Skip to main content

Edisi 30 Juni 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

SUARA NTB

16 HALAMAN NOMOR 91 TAHUN KE 13

E-mail: hariansuarantb@gmail.com

JUMAT, 30 JUNI 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Mulai Padat, Arus Balik Lebaran di Lembar dan LIA Giri Menang (Suara NTB) – Arus balik di Pelabuhan Lembar mulai padat sejak Rabu (28/6) atau H+2 Lebaran. Sedikitnya 4.938 penumpang menyeberang menuju Pelabuhan Padangbai, Bali melalui pelabuhan ini. Peningkatan jumlah penumpang juga terjadi di Lombok International Airport (LIA). Pantauan Suara NTB di Pelabuhan Lembar, penumpang didominasi pengguna sepeda motor dan pejalan kaki. Peningkatan penumpang juga terjadi H+3 Kamis (29/6) kemarin. Tercatat 4.938 orang penumpang yang menyeberang dengan kendaraan berbagai jenis. Sementara jumlah kendaraan yang menyeberang sebanyak 1.989 unit.

Puncak arus balik Lebaran diprediksi akan terjadi pada Sabtu-Minggu besok. Di Pelabuhan Lembar, antrean kedaraan roda dua terjadi mulai pukul 10.00 Wita. Penumpang tampak memadati areal parkir menunggu jadwal keberangkatan kapal. Tampak juga truk-truk dan mobil pribadi parkir di areal parkir menunggu keberangkatan. Menurut Bambang petugas kapal Jembatan Nusantara ditemui di lokasi, arus balik Lebaran mulai padat sejak Rabu (28/6). ‘’Hari ini (kemarin) mulai padat sekitar pukul 10.00 Wita. Puncaknya mungkin Sabtu dan Minggu besok ini,’’jelasnya. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/her/kir)

MELONJAK - Lonjakan arus balik di Pelabuhan Lembar, mulai terjadi H+2 Lebaran (atas). Hal yang sama juga terjadi di LIA, kemarin.

Tidak Punya Lahan

TO K O H

Masyarakat Miskin Tak Dapat Bantuan Perbaikan RTLH Mataram (Suara NTB) Penyediaan rumah yang layak masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar Pemprov NTB dan kabupaten/kota. Dari 248 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di NTB, hanya mampu dituntaskan sebanyak 10 ribu unit pertahun.

Butuh Anggaran Besar PEMPROV NTB akan menggenjot penerimaan pendapatan dalam APBD Perubahan 2017 maupun APBD Murni 2018. Terlebih, tahun depan, Pemprov membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk mengejar target proyek percepatan pembangunan jalan provinsi dan anggaran Pilkada serentak 2018. Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah menjelaskan Pemprov butuh anggaran yang cukup besar untuk mencapai target RPJMD yang belum tercapai. Sehingga, penerimaan dari piutang PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) yang tertunggak beberapa tahun (Suara NTB/dok) terakhir dapat masuk H. Ridwan Syah dalam APBD Perubahan 2017. ‘’Harapan kita, dividen PT. DMB segera masuk. Karena belanja kita banyak. Terutama untuk belanja yang terkait dengan indikator-indikator RPJMD. Misalnya kemiskinan dan lain-lain masih butuh banyak. Termasuk tahun 2018 ada Perda Percepatan Jalan yang harus diselesaikan. Terus ada Pilkada yang juga butuh anggaran cukup besar,’’ kata Ridwan ketika dikonfirmasi di Mataram. Bersambung ke hal 15

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugiartha, MT yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, kemarin mengatakan butuh waktu sekitar 24 tahun untuk menuntaskan RTLH yang ada

‘’

I Gusti Bagus Sugiartha

supaya menjadi rumah layak huni. Sugiartha menjelaskan, pihaknya hanya memberikan bantuan perbaikan RTLH kepada masyarakat miskin yang memiliki lahan yang jelas. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan pertanggungjawaban

Di Dinas Perumahan itu salah satu persyaratannya, lahannya harus jelas

program bedah rumah tersebut. ‘’Salah satu persyaratan untuk dapat dibantu adalah lahan harus jelas. Kalau tak punya lahan memang kita tak bisa membantu membangunkan rumah layak huni. Karena berkaitan dengan pertanggungjawabannya nanti,’’ kata Sugiartha. Bagi masyarakat miskin tak berdaya yang tidak punya lahan, menurutnya bukan ranah Dinas Perumahan dan Permukiman untuk membangunkan rumah yang layak huni. Tetapi, barangkali menjadi tugas Dinas Sosial. Pasalnya, kata Sugiartha, salah satu persyaratan dalam pemberian bantuan perbaikan RTLH adalah lahan calon penerima bantuan harus dipastikan benarbenar jelas atau clear. ‘’Di Dinas Perumahan itu salah satu per-

syaratannya, lahannya harus jelas,’’ tambahnya. Sugiartha menyebutkan, jumlah RTLH di NTB mencapai 248 ribu unit, tersebar di 10 kabupaten/kota. Sementara, RTLH yang bisa ditangani Pemprov dan Pemda kabupaten/kota hanya 10 ribu unit per tahun. ‘’Artinya, kita hanya bisa menyelesaikan persoalan ini sampai 24 tahun ke depan. Tentunya, kita tak mungkin bisa memilah-milah mana yang menjadi duluan dan belakangan kita kerjakan semua RTLH,’’ katanya. Dengan jatah perbaikan RTLH yang ada, lanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan Pemda kabupaten/kota dan Kementerian PUPR untuk prioritas RTLH yang akan ditangani. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/dok)

Giliran Kasus K2 Bima KPK Minta Pemprov Buat Diusut Polda NTB Pergub Kode Etik

Mataram (Suara NTB) Setelah penyidikan kasus pengangkatan honorer K2 Kabupaten Dompu, tim penyidik Polda NTB mulai menggeser pengusutan ke kasus dengan objek sama di Kabupaten Bima. Materi penyelidikan, untuk perekrutan honorer K2 tahun 2014. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bima, Drs. H. Abdul Wahab dihubungi akhir pekan kemarin mengakui itu, karena tim penyidik sebelumnya mendatangi kantornya untuk meminta do-

kumen terkait perekrutan K2. Indikasinya terkait dugaan kecurangan terhadap pengangkatan 601 orang menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). ‘’Ya, memang sedang diusut (Polda NTB). Karena ada dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang,’’ katanya menjawab Suara NTB. Dari informasi yang diketahuinya, ada sejumlah masalah terjadi. Sehingga jadi alasan kasus tersebut diusut Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB. Bersambung ke hal 15

Pengadaan Barang dan Jasa Mataram (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Pemprov NTB membuat Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Kode Etik Pengadaan Barang dan Jasa. Proses pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu sektor yang diatensi KPK, selain pengelolaan APBD dan perizinan di NTB. Kepala Biro Administrasi

Pengendalian Pembangunan dan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (APP dan LPBJP) Setda NTB, Ir. Swahip, MT mengatakan, sebenarnya Pemprov sudah punya aturan mengenai kode etik bagi pelaksana pengadaan barang dan jasa dalam bentuk SK Kepala Biro. Bersambung ke hal 15 Swahip (Suara NTB/dok)

Polisi Jadi Target Teroris

Kapolda NTB Ingatkan Jajarannya Waspada Mataram (Suara NTB) Digagalkannya aksi teroris di Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, mengungkap sejumlah rencana aksi terorisme dengan sasaran anggota Polri. Kapolda NTB, Brigjen Pol. Firli, M. Si mengingatkan agar semua jajarannya tetap waspada, deteksi dini dan antisipasi. ‘’Yang diancam sekarang ini kebetulan anggota Polri. Besok bisa jadi tentara, bisa jadi masyarakat. Itulah yang namanya teroris, menciptakan keresahan di masyarakat, ‘’ kata Kabid Humas Polda

NTB, AKBP.Dra.Hj. Tri Budi Pangastuti, MM mengutip pernyataan Kapolda NTB Brigjen Pol. Firli, M. Si saat kunjungan ke Bima, Kamis (29/6). Sebelum tertangkapnya tiga terduga teroris di Desa Dore dan Kelurahan Penatoi Kota Bima, seorang anggota Polsek jadi incaran malam hari. Pelakunya diduga datang untuk tujuan teror. Akhirnya berbuntut penangkapan tiga orang tersebut. Meski sudah ditangkap, personel tidak boleh lengah. Kabid Humas juga mengin-

gatkan, agar setiap personel Polri meningkatkan kewaspadaannya di manapun berada. Ini untuk mencegah bertambahnya korban akibat aksi terorisme setelah kejadian sebelumnya di Polda Sumatera Utara. ‘’Rekan-rekan tetap meningkatkan kewaspadaan, baik di rumah, di perjalanan, di kantor, karena kejadian di Medan. Ada serangan kelompok teroris yang berafilisasi kelompok ISIS. Artinya, petugas jaganya harus di atur,’’ ujar Kabid Humas mengingatkan. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ars)

ANTISIPASI - Penjagaan di pintu masuk Mako Polda NTB untuk antisipasi gangguan dan ancaman terorisme.


SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

SUARA MATARAM

Halaman 2

Lembur Persiapan Lomba WALAUPUN sedang cuti bersama Idul Fitri, para pegawai di Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan tetap masuk kerja. Mereka lembur untuk persiapan penilaian lomba kelurahan terintegrasi tingkat nasional. Setelah tahun lalu diwakili Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, tahun ini NTB diwakili Kelurahan Banjar untuk lomba yang diselenggarakan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut. Lurah Banjar, Muzakkir Walad kepada Suara NTB menyampaikan telah meminta kepada stafnya untuk lembur pada Kamis (29/6) kemarin. Ia meminta stafnya untuk tetap masuk kerja untuk melakukan kroscek kelengkapan berkas yang akan dikirim ke Dinas PMPD (Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Provinsi NTB. “Cuma hari ini saja saya minta masuk untuk kroscek kelengkapan yang dikirim ke DPMPD Provinsi sebelum dijilid. Enggak enak juga ngambil hak liburnya tapi sudah sepakat,” jelas Muzakkir, Kamis (29/6). Dalam lomba kelurahan terintegrasi ini, pihak kelurahan juga melibatkan warga. Pasalnya menurut Muzakkir, keterlibatan warga sangat penting. “Ini yang terpenting, dukungan dan keterlibatan masyarakat,” ujarnya. Kelurahan Banjar pada 2015 pernah mengikuti lomba yang sama di tingkat Kota Mataram, namun saat itu hanya mendapatkan juara dua. Persiapan di tahap awal ini ialah mempersiapkan berbagai dokumen. Ada puluhan dokumen yang harus dipersiapkan sehingga bisa lolos pada tahap verifikasi nanti. Dokumen ini menyangkut tiga bidang; pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan. Dokumen ini akan dikirimkan ke Dirjen Bina Pemerintahan Desa untuk mengikuti penilaian tahap satu. Dokumen ini kemudian akan diverifikasi pada 9 Juli mendatang. Namun sebelum dikirim ke pusat, puluhan dokumen tersebut akan diverifikasi oleh tim dari Pemprov NTB. Saat hari raya Idul Fitri dimana biasanya menjadi momen berkumpul bersama keluarga juga tak bisa dilaksanakan tahun ini demi mengejar persiapan lomba tersebut. Muzakkir mengatakan tahun ini ia juga tak bisa mudik ke Dompu karena fokus mempersiapkan lomba. “Sebenarnya mau mudik ke Dompu tapi enggak bisa,” ujarnya. Selain sibuk mempersiapkan lomba tingkat nasional, kelurahan juga sibuk mempersiapkan Lebaran Topat yang akan dilaksanakan akhir pekan ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Lebaran Topat di Kota Mataram dipusatkan di dua kecamatan, Ampenan dan Sekarbela. (ynt) Muzakkir Walad (Suara NTB/dok)

Tidak Cukup hanya Waduk ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta mengapresiasi rencana Pemkot Mataram membangun waduk atau kolam retensi di daerah perbatasan Kota Mataram. Namun, pembangunan waduk, bukan merupakan solusi tunggal atas persoalan banjir dan genangan yang kerap dihadapi Kota Mataram. ‘’Memang itu juga solusi, tetapi bukan solusi satu-satunya,’’ ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, Kamis (29/6). Masalah drainase juga menjadi pemicu persoalan genangan di Mataram. Oleh karena itu, menurut Ketua Frak(Suara NTB/dok) si Partai Gerindra Ketut Sugiarta DPRD Kota Mataram ini, solusi yang paling tepat untuk mengatasi persoalan banjir dan genangan di Kota Mataram adalah kombinasi pembangunan waduk dan juga perbaikan sistem drainase. Ia menyadari, untuk melakukan perbaikan drainase dibutuhkan biaya yang cukup besar. Dengan kondisi anggaran yang ada saat ini, Pemkot Mataram melalui SKPD teknis dapat melakukan rasionalisasi saluran air. ‘’Tapi yang terpenting sebenarnya sistem drainase dari hulu ke hilir,’’ cetusnya. Informasi yang ia terima dari pihak eksekutif, bahwa Pemkot Mataram saat ini sedang melakukan penyusunan DED (Detail Engineering Design) sistem drainase di Kota Mataram. ‘’Kalau sistem drainase sudah jelas, dari hulu ke hilir. Sehingga penataan tata ruang menjadi jelas juga,’’ ucapnya. Para pengembang wajib mematuhi aturan main sesuai DED. Misalnya berapa lebar drainase yang harus dibangun dan kemana air akan dibuang, akan diatur dalam DED itu. Ketut Sugiarta mencontohkan drainase yang ada di sepanjang Jalan Pejanggik, tidak pernah dirasionalisasi. Lebih jauh dikatakan anggota Dewan dari dapil Mataram – Sekarbela ini, pembangunan waduk hanya berfungsi untuk membendung air kiriman dari kabupaten tetangga, tidak semuanya masuk ke wilayah tengah Kota Mataram. ‘’Pembangunan waduk harus diimbangi dengan penanganan drainase,’’ katanya. Selain sebagai penahan air, waduk itu juga dapat berfungsi sebagai tempat budidaya ikan dengan metode keramba, oleh masyarakat. Pada bagian lain, Ketut Sugiarta mengatakan bahwa perumahan-perumahan yang ada di Kota Mataram, banyak yang tidak jelas aliran drainasenya. Idealnya, ketika DED sudah rampung, perumahan-perumahan yang drainasenya tidak sesuai dengan DED harus segera melakukan penyesuaian. (fit)

(Suara NTB/ynt)

LANGGANAN BANJIR - Warga yang tinggal di bantaran Sungai Jangkuk di bawah jembatan Jalan Bung Hatta, Pajang Timur yang selalu langganan banjir.

Langganan Banjir

Warga Bantaran Sungai Jangkuk Kerap Dihantui Kekhawatiran Mataram (Suara NTB) Dalam dua tahun terakhir ini, beberapa titik di Kota Mataram selalu dilanda banjir saat musim hujan. Pada akhir 2016 lalu, banjir cukup parah melanda beberapa kelurahan khususnya yang dilalui sungai-sungai besar. Banjir kembali terjadi pada pertengahan Februari lalu. Baru-baru ini atau pada pertengahan Juni hujan deras melanda dalam waktu beberapa jam dan banjir terjadi di beberapa titik. Salah satu kawasan yang selalu menjadi langganan banjir ialah bantaran sungai. Warga yang tinggal di bantaran sungai selalu dihantui kekhawatiran kala hujan melanda. Termasuk juga warga yang tinggal di bawah jembatan Jalan Bung Hatta, Pajang ini. “Selalu khawatir kalau hujan. Mau ngungsi ke tempat lain enggak ada tempat,” kata salah seorang warga, Mini kepada Suara NTB. Mini menceritakan saat pertengahan bulan puasa, rumahnya juga kebanjiran karena meluapnya air sungai. Saat itu banjir terjadi saat menjelang buka puasa. Ia pun tak sempat mempersiapkan buka puasa

karena sibuk menyelematkan barang-barangnya agar tak terendam banjir. “Sibuk selamatkan pakaian, enggak bisa buka puasa,” katanya. Ia mengaku telah tujuh tahun tinggal di bantaran sungai. Ia dan keluarganya terpaksa tinggal di sana karena tak memiliki tanah lain untuk membangun rumah. Ia juga menyadari ada larangan tinggal dan membangun rumah di bantaran sungai, tapi terpaksa menetap di sana karena ia tak

mampu membangun rumah. Apalagi harga tanah di kota ini sangat tinggi. Membeli rumah pun ia mengaku tak mampu karena suaminya hanya bekerja sebagai buruh pengangkut sampah dengan bayaran Rp 250 ribu per bulan. Kekhawatiran yang sama juga dirasakan Murniati. Saat banjir akhir 2016 lalu, rumahnya juga terendam. Barangbarangnya hanyut terbawa arus air. Ia pun terpaksa mengungsi di emperan toko yang

ada di Jalan Bung Hatta. Ia mengatakan jika air sungai meluap, biasanya banyak ular juga yang masuk ke dalam rumahnya. Murniati mengatakan telah lama tinggal di bantaran sungai tersebut, tapi baru dalam dua tahun berturut ini banjir besar kerap melanda. Ia mengaku tak memiliki tempat tinggal yang lebih layak sehingga terpaksa bertahan tinggal di bantaran sungai kendati selalu dihantui kekhawatiran akan musibah banjir. “Ndak ada tempat tinggal. Makanya terpaksa di sini,” ujarnya. Bantaran sungai dimana Murniati dan Mini sekeluarga tinggal masuk Pajang Timur, Kelurahan Pejanggik. Namun warga yang tinggal di sisi selatan bantaran sungai itu terdata sebagai warga RT 06 Lingkungan Karang Jangkong, Kelurahan Cakranegara Barat.

Ketua RT 06 Lingkungan Karang Jangkong, Arfan menyampaikan ada enam KK yang tinggal di bantaran sungai tersebut. “Kalau banjir di sini sampai tergenang dan air naik semua,” ujarnya. Ia mengatakan warga tersebut dititip tinggal di bantaran sungai lantaran tak memiliki tempat tinggal lain. Perihal ini juga telah disampaikan melalui ketua RT dan kepala lingkungan di Pajang Timur. Tanah tersebut disampaikan Arfan merupakan milik pemerintah dan sebenarnya tak diizinkan untuk membangun rumah. Namun dulu warga menimbun sungai tersebut sedikit demi sedikit sehingga bisa menjadi tanah datar dan dimanfaatkan untuk membangun tempat tinggal. “Maklum enggak ada tempat lain. Ini orang tidak punya semua ini,” ujarnya. (ynt)

2018, Terminal Mandalika Penumpang Arus Balik di Terminal akan Direvitalisasi Mandalika Mulai Meningkat Mataram (Suara NTB) Penumpang arus balik Lebaran di Terminal Mandalika telah mulai meningkat sejak H+3 pada Kamis (19/6) kemarin. Walaupun peningkatan belum terlalu signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. “Pagi ini sudah mulai kelihatan lebih ramai dari kemarin-kemarin. Sebelumnya dari H+1 sampai H+2 masih landai. Cuma terlihat ada peningkatan di AKDP,” jelas Koordinator Terminal Mandalika, Shaiful Jihad, ST.,M.Eng.,M.Sc kepada Suara NTB di kantornya kemarin. Ia menyampaikan jumlah bus baik untuk keberangkatan maupun kedatangan khusus AKDP sebanyak 44 unit. Sementara AKAP hanya dua bus, sama seperti hari normal. “AKDP biasanya di hari normal itu kisaran 18 sampai 20,” sebutnya. Sementara pada Rabu malam ada tambahan jumlah bus

yang masuk ke Terminal Mandalika sebanyak 13. “Jadi total yang datang 26 kendaraan (dari 44 bus). Sisanya berangkat sejak kemarin sampai tadi malam datanya. Valid,” ujarnya. Untuk jumlah penumpang AKDP, Shaiful menyebutkan totalnya sebanyak 1.100 orang. Ia merinci untuk keberangkatan tercatat 506 penumpang dan kedatangan tercatat sebanyak 594 orang. Ia mengatakan dengan jumlah ini, belum terjadi peningkatan penumpang secara signifikan. Namun jika dibanding tahun sebelumnya, tahun ini jauh lebih ramai. Ia memprediksi puncak arus balik terjadi pada H+5 dan H+6 atau pada SabtuMinggu, 1-2 Juli mendatang. Pada tanggal tersebut merupakan hari terakhir cuti bersama bagi para ASN. “Taksiran saya Sabtu-Minggu puncaknya karena Senin orang mulai masuk (kerja),” ujarnya. Petugas terminal akan tetap melakukan memantau arus balik Lebaran hingga H+15. Setelah mengumpulkan

data mulai dari arus mudik hingga arus balik, kemudian akan dilakukan evaluasi. Menghadapi puncak arus balik, Shaiful mengatakan tidak melakukan pengamanan secara khusus misalnya dengan menambah jumlah personil. Ia mengatakan dengan personil yang ada, mereka telah terlatih menghadapi ramainya penumpang khususnya pada puncak arus mudik. “Kami sudah latihan untuk pengamanan khususnya. Insyaallah untuk pengamanan arus balik ini akan lebih ringan karena kami dalam kondisi tidak puasa. Kalau kemarin memang berat. Petugas kami dalam kondisi puasa terus ramainya minta ampun, pengamanannya khusus. Tapi alhamdulillah sudah kami antisipasi semua,” jelasnya. Untuk posko kesehatan yang diisi petugas Dinas Kesehatan hanya akan dibuka sampai Minggu (2/7) mendatang. (ynt)

Mataram (Suara NTB) Terminal Mandalika merupakan bangunan lama yang dinilai tak lagi representatif. Setelah pengelolaannya dialihkan ke pemerintah pusat, rencananya akan dilakukan revitalisasi pada 2018 mendatang. Revitalisasi ini dalam rangka mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah bagian selatan. “Ini terkait dengan KEK kita. Kawasan Ekonomi Khusus di Mandalika itu,” ujar Koordinator Terminal Mandalika, Shaiful Jihad, ST.,M.Eng.,M.Sc kepada Suara NTB. Dalam KEK Mandalika, terminal termasuk salah satu infrastruktur pendukung yang cukup vital. Karena itulah program revitalisasi terminal masuk dalam prioritas. Revitalisasi ini disampaikan Shaiful salah satunya dengan renovasi total area terminal. “2018 prioritas. Jumlah terminal yang diambil alih pemerintah pusat itu 97 terminal, nah untuk prioritas di tahun 2018 yang akan diperbaiki itu yang dibagusin termasuk Terminal Mandalika,” jelasnya. Dalam

(Suara NTB/ynt)

ARUS BALIK - Suasana Terminal Mandalika pada Kamis (29/6) atau H+3 Lebaran. Mulai terjadi peningkatan jumlah penumpang arus balik, namun jumlahnya belum signifikan.

Shaiful Jihad

perombakan total tersebut, konsep penataan terminal akan dibuat lebih modern. Pihaknya ingin konsep terminal sama dengan bandara dimana area kedatangan maupun keberangkatan dipisah dan ditata sedemikian rupa sehingga lebih rapi dan tertata. Dengan demikian para penumpang bisa lebih nyaman. Hal ini salah satunya untuk mendukung perkembangan pariwisata di daerah ini. “Selain mirip bandara, karena memang (sasaran) konsumennya untuk bus AKAP itu menurun seiring dengan bertambah murahnya (tiket) pesawat. Jadi kita harus buat inovasi baru, kemana mau dibawa terminal. Mau diarahkan kemana. Kalau sesuai KEK ini kita arahkan fokus ke wisata,” jelasnya. Jika ke depan konsep dan sistem telah terbangun dengan baik, Shaiful berharap di Terminal Mandalika juga akan mangkal bus-bus wisata mewah. Selain itu ia juga ingin di terminal ada gerai-gerai makanan siap saji. “Itu cita-cita sih. Semoga kesampaian. Tunggu dulu renovasinya 2018 ini dan baru mulai kita kembangkan ke arah sana. Kalau sekarang belum bisa,” jelasnya. Anggaran revitalisasi ini ditanggung sepenuhnya Kementerian Perhubungan. Namun Shaiful mengaku belum mau membocorkan berapa dana yang dibutuhkan untuk revitalisasi ini. Pihaknya saat ini telah menyusun desain rincian teknis atau DED. “Nanti kalau sudah fix. DED-nya sudah ada. Kontraknya bagaimana, yang ngerjain siapa, kan baru kelihatan dananya berapa nanti,” jelasnya. (ynt)

(Suara NTB/dok)

Pedagang Kaos Lombok Raup Untung Saat Musim Mudik dan Arus Balik Mataram (Suara NTB) Ramainya penumpang saat arus mudik dan arus balik melalui Terminal Mandalika menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang kaos Lombok. Ramainya penumpang yang berangkat maupun datang di Terminal Mandalika merupakan lahan subur bagi para pedagang kaos dan aksesoris yang mangkal di dalam terminal untuk meraup keuntungan. Salah seorang pedagang kaos, Badri Hakim kepada Suara NTB menyampaikan saat puncak arus mudik beberapa waktu lalu, dalam sehari ia bisa mengantongi sampai Rp 1 juta. “Biasanya dapat Rp 1 juta dalam sehari. Kebanyakan dibeli untuk oleh-oleh, khusus kaos Lombok dan gelang-gelang,” katanya ditemui di Terminal

Mandalika, Kamis (29/6). Sementara di hari-hari biasa, dalam sehari ia hanya bisa mengantongi ratusan ribu. “Kalau sepi Rp 100 ribu saja enggak dapat,” ujarnya. Memang diakui Badri, penumpang belakangan ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, penumpang di terminal tetap ramai sampai sore hari, kini pada pukul 15.00, terminal sepi dari lalu lalang penumpang. “Penumpang agak sepi. Dulu biasanya sampai jam lima sampai enam. Sekarang jam tiga sudah sepi,” kata dia. Dalam beberapa hari terakhir, barang yang paling banyak dibeli untuk oleh-oleh ialah aksesoris seperti gelang dan gantungan kunci. Salah satunya karena harganya

cukup murah dibandingkan baju kaos.“Lebihmurahkarenakitajual mulai dari Rp 5 ribu, bahkan Rp 10 ribu bisa dapat tiga untuk gantungan kunci,” kata warga Bertais ini. Pedagang kaos lainnya, Mahsun mengatakan jika penumpang sedang ramai seperti belakangan ini, ia bisa mengantongi rata-rata Rp 500 ribu dalam sehari. Sementara jika bukan momen arus mudik dan arus balik, rata-rata ia hanya bisa mengantongi Rp 200 ribu dalam sehari. “Kebanyakan yang laku kaos,” katanya. Satu baju kaos dibanderol Rp 25 ribu. Kaos yang dijual dihias dengan aneka gambar yang berkaitan dengan Pulau Lombok. Mahsun berjualan di Terminal Mandalika sekitar 10 tahun ini. Ia mengaku sebelumnya menja-

di tukang semir sepatu dan kemudian menjadi pedagang asongan minuman. “Dari dulu saya hidup di terminal sejak terminal ini berdiri. Dulu saya jadi tukang semir sepatu,” ujarnya. Terkait

kondisi terminal saat ini, warga asal Selagalas ini mengaku jauh lebih aman dari sebelumnya. Pasalnya saat ini banyak petugas yang berjaga dan siaga selama 24 jam. (ynt)

(Suara NTB/ynt)

PEDAGANG KAOS - Pedagang kaos di Terminal Mandalika.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

Halaman 3

Lakukan Operasi Pasar EMPAT hari setelah lebaran Idul Fitri 2017, harga-harga kebutuhan relatif masih stabil. Hanya saja untuk komoditas peternakan, harganya cenderung mengalami kenaikan. Di Kebon Roek Mataram, harga daging sapi lokal dijual bervariasi. Dari Rp 120.000 sekilo, hingga Rp 130.000 perkilo. Padahal sebelum lebaranpun, harganya rata-rata di pasar percontohan besar di NTB Rp 120.000 perkilo untuk daging kualitas super. Pedagang cenderung memberlakukan harga ini akibat kenaikan harga yang dilakukan oleh para jagal. “Sapi sudah kurang setelah lebaran,” demikian alasan salah satu pedagang kepada Suara NTB. Harga ini kemungkinan masih berlaku hingga sepekan setelah lebaran, atau bersamaan dengan pelaksanaan Lebaran Topat. Tidak hanya daging, ayam broiler juga mengalami kenaikan harga. Dari harga rata-rata sebelumnya saat lebaran Rp 34.000 sekilo, pantauan media ini Kamis (29/6) kemarin, harganya sudah naik menjadi Rp 39.000 perkilonya. Alasannya pedagang sama. Karena kenaikan harga yang diterimanya dari para peternak. Pemerhati Ekonomi dari Unram, Dr. Azis Bagis yang dihubungi Suara NTB mengatakan, pemerintah tidak lepas tangan begitu saja, meskipun usai lebaran. Di tingkat pusat, Kementerian Perdagangan langsung melakukan sidak ke pasar tradisional untuk memastikan harga. Hal itu bisa turun ke daerah, dilakukan langsung oleh Dinas Perdagangan di provinsi. Meskipun kenaikan harga ini sifatnya temporer, Azis Bagis mengatakan, masih bisa dilakukan operasi pasar atau pasar murah, seperti yang dilakukan pemerintah daerah sebelum lebaran. Ia mendorong upaya stabilisasi harga dilakukan untuk komoditas-komoditas yang mengalami kenaikan harga. “Saya yakin tidak lama kenaikan harga ini, paling sampai Lebaran Topat. Cuma harus diintervensi oleh pemerintah,” ujarnya. Umumnya harga-harga kebutuhan saat ini masih stabil. Jikapun terdapat diantaranya pedagang yang mengambil kesempatan, dia akan dihukum sendiri oleh pasar. Maksudnya, pembeli tentu akan memilih pedagang-pedagang yang memberikan harga paling rendah untuk kualitas yang sama. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beberapa komoditas. Diantaranya minyak goreng kemasaan Rp 12.500/liter di tingkat pedagang, daging beku Rp 80.000 perkilo. “Stabilisasi harga bisa dilakukan untuk komoditas yang harganya naik, tapi jangan permanen karena bisa memicu spekulasi. Libatkan pengusaha-pengusaha ini. Dinas Perdagangan harus menghubungi pengusahanya untuk melakukan kegiatan pasar murah agar harga sesuai HET tetap berlaku,” sarannya. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Modern (Aprindo) Provinsi NTB ini mengatakan, seluruh ritel modern bisa dilibatkan untuk memasarkan produknya secara massif. “Kan sudah ada daging beku yang mereka jual, ayam yang juga dijual dengan harga bisa diskon sampai 50 persen. Libatkan mereka untuk mengendalikan harga dan menjaga inflasi tetap stabil, mereka pasti senang kok,” demikian Azis Bagis. (bul) Azis Bagis (Suara NTB/bul)

Petani Batu Putih Sekotong Butuh Bantuan Pemerintah Giri Menang (Suara NTB) – Petani di wilayah Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong berswadaya mengembangkan tanaman hortikultura dan sayur-mayur. Hal ini dilakukan untuk menambah penghasilan petani, sebab di samping menanam padi, mereka juga bergilir menanam jagung dan hortikultura. Mereka berharap perhatian pemerintah untuk membantu peralatan berupa hand tractor yang dibutuhkan petani. Sebab mereka mesti menyewa peralatan untuk bercocok tanam. Ketua Kelompok Tani Tunas Jaya Dusun Berambang, Ihsan mengakui petani setempat mengembangkan tanaman hortikultura dan sayur-mayur sejak beberapa bulan terakhir. “Tapi kita sewa peralatan Rp 1,5 juta untuk garap satu hektar lahan. Kami berharap bantuan pemerintah,” harap Ihsan. Dijelaskan untuk kebutuhan mengolah lahan petani setempat menyewa alat dengan kisaran bervariasi tergantung luas lahannya. Hal ini sangat memberatkan petani, karena tak punya alat hand tractor roda empat. Disebutkan luas lahan yang dikembangkan 9 hektar, swadaya diberdayakan baru 2,5 hektar. Petani memulai dulu mengembangkan tanaman ini barulah nanti berharap bantuan pemerintah. Lebih jauh dikatakan jumlah anggota poktan di desa setempat mencapai 500 orang. Pengembangan tanaman ini dimulai sejak beberapa bulan lalu. Bantuan sejauh ini baru berupa mulsa dan bibit kepada empat kelompok tani. “Kendala kita peralatan itu saja, karena belum ada,’’ jelasnya. Kendala lain, sebagian besar petani belum tahu cara menanam horti, seperti cabai, terong dan lain-lain. Ia menyebut potensi lahan untuk pengembangan hortikultura dan sayuran di wilayah setempat mencapai puluhan hektar, namun dari luas yang ada baru digarap 2,5 hektar. Lahan ini merupakan swadaya Kelompok Tani (Poktan) Tunas Jaya, Poktan Bina Bersama, Poktan Harapan Sejahtera, Poktan Mekar Sari, Poktan Ketapang, Poktan Mele Maju, Poktan Mule Tetu, Poktan Kertas Sejahtera dan Poktan Tunas Sejahtera. Satu poktan memiliki anggota 20-25 orang. (her)

KAMIS, 29/06/2017

(Suara NTB/bul)

BAHAN BAKAR - Antrean konsumen yang sedang melakukan pengisian bahan bakar di sebuah SPBU di Mataram kemarin.

Penjualan Bahan Bakar Tembus 1,5 Juta Liter Sehari Mataram (Suara NTB) Penjualan bahan bakar untuk kendaraan bermotor mencapai batas tertingginya. Dalam sehari, Pertamina mendistribusikan BBM mencapai 1.500 Kiloliter, atau setara dengan 1,5 juta liter ke SPBU-SPBU. Puasa dan lebaran, hingga pascalebaran tahun ini nampaknya menjadi berkah bagi pengusaha-pengusaha SPBU. Distribusi BBM oleh Pertamina ini naik mencapai hampir 10 persen dari keadaan biasanya. “Kenaikannya mulai terasa H-1 lebaran,” jelas Sales Representatif Pertamina Depo Ampenan, Reggi Senjang Pramagarjita di Mataram, Kamis (29/6) kemarin. Reggi menjelaskan, untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan jenis Pertalite, Pertamax dan Premium, dalam sehari konsumsi masyarakat bisa mencapai 900 kiloliter, atau hampir 1 juta li-

ter. Berbeda dari keadaan sebelumnya, di bawah itu. Sementara untuk bahan bakar jenis solar, mampu menembus 500 kiloliter sehari. Tingginya permintaan ini lebih dipengaruhi tingginya mobliltas masyarakat saat lebaran dan libur lebaran. Apalagi, libur lebaran ASN tahun ini, bersamaan dengan libur panjang siswa. “Puncak libur sam-

pai hari Minggu perkiraannya. Bersamaan dengan pelaksanaan Lebaran Topat, biasanya di Lombok,” demikian Reggi. Mengantisipasi tingginya permintaan bahan bakar ini, Reggi menambahkan, Pertamina menjaga stok hingga H+15 lebaran. Satgas juga intens memantau seluruh SPBU yang memungkinkan membutuhkan tambahan pasokan dalam

Organda Desak Aplikasi Angkutan Umum ”Online” Diblokir Sementara Mataram (Suara NTB) Perang dingin terjadi pasca angkutan umum berbasis daring/online mendeklarasikan diri beroperasi di NTB. Para pengusaha transportasi yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB mendesak pengusahanya untuk memblokir sementara aplikasinya. Organda menyorot dua aplikasi. Uber dan Go Car. Pengusahanya diminta menjaga kondusifitas daerah dengan menutup sementara aplikasinya, hingga Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 dipenuhi. Iwan P. Balukea, Ketua Pengurus Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama Provinsi NTB selaku mitra Uber secara terbuka telah menyatakan menghentikan sementara operasional pelayanan Uber di Mataram. Dalam keterangan resminya disebutkan, setelah launching aplikasi Uber pada 15 Juni 2017 lalu, koperasi ini telah menyampaikan kepada manajemen Uber agar menghentikan operasional Uber di NTB sementara di lengkapinya dokumen perizinan yang berlaku, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang sudah ditetapkan pemerintah maupun pemerintah daerah.

(Suara NTB/bul)

APLIKASI ONLINE - salah satu aplikasi transportasi umum berbasis online yang menyediakan pelayanan jasa transportasi yang melayani penumpang di Mataram. Secara tegas juga telah diinstruksikan kepada anggotanya, baik yang sudah terdaftar di aplikasi Uber, maupun yang belum, juga menghentikan operasionalnya. Kendati demikian, untuk aplikasinya, bukan kewenangan koperasi untuk menonaktifkannya. Ketika instruksi tersebut sudah disampaikan secara resmi, Iwan mengatakan, koperasi lepas tanggung jawab terhadap anggota yang masih beroperasi memberikan pelayanan dari aplikasi. “Termasuk terhadap persoalan hukum, kami tidak bertanggung jawab. Karena kami koperasi secara resmi sudah meminta operasional dihentikan. Kalau untuk aplikasinya, itu bukan ranah koperasi, itu ke penyedianya dan Kominfo,” demikian Iwan. Ketua Organda Provinsi NTB, Antonius Mustafa Kamal di lain pihak mengatakan akan tetap mengawal komitmen para pengusaha angkutan umum berbasis online ini. Soal penghentian operasional kendaraan menurutnya bukan solusi, selama aplikasinya tetap dapat di akses. “Mestinya kalau mau berhenti operasional, tutup juga sementara aplikasinya. Ini masih leluasa diakses aplikasinya, tetap

saja di pakai sama orang,” tegas Anton. Pasca komitmen menghentikan sementara operasional kendaraan mitra oleh Uber, Anton mengatakan masih menemukan adanya mitra yang melayani penumpang. Tiga driver tertangkap basah di Bandara Internasional Lombok masih beroperasi. Artinya, kata Anton, persoalan ini akan memicu keresahan pengusaha transportasi yang telah mendapat legalitas dari pemerintah, terutama pemerintah di daerah. “Taksi-taksi lainnya melakukan sweeping. Saya minta jangan sampai timbul persoalan. Makanya kita minta, hentikan sementara dulu aplikasinya,” demikian Antonius, Kamis (29/6) kemarin. Pada dasarnya, semua pihak di daerah mendukung, demikian juga Organda. Dengan catatan, harus berizin resmi beroperasi. Sehingga pengawasan lebih mudah di lakukan dan regulasi aturan mainnya. Organda menganggap ini sebagai persoalan serius. Karena itu, Organda akan membahasnya secara khusus pada Mukerda yang akan dilaksanakan tanggal 3 Juli mendatang di Mataram. (bul)

waktu cepat. “Satgasnya mengawasi, kalau ada yang kekurangan di SPBU, kita drop langsung,” imbuhnya. Sejauh ini Pertamina juga tak mengalami kendala pendistribusian. Baik pengiriman dari Depo Manggis Bali. Karena didukung oleh cuaca yang cukup baik untuk pelayaran. Demikian juga untuk distribusi ke SPBU-SPBU, Reggi mengatakan tingginya permintaan bahan bakar ini juga disiasati dengan pendistribusian lebih awal ke SPBU. Biasanya tangki pengiriman mendistribusikannya sekitar jam 5 dan 6 pagi hari. “Kita siaga mengirim dari jam 1 dinihari sampai jam 4 pagi,” ujarnya. Ia menegaskan

kembali kondisi stokpun masih aman di Depo Ampenan hingga tiga hari ke depan. Pasokan juga terus menerus diperkuat. Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), I Komang Gandhi juga mengamininya. Kebutuhan bahan bakar kendaraan bermotor tahun ini jauh lebih baik dari keadaan tahun lalu. Ia menduga, banyaknya kegiatan wisata mendongkrak tingginya penjualan BBM tahun ini. “Apakah karena daya beli masyarakat yang naik, atau kunjungan wisatawan yang bagus. Yang jelas kondisi tahun ini jauh lebih baik dibanding ramadhan tahun lalu,” demikian Komang Gandhi. (bul)

Bantuan untuk Orang Miskin Jangan hanya Saat Ramadhan Mataram (Suara NTB) Fakir miskin ‘’banjir’’ bantuan sembako saat ramadhan. Fenomena itu idealnya tetap berlangsung, di luar bulan puasa. Harapan ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Wahyu Hidayat. Hampir semua dinas, instansi dan asosiasi, bahkan perseorangan mendistribusikan bantuan kepada fakir miskin, serta anak yatim. Baik bantuan dalam bentuk paket sembako, kebutuhan hidup, hingga bantuan dalam bentuk uang tunai. Menurut Sekretaris Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi NTB ini, menjadi kekhawatiran bila pemberian bantuan tersebut terhenti setelah bulan puasa. “Kita jadi khawatir, bagaimana gitu setelah puasa. Saat puasa orang makan cuma dua kali, setelah puasa makannya sampai tiga kali, konsumsi masyarakat lebih besar malahan. Jangan sampai nanti fakir miskinnya bingung mau makan pakai apa setelah puasa,” demikian Wahyu. Sebetulnya yang paling ideal adalah demand dan suplay, atau permintaan dengan pasokan barang harus terjaga stabil. Demikian juga dengan harga harus dikontrol. Jangan sampai permintaan tidak diimbangi dengan pasokan karena terbatasnya kemampuan masyarakat miskin. “Karena itulah, penting antara pasokan ini harus terjaga flat setiap saat. Bantuan kita harapkan jangan sampai putus setelah puasa,” ujarnya. Dilihat secara umum, berdasarkan kajian Bank Indonesia terbaru, seiring dengan inflasi yang rendah pada tahun 2016 jumlah penduduk miskin di Provinsi NTB juga menurun.

Penduduk miskin di Provinsi NTB pada Bulan September 2016 tercatat berkurang 17.870 jiwa, dengan presentase penduduk miskin sebesar 16,02 persen atau menurun dibandingkan kondisi Bulan Maret 2016 sebesar 16,48 persen. Kondisi itu tidak lepas dari laju inflasi yang rendah pada tahun 2016. Penduduk miskin dihitung berdasarkan berapa jumlah penduduk yang pengeluaran per kapita per bulannya berada di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan tersebut terbentuk dari komposit harga-harga komoditas (makanan maupun non-makanan) yang berada di dalamnya, sehingga tingkat inflasi menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan garis kemiskinan. Penduduk miskin di Provinsi NTB masih didominasi oleh penduduk di pedesaan. Sebanyak 51,84 persen penduduk miskin di Provinsi NTB terdapat di pedesaan, sisanya sebanyak 48,16 persen terdapat di perkotaan. Kondisi tersebut menunjukan pemerataan pertumbuhan ekonomi yang masih dapat ditingkatkan di Provinsi NTB. Lebih lanjut, tren penurunan jumlah penduduk miskin yang cukup signifikan belum diikuti tren penurunan serupa untuk indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan, yang mencerminkan ketimpangan. Sebagai informasi, indeks kedalaman kemiskinan mencerminkan kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, sedangkan indeks keparahan kemiskinan menggambarkan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. (bul)

(Suara NTB/her)

MISKIN - Potret kemiskinan di salah satu dusun di Kabupaten Lombok Barat.


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

Halaman 4

50 Pelamar Gugur Desa Sadar Kerukunan KONDISI kebangsaan dewasa yang masih diselimuti perbedaan pandangan di tengah masyarakat harus segera disikapi. Jika ini terus dibiarkan dikhawatirkan akan semakin menimbulkan rasa perbedaan antar satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya. Pembentukan desa sadar kerukunan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB jadi salah satu cara membentuk kesadaran ber(Suara NTB/dys) bangsa masyarakat setempat Suwardi yang dihuni oleh berbagai kelompok agama yang berbeda-beda. Kepada Suara NTB, Kassubag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag NTB, Suwardi, mengatakan pembentukan sadar kerukunan di Desa Tanjung, KLU baru dimulai tahun ini, tepatnya sebulan lalu. Desa Tanjung terpilih sebagai lokasi desa sadar kerukunan mengingat Desa Tanjung sangat beragam baik agama, dan budaya bila dibandingkan dengan desa lainnya di KLU. “Alasannya ialah tingkat kemajemukannya tinggi. Kita lakukan survei, maka Desa Tanjung memiliki tingkat keragaman desanya sangat majemuk,” kata Suwardi menjelaskan. Nantinya, Desa Tanjung akan dijadikan sebagai model pengembangan desa dengan keragaman agama, budaya yang mampu menunjukkan aspek toleransi dengan sesama warganya. Sebagai desa sadar kerukunan, selanjutnya dilakukan pembinaan yang dilakukan terhadap seluruh komponen masyarakat setempat melibatkan tokoh agama, tokoh pemuda, dan perempuan. Selain itu juga akan dilakukan pendampingan terhadap perangkat desa dengan harapan terbentuk suatu produk hukum atau regulasi lokal desa setempat tentang kerukunan antar umat beragama di Desa Tanjung. “Misalnya saat perayaan hari-hari besar agama supaya tidak bentrok, kemudian kampanye kerukunan betapa pentingnya kerukunan untuk jaminam stabilitas keamanaan,” imbuhnya. Tidak sampai di situ, Kemenag NTB pasca pembentukan desa sadar kerukunan ini juga berharap keberadaan Desa Tanjung bisa menjadi destinasi wisata dengan jargon desa yang sadar toleransi. “Misalnya bisa berdampingan rumah agamanya, ini jadi edukasi masyarakat,” terangnya. (dys)

Evaluasi DPRD Sudah Dijadwalkan Tanjung (Suara NTB) Unsur pimpinan DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menegaskan pentingnya evaluasi di tingkat lembaga wakil rakyat tersebut. Oleh karenanya evaluasi itu sendiri dipastikan sudah dijadwalkan oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD KLU. “Evaluasi tidak wajib tapi itu penting dilakukan, dan sudah ada jadwalnya. Kan dari dulu itu, tahun lalu juga ada tapi mereka mana pada kumpul, kalau tirak salah sampai potong kambing segala,” ujar Koordinator Banmus DPRD sekaligus Wakil Ketua DPRD KLU, Djekat Demung kepada Suara NTB, Kamis (29/6). Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, poin-poin yang akan dibahas sebagai evaluasi akan berkembang dalam rapat internal DPRD. Tentunya tidak hanya mencakup kinerja masingmasing anggota DPRD, melainkan hasil kerja kolektif anggota Dewan baik di Alat Kelengkapan DPRD maupun kegiatan Komisi ataupun Pansus. “Saya kira poin yang dievaluasi sama saja, karena ini menyangkut kerja kolektif DPRD,” tandasnya. Sebelumnya, isyarat evaluasi Anggota Dewan disampaikan unsur pimpinan DPRD lainnya, Sudirsah Sujanto. Ia mengisyaratkan persetujuannya agar lembaga wakil rakyat itu dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi tak hanya di tingkat komisi dan alat kelengkapan, tetapi juga menyentuh kepada Pimpinan Dewan, tupoksi dan kinerja Komisi-Komisi hingga keberadaan PNS dan Staf pembantu Dewan di Sekretariat DPRD KLU. “Bagi saya evaluasi sangat penting dilakukan bukan hanya kepada pimpinan tapi juga anggota dan Sekretariat DPRD. Apa yang kurang, apa yang belum maksimal oleh lembaga ini lakukan selama sekian tahun, harus dilihat kembali,” ungkap Sudirsah. Ia bahkan mendesak agar pelaksanaan evaluasi segera disusun setelah hari raya Idul Fitri. Lebih cepat dilakukan akan lebih baik guna memperbaiki kinerja dan tupoksi Dewan mengawal kebijakan pemerintah. “Sekali lagi, bagi saya penting dan kita cari waktu tepat. Apakah selesi lebaran supaya segera agendakan. Saya koordinator Banggar sangat berharap segera itu dijadwalkan,” tandas politisi Gerindra ini. (ari)

Volume Sampah Meningkat Usai Lebaran Selong (Suara NTB) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Mulki, mengakui jika volume sampah pasca lebaran cukup tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut diakibatkan masih tidak disiplinnya masyarakat dalam membuang sampah. Padahal, kata Mulki, beberapa hari sebelum lebaran, pihaknya sudah melayangkan surat edaran ke pemerintah kecamatan terkait pengangkutan sampah yang akan libur selama dua hari, yakni pada Minggu dan Senin. Untuk itu, diimbau kepada masyarakat untuk menempatkan sampahnya di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan serta mengemasnya menggunakan plastik maupun karung. Dengan demikian, pengangkutan nantinya dapat lebih cepat serta tidak menimbulkan bau tak sedap. Namun, surat edaran yang dilayangkan tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah kecamatan. Seperti di Kecamatan Selong, surat edaran tersebut sama sekali tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah kecamatan dengan menginformasikannya ke pemerintah desa hingga ke masyarakat. “Kemarin saya cek ke Camat Selong, dia tindaklanjuti surat itu ke desa maupun lingkungan. Ini tentu sangat kita sayangkan,” ujarnya. Dalam pengangkutan sampah pascalebaran yang mengalami peningkatan cukup signifikan, jumlah armada yang dikerahkan sebanyak 11 unit pengangkut sampah roda empat serta ditambah 22 roda tiga. Pengangkutan dilakukan secara ekstra, karena dua hari libur terjadi penumpukan sampah yang cukup luar biasa. Selain itu, sambungnya, sampah-sampah tersebut secepatnya harus dituntaskan sebelum hujan turun. (yon)

(Suara NTB/yon)

SAMPAH - Penumpukan sampah pascalebaran yang terjadi di Kecamatan Masbagik. Tampak seorang pemulung sedang mencari barang bekas untuk dijual kembali.

Tenaga Anestesi dan Rekam Medik RSUD Tanjung Masih Lowong Tanjung (Suara NTB) Dua posisi tenaga pelayanan kesehatan RSUD Tanjung, yaitu tenaga anestesi dan rekam medik hingga saat ini dipastikan masih lowong. Pasalnya dalam rekrutmen tenaga medis beberapa waktu lalu, dua posisi ini belum memiliki satu pun pelamar. Hal itu dipastikan Kabag TU RIS Tanjung, H. Zulfahrudin, kepada Suara NTB, Kamis (29/6). Diakuinya, hingga proses rekrutmen menapaki tahap akhir, manajemen RSUD masih belum akan memiliki tenaga yang lowong tersebut, meskipun RSUD sangat membutuhkan tenaga keduanya. “Hampir semua terpenuhi kecuali anestesi dan rekam medik, posisi ini lowong kare-

na tidak ada pelamar. Untuk memenuhi keduanya, nanti mungkin ada kebijakan pimpinan usai dikonsultasikan dulu ke Pemda,” kata Zulfahrudin. Adapun proses rekrutmen tenaga pelayanan medis RSUD, hingga saat ini masih dilakukan entri data pascates kompetensi bidang. Dengan berakhirnya tes tersebut maka tahap tes terakhir yang dilalui menyisakan tes

wawancara. “Tes kompetensi bidang sudah selesai, nanti setelah libur lebaran diumumkan,” imbuhnya. Zulfahrudin menggambarkan seleksi pelamar sejak awal diikuti oleh 1.800 peserta. Dari angka itu dikerucutkan menjadi 600-an peserta. Hingga memasuki tes kompetensi bidang tersisa 250-an. Setelah tes kompetensi bidang ini selesai, hasilnya

digambarkan ada 50 orang peserta gugur, sehingga untuk mencapai jumlah final 167 orang yang dibutuhkan, akan terseleksi kembali pada tes wawancara. Menurut Kabag TU RSUD, seleksi tahap akhir para pelamar RSUD ditargetkan rampung pada bulan Juli mendatang untuk selanjutnya sebanyak 167 orang yang diterima akan diberikan SK Kontrak. “Targetnya bulan Juli selesai, sehingga bulan Agustus kita sudah mulai orientasi. Dari seluruh pelamar ada pelamar baru dan ada juga yang berstatus mengabdi,” jelasnya. Ia menambahkan dari 167

posisi yang disiapkan, dominannya di tenaga medis yakni perawat dan bidan. Untuk perawat, dibagi dua katagori yaitu Ners, dengan kebutuhkan 40 orang dan Perawat DIII sebanyak 23 orang. Sementara Bidan dibutuhkan sekitar 11 orang, dan tenaga lain-lain seperti analis dan teknik masing-masing 1 sampai 2 orang. Para pegawai kontrak ini nantinya akan ditempatkan untuk mendukung pelayanan di Gedung baru RSUD (Gedung B, D dan E). Setidaknya untuk saat ini, Gedung RSUD itu masih dalam masa pemeliharaan pelaksana kegiatan. (ari)

Desa Sekaroh Menanti Keseriusan Investasi Selong (Suara NTB) Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru adalah salah satu desa di ujung Selatan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang memiliki segudang potensi. Sederetan pantai-pantai yang indah ini diketahui sudah banyak diincar oleh investor. Bahkan sudah ada kaveling-kaveling kawasan. Desa Sekaroh ini pun menanti dan mempertanyakan keseriusan investasi dari para investor-investor tersebut. Kepala Desa Sekaroh, H. M. Mansur kepada Suara NTB, Kamis (29/6) menyebutkan pantai-pantai yang ada di desanya antara lain, Pantai Segui, Pantai Pink, Tanjung Ringgit, Temeak, Lemerang, Penyisok atau Sumbur Sembilan, Terete, Ujung Bolong, Tampah Galuh, Gili Cina dan lainnya. “Semuanya berpasir putih,” ucapnya. Sementara investor yang sudah masuk antara lain PT Palamarta, PT Lombok Saka, PT Tanah Ulfa, PT Ocean Blue Resort Indonesia (OBRI), PT Eco Solution Lombok (ESL), PT Pink dan lainnya. Sementara yang dinilai sudah mulai menunjukkan keseriusan adalah Lombok Saka dan PT Pink. Sementara lainnya masih dipertanyakan apakah benar-benar merealisasikan investasi atau tidak. “Atas nama desa kita turut mempertanyakan,” ujarnya. Pihaknya mengharapkan, investasi di atas lahan-lahan yang sudah dipatok-patok itu segera dimulai. Terpenting katanya,

(Suara NTB/rus)

PANTAI TELONE - Pantai Telone yang ada di Desa Sekaroh merupakan salah satu potensi besar untuk dikembangkan. Keseriusan investor mengembangkan kawasan ini masih dipertanyakan. ketika merealisasikan investasi melibatkan masyarakat sekitar dan menggunakan tenagatenaga kerja yang ada di lingkup Desa Sekaroh. Diterangkan, desa dengan luas kawasan 5.100,2 hektar, sepanjang 15 km dari ujung utara sampai ke selatan dan 13 km dari ujung timur ke barat ini dihuni oleh 1.670 Kepala Keluarga (KK). Selain itu, ungkapnya, angka kemiskinan di Desa

Sekaroh disebut masih cukup tinggi. Persentase kemiskinan ini bahkan disebut mencapai 80 persen. Lebih banyak yang berada pada garis kemiskinan dibandingkan dengan yang mapan kehidupannya. Diakuinya, banyak ternak seperti kerbau berkeliaran di sepanjang lahan-lahan kosong yang ada di wilayah Desa Sekaroh ini. Namun, ternak-ternak tersebut milik orang lain. Warga Sekaroh hanya diper-

Jelang APBD Perubahan 2017

Komisi III Minta SKPD Percepat Eksekusi Anggaran Tanjung (Suara NTB) Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang menbidangi Pembangunan, Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan meminta agar semua SKPD mempercepat pelaksanaan eksekusi anggaran yang bersumber dari APBD murni 2017. Mengingat pembahasan APBD Perubahan akan dilakukan pada awal Agustus 2017, maka persentase ideal realisasi anggaran sewajarnya di atas 50 persen. “Agustus minggu pertama kita sudah membahas APBD Perubahan, sehingga bulan Juli agar semua paket kegiatan APBD murni 2017 sudah tuntas dilelang. Minimal bulan Juli itu 80 persen anggaran dari APBD murni untuk semua kegiatan sudah terlaksana,” tegas Ketua Komisi III DPRD KLU, Narsudin, S.HI., kepada Suara NTB, Kamis (29/6). Menurut pria yang berasal dari partai yang sama dengan Wakil Bupati ini, seluruh paket kegiatan baik dalam bentuk PL, tender, maupun kegia-

tan yang diserahkan ke masyarakat serta bansos/ hibah, agar dipercepat. Pihaknya tidak ingin legislatif kembali disodori angka-angka yang sejatinya harus sudah terlaksana pada APBD berjalan. Salah satu contoh kata dia, paket kegiatan untuk rumah tidak layak huni dan program wira usaha baru, sedapat mungkin dilaksanakan kepada kelompok masyarakat yang terverifikasi. Dengan demikian, baik eksekutif dan legislatif akan dapat menyesuaikan besaran anggaran kedua program tersebut pada APBD perubahan untuk alokasi tertentu yang dibutuhkan masyarakat. “Ancaman bahwa akan ada anggaran tak tereksekusi, maka soal keterlambatan harus dipertegas oleh pemegang kebijakan agar menekan SKPD untuk melaksanakan. Kegiatan fisik Bansos rumah tidak layak huni, wira usaha baru belum bisa realisasi, ini ada apa,” tanyanya. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lombok Utara ini men-

yayangkan apabila realisasi anggaran pada APBD murni masih rendah. Keterlambatan para Kepala Dinas dalam melaksanakan program akan berdampak pada perencanaan anggaran berikutnya. Dampak langsung lain yang timbul, masyarakat tidak secara maksimal.menerima manfaat dari program yang disepakati pemerintah dan DPRD. Untuk itu pula, ia mengisyaratkan akan mendorong agar lembaga legislatif Lombok Utara maksimal mengawal kinerja pemerintah. Representasi yang dimaksud Nasrudin, bahwa rekomendasi BPK yang disampaikan ke Pemerintah KLU harus dibahas secara kelembagaan. “Senin depan saya dorong untuk rapat internal DPRD dalam rangka mengkaji hasil audit BPK. Temuan apa saja yang ada agar diselesaikan. Walaupun sudah WTP, tapi perbaikan ke depan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tandasnya. (ari)

caya untuk memeliharanya. Salah satu Dusun di Sekaroh yang berada di pinggir pantai adalah, Dusun Telone. Dusun yang berjarak 6 km dari kantor Desa Sekaroh ini merupakan salah satu dusun yang memiliki potensi kekayaan alam yang cukup besar. Besarnya potensi alam di Dusun Telone ini hanya sebagian kecil saja yang bisa menikmati. Potensi keindahan alam yang mengundang investor sep-

erti PT Pink yang diketahui sudah mulai membangun sejumlah fasilitas. Potensi lainnya, lobster dan perikanan lainnya. Apalagi Kampung Telone memang menjadi salah satu kampung di Desa Sekaroh yang berada jauh dari perkotaan. Jalan menuju perkampungan ini masih berbatu dan berdebu. Saat hujan datang, dipastikan banyak yang tidak bisa lewat karena jalanan yang berlumpur. (rus)

Verifikasi Faktual Calon Perorangan Lewat Metode Sensus Selong (Suara NTB) Verifikasi faktual calon perorangan dijadwalkan lebih awal dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, verifikasi faktual foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dari para pendukung ini akan dilakukan dengan metode sensus. Menurut Ketua KPU Lotim, Muhammad Saleh, tahapan dari pemenuhan persyaratan calon perorangan dijadwalkan mulai Desember 2017 ini dan verifikasi faktualnya Januari 2018 mendatang. Sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dari permohonan judicial review yang diakukan para pendukung Ahok di Jakarta, KTP pendukung calon perorangan yang diverifikasi ini tidak harus tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Di mana aturan sebelumnya menegaskan, yang diverifikasi adalah yang masuk DPT dan tidak ada dalam DPT tidak terverifikasi. Ketentuan tersebut sudah dihapus MK dan seluruh penduduk yang sudah dinyatakan berhak memilih itu berhak un-

tuk masuk daftar pendukung yang juga harus diverifikasi. Selanjutnya, menjadi prinsip juga bagi KPU, seluruh pemilih juga dharapkan bisa dimasukkan dalam Daftar Pemilih Potensial Pemilu (DP4). Kepada pemilih pemula diingatkan agar semua masuk DP4 yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipill (Dukcapil). Adapun metode sensus dalam proses verifikasi faktual calon perorangan ini dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga satu per satu oleh petugas yang sudah ditunjuk hingga ke tingkat desa. Metode sensus ini dinilai cukup efektif, karena bisa mengecek langsung keberadaan pemilih di tingkat bawah. ‘‘Batasan waktu proses verifikasi di lapangan ini cukup singkat, yakni hanya 14 hari atau dua pekan,‘‘ ujarnya. Ditambahkan, metode verifikasi faktual secara sensus ini juga diwancanakan juga dilakukan ke partai-partai politik. Syarat 10 persen yang diharuskan untuk mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur harus benarbenar sesuai. (rus)

Amaq Zaenal

Sang Pemanjat 100 Pohon Kelapa Per Hari AMAQ Zaenal alias Sapiah dikenal dengan panggilan si pemanjat kelapa. Sebutan itu karena keseharian dari pria paruh baya ini bekerja sebagai pemanjat kelapa. Memanjat pohon kelapa ini adalah mata pencahariannya yang digelutinya sejak puluhan tahun silam. Kini jam terbang memanjat kelapa tidak saja di di Kampungnya Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji. Namun sudah melanglang buana ke sejumlah daerah hingga ke Malaysia. Alasan tidak ada penghasilan yang baik di negeri Jiran tersebut, ia lebih memilih kembali ke kampung halamannya. Sapiah pun kini bolak balik ke Pulau Sumbawa untuk mengambil memanjat kelapa.

Dalam sehari ia bisa memanjat pohon setinggi 20-40 meter itu sebanyak 60-100 pohon. “Saat muda dulu saya bisa sehari sampai 100 pohon,” tuturnya kepada Suara NTB, Kamis (29/6). Memanjat kelapa diakui penuh risiko. Akan tetapi tidak adanya pekerjaan lain yang ia bisa membuatnya tetap bertahan. Bahkan kini dia telah berhasil mendidik anak-anaknya untuk ikut sebagai tukang panjat kepala. Upah yang didapat katanya tergantung seberapa kuatnya ia menanjaki pohon-pohon kelapa untuk diambil buahnya. Semakin banyak, katanya semakin besar pula upah yang didapat. Hitungannya satu pohon dihar-

gai Rp 5 ribu. Ketika bisa ditaklukkan 20 pohon, maka sudah Rp 100 ribu di tangan. Upah Rp 5 ribu per pohon tetap disyukurinya. Asalkan setelah selesai memanjat, ia dikasih upah langsung. Selama ini, acap kali si pemilik pohon kelapa tidak langsung memberikan upah. Ia pun terkadang hanya dikasih upah makan. Menjadi tukang panjat pohon tak beranting itu katanya awalnya sangat susah dilakoni. Tuntutan ekonomi keluarga membuatnya memberanikan diri untuk menantang maut memanjat pohon-pohon tinggi tersebut hingga berkali-kali. JIka kondisi tubuh sedang bagus, dalam sehari bisa memanjat puluhan pohon. Tugas

memanjat pohon kelapa ini ditugasi pemilik tak hanya mengambil buah kelapa, namun harus pula memangkas daundaun kelapa agar buahnya semakin banyak. Sang anak, Zaenal yang turut mengikuti jejak ayahnya mengaku menekuni kehidupan sebagai pemanjat kelapa itu karena tidak ada pekerjaan lain. Lulusan SMA ini pun turut mengikuti langkah sang ayah ke Sumbawa. Sudah pasti jauh dari keluarga hingga beberapa pekan lamanya. Besar keinginannya ia tidak selamanya menjadi tukang panjat kelapa. Pengakuannya, tidak selamanya fisik akan kuat bertahan memanjat pohon kelapa yang tinggi. (rus)

(Suara NTB/rus)

MEMANJAT - Amaq Zaenal memanjat salah satu pohon kelapa. Dalam sehari, jika banyak pesanan Amaq Zaenal bisa memanjat hingga 100 pohon kelapa.


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

Halaman 5

Terbanyak di Sekotong

36 Ribu Lebih KK di Lobar Tinggal di Rumah Kumuh

SATUAN Reskrim Polres Lombok Tengah (Loteng) saat ini tengah menyelidiki secara intensif sejumlah masuk kriminal yang terjadi di wilayah ini. Terutama beberapa kasus yang melibatkan anak-anak dan remaja. Pasalnya, ada indikasi para anak-anak hanya dijadikan alat oleh pelaku kejahatan yang sesungguhnya. ‘’Kita melihat ada modus kejahatan dengan memanfaatkan anak-anak sebagai eksekutor oleh pelaku kejahatan yang sebenarnya di beberapa kasus kriminal yang sedang ditangani saat ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, kepada Suara NTB, Kamis (29/6). Pihaknya menduga para pelaku kejahatan sengaja menggunakan anak-anak, karena dari sisi hukum anak-anak agak sulit dijerat dengan aturan hukum pada umumnya. Apalagi pelaku kejahatan yang masih anak-anak ada aturan-aturan khusus yang mengaturnya. “Anak-anak juga masih lugu dan polos.Hal itulah yang cenderung dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan,” sebutnya. Untuk itu, pihaknya berharapa kepada para orang tua yang memiliki anak supaya lebih waspada dengan lebih memperketat pengawasan dan kontrol terhada aktivitas anak. Terutama jika anak tersebut bergaul dengan orang yang lebih dewasa. Jangan sampai kemudian, justru dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk melakukan aksi kejahatan. “Di beberapa kasus peredaran narkoba, sudah ada yang kita temukan modus kejahatan dengan memanfaatkan anakanak. Di mana anak-anak terkadang dijadikan umpan atau kurir untuk mengantar narkoba kepada konsumen atau pengedar lainnya,’’ ujarnya mencontohkan. Di satu sisi, aparat kepolisian tidak bisa serta merta langsung menjerat anak-anak dengan aturan hukum yang ada. Tapi harus menggunakan aturan hukum khusus dan sanksi hukumnya lebih banyak berupa pembinaan dan tidak berupa penindakan hukum seperti saksi bagi pelaku kejahatan yang sudah dewasa. (kir)

(Suara NTB/dok)

Waspada Modus Kejahatan

Giri Menang (Suara NTB) – Berdasarkan hasil pendataan Dinas Sosial (Disos) Lombok Barat (Lobar) terdapat 36.911 keluarga tinggal di rumah kumuh alias gubuk reot. Jumlah paling banyak ada di wilayah Sekotong dengan jumlah 7 ribu lebih dan Narmada 5 ribu lebih. Data ini diperoleh dari hasil pendataan di lapangan oleh petugas Disos, tagana, TKSK dan petugas pendamping lainnya. “Data jumlah keluarga berumah tak layak huni sebanyak 36.911 keluarga. Data ini hasil pendataan di lapangan oleh petugas di bawah,” ungkap Kepala Disos Lobar l Hj. Made Ambarwati kepada wartawan belum lama ini. Mantan Dirut Rumah Sakit Tripat ini, menyebut, di Kecamatan Sekotong jumlah rumah kumuh paling banyak mencapai 7.543, Kecamatan Narmada sebanyak 5.871,

Lingsar sebanyak 4.149 unit, Gerung 4.144 unit, Lembar 3.640, Labuapi 3.384, Kediri 2.942, Gunungsari 2.552, Kuripan 1.823 dan Batulayar paling sedikit 943. Ambar menyatakan, kemungkinan dari total jumlah ini sudah tertangani sebab sesuai komitmen Dinas Perumahan dan Pemukiman bakal menangani 5 ribu unit. Tahun ini ditangani seribu lebih unit rumah kumuh, baik dari APBN,

APBD. Menyoal data ini sendiri, hasil pendataan real di bawah oleh para petugasnya. Apakah nanti pihak Dinas Perumahan kurang percaya terhadap data ini, pihaknya mempersilakan untuk mengecek langssung ke bawah. Dalam hal ini, pihaknya yakin terhadap data ini. Sebab petugasnya melakukan pendataan berdasarkan indikator, baik kondisi rumah, ekonomi warga. Di samping itu, data ini

Sampah Kepung Kota Gerung

Dinas Lingkungan Hidup Tak Bisa Berbuat Banyak Giri Menang (Suara NTB) Sampah mengepung wilayah Kota Gerung, pasalnya di sejumlah titik terjadi penumpukan sampah yang belum diangkut. Salah satunya di dekat Pasar gerung menggunung, karena beum diangkut semua. Di jalur protokol depan SMAN Gerung juga menumpuk, karena warga membuang sampah di sana. Sampah juga menumpuk di wilayah Dasan Tapen. Untuk menangani persoalan sampah ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat (Lobar) sepertinya kewalahan. Kepala DLH Lobar, H. L. Surapati mengaku pihaknya kewalahan menangani sampah di dekat Pasar Gerung, karena ketika diangkut susah. “Karena di sana dibuang bukan sampah saja, namun bongkaran bangunan, sehingga perlu Dinas PU juga turun membersihkan,” akunya belum lama ini. Dikatakan, di lokasi banyak serpihan bangunan dibuang, seperti batu bata, cor-coran hingga semen. Diakuinya, warga tidak paham, sehingga membuang sisa bangunan di jalanan. Sementara petugas tidak mampu mengangkut, karena tidak punya aat berat. ‘’TPS ini juga termasuk ilegal, karena tidak resmi,’’ ungkapnya. Sejauh ini sudah ada perda tentang sampah yang menjadi acuannya melakukan tindakan tegas. Pihaknya perlu mengurai dari hulu ke hilir, sebab belajar dari daerah berkembang seperti di Balikpapan secara kelembagaan berjalan. Di daerah ini sudah dibentuk mulai dari desa hingga kabupaten. Sedangkan dibandingkan di lobar, ketika ada penumpukan sampah justru kepala dinas ditelepon untuk mengangkat. “Padahal kepala dinas tidak mengurus sampah seperti itu, teknis seperti di daerah lain sudah membentuk UPT menangani sampah,” jelasnya. Di samping itu, ujarnya, masyarakat juga sudah paham penerapan 3R (reuse, reduce dan recycle). Sampah ini dipilah dan dipilah, kelembagaan yang mengelola sampah di desa juga sudah dibentuk dan berjalan, sehingga penanganan sampahpun terintegrasi. Polanya, kelompok masyarakat mengangkut sampah ke TPS lalu dari TPS ke kontainer, di kontainer inilah mereka bayar retribusi yang dibayar ke daerah. Pola ini, jelasnya, bakal dikembangkan di Lobar. Kedepan pihaknnya berkoordinasi dengan Dinas Pemerintahan Desa untuk membentuk payung hukum bagaimana penerapan celah dana desa dipakai untuk pembelian roda 3 dan bak sampah, sehingga penerapan pengelolaan sampah ini berjalan. (her)

dilengkapi by name by address. Namun demikian pihaknya

juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait. (her)

Puluhan Hektar Lahan Pertanian Terancam Gagal Tanam

Polres Loteng Optimis Capai Target Penanganan Kasus Korupsi Praya (Suara NTB) Polres Lombok Tengah (Loteng) ditargetkan bisa menuntaskan setidaknya dua kasus dugaan korupsi pada tahun ini. Target tersebut pun optimis bisa tercapai setelah satu kasus dugaan korupsi, yakni pengembangan dugaan korupsi Prona Desa Lajut dengan tersangka Sekretaris Desa (Sekdes) Lajut bisa sudah dituntaskan. “Ada dua kasus dugaan korupsi yang sudah masuk tahap penyidikan. Yakni dugaan korupsi ADD Desa Langko serta Prona Desa Lajut. Dan, untuk kasus Prona Desa Lajut sudah dinyatakan P21 (tuntas,red),” aku Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, kepada Suara NTB, Kamis (29/6). Untuk itu, pihaknya kini tinggal fokus untuk menuntaskan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi ADD Desa Langko. Dengan tersangka, Kades Langko. Di mana pihaknya tinggal menunggu proses audit perhitungan kerugiaan negara yang nantinya akan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTB. “Kemungkinan untuk audit oleh BPK perwakilan NTB terhadap ADD Desa Langko akan digelar bulan depan (Juli,red). Karena surat permintaan audit sudah kita layangkan jauh hari sebelumnya,” ungkapnya. Dikatakannya, audit kerugian negara penting dilakukan untuk memastikan besaran dugaan kerugian negara yang terjadi. Karena kalau untuk indikasi kerugian negara sudah ditemukan. Hasil dari perhitungan yang dilakukan oleh pihaknya. Tapi karena ini kasus korupsi, maka unsur kerugian negaranya harus terpenuhi. Dan, untuk bisa menyatakan ada kerugian negara itu harus oleh lembaga resmi yang sudah ditunjuk. Setelah melalui proses audit. “Kalau proses audit bisa cepat selesai dilakukan oleh BPK perwakilan NTB, maka untuk kasus ADD Langko juga bisa cepat kita tuntaskan,” timpal Rafles. Adapun untuk pengembangan kasus Prona Desa Lajut, pihaknya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk proses pelimpahan berkas termasuk tersangka ke jaksa, karena dari hasil petunjuk yang diberikan oleh jaksa sebelumnya, sudah bisa penuhi. “Berkas untuk kasus Prona Desa Lajut sudah dinyatakan lengkap. Tinggal dilimpahkan saja ke Jaksa,” tandasnya. Dengan tuntaskan dua kasus ini, lanjut Rafles tahun depan pihaknya bisa fokus kepada kasus yang lain. Di mana sudah ada beberapa kasus dugaan korupsi yang saat ini tengah diselidiki. Dan, pihaknya tetap berupaya memenuhi alat bukti dan keterangan pendukung. Supaya tahun depan, sudah ada kasus yang bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan. Disinggung berapa kasus dugaan korupsi yang tengah diselidiki Polres Loteng sampai sejauh ini, ia mengaku cukup banyak. Namun karena masih tahap penyelidikan, pihaknya enggan menyebutkan secara rinci kasus-kasus tersebut. “Yang jelas jumlahnya lebih dari lima kasus,” pungkasnya. (kir)

(Suara NTB/her)

RUMAH KUMUH - Warga Sekotong Lobar yang menempati rumah kumuh. Berdasarkan data Disos, keluarga yang tinggal di rumah kumuh terbanyak ada di Sekotong.

(Suara NTB/ist)

OPEN HOUSE - Open house Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dihadiri politisi, pejabat hingga rakyat biasa, Rabu (28/6).

Bupati Lobar Gelar ’’Open House’’ Giri Menang (Suara NTB) Gelaran open house usai Hari Raya Idul Fitri menjadi tradisi bagi para pejabat pemerintah, termasuk pejabat lingkup Pemkab Lombok Barat (Lobar). Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menggelar open house di Pendopo Bupati di Giri Menang, Gerung, Rabu (28/6). Tamu yang hadir pun mulai dari kalangan rakyat biasa hingga pejabat. Gelaran yang semula diagendakan pukul 10 pagi itu seakan dimulai lebih dini. Tamu undangan yang antusias bertemu bupati, sejak pukul 9 pagi sudah berdatangan. Mulai dari anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Lobar seperti Kapolres, Danlanud, para Kepala SKPD, maupun para tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa serta masyarakat umum berduyun-duyun mendatangi pendopo yang dibuka sejak pagi hingga malam hari ini. Tidak hanya itu, sejumlah politisi yang dihebohkan bakal siap bertarung dengan Fauzan Khalid dalam Pilkada 2018 mendatang pun tampak hadir. Bakal calon bupati dan wakil

bupati yang hadir diantaranya, mantan Ketua DPRD NTB H. Umar Said, anggota DPRD NTB Fraksi Hanura H. Suharto, Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Mukhlis, serta Munawir Haris dan puluhan politisi lainnya. Tidak ada ketegangan. Hanya suasana hangat penuh canda yang ada di tengahtengah mereka dan seakan mengikis ketegangan politik yang pernah ada beberapa waktu silam. Kandidat dari Partai Hanura Suharto yang dikerumuni awak media tampak sibuk menghindar. Ia enggan meladeni para pewarta yang hendak mengabadikan momen saat dirinya bersalaman dengan Bupati Fauzan. Di tempat berbeda, Sekretaris Daerah Lobar H. Moh Taufik dan Ketua DPRD Lobar Hj. Sumiatun juga menggelar acara open house di kediaman masing-masing. Berbagai jenis makanan ringan dan berat disediakan oleh tuan rumah. Selain makanan khas Lebaran seperti opor ayam, bakso dan bebalung (sop iga), makanan khas Lobar pun menjadi pilihan utama. Makanan khas Lobar Sate Bu-

layak, menjadi sajian primadona yang disajikan oleh Sekda H. Moh. Taufiq di kediamannya di Kota Mataram. Rasanya yang khas, membuat para tamu selalu ingin menambah porsi. “Ini (sate bulayak, red) memang sengaja saya pesan, karena sudah seharusnya kita memulai memakai atau menggunakan produk lokal pada saat acara-acara seperti ini maupun acara-acara yang digelar oleh pemerintah,” ungkap sekda. Di kediaman Ketua DPRD Lobar Hj. Sumiatun di Sekotong pun tampak ramai dikunjungi tamu dan masyarakat. Bersama sang suami H. Lalu Daryadi, Ketua DPRD perempuan pertama di Lobar menyambut kedatangan tamu. “Alhamdulillah banyak tamu yang datang. Halal bihalal ini untuk mempererat tali silaturahmi dan saling maaf memaafkan. Mudahmudahan segala dosa dan kesalahan kita semua diampuni oleh Allah SWT. Yang paling penting dari ini semua Ibadah Puasa Ramadhan yang sudah kita jalani diterima oleh Allah SWT,” harapnya. (her)

Potret Kaum Miskin di Sekotong

Giri Menang (Suara NTB) Puluhan hektar lahan pertanian di wilayah Narmada Lombok Barat (Lobar) terancam gagal tanam, menyusul longsor yang menimpa saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian milik petani setempat. Bahkan irigasi ini mengairi sedikitnya empat desa, yakni Peresak, Batukuta, Tanaq Beak dan Kramajaya. Irigasi yang mengalami longsor mencapai 10 meter menyebabkan air meluber tidak bisa mengalir ke lahan pertanian. Warga setempat pun terpaksa bergotong-royong untuk penanganan sementara menggunakan karung berisi pasir secara swadaya, karena khawatir pada musim tanam II ini mereka tak bisa menanam. Kepala Desa Golong, H. M. Zainuddin, SE., mengakui, wilayahnya termasuk terkena dampak longsor tersebut. “50 hektar lebih lahan pertanian di wilayah kami terancam tidak bisa bercocok tanam pada musim tanam kedua ini,” kata Zainuddin. Lebih jauh dijelaskan, kejadian longsor ini sudah terjadi Senin lalu, namun baru diketahui warga setelah curiga debet air irigasi mengalami penurunan. Warga pun mencari di mana titik yang macet, sehingga ditemukan lokasi longsor persis di Dusun Peninjauan sebelah barat PLTMH. Longsor yang disebabkan intensitas hujan ini lumayan besar, menca-

(Suara NTB/ist)

LONGSOR - Longsor saluran irigasi di Narmada. Petani di empat desa di Narmada terancam gagal tanam.

Satu Gubuk Ditempati Banyak Penghuni Kaum miskin di Lombok Barat (Lobar) perlu mendapatkan penanganan maksimal dari pemerintah. Pasalnya banyak di antara mereka yang tinggal di gubuk reot tak layak huni. Kondisi mereka diperparah, karena minimnya mata pencarian untuk menyambung hidup. KELUARGA Amaq Satiah dan Inaq Sarmah warga Dusun Telaga Lebur Kebon Desa Sekotong Tengah adalah salah satu dari sekian banyak keluarga miskin tersebut. Keluarga miskin ini, hidup di gubuk reot. Bahkan di gubuk itu ia tinggal bersama anak, menantu dan cucucucunya. Untuk menyambung hidup begitu susah, lantaran tak punya mata pencaharian. Disambangi di gubuknya beberapa hari lalu, Inaq Sarmah terlihat duduk di teras gubuknya yang reot. Wanita paruh baya penyuka sirih ini sendirian di rumah, lantaran anak dan menantunya keluar rumah. Sementara sang suami pergi ke gunung menjadi buruh. Bagi ibu empat anak ini, semua pekerjaan telah dilakoninya. Mulai dari pekerjaan ringan menjadi peternak, hingga pekerjaan berat menjadi buruh tani dan pengangkut kayu. Pekerjaan itu rela dilakukan untuk membantu suami yang tak punya pekerjaan tetap. “Beginilah kondisi kami, tinggal di rumah

(Suara NTB/her)

GUBUK REOT - Inaq Sarmah warga Telaga Lebur Kebon Sekotong tinggal di gubuk reot. Di gubuk ini, dia tinggal bersama suami, anak, menantu dan cucu. reot ini bersama-sama anak, cucu dan mantu,” tuturnya. Ia mengaku, situasi tak beruntung itu dialaminya semenjak hidup bersama sang suami yang dulunya sebagai buruh angkut. Namun seiring waktu, penebangan kayu dilarang, suaminya pun banting setir menjadi buruh serabutan, terkadang kalau musim panen menjadi buruh angkut gabah. Ia pun ikut membantu suaminya, jika suaminya menjadi tukang angkut ia sendiri menjadi tukang panen. Hasil mereka menjadi buruh pun tak seberapa, karena upah dalam sehari dihitung tergantung dari hasil panen. Bahkan terkadang dihitung 40 kilogram dalam satu

pai 10 meter ketinggian 20 meter dengan lebar 2 meter. Untuk penanganannya, ratusan warga dari empat desa sudah bergotong royong memasang tanggul sementara dari karung berisi pasir. Sebab saluran irigasi ini, jelasnya, mengairi ratusan hektar lahan di empat desa tersebut. Jika tidak ditangani segera maka petani di wilayah ini tidak bisa bercocok tanam karena tidak ada air. Talud saluran ini sudah dibangun sebelumnya, namun sudah lama sekali. Saluran ini diperuntukkan bagi masyarakat di daerah hilir. “Airnya dipakai untuk PLTMH lalu dipakai oleh petani,’’ jelas Ketua Forum Kepala Desa Narmada ini. Pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke Bupati Lobar H. Fauzan Khalid. Langkah penanganannya sudah diperintahkan ke BPBD untuk menindaklannjuti. Ia berharap agar segera dibangunkan saluran permanen sepanjang hampir 10 kilometer di beberapa desa setempat. Sebab di wilayah ini termasuk areal pertanian subur. Pihak warga juga berharap agar penanganan permanen pada APBD Perubahan ini. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. M. Najib menyatakan longsor di saluran irigasi di wilayah Peninjauan telah dikoordinasikan untuk penanganan.(her)

hari, jika dikonversi gabah. Upahnya ini tak seberapa dibandingkan dengan tanggungannya, harus menghidupi anak dan cucu. Sementara pekerjaan anaknya yang sudah menikah juga tidak jelas, bahkan ia harus menanggung menantunya. Pernah mencoba merantau ke luar negeri, namun tak beruntung. Sehingga anaknya terpaksa numpang di rumahnya. Ia sendiri miris dengan kondi rumah yang ditinggali bersama anak, cucunya lantaran sudah reot. Berukuran tak terlalu besar, gubuknya hanya berdinding bedek, atapnya dari tambalan daun rumbia dan karung robek. Kondisi lantai, dari lapisan tanah campur semen. Gubuknya pun disekat untuk ada tempat memasak. Tak terlihat ada kamar MCK, ia mengaku mandi dan buang hajat di sungai dekat kampung setempat. Lantas bagaimana dengan bantuan dari pemerintah?, diakui sejauh ini belum ada untuk program rumah kumuh. ”Raskin saja kami dapat, itupun berasnya kuning,” tuturnya. Ia berharap agar rumahnya diperhatikan pemerintah. Kadus Telaga Lebur Kebon, Mahnun mengakui kondisi warganya tersebut. Ia mengaku ada sekitar 5-10 warganya memilik rumah reot. Pihaknya sudah mengusulkan ke pemerintah untuk mendapatkan penanganan .”Kami sudah usul baik melalui pemda, pihak BUMN, mudahan direspons,” jelasnya. (her)

Soal Koalisi di Pilkada NTB

Golkar Klaim Sudah Sepakat dengan Demokrat Praya (Suara NTB) Wacana koalisi yang akan dibentuk antara Partai Golkar dengan Partai Demokrat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB tahun 2018 mendatang sudah semakin mengerucut. Bahkan, Partai Golkar mengklaim sudah ada kesepakatan dengan Partai Demokrat perihal rencana koalisi tersebut. “Sudah (ada kesepakatan, red). Tinggal bicara pada persoalan yang lebih detail dan teknis saja,” tegas Ketua DPD Partai Golkar NTB, H.M. Suhaili FT, kepada Suara NTB, Kamis (28/6). Menurutnya, masih ada beberapa hal teknis yang perlu dibahas lebih detail lagi. Dikatakannya, soal pasangan calon kepala daerah yang akan diusung menjadi pokok pembicaraan yang masih akan dituntaskan. Di mana bisa saja, Partai Golkar yang menyiapkan kandidat calon gubernurnya. Sementara Partai Demokrat menyiapkan kandidat untuk calon wakil gubernurnya. “Tapi yang jelas, pembahasan rencana koalisi ini sudah menunjukkan perkembangan yang positif,” klaim Suhaili yang juga Bupati Lombok Tengah ini. Meski demikian, lanjut mantan Ketua DPRD NTB ini menjelaskan, Partai Golkar tidak berhenti untuk menjalin komunikasi dengan Partai Demokrat. Komunikasi dengan partai politik yang lain juga masih terus dibangun oleh Partai Golkar. Bahkan ia mengaku sudah mengajukan lamaran sebagai calon gubernur ke sejumlah partai politik yang beberapa waktu lalu telah mulai membuka pendaftaran calon kepala daerah. Dalam hal ini, dirinya menginginkan dengan banyaknya mitra koalisi pada Pilkada NTB mendatang, bisa terwujud satu koalisi partai politik yang kuat dan mantap. “Jadi semua peluang masih terbuka lebar. Terutama dalam hal komposisi koalisi partai politik yang tengah kita bangun,” ujarnya. (kir)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

Halaman 6

Bupati KSB Akui Belum Terima Hasil Penjualan Saham Newmont Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengakui hingga kini pemerintah tiga daerah (KSB, NTB dan Sumbawa) selaku pemegang saham di PT Daerah Maju Bersaing (DMB) belum menerima hasil penjualan saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Bupati mengatakan pada pertemuan rapat umum pemegang saham (RUPS) PT DMB 21 Juli lalu, hasil penjualan saham PT NNT yang menjadi hak pemerintah tiga daerah turut dibahas. Hanya saja pembicaraan belum sampai

pada pembagiannya kepada para pemegang saham. “Kita bicarakan juga soal itu (penjualan saham Newmont, red),” terangnya kepada wartawan. Dalam pembicaraan tersebut, para pemegang saham memperoleh informasi dari manajemen

PT DMB. Di mana pembagian hasil penjualan saham yang dimiliki PT DMB di PT NNT bersama PT Multi Capital baru akan tuntas pada bulan Agustus mendatang. Menurut Bupati, saat pembagian hasil penjualan saham itu PT DMB akan

menggelar RUPS luar biasa bersama pemerintah tiga daerah. “Informasi yang kita peroleh insyaallah Agustus baru akan dibahas soal pembagiannya,” ungkapnya. Mengenai keseluruhan hasil penjualan saham tersebut, Bupati menyatakan, sebagian dananya ada yang telah dibayarkan PT Multy Daerah Bersaing (MDB) perusahaan patungan PT DMB dan PT Multi Capital yang menguasai saham PT NNT sebesar 24 persen. Dan sisanya masih be-

rada di tangan PT Multi Capital. “Sudah ada sebagian dan sisanya masih ada di Bakrie,” papar bupati tanpa merinci berapa besaran sisa penjualan saham PT NNT yang masih berada di tangan induk perusahaan PT Multi Capital tersebut. PT DMB selaku perpanjangan tangan pemerintah tiga daerah bersama PT Multi Capital menguasai 24 persen saham PT NNT melalui PT MDB. Dari 24 persen saham tersebut pemerintah tiga daerah menguasai 25

persennya dengan perhitungan pembagian 40 persen untuk NTB, 40 persen untuk KSB dan 20 persen untuk Sumbawa. Saat akuisisi saham PT NNT oleh PT Amman Mineral Indonesia (AMI) sebesar 82,2 persen, saham PT MDB termasuk di dalamnya. Bupati menjelaskan, dari kepemilikan saham 40 persen di PT DMB itu Pemda KSB akan memperoleh dana hasil penjualan sekitar Rp 469 miliar. “Untuk KSB dan Pemprov NTB seki-

tar 469 miliar,” terangnya. Meski telah menaksir berapa besaran dana yang akan diterima dari hasil penjualan saham PT NNT itu, sejauh ini Pemda KSB belum menyiapkan rencana pemanfaatannya. Bupati mengaku, pemerintah masih menunggu realisasi pembayarannya dari PT DMB kepada pemerintah tiga daerah selaku pemegang saham. “Kita tunggu saja dulu sampai Agustus karena itu informasi waktu dari DMB,” tukasnya. (bug)

Pembebasan Lahan, KSB Siapkan Rp 42 Miliar Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat saat ini sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 42 miliar di APBD-Perubahan tahun 2017 untuk pembebasan sejumlah lahan. Lahan-lahan yang akan dibebaskan tersebut pembangunan Makodim Sumbawa Barat, Mako Brimob, dan pembangunan jalan dua jalur dari simpang grand royal menuju Telaga Bertong (Tebet). Kabag Pemerintahan Setda Sumbawa Barat M. Endang Arianto S. Sos, MM kepada Suara NTB, Kamis (29/6) menyebutkan, untuk (Suara NTB/dok) pembebasan lahan MaEndang Arianto kodim, pihaknya sudah mengajukan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Sedangkan untuk Mako Brimob pihaknya juga sudah mengajukan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar.Sementara untuk pembayaran bangunan pembangunan jalan dua jalur grand royal-Telaga Bertong sudah disiapkan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar. Selain jalan prioritas tersebut, pihaknya kembali melakukan pembebasan lahan untuk penambahan ruas jalan yang akan tersebar di Sumbawa Barat. Seperti jalan Seteluk-Tobang, Simpang Tano-Simpang Seteluk, dan Batu Beleq-Telaga Baru yang mencapai angka Rp 22,9 miliar. “Total anggaran tersebut saya rasa sudah cukup untuk meng-cover lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan daerah,” ungkapnya. Disebutkannya, kaitannya dengan hal ini usulan tersebut sudah masuk ke DPRD untuk dilakukan pembahasan bersama. Sementara ditingkat TAPD anggaran tersebut sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan di APBD-P tahun 2017 ini. Sementara program untuk pembebasan lahan tersebut, saat ini sudah ada beberapa ruas jalan yang sudah dilakukan sosialisasi kepada pemilik lahan sementara sisanya akan dilakukan dalam waktu dekat ini juga. Hanya saja, dalam pembayaran lahan tersebut, pihaknya tetap menunggu keluarnya hasil penilaian harga dari tim Appraisal sebagai lembaga independen. “Setelah APBD-P ditetapkan, kita harap semua lahan tersebut sudah bebas di tahun ini juga. Sehingga bisa langsung dilakukan pembangunan terhadap sejumlah lahan yang akan dibangun ini,” tandasnya. (ils)

(Suara NTB/bug)

KENAWA - Para pengujung yang datang mengisi liburan ke pulau kenawa dan (insert) bangunan earthship yang menjadi ikon Pulau Kenawa.

Pulau Kenawa Jadi Idola Tujuan Libur Lebaran Taliwang (Suara NTB) Keindahan pulau Kenawa di desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano masih menjadi magnet bagi masyarakat untuk mengisi liburan. Seperti di musim libur lebaran tahun ini, ratusan masyarakat setiap harinya hilir mudik mendatangi salah satu pulau yang masuk dalam gugusan Gili Balu’ tersebut. Pantauan Suara NTB, selama musim libur lebaran ini sudah dibanjiri pengunjung sejak hari pertama. Masyarakat yang datang terutama mereka yang berasal dari wilayah sekitar. Selain dari desa Poto Tano sendiri, masyarakat dari kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa pun ramai datang melancong ke pulau

Kopi Arabika Makin Menjanjikan di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Selama ini kebanyakan kopi yang tumbuh di wilayah pegunungan di Sumbawa, seperti di Batulante adalah jenis robusta. Namun kini, khususnya di desa Tepal dan dusun Punik desa Batudulang mulai berkembang jenis kopi arabika. Pengembangannya cukup menjanjikan. Selain karena cepat berbuah, harga kopi ini juga tinggi di pasaran. Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sumbawa, Tarunawan S.Sos, didampingi Staf Bidang Perkebunan Heri Wahyono, kini sedang dikembangkan beberapa jenis tanaman perkebunan di Sumbawa. Seperti kopi, mente, kelapa dan tembakau. Khusus kopi diakuinya, petani lebih banyak mengembangkannya secara swadaya. Melalui sistem penyambungan silang dengan robusta dibawah arahan Puslit Pusat. Arabika jenis landung sari yang ditanam petani ini cepat berbuah, hanya butuh waktu tiga tahun. “Sekarang ini sudah tahun kelima petani menanam,”terangnya. Varian luwak arabica yang tumbuh sendiri diambil petani dan disambungkan dengan batang tanaman kopi robusta yang sudah tua. Jadi, bawahnya robusta bagian atasnya arabika. Harga arabica pun cukup menjanjikan bisa mencapai Rp50-60 ribu perkilogram. Mengingat permintaan pasar akan kopi sangat tinggi. Bahkan belum bisa terpenuhi. Berbeda dengan robusta yang harga jualnya hanya Rp2030 ribu perkilogram. “Dari pengakuan Ketua Kelompok petani kopi di Tepal, mengakui kalau permintaan akan pasar akan arabica ini belum bisa dipenuhi,”sebut Heri. Arabica dikembangkan petani baru didua daerah tersebut, karena kopi ini baru bisa tumbuh dengan bagus diatas seribu mdpl. Berbuah pada suhu udara yang lebih hangat. Bisa tumbuh dibawah 1000 mdpl, namun rentan terhadap penyakit. “Sementara ini, kami lakukan pembinaan saja. Sebab secara alami petani juga beralih ke arabika yang lebih menjanjikan. Kita sudah layangkan proposal perluasan areal arabica ke Kementan, namun belum direspons. Sebab saat ini, produksi arabika kita masih 500-600 kilogram perhektar. Sedangkan petani kita sangat antusias,” tukasnya. (arn/*)

sekitar 250 pengunjung yang hilir mudik setiap hari mendatangi pulau yang kini tengah disiapkan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu sebagai lokasi destinasi wisata bahari. “Yang lewat sini saja hampir ada 150 setiap harinya. Belum lagi dari tempat lainnya. Jadi sekitar 250 orang per hari ada,” timpalnya. Para pengunjung pun mengaku sangat puas dengan keindahan pulau Kenawa. Agustinawati, salah seorang pengunjung mengatakan, keindahan pulau Kenawa ternyata tidak kalah dengan pulau-pulau di daerah lain yang telah dikelola secara baik oleh pemerintah setempat.

Ops Ramadniya 2017

Kasus Kecelakaan Menurun, Arus Mudik-Balik Meningkat Taliwang (Suara NTB) Hasil evaluasi Operasi Ramadniya tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Polres Sumbawa Barat sampai dengan hari ke 10 beberapa kasus menonjol menurun drastis. Sebut saja untuk tahun 2016 pihaknya sudah menangani sedikitnya lima kasus kecelakaan lalu lintas (laka lalin). Dari jumlah kasus tersebut, satu orang meninggal dunia, satu luka berat dan satu luka ringan dengan total kerugian materil mencapai angkat Rp 3 Juta. Sedangkan di tahun 2017, sampai dengan hari ini (Kamis, 29/6) belum ada kasus laka lalin yang ditangani pihak Polres setempat. “Alhamdulillah sampai dengan sejauh ini, situasi di Sumbawa Barat masih sangat kondusif. Kondisi tersebut juga berdampak pada menurunnya angka laka lalin. Namun demikian, kita tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati sela-

ma perjalanan mudik,” ungkap Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kabag Operasi Kompol Edi Susanto S. Sos, Kamis (29/6). Ia menambahkan, bukan hanya kasus laka lalin saja yang menurun. Kasus kejahatan konvensional juga semakin turun drastis. Sebut saja untuk kasus Pencurian dengan pemberatan (Curat) sampai dengan hari ke 10 ini masih nihil. Berbeda dengan tahun sebelumnya (2016) ada sekitar lima kasus Curat ditangani Polres setempat. Sedangkan untuk kasus Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) sampai dengan saat ini baru ada satu kasus yang terjadi. Hal tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai tiga kasus. “Mudah-mudahan sampai berakhirnya operasi ini (Operasi Ramadniya) tidak terjadi kasus-kasus yang paling diatensi tersebut,” ungkapnya. Disisi lain, Polres Sumbawa Barat mencatat terjadi peningkatan arus mudik dan balik tahun

2017 ini apabila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu. Sebut saja jumlah kendaraan yang melintas masuk dan keluar dari Sumbawa Barat sejak hari pertama Operasi Ramadniya sampai dengan hari ke 10 tercatat kendaraan R4 dan R2 datang dan berangkat ada sekitar 27.963 unit. Sedangkan untuk jumlah penumpang baik itu yang datang maupun yang Berangkat mencapai angka 80. 941 Orang. Sementara di tahun 2016 lalu, kendaraan R4 dan R2 datang dan berangkat sekitar 28.218 kendaraan, sedangkan jumlah penumpang datang dan berangkat sekitar 78.084 orang. “Persentase kendaraan R4 dan R2 datang dan berangkat mengalami penurunan sebanyak 255 kendaraan atau sekitar 0,9 persen. Sedangkan untuk jumlah penumpang datang dan Berangkat mengalami kenaikan sebanyak 2857 penumpang atau sekitar 3,5 persen dari tahun 2016 lalu,” tandasnya. (ils)

Nama Dinas Pertanian Bakal Diubah

(Suara NTB/arn)

Tarunawan

yang berada tepat di depan pelabuhan penyeberangan Poto Tano tersebut. Alex, salah seorang warga Poto Tano mengatakan, warga yang datang mengisi libur lebaran ke pulau Kenawa tidak saja datang melalui desa Poto Tano. Tetapi juga dari desa pesisir sekitar yang mampu menjangkau pulau kenawa menggunakan sampan atau perahu. “Ada yang dari desa Sepakek bahkan banyak juga yang datang lewat Labuhan Mapin,” terangnya kepada media ini, Kamis (29/6). Ia mengaku, dibanding harihari biasa tingkat kunjungan ke pulau Kenawa meningkat drastis. Selama 4 hari terakhir ia memperkirakan tak kurang

Sumbawa Besar (Suara NTB) Kepala Dinas Pertanian Sumbawa, Tarunawan S.Sos, bakal mengusulkan perubahan nomenklatur dari nama Dinas Pertanian menjadi Dinas Pertanian dan Perkebunan. Sebab ada banyak program perkebunan yang tidak bisa diakses ke pusat, hanya karena perkebunan tidak masuk dalam nama Dinas. “Pusat berharap Perkebunan tidak hilang dari nama Dinas. Seharusnya Dinas Pertanian dan

Perkebunan. Sementara di kita saat ini, Perkebunan hanya menjadi Bidang saja di Dinas Pertanian. Inilah sedikit yang menjadi persoalan dikita sedikit. Kita revisi nanti, maka kita bisa mengakses banyak sekali bantuan pusat,”terang Tarunawan saat berbincang dengan Suara NTB. Toh menurutnya, tidak ada salahnya menambah nama Dinas. Agarmemudahkannyamengakses bantuan pusat khususnya di perkebunan. Mengingat saat ini, ada cuk-

up banyak komoditi perkebunan yang bisa dikembangkan di Sumbawa. Selain kopi, ada mente, tembakau dan kelapa. Bahkan mente saat ini sudah dilakukan peremajaan mengganti tanaman yang sudah berusia tua dna tidak produktif lagi. Seperti di kecamatan Labuan Badas dan Utan. “Kita lakukan peremajaan. Sebab kita masih pertahankan pengembangan mente di Labuan Badas, Utan dan sebagian di Alas,”pungkasnya. (arn)

“Saya sudah pernah ke Belitung melihat beberapa destinasi wisata pantainya. Dan kalau dibanding-bandingkan di sini juga tidak kalah indahnya ternyata,” katanya. Salah satu yang membuatnya sangat terkesan di pulau Kenawa adalah keberadaan bangunan Earthships. Bangunan ramah lingkungan yang dibuat menggunakan barangbarang bekas ini sangat prestisius karena dikerjakan langsung oleh Michael Reynolds, arsitek asal Amerika yang mempelopori penggunaan bangunan berkonsep ramah lingkungan tersebut untuk wilayah-wilayah konservasi. “Bangunannya unik dan saya baru lihat di sini saja,”

sebut Agustinawati, warga Labuhan Mapin yang kini telah bermukim di Jakarta. Ramainya kunjungan ke pulau Kenawa membawa berkah tersendiri bagi warga desa Poto Tano. Terutama mereka yang menyewakan pelayanan penyeberangan menuju pulau. Mereka mengaku bisa meraup omset lebih banyak dari harihari biasa karena kedatangan para pengunjung meningkat hampir 10 kalinya. “Biasanya kan hanya kalau hari-hari libur saja. Tapi lebaran ini tiap hari sampai sekarang, dan kami rata-rata bisa mengangku sebanyak 5 rombongan dalam sehari,” sebut salah seorang pemilik sampan tambang. (bug)

Polisi Buru Tiga Terduga Pelaku Perampokan di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Tiga terduga pelaku perampokan di wilayah Kecamatan Utan dan Kecamatan Alas Barat sudah ditahan pihak kepolisian. Masih tersisa tiga terduga pelaku lainnya yang diduga kabur ke luar daerah. Hingga saat ini, polisi tengah berupaya memburu ketiga terduga pelaku. Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo,SIK., MT kepada wartawan, Kamis (29/6) kemarin menyampaikan, ketiga terduga pelaku sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian. Pihaknya tetap berupaya untuk melakukan pencarian dan menangkap yang bersangkutan. Dari hasil identifikasi yang dilakukan, ketiga terduga pelaku saat ini sudah tidak berada di Sumbawa. “Saat ini masih dalam pencarian. Dari hasil identifikasi kita, yang bersangkutan di luar Sumbawa. Yang jelas kemanapun tetap kita kejar,” tukas Kapolres. Terhadap ketiga terduga pelaku yang masih burun tersebut, Kapolres sudah menginstruksikan anggotanya untuk tembak ditempat. Hal ini untuk melumpuhkan apabila melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Seperti diberitakan, pihak kepolisian sudah menangkap tiga dari enam terduga pelaku perampokan karyawan SPBU Utan Kecamatan Utan dan kasus perampokan seorang petani asal Poto Tano KSB di Labuhan Mapin Kecamatan Alas Barat. Salah satu dari terduga pelaku merupakan eksekutor. Masing-masing berinisial AP alias Glen warga Kecamatan Utan, S alias S warga Kecamatan Buer dan TS alias J warga Kecamatan Utan. Dalam aksinya terduga pelaku memiliki peran berbeda-beda.

(Suara NTB/ind)

Yusuf Sutejo Adapun komplotan ini awalnya beraksi di Jalan Lintas Sumbawa-Tano, wilayah Desa Labuhan Mapin Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa pada Senin (10/4) pagi lalu. Saat itu sekitar pukul 12.40 Wita Marzuki Ismail (34) petani asal KSB dalam perjalanan pulang setelah mengambil uang di BRI Cabang Alas Barat. Terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor memepet korban dan langsung menendangnya. Korban kemudian terjatuh, dan pelaku langsung merampas tas korban yang berisi uang Rp 45 juta, handphone dan buku tabungan. Setelah aksi tersebut para kawanan rampok ini kembali beraksi pada pada Senin (15/5) lalu. Dalam hal ini korbannya I Nyoman Arjana (26), karyawan SPBU Utan. Terduga pelaku yang beraksi menggunakan topeng membacok korban di tangan dan bahunya. Mereka berhasil membawa uang korban Rp 200 juta. Dimana uang tersebut milik perusahaan korban yang hendak disetorkan ke Bank. (ind)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

Halaman 7

Rumah Kepala SDN 23 Woja di Buna Hangus Terbakar Dompu (Suara NTB) Rumah milik kepala SDN 23 Woja, H. Anwar, S.Pd di Dusun Mada Oi U’a Desa Madaprama Kecamatan Woja rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah sekitar pukul 06.50 wita, Kamis (29/6) kemarin. Rumah yang terkunci akibat ditinggal ke Mataram oleh pemiliknya diduga akibat konsleting listrik. Kendati rumah kayu sembilan tiang ini rata dengan tanah. Beruntung cepat dipadamkan warga sekitar walaupun sudah mulai merembet ke rumah sekitarnya. H. M. Nur, warga Buna kepada Suara NTB, Kamis (29/ 6) kemarin, mengungkapkan, dugaan sementara kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik. Karena pemilik rumah sedang berada di Mataram untuk membantu

memperbaiki rumah anaknya di BTN Mataram. Sehingga rumah dalam keadaan terkunci dari luar. Akibat kebakaran ini, hanya beberapa dokumen yang berhasil diselamatkan. Sementara pakaian, dokumen – dokumen serta barang berharga lainnya hangus terbakar bersama rumah. “Yang berhasil kita selamatkan hanya beberapa dokumen. Kebetulan belum sempat terbakar dan cepat kita temukan,” kata H. M. Nur. Dikatakan H. M. Nur, pihaknya sudah menyampaikan berita kebakaran rumah kepada H. Anwar dan ia sudah pasrah. Apalagi kejadian tersebut tidak disengaja, tapi karena musibah. “Kita sudah kasih tahu. Beliau pasrah. Mungkin akan pulang Sabtu (1/7) besok,” terangnya Saat kebakaran terjadi,

Usai Lebaran, Wabup KSB Minta Pegawai Semangat Kerja Taliwang (Suara NTB) Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Fud Syaifuddin, ST kembali mengingatkan seluruh jajaran pegawai di lingkup Pemda KSB terkait hari pertama masuk kerja pasca cuti dan libur bersama lebaran, 3 Juli mendatang. Orang nomor dua di KSB ini menyatakan, pada hari pertama kerja nanti para pegawai tidak saja diharuskan masuk bekerja tetapi juga harus meningkatkan semangat kerjanya. “Tidak sekedar masuk saja, tapi juga harus dengan semangat yang lebih giat,” tegasnya kepada media ini, Kamis (29/6). Menurutnya, di hari pertama masuk kerja nanti, para pegawai harus langsung melaksanakan tugasnya. Terutama yang bekerja pada instansi pelayanan langsung kepada masyarakat agar tetap menjalankan tugas pelayanannya. “Jangan malasmalasan terutama yang di pelayanan langsung,” tandasnya. Ia meyakini, libur selama 10 hari saat lebaran ini banyak masyarakat yang tertunda urusannya di pemerintahan. Karenanya di hari pertama kerja Wabup memastikan akan ada masyarakat yang berharap dapat menyelesaikannya. “Misalnya pada pelayanan pencatatan sipil. Petugas di sana harus sigap. Jangan lagi merasa malas-malasan karena baru bekerja di hari pertama,” ujarnya. Tidak saja pada instansi pelayanan publik, Wabup yang dikenal tegas ini, juga meminta pegawai di instansi lainnya menyelesaikan pekerjaannya. Ia menyebutkan, kerja-kerja administrasi pemerintahan di seluruh dinas/instansi sangat banyak. Karenanya setelah masuk kerja ketertinggalan selama 10 hari itu dapat diselesaikan secepat mungkin. “Di pemerintahan itu tidak ada istilah tidak ada pekerjaan karena semua sistem berjalan. Nah kalau kita libur berarti ada pekerjaan yang tertunda. Makanya saya minta yang tertunda itu dikejar untuk diselesaikan,” sergahnya. Selanjutnya Wabup kembali menyampaikan, mengenai pemberian sanksi bagi pegawai yang tidak masuk kerja di hari pertama tetap akan diberlakukan. Sesuai ketentuan, setiap pegawai yang tidak masuk kerja usai libur tanpa alasan jelas akan diberikan sanksi sesuai tingkatkan pelanggarannya. “Libur lebaran ini diatur secara nasional. Dan Kemenpan sudah memberikan aturan dengan jelas termasuk sanksi bagi pegawai yang melanggarnya,” timpalnya seraya menambahkan pihaknya akan turun langsung melakukan sidak (inspeksi mendadak) di hari pertama kerja tanggal 3 Juli nanti. “Saya bersama BKD dan Inspketorat akan turun langsung ke seluruh dinas. Nanti saya yang akan pastikan setiap pegawai yang melanggar ketentuan diberi sanksi tegas,” demikian Wabup. (bug)

Reuni Lintas Angkatan SMAN 1 Kempo

Seragam Sekolah dan Apel Mengingatkan Masa Sekolah Dompu (Suara NTB) Libur lebaran Idul Fitri menjadi momen para perantau pulang kampung untuk liburan bersama keluarga dan sahabat. Momen ini juga dimanfaatkan para alumni SMAN 1 Kempo untuk bersilaturrahmi lintas alumni di sekolah tempat mereka mengenyam pendidikan tempo dulu. Berseragam putih abu, apel upacara bendera, absen oleh guru favorit di kelas, penghijauan di sekolah hingga lomba antar angkatan diadakan untuk mengenang masa – masa sekolah di bangku SMA dulu. Suasana reuni anak – anak SMAN 1 Kempo yang terlihat beda dengan kebanyakan reuni sekolah ini dilangsungkan di SMAN 1 Kempo, Kamis (29/6) kemarin. Acara ini reuni lintas angkatan ini diikuti oleh 12 angkatan lulusan SMA tahun 1994, 1995, 1996, 1997, 1998, 2001, 2003, 2004, 2009, 2014, dan angkatan lulusan tahun 2015. Qodrat, alumni angkata tahun 1996 kepada Suara NTB, mengungkapkan, gagasan menyelenggarakan reuni lintas angkatan dengan pakaian seragam SMA ini berawal dari diskusi di group angkatan. Ada harapan dari teman – teman, mengenang masa sekolah dengan suasana berbeda di sekolah. Selain untuk bersilaturrahmi, pertemuan ini juga menjadi ajang motivasi satu sama lain. “Kalau reuni di luar sekolah dengan pakaian bebas sepertinya sudah sering dilakukan selama ini. Makanya kita adakan reuni lintas angkatan di sekolah dan mengenakan seragam putih abu, bagian dari mengenang masa lalu dan saling memotivasi,” katanya. Karena ingin mengenang masa sekolah, lanjut Qodrat, pihaknya mendesain agar suasana sekolah terasa. Sehingga apel bendera seperti halnya anak sekolahan dilakukan dengan menaikan bendera merah putih dan pengarahan dari Kepala SMAN 1 Kempo. Usai upacara bendera, masing – masing angkatan melakukan penanaman pohon palem yang ditanam pot besar dan masuk ke ruang kelas untuk dilakukan absensi seperti halnya anak sekolahan. “Kita juga menyumbangkan beberapa bingkisan kepada sekolah untuk fasilitas umum seperti karpet shalat dan lainnya. Untuk kegiatan perangkatan, kita siapkan juga bingkisan sebagai hadiah,” ungkapnya. Kepala SMAN 1 Kempo, Drs. H. Muhdar mengaku, cukup terharu dengan kegiatan reuni lintas angkatan yang diadakan para mantan muridnya tersebut. Apalagi kegiatan ini terkesan mendadak dan susana yang dihadirkan seperti saat sekolahan dulu. (ula/*)

(Suara NTB/ula)

REUNI - Suasana reuni lintas angkatan SMAN 1 Kempo, Kamis (29/6) kemarin. Para alumni hadir dengan pakaian seragam SMA putih abu.

warga langsung menghubungi aparat keamanan dan pihak PLN untuk memadamkan listrik agar tidak menyebar ke rumah warga lain. Apalagi rumah di sebelahnya sudah mulai terkena impas dari kebakaran rumah H. Anwar. Sementara, dua unit mobil pemadam kebaran yang hendak menuju ke lokasi kejadian dipulangkan di tengah jalan oleh Kepala Desa, karena kebakaran berhasil dipadamkan warga secara manual dan menghindari kekecewaan warga akibat terlambat tiba di lokasi kejadian. (ula) KEBAKARAN Bekas kebakaran rumah milik H. Anwar di Dusun Mada Oi U’a Desa Madaprama, Kamis (29/6). (Suara NTB/ula)

Diduga Depresi

Terduga Pelaku Pengancaman Polisi Dilumpuhkan Dompu (Suara NTB) – AS (34) warga Dusun Saka Desa Mangge Asi Dompu diduga hendak menyerang anggota Kepolisian di pos penjagaan Polres Dompu, Rabu (28/6) sekitar pukul 00.15 dini hari. Aksi pelaku dengan menggunakan senjata api airsoftgun ini berhasil dilumpuhkan petugas penjagaan Polres Dompu. Pelaku yang diduga depresi karena persoalan keluarga ini, bahkan sempat ingin membunuh anak kandungnya sendiri.

(Suara NTB/jun)

DILUMPUHKAN - AS (35) tersangka pengancaman petugas piket Polres Dompu diamankan dan dilumpuhkan petugas, Rabu (28/6).

Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto, SIK mengungkapkan, AS datang ke pos penjagaan kemudian hendak menambarak personel yang bertugas menggunakan mobil Avanza Bernopol DR 1615 YZ. “Tersangka kemudian keluar dari mobil langsung mengumpat-ngumpat personel dan meletuskan senjata apinya ke arah petugas,” katanya kepada Suara NTB dikonfirmasi di Mapolres Dompu, Kamis (29/6). Saat meletuskan senjata, kakak kandung tersangka yang merupakan anggota Unit 1 Satnarkoba Polres Dompu, Bripka Taufik yang sebelumnya mendapat informasi dari istri AS langsung memberikan tembakan peringatan. Lantas AS mundur masuk dalam mobil dan pergi. Tetapi, tak lama setelah insiden awal ini, tersangka kembali dengan memarkir mobil di depan koperasi Pol-

res Dompu. Sehingga oleh personel yang berjaga diberikan tembakan peringatan, berikut perintah agar tersangka tiarap dalam mobilnya. Hanya saja perintah tersebut tak dihiraukan tersangka, AS malah keluar dari mobil dan melarikan diri ke arah kantor DPRD Dompu. “Pelaku dikejar sampai belakang Kantor DPRD Dompu, kemudian berhasil ditangkap dan dilumpuhkan petugas,” jelasnya. Sementara anak yang bersamanya dalam mobil itu saat ini juga sedang dalam penanganan Mapolres Dompu. Informasinya, jelas Kapolres, berdasarkan keterangan pihak keluarga malam kejadian itu tersangka datang dari Kota Bima menuju Dompu bersama satu orang anak dan istrinya. Di tengah perjalanan sang istri diturunkan dari mobil di Mata Air Madapangga Desa Ndano Kecamatan Madapangga.

Tersangka kemudian berangkat ke Dompu dengan maksud akan membunuh anak kandungnya. Mengetahui rencana bejat AS, sang istri lantas menelepon kakak iparnya (kakak kandung tersangka) yang merupakan anggota Satnarkoba. Oleh kakak kandungnya, Bripka Taufik saat itu juga langsung dilaporkan ke piket penjagaan agar personel membantu melakukan upaya pencegahan “Tapi tersangka langsung menuju Polres dan mengancam angota piket saat itu dengan senjata api,” ujarnya. Meski dikabarkan pihak keluarga bahwa tersangka dalam kondisi depresi, lanjut Kapolres, pihaknya tak akan percaya begitu saja sebelum memastikanya terlebih dahulu ke Rumah Sakit Jiawa (RSJ) Mataram. Intinya kasus pengancaman ini akan ditindaklanjuti karena membahayakan nyawa anggota kesatuanya. (jun)

Tiga Terduga Pelaku Pembunuhan Diringkus Dompu (Suara NTB) – Tiga dari delapan terduga pelaku pembunuhan Abdullah (35) di sekitar pabrik es batu Desa Jambu Kecamatan Pajo, Selasa 27 Juni kemarin diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Huu, Rabu (8/6) Pukul 15.00 Wita. Mereka berinisial Ys (25), Gv (22), dan Is (31). Sementara lima orang yang belum diketahui identitasnya masih melarikan diri. Kapolsek Huu, Ipda Rusdi, SH., melalui Paur Humas Polres Dompu Aiptu Moh Saihun mengatakan, belum diketahui pasti apa motif di balik pembunuhan tersebut. Informasinya korban dan para tersangka sempat terlibat cekcok di palang masuk kawasan wisata Soro Adu Felo Janga. “Penyebab pembunuhan masih didalami, beberapa masyarakat menyatakan di Palang Pantai Soro Adu Felo Janga sempat terjadi perselisihan antara korban dan pelaku. Diduga hal tersebut yang menyebabkan dendam antara pelaku dan korban,” katanya kepada Suara NTB saat dikonfirmasi, Kamis (29/6). Tiga tersangka yang diamankan tersebut merupakan saudara kandung. Mereka tergolong keluarga yang disegani lantaran terkenal sebagai preman di wilayah itu. Bahkan masyarakat yang berusaha dimintai keterangan pun enggan berkomentar banyak karena takut. Terungkapnya tesangka pembunuhan sadis ini, lanjut Moh Saihun, buah pantauan lapangan dan keterangan beberapa saksi dari masyarakat sekitar. Seperti halnya Burhan menuturkan, sekitar pukul 20.20 Wita saat bermain kartu di kios Dusun Bahari Desa Jala datang tersangka Gv menggunakan sepeda motor dengan

kondisi tangan penuh darah dan membawa sebilah parang. Kedatangan Gv itu untuk memberitahukan bahwa ia telah membunuh Abdullah. “Kemudian langsung mengambil motor dan pergi. Masyarakat yang ada di kios langsung bubar dan mendatangi TKP,” ujarnya. Sementara Kadus Soro Muhammad menyatakan saat duduk di depan rumah sekitar 50 meter dari jalan raya ia melihat tiga unit sepeda motor yang dikendarai beberapa orang. Sesaat setelah itu terdengar teriakan masyarakat yang menyaksikan kejadian di depan Pabrik es batu tersebut. Sedangkan Sukarto bersama istrinya melihat langsung aksi pemabocokan hingga pembunuhan yang dilakukan delapan orang ini. “Sebab rumah Sukarto ini dijadikan tempat persembuny-

ian oleh Abdullah,” jelas Saihun. Beberapa saksi lain juga menyatakan hal yang sama, sehingga menguatkan dugaan bahwa terduga pelaku pembunuhan itu ialah Ys, Gv, Is dan beberapa orang rekannya. Berbekal informasi ini, polisi langsung melakukan penangkapan para tersangka, terlebih mengamankan tempat kejadian perkara untuk mengantisipasi terjadinya gesekan antara keluarga korban dan pelaku. Aksi pembacokan itu, sebut Saihun, mengakibatkan Abdullah menderita luka robek di sekujur tubuhnya, dan meninggal tak lama setelah mendapat perawatan pihak Puskesmas Huu. “Dari delapan orang yang dicurigai itu baru tiga orang yang diamankan sehari setelah kejadian, tersangka lain masih dalam pengejaran” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/jun)

DIRINGKUS - Ys (25) Gv (22) dan Is (31) diringkus polisi lantaran diduga membunuh Abdullah (35), Rabu (28/6).

(Suara NTB/ula)

TABRAKAN - Mobil bak terbuka yang menabrak sepeda motor Yamaha RX King di jalan lintas Sumbawa Dusun Foo Mpongi Desa Bara, Kamis (29/6).

Pedagang Rempah Tabrak Pengendara Hingga Tewas Dompu (Suara NTB) Ramlin (38) warga Ragi Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima harus berurusan dengan pihak Kepolisian setelah menabrak Muliadin, warga Bara Dompu yang mengendarai sepeda motor di depannya. Ramlin diduga hilang kendali saat membawa mobil bak terbuka karena mengantuk usai mengantar pesanan rempah – rempah di pelanggannya di pasar Soriutu Manggelewa. Kejadian naas ini terjadi sekitar pukul 11.00 wita di jalan lintas Sumbawa Dusun Foo Mpongi Desa Bara Kecamatan Woja, Kamis (29/6) kemarin. Mobil bak terbuka dengan nomor polisi B 9289 UAJ warna hitam dan sepeda motor Yamaha RX King dengan nomor polisi B 6635 KOC warna hitam lis putih datang dari arah barat tujuan arah Kota Dompu. Namun Muliadin yang membawa sepeda motor dan membawa sepeda motornya dengan santai ditabrak dari belakang oleh mobil pik up hingga keluar bahu jalan di sebelah kanan. Akibatnya, Muliadin ikut terseret bersama motornya yang sudah berada di bawah kolong mobil dan mengalami luka parah di bagian kepala serta tubuhnya. Mobil yang dikendarai Ramlin juga ringsek di bagian depan dan kaca depan serta samping pecah.

Korban yang langsung dilarikan ke RSUD Dompu itu diduga sudah tidak bisa diselamatkan akibat luka pada bagian kepalanya yang diduga sampai ke otaknya. Sementara keluarga dan rekan korban yang mengetahui kejadian ini langsung mendatangi lokasi yang tidak jauh dari perkampungan warga. Warga pun sempat berusaha membakar mobil dan sempat menyiramnya dengan bensin yang dijual eceran warga. Tapi syukurnya, aparat Kepolisian dan anggota TNI cepat mengamankan lokasi dan meminta kepada warga untuk menahan diri. Apalagi kasusnya telah ditangani pihak Kepolisian. “Ini sudah kita tangani. Mohon bersabar. Jangan main hakim sendiri,” harap anggota Polisi yang turun ke TKP. Di tempat terpisah, Ramlin, mengaku sebelum kejadian, ia merasa ngantuk usai mengantarkan pesanan rempah – rempah di pasar Soriutu Manggelewa. Tapi, sekitar jam 10 pagi, ia sempat minum obat usai dirinya mengantar pesanan yang sama langganannya di pasar Wodi Desa Bakajaya Dompu. Bripka Gd Jaya Nugroho, anggota penjagaan Polsek Woja mengakui, sopir mobil bak terbuka yang mengalami kecelakaan di Bara sudah diamankan di tahanan Polsek Woja. (ula)


POLHUKAM

SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

Halaman 8

Amankan Wisatawan

Polair Tak Segan Tembak Pelaku di Tempat Pemda Kurang Kompak DALAM delapan tahun terakhir ini, Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA, mengalami lompatan kemajuan yang cukup signifikan. Berbagai indikator pembangunan yang sudah ditetapkan dalam RPJMD relatif sudah tercapai. Penilaian tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi, SE, MM. Menurut Hadi semua pihak tidak bisa menutup mata dalam melihat capaian pembangunan yang telah ditorehkan oleh Guber(Suara NTB/ndi) nur peraih rekor muri seH. Abdul Hadi bagai Gubernur termuda itu. “Salah satunya adalah dalam aspek pembangunan manusia. IPM NTB sudah melompat dua tingkat. di bawah kepemimpinannya juga, angka kemiskinan dapat diturunkan. Pertumbuhan ekonomi juga demikian, bahkan pada tahun 2016 lalu, NTB mencatatkan dirinya sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia,” ujar Hadi. Namun demikian, meskipun secara umum telah banyak capaian yang sudah diraih, tapi ia juga memberikan catatan yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Salah satu kekurangan kepemimpinan TGB belakangan ini, yakni komunikasi daerah ke pemerintah pusat, masih dirasakan sangat kurang. “Meskipun demikian, masih ada hal yang perlu perbaikan. Seperti komunukasi politik untuk membangun secara bersama. Saya melihat selama ini hanya jalan sendiri-sendiri, tidak ada kesamaaan. Koordinasi yang kuat dan kokoh itu tidak ada. Mungkin karena latar belakang partai yang berbeda, akan tetapi ketika sudah jadi pemimpin itu, sudah jadi milik publik, jadi bukan mewakili satu kelompok saja,” sebut Ketua DPW PKS NTB itu. Begitu juga sinergisitas antara pemerintah daerah, yakni pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota. Ia melihat juga masih kurang kompak. Misalkan saja dalam hal kebijakan penurunan kemiskinan, masih tidak sama. “Padahal kepala daerahnya masih satu partai, apalagi yang partainya berbeda. Oleh karena itu kami berharap ada kesamaan, sehingga masalah dan tantangan bersama itu bisa kita tangani. Kuncinya di koordinasi, begitu juga dengan para wakil kita di pusat,” pungkasnya. (ndi)

Nuril Sebaiknya Dibebaskan JAKSA Penuntut Umum (JPU) menuntut Baiq Nuril Maknun enam bulan penjara dalam kasus dugaan pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Tim kuasa hukum menganggap tuntutan ini tak mendasar, karena secara materiil maupun formil, Ibu Nuril tidak terbukti melakukan tindak pidana yang didakwakan JPU. Secara materiil, semua unsur pasal yang didakwakan tidak terbukti berdasarkan keterangan saksi LAR, saksi HA, keterangan terdakwa, dan (Suara NTB/ars) keterangan ahli dari KemenAzis Fauzi kominfo. “Sebab keterangan yang satu dengan yang lainnya bersesuaian,” kata Azis Fauzi, SH, salah satu tim kuasa hukum Baiq Nuril, sebagaimana ringkasan nota pembelaan disampaikan pada sidang sebelumnya, Rabu (21/6) lalu. Secara formil, bukti yang diajukan JPU untuk menjerat terdakwa tidak sah karena merupakan salinan atau copy aslinya sebagai bukti primer tidak dapat ditunjukkan. Padahal, kata Azis, berdasarkan keterangan ahli dari Kemenkominfo tersebut, wajib bukti primernya ditunjukkan di depan persidangan. Ini untuk memastikan dalam bukti tersebut tidak pernah diedit atau diubah. “Bahwa berdasarkan keterangan saksi MHJ dan saksi ID di bawah sumpah, pada pokoknya menyatakan bukti rekaman yang diperdengarkan di persidangan berbeda dengan yang pernah saksi dengar sebelumnya, karena nama Landriyati dihilangkan,” paparnya. Selain itu, terhadap bukti rekaman tersebut telah batal dan tidak mengikat berdasarkan Putusan MK No. 20/PUU-XIV/2016 yang telah menentukan bahwa, rekaman baru bisa menjadi bukti yang sah jika diminta penegak hukum. Sementara dalam kasus ini, kata alumni Fakultas Hukum Universitas Mataram ini, terdakwa Nuril merekam dengan inisiatif sendiri untuk mempertahankan martabatnya. Sehingga rekaman tersebut tidak sah dijadikan alat bukti setelah ada putusan MK tersebut. Dia berkesimpulan, JPU yang menyodorkan kasus ini ke pengadilan, hanya memiliki satu alat bukti, yaitu keterangan saksi HIM. Tapi itu pun keterangan saksi HIM telah berubah tiga kali. Jadi menurut dia, patut diduga keterangannya tidak benar. Sebagaimana ketentuan Pasal 185 ayat (2) KUHAP, bahwa satu saksi saja tidak bisa menjadi dasar dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa atau diistilahkan asas unus testis nullus testis (Satu saksi bukanlah saksi). “Bahkan, juga akan bertentangan dengan asas batas minimum pembuktian yg diatur dlm Pasal 183 KUHAP,” pungkasnya. (ars)

Giri Menang (Suara NTB) – Pertengahan tahun ini, NTB diprediksi ramai kunjungan wisatawan. Selain karena musim liburan, ditambah pula libur lebaran. Kepolisian tidak mau kecolongan wisatawan jadi korban kriminalitas, dan karenanya polisi akan menembak di tempat pelaku pengganggu kenyamanan wisatawan dan masyarakat. NTB memiliki daya pikat wisata perairan dengan pantai-pantainya yang indah. Contohnya, Pantai Senggigi, Lobar; Pantai Kuta, Loteng, Pantai Pink, Lotim; juga kawasan Gili Trawangan, KLU. Polda NTB mengerahkan jajarannya khususnya Polair untuk melakukan pengamanan maksimal. “Anggota siap siaga penuh dilengkapi senjata lengkap terhadap tindak pidana yang terjadi di perairan, pelabuhan atapun di sepanjang pantai di NTB,” ujar Kasatrolda Dipolair Polda NTB, AKBP Dewa Wijaya, ditemui Suara NTB, Kamis (29/6). Ia menegaskan, kesiagaan itu adalah bagian dari antisipasi pihaknya terhadap teror terhadap polisi yang belakangan terjadi. Selain itu, pola pengamanan itu juga untuk memaksimalkan penanganan tindak pidana yang sewaktu-

waktu dapat terjadi. “Bagi pelaku yang membahayakan nyawa anggota dan masyarakat, maka kami Polair tidak segan untuk melaksanakan instruksi tembak di tempat,” tegas Dewa. “Instruksi itu dalam rangka anggota membela diri dan juga menjaga keselamatan masyarakat,” imbuh dia. Tak terkecuali terhadap pelaku yang membahayakan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Dewa menyebutkan, dalam rangka pengamanan rutin itu telah dikerahkan sembilan unit kapal polisi yang tersebar mulai dari Lembar, Senggigi, Teluk Nara, Kayangan, Pantai Pink, hingga Bima. Di antaranya kapal polisi jenis C2 dan C3, rubber boat, sea rider untuk keperluan SAR, dan kendaraan amfibi Quadski. Sementara pasukan

yang dikerahkan mencapai 80 personel. “Khusus untuk liburan lebaran topat ini, kami

Pilkada 2018

Bangun Koalisi, Golkar Dekati PPP Mataram (Suara NTB) Partai Golkar mengaku mulai cukup gencar membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai untuk menjajaki peluang koalisi dalam menghadapi pilkada serentak 2018 di Provinsi NTB. Kini Golkar dikabarkan cukup intens melakukan komunikasi dengan salah satu partai anggota koalisi poros tengah yakni PPP. Komunikasi dengan PPP itu, diakui oleh Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH. MH, ketika dikonfirmasi Suara NTB. Menurut Baiq Isvie, PPP salah satu partai yang sangat mungkin akan berkoalisi dengan partai Golkar saat ini. Dari sejumlah komunikasi yang dilakukan para petinggi kedua partai belakangan ini, sudah menemukan titik terang, “Golkar hampir klop dengan Demokrat, sekarang dengan PPP juga sama, Meskipun yang paling utama itu dengan Demokrat,” kata Ketua DPRD NTB itu. Ditanya sudah sampai sejauh mana pembicaraan par-

(Suara NTB/ndi)

JAJAKI KOALISI - Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda foto bersama dengan Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah, baru-baru ini. Kedua partai sedang menjajaki koalisi untuk mengusung calon pada Pilkada NTB 2018. tai Golkar dengan Demokrat dan PPP. Apakah sudah sampai tahap penetapan pasangan bakal calon yang akan diusung. Isvie enggan membeberkannya. Namun yang jelas Suhaili tetap dalam posisi sebagai bakal calon Gubernur NTB. Sementara untuk wakilnya akan dibahas bersama partai koalisi. “Insya Allah koalisi ini akan klop, kita rencananya akan deklarasi bulan Juli ini, termasuk dengan calon Bu-

pati/Wali Kota di tiga Kabupaten/Kota ini Insya Allah, didoakan saja ya,” ucapnya. Sementara itu, Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah, M.Pd yang dikonfirmasi terkait klaim partai Golkar itu, juga tak menampiknya. Ia mengakui bahwa partainya sudah menjalin komunikasi cukup intensif dengan Golkar. Hanya saja Ketua Komisi V DPRD NTB itu enggan juga membocorkan isi pembicaraannya dengan Golkar. (ndi)

Pilkada NTB 2018

Berkoalisi, Nasdem Pasang Posisi Tawar Tinggi Mataram (Suara NTB) Meskipun memiliki jumlah kursi paling kecil, hanya tiga buah. Bukan membuat Partai Nasdem memiliki posisi tawar rendah. Nasdem tetap akan memasang posisi tawar tinggi dalam proses membangun koalisi dengan partai lainnya. Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPW Partai Nasdem NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si saat dikonfirmasi baru-baru ini di kediamannya. “Kita akan ajukan penawaran, kita akan saling tawar-menawar sampai ketemu. Jadi tidak usah resah dan khawatir, kita tidak akan ketinggalan kereta,” ujarnya. Dengan posisi Amin yang saat ini sebagai Wakil Gubernur NTB, tentu dari sisi kefigurannya ia memiliki modal politik lebih unggul dari kandidat lainnya. Namun karena jumlah kursi Nasdem sangat kecil, banyak pihak menghawatirkan langkah Amin untuk mencalonkan diri rawan kandas. Amin tetap berkeyakinan bah-

wa partainya tidak akan ketinggalan kereta. Dirinya juga memastikan bahwa ia bisa lolos untuk kembali mencalonkan diri di Pilkada serentak 2018 nanti. “Orang kan menggunakan hasil survei, termasuk kita juga. Nah sampai saat ini kan masih cair saja, belum ada yang sudah jadi calon, ayo saya tanya siapa yang sudah. Oleh karena itu peluang untuk berkoalisi itu masih terbuka,” ucapnya menjawab pertanyaan awak media. Keyakinan Amin tersebut makin kuat, karena diketahui bahwa tidak ada satupun partai yang bisa mengusung bakal calon sendiri tanpa berkoalisi. “Oleh karena itu, nanti pada saat yang tepat kita pasti akan umumkan. Kalau sekarang saya masih konsentrasi bekerja dulu, kalau terlalu dini, nanti bisa terpecahpecah. Jadi itu

Bareskrim Sidik Tersangka Penyelundup 19 Ribu Benih Lobster Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 19 ribu benih lobster digagalkan penyelundupannya, Rabu lalu. Kasus yang diungkap di Lombok International Airport (LIA) itu ditangani Mabes Polri, diduga melibatkan jaringan nasional. Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian, dan Informasi Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Mataram, Farhan, mengatakan tersangka MS (46) masih dalam pemeriksaan. “Tersangka disidik Bareskrim (Badan Reserse Kriminal Mabes Polri),” ungkapnya dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (29/6). Ia menambahkan, tersangka MS

(Suara NTB/why)

PATROLI - Kasatrolda Polda NTB, Dewa Wijaya bersama anggotanya menjajal Sea Rider berpatroli di kawasan Pantai Senggigi, Lombok Barat, Kamis (29/6).

yang berasal dari Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Loteng akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mabes Polri. “Rencananya akan dibawa ke Jakarta,” terangnya. Pengembangan Bareskrim itu mengindikasikan kasus itu berkenaan dengan jaringan besar. Tak hanya berdiri sendiri dengan menjerat MS seorang. “Masih digali informasi dari tersangka. Nanti dari sana dikembangkan lagi,” tandasnya. Tersangka MS dipergoki petugas keamanan bandara LIA, Rabu (28/6) pagi sekitar pukul 06.30 Wita saat melalui pintu Xray. Koper bawaannya terdeteksi dipakai untuk menyimpan benih lobster sebanyak 19 ribu ekor. Benih lobster itu disimpan di dalam 10 plastik ber-

lapis spons. Masing-masing plastik berisi seribu ekor benih. Tersangka diupah Rp 500 ribu untuk mengantarkan koper yang diduga milik orang lain berinisial AG. Tersangka akan berangkat dari Lombok via Surabaya ke Batam menggunakan Lion Air nomor penerbangan JT 823Q. Sementara Kasubdit IV Tipider Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie mengungkapkan, pihaknya mengasistensi pengungkapan kasus itu. “Ditangani PPNS Balai Karantina Ikan Mataram,” ujarnya dikonfirmasi terpisah. Namun untuk memaksimalkan penanganan, kasus itu disidik Bareskrim Mabes Polri. (why)

jawaban saya menjawab rasa penasaran para pengurus dan kader,” ujarnya. Agenda paling dekat yang tengah dilakukan oleh Amin saat ini, yakni memperkuat soliditas internal partai untuk menghadapi Pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019. Salah satunya dengan meningkatkan sumber saya manusia partai. “Kita perkuat infrastruktur politik sehingga nanti mampu bersaing. Kita tingkatkan kesolidan dan kekompakan, apalagi mau menghadapi pilkada. Insya Allah kita akan resmikan kantor baru dan mengukuhkan pengurus DPD Kabupten/ Kota,” pungkasnya. (ndi)

mengimbau masyarakat untuk lebih memerhatikan anaknya yang berenang. Apabila lalai dikhawatirkan men-

jadi korban tenggelam mengingat gelombang mulai siang hingga sore agak tinggi,” tandasnya. (why)

Kapolda Nilai Kesadaran Hukum Warga Bima Meningkat Mataram (Suara NTB) – Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli menyebut masyarakat Bima mulai patuh hukum. Masalah diselesaikan lewat jalur semestinya, bukan main hakim sendiri. Hal itu diungkapkannya saat halal bihalal di Mapolres Bima Kota, Kamis (29/6). Menurut dia yang sudah 4 bulan 12 hari bertugas di NTB, ada arah perubahan perbaikan SDM. Ungkapan itu tak lepas dari tindakan Hermansyah, warga Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, yang menyerahkan anggota keluarganya sendiri, AD alias BL (25). “Keluarganya itu diduga melakukan penganiayaan terhadap warga lain. Warga tidak main sendiri, tapi dengan kesadaran hukum mengantarkan pelaku ke polisi,” terangnya. AD disangka menganiaya Wahyudin alias Ganja (24), petani Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Bima. Atas peristiwa penganiayaan itu, dua desa hampir bentrok. Pelaku AD dibawa ke

Mapolres Bima Kota melalui pegunungan dan lembah So Mpada, Kecamatan Lambu untuk menghindari amuk massa. Atas kerendahan hati Hermansyah itu, masyarakat dua desa urung saling serang. “Tidak ada main hakim sendiri. Ini yang saya apresiasi bahwa kualitas SDM sudah meningkat,” tegasnya. Kapolda menyebutkan, ada beberapa kriteria suatu daerah dapat dikatakan patuh hukum. Di antaranya, penyelesaiakan konflik atau masalah melalui jalur yang semestinya. “Kesadaran melapor kepada polisi meningkat. Ada tersangka, tertangkap, diserahkan ke polisi. Bukan main hakim sendiri,” paparnya. Selanjutnya, yakni kooperatif saat diminta untuk menghadiri panggilan polisi sebagai saksi dalam suatu kasus. Ia mengimbau masyarakat Bima untuk mempertahankan dan meningkatkan kesadaran tersebut untuk mendukung kondusivitas daerah. (why)

(Suara NTB/ist)

PENGHARGAAN – Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli, memberikan penghargaan kepada Hermansyah, Warga Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima yang menyerahkan secara sukarela anggota keluarganya yang diduga terlibat pidana, Kamis (29/6).


SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9 (Suara NTB/lin)

PERAHU MOTOR - Puluhan perahu motor tengah bersandar di bibir Pantai Trawangan. Dermaga yang ada di Gili Trawangan tidak mampu menampung semua kapal yang datang secara bersamaan. Saat ini terjadi lonjakan jumlah kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan.

Siswa SMA Ini Promosi Wisata Melalui Vlog Mataram (Suara NTB) Adam, siswa SMAN 1 Mataram kelahiran 29 Desember 1998 ini memiliki hobi membuat video documenter dan vlog. Ia bahkan pernah mendapatkan penghargaan sebagai Best Video Tourism Promotion dari Asosiasi Perfilman Indonesia. Video-video yang dibuatnya berkaitan dengan promosi pariwisata NTB pada umumnya. “Saya memang suka membuat video dan menggunggahnya, terutama video yang berkaitan dengan pariwisata NTB,” ujarnya kepada Suara NTB, di Mataram, Kamis (29/6). Hingga saat ini sudah ada puluhan video yang dibuat oleh Adam. Ia berkeinginan untuk membuat lebih banyak lagi video yang berkaitan dengan pariwisata NTB. Sebab menurutnya pariwisata NTB saat ini tengah banyak diperbincangkan. “Saya sudah mulai membuat video sejak kelas 3 SMP, sekitar tahun 2014. Sejak saat ini saya mulai rutin membuat video-video perjalanan wisata hingga saat ini. Saya berharap melalui video yang saya buat, akan semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung,” harapnya. Selama ini ia hanya dapat mempromosikan pariwisata di Pulau Lombok saja. Ia berharap bisa mengambil gambar dan mempromosikan pariwisata di Pulau Sumbawa. Sebab selama ini ia terkendala akses dan waktu yang tidak banyak. Sebab ia juga harus melaksanakan kewajiban sebagai siswa atau bersekolah. “Kalau dikasih kesempatan, saya ingin buat video tentang promosi pariwisata NTB. Saya ingin video itu digunakan untuk promosi pariwisata secara nasional. Itu harapan saya, semoga bisa segera terwujud,” ujarnya. Siswa asal Kecamatan Ampenan Kota Mataram ini juga aktif pada kegiatan organisasi, baik di dalam maupun luar sekolah. Ia juga bergabung dalam Genpi Lombok Sumbawa dan Indonesia Student Youth Forum Sekolah. Sementara di dalam sekolah, ia ikut sebagai anggota Pramuka SMAN 1 Mataram. “Sejauh ini masih banyak belajar tentang video dan pembuatan video yang bagus. Semua video yang saya buat merupakan hasil maksimal dan saya berharap kedepannya bisa terus lebih baik lagi,” ujarnya. Ia juga mengajak pemuda NTB untuk turut serta melakukan hal demikian. Menurutnya promosi pariwisata melalui video atau audio visual merupakan hal yang efektif. Sehingga setiap orang yang melihatnya merasa ingin berkunAdam jung. (lin) (Suara NTB/ist)

Meningkat, Animo Wisatawan Lokal Berwisata Mataram (Suara NTB) Tren melakukan perjalanan wisata saat ini sudah sampai pada masyarakat lokal. Keberadaan media sosial cukup berpengaruh pada keinginan untuk berwisata. Melakukan foto bersama di berbagai destinasi tertentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang. Saat ini pergerakan wisatawan lokal yang berasal dari NTB pun semakin meningkat. “Memang sekarang ini pergerakan wisatawan domestik dan wisatawan lokal cukup tinggi. Ini karena tren berwisata sudah masuk di semua kalangan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh.Faozal, S.Sos., M.Si, di Mataram, Kamis (29/6). Ia mengatakan bahwa tren berlibur terutama pascalebaran

menjadi hal yang sudah biasa. Bukan saja wisatawan yang berasal dari luar NTB, namun juga yang berasal dari NTB. Hal ini menunjukkan minat berwisata masyarakat NTB meningkat dibandingkan tahun lalu. Di beberapa destinasi, sebagian besar pengunjung merupakan wisatawan lokal. Misalnya di Pantai Senggigi, Wisata

Pusuk, beberapa gili di kawasan Sekotong dan beberapa tempat wisata lainnya. “Ini bagus, artinya masyarakat kita sudah ada kesadaran bahwa kita ini merupakan daerah wisata. Selain menikmatinya, masyarakat juga bisa menjaganya,” kata Faozal. Ia memperkirakan pergerakan wisatawan lokal ke berb-

bagus. Saya tidak sabar untuk berkunjung ke Gili Trawangan. Itu masuk dalam daftar list tempat yang harus saya kunjungi selama di Lombok,” ujarnya. Selama berada di Kawasan Mandalika, Ichsyan tak hentinya berdecak kagum melihat panorama keindahan pantai itu. Menurutnya, pantai-pantai di kawasan itu bisa dikategorikan sebagai salah satu pantai tercantik di Indonesia. “Jadi tidak heran kalau kawasan ini menjadi perhatian khusus dari Menteri Pariwisata. Karena memang sangat bagus dan harus benar-benar ditata. Sekarang sih sudah bagus, tapi kalau bisa ditata lebih bagus lagi,” ujarnya. Berbeda dari pantai-pantai lainnya, pantai yang masuk di kawasan Mandalika ini memiliki butiran pasir yang berukuran besar-besar sehingga mirip dengan biji merica. Pasir dengan jenis seperti ini mudah ditemui terutama ketika memasuki Pantai Tanjung Aan. Dengan sedikit kreativitas, wisatawan yang berkunjung bisa mengambil sedikit pasir tersebut dan menyimpannya di dalam botol untuk sekedar kenang-kenangan. (lin)

orang. Wisatawan lokal ini berkunjung ke kawasan tiga gili dan beberapa destinasi yang ada di kawasan KLU. “Mari bersama-sama menikmati destinasi wisata kita dan bersama-sama menjaganya. Sehingga destinasi kita tetap bersih dan nyaman ketika dikunjungi oleh siapapun,” ujarnya. Diperkirakan jumlah wisatawan akan terus meningkat hingga akhir pekan. Sebab saat ini masih dalam suasana libur panjang. Sehingga masyarakat memiliki waktu lebih banyak untuk berwisata. (lin)

Destinasi Wisata Gili Lampu Penuh Sampah Selong (Suara NTB) Pantai Gili Lampu merupakan salah satu destinasi wisata favorit wisatawan lokal. Dari pantai ini juga wisatawan dapat menyeberang menuju Gili Kondo. Hanya saja, pantai ini terlihat sangat kotor. Padahal tidak sedikit wisatawan yang datang untuk menikmati waktu berliburnya bersama keluarga. “Memang begini, karena pengunjung buang sampah sembarangan. Selain itu, tidak ada petugas kebersihannya juga. tidak ada tempat sampah juga di sini. Jadi wajar banyak sampah,” kata salah seorang pengunjung, Ismi Zaida kepada Suara NTB, di Gili Lampu, Selasa (27/6). Gili Lampu sendiri merupakan destinasi wisata yang cukup populer bagi wisatawan lokal. Gili ini berada di Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Gili Lampu berasal dari kata

Gili yang berarti Pulau dan Lampu yang bisa berarti Penerang. Selama ini mungkin banyak orang membayangkan Gili Lampu itu pulau yang dipenuhi lampu-lampu. Gili Lampu sebenarnya merupakan pulau kecil dimana terdapat sebuah mercusuar tanda penerang atau rambu-rambu bagi lalu lintas laut dan hilir mudik pelayaran di sekitarnya. Konon, mercusuar itu sudah ada sejak zaman Jepang dan hingga kini kondisinya masih berfungsi. Pada malam hari, kerlip pijar lampu mercusuar dapat terlihat. “Pantai ini sudah lama memang banyak dikunjungi. Jadi, meskipun sudah banyak juga yang berkunjung ke Gili Kondo. Tapi pantai ini juga tetap ramai,” ujarnya. Di sekitar Gili Lampu, selain Gili Kondo, ada pula Gili Bidara. Gili-gili ini menjadi favorit wisatawan yang

berkunjung ke kawasan Gili Lampu. Namun banyak juga wisatawan yang takut untuk menyeberang. Sehingga satusatunya pilihan yaitu menikmati keindahan pantai dari Gili Lampu. “Banyak yang datang, tapi sayiang keindahannya berkurang karena banyak sampah. Hampir setiap pengunjung yang datang bawa makanan dan sampahnya dibuang begitu saja. Karena tempat sampahnya juga kurang,” ujarnya. Pantauan Suara NTB, hampir di sepanjang Pantai Gili Lampu terdapat sampah. Baik sampah organik maupun sampah nonorganik. Hal ini semestinya menjadi perhatian semua pihak, terutama Pemerintah Daerah. Terlebih sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan untuk mendongkrak perekonomian warga. (lin)

Berkunjung ke Kawasan Mandalika

Mataram (Suara NTB) Kawasan Mandalika menjadi salah satu destinasi prioritas di Indonesia. Bentangan pantai yang panjang dengan pasir putih yang indah selalu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tidak heran jika banyak wisatawan yang berkunjung, terlebih pada saat musim liburan. Pantai-pantai di kawasan ini juga terbilang cukup bersih dan nyaman untuk dikunjungi. “Saya sudah dua kali berkunjung ke Lombok dan sekarang saya ke Mandalika. Ke Pantai Kuta, Pantai Aan, Pantai Seger dan Bukit Merese. Sebelumnya saya hanya datang mendaki Rinjani,” kata wistawan asal Yogyakarta M.Nur Ichsyan kepada Suara NTB, di Mataram, Kamis (29/6). Ia mengatakan bahwa perjalanannya kali ini untuk menelusuri berbagai destinasi pantai yang ada di Lombok. Sebab menurutnya pantai-pantai di Pulau Lombok sangat indah dan sayang jika tidak dikunjungi. Sehigga kunjungan keduanya ini bersama beberapa rekannya khusus mencari destinasi yang banyak dilihatnya di media sosial. “Kalau lihat di medsos itu fotonya bagus-bagus. Dan setelah datang ternyata memang

agai destinasi setelah lebaran ini meningkat drastis. Apalagi masih dalam suasana libur panjang. Hal ini harus benarbenar dipersiapkan dengan baik oleh masing-masing pengelola destinasi wisata. “Pengelola harus persiapkan destinasinya dengan baik. Karena pengunjung itu bukan hanya wisatawan lokal, tapi juga wisatawan yang berasal dari daerah luar bahkan luar negeri,” ujarnya. Sebelumnya disebutkan pula perkiraan jumlah pergerakan wisatawan lokal yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara mencapai seribu

(Suara NTB/lin)

PANTAI KUTA - Wisatawan saat menikmati suasana Pantai Kuta yang ada di Kawasan Mandalika.

(Suara NTB/ist)

ZIARAH MAKAM - Warga saat ziarah makam di Pekuburan Umum Desa Pringgasela, Lombok Timur, Kamis (29/6).

Melihat Tradisi Ziarah Makam Usai Lebaran Selong (Suara NTB) Tidak hanya menjelang ramadhan, tradisi ziarah makam juga dilakukan pada hari lebaran dan setelah lebaran. Masyarakat di Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela beramai-ramai mendatangi makam kerabatnya pada hari dan setelah lebaran untuk berziarah. Hal itu dilakukan sekaligus untuk mengirimkan doa bagi kerabatnya yang telah meninggal dunia. Ini merupakan tradisi yang dilakukan sejak dulu dan masih dilestarikan hingga saat ini. “Kita sudah biasa ziarah makam pada saat lebaran. Ini seperti sebuah kewajiban, karena ziarah makam merupakan kegiatan yang diagendakan khusus pada hari lebaran,” kata salah satu peziarah makam Siti Annisa, di Pringgasela, Kamis (29/6). Selain melakukan ziarah, masyarakat juga melakukan bersih-bersih makam. Setiap orang diwajibkan untuk mencabut rumput yang tumbuh di atas makam. Sehingga makam terlihat lebih bersih. Hal ini juga berkaitan dengan keyakinan bahwa mencabut rumput di makam merupakan hal yang baik. Sehingga peziarah bisa mendapatkan

hal baik di kemudian hari. Peziarah juga tidak lupa membawa air dan bunga untuk ditabur di atas makam. Sementara air yang dibawa digunakan untuk membasuh wajah setiap peziarah agar mendapatkan berkah. “Biar berkah, tradisi bejarup (basuh wajah) di kuburan itu sudah ada sejak dulu. Apalagi jika berziarah ke makam tuan guru,” ujarnya. Terdapat ratusan orang memadati Kuburan Umum Kecamatan Pringgasela. Semuanya datang untuk memberikan salam dan mengirimkan doa kepada kerabat yang telah meninggal dunia. Peziarah mulai dari anakanak, remaja dan orang dewasa berbondong-bondong mendatangi makam untuk melestarikan tradisi yang dianggap sangat baik ini. Pasalnya nilainilai luhur dan nilai-nilai keagamaan dapat tertanam dengan mendatangi makam. Terlebih setiap orang dapat mengingat bahwa setiap yang bernyawa pasti akan dipanggil Tuhan. “Kita ajak anak-anak agar mereka bisa meneruskan tradisi baik ini. Biar mereka bisa melihat contoh apa yang dilakukan oleh leluhur sejak dulu,” ujarnya. (lin)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

Halaman 10

Pendaftaran Jalur Mandiri

Mataram (Suara NTB) Pendaftaran Jalur Mandiri Universitas Mataram (Unram) tahap kedua dibuka lagi 1 sampai dengan 8 Juli mendatang. Masyarakat diimbau untuk mendaftar di jalur mandiri dan tidak mempercayai pihak tertentu yang mengaku bisa memasukkan calon mahasiswa ke jalur SBMPTN yang sudah selesai. Wakil Rektor Unram. Oleh karena itu, Wiresapta menekankan, bagi masyarakat yang masih berminat masuk ke Unram, sebaiknya memanfaatkan jalur terakhir masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur mandiri Unram. “Silahkan bagi yang benar-benar berkeinginan, masih ada jalur mandiri,” katanya. Saat ini penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri dalam

tahap proses pedaftaran. Dengan adanya libur lebaran, pendaftaran tahap kedua dimulai lagi pada 1 Juli nanti. Sampai dengan saat berita ini ditulis, sudah ada 10.377 pendaftar yang melakukan login untuk jalur mandiri. “Sekarang sedang dalam proses, kami harapkan adik-adik yang masih mau daftar, tahap kedua, setelah lebaran, kita harapkan jangan menunggu akhir,” katanya.

(Suara NTB/ron)

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unram, Prof. Dr. Ir. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si., mengatakan sudah ada salah satu orang tua yang menanyakan kebenaran bisa masuk ke jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), padahal SBMPTN sudah usai. Ia menegaskan tidak ada jalur seperti, dan tidak mempercayai oknum yang menjual nama rektor atau

DISKUSI - Sejumlah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) berdiskusi dan mengerjakan tugas bersama di tempat yang disediakan kampus, beberapa waktu lalu. Diskusi informal di tingkat mahasiswa penting dilakukan untuk menghidupkan iklim intelektual di perguruan tinggi.

SMA Hang Tuah 3 akan Kembangkan Ekskul Menembak Mataram (Suara NTB) SMA Hang Tuah 3 Mataram akan mengembangkan ekstrakurikuler (ekskul) menembak di tahun ajaran baru mendatang. Selain juga meningkatkan program sekolah

ivitas dan prestasi yang diraih. Muhiddin juga menekankan, berbagai pengembangan diri yang didapatkan dari ekskul mampu menguatkan pendidikan karakter siswa. “Karakter yang ada dikembangkan melalui ekskul,” pungkasnya. (ron)

Muhiddin yang sudah ada sebelumnya. Kepala SMA Hang Tuah 3 Mataram, Muhiddin, S.Pd., ditemui beberapa waktu lalu menyampaikan, program ekskul akan ditingkatkan. Di SMA Hang Tuah 3 ada banyak ekskul yang akan diperkuat. “Menembak juga akan kita kuatkan,” ungkapnya. Menurutnya, dahulu siswa yang mengikuti ekskul menembak di SMA Hang Tuah 3 pernah mewakili NTB dalam sejumlah kejuaraan. Karena itulah ekskul ini akan digiatkan lagi. “Mungkin masih langka, tapi akan kita perkuat lagi,” kata Muhiddin. Selain itu, ekskul lainnya juga akan diperkuat, seperti ekskul drumband yang selama ini menurutnya sudah eksis. Direncanakan juga akan dibuka ekskul sepeda balap. Ekskul sepeda balap ini diklaimnya tidak ada di tempat lain dan cukup langka. Termasuk berbagai ekskul lainnya yang sudah ada di SMA Hang Tuah 3 Mataram. Adanya ekstrakurikuler di sekolah dapat menjadi wadah bagi siswa dalam mengembangkan diri mereka. Selain juga membangkitkan sisi kreativitas siswa. Ia mencontohkan, pada drumband, ditanamkan mengenai keterampilan bermain. Termasuk juga menanamkan kedisiplinan dan kreativitas. Tidak kalah pentingnya, ada nilai semangat juga yang ditawarkan dari berbagai ekskul itu. Selain tentang sport-

Informasi lengkap pendaftaran jalur mandiri dapat dilihat di website pmb.unram.ac.id. Wiresapta mengatakan, pendaftaran jalur mandiri dibuka pada 5 Juni sampai dengan 22 Juni. Pendaftaran dilanjutkan pada 1 Juli sampai dengan 8 Juli. Penyelenggaraan tes dilakukan selama satu hari pada tanggal 18 Juli. Ada dua kelompok ujian saintek dan soshum. Pada jalur mandiri tidak ada kelompok ujian campuran seperti pada SBMPTN lalu. Pengumuman hasil seleksi untuk jalur mandiri dilaksanakan 26 Juli. (ron)

Lalu Wiresapta Karyadi

(Suara NTB/dok)

Pendaftar Diminta Tidak Percaya Calo


Halaman 11

SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

Timnas Futsal Indonesia Akhirnya Latihan di Mataram Mataram (Suara NTB) – Meski lokasi pertandingan sport hall GOR 17 Desember Turide Mataram akan digunakan untuk kejurnas silat antar PPLP/PPLD, 5-9 Juli mendatang, namun hal itu tak menghalangi keinginan timnas futsal Indonesia untuk latihan di Mataram. Tim asuhan pelatih Vic Hermans itu siap menjalani latihan di Mataram, 3 Juli 2017 hingga menjelang keberangkatan di SEA Games Malaysia bulan Agustus 2017. Sekretaris Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) NTB, Agus Sukmayadi yang dikonfirma-

si Suara NTB, via ponselnya, Kamis (29/6) kemarin membenarkan informasi terkait ke-

datangan timnas futsal yang akan latihan di Mataram itu. Bahkan sang pelatih sudah

berada di Mataram. “Timnas Futsal Indonesia akan latihan di Mataram mulai tanggal 3 Juli 2017,” ucapnya. Dikatakan Agus, Pelatnas Timnas Futsal di Mataram sudah pasti digelar. Pasalnya, pelatih timnas futsal Indonesia, Vic Hermans sudah tiba di Mataram, Kamis (29/6) kemarin. Kedatangan pelatih asal Belanda itu sekaligus

melihat situasi tempat latihan sekaligus mempersiapkan segala hal teknis untuk kegiatan Pelatnas. Kabarnya pelatih asal Belanda itu akan memboyong 31 pemain untuk menjalani pemusatan latihan nasional di Mataram. Ajang Pelatnas itu juga akan digunakan untuk Seleknas timnas futsal yang dipersiapkan untuk mengikuti SEA Games di

Malaysia Agustus 2017. Informasi yang diterima Suara NTB di lokasi, rencana pelatnas timnas futsal Indonesia di NTB sempat terkendala lokasi latihan. Pasalnya lapangan futsal yang ada di sport hall GOR 17 Desember Turide Mataram yang biasa digunakan untuk latihan timnas futsal akan digunakan untuk Kejurnas Silat Antar PPLP/PPLD

tanggal 5-9 Juli mendatang. Namun hal itu ternyata tidak menjadi kendala untuk kegiatan latihan timnas. Dalam hal ini, timnas futsal Indonesia akan menggunakan Padepokan Silat untuk latihan sementara. Selanjutnya, usai kejurnas silat mereka akan menggunakan sport hall GOR 17 Desember untuk latihan taktik dan teknik. (fan)

Tarung Derajat Cari Murdani Punya Kans Besar 11 Atlet Remaja Raih Emas PON 2020

Mataram (Suara NTB) Pengurus cabang olahraga tarung derajat akan mencari 11 atlet remaja untuk dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV yang akan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), 10-21 September 2017. Demikian disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Kodrat NTB, Dedy Noor Cholish yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya, Kamis (29/6) kemarin. “Kita akan mengirim sebelas atlet di Popnas 2017,” ucapnya. Dedy yang sehari-hari bekerja sebagai staf Dispora NTB itu menjelaskan bahwa sebanyak sebelas atlet itu yang akan dipersiapkan mengikuti ajang multi event tingkat pelajar nasional itu diseleksi lewat kejurda remaja yang akan digelar di Mataram, 3-6 Agustus 2017. Sebanyak 11 atlet yang akan diseleksi oleh Kodrat NTB itu terdiri dari enam atlet putra dan lima atlet putri. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti pertandingan kelas tarung putra dan tarung putri. Diakui Dedy jumlah atlet yang dicari oleh Pengprov Kodrat NTB itu melebihi jatah yang diberikan Dispora NTB. Meski melebihi jatah, namun tidak menjadi persoalan karena pihak Kodrat NTB siap menanggulangi biaya keberangkatan atlet yang lebih dari kuota itu. “Kita dikasih jatah tujuh atlet oleh Dispora NTB, namun kita akan mengirim sebelas atlet. Kelebihan empat atlet akan ditanggung oleh cabor,” jelasnya. Ditambahkannya, untuk menjaring sebanyak 11 atlet tarung derajat remaja pihaknya bersama Dispora NTB akan menggelar Kejurda Tarung Derajat Remaja tanggal 3-6 Agustus 2017. Kejurda itu akan melibatkan semua atlet pelajar yang tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB. Kejurda nanti akan mempertandingkan sebanyak 11 kelas tarung, terdiri dari enam kelas putra dan lima kelas putri. (fan)

Atlet PPLP NTB Harus Kembali Tepat Waktu Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Dispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin mengingatkan sejumlah atlet PPLP NTB yang mudik lebaran agar kembali tepat waktu. Pasalnya sebanyak 52 atlet PPLP NTB itu harus kembali menjalani latihan terpusat guna menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV yang akan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), 10-21 September mendatang. “Kita sudah ingatkan kepada semua atlet PPLP NTB yang mudik lebaran untuk kembali tepat waktu. Mereka semua akan kembali di PPLP NTB tanggal 1 Juli,” ucapnya. Husnanidiaty Nurdin yang biasa disapa Eni mengatakan kepulangan atlet PPLP NTB selama mudik lebaran bukan untuk istirahat total. Namun selama mudik lebaran atlet juga dituntut untuk tetap latihan guna mengajaga kondisi fisik dan stamina. “Kepulangan atlet bukan untuk isterahat. Namun mereka sudah kita ingatkan untuk tetap latihan selama mudik, karena itu penting untuk menjaga kondisi fisik dan stamina atlet agar tetap dalam kondisi bugar,” jelasnya. Dijelaskannya, pihaknya sengaja mengingatkan atlet agar tetap menjaga kondisi fisik dan stamina selama mudik, pasalnya sebanyak 52 atlet PPLP NTB tengah dipersiapkan menghadapi Popnas 2017. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pihak Dispora NTB selaku pengelola PPLP NTB akan mengirim sebanyak 101 atlet di ajang multi event tingkat pelajar nasional yang akan berlangsung di Semarang, 10-21 September 2017. Sebanyak 101 atlet itu akan mengikuti 10 cabor dari 18 cabor yang dipertandingkan di Popnas 2017. Sepuluh cabor yang ajan diikuti kontingen NTB itu adalah atletik, pencak silat, voli pasir, voli Indoor, taekwondo, tinju, karate, renang, senam dan tarung derajat. Sementara 18 cabor yang akan dipertandingkan di Popnas 2017 adalah angkat besi, atletik, bola basket, bola voli indoor, bola voli pasir, bulutangkis, dayung, gulat, judo, karate, panahan, pencak silat, renang, senam (artistik, ritmik dan aerobik), sepakbola, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja, tae kwon do, tinju dan tarung derajat. (fan)

Hj. Husnanidiaty Nurdin (Suara NTB/fan)

Mataram (Suara NTB) – Emas di kelas 61 Kg putra cabor tarung derajat akan menjadi buruan atlet tarung derajat NTB, Murdani. Pasalnya atlet asal Aceh peraih medali emas di kelas tersebut tidak akan tampil di PON 2020 karena telah pensiun. “Peluang Murdani untuk menjuarai kelas 61 Kg putra semakin terbuka. Soalnya atlet peraih medali emas di kelas itu pada PON 2016 sudah pensiun,” ucap pelatih tarung derajat NTB, Abdul Khair. Menurut Abdul Khair, dengan tidak ikutnya atlet asal Aceh, peraih medali emas di kelas 61 Kg tentu membuka peluang Murdani untuk meraih medali emas di kelas tersebut. Pasalnya Murdani merupakan atlet peraih medali perak di kelas tersebut pada PON /2016. “Bila tidak ada halangan Murdani bisa memberikan sumbangsih medali emas di PON 2020,” ucap Khair. Sementara itu Murdani yang dihubungi di tempat terpisah membenarkan bila lawannya terberatnya asal Aceh itu tidak akan tampil di PON /2020. Pasalnya, usia musuh terberatnya tersebut tidak memenuhi syarat untuk ikut PON 2020. “Peraih medali emas di kelas saya sudah pensiun. Dia tidak akan tampil lagi di PON 2020, besar harapan saya untuk bisa meraih medali emas di PON/2020,” terangnya. Sebagaimana diketahui sebelumnya Murdani merupakan atlet peraih medali perak NTB di PON 2016. Kali ini dia telah kembali menjalani Pelatda Mayung 2017 untuk menghadapi PON 2020. Murdani pun optimis dapat mempersembahkan medali emas di kelas andalannya itu. (fan) (Suara NTB/fan)

LOWONGAN

RUPA- RUPA

DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.

GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130

Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya.

Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alatalat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 DIJUAL LAHAN 3ARE JL. NAGA PASA 15 CAKRA SELATAN HUB. 08123705621 TANPA PERANTARA Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

SALON

SALON

SALON

Al Beauty Salon & Spa,promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hny 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing(fc strika wjah+akupuntur prut)hny 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain,Hp: 081907050543

YUNI SALON & School Kcntikan Rmbut & Kulit Pria/Wnt, Hrg Trjangkau, Fsilitas Lngkap, Disc. 10% Khusus Pndftran Akhir Thn. Jl. Dr. Stomo No.18 Krang Baru & Jl. Gtong Ryong No.27A Ampenan. Hub. 087865155031

Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666

TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath+Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage+Lulur+fcial+Ttk Wjah+Ctok+Mskr Bdan+rtus Vagina(100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub : 0 8 7 7 6 5 8 6 0 8 8 9 / 085937064233,jl.Salak Gg II No.5, Tohpati

Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

SYAFIRA SALON MUSLIMAH Salon & Spa Menerima: Paket Pengantin, perawatan pengantin, make up wisuda, SPA, Prawatn Kutu, Totok Guasa, totok aura, V SPA, totok payudara, totok langsing Jl. Pendidikan No. 11 Mataram telp. 0370636344, 08180373677 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/ 082147428836 AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100-300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

SALON Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar.FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha


SUARA NTB

Jumat, 30 Juni 2017

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Sahmad Darmi, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Jumat, 30 Juni 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

Tim Satgas Saber Pungli Butuh Anggaran TIM Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) sudah dibentuk dari tingkat pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota. Tim ini dibentuk untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pungli yang terjadi dalam pelayanan pemerintahan pada masyarakat. Tim yang beranggotakan aparat penegak hukum dan jajaran aparatur pemerintah ini dihajatkan mampu meminimalisir pungli yang dilakukan oknum aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Meski demikian, pembentukan Tim Satgas Saber Pungli masih dibarengi dengan alokasi anggaran oleh pemerintah daerah, sehingga kinerja anggota tim yang ada di dalamnya belum maksimal. Sementara tim saber dituntut bekerja maksimal dalam menyelesaikan kasus yang menjadi temuan di lapangan. Harus diakui, Tim Satgas Saber Pungli, baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sudah menunjukkan kinerjanya. Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan oknum aparatur pemerintah, baik di tingkat desa hingga sekolah banyak diungkap oleh tim. Ini menunjukkan tim dalam bekerja sudah menunjukkan eksistensi dan keseriusannya dalam menuntaskan kasus pungli di pusat layanan pemerintah. Namun, kita tidak menginginkan, kasus yang berhasil diungkap tim satgas melalui OTT dihentikan dengan alasan tidak cukup bukti. Sementara di sisi lain, ada hal mendasar yang tidak diperhatikan dan menjadi bahan pertimbangan menghentikan kasus tersebut. Harus diakui, masyarakat memberikan harapan tinggi pada Tim Satgas Saber Pungli dalam menghentikan kasus pungli yang masih terjadi di masyarakat. Namun, jika tim tidak ditopang dengan anggaran yang maksimal, maka harapan menekan kasus pungli tidak akan pernah tercapai. Untuk itu, aparatur pemerintah daerah yang menjadi bagian dari Tim Satgas Saber Pungli harus membantu mengalokasikan anggaran ke masing-masing pemerintah daerah, sehingga tim mampu bekerja maksimal. Seperti disampaikan Ketua Tim Satgas Saber Pungli Provinsi NTB Kombes. Pol. Drs. Ismail Bafadal beberapa waktu lalu, jika kinerja tim satgas cenderung melempem akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, ketika di awal masa pembentukannya, tim saber mampu mengungkap sejumlah kasus OTT yang terjadi. Saat itu, harapan besar muncul dari tim ini akan mampu mengungkap dan menekan kasus pungli di lingkup aparatur pemerintahan. Namun, belakangan kinerjanya terus melamban dan nyaris tidak ada kasus OTT yang berhasil diungkap. Untuk itu, seperti yang diharapkan Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda NTB itu, anggaran bagi tim yang bekerja di lapangan harus didukung maksimal. Daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota harus mengalokasikan anggaran dalam bentuk hibah pada Tim Satgas Saber Pungli, sehingga dalam menjalankan tugasnya tidak terkendala dalam penggunaan anggaran. Apalagi, seperti disampaikan Inspektur pada Inspektorat Provinsi NTB Ibnu Salim, SH., MSi., ada beberapa kendala dalam penggunaan anggaran, terutama untuk kegiatan penyelidikan dan penyidikan. Terkait hal seperti ini, pemerintah harus menyederhanakan pertanggungjawaban penggunaan anggaran, karena tugas tim satgas ini berbeda dengan PNS/ASN di lapangan. Bagaimana pun tugas tim satgas ini tidak boleh melempem dan pemerintah daerah harus mendukung penuh melalui anggaran. Jika ini tidak dilakukan, maka pungli masih akan merajalela di pusat layanan pemerintah dan masyarakatlah yang akan dirugikan. (*)

OPINI

Halaman 14

Kata Maaf di Idul Fitri; Sebuah Refleksi AYA sering merenung di bulan penuh ampunan ini. Sudah pasti saya juga banyak berbuat salah, baik terhadap sesama manusia, terlebih lagi pada Sang Maha Kuasa. Baik yang disengaja, atau yang tak saya sengajakan. Dan barangkali saya sok puritan kala keluar memakai peci mengikuti acara buka bersama ke mana-mana. Sebagai seorang yang beriman tipis, saya masih banyak ragu-ragu sebab itulah mungkin laku saya selama ini banyak tak menghiraukan akan ganjaran dosa-pahala, surganeraka. Bukannya saya tak tak takut masuk neraka dan tak ingin masuk surga— seperti kaum sufi dengan keikhlasan yang purwa. Saya pun demikian takut masuk neraka dan ingin berdiam di surga. Kalau ada dosa, saya juga takut mendapat banyak dosa, tapi saya pun demikian malu menjadi seseorang yang keterlaluan menginginkan pahala. Singkatnya saya malu mengejar pahala, meminta bayaran dari Sang Maha Kuasa. Sayang, Ramadhan akan segera menjelang. Tinggal menunggu beberapa waktu idul fitri menghampiri. Secara serentak euforia keagamaan kita tampak mengerikan. Ada yang membunyikan petasan, kompoi di sepanjang jalan, kumpul bersama keluarga dan handai tolan, separuhnya sibuk menyiapkan masakan buat lebaran. Sementara suara takbir menggema ke setiap tempat. Saya juga biasanya mulai tersadar jika demikian mulianya bulan Ramadhan saat momen-momen menjelang lebaran seperti ini. Dalam moment ini segala keharmonisan tumpah-ruah. Dari sana saya biasa berjabat tangan dengan orang yang mungkin pernah menyinggung perasaan. Dengan kawan, tetangga, keluarga, atau dengan seorang wanita yang tak pernah ingin jadi kekasih kita. Meski barangkali dengan “maaf” yang tak sepenuhnya tulus. Dalam kata-kata yang tak pernah mulus. Di hari suci tersebut, kata maaf jadi lanskap yang mendominasi suasana. Seakan kata maaf jadi

Oleh:

Mohamad Baihaqi Alkawy

Pegiat Sastra dan Penelaah Pendidikan Agama Islam kalimat sakti yang bisa mengembalikan manusia kepada kosong: tanpa salah dan dosa. Tapi di lain sisi, kadang kata maaf “diobral” di mana-mana. Jangan-jangan semakin intens seseorang melapalkan diksi tersebut, semakin mudah dan ringanlah seseorang berbuat salah. Sehingga intensitas dapat mereduksi kesakralan dan kesaktian kata “maaf”. Kata maaf juga kadang dijadikan sapu jagad bagi segala kesalahan yang disengajakan terhadap orang lain. Barangkali sebab itulah mengapa dalam Qur’an tak ada perintah untuk meminta maaf, melainkan hanya memaafkan saudara kita. Di setiap laku memaafkan barangkali sesungguhnya tak mesti terlontar “maaf” dari seseoarang yang berbuat salah? Dari sana laku terbuka dan rendah hati dituntut. Memaafkan seseorang yang berbuat salah tanpa harus menunggu permohonan maaf. Sebagaimana Sang Maha Kuasa selalu memaafkan hambanya, meski dengan taubat, mengakui segala kesahalan kita terlebih dahulu. Atau mungkinsupaya kita rendah hati dan memaafkan kesalahan seseorang jika dilakukan tanpa kesengajaan. Sebab jika kesalahan dilakukan atas dasar kesengajaan untuk mencelakakan orang lain, maka semakin mudahlah seseorang memanfaatkan momentum ini. Antara Aturan dan Ampunan Bilamana garis maaf dalam kerangka laku yang bisa ditolerir dan dikompromi mulai tak diberlakukan, hukum pun muncul dalam usaha mewujudkan semacam ratu adil dalam hubungan sosial. Kadang kata maaf juga punya garis demarkasi yang memisahkan antara hukum dan memaafkan. Di saat seseorang tak ingin memaafkan, ketika seseorang menginginkan pembalasan atas laku sesama. Hukum sebagai representasi dari rasa adil tersebut keluar dari norma-norma maaf-memaafkan. Kelu-

RADIO

ar dari toleransi sebagai makhluk sosial. Mulailah hukum punya penjaga yang siap mencatat dan memantau setiap kesalahan. Dalam hubungan sosial dengan sesama manusia kita akan dihadapkan oleh polisi, jaksa, dan banyak alat negara lainnya. Sementara dalam garis vertikal (transenden), Sang Mahakuasa menyiapkan malaikat yang siap mencatat kesalahan. Hukum juga punya konsekuensi masing-masing, hukum di dunia bisa menjebloskan kita ke dalam penjara, sementara hukum dari atas kelak ditimpali dengan adanya neraka yang konon azabNya sangat pedih. Di saat itu kata maaf punya pertautan dengan hukum. Dan hukum ada sebagai ratu adil kala kata maaf tak mampu menghapus kesalahan seseorang. Jika demikian apakah “keadilan” sama artinya dengan dendam? Keadilan tak selamanya jelas, dan mungkin memang tak akan jelas. Dengan romantis Goenawan Mohamad mengatakan, tiap kali kita tahu, ketika rasa adil terkoyak, kita melihat ke sebuah arah, yang mengimbau kita dan mungkin mengubah kita untuk merunduk memaafkan atau malah berteriak di depan hukum meminta pembalasan. Ketika kita mungkin merasa salah atau merasa dendam terhadap orang lain. “rasa” dalam artian yang sebenarnya lebih dekat ke arah “kesadaran”. Kesadaran akan keadilan dan keinginan untuk memaafkan. Jika keadilan atau memaafkan itu tak hanya lahir dari proses pengetahuan atau pertimbangan kongnitif (salah dan benar), melainkan juga tumbuh melalui penghayatan, perenungan di hadapan Sang Mahakuasa. Meski penghayatan kita barangkali tak akan dan tak pernah bisa menemukan kejernihan. Saat seseorang pernah berbuat salah yang membuat kita jadi marah sebab amarah selalu berkobar menginginkan pembalasan. Di hari yang fitri, ampunan dari

rimbun dosa pada Sang Mahakuasa dan terhadap sesama manusia dihapus—dengan syarat saling memaafkan, bukan berteriak meminta pembalasan. Di bulan ini, tuntutan untuk membersihkan diri sangat utama tentu dengan merendahkan hati memadamkam amarah yang pernah singgah dalam hati. Sebab itulah, lewat moment ini, saya berharap segala salah pada sesama manusia dan Sang Maha bisa terhapus demi meraih fitrah sebelum bertemu dengan hari yang fitri. Begitu pula saya pun berusaha sekuat hati memaafkan seseorang yang pernah menyakiti, pernah menyinggung perasaan ini. Seikhlas mungkin. Ramadhan, terima kasih telah mengingatkan kami.

Tidak punya lahan, masyarakat miskin tak dapat bantuan perbaikan RTLH Menghambat program pengentasan kemiskinan

*** Langganan banjir, warga bantaran Sungai Jangkuk kerap dihantui kekhawatiran Pemerintah jangan tinggal diam

***


RAGAM

SUARA NTB Jumat, 30 Juni 2017

Mulai Padat, Arus Balik Lebaran di Lembar dan LIA Dari Hal. 1 Selain melalui Pelabuhan Lembar, penumpang juga banyak menggunakan tol laut Lembar-Surabaya. Penumpang diangkut menggunakan KM Legundi yang diberangkatkan melalui pelabuhan barang Pelindo III. Penumpang yang menggunakan tol laut ini biasanya yang berangkat ke Surabaya. Petugas lapangan PT ASDP Lembar Asmu’i juga membenarkan terjadinya lonjakan penumpang sejak Rabu lalu. Namun kepadatan penumpang masih taraf normal, karena tidak sampai menyebabkan kemacetan.’ ’Tidak sampai terjadi kemacetan, kapal yang beroperasi juga normal saja 24 unit-29 unit,’’jelasnya. Sementara berdasarkan data Posko Pelayanan Terpadu di Pelabuhan Lembar, Kamis kemarin tercatat 4.938 penumpang yang berangkat. Roda dua sebanyak 1.325 unit, roda empat 266 unit, roda empat lebih sebanyak 386 unit dan bus sebanyak 12 unit. Sedangkan Rabu lalu tercatat kapal yang beroperasi 24 unit, penumpang pejalan kaki sebanyak 508 orang, penumpang dalam kendaraan 5.014 orang. Kendaraan roda 2 sebanyak 1.347 unit, roda 4 sebanyak 290 unit, roda 4 ke atas 15 unit dan truk 104 unit. Sehingga total kendaraan mencapai 1.764 unit. Jumlah arus balik Rabu kemarin lebih tinggi dibandingkan Kamis kemarin. Mulai Padat Sedangkan arus balik Lebaran melalui LIA, juga mulai merangkak naik. Setelah sempat turun menjelang Lebaran kemarin. Di mana puncak arus balik diperkirakan baru akan terjadi pada Sabtu dan Minggu besok. Demikian disampaikan General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I LIA, I Gusti Ngurah Ardita, kepada Suara NTB, Kamis (29/6) kemarin. Hal itu didasari beberapa faktor. Yang pertama karena bertempatan dengan akhir pekan. Sekaligus akhir dari masa liburan panjang dan cuti bersama terkait perayaan Hari Raya Idul Fitri. ‘’Pekan depan aktivitas perkantoran sudah mulai

normal. Sehingga otomatis, para pegawai yang saat ini tengah mudik baik yang ke luar Lombok maupun di Lombok, mesti kembali daerah tempat kerjanya,’’ ujar Ardhita. Sehingga pihaknya memprediksi pada tanggal 1 dan 2 Juli mendatang sebagai puncak arus balik melalui LIA. Dan, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya sudah siap jauh-jauh hari sebelumnya. Posko terpadu angkutan lebaran yang ada di terminal LIA juga tetap disiagakan. Hingga H+10 Lebaran mendatang. Untuk jumlah penumpang pesawat sendiri, hingga Rabu (28/6) kemarin atau H+2 Lebaran, sud ah menembus angka 12,620 orang. Naik sebesar 25 persen dari jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 10.068 orang. Dengan jumlah flight sebanyak 97 pesawat. Sementara tahun lalu hanya 81 flight. Dengan rincian sebanyak 6.033 penumpang datang untuk penerbangan domestik serta 561 penumpang internasional. Sedangkan untuk penumpang yang berangkat untuk domestik sebanyak 5.576 penumpang dan 450 penumpang internasional. Diakuinya, lonjatan penumpang pada H+2 Lebaran memang cukup tinggi. Bahkan jika dibandingkan dengan jumlah penumpang pada sehari sebelumnya atau H+1 yang mencapai 10.997 penumpang. ‘’Selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, arus penumpang pada H+2 Lebaran tercatat yang paling tinggi,’’ katanya. Hanya saja, ia mengaku karena alasan teknis beberapa penerbangan mengalami delay atau penundaan sebanyak 24 penerbangan. Dengan lama delay antara 15 sampai 2 jam. Sisanya bisa dikatakan tepat waktu. ‘’Tapi itu di luar kendali kita. Namun secara umum seluruh aktivitas penerbangan bisa berjalan lancar,’’ ujarnya. (her/kir)

Masyarakat Miskin Tak Dapat Bantuan Perbaikan RTLH Dari Hal. 1 Yang jadi prioritas, kata mantan Kepala Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (APP dan LPBJP) Setda NTB ini tentunya rumah yang kita anggap paling tidak layak huni. ‘’Yakni masyarakat miskin tak berdaya dan ketika dibantu bantuan stimulan mau bergotong royong membangun rumah layak huni,’’ ucapnya. Selama ini, lanjut Sugiartha, Pemprov menerima data perbaikan RTLH dari kabupaten/kota yang dilakukan perbaikan setiap tahun. Terkait data ini, pihaknya sedang membuat Sistem Informasi untuk Perumahan Rakyat (Sipera). Melalui sistem ini seluruh rumah yang tidak lay-

ak huni di NTB dapat di-input dan penanganannya dapat dikoordinasikan dengan Pemda kabupaten/kota. ‘’Kita sedang bangun sistem informasi tersebut. Jadi sangat terbuka kita. Siapa yang akan diprioritaskan dapat bantuan. Namun, dalam prioritas penanganan itu tidak bisa satu rumah di sini, satu rumah di tempat lainnya,’’ terangnya. Paling tidak, katanya, dalam satu lingkungan atau desa masyarakat yang memiliki RTLH dikelompokkan. Misalnya 10 orang dalam satu lokasi. Mereka inilah yang akan diprioritaskan dapat bantuan perbaikan rumah baik melalui pola bangun baru maupun bantuan stimulan. (nas)

KPK Minta Pemprov Buat Pergub Kode Etik Pengadaan Barang dan Jasa Dari Hal. 1 Namun, KPK meminta regulasinya dalam bentuk peraturan kepala daerah dalam hal ini Pergub. ‘’KPK meminta untuk membuat Pergub Kode Etik Pengadaan Barang dan Jasa, kita dituntut oleh KPK. Sehingga teman-teman yang melaksanakan pelelangan itu supaya konsisten terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Supaya tidak tumpang tindih dengan pekerjaan struktural,’’ kata Swahip ketika dikonfirmasi Suara NTB, kemarin di Mataram. Pergub tentang Kode Etik itu, kata Swahip akan menjadi panduan bagi pelaksana pengadaan barang dan jasa atau kelompok kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP). Ia mengatakan, pembuatan Pergub kode etik ini sangat ditekankan KPK. ‘’Kita janjikan, insya Allah akhir tahun ini bisa kita laksanakan dengan dana APBD Perubahan,’’ katanya. Dengan adanya kode etik, terang Swahip maka antara Pokja dan penyedia jasa (calon rekanan) tak boleh bertemu/berkomunikasi atau ada hubungan keluarga dengan Pokja. Selain itu, antara Pokja dan penyedian jasa tidak boleh bertemu di luar ruangan. Pertemuan di dalam ruangan pun dibatasi ketika dilakukan pembuktian terhadap dokumen-dokumen lelang yang di-upload penyedia jasa. Berdasarkan informasi

KPK, kode etik pengadaan barang dan jasa ini baru ada di DKI Jakarta dan KPK sendiri. Dalam proses pengadaan barang dan jasa, jelas Swahip, pembuktian merupakan tahapan akhir. Di mana, penyedia jasa yang ikut tender dipanggil oleh Pokja untuk membuktikan dokumen-dokumen penawaran yang sudah diupload. Dalam tahap ini, memang antara Pokja dan penyedia jasa harus bertemu. ‘’Itu kita panggil untuk membuktikan dokumennya seperti SKA, SKT, pengalaman kerja, beli sewa peralatan bukti-buktinya perlu diklarifikasi. Sebelum memasukkan penawaran dia juga sudah punya jaminan penawaran yang asli. Kita tak membenarkan kalau dia hanya meng-upload saja. Tetapi aslinya harus ditunjukkan ke Pokja supaya jangan ada muncul masalah kemudian hari,’’ tandasnya. Ditanya mengenai sanksi yang akan diberikan kepada Pokja yang melanggar kode etik, Swahip mengatakan, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksinya bisa berupa teguran tertulis. Meminimalisir penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa ini, kata Swahip, dirinya selalu mengingatkan Pokja supaya jangan melanggar kode etik yang ada. (nas)

Halaman 15

Draf Permendagri Dikaji

Sengketa Tapal Batas Loteng - Lobar Ditargetkan Tuntas Sebelum Pilkada Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menargetkan sengketa tapal batas antara Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Barat (Lobar) yang terletak di Nambung akan tuntas sebelum Pilkada serentak 2018. Bahkan, Pemprov mengatakan, tahun ini sengketa tapal batas antara kedua kabupaten itu sudah dapat dituntaskan. Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB,Drs. HL. Wirajaya, MH mengatakan draf Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) mengenai batas antara Loteng dan Lobar sudah masuk di Biro Hukum Kemendagri. Biro Hukum Kemendagri sedang mengkaji draf Permendagri tersebut. ‘’Saya sudah menemukan titik terang. Kita minta kepada Pak Direktur untuk dapat memberikan keputusan secepat-cepatnya terkait sengketa tapal batas ini. Dan Alhamdulillah sudah disiapkan Rancangan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) terkait batas wilayah antara Lombok Tengah dan Lombok Barat. Itu sudah disiapkan dan sudah naik ke Biro Hukum Kemendagri untuk di-

lakukan pengkajian mengenai legal draftingnya,’’ kata Wirajaya ketika dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (29/6) kemarin. Ia mengatakan, sengketa tapal batas antara Loteng dan Lobar hampir clear. Wirajaya mengaku telah ditugaskan gubernur ke Kemendagri terkait penyelesaian sengketa tapal batas tersebut. Dirinya bersama Kabag Bina Administrasi Kewilayahan dan seorang Kasubbag telah berkunjung ke Kemendagri. Ia diterima langsung Direktur Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri. ‘’Di sana kita berdiskusi terkait dengan sengketa tapal batas antara Lombok Tengah dengan Lombok Barat. Kemudian antara KSB dengan Sumbawa, Insya Allah tanggal 11

Juli Pak Direktur akan turun bersama staf melakukan survei lapangan,’’ katanya. Terkait sengketa tapal batas antara Loteng dan Lobar ini, Wirajaya mengatakan paling lambat tahun ini sudah tuntas. Pasalnya, Lombok Barat akan menggelar Pilkada bersamaan dengan Pilgub NTB 2018 mendatang. Ia mengatakan bahwa memang ada perbaikan terkait dengan batas wilayah antara Loteng dan Lobar. Hal ini yang akan diperjelas oleh Kemendagri. Tim dari Kemendagri sudah turun secara langsung melakukan survei terkait batas darat sampai ujung pantai yang disengketakan. Daerah yang menjadi sengketa terletak di daerah Nambung. Daerah tersebut cukup

potensial untuk pariwisata sehingga kedua kabupaten mengkalim memiliki daerah tersebut. Wirajaya menjelaskan apapun yang diputuskan Kemendagri harus diterima oleh kedua belah pihak. Pasalnya, sesuai ketentuan terkait sengketa batas wilayah antara kabupaten/ kota jika tak menemukan titik temu maka akan naik ke provinsi untuk difasilitasi. Beberapa kali Pemprov sudah memfasilitasi Loteng dan Lobar namun tak ada kesepakatan. Sehingga penyelesaiannya diserahkan ke pemerintah pusat. ‘’Berdasarkan peraturan maka diserahkan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri untuk memutuskan masing-masing batas wilayah. Apapun keputusannya harus diterima. Karena ini sudah menjadi amanat, ketentuan peraturan perundangundangan. Apapun hasilnya, kita harapkan legowo nanti,’’ katanya. Wirajaya menjelaskan, se-

(Suara NTB/dok)

HL. Wirajaya belum Kemendagri mengambil keputusan tentunya sudah melakukan survei lapangan. Yakni survei geospasial, topografi dan demografi. ‘’Barulah mereka membuat keputusan mengenai tapal batas. Kedua belah pihak dihadirkan bertemu,’’ tandasnya. (nas)

Siswa Diarahkan Kuliah SMPN 8 Tarik Minat di Jurusan yang Sesuai Kebutuhan Siswa Baru Lewat Prestasi Sekolah

Mataram (Suara NTB) Musim penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2017/ 2018 di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta masih berlangsung. Para siswa diarahkan mengambil program studi yang prospektif dengan kebutuhan kerja ke depan. Kepada Suara NTB, Kepala MAN 1 Mataram H. Muhammad Syukri, meminta agar siswa lulusan MAN 1 mengambil jurusan yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Jangan sampai jurusan yang dipilih tidak sesuai kebutuhan kerja ke depan. Dikatakan, fenomena siswa saat mendaftar masuk perguruan tinggi didasari, karena ikut-ikutan sama teman mereka. Bukan berdasar pada pertimbangan prospek kerja dan potensi. Padahal pemerintah

menyiapkan berbagai perguruan tinggi dengan berbagai jurusan yang dapat dipilih. Dirinya pun mengimbau bagi siswa-siswi Jurusan Keagamaan di tempatnya agar mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengingat kebutuhan guru SD saat ini cukup tinggi. Bahkan diprediksi akhir tahun 2017 ini banyak guru SD di Kota Mataram yang akan pensiun. “Kita banyak guru dalam kondisi tertentu kita kekurangan. Ambil contoh PGSD tahun 2017 ini banyak guru SD yang pensiun,” ujar Syukri. Sejauh ini lanjut Syukri, siswa MAN 1 yang sudah terjaring lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru di jalur SNMPTN sebanyak 40 orang dan jalur SBMPTN sebanyak 54

orang. Mereka terjaring masuk di berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta, Jakarta, Bogor hingga Makassar. “Yang sudah melapor 40 orang yang masuk jalur undangan dan SBMPTN 54 orang. Kita berharap mereka menyebar kemana-mana jangan hanya di UIN, Unram, tapi juga universitas yang ada di luar daerah”. Di samping itu, dirinya berharap agar semua siswa lulusan MAN 1 dapat tetap melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya tanpa harus beralasan berhenti karena persoalan beasiswa. Mengingat saat ini pemerintah telah menyediakan banyak sekali beasiswa yang dapat diakses siswa seperti beasiswa bidikmisi dan LPDP. (dys)

PPDB Sistem Zonasi

Dikbud Buka Jalur Prestasi bagi Tahfidz Alquran Mataram (Suara NTB) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di tahun ajaran 2017/2018 menggunakan sistem zonasi, dengan membuka tiga jalur yaitu jalur prestasi, jalur prasejahtera dan inklusi serta jalur umum. Nantinya untuk jalur prestasi, juga memberi kesempatan bagi tahfidz (penghafal) Alquran sebanyak dua persen dari total kuota di setiap sekolah. Dengan begitu tahfidz Alquran akan bebas memilih sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji dikonfirmasi mengaku, jalur tahfidz ini akan memberikan kuota sebanyak dua persen dari total 100 persen kuota di sekolah. “Sebenarnya hanya dua persen, artinya kalau ada 100 siswa yang diterima, maksimum dua orang yang diterima. Kalau tiga ratus siswa

yang diterima, hanya enam orang dari jalur tahfidz,” katanya. Dalam aturan yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Dikbud NTB, seleksi jalur prestasi tahfidz, calon siswa minimal menghafal Alquran sebanyak tiga juz. Salah satu alasan dibukanya jalur tahfidz, karena di perguruan tinggi besar lainnya banyak yang menerima mahasiswa melalui jalur tahfidz. Menurut Suruji, dari penelitian ilmiah, siswa yang hafal Alquran lebih cepat belajar dan lebih gampang dibangun karakternyta. “Itulah keunggulan, dan itu menguntungkan bagi lembaga yang menerimanya. Kami juga mengadopsi itu, mungkin di SLTA kita yang pertama. Kita ingin siswa siswi kita bisa masuk ke perguruan tinggi melalui jalur ini,” katanya. PPDB SMA negeri dilaksan-

akan dengan pendekatan zonasi atau pembatasan daerah atau wilayah dan prestasi. Selain itu, khusus PPDB SMK dan SLB tidak berdasarkan zonasi. Zonasi sendiri sudah diatur pembagiannya. Jumlah peserta didik yang diterima dalam PPDB SMA, SMK, dan SLB Negeri ditetapkan dalam kuota. Selain itu PPDB SMA, SMK, dan SLB mengakomodir peserta didik dengan jalur keluarga prasejahtera, yaitu peserta didik peserta program keluarga harapan (PKH), dan Program Indonesia Pintar (PIP). Nantinya maksimal sebanyak 30 persen SMA menerima siswa miskin. Serta peserta didik yang memiliki prestasi akademik dan non akademik, dan umum. Para PPDB Sistem Zonasi, nantinya ada pembatasan penerimaan siswa di sekolah negeri. (ron)

Mataram (Suara NTB) Keberadaan SMPN 8 Mataram kini mulai dikenal luas. Terlebih beberapa waktu lalu berhasil menjadi juara pada ajang LPI Tingkat Kota Mataram setelah mengandaskan perlawanan tim sepak bola SMPN 7 Mataram yang merupakan juara LPI tahun 2016 silam. Tidak tanggung-tanggung, sejumlah prestasi selain LPI pada tahun ini juga berhasil diraih sekolah yang terletak di Rembiga ini. Di antaranya ialah menjadi juara II Kramaning Sembah Tingkat Kota Mataram, Juara III Lomba Daur Ulang Sampah pada HUT PMR Smansix, Juara III Lomba Yelyel Tingkat SMP/MTS Kategori Putri pada Hut Boden Powell ke 160. Sederet prestasi itu diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat yang ingin menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah tersebut. Kepada Suara NTB, Kepala SMPN 8 Mataram H. Ishaka mengaku keberhasilan siswanya meraih berbagai prestasi tidak terlepas dari upaya pembinaan karakter dan mental yang telah dilakukan di sekolah. Pihaknya senantiasa menanamkan mental juara pada siswa. Wajar jika kemudian semangat juara selalu menyemangati mereka saat bertanding lomba. Keberhasilan menumbangkan tim sepak bola SMPN 7

Mataram juga tidak terlepas dari mental juara yang ditanamkan terhadap siswa. Padahal SMPN 7 Mataram satusatu sekolah yang miliki kelas olahraga, namun tumbang di tangan SMPN 8. Hal ini merupakan prestasi luar biasa. Ke depan, pihaknya berkomitmen akan terus meningkatkan prestasi baik akademik maupun non akademik seperti olahraga. “Kita akan bina terus agar kita bisa lebih berprestasi,” janjinya. Melalui berbagai prestasi sekolah yang diraih para siswanya itu, Ishaka berharap pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru mendatang, lebih banyak lagi masyarakat yang mendaftarkan diri di sekolah tersebut. Dikatakan Ishaka, pihaknya tiap tahun menerima kurang lebih 10 rombongan belajar. Jumlah itu senantiasa terisi tiap tahun. Bahkan pendaftar selalu membeludak. Tidak saja dari Kota Mataram, tapi pendaftar juga banyak berasal dari Lombok Barat. Maklum kata dia, sekolah ini terletak di pinggir kota dan bersebelahan dengan Lombok Barat. Meski demikian, pihaknya ingin menyaring lebih banyak lagi siswa baru agar siswa baru yang didapat lebih berprestasi. Dengan demikian akan mengangkat nama baik sekolah lewat prestasi yang mereka ukir nantinya. (dys)

Kapolda NTB Ingatkan Jajarannya Waspada Dari Hal. 1 Kewaspadaan ini ditingkatkan karena belajar dari kejadian beberapa waktu lalu yang ada di Polda Sumatera Utara. Kejadian ini cukup menjadi pelajaran untuk Polda lainnya termasuk Polda NTB. Ancaman teroris bukan hal main-main, karena dikhawatirkan menyerang personel dan

berdampak pada sistem keamanan. Beruntung, Tim Densus 88 telah menangkap tiga terduga teroris di Bima sebelumnya. Karena mereka berencana melakukan aksi dengan sasaran personel polisi dan Mako Polsek sampai Mapolres Bima. ‘’Keselamatan jiwa kita masing-masing harus dijaga. Bukan takut, kita berterimakasih kepada kawan-

kawan Densus 88,’’ katanya. Dia menambahkan, kejadian yang ada di Polda Sumatera Utara ada hubungannya dengan penangkapan yang dilakukan Tim Densus di Bima. Sebab serangan teroris yang terjadi di Polda Sumatera Utara itu juga imbas digagalkannya aksi di Bima. ‘’Kita berharap kita semua harus waspada,’’ katanya mengingatkan. (ars)

Giliran Kasus K2 Bima Diusut Polda NTB Dari Hal. 1 Indikasinya, ada 68 peserta yang memiliki dokumen Surat Keputusan (SK) di atas Januari 2005. Sehingga seharusnya tidak memenuhi kriteria, namun tetap dilakukan pengangkatan menjadi CPNS. Abdul Wahab mengungkap indikasi ini. ‘’Juga (indikasi) tidak memiliki SK tahunan dan SK pembagian tugas,” ujarnya, sembari menambahkan, saat proses perekrutan itu terjadi, dirinya masih menjabat sebagai Asisten I. Abdul Wahab juga mengungkapkan, selain dokumen yang diminta penyidik, ada dampak di internal Pemda

khususnya kepada para honorer. Tercatat sekitar belasan peserta K2 yang mengundurkan diri. Hanya saja dia tidak mengakui alasan mereka mundur. ‘’Total yang diangkat ada 601 orang menjadi CPNS. Tapi, berkurang jadi 589 orang, karena 12 orangnya mengundurkan diri. Saya pun tidak mengetahui persis alasannya,’’ katanya. Meksi kasus tersebut tengah diusut. Namun hingga saat ini, pihaknya belum dipanggil secara resmi oleh penyidik untuk dimintai keterangan. Sebagai pimpinan OPD setempat, dirinya siap apabila dipanggil. ‘’Sejauh ini belum ada pe-

manggilan. Tapi kalaupun ada, saya siap diperiksa untuk memberikan keterangan,’’ pungkasnya Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra.Hj. Tri Budi Pangastuti, MM belum bisa memberi komentar terkait penyelidikan ini. Alasan dia, karena masih dalam tahap penyelidikan. Sementara dalam catatan Suara NTB, kasus K2 Kabupaten Bima sebenarnya merupakan kasus lama. Sebab diusut sejak Kasubdit III Ditreskrimsus dijabat AKBP Andy Hermawan, SIK. Tim penyidik pernah turun ke Bima melakukan penyitaan dokumen terkait pengangkatan K2 tersebut. (ars)

(Suara NTB/dys)

TUNJUKKAN - Kepala SMPN 8 Mataram H. Ishaka menunjukkan piala yang diraih siswanya dalam beberapa lomba yang diikuti.

Butuh Anggaran Besar Dari Hal. 1 Khusus untuk percepatan pembangunan jalan provinsi merupakan amanat Perda tentang Percepatan Pembangunan Jalan Provinsi dengan pola tahun jamak. Sampai 2018, Pemprov menganggarkan Rp 650 miliar. Tahun 2017, Pemprov sudah mengalokasikan Rp 250 miliar. Begitu juga mengenai biaya Pilkada serentak 2018 mendatang. Estimasi kebutuhan anggaran untuk KPU NTB sebesar Rp 203 miliar. Sedangkan Bawaslu NTB sebesar Rp 51 miliar. Sehingga total kebutuhan anggaran untuk KPU dan Bawaslu untuk pelaksanaan Pilkada NTB 2018 sebesar Rp 254 miliar. ‘’ Ini kan perlu dana, sehingga pendapatan kita genjot. Salah satunya yang cukup besar itu dari PT. DMB,’’ ujarnya. Dalam penyusunan APBD,

kata Ridwan, prinsipnya tak boleh terjadi defisit. Artinya, antara pendapatan dan belanja harus balance. ‘’Kita sudah punya indikasi-indikasi kebutuhan. Tetapi juga ada beberapa kegiatan yang mau tidak mau harus dianggarkan, misalnya Pilkada. Oleh karena itu menjadi sangat penting posisi APBD Perubahan dan APBD Murni 2018,’’ katanya. Untuk RAPBD 2018, lanjut Ridwan, Pemprov sudah menggunakan sistem perencanaan berbasis elektronik atau eplanning. Dengan adanya eplanning ini dinilai akan semakin memudahkan Pemprov dalam menjaga konsistensi dan mengawal sinergitas program lintas SKPD. ‘’Terkait dengan pendapatan kita akan bekerja lebih keras lagi untuk memaksimalkan objek-objek pajak. Termasuk menagih piutang-piutang kita di luar,’’ tandasnya. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Jumat, 30 Juni 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Lahan Pertanian di Narmada Terancam Gagal Tanam Giri Menang (Suara NTB) Puluhan hektar lahan pertanian di wilayah Narmada terancam gagal tanam, menyusul longsor yang menimpa saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian milik petani setempat. Irigasi ini mengairi sedikitnya empat desa yakni Peresak, Batukute, Tanaq Beak dan Kramajaya. Irigasi yang mengalami longsor mencapai 10 meter menyebabkan air meluber tidak bisa mengalir ke lahan pertanian. Warga setempat pun terpaksa bergotong-royong untuk penanganan sementara menggunakan karung berisi pasir secara swadaya, karena khawatir pada musim tanam II ini mereka tak bisa menanam. Kades Golong, H. M. Zainuddin, SE mengakui, bahwa wilayahnya termasuk terkena dampak longsor tersebut. “50 hektar lebih lahan pertanian di wilayah kami terancam tidak bisa bercocok tanam pada musim tanam kedua ini,” kata Zainuddin. Dijelaskan, kejadian longsor ini sudah terjadi Senin lalu namun baru diketahui warga setelah curiga debit air irigasi mengalami penurunan. Warga pun mencari di mana titik yang macet, sehingga ditemukan lokasi longsor persis di dusun Peninjauan sebelah barat PLTMH. Longsor yang disebabkan intensitas hujan ini lumayan besar, mencapai 10 meter ketinggian 20 meter dengan lebar 2 meter. Untuk penanganannya, ratusan warga dari empat desa sudah bergotong royong memasang tanggul sementara dari karung berisi pasir. Sebab saluran irigasi ini jelasnya mengairi ratusan hektar lahaan di empat desa tersebut. Jika tidak ditangani segera maka petani di wilayah ini tidak bisa bercocok tanam karena tdak ada air. Talud saluran ini sendiri sudah dibangun sebelumnya, namun sudah lama sekali. Saluran ini diperuntukkan bagi masyarakat di daerah hilir. “Airnya dipakai untuk PLTMH lalu dipakai oleh petani,’’ jelas ketua forum kades Narmada ini. Pihaknya sendiri sudah melaporkan kejadian ini ke bupati H. Fauzan Khalid. Langkah penanganannya sudah diperintahkan ke BPBD untuk menindaklannjuti. Ia berharap agar segera dibangunkan saluran permanen sepanjang hampir 10 kilometer di beberapa desa setempat. Sebab di wilayah ini termasuk areal pertanian subur. Pihak warga juga berharap agar penanganan permanen pada APBD-P ini. Sementara itu, Kepala BPBD, H.M. Najib menyatakan bahwa longsor di saluran irigasi di wilayah Peninjuan telah dikoordinasikan untuk penanganan.(her)

(Suara NTB/her)

LONGSOR - Saluran irigasi di dusun Peninjauan, Narmada, Lombok Barat, yang longsor, menyebabkan puluhan hektar lahan pertanian warga terancam gagal tanam, Kamis (29/6).

(Suara NTB/yon)

PENGEPAKAN - Petugas Satpol PP Lotim, saat membantu proses pengepakan paket sandang pangan di Komplek GOR Selaparang Lotim, Kamis (29/6).

Paket Sandang Pangan Lotim Didistribusikan Pol PP Selong (Suara NTB) – Sebanyak tiga peleton petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lotim, akhirnya dikerahkan Pemda Lotim dalam pendistribusian paket sandang pangan tahun 2017. Satpol PP dikerahkan dengan harapan paket sandang pangan itu lebih cepat terdistribusikan. Dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (29/6), Kabid Tibum dan Tranmas pada Satpol PP Lotim, Waristul Firdaus mengatakan, pelibatan personel dalam pengepakan hingga pendistribusian paket sandang pangan tersebut mulai

sejak hari Senin (26/6) lalu. Di mana, jumlah personel yang diterjunkan sebanyak tiga peleton, masing-masing peleton terdiri dari 25 anggota. “Malam Lebaran memang petugas stanbay untuk menjaga paket ini, namun untuk proses pengepakan hingga pendistribusian, sudah mulai sejak hari Senin lalu. Tujuannya untuk mempercepat pengangkutan paket ke tingkat Kecamatan,” ujarnya. Selain menerjunkan tiga peleton, katanya, sebanyak dua unit mobil Dalmas milik Satpol PP Lotim juga dikerahkan untuk melakukan proses

pengangkutan paket dari lokasi penyimpanan di Sport Hall GOR Selaparang Lotim menuju ke masing-masing kecamatan yang jumlah paketnya masih kurang. Keterlibatan personel dari Satpol PP dalam pengadaan paket sandang pangan tersebut setelah turunnya instruksi langsung oleh Sekda Lotim, H. Rohman Farly, untuk membantu pengepakan dan pendistribusian bantuan yang dihajatkan bagi 80.000 warga miskin di Kabupaten Lotim. Sehingga, masyarakat yang menjadi sasaran penerima manfaat bantuan dari pemer-

Pemilihan Rektor PTN Kemungkinan Ditentukan Suara Terbanyak Mataram (Suara NTB) Wacana yang digulirkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bahwa pemilihan rektor atau pemimpin perguruan tinggi di Indonesia dilakukan oleh Presiden ditanggapi santai salah satu bakal calon Rektor Unram, Prof. Dr. H. Lalu Husni. Husni menjelaskan, pemilihan rektor tetap menjadi kewenangan Kementerian Ristek Dikti. Dia menegaskan peraturan menteri perihal pemilihan rektor sudah jelas. Pengangkatan dan pemberhentian pemimpin perguruan tinggi telah diatur dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 2017. “Ada aturannya, ada UU 12 Pendidikan Tinggi, itu pimpinan kewenangannya diberikan kepada Menteri untuk rektor. Termasuk di dalamnya sudah dikeluarkan Permen Ristek Dikti tahun 2017 ini tentang tata cara pemilihan rector,” katanya menjelaskan. Konsekuensi dari aturan itu ialah siapapun calon rektor dengan suara terbanyak, maka dialah yang akan dilantik jadi rektor. Dengan asumsi suara 35 persen menteri akan diberikan kepada calon rektor pemilik suara terbanyak berdasarkan hasil pemilihan senat. “Bahwa siapapun yang jadi pemenang suara terbanyak, itulah yang dilantik jadi rektor oleh menteri,” imbuhnya. Husni berujar pemilihan rektor dilakukan sesuai dengan prosedur dan peraturan. Tidak mungkin dilakukan oleh Presiden. Karena jika itu dilakukan Presiden, maka kata Husni semua aturan pe-

rundang-undangan harus dimulai dari awal jika ingin diubah. “Jadi kalau diambil oleh Presiden harus dimulai dari awal mengambil peraturan perundang-undangan dan segala pelaksanaannya. Kan kita negara hukum, tidak bisa meskipun Presiden begitu saja. Karena memang aturan, alasannya tadi itu kecuali aturannya diubah,”. (dys) H. L. Husni (Suara NTB/dys)

intah tersebut dapat segera dinikmati oleh masyarakat dalam pemenuhan sandang pangannya. “Instruksi langsung dari Sekda,” ujarnya. Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Lotim, Ahmad Subhan menyebut, paket sandang pangan dengan nilai kontrak Rp 22.274.800.000 tersebut tidak boleh dipecah atau dibagi rata kepada semua masyarakat di

tingkat dusun, melainkan paket yang berisi enam item logistik itu harus diterima secara utuh oleh masyarakat yang berhak menerima. Tidak boleh diatur dengan maksud membagi rata kepada masyarakat. Apabila ada sejumlah pihak yang melakukan pembagian secara merata kepada masyarakat, maka tentunya sudah ada sanksi yang akan diberikan. (yon)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 30 Juni 2017 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu