Skip to main content

Edisi 29 November 2016 | Suluh Indonesia

Page 5

pini

Suluh Indonesia, Selasa 29 November 2016

Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa

F OKUS Persoalan Radikalisme Harus Segera Dicermati ADIKALISME, ekstrismisme dan terorisme kini mengancam terkoyaknya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aksi pengeboman tempat ibadah, penangkapan teroris, dan penunggangan terhadap aksi massa yang berakhir rusuh, bukti bahwa Pancasila kini mengalami cobaan. Karenanya Pancasila harus diamalkan dan dipedomani oleh segenap rakyat Indonesia. Pancasila harus menjadi ideologi yang bekerja untuk mensejahterakan yang berkeadilan. Pancasila harus dijaga kelanggengannya untuk menjaga kebhinekaan.

R

Harus diakui, pemerintah akhir-akhir ini mulai mewaspadai perkembangan radikalisme di tanah air terkait dengan jaringan ISIS (Islamic State Iraq and Suriah). Beberapa waktu lalu media dihebohkan dengan keberangkatan 16 WNI yang bergabung dengan ISIS. Tak lama kemudian densus 88 menggerebek 4 lokasi yang diduga terkait dengan ISIS. Isu mengenai ISIS ini sudah menjadi isu global dan dunia kompak untuk memeranginya. Melihat fenomena tersebut, perlu ada langkah-langkah untuk mencegah aksi radikalisme tumbuh subur di bumi pertiwi. Selain melakukan tindakan atas pelaku radikalisme, pemerintah juga harus melakukan pencegahan atau tindakan preventif agar masyarakat tidak mudah tergiur ideologi yang menggunakan atribut agama. Diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, aparat keamanan dan tokoh agama untuk meluruskan pemahaman agama. Apalagi bangsa Indonesia mempunyai dasar negara yang berisi nilai-nilai luhur bangsa dalam Pancasila. Nilai-nilai luhur itu harus diawali dari keluarga. Keluarga juga merupakan benteng terdepan dalam mencegah munculnya radikalisme. Dalam konteks ini, maka orangtua harus dibekali pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang nasionalisme kebangsaan. Pancasila merupakan benteng dalam penegakan NKRI. Selama ini peran keluarga seakan terlupakan oleh negara dalam mencermati persoalan-persoalan kebangsaan yang muncul. Minimnya pemahaman tentang Pancasila dalam keluarga dan sekolah juga menyebabkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mulai terabaikan. Karena itu, Pancasila harus eksis kembali. Dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang nasionalisme dalam keluarga, diharapkan perlahan-lahan bisa mencegah tumbuhnya radikalisme. Artinya, problem yang muncul terkait persoalan radikalisme harus benar-benar dicermati dan diresapi bersama. Harus ada konsep atau gagasan baru dalam membudayakan dan membumikan Pancasila. Langkah ini penting karena selama ini proses pembudayaan masih terkesan kaku yakni dilakukan hanya untuk kepentingan negara, khususnya aparat pemerintah, tetapi tidak memberi ruang publik untuk melakukan interpretasi dan melahirkan ide-ide yang kreatif, sehingga berdampak pada bagaimana nilai-nilai Pancasila itu akan diinternalisasikan. Masyarakat, harus memiliki komitmen yang kuat pada nilai-nilai Pancasila, dan lebih peka terhadap lingkungan, terutama yang berhubungan dengan berbagai potensi yang menjadi ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Hilangnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada masyarakat Indonesia, merupakan pangkal dari munculnya berbagai tindakan radikalisme dan terorisme. Radikalisme saat ini telah menjadi ancaman yang berbahaya bagi kesatuan dan kesejahteraan bangsa. Karenanya harus dilawan dengan mengedepankan sikap toleransi terhadap pemeluk agama lainnya. Sebab selama ini eradikaliems tumbuh dari sikap agama yang sempit. Sikap yang tidak menghargai agama orang lain. Mereka seakan menjadi nomor satu dan tidak ada yang lainnya. Di Indonesia yang multietnis, budaya, daerah dan agama, tentu tidak cocok dengan cara pandang seperti itu. Mereka harus menghargai keindonesiaan yang pluralistik. Ini harus dipahami bersama untuk membesarkan bangsa ini secara bersama-sama. Bukan mau hidup sendiri dengan menekan apalagi mengusir orang lain. Untuk itu perlu adanya menajemen khusus untuk menunjukkan nilai-nilai dasar Pancasila yang merangkul seluruh elemen untuk bersatu di bawah bendera merah putih. Pancasila harus membentuk kepribadian masyarakat Indonesia yang kuat. Pentingnya penerapan ideologi Pancasila dalam setiap kurikulum pendidikan, sehingga bangsa kita tumbuh menjadi bangsa yang paham makna dan aplikasi Pancasila dalam laku sehari-hari. Kita menyadari bangsa ini sedang diserang oleh berbagai paham luar yang tidak sesuai dengan cita-cita bangsa, radikalisme dan terorisme. Cara ampuh untuk melawan paham berbahaya itu adalah dengan menguatkan pemahaman terhadap Pancasila dan agama. Pancasila merupakan solusi permasalahan radikalisme yang melanda Indonesia saat ini. ***

Bang D

PANCASILA ditetapkan sebagai Dasar Negara pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Sebagai dasar negara, Pancasila memuat pokok-pokok pikiran yang luhur dan sesuai dengan kepribadian bangsa. Pancasila harus menjadi pondasi atau landasan dasar dalam merumuskan setiap produk perundangan maupun etika moral yang akan diberlakukan bagi bangsa. Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara ialah Pancasila berperan sebagai landasan dan dasar bagi pelaksanaan pemerintahan, membentukan peraturan, dan mengatur penyelenggaraan negara. Melihat banyak peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini yang membuat pecahnya rasa persatuan dan kesatuan, rasa cinta terhadap bangsa Indonesia. Sangat memprihatinkan dan membuat kita bertanya-tanya ada apa dengan semua ini? Mungkinkah terdapat permainan politik yang hanya untuk kepentingan tertentu? Apakah ini merupakan identitas bangsa Indonesia?

Melihat dari makna Pancasila sebagai dasar negara kita tentu dapat menyimpulkan bahwa Pancasila sangat berperan sebagai kacamata bagi bangsa Indonesia. Selain fungsi pancasila sebagai dasar negara, Pancasila juga sebagai pedoman hidup, jiwa bangsa, kepribadian bangsa, sumber hukum, cita-cita bangsa. Sebelum ditetapkan Pancasila sebagai dasar yang sah, Indonesia memang sudah sejak dahulu menganut nilainilai budaya luhur yang telah tercipta di tengah-tengah masyarakat nenek moyang Indonesia dan Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia adalah perwujudan dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia sendiri yang diyakini kebaikan dan kebenarannya. Pancasila digali dari budaya bangsa Indonesia sudah ada, tumbuh, dan berkembang berabad-abad lamanya. Oleh karena itu, Pancasila adalah pribadi bangsa Indonesia itu sendiri yang hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak keberadaanya sebagai sebuah bangsa. Pancasila merangkum nilai-nilai sama yang terkandung dalam adat-istiadat, kebudayaan, dan agama-agama di Indonesia. Dengan demikian, Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia juga mencerminkan jiwa sekaligus pandangan hidup rakyat Indonesia. Setiap bangsa tentunya memiliki permasalahannya tersendiri begitu juga bangsa Indonesia yang tak hentihentinya bahkan tak pernah matinya berbagai masalah atau konflik muncul, tetapi banyak orang berpendapat dengan banyak masalah membuat seseorang menjadi kuat begitu juga halnya bangsa Indonesia diharapkan semakin kuat, kokoh berdiri tegak selalu menjunjung tinggi pancasila merupakan dasar negara sekaligus sebagai sum-

Oleh Ni Komang Ratih Kumala Dewi, S.H., M.H.

Setiap bangsa tentunya memiliki permasalahannya tersendiri begitu juga bangsa Indonesia yang tak henti-hentinya bahkan tak pernah matinya berbagai masalah atau konflik muncul, tetapi banyak orang berpendapat dengan banyak masalah membuat seseorang menjadi kuat begitu juga halnya bangsa Indonesia diharapkan semakin kuat, kokoh berdiri tegak selalu menjunjung tinggi pancasila merupakan dasar negara sekaligus sebagai sumber hukum tertinggi dan kedudukan pancasila sebagai tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Dalam perspektif seperti ini yang tepat kita butuhkan sekarang adalah model kekuasaan Indonesia yang cerdas. Dalam kehidupan politik saat ini terdapat masalah hukum yang membuat perpolitikan Indonesia tidak stabil dan tumbuh tidak sehat.

*Penulis, Dosen di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar

SURAT A NDA Pemerintah Semakin Jelas

Nafsu langgar akal sehat ...

ber hukum tertinggi dan kedudukan pancasila sebagai tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Dalam perspektif seperti ini yang tepat kita butuhkan sekarang adalah model kekuasaan Indonesia yang cerdas. Dalam kehidupan politik saat ini terdapat masalah hukum yang membuat perpolitikan Indonesia tidak stabil dan tumbuh tidak sehat. Budaya yang tidak sehat inilah yang membuat pertentangan politik di Indonesia semakin tidak berkualitas. Hal inilah yang membuat kontra poduktif dalam bangsa ini. Budaya buruk politik ini selain tidak berkualitas juga dapat membuat bangsa ini hanya didominasi pertentangan tidak cerdas dan tidak berkualitas yang menutupi pikiran membangun bangsa. Masalah politik di Indonesia erat hubungannya dengan masalah-masalah penegakan supremasi hukum yang lemah karena feodalisme lembaga-lembaga hukum terhadap pemegang kekuasaan. Hal ini juga dipicu oleh masalah ekonomi partai maupun kepentingan golongan dan diamana masalah hukum tersebut dapat dijadikan senjata oleh pelaku politik di negeri ini. Permasalahan politik yang terjadi di indonesia semakin hari semakin kompleks dan seakan–akan penyelesaian permasalahan tersebut sulit untuk dicarikan jalan keluar. Diharapkan semua masyarakat Indonesia jangan sampai terpengaruh oleh berbagai masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, kita harus mengingat kembali semboyan bangsa Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda tetap satu dan jasa para pahlawan bangsa yang sudah memerdekaan bangsa Indonesia dari para penjajah, untuk itu jangan sampai bangsa Indonesia dipandang oleh negara lain sebagai bangsa yang lemah. Para generasi penerus bangsa diharapkan untuk lebih mempersiapkan diri dan mental dalam menghadapi moderenisasi dunia dan berbagai bentuk permasalahan. Serta tetap menjujung tinggi nilai-nilai yang ada pada pancasila, karena pancasila merupakan cerminan kepribadian bangsa.

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

el

DPP Partai Golkar dinilai melanggar AD/ART Partai Golkar dengan mengembalikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR

5

PEMERINTAH kita saat ini semakin jelas dan terlihat kinerjanya. Saya sebagai rakyat sangat bisa merasakan kinerja pemerintah yang dipimpin oleh Pak Joko Widodo. Saya hidup di tengah masyarakat ekonomi kelas bawah dan memang itulah kenyataan wajah Indonesia tidak bisa ditutup-tutupi. Walaupun jalanan dipenuhi berbagai merk mobil mewah ratusan juta yang ditumpangi sendirian dan itu terjadi pada banyak individu mengendari mobil mewah sendiri-sendiri dan di sela-selanya ada berduyun-duyun sepeda motor dengan berbagai kelas juga tentunya namun mayoritas adalah sepeda motor kalangan bawah yang hanya untuk sekedar menembus

kemacetan bukan untuk gayagayaan seperti kalangan motor tertentu. Dari zaman Pak Harto kita selalu dilatih untuk malu dengan wajah kita yang sebenarnya. Inilah wajah kita. Dari dahulu hingga sekarang adalah samar dan gak jelas. Sangat jelas terlihat pemerintah seperti orang bingung. Pemerintahan tanpa arah. Seakan akan elit politik seperti anak bayi yang lagi sibuk ngaduk-ngaduk makanannya sendiri lalu dimasukkan kemulutnya lalu blepotan dan tumpah karena masih baru belajar makan. Semoga Pemerintah menemukan Jati Dirinya. Sujatmiko Srengseng, Jakarta Barat

Kesejahteraan yang Merata Harus Terwujud PEMERINTAH harus terus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan serta pengangguran. Jika dibiarkan meningkat dan tidak cepat ditanggulangi secara sistematis dan terprogram bisa membahayakan, karena dapat menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan yang berakibat bisa terpengaruhnya pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor industri memiliki peran strategis dalam menyumbang kinerja ekspor. Dalam kenyataannya Indonesia memiliki banyak para sarjana yang lulus tetapi sulit mendapat kesempatan kerja sesuai bidangnya. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan keterkaitan

sektor industri relatif lebih dinamis dibanding sektor lain. Dan pada akhirnya, sektor industri mampu menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas dibandingkan sektor lainnya. Tetapi sebenarnya, peningkatan jumlah pengangguran yang terus terjadi di Indonesia ini, diduga akibat program penanganan yang bersifat sementara. Akibat penanganan yang sementara dan program yang terkesan monoton itu membuat jumlah pengangguran sulit bisa ditekan. Alamsyah K Kampung Melayu, Jakarta Timur

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Hardianto, Ade Irawan, Bogor : Aris Basuki, Depok : Rajif Nugroho, Tangsel : Novi Revolusiana, Iklan : Emiliana, Sirkulasi : D. Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk, Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Percetakan : PT SATRIA NARADHA PERS, Cikarang, Bekasi ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook