Skip to main content

Edisi 27 November 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN NOMOR 100 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU UMANIS, 27 NOVEMBER 2016

penghasilannya habis untuk membayar utang atau bunganya. Sisanya tinggal sedikit dan sang bapak sudah mulai tidak sabar. Cara yang paling gampang dan risikonya paling kecil sebenarnya adalah mempercepat pembayaran utangnya. Hal ini bisa dilakukan dengan apa yang saya sebut ‘menunda kesenangan’. Fokuskan seluruh sumber daya untuk mempercepat pelunasan utang. Jangan beli handphone baru dulu, jangan ganti sepeda motor dulu. Tunda dulu kesenangannya.

(Delayed Gratification) SEBUAH SMS masuk ke ponsel saya. Isinya sebagai berikut: “Saya membangun toko dengan utang, tiap bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup saya dari sisanya setelah bayar utang. Saya bosan pak, hasilnya segitu saja. Apakah saya bisa diversifikasi usaha lain, sedangkan

usaha yang satu masih ada utang-utang? Terus apa yang harus kita lakukan untuk penghasilan tambahan? 08180544xxxx Bapak/Ibu pembaca sekalian, sangat mungkin apa yang disampaikan oleh pengSMS tadi juga merupakan

concern bagi kita semua. Keprihatinan dasarnya adalah ‘apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan?’ Bukankah itu juga merupakan keprihatinan kita semua? Marilah kita lihat perspektifnya. Kasus bapak (atau ibu) di atas adalah sebagian besar

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Menunda Kesenangan

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

Bayar dan lunasi dulu utangnya, sehingga nanti porsi penghasilan yang dapat dinikmati semakin membesar. Cara kedua adalah jika bapak (atau ibu) sudah yakin dengan bisnis toko anda adalah dengan memperluas skala usaha. Jadi tidak perlu mempercepat pembayaran utang, namun sisa hasil dire-investasikan kembali ke bisnisnya. Logikanya, jika modal yang diinvestasikan membesar, hasilnya juga membesar. Kedua cara di atas prinsipnya sama, yaitu ‘menunda

kesenangan’. Prinsip ‘menunda kesenangan’ itu kelihatannya sederhana. Tapi menurut saya sangatlah powerful. Inilah prinsip dasar dari kapitalisasi. Inilah prinsip dasar dari financial planning. Ini kebalikan dari prinsip konsumerisme yang melanda kita sekarang ini. Dengan secara konsisten menunda kesenangan, maka akan ada sisa penghasilan yang digunakan untuk berinvestasi. Hal. 19 Pembayaran Utang

Provokator ”Rush Money” di Medsos Ditangkap Jakarta (Bali Post) – Penyidik Cyber Crime Bareskrim Polri menangkap tersangka penyebar isu rush money berinisial AR (31), Kamis (24/11) di Jalan Mazda Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. “Penyidik Bareskrim menangkap seorang laki-laki inisial AR alias Abu Uwais (31), guru SMK di Penjaringan, Jakarta Utara,” kata Kadivhumas Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar di Mabes Polri Jakarta, Sabtu (26/11) kemarin. AR yang berprofesi sebagai guru SMK ini ditangkap setelah selesai mengajar. Ia ditangkap atas unggahannya yang berisi provokasi untuk mengajak masyarakat melakukan aksi demonstrasi pada 2 Desember 2012 dan menarik dana dari bank yang ia tulis pada akun jejaring sosial miliknya bernama Abu Uwais. Kadivhumas mengatakan, foto yang diunggah tersangka AR menunjukkan tersangka seolah-olah tidur dengan dikelilingi uang yang

ditariknya dari bank. Foto tersebut diberi keterangan “Aksi rush money mulai berjalan, ayo ambil uang kita dari bank milik komunis”. Di foto lainnya, tampak uang dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang disusun menyerupai angka 212. Dalam foto ini diberi keterangan, “Rush Money.. persiapan tanggal 212.. Kita modal sendiri bukan dari pengembangan....” “Ini sangat provokatif, tidak mendidik. Atas dasar unggahan ini, AR

ditangkap dan diperiksa,” ujar mantan Kapolda Banten itu. Meski AR telah ditetapkan sebagai tersangka, ia tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor dua kali dalam sepekan. “AR statusnya tersangka tapi dia tidak ditahan, hanya wajib lapor. Dia tidak ditahan karena alasan kemanusiaan, masih punya anak kecil dan dia seorang guru,” imbuhnya. Hal. 19 Minta Maaf

Garap Nusa Penida

Fidel Castro, Mantan Pemimpin Kuba Meninggal

Fidel Castro

BPM/ist

BPM/ant

NELAYAN - Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti (kedua kiri) berinteraksi dengan nelayan usai meresmikan Pelabuhan Perikanan (PP) Untia di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/11) kemarin. PP Untia menempati lahan seluas 5,4 hektar akan mendukung aktivitas nelayan yang berada di zona Wilayah Pengelolaan Perikanan 731 yang meliputi perairan Flores dan laut Bali yang memiliki potensi sumber daya ikan sebesar 929.700 ton pertahun. (Beritanya di halaman 16)

Bupati Suwirta Minta Komitmen Pusat

Havana Fidel Castro, pemimpin revolusioner Kuba yang membangun sebuah negara komunis di “depan pintu” Amerika Serikat dan selama lima dekade menantang AS yang hendak menggulingkannya, meninggal dunia, Jumat waktu setempat. Castro meninggal dunia dalam usia 90 tahun. Kesehatan Castro sudah memburuk sejak penyakit usus hampir membunuhnya pada 2006 dan ia secara resmi menyerahkan kekuasaan kepada adiknya, dua tahun kemudian. Mengenakan zaitun berwarna seragam militer, Raul Castro muncul di televisi negara untuk mengumumkan kematian kakaknya itu. “Pada 10.29 malam hari, panglima tertinggi revolusi Kuba, Fidel Castro Ruz, meninggal,” kata Presiden Raul Castro kepada rakyat Kuba. Jenazah Castro akan dikremasi sesuai dengan keinginannya. Pemimpin berjenggot itu berkuasa lewat revolusi tahun 1959 dan memerintah Kuba selama 49 tahun dengan perpaduan karisma dan kemauan besi untuk menciptakan negara satu partai dan menjadi tokoh sentral dalam Perang Dingin. Hal. 19 Dikecam Amerika

BPM/dwa

PERSOALAN - Bupati Suwirta menyampaikan persoalan Nusa Penida di hadapan perwakilan belasan menteri, Sabtu kemarin.

Semarapura (Bali Post) Kedatangan belasan perwakilan menteri ke Nusa Penida memberikan harapan besar untuk perkembangan pembangunan Nusa Penida. Pasalnya, meski menjadi salah satu kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), kondisi infrastruktur di Nusa Penida sangat buruk. Ini terlihat dari masih banyaknya jalan rusak yang diperkirakan bisa mencapai 70 persen dari total jalan yang ada. Selain itu, ketersediaan listrik di Nusa Penida masih sangat minim. Kondisi ini tak pelak membuat Nusa Penida terasa dianaktirikan. Pada rapat di atas kawasan konservasi perairan (KKP) Nusa Penida yang menggunakan kapal Bounty Cruises, Sabtu (26/11) kemarin, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, kondisi infrastruktur di Nusa Penida sudah sangat jauh tertinggal dari daerahdaerah lainnya di Bali. Ini terlihat dari banyaknya akses jalan rusak yang hingga saat ini belum diatasi. Ketimpangan sangat dirasakan pada infrastruktur di Nusa Penida dibandingkan daerah lainnya. Pihaknya telah maksimal mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Nusa Penida. Hal. 19 Anggaran Terbatas

HUT Ke–32 LPD

Mengoptimalkan Partisipasi Membangun Desa Pakraman LEMBAGA Perkreditan Desa (LPD) kini memasuki usia -32 tahun. Usia yang relatif panjang jika dilihat dari perannya dalam membangun ketahanan ekonomi desa pakraman. LPD sebagai wadah keuangan yang menjadi otoritas desa pakraman, juga nyata-nyata memiliki kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, memberdayakan ekonomi warga desa pakraman serta menjadi salah satu penyangga kegiatan sosial budaya. Peran dan kontribusi LPD bagi krama Bali saat ini telah

dirasakan setidaknya di 1.433 desa pakraman. Ada sekitar 8.000 lebih tenaga kerja yang terserap di lembaga keuangan ini. ‘’Membentuk dan merawat LPD sampai tumbuh dan berkembang seperti saat ini, perlu waktu panjang. Kami selama ini berjuang dari nol dan merasakan betul bagiamana LPD awalnya tak dilirik dan tak dianggap,’’ papar Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. Hal. 19 Membangun LPD

Cendikiawan

Arnaya

Berkembang Lewat Kepercayaan Masyarakat Laba LPD Se-Kabupaten Gianyar Rp 94,307 Miliar

SEBAGAI lembaga keuangan milik masyarakat desa adat, perkembangan LPD menjadi semakin maju atau stagnan atau bahkan tidak aktif, tergantung dari kepercayaan masyarakatnya untuk menanamkan modal sekaligus menggunakan layanan LPD. Apabila LPD berkembang baik, maka manfaat LPD tidak jauh-jauh, tetapi kembali lagi kepada masyarakat itu sendiri. Kepercayaan masyarakat terhadap perkembangan LPD dirasakan benar oleh LPD Banjar Anyar Kediri. Perkembangan LPD ini sempat terhenti sebelum akhirnya kembali aktif pada tahun 2014. Kepala LPD Banjar Anyar Kediri, Nyoman Subagiarta mengaku, saat membangkitkan kembali LPD Banjar Anyar, mengembalikan kepercayaan masyarakat adalah hal paling pertama dilakukan oleh pengurus. Hal. 19 Beri Kepercayaan

DI tengah kelesuan ekonomi, LPD di Kabupaten Gianyar tetap mengalami pertumbuhan. Kondisi ini terlihat dari aset yang dikelola LPD keseluruhan sudah melampaui Rp 2,834 triliun dengan laba mencapai Rp 94,307 miliar. Kepala Bagian Ekonomi Setda Gianyar, Gede Windia Bharata, mengatakan, berdasarkan rapat evaluasi LPD tahun buku 2015 dan Musyawarah Daerah BKS-LPD Kabupaten Gianyar di Balai Budaya Gianyar, Mei 2016 lalu, tahun 2015 aset

yang dikelola LPD keseluruhan sudah mencapai Rp 2,834 triliun. Total aset tersebut dikelola dengan penyaluran kredit mencapai Rp 2,117 triliun serta tabungan dan deposito yang dihimpun dari masyarakat Rp 2,422 triliun. Jumlah LPD di Kabupaten Gianyar 270 unit, sedangkan desa pakraman sejumlah 272 desa. Dua desa yang belum memiliki LPD, masih dalam proses penyelesaian awig-awig. Dikatakannya, pengemban-

gan LPD memang tak luput dari berbagai permasalahan. Di antaranya, kesenjangan tingkat pertumbuhan LPD yang beraset besar dengan LPD yang asetnya relatif kecil. Juga masih ada beberapa LPD yang belum menerapkan teknologi informasi dalam menunjang aktivitasnya. Penyampaian laporan yang tidak tepat waktu, berpengaruh terhadap terhambatnya perkembangan ekonomi di LPD bersangkutan. Hal. 19 Rasio Kecukupan Modal

Garda Terdepan Penguat Ekonomi SEJUMLAH LPD di Denpasar memiliki program-program unggulan dalam menarik minat warga untuk menjadi nasabahnya. Berbagai program yang diluncurkan akan semakin baik bila sesuai dengan keinginan para nasabah atau warga setempat. Sehingga, apa yang dilakukan LPD bisa memberi manfaat bagi warga setempat. LPD yang sehat dan kokoh dapat menjadi garda terdepan penguat ekonomi masyarakat. Hal. 19 Diterima Warga


DAERAH

2

Minggu Umanis, 27 November 2016

FIGUR Pencegahan Sejak Dini SINDIKAT narkoba menyusun setrategi dan berinovasi agar bisnis ilegalnya terus stabil. Salah satu caranya mengincar pangsa pasar pelajar terutama siswa TK dan SD. “Kami buktikan itu. Pemilik warung atau pedagang dibayar untuk memasukkan narkotika ke dalam makanan atau minuman. Saat mereka sudah SMP akan menjadi pecandu berat. Ini yang harus kita waspadai bersama-sama,” tegas Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso, Jumat (25/11) lalu. Oleh karena itu, lanjut Budi Waseso yang lebih akrab dipanggil Buwas ini, harus dilakukan pencegahan sejak dini, yaitu sejak TK, SD, SMP, dan SMA. Caranya dengan memberikan pemahaman tentang narkoba dan dampaknya melalui pelajaran atau kurikulum. “Ini harus ditanamkan secara dini, supaya mereka paham betul bahaya narkotika dan ancaman ke depan,” ujarnya. Dengan demikian, ke depan secara perorangan sudah tidak ada yang mau mencoba, apalagi menggunakan. Dengan demikian, pangsa pasar sindikat narkoba akan hilang. “Saya sudah membuat film animasi tentang bahaya narkoba supaya mudah dipahami anak-anak kita. Selain itu, saya buat seperti pamflet atau poster tentang narkotika dan akan ditempel di pintu masuk sekolah. Tujuanya siswa tahu apa itu narkoba. Karena ketidaktahuan mereka sehingga gampang disusupi,” kata jenderal bintang tiga ini. Soal program dan bahan kurikulum juga sudah dibuat tinggal disebarkan ke sekolah-sekolah. Untuk itu, pihaknya akan bersinergi dengan Menteri Pendidikan supaya bisa dilaksanakan secara nasional. “Program sudah ada, artinya bahannya sudah siap. Selanjutnya, kewenangan Menteri Pendidian nanti. “Pencegahan harus dilakukan sejak dini dan masif. Semua komponen bangsa harus terlibat untuk menyelamatkan bangsa kita ini dari narkoba,” tegas mantan Kabareskrim Mabes Polri ini. (rah)

DOKAR – Kusir sedang membersihkan dokarnya. Transportasi tradisional tersebut disewakan pada para wisatawan yang ingin berkeliling di Kuta, Badung.

BPM/eka

Tanah Longsor

Akses ke Pura Pingit Melamba Putus Bangli (Bali Post) -

Akses menuju Pura Pingit Melamba di Banjar/Desa Bunutin, Kintamani, Bangli, putus karena tanah di dekat pura tersebut longsor. Tanah di areal pura tersebut longsor, setelah diguyur hujan selama beberapa jam, Jumat (25/11) lalu. Informasi yang diperoleh Sabtu (26/11) kemarin, hujan deras mulai mengguyur wilayah Kintamani sekitar pukul 13.00 wita. Sejam kemudian, tanah

yang ada di dekat tembok penyengker pura ambles. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah bangunan di pura tersebut rawan terkena imbas. Tak hanya

itu, amblesnya tanah menyebabkan putusnya akses menuju pura tersebut. Salah satu warga setempat, Nyoman Sedana mengatakan, sebelum tanah tersebut longsor, ia mendengar suara gemuruh. Beberapa saat kemudian fondasi panyengker depan tempat petirtaan longsor. Saat kejadian, Sedana mengaku sedang makemit di pura tersebut.

Kapolsek Kintamani Kompol Komang Tresna Arbawa Manik mengatakan, kemungkinan tanah tersebut longsor karena kondisinya yang cukup labil. Di samping itu, fondasi bangunan juga kurang kuat sehingga longsor saat diterjang air besar. Meski demikian, pihaknya menyebutkan tidak ada bangunan panyengker maupun pura yang rusak.

Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, Ketut Agus Sutapa, mengungkapkan tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Hanya, longsornya tanah tersebut menyebabkan akses jalan ke pura terputus dan kondisi bangunan rawan longsor. “Batas panyengker longsor dengan lebar 15 meter dan kedalaman kurang lebih 20 meter,” kata Agus. (kmb40)

Tertimpa Pohon

Rumah Rusak, Kabel PLN Putus I Putu Gede Parma

BPM/dgk

Basis Ekonomi Kerakyatan

UMKM Dorong Pemberdayaan Potensi Daerah Singaraja (Bali Post) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu basis ekonomi kerakyatan. Dari sisi kuantitas, UMKM berdampak luas terhadap suatu daerah terkait pertumbuhan ekonomi, kesempatan berusaha, pembukaan lapangan kerja, pemberdayaan potensi lokal dan pengurangan pengangguran. Hal tersebut disampaikan dosen Undiksha, I Putu Gede Parma, Sabtu (26/11) kemarin. “UMKM menjadi salah satu pilar pembangunan dan pengembangan ekonomi kreatif yang ampuh di Indonesia ke depannya. Mendorong beberapa unsur ekonomi kreatif seperti pariwisata, seni pertunjukan, film, fotografi, hasil kerajinan, industri digital dan lain-lain,” ujar Parma. Menurutnya, potensi Bali yang ekonominya didukung industri pariwisata wajib mendorong UMKM. Hal tersebut bertujuan agar bisa berkembang baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. “Pariwisata akan menjadi business core Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Pariwisata yang multiplier effect, multi skill and element needs juga akan menjadi andalan berkaitan ketahanan ekonomi di masa depan,” tegasnya. Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan FE Undiksha Singaraja ini menambahkan, UMKM tidak seharusnya menjadi ancaman. Malah sebaliknya harus menjadi tumpuan di tengah-tengah perlambatan ekonomi dunia, di mana Indonesia sebagai negara berkembang juga terkena imbasnya. “UMKM dari sisi permodalan tidak harus menyedot jumlah yang besar, namun dampak langsungnya cukup besar dirasakan masyarakat. Khusus terhadap Kabupaten Buleleng, UMKM mesti terus didorong dan dikawal perkembangannya. UMKM yang tahan krisis ini tidak boleh diabaikan,” kata Parma. Beberapa permasalahan UMKM pun terjadi, seperti masalah permodalan, pengolahan produk yang berstandar nasional bahkan internasional. Intinya, masalah pemasaran sangat perlu diperhatikan Pemkab melalui SKPD terkait. “Pemkab Buleleng ke depannya tinggal menginventarisir potensi jenis UMKM apa yang potensial dan menjanjikan dikembangkan ke depan. Hal itu sesuai dengan kontur karakteristik perekonomian dimiliki Buleleng,” tegas pengurus DPD KNPI Kabupaten Buleleng ini. (dgk)

Singaraja (Bali Post) Rumah permanen milik Gede Jasmita, warga Banjar Dinas Nangka Desa Lemukih Kecamatan Sawan, Buleleng, rusak berat setelah tertimpa pohon, Jumat (25/11) lalu. Pohon yang tidak jauh dari rumahnya itu tumbang karena batangnya sudah lapuk. Dua ruang kamar tidur dan sebuah pelinggih penunggu karang rusak berat. Selain itu, bentangan kabel PLN pun putus. Sebelumnya, hujan disertai angin kencang melanda wilayah Desa Lemukih dan sekitarnya. Sekitar pukul 14.00 wita, batang pohon berdiameter sekitar 70 sentimeter itu tumbang. Selain itu, batang pohon ini juga membentur atap dan merusak sebagian tembok rumah korban.

Pascakejadian itu, korban bersama aparat desa dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng turun ke lokasi kejadian untuk memindahkan batang pohon tersebut dengan cara dipotong. Gede Jasmita menuturkan, sebelum kejadian, dia bersama keluarganya sedang menghadiri kerabatnya yang melaksanakan upacara pernikahan. Kembali dari acara itu, dia melihat rumahnya tertimpa pohon tersebut. “Saya lihat orang sudah ramai. Kalau dari luar terlihat hanya atapnya saja rusak, namun kalau dari dalam kamar rangka kayu dan atapnya juga rusak. Sekarang pindah kamar saja dulu, kalau mengungsi saya tidak punya tempat lain,”

tegasnya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Made Subur, Sabtu (26/11) kemarin, menjelaskan, pihaknya baru mengevakuasi pohon tumbang itu karena medan sulit ditembus. Lokasi bencana dekat lereng bukit yang hanya bisa dengan mengendarai sepeda motor trail atau motor modifikasi khusus. Setelah melakukan pembersihan batang pohon, BPBD akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu korban memperbaiki kerusakan rumahnya. “Paket sembako sudah pasti akan didrop, kami sedang menunggu laporan dari desa. Bantuan stimulus untuk perbaikan juga kami usahakan dalam waktu dekat,” jelasnya. (kmb38)

BPM/kmb38

POHON TUMBANG - Rumah milik Gede Jasmita, warga Desa Lemukih Kecamatan Sawan rusak setelah tertimpa pohon, Jumat (25/11) lalu.

BBPOM Imbau Hindari Makanan Berwarna Cerah Denpasar (Bali Post) Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar mengimbau supaya masyarakat menghindari membeli makanan berwarna cerah yaitu merah dan kuning. Pasalnya diduga menggunakan pewarna untuk tekstil. Padahal untuk makanan

berwarna merah dan kuning sudah tersedia, namun produsen makanan lebih memilih pewarna tekstil karena warnanya lebih menarik dan cerah. “Boleh pewarna merah tapi pewarna merah yang diizinkan. Masyarakat masih awam membedakan pewarna berbahaya

atau tidak, maka dianjurkan memilih warna yang natural, berwarna cokelat, putih, hijau karena warna tersebut jarang bahkan tidak ada yang disalahgunakan,” kata Kepala BBPOM di Denpasar, Dra. Endang Widowati, Sabtu (26/11) kemarin. Warna makanan yang sering

menggunakan pewarna tekstil yaitu merah dan kuning. “Saya yakin, kalau tidak ada permintaan, mereka akan berhenti secara sendirinya,” ujarnya. Menurutnya, konsumen harus tahu produk yang aman. Oleh karena itu, konsumen harus diedukasi dan diberikan pema-

haman. Saat pengawasan pre market, selain membeli sampel, pihaknya juga memberikan pembinaan kepada pedagang dan juga masyarakat. Sedangkan pada post market, BBPOM melakukan pengawasan pada sarana produksi dan distribusinya. (kmb42)

Perajin Ingke Terkendala Pemasaran KERAJINAN ingke mulai dikenal masyarakat Bali, khususnya Jembrana sejak tahun 1995. Ingke merupakan salah satu kerajinan anyaman berbahan dasar lidi yang dapat dibentuk menjadi beberapa peralatan rumah tangga seperti yang paling populer adalah piring. Ada juga yang memproduksi menyerupai bokor (tempat sesajen) dan tempat jajan untuk tamu undangan. Kebanyakan kerajinan ini dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga sambil mengisi waktu luang. Produksi ingke di beberapa tempat sudah menjadi pekerjaan pokok, namun usaha menganyam lidi ini masih terbentur persoalan pemasaran. Wayan Yantari (42), warga Banjar Taman Desa Tuwed Kecamatan Melaya, melakoni pekerjaan BPM/kmb menganyam ingke. Yantari, INGKE - Ibu rumah tangga di Tuwed, Melaya, saat ini Didampingi suaminya, Wayan Kayan Aryana (44), belum lama banyak menekuni pekerjaan membuat ingke.

ini mengaku kalau pemasaran hasil produksi kerajinan ingkenya tidak menentu. Terkadang ramai pesanan dan ada kalanya sepi. Namun, ia bersyukur karena Oktober hingga November masih banyak pemesan. Yantari mengatakan tidak pernah menaruh hasil kerajinan ingkenya di pasar atau di toko. Namun, dia hanya meladeni pesanan. Meskipun tidak ada pesanan, dia tetap produksi untuk stok. “Yang memesan ingke saya kebanyakan dari kelompok atau himpunan, bahkan ada dari PKK, dasa wisma dan juga kelompok adat dari desa lain,” ujarnya. Dari hasil kerajinan ingke itu, menurutnya belum cukup untuk menopang kebutuhan hidupnya. Suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan, tetapi dominan jadi buruh kerja di pertanian.

Menurutnya, selama membuat ingke, suaminya turut membantu, terutama untuk mencari atau membeli bahan berupa lidi. Untuk mendapatkan bahan, suaminya harus manjat pohon kelapa gading untuk mendapatkan 50 pelapah kelapa. Bahan baku sebanyak itu, biasanya untuk stok dan bisa memproduksi selama sepuluh hari. Yantari mengaku kerajinan membuat ingke sudah dilakoninya sejak masih bujang. Berkat ketekunannya, setelah menikah ia bisa mandiri dan membuat usaha kecil kerajinan ingke. Dalam satu bulan, rata-rata ada pesanan, namun tidak tentu jumlahnya. “Kadang-kadang banyak dan kadang-kadang sedikit, bahkan bisa sepi. Ada juga pesanan sampai 100 ingke, tetapi jumlah seperti itu tidak terus-menerus. Saya akan terus menekuni pekerjaan membuat ingke ini,” tandas Yantari. (kmb)

z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha z Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zSekretaris Redaksi: Sugiartha z Redaksi: Daniel Fajry,Dira Arsana,Mawa, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra z Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto z Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag. Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, z Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


DAERAH

Minggu Umanis, 27 November 2016

3

Kompetisi Mobil Listrik Indonesia

Mengusung Konsep “Street Style”

FT-Unud Menjadi yang Tercepat di Ajang KMLI-VIII

New Honda BeAT Street eSP Hadir di Bali

FAKULTAS Teknik ikut berpartisipasi dalam event yang diselenggarakan oleh Polban (Politeknik Negeri Bandung) pada tanggal 17 – 20 November 2016. Pada ajang ini Fakultas Teknik Unud diwakili oleh Kelompok Study Otomotif “Weimana” yang terdiri dari para mahasiswa Fakultas Teknik yang hobbi pada rekayasa otomotif di bawah bimbingan I Dewa Gede Ary Subagia, ST., MT., Ph.D., dan beberapa dosen pembimbing lainnya. Dalam laga ini Tim Weimana Teknik UNUD menurunkan jagoannya yang bernama “Ketut Kuat”. Tim Weimana Unud dengan mobil listrik Ketut Kuat menjadi yang terbaik, diadu kecepatan dengan meraih juara pertama dalam race yang berlangsung sebanyak 10 kali putaran dengan panjang lintasan 1 km. Dalam lomba ini Ketut Kuat dikemudikan oleh pembalap berprestasi Dek Ray, mampu mencapai kecepatan menakjubkan yaitu 1 menit 11 detik per putaran sejauh 1 km. Raihan ini merupakan rekor tercepat sejak ajang KMLI dilaksanakan. Ketut Kuat dalam race menepati pool position karena menempuh waktu tercepat 1’17”62”’ pada sesi qualifikasi diikuti oleh wakil dari Politeknik Negeri Semarang (Green Peanut) dan Universitas Gajah Mada (Arjuna EV UGM) masing-masing diurutan kedua dan ketiga dengan waktu 1’19”62”’ dan 1’19”78”’. Dalam ajang KMLI itu, menurut Alit sebagai ketua tim mengatakan capaian prestasi ini merupakan kerja sama yang utuh antara pihak mahasiswa, pembimbing, fakultas dan pihak sponsor diantaranya Master 4x4 Bali Kauh, Dasico, Galena Logistic, Jack Actor Gaspoll, Angkasa Pura, Ewabi, gilabalap.com, dan Forum Persaudaraan Hindu Dharma Jembrana. Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Dekan III Fakultas Teknik, Ir. Nyoman Budiastra, MT., yang saat kegiatan ikut hadir bersama dengan Dekan Fakultas Teknik, Prof. Ir. NPG Suardana, MT., Ph.D. Ketua tim juga menjelaskan, setelah kegiatan ini kendaraan mobil listrik akan dipersiapkan untuk ikut serta pada ajang lomba yang lebih tinggi, seperti lomba di luar negeri. Kompetisi KMLI VIII ini diikuti oleh 22 tim, yaitu Speeder Team HMTM 1&2 (STTNAS Yogyakarta), V Mentilen Tim (Universitas Bangka Belitung), Titen UNEJ 1&2 (Universitas Jember), Sriwijaya ECO (Universitas Sriwijaya), EVC Pens & doCar Speed Team (Politeknik Elektonika Negeri Surabaya), Team Alpha 6 (Politeknik Negeri Jakarta), Ulil Albab SC (Universitas Islam Indonesia), Weimana Unud (Universitas Udayana), Sevta ( Politeknik Negeri Madura), Green Peanut (Politeknik Negeri Semarang), Politeknik Tegal (Politeknik Harapan Bersama Tegal), Inacos (TELKOM University), Mandalika (Universitas Mataram), Arjuna EV UGM (Universitas Gadjah Mada), TPOP-2 POLBAN (Politeknik Negeri Bandung), Zelena Electric Car Team (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Elictrical POLSRI ( Politeknik Negeri Sriwijaya), RajawaliTM (universitas Negeri Makassar), Jalak Harupat (Univer-

JUARA - Tim Weimana Unud dengan mobil listrik “Ketut Kuat” menjadi yang terbaik, diadu kecepatan dengan meraih juara pertama dalam race pada ajang KMLI-VIII. sitas Pasundan). Pada kesempatan ini Tim Weimana di samping menjadi yang terbaik di kategori adu kecepatan, juga berhasil menduduki peringkat ke-5 pada kategori effisiensi dan pengereman, posisi 6 dikategori tanjakan, dan peringkat 7 pada kategori slalom. Khusus pada kategori pengereman Tim Weimana Unud sesungguhnya mampu mencapai hasil yang maksimal, yaitu jarak pengereman terpendek sebesar 54 cm, namun karena kesalahan dalam pengukuran tiang sensor kendaraan yang sedikit lebih rendah sehingga tidak terbaca sensor pengereman menjadi Tim Waimana terkena penambahan jarak sebagai hukuman, yang mengantarkan Tim Waimana bercokol di posis ke-5 dalam KMLI tahun ini. Dekan Fakultas Teknik Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT., PhD., mengungkapkan rasa bangganya karena setiap kompetisi yang diikuti oleh Tim Weimana sejak tahun 2014, selalu menjadi yang terbaik di masingmasing kategori yang dikompetisikan di ajang KMLI oleh Politeknik Negeri Bandung. Kini pihaknya fokus untuk mengupayakan pendanaan untuk menghasilkan tim yang kuat dan solid, serta merancang kendaraan yang lebih tangguh yang tidak hanya mampu berbicara pada ajang kompetisi mobil listrik pada tingkat nasional, tapi juga mampu di tingkat internasional. Untuk itu Fakultas Teknik kini memperkuat bimbingan kepada unit kegiatan mahasiswa otomotif dibawah bimbingan I Dewa Gede Ary Subagia, ST., MT,.Ph.D. Tim ini juga dipersiapkan untuk turut serta pada ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) pada tahun 2017 berupa Kompetisi Mobil Hemat Energy (KMHE). (ad868)

PT ASTRA Honda Motor (AHM) melalui Astra Motor Bali (AMB), Sabtu (26/11) memperkenalkan New Honda BeAT Street eSP. Hadir dengan desain ekspresif berkonsep street style, model ini terinspirasi dari gaya anak muda di perkotaan. Ini diwujudkan melalui desain, konsep street style serta fitur baru berupa naked handlebar yang tampil simpel dan dilengkapi dengan digital panelmeter yang informatif. Saat ditemui disela Launching, Sabtu (26/11), Kepala Wilayah Astra Motor Bali Ronaldo Widjaja didampingi jajaran Manajemen AMB mengatakan New Honda BeAT Street eSP ditujukan untuk generasi muda perkotaan, memiliki kecenderungan untuk mengekspresikan gayanya. Dengan mengusung mesin 110cc berpendingin udara Enhanced Smart Power (eSP), terbukti menghasilkan performa tinggi dan konsumsi bahan bakar terbaik di kelasnya. “Model ini hadir dengan fitur ECO Indicator yang akan menampilkan tanda berkendara secara irit,” katanya. Menurutnya, model ini didesain compact sesuai postur rata-rata orang Indonesia. Sangat responsif dengan akselerasi mencapai 12,6 detik pada jarak 0-200m, serta lebih bertenaga dengan top speed mencapai 94 km/jam menggunakan alat uji performa. “Honda BeAT eSP series tetap mempertahankan posisinya sebagai motor skutik paling irit di kelasnya hingga mencapai 55 km/h (metode ECE R40) dengan metode pengetesan EURO 3 (EURO 2 = 57 km/l),” ungkapnya.

AMB - Jajaran Manajemen Astra Motor Bali (AMB) berfoto bersama saat memperkenalkan New Honda BeAT Street eSP, Sabtu (26/11). Ditambahkannya, model ini juga memiliki desain frame terbaru yang lebih ringan untuk memberikan kemudahan saat berkendara secara cepat dan ringan. Kapasitas tangki bahan bakar, besar hingga 4 liter, mampu menghadirkan kemampuan jelajah lebih jauh hingga 236 km. Untuk menghadirkan rasa berkendara yang ringan dan jarak pandang pengendara yang lebih baik, penyesuaian posisi stang yang lebih rendah ke arah depan juga diadopsi untuk menghadirkan posisi berkendara terbaik. “Jarak terendah motor ke tanah (ground clearance) terbaik di kelasnya dan penggunaan ban tubeless sehingga lebih tahan kebocoran,” tambahnya. Skutik compact ini memiliki kapasitas u-box (utility box) yang besar yaitu 11 liter dalam ukuran motor yang ramping. Dengan ketinggian jok yang nyaman setinggi

740 mm memberikan kenyamanan pada saat berkendara sendiri maupun berboncengan, baik pria maupun wanita. Untuk melengkapi gaya berkendara, turut hadir 6 item Honda Genuine Accesories (HGA) warna Grey yakni Step Bar, Double Step Floor, Hand Guard, Fan Protector, Air Filter Protector dan Wheel. Sesuai dengan segmen bidikan pasar kebanyakan pembeli adalah anak muda, pihaknya optimis model ini laku dipasaran. Untuk itu, pihaknya menargetkan penjualan sebanyak 300 unit perbulan. New Honda BeAT Street eSP dipasarkan dengan harga dijual dengan harga OTR (On The Road) Rp 16.400.000. ’’Sampai saat ini New Honda BeAT Street eSP sudah terjual sebanyak 115 unit. Kami optinis produk ini diterima oleh pasar, terutama kalangan anak muda,” pungkasnya. (bns)

Wujud Syukur dan Menghargai Binatang

Pengelola Objek Wisata Uluwatu Persembahkan Gebogan Buah Kembangkan Jiwa Nasionalisme, BEM FH Unud Gelar LKMM

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) menyelenggarakan latihan keterampilan manajemen mahasiswa (LKMM) 2016, dari tanggal 26-27 November. LKMM tahun ini bertemakan mengembangkan jiwa nasionalisme melalui manajemen organisasi berlandaskan nilai luhur Pancasila. Ketua Panitia LKMM 2016, I Nengah Maliarta mengatakan, LKMM merupakan kegiatan yang setiap tahun dilaksanakan. Tujuannya, untuk melatih keterampilan dan manajemen mahasiswa baru (maba) dalam rangka menghadapi perkuliahan ke depan, dan persiapan dalam mengikuti organisasi kampus. “Setelah mengikuti LKMM ini, maba diharapkan mampu meningkatkan softskill mereka yang dapat diimplementasikan dalam mengikuti BEM atau organisasi kampus yang lain, di samping meningkatkan intelektual maba dalam perkuliahan,” ujarnya. LKMM diisi 6 pembicara, salah satunya Nyoman Sukataya, Komisioner KPU Badung dan 5 pembicara lainnya adalah mahasiswa aktif FH Unud yang juga kader terbaik FH Unud. Kegiatan yang diikuti semua mahasiswa baru dan beberapa mahasiswa lama yang belum mengikuti LKMM, berjumlah 248 itu pada akhirnya akan terpacu untuk mengikuti organisasi BEM. Dekan FH Unud, Prof. Dr. I Made Arya Utama, S.H., MH., mengatakan LKMM merupakan program wajib untuk maba sehingga pihaknya meman-

BPM/may

LKMM - Dekan FH Unud mengalungkan tanda peserta LKMM kepada perwakilan mahasiswa baru. dang sangat penting untuk mewuMenurutnya kegiatan LKMM judkan mahasiswa yang berkarakter diadakan di awal semester karuntuk mampu me-manage minimal ena diharapkan di awal perkuliahan me-manage di dalam dirinya sendiri maba sudah mendapat pembekalan untuk menghadapi proses belajar untuk me-manage, minimal memengajar baik di kampus termasuk manage diri sendiri. Hal itu penting di dalam menghadapi tantangan di di era globalisasi agar substansinya dunia luar sehingga memiliki karak- benar-benar dapat mewujudkan ter yang jelas. Ia berharap mahasiswa jiwa nasionalisme berlandaskan nilai yang mengikuti LKMM memiliki luhur Pancasila, mengingat saat ini karakter yang mengamalkan nilai- telah terjadi degradasi moral dan nilai luhur Pancasila. pengetahuan terhadap pemahaman Salah satu bentuk hasil dari kegia- dan pengamalan terhadap nilai-nilai tan LKMM tersebut yaitu melahirkan luhur Pancasila. prestasi yang diraih mahasiswa FH “Saya mengapresiasi kegiatan ini Unud, seperti yang baru dicapai yaitu namun kegiatan ini sebagai upaya juara nasional kegiatan peradilan untuk me-manage diri dan untuk semu di Mahkamah Konstitusi dan menghadapi tantangan eksternal kegiatan lainnya, munculnya organ- minimal dalam mengikuti konteks isasi tidak hanya nasional tapi juga belajar mengajar di FH Unud,” uraInternasional. inya. (may/k100)

LPD Tangkas Luncurkan Program Deposito Ngaben Semarapura (Bali Post) Di Kabupaten Klungkung ada sekitar 190 Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang telah terdaftar. Sayangnya tidak semua LPD dapat berjalan dengan lancar, mengingat ada 43 LPD yang saat ini mengalami mati suri alias sudah tidak beroperasi. Untuk membangkitkannya diperlukan kerja sama antar LPD untuk dapat bertukar program dan juga pengetahuan di bidang perkreditan. Untuk menjalin komunikasi antar LPD, Badan Kerja Sama (BKS) LPD Klungkung menggelar HUT BKS LPD ke-32. Dengan kegiatan ini diharapkan hubungan dan kerja sama antar LPD tetap solid . Ketua BKS LPD Kabupaten Klungkung masa bakti 2016-2021, Nyoman Sudarma menyampaikan peran serta LPD di desa pakraman amat sangat penting. Selain bertujuan untuk membangun desa pakraman, LPD juga dapat membantu masyarakatnya dengan berbagai program, seperti deposito ngaben yang telah diterapkan LPD Tangkas. Nyoman Sudarma menyampaikan, program yang mulai berjalan tahun 2015 ini bertujuan untuk meringankan beban

masyarakat dalam melaksanakan upacara pangabenan. Dengan menyetor deposito sebesar Rp 1 juta per kepala keluarga untuk seumur hidup, masyarakat sudah dapat melaksanakan pangabenan anggota keluarganya. Deposito sebesar Rp 1 juta ini pun menjadi modal penguatan LPD. Mengingat dana yang terkumpul dengan program ini mencapai Rp 800 juta. Untuk dapat menerapkan program tersebut, LPD Tangkas memberikan bunga deposito khusus untuk program ini, yakni sebesar 1 persen tiap bulan. Hanya dengan bunga deposito itu saja masyarakat dapat melaksanakan pengabenan secara gratis. “LPD juga memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan selain deposito yang ada,” tuturnya. Pada program ini ditentukan pangabenan dilaksanakan secara massal lima tahun sekali. Nyoman Sudarma pun berharap programnya tersebut dapat juga ditiru oleh LPD lainnya, sehingga program ini dapat dirasakan seluruh masyarakat Klungkung. Untuk dapat berbagi pengetahuan dan program ini, BKS LPD memiliki peran penting dalam

menjembatani hubungan seluruh LPD. “Program ngaben ini sebagai tindak lanjut terhadap lesunya kondisi perekonomian masyarakat Tangkas akibat penutupan lahan eks Galian C,” sebutnya. Untuk dapat mempererat hubungan antar LPD ini, BKS LPD Klungkung akan melaksanakan HUT ke-32 BKS LPD Bali dengan melaksanakan jalan santai, Sabtu (26/11). Selain jalan santai juga dilaksanakan perayaan HUT BKS LPD yang dipusatkan di Lapangan Puputan Klungkung. HUT BKS LPD yang diselenggarakan di Klungkung ini mengambil konsep Tri Hita Karana, yakni parahyangan dengan melaksanakan persembahyangan dan menghaturkan dana punia. Untuk pawongan, BKS LPD telah membantu masyarakat miskin di Kabupaten Klungkung dengan memberikan sembako dan membantu masyarakat disabilitas dengan alat bantu kesehatan. Selanjutnya untuk palemahan, BKS LPD Klungkung telah melaksanakan penanaman 200 pohon kelapa daksina di Nusa Penida. “Selain itu kita juga melaksanakan rehab rumah bagi masyarakat yang rusak,” pungkasnya. (dwa)

S E R A N G A K A I A N dengan hari Tumpek Uye atau Tumpek Kandang, pengelola objek wisata Uluwatu, Sabtu (26/11) menggelar upacara persembahan untuk monyet yang ada di sana. Yang mana upacara ini diisi dengan persembahan berupa gebogan buah setinggi hampir 2 meter, selain itu juga banten otonan wanara (monyet) di objek wisata yang berlokasi di Desa Pecatu, Kuta Selatan. Tujuannya adalah sebagai wujud syukur sekaligus untuk menghargai binatang. Menurut Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, kegiatan ini memang rutin dilaksanakan enam bulan sekali sejak 3 tahun yang lalu. Ini merupakan cerminan untuk melaksanakan konsep Tri Hita Karana, penghormatan terhadap alam beserta isinya, salah satu isinya adalah monyet. Apalagi selama ini, wanara atau monyet ini sudah memberikan kontribusi yang positif terhadap kelengkapan dari pada objek wisata di kawasan Uluwatu. Sudah barang tentu ini merupakan satu perbedaan dari objek wisata lain, karena ini menjadi daya dukung terhadap kesejahteraan di Desa Pecatu. “Pada kesempatan yang baik ini, yang merupakan Tumpek Uye atau Tumpek kandang bertujuan untuk menghargai beburonan atau binatang yang salah satunya monyet, mudah-mudahan mereka berbahagia,” katanya. Menurutnya ini salah satu cara mendekatkan diri kepada alam beserta isinya. Sehingga kalau mereka dihargai dengan cara ini, salah satunya diberikan makan, diberikan persembahan tentu mereka akan senang. Dengan banyak wisatawan yang melihat monyet ini, juga memberikan kesejahter-

BMP/kmb23

BUAH - Sejumlah wisatawan mengabadikan momen saat monyetmonyet mengambil buah pada gebogan serangkaian Tumpek Kandang, Sabtu (26/11) di Uluwatu. aan bagi kita terutama warga Desa Pecatu. Pihaknya berharap kepada pemerintah juga melengkapi kawasan ini dengan sarana tenaga medis. Tujuanya agar, ketika terjadi kecelakaan bisa segera mendapat penanganan. “Kami berterimakasih sudah ada bantuan ambulance, namun ke depan kalau bisa agar dilengkapi Tenaga medis,” harapnya. Asisten Manager Pengelola Objek Kawasan Luar Uluwatu Wayan Mosin Arjana menambahkan, seperti diketahui, Tumpek Kandang yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali rutin dilakukan oleh pengelola kawasan objek wisata Uluwatu. Kaitan dengan tumpek kandang ini, secara menyeluruh di seluruh Bali sama yang mana kewajiban untuk tetap menjaga

dan melestarikan satwa yang ada di sekitar kita. Menurutnya, hal ini sebagai wujud terima kasih kepada alam dan isinya dalam hal ini para monyet yang ada di Uluwatu. Sebab dari lima poin daya tarik objek wisata kawasan Uluwatu ini adalah keberadaan para kera tersebut. “Sebagai ucapan syukur dan terima kasih kami kepada Ida Sang Hyang Widhi melalui ciptaan beliau yaitu para kera ini, karena berkat keberadaan mereka menjadi daya tarik tersendiri bagi objek wisata ini,” ungkapnya. Dikatakannya, kunjungan ke objek wisata ini terus mengalami peningkatan secara signifikan. Dia berharap melalui kegiatan upacara ini objek wisata ini semakin ramai dikunjungi wisatawan. (kmb23/k100)

BPM/kmb

JCI - Acara technical meeting agrinesia 2016, Jumat (25/11) lalu dihadiri penyelenggara JCI Farmers Club dan BNI, para peserta dan stakeholders. Hadir pula Chairman JFC Ida Bagus Agung Gunarthawa, Kakanwil BNI Bali-Nusra: A.A. Gede Agung Dharmawan. Acara ini akan di hadiri oleh ratusan petani dan pengusaha pertanian dan juga buyers baik industri, exportir maupun perusahaan pengolahan hasil pertanian. Peserta sangat antusias untuk menampilkan produk-produk terbaik sehingga akan memungkinkan terjadinya transaksi yang sebesar-besarnya. Transaksi terbesar, transaksi terbanyak, stand terbaik, akan diberikan award/penghargaan.


4

Minggu Umanis, 27 November 2016

Manusia Mahardika

Catatan dari ”Adikawya Kakawin Ramayana” ADIKAWYA kakawin Ramayana dinobatkan sebagai kakawin tertua, terpanjang, dan terindah dalam jenisnya (JJ.Ras, 2014: 61). Sebagai bagian dari karya sastra dunia, kakawin yang dalam tradisi Bali diyakini digubah oleh seseorang yang berkualitas Yogiswara ini berisi eksiklopedi pengetahuan tentang persoalan hidup secara menyeluruh, termasuk di dalamnya figur manusia ideal berjiwa mahardika. Jiwa-jiwa mahardika idealnya tumbuh dan terbit di dalam relung-relung hati anak bangsa, di tengahtengah kemerdekaan yang telah diraih melalui pengorbanan keringat bercampur darah oleh para pejuang pada zamannya. Jiwa mahardika menjadi harapan ideal untuk mengisi kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pahlawan kusuma bangsa, sebagaimana seremonialnya telah diperingati pada 10 November bulan ini. Seorang penekun studi Linguistik Historis Komparatif, James T. Collins dalam bukunya Bahasa Sansekerta dan bahasa Melayu menyatakan bahwa kata mahardika inilah yang berevolusi menjadi kata merdeka. Kata ‘maharrddhika’ yang berasal dari bahasa Sansekerta, dalam prasastiprasasti berbahasa Melayu pada abad ke-7 semula bermakna ‘kuat’. Lebih lanjut dikatakannya, kata ‘maharddhika’ yang telah mengalami evolusi fonologis menjadi kata ‘mardika’ tersebut pada abad ke-17 mengalami perubahan makna menjadi ‘hamba atau abdi yang dibebaskan dari ikatan undang-undang sebagai abdi, sehingga dapat berdiri sendiri’. Kini kata ‘mardika’ dalam bahasa Indonesia mengalami tahapan perubahan bentuk menjadi kata ‘merdeka’ yang secara semantik bergayut erat dengan ranah politik modern, dengan pemaknaan ‘bebas dari penghambaan, penjajahan, berdiri sendiri (KBBI, 1989: 577). Bahasa Menyimak perubahan bentuk dan makna kata ‘merdeka’ di atas, kita semakin meyakini bahwa bahasa memiliki hubungan yang selaras dengan karakter manusia di bumi, yang sama-sama sangat rentan terhadap perubahan. Konon, perubahan adalah hal yang paling kekal di dunia, meskipun ada hal-hal kekal yang tidak berubah. Doktrin seperti ini tampaknya sudah sangat purba, sebab para pemikir filsafat zaman Yunani Kuna, seperti Thales, Anaximandros, dan Anaximenes telah melakukan pengamatan yang intensif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dunia. Mereka kemudian menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini senantiasa berubah. Seorang filsuf Yunani bernama Herakleitos yang terkenal dengan istilah ‘panta rei’ menyebutkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini senantiasa ‘sedang menjadi’, mengalir, dan segalanya senantiasa berubah (Kaelan, 2002: 293). Meskipun manusia bumi telah mengalami perubahan, apakah pandangan candi pustaka Kakawin Ramayana terhadap kata mahardika 1.300 tahun yang lalu? Kata mahardika dalam kakawin Ramayana disebutkan pada fragmen menghadapnya Wibhisana kepada Rama. Wibhisana adalah adik Rahwana yang telah menculik belahan jiwa Rama yaitu Sita. Penculikan ini berujung pada perang besar yang melibatkan para dewa, raksasa, resi, bahkan pasukan kera. Di tengah-tengah situasi perang tersebut, Wibhisana berusaha menjalankan kewajiban sebagai adik untuk menyelamatkan kakaknya Rahwana dari malapetaka yang akan menimpanya melalui nasihat-nasihat tentang kebenaran. Wibhisana memang telah berulang kali mengingatkan kakak kesayangannya itu untuk meminta maaf kepada Sri Rama (Santikangenangen pangupasama, haywa tan wawarengo lara humadang, kweh arista hatikasta katakut, yapwa tan upasaman pati bhisama). Akan tetapi, Rah-

wana tidak sedikitpun mengindahkan kata-kata Wibhisana. Malahan Wibhisana dikatakannya sebagai seorang penghianat yang nista dan tidak setia terhadap kakak yang sekaligus rajanya. Rahwana bagaikan batu yang nirrasa. Ia tak mampu memilah kata-kata yang mengandung amerta atau racun dalam hidupnya. Wibhisana akhirnya diusir dari istana Alengka karena dianggap telah berkhianat pada Rahwana dan kerajaan. Saat itulah Wibhisana yang sejak semula telah melihat kebenaran menyala pada ujung-ujung panah ‘senjata’ dan manah ‘pikiran’ Rama menghadap reinkarnasi Wisnu itu. Ada berita menarik yang disampaikan Hanoman mengenai kedatangan Wibhisana ke tempat Sri Rama. Penggubah kakawin Ramayana yang proto tipenya konon diresepsi dari karya Bhatti Kawya tersebut menyatakan sebagai berikut. “Prawara guna wibhisana ikana teka, huluna ri suku sang prabhu tan alang-alang, sahuripana maharddhika tuwi gunawan, nipuna ring aji sastra wenanga sarana”. Teks berbahasa Jawa Kuna tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut “Sang Wibhisana yang bijaksana kini datang, bermaksud menghamba kepada Paduka Rama dengan tulus hati, dia sungguh adalah orang yang bijaksana dan berpikiran merdeka, sangat memahami ajaran sastra agama, oleh karenanya patut dijadikan sekutu (Agastia, 1998: 54-55). Merdeka Pada kutipan tersebut, Wibhisana dinyatakan sebagai seseorang yang bijaksana (gunawan) dan berpikiran merdeka. Kata ‘mahardhika’ yang berarti ‘merdeka’ dalam teks Kakawin Ramayana di atas memang tepat disandang oleh seorang Wibhisana. Ia adalah sosok yang berani memperjuangkan kebenaran dengan berpihak kepada Rama. Wibhisana tidak terikat pada wilayah kerajaan yang menjadi tempatnya hidup bersama anak dan istrinya selama ruang itu dipenuhi oleh ketidakbenaran. Sampai di sini mungkin Wibhisana memiliki perbedaan sikap dengan saudaranya Kumbakarna. Sang Kumbakarna dalam sejumlah tafsiran memang dianggap sebagai sosok yang patriotis, sebab keinginannya bertarung dan mati di medan pertempuran bukan semata-mata karena membela Rahwana tetapi karena jiwa bela negaranya. Dia turun ke medan laga dengan motivasi memperjuangkan wilayah kerajaannya yang diserang musuh. Dalam pengamatan Kumbakarna, seorang Rama dan pasukannya adalah musuh yang hendak menghancurkan kerajaan. Kehancuran kerajaan dan wilayahnya itulah yang hendak dibelanya dengan jiwa dan raganya. Dari sikap-sikap yang diambil oleh kedua bersaudara itu, cerita Ramayana yang bagi sebagian orang sederhana menjadi kompleks dan multitafsir. Yang menganggap cerita itu sederhana barangkali hanya mengetahui cerita Ramayana lewat mendengar atau menonton bagian-bagian tertentu dari pementasan wayang. Bahwa dalam pementasan wayang, cerita memang akan selalu diakhiri dengan kemenangan Rama atas Rahwana. Belum pernah didengar lakon wayang yang menyimpang dari pakem, yang berani memenangkan Rahwana misalnya. Di sisi lain, setelah pementasan selesai, dalang akan merapikan wayang-wayang yang semula berkonflik di depan penonton untuk kembali bersatu di dalam keropaknya. Sementara itu, bagi sejumlah orang yang pernah membaca karya sastra kakawin Ramayana akan merasakan betapa kompleksnya cerita yang dibingaki dengan kepadatan metrum kakawin tersebut. Tidak banyak orang yang mampu membaca kakawin Ramayana dengan tuntas, meskipun kesucian pikiran menjadi pahala yang akan diraih ketika selesai membaca karya sastra yang sarat ajaran tentang kehidupan itu. Ajaran itu terselip dalam dialog maupun salampah laku dan dilemma-

dilema para tokohnya. Dilema-dilema yang multitafsir selalu memeras keringat penafsiran para peminatnya, seperti dalam fragmen Dewi Kekayi yang menuntut agar Bharata menjadi raja Ayodya, fragmen peperangan Subali dan Sugriwa, fragmen Laksmana dalam menjaga Sita yang diakhiri dengan penyamaran Rahwana menjadi pendeta dan yang lainnya. Konsep Khusus dalam konteks sikap Wibhisana dan Kumbakarna, entah demi kepentingan moral cerita atau sebab-sebab lainnya, dapat disimak bahwa Kumbakarna gugur di medan pertempuran. Sementara Wibhisana tetap hidup, bahkan Rama menyerahkan kerajaan Alengka yang semula diperintah oleh kakaknya kepada Wibhisana. Wibhisana tampaknya dijadikan figur oleh pengarang untuk memaknai jiwa yang mahardika ‘bebas’. Dari sikap-sikap yang diambil oleh Wibhisana, ia sejatinya bukanlah seseorang yang tidak memiliki patriotisme. Wibhisana lebih memilih pendekatan dialogis untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada Rahwana sebagai pucuk pimpinan di kerajaan Alengka. Barangkali hanya dengan cara itu, Wibhisana berharap dapat membalikkan kesadaran Rahwana untuk mengurungkan niatnya berperang melawan Rama. Dengan cara itu pula kerajaannya akan selamat. Pendekatan dialogis yang dilakukannya ternyata tidak membuahkan hasil, bahkan berujung pada pengusiran. Wibhisana lalu menghadap Rama yang menjadi tokoh sentral cerita. Meskipun Reinkarnasi Wisnu, Rama tetaplah manusia yang memiliki tubuh (darah dan daging) dan perasaan. Sebagai manusia, Rama dengan usaha keras terus berjalan dan membangun jembatan di atas laut dengan pasukan kera. Sebagai putra mahkota, Rama rela tahtanya digantikan oleh adiknya sang Bharata. Sebagai seorang suami, tentu ia juga marah, sedih dan emosi ketika istrinya diculik oleh Rahwana. Dari keseluruhan cerita, baik pihak yang menang dalam pertempuran maupun yang kalah, sama-sama merasakan penderitaan. Konon dunia memang tidak hanya menyediakan kesenangan, tetapi sekaligus duka lara dan kematian. Simbol Dalam adikawya tersebut, Rama dijadikan simbol kebenaran. Dengan mengabdikan seluruh kemampuannya kepada Rama, barangkali Wibhisana dapat dimaknai sebagai abdi pada kebenaran itu sendiri. Wibhisana tidak memihak kepada Rahwana, walaupun secara genetis ia adalah saudaranya. Itu artinya, seorang Wibhisana tidak memiliki karakter nepotisme, sebagaimana menjadi trend di zaman ini. Sikap-sikap Wibhisana itu tentu menjadi anomali di wilayahnya sendiri. Terlebih di wilayah kerajaan yang penuh dengan kerakusan, nepotisme, bahkan mungkin korupsi yang dilakukan para raksasa. Di dalam lingkungan seperti itu Ia menjadi sosok yang dibenci. Namun demikian, kita yang hidup di dunia nyata yang pasti memiliki perbedaan dengan kisah Wibhisana dalam Ramayana, dapat merasakan bahwa Ia adalah seseorang yang berpikiran bebas ‘merdeka’. Dengan landasan keyakinan dan tekad yang bulat Ia memutuskan untuk berpihak pada kebenaran. Situasi politik kerajaan carut marut yang ingin meraih segala keinginan termasuk cinta, harta, dan tahta tak mampu mengikatnya. Wibhisana memang bagaikan butir embun yang ada di dalam mahligai teratai. Ia tetap memancarkan kejernihannya, meskipun akarnya menancap pada lumpur dan batangnya hidup pada air yang tidak jarang bersahabat dengan ‘kekeruhan’.

z Putu Eka Guna Yasa Pecinta sastra Bali

Mengenal Lebih Dekat tentang Skoliosis SKOLIOSIS adalah suatu kelainan kurvaktura (kelengkungan) dari tulang belakang ke arah sisi tubuh kanan atau kiri membentuk huruf “S” atau “C”. Penting bagi kita untuk mengetahui apa itu skoliosis, gejalanya, serta penatalaksanaan yang tepat.

B

A

SKOLIOSIS - Perhatikan pada gambar A tampak bahu kanan lebih tinggi dibandingkan dengan bahu kiri, tulang belikat kanan tampak lebih menonjol dibandingkan dengan yang kiri, dan pinggul kiri juga tampak lebih menonjol dibandingkan sisi kanan. Pada gambar B, nampak rotasi dari tulang belakang dan iga dapat dengan mudah diamati dari belakang pasien dengan posisi badan berdiri membungkuk ke depan.

Tipe Skoliosis Secara Umum Secara umum skoliosis dibagi menjadi 2 tipe, yaitu Skoliosis Postural (Skoliosis Fungsional) yang merupakan kelainan kelengkungan tulang belakang tanpa disertai dengan rotasi (terpuntirnya) ruasruas tulang belakang. Skoliosis postural merupakan suatu kelainan sekunder yang disebabkan oleh kondisi lain di luar tulang belakang itu sendiri, seringkali disebabkan oleh kelainan pada kaki dengan panjang yang asiemetris. Skoliosis Struktural merupakan suatu kelainan kelengkungan tulang belakang disertai rotasi dari ruas tulang belakang yang mengalami kelainan. Tipe skoliosis ini memerlukan tatalaksana secara khusus. Apakah Penyebab dari Skoliosis? Dari berbagai studi kasus yang telah dilakukan pada pasien yg menderita skoliosis, diketahui penyebab yang paling sering mendasari adalah Muscular Dystrophy, yaitu suatu kelompok kelainan secara genetik yang menyebabkan terjadinya

Belajar Sekilas Mengenai Hemoroid MASYARAKAT pasti sering mendengar istilah hemoroid atau wasir atau ambeien. Meski tergolong penyakit yang tidak berbahaya, hemoroid sering membuat khawatir penderitanya. Hemoroid adalah benjolan pada anus yang berasal dari pembengkakan dan peradangan dari pembuluh darah balik (vena) pada anus. Benjolan tersebut ada yang berasal dari mukosa anus (interna) maupun berasal dari luar (eksterna). Jika tidak mendapatkan penanganan merah terang, menetes tanpa disertai nyeri maka hemoroid akan semakin bertambah dan gatal. Selain perdarahan, pasien akan parah, jarang yang mengalami perbaikan mengeluh adanya benjolan pada anus. dengan sendirinya karena biasanya kelainan Adapun derajat penyakit hemoroid: ini melibatkan secara luas pembuluh darah, Derajat 1: Perdarahan pada saat BAB. jaringan lunak, dan otot– otot anus. Derajat 2: Derajat 1 dengan timbulnya Penyebab terjadinya hemoroid ber- benjolan pada saat BAB. Benjolan akan macam–macam. Secara umum terjadi masuk sendiri usai BAB. Derajat 3: Derajat karena lemahnya pembuluh darah vena 1 disertai dengan bejolan yang membengdi anus atau disebabkan karena terlalu kak dan membesar. Benjolan hanya dapat sering dan kuat mengedan. Duduk yang masuk kembali dengan bantuan dorongan terlalu lama dapat menyebabkan hemor- jari. Derajat 4: Benjolan tambah besar dan oid. Faktor keturunan tekanan darah tidak dapat masuk kembali ke dalam anus. tinggi, kegemukan, gaya hidup yang tidak Sebaiknya jika terdapat beberapa gejala sehat, kurang minum serta kehamilan juga tersebut, pasien memerlukan pemeriksaan merupakan salah satu pencetus. oleh tenaga kesahatan agar mendapatkan pengobatan yang tepat. Pemeriksaan yang Perdarahan diperlukan untuk meneggakkan kasus Perdarahan merupakan keluhan ter- hemoroid adalah pemeriksaan colok dubur sering dan pertama kali. Darah berwarna (jari yang dimasukkan kedalam anus)

kelemahan pada otot. Kecacatan tulang belakang pada bayi baru lahir, dan adanya trauma ataupun infeksi pada tulang belakang. Seseorang dengan riwayat keluarga menderita skoliosis memiliki kecendrungan yang lebih tinggi untuk mengalami hal serupa, dan angka kejadian skoliosis lebih tinggi pada remaja wanita dibandingkan laki-laki. Mengenal Tanda-tanda Skoliosis Gejala yang muncul pada pasien dengan skoliosis dapat bervariasi tergantung dengan tingkat keparahan skoliosis yang dialaminya, seperti: - Tulang belikat di satu sisi lebih tinggi daripada sisi lainnya. - Tulang belikat di satu sisi lebih menonjol daripada sisi lainnya (tampak jelas saat pasien membungkuk). - Pinggul kanan dan kiri tidak sejajar. - Tulang belakang tampak terpuntir. - Nafas terasa berat karena berkurangnya ruang paru untuk mengembang saat bernafas. dimana akan didapatkan pembesaran benjolan di dalam dan sekitar anus. Secara umum penanganan hemoroid dibagi atas tindakan operasi dan tidak operasi. Upaya pencegahan dan pengobatan tanpa operasi hanya dilakukan pada pasien dengan derajat 1-2. Pencegahan dapat dilakukan berbagai cara seperti: - BAB usahakan teratur sehari sekali. - Usahakan kotoran tidak keras, sehingga tidak perlu mengejan terlalu keras. - Hindari penggunaan pencahar. - Jangan terlalu lama duduk di kloset. - Banyak minum minimal 1,5-2 liter air putih/hari. - Hindari alkohol, makanan pedas, kopi dan the - Perbanyak makanan yang kaya serat, sayur, dan buah– buahan. - Olahraga yang teratur. - Hindari mengangkat beban yang berat. - Warm tub baths/ rendam bokong dengan cairan antiseptic. Pasien Obat–obat yang dibutuhkan pasien hemoroid antara lain pelunak kotoran untuk memperbaiki pola BAB, suplemen yang mengandung banyak serat untuk memperbaiki pola BAB, obat penghilang rasa nyeri atau steroid yang dioleskan atau

BPM/ist

Kenali Tanda Dehidrasi pada Anak Diare DIARE pada anak adalah salah satu penyebab kekhawatiran orang tua, terutama apabila diare disertai dengan muntah dan anak menjadi malas minum. Tidak jarang orang tua menganggap apabila anak buang air besar cair dan baru pertama kali sudah dianggap mengalami diare. Anak dikatakan diare apabila mengalami buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Penyebab yang sering ditemukan di lapangan ataupun yang bisa diamati adalah diare yang disebabkan infeksi baik itu karena bakteri, virus maupun parasit dan keracunan. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari, sementara diare persisten atau diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Orang tua patut menaruh perhatian lebih bila anak menunjukkan gejala dehidrasi akibat kekurangan cairan. Gejala dehidrasi yaitu gelisah, rewel hingga tidak sadar, anak juga menjadi sangat haus bahkan akhirnya menjadi tidak mau minum, mata juga terlihat cekung, dan apabila kita mencubit lembut kulit perutnya maka kulit menjadi susah kembali seperti kondisi normal. Bila sudah dalam kondisi seperti ini bawalah anak ke pelayanan kesehatan terdekat. Mencegah Orang tua bisa mencegah terjadinya dehidrasi bila anak diare apalagi disertai muntah. Berikan oralit, bila tidak tersedia berikan cairan rumah tangga misalnya air tajin, kuah sayur, sari buah, air teh, atau air matang. Bagaimana cara melakukan pencegahan diare yang benar dan efektif? 1. Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai 2 tahun. 2. Memberikan makanan pendamping ASI sesuai umur. - Nyeri pinggang. Bagaimana Dokter Anda Mendiagnosis Skoliosis? Pemeriksaan fisik menjadi hal pertama yang akan dilakukan oleh dokter pada pasien dengan kecurigaan skoliosis. Dokter akan memeriksa punggung Anda ketika Anda berdiri dengan kedua tangan berada di sisi tubuh kanan dan kiri. Dokter akan menilai kurvaktura tulang belakang dan melihat apakah bahu dan pinggang simetris kanan dan kiri. Kemudian dokter akan meminta Anda untuk membungkukkan badan sambil mengobservasi kurvaktura tulang belakang bagian atas dan bawah, serta kesimetrisan tulang belikat kanan dan kiri. Berbagai pemeriksaan dapat saja dilakukan untuk menunjang diagnosis pada pasien. Pilihan pemeriksaan tersebut meliputi X-Ray, CT-Scan, ataupun MRI. Hasil dari pemeriksaan fisik dan penunjang tadi akan digunakan oleh dokter Anda untuk menegakkan diagnosis dan menentukan pilihan terapi nantinya. Pilihan Terapi pada Pasien Skoliosis Yang paling menentukan dalam pemilihan terapi adalah derajat kurvaktura dari tulang belakang, usia pasien apakah masih dalam proses pertumbuhan atau tidak, serta jumlah dan tipe kelengkungan yang terjadi. Saat ini terapi pilihan untuk pasien skoliosis adalah dengan menggunakan Brace atau pembedahan. dimasukkan ke dalam anus (suppositoria) serta obat–obatan untuk menghentikan perdarahan. Untuk kondisi hemoroid derajat 3-4 serta pada pasien hemoroid yang sudah diobati secara konservatif tidak menampakkan keberhasilan dan menimbulkan gejala yang makin berat seperti rasa terbakar pada anus, gatal, bengkak, dan pendarahan yang makin berat disarankan untuk mengambil tindakan operasi agar tidak membahayakan nyawa. Ada beberapa pilihan operasi untuk hemoroid yang sudah banyak di lakukan di Indonesia. Haemorrhoidectomy merupakan cara yang sudah lama dilakukan dan paling sering dilakukan dimana memiliki keunggulan biayanya murah, waktu operasi cepat, kekambuhan yang rendah, namun kerugiannya nyeri yang ditimbulkan hebat dan perdarahannya lebih banyak serta bisa terjadi penyempitan rongga usus. Stappler Haemorrhoid merupakan cara berikutnya dimana keuntungannya menimbulkan nyeri dan perdarahan yang minimal. Sementara untuk kerugiannya biaya operasi akan lebih mahal karena menggunakan alat khusus. HAL (Hemorrhoid Artery Ligation) dan RAR (Recto Anal Repair) merupakan teknik terbaru yang digunakan di Indonesia. Teknik ini memiliki keuntungan pembuluh darah yang diikat akan lebih akurat, nyeri dan perdarahan

3. Memberikan minum air yang sudah direbus dan menggunakan air bersih yang cukup. 4. Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar. 5. Buang air besar di jamban. 6. Membuang tinja bayi dengan benar. 7. Memberikan imunisasi campak. z dr.Anak Agung Ratna Purnama Santhi, S.Ked.

DEHIDRASI - Pada anak dehidrasi, turgor kulit kembali lambat. ”Bracing” Terapi dengan brace dapat dilakukan pada pasien yang masih dalam proses pertumbuhan dengan kurvaktura antara 2030 derajat. Penggunaan brace tidak dapat meluruskan tulang secara penuh, namun dapat mencegah terjadinya perburukan. Metode ini akan lebih efektif bila kasus diketahui lebih awal. Brace biasanya akan digunakan selama 24 jam sehari untuk mendapatkan efektifitas terbaik. Pasien dapat membuka brace tersebut pada keadaan tertentu seperti saat mandi. Pembedahan Pembedahan diindikasikan pada pasien (1) kurvaktura lebih dari 30 derajat pada pasien usia pre-pubertas, dimana pasien tersebut akan mengalami percepatan pertumbuhan saat remaja. (2) Pada pasien dengan kurvaktura yang lebih ringan namun diketahui mengalami perburukan secara cepat. Evaluasi Terapi Jangka Panjang Evaluasi jangka panjang pada pasien skoliosis didasarkan pada tingkat keparahan dan pilihan terapi. Tumbuh dewasa dengan keadaan skoliosis merupakan hal yang cukup sulit pada beberapa pasien, sehingga sangat penting untuk memiliki dukungan secara fisik dan mental dari orang tua, dan teman-teman di lingkungan sosial pasien. z

dr. Anak Agung Gde Duta M. Putra, S.Ked.

yang minimal namun kerugiannya tentu sangat mahal karena menggunakan alat khusus, alat terbatas, dan kekambuhan yang cukup banyak karena tidak dilakukan pemotongan jaringan. zdr. I Made Maha Satya Dwi Palguna, S.Ked.

BENJOLAN - Hemoroid adalah benjolan pada anus yang berasal dari pembengkakan dan peradangan dari pembuluh pembuluh darah balik (vena) pada anus. Benjolan tersebut ada yang berasal dari mukosa anus (interna) maupun berasal dari luar (eksterna).


5

Minggu Umanis, 27 November 2016

Resensi Buku

Manfaat Budaya bagi Manusia Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Kebudayaan Spiritualitas : I Ketut Artadi, S.H. : Pustaka Bali Post : 2011 : 250 halaman ADA ilmu yang mempelajari kebudayaan sebagai objek, di lain pihak ada pula ilmu yang menjadikan kebudayaan sebagai alat kaji fenomena apapun. Yang pertama disebut Ilmu Antropologi Budaya dan yang kedua disebut Ilmu Kajian Budaya. Kedua ilmu ini akan memasuki terang dalam kerjanya kalau ia sudah jelas tentang bangunan, isi dan inti dari kebudayaan. Buku ini materinya adalah: bangunan (kerangka), isi dan inti dari kebudayaan, dimana pada bab-bab awal dijelaskan tentang bangunan dan isi dari kebudayaan meliputi bangunan kerangka, sedemikian apabila dipakai untuk mengamati suatu kebudayaan sebagai objek, maka akan menjadi kelas kerangka yang harus dijadikan acuan, yaitu meliputi kebudayaan spiritualitas dan kebudayaan intelektualitas. Tiap-tiap kebudayaan haruslah bernilai dan bermakna bagi kemanusiaan. (osi)

Film

Petualangan Seorang Agen Judul Film Sutradara Penulis Skenario Bintang

Tayang

: Criminal : Ariel Vromen : Douglas Cook, David Weisberg : Kevin Costner, Ryan Reynolds, Gary Oldman, Gal Gadot, Alice Eve : 2016

FILM aksi barat berjudul “Criminal” ini merupakan film yang diceritakan tentang kisah dari seorang agen CIA. Suatu ketika seorang agen CIA harus meninggal dalam sebuah misi untuk menghentikan rencana jahat. Untuk mengganti agen CIA tersebut, dilakukan sebuah suntik kenangan dan memori dari agen CIA yang telah gugur tersebut ke dalam otak seorang narapidana hukuman mati dengan harapan misi agar bisa menghentikan rencana jahat. Dimulai dari Jericho Stewart yang diperankan oleh Kevin Costner. Jericho adalah mantan narapidana hukuman mati. Saat harapannya unutk hidup hilang, CIA menawwarinya untuk menjadi relawan dalam uji coba pengcangkokan ingatan guna penyelesaian misi. Jericho yang setuju untuk ikut andil dalam program tersebut dicangkokan ingatannya dengan ingatan Bill Pope (Ryan Renolds) anggota CIA yang mati saat menjalankan misinya. Jericho tidak tahu pengcangkokan ingatan itu akan mengubah hidupnya, pasalnya dengan sisa ingatan itu Jericho mendapatkan kemampuan menembak dan berkelahi dari Bill Pope tanpa ia sadari bahkan ia juga mengetahui istri dan anak Bill. Film yang menarik dan cukup memikat. (osi)

Kuda

CERPEN

Oleh IBW Widiasa Keniten GURU Gede termasuk pakatik kuda. Ia memiliki kesabaran jika sudah berhadapan dengan kuda. Riwayat leluhurnya memang ada yang mengukir kisahnya dalam mengendalikan kuda. Konon leluhurnya pernah mengendalikan seekor kuda. Kuda raja yang tibatiba beringas. Saat itu, banyak yang bertanya-tanya kenapa kuda raja tiba-tiba mengamuk. Ada yang mengatakan sedang mematangkan ilmunya. Kuda raja sebagai pesakitan. Padahal, maksudnya menohok leluhur Guru Gede. Entah karena ilmunya yang sudah menyatu dengan kuda, kuda raja yang tiba-tiba liar itu dipandang dan bersuara meringkik bisa tenang. Semenjak itulah dalam babab tercatat leluhur Guru Gede sebagai pakatik kuda. Ada yang mengatakan bahwa Guru Gede sebagai reikarnasi dari leluhurnya itu. Dulu, saat kelahiran Guru Gede pertanda alam memang ada. Bulan saat itu sedang Purnama raya (supermoon). Ada raut awan di sampingnya seperti kuda liar. Keindahan rembulan memberi nuansa mistis dalam keluarga Guru Gede. Keyakinan keluarganya semakin bertambah setelah ditenungkan. Tukang tenung menyatakan bahwa leluhur yang menjadi pekatik raja dulu hadir kembali ke dunia. Ada keceriaan dalam keluarga Guru Gede karena leluhurnya hadir kembali di tengah-tengah keluarga besarnya. Ini sebagai pertanda baik karena kedekatan dan status sosial tentu akan meningkat lebih baik dari sebelumnya. Tanah warisan yang diterima Guru Gede lumayan luas. Ada tanah carik ada tegalan. Saking cintanya pada kuda, tanah warisannya dibiarkan hingga kudakudanya leluasa berkeliaran. Anehnya seliar apapun kuda-kuda Guru Gede jika dipanggil pasti akan datang dengan mudahnya. Siulannya itu teraliri energi kuda hingga datang dengan ringkikkannya yang silih berganti. Aku agak heran juga pada kekuatan Guru Gede. Siulannya saja bisa menundukkan kuda-kuda yang liar itu. Aku ingin belajar padanya. Keberanianku kubangkitkan karena tidak semua yang ingin belajar mengenai kuda bisa diterimanya dengan mudahnya. Guru Gede termasuk tokoh yang sulit menerima siswa. Banyak pertimbangan harus dipikirkannya. Katanya, “Ilmu mesti diberikan pada siswa yang benar-benar ingin belajar. Kalau hanya ingin tahu saja sebaiknya jangan belajar padaku. “ Aku pernah menyaksikan kekuatan taksu dari kata-kata Guru Gede. Ia awali dengan mengeluarkan batu akiknya disertai dengan sebilah keris yang diterima dari leluhurnya. Dipandangnya batu akiknya beserta kerisnya. Ada asap putih keluar dari ujung keris dan batu akiknya menyilaukan mata. Ia arahkan ke mata kuda-kuda yang lagi berkeliaran. Entah kenapa, kuda-kuda meringkik, memberikan salam hormat pada Guru Gede. Semenjak itu, aku semakin tersedut hati dan batinku untuk mempelajari ilmunya. Kucari dewasa ayu agar bisa dengan mudah menyerap ilmu dari Guru Gede. Kulihat-lihat kelender yang terpajang di tembok. Kubaca berulang-ulang, ada Buda Manis, ada Wraspati Kliwon, keduanya menurutku bagus. Kulihat pratiti samutpadanya ada jati, ada widnyana. Kuputuskan untuk hari Budha Manis, Jati untuk memulai. Aku merekamereka sendiri. Kalau Buda berkaitan dengan budi urip-nya tujuh. Tujuh urip Mahadewa berada di barat. Manis urip

lima, Dewanya Iswara. Berarti timur dan barat bisa kusatukan dan itu pada jati. Jati kumaknai dengan kelahiran dan kebenaran. Artinya, keseimbangan timur dan barat hendaknya didasari oleh kebenaran. Ah, aku seperti tukang ramal nomor togel saja. Pagi-pagi, aku sudah mempersiapkan diri. Biasa mandi dan ke merajan lebih dulu. Kumohon pada leluhurku agar diberikan mendalami ilmu tentang kuda. Suara cecak silih berganti. Entah karena permohonanku direstui atau memang ia lagi ingin bersuara. Yang pasti, suara cecak amat ramai seakan saling bersahutan. Kubawa canang sekar beserta sesari. Keberanikan datang sendiri ke rumah Bapa Gede. Kuketahui Bapa Gede pasti sudah bangun sepagi ini. Karena sering kulihat, ubun-ubun dan telinganya disumpangi bunga jepun. “Pagi, Bapa,” sapaku. “Pagi, tumben datang sepagi ini? Silakan duduk!” Aku menuju bale daja. Bapa Gede menyuruh anaknya membuatkan secangkir kopi. “Ada apa pagi-pagi sudah datang?” “Maaf Bapa. Tiang mengganggu ketenangan Bapa.” “Ada apa?” “Tiang ingin belajar tentang ilmu kuda.” Guru Gede tidak menjawab secara langsung. Ia memandang wajahku cukup lama. Sorot matanya membangkitkan energi dari dalam tubuhku. Tubuhku seperti bergetar. Keringat menetes perlahan. Ujung mataku beradu dengan ujung matanya. Ada senergi putih terasa

terpancar. “Untuk apa Nyoman mempelajari ilmu itu? Bukankah zaman sudah berubah. Kuda tidak lagi menjadi daya tarik sekarang ini. Coba Nyoman lihat hampir tidak ada kuda yang dijadikan alat transportasi sekarang ini. Ia telah tergerus dengan teknologi. Ringkikannya sudah menghilang. Nyoman hanya membuang-buang waktu saja. Lebih baik belajar yang lain saja. Belajarlah yang membuat cepat mendatangkan hasil hingga hidupmu lebih dipandang. Belajar tentang kuda tidak akan menjanjikan hidup yang lebih baik.” “Tidak Guru Gede. Tiang sudah bulat untuk belajar tentang kuda. Tiang pengagum kuda. Paling tidak dengan belajar tentang kuda, tiang bisa berterima kasih pada leluhur tiang yang telah memberikan nilai kehidupan. Kuda bagi tiang membawa inspirasi dalam perjalanan nurani tiang.” “Itu hanya perasaanmu saja, Man. Tidak ada seperti yang Nyoman katakan itu. Jangan terlalu terbawa perasaan yang terkadang bertolak belakang dengan kenyataan. Gali saja ilmu yang mudah meningkatkan jalan hidupmu.” Aku yakin Guru Gede menguji kesetianku. Biasa guru-guru mumpuni tidak dengan serta-merta menerima murid. Sesana aguron-guron masih melekat padanya. Bambang guru bambang sisia, ‘segala noda diterima bersama guru dan murid’. Itu kata tetua yang pernah kudengar. Aku merasakan dalam gerusan moral seperti sekarang ini masih ada yang berpegang pada sesana. Berulang-ulang kumohon agar Guru

Gede bersedia menerimaku sebagai muridnya. Ia alihkan pembicaraannya dengan menyilakanku untuk menyeruput kopinya. “Silakan kopinya dulu, Man.” “Terima kasih Guru.” Kehangatan mengaliri tenggorokanku. Tapi, hatiku belum terasa tenang juga. Tekadku sudah bulat. Aku harus bisa belajar pada Guru Gede. “Silakan ubi rebusnya.” Kami menikmati ubi rebus dari Guru Gede. “Kemarin ada yang membawakan ubi. Katanya ia lagi panen. Makanlah sebagai pengganjal perut di pagi hari. Nanti, Nyoman makan di sini bersama Bapa.” “Suksma Bapa.” Aku tidak berani melanjutkan permintaanku. Tidak enak rasanya sambil minum dan makan membicarakan permohonan yang menurutku amat berharga dalam perjalanan hidupku. Kami nikmati kopi beserta ubi rebusnya. Guru Gede tiba-tiba menyela. “Nanti, saat Purnama raya datanglah ke rumahku.” Aku langsung menganggukkan kepala. Telapak tangan Guru Gede kupegang dan kuletakkan di kening. “Terima kasih, Guru. Tiang pamit dulu.” “Silakan. Hati-hati di jalan.” “Suksma Guru.” Kunanti-nantikan Purnama raya. Aku meyakini Guru Gede sudah menerimaku sebagai muridnya. Aku tidak berani bermain-main dengan waktu. Seperti biasa, sebelum menuju rumahnya, aku ke merajan dan memohon agar diberikan jalan terang. Malam itu, aku ke rumah Guru Gede. Ia seperti siap menerima kehadiranku. Daksina telah diasapi. Dupa harum merasuki jiwaku. “Maaf Guru. Tiang terlambat.” “Tidak. Guru juga baru mempersiapkan ini. Silakan duduk!” Aku duduk menyamping. Tidak baik ada rasanya bersemuka dengan guru. Guru Gede memandangku lamat-lamat. Ia berkata lirih. “Kuda itu pikiran, Man. Ia perlu dikendalikan dengan tali kekang kesadaran. Jika, talinya putus, kuda-kuda itu akan liar dan membahayakan alur ruhmu. Kendalikan ia dengan kesucian hatimu. Ingat selalu bahwa mengendalikan kuda hatimu lebih sulit dibandingkan mengendalikan kuda-kuda yang kau lihat dalam keseharian.” “Padanglah ke rembulan sana. Apa yang kau lihat?” “Tiang lihat kuda putih Guru?” “Syukurlah, kuda putih yang kau lihat. Rembulan itu sebagai saksi malam hari. Kegelapanmu telah tercerahkan dengan sinar-sinar rembulan. Lihatlah sekarang kuda putih tadi!” “Apa yang kau lihat?” “Ia memperlihatkan giginya yang putih, Guru” “Benar. Kuda-kuda hatimu telah memekarkan kesadaranmu. Nafsumu telah dikurangi karena gigi yang bertaring itu telah memancarkan ketulusanmu. Sekarang, lihatlah ke bawah sana.” “Tiang lihat gelap, Bapa.” “Itulah jalan hidup. Terang dan gelap selalu beriringan. Mana yang akan Nyoman pilih?” Guru Gede menyuruhku mendekat. Ia membisiki telingaku. Aku tak paham apa yang ia bisikkan. Yang jelas bisikkannya itu membawaku pada kudakuda pikiranku.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Dewa Komang Mahadewa

Nuriarta

Ikhsan Dwiono Afrizal GAB Sanjaya K. Ngurah


DIMENSI

6 RAMALAN

BINTANG

Capricorn Peruntungan: Di minggu-minggu ini situasinya masih tidak stabil, sehingga jangan spekulasi dulu. Ada baiknya bersikap santai dan tidak perlu terlalu ngoyo. Lakukan observasi saja, sambil mempelajari kemungkinan ada peluang yang bisa dimasuki. Karier: Jangan mencari gara-gara di depan atasan jika tak ingin sanksi darinya. Kesehatan: Tak perlu meragukan kondisi badan, yang terpenting olahraga harus tetap dilaksanakan secara kontinyu dan disiplin dengan waktu. Keuangan: Tetap harus berhemat agar pemborosan tidak sampai menimpa Anda. Asmara: Jangan berpikiran macam-macam terhadap dirinya, percuma saja Anda berbaik hati di depannya kalau masih diliputi perasaan curiga. Aquarius Peruntungan: Tidak perlu tergesa-gesa untuk meluaskan jalur usaha Anda. Semua itu lagi perlu dukungan dan pemikiran yang matang. Kesempatan untuk maju tidak datang begitu saja, sehingga selagi situasinya mendukung maka harus bisa memanfaatkannya. Karier: Dengarkan saran yang muncul dan pelajari secara seksama agar tak timbul penyesalan di kemudian minggu. Kesehatan: Cukup banyak kegiatan yang harus Anda lakukan di minggu ini sedangkan untuk istirahat kurang begitu cukup sehingga kondisi badan menjadi mudah terganggu. Keuangan: Masih perlu me-manage dengan baik agar pemborosan tidak terjadi di minggu ini. Asmara: Ada pihak ketiga yang sengaja mengobokobok hubungan Anda berdua, untuk itu berhati-hatilah. Pisces Peruntungan: Di minggu-minggu ini peluang masih terbuka lebar dan cukup menjanjikan, hanya saja permasalahan yang Anda hadapi di minggu ini cukup lumayan rumit, sehingga perlu kesabaran dan kejelian dalam mencari jalan keluarnya. Karier: Hindari sifat terburu-buru, biar lambat sedikit asalkan selamat. Kesehatan: Jagalah kondisi badan dengan seksama walaupun kesibukan tampak tinggi di minggu minggu ini, jangan sampai sekali-kali Anda mengabaikannya karena bisa fatal akibatnya. Keuangan: Jaga dengan benar dana yang ada, jangan sampai Anda berlaku boros. Asmara: Jangan suka bicara ngelantur, karena itu hanya akan membikinnya jengkel saja. Aries Peruntungan: Waspadalah jangan sampai mudah tertipu oleh berbagai tipu muslihat yang seharusnya bisa Anda hindari jika mau bersikap lebih tegas dan tak mudah percaya dengan berbagai pujian-pujian manis yang Anda terima. Karier: Ketenangan pikiran dan hati yang sabar cobalah Anda terapkan dalam kehidupan seminggu-minggu. Kesehatan: Perbanyaklah beristirahat di minggu ini, tak perlu ikut kegiatan yang terlalu menguras stamina. Jaga kondisi badan agar tetap selalu segar dan tidak loyo. Keuangan: Pemasukan masih lancar sehingga segala kebutuhan akan terpenuhi semua. Asmara: Ada perkembangan yang lebih menyenangkan, sehingga suasana menjadi lebih ceria dan membahagiakan. Taurus Peruntungan: Tak perlu ragu untuk melangkah maju walaupun situasi masih kurang mendukung, sebaiknya tetap jalankan segala rencana yang lagi berjalan ini dengan pengawasan yang ketat. Karier: Renungkan kejadian yang terjadi akhir-akhir ini sehingga bisa melangkah lebih baik lagi. Kesehatan: Boleh saja mengkonsumsi makanan pedas akan tetapi jangan terlalu over karena bukan tidak mungkin penyakit perut Anda akan kambuh kembali. Keuangan: Pemasukan masih cukup lancar walau begitu pengawasan disektor pengeluaran tetap selalu dilakukan agar tidak timbul pemborosan. Asmara: Ada baiknya Anda diam bila perselisihan pendapat itu sudah mulai memuncak. Gemini

Peruntungan: Berhati-hatilah dalam membuat keputusan penting sebaiknya benar-benar telah ditimbang, sehingga tidak sampai menimbulkan penyesalan di kemudian minggu. Karier: Ada saja yang merintangi perjalanan karier Anda, tak perlu ragu untuk melibasnya. Kesehatan: Aktivitas yang cukup berat itu sebaiknya bisa diimbangi dengan pola makan yang benar-benar memenuhi gizi jangan hanya berpedoman dengan selera saja. Keuangan: Pemasukan masih lumayan lancar hanya saja Anda tetap harus jeli dalam me-managenya. Asmara: Suasana bertambah ceria karena ada kabar atau sesuatu hal yang cukup menggembirakan dan melegakan hati. Cancer Peruntungan: Untuk saat ini ada baiknya Anda mengalah saja, tak perlu mempertahankan pendapat yang jelas-jelas ditentang oleh banyak orang. Walaupun itu sudah merupakan rencana Anda yang matang sekalipun. Karier: Pandai-pandailah membaca situasi dan usahakan untuk tidak terlalu memaksakan diri. Kesehatan: Kondisi badan di minggu ini cukup baik hanya saja terkadang aktivitas berat cukup memforsir tenaga dan pikiran sehingga perlu beristirahat yang cukup. Keuangan: Ada kejutan-kejutan yang mampu mendongkrak keuangan Anda kembali bertambah kuat lagi. Asmara: Berilah si dia kepercayaan tidak perlu Anda kekang dan mengawasinya terus menerus. Leo Peruntungan: Tak ada gunanya Anda berbicara yang terlampau tinggi di depan orang banyak, karena itu akan semakin memperlemah posisi diri Anda saja. Usahakan untuk bicara yang lebih singkat akan tetapi jelas dan padat. Karier: Biasakan untuk terus memperlihatkan wajah Anda kepada atasan, jangan biarkan komunikasi terputus untuk beberapa waktu yang lama. Kesehatan: Jika dirasa badan sudah capai sebaiknya tak perlu dipaksa, cobalah untuk beristirahat sejenak karena itu akan sangat membantu bagi pengembalian kondisi badan Anda. Keuangan: Pemasukan masih cukup bagus dan tidak terlalu mengkhawatirkan. Asmara: Tidak ada yang berubah, suasananya masih cukup membahagiakan. Virgo Peruntungan: Di minggu ini suasana cukup tenang sehingga sangatlah baik untuk menggali ide-ide dari alam pikiran Anda. Karir: Jangan ragu untuk bersikap lebih tegas kepada rekanrekan Anda yang jelas-jelas menginjak harga diri Anda. Kesehatan: Begadang sampai larut malam sebaiknya dihindari walau terkadang mengasyikkan tetapi tak jarang akan menyebabkan masalah keesokan minggunya. Keuangan: Jangan ragu untuk berani ambil keputusan penting, yang terpenting keyakinan tetap harus dipegang teguh. Asmara: Tak perlu buru-buru mengatakan asmara pada orang yang baru Anda kenal, karena jika asmara Anda bertepuk sebelah tangan, bagaimana malunya Anda? Libra Peruntungan: Sangat ironis sekali jika Anda hanya berpedoman pada omongan orang yang kurang bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. Karena di minggu ini penuh dengan jebakan yang cukup rapi sekali. Karier: Jangan sekali-kali melanggar kesepakatan yang telah ada, sekalipun Anda merasa aman untuk kali ini. Kesehatan: Sering kaget dan bercampur cemas karena datangnya problem yang cukup berat dan sangat mendesak tersebut, cobalah untuk selalu tenang dan jangan keburu panik. Keuangan: Jangan bersikap sembrono karena pemasukan yang cukup tinggi tersebut tidaklah ada artinya jika pengeluaran yang harus dikeluarkan kenyataannya melebihi pemasukan yang ada. Asmara: Penuh dengan selisih pendapat yang mengarah kepertengkaran, mengalah sajalah. Scorpio Peruntungan: Penuh dengan kejutan, karena berbagai rencana yang tak terduga ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Teruslah berprestasi dengan penuh keyakinan diri dan hindari keraguan yang timbul. Kesehatan: Jika tidak dijaga dengan benar maka bukan tidak mungkin kesehatan Anda akan kembali terganggu, untuk itu hindari tidur terlampau malam jika bukan karena urusan yang benar-benar penting. Keuangan: Pemasukan masih cukup baik dan pengeluaran tidak ada masalah. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah di hati yang selalu Anda ucapkan terus menerus, karena itu akan bikin hatinya menjadi jengkel saja. Sagitarius Peruntungan: Di awal pekan ini bila ada peluang segera saja ditindaklanjuti jangan dibiarkan mengambang tanpa kepastian. Suasana tampak tenang karena terbawa oleh nasib bintang Anda yana lagi mujur-mujurnya. Karier: Ada yang mencoba menjegal langkah Anda, tak perlu ragu untuk menerjangnya. Kesehatan: Jaga stamina dengan tidak melakukan aktivitas yang cukup berat dan menguras tenaga. Di minggu ini kondisi badan kurang begitu fit sehingga perlu istirahat yang cukup banyak. Keuangan: Cukup baik walaupun disektor pengeluaran tampak Diasuh Oleh membengkak. Asmara: Tergantung diri Putri Wong Kam Fu Anda pribadi, jika mampu menyerap segala Berlaku 27 November keinginannya maka tentu saja ketulusan 3 Desember 2016 asmaranya dapat dijaga terus.

Minggu Umanis, 27 November 2016

WEDA WAKYA

Menghormati Makanan dalam Tradisi Veda Annam na nindyat tad vratam Prano va annam sariramannadam Prane sariram pratisthitam sariram pranam pratisthitah Tad etannamanne pratisthitam Sa ya etad annamanne pratisthitam veda pratitisthati Annavanannado bhavati Mahan bhavati prajaya pasubhir brahmavarcasena Mahan kirtya (Taittiriya Upanisad, bhrguvalli, Anuvak 7.1) “Jangan pernah menunjukkan rasa tidak hormat pada makanan. Makanan adalah sumpah suci agama. Sesungguhnya nafas hidup adalah makanan, sedangkan badan jasmani merupakan pemakan dari makanan. Badan jasmani berada ajeg dalam napas hidup, dan napas hidup berada ajeg dalam badan jasmani. Makanan berada ajeg pada makanan. Ketika orang menyadari hal ini, bahwa makanan berada ajeg dalam makanan, maka ia berada mantap di jalan spiritual. Dia menjadi pemilik makanan dan menjadi orang yang merasakan rasa sejati makanan. Dia menjadi mulia oleh keturunan, ternak, oleh kemuliaan Brahman, dan ia menjadi terkenal karena hakikatnya.” Sebagaimana Dewi Laksmi adalah Dewi Uang/Rezeki, Dewi Saraswati adalah Dewi Ilmu Pengetahuan, maka demikian pula Dewi Annapurna adalah Dewi Pemberi Makanan. Tersebutlah pada suatu ketika Dewa Siva mengabaikan makanan. Tiba-tiba Dewi Annapurna langsung menghilang. Sejak Dewi Annapurna menghilang maka di mana-mana di dunia orang mulai mengalami kelaparan. Akhirnya Dewa Siva menyadari kesalahannya, lalu meminta Dewi Annapurna hadir kembali untuk memberikan makanan kepada dunia. Dewi Annapurna kemudian muncul di Varanasi dan Dewa Siva datang membawa mangkuk lalu menengadahkannya di hadapan Dewi Annapurna untuk diisi makanan. Hanya setelah diberikan makanan oleh Dewi Annapurna maka Dewa Siva mampu kembali memberikan makanan kepada dunia. Bhavisya Purana juga menyebutkan bahwa setelah selesai perang Bharatayuddha, Sri Krsna dengan tegas mengingatkan Raja Yudhisthira agar memberikan perhatian penting pada masalah makanan untuk rakyatnya (dadasva annam, dadasva annam, dadasva annam).

Redaktur Khusus WEDA

WAKYA Darmayasa Sangat banyak orang mengabaikan kepentingan dan keutamaan makanan, terutama sekali mereka yang setiap hari mendapatkan makanan dengan mudah tanpa bekerja keras. Di banyak rumah, orang membuang makanan dalam banyak bungkusan tas kresek, setiap hari..., tanpa rasa bersalah sedikit pun. Saya sendiri, saat menyusun tulisan ini, sedang berada di rumah keluarga di India, dimana saya selalu diberikan makanan melimpah tanpa henti. Pagi makanan dan minuman datangnya tiga kali, siang hari datangnya dua kali, dan malam hari bisa datangnya makanan dua hingga tiga kali lagi. Makanan melimpah tanpa batas. Perut sudah kepenuhan akan tetapi makanan harus dihormati dengan cara memakannya. Akhirnya beberapa jenis makanan hanya saya ambil sedikit, dengan pertimbangan saya tidak akan membuang-buang makanan. Para orang tua, kakek-nenek, seringkali mengingatkan anak cucunya dengan kalimat “mati siap seleme” (mati ayam hitamnya) kalau kita membuang-buang makanan. Kitab-kitab suci Veda ternyata pula memberikan perhatian sangat penting perihal makanan. Semua itu semakin membenarkan pepatah yang mengatakan “you are what you eat”, bahwa Anda adalah apa yang Anda makan. Kitab suci Taittiriya Upanisad mengingatkan “annam na nindyat” - janganlah mencela makanan, janganlah menghina makanan, dan janganlah mengabaikan keutamaan makanan. Makanan adalah annam, dan annam itu amerta (kekal). Jika orang membuang makanan, jika orang menghina makanan, jika orang mengabaikan makanan maka mereka sesungguhnya membuang, menghina, dan mengabaikan amerta hidup. Kitab suci tidak membiarkan umatnya menyia-nyiakan makanan. Orang biasa tidak memahami perihal kemuliaan makanan. Akan tetapi, kitab suci yang ditulis oleh orang-orang suci mengetahui perihal keutamaan makanan. Manava Dharma Sastra menekankan agar orang memuja makanan dan

berdoa agar selalu mendapatkan makanan. Bagi leluhur, makan bukanlah mengisi perut kosong dan juga bukanlah untuk memuaskan lidah maupun perut, melainkan makan adalah persembahan, yajña persembahan kepada sang diri sejati yang ada di dalam diri. Oleh karena itulah masalah makanan mendapat perhatian sangat penting dalam peradaban Veda. Bhagavad-gita menyebutkan bahwa orang yang maju di jalan spiritual adalah orang yang tidak makan terlalu banyak dan tidak pula puasa berlebihan. Makanan sangat diperhatikan dan dijaga-selamatkan melalui aturan-peraturan serta tata-caranya, mulai dari sumber dana, bahan makanan yang dipergunakan untuk memasak makanan, siapa dan bagaimana memasak makanan sampai selesai memasak, dan bagaimana memakan makanan yang sudah dimasak, sampai akhirnya pada apa yang harus dilakukan setelah makan. Semua itu mendapat perhatian sangat penting dalam peradaban Veda. Oleh karena itulah kita melihat orang makan dalam tradisi Veda persis seperti orang sedang sembahyang atau meditasi. Mereka tidak makan jika tidak dalam keadaan bersih, sambil menaikkan kaki, sambil bercakap-cakap berlebihan dan/ atau bertengkar satu sama lain, mereka juga tidak makan sambil berpikir yang bukan-bukan, bahkan mereka makan sambil bermeditasi yang sering dilakukan bersama-sama dengan pengucapan mantram-mantram. Orang atau masyarakat biasa tentu saja tidak akan mengerti semua hal ini karena bagi mereka makan adalah hal yang sangat biasa alam hidup ini dan mereka sudah lakukan sejak kecil dalam hidup ini. Mereka tidak akan mengerti ketika orang berbicara hal-hal yang mulia indah dan bahkan berbau spiritual tentang makanan bahwa orang hendaknya memakan makanan sebagai suatu Vrata/Brata, sebagaimana orang berpuasa, tapa-brata pada hari-hari suci tertentu, dalam rangka memantapkan agama spiritualnya. Seperti itulah, tad vratam, makanlah sebagai tapa brata. Oleh karena makan adalah brata maka orang akan menghindari makan dalam keadaan kotor atau sambil melakukan hal-hal yang tidak baik. Mereka akan sangat menghormati makanan. Sebab, prano va annam sariramannadam bahwa makanan adalah nafas hidup dan ia dalam segala hal sangat diperlukan oleh tubuh. Artinya, makanan yang diperlukan oleh tubuh bukanlah makanan pengisi perut kosong.

Orang perlu memperhatikan perihal apa yang dimakan, bagaimana caranya makan, dan kapan waktunya makan (lawan piherana ikang pinangan, mwang dening amangan, iringana tang bhojana kala). Terdapat jalinan hubungan timbal-balik yang sangat tidak terpisahkan antara badan jasmani (sariram) dengan nafas hidup (prana). Keberadaan badan jasmani sangat ditentukan oleh tegaknya nafas hidup di dalam badan dan juga keberadaan nafas hidup yang ajeg sangat ditentukan pula oleh ajegnya badan jasmani. Jadi..., makanan sangat menentukan keberadaan badan jasmani dan nafas hidup. Mereka saling bertautan dan berketergantungan satu sama lain, tidak ada yang bisa eksis tanpa keberadaan “pasangan”-nya. Oleh karena itulah penataan perihal makanan adalah sangat penting diperhatikan oleh semua insan yang menginginkan kemuliaan hidupnya lahir, batin, dan spiritual. Tentu saja, sebelum dan sesudah menikmati makanan orang hendaknya mengingat Sang Pemberi Makanan, Hyang Parama Kawi. Sebab, disebutkan bahwa makanan adalah manifestasi pertama Brahman alias makanan adalah Tuhan Sendiri (annam brahmeti vyajanat). Cara sangat sederhana yang dapat dilakukan oleh mereka yang karena satu dan lain hal tidak memungkinkan mengucapkan doa mantram sebelum dan sesudah makan adalah memohon izin pada Tuhan YME untuk menikmati makanan, lalu mengucapkan Pranava OM dalam hati. Selesai makan, orang hendaknya menghaturkan rasa terima kasih kepada Sang Pemberi Makanan, diakhiri pula dengan mengucapkan Pranava OM dalam hati. Demi melestarikan tradisi leluhur agar kita mauna (tidak bicara) ketika sedang makan, maka dapat digabungkan dengan Pañca Prana, yaitu 5 suapan pertama dapat dilakukan sambil mengucapkan mantra Pranahuti, yaitu: Om pranaya svaha (suapan pertama), Om apanaya svaha (suapan ke-2), Om vyanaya svaha (suapan ke-3); Om udanaya svaha (suapan ke-4), dan Om samanaya svaha (suapan ke-5). Kelima suapan tersebut dilakukan dengan mengambil sedikit makanan dengan tangan kanan (gabungan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah), sambil mengucapkan mantra tadi satu per satu. Selama mengunyah makanan, bayangkan dalam hati sedang mengolah (baca: mencerna) makanan untuk menjadi amerta bagi badan, pikiran, dan atma (Sang Diri Sejati). Setelah lima suapan tadi barulah boleh berkata atau bercakap-cakap dengan orang yang diajak makan bersama.

MIMBAR AGAMA

Persaudaraan Tanpa Batas Redaktur Khusus MIMBAR

ISLAM H. Kusnadi Musthofa “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya ; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki – laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah adalah Raqiiba, selalu menjaga dan mengawasi kami”. (Q.S. an-Nisaa’ [4]: 1). Adalah menarik pada surah an-Nisaa’ ayat satu itu dalam konteks perintah_Nya agar kita menjaga hubungan silaturrahim atau kasih saying Allah SWT menutup dengan

PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

pernyataan bahwa Dia Maha Menjaga dan Mengawasi. Ayat itu diakhiri dengan kata Raqiiban (salah satu Asma-Nya adalah Ar-Raqiibu) yang artinya adalah Yang Maha Mengawasi. Kata Ar-Raqiib disebut lima kali dalam Al Qur’an, terdiri dari huruf ra, qaaf dan ba’ arti pokoknya adalah : tegak kokoh untuk memelihara sesuatu. Pengawas adalah Raqiib, bermakna tampil tegak kokoh mengawasi dan memelihara yang diawasi. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Allah Ar-Raqiibu adalah Dzat Yang Maha Mengawasi makhluk-Nya, termasuk diri kita dengan segenap Pemeliharaan dan kasih SayangNya. Saat dia menyebut dirinya Raqiiba, adalah saat dia berpesan kepada manusia agar memelihara hubungan kasih saying. Karenanya, mana kala diri kita acuh tak acuh, apalagi enggan memelihara hubungan kasih saying dengan sesame manusia, ingat dan yakini bahwa Dia senantiasa mengawasi diri kita. “Apakah mereka mengira,

bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan – bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan – utusan (malaikat-malaikat) kami selalu mencatat di sisi mereka.”(Q.S.azZukhruf [43]: 80). Mereka mengimani keesaan Allah SWT dengan segala SifatNya, tentu akan merasa takut apabila mendurhakai-Nya, apakah melakukan kebohongan, memutuskan hubungan kasih saying (silaturrahim), saling membenci, bermusuhan atau melakukan tindakan buruk lainnya seperti perzinahan, pencurian, korupsi dan keburukan lainnya. Tentu saja tidak hanya diri kita yang Dia awasi. Benda – benda terkecil seperti atom, sub atom atau yang lebih kecil dari itu, hingga milyaran bintang dan planet yang ada di alam semesta ini, juga senantiasa Dia awasi dengan pengawasan yang sempurna. Tidak ada suatu ciptaanNya, yang kecil maupun yang besar, yang luput dari pengawasannya. “Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.”(Q.S. al-Ahzab [33]: 52). Seiring dengan perkembangan dinamika berbangsa

Senin, 15 November 2016, Putu Bagus Nova Bawana, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-1. Putra pertama dari pasangan I Putu Eka Parananda dan Ni Wayan Arya Ningsing memperingati ulang tahun itu bersama keluarga besar di kediamannya di Br Batumadeg, Besakih, Rendang, Karangasem. Semoga di bulan November pertama ini, Bagus Nova Bawana bisa menjadi anak yang suputra dan berguna bagi keluarga kelak.

dan bernegara dewasa ini, tidak jarang kita mengikuti pemberitaan media massa yang menggambarkan adanya konflik, bahkan permusuhan antarkelompok, maupun di antara aliran politik yang ada. Yang kita khawatirkan adalah apabila konflik–konflik yang terjadi dapat merusak gubungan kasih saying di antara sesame anak bangsa. Dalam konsep Islam hubungan kasih saying yang dirajut dalam nuansa persaudaraan, sejatinya tidak mengenal batas. Diisyaratkan dengan jelas dalam surah an-Nisaa’ ayat satu itu bahwa persaudaraan yang diwarnai hubungan kasih saying tidak dibatasi oleh batas Negara, warna kulit, suku, bangsa, status social dan “sekat-sekat” lainnya. Betapapun persaudaraan yang diikat dalam hubungan kasih saying (silaturrahim) yang tulus adalah solusi terbaik untuk menghindari maupun meredam konflik dan permusuhan yang ada seraya mengedepankan azas musyawarah sebagaimana yang tersirat dalam dasar Negara kita yakni Pancasila.

A.A. Made Pandu Rajendra, putra kedua pasangan A.A. Made Juniantara dan Putu Sariani merayakan ulang tahunnya yang ke-1 tanggal 1 November 2016. Semoga panjang umur dan selalu diberikan kesehatan.


Redité Umanis, 27 November 2016

Bali L E M B A R

Bencingah I Gusti Madé Ngurah

Nénten Janten Samian Kauningin NGRANJING ring sajeroning aab jagat sané kabaos aor tan pawates sakadi mangkin, majanten kaajegan budaya Bali pinaka tetamian para panglingsir kahanannyané matiosan. Parindikan punika duaning akéh krama Bali sané nénten uning ring budayanyané santukan akéh sané nénten kayun nguningin taler malajahin. Sujatiné I Gusti Made Ngurah pikayunan sakadi punika nénten patut duaning manut Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., sinalih tunggil dosen ring IHDN Denpasar, budaya sané kadruénang utamanipun olih krama Baliné wantah ngwetuang rasa bagia, ngamedalang pikayunan seni taler nincapang rasa manyama braya. Sangkaning punika, sekancan budaya sané becik punika patut kalestariang. “Sujatiné nénten makasami budaya patut kauningin tatkala ngamargiang kahuripan pinaka krama Hindu-Bali. Nénten punapi uning akidik, kasuén-suén sinah sayan akéh kauningin tur kasenengin,” lanang sané embas ring Bedulu Gianyar, 11 November 1948 puniki maosang. Ketua Umum Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali puniki malih maosang, soang-soang krama madué selah nguningin kabudayaan sané kaduénang. Minakadi ri kala makarya bebantenan ageng, krama sané durung waged makarya banten pastika marasa kimud nyarengin. Nanging, yéning sampun kakaryanin sinarengan sareng sameton, kulawarga miwah krama siosan antuk parikrama manyama braya sinah krama sané durung waged madué selah malajah. Asapunika taler ri kala lanang-lanangé makarya jatah utawi saté banten, nénten punapi yéning alit-alité wawu sawates uning makarya saté lembat miwah saté asem kémanten duaning makekalih saté punika pinaka dasarnyané. Soroh saté siosan jagi kakaryanin olih krama sané sampun waged. “Ring manah titiangé, krama kayun ngawit malajah kémanten sampun becik duaning sané siosan jagi kakaryanin antuk parikrama manyama braya. Sampunang alit-alité marasa takut nincapang kawagedan antuk setata malajahang raga,” baos dané sané naenin dados Kakanwil Depag Provinsi Bali tahun 1999-2008 puniki nugesang. (was)

I Ketut Resep

Budaya Panglingsir Dados Pakaryan WAGED ring widang budaya Bali majanten ngawinang bagia duaning pinaka krama Bali, iraga sampun prasida nglestariang tetamian panglingsir. Napi malih yéning budaya sané katelebin setata kaaptiang olih krama tiosan, sinah tios saking nglestariang budaya punika taler prasida dados jalaran ngrereh pakaryan. Asapunika sané kajantenang olih I Ketut Resep, pangadol I Ketut Resep katik saté taler piranti tiing ring Br. Kedampal, Désa Abiansemal Dauh Yeh Cani. Dané maosang, daweg warsa 2002 dané iseng makarya katik saté sinambi nyantos krama sané rauh matumbasan. Tatkala punika dané ngaryanin limang atus katih katik saté, pamuputné sayan akéh sané ngaptiang tur numbas katik satén dané. “Punika satmaka cihna yéning krama Bali sayan akéh makarya ring genah siosan mawinan kakirangan galah ngaryanin katik saté. Mawinan akéh sané nyelehin numbas bandingang ring makarya preragan pamekas ri kala pacang madué upacara yadnya,” baos dané. Sangkaning sayan akéh polih pesenan, dané marasa leleh tur ngaptiang pisaga-pisaganipun sareng makarya katik. Sané karereh wantah krama lanang sané sampun lingsir utawi sané sampun nénten prasida makarya ka carik. Mawinan punika krama lingsir inucap prasida nuéang pangupa jiwa malarapan antuk makarya katik saté. “Sakéwanten naenin dumun kawalek tur kabaosang pocol makarya katik saté duaning nénten wénten krama ring désa iriki sané numbas katik sate tiangé. Tiang meneng kémanten, santukan pakaryan tiangé nyinahang yéning napi sané margiang tiang sampun anut adung sakadi sané aptiang tiang,” baos dané makenyem. (was)

VI Rurung-rurung Rungka

(55)

7

B A S A

B A L I

Jatah utawi Saté ring Budaya Bali

Kanggén Tetandingan Minakadi Saté Pajegan SAKADI sané ketah kapanggih ring Bali, krama ngamargiang parikrama magama Hindu antuk nincapang sradha bhakti majeng Ida Sang Hyang Widhi taler antuk ngamargiang makudang-kudang upacara utawi ngaturang upakara. Ring parikrama, nabdabang taler ngaryanin piranti miwah jejangkepan upakara ketah kawigunayang ulam/beburon. Soroh ulam sané kanggén banten taler kadungang sareng kahanan ring genah désa utawi banjar soangsoang. Duaning banten utawi atur-aturan ring upacara Hindu akéhan kadasarin antuk pikayunan “napi sané prasida katunas, wantah punika sané katurang malih pinaka bebantenan utawi upakara majeng ring Ida Hyang Paramakawi”. Ri kala ngawigunayang ulam ring upakara utawi banten, majanten kamedalang makudang-kudang parikrama seni utamanipun sajeroning ngolah. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., sinalih tunggil dosen ring IHDN Denpasar maosang, parikrama seni kamargiang olih krama ri kala ngolah ulam inucap dados makudang-kudang soroh jatah utawi saté. Wénten sané marupa saté lembat utawi ulam sané kadagingin antuk kelapa makikih tur kanggén saté, saté asem inggih punika saté saking jejeron ulam sané sampun kagoréng miwah saté srapah kakaryanin saking muluk ulam inucap. Wénten taler saté panggul, saté sané nénten madaging kelapa tur wanguni-

pun sakadi panggul gong. Saté panggul kepah dados tetiga, luiré; saté empol utawi saté panggul pepolosan, saté pusut utawi saté empol sané madaging antuk ulam ati matusuk ring tengahnyané, miwah saté kablet utawi saté empol sané madaging antuk muluk matusuk ring tengah lelilitanipun. Malih kabaosang, wangun makudang-kudang saté inucap ketah kapanggihin ring tetandingan saté minakadi saté pajegan utawi saté karangan sané taler madaging antuk urab-uraban, ulam gegoréngan minakadi balung, urutan utawi rah magoréng, taler kadagingin antuk tum miwah saté panangkeb sané marupa kulit ulam madaging muluk kagetep mrepat tur matusuk sakadi saté. “Kawéntenan makéh soroh ulam jatah utawi saté ring atanding saté sakadi saté pajegan mangda sekancan daging saking ulam inucap prasida jangkep ring soang-soang tandingan. Minakadi wénten ulamnyané, jejeronnyané, muluk miwah sané siosan,” baos dané. Tetandingan saté pajegan punika malih kabaosang sujatiné wantah cihna Bhuwana Agung sané tegteg, jangkep tur kerta raharja. Sakéwanten tetandinganipun nganutin soroh bantennyané. Minakadi yéning kanggén karya Bhuta Yadnya sakadi macaru Panca Sata, sinah patut ngawigunayang ulam ayam sané kaadungang sareng pangider bhuwana, akéh saténipun kaadungang sareng

SATÉ – Ring bebantenan sané kakaryanin krama Hindu-Bali, saté ketah kanggén tetandingan banten antuk ketékan manut soroh banten sané kakaryanin. Minakadi ring saté pajegan, makéh pisan soroh saté sané kawigunayang ring soang-soang tetandinganipun. pangurip-urip. Minakadi caru ayam brumbun ring tengahtengah antuk akéh saté kutus katih, caru ayam putih ring kangin antuk akéh saté limang katih, ayam biing kagenahang ring kelod antuk akéh saté sia katih, putih siungan utawi kuning kagenahang ring kauh antuk akéh saté pitung katih miwah selem kagenahang ring kaja antuk saté petang katih. Ngeninin indik saté siosan ring tetandingan miwah caru, dané maosang kakaryanin dados

piranti minakadi saté bangun urip sané malih ngagengang kakaryanin dados saté tugeh tur pinih ageng dados gayah. Sios punika, sané kawastanin antuk karangan sujatiné wantah tetandingan saté sané madué ketékan soang-soang minakadi saté telu utawi ngawigunayang saté telung katih kémanten, saté lima, saté pitu miwah saté roras tur ketah kanggén dados jot-jotan ring krama. Wénten taler sané kawastanin antuk kéténgan, dagingipun wantah

saté akatih taler urab-uraban akidik sané majanten kanggén dados banten. “Ketékan utawi akéh saté pamekas sané kaanggén jotjotan punika mabinayan manut genah utawi wewidangan padésan soang-soang. Wénten sané ngawigunayang saté jangkep, wénten sané tigang soroh minakadi saté lembat, saté empol utawi pusut miwah saté asem ring soang-soang tetandinganipun,” asapunika dané nartayang. (was)

Katik Saté

Mabinayan Manut Soroh Saté, Pinih Becik Ngawigunayang Tiing

KATIK – Sané mautama ring sajeroning saté wantah kawéntenan katiknyané. Wangun katik sané sorohnyané akéh pinih becik kakaryanin antuk tiing.

gén nusuk ulam utawi jejeron. Wénten malih katik saté lembat sané wangunipun pégpég tur matemos ring bongkolnyané mangda danganan ri kala ngébék. Wénten katik saté panggul, kanggén saté empol sané wangunipun mrepat makatihan utawi magempol ring muncuk nanging mrepat ring bongkolipun. Soroh malih siki inggih punika kanggén saté pusut utawi kablet, wangunnyané pégpég tur asah ring bongkol sakéwanten ring muncuk utawi genah lilitanipun tajep duaning kanggén macek ulam ati utawi ulam muluk sané kakaput antuk lelilitan saté. Sios punika wénten malih katik sané mawasta jepit babi utawi jepit balung inggih punika katik saté sané ring muncuknyané katebih mangda prasida kanggén nyepit muluk utawi ulam balung sané sampun mapunggel-punggel. “Wénten taler katik saté sané wangunipun sakadi sanjata Dewata Nawa Sanga. Minakadi marupa Cakra, Gada, Nagapasa, Bajra, miwah sané siosan,” baos dané. Dané malih nglanturang, lakar sané kanggén ngaryanin katik saté wantah tiing duaning sios pinaka lakar sané fleksibel, tiing taler nénten dayuh. Wénten sané ngawigunayang

lakar marupa papah slépan, nanging gelis ngawinang saté sané kakaryanin pasil duaning lakarnyané dayuh tur beseg. Sangkaning punika, papah kawigunayang ring saté sané jaga kaadol kémanten, boya ring saté banten. Wénten taler katik saté saking kayu ilak, sakadi bongkol punyan isen sané kapunggel manut panjang sané kaaptiang. Nanging tetep, katik saté sané pinih becik wantah tiing. Kahanan sané pateh taler kabaosang I Ketut Resep, pangadol katikan saté saking Br. Kedampal, Désa Abiansemal Dauh Yeh Cani. Dané maosang, tiing sané pinih becik kawigunayang wantah tiing petung duaning ageng tur tebel saihang ring soroh tiing tali sané tipis. Dané malih nglanturang, ring abungkul bagalan tiing petung prasida dados 80 katih katik saté, sakéwanten mabina-binayan manut krama sané ngaryanin. “Soang-soang banjar utawi désa madué sikut katik sané mabina-binayan, minakadi ring Sibang panjangipun 20 cm, ring Mengwi kantos ka Sembung akéhan panjangnyané wantah 18 cm,” asapunika dané nartayang. (was)

NYEREPEKANG jaga ulangan, umum grup malajahné Gusti Ngurah Jelada sané sami saking Rendang luiré; Madé Budiana, Madé Sudiari, Ketut Pajar, lan Gedé Pandé samian malajah ring jeronné Gusti Ngurah Jelada, Jalan Ciung Wanara. Sabilang soré kanten ramé. Anggén timpal wédang utawi téh, soang-soang siswa magilihan makta sanganan, roti utawi ambon goréng. Ring sapunapiné maseka numbas ajengan goréng utawi ngarya mie goréng. Samian seleg malajah sakadi dawegé kantun sarengsareng ma-grup ring SMPN Rendang. Amung Madé Sudiari sané padéwékan luh marasa kémad setata dados guyonan timpaltimpalné kadadosang ibu rumah tangga. Nyediayang minuman wiadin amik-amikan siosan. “Ibu Ary malam Mingguné mani masak mie goréng nggih? Anak-anak apang mesuin pada madasa tali rupiah anggon meli bahan, nggih Pak Ngurah?” baosné Madé Budiana mabuaka macuk-macukang tim-

Tungurahé ngranjing. Dija ja, asal Tungurah nénten putus asa Sayang... daag cup cup uaah….” “Sira nika Tungurah, lamun timpalé banggayang apang kumpul jam pitu, bérés.” “Sing, tiang ngorin adiné jumah apang seleg malajah.” Ngurah Jelada mogbogin. “Bééh aéng panesé. Cobak cingakin matan tiangé kadi sipenan,” baosné Sudiari ngenahang bebaktaanné raris mameka ring kamar. Ngurah Jelada ngambil sénter anggéna nyunarin paningalanné Sudiari barak, nanging tan madaging buk utawi undur-undur. “Nampek deriki Tungurah... ooh genit pesu yéh,” baosné sambil ngelut Ngurah Jelada saha ngusap-usapang muanné lan paningalanné ka dadanné Ngurah Jelada. Marasa pisan geduran tangkahné Madé Sudiari meluk raganné sambil ngeling sigsigan. “Hé nguda ngeling, suba oraang sing misi buk. Jani cobak

usapin baan kapas ajak yéh anget pasti ilang sipenané,” pituturné, nanging Sudiari sayan tekek meluk raganné. “Tungurah..., tiang kangen, tiang sayang ring Tungurah. Masak Tungurah ten ngerti amuniki tiang nguberin maserah bongkotan ring Tungurah. Ten pisan wénten genah nang abedik ring kayun Tungurahé,” aturné Madé Sudiari nuléngék kadi tluktak bedak mamelas. “Nah, tiang ngerti. Nanging ingeté iraga enu paturu ngalih ilmu anggon bekel idup buin pidan, jani kanggoang mabrata pinaka brahmacari. Kadék eda salah tampi, rurungé enu lantang lakar entasin,” baosné Ngurah Jelada saha ngusuhusuhin bokné Madé Sudiari. Saking tan tahan Madé Sudiari ngecup lambénné Ngurah Jelada ngempahang kangenné. Alon-alon Ngurah Jelada ngwalesang antuk kecupan sayang ngawinang Sudiari sigsigan.

RI KALA manggihin taler maosang saté, sané pinih mautama kaselehin wantah katikipun duaning tan pawénten katik inucap sinah ulam sané maolah punika nénten prasida kawastanin saté. Sios punika, krama Bali taler prasida nguningin soroh saté sané kakaryanin saking

nyingakin wangun katikipun, duaning soang-soang soroh saté mabinayan wangun katiknyané. Risampuné uning tur waged makarya jatah utawi saté banten, majanten krama inucap uning ring makudang-kudang wangun katik saté. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah,

palné mangda mapasangan dados mama-papa. Sujatinné sejaba ngangsokang Madé Sudiari sané mula demen ring Ngurah Jelada, gumantiné mangda Ngurah Jelada sida palas sareng Luh Suwarni ring Denpasar, santukan Madé Budiana buduh paling tresna mati ring Luh Suwarni. Sampun sering raganné nglemesin Luh Suwarni lan misunaang Gusti Ngurah Jelada madué gegélan, nanging tan mrasidayang. “Yén tiang dong nyak dogén, nanging kénkén tuan rumah. Apa sing kaberatan?” “Sing kénkén Dé, anggon panutupan malajah bareng, nyanggra ulangan umum mulai hari Senin melah masi. Kéwala tulungin kanggoang perabotan seadané jumah,” baosné Ngurah Jelada saha mitujuin Madé Sudiari prabot dapuré sané wénten irika. “Nggih cukup Tungurah, amung anggén ngarya mie goréng, masak taluh minakadi ayam goréng manten. Bénjang tiang selidan mriki,” aturné Madé Sudiari mabunga-bunga. Daweg

M.Si. maosang, wénten makudang-kudang soroh katik saté/ jatah sané ketah kapanggihin taler kawigunayang makarya ulam banten utawi kawigunayang ring tetandingan saté jotan krama. Wénten sané marupa katik saté asem, katik sané sakadi lidi tebel sané mamuncuk tajep kang-

ngumpulang jinah Madé Sudiari mabaos ring timpalné nénten perlu patulung masak, santukan dapuré malit lan masakané nénten ja amunapi. Sareng kalih manten cukup. Bénjangné jam kalih Madé Sudiari sampun rauh makta mie, sayuran hijau, adéng ayam saha bumbu sajangkepnyané. Taler tan lali raganné makta beras 2 kg, minyak goréng miwah krupuk udang. Gusti Ngurah Jelada sedeng nerima telpon saking Luh Suwarni. “Iya Niek jani rencanané timpal-timpalé lakar masak dini anggon panutup malajah magrup apang pada sayaga lakar ulangan hari Senin. Melahang Arniek malajah apang nyidaang menék kelas. Nah Madé Sudiari suba teka. Ingetang eda ngugu pisuna. Tiang anak sing ngorta tekén anak lénan yén lakar pindah uli dini ka Bangli,” baosné Ngurah Jelada. “Nggih Sayang, pokokné sampunang ngambul. Tiang setata mendukung rencanan

(Masambung)


Upacara

8

Redité Umanis, 27 November 2016

Bebantenan Banten, Niyasa Hyang Widhi, Manusa miwah Palemahan SAJERONING agama Hindu, pinaka umat pastika nguningin kalih istilah sané ketah kapiragiang sajeroning pamargin yadnya. Kalih istilah punika wantah “upacara” miwah “upakara”. Istilah upacara kawangun olih kalih kruna, “upa” sané mateges “berhubungan dengan” miwah “cara” sané mateges “gerakan/ aktivitas/kegiatan”. Dadosnyané upacara mateges pamargin yadnya antuk parikrama sane mapaiketan. Mungguing upakara taler kawangun olih kalih kruna, “upa” miwah “kara” mateges “perbuatan/ pekerjaan dengan tangan”. Upakara wantah parikrama sané marupa materi sané kakarya nganggén tangan pinaka pabuat upacara. Saking visual upakara minakadi marupa banten. Sajeroning Bhagawadgita Bab II, sloka 10 wénten katlatarang indik dasar yadnya. Yéning tetujon iraga nglaksanayang upacara pinaka dasar yadnya wantah nyalantarayang paiketan becik pantara Ida Sang Hyang Widhi Wasa, manusa, miwah palemahan. Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Prajapati) yadnyannyané ngardi manusa miwah alam, manusa (Praja) yadnyannyané majeng Prajapati miwah alam. Kamadhuk (alam) ngicén kasukertan majeng manusa. Manusa sané nglaksanayang upacara yadnya kabaos nglaksanayang Karma Yoga. Lontar Yadnya Prakerti nlatarang taler yéning banten wantah cihna Ida Sang Hyang Widhi Wasa, manusa, miwah palemahan. Banten mawit saking kruna “wanten” pinaka panglimbak kruna “wantu” sané tegesnyané sajeroning Bahasa Indonesia: bantu; dadosnyané banten wantah piranti majeng manusa Hindu sajeroning konsentrasi nyihnayang bhakti miwah tresna asihnyané majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Punika awinan ring sakatah wewidangan ring Bali, banten taler kabaos bhakti. Manusa muatang piranti ngwantu konsentrasi ngastawa, santukan pangweruhannyané sané madué wates (jnana). Manut gunannyané, banten prasida kakelompokang dados lima, luire: kapertama, banten pinaka palinggih Ida Sang Hyang Widhi Wasa utawi manifestasi Ida, umpaminipun: déwa-déwi, daksina linggih, lingga, sanggahurip, puspa, miwah sané tiosan. Kaping kalih, banten pinaka panyucian, umpaminipun: banyuawang, prayascita, durmangala, padudusan, dius kamaligi, miwah sané tiosan. Kaping tiga, banten pinaka upasaksi, umpaminipun: banten suci, ardenareswari, banten catur, canang cane, banten peras, banten guru, panca saraswati, banten gana, miwah sané tiosan. kaping pat, banten pinaka ayaban (majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa utawi Manifestasi Ida) umpaminipun: sesayut pangambean, dedari, pulagembal, bebangkit, tadah pawitra, tadah sukla, tadah kala, canang meraka, daksina, ajuman, saiban, byakala, caru, gana, jerimpen, sarad, miwah sané tiosan. kaping lima, banten pinaka tataban (majeng manusa) umpaminipun: sambutan. Soroh banten antuk tataban jakti akedik, santukan banten ayaban prasida ngrangkep pinaka tataban sajeroning pemahaman yéning manusa nglungsur tataban saking ayaban Ida Bhatara. Sané patut kapikayunin mangkin wantah utsaha nyederhanang katah miwah soroh banten mangda upacara prasida kalaksanayang efektif miwah efisien, sané taler prasida kalaksanayang olih umat sané kauripan ékonomin-nyané sederhana. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

BPM/dok

YADNYA - Upacara kinembulan minakadi ngabén massal pinaka sinunggil upacara sané prasida kalaksanayang sareng-sareng antuk parikrama manyama braya sané majanten prasida ngeret prabéa.

Mayadnya Madasar Lascarya

Kamargiang Nganutin Kasidhan PINAKA krama sané magama Hindu, ketah kramané ngamargiang upacara, inggian mabanten saraina, ngamargiang upacara sané rauhnyané nyabran nem bulan apisan, nyabran awarsa apisan, miwah upacara yadnya tiosan. Yéning wilangin, makéh pisan kawéntenané, ngawinang krama Bali setata ijek marerainan utawi mayadnya. Sangkaning parindikané punika taler akéh krama Baliné pamekas sané istri pakrimik utamané nuju rerainan. Sawiréh ring pikayunan dané, nyabran rainan pastika akéh merluang prabéa. Durung prabéa makarya banten, durung prabéa numbas kebaya/wastra anyar, durung prabéa-prabéa tiosan. Yéning telisik, krama Bali makéhan sané jaga gengsi, saingan ri kala ngamargiang upacara yadnya. Mawinan mangkin, ri kala madué yadnya, makéh krama sané jor-joran. Pamargin yadnyané wah yadiastun sawates maotonan utawi piodalan ring pamerajan, bilih-bilih ngamargiang upacara yadnya ageng minakadi ngabén, matatah, miwah mawiwaha. Kantos

wénten kepiran gatra krama ngadol bangket kanggén ngamargiang upacara yadnya. Manut Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara Unhi, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., yadnya sané kamargiang jorjoran, nénten manut ring kasidhan mayadnya, tetujonnyané nyinahang majeng anak tiosan pinaka sané pinih ngelah, mangda paling kéné, paling kéto, paling melah utawi sané tiosan, yadnya sakadi punika kasengguh Rajasika Yadnya. “Iwang sakadi punika? Nénten wénten sané ngiwang patutang. Samian mawali ring tetuek ngamargiang yadnya, santukan yadnya pinaka persembahan suci patut kadasarin manah lascarya, pikayunan suci,” baos Satria. Kawewehin malih, yéning krama sané madué utawi nénten kirangan arta brana, nénten dados pikobet yéning ngamargiang yadnya sané wah sané utamaning utama. Nika malah becik. Nanging, sapunapi majeng krama sané kahanan ekonomi-né kirang? Sinah pacang dados pikobet, nyengguh mayadnya mael, magama Hindu berat,

utawi metu pakrimik tiosan. Parindikan mayadnya jor-joran metu sangkaning pangresep krama indik ngamargiang yadnya kantun kirang. Yadnya kangken sawates ngamargiang ritual, bilih-bilih mawit “ritual” kasinahang sakadi “festival”. “Pangresep krama indik mayadnya kantun kirang. Amunapi agengné ngamariang yadnya utawi upacara yéning nénten kadasarin antuk pangresep sané becik miwah kadasarin tattwa, samian precuma,” Satria ngwewehin. Pinaka utsaha mangda krama éling mayadnya madasar lascarya, nénten marasa keberatan mayadnya, napimalih kantos metu pakrimik sané kaon, Satria nguningayang patut ngicén piteket utawi pitutur mapaiketan ring pamargin upacara yadnya majalaran ngamargiang dharma wacana, dharma tula, rembug agama, utawi pamargi tiosan sané mapaiketan. Satios punika, Satria taler metuéling krama mangda ngamargiang yadnya sasidan-sidan, nénten meratin padéwékan. “Yéning kasidhané ngamargiang sané nista, nika mar-

giang. Nista boya mateges kaon, nanging sederhana miwah dagingnyané jangkep,” weweh Satria. Parindikan sané pateh talar katlatarang olih Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali. Sajeroning ngamargiang upacara yadnya, krama pamekasnyané ring Bali mangda nganutang kasidhan. Sané pinih utama kadasarin manah sané suci lascarya. Satios punika, krama patut kaicén pangresep sané becik indik tetuek-tetuek yadnya sané kalaksanyang.

Mawinana ri kala mayadnya, néten malih metu pakrimik magama Hindu mael, magama Hindu berat. “Pikayunan krama sané ngawinang mayadnya punika mael. Napi malih antuk pamargi sané jor-joran nanging kirangan prabéa, nika sané ngwetuang pikobet. Yéning mayadnya sampun nganutin kasidhan, kadasarin manah lascarya sinah yadnya sané kamargiang prasida mapikolih, prasida ngwetuang rasa shanti, rahayu, miwah bagia,” Ida negesang. (uma)

Satua

Tumpek Kandang MANUT cakepan suci Lontar Sundarigama upacara Tumpek Kandang wantah upacara selametan majeng ring beburon-beburonné, sané pacang kanggén sajeroning yadnya utawita beburon sané kapiara. Tetuek sajeroning punika wantah mamuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sajeroning punika Sang Hyang Siwa wantah prabhawannidané kabaos Raré Angon,ngupapira makasamian beburoné sané wénten ring jagaté. Ring Bali umat Hinduné sanunggil raina nglaksanayang upacara kaagamaan,sané matetujon nunas waranugraha, rasa syukur majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tumpek Kandang wantah sinalih tunggil upacara sajeroning mamuja kaagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa majalaran antuk miara ciptaannyané inggih punika beburon sané wénten ring jagaté. Upacara Tumpek Kandang rauhnyané sanunggil Saniscara Kliwon Wuku Uyé, manut pawilangan kalender Bali-Jawa, sané rauhnyané nganem sasih apisan utawita 210 raina apisan. Tumpek Kandang wantah upacara selametan, rasa kasih sayang ring makasamian

beburoné, pamekas beburon sané kapiara, sajeroning masyarakat agraris utaminné sampi, kebo miwah sané lianan. Utaminné sampi miwah kebo banget ngwantu parajanané sajeroning makarya ring bangketé utawi ring tegalané. Sajeroning cakepan suci Lontar Sundarigama kabaosang “Saniscara Kliwon Uyé pinaka prakertining sarwa sato”. Meteges: Raina punika wantah kadadosang tongak sajeroning nglestariang makasamian beburoné. Sajeroning cakepan suci Sarasamuscaya wénten kabaosang “Ayuwa tan masih ring sarwa prani,apan prani ngaran prana”, punika mateges mangdané sayang ring beburoné, santukan beburoné wantah kekuatan jagaté. Punika patut parajanané madué pikayun mangda kasih sayang ring beburoné. Yayurveda XVI.48 maosang, sajeroning agama Hindu makuéh utsaha sané kalaksanayang sajeroning nganampekang angga sarirané majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, inggih punika nglintangin raina kaagamaan, silih sinunggilné raina Tumpek Kandang. (I Nengah Konten)

Olih : Madé Taro

I Kambing Lua Gedénan Gerak DISUBANÉ seger uling sakit keras, Mesaba, kambing lua meled neda amah-amahan ané jaen. Masaba luas ka alas ané liu ada dondonan lan padang ané nyangluh. Panakné, Wiwingsali masih ajaka ka alasé. Di alas ento, Mesaba lan panakné neda amah-amahan kanti med. Ri kala Wiwingsali majalan kanti doh uli tongos mémén neda, ia ningalin ada buron ané tawah. Ia magésonan maekin méménné. “Embeeek!” ia makaukan. “Ada buron ané tawah, Mé! Ukudané gedé, matané nelik, nakutin pesan.” “Buluné belang?” méménné matakon. “Aa, ikuhné masih patuh, Mé.” “Batisné gedé lan kukuné lanying?” patakon méménné. Wiwingsali angut-angut, awakné ngetor. “Tenang, Cening! Ento pasti I Macan, ané ajum kéwala takuttakutan” saut Mesaba sambilanga neda don-donan. Ia lantas maekin I Macan. Ningalin buron ané matanduk, I Macan lantas ngédéngang calingné sambilanga ngaung-ngaung. “Eh, buron matanduk ané tusing ngelah sopan-santun!” ia nengkik. “Wanén sajan Nyai maenjekan di kerajaan Icangé tusing maorahan. Tawang Nyai aturan di alasé nénénan? Nyén ja ané ngamaling isin kerajaan Icangé, ento ané dadi amah-amahan Icangé!” “Apa kaorahang Cai? Dadi mamahan Cainé?” Mesaba matakon. Kambing lua ento ngenyirang ikuhné tur nelik. Don kopingné ngetor tur bulun baongné majujuk. Sambilanga ngitak-ngitukang tanduknyané ia masaut, “Cai ané nguasain alasé dini? Minab Cai kondén nawang yén Icang beburon ané taén neda macan petang ukud acepokan. Né tolih bungut Icangé barak! Mara pesan suud neda timpal-timpal Cainé. Yén Cai meled énggal mati, mai lawan Icang!” (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU UMANIS, 27 NOVEMBER 2016

9

Rosberg Kejar Rekor Sang Ayah HAL 10

Manchester United

Loyo di Kandang

Anthony Martial

Martial Perlu Waktu Manchester – Manajer Manchester United, Jose Mourinho kembali menjelaskan mengapa ia minim memberikan kesempatan bermain kepada Anthony Martial. Mourinho menyebut pemain berusia 20 tahun itu masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan filosofi sepak bolanya sehingga ia belum kunjung bermain. Semenjak Mourinho mengambil alih kursi kepemimpinan di MU, Martial memang menjadi salah satu pemain yang tersisihkan. Kondisi ini sangat bertolak belakang di musim lalu, di mana ia menjadi pemain andalan

West Ham United

Louis Van Gaal di lini serang Setan Merah. Mourinho sendiri menjelaskan bahwa Martial masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan filosofi permainannya yang jauh berbeda dari Louis van Gaal. “Pertama, tim kami saat ini sangat berbeda dari musim lalu. Gaya bermain kami memang berbeda, sehingga Anthony masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan gaya bermain kami yang baru,” ujar Mourinho, Sabtu (26/11) kemarin. “Mungkin Martial masih nyaman dengan gaya bermain yang lama dengan

intensitas ritme serta sirkulasi bola yang lama. Oleh karenanya dia masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan sistem baru ini,” imbuhnya. “Yang kedua, dalam tim ini kami punya Mkhitaryan, Lingard, Depay, Mata dan Rashford yang punya posisi yang sama dengan Martial. Para pemain hanya memiliki satu, dua, atau tiga kesempatan, dan jika mereka tidak memanfaatkan kesempatan itu dengan baik maka pemain lain akan menyambar kesempatan tersebut.” tandas pelatih asal Portugal tersebut. (kmb33/ap)

Manchester United (4-2-3-1): David de Gea: Valencia, Jones, Rojo, Blind; Herrera, Carrick; Mata, Pogba, Mkhitaryan; Ibrahimovic West Ham United (3-4-2-1): Adrian; Ogbonna, Kouyate, Collins; Cresswell, Obiang, Noble, Antonio; Lanzini, Payet; Ayew - Statistik Head to Head 11/05/16 West Ham United 14/04/16 West Ham United 13/03/16 Manchester United 05/12/15 Manchester United 08/02/15 West Ham United

3-2 1-2 1-1 0-0 1-1

Manchester United Manchester United West Ham United West Ham United Manchester United

Manchester United (S-K-M-S-M) 29/10/16 Manchester United 04/11/16 Fenerbahçe 06/11/16 Swansea City 19/11/16 Manchester United 25/11/16 Manchester United

0-0 2-1 1-3 1-1 4-0

Burnley FC Manchester United Manchester United Arsenal FC Feyenoord

West Ham United (M-M-K-S-K) 22/10/16 West Ham United 27/10/16 West Ham United 30/10/16 Everton FC 05/11/16 West Ham United 20/11/16 Tottenham

1-0 2-1 2-0 1-1 3-2

Sunderland Chelsea West Ham United Stoke City FC West Ham United

- Lima Pertandingan Terakhir

Manchester –

Sudah tiga kali Manchester United tak pernah menang di Old Trafford ketika menjalani pertandingan Premier League. Keangkeran kandang Setan Merah pun harus dibuktikan ketika menjamu West Ham United, Minggu (27/11) nanti.

Ketika menjamu Arsenal pada pekan ke12 lalu, MU ditahan imbang 1-1 di Old Trafford. Dua laga sebelumnya menghadapi Burnley dan Stoke City, tuan rumah juga hanya mampu mendulang satu poin saja. Namun di laga kandang terakhir menghadapi Feyenoord dalam kompetisi Liga Europa, MU memang menang dengan skor 4-0. Dan kemenangan ini diharapkan akan menjadi modal bagus bagi pasukan Jose Mourinho jelang lawan West Ham. MU yang saat ini masih tertahan di peringkat enam klasemen punya peluang besar untuk untuk mengalahkan West Ham. Sudah terbukti bahwa MU mampu mencatatkan kemenangan sebanyak 20 kali dari 23 pertemuan di Premier League di Old Trafford, hanya dua kali kalah dan sekali imbang menghadapi klub dari London tersebut. “Hasil imbang itu tidak dramatis juga, karena kami melawan tim yang penampilannya sangat baik seperti Arsenal,” kata Mourinho, Sabtu (26/11) kemarin. “Utamanya dalam tiga laga terakhir, jelas kami kehilangan enam poin ketika melawan Stoke, Burnley dan Arsenal. Ketika itu kami tampil cukup baik dengan memperoleh hasil yang baik pula,” ucap eks pelatih Inter Milan ini. “Jika saja kami mampu meraih enam poin, maka kami mampu melaju ke empat besar dan itu sudah dekat dengan posisi pertama atau kedua. Segala sesuatunya menjadi sulit ketika kami tampil baik, tapi kami gagal menang dalam tiga laga itu. Inilah sepak bola. Kerapkali tim yang sama tidak dapat memperoleh Wayne Rooney

keberuntungan. Untuk itu diperlukan perubahan. Keberuntungan kami sudah tiba. Kami sudah sangat dengan muara dasar dari sepak bola, yakni meraih kemenangan,” paparnya. Kubu tuan rumah tak bisa diperkuat oleh dua bek andalan Eric Bailly dan Chris Smalling. Marcos Rojo dan Phil Jones kemungkinan besar akan dipasang sejak menit pertama untuk menggantikan dua bek yang cedera tersebut. Zlatan Ibrahimovic yang absen ketika lawan Arsenal sudah bisa dimainkan kembali. Henrikh Mkhitaryan yang bermain bagus saat diberi kesempatan menghadapi Feyenoord kemarin punya peluang besar untuk bermain sejak menit pertama lagi. Sementara itu, Manajer West Ham Slaven Bilic juga bakal memanfaatkan hasil-hasil kurang sip yang dibuat MU dalam laga-laga kandang mereka musim ini setelah MU ditangani Jose Mourinho. Faktanya MU cuma menang dua kali dalam enam laga home mereka. Tiga laga lain berakhir imbang dan MU satu kali kalah. Situasi itu berbeda dengan ketika Jose Mourinho menangani Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid. Selama sembilan tahun Mourinho tak terkalahkan di laga kandang di liga. “Jose Mourinho adalah salah satu manajer terhebat. Statistik pertandingan-pertandingan dia di laga home mungkin tak ada yang melebihi dia. Tapi dia kelihatan kesulitan untuk menjaga standart itu dan saat ini boleh dibilang sudah merosot,” kata Bilic. “Saya optimistis menghadapi laga itu. Kalau kami bisa mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri, ditambah sedikit keberuntungan kami akan mampu meraih poin pada laga hari Minggu nanti,” ucap dia. Namun The Hammers sedang dalam performa buruk musim ini. Hingga mendekat tengah musim tim besutan Slaven Bilic ini masih tertinggal di peringkat 17 hanya berjarak satu poin dari zona degradasi, setelah kalah menghadapi Tottenham pekan lalu. Bertandang ke markas MU, West Ham tak bisa diperkuat oleh bek utama Winston Reid karena mendapat kartu merah saat bermain lawan Spurs. Arthur Masuaku dan Andy Carroll juga dipastikan tak bisa turun karena cedera. (kmb33/rtr/ap)


OLAHRAGA

10

Minggu Umanis, 27 November 2016

Rosberg Kejar Rekor Sang Ayah Abu Dhabi – Keke Rosberg, ayah Nico Rosberg memilih berada di depan televisi untuk melihat siaran langsung Grand Prix Abu Dhabi, hari ini. Dia akan berada di rumahnya di Monaco saat anaknya itu selangkah lagi mengikuti jejaknya menjadi juara dunia di musim 2016.

Praveen Jordan/Debby Susanto

BPM/ant

Hong Kong Terbuka Super Series 2016

Praveen/Deby ke Final Hong Kong – Pasangan Indonesia lolos ke final Hong Kong Terbuka Super Series 2016, setelah Praveen Jordan/Debby Susanto mengalahkan lawannya di semifinal. Pada duel yang dihelat di Hong Kong Coliseum, Sabtu (26/11)kemarin Praveen/Debby mengalahkan pasangan Korea Selatan Choi Solgyu/Chae Yoo Jung lewat rubber game 19-21, 21-18, dan 21-18. Ini jadi revans Praveen/ Debby atas kekalahan dari pasangan yang sama di China Terbuka 2016, pekan lalu. Saat itu mereka kalah 15-21 dan 13-21 dari Choi/Chae. “Pertama-tama kami suka kepancing lawan. Sebenarnya udah tahu mereka mainnya gimana. Cuma tadi beberapa kali coba bola, malah enak di mereka. Terus saya juga ikut kepancing lawan,” kata Jordan mengenai kekalahannya di game pertama. “Kami akhirnya bisa menerapkan pola permain-

an kami di game dua. Di game ketiga kami sempat terburu-buru untuk menyelesaikan permainan. Tapi malah jadi gagal servis beberapa kali,” timpal Debby dalam rilis yang diterima detikSport. Nomor ganda campuran berpeluang menciptakan All-Indonesia final. Sebab masih ada satu wakil Indonesia yang akan berebut tiket final, yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melawan pasangan tuan rumah, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. “Kami berharap bisa menciptakan all-Indonesia final. Di final nanti kami akan berusaha yang terbaik aja. Tetap harus optimis,” papar Debby. “Buat final fokusnya harus dibenerin lagi. Karena hari ini kami beberapa kali kehilangan fokus,” kata Jordan. Satu lagi wakil Indonesia di babak semifinal adalah pasangan ganda putra, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro. (ant)

Rosberg kali ini di ambang juara setelah menempati klasemen puncak balapan F1 dan hanya terpaut 12 poin dengan urutan kedua yang ditempati Lewis Hamilton. Kedua pembalap yang berada di bawah naungan tim Mercedes itu masih bersaing ketat sampai balapan terakhir nanti. Peluang Rosberg lebih besar karena dia tak butuh meraih juara di sirkuit Yas Marina. Dia cukup finis di urutan ketiga untuk memastikan meraih gelar juara dunia. Sepertinya Rosberg tak banyak menemui kesulitan mencapainya karena dia mencapai finis tercepat di tempat ini tahun lalu. Sebenarnya Keke Rosberg sudah mulai mengurangi kehadirannya di paddocktempat pembalap dan mekanik bertemu-mulai musim ini. Dan dia memutuskan tak hadir langsung dalam balapan terpenting bagi anaknya nanti di Abu Dhabi. Menurut dia, keputusannya itu bijaksana untuk membiarkan Nico menjadi manusia mandiri. Keke adalah juara dunia F1 pada 1982. Setelah pensiun dan anaknya mengikuti jejaknya menjadi pembalap F1, Keke selalu hadir selama hari-hari awal Nico saat masih bergabung dengan tim Williams. Ketika mereka berada di sirkuit, selalu saja ada omongan di belakang soal anak dan bapak itu. Sang anak selalu dibandingkan dengan ayahnya. Mulai dari prestasi hingga pergaulannya. Berkumis lebat dan jago mengemudi, Keke Rosberg dianggap lebih menyenangkan dari pada anaknya. Dia murah senyum dan mu-

dah ditemui. Apalagi dia sudah merebut juara dunia pada 1982, sedangkan Nico belum pernah. Keke yang nama aslinya Keijo Erik Rosberg (sebutan Keke untuk memudahkan media mengingat namanya) lebih punya nyali menginjak pedal gas dalam balapan pada masa itu yang belum mengutamakan keselamatan. Selama karier di F1 (1978-1986) ada lima pembalap tewas, termasuk dua pembalap pada 1982 ketika Rosberg memenangi kejuaraan. “Itu mungkin salah satu dari beberapa kesempatan ketika saya telah kehilangan kontrol diri,” kata Keke Rosberg, Sabtu (26/11) kemarin. “Kesenangan semata-mata menyalip profesionalisme,” imbuhnya. Nico Rosberg tidak peduli ihwal kritik soal dirinya dan ayahnya. “Aku di sini untuk memenangi perlombaan, bukan untuk menyenangkan semua orang yang ada di luar sana,” kata dia. Kini Rosberg di ambang juara dunia 2016. Jika berhasil meraihnya, dia akan menyamai pencapaian Damon Hill yang meraih gelar juara dunia selang 34 tahun setelah ayahnya, Graham Hill meraih juara dunia pertama kali. Pada 1996 Hill menjadi satu-satunya putra mantan juara yang meraih gelar. Rosberg bisa meniru Hill dengan merebut juara dunia setelah 34 tahun ayahnya merebut gelar juara pada 1982.

Hamilton tak mau bergantung pada ‘bantuan’ dari tim lain. Hamilton ditanya andai dia memimpin jauh balapan dan Rosberg di belakangnya, apakah dia akan mencoba memperlambat kecepatan sehingga Red Bull atau Ferrari bisa ikut ‘bermain’ maka pebalap Inggris ini menjawab: “Taktik untuk balapan akan datang pada hari Minggu,” ucap Hamilton di Crash.net. Tapi andai aku memimpin, aku ingin membuka jarak sejauh mungkin. “Kalau Anda bisa mendapatkan jarak yang lebar pada lawan Anda, itu adalah sebuah pukulan menyakitkan yang bisa Anda daratkan. Di sini secara teori mungkin taktik itu masuk akal, tapi secara praktiknya tidak karena ada dua zona DRS yang panjang dan aku tidak akan mudah dan bijak untuk melakukannya,” ka-

tanya “Nico secara umum tangguh di sini dengan pole position selama dua tahun belakangan, dan ini adalah sirkuit yang tangguh bagiku tapi aku belum pernah melakukannya. Jadi itu targetku satu-satunya,” tutupnya. Patut ditunggu bagaimana jalannya balapan nanti. (kmb33/ap/rtr)

Tidak Menyerah Lewis Hamilton kurang diuntungkan dibandingkan dengan Nico Rosberg dalam persaingan gelar juara. Tapi

Totti Menolak Pensiun

Fachruddin

BPM/ant

Lini Belakang Timnas Bermasalah Tangerang – Meski lolos ke semifinal Piala AFF 2016, masih ada kekurangan yang harus diperbaiki timnas Indonesia. Salah satu yang disorot adalah lini belakang. Begitulah analisa bek tengah Fachruddin Haryanto setelah melihat penampilan Indonesia di tiga laga Grup A yang sudah dilalui. Indonesia meraih nilai empat hasil satu kemenangan satu seri dan satu kekalahan. Tak ada clean sheet di fase grup dengan kebobolan tujuh gol dan hanya mencetak enam gol. Itu artinya masalah besar ada di lini pertahanan dan sudah terlihat sejak laga melawan Thailand. Meski berhasil bangkit setelah tertinggal 0-2, Indonesia pada akhirnya kalah 2-4. Di laga kontra Filipina Indonesia dua kali kehilangan keunggulan sebelum bermain imbang 2-2. Saat melawan Singapura pun Indonesia harus tertinggal lebih dulu. Fachruddin mengakui komunikasi di barisan belakang memang masih kurang maksimal. Kondisi

di atas lapangan terkadang membuat konsentrasi pemain menurun. “Komunikasi kita memang masih kurang. Sebagai pemain belakang kita berempat harus komunikasi lebih baik agar tidak terjadi kecolongan-kecolongan lagi,” ujar Fachruddin kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (26/11) kemarin. “Sebenarnya kami sudah saling mengingatkan satu sama lain. Tapi situasi di pertandingan kan kadang suka lain, jadi konsentrasi kurang dan menurun,” lanjutnya. Pada laga semifinal leg pertama, pemain Sriwijaya FC tersebut dipastikan absen karena mengalami akumulasi kartu. Meski kecewa tak bisa tampil, Fachruddin mendoakan agar timnya bisa menang. “Yang pasti sangat menyesal karena kita bermain di kandang tapi saya tidak bisa tampil. Tapi yang penting saya selalu memberikan dukungan dan berdoa agar timnas bisa lolos ke final. Kita doakan supaya teman-teman bisa menang,” tutupnya. (ant)

Roma – Meski tidak berusia muda lagi, Francesco Totti mengaku yakin dirinya masih dapat berkontribusi untuk I Giallorossi. Beberapa waktu lalu memang sempat beredar kabar bahwa Totti bakal segera mengakhiri kariernya di Roma. Usia disinyalir menjadi alasan utama pria berpaspor Italia itu bakal ‘gantung sepatu’. Namun Totti enggan untuk memikirkan rumor. Pesepakbola yang sudah merumput bersama Roma sejak 1992 itu mengaku dirinya lebih memilih untuk fokus pada pertandingan ketimbang mendengarkan kabar tersebut. “Tidak ada kepastian di dunia sepak bola. Saya sudah berada di sini sejak lama dan sudah banyak hal yang saya lalui, termasuk hal-hal yang tidak berjalan baik,” jelas Totti, Sabtu (26/11) kemarin. “Setiap orang bebas mengungkapkan apa yang mereka pikirkan. Saya percaya pada pemikiran dan tubuh saya. Saya akan memberikan yang maksimal dan jika saya merasa baik-baik saja, mengapa berhenti?,” imbuhnya. Totti adalah legenda Roma dan hal itu tidak bisa dibantah siapa pun.

Memulai debut sejak 1992, sampai saat ini hanya Roma saja klub yang pernah dibela Totti. Alhasil menginjak usia yang ke-40 tahun, Totti sudah menorehkan catatan luar biasa, yakni mencetak 306 gol dalam 767 pertandingan di semua ajang dan menjadi top skor kedua sepanjang sejarah Serie-A. Tentunya segala catatan bagus itu masih bisa bertambah, mengingat Totti memiliki kontrak sampai akhir musim ini. Pada awal musim ini sebuah kontrak memang telah diteken oleh Totti. Kontrak tersebut tak hanya soal tambahan setahun sebagai pemain Roma, namun juga mengenai posisi Totti di manajemen klub setelah pensiun nanti. Dan jika melihat kemungkinan yang dibuka Totti sekarang, tentunya perubahan harus dilakukan dalam kontrak sang pemain. Musim ini Totti sudah main enam kali di Serie A dengan sumbangan dua gol. Namun dua gol tersebut hanya lahir dari titik penalty, meski secara keseluruhan performanya di Liga Italia dan Europa League masih terbilang ajaib untuk pemain seusia dirinya. (kmb33/rtr)

Francesco Totti

BPM/ap

BPM/ap

Niko Rosberg

Spurs Bekuk Celtic Boston – San Antonio Spurs sukses mengalahkan Boston Celtics. Sempat tertinggal jauh di kuarter pertama, Spurs bangkit untuk menang 109-103. Pada game yang dihelat di TD Garden, Sabtu (26/11) kemarin Spurs memulai dengan lambat dan tak mampu mengadang laju Celtics yang unggul 32-22 di kuarter pertama. Di kuarter kedua Spurs mulai bangkit dan mampu mencetak 24 poin berbanding 16 untuk memangkas ketertinggalan jadi 46-48 di paruh pertama laga. Barulah di kuarter ketiga Spurs bisa mengendalikan game meski mendapat perlawanan ketat dari Celtics. 29 Poin dari anak asuh Gregg Popovich itu dibalas 26 poin dari Celtics, namun Spurs pertama kalinya memimpin di game ini dengan 75-74. Spurs lantas tancap gas di kuarter keempat lewat aksi Kahwi Leonard untuk mencetak 34 poin dan menutup game ini dengan kemenangan 109-103. Leonard tampil sangat baik dengan 25 poin, empat assist, dan sepuluh rebound. Bench Spurs sangat membantu ketika Patty Mills bikin 19 poin, David Bertans dan David Lee dengan 15 poin. Dari kubu Celtics ada Isaiah Thomas dengan 24 poin, satu assist, dan delapan rebound. Dia ditopang oleh Avery Bradley dengan 19 poin. Spurs melanjutkan tren positif mereka yang selalu menang di delapan laga beruntun dan duduk di posisi ketiga Wilayah Barat dengan 13-3. Sementara Celtics di posisi kelima Wilayah Timur dengan 9-7. Dari game lainnya, juara bertahan Cleveland Cavaliers

mencatat kemenangan ketiga beruntun usai mengalahkan Dallas Mavericks di Quicken Loans Arena dengan skor 12890. Kevin Love jadi penampil terbaik dengan 27 poin, empat

assist, dan sepuluh rebound. Cavaliers kokoh di puncak Wilayah Timur dengan rekor 12-2, sementara Mavericks di posisi buncit Wilayah Barat dengan 2-13. (kmb33/ap)

Hasil Pertandingan Lainnya Washington NY KNICKS Chicago DETROIT UTAH Toronto Miami INDIANA Oklahoma City Minnesota PORTLAND Golden State Houston

94 113 105 108 95 105 90 118 132 98 119 109 117

ORLANDO Charlotte PHILADELPHIA LA Clippers Atlanta MILWAUKEE MEMPHIS Brooklyn DENVER PHOENIX New Orleans LA LAKERS SACRAMENTO

91 111 89 97 68 99 81 97 129 (OT) 85 104 85 104


Minggu Umanis, 27 November 2016

11

GELANGGANG

Buleleng Juara Umum Bulu Tangkis Internasional Singaraja (Bali Post) Kontingen Buleleng keluar sebagai juara umum dalam “International Badminton Open Tournament 2016”, yang berakhir Akhir pekan lalu, di GOR Bhuana Patra Singaraja. Prestasi ini direbut setelah empat atltet bulu tangkis dari Bali Utara mempersembahkan kemenangan. Keempat atlet tersebut yakni Gusti Ayu Mega yang berlaga pada nomor tunggal remaja putri, dan tunggal dewasa putri. Wayan Widhi Adnyana bertanding pada nomor tunggal pemula putra, dan pasangan ganda dewasa putra Komang Agus dan Pande. Pasangan Komang Agus dan Pande berhasil menumbangkan pasangan Aditya dan Agus Aldi dari Denpasar dengan skor tipis 21-18 dan 21-16. Sebelumnya Gusti Ayu Mega dari PB MKS Buleleng mengalahkan Manik dengan skor 21-10 dan 21-11. Sementara pada pertandingan nomor dewasa putri Gusti Ayu Mega juga berhasil menundukkan Maulida Eva dari Klub Wima Denpasar. Sedangkan Wayan Widhi Adnyana mengalahkan Andi-

ka Ferdias dengan skor 2119 dan 21-11. Satu-satunya pebulu tangkis asing yang sukses meraih medali emas yakni Shinjiro Takagi Saan, setelah berhasil mengalahkan Kevin dari PB.MKS Buleleng dengan skor 21-5 dan 21-9. Ketua umum PBSI Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., mengatakan turnamen bulu tangkis Internasinal berhasil menarik peserta dari berbagai daerah, yang menghasilkan pebulu tangkis handal. Kejuaraan yang digelar untuk kedelapan kalinya itu diikuti oleh 360 peserta dari sebelumnya diikuti oleh 300 peserta. Selain sebagai sarana memajukan olahraga bulu tangkis, momen ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan Buleleng kepada para peserta khususnya dari luar Bali. “Sebagian besar klub-klub yang dibina di Jawa Timur berpartisipasi. Di Bali kita akui berkurang tapi yang justru kita lihat yang dari NTB, NTT dan beberapa tempat di Jawa yang menghasilkan pemain berprestasi ikut serta pada Singaraja Open ke VIII dan hasilnya luar biasa,” terangnya. (kmb38)

BPM/wan

JUARA GRUP - Kesebelasan Putra Tresna sebagai wakil Bali ke putaran nasional Piala Soerattin U-17 menang tipis 1-0 atas PS Oku Timur (Sumsel), hingga Putra Tresna juara Grup A. Selanjutnya Putra Tresna harus melakoni babak 18 besar di Jepara.

Juara Grup, Putra Tresna ke Jepara

Eko Supriadi

BPM/dok

Perseden Dituntut Bisa Kalahkan Unhalu FC Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Perseden Denpasar (juara Grup A) dituntut harus mampu menaklukkan Unhalu FC Kendari Sultra (runner-up Grup B) dalam babak 16 besar Liga Nusantara Putaran Nasional di Jepara, Jateng, Senin (28/11) besok. Ketua Askot PSSI Kota Denpasar Eko Supriadi yang dikontak, Sabtu (26/11) kemarin, menegaskan kemenangan Tim Laskar Catur Muka atas Unhalu merupakan harga mati. sebab mulai babak empat besar diberlakukan sistem gugur. ‘’Jadi kalau Perseden ingin melanjutkan pertandingan, ya harus bisa menundukkan Unhalu,’’ tutur Eko. Eko sendiri ikut menyaksikan laga Perseden melawan Kodam II/Sriwijaya Sumsel di Lapangan M. Sarengat,

Batang. Jateng yang berakhir imbang 1-1, Jumat (25/11) lalu. ‘’Padahal, semestinya Perseden bisa menambah gol. Dan seabrek peluang emas belum mampu dikonversi menjadi gol. Misalnya Ketut Tirtanadi,’’ ucapnya. Diakuinya asuhan duet pelatih Nyoman Ambara dan AAK Bramastra memang kurang bisa mengembangkan permainan, karena lapangan diguyur hujan deras. Yang membanggakan dalam laga tersebut juga disaksikan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi. Rombongan Perseden sendiri, bertolak dari Pekalongan menuju Jepara, kemarin siang. ‘’Harapan kami pemain, pengurus, ofisial, dan manajemen tetap kompak dalam melakoni babak 16 besar dan selanjutnya,’’ tutur Eko. (022)

Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Putra Tresna U-17 Denpasar kembali membuktikan keperkasaanya setelah mampu meraih kemenangan kedua atas lawannya, PS Oku Timur dengan skor tipis 1-0 dalam laga terakhir babak penyisihan Grup A Piala Soeratin Putaran Nasional yang berlangsung di Stadion Sarengat, Batang, Jawa Tengah, Sabtu (26/11) kemarin. Dengan hasil ini tame besutan Dede Mahatma Dharma menjadi juara Grup A dengan torehan 7 poin dari tiga kali laga yang dilakoni. Sementara runner up ditempati Persida Sidoarjo setelah mengumpulkan 4 poin. Satu-satunya gol kemenangan Putra Tresna dilesatkan Krisna pada menit ke-26. Sementara hasil lainnya, PSDS Deli Serdang sukses mempecundangi Wakil Jawa Timur Persida

Sidoarjo dengan skor sama 1-0. Dede Mahatma Dharma mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan perjuangan semua asuhannya, sehingga tim kembali bisa

meraih poin penuh di laga terakhir babak penyisihan. “Kami ampresiasi perjuangan semua pemain yang sudah berjuang keras demi hasil ini. Dengan kemenangan ini tim meraih juara

BPM/ist

Tim Guntur U-12 Sampai ke Semifinal Liga Campina BPM/ist

Badung Jaring 35 Pemain Calon Porprov Mangupura (Bali Post)Selama perhelatan turnamen Piala Bupati Badung I/2016, tercatat empat tim pemandu bakat bekerja mengamati skill-ball pemain, utamanya dalam rangka pembentukan tim Porprov Badung. Mereka terdiri atas Nyoman Sujata, Ketut Muskaadi, Putu Joniartha, dan Eka Putra. Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana di Kuta, Badung, Sabtu (26/11) kemarin, menerangkan kinerja kuartet ini pemandu bakat berhasil menjaring 35 pemain. Akan tetapi, kata dia pihaknya bakal menggelar rapat guna menentukan manajer tim berikut tim pelatih untuk mengarsiteki tim Porprov Badung . Jika sudah diputuskan tim pelatih berikut ofisialnya, pihaknya mempersilakan tim

pelatih bekerja menyeleksi ke-35 pemain, termasuk kemungkinan ada pemain baru yang ingin ikut seleksi. ‘’Kami agendakan jumlah pemain definitif 22 skuad Porprov, dan batas akhirnya Januari 2017 mendatang,’’ ujar Graha Wicaksana yang akrab disapa Koming ini. Pada bagian lain Koming mengisahkan atap tribun Lapangan Samudra roboh saat berlangsungnya laga final Piala Bupati Badung antara Putra Perkanthi Jimbaran melawan Purnama Putra Seminyak, Jumat (25/11) lalu. Untuk itu pihaknya mengharapkan uluran tangan Pemkab Badung dalam merenovasi sararan dan fasilitas olahraga. ‘’Kami harapkan Pemkab Badung turun tangan, ikut memperbaiki atap tribun yang roboh tersebut,’’ ungkap Koming. (022)

tim tidak boleh berlebihan (over confidence). Karena perjuangan masih panjang untuk meraih hasil yang maksimal. Semoga di 16 besar permainan tim lebih baik lagi dari babak penyisihan,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk babak 16 besar bakal diputar mulai 29 November di Jepara. “Kami belum tahu siapa lawan di babak 16 nanti. Kita masih tunggu jadwalnya,” ucap Dede. (kmb41)

BU Makin Percaya Diri di Kandang Gresik

Tim sepak bola SSB Guntur.

ROBOH - Kondisi atap tribun Lapangan Samudra Kuta, Badung roboh hingga berantakan. Askab PSSI Badung mengharapkan uluran tangan Pemkab Badung, guna merenovasi fasilitas olahraga di Kuta.

Grup A. Dan tim sudah memenuhi target awal untuk meraih juara grup,” ungkap Dede Mahatma Dharma saat dikonfirmasi Sabtu (26/11) kemarin Dede berpesan, supaya semua pemain tidak cepat puas. Pasalnya, di babak 16 besar tantangan semakin berat. Jadi semua pemain harus tetap fokus menatap babak berikutnya. “Tim yang sudah mampu melaju ke babak 16 besar merupakan tim yang kuat. Jadi

KEBERADAAN SSB Guntur dilatarbelakangi sang pemilik AAN Alit Wiartha yang akrab disapa Gung Guntur. SSB Guntur lahir pada 1992, namun sebelumnya telah berdiri klub seniornya. Tercatat sederet nama beken mantan skuad Guntur, seperti Komang Mariawan, Wayan Sukadana, Alexander Saununu, Nyoman Toplet Suryana, Dede Mahatma Darma, Muhammadan, serta Eddy Supriyono. Akan tetapi, Gung Guntur minta didirikan SSB bertujuan mendidik anak-anak bermain bola sejak usia dini. ‘’Sebab, kalau anak-anak tak diajari main bola sejak usia dini maka nanti ke depan tak punya pemain remaja,’’ ungkap Kepala SSB Guntur Ida Bagus Purnaya. Maka bedirilah SSB yang dilatih antara lain Alexander Saununu dan Wayan Gading Sugiarta. ‘’Saya gabung ke SSB Guntur mulai 2002, tetapi memegang jabatan kepala sekolah sejak 2005,’’ terang pria yang biasa dipanggil Gus Pur ini. SSB Guntur melatih anak-anak usia U-8 diajari teknik dasar bermain bola, kemudian sampai menginjak usia remaja 15 tahun biasanya pemain

dan peran orangtua sangat penting, apakah sang putra bakal melanjutkan sepak bola atau memilih meninggalkan sepak bola. ‘’Biasanya para pemain di atas usia 15 tahun diambil klub-klub sepak bola,’’ ujarnya. Namun tak sedikit pula yang mengurangi aktivitas sepak bolanya karena kesibukan kuliah maupun bekerja. ‘’Di saat status mereka mahasiswa memang harus menentukan pilihan, apakah kuliah, bekerja, namun ada juga yang tetap eksis di bola,’’ kata dia. Guntur sendiri mengawali SSB dan memilih lokasi latihan di Lapangan Renon. Prestasi siswa SSB Guntur U-12 pernah mewakili Bali ke Liga Campina di Surabaya (2003) hingga tembus ke babak semifinal, serta Piala Danone U-12 ke Jakarta. Prestasi Guntur pada 2016 ini juara Festival Buduk U-12, juara di turnamen Jima Cup U-8 dan U-12. Sedangkan internal kompetisi Perseden Denpasar Guntur memiliki dua tim yakni divisi utama bagi tim senior, serta Guntur Generation di level divisi II. ‘’Guntur juga pernah merebut gelar juara pada turnamen Piala Wali Kota Denpasar,’’ kenangnya. Pemain jebolan Guntur kini banyak yang meniti karier di klub-klub lain, baik sebagai pemain maupun pelatih. (nel)

Denpasar (Bali Post)Pascakemenangan 4-2 atas tuan rumah PS TNI di laga tandang sebelumnya, skuad Bali United kian percaya diri menatap laga tandang pekan ke-30 saat bertandang ke Markas Persegres Gresik United dalam lanjutan Kompetisi Torabika Soccer Championship 2016, yang akan berlangsung di Stadion Tri Dharma, Gresik, Minggu (27/11) sore ini. Pelatih kepala Indra Sjafri mengatakan semua pemain siap dimainkan untuk memperkuat tim. Hanya satu pemainnya yakni Zoran masih dilihat perkembangannya, apakah bisa dimainkan atau tidak. “Kami masih terus lihat perkembangan Zoran. Jika nanti perkembangan membaik, mungkin dia akan kami mainkan. Jika tidak, kami sudah memiliki pemain pelapis untuk mengisi pos dia,” ungkap Indra Sjafri, Sabtu (27/11) kemarin. Indra Sjafri mengakui optimis timnya kembali bisa meraih hasil positif sesuai harapan, pascakemenangan tandang sebelumnya atas PS TNI. “Sekarang semua pemain dalam kepercayaan diri tinggi untuk kembali maraih poin tandang. Semoga apa yang menjadi harapan kembali bisa direalisasikan tim,” katanya.

Mantan arsitek Timnas U-19 itu menjelaskan, duel ini merupakan laga keduanya kontra Gresik United. Diharapkan di pertemuan kedua ini timnya bisa membalas kekalahan sebelumnya. “Saya masih ingat sekali gol dari Gresik. Dan kami ingin membalas gol itu dipertemuan kedua ini. Karena sesuai dengan misi saya dan tim, kami ingin mencuri kemenangan di kandang Gresik,” harapnya sembari menyatakan dirinya tidak terlalu khawatir dengan kembalinya beberapa pemain Gresik yang kembali bisa bermain. Pasalnya, beberapa pemain kami yang sebelumnya tidak bisa diturunkan sudah kembali bisa dimainkan. “Hadirnya empat asuhan kami jelas menjadi nilai tambah buat tim,” kata Indra Sjafri. Sementara salah satu punggawa Bali United Yabes Roni, menyatakan pihaknya sudah melakukan persiapan tim dengan matang jelang laga kontra tuan rumah Gresik United. “Kami sudah pempersiapkan tim selama sepekan. Kami datang ke Gresik untuk meraih tiga poin. Mudah-mudahan dengan kerja keras dan konsentrasi penuh kami mampu memenuhi target di pertandingan hari ini,” harap Yabes Roni. (kmb41)

Mitra Devata Tekuk Karanganyar All Star Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata sukses menekuk lawannya Karanganyar All Star dengan skor 8-1 dalam latihtanding di Lapangan Plumbon, Sabtu (26/11) kemarin. Dalam laga yang dipimpin wasit Agus Priyanto, kedelapan gol yang besarang ke gawang Karanganyar All Star diborong Purwanto (3 gol), kemudian Komang Mariawan, Wayan Gangga Mudana, Yan Daulaka, Made Mutram, serta Nyoman Rafik Armawan,

masing-masing sebiji gol. Koordinator Purwanto Iman Santoso, yang dikontak kemarin menyatakan Karanganyar All Star diperkuat Djoko (mantan PSIM Yogyakarta), Rohadi Widodo (wakil bupati Karanganyar), Imam (mantan Pelita Jaya), Selamet (mantan Persiku Kudus). Purwanto menuturkan, pertandingan menggunakan sistem 3 X 30 menit pada 30 menit pertama belum terjadi gol. Selanjutnya pada 30 menit

kedua Mitra Dvata unggul lewat sontekan Komang Mariawan, Wayan Gangga Mudana dan Purwanto. Pada 30 ment ketiga Karanganyar All Star mampu menciptakan gol melalui Rohadi, tetapi Mitra Devata menambah gol yang dipersembahkan Yan Daulaka, Nyoman Rafik Armawan, Mutram, serta tambahan dua gol lagi yang dicetak Purwanto. Legend Mitra Devata kembali meladeni Solo All Stars, Minggu (27/11 ini. (022)

BPM/wan

PERCAYA - Para punggawa Bali United makin percaya diri saat bertandang ke Gresik guna menghadapi Persegres Gresik United di Stadion Tri Dharma, Minggu (27/11) ini.


12

Minggu Umanis, 27 November 2016


Sastra

Redité Umanis, 27 November 2016

I Kaki Dengkil

Laku Kuwéra SUJATINÉ, wenginé puniki bayun I Kaki Dengkilé oon pisan. Poyok rasaanga sirahné antuk gesit guminé. Sabehé ngéyel tigang raina ngawinang sapuniki gesité ring Tepisiring. Santukan nénten madrué wédang jagi seduha, srayangsruyung ngabot Ipun mamargi ka warung numbas wédang. Saking doh panggihina sampun wénten sané nganggur ring warung sambilanga ngwédang. Sujatiné sesukaté soang-soang sampun madrué tipi, arang pisan wargi Tepisiringé ngwédang ring warung. Ngemasin, Mék Luh selidan sampun nutup warung. I Kaki Dengkil naler érang, santukan nembé wénten sané nganggur kantos wengi sapuniki. Napi malih gumi nyeng sakadi mangkin. Ujan bales magrudugan, katak dongkang pada girang ya macanda, nyemak saput, ngojog balé tur masaré. Inggih... makéhan sané asapunika, ngojog balé tur masaré. Sadurung masaré, napi malih, durusang kayunang pragayan. Gaginan lawas malih kumat, sinah wénten pabuatnyané. I Kaki Dengkil kedeh pisan manahné uning napi sané bligbaganga kantos wengi asapuniki antuk wargi Tepisiringé punika. Sambilanga mamargi matinjikan mangda nénten kentara raris néngklep ring temboké, Ipun ngintip bebaosan warginé ring warungné Mék Luh. Rames pabligbagan wargi Tepisiringé wenginé puniki. Pitananga warginé mligbagang indik I Ahok sané sampun dados tersangka. Utawi mligbagang indik démonstrasiné jagi rauh ring Jakarta. “Yén iraga ya krama selam pantes masé meh basangé ningehang munyin I Ahoké cara kéto. Da ulian tusing magama selam laut mélanin I Ahok.” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon sambilanga iteh masang kuping mangda tatas napi sané bligbaganga. “Pantesné, warginé meh masé basangné yén pisunaanga yadnyané ngawinang wargi Tepisiringé kanti tiwas nékték tekén Sang Angawaraté. Ento panistaan agama masé adané. Tusing ada ané ngeh tekén pikamkamé ento. Buin acepok mamunyi kéto, lakar repotang tebongné. Tuaha ja, lamun kéto macenik-cenikan adané. Lamun Pak Sudira ané dadianga tersangka tekén pulisiné apa macenik-cenikan masé adané? Ulésné kéto ja, yén awaké idihina pamatut, lakar ilonin tebongné. Pangubat-abit Pak Sudirané ento tuah nyihnaang warginé kenjekan mingmang, kenjekan pedih sawiréh kéwéh nganggét don bingin di Puri Denpasaré ento.” Mileh grémonan I Kaki Dengkilé. Waluya asapunika I Kaki Dengkil, nongklang manahné nénten karuan, waluya sané mangkin Ipun kenjekan ngintipin napi sané bligbaganga antuk wargi Tepisiringé ring warung Mék Luhé. Piragina wargi Tepisiringé inguh jagi rereh petugas pajeg. Kocap makasami warginé mangkin jagi kenénina pajeg. Makasami mangda nglapurang, saking dija polih artha brana. Makasami mangda madrué kartu pajeg sané kabaos NPWP. Mék Luh sané nénten uning ida-idu pepajegan naler mangda madrué kartuné punika. “Béh... yén kéné unduké dong cara maboros di kandangé ené pamerintahé? Tusing nyidaang maan pipis uling dija-dija, pamuputné warginé apang mapaturunan. Sing tawanga dini iraga suba mayah patedunan di banjar tur di désa busan-busan. Kondén buin mayah pajeg-pajeg carik, abian, tur umah? Kondén buin nganem bulan ngodalin sanggah pamerajan. Kudang pipis ento suba? Yén dadi pagawé, miribné gajihé lakar telah anggon negen paturunan tur odalané ento.” Asapunika piragina babligbagan wargi Tepisiringé antuk I Kaki Dengkil. Sesampuné miragi asapunika pabligbagané, I Kaki Dengkil saharsa ngojog. Makasami makesiab, pamekas Mék Luh naler makrépakan santukan nembé karauhin antuk Ipun wengi sakadi mangkin. Mék Luh nyeh bayuné, santukan nyanan ubat-abita kasengguh dakocan, dagang kopi cantik. Pikamkamné, Mék Luh wawu pisan usan maséhang, mangkin kantun balu. “Nawang satua Sang Kuwéra? Ento putrané Bhagawan Wisrawa. Manyama lén mémé ajak Sang Rahwana. Kasub pesan pascat mupulang artha brana uling druén negarané tur nglipetang dadi makudang-kudang. Tetujoné ngasayanikang papa warginé. Tusing ada lianan. Ento awanan Sang Kuwéra kasub dadi déwan artha brana! Waluya Sang Kuwéra bangsa yaksa, bangsa raksasa.” Nyruscascis I Kaki Dengil mabaos asapunika. “Apa pabuatné satuané ento Kaki? Apa pabuatné ajak warginé makejang apang mayah pajeg?” Silih sinunggil warginé sané mabligbagan ring warung Mék Luhé punika matakén. “Ada... uling ipidan, uling jaman kuda gigit besi, lumrah pesan warginé mayah pajeg. Da orahanga buin dugasé nu Anak Agungé kuasa, sabatak karsaanga tusing dadi tulak! Jani kéto masé, pameréntahé wenang nagih pajeg pacang angun ngwangun. Kuala apang saja wicaksana ngangon pajegé ento nyukertaang jagat, pamekas nyukertaang warginé. Ento mara madan laku kuwéra!” Baos I Kaki Dengkilé punika ngawinang warginé sané mabligbagan magésonan mantuk. Sadurung doh, I Kaki Dengkil jerit-jerit mabaos: “Takonin malu déwéké padidi, apa saja Sang Angawaraté nyalanang laku kuwéra? Lamun tusing precaya da mayah pajeg!” Asapunika I Kaki Dengkil mabaos sambilanga ingkel-ingkel kedék, ngemasin Mék Luh naler sareng kedék. Ring manah Ipun matakén, ngudiang déwan artha branané kabaos soroh yaksa? (Jelantik)

Palas Nyoman Manda Dugas ento hujan bales. Japin ja jam terakhir murid-muridé enu pada ngoyong di kelasé. Makejang enu ngrembug di kelasé. Ada ané ngutak-atik soal, ada ané ngorta ngantosang endang. Wayan Landra ajak timpal-timpalné nutur kanginkauh. “Béh bales pesan ujané,” teka Gung Ratih maakin Wayan Landra ané sedeng nutur kangin kauh ajak Déwa Raka lan ané lénan. Makejang suba nawang Déwa Raka ajak Gung Ratih suba jadian. “Tuni endang ngentak nyén nawang jeg ujan mageluran buka jani.” Déwa Raka buka nyahutin patakon Gung Ratihé. Lantas teka Gung Wirati. “Dadi kéné bales ujané,” ragané negak disamping Wayan Landrané. “Wayan ngaba payung?” “Ten.” “Lan puuk Yan!” “Apang ngetang bedik.” “Ené suba nget.” “Lan puuk Déwa!” Gung Ratih masih ngajakin. Ené makejang ajaka pat pada ngaba montor roda empat. Anak sugih uling Gianyar kauh pada ngaba montor roda empat yan ka sekolah SMA. “Lan.” “Lan Yan!”Gung Wirati ngajakin. Lantas ia ajaka pat muuk ujané ané suba sada ngetang

gigis. Ajaka pat ené mula pianak anak sugih. Déwa Raka uling Mas ajiné ngelah Galery lukisan ané gedé lan lancar kéto masi ngelah hotel. Gung Wirati ajiné ngelah Galery lan eksportir barang-barang kesenian. Gung Ratih sami mawon Art Shopné gedé pesan. Lan Yan Landra pianak kolektor lukisan lan pedagang lukisan ané kasub di Ubud. makejang soroh bantot. Teked di tongos parkiré makejang nuju ka montorné suangsuang. Gung Ratih satondén macelep ka montor Avanzané makenyem manis marep gelané ané suba ngidupang Escudoné. Gung Wirati ngaba Belano lantas ragané nyetarer montorné. makelo pesan montorné sing idup-idup. “Yan….” “Napi Gung?” “Dadi sing nyak idup-idup Yan?” “Sampunang gasa malu,”Gung Wirati buin nyetarter montorné. “Dadi sing nyak idup Yan,”ragané ngrutu. “Miriban kabebelan Gung,”Yan Landra lantas tuun uling montorné. Gung Wirati mukakang pintu nanging ragané sing makéséran mara Yan Landra macelep. Dadiné cara anak maabin Yan Landra lan tan panehen Gung Wirati jeg ngelut baongné. Mara yan Landra matolihan pipiné démpét.

13

Limané ané ukana ngisi kunci kontaké gisina tekén Gung Wirati ané nengil pané teteha tekén Yan Landra. “Késérang gis Gung.” “Ah Yah,”Gung Wirati makéséran krana Wayan Landra nyetarter montoré. Gung Wirati némpel dingin disamping Yan Landrané ané terus ngidupang montoré. Ping kuda setatera sing nyak hidup. Ujané nyumingkin malesang. “Dadi kéto Yan?” “Miriban businé belus Gung,”sing nyelapang Yan Landra nyikut tangkah Gung Wiratiné. “Yan?” “Bukak businé Gung, dija kunci businé?” “Depang Yan?” “Dados?” “Ah”Gung Wirati merem ningalin Yan Landra ané démpét negak. “Yan….” “Napi Gung….” “Tiang seduk Yan.” “Yakti niki sampun lingsir,” Yan Landra sada sebet nepukin Gung Wirati sada seming. Ia ngusapin yéh hujan ané pacrécét sig muan Gung Wiratiné “Yan.” “Napi Gung?’ “Tiang…,” mamilas pesan muan Gung Wiratiné. “Gung… Tan panehen sagét Gung Wirati meluk baong Yan Landrané ané masih ngeres neneng ragané. Hujané ngancan malesang. “Gung sampun ngelah…. “Uling makelo tiang ngantosang patakon Wayané sukat Wayan nulungin tiang dugas ulung main basket. Wayan Landra makenyem inget ia gati ngaliang betadin dugas Gung Wirati ulung main basket. Entudné gorés beréd abedik Enu rasané inget dugas Gung Wirati aduh-aduh makenyem limané gisina dugas ia molésang obat baraké. Sasukat ento Gung Wirati setata paak-paak ajak Yan Landra lan pepes saling bayahin yén mablanja di kantin. Jani masambung suaran kidung tresnané. “Yan…” “Gung…” Gung Wirati suba ngatekul ngelut awakné.Hujan ngancan bales ngidungang deres tresnané mabinar. Ujané suba nget nanging Yan Landra sing masi nyidang ngidupang montoré. Ping kuda kadén setatera. “Depang duén suba Yan.” “Dados.” “Depang supiré apang mai.” Lantas Gung Wirati nelpun budalné, “Bu…. niki Gung Atik.” “Napi Gek…?” “Orahin sopir ainé ajak I Monol apang magandéng mai ngalih mobil tiangé ka sekolah, apang ia ngaba kunci serep ditu di gantung papan kunci-kunci mobilé…. “Lantas kénkén Gung?” “Atik milu Yan mulih.” “Mobilé supiré ngalih.” “Kunciné?” “Suba orahin Atik ngaba kunci serep, dadi Atik numpang?”

montorné. Gung Wirati ulapulap sayang. Teked jumahné kondén ia maan ngejang tasné sagét HPné makering. “Haloo yang…. jangan lupa cepat ganti bajunya sayang nanti sakit.” “Ya….” “Dan cepat tidur ya yang?’ “Trims Gung,” “Atik dong,”’ mara Yan Landra nawang seken Gung Wirati ené anak gedongan lan manying pesan. Ia lantas ngejang tasné. lan nganti bajuné aji baju kaos. “Yan dadi lingsir pesan teka?”méméné nyajagin krana uling tuni ragané suba nyapnyap pianakné makelo sing teka. “Hujan Bu,” “Masak anak ngaba montor roda pat hujanan,”méméné makenyem krana nepukin sebeng pianakné binar pesan. Buin HPné magending. “Haloo sudah tidur sayang?” “Napi tidur ngajeng durung,” “Sampunang akéh maem nggih apang sing gembrot nyén,”Gung Wirati kedék ngakak kanti méméné matakon. “Nyén ento kedék ngakak Yan?” “Timpalé Bu,” Ia lantas nuju ka ruang makan. Ia madahar lahap pesan krana ia seduk pesan. Japin hujan ia minum yéh dingin liu pesan. Liu pesan ia madahar. Sasubané suud mara maancitan uling kursiné sagét buin magending HPné. “Tidur ya sayang,” “Nggih,”lantas ia gati nuju ka kamaré.Makelo ia pules .Ia ngipi nembangang sayang ajak Gung Wirati maujan-ujanan. Mara nem bulan ia makabakan ajak Gung Wirati suba ada gejala yeg pepes pesan ané malénan tekén kenehné. Sabilang wai sing lingsiran petengné payu ia ajakina ka Badung mablanja ka Matahari, pepes masi minum di Kafe. Apabuin Minggu pasti ada duén acarané sing mandus di Kuta sambilang ngantosang sunset. Krana méméné pepes matakon lan mingetang apang sing pepes mlali kanti kapeteng ngajak anak luh, ia lantas pepes nulak ajakan Gung Wiratiné. Kanti ragané pedih ngorahang ia suba nepukin anak lén. Pamuncak yegé lan mragat kenehné suud makabakan ajak Gung Wirati dugas ada bar di Lodtunduh. Ia ngebar ajak timpal-timpalné di Banjar, biasa saling undang ditu ia nepukin Gung Wirati ngebar ajak semetoné ané mlajah perhotelan di Australia. Mesra pesan japin jai a maan macaplagan di muka baré. Enak pesan Gung Wirati kencan ajak semetoné ento ia anggapa suba sing ada apaapané ajak déwékné. Mingkinang nyangetang ragané mesra saling matandang minum. Petengné ento lantas ia nelpun ngorahang pragat palas suba amonto. Gung Wirati cuék duén lan malah terima kasih asal suudné ené sing ulih ragané.

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Tri Guna ring Angga Sarira Olih : I K. Satria, S.Ag SANÉ mangkin pirengang becik-becik, ring dija manusa sakadi punika kaembasang? Sang sané asapunika sampun kabaosang ring sastrané wantah pacang molihang kasengsaran. Sami pacang kamedalang utawi kaembasang sinarengan sareng beburoné sané tiosan. Sami pacang dados beburon sané kaembasang tur uripnyané setata katakutin olih senjata tur setata kaliput déning pademé sangkaning ulah sarpa, buati, uled, sekancaning balang miwah sekancaning buron sané kahuripannyané nénten ngantos asasih. Kadi asapunika kawéntenan jadma sané nénten nemu galang sangkaning kahuripan tamas sané mamurti ring sarirannyané. Jadma sakadi ring ajeng pacang prasida ngamolihang sané kabaosang jadma sané sampurna. Kawéntenan mauripé sané kaliput olih tamas pacang prasida mecikang déwék ri kala sampun prasida dados kahuripan sané prasida ngawinang bagia kahuripan sané tiosan. Prasida kanggén sarana upacara ri kala brahmanané ngamargiang yadnya, kahuripané pacang prasida mauwah dados kahuripan sané becik tur paripurna. Antuk pangutsaha sané mautama punika, sang sané sampun tatas ring pamargi-pamargi ngutamayang kahuripan sané tiosan miwah bhakti ring sang maraga brahmana suci, wantah pacang prasida nemu kautaman. Yadiastun ring sajeroning kahuripan sadurungnyané dados beburon sané janten nénten becik, sakémaon prasida makerti ayu mangda prasida nuju kahuripan sané becik, sinah sampun pacang molihang yéning pakertiné madasar antuk pamargi sané ayu tur utama majeng ring anak tiosan, majanten pacang prasida molihang kahuripan dados jadma. Para Déwatané taler naenin ngamargiang tamasé puniki. Pinaka cecirénnyané inggih punika para déwatané kantun ngayunin sané kabaosang kasenengan ring kawéntenannyané, kantun ngruruh kasujatian miwah sané siosan sané ngawinang sami punika nuju kadukan. Makasami punika kabaosang lelima sané pinaka lantaran nénten prasida nemuang kabecikan. Bisamané punika sané ngawinang nénten prasida. Kadi asapunika Sang Brahmana sampun katlatarang saha antuk tatas pisan kawéntenan awidya utawi tamasé punika. Sampun ké sami sida ngresep? Sampun ké minab nyaksiang ring kahuripané puniki? Punika sané kabaosang kapetengan, sané ngawinang i manusa setata malaksana sané nénten patut tur nuju kasengsaran. Resepang pisan kawéntenané punika! Yéning sampun prasida nguningin kawéntenané puniki sinah pacang prasida nemu sané kabaosang galang. Kacaritayang sané mangkin wénten sabda saking akasané sané miteketin sami sané wenten ring jagaté. Kawéntenan punika wantah piteket-piteket

“Numpang sayang?” “Juang sayang,” Gung Wirati makenyem lantas macelep ka montor Wayan Landrané. “Dadi tiang nyuang?” Wayan Landra nolih Gung Wirati ané maanggutan manis. “Tunian Atik suba maang,” “Seken Gung?” “Dadi Wayan sing percaya… apang tiang nanjaang?” “Sing nyén tiang nyangéngét?” “Apang Atik ané nganggét?” “Gung….” “Yan.”sirah Gung Wirati suba maabahan di tangkah Yan Landrané. “Makelo pesan tiang ngantosang buka kéné sesai tiang ngipi.” “Tiang masi Gung.” “Yan,” Gung Wirati suba niman pipin YanLandrané. “Hujan Gung.” “Depang suba Yan.” “Lek hatiné tekén anak di batan punyan kréséké makelo raga dini,” “Kanggo Wayan, kal majalan?” “Nggih.” “Eda naké maenggih.” “Napi….sugra,” lantas Yan Landra niman pipin Gung Atik ané ngidem merem sayang lan ngelut baong anak muani ané kalem totonan. “Jalan Gung.” “Kanggo Yan.” lantas Yan Landra ngidupang montorné. Ujané enu ngribis. “Yan?” “Napi Gung?” “Anterin nanti ka Matahari,” “Kal ngudiang Gung/” “Biasa Yan.” “Matahari di Nusa Dua?” “Dija duén dadi…yan mau?” “Lihat saja nanti.”Yan Landra sada hati-hati nyetir krana hujan gerimis lan jalané licin. “Yan pasti dong Yan, sambil ngrayain jadian kita yang pertama ini,” Gung Wirati ngusapusap pipin anak bagus kalem disampingné. Mabunga pesan kenehné krana uling pidan ragané dot pesan madampingan ajak anak teruna nénénan. Liu semetoné ngajakin mlali nanging dadi kadaut pesan jani kenehné. Yan Landra ngisi liman Gung Wiratiné. Liang manis ajak dadua. Wayan Landra adéng-adéng krana jalan nanjak di Titi besi Tengkulak apa buin liu montor di arepné majalan adéng-adéng ada truk muat bias kisah-kisah adéng majalan. Adéng-adéng nénénan ngancan Gung Wirati manying nyalélég di baongné. Yan Landra makenyem. sayang matembang di kenehné ajaka dua. Lantas kudang jahan suba teked di diapan purin Gung Wiratiné. Gung Wirati ngecup pipiné. “Trims yang, hati-hati ya,” Gung nutup pintu montoré lan maulap-ulap manis. “Nggih…..” “Béh lagi nggih,” Gung Wirati cemberut maakin kacan motor Yan Landrané. “Ya sayang,” Yan Landra makenyem lantas ngerungang

sastra sané pinaka daging Catur Veda Samhitané, sakémaon ring caritané puniki kabaosang antuk sarana basa sané biasa, bebaosané puniki sakadi ring sor puniki: “Uduh saluiring mauripé iriki ring jagaté, durusang pirengang bebaosané puniki, sampunang lémpas tur sampunang iwang nampi sekancaning piteketé puniki. Kawéntenan kamané utawi indria sané nénten prasida kageret sangkaning tattwa wantah prasida kaciriang sakadi asapuniki: ngawinang sungsut anak tiosan, surupa ring angga, makarya sangkaning ngaptiang pikenohnyané, suka kalawan duka, dingin miwah panés ring sajeroning parilaksana, kajayan, mayuda, santi, nénten naenin lédang ring pikayunan, prasida pageh ring angga, sebet, mawisésa, banggi ring sarira, bhisama, mayasa sangkaning karma, setata iri hati, mikayunin sané nénten prasida kapikayunin, amati-mati, sekancaning pinyungkan, mautsaha nénten bhakti majeng anak tiosan tur setata nénten nampi anak tiosan, banggras, setata minehin anak tiosan, mabebaosan sané nénten becik, setata duka, miwah nénten prasida ngeret indria. Bebaosané setata ngawé sebet anak tiosan, bebaosané setata banggras, setata nyumbungang angga sarira, mamaksa sarira mangda prasida nagingin pikayunan, pradnyan miwah sumeken ring karya, politik miwah kawicaksanan, nénten éling, nganutin aab jagat, saluiring emas miwah sarwa mulia, upacara sané setata kasarengin antuk mantra swaha, ngaryanin upakara nulungin anak tiosan, lémpas ring piteket sastra, ngaryanin upacara, malajah, madana punia, nerima dana, ngaryanin upacara nulak bala, parilaksana sané becik, pikayunan mangda prasida nuénang, nénten satya, bhakti miwah nénten bhakti, nyolongin, mademang, nyilibang, kateguhan, lemet, takut, negul, ngamargiang pamujan, lédang, mangubhakti, bebotoh, memitra, masenggama sareng anak istri, masolah, ngambelang sarana gambelan, magending; Makasami punika wantah pamargi sané medal saking indriané. Manusané sané sampun prasida nguningin tur nelebang sekancaning kahuripan sané wénten, sané pacang wénten tur sané sampun mamargi wantah kabaosang utama, miwah kawéntenan tiwas miwah sané sugih, sané iwang miwah patut, sami punika wantah kabaosang sampun uning ring kahuripan sané becik. Yéning pikayunin marginé nuju sunya punika wantah pamargi sané ngawinang galang. Asapunika sané kabaosang daging kahuripan, sang sané sampun tatas ring kawéntenané punika pacang prasida nguningin déwék miwah padéwékan, punika sané pacang prasida ngrauhang galang.” Asapunika sabda mautamané punika. (Masambung)

Guru Sujati sané nyandang gugu lan tiru ngicalang awidya mawit manah tuhu mangda dados jadma sané sadu ngapti urip sukerta lan rahayu sangkaning guru… nénten wénten malih keneh ragu tambet lan pikobet sida kaicalang antuk sunar pangweruh sané dahat galang guru… suksma aturang titiang manawita wénten iwang lédang ampurayang I Nyoman Agus Sudipta

Nandur Ring marcapada nangun yasa ngamargiang sekancan swadharma malajah ngupapira rahayu mangda polih napi sané katuju Urip puniki satmaka nandur becikang miara mangda luhur sampunang lali ngaturang bhakti antuk paswécan Hyang Parama Kawi Sané katandur pastika mentik dumogi sané mentik punika becik satmaka karma sané polih phala punika unteng idup dados manusa I Nyoman Agus Sudipta


Kruna

14

I Gede Ngurah Lana Saputra

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

msСmmã*, Mas Kumambang 43.lmuenÐeto, Lamun kéto, b)cik*c)n&mm(gi, becikang Cening mamargi, hibumezody*, Ibu manyodayang, ryunnßiw;pirnÓi, rayunan miwah piranti, ekopigullnuæ\nn/. kopi, gula, lan sanganan. 44.somæunæuput/, Sampun puput, mr&j)erod2méwi, maring Jero Dalem Jawi, s*hyumdbÑb/, Sang Ayu madabdab, khir&pÏknuæmi, kairing parekan sami, bj*bj*sÏ*ptæt/. bajang-bajang sareng patpat. 45.hrinÀid, Arin Ida, t)runenmk)kli;, terunané makekalih, g(jitmpys/, garjita mapayas, mkÓpirnÓimk)mit/, makta piranti makemit, tik);lmæumizkérk/. tikeh lampu minyak jarak.

Juara Ngwacén Pembukaan UUD 1945 KATUGASANG olih pimpinan nyeledi kantor genahnyané tugas ngamiletin lomba pembacaan UUD 1945, pinaka tantangan majeng I Gede Ngurah Lana Saputra. Wantah pinaka kehormatan manut Lana–sapunika dané ketah kasambat, kajudi saking sakatah pagawé sané wénten ring genah dané makarya. Dané patut prasida ngicén sané pinih becik. Minab punika sané ngawi lanang sané embas ring Klungkung, 3 Mei 1988 puniki mautsaha nginkinang raga ri kala sibuk ring kantor miwah ring paumahan. Malajah saking pengalaman, parindikan sané lumrah kalaksanayang ketah g. Punika sané ngawi kacampahang. subag ring Kesbangpol sinunggil Kasubag ngkung puniki nénten Pemkab Klungkung ahang ngwacén Pemnaen nyampahang bukaan UUD 1945 punika dangan. ampun kauningin saNapimalih sampun MP miwah SMA. sukat SD, SMP Samaliha ri kala upacara bendera hari Senin miwah ari-hari besar peringatan hari-hari an, teks pemnasional lianan, bukaan UUD 1945 punika wacén. Indiké majanten kawacén. ntur kantos punika nglantur ng ikatan didané molihang urang kuliah nas nglanturang ring STPDN. Rumasuk tan pinaka PNS ler sesampun ring Pemkab Klungkung. “Wénten sinunggil p i t e k e t s e d e r ha hatata na sané setata inget tiang. Sampunang g nyampahang sinunggil parindikan. Sakadi anak majalan, akéh sané ulung santukan kaawinang krikil alit. Boya sangkaning batu ageng,” baosnyané. Lana sujatinnyané sesukat alit s a m p u n seneng tur madué cita-cita dados esinunggil peri gawai negeri sipil (PNS). ka Indiké punika anminab sangkanrama ing ngaksi krama ring wewidanganané dados nyané akéh sané gaksi kraPNS. Dané ngaksi iang kahuma ngamargiang ripan antuk sederhana. nten prinsip Nanging wénten sané setata kagamel, ka wantah indiké punika pendidikan. Suami Kadek Ayu Pradnyani puniki kantun éling,, piteket miwah motivasi mangda ah saha setaanteng malajah a nincapang ta mautsaha uh prestasi. potensi nyujuh ling wantah Lana taler éling

antuk pendidikan sané becik anaké pacang mitegesin urip miwah kahuripan sané sayan nglimbak. Anaké sané madué pendidikan tinggi, wawasannyané pacang maweweh, prasida nganggén logika miwah rasa sané proporsional miwah madué sikap bijak nepasin pikobet sané karepin. Parindikan sané mabuat sesukat alit sané katumbuhang olih reramannyané mangda biasa disiplin. Disiplin sané sampun katumbuhang ngawit dané alit, pangawitnyané naen ngawi alumnus SMAN 1 Semarapura puniki nénten terima. Nanging nénten wanén nglawan. Sesampun SMP, SMA miwah mo molihang ikatan dinas ring STPDN, ma madasar disiplin sané sampun katu katumbuhang ngawit alit, ngawinang dané marasa angayubagia. Mina Minab yéning nénten disiplin akedik selah katerima ring SMA n negeri favorit ring Kota Se Semarapura. Rumasuk katerima kat ring STPDN, ikatan ikat dinas sané akéh ka karereh tamatan SMA ri ring sajebag Indonesia. “Sakadi minum obat, pangawitnyané pait saha sira ugi n nénten kayun nglaksanayang. nglaksana Nanging yéning n ngaksi pikenoh, nénten w wénten pilihan sajabaning sajab nglaksana nglaksanayang,” baos bapak saking Putu Natia Mahesta hesta. Ngaksi kakebat j a m a n m i w a h kem kemajuan tek teknologi inf informasi galahé ma mangkin, kajejehi hin olih lanang s a n é madué b bintang T Taurus p puniki. Y Yéning galahé mangk i n karasa méweh numbuhang disiplin ring para yowana, ring warsa-warsa kawekas minab pacang sayan méweh. Yad Yadiastun asapunika asapunika, dané percaya di disiplin punika tete tetep kabuatang, m majeng Lana, dan dané pacang nguru ngurukang pianaknya pianaknyané disiplin. Saké Sakéwanten antuk m metode sané mat matiosan. (ast/yan)

Isin Gumi Nénten Wénten Malih ”Kebijakan Plastik Berbayar” TOKO-toko modérn mangkin nénten dados malih ngenénin konsumén prabéa numbas plastik Rp. 200,-. Santukan plastik berbayar nénten madué payung hukum, wantah marupa surat édaran (SE) saking Kementerian Lingkungan Hidup dan Kelautan sané sifatnyané pinaka himbauan. Kawéntenan payung hukum banget kabuatang

ring kebijakan plastik berbayar. Lianan punika mangda jelas parindikan jinah saking plastik berbayar sané kataur olih konsumén. Asapunika manut Kepala BLH Bali Gede Suarjana wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Sukra, 25 November 2016 lintang.

Gung Surya, Lovina Tiang cumpu antuk kebijakan inucap, santukan antuk plastik berbayar yadiastun wantah Rp.200,-tetep karasa kirang éféktif. Indiké punika durung jelas pisan jinahnyané kija pamarginé. Napiké ka perusahaan toko modérn utawi ka Badan Lingkungan Hidup anggén nabdabin laluu plastik.

Kruna BASA BALI

AKSARA BALI

1.

akwéh

1. hekÙ;,

1. banyak

2.

antuk

2.

hnÓ¡k/,

2. oleh

3.

dangan

3.

d\n/,

3. gampang

4.

gatra

4.

gtÉ,

4. kabar

5.

meneng

5.

m)n%,

5. diam

6.

runtuh

6.

runÓ¡;,

6. jatuh

7.

sabeh

7.

sb);,

7. hujan

8.

solah

8.

esol;,

8. tingkah laku

9.

trepti

9.

tÊpÓi,

9. aman

10. ucem

Redité Umanis, 27 November 2016

10. huc)m/,

BAHASA INDONÉSIA

10. suram

Nang Béod, Pemaron Dumun sadurung katerapang plastik berbayar utamannyané ring toko-toko modérn, sapatutnyané kakaryanang dumun payung hukum. Lianan punika yéning matetujon ngirangin laluu plastik titiang ngamanahin tan ja banget prasida ngirangin laluu plastik. Wantah alit pisan wasanannyané saking kebijakan plastik berbayar inucap. Kaki Dukuh, Tangguwisia Tetujon plastik berbayar sané piragi tiang dumun katerapang anggén ngirangin kawéntenan laluu plastik. Manut titiang, punika durung majanten prasida ngawi laluu plastik ngedikang, kémanten mawali ring rasa éling krama ri kala ngutang laluu. Kabuatang rasa urati saking angga soang-soang krama ngemit palemahan mangda tan ngawag ngutang laluu. Putra, Pengastulan Sampun sapatutnyané dinas sané mapaiketan ngambil pidabdab sakadi punika tan nadosang malih wénten plastik berbayar ring tokotoko modérn. Sané utama patut kalaksanayang ngiring sareng-sareng merangin laluu plastik, santukan banget mayanin palemahan miwah kahuripan manusa miwah sané tiosan. (ama)

Ni Made Anggara Juni Sari

Negdegang Pikayunan PATINGET HUT KORPRI kaping 45 warsa 2016 pinaka raina sané pinih becik majeng ring Ni Made Anggara Juni Sari. Anak istri sané ketah kasengguh Angga puniki manados pamilet sané pinih becik ring pacentokan ngwacén Panca Prasetya KORPRI tan pa ngawigunayang téks. Pacentokan punika kalaksanayang ring sajeroning patingetan HUT KORPRI sané kamargiang olih Pemkab Klungkung ring aula SMPN 2 Semarapura, Rabu (15/11) lintang. Tatkala kantun malinggih duaning nyantos galah jagi ngranjing ring kalangan pacentokan, anak istri sané embas ring Badung, 31 Juni 1981 puniki meneng kémanten tur nénten sakadi pamilet siosan sané kapanggih kantun ngapalang punapa-punapi sané jagi kacentokan punika. Sakéwanten tatkala sampun polih galah, dané ngranjing ring kalangan tur mamargi sada alon tan pasinah antuk pamargi “grogi”. “Tiang ngwiaktinin pisan yéning setata negdegang manah miwah pikayunan jagi ngwetuang pikolih sané becik. Sekancan parindikan patut setata kamargiang antuk manah sané degdeg, asapunika taler indik nyarengin macentokan sakadi puniki,” baos dané kalem. Ngawitin maosang Panca Prasetya KORPRI inucap, sampun sinah yéning Pegawai Negeri Sipil (PNS) ring Kantor Bappeda, Klungkung puniki sampun becik pisan nyiagayang tur nabdabang raga. Nénten wantah ngapalang dagingnyané kémanten nanging taler indik siosan sané dados tata-titi ring pacentokan punika taler sampun becik kamargiang. Minakadi pangawak raga tatkala nartayang, sapunapi ageng suarannyané, sapunapi “artikulasi” ipun, sapunapi adung “enjabemem” ipun taler keutuhan miwah kestabilan. Napi malih parikrama dané sané nénten runtag sayan ngawinang parikrama dané sayan becik. Karereh risampuné wusan ngamolihang juara 1 saking para panuréksa taler prawartaka acara, Angga maosang yéning sapasira sané sampun ngranjing dados PNS patut pisan anut tur nénten lémpas ring Panca Prasetya KORPRI miwah tata-titi siosan. Duaning

pinaka pangayah krama, dagingnyané punika nénten dados kauningin kémanten nanging taler patut kamargiang ring sajeroning kahuripan saraina. Inggih punika; “harus setia dan taat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara, serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat, di atas kepentingan pribadi dan golongan, memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia, menegakkan kejujuran, keadilan miwah disiplin dan meningkatkan kesejahteraan serta profesionalisme”. Yéning samian punika sampun becik kalaksanayang , sinah sekancan pangaptin krama prasida becik kadagingin. Sios punika nénten wénten malih PNS sané keni juk duaning ngamolihang “suap” wiadin “gratifikasi”, asapunika taler indik “pungli” sané mangkin sampun sayan kaicalang. “Makekalih reraman tiangé PNS sangkaning punika pakaryan PNS satmaka sampun ngrangsuk ring kahuripan tiang sakulawarga. Minabang indike punika sané ngawinang tiang meled dados PNS,” baosnyané makenyem. Angga sané madué SK PNS ring Jagat Serombotan ngawit warsa 2009 puniki nyantos mangkin kantun manados staf. Dané maosang yadiastun tegak linggih puniki mabuat pisan, sané mautama wantah prasida becik ngamargiang sekancan swadharmanyané, sinalih tunggil dados panyeledii SKPD nyarengin pacentokan. Dané mautsaha becik-becik nyiagayang raga sané ngawinang dané ptrasida ngasorang makudang-kudang pamilet siosan. Alumnus SMAN 4 Denpasar taler sarjana teknik puniki taler maosang, ring kahuripan puniki majanten kramané jaga manggihin makéh pikobet, sakéwanten patut pisan setata negdegang raga ri kala nepasin. Sios punika taler patut setata mautsaha miwah masukserah ring Ida Hyang Paramakawi saha nunas panuntun mangda kaicénin pamargi sané becik. (ast/was)

Tumpek Kandang, Cihna Sekala-Niskala Ngajiang Sarwa Beburon KAHURIPAN krama Hindu Bali nénten prasida kapasahang sareng upacara yadnya. Ngamargiang sekancan upacara yadnya wantah sinalih tunggil utsaha niskala sané kamargiang olih krama mangda prasida nyagra jagat miwah sekancan dagingipun tetep teteg, ajeg, miwah lestari, tios ring utsaha-utsaha sekala sané sampun ketah kamargiang. Parindikan punika pinaka cihna yéning jadmané sampun saking nguni éling setata nyagra kalestarian palemahan pinaka panaur saking sekancan utsaha jadma sané “ngalap” daging palemahan puniki anggén nagingin sekancan pangaptin kahuripanipuné. Wénten makudang-kudang yadnya sané kamargiang olih krama Hindu sané prasida kabaosang dados utsaha niskala anggén nyagra palemahan puniki. Minakadi ngamargiang caru, ngaturang banten miwah sesodaan ri kala rainan Galungan lan Kuningan, ngamargiang piodalan ring pura kahyangan jagat utawi pura sané wénten ring désa utawi banjar. Upacara utawi rerainan sané taler mabuat pinaka jalaran nglaksanayang utsaha niskala punika wantah rerainan tumpek. Tumpek sané pinaka rerainan nganutin pawukon puniki rauhnyané ring untatin Saptawara inggih punika raina Saniscara sareng untatin Pancawara inggih punika Kliwon.

Sinalih tunggil tumpek sané kamargiang ring Bali inggih punika Tumpek Uye utawi sané ketah kabaos Tumpek Kandang. Tumpek sané rauh nganembulan apisan ring raina Saniscara Kliwon wuku Uye puniki pinaka rerainan ngotonin sekancan beburon sané kaupapira, duaning beburon taler pakardin Hyang Paramakawi mawinan janten sampun ketah nulungin jadma ri kala ngamargiang kahuripan puniki. Minakadi sampi kanggén nulungin matekap ring carik, siap miwah bawi sané kanggén ulam ajengan, paksi kapiragiang suaranipun tur asu kanggén nyagra kahanan sekala ring jero soang-soang. Dadosnyané upacara inucap pinaka unteng rasa suksmaning manah jadmané majeng ring para beburon punika. Satios punika, ring raina Tumpek Uyé sané kaastawa wantah prabhawanida pinaka Hyang Raré Angon, sané kapercayain ring Bali pinaka déwa sekancan buron sané wénten ring jagaté. Tetujonnyané mangda Ida setata ngicén waranugrahannyané

majeng sekancan ubuh-ubuhan sané kapiara, mangda wénten paiketan becik pantara manusa sané ngubuh sareng ubuh-ubuhannyané. Sujatiné unteng ngamargiang upacara Tumpek Kandang punika prasida kamargiang saraina malarapan antuk becik-becik ngupapira sekancan beburon sané kaduénang. Punika sampun rumasuk ring Nitya Karma utawi yadnya sané kamargiang saraina. Yéning upacara sané kamargiang ri kala Tumpek Kandang rumasuk ring Naimitika Karma utawi yadnya sané kamargiang ri kala rerainan-rerainan kémanten. Tumpek Kandang punika taler kabaosang pamucuk saking utsaha ngupapira beburon. Malarapan antuk rerainan Tumpek Kandang puniki ngiring sarengsareng sayan becik ngupapira sekancan beburon antuk utsaha sekala sané kaduénang duaning kawéntenanipun janten mabuat pisan ring kahuripan jadma pamekas ri kala ngamargiang upacara yadnya. (Dewi H. Yanti)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Umanis, 27 November 2016

Rasa Estetis dan Kebhinnekaan z Menembus Batas Fisik-Biotik-Ragawi

KETIKA Mpu Tantular lewat kakawin Sutasoma karyanya, lebih dari tujuh abad lampau, memformulasikan keniscayaan keragaman dalam frase bhinneka tunggal ika sesungguhnyalah sang kawi-wiku itu menangkap substansi realitas spiritual yang estetis masyarakat zamannya. Media yang dipilih Mpu Tantular pun sudah jelas media estetis, yakni susastra kakawin yang terikat pada wirama, irama. Lewat kakawin Arjunawijaya yang digubahnya sekitar satu dasawarsa sebelumnya, Mpu Tantular memang sudah mencoba menangkap substansi perbedaan paham Siwaisme dengan Budhisme, namun rumusannya hanya terbatas pada perbedaan dua paham itu sendiri. Mpu Tantular merumuskannya dengan frase kalih sameka, yang berarti ‘dua sama itu’. Makna yang dirujuknya tetap terbatas hanya pada dua paham, Siwaisme dan Budhisme. Bukan yang lain. NAMUN KETIKA rumusan itu dalam Sutasoma menjadi bhinneka tunggal ika, ‘berbeda itu namun tetap satu jua itu’, maka referensinya menjadi keragaman yang universal sebagai keniscayaan realitas kehidupan. Bukan lagi terbatas pada perbedaan dua paham pada zamannya, tapi jauh menembus batas zaman bahkan geografisnya. Karenanya ia menjadi sangat relevan dan sangat tepat pula merumuskan realitas keberagaman bangsa-bangsa yang kelak secara politis menggabungkan diri menjadi satu negara-bangsa bernama Indonesia. Sejak Muhammad Yamin mengusulkannya sebagai motto negara Indonesia, tak pelak lagi frase orisinal gubahan Mpu Tantular itu tak lagi cuma menggambarkan tentang pandangan keagamaan Tantular, tapi jauh melewati batas itu. Frase bhinneka tunggal ika yang hingga kini terpampang di kaki Burung Garuda sebagai lambang negara memang

mendapat pemaknaan baru namun tetap menyiratkan substansi visi yang universal: keragaman itu, pluralitas itu (bhinneka) suatu keniscayaan yang sangat indah justru karena hakikatnya yang sama itu (tunggal ika). DALAM VISI Mpu Tantular, kebhinnekaan, keragaman, atau pluralitas itu terbatas hanya sebagai kenyataan fisik-biotik. Agar bisa memahami ketunggalan (unity) yang indah, maka lapis fisik-biotik-ragawi itu harus ditembus sehingga ditemukanlah realitas substansial yang sama dan indah. Demikian, misalnya, di balik realitas keragaman fisik-biotik ragawi manusia ditemukan ketunggalan rasa kemanusiaan atau humanitas yang sama, di balik realitas keragaman fisik-biotik agama-agama ditemukan keindahan rasa religiositas dan spiritualitas. Ini berarti kebhinnekaan, keragaman, atau pluralitas bukan mesti ditiadakan, dijauhi, apalagi diterima sebagai beban. Sebaliknya, justru mesti diterima sebagai karunia yang mesti dialami, dirasakan, sehingga dapat dipahami dan dimaknai secara kreatif. PEMAKNAAN KREATIF yang dimaksudkan di sini adalah memandang kebhinnekaan, keragaman, atau pluralitas itu sebagai peluang sehingga tercipta lingkungan yang memungkinkan semua orang sama-sama berkesempatan meningkatkan harkat kemanusiaannya kendati berbeda-beda. Layaknya sebuah sajian orkestra yang terdiri dari banyak alat musik dengan suaranya yang saling berbeda namun tetap menjadi satu paduan komposisi yang merdu dan indah; seperti pertunjukan gamelan yang terdiri dari banyak orang dengan alatnya masing-masing yang bersuara saling berbeda, namun tetap mengalunkan kepaduan komposisi yang indah. Inilah juga keindahan hakikat demokrasi. zdeprabas

Si Miskin dan Politik di Alam Dongeng…. zRekayasa dalam Sistem Piramida Proses Sejarah

IDE ORANG MISKIN yang menjadi penguasa tertinggi, telah lama menjadi tema yang mencolok dalam banyak hikayat di negeri-negeri Melayu pada abad-abad yang lebih silam. Contohnya, pada cerita merah Sila dalam kisah asal muda negeri Semundra dan Pasai. Walaupun dalam Hikayat Pasai ada dikatakan mereka keturunan Putri Betong, namun itu mungkin opini belakangan. Mengingat, Hikayat Pasai juga ditulis lebih belakangan daripada dongeng asalnya. Bahkan jauh lebih belakangan dibanding, misalnya Sulalatus Selatin yang memuat dongeng ini. Pendek kata, semua sumber menyebutkan pendiri Pasai adalah orang misin pada saat ia merintis pendirian Pasai. Latar belakang kemunculannya di pentas politik pun, bukan melalui revolusi social. Melainkan sebuah dongeng tentang keikhlasan menerima rezeki. HATTA, karena setiap memasang lukah hanya memperoleh gelang-gelang (cacing), berpikirlah Merah Silu, mungkin itu karunia Allah Ta’ala padanya. Maka ia pun tidak lagi membuang gelang-gelang itu. Melainkan merebusnya. Ternyata, setelah diolah itu, gelanggelang yang setiap hari memenuhi lukahnya berubah menjadi emas. Ia pun menjadi kaya raya. Syahdan, dalam pelariannya ke Rimba Jurun, ia membuka sebuah negeri bernama Semundra (samudra) yang kelak menjadi pintu masuk agama Islam ke wilayah kepulauan Nusantara. Oleh karena negeri-negeri Pesisir yang memeluk Islam, tadinya adalah wilayah marjinal secara politik, itu berarti Merah Silu menjadi perintis kebangkitan kaum marjinal di kawasan-kawasan pesisir Nusantara. HAMPIR SEPERTI MU’JIZAT, transisi sejarah dari kemegahan kerajaan pedalaman ke kebangkitan kaum marjinal di pesisir, ternyata Bermuda dari sikap ‘’nrimo’’ Merah Silu. Seandainya dia tidak menerima gelanggelang itu sebagai rezekinya, tentu tak akan ada emas yang bisa dipergunakan untuk membangun negeri Semundra. BAGIAN ini, kerap dialpakan para pengkaji sejarah yang terlalu fokus pada proses peralihan kuasa politik dalam transisi sejarah di Nusantara. Sehingga terkesan, sejarah hanya dibangun oleh politik. Tapi dongeng ber-

kata lain. Justru titik tolak kebangunan kaum marjijinal itu, ada pada keikhlasan Merah Silu menerima dan kemudian mengolah gelanggelang yang memenuhi lukahnya. Dengan cara demikian, dongeng memastikan keterlibatan dimensi ruhaniah dalam perjalanan sejarah bangsa kita. Yang keberadaannya wajib ada di dalam rangka menjadi pelipur lara (keadilan) bagi si miskin. Tanpa keadilan yang menghibur (atau pun akhir yang bahagia) itu, tak ada politik di dalam dongeng. Makna Kemiskinan AKHIR BAHAGIA untuk si miskin, sekaligus pula mengindikasikan alam pikiran orang Melayu tradisional memaknai kemiskinan. Walau pun akhir bahagia itu didapatkan melalui keajaiban, proses menuju kesitu tidaklah instant. Oleh karena proses itu pasti didahului fase yang sulit. Itu kita lihat misalnya, saat Si Miskin dalam Hikayat Sultan Maharaja Marakarma (Hikayat Si Miskin) tak sengaja menemukan telaju emas di tanah yang ia gali. Saking banyaknya emas itu, sehingga bisa ia gunakan untuk membangun kerajaan baru. Cerita ini mengandung misi profetik, dan telah disalin dalam berbagai bahasa hingga penghujung abad 19. DIKISAHKAN, sepasang suami istri kena kutuk sumpah Batara Indera hingga menjadi miskin. Mereka terlunta-lunta di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Maharaja Indera Dewa. SUATU KALI, setelah berhasil mendirikan tahta berbekal emas temuannya, Si Miskin yang sudah menjadi raja itu mengumpulkan ahli nujum untuk melihat masa depan dua

Denpasar dan Spirit Ke-Ngurah-an

z Mabela Pati Nindihin Gumi NGURAH RAI boleh jadi bukanlah manusia sempurna-paripurna, tanpa cela. Ia bukan juga manusia sakti dengan mitos kekuatan gaib-mistis dahsyat. Ia manusia biasa saja, berdarah daging biasa. Tapi ia jelas sangat sedikit di antara putra Bali yang berksempatan menjadi pemimpin yang memahami dan melakonkan peran, fungsi, dan kewajiban pemimpin sepatutnya, justru dalam kondisi yang begitu sulit menjepit. Penyikapannya yang sedemikian tegas terhadap upaya rekolonisasi Belanda atas tanah Bali, dalam usia baru 29 tahun saat itu, tidakkah merupakan kecemerlangan yang sedemikian langka, sesungguhnya? Lebih-lebih bagi zaman kekinian, saat modal-modal sosial berontokan, sedangkan moralitas sedemikian dinamis bergantung pada kuantitas insentif. NGURAH RAI jelas contoh di antara sangat sedikit putra Bali yang melakonkan nyata ke-ngurah-an dalam ruang dan waktu yang bermataairkan semangat keberanian, kepahlawanan mabela pati nindihin gumi. Spirit itu mengalir dari para anglurah sebagai pemimpin-pemimpin pasukan perang yang mabela pati nindihin gumi, dalam arti spirit menjaga, merawat, memelihara kelangsungan hidup di alam semesta dengan jalan melindungi Ibu Alam Semesta dari aksi-aksi destruktif yang berpotensi tak anut bagi kelangsungan hidup dan tatanan alam. DI UMA KAANG, Desa Marga, Tabanan, 20 November 1946 silam, Ngurah Rai dan pasukan “Ciung Wanara”-nya mabela pati puputan, sebagaimana telah dilakukan Raja Badung I Gusti Ngurah Made Agung pada 20 September 1906 (empat puluh tahun sebelumnya) “atas nama rakjat” untuk kehendak agar “lenyapnya Belanda dari Poelaoe Bali” . Tapi, nun menjelang 60 tahun hingga 100 tahun Ngurah Rai dan Ngurah Made Agung telah memahami dan melakonkan spirit inti ke-ngurah-an masing-masing, kenapa kebanyakan para ngurah lain kini justru penuh kompromi, bergirang-girang menjadikan Bali sebagai “tempat perundingan” investasi, kapitalisasi? BILA NGURAH MADE AGUNG sanggup membaca dan memetakan cermat tandatanda zaman awal kehancuran, layaknya futurolog, lewat gaguritan Purwasanghara (1905); lalu Ngurah Rai menjawab tantangan zaman dengan membentuk Dewan Perdjoeangan Rakjat Soenda Kecil (1946), kini, pada dasawarsa pertama millennium ketiga ini, adakah spirit ke-ngurah-an anglurah itu anaknya yang bernama Marakarma dan Nila Kusuma. Kesempatan itu, dipergunakan musuhnya, Indera Dewa, untuk menghasut ahli nujum supaya membohongi sang raja. Kata ahli nujum pula, anak-anak Indera Angkasa (nama baru Si Miskin setelah menjadi raja) akan menjadi malapetaka bagi dirinya kelak. Termakan hasutan ahli nujum itu, Indera Angkasa mengusir kedua anaknya. Kerajaan itu pun tercerai berai dan si miskin kembali menjadi miskin. Cerita selanjutnya berfokus pada perjuangan Marakarma membebaskan diri dari kutukan kemiskinan itu. SEKILAS, CERITA INI sepertinya tidak mengandung visi yang unik. Melainkan sekadar menggambarkan makna kemiskinan sebagai ujian bagi manusia Hal itu sudah diterangkan sejak dari bagian pembukaan hikayat ini; sekali peristiwa Allah SWT menunjukkan kekayaannNya kepada hamNya. Jelas tujuan cerita ini dilandasi ide tentang penegakan keadilan Allah Swt bagi orang miskin yang teraniaya, sekali pun penganiayaan itu terjadi melalui kutuk sumpah batara Indra. Yang kutuk sumpah itu, dalam catatan ini ditafsir se-

zI Wayan Redika LINGGA ; nyoman sukari

hanya waktu yang diberkati memilih hari karena kami tak lagi mengerti rahasia setetes air mata merintih jiwa berselimut mantra bertahanlah, atau harus terhenti di antara keabadian segelas warna yang membeku dalam yoni bidadari hanya tutur yang jujur meminang senyum karena air tak lagi memiliki rasa seperti yang selalu kau ucapkan ruas jemarimu semakin merenta menatah kanvas berwajah rajah kaulah yang mengerti dengan raga yang terbujur memetik tutur ( diam serupa isyarat untuk mendalang, melihat bayanganmu dalam kearifan ksatria arjuna, ketika mengunduh tata krama seorang krishna ) hanya gambar yang membantu merafal kidungmu menjadi pesan keabadian saat kau diberkati memilih hari KALIGRAFI SUNYI Made Wianta serupa sayap garuda kau gurat aksara liar menyulur sunyi mencapai titik api /………

Melihat Lukisan Membuat Sajak (ChA)

NGAMPOENG SENI DUA (2) Perupa Plus … JKP -109 Minggu UMANIS, 27 November 2016

RUMAH Lukisan Wianta, Gunarsa, Budhiana, Erawan, Wirata, Deblog, Dullah, Afandi, Poleng, Nyana, cs… pernah dipuisikan para penyair. Sudah jam di malam DUET = GG ini di-Wenten–Playkan PUTU SUTAWIJAYA (Tabanan-Jogya) WAYAN REDIKA (Karangasem – Denpasar) mungkin mewedar meniti asa-asi-asih itu kembali di puncak November DOA BULAN UNTUK PUNGGUK (DBUP) malam ini berlangsung di Taman Budaya Jogja, Muastofa WH-DKotagede – RTBanua AKAR Indonesia cukup kroyokan menyangga persembahan Nuryana Asmaudi SA (Denpasar – Rembang – pp) tahun Monyet bakalan menggoreskan catatan, nukilan tersendiri.

Meyongsong Tahun Ayam, Jantung Denpasar Berdebar SURAPATI Gedung MERDEKA.. Forum Apresiasi Seni Denpasar Galang Silang Lintas Historis RUANG PUBLIK BUDAYA KOTAKITA Mengapa Pas Setiap Tanggal 27 …? Jalan Surapati No. 7 MENJAWAB…!

Hati Kering, Akar Kekerasan Pikiran z Memekarkan Kecerdasan Rasa dan Budi

KEBHINNEKAAN, keragaman, atau pluralitas itu tidaklah terbatas yang dirumuskan secara politis sebagai SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Kebhinnekaan dalam konteks realitas kesehariannya justru hadir berlapis-lapis dalam lingkup semesta antarpribadi, dalam semesta keluarga, kelompok, komunitas, dan seterusnya hingga lingkup semesta negara, regional, mondial. Dalam kenyataannya yang mutakhir kini kebhinnekaan justru mencakup hal yang tak terbatas dan kelak akan menjadi semakin renik: mulai dari latar belakang pendidikan, kemampuan ekonomi, jenis kelamin, daya nalar, profesi, bahkan hingga hobi, gaya hidup, selera, akses informasi, dan seterusnya. KARENA KEBHINNEKAAN sudah menjadi suatu keniscayaan hidup di mana pun dan kapan pun, konsekuensinya adalah bahwa kebhinnekaan mesti diterima sebagai anugerah hidup yang justru memperindah taman kehidupan masing-masing warga negara. Dalam praksis kehidupan bernegara perbedaan itu menjadi indah manakala masing-masing warga negara patuh dan tunduk pada hukum, undang-undang, aturanaturan, bahkan hingga konvensi. Tanpa pengecualian, tanpa pengistimewaan. KEBHINNEKAAN, keragaman, atau pluralitas, jadinya, mempersyaratkan adanya keadilan dan kemerdekaan. Ketertundukan semua warga negara pada hukum di sini seyogyanya tak diartikan sebagai peniadaan kemerdekaan, namun sebaliknya justru untuk tetap memberikan jaminan pada terciptanya kemerdekaan itu sendiri, sehingga tak terjadi hukum rimba. Yang cuma berdasar adu kuat untuk menang-menangan. Dan hukum yang dimaksudkan untuk dipatuhi di sini tentulah yang menjadikan kebaikan dan peningkatan harkat semua pihak, bukan terbatas hanya demi kepentingan perseorangan, kelompok, atau golongan tertentu saja. PERSOALAN menjadi runyam bila kebhinnekaan hendak dipaksakan agar

menjadi ketunggalan selera pribadi per pribadi penguasa, ketunggalan kebenaran satu kelompok. Kebhinnekaan juga akan memicu kekacauan bila dibiarkan berbiak subur ketidakadilan, laku semena-mena mayoritas atas minoritas, ketidakkonsistenan penegakan hukum, dan sejenisnya. Karena itu, kebhinnekaan sangat membutuhkan adanya pemahaman pribadipribadi yang berwatak, pribadi-pribadi yang berkecerdasan rasa, berkecerdasan budi. Tanpa kecerdasan rasa dan kecerdasan budi, kebhinnekaan, keragaman, atau pluralitas cenderung akan diterima sebagai beban, bahkan ancaman, sehingga potensial memicu laku anarkis dan destruktif. Orang pun tak bakalan bisa berdemokrasi bila tanpa kecerdasan rasa dan kecerdasan budi. Kalau cuma mengandalkan kecerdasan otak, yang muncul adalah akal mengakali atau akal-akalan, ancam mengancam, rebut merebut, dan sejenisnya. RASA-RASANYA inilah ‘panorama’ yang kini amat sangat akrab dengan keseharian kita kini yang penuh paradoks. Setiap tanggal 2 Mei secara serentak diperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai pengakuan terhadap ketokohan Ki Hajar Dewantara dalam bidang pendidikan, namun praktik praksis pendidikan nasional kita justru begitu jauh meninggalkan dan menanggalkan gagasan dan cita-cita Ki Hajar Dewantara. Pendidikan yang memekarkan rasa sebagai dasar pembentukan manusia berwatak dewasa dan merdeka justru begitu jauh ditanggalkan. Tak heran bila kini kita menuai ironi kolektif yang tak bernalar di ruang-ruang publik terbuka: menghujat, menghina, berkata kasar, mengumbar watak kebinatangan, bahkan membunuh sesama, seraya gegap-gempita meneriakkan nama Tuhan. Hati yang kering tanpa kepekaan rasa puitis-estetis dan kesadaran jiwa yang rapuh, itulah akar-akar kegelapan yang melahirkan kekerasan pikiran penuh kebencian. zdeprabas

masih tersisa buat Bali? Alangkah elok andai spirit ke-ngurah-an anglurah itu kini berada di garis depan menjadi agen pembaharuan Bali yang berwawasan terbuka, egaliter, demokratis, rasional, dan tegas-ketat terhadap arus orang, barang, jasa, maupun modal luar. Bukan malah membetot kembali ke kubangan mitos takhyul dan feodalistis. ALANGKAH ELOK jika di tengah kian rapuhnya peran creative minority dan kian

ambrolnya modal-modal sosial Bali kini lantas menyeruak semangat ngurah ke depan, menantang zaman, “Kami sanggoep dan berdjandji bertempoer teroes sampai tjita-tjita kita tertjapai…” Tujuh dasawarsa silam, bukankah Ngurah Rai dkk pun sesungguhnya sedang bertahan memperjuangkan nostalgia masa depan bagi Bali, dengan “ikrar”-nya itu?

bagai perumpamaan adanya kekuatan adidaya yang mampu memiskinkan seseorang sampai beberapa generasi. Di sinilah kita menemukan segi visioner dari cerita ini. Dikatakan visioner, karena ihwal adanya kekuasaan adidaya yang dapt mengendalikan nasib manusia, baru kita libat realitasnya pada abad 20 ini melalui politik korporatokrasi. Namun di negeri-negeri Melayu hal itu rupanya sudah lama menjadi wawasan umum. SECARA HALUS, visi itu dibugkus Dallam rangka menyampaikan misi utama yang diusung Hikayat Si Msikin. Yakni misi penegakan keadilan atas di miskin. Sehingga pembaca dan pendengar dongeng bisa bernafas lega, bahwa rekayasa sekuat apapun tetap akan ada batasnya. Kekuasaan akan kembali kepada si miskin. SEKALIGUS, misi yang serupa itu membedakan cara dongeng dan alam nyata dalam hal memperlakukan nilainilai kebaikan. Di alam nyata kejadian akhir itu selalu relatif. Artinya, orang miskin yang bekerja keras, menderita dan berbuat baik di alam nyata, belum tentu berakhir dengan bahagia. Contohnya rakyat miskin Indonesia. Walau dikata sudah membanting tulang 24 jam sehari semalam, tetap saja miskin. Bungkusan Teori Konspirasi APA SEBAB? Kata para ahli, mereka sebenarnya dimiskinkan dengan sengaja. Sebagai akibat dari ‘’keterbukaan negara’’ menerima hokum pramida sosial ekonomi yang menyeret si lemah ke lapis piramida terbawah. Menurut teori konspirasi, piramida itu bekerja secara global dan dikendalikan oleh kekuatan yang paling berkuasa di pusat globalisasi. Lemahmua kepimimpinan Negara, menipisnya solidaritas sosial, budaya korupsi, nafsu belanja yang menggebu-gebu, telah makin memperkuat sitem piramida itu. DALAM SISTEM INI, kelas menengah sekalipun, tergolong miskin kalau diukur dari statusnya terhadap benda-benda yang ia beli. Bayangkan, sudah beli snartphone mahalmahal. Tapi sebenarnya tidak pernah memilikinya. Tak percaya? Cobalah off smarthphone android Anda, pasti akan muncul tulisan di smartphone itu: ‘’telepon kami akan dimatikan’’ kata si merek. Itu menandakan, si merek tidak pernah benar-benar menjadi milik kita, tetapi selamanya menjadi milik si pabrik.

FAKTA SERUPA ini bias lebih tragis bagi seorang buruh. Sepanjang hidup ia bekerja demi UMR (upah minimum regional), hanya untuk membayar angsuran kredit rumah petaknya, kredit kendaraannya, kredit-kredit lain yang makin memastikan posisinya sebagai kelompok pengutang di lapis piramida terbawah. Walau pun kadang-kadang ia memperoleh kenaikan upah, tapi upah itu akan tersedot kembali ke lokus-lokus korporatokrasi yang mengendalikan kebutuhan masyarakat kontemporer. IRONIS SEKALI memang, di tengah tekad lembaga bangsa-bangsa untuk mengurangi kemiskinan di permulaan millennium ketiga, sebagian masyarakat dunia justru makin kelaparan. Di zona perang, jargon perdamaian justru menciptakan gelombang pengusi dan terorisme. Di zona investasi, pembangun dan industrialisasi yang dipercaya sebagai solusi mencapai kesejahteraan, justru membuat akses kepada sumberdaya makin terbatas agi si lemah. Rasio ketergantungan meningkat, dan pendidikan tidak membantu orang keluar dari himpitan kemiskinan. Betapa pahit, karena di desa-desa Asia Tenggara yang subur sekali pun, orang perlu membeli ‘’merek’’ untuk mendapatkan air bersih. KEJAHATAN SEMACAM ITU, di alam dongeng, pasti diadili. Caranya cukup sederhana, yani dengan menghukum si penjahat melalui seorang ‘mahdi’’ yang diutus dan dibekali dengan berbagai keajaiban. Pada hikayat di atas, ‘’ahdi’’ ini adalah si miskin itu sendiri. Ia diutus pada dasarnya bukan semata bertujuan untuk mengubah kemelaratan menjadi keberlimpahan materi. Melainkan untuk memastikan bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang ‘dikutuk’ menjadi miskin. Harapan pada akhir yang baik itulah yang terpokok dan di situlah pula nilai ceritanya. PADA TITIK INI, pertanyaan yang patut kita kemukakan dalam konteks kemiskinan hari ini adalah apakah proses pengentasan kemiskinan di Indonesia ada menaruh harapan bagi Si Miskin? Kalau melihat dari fakta meningkatnya kemiskinan dan kesenjangan, pendongeng meragukan itu.

Empat (4) Sajak

zRatna Ayu Budhiarti Cianjur - Bandung PP BERKACA Berkaca Atas batu Atas Laut Atas kenangan

DARI PUNGGUNG GUNUNG

Ada yang berseru dari balik punggung Gunung Manado Tua Nyanyian ikan, tingkah kepiting, Jejeran kafe sepanjang pantai Embus angin di tepi laut Samar lagu mengalun, “Biarlah hanya di dalam mimpi, Kita saling melepaskan rindu…”

znirta ks

zRiki Dhamparan Putra

SEBELUM SELAMAT JALAN Aku kelak melepasmu Seperti juga engkau melepasku Bertahun lalu Kau kenal remuk itu Mengakrabinya dalam tahun riuh yang sepi Aku menyambut remuk yang sama Dan tetap melangitkan doa Melangkah ke depan, Adalah satu-satunya jalan.

BHINNEKA TUNGGAL IKA Sudah lupa bagaimana merasa aman Tanpa perlu dikecam dan dibedakan Di tanah ini merah dan darah yang tumpah Tinggal sejarah Yang tertinggal hanya serapah Bernapas pun salah.


NASIONAL

16

Minggu Umanis, 27 November 2016

Dhrishtadyumna Tahan Guru Drona

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Sembilan Puluh Enam) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

ATAS perintah Prabu Yudhishthira itu oh baginda, keluarga Panchala dan Somaka menyerbu melawan Guru Drona sendirian. Serangan-serangan ksatria-ksatria Pandava itu sangat dashyat. Mereka juga mengeluarkan teriakan-teriakan mengerikan. Segenap ksatria Kuru juga digairahkan kemarahannya. Mereka juga meraung keras, sebagai balasannya. Para pejuang Kuru itu menyerang dengan keberanian, dorongan, dan kekuatan yang terbaik, dalam pertempuran itu. Kritavarman, putra Hridika, menyerang melawan Yudhishthira. Ketika yang belakangan sedang menyerbu melawan Drona, seperti gajah sedang marah melawan seekor gajah lawannya yang sedang marah. Cucu Sini, Satyaki itu maju menebarkan hujan-hujan anak panah di sekitarnya. Dia menyerbu oh raja seorang prajurit Kuru, Bhuri, penggiling musuh-musuh itu. Karna, putra Vikartana, oh raja, menahan prajurit kereta perkasa putra Pandu, Sahadeva,

saat yang belakangan maju ke tempat guru Drona. Prabu Duryodhana, dalam pertempuran itu sendiri menyerbu melawan yang utama dari prajurit-prajurit kereta, Bhimasena. Putra Bayu itu sedang maju di atas kereta seperti sang Kematian itu sendiri. Sakuni, putra Suvala, oh raja meneruskan dengan cepat, menahan yang utama dari prajurit-prajurit, itu yaitu Nakula, yang paham setiap macam pertempuran. Guru Kripa, putra Saradwat, oh raja, menahan Sikhandin, yang utama dari prajurit kereta tersebut. Ketika yang belakangan maju di atas keretanya, Duhsasana oh raja, bertempur menahan Prativindhya yang ditarik kuda-kuda yang kelihatan seperti burungburung merak. Aswatthaman, oh baginda menahan putra Bhimasena, sang Rakshasa Ghatotkacha. Putra Hidimva ini memiliki seratus macam ilusi. Sedangkan Vrishasena menghadapi Drupada yang perkasa dengan pasukan-pasukan dan pengikut-pengikutnya ketika yang belakangan bergerak maju ke tempat guru Drona.

Penguasa Madra, oh raja, yang digairahkan kemarahannya, menahan Virata, oh Bharata, ketika yang belakangan dengan cepat maju ingin membantai Drona. Chitrasena, menahan dengan kekuatan besar dan menembakkan banyak panah menghadapi putra Nakula, Satanika, ketika yang belakangan maju membantai Drona. Pangeran para Rakshasa Alambhusha oh raja menahan Arjuna, yang utama dari prajuritprajurit kereta itu. Dhrishtadyumna, pangeran Panchala itu, dengan gembira menahan pemanah agung guru Drona, ketika yang belakangan sedang terlibat membantai musuh. Mengenai para prajurit kereta perkasa para Pandava yang maju melawan Drona, prajurit-prajurit kereta lain dari bala tentara paduka, oh raja, menahan mereka dengan kekuatan besar. Para pengendara gajah dengan cepat melawan penunggang gajah yang menakutkan satu dengan lainnya, menggiling satu lainnya dalam jumlah ribuan. Pada malam mematikan itu oh

baginda, ketika kuda-kuda saling menyerang satu dengan sangat cepat, mereka kelihatan seperti bukit-bukit bersayap. Para penunggang kuda, oh baginda, melawan para penunggang kuda, yang bersenjatakan tombak-tombak, panah-panah, pedang-pedang, sambil mengeluarkan teriakanteriakan keras. Sejumlah besar manusia bertumpuk-tumpuk setelah saling membantai satu lainnya, dengan gada-gada, tongkat-tongkat pendek dan berbagai senjata lainnya. Kritavarman, putra Hridika, yang digairahkan kemarahan, menahan putra Dharma, Yu-

dhishthira. Seperti daratan menahan laut bergelora. Yudhishthira, menyerang putra Hridika, itu dengan lima batang anak panah. Dia menyapanya, ‘‘Tunggu, tunggu.’’ Kemudian Kritavarman, oh tuan digairahkan kemarahan, memotong panah berkepala lebar, busur milik Prabu Yudhishthira yang adil dan belakangan menyerang dengan tujuh batang anak panah. Setelah mengambil busur lainnya, prajurit kereta perkasa, itu putra Dharma, menyerang putra Hridika itu di lengan-lengan dan dada dengan sepuluh batang anak panah. (bersambung)

Sloka 11.7 Ihaika-stham jagat krtsnam Pasyadya sa-caracaram Mama dehe gudakesha Yac canyad drastum icchasi Saksikanlah hari ini, oh Arjuna, seluruh alam semesta dan isinya yang bergerak dan yang tak bergerak, dan apa pun yang ingin dikau saksikan, semua terpusat pada tubuh-Ku.

’’Catur Purusa Artha’’ MANUSIA dalam kondisi alami, menurut Thomas Hobbes (1588-1679), adalah makhluk yang tidak gemar bersosialisasi atau hidup rukun, baik dengan sesamanya maupun makhluk lain. Itu konon karena hasrat menggebu-gebu untuk memiliki apa saja yang diinginkannya. Iri, dengki, congkak, agresif, dan suka mencelakai merupakan kandungan nalurinya, ironisnya sangat takut mati dan ingin selamat. Karena itu, sejarah manusia seakan didominasi kekerasan, perang dan saling menaklukkan, meski berkat ilmu pengetahuan yang muncul pascaprasejarah, makhluk yang mampu berdiri tegak di atas dua kaki ini tidak punah mengikuti jejak dinosaurus dan mamooth. ‘’Bila dipikir-pikir pendapat filsuf Inggris tersebut tidak terlalu berlebihan, bila kita menyimak kegaduhan dan konflik dewasa ini, meski kemajuan Iptek luar biasa. Bila mau jujur, kisah Mahabharata pun berakhir dengan perang saudara yang dikenal dengan Bharata Yudha. Itu malah pertempuran sedarah yang di Bali diberi istilah getih a bumbung, kendati banyak juga korban lain yang tidak sedarah karena menjadi sekutu dari masing-masing pihak yang berseteru. Rahwana yang memiliki tabiat seperti diungkap Hobbes, ditambah gemar mengumbar libido sehingga merampas bini orang menyebabkan perang besar dalam epos Ramayana. Jadi benar, faktor yang menggerakkan manusia untuk berbuat apa saja adalah nafsu dan nafsu yang membikin dunia jadi kacau terutama nafsu buat memiliki hak orang lain. Hobbes menyimpulkan bahwa watak asli manusia adalah mementingkan diri sendiri, suka bertengkar, haus kekuasaan, kejam, dan jahat. Karenanya, bila tidak ada kekuatan besar yang mengekang mengingat manusia juga sangat takut mati, ada kemungkinan terjadi homo homini lupus, manusia menjadi serigala bagi manusia lain. Lebih parah lagi, bellum omnium contra omnes atau perang semua melawan semua!’’ ujar Rubag. “Ya, dunia nyaris kiamat tatkala dua kekuatan adidaya yang berkonflik ideologi di era Perang Dingin (19451991), saling ancam untuk

melontarkan rudal berhulu ledak nuklir antarbenua. Masyarakat dunia yang paham akibat radiasi nuklir dan sempat menyaksikan hancur lebur dan korban nyawa akibat pemboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II lewat foto, bergidik ngeri membayangkan kalau perang nuklir terjadi. Sebab saat itu, dunia terbelah jadi dua gara-gara perbedaan ideologi antara kapitalisme dan komunisme yang lazim disebut Blok Barat dan Blok Timur. Kedua blok memiliki negara-negara satelit sebagai sekutu, yang satu sama lain mengarahkan rudal nuklirnya ke wilayah musuh. Indonesia yang kendati tergabung dalam blok netral atau Non Blok, namun sulit menghindar bila negara-negara tetangganya ikut terlibat dalam perang nuklir itu. Bahkan sebelum perang mengerikan tersebut benarbenar terjadi, beberapa kawasan di Asia Timur dan Tenggara digoncang kemelut politik terkait perang ideologi tersebut. Vietnam sempat terbelah jadi dua, juga Kamboja, Myanmar, Laos, malah Korea hingga kini tetap melanjutkan perang kedaluwarsa itu. Korban nyawa dan harta benda akibat yang kalau boleh kusebut sebagai Perang Saudara tersebut, sungguh tak terkirakan dan mengerikan. Kita di Indonesia pun, meski belum tuntas mengetahui ihwal terjadinya tragedi berdarah yang dikenal dengan nama Gerakan 30 September-PKI (G-30-S/ PKI), namun dari judul peristiwanya paham, itu adalah ekses Perang Dingin,’’ komentar Putu Bagia. ‘’Hasrat untuk memiliki memang tidak jelek, namun buat memiliki yang bukan hak, apalagi disertai perampasan, kekerasan, dan membunuh, merupakan kejahatan yang tidak sesuai dengan sebutan ‘manusia adalah ciptaan Tuhan paling sempurna‘. Sayang, Hobbes yang meskipun seorang filsuf namun dalam teorinya dia mengabaikan unsur metafisika dan moral dalam eksistensi manusia, karena dia seorang materialisme tulen. Baginya yang real pada manusia adalah tubuh atau lempengan daging, darah, otot dan tulang, sedangkan perasaan, akal budi dan nilai-nilai, baginya, partikel-partikel yang selalu bergerak. Sangat mekanis-

tik dan empirik! Karenanya, manusia selalu bergerak mendekat ke hal-hal yang disukai dan menyenangkan, sebaliknya menjauh dari yang tidak disukai apalagi membahayakannya. Manusia, menurutnya, tak pernah berhenti menambah kebutuhannya. Mungkin ini yang dia sebut hasrat dan nafsu untuk memiliki, sehingga dunia ini selalu gaduh askibat pertengkaran dan perang. Agar kebisingan berkurang, Hobbes dan beberapa tokoh Aufklarung lainnya mengusulkan kontrak sosial, di mana manusia harus mengurangi hasrat dan kebebasan untuk memiliki, demi kelestariannya sendiri. Agar homo homini lupus dan bellum omnium contra omnes tidak terjadi! Untuk itu, dia mengusulkan pembentukan negara bersistem monarkhi absolut yang dirisalahkan dalam buku ‘Leviathan‘. Ini adalah nama monster kejam yang bisa memangsa siapa saja bila menentang dan enggan menyerahkan hak dan kebebasannya pada Sang Leviathan alias Raja. Sebaliknya, raja ada di luar kontrak dan tidak bertanggung jawab pada siapa pun kecuali pada Tuhan,’’ ulas Made Sucipta. ‘’Wah, rupanya Louis XIV (1638-1715) yang berjulukan Raja Mstahari atau Louis Yang Agung memanfaatkan usul Hobbes dengan kesewenang-wenangannya. Dia menganggap negara adalah dirinya sendiri dan mulutnya adalah undang-undang tertinggi sehingga muncul ungkapan ‘L’Etat c’est moi!‘. Kekuasaan menyebabkan manusia terlena dan Louis memang menikmati kekuasaan absolut sampai usia lanjut, namun salah satu penerusnya Louis XVI mati diguilotin karena rakyat muak dengan kesewenangwenangan. Dia bersama istrinya Marie Antoiinette dilibas Revolusi Prancis, 1789. Kebutuhan yang terus bertambah, seperti pendapat Hobbes, memang membuat orang tidak sempat mengukur kemampuan diri, apalagi introspeksi. Di zaman sekarang dalam serbuan globalisasi, gaya hidup membikin hedonisme dan konsumerisme menyebabkan orang tidak berpikir terlalu rumit. Bahkan batas antara kebutuhan dan keinginan tidak ada, padahal kemampuan ekonomi jauh di bawah pen-

geluaran buat mengikuti hasrat. Itu penyebab korupsi sulit diberantas, bahkan koruptor mengikuti moto para pejuang di era kemerdekaan, mati satu tumbuh seribu. Naluri manusia seperti diteorikan Hobbes hampir empat abad silam, tidak jauh berubah hingga kini. Hasrat untuk memiliki, terutama dengan segala cara terus berlanjut. Ternyata sumbangan ilmu pengetahuan tidak begitu banyak buat memperbaiki akhlak dan moral, sehingga kebisingan seakan menjadi simponi alam kesekarangan,’’ papar Kadek Rimanta. ‘’Itu risiko terlalu yakin akan pandangan positivisme materialistik seperti dianut Hobbes. Maunya mengekang keliaran manusia lewat iptek, namun yang terjadi justru dunia di ambang kehancuran, karena alam dan manusianya disiksa habis demi kepentingan kapitalisme neoliberal. Negara seperti diusulkan Hobbes pun melahirkan pemberontakan dan perlawanan, karena rakyat sadar bahwa pemimpin mereka juga manusia, sama seperti mereka. Ternyata Tuhan yang menurunkan agama, bagiku, pengekang paling andal buat membatasi hasrat liar manusia, meski ada yang tidak peduli dengan ajaran agama. Agama Hindu di Bali dengan ajaran Catur Purusa Artha, berbunyi ‘Dharma, Artha, Kama, Moksanam sarira sadhanam’, adalah tuntunan hidup bagi umat kita. Maksud kalimat itu, kurang lebih, tubuh beserta organ-organnya adalah karunia Tuhan, buat mendapat kesenangan, harta dan kebutuhan lain, namun harus berdasar kejujuran dan akhlak utama. Bila ajaran ini disimak secara baik dan diamalkan dalam hidup, kuyakin, watak seperti teori Hobbes, tidak akan terjadi. Bali sempat dijuluki Pulau Surga oleh wisatawan asing, kukira, karena masyarakat Bali menerapkan Catur Purusa Artha, meski tanpa gembar-gembor,’’ ujar Ketut Cekeg. (aridus)

Presiden Jokowi Inspeksi Bantuan Kapal untuk Nelayan Makassar (Bali Post) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginspeksi sebagian kapal bantuan pemerintah untuk nelayan di Pelabuhan Perikanan Untia di Kota Makassar, Sabtu (26/11) kemarin. “Tadi saya mengecek kapal yang mau diserahkan atau diberikan kepada nelayan,” kata Presiden Jokowi didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang dalam kesempatan itu juga meresmikan pengoperasian Pelabuhan Perikanan Untia. Presiden menyebutkan, tahun 2016 ini total bantuan kapal untuk nelayan mencapai 1.790 unit. “Di Sulsel (Sulawesi Selatan) akan dibagikan kurang lebih 200 kapal. Ini penting sekali, kalau kapalnya sedikit lebih besar itu melautnya bisa lebih jauh dan tangkapan lebih banyak,” kata Jokowi. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengatakan pemerintah akan membangun pelabuhan perikanan yang terintegrasi dengan industri dalam satu kawasan. “Pelabuhan Perikanan Untia

yang pertama, kemudian sedang dalam proses di Muara Baru Jakarta, kemudian di Natuna Kepulauan Riau dan di yang lain,” katanya. Pada acara yang dihadiri ratusan nelayan, Jokowi dan Menteri Susi mengingatkan agar nelayan tidak menggunakan cara-cara terlarang dalam penangkapan ikan seperti dengan bom, racun dan lainnya. Presiden meminta aparat bertindak tegas jika ada nelayan melakukan penangkapan dengan cara terlarang. “Saya kira aparat keamanan semua sudah diberi tahu, itu merusak terumbu karang, merusak lingkungan di laut di pesisir. Sudah disampaikan baik ke Kapolda maupun Kapolres,” katanya. Sementara itu, Menteri Susi Pudjiastuti berharap sebanyak 500 unit kapal bantuan pemerintah untuk nelayan dapat terdistribusi pada Desember 2016 ini. “Kami harapkan pada Desember nanti semua sudah terbagikan,” katanya. Ia menyebutkan, Sulsel mendapatkan bantuan kapal 200 unit, demikian juga

dengan Kabupaten Gorontalo. “Salah satu pulau yang dapat bantuan kapal dalam jumlah besar adalah Sulawesi karena masyarakat nelayannya jauh lebih banyak dibanding daerah lain,” kata Susi. Selain meresmikan Pelabuhan Perikanan Untia dan menginspeksi kapal bantuan pemerintah, dalam kunjungan ke Sulsel, Presiden Jokowi juga melepas pemberangkatan ekspor kacang mete ke Eropa. “Saya ingin ekspor kacang mete sudah dalam bentuk olahan, yang masih raw materiil akan dikenakan pajak untuk mendorong adanya nilai tambah dari ekspor kita,” kata Presiden dalam acara yang juga dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ekspor tersebut dilakukan oleh PT Comextra Mayora Makassar. Selain itu, Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga meninjau proyek infrastruktur menggunakan dana desa. Presiden antara lain meninjau infrastruktur jalan di Desa Pabentengan Kecamatan Marusu Kabupaten Maros. (ant)

BPM/udi

Wiranto

Wiranto Enggan Tanggapi Demo 212 Banyuwangi (Bali Post) Rencana demo 2 Desember yang dikenal gerakan 212, tampaknya disikapi dingin pemerintah pusat. Menkopolhukam Wiranto justru enggan menanggapi aksi yang rencananya mengerahkan ribuan massa tersebut. “Kalau demo, jangan tanya saya. Tanya yang mau demo,” tegas Wiranto usai meresmikan Masjid Muhammad Cheng Hoo di Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi, Sabtu (26/11) kemarin. Saat ditanya soal sikap pemerintah terkait izin demo 212, Wiranto juga enggan menjawab. Namun saat memberikan sambutan, mantan Panglima ABRI era Soeharto ini menegaskan, tensi ibu kota Jakarta saat ini bukan dalam kondisi panas. Namun, hangat. “Informasi yang berkembang, suasana ibu kota sedang panas. Padahal, cuma hangat,” tegasnya. Wiranto justru memuji kondisi Banyuwangi yang kondusif, meski masyarakatnya majemuk. Sehingga, layak dijadikan percontohan kerukunan. Menurutnya, Indonesia yang memiliki keragaman suku, sedang diuji. Karena itu, dia meminta seluruh lapisan masyarakat tetap kokoh mempertahankan NKRI. “Kita sepakat, seperti yang dikatakan pembawa acara tadi. NKRI harga mati, jangan diusik lagi,” jelasnya. Beragam suku dan etnis ini, kata dia, sudah ada sebelum Belanda menjajah Indonesia. Sehingga, mereka sudah menjadi bagian dari NKRI. Ditambahkannya, setiap Presiden RI memiliki niat untuk menyejahterakan rakyat. Namun, kata Wiranto, dari sekian

presiden yang pernah didampinginya, Presiden Jokowi yang terasa paling sering turun dan kerja. “Sekarang, sehari bisa dua kali rapat kabinet. Kalau dahulu, sebulan paling 7 kali,” pujinya. Karena itu, pendiri Hanura tersebut menyayangkan jika masih ada kelompok yang ingin menggoyang pemerintahan Presiden Jokowi. “Sekarang kita lihat, pembangunan benar-benar fokus oleh pemerintah. Bahkan, mulai dari pinggiran. Jalan tol, jalan raya dibangun,” jelasnya. Hal ini, kata Wiranto, membuktikan jika pemerintah benar-benar memerhatikan seluruh lapisan masyarakat. Apalagi, wilayah Indonesia memiliki batas wilayah yang terbuka sehingga rawan ancaman kejahatan. Mulai pencurian kayu, pencurian ikan, trafficking, penyelundupan narkoba hingga terorisme. Dengan kondisi ini, pemerintah memilih fokus pembangunan dari pinggir. Dia juga meminta masyarakat tetap tenang, tak terganggu dengan berbagai upaya yang memecah NKRI. “Pluralisme menjadi ciri khas bangsa kita. Sejak Presiden Gus Dur, pluralisme benarbenar dijunjung tinggi,” ujarnya. Seperti ramai diberitakan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI berencana akan menggelar aksi salat Jumat di jalanan ibu kota, 2 Desember mendatang. Aksi ini diklaim lanjutan dari aksi sebelumnya, menuntut pengusutan dugaan penistaan agama oleh Gubernur Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (kmb30)

Minggu, 27 November 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Hukum Perkawinan dalam Ajaran Agama Hindu (3) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 I Got It 09.05 Taman Sari PAUD Pom Pom School (2) 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV 10.30 Pelangi Kehidupan

11.30 Dunia Otomotif Test Drive & Gathering Daihatsu Sigra 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Hukum Perkawinan dalam Ajaran Agama Hindu (3) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa Pedulikan Sesamamu 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti

18.00 Puja Trisandita 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 KRIS 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Folksong 21.30 Ajeg Bali Tradisi Meboros Desa Busung Biu 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Prembon Taro Sutasoma (4) 23.00 Lila Cita Calonarang Anyarsari Negara (2) 24.00 Lejel Home Shopping


IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) Surabaya : (031) 5633456 Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA A5=@ D9A657565@=DCGH ;A5=@ 7CA '5M5B5B +9B;58I5B #+ +=B 7 9 =G7CIBH /D HC +9A65M5F5B 8;B &5FHI &F98=H )$ Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! Tarif iklan Mini/Baris

Iklan Peluang Emas

+62 +FG<55B &CBHF5?HCF 2-+;2 -CD=F G (5H=7 .627 "5FA9BH L79@ CF9@ (9A6IHI< -9;9F5 (=B .9<B=? 9FG=< -CD5B %I>IF +<CHCG<CD B;@=G< " " -=D=@ '5?= /G=5 (5?G .<B &;0/7= -H5: 8A=B=GHF5H=CB CIFG9 ,9BCB DG IHI< I %58= GG 'DB;B (=B - .9?B=? !9A5@9 ;9 M95FG L79@@9BH B;@=G< )5H=J9 )CB -=D=@ '5?= /G=5 (5?G .<B B;@=G< -DC?9B 5B8 1F=HH9B HI;5G65@= M5<CC 7CA /BHI? %58= -DJ '5D5B;5B

" K=H< CADIH9F '=H9F5H9 (G

&=F=A 0 ?9 =1 -;F ,9GH5IF5BH 5BEI9H (5 *::=79 6=@=HM HC 1CF? $B8=J= 5B75@5 DF5?5G=H5 M5<CC 7CA B5;9F GGH ! A5B5;9F IHM 8I5@ CF .95A +. ,5>5K5@= .9@D (5B5;9F -M5F5H (=B +;AB .< +5FEI9H $B8CB9G=5 %@ $A5A " 'AFB 0 ?FA .<9 %5M5?5FH5 5@= CB>C@ DG -9B8 0 HC -; .<9F5D=GH I -D5 !F5B;=D5B= 957< ,9GCFHG ,9G=89B79 -D5 ?=CGD5FEI9H ;A5=@ 7CA "> -9FJ=79 +%- %AGCGH9? .#, D5B7585B5=B9B;5< M5<CC 7CA "

&FA ?9 %@ +IF= 9B89G5 $ )C "

.5A5B(IA6I@ )IG5 ,=147 -;F 8A .C?C (=B -( >=>1 -9;9F5 -D5 .<9F5D=GH /H? -8F>H %>F =G=D@=B .9@D " " 3C;5 ,9HF95H 0=@5 /6I8 *F; "% >32 #CA9 %5D5B -; (5B5;9F IH? #CH9@ M; +9B;5 (=B .< +9B;5@5A5B (=B .<

%@ .?8 5H5B;<5F= )C +5B>9F @5A5B 8=#H@ #I6 +* *2 G <G $B;;F=G '5A5F5B &IA5F5 F -6BM? BM5 &FMKB H= IH? (5F " -5?H= %@ -IK9H5 /6I8 . ?9H=B; +9B; +FCM9? FG=H9? G 2,>=>14+7 -CD=F +F=658= F97FI=HA9BH N9B>=K5F5;5 7C =8 H=A5HCF 8=IHA?B M; 6FD;@AB 6;= " (5L .< .=85? (9FC?C? -$(

M; 6@A 6FD;@AB 5?5B 8=6=B5

0 8=?=F=A (( "5@@9F= 5@= %@

+;2 .? %5<=H &965M5 (C8=: 8=G=D@B >>F H95AKCF? BG GFBG= =B:C :I>=<CA9>5D5B 7CA -IBG9H,C58 )C 22 .@D %@ "B 5HI?5FI "

"

"

; +,. -=H9F "> %H .=8IF -; 8A=B "8B; 15B=H5 (9B;I5 2,>=>14+7 +9B>5<=H @A G5= (=7FCGC:H FDB;@5A5B -+" 9FD9B;5@5A5B 9FA=B5H #I6IB;= " AB;I5G5= &CAD DIBM5 &9B8 -8F ; !5FA5G= .AHB -(& !5FA5G= " '5A5F5B ?9 .C?C "5M5H<F= ID5 I 8= DCH9? -=65B; 15B;= %@ "5HGI .=AIF 22 &5J -; &5FM5K5H= .C?C ,CA5BH=7 " 5@= %@ ,5M5 .96CB;?5B; /6I8 $0 9BD5G5F ; "F5:=7 9G=;B9F DF=5 6G "=5BM5F #I6 " D<CHCG<CD (98GCG 8A=B K5B=H5 " -; #5=F8F9GG9F -D5 .<9F5D=GH IH? ?5BHCF $. 8= %=A65F5B ,>B -; -H5:: 8A=B &9I5B;5B + 1

69FD9B;@AB &FA 0 +<CHC ?9 79F85G ;CC8 @CC? /AIF (5L .< @A (9B=?5< +88?B A5A5 6CMG MA5=@ 7CA "

" (=B ?CBCA= (9B;I5G5= &CADH ; -H5: ,9GH -ID9FJ=GCF A=B (G *::=79 -$( -9<5H %5GA5B= -; +,. D;@AB 6FG< G? 5B? ?7@ +5F A5L H< B;@=G< (5B85F=B ,C<5B= =G=D@=B &CAIB=?5H=: H8F 8@A @I5F 585 &.+ ?B M5M5G5B 8A "I85B; 6G CADHF 1CF8 L@ #I6 $6I F@5 -ID9@ ?9 #, $GH5B5 I5< (5L H< CC? #9@D9F 15=H9F GG

%@ I@I< $B85< )C 9BD5G5F '@G5B +5F (5L H< " . " " -; +,. I 59F5< 5F;C .8F @A ,=>14+7 &FMKB H= &5BHCF M; -; D9B;5>5F I .& 'AFB 6K @G; #I6 (9ADIBM5= +B;@A5B 8= &BHCF " ?9%@ . H;<F 0 )CH5F=G 'AF5B &FA 0=5 A5=@ ?9 "

-; -9;9F5 -ID=F I>5B; .8? MIMIBG=@J=5B5 ;A5=@ 7CA 2-+;2 -CD=F /BHI? !5FA5G= (5L (9FC?C? .8? 9FH5HC (5?5B " .< +IBM5 (CHCF '5A ?9 +. & 5@5A .=8IF @I5F "5>= %H

-; 8A 6G &CAD ';G; $BHJK

%@ -I@= DG #I6 "> %H "

"

"

2,=147 -;F &FMKH= I -<CKFCCA %9K9@@9FM 8= #H@ BHB; )IG5 I5 &FA 0 ?9 A5=@ =B;@C9?= ;A5=@ 7CA "

2-+;2 15=HF9GG A=B +9B;5 @5A5B #I6 A5=@ ?9 GIH5BC6@9 ;A5=@ 7CA "

-; G9;9F5 (5F?9H=B; #I6

2-+;2 #958 CC? D;@AB A=B H< 6FH @C?5@ FGHFB 5?B 6I?5 8= G '9AI?=< @@; "

"/6,+7=> DFHA9B -I5A=$GHF= "> %H 9F8I5 .;@ @A "

2-+;2 15B=H5 IH? 65;=5B 85DIF 15=HF9GG .9@D "

2-+;2 G9;9F5 +9;5K5= IH? %I5@ " -; -9;9F5 .<9F5D=GH "+ /( &AG= A5?5B5B 8= /6I8 # " CBIG #CA9 5G9 -D5 %@ <M5B5 2-+;2 G9;9F5 .I?5B; &5MI +IF5 -9A=BM5? "

(9I69@ !=B=G<=B; 8= %=A65F5B 2-+;2 +,. 15B=H5 CFCB;5B #I6 #I6 " " #/:>2;/. !F99@5B79 :CF '=G %;892-+5 "FCID 'CC?=B; !CF .5L H=B; ;9BH K=H< "CC8 B;@=G< GG (;F .5L *::=79F 77H -H5:: -9B8 -5@5FM D9F DFCD9FHM +@IG 0 <FA F97FI=HA9BH M5<CC 7CA HF5BGDCFH 5@@ 7CFD <FA HFCD=75@;FCID 65@= 7CA +< "

"

884270 :CF 77CIBH5BH 395FG LD9F=9B79 ! $B8IGHFM -9B8 0 ;A F9DI6@=? 7CA "

%;892-+5 ,9GH 'CC?=B; !CF ,9G H5IF5BH (;F -DJ -CIG <9: % +

,979DH=CB=GH 15=H9F GG CC? -9B8 0 <FA F97FI=HA9BH M5<CC 7CA 7CFD <F8 HFCD=75@;FCID65@= 7CA +< "

&,>. F95 H< CC? #9@D9F -H9K5F8 *CDG ,9GH 5F #I6 8DB +5G5F /6I8 "

(+;>70 /@9?5B %@ +5BH5= F5K5 5B;;I )998 -H5:: :CF 15=H9F 15=HF9GG CC? 5F=GH5 -H9K5F8

<9: 89 +5FH=9 -9B8 0 6M A5=@ I@9?5BC::=79 ;A5=@ 7CA CF .9@D "

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post %$&

%!)!%

+21+=<> 9@H5 B;?9@ .;B G 5@=

)+;2< #=H5A (5BI5@

(I@IG # %H .

"

;/+= 29B=5 2 +H< G & , "' . (9F5< G & "

>+5 .9F=CG .2 G=@J9F AI@IG DF=658= .F9B;;5B5 "; $2 +9B5H=< DG "

!

+AA .< ,- +IH=< (5H=7 .B;5B +FH5A5 #I6 " $&*&

"' 2 #=H5A G@= 5@= *F= (I@IG %H +F658= "

"' .< +5F=K=G5H5 G@= 5@= #I6 "

"

)+;2< A5H=7 G=@J9F GID9F AI@IG >F; D5?5= #

#61 &CGH &5A5F :I@@ /H5F5 +C@H9? %=A65F5B

& !%!# >+5 (HF , )CD DIH=< 6=FI AI@IG #I6 "

"

& !CFHIB9F =G9@ #=H5A %H )9;C (5BI5@ #+ "

23>+5 ;M5 .<B G@= 5@= #I6 "

23>+5 $BBCJ5 .< G8 .< L 5FF9:CIF .;@ G 8 97

#I6 "

35 ;M5 *JF?F8H # I -=H= %@ )IG5 &5A65B;5B "

#61 'C? %@ $A5A CB>C@ DG 5@= '. A &. &( ,. , (?B "FG

DF # ( ); "

"

?+7A+ 09@CN +IH=< ?<=F & I8=C .0 $GHAK

23>+5 .B< 6I?=H #5 &( 8= 23>+5 .B< F9 (9FH5 %5M5 $ 65K5< 98I;I@ ( 8F %@B F5M5 " ;IB; #6 " %@ ?9 'C? '6F ( J=9K ?@5G=?

35 .B< F9 %H )9;C &6C=K5 <5K5 G9>I? 85 A5H5 5=F 8= 5D=H GIB;5= C7C? D9F?96IB5B DG G< &F8=H #I6 " H5B5A5B B;;F9? 6IB;5 D9H9F 35 .B< F9 %@ ,5M5 +58CB5B B5?5B A58I GIGI G5D= #F; >H .9@D B9;C #I6 " " 35 .B< F9 (F< DH "B (5G "B

%71 &J@ = (9B;K= %H .5@5B; $ "; -9KI %H G &F98=H "

" 5 .B< #F; %H %@ .?8 %71 )9AD=@ %H %@ 9G5?=< I5>= "; ,5HB5 +CB8C? =HF5 +AC;5B "

" 5 .B< F9 5HI6I@5B ?H , & F9 'C? %@ "B (5G +8; +F=A5;5B5 #+ -5A6=5B &9@C8 DG "

"

!

$ ( % 2487= .B< %@ +=8585 DG %H .<B #I6 "

$ ( %! ! %848 "I85B; .B< %@ (5<9B 8F585H5 %H .<

$ ( #& 2487 ,A< &CG 5B + =5? $ (=B

.< #I6 I -=H= "

2487= ,A< . &. "FG= A6@ "F99B &CF= /6IB; "

" 4=;47 ,A< &. &( DF ,( ,?@; "FG9 + ( ' %@ -=B;CG5F= & #& "5B; 35B= DG ?5ADIB; "@C65@ %@ M +5G " 9= ,A< '. F9 ); IB;.CAC " .5B5< 'CH %H & .B< F9 %@B ,C85 I5 >H 0$$$ !99 " )9;C 8= 5HIM5B; & % "

>+5 87=;+4 .B< 'G F9 $G= "

35 .5B5< 'G A %@ BH5GIF5 35 ,A< ;5HGI 65F5H &. DF

,A< %@ .F9B;;I@= " 0 )C DG %71 &96IB (=@=?-8F +A5B8B;B +=B;;=F %@B # &( "5F5G= #I6 #I6 $B85< F9 %H ); "

"

"

SERVICE

SERVICE

BIRO JASA

ARSITEKTUR

SPA

SERVICE

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

SALON

"

DIJUAL MOBIL

>+5 F9 %@ &97I6IB; -5F= &9H9K9@ #I6 "

>+5 .5B5< F9 %=A65F5B "

%71 -#( GD9? +9FA<B #F; ;G (IB;;I 58IB; "

& #& ! 35 ,I?C (=B=A5F?9H %@ "@C;CF 5F=? '. F9 #CC? "

#&" #&" =+<2 ,A< 7F .@5B; 5? B8=B; HD ,9BCJ ,A< *D= "

=+<2 ,IA5< C7CF 5? =B8=B; .5@5B; @@ 5F=G "

$ ( %!# /704/5 "8B; &BHF M+5G );F,5= '. O 5F9

)0 (5I 5F= 5B5 8= 5B? &5A= -=5D (9A65BHI

"

50 +& 85B -.)& & /4 ) +IHI 8M 35G5 @ GB A69 B;5B &97 5B>5F &56 I@9@9B;

"

#&" #&" 7027 +IBM5 &I5@=:=?5G= $BH9F B5G=CB5@ (5I 9?9F>5 8= 'I5F "

)9;9F= 5H5B;@5< ?9 75F5 *D9B $ 5M &5A= %5AI -D5 -7<CC@ "% ">6+3+@+ &CBGI@=B8C /FIG %@ -=@=;=H5 $ )IG58I5 1 &5A=G 9G9A69F +. +( +( ) &+( &=H5G 8@@ KKK DIA5>5M5 7CA +?@ 1=H5 "

"


18

REKREASI

Minggu Umanis, 27 November 2016

TTS Bali Post

Pertanyaan

MENURUN 1. Sel telur yang sudah dibuahi 2. Aktor yang memainkan peran perempuan dalam Kabuki 3. Menjelang malam 4. Sakit telinga (Inggris) 5. Penurunan ; kemunduran 6. Obat untuk menenangkan saraf dan menghilangkan rasa sakit 10. Tidak terikat kepada sesuatu/orang ; bebas 12. Bibir (Bali halus) 14. Sebuah kata seru 18. Sikap duduk (Bali) 19. Pernyataan ringkas dan jelas 20. Tupai besar dengan nama latin sciurus bicolor 21. Bahasa kesusasteraan Hindu kuno 24. Pertunjukan 25. Sistem pengolahan air limbah 26. Penyakit menular pada ternak 27. Imbas (Bali) 32. Telan (Bali) 34. Ujar

1

2

3

4

5

6

7 8 11 13

14 17

19

9

10

15

16

12

20

18

21

23

22

24

25

26

27

28 29

30

31 33

32

34

35

36 37

38

SPT2016

MENDATAR 1. Penyakit menular yang disebabkan jamur 4. Alas untuk meracik sesuatu 7. Pipa untuk menghisap tembakau 8. Ladang padi ; huma 9. Teratur ; tetap 11. Rami 13. Ungkapan rasa gembira 15. Cardio vascular accident 16. Baru 17. Hanya (Bali) 19. Derma 22. Tumbuhan Menjalar dengan daun 4 bulatan di atas satu tangkai 23. Nama ayam aduan berbulu putih dari Sumatera Utara 25. Tidak ada gunanya 28. Minum (Bali) 29. Antan 30. Paduan suara 31. Kertas pembersih 33. Batal karena dianggap tidak sah 35. Tumbuhan pasilan berbunga indah 36. Tidak lancar, sukar dan berbelit-belit 37. Tempat permandian dan pijat 38. Rangsangan ; usikan ; gangguan 39. Merupakan bagian dari keseluruhan

39

KUPON TTS No.274 Ketentuan Menjawab

Pemenang TTS No. 272

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 274 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/ Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 3 Desember 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 11 Desember 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

1. Pt Gd Purna Wijaya Kantor SAR Karangasem, Jl. Pantai Jasri, Amlapura 80813

Jawaban TTS No. 272 MENDATAR 1. 4. 7. 8. 11. 13. 15. 17. 18. 21. 23. 25. 26.

Gembong Empiris UMK Myanmar Sangkep Nus Filogenesis Indra Shrine Granula Aplaus Kalbu Transmigran

30. 31. 33. 35. 36. 37.

GPU Lateral Osmosis Ego Mafioso Kamelia

MENURUN 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Gim Banyo Gurun Eks Reksadana Separatis

9. 10. 12. 14. 16. 18. 19. 20. 22. 24. 27. 28. 29. 32. 34.

Yriah (Hairy) Anemer Aci Serundeng Silap Suakaalam Reflektif Nguut Lakmus Ulati Rua Spook Glove Leo Ska

2. Gusti Ketut Alit Ardana Br. Tengah Tampaksiring 087860320594 3. Sujana Giri I putu Br. Dinas Selat Desa Selat Sukasada Buleleng Singaraja 4. Komang Tri Wahyu naanta PD Jl. Pulau Sumba No. 12 Dauhwaru Negara – Jemberana 5. I Wayan Sutaya Jl. Saraswati Gg. Cempaka No. 3 Bajera kec. Selemadeg Tabanan 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : I Dewa Gd Deva Pradnyana Alamat : Jl. Batas Dukuh Sari Gg. Betet No. 18A Sesetan

Melihat Lumba-lumba di Lovina BPM/dok

DANAU - Kawasan Danau Tamblingan selain dikagumi karena alamnya yang masih asri, kini mulai dilirik untuk wisata religi.

Kawasan Danau Tamblingan Tawarkan Wisata Religi KAWASAN wisata Danau Tamblingan di wilayah Desa Munduk, Kabupaten Buleleng, Bali, menawarkan wisata religi bagi wisatawan yang ingin mengetahui sejarah daerah tersebut. “Kami memiliki puluhan pura yang sudah ada sejak awal tahun masehi, di mana hingga kini masih ada dan menjadi pusat spiritual masyarakat,” kata tokoh adat Tamblingan, Jero Putu Ardana di Singaraja, Bali, Sabtu (26/11) kemarin. Ia mengatakan, Pura-pura yang tersebar di beberapa wilayah Danau Tamblingan tergolong pura tua dilihat dari bentuk bangunan dan juga beberapa peninggalan purbakala. Hal tersebut menjadi daya tarik wisatawan mengunjungi Tamblingan. “Mereka (wisatawan sangat antusias mengunjungi beberapa peninggalan purbakala

memiliki nilai sejarah tinggi,” katanya. Ke depan, Jero Ardana berharap Danau Tamblingan dapat menjadi objek wisata berbasis konservasi di Pulau Dewata karena memiliki panorama alam yang indah dan alami. Salah satu danau alam terbesar di Bali itu kini mulai dilirik berbagai pihak menjadikan objek wisata baru sehingga menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Bukan hanya itu, keberadaan masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang “nyungsung” danau sebagai tempat suci diyakini sebagai salah satu daya tarik tersendiri dikembangkan menjadi

budaya spiritual. Ke depan, kata dia, pihaknya mengharapkan pengelolaan Danau Tamblingan di wilayah utara Pulau Dewata dapat terintegrasi dengan pelestarian lingkungan di wilayah itu. (kmb)

SEJUMLAH pecinta lumba-lumba di Bali, belum cukup rasanya bila tidak menyaksikan atraksi alami lumba-lumba di Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng. Mamalia yang gemar melompat tinggi di antara perahu wisatawan, sering bersembunyi dan sesekali menunjukan diri dengan ragam gerakan bebas di antara perairan Lovina. Wisatawan domestik dan mancanegara memanfaatkan kesempatan liburan setiap pagi dari pukul 05.00 sampai 07.30 Wita. Lumba-lumba kebanyakan muncul setiap pagi hari sebelum matahari terbit. Namun, pola menyaksikan lumba-lumba belakangan kurang diperhatikan sehingga membuat lumba-lumba sering takut atau jarang muncul. Kapten boat yang mengantarkan wisatawan, cenderung mengejar pada titik muncul lumba-lumba. Jumlah perahu di tengah perairan hampir 20 lebih. Singkatnya mamalia yang terkenal akrab dengan manusia ini, bising dan tidak nyaman mendengar suara mesin perahu termasuk mesin

jukung berukuran besar. “Cenderung di musim ramai kunjungan, boatt pasti akan banyak di perairan. Cara melihat lumbalumba inilah yang perlu diperhatikan dan disepakati bersama. Tamu yang melihat amat menyayangi lumba-lumba, sistem mengejar berbarengan membuat lumba-lumba jadi kurang nyaman dan memilih kembali masuk ke dalam laut,” ucap Ketua Kelompok Nelayan Wisata Catur Karya Bakti Lovina, Putu Budista, belum lama ini. Ia berharap lumba-lumba dapat bebas dan dibuat senyaman mungkin melompat. Menyaksikan lumba-lumba di laut lepas agar dipahami jika mereka ingin bergerak tanpa dihalangi. Kadangkala kapten boat berharap tamu yang diantar segera melihat lumba-lumba dan memotret sesegera mungkin. Dari itu, kepuasan diperoleh wisatawan dan mereka dapat segera pulang sampai matahari terlihat naik. Saat ini, ada 10 desa penyangga di kawasan Lovina dan masing-masing mempunyai kelompok

nelayan yang berjumlah rata-rata 50 orang per kelompok. “Mesin boat seharusnya dimatikan, jadi atraksi lumbalumba tanpa diikuti gangguan. Fakta di lapangan banyak lumba-lumba muncul, lalu belasan boat berusaha mengejar pada satu titik. Jarak perahu melihat lumba-lumba tidak mesti terlalu dekat dan laju mesin diatur supaya gerakan lumba-lumba menyelam tidak terganggu. Ke depannya agar ada penyuluhan dan sosialisasi antarkapten boat dari instansi pemerintah terkait,” harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Buleleng, Ni Made Arnika, mengatakan, berupaya melakukan sertifikasi kapten boat dan memberi pemahaman nelayan untuk teknik menyaksikan di perairan laut bebas. “Rencana di tahun 2017, kami akan ada sertifikasi terhadap kapten boat. Pembinaan dan pemahaman, itu akan kami latih. Mereka akan memperoleh sertifikat profesional dari pelatihan,” katanya. (dgk)

BPM/dgk

LUMBA-LUMBA - Sejumlah lumba-lumba di perairan Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng, melompat bebas di antara jukung dinaiki wisatawan lokal dan mancanegara.


19

Minggu Umanis, 27 November 2016

Rasio Kecukupan Modal Dari Hal. 1 Ditambah lagi, adanya LPD yang belum memenuhi rasio kecukupan modal dan melampaui batas maksimum pemberian kredit. Ada juga masalah pelaksanaan sistem pengawasan internal oleh bendesa adat yang belum efektif, sehingga ada beberapa LPD yang kena masalah. Windia mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya antisipasi dengan berharap besar peran BKS-LPD untuk melaksanakan fungsi

fasilitasi, mediasi, motivasi. Diharapkan, LPD yang berlikuiditas tinggi dapat menyalurkan dana kepada LPD yang likuditasnya kecil. ”Hal ini dapat dilakukan melalui penyaluran kredit maupun penempatan dana pihak ketiga,” katanya. Terkait dengan LPD yang tak beroperasi, dia akan mengupayakan agar bangkit kembali melalui koordinasi dengan Badan Pembinan Umum LPD Kabupaten, camat, bendesa adat, perbekel, dan Majelis Alit Desa Pakraman. (nik)

Minta Maaf Dari Hal. 1 Atas perbuatannya, AR dijerat dengan pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan, tersangka membuat surat pernyataan memohon maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “Tersangka AR membuat surat pernyataan penyesalan, minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi. Surat pernyataan itu dibuatnya sendiri,” kata Boy. Di dalam surat pernyataan

tersebut, menurut dia, AR telah mengakui bahwa akun media sosial facebook dengan nama Abu Uwais merupakan akun miliknya. Tersangka juga mengaku telah membuat postingan yang berkaitan dengan rush money. Tersangka AR juga menandatangani langsung surat pernyataan tersebut dengan diberi materai Rp 6.000. “Dengan dilakukannya penangkapan terhadap tersangka, kami ingatkan lagi bahwa penyebaran isu merupakan perbuatan yang tidak patut ditiru. Jangan lakukan hal ini lagi, di mana pun Anda berada, karena dengan cepat akan terdeteksi,” ujar Boy. (ant)

Membangun LPD Dari Hal. 1 Ia mengatakan, perjuangan membangun LPD mestinya mendapat apresiasi banyak pihak dengan melakukan langkah-langkah yang persuasif untuk pemberdayaan LPD. Ia pun menegaskan komitemennya untuk tetap ngayah membangun LPD dan menjadikan lembaga ini benar-benar efektif dalam mengawal kearifan budaya lokal termasuk menuju Ajeg Bali. ‘’Kami akan mendedikasikan LPD untuk membangun daya tahan ekonomi dan mengawal pertiwi Bali. Ini membutuhkan komitmen dan aksi nyata. Langkah ke arah itu pun harus dilakukan secara bersinergi dengan menyatukan semua potensi yang ada. Semua komponen di Bali,’’ ujarnya. Ia berharap semua elemen harus turut berkontribusi menyangga keberadaan LPD dan menjauhkan diri dari konflik internal jika ingin LPD berperan nyata dalam menjadikan Bali mandiri dalam ketahanan pangan, energi, dan ekonomi. Komitemen yang sama ditegaskan Kepala Lembaga Pemberdayaan LPD (LPLPD) Bali I Nyoman Arnaya, S.E. Ia mengatakan, sejak dibentuk tahun 1984, sampai saat ini perjalanan LPD di Bali memang sarat tantangan. Terlebih pada masa awal berdirinya. Namun harus diakui, dalam kondisi relatif sulit, LPD di Bali masih mampu eksis dan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan bagi krama Bali. ‘’Kini, kami merasakan kehadira LPD benar-benar bisa menjadi bagian pilar penyangga

tradisi, adat, dan budaya Bali. Tak hanya dari sisi keuangan, LPD juga berkontribusi dalam membangun dan memfasilitasi tumbuhnya ekonomi kreatif,’’ jelasnya. Nyoman Arnaya mengatakan, KPKS LPD dan LPLPD Bali bersama komponen terkait akan terus mencari terobosan dan menggulirkan programprogram kemitraan dengan desa pakraman dalam membentuk badan usaha milik desa pakraman. ‘’LPD di Bali memiliki potensi untuk melakukan gerakan bersama menjaga ketahanan ekonomi Bali. Kami akan berkoordinasi dengan 1.433 pengurus LPD yang ada di Bali,’’ paparnya. Pihaknya juga mengaku siap melakukan kerja sama dan sinergi dalam pengelolaan LPD. Ke depannya, LPD tak hanya fokus dalam manajemen keuangan, tapi akan ikut ambil bagian dalam upaya memberdayakan pertanian Bali, pengelolaan sampah atau hal-hal lain yang berkorelasi dengan penguatan daya tahan ekonomi warga desa pakraman. ‘’Kami akan lakukan koordinasi dan kami berupaya bisa menjabarkan berbagai terobosan ekonomi kerakyatan berbasis desa pakraman,’’ ujarnya. Ia mengatakan, HUT ke-32 LPD yang jatuh tanggal 27 November ini akan dijadikan momentum membangun kemitraan dengan semua komponen dalam menjaga Bali. Untuk itu, pihaknya juga berharap semua pihak menjaga keharmonisan kinerja LPD sebagai lembaga keuangan milik desa pakraman. (dir)

Beri Kepercayaan Dari Hal. 1 Usaha ini membuahkan hasil, banyak masyarakat yang akhirnya memberikan kepercayaan kepada LPD Banjar Anyar dan terkumpul modal awal Rp 150 juta. Modal ini kemudian dikembangkan baik berupa simpan pinjam, tabungan maupun deposito. Hasilnya, setelah dua tahun aset LPD Banjar Anyar saat ini mencapai Rp 3,7 miliar. Untuk pendapatan melalui bunga kredit, dalam dua tahun terus berkembang. Tahun 2014 dalam enam bulan masa operasional, LPD mendapat keuntungan Rp 43 juta dan tahun 2015 menjadi Rp 150 juta. Tahun 2016 ini ditargetkan keuntungan melalui bunga kredit Rp 200 juta. Kepala Dinas Koperasi UMKM Tabanan A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah memaparkan, semakin berkembang aset LPD maka manfaatnya pada masyarakat juga semakin besar. Sebab, ada pengaturan persentase dari keuntungan LPD diberikan kembali kepada masyarakatnya. Salah satunya, program ngaben massal maupun matatah massal yang biasanya pendanaannya dibantu oleh LPD. “Bahkan jika ada piodalan di pura desa, bagi LPD-nya yang berkembang baik, terkadang masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya apa pun karena pendanaan ditanggung oleh LPD,” ujar Dalem Tresna. Secara umum, perkembangan aset dan laba LPD di Tabanan terus mengalami peningkatan. Triwulan II 2016 aset LPD Tabanan mencapai Rp 1,1 triliun dan meningkat menjadi Rp 1,2 triliun pada triwulan III. Sementara laba pada triwulan II Rp 22 miliar lebih, meningkat menjadi Rp 33 miliar lebih pada

triwulan III. Bantu Naker Kapal Pesiar Hal sama dirasakan LPD di Kabupaten Bangli, yang berkembang cukup baik. Seluruh desa adat telah memiliki lembaga keuangan tersebut. Beberapa, jumlah asetnya bahkan telah mencapai miliaran rupiah. Kondisinya yang demikian, sangat berimbas positif untuk mendukung program masyarakat, salah satunya bidang permodalan untuk berangkat ke kapal pesiar. “Itu salah satu kredit yang diberikan. Banyak yang kerja di kapal pesiar karena dana itu,” jelas Ketua BKS LPD Bangli, I Ketut Sudana. Jumlah LPD di Bangli telah mencapai 61 unit, menyesuaikan dengan desa adat. Dalam perkembangannya, lembaga keuangan itu lebih banyak berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur. Sementara untuk bidang upacara yadnya, salah satunya ngaben, nyaris belum ada. “Kalau sampai sekarang saya belum terima laporan LPD yang memberikan bantuan khusus untuk ngaben,” ujarnya. Program infrastruktur salah satunya ditunjukkan dengan pembangunan pura di lingkungan desa. Sistem pendanaannya menggunakan keuntungan yang didapatkan setiap tahunnya. “Program itu tak ada ruginya, hanya menggunakan sebagian keuntungan saja,” katanya. Selain itu, program yang dilaksanakan juga mengarah pada pelestarian lingkungan dan aksi sosial. Itu dilaksanakan rutin setiap tahun. “Program selama ini baru fokus ke konsep Tri Hita Karana. Itu sudah berjalan setiap tahun,” jelas Sudana. (san/sos)

BPM/ant

TUMPEK KANDANG - Umat Hindu memberi doa pada seekor orangutan saat peringatan Hari Tumpek Kandang atau hari suci khusus untuk binatang peliharaan di Bali Zoo, Gianyar, Sabtu (26/11) kemarin. Umat Hindu di Bali merayakan hari Tumpek Kandang yang bermakna untuk menghilangkan sifat kebinatangan pada diri manusia. Secara simbolis dilakukan dengan mengupacarai hewan peliharaan yang juga bertujuan agar binatang tersebut dapat berkembang dengan baik, hidup harmonis dengan manusia, terjaga kelestariannya dan memberi manfaat positif.

Satgassus P3TPK Eksekusi 1.557 Terpidana Korupsi Jakarta (Bali Post) – Satuan Tugas (Satgas) Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) Kejaksaan mengeksekusi badan 1.557 orang terpidana kasus korupsi sepanjang Januari-Oktober 2016. “Satgassus P3TPK yang dibentuk sejak 8 Januari 2015 telah mengeksekusi badan 1.557 orang,” kata Jaksa Agung H.M. Prasetyo di sela-sela acara Rakernas Kejaksaan 2016 di Bogor, Kamis. Selain itu, kata dia, Satgassus juga telah menyelidiki 1.451 perkara, 1.392 perkara penyidikan, dan 2.066 perkara penuntutan atau 806 di antaranya berasal dari penyidikan Polri. Upaya penanganan korupsi secara represif, kata dia, juga diarahkan kepada pengembalian keuangan negara atau perekonomian negara. “Penyelamatan dan pengembalian terhadap kerugian keuangan negara sampai Oktober 2016, di tahap penyidikan dan penuntutan sebesar Rp 275,5 miliar,” katanya. Sementara eksekusi uang pengganti yang telah disetor ke kas negara sebesar Rp 212,2 miliar. “Eksekusi pidana denda yang telah

disetorkan kepada kas negara Rp 41,6 miliar. Sedangkan hasil pengoperasian barang rampasan, mencapai Rp 1,1 triliun,” katanya. Ia menyebutkan, kejaksaan tidak sekadar melakukan penindakan, namun juga melakukan pencegahan dengan membentuk Tim Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) di Kejaksaan Agung (Kejakgung) dan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) serta Kejaksaan Negeri (Kejari) seluruh Indonesia. Tim TP4P dibentuk pada 1 Oktober 2015. Kegiatan pendampingan dan pengamanan oleh TP4P telah dilakukan secara berkesinambungan terhadap beberapa proyek yang dilakukan oleh pemerintah dalam berbagai bidang. Antara lain, pembangunan infrastruktur kelistrikan, pelaksanaan infrastruktur strategis, bidang kelautan dan pemberdayaan pertanian dan peternakan. Pelaksanaan TP4P, tidak hanya memastikan jalannya proyek sesuai peraturan perundangundangan namun juga berhasil meningkatkan penyerapan anggaran kementerian/ lembaga pemerintahan daerah hingga 74 persen pada 2016. (ant)

Pembayaran Utang Dari Hal. 1 Apakah berinvestasi di bisnis, mempercepat pembayaran utang atau berinvestasi di tabungan atau deposito. Jika kita tidak mampu menunda kesenangan, maka kita hidup di atas kemampuan kita. Dan itu biasanya dibiayai oleh utang. Hidup makin lama semakin sulit, karena sebagian terbesar dari penghasilan kita gunakan untuk mencicil dan membayar utang. Hidup semakin sesak dan kita sampai tidak mampu bernapas.

Jika kita secara konsisten mampu menunda kesenangan, investasi kita yang tadinya cuma sedikit, lamalama membesar, menjadi bukit. Dan tiba-tiba hidup kita berubah. Bapak dan Ibu, ‘menunda kesenangan’ jika dilakukan dengan konsisten, akan mengubah hidup kita bagaikan bumi dan langit. Mau tahu apakah kita termasuk orang yang bisa menunda kesenangan? Cobalah periksa daftar pengeluaran kita setiap bulan. Berapa yang kita bayar untuk

kartu kredit, berapa yang untuk bayar cicilan ini dan itu. Bandingkan dengan berapa yang mampu kita sisihkan untuk tabungan atau berinvestasi. Untuk bapak (atau ibu) yang mengirimkan SMS, jika belum cukup, minggu depan saya akan bahas cara lain yang bisa digunakan untuk menambah penghasilan dengan cara yang relatif aman. Yaitu menciptakan Multiple Source of Income. Salam, www.alexpchandra.com

Anggaran Terbatas Dari Hal. 1 Namun karena anggaran terbatas, tidak seluruh permasalahan di Nusa Penida dapat terselesaikan. Infrastruktur ini merupakan permasalahan yang sangat dirasakan oleh masyarakat di Nusa Penida. Meski memiliki keindahan alam utamanya wisata bahari, infrastruktur yang buruk ini membuat wisatawan enggan untuk berlama-lama di Nusa Penida. Hal ini sangat dirasakan Perbekel Lembongan, Ketut Gede Arjaya. Menurutnya, satu-satunya faktor penghambat pembangunan pariwisata di Nusa Penida yakni infrastruktur yang kurang memadai. Mengingat, banyak keluhan yang disampaikan wisatawan akibat minimnya infrastruktur. Pihaknya membeberkan, di Lembongan saja yang paling pesat perkembangan pariwisatanya memiliki jalan rusak hingga 70 persen. Menurut Gede Arjaya, Desa Lembongan baru mendapatkan bantuan perbaikan jalan tahun 2015 dan 2016. Itu pun panjang jalan yang telah diperbaiki hanya 12 km. Pihaknya pun berharap besar dengan kehadiran belasan menteri di Nusa Penida ini dapat mendorong pembangunan infrastruktur. Bupati Suwirta juga meminta perhatian pemerintah pusat terkait ketersediaan listrik di Nusa Penida. Meski saat ini Nusa Penida telah menikmati listrik, kapasitas yang dimiliki masih sangat terbatas. Kondisi ini pun membuat para investor kesulitan untuk

mendapatkan pasokan listrik baik untuk pembangunan maupun operasional. Mengingat, saat ini sedikitnya ada empat investor yang telah siap menanamkan modal untuk membuat hotel bintang lima. “Tadi sudah diberikan solusi, jadi nanti yang akan diusulkan di pusat berapa investor yang masuk dan berapa listrik dibutuhkan. Ini akan segera kami usulkan ke pusat,” sebutnya. Meski memiliki kecantikan alam yang menarik hati wisatawan untuk datang, Nusa Penida juga merupakan gudangnya masalah. Hingga saat ini masyarakat di Nusa Penida tidak seluruhnya dapat merasakan air bersih dari PDAM. Jumlah kemiskinan di Klungkung juga terbanyak disumbangkan dari Nusa Penida yang mencapai 5.668 rumah tangga miskin dari total 11.192 rumah tangga miskin di Klungkung. Pada indeks pembangunan manusia, Nusa Penida juga memiliki jumlah partisipasi sekolah yang rendah dari daerah lainnya, termasuk rendahnya angka melek huruf. Meski dipisahkan oleh lautan, Nusa Penida hingga saat ini belum memiliki pendidikan D1 hingga S1 sehingga untuk siswa yang hendak menempuh pendidikan lebih tinggi terpaksa harus menempuh pendidikan di luar pulau. Minimnya sekolah kejuruan di bidang pariwisata juga membuat perkembangan pariwisata di Nusa Penida tidak didukung dengan SDM yang mumpuni. Di sisi lain, Nusa Penida kini sangat bergantung terhadap dunia pariwisata. Masyarakat

yang sebelumnya berprofesi sebagai petani rumput laut, terpaksa menghentikan profesinya tersebut akibat jatuhnya harga hasil rumput laut. Untuk itu, diharapkan pemerintah pusat dapat mendukung perkembangan pariwisata di Nusa Penida sehingga kondisi perekonomian dan taraf hidup masyarakat dapat terus meningkat. Perlu Rp 1 Triliun Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyebutkan, kebutuhan anggaran untuk mempercepat pembangunan di Nusa Penida, sebutnya, mencapai hampir Rp 1 triliun. Antara lain diusulkan ke lima kementerian, masing-masing Kementerian PUPR Rp 759,372 miliar, Kementerian Pertanian Rp 7,274 miliar, Kementerian Kelautan dan Perikanan Rp 47,9 miliar, Kementerian Kesehatan Rp 12,899 miliar, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp 3 miliar. “Kalau saya hitunghitung dari total semuanya itu kira-kira diperlukan hampir Rp 1 triliun, untuk semua yang kita minta tadi itu. Jadi, mudah-mudahan saya kira melalui beberapa kementerian itu akan bisa terpenuhi sehingga ke depan Nusa Penida, Lembongan, dan Ceningan benar-benar bisa menjadi telur emas, ayamnya juga ayam emas untuk kita semua dalam rangka meningkatkan kesejahteraan kita semuanya di Bali,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai menggelar rapat bersama sembilan perwakilan menteri di atas kapal Bounty Cruise, Sabtu (26/11) kemarin. (dwa/rin)

Diterima Warga Dari Hal. 1 Ketua BKS LPD Denpasar Drs. Wayan Rayun, MBA. yang ditemui di kantornya, Jumat (25/11) lalu, menyebutkan, keberadaan LPD di Denpasar dinilai cukup baik dan bisa diterima warga masing-masing desa pakraman. Hal ini bisa dilihat dari kondisi LPD yang rata-rata cukup sehat. Sejumlah program yang diluncurkan seperti santunan kematian, kesehatan, serta beasiswa, dinilai sangat bermanfaat bagi nasabahnya. Karena ketika warga desa pakraman yang juga nasabah LPD memerlukan dana yang cukup banyak, peran LPD sangat tepat memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan, melalui program yang dimiliki LPD. Misalnya, ketika ada warganya yang sakit, bisa memperoleh biaya pengobatan di LPD. Demikian pula ketika ada warga yang hendak ngaben, LPD juga bisa membantu. “Produk-produk LPD harus sesuai dengan kebutuhan warganya, sehingga LPD pun menjadi milik mereka bersama,” kata Rayun yang juga Ketua LPD Kesiman ini. Manfaat LPD bagi desa pakraman cukup besar. Karena, sekitar 20 persen dana yang ada dipergunakan dalam pembangunan di desa pakraman masing-masing. Untuk dana pendidikan tahun 2011 Rp 475 miliar dan tahun 2015 Rp 1,1 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) tahun 2011 Rp 549 miliar dan tahun 2015 Rp 1,112 triliun lebih. Kekayaan atau aset LPD tahun 2011 Rp 667 miliar, tahun 2015 menjadi Rp 1,384 triliun. Sisa hasil usaha (SHU) atau keuntungan yang dimiliki tahun 2011 Rp 29,9 miliar dan tahun 2015 menjadi Rp 65 miliar lebih. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan LPD yang memiliki karakteristik tradisional, terus mengikuti perkembangan zaman menghadapai persaingan

di era pasar MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Rai Mantra mengungkapkan, dalam filsafat Sewaka Dharma, para bendesa adat pemahaman budayanya lebih tinggi. Terbukti, mampu mewujudkan sewaka atau pelayanan kepada masyarakat. ‘’Kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Kalau saat ini dibutuhkan SDM berkompetensi, maka harus dimiliki. Tujuan LPD tidak perlu diubah, tapi manajerialnya mengikuti perkembangan zaman,’’ kata Rai Mantra. Rai Mantra meminta LPD perlu meniru koperasi di wilayah Sanur yang bersinergi dengan LPD. Kerja sama yang dijalin itu untuk menjaga likuiditas. Kerja sama LPD dengan koperasi dapat menguatkan konten lokal dalam pemberdayaan masyarakat. “Kerja sama yang digalang ini hendaknya saling mengerti dan saling menguntungkan, bukan bersaing tidak sehat sehingga dapat membahayakan,’’ ujarnya. Dikatakannya, sinergitas antara pengurus LPD dengan bendesa adat perlu terus ditingkatkan. Bukan hanya itu, komunikasi antara bendesa adat dan pengurus LPD juga terus dijaga. Keberadaan LPD bukan tergantung pada pengelola LPD, tapi semua stakeholder dan semua unsur di desa pakraman. “Langkah sinergitas sangat bagus, sekaliguis melakukan langkah inventarisasi kelemahan LPD. Kami minta para pakar dan ahli dapat memberikan solusi agar LPD lebih maju,’’ ucapnya. LPD yang sehat, lanjut Rai Mantra, sudah mampu melakukan yadnya di masing-masing desa pakraman. Bukan saja penggerak ekonomi, namun memperkuat unsur budaya. “Kami harapkan bendesa adat pakraman terus mengawal LPD agar lebih kokoh dan dapat sebagai garda terdepan penguat ekonomi,’’ harapnya. (ara)

Dikecam Amerika Dari Hal. 1 Ia dikecam Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, tetapi dikagumi kaum kiri di seluruh dunia, terutama kaum revolusioner sosialis di Amerika Latin dan Afrika. Transformasi Kuba dari taman bermain untuk Amerika yang kaya, menjadi simbol perlawanan terhadap Washington, dan Castro mengalahkan sembilan presiden AS berkuasa. Dia menangkis invasi rancangan CIA di Teluk Babi pada 1961 dan upaya pembunuhan yang tak terhitung jumlahnya. Aliansi dengan Moskow membantu memicu Krisis Misil Kuba pada 1962, 13 hari konfrontasi dengan Amerika Serikat yang membawa dunia dekat dengan perang nuklir. Mengenakan seragam militer hijau dan mengisap cerutu selama bertahun-tahun kekuasaannya, Castro lama dikenal lewat pidato retorika panasnya yang acap ditujukan kepada Amerika Serikat. Di negaranya, ia menyapu kapitalisme dan memenangkan dukungan untuk mendekatkan sekolah dan rumah sakit kepada orang miskin. Tapi dia juga menciptakan legiun musuh dan kritikus, yang terkonsentrasi di lakangan warga Kuba di pengasingan di Miami, yang melarikan diri dari pemerintahannya dan melihat dia tiran yang kejam.

Pada akhirnya, bukan karena Washington dan kaum buangan Kuba maupun runtuhnya komunisme Soviet yang mengakhiri pemerintahannya. Sebaliknya, penyakitnyalah yang memaksanya untuk sementara menyerahkan kekuasaan kepada adiknya, Raul Castro pada 2006 dan secara resmi pada 2008. Meskipun Raul Castro selalu dimuliakan kakaknya, ia telah mengubah Kuba sejak berkuasa dengan memperkenalkan reformasi ekonomi gaya pasar dan setuju dengan Amerika Serikat pada Desember 2014 untuk membangun kembali hubungan diplomatik dan dekade akhir permusuhan. Enam minggu kemudian, Fidel Castro ditawari dukungan suam-suam kuku untuk kesepakatan itu yang membangkitkan pertanyaan tentang apakah ia menyetujui untuk mengakhiri permusuhan dengan musuh lamanya itu. Dia hidup untuk menyaksikan kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Kuba awal tahun ini yang adalah perjalanan pertama seorang Presiden AS ke pulau itu sejak 1928. Castro tidak menemui Obama, dan beberapa hari kemudian menulis kolom pedas mengutuk Presiden AS ini “madu dilapisi” kata-kata dan mengingatkan Kuba bahwa AS berulang kali berusaha menggulingkan dan melemahkan pemerintahan komunis itu. (ant)


balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU UMANIS, 27 NOVEMBER 2016

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Peringati HUT Ke-45

Korpri Unit Unud Gandeng KKB

Drs. IGN. Indra Kecapa, M.Ed.

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

PENGURUS Korpri Unit Universitas Udayana (Unud) beranggotakan 1.550 dosen dan 728 pegawai, memperingati HUT ke-45 Korpri menggelar gebyar kegiatan sosial. Kegiatan tersebut di antaranya, persembahyangan bersama di Pura Kampus Unud Denpasar dan Bukit Jimbaran, 23 November lalu. Dilanjutkan dengan kegiatan kedua yaitu bakti sosial, pasar murah, dan gelar produk kewirausahaan di areal Gedung Rektorat Kampus Bukit Jimbaran, 25 November lalu. Sedangkan puncak acara akan diselenggarakan apel bendera bersama keluarga besar Korpri Unit Unud, pada Selasa (29/11) mendatang di halaman Rektorat Unud Jimbaran, Kuta Selatan.

“Dalam pelaksanaan gebyar ini, kami bekerja sama dengan organisasi kemahasiswaan Unud untuk kegiatan bersih lingkungan dan pungut sampah plastik, penghijauan dengan menanam ratusan pohon dengan rincian mangga 5 pohon, gaharu 8 pohon, dan kelapa daksina 108 pohon, donor darah, sosialisasi kesehatan bekerja sama dengan 4Life. Sedangkan kegiatan pasar murah kami menggandeng Koperasi Krama Bali (KKB), Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Unud, dan Pusat Kewirausahaan Unud,” ujar Ketua Korpri Unit Unud periode 2015-2020, Drs. IGN Indra Kecapa, M.Ed., Jumat (25/11) lalu. Indra Kecapa yang juga menjabat Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan

Unud ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan berbagai kegiatan gebyar HUT Korpri ke-45. Terutama kepada pimpinan Kelompok Media Bali Post dan KKB yang telah dengan hangat menerima audiensi dari pengurus Korpri Unud pada 4 November 2016 lalu. “Dalam kegiatan gebyar ini, KKB kembali berperan memberikan bantuan sumbangan berupa pohon gaharu dan kelapa daksina yang telah ditaman oleh anggota Korpri bersama mahasiswa di halaman Kampus Unud, serta berpartisipasi untuk terlibat dalam pelaksanaan pasar murah dan gelar produk kewirausahaan,” imbuhnya. Selanjutnya seusai audiensi KKB, Rabu (23/11) lalu, ke Rektorat Unud diterima Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan I Wayan Antara, S.E., M.M., didampingi Ketua Korpri Unit Unud, berharap sin-

ergitas tersebut ke depannya bisa lebih ditingkatkan pada bidang lain, seperti kerja sama pengadaan kebutuhan KPN Unud dan

pengadaan sejenis kantin/ kafetaria untuk kebutuhan makan pegawai serta mahasiswa Unud di Kampus Jimbaran. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 27 November 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu