déwék, nanging wantah sangkaning pangicén Sang Titah. Padem, maurip wantah sampun asah ring anggannyané, suka miwah duka, untung miwah rugi, sami punika wantah pacang kasahang kawéntenannyané. Setata asih ring sekancaning beburon manusa miwah sarwaning tumuwuh ngawinang nénten malih wénten manah pacang nuénang bebranan sangkaning sampun sami kapanggihin nénten pacang langgeng. Sang sané sampun molihang moksa, wantah nénten malih ngayunin sané kabaosang iwang patut, suka miwah sugih saha arta brana. Nénten malih nunas waranugraha, nénten taler malih ngayunin indik ngicén miwah nampi, nénten ngaptiang miwah nénten nyaratang, sami sané wénten sampun kauningin wiwitannyané, sami sané wénten miwah sané pacang wénten nénten malih kapikayunin, sangkaning pikayunan sané wénten wantah mikayunin indik sami sané wénten puniki agung pisan kawéntenannyané. Jagaté puniki nunggal ring sang atman miwah sané tiosan. Pikayunané tanpa wates, tan bina sakadi taru aswatha sané madaging utpati, stiti, miwah pralina. Sami pikayunan majeng ring jagaté wantah setata kaimbayang ring angga sarirannyané, yéning ngawinang sungsut ring jagaté, sinah pacang nemu sungsut taler ring angga sarirané. Sang sané asapunika pacang prasida ngayunin angga tur sida molihang kamoksan. Sang sujana sané sampun tatas nénten malih mikayunin ala miwah cemer, anggannyané sampun kapikayunin utama saha setata ngamargiang kautaman. Punika mawinan sang sané sakadi asapunika pacang setata molihang karahayuan, panunggalan. Lémpas ring sajeroning cecirén urip, lempas ring angga sarira ngawinang sampun luputing kerti ring kahuripané. Punika wantah pamargin atmané sané mautama pisan. Sang sané sakadi asapunika sampun luput ring cecirén angga sarira saha nénten ngayunin sakadi punika malih. Antuk manah sané sampun sampurna, sami sané mapaiketan ring sarwaning urip pacang kalaliang ring angga sarirannyané, sida nemu kautaman saha pacang kautamayang ring jagaté miwah ring swargaloka. (Masambung)

Pongah Dong pongah juari Nigtig tangkah Mapi ririh mara sugih Yén saja celing Sampunang paling Ané joh bakat umpregin Ané paek bakat gedegin Élingang ragané dadi juru sapuh Mangda tan nyatuayang tutur gebuh Héndra Arismawan

Semaya Satuan I Goak bingar Magatra goar-goar Ngangken paling sangar Nyobyahang semaya ané maya-maya Semaya apang manadi jaya Jaya ané lebihan daya I Becica ngucikcak nunas semaya Sahasa suba pralaya I Goak lipya Lipya ulian marasa dadi raja Héndra Arismawan Ipian Ipian teka setata Jenar cara saja Ngaé keneh girang Tuah akijapan Ilang..... I Komang Alit Juliartha


Kruna

14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;gind, Pupuh Ginada

33.n\&ehodlenekocp/, Nanging odalané kocap, zÏ\inv`rskÓø, nyarengin Bhatara Sakti, t)tbuhnÞns)sirt/, tetabuhan lan sesirat, sk&pursmim)tu, saking pura sami metu, v`rd*d&punik, Bhatara Dangding punika, kzÇ&puri, kancing Puri, sk&gunu*hgu*ekocp/. saking Gunung Agung kocap.

Sri Panji Nara Krisna

Sayaga Macentok ring O2SN Jakarta LOLOS ngangganing Bali ka tingkat nasional, ngwewehin préstasi sané sampun kapolihang Sri Panji Nara Krisna. Siswa kelas VIII SMPN 4 Dénpasar puniki, kaloktah pinaka pesilat sané madué bakat sangkaning sikap konsisten nelebin olah raga bela diri pencak silat. Préstasi sané naen kapolihang olih Panji –sapunika a p a a jjuara a a ring g Wa dané sering kasambat minakadi pinaka Wali ara Politeknik Perisai Diri Kota Cup IV Perisai Diri, juara rsenijar Kota Dénpasar. SaJunior Competition, juara Porsenijar nnyané pesilat Perisai maliha sareng kalih sawitrannyané n Purnami (SMPN 5 Diri Cabang Dénpasar, Dian a Sanjaya SMKN Dénpasar) miwah Mas Sagita 1 Dénpasar, sukses molihang hang medali emas Porsenijar Bali 2016. isan ‘’Titiang angayubagia pisan antuk préstasi sané sampun kapokukuhin lihang. Titiang percaya mikukuhin un kapredikat juara sané sampun polihang sukilan saihang sareng molihang,’’ baos Panji. Panak pasangan I Made Sutrisna yeritayang miwah Lindawati puniki nyeritayang yéning nyenengin olah raga pencak silat ning mangda Perisai Diri nénten sangkaning molihang juara kémanten. Tetujon lianan wantah sajeroning mélanin déwék yéning pét ngarepin manusa sané madué tetujon kaon, sané nyabran rahina wilangannyané ar Tegalinggah, sayan ngakéhang. Ring Banjar npasar Barat Kelurahan pemecutan, Dénpasar n genah latihan nampek umahnyané wénten ané ngawinang pencak silat Perisai Diri, sané gat miwah sokondané sareng gabung. Semangat gan saking reramannyané, ngawinang dané né sakatah préstasi sayan teleb latihan. Asilnyané prasida kapolihang. Préstasi pinih untatnyané hraga Siswa Nadados juara Olimpiade Olahraga

duru*nh)nßmirgi,

sional (O2SN) Provinsi Bali, sané nyalantarayang dané ngamiletin lomba sané pateh ring tingkat nasional ring Jakarta. Sayan akéhnyané kriminalitas ring Bali miwah kota-kota ageng lianan ring Indonesia, nyuukang Panji meled gabung malarapan latihan ring ranting Banjar Pemedilan. Yadiastun latihannyané ring banjar, nanging préstasii ssané kapolihang dané ngawi bangga. “Mang “Mangkin titiang mautsaha ngolah jadwal latihan, antuk pan pangapti préstasi daya ring cabang olah raga pencak silat p perisai diri prasida kakukuhang,’’ baos Panji. Présta sané mangkin kapolihang Panji nénten Préstasi k dangan kapolihang. Dané musti gabung sareng Ranting Te Banjar Tegallinggah sasukat duduk ring bangku kelas IV SD. Da Dané sané sering latihan miwah sikapnyané sané n nyalantarayang dané prasida nyeledi Bali ring konsisten lomba sa sané pateh tingkat nasional. W Wénten pelatih sané sapisanan setata nyokong Pan sajeroning latihan inggih punika Ida Bagus Panji Rai Ardana. Pelatihnyané punika sapisanan pinaka ssawitrannyané latihan. Sering Panji konsultasi. Ka Kacunduk sareng pelatih majeng Panji nénten sak sakadi latihan. Sawaliknyané latihan sapisanan pin pinaka jalaran rékréasi miwah konsultasi. Pelatih lia lianan sané sané taler nyalantarayang Panji d dados juara wantah I Wayan Budiasa. Sering yéning sadurung kejuaraan Panji ekstra latihan tur kalih pelatihnyané sayaga ngabih. Ngamiletin kejuaraan saking tingkat gugus kantos ka tingkat Provinsi Bali salami puniki setata antar. Nanging dané ngaptiang prasida sayan nginkinang angga sajeroning lomba ring t tingkat nasional. ’’Titiang taler ngaturang suksma pisan majeng angganing sekolah sané setata nyokong. Utamannyané Kepala SMPN 4 Dénpasar I Wayan Dania, sané setata nyokong titiang,’’ Panji ngwewehin. (ast/yan)

Isin Gumi MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) raina Soma lintang kakawitin. Program puniki ngentosin istilah Masa Orientasi Siswa (MOS), riantukan sadurungnyané kasub madaging kekerasan miwah ngawi ibuk para

durung naen mamiragi,

siswa. Yéning ring MOS kantun kapanggihin wéntennyané perpeloncoan majeng para siswa anyar sané kalaksanayang kakak kelasnyané, kémahon ring MPLS mangkin lewih ring pengenalan para siswa anyar sareng lingkungan seko-

Kruna

npimli;prbÀid,

BASA BALI

AKSARA BALI

napi malih parab ida,

1.

maboya

1.

meboy,

1. bergurau

2.

magimeh

2.

mgim);,

2. pontang-panting

3.

magumana

3.

mgumn,

3. sengaja

4.

mala

4.

ml,

4. kotor

v`rskÓomkuzÇ¡*, Bhatara Sakti Makuncung,

Pujawali Sasih Kasa Pura Ulun Danu Batur Désa Pakraman Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli MALARAPAN antuk panugrahan Ida Sang Hyang Paramakawi, lugrayang titiang mapiuning atur ngeninin indik Karya Pujawali Sasih Kasa ring Purajati sané magenah ring tepi siring segara Danu Batur. Pujawali kamargiang rahina Sukra Umanis Ukir pinanggal 15 Juli 2016 kantos rahina Soma Wagé Kulantir pinanggal 18 Juli 2016. Kalanturang malih Karya Pujawali ring Pura Puseh Désa Pakraman Batur nemoning Purnama rahina Anggara Kliwon Kulantir, pinanggal 19 Juli 2016 ngelantur Katuran Ngeluhur utawi Mesineb, sané pacang karihinin antuk ngamargiang Tawur Balik Sumpah ring Pura Jaba Pura Ulun Danu Batur miwah Tanggun Désa rahina Buda Wagé Ukir pinanggal 13 Juli 2016. Ngeninin indik dudonan karya sané kamargiang inggih punika daweg rahina Buda Wagé Ukir pinanggal 13 Juli 2016 sampun kamargiang Tawur Balik Sumpah, rahina Sukra Umanis Ukir ring pinanggal 15 Juli 2016 Ida Bhatara Kodal taler katurang Lunga ring Purajati miwah katurang Bakti Penganyar. Daweg rahina Saniscara Paing Ukir pinanggal 16 Juli 2016 katurang malih Bakti Penganyar, rahina puniki Redité Pon Kulantir pinanggal 17 Juli 2016 kamargiang pulapali Mapepada Atos taler pinaka Puncak Karya. Bénjang rahina Soma Wagé Kulantir pinanggal 18 Juli 2016 Ida Bhatari Mawali ring Parahyangan Pura Batur taler kamargiang Wali ring Pura Sila Rupit taler ring rahina Anggara Kliwon Kulantir ring pinanggal 19 Juli 2016 kamargiang Wali ring Pura Puseh Batur kalanturang antuk Ida Bhatari Katurang Ngeluhur utawi Masineb. Inggih sakadi asapunika atur piuning indik karya Pujawali Sasih Kasa Pura Ulun Danu Batur, Désa Pakraman Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Ngiring sarengsareng ngaturang pangubhakti ring Ida Bhatari Sami Rene saha Lulut Asih, Sami Eling Ngastiti Dharma. Dumogi sareng sami prasida mangguhang karahayuan tur sida sidaning don dirgayusa.

MOS Magentos Dados MPLS

34.eyn&lboenekocp/, Yéning labaané kocap,

Redité Pon, 17 Juli 2016

BAHASA INDONÉSIA

minkdimæubhul,

5.

mamung

5.

mmu*,

5. sepi

minakadi Mpu Bahula,

6.

manacika

6.

mncik,

6. pikiran

wwum\Ðin/,

7.

manawi

7.

mnwi,

7. mungkin

wau mangkin,

8.

manggala

8.

m\ál,

8. ketua

titê*ttsßirgi.

9.

mangkak

9.

m\Ðk/,

9. sombong

titiang tatas miragi.

10. manjing

10. mzé&,

10. masuk

lah anyarnyané. Indiké puniki manut sareng ketentuan sané kagarisang ring Perméndikbud Nomor 18 warsa 2016. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 12 Juli 2016 lintang. Gung Surya, Lovina Wantah becik pisan program anyar MPLS ngentosin MOS, tiang marasa gargita pisan. Yéning dumun MOS akéh kadagingin sané tan patut, minakadi siswa anyar katuntut ngrereh barang-barang sané kawéntenanyané langka. Nike sané ngawinang siswa marasa beban taler tertekan. Lianan punika, para rerama taler ibuk pisan. Yéning mangkin MPLS sinah ngawinang para rerama marasa lega wantah mikayunin naur jinah pangkal. Nengah Sudix, Seririt Cumpu pisan MOS kagentosin MPLS ring warsa ajaran mangkin. Puniki wantah pidabdab lewih maju saking Menteri Pendidikan. Yéning kayunin becik-becik, MOS sané dumun punika sujatiné doh pisan mapaiketan sareng paplajahan ring sekolah. Yéning mangkin siswa anyar wantah katuntun nguningin lingkungan sekolah, indik program sekolah, miwah sapunapi carané malajah sané becik.

Tanaya, Kampung Tinggi Ring Masa Pengelanan Lingkunan Sekolah pinaka pagentos MOS, becikné kaselipang ajaran indik sapunapi nglestariang budaya Bali. Minakadi para siswa anyar kaajahin ngaryanin canang, klakat utawi pénjor miwah sarana upakara tiosan. Indiké puniki pacang lewih maguna saihang sakadi MOS sané dumun. Aji Bima, Banjar Tiang cumpu pisan Masa Pengelan Lingkungan Sekolah kadohang saking parilaksana kekerasan fisik. Iriki lewih becik nelebang indik pengenalan sekolah miwah kegiatan sané mapaiketan sareng kemanusiaan. MPLS patut mangda lewih katuntun ring indik-indik sané mapaiketan sareng dunia pendidikan. Putri, Jl. Kutilang Singaraja Pinaka rerama tiang gargita pisan ring program anyar puniki. Para siswa taler rerama lewih tenang, seneng miwah tan ibuk pisan sakadi dumun-dumun. Malarapan program MPLS puniki dumogi jagat pendidikan lewih asilnyané kapungkur wekas. Lianan punika program MPLS prasida nglantur. (ama)


15

Minggu Pon, 17 Juli 2016

BPM-ist

HARI LAHIR ke-51 Putu Fajar Arcana (Can) yang meluncurkan kumpulan cerpen DRUPADI menawarkan alternatif pencarian, jarak estetis babak baru yang membuka peluang kreativitas pengarang. Can merayakannya di BBBali Ketewel berlanjut di Vila Akar Budaya Jais Dargawidjaya, Joan Arcana, Budayawan Jean Couteau, pematung sohor Nyoman Nuarta (GWK), para perupa, penyair, aktris Happy Salma, wartawan senior dan sastrawan Gde Aryantha Soethama, perupa Dr. Kun Adnyana, Warih Wisatsana, Jengki Sunarta dkk. MALAM ITU, Senin 11 Juli 2016, ruang tertutup Bentara Budaya Bali tampak semarak dan ramai dengan hadirin dari berbagai kalangan. Malam itu ‘’Drupadi’’ menjadi perbincangan hangat, bahkan dikupas dan ditafsir melalui seni pertunjukan. “Drupadi” adalah judul buku kumpulan cerpen (kumcer) Putu Fajar Arcana alias Can, sastrawan dan redaktur seni Kompas Minggu. Malam itu ‘’Drupadi’’ menjadi penanda perayaan ulang tahun Can ke-51). TEATER BUMI asuhan dramawan Abu Bakar mengeksplorasi cerpen ‘’Drupadi’’ menjadi pertunjukan yang menarik perhatian. Sejumlah pemain berjubah putihputih, simbol para arwah, bermunculan dari berbagai sudut panggung. Mereka memainkan gerak-gerak teaterikal dan PERJALANAN saya ke ujung utara Pulau Sulawesi harus saya syukuri karena tidak berakhir di wilayah daratan saja, namun berlanjut ke laut. Tepatnya ke Kepulauan Sangihe-Talaud. Tempat itu tidak lain gugusan kepulauan yang membentang di bibir Samudera Pasifik, mencakup Kepulauan Siau, Sangihe, Talaud dan Nanusa. Gugusan kepulauan terbesar adalah Sangihe-Talaud, yang pastilah sering didengar lantaran letaknya di perbatasan alias paling utara Indonesia. Setiap kali membuka peta nama itu tertera dengan cukup mencuri fokus. Kadang, karena jaraknya yang terlalu jauh ke utara, sering ia tidak muncul dalam peta berskala kecil, sehingga perlu dibuatkan bagian tersendiri. Tidak kalah menarik perhatian ialah nama seorang penyair asal daerah ini, J.E. Tatengkeng. Belum lama ini pula, para peneliti menemukan sejumlah keajaiban di Talaud, seperti ikan purba dan gunung berapi bawah laut tertinggi di dunia! BERTOLAK dari pelabuhan Manado, saya berkesempatan melewati Gunung Manado Tuan dan Bunaken; untuk kemudian menghabiskan waktu selama suntuk di atas

zAyu Diah Cempakadewi Kisah Terakhir, untuk Lovina yang Sunyi Tidak bisa aku masih tidak bisa meredam letihku sesenja ini tapi cukup sudah kau berdiri di bayangku mungkin kau berpikir hendak menyaingi dingin jalanan Buleleng Senyap nafasmu mengingatku tentang gubuk tua tentang gadis penanam padi juga air kuning yang mengalir seperti matahari sore Ya, aku ingin melihat matahari melihat burung-burung nakal yang menantang ikan – di bawah laut lalu sejenak itu aku akan memejamkan mata membayangkan kau tertidur di pundakku ah, bodoh! tentu pantai sunyimu juga matahari yang memerah bukan hanya milikku Senja yang selalu sama Namun kali ini ia mampu menawan karang sedihku di pesisir Lovina Aku tak mau membuka mata Sebab akan kubiarkan rasa sadarku bungkam Dimana kau ternyata tak pernah duduk di sampingku Dan jangan beritahu aku Bahwa desah nafasmu Yang kerap ku dengar Ternyata hanya suara angin Yang bertiup sembarang Sebelum lepas di Danau Buyan Senja nampak bimbang menanti petang menjelang atau kembali jadi terik siang Seperti ia tak mau memastikan kemana hendaknya aku beranjak hingga seorang memberi arah ‘’Di sini memang tak ada senja yang memerah Pulanglah, gadis! Matamu terlalu dingin untuk Lovina yang selalu ingin sendiri.’’ Dan untuk kapan pun lagi Tak akan kucari siapa yang sebenarnya memiliki senja yang memerah itu

Kapasitas Mencipta dan Jarak Estetis zMerayakan Ulang Tahun, Memaknai Drupadi....

berdialog, mempertanyakan hakikat kehidupan dan kematian. SELAIN ITU, sejumlah seniman tunanetra juga menampilkan dramatisasi cerpen karya Can. Ada pula pemutaran film dokumenter yang membahas kiprah Can dalam pergaulan kesusastraan dan kewartawanan. Lalu, budayawan Wayan Westa tampil membedah ‘’Drupadi’’ secara sodial-kultural. ‘’Penjaga Garang’’ Apresiasi Sastra Bali Post Minggu juga hadir di depan panggung memberikan testimoni tentang kiprah mantan anggota Sanggar Minum Kopi itu. DALAM EPOS Mahabarata, Drupadi

adalah istri Pandawa, yang meninggal paling awal dalam pendakian Gunung Mahameru. Pada masa kini, Drupadi adalah simbol perempuan tangguh. Drupadi juga menjadi simbol poliandri (lawan dari poligami), yakni perempuan yang memiliki suami lebih dari satu. Ketika sunan Kalijaga menyebarkan Islam melalui pertunjukan wayang, tokoh Drupadi ‘’disulap’’ hanya memiliki satu suami, yakni Prabu Yudhistira padahal yang paling dicintai Drupadi dari kelima Pandawa hanyalah Arjuna. Namun, dalam kumcer ‘’Drupadi’’ berisi dua kisah terpisah, tetapi saling berhubun-

gan. Bagian pertama berisi kisah-kisah tragedi kemanusiaan 1965 yang digali melalui riset bertahun. Bagian kedua mengulik perihal karma dan reinkarnasi. Karma dipercaya sebagai penyebab dari kehidupan manusia setelah mati dan dilahirkan kembali (reinkarnasi). DRUPADI, (2015) adalah buku kedelapan Putu Fajar Arcana. Sebelumnya, pada 1997, Terbit kumpulan puisi Bilik Cahaya, lalu kumcer Bunga Jepun (2002) dan Samsara (2005, kumpulan esai Surat Merah untuk Bali (2007), novel Gandamayu (2012), antologi puisi Manusia Gilimanuk (2012), Monolog Politik (2014). Can memperoleh penghargaan Widya Pataka dari Pemerintah Provinsi Bali pada 2012. ‘’DRUPADI’’ menarik perhatian banyak sastrawan. Budi Darma mengatakan

Antara Talaud Tanah Porodisa dan Bali Pulau Surga... zDan Gunung Berapi Bawah Laut Tertinggi di Dunia...

kapal ‘’Ratu Maria’’ menuju Talaud. Sejak tahun 2000, Talaud berdiri sendiri sebagai kabupaten baru, berpisah dengan Kabupaten Sangihe yang beribu kota di Tahuna. Kabupate Talaud kini beribu kota Melonguane yang terletak di Pulau Karakelang. Konon, sebelum Melonguane ditetapkan jadi ibu kota, ada dua kota pelabuhan tua yang bersaing, yakni Lirung di Pulau Salibabu dan Beo, kota tua peninggalan Portugis di Pulau Karakelang. Lalu pelabuhan udara yang didarati dua hari sekali oleh pesawat kecil Merpati dan Wings Air. Selain itu, kapal fery Bitung punya jadwal tetap ke mari. KABUPATEN Talaud terdiri dari Pulau Salibabu, Karakelang, Sarak, Kabaruan dan puluhan pulau kecil. Termasuk gugusan kepulauan Nanusa, di mana terdapat Pulau Karatung, Mengumpung, Kakarotan, Gerama, dan Miangas. Dari Melonguane ke Miangas, pulau paling utara, butuh waktu enam jam lagi naik kapal perintis. Talaud terletak di gerbang Samudera Pasifik dan berbatasan langsung dengan Filipina. Tak heran, orang Talaud banyak dijumpai di Mindano, tradisional, turun-temurun. Mereka membarter barang; orang Filipina punya sandal, ayam dan minuman kaleng, orang kita mengandalan kretek dan pakaian. MESKI JAUH di perbatasan, jalan di Talaud relatif baik. Kendaraan umum di dalam kota Melonguane adalah becak motor alias bentor hasil modifikasi seorang perantau asal Boyolali yang sekarang berkembang. Untuk antar kota, ada travel dari mobil jenis terbaru seperti kijang dan APV. Selebihnya orang mengandalkan sepeda motor, dan yang melewati jalan air memakai moda speed boat. Sebenarnya banyak juga jalan di Talaud yang rusak. Jalan lingkar Karakelang misalnya. Hanya baik di jalur Melonguane-Beo-Rainis- Esnag, sementara jalan di pantai timur rusak parah. Saya menyusuri pulau Karakelang dengan berkendara motor, singgah di sejumalh sekolah di Beo hingga Rainis, di mana saya menemukan buletin siswa yang memuat puisi, cerpen dan esei sastra bernama ‘’Lentera Pasifik’’. Saya juga menemukan pondok-pondok sederhana di sekitar sekolah, didirikan orang kampung dari mana siswa berasal. Tentu saja kampung yang jauh dari sekolah atau pulau lain di sekitar Karakelang. Sebuah tradisi mulia yang mengingatkan tradisi Orang Bajo bernama pasipupukang di gugusan Kepulauan Wakatobi, kaki tenggara Sulawesi, di mana anak-anak yang mau bersekolah mendapat ‘’beasiswa’’ dari sumbangan orang kampung. Atau lebih jauh mengingatkan kita pada Hatta dan Tan Malaka yang berangkat ke Belanda untuk belajar berbekal iuran kelu-

arga besar dan orang kampungnya. Saya uga singgah di gua Totambatu, Desa Taroan. Gua ini terletak di puncak batu karang tempat menyimpan tengkorak dan tulangbelulang yang dipercaya nenek-moyang orang Talaud - mengingatkan saya pada Trunyan. Ditilik dari pecahan piring dan keramik di situ, mereka berkebudayaan tinggi Sayang, semua itu tak terawat. Banyak tengkorak hilang dicuri. Di Tarohan juga ditemukan burung langka endemik, tua -- mengingatkan Jalak Bali di Bali Barat -- dan Jurnal Ilmiah Forkatil menamakannya Gymnocrex talaudensis. Di Beo, jalan bersimpang dua: ke Esang di utara dan Ramis di pantai timur. Saya menikmati Beo sebagai kota kecil berusia tua, yang menyiapkan diri sejak lama dengan pelabuhan, gereja, sekolah dan tata ruang kota yang baik/ Sayang sejarah seolah berhenti ketika Belanda pergi dan pemerintah tak cakap mengembangkannya. Malah, tambang beji besi hendak dibuka dan ditantang masyarakat karena dianggap merusak. Spanduk penolakan terpasang di jalanan. Saya menuju Rainis lewat jalan menanjak, penuh tikungan. Maklum, memotong bagian tengah pulau Karakelang, menghubungkan Beo di pantai barat, dan Rainis di timur. Perjalanan melewati pegunungan sejuk di antara kebun warga. Orang-orang dengan keranjang di punggung tapak pulang dari ladang, membawa tangga bambu panjang pemetik cengkeh. Selain hasil laut, Talaud sumber utama kelapa, pala dan cengkeh, meski harganya tak pernah memuaskan. Hanya pada masa pemerintahan Gus Dur komoditi itu menembus harga pasar internasional. Tak heran, nama Gus Dur komoditi itu menembus harga pasar internasional. Tak heran, nama Gus Dur seharum cengkeh di Talaud. Selebihnya cerita sedih, misalnya tentang puluhan hentak kebun warga dijual murah kepada pengusaha dan tuan tanah. Di Rainis, saya menginap di rumah seorang kepala sekolah bernama Radang Kilat. Suguhan makannya istimewa. Pertemuan kekayaan laut dan pulau/ Berbagai jenis ikan dimasak dengan kuah santan yang kental, lalu dimakan pakai talas merah atau talas putih, tingal pilih. Yang merah kaya serat berasal dari Filipina yang putih terasa gurih berasal dari Talaud sendiri. TALAUD berasal dari ungkapan tanah ujung laut. Tapi nama paling populer adalah sebutan Gubernur VOC di Maluku, Padt-

kumcer Drupadi memiliki keunggulan jarak estetis yang melatari tokoh-tokohnya. Narator ‘aku’ misalnya, tidak lain adalah pengarang sendiri. Namun berkat kemampuan menciptakan jarak estetis, terasalah bahwa narator ‘aku’ bukan diri pengarangnya sendiri melainkan orang lain yang betul-betul pernah ada. SEMENTARA ITU. Agus Noor, menyebut kumcer Drupadi sebagai sebuah tamasya cerita, di mana khasanah sastra lama maupun sejarah tak hanya dikisahkan, tetapi ditafsir dan dihadirkan dengan kebaruan, hingga yang lampau muncul kembali dengan pukau dan keraguman tema yang kaya suasana.... zWayan Jengki Sunarta pulau surga, yang seolah dengan itu semua persoalan jadi selesai. Ternyata kita menyadarinya kemudian, bahwa sebutan dan penamaan bisa mengecoh, sehingga lahirlah sejumlah antitesis dari sikap menerima itu. Belakangan, syukurlah, sejumlah pengamat, penelitin dan praktisi kebudayaan mulai melihat bahwa Pulau Sorga bernama Bali memiliki persoalan yang tidak kalah kompleks dan saya tak akan mengurainya. Talaud mungkin belum sekompleks Bali dalam menyandang nama besar pencitraan itu. Namun ingat, upaya Pemda dan sebagian masyarakat di Talaud mengangkat kosa kata ‘’porodisa’’ sebagai acuan, jika tidak cermat dan kritis, bakal bernilai kontraproduktif. Bagaimana misalnya menjelaskan konsep ‘’porodisa’’ atau surga yang bertentangan degnan tindakan pemerintah Talaud? Mereka bersikeras ingin membuka tambang biji besi di wilayah Beo yang tenang! Kajian Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), yang menyatakan bahwa penambangan itu tidak aman, diabaikan. Begitu pula dalam menjaga tata-niaga cengkeh, kopra atau pala yang notabene dihasilkan tanah ‘’porodisa’’, pemerintah bersikap acuh. Harga-harganya anjlok, sebagian petani menjual kebunnya, dan di pantai, peremajaan kelapa tidak berjalan. Belum lagi kalau kita merujuk data, di Talaud, beberapa pulau dikuasai secara pribadi oleh orang kaya, misalnya Pulau Sarak di depan Pelabuhan Lirung. Bahkan untuk hal yang ‘’sepele’’, seperti pembuangan sampah dari atas kapal, terus berlangsung, mengingatkan saya pada tindakan serupa oleh ABK fery penyeberangan di Selat Bali. SINGKAT CATATAN, Bali dan Talaud dihubungkan oleh satu kata; Surga atau ‘’porodisa’’. Tentu dengan segala persoalan yang menyertainya. Bedanya, yang satu sudah bergerak dengan segala beban dan keberhasilan, yang satu akan memulai dengan segala impian dan harapan. Ancamannya sama: jika tidak cermat, beban bakal lebih besar daripada keberhasilan; dan dalam konteks Talaud, impian akan kosong jika tak ada kebijakan yang benar-benar bijak. zRaudal Tanjung Banua

brugge. Tahun 1677 ia singgah di Talaud dan menyebutnya Noorder-einlanden, Nusa Utara. Belanda kemudian masuk dengan membangun banyak gereja yang artistik. Portugis ikut mengincar Talaud, tapi tersingkir ke Filipina, meninggalkan tata ruang kota khas Eropa, berupa jalan-jalan yang sejajar luruh. Portugis menyebut Talaud ‘’porodisa’’, artinya tanah surga. Dalam otonomi kini, istilah itu diadopsi masyarakat sebagai spirit, karena daerah ini memang surga tropik di gerbang Samudera Pasifik. KINI, seperti biasa, saatnya saya menghubungkan Talaud di utara Indonesia dengan Bali di selatan, sesuatu yang mungkin kontradiktif mengingat yang satu wilayah terpencil, sepi dan belum tergarap, yang satu mudah diakses dan penuh proyek garapan. Memang, pada titik tertentu, keduanya sama-sama memiliki kawasan hening dan tenang, sebutlah Pulau Lobo di Talaud, dan Tulamben di Bali, namun keduanya pun pastilah berbeda. Yang satu hening karena alamiah, yang satu karena dijaga sedemikian rupa oleh proyek pariwisita. Untuk sektor yang satu ini, pariwisata, Bali bahkan lebih tepat dihubungkan dengan Mentawai di Barat Sumatera, setidaknya dalam kunjungan peselancar dan kapal wisata. Di Talaud saya tidak menemukan bule membawa papan luncur dan tak ada kapal wisata yang sandar. Wisatawan seolah tersekat hanya samapai Bunaken, tidak berapa jauh dari lepas pantai Manado: sedang Talaud bermil-mil lagi ke tengah. LALU apa yang membuat kita bisa menghubungkannya, tidak lain kembali kepada kata, kepada ungkapan. Jika Talaud disebut ‘’porodisa’’, surga ujung laut, maka itu mengingatkan kita pada sebutan yang sama untuk Bali, ‘’surga terakhir di bumi’’. Sebutan itu, bagaimanapun berasal dari Barat, jika bukan dari pihak kolonian atau orientalis, tentulah dari pihak yang berkepentingan dengan segala bentuk eksotisme. Sejak awal, pihak asing masuk tidak melulu dengan senjata dan meriam, namun zEka Pranita Dewi juga dengan namanama dan sebutan Lamunan Lapar yang melenakan. Kubayangkan engkau. di meja makan, menungguku pulang. Dan sebutan itu Sedang aku masih harus jauh berjalan, tertatih-tatih dan lalu serta-merta meraba-raba di banyak tikungan: angin dan musim dingin diambil alih oleh menghantamku ke terbing-tebing curam, gelap menghambur biro-biro wisata, ke arahku dari semua penjuru. Kulihat jauh di depanku, diadopsi oleh perumah-rumah berjendela terang. Perapian terkembang. merintah daerah Tapi jauh, jauh sekali. menjadi spirit yang Mainan Cahaya di Air Hilang... bernilai jual tinggi. Aku kini tiada bisa bermimpi, aku kini tiada berani lagi. Tapi, apakah Sebab masih tercium sampai di sini abu dan ludah bacin: zNgampoeng Seni di Puncak Juli konsekuensinya? kaldu kebencian yang melumuri kotaku. Sebab aku si papa ini, Karena Hari itu Hari Puisi Kadang kita teryang bekerja berhari-hari, selalu melihat langkah Berjagalah terus di garis batas lalu tunduk pada tegap serdadu kemiskinan menderap ke arahku pernyataan dan impian... zWulan Dewi Saraswati konsep-konsep Aku tiada bisa merekahkan musim bunga dan Selasa PAING 26 Juli 2016 keindahan yang Dua Puluh Lima menegakkan seribu istana. Malam Pukul 19.00 WITA diterakan dari JATIJAGAT Kampung Puisi - JKP-109 luar, dan bersikap selagi jiwamu mengaliri darahku, Ingin kulihat matamu, mata yang menaburkan seribu Semua Penulis Kelahiran Juli seolah puja-puji itu kau tak kubiarkan hilang matahari. Namun juga mata yang bisa jadi teduh, menjemput dan tanggal 26 spesial... seratus persen besampaikan doaku pada Tuhan sunyi yang teramat jauh, sunyi yang bengal dan gemar Diundang Anggur MERAH PFA (Can) nar. Untuk masa maka akan kau tahu besar bertualang, agar pulang ke celah terlinga: rumah bagi yang lama, kita rinduku padamu semua suara. zWulan Dewi Saraswati terutama di Bali, berbahagialah terbiasa menerima nikmati sepi di dunia Santap Malam Tapi masih kurasakan gigil petualangan ketika aku tunduk kepada sanjungan sebagai yang penuh Bunga Lili bersama Kaler panggil panggilan untuk kembali ke depanmu, ke sebuah meja makan, ke sebuah santap malam yang kau siapakan, sementara MERAYAKAN pertemuan dengan santap malam adalah ritual yang harus dijaga. Seperti menjaga aku masih di tebing curam ini. Padaku cuma ada bekal ingatan, mimpi yang semakin menyala. Seperti membawa hujan ke tanah Utara. Sederhana. catatan yang belum genap kutuliskan tentang tikungan-tikungan TIDAK ADA anggur atau daging panggang. Yang tersedia cukup sepiring cinta dan segelas bahagia. dan jarak panjang sampai jauh rambu Kau teguk perlahan sampai lapar rindu datang kembali. Adakah yang lebih nikmat dari rindu? terakhir perhentian! SAYANG, bagaimana kalau aku mati setelah menikmati hidanganmu? tanyamu. Kau akan mati bahagia, jawabku. Begitulah caraku bunuh diri kelak, katamu. Kurasa diracun cinta bukanlah dosa, kataku.

Drama Bawa imaji ke dalam lubuk batinmu, menjadikan gelap menjadi terang. Ibarat cahaya api di matamu yang liar, Ketakutan menjadi sublim

O, betapa aku ingin pulang, ibu! Angin dan musim dingin lewat, mendarat, dengan bau daging panggang yang kubayangkan kau siapkan di meja makan.

Empat (4) Sajak zReina Caesilia Denpasar - Singaraja P.P

kemudian pagi membujuk siang, menggoda malam. Pada satu panggung ketemukan pemeran utama yang gagu, musik mengalun di silau lampu. Berhamburan kupu dan laron-laron Terkadang kita tidak mampu menepis, begitu banyak cemooh mengharu-biru memasuki ruang pribadimu. ibarat seekor monyat tua mencabik-cabik kebun mencari dedaunan, karena ia lapar. Seperti perempuan yang gelisah tak menemukan sebuah payung di tengah hujan Kuletakkan dua puluh batang bunga sedap malam dalam Jambangan. Berharap menjelang malam keharuman berkeliling di setiap ruang. Membawa pergi seribu bayangan kelam. Kecemasan adalah bingkai retak yang menjamah di dalam rumah. Hari ini anak-anak mulai sekolah. Aku selesaikan adonan dalam loyang, berwarna kuning dan coklat seperti kuda zebra. Membiarkan aroma roti menjelajah ke rumah tetangga, ke segenap penjuru dermaga. Di bawah tangga di rumahku, aku melihat seekor kucing seekor tikus, seekor anjing bercengkerama dalam senda gurau yang riang.

Strawberry Duduklah di sini, di sebuah kursi, bayangan mematut-matut diri seperti lelembut. Embun membuatnya menjadi fatamorgana. Siluet memayungi, wajahnya tiba-tiba menjadi cakrawala. Perempuan itu menangis, merasa sakit kepala, melihat angsa mengepak sayapnya, berlarian dengan suara yang memekakkan telinga Pertunjukkan di panggung masih berirama, lakon bintang terbang, kembang seruni, penonton tertawa. Dunia masih membayang dengan suara sloka, gender, music jazz, suara beriton, tepuk tangan membahana. Perempuan itu paham, cinta acapkali membuat orang membabi-buta, sebuah magnet yang mengingkari pencarian hayati di hutan Dandaka, mata pelajaran sejarah, perkembangan dunia maya. ‘’Kita pun terkadang mesti berakting dalam setiap pertunjukkan!’’

Lingkaran Ibu Pesan

: STA

di manakah letak angin ketika aku bercakap dengan lelaki separuh baya penulis Layar Terkembang? latar gunung yang bisu udara bersemu embun si kuda tunggang penumpang gelap batu padas hitam sebuah skenario atau cerita pendek hanya segumpal kata bergumul ke dalam pikiran kemurnian bertumbuh di hati tetap bisu bertatah di setiap petilasan terpatri pada setiap jiwa biarkan ia terbang seperti burung malam

Di sebuah poster aku melihat wajah ibu repertoar unik bermandi cahaya sungguh aneh kukira mengapa ia ada di sana sorot matanya tajam seperti hendak menghujam atau ia sedang menipu nestapa? di setiap tembang aku melihat jiwa ibu berkelana mengarungi jata raya seperti hendak menemukan kidung kenangan Berpuluh abad berpuluh kesunyian Menikam senja Potret khayali hikayat Malinkundang Legenda yang menjadi batu ibarat pusaran air di gigir waktu Bergulung dalam almanak Memberikan warna bagi kanak-kanak Perempuan menjadi ibu Meneteskan darah dari rahim Melahirkan perahu layar Bertumbuh menjadi bahtera Akankah ia menjadi batu padas?


NASIONAL

16

Bersikap dan Berhati Damai

RIVALITAS atau persaingan merupakan sumber konflik dan perang sejak dulu, baik di dunia manusia maupun binatang. Gara-gara ingin memiliki suatu barang, real atau abstrak, yang tentunya dalam jumlah terbatas, maka yang ingin dan belum punya barang tersebut, akan berupaya merebut benda yang belum dimilikinya. Sejarah manusia yang didominasi kisah pertempuran, sejak zaman baheula hingga peradaban manusia di level puncaknya, merupakan bukti bahwa rivalitas terus berlanjut. Bahkan ketika teknologi dalam semua disiplin ilmu berkembang, perang akibat rivalitas semakin banyak makan korban harta, benda, dan jiwa, juga kerusakan lingkungan. ‘’Naluri manusia dan binatang tidak jauh berbeda dan cenderung agresif. Ambil contoh di hutan kera pun ada fenomena rivalitas, di bidang kekuasaan, makanan, dan seks. Itu menyebabkan hutan kera di Sangeh, kadang-kadang terdengar suara bising, karena dua atau lebih kelompok berbeda memperebutkan makanan. Beberapa ekor kera dari kelompok yang dianggap sateru melewati teritorinya untuk merebut makanan, maka yang merasa berhak atas wilayah tersebut berusaha mengusir dengan berteriak dan menyerang secara fisik. Ketika para interuder atau pelintas batas lari ke wilayahnya, yang mengusir tidak berupaya mengejar dengan maksud membinasakannya. Hal serupa juga terjadi saat rebutan betina. Saat yang lemah dan kalah pergi, yang perkasa tidak meneruskan perseteruannya, namun fokus pada hasil kemenangannya. Jadi, binatang juga punya pengetahuan lewat pengalaman, sama dengan manusia, namun akal dan otak hewan kapasitasnya tidak sehebat manusia. Kondisi ini menguntungkan, sekaligus juga merugikan manusia. Coba simak perang-perang besar yang meletus sejak manusia memasuki abad modern

berkat Aufklarung atau Zaman Pencerahan, yang justru terjadi saat modernitas memuncak di abad XX. Itu semua akibat rivalitas, menyebabkan jutaan manusia binasa, sehingga janji modernisme untuk kemaslahatan manusia dan dunia semakin santer dipertanyakan,’’ papar Rubag. ‘’Benar, Perang Dunia I (1914-1918), Perang Dunia II (1939-1945), Perang Dingin (1945-1991), McWorld versus Jihad (1991 - …). Perang Dunia I, syukurnya terjadi di Eropa, sehingga korban hanya penduduk benua itu. Penyebabnya persaingan di bidang militer, aliansi dan imperialisme ke dunia ketiga, di kalangan negara-negara Eropa selama puluhan tahun sebelum perang meledak. Pemicunya adalah terbunuhnya seorang pangeran Austria, maka terjadilah adu senjata antara aliansi-aliansi. Itu adalah uji awal kehebatan mesin perang yang diproduksi masing-masing negara yang terlibat dalam perang itu. Celakanya, saat PD II berlangsung, Indonesia pun tidak punya urusan namun karena kita dijajah Jepang, sedangkan Jepang satu poros dengan Jerman dan Italia yang menjadi musuh aliansi Barat atau Sekutu, maka beberapa bagian dari kepulauan kita dijadikan panggung perang. Bila saja perang tidak berakhir ketika Nagasaki dan Hiroshima dibom atom pada 6 dan 9 Agustus 1945, mungkin Bali juga akan jadi kancah perang. Terbukti dari gua perlindungan di beberapa bukit dibuat masyarakat Bali atas perintah serdadu Jepang, masih ada hingga sekarang. Perang Dingin, yang tidak lain adalah perang ideologi antara kapitalisme dengan komunisme, justru lebih mengerikan karena mendorong ke perang saudara. Padahal rivalitas untuk jadi penguasa dunia dengan menyebut diri Negara Adidaya, justru Amerika Serikat bersama aliansinya bersebutan Blok Barat, dengan Uni Soviet dengan kelompoknya bernama Blok Timur. Indonesia yang menganut politik luar negeri bebas-aktif dan bergabung di Negara-negara Nonblok, malah dijadikan kancah Perang Ideologi tersebut,’’ tutur Wahyudita. ‘’Ironis, berakhirnya PD II melahirkan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1945, ternyata tidak mampu men-

gurangi dan meredam konflik dan perang. Malah dunia nyaris kiamat akibat ketegangan meningkat antara dua blok yang berseteru dengan terjadinya Krisis Rudal Kuba, Oktober 1962. Syukur bisa berdamai, mungkin sadar bahwa rudal berhulu ledak nuklir yang satu sama lain diarahkan ke area musuh masing-masing, bila meledak akan memusnahkan kehidupan di muka bumi. Benar, Indonesia pun nyaris tercerai akibat perang dingin, karena Peristiwa G-30-S-1965 yang ditengarai dirancang PKI, yang sayangnya hingga kini belum terungkap jelas penyebab dan biang kerok tragedi berdarah itu. Sebenarnya bukan hanya kita, Cina pun pecah meski pecahannya yang kini bernama Taiwan yang didirikan Chiang Kai Sek tahun 1949 di Pulau Formosa, tidak bisa menggoyahkan superioritas Republik Rakyat Cina. Juga Korea pecah tahun 1950, menjadi utara dan selatan hingga kini, di mana yang selatan berorientasi ke Barat, sedangkan yang utara ke Soviet dengan komunismenya. Di era yang sama, Vietnam juga terbelah menjadi Vietnam Utara di bawah komunisme dan Vietnam Selatan di bawah Amerika, namun tahun 1975 menjadi satu karena serdadu AS angkat kaki dari sana. Lebih mengerikan lagi tragedi kemanusiaan yang terjadi di Kamboja, akibat perang ideologi yang memicu perang saudara, sehingga negeri ini sempat disebut sebagai ladang pembantaian atau The Killing Field, karena dijumpai ribuan tulang belulang sebagai korban pembantaian Polpot bersama pasukannya. Celakanya, peristiwa menyeramkan yang ditayangkan di TV dan dikabarkan di media cetak, tidak juga mampu membuat manusia menghentikan kekerasan, bahkan kian menjadi-jadi,’’ ulas Nyoman Ardita. ‘’Bubarnya Soviet tahun 1991, sebagai tanda gulung tikarnya komunisme, bukan membuat dunia sepi dari ledakan mesiu. Malah orang selalu merasa waswas, karena nyawanya bisa tercabut kapan saja dan di mana saja, sebab bom bunuh diri menjadi fenomena. Sulit dibayangkan Menara Kembar World Trade Center di New York bisa runtuh terserang dua pesawat komersial pada 11 September 2001. Itu lantaran dua pesawat dan dua lagi di tempat lain dibajak sekelompok orang

yang hanya bersenjata pemotong kertas. Pentagon yang menjadi markas besar militer AS di Washington juga tidak luput dari serangan pesawat, kendati tidak parah. Sedangkan satu pesawat jatuh di kawasan Pennsylvania. Itu bagiku semua adalah bom bunuh diri karena para pelakunya sangat terbius primordialisme bernuansa agama, bahkan menyatakan siap mati syahid demi keyakinannya. Ini berkembang menjadi teror nyaris di seluruh dunia dan kita di Bali juga dapat imbasnya. Ledakan bom di Legian, Kuta 12 Oktober 2002 dan di Jimbaran serta Kuta 1 Oktober 2005, merupakan hal sangat menyedihkan, kendati orang Bali tidak terlalu reaktif dan emosional. Rentetan peristiwa bom bunuh diri ini oleh Benjamin R. Barber ditulisnya dalam buku berjudul ‘McWorld Vs Jihad’. Kini muncul lagi kelompok ekstrem yang memorakporandakan Timur Tengah, menyebut diri mereka sebagai Islamic State of Iraq and Syria. Entah alasan apa, kubaca, mereka menyatakan Indonesia dan Malaysia sebagai musuhnya,’’ komentar Anom Wijaya. ‘’Aku tidak paham, isi otak manusia yang tidak suka dengan perdamaian dan harmoni dengan sesama manusia, alam, dan lingkungan. Aku ingat kata bijak Margaret Atwood berbunyi, War is what happens when language fails. Peranglah terjadi bila kata-kata tidak berhasil membendungnya. Sayang, manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang konon paling sempurna dan kesempurnaannya karena kemampuan berbahasa, ternyata harus saling bunuh akibat kebuntuan diplomasi. Semoga di Bali yang masyarakatnya banyak mendapat warisan budaya, termasuk kearifan lokal tidak mudah terjerumus ke konflik besar. Kalimat sagilik-seguluk salunglung sabayantaka dan paras-paros sarpanaya menuntun kita untuk mewujudkan harmoni lewat musyawarah dan hidup rukun satu sama lain. Kata-kata asah, asih, asuh yang bermakna saling mengingatkan disertai saling menyayangi, melengkapinya lagi. Sedangkan kata ‘Shanti’ yang diucapkan tiga kali setiap usai pertemuan, merupakan anjuran bersikap dan berhati damai. Semoga hal ini dicamkan oleh semua orang Bali!’’ ujar Made Sudarmaja mengakhiri obrolan. (aridus)

Bisnis Inklusif Dari hal.1 Oleh karena itu, agroindustri hulu dan agroindustri hilir diharapkan menjadi bagian yang sangat signifikan integrasinya dengan sistem produksi pertanian. Integrasi tersebut juga memerlukan adanya sistem penunjang agribisnis guna dapat mewujudkan pertanian berdaulat dan berbasis kesejahteraan petani. Dalam pertanian di lahan sawah, konsep sistem agribisnis ini secara nyata dapat dilakukan dengan membangun bisnis inklusif antara petani (kelompok petani/subak/subakabian) bersama-sama dengan pengusaha pengolahan seperti penggilingan, pengemasan, pedagang besar. Di mana masing-masing pihak saling berbagi peran (roles sharing) dan tidak hanya terjadi proses jual- beli produk. Pertanian yang berdaulat tersebut dimaksudkan terwujudnya sistem pertanian yang mampu dengan gagah perkasa untuk memproduksi produkproduk pertanian dalam arti luas guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sementara itu, produk-produk impor hanyalah bersifat pelengkap atau

aksesoris. Dengan demikian ketergantungan impor untuk produk-produk olahan dan konsumsi dapat ditiadakan dan malahan sebaliknya Indonesia, termasuk Bali, dapat semakin meningkatkan ekspornya dan variasi produk-produk yang diekspor. Tentunya pemenuhan kebutuhan dalam negeri ini dan besarnya ekspor produk-produk seiring dengan peningkatan pendapatan para petani produsen. Salah satu kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk mewujudkan pertanian berdaulat adalah kebijakan teknologi inovasi pertanian yang semakin berkembang. Teknologi ini meliputi aspek penyediaan sarana produksi dan mesin-mesin pertanian, teknik berbudi daya mulai dari pembenihan sampai panen dan lain sebagainya, seperti teknologi pascapanen yang menyangkut cara panen, penyimpanan, pengolahan, pengemasan dan pemasaran serta informasi pasar. Kebijakan teknologi inovasi tersebut sangat perlu dibarengi dengan kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia di setiap subsistem agribisnis, termasuk para petani dan stakeholder lainnya. Seperti penyuluh dan

Nodai Demokrasi Dari hal.1 Yildirim menyebutkan bahwa rencana kudeta yang akhirnya dapat digagalkan itu merupakan ‘’noda hitam’’ bagi demokrasi Turki. Yildirim menuding Fethullah Gulen (75), ulama Turki yang menetap di

AS, sebagai dalang upaya kudeta. Gulen dahulu adalah sekutu dekat Presiden Recep Tayyip Erdogan. Keduanya berseberangan pandangan dalam beberapa tahun terakhir setelah Erdogan mencurigai gerakan pimpinan Gulen, media, kepolisian, dan kehakiman. (kmb33/rtr)

Hingga ke Luar Negeri Dari hal.1 Untuk pemasaran sendiri, produk Bali Tangi sudah tersebar di seluruh kota di seluruh Indonesia. Bahkan, sudah ke luar negeri. ‘’Kalau dulu orang-orang luar lebih

suka produk-produk organik kami, tetapi sekarang orang lokal sudah mulai senang dan menggunakannya, karena mengetahui bahwa produk berbahan organik itu sehat. Tidak menyebabkan alergi bahkan keracunan,’’ ujarnya. (win)

agen-agen pembaru lainnya. Peningkatan kualitas SDM ini dapat dilakukan melalui pendidikan, baik formal maupun informal seperti pelatihanpelatihan yang menyangkut aspek teknis dan nonteknis seperti sosial, manajemen, organisasi, dan finansial atau bisnis. Kebijakan teknologi inovasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia memerlukan dukungan faktor lain mengingat kondisi agroklimat dan sosial-ekonomi para petani yaitu kebijakan perkreditan dan proteksi pertanian. Kebijakan pekreditan yang ditujukan kepada petani perlu dirancang agar memiliki skema yang mudah dan murah. Mengenai penyediaan kredit dengan skema yang murah dan mudah berkenaan dengan syaratsyarat kredit, besaran kredit, suku bunga, lama pinjaman, dan mekanisme pengembalian yang memperhatikan kondisi sosial ekonomi petani saat ini. Kebijakan ini merupakan bagian dari stimulan pemerintah kepada para petani untuk semakin meningkatkan

produktivitasnya melalui peningkatan teknologi inovasi yang diintroduksikan kepadanya. Peningkatan produktivitas ini akan menjamin terwujudnya pertanian berdaulat. Pada saat yang sama, pemerintah perlu mencanangkan kebijakan proteksi pertanian di tingkat petani berupa asuransi pertanian untuk memberikan rasa aman bagi petani terhadap risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit. Implementasi asuransi pertanian ini pada tahap awal memerlukan peran pemerintah terutama dalam penyediaan premi asuransinya. Nilai pertanggungan asuransi pertanian adalah nilai output dari usaha taninya, bukan nilai input atau penggunaan sarana produksinya. Kebijakan proteksi lainnya adalah melalui pengendalian atau pembatasan produk-produk impor yang sebenarnya potensi di dalam negeri adalah sangat tinggi jika ingin berdaulat pangan dan menyejahterakan para petani. Penulis, Dekan FP Universitas Dwijendra Denpasar

Minggu Pon, 17 Juli 2016

Campur Tangan Pemerintah Dari hal.1 Di sini campur tangan pemerintah sangat diperlukan karena rata-rata petani masih berpendidikan rendah. Paling tidak, pemerintah harus banyak memberikan subsidi bibit yang bagus bagi petani. Di samping membuat suatu perda untuk memproteksi petani. Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra sependapat bila keberpihakan pemerintah dan juga swasta sangat dibutuhkan dalam pengembangan pertanian. Subsidi-subsidi pertanian harus diberikan semaksimal mungkin oleh pemerintah. Pihaknya mengharapkan alokasi dana untuk pertanian dalam APBD bisa lebih ditingkatkan. ‘’Biasanya di pemerintah provinsi, APBD untuk peningkatan daripada subsidi pertanian itu kecil sekali dan itu sudah saya dengar dari kepala dinas bahwa memang alokasi dana ke pertanian itu kecil. Bagaimana bisa orang lain menanam kalau tidak diberikan insentif. Minimal pemerintah siapkan bibit,’’ ujarnya. Wiraputra menambahkan, petani akan mau terus melakukan kegiatan pertanian kalau mendapat dukungan yang lebih besar dari pemerintah. Begitu juga swasta yang siap untuk membeli produk pertanian petani. Pihaknya memastikan swasta siap mendukung kegiatan pascapanen sekaligus untuk memotivasi generasi muda agar mau bertani. ‘’Generasi muda kita agar mau bertani harus diberikan motivasi bahwa menjadi petani tidak kotor lagi. Tetapi menjadi petani modern seperti di luar negeri, penampilan petani memang bagus-bagus, daya beli mereka juga tinggi,’’ jelasnya. Di sisi lain, lanjut Wira-

putra, pertanian di Bali mesti dikembangkan dengan konsep desa kala patra. Suatu daerah tertentu harus menghasilkan produk pertanian yang spesifik, atau istilahnya One Village, One Product. Jadi dalam satu desa, misalnya, dikembangkan satu produk unggulan saja. Dia dikunjungi oleh Konjen Jepang yang melakukan hal yang belum kita lakukan dan sedang baru ini dilakukan oleh Fakultas Pertanian Unud adalah meneliti tanah kita. Tanah kita di Bali ini kalau di daerah Karangasem cocoknya untuk apa, di daerah Bedugul cocoknya untuk apa, di daerah Singaraja, Tabanan, dan sebagainya cocoknya untuk apa?’’ ujarnya. Setelah diklasifikasi per kecamatan, lanjut Wiraputra, ternyata ragam tanah yang ada di Bali ini luar biasa. Di Kecamatan Baturiti, Tabanan, contohnya, secara spesifik bagus untuk pengembangan strawberry dan selada. Di Jatiluwih pun kini sedang diteliti untuk pengembangan produk pertanian selain beras. ‘’Begitu juga nanti kita juga mencari produk lain di daerah-daerah lain. Tetapi juga penting sekali kita harus mengetahui keberadaan tanah dari pertanian itu, kita tidak bisa menanam sembarangan,’’ jelasnya. Pemimpin Wilayah BNI Kanwil Denpasar AAG Agung Dharmawan mengatakan, sisi perbankan selama ini selalu dianggap paling jauh keterpihakannya dengan petani. Namun pihaknya memastikan, saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dengan Nawacita-nya bergerak dari pinggiran, artinya bergerak dari desa. ‘’Saya pastikan perbankan Indonesia, apalagi BNI itu tidak akan jauh dari petani. Bagi kami, bagaimana mengubah

petani menjadi pengusaha agrobisnis,’’ ujarnya. Agung menambahkan, hal terpenting dalam roda perjalanan perekonomian adalah produksi, pembiayaan, dan pemasaran. Khusus terkait pembiayaan atau financing, pemerintahan sekarang sudah menerapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) 9%. Sebentar lagi, bunga itu akan diturunkan kembali besarannya. Namun bagi BNI, itu saja belum cukup karena yang diperlukan adalah menciptakan lebih banyak ‘’pasar’’ untuk membantu pemasaran petani. ‘’Bagi kami ketika pemasaran itu maju, pemes a n a n b a n y a k, produksi otomatis akan meningkat, pembiayaan otomatis akan lancar. Sekarang penjualan sudah tidak bisa lagi konvensional melalui toko-toko, pasar-pasar. Sekarang BNI membikin mall dalam tanda kutip mall di website,’’ urainya. Agung menjelaskan, p i ha k n y a s udah membicarakan rencana pembuatan mall virtual dengan Bupati Gianyar, Bupati Klungkung, dan Bupati Bangli. Kendati sebetulnya, rencana itu tidak cukup diwujudkan per kabupaten namun akan lebih pas bila dibuat Bali Mall di dunia maya. Mall virtual seperti itu saat ini sudah terwujud di Banyuwangi dengan nama Banyuwangi Mall. ‘’Kenapa di Bali tidak, itu yang akan kita bantu supaya baik produksi pertanian, pariwisata, dan lainlainnya itu ada di luar. Bali itu enggak ada kurangnya, ngomong pertanian yang namanya subak cuma ada di Bali, enggak ada lagi yang lain. Tiang lama di luar juga enggak ada orang yang enggak tahu Bali jadi ini yang harus kita jual, pemasaran harus di depan dan kami BNI siap membantu,’’ tandasnya. (kmb32)

Radikal Islam Dari hal.1 Selain itu, juga memverifikasi kebenaran motivasi pelaku berusia 31 tahun tersebut, terkait dengan gerakan radikal Islam. Sebab, Mohamed Lahouaiej Bouhlel yang tewas ditembak saat kejadian, tak dikenal oleh intelijen Prancis sebagai salah satu sumber dalam gerakan radikal. Oleh kepolisian, Bouhlel dikenal karena beragam kejahatan kecil, tetapi tak masuk dalam daftar pantau tersangka kelompok militan. Dia pernah terbukti melakukan penyerangan di jalan, dan menjalani hukuman percobaan tiga bulan lalu karena melempar palet kayu

pada seorang pengendara. Sebelum adanya klaim dari ISIS ini, otoritas Prancis tak memiliki bukti langsung yang mengaitkan Bouhlel dengan gerakan jihad. Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve saat dikonfirmasi mengenai ada tidaknya kaitan penyerangan dengan truk itu dengan gerakan jihad, menjawab, ‘’Tidak, kami memiliki seorang individu yang tidak dikenal dalam intelijen.’’ Beberapa jam setelah serangan teror ‘’truk maut’’, Presiden François Hollande hari ini langsung menggelar rapat terbatas membahas masalah keamanan dan pertahanan di negeri tersebut. Presiden juga memutuskan

untuk mengerahkan pasukan cadangan operasional dalam membantu jajaran kepolisian. Pasukan ini akan dikerahkan dalam Operasi Sentinelle. Presiden memutuskan memperpanjang masa darurat tiga bulan lagi. Seperti diketahui, serangan terjadi di tengah kerumunan orang yang merayakan Bastille Day (Hari Nasional Prancis) di Promenade des Anglais, Nice, Prancis Selatan. Truk besar bermuatan senjata dan granat melaju dengan kecepatan tinggi dan menghantam massa yang berkumpul. Pelaku tunggal yang juga berperan sebagai sopir truk ditembak mati oleh aparat keamanan. (rtr)

Minggu, 17 Juli 2016 05.52 Mars Indonesia Raya

10.30 Lila Cita

17.05 Dunia Kita

05.54 Mars Bali Jagadhita

Sanggar Canting

17.30 Gita Shanti

05.56 Lagu Ngastitiang Bali

Camplung (2)

18.00 Puja Trisandya

06.00 Puja Trisandya

11.30 Dunia Otomotif

18.05 Seputar Bali

06.05 Dharma Wacana

12.00 Dharma Wacana

19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ)

06.35 Seputar Bali Akhir Pekan

12.30 Traventure

19.30 Kris (Kriminal Sepakan)

07.35 Sehat & Bugar

12.45 Bali Channel

20.00 Samatra Artis Bali

08.05 Klip Anak

Tourist TV

21.30 Berita dan Bincang Terkini

08.35 I Got It

13.45 Wirasa

21.35 Ajeg Bali

08.45 Bali Channel Tourist TV

13.30 Lejel Home Shopping

22.00 Berita dan Bincang Terkini

09.05 Taman Sari

14.30 Tembang Bali

22.05 Lila Cita

TK Kumara Sari (1) 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV

15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali

Calonarang Brasela (5) 23.05 Lila Cita 24.00 Lejel Home Shopping


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Pon, 17 Juli 2016

17

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z >2:= A6>324232=:A@CD 8>2:= 4@> z %2I2?2? )6?825E2? !) ):? 4 6 z :C4@E?D -A D@ )6>32I2B2? 58? $2BDE $B65:D '" Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas

<1 (B8 ,6?282 ?8<2D 2;: ,:?88: AD - &2<2? @?EC !E3 E?E?8 &2<>EB 2?8E?? #= &296?5B252D2 6=2<2?8 %2A2?82? EIE?8 !

,: +2=6C @E?D6B +2=6C )B@;64D C "?88B:C &:? +& >2:= :?7@ >2:D2BE 4@> !

,: ,< ;2B:D ,< )2DBE? ,< #2B:D ,2C $E=:D BA8=>? G %>B %8C <6 . ':<: 2:< #=? 2DCE 2B2D '@ 0 AC ,=A !

2,*:2 A6>3@B@?8 32?8E?2? 36BA6?82=2>2? !

*:2 +EA6BF:C@B /2:D6B CC +D6G2B5 6BA6?82=2>2? >:? ,9 :3:52?8?I2 )6?2>A:=2? &6?2B:< 3:C2 9C "?88B:C +@A2? %>B2? :6>2:= <6 :?7@ 9B5 AEDB:3:?D2 ?88B@EA 4@> ,6=A

!

,: AD $2C:B ED< ,< +6>32<@ D3E=2? ; #D #D !

*52 (B49:5 +A2 -B86?D=I '665 *646AD:@? +A62< ?8=:C9 2;: +6BF:46 ,?;82? @?EC , :?7@ 32=:@B49:5CA2 4@>

$1. B:I2 .:==2C E?ED2? >65 EDE9 967 3:C2 9C "?88B:C $:B:> . :?7@ D968B:I2 4@>

26*; 72C9:@? >6?42B: 2C:CD6? 884270 7@B +2=6C &2B<6D:?8 A6?;29:D 92=EC G2?:D2 36BA6?82

>:? I62BC HA6B:6?46 =E6?D =2>2? 3:2C A6429 A2DB@? 3E2D ?8=:C9 !2B5 /@B< +6?5 . D@ ! ! +2>A=6 D2E D6<?:< >6?;29:D B:C>2C2D2 8>2:= 4@> ,: EBE + ,?8 6BC:9 E

,: +@A:B ,B2F6= ! 92=EC 52? >6?86D29E: >6C:? ! +6<@=29 5: 2=E?8 >2:= 8ECD:B2<2 42B67B6632=: ".- 2BA6D 92>A28?6 2B :C 2;: -&$ E2?8 >2<2? 3@?EC 2+=<=14*7 /2:D6B C $2C:B 5>:? ! ! 9@=:52IC 4@> %@@<:?8 7@B 2 @E?D6B 2C9:6B $:B:> . <6 5:>2C72C9:@? 8>2:= 869*7@ :? -3E5 '665 ", ,: (B8 44D &B<D /?D ,<8 !

! ! !E3 /2BE?8 $JE HA6B:6?46 2?5 @@5 ?8=:C9 :C 4@> 2D2E 52D2?8 =2?8CE?8 <6 ! +EAA@BD $?@G )9@D@C9@A "==EC

+23=@? ) / &2H ,9 %2> #= : 5>:? C 9C "?8 %2> . <6 ,: +D27 /?D )<B; $BC BA?>A=? ,: &<D ) / &2H ,9 2C ) #D 2 AB6 @@5 +2=2BI )#+ 2?5 2,*:2 $2BI2G2D: $@A6B2C: :>2C +DE5:@ #=? ,2>2? +2B: '@ DB2D:@? @@5 "? ?8=:C9 !2?8 ,E29 +2?EB :?7@ >A832=: 4@> &?B:< $B;2 ,@<@ #E2= 6=: " ?C $@> . G #=,->2B BD =E?49 A2I>6?D 1@EB . D@ $6B@3@<2? "?7@ ! ! ! !E3 ) :?7@ 82I286=2D@ 4@> %@F6 >2C )6?5 >:? + -C:2 >:? !

! ;@9? B6542BA6D492>A28?632B 4@> : 6?6B2= 44@E?D:?8 E ?:?:

,: 5> (ABD @B5:B ,< )@D #=? !

,9 +& ; #D #D 5AD ,!* ,: +@A:B $2?F2C )B:2 &2<C ,9 ! 2,*:2 (77:46 +D277 ?8=:C9 87<:*4<8: 5: 'EC2 E2 EDE9 7-* +) ) - ) + ) ,$ +6?2?8 B2<2 *6C@BD +A2 -3E5

)2D:9 '2>3: ! +"& 3C G ?8<6= +2=6C &2B

!E3 #= ? ".- 2BA6D 92>A28?6 2B :C @>AED6B B:F6B ,2>2? B:I2 ! )6?82G2C :F:= $:B:> . <6 ?2< !E3 +&+ 2?:?: 7@ 8>2:= 4@> <6D:?8 +"& A?I &DB ECD@>6B %@@<:?8 7@B 2 =62?6B HA6B:6?46 #:>32B2? ,A ,: $2BI2G2D: +2=@? )6?82=2>2? +@AED2? GGG :=@F66>2C 4@> ! !

32=: 2?E8B29 8>2:= 4@> +6BF:46 )B:2 &2<C ,9? +&- !

2?5 8@@5 ?8=:C9 :C 2 AB6 ! ,: $2C:B $BIGD: /?D2 ,>D +& 2;: @?EC #D +>A: #D &6CC <1 AD @B8 B:F6B +"& ! +EA6BF:C@B)B@5E<C: )B:2 /?D + ,: +D277 % ) +@A:B ; G= 2,*:2 )6>32?DE *E>29 ,2?882 @@5 +2=2BI )#+ 2?5 %E?49 +B:EC &:?2D $B;2 !E3 ,@<@ $E6 :D2?88E?8 !E3 +2?;2I2 %2E?5BI B ,2>2? $B3<? ->E> 3C 9C "?88B:C ED< =-.<* *6CD2EB2?D &6?42B: ,9? 252 )6?82=2>2? ,6<?:C: !E3 )2I>6?D 1@EB . D@ 52?:6= ! +2B: 2<6 :F:?8 >A?I $:B:> =>B? <6 ,6?282 / ?8:?66B:?8 &6C:? +&$ &2<C ,9? 252 $6=@5 5?8 $ED2 -D2B2 '@ !

,: )*, ,5B => 26B29 2DCE ! B6542BA6D492>A28?632B 4@> #= )6D:D6?86D $6B@3@<2? !

!@EC6 $66A:?8 =62?6B *2;:? 2,*:2 +686B2 E2 )6>32?DE )6?82=2>2? $:B:> %2>2B2? <6 ! 2B2D !E3 ; '68@ :=;8.; 2B %68:2? 2B: +6BF6B ,: +DI=CD )6?8=> E +=? *5I ,=A :C:A=:? +692D #2C>2?: *@92?: 6BC:9 *E>29 26B29 +6>:?I2< ?D2BD:<2 -?:D "46 #= ):5252 ! $.:*92; &2CC286 +A2 3BA?8=2>2? @@< 2C9:6B 2B +D@4< @?DB@= ! &2== !E3 $:B:><2? . )9@D@ <6 ,: )*, /2?:D2 E .:==2 )B:325: . '@ -3E?8 AC $6B@3@<2? $:D2 !?I2 ,6B:>2 +&+ /:= +6C6D2? !E3 <1 $@<: 3C >C<2? B@A2 /2:DB6C ! 52? =@@B &2?286B +EA6BF:C@B 9B5 <E56D2 ?6D :32G2 %2?8CE?8 ! 52B: /2?:D2 +E529 )6?82=2>2? B62 ,682= E29 !E3 ! ,: ,96B2A:CD )8=>? ,5< -D< !E3 ,96 +A@@?C *6CD@B2? #= >:?:>E> I62B 6HA6B:6?46 >ECD ! <6 28 !* $E56D2 *6CD2EB2?D 2,: ,< )@D@?8 CC )B@5E<C: <6B;2 5: .:==2+2>2 (B2?8 C:?8 !2?8DE29 '@ +2?EB , $1:.. &@?<6IC +2?EB %@@< 7@B CA62< ?8=:C9 . D@ 4BEC@6C32B !

,: )*, /?D BA?8=>? E>B >I +A2 2?88E B2A9:4 6C:8? %2> <6 6>>2?E6= +&+ '2>2 %6?8<2A ! 32=: 8>2:= 4@> @B #= %68:2? B66D6B 6>2=6 &2=6 &:? 162BC ,9 ,8= => ; ;D !

.? +A64:2=:DI @7766 CAB6CC@ ,: A6?;29:D A6?86AE= ;29:D2? 3:=: I29@@ 4@> !A !

! HA /@B<:?8 (! H46==6?D ! 2,*:2 ,6?282 &2B<6D:?8 E?DE< ! 2B @A6?:?8 :? (36B@: :C 32;E 2?2< 2?2< 5: $6B@3@<2? <1 +@A:B +"& !6=A6B E52?8 ,: )*, ;E;EB 32:< E AB:325: +<14*7 ,?8 <6B;2 ED< 36<6B;2 +A@<6? ?8=:C9 @>>E?:42D:@? ED@ 2?88E !E3 C66<:?8 D 96 3 6CD 2B:CD2C G 9@ 2+=<=14*7 + 686B2 B:F6B I 2?8 !E3 -&$ )#+ <6 )( (0 AC 5:3:5 A6?8@=292? +2B2?8 EBE?8 D5B 5=> >2H D9 ! +<:==C *6CA@?C:3=6 7@B ! ! G2?D D@ 7EBD96B D96:B 42B66B !

3:C2 36B3292C2 "?88B:C E?DE< ! /2=6D /?D &2H ,9 $:B:> . <6 2+<14*7 ,?8 +@A:B 52? $6?6< /6=4@>:?8 2?5 +6BF:?8 E6CDC 2,*:2 ,E<2?8 $63E? 12?8 :C2 :? 4@7766 &ECD 92F6 32C:4 2B62 'EC2 E2 328: I2?8 ,: )6?86AE= ,< *6?52 (46C B@

=42< $:B2?2 .:==2C ( #= *2I2 2B8@ &296?5B252DD2 ED< 5: ,>AD<2? 5: 38 CDB2 =6H:3=6 23=6 D@ G@B< F6?:?8C -BEC $@=2> -?DE< +686B2 &E=2: ?8=:C9 2?5 A2CC:@? D@ =62B? 6B>:?2D <:B:> . <6 496D *2>6 ,6BEC ! >2=6 >2H D9 !$ / >2=6 '@ 0 $2F 6?A2C2B 2=: &@D@B +:> 2D2E 2C 2A@< /66<6?5C 2?5 )E3=:4 !@=:52IC $6B;2 E== ,:>6 6?82? 2;: !

7B@> C@>6 @7 D96 G@B=5C 36CD ;2B:>6?2B: ;2B:>6?2B: 4@>

>:? +&- +656B2;2D +6?5 . D@ 2D2E 32=:3:B5?6CD 8>2:= 4@> %6>3EB "?C6?D:7 %2> <6 ,: )8G %2E?5BI )?8=>? C G >2:= . D@ E=2?2? 12?8 28EC E<2? $6B;2 4@7766 AB@76CC:@?2=C #= *2I2 2C2?8<2C2 :?7@ 3E<:D<:B2?2F:==2C 4@> +&+ #= 2DCE ." ,=A &DB +&+ )2?;6B >@?<6I3:J32=: 8>2:= 4@> )2BE9 /2<DE +>C . D@ 9B59DC6>:?I2< I29@@ 4@> +6>:?I2< ,=A !E3

!

!

=<=1 )682G2: +@A:B %2E?5BI : )*, G?D ;E;EB ,2?88E?8;2G23 252 &6CC &2<2? !E3 5:32G29 D9 !E3 !

*:2 B:F6B $EB:B &@D@B ,>D +&- -C:2 &2H 2;: ,E?;2?82? +6CE2: -&* +686B2 !E3 ) ) *I +6C6D2? AC )9

!

,*:2 EBE 9C "?88B:C )B:F2D6 %2<: )?8= D9 :C:A=:? +232B ,=D6? . 9B532=: 8>2:= 4@>

!

,: +8B +@A:B ED< +A@? &636= 5: 2=: !E3

!

,: +D27 (A6B2C:@?2= +&- +&$ $:B:> 6>2:= 9B> AB@32=:D@EBC 4@> 2D2E #= )E=2E +:?8<6A '@ AC ), )B@32=: )2?5E /:C2D2

!

!

,: C8B +D277 4@?DB@=6B C@A:B 52? /2:DB6CC C8B 9E3

!

,: +D27 !* 5>:? ; #D = . 76?2 B@=67@E?52D:@? @B8

!

,: /2:D6B CC )6>32?DE &2C2< E * & %68:2? !E3

!

!

!

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post $#%

#%)%

$*/< H ,9 (B:8:?2= !

#95*;1 $ >2?E2= :CD>G .* # <E=:D '8 ;D

!

:*7- &2H ) - )ED:9 $@?5 8C !

! $ ( $

30 $B:CD2 , 2C=: 2=: ,B2G2D )B325: -

! !

! ##

% == '6G B2?5 %:F:?2 !/+ , 2C $ !D2> ,8? !

:*7- %:F:?2 -=D:>2D6 #= 6=:>3:?8 ! !

=4. )0 )ED:9 #D #= 2D@D $242 AC !

ALUMINIUM

!

*9 +D:== !@?52 ,:86B 2829 &249@ +EB2D %<A !

" $ "

6=: ,:?88: &@D@B 6<2C +8=&6B<

" 765; +25:?8 CB: ,A > #D !

"61 %D -?:D B:I2 *C>E<2 CB: %, B6 B6 <D &2C;:5 & (?6 2D6 +64EB:DI #2>

# ' "% "=6*1 6C2B 4< $2?D@B E=6 2B>6?D 6? ,:> , !

2487< *E>29 5: #= ,B6?88E=: AC ,:>EB !E3 !

$*7*1 $2A=:?8 &EB29 )6B:?8 ,@;2? :2?I2B !E3 !

% B6 #D +6>A:5: B ,68692 #= > )2F:?8 !

23=*5 ,2?29 $2F=:?8 &EB29 5: $71 B6 *6C:56?46 :2E?8 # ' $ @?:2? ,232?2? !2B82 #D B6 AC #= >D #D 87< , 5<D IA2C +2?EB &DB: ! B66 +!& )2;2< :2I2 '@D2B:C ,6B3:D ;D'8 D9 $71 > +!& +6= +&)' )2E !A ! $=< #= > #D ! ! % & 5 &EB29 $2A=:?82? #= +6?D2?E $71 B6 #= ) ED@? ,232?2? I2?: &255* C6:C:?I2 B6 2DE3E=2? ! ,2?A2 )6B2?D2B2 +DB2D68:C & '68@ !

5 ,2?29 %@< )8B #= -D> I )2C ! '8B*2: +2?EB %, $71 $2F ,E=2>36? +!& <D )EC2D ! :F:?8 #D B6 5 ,?9 %C > #= 2DEBC2B: $ " $ ! )252?8 +2>3:2? $; $71 %@< +25:?8 % > H #=? > 35 H2 EDD6B):==2B ) ! =*5 ,2?29 $2A=:?8 56<2D /$ CA= +6>E2 #D ,9 K '8

2;.?*4*7 *E>29 5:#= $6BD92 $71 #D E5E< 3:2?32C6 #= > )6D2C:<2? $& !E3 !

! ! ! "61 'I2>2? %, > % > *9*<4*7 $2F +EA6B &EB29 %6G2D !

B C $+) &E=2: #D B6 , "61 2BE &?>=C #= %3B %D %, >*7A* )>< 2C=: 2=: &E=EC +2DA2> #D D9 6=: '&2H +4@AI 62D C8= >6B< !

!

! 3E &6D #D - )6?2D:9 AC 3C ,<B ,2?29 AC 35 , A8B CE?82: 'I2?I: ,>B ! 2=E?8 2?88E % % ,?9 %@D ;D B6 >*7A* ..,: @=5 2C=: 2=: !

! % "% ! -?82C2? #D !E3 ! 35 AD ?8? 58 $, %, &E=EC ,6B2G2D !

"61 .:==2 &@5B? "& "61 %2?D2: $, $& +:2A !E?: %@< +2?EB ! & ! 35 ,?9 6529E=E 2DCE %E2C ! % % % "% ! =*5 ,?9 B6 -<EB2? H ,<5 %D %, % )@@= ! %@< #:>32B2? #D >*7A* C=: 2=: +=FB &E=EC $.5*1 5:3E32B<2? ), 2B392 35 2487< *E<@ #= 12?: .""" ! 25E?8 ! '8 ! B6C E==.2B )B35 > -D2>2 )2<BC? ,232?2? $65:B: !) -C2592 36B<65E5E<2? 5:$@D2 AC % $ ! ! 35 ,?9 #= > #= $63E52I22? ! ! D6B9:DE?8 #E?: 28: I8 .+=7 #6BE< C 6=@< +:52? ! #D ! #D "61 %D %, > % > )6B $ #4: #6AE? 2DCE ,:>EB ! >*7A* ..,: +:=F6B 28EC =*5 AD *E<@ %D H I )2C ? +2B: ) 2=2?8 ! <636B2D2? 5AD 9E3 %:<E:52D@B ! ! =>$@D2 CDB2D68:C +2=2< 2?88E $ AC )B35: $5B: ,3? ! & ! ! @<D6B " 'I> +E5:B2 #= ,E<25 ! 35 ,?9 +!& %E2C > %@<2C: ! ! ! 23=*5 *>9 $6BD92 )6D2C:<2? #-0 8? , #= 2CA2= & 2=:2? *6?@? AC C=>32D ?I2 &2.? %2ED <D +:?2B2? +EB82 $71 )6BE> +2?88E=2? )8B #=? "=48 %D H ? +@AED2? " +DB2D68:C 5: )?88B #=? *2I2 5: >*7A* !:D2> @<B@2>:?@D@ !E3 $@5I2 ;D 6=:D6 $2B>2 $2?52B2 !2 ,232?2? !E3 )>=:< -D2>2 #D'68@ ! %, ! & 92B: C6;2< A6?8E>E>2? :?: -3E?8 ,=A !

*AA &2D:4 !:D2> C=: 2=: >*7A* +:=F6B +2>C2D ,B2G2D )B35: #D 2? 2BE #D ! ..9 96B@<66 !:;2E &6D2=:< !E3

=*5 &EB29 *E>29 2DCE " %, #=? >DB #D !

% $ "

!

KOST

!

!

!

KONTRAKTOR

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

TERIMA KOST Rp. 60

0.000

Anda Bingung Cari Kos Murah Tapi Nyaman Dan Aman Jauh Dari Kebisingan,???????????????? Kini Hadir Di Tengah Pusat Kota Denpasar

Fasilitas : Kos - Kosan : * Nyaman Tempatnya * BERSIH & AMAN * Strategis Lokasinya * KMR LUAS + KM & DPR * Murah Harganya * TEMPAT SANTAI + KANTIN AREA FREE GO BOX ( ANTAR JEMPUT BARANG PINDAHAN AREA DENPASAR) UNTUK 4 PEMESAN PERTAMA BURUAN.....DI TUNGGU YA ...?? Alamat : Jl. Dewi Supraba, Gg Dewi Sri No. 14 Denpasar Utara ( Antasura) Hub putu : 0817566499, 085100865149, 0361426457

C.0001195-kost

AC

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

!

SERVICE

!

SERVICE

!

SERVICE

!

SERVICE


18

REKREASI

Minggu Pon, 17 Juli 2016

Pertanyaan MENDATAR 1. 4. 9. 10. 11. 12. 13. 16. 18. 20. 23. 26. 29. 30. 31.

1

2

TTS Bali Post 3

2. 3. 5. 6. 7. 8. 14. 15. 17. 18. 19. 21. 22. 24. 25. 27. 28.

Bali Post/ara

Lapisan kulit di bawah epidermis Bangsa Hanya ada di angan-angan Penuh padat karena terjejal Pembelotan lalu bekerja sama dengan musuh Pial ayam Sabit besar untuk merabas Dulu PNS Judul film yang dibintangi Arnold Swazeneger Yang terbaik untuk bayi Kelompok Pegas Organisme yang hidup dari bahan organic yang sudah mati Dibalik : Masyarakat Ekonomi Eropa Lapisan gigi terluar Layak : Patut atau baik Siswa pesantren Perbuatan Baik

kan kelanjutan dari kegiatan tahun lalu, dimana BLH Kota Denpasar bersama-sama pekaseh dan petani telah melaksanakan penanaman pohon dan penanaman buah melon, sayur mayur untuk melakukan upaya pemulihan

serta meningkatkan kualitas tanah di Subak Kerdung dan melaksanakan panen bersama masyarakat dan PKK Kota Denpasar di dalam mengembangkan Subak Kerdung menjadi destinasi wisata lingkungan yang baru.

7

10

12 13

14

15

16

18

19

23

24

17

20

21

22

26

25

27

28

29 30 31

32

33

34

KUPON TTS No.255 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 255 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 23 Juli 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 31 Juli 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 253 MENDATAR 1. Toga 3. Daur 6. Bekas 9. Bingkai 11. Nasgnip (Pingsan) 12. TNT 13. Lencana 15. Abate 18. Mala 19. Unta 20. Plato 22. Institute 28. Anglo 29. Tema 31. Ubun

33. Ohadi (Idaho) 35. Gitaris 37. Mia 38. Inferno 39. Darurat 41. Nunut 42. Ilha (Ahli) 43. Uber MENURUN 1. Tabel 2. ABG 4. Amitamit 5. Rental 6. Bisma 7. Konten

POHON - Pengembangan ekowisata di Subak Kerdung ditandai dengan penyerahan bibit pohon langka oleh Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara kepada tokoh masyarakat setempat.

Dan yang paling penting kegiatan program aksi ini bisa menekan alih fungsi lahan di Kota Denpasar, di mana pada tahun 2005 lalu, lahan pertanian Kota Denpasar menyusut sebesar 30 hektar. â&#x20AC;&#x153;Dan harapan kami, kegiatan

6

11

Subak Kerdung Pedungan Kembangkan Ekowisata GUNA menyasar kepentingan ekologi, ekonomi dan edukasi serta culture dengan menggunakan strategi entrepreneurship model, dimana masyarakat diajak untuk dapat meningkatkan potensi daerahnya menjadi produktif, Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Denpasar mengadakan aksi pengembangan ekowisata dan jasa lingkungan, di Subak Kerdung, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan ini dibuka Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang ditandai penyerahan bibit tanaman langka dan penanaman pohon yakni bibit pohon Kemuning dan Pohon Kayu Tengkulak, serta penaburan benih ikan di sepanjang aliran sungai Subak Kerdung. Didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar A.A. Bagus Sudharsana dan Camat Denpasar Selatan A.A. Gde Risnawan, Jaya Negara mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat dalam aksi pengembangan ekowisata dan jasa lingkungan di Subak Kerdung ini. Di mana dengan adanya aksi pengembangan di ekowisata ini, diharapkan bisa menekan terjadinya alih fungsi lahan di Kota Denpasar dan diharapkan para petani ini bisa memiliki nilai tambah dalam penghasilannya sebagai petani. Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar A.A. Bagus Sudharsana mengatakan, kegiatan aksi pengembangan ekowisata dan jasa lingkungan di Subak Kerdung ini merupa-

5

9

MENURUN 1.

4

8

SPT2016

32. 33. 34.

Penuh semangat dan tenaga Penutup kaki wanita dari kain tipis Rumah susun sederhana sewa Empat hurup sama Kusta Kabar angin Halus dan baik budinya Dibalik : meronta-ronta hendak melepaskan diri Dibalik : agak tuli atau kurang dengar (Bali) Dibalik : cara dan gaya menyusun kata Kilang minyak (Inggris) Bangunan persegi lima runcing gengan sisi-sisi yang sama On The Road Medan atau tempat Satu kesatuan dalam puisi yang terdidi atas baris-baris Tidak subur atau mandul Pohon salam (Inggris) Tempat perhentian Kereta Api

ini bisa ke depannya bisa terus berkelanjutan serta maju dengan telah terbentuk pengelola ekowisata pedungan hijau yang memiliki komitmen untuk menjaga Subak Kerdung menjadi lestari,â&#x20AC;? ungkapnya. (ara)

8. Sepakat 10. Krayon 14. Esle (Else) 16. Babu 17. Tulen 21. Timah 23. Suud 24. Tengadah 25. Tartar 26. Aloi 27. stadion 30. Morfin 32. Bimoli 34. Aurat 36. Satir 40. Uhu

Pemenang TTS No. 253 1. I Komang Sri Artana Jl. Danau poso No. 72 Blanjong 2. I Dewa Ayu Putri Diah Saraswati SMAN 1 Abiansemal 3. Wisca Nawandha Jl. Sanitasi No. 1 Sidakarya Denpasar 4. Kadek Indrawan Br. Puseh,DsAngantaka, Abiansemal,Badung 5. Made Dwi Sandrina Jl. Gandapura Gg. VIa. 089610277006 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama

: I Wayan Esa Bhaskara Alamat : Br. Dinas Beringkit, Desa Beringkit Belayu, Marga Tabanan. 081080503310722


Minggu Pon, 17 Juli 2016

LAYANG-LAYANG BALI Bupati I Putu Artha

19 Wabup Mahayastra

Mengandung Nilai Filosofi Pelestarian Lewat Festival

DENPASAR yang merupakan kota berwawasan budaya selalu intens melestarikan warisan budaya, baik dalam warisan budaya tangible (benda) maupun yang integible (nonbenda). Salah satu warisan budaya yang tidak hanya berupa benda, namun di dalamnya tersirat untaian nilai-nilai adiluhung, yakni layang-layang. Karena itu, Denpasar pun sudah memiliki wadah berupa Asosiasi Layang-layang (Denpasar Kite Asociation) yang secara berkelanjutan melestarikan warisan budaya berupa layang-layang. Layang-layang sangat erat hubungannya dengan kreativitas, olahraga, olahrasa, rekreasi, ekonomi dan relegiusitas masyarakat Denpasar. Asosiasi itu diberi nama Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi) cabang Denpasar yang dikukuhkan oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, beberapa waktu lalu. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, layang-layang memang sangat sederhana dan terlihat biasa. Tetapi sebenarnya tidak biasa. Begitu banyak proses di dalam pembuatannya, sampai layang-layang itu bisa mengudara dan seimbang. Di sana

terdapat sebuah proses kecerdasan, mentalitas, emosional dan spiritual, bergabung menjadi satu. Terjadi sebuah estetika yakni keindahan, yang mencerminkan keberadaban manusia dalam sebuah proses budaya yang baik. “Kami sangat komit menjaga tradisi melayangan di Denpasar. Permainan layang-layang itu sarat dengan nilai kebersamaan dan ajang untuk berinteraksi,” ujar Rai Mantra belum lama ini. Sementara itu, Ketua Umum Pelangi Denpasar I Wayan Maryiana Wandira mengatakan, Pelangi Denpasar dibentuk sebagai wadah bagi para pemuda-pemudi di wilayah Denpasar khususnya dalam menyalurkan minat dan hobi dalam bermain layangan. Mengingat, Kota Denpasar sebagai basis layanglayang sejak ratusan tahun, yang senantiasa menjadi salah satu ikon budaya. Pada masa kini pun layanglayang masih tetap eksis di kalangan masyarakat Denpasar, terbukti dengan semaraknya masyarakat untuk menerbangkan layang-layang, baik dalam skala personal maupun lomba-lomba yang sering diadakan oleh beberapa perkumpulan pelayangan. Wandira juga berharap, seiring dengan makin banyaknya para pecinta dan pelaku layangan di Denpasar, maka Pelangi Denpasar ini mampu mengakomodir sebuah event guna menyalurkan ide kreatif dari sebuah layangan. Dengan tujuan untuk melestarikan tradisi budaya Bali serta menjaga warisan para leluhur yang telah mewariskan sebuah budaya khas Bali yang tertuang dalam bentuk layangan. (ara)

Bupati Eka Wiryastuti

Memiliki Makna Spiritual SAAT ini berbagai macam permainan modern mudah diakses oleh anak-anak. Mirisnya, kini anak-anak tidak lagi mengenal permainan tradisional yang justru memiliki banyak manfaat dibandingkan permainan modern, salah satunya layanglayang. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berpendapat bahwa permainan tradisional merupakan budaya klasik yang juga memiliki makna spiritual. Dalam upaya menumbuhkembambangkan kembali permainan tradisional agar tidak punah tergerus zaman, salah satunya dengan menghidupkan sanggar-sanggar yang ada di masing-masing desa. Alasannya, sanggar inilah yang nantinya akan menjadi dasar utama di setiap daerah dalam mengawal kesenian yang akan punah. Untuk melestarikan permainan tradisional, ke depan akan dirancang dalam event tertentu seperti

peringatan HUT kota. Tidak hanya dalam HUT kota, lanjut Bupati Eka, permainan tradisional yang merupakan akar budaya Bali semestinya tidak boleh punah, karena merupakan jati diri bangsa. Khusus untuk permainan tradisional melayangan, Tabanan memiliki ajang tersendiri bagi para Rare Angon atau pecinta layangan yang disebut dengan ajang Ganeca Kite Festival (GKF). Kegiatan ini selama empat tahun terakhir rutin digelar Banjar Bengkel Kawan, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri. Bahkan untuk Ganesa Kite Festival yang rutin digelar ini juga terbentuk para pengurus Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi) Tabanan. I Made Edi Wirawan sebagai ketua, I Putu Eka Putra Nurcahyadi sebagai sekretaris, Ir. I Ketut Arsana Yasa sebagai bendahara, dan I Wayan Sutama ketua harian. (bit)

Wabup I Wayan Artha Dipa

Perlu Pembinaan

KARANGASEM tak memiliki permainan tradisional khas anak-anak lainnya yang cukup menonjol. Kalau di kabupaten lain ada tradisi permainan anak mengangsing atau melayangan. Melayangan di Karangasem memang dilakoni terutama ka-

langan anak-anak. Mereka main layangan pada musimnya. Namun tak pernah sampai besarbesaran seperti festival, layaknya festival layangan di Sanur. Wabup Karangasem I Wayan Artha Dipa mengatakan pembinaan terhadap permainan tradisional tetap dilakukan. Selama ini permainan tradisional yang terus dilestarikan yakni gebug ende. Gebug ini menjadi olahraga tradisional dan pernah berulangkali juara nasional. Selain tradisi gebug, Karangasem lebih banyak membina anak-anak pada seni pedalangan, tari dan karawitan. ‘’Kalau ada permainan tradisional yang masih hidup, tentu kita akan perhatikan. Permainan yang masih hidup, tentunya pasti diminati dan disenangani anakanak,’’ katanya. (bud)

Bupati I Nyoman Suwirta

Tampung Minat Generasi Muda LAYANG-LAYANG merupakan permainan tradisional yang hingga saat ini masih dicintai generasi muda. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memandang penting untuk melestarikan permainan tradisional ini. Untuk itu, pihaknya pun mencetuskan untuk menggelar festival layang-layang sejak setahun lalu. Festival ini kini menjadi agenda tahunan yang paling dinanti sekaa teruna di Klungkung. “Festival layang-layang ini sebagai wadah untuk menampung minat generasi muda terhadap permainan tradisional layang-layang. Selain itu untuk melestarikan permainan tradisional ini dan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan ke Klungkung,” tuturnya.

Ia menambahkan festival layanglayang tahun ini akan dilaksanakan di Banjarangkan. (dwa)

BERMAIN layangan sejatinya sudah tradisi sejak dulu. Ketika musim panen di sawah sudah selesai maka anak-anak memanfaatkan areal persawahan untuk bermain layangan. Layangan pun dibuat sendiri oleh anak-anak. “Hal ini harus kita lestarikan dan untuk memotivasinya setiap tahun kami laksanakan perlombaan agar tradisi ini tidak punah dan generasi berikutnya masih mengetahui tradisi ini,’’ kata Bupati Jembrana I Putu Artha. Karena itu, setiap tahun Pemerintah Kabupaten Jembrana menyelenggarakan lomba

layang-layang. Tahun lalu lomba dibagi menjadi dua kategori, yakni layangan kreasi dan layang bebean (ikan-ikanan). Pada tahun ini, lomba serupa juga akan dihelat dalam Jembrana Festival. Berlokasi di Subak Yehembang, dipastikan puluhan peserta akan mengikuti lomba ini. Diharapkan tahun ini, jenis layangan akan ditambah dengan kategori layangan makorot (adu kekuatan tali). Menurutnya, tradisi melayangan patut dilestarikan karena memiliki nilai filosofi yang kuat bagi pembentukan karakter anakanak. (olo)

Bupati I Made Gianyar

Sarat Nilai Moral

DERASNYA arus globalisasi dan bergesernya kehidupan masyarakat ke arah modern, menjadikan sejumlah warisan leluhur yang sifatnya tradisional, salah satunya berupa permainan kian terpinggirkan. Media hiburan anak-anak saat ini lebih cenderung yang berbau teknologi. Jika dicermati, permainan tradisonal sesungguhnya mengandung nilai-nilai moral yang sangat adi luhung. Anak yang terlibat dalam permainan ini, kecerdasan intelektual, emosional dan kreativitasnya dapat berkembang lebih baik. Di samping itu, dapat juga meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan juga mampu melatih kemampuan

motorik. Dari sekian daerah di Bali, permainan tradisional salah satunya terdapat di Kabupaten Bangli. seperti halnya layang-layang. Hingga saat ini, itu masih dilakoni anakanak, terutama yang hidup di kawasan perdesaan. Guna menjadikan permainan itu tetap bisa eksis di tengah zaman modern ini, pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mulai melakukan langkah-langkah pelestarian, salah satunya memberikan sosialisasi ke masing-masing daerah. “Permainan tradisional menjadi salah satu kebudayaan yang harus dipelihara. Di samping kembali mengenalkan ke masyarakat, kami juga terus melakukan revitalisasi,” ujar Bupati Bangli I Made Gianyar, belum lama ini. Mempertahankan permainan itu, menurut Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini, tak hanya mengandalkan pemerintah saja. Masyarakat yang merasakan manfaatnya juga memiliki tanggung jawab yang sama. “Jika masyarakat menganggap permainan itu sangat penting untuk daerah, silakan sampaikan ke kami. Yang seperti itu kami harapkan,” tegasnya. (sos)

Bupati Agus Suradnyana

Tanamkan Jiwa Kompetisi BULELENG memiliki tradisi Makorot. Permainan layang-layang yang ada unsur kompetisinya ini, terancam punah. Satu upaya pelestarian yang akan dilakukan itu adalah dengan membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk memainkan layang-layang jenis ini. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memandang perlu untuk melestarikan permainan layang-layang, yang di daerahnya dikenal dengan makorot. Permainan layang-layang khas Buleleng ini

memiliki nilai filosofi tinggi seperti menjaga persatuan kelompok pemaian, menanamkan jiwa kompetisi, dan kesan kegembiraan ketika peserta berhasil memenangkan kompetisi. “Di daerah lain memang memiliki permainan layang-layang, namun makorot di daerah Buleleng memiliki pilosofi bagaimana memupuk kebersamaan, menanamkan kompetisi sehat dan suka cita di kalangan anak muda,” katanya. Karena itu Pemkab akan melakukan upaya pelestarian dengan memberikan ruang lebih luas untuk makorot, seperti festival. Dengan upaya ini, pihaknya meyakini makorot akan kembali pada masa keemasannya dan dengan sendirinya permainan tradisional ini bakal lestari. Nantinya, festival makorot ini akan digelar khusus dan menyesuaikan dengan cuaca yang mendukung. “Kalau pihak swasta sudah ada yang menggelar festival makorot dan ini sangat positif. Kami ke depan akan membuka ruang yang lebih luas lagi melalui festival makorot. Jadi, tidak sekadar membangkitkan permainan yang nyaris punah, namun sasaran yang lebih luas adalah bagaimana warisan permainan tradisional ini menjadi kegiatan yang bisa menarik kunjungan wisatawan,’’ ujarnya. (mud)

PERMAINAN layang-layang masih menjadi pilihan anak muda di Gianyar. Sebagai salah satu permainan tradisional yang masih eksis, layang-layang harus dilestarikan. “Layang-layang merupakan simbol kreativitas anak muda. Karena itu permainan layang-layang harus terus dilestarikan. Di sanalah anak muda mencurahkan kreasinya,” ujar Wakil Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Dikatakan, upaya pelestarian layang-layang di Gianyar sudah dilakukan dengan menyelenggarakan festival. Di Gianyar sudah rutin diselengarakan festival layang-layang. “Beberapa daerah saya kira punya tempat khusus untuk festival layang-layang sebagai wujud pelestarian. Seperti Denpasar, festival layang-layang digelar di kawasan Padanggalak. Di Gianyar juga rutin diselengara- kan di kawasan Pantai Gumicik dan sekitarnya,” jelasnya. Menurut Ketua DPC PDI-P Gianyar ini, selain sebagai ajang menyalurkan kreativitas anak muda, festival layang-layang juga sangat efektif untuk menarik minat wisatawan. “Di Gianyar festival layang-layang selalu menjadi daya tarik wisata, karena itu rutin kami selenggarakan, dengan dimotori Dinas Pariwisata,” ungkapnya. Saat masih anak-anak, politisi yang lahir di Desa Melinggih, Payangan ini mengaku gemar bermain layang-layang di hamparan sawah. Karena itu, ia sangat berkomitmen untuk melakukan pelestarian layang-layang. Disinggung berkurangnya kawasan untuk bermain layang-layang akibat alih fungsi lahan, pria yang akrab disapa Agus Mahayastra ini mengatakan bahwa Pemkab Gianyar sudah berupaya meminimalisir alih fungsi lahan, dengan memberikan subsidi untuk petani. (nik)

Kadisdikpora TIA Kusuma Wardhani

Membentuk Karakter Anak PERMAINAN tradisional seperti melayangan atau bermain layanglayang turut berperan dalam pembentukan karakter a n a k . Ak t i v i t a s melayangan tidak saja mendorong kreativitas anak, tapi juga membentuk kecerdasan emosi mereka. “Dalam penyelenggaraan layang-layang tradisional, itu kan kecerdasan emosi. Kemudian tidak hanya olah otak, olah rasa juga karena ada rasa seni sehingga dalam pembentukan karakter sangat besar sekali pengaruhnya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bali, TIA Kusumawardhani. TIA menambahkan, permainan layang-layang juga memungkinkan anak untuk melakukan interaksi sosial dengan temannya. Di sisi lain, permainan tradisional ini juga kerap dilombakan. Secara umum, permainan atau olahraga pada intinya menjunjung tinggi sportivitas. “Permainan apa pun bentuknya, intinya adalah sportivitas. Itu menjunjung tinggi kejujuran,” jelasnya. Dengan demikian, lanjut TIA,

permainan tradisional akan turut menyeimbangkan pendidikan formal di sekolah. Dalam hal ini, pendidikan forma l membentuk kecerdasan intelektual. Sedangkan permainan tradisional membentuk kecerdasan emosi. Oleh karena itu, sekolah diingatkan untuk tidak hanya membuat anak-anak pintar dari sisi ilmu. Tapi juga mengelola emosi anak terkait pentingnya pendidikan karakter. “Sekolah harus menyikapi dengan menyediakan ruang bermain untuk anak. Jangan sampai ruang tidak cukup membangun sekolah. Ini kan merusak anak-anak karena ruang gerak mereka terbatas. Sekolah negeri dan swasta harus memberi ruang gerak yang cukup untuk anak-anak,” paparnya. TIA menambahkan, kalau kabupaten/kota berani mendeklarasikan layak anak, paling tidak dukungan sarana bermain sudah memenuhi. Pemerintah provinsi sendiri lebih menyediakan agenda seperti Porsenijar, sebab instrumentasi di lapangan ada di kabupaten/kota. (rin)

dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ.

Melatih Toleransi

PADA umumnya, permainan apa pun yang dapat melatih fungsi kognitif, afektif dan psikomotor sangatlah baik, apalagi permainan yang melibatkan kelompok teman sebaya. Seperti permainan layang-layang atau orang Bali menyebut melayangan. Melayangan adalah permainan yang melibatkan lebih dari satu orang. Melayangan tak hanya digandrungi anak-anak tapi juga lakilaki dewasa. Ada sesuatu yang menarik dari permainan layang-layang, sehingga berbagai segmen usia masih suka bermain layang-layang. Menurut dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ., psikiater RSUP Sanglah, permainan yang bagus adalah permainan yang melatih kognitif, afektif dan psikomotor. “Bermain layang-layang dari sejak mempersiapkan layangan hingga menaikkan layangan tersebut, secara tidak langsung akan melatih seseorang banyak hal seperti sikap toleransi, ilmu fisika, dan matematika,” jelasnya. Dampak negatifnya, ketika dalam kelompok, anak tidak berperan aktif, hanya penggembira maka orang itu tidak akan mendapatkan esensi dari permainan layang-layang. Begitu juga, jika seseorang hanya fokus pada satu permainan, maka aktivitas lainnya seperti musik, olahraga akan berkurang atau bahkan tidak dilakukan sama sekali. Sementara permainan elektronik khususnya gadget dapat berdampak negatif, jika menjadi kecanduan (adiction). Misalnya selama 24 jam nonstop atau berjam-jam bermain tanpa tidur, makan, minum, bolos sekolah karena sulit bangun pagi. Namun jika permainan bervariasi, meliz Siapkan koran Bali Post terbibatkan seluruh kemampuan pada diri seseorang tan Minggu 17 Juli 2016 halaman baik fungsi mental dan fisik, maka permainan itu 20 hari ini yang telah bergambar dipandang bermanfaat dan baik. Garuda Wisnu. Orangtua harus berpedoman pada keseimbangan antara kegiatan atau aktivitas anak z Pasang bantang layang-layang yang aktif kreatif dengan pasif, antara aktivitas sesuai dengan porsi agar seimberkelompok dan mandiri melalui komunikasi bang (lihat gambar). yang sehat tentang manfaat aktivitas yang akan dilakukan. Orangtua harus terus membuka waz Dilem dengan isolatif transwasan pengetahuan sesuai dengan perkembangan paran. anak-anak dan lingkungan yang sangat berperan dalam mengantarkan anak ke masa depan yang z Ditempel pada setiap sisi layangcerah. layang (lihat gambar). Made Suparma (28), laki-laki asal Banjar Kedaton, Kesiman mengatakan, masih suka bermain z Dipasang tali timbang di ujung layang-layang lantaran bermain layang-layang atas dan ujung bawah, di tengah dapat menggerakkan pikiran dan badannya. bantang layangan. “Sebenarnya keasyikan melayangan itu tidak bisa diungkapkan. Di sini kita bisa belajar proses, Alat-alat yang Disiapkan proses pembuatan sampai menaikkan layanglayang, kalau dalam pembuatan layang-layang, z Semat sesuai kebutuhan. kreativitas dan seninya kita diasah supaya layangan tersebut bisa mengudara dengan baik,” z Tali layang-layang 25 meter. paparnya. Selain kreativitas, dalam permainan layang-layang juga membutuhkan perhitungan z Isolatif transparan. agar layang-layang dapat terbang secara seimbang. (may)

Cara Membuat Layang-layang


balipost (144rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

MINGGU PON, 17 JULI 2016 iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

M

asyarakat Bali mengenal permainan tradisional melayangan (layang-layang) sejak zaman agraris. Melayangan tidak sekadar permainan. Di dalamnya mengadung banyak nilai filosofi. Nilai-nilai tersebut amat penting dimaknai dalam pembentukan karakter. Ketika permainan modern sudah merambah kehidupan anak-anak, muncul kekhawatiran terdesaknya permainan tradisional, seperti melayangan. Karena itu melayangan penting digairahkan untuk memperkuat jati diri anak-anak. Praktisi layang-layang Ida Bagus Ugrasena Narendra mengatakan, melayangan bagi masyarakat Bali, khususnya Hindu, tidak sekadar menerbangkan layanglayang ke udara. Tetapi ada muatan kultural dan spiritual. Sesuai keyakinan masyarakat, layang-layang ada hubungannya dengan Rare Angon, manifestasi Tuhan sebagai Dewa Pengembala dan burung Garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu. Karena itu, sebelum menerbangkan layang-layang, terutama Janggan, komunitas layang-layang menggelar ritual, memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam keyakinan umat Hindu, kata Ida Bagus Ugrasena — mengutip pendapat Ida Pedanda Gde Putra Telabah (saat walaka Prof. Dr. dr. Ida Bagus Narendra) — burung Garuda merupakan kendaraan Dewa Wisnu. Dewa Wisnu dalam konsep Tri Murti, sebagai Dewa Pemelihara. Dewa Wisnu dipuja di Pura Puseh (Pura Tri Kahyangan) sebagai pemelihara dan pengayom

Garuda

Dalam Konsep Layang-layang

Bali

umat manusia dan semua yang hidup di alam semesta ini. Garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu, dalam epos Ramayana digambarkan sebagai pemuja Rama (Rama merupakan Awatara Dewa Wisnu). Ketika Dewi Sita, istri Rama, dilarikan oleh Raja Alengka Rahwana, Garuda atau Jetayu mabela pati. Garuda berperang melawan Rahwana untuk membebaskan Dewi Sita. Ia rela mengorbankan diri untuk membela kebenaran. Dalam konteks melayangan, kata Owner Maharani Group ini, burung Garuda bisa menginspirasi, karena mampu terbang di ketinggian dan memiliki keperkasaan dalam membela kebenaran atau dharma. Karena itu, spirit Garuda penting dijadikan ikon melayangan, terutama bagi masyarakat Bali. “Selain Ida Batara Rare Angon, Garuda atau Jetayu juga penting diangkat sebagai ikon dalam konsep melayangan. Dengan demikian kita akan mampu memaknai nilainilai filosofi yang terkandung di dalamnya, seperti rela berkorban, membela kebenaran, setia, dan sebagainya,” kata suami RA Helmi Ginanti ini. Ditegaskan lagi bahwa Garuda Wisnu pun perlambang kejayaan, kekayaan, dan moralitas. Demikian disarikan dari 18.000 sloka dari keseluruhan Asta Dasa Parwa dan Ramayana. (lun)

Wisnu Bawa Tenaya

IB Ugrasena Narendra

Miliki Filsafat Tinggi

Ciptakan Perdamaian Melalui Layang-layang

:as

d/B

P

MPH. Cohs. P h . Ph.D.) tersebut. D i k a takannya, layang-layang Bali sering tampil sebagai juara dalam lomba layang-layang internasional. Misalnya, di Gujarat India, dari 13 kali lomba,, enam t-turut kali Bali berturut-turut mikian sebagai juara I. Demikian juga di Jerman dan Eropa, ara. Ini layang-layang Bali juara. ebangbetul-betul menjadi kebanggaan. “Saya ingin, selain parirkenal wisatanya, Bali makin terkenal di kancah internasional lewat festival layang-layang. Sebab, ng nilai layang-layang mengandung as dan filosofi, makna solidaritas ptakan persaudaraan. Mari ciptakan daraan perdamaian dan persaudaraan g meladunia lewat layang-layang lui konsep one sky one world. Jadi, dari Bali untuk Bali, untuk unia,’’ Indonesia dan untuk dunia,’’ ujarnya. ai yang Demikian saratnya nilai mainan terkandung dalam permainan rharap layan-layang, ia sangat berharap bernur, pemerintah di Bali — Gubernur, engakdan bupati/walikota — mengaktival tifkan kembali ajang festival onal layang-layang internasional emdengan jadwal yang tetap. Tematen/ patnya bisa digilir di kabupaten/ kota di Bali. (lun) fis

nasional itu pertama kalinya digelar, diikuti peserta dari sejumlah negara. Acara itu dibuka langsung IB Mantra ditandai dengan menarik tali layangan (stater kite). ‘’Gubernur IB Mantra sangat peduli dengan seni dan budaya Bali, termasuk permainan tradisional melayangan. Festival itu menambah semangat saya mengikuti festival layanglayang internasional di sejumlah negara,’’ ujar Ugrasena yang menempuh pendidikan S1-nya di Jurusan Industrial Design UI, kemudian dilanjutkan di salah satu perguruan tinggi di Amerika Serikat. Bahkan sekitar 88 negara telah dijelajahi untuk mengikuti festival layang-layang. Tiap mengikuti festival, Ugrasena selalu menampilkan layanglayang Janggan lengkap dengan prosesinya yang unik. ‘’Jadi, layang-layang Janggan sudah menjadi ikon Bali di dunia internasional, selain jenis Bebean dan Pecukan. Dalam setahun, sekitar lima kali saya menghadiri undangan festival layang-layang internasional bersama istri RA Helmi Ginanti yang juga Sekretaris Bali International Kite Comittee (BIKC) untuk mengisi acara dengan tarian Bali,’’ ujar putra Ida Pedanda Gde Putra Telabah (saat walaka Prof. Dr. dr. IB Narendra,

gra

KECINTAANNYA terhadap seni budaya Bali, terutama permainan layang-layang, membuat IB Ugrasena Narendra total ngayah kepada Batara Rare Angon. Bakti kepada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Rare Angon atau Dewa Pengembala, diwujudkan dengan aktivitas melayangan. Ia pun berupaya melestarikan tradisi ini. Sedari kecil, Owner Maharani Group ini telah jatuh cinta sama layang-layang. Betapa tidak, semasih dalam kandungan, orangtuanya sering ‘’membisikkan’’ filosofi kehidupan yang termuat dalam Lontar Rare Angon, Sutasoma dan Arjuna Wiwaha. ‘’Kakiang (kakek) pernah menyampaikan kepada nak lingsir bahwa jika ingin punya anak laki-laki, bacalah Lontar Rare Angon, Sutasoma dan Arjuna Wiwaha. Petuah itu dijalankan, akhirnya lahirlah saya yang doyan melayangan,’’ ujar praktisi layang-layang yang telah melalang buana mengikuti festival layang-layang internasional tersebut. Hobi melayangan sudah tumbuh sedari kecil. Bahkan, hingga kini di usianya kepala lima, Ugrasena tak pernah berpaling dari layang-layang. Dalam sebuah wawancara, baru-baru ini, Ugrasena mengatakan pertama kali debut layanglayang Bali mendunia, ketika dilangsungkan Bali International Kite Festival (BIKF) pada era Gubernur Bali Prof. Dr. IB Mantra. Festival layang-layang inter-

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

PERMAINAN layang-layang sarat dengan nilai filosofi. Tidak sekadar bermain, berlari dan bergembira bersama teman-teman, bermain layang-layang mengajarkan arti sebuah kehidupan berkarakter yang dipupuk sejak dini. Sebab, dalam pembuatan layang-layang, dibutuhkan kemampuan dalam menyeimbangkan rautan bambu, sehingga saat dinaikkan layang-layang tidak berat sebelah. “Itu berarti bahwa layang-layang mengajarkan dan melatih pikiran dan hati kita agar tetap seimbang. Sehingga bisa membentuk karakter anak bangsa sejak dini dari permainan layang-layang yang kelihatannya sederhana tersebut,” ujar Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Sabtu (16/7) kemarin. Selain itu, bermain layang-layang juga memberikan inovasi dan kreativtas kepada anak-anak untuk menyalurkan hobinya. Melalui hobinya tersebut, akan muncul ide-ide yang baru, sehingga muncul kreativitas dan inovasi terbaru. Bahkan, bermain layang-layang mengajarkan rasa bertanggung jawab dalam kelompok bermain, sehingga jiwa kepemimpinan akan muncul dari kelompok kecil tersebut. Sebab, dalam permainan layang-layang dibutuhkan kerja sama tim, agar layang-layang dapat naik dengan sempurna. “Layang-layang tidak dapat bergerak sendiri tanpa ada pengendalinya. Pengendalinya inilah disebut pemimpin dalam kehidupan,” tandasnya. Pada saat layang-layang membubung tinggi, bukan berarti karena anginnya yang berembus pelan. Melainkan karena embusan angin yang kencang. Dalam kehidupan, hal tersebut dapat dimaknai bahwa pada saat menghadapi masalah, tidak boleh terpuruk atau putus asa, melainkan hal itu dapat memotivasi diri semakin lebih maju. Mantan Pangdam IX/Udayana ini juga mengimbau kepada masyarakat pencinta layang-layang agar bermain layang-layang di tempat yang luas dan terbuka, sehingga keamanan dan kenyamanan terjaga dan tidak mengganggu lalu lintas, baik darat maupun udara. Sinergisitas dan koordinasi harus tetap dilakukan, baik dengan kepolisian, pihak bandara maupun BMKG untuk mengetahui cuaca. “Dengan demikian, nilai seni, keindahan, kenyamanan, kebersamaan, gotong-royong saat bermain layang-layang dapat dirasakan bersama dalam kegembiraan,” pungkasnya. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 17 Juli 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu