Skip to main content

Edisi 12 Juni 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN NOMOR 288 TAHUN KE 68 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (140 rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU PON, 12 JUNI 2016

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.195 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

BALI TENGGELAM MAKIN NYATA BALI POST pernah menurunkan tulisan bahwa Pulau Bali pada tahun 2050 diramalkan tenggelam dan Nusa Dua akan terpisah. Dengan adanya air pasang laut naik ke darat (rob) membuat ancaman Bali tenggalam semakin nyata.

Sejumlah pengamat menilai tak perlu lagi menunggu tahun 2050, Pulau Bali sudah akan tenggelam. Ini sebuah fenomena alam misterius yang mungkin saja terjadi. Kenaikan suhu yang ekstrem dan meningkatnya air muka laut akibat

global warming (pemanasan global), mengancam sejumlah wilayah di Indonesia. Hampir semua kawasan pesisir Bali disapu air laut. Bahkan, warga melaporkan air laut sudah menyentuh kawasan barat Bandara Ngurah Rai Bali. Para nelayan mengaku bencana alam ini rutin terjadi

namun kali ini yang terparah. Anomali cuaca dan iklim ini akan menimbulkan dampak yang lebih dramatis seperti yang akan terjadi pada Pulau Bali. Hal. 19 Akan Terendam

TERENDAM AIR LAUT Hektaran sawah milik warga di Desa Lepang, Klungkung terendam air laut. Bencana ini paling parah terjadi selama ini.

BPM/dwa

Perparah Abrasi di Bali

Bencana Kali Ini yang Paling Buruk GELOMBANG tinggi yang melanda pesisir Pulau Bali semakin memperparah abrasi pantai di sejumlah kawasan. Warga yang tinggal di pesisir mengaku bencana air pasang laut kali ini merupakan yang paling buruk. Selain air pasang menggenangi jalan, juga berdampak pada abrasi dan memutuskan jalan dan korban manusia. Dari informasi yang dihimpun, dampak air laut terjadi hampir di sepanjang pesisir Jembrana. Di Perancak, seorang nelayan, I Ketut Narna (51), nyaris tenggelam ketika jukungnya dihantam ombak tinggi saat melaut. Air laut pasang di pesisir Perancak mengakibatkan banjir rob di wilayah tersebut, Senin (6/6). Genangan air laut yang naik hingga ke daratan itu terjadi pada pagi hari di sejumlah lokasi di Perancak. Yang paling terkena dampak di ujung Barat Pantai Perancak atau muara Tanjung Tangis. Di dekat campuhan ini, air laut pasang hingga ke jalan. Dua warung yang berada lebih bawah dari jalan tergenang air setinggi betis orang dewasa. Di sepanjang bibir sungai muara air juga naik hingga merendam tempat tambat perahu nelayan. Pengelola warung, Wayan Mudita dan Gede Sujana, mengaku air pasang ini terjadi sudah sejak dua hari lalu. Yang terparah kemarin, air hingga menggenangi warung lesehan. Untuk menghindari terjangan air yang lebih parah, warga mengerahkan sebuah alat berat untuk membuat tanggul beton. Hal. 19 Yang Terparah

DATA ABRASI PANTAI DI BALI Panjang garis pantai di Bali mengalami Abrasi Wilayah Denpasar Badung Tabanan Buleleng Jembrana Gianyar Klungkung Karangasem

Korban Gelombang Tinggi Air Laut Korban Jiwa: zNi Ketut Lastri Muliani, meninggal di Pantai Huwug. zNi Kadek Intan Berliana, hilang di Pantai Huwug. zNi Gusti Ayu Sukaseni, hilang di Perairan Nusa Penida. zDua wisatawan tewas terhempas ombak besar di Pantai Padanggalak.

Kerusakan Lain: Merusak jukung nelayan di Kusamba Merusak pemecah ombak Dermaga Gunaksa Sawah petani di Lepang dan Sidayu tergenang air Merusak warung-warung di Pantai Klotok Merusak senderan di Jungut Batu Merusak sejumlah penahan gelombang di Pantai Sanur Merusak tempat pembuatan garam Kusamba Air laut meluber ke jalan di seputaran Pantai Kuta Merusak jalan dan rumah di Perancak Air laut meluber ke Jl. By-pass Ngurah Rai.

Garis Pantai 10 km 81 km 36 km 127 km 60 km 18 km 58,5 km 79,5 km

: 470 km : 176. 81 KM Abrasi 10km 12,1 km 27,75 km 30,56 km 14 km 9 km 20,2 km 31 km

Bali Mesti Lakukan Mitigasi Bencana ROB atau banjir air laut merupakan fenomena alam yang belakangan sering terjadi di seluruh permukaan bumi, khususnya di pulau-pulau kecil. Beberapa pulau di Republik Fiji yang berada pada kawasan Asia Pasifik bahkan sudah tenggelam akibat rob. Kejadian ini mestinya membuka mata semua pihak agar melakukan tindakan mitigasi, tidak terkecuali di Bali. Apalagi, rob juga tengah melanda hampir semua daerah pesisir Pulau Dewata. Manajer Concervation International untuk kawasan Bali, I Made Iwan Dewantama, di Denpasar, Sabtu (11/6) kemarin, mengungkapkan pemerintah harus lebih hati-hati dalam menata laut. Dalam hal ini, segera menyusun tata ruang laut dan menetapkannya menjadi Peraturan Daerah. Dengan demikian, pemerintah bisa lebih tegas ketika berbicara sempadan pantai atau reklamasi laut. Jangan sampai ada proyek yang dilakukan secara sembarangan di kawasan laut atau pantai. “Misalnya, contoh gampang di Pantai Sawangan (selatan Hotel Nikko, red) kok tiba-tiba ada kayak reklamasi kecilkecilan. Itu kan ngawur namanya. Itu contoh kecil saya lihat yang menggampangkan,” ujarnya. Iwan menambahkan, upaya mitigasi juga penting untuk segera dilakukan. Bila berbicara mitigasi perubahan iklim, berarti tidak melakukan penebangan pohon atau mengurangi illegal logging. Hal. 19 Menyerap Emisi

Sumber: grafis/asd

Intrusi Air Bawah Tanah Naiknya permukaan air laut atau banjir rob di beberapa lokasi pesisir pantai di Bali dipastikan berpengaruh terhadap terjadinya perembesan air laut ke daratan yang disebut intrusi. Intrusi ini akan memperparah kondisi air bawah tanah (ABT) di Bali. Sementara itu, BMKG menyebut naiknya permukaan air laut dewasa ini diakibatkan oleh pengaruh astronomi, di mana bumi, bulan, dan matahari berada dalam satu garis lurus (spring tide) yang mengakibatkan naiknya tinggi muka laut dan faktor cuaca. Kondisi ini merupakan siklus rutin bulanan yang normal terjadi. Hal. 19 Anomali Positif

Warga Pesisir Jadi Korban Gelombang Tinggi GELOMBANG tinggi air laut memorak-porandakan wilayah pesisir Klungkung. Gelombang tinggi yang terjadi akhir-akhir ini tidak hanya merusak perahu nelayan, hampir seluruh warga pesisir merasakan dampak dari amukan air laut. Banjir rob itu pun membuat sejumlah bangunan yang berada di pesisir pantai porak-poranda. Masyarakat pun kini menjadi waswas beraktivitas di pesisir pantai yang akhirnya mematikan mata pencahariannya sehari-hari. Di Pantai Padanggalak dilaporkan dua warga hilang akibat dihempas air pasang laut. Seorang lainnya hilang terhempas air laut saat naik perahu cepat di perairan Nusa Penida. Klungkung tampaknya paling parah mendapat dampak dari gelombang tinggi air laut. Gelombang

tinggi yang menghantam puluhan perahu nelayan di Pantai Kusamba pada Selasa (24/5) lalu, ternyata menjadi awal dari serangkaian bencana yang disebabkan oleh gelombang tinggi. Pasalnya, pada waktu bersamaan lahan pertanian di Pantai Lepang, Desa Tulikup menjadi korban amukan ombak. Satu hektar lahan pertanian pun terendam banjir rob hingga menyebabkan gagal panen. Selanjutnya pada hari Minggu (5/6), giliran petani garam di Desa Kusamba yang menjadi korban hantaman ombak besar sehingga menghancurkan gudang tempat penggaraman. Selanjutnya pada Rabu (8/6), pesisir Pantai Desa Jungut Batu Kecamatan Nusa Penida, Klungkung menjadi saksi keganasan ombak tersebut. Hal. 19 Disapu Ombak

BPM/dwa

RUSAK - Sejumlah warung makan di pesisir Klungkung rusak diterjang air laut pasang.


DAERAH

2

Minggu Pon, 12 Juni 2016

FIGUR Tangani Sampah Mandiri PEMERINTAH saat ini sedang menggencarkan program penanggulangan sampah misalnya dengan bank sampah, pengelolaan sampah secara mandiri, dll. Beberapa bulan yang lalu, Agung Kirana, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Klungkung, belajar mengelola sampah terutama sampah plastik dari orang Kanada, Russel Maier, dengan metode ecobrick. Ecobrick, kata dia, berarti batako, terbuat dari botol plastik. Jadi, ecobrick bisa dipergunakan sebagai pengganti batako. Pada intinya memasukkan plastik ke dalam plastik, mengunci plastik di dalam botol plastik. Segala jenis plastik bisa dimasukkan ke dalam botol plastik untuk membuat ecobrick. Sebab, plastik tahan hingga ratusan tahun sedangkan batako hanya 70-an tahun. “Kalau bosan dengan bentuknya, bisa digempur kemudian dibuat bentuk lain, artinya ecobrick bisa pengganti batako, bisa disemen dan lain sebagainya,” ujarnya ketika ditemui pada acara seminar pengelolaan sampah di TPST Kertalangu, Sabtu (11/6) kemarin. Tujuan dibuat ecobrick, meminimalisasi sampah-sampah plastik, kresek berserakan di rumah tangga, di jalan dan sebagainya. “Bila metode ini diterapkan dengan baik, paling tidak pengurangan sampah plastik ke TPA atau ke TPST dapat kita atasi,” katanya. (kmb42)

Merasa Dipermainkan Pengurus

Nasabah LPD Adat Selat Mengadu ke Polisi Bangli (Bali Post) Puluhan nasabah LPD Adat Selat, Susut, rupanya sudah geram dengan sikap pengurus LPD yang terus menunda-nunda proses penarikan tabungan sejak delapan bulan lalu. Di balik sikap itu diduga ada hal yang tak beres. Oleh karenanya, Sabtu (11/6) kemarin, warga yang telah menjadi nasabah bertahun-tahun ini mengadu ke Polsek Susut. Nasabah I Wayan Padet menuturkan dirinya memiliki tabungan di LPD yang berlokasi di Banjar Selat Tengah itu sekitar Rp 24 juta. Karena ada keperluan mendesak, yakni pengobatan sakit sang istri dan memperbaiki dapurnya yang telah rusak parah, delapan bulan lalu, ia berkeinginan melakukan penarikan. Akan tetapi, itu tak kunjung terwujud. Pengurus selalu memintanya untuk datang hari selanjutnya. “Sudah dari delapan bulan saya mau narik uang, tapi tak bisa. Dijanjikan hari ini hari itu, baru di cari ke kantor, LPD malah tutup. Kami merasa dipermainkan,” ujarnya. Atas sikap pengurus yang tak terpuji itu, ia bersama puluhan nasabah yang nasibnya serupa mencurigai ada sesuatu yang tak beres. Oleh karenanya, langkah mengadu ke Polsek Susut untuk meminta jalan keluar pun dilakukan. “Kami mengadu ke Polsek untuk minta solusi. Kami diminta untuk merapatkan dulu persoalan ini dengan Bendesa Adat. Kalau masih tak ada hasil, kami akan langsung laporkan ini ke polisi,” tegasnya. Guna menyambung hidup, selama beberapa bulan ini, ia terpaksa meminjam uang di warga lain. Jumlahnya yang terbatas, pengobatan istrinya pun kerap tertunda. “Saya hanya punya uang itu saja. Itu bekal tua. Malah sulit ditarik,” keluh Padet. Sebelum persoalan ini sampai masuk ke ranah kepolisian, nasabah sudah sempat mendatangi kantor LPD untuk bertemu dengan pengurus guna meminta kepastian penarikan tabungannya. Namun, itu tak mendapat tanggapan serius. Supaya keluhan tak berlanjut, pengurus dan pengawas LPD diharapkan bisa mempertanggungjawabkan uang nasabah. Hal yang tak kalah penting juga dilakukan, yakni bisa memberikan penjelasan kepada nasabah terkait duduk persoalan yang selama ini menjadi penyebab sulitnya menarik tabungan. (kmb45)

Jadwal PKB, Minggu 12 Juni 2016

Bali Post/kmb23

BUKA PKB - Presiden RI Joko Widodo membuka parade pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-38, Sabtu (11/6). Parade ini diikuti oleh 15 partisipan yaitu duta dari 9 kabupaten di Bali, serta duta dari luar Bali dan juga dari mancanegara.

Jokowi Datang, Baliho Dirusak Lagi Pakai Kaus ”Tolak Reklamasi” Dihadiahi Pukulan Denpasar (Bali Post) Perusakan dan penurunan paksa baliho tolak reklamasi Teluk Benoa kembali terjadi menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo ke Bali, Sabtu (11/6) kemarin. Kedatangan presiden kemarin, untuk meninjau pengoperasian PLTDG di Pesanggaran, Denpasar, kemudian berlanjut membuka pawai budaya Pesta Kesenian Bali (PKB) ke38 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar. Informasi yang dihimpun Bali Post, ada satu baliho yang dirusak di daerah Pesanggaran. Sementara baliho yang diturunkan paksa ada satu di depan Banjar Bengkel, Kelurahan Sumerta, Denpasar (simpang tiga Art Centre). Namun oleh warga, baliho ini sudah didirikan kembali. Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI), Wayan “Gendo” Suardana, untuk kesekian kalinya mengecam upaya-upaya pemberangusan aspirasi rakyat

dengan berbagai cara. Kendati, pihaknya juga mengaku bosan karena perusakan maupun penurunan paksa baliho tolak reklamasi selalu terjadi setiap kali Presiden atau Wakil Presiden datang ke Bali. “Bagi kami tindakan ini adalah tindakan yang membosankan, bukan lagi menegangkan. Hari ini, rakyat pasti melawan. Artinya semakin sering mereka memberangus aspirasi maka semakin terlatih rakyat melawan kesewenang-wenangan,” ujarnya.

Tinjau PLTDG Pesanggaran Denpasar (Bali Post) Presiden RI Joko Widodo meninjau pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Disel dan Gas (PLTDG) 200 MW Pesanggaran dengan pasokan Gas Mini LNG (Liquid Natural Gas), Sabtu (11/6) kemarin. Presiden dan rombongan kabinet kerja terkait tiba di lokasi pukul 13.30 wita dan disambut oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Direktur Utama PLN (Persero), Sofyan Basir.

Acara dilanjutkan dengan laporan Direktur Utama PLN (Persero) dan dilanjutkan peninjauan PLTDG oleh Joko Widodo yang dipandu oleh General Manager PT Indonesia Power UPJP Bali. Di sela-sela peninjauannya, Jokowi juga menyempatkan bagi-bagi sembako kepada masyarakat yang hadir dalam rangka bulan puasa. Direktur Utama PLN (Persero), Sofyan Basir,

Waktu : 11.00 wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Pergelaran Jegog dan Tari oleh Sekaa Jegog Desa Kaliakah, Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Waktu : 11.00 wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Lomba Topeng Bondres oleh Sanggar Paripurna Banjar Bona Kelod Desa Bona Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar Waktu : 14.00 wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Taman Penasar oleh Sanggar Asta Musti Desa Tambahan Kecamatan Tembuku Kabupatern Bangli Waktu : 14.00 wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Tranformasi Musik Tradisi ke Musik Kekinian oleh Ceraken Musik Tradisional Radikal Banjar Batubulan Kangin Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Waktu : 17.00 wita Tempat : Panggung Terbuka Ksirarnawa Kegiatan : Parade Joged Bumbung oleh Sanggar Santi Suara Banjar Dauh Pangkung Desa Sraya Barat Kabupaten Karangasem Waktu : 20.00 wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Partisipasi Tim Kesenian Lata Pada Mississauga Ontario Canada L5L5Y6

Pemukulan Tidak hanya baliho, masyarakat yang memakai baju “Bali Tolak Reklamasi” juga mendapat intervensi dari aparat. Salah satunya yang dialami Agus Saskara ketika hendak menonton pawai PKB ke-38. Padahal awalnya, Agus memakai jaket sehingga kaus yang dipakainya tidak terlihat. Namun tiba-tiba datang aparat kepolisian yang memintanya melepas jaket. Termasuk kemudian meminta untuk melepas kaus tolak reklamasi yang dikenakannya. Hal yang dialami Agus Saskara masih lebih baik ketimbang yang dirasakan Suriadi Darmoko dan Adi Sumiarta. Keduanya yang datang bersama rombongan memang bersepakat untuk menonton pawai PKB memakai baju tolak reklamasi. Tapi kemudian dilarang oleh tim pengamanan pawai. Sempat terjadi adu mulut,

BPM/win

TINJAU - Presiden RI Joko Widodo saat meninjau pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Disel dan Gas (PLTDG) 200 MW Pesanggaran.

dalam laporannya mengatakan, dengan menggunakan PLTDG Pesanggaran Bali yang menggunakan pasokan Mini Gas LNG, PLN mampu menghemat biaya pemeliharaan hingga Rp 60 miliar per tahun. Penggunaan pembangkit berkapasitas 200 MW ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PLN Group dalam meningkatkan infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia yang lebih bersih dan ramah lingkungan. “Penggunaan Mini LNG untuk PLTDG Pesanggaran ini sesuai dengan cita-cita pemerintah Indonesia dalam rangka kontribusi negaranegara untuk mengurangi gas emisi dunia yang dicanangkan dalan Konferensi Perubahan Iklim di Paris, Prancis, di mana Indonesia berperan aktif mengurangi emisi sebesar 29% pada 2030,” tandas Sofyan Basir di sela-sela pidatonya, Sabtu (11/6) kemarin. Dijelaskan, PLTDG Pesanggaran terdiri dari empat blok, yang masing-masing blok memiliki tiga unit mesin, didesain menggunakan tiga jenis bahan bakar yaitu HSD (High Speed Diesel), MFO (Marine Fuel Oil), dan gas. PLTDG yang dikerjakan oleh Consortium Wartsila-PT PP (Persero) ini, dikatakan sudah mulai awal operasi pada 4 April 2015 untuk blok 1 dan semua blok beroperasi penuh pada 5 Juni 2015. (win)

sampai kemudian kedua aktivis ForBALI ini mendapat hadiah pukulan dari orang tidak dikenal. Tapi diduga masih merupakan bagian dari tim pengamanan pawai. “Katanya perintah atasan, tapi orang itu tidak mau mengaku dari kesatuan mana,” ujar Suriadi. Pria yang juga Direktur Eksekutif Walhi Bali ini mengaku dipukul di rahang kanan. Sementara Adi Sumiarta dipukul di tengkuk kiri. Terkait pemukulan ini, Koordinator ForBALI, Wayan “Gendo” Suardana, menilai bukan sekadar untuk menakuti, tapi ingin melumpuhkan dua rekannya itu. Tindakan tersebut menurutnya berlebihan dan di luar protap yang harus dilakukan. Kendati terbilang menegangkan, namun Gendo justru menyebut peristiwa ini sebagai kejadian terlucu di tahun 2016 ini.

“Peristiwa ini lucu, kayak lawakan saja karena penguasa takut dengan baliho dan kaus. Padahal ini acara terbuka, pesta rakyat dan tidak pernah ada ketentuan berpakaian. Orang sah-sah saja pakai baju apa, termasuk kami memakai baju tolak reklamasi,” ujarnya. Gendo mengaku, selama ini pihaknya selalu memakai kaus tolak reklamasi saat pergi atau beraktivitas ke mana saja. Masyarakat umum pun banyak yang memakai kaus ini dalam kesehariannya. Kaus tolak reklamasi merupakan bagian dari kehormatan dalam perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa. “Kita belum tahu mau ambil langkah apa setelah ini, biarkan publik yang menilai bagaimana penguasa sangat takut dengan baju Bali Tolak Reklamasi,” tandasnya. (kmb32)

Gali Lubang di Pura

Ditemukan Granat dan Peluru Aktif Negara (Bali Post) – Puluhan amunisi aktif berupa peluru dan granat ditemukan warga di jaba tengah Pura Puseh, Desa Pulukan, Sabtu (11/6) kemarin. Puluhan peluru yang masih aktif itu ditemukan warga saat menggali lubang untuk memasang tiang pengeras suara. Dari informasi, I Wayan Yasa warga yang membuat lubang, saat itu curiga ada benturan keras saat menggali lubang sekitar 40 centimeter menggunakan linggis. Bersama warga yang lain, lubang itu digali manual dan didapati toples kaca yang sudah pecah berisi puluhan butir peluru yang sudah usang berikut sebuah granat. Mendapati temuan itu, bersama warga yang lain melaporkan ke Babinkamtibmas berlanjut ke Polsek Pekutatan. Tim identifikasi dari Polres Jembrana dan Polsek Pekutatan yang

datang ke lokasi langusng memasang garis polisi menunggu tim Gegana dari Brimobda Gilimanuk. Dari identifikasi diketahui peluru untuk senjata laras panjang dan pendek berjumlah puluhan butir. Kuat dugaan amunisi itu merupakan peninggalan perang. Tidak jauh dari lokasi Pura Puseh terdapat monumen perjuangan yang dulu menjadi salah satu markas para pejuang kemerdekaan. Setelah tim Jihandak datang, puluhan butir peluru itu lantas diamankan ke Gilimanuk. Kapolsek Pekutatan Kompol IKS Yoga seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi kemarin, membenarkan adanya penemuan amunisi tersebut. Amunisi yang ditemukan di antaranya 36 butir peluru tajam mozer (panjang 8,5 centimeter), 5 butir peluru US caraben (panjang 3 cm), dan 1 buah granat nanas. (kmb26)

BPM/kmb26

AMUNISI – Sejumlah anggota dari Jihandak Brimob Gilimanuk melakukan pemeriksaan barang bukti amunisi yang ditemukan warga di Pulukan.

z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


DAERAH

Minggu Pon, 12 Juni 2016

3

Sekolah Taman Rama Jimbaran Gelar ’’Graduation Ceremony” SEKOLAH Taman Rama Jimbaran (TRJ), Jumat (10/6) lalu menggelar graduation ceremony untuk melepas seluruh siswa yang telah selesai mengikuti program pembelajaran. Seluruh siswa tersebut berjumlah 78 siswa, dengan rincian 19 dari jenjang SD, 33 siswa dari jenjang SMP dan 26 siswa dari jenjang SMA. Kepala Sekolah SMP dan SMA TRJ, Dra. Si Luh Susilowati didampingi Kepala Sekolah SD TRJ, Pudji Winarti, S.Pd., M.M., mengatakan pelepasan Ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada anak-anak semua yang sudah menyelesaikan jenjang pendidikannya, baik jenjang SD, SMP, maupun SMA. Pelepasan siswa tahun 2016 ini merupakan angkatan ke-8. Menurutnya, berbagai prestasi sudah berhasil diraih oleh anak didik TRJ, baik da-

lam bidang akademik maupun non akademik. Yang mana prestasi tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh komponen, termasuk orang tua siswa sendiri. “Kami berharap berbagai prestasi di tahun mendatang akan semakin banyak bisa diraih. Serta Taman Rama dapat menjadi wadah pencetak generasi muda yang pintar, terampil, bermoral berlandaskan budaya dan karakter bangsa sesuai dengan visi dan misi sekolah,” katanya. Dikatakannya, sebagian besar tamatan SMA sudah diterima dan mendapatkan beasiswa di berbagai universitas negeri maupun swasta, dan banyak juga siswa yang mendapat beasiswa ke luar negeri. “Kami berharap anak-anak yang dilepas pada kesempatan ini, nantinya bisa berhasil dan sukses dalam menggapai semua harapan dan cita-cita,” harapnya.

Kepala UPT Disdikpora Kuta Selatan, Badung I Wayan Nomer Widiartha yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kab. Badung, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekolah Taman Rama Jimbaran. Karena tidak hanya menghasilkan lulusan yang terbaik, namun juga berhasil mencetak prestasi di luar sekolah. Salah satu siswanya yang bukan orang Bali dan tidak lahir di Bali, namun berhasil menjadi juara dalam bidang Bahasa Bali. Ini membuktikan bahwa Bahasa Bali sudah dilaksanakan dengan baik di Taman Rama. Kerja sama yang baik yang sudah dibangun di antara siswa, guru dan orang tua harus ditingkatkan kedepannya untuk kemajukan generasi muda. Salah satu tugas pemerintah dalam bidang pendidikan tidak

CEREMONY - Suasana Graduation Ceremony Taman Rama Jimbaran, Jumat (10/6). pernah membedakan sekolah, karena semuanya negeri atau pun swasta menciptakan, mendidik, mencerdaskan kehidupan bangsa. “Yang terpenting adalah bagaimana bapak/ibu

guru melayani siswa-siswinya dengan sebaik-baiknya. Selain itu, mampu memberikan yang terbaik dan output-nya bisa diterima di berbagai sekolah,” jelasnya. (ad976)

Di Puri Den Bencingah, Klungkung

RUMAH - Murid Bp. Cipto Junaedy, Novalia, mahasiswi sudah bisa punya kompleks perumahan Platinum Residences Medan, Tanpa Utang. Katakan kepada rumah Rp 18 milyar tersebut. “Aku bisa beli rumah ini Tanpa Utang”. Tapi jangan asal mimpi. Jadikan kenyataan. Ayo tatap muka dimentori. Temukan rahasia cara konkrit dalam 30 hari utang lunas dan nambah rumah.

Peserta Konferensi Nasional Ke-2 FKUB Buka Puasa Bersama dan ’’Royal Dinner”

Jangan Kalah dari Mahasiswa, Jagolah Nambah Rumah Tanpa Utang IKUTI Seminar Terpopuler “Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Utang”, langsung bersama Cipto Junaedy, peraih rekor MURI pelopor strategi tanpa utang. Seminar diadakan Kamis, 16 Juni 2016, di Hotel Aston, Denpasar, Jl Gatot Subroto Denpasar, Bali. Sesi 1 jam 10.00 Wita dan Sesi 2 jam 14.00 Wita. Gratis, tapi terbatas. Untuk daftar, ketik SMS: Nama_Bali_Pilihan Sesi ke 081 357 311 979. Capek jika berutang. Tirulah para murid Cipto Junaedy, punya tower kondotel pun tidak usah pakai utang, apalagi cuma perumahan. Jangan jadi developer pakai utang. Temukan rahasia cara konkrit bagaimana dalam 30 hari utang anda bisa lunas, dan nambah rumah tanpa utang. Termasuk untuk menjadi developer untuk punya perumahan atau tower sendiri, tanpa utang, meski uang belum cukup. Saksikan sharing alumni yang sudah bisa punya perumahan sendiri, tanpa utang. Gratis, tapi terbatas. Untuk daftar, ketik SMS: Nama_Bali_ Pilihan Sesi ke 081 357 311 979. (br538)

BPM/kmb

FKUB - Peserta dan undangan Konferensi Nasional FKUB usai buka puasa bersama di Puri Den Bencingah, Klungkung. MENJELANG pelaksanaan Konferensi Nasional ke-2, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Indonesia diawali dengan kegiatan buka puasa bersama dan royal dinner di Puri Den Bencingah

Klungkung, Jumat (10/6) lalu. Kegiatan yang diikuti lebih dari 250 peserta ini belangsung dalam suasana akrab penuh persaudaraan sesuai dengan tema konferensi, ”Merawat Kerukunan Umat Beragama

Demi Keutuhan NKRI” Konferensi Nasional ke-2 FKUB ini dihadiri Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saefudin dan jajarannya. Hadir pula dalam acara tersebut antara lain, Kasdam IX Udayana, Brigjen Made Surata, Kapolda Bali, Irjen Sugeng Priyanto, Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. Drs. Ketut Widnya, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Danrem 163 Wirasatya, Danlanud Bali, Danlanal Bali, Kepala FKUB, Kementrian Agama, Para Ketua FKUB Provinsi se-Indonesia, Para Ketua Majelis Agama Seluruh Indonesia, Dandim Klungkung, serta Kapolres Klungkung. Menteri Lukman Hakim Saefudin sangat mengapresiasi Bali sebagai pulau luar biasa dalam hal toleransi beragama dalam mewujudkan kerukunan. “Saya berharap Bali dapat dijadikan contoh Provinsi lain di Indonesia,” ungkapnya. Sebagai penghormatan dan

penghargaan bulan ramadan, maka seremonial dihentikan sejenak lalu kemudian peserta buka puasa bersama dan royal dinner. Kebersamaan terlihat begitu kental untuk menghormati peserta muslim. Bahkan pihak Puri menyediakan tempat wudhu dan tempat salat maghrib berjamaah. Saking tersanjungnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin sempat memanjatkan doa agar kerabat Puri beserta lingkungan di sekitarnya mendapat berkah dari Yang Maha Kuasa. “Inilah cerminan toleransi yang sesungguhnya,” puji Lukman Hakim. Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada para peserta Konferensi FKUB se-Indonesia di pulau Bali. “Saya berharap Konferensi ini dapat menghasilkan rekomendasi yang tetap menjunjung nilainilai persatuan dan kesatuan,

serta dapat merawatnya agar tetap tegaknya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Gubernur Pastika. Di sisi lain, Ketua FKUB Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet dalam sambutannya menyambut para delegasi dengan rasa gembira dan kebahagiaan. “Terima kasih karena Bali telah diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Nasional ke-2 dan acara-acara selanjutnya akan dilaksanakan di Hotel Werda Pura Sanur,” ungkap Ida Panglingsir Agung. Saat sesi santap malam bersama peserta dihibur dengan Tarian Maha Puja, Tarian Oleg Tamulilingan, Baris, Tarian Barong Ket, dan Tarian Topeng Arsa Wijaya. Kegiatan diakhiri dengan Tarian Joged Pong yang mewujudkan kebersamaan dengan mengajak undangan menari bersama. (kmb12/k100)


4

Minggu Pon, 12 Juni 2016

KELUARGA - Keluarga adalah panglima pendidikan yang bertugas memerangi kebodohan, kemiskinan, dan erosi nilai-nilai kemanusiaan universal. Orangtua sebagai panglima tertinggi perlu terusmenerus menyiasati berbagai kesulitan yang dihadapi anak agar tangguh dalam kemandirian dan kepribadian. Ketangguhan keluarga sebagai benteng kebudayaan dapat memperkuat keyakinan anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor ketika memasuki gerbang pendidikan formal. Orangtua juga dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat dan perlu menyiapkan diri menjadi TUA (Teladan Untuk Anak) dengan berbagai pengetahuan terkait dengan pendidikan dan pengasuhan.

Keluarga sebagai Panglima Pendidikan DUA artikel yang terbit di sebuah harian Ibu Kota (30/5/2016) masing-masing berjudul “Presiden Ramah Anak” oleh Susanto (hal.7) dan “Bongkar Pasang Negara Pancasila” oleh J. Kristiadi menarik dicermati dalam konteks penguatan pendidikan keluarga sebagai basis utama pembentukan karakter anak. Pertalian kedua artikel itu terletak pada gagasan membumikan peran pendidikan dalam mengatasi persoalan bangsa yang sedang karut-marut. Dalam “Presiden Ramah Anak”, Susanto menilai pentingnya pendidikan keluarga dalam mengantisipasi kegagalan atau patologi sosial yang bermula dari rumah. Dalam konteks ideologi, J Kristiadi melalui “Bongkar Pasang Negara Pancasila” memandang pentingnya pendidikan hasrat manusia Indonesia dalam mengelola gelora dan gerak jiwanya. Pendidikan hasrat akan menghasilkan manusia yang terasah nuraninya sehingga secara gradual pengelolaan negara paralel dengan pengelolaan jiwa yang memuliakan kekuasaan. Kristiadi tidak secara eksplisit menyebut peran keluarga, tetapi sesungguhnya dengan menyebut pendidikan hasrat terimplisit betapa pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila. Benang merah dari kedua artikel itu dapat disimpulkan bahwa keluarga sebagai panglima utama dalam pendidikan anak. Hal ini tidak terlepas dari sejarah interaksi pertama yang dialami seseorang di rumah dengan orangtua sebagai guru. Dalam tradisi Hindu, yang mengenal catur guru, orangtua disebut guru rupaka, guru di sekolah disebut guru pengajian, pemerin-

tah disebut guru wisesa, dan Tuhan disebut Guru Swadyaya. Orangtua sebagai guru rupaka adalah kompas pertama dan utama bagi anak menuju arah perjalanan hidup untuk mewujudkan mimpi, cita-cita, dan harapan. Pertama karena melalui keluargalah pertama kali proses belajar sosialisasi dialami oleh anak. Utama karena proses belajar sosialisasi dalam keluarga menjadi landasan utama untuk proses sosialisasi berikutnya (sekolah dan masyarakat). Oleh karena itu, peran orangtua tidak tergantikan betapa pun mereka sibuk. Ayah mengurus hubungan eksternal keluarga, sedangkan ibu mengurus hubungan internal keluarga. Keluarga sebagai miniatur negara wajib hadir dalam pembentukan karakter dan budaya pada anak. Dalam pembentukan karakter anak, pertimbangan bibit, bebet, bobot sebelum perkawinan menjadi keniscayaan. Setelah itu, orangtua khususnya ibu dapat memperkuat dengan asupan ASI pada balita. Melalui asupan ASI inilah peran ibu mentransformasi nilai-nilai karakter untuk membentuk watak anak. ASI yang bersumber dari makanan yang dikonsumsi ibu haruslah bergizi. Makanan bergizi bukan saja makanan yang mengandung zatzat yang diperlukan oleh tubuh, melainkan juga makanan yang diperoleh dengan benar yang dalam bahasa Weda disebut Satwik berdasarkan cipta. Di sinilah ayah sebagai kepala keluarga seyogyanya memenuhi kebutuhan anggota keluarga melalui caracara yang patut secara logika, etika, dan norma agama (kebenaran). Pemenuhan kebutuhan keluarga dengan cara itu diyakini dapat memberikan vibrasi postif bagi pembentukan budi pekerti dan karakter

budaya keluarga. Anak dalam keluarga itu adalah apa yang dia makan dan bagaimana dia memperoleh makanan. Kasus Sebaliknya, berbagai kasus yang menimpa keluarga belakangan ini mulai dari pelecehan seksual, pengeroyokan, pembunuhan dan perilaku negatif lainnya jangan-jangan bermula dari asal muasal makanan yang disajikan dari ruang makan keluarga. Makanan enak yang disajikan dari ruang makan keluarga tanpa memerhatikan cara memerolehnya berdasarkan kebenaran dan kepatutan akan cenderung memberikan vibrasi rajasik (agresif) berdasarkan karsa dan tamasik (malas) berdasarkan rasa. Sikap agresivitas dan malas anak terpolarisasi melalui pendidikan keluarga akan terbawa ketika mereka memasuki gerbang pendidikan formal di sekolah. Itu pula sebabnya, banyak keluarga yang makmur secara ekonomi, tetapi menjadi beban bagi orangtua di rumah dan guru sekolah. Tidak jarang mereka pamer kekayaan dengan kesombongan miskin rasa hormat dan syukur. Hidup bergelimpang material, sepi spiritual. Untuk menguatkan peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama, sepuluh tahun sebelum Indonesia merdeka melalui Majalah Wasita yang terbit Mei 1935, Ki Hajar Dewantara, menulis, “Alam keluarga adalah tempat pendidikan yang lebih sempurna sifat dan ujudnya daripada pusat-pusat yang lain untuk menumbuhkan kecerdasan budi pekerti dan sebagai persediaan hidup kemasyarakatan”. Pernyataan ini setara dengan tuntutan Kurikulum 2013, yang mensyaratkan pencapaian dua kompetensi inti, yaitu sikap

spiritual dan sikap sosial. Tegas sekali bahwa pembentukan watak kepribadian seorang anak tidak terpisah dengan proses sosialisasi kemasyarakatan dengan orangtua sebagai guru penuntun pekerti, sebagai pengajar, sekaligus pemimpin pekerjaan. Sebagai penuntun, orangtua berkewajiban menumbuhkan kepekaan pedagogis secara ikhlas dengan kesucian hati untuk mewariskan nilainilai, adat, tradisi, dan budaya untuk menguatkan pondasi keluarga agar tetap eksis di tengah gempuran arus perubahan. Dalam konteks penggunaan alat teknologi informasi yang semakin canggih misalnya, orangtua dapat mengembangkan pendekatan teknohumanistik sehingga anak tidak tercerabut dari fakta sosial sesungguhnya, bukan sebaliknya menjauhi yang dekat, dan mendekati yang jauh melalui dunia maya. Guru Sebagai pengajar, orangtua dapat berperan sebagaimana layaknya guru di sekolah walaupun (mungkin) bersifat amatir. Orangtua juga dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat. Agar lebih profesional, orangtua perlu menyiapkan diri menjadi TUA (Teladan Untuk Anak) dengan berbagai pengetahuan terkait dengan pendidikan dan pengasuhan. Sebagai pemimpin pekerjaan, orangtua dapat mendelegasikan beberapa pekerjaan di rumah kepada anak dalam rangka membentuk karakter budaya (tekun,giat, semangat, berani, sungguh-sungguh, tanggung jawab). Nilai-nilai karakter itu akan sangat berguna bagi kelanjutan kehidupan anak kelak, baik di sekolah formal maupun di masyarakat umum (bangsa dan Negara). Dengan peran-peran tersebut, orangtua

sesungguhnya telah mengelola keluarga sebagaimana layaknya negara. Keterlibatan semua anggota keluarga dalam berbagai aktivitas seperti dijelaskan di atas akan memberikan kehangatan hubungan antaranggotanya sehingga kebuntuan komunikasi bisa dicairkan secara informal. Anak secara tidak sadar telah belajar model demokrasi partisipasi yang setiap anggotanya aktif berperan. Sadar bahwa peran keluarga sebagai miniatur negara, pendidikan keluarga mendapat tempat terhormat sesuai dengan Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 yang mengatur pembentukan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga di bawah Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Lembaga ini menguatkan kemitraan keluarga dengan sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, keluarga adalah panglima pendidikan yang bertugas memerangi kebodohan, kemiskinan, dan erosi nilai-nilai kemanusiaan universal. Orangtua sebagai panglima tertinggi perlu terus-menerus menyiasati berbagai kesulitan yang dihadapi anak agar tangguh dalam kemandirian dan kepribadian. Ketangguhan keluarga sebagai benteng kebudayaan dapat memperkuat keyakinan anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor ketika memasuki gerbang pendidikan formal. Tepat ajakan Mendibud Anies Baswedan agar orangtua mengantar anaknya ke sekolah pada hari-hari pertama masuk sekolah, dengan harapan terbangun ekosistem pendidikan yang berhulu di keluarga. Keluarga menjadi jembatan emas bagi anak menuju pendidikan formal di sekolah. zI Nyoman Tingkat, Guru SMAN 1 Kuta Selatan, Bali

Penyakit Campak pada anak PENYAKIT campak masih merupakan masalah kesehatan di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Angka kejadian campak di Indonesia sejak tahun 1990 sampai tahun 2002 masih tinggi sekitar 3.000-4.000 kasus per tahun. Padahal sejak diperkenalkan vaksin campak pada tahun 1963, jumlah kasus campak telah berkurang hingga 99 persen. Sebelum waktu itu campak menjadi semacam sakit yang mewabah setiap kurun waktu 2 hingga 3 tahun. Biasanya penyakit campak ini terjadi pada bayi dan anak-anak, yang kemudian menyebabkan kekebalan seumur hidup. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang pernah sakit campak akan mendapatkan kekebalan secara pasif melalui plasenta sampai umur 4 sampai 6 bulan dan setelah itu kekebalan bayi terhadap virus campak menurun sehingga bayi bisa tertular virus ini.

ANAK - Cara yang paling baik untuk mencegah anak terserang penyakit campak adalah dengan cara memberikan mereka makanan yang bergizi dan juga mengonsumsi buah serta sayuran yang kaya akan vitamin terutama vitamin A. Selain itu menghindari orang yang sedang menderita penyakit campak juga sangat penting. Jika ada anggota keluarga yang sedang sakit campak sebaiknya istirahatkan di kamar khusus sehingga tidak menularkan kepada anggota keluarga yang lain. Salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit campak pada anak sampai saat ini adalah dengan memberikan anak vaksinisasi yang sudah termasuk dalam program imunisasi nasional.

Virus Campak adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus campak (measles). Virus ini sangat menular dan menyerang saluran pernapasan atas. Ketika seseorang yang sedang menderita campak bersin atau batuk, tetesan kecil (droplet) yang berisi virus menyemprot ke udara. Tetesan ini akan tetap aktif selama 2 jam di udara atau di permukaan. Ketika bayi/anak anda bernapas di sekitar tetesan ini dan mengalami kontak, maka bayi Anda bisa terinfeksi virus campak. Biasanya diperlukan waktu 7 sampai 18 hari dari awal terinfeksi virus ini sampai anak menunjukkan benar-benar sakit. Umur terbanyak biasanya anak terkena sakit campak adalah usia di bawah 12 bulan yang

diikuti oleh kelompok umur 1-4 tahun. Saat ini,vaksin campak telah banyak tersedia di berbagai Negara yang secara luas mengurangi resiko wabah campak. Gejala Jika bayi Anda menderita sakit campak, dia akan mengalami panas badan yang disertai batuk, pilek, nyeri menelan, mata merah dan silau jika terkena cahaya, seringkali juga diikuti dengan diare. Beberapa hari kemudian pada bayi Anda akan timbul bintik-bintik karakteristik dalam mulutnya, terutama pada selaput lendir yang melapisi pipinya. Bintik-bintik ini, disebut bintik koplik dan akan muncul titik putih kecil seperti butir garam pada benjolan kemerahan. Beberapa hari kemudian ruam campak akan muncul di wajah dan leher anak, kemudian punggung, ke lengan dan tangan dan akhirnya ke kaki anak Anda. Jika ruam sudah muncul biasanya demam anak anda akan naik, kadang-kadang mencapai 39 derajat. Anak yang terkena campak mungkin mengalami mual, muntah, diare, dan beberapa pembengkakan kelenjar getah bening. Batuk dapat menjadi merepotkan dan anak anda akan merasa sangat menderita. Ruam biasanya berlangsung sekitar lima hari dan kemudian memudar menjadi warna kecoklatan. Setelah itu

akan memudar dan meninggalkan kulit bayi kering dan bersisik. Risiko Pemicu anak Anda lebih mudah terserang penyakit campak adalah tidak melakukan imunisasi dan kekurangan vitamin A. Penyebaran penyakit campak juga erat sekali kaitannya dengan perilaku orang tua dan anak, keadaan lingkungan, pengetahuan orangtua mengenai kesehatan, status gizi anak dan keadaan cakupan imunisasi campak. Anak-anak yang mengalami kekurangan gizi bila terkena sakit campak, gejalanya akan lebih berat dan dapat menimbulkan kematian dibandingkan dengan anak-anak yang gizinya baik. Penularan penyakit campak juga lebih tinggi terjadi pada anakanak yang tinggal di rumah yang padat penghuni. Penanganan Bila bayi/anak anda menunjukkan gejala campak yang ringan sebaiknya anak Anda cukup dirawat di rumah saja. Anak Anda sebaiknya dirawat di tempat sendiri agar tidak menularkan penyakitnya, terutama bila ada bayi lain di rumah yang belum mendapatkan imunisasi. Ciptakan suasana senyaman mungkin untuk anak Anda, istirahat dan kurangi bermain, banyak minum untuk mencegah terjadinya dehidrasi, berikanlah makanan bergizi

seimbang dan cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Kebersihan tubuh anak Anda sebaiknya tetap dijaga dengan cara tetap memandikannya, karena dewasa ini masih banyak orangtua yang memperlakukan anaknya secara salah seperti misalnya anak tidak dimandikan. Dikhawatirkan jika anak Anda tidak dimandikan, keringat yang menempel pada tubuh anak Anda menimbulkan rasa gatal yang mendorong anak Anda untuk menggaruknya sehingga terjadi infeksi. Setelah beberapa hari biasanya bintikbintik merah pada anak Anda akan menyembuh, bekasnya akan menjadi kehitaman dan kadang bersisik, tetapi Anda tidak perlu khawatir, oleskan saja lotion atau krim pelembab pada kulit setiap selesai mandi. Sebaiknya lakukan terus-menerus sampai sisiknya menghilang. Namun, jika anak Anda menunjukan gejala penyakit campak yang berat atau sampai menimbulkan komplikasi seperti misalnya infeksi telinga, diare, radang otang, radang paru-paru sebaiknya anak anda dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pencegahan Cara yang paling baik untuk mencegah anak terserang penyakit campak adalah dengan cara memberikan mereka makanan

yang bergizi dan juga mengonsumsi buah serta sayuran yang kaya akan vitamin terutama vitamin A. Selain itu menghindari orang yang sedang menderita penyakit campak juga sangat penting. Jika ada anggota keluarga yang sedang sakit campak sebaiknya istirahatkan di kamar khusus sehingga tidak menularkan kepada anggota keluarga yang lain. Salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit campak pada anak sampai saat ini adalah dengan memberikan anak vaksinisasi. Vaksin campak ini sudah termasuk dalam program imunisasi nasional. Dianjurkan pemberian vaksin ini pada usia anak anda 9 bulan dan dilakukan pengulangan pada usia 6-7 tahun melalui program BIAS. Selain vaksin campak tunggal ini, anak anda juga bisa diberikan vaksin dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak jerman, yang sering disebut vaksin MMR (Measles, Mump, Rubella). Vaksin ini bisa diberikan untuk anak pada usia 12-15 bulan dan dilakukan pengulangan pada usia 4-6 tahun. Dengan dilakukannya imunisasi campak ini, diharapkan dapat mencegah anak agar tidak terkena penyakit campak, atau setidaknya dapat mengurangi risiko komplikasi jika ternyata tetap terkena campak. zdr. Ni Made Dewi Aryati

Manfaatkan Balok untuk Berlatih TIADA pohon akar pun jadi. Ungkapan itu berlaku juga pada siapa saja yang ingin berlatih membentuk tubuh ideal dengan menggunakan sarana apa saja guna mencapai hasil yang diharapkan. Sepotong balok misalnya, dapat menjadi pilihan untuk berlatih dan ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Ayu Urip dari Lala Studio.

RUBRIK “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. I Posisi badan berhadapan dengan balok dengan kedua kaki berlutut dan kedua lengan lurus depan badan. Angkat kedua telapak kaki. Tekukkan kedua siku lengan lalu luruskan dan ulangi beberapa kali, maka latihan ini bermanfaat untuk mengencangkan otot lengan dan dada.

Gb. II Posisi badan tetap seperti Gb. I namun kedua kaki ditekuk/posisi bersimpuh. Angkat pantat sehingga posisi badan berubah menjadi posisi berlutut, lalu kembali ke posisi semula dan ulangi beberapa kali, maka latihan ini bermanfaat untuk paha.

Gb. III Untuk melatih pinggang, berlututlah di samping balok dengan kaki kanan ditekuk pada lantai sedangkan kaki kiri ditekuk ke depan. Tangan kiri ke atas dan tangan kanan lurus memegang balok. Condongkan badan ke kanan hingga terasa tarikan pinggang kiri, setelah itu lakukan pada arah kebalikan.

Berlatihlah dengan cara yang mudah dan praktis serta salam bugar dari Lala Studio

Gb. IV Untuk mengencangkan kaki, ambillah posisi yang nampak pada gb. IV. Kaki kanan ditekuk sedangkan kaki kiri lurus samping kiri. Tangan kanan lurus memegang balok dan tangan kiri ditekuk pada pinggang. Tahan 1x8 hitungan. Setelah itu lakukan pada kaki satunya.

Kupon


5

Minggu Pon, 12 Juni 2016

Resensi Buku Memahami Potensi Desa Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Terbit Tebal

: Memaksimalkan Potensi Sumber Daya Desa : GPB Suka Arjawa : Pustaka Ekspresi : 2015 : 88 hal

UNDANGUndang No.6 tahun 2014 tentang Desa, memberikan pemikiran bahwa sesungguhnya Indonesia memiliki potensi yang berbeda dibanding negara lain. Potensi itu adalah sumber daya yang begitu besar yang tertanam di desa. Potensi ekonomi yang ada di desa jika dibangun dengan baik akan memberi manfaat bagi masyarakat desa, juga masyarakat kota yang lebih komplek. Buku ini adalah hasil penelitian dengan mengambil tempat di Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Buku ini dibagi atas bab-bab yang bisa dijadikan diskusi lebih detail lagi. Desa dalam konteks Perundangundangan, topik ini bisa dikaji lebih dalam untuk membuat masyarakat desa benar-benar memiliki potensi yang kuat secara hokum. Menggali sumber daya desa, beberapa contoh, topik ini bisa mengangkat potensi desa menjadi memiliki harga ekonomis yang tidak saja menguntungkan kota, tetapi mampu mengakat harga diri ekonomi di pedesaan. Komunitas tradisional desa pakraman, potensi kultural sesungguhnya adalah unggulan yang menarik untuk mengangkat potensi desa menjadi lebih unggul. Budaya masa lalu Bali sesungguhnya potensi untuk menyelamatkan lingkungan dan potensi ekonomi. Buku yang layak didedah, dan dikuliti lagi. (osi)

Memahami Doa dengan Sederhana Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Terbit Tebal

: Doa Sehari-hari Umat Hindu : I Gede Pariadnya : Pustaka Bali Post : 2016 : 90 hal

B U K U saku ini sangat mudah dibawa, tentu juga memiliki fungsi yang memudahkan umat Hindu untuk membaca kembali mantra-mantra keseharian kehidupan di lingkungan masyarakat. Penerbitan buku ini jadi sangat penting karena masyarakat perlu lebih akrab mengenal dan menghafal mantrammantram baik puja Tri Sandya, Kramaning Sembah, maupun doa sehari-hari sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Cara ini bertujuan untuk mentradisikan mantram-mantram maupun doa-doa dalam meningkatkan kesadaran atas kehidupan sebagai manusia Hindu dalam memohon keselamatan maupun keharmonisan ketika menjalani swadarma kehidupan. (osi)

Kucing yang Mencuri Laut

CERPEN

Oleh Surya Gemilang SEORANG penyihir, melalui bola kristalnya, melihat si Kucing Kurus mencuri laut yang mengelilingi Pulau Mungkaka pada suatu malam yang sepi. “Jangan mengada-ada!” protes salah seorang dari puluhan nelayan yang sudah sedari tadi berkerumun di depan gubuk penyihir itu. “Mana bisa seekor kucing mencuri laut?!” “Kalau begitu kalian lihat saja sendiri,” sahut Nenek Podapoda, sang penyihir, dengan kesal sembari mempersilakan para nelayan buat masuk ke gubuknya—yang terletak di tepi sebuah hutan, tak jauh dari sebuah pantai yang bernama Dungadung. Sang penyihir pun memutar ulang citra yang tadi disaksikannya dari bola kristal kesayangannya. Dan sudah tentu para nelayan yang menyaksikannya pun terbelalak; secara ajaib, laut yang mengelilingi pulau tempat mereka tinggal tersedot memasuki mulut si Kucing Kurus. Kucing berambut sewarna cakrawala senja itu tak perlu menempelkan mulutnya ke air laut; ia hanya perlu berdiri beberapa sentimeter dari bibir pantai, kemudian seolah ada sebatang pipa transparan yang mengantarkan laut memasuki mulutnya yang menyedot kuat. Tapi, kucing itu tetaplah kurus, meski begitu banyaknya air laut yang ditelannya! Beginilah jadinya Pulau Mungkaka sekarang: laut yang mengelilinginya kering sehingga pulau tersebut, jikalau dilihat dari atas, tampak melebar daratannya. Tumbuh-tumbuhan laut dan hewan-hewan laut pun pada sekarat di habitat mereka yang dicuri, lantas mati, dan dengan cepatnya membusuk. Tentu hewanhewan laut yang sudah busuk itu tak masalah buat dimakan oleh si Kucing Kurus, tetapi tak baik untuk dimakan oleh manusia sehingga para nelayan di Pulau Mungkaka—yang pada tak mau merugikan konsumennya—jadilah rugi teramat besar. Untuk tetap bisa memperoleh ikan atau hewan-hewan laut yang lain, mereka mesti mendorong perahu ke laut yang merupakan wilayah dari pulau lain, dan beraksi di sana— sementara tindakan tersebut adalah tindakan yang melanggar hukum di negara di mana Pulau Mungkaka berada. Omong-omong, kau tahu apa yang aneh? Air laut dari wilayah laut pulau lain sama sekali tak ada yang mengalir ke wilayah laut-kering Pulau Mungkaka. Bahkan saat hujan menyerbu pun, wilayah laut-kering Pulau Mungkaka tetap kering total, seolah tiada setetes air hujan pun yang jatuh ke sana. Sungguh tak mematuhi hukum alam, bukan? *** Sebelum si Kucing Kurus mencuri laut Tak ada yang tahu pasti sejak kapan si Kucing Kurus dilahirkan. Yang jelas, si Kucing Kurus adalah musuh utama bagi para nelayan yang menetap di sepanjang Pantai Dungadung karena kucing tersebut kerap mencuri ikan atau hewan-hewan laut lain hasil tangkapan mereka. Oleh sebab itu, berkali-kali para nelayan di sana memburu si Kucing Kurus dengan senjata tajam atau senapan di tangan, tetapi betapa cepat larinya sang kucing sehingga sulit sekali dikenai serangan. “Dia lebih cepat dari peluru yang ditembakkan!” kata seseorang. Namun, suatu hari, salah seorang nelayan berhasil menembak kepala si Kucing Kurus sehabis kucing itu mencuri ikan hasil tangkapannya. Tentu saja hewan yang ditembaknya

*** Si Kucing Kurus yang sedang sibuk mengoyak tubuh seekor ikan pada suatu malam di dekat bibir Pantai Dungadung sontak dikejutkan oleh kehadiran sebuah bola api, seukuran dua kali bola basket, yang terbang cepat ke arahnya. Hawa panas merambati udara di sekeliling bola api tersebut. Dari balik jendela rumah masing-masing, para penduduk sekitar menyaksikan jurus pamungkas Nenek Podapoda, yakni mengubah diri menjadi sebuah bola api, dengan kekaguman yang hebat sekaligus ketakutan yang tak kalah hebatnya. Si Kucing Kurus, dengan kengeriannya sendiri, berlari dengan begitu cepatnya menghindari bola api yang cepat pula lajunya. ***

itu mati, dan para nelayan di sepanjang Pantai Dungadung pun senang, meski tak bersenang-senang. “Dia tak lebih cepat dari peluru yang ditembakkan, kok.” Keesokan harinya, tak ada yang tak terkejut bukan main oleh karena si Kucing Kurus—yang jasadnya telah dihanyutkan ke laut—tahu-tahu saja muncul di kediaman salah seorang nelayan dan mencuri ikan lagi! Maka, tak ada jalan lain, para nelayan mesti memburu si Kucing Kurus untuk yang kedua kalinya. Beberapa minggu kemudian, si Kucing Kurus berhasil dibunuh lagi, dengan cara yang sama seperti sebelumnya, namun oleh nelayan yang berbeda. Dan keesokan harinya, ia ditemukan mencuri ikan lagi, dan tentu tak ada yang tak terkejut sebagaimana saat kemunculan pascakematiannya yang pertama. Kematian si Kucing Kurus yang kedua pun lantas berlanjut pada kematiannya yang ketiga, keempat, sampai kedelapan. “Satu kematian lagi, kucing itu akan mati untuk selama-lamanya,” ucap salah seorang nelayan, penuh keyakinan. “Bagaimana kau bisa seyakin itu?” tanya nelayan yang lain. “Apa kau tidak pernah dengar kalau kucing punya sembilan nyawa?” *** Sebelum nyawa kesembilannya melayang, si Kucing Kurus sudah terlebih dahulu mencuri laut, dan laut di dalam perutnya itu menambah kecepatannya berkalikali lipat—sehingga ia semakin sulit dikenai serangan—alih-alih membikinnya tambah gemuk. *** Berita tentang “laut yang dicuri” dengan cepatnya menyebar ke seluruh penjuru Pulau Mungkaka, bahkan sampai ke pulau-pulau dan negara-negara lain. Di setiap koran juga acara berita di televisi, “laut yang dicuri” selalu menjadi topik utama—satu paket dengan “tentang si Kucing Kurus”. Sayangnya, upaya

dari pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut tak kunjung tampak, atau memang tak kunjung dilakukan. Entah apa alasan si Kucing Kurus mencuri laut; banyak yang menduga bahwa kucing itu ingin agar para nelayan yang memburunya berkali-kali jadi sengsara—meski kesengsaraan itu merambat ke mana-mana— selain untuk memudahkan dirinya mencari ikan atau hewan-hewan laut yang lain (yang pada mati kehabisan napas) tanpa perlu mencuri. Dan, banyak pula yang menduga bahwa wilayah laut Pulau Mungkaka akan kembali seperti semula jikalau si Kucing Kurus mati. *** Nenek Podapoda, penyihir yang terkenal dengan bola kristalnya itu, dijanjikan bayaran yang luar biasa nilainya oleh orang-orang yang memohon agar ia bersedia beraksi demi mencabut nyawa kesembilan si Kucing Kurus. “Kami semua begitu kewalahan mengejar kucing itu! Ia tambah cepat saja!” kata salah seorang dari begitu banyak nelayan—kali ini bukan dari sepanjang Pantai Dungadung saja, melainkan dari seluruh pantai di Pulau Mungkaka—yang menghampiri gubuknya. “Persediaan uang kami sudah tipis,” sambung yang lain, “gara-gara tak ada lagi hewan laut tangkapan yang bisa dijual!” “Kami dan anak-anak kami jadi kelaparan!” “Kami yakin, cara terampuh untuk membunuh si Kucing Kurus hanyalah dengan ilmu sihirmu!” Nenek Podapoda tersenyum tipis, tersemat kebanggaan di dadanya yang rata. Apa yang dilakukan oleh Nenek Podapoda kemudian adalah menanamkan tenung pada si Kucing Kurus. Sayangnya, usaha tersebut gagal, entah kenapa. Maka dicobanya lagi usaha yang serupa, dan serupa pula hasilnya, alias gagal. Lalu ia mencoba lagi, lagi, dan lagi, untuk gagal lagi, lagi, dan lagi. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk menggunakan jurus pamungkasnya.

Tanpa terasa, ternyata mereka berdua telah memasuki wilayah kota. Tingkat keterangan wujud bola api Nenek Podapoda mengalahkan lampu-lampu jalan apalagi bintangbintang dan rembulan. Sejumlah kendaraan yang melaju di jalan sontak berhenti karena seekor kucing dan sebuah bola api melintas cepat memotong jalur mereka—melanggar peraturan lalu lintas. Gang demi gang dilewati sudah oleh si Kucing Kurus dan bola api Nenek Podapoda, sebagaimana kompleks perumahan demi kompleks perumahan, gorong-gorong demi gorong-gorong, bahkan atap gedung demi atap gedung—saking luar biasanya kecepatan lari si Kucing Kurus, ia mampu berlari-tanpa-jatuh di bidang yang vertikal; Nenek Podapoda mudah saja mengikuti karena wujud bola apinya selalu terbang. Lagi-lagi tanpa terasa, wilayah kota terlewati sudah. Si Kucing Kurus yang teramat cepat larinya itu belum tersentuh wujud bola api Nenek Podapoda sama sekali. Dan kini di depan si Kucing Kurus adalah jalan menuju bukit yang terjal. *** Keesokan paginya, laut yang mengelilingi Pulau Mungkaka telah kembali. Siapa pun yang mendapati kenyataan itu jadilah terpana. Nenek Podapoda, yang entah sejak kapan berdiri di bawah sebatang pohon kelapa di Pantai Dungadung, segera dikelilingi oleh para penduduk sekitar. “Aku berhasil membunuh kucing itu!” sang penyihir berkata dengan bangga. “Wujud bola apiku berhasil menangkap dan membakarnya hingga mati!” Semua manusia yang berada di sekeliling penyihir itu pun bersorak gembira, kecuali bayi-bayi, di gendongan para perempuan, yang tetaplah terlelap seolah suasana begitu sunyi. Para pria dan anak-anak pun melakukan perayaan-spontan dengan menceburkan diri ke laut, sedangkan para wanita sempat diam sesaat, sebelum beberapa di antaranya, yang tidak sedang membawa bayi atau tidak sedang menstruasi, termasuk Nenek Podapoda, akhirnya memutuskan untuk turut menceburkan diri ke laut. Lalu, sekonyong-konyong laut yang mengelilingi Pulau Mungkaka berubah menjadi kobaran api! Mereka yang sedang berada di pelukan laut itu pun pada terbakar sembari meraung-raung kesakitan, tak berbeda jauh dengan si Kucing Kurus yang, beberapa saat lalu, digerogoti wujud bola api Nenek Podapoda— hingga nyawa kesembilannya melayang.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

W.G. Sumarta

Dewa Komang Mahadewa

Satya Dewi Wied. N

Afrizal


DIMENSI

6 RAMALAN

BINTANG

Capricorn Peruntungan: Jangan biarkan konsentrasi Anda terpecah hanya karena ada masalah pribadi yang belum terselesaikan dan masih membebani langkah Anda. Untuk itu perlu sekali bersikap profesional sehingga antara pekerjaan dan masalah pribadi bisa dibedakan dan tak saling mengganggu. Karier: Omongan sumbang dari luar sebaiknya ditanggapi dengan hati dingin tidak perlu terlalu mengikuti kemauan mereka. Kesehatan: Kondisi badan harus tetap terjaga dengan makan dan tidur yang teratur. Tak perlu terlalu memikirkan persoalan yang tak kunjung selesai karena hanya akan membikin hidup ini tampak suram saja. Keuangan: Tak perlu khawatir walau banyak kebutuhan yang harus dicukupi tetapi masih banyak order dan rezeki yang mengalir. Asmara: Jangan hanya mau manisnya saja, tetapi pahit juga harus mau Anda rasakan, dan begitulah romantika dalam berasmara yang selalu naik turun. Aquarius Peruntungan: Usahakan untuk tidak mencari-cari kesalahan orang lain, ada baiknya Anda lebih konsen saja dengan segala urusan yang sedang dihadapi agar bisa tepat pada sasaran dan hasilnya bisa memuaskan hati. Karier: Ada orang yang sengaja cari-cari kesalahan Anda sebaiknya tak perlu ditanggapi, biarkan saja toh nanti akan berhenti sendiri. Kesehatan: Kondisi yang tampak lemah bukan berarti Anda harus berobat, mungkin saja Anda kurang istirahat. Untuk itu perlu manfaatkan minggu libur ini sebaik mungkin untuk bisa lebih banyak beristirahat. Keuangan: Ada sisa dana lebih sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih penting. Yang tak perlu latah dengan cara belanja orang lain. Asmara: Hubungan yang agak merenggang ini sebaiknya bisa disikapi dengan hati yang sabar dan perasaan yang selalu mengalah dan tak ingin menangnya sendiri. Pisces Peruntungan: Suasana di minggu minggu ini cukup berat dan banyak menguras pikiran serta tenaga untuk itu kerjakan saja rencana yang ringan tetapi mendatangkan hasil yang lumayan besar. Karier: Tawaran yang datang sebaiknya jangan diterima dulu, pelajari dengan seksama agar tak menimbulkan penyesalan dikemudian minggu. Kesehatan: Meski terasa ngantuk dan malas untuk bangun pagi sebaiknya bangunlah dan laksanakan olahraga ringan walau hanya sebentar. Keuangan: Semua rencna dan bisnis Anda dapat berjalan lancar dan hampir tidak ada hambatan yang berarti. Asmara: Agar suasana bisa kembali harmonis dan mesra, Anda harus temukan solusi yang tepat. Aries Peruntungan: Di minggu minggu ini tampak cerah dan lancar, suasananya juga sangat menyenangkan walaupun posisi perbintangan Anda sebenarnya sudah bergeser, akan tetapi cahaya masih menyinari, sehingga masih dekat dengan kejayaan. Karier: Tak perlu menuruti hawa malas yang tampak terus merongrong Anda, cobalah untuk lebih tekun dan rajin memanfaatkan setiap peluang yang datang. Kesehatan: Cobalahlebih disiplin dalam melaksanakan schedule Anda seminggu-minggu terutama waktu makan dan waktu istirahat sebaiknya jangan sampai terabaikan. Keuangan: Income di minggu ini sangat bagus. Tentunya ini terpulang dari usaha Anda selama ini. Asmara: Jangan suka membesar-besarkan masalah, semua itu tidak ada untungnya lebih baik memandang suatu permasalahan dari sisi baiknya saja. Taurus Peruntungan: Kesuksesan Anda sangat tergantung dengan kreativitas Anda di minggu ini. Pandai-pandailah mengolah aspirasi yang muncul secara tiba-tiba menjadi sesuatu yang besar yang bisa diterima dan ditanggapi positif oleh partner kerja Anda. Karier: Cobalah lebih percaya diri dan tak perlu minder dengan keberhasilan yagn telah diraih rekan Anda. Kesehatan: Masih saja terasa pegal-pegal disekujur badan, segera saja dipijat agar bisa kembali segar. Keuangan: Perlu pengawasan ketat terhadap pengeluaran agar pemborosan tidak sampai terjadi diminggu ini. Asmara: Selalu ciptakan suasana perasmaraan Anda semesra dan seromantis mungkin, dan hindari cekcok mulut yang tiada henti. Gemini Peruntungan: Ada saatnya menerima dan ada saatnya menolak, dan di saat ini menolak tawaran adalah langkah Anda yang paling benar. Karena kalau sudah tidak menguntungkan buat apa dipertahankan, apalagi tugas yang Anda emban di minggu-minggu kemarin tidaklah sedikit, dan semua itu butuh penyelesaian cepat. Karier: Semakin mantap saja karena rekan-rekan Anda sudah kehabisan akal untuk menghabisi Karier Anda. Kesehatan: Jangan biarkan pikiran kalut dan emosi mangacaukan segalanya. Anda harus bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan itu. Keuangan: Perlu berhemat dan jangan sembarangan mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kurang begitu penting. Asmara: Tingkah laku Anda jangan sampai menimbulkan rasa cemburu bagi pasangan Anda, sebisa mungkin dihindari. Cancer Peruntungan: Usaha Anda sudah cukup maju dan prospeknya bisa berkembang sendiri, buat apa ingin hasil cepat, kalau untuk itu harus ditebus dengan pengorbanan yang tidak sedikit jumlahnya, lebih baik berkembang pelan tapi pasti dan kuat. Karier: Hindari sikap terburu-buru tanpa pemikiran panjang jauh ke depan. Kesehatan: Jangan sembarangan membeli obat di warung sebab bila sampai salah obat yang rugi Anda sendiri juga. Bila ada penyakit lebih baik dibawa saja ke dokter. Keuangan: Kebutuhan masih bisa tercukupi karena income mengalir dengan derasnya. Asmara: Asmara tidak bisa dijamin mulus jalannya, untuk itu bersiap-siap saja melalui jalan-jalan yang penuh dengan cerita. Leo Peruntungan: Di minggu ini tak perlu ragu untuk merealisasikan rencana Anda, tak perlu takut sebab peruntungannya cukuplah mujur. Teruslah berkreasi dengan penuh percaya diri, omongan yang memerahkan telinga Anda sebaiknya diabaikan saja tak perlu ditanggapi. Karier: Hubungan kerja dengan teman lama akan berlangsung dengan baik dan lancar. Kesehatan: Masih saja sulit untuk bisa lepas dari penyakit lama Anda, meski begitu ada baiknya jika anda tetap mematuhi yagn dianjurkan oleh dokter Anda, terutama dengan pantangan makanan yang harus dihindari. Keuangan: Tidak ada masalah, hanya saja jangan terlalu boros. Asmara: Jangan sekalikali bicara yang dapat memicu pertengkaran, carilah topik yang ringan dan menyenangkan saja. Virgo Peruntungan: Sekalipun peluang terbuka lebar jika anda tidak bisa berhati-hati apalagi dengan mudahnya percaya dengan perkataan orang maka akan sulit untuk bisa meraih kesuksesan besar. Sangat ironis sekali jika Anda hanya berpedoman pada omongan orang yang kurang bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. Karier: Waspadalah! Minggu ini penuh dengan jebakan yang cukup rapi sekali, sehingga jika lengah sedikit maka masalah besar akan menimpa Anda. Kesehatan: Jagalah kondisi badan Anda sebaik mungkin, sebelum bertindak dipikir dulu faedahnya daripada mementingkan kesenangan yang sifatnya hanya sementara saja. Keuangan: Sekalipun tawaran yang datang itu cukup menguntungkan sebaiknya segalanya harus jelas kekuatan hukumnya. Asmara: Minggu ini penuh dengan selisih pendapat yang mengarah kepertengkaran, mengalah sajalah. Libra Peruntungan: Beragam peristiwa akhir-akhir ini bisa dipetik pelajaran berharga, walaupun situasi sesulit apapun jika dihadapi dengan hati yang besar dan tidak pantang menyerah maka sampai akhirnya bisa menemukan solusi yang tepat dari semua permasalahan itu. Karier: Jangan berhenti untuk terus berkreasi dan berinovasi. Kesehatan: Apalah artinya kesuksesan dalam berKarier jika tidak diikuti dengan kesehatan badan Anda. Untuk itu selagi sehat maka perlu menjaga kondisi badan Anda agar tak sampai jatuh sakit. Keuangan: Tidak ada yang perlu dicemaskan, karena pemasukan masih sesuai dengan yang diharapkan. Asmara: Jangan terjebak dalam permainan asmara segitiga karena itu sangatlah memusingkan. Scorpio Peruntungan: Waspadalah karena gejala iri hati mulai muncul, yang jika tidak diwaspadai akan cukup mengganggu dan menghambat segala rencana yang telah Anda kerjakan. Karier: Sikapilah semua kesempatan dengan kesungguhan hati dan keyakinan diri. Kesehatan: Tak ada gunanya berkeluh kesah jika hanya akan membikin pikiran stres dan kurang gairah. Ada baiknya anda jalani saja semua liku-liku kehidupan ini dengan hati yang tenang dan tidak neka-neko. Keuangan: Cobalah berhemat agar pemborosan tetap bisa ditekan. Asmara: Selama Anda tak berkhianat dan meremehkan asmaranya, maka hubungan Anda dengannya akan tetap berjalan lancar dan harmonis. Sagitarius Peruntungan: Di minggu minggu ini masih ada rintangan yang harus diwaspadai, walau begitu tak perlu berkecil hati dan tak perlu risau akan ejekan yang muncul, biarkan saja omongan orang lain itu toh akhirnya akan berhenti sendiri. Karier: Sekalipun kecil yang namanya persoalan tetap saja harus diselesaikan, untuk itu segera saja diselesaikan jangan tunggu menjadi besar karena akan lebih sulit dalam penanganannya. Kesehatan: Tak perlu terlalu cemas apalagi sampai minum obat-obatan penambah stamina karena hanya akan menimbulkan masalah dikemudian minggu saja. Keuangan: Income di minggu ini masih Diasuh Oleh cukup tinggi dan segala kebutuhan penting dapat Putri Wong Kam Fu teratasi. Asmara: Asmara yang mulus mesti Berlaku dijaga keserasiannya, kalau ada pihak yang ingin 12-18 Juni 2016 mengacaukan suasana jangan dibiarkan saja.

Minggu Pon, 12 Juni 2016

WEDA WAKYA

”Yajña Agung” di Antara ”Yajña Agung” dravya-yajñas tapo-yajña yoga-yajñas tathapare svadhyaya-jñana-yajñas ca yatayah samsita-vratah (Bhagavad-gita 4.28) “PARA Yati, orang-orang suci yang melakukan sumpah suci dengan tegas, ada yang mengorbankan harta benda sebagai persembahan suci yajña, ada yang melaksanakan pertapaan berat sebagai persembahan korban suci yajña, ada yang mempraktikkan yoga sebagai persembahan suci yajña, ada yang mempelajari secara pribadi kitabkitab suci Veda, dan ada pula yang melaksanakan korban suci yajña dengan menyebarkan pengetahuanpengetahuan suci.” “Canang-Banten dan upacara keagamaan yang sangat unik menyebabkan Bali menjadi “the only one” di dunia. Tidak ada masyarakat lain di dunia yang memiliki tradisi keagamaan seindah ini. Tidak pula India yang dipandang sebagai asal mulanya agama Hindu di tanah air. Ia adalah warisan leluhur yang tidak dengan begitu mudah harus dilupakan.” Sloka Bhagavad-gita di atas menjelaskan tentang para Yati atau orang-orang suci dan juga beberapa jenis persembahan suci, yajña. Orang-orang suci yang dinamakan Yati adalah mereka yang terkenal tekad kerasnya dalam melaksanakan praktik-praktik spiritualnya. Mereka melakukan sumpah-sumpah suci Vrata dengan tegas dan penuh hati-hati (samsitani vratani). Para Yati seperti itulah yang bersungguh-sungguh melaksanakan persembahan suci yajña dalam pengertian serta makna yajña yang sesungguhnya. Ada beberapa jenis yajña disebutkan secara umum. Umat pada umumnya hanya memahami yajña sebatas melakukan upacara-upacara. Ada pula yang mempunyai pemahaman perihal yajña dihubungkan dengan biaya upacara. Jika tingkat pengeluarannya di atas sepuluh juta rupiah, maka itulah yang dinamakan yajña. Ada pula yang beranggapan kalau melaksanakan upacara sampai menjual sawah, itu barulah namanya yajña. Jika hanya sebatas formalitas “ngaturang canang”, atau “banten pejati”, maka dianggap ia belum tentu sudah ber-yajña. Terdapat pemahaman yajña yang dalam bentuk luar seperti itu, terutama terlihat pada umat yang tidak begitu akrab dengan ajaranajaran suci Veda, dan/atau mereka yang terpelajar secara ilmu pengetahuan dunia/akademis akan tetapi belum tertarik untuk mendalami pemahaman-pemahaman ajaran Veda lebih jauh lagi. Yajña bukan hanya berupa upacara-upakara, atau bantenbanten, melainkan terdapat sangat banyak jenis yajña yang lain. Menurut ajaran Veda, ada pula berbagai jenis yajña lain yang kita semua perlu ketahui dan pahami. Akan tetapi, untuk mengetahui yajñayajña tersebut, hal pertama yang perlu dipastikan di dalam batin umat adalah bahwa kita tidak akan pernah melupakan yajña berupa bebantenan, karena di Bali pada khususnya, sebaiknya kita jangan meninggalkan banten. Hanya masalahnya sekarang, bagaimana

Redaktur Khusus WEDA

WAKYA Darmayasa kita memahami dan menerapkannya di dalam keseharian kita sebagai insan yang berbhakti kepada Ida Sang Hyang Parama Kawi. Di Bali, hampir setiap aktivitas yang dilakukan oleh umat selalu mempergunakan Canang-Banten. Umat tidak melupakan tradisi indah ini. Canang-Banten dan upacara keagamaan yang sangat unik menyebabkan Bali menjadi “the only one” di dunia. Tidak ada masyarakat lain di dunia yang memiliki tradisi keagamaan seindah ini. Tidak pula India yang dipandang sebagai asal mulanya agama Hindu di tanah air. Ia adalah warisan leluhur yang tidak dengan begitu mudah harus dilupakan. Hal penting yang diperlukan hanyalah pemahaman akan arti dan maknanya serta disesuaikan dengan perkembangan zaman modern yang mau tidak mau sangat mempengaruhi kesempatan dan kemampuan umat dalam melaksanakan upacara-upacara keagamaan. Keberhati-hatian juga diperlukan karena ternyata ada pula banten yang merupakan tambahan, kembangan, bahkan ada yang keluar menjauh dari pakempakem lontarnya. Lain Banjar, atau bahkan lain tempek lain jenis bebantenan-nya. Umat perlu menjaga batasan sastra-dresta untuk menjaga agar ia tidak terlalu keluar dari relnya, agar aktivitas bhakti tidak hanya menjadi persembahan kering yang menjauh dari sentuhan rasa bhakti. Para Yati, Yogi, dan orang suci lainnya ada yang memilih melaksanakan Dravya-yajña (dravya di Bali menjadi druwe). Dravya berarti harta milik, uang, harta benda. Persembahan-persembahan dalam bentuk harta benda seperti inilah yang banyak kita laksanakan di Bali. Harta yang kita miliki, kita persembahkan, seperti buahbuahan, makanan-makanan, dan lain-lain yang disebut dengan bebantenan. Yang termasuk juga ke dalam Dravya-yajña adalah memberi makan kepada sapi atau menyumbangkan sapi untuk dipelihara. Semua orang, baik kaya atau miskin, semuanya bisa melakukan yajña dan semuanya harus meyajña karena alam ini disebutkan diciptakan melalui yajña. Jadi kita juga harus “membalas” nya melalui yajña. Artinya, setiap orang, setiap umat itu wajib me-yajña. Yajña di sini bisa dipilih. Bagi yang tidak begitu punya harta benda ada yajña-yajña yang lain yang dikedepankan. Jangan paksakan diri sampai harus menjual sawah hanya untuk me-yajña. Ini Karena kita tidak mengerti bahwa ada yajña-yajña yang lain yang kita kedepankan maka Dravya-yajña menjadi jauh. Ternyata ada yajña lainnya, misalnya Tapa-yajña. “Tapa” artinya memanaskan, mematangkan, memasakkan, yaitu me-yajña dengan cara memasak diri, mematangkan diri dengan cara “menyiksa” diri dalam praktik

spiritual. Zaman dahulu, orang-orang pergi ke hutan tidak makan dan tidak minum. Ada yang bertapa di sebuah pohon. Bertapa keras, menyiksa diri. Ada juga yang bertapa sekian tahun seperti Dhruva. Ia adalah putra mahkota raja yang masih kecil. Dhruva pergi ke hutan, 6 bulan hanya makan daun-daunan sambil mengucapkan mantra “Om namo bhagavate vasudevaya”. Kematangan tapa-yajna dan japayajna-nya menyebabkan Tuhan hadir di hadapan Dhruva kecil. Tuhan sangat berkarunia. Beliau memang tidak dapat dilihat tapi bukan berarti Beliau tidak berkenan memperlihatkan diri. Hanya saja, layak tidak kita diperlihatkan kemuliaan oleh Beliau? Yang membuat kita tidak layak adalah indriaindria kita masih terpengaruh oleh kesenangan-kesenangan duniawi. Ketika kesenangan duniawi itu mengisi seluruh indria, maka tertutuplah indria-indria spiritual kita. Bertapa juga termasuk yajña. Akan tetapi, sering pula orang keseleo bertapa justru untuk menumbuhkan ego. Ternyata tidak semua orang bertapa itu untuk ber-yajña. Banyak orang ke Pura membawa gebogan, pejati dan sarana bebantenan yang lain, itu “belum tentu” sudah me-yajña. Dalam arti sesungguhnya, memohon dan meminta banyak kepada Tuhan, ke Pura hanya untuk bernegosiasi dengan Tuhan, bukan mebakti dalam arti sebenarnya bhakti, maka ia bukanlah yajña dalam arti sesungguhnya. Demikian juga, tidak setiap orang bertapa itu sama dengan ber-yajña. Ada juga orang bertapa itu untuk menyiksa diri karena patah hati. Seperti contoh di negara Thailand yang pernah saya baca, ada seorang anak muda yang patah hati. Dia menyiksa dirinya dengan menggores bagian-bagian tubuhnya seperti lengan, tangan dan wajahnya dengan menggunakan pisau dan itu di videokan. Itu karena patah hati. Ada pula orang yang tidak makan, berpuasa karena patah hati. Ada juga Tapa/puasa itu karena politik. Akan tetapi, dalam sastra Veda disebutkan Tapa itu adalah untuk ber-yajña. Bertapa hendaknya demi Sattva-guna sehingga bisa layak bertemu dengan Tuhan. Banyak pertapaan yang keseleo dilakukan beralih untuk mengembangkan ego, dan bukan untuk mengembangkan spiritual dengan menundukkan ego. Spiritual itu sederhana. Ia adalah aktifitas menurunkan ego sampai “Ego Less”, sampai tidak ada ego. Itulah yang namanya spiritual. Mempelajari kitab suci sampai pintar tetapi ego masih tinggi itu bukan spiritual. Itu pula alasan Pendeta/Brahmana itu tidak boleh bekerja, hanya boleh menerima “Daksina”, atau meminta-minta. Melalui memintaminta orang akan menengadahkan tangan, artinya orang siap diejek dan dihina sehingga egonya bisa ditekan turun. Svami Rama diinisiasi sebagai seorang Sannyasi, tidak boleh bekerja dan harus memintaminta. Beliau masih muda, berperawakan tinggi, gagah, ganteng, lalu pergi meminta-minta. Kemana pun pergi selalu diejek. “Bintang film begini meminta-minta. Mau tidak dengan putriku?”, kata seseorang mengejek. Yang lain juga ada yang mengatakan, “Lenganmu kuat sekali, mau ikut saya memotong kayu?”

Ejekan dan sindiran seperti itu membuat beliau patah hati. Beliau bersedih di tepi sungai Gangga dan berjanji tidak akan melanjutkan hidup dengan meminta-minta. Egonya menjadi tinggi. Dalam keadaan sangat bersedih seperti itu di tepi sungai Gangga, akhirnya Dewi Gangga muncul di hadapannya dan memberikan karunia sebuah mangkok yang selalu berisi makanan. Svami Rama tidak lagi pergi meminta-minta, dan juga tidak perlu memasak. Beliau senang sekali. Akan tetapi, ada “bawaan” lain dari mangkok ajaib itu. Beliau menjadi tidak punya waktu untuk mempelajari kitab suci, tidak punya waktu untuk bermeditasi, dan tidak punya waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan spiritual lainnya. Karena apa?! Karena banyak orang yang datang hanya untuk melihat mangkok ajaib itu, bukan untuk duduk mendengarkan pelajaran suci atau bermeditasi. Ini adalah kisah nyata. Jadi teringat pula kasus batu Ponari di Jawa Timur waktu itu. Orang-orang datang dari jauhjauh hanya untuk melihat batu. Lama-kelamaan Svami Rama berpikir, “Wah, ini namanya musibah untuk hidup spiritual”. Akhirnya beliau mengembalikan mangkok ajaib itu kepada Dewi Gangga dengan cara menghanyutkannya di sungai Gangga. Beliau mulai pergi meminta-minta lagi dan tidak perduli dengan omongan orang. Semua ejekan dan hinaan beliau tahan hanya untuk menurunkan ego, demi egonya hilang. Hanya setelah menundukkan egonyalah beliau menjadi Guru, pergi ke negara Barat. Apa yang seharusnya dilakukan ketika orang bertapa adalah Tapa itu di-yajña-kan. Bertapa bukan untuk mencari kesaktan tapi untuk menurunkan ego dan mempersembahkan yajña kepada Tuhan. Selanjutnya ada pula Yoga Yajña. Yoga sekarang ini sudah diobrak-abrik dari tujuan sebenarnya. Ada yoga untuk melangsingkan tubuh, ada juga yoga untuk seks, juga ada yoga untuk menurunkan penyakit diabetes dan lain-lain. Tentu saja semua itu tidak salah melainkan belum mengarah pada tujuan daripada Yoga yang sebenarnya. Segala ajaran Veda selalu bisa dikenali dari namanya. Seperti contohnya nama “Sumerta”. Orang tua pasti selalu mengharapkan yang baik-baik dari pemberian nama tersebut. Nama “Sumerta” itu, “merta” dimaksudkan amerta. Di Bali, merta itu artinya rejeki, padahal arti sebenarnya adalah racun atau mati. Amerta adalah minuman kekekalan, yang membuat hidup orang kekal. Ia adalah ajaranajaran indah, berkah-berkah indah yang membuat hidup kita kekal abadi dan mengantarkan kepada moksa. Maka dari itu nama tirta suci adalah Tirtha Amerta. Dengan diperciki Tirtha Amerta Gangga maka hidup orang akan dihantarkan kepada hidup yang kekal, yaitu moksa. Arti yoga sebenarnya adalah untuk menghubungkan Atma dengan Paramatma. Maharesi Patañjali mendefinisikan Yoga, “Yogas citta-vrtti nirodhah” - Yoga adalah pengontrolan kerlap-kerlip pikiran. Seorang spiritualis sejati tidak akan melakukan yoga untuk tujuan langsing dan lain-lain tujuan duniawi yang sedang “ngetren” sekarang ini. Orang bijak melakukan yoga hanya untuk ber-yajña.

MIMBAR AGAMA

Mengendalikan Indera SEBAGAI manusia, kita mempunyai badan dan batin. Dan karena mempunyai badan, secara otomatis, kita mempunyai indera. Lima indera yang merupakan bagian dari jasmani dan indera pikiran yang merupakan bagian dari batin. Semua indera, secara terus menerus melakukan kontak dengan objek indera. Kondisi ini tidak bisa dicegah, tidak bisa dihentikan, semuanya berjalan secara alami dan otomatis. Mata terus menerus melihat warna dan bentuk. Telinga mendengar suara. Hidung membaui aroma. Lidah mengecap rasa. Kulit menerima sentuhan. Indera pikiran terus menerus kontak dengan obyeknya, mengambil memori yang sudah ada di dalam batin atau membandingbandingkan dengan obyek lain yang sudah ada. Kita bisa menghayal, mengharapkan sesuatu yang akan terjadi. Kita bisa ingat sesuatu yang pernah terjadi. Demikian kondisi yang terjadi terus menerus dalam hidup ini, setiap saat, sepanjang hari, sepanjang bulan dan tahun, selama hidup kita. Kita sadar atau tidak, tahu atau tidak tahu, kondisi tersebut terus terjadi. Kontak antara indera dengan objek indera tidak pernah berhenti. Akibat dari kontak, muncul perasaan. Di badan, muncul rasa enak atau tidak enak. Di batin, muncul rasa senang, tidak senang, dan netral. Hanya ada lima perasaan ini yang bermain, muncul dan lenyap sepanjang masa kehidupan. Kita berusaha mencari yang enak dan menolak yang tidak enak, hanya mau yang senang dan menolak yang tidak menyenangkan. Kita

Redaktur Khusus MIMBAR

BUDDHA Dhana Putra berusaha mencari dan memenuhi rasa enak dan senang. Tanpa disadari, pikiran kita dipenuhi dengan keserakahan, keinginan yang terus menerus. Tanpa disadari, pikiran juga menolak yang tidak menyenangkan, memunculkan kebencian. Keserakahan dan kebencian muncul silih berganti. Kita ingin melihat bentuk dan warna yang enak, suara yang merdu, makanan yang enak, sentuhan yang lembut, aroma yang harum. Kita ingin lagi menikmati itu, lagi, dan lagi. Buddha mengajarkan kita untuk mengendalikan indera. Bukan berarti kita tidak boleh melihat, tidak boleh mendengar, dan yang lainnya. Namun berusaha untuk melatih batin, melatih pikiran untuk tenang seimbang ketika kontak antara indera terjadi. Berusaha untuk selalu sadar sehingga pikiran kita tidak bermain antara keserakahan dan kebencian. Beberapa latihan kemoralan mengarah pada pengendalian indera, terutama pada atthasila (delapan latihan kemoralan). Kita berusaha untuk mengurangi makan dengan tidak makan setelah tengah hari. Mengurangi makan, berati mengurangi asupan makanan. Kita mencoba mengendalikan rasa senang terhadap makanan,

mengurangi keserakahan terhadap makanan tertentu. Ketika berlatih atthasila, kita juag diwajibkan untuk tidak menikmati hiburan; mendengarkan musik, menari, menyanyi, menonton siara televisi, dan sejenisnya. Hiburan merupakan kesenangan indera mata dan indera telinga. Terlebih di zaman sekarang, banyak orang yang menghabiskan waktu dengan mendengarkan musik. Melakukan berbagai pekerjaan sambil mendengarkan musik sehingga konsentrasi dan kesadarannya tidak terpusat. Banyak orang yang senang

menonton siara televisi. Tergilagila dengan program acara dan siaran tertentu, yang tanpa disadari menimbulkan kemelekatan atau keserakahan di dalam batin. Tidak ada salahnya untuk menghentikan sejenak, mengedalikan indera penglihatan, tanpa disertai keinginan yang berlebihan atau kebencian ketika tidak bisa menikmati siaran tersebut. Melatih atthasila di hari uposatha berarti meningkatkan kadar kemoralan kita, juga berlatih mengendalikan indera. Semuanya bertujuan untuk melemahkan akar perbuatan buruk, meningkatkan perbuatan baik.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) AA Istri Sita Sitarani (kiri), 27 Mei 2016 tepat berusia 8 tahun. Anak dari pasangan Gung Tattoo dan Gung Ayik ini merayakan ulang tahunnya dengan sederhana di rumah kediamnya yang dihadiri keluarga dekat dan teman-temannya.


Bali

Redité Pon, 12 Juni 2016

L E M B A R

B A L I

Kawéntenan Jineng Nyihnayang Pertanian Bali Kantun Mamargi

Bencingah

BPM/wan

Putu Rumawan Salain

Sangkaning Budaya Sampun Magentos KAHURIPAN krama Bali sané mangkin jakti sampun nglimbak pisan, indiké punika sangkaning makudang-kudang parindikan minakadi panglimbak teknologi informasi, kahanan kahuripan krama sané sayan modern, taler pangaptin krama Bali mangkin sané sampun matiosan. Sekancan parindikan punika nénten ja iwang duaning wantah pailén-ilén masa, sakéwanten sané patut kaélingin wantah kawéntenan budaya. Duaning parindikan punika majanten jagi ngentosin tur ngingsirang kahanan budaya sané sampun kataminin saking panglingsir nguni. Sakadi sané kaélingang olih Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain M.Si. Rumawan Salain maosang, sangkaning panglimbak kahuripan krama Bali saking budaya krama agraris magentos dados jasa miwah industri, majanten parikrama makarya ka carik sayan katilarin olih krama Bali. Sangkaning punika krama nénten malih madué pantun, majanten nénten malih madué jineng duaning krama sampun prasida ngamolihang beras saking numbas kémanten. Nénten wantah amunika duaning wénten taler krama sané kantun madue jineng nanging nénten malih madué pantun, tatkala jinengnyané punika sampun usak majanten nénten kabenahin malih. Napi malih yéning jineng inucap madué aji utawi “nilai ekonomis”, sinah jagi kadol ring krama utawi koléktor sané seneng ring barangbarang klasik. “Sakadi sané akéh kapanggihin mangkin, nénten akidik jineng Bali utamanipun sané kasub saking nguni inggih punika saking Jembrana sampun kadol ka dura negara minakadi ka Belanda utawi panegara Eropa siosan,” asapunika Dosén Mata Kuliah Arsitektur Indonesia puniki maosang. Lanang sané embas ring Denpasar, 25 Desember 1952 puniki ngwewehin, sadurungnyané nénten naen kapikayunin olih krama Bali yéning wewangunan tetamian budaya sané marupa jineng puniki sayan ical saking kahuripan krama Bali. Duaning sasukat kawéntenan taler pangrauh wiwit pantun variétas unggul ring pakraman, sinah gama kuna negul pantun sané kantun madaging bantang tur nyimpen ring jineng punika sampun sayan-sayan ical. Wiwit padi variétas unggul punika jagi ngamedalang pantun sané prasida kamanyi antuk parikrama magedigan kémanten. Wus punika risampunné mabulihan pantun inucap prasida kawadahin antuk kampil kémanten tur kagenahang ring genah siosan, nénten malih kagenahang ring jineng sakadi sané dumun. Pecak Pembantu Rektor III UNUD warsa 2002-2006 puniki malih maosang, kahanan sakadi punika ngicalang indik budaya arsitektur ring sajeroning rumah tradisional Bali tur ngawinang budaya jineng tambis ical. Sakéwanten yadiastun asapunika, kurenan Siti Noor Meijatry S.H. puniki ngawiaktinin yéning kawéntenan jineng nénten jagi ical saking kahuripan krama Bali, piranti budaya marupa jineng punika jagi kantun kapanggih ring pakraman yadiastun kawéntenanné nénten akéh. Minakadi ring puri, umah krama sané minabang akéhan madué prabéa kanggén menahin jineng, taler ring tengahing krama sané kantun meled nglestariang tetamian budaya leluhur. “Sujatiné kawéntenan jineng sané ngawinang umah tradisional Baliné prasida kabaosang jangkep yadiastun krama nénten malih madué pantun utawi makarya ring carik. Punika mawinan krama sané kantun susatya tur tresna ring budaya taler norma tradisional Bali majanten jagi menahin utawi ngaryanin malih wewangunan sané macihna Bali punika yadiastun ring tengahnyané nénten madaging pantun malih sajabaning madaging jejatonan pantun pinaka Dewi Sri kémanten,” asapunika dané sané meneng ring Perum UNUD no. 8 Br. Menguntur Batubulan, Gianyar puniki nugesang. (wan)

(31)

7

B A S A

SATIOS pangan utawi ajeng-ajengan miwah sandang utawi panganggé, krama taler patut ngamolihang papan utawi genah mapaumahan. Makatiga puniki wantah parindikan sané utama tur patut kadruénang krama sajeroning ngamargiang kahuripan. Tatkala maosang indik umah utawi genah meneng ring Bali, majanten kahananipun sampun doh masiosan sareng sané dumun. Yéning kahanan paumahan Bali sané mangkin akéhan keni ius gaya paumahan dura negara sané kasinahang antuk makudangkudang wewangunan sané nganggén style modern. Yéning wangunan umah sané dumun kantun nganggén style Bali taler nganutin tata-titi makarya paumahan sané kawastanin antuk Asta Kosala-Kosali. Ring tata-titiné punika, sios balé-balé minakadi balé daja, balé delod, balé dangin, balé dauh miwah paon pinaka genah maratengan, soang-soang paumahan Bali taler patut madaging antuk genah sané nyihnayang panyeledii Tri Hita Karana, inggih punika Parahyangan utawi parindikan jadma ngrastiti bakti majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané marupa genah suci minakadi sanggah taler palinggih panungun karang, Pawongan utawi parikrama becik miwah sosialisasi sang madué umah sareng krama siosan sané seringan jagi kamargiang ring natah, miwah Palemahan inggih punika parikrama jadma sané becik ngupapira kahanan jagat antuk mapamulaan tetanduran

ring tlajakan arep lebuh umah utawi ring teba. Tios saking balé, genah maratengan taler genah-genah cihna Tri Hita Karana, sané kawéntenanipun taler mabuat ring sajeroning umah tradisional Bali inggih punika jineng. Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain M.Si, pakar arsitektur Indonesia maosang, kawéntenan jineng ring sajeroning paumahan wantah sangkaning krama Bali dumun ngamargiang kahuripan agraris utawi ngamargiang pertanian sané majanten asilnyané marupa pantun. Risampuné pantun becik tumbuh tur sampun kuning, irika kramané manyi tur nyimpen pantun sané kapolihang ring jineng sané pacang kaambil sakakidik. Pantun sané sampun maanyi punika kagenahang ring jineng duaning parikrama matetanduran nganutin kahanan masa. Dadosné, ri kala kirang becik matanduran pantun, sinah kramané kantun madué lakar jakan utawi pantun anggén baas. “Kawéntenan jineng punika taler nyihnayang parikrama pertanian Bali kantun mamargi. Sios punika pinaka krama sané magama Hindu, pantun wantah panyeledii saking Ida Bhatari Sri sané mentik ring carik. Majanten pantun punika kaaturang bebantenan utawi kamargiang upacara tatkala kantun mentik ring carik taler risampuné kasimpen ring jineng. Punika mawinan wénten palinggihan Ida ring tengahing jineng,” asapunika Prof. Rumawan Salain nartayang.

BPM/wan

JINENG- Ring paumahan krama Bali utamanipun sané makarya ring carik majanten jagi kapanggih wangunan jineng. Wangunan punika kanggén genah nyimpen pantun ri sampuné wusan manyi. Parindikan genah jineng, dané maosang majanten nampek saking paon duaning jineng punika wantah wewangunan anggén supporting utawi genah pesimpenan saking paon. Malih kabaosang raabnyané nglengkung tuun wantah cihna pasikian wangunan jineng sareng palemahan. Lakar sané kaanggén raab taler ngiusang genah pasimpenan pantun inucap tis utawi kebus, minakadi wénten sané nganggén ambengan tuh,

wénten sané nganggén genténg, wénten taler sané nganggén séng. Sios punika, genah jinengé taler tegeh mangda pantun sané kasimpen nénten gelis beseg santukan polih matan ai. Wangunan jineng puniki wénten kalih soroh nganutin ageng taler akéh saka sané kawigunayang. Yéning sané alitan, mrepat taler madaging saka papat kawastanin klumpu. Yéning jineng, wangunannyané agengan tur mrepat

lantang masaka patpat, nem, kantos kutus. “Nénten wantah kanggén genah pasimpenan pantun kémanten, jineng ring dor genah pantun punika madaging antuk galar sané prasida kanggén genah mareraosan utawi simakrama, balé bengong taler genah nyanggra tamiu. Nenten wantah amunika, balé jineng taler prasida kanggén genah mébat santukan nampek saking paon. (wan)

Wangunan Jineng

Becik Kakaryanin Mangda Pantun Trepti Kasimpen

LANGKI - Jineng ring paumahan Bali majanten kadagingin antuk langki. Kawigunanipun wantah nandakin bikul mangda nénten prasida ngranjing sangkaning nuut saka utawi pilar jineng.

PINAKA krama sané ngamargiang kahuripan taler budaya agraris, majanten saking nguni krama Bali nglaksanayang parikrama matani antuk asil utama marupa pantun. Tatkala punika krama mapikayunan yéning kantun madué pantun sinah pamargin kahuripanné jagi becik kapanggih duaning kawéntenan lakar ajengan kantun kadruénang. Kahanan sakai punika majanten sampun masiosan sareng kahanan mangkin duaning akéhan krama mangkin ngamolihang lakar ajengan marupa beras sangkaning numbas tan nruénang carik sakadi nguni. Yéning selehin kahanané nguni, akéh pantun sané kadruénang nyihnayang kahanan ekonomi kulawarga inucap. Punika mawinan pantun mabuat pisan tur patut becik kagenahang ring jineng sané majanten jagi kauratiang pisan tatkala kakaryanin. Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain M.Si maosang, sadurung kahanan budaya agraris krama Bali magentos taler ngranjing ring widang jasa miwah industri sakadi sané akéh kamargiang mangkin, pantun sané kanggén beras tur lakar jakan punika sampun manados barang sané eksklusif taler mautama pisan sané ma-

janten ngawinang akéh krama corah sané meled ngamaling. Sangkaning kahanan punika para panglingsir nguni ngaryanin jineng mangda padi sané kasimpen sukil kaambil. Indiké punika kamargiang antuk ngaryanin jelanan genah pasimpenan pantun sané cupit. Tios punika, sangkaning genahipun tegeh, sinah nénten dangan napkala krama utamanipun sané maparilaksana corah jagi ngranjing ka genah pantuné. “Sang sané madaya corah yéning pacang mamaling pantun patut nganggén jan mangda prasida menék ring genah sané tegeh punika. Sinah méweh yéning jagi ngamaling, majanten gelis ketara oleh sang sané madué jineng,” baos dané makenyem. Tios nreptiang pantun mangda nénten wénten krama sané ngemaling, kahanan lakar wewangunan taler patut kauratiang mangda nénten amah tetani. Punika taler ngawinang para panglingsir ngawigunayang lakar marupa kayu nangka utawi katéwél sané nénten kasenengin tetani duaning madaging engket. Tios punika wénten taler sané ngawigunayang kayu teep duaning kayu inucap taler nénten kasenengin olih tetani. Yéning saihang sareng jineng

sané mangkin, sinah masiosan duaning jineng inucap sampun prasida kakaryanin nganggén makudang-kudang soroh kayu tur wénten sané ngaryanin jineng nganggén cor-coran beton. Dosén mata kuliah Arsitektur Indonesia puniki malih maosang, sujatiné sané sanget ngulgul katreptian pantun nénten ja jadma nanging bikul. Yadiastun beburon inucap wantah prasida ngrepetin tur ngambil pantun sakakidik, nanging parikrama punika kamargiang ngraina. Yéning punika nénten katepasin sinah jagi nelasang pantun sané sampun becik kasimpen. Nepasin prakara inucap, para panglingsir nagingin langki ring soang-soang saka jinengé. Pepayasan ring tanggun saka utawi pilar jineng sané mrepat tur nyirang ka tengah punika jagi nambakin bikul sané nuut pilar tatkala jagi menék ka genah pantunné kasimpen. “Sadurung prasida nganteg ring duur langki sané asah punika, bikul inucap jagi ulung tatkala mamongkod genah nyirang utawi seng ring langki inucap. Dadosné langki punika wantah pepayasan jineng sané kanggén nambakin bikul mangda nénten prasida neda pantun,” baos Rumawan Salain makenyem. (wan)

BEBAOSAN sang kalih lengut pisan yadiastun sami wau kenal santukan sami-sami seneng mawariga lan olah kanuragan pencak silat. Punika ngawinang Ngurah Jelada ten mrasa kémad malih malinggih irika saha masawitra sareng pianakné Pak Madé Tusan. Sejaba masawitra sareng pianakné Madé Tusan tetiga luiré Putu Widiada, Madé Widiadi sareng ring SMA kelas 3 muah kelas 2, lan Komang Widiary, kantun SMP kelas 3. Timpalné sané saking Rendang taler sering ka dununganné sareng malajah irika. Gumantiné Madé Sudiari sareng Madé Budiana. Punika ngawinang nilai ulangané setata becik santukan marasa nyantep malajah. Wénten malih kanténanné saking Jero Ujung sampun kelas kalih ring SMA mapeséngan Gusti Bagus Cakra Yudana. Ngurah Jelada sering simpang ka jeronné kalaning malancaran ka pasisi utawi ka Taman Ujung. Kocap ring jeronné Gusti Bagus Cakra punika Gusti

nyaritayang indik aji sareng ibunné Ayu Citra sué durung madué oka wénten kacurigaan yén sinalih tunggil wénten sané bekung. Napi malih wénten gatra krimikan yén okanné, Ayu Citra mawit saking paperasan utawi sesimpalan. Nanging buktinné mangkin wénten Surat Keterangan Melahirkan saking bidan lan Pretiti sané nyihnayang Gusti Ayu Citra Andini mula okanné Gusti Ayu Nyoman Sisu. “Nanging yéning upami yukti Ajinné sané bekung, raris sapa sira sujatinné aji biologisné Ayu Citra?” papinehné Ngurah Jelada buut. Éling Ngurah Jelada iseng matakén ring Ayu Citra ring Selat napi golongan darahné? Raganné ngangken golongan darahné O. Mangkin majanten aji lan ibunné golongan darahné A sareng B. Ngudiang dados midep sapunika? Ngurah Jelada malih nyiksik bulu ngepik paplajahan. “Patut ké golongan darah ajinné A lan ibunné B dados

nglahirang oka madarah O? Biasanné nurun sinalih tunggil A utawi B utawi AB. Napi ké Ayu Citra boya ja anak kandungné Aji Karang sareng Bibi Sisu? Napi ké sakadi gatra pakrimik anaké miwah tetampén ajinné yéning Ayu Citra punika wantah putri sesimpalan? Manawi aji biologis sujatinné madarah O?” papinehné Ngurah Jelada sayan srebut kadi benangé samben ring kayun tan sida paripurna. “Aaah pusing?!” Yadiastun asapunika Ngurah Jelada malih mecikang genah arsip-arsip surat punika ring genahné makajati mula. Amung Surat Keterangan Melahirkan saking bidan punika kémanten sané ka fotocopy, kasimpen ring map surat druwénné. Sira uning wénten gunanné kaungkur.

kulawarga. Gumantiné jaga ngédéngang raporné ring aji miwah rainné. Nilainé sané becik pisan ngawinang bungah kahyun ajinné. Rainné, Ayu Jeladi taler tan kuciwa ngédéngang raporné ring rakanné. aji sareng ibunné angayu bagia, okanné nyidayang polih ranking yadiastun kawéntenané sami tuara. Wenginé daweg mabebaosan ngempahang kangenné ring balé daja, Gusti Ngurah Jelada ngaturang indik kahanané sané alamina ring sekolahan wiadin ring genahné kos. Indik paplajahan nénten wénten kasulitan. Seringan timpal-timpalné malajah ring genah raganné, sejaba bébas taler linggahan. Sapunika taler sareng pianakné Madé Tusan raganné sareng latihan pencak silat ngaminggu ping kalih. Akéh jurus-jurus anyar lan rahasia kuno sané urukanga irika olih Bapak Madé Tusan miwah guru silat siosan.

BPM/wan

Gedé Karang sareng bibinné Gusti Ayu Nyoman Sisu mengkeb daweg marabian dumun. Bagus Cakra taler madué rai mapeséngan Gusti Bagus Catra Andana kantun kelas tiga SMP. Raganné wiyakti bagus lan mirip banget sareng Gusti Ayu Citra Andini, mingsikinné ring Selat. Asliaban kanten kadi anak kembar. Daweg Gusti Ngurah Jelada mabresih-bresih ring lemari pakéané sané wénten ring kamar tiduré, ring laci paling duur panggihina wénten Kartu Keluarga sareng Kartu Penduduk sampun padem druwén Gusti Gedé Karang sareng rabiné, surat keterangan melahirkan saking bidan saha rontal pretiti druén Gusti Ayu Citra Andini kantun irika. Ring KTP-né raganné tatas nyingakin golongan darahné Gusti Gedé Karang A lan rabinné Gusti Ayu Nyoman Sisu B. Ring Pretitiné Gusti Ayu Citra Andini kasurat embas duk rahina Anggara, Umanis, Kurulut, Caka warsa 1907 utawi 1985 Masehi. Daweg Ajinné

.o*&*o. Liburan seméster kapertama, Gusti Ngurah Jelada sareng timpal-timpalné mantuk ngempahang kangen kayunné ring kulawarganné soang-soang. Biasa tembé mapasahan sareng

(Masambung)


Upacara

8

Redité Pon, 12 Juni 2016

Bebantenan

Gamelan Angklung (Kelentungan)

Tetuek Rainan Buda Cemeng Kelawu

Pangiring Upacara Pitra Yadnya

AKEH krama sané maosang mangkin jaman pipis (jinah). Nénten wénten sané lewih ngwewasa sajabaning jinah. Kramané mangkin nadosang jinah pinaka déwa. Samian prasida kapolihang sangkaning jinah. Kahanan sakadi punika ketah kasengguh materialistis. Materi, utamanipun jinah molihang genah sané pinih becik sajeroning kahuripan krama. Krama Bali taler sampun keni ius saking jaman pipis (jinah) puniki. Budaya materialistis miwah gaya hidup konsumtif sayan karasayang sajeroning kahuripan makrama Bali. Yéning selehin, Bali makéh madué konsep indik ajah-ajahan taler rerainan sané matetujon metuéling krama mangda nénten buduh ring kawéntenan arta brana. Sinalih tunggil tradisi punika wantah pamargin upacara Buda Cemeng Kelawu sané rauh ring raina Buda Wagé wuku Kelawu. Upacara puniki wawu pisan kamargiang pamekasnyané olih krama Bali sané magama Hindu. Krama Bali negesin Buda Cemeng Kelawu pinaka piodalan jinah (uang). Nanging, sujatiné Buda Cemeng Kelawu madué tetuek sané patut pisan katelebin. Buda Cemeng Kelawu prasida kasengguh dinaning jinah. Ring raina punika, krama kaélingang indik tetuek ngawigunayang jinah ring kahuripannyané. Tawahnyané, ring kahuripan krama Bali, nyabran Buda Cemeng Kelawu kabaosang nénten dados matetauran minakadi naur utang utawi ngwehin jinah majeng anak tiosan. Nénten dadosnyané matetauran ring raina Buda Cemeng Kelawu patut kategesin pinaka kearifan lokal Bali sajeroning negesin kawéntenan jinah. Krama Bali éling yéning kawéntenan jinah sampun dados déwa ring Bali. Sakadi sané kaunggahang ring lontar Nitisastra, ‘Ring jaman Kaliyuga, sané kuasa wantah sané madué jinah akéh’. Antuk jinah, i manusa prasida malaksana manut pamineh lan pangaptiné. Mawit nuénang mobil anyar, umah anyar, kantos nguruh mangda polih posisi melah ring pemerintahan pacang dangan yéning sampun madué jinah. Sangkaning punika, krama Bali taler kaélingang mangda prasida ngeret indria, nelebang tetuek ngruruh taler ngawigunayang jinah. Ring raina Buda Cemeng Kelawu, krama Bali kaélingang malih yéning jinah boya ja sané utama, jinah boya bhatara sané patut sungsung. Ring raina puniki taler krama kaélingang yéning sané ngwewasa ring kahuripané puniki wantah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Kahanané mangkin, sami kawilangin antuk jinah, jinah, jinah!” Kahanan punika taler ngwetuang pikayunan krama sané pragmatis utawi samian instan, praktis. Krama mapikayuanan samian sané kamargiang pacang dangan yéning wénten jinah. Umpami sakadi nyalonang angga dados gubernur, bupati, wiadin anggota dewan, akéhan sané ngutang-ngutang jinah, mrikamriki ngedum jinah, ngicén wantuan antuk tetujon mangda kapalih olih krama. Kahanan inucap ngawinang metu pikayunan krama sayan pragmatis, setata ngaptiang wantuan saking anak tiosan. “Sapatutné, sang sané wikan, sané intelek sané nguwah kawéntenan jagat mangda sayan becik, nénten setata ngutamayang jinah, napi malih nadosang jinah pinaka bhatara sané patut kasungsung.” Nanging mangkin, sang sané pawikan, sané intelek taler keni ius gaya hidup materialistis, pragmatis. Yadiastun asapunika, kantun wénten pamargi mecikang sané kaon. Sinalih tunggilnyané antuk nincapang kualitas pendidikan. Sangkaning pendidikan, samian pacang mapineh sané pinih becik sajeroning ngamargiang kahuripannyané soang-soang.

BPM/ist GAMELAN- Gamelan angklung utawi sane mawasta angklung kelentungan ketah kawigunayang pinaka pangiring upacara Pitra Yadnya sakadi upacara ngaben.

Mawit Mecikang Angklung, Mangkin dados Pembina Angklung ANGKLUNG bambu kocok wantah soroh alat musik tradisional sané ngawit sering kapéntasang ring pagelaran seni. Angklung soroh puniki malakaran bambu sané madué nada ganda. Sané sering kacingakin krama, ngamedalang suara angklung kocok kalaksanayang malarapan ngocok angklung ka samping. Tangan kiwa kanggén ngamel rangka angklung, mungguing tangan tengen kanggén ngocok angklung gumanti prasida ngamedalang suara sané becik. Asapunika katlatarang olih sinunggil penekun angklung mimitan Br. Padangtegal Mekarsari, Ubud, Gianyar. I Nyoman Artana minab aran sané nénten arang kapiragi olih krama sané seneng ring tabuh angklung pamekas ring wewidangan Ubud, Gianyar. Lanang sané sarwa waged ring widang seni tabuh puniki taler kaloktah pinaka undagi. Sadurung kaloktah ring widang tabuh, dané sané sering kasambat Pak Mang Rai puniki ngawitin profesi-nyané dados guru, daweg dados guru punika uratiannyané majeng

angklung ngawit tumbuh. “Ngawit warsa 1968 ngawit makarya angklung kocok,” baosnyané. Lanang antuk sakatah penghargaan sané sinunggilnyané kaicén olih Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gianyar ring widang tabuh puniki nglantur nyaritayang, pangawitnyané seneng angklung santukan daweg ngranjing SMP naen sareng sekaa angklung bambu. “Titiang otodidak malajah ngarya angklung, malajahin ukuran. Yéning wénten angklung rusak tiang sané mecikang,” tuturnyané. Kapertama ngawitin produksi angklung, manut dané daweg dané kaangkat dados guru ring SD Sribatu, Bangli. Santukan irika akéh wénten bambu, dané mituduhin muridnyané makta bambu kering ka sekolah. Sareng para murid malajah ngarya angklung bambu tur salanturnyané sering kapéntasang ring sekolah. Salanturnyané dané pindah ngajar ka SD 2 Ubud daweg warsa 1974. Irika malih makarya angklung bambu. Sajeroning nyetél

BPM/yan

(Ida Rsi Bhagawan Smerti Wijaya Kusuma Sebali)

GAMELAN Angklung wantah gamelan Bali sané ketah kanggén pinaka pangiring ri kala ngamargiang parikrama upacara Pitra Yadnya minakadi ngaben. Angklung utawi sané kasub kabaos antuk Angklung Kelentungan punika wantah piranti gamelan tradisional sané kakaryanin tur kawangun antuk bilahan krawang patpat sané ngamedalang papat soroh suara utawi tembang. Soroh gamelan puniki ngamedalang tembang sedih, melankolis, miwah dinamis. Ring wewidangan Dénpasar miwah genah siosan, parikrama mendem sawa setata kairingin antuk gegamelan angklung, ngentosin gamelan gong gedé sané kanggén ngiringin upacara Dewa Yadnya minakadi piodalan miwah sané siosan. Gamelan angklung nganggén laras selendro taler rumasuk ring gamelan bebarungan madya sané kawangun saking “instrument” mabilahan miwah mapencon saking krawang. Sangkaning panglimbak seni ring Bali, gamelan angklung taler kanggén ring upacara Dewa Yadnya miwah Manusa Yadnya sios saking kanggén ring upacara kalayusekaran utawi ngaben kémanten, antuk nagingin malih soroh gamelan sios minakadi gong, kempul, reong, miwah gamelan tiosan. Antuk punika, gamelan angklung puniki prasida kawigunayang nabuhang gending lelambatan taler kekebyaran. I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara Unhi maosang, gamelan angklung Bali kawigunayang pinaka pangiring upacara yadnya pamekasnyané upacara Pitra Yadnya, minakadi pangabenan. “Tetujonnyané pinaka pangrumrum mangda sang atma prasida lepas saking ikatan kaduniawian taler masikan sareng Sang Brahman majalaran upacara yadnya ngabén. Ketah, gending sané ngiringang minakadi gending pandma kencana,” baosnyané.

KOCOK- Artana ngambil sinunggil saking sakatah koléksi angklung bambu kocok pakaryannyané sané madué ciri pita mas.

nada sané pas, daweg punika dané wantah ngandelang suara kémanten. Salanturnyané rauh wisatawan Jepang sané sering ngrereh angklung tur dané kaicén keyboard, nganggén keyboard punika dané ngrereh nada sané pas. Nyabran warsa dané ngawit molihang pesanan. Lanang sané embas daweg 16 Oktober 1947 lintang punika nyinahang kasumekenannyané ring widang tabuh pamekas angklung kantos mangkin majalaran ngajahin alit-alit nabuh angklung ring sakatah sekolah miwah sakatah yayasan. Sinunggil yayasan genahnyané ngajahin angklung minakadi Yayasan Bumi Sehat sané wénten ring Banjar Nyuh Kuning, Ubud. Indik pikobet salami ngajahin alit-alit nabuh angklung, baos dané nénten wénten sané méweh pisan. Ngajahin alit-alit angklung, dané nganggén kalih teknik malajah angklung. Teknik kapertama dané nganggén sistem tunjuk. Sistem tunjuk puniki manut dané katerapang yéning alit-alit sané kaajahin durung uning lagu. Sira alit-alit sané katunjuk punika sané ngocok angklung. Sistem tunjuk biasannyané kanggén majeng alitalit sané kantun kelas satu kantos kelas tiga SD sané durung uning notasi. Teknik kaping kalih kanggén majeng alit-alit sané sampun uning notasi, not-nyané katulis, raris not katunjuk, not sané katunjuk punika sané kagetarang. “Anak tios maosang sukil ngajahin saha malajahin gamelan angklung, nanging manut tiang nénten sukil,” baosnyané teges. Ngeninin indik panglimbak angklung, daweg dané alit peméntasan angklung ring Bali kantun arang. Nanging antuk kawéntenan Kampus ISI miwah pagelaran PKB, angklung sering kapéntasang. “Titiang ngaptiang kawekas angklung prasida sayan ramia,” baosnyané. (yan)

Parindikan sané pateh taler kabaosnag olih perajin alat musik bambu mimitan Padangtegal Mekarsari, Ubud, Gianyar, I Nyoman Artana. Perajin angklung bambu kocok puniki maosang, angklung gamelan utawi sané kasengguh angklung kelentungan kawigunayang pinaka pangiring upacara Pitra Yadnya, santukan tetabuhan sané katabuhang macihna pisan yéning sedeng kasungkawa. Nadanyané sedih, melankolis. “Minab sangkaning tabuhnyané sané sedih, taler prasida ngwetuang rasa santih,” baos dané. Ring Bali, gamelan angklung kawigunayang ngiringang pamargin upacara yadnya. Yadiastun angklung taler kawigunayang ngiringang upacara Dewa Yadnya, wénten watesan-watesan sané nénten dados kalémpasin, minakadi angklung wantah kanggén sajeroning gending-gending lelambatan minakadi Tabuh Gilak, Tabuh Cerucuk Punyah, Tabuh Galangkaning, taler prasida ngiringang tari topeng, baris, miwah rejang. Artana ngwewehin, ring Bali Selatan minakadi Dénpasar, krama wantah uning yéning angklung utawi angklung kelentungan petang nada (neng, ndung, ndang, nding) pinaka pangiring upacara Pitra Yadnya antuk tetabuhan sané sedih. Matiosan sareng ring Gianyar utawi Buléléng, gamelan angklung kasub pinaka seni hiburan sané ketah kawastanin angklung kebyar. Suara sané metu ring gamelan angklung tradisioal puniki wantah melankolis santukan pinaka pangiring upacara mendem sawa utawi pangabénan. Indik angklung kebyar, barungan madya ngiringang sesolahan drama utawi sendratari sané kasandingang sareng gong kebyar. Gong kebyar madaging nada lelégongan, cihna Tarian Ramayana. Kong kebyar ketah kagamelang pinaka pangiring upacara ring pura. (uma)

Satua

Olih : Madé Taro

I Kedis Tangsiah Tekén I Bojog DI sisin alasé liu pisan kedisé masebun, sakéwala ané paling melah tuah sebunné i kedis tangsiah. Ento krana i kedis tangsiah mula duegan ngaé sebun katimbang kedis ané lénan. Ia bisa ngaé sebun lantang tur linggah ané ngaénang ia nyidaang élah makiba di tengah sebunné ento. Yén ada angin baret, sebun kedisé ento bisa maglayutan pongah. I kedis tangsiah luh muani di tengah macruatcruit pesu-mulian saraina sambilanga magending girang. Uli bulu, akah lan don-donan Icang ngaé umah né melah Nyén ké ento kedis né wikan Tuah icang i kedis tangsiah Kedis-kedis ané lénan marasa lek, ento mawinan ia tuah nyidayang ngintip uli bolongan sebunné soang-soang, krana ia tusing ngidaang ngaé umah melah cara pagelahanné i kedis tangsiah. Ia tuah ngidaang nyledét i kedis tangsiah makeber maidehan nuturang kaluwihan sebunné. Tatkala i tangsiah luh-muani ento ngliwatin punyan ané gedé tur meg, tepukina i bojog padidiana teka uli alasé ngalih amah-amahan ajak woh-wohan ané nasak. Ulian marasa kenyel ditu lantas ia mabahan Dikénkéné ia ngamenékang batisné sambilanga ngidem. I kedis tangsiah ané uli busan suba ningalin parisolah i bojogé ento lantas makenyem-kenyem sambilanga ngomong: “Ih Bojog! Yén dot pulesé tis sing ja kéto carané.” I Bojog makesiab sambilanga ngalih-ngalihin uli dija tekan munyinné ento. “Oh I Kedis Tangsiah, i munyi liu teka!” kéto ia masaut. “Benehné Cai bisa ngaé umah ané luungan tekén umah Icangé,” kéto i kedis tangsiah mamunyi. “Benehné Cai ngidang nganggon carang ajak don-donan ané ada disamping Cainé ento! Yén suba keto sinah raab ajak tembok umah Cainé kuat.” Uli pidan i bojog mula tusing demen ningehang munyiné i kedis tangsiah. Ulian makadadua kedisé ento demen pesan ngajumang sebunné. Suba sesai kedisé dadua ento ngorahin i bojog ngaé umah, kéwala munyiné ento tusing taén karunguang. “Da patuhanga déwék Icangé ajak Cai nah!” kéto pasaut i bojog sada mamedih. “Né tolih awak Icangé sing taén nawang gelem diapin Icang tusing pules di sebun ané cara gelahang Cai!” (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Tampil Perdana Langsung “Hattrick”

9

MINGGU PON, 12 JUNI 2016

HAL 10

Jerman

Ivan Perisic

Kroasia

BPM/ap

Turki

Ajang Balas Dendam Vatreni Paris – Kroasia ingin menghapus kenangan buruk mereka di EURO 2008 lalu, ketika mereka kalah menyakitkan dari Turki. Kala itu Tim berjuluk Vatreni ini telah unggul 1-0 hingga akhir pertandingan, namun kebobolan sebelum akhirnya kalah di drama adu penalti. Kini mereka berkesempatan untuk membalas dendam. Kedua negara akan kembali bertemu di ajang Piala Eropa. “Rasa sakit akan kekalahan hanya akan hilang dengan menjadi juara. Kekahalan itu akan menjadi motivator bagi kami untuk tampil baik kali ini,” ujar bek Vedran Corluka, Sabtu (11/6) kemarin. Gelandang Real Madrid Luca Modric juga mengungkapkan hal yang sama. “Saya menangis sangat keras kala itu, kini kami dapat membalas dendam,” ujar pemain yang gagal mengeksekusi penalti tahun 2008 silam. salah satu pemain yang akan menjadi perhatian adalah Ivan Perisic. Perisic ingin untuk tampil baik di ajang EURO 2016, setelah mampu tampil cukup meyakinkan bersama dengan Inter Milan di sepanjang musim 2015-2016 lalu. Di musim perdananya di Serie A, pemain berusia 27 tahun tersebut berhasil tampil 34 pertandingan, dan memiliki catatan mencetak tujuh gol, serta menciptakan lima assist dan waktu bermain selama 2.407 menit. Perisic pun merasa optimis jika regenerasi skuad Kroasia sampai sejauh ini mampu menelurkan beberapa pemain muda berbakat yang mampu memberikan kontribusi layak bagi tim nasional Kroasia, dan ia pun berharap komposisi skuad yang ada saat ini mampu menciptakan kejutan dengan melaju lebih jauh di EURO 2016. “Di setiap tahunnya, level permainan Kroasia terus meningkat dan catatan buruk di ajang EURO dan World Cup sebelumnya telah kami lupakan dan kami siap untuk tampil lebih baik lagi di tahun ini di Perancis.” ujar mantan pemain Wolfsburg tersebut. Sebaliknya, Turki kini sedang mencari perfoma terbaiknya. Anak asuh Fatih Terim tersebut gagal lolos ke turnamen besar setelah tampil impresif tahun 2008. Sang pelatih pun mengakui, kemenangan atas Kroasia adalah hal wajib sebelum bertanding melawan Spanyol dan Republik ceko. “Saya yakin dengan berkerja keras kami akan mampu lolos ke babak selanjutnya. Kemenangan di laga ini akan membuka jalan menuju babak 16 besar,” kata Terim. Sang pelatih akan mengandalkan Arda Turan dan gelandang incaran banyak klub besar saat ini Hakan Calhanoglu. (kmb33/ap)

Badai Cedera Hantam Tim Panser Evian –

Jerman akan melawan Ukraina pada pertandingan pertama mereka di Grup C EURO 2016, Senin (13/6) dini hari nanti. Sang juara dunia jelas mengincar start sempurna di Stade Pierre-Mauroy, Lille, tapi Ukraina bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Jerman lebih diunggulkan. Salah satu alasannya adalah faktor sejarah. Selama ini Jerman belum pernah kalah lawan Ukraina. Rekornya adalah dua kemenangan dan tiga kali imbang dalam lima pertemuan untuk Die Mannschaft.

lihat stadion malam ini, saya tahu saya akan bersenangsenang,” katanya. Payet bukan cuma mencetak satu gol dan satu assist pada pertandingan melawan Rumania. Pesepakbola berusia 29 tahun itu juga tercatat sebagai pemain yang paling banyak menciptakan peluang (delapan). “Payet jadi pembeda hari ini. Dia adalah seorang pemain menyerang, tapi juga pemain yang membantu tim. Dalam sepak bola, cukup mudah ketika Anda bisa menembak ke pojok atas gawang. Itu menyelesaikan cukup banyak masalah,” kata Deschamps. (kmb33/rtr)

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Jerman (4-2-3-1): Neuer; Hector, Mustafi, Boateng, Can; Kroos, Khedira; Gotze, Ozil, Muller; Gomez. Ukraina (4-2-3-1): Pyatov; Shevchuk, Khacheridi, Rakitskiy, Fedetskiy; Garmash, Stepanenko; Konoplyanka, Sydorchuk, Yarmolenko; Zozulya. Head To Head Jerman vs Ukraina :

Namun barisan pertahanan Tim Panser akan diuji kali ini. Ini karena mereka memiliki komposisi bek baru. Joachim Loew di kubu Jerman harus memutar otak. Pasalnya, Antonio Rudiger terpaksa dicoret akibat cedera dalam latihan dan tempatnya sudah digantikan Jonathan Tah. Selain itu, Julian Weigl serta Joshua Kimmich melewatkan latihan terkini dan terancam absen lawan Ukraina. Kondisi ini diperparah dengan absennya Matt Hummels. Pemain yang baru pindah ke Bayern Munich ini menderita cedera otot. Benedikt Hoewedes dan Jerome Boateng tampaknya akan mengisi posisi dua bek sentral. Namun keduanya sempat absen panjang musim ini, dan baru bermain menjelang musim berakhir. Tentunya ini agak berbahaya. Assisten Pelatih Thomas Schneider, yakin timnya akan tampil solid di belakang. “Dalam beberapa pertandingan terakhir, lini belakang kami telah diuji dan terbukti mampu bermain baik. Kami pun telah banyak melakukan latihan sehingga saya yakin tidak akan ada masalah,”

Payet Jadi Bintang Paris Tak sulit untuk menentukan siapa bintang lapangan pada laga pembuka Piala Eropa 2016. Dimitri Payet jadi pembeda nasib Prancis dan Rumania pada laga tersebut. Payet tampil sebagai starter saat Prancis menghadapi Rumania di Stade de France, Sabtu (11/6) kemarin. Pemain West Ham United itu mengisi lini depan Les Bleus bersama Antoine Griezmann dan Olivier Giroud. Mendapatkan perlawanan sengit dari Rumania, Prancis baru bisa membuka skor pada menit ke-57 melalui gol Giroud. Umpan silang Payet disundul oleh Giroud untuk membawa Prancis unggul 1-0. Tak berselang lama, Rumania berhasil menyamakan skor lewat tendangan penalti Bogdan Stancu. Prancis yang berstatus tuan rumah turnamen tentu tidak puas dengan hasil imbang. Mereka pun kemudian menggempur Rumania habis-habisan. Perjuangan Prancis membuahkan hasil pada menit ke-89. Payet melepaskan tembakan keras kaki kiri yang menembus pojok gawang Rumania. Gol ini membuat seisi Stade de France bergemuruh. Demi mengamankan kemenangan, pelatih Didier Deschamps menarik keluar Payet dan menggantinya dengan Moussa Sissoko. Saat berjalan meninggalkan lapangan, Payet tak kuasa menahan haru dan terlihat meneteskan air mata. “Pada awal musim lalu, banyak orang yang sulit untuk percaya saya akan berada di sini,” ucap Payet. “Saya berada di sini berkat kerja keras. Ketika saya me-

Ukraina

ujarnya, Sabtu (11/6) kemarin. Masalah Jerman tidak berhenti sampai di sana, Kapten Bastian Schweinsteiger pun dipastikan tidak akan dapat tampil. Beban berat pun akan ada di pun-

dak Toni Kross sebagai jendral lapangan tengah. Di sisi sebaliknya, Ukraina bakal memberikan tantangan bagi lawanya. Tak ada masalah cedera, pelatih Mykhaylo Fomenko bisa menurunkan starting XI terkuatnya. Fomenko akan mengandalkan dua pemain sayap mereka yang memiliki kecepatan tinggi, yakni Andriy Yarmolenko dan Yevhen Konoplyanka. Keduanya diyakini akan mampu mengancam lini belakang Jerman. (kmb33/rtr)

12/11/2011 15/11/2001 11/11/2001

Ukraina Jerman Ukraina

3-3 4-1 0-0

Jerman Ukraina Jerman

Lima Pertandingan Terakhir Jerman : 04/06/2016 29/05/2016 30/03/2016 27/03/2016 14/11/2016

Jerman Jerman Jerman Jerman Prancis

2-0 1-3 4-1 2-3 2-0

Hongaria Slovakia Italia Inggris Jerman

Lima Pertandingan Terakhir Ukraina 04/06/2016 30/05/2016 29/03/2016 25/03/2016 18/11/2015

Albania Rumania Ukraina Ukraina Slovenia

1-3 3-4 1-0 1-0 1-1

Ukraina Ukraina Wales Cyprus Ukraina

Hakan Calhanoglu Calon Bintang Turki

Dimitri Payet

BPM/rtr

Paris – Hakan Calhanoglu adalah salah satu pemain muda yang bersinar di Bundesliga Jerman musim ini. Berkat kontribusinya di lini tengah, Bayern Leverkusen menutup Bundesliga musim 20152016 di peringkat ketiga. Karier Calhanoglu mulai naik saat berseragam Hamburg SV pada musim 20132014. Memiliki kelebihan dalam hal tendangan bebas dan melepaskan tembakan jarak jauh, pemain 22 tahun ini

kerap mencetak gol-gol indah. Salah satu golnya yang paling berkesan adalah ketika menghadapi Borussia Dortmund pada 22 Februari 2014. Bola hasil tendangan bebas Calhanoglu dari jarak 41 meter melesat mulus masuk ke dalam gawang Dortmund yang dikawal Roman Weidenfeller. Hamburg pun menang 3-0 atas Die Borussen. Berhasil mencetak 11 gol dan lima assist dari 38 pertandingan bersama Hamburg membuat Calhanoglu dipinang Bayer Leverkusen pada 4 Juli

2014. Bersama Leverkusen, Calhanoglu mampu menjadi pilar penting di lini tengah. Dia pun berhasil mencetak 21 gol dan 20 assist dari 93 pertandingan bersama Leverkusen. Tampil gemilang bersama Hamburg, dan Bayer Leverkusen membuat jalan Hakan Calhanoglu memperkuat timnas Turki terbuka lebar. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini menjalani debut bersama Turki ketika menghadapi Andorra pada 6 September 2013, dalam laga

kualifikasi Piala Dunia 2014. Berkat perannya di lini tengah, Turki berhasil lolos ke putaran final Piala Eropa 2016, dengan status peringkat tiga terbaik fase grup. Turki mengoleksi 18 poin, tertinggal empat angka dari Republik Ceska yang berada di puncak Grup A. Bersama Nuri Sahin, Caner Erkin, Mehmet Topal, dan Arda Turan, Calhanoglu diharapkan mampu membawa Turki berjaya di Piala Eropa. (kmb33/ap)


10

Minggu Pon, 12 Juni 2016

Tampil Perdana Langsung “Hattrick” Chicago –

Lionel Messi memang luar biasa. Ketika tampil pertama ma kalinya g-tanggung untuk Argentina saat menghadapi Panama. Tak tanggung-tanggung Sang Messiah mencetak tiga gol, meski hanya main sebagaii pengganti mnya sempat dalam laga yang digelar, Sabtu (11/6) kemarin. Messi sebelumnya a mendapat diragukan tampil di Copa America Centenario 2016, karena pan menuju cedera punggung saat laga persahabatan dalam persiapan turnamen tersebut. Messi menjalani terapi pemulihan, sehingga belum dipastikan kapan dapat merumput. Pada laga perdana Grup D kontra Chile beberapa hari lalu, Messi memang sudah masuk dalam tim namun dia hanya duduk di bangku cadangan selama pertandingan. Meski demikian Argentina berhasil menang 2-1 walaupun harus diraih dengan susah payah karena Chile memberi perlawanan hebat. Kemudian sampai pada laga kedua menghadapi Panama, di mana publik tentu bertanya-tanya, apakah Gerardo Martino kembali mencadangkan Messi? Pertanyaan itu terjawab ketika Nicolas Gaitan ada lagi di daftar starting eleven dan Messi lagi-lagi ada di bench. Namun tidak seperti laga pertama, Messi akhirnya dimainkan pada menit ke-61 menggantikan Augusto Fernandez. Argentina dalam posisi unggul 1-0 dan Panama bermain dengan 10 orang. Nicolas Otamendi membuka skor pada menit 7. Pemain bertahan yang membela Manchester City itu mencetak gol usai menyambut tendangan bebas Angel di Maria.

Usaha Panama untuk menyamakan h Godoy menskor semakin sulit, setelah erima kartu kuning kedua pada menit 31 eluar pertandyang mengharuskan dia keluar na kian gencar ingan. Setelah itu Argentina menggempur pertahanan Panama. uh saat Lionel Seisi stadion seketika riuh kan Augusto Messi masuk menggantikan 1. Masuknya Fernandez pada menit 61. ah total arah Messi langsung mengubah permainan Argentina yang makin trengginas. Kapten ‘Tim Tango’ itu pun ncap gas bikin tak mau kalah dengan tancap hattrick dalam tempo 25 menit. Baru masuk lapangan tujuh menit, ngsung mencpenyerang Barcelona ini langsung mpan Gonzalo etak gol usai menyambut umpan encantumkan Higuain. Messi kembali mencantumkan nama di papan skor pada menit 78. Helukkan Jaime batnya, kali ini dia menaklukkan n bebas yang Penedo melalui tendangan sangat akurat. embali bergeStadion Soldier Field kembali lagi mencetak muruh setelah Messi lagi-lagi uma tiga gol, gol pada menit 87. Tak cuma Messi berperan atas lahir penutup pesta etak oleh Sergol 5-0 Argentina yang dicetak aga. gio Aguero di pengujung laga.

Vid Gemilang, Vidal Ch Menang Chile Foxboro Foxborough – Ch Chile berhasil menjaga peluang mereka lolos ke perempat final Copa America Centenario, u usai memetik kemenangan atas Bolivia di pertandingan Grup D, Sabtu (11/6) kemarin. Menang dengan skor 2-1, sepasang gol Chile diborong Arturo Vidal. Bertanding di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, Sabtu (11/6) kamerin Chile memimpin perolehan skor lewat gol Vidal di awal babak kedua. Tepatnya di menit ke-46 Vidal berhasil merobek gawang yang dijaga Lampe. Di menit ke-61 Bolivia sempat menyamakan skor menjadi 1-1, setelah Jhasmany Campos mencetak gol ke gawang yang dijaga Bravo. Hingga menit ke-90, kedua tim terus bermain imbang. Saat laga sepertinya bakal berakhir dengan skor imbang 1-1, Arturo Vidal menjadi pembeda. Dia mencetak gol keduanya sekaligus memastikan Chile meraih hasil sempurna lewat titik putih. Dengan kemenangan tersebut, Chile berpeluang lolos ke perempat final. Chile kini mengumpulkan tiga poin dari dua laga dan menempati posisi ketiga di klasemen Grup D. Sementara Bolivia jadi juru k kunci klasemen. (kmb33/rtr)

“Senang rasanya bisa ada di sini, khususnya karena dukungan publik. Saya merasa sangat tersanjung. Rasa sakitnya perlahan mulai hilang. Lalu saya pun bisa membuat gol pertama saya,” ujar Messi. “Ini semua adalah usaha tim di dalam sebuah laga yang intens, rumput lapangan yang sangat panjang. Ini cukup merepotkan, tapi kami mampu mendapat hasil yang diinginkan,” imbuhnya. Kemenangan ini memastikan langkah Argentina ke perempatfinal setelah mengumpulkan enam poin dari dua laga. Di laga terakhir mereka akan menghadapi Bolivia yang sudah pasti tersingkir, Rabu (16/6) mendatang. “Kami pelan-pelan makin membaik, kami sudah melakukan pekerjaan yang bagus. Sangat bagus memenangi dua pertandingan pertama ini,” tutupnya. (kmb33/rtr)

MU Lepas Valdes dann Powell Manchester – Victor Valdes bebas mencari klub baru pada musim panas ini. Kiper asal Spanyol itu telah dilepas oleh Manchester United yang juga memutus kontrak Nick Powell pergi. Demikian pernyataan resmi klub, Sabtu (11/6) kemarin.

Valdes bergabung dengan MU pada Januari 2015 lalu, dengan kontrak berdurasi 18 bulan. Dia menjadi pelapis kiper utama Setan Merah, David de Gea. Valdes tampil pada dua pertandingan terakhir MU di musim 2014/2015, menyusul

Victor Valdez

BPM/rtr

cederanya ranya De Gea. Akan tetapi, pi, setelah itu nasibnya di MU U memburuk. Valdes aldes berseteru dengan ajer MU saat itu Loumanajer an Gaal, setelah Van is van Gaall menganggap Valdes tak mau main untuk tim ngan. Akibatnya, eks cadangan. aga gawang Barcelona penjaga ikucilkan dari tim utama. itu dikucilkan Dia bahkan tak mendapatkan or punggung pada musim nomor /2016. 2015/2016. Valdes kemudian njamkan ke klub dipinjamkan ia, Standard Liege Belgia, a awal tahun ini. pada Dia tampil pada den pertandingan lapan dan membantu klub but memenangi tersebut l i Piala B Belgia. Sementara itu, Powell direkrut MU dari Crewe Alexandra pada 2012 lalu, dan langsung mencetak gol pada laga debutnya. Akan tetapi, setelah itu dia amat jarang dimainkan. Gelandang yang sekarang berusia 22 tahun itu cuma tampil sembilan kali dalam seragam MU. Powell tiga kali dipinjamkan oleh MU, masing-masing ke Wigan Athletic, Leicester City, dan Hull City. (kmb33/ap)

Pogba: Saya Main Buruk Saint-Denis– Paul Pogba mengaku dia bermain buruk di laga kontra Rumania. Pogba pun tak protes kalau dia akhirnya sampai ditarik keluar oleh pelatih Les Bleus Didier Deschamps. Dengan performanya bersama Juventus di Serie A musim lalu, Pogba tentu diharapkan bisa jadi bintang utama Prancis di Piala Eropa 2016 ini. Memang sudah sejak lama publik Prancis menantikan lagi adanya pahlawan baru di negara mereka, setelah Zinedine Zidane pensiun. Sempat ada Franck Ribery, tapi si pemain rentan cedera dan malah sering absen di turnamen-turnamen besar. Maka wajar jika Pogba jadi harapan baru fans Tim Ayam Jantan di Piala Eropa kali ini. Namun laga perdana melawan Rumania di Stade De France, Sabtu (11/6) kemarin Pogba justru kalah bersinar ketimbang rekan setimnya Dimitri Payet. Jika Payet jadi bintang lewat torehan satu gol dan satu assist dalam kemenangan 2-1 Prancis, maka Pogba justru tampil biasa-biasa atau malah cenderung buruk. Menurut statistik, Pogba cuma bikin 60 passing sepanjang 76 menit berada di lapangan, dan hanya 83,3 persen yang tepat sasaran. Selain itu,

pemain 23 tahun itu hanya bikin dua attempts dengan satu on goal. Pada akhirnya Pogba pun ditarik keluar pada menit ke-76 dan digantikan oleh Anthony Martial. “Kami tahu itu akan jadi laga yang sulit. Kami tampil sangat baik di 15 menit pertama, lalu mencetak gol fantastis untuk memenangi

pertandingan. Kami semua sangat senang,” ujar Pogba. “Starting eleven tidak akan pernah menuntaskan laga bersamaan, jadi pergantian pemain sangatlah penting. Kami melakukannya dengan baik dan mereka yang masuk memberi energi yang kami butuhkan,” sambungnya. (kmb33/ap)

BPM/ap

Arturo Vidal GOL - Striker Argentina Lionel Messi merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Panama, Sabtu (11/6) kemarin.

Klasemen Grup D No. 1 2 3 4

Negara Argentina Chile Panama Bolivia

M 2 2 2 2

M 2 1 1 0

S 0 0 0 0

Co America 2016 Jadwal Copa 06. Paraguay vs Amerika Serikat 12 Juni – 06.30, 08. Kosta Rika vs Kolombia 12 Juni – 08.30,

K 0 1 1 2

SG 7–1 3–3 2–6 2–4

Nilai 6 3 3 0


GELANGGANG

Minggu Pon, 12 Juni 2016

11 Buleleng A Tundukkan Sri Sedana Buduk Mangupura (Bali Post)Tim tenis meja Buleleng A unggul atas PTM Sri Sedana Buduk, dengan skor 2-1 dalam turnamen tenis meja beregu se-Bali, di GOR Lotring, Kuta, Badung, Sabtu (11/6) kemarin. Partai tunggal Teddy (Buleleng A) menundukkan Susila (Sri Sedana) dengan skor 3-0 (11-4, 11-1, dan 11-5). Partai berikutnya, Doyok (Sri Sedana) mampu menyamakan kedudukan 1-1, pasca menang tipis atas Odon (Buleleng A) 3-2 (1210, 9-11, 9-11, 11-9, dan 11-7). Partai penentuan di partai ganda Teddy/Odon mengalahkan Susila/Doyok 3-0 (11-8, 11-8, 11-4). Hasil lainnya, PTM Hikada unggul atas WUP Team dengan skor 2-0. Arik mengalahkan Sandiana 3-0 (11-9, 11-7, dan 11-4), kemudian Andre menundukkan Bayu 3-0 (11-5, 11-5, 11-3). PTM Pelangi juga menang 2-0 atas PTM Beta Kampial, lewat petenis meja Yastawan menaklukkan Oka 3-0 (11-5, 11-4, 11-5), serta Ady unggul atas Kadek (11-9, 11-5, 12-10).

Di nomor tunggal, atlet yang melaju seperti Wie Fung dan Andi (Grup A), Adit Black dan Kelvin (Grup B), Putu Mudana dan Komang Kenuk (Grup C), Deva dan Deddy (Grup D), Wiraharja dan Ardana (Grup E), Komang SW dan Ade Bawa (Grup F), Boby dan Karis (Grup G), Tut Mudita dan Dipa (Grup H), Made Merta dan Koming (Grup I), Arik Takyu dan Sandiana (Grup J), Rio dan Dimas (Grup K). Ketua Panpel Wayan Bolik Hartana menjelaskan, turnamen beregu umum dan bersifat open se-Bali, sedangkan di nomor tunggal pesertanya divisi dua, yakni di luar atlet PON dan atlet Porprov. Menurut Bolik, untuk beregu diikuti 24 tim, sedangkan perorangan melibatkan 89 atlet yang dibagi dalam 29 grup. Dikemukakan, kejuaraan ini digelar berkaitan Bulan Bhakti Gotong Royong LPM Kuta XIII/2016. â&#x20AC;&#x153;Selain itu, kami ingin menggeliatkan kembali tenis meja di Kuta yang lama vakum,â&#x20AC;? ucap Bolik. (022)

BPM/ist

ALL INDONESIA FINAL - Ganda Ricky Karanda Suwardi (kiri) bersama pasangannya Angga Pratama, bakal melakoni partai all Indonesia Ă&#x20AC;QDO PHODZDQ 0DUFXV )HUQDOGL *LGHRQ .HYLQ 6DQMD\D 6XNDPXOMR SDGD Ă&#x20AC;QDO $XVWUDOLD 7HUEXND

Australia Terbuka

Ganda Putra Milik Indonesia Jakarta (Bali Post)-

Indonesia memastikan menjadi juara Australia Terbuka 2016, pada nomor ganda putra setelah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melaju ke babak final. Marcus/ Kevin berhasil menyingkirkan pasangan Cina Liu Cheng/Zheng Siwei 21-17, 21-11 pada babak semifinal yang dipantau di Jakarta, Sabtu (11/6) kemarin.

Pasangan unggulan tujuh itu akan bertemu sesama pasangan Indonesia Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi pada babak final. Angga/Ricky melanjutkan langkah ke final setelah mengalahkan rekannya Berry Angriawan/Rian Saputro 21-

16, 21-14. Sementara itu, Marcus/ Kevin unggul sejak awal game pertama 11-8, 15-10, 16-12 dan tidak terkejar Liu/Zheng hingga akhir game pertama 21-17. Pada game kedua Liu/ Zheng sempat unggul 5-4, tetapi Marcus/Kevin dapat

membalikkan keadaan menjadi 8-6 dan terus unggul 14-8, 16-9, 18-11 sekaligus menutup game kedua dengan kemenangan. Untuk nomor ganda campuran, final akan mempertemukan sesama pasangan Cina Lu Kai/Huang Yaqiong

dan Zheng Siwei/Chen Qingchen. Lu/Huang melaju ke final setelah menyingkirkan pasangan Malaysia Peng Soon Chan/Liu Ying Goh dua game langsung 21-15, 21-12. Sedangkan Zheng/Chen melangkah ke final setelah mengalahkan pasangan Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto 19-21, 21-11, 21-16. Tunggal putra Denmark Hans Kristian Vittinghus akan berhadapan dengan

Tiga Pesepak Bola Pro Gabung PON Bali Denpasar (Bali Post)Tercatat tiga pemain profesional Bali siap bergabung dengan tim sepak bola PON Bali untuk melakoni PON XIX/2016 Bandung, Jawa Barat, September mendatang. Kehadiran mereka mengancam pemain belakang. Oleh sebab itu, dari total 20 pemain PON yang didaftarkan entry by name, posisi bek dan centre-back akan digantikan tiga pemain profesional yakni Putu Gede Juniantara (Bhayangkara United), Nyoman Adi Parwa, dan Felicianus Rato Bate (Bali United).

â&#x20AC;&#x153;Izin secara lisan sudah. Kini tinggal menunggu surat resminya dari masing-masing pelatih,â&#x20AC;? ungkap Bendahara Tim PON Bali, Anom Prenatha di Denpasar, Sabtu (11/6) kemarin. Anom Prenatha menjelaskan, potensi pergantian pemain itu masih terbuka sampai 17 Juni. â&#x20AC;&#x153;Jadi yang didaftarkan ke PB PON Jabar sejatinya masih bisa diganti. Setelah 17 Juni baru tidak diperbolehkan melakukan pergantian atlet PON,â&#x20AC;? katanya Dikatakannya, pemain belakang yang rawan diganti,

yakni Agus Novic, Agus Eka Putra, Pandu Wirata, dan Yudi Antara. Sementara Bek kiri ada Ari Gilang dan posisi bek kanan Andika Wijaya. Putu Gede di bek kanan, Felicianus bek kiri, dan Adi Parwa bisa centre-back dan bek kiri. Sementara enam pemain magang itu, yaitu Aji Bayu Putra, Casala Pratama (kiper) Komang Sujana (bek), Rio Andreawan (depan), Yoga dan Anggoro (tengah) juga masih berpeluang menggantikan pemain yang telah lebih dulu didaftarkan proses entry by name. (kmb41)

BPM/dok

Nyoman Adi Parwa

atlet Korea Jeon Hyeok Jin yang menyingkirkan Anthony Ginting. Untuk nomor tunggal putri, pemain Cina Sun Yu melaju ke final setelah mengalahkan sesama pemain Cina Li Xuerui, dan akan berhadapan dengan pemain berpengalaman India Saina Nehwal. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari akan melawan pasangan Cina Bao Yixin/Chen Qingchen di final. (ant)

BPM/022

ASING 6HRUDQJ SHWHQLV PHMD DVLQJ LNXW PHPHULDKNDQ WXUQDPHQ WHQLV PHMD GL *25 /RWULQJ .XWD 6DEWX NHPDULQ


12

Minggu Pon, 12 Juni 2016


Sastra

Redité Pon, 12 Juni 2016

I Kaki Dengkil

Atma Tan Pasantana SANUNGGIL mapagang Kajeng Kliwon, I Kaki Dengkil uyang nénten mrasidayang masaré wenginé. Kebus baang rasaanga awak Ipuné. Pakecahcah peluh matah medal saking awakné. Wantah asapunika, mailehan Ipun nglincak kantos ayamé pakruyuk nyambut Sang Hyang Bhaskara jagi rauh. Pura Désa, Pura Puseh, Pura Dalem, Pura Panataran, tur sakancan Pura Pamaksan makasami purané ranjingina. Biasané, Prajapati ring setrané sané pinih ungkur ranjingina. Punika awanan Ipun kasub kasengguh jatma sakti ring Tepisiring. Nénten wénten sané purun nyengguhang Ipun midep ngiwa santukan sering nulungin warginé sané sengkaon. Naler nénten purun nyengguhang Ipun balian, santukan nyak malianin. Nah, mangkin I Kaki Dengkil wawu rauh saking setra. Santukan sampun nyansan nyemengang, sayan dayuh awané, ngawinang tis awakné rasayanga. Kenjekan bengong mategtegan negak ring ambén kubonné, kepirkepir piragina Bagus Gede mabaos. Sesampuné usan saag-suug ring titi ugalagilé, sagét dapetanga ragané mangsekan ring lingsehan tiing petungé sané muncukné ngenjor ka tukadé maluab madaging geni nilap-nilap. Wawu jagi masayuban sambilanga malanjaran, sagét pakriak panggihina atma tan pasantana paglayut ring muncuk tiing petungé. Bagus Gedé kalangen manggihin. “Kakéné atmané tusing ngelah santana?” Apa ngawanang bekung ipidan dugasé dadi jaleme? Apa dasar tattwané apang ngelah santana?” Asapunika Bagus Gedé kocap marerasan sambilanga masayuban ring bongkol tiing petungé. Rarasané punika sakadi pitakén sané tujoanga majeng I Kaki Dengkil. Lempuyengan sirah I Kaki Dengkilé ngamanahang indiké punika. Saking dija wawanin nuréksa parindikané punika? Sapunapi awanan wénten sané kabaos mawasta atma tan pasantana? Naler kabaos putung tur cepung? Sané kabaos tan pasantana punika kocap wantah dawegé kantun ring mrecapada nénten madrué santana utawi pianak lanang. Asapunika kamanten? Wantah asapunika jagi makwéh pisan atma tan pasantanané. Sané bekung nénten madrué pianak jagi dados atma tan pasantana? Asapunika naler sané madrué pianak istri kamanten? “Sing, sing kéto! Panak adiné ané muani masé panak pagelahan! Dadi peras anggon panak!” Asapunika I Kaki Dengkil nyawis pitakén silih sinunggil sameton dadiané ring pabligbagané. Puput sakadi punika? Sapunapi wantah sametoné sané lanang nué pianak adiri? Wantah pianakné peras, nénten ké ipun jagi tan pasantana? “Sing, sing kéto!” Malih ipun nyawis, “Panaké ento panak gelah bareng. Yén aget, buin pidan lamun panaké ngelah panak muani, ento dadi peras! Lamun tusing ngelah panak muani, ento urusan panaké! Tusing buin urusan iraga! Ané mabuat dini, di lingsehané apang ada santana!” Asapunika I Kaki Dengkil kocap rihiné nyawis pitakéné sakadi punika. Kantos irika, sapunapi sampun puput? Wantah asapunika nénten ké jagi nénten wénten sané kasengguh atma tan pasantana? Ngudiang Bagus Gedé akéh manggihin wénten atma tan pasantana nglayut ring tiing petungé rot-rot bikul sané ngawinang jagi macebur ka tukadé madaging toya maluab dilap-dilap geni? Vasudéwa kutum bakam, kocap asapunika baos sastrané. Nénten ké punika sané ngawinang jagi nénten wénten atma tan pasantana? “Sing, sing kéto! Ané madan santana ento, ané lakar nglanturang treh tur kawangsan! Tan pasantana artosné tusing nyidaang nglanturang kawangsan. Rered kawangsan!” Mimih... nyansan negeh-negehang satuan I Kaki Dengkilé. Bagus Gedé ica miragiang pamineh I Kaki Dengkilé sakadi punika. Sakadi wikan nureksa pamineh anak siosan, misib sareng baliané ngangken midep sakadi punika. Kocap, sané mawasta atma tan pasantana punika, santukan parisantanané nénten prasida nglanturang swadharma treh tur kawangsan. Bagus Gedé sareng I Kaki Dengkil masarengan ngrémon: “Pantes nyansan ngliunang atma tan pasantanané! Cara janiné, sayan megehang anaké rered kawangsan, apa buin sayan liu masalin agama! Sayan medikang anaké enyak nyaluk gama! Tusing perah anaké tusing ngelah panak tur anaké tusing ngelah panak muani dadi atma tan pasantana!”. “Kaki... melahang ngupapira I Doglagan apang tusing kanti nilar sasana wangsané, apa buin kanti paid bangkung masalin agama!” Asapunika piteket Bagus Gedé. I Kaki Dengkil anggut-anggut nyumanggemin. Magésonan Ipun ngenjit jalikan jagi ngarya toya anget anggéna nyeduh wédang santukan mangkin sampun semengan. (Jelantik)

Eda Nyen Bapa Gaénanga Badé Ning! I Madé Suarsa SEJABANA adri, arga, giri, mandhara, wukir, seladari, sikarini, lan parwata, gunung taler kabaos acala. Napi krana? Doning a mateges nénten, lan cala tegesnyané magingsir. Dadosné acala tegesnyané nénten magingsir. Amunapi ja ageng blabar, linuh, miwah bhaya tiosan, gunung nénten jagi kagingsir utawi magingsir. Amunika kakukuhan gunungé, mawinan raris wénten kabaos tak akan lari gunung dikejar. Antuk sampun kapastikayang kagungan kasuksman gunungé katon saking kahanan dasa nama ikanang kruna, mawinan para putra, para sisia maka sami, bilih-bilih ida sang rumaga brahmana walaka sesampuné madwi jati nganutin pawuwus kang sinanggeh nabé mapuspata nglestariang kakukuhan GUNUNG. Yukti puspata kalintang singgih, inggil, luih lan adiluhung, mangda pikayunané ajeg kokoh, kukuh

kadi gunung, tatan sida kaepah olih sira ugi sejabana Ida Hyang Parama Kawi. Pangadegé tegeh ageng, rawé kumbalané samah dawa mlédpéd nyujuh dada ngwastu mawewehweweh kawibawan ida anaké lingsir. Bebaosé busan-busan baud banyol rikanjekan ngicénin dharma wacana ngwewehin pawuwusé delek lan sumeken, wastu élah antuk sang miragiang ngincepang kasuksman daging dharma wacanané. “Kénkén Cé suba marasa?” “Marasa napi Tu Peranda?” “Liu telah pipis Cé ajak makejang méanin Peranda madwijati.” “Akéh lan akidik nika kan relatif Ratu Peranda.” “Béh ha ha ha…bisa masé Cé ngorang relatif.” “Puniki gumanti tugas titiang para sisia sareng sami Tu.” Kalintang-lintang tusta lédang

13

pikayunan Ida Peranda miragiang panyawis para sisiané ngeninin indik sampun pari-purna pamargin padwijatiané, lamakana ring gria nénten mangmung malih, sampun malinggih anak lingsir sané dados panutan umat, ngicénin sesuluh ritepengan sisiané keni kapetengan jroning tuas indik pula-pali pamargin yadnya. Sampun ketah mamargi ring pakraman, yéning kawibuhan gria Siwané wantah wénten mapupul ring para sisia ring jaba. Sakedak-sakedik pakaryan lan kabrebehan ring gria, sami punika wantah tanggung jawab utawi kewajiban para sisia. Upami, yén wénten wewangunan ring gria rusak utawi patut kaayum, sami punika prabéa lan pangrembané patut kawawa olih para sisia. Punika mawinan para sisia griané wénten pupulannyané, wénten pangurusnyané, mangda gampang antuk ngwikanin utawi ngwiwékanin, sapunapi antuk muputang pikobeté punika. Kasar antuk nguningayang, kasugihan griané wantah wénten ring jaba ring para sisia. Indiké punika ngranayang, Ida Pedanda Siwa nénten banget akéh ngambil sesari pradé Ida muput ring yadnya sisia. Nanging yén Ida Pedanda Budha, doning Ida nénten madrué sisia, patut Ida akéhang sesariné. Pradé wénten pakéwuh ring gria, Ida ngraga nyangu prabéané. Kadi asupunika biasa pamarginé, indik tata-titi Siwa-Sisia. “Nah dadiné, Cé ajak makejang para sisia Peranda tuyuh, liu nelahang prabéa. Men ngrunguang wewangun di gria apang ada masé tongos negak sisia panangkilané. Men buin Cé ajak makejang ngrunguang pakubonan Céné.” “Sampunang Ratu mabaos kadi punika. Yén pada téktéktékték titiang, kantun akéhang titiang para sisia nelasang prabéa yéning Ratu durung malinggih.” Pan pageh pamucuk paguyuban sisiané nyawis. “Dadi bisa kéto? Soléh?” “Napi soléh. Indayang ja pikayunin. Yén sisia druéné madrebé yadnya jaga nuur Ratu. Kekalih dadosné titiang nuur. Ka gria mriki titiang ngaturang panuur, lan ka gria sané aturin Ratu pinaka panyeledii taler titiang ngaturang panuur. Dobel dadosné titiang keni panuur.” “Oo saja….” Sat sategeh gunung salinggah pasih lega manah para sisiané, Ida Pedanda katon banget mawibawa. Sangkaning Ida oneng ngicénin dharma wacana ring désa, bebanjaran, kantor-kantor saha kasobiahang ring televisi, sayan akéh para pandita ninut ngicénin dharma

ing Ida Peranda ngutamayang jinah, duaning sesari madharma wacana, doh akéhang ring sesari muput. Ida nénten naenin lémpas, mapan naenang makebiar orti, Ida ngutamayang dharma wacana, lan Ida Pedanda Istri ngentosin muput, yadiastun pakrimiké punika nénten madasar ring kasujatianné. Sawus Budha Kliwon Dungulan sadurung Budha Kliwon Pahang ketah kabaos muncal walung, Ida Peranda nénten akéh muput, duaning salami asasih punika arang sameton sisia nangun yadnya. Kala punika Ida sareng sisia sané oneng mawirama, Ida Pedanda nyarengin mawirama ring Gria. Kala irika Ida Peranda mawuwus, mangda para sisia nénten banget kaiket arta kama indria. “Yan paramarthania arthakama sadhyan, dharma juga lekaskena rumuhun. Kena baan Cé to?” “Ten Tu….” “Yan Cé ngalih kasugihan, kasenengan, saliu-liuné dadi. Sakéwala satondéné, apang bisa Cé malaksana dharma. Kunang ikang wang pidaningun damelakenang dharmasadhana, apaapaning pari, wukaning antiga padanika, rupaning hana,tan papakena. To kena baan Cé.” “Ten Tu.” “Kéné to. Manusa sané tusing pesan taén nglaksanayang dharma, patuh tekén padi puyung utawi taluh berek. Ada, sakéwala tusing ada gunané apa-apa. Cé nyak kéto?” “Ten Tu.” “Terus ten Tu, ten Tu, dogén Cé.” Ida Pedanda nénten banget mamuatang arta brana, nénten malih kaiket déning indria. Ida Pedanda nulad pamargin Ida Pedanda Sidemen, sané setata pepojolan lelengisan, nénten malih mamuatang kaduniawian. Sedek Ida Peranda mabebaosan sareng pamucuk-pamucuk sisiané, rauh putrané sané pinih duur. “Nah sedeng luunga Gus ada dini, ada moncol-moncol sisiané dané wekasan lakar ngétangang pula-pali di gria. Tusing tawang sagét bin mani bin puan Aji mantuk, eda pesan Aji gaénang badé nah!” “Kaslengagang titiang Aji…” “Keto masé para sisia ajak makejang. Cara baos Peranda busan, sagét mani puan Peranda mantuk, eda pesan Bapa gaénanga badé nah Ning…!” “Dados Ratu mabaos kén…?” “Ssssstttt siep. Eda berkomentar. Laksanang dogén kénkén isin baosé busan. Ené wasiat. Yén Bapa mantuk, eda nyen Bapa gaénanga badé, Ning…!”

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Kajayan Madasar Dharma Olih : I K. Satria, S.Ag IDA Sang Yudhisthira raris éling ring raga saha malih nyumingkin wirang ring pikayunanidané. Ida Sang Prabhu Yudhistira raris ngwéntenang yadnya pabersihan saha ngrastiti para ksatriané sané pejah ring payudan, miwah nangun yadnya suci majeng ring para brahmanané. Ida Sang Prabhu ngayunin pacang dados rajaning raja sané mautama. Tatkala punika taler kaucapang bebaosan suci sané dagingnyané wantah matur majeng ring Ida Maharishi Wyasa, Maharsi Narada miwah para brahmana sané wénten irika. “Nawegang Sang Brahmana makasami, mangkin sebet ring pikayunan titiangé sampun ical. Punika sangkaning polih pitutur sané luwih mautama saking para brahmana. Sané mangkin titiang ngayunin arta brana pacang kapolihang sangkaning jaya ring payudan. Malarapan sakadi asapunika, titiang ngayunin pacang ngamargiang yadnya sané ageng pinaka cihna bhaktin titiang majeng ring Sang Brahman sané mautama. Antuk pituduh puniki, titiang cumpu pacang ngamargiang yadnya mautama. Pinaka sarana ngamargiang yadnya punika, titiang naenin mireng orti indik Gunung Himalaya sané suci mautama. Dumogi sangkaning asung waranugraha saha pangrastiti para brahmana sané mautama punika, titiang prasida molihang napi sané kaptiang. Sami yadnya pacang kamargiang antuk manah lascarya, dumogi para brahmana prasida sareng ngrastitiang. Sané mangkin sadurung yadnyané punika mamargi, lugrayang titiang ngaturang suksmaning manah ring makasami para brahmana sané sampun ngicén titiang pawarah-warah saha daging sastra agama mawinan prasida titiang éling ring padéwékan.” Sesampuné mirengang panyembah bhaktin Ida Sang Yudhistira, para brahmanané raris mawali nuju genahidané matapa ring Gunung Himalaya. Irika raris sakadi klebétan tatit, sami para brahmanané mlesat ngambara. Genahé punika digelis sepi, Ida Sang Prabhu Yudhisthira kantun malinggih irika. Wusan punika para bandawané mamargi nyayagayang yadnyané sané mautama punika. Kapertama ngamargiang pembasmian Ida Bhagawan Bhisma. Kalanturang ngamargiang pembasmian Ida Sang Karna miwah nglantur majeng ring Korawa. Upacara pembasmiané punika becik pisan pamarginnyané, kalanturang ngamargiang yadnya majeng ring para brahmana sané muput yadnyané. Kalanturang Ida Sang Prabhu ngamargiang yadnya majeng ring para ksatria sané pejah ring payudan. Sesampun yadnyané puput kamargiang, Panca Pandawa raris mamargi nuju genah kulawarganidané ring Astinapura ngrauhin Ida Sang Prabhu Dhrestarastra. Salanturnyané sesampuné matemu, raris Pandawa nglimur pikayunan para lélingsiré punika. Ida Sang Wasudéwa miwah Ida Sang Dhananjaya rumasa angayubagia sangkaning angganidané sampun prasida ngasorang sekancan kamomoan sané kamargiang olih Ida Sang Duryodhana sareng pasametonan Korawané. Rasa angayubagia punika kasinahang antuk parikrama matirtayatra, ngrauhin makudang-kudang danu, tukad, miwah segara sané ngulangunin. Ida Sang Prabhu Krishna miwah Ida Sang Arjuna tan bina sakadi sasi lan surya sané ngulangunin sang nyaksiang. Rikanjekan dina anu, Ida Sang Prabhu Krishna kasarengin Ida Sang Arjuna marerasan ring genah pangusabané ring Indraprastha. Ida nyatuayang

wacana pradé wénten katuju kagelar yadnya. Kramané taler sayan oneng miragiang dharma wacanan Ida. Sejabana unteng indik sané kadharmawacanayang indik yadnya lan tata-titi kahuripan ngawa agama Hindu, taler anggah-ungguh Idané madharma wacana yukti delek, lan busanbusan, banyol, baud, dados lengut pisan. “Ih Cé uli dija. Tumbén asané Cé nangkil ka Gria.” “Inggih titiang nembé Ratu Peranda.” “Men Cé uli dija né ajak dadua?” “Titiang sakéng Tanjung Benoa Ratu.” “Men kénkén to nyama-nyama ditu, dadi cekikan teluké ditu lakar uruga. Pabeneh cara dija to?” “Ten uning titiang Ratu, jeg sagét sampun wénten uar-uar cekaké punika jagi kaurug.” “Cé marasa ladné ngaé cekak celuk, mawinan Cé bani-bani ngurug. Sing nawang Cé, palemahan suci to tawang.” “Titiang ten uning Ratu. Kocap jagi réklamasi Tu.” “Ré kla ma si. Ékan-ékan dané dot nguugang Bali to, tawang Cé? Demen Cé Gumi Baliné uug?” “Ten.” “Lawan! Yén sajaké upama, makejang anaké sagumi Bali setuju réklamasi, tekéd ka Cé ajak dadua, Peranda lakar berjuang padidi mélanin Gumi Bali, nolak réklamasi. Ngerti Cé…?” Kadi kukuhnyané gunung, nénten magingsir satapak, yadiastun amunapi ageng angin lan linuhé. Yata amunapi pangopeté, kaucap sang maraga dwijati sareng berpolitik, Ida Pedanda nénten mawedi, kukuh kadi gunung ring pikayunan, nénten mawedi satapak, yata majadeng sareng pamerintah. Antuk pikayunané sané suci lempeng, pangadegé mawibawa, pangadikané baud, lan unteng bantang pabligbagané ring dharma wacana nitiasa nepék ring kahanan aab jagat, mawinan ring dija-dija sajebag Nusantara Ida Pedanda muput lan ngicénin dharma wacana pamileté setata ngébekin genah. Makudang-kudang panegara taler kaparanin, pamekas ring unteng-unteng genah Hindu makadi India, Laos, Tibet, miwah sané tiosan. “Sing dadi kérégang bedik. Peranda kadung suba nyanggupin muput. Pang pada-pada majalan!” Kadi punika nitiasa baos Ida, pradé pinunas madharma wacanané nepék ring galah Ida muput. Indiké punika tekek kukuh kagambel olih Ida, mangda nénten kantos pakrimik sisiané, yén-

saha mligbagang indik Panca Pandawa ngamargiang brata ka tengahing alas. Unteng bebaosané wantah indik kawéntenan Panca Pandawa ring tengahing alas kaliput antuk kadukan santukan wénten ring alas sané madurgama. Antuk manah liang Ida mabebaosan, napi malih dané sareng kekalih wantah pinaka rsi sané prasida maosang indik kawitankawitan para rsiné sané riin. Ri kala punika taler Ida Sang Kesawa sané waged ring saluiring sastra mabebaosan sareng Ida Sang Partha. Ida maosang indik pamargin kahuripan sané mautama. Sujatiné piteket punika wantah piteket sané pinih untat sadurung Ida Sang Prabhu Kesawa mawali nuju genahidané ring Dwarawati. Bebaosan punika wantah nglimurang manah Ida Sang Arjuna sané sujatiné kantun rumasa sungsut ring padéwékan sangkaning kulawarganidané pejah ring payudan. “Uduh Sang Arjuna, kawéntenan jadmané sané wénten ring jagaté sampun subhakti tur nénten bani tempal ring Ida Sang Prabhu Putra Dharma. Ri kala ngasorang mesehé wantah kawisésan panah Adiné sané ngawinang molihang jaya. Antuk kawisésan Adi sané mautama kasarengin kawisésan Ida Sang Bhima miwah Nakula-Sahadewa kapucukin olih kawisésan Ida Sang Yudhistira sané ngateh iraga jaya. Prajurit puniki nénten prasida kasor. Nénten wénten malih sané prasida ngasorang kawisésan punika, napi malih sangkaning wirang mélanin kapatutan. Kawisésan mélanin patut sané ngawinang nénten wénten prasida nandingin kawisésan Adiné. Wantah sangkaning kapatutan punika kawéntenan Duryodhana miwah Satus Korawa prasida kekasorang ring yudané puniki. Punika taler sané ngawinang Ida Sang Putra Dharma prasida mucukin jagaté sangkaning pitulungan kawisésan I Déwané. Mangkin Beli rumasa angayubagia wénten ring genahé puniki nyalimurang manah nyaksiang sami sané wénten ring jagaté. Yéning kayunin, sampun sué Beli nyarengin Adi saraina nepasin sekancan wicara taler mayuda mélanin patut. Nénten karasa taler sampun sué Beli nénten matemu Ida Sang Wasudewa sané baktinin Beli, Ida Sang Bala Déwa tur makasami ksatria sané mucukin wangsa Wrishnine. Mangkin Beli pacang mapamit mawali ka Dwárawatiné. Beli nunas icén Beli mawali. Ri kala Ida Sang Prabhu Yudhistira keni kadukan sané rahat, Beli taler Ida Bhagawan Bhisma sampun ntalarang kautama-kautaman sané dados anggén tetuek. Sang Prabhu Yudhistira madué budhi sané dahat mautama. Ida dahat nguratiang piteketpiteket sané kaicén. Ida Sang Putra Dharma dahat wicaksana sangkaning kawisésanidané sané kaicén olih Ida Bhatara Dharma. Kadegdegan pikayunanidané sané becik ngawinang kawicaksananidané nénten prasida katandingin. Uduh Adi Sang Arjuna, durusang mangkin tangkil ring Ida Sang Prabhu. Aturang Beli pacang ninggal Indraprasta mawali nuju Dwarawati. Sujatiné Beli nénten liang ninggal anggan I Déwané nuju Dwarawati. Pangaptin beli boya wénten tios wantah mapitulung kapining I Déwa ri kala nandingin sekancan meseh tur mélanin kapatutan. Mangkin sami mesehé sampun kasor turmaning Adi Sang Yudhistira sampun jumeneng ratu saha sami sampun subhakti, taler sampun kabhaktin olih para Sidha sané wénten ring jagaté, kajunjung olih tanda mantriné.” (Puput)

Pasih tuutang patapan pasih ané sing mamilih-milih uli cerik kanti kelih luh muani wiadin bancih walaka wiadin sulinggih katampi masucian nglebur mala kanti bresih nanging ané jani kenehé kaliwat sedih pasihé nagih kaparikosa invéstor sugih nagih kaurug ngalih bati lebih apaké parilaksanané ento tusing pelih? apaké réklamasi lakar ngaé jagaté luih? apaké sing takut pasihé lakar mamedih? pasihé meluab ngaé puloné macelos apih ngelemang nampi karma palané cicih sinah tusing sida buin angkih-angkih.

Toya Ning

Made Suar-Timuhun

toya ening ring telaga anggén suluh niténin arsa taler nyapsapin kolongan tuh mawastu molihang amerta mangda setata ening patut katimpuhin toya ening taler kaembahin ngesor nresnanin sameton ring sor margiang rasa sih kumasih punika majeng ring krama sadaya taler sarwa urip sami pinaka sadhana utama ngulati rahayu ring kahuripan puniki. I Nyoman Punia


Kruna

14 I Wayan Sutama

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;gind, Pupuh Ginada 23.digunu*rtmwinn/, Di gunung rata mawinan, tnÑedosÇm ) h $ gigs i /, tan dados cemer agigis, psÓipc*kgi\uæir*, pasti pacang kagingsirang, sk&slum\Ñtd ) n u /, saking salu mangda tedun, ynÓnß¡lplugÉh, yan tan mula palugraha, etoed*ogigis/, todong gigis, buln u e Ð l*omp)lt i n/. bulun kalong mapelitan. 24.eynÙ)nÓ)nßnusss(, Yén wénten manusa sasar, mg)m)tnÀjiw)gig/, magemetan aji wegig, r&btrnuæomæuny ¡ À ,* ring bataran sampun uyang, npimli;jgmmuhk u /, napi malih jaga mamuuk, \Ézé&mt)t\Ðiln/, ngranjing matetangkilan, sin;héËi;, sinah ajrih, \unÓ¡lÓnæurunßt\Ð;. nguntul tan purun matangkah.

I Ketut Bagus Prabu Ananta Pramadhiksa

Sumeken lan Lascarya MUTUSANG sareng macentok sajeroning pemilihan kepala dusun tur prasida lulus, I Wayan Sutama raris nglaksanayang napi sané sampun dados komitmen-nyané. Makudangkudang pamargi anyar raris kalaksanayang olih lanang sané embas ring Dénpasar, 12 Juli 1974 puniki. Utamannyané sané mapaiketan sareng pabuat krama ring dusunnyané. Sinunggilnyané sané mapaiketan sareng administrasi kependudukan. Napimalih wewidangan Banjar Benbiyu, Désa Peguyangan Kaja, Dénpasar Utara rumasuk wilayah berkembang ring Dénpasar Utara, sané pinih karereh pengembang pinaka kawasan pemukiman anyar. Punika awinan wilangan penduduk pendatang ring Banjar Benbiyu langkungan saking krama wed. Kahanan inucap pinaka pikobet majeng Sutama pinaka kadus sajeroning utsaha nyalantarayang wewidangan sosial sané trepti. Mautsaha nglaksanayang pendekatan personal miwah kelompok, Sutama taler prasida nyalantarayang tatanan sosial sané trepti tur ajeg. “Titiang durung marasa manggih kasidan, nanging tiang mautsaha nglaksanayang sané pinih becik ngayahin krama. Penilaian punika waliang tiang majeng krama,’’ baosnyané sinambi makenyung. Kacunduk ri kala nyambehang wit ulam ring kolam duén kelompok mina ring wewidangan kolam Pura Catur Kanda Pat Sari Penyawangan Déwata Nawasanga ring Banjar Pondok, Désa Peguyangan Kaja, Dénpasar Utara, suami Ni Ketut Kermini puniki éling yéning dané mawit saking krama. Krama sané kirangan artha brana. Kahanan sosialnyané punika ngawinang jengah, sajeroning nincapang kasukertan sosial wargannyané. Paindik a n sané

pateh kalaksanayang olih bapak tigang pianak puniki ri kala lulus dados Kepala Désa Peguyangan Kaja. Majeng alumnus Fisip Wirabakti, Dénpasar puniki, krama pungkuran puniki muatang figur pimpinan sané nénten wantah waged mapidato miwah waged wacana kémanten, nanging taler nglaksanayang prasida ngicén conto. Kakawitin saking paindikan sederhana, minakadi ngwangun bank sampah, raris kaolah dados barang setengah jadi. Conto sané kaicén olih Sutama mawasa becik, laluu ring wewidangannyané nénten malih ngwetuang pikebot. Nénten naen Sutama mikayunin dados wakil rakyat. Dané kantun éling pisan ri kala mutusang puput pinaka Kades Peguyangan Kaja. Sutama wantah angganing sané madué kepribadian sederh sederhana tur lascarya. Sakémaon Sakémao bekerja keras sampun leket l ring anggannyan anggannyané. Minab nénten ak akéh sané uning yén yéning Sutama naen makarya pinaka satpam miwah lloper koran, sané san maksa dané nénten males-m males-malesan. “Ring dija ugi magena magenah, nénten wicaksana pisan yéning iraga ng ngenehang déwék padidi. Napimalih antuk status statu titiang pinaka anggota DPRD Ko Kota Dénpasar, sané p patut mélanin hak kra krama sané wakilin tiang tiang,’’ baosnyané tegas. Negak ring komisi empat DPRD Kota Dénpasar, sané membidangi kesemembidan jahteraan rakyat jahteraa pendid pendidikan pemuda miwah olah rraga, kesehata ehatan, kebersihan miwah perta pertamanan, sosial miwah tenag tenaga kerja, kebudayaan, pariwisata, agama, KB miwah pemberdayaan perempuan miwah kearsip kearsipan, Sutama mautsaha m nyalant nyalantarayang komitmen komitmen-nyané. Pikobet kesejahteraa jahteraan sosial warga K Kota Dénpasar dad dados tanggungjaw gungjawabnyané ngrauhang ka pemerint pemerintah. Utamannyan pabuat mannyané pokok krama, gumant krama gumanti marasa trepti nglaksanayang aktivitas Sarengaktivitas. n sareng ngwantu pawangu pawangunan ring Kota Dé Dénpasar. (ast/yan (ast/yan)

Isin Gumi

Sirkuit Pacuan Kuda Pacang Kawangun ring Buléléng Barat Buléléng Barat ngawit kaselehin olih invéstor PT. Bali Wana Lestari sané marencana pacang ngwangun sirkuit pacuan kuda bertaraf internasional ring wewidangan Gerokgak, Buléléng antuk nilai invéstasi triliunan rupiah. Jimbar lahan sané pacang kaperluang kantos 1.188 héktar. Rencana invéstasi punika katlatarang PT. Wana Lestari ring ajeng Bupati Buléléng, Putu Agus

Suradnyana ring ruang rapat Kantor Bupati Buléléng wau puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wrehaspati, 9 Juni 2016 lintang. Kaki Dukuh, Seririt Tiang nyokong pisan rencana pawangunan pacuan kuda inucap ring Buléléng

Barat. Indiké punika pacang sida ngimbangang pawangunan-pawangunan ring Buléléng. Tiosan punika prasida taler menyerap akéh tenaga kerja, majanten pacang ngirangin pengangguran. Tunas titiang mangda ngutamayang tenaga kerja saking wewidangan genah pawangunan pacuan inucap. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja

Kruna BASA BALI

AKSARA BALI

1.

cager

1. cg$,

1.

BAHASA INDONÉSIA

handal

2.

caluh

2.

clu;,

2.

terbiasa

3.

candala

3.

cnÑl,

3.

cacat

4.

candet

4.

cnÑ)t/,

4.

bergantian

5.

canting

5.

cnÓ&,

5.

sendok

6.

carma

6.

c(m,

6.

kulit

7.

dupak

7.

dupk/,

7.

terompah

8.

gagapan

8.

ggpn/,

8.

oleh-oleh

9.

gancang

9.

gzÇ*,

9.

kencang

10.

gega

10. g)g,

10.

percaya

Redité Pon, 12 Juni 2016

Becik pisan rencana pawangunan inucap, mawinan patut kasokong samian angganing. Tunas tiang majeng para invéstor mangda nglaksanyang koodinasi majeng pihak-pihak terkait, mangda kapungkur nénten ngwetuang pikobet. Tios punika mangda kasayagang SDM sané becik. Yéning perlu ngicén pembinaan ring krama sané pacang kanggén tenaga kerja. Putra Perkasa, Tangguwisia Tiang nyokong pisan yéning pacuan kuda kawangun ring Buléléng, napi malih mataraf internasional. Dumogi kapungkur prasida nglimbakang prestasi olah raga widang pacuan kuda ring Buléléng. Rasa bagia taler santukan Bupati Buléléng sampun nyanggra saha nampi becik para invéstor sané rauh ka Buléléng. Genah pacuan sané pacang kawangun yukti jimbar pisan, majanten makéh ngamuatang karyawan. Sinalih tunggil jalaran mungkah genah pakaryan anyar. Mang Yasa, Lovina, Lovina Tunas titiang, sadurung pawangunan punika kalaksanayang, para investor mangda nyangkepin data minakadi perijinan miwah data sané kapisaratang. Titiang mapangapti, dumogi nénten mangkrak napi malih kantos nngawé rugi pemerintah. (ama)

Atlet Porsenijar Pinih Becik MOLIHANG kalih medali emas cabang olah raga tenis lapangan, nyalantarayang I Ketut Bagus Prabhu Ananta Pramadhiksa, kapilih pinaka atlet terbaik Pekan Olah Raga dan Seni Pelajar (Porsenijar) tingkat SD sawewengkon Kota Dénpasar 2016 wawu puniki. Prabhu–sapunika murid kelas VI SD No. 5 Peguyangan puniki sering kasambat olih sawitrannyané ring sekolah, katon bagia pisan nerima piala sané kaserahang daweg acara penutupan ring GOR Ngurah Rai, Dénpasar. Dané sané embas ring Dénpasar, 14 Oktober 2004 puniki nénten narka yéning dané kapilih dados atlet terbaik. Kapilihnyané Prabhu ngawi paripurna rasa bagia sané karasayang sesampun ngasorang lawannyané. “Titiang angayubagia pisan kapilih dados atlet terbaik tingkat SD cabang olah raga tenis lapangan. Cabang olah raga sané sadurungnyané akedik kasenengin, nanging pungkuran puniki ngawit kasenengin,’’ baos Prabhu sumeken. Pianak I Ketut Dirga miwah Agnes puniki nyaritayang pangawit dané nyenengin cabang olah raga tenis lapangan. Kakawitin Prabhu nyarengin bapaknyané ka lapangan tenis, sangkaning nénten wénten timpal main ring umah. Katimbang bengong umah padidian, dané taler nerima ajakan bapaknyané sareng ka lapangan. Santukan sering sareng ka lapangan saha sering ngaksi tenis lapangan, lantas Prabhu sareng main. Pangawitnyané Prabhu naen takut saha kimud. Ri kala napi sané karasayang kabaosang sareng bapaknyané sané hobi main tenis, lantas bapaknyané taler nyanggra becik saha masumaya ngicén rakét. Sadurung kaurukang pelatih, Prabhu sané daweg Porsenijar 2016 molihang medali emas tunggal putra miwah ganda putra kaurukang olih bapaknyané. Dasar-dasar permainan tenis lapangan kaicén olih bapaknyané. Nyabran rahina Prabhu nyinahang kasumekenannyané main tenis lapangan. Sangkaning kasumekenan muruk, sayan katon kabisannyané. Sakatah kejuaraan kamiletin. Prabhu sané daweg Porsenijar wawu puniki mapasangan sareng Komang Dio Pradita S. sampun sering nyarengin lomba. Samaliha ring sakatah kejuaraan ring Bali miwah dura Bali sering molihang juara. Sinunggilnyané ring kejuaraan tenis lapangan Wali Kota Cup. Prabhu taler sering nyarengin kejuaraan tenis lapangan Banyuwangi Open, sané akéh kamiletin petenis anak-anak saking sakatah kota besar ring Indonesia. “Biasané bapak sané rajin ngrereh gatra lomba. Yéning pacang wénten lomba tiang katuduh akéh latihan. Mungguing Ibu nyayagayang perlengkapan lomba tiang,’’ baosnyané. Dados atlet terbaik asil seleksi sané ketat, nénten dangan kapolihang Prabhu. Jadwal latihannyané ratep pisan. Aminggu dane patut latihan ping tiga. Samaliha ri kala pacang nyarengin kejuaraan, dané latihan sawilang raina. Majeng Prabhu, main tenis lapangan

punika patut madué fisik sané becik. sané nénten kalah penting teknik bermain, sané kapolihang saking akéh latihan. Utamannyané ganda, sané muatang prekanti becik sareng pasangan. Prabhu sané nyenengin pelajaran IPA tur kirang seneng ring pelajaran Matematika sumeken setata latihan. Dané taler seneng molihang piagam pinaka atlet terbaik, santukan prasida ngranjing SMP negeri favorit antuk prestasinyané. Prabhu sané madué cita-cita dados polisi, setata ngaptiang nilai ujian terpadu-nyané becik tur dané katerima ngranjing SMP negeri majalaran jalur prestasi akademik. (ast/yan)

Basa Bali Pamikukuh Budaya Bali JAGAT Bali kasub kantos ka mancanagara. Kawéntenan budaya Bali sampun masikian ring parajana Bali, silih tunggilnyané basa Bali. Sajeroning wangun kabudayan, wénten pepitu wangun kabudayan sakadi basa, widya pangweruhan, parajana/organisasi sosial, piranti sajeroning maurip lan teknologi, pangupa jiwa, religi, miwah kasenian. Mapaiketan ring wangun kabudayan punika, basa Bali pinaka baga saking budaya Bali dados piranti sajeroning nglimbakang budaya Bali. Tan pabasa, budaya nénten prasida kukuh lan ajeg, mapaiketan parindikané punika, basa Bali dados pamikukuh sajeroning budaya Bali. Yéning maosang indik budaya, kantun akéh para yowana ring Bali nénten wikan ring kawéntenan budaya Bali. Manut kamus basa Sanskerta, budaya mawit saking kruna “Buddayah” artosnyané makudang-kudang rupa. Sajeroning budaya wénten reriptan (karya), pepineh (cipta) lan pangrasa (rasa). Silih tunggil budaya ring Bali wantah basa Bali, basa Bali ring aab sakadi mangkin, sané ngawigunayang sayan ngreredang. Basa Bali satmaka basa sané ngranjing ring (kasengguh rumpun bahasa Austronesia ring basa Indonesia). Lianan punika, Pemerintah Daerah Tingkat I Bali sampun ngamedalang Peraturan Daerah (PERDA) No.3 Warsa 1992, indik Basa, Aksara lan Sastra Bali (lembaran Provinsi Daerah Tingkat I Bali Warsa 1992 Nomor 385 Seri D Nomor 3799). Gubernur taler ngwangun Badan Pembina Basa, Aksara lan Sastra Bali, malarapan antuk S.K Nomor 179 Warsa 1995, sané kanggén piranti sajeroning ngamargiang acara/parikrama sané mapaiketan ring Basa, Aksara lan Sastra Bali. Kasujatiannyané, basa Bali dahat mawiguna sajeroning kahuripan parajana ring Bali. Mapaiketan ring kawéntenané punika, Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd. (Ahli Linguistik) maosang, basa Bali tetamian panglingsir sané dahat utama, prasida kanggén tetenger wit parajana Baliné. Basa Bali mawiguna sajeroning nglaksan-

ayang swadarma dados manusa ngruruh amerta miwah piranti parajana Bali mabebaosan ring pakraman. Kawéntenan basa Bali daweg dumun dahat becik santukan durung keni ius jagat, basa Bali basa sané utama kanggén mabebaosan ring kulawarga miwah ring pakraman. yéning saihang ring aab jagaté kadi mangkin sané awor tan pawates (globalisasi) mabinayan pisan kawéntenannyané. Akéh para yowana ring Bali nénten midep mabasa Bali, mayus, miwah kemad sajeroning nganggén basa Bali. Napi malih ring kota, sampun arang pisan kapanggihin para anom-anomé mabasa Bali ri kala mabebaosan. Akéh para yowana mabebaosan nganggén basa gaul/ngetren mangda nénten kasengguh katrok/jadul. Kawéntenané punika sané ngawi para yowana akéh nganggén basa sané soleh kapirengang, sakadi ketah kasengguh ngangge basa alay yéning mabebaosan. Basa sané kanggén punika nénten wénten gunanyané sajeroning nglimbakang basa Bali. Para yowana sampun lali ring kawéntenan budaya Bali, pamekas basa Bali druéné sané satmaka tetamian budaya. Siosan punika, akéh pisan parajana ring Bali pamekas guru basa Bali sangsaya ring pemerintah indik nénten wénten pengangkatan guru basa Bali. Ring sekolah-sekolah kantun akéh kirangan guru basa Bali, guru basa Bali dahat kasaratang kawéntenannyané. Kawéntenan tamatan guru basa Bali sayuakti akéh, nanging akéhan guru basa Bali sané wénten ring wewidangan jagat Bali dados guru kontrak/ honorer. Yéning indik pikolih sajeroning dados guru basa Bali kontrak/honorer nénten ja akéh, akidik pisan yéning

saihang ring guru sané sampun pegawai negeri sipil (PNS). Kawéntenan guru basa Bali dahat mabuat pisan sajeroning ngukuhang basa Bali, lan patut kauratiang olih pemerintah Provinsi Bali, utaminnyané majeng ring Gubernur Bali sané satmaka sang murdaning jagat, sané ngawi wenangang Jagat Bali. Basa Bali sakadi wit/dasar pamikukuh budaya, napi awinan asapunika, yéning kainargamayang budaya sakadi taru, raris basa Bali satmaka akah sané ngawi taru punika maurip ring pretiwi. Yéning akah (basa Bali) prasida kukuh lan nglimbak, sinah budaya Bali prasida werdhi guna lan dirghayusa kapungkur wekasan. Yéning basa Bali sayan ngreredang, tan prasida nglimbak, akidik sané nganggén, nénten kauratiang, napi malih kantos tambis-tambis nénten maurip, sampun jati/ pastika basa Bali sayan lami jagi ical. Yéning basa Bali ical, sampun sinah budaya basa Bali ring taler ical. Sané mangkin Pemerintah Provinsi Bali sampun madué utsaha sajeroning nglimbakang basa Bali, malarapan antuk ngwangun penyuluh basa Bali. Kawéntenan penyuluh basa Bali mabuat pisan sajeroning ngukuhang miwah nglimbakang budaya basa Bali sané utama. Penyuluh basa Bali puniki mabuat pisan kawéntenannyané, turmaning mangda kasaratang. Samian parajana ring Bali taler mangda nguratiang basa Bali, pamekasnyané para yowana maka pamucuk sajeroning nglimbakang basa Bali ring aab kadi mangkin. Basa Bali jagi kukuh lan ajeg yéning samian parajana ring Bali sutindih ring kawéntenan basa Bali. (Ketut Yasa)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Pon, 12 Juni 2016

Ironi Hidup Tanpa Idep Bumi-Pertiwi sebagai Sariranta Yang Melindungi Bumi dengan Tubuh z Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (10)

SUPAYA MANUSIA berperilaku nyata tidak melukai vital dan hati tanah Ibu Bumi Pertiwi itulah lontar-lontar Bali lantas memberi tuntunan ketat bagaimana seyogyanya memperlakukan sang Ibu Bumi Pertiwi. Kenapakah petani Bali menghaturkan canang saban kali hendak memulai aktivitas membajak tanah huma untuk menanam padi? Kenapa pula saban kali hendak memulai menggali tanah untuk membangun rumah, apalagi tempat suci, pura, manusia Bali diajarkan agar membuat daksina palinggih, lalu mulang dasar bangunan dengan seperangkat banten menyertai? Kata-kata yang terucap mungkin tidak sama persis dengan komposisi doa Rsi Atharva itu, tapi terasa pekat ada getaran makna dan maksud selaras dengan itu, di sana: betapa manusia merunduk untuk tidak melukai vital ataupun hati tanah. TUNTUNAN ITU menjadi perilaku berkesadaran ekologis utuh menyeluruh sehari-hari petani subak dan manusia Bali pedesaan, sebelum akhirnya digempur jungkir balik oleh kampanye intensifikasi pertanian para penyuluh-penyuluh pertanian Orde Baru. Di sana tatacara bertani organik serta merta poranda oleh tatacara bertani anorganik: jerami dibakar, bukan lagi ditumpuk jadi kompos yang memberi ruang tumbuh bagi jejamur dan aneka satwa bangsa serangga dari klipes, cueng, capung, dll.; sistem tanam kerta masa yang berkeseimbangan ekologis-astronomis digusur sistem tanam kerta gadon tiada berpemerataan sehingga membuka ruang subur bagi aneka hama tanaman baru; Nyepi di sawah yang berkearifan holistik

zW.Redika Nitibumi

menjaga menyangga pembuahan alami dalam hembusan sepoi-sepoi angin semilir, menjaga ekosistem dan kandungan hara tanah musnah oleh semprotan-semprotan bahan kimiawi insekstisida yang berujung akhir pada peracunan tanah Ibu Bumi Pertiwi. KEARIFAN KUNA HORMAT kepada Ibu Bumi Pertiwi itu lantas kini serta merta musnah, tanpa daya kebertahanan sedikit pun. Di manakah kesalahan itu terjadi, sebenarnya? Pada ketidaktahuankah, pada kepolosluguan petani itu, atau justru pada politik pencitraan yang sangat agresif dan ekspansif dari modernisasi yang dipahami dengan rendah diri dan kebodohan berlebihan para pemegang kebijakan publik di tanah berjulukan Pulau Dewata ini? DENGAN PENCAPAIAN OLAH PIKIR dalam bentuk produk teknologi informasi, transportasi, ditambah lagi ekonomi turisme, manusia belakangan seperti lalai pada olah rasa untuk peka menangkap getaran hati dan batin tanah Ibu Bumi Pertiwi. Manusia dengan keunggulan idep-nya bukannya menjadi berkearifan unggul untuk menyadari posisi sentral tanah Ibu Bumi Pertiwi bagi kelangsungan dan keberlanjutan hidup segenap makhluk, termasuk si manusia sendiri, namun justru malah tersungkur terjerembab menjadi pencabik-cabik vital, hati, dan batin tanah Ibu Bumi Pertiwi. Manusia sebagai anak Ibu Bumi Pertiwi rupanya tak cukup hanya bergelayut menetek di Ibu Bumi Pertiwi, tapi malah mengoyak-moyaknya menjadi cabikan-cabikan yang tercerai-berai. Bukan lagi cuma sebatas luka. zdeprabas

zW.Redika Ornamen di Batu

bilasajakitaharuspulang hanyalah air yang mampumenahan kesetiaanjiwamenyanggalangit dimanaanginhanyamampu mengantarkansetetessejuk cahayasemesta

serupasiluman bertanganmaya taksempurna lidah yang tertikamjarumtua melepaskanjelagaapi mengancambumi

karenapanas yang liar bukanlahmataapikesadaran karenaapi yang membakar tidakbermaknabarakebenaran ataukahbarayang mendera pertandajiwadalamsamsara

garissamar dalam rajah tanahpunah diruasbatupualamaksaramurka melumatkancakraterakhir rumahsunyi titianparaDewa

batubesarberukirpatradaunsurga yangditatahdariakarpohonberingin itulahpermamainansunyiparapertapa kenapamustidirajamdihancurkan? // semuanyalebur dalam hasrat keserakahan danbirahikekuasaan yang takterbendung suatuharimenjelangpulang tanamlahsepasangberinginputih dikarang raga dekatpintusukmamu agaranak-anaktaklagimenangis menyoalnarasimimpitentangjiwa masasilamyang hijau

zCandra Malik DARI MALKANA... MALKANA, di penghujung tujuh puluh. Seekor anjing dilahirkan di kandang kumuh. Masih orok, kudisan sekujur tubuh. Najis penuh. Dari liur sampai peluh. Kakikakinya mudah jatuh. Malkana, di abad baru. Tak lebih baik nasibnya dari yang dulu. Diusir puan berdarah biru. Anjing tak bertuan tak beribu. Hilang penjuru, tiada yang ia tuju. Menggonggong pun tetap bisu. SEORANG puan baru memungutnya di jalan. Memberinya makan, kandang, dan harapan. Semua boleh ia masuk lebih dari pekarangan. Tapi toh najis tak bisa diterima kulit orang beriman. Malkana, lama sudah ia tinggal. Di sini, di dunianya yang baru, tak ada yang ia kenal. Seluruhnya kawanan banal, selebihnya kerumunan binal. Anjing ini menua sia-sia dan gagal. HIDUPNYA hanya untuk menunggu diusir. Seperti nasib para fakir. Tak ada bulu-bulunya yang layak disisir . Mampus pun anjing ini, siapa yang khawatir? Ia menua dan tersingkir. Dari Malkana ke tanah tinggi. Dari satu cerca ke satu maki. Anjing ini menua tanpa arti. tak ada baginya perindu sejati. Meski setia, toh liur dan segala darinya najis abadi.

zSigit Susanto Kapal Selam di Kali… SORE MENERAWANG jendela-jendela rumah bocah desa berlarian ke kali sejak empat hari hujan tak lagi mengguyur bumi mereka suka cita melompat dari parit ketela ke dasar sungai yang dalam satu dua-tigaan byuuur byuuuur byur bocah-bocah yang duluan terjun di kedalaman sekitar tiga setengah meter itu lekas mendekat tebing berumput dan dengan berpegangan rumput-rumput hijau mereka sudah siap melompat lagi. DARI ARAH arus bawah ibu-ibu sedang mencuci sambil berak ikan-ikan liar tersembunyi di balik batu hitam dan potongan bambu yang melintang di tepi sudah menjadi kebiasaan anak kecil mandi di kali toh di rumah tak ada kegiatan yang mendesak kecuali memulangkan kambing yang dilepas di ladang-ladang bekas panenan jagung. Ketujuh bocah desa itu tak terlihat lagi menerjunkan diri dari tebing ketela ibu-ibu yang mencuci tak jauh ari situ sudah mengira pasti mereka sudah pulang ke rumah masing-masing padahal sore masih belum menjadi kakek-kakek sore masih benarbenar perjaka ah apa urusannya dengan bocah-bocah itu permukaan air sudah tak bergelombang yang menjadi aneh celana dan sandal anak-anak masih menumpuk di atas batu timbul kegusaran kecil ke mana mereka pergi tak mungkin jika sudah pulang apakah akan ditertawakan berjalan tanpa celana seorang ivu bangkit dan menghitung celana bahkan ada yang hafal celana si Arif si Bujang si Rahman di Kudis si Sawali si Berok si Mirsan ibu-ibu berlarian ke arah atas arus dan bawah arus

kutemukanbayangandi langit sepasangjiwatengahmemujagunungapi darikedalamandasarsamudra agarbumitakberguncangkekiri serupa orang tersingkir yanggemarmembacabatu berkeluhkerna orang takhirau meretasselaksatafsirdanisyarat ornamen-ornamenpurba ayat mantrapengawalbumi

zCandra Malik ANJING TUA... TERAKHIR jumpa, sehelai senyummu masih membingkai potret ubin dan teras tua. Kepadaku kau tunjukkan daftar citacita. Pekarangan yang cukup untuk hangat cengkerama di belakang wisma. Beraneka kudapan, boleh kue, boleh juga pasta. Halhal menyenangkan dan tawa canda. DAPUR yang dulu membuatmu berat memasak. Segala kesusahan, ini dan itu, mendorong keberanian untuk menggambar harapan. Lebih baik jika ditambahi meja beroda agar semakin leluasa. Lacilaci penyimpanan. Bak cuci besar. Pisau, kompor, perkakas terbaik, pelengkap penyempurna. UNTUK baju-baju kotor, ada mesin di sana. Syukurlah binatu dekat rumah siap sedia. Hidup menjadi semakin mudah untuk lebih sering bahagia. Bisa tenang di sofa, atau di ranjang memilik kapal opera, sambil belajar bersyukur, berdoa. Seraya menyapa para tetangga di kampung maya. KE MANA-mana tinggal berangkat. Atau perintah saja. Ke plaza, atau ke luar kota. Entah melancong entah belanja. Satu dua malam di hotel berleha-leha, Rumah tidak bisa menampung segala. Sebab, jenuh dan penat tak disangka ikut tinggal juga. Mengganggu istirahat kita. YA, RUMAH ternyata tak menampung segala. Namun, beberapa yang tidak kita kehendaki justru ikut menetap di kehampaan tak terawat. Terakhir aku pergi, tak ada tempat kembali untuk si anjing tua. Liur dan kudis menajisi yang kusentuh, semua. Jarak yang lalu kau ambil mengusirku seketika. YA, HIDUP bukan soal materi belaka. Hanya saja, masih letak di mataku dapur yang dulu membuatmu berat memasak. Atap bocor, kran jebol, kakus jorok, kamar sempit, dinding lembab seringkali memberiku rasa bersalah. Tapi aku hanya anjing tua. Punya apa selain najis dan dosa? nihil hasilnya. KETUJUN BOCAH sedang berpesta di dalam kapal selam tak disangka entah bagaimana bisa terjadi kapal selam yang biasa berjalan di dasar laut itu ternyata juga sampai ke dasar kali desa mereka tampak setiap anak sudah diberi baju dan celana milik anak-anak kapten yang ikut dalam ekspedisi anak -anak diperkenalkan makanan bernama sandwich berupa belahan roti yang diisi sayur dan daging awalnya mereka jijik tak mau menyentuhnya perlahan disantap sampai habis apalagi pelayan restoran mengeluarkan mangkuk bening berisi ice cream dengan jambul buah cheery anak-anak di situ tampak kerasan tak di sangka pada sudut ruangan ada mainan anak-anak khusus untuk anak sang kapten dan anak pegawai kapal lain karena keluarganya juga dibawa bahkan di ruangan besi tertutup itu juga tampak ada anjing berkeliaran. MENJELANG MALAM desa itu geger karena ketujuh bocah tidak pulang lampu berbagai ukuran dibawa turun ke sungai ke dasar sungai di sudut kali yang sering dipakai anak-anak melompat ke air sudah tuntas dilacak tak ada tanda-tanda sedikit pun anak-anak terjerat batu di dasar kali para kiai dan dukun sudah komat-kamit di tepi bawah bambu kuning yang dipercayai seluruh warga sering ada aroma harus

z Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (11)

IRONI manusia hidup tanpa idep adalah bahwa Keunggulan idep manusia tinimbang tetumbuhan yang hanya punya bayu dan satwa yang memiliki bayu dan sabda justru tampak gagal mengangkat harkat manusia ke posisinya yang berkeunggulan kearifan kemuliaan kedewataan, sebaliknya malah runtuh ke dalam ngarai ketamakan bhuta yang lebih dina daripada binatang terbuas sekalipun; manusia kehilangan kesederhanaan dan kalah welas asih bahkan oleh tetumbuhan sekalipun. Sungguh ironis, keunggulan idep manusia modern kini bukan dapat memerdekakan, sebaliknya justru menjerembabkan membelenggu ketat manusia ke lubang kubur galiannya sendiri. Padahal, dalam visi tetua Bali sudah amat benderanglah disuratkan bahwa tanah Ibu Bumi Pertiwi itu sebagai raga sariranta, perwujudan raga manusia sendiri. Tanah pertiwi dalam raga diri manusia mewujud sebagai tulang, daging, dan segala zat padat pembentuk jagat jazad manusia. Dari unsur pembentuk inilah saat upacara ngaben dalam tradisi Bali lantas dikenal istilah mulih ka tanah (pulang/kembali ke tanah), selain ada istilah mulih ka api (pulang/kembali ke api), mulih ka apah/toya (pulang ke air), dan seterusnya, sebagai isyarat kembali ke muasal. Justru karena bermuasal hidup dari jasa tanah Ibu Bumi Pertiwi dan pada akhirnya akan pulang (mulih) kembali lagi ke dalam pelukan pangkuan tanah Ibu Bumi Pertiwi itulah seyogyanya manusia berkesadaran tunduk hormat penuh syukur pada keberadaan Ibu Bumi Pertiwi. SUNGGUH TERASA amat sangat ironislah, manakala tetua Bali masa lampau itu mengajarkan tanah sebagai raga sariranta, sama dengan badan tubuh manusia sendiri, tapi dari jarak zaman berlainan, kini manusia justru menjadikan tanah sebagai musuh yang mesti segera dihabisi. Manusia kini seperti lupa bahwa di atas tanah Ibu Bumi Pertiwi inilah desain Tuhan dibentangkan dihamparkan sebagai Devayani yang mesti dijaga bersama keajegannya. Namun, justru di tanah Bumi

z Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (12)

SEPATUTNYA manusia Bali kini pun awas tilik merenungi denyar-denyar sinyal simbolik kisah mitologis sehingga memekarlah kepekaan rasa religius dalam diri untuk ber-tabik-tabik merunduk hormat kepada Ibu Bumi Pertiwi, bukan malah jumbuh angkuh main sembarang gali eksplorasi eksploitasi. Simak saja mitologi Bhoma, misalkan, yang terlahir dari persenggamaan Wisnu, sang Dewa Air, dengan Dewi Bumi. Karena itu, selain bergelar Naraka, Bhoma juga dikenal dengan sebutan Ksitija, Ksitiputra, Ksitisuta, atau Mahaksitisuta. Artinya: sang Putra Bumi. Dewi Sita dalam Ramayana dan Ksiti Sundari dalam Bhomantaka juga secara gamblang dikisahkan terlahir dari Ibu Bumi—dan akhirnya melesak kembali lagi ke pangkuan sang Ibu Bumi di ujung hidupnya. Mitos tentang penciptaan dalam kepustakaan Bali umumnya juga menyebutkan yang pertama tercipta adalah tanah, bumi, ksiti. DALAM KEPUSTAKAAN SUSASTRA-agama Hindu di Bali yang berbahasa Jawa Kuna, tanah atau Bumi memang sering dinamakan ksiti atau sundari. Dari kata ksiti, misalkan, lahir kata-kata turunan, seperti ksititala (permukaan bumi, tanah), ksitipada (tanah). Seorang raja, penguasa Bumi, pun terkadang dinamakan ksitipati, yang berarti sama dengan bhupati. Sedangkan dalam khazanah kepustakaan Bali dapat ditemukan aneka lontar prihal alam semesta, wariga, berjudul Sundari, semisal Sundari Bungkah, Sundari Cemeng, Sundari Bang, Sundari Gading, dan sebangsanya. Inilah bukti

wujud orang Bali yang benar itu sepatutnyalah memuliakan tanah, bukan malah menghancurkan tanah. Manusia Bali yang benar justru sepatutnya seperti para rsi bujangga yang tak cuma mencium, tapi bahkan menelungkupi melindungi tanah Ibu Bumi Pertiwi dengan raga tubuhnya sendiri. Karena penyerahan hidupnya pada tanah Ibu Bumi Pertiwi itulah para rsi bujangga mendapatkan kewenangan paling sentral dan paling awal untuk membereskan segala pula-pali ritus terhadap tanah bhurloka terlebih dulu, sebelum akhirnya pendeta Buddha maupun Siwa akhirnya mapuja dalam gelar ritus pacaruan besar atawa tawur agung. KUNCI PENGADUKAN penggetaran pengguncangan dengan tempik gempita suryak di ritus itu, di jagat diri manusia lebih menginti simbolik mistis justru mesti dilakonkan oleh para rsi bujangga itu dengan dentaman ketimpuk dan hembusan kencang tiupan sungu disambung suara tiada berputus sambung-menyambung genta uter. Itu berarti tiada transformasi status dari material berketamakan butha ke berkecemerlangan spiritual dewa terjadi sebelum pula-pali tattwa tanah itu terbereskan tuntas terlebih dulu. Tubuh atau raga sariranta sepatutnya terkuasai terkendali utuh beres dulu, baru inti denyut Hidup Atma spiritual cerlang gemilang; bukan sebaliknya selazimnya kini: Sang Inti itu justru samar samur kian meredup karena dijajah oleh nafsu akal hasrat hendak memanjakan material tubuh berketamakan bhuta itu. zdeprabas

Bali Pulina yang mewarisi visi-visi gilang cemerlang seperti itu, Ibu Bumi Pertiwi menderita tiada terselamatkan. Lantas, apa guna mitologi-mitologi simbolik “makhluk Bumi”, semisal Bhoma, Naga Ananta Bhoga, Naga Wrsni, mesti diguratkan dalam aksara-aksara susastra-agama, dipahatkan dalam tempattempat suci dengan biaya rupiah mahal, bila tiada menggetarkan rasa hati religius nun di lubuk kalbu dalam diri?

APA PULA GUNA palinggih-palinggih Sapta Patala berwujud Naga Ananta Bhoga itu dibangun di-sungsung dengan upacara upakara bila pada perilaku sehari-hari manusia Bali sekalipun justru tiada jeda merusak melukai hati tanah Ibu Bumi Pertiwi sebagai pemberi beragam bhoga, terutama bhoga dan upabhoga, mulai dari sandang, pangan, hingga papan, yang tiada habis-habisnya (ananta) kepada manusia? zdeprabas

zMaulana Satrya Sinaga zMaulana Satrya Sinaga Hikayat Pelantun Dermaga Hikayat Penjaga Goa... SELAIN PASIR yang berbisik di pantai adalah suara biola, mengajak gelombang mengucap syukur telah sampai ke darat dan bercerita pada kepiting pengarang, sehat-sehat saja si kabar karang. Setiap gelombang asing bertanya ‘’siapa lelaki tua yang duduk dengan lahapnya?’’ maka, pasir, kepiting, anak udang yang baru menetas rona pipinya menjawab. ‘’Ia si tua pelantun biola.’’ SETIAP MATAHARI berwarna merah pecah, angin-angin mulai kuat dan pohon-pohon mulai dihuni bayang-bayang gentayangan. Ia akan duduk di dermaga, menggesek biolanya dan membuat seluruh pantai bersenandung. itulah yang disenangkan para pemancing karena ikanikan akan datang. mata hey si pelantun tak akan terbuka sampai ia mencium bau angin mulai tua. ia sungguh menikmati serpihan sisik ikan atau tersenyum setiap gelombang asing seperti engkau yang bertanya.

zMaulana Satrya Sinaga Hikayat Ular Kayu... DI HUTAN terkutuk, sungai-sungai tak sepenuhnya diam. Ketenangan wajah daun-daun yang bercermin bisa sebentar saja pecah. siapa yang melempar batu? maka akan keluar binatang-binatang tua berkerudut dengan nyalang mata. hey, siapa pula yang berani ke hutan terkutuk? di situ ada ular kayu. ular sangat besar hingga tak pernah terbayang ukurannya. Bila tak sengaja berjumpa selain meninggal tentu akan demam melihat gelagat batang badan sisik seukuran wajan. sepulang dari hutan tentu akan diam seperti melihat gaib-gaib hutan, melihat hantu penunggu atau disengat lebah lembah. seminggu raut wajah tek tentu. ‘’si ular kayu, sudah menjelma naga.’’ kami diam menyimak kepanikan orang yang sesaat lagi akan berpulang. hutan kutukan adalah tempat ruh yang tak pernah diterima, utan panjang dan datang tanpa gundukan selain hewan-hewan yang tertidur. basah dan pucat matahari ketika masuk dan dari moyang ke moyang tak ada pernah yang bisa membakar atau mendirikan pacak-pacak tiang. ULAR KAYU penguasa dari awal rumput pendek sampai ke pucuk panjang, ia moyang yang dikutuk karena melawan raja kampung, namun ia juga perihal keselamatan. penjaga air bersih yang mengalir ke padi-padi petani. menyebar mungkin di situ lah anak-anak dijadikan tumbal lebih dari sebulan duka itu tak kunjung usai namun sebagian besar orang tua sudah mengiklaskan hanya selamatan mengirim doa ke mereka yang bisa dilakukan. KAPAL SELAM menjelajah ke tepi pantai berlanjut ke tengah samudra bocah-bocah sudah tak ingat lagi kampung halaman apalagi orang tua mereka tapi ada satu bocah yang masih mengingat kambingnya ia tampak murung dan diam beberapa hari sang kapten mendekat dan bertanya kegundahan si bocah ia jawab teringat kambingnya tak berapa lama si bocah diajak masuk ke sebuah ruangan yang berisi layar lebar di situ kapten menontonkan berbagai kambing dari seluruh dunia lengkap dengan suaranya sang bocah tertegun melihat ada kambing berleher panjang sekali ia yakini itu bukan zarapah atau unta apalagi sekali-kali binatang berleher panjang itu bisa melepas ludah ke samping kontan si bocah tertawa sesampai sebuah pulau kecil bocah-bocah

DI BALIK POHON brembang yang lebat dan membuat merinding badan karena dimisalkan malam bayangnya sampai mencucuk bulan terdapat goa berumur entah yang tak boleh dilihat apalagi dibuka turun temurun sehabis mengaji manhrib hari cerita itu selalu diamanatkan setelah kajian ditutup dengan wal asri atau robbisrohlisodri. haji morawa satu pengajar dan memang satu-satunya suara serak yang paling dipandang dan didengar, berdebar jantung bila sedikit saja tekanan suaranya naik tentu ia juga satu-satunya yang paling tua teman kakeknya para kakek, empunya para empu meski ia tak pernah membuat pedang namun mulut keriputnya setajam pedang yang diasah puluhan pandai besi dari seberang. TATKALA PASANG sampai pada kesenangan ikan-ikan karena lebih luas halamannya dan anak-anak menggambar tapak-tapak, goa tak akan lagi kelihatan karena akan hilang, namun bila surut datang melaparkan pantai-pantai sekilas sekelabat bayang tampaklah gundukan mirip ruko-ruko tua yang hampir rubuh dimakan hey si lumut hitam. PENJAGA GOA terbaring dengan nafas terakhir, dari hutan suara ringkih-ringkih kuda, ilalang terbenam seperti terinjak tapak raksasa. ikan merajuk, menjauh dari kampung tanpa sebab. ‘’mampus, mampus!’’ mulut orang mengumpat. berbuih gelombang melempar ludah kerang. pintu goa menggelegarkan tanah. Keluar kepala naga si penjega terhisap tanpa meninggalkan sebayang asap dan aroma tubuh.

zSantiasa Putu Putra Rahasia Semua tahu, apa yang disembunyikan lautan kepada daratan tentang sepasang nelayan yang tenggelam di bukit karang. Pekat membiru jatuh di kedalaman membatu jati patung telaga yang belum sempat diterjemahkan Sebaliknya daratan membungkam cerita yang tak berani disiarkan Angir kepada lautan tentang sepasang petani yang terbunuh di liangnya sendiri.

‘’alhamdulillah,’’ ketika dari gubuk geser sedikit pada tambatan sampan terdengar jeritan kelahiran dan mulut goa tertutup tak sempat meninggalkan bicara.

zMaulana Satrya Sinaga Hikayat Si Gadis Tingkap APA yang kau lamun gadis? tak baik bermurung menambah kantung langit yang sudah mengandung. apa kau akan menangis? tak baik karena laki-laki mengunyitkan diri lalu mata membawal dan berkantung bak tawon membangun sarang di pohon. (semilir angin senja di mendung hari mengupas jelaga-jelaga di celah kusen, dua anak bermain gasing di ujung bawah anakanak tangga, dua lagi asyik berpantun mencoret mula dengan arang bekas bakaran ikan atau balsem yang dicuri diam-diam dari almari yang tingkat). HEY, gadis yang ditawar pada sultan namun tetap terpacak hatinya ibarat tiang yang disangga ribuan pengawal perang, kali ini risau telah membubung karena tawaran tak bisa lagi ditolak karena sudah terkupas-kupas hati orang yang selembut kapas. ayah menggeleng ‘’Tak bisa lagi Nak,’’ teringat ia janji kekasih yang akan kembali dua belas bulan. apakah akan pecah tunggumu gadis? pria sederhana dengan selempang sarung beraroma tanaman palawija dan melati. (di sudut dekat poto hitam putih, ayah menaruh peci, menggeleng-geleng dan emak membenarkan urat bahu. dari lantai dua semuanya seperti di ujung daun kelapa. bergoyang-goyang dan makin tua makin mudah jatuh, patah dan bila tak bisa dijadikan lidi alamat melupa. jarak pandang agak jauh, terdengar derap langkah yang mengoyangkan teh manis ayah. iringan musik kasidah, dari tepat jam satu surau, sang sultan yang berhasil dari sultan lain menunggang kuda, berpeti-peti yang dipikul pengawalnya, berpantun-pantun para kerabat). DUA BELAS BULAN, si gadis menabung air mata pada tingkap, menabung nafas pada gorden yang putih dan kini keuning-kuningan. ‘’Wahai abang, tak ada lagi waktu untuk datang.’’ ANAK KECIL telah pindah bermain, ayah yang menggeleng berpura-pura akan kesenangan, dikodekan emak agar si gadis menghapus beku air, si gadis tersenyum perih, di koyaknya gorden, pantuk dimulai tuan khadi. (kapal yang terlambat, di seberang ini melawan berarti tembak mati. tak boleh ada perdebatan tuan. namun ada pemuda gagah yang berteriak-teriak: tak ada waktu lagi. dan ia ditembak mati).

zSantiasa Putu Putra Memasak Pagi

Padi perunduk setengah tengadah berkubur bisu dan kesunyian bersama anak-anak belalang sembah

Aku masih ingat harum bawang putih riuh decak minyak panas bangunkan lamunan dari panjangnya yang tak berhingga.

Daun pun begitu tak mengabarkan sebab gugurnya tapi jika kau tahu rahasiaku terhadapmu datanglah bawah senyum yang dulu.

Ibu menggumam meracau campurlah garam, merica untuk rasa kehidupan agar seluruh bumbu meresap sempurna

itu dipersilahkan keluar mereka menurut dengan gembira penuh harapan bisa kembali ke kampungnya lagi sayang di pulau itu tak ada penghuni sama sekali dan bocah-bocah itu sudah berangkat dewasa dan selamanya menjadi penghuni tetap pulau itu.

Jika hambar sama sekali mintalah gula pasir atai [emueda[ rasa agar kita tidak saling menipu atau saling menggerutu mencari pembenaran atas segala dosa manusia Api menyala biru mematangkan segala selain kau dan waktu sebab kita sama-sama menyukai perjalanan daripada tempat tujuan.


NASIONAL

16

Minggu Pon, 12 Juni 2016

Dhritarashtra Khawatirkan Serangan Bhimasena Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Dua Ratus Sembilan Puluh Dua) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

DHRITARASHTRA berkata, ‘’Ketika Bhimasena yang perkasa itu sedang mengeluarkan teriakan-teriakan keras, seperti raungan awan-awan atau gemuruh guntur. Siapa pahlawan-pahlawan dari pihak kita yang mengepungnya? Aku tidak melihat satu pun ada prajurit, oh Sanjaya, di tiga dunia ini yang mampu berdiri di hadapan Bhimasena, ketika dia sedang mengamuk pada suatu pertempuran. Aku tidak, oh nak, melihat ksatria yang dapat berdiri di medan pertempuran, di hadapan Bhimasena, yang bersenjatakan gada. Vrikodara menyerupai sang Kematian itu sendiri. Siapa yang akan berdiri di hadapan Bhima itu, tidak terkecuali Sakra itu sendiri, yang menghancurkan sebuah kereta dengan sebuah kereta. Seekor gajah dengan seekor

gajah. Siapa di antara mereka itu yang rajin terhadap kesejahteraan Duryodhana berdiri pada pertempuran di hadapan Bhimasena. Ketika Vrikodara sedang digairahkan kemarahannya terlibat dalam pembantaian putra-putraku? Siapa manusia yang berdiri di depan Bhimasena, yang terlibat menghabiskan putra-putraku seperti sebuah kebakaran hutan besar, menghabiskan daundaun kering dan jerami? Siapa mereka yang mengepung Bhima pada pertempuran itu setelah melihat putra-putraku dibantai Bhimasena satu per satu, seperti sang Kematian itu sendiri, memotong semua makhluk. Aku tidak takut banyak ada Arjuna, atau juga Satyaki termasuk panglima perang Dhrishtadyumna, yang lahir dari api suci homayadnya, seperti ketakutanku pada sepak terjang Bhima.

Katakan kepadaku, oh Sanjaya, siapa pahlawan-pahlawan yang menyerbu melawan api sedang berkobar itu. Api yang dimainkan oleh Bhima. Kakak dari Arjuna itu menghabiskan putra-putraku.’’ Sanjaya, berkata, Ketika prajurit kereta perkasa Bhimasena sedang mengeluarkan raungan-raungan itu, Karna yang perkasa tidak dapat menahannya. Karna menyerbunya dengan sebuah teriakan keras. Selain itu merentangkan busurnya yang sangat kuat. Sungguh, Karna yang perkasa itu menginginkan pertarungan dengan Bhima. Dia menunjukkan kekuatannya menahan jalan dan serangan-serangan Bhima, seperti sebuah pohon tinggi yang bertahan terhadap badai. Bhima yang perkasa itu setelah melihat putra Vikartana itu berada di depannya. Tiba-

tiba meledak kemarahannya, kemudian Bhima melepaskan kepadanya, dengan sangat kuatnya, banyak panah-panah yang diasah di atas batu. Karna lalu menyambut semua panah itu dan melepaskan sebagai balasan. Pada pertarungan antara Bhima melawan Karna, terdengar suara-suara dari telapak tangan mereka. Anggota badan dari semua para pejuang yang sedang berjuang, prajurit-pra-

jurit kereta, pasukan berkuda juga mulai gemetar. Sungguh, mendengar raungan-raungan Bhimasena yang mengerikan di medan pertempuran itu. Bahkan semua ksatria utama itu menganggap seluruh bumi dan langit ini dipenuhi suara-suara mengerikan. Suara gemuruh yang sangat dahsyat itu dikeluarkan oleh putra Pandu yang berbudi luhur. (bersambung)

Sloka 8.6 Yam yam vapi smaran bhavam tyajaty ante kalevaram tam tam evaiti kaunteya sada tad bhava bhavitah Barang siapa, oh Arjuna, sewaktu meninggalkan raganya, memikirkan sesuatu benda (bhavam) tertentu, maka dia akan pergi ke benda itu, terserap dalam pikiran itu.

Banjir Rob Belum Mengenai Pesisir di Buleleng

GEBOGAN - Ibu-ibu PKK ikut terlibat mengusung gebogan tinggi di pawai PKB ke-38, Sabtu (11/6) kemarin.

BPM/kmb 32

Jokowi Buka Pawai PKB Ke-38, Bagikan Baju Kaus Denpasar (Bali Post) -

Presiden Joko Widodo membuka pawai budaya Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 di depan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Sabtu (11/6) kemarin. Pembukaan terlambat 1,5 jam dari jadwal pukul 14.00 wita menjadi pukul 15.30 wita. Hal ini lantaran jadwal Presiden yang sangat padat. “Punapi gatrane?” sapa Joko Widodo kepada ribuan masyarakat yang datang menyaksikan pawai. Masyarakat pun sontak menyahut,’’Becik.’’ ‘’Dumogi para semeton rahajeng sareng sami,” lanjut Jokowi menanggapi jawaban masyarakat. Riuh tepuk tangan lalu membahana untuk presiden ke-7 RI ini. Jokowi mengaku gembira bisa berada di Bali untuk

membuka pawai PKB ke38. Baginya, PKB bukan semata-mata pesta rakyat ataupun festival seni. Melainkan juga satu kegiatan yang memiliki fungsi budaya, fungsi pendidikan, dan juga fungsi menggerakkan ekonomi masyarakat utamanya rakyat Bali. Pawai budaya PKB diawali dengan penampilan “Tabuh Ketug Bumi” dari ISI Denpasar, sekaligus se-

bagai pengiring “Tari Siwa Nataraja” yang merupakan tari pelepasan Pawai Pembukaan PKB ke-38. Selanjutnya, berturut-turut tampil duta Kabupaten Klungkung, Karangasem, Jembrana, Bangli, Tabanan, Denpasar, dan Badung. Lalu tampil duta Provinsi NTT, negara India, Perancis, dan Timor Leste. Kemudian duta Kabupaten Gianyar dan Marching Band Universitas

Udayana. Saat duta Kabupaten Gianyar tampil di depan panggung kehormatan, presiden bersama ibu negara, Iriana Joko Widodo didampingi Gubernur Bali lantas menaiki mobil hias menuju ke depan kantor gubernur. Selama perjalanan, presiden membagi-bagikan kaus dan buku tulis bertuliskan “Ayo belajar, belajar, belajar”. Saat sampai di depan kantor gubernur, presiden bahkan mempersilakan sejumlah masyarakat untuk berfoto bersama dirinya. “Antre ya…antre,” ujar Jokowi ramah.

Tepergok Nikah Lagi, Pria Asal Negara Hajar Istri Banyuwangi (Bali Post) Gara-gara tepergok menikah lagi, Arju Wildan Fakih Kiraamul Abid (26), asal Perumnas Baler Balai Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, gelap mata. Pria ini menghajar istrinya, Sifa Muhammad Ibrahim (24), asal Kabat, Banyuwangi. Parahnya, aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut dilakukan di dalam masjid. Tak terima dengan perlakuan suaminya, korban melapor ke Polsek Kabat. Polisi tak membutuhkan waktu lama untuk meringkus pelaku. “Setelah korban melapor, pelaku langsung kita amankan,” kata Kapolsek Kabat, AKP Hery Subagio, Sabtu (11/6) kemarin. Aksi pemukulan itu kata Kapolsek terjadi 28 Mei lalu. Meski sudah dimediasi, korban tetap ngotot melanjutkan kasus tersebut. Menurut Kapolsek, kasus ini bermula ketika korban mendengar suaminya menikah lagi secara siri. Tak terima dengan ulah tersebut, korban melakukan protes. Korban dan pelaku akhirnya bertemu di Masjid Besar Baitur Rohman, Kabat. Entah bagaimana, keduanya mendadak terlibat cekcok di lantai dua masjid. Perang mulut itu berujung aksi penganiayaan. Korban

menderita lebam akibat dihajar pelaku. “Pelaku sudah resmi dinyatakan tersangka,” tegas Kapolsek. Penyidik menjerat pelaku dengan pasal 44 ayat 1 UU No. 23 /2002, junto pasal 45 ayat 1, pasal 49 huruf a, pasal 9 ayat 1

UU No. 23/2002 tentang KDRT, serta pasal 279 ayat 1-2 KUHP. “Ancaman hukumannya lebih dari lima tahun penjara,” jelas Kapolsek. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku ditahan di Polsek. Kapolsek menambahkan,

korban tak terima suaminya diam-diam menikah siri. Sehingga, meminta kasus KDRT dilanjutkan ke persidangan. Selama menikah dengan pelaku, korban menetap di Desa Pakistaji, Kabat. Sedangkan pelaku tinggal di Jembrana. (kmb30)

Selain presiden, pawai PKB ke-38 juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menteri Agama, Lukman Hakim, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, dan bupati/ wali kota se-Bali serta tamu kerhormatan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. (kmb32)

Singaraja (Bali Post) Aktivitas melaut menjadi salah satu profesi yang masih dipertahankan masyarakat pinggiran pesisir di Dusun Kubuanyar Desa Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Sehari-hari, nelayan disibukkan mencari ikan tongkol untuk dijual di pasar. Meski di sejumlah wilayah pesisir di Bali mengalami banjir rob dan cukup memengaruhi aktivitas liburan wisatawan kondisi ombak di pesisir Kubutamban tampak normal dan bersahabat. Sejumlah nelayan silih berganti membantu rekannya yang datang dari aktivitas melaut. Mereka memasang kayu penyangga untuk memudahkan perahu jukung mendarat lalu diparkirkan di pinggir pantai. Sejumlah anak-anak nelayan tampak ikut mendorong perahu jukung. Aktivitas demikian merupakan kebiasaan seharihari membantu orang tuanya. Nelayan sendiri mengakui tidak melihat tanda-tanda terjadinya banjir rob walau angin belakangan sesekali cukup terasa kencang. “Hasil ikan lumayan sekali melaut setiap dini hari, cuaca di

pinggir pantai dalam kondisi baik tidak ada banjir rob,” ujar Ngurah Saputra (24), Sabtu (11/6) kemarin. Sementara nelayan Komang Jentol (40) menuturkan para nelayan kebanyakan mencari ikan memakai jaring atau kail pancing. Kondisi banjir rob beruntung tidak dialami nelayan di Kubutambahan sehingga mereka tidak menganggur mencari ikan. Di sisi lain, kebanyakan nelayan tinggal di pinggir pantai, tak pelak apabila terjadi musibah banjir rob malah dapat mengenai permukiman nelayan. “Syukurnya tidak ada banjir rob di sini dan masih diberi rezeki untuk bisa melaut mencari ikan,” harapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Buleleng, Ir. Made Arnika, mengatakan, kondisi banjir rob maupun angin kencang di Buleleng belum ada terjadi dan kondisi pesisir masih terpantau aman terkendali. “Belum ada tanda-tanda banjir rob atau perubahan cuaca diikuti angin kencang. Nelayan di pesisir pantai sudah kami imbau untuk lebih berhati-hati ketika melaut,” tandasnya. (kmb34)

BPM/kmb34

NELAYAN - Nelayan-nelayan di wilayah Dusun Kubuanyar Desa Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng, tidak terkena banjir rob dan tetap beraktivitas seperti biasa, Sabtu (11/6) kemarin.

Minggu, 12 Juni 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat Bugar 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari TK Nining Sading (2) 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Ecucation On Bali TV

10.30 Pelangi Kehidupan 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12,30 Traventure 12.45 BCTTV/Glimpse Of The Island 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti SS UKM Mahasiswa IHDN

Denpasar (2) 18.00 Puja Trisandaya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Sematra Artis Bali 21.00 Lintas Mancanegara 21.30 Sekilas Berita 21.35 Ajeg Bali 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita Arja Nusa Dana (1) 23/05 Solusi Alternatif Herbal Putih 00.00 Lejel Home Shopping


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

0LQJJX 3RQ -XQL

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya +PHQTOCUK RCUCPI KMNCP 6GNGRQP : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas

!!Dicari Security Cr Laki2 Rmh Mkn min Pengalaman,Bertanggung Jawab SD dpt Gaji,Mes,Mkn,Bns,Dps Minat Hub:085333470104/ Sanur Kuta Hub:085737647417 A.BP.001.06.16.0000774 082144481161 Atau Kirim:Jl. Dcr Pegawai Laundry utk Danau Poso No.35 Sanur Email: info.hrd@putribintanggroup.com di Ubud Segera Hub.08123874947 B.BP.141.06.16.0000529

Sardine Restaurant Looking for,Hostess, Waitress, Cook,Female Bartendres, Gardener Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 sardine@sardinebali.com

A.BP.001.06.16.0000974

Dcr Sopir Pribadi Bujangan Srbutan Max30Th H:081238708515 A.BP.001.06.16.0000870

!!Asian&JapaneseCook for Louis Hotel in Europe,Salary Euro. PT.Piramid Jl.Jayagiri VII/12B Renon Phn:0361-226636/226736

B.BP.141.06.16.0000525

!!8org Sopir B1+8org Tenaga Angkat Gaji Minimal 65.000/Hr Dpt Kost+Uang Makan,Makmur Abadi Bgn Jl.T.Umar Brt 888Dps

B.BP.004.06.16.0000441

A.BP.001.06.16.0000667

!Dcr Retail Mngr,Admin utk Butik bs B.Inggris Gj3.5jt++ WA 081238196366 Tlp.0818056673207 B.BP.166.06.16.0000537

B.BP.141.06.16.0000527

!!Bth Karyawati SMA/Diploma, Gaji Tinggi,Mekar Abadi Bgn Jl.By Pass 777 Jimbaran

Head Accounting Needed, send cv to: info@frankensteins laboratory.net

B.BP.141.06.16.0000530

!!!5or Tenaga Angkat,5or Sopir B1,Gji Tinggi +Bonus,Mekar Abadi Bgn Jl.By Pass Ngurah Rai 777 Jimbaran

B.BP.141.06.16.0000526

!!Dicari Manager Nail Beauty Salon High Class di Seminyak, Wanita,Good Looking,Berpengalaman,Bhs.Inggris Aktif H. info.hrd@putribintanggroup.com Telp.085333470104/082144481161 B.BP.141.06.16.0000528

Dcr PRT Wnt Brpnglmn Umur 3040 Tgl Dlm Gj 2Jt,082146808888 A.BP.001.06.16.0000897

Cr 2 krywati-17-25th tgldlm u/ industri rumahan,087861670968 B.BP.154.06.16.0000536

Bali Amenities Hotel Supplier Membthkn Supir Berpengalaman, Tlp:0361-8988085 Kirim CV ke info@balihotelamenities.com B.BP.004.06.16.0000463

Bth Sgr SPG/SPM & Sales AC Pria,min SMA/Sdrjt, Kmnktf, menarik utk di PT.Gree Electrical Appliances,Bali Email ke:hensa.gree.id@gmail.com CP:085213848621 A.BP.001.06.16.0000844

Cr Admin&Marketing Wanita utk Property&Sepatu T.081236723118 A.BP.001.06.16.0000696

Cr Staf cwek/cwok u/questHouse di Kuta Krm CV-081239701914 B.BP.154.06.16.0000532

Bth Terapis wnt min 18th di Beachwalk Mall, SMK/Sdrjt Pglm/tdk Gji & Tunj, Rosy 08573741171 B.BP.004.06.16.0000466

Bukit Kirana Villas FO(Male, Max 32Th)Min SMU Sederajat Send CV to:info@bukitkiranavil las.com Hub:03614725033/ 085100371420 A.BP.001.06.16.0000865

Coco Group Looking for: -Asst. Store Manager -Product Analyst -Ast.HR Manager -Buyer/Supervisor Merchandise -Store Supervisor(50 orang) -Team Leader(150 orang) -Customer Assistant(200 org).Min 1yr experience in the same position. Send new CV at hrm@cocogroupbali.com or come to Jl.Batur Raya 33 Jimbaran B.BP.803.06.16.0000272

Cr Tng Catring L/P TdrDlm/Luar Gn.Catur IV/30,Hb.088219163888 A.BP.001.06.16.0000975

Cr TngDlm Laundry,Wnt,KTP Bali Lok.Dps Kesiman,081936110361 A.BP.001.06.16.0000963

Dbh Staf Accounting Wanita Hub. Diponegoro 51 Dps 0361-228872 A.BP.001.06.16.0000330

Dbthkan SPG&Stock Admin,email: utari@bambooblonde.com JlIntan Permai Gg Mulya Busana 50/1B A.BP.001.06.16.0000875

Dbthkan Sopir Hub:BPR Sri ParthaBali Jl.Selamet27XKuta754454 A.BP.001.06.16.0000749

Dcari Tukang Service Furniture Hub: 085739107088 A.BP.001.06.16.0000537

Dcr Acc gaji mulai 3Jt Krm CV PT.Angel Fashion Studio,755204 A.BP.001.06.16.0000541

Dcr Admin perempuan CV Krisna Stone usia max 25th min SMK/ sederajatCV:stonekrisna@gmail .com/08814657998 A.BP.001.06.16.0000795

Dcr Dokter/Perawat utk di jadikan tenaga sulam alis Gj.pokok 2,5jt-10Jt Hub:081915670217 B.BP.803.06.16.0000274

Dcr Karywti Salon & Spa pnglmn Hub.087861277978 A.BP.004.06.16.0000771

Dcr PRT bs Setrika & Bersih2 Tidur Dalam. H.085333468877 A.BP.001.06.16.0000871

Dcr Waitress,RBoy, ut Htl-Snr 287174/08123806399 Baru Tamat A.BP.001.06.16.0000969

Dcr dokter umum u/Klinik di Legian send cv : itmsbali@dps.centrin.net.id B.BP.154.06.16.0000535

Dcr pegawai wanita u/kantin biliard gaji1,5++,085739446849 A.BP.001.06.16.0000959

Dibthkn Waitress Segera Pglmn Dibidangnya,GoodEnglish,Penampilan Menarik.Krm CV ke Macan Cafe Jl.Pantai Berawa 14B, Canggu:resto.canggu@gmail.com / 087761623018 B.BP.004.06.16.0000500

Dibutuhkan SPG/SPB utk SOGO. Gaji & bonus menarik. Krm k hrd@felixverguso.com

Looking for Admin & DW-HK for villa in Seminyak.Urgent! Send CVto info@graniabalivillas.com B.BP.004.06.16.0000379

PT Bali Masari Dcr Krywn Pss: Cook,CS,Delivery,Syrt:CV Bw ke Jl.Pulau Timor No.1 Serayu Resident A.BP.001.06.16.0000819

PT.Bali Masari Mncri:*Manajer, SalesMrkting,Cook,CS,Delivery Lmrn&CV Bw ke Jl.Pulau Timor Dibutuhkan Segera sopir canvas A.BP.001.06.16.0000947 No.1 Serayu Timor Residen SIM A,Max35Th Hub:081933012164 Dcr Pegawai psg tenda brpglmn A.BP.001.06.16.0000866 A.BP.001.06.16.0000841 Info Slnjutnya Hb:081238387171 bs setir,tggl dlm.081999058233 Dcr sopir mengerti mesin,Adm & Dibutuhkan Segera:Indonesia/ A.BP.001.06.16.0000951 A.BP.004.06.16.0000917 sales Hb:262280 Sesetan 25 Dps Chinese Chef;Gaji Menarik. Kirim Padi Handycraft Store&ReflexoDcr Pembantu Gj 1,5Jt yg Antar A.BP.001.06.16.0000962 ke CV:mahissabali@yahoo.com logy Nusa2 Needs;Spa,SPV.Send Dpt 500.487706/081805481810Lgs Dcr staf Operational SMU/SMK B.BP.101.06.16.0000510 to:corp.hrm@tropicalgroupbali. A.BP.004.06.16.0000878 Dcr staf IT D1-D3, Email: Dicari Accounting/Admin,Wanita com/corp-hrd@tropicalgroupbali Dcr Pembantu RT Cewk/Cowk hrm@probalitours.com +Pengalaman min 1Thn,Kirim CV Hub.087860183220 .com Ph:0361-775211 Ext.101 B.BP.004.06.16.0000442 ke ny59.info@gmail.com A.BP.001.06.16.0000609 Dcr Sopir Ambulan berpengalaman B.BP.101.06.16.0000511 B.BP.145.06.16.0000506 Dcr Reception&Headresser u/ Peninsula is Looking for a Driu/klinik diLegian Hub 751981 Dicari Karyawan/i u/Minimarket Salon Tlp:(0361735593/Email ke ver,Spa Staff,Engineering and B.BP.154.06.16.0000533 108 Cook,Minimum 2 Years Experienestheticdayspa79@gmail.com Dibthkan Estimator & Pelaksana baru Tmt SMA/K Hub.H.Wuruk A.BP.001.06.16.0000741 A.BP.001.05.16.0002607 (S1-Sipil)Drafter CAD(min STM) ce,Apply to:Ibu Wanda,Peninsula Dicari Segera Sales,Supir, Dcr Sales Counter Krm lam/CV Krm CV ke trimabadi2@gmail.com Beach Resort,Jl.Pratama No.72, Admin untuk Gudang Pipa Bali Tegehe Agung Polo Ralph A.BP.001.06.16.0000924 Nusa Dua,Kuta Selatan,Badung. hub.081999054808 Lauren Batubulan Tlp.290189 Dibthkan HR Admin Garment Email:wanda_rbl@yahoo.com A.BP.001.06.16.0000832 A.BP.001.06.16.0000535 Email: sri@bambooblonde.com B.BP.101.06.16.0000509 Dicari Therapist wanita Gaji Dcr Sales Counter&Driver bisa A.BP.001.06.16.0000876 diatas 2,5Jt Hub.082237390793 Spa Terapis pnglmn u/org asing Bhs.Inggris Hub.0361-238041 Dibthkan Staff Adm-Keu Min D3 A.BP.001.06.16.0000530 gaji bgs Hub.08123972084 Sanur A.BP.001.06.16.0000843 Akunt Keuangan-Maks.28th A.BP.001.06.16.0000939 Dicari Tk Masak utk catering & Dcr Security,HK,Admin,Bw CV ke Brpglman Lbh Diutamakan Tropical Group Needs:Acct,SPV, Tenaga servis utk di Hotel Ktr Siaga86,Jl.Pendidikan No.62 Hub:Dapur Prima Jln.Gn. Acct(DW),IT Staff,Security,OB, hub.081353200559 Dps Tlp.710644,HP:081316361234 A.BP.001.06.16.0000936 Batukaru 51 Dps,Ph:482704 Send CV:corp-hrm@tropicalgroup A.BP.001.06.16.0000755 A.BP.001.06.16.0000734 Dicari: Sopir dan Helper bali.com/corp-hrd@tropicalgrou Dcr Sopir Gudang(SIM B1) Staff Dibthkan Tenaga Teknik Sipil/ Hubungi : Hp.085100692929 pbali.com.Ph:0361-775211 A.BP.001.06.16.0000706 Gudang,Security,SPG/B Hub B.BP.101.06.16.0000512 Arsitek utk Design/Pemasaran Dicari: Surveyor, Pelaksana Bali Pet Shop Jl.Setiabudi 23A Tropical Rest Looking For Resbaja ringan,admin(Pr)SMA/SMK, Civil Hub. 0361-225764 / lgsg Dps Ph:428786/085739342199 taurant Mgr/SPV,Sous Chef, Rebs word/excel.Lam ke CV Karya A.BP.001.06.16.0000740 dibw ke Jl.Ratna No.48B Dps ceptionist,Waiter/ss,Cook.Send CV Gedong Jl.Tk.Musi 7X Renon B.BP.004.06.16.0000477 Dcr Staf Cook&Waiter/ss Warung corp-hrm@tropicalgroupbali.co A.BP.001.06.16.0000957 Dicr SPG utk Butik diHotel Bhs Acquaviva Sanur 0361286251 m/corp-hrd@tropicalgroupbali. Famous Furniture Company need A.BP.153.06.16.0000972 Ing/komp Hub:08123860469 com. Ph:0361-775211 Ext 101 urgent : Sales Marketing & Dcr Supervisor untuk B.BP.101.06.16.0000513 A.BP.001.06.16.0000922 Quality Control. Send CV:pr@ba Kontraktor Hub.081239177009/ Looking HRD.M/F 40-50yrs.Send Work&Hldy1ThAustMinD3Under30Th lquisse.com / SMS 08113992708 CV to tracyjaznguyen@yahoo.com Call085738424842/082237999354 suwarjaya@darata_indo.com Dcr PRT yg Rajin & Jujur,Gaji Menarik Hub.085100883990

A.BP.001.06.16.0000859

Dcr sgr 1.Adm,bs Kompt & email 2.Tng Gudang.Lam Jl.Gatsu II/4 Dps Hub.Ibu Eka 081805502481

B.BP.004.06.16.0000381

B.BP.145.06.16.0000400

A.BP.004.06.16.0000719

A.BP.001.06.16.0000942

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post CRV Prestigeâ&#x20AC;&#x2122;2014 Putih Asli Bali H.085100434008

DAIHATSU

Aylaâ&#x20AC;&#x2122;2013 Putih Tgn1,AsDK, SptBaru,85Jt Nego,081805330222 B.BP.164.06.16.0000508

Espas PUâ&#x20AC;&#x2122;96 siap pakai 28jt Panter PUâ&#x20AC;&#x2122;04 kond OK,Jl.Kargo Taman IV Dps H.087862697999

B.BP.141.06.16.0000534

B.BP.001.06.16.0000456

PickUp GMaxâ&#x20AC;&#x2122;15 Std/3W Putih Dp 11Jt Ang.2,5/Bl 085935361046 A.BP.001.06.16.0000961

Jazz I-Vtec Hitam Maticâ&#x20AC;&#x2122;2013 Plat Asli Bali,H.087861840861 B.BP.141.06.16.0000514

*Mobilio Dp 30Jtan Ang.4 Jtan BRV Dp.60Jtan h:085103091199 A.BP.001.06.16.0000934

B.BP.164.06.16.0000507

HONDA

NISSAN Freed Silverâ&#x20AC;&#x2122;2013 Matic,Tgn1 Plat DK Asli Bali,KM24rb,Smst Djl Grd Livinaâ&#x20AC;&#x2122;14 Grey Manual Pnjng,AC Dbl Blowr 081210087635 asBali Smst Br,08123848115Prbd A.BP.001.06.16.0000854

A.BP.001.06.16.0000933

TOYOTA

Avanza Velozâ&#x20AC;&#x2122;2015 Manual Hitam Asli Bali H.0811395948

Splashâ&#x20AC;&#x2122;10 Merah 97Jt+Nissan Marchâ&#x20AC;&#x2122;14 cc1.5 Slv085100856999 B.BP.141.06.16.0000518

APV GXâ&#x20AC;&#x2122;10 Htm Mls AsDK 110jt Ford Fiesta 1.6L A/T-Sâ&#x20AC;&#x2122;11 Htm DK,Tgn I Km 15rb,Istw H.724187 B.BP.004.06.16.0000494

Karimun Wagon R Dilago Silver 2014 Hp.0818355583 A.BP.001.06.16.0000915

Splash GL Thâ&#x20AC;&#x2122;2011 Terawat Original DK Tgn 1 085333124554 A.BP.001.06.16.0000965

A.BP.001.06.16.0000967

A.BP.001.06.16.0000817

A.BP.001.06.16.0000943

Djl Tanah 1,75Are Jl.Nangka Gg Nuri 6 No.1 Hp.081353197512 A.BP.001.06.16.0000816

B.BP.141.06.16.0000520

B.BP.141.06.16.0000524

Harrier L.Premâ&#x20AC;&#x2122;09 as DK Tgn 1 Mbl Simpnan,340jtNg,0811393413 A.BP.001.06.16.0000966

A.BP.001.06.16.0000968

DIJUAL MOTOR SUZUKI

Moge Sport GSX SRAD 650â&#x20AC;&#x2122;99 Pth Biru 087861006360 (STNK)

Suzuki Futura STâ&#x20AC;&#x2122;93 Hub:081236742686

B.BP.004.06.16.0000504

B.BP.141.06.16.0000522

Hiace Commuterâ&#x20AC;&#x2122;08 Silver AsDK Istmw Bs Kredit H.081916500009

A.BP.001.06.16.0000837

PELUANG BISNIS

DIJUAL MOTOR

KONTRAKTOR

RUPA-RUPA

Dijual Tanah 1,6A Sidakarya Harga Nego HP.081339683364 Djl Kav Baru 1 Are Bitra Gianyar Jln 5 Mtr Hub:081999025757

Avanza Gâ&#x20AC;&#x2122;2009 Silver AsBali Tg1 Dr Br Pjk Br,085101855556

Viosâ&#x20AC;&#x2122;08 Dp 15Jt Sisa Teken Jl.P.Kawe No.44 Dpn Alfamart

Splashâ&#x20AC;&#x2122;2013 DK Jok Kulit,Trwt, Spt Baru 0877-7123-4307 Ng 118

DIJUAL TANAH

B.BP.141.06.16.0000517

SUZUKI

A.BP.001.06.16.0000925

BIRO JASA

Swift GT3â&#x20AC;&#x2122;10 Silver VR17 BanBr Mnual AsBali,087860856999 Prbd

Karimunâ&#x20AC;&#x2122;2001 Body Kaleng Harga 58Jt Hub.081239304446 B.BP.141.06.16.0000521

ISUZU All New CRVâ&#x20AC;&#x2122;07 AsDK 2.4 AT Abu HOT News! ELF Long Baru Gratis Tua Met AudTV,085101581600Prbd B.BP.141.06.16.0000519 Ijin Pariwisata Kusus Adiputro dan Hartono Malang,08170709001 Jaz Vtec08Slvston AsDK+Karimun A.BP.001.06.16.0000935 02Slv Jl Slh satu,087861681168 A.BP.153.06.16.0000971 Panther 2001 Matic,Abu Met, MAZDA Hygrade,AC Dobel,Full Var, Stir CX5â&#x20AC;&#x2122;13 Pmk Grand Touring Putih Rac,Jl .Gadung 81 Kreneng Dps A.BP.001.06.16.0000931 DK Low KM Bs TT,0818350999

BIRO JASA

Livina XVâ&#x20AC;&#x2122;2007 Silver Gold Dp 20Jt Ang.2Jtan h:085103091199

B.BP.141.06.16.0000523

Jazz DSiâ&#x20AC;&#x2122;2004 Silver Manual Harga 93Jt Hub.087860002341

Tnh 1H 20A @30Jt/A Kristal Bay View Laut DesaSakti,NusaPenida 800m dr laut 081236296636 A.BP.001.06.16.0000679

*Tnh 1A,265Jt/Are Buduk Abianbase Jl6m,081238920022 A.BP.001.06.16.0000807

Djl Tnh 4A di Ungasan Lok strategis dkt P.Msk GWK sblh U.dkt Poltek dan UNUD,08113961616 TP A.BP.001.06.16.0000923

Djl Tnh+Usaha sdg brjlan LT5,5 Are,Jl.Uluwatu II Jimbaran(dpn Jenggala Keramik) 081353048999 A.BP.001.06.16.0000822

!!!Petitenget 2A,7A Dkt Pantai Kav 220Jt trima SHM 1,3+1,5vew Lingkungan Hotel,081338977777 Batubln 335 4+2,5 087761245398 A.BP.001.06.16.0000281

A.BP.001.06.16.0000573

A.BP.001.06.16.0000280

A.BP.167.06.16.0000927

Tanah Murah 35 Are di Megati !!!Sinaran Surga Karma Kandara 20A,1Ha,View Laut,081246976068 Tbnn Hub.085100764194 Pemilik BU 1,25A H370Jt Global Lok Bgs Tnh 10A dkt Jatiluwih&Air Pnas cck u/Rmh Cost Gdn085792224346 Angseri,35Jt/A Ng.081933058388 A.BP.001.06.16.0000919

BAHAN BANGUNAN

A.BP.004.06.16.0000901

SPA

Tnh 3A Jl.Dewi Sri G.Mawar ± 200m drTrmnl B.Bln081236144605

Dijual Cpt Rmh LT100m2 LB82m2 Dikon Rmh Jln.Siulan Gg Durian Lok Taman Giri,Prm Permata Giri IV/7 H08123918921,087861983910 A.BP.001.06.16.0000916 Estate Blok B17 H.081338954546 A.BP.001.06.16.0000855 Kont Rmh 2KT 2KM 1RT Dpr,Grs, KARANGASEM Djl Rmh Lt2 LT2A Jl.Gn.Talang PAM 2200Watt,G.Lumut 0816581144 Djl Rmh LT1,2A 2KM 2KT Garase A.BP.001.06.16.0000949 Prm TmnAsri Subagan 08563996924 No.56 Dps Hub.081999111398 A.BP.001.06.16.0000921 Ktrk Rmh 2Lt Dkt Puspem Bdg A.BP.001.06.16.0000973 Jual Rmh Mnmalis Dalung Permai 13,5Jt 2KT 081933060539 SINGARAJA 710Juta Hub:081999378500 B.BP.004.06.16.0000498 A.BP.153.06.16.0000970 T.Kav CelkBawng Lok.Berkembang Rmh Lt2,2KT,1RT,1KM+Dpr P.Buru H.Promo 50/A Lkp H.087861928929 Jual Rumah 2Lantai Lstnh 125m III/22 Dps Hub:081934388375 B.BP.135.06.16.0000531 dijln Parigata No.7 Komplek (0361) 8478893 Tnh 3,75Are Jl.Bukit Indah IV Casa De Nampek Jimbaran A.BP.001.06.16.0000833 Timur RS Pramasidi 0811398154 Hrg 2M 2ratus Hub.081703338982 A.BP.001.06.16.0000726 Over kontrak rumah Tipe.21, A.BP.001.06.16.0000932 Rmh Kos 2Are Lt2 10 kamar Jl. Grs,2KT,sisa 2th 8jt/th lokasi, SaDIJUAL RUMAH Tkd Badung XX No.2 bisa TT Tnh ding Sempidi,Hub.081999020404 Jl Rmh Lt2 Jl.6mtr Paving TP A.BP.001.06.16.0000954 harga 1,2Ng Lokasi Perum Subak Hb.085953863904/08155725404 A.BP.001.06.16.0000958 Dalem Gatsu 1 Dps,081337270111 Rmh Type 54/200m2 Perum Nuansa A.BP.001.06.16.0000808 KEHILANGAN H:087861341056 MrhRmhJl.PratamaBenoa230mSHM Tjampuhan SabaA.BP.001.05.16.0002186 Telah Hilang Kartu Pengawasan 08123581161-1StHome-0317323737 Angkutan Sewa.No 51.05.0002/ B.BP.033.06.16.0000501 DISEWAKAN RUMAH AS.05/DPIK-2015.AN.PT.Asta Rmh Baru Mnmls LTanah 1are LBg Over Cont.Rmh Kos 4Km 10Th Nata.DK 842 BS.DPR 55224 K 110m2 Jln 5meter 081804020406 60Jt Bisa Byr2x H.085237044425 A.BP.001.06.16.0000890

A.BP.001.06.16.0000930

DIJUAL MOBIL

A.BP.001.06.16.0000953

B.BP.141.06.16.0000516

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

BAHAN BANGUNAN

BIRO JASA

INTERIOR

SERVICE

SERVICE

KURSUS

AC ALUMINIUM

BAHAN BANGUNAN


18

DAERAH Pertanyaan

Minggu Pon, 12 Juni 2016

TTS Bali Post

MENDATAR 1. 4. 7. 8. 10. 11. 12. 14. 15. 20. 24. 25. 27. 28. 29. 31. 32. 33.

Tidak kendur Kendaraan umum roda tiga bermesin Dibalik : alat cetak Pertunjukan ulang (Inggris) Kemarin (Bali) Anak (Bali) Perjanjian antar bangsa Imitasi atau tiruan Penguraian atau pencernaan lemak Terserahlah atau sesukakamulah Azas atau dasar Kegemukan (Inggris) Ikan sotong Pacar Hitam (Bali) Tidak resmi (tanpa huruf akhir) Gigi belakang untuk mengunyah Saudara separtai atau teman seperjuangan

MENURUN 1. 2. 3.

Butiran batu-batu kecil Bubuk Halus arang murni Sudah tidak menjalankan pekerjaannya lagi (Tanpa huruf akhir) 4. Anggaran dasar 5. Gagasan 6. Sediaan dari getah rami yang dapat mempengaruhi akal dan prilaku 8. Dibalik : Hutan kecil 9. Dibalik : Penyumbang tetap 13. Rehat asah otak, TTS Harian dikoran ini, dulu 16. Kurun waktu 17. Menyanyi tanpa suara, menggerakkan bibir mengikuti suara penyanyi aslinya (Inggris) 18. Suatu pertemuan yang melibatkan beberapa pembicara dengan topik tertentu 19. Tegang pikiran atau suasana 21. Pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian 22. Oral anti tuberkulosa 23. Landasan Helikopter 26. Dibalik : Siap sedia (Inggris) 30. Sebuah akhiran

Ketentuan Menjawab

Pemenang TTS No. 248

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 250 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 18 Juni 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 26 Juni 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 248 MENDATAR 1. Seismik 5. Kalapas 8. Ebi 9. Tulad 10. Oportunitas 12. Riben 14. Sandi 17. Biting 20. Nial (Lain) 22. Input 23. Mail 25. Borneo 27. Setra 31. Endag

33. Hermafrodit 35. Afkir 36. AOR 37. Antelop 38. Endemis MENURUN 1. Setirman 2. Ialab (Balai) 3. Madona 4. Keloid 5. Kista 6. Anai 7. Segseg 11. TNI 13. Eselon

15. Noiro (Orion) 16. Iopes (Sepoi) 17. Butut 18. Tampan 19. Nyi 21. Ijo 24. Longdres 25. Bahana 26. RRR 28. Endure 29. Reatard 30. Irtap (Patri) 32. Dekam 34. Mode

1. I Wayan Yasa Jl. Farigata No. 11 Delod Peken Tabanan 82113 2. I Ketut Sanggra Br. Dauh, Desa Pengeragoan, Pekutatan, Jembrana Negara 3. Ni Kadek Kristiani Jl. Letda Arti Gg. Kamboja I, Amplapura, Karangasem 80811 4. Ni Luh Putu Dewi Wikayanti Jl. Kesra VIII/26 Perumnas Tj. Karang Ampenan 83115 5. Siska Yuliani SMP Negeri 7 Denpasar, Monang – Maning 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : I Gusti Kadek Trisna Wanaprasta Alamat : Lingkungan Kelod Kauh, Abianbase, Gianyar

SATE - Sejumlah wisatawan sedang praktik memasak masakan tradisional Bali sate lilit di Desa Wisata Undisan.

Desa Wisata Undisan

WISATAWAN BISA BELAJAR MASAK KULINER BALI BANGLI memiliki banyak desa wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya Desa Wisata Undisan di Kecamatan Tembuku Bangli. Selain bisa menikmati suasana alam pedesaan yang asri, di desa wisata yang terkenal dengan perajin peraknya ini wisatawan juga bisa langsung belajar tentang budaya lokal masyarakat Bali, salah satunya yakni memasak makanan tradisional sate lilit. Seperti yang dilakukan rombongan wisatawan asing asal Perancis, Sabtu (11/6) kemarin. Tak hanya belajar teori, rombongan wisatawan perancis tersebut juga praktik belajar memasak masakan tradisional Bali seperti sate lilit secara langsung. Diarahkan oleh beberapa orang pemandu, wisatawan akan diajari memasak mulai dari meracik bumbu, membuat adonan, hingga menjadikannya siap saji. Menariknya kegiatan memasak tidak dilakukan di dapur tertutup melainkan di sebuah balai yang ada di tengah sawah. Salah seorang wisatawan yang juga pemilik travel agen di Perancis, Patrice mengakui bahwa Bali selama ini terkenal sebagai destinasi terbaik di dunia. Dirinya mengaku sangat tertarik untuk mengunjungi Bali termasuk Desa Wisata Undisan karena kaya akan budaya, pemandangan alam yang indah dan peduduknya yang ramah.

Sementara itu, Kabal, guide yang mengantar Patrice dan rombongan

mengatakan, budaya memasak masakan tradisional Bali yang tawarkan Desa Wisata Undisan sangat membuat wisatawannya antusias. Sebab tak hanya teori, mereka juga bisa mempraktikan langsung cara memasak masakan tradisional Bali salah satunya sate lilit. Ke depan mereka yang merupa-

kan pemilik travel agent di Perancis akan memasukan Desa Wisata Undisan ke dalam daftar destinasi yang akan dijual mereka di negaranya. “Dengan apa yang mereka nikmati di sini, ke depan mereka akan menjualnya kepada wisatawan di negaranya,” ujarnya. (kmb40)

DBD pada Anak

Orangtua Harus Kenali Tanda Bahaya KUNCI penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak adalah monitoring dan pengawasan. Apabila anak yang terinfeksi DBD sudah masuk rumah sakit harus diawasi karena perjalanan penyakit ini ada fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. “Yang berbahaya apabila memasuki fase kritis, ini yang harus diketahui dan ditangkap secepatnya oleh petugas, tentunya untuk menangkap ini harus observasi,” kata dr. I Wayan Gustawan, M.Sc., Sp.A., dokter spesialis anak divisi infeksi dan penyakit tropis RSUP Sanglah, Sabtu (11/6). Kadangkala di rumah sakit yang pasiennya banyak sedangkan tenaga kurang, hal itu yang kemudian menjadi kendala. Sehingga strategi yang paling bagus selain mengawasi secara ketat adalah memanfaatkan orangtua sebagai pengawas internal anak. “Jadi kita

BPM/may

dr. I Wayan Guswatan, M.Sc., Sp.A.

selalu mengajarkan orangtua untuk mengenali tanda bahaya,” ujarnya. Dalam perawatan itu, hal-hal yang harus diawasi orangtua misalnya, anak tiba-tiba sakit perut secara permanen di sebelah kanan, muntah-muntah hebat, tidak mau minum sama sekali, tidak ada kencing lebih dari 4-6 jam, suhu tiba-tiba turun disertai tangan dan kaki dingin. “Kalau itu ditangkap oleh orangtua, orangua harus segera melapor ke dokter/perawat ruangan untuk segera diperiksa anaknya apakah

drop atau bagaimana kondisinya,” jelasnya. Fase tersebut terjadi pada hari ke-4, 5, 6, tapi paling sering hari ke-5 dari mulainya demam. Fase dengue shock syndrome (DSS) lebih banyak terjadi pada anak dibandingkan orang dewasa. Artinya, anak lebih rentan terjadi fase DSS, meskipun tidak semua anak mengalami fase DSS. “Kasusnya sangat sedikit. Ada penelitian di Thailand, dari sekian ribu anak, hanya sedikit yang mengalami fase DSS, sangat kecil,” tandasnya. Fase DSS yang tidak terdeteksi hasilnya sangat fatal, maka dari itu perlu observasi. Jika terdeteksi dengan cepat, sehingga pemberian penanganan lebih cepat dan juga pemberian cairan, angka keberhasilannya sangat bagus. Ketiga fase DBD yaitu fase demam, kritis dan penyembuhan berjalan secara alami, tidak bisa dihindari. “Yang penting adalah tahu kapan dia memasuki fase DSS itu, segera diberikan cairan secepat mungkin,” ujarnya. (kmb42)


19

Minggu Pon, 12 Juni 2016

Disapu Ombak Dari Hal. 1 Kawasan pantai di desa tersebut tersapu ombak merusak senderan pantai hingga masuk ke rumah warga, Rabu (8/6). Gelombang tinggi ini mulai terjadi sekitar pukul 13.00 wita. Beberapa rumah yang berada dekat dengan tanggul Banjar Klod Desa Jungut Batu rusak akibat tersapu ombak. Kejadian ini diikuti dengan tenggelamnya penumpang Caspla Bali 3 yang berangkat dari Pelabuhan Buyuk Nusa Penida akibat terhantam gelombang besar saat berlayar selama 10 menit hendak menuju ke Pelabuhan Pesinggahan, Dawan Klungkung. Korban atas nama Dra. Ni Gst Ayu Sukaseni (57) terlempar ke laut dan hingga saat ini belum juga ditemukan. Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada mengungkapkan, saat ini kondisi gelombang masih tetap membahayakan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebanyak 17 petugas disiagakan untuk melakukan penyisiran di sepanjang pantai Klungkung dari wilayah Pantai Wates hingga Pantai Tegal Besar. Sementara untuk pesisir Pantai Nusa Penida, pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Nusa Penida untuk juga melaksanakan penyisiran pantai. Dari pantauan di lapangan, banjir rob yang terjadi di Klungkung hingga saat ini tetap terjadi. Bahkan di Pantai Klotok, air laut hingga mencapai ke jalan. Begitu halnya dengan Pantai Kusamba, terjangan ombak membuat air laut merendam Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Karangdadi, Kusamba. Kondisi ini membuat penyeberangan tradisional di Kusamba ditutup sementara. Petugas BPBD

Klungkung yang berada di lapangan melaporkan, ketinggian ombak mencapai 3 meter sampai 4 meter. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klungkung, Made Mula Astra menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pendataan kerusakan yang disebabkan bencana banjir rob tersebut. Selain satu hektar lahan pertanian yang mengalami gagal panen di Pantai Lepang, Desa Takmung, juga terjadi kerusakan bangunan yang dialami warung makan di Pantai Lepang, gubuk pembuatan garam di Desa Kusamba dan sejumlah rumah yang ada di Jungutbatu. Pedestrian di Pantai Klotok dan tanggul penahan ombak di Nusa Penida juga mengalami kerusakan akibat dihantam ombak. Terkait dengan kerusakan tersebut, Mula Astra menjelaskan pihaknya akan sesegera mungkin mengajukan bantuan perbaikan kepada BPBD Provinsi Bali. Mengingat pada tahun anggaran 2016, tidak dilakukan penganggaran untuk penanggulangan bencana. Sesuai dengan aturan, seharusnya BPBD Provinsi Bali memberikan bantuan yang nominalnya di atas Rp 5 juta. Namun karena BPBD Klungkung tidak mengalokasikan anggaran, bantuan bencana di bawah Rp 5 juta juga diajukan ke BPBD Provinsi Bali. Mula Astra menegaskan, untuk tahun anggaran 2017 nanti, pihaknya akan mengajukan untuk anggaran penanggulangan bencana. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bappeda terkait penganggarannya. â&#x20AC;&#x153;Kita upayakan untuk tahun 2017 ada anggaran untuk menanggulangi kerusakan yang disebabkan bencana ini,â&#x20AC;? tuturnya. (dwa)

Menyerap Emisi Dari Hal. 1 Pasalnya, jumlah pohon yang banyak akan dapat menyerap emisi. Kemudian di laut, terumbu karang harus dijaga karena berfungsi sebagai penahan hempasan ombak. Terumbu karang tepi misalnya, hidup mengelilingi pulau sehingga dapat menahan gelombang samudera ke pulau. â&#x20AC;&#x153;Jadi, dengan terumbu karang terjaga, dia akan mengurangi gaya tekanan gelombang ke darat. Ketika di darat ya mangrove-nya dijaga,â&#x20AC;? jelasnya. Wakil Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, meminta pejabat maupun investor tidak lagi mengimingimingi masyarakat dengan lapangan kerja. Pasalnya, janji 200 ribu lapangan kerja tidak masuk akal dengan

jumlah pengangguran di Bali yang hanya 70 ribu. Tentu sisa 130 ribu lapangan kerja akan diberikan untuk masyarakat luar Bali. Kalau sudah begini, Bali akan semakin sesak dengan penduduk maupun masalah sosial yang menyertainya. â&#x20AC;&#x153;Ibarat perahu, sudah penuh penumpang kalau dipaksakan bisa tenggelam. Sekarang saja problem di Kuta sudah parah, macet dan sebagainya. Dampak sosial kalau sudah banyak orang, persaingan ketat akan berdampak pada keamanan. Kalau sudah tidak aman, berarti tidak nyaman. Jadi, reklamasi ini tidak masuk akal. Hanya untuk kepentingan 1-2 investor dan beberapa orang yang tidak paham, yang hanya ingat isi kantong dan perutnya sendiri,â&#x20AC;? tandasnya. (rin)

Yang Terparah Dari Hal. 1 Bendesa Perancak Nengah Parna mengatakan air laut pasang ini merupakan siklus tahunan. Bendesa yang didampingi Ketua BPD Wayan Budi Adnyana menyebut air pasang kali ini merupakan yang terparah. Parna yang mendapat laporan bahwa areal tanah milik desa pakraman yang digunakan warung itu terendam, langsung mengecek ke lokasi, ternyata memang kondisinya parah. Selain di Perancak, dampak gelombang tinggi juga melanda pesisir Delod Berawah. Di sepanjang pantai ini, air laut pasang hingga menggenangi jalan. Pepohonan berduri yang melindungi pantai pun ikut tersapu ombak. Air laut merembet naik hingga ke jalan dan sejumlah bangunan di sisi jalan. Air menggenangi jalan setinggi 30 cm, sehingga jalan tidak bisa dilintasi. Di lokasi tersebut, berjejer bangunan kafe-kafe. Menurut warga, gelombang tinggi ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu. â&#x20AC;&#x153;Biasanya ini terjadi selama tiga hari, nanti sore air sudah surut. Tapi ombak tinggi,â&#x20AC;? tandas Putu Edi. Gelombang tinggi juga mengakibatkan akses jalan kampung nelayan di Dusun

Ketapang Desa Pengambengan terputus. Ombak tinggi menerjang daratan sejak dua hari terakhir. â&#x20AC;&#x153;Sekarang jalan putus, habis tergerus abrasi. Dua hari belakangan ombak cukup besar,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; terang Aan, salah seorang warga. Dari pengamatan, jalan lebar 2,5 meter itu tersisa beberapa centimeter. Aspal lapen mengelupas akibat terjangan air laut. Oleh warga, di lokasi tersebut sengaja dipasang tanda peringatan dari kayu dan bambu. Sedikitnya 25 meter panjang daratan lenyap akibat ombak tinggi itu. Kondisi serupa dialami pantai di Kabupaten Badung. Sejumlah pantai yang tergerus abrasi di kabupaten terkaya di Bali itu memerlukan penanganan serius. Di antaranya, depan setra desa adat Kuta abrasi sepanjang 200 meter dengan ketebalan pasir 6 meter, Pantai Cemagi sepanjang 100 meter dengan ketebalan pasir sekitar 4 meter, Pantai Canggu sepanjang 200 meter dengan ketebalan pasir sekitar 4 meter. Kadisnakkanlaut Badung, Made Badra membenarkan gelombang air laut membuat abrasi makin parah dan luas. â&#x20AC;&#x153;Belum lagi pemanasan global, banyak itu penyebabnya,â&#x20AC;? ucapnya.

Dikatakan, proyek penataan pantai itu memerlukan tambahan groin atau batu a nd e s i t p e me c a h g e l o mbang. Misalnya groin yang ada di belakang supermarket dan Hotel Kartika Plaza Kuta hanya ada sebuah. â&#x20AC;&#x153;Salah satu titik abrasi yang paling parah ada di belakang Kuta. Di tempat tersebut groinnya hanya satu,â&#x20AC;? katanya. Di Tabanan Tabanan mengalami hal serupa. Dari panjang pantai sekitar 36 kilometer dan semuanya terancam abrasi. Sekitar 13 kilometer di antaranya telah mengalami abrasi cukup parah sehingga memerlukan pengaman pantai. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tabanan, I Gusti Ngurah Anom Anthara, memaparkan pantai-pantai di Tabanan mengalami abrasi cukup parah di mana setiap tahunnya terjadi abrasi sekitar setengah meter per tahun. Untuk pantai kritis seperti Yeh Gangga erosinya bisa mencapai 1 hingga 1,5 meter per tahun. Penyebabnya penyangga pantai seperti terumbu karang mulai rusak begitu juga dengan adanya global warming. Pihaknya membantah jika abrasi di pantai di Tabanan dikarenakan pengerukan pasir. (sur/par/bit)

Akan Terendam Dari Hal. 1 Luas Pulau Bali kini 5.632 kilometer persegi, pada 2050 akan terendam seluas 489 kilometer persegi. Rendamannya akan semakin luas pada 2070, hingga mencapai 557 kilometer persegi. Dan yang lebih mencengangkan, kerendaman wilayah ini akan mengakibatkan terpisahnya Pulau Bali menjadi dua bagian. Tanah genting yang selama ini menjadi penghubung sebagian besar Pulau Bali dengan Nusa Dua, di antaranya terdapat Pantai Kuta dan Sanur, akan teggelam. â&#x20AC;&#x153;Nusa Dua akan menjadi pulau tersendiri yang terpisah dari Pulau Bali. Maka dari itu, puas-puaslah bepergian di Pantai Kuta dan Sanur sebelum tenggelam,â&#x20AC;? kata ahli perubahan iklim dari ITB, Dr. Armi Susandi, M.T., dalam orasi ilmiahnya di ITB. Sementara itu, Manajer Concervation Internation-

al untuk kawasan Bali, I Made Iwan Dewantama, di Denpasar, Sabtu (11/6) kemarin, menegaskan manusia Bali tidak boleh menganggap remeh alam ini. Manusia harus kembali pada kearifan lokal warisan nenek moyang yang dulunya sangat dekat dengan alam. â&#x20AC;&#x153;Dengan kearifan yang masih kita punya, paling tidak kita bisa beradaptasi, untuk kemudian manusia bisa survive dengan alam ini,â&#x20AC;? tandasnya. Wakil Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, S.E., meyakini fenomena rob sebagai peringatan agar umat manusia tidak serakah kepada alam. Apalagi ada rencana reklamasi Teluk Benoa yang akan menguruk laut hingga 700 hektar. â&#x20AC;&#x153;Reklamasi belum mulai saja sudah seperti ini. Kalau reklamasi itu diiyakan, Kuta khususnya bisa hilang, tenggelam. Ini tandanya Tuhan murka, dikasih tanda-tanda alam.

Tanda sebagai umat manusia agar tidak serakah pada alam,â&#x20AC;? ujarnya. Alit menilai fenomena ini secara sekala niskala sudah tidak benar. Para penguasa dan pengusaha yang menginginkan adanya reklamasi Teluk Benoa harus berpikir ulang. Terutama mengenai dampak yang mungkin timbul bila terus memaksakan untuk memperkosa alam. Jangan sampai mengorbankan Bali demi kepentingan segelintir orang saja. â&#x20AC;&#x153;Gerakan penolakan ini sudah hampir menyeluruh, tetapi kita punya pemimpin semua bisu tuli. Di sini sebenarnya dengarkan, kalau memang itu menjadi penolakan dari masyarakat luas yaâ&#x20AC;Śsudah dihentikan dan jangan dilanjutkan. Nanti kalau memang dari kajiannya itu sangat-sangat diperlukan kan lain masalah. Untuk saat ini kan tidak dibutuhkan,â&#x20AC;? papar pria yang juga Wakil Ketua PHRI Badung ini. (kmb/rin)

Anomali Positif Dari Hal. 1 Namun, karena bersamaan dengan terjadinya anomali positif tinggi muka air laut di wilayah Indonesia sebesar 15 â&#x20AC;&#x201C; 20 cm, maka kondisi ini memberikan dampak yang menimbulkan kerugian materi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, termasuk pesisir di Bali. Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya, Sabtu (11/6) kemarin, menjelaskan, untuk pasang naik akibat astronomi, kerap terjadi secara periodik, sedangkan untuk faktor cuaca diakibatkan adanya pengaruh kecepatan angin, lama angin bertiup (termasuk presistensi arah angin), fetch, serta pengaruh angin dari daerah lain (swell). â&#x20AC;&#x153;Untuk sekarang secara umum angin memang sudah dominan ber-

tiup dari timur - tenggara dengan kecepatan 8-38 km/ jam, ditambah lagi dengan adanya pusat tekanan rendah (L) di Samudera Hindia yang menyebabkan nilai gelombang konstruktif atau naik,â&#x20AC;?jelasnya. Selain itu, berdasarkan hasil BMKG pusat, gelombang pasang yang terjadi di barat Sumatera, selatan Jawa, dan Bali hingga NTT, selain disebabkan adanya pengaruh tersebut juga diperkuat dengan adanya penjalaran alun (swell) yang dibangkitkan dari pusat tekanan tinggi subtropis di barat daya Australia. Potensi gelombang tinggi ini masih akan terjadi hingga Jumat depan. â&#x20AC;&#x153;Untuk wilayah Bali, tinggi gelombang laut diperairan Bali berkisar 0,25-1,25 meter dan perairan selatan Bali berkisar 0,75-3,5 meter. Sementara perairan Selat Bali berkisar 0,25-3,0 meter dan perairan Selat

Lombok berkisar 0,25-3,0 meter,â&#x20AC;? tandasnya. Dengan kondisi gelombang laut yang masih cukup tinggi di beberapa wilayah di Bali, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga hingga lima hari ke depan, terutama masyarakat pesisir pantai untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang tinggi. Wilayah pesisir pantai di Bali yang sudah terkena banjir rob di antaranya wilayah sepanjang garis Pantai Kuta, garis pantai barat Kabupaten Badung, pesisisr Pantai Klungkung dan Pesisir Pantai Kota Singaraja. â&#x20AC;&#x153;Cuaca ekstrem tersebut hanya berlangsung di wilayah pesisir atau perairan selatan Bali sampai ke Lombok dan Sumbawa. Sementara, untuk perairan utara Bali, daratan, dan udara kondisi cuaca relatif stabil,â&#x20AC;? ujarnya. (win)

%DKNDQ 6HNDUDQJ ,D 0HUDVD /HELK .XDW GDULSDGD 6HEHOXPQ\D UDMLQ MRJJLQJ GDQ PHQJLNXWL VHQDP SHUQDSDVDQ 6DWULD 1XVDQWDUD $SD VDMD HIHN XVLDQ\D \DQJ VXGDK PHUDPEDW WHUVHEXW" ³'DODP PHODNXNDQ DNWLYLWDV VD\D FHSDW OHODK WHUPDVXN GDODP PHODNXNDQ KXEXQJDQ VXDPL LVWUL 6HODLQ LWX VD\D DOHUJL WHUKDGDS PLQ\DN PDNDQ VHKLQJJD VHODOX WHUEDWXN EDWXN NDODX PHQJRQVXPVL PLQ\DN PDNDQ $NLEDWQ\D VD\D WDN NXDW ODJL PHQJLNXWL VHQDP SHUQDSDVDQ WDGL ´ XFDS D\DK GXD .HWLND GLWHPXL 'HVHPEHU DQDN LQL /DOX GHQJDQ DSD LD ODOX XVLD VDUMDQD SHQGLGLNDQ DWDVL PDVDODKQ\D WHUVHEXW" EHUQDPD (IIHQGL LQL VXGDK ³6HEHOXPQ\D VD\D UDMLQ PLQXP WDKXQ 7HQWX VDMD NHNXDWDQ PDGX EDQJND GDQ UHEXVDQ REDW ILVLNQ\D WDN VHSHUWL GXOX ODJL FLQD ´ MDZDE NDNHN GXD FXFX LQL ³3DGDKDO GXOX .HSDOD %LGDQJ 7DSL VHMDN PHQJHQDO 0DGX 5HKDELOLWDVL 6RVLDO 'LQDV %LPD HPSDW EXODQ VHEHOXP .HVHMDKWHUDDQ 6RVLDO 3URYLQVL ZDZDQFDUD LQL GLODNXNDQ LD .HSXODXDQ %DQJND %HOLWXQJ LQL KDQ\D PHQJRQVXPVL PDGX KLWDP

SDKLW WHUVHEXW VHWLDS KDUL 7HUQ\DWD KDVLOQ\D VHVXDL GHQJDQ HNVSHNWDVLQ\D ³6HNDUDQJ NRQGLVL ILVLN VD\D VXGDK QRUPDO %DKNDQ YLWDOLWDV VD\D OHELK WLQJJL GDULSDGD VHEHOXPQ\D ´ WXWXUQ\D GHQJDQ EHUVHPDQJDW ³7DSL PLQXP PDGX LWX VD\D LPEDQJL GHQJDQ EDQ\DN PLQXP DLU SXWLK ´ ODQMXW ZDUJD -DODQ <RV 6XGDUVR ,,, .HOXUDKDQ *DEHN .HFDPDWDQ *DEHN .RWD 3DQJNDO 3LQDQJ 3URYLQVL .HSXODXDQ %DQJND %HOLWXQJ LQL 6HRUDQJ PDQXVLD DNDQ VHQDQWLDVD VHKDW ELOD VLVWHP LPXQQ\D WLQJJL :DODXSXQ GHPLNLDQ LD PHVWL UDMLQ PHPHOLKDUD NHVHKDWDQ VHSHUWL EHURODKUDJD GHQJDQ WHUDWXU PLQXP DLU SXWLK GHQJDQ FXNXS GDQ PHQMDJD SROD PDNDQ GHQJDQ

EDLN 0LQXP PDGX SDKLW PHPDQJ PHPLOLNL EDQ\DN PDQIDDW GL DQWDUDQ\D XQWXN PHPEDQWX PHQJDWDVL GLDEHWHV JDQJJXDQ IXQJVL VHNVXDO SULD JDQJJXDQ DVDP ODPEXQJ PDDJ UDGDQJ WHQJJRURNDQ VDULDZDQ GDQ SDQDV GDODP EDWXN SLOHN DVPD SROLS GDQ VLQXVLWLV DVDP XUDW GDQ UHPDWLN NDQNHU GDQ WXPRU NROHVWHURO GDUDK

UHQGDK GDQ GDUDK WLQJJL PDODULD WLIXV GDQ GHPDP EHUGDUDK VHUWD XQWXN PHQLQJNDWNDQ YLWDOLWDV GDQ LPXQLWDV /DOX EHUNDLWDQ GHQJDQ SHQLQJNDWDQ YLWDOLWDV NRUDQ ,QGRQHVLD 7RGD\ SHUQDK PHQXOLV EDKZD VXGDK ODPD PDGX GLNHWDKXL PHPLOLNL EDQ\DN PDQIDDW 7DSL EDQ\DN \DQJ WDN WDKX PDGX WHUPDVXN DIURGLVLDN 0DGX NRQRQ PHQMDGL PDNDQDQ SLOLKDQ UDMD UDMD ]DPDQ GDKXOX VHEHOXP EHUFLQWD .HKHEDWDQ PDGX WLPEXO ODQWDUDQ GL GDODPQ\D WHUGDSDW PLQHUDO ERURQ \DQJ PHPEDQWX WXEXK PHPDQIDDWNDQ HVWURJHQ KRUPRQ VHNVXDO ZDQLWD VHUWD PHQDPEDK WHVWRVWHURQ KRUPRQ VHNVXDO SULD 0DGX MXJD PHQJDQGXQJ YLWDPLQ % XQWXN SURGXNVL WHVWRVWHURQ 6DDW LQL EHUEDJDL PDGX SDKLW

GHQJDQ EHUEDJDL PHUHN WHODK EHUHGDU GL SDVDUDQ 7DSL \DQJ EDQ\DN GLJHPDUL NDUHQD PDQIDDWQ\D \DQJ Q\DWD PHPDQJ 0DGX %LPD $SDODJL GDUL KDVLO XML ODERUDWRULXP )DNXOWDV )DUPDVL 8, GDQ 6XFRILQGR 6HSWHPEHU 0DGX %LPD WHUEXNWL EHEDV GDUL EDKDQ NLPLD REDW SDWRJHQ ORJDP EHUEDKD\D GDQ ]DW EHUEDKD\D ODLQQ\D %DKNDQ VDDW LQL MXJD WHUVHGLD 0DGX %LPD NKXVXV \DNQL 0DGX .HVXEXUDQ 3ULD 0DGX .HVXEXUDQ :DQLWD GDQ 0DGX .HFHUGDVDQ 2WDN 8QWXN PHQGDSDWNDQQ\D $QGD ELVD GDWDQJ NH DSRWHN WRNR REDW GDQ RXWOHW RXWOHW ODLQQ\D GL NRWD $QGD 8QWXN LQIRUPDVL OHELK OHQJNDS $QGD ELVD PHQJXQMXQJL #PDGXELPD ZZZ PDGXELPD FRP GDQ ZZZ IDFHERRN FRP 0DGX %LPD

'LVWULEXWRU %DOL 6XEGLVW -HPEUDQD .OXQJNXQJ 7DEDQDQ %XOHOHQJ .DUDQJDVHP *LDQ\DU %DQJOL 'HQSDVDU %DGXQJ


balipost (140rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU PON, 12 JUNI 2016

brol br rolan an brolan BALE BANJAR AR AR ARIDUS

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Bebas dari Rasa Takut DI INTERNET ada foto berjudul ‘’Keadaban siswa terhadap guru, 1880-1910’’, tampak belasan siswa berumur sekitar 12-15 tahun mengenakan busana adat Jawa, berkain, berjas, dan berblangkon melintas di depan gurunya yang juga berbusana serupa. Foto lain mencerminkan abad ke21, tampak seorang siswi yang

@balipostcom (4.195 Follower) http://twitter.com/balipostcom

kalau dilihat kostumnya adalah pelajar SMP. Foto berikut tampak siswi itu berdiri memantati ‘’pahlawan tanpa tanda jasa’’ yang tetap sabar melaksanakan kewajibannya. “Kalau aku andaikan, gambar pertama adalah cerminan ‘kuda masih menggigit besi‘, sedangkan foto berikutnya ‘besi yang menggigit kuda‘! Di

zamanku tidak ada ketentuan murid berbusana seragam, bahkan banyak yang ke sekolah tanpa alas kaki dan baju atau celana mereka penuh tambalan. Nilai agama dan budi pekerti yang tercantum di rapor sangat menentukan kenaikan atau tidak naiknya murid ke level lebih tinggi,” tutur Rubag. “Ya, kudengar dari almarhum ayahku, pendidikan murah dan bersubsidi terus berlanjut hingga jenjang SMP di tahun

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418 1960-an. Pekerjaan rumah juga sangat sering diberikan guru dan para siswa harus mengerjakannya. Bila tidak mengerjakannya selain diomeli dengan kata-kata pedas, tidak jarang siswa disuruh berdiri di depan kelas selama pelajaran berlangsung. Bahkan, ada guru yang menjewer kuping atau menjitak kepala murid. Nyaris tidak ada murid yang melaporkan tindakan guru ke orang tuanya di rumah,“ komentar

Kadek Wahyudita. “Guru jadi terhalang untuk mendidik anak dan hanya bisa mengajar. Pendidikan adalah segala upaya untuk memanusiakan manusia. Sedangkan mengajar merupakan kegiatan teknis keseharian guru yang membuat siswanya tahu sesuatu yang belum mereka ketahui. Agaknya sekolah sebagai tempat mencerdaskan kehidupan bangsa, di samping memberi pengajaran, yang pal-

ing penting adalah mendidik karakter dan kepribadian, sehingga melahirkan insan cerdas yang berintegritas. Kalau sekolah terus diganggu, aku setuju dengan tindakan Dedi Mulyadi, untuk mengembalikan peserta didik ke orang tuanya agar dididik dan diajar sendiri. Mudah-mudahan homeschooling diakui pemerintah sebagai lembaga resmi, agar para guru bebas dari rasa takut,“ tegas Adi Saputra. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 12 Juni 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu