20 HALAMAN
NOMOR 328 TAHUN KE 68 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA
E-mail: balipost@indo.net.id
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (144 rb Like) http://facebook.com/balipost
SELASA PAING, 26 JULI 2016
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Bali Darurat Narkoba
Ada Siswa Jadi Pengedar, Narkoba Sudah Masuk Desa Peredaran narkoba di Bali meresahkan. Bahkan Bali sudah darurat narkoba. Bayangkan, seorang siswa di Karangasem ditangkap sebagai pengedar. Di Mengwi, Badung, ada lima pelajar (salah satunya SMP) yang terbukti menggunakan narkoba. Sungguh memprihatinkan! Sementara peredaran narkoba sudah mencapai pelosok desa. Terbukti, peternak ayam petelor di Penebel (Tabanan) tersangkut kasus narkoba.
KEBUTUHAN narkoba di Bali sangat tinggi dan peredarannya begitu cepat. Demikian penegasan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Senin (25/7) kemarin. Selain itu modus menyembunyikan barang haram itu juga semakin beragam. Selain disimpan dalam tas dan bungkus rokok, bahkan ada yang ditelan. ‘’Mereka terus berinovasi untuk bisa menyelundupkan atau mengedarkan narkoba di Bali. Memang sulit diberantas jika hanya menyerahkan kepada BNN dan kepolisian saja. Kalau dibiarkan maka siapa pun bisa kena.
Maka dari itu mari bersamasama memerangi peredaran narkoba ini,’’ pungkasnya. Apalagi peredaran narkoba sudah merambah hingga pelosok desa. Salah satu buktinya narkoba sudah beredar di kalangan peternak ayam petelor di wilayah Penebel, Tabanan. Jika tidak ditanggulangi maka dikhawatirkan akan membuat bangkrut peternak wilayah tersebut. Penyebab narkoba bisa cepat masuk ke desa-desa, kata Suastawa, karena pengedarnya mempromosikannya sebagai obat kuat. Hal. 19 Bikin Impoten
Bali Peringkat Ke-11 di Indonesia NARKOBA bukan mainan. Tetapi para bandarnya mengemasnya seperti permainan. Direktur Resnarkoba Polda Bali Kombes Pol. Franky merilis pengungkapan kasus 726 butir ekstasi bentuk boneka dolphin (lumba-lumba). Menurut Franky, bentuk ineks seperti itu merupakan produk lama tetapi dicetak lagi dan dikirim dari bandar asal Surabaya, Jawa Timur. ‘’Dari pengungkapan kasus ini, berapa orang Bali yang kami selamatkan? Melihat peredaran narkoba saat ini, kondisi Bali sudah di atas darurat. Untuk itu kami akan kejar terus bandar maupun pengedarnya,’’ tegas Kombes Franky, pekan lalu. Kebutuhan narkoba di Bali sangat tinggi dan peredarannya begitu cepat. Oleh karena itu, ia bersama Kasubditnya berusaha mengimbanginya dengan menangkap pengedar skala besar. Apalagi, Kapolri punya program yaitu Promoter (profesional, modern dan terpercaya). ‘’Itu program 100 hari Bapak Kapolri dan harus kita wujudkan,’’ tandas Franky. Apa yang disampaikan Franky sesuai dengan data yang dimilki BNNP Bali, Hal. 19 Pemerintah Pusat
IDI Tetap Tolak Suntik Kebiri Jakarta (Bali Post) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan konsistensinya menolak menjadi eksekutor hukuman kebiri terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Menurut IDI, menjadi eksekutor dalam penegakan hukum bertentangan dengan etika kedokteran. ‘’Silakan pemerintah menunjuk petugasnya, dan dilatih, karena menyuntik tidak membutuhkan keahlian yang sangat, itu keahlian yang sederhana, orang awam bisa. Misalnya punya penyakit diabetes melitus menyuntik setiap saat bisa,’’ kata Wakil Ketua IDI Daeng Muhammad Faqih dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VIII di ruang kerja Komisi VIII DPR, Jakarta, Senin (25/7) kemarin. Menurutnya, ketentuan dalam etika kedokteran sudah sejak dulu seperti itu, bahwa dokter dalam melakukan tindakan harus sesuai dengan etika yang ada. ‘’Karena kita dokter profesi yang menekankan pada pertolongan, kita harus melakukan tindakan dalam rangka memberikan pertolongan. Kalau dalam rangka menghukum enggak kena,’’ kata Daeng. Hal. 19 Menghukum Menyiksa
Penjagaan Istri Santoso Diperlonggar
Jumiatun Dirawat di Ruang VIP Palu (Bali Post)Penjagaan terhadap istri kedua gembong teroris Santoso di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin (25/7) kemarin terlihat diperlonggar. Hal tersebut berbeda dengan hari sebelumnya saat Jumiatun alias Umi Delima, tiba di Bhayangkara. ‘’Saat tiba di sini, istri Santoso dirawat di ruangan perawatan umum,’’ kata seorang sumber di RS Bhayangkara Palu. Namun, katanya, setelah dilakukan pemulihan kesehatan intensif, istri Santoso dipindahkan ke ruangan VIP khusus di samping ruangan perawatan umum. Sejumlah anggota Polri bersenjata lengkap pun disiagakan di dekat ruang perawatan VIP Bhayangkara. Terlihat di atas meja jaga, ada delapan helm pasukan yang disusun rapi. Jumiatun juga memiliki nama lain yakni Ipa alias Latifah alias Bunga, alias Ade alias Askia, lahir di Bima pada 23 Oktober 1994 dengan alamat Desa Campa Mada, Kabupaten Bima, NTB. Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi di Palu,
Senin kemarin, menanggapi perkembangan terkini terhadap istri almarhum Santoso. Umi Delima menyerahkan diri ke aparat Satgas Operasi Tinombala pada Sabtu (23/7) difasilitasi petani di Poso. Dia berpisah dengan Santoso saat suaminya itu tertembak dan membawa lari satu pucuk senjata yang digunakan Santoso baku tembak dengan aparat. Rudy mengatakan Umi Delima belum dimintai keterangan secara formal karena menunggu pemulihan kesehatannya secara total. Hal. 19 Secara Formal
Jumiatun Diantar Petani JUMIATUN alias Umi Delima, istri Santoso (alm), pimpinan kelompok sipil bersenjata di Poso, Sulawesi Tengah, terpaksa membuang senjata suaminya di dalam hutan karena kelelahan setelah beberapa hari melarikan diri pascatertembaknya Santoso. ‘’Waktu lari, dia membawa lari senjata Santoso. Senjata itu ditinggal di hutan. Nanti kalau sudah sehat kita bawa kembali ke hutan cari senjata itu,’’ kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi di Palu, Senin (25/7) kemarin. Kepada wartawan, Rudy menjelaskan kronologi pelarian Umi Delima setelah Santoso tertembak pada Senin (18/7) petang. ‘’Dalam kontak tembak, Santoso sempat jatuh di depan Delima. Sempat bicara sebentar lalu dia ambil senjata Santoso kemudian dia lari,’’ katanya. Rudy mengatakan Umi Delima terus berlari dan berlari sambil membawa senjata yang digunakan Santoso. Dalam pelarian itu, dia masih sempat mendengar suara anggota kelompoknya Basri dan istrinya. ‘’Dia lari sendirian,’’ katanya. Menurut Rudy, karena sudah lelah, Umi Delima akhirnya melepaskan senjata tersebut. ‘’Senjata dia tinggal karena sudah capek,’’ katanya. Namun, Kapolda tidak menjelaskan jenis senjata yang dimaksud. Hal. 19 Pekerja Kebun
Luhut Soal Jokowi
Kalau Sudah Yakin Tak Pernah Mundur
Bali Post/ant
PENYAPU JALANAN - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menggendong seorang petugas penyapu jalan yang memegang penghargaan Adipura Kirana pada pertemuan dengan ratusan petugas penyapu jalan di Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/7) kemarin. Adipura Kirana merupakan penghargaan untuk kota yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan, pariwisata, dan investasi.
MENTERI Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan menegaskan kondisi perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo semakin membaik, meski sempat mengalami fase penurunan. Ia mengakui jika di awal pemerintahan, banyak yang pesimis dengan kemampuan pemerintahan Presiden Jokowi karena hanya dianggap sebagai orang Solo dan berasal dari daerah. Namun, ia mengagumi prinsip Presiden Jokowi yang kalau sudah yakin dengan kebenaran sebuah niat, maka tidak akan pernah mundur untuk mewujudkannya. ‘’Sepanjang dibuat untuk kepentingan bangsa dan negara, beliau
tidak pernah mundur,’’ katanya dalam dialog di Medan, Senin (25/7) kemarin. Ia juga mengatakan, Presiden Joko Widodo memimpin pelaksanaan konsep ‘’revolusi mental’’ dengan keteladanan yang diawali dari keluarga dan konsistensi dalam pengambilan keputusan. Gaya hidup sederhana yang diterapkan Presiden Jokowi selama ini bukan pencitraan, melainkan pola hidup yang dijalankan anggota keluarganya. Ia mencontohkan kebiasaan Ibu Negara Iriana yang lebih senang menggunakan tas produksi dalam negeri karena dinilai memiliki kualitas yang tidak kalah bagus. ‘’Kalau istri saya masih branded-lah, kalau
ibu itu, tas yang di pasar,’’ katanya dalam dialog dengan tema ‘’Peranan Tokoh Masyarakat dalam Membina Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam Bingkai NKRI’’. Baru-baru ini, Presiden Jokowi diketahui menggunakan sepatu baru yang awalnya dianggap sepatu bermerek dengan harga yang mahal. ‘’Saya pikir seperti saya yang bermerek, tidak tahunya Cibaduyut lagi,’’ katanya disambut tawa peserta dialog yang terdiri dari puluhan tokoh masyarakat Sumut. Menurut Luhut, pola hidup sederhana itu menyebabkan Presiden Jokowi terkesan mengabaikan protokoler kepresidenan. Hal. 19 Pengujian Makanan
Joko Widodo
DENPASAR
2 Hakim Tunda Putusan Jaringan Gitaris Geisha Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila menunda putusan kasus narkoba jaringan gitaris band Geisha. Hakim berdalih bahwa majelis hakim belum melakukan musyawarah. ‘’Kami belum musyawarah. Sidang ditunda hingga minggu depan,’’ kata hakim Sukanila. Empat terdakwa yang batal menjalani sidang putusan, Senin (25/7) kemarin, adalah Via Permata Suci, Ariadya Oktavianus, Crhistian Halim dan Willy Saputra. Hakim mengatakan bahwa penundaan sidang ini dilakukan seminggu saja. Sukanila yang juga menjadi hakim Tipikor itu menyatakan membutuhkan kesepakatan antarsesama majelis hakim untuk menjatuhkan vonis nanti. Perlakuan ini terlihat berbeda dengan gitaris band Geisha, Roby ,yang sidangnya begitu cepat dan dilakukan penahanan oleh kejaksaan, begitu juga saat sidang. Atas penundaan putusan itu, kuasa hukum terdakwa, Beny Haryono, mengaku pihaknya hanya bisa mengikuti perintah majelis hakim. Dia berpendapat, proses persidangan kasus pidana paling lambat enam bulan rampung. Namun, khasus ini sudah memasuki delapan bulan belum rampung. Dikatakan Beny, empat terdakwa saat ini tinggal di Kuta. Empat terdakwa tidak ditahan sama sekali meski terbukti menggunakan dan memiliki narkoba jenis ganja. (kmb37)
Cakupan Vaksinasi Rabies pada Anjing 81 Persen Denpasar (Bali Post) Vaksinasi rabies massal pada anjing yang dimulai dari bulan April lalu, akan berakhir pada 30 Juli mendatang. Per tanggal 24 Juli, total cakupan vaksinasi pada anjing telah mencapai 81 persen atau 358.554 ekor anjing dari 443.344 populasi anjing. Selain itu, dari Januari hjngga 22 Juli 2016, hasil dari 836 sampel anjing yang disampling, 139 kasus dinyatakan positif rabies. Untuk menatalaksana kasus gigitan anjing dengan benar, Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh. IKG Nata Kesuma, M.MA. menjelaskan, pascadigigit korban harus dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan sesuai protap. ‘’Dari puskesmas tersebut juga didapatkan informasi tentang anjing yang menggigit, apakah anjing tersebut berisiko tinggi atau rendah,’’ ujarnya, Senin (25/7) kemarin. Penanganan anjing akan dilakukan oleh puskeswan sehingga dengan demikian ada koordinasi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Hal itulah yang akan lebih dimantapkan lagi untuk penanganan kasus rabies. Anjing risiko tinggi adalah jika anjing tersebut hilang, mati selama observasi, hasil laboratorium menunjukkan anjing tersebut positif rabies, anjing tidak divaksinasi, dan perilaku anjing menunjukkan gejala rabies. Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Gede Wira Sunetra, MPPM. menambahkan, kasus gigitan dibedakan menjadi risiko tinggi dan rendah. Gigitan risiko tinggi jika mengenai area bahu ke atas, ujung jari dan gigitannya dalam. Maka dari itu, korban harus segera diberikan VAR (vaksin anti-rabies). ‘’Jika anjingnya positif rabies, diberikan tambahan SAR,’’ imbuhnya. VAR harus diberikan sebanyak tiga kali. Pemberian VAR pertama untuk menginisiasi antibodi, pemberian VAR kedua kalinya untuk melawan kuman rabies, dan pemberian VAR ketiga kalinya untuk mematikan kuman rabies yang masih tersisa. ‘’Minggu ke-7 baru terbentuk antibodinya,’’ imbuhnya. Selama ini, imbuhnya, kasus kematian akibat rabies karena tidak mendapat akses VAR dan ada juga yang tidak komplit memperoleh VAR, tidak tiga kali. (kmb42)
DENPASAR
& SEKITARNYA
Selasa Paing, 26 Juli 2016
BPM Pemdes Evaluasi Pengelolaan Pasar Desa Denpasar (Bali Post) Pasar tradisional atau pasar desa sebagai pusat perekonomian masyarakat, terus mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Pada penataan fisik pasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, telah dilakukan 22 program revitalisasi pasar desa. Untuk terus meningkatkan perekonomian masyarakat desa, Pemkot Denpasar juga melakukan evaluasi pengelolaan pasar desa melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM Pemdes). Senin (25/7) kemarin, BPM Pemdes melaksankan monitoring dan evaluasi (monev) di empat pasar desa di Kota Denpasar dengan melibatkan tim penilai pasar desa yang terdiri dari beberapa SKPD Pemkot Denpasar. ‘’Usai pelaksanaan Festival Pasar Tradisional yang dilaksanakan menjelang HUT Kota Denpasar, dilanjutkan dengan kegiatan monitoring dan evaluasi yang tentunya bersama-sama pengelola pasar tradisional untuk mengubah wajah pasar agar bisa lebih nyaman dan teratur,’’ ujar Kepala BPM Pemdes Kota Denpasar I Made Mertajaya didampingi Kabid Pengembangan Usaha Ekonomi Desa/Kelurahan Luh Gede Ratnaninggrat saat ditemui usai monitoring. Mertajaya mengatakan, keberadaan pasar tradisional merupakan salah satu indikator paling nyata kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah. Pemerintah Kota Denpasar sangat concern terhadap keberadaan pasar tradisional sebagai salah satu sarana publik yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup yang dipromosikan begitu hebat oleh berbagai media, telah membuat eksistensi pasar tradisional menjadi sedikit terusik. Meski demikian, menurut Mertajaya, pasar tradisional ternyata masih mampu untuk
bertahan dan bersaing di tengah serbuan pasar modern dalam berbagai bentuknya. Terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara pasar tradisional dan pasar modern. Kepala Pasar Desa Padangsambian I Wayan Mustika mengatakan, melalui monitoring dapat lebih memberikan bimbingan akan pentingnya menjaga kebersihan pasar kepada para pedagang. Kini Pasar Desa Padangsambian telah mendapatkan program revitalisasi pasar dengan harapan terus mendapatkan bimbingan dari instansi terkait Pemkot Denpasar, sehingga para pedagang dapat lebih meningkatkan kebersihan lapaknya dan memberikan dampak positif kepada masyarakat yang akan berbelanja ke pasar desa. Mustika menjelaskan, Pasar Padangsambian juga telah mendapatkan program revitalisasi pasar tradisional dari Pemkot Denpasar pada 2015 lalu. Sebelum direvitalisasi, omzet pasar per bulan mencapai Rp 1,5 miliar, dan setelah direvitalisasi omzet pasar per bulan mencapai Rp 2 miliar. Tentu hal ini memberikan dampak tidak saja pada penataan fisik pasar, namun juga pada peningkatan omzet pasar. ‘’Kami juga terus melakukan penataan bersama-sama para pedagang sehingga konsep pasar ramah dan segar dapat terus terwujud,’’ ujarnya. (kmb12)
Bali Post/kmb23
LIMBAH - Beberapa wisatawan mancanegara berjalan melintasi air limbah yang menggenangi pasir pantai di kawasan Pantai Legian, Kuta, Senin (25/7) kemarin. Sebelumnya, untuk penanganan limbah ini sudah sempat dibuatkan saluran penampungan. Namun saat ini limbah tersebut kembali meluber ke pantai setempat.
Kasus Dugaan Korupsi di BPD Bali
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
FM 96,5
Bali Post/kmb
MONEV - Jajaran BPM Pemdes Pemkot Denpasar, Senin (25/7) kemarin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke beberapa pasar desa di Denpasar. Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah wajah pasar agar bisa lebih nyaman dan teratur.
Di Balik Keberhasilan Meraih Adipura Kirana
Penanganan Sampah di TPA Suwung Masih Mengganjal TAHUN ini Kota Denpasar berhasil meraih Trofi Adipura Kirana. Hal ini mendapat apresiasi kalangan anggota DPRD setempat. Para wakil rakyat ini mengharapkan trofi kebanggaan dalam bidang kebersihan ini menjadi tonggak keberhasilan dalam mengelola bidang lainnya. Namun yang paling utama, pengolahan sampah di TPA Suwung. Mengingat, sampai saat ini penanganan sampah di tempat itu belum berhasil dengan baik. Sejumlah anggota DPRD Kota Denpasar di antaranya Nyoman Darsa, I Wayan Suadi Putra dan I Made Suweta, Senin (25/7) kemarin mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberhasilan Pemkot Denpasar meraih Trofi Adipura Kirana. ‘’Prestasi ini patut diapresiasi dan diharapkan bisa menjadi motivasi instansi terkait untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Karena sesungguhnya masih banyak yang perlu ditingkatkan di masa mendatang. Khususnya, terkait pengelolaan sampah di TPA dan program swakelola sampah yang akan segera diterapkan di Kota Denpasar,’’ ujar Darsa. Hal senada disampaikan anggota Komisi III, Wayan Suadi Putra. Menurutnya, pekerjaan rumah yang perlu segera disikapi terkait pengelolaan TPA, menyusul telah diputusnya kontrak PT Navigat Organic
Energy Indonesia (NOEI) oleh pemerintah Sarbagita. Menurut Suadi Putra dan Made Suweta, setelah kontrak dengan PT NOEI diputus, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) harus segera berkoordinasi dengan pemerintah Sarbagita guna mengambil langkah selanjutnya. ‘’Mau diapakan TPA Suwung, bagaimana pengelolaan sampahnya, apakah akan dicarikan investor baru atau bagaimana? Mengingat, dengan tumpukan sampah yang ada, dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitarnya,’’ kata Suadi Putra. Seperti diberitakan sebelumnya, akibat ketidakberhasilan PT NOEI mengelola sampah di TPA Suwung, berujung pada pemutusan kontrak. Kepala BPKS I Made Sudarma didampingi Wakil Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara di ruang pertemuan Kantor Wali Kota Denpasar, beberapa waktu lalu mengatakan, pemutusan kerja sama tersebut telah ditandatangani Kamis (9/6) lalu di Jakarta. Pemutusan kerja sama ini dilakukan berdasarkan musyawarah, karena samasama menyadari persoalan yang dihadapi. Penandatanganan pemutusan kerja sama ini dilakukan oleh kedua belah pihak, yakni Kepala BPKS I Made Sudarma dengan Dirut PT NOEI Michael Mangowal. (kmb12)
Pengadilan Tinggi Kabulkan Verset JPU Denpasar (Bali Post) Perlawanan atau verset yang dilakukan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali atas dihentikannya perkara dugaan korupsi dengan modus fraud BPD Bali Cabang Tabanan dengan terdakwa I Wayan Sukarja Sastrawan, dikabulkan oleh hakim Pengadilan Tinggi (PT). Dengan begitu, kasus dugaan korupsi di BPD Bali Cabang Tabanan ini bakal segera dilanjutkan di Pengadilan Tipikor Denpasar. ‘’Ya, astungkara verset kita dikabulkan PT. Kami sudah menerima informasi dari panitera,’’ ucap salah seorang jaksa Pidsus Kejati Bali Wayan Suardi didampingi Kasipenkum Humas Kejati Bali Ashari Kurniawan, Senin (25/7) kemarin. Dengan dikabulkannya verset atau perlawanan itu, kini pihaknya menunggu hasil salinan putusan yang resmi. ‘’Setelah itu kita ajukan lagi kasus ini ke Pengadilan Tipikor Denpasar,’’ jelas Suardi. Pria yang menjabat Kasi Penuntutan Pidsus Kejati Bali ini belum memastikan, kapan akan memangil terdakwa I Wayan Sukarja Sastrawan untuk dilakukan penahanan kembali. Ashari menambahkan, pemanggilan terdakwa akan dilakukan sesuai prosedur sebagaimana mestinya. ‘’Maksudnya akan dilakukan pemanggilan yang bersangkutan, untuk selanjutnya perkaranya kembali diajukan ke Pengadilan Tipikor,’’ sambung Ashari Kurniawan. Sementara pihak Sukarja belum dapat dimintai konfirmasi atas putusan verset yang diajukan pihak JPU ke Pengadilan Tinggi itu. Sebelumnya diberitakan, untuk pertama kalinya eksepsi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar. Kasus tersebut adalah dugaan korupsi dengan modus fraud di BPD Bali Cabang Tabanan, dengan terdakwa I Wayan Sukarja Sastrawan. Dalam putusan sela
yang dibacakan majelis hakim pimpinan Achmad Peten Sili dengan hakim anggota Gede Haryadi dan Sumali, Rabu (15/6) lalu, hakim mengabulkan eksepsi terdakwa yang diajukan sembilan tim kuasa hukumnya, yakni I Putu Gede Darmawan, Agus Gunawan Putra, Ngurah Wirakusuma, dkk. Atas dikabulkannya eksepsi tersebut, otomatis perkara ini tidak dilanjutkan dan dihentikan karena dinilai kasus tersebut bukan masuk ranah pidana korupsi. Dakwaan jaksa pun tidak dilanjutkan alias gugur dalam proses pembuktian. Dalil majelis hakim mengabulkan eksepsi itu, di antaranya hakim sependapat dengan kuasa hukum terdakwa bahwa dakwaan jaksa kurang cermat, kabur, dan masih ada keragu-raguan soal indikasi kerugian keuangan negara. Atas putusan tersebut, JPU diberikan kesempatan untuk melakukan upaya hukum lain. Kala itu kuasa hukum terdakwa, Gede Darmawan didampingi Agus Gunawan Putra, sangat mengapresiasi putusan majelis hakim yang mengabulkan eksepsi terdakwa. Menurut Darmawan, jaksa masih ragu-ragu menentukan soal kerugian negara, yakni apakah itu (yang dilakukan terdakwa) masuk kategori kerugian negara atau kerugian nasabah secara pribadi. ‘’Dalam dakwaan tidak jelas diuraikan hal tersebut. Pun soal rekening, apakah kerugian secara personal apa kerugian pihak BPD Bali,’’ katanya. Atas dasar itu pula majelis hakim cenderung menilai kasus ini adalah masuk kategori penggelapan dalam jabatan, tindak pidana umum, atau pidana khusus perbankan. Namun kini kasus tersebut bakalan berubah lagi. PT menganulir putusan Pengadilan Tipikor Denpasar dan pihak JPU kini ancang-ancang bakalan mengajukan kasus ini ke Pengadilan Tipikor Denpasar. (kmb37)
Komplotan Kepruk Kaca Mobil Ditangkap di Palembang Tiga Ditembak, Satu Kabur
Bali Post/kmb23
PENERTIBAN - Petugas dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar melakukan penertiban di kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar, Senin (25/7) kemarin. Hal ini dilakukan untuk menindak warga yang memarkir kendaraannya di kawasan tersebut untuk mengantisipasi kemacetan.
081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5
Topik : BALI DARURAT NARKOBA Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Polresta Denpasar dibuat gerah oleh komplotan kepruk kaca mobil dan congkel sadel sepeda motor nasabah bank. Setelah melakukan pengejaran hingga ke Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), petugas menangkap tersangka Baten Sempurne alias Oob (26), Hasri Saputra alias Obak (22) dan Meidi Andrika alias Didi (23), Sabtu (23/7) lalu. Sedangkan satu pelaku berinisial De masih buron. Komplotan maling ini beraksi di Denpasar dan Gianyar. Selama beraksi bulan Juni lalu, sindikat ini mengantongi uang Rp 812,1 juta. Hasil sitaan buku tabungan tersangka, saldonya Rp 300 juta dan beberapa kalung senilai Rp 30 juta. ‘’Mereka ditembak kakinya karena berusaha kabur saat ditangkap. Modusnya, salah satu pelaku melempar kaca mobil korban menggunakan pecahan keramik busi sepeda motor. Sebelum beraksi, mereka mengumpulkan pecahan keramik busi. Dan ternyata dilempar pakai itu, kaca mobil langsung pecah,’’ tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo didampingi
Bali Post/eka
KEPRUK KACA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo membeberkan barang bukti dan tersangka kepruk kaca mobil di Mapolresta Denpasar, Senin (25/7) kemarin. Tersangka telah beberapa kali melakukan operasi kepruk kaca mobil di wilayah Denpasar. Kasat Reskrim Kompol Reinhard, Senin (25/7) kemarin. Menurut Kapolresta, hasil penyidikan, komplotan maling ini mengaku baru beraksi di lima TKP, salah satunya di depan gudang CV Pancali di Jalan
Andakasa, Denpasar. Saat itu korban Faried Riza usai mengambil uang 5.000 dolar Amerika di BCA Jalan Sunset Road, Kuta, Selasa (14/6) lalu. Korban selanjutnya, Ni Komang Sri Astini, TKP-nya di Jalan Danau Beratan, Denpasar
Selatan. Tersangka mengambil uang Rp 174.650.000 yang disimpan di bawah sadel sepeda motor. Korban usai menarik uang di BRI Renon, Jumat (17/6) lalu. Korban berikutnya nasabah BNI, Daratul Laela, uangnya Rp 90 juta yang baru diambil di BNI Cabang Sesetan dan ditaruh di bawah sadel sepeda motor dicuri oleh tersangka, Senin (20/6) lalu. Berselang dua hari kemudian, komplotan ini menyasar mobil milik Gede Purwaka saat parkir di depan Restoran Bebek Garing di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar. Uang Rp 480 juta yang baru diambil di BPD Renon dibawa kabur komplotan ini. ‘’Ada satu TKP lagi diakui, yaitu di wilayah Petulu, Ubud, Gianyar. Kami sedang koordinasi dengan Polres Gianyar,’’ tegas mantan Kapolres Gianyar ini. Adapun modusnya, sindikat ini sudah mengintai korban sejak di bank. Selanjutnya, dibuntuti hingga korban berhenti dan mereka langsung beraksi. ‘’Mereka bagi tugas, ada sebagai joki, eksekutor dan survei. Mereka beraksi dalam hitungan detik, tidak sampai 10 detik,’’ ujarnya.
Terkait pengungkapan kasus itu, Kompol Reinhard mengatakan, pada Rabu (20/7) lalu tim Resmob Polresta dipimpin Kanit I Iptu Sulhadi berangkat ke Palembang untuk memburu pelaku. Terungkapnya identitas pelaku berdasarkan hasil rekaman CCTV di bank dan TKP. Pada Sabtu (23/7) pukul 03.00 WIB, polisi menggerebek dan menangkap tersangka Meidi di rumahnya di Lorong Gubah, Kecamataan Kayuagung, Sumsel. Selanjutnya pukul 04.00 WIB, dibekuk tersangka Baten alias Oob di Jalan Prada Umar Hasan, Sumsel. Tersangka Hasri ditangkap satu jam kemudian di rumahnya di Jalan Sersan Jupri, Sumsel. ‘’Tersangka Me (Meidi) sebagai eksekutor, BS (Baten Sempurne) sebagai joki dan HS (Hasri Saputra) sebagai joki. Barang bukti yang diamankan, beberapa HP, KTP, buku tabungan, kartu ATM dan beberapa kalung emas,’’ ungkap Reinhard. Dari hasil beraksi di empat TKP, tersangka Hasri mendapat bagian Rp 149.825.000, Meidi Rp 185.400.000, Baten Rp 145 juta dan De Rp 329.500.000. (kmb36)
Selasa Paing, 26 Juli 2016
BADUNG
3
Pemberlakuan PP Nomor 18 Tahun 2016
Ratusan Pejabat Eselon Dipangkas Mangupura (Bali Post) – Pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, menjadi mimpi buruk bagi sejumlah pejabat di Pemkab Badung. Pasalnya, kebijakan ini akan memangkas setidaknya 172 pejabat eselon dari jabatannya. Mereka harus legowo menanggalkan jabatan dengan segala fasilitas yang melekat. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Senin (25/7) kemarin mengatakan, penerapan PP 10/2016 itu baru akan dilakukan setelah APBD tahun 2017 disahkan. Pemerintah Kabupaten Badung sendiri sedikitnya memiliki 600 pejabat eselon. ‘’Kami tegaskan, dengan adanya PP 18/2016 itu harus mengikuti dari APBD melalui KUA (Kebijakan Umum Anggaran) dan PPAS (Prioritas Plafon Anggaran Sementara). Karena itu belum final, kami belum bisa sahkan dulu (organisasi perangkat daerah - red),’’ ujarnya. Setelah pembahasan ABPD selesai, kata Bupati Giri Prasta, maka baru kemudian organisasi perangkat daerah (OPD) dibahas. Kebijakan ini lantaran undang-undang, bukan karena kebijakan yang dibuat pemerintah daerah. ‘’Cuma perlu kami sampaikan, akan terjadi penciutan-penciutan. Kami punya eselon IIA sampai eselon IVB ada 600 lebih. Dengan adanya OPD yang baru ini, mungkin ada 172 orang yang tidak akan mendapat jabatan,’’ ungkapnya. Dengan lahirnya PP 18/2016 itu, sejumlah Satuan Kerja Perangka Daerah (SKPD) akan dilakukan penciutan. Kemungkinan, dua
SKPD akan digabung menjadi satu SKPD. Berkenaan dengan hal tersebut, pimpinan SKPD sebelumnya akan tetap diberikan tanggung jawab hingga berakhirnya tahun anggran 2016. ‘’Kami harus tanggap. Misalkan ada dua kepala dan satu dinas, kami akan lakukan pengisian pada bulan Januari 2017. Biar tuntas APBD tahun 2016 ini. Jangan sampai, dia tidak mau bekerja dan menyerahkan tanggung jawabnya pada yang baru bertugas. Kami tidak mau itu,’’ terang pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini. Sekda Badung Kompyang R. Swandika sebelumnya mengatakan, selama ini acuan OPD Pemkab Badung memakai PP 41/2007 tentang susunan organisasi perangkat daerah. Namun, OPD tersebut harus dirombak dengan terbitnya UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah. Selain harus merombak OPD, UU 23/214 yang disahkan Juni lalu juga memberi sejumlah perintah kepada daerah. Di antaranya, memberikan perubahan kewenangan yang sebelumnya jadi urusan kabupaten/kota menjadi kewenangan provinsi, dan provinsi menjadi kewenangan pusat. Sebagai dampak yuridis UU tersebut adalah diambil alihnya Terminal Tipe A Mengwi oleh pusat dan ditariknya SMA/SMK oleh provinsi. ‘’PP-nya sudah terbit. Perintah PP-nya, paling lambat enam bulan setelah PP ini diterbitkan, Pemda dan DPRD sudah harus menetapkan OPD. Artinya, kalau ditetapkan bulan Juni maka Desember sudah ditetapkan dan diisi pejabatnya,’’ jelas pejabat asal Kerobokan, Kuta Utara ini. (kmb27)
Kasus Perdin DPRD Denpasar
Tiga Anggota Dewan Bantah Terima Aliran Dana Mangupura (Bali Post) Sebagaimana dijadwalkan tim kejaksaan, tiga anggota DPRD Kota Denpasar memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Senin (25/7) kemarin. Tiga orang yang diperiksa itu yakni Kadek Agus Arya Wibawa, I Wayan Warka dan A.A. Putu Gede Wibawa. Selain mereka, ada juga Kabag Keuangan Sekwan (Skretaris Dewan) Kota Denpasar Made Suwitra datang memenuhi pemeriksaan. Namun, dia tidak jadi menjalani pemeriksaan karena jaksa berhalangan. Pada intinya, dewan membantah menerima aliran dana Perdin DPRD Kota Denpasar. Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar A.A. Putu Gede Wibawa yang diperiksa paling akhir mengatakan, dirinya ditanya 54
pertanyaan oleh penyidik. Ia mengatakan, pertanyaan lebih banyak ke identitas diri dan hubungan antara dewan dan sekretariat khususnya tersangka Patra yang menjadi PPTK (pejabat pelaksana teknis kegiatan) dalam perjalanan dinas. ‘’Tadi ada 54 pertanyaan,’’ tegasnya. Ia mengaku sempat ditanya tentang proses perjalanan dinas pada 2013 yang disebutnya sama dengan proses-proses sebelumnya. Pada 2013, DPRD Kota Denpasar menjalani sekitar 31 perjalanan dinas selama satu tahun. ‘’Saya ikut semuanya,’’ ucap Wibawa dengan gamblang. Ia juga membantah anggota dewan menerima aliran uang dari Sekwan hasil mark-up uang perdin. Malah ia menyoroti minimnya anggaran untuk anggota dewan saat menjalani perdin. (kmb37)
Bali Post/eka
PARASAILING – Sejumlah wisatawan sedang menikmati parasailing di Tanjung Benoa, Badung. Terbang dengan parasut di atas perairan dengan ditarik speed boat ini, banyak digemari para wisatawan Asia yang berkunjung ke Tanjung Benoa.
Golf Dihapus dari Objek Pajak Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung Badung akan tunduk terhadap aturan yang melarang pemungutan pajak terhadap tempat hiburan. Sejumlah objek pajak hiburan yang dilarang itu adalah golf, biliar, dan boling. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, pajak golf maupun biliar bukan merupakan prioritas pendapatan daerah di Badung. ‘’Kami akan tunduk terhadap aturan. Memang memberikan kontribusi terhadap pendapatan, namun tidak menjadi prioritas,’’ ujar Bupati Giri Prasta, Senin (25/7) kemarin. Menurutnya, Badung saat ini sedang melakukan ekspansi pajak baik berupa intensifikasi maupun ekstensifikasi pajak. Dengan dua strategi ini, Bupati yakin
objek pajak yang tak boleh lagi dipungut akan ditutupi dengan pendapatan yang diperoleh. Seperti halnya banyak wisatawan yang ngekos dengan tarif Rp 3 juta per
bulan. Ini artinya, setiap hari wisatawan hanya bayar Rp 100.000. Kondisi ini berbeda jika wisatawan tinggal di hotel dengan tarif Rp 1,5 juta per hari. Karenanya, Badung kehilangan atau lost dari akomodasi Rp 1,4 juta per hari kali jumlah wisatawan yang ngekos. ‘’Ini yang akan disasar sehingga lost bisa ditekan. Peluang intensifikasi lainnya ada di pajak reklame,’’ katanya. Dikatakannya, untuk ekstensifikasi, Badung akan berupaya mencari peluangpeluang pajak yang baru. Dengan demikian, pendapatan daerah bahkan bisa
melonjak. Seperti diberitakan sebelumnya, permainan biliar, golf dan boling batal menjadi objek pajak hiburan di Kabupaten Badung. Hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Bali No. 1301/01-B/HK/2016 tertanggal 17 Mei 2016. Surat keputusan yang ditandatangani Gubernur Made Mangku Pastika tersebut membatalkan Pasal 3 ayat (2) huruf g Perda Kabupaten Badung No. 17 Tahun 2011 tentang Pajak Hiburan. Pasal 3 ayat (2) huruf g tersebut mengatur permainan biliar, golf, dan boling sebagai objek pajak. (kmb27)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E
Fakultas Pertanian Unwar Gelar BSC dan Seminar Internasional FAKULTAS Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Bali Summer Course (BSC) dan seminar internasional dari tanggal 25 sampai 30 Juli. Seminar internasional itu membahas tentang ‘’Sustainable Food and Energy Security’’, dan dihadiri oleh perguruan tinggi di Indonesia. Seminar internasional bertemakan ‘’Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Energi dengan Pertanian Berkelanjutan’’ itu merupakan rangkaian dari Dies Natalis ke32 Unwar. ‘’Dies Natalis Unwar diawali dengan seminar internasional dan BSC,’’ kata Dekan Fakultas Pertanian Unwar Dewa Sadguna, Senin (25/7) kemarin. Seminar internasional dilakukan untuk meningkatkan semangat para dosen dalam menyampaikan publikasi ilmiah. Seminar ini bekerja sama dengan Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE Network), merupakan lembaga akademis di tingkat internasional. ‘’Seminar ini merupakan penyampaian dari hasil-hasil penelitian ilmiah untuk bisa terpublikasi dan terindeks fokus,’’ ujarnya. Pembahasan dalam seminar internasional tersebut di antaranya tentang Vedic Organic Agricultural and Integration of Tri Hita Karana, Cosmological Ethos of Bali. Pembahasan lain yaitu, Subak the Traditional Irrigation System in Bali, perkembangan manajemen pertanian Simantri, terumbu karang, pangan dan energi terbarukan, misalnya dari limbah bambu.
Sementara BSC bertujuan meningkatkan wawasan mahasiswa dalam memahami atau lebih peka terhadap fenomenafenomena pertanian dari mancanegara. Kegiatan ini dihadiri peserta dari beberapa negara seperti Kamboja, Vietnam, Filipina, Malaysia. Ke depan ia berharap kegiatan tersebut lebih mendunia. Ketua Panitia BSC Ir Gede Pasek Mangku, M.Si. mengatakan, latar belakang digelarnya seminar internasional dan BSC adalah adanya MoU antara Unwar dan SAFE Network dan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasinya. Selain itu, kegiatan ini juga didasari untuk meningkatkan daya saing dari peneliti-peneliti atau dosen di Unwar, khususnya di bidang pertanian dengan melakukan sharing dengan peneliti dari luar Unwar yaitu luar negeri. Unwar juga mempunyai target untuk menuju World Class
University tahun 2034, sehingga perlu saling tukar informasi di bidang penelitian, bahkan rencananya melakukan student exchange dan pertukaran dosen. ‘’Kita mulai dari sekarang. Itu dasarnya kita melakukan ini karena persaingan sekarang tidak hanya di tingkat lokal, apalagi saat ini sudah masuk MEA sehingga daya saing, kualitas SDM khususnya dosen perlu ditingkatkan di tingkat dunia global,’’ paparnya. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnu Murti, M.Si. mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menuju World Classs University. ‘’Ini merupakan upaya kita untuk go international, tentu kita harus selalu aktif dan proaktif untuk selalu bersama-sama menyelenggarakan dan mengikuti kegiatan yang bertaraf internasional,’’ imbuhnya. (ad1614)
MEMBUKA - Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setda Provinsi Bali I Ketut Wija membuka seminar internasional dan BSC didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri, Pembantu Rektor, Dekan Fakultas Pertanian Unwar dan Ketua Panitia BSC.
B R A N D I N G D I S I N I
Unmas KKN di Kota Denpasar
Bantu Tangani Masalah Sampah dan Kependudukan UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar termasuk PTS yang konsisten menjalankan KKN ke desa dan KKN alternatif. Kali ini Unmas menerjunkan 679 mahasiswa yang mengikuti KKN. Peserta KKN Unmas secara resmi diserahkan oleh Rektor Unmas diwakili WR II Drs. I Wayan Suwandhi, M.Pd. kepada Wali Kota Denpasar diwakili Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Ketut Sudana, M.M., Senin (25/7) kemarin. Saat itu juga diberikan pembekalan materi soal kewilayahan dan RPJM, etika KKN, manajemen posko, observasi dan cara penyusunan laporan. Ketua Panitia KKN Dr. Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H. mengungkapkan, KKN kali ini lebih istimewa. Pasalnya, KKN 2016 angkatan ke-39 difokuskan menggarap 22 desa di dua kecamatan di Kota Denpasar, yakni Denpasar Timur dan Denpasar Utara. Tiap desa diterjunkan 20-21 mahasiswa. Dari jumlah itu, 214 mahasiswa mengikuti KKN alternatif dan 465 mahasiswa mengikuti KKN reguler. Mereka akan menggarap pembangunan desa hingga 1,7 bulan di desa. Dia mengatakan KKN ini adalah bagian dari model pembelajaran hidup di tengah-tengah masyarakat. Mengidentifikasi masalah dan memberi solusi terhadap pembangunan desa. Model ini disebut learning by doing. Makanya di akhir KKN sesuai SOP, mahasiswa dievaluasi kinerjanya selama KKN. Rektor Unmas diwakili WR II Drs. I Wayan Suwandhi, M.Pd. menegaskan, KKN sebagai bentuk pengabdian masyarakat sesuai dengan Tri Dharma PT. Selain itu, untuk belajar dan menggabungkan teori dengan pengalaman nyata di
KKN – WR II Unmas Wayan Suwandhi didampingi Ketut Widnyana dan Ketut Sudana saat melepas mahasiswa KKN Unmas yang diterjunkan di Kota Denpasar. masyarakat. yang positif. Di Denpasar, kata Suwandhi, Ketua LP2M Unmas Denpasar mahasiswa Unmas diminta ikut Dr. Ir. I Ketut Widnyana menmemecahkan masalah perkotaan, egaskan, Denpasar dipilih sebagai seperti penanganan sampah dan lokasi KKN karena Kampus Unmas kependudukan. Yang utama ada- ada di Denpasar. Dengan konsep lah bagaimana masyarakat desa kuncup, Unmas ingin berperan mengelola masalah sampah secara untuk Kota Denpasar. Makanya mandiri, memotivasi warga tak dia menekankan program KKN membuang sampah ke sungai dan Unmas kali ini juga ikut mecari lain-lain. Mahasiswa akan belajar solusi masalah perkotaan, seperti di desa, memegang prinsip bahwa sampah dan kependudukan. Wali Kota Denpasar dalam setiap orang bisa menjadi guru dan menjadi siswa. Bagi Unmas, sambutan tertulis dibacakan Nyokehadiran mahasiswa di desa man Sudana mengajak mahasiswa adalah menjadi siswa, sedang- KKN Unmas secara kontinu dan sekan gurunya adalah aparat dan rius menggarap desa binaan KKN. Dengan demikian, masyarakat masyarakat di desa. Suwandhi mengungkapkan, benar-benar merasakan manfaat mahasiswa KKN Unmas tetap kedatangan mahasiswa KKN. Wali menjaga etika, tidak boleh ke- Kota berterima kasih Unmas ikut hadirannya menjadi beban bagi berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat di desa. Jadilah maha- anak bangsa. Untuk itu diharapkan siswa yang diperhitungkan, karena KKN ini membuat lulusan Unmas memiliki ilmu diskriminasi yakni sesuai dengan tuntutan zaman kemampuan membedakan mana global. Untuk itu, program KKN yang baik dan tak baik, kemudian ini terus dilanjutkan di Kota Denmenentukan sikap memilih hal-hal pasar. (ad1612)
Langsung Dapat HP Android HARRIS Hotel & Residences Sunset Road Setiap Beli Emas Berlian Cincin Black Diamond Gelar Aksi Selamatkan Bumi Kita 1 Carat dan Cincin Solitaire Rp 1.999.000
JUMAT (22/7) lalu, HARRIS Hotel & Residences Sunset Road bekerja sama dengan Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan dan Lahan, Desa Serangan dan SMPN 11 Denpasar menanam 1.000 pohon bakau di Pulau Serangan demi mengurangi permasalahan dari perubahan iklim. I Nyoman Wirayasa, General Manager HARRIS Hotel & Resi-
dences Sunset Road mengatakan, kegiatan ini berupaya untuk mengurangi pengikisan tanah di pinggir pulau, selain berfungsi untuk menjaga dan melestarikan biota laut agar tidak punah. “Kegiatan ini juga sebagai ajang peran serta hotel terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya. Kegiatan ini dimulai dengan gerakan penanaman pohon yang digalakkan HARRIS Hotel &
Residences Sunset Road untuk membangun tanggung jawab kita terhadap lingkungan di samping berdekatan dengan jatuhnya Hari Mangrove Sedunia di hari ini. Cari tahu lebih lanjut tentang HARRIS Hotel & Residences Sunset Road hanya di www.harrishotels.com dan @ harrissunsetroad melalui sosial media. (bns1)
C E R I T A S U K S E S
Selasa Paing, 26 Juli 2016
AKSI - Aksi Selamatkan Bumi Kita yang digelar HARRIS Hotel & Residences Sunset Road bekerja sama dengan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan, Desa Serangan dan SMPN 11 Denpasar.
FELICE Jewellery hadir lagi dalam pameran perhiasan emas dan berlian selama tiga hari. Terhitung mulai, Selasa (26/7) ini sampai dengan Kamis (28/7) di Business Center, Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini Felice menyediakan hadiah istimewa bagi pelanggan setianya. Tidak tanggung-tanggung berupa sebuah handphone yang tentu sayang untuk dilewatkan. ‘’Kami menawarkan emas berlian berupa cincin black diamond 1 carat dan cincin solitaire seharga Rp 1.999.000, mendapatkan hadiah langsung handphone android,’’ ujar Sales Felice Jewellery Ni Kadek Widnyani saat dikonfirmasi, Sabtu (16/7). Selain hadiah istimewa tersebut, kata Kadek, Felice juga menghadirkan perhiasan emas berlian fashion model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. ‘’Setiap pembelian perhiasan akan mendapatkan sertifikat. Kalau nanti customer ingin mereparasi perhiasannya, tinggal menunjukkan sertifikat
HADIAH LANGSUNG - Felice Jewellery menghadirkan anting dan liontin emas berlian seharga Rp 1,499 juta dengan hadiah langsung HP android. ini. Reparasi bisa dalam bentuk memperbesar atau memperkecil ukuran cincin, memasang permata yang lepas dan renew seperti baru lagi,’’ imbuhnya. Menurut Kadek, Felice lebih banyak mengeluarkan desain klasik atau abadi yang selalu cocok dipakai kapan saja dan tidak membosankan. Felice juga ingin
menghilangkan kesan bahwa berlian itu mahal. Tetapi bukan berarti harga murah yang ditawarkan ini murahan. Tunggu apa lagi, segera kunjungi pameran perhiasan emas dan berlian Felice Jewellery. Harga relatif terjangkau, ditambah desain yang unik, menjadikan berlianberlian Felice layak menjadi bagian dari koleksi Anda. (br799)
ISI Denpasar Gelar Pembukaan Evaluasi Lapangan RS BaliMed Gelar Ajang Kreativitas Usulan Penyelenggaraan Program Studi Seni S-3 Kembangkan Kreativitas Anak Melalui Mewarnai dan Fotogenik
RS BaliMed menggelar ajang kreativitas mewarnai dan fotogenik di Aula Dewandaru RS BaliMed, Minggu (24/7). Jumlah peserta yang teregistrasi sebanyak 165 peserta. Tema kegiatan tersebut “Sehat Bersama BaliMed”. Ajang tersebut diikuti oleh anak-anak usia 0-3 tahun untuk kategori fotogenik dan usia 5-7 tahun untuk kategori mewarnai. Peserta berasal dari keluarga karyawan dan masyarakat umum, mulai dari anak usia PAUD sampai awal Sekolah Dasar. Hasil kreativitas peserta yang berkesan dipilih oleh empat juri yaitu satu orang dari RS BaliMed dan tiga orang dari eksternal. Panitia juga menyuguhkan aneka hiburan seperti pertunjukan badut, penampilan aksi sulap dan juga fashion show anak-anak. Made Adi Krisna Dwipayana, S.E., M.Par., Ketua Panitia sekaligus Kadiv Pemasaran dan Hubungan Pelanggan, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli. Menurutnya, tumbuh kembang anak adalah salah satu unsur penting yang menentukan karakter, perkembangan dan kemajuan pendidikan anak. Banyak hal yang menjadi wahana untuk mengembangkan tumbuh kembang anak ke arah yang positif, tentunya mendidik karakter anak menjadi insan kreatif. Berkarya lewat media gambar adalah salah satu wahana yang sangat baik dan diminati oleh anak-anak usia dini dalam mengembangkan kreativitasnya. “Setiap anak penuh keceriaan, orangtua yang berambisi akan membuat anak
KREATIVITAS - Ajang kreativitas mewarnai anak yang dilakukan di RS BaliMed.
kehilangan keceriaan,” ujarnya. Setiap anak mempunyai potensi unik dan bakat di bidang masing-masing. Orangtualah yang wajib menemukan dan mengembangkan potensi tersebut. Acara kreativitas adalah obat bagi jiwa anak, membantu perkembangannya dan memiliki efek self healing. Menumbuhkembangkan bakat dan daya kreativitas anak, meningkatkan perkembangan pola pikir anak, ikut serta dalam peningkatan kualitas pendidikan karakter anak, merupakan tujuan yang ingin dicapai dari ajang kreativitas tersebut. “Hidup bukanlah kompetisi, tapi teamwork untuk sukses bersama-sama dan tumbuh berkembang bersama-sama, di mana setiap anak mewarnai dunia kita dengan potensinya yang unik. Pada ajang peringatan Hari Anak Nasional ini, kita angkat kreativitas anak yang unik dan bukan lomba, tapi dipilih semua yang baik-baik,” paparnya. Mengingat kegiatan tersebut untuk memberikan kesempatan pada anak-anak untuk berkreativitas, maka seluruh peserta mendapat bingkisan dan sertifikat yang sama, sehingga anak-anak merasa menjadi juara. Menurutnya, sejak awal semua anak sudah menjadi juara, baik bagi dirinya sendiri, orangtua maupun keluarga. Selain itu, dalam ajang tersebut tidak mencari juara I, II, III, IV namun dipilih hasil kreativitas empat anak yang paling berkesan dalam mewarnai dan empat dalam fotogenik untuk mendapatkan hadiah tambahan. Krisna mengatakan, untuk meningkatkan hubungan keakraban dan kenyamanan pasien dan keluarga pasien dengan RS BaliMed, pihaknya juga menggelar pertunjukan live music akustik di ruang Hemodialisis (HD), Jumat (22/7). “Ternyata respons dari pasien sangat bagus. Pasien merasa terhibur dan berharap ke depannya akan terus berlanjut,” imbuhnya. Wadir Pelayanan Medis dan Keperawatan RS BaliMed dr. A.A. Ngurah Budiarta, MARS. mengatakan, dari ajang kreativitas mewarnai tentu yang paling utama dilihat adalah kreativitas anak. Selain itu juga dilihat ketepatan interpretasi, teknik, kerapian dan kebersihan. Sedangkan ajang kreativitas fotogenik yang dilihat adalah teknik pengambilan foto, sehat dan cerianya anak tersebut, mengingat temanya adalah “Sehat Bersama BaliMed” sehingga anak harus sehat, bersih, ceria. Acara ajang kreativitas tersebut adalah sebuah wadah yang disediakan RS BaliMed, agar anak-anak dapat mengekspresikan dirinya. (ad800)
MENINGKATkAN status dalam bidang seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar kegiatan Pembukaan Evaluasi Lapangan Usulan Penyelenggaraan Program Studi Seni (S-3), Sabtu (23/7) lalu, di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar. Pembukaan dihadiri Rektor ISI Denpasar beserta jajarannya, calon Ketua Program Studi S-3 ISI Denpasar Prof. I Wayan Dibia dan dihadiri Prof. Syamsul Rizal dan Prof. Salengke dari Kemenristekdikti serta Rektor ISBI Papua. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. mengatakan, sebelumnya dari tahun 2011 ISI Denpasar telah membuka Program Studi Seni S-2 dan berlangsung hingga sekarang. Hingga saat ini ISI Denpasar memiliki dua Fakultas, yaitu Fakultas Seni Pertunjukan yang memiliki lima program studi dan Fakultas Seni Rupa dan Desain yang memiliki tujuh program studi, dengan total berjumlah 220 orang dosen, yang terdiri dari enam orang guru besar, 33 orang doktor, 184 orang lulusan S-2 dan 3 orang dengan gelar S-1. Oleh karena itu, pihaknya akan membuka S-3 di bidang seni untuk meningkatkan status para
dosen ISI. Apabila program tersebut disetujui Kemenristekdikti, pihaknya berencana mengajak seluruh dosen S-2 ISI Denpasar untuk menempuh pendidikan S-3. “Saya berharap ke depannya mereka (33 dosen bergelar doktor - red) semua bisa diajak bekerja sama untuk mengembangkan Prodi S-3 di ISI Denpasar,” ujar Sugiartha. Prof. I Wayan Dibia selaku calon Ketua Program Studi S-3 menyampaikan, urgensi bagi program ini sangat besar karena Bali sebagai sebuah daerah yang memiliki seni budaya yang dinamis, belakangan ini mendapatkan tantangan yang cukup berat dalam konteks pariwisata. Sehingga terjadi persaingan yang begitu besar dengan budaya luar. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem untuk menanggulangi hal tersebut. “Hal inilah yang menjadikan Program Studi Seni S-3 ini begitu mendesak untuk menghadirkan intelektual-intelektual muda yang bisa menjadi bagian dari pertahanan sistem budaya, bukan hanya untuk pihak ISI Denpasar, tapi juga demi kebaikan seluruh Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, pejabat dari Kemenristekdikti Prof. Syamsul
Rizal mengatakan, ISI Denpasar merupakan salah satu perguruan tinggi yang dikunjunginya. Sebab ISI Denpasar telah memenuhi salah satu syarat untuk membuka program studi S-3, yaitu memiliki enam orang dosen yang terdiri dari dosen yang bergelar Profesor maupun doktor yang telah memiliki publikasi internasional. Prof. Syamsul Rizal merasa bangga terhadap ISI Denpasar, karena bisa memenuhi syarat tersebut mengingat untuk bidangbidang tertentu dan bidang seni sangat sulit untuk melakukan publikasi internasional. Ia berharap ISI Denpasar dapat menjadi motor penggerak untuk menunjukkan kepada universitas lain, bahwa mereka mampu dan terpacu untuk melakukan hal yang serupa. Sementara itu, Prof. Salengke menambahkan, pihaknya akan segera berusaha mewujudkan program ini dan berpesan agar nanti lulusannya dapat memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Ia berharap program S-3 di ISI Denpasar dapat didesain dengan baik, sehingga nanti usaha pemeliharaannya menjadi lebih mudah. (ad1613)
SAMBUTAN - Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. (dua dari kanan) saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Evaluasi Lapangan Usulan Penyelenggaraan Program Studi Seni (S-3), Sabtu (23/7) lalu.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, CSR, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Selasa Paing, 26 Juli 2016
5
Undang Pedanda Siwa Budha di Perpustakaan Bung Karno
Sukmawati Soekarno Meminta Masukan Sulinggih Terkait Rencana Film Borobudur
LCT - Kendaraan berat masuk ke kapal LCT di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, belum lama ini.
Bali Post/udi
September, Seluruh LCT Wajib Dikandangkan Banyuwangi (Bali Post) -
Operasional kapal LCT di Selat Bali tinggal menunggu waktu. Mulai September 2016, seluruh LCT wajib dikandangkan. Terkait hal ini, pihak Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar Ketapang, Banyuwangi, kembali mengingatkan para operator kapal. Hingga bulan ini masih ada tujuh LCT yang masih beroperasi. Syahbandar Ketapang Ispriyanto mengatakan mulai minggu ini pihaknya kembali mengingatkan para operator kapal untuk bersiap meminggirkan LCT, per September mendatang. Ini, katanya, berdasarkan SK Dirjen Hubdat No. 885/AP.005/DRJD/2015 tertanggal 19 Maret 2015. ‘’Intinya, kita mengingatkan kembali operator kapal LCT agar bersiap menghentikan operasi, dua bulan lagi,’’ jelasnya, Senin (25/7) kemarin. Menurutnya, aturan larangan LCT ini sudah diperpanjang hingga dua kali. Sebelumnya kapal LCT dijadwalkan berakhir Agustus 2016. Namun terjadi antrean aksi mogok massal LCT. Imbas-
nya, Pelabuhan LCM Ketapang tempat sandar kapal LCT lumpuh total. Antrean panjang kendaraan mengular hingga 25 kilometer. Akhirnya larangan LCT diperpanjang hingga akhir Desember 2015. Namun jelang akhir tahun, antrean kembali mengular. Pemerintah kemudian memperpanjang lagi hingga September 2016. ‘’Ini perpanjangan terakhir yang diberikan oleh pemerintah. Kami di lapangan hanya menjalankan aturan,’’ jelas Ispriyanto. Larangan penggunaan LCT ini, katanya, diatur dalam Permenhub No. 39/2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Penyeberangan. Isinya men-
erangkan bahwa kapal angkutan penyeberangan yang mengangkut penumpang dan kendaraan beserta muatannya harus memiliki paling sedikit dua pintu rampa. Ini untuk jalan keluar masuk kendaraan, serta dasar kapal ganda. Namun kapal LCT hanya memiliki pintu satu. Sehingga kendaraan harus berjalan mundur ketika masuk kapal. Jika selama batas waktu kapal LCT tetap nekat beroperasi, ada sanksi tegas yang mengaturnya. Sesuai dengan Pasal 289 UU No. 17/2008 tentang Pelayaran dan Pasal 202 PP No. 20/2010 tentang Angkutan di Perairan, pemilik LCT yang membandel
Dinilai Tak Tepat Sasaran
berlayar bisa dikenai pidana penjara hingga satu tahun dan denda Rp 200 juta. Sementara itu, sejumlah pengendara sejatinya ikut waswas ketika harus berjalan mundur masuk kapal. Seperti diakui Hendra, pengemudi asal Lombok. Dia mengaku saat berjalan mundur dengan muatan berat, kerap dibuat waswas. Apalagi ombak besar sering menghantam pintu kapal yang digunakan jalan masuk kendaraan. ‘’Ada rasa waswas, apalagi ketika cuaca buruk,’’ keluhnya. Pihaknya berharap kapal beroperasi di dermaga LCM bisa membuat nyaman. Kini tersisa 7 kapal LCT yang beroperasi. Sebelumnya 14 kapal LCT. Ratarata pemilik kapal enggan melanjutkan izin lantaran akan berhenti September mendatang. Termasuk dua kapal LCT Sritanjung milik Pemkab Banyuwangi. (kmb30)
Bantuan Raskin dan Bedah Rumah Dipertanyakan Negara (Bali Post) Penyaluran bantuan beras miskin (raskin) dan bedah rumah di Desa Yeh Embang Kauh, Jembrana dipertanyakan warga. Warga menilai bantuan yang diberikan perbekel kepada warganya sendiri banyak yang tidak tepat sasaran, terutama bantuan beras miskin (raskin) dan bantuan bedah rumah. Made Undir, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Senin (25/7) kemarin mengatakan banyak warga yang tergolong mampu justru diberikan bantuan raskin tiap bulannya. Sementara ada beberapa warga tidak mampu justru tidak mendapatkan raskin sama sekali. Padahal warga miskin ini seharusnya lebih berhak menerima. Undir mencontohkan seorang warga Ni Ketut Renti (60), warga Banjar Munduk Angrek, Desa Yehembang Kauh, Mendoyo, seorang janda sejak tujuh tahun lalu dan tinggal sendiri di rumahnya dengan penghasilan tidak menentu. Dikatakannya, Renti hidup serba kekurangan dengan kondisi rumah peninggalan suaminya yang sangat sederhana. Sementara bangunan dapurnya telah roboh dan tidak bisa memperbaikinya lantaran tidak punya biaya, justru tidak pernah mendapat bantuan raskin maupun bedah rumah. Sementara ada warga yang kehidupannya mapan dan memiliki rumah besar dan bagus, serta memiliki kebun
cengkeh seluas 50 are justru mendapatkan bantuan raskin per bulannya. Dikatakan, masih banyak warga yang sangat mampu lainnya justru mendapatkan raskin dan bedah rumah. ‘’Kebijakan ini yang harus dibenahi. Kami tidak memprotes warga kami mendapat bantuan, tetapi hendaknya bantuan itu diberikan kepada warga yang benarbenar membutuhkan,’’ ujarnya dibenarkan warga lainnya. Warga lainnya yang baru dua tahun pindah tinggal dari Banjar Sekar Kejule ke Banjar Munduk Angrek juga mendapatkan bantuan bedah rumah dari kabupaten. Padahal warga tersebut sudah memiliki rumah permanen berukuran 9x7 meter di Banjar Sekar Kejule. ‘’Dia ini baru dua tahun pindah dari Banjar Sekar Kejule dan tinggal di Banjar Munduk Anggrek. Di tempat tinggalnya yang baru orang ini buat gubuk, dan oleh pemerintah desa diusulkan mendapat bedah rumah dan disetujui. Sementara rumahnya di banjar asal dikosongkan. Ini kan aneh, kenapa bisa lolos,’’ imbuhnya. Demikian juga dalam satu tahun ini ada dua warga, yakni bapak dan anak sama-sama mendapatkan bantuan bedah rumah dalam satu pekarangan. Sementara ada warga yang jauh kurang mampu hingga saat ini belum mendapatkan bedah rumah. Dari pengamatannya, Ni Ketut Renti, janda ditinggal mati suaminya, ini memang
menempati rumah semipermanen peninggalan suaminya di atas tanah 3 are. Namun kondisi rumahnya sudah mulai mengalami kerusakan dan bangunan dapurnya sudah roboh. Renti mengaku tinggal sendirian di rumah tersebut, karena anak pertamanya sudah menikah. Sedangkan anak keduanya bekerja sebagai buruh di Denpasar. ‘’Saya tinggal sendiri di rumah. Saya tidak pernah mendapat bantuan raskin, untuk makan sehari-hari terpaksa sebagai buruh serabutan dengan penghasilan kurang dari lima puluh ribu per harinya,’’ ujar Renti. Renti mengaku sudah pernah dua kali menanyakan bantuan raskin ke desa, namun oleh aparat desa dijelaskan bahwa dirinya tidak tercatat sebagai warga penerima raskin. Demikian juga bedah rumah, dirinya tidak pernah mendapatkannya. Perbekel Yehembang Kauh Ketut Mustika dikonfirmasi mengatakan pihaknya bekerja sesuai aturan. Warganya yang mendapat bantuan raskin dan bedah rumah memang
tercatat sebagai KK miskin. Sementara Renti tidak tercatat sebagai KK miskin, sehingga pihaknya tidak berani memberikan bantuan apaapa, karena takut melanggar aturan. Pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan agar Renti masuk ke daftar KK miskin. Terkait warganya yang mendapat bantuan bedah rumah senilai Rp 7,5 juta itu, yang diajukan adalah rumah pertamanya yang terbuat dari kayu dan rusak parah. Namun, karena tidak bisa ditempati kemudian di bongkar dan yang diservis adalah rumah yang baru dibangun dan pembangunannya belum rampung. Mustika juga mengatakan saat ini desanya juga mendapatkan bantuan bedah rumah sebanyak 4 unit dari Pemkab Jembrana dan CSR. Tetapi dia mengaku binggung mau kasi siapa. Jika diberikan kepada Renti, dirinya takut disalahkan karena warganya itu tidak terdaftar sebagai KK miskin. ‘’Kami bekerja sesuai aturan saja,’’ jelasnya. (kmb)
PUTRI Bung Karno, Sukmawati Soekarno Putri, mengundang sulinggih Siwa Budha yakni Ida Pedanda Gde Oka Telabah dan Ida Pedanda Gede Made Demung Sogatha di Perpustakaan Agung Bung Karno di kawasan Niti Mandala Renon. Didampingi Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, Sukmawati meminta masukan dari pendeta Hindu terkait dengan hubungan Siwa Budha dalam konteks sejarah wangsa-wangsa di Jawa, terkait sejarah Candi Borobudur. ‘’Saya mendapatkan informasi tentang adanya kisah cinta para bangsawan Jawa saat pembangunan Candi Borobudur. Hampir mirip dengan Roro Jonggrang di Candi Prambanan. Dan saya ingin ada telaah terkait Borobudur, termasuk bagaimana sesungguhnya proses dan ritual perkawinan bangsawan Budha saat itu. Saya sudah mendengar penjelasan Walubi Pusat dan sekarang saya ingin masukan terkait dengan ajaran Siwa Budha yang lestari di Bali,’’ ungkap Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme ini. Sukmawati Soekarno mengakui telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara beberapa waktu sebelum ke Bali, dalam rangka menyampaikan rencana project film Dr. Ir. Soekarno dan Borobudur. ‘’Presiden RI sangat mendukung dan saya ingin masukan
dari banyak pihak. Ini akan menjadi landmark dari Indonesia,’’ ungkap adik kandung Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ini. Terkait dengan upaya Sukmawati Soekarno yang berdialog dengan tokoh Hindu sangat diapresiasi oleh Shri Gusti Wedakarna. ‘’Sejak remaja hingga saat ini saya mendampingi Ibu Sukmawati. Beliau satu-satunya anak Bung Karno yang masih konsisten hadir di Pura-pura di Bali. Beliau tidak malu menjalankan apa pun tradisi Bung Karno. Beliau tidak takut kebiasaan napak di pura
akan menjadi isu lawan politik. Beliau senang ke pura dan hampir tiap ke Bali pasti berdoa. Walau beliau muslim, tapi sangat hormat pada Bali. Termasuk beliau sering minta masukan dari rohaniwan Hindu. Ini yang membuat warga Bali sangat menghormati beliau, apalagi Ibu Sukmawati menolak reklamasi Teluk Benoa. Beliau benar-benar putri Bung Karno yang ada di jalan yang lurus. Tidak heran ke mana pun beliau pergi di Bali semua rakyat sangat respek. Karena beliau jujur dan membaur,’’ ungkap Shri Gusti Wedakarna. (ad809)
PERTEMUAN – Ibu Sukmawati Soekarno Putri (Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme), Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Ida Pedanda Gde Oka Telabah dan Ida Pedanda Gede Made Demung Sogatha di Perpustakaan Agung Bung Karno, Renon, Denpasar.
DPRD Banyuwangi Stop Toko Modern Banyuwangi (Bali Post) DPRD Banyuwangi akhirnya sepakat menghentikan pembangunan toko modern baru di kabupaten ini. Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna di DPRD setempat, Senin (25/7) kemarin. Salah satu pertimbanganya, ingin melindungi pasar dan toko tradisional. Selain larangan toko modern, DPRD juga sempat ada aturan terkait jam buka toko modern. Larangan pembangunan toko modern ini nantinya akan disahkan dalam Perda, mengubah Perda sebelumnya No. 11/2004 tentang Ketertiban Umum. Namun larangan toko modern ini ternyata tak mutlak. Investor masih bisa membuka toko modern. Syaratnya, harus terkoneksi dengan fasilitas umum. Seperti perumahan, sekolah atau rumah sakit. ‘’Jika toko modern yang berdiri sendiri dan berjaringan dilarang di Banyuwangi,’’ kata Sofiandi Susiyadi, Ketua Pansus Rap-
erda Ketertiban Umum DPRD Banyuwangi, kemarin. Dijelaskan, dalam Perda perubahan yang dibahas bersama eksekutif, disepakati beberapa hal. Terutama terkait toko modern. Di antaranya, larangan izin pendirian toko modern berjaringan. ‘’Toko modern boleh buka, jika bukan berjaringan alias individu,’’ jelasnya. Lalu toko modern berjaringan bisa beroperasi jika terkoneksi dengan fasilitas umum atau lembaga sosial. Kemudian izin pendirian toko modern wajib memiliki 1,5 hektar lahan, jaraknya minimal 4 kilometer dari pasar tradisional. ‘’Kebijakan ini untuk melindungi pengusaha lokal dan pasar tradisional,’’ jelasnya. Selain toko modern, Perda Ketertiban Umum baru ini juga mengatur izin pendirian tempat hiburan. Hanya tempat karaoke keluarga dengan kaca dan pintu transparan yang boleh beroperasi. Tak
Bali Post/kmb
ROBOH - Kondisi Ni Ketut Renti, seorang janda yang kurang mampu dapurnya roboh. Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, CSR, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
hanya itu, Perda ini juga mengatur pengusaha galian C atau minerba wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah atau NPWPD. Hal ini menjadi syarat ketika mengurus izin dan pembayaran pajak daerah. Ini, kata Sofiandi, sebagai bentuk legalitas kegiatan pertambangan di Banyuwangi. Sedangkan izin galian C diperoleh dari Pemprov Jatim. Kemudian bagi pengusaha angkutan kendaraan pertambangan wajib menutup kendaraan ketika mengangkut material tambang dengan terpal. Tujuannya, agar material yang diangkut tak berceceran di jalan. Jika melanggar, polisi akan langsung menilangnya. Larangan lainnya, izin pendirian hotel kelas melati tak lagi dikeluarkan. Kecuali hotel berbintang atau dormitory tourism untuk tempat penginapan wisawatan. Kebijakan ini untuk mendongkrak tempat penginapan di pedesaan. (kmb30)
OPINI
6
Selasa Paing, 26 Juli 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana ’’Bola Pingpong’’ Reklamasi PENOLAKAN terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa tak pernah padam dan terus bergelora. Namun, perjuangan masyarakat Bali ini sepertinya mentok di gawang Perpres 51 Tahun 2014. Tak satu pun tendangan aksi demo tolak reklamasi Teluk Benoa yang berhasil mengutak-atik perpres besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Para pejabat mulai dari yang di daerah (Gubernur dan DPRD Bali) maupun di pusat (Kementerian Kelautan dan Perikanan - KKP) malah seperti main pingpong. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan bahwa urusan reklamasi Teluk Benoa bukanlah kewenangannya (Bali Post, Selasa, 19 Juli 2016 halaman 1). Bahkan, Gubernur mengaku telah dua kali membicarakan masalah reklamasi Teluk Benoa ini dengan Presiden Joko Widodo. Namun, sampai sekarang belum ada keputusan. Karena itu, kini dirinya akan mengikuti apa pun keputusan DPRD Bali soal reklamasi Teluk Benoa ini. Gubernur pun seolah-olah melempar bola panas reklamasi Teluk Benoa ini ke pihak DPRD Bali. Lantas, apa kata Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama? Pentolah PDI-P Bali ini malah balik menyemes bola pingpong reklamasi ini kembali ke Gubernur Bali. Dia justru mendorong Gubernur Made Mangku Pastika untuk menanyakan masalah reklamasi ini langsung kepada Presiden. Alasannya, rencana reklamasi Teluk Benoa sampai sekarang masih mengambang. Tidak ada pernyataan dari Presiden yang menyatakan reklamasi ini berlanjut atau tidak, dilarang atau tidak. Padahal, Gubernur Pastika telah jelas-jelas mengaku telah membicarakan hal ini pada Presiden dan sampai sekarang belum ada keputusan hingga menyerahkan persoalan ini kepada DPRD Bali. Di tengah permainan pingpong ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga tak mengusulkan agar perpres itu dicabut. Tetapi, KKP mengusulkan agar perpres yang memayungi segala kegiatan di kawasan itu di-review ulang. Dalam siaran pers bertajuk ‘’PERNYATAAN PUBLIK KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN’’, Kamis (21/7), menyatakan dengan melihat belum menyatunya pendapat publik tentang pengembangan Teluk Benoa, maka KKP mengusulkan: (1) Perpres 51/2014 segera dilakukan review ulang oleh tim independen yang didasarkan pada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan dengan memperhatikan dinamika publik (sejalan dengan UU 32/2009 dan UU 26/2007 tentang Penataan Ruang). (2) Selama masa review, maka seluruh upaya pengembangan Teluk Benoa ditangguhkan sampai menunggu hasil review ditetapkan. (3) Selama masa review, dilakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Dalam pernyataan publik itu juga disebutkan, bahwa (1) Perpres 51/2014 merupakan regulasi Presiden yang menjadi pedoman bagi pengelolaan pengembangan kawasan Bali Selatan/Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan), dan alokasi tata ruang di kawasan tersebut. (2) Setiap permintaan izin pemanfaatan ruang di kawasan Benoa harus mengacu pada Perpres 51/2014. (3) Setiap permintaan izin pemanfaatan ruang/lokasi, disetujui/diterbitkan apabila sesuai dengan pedoman teknis dalam Perpres 51/2014. (4) Izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud Perpres 51/2014 bukan merupakan izin pelaksanaan kegiatan reklamasi. (5) Izin pelaksanaan kegiatan reklamasi diterbitkan apabila amdal yang mencakup aspek lingkungan hidup, sosial dan budaya telah dilakukan, dan hasilnya menyimpulkan bahwa kegiatan ini layak. Izin (kelayakan) lingkungan yang didasarkan pada hasil amdal diterbitkan oleh kementerian yang berwenang berdasarkan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (6) KKP tidak memiliki otoritas dan kewenangan untuk memutuskan rencana kegiatan reklamasi ini go atau no go. Dalam pernyataan publik tertanggal 19 Juli 2016 itu juga tertera nama Susi Pudjiastuti. Dalam kata akhirnya menyebutkan, pernyataan publik ini dibuat sebagai bentuk tanggung jawab KKP terhadap publik agar tidak terjadi salah persepsi di masyarakat. Jika Gubernur telah mengumpan bola pingpong panas reklamasi Teluk Benoa ke DPRD Bali dan DPRD Bali lalu melempar kembali bola pingpong itu ke Gubernur, maka KKP dengan enteng menyatakan tidak memiliki otoritas dan kewenangan untuk memutuskan rencana kegiatan reklamasi ini go atau no go. Lalu, masyarakat Bali harus mencari jawaban ke mana mengenai rencana reklamasi Teluk Benoa ini? Haruskah masyarakat terus melakukan aksi demo menolak reklamasi, sementara tiang gawang Perpres 51 Tahun 2014 masih berdiri kokoh tak ada yang berani menyentuh sama sekali? Jawabnya bukan pada rumput yang bergoyang, namun barangkali pada abrasi yang kian merajalela hampir di sepanjang pantai di Bali. Jika Bali sudah tak lagi memiliki pantai, turis pun sepertinya malas untuk berjemur dan akan memilih hengkang dari Pulau Seribu Pura ini.
S URAT PEMBACA
Mengadili ’’Kebijakan’’ Reklamasi ’’Jika ada masyarakat yang menolak reklamasi, saya adalah satu di antaranya. Jika hanya ada satu orang yang menolak reklamasi, saya adalah orang tersebut. Jika tidak ada orang yang menolak reklamasi, artinya saya sudah mati...’’
Oleh Nyoman Dhamantra ngkapan Ida Pedanda Gede Made Gunung itu sangat tepat menggambarkan suasana hati mayoritas orang Bali saat ini. Termasuk penulis sendiri, baik dalam kapasitas sebagai pribadi ataupun wakil rakyat Bali di DPR-RI. Proyek reklamasi menjadi tren pembangunan wilayah pesisir di Indonesia. Di berbagai daerah, seperti Jakarta, Bali, Makassar, Palu, dan beberapa tempat lain. Sejumlah persoalan atau konflik mengedepan, baik konflik di tengah masyarakat (pro vs kontra), adat dan budaya maupun konflik-konflik lain di laut terkait permasalahan sumber kehidupan dan lingkungan (ekologi). Akar atas berbagai persoalan tersebut sesungguhnya adalah ‘’kebijakan’’ (diskresi). Sebuah kebijakan yang tidak transparan dan mengabaikan hak-hak rakyat. Mungkin sudah saatnya kita ‘’mengadili’’ kebijakan, mengingat hanya mengakomodir kepentingan investasi (modal).
U
Kebijakan ‘’Top-Down’’ Di masa Orde Baru, kebijakan proyek reklamasi ‘’dilegalkan’’ dengan keluarnya Keppres No. 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta (Pantai Indah Kapuk/PIK). Ketentuan ini kemudian dipakai rujukan dalam Reklamasi Pulau Serangan (Bali), dan wilayah lain yang menyisakan persoalan sampai hari ini. Sejak tahun 1995, selain diatur melalui keppres, memang diatur dalam peraturan daerah (perda). Namun belum ada peraturan khusus yang mengatur tentang pelaksanaan reklamasi di laut dan kawasan pesisir sampai diterbitkannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 (UU No. 27 Tahun 2007) tentang Wilayah Pesisir dan Pulau-
Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Hentikan dan Batalkan Perpres Minimnya transparansi publik, serta dampak reklamasi dalam bentuk kerusakan ekologi dan konflik seperti yang terjadi di Teluk Benoa (Bali) dan wilayah lainnya, maka sudah sepatutnya rencana ini ditunda, dan atau dibatalkan. Mengingat usulan dan rekomendasi atas proyek tersebut hanya mengakomodir kepentingan tertentu. Sebuah keadaan yang sudah diperkirakan dalam risalah sidang pembahasan UU No. 27 Tahun 2007. Di samping itu, undang-undang itu dan turunannya tidak memberi kepastian soal partisipasi masyarakat, serta upaya demi mencegah terjadinya konflik. Partisipasi publik tidak menjadi syarat prosedural pelaksanaan reklamasi. Sama sekali diabaikan, dan sarat KKN seperti terungkap dalam kasus reklamasi Jakarta. Partisipasi publik dalam proyek rekla-
masi mestinya mengacu pada UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terkait dengan proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Dengan melibatkan segenap warga lokal, para akademisi, LSM dan agamawan. Perencanaan dan pelaksanaan reklamasi harus dilakukan secara partisipatif dan transparan. Sebelum keluarnya Perpres No. 51 Tahun 2012 sudah tentu Perpres 122 Tahun 2012 banyak proses yang harus dilalui pelaksana reklamasi, seperti penentuan lokasi, penyusunan rencana induk reklamasi, studi kelayakan dan perencanaan detail reklamasi. Bukan sekadar dukungan dan rekomendasi bupati/wali kota, ataupun gubernur. Pemerintah hanya berwenang untuk menyetujui, atau menolak permohonan reklamasi. Bukan mendukung dan mengusulkan kepada presiden. Di samping itu, ada banyak aspek yang harus dipenuhi, seperti kajian ekonomi, keuangan, sosial, budaya dan lingkungan hidup. Pemerintah sebagai pembuat putusan/kebijakan mempunyai keterbatasan untuk mengawasi hal yang detail tersebut, sehinga peran masyarakat sebagai bentuk partisipasi menjadi sangat penting. Sayangnya, ruang partisipasi itu tidak ada. Dampaknya bisa diterka, pelaksanaan reklamasi akan rawan konflik. Untuk itu, mengikuti pesan Ida Pedanda Made Gunung, maka para bupati/ wali kota, dan juga Gubernur Bali harus segera menyampaikan kepada Presiden untuk menghentikan proyek reklamasi. Upaya tersebut harus dilakukan secara tertulis, bukan lisan, sebagaimana dikatakan Gubernur Bali beberapa waktu lalu. Upaya ini diikuti dengan dilakukannya legal review, dan atau pembatalan atas aturan dan kebijakan yang dianggap menyimpang. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan lingkungan hidup. Sekaligus, perlu dibuka ruang partisipasi publik dan transparansi pembangunan atas proyek reklamasi, agar cita-cita pembangunan yang sesuai dengan prinsip pembangunan Bali berkelanjutan bisa terwujud. Penulis, anggota DPR-RI
Suara Publik
Untuk Ketua DPRD Provinsi Bali Dasar hukum yang membuat surat ini dikirim adalah Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 2003 Bab IV pasal 8 yang bunyinya: masyarakat berhak berperanserta dalam merencanakan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan. Saya, Putu Nuraga, juara nasional karya tulis ilmiah dan instruktur tingkat nasional. Pernah saya menyampaikan keluhan tentang pendidikan di Bali, bahwa orang-orang yang diberikan wewenang untuk menatar guru-guru, kepala-kepala sekolah, dan pengawas sekolah adalah orang-orang yang tidak memiliki sertifikat boleh menatar pada bidang masing-masing. Orangorang yang diberi wewenang menatar guru-guru adalah orang yang hanya punya sertifikat pernah penataran. Saya pertegas, semua guru, semua kepala sekolah dan semua pengawas skolah punya sertifikat seperti itu. Sertifikat itu bukan sertifikat boleh menatar, tetapi tetap juga diizinkan untuk menatar. Bagaimana ini? Ini mungkin sama dengan yang ada di layar-layar televisi, bahwa sistem pendidikan tersebut sistem pendidikan ‘’jeruk makan jeruk’’. Yang menatar ‘’jeruk’’ dan yang ditatar juga ‘’jeruk’’, hanya untuk menghabiskan uang rakyat. Hal semacam ini terus-menerus berlanjut semaunya pejabat tertentu di Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Uang untuk mengadakan penataran, pelatihan adalah uang milik rakyat yang dikelola oleh DPR. Jadi penggunaannya semestinya harus benar dan tidak semena-mena, tidak semaumaunya. Saya juga penyumbang uang tersebut. Harapan saya adalah DPR sebagai pengemban hati nurani rakyat mau segera mengecek kebenaran sertifikat bagi orang-orang yang diperbolehkan menatar karena banyak suara sumbang menanyakan kualitas penatar, apa boleh menatar atau tidak, siapa yang memberi hak boleh menatar, sertifikat apa yang dimiliki. Apabila DPR mengecek hal ini dan benar-benar turun ke lapangan, membaca sendiri sertifikat yang dimiliki oleh penatar barulah masyarakat akan merasa lega. Untuk sertifikat semacam itu tidak gampang untuk diperoleh, sertifikat seperti itu baru bisa diperoleh lewat berbagai macam ujian setelah selesai dikarantina selama lebih kurang dua minggu sampai satu bulan, untuk memenuhi kompetensi keilmuan pada bidang-bidang tertentu dan setelah lulus ujian yang dipersyaratkan. Sertifikat itu dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan dan/atau oleh LIPI. Surat ini saya tembuskan ke beberapa instansi lain, dengan harapan beliau-beliau juga ikut memantau sistem pendidikan ‘’jeruk makan jeruk’’ ini. Drs. Putu Nuraga, S.Pd., S.Pd.Ing., S.H., M.Pd.
pulau Kecil. Di UU No. 27 Tahun 2007, reklamasi hanya diatur dalam tiga pasal, yaitu pasal 1 angka 23 yang mengatur definisi reklamasi, pasal 34 yang mengatur limitasi dari pelaksanaan reklamasi, dan pasal 74 yang mengatur ketentuan pidana bagi yang melalaikan lingkungan dalam reklamasi. Sangat prematur, terlebih dengan masih kuatnya aroma kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) dalam usulan dan pelaksanaannya. Selanjutnya, pengaturan yang minim tersebut baru diatur lebih lanjut secara lebih rinci lima tahun berikutnya, melalui Perpres No. 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulaupulau Kecil. Khusus untuk Tanjung Benoa (Bali) ada ketentuan tersendiri, dengan diberlakukan Perpres 51 Tahun 2014, sebagai pengganti Perpres No. 45 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). Pemerintah Presiden SBY menandatangani Perpres No. 51 Tahun 2014, yang diusulkan secara diam-diam. Karena itu, tuntutan agar Presiden membatalkan perpres tersebut menggema di setiap aksi rakyat Bali yang dimotori ForBALI. Mengingat aturan turunan UU No. 27 Tahun 2007, dan perpres tersebut juga belum dapat menerjemahkan beberapa ketidakjelasan pengaturan terkait limitasi pelaksanaan reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Hal ini berpotensi memicu beragam permasalahan. Permasalahan pertama, terkait dengan corak pembangunan yang terdapat pada pengaturan dan definisi reklamasi itu sendiri. Di mana, UU No. 27 Tahun 2007 mendefinisikan reklamasi sebagai
kegiatan yang dilakukan oleh orang, dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurukan, pengeringan lahan atau drainase. Corak top-down sangat mendominasi pengaturan tersebut. Reklamasi didefinisikan sebatas kegiatan untuk meningkatkan manfaat sumber daya alam. Padahal di kawasan pesisir negara lain, reklamasi dilakukan untuk pemulihan dan adaptasi lingkungan hidup atau pencegahan erosi, seperti yang dilakukan di Jerman. Namun kini cara ini sudah mulai ditinggalkan. Reklamasi semestinya berfungsi untuk mempertahankan batas negara yang nyaris tenggelam, atau dirampas negara lain. Untuk Indonesia mestinya dilakukan di pulaupulau terluar, seperti Pulau Nipah yang terancam tenggelam dan harus direklamasi (kembali). Bukan wilayah aman, apalagi dengan mengabaikan masyarakat lokal. Definisi tersebut sekaligus membakukan reklamasi sebatas proyek komersial semata. Itulah yang terjadi pada sejumlah proyek reklamasi di berbagai daerah di Indonesia. Proyek reklamasi sekaligus meminggirkan ribuan masyarakat nelayan, demi peningkatan manfaat untuk kelompok tertentu saja. Hal ini sangat mungkin diilhami oleh pembatasan pengertian reklamasi, berikut dominasi politik-ekonomi tersembunyi di dalamnya.
Pro-Kontra ’’Game’’ Pokemon Go POPULARITAS game ‘’Pokemon Go’’ tengah meroket. Permainan berbasis augmented-reality ini digemari karena berbeda dari game lainnya. Game ‘’Pokemon Go’’ seakan telah merasuki kehidupan masyarakat luas. Bukan hanya anak-anak yang gemar bermain game ini, bahkan orang dewasa ikut bermain ‘’Pokemon Go’’. Di balik popularitasnya, saat ini ‘’Pokemon Go’’ masih menuai pro dan kontra dari masyarakat. Ada yang setuju dengan kehadirannya, namun ada juga yang menolak. ‘’Pokemon GO’’ adalah sebuah aplikasi permainan yang mampu membius dunia, karena game ini berbeda dengan permainan lainnya yang membuat para penggunanya tidak hanya duduk diam. Namun ‘’Pokemon GO’’ justru mampu dan sengaja membuat para penggunanya bergerak ke luar rumah untuk mencari karakter virtual Pokemon. Selain menggabungkan objek 3D dengan lokasi di dunia nyata, permainan ini juga mendorong aktivitas fisik pemain. Tak ketinggalan Indonesia pun ikut terbius dengan aplikasi permainan ini, berbagai kalangan ikut menggunaan aplikasi ini. Karena untuk dapat menangkap monster Pokemon, pemain harus bergerak wara-wiri memburunya ke sejumlah lokasi. Sejauh ini memang belum ada dampak negatif dari permainan ‘’Pokemon Go’’ di Indonesia. Namun, bila nantinya ditemukan efek buruk dari permainan ini, apakah pemerintah bisa memblokir aplikasi game ini? Meskipun belum resmi permainan ‘’Pokemon Go’’ dirilis di Indonesia, namun game ‘’Pokemon Go’’ telah menuai pro dan kontra. Banyak pihak yang mensinyalir
Oleh I Nyoman Agus Trisnadiasa, S.H., M.H. bahwa game terbaru ini bakal mengancam privasi dari pemainnya. Ancaman privasi tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya, game tersebut membutuhkan kamera belakang dan GPS yang terdapat pada smartphone agar pengguna dapat mengakses ke akun Google secara penuh. Tentunya hal ini memungkinkan email dan data pribadi pengguna akan dicuri oleh perusahaan game. Selain itu, game ‘’Pokemon Go’’ ini bakal mengancam keamanan negara. Pasalnya, game besutan Pokemon Company dan Niantic ini mencantumkan pemetaannya secara real time. Nah, jika pemainnya memasuki kawasan militer, kepolisian, lembaga–lembaga negara dan bahkan bisa saja pemain memasuki area Istana Negara, maka data pemain di Indonesia pun akan mudah untuk dicuri. Dalam hal ini kelompok-kelompok kejahatan akan dapat memanfaatkan teknologi ini, apalagi masing–masing punya kepentingan untuk mengakses data ataupun informasi yang berkaitan. Yang diperlukan di Indonesia itu harus dilakukan pengkajian sembari diawasi. Fenomena yang sedang marak di dunia game berbasis virtual dengan mengupayakan GPS sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan moster–moster Pokemon, penulis berpandangan bahwa permainan ini memberikan sisi yang berdampak positif dan berdampak negatif yang akan memengaruhi arah perkembangan dunia
game digital ke depan. Pertama, game ini telah menawarkan pembaruan, tantangan, dan keseruan. Aplikasi ini patut disadari, bahwa pemainnya perlu keluar rumah dan memainkannya di dunia nyata sehingga mereka tidak perlu menatap televisi terus-menerus. Permainan ini juga dianggap lebih sehat, karena dimainkan oleh banyak orang yang dapat berinteraksi dengan masingmasing pemain. Kedua, sudah terbukti memengaruhi dunia bisnis dengan baik. Banyak restoran atau kedai makan yang mulai memasang pelang sebagai Pokestop agar banyak yang jajan sebelum berburu Pokemon. Namun di balik itu, pengguna disarankan juga mewaspadai dampak negatifnya. Seperti yang terjadi di luar negeri, mulai banyak laporan kriminal seperti pemain yang dijebak oleh perampok bahkan kecelakaan akibat kecerobohan pemain sendiri. Dampak negatif terbesar dari game ini adalah berkurangnya kewaspadaan saat bermain ‘’Pokemon Go’’. Pemain harus tetap konsentrasi menatap layar, sehingga dia kesulitan membagi konsentrasi ketika sedang berjalan, mengemudi, bekerja, dan lain-lain. Di luar itu, ‘’Pokemon GO’’ adalah permainan GPS-based yang mengharuskan pemain mengaktifkan geolokasi. Itu dapat berbahaya jika lokasi terbaca, karena sejarah migrasi (perpindahan) itu terekam dan informasi itu jatuh ke orang jahat. Bisa digunakan untuk memolakan aktivitas sehari-hari pemain. Selain itu, ada juga dampak negatif secara sosial
yang berpotensi timbul. Bukan tidak mungkin permainan ini bisa memicu keributan dengan pemain lain gara-gara memperebutkan item dan Pokemon. Penulis, pengajar di Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Denpasar
POJOK Sejumlah siswa jadi pengedar dan pengguna, Bali darurat narkoba. - Juga darurat lingkungan. *** Raker dengan DPR, IDI tetap menolak jadi eksekutor hukuman kebiri. - Profesi mesti dihormati. *** Menkopolhukam nyatakan Jokowi pelopor revolusi mental. - Cabut Perpres 51 bagian revolusi mental.
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (144rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
DIPASANGI PORTAL Pintu bagian timur Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, kini sudah dipasangi portal. Dengan demikian, pengendara tidak bisa melintas di situ. Foto diambil Senin (25/7) kemarin. www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget Bali Post/wan
SELASA PAING, 26 JULI 2016
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
7
FIGUR
Bali Post/rah
FESTIVAL TIRTAGANGGA - Salah satu pementasan tari Genjek Kolosal saat Festival Tirtagangga, akhir April lalu.
Siap Kawal Nasabah SETELAH dua minggu Kombes Pol. Hadi Purnomo menjabat Kapolresta Denpasar, kasus kepruk kaca mobil dan congkel sadel sepeda motor nasabah bank diungkap. Pelakunya tak lain komplotan maling asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Kapolresta menyayangkan masih saja ada nasabah bank yang menaruh uang atau barang berharga di bawah jok mobil atau sadel sepeda motor. “Kami imbau jangan lagi ada nasabah bank seperti itu. Lebih baik dibawa saja,” tegas Kombes Hadi, Senin (25/7) kemarin. Jika ingin pengawalan, pihaknya siap membantu dan tidak dipungut biaya. Hal itu dilakukan dalam upaya menjaga keamanan, terutama nasabah bank. “Jangan sungkan, kami siap melayani,” kata mantan Kapolres Gianyar ini. Perwira melati tiga di pundak ini berharap masyarakat, nasabah, dan karyawan bank harus lebih waspada. Pasalnya, penjahat yang menyasar nasabah bank ini melakukan pengintaian di areal bank. “Ada satu orang yang mengintai di bank, setelah korban keluar, langsung member tahu temannya ciri-ciri korban,” ujarnya. Saat membuntuti korbannya, lanjut Hadi, pelaku naik sepeda motor. Setelah mobil atau motor korban parkir, mereka langsung beraksi. “Jangan berhenti di tempat sepi. Sekali lagi, saya imbau agar jangan menaruh uang atau barang berharga di kendaraan,” harap mantan Koorspripim Polda Bali ini. (rah)
Bali Post/kmb31
Agenda Genjek Kolosal Terancam Berantakan Amlapura (Bali Post) -
Kabupaten Karangasem rupanya ingin mencetak rekor nasional dalam pelaksanaan Genjek Kolosal, 10 Agustus mendatang. Direncanakan, ada 15.361 peserta yang akan menari Genjek di Taman Sukasada Ujung. Tetapi, kegiatan yang begitu besar ini tampaknya dilaksanakan tanpa perencanaan matang dan tidak ada anggaran yang jelas. Hal ini membuat agenda Genjek massal terancam berantakan. Para peserta penari Genjek disiapkan dari seluruh desa di Kabupaten Karangasem. Tercatat ada 78 desa. Setiap desa diwajibkan mengirimkan 125 wakil untuk menari genjek. Berarti dari delapan kecamatan akan menyertakan 9.750 peserta. Rinciannya, dari Kecamatan Karangasem 1.375 penari, Kubu 1.125 penari, Abang 1.750 penari, Bebandem 1.000 penari, Selat 1.000 penari, Sidemen 1.250 penari, Manggis 1.500 penari, dan Rendang 750 penari. Sisanya, diambil dari dari Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga (guru dan siswa) melibatkan 4.000 guru dan siswa, GMT (Gerakan Masyarakat Terpadu) 200 penari, warga Muslim 300 penari, warga Tionghoa 30 penari, dan genjek inti serta penarinya berjumlah 200 orang. Agenda Genjek Kolosal ini sama sekali tidak dianggarkan dalam APBD Kabupaten tahun ini. Genjek Kolosal baru dianggarkan tahun depan dengan rancangan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Genjek Kolosal menyambut HUT ke-71 Kemerdekaan RI ini hanya mengan-
dalkan sumbangan dari pihak swasta. Sementara apakah sumbangan ini bisa menutupi biaya kegiatan, tidak ada yang berani menjamin. Kondisi ini tak pelak membuat situasi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem sebagai leading sector harap-harap cemas. Salah satu sumber di Disbudpar Karangasem mengutarakan, menggarap kegiatan sebesar ini paling tidak harus ada anggaran Rp 5 miliar. Anggaran sebesar itu untuk berbagai pembiayaan, mulai dari biaya pelatihan, seragam penari, berias, konsumsi, uang
saku dan lainnya. “Saya dengar uang sumbangan ditarget bisa terkumpul Rp 525 juta, tapi sepertinya baru terkumpul Rp 25 juta. Belum tahu nanti sisa biaya harus mencari di mana,” terang sumber ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Karangasem Wayan Purna yang dihubungi terkait persiapan Genjek Kolosal ini, belum bisa memberikan penjelasan. Dicari ke kantornya, Senin (25/7) kemarin, pegawai setempat mengatakan dia masih mengikuti rapat di DPRD Karangasem. Sebelumnya, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengakui, agenda besar ini memang sama sekali tidak dianggarkan dalam APBD Karangasem tahun ini. Dalam beberapa kesempatan bertatap muka
dengan masyarakat, dia menyinggung Genjek Kolosal ini, dia ingin menumbuhkan partisipasi pihak ketiga (swasta) dalam berbagai event yang diselenggarakan pemerintah daerah. Saat menghadiri acara halalbihalal di Kodim 1623/Karangasem, belum lama ini, Bupati menegaskan pelaksanaan Genjek Kolosal tak sampai menghabiskan anggaran Rp 5 miliar. Tetapi, kegiatan ini dirancang hanya menghabiskan anggaran Rp 600 juta. Saat itu, sejumlah pengusaha dan sumber dana pihak ketiga lainnya, kata dia sudah ada memberikan sumbangan langsung kepada pemerintah daerah. Antara lain, dari kelompok pengusaha galian C sudah masuk Rp 80 juta dari notaris juga ada Rp 12 juta. (kmb31)
Anggota Ormas Dilatih Deteksi Teroris
Bali Post/kmb23
LAYANG–LAYANG - Seorang wisatawan menaikkan layang-layang di Pantai Legian, Senin (25/7) kemarin. Para pedagang di kawasan Pantai Legian mulai memajang berbagai jenis layang-layang untuk ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke sana.
Sikapi Proyek Menara SUTET
Komisi II DPRD Buleleng Segera Undang PLN Singaraja (Bali Post) – Masih ingat dengan rencana pembangunan tower menara Saluran Udara Tegangan Esktra Tinggi (SUTET) di kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Segara Rupek, Desa Sumebrkelampok, Kecamatan Gerokgak? PLN sendiri telah membentuk tim persiapan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Menyikapi hal ini, Komisi II DPRD Kabupaten Buleleng mengagendakan akan mengundang pihak PLN untuk mempresentasikan terkait proyek tersebut. Hal ini karena lokasi kordinat tower menara di kawasan TNBB itu berada dalam radius kesucian Pura Segara Rupek. Ketua Komisi II DPRD Putu Mangku Budiasa di gedung dewan Senin (25/7) kemarin mengatakan, Lembaga dewan selama ini memang belum mengundang PLN dan instanasi terkait lain untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP). Ini karena lembaga dewan masih disibukkan dengan tugas-tugas pembahasan APBD Perubahan 2016, per-
tanggungjawaban APBD 2015 dan kegiatan dinas lain. Untuk memenuhi janji saat meninjau ke loaksi pembangunan tower menara SUTET beberapa waktu lalu, Budiasa bersama anggotanya merencanakan akan mengagendakan untuk mengundang PLN dan instanasi terkait. Pembahsan ini bukan untuk mencari kesalahan salah satu pihak, namun sesuai komitmen awal bahwa titik kordinat tower menara SUTET ini masih berada dalam radius kesucian Pura Segara Rupek. Pembahasan ini untuk mencarikan solusi terbaik agar kepentingan pemerintah dalam hal kelistrikan tidak menimbulkan dampak terhadap kelestarian dan kesucian pura. “Nanti kami agendakan lagi, sehingga rencana itu menjadi jelas dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” katanya. Sementara itu, Perbekel Desa Sumberkelampok Kecamatan Gerokgak I Wayan Sawitrayasa mengatakan, belum ada tindak lanjut pengerjaan proyek tower menara
SUTET di wilayahnya. Hanya sebelumnya PLN baru tahap survei kedalaman tanah untuk membangun dermaga jeti di Pos II menuju Pura Segara Rupek. Dermaga ini rencananya difungsikan untuk memasok material yang dikirim lewat jalur laut. Sementara pada lokasi kordinat yang sudah disurvei juga belum ada tindak lanjut. “Belum ada tindak lanjut informasinya baru ada pembahasan di Pemprov Bali saja, kami masih tunggu tindak lanjutnya,” katanya. Menara tower yang lebih tinggi dari menara Eiffel ini menghubungkan jaringan listrik dari pembangkit di Banyuwangi ke Bali. Lokasi menara tower ini berada di kawasan hutan TNBB dengan konstruksi fondasi di atas lahan satu hektar. Sementara jarak kordinat 350 meter dari areal Pura Segara Rupek. Mengacu Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRW) Provinsi Bali No. 16 Tahun 2009 Pasal 50 tentang radius kawasan suci diatur dua kilometer dari tembok panyengker pura. (kmb38)
Denpasar (Bali Post) Puluhan anggota ormas Laskar Bali, Baladika, dan Pemuda Bali Bersatu (PBB) selama seminggu digembleng di Mapolresta Denpasar mulai Senin (25/7) kemarin. Selain dibina dan dilatih pengamanan swakarsa, mereka dididik cara deteksi serta menangani teroris di wilayah kerja dan tempat tinggalnya. “Di sini (Polresta - red), mereka tidak membawa panji-panji ormasnya. Di sini mereka kita latih untuk bawa satu panji yaitu mengamankan. Tahap awal, kita latih 30 orang,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo. Lanjut Kombes Hadi, kegiatan itu bertujuan untuk melatih cara menghadapi masalah yang muncul di tempat usaha, kerja atau organisasinya. Intinya jangan sampai anarkis. “Mereka dilatih untuk melumpuhkan,
bukan membunuh,” ujarnya. Teknik melumpuhkan akan diajari kepada mereka. Di samping itu, mereka mesti andil dalam mengantisipasi aksi teroris atau paham radikal lainnya. Oleh karena itu, mereka akan digembleng bagaimana cara mendeteksi teroris di wilayahnya. “Kita akan latih semuanya. Kita akan bina mereka agar tidak terjadi lagi perkelahian atau bentrok ormas. Kita tidak ingin kejadian di Jalan Teuku Umar, terulang,” kata mantan Kapolres Gianyar ini. Anggota ormas, kata Hadi, harus diberi pemahaman dampak buruk yang terjadi pascabentrok. Akibatnya besar sekali di antaranya berdampak munculnya masalah ekonomi dan kunjungan wisatawan akan menurun. “Itu yang harus mereka sadari,” ucapnya. Kapolresta yakin setelah
Bali Post/rah
ORMAS - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo membuka pelatihan dan pembinaan anggota ormas ditandai penyematan tanda peserta. mengikuti pelatihan itu, mereka bisa bersatu untuk menjaga Bali. “Di sini, mereka akan lirik-lirikan bertanda cinta kasih, bukan permusuhan. Materi yang akan diberikan di antaranya menanggulangi masalah di perusahaan
atau organisasinya, tentang teroris, teknik bela diri tongkat dan kepolisian. Tidak ada pelatihan pakai senjata tajam atau senjata api,” tegas Hadi yang didampingi Kasat Binmas Kompol Nyoman Weca. (kmb36)
BANGLI
8
Selasa Paing, 26 Juli 2016
Tekan Angka Pengangguran
Lulusan Perguruan Tinggi Perlu Ubah ”Mindset” Bangli (Bali Post) Lulusan perguruan tinggi di Bali mencapai ribuan orang per tahun. Namun, yang terserap di dunia kerja secara cepat masih relatif kecil. Sisanya masih menyandang status pengangguran. Jika kondisi itu terus berlanjut, potensi munculnya konflik sosial semakin besar. Mengantisipasi hal itu, maka para lulusan perguruan tinggi perlu mengubah mindset dari mencari kerja menjadi pembuka lapangan kerja. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Bali I Dewa Nyoman Patra menyampaikan itu belum lama ini. Dikatakannya, sebagian lulusan perguruan tinggi cenderung mengharapkan untuk bisa bekerja sebagai PNS maupun pegawai swasta. Akan tetapi, sejak beberapa tahun belakangan, peluang itu semakin kecil bahkan sudah ada yang tertutup. Hal demikian, berpotensi memunculkan pengangguran. ‘’Pintu untuk jadi pegawai sudah tutup. Bahkan ada pegawai yang bisa dikeluarkan,’’ ujarnya. Mengantisipasi munculnya pengangguran, para lulusan perguruan tinggi perlu mengubah mindset dari sebagai pencari kerja menjadi pembuka lapangan kerja. Apalagi sektor wirausaha masih relatif kecil untuk digeluti. ‘’Usaha lebih banyak digeluti orang tua. Lulusan perguruan tinggi perlu melirik itu. Harus ubah mindset, buat usaha,’’ tegas Patra. Pejabat asal Desa Aan, Klungkung ini menyebutkan, jika sektor wirausaha serius digeluti namun terhambat permodalan, pemerintah siap untuk memberikan bantuan berupa pinjaman dengan bunga relatif kecil. Demikian juga dengan kegiatan pendampingan secara berkelanjutan akan terus digulirkan. ‘’Kami tak pernah memberikan bantuan berupa hibah-bansos. Itu berpotensi dijadikan proyek,’’ ungkapnya. Ditambahkan, mengantisipasi bertambahnya angka pengangguran, perguruan tinggi juga memiliki tanggung dalam memberikan pengetahuan entrepreneur melalui kerja sama dengan pemerintah maupun mendatangkan motivator secara khusus. Khusus dari pemerintah, setiap tahun kegiatan seperti itu diselenggarakan dengan peserta minimal seribu orang. Sementara itu, khusus untuk Bangli, Kadisosnakertrans Bangli I Nengah Sukarta mengungkapkan, lulusan perguruan tinggi masih ada yang menyandang gelar sebagai pengangguran. Hanya saja jumlahnya sangat kecil. Munculnya hal itu salah satunya karena yang bersangkutan masih menunggu pekerjaan yang diinginkan. ‘’Kadang lulusan perguruan tinggi itu ingin mencari pekerjaan yang sesuai. Karena tidak ada lowongan, jadinya mereka menunggu sampai ada. Selama itu mereka terpaksa jadi pengangguran,’’ kata. (kmb45)
Data Aset Tak Valid
Penetapan Tarif PLTS Terhambat Bangli (Bali Post) -
Penetapan tarif listrik yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Bangklet Desa Kayubihi, Bangli belum bisa dilakukan. Pasalnya, Pemkab Bangli harus kembali melakukan pendataan aset yang sebelumnya dinilai kurang valid. Kepala Bagian Sumber Daya Alam (BSDA) Setda Bangli I Made Ari Pulasari, Senin (25/7) kemarin menjelaskan, di samping pemerintah pusat, pembahasan tarif itu juga melibatkan PLN yang selama ini memanfaatkan listrik PLTS berskala 1 MWp tersebut. Akan tetapi dalam perjalanannya, data aset PLTS belum sepenuhnya valid. Masih ada beberapa barang atau alat yang belum tercacat. Oleh karenanya, penetapan
tarif tak bisa dilakukan dalam waktu dekat. ‘’Kami baru menerima surat penghibahannya saja dari pusat. Untuk tarifnya belum ditentukan, karena perlu penyempurnaan data aset. Itu ditangani Bagian Umum,’’ katanya. Di sisi lain, guna mempercepat penuntasan persoalan ini dengan pemerintah pusat, Pulasari menyebutkan sudah memohon bantuan kepada ang-
gota DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat melakukan kunjungan kerja beberapa waktu lalu. ‘’Saat mohon bantuan, kami diminta menyiapkan dokumen pendukungnya,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Bagian Umum, Aset dan Perlengkapan Setda Bangli I Made Mahindra Putra mengatakan, dalam pendataan aset pihaknya terus berkoordinasi dengan
Rusak, Blangko E-KTP Segera Dikembalikan Bangli (Bali Post) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bangli akan mengembalikan 1.142 keping blangko e-KTP yang rusak ke Kementerian Dalam Negeri. Kepala Disdukcapil Bangli I Nyoman Sumantra, Senin (25/7) kemarin mengatakan, kerusakan pada blangko disebabkan
berbagai faktor. Sumantra menjelaskan, blangko yang diterimanya dari pusat sejak Maret 2015 lalu mencapai 20.520 keping. Namun dari jumlah tersebut, 1.142 keping ternyata rusak dan harus dikembalikan. Kerusakan disebabkan akibat kesalahan penulisan nama, tempat tanggal lahir, identitas
pemegang e-KTP berubah, dan data lainnya, di samping akibat kesalahan dalam melakukan pencetakan. ‘’Pengembalian itu memang instruksi dari kementerian,’’ tegasnya. Disinggung ketersediaan blangko saat ini, pejabat asal Desa Siakin, Kintamani ini mengatakan masih seribu keping. Jumlah ini
ditaksir hanya cukup untuk pelayanan beberapa hari ke depan. Supaya nantinya tak terjadi kekurangan, pada 29 Juli mendatang pihaknya akan memohon pengadaan ke kementerian. ‘’Yang seribu itu dapat dari provinsi. Nanti kami minta lagi ke pusat,’’ imbuhnya. (kmb45)
Sehari, Dua IRT Korban Penganiayaan Lapor Polisi Bangli (Bali Post) Kasus kekerasan terhadap perempuan masih marak terjadi di Bangli. Dalam sehari, dua kasus penganiayaan yang menimpa ibu rumah tangga (IRT) dilaporkan ke Polsek Kintamani. Kedua IRT tersebut dianiaya hingga mengalami luka lebam dan robek pada bagian wajahnya. Informasi yang dihimpun Senin (25/7) kemarin menyebutkan, dua korban yang melapor dianiaya tersebut yakni Ni Ketut N (41) asal
Banjar Tandang Buana Sari, Desa Batur Selatan dan Ni Ketut R (44) asal Banjar Bubung Desa Abang Batu Dinding. Keduanya samasama melapor ke Polsek Kintamani pada Minggu (24/7). Ni Ketut N melaporkan suaminya, I Kadek S (34), setelah dianiaya di rumahnya. Korban mengaku dianiaya saat meminta izin kepada suaminya untuk berjualan kue ke wilayah Desa Belantih. Akan tetapi, suaminya emosi dan mencekik leher
korban dan meremas wajah korban sebanyak dua kali. Perbuatan suaminya mengakibatkan korban mengalami luka gores pada leher dan bengkak pada mata. Sementara itu, korban Ni Ketut R didampingi suaminya I Wayan S (50), melaporkan kerabatnya, I Wayan Dana (45). Sebagaimana laporannya ke polisi, korban mengaku dianiaya saat menanyakan adanya bekas ban sepeda motor di halaman rumahnya kepada terlapor. Namun, terlapor yang emosi
kemudian memukul bibir korban hingga mengalami luka robek di bibir dalam sebelah kiri atas. Kapolsek Kintamani Kompol drh. Komang Tresna Arbawa Manik saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua laporan penganiayaan terhadap dua IRT tersebut. Untuk itu pihaknya mengaku sudah menindaklanjutinya dengan memintakan visum korban dan mengamankan terlapor. Saat ini pihaknya masih menangani kedua kasus tersebut. (kmb40)
Soal Akses Jalan di Kutuh
Bupati akan Gelar Rapat dengan Muspida Bangli (Bali Post) Nasib sejumlah warga di Desa Kutuh, Kintamani yang terisolir akibat tidak adanya akses jalan di wilayah setempat menimbulkan keprihatinan kalangan legislatif. Pemkab Bangli diminta segera mencari solusi terutama menyangkut masalah perizinan. Di sisi lain, Bupati Bangli akan segera membahas persoalan tersebut dengan unsur muspida dan pihak kehutanan. Anggota DPRD Bangli I Ketut Mastrem, Senin (25/7) kemarin, mengatakan Pemkab Bangli dalam persoalan ini tidak boleh diam, melainkan harus aktif mencari jalan keluar. Jika dalam persoalan ini izin dari pihak kehutanan menjadi penghambat utama pembangunan akses jalan di wilayah setempat, maka yang harus dilakukan Pemkab Bangli saat ini adalah
Bali Post/sos
PLTS - PLTS di Dusun Bangklet Desa Kayubihi, Bangli.
membantu memfasilitasi perizinan dimaksud. ‘’Kalau dari pihak kehutanan belum memberikan izin, alasannya kenapa? Apakah karena ada administrasi yang belum lengkap atau bagaimana. Ini harus dicari tahu. Pemkab harus memfasilitasi, apaapa saja yang masih menjadi kekurangan. Pemkab harus ikut membantu melobi melanjutkan upaya pihak desa ke pihak kehutanan,’’ terangnya. Setelah nantinya mendapat izin, Pemkab menurutnya harus membantu membuka dan membangun akses jalan di wilayah tersebut. Sebab jika pembangunan akses jalan hanya mengandalkan desa dengan menggunakan ADD, maka hal itu akan sulit tercapai mengingat dana ADD sangat terbatas. Sementara itu, Bupati
Bangli I Made Gianyar yang dikonfirmasi terpisah mengaku akan segera mencari jalan keluar terhadap persoalan tersebut dengan menggelar rapat bersama jajaran muspida. Tak hanya itu, dalam rapat tersebut Bupati juga akan melibatkan pihak kehutanan. Bila kawasan itu masuk dalam kawasan hutan yang dikelola provinsi, dalam pembahasan akan melibatkan instansi terkait. Demikian pula jika masuk kawasan yang dikelola BKSDA, maka pihaknya akan melibatkan BKSDA dalam pembahasan. ‘’Masalah ini akan dibahas dalam rapat muspida. Selain di Kutuh, nanti juga akan dibahas masalah pembukaan jalan di Desa Terunyan dan Subaya,’’ terangnya. Ditegaskan, masyarakat yang tinggal di tempat ter-
isolir tersebut harus dibuatkan jalan. Karena jika tidak memiliki akses jalan, roda perekonomian masyarakat setempat akan terhambat. ‘’Agar perkembangan ekonomi bisa bagus harus dibuatkan jalan. Ini akan segera kami selesaikan,’’ imbuh Gianyar. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Perkebel Desa Kutuh Wayan Pasek mengatakan, sebanyak 10 kepala keluarga (KK) di desanya selama ini masih hidup terisolir. Kondisi itu disebabkan lantaran tidak adanya akses jalan memadai yang bisa dilalui warga tersebut untuk keluar masuk dari wilayah permukiman. Pihaknya mengakui hingga saat ini belum bisa membuka akses jalan untuk warganya itu karena masih terbentur izin dari pihak kehutanan. (kmb40)
Kementerian ESDM. Diharapkan proses ini tak berlangsung lama. ‘’Komunikasinya via telepon. Email juga ada,’’ ujarnya. Ditambahkan juga, penyempurnaan data aset tak hanya menghambat penetapan tarif listrik namun perbaikan puluhan inverter yang mengalami gangguan sejak beberapa bulan lalu. Hal ini mengakibatkan produksi listrik turun cukup signifikan. ‘’Pendataan aset itu harus tuntas dulu. Kalau tidak, kami tak berani melakukan perbaikan,’’ imbuhnya. Sebelumnya, Wakil DPRD Bangli I Komang Carles menegaskan, besaran tarif listrik
yang diberikan ke PLN perlu segera dibahas dan dituntaskan. Jangan sampai potensi pendapatan daerah menguap. ‘’PLTS itu sumber pendapatan daerah. Persoalan yang ada harus segera dituntaskan. Ini penting,’’ tegasnya. Ditambahkannya, berdasarkan laporan pertanggungjawaban penggunaan APBD 2015, pendapatan daerah Kabupaten Bangli belum tercapai sesuai target. Supaya tahun selanjutnya tak terjadi hal serupa, maka sumber pendapatan, salah satunya PLTS harus bisa dikelola dengan baik. (kmb45)
Pejabat Loyo bakal Dimutasi Bangli (Bali Post) Mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Bangli akan segera dilakukan. Pejabat yang kinerjanya kurang maksimal bakal diganti. Beberapa jabatan yang selama ini masih kosong juga akan diisi. Hal itu ditegaskan Bupati Bangli I Made Gianyar, Senin (25/7) kemarin. Dikatakannya, mutasi merupakan hal yang wajar dan perlu dilakukan sebagai langkah penyegaran agar pelayanan pemerintahan bisa berjalan lebih baik dan energik. Selain akan merotasi sejumlah pimpinan SKPD yang dinilainya loyo dan menggantikannya dengan orang yang dianggapnya lebih tepat menempati sebuah jabatan, mutasi juga bakal dilaksanakan untuk mengisi sejumlah jabatan yang selama ini masih kosong. Bupati menyebutkan, saat ini ada bebrapa posisi pejabat yang masih kosong, di antaranya Asisten III, Asisten II dan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan (P3). Dia pun mengaku bakal melakukan penggantian Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), mengingat yang bersangkutan akan memasuki masa
pensiun pada Desember mendatang. ‘’Selain pejabat, kita juga akan memutasi sejumlah kepala sekolah. Saat apel Hari Pendidikan kan sudah diumumkan, nanti kita akan mutasi sekalian,’’ ujarnya. Dalam rencana mutasi kali ini, Bupati Made Gianyar juga mengaku memberikan kesempatan kepada Kepala Dinas Tata Kota Ida Ayu Yudi Sutha untuk memilih posisi jabatan yang diinginkan. Kesempatan istimewa itu diberikan lantaran pejabat yang merupakan adik kandung dari Sekda Ida Bagus Giri Putra itu dinilai berprestasi dalam mengantarkan Kabupaten Bangli meraih Trofi Adipura. ‘’Tapi jabatannya yang boleh dipilih selain sekda dan Sekwan. Karena untuk dua jabatan itu kan ada mekanismenya tersendiri,’’ terangnya. Lantas kapan mutasi bakal digelar? Dia mengaku bakal menggelar mutasi pejabat setelah pertengahan Agustus atau setelah genap enam bulan dirinya dilantik menduduki kursi pemerintahan untuk yang kedua kalinya ini. (kmb40)
GIANYAR
Selasa Paing, 26 Juli 2016
9
SOSOK Paparkan Bhagawad-Gita BUDAYA literasi terus dikembangkan di SMAN 1 Sukawati atau yang populer dikenal dengan sebutan Suksma. Bahkan, para siswa diminta setiap hari menumbuhkan budaya literasi. Salah satu cara yakni 15 menit sebelum mengawali jam pelajaran, setiap siswa diarahkan untuk memaparkan makna dari salah satu sloka Bhagawad-Gita. ‘’Sebenarnya sesuai ketentuan pada Kurikulum 2013, 15 menit mengawali jam pelajaran, siswa diberi kebebasan mempelajari buku apa saja. Bali Post/nik Namun di sini kami mengarahkan siswa untuk lebih memahami sloka dalam BhagawadGita,’’ ucap Kepala SMAN 1 Sukawati Drs. Gusti Made Puja Armaya, M.M., M.Pd. Dikatakannya, setiap siswa diminta memilih salah satu sloka dalam Kitab Suci Bhagawad-Gita kemudian dibuatkan pemaknaan sesuai pemahaman setiap siswa. ‘’Metode ini kami lakukan setiap hari. Jadi setiap hari, beberapa siswa akan ditunjuk untuk menjelaskan sloka yang dipilih di depan kelas,’’ jelasnya. Metode ini dilakukan untuk peningkatan pemahaman terhadap ajaran agama yang diyakini sesuai dengan kompetensi inti 1 tentang spiritual yang tercantum Kurikulum 2013. ‘’Selain meningkatkan pemahaman, tentunya siswa dapat lebih maksimal dalam mengeksplorasikan ajaran dari kitab suci ini,’’ katanya. (kmb35)
Kasus Kawat Membentang di Jalan Resahkan Warga Bedulu Gianyar (Bali Post) Warga Desa Bedulu diresahkan aksi pemasangan kawat yang membentang di ruas jalan saat malam hari. Aksi tersebut dilakukan tepatnya di jalan menuju Pura Samuan Tiga. Belum diketahui siapa pelaku dari aksi yang sudah menimbulkan satu korban luka ini. Aparat Polsek Blahbatuh yang sudah menerima informasi ini masih melakukan penyelidikan. Perbekel Bedulu Ketut Rinata, Senin (25/7) kemarin, menuturkan, kawat yang meresahkan tersebut tidak melintang di jalan dengan cara ditaruh di bawah. Kawat justru sengaja diikat dan dibentangkan dari sisi utara hingga selatan jalan. ‘’Itu diikat sehingga membentang di atas jalan menuju Pura Samuan Tiga setinggi kurang lebih satu meter,’’ katanya. Selain sangat mengganggu, aksi aneh ini sudah memakan satu korban luka yakni I Ketut Kota, warga Banjar Taman yang melintas di lokasi tersebut. Kejadian yang menimpa korban itu terjadi sekitar seminggu lalu. Kala itu, Ketut Kota mengendarai sepeda motor melintasi TKP. Tiba-tiba dia terjerat kawat yang membentang jalan. ‘’Untungnya saat itu Kota mengendarai sepeda motor dengan pelan sehingga lehernya hanya mengalami luka gores,’’ ucap Rinata. Sekitar beberapa hari lalu kejadian serupa kembali memakan korban. Kejadian dialami seorang sopir angkutan pariwisata yang tidak diketahui namanya saat melintas di lokasi tersebut. ‘’Beberapa hari lalu, seorang sopir pariwisata juga menyampaikan keluhan ada kawat yang membentang jalan. Namun ia tidak sampai terluka, karena mengenai mobil,’’ katanya. Kapolsek Blahbatuh Kompol Nyoman Sumarajaya mengatakan, setelah menerima informasi tersebut pihaknya sudah menerjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan. ‘’Ya kami terima informasi demikian. Kami sudah terjunkan anggota untuk penyelidikan karena aksi seperti ini cukup meresahkan,’’ ucapnya. (kmb35)
Bali Post/nik
JALAN - Ruas jalan menuju Pura Samuan Tiga.
Bali Post/nik
TAMBANG ILEGAL - Buruh tambang di lokasi pertambangan batu padas ilegal, Banjar Sumampan Desa Kemenuh Kecamatan Sukawati.
Tambang Batu Padas di Sukawati Digerebek Aparat Pemilik Usaha Ditetapkan sebagai Tersangka Gianyar (Bali Post) -
Aparat Unit IV Satreskrim Polres Gianyar kembali menggerebek aktivitas penambangan batu padas ilegal di wilayah Gianyar, Senin (25/7) kemarin. Penggerebekan ini dilakukan di Banjar Sumampan Desa Kemenuh, Sukawati. Dari aksi tersebut, polisi mengamankan satu orang tersangka yakni pemilik usaha pertambangan, Nyoman Sukrada (38). Kanit IV Satreskrim Polres Gianyar Ipda A.A. Gde Alit Sudarma mengungkapkan, penggerebekan kali ini dilakukan oleh tim terpadu meliputi kepolisian, Satpol
PP, Dinas Pekerjaan Umum, kejaksaan, dan Kodim 1616/ Gianyar. Sidak bersama ini dilakukan untuk memonitoring maraknya pertambangan batu padas tanpa izin di
wilayah Gianyar. ‘’Dari sidak ini, kami mendapati aksi penambangan ilegal di Banjar Sumampan,’’ ungkapnya. Disebutkan, dari penggerebekan tersebut, pihaknya
mendapati tiga orang buruh tambang sedang bekerja. Selanjutnya bersama barang bukti sejumlah alat tambang, mereka digiring ke Mapolres Gianyar untuk menjalani pemeriksaan. ‘’Dari hasil pemeriksaan diketahui pemilik tambang Nyoman Sukrada dan langsung ia ditetapkan tersangka,’’ tegasnya. Dipaparkannya, aktivitas penambangan ilegal tersebut
sempat menimbulkan jebolnya saluran irigasi bawah tanah di lokasi tersebut. Kondisi ini pun berdampak pada kekeringan di sejumlah areal pertanian. ‘’Penambangan ilegal ini berdampak jebolnya saluran irigasi yang melintas di lokasi tersebut, berdampak aliran irigasi menjadi sempit karena tertimbun batu,’’ katanya. (kmb35)
Tiga Mantan Direksi PDAM Ditahan Gianyar (Bali Post) Tiga terpidana kasus korupsi PDAM Gianyar, Dewa Putu Djati, Dewa Nyoman Putra, dan I Nyoman Nuka akhirnya memenuhi janji menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA). Senin (25/7) kemarin, ketiga mantan direksi PDAM Gianyar itu memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar dan mulai menjalani masa tahanan di Rutan Kelas II B Gianyar. Ketiganya mendatangi Kejari Gianyar sekitar pukul 11.00 wita. Sebelum menjalani proses eksekusi di Rutan Kelas II B Gianyar, mer-
eka menjalani pemeriksaan kesehatan di Poliklinik Polres Gianyar. Setelah dinyatakan sehat, ketiganya langsung diserahkan kepada petugas di Rutan Gianyar. ‘’Hasil cek kesehatan tidak ada masalah, setelah dinyatakan sehat kemudian lanjut ketiganya digiring ke Lapas Kelas II B Gianyar,’’ ucap Kasipidsus Kejari Gianyar Herdian Rahardi. Berdasarkan putusan MA, Dewa Putu Djati selaku mantan Dirut PDAM Gianyar menjalani hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Sedangkan Dewa
Nyoman Putra selaku mantan Dirum dan I Nyoman Nuka selaku mantan Dirtek menjalani hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. ‘’Ketiganya kini menjalani putusan tersebut. Dan sesuai perjanjian, mereka datang sendiri,’’ ungkapnya. I Nyoman Nuka mengaku siap menjalani eksekusi. Meski berada di balik jeruji besi, ia tetap menuntut keadilan. Ia berharap Kejari Gianyar secepatnya menindaklanjuti laporan yang menyeret nama mantan Ketua Badan Pengawas, PDAM Gianyar. ‘’Saya akan terus berjuang agar
pihak-pihak yang bertanggung jawab dan masih berkeliaran bebas ikut bertanggung jawab,’’ ujarnya. Hal senada disampaikan Dewa Nyoman Putra. Dia menuntut agar Kejari Gianyar menegakkan keadilan. Ia berharap pihak yang terkait kasus ini segera diadili. ‘’Saya ingin keadilan. Ada beberapa pihak yang terkait juga harus diadili,’’ ucapnya. Diberitakan sebelumnya, terkait laporan yang disampaikan Nyoman Nuka, Kasi Intel Kejari Gianyar Ketut Sudiarta mengungkapkan bahwa pihaknya pasti akan menindaklanjuti laporan
tersebut. ‘’Tentu kita akan tindak lanjuti ini. Tetapi kita dalami dulu berkas yang ada untuk memastikan ada tidaknnya unsur korupsi dari laporan tersebut,’’ katanya. Pihaknya juga akan melakukan pemanggilan, terhadap terlapor yakni Gede WS yang saat ini tercatat sebagai pejabat eselon II di Lingkungan Pemkab Gianyar. ‘’Kalau pemeriksaan berkas sudah fix, tentu nanti akan ada pemanggilan terhadap terlapor sebagai bentuk konfirmasi. Tetapi kapan itu (pemanggilan -red) belum bisa ditentukan,’’ ungkapnya. (kmb35)
KLUNGKUNG
10
Selasa Paing, 26 Juli 2016
Sebulan Putus
Bali Post/dwa
PELATIHAN - Personel Polres Klungkung mengikuti pelatihan fungsi Reskrim selama empat hari.
35 Personel Polres Jalani Latihan Reskrim Semarapura (Bali Post) –
Polres Klungkung melaksanakan pelatihan fungsi teknis kepolisian khususnya fungsi reskrim melibatkan 35 personel yang sering terlibat dalam berbagai kasus, bertempat di ruang Nusa Penida Harapan Polres, Senin (25/7) kemarin. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme anggota Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres dan Polsek jajaran. Pelatihan dibuka Kapolres Klungkung AKBP F.X. Arendra Wahyudi, SiK. didampingi Wakapolres Kompol Nengah Sadiarta, S.H., SiK. Kapolres menekankan terkait kejelian personel dalam menangani kasus. Ia berharap lewat pelatihan ini peserta mendapatkan pengetahuan untuk nantinya diterapkan dalam menjalankan tugas masing-masing. Pelatihan berlangsung hingga 28 Juli nanti dibina langsung Kasat Reskrim AKP Wiastu Andre Prajitno. Kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia Polri agar siap menghadapi tuntutan tugas yang semakin berat dan kompleks ke depannya. Ia minta seluruh personel mengikuti pelatihan secara serius. Menurut Sadiarta, pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan personel reskrim untuk menambah wawasan terutama dalam hal identifikasi olah TKP, peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta segala ketentuan terkait pelaksanaan tupoksi sebagai anggota reskrim. (dwa)
Bali Post/dwa
Wabup Klungkung I Made Kasta (kiri)
Bupati Minta Jalan Eksisting Segera Diperbaiki Semarapura (Bali Post) – Jalan eksisting menuju Pelabuhan Gunaksa sudah putus sebulan yang lalu, namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari pihak mana pun untuk menanggulanginya. Kondisi ini mengundang kekecewaan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Ia kecewa bercampur aduk sedih setelah melihat sendiri jebolnya jalan alternatif itu akibat luapan aliran Tukad Unda, Senin (25/7) kemarin. Jalan eksisting merupakan jalan sementara menuju Pelabuhan Gunaksa. Jalan yang menggunakan lahan eks galian C ini menjadi akses satu-satunya ke pelabuhan. Sayangnya posisi jalan lebih rendah daripada permukaan Tukad Unda, sehingga sering kali terendam. Kondisi itu membuat proyek pembangunan ruang tunggu sementara dan pemasangan jaringan listrik terhenti total. Proyek yang dianggarkan dari APBD Klungkung ini dialokasikan untuk menunjang Pelabuhan Gunaksa yang sebelumnya sudah diuji coba sandar oleh Kapal Nusa Jaya Abadi. Bupati Suwirta memperkirakan ketidakjelasan dalam pembagian pekerjaan dan tanggung jawab antara satker, Balai Sungai, Pemprov Bali, dan Pemkab Klungkung menyebabkan jalan yang terputus tidak ada yang menangani. Kondisi ini amat disayangkannya mengingat proyek pelabuhan yang menghabiskan dana ratusan miliar tersebut menjadi harapan masyarakat Kabupaten Klungkung. “Dana ratusan miliar sudah dikucurkan. Saya tidak ingin proyek ini terhenti dan nantinya dikira terjadi pembiaran. Kami harus segera memulainya,” ujarnya. Meski Pelabuhan Gunaksa saat ini statusnya milik pusat, Bupati Suwirta minta Kadi-
shubkominfo Nengah Sukasta melakukan komunikasi intens dengan pihak-pihak terkait supaya ada kejelasan terkait pembagian pekerjaan untuk mengatasi akses jalan yang terputus. “Saya tidak ingin proyek yang dipantau masyarakat luas ini terhenti. Selaku bupati saya perintahkan Kadishubkominfo segera berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Jangan hanya diam dan menunggu, bekerjalah sesuai prosedur,” tegas Bupati asal Ceningan, Nusa Penida ini.
Kaji Ulang
Pihaknya akan terus memantau perkembangan pembangunan Pelabuhan Gunaksa sampai selesai. Jika tidak bisa dikerjakan, Suwirta menyarankan agar dikaji ulang di mana letak kesalahannya. Jangan memberikan harapan kepada masyarakat bahwa Pelabuhan Gunaksa akan beroperasi. “Kalau ada yang salah ayo kaji ulang. Jangan sampai dana yang keluar semakin banyak, namun tidak ada apa-apanya,” tegasnya. Menurutnya, persoalan di Pelabuhan Gunaksa sebenarnya terletak pada layak dan tidaknya beroperasi di sana. Tidak usah menutup-nutupi masalah di sana. ‘’Kemarin (beberapa waktu lalu) saja kapal tidak bisa berlabuh. Cuaca normal, tapi ombak di sana masih besar,” jelasnya. (dwa/kmb)
Kasta Hadiri Karya ’’Waraspati Kalpa’’
Lakalantas
Dua Warga Tewas di Jalan I.B. Mantra
Semarapura (Bali Post) –
Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta didampingi Nyonya Sri Kasta menghadiri karya Waraspati Kalpa Agung di Pura Dadya Tangkas Kori Agung, Dusun Selat, Banjarangkan, Sabtu (23/7). Kedatangan Wabup Kasta disambut Ketua Panitia Karya, Nyoman Narta, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Narta menyampaikan, Karya Waraspati Kalpa Agung merupakan runtutan dari upacara macaru, melaspas, dan mapedagingan yang dilaksanakan pada Umanis Purnama Kasa dan di-puput Ida Pedanda Gera Gde Banjarangkan, Selasa (20/7) lalu. Upacara ini bertujuan menyucikan seluruh bangunan pura yang baru selesai direnovasi dengan dana Rp 200 juta. Untuk upacara karya, pangempon yang berjumlah 21 KK dikenai masing-masing Rp 6 juta dan enam ekor bebek. Kasta menyampaikan rasa syukurnya atas selesainya renovasi Pura Dadya Tangkas Kori Agung dan terselenggaranya karya ini. “Tanamkan selalu rasa gotong royong dan tulus ikhlas dalam beryadnya,” katanya. (dwa)
Batununggul Gelar ’’Matatah’’ Massal Semarapura (Bali Post) –
Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul, Nusa Penida, Klungkung, menggelar matatah massal di Balai Banjar Batununggul, Senin (25/7) kemarin. Upacara potong gigi ini merupakan rangkaian ngarorasin yang diselenggarakan pasemetonan Sri Aji Kresna Kepakisan I Dewa Kaleran. Ketua Panitia I Dewa Ketut Adi Surya Negara menyampaikan, upacara ngarorasin dilaksanakan setelah sebelumnya diselenggarakan ngaben massal. Matatah massal dilaksanakan sehari sebelum upacara ngarorasin. ‘’Menjadi keharusan menggelar secara massal mengantisipasi jor-joran yang dilakukan warga dan perbedaan sosial tidaklah menjadi tolok ukur dalam menggelar upacara. Matatah massal dilakukan warga kami menjelang upacara ngarorasin sebagai tanggung jawab kepada generasi muda menapak kehidupan ke depan,” sebutnya. Matatah massal diikuti 94 orang yang terdiri atas 30 lakilaki dan 64 perempuan. Peserta adalah remaja yang sebelumnya sudah menggelar upacara menek bajang atau menginjak dewasa. Upacara dimulai pukul 00.00 Wita dilayani enam sangging hingga matahari terbit. Bendesa Pakraman Dalem Setra Batununggul, I Dewa Ketut Tayanegara, mengatakan sudah sepantasnya matatah dilakukan secara bersama untuk menjaga persamaan di antara warga dan menghilangkan ego. “Tidak ada strata status sosial di sini, semua sama,” terangnya. (dwa)
Bali Post/dwa
PUTUS - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (kiri) kecewa karena jalan alternatif telah putus sebulan belum diperbaiki.
Semarapura (Bali Post) –
Bali Post/kmb
RINGSEK - Sepeda motor milik I Wayan Darta (65) ringsek setelah ditabrak mobil di Jalan By-pass I.B. Mantra, Senin (25/7) kemarin.
Jalan By-pass Ida Bagus Mantra terus memakan korban. Dua warga tewas di jalan yang memang rawan kecelakaan lalu lintas itu, Senin (25/7) kemarin. Mereka adalah I Wayan Darta (65), warga Banjar Jelantik Mamoran, Desa Tojan, Klungkung, dan pengemudi mobil pick-up bernama Willem Donald Mustamu (54). Darta tewas tertabrak mobil AVP DK 1041 KS ketika pulang dari mengembalakan bebek di perempatan Watu Klotok, Desa Tojan, pagi hari. Korban yang sempat bekerja lama di kapal pesiar langsung meninggal di tempat dengan kondisi cedera kepala berat (CKB). Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, kasus lakalantas tersebut terjadi sekitar pukul 08.15 Wita. Kejadian berawal ketika sepeda motor Honda Grand DK 3014 MP yang dikemudikan korban datang dari arah timur menuju ke utara. Saat hendak berbelok ke utara, tiba-tiba muncul mobil AVP DK 1041 KS yang dikemudikan I Wayan Sudiarta (39) asal Banjar Kebalian, Sukawati, Gianyar, datang dari arah barat. Mobil bernopol angkutan pariwisata ini menerobos lampu merah dan menabrak korban. Darta terseret sampai 28 meter dari TKP. Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Wayan Mudiasa mengaku telah mengamank-
an sopir mobil APV, I Wayan Sudiarta, mobil APV, dan motor korban yang telah ringsek sebagai barang bukti di Mapolres. Sudiarta telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ditahan. Kasus laka lantas kedua terjadi di timur simpang empat Dukuh, Kecamatan Dawan. Willem tewas setelah mobil yang dikemudikannya menabrak pohon di jalan By-Pass I.B. Mantra. Korban meninggal setelah mendapat perawatan di RSUD Klungkung. Laka lantas out of control (OC) itu berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita. Kejadiannya berawal ketika mobil pick-up DK 9605 EI yang dikemudikan korban yang tinggal di Jalan Danau Tempe 12 A Sanur, Denpasar Selatan, datang dari arah barat menuju ke timur. Entah kenapa, tiba di TKP, korban kehilangan konsentrasi sehingga mobil yang dikemudikannya oleng dan langsung menabrak pohon perindang yang berada di pinggir sebelah kiri. Korban terjepit di bagian stir mobil dan mengalami luka lecet pada kaki kiri. Warga sekitar mengeluarkan korban dan membawanya ke UGD RSUD Klungkung. Namun nahas, baru beberapa jam dirawat di rumah sakit nyawa korban tidak tertolong. Korban yang terus mengalami muntah darah akhirnya meninggal. (kmb)
Selasa Paing, 26 Juli 2016
11
BULELENG
Hadapi Pilkada
Golkar Perkuat Kepengurusan Partai Singaraja (Bali Post) – Partai Golkar Buleleng tampaknya memilih menguatkan jajaran pengurus partai menjelang hajatan Pilkada Buleleng, Februari 2017. Setelah memilih pengurus di tingkat DPD, struktur partai kini diperkuat mulai kecamatan, desa dan pembentukan kelompok kerja (poker) yang berada di setiap dusun. Sedangkan siapa calon yang dijagokan, hingga kini belum juga diputuskan karena menunggu hasil survei internal. Hal itu diungkapkan Ketua DPD Partai Golkar Buleleng, Putu Singyen, Senin (25/7) kemarin. Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Kabupaten Buleleng ini mengatakan, penguatan pengurus partai ini menjadi agenda penting yang sudah menjadi garis partai. Peran pengurus di kecamatan, desa, dan dusun ini begitu urgen dalam membesarkan partai. Selain program kerja, pengurus kecamatan, desa, dan dusun ini juga menjadi ujung tombak partai untuk mencari dukungan publik dalam menghadapi pilkada yang tinggal delapan bulan lagi. “Mulai Agustus dan September 2016 ini, kita akan perkuat mesin partai. Kebijakan ini urgent dan menjadi perintah partai sambil kita menggalang dukungan untuk menghadapi pilkada mendatang,” katanya. Terkait calon yang akan dijagokan, politisi asal Desa Patemon Kecamatan Seririt ini mengatakan masih dalam proses mengikuti mekanisme partai. Salah satu tahapan itu adalah melakukan survei internal terhadap tokoh masyarakat atau kader partai. Hasil survei ini nantinya akan dijadikan acuan oleh Golkar menjatuhkan siapa figur yang akan diusung untuk bersaing merebut kursi bupati dan wakil bupati periode berikutnya. Selain survei, Golkar masih melakukan penjajakan dengan partai-partai kecil untuk membangun koalisi. Ini dilakukan karena dari hitung-hitungan perolehan suara, Golkar sendiri belum memenuhi syarat untuk bisa mengusung calon sendiri. Atas kondisi ini, koalisi menjadi alternatif yang harus ditempuh agar bisa mengusung calon. Dari perkembangan negosiasi yang sudah dilakukan, Golkar sudah mendekati Partai Demokrat (PD), PPP, Gerindra, dan PAN. “Masalah calon yang diusung masih berproses sesuai mekanisme partai. Selain itu, koalisi yang kita bangun juga berproses dan pada saatnya nanti ini sudah jadi, Golkar akan mengumumkan siapa figur yang diusung,” tegasnya. Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Bali Ketut Sudikerta juga menyampaikan hal yang sama. Sudikerta mengatakan untuk figur yang akan diusung masih menunggu hasil survei internal. Tentu saja tokoh atau kader yang elektabilitasnya tertinggi akan dijagokan dalam pilkada mendatang. “Dalam satu minggu ini hasil survei akan kita final dan siapa tokoh atau kader yang elektabilitasnya tertinggi itu yang akan kita usung,” tegasnya. (kmb38/k100)
Kesulitan Ekonomi
Ratusan Siswa Tidak Melanjutkan Singaraja (Bali Post) – Memasuki tahun ajaran baru 2016-2017, di Kabupaten Buleleng ditemukan 350 lulusan siswa SD dan SMP tidak melanjutkan. Hal tersebut dipicu karena kesulitan ekonomi, akses transportasi, dan terpaksa berhenti sekolah karena mencari pekerjaan.
Putu Singyen
Bali Post/kmb38
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, Senin (25/7) kemarin mengatakan, angka sebanyak itu merupakan hasil pendataan pada posko yang dibuka di sembilan kecamatan. Disdik melakukan pendataan karena selama ini belum memiliki daftar siswa tersebut. Siswa itu semestinya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMA/ SMK. Sebagian besar siswa tersebut berasal dari Keca-
matan Gerokgak. “Untuk sementara kita temukan 350 orang dan itu jumlah masih tentatif. Kita masih menunggu informasi dari masyarakat,” ujarnya. Menurut Suyasa, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penanganan lanjutan agar siswa ini tetap melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Siswa yang tidak melanjutkan sekolah karena kesulitan transportasi, Disdik menyiapkan
layanan antar jemput terhadap anak bersangkutan. Untuk menyampaikan program ini, Disdik dalam waktu dekat akan melakukan pendekatan dengan orangtua asuh siswa. “Kita akan tawarkan layanan antar jemput untuk anak yang tidak sekolah karena kesulitan transportasi. Ini akan kita sosialisasikan dulu kepada orangtua asuh dan berharap ini didukung oleh orangtua anak itu sendiri,” jelasnya. (kmb38)
Lestarikan Terumbu Karang
HUT Koperasi
Diskanla Libatkan Pemerhati Lingkungan
Diharapkan Mampu Ciptakan Ekonomi Berdikari
Singaraja (Bali Post) Potensi terumbu karang di pesisir Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, menarik perhatian serius Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Buleleng. Upaya pelestarian tersebut melibatkan kelompok pemerhati lingkungan. Kadiskanla Buleleng, Ir. I Made Arnika, mengatakan, kekayaan biota bawah laut Pemuteran, beberapa kali meraih penghargaan di tingkat nasional dan internasional. Pelestarian terumbu karang berjalan turun-temurun di masyarakat, khususnya pelaku pariwisata. “Kami memberdayakan masyarakat di Pemuteran, termasuk melibatkan kerja sama dengan Yayasan Karang Lestari untuk mengembangkan terumbu karang. Pelestarian terumbu karang menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat,” jelasnya, Senin (25/7) kemarin. Kekayaan biota bawah
laut Pemuteran sangat disukai pencinta snorkeling dan diving. Hal itu membuat masyarakat merasakan adanya peningkatan ekonomi karena kunjungan turis lokal dan mancanegara. Bahkan, warga banyak menyediakan home stay ketimbang hotel di wilayah tersebut. Diskanla Buleleng berkomitmen membantu lebih jauh pelestarian terumbu karang di wilayah tersebut. Arnika mengaku kewenangannya dibatasi UU No. 23 Tahun 2014 tentang pengelolaan pesisir yang beralih ke Provinsi Bali. “Bicara konservasi, pemerintah intens memerhatikan,” ucap Arnika yang juga mantan Kadiskopdagrin Buleleng ini. Pemerintah bersama masyarakat rutin mengecek terumbu karang tersebut. Secara tidak langsung pesona terumbu karang memiliki manfaat terhadap sektor pariwisata. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) Pemkab Buleleng memiliki andil mengembangkan koperasi di tingkat pedesaan. Pasalnya, koperasi dinilai mampu meningkatkan ekonomi dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM. Selain itu, diharapkan mampu menciptakan ekonomi berdikari. Demikian disampaikan Ketua Dekopinda Buleleng, Gede Sukayatna. Menurutnya, keberadaan koperasi harus direformasi termasuk pelayanan, kesejahteraan dan ekonomi anggotanya perlu ditingkatkan. Lesunya ekonomi saat ini mengakibatkan koperasi mengalami kesulitan di intern dan permodalan. “Ada 381 koperasi di Buleleng saat ini. Koperasi aktif 320 dan tidak aktif 23 koperasi,” ujar Gede Sukayatna, Senin (25/7) kemarin, saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-69 Koperasi di Gedung Laksmi Graha Singaraja. Peringatan tahun ini mengusung tema ‘’Reformasi Ko-
perasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari” selaras dengan program Nawacita. Kekuatan koperasi mampu menciptakan ekonomi yang andal. “Idealnya, koperasi mampu mewadahi ekonomi kerakyatan. Pembentukan koperasi memberi posisi tawar dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” imbuhnya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, HUT ke-69 Koperasi menjadi momentum penggerak perkoperasian dan ekonomi di Buleleng. “Koperasi bisa menggerakkan sektor perekonomian dengan efektif apabila mampu memanfaatkan secara maksimal anggotanya dan saling membantu satu sama lain,” tegas Agus. Keberadaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP), menurut Bupati PAS berkembangannya signifikan. Sektor permodalan dipacu untuk bergerak. Koperasi di tingkat masyarakat hingga sekolah berbeda dengan LPD yang disokong desa adat. Selain itu, ia mencontohkan supermarket di tanah
air cenderung mengalahkan sektor ekonomi pertokoan dan pedagang lokal. “Koperasi bisa menggerakkan perekonomian. Sikap fanatik mengembangkan koperasi dengan sistem yang cukup canggih sekarang ini adalah peluang dan momen mengembangkan dunia perkoperasian,” ujarnya. Ia menambahkan, Kementerian Koperasi dan UKM didorong mengeluarkan Kredit Usaha Rakyat 9 Persen. Pihaknya menilai kemandirian koperasi harus diimbangi kesejahteraan anggotanya. (kmb34)
Bali Post/kmb38
RAPAT - Banggar dan tim pakar DPRD Kabupaten Buleleng menggelar rapat membahas dokumen KUA-PPAS tahun 2017, Senin (25/7) kemarin.
DPRD Desak Eksekutif Sempurnakan KUA-PPAS Singaraja (Bali Post) – Menjelang tahapan pembahasan APBD Induk, DPRD Buleleng mulai melakukan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran- Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2017. Dari pembahasan tersebut, dokumen KUAPPAS yang diajukan eksekutif perlu disempurnakan lagi. Selain itu, materi inti menyangkut regulasi yang mendasari pembahasan APBD Induk juga perlu dikoordinasikan dengan baik. Tujuannya untuk menghindari terjadinya perubahan regulasi oleh pemerintah pusat. Hal itu terungkap dalam rapat internal antara Badan Anggaran (Banggar) dengan tim pakar DPRD Kabupaten Buleleng, Senin (25/7) kemarin di ruang Gabungan Komisi. Rapat ini dipimpin Wakil Ketua Ketut Susila Umbara. Sementara pihak tim pakar diwakili oleh Gede Suarsa. Anggota Banggar Putu Mangku Budiasa mengatakan, eksekutif telah mengirimkan dokumen KUAPPAS kepada lembaga dewan. Hanya, dokumen yang menjadi dasar acuan dalam pembahasan APBD tahun 2017 mendatang, materinya perlu disempurnakan. Apalagi materi inti dalam KUA-PPAS ini sudah mencantumkan angka-angka yang sudah mengarah pada hal yang sifatnya teknis. Tidak saja itu, dia juga mencermati kalau pembahsan KUA-PPAS ini masih
mengacu dengan regulasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 31 tahun 2016 tentang pedoman penyusunan APBD. Atas kondisi ini, Budiasa justru khawatir jika pembahsan ini sia-sia jika pemerintah pusat mengeluarkan regulasi yang baru. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar dokumen KUA-PPAS ini disempurnakan dan dikoordinasikan dengan pemerintah yang lebih tinggi terkait regulasi yang dijadikan dasar pembahasan APBD. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Susila Umbara mengungkapkan, rapat ini sebagai pembahasan awal dengan meminta kajian dari tim pakar DPRD. Secara umum tim pakar sudah menyelesaikan kajiannya. Dari kajian itu memang dokumen KUA-PPAS yang diajukan eksekutif masih ada yang disempurnakan kembali. Untuk itu, pihaknya memberikan ruang kepada anggota Banggar bersama tim pakar untuk membahas lebih detail terkait materi yang disajikan dalam KUA-PPAS. “Saya tidak bisa sebut tapi karena ini sudah menyangkut angka-angka, sehingga Banggar dan tim pakar kami tugaskan untuk kembali membahasnya. Termasuk mengomunikasikan dengan eksekutif untuk memastikan regulasi yang dipakai acuan dalam pembahasan APBD tahun 2017,” tegas politisi asal Desa Panji Kecamatan Sukasada ini. (kmb38)
JEMBRANA
12
Selasa Paing, 26 Juli 2016
Polisi Bekuk Pencuri Pasir Laut
SOSOK
Ngeruk di Pekutatan, Jual di Yehembang
Budaya Literasi BUDAYA membaca buku di kalangan siswa nampaknya kini mulai luntur di tengah berkembangnya teknologi. Kebiasaan menonton, justru lebih menonjol dan diminati. Padahal membaca lebih baik daripada menonton dan banyak manfaat yang diperoleh. Dari tidak tahu menjadi tahu serta memperluas wawasan. Pengenalan dan membiasakan budaya literasi inilah yang sejak setahun ini diterapkan Kepala SMAN 2 Negara I Wayan Sudiarta kepada masing-masing kelas. Jamjam kosong atau sebelum masuk, diwajibkan siswa untuk membaca buku. “Dengan terbiasa membaca, wawasan siswa lebih luas dan berlanjut menulis,” ujar kepsek asal Batuagung ini. Selain di kelas, sekolah juga sengaja menaruh bahan bacaan baik majalah, koran dan buku di tempat-tempat istirahat seperti gazebo dalam sekolah. Sehingga diharapkan siswa tidak tergantung membaca dari layar gadget atau menonton TV. Salah satu sekolah favorit di Negara ini setiap tahun juga menggugah siswa untuk membuat karya tulis dan melombakan lewat event Smandan Scientific Competition. “Semua bisa membaca tetapi untuk membuat suatu karya tulis (masih) kecil,” tambahnya. Dengan membuat karya tulis, ia meyakini bisa menumbuhkan anak-anak memiliki pola pemikiran siswa yang kritis, inovatif dan kreatif. (olo)
Bali Post/olo
HANCUR – Seorang warga mengendarai sepeda motor melintasi jalan penghubung Peh-Pangkung Liplip, Kaliakah yang terjal dan hancur.
Hancur, Jalan Peh-Pangkung Liplip Negara (Bali Post) – Jalan penghubung Pangkung Liplip–Peh, Desa Kaliakah kondisinya sangat memprihatinkan. Aspal yang digunakan untuk melapisi jalan kini sudah hancur bahkan sulit dilewati kendaraan. Sejumlah warga yang ditemui, Senin (25/7) kemarin mengungkapkan jalan tersebut sejatinya menjadi alternatif warga khususnya siswa masuk sekolah. Walaupun kondisinya hancur, terjal dan menanjak, namun tetap dilewati. Pasalnya jalan ini akses terdekat penghubung antarbanjar menuju Manistutu selain jalan utama Denpasar-Gilimanuk. Sebelumnya jalan tersebut juga sering dilintasi truk-truk pengangkut sampah yang menuju TPA Peh, Kaliakah. Tetapi setelah jalan hancur, truk tidak lagi lewat di jalan tersebut. “Ini sudah lama belum ada perbaikan lagi, walaupun terjal begitu, tetap dilintasi warga. Karena lebih dekat dibandingkan memilih jalan lain,” tandas salah seorang warga. Dari pengamatan, kondisi jalan memang sudah hancur. Dari arah Pangkung Liplip
jalan sengaja ditutup lantaran ada perbaikan jalan rabat dan irigasi. Jalan hanya dapat dilintasi sepeda motor, namun harus ekstra hati-hati. Karena aspal sudah berubah menjadi batu dan tanah yang licin. Terutama di bagian jalan yang menanjak, bergelombang dan sulit dilalui saat hujan. Di sekitar lokasi jalan tersebut ada sejumlah rumah warga dan bale subak. Sejumlah warga yang mengendarai sepeda motor nampak bersusah payah melintasi jalan itu
terutama bagian menanjak. Perbekel Kaliakah, I Made Bagiarta dikonfirmasi di kantor desa mengungkapkan jalan tersebut memang rusak sudah lama. Namun dari koordinasi, pada tahun 2017 nanti sudah masuk rencana perbaikan jalan dari Pemkab. Menurutnya ruas jalan di Desa Kaliakah memang cukup panjang dan di antaranya sudah rusak. Tetapi di antaranya sudah akan diperbaiki tahun 2017. (kmb26)
Negara (Bali Post) Jajaran Polres Jembrana membekuk dua pelaku pencurian pasir laut yang melakukan aksinya di Pantai Pekutatan. Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat adanya tumpukan pasir laut di rumah salah seorang warga, Made Arnawa di Banjar Kaleran, Yehembang, Sabtu (16/7) lalu. Saat digerebek, penjual pasir laut I Wayan Widarta (Wid) mengaku hendak menjual seharga Rp 400 ribu untuk satu mobil pick up pasir laut. Namun belum sempat melakukan pembayaran. Polisi lantas mengembangkan kasus tersebut dan berhasil mendapatkan identitas para pelaku pengerukan pasir laut yang ternyata dari Pekutatan. Dari keterangan Widarta, pasir laut itu dibelinya dari Gede Sudiawan seharga Rp 270 ribu satu mobil pickup. Namun, ia juga belum melakukan pembayaran ke Sudiawan. Sebelumnya, Sudiawan membeli pasir laut dari Wayan Mulya (Mul) sebanyak satu truk double atau sekitar 4 meter kubik pasir laut seharga Rp 1 juta. Pasir itu sebelumnya dikeruk dari pantai Pekutatan secara manual dan dikumpulkan di kebun miliknya. Wayan Sumiarta,
yang berperan mengambil pasir laut ke pantai dengan gerobak dan ditarik ke tempat penimbunan. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana, Senin (25/7) kemarin membenarkan penangkapan dua pelaku pencurian pasir laut di Pekutatan itu. Pelaku Wayan Mulya dan Wayan Widarta diamankan di Mapolres Jembrana berikut sejumlah barang bukti berupa pasir laut, gerobak kayu, sekop dan sepeda motor Honda Kharisma DK 4901 HE. Dari pengakuan tersangka Mul, ia memang mendapat pesanan pasir laut namun masih kurang sekitar 40 gerobak. Pasir laut berwarna hitam itu sebelumnya diambil di pantai sekitar 40 meter dari kebun miliknya. Wayan Wid dengan cara bolak-balik hingga 35 kali mengumpulkan pasir laut yang akan dijual itu. Dalam aksinya pelaku mengambil waktu malam dan dari pengakuan dilakukan pada tanggal 13 Juli lalu. Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam dijerat Pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. (kmb26)
Nelayan Nyambi Jadi ”Guide Spot” Mancing
Bali Post/kmb
BINLUH - Bimbingan dan penyuluhan (binluh) yang dilaksanakan Satgas Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di beberapa sekolah di Jembrana.
Kasus Kekerasan Makin Marak
Satgas PKPA Intensifkan Binluh Negara (Bali Post) Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bali kini makin marak. Demikian juga di Jembrana, dari awal tahun 2016 hingga saat ini sudah terjadi kekerasan terhadap anak dan perempuan mencapai 15 kasus. Sementara dari tahun 2015 hingga Mei 2016 mencapai 74 kasus. Makin maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak mengakibatkan kekhawatiran di masyarakat. Untuk mencegah dan meminimalisir tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, Polres Jembrana sudah mendeklarasikan Satgas Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Deklarasi dilaksanakan Selasa (24/5) lalu. Setelah dideklarasikan sejak Juni hingga Juli 2016 Satgas PKPA (pencegahan kekerasan perempuan dan anak) langsung mengintensifkan sosialisasi/bimbingan dan penyuluhan (binluh) ke masyarakat dan sekolahsekolah. Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo, Senin (25/7) kemarin, mengatakan pihaknya sejak dua bulan ini mengintensifkan kegiatan binluh dan tatap muka. Beberapa sekolah yang sudah disasar di antaranya SDN 2 Kaliakah, Negara, TK Kumara Laksana dengan melibatkan orang tua murid dan guru sebanyak 185 orang. SMP Firdaus Desa Banyubiru Negara sebanyak 105 orang. SMAN 2 Negara sebanyak 320 orang, SMAN 1 Negara sebanyak 420 orang, SMPN 4 Melaya sebanyak 120 orang, SMKN 1 Negara sebanyak 210 orang, SMPN 2 Negara sebanyak 195 orang, SMA PGRI 2 Negara sebanyak 300 orang,
SMPN 5 Negara sebanyak 170 orang, di lapangan umum Pekutatan yang diikuti peserta paskibraka 35 orang. Selain kegiatan binluh juga dipasang spandukspanduk himbauan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jembrana. “Ada delapan titik kami pasang spanduk terutama di tempat-tempat strategis,” jelas Kapolres Djoni Widodo. Kapolres mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi. Pihaknya juga berharap dengan memaksimalkan binluh dan pengawasan kasus ini bisa ditekan. Satgas yang dibentuk secara optimal bisa merespon permasalahan perempuan dan anak di Kabupaten Jembrana. (kmb)
Negara (Bali Post) Perairan pantai Jembrana memiliki banyak spot bagi para penggemar mancing. Hampir setiap akhir pekan dan ketika cuaca bagus, banyak penggemar mancing dari luar daerah yang sengaja mencari spot mancing di Jembrana. Di beberapa desa pesisir seperti Cupel, Pebuahan, Perancak, Pekutatan, Candikusuma dan Gilimanuk, banyak nelayan yang juga menjajakan jasa sewa jukung. Seperti yang dilakoni Burhan (46) asal Pebuahan, Banyubiru. Kakek tiga cucu ini mengaku sudah hampir 20 tahun melakoni kerja sampingan sebagai guide spot mancing di luar profesinya sebagai nelayan. Justru dari sampingan ini, pendapatan mereka lebih banyak. Tak sedikit para penghobi mancing yang menggunakan jasanya mengantar ke spot mancing di pesisir Jembrana bahkan hingga ke perairan Banyuwangi. Dengan kemampuannya yang hapal lokasi dan bulan-bulan tertentu mencari ikan, Burhan hampir setiap hari mendapat tamu mancing. Bahkan ia pernah menolak lantaran banyak tamu. “Di sini banyak (guide
mancing), ada yang jukung atau fiber. Banyak spot untuk jigging dan rata-rata nelayan tahu,” tandas Burhan. Bedanya dengan lokasi lain di Jembrana, para pemancing bisa langsung menikmati lesehan ikan bakar yang berjejer di pantai Pebuahan. Hanya, kondisinya kini terus dirongrong abrasi. Termasuk rumahnya yang berada di bibir pantai terkena dampak. Dapur dan kamar mandi lenyap. Hal serupa juga dilakoni para nelayan di Cupel dan Pengambengan. Kosasih (47), nelayan yang juga sering melayani para pemancing. Biasanya saat akhir pekan dan cuacanya cerah, Kosasih mau melayani tamu untuk mancing. Tarifnya berkisar Rp 300 ribu – Rp 400 ribu ke sejumlah spot mancing. Di spot-spot tersebut sering didapati ikan Giant Travely (ikan Putian), Tenggiri pada bulan tertentu dan Tompek atau mahi-mahi. Di sejumlah pantai lain seperti di Candikusuma dan Pekutatan juga cukup diminati. Antusias para penghobi mancing itu dilihat sebagai potensi positif pesisir Jembrana. Hampir setiap tahun, pemerintah daerah menggelar
Bali Post/olo
JUKUNG – Sejumlah jukung yang parkir dan dimanfaatkan nelayan untuk sewa bagi para penghobi mancing.
turnamen mancing. Tahun ini, tepatnya pertengahan Agustus perlombaan itu akan digelar dalam rangkaian Jembrana Festival. (kmb26)
Bali Post/olo
PELAKU – Kedua pelaku pencurian pasir laut di Pantai Pekutatan diamankan di Mapolres Jembrana berikut barang bukti.
Selasa Paing, 26 Juli 2016
KARANGASEM
13
Perencanaan Tak Cermat, Pengusaha Galian C Serbu Gedung DPRD Silpa Tinggi Pengentasan Kemiskinan Lambat
PERENCANAAN APBD tidak cermat menyebabkan sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) menjadi sangat tinggi. Kondisi itu merugikan masyarakat, apalagi silpa tinggi pada belanja modal. Sorotan tegas itu disampaikan anggota DPRD Karangasem Nyoman Sumadi, S.E. pada rapat gabungan komisi, Senin (25/7) kemarin. Sumadi yang anggota Komisi III itu menyampaikan sorotannya saat membahas Ranperda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karangasem tahun anggaran 2015. Sumadi asal Pesedahan, Manggis itu mengatakan, silpa tinggi di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) antara lain di Dinas PU Karangasem hanya 73 persen lebih sedikit. Sementara, di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) silpa Rp 8 miliar, juga di Dinas Pertanian. “Kalau realisasi anggaran di bawah 90 persen, perencanaan eksekutif itu patut dipertanyakan,” kata Sumadi. Ditambahkan, realisasi belanja modal APBD 2015 Karangasem hanya 89,43% dari total belanja Rp 159 miliar. Di Dinas PU, justru silpa tinggi karena tak terealisasi atau mangkraknya pembangunan prasarana seperti jalan atau jaringan air bersih. Padahal, perbaikan atau pembangunan prasarana jalan dan air bersih paling didambakan banyak warga Karangasem. Belanja modal yang tak terealisasi seperti itu, jelas merugikan masyarakat. Di mana, jalan yang sudah lama didambakan masyarakat untuk dibuka atau dihotmiks, anggarannya sudah tersedia, tapi pemerintah tak mampu merealisasikannya. Demikian juga jaringan atau prasarana air bersih, saluran irigasi tak tuntas dikerjakan menyebabkan program pengentasan kemiskinan, penyediaan air bersih menjadi terhambat. ”Saya lihat sampai membuat cover LKPJ saja, eksekutif salah. Seharusnya APBD tahun 2015, tapi dibuat APBD Karangasem 2015 tahun. Itu sangat berbeda artinya,” paparnya. Di lain pihak, Kadis PU Karangasem Komang Sutirtayasa mengakui ada silpa cukup besar di dinasnya. Masalahnya, ada masalah dalam pencatatan aset. Di mana, membangun bak reservoir air bersih, tapi banyak tanahnya belum tercatat sebagai aset Pemkab Karangasem. ”Masalah seperti itu sering menjadi temuan BPK. Ada peraturan, kalau bukan aset Pemkab Karangasem, tidak diperbolehkan membangun menggunakan APBD kabupaten,” katanya. (013/k50)
Sepekan Tak Ada Solusi, Ancam Turunkan 1.000 Truk
Amlapura (Bali Post) – Puluhan pengusaha galian C yang dikoordinasi Sekretaris Asosiasi Pengusaha Galian, Senin (25/7) kemarin, menyerbu Gedung DPRD Karangasem. Mereka meminta diberikan kebijakan untuk bekerja dan kembali membuka usahanya. Di rumah rakyat itu, mereka mengaku kecewa karena tak ada solusi yang diberikan. Sekretaris Asosiasi Pengusaha Galian IGL Putu atau Gusti Mangku Putu Arsa yang ditemui usai diterima dewan mengatakan, jika dalam sepekan ini tak ada solusi yang diberikan, pihaknya bakal menggelar demo. Dikatakan, pihaknya akan mengerahkan sekitar seribu truk yang akan memblokir Kota Amlapura. “Kami sudah kontak dengan para sopir galian C. Mereka siap menurunkan semua truknya,” katanya. Di depan para anggota dewan yang dipimpin Ketua DPRD Nengah Sumardi, Gusti Mangku Putu Arsa menyampaikan, pihak pengusaha didukung 13 bendesa pakraman agar galian C tanpa izin itu dibuka. Para bendesa memberikan dukungan melalui surat pernyataan dicap basah. Ditegaskan, pihaknya mendatangi dewan guna menyampaikan aspirasi. Akibat galian C ditutup dengan dasar surat Gubernur Bali, sejak sepekan lalu, pengusaha itu kelimpungan. Ada ribuan pekerja kini menganggur karena kehilangan pekerjaan di galian C baik sebagai operator alat berat, pengayak pasir, maupun sopir.
“Kami para pengusaha galian banyak mengkredit alat kerja seperti eksavator, mesin pengayakan, dan armada truk. Kami ada yang menjaminkan sertifikat tanah dan rumah. Kalau kami tak mampu membayar cicilan, rumah dan sertifikat tanah terancam disita bank,” paparnya. Para pengusaha mempertanyakan kebijakan pemerintah kali ini. Dulu, saat bupati sebelumnya, begitu ada aspirasi pengusaha secara beramai-ramai karena usahanya ditutup, bupati mengeluarkan kebijakan memberikan buka. Ketua DPRD Nengah Sumardi dan Sekda Karangasem Gde Adnya Mulyadi yang hadir pada pertemuan itu mengatakan, surat edaran (SE) yang intinya meminta pengusaha galian C yang tak memiliki izin menghentikan eksploitasinya, berdasarkan surat Gubernur Bali. Surat itu bernomor 540/5366/ESDM DPU tertanggal 16 Juni 2016 perihal Penertiban Pertambangan Batuan Tanpa Izin. Pihaknya di kabupaten membantu menyampaikan surat edaran agar pengusaha
yang tak memiliki izin galian C menghentikan operasinya. Kasat Pol PP Karangasem Iwan Suparta mengatakan, pihaknya sendiri turun mengirim SE itu. Soalnya, pekan lalu ada informasi akan ada sidak besar-besaran dari Mapolda Bali. ”Kewenangan memberi izin galian C itu kini ada di Pemprov Bali. Kalau tak ada izinnya, tentu Pemprov bekerja sama dengan Polda melakukan tindakan penegakan hukum,” papar Sekda Adnya. Di lain pihak, anggota DPRD
Karangasem Wayan Suparta mengatakan, aspirasi pengusaha galian C itu di Karangasem mentok. Soalnya, kewenangan ada di Pemprov Bali. Karena itu, lanjut Suparta, jika pengusaha menyampaikan aspirasinya ke Pemprov, pihaknya siap mengantar para pengusaha. Bila perlu ajak ribuan tenaga kerja yang selama ini terkait dengan galian C, sehingga Gubernur Bali atau pihak Polda yang menerima nanti akan memahami. “Saya siap mengantar ke pemprov. Cari waktu yang
baik. Yang penting nanti sesuai prosedur, jangan anarkis,” ujar Suparta. Di lain pihak, Gusti Mangku Arsa yang ditemui usai pertemuan mengatakan, pihaknya belum ada rencana beramai-ramai ke Pemprov atau Polda Bali. Dia mengatakan cukup di Karangasem. “Bila sepekan ini belum ada solusi kami bisa bekerja, kami akan datang dengan jumlah lebih besar. Ribuan truk memblokir Kota Amlapura. Para sopir galian C menyatakan sudah siap,” tegasnya. (013)
Siswa SMA Minta Karangasem Segera Bangun Universitas
Minat Baca dan Menulis Anak Makin Merosot Amlapura (Bali Post) Seiring pesatnya perkembangan teknologi, kalangan orangtua kini dibuat makin gusar. Penyebabnya, anak-anak kini mulai lebih akrab dengan gadget dan mulai meninggalkan kebiasaan membaca dan menulis. Kemerosotan minat baca dan menulis di kalangan anak ini harus disikapi serius untuk mencegah kemerosotan yang lebih parah pada mental dan llmu pengetahuan. Sorotan itu disampaikan Ketua Yayasan Lentera Bakti Indonesia Ni Putu Suaryani setelah mengumpulkan 40 ribu surat dari seluruh siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional di Karangasem, belum lama ini. Suaryani mengaku prihatin melihat makin rendahnya dua kebiasaan penting pada anak ini. Padahal, hanya dengan membaca dan menulis, anak bisa menyerap ilmu pengetahuan dengan benar. “Kemerosotan ini sudah kami buktikan. Bayangkan saja, siswa SMP banyak tulisannya masih berantakan (ejaannya tidak jelas) saat kami minta menulis surat. Ini berbahaya,” katanya. Kemorosotan minat menulis juga dapat dilihat dari isi tulisannya. Dalam kegiatan ini, terlihat kegiatan menulis seperti pekerjaan yang sangat sulit dilakukan bagi anak-anak. Padahal, hanya menulis sepucuk surat yang isinya bebas mau menulis apa saja, terkait keperluan di sekolah. Oleh karena itu, pihaknya ingin melibatkan kembali anakanak di Karangasem dalam banyak kegiatan menulis maupun membaca. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah daerah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Karangasem. Setelah lomba menulis surat, Yayasan Lentera Bakti Indonesia berencana kembali bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mematangkan kegiatan Gerakan Karangasem Membaca. Ini dimaksudkan untuk terus menggairahkan minat membaca di kalangan siswa. Agenda mengampanyekan giat membaca dan menulis ini disambut baik Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Menurutnya, membaca sudah menjadi roh pendidikan. Bahkan, bupati perempuan pertama di Karangasem ini menegaskan, sebuah negeri akan mati total bila generasinya meninggalkan kebiasaan membaca dan menulis. ”Mudah-mudahan, dengan makin banyaknya kegiatan yang melibatkan siswa membaca menjadi pertanda bahwa roh pendidikan kita khususnya di Karangasem saat ini sudah kembali. Ini pertanda bagus,” katanya. Bupati Mas Sumatri mengutip salah satu “quote” populer Pramoedya Ananta Toer, bahwa bila tidak rajin membaca dan menulis, maka dia akan terhapus dari sejarah. Ini menandakan bahwa kerosotan minat baca dan menulis kalangan siswa bukan masalah biasa. Ini harus disikapi bersama seluruh elemen pendidikan untuk menggugah gairah membaca dan menulis di kalangan siswa. (kmb31)
Bali Post/013
MENYERBU - Puluhan pengusaha galian C menyerbu Gedung DPRD Karangasem karena usaha galiannya yang tanpa izin ditutup.
Bali Post/013
DIPERTANYAKAN - Kualitas proyek swakelola didanai APBDes Abang yang dipertanyakan warga setempat.
Kualitas Jalan Desa di Abang Dipertanyakan Warga Amlapura (Bali Post) – Kualitas pekerjaan proyek swakelola jalan desa di Desa Abang, dipertanyakan sejumlah warga setempat. Proyek dengan anggaran Rp 403 juta itu dinilai kualitasnya kurang baik. Di lain pihak, Perbekel Abang Anak Agung Ayu Mahesarani Karang, S.S. yang dihubungi Senin (25/7) kemarin, HP-nya tak aktif. Sementara, Sekdes I Wayan Sukada yang dihubungi menolak berkomentar atau memberi penjelasan. Sukada malah minta wartawan menghubungi perbekel. Sukada sebelumnya menerima warganya di antaranya Made Putra alias Lutir di kantor desa. Warga hendak menemui perbekel, namun Mahesarani tak ada di kantornya saat itu. Proyek jalan itu dari sebelah jembatan Tukad Bangka
ke wilayah Abang Kaler sepanjang sekitar satu kilometer. Jalan itu melintasi Setra Gusti, lewat di sebuah kaplingan tanah. Karena jalan dibuka melintasi setra, warga sempat juga mempertanyakannya. Selain itu, kualitas pekerjaan jalan tersebut juga dipertanyakan. Warga mengira jalan dihotmiks, tapi ternyata hanya diaspal lapen. Ada bagian yang bergelombang, ada juga sempat rusak berlubang di atas gorong-gorong, namun sudah diperbaiki. Warga Abang Kaler seperti Wayan Lolit berharap jalan itu pengerjaannya bagus, sehingga tidak cepat rusak dan dapat dimanfaatkan warga lebih lama. Pasalnya, anggarannya mencapai Rp 403 juta. Nilai anggaran yang cukup besar untuk ukuran APBDes. (013)
Amlapura (Bali Post) Momen Hari Anak Nasional dimanfaatkan siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat di seluruh Karangasem untuk berkeluh kesah. Mereka menulis surat yang ditujukan langsung kepada Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Salah satu surat anak SMA, mengungkapkan permintaannya agar Karangasem segera membangun universitas negeri, sehingga lulusan SMA tak perlu ke luar kota untuk melanjutkan pendidikan. Tercatat, ada sekitar 40 ribu surat terkumpul di Gedung UKM Center Amlapura, Minggu (24/7) lalu. Isinya banyak mengungkap masalah anak di sekolah. Harapan agar Karangasem segera membangun universitas negeri disampaikan melalui surat oleh siswa SMAN 1 Amlapura, Ni Luh Gede Niarianti. Bagi siswa SMA, ini menjadi kebutuhan mendasar yang harus segera dipenuhi. Karangasem memiliki potensi besar menjadi poros kota pendidikan yang baru. Sehingga, setiap lulusan SMA nanti punya motivasi besar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Desakan agar membangun universitas negeri di Karangasem sudah sering diwacanakan, baik dari kalangan legislatif maupun organisasi kepemudaan seperti KMHDI Karangasem. Namun, tak kunjung mendapat respons yang positif. Saat ini, Karangasem hanya memiliki sekolah tinggi, yakni STKIP Agama Hindu dan beberapa kampus swasta yang
membuka kelas jauh. Kampuskampus swasta ini masih ”kucingkucingan” dengan Kopertis VIII. Sebab, universitas tidak boleh lagi membuka kelas jauh. Kampus kelas jauh ini masih eksis di Karangasem, lantaran tak ada pilihan lain. ”Nanti kita kaji bersama, apakah ini memungkinkan,” kata Bupati Mas Sumatri usai memilih dan membaca langsung isi surat tersebut. Selain itu, siswa kelas XII IPS 1 ini juga menyoroti minimnya lapangan kerja. Dua poin penting ini harus segera diwujudkan sehingga warga Karangasem punya kontribusi membangun daerahnya agar lebih maju dari daerah lain. Ni Nyoman Mina Lestari dari SMAN 3 Amlapura di Seraya, dalam suratnya meminta Bupati Mas Sumatri memikirkan formula yang tepat agar siswa SMA mendapat keringanan membayar SPP. Sebab, siswa-siswa SMA di daerah lain seperti di Seraya, diakui cukup kesulitan memenuhi kewajiban itu. Bupati Mas Sumatri mengatakan, keluhan yang disampaikan dalam surat ini sangat jujur. Ini memperlihatkan kondisi riil pendidikan di Karangasem yang masih menghasilkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di Bali. Dia berharap curhat anak-anak ini menjadi cerminan bersama dan bergerak bersama mengatasinya. Dari puluhan ribu tumpukan surat, Bupati Mas Sumatri memilih sendiri tiga surat di setiap jenjang. Kalangan anak menulis
persoalan-persoalan yang cukup serius di sekolah. Seperti yang ditulis siswa SD Insan Mandiri, I Gede Indra Arya M. Dia meminta pemerintah daerah membantu penyediaan bak sampah di lingkungan sekolah. Siswa lain, Ni Wayan Mita dari SDN 3 Budakeling, dalam suratnya mengeluh, gara-gara atap sekolah sering bocor saat diguyur hujan lebat. Beda lagi keluh kesah siswa SMP. Dari tiga surat yang dipilih Bupati Mas Sumatri, mereka lebih banyak mengeluhkan kualitas kegiatan belajar mengajar. Seperti yang diutarakan siswa Ni Ketut Mirayanti dari SMP Satap Besakih, mengeluhkan gurunya yang kurang giat mengajar. Dia meminta tenaga gurunya ditambah agar sistem pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik. Hal serupa juga disampaikan Kadek Swecatanaya, dari SMPN 1 Abang. Dia meminta kualitas guru terus ditingkatkan sehingga kualitas ilmu pengetahuan yang diterima siswa juga makin baik untuk bersaing dengan siswa dari sekolah lain. Khusus pada tingkat SMP ini, Bupati Mas Sumatri cukup memberikan perhatian khusus. Sebab, dilihat dari suratnya, rupanya masih banyak siswa SMP yang belum bisa menulis dengan baik dan benar. “Nanti siap-siap saya cari siswanya. Tapi, kalau sudah seperti ini, yang salah bukan siswanya, tapi gurunya siapa? Kok, bisa sudah SMP tulisannya berantakan,” kata Mas Sumatri. (kmb31)
TABANAN
14 Petani Waspadai Penyakit Jamur Tabanan (Bali Post) – Musim kemarau tahun ini masuk dalam kemarau basah karena sering turun hujan. Bagi petani yang mengikuti program hortikultura baik cabai maupun bawang, hujan merupakan salah satu berkah karena mudah mendapatkan air. Di sisi lain mereka mewaspadai serangan jamur. Kepala Bidang Pengembangan Produksi Hortikultura Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan Tabanan Gusti Putu Wiadnyana memaparkan, dibandingkan tahun lalu program hortikultura kali ini lebih dimudahkan dari sisi air. Meski begitu, petani tetap harus berhati-hati sebab cabai dan bawang sangat rentan terhadap serangan jamuR. ‘’Untuk mengatasi ini, pe-
merintah telah memberikan bantuan fungisida kepada petani,’’ katanya, Senin (25/7) kemarin. Program hortikulura dibuat oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akan cabai dan bawang sepanjang musim. Petani yang mengikuti program ini diberikan bantuan bibit, peralatan, pupuk, dan menanam melawan musim terutama saat kemarau. Program hortikultura sudah berjalan hampir seluruhnya. Bantuan 72 hektar pengembangan manggis sudah ditanam semuanya. Cabai yang ditanam seluas 40 hektar sedang dalam proses pengolahan lahan. Bawang putih yang dipusatkan di Pupuan (40 hektar) dan Baturiti (10 hektar) telah ditanam. Sementara bawang merah seluas 30 hektar di
Baturiti tunda tanam hingga Agustus mengingat curah hujan masih cukup tinggi Juli ini. ‘’Bawang merah diundur penanamannya karena rentan diserang penyakit jika terlalu lembab,’’ ujar Wiadnyana. Meski persediaan air cukup, ia belum bisa memastikan apakah produksi panen program hortikultura akan lebih berhasil dibandingkan tahun lalu. Jika tahun lalu musuhnya adalah kemarau yang ekstrem yang menyebabkan beberapa tanaman gagal tumbuh dan gagal panen, tahun ini musuh petani adalah hama jamur. Walau demikian, dengan adanya hasil program hortikultura diharapkan harga cabai dan bawang di pasaran bisa ditekan atau tidak meningkat secara ekstrem. (kmb24)
Pascabus Jatuh ke Sungai
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Tabanan (Bali Post) Pascakasus kecelakaan bus Pahala Kencana yang jatuh ke sungai di bawah Jembatan Yeh Otan, Bajera, Selemadeg, Minggu (24/7) dini hari, Satlantas Polres Tabanan belum menetapkan tersangka. Kejadian ini mengakibatkan satu orang tewas dan dua luka berat. Kasatlantas Polres Tabanan AKP Gede Eka Putra Astawa mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa menentukan tersangka. Siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut akan dipastikan dalam waktu dekat. ‘’Kasusnya sudah tingkatkan dari sidik ke lidik. Kami segera melakukan gelar perkara secara intern. Setelah
itu baru bisa menetapkan tersangkanya,’’ ucapnya, Senin (25/7) kemarin. Sementara itu, sampai kemarin proses evakuasi bangkai bus D-7897-AJ tersebut dari dasar jurang setinggi 10 meter masih berlangsung. Kondisi medan yang cukup sulit membuat petugas kesulitan melakukan pekerjaannya. ‘’Belum bisa dievakuasi karena kami masih mencari crane yang pas untuk angkat bodi bus,” ujarnya. Proses evakuasi badan bus yang melintang di Sungai Yeh Otan sudah sempat dilakukan. Akan tetapi, karena kekuatan crane yang dicoba kurang maka bus tidak bisa diangkat. ‘’Kami masih koordinasi dengan perusahaan
crane untuk proses evakuasi,” jelas Putra Astawa. Pihak Lantas Polres Tabanan juga memperhitungkan beban jembatan dan arus lalu lintas ketika proses evakuasi. Bus Pahala Kencana yang sebelumnya menurunkan rombongan penumpang di Benoa mengalami lakalantas di jalur utama DenpasarGilimanuk tepatnya di Jembatan Yeh Otan, Banjar Dinas Bajera Utara, Desa Bajera. Dalam kejadian ini sopir cadangan Didin Saepudin (48) asal Cilame, Kabupaten Bandung, tewas karena cedera kepala berat, sedangkan Toto dan Sidiq mengalami cedera luka berat dan kini dirawat di BRSU Tabanan. (kmb28)
Jaga Kebersihan Lewat Lomba Mancing Tabanan (Bali Post) – Tiga lomba memancing berlangsung di Kabupaten Tabanan, Minggu (24/7). Kegiatan yang seluruhnya dihadiri Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya itu digelar di Tukad Yeh Empas Dauh Pala, saluran irigasi Subak Enggung Penarukan, dan di Banjar Sarasidi, Sembung Gede, Kerambitan. Pada kesempatan tersebut, Wabup Sanjaya menekankan agar lomba mancing dilestarikan. Selain untuk menyalurkan hobi, kegiatan ini juga untuk menjaga kebersihan
lingkungan. “Kalau sungai tidak bersih, tentu saja lomba memancing tidak bisa dilaksanakan,” ucapnya. Memanfaatkan saluran irigasi kecil sebagai tempat lomba akan berdampak pada kebersihan saluran irigasi itu sendiri. Tidak adanya sampah dapat mencegah terjadinya banjir. “Tetapi jangan hanya bersih pada saat pelaksanaan lomba, melainkan harus berkelanjutan,” tegasnya. Ia mengharapkan warga desa senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, sehingga generasi mendatang
dapat menikmati keindahan alam yang ada. Semangat gotong-royong, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat juga mesti selalu dipelihara untuk mewujudkan Tabanan Serasi (Sejahtera, Aman, dan Berprestasi). Panitia Lomba Ketut Winajaya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemkab Tabanan. Kedatangan wabup menjadi penyemangat tersendiri bagi peserta lomba mancing dan warga desa setempat. (kmb28)
TNI Bantu Tanam Padi Tabanan (Bali Post) TNI mendukung program pemerintah mencapai swasembada pangan. Salah satu bentuk kegiatannya adalah membantu petani dalam masa proses tanam di wilayah Kecamatan Marga. Dari 1.900 hektar lahan pertanian, hampir 65 persen sudah selesai digarap. Sisanya dikebut dengan target tuntas September mendatang. Danramil 1619-06/Marga Kapten Inf. Iskan menyatakan pihaknya akan terus membantu petani dalam menggarap lahan pertanian. Tidak hanya dalam masa tanam, namun juga mengatasi serangan hama seperti tikus dan mengawasi distribusi pupuk. “Berbaur bersama petani secara tidak langsung memberi mereka motivasi untuk tetap menyayangi pekerjaannya,” ucapnya, Minggu (24/7). Melalui babinsa, Danramil 1619-06/Marga juga menekankan agar petani tidak mudah menjual lahan pertanian dan memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif. Camat Marga, I Made Murdika, menerangkan di wilayahnya ada 28 subak basah dan enam subak kering. Potensi pertanian ada di daerah Belayu, Kukuh, dan Tegal Jadi. Potensi pertanian di Kecamatan Marga masih sangat bagus, meski ada yang telah beralih fungsi yang jumlahnya tidak terlalu tinggi. Sejumlah desa telah membentengi diri dengan pararem atau awig-awig, agar lahan pertanian tidak
cepat tergerus. “Kebanyakan mereka yang membangun adalah pemilik lahan itu sendiri,” ujarnya. Serangan hama tikus terjadi belum lama ini di Subak Penataran. Dari 115 hektar luas lahan subak, hampir 50 persen diserang hama tikus. “Kami telah lakukan pengeropyokan massal dan pengemposan, karena serangan tikus membuat hasil panen tidak maksimal. Kami harap masa tanam tahun ini mendapat hasil maksimal, apalagi TNI sangat membantu petani,” kata Murdika. (kmb28)
Bali Post/kmb28
TANAM - Jajaran TNI dari Koramil 1619-06/Marga bersama warga subak menanam padi di Marga.
Warung Global
Pejabat Jangan Permainkan Hukum GUSTI Sumardayasa di Denpasar telanjur tidak percaya dengan penegak hukum di Indonesia. Hukum begitu mudahnya dipermainkan. Kasus-kasus seperti inilah yang membuat rakyat semakin tidak percaya dengan hukum. Ini diungkapkannya dalam acara Warung Global mengupas topik ‘’Putusan Kasasi PDAM Gianyar Misterius’’ di Radio Global FM 96,5 Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM, dan Genta FM, Senin (25/7) kemarin. Sebagai rakyat, Made Bimasena di Gianyar menyerahkan semua keadilan kepada Ratu Adil yang lebih berhak mengeksekusi. Rasa malu sudah tidak ada lagi sehingga pejabat yang korup saja masih mendapat gaji. Ini yang membuat rakyat bersedih. Salinan keputusan tidak diketahui keberadaannya. Sepertinya ada unsur kesengajaan. Hanya satu yang diinginkan oleh rakyat, yaitu keadilan. Demikian dikatakan Walek di Gelogor. Rakyat menginginkan transparansi, terbuka sampai sejauh mana kasus yang melibatkan pejabat sudah berjalan. Kalau tidak transparan seperti
ini, susah membuat hukum kembali mendapat kepercayaan dari publik. Rakyat menuntut keadilan sebab pejabat sudah mencuri uang rakyat. Kegiatan yang biasa dilakukan setiap hari, di tempat yang sama, dilakukan oleh orang yang sama secara berulang-ulang atau sudah menjadi sebuah kebiasaan, kemudian menghilangkan salinan atau berkas yang sangat penting, menurut Ketut Dadi di Badung adalah sebuah unsur kesengajaan. Tidak bisa dibayangkan akan berakhir seperti apa kasus ini nantinya. Yang
melakukannya perlu diberikan sanksi berat. Jangan hanya kasus narkoba dan terorisme yang dieksekusi mati. Pelaku korupsi juga harus diberikan hukuman mati. Demikian saran Made di Singakerta. Selaku rakyat kecil, Fera di Tabanan berharap aparat dan pejabat jangan mempermainkan hukum. Hukum diperjualbelikan sangat merugikan rakyat. Penegak hukum harusnya membela yang benar, bukan membela yang membayar. Pengunjung terakhir Aji Raka di Bangli menilai kasus ini serupa dengan yang di Bangli. Rakyat sulit menebak bagaimana hasil akhirnya nanti. Di mana-mana koruptor sering mendapat vonis bebas dari hakim. Rakyat tidak usah menebak lagi apa yang akan terjadi dan berapa lama hukuman yang bakal dijalani. KPK mesti menelusuri kasus ini apalagi keputusan jaksa sempat dianulir. (sikha)
Selasa Paing, 26 Juli 2016
Banyak Kekurangan
Sistem Rujukan Ibu dan Bayi Diperbarui Tabanan (Bali Post) -
Tabanan menjadi proyek percontohan di Bali untuk menyusun pedoman manual rujukan ibu dan bayi baru lahir dalam pelayanan kesehatan. Akan tetapi, pedoman rujukan yang disusun sejak 2014 ini dianggap masih banyak kekurangannya. Salah satunya ada tindakan yang harusnya bisa dilakukan di puskesmas, namun dalam praktiknya dirujuk ke RS rujukan sehingga terjadi penumpukan pasien. Kepala Seksi Kesehatan Ibu, Anak, Keluarga dan Pelayanan KB Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Gusti Ayu Seputri Widhiyani, M.Kes., Senin (25/7) kemarin, mengungkapkan penyusunan manual untuk pedoman rujukan ibu dan bayi baru lahir bertujuan menekan angka kematian ibu dan bayi. Proses penyusunan tahap kedua diselenggarakan awal Juli lalu diikuti pihak terkait mulai dari perwakilan
RS, IDI, IBI, POGI, hingga Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kabupaten. Dalam pedoman rujukan tersebut dibedakan kriteria rujukan untuk ibu melahirkan yang dibagi dua kelompok, yaitu A dan B. Kelompok A adalah rujukan untuk ibu yang kehamilannya sudah diketahui berisiko dari awal misalnya ibu mengalami preklamsia atau darah tinggi saat kehamilan atau bayi yang dikandung
kembar. Untuk kategori ini, ibu langsung mendapatkan rujukan ke RS rujukan dalam hal ini BRSU dan tidak melalui layanan kesehatan primer lagi. ‘’Tetapi jika tidak bisa ditangani di BRSU, rujukan langsung ke rujukan pusat dalam hal ini RSUP Sanglah,’’ ujar Seputri. Kelompok B dibagi tiga kategori. BI adalah kategori rujukan darurat. Ibu kondisinya darurat saat melahirkan dan tidak diduga sebelumnya seperti perdarahan. Untuk kondisi ini, ibu bisa langsung ditangani di IRD BRSU. Kategori B2, ibu mendapatkan perawatan di puskesmas rawat inap. Untuk kasus ini jika puskesmas tidak bisa menangani, ditangani puskesmas rawat inap. Sementara B3 adalah kondisi kehamilan normal yang ditangani puskesmas dan bidan praktik.
Ada beberapa kasus yang rujukannya tidak tepat sehingga tidak masuk syarat klaim BPJS. Akibatnya, pasien dalam hal ini ibu hamil seperti dipingpong. Kasus lain adalah ibu hamil yang memerlukan tindakan operasi. Untuk kasus ini bisa langsung dirujuk ke BRSU tanpa melalui observasi di puskesmas. Sementara kategori rujukan bayi baru lahir dibagi tiga, yaitu ringan, sedang, dan berat yang ditentukan oleh dokter yang memeriksa. Kategori ringan atau bayi yang tidak menderita sakit dirawat di puskesmas. Kategori sedang misalnya bayi yang mengalami gejala kuning tetapi tidak berat dirawat di puskesmas rawat inap. Jika bayi mengalami kuning berat atau kuning seluruh tubuh masuk kategori berat dan harus dirawat di BRSU. (kmb24)
Dishub Seleksi Pelajar Pelopor Tertib Lalin Tabanan (Bali Post) Ajang pemilihan pelajar pelopor tertib lalu lintas (lalin) rutin digelar tiap tahun di tingkat nasional. Sayangnya, Kabupaten Tabanan belum pernah mengirimkan wakilnya hingga tingkat provinsi. Tahun ini untuk pertama kalinya Tabanan akan mengikuti ajang bergengsi tersebut setelah puluhan pelajar SMA dari 12 sekolah diseleksi oleh tim dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi, mulai
Senin (25/7) kemarin sampai Selasa (26/7) ini. Salah satu tim seleksi I Gusti Bagus Satriyadi, S.Si.T., seizin Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Tabanan mengatakan seleksi dilakukan dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan di sekolah masing-masing untuk memilih dua pelajar. “Kami sudah lakukan seleksi di 10 sekolah dengan metode tes tulis, yakni soal pilihan ganda dan essay, sedangkan dua sekolah lainnya
diseleksi Selasa,” jelasnya. Dua orang perwakilan dari 12 sekolah nantinya diundang menjalani seleksi tingkat kabupaten selama tiga hari. Sebelum pelaksanaan seleksi tahap kedua ini, mereka yang terpilih diberikan pembekalan materi. Pada akhir seleksi siswa
mempresentaskan karya tulis mengenai keselamatan lalu lintas siswa. Pelajar yang masuk ranking tiga besar akan mendapat sertifikat dan hadiah dari Pemkab Tabanan serta didaulat tampil dalam seleksi tingkat Provinsi Bali. (kmb28)
15
Selasa Paing, 26 Juli 2016
Bali Post/rtr
Pemain Manchester City Nolito.
Guardiola dan Liga Inggris Pikat Nolito Beijing Penyerang Spanyol Nolito lebih suka untuk bekerja di bawah asuhan manajer baru Manchester City Pep Guardiola. Daya pikat sepak bola Liga Inggris juga membuatnya memilih pindah ke Inggris ketimbang kembali ke juara Liga Spanyol Barcelona. Nolito menghabiskan satu musim di bawah arahan Guardiola di Barcelona, namun jarang dimainkan oleh sang pelatih. Ia hanya memberi dua kesempatan tampil sebagai pemain pengganti pada pemain 29 tahun itu sepanjang musim 2010/2011 sebelum menjualnya ke klub Portugal Benfica. ‘’Kebenarannya adalah saya menikmati bekerja dengan dia di Barcelona bahkan meski tidak diberikan waktu (bermain) yang banyak. Itulah alasan bagi saya untuk datang, namun bukan hanya itu,’’ katanya di Beijing saat mengikuti turnamen International Champions Cup, Senin (25/7) kemarin. ‘’Saya harus datang ke Liga Inggris untuk bermain bersama City dan di bawah Guardiola, yang akan memainkan saya di tim pertama, dan saya sangat bahagia dengan keputusan yang saya ambil.’’ City tengah melakukan perombakan besar setelah mereka hanya finis di peringkat keempat pada musim 2015/2016, dengan menambahi empat pemain, termasuk Nolito, dan gelandang Jerman Ilkay Guendogan ke skuad mereka. Mantan pelatih Bayern Munich Guardiola akan membuka musim perdananya di Inggris dengan menjamu Sunderland yang kini diarsiteki David Moyes di Stadion Etihad pada 13 Agustus mendatang. (kmb39/afp/ant)
Bali Post/ap
DUA - Kiper Inter Milan Samir Handanovic gagal menjangkau bola yang masuk ke gawangnya pada pertandingan melawan Paris Saint Germain di turnamen International Champions Cup, Senin (25/7) kemarin. Pada laga di Stadion Autzen, Eugene, Oregon itu, penyerang PSG Serge Aurier (kanan) mencetak dua gol.
Dua Gol Aurier Menangkan PSG atas Inter Milan
Oregon -
Dua gol Serge Aurier cukup untuk membawa klubnya, Paris Saint Germian (PSG), meraih kemenangan 3-1 atas Inter Milan pada pertandingan International Champions Cup di Eugene, Oregon, Senin (25/7) kemarin. Satu gol lainnya dihasilkan Layvin Kurzawa untuk juara Liga Prancis itu. Sementara Inter sempat menyamakan skor melalui penalti Stevan Jovetic di akhir babak pertama. Pertandingan antara PSG melawan Inter itu digelar di stadion artifisial Autzen, kandang klub sepak bola Ducks milik Universitas Oregon.
Di bawah kendali pelatih baru Unai Emery, PSG tampil atraktif dan langsung unggul saat pertandingan baru berjalan 14 menit. Tembakan bebas pemain baru Hatem Ben Arfa tak bisa dijinakkan kiper Samir Handanovic dan bola liar diarahkan ke gawang oleh Aurier. Inter memberi perlawanan seimbang namun belum mem-
buahkan gol menjelang akhir pertandingan. Namun saat injury time babak pertama, tim asuhan Roberto Mancini berhasil menyamakan skor melalui penalti Jovetic setelah Lucas Moura menyentuh bola di depan gawang. PSG kembali memimpin menit ke-61 lewat tembakan bebas Kurzawa yang gagal diantisipasi
Handanovic. Untuk ketiga kalinya Handanovic takluk saat Aurier menerima umpan silang Alec Georgen dan bola ditanduk dengan akurat ke gawang Inter menit ke-87. PSG selanjutnya menghadapi Real Madrid di Ohio, Rabu mendatang. Juara Liga Inggris Leicester City menunggu pasukan Emery akhir pekan ini Carson, Los Angeles. Sedangkan Inter akan ditantang juara Liga Jerman Bayern Munich di North Carolina pada Sabtu. Turna-
men ini melibatkan 17 klub top seusai kompetisi. Mereka berlaga di Eropa, Asia, Eropa dan Australia. Pada pertandingan kemarin Mancini memasangkan Jovetic dengan Rodrigo Palacio di lini depan. Sedangkan penyerang asal Argentina Mauro Icardi absen. Rumor yang beredar, Icardi ingin pindah ke Napoli menggantikan rekan senegaranya Gonzalo Higuain yang meninggalkan klub dari selatan itu untuk pindah ke juara Serie A Liga Italia, Juventus. (kmb39/afp)
’’Derby’’ Manchester di Beijing Batal
Penyerang Inter Milan Mauro Icardi.
Bali Post/net
Napoli Tawari Icardi Main Film Milan Inter Milan, Senin (25/7) kemarin menegaskan bahwa Mauro Icardi tidak akan dijual. Pemain depan asal Argentina itu tidak hanya mendapat tawaran dari klub-klub lain namun juga bakal dijadikan bintang layar perak. Icardi menjadi salah satu kekuatan Inter di kompetisi Seri A Liga Italia. Musim lalu pemain berusia 23 tahun itu menghasilkan 16 gol dlalam 33 pertandingan. Sejauh ini hanya Arsenal dan Napoli yang berminat pada pemain yang juga anggota skuad timnas Argentina itu. Napoli amat memerlukan peran Icardi untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Gonzalo Higuain yang pindah ke Juventus. Wanda Nara, istri yang juga agen Icardi, terus menerima tawaran terhadap pemain tersebut meski Inter telah terang-terangan menolak segala bentuk negosiasi ulang atas kontraknya. Koran Corriere dello Sport melaporkan Icardi bahkan di-
janjikan kontrak selama lima musim dengan gaji 5,5 juta euro (6 juta dolar AS) per musim. Ini termasuk klausul pembelian 100 juta dolar serta sebuah peran di film layar lebar. Untuk tawaran yang terakhir itu dilakukan oleh sutradara dan produsen film ternama Napoli Aurelio De Laurentiis. Direktur Olharaga Inter Piero Ausilio menyebut semua laporan media Italia itu sebagai kumpulan cerita fantasi. Tetapi diakui ada pertemuan dengan pihak Napoli dan sejauh ini klub tidak berkeinginan untuk menjual Icardi. ‘’Jadi ini bukanlah persoalan uang,’’ tegasnya. Tak ada kesepakatan dengan Napoli. Inter berusaha mempertahankan Icardi karena fokus tim sekarang adalah menguatkan skuad dengan salah satunya adalah menjaga pemain tidak pindah. Di sisi lain, Icardi juga diberi kepercayaan oleh tim untuk menjabat sebagai kapten. Icardi melaksanakan tugas itu dengan baik musim lalu. Meski demikian spekulasi kepindahan terus muncul. (kmb39/afp)
Bali Post/ap
BARU - Federasi sepak bola Inggris (FA) memperkenalkan pelatih baru timnas Sam Allardyce di George’s Park, Senin (25/7) kemarin. Allardyce yang menggantikan Roy Hodgson mengungkapkan bahwa dirinya memerlukan waktu untuk menunjuk Wayne Rooney sebagai kapten timnas Inggris.
Beijing Derby Manchester pramusim yang akan mempertemukan manajer baru City Pep Guardiola melawan sejawatnya di United Jose Mourinho dibatalkan beberapa jam sebelum pertandingan. Cuaca menjadi alasan pembatalan pertandingan yang digelar di Stadion Bird’ Nest, Beijing itu. ‘’Karena situasi cuaca terkini, panitia penyelenggara turnamen dan klub-klub yang berpartisipasi memutuskan untuk membatalkan pertandingan International Champions Cup malam ini,’’ kata United dalam pernyataan di situs resminya (www.manutd. com), Senin (25/7) kemarin. Manajer baru MU Mourinho telah mengkritik kondisi lapangan di Stadion Bird’s Nest setelah hujan deras merusak permukaan lapangan. Sebelum pertandingan Mourinho juga cemas dengan kondisi cuaca. Pertandingan itu akan menandai rivalitas terkini antara Mourinho dan Guardiola, yang telah terbangun sejak keduanya menangani Real Madrid dan Barcelona. (kmb39/rtr/ant)
Bali Post/rtr
DITUNDA - Fans Manchester United menunggu di depan Hotel Sheraton, Beijing, Senin (25/7) kemarin, sambil berharap bintang idola menampakkan diri. Mereka menuju hotel tempat pemain MU menginap setelah laga tim tersebut melawan Manchester City ditunda karena faktor cuaca.
BU Siap Hadapi PS TNI Kuta, Bali (Bali Post) Tim sepak bola Bali United (BU) siap menghadapi tamunya PS TNI dalam ajang Torabika Soccer Championship (TSC) yang akan berlangsung di Stadion Kapten Diptha, Gianyar, Bali, Rabu (27/7) malam. Pemain bertahan Bali United Hasim Kipuw, di Kuta, Senin (25/7) kemarin, menga-
takan kesiapan timnya menghadapi PS TNI dengan sudah melakukan latihan rutin agar mampu memenangkan laga nanti. ‘’Meskipun banyak teman kami yang cedera, namun kami akan menunjukkan penampilan seoptimal mungkin melawan PS TNI,’’ ujar Hasyim Kipuw. Untuk memotivasi skuad tim BU dalam laga nati,
pihaknya meminta dukungan penuh dari penonton yang hadir agar para punggawa tim yang berjuluk Serdadu Tridatu itu dapat bermain lebih semangat. Kipuw yang memiliki pengalaman bermain di posisi gelandang, mengaku siap dalam laga itu karena sudah cukup sering bermain dalam posisi tersebut.
‘’Tidak ada masalah bermain sebagai gelandang. Saya sebelumnya sempat beberapa kali bermain sebagai gelandang di klub saya sebelumnya (Arema Cronus),’’ ujarnya. Ia juga menegaskan siap bermain di posisi yang diinginkan pelatih Indra Sjafri karena dalam pertandingan sepak bola kekompakan tim yang lebih ditonjolkan. ‘’Menjadi bek kanan kita harus mampu melihat momentum kapan kita harus naik membantu serangan dan kapan tetap berada di belakang untuk
menjaga pertahanan,’’ ujarnya. Sementara menjadi pemain gelandang dituntut bekerja lebih keras karena selain menjadi penghubung aliran bola kepada pemain belakang dan depan, seorang gelandang harus mampu menjadi perebut maupun pembagi bola untuk rekan satu tim. Sebelumnya, Hasim Kipuw memang sempat mendapat posisi menjadi pemain gelandang saat melawan Mitra Kukar dan mampu bermain cukup baik. (ant)
OLAHRAGA
16
Selasa Paing, 26 Juli 2016
IOC Batal Coret Rusia 0RVNRZ Atlet Rusia bisa bernapas lega setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC), Senin (25/7) kemarin, batal mencoret secara keseluruhan keikutsertaan mereka di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil bulan depan. Keputusan IOC itu menuai kecaman karena menurunkan perlindungan terhadap atlet yang bersih. IOC membuat kejutan dengan membuat keputusan di luar perkiraan selama ini. Lembaga tersebut tidak mencoret Rusia di pesta olah aga musim panas Agustus nanti, namun nasib negeri itu di Rio kini diserahkan kepada masing-masing federasi. Kini giliran federasi berpacu dengan waktu untuk memutuskan masing-masing atlet yang diperbolehkan berlaga di hajatan multi-event empat tahunan itu. Dengan sisa waktu 11 hari jelang pembukaan, kekacauan kini terjadi saat sebagian peserta telah berada di Rio. Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov menyebut keputusan IOC sebagai hal yang positif. ‘’Kami menyambut baik keputusan utama itu yang memungkinkan atlet yang bersih bisa tampil di Olimpiade,’’ jelas Peskov kepada wartawan di Rusia. $QFDPDQ 2ODKUDJD Juara lompat jauh Greg Rutherford menyebut keputusan IOC lemah karena tidak berani menjatuhkan larangan berlaga bagi Rusia dalam Olimpiade Rio de Janeiro. Ke depannya ada banyak ancaman besar bagi olahraga. ‘’Kita tahu ada pro dan kontra dalam larangan itu, kita juga tahu risiko hukuman kolektif itu, akan tetapi kita juga mengetahui tidak menghukum budaya doping risikonya ada di paling atas,’’ kata Ruthford seperti dilansir The Guardian, Senin kemarin. Walaupun keputusan IOC itu disponsori oleh beberapa Komite Olahraga Nasional, hal tersebut menimbulkan kritikan dari beberapa atlet dan Badan Anti Doping Dunia (WADA) yang menyatakan hal tersebut akan membuat penurunan perlindungan bagi atlet yang bersih. Keputusan tersebut juga mendapatkan kritikan yang luas, seperti Kepala USADA Travis Tygart dan Menteri Olahraga Australia Susan Ley yang menyatakan ketidakpuasannya. Federasi Asosiasi Atlet Internasional (IAAF) dikabarkan telah melarang atlet-atlet Rusia untuk berlaga di Rio. Atas hal tersebut, Ruthford memuji sikap yang diambil badan olahraga tersebut. ‘’Saya harus mengatakan, saya bangga atas olahraga saya sendiri dan hal ini adalah kepemimpinan baru dalam menunjukkan sikap yang proaktif dan kuat beberapa minggu lalu. Atletik sendiri telah membentuk sikap yang tepat untuk menciptakan atlet yang bersih dan dapat dipercaya,’’ ujar atlet 29 tahun itu. Rutherford juga meminta atlet-atlet berpengaruh lainnya menyuarakan pendapatnya atas keputusan IOC tersebut karena dirinya merasa kaget banyak atlet yang ‘’diam’’ atas putusan IOC. ‘’Saya juga masih merasa terkejut banyak atlet yang tidak vokal terkait ini, terutama mereka yang memiliki suara berpengaruh dalam Olimpiade,’’ tuturnya. NPE DIS DQW
Bali Post/ap
2/,03,$'( - Pelari Rusia Mariya Savinova memenangkan medali emas nomor 800m pada Olimpiade London 2012. Komite Olimpiade Internasional (IOC), Senin (25/7) kemarin menyerahkan nasib atlet Rusia yang akan berlaga di Olimpiade Rio de Janeiro, Agustus mendatang ke masing-masing federasi.
Panahan Berpeluang Raih Medali Jakarta (Bali Post) Peluang atlet panahan Indonesia untuk meraih medali pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brazil, 5-21 Agustus, dinilai besar karena atlet yang lolos ke Olimpiade ini semuanya berangkat dari kualifikasi atau bukan wild card. ‘’Peluang cukup terbuka. Apalagi perjalanan untuk lolos ke Olimpiade cukup panjang,’’ kata pelatih panahan putri Nurfitriyana, di Jakarta, Senin (25/7) kemarin. Indonesia pada Olimpiade 2016 meloloskan empat atlet terbaik dan akan turun pada tiga dari empat nomor yang dilombakan. Atlet yang lolos semuanya melalui proses yang panjang yaitu melalui kualifikasi. Atlet terbaik Indonesia yang lolos ke Brazil adalah Ika Yuliana Rochamawati dan Riau Ega Salsabila yang akan turun di nomor individu serta Riau Ega, Hendra Purnama, dan Hanif Wijaya yang turun di nomor beregu. Prestasi atlet Indonesia pada kualifikasi terbilang cukup fenomenal karena mampu menjadi yang terbaik pada kejuaraan di Turki. Lolosnya tim recurve ini juga merupakan sejarah karena baru pertama kali lolos. Ditanya nomor mana yang diunggulkan, salah satu Srikandi Indonesia yang mampu mempersembahkan medali perak pada Olimpiade Seoul, Korea Selatan itu mengaku semuanya diunggulkan. ‘’Semua nomor bisa diandalkan. Hanya mereka perlu konsentrasi dalam bertanding karena total poin mereka juga tidak jauh selisihnya dengan saingan yang ada,’’ katanya menjelaskan. Harapan tim panahan Indonesia kembali meraih medali juga disampaikan Ketua Umum PB Perpani Titik Soeharto. Menurutnya, sudah saatnya panahan mengukir sejarah. Apalagi peluang untuk meraihnya cukup terbuka. ‘’Panahan itu terakhir menyumbangkan medali perak di Olimpiade Seoul 1988. Saya ingin kesuksesan itu terulang kembali di Rio de Jeneiro,’’ katanya lagi. Pemerintah melalui Kemenpora juga tidak mau ketinggalan. Selain dari cabang bulu tangkis dan angkat besi, harapan untuk menyumbangkan medali untuk kontingen Indonesia juga berasal dari panahan. (ant)
Bali Post/ant
/$7,+$1 - Atlet panahan putra Hendra Purnama, Riau Ega Salsabila dan Muhammad Hanif Wijaya mengikuti pemusatan latihan jelang Olimpiade Rio, Brazil di Senayan, Jakarta, Senin (25/7) kemarin. Empat atlet panahan akan bertanding pada nomor perorangan putri dan tim recurve putra pada Olimpiade Rio mendatang.
Bali Post/ant
6(/(.6, - Sejumlah pesepak bola mengikuti seleksi pemain timnas U-19 di Lapangan National Youth Training Centre PSSI, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (25/7) kemarin. Sebanyak 36 dari 40 peserta mengikuti seleksi pemain timnas U-19 sebagai persiapan jelang perhelatan Piala AFF U-19 di Hanoi, Vietnam, pada 11-24 September 2016.
Kondisi Fisik Pemain Timnas U-19 Dinilai Bagus Jakarta (Bali Post) -
.RQGLVL ÀVLN SHPDLQ \DQJ PHQMDODQL VHOHNVL XQWXN PDVXN 7LPQDV ,QGRQHVLD 8 \DQJ GLSHUVLDSNDQ XQWXN NHMXDUDDQ 3LDOD $)) GL +DQRL 9LHWQDP 6HSWHPEHU GLQLODL ROHK MDMDUDQ SHODWLK FXNXS EDJXV PHVNL ODPD WLGDN EHUPDLQ œ¡.LWD JDN Q\DQJND 3HUNLUDDQ NDPL 92 0D[ Q\D VHNLWDU 7HWDSL EHUGDVDUNDQ KDVLO WHV \DQJ NDPL ODNXNDQ UDWD UDWD 92 0D[ Q\D -DGL FXNXS EDJXV XQWXN VDDW LQL ¡¡ NDWD SHODWLI ÀVLN 7LPQDV ,QGRQHVLD 8 0XFKWDU +HQGUD +DVLEXDQ GL /DSDQJDQ 7LPQDV %RMRQJVDUL 'HSRN -DZD %DUDW 6HQLQ NHPDULQ
merupakan mantan pemain Timnas Indonesia U-19 saat menjuarai Piala AFF 2013 yaitu Awan Seto dan Dimas Drajat. Untuk pemain lainnya berasal dari klub ISL, akademi sepak bola maupun PPLM.
Pada seleksi perdana yang diikuti 36 dari 40 pemain yang dipanggil ini diawali dengan tes fisik yang juga melibatkan tim dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Semua pemain yang ada diwajibkan mengikuti semua program yang ditetapkan sebelumnya. Semua pemain yang hadir terlihat sangat antusias menunjukkan kemampuan terbaiknya. Terbukti, hampir semuanya menepis prediksi dari jajaran pelatih. Bahkan, salah satu pemain yaitu Mohammad Alwi, VO2Max-nya mampu menembus angka 65,6. ‘’Di usia mereka topnya memang sekitar 65. Ini baru tes pertama. Kami optimis jika pada tes berikutnya VO2Max mereka akan meningkat. Memang bukan menjadi
Uji Coba Timnas Indonesia U-19 selanjutnya dijadwalkan menjalani pertandingan uji coba internasional melawan Timnas Filipina pada medio Agustus. ‘’PSSI sebenarnya mengirimkan surat ke tiga negara yaitu Singapura, Malaysia dan Filipina. Dan Filipina yang sudah merespons bahkan sudah menanyakan tanggal pertandingannya,’’ kata Sekjen PSSI Azwan Karim di sela latihan di Lapangan Sawangan. Dengan adanya jawaban resmi dari Filipina, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pelatih guna mempersiapkan tim. Apalagi, sebelum menjalani pertandingan uji coba internasional juga ada laga serupa melawan tim lokal yang sudah
ukuran untuk masuk timnas, tetapi ini menjadi salah satu indikator,’’ katanya menambahkan. Berdasarkan pencatatan yang dilakukan oleh tim pelatih fisik, pemain yang memiliki VO2Max paling rendah adalah penjaga gawang Awan Seto yang hanya 49,3 dan M. Rizki Ramadhan dengan 49,6. Untuk pemain lainnya semuanya lebih dari 50. Bagusnya kondisi pemain yang menjalani seleksi diapresiasi oleh pelatih Eduard Tjong. Menurutnya, bagusnya kondisi fisik menunjukkan jika pemain yang dipanggil telah siap untuk menjalani seleksi. Saat ini tinggal bagaimana mereka menunjukkan kemampuan terbaiknya. ‘’Kita tegas. Siapa yang
baik lanjut, siapa yang jelek keluar. Yang jelas, pemain yang dipanggil harus punya visi yang jelas. Saya realistis saja,’’ kata mantan pelatih PS TNI itu. Setelah menjalani tes fisik, semua pemain yang dipanggil langsung menjalani games. Meski kelelahan setelah tes fisik, semua pemain tetap sigap dalam menjalani instruksi pelatih. Semuanya diminta untuk menunjukkan kemampuan karena proses pencoretan juga akan dilakukan. ‘’Memang akan kami susutkan menjadi 25 pemain. Makanya kami terus memantau perkembangannya. Kami ingin semua pemain maksimal,’’ kata mantan pemain Persela Lamongan itu. Dari 40 pemain yang dipanggil, ada dua pemain yang
disiapkan. Pihak PSSI telah menjadwalkan jika pertandingan uji coba internasional ini akan dilakukan di Indonesia. Hanya untuk lokasi dan waktu pelaksanaannya belum ditetapkan. Khusus untuk uji coba dengan tim lokasi dilaksanakan di Lapangan Timnas Bojongsari. Setelah menjalani seleksi dan pertandingan uji coba, sesuai dengan rencana pemusatan latihan akan digeser ke Yogyakarta. Menurut pelatih Eduard Tjong, banyak pertimbangan untuk mengalihkan pemusatan latihan di Depok ke Yogyakarta. ‘’Kita mencari atmosfer penonton. Apalagi di sana banyak klub. PSS Sleman maupun Persiba Bantul. Itu yang kami butuhkan setelah seleksi,’’ tutur pelatih yang akrab dipanggil Edu itu. Indonesia pada Piala AFF 2016 berada di Grup B bersama dengan Thailand, Laos, Myanmar, Australia dan Kamboja. Persaingan di grup ini dipastikan bakal ketat karena dihuni pemainpemain potensial. (ant)
KKI Bali Pertahankan Gelar di Kejurnas
Bali Post/wam
',6(52%27 - Pemain Perseden (ketiga dari kiri) berusaha mempertahankan bola yang hendak diserobot lawannya dari Bali United U-21 dalam pertandingan uji coba yang berlangsung di Lapangan Kompyang Sujana, Senin (25/7) kemarin.
BU U-21 Kalahkan Perseden 'HQSDVDU %DOL 3RVW Kesebelasan Bali United (BU) U-21 menundukkan seniornya, Perseden Denpasar, dengan skor 1-0 (0-0) dalam latih-tanding di Lapangan Kompyang Sujana, Senin (25/7) kemarin. Gol semata wayang kemenangan tim polesan Wayan Arsana itu hasil gocekan gelandang serang asal Semarang Fadil di menit ke-71. Berawal dari serangan balik cepat, Fadil yang menguasai bola ditempel ketat Made Pandu Wirata. Akan tetapi, Fadil mampu berkelit melakukan terobosan ke mulut gawang, kemudian memperdaya kiper Tim Laskar Catur Muka Putu Dian Ananta. Padahal, Perseden lebih rajin melancarkan serangan sejak babak pertama. Bahkan, di paruh kedua, Perseden melakukan perombakan
di lini belakang misalnya Stevanus Made Deddy digantikan Pandu, Agus Novic diganti Nengah Repot Sulendra, termasuk kiper Gede Bambang Arimbawa diganti Dian Ananta. Di barisan penyerang, Mega Adi Gunawan digantikan Nyoman Rafik Armawan, yang ditandemkan dengan Ketut Sudi Katos Armawan. Sebaliknya, di kubu BU U-21 diperkuat skuad Porprov Denpasar dan juga PON Bali, seperti Made Andika Otong Wijaya dan Samsul Pelu. Dalam laga yang dipimpin wasit Joni Parera, skor akhir BU U-21 tetap unggul 1-0. Pelatih BU U-21 Wayan Arsana mengakui, kunci kemenangan timnya karena asuhannya mengikuti instruksinya. ‘’Kami minta mereka bermain cepat, bukan berarti berlari cepat, tetapi
secepatnya mengoper bola, tidak berlama-lama,’’ katanya. BU U-21 bakal melakoni kompetisi segrup bersama Persela Lamongan, Persegres Gresik, Arema Malang, Madura United, dan Barito Putra. ‘’Kompetisi mulai 6 Agustus, sistem kandang dan tandang (home and away),’’ terangnya. Di sisi lain, pelatih Perseden Nyoman Ambara mengakui timnya lebih banyak peluang, namun penyerangnya tak bisa cetak gol. ‘’PR kami tetap mempertajam barisan penyerang,’’ ucap Ambara. Unggul Tim kontestan Liga Nusantara Pro Kundalini juga unggul 4-1 atas Fajra FC dalam uji coba di Lapangan Korem 163/Wirasatya, kemarin. Keempat gol dicetak Risma (2 gol), Oki (1), dan Sudi (1). (022)
'HQSDVDU %DOL 3RVW Kontingen Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI) Bali berhasil mempertahankan gelar juara umum pada Kejurnas KKI di GOR OSO Sport Centre, Bekasi, Jabar yang berakhir, Minggu (24/7) lalu. Tim KKI Bali menyabet 10 emas, 6 perak, dan 12 p e r u n g g u . Ke - 1 0 me d a l i emas dipersembahkan Gede Rizky Gustisa Wisnu (-84 senior), Komang Bintara Putra (-60 senior), Agus Putra Bimantara (60 kg U-21), Ni Put Eka Purnamayanti (-50 U-21), Ni Made Yuli Kristina Devi (+54 kadet), Nyoman Wira Darma Putra (-63 kadet), Made Krisnanta Gustisa Adiwangsa (-70 kadet), Ni Made Nada Dwimayanti (+59 junior), Kadek Ayu Ratrinia M Putri (kata
perorangan junior), serta Ida Ayu Putri Wulandari/ Gek Dyah Jnana D/Ayu Puspita (kata beregu kadet). Sekum Pengprov KKI Bali Wayan Arya mengemukakan, pihaknya bangga karateka KKI Bali mampu mempertahankan gelar juara umum kejurnas, yang terakhir digelar 2010 silam, dan sempat vakum beberapa tahun. ‘’Persaingan memang sangat ketat, sebab diikuti 780 karateka, dari 28 provinsi se-Indonesia,’’ ungkap dia. S e me nt a r a itu, K etua Harian KKI Bali Made Kriya Gunartha mengakui Jabar, Lampung, Papua, dan Sulsel merupakan pesaing berat. Diakuinya, khusus nomor kata perkembangannya pesat dan merata pada semua provinsi. (022)
Bali Post/ist
7$+$1 - Kontingen KKI Bali mempertahankan gelar juara umum pada Kejurnas KKI di GOR OSO Sport Centre, Bekasi, Jabar, Minggu (24/7) lalu.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Paing, 26 Juli 2016
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z ?3;> B7?435343>;BADE 9?3;> 5A? z %3J3@3@ )7@936F3@ !) );@ 5 7 z ;D5AF@E -B EA )7?43J3C3@ 69@ $3CEF $C76;E '" Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas
-; +E38 AA= &3@397C 6; ,;8>;D *7DEA !F4
!
-; /3;EC7DD AA6 @9>;D: ';CG3@3 *7DE %3D?3@3 +EC77E +7?;@J3=
+43 #E C +) $3CJH3@ ,A=A 6?;@ !
=2 $3CJ3H3E; +3>A@ +797C3 3<; )A=A= )>FD A@FD !F4
=2 )7>3=D3@3 )CAJ7= %3? =7 . ! #3E3?3 3-+;3 CD;E7= )7@93H3D ! %3B3@93@ =F@E;@9 + 19 =2 )7?7E;= F3: FDEC3>;3 7CB7@93>3?3@ $C? . =7 DFCJ3=7?43CBCAB7CE; J3:AA 5A? 3<; #E ;3J3 #E !
! =2 +9C C >DEF@9 &3E: "@9 ,=258 +AB;C )C;3 3<; -&* F *36:;=3 ;?47> DDE &3C=7E;@9 :D #7B3@9 !
!
3-+;3 ,F=3@9 &3D3= -@EF= *, ,;@993> 3>3? !F4 !
; $CJH3@ E; FE= &;@;?3C=7E $3D;C +7C34FE3@ 6; 3C9A BD !F4
=2 +9C )7@93DF: -E= )7@;E;B3@ @3= .;3 +&+
!
!
!
!
!
'9>0 /AF8 3>; $7@@7> )7E *7DACE +3>A@ ;53C; / , #> $FE3E %7DE3C; 9 ." +3@FC !
-; $CJH@ )7C7?BF3@ FE= $AB; +:AB 4D &3D3= !F4 !
-; $CJH@ ):AEA +EF6;A +&$ &F>
E;?63 F 6; 'FD3 F3 !
!
3,=258 #F@;AC AA= AA> $;E5:7@ D797C3 B9>?@ 6;4;63@9
@J3 ?;@ E3:F@ =C? . =7 &353@ 387 #> )3@E3; 7C3H3 3@99F C7DEA 53@99F 9?3;> 5A?
-; +9C 6?;@6 F )7CFD: ;DEC;4FD; F?FC ?3I E:@ 4;D3 5A?B !F4 ,7>B #>@ 'FD3=3?43@93@ !
-; +E38 6@9 $D;C )C?@393 /;> BD E >@ !
-; +E38 + @9>;D: $76A@6A@9 !B !
!
!
-; ,7=@;D; >7=ECA ;FE3?3=3@ J9 CB@9>?3@ +"& %3?3C3@ =7 )C;?3 -E3?3 #> "?3? A@<A> BD !
#9:3; FE= #7?BFE ,3?F ,3:F %A=3D; !E> !F4 !
!
3-+;3 ,F=3@9 &3D3= :;@7D AA6 "@6A@7D;3 /7DE7C@ 63@ 3=7C 4;D3 4F3E *AE; 3=7 !F4 !
!$ ;3@J3C %AA=;@9 8AC A@
ECA> )CA6F5E;A@ 8AC !3@6J5C38E 3@ +B73= @9>;D: I57> +3>3CJ &;>>;A@ A@FD )#+ +7@6 . EA 67H;3DC; 43>; 9?3;> 5A? !
-; +3>7D ( CB@9>? "@6FDEC; ;E@7DD L ,: , !
!
#>+73 <=;3 =C< *, +C34FE@ %= ,= 3E =C3<;@3@ 47D;
-; )793H3; +E3@6 J3? IBC7D #> $74A "H3 !F4
!
-; 6? /@E 7D;9@ C38;D ) !F4
-; )7?43@EF *F?3: ,3@993 ,;@9> >3? !F4
; &9C )CA6 C?7@ "@99CD )@9>? . JAD; 9;@97CD@3B 9?3;> 5A?
=6 *7DE ?7?7C>F=3@ +75FC;EJ /3;E7C !* (B7C3EAC 47CB7@93>3
?3@ !F4
!
!
-; )79 FE= 3E7C;@9 !F4
!
!
-; +3>7D &3C=7E;@9 $C? . =7 9F@9 ,AJAE3 ,4@@ !F4
-; $FC;C ,7=@;D; &3C=7E;@9 3<; A@FD $A?;D; &@3C;=
!
+;3 )*, C73 D3@FC ,9> %F3C +&+ ; !7>B7C 3<; ,;@99; !
+;3 +E388 7>;G7CJ &3=3@3@ )7@7C;?3 ,7>B :D "@99C;D %3=; ;4H: ,: E;63= 7CE3EA ,>B +&+
-; )?4@EF +;E7C < #E 19 H BE $?;D; *4
!
,=2 +9C 55E ?;@ %3? %D@9 $7 $A?B )7CEA=A3@ +F6;C?3@ 9F@9 >A= BD
!
;B>A?3 3<; -&* . $;C;? 3J3 G>A43>; 5A?
;3 $CJE +3>A@ )7@9 F )7?A93@ < &@C;=
'+;/29></ &9C +3>7D *7B 9AA6 @7EHAC= J A JCD 7IB EEC35E;G7 +3>3CJ . ;@8A 4;AH73C43>; 5A? !
; 36?;@ FE= =3@EAC +J3C3E /3@;E3 ?;@ 4D HAC6 7I57> BBE ;@E7C@7E B7@3?B;>3@ ?7@3C;= %?C@ . !F4 !
3-+;3 $3D;C +797C3 !F4 !
3-+;3 )*, ;D3 $7C<3 ,;6FC 3>3? !
3-+;3 )*, $C< #3? 3<; #E $,) 3>; !F4 BD
3-+;3 )7@97BF> 3<F *7@3@9 63@ *3JA@ 37C3: $7CA4A=3@ +&+ =7 !
3-+;3 /3;E7C DD AA= *AA?4AJ
&3;6 . 3H3 =7<3>3@ 3@3F ,3?4>;@93@ 'A +3@FC !
! A:9;= A?B3@J '776 55AF@E;@9 3-+;3 )7?43@EF * , ,;@993> )FC5:3D;@9 +7@6 . EA =A?3@9 3>3? < >F?3J3@ ! C;47= J3:AA 5A? ! ! 3-+;3 +AB;C )3C;H;D3E3 +:+8 )7C=74F@3@ !
!F4 -+ FDE *7DEA 7B3E &FC3: ! 3,>=>25+8 +797C3 C -?F? ! 3-+;3 ,F=3@9 $3@E;@ ,F=3@9 C +B7D;3>;D )7C3H3E ;63@ *& /;4+ FD #B3@9 +9C 7C3@9=3E &3D3= !F4 ;K; @3>;D $7D7:3E3@ BAE7=7C ! G;D3 6;43@EF !F4 J9 +6: &7?;>;=; +,* %3?3C3@ !
3-+;3 H3;E7C /3;EC7D )7@93>3
%3@9DF@9 ;43H3 =7 #> *3J3 $+7+= +& JA +7=>: $C<3 =7 ?3@ $7C<3 ?;@ ,3:F@ 63@ 7@B3D3C 76F9F> D %FHFD $75 #7C?3@ 3@363 BE <; DC ;3J3 %F>FD3@ )3DECJ %3?3C3@ ;EF<F
3EFC;E; ,343@3@ &C: &3I ,:@ BE =3@ =7 $F3>; *7DE3FC3@E 3C; #3? D 6 H;E3 ! ! #> C<F@3 %79;3@ $3<3 , ;><9/< 3C %79;3@ 3C; +7CG7C ! 3-+;3 6;EAC .;67A )C7 /76;@9 AA= 3D:;7C 3C +EA5= A@ECA> !/;><2 >AE:;@9 ,7C@3?3 E: ?7@9F3D3; 6A47 )C7?;7C 63@ >AAC &3@397C +FB7CG;DAC !F4 +E388 55E &7@9 %3B $7F3@93@ ?;@;?F? J73C 7IB7C;7@57 ?FDE ! )<= /@E +;@9>7 &;@ +E388 DB73= @9>;D: . EA 5CFDA7D43C F63@9 %3=; +;@9>7 &3I ,: 3-+;3 $3CJ3H3@ )C;3 >F>FD 43>; 9?3;> 5A? AC #> %79;3@ ,7>B +&$ +,& !F4 !
!
!
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post ;+87+A );5= -B B <E J>3 B #E 4D ,=C,?4: !
(/83+ B #E +;D3 ,7=7@ #> ) $3H7 B@ >83?3CE !
89?+ !E? D $ ,9@ 63 "<;@ +?DE CF #E !
/6+81 &A4;> .;AD I ,3=D; >F7 ;C6 #E +3?D3E 3CF +;3B B3=3; !F4 !
+CC " +" , #E #> 9F@9 9 "" BD ! *
?/; $C76;E 0 )?= C3@6 ,AFC;@9 )E: %AH$& !
!+4/;9 !;E3? 3=3C D>; > !F4 ! #%*%
;=31+ 0 &3E;5 )FE;: .3C;3D; !F4
!
34+81 "@@AG3 &F>FD !;E3? &7E3>;= $3>7@9 D>; 3>; !F4
!
% $ " &+;39 &7C3: !;E3? D $ )C;436; #E !F4 % "% 46 *?: %, % F@9
,A?A .""" '9 !
! $#% % *?: 6; 3@63BFC3 6=E J)3D ?+8C+ +>GC D $ "DEH 63 $+0= ,: C7 %E :@J & (C;9;@3> 3@ ! ,. ! ! !
!
!>;3 3@7D:3 $A?B )7CF? I5>D8 34>+6 ,3CF@3 /3C@3 !;E3? 34>+6 >B:3C6 !;E3? F>> %E >A= DECE9D $AE3 ,4@3@ D4>: .3C;3D; !F4 !F4F@9; +& ,4@ !F4 !
PERCETAKAN Percetakan
#3.+5+;B+ *?: C7 %3@E3; $?C !C9 &
!
RUPA-RUPA
!
!
!
$ ) $
KONSTRUKSI BAJA
!
!
"72 3CF &;@;?3>;D + !F@; )7
?+8C+ +;>G7C 3D 3>; &>D )C46 @9;>;3@ "& #E !
KURSUS
!
# ' "% 3598=;+55+8 *?: #> +;F>3@ BD %F3D C7 !F4F@9;
5=; =E -@93D3@ .;7H %3FE =E )3@E3; &338 ,) !
% C7 <E C7 #> J )3D ,3@3: %AE
# ' % 3598=;+55+8 76F@9 F63@9 %A=3D; &7CE3@36; 'A $CA4=@ %, % ? !
"72 %E %A=3D; 3>F@9 )7C?3; !F4 ,>B
!
DIJUAL MOBIL
!
DIJUAL MOBIL
!
DIJUAL MOBIL
(Brosur,Flyer,Buku,Undangan,BALIHO dll)
PINJAMAN
*Mesin Cetak 4 Warna dan 5 Warna
NGGAK USAH BELI MESIN ANDA CARI ORDER KAMI YG CETAK Email: tohpatigrafika@yahoo.com
8528537, 468227, 468228-30
C.0000706-prc
TOUR
INTERIOR DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA FURNITURE
BIRO JASA
KONTRAKTOR
AC DIJUAL MOBIL KOMPUTER
BIRO JASA
AC
!
/63 *?: ,@: $3G $)* B BCAD7D :C ) /7C3 '9FC3: !
' 46 @<;@9 A>67@ *7EC;G7C >@ #E '79A !F4
!
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
*Ongkos Cetak Juga MURAH
!
34>+6 CJ7C %3F@6CJ 7=3D $3B $9 !F4
% ? #E &4> &D= #> *J )3D7=3@ E F>3@
*Cetak Apa Saja MURAH
*Proses Plat CTP
!
+8+ % 3;C #?= )$ +7CE;B;=3E ,
! :=5+8 "@5A?7 *B #E !C )CA?AD; % & " # &7@3@3? )A:A@ $/;37+ $C76;E $AC67@ ,, +7CG;D &366+ 3@E;= 6; #;?43C3@ /$ ! +A83 +BC;@9 76 ! $/;37+ +7CG;D *F?3: $AD3@ 63@ ! %D ? $, $& 3CF *7@AG3D; 6 =7B;E;@9 DA=3 B3@7@ E;3B ! )7?4;=;@3@ 3CF 63C; ( !F4 :3C; :C9 E3?43= !F4 !
! % $ !
! ! ( $ 2 >;+2 ,43@@ 3<C3 D 3?4;> $ ?6 6; 4;3@43D7 >+6 & 7<3 ;>J3C6 &7<3 $ FCD; # ' & ! % # # @ " FDE; 39FD +3@E:;=3 + D76;=;E <E +7?B;6; &F@99F ! &3=3@ !F4 3</@+5+8 * AA? . ;>>3 %A= +3@FC ! +;+ ?F63: 4;D@;D A@75A;@ ! ! ! "@8A :3@J3 6; HHH A@75A;@;@3 ;6 $82 #> )F5F= 3@9 !/6>8+<+8 7DEF@ $3CEF $C76;E 61 )$ 'A $ ( ' ), 46 ,@: C7 "@6F= ! ! )CA?A !F4 %;BFC; #3936: $6C ,;;@9 ,FEF> !F4 $7D3?4; BD ,?C ! ! ! ! "# $ $%" $ " ! $82 $G> #> #FH7E +3C; #> ,3?3@ !/=3=/81/= 6=E )3@E3; ,; "& -CFD &3=7E 7D3;@ #37:+8+8 $AB7C3D; #E F@93 61 )$ ,AJAE3 $ + 'A "+8=+81+8 $:FDFD F :C &;@99F ,: BE +5AABJ )$ ( ' " 'J? +36;3 !C93 *B :F4 %;@= !E> 55= .;>3 )3@5;@9 )7?A93@ ! *, *F=A .;>>3 !
!
!
" +;> &@?>D ,JB7 ? #> ? )C7?393@3 EF4>@ )?>;= %9D
"72 ;<> - &3:7@6C363E3 C7 #E '9 !F4
!
>+6 .;E3C3 )FE;: ,: D $ %AH $& !F4
SPA
!
&/69C +;>G7C &, D>; 3>; "72 $, %E FC@;D "DE;?7H3 #E'9 #> 7H3E3 . $ !
!
$#% #
$82+H: ,4@ #E /8/;37+ 4C 7D;9@ *F?3: *F=A ?367:;C3H3@ J3:AA 5A? .;>>3 F63@9 #3D3 $A@DECF=D; !
!F4 !A?7 7D;9@ ! # ' $ 3598=;+5+8 ,3@3: C7 "%! "%! #> $74A "C7@9 !F4 ; 3;C )$ +E8=E ! ! # ' $ ! 3598=;+5+8 ,A=A %E 6; #> /</5 ,F@3; $3CEF $C76;E ,7F=F -?3C 7C7E3@ '$ !F4 7DE3C 3>; !
-= I ? )3C=;C &A4;> 3<83< 3CF #A;@ *4 A@FD %;DEC;= L ,: +7C;FD ,@B 3E3D >FD: (FE !F4
46 *?: +E;> 3>; %, ! '9 #> %E6 & +FE7 +=HE
SERVICE
!
SERVICE
!
SERVICE
!
SERVICE
EKONOMI
18
Selasa Paing, 26 Juli 2016
70 TAHUN BNI SINERGI KEMBANGKAN NEGERI GELARAN KISAH SUKSES MITRA BINAAN BNI Spice Beach Club
Putri Mas Collection
Puri Boga
Restoran Favorit di Lovina Ciptakan Songket Tanpa Sambungan BELASAN tahun berkecimpung di dunia hospitality, menggugah semangat I Nyoman Arya Astawa membuat trobosan baru. Terlebih ia tinggal di kawasan wisata dunia yaitu Lovina, Singaraja. Sejak tahun 2007 ia berhenti bekerja di kapal persiar dan membuka usaha resto kecil diberi nama Tropis Distro dan hanya bisa menampung 30 orang. Seiring berjalannya waktu, ia mulai melirik dunia properti dengan menyewakan vila di kawasan Lovina. Dari sinilah ia semakin akrab dengan turis asing yang menyewa vilanya. Sampai terbersit keinginan untuk memperbesar kapasitas restoran yang dimilikinya, supaya menampung para wisatawan yang berlibur di kawasan Lovina. Akhirnya tahun 2012 ia membuka satu restoran berlokasi di pinggir Pantai Lovina dengan nama Spice Beach Club. Restoran dengan konsep western yang nyaman, ditambah dengan penyediaan sarana latihan diving bagi wisatawan yang ingin menikmati indahnya suasana bawah laut. Dibantu 40 karyawan, restoran ini menjadi salah satu restoran favorit di kawasan Lovina.
BNI bukanlah bank asing bagi Arya. Sejak tahun 2009 hingga sekarang ia menjadi nasabah BNI. Internet banking BNI memudahkan transaksinya hingga waktu tak terbatas, mengingat dealing yang dilakukannya dengan konsumennya tidak hanya di area dalam negeri, tapi sebagian besar mereka yang berada di luar negeri melihat tampilan vilanya melalui website. *
KECINTAAN istri dengan dunia fashion membuat I Ketut Widiadnyana, S.T. yang akrab dipanggal Ketut Lait memutuskan membantu mengembangkan usaha istrinya di tahun 2012. Saat itu terbersit keinginannya untuk melestarikan tenun Jembrana, di mana saat itu ia melihat adanya penurunan terhadap minat anak muda terhadap jenis fashion berupa songket dan endek Jembrana. Ia memahami minat anak muda saat ini kurang menyukai kegiatan menenun songket dan endek Jembrana. Penyebabnya masalah harga alat yang tidak murah dan kepastian perkembangan bisnis produk tenun ke depannya. Untuk mencari solusi atas dua kondisi tersebut, Ketut Lait berusaha mempermudah dan menyederhanakan proses pembuatan tenun dengan alat yang lebih simpel. Alhasil ia mampu menciptakan kreativitas berupa songket tanpa sambungan. Untuk memastikan kapasitas produksi tersedia dengan baik, ia pun membentuk kelompok tenun yang terdiri dari 60 penenun dengan klasifikasi mulai dari perancangan motif, gambar, pencelupan, proses menenun, hingga perancang busana untuk hasil akhir.
Amnesti Pajak, Kebangkitan Bisnis Properti Denpasar (Bali Post) Program pengampunan yang diberikan pemerintah kepada wajib pajak (amnesti pajak) diharapkan membawa angin segar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, program tersebut diharapkan bisa membangkitkan kembali bisnis properti yang dua tahun terakhir lesu. ‘’Akan banyak uang yang masuk ke Indonesia melalui bank. Salah satu penyalurannya adalah ke sektor properti,’’ kata Gede Suardita, Direktur PT Bumi Cempaka Asri (BCA) Land, Minggu (24/7) lalu. Dengan adanya amnesti pajak tersebut, pemerintah akan memiliki cukup dana untuk melakukan pengembangan infrastruktur, SBI terus turun, rupiah terus menguat, cadangan devisa meningkat dan IHSG terus menunjukkan prestasi yang luar biasa. Di samping itu, di saat ekonomi dunia melemah, Indonesia justru akan menunjukkan ekonominya mengarah positif. Sementara menurut Direktur PT SKI Land Gede Semadi Putra, sentimen positif di pasar ekonomi mulai terasa. Oleh karena itu, sudah waktunya menghilangkan persepsi ekonomi masih lesu dan investasi secepatnya dimulai mumpung harga masih terjangkau, terutama di sektor properti. ‘’Saatnya kerja… kerja… kerja…,’’ ujarnya.
Ia meyakini itu setelah menghadiri Seminar Nasional Pengampunan Pajak yang disampaikan langsung oleh Dirjen Pajak Ken Dwijugestiadi. ‘’Saya hadir bersama Bapak Suardita selaku Wakil Ketua DPD REI Bali Bidang Pembiayaan dan Perpajakan. Sejak disahkan awal Juli ini, program tersebut sudah menunjukkan taringnya,’’ tegas Semadi. Semadi dan Suardita mengaku salut dengan Presiden Jokowi. Pasalnya, baru kali ini seorang presiden ikut turun tangan menyosialisasikan UU Pengampunan Pajak tersebut. Artinya, Jokowi berharap semua lapisan masyarakat untuk ikut serta mendukung program ini. ‘’Apalagi pemerintahan Jokowi pada dasarnya sudah tahu dan punya catatan lengkap siapa saja dan berapa nilai uang orang Indonesia yang nongkrong di luar dan dalam negeri. Dengan demikian, pemerintah bisa memiliki dasar hitungan nilai repatriasi yang akan masuk ke Indonesia,’’ tegas Suardita. Saat ini pemerintah memberikan kesempatan tidak hanya yang punya uang di luar negeri, tetapi juga Wajib Pajak (WP) yang laporan SPT-nya belum benar. Jika masih ada yang disembunyikan atau laporan pajaknya tidak benar, maka dendanya 200 persen. Berdasarkan
Undang-undang No. 11 Tahun 2016, data perbaikan para WP akan dijaga secara rahasia dan very confidential sehingga data tersebut tidak akan diketahui publik. ‘’Anda punya aset berapa dan di mana, dijamin Dirjen Pajak tidak akan keluar karena sudah diatur dalam undangundang tersebut. Barang siapa yang menyebarkannya akan dipenjara,’’ ungkap Semadi. Bahkan data tersebut, lanjut Semadi, tidak dapat digunakan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan ataupun penuntutan pidana. Selain itu, yang membuatkan pengusaha properti mengapresiasi program itu karena di Pasal 12 Undang-undang No. 11/2016 menyebutkan dana repatriasi dari luar negeri boleh digunakan untuk berinvestasi di beberapa bidang, termasuk properti. Hanya mekanismenya disesuaikan, di antaranya terlebih dahulu ditempatkan di bank persepsi yaitu bank yang ditunjuk melakukan pembayaran terkait transaksi-transaksi keuangan pemerintah. Setelah itu baru bisa digunakan untuk investasi properti. ‘’Harus optimis, bisnis properti bisa bangkit dengan program ini. Dengan demikian perekonomian Bali terus meningkat dan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) bisa memiliki rumah,’’ ungkapnya. (kmb36)
Ia telah melakukan pemasaran melalui website dan seluruh media sosial sebagai usaha untuk memperluas jaringan distribusi. Ia juga menyalurkan hasil karya dari 60 orang penenunnya tersebut, sehingga dalam hal ini dibutuhkan cash money tidak sedikit. Menurutnya, BNI sangat membantu dalam penyediaan modal kerja yang nilainya cukup besar. Tidak berhenti sampai di situ, BNI juga menyediakan beragam fasilitas pendukung usaha, seperti perangkat EDC dan e-banking untuk mempermudah transaksi customer yang tersebar di seluruh Indonesia. *
Melayani ”Delivery” hingga Acara Pernikahan PEMILIK Puri Boga, Nengah Puspawati, mengawali kariernya sebagai pegawai di salah satu lembaga perbankan. Setelah itu menjadi bagian dari perusahaan asuransi. Ketika dipromosikan untuk meningkatkan karier di luar Bali, ia memilih resign dan mencari peluang bisnis di Bali, sambil menikmati kesibukan mengurus si kecil di rumah. Dari hobi mencoba-coba resep, ia melihat peluang untuk membuka toko roti di tahun 2005. Awalnya menjual roti rumahan dengan hasil kue yang tidak mengembang, kurang cantik dan sebagainya. Ia terus berusaha dan memperbaiki lagi kreasinya, serta tidak putus asa, mengingat ini adalah bisnis pertama yang dijalaninya. Ketekunannya mulai membuahkan hasil. Untuk memproduksi roti, ia meng-hire beberapa bakers, mulai mengembangkan kegiatan delivery hingga akhirnya ia melayani berbagai pesanan untuk kebutuhan rapat, arisan, pernikahan dan hajatan lainnya. Sebagai mantan karyawan bank, ia sangat memperhitungkan modal usaha untuk kebutuhan usahanya.
Modal dari bank merupakan pilihannya, mengingat bunga bank di BNI untuk KUR waktu itu hanya 9 persen. Ia merasa terbantu sekali, sehingga pengembangan usaha dapat direncanakan dengan baik sejak awal. *
Pelaku UKM Rasakan Dampak Krisis Ekonomi Global
Mangupura (Bali Post) Krisis ekonomi global yang terjadi dalam tiga tahun belakangan ini mulai dirasakan dampaknya oleh sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Apalagi UKM sering dilupakan, padahal sering disebut sebagai tulang punggung perekonomian. Demikian dikemukakan pengamat ekonomi Hendri Saparini saat menjadi pembicara dalam Asian Credit Supplementation Institution Confederation (ACSIC), Senin (25/7) kemarin di Kuta. Menurut Hendri, keuangan bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi pelaku UKM. Ia menyebutkan masih banyak persoalan yang harus dicarikan solusinya, jika ingin menjadikan UKM sebagai tulang punggung perekonomian. ‘’Kita selalu mengatakan UKM adalah tulang punggung perekonomian, namun umumnya UKM sering dilupakan. Perlu ada upaya untuk menyelesaikan persoalan UKM, mulai dari peraturannya, keuangan, hingga proses pemasaran produknya,’’ ujarnya. Sektor UKM, berdasarkan data yang dimiliki Hendri, menyumbang hanya 16,4 persen dari total ekspor nasional. Ini bisa diartikan pelaku UKM nasional masih memenuhi kebutuhan lokal bukan pemenuhan pasar global. Namun hampir sebagian besar bahan baku dari produksi UKM berasal dari luar negeri. Selain itu, keterikatan bisnis antara pelaku usaha
besar dengan UKM sangat kecil. Keduanya mendapatkan bahan baku dari impor. Hal inilah yang menyebabkan perlambatan ekonomi global berdampak pada laju pertumbuhan sektor UKM nasional. Saat ini, lanjut Hendri, UKM menghadapi beragam persoalan dari hulu hingga hilir yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi. Terlebih adanya krisis ekonomi global ternyata membawa dampak yang signifikan bagi industri UKM nasional. Sebagai bukti, nilai klaim penjamin kredit untuk usaha mikro dan kecil di lembaga penjamin kredit terus mengalami peningkatan sela-
ma tiga tahun terakhir. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) salah satunya. Menurut Direktur Utama Askrindo Antonius Chandra S.N., pada 2014 nilai klaim penjamin kredit yang harus dibayarkan Askrindo mencapai Rp 1,2 triliun. Angka itu kembali naik menjadi Rp 1,5 triliun di 2015. Sedangkan untuk semester I tahun 2016, klaim yang harus dibayarkan mencapai kisaran Rp 800-an triliun. Ia mengatakan kondisi UKM di Indonesia relatif berbeda dengan UKM di negara-negara lain, seperti Korea Selatan dan Jepang. Di dua negara itu, krisis ekonomi global tidak terlalu
berpengaruh terhadap kinerja UKM-nya. Namun di Indonesia sebaliknya. ‘’Pemerintah berupaya membangkitkan sektor UKM melalui peningkatan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari yang sebelumnya hanya kisaran Rp 40 triliun menjadi Rp 120 triliun,’’ sebutnya. Guna mengatasi perlambatan sektor UKM ini, ia menilai perlu ada pendampingan yang kontinu dari lembaga pemberi jaminan kredit. Sehingga ketika ada persoalan, lembaga penjamin kredit bisa memberikan solusi yang akan meningkatkan ketahanan dan daya saing pelaku UKM. ‘’Pelaku UKM Indonesia mesti diajari cara berproduksi dan manajerial produksi, sehingga ketika pelanggannya sudah banyak justru menurunkan kualitas produk. Konsep ini yang harus diajarkan ke UKM sehingga mereka bisa bertahan dalam situasi perlambatan ekonomi ini,’’ papar Antonius. (kmb18)
19
Selasa Paing, 26 Juli 2016
DPR Curiga Keluarnya SP3 Perusak Lingkungan Jakarta (Bali Post) Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon meminta aparat penegak hukum mengusut dan menelusuri lebih lanjut terkait pemberian Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap 15 perusahaan tersangka pembakar hutan. Masyarakat perlu tahu alasan mengapa dikeluarkannya SP3. ‘’Kita tidak ingin SP3 itu keputusan yang didasarkan pada lobi tertentu. Kebakaran hutan dan lahan itu merupakan persoalan serius karena dampaknya merambah ke banyak sektor. Tak hanya lingkungan, tetapi juga berdampak pada bidang ekonomi, investasi, dan sebagainya,’’ tegas Waketum Gerindra itu kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/7) kemarin. Karena itu, Fadli meminta pemerintah agar konsisten dalam menangani kasus pembakaran hutan dan lahan. ‘’Jangan karena kebakaran hutan dan lahan tahun ini tak sebesar tahun lalu maka perusahaan-perusahaan tersangka tersebut dibiarkan bebas. Saya kira perlu ada evaluasi terhadap keputusan itu. Kalau sumir dan tidak berdasarkan fakta, perlu ada tindakan lebih lanjut,’’ ujarnya. Sebelumnya, kebakaran hutan hebat terjadi di Riau pada Juli tahun lalu. Dalam kebakaran tersebut ditemukan unsur kesengajaan yang akhirnya menyeret 15 perusahaan serta 25 orang ke meja hijau. Namun, polisi menerbitkan SP3 pada Januari 2015 atau tiga bulan setelah penetapan tersangka korporasi. Adapun ke-15 perusahaan tersebut adalah PT Bina Duta Laksana (HTI), PT Ruas Utama Jaya (HTI), PT Perawang Sukses Perkasa Indonesia (HTI), PT Suntara Gajah Pati (HTI), dan PT Dexter Perkasa Industri (HTI). Lalu, PT Siak Raya Timber (HTI), dan PT Sumatera Riang Lestari (HTI). Lalu, PT Bukit Raya Pelalawan (HTI), PT Hutani Sola Lestari, KUD Bina Jaya Langgam (HTI), PT Rimba Lazuardi (HTI), dan PT PAN United (HTI). Kemudian, PT Parawira (Perkebunan), PT Alam Sari Lestari (Perkebunan), dan PT Riau Jaya Utama. (kmb4)
Pengujian Makanan Dari Hal. 1 Ia mencontohkan ketika mendampingi Presiden Jokowi berbuka puasa belum lama ini yang langsung singgah di salah satu restoran yang menghidangkan masakan Minang. Tanpa proses pengujian makan terlebih dulu, Presiden Jokowi langsung singgah di salah satu restoran untuk berbuka puasa. ‘’Tidak perlu tes ini itu, langsung makan saja. Seperti buka puasa, makan saja di restoran Padang,’’ kata Luhut tanpa menyebutkan lokasi restoran tersebut. Demikian juga dengan rencana kunjungan Presiden Jokowi dalam menghadiri
festival karnaval Toba pada Agustus 2016 sebagai rangkaian sukuran peringatah HUT Kemerdekaan RI. Meski di Danau Toba terdapat sejumlah hotel berbintang, tetapi Presiden Jokowi berkeinginan untuk tidur di mes yang menjadi lokasi pembuangan Bung Karno di Parapat. Kepemimpinan yang mengedepankan keteladanan dan kesederhanaan tersebut yang dinilai membuat masyarakat menjadi tertarik atas sosok mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu. ‘’Rumahnya di Solo juga tidak berubah dari 10 tahun lalu, yang berubah hanya pengamanannya bertambah karena protokolernya begitu,’’ ujar Luhut. (ant)
Pekerja Kebun Dari Hal. 1 Sementara satu pucuk senjata yang disita saat kontak senjata dengan Santoso adalah milik Mukhtar, yang tewas bersama Santoso dalam baku tembak di hutan Tambarana, Poso Pesisir. Menurut Rudy, setelah beberapa hari dalam pelarian, Umi Delima akhirnya bertemu dengan pekerja kebun. ‘’Dia ditanya. Ibu siapa? Dia mengaku istrinya Santoso,’’ katanya. Pekerja kebun tersebut memastikan apakah Umi Delima membawa senjata dan bom atau tidak. ‘’Dia
hanya membawa pisau,’’ katanya. Dari sanalah Umi Delima kemudian diantar ke aparat di salah satu Pos Satgas Operasi Tinombala terdekat. Dalam perjalanan tersebut, mereka bertemu lagi dengan petani yang kebetulan membawa bekal. Karena dalam kondisi lapar sekali, Umi Delima akhirnya diberi makan dari bekal petani itu. Menurut Rudy, kondisi Umi Delima semakin membaik bahkan sudah bisa tertawa, namun masih perlu pemulihan total. ‘’Dia lebih rileks, sudah bisa tertawa, lebih ceria,’’ katanya. (ant)
Bali Post/ade
BERSAKSI - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap pembahasan rancangan peraturan daerah tentang reklamasi dengan terdakwa Ariesman Widjaja dan Trinanda Prihantoro di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (25/7) kemarin. Dalam sidang lanjutan tersebut jaksa penuntut umum KPK menghadirkan lima orang saksi, dua di antaranya; Basuki Tjahaja Purnama dan Sunny Tanuwidjaja.
Sektor Kesehatan Sasaran Empuk Kasus Pemalsuan Jakarta (Bali Post) Ketua DPR-RI Ade Komarudin mengaku heran dengan banyaknya kasus pemalsuan di sektor kesehatan mulai dari kasus vaksin palsu hingga kasus yang terjadi saat ini yaitu pemalsuan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ade mengatakan komisi terkait dan kementerian terkait perlu mendalaminya agar kasus yang terjadi selama ini tidak merajalela. ‘’Saya kaget. Ini sektor kesehatan kok serba palsu. Ini rupanya sektor empuk untuk dipalsukan. Kesehatan itu kebutuhan pokok, mungkin karena itu bisnis yang menggiurkan. Kok semuanya dipalsukan?’’ tanya Ade Komarudin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/7) kemarin. Ade menilai maraknya praktik pemalsuan karena pelaku memandang bahwa kesehatan adalah hal utama yang dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu, Ade meminta Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan untuk mendalami adanya kasus pemalsuan kartu BPJS ini. ‘’Praktik-praktik pemalsuan kesehatan kok makin merajalela,’’ ujarnya. Komisi IX DPR selaku komisi yang membidangi kesehatan sebelumnya juga sudah membentuk Panja Vaksin Palsu untuk mendalami peredaran vaksin palsu di berbagai lokasi. Dengan adanya kasus baru di bidang kesehatan ini, dia menilai pansus akan lebih efektif. ‘’Saya akan sampaikan ke Komisi IX. Kalau terlalu banyak, selain panja bila perlu pansus. Agak kesetrum kalau pansus. Mereka akan terpikir betul,’’ kata politisi Golkar itu. Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menyoroti kurangnya sosialisasi kartu BPJS. Karena, menurutnya, apabila sosialisasi berjalan cukup baik, maka tidak akan ada ka-
sus kartu palsu beredar. Untuk itu, sosialisasi mengenai kartu ini perlu dibenahi lagi. ‘’Kalau sosialisasinya bagus, tidak mungkin ada yang tertipu. Kepala desa semestinya sudah tahu mekanisme pembuatan kartu. Termasuk berapa warganya yang terdaftar sebagai penerima,’’ ujar anggota Fraksi PAN DPR-RI ini. Kantor-kantor BPJS di daerah-daerah perlu bekerja sama dengan aparat pemerintahan di daerah, termasuk para lurah dan kepala-kepala desa. BPJS memiliki kewajiban untuk memberikan penerangan kepada masyarakat. Selain itu, data warga yang berhak menerima BPJS Kesehatan perlu diinformasikan secara luas. ‘’Dengan begitu, akan ada pengawasan swadaya yang dilakukan oleh masyarakat. Selama ini pendataan ini masih selalu jadi masalah. Ada warga yang layak menerima, ternyata tidak terdata. Sebaliknya, ada yang tidak layak, justru terdata sebagai penerima,’’ tambah Saleh. Kasus kartu BPJS diketahui yang dianggap palsu beredar di Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Terdapat 230 warga Desa Kertajaya mengaku kecewa karena memiliki kartu BPJS palsu. Padahal, warga membuat kartu BPJS Kesehatan tersebut dengan cara kolektif melalui aparatur desa. Dalam penjelasannya, Kepala Desa Kertajaya Fauzy Samsul membenarkan telah memfasilitasi pembuatan kartu BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu. Namun, yang mengejutkan aparatur desa malah menyerahkan pembuatan kartu tersebut ke pihak kedua yakni Rumah Peduli Duafa (RPD) dengan menarik iuran warga Rp 100 ribu/ orang. (kmb4)
Bikin Impoten Dari Hal. 1 Padahal itu penyesatan dan bertolak belakang. ‘’Saya tegaskan pakai narkoba akan bikin impoten permanen. Bahkan mereka tidak peduli lagi dengan keluarganya,’’ tegasnya. Saat ini yang perlu dilindungi dan dibentengi adalah para remaja, terutama pelajar dan mahasiswa. Mereka adalah generasi penerus dan aset bangsa. Terkait siswa di Karangasem jadi pengedar, Kapolres
Karangasem AKBP Sugeng Sudarso mengatakan, saat ini polisi sedang melakukan pengembangan. Kuat dugaan, pengedar untuk sasaran kalangan pelajar ini memiliki jaringan. Dari pengakuan tersangka, kata Kapolres, dia memperoleh barang itu dari seorang bandar di Kota Denpasar. ‘’Sudah saya minta terus dikembangkan. Jangankan Denpasar, kalaupun jaringannya sampai ke Surabaya, kami akan kejar,’’ tegasnya. (rah)
‘’Umi belum diperiksa secara formal, masih wawancara,’’ katanya. Dia mengatakan selama penanganan, Umi Delima dilayani oleh petugas berhijab
sehingga perempuan beranak satu itu lebih terbuka. Kapolda mengatakan Umi Delima selama ini juga koorperatif bahkan dirinya juga menceritakan peristiwa baku tembak antara Satgas Tinombala dengan suaminya. (ant)
Bali saat ini menduduki peringkat ke-11 di Indonesia dengan jumlah penyalah guna narkotikanya tertinggi. Saat ini ada 61.353 orang penyalah guna narkotika di Bali atau prevalensinya 2,01 persen.
Atas kondisi itu Bali menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat dalam penanggulangan narkoba. Bali akan diberikan anggaran yang lebih besar, termasuk sarana-prasarana, fasilitas, dan personel yang lebih banyak juga. (kmb)
Menghukum Menyiksa Dari Hal. 1 Selain IDI, hadir perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pembahasan di ruang rapat Komisi VIII DPR mengenai Perppu No. 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Perhimpunan dokter sedunia pun, kata Daeng, memiliki aturan untuk tidak memperbolehkan seorang dokter melakukan hal-hal yang menghukum menyiksa atau menyakiti. ‘’Ada persoalan kebiri kimia kita sampaikan ke pemerintah. Kalau menurut saya tidak berarti kita menolak atau menerima, kita hanya tidak bisa sebagai eksekutor, silakan pemerintah kalau tetap melakukan mencari alternatif eksekutor lain,’’ jelasnya. Dia menjelaskan, kebiri kimia bisa dilaksanakan dalam beberapa cara. Cara yang paling sederhana dilakukan adalah dengan cara diminum. ‘’Kalau dalam suntikan, suntik tidak perlu menilik keahlian khusus, siapa saja bisa.
Bisa dilatih, injeksi bukan keterampilan yang khusus,’’ ungkapnya. Kendati bisa diberikan kepada siapa saja, IDI menyarankan agar petugas suntik kebiri diberikan kepada petugas yang memang sehari-hari berkecimpung dalam pelayanan kesehatan. ‘’Kalau saya merekomendasikan pelayan pada fasilitas kesehatan,’’ imbuhnya. Lebih jauh dia mengungkapkan tidak mungkin bagi dokter untuk menjadi eksekutor karena jika dipaksakan menjadi eksekutor, maka para dokter akan lebih mudah mengabaikan persoalan etika dalam menjalankan tugasnya. ‘’Kalau bicara etika, di profesi kedokteran porsinya lebih besar 3/4 etika selebihnya persoalan teknis. Kalau ini bocor akan membuka kotak pandora untuk pelanggaran etika lainnya. Kalau kotak pandora terbuka, ini akan jadi yurisprudensi pelanggaran etika lain. Jangan jadi preseden atau kotak pandora untuk pelanggaran hukum yang lain,’’ jelasnya. (kmb4)
Selasa, 26 Juli 2016
Secara Formal Dari Hal. 1
Pemerintah Pusat Dari Hal. 1
Bali Post/ant
BANJIR - Sejumlah kendaraan terjebak banjir jalur wisata Anyer-Carita tepatnya di Kampung Waluran, Anyer, Serang, Banten, Senin (25/7) kemarin. Banjir terjadi akibat penggundulan hutan di kawasan penyangga yang diguyur hujan sehari semalam bersamaan dengan puncak pasang di sepanjang pesisir pantai, sehingga arus air tertahan laut pasang.
05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Lila Cita Sanggar Tari Wittonjaya (7) 08.00 Education On Bali TV 09.05 Dialog Interaktif Halo Kamtibmas 10.00 Lejel Home Shopping 10.30 Traventure/Etalase 11.00 Seputar Bali Terkini 11.05 BCTTV (Bali Channel Tourist TV) 11.30 Dunia Kita 12.00 Dharma Wacana 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Home Shopping 14.05 Klip Bali 14.30 Lila Cita
Gong Kebyar Lansia 15.30 Education On Bali TV 16.05 Upakara 17.05 Nangun Yadnya 17.05 DW TV. Inovator 17.30 Taman Sari TK Kumara Sari 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Giliran Anda 19.30 Orti Bali 20.00 Lila Cita Gong Kebyar Iswaram (2) 21.00 Bali Channel 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Taksu 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Griya Budha Salahin (4) 23.00 Lila Cita Calonarang Payangan (2) 24.00 Closing
16 Pages
140 Number 8th Year Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
e-mail: info_ibp@balipost.co.id ipost.com. ost.com. online: http://www.internationalbalip
Tuesday,
July 26, 2016
himself Syrian blows German up outside music festival, 12 wounded Page 6
quest In China’s world to conquer feel fans soccer, left behind
http://epaper.internationalbal
breaks ASEAN deadlock on South China Sea Page 13
Focus Group Discussion Developing relation between tourism and farming
The farmersin are working WKHLU ULFHÂżHOG
,%3 ÂżOH
Q Discussion Q EHWZHH Focus Group J UHODWLR LQJ 'HYHORSLQ DQG IDUP WRXULVP must “The government priority,�
their in a concept. famer as place the and tourism a said. farming Prof. Sucipta, between H RI PDUNHWLQJ IRU of Wirata Meanwhile, in Udayana Uni– The relation the welfare must expert increase ULVP FDQ EH WKH VRXUF DENPASAR tourism farming can also ULVP DQG LQVSLUHG versity said that in marketing the and tourism %DOL LV YHU\ WLJKW 7RX farmer products To implement support the LQ %DOL LV FXOWXUDO WRX farming products. and systemic ActuWKH IDUPHUV 7RXULVP H IDUPHU KLPVHOI especially farmer. role farming use holistic the locals plays important the it must IURP WKH DFWLYLW\ RI WK between farmer
approach. ally the relation effects Bali throughout is no use Currently, any good in introducing not giving abroad. “There growth means that nation and a high economics time. both isfarmers. “Holistic other. So each on the if Bali has is widening every farming sectors need but the gap only become audiences both a need to change the he added. locals Wirata added. there is Adhyasa are The agro-industry,â€? that currently, own land,â€? IBP/Eka between is not that the farmers that in their a good relation there is intoSucipta also said of Bali “If we seethen we can know the Vice To create farming in Bali, in of the government that the Wirata, (Kadin) the policy the farmer. He hope a great effect tourism and political will from marginalized Chambers regula- Djaya not giving leader from execu- supporting will give rights. House of tourism is It depends on the Djaya a need a good the their of Bali started the government Farming It can make for them. change that,â€? said the famers of leaders tion to give tives to legislative.their occupation of Bali to Vice of Bali House the preserve Wirata, the(Kadin) in Farming. the Balinese Without any farmers,only (win) is that Chambers he concern of as farmer.of Tri Hita Karana In addition, development IRU concept EHQHÂżW high economics JLYH DQ\ %DOL GRHVQÂśW
IBP/Eka
Adhyasa
Prof. Sucipta
SELASA PAING, 26 JULI 2016
balipost (144rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Kelompok Media Bali Post menggelar Food Truck Festival (FTF) di Taman Kota Lumintang, Denpasar, 29-31 Juli 2016. Berbagai acara digelar seperti yoga massal, parade band indie, lomba karaoke, fashion show, lomba karaoke, senam aerobic, lomba menggambar, cooking class, talk show dan lomba sanggul, modern dance, gebyar karikatur, stand up comedy, workshop layangan dan menggambar bersama (melukis model).
Food Truck Festival 2016
Garap Film Pendek
Taksu North Bali Kolaborasi dengan ’’Singaraja FM’’
Bali Post/ist
ATP - Direktur Utama Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Antonius Chandra S.N. memukul gong tanda dibukanya ATP yang berlangsung mulai Senin (25/7) hingga Kamis (28/7) di Kuta.
Sepuluh Negara Hadiri ATP Ke-26 SEPULUH dari 12 negara anggota Asian Credit Supplementation Institution Confederation (ACSIC) menghadiri kegiatan pelatihan ke-26 yang digelar di Ramada Bintang Bali Resort, Senin (25/7) kemarin. Total terdapat 36 peserta yang menghadiri kegiatan selama empat hari, berakhir Kamis (28/7) depan. Menurut Ketua Panitia Penyelenggaraan ACSIC Training Program (ATP) Agus Hartana, dua negara yang tidak hadir dalam kegiatan ini adalah Nepal dan Papua Nugini. Sisanya, yakni 10 negara anggota yaitu Indonesia, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Jepang, India, Malaysia, Mongolia, Sri Lanka, dan Filipina, mengirimkan peserta untuk kegiatan yang merupakan acara rutin tahunan ini. ‘’Terdapat 13 institusi penjaminan kredit dari 10 negara berkumpul di acara yang mempunyai tiga agenda utama, yakni berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di masing-masing negara, kunjungan ke UKM lokal, dan field trip,’’ katanya. Ketiga agenda ini, lanjutnya, sejalan dengan tema yang diambil dalam pertemuan kali ini, yakni peran tambahan kredit dalam meningkatkan ketahanan pelaku UKM di tengah implikasi krisis finansial global. Terkait hal ini, Direktur Utama Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Antonius Chandra S.N. mengatakan sebagai salah satu lembaga penjamin kredit yang menyalurkan skim kredit dari pemerintah kepada UKM, Askrindo selalu berupaya membantu meningkatkan pertumbuhan UKM. Ia menilai adanya program ATP ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk belajar terkait penjaminan kredit di negara-negara lain, termasuk negara-negara yang ekonominya sudah maju, seperti Korea dan Jepang. ‘’Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan UKM. Melalui organisasi ACSIC ini, lembaga penjamin kredit seperti Askrindo, bisa berbagi pengalaman dan tantangan untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan UKM nasional,’’ ujar Antonius. Di samping itu, ATP juga memberikan kesempatan bagi lembaga penjamin kredit di Indonesia untuk belajar dari pengalaman lembaga penjamin kredit di negaranegara lain terkait upaya mereka membantu UKM dalam menghadapi krisis keuangan global. ‘’Pertukaran ide dan pengalaman dalam program ini akan menjadi sebuah kegiatan yang sangat bernilai bagi seluruh peserta dalam mengantisipasi isu serupa,’’ paparnya. (kmb18/k50)
DEMAM game ‘’Pokemon Go’’ di kalangan masyarakat mendapat perhatian penggiat film pendek, Taksu North Bali dengan menggarap film bertema ‘’Pokemon Request’’. Salah satu syuting film tersebut mengambil lokasi di Studio Radio Singaraja 92.0 FM (Kelompok Media Bali Post). Dua penyiar Singaraja FM dilibatkan yaitu Rini Mulyani dan Wiwin Meliana. Mereka ditandemkan bersama Komang Darwin Setiabudi, S.H. alias Mang Ajik dari Sanggar Seni Nong Nong Kling dengan disutradarai langsung Gede Pasek Sriada, S.Pd. Bagi penyiar, memerankan adegan film pendek tersebut menambah pengalaman baru. ‘’Kami di awal juga mengambil gambar di depan tugu Singa Ambara Raja sebagai ikon Kota Singaraja. Di situ diceritakan banyak anak muda mencari-cari Pokemon. Kemudian pengambilan adegan hingga mengejar Pokemon dilanjutkan ke Radio Singaraja 92.0 FM. Pemeran utama Mang Ajik, tiba-tiba masuk
ke tengah studio. Waktu itu kedua penyiar sedang siaran mengenai booming-nya game Pokemon Go,’’ papar Pasek yang belakangan dikenal dengan pembuatan film ‘’Klepon 12 Juta’’, Minggu (24/7). Film ‘’Pokemon Request’’ itu akan berisi pesan-pesan positif di bagian akhir. Mengingat, banyak yang melupakan tugas atau pekerjaannya demi bermain ‘’Pokemon Go’’ di ponsel android. ‘’Ada pesan dan makna positif akan diselipkan dalam film pendek yang kami buat. Ya intinya kalau bermain ‘Pokemon Go’, jangan melupakan tugas utama kita sehari-hari,’’ imbuhnya. Film pendek ‘’Pokemon Request’’ rencananya akan dipublish pekan ini. Karya ini diharapkan mampu memberi motivasi kepada masyarakat agar lebih giat bekerja dan tidak melulu bermain Pokemon. ‘’Senang sekali bisa dipandu berperan di film pendek disutradarai Gede Pasek Sriada. Kami tidak hanya
Bali Post/dgk
FILM 6DODK VDWX DGHJDQ GDODP SHPEXDWDQ ÀOP SHQGHN œ¡3RNHPRQ 5HTXHVW¡¡ GL 6WXGLR 5DGLR 6LQJDUDMD )0 0LQJJX bersiaran, tapi juga mendapat ilmu tambahan di bidang film pendek,’’ ucap Rini, diiyakan penyiar Wiwin. Seperti diketahui, karya film pendek yang disutradarai Gede Pasek Sriada sudah
Malaikat Band Bali Beraliran Alternatif MALAIKAT BAND BALI, salah satu band indie Bali beraliran alternatif. Band ini berasal dari Banjar Tabih, Desa Buahan, Kintamani, Bangli. Pada awalnya, Malaikat Band Bali bernama Younk PBK yang berdiri pada Maret 2015 dan telah
mengeluarkan beberapa lagu dalam format MP3. Seiring berjalannya waktu, Younk PBK berganti nama menjadi Malaikat Band Bali dan resmi berdiri pada 1 Januari 2016. Band ini diperkuat Asnadi Purwita (vokal), Tiwi (vokal), Suardana (gitar
melody), Darsana (Gitar), Agus Gede Sukarta (drum) dan Mulix (bass). Malaikat Band Bali telah mengeluarkan single pertama yang berjudul ‘’Tiga Hati’’ dalam bentuk video klip yang dirilis pada 13 Maret lalu dan beberapa lagu lainnya. ‘’Saat ini kami mempromosikan karya baru kami lewat media sosial saja, seperti facebook dan dari teman ke teman. Dan untuk vidio klip kami unggah di youtube,’’ tutur Asnadi, vokalis Malaikat Band Bali, Sabtu (23/7). Pada saat ini malaikat Band Bali masih dalam proses penggarapan album pertamanya yang ditargetkan rampung pada awal tahun 2017. Pihaknya pun berharap karyanya bisa lebih dikenal dan diterima oleh masyarakat Bali. (win) 0DODLNDW %DQG
cukup dikenal di Buleleng. Salah satu karya berjudul ‘’Mengikis Keraguan’’ mampu menorehkan prestasi tiga nominasi dalam lomba film pendek Polres Klungkung 2016 yaitu The Best Film, The
Best Director dan The Best Favorit. Kerja sama yang dijalin dengan Radio Singaraja 92.0 FM, ke depan diharapkan dapat menjadi edukasi tidak langsung bagi masyarakat. (kmb34)