Page 1

Vol. XII No. 20 | 23 Februari - 8 Maret 2018

VIII

Vol. XII No. 20

General Information FEBRUARI

Cukup pasang iklan di

24th Hari Tumpek Wayang/Saniscara Kliwon Wayang/Kajeng Kliwon Enyitan : Poidalan di: - Pr. Maspahit - Jembrana, - Pr. Panti Gelgel - Ds. Pangembungan, Sesetan, Denpasar, - Pedharman Sri Aji Kresna Kepakisan - Besakih, - Pedharman Dalem Sukawati - Besakih, - Pedharman Kaba-kaba - Besakih, - Pedharman Dalem Bakas - Besakih, - Pedharman Mengwi - Besakih, - Pr. Penataran Giri Purwa - Ds. Kutarejo, Tegal Dalimo, Banyuwangi, Jawa Timur, - Odalan Ida Bhatara Ratudari/Widyadari - Ds. Camenggaon, Sukawati, - Bhatara Ratu Alit + Ratu Lingsir - Ds. Singakerta, Ubud, - Bhatara Ratu Gede - Ds. Celuk, Sukawati, - Pr. Dadia Agung Pasek Gelgel - Ds. Pegatepan, Klungkung, - Pr. Dalem Kutri - Ds. Kutri, Singapadu, 28th Buda Cemeng Klawu/Buda Wage Klawu : Piodalan di: - Pr. Melanting - Ds. Camenggaon, Sukawati, - Pr. Pasek Gelgel - Ds. Pangembungan, Bongkasa, Abiansemal, - Pr. Pasek Bandesa - Ds. Riyang Gede, Panebel, Tabanan, - Pr. Pasek - Br. Jawa, Buleleng, - Pr. Gaduhan Jagat - Ds. Singakerta, Ubud, - Pr. Masceti Tegeh - Ds. Mancawarna, Tampaksiring, - Pr. Penataran Batu Lepang - Ds. Kamasan, Klungkung, - Pr. Pasek Gelgel - Ds. Songan, Batur, Kintamani, - Pr. Pesanggrahan Agung - Ds. Bebandem, Karangasem, - Pr. Penataran Dalem Peed - Nusa Penida, - Ida Ratu Pucak Pameneh Bukit Kiwa Tengen - Besakih, - Pr. Guwa - Besakih, - Pr. Basukian - Besakih, - Pr. Jati - Ubud, Pr. Melanting - Ubud.

Business and Leisure

23 Februari - 8 Maret 2018

Important Telephone Numbers

vTOTAL : 4,535,226

600000 500000

MAR.

APR.

MAY

AUG.

SEPT.

OCT.

NOV.

315,909

JULY

361,006

296,229 JUNE

550,520

FEB.

593,767

JAN.

583,291

0

489,376

100000

477,464

200000

415,461

300000

452,203

400000

TOTAL FOREIGN TOURIST ARRIVALS : 315,909

10000 0

7,484

11,530

9,501

1 Purnama Sasih Kasanga : Piodalan di: - Pr. Penataran Sasih - Ds. Pejeng, Gianyar, - Pr. Bukit Mentik Gunung Lebah - Ds. Batur, Kintamani. 6th Anggara Kasih Dukut/Anggara Kliwon Dukut : Piodalan di: - Pr. Puser Jagat Dalem Dukut - Nusa Penida, - Pr. Dalem - Ds. Batuyang, Sukawati, - Pr. Pasek Gelgel Mangening - Kediri, Tabanan, - Pr. Pasek Undagi - Ds. Timpag, Kerambitan, Tabanan, - Pr. Desa + Pura Pucak - Ds. Taman, Bedulu, Gianyar, - Pr. Telaga Sakti/Dalem Tarukan - Br. Ambengan, Nusa Penida, - Pr. Dalem - Ds. Padangan, Pupuan, Tabanan, - Pr. Yogha - Br. Teba Jero, Kediri, Tabanan. 7th Buda Umanis Dukut : Piodalan di: - Pr. Agung Pasek Gelgel - Ds. Sibang Kaja, Abiansemal, - Pr. Dalem Samprangan - Gianyar, - Pr. Desa Galiran Bhakti Seraga - Buleleng, - Pr. Paibon Dukuh Segening - Ds. Serongga Kelod, Gianyar.

20000

30000

13,245

40000

13,971

MARET

15,170

MALAYSIA _______________ 15,583

15,304

INDIAN __________________ 29,123

60000

15,583

70000

79,222

AUSTRALIAN _____________ 79,222

29,123

80000

50000

Fire: 113; Police: 110; Ambulance: 118; Indonesian Red Cross: 225-465; Rescue Coordination Office: 751111; Directory Enquiries 108; International Operator: 101; Post Service Information: 161; Time: 103; Immigration Officer: 227828, 7510388; Public Hospital 227-911.

DEC.

THE TOP TEN ARRIVAL BY NATIONALITY DECEMBER 2017

JAPANESE _______________ 15,304 BRITISH _ _______________ 15,170 SINGAPOREAN ___________ 13,971 AMERICAN ______________ 13,245 CHINESE ________________ 11,530 RUSSIAN ________________ 9,501 GERMAN ________________ 7,484

Tourist Information The Department of Tourism (Bali) has six Information Centres where booklets and brochures can be obtained free of charge. Addresses: Ngurah Rai International Airport, Tuban, Phone: (0361) 751011; Bina Wisata Ubud, next to the village head’s in Ubud; Government Tourist Information Centre, Jl. Raya Kuta No. 2, Kuta - Badung, Kuta; Government Tourist Office, Jl. S. Parman Niti Mandala, Denpasar, Phone (0361) 222387, Buleleng Government Tourist Office, Jl. Veteran 23, Singaraja, Phone: (0361) 25141.

Rakerda FSP Bali 2018 di Badung upati Badung I Nyoman Giri Prasta membuka Rakerda Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, beberapa waktu lalu. Rakerda sebagai agenda tahunan bertujuan untuk menata dan mengevaluasi kinerja FSP Bali sepanjang tahun. “Hal ini untuk mencapai tujuan apa yang menjadi keinginan dan cita-cita FSP Bali kedepannya,” kata Ketua panitia I Nengah Sutarjana. Sutarjana menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang silahturahmi dan saling koreksi apa yang sudah dikerjakan, serta untuk bekerja berintegrasi bersama pemerintah dan aturan yang berlaku. “Semoga Rakerda ini dapat memberikan agenda- agenda yang dapat menunjukan asistensi dan keberadaan FSP Bali sebagai mitra pemerintah dalam pekerjaan dan mengerjakan sesuatu untuk Bali kedepanya,” harapnya.  Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung mengapresiasi kepada FSP Bali yang telah berpartisifasi dalam memberikan ruang dan kebebasan berdemokrasi kepada seluruh pekerjannya untuk berorganisasi sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku. “Hal ini dapat menumbuh kembangkan rasa memiliki antara pengusaha dan pekerja, sehingga mampu bersama-sama dapat menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan,” ucapnya.  Organisasi pekerja, lanjut Bupati Gri Prasta merupakan salah satu kelembagaan hubungan industrial yang merupakan salah satu organisasi yang dibentuk dari, oleh dan untuk pekerja,  buruh yang bersifat bebas terbuka, mandiri demokratis dan bertanggung jawab. Kehadiran organisasi pekerja sebagai mitra pengusaha dan pemerintah

B

Here are 15 Assembly Points for Travelers Related to Mount Agung Eruption f travelers happen to be outside the hotel and get hampered from returning to respective hotel, please go to the 15 Assembly Points having been prepared by PUTRI Bali, a Bali tourism association that is very concerned about the eruption of Mount Agung. The fifteen assembly points are as follows: 1. Grand Inna Bali Beach Hotel 2. ITDC Nusa Dua 3. Krisna Oleh-Oleh Sunset Road 4. Krisna Wisata Kuliner 5. Taman Ayu 6. Bali Bird Park 7. Bali Adventure Tour 8. Bali Safari and Marine Park 9. Kertalangu Tourism Village 10. True Bali Experience 11. Bencingah Puri Ubud 12. Pod Chocolate 13. Taman Sari 14. Ubud Adventure Center 15. Pod Chocolate Cafe Sunset

I

(BTN/*)

HANYA DENGAN Rp 200.000 | ) 249484

Di Desa Pangsan, Wabup Suiasa Ingatkan Pemuda akan Bahaya Narkoba DIRECT TOURISTS ARRIVAL TO BALI 2017

st

INGIN PRODUK DAN JASA ANDA DIKETAHUI TURIS?

BTN/ist

akil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri HUT Sekaa Teruna (ST) Dharma Tunggal ke-47 Desa Adat Pangsan, Petang di Balai Banjar Pangsan, Sabtu (17/2) lalu. Ikut mendampingi Camat Petang, Ida Bagus Natha Manuaba, unsur tripika Kecamatan Petang, Perbekel

W

Desa Pangsan, I NyomanRaka Tri Sukarya, Bendesa Adat PangsanI Gusti Nyoman Oka serta lainnya. HUT ST Dharma Tunggal mengambil tema ‘Mulat Sarira Wasti Santi Jagadhita’ yang bermakna mengendalikan pikiran demi terciptanya kedamaian dunia. Pada kesempatan itu, Wabup Ketut

Suiasa menyampaikan apresiasi kepada ST Dharma Tunggal, karena aktif mendukung programprogram desa adat, desa dinas dan pemerintah pada khususnya. Di samping itu, Suiasa mengimbau agar para yowana bisa terhindar dari pengaruh obat-obatan terlarang, seperti narkotika karena itu bisa merusak diri sendiri dan masa depan sebagai penurus bangsa. Pada kesempatan itu, Wabup Suiasa juga memberi bantuan dari Pemkab Badung sejumlah Rp 20juta, diterima Ketua Panitia I Gusti MadeNgurah Agus Suadnyana. Agus Suadnyana melaporkan, dalam rangkaian perayaan HUT ST Dharma Tunggal diadakan lomba-lomba, seperti cerdas cermat, ngulat pancak, canang sari, mewarnai dan jalan sehat. Dalam perayaan HUT tersebut juga dilaksanakan serah terima pengurus lama ke pengurus baru, Ketua I Gusti Ngurah Putu Surya Yasa.

DIRGAHAYU KOTA DENPASAR ke -230

(BTN/kmb)

Bupati Eka Pelaspas Tapakan Banjar Pekraman Satusan Kaja

memiliki visi dan misi yang sama dalam tugas “Ketripartitan” yaitu tercapainya hubungan industrial yang harmonis dinamis dan berkeadilan yang bersatu dalam wadah kelembagaan. Ketua DPD FSP Bali Semara Kandi, SH. Mengatakan, FSP Bali bersenergi dengan pengusaha dan mendukung pemerintah untuk membangun Bali yang harmonis menuju Bali yang santhi lan Jagadhita. “Di usianya yang ke 13 tahun ini, FSP Bali diharapkan akan selalu memberikan hal yang terbaik dengan bergandengan tangan bersama pemerintah dalam memajukan kinerja dan para pekerjanya untuk dapat bersaing di tahun- tahun mendatang,” harapnya.  Rakerda FSP Bali juga dihadiri Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Anggota DPRD Badung Wayan Sandra, Ketua PHRI Bali Cokorde Raka Ardana Sukawati, Ketua DPD FSP Bali Wayan Semara Kandi, SH., Kadis Sosial dan Tenagakerja IB. Dirga, Ketua PHRI Badung A.A. Rai Surya Wijaya, Penasihat F.SP. BALI Wayan Wenen, serta para perwakilan serikat pekerja seluruh Bali.  (BTN/*)

BTN/ist

upati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Jero Mangku Made Subagia menghadiri Upacara Dewa Yadnya, Pemlaspasan dan Ngerehan Tapakan Ratu Gede lan Ratu Ayu, Banjar Pekraman Satusan Kaja, Selemadeg, Jumat (9/2). Upacara tersebut dipuput oleh 2 orang sulinggih, yakni, Ida Peranda

B

Gede Wanasara Manuaba, Grya Lenganan Tengah dan Ida Pandita Empu Agni Saraswati, Grya Saraswati Bajera. Bupati Eka memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya karena upacara ini sangat luar biasa sekali. Masyarakat mau bahu-membahu membangun, sehingga bias terwujud. “Terus terang tiang (saya)

bangga sekali niki. Napi mawinan, titiang sampun manggihin antuk mecikin tapakan puniki. Ini sangat luar biasa sekali dan sakralnya pun sangat luar biasa sekali”, ungkapnya. Hal ini, lanjutnya merupakan suatu bentuk pengabdian, untuk pemerintah, masyarakat dan Ida Sang Hyang Whidi Wasa dengan tujuan agar selalu diberikan keharmonisan serta kedamaian. “Niki merupakan suatu pengabdian, ngayah ring Ida Betara mecikin Ida Betara, mangda Ida Dane Tiang driki sami harmonis nggih dan tidak ada perselisihan, damai. Karena semua ini adalah bentuk dari harapan kita semua, bagaimana masyarakat driki selalu rukun kedepannya”, harapnya. Hadir juga saat itu salah satu anggota DPRD Tabanan I Made Suardika, Camat Selemadeg, Kabag Kesra Setda Kab. Tabanan, Perbekel dan Tokoh Adat Setempat. (BTN/bud)

Kini Bali Travel News hadir on iPad dan juga dapat diakses via mobile iPhone, Blackberry dan Nokia Symbian. Ketik : http://m.bali-travelnews.com via browser mobile


VOL. XII NO. 20, 23 Februari - 8 Maret 2018

II

Akibat Joged Jaruh, Pengakuan Unesco Bisa Dicabut Jangan Biarkan Tenun Cagcag

BTN/bud

M

emang banyak ruginya kalau membiarkan joged bumbung jaruh atau seronok itu terus berkembang. Hal itu dapat merusak mental para generasi serta merusak ranah budaya Bali “Kalau joged jaruh ini dibiarkan begitu saja, kita khawatirkan Badan Organisasi UNESCO yang telah menetapkan 9 tarian Bali sebagai warisan budaya dunia khususnya joged bisa dicabut,” kata Prof. Dr I Wayan Dibia, anggota Tim Pembinaan dan Pemantauan Tari Joged Bumbung Provinsi Bali di Museum Subak, Pantai Masceti, Gianyar, Rabu (14/2).

Untuk itu, lanjut Prof Dibia para komponen di Gianyar agar kembali memberikan ruang joged tradisi untuk tampil. Apalagi joged tradisi di kota seni ini sangat banyak. “Gianyar harus diingatkan basis joged tradisi. Sekaa-sekaa joged jangan melayani joged jaruh. Penari juga jangan lagi melayani joged jaruh. Sesuaikan tari joged itu dalam penampilan di ruang yang tepat, jangan tampilkan joged saat odalan,” sambung Guru Besar ISI itu. Budayawan Prof.Dr I Made Bandem juga mengatakan hal yang sama. Ia sangat menyayangkan kalau joged ini tidak bisa diberantas. Ancamannya maka pengakuan

UNESCO bisa dicabut. Untuk itu, dirinya siap melakukan gerakan bersama dengan cara melakukan protes ke pihak YouTube di Amerika. “Caranya libatkan mahasiswa, pelajar di Gianyar, untuk mengikuti peretasan upaya legal reporting dan plaging secara serentak. Apabila upaya ini dilakukan protes joged seronok dalam jumlah yang banyak, maka pihak YouTube akan langsung menghapusnya,” ucapnya. Jro Gede Suwena dari MUDP Bali kemudian meminta untuk menghentikan joged jaruh diperlukan aksi atau tindakan nyata. “Kami mengajak pemimpin desa Pakraman, Kelian, berkordinasi dengan aparat kepolisian, TNI tingkat desa agar berbuat lebih serius mengawasi joged ini agar tidak menyalahi etika karena joged jaruh ini sejatinya adalah penistaan budaya, kami mendorong untuk membuat perarem, buatkan sanksi. Jangan dibiarkan, tidak boleh sendiri sendiri,” tegasnya. Pada saat pembinaan dan pemantauan joged bumbung di Kabupaten Gianyar itu hadir pula Tim Provinsi Bali yang lain, seperti Dewa Megawasa dari Polda Bali dan Listibya Bali Dr I Nyoman Astita.Sementara dari Kabupaten Gianyar dihadiri Kabid Kesenian Disbud Gianyar A.A Gede Agung, Majelis Madya, Listibya, Sanggar Joged, Bendesa, Prebekel, Departemen Agama dan tokoh masyarakat. (BTN/bud)

Jalan Sehat Sambut HUT ke-230 Kota Denpasar

BTN/bud

ekitar 15.500 orang peserta mengikuti jalan sehat yang diisi dengan aksi kebersihan berpusat di Lapangan Parkir Timur Lapangan Taman Kota Lumintang, Minggu (11/2). Para peserta itu terdiri dari kalangan siswa sekolah, LPD, sekaa teruna, kaling/kadus, perbekel/lurah se-Kota Denpasar, guru di Kota Denpasar, OPD dan seluruh pegawai/staf di lingkungan Pemkot Denpasar. jalan sehat

S

dibuka Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditandai dengan pengibasan bendera start ke udara. Para peserta berjalan kurang lebih sepanjang 5 Km dengan menempuh rute yang di mulai dari Lapangan Parkir Timur Lapangan Taman Kota menuju ke Jalan Mulawarman lanjut menuju Jalan Gatot Subroto, Jalan Bedahulu, Gang Bedahulu 17, Jalan Singosari, Jalan A. Yani dan finish di Taman

Kota Denpasar. Sepanjang rute yang dilewati diisi aksi kebersihan, kemudian mengumpulkan pada tempat yang telah disediakan. Pesertabyang mengumpulkan sampah plastik terbanyak mendapatkan hadiah selain doorprize satu unit sepeda motor. Walikota Rai Mantra mengatakan, kegiatan jalan sehat yang diisi dengan aksi kebersihan dengan mengajak generasi muda maupun masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Kegiatan jalan sehat yang diisi aksi kebersihan pungut sampah disepanjang jalur lintasan merupakan suatu bentuk atas kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungannya, dimana dari yang termuda sampai dewasa harus peduli akan kebersihan lingkungan. Kegiatan ini disamping memberikan dampak kesehatan juga berdampak pada kebersihan lingkungan dan diharapkan terutama para siswa memiliki jiwa dan raga yang sehat untuk bisa menghasilkan pikiran positif serta selalu berkreatifitas,’’ ujar Rai Mantra. Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Gunawan mengatakan, kegiatan jalan sehat dan aksi kebersihan ini merupakan salah

Jembrana Merana

BTN/kmb

D

i Tengah persaingan ekonomi global, para perajin tenun Cagcag di Jembrana berjuang untuk tetap eksis dan tidak tenggelam ditelan modernisasi. Sejumlah perajin yang merupakan bagian dari Usaha Kecil Menengah (UKM) ini sejatinya memiliki kekhasan produk. Mulai dari motif, bahan hingga hasil ketekunan dan menenun.   Selain di Kelurahan Sangkaragung yang menjadi sentra Cagcag, kerajinan ini juga berkembang di desa-desa sekitar seperti Batuagung, Dauhwaru dan Mendoyo Dauh Tukad. Tradisi menenun dengan alat tenun dari kayu masih eksis. Seperti yang digeluti Gusti Ayu Putu Sutamiarti (34), warga Tegalasih,   Kecamatan Jembrana. Ibu rumah tangga ini mengungkapkan dengan kondisi perekonomian seperti saat ini usaha menenun agak tertatih-tatih. Ibarat pepatah mati tak enak hidup tak segan. Harga bahan baku utamanya benang sebagai bahan utama kain tenun harganya terus merangkak naik. ‘’Ya sekadar bisa bertahan saja,’’ terangnya. Untuk bahan  baku  kain tenun khususnya jenis benang, Sutamiarti mengaku membeli dari agen. Untuk Satu gulung (atukel) harganya Rp 6.000. Bila dalam satu kain tenun itu memerlukan 12 gulung (12  tukel) akan lebih banyak lagi modalnya. ‘’Untuk satu kain tenun memang memerlukan banyak satu kegiatan untuk mememeriahkan HUT Kota Denpasar yang ke 230th yang jatuh pada tanggal 27 Februari 2018 mendatang. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengolahragakan masyarakat khusunya kalangan pegawai di lingkungan Pemkot Denpasar dan para pelajar, serta bisa menjalin persatuan dan kesatuan serta persahabatan yang erat di antara karyawan di Pemkot Denpasar, baik dari masyarakat

benang, sesuai motif yang diciptakan. Biasanya kami membuat kain tenun sesuai dengan pesanan,’’ tambahnya. Jika motif kainnya bervariasi, lebih banyak membutuhkan benang. Pada umumnya para pembeli kebanyakan memesan kain tenun jenis songket. Kendati terseok-seok, tenun masih memiliki keistimewaan dan berbeda. Hal inilah yang menjadi keunggulan produk UKM ini dibandingkan dengan cetak. Menenun dengan alat manual memerlukan proses waktu lama daripada mesin cetak, sehingga produk tenun yang dihasilkan pasti berbeda. Selain itu pengerjaan secara manual bisa menghasilkan berbagai motif yang bervariasi, bisa diciptakan sendiri dan tidak ada duanya. Sementara cetak motifnya rata-rata banyak yang sama. ‘’Yang terpenting adalah ketekunan dan keseriusan. Saya menenun sejak mulai usia remaja dan awalnya merupakan hobi. Orangtua (ibu) juga menekuni pekerjaan menenun sampai sekarang,’’ tambahnya. Bagi generasi saat ini, menenun cenderung dijauhi karena agak susah. Apalagi saat benang kusut, maka akan menjadi masalah. Padahal sejatinya bila digeluti serius, kegiatan ini menjadi asyik. Pihaknya juga berharap agar perhatian perajin tenun ini juga dilakukan secara merata. Tidak hanya di daerah tertentu saja. Salah satu penenun dari Banjar Sawe, Desak Kembarina, yang telah menekuni pekerjaan ini sejak usiannya masih 12 tahun ini mengaku biasanya mengerjakan selembar kain dengan motif biasa selama 7 hari. Kain tenunan itu lantas dijual ke pengepul dengan harga bervariasi. Hampir di setiap rumah di banjar tersebut terdapat satu atau dua alat tenun Cagcag. Sebagian besar perempuan baik ibu rumah tangga maupun gadis memilih pekerjaan menenun ini. Sayangnya memang, untuk permintaan juga tidak menentu karena menyetor ke pengepul di Pasar. Namun di saat-saat tertentu seperti misalnya perhelatan PKB ada permintaan lebih dan harganya juga naik. (BTN/kmb)

umum, kelurahan maupun sekolah. Tampak hadir pula dalam kesempatan ini, Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara, Asisten Administrasi Pembangunan Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidartha, Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Gunawan dan seluruh kepala pimpinan OPD di lingkungan Pemkot. (BTN/bud)

VOL. XII NO. 20, 23 Februari - 8 Maret 2018

VII

Buku Untuk Bupati Agung Bharata

BTN/bud

M

engakhiri masa jabatannya pada 21 Pebruari ini, Bupati Gianyar A.A Gde Agung Bharata mendapatkan apresiasi dari kalangan seniman di Gianyar. Apresiasi itu berupa buku dengan judul “Memory Pengabdian Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata”. Buku setebal 100 halaman diserahkan langsung oleh penulisnya Drs. I Wayan Geriya, Prof. Dr. I Made Bandem,MA dan Prof. Dr. I Wayan Dibia pada Bupati Agung Bharata, diruang kerjanya, Senin (19/2). Diera jabatan Bupati Agung Bharata periode kedua (2013-2018) sarat dengan prestasi dibidang seni dan budaya. Diantaranya, sebagai sinergi bumi seni dan kota pusaka, serta Gianyar berpeluang melangkah lanjut sebagai Kabupaten Budaya di Bali (The Truly Soul of Bali). Kemajuan tersebut sangat menginspirasi, memberikan ragam inovasi dan mencatatkan rekor berkelas dunia seperti tuan rumah ICNT, menjadi anggota jaringan kota pusaka dunia, The OWHC dan menerima warisan budaya dunia dari UNESCO mencakup wayang, keris, subak dan seni tari Bali. Keseriusan Bupati Agung Bharata dalam mengembangkan seni

dan budaya termasuk juga para senimannya, membuat tokoh budayawan Wayan Geriya, Prof. Bandem dan Prof. Dibia tergerak untuk memberikan penghargaan atau kenang-kenangan pada akhir jabatannya. “Buku ini bukan hanya sekedar buku yang isinya hanya memuji belaka, namun berdasarkan fakta yang terjadi di masyarakat. Perhatian Bupati Agung Bharata tidak hanya focus pada perkembangan seni, tetapi juga pada para senimannya,” kata Wayan Geriya. Wayan Geriya menambahkan, untuk pertama kalinya pada tahun 2017 tiga tokoh seni mendapat penghargaan tertinggi atau maestro berupa Parama Satya Budaya dan Parama Citra Kara Budaya. Di bidang kesejahteraan juga memberikan sebanyak 150 orang seniman dan budayawan diberikan kartu BPJS sebagai jaminan hari tua. “Kalau beliau begitu intensnya memperhatikan seni dan budaya di Kabupaten Gianyar, lalu yang menghargai bupati siapa? Berawal dari itulah kami bertiga sepakat menyusun buku sebagai ucapan terima kasih di akhir jabatannya,” tegas I Wayan Geriya. Prof. Bandem mengatakan, selama 5 tahun terakhir ini Bupati

Agung Bharata sudah meletakkan landasan yang kuat tentang pembangunan seni budaya kedepannya. Ada tiga landasan kuat, yaitu pertana Gianyar sudah menjadi kota pusaka dimana intinya adalah sudah ada upaya inventarisasi, dokumentasi dan pemetaan kebudayaan di Gianyar. Kedua, setelah menjadi kota pusaka Gianyar akan menuju kota kreatif. Sebagai kota seni, Gianyar sangat berpotensi menghasilkan beragam cipta karya yang luar biasa banyaknya. Sedangkan yang ketiga paling penting adalah manajemen yang baik akan mampu mendorong Gianyar menuju menjadi kota yang cerdas. “Buku ini juga kami buat dalam bentuk pdf, dan akan kami masukkan di web Gianyar, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses lewat internet,” terang Prof. Bandem. Prof. Dibia lebih melihat pada masa ini Pemerintah Kabupaten Gianyar telah banyak melakukan kerjasama dengan daerah lain yang memiliki jiwa dan nafas yang sama dengan Gianyar tentang seni dan budaya. “Banyak terobosan yang telah dilakukan, seperti gong kebyar nyatur desa ataupun melukis di kanvas 1000 meter, disamping juga intens mengembangkan kantongkantong seni di masing-masing kecamatan,” ungkapnya. Sementara Bupati Agung Bharata mengaku, sangat bangga dan terharu diberi penghargaan dalam bentuk sebuah buku. Selama ini, ia begitu konsen pada perkembangan seni dan budaya di Gianyar, bukan semata hanya untuk mencari popularitas, namun lebih pada rasa sukanya pada seni. Segala sesuatu jika tanpa dilandasi rasa suka, ibarat sayur tanpa garam. “Saya berharap buku tersebut dapat dibaca oleh seluruh masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan seni dan budaya di Gianyar,” ujarnya. (BTN/bud)

Aksi Seni Penjabaran Tabanan Serasi

BTN/bud

B

usananya tertata rapi dan indah. Setiap langkah dibarengi dengan lenggak lenggok yang mendukung setiap motif dan corak dari kreasi busana itu sendiri. Langkahnya pun teratur bak seorang penari yang sangat memperhitungkan kompisisi, letak penari. Terkadang kebelakang, ke samping kiri dan kanan lalu berputar dan maju mendekat kepada penonton. Itulah lomba busana adat kepura di rumah makan Sawira Dangin Carik, Desa Delod Peken, Tabanan, Minggu (11/2). Lomba digelar Sanggar Mirah Jaya itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan disaksikan oleh Camat Tabanan I Putu Arya Suta. Lomba ini diikuti ratusan anak setingkat SD dan SMP mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sanjaya. “Kegiatan seperti ini memang sangat diperlukan sebagai ruang ekspresi dan pengembangan diri anak-anak kita. Kegiatan semacam ini merupakan salah

satu penjabaran Tabanan SERASI (Sejahtera Aman Berprestasi).” katanya. Masa anak-anak merupakan saat yang tepat untuk membentuk karakter serta menanamkan pendidikan budi pekerti. “Dalam hal ini kita sebagai orang tua juga tidak bisa menyerahkan tanggung jawab itu kepada pihak sekolah saja. Kita, orang tua mereka, adalah orang yang paling dekat dan sering berinteraksi dengan mereka (anakanak),” tegasnya. Upaya itu, sambung dia, salah satunya sedang diupayakan dengan melakukan penataan areal Gedung Kesenian I Ketut Maria dan Taman Kota dengan open stage Garuda Wisnu Serasi. “Nanti bila penataan telah selesai, silahkan Gedung Maria dan Taman Kota dipakai sebagai tempat kegiatan pengembangan bakat maupun potensi diri anak-anak seperti ini. Saya juga ingin setiap minggunya ada kegiatan seperti ini. Selain nantinya fungsi kedua tempat itu sebagai ruang publik,” tandasnya. (BTN/bud)

Kesiman Dukung Pembangunan Kota Berbudaya

BTN/bud

K

rama Banjar Dangin Tangluk, Desa Pakraman Kesiman, Denpasar Timur melaksanakan karya melaspas Bale Kulkul dan Pasupati Kulkul pada Saniscara Pon Ugu, Sabtu (17/2). Upacara tersebut dihadiri Plt. Walikota Denpasar, I.GN Jayanegara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta sejumlah tokoh masyarakat. Plt. Walikota Jaya Negara mengatakan, Kota Denpasar sebagai kota berwawasan budaya tentu denyut kehidupan masyarakatnya tak pernah lepas dari aktivitas adat, seni dan kebudayaan yang kuat. “Pemlaspasan bale kulkul

dan pasupati kulkul ini diharapkan mampu membawa krama kedalam kesejahteraan dan kebaikan baik jasmani maupun rohani agar dapat mendukung pembangunan di Kota Denpasar tercinta,” harapnya. Penglingsir Banjar Dangin Tangluk, Made Neka didampingi prajuru adat Putu Adi Purnama mengatakan, rangkaian upacara melaspas bale kulkul dan pasupati kulkul yang dirangkaikan dengan upacara mewinten oleh seluruh krama banjar. “Kami sangat bersyukur kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa karena rangkaian upacara ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujarnya. (BTN/bud)


VOL. XII NO. 20, 9 - 23 Februari - 8 Maret 2018

VI

BTN/bud

I

Made Bayu Pramana, fotografer yang juga dosen Insitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar meraih IPK tertinggi pada program Pengkajian Seni (S2) dengan nilai IPK 3.88. Hal tersebut terungkap pada acara Yudisium ke VIII Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018 Program Pascasarjana S2 Penciptaan dan Pengkajian Seni ISI Denpasar, Selasa (13/2). Selain Bayu Permana, lulusan IPK terbaik juga diraih oleh Ni Putu Emilika Budi Lestari jurusan TV Film, dengan IpK 3.83, disusul

I Wayan Adi Putra Yasa jurusan, DKV dengan IPK 3.79. Kali ini, Program S2 Pasca Sarjana ISI Denpasar meluluskan 7 orang karya siswa dari tahun 2013-2018. Ketua Program Pasca Sarjana S2 ISI Dr I Ketut Sariada mengatakan, yudisium tahun ini merupakan semester ganjil tahun 2018 diikuti oleh 7 orang karya siswa dari tahun 2013-2018 Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni (S2). Mereka merupakan mahasiswa terbaik. Dengan begitu, Program Pascasarjana ISI Denpasar telah memiliki 161 Wisudawan.

Bangli Tata Restoran di Penelokan

BTN/ist

U

ntuk menata kawasan obyek wisata Kintamani khususnya jalur Penelokan, Pemerintah Kabupaten Bangli berencana menerbitkan ijin bersyarat bagi pemilik restoran. “Ijin bersyarat tersebut untuk menyelesaikan kegamangan terkait dengan keberadaan restoran dikawasan wisata alam sejuk ini,” kata Bupati Made Gianyar saat memimpin rapat

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Obyek Wisata Taman Puraja, Desa Peninjoan, Tembuku, Jumat (9/2). Selama ini, jelas Bupati Made Gianyar banyak restoran dikawasan Kintamani, khususnya di sepanjang jalur penelokan yang tidak berijin. “Jika bangunan-bangunan yang sudah ada ini dibongkar paksa, tentu dari sisi ekonomi tidak akan menguntungkan dan terjadi perla-

wanan dari pemilik yang notabene adalah masyarakat lokal. Untuk itu pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah legalitas untuk menyelesaikan permasalah ini,” terangnya. Pihaknya juga berencana merevisi Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur kawasan penelokan. Dalam revisi Perbup itu akan ditegaskan larangan pembangunan baru dikawasan ini. Sedangkan bagi  bangunan yang sudah ada khususnya restoran sejak ditetapkan perbup perubahan ini, maka pemilik bangunan akan diberikan ijin bersyarat. Dalam ijin bersyarat ini, akan ditentukan batasan waktu pemanfaatan bagunan restoran itu.  “Kalau nilai bangunanya sampai Rp 1 miliar akan diberikan batasan waktu pemanfaatan sampai 15 tahun. Jika sudah memasuki tahun ke 15, bangunan tersebut akan disesuaikan, apakah dibongkar atau ditata ulang. Itu yang masih kita kaji,” jelasnya. Selain penyesuaian bangunan, tambah Bupati Made Gianyar dengan ijin bersyarat Pemkab Bangli juga akan dapat pemasukan seperti  pemberlakuan tex amnesty. Karena dengan mengantongin ijin, tentu

III

BAPETAN Kaji Peraturan Keselamatan Fasilitas Radiasi

ISI Denpasar Gelar Yudisium Ke VIII Program S2 “Perkuliahan ini ditempuh minimal 4 Semester (2 Tahun) maksimal 8 Semester (4 Tahun),” ucapnya. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha mengatakan, yudisium adalah proses akademik yang menyangkut penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa. Yudisium juga berarti pengumuman nilai kepada mahasiswa sebagai proses penilaian akhir dari seluruh matakuliah yang telah diambil mahasiswa. Dan penetapan nilai dalam bentuk transkrip akademik, serta memutuskan lulus atau tidaknya mahasiswa dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu. “Semua persyaratan Yudisium wajib ditaati oleh seluruh peserta Yudisium,” imbuhnya. Dalam suasana sumringah itu, Bayu Permana mengaku bahagia dengan capaian itu. Hal itu juga menjadi tantangan sebagai seorang fotografer sekaligus dosen. Belajar dan belajar lagi terutama menulis seni yang menjadi keharusannya. “Saya akan lebih banyak belajar menulis tentang seni, fotografer seni, termasuk mengkritisi seni. Apalagi di Bali orang yang menekuni kritik seni sangat jarang, bahkan khususnya fotografi belum ada sama sekali menjadi kritik seni fotograger,” ucapnya. (BTN/bud)

VOL. XII NO. 20, 9 - 23 Februari - 8 Maret 2018

pengawasnnya. Diantaranya berupa peraturan-peraturan terkait pengawasan tenaga nuklir untuk menjamin keselamatan dan keamanan bagi pengguna masyarakat dan lingkungan. BAPETAN segaja mengundang IRRS Mission of the IAEA untuk mendapatkan evaluasi yang obyektif mengenai fungsi dan aktivitas pengawasannya sesuai dengan standar keselamatan in-

Warga Delod Sema Kekeran Miliki Balai Banjar Baru (PPNSB) yang mencakup lima prioritas program yaitu; pangan, sandang dan papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan ketenagakerjaan; seni, adat, agama dan budaya; serta pariwisata. Kelima program prioritas tersebut dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ketua Panitia I Wayan Darmawan mengatakan, pembangunan Balai Banjar ini mendapat dukungan dana hibah dari APBD Badung tahun 2017 sebesar Rp. 2 M yang difasilitasi oleh anggota DPRD Badung I Nyoman Satria. Perbekel Mengwitani I Nyoman Suarda menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Badung sehingga pembangunan Balai Banjar Delod Sema dapat terlaksana dengan baik. Bangunan balai banjar ini berdiri diatas lahan tanah aset Dinas Pendidikan Kabupaten Badung eks SD Impres N. 5 Mengwitani seluas 11 are. (BTN/kmb)

kita bisa melakukan pungutan kepada restoran sehingga diharapkan bisa meningkatkan Pendapan Asli Daerah (PAD) Bangli. Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma, keberadaan bangunan restoran kawasan penelokan khususnya di jalur kanan dari Kota Bangli sangat menggangu view Gunung Batur dan Danau Batur. Padahal disatu sisi yang kita jual dari Kintamani adalah view Danau Batur dan Gunung Batur. “Kalau kondisi ini dibiarkan begitu saja, tentu akan mempengaruhi kunjungan wisatawan ke obyek ini. Saya mendukung sepenuhnya rencana Bupati Bangli Made Gianyar untuk mengeluarkan ijin bersyarat bagi pemilik restoran dikawasan ini,” imbuhnya.  Sementara Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles menyoroti kebocoran retribusi dari obyek

wisata Kintamani. Selama ini banyak travel agent yang menggunakan jalur tikus untuk menghindari petugas tiket. Untuk itu ia menawarkan solusi jangka pendek untuk mengatasi permasalahan ini. “Solusinya adalah dengan pemasangan rambu larangan disejumlah jalan alternatif  yang biasa digunakan wisatawan untuk menghindari petugas tiket. Dengan begini kita yakin bisa mengurangi kebocoran retribusi dari kawasan ini,” pungkasnya. Selain dihadiri Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, rapat FKPD juga dihafiri Dandim 1626 Bangli Letkol. Cpn. Andy Pranoto,  Kajari Bangli I.A.K. Retna Sari Kusuma Dewi,  Kepala Pengadilan Negeri Bangli I Gusti Ayu Susilawati, Wakapolres Bangli Ketut Gelgel, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. (BTN/bud)

B

(BTN/bud)

Polisi Sahabat Anak di Canggu Community School

BTN/ist

upati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua DPRD Badung yang diwakili anggota I Nyoman Satria meresmikan Balai Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/2) lalu dengan ditandai pemotongan pita. Peresmian tersebut dirangkaikan dengan upacara pecaruan dan pemelaspas. Upacara juga dihadiri Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Bagus Alit Sucipta, serta tokoh masyarakat setempat. Bupati Giri Prasta atas nama Pemkab Badung menyampaikan apresiasi dan dukungan atas keberhasilan masyarakat Delod Sema membangun balai banjar. Balai banjar ini dapat dimanfaatkan untuk bermusyawarah, kegiatan sosial dan dalam upaya pelestarian seni, adat, agama dan budaya. Pemkab telah menetapkan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana

ternasional. IAEA-IRRS Mision telah dilakukan pada tahun 2015, dan telah menghasilkan beberapa rekomendasi yang harus ditindak lanjuti oleh BAPETAN. “Setelah pelaksanaan IAEA-IRRS Mision adalah IAEA-IRRS Follow-up Mision yang biasanya dilakukan sekitar 4 tahun paska dilaksanakannya IRRS Mision, yaitu tahun 2019,” ucapnya.

K

BTN/bud

B

adan Pengawas tenaga Nuklir (BAPETAN) menggelar International Atomic Energy Agency (IAEA) Expert Mission to review regulations concerning the safety of radiation sources and facilities di Hotel Haven, Senin (12/2). Acara yang menghadirkan Integrated Regulatory Review Service (IRRS) Mission of the IAEA (International Atomic Energy Agency) itu berlangsung selam empat hari dari tanggal 12-15 Pebruari 2018. Kepala BAPETAN, Jazi Eko Istiyanto mengatakan, kegiatan ini dalam rangka tindak lanjut beberapa rekomendasi dari hasil IAEA – Integrated regulatory re-

view service (IRRS) Mission 2015, serta untuk mempersiapkan dan menjembatani Follow-up Mission tahun 2019 terutama untuk aspek keselamatan sumber dan fasilitas radiasi. “Tujuan untuk melakukan evaluasi terhadap tindakan yang perlu direncanakan atau dilaksanakan oleh BAPETAN,” katanya. Hasil evalusi ini untuk dapat memenuhi rekomendasi atau saran yang diperoleh dari kegiatan IAEA – Integrated Regulatory Review Service (IRRS) Mission. “Ini juga untuk memberikan kesempatan bagi semua stakeholders dalam mendapatkan informasi tentang semua tindak lanjut yang direncanakan atau sudah dilakukan,”

imbuhnya. Dan yang terpenting, tegas Jazi Eko Istiyanto, adalah untuk meyakinkan pengguna atau pemanfaat teknologi nuklir, bahwa aspek pengawasan selalu direview dan ditingkatkan hingga mencapai standar tertentu sesuai ketentuan internasional dan bahwa bila bahkan melebihi, dapat digunakan sebagai good practice. Sementara Direktur Pengawasan Faslitas, Ishak mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi dan standar internasional dalam pemanfaatan teknologi nuklir, BAPETAN sebagai badan pengawas tenaga nuklir di Indonesia, perlu terus memperbaiki infrastruktur

apolsek Kuta Utara AKP Johannes H.W.D Nainggolan S.I.K mengunjungi Canggu Community School (CCS) di Wilayah Banjar Tegal Gundul Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara Badung, Jumat (9/2). Kedatangan orang nomor satu di Polsek Kuta Utara disambut pemilik Canggu Community School Tom De Jong beserta anak didik sekolah Internasional tersebut. Suasana menjadi akrab, ketika Perwira murah senyum ini ikut bermain dan bernyanyi bersama anak anak didik di sekolah itu. Dalam suasana sangat bersahabat itu juga terdengar lantunan lagu dengan

bahasa asing. “Kami berkunjung ke sekolah CCS guna mempererat komunikasi dan kemitraan sehingga bersama-sama dapat menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ungkap AKP Joe. AKP Joe Nainggolan lalu mengajak pemilik sekolah dan staff untuk bersama sama menjaga situasi kamtibmas, tetap kondusif di lingkungan areal sekolah ini. Terlihat dalam kunjungannya itu beberapa siswa memberikan sapaan kepada kapolsek Kuta Utara. Hal ini membuktikan bahwa didepan para siswa Kepolisian merupakan sosok sahabat yang menjadi pengayom. (BTN/bud)

Promosi MICE Mestinya Juga Gencar E

Ramia Adnyana

vent promosi pariwisata yang diikuti para stakeholder di Bali, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional, masih kebanyakan yang sifatnya leisure. Belum banyak menyentuh sisi meeting, incentive, convention and exhibition (MICE). Padahal, potensi MICE yang dimiliki Bali tidak kalah dengan yang ada di negara lain. ‘’Memang masih leisure yang gencar. Semestinya, MICE juga gencar,’’ ujar Wakil Ketua DPP IHGMA Ramia Adnyana. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni ketersediaan profesional convention organizer (PCO) maupun PCO Companynya yang terbatas. Di sektor ini, peran pemerintah secara sinergis dengan swasta juga sangatlah penting terutama dalam proses biddingnya. ‘’MICE kan menyangkut banyak hal. Banyak yang terlibat. Dan tentu saja revenue nya juga banyak. Ada sisi transport, akomodasi, destinasi dan sebagainya,’’ ujar Ramia yang juga GM Hotel H Sovereign ini, Selama ini, dia mengakui bahwa promosi sudah dilakukan secara gencar, terutama oleh Pemkab Badung. ‘’Kita tunggu, MICE nya kapan,’’ ujarnya. (BTN/055) BTN/kmb

BTN/bud


IV

Bali Kini

Vol. XII No. 20, 23 Februari - 8 Maret 2018

Memasyarakatkan Pencak Silat di Bumi Seni

Majelis Pengawas Daerah Notaris Dilantik

Baliku-Balimu

V

Siswa SMP Kenali Banten Prani

BTN/bud

BTN/ist

enjalankan tugas dan fungsi dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap notaris yang berkedudukan di kabupaten maupun di provinsi Bali, sebagaimana diatur dalam UU jabatan notaris dan peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang tata cara pengangkatan anggota, Selasa (20/2). Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta,SE menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini, Kaitanya dengan pengambilan sumpah anggota Majelis Pengawas Daerah kabupaten Bangli saya selaku perwakilan masyarakat Bangli mengucapkan selamat dan semoga dapat menjalankan tugas sesuai dengan perundangan yang di atur dalam Kode etik notaris, yang pada akhirnya dapat memberi pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Kepala Kantor Wilayah Bali Marioto Subandi,MS menyampaikan Pengambilan Sumpah/janji Anggota Majelis pengawas Daerah

Notaris merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum menjalankan tugas. Pembentukan Majelis pengawas Daerah Notaris (MPDN) terbagi dalam 4, tingkat pusat, Provinsi, Kabupaten dan majelis kehormatan. yang mana tugasnya untuk melakukan pembinaan terhadap notaris dan melakukan pendampingan. Targetnya adalah jangan sampai terjadi adanya pelanggaran kode etik notaris yang mana telah diatur dalam UU notaris. Acara yang digelar di Kawasan Wisata Resto Apung Kintamani di hadiri oleh Wakil Bupati Bangli Sedana Arta, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Kepala Kantor Wilayah Bali Bapak Marioto Subandi,MS, Kepala Devisi pemasyarakatan Bapak Surung Pasaribu, Kepala Devisi Pelayanan hukum dan Ham Ibu Sutirah, Kepala Devisi Administrasi Bapak Andi Nurka, Kejari Bangli, Ketua Pengadilan Bangli, Perwakilan Kodim Bangli, Perwakilan Polres Bangli.

Saifuddin menyampaikan rasa bersyukur bahwa Kabupaten Badung menginisiasi adanya forum kelitbangan, dimana telah menjalankan fungsi penelitian pengembangan dalam rangka memajukan masyarakat dalam aspek yang sangat luas. Baik dalam bidang ekonomi, budaya termasuk di dalam kehidupan keragama. Menag Lukman Hakim menyambut baik dan mendukung sepenuhnya keragaman yang telah tercipta sebagamana dengan tema menciptakan kerukunan ditengah tengah multikultural yang sangat beragam. “Sebagai bangsa masyarakat yang agamais, itu harus senantiasa kita jaga, pelihara dan rawat dengan sebaik-baiknya,” katanya. Sebagai Menteri, ia telah banyak mendengar dan menerima informasi akan kerukunan umat bergama di Kabupaten Badung. Bahkan saking men-

gapresiasi  hal tersebut, ia mengaku ingin menjadi warga Kabupaten Badung. “Mendengar itu semua, saya ingin mendaftar sebagai warga Kabupaten Badung. Betapa nikmatnya menjadi warga Kabupaten Badung,” katanya. Kebijakan Pemkab Badung yang dipimpin Bupati Nyoman Giri Prasta, akan dijadikan role model untuk diterapkan diseluruh kabupaten di Indoensia. “Mudah-mudahan ini bisa dilanjutkan dengan program-program lainnya dimasa yang akan datang,” terangnya berharap. Pada kesempatan ini Bupati  Giri Prasta menyampaikan apresiasi yang setulus-tulusnya kepada Menteri Agama yang berkenan hadir di Kabupaten Badung. Dikatakannya,  Badung akan senantiasa terus berupaya untuk menjaga dan merawat keberagaman umat bergama .

M

BTN/ist

angguh dan siap tarung. Sebanyak 443 atlet pencak silat dari berbagai kalangan pelajar mengikuti Bupati Cup II Bakti Negara Kabupaten Gianyar 2018. Para atlet itu terdiri dari 114 atlet dari tingkat SD, 213 atlet dari tingkat SMP, 116 atlet dari tingkat SMA. Kejuaraan dipusatkan di GOR Kebo Iwa dibuka oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Wayan Suardana mewakili Bupati Gianyar, Selasa (13/2). Para atlet yang berhasil men-

T

jadi yang terbaik yang mendapatkan juara 1 dan 2 dikelasnya langsung mewakili sekolahnya dalam ajang posenijar Kabupaten Gianyar 2018. “Semoga para atlet nantinya bisa berprestasi dan mengharumkan perguruan daerah dan negara di tingkat kabupaten provinsi dan nasional. Olah raga Pencak Silat merupakan bagian dari seni bela diri warisan leluhur bangsa Indonesia, dan berkembang sangat baik di Kabupaten Gianyar,” kata I Putu Sudartha selaku ketua panitia. Bupati Gianyar dalam sambu-

tan yang dibacakan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Wayan Suardana mengatakan, Kejuaraan Bupati Cup II Bakti Negara sebagai ajang menumbuhkembangkan semangat sportivitas dan menjaring bibit atlet berprestasi khususnya atlet pencak silat di Kabupaten Gianyar. Para atlet ini nantinya bisa meningkatkan prestasi untuk mengharumkan nama Kabupaten Gianyar di tingkat Nasional maupun Internasional,” harapnya. (BTN/bud)

Menteri Agama Ingin Jadi Warga Badung S

BTN/bud

elalu saja ada hal hal yang baru ketika seseorang berkunjung ke wilayah Kabupaten Badung. Begitu juga saat Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia H. Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung di Mangupura beberapa waktu lalu. Kehadiran Menag disambut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati I Ketut Suiasa, Ketua DPRD  Putu Parwata, Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama Prof. I Ketut Widnya serta undangan terkait lainnya.  Saat itu Menag bersama bupati menandatangani MoU tentang Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama. Menteri Agama H. Lukman Hakim

nak-anak tak peduli dengan budaya Bali? Ah, gak juga. Lihat saja, semangat mereka dalam menganal dan belajar budaya Bali dalam acara workshop di Aula Sabho Lango Dinas Kebudayaan Denpasar, Kamis (8/2). Mereka yang berasal dari siswa-siswi tingkat SMP se-Kota Denpasar tampak serius mengikuti workshop yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Adapun materinya arti dan makna sate renteng, lawar dan banten prani. Kabid Kebudayaan Made Wedana mengatakan, workshoop tentang sate renteng, lawar dan

A

banten prani sangat penting untuk mengenalkan kepada generasi muda. Terutama arti dan makna ketiga sarana upacara tersebut. “Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang apa makna dari sate renteng, lawar dan banten prani, seperti apa kelengkapan sarana, apa makna dan arti, bagaimana tata letaknya dan sebagainya,” paparnya. Dengan pemahaman ini, jelas Wedana paling tidak para generasi muda nantinya akan memdapatkan bekal pengetahuan tentang budaya secara mendalam. “Harapannya, anak-anak yang terlibat ini bisa

Seniman Mural Percantik Youth Park Denpasar

(BTN/ery)

(BTN/KMB)

BTN/bud

eniman penekun seni mural (lukisan dinding) betulbetul diberikan ruang oleh Pemerintah Kota Denpasar. Lihat saja, aktivitas mereka dalam pengecatan mural di Areal Youth Park, tepatnya di sudut tenggara Taman Kota Lapangan Lumintang. Ada 25 orang seniman mural serta beberapa arsitek menuangkan kreativitas seni mereka. Seni mural itu proses pengerjaan kurang lebih 3 minggu. Dalam mengawali mural pada, Rabu (14/2) itu Sekda Kota Denpasar, A.A.N Rai Iswara bersama

S

Asisten Administrasi Pembangunan Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta bersama dengan para anak muda kreatif Kota Denpasar serta seniman mural Kota Denpasar ikut melakukan pengecatan mural di Areal Youth Park. Mural ini berkonsep anak muda yang mengangkat tema “Denpasar, Youth and Culture”. Desain mural memiliki konsep kolaborasi yang di dalamnya syarat akan seni dan budaya serta aktivitas positif anak muda “zaman now”. Adapun be-

menularkan kepada anak-anak lain yang belum paham tentang apa arti dan makna dari semua bahan ini,” terangnya. Gde Anom Ranuara yang menjadi narasumber mengatakan, banyak sekali makna-makna yang terkandung dalam bahan sate renteng, lawar maupun banten prani. sate renteng atau sering disebut gayah merupakan salah satu bentuk uparengga yakni sarana yang dipakai melengkapi upacara yadnya. “Sate ini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan jenis-jenis sate lainnya. Sate renteng memiliki bentuk dan ornamen yang khas seperti ketika dibentuk ada yang berupa gantungan seperti ngelenteng, mekebat, krucut dan lain sebagainya,” ucapnya. Sate atau jatah ini ada beberapa jenis seperti; lembat sari, lembat angga, dan lembat wilis. Begitu religiusnya sate ini, sehingga dalam pembuatan maupun penempatannya harus benar. Demikian pula dalam pembuatan lawar dan banten prani, bahan, bentuk serta penempatannya juga harus benar. Kegiatan wokshoop, selain diberikan pemahaman secara lisan peserta juga diberikan praktek langsung bagaimana cara membuat sate renteng, banten prani dan lawar. (BTN/bud) berapa yang terlibat yakni Arsitek Tanpa Nama (ATN), yakni sebuah komunitas arsitek di Bali. “Harapannya, kegiatan ini dapat memperindah salah satu sudut Kota Denpasar, mewadahi kegiatan kreatif pemuda, serta menjadi pemicu kegiatan mural lainnya yang berada di Kota Denpasar,” kata Ketua Panitia, Dian Kurniawan. Rai Iswara mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan mural ini untuk memberikan wadah bagi mereka yang menggemari seni mural dan untuk mempercantik wajah tata kota. Dirinya sangat mengapresiasi dimana kreatifitas merupakan ciri dari sebuah kebudayaan. “Berbicara tentang kebudayaan setidaknya ada tujuh unsur yang harus kita pegang, sehingga kebudayaan tersebut bisa terlaksana dengan baik, dimana salah unsur tersebut adalah kreatifitas,” ucapnya. Oleh sebab itu, lanjut Rai Iswara pihaknya sangat berbangga karena kreatifitas di Kota Denpasar ini tidak pernah berhenti alirannya. Ada beberapa hal yang wajib diingat, jagalah kreatifitas yang bisa dijadikan pijakan untuk mencapai multifungsi. “Bingkailah segala bentuk kreatifitas kota ini dengan sebuah seni dan kreatifitas yang berbudaya sehingga akan menjadi tajam guna memberikan vibrasi untuk perkembangan kebudayaan di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya,” pungkas Rai Iswara. (BTN/bud)

BTN/bud

Busana Daur Ulang di Karnaval BMN III emanfaatkan bahan bekas menjadi karya seni bernilai tinggi menjadi treend di jaman ini. Tak hanya sebagai benda pajangan yang indah dipandang, tetapi juga dijadikan busana. Bahkan, pembukaan Bali Mandara Nawanatya (BMN) III yang akan digelar tanggal 3 Maret 2018 akan dimeriahkan dengan lomba karnaval busana daur ulang. Pesertanya melibatkan siswa-siswa SMA dan SMK seBali. Karena itu, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menggelar Workshop Pembuatan Kostum Karnaval di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Jumat (9/2). “Kegiatan ini sebagai ajang merangsang inovasi dan kreativitas siswa, disamping sebagai media edukasi pelestarian lingkungan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha disela-sela acara workshop pembuatan kostum karnaval tersebut. Pembuatan kostum menggunakan barang bekas ini mengusung tema Tri Bhuwana Kertih, yang artinya bagaimana kita menjaga keseimbangan dan keharmonisan ketiga alam semesta (bhur bwah swah). Para peserta dapat membuat kostum dengan meniru penggambaran ketiga alam semesta yang ada. Dari alam Swah seperti busana yang mewujudkan sosok para dewa, dari alam bwah dan swah bisa meniru bentuk-bentuk hewan, tumbuhan, gunung, dan lainnya.

M

Bahan-bahan daur ulang jika diolah dan dimanfaatkan dengan baik dapat melahirkan industri kreatif, terlebih jika bisa dijiwai, dipastikan akan menjadi semakin menarik. Kreativitas dan inovasi itu sangat diperlukan dalam rangka memenangkan persaingan yang semakin ketat di era global. “Konsep ini sejalan dengan konsep Bali Clean and Green, bagaimana kita menjaga keseimbangan alam dan menjadikannya industri kreatif,” jelasnya. Dewa Putu Beratha menegaskan, membangun intelektual harus dibarengi dengan seni budaya, bagaimana bisa merangsang untuk menunjukkan inovasi dan keterampilan anak-anak karena ke depan dunia pendidikan akan banyak menghadapi perubahan dan persaingan. “Memenangkan persaingan itu kita perlu inovasi dan kreativitas. Kita perlui mengasah skill dan inovasi kita, asah karakter untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat di era globalisasi ini,” ujarnya. A.A Gede Agung Rahma Putra selaku pembicara menjelaskan, kriteria penilaian lomba tersebut meliputi penampilan, ide, teknik, dan keunikan. Khusus untuk bahan, setiap kostum harus terdiri dari 60 persen bahan daur ulang dan sisanya merupakan ornamen tambahan. “Dewan juri juga akan didatangkan dari luar Bali untuk menambah netralitas penilaian,” ungkapnya. (BTN/bud)


IV

Bali Kini

Vol. XII No. 20, 23 Februari - 8 Maret 2018

Memasyarakatkan Pencak Silat di Bumi Seni

Majelis Pengawas Daerah Notaris Dilantik

Baliku-Balimu

V

Siswa SMP Kenali Banten Prani

BTN/bud

BTN/ist

enjalankan tugas dan fungsi dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap notaris yang berkedudukan di kabupaten maupun di provinsi Bali, sebagaimana diatur dalam UU jabatan notaris dan peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang tata cara pengangkatan anggota, Selasa (20/2). Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta,SE menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini, Kaitanya dengan pengambilan sumpah anggota Majelis Pengawas Daerah kabupaten Bangli saya selaku perwakilan masyarakat Bangli mengucapkan selamat dan semoga dapat menjalankan tugas sesuai dengan perundangan yang di atur dalam Kode etik notaris, yang pada akhirnya dapat memberi pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Kepala Kantor Wilayah Bali Marioto Subandi,MS menyampaikan Pengambilan Sumpah/janji Anggota Majelis pengawas Daerah

Notaris merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum menjalankan tugas. Pembentukan Majelis pengawas Daerah Notaris (MPDN) terbagi dalam 4, tingkat pusat, Provinsi, Kabupaten dan majelis kehormatan. yang mana tugasnya untuk melakukan pembinaan terhadap notaris dan melakukan pendampingan. Targetnya adalah jangan sampai terjadi adanya pelanggaran kode etik notaris yang mana telah diatur dalam UU notaris. Acara yang digelar di Kawasan Wisata Resto Apung Kintamani di hadiri oleh Wakil Bupati Bangli Sedana Arta, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Kepala Kantor Wilayah Bali Bapak Marioto Subandi,MS, Kepala Devisi pemasyarakatan Bapak Surung Pasaribu, Kepala Devisi Pelayanan hukum dan Ham Ibu Sutirah, Kepala Devisi Administrasi Bapak Andi Nurka, Kejari Bangli, Ketua Pengadilan Bangli, Perwakilan Kodim Bangli, Perwakilan Polres Bangli.

Saifuddin menyampaikan rasa bersyukur bahwa Kabupaten Badung menginisiasi adanya forum kelitbangan, dimana telah menjalankan fungsi penelitian pengembangan dalam rangka memajukan masyarakat dalam aspek yang sangat luas. Baik dalam bidang ekonomi, budaya termasuk di dalam kehidupan keragama. Menag Lukman Hakim menyambut baik dan mendukung sepenuhnya keragaman yang telah tercipta sebagamana dengan tema menciptakan kerukunan ditengah tengah multikultural yang sangat beragam. “Sebagai bangsa masyarakat yang agamais, itu harus senantiasa kita jaga, pelihara dan rawat dengan sebaik-baiknya,” katanya. Sebagai Menteri, ia telah banyak mendengar dan menerima informasi akan kerukunan umat bergama di Kabupaten Badung. Bahkan saking men-

gapresiasi  hal tersebut, ia mengaku ingin menjadi warga Kabupaten Badung. “Mendengar itu semua, saya ingin mendaftar sebagai warga Kabupaten Badung. Betapa nikmatnya menjadi warga Kabupaten Badung,” katanya. Kebijakan Pemkab Badung yang dipimpin Bupati Nyoman Giri Prasta, akan dijadikan role model untuk diterapkan diseluruh kabupaten di Indoensia. “Mudah-mudahan ini bisa dilanjutkan dengan program-program lainnya dimasa yang akan datang,” terangnya berharap. Pada kesempatan ini Bupati  Giri Prasta menyampaikan apresiasi yang setulus-tulusnya kepada Menteri Agama yang berkenan hadir di Kabupaten Badung. Dikatakannya,  Badung akan senantiasa terus berupaya untuk menjaga dan merawat keberagaman umat bergama .

M

BTN/ist

angguh dan siap tarung. Sebanyak 443 atlet pencak silat dari berbagai kalangan pelajar mengikuti Bupati Cup II Bakti Negara Kabupaten Gianyar 2018. Para atlet itu terdiri dari 114 atlet dari tingkat SD, 213 atlet dari tingkat SMP, 116 atlet dari tingkat SMA. Kejuaraan dipusatkan di GOR Kebo Iwa dibuka oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Wayan Suardana mewakili Bupati Gianyar, Selasa (13/2). Para atlet yang berhasil men-

T

jadi yang terbaik yang mendapatkan juara 1 dan 2 dikelasnya langsung mewakili sekolahnya dalam ajang posenijar Kabupaten Gianyar 2018. “Semoga para atlet nantinya bisa berprestasi dan mengharumkan perguruan daerah dan negara di tingkat kabupaten provinsi dan nasional. Olah raga Pencak Silat merupakan bagian dari seni bela diri warisan leluhur bangsa Indonesia, dan berkembang sangat baik di Kabupaten Gianyar,” kata I Putu Sudartha selaku ketua panitia. Bupati Gianyar dalam sambu-

tan yang dibacakan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Wayan Suardana mengatakan, Kejuaraan Bupati Cup II Bakti Negara sebagai ajang menumbuhkembangkan semangat sportivitas dan menjaring bibit atlet berprestasi khususnya atlet pencak silat di Kabupaten Gianyar. Para atlet ini nantinya bisa meningkatkan prestasi untuk mengharumkan nama Kabupaten Gianyar di tingkat Nasional maupun Internasional,” harapnya. (BTN/bud)

Menteri Agama Ingin Jadi Warga Badung S

BTN/bud

elalu saja ada hal hal yang baru ketika seseorang berkunjung ke wilayah Kabupaten Badung. Begitu juga saat Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia H. Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung di Mangupura beberapa waktu lalu. Kehadiran Menag disambut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati I Ketut Suiasa, Ketua DPRD  Putu Parwata, Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama Prof. I Ketut Widnya serta undangan terkait lainnya.  Saat itu Menag bersama bupati menandatangani MoU tentang Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama. Menteri Agama H. Lukman Hakim

nak-anak tak peduli dengan budaya Bali? Ah, gak juga. Lihat saja, semangat mereka dalam menganal dan belajar budaya Bali dalam acara workshop di Aula Sabho Lango Dinas Kebudayaan Denpasar, Kamis (8/2). Mereka yang berasal dari siswa-siswi tingkat SMP se-Kota Denpasar tampak serius mengikuti workshop yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Adapun materinya arti dan makna sate renteng, lawar dan banten prani. Kabid Kebudayaan Made Wedana mengatakan, workshoop tentang sate renteng, lawar dan

A

banten prani sangat penting untuk mengenalkan kepada generasi muda. Terutama arti dan makna ketiga sarana upacara tersebut. “Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang apa makna dari sate renteng, lawar dan banten prani, seperti apa kelengkapan sarana, apa makna dan arti, bagaimana tata letaknya dan sebagainya,” paparnya. Dengan pemahaman ini, jelas Wedana paling tidak para generasi muda nantinya akan memdapatkan bekal pengetahuan tentang budaya secara mendalam. “Harapannya, anak-anak yang terlibat ini bisa

Seniman Mural Percantik Youth Park Denpasar

(BTN/ery)

(BTN/KMB)

BTN/bud

eniman penekun seni mural (lukisan dinding) betulbetul diberikan ruang oleh Pemerintah Kota Denpasar. Lihat saja, aktivitas mereka dalam pengecatan mural di Areal Youth Park, tepatnya di sudut tenggara Taman Kota Lapangan Lumintang. Ada 25 orang seniman mural serta beberapa arsitek menuangkan kreativitas seni mereka. Seni mural itu proses pengerjaan kurang lebih 3 minggu. Dalam mengawali mural pada, Rabu (14/2) itu Sekda Kota Denpasar, A.A.N Rai Iswara bersama

S

Asisten Administrasi Pembangunan Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta bersama dengan para anak muda kreatif Kota Denpasar serta seniman mural Kota Denpasar ikut melakukan pengecatan mural di Areal Youth Park. Mural ini berkonsep anak muda yang mengangkat tema “Denpasar, Youth and Culture”. Desain mural memiliki konsep kolaborasi yang di dalamnya syarat akan seni dan budaya serta aktivitas positif anak muda “zaman now”. Adapun be-

menularkan kepada anak-anak lain yang belum paham tentang apa arti dan makna dari semua bahan ini,” terangnya. Gde Anom Ranuara yang menjadi narasumber mengatakan, banyak sekali makna-makna yang terkandung dalam bahan sate renteng, lawar maupun banten prani. sate renteng atau sering disebut gayah merupakan salah satu bentuk uparengga yakni sarana yang dipakai melengkapi upacara yadnya. “Sate ini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan jenis-jenis sate lainnya. Sate renteng memiliki bentuk dan ornamen yang khas seperti ketika dibentuk ada yang berupa gantungan seperti ngelenteng, mekebat, krucut dan lain sebagainya,” ucapnya. Sate atau jatah ini ada beberapa jenis seperti; lembat sari, lembat angga, dan lembat wilis. Begitu religiusnya sate ini, sehingga dalam pembuatan maupun penempatannya harus benar. Demikian pula dalam pembuatan lawar dan banten prani, bahan, bentuk serta penempatannya juga harus benar. Kegiatan wokshoop, selain diberikan pemahaman secara lisan peserta juga diberikan praktek langsung bagaimana cara membuat sate renteng, banten prani dan lawar. (BTN/bud) berapa yang terlibat yakni Arsitek Tanpa Nama (ATN), yakni sebuah komunitas arsitek di Bali. “Harapannya, kegiatan ini dapat memperindah salah satu sudut Kota Denpasar, mewadahi kegiatan kreatif pemuda, serta menjadi pemicu kegiatan mural lainnya yang berada di Kota Denpasar,” kata Ketua Panitia, Dian Kurniawan. Rai Iswara mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan mural ini untuk memberikan wadah bagi mereka yang menggemari seni mural dan untuk mempercantik wajah tata kota. Dirinya sangat mengapresiasi dimana kreatifitas merupakan ciri dari sebuah kebudayaan. “Berbicara tentang kebudayaan setidaknya ada tujuh unsur yang harus kita pegang, sehingga kebudayaan tersebut bisa terlaksana dengan baik, dimana salah unsur tersebut adalah kreatifitas,” ucapnya. Oleh sebab itu, lanjut Rai Iswara pihaknya sangat berbangga karena kreatifitas di Kota Denpasar ini tidak pernah berhenti alirannya. Ada beberapa hal yang wajib diingat, jagalah kreatifitas yang bisa dijadikan pijakan untuk mencapai multifungsi. “Bingkailah segala bentuk kreatifitas kota ini dengan sebuah seni dan kreatifitas yang berbudaya sehingga akan menjadi tajam guna memberikan vibrasi untuk perkembangan kebudayaan di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya,” pungkas Rai Iswara. (BTN/bud)

BTN/bud

Busana Daur Ulang di Karnaval BMN III emanfaatkan bahan bekas menjadi karya seni bernilai tinggi menjadi treend di jaman ini. Tak hanya sebagai benda pajangan yang indah dipandang, tetapi juga dijadikan busana. Bahkan, pembukaan Bali Mandara Nawanatya (BMN) III yang akan digelar tanggal 3 Maret 2018 akan dimeriahkan dengan lomba karnaval busana daur ulang. Pesertanya melibatkan siswa-siswa SMA dan SMK seBali. Karena itu, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menggelar Workshop Pembuatan Kostum Karnaval di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Jumat (9/2). “Kegiatan ini sebagai ajang merangsang inovasi dan kreativitas siswa, disamping sebagai media edukasi pelestarian lingkungan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha disela-sela acara workshop pembuatan kostum karnaval tersebut. Pembuatan kostum menggunakan barang bekas ini mengusung tema Tri Bhuwana Kertih, yang artinya bagaimana kita menjaga keseimbangan dan keharmonisan ketiga alam semesta (bhur bwah swah). Para peserta dapat membuat kostum dengan meniru penggambaran ketiga alam semesta yang ada. Dari alam Swah seperti busana yang mewujudkan sosok para dewa, dari alam bwah dan swah bisa meniru bentuk-bentuk hewan, tumbuhan, gunung, dan lainnya.

M

Bahan-bahan daur ulang jika diolah dan dimanfaatkan dengan baik dapat melahirkan industri kreatif, terlebih jika bisa dijiwai, dipastikan akan menjadi semakin menarik. Kreativitas dan inovasi itu sangat diperlukan dalam rangka memenangkan persaingan yang semakin ketat di era global. “Konsep ini sejalan dengan konsep Bali Clean and Green, bagaimana kita menjaga keseimbangan alam dan menjadikannya industri kreatif,” jelasnya. Dewa Putu Beratha menegaskan, membangun intelektual harus dibarengi dengan seni budaya, bagaimana bisa merangsang untuk menunjukkan inovasi dan keterampilan anak-anak karena ke depan dunia pendidikan akan banyak menghadapi perubahan dan persaingan. “Memenangkan persaingan itu kita perlu inovasi dan kreativitas. Kita perlui mengasah skill dan inovasi kita, asah karakter untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat di era globalisasi ini,” ujarnya. A.A Gede Agung Rahma Putra selaku pembicara menjelaskan, kriteria penilaian lomba tersebut meliputi penampilan, ide, teknik, dan keunikan. Khusus untuk bahan, setiap kostum harus terdiri dari 60 persen bahan daur ulang dan sisanya merupakan ornamen tambahan. “Dewan juri juga akan didatangkan dari luar Bali untuk menambah netralitas penilaian,” ungkapnya. (BTN/bud)


VOL. XII NO. 20, 9 - 23 Februari - 8 Maret 2018

VI

BTN/bud

I

Made Bayu Pramana, fotografer yang juga dosen Insitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar meraih IPK tertinggi pada program Pengkajian Seni (S2) dengan nilai IPK 3.88. Hal tersebut terungkap pada acara Yudisium ke VIII Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018 Program Pascasarjana S2 Penciptaan dan Pengkajian Seni ISI Denpasar, Selasa (13/2). Selain Bayu Permana, lulusan IPK terbaik juga diraih oleh Ni Putu Emilika Budi Lestari jurusan TV Film, dengan IpK 3.83, disusul

I Wayan Adi Putra Yasa jurusan, DKV dengan IPK 3.79. Kali ini, Program S2 Pasca Sarjana ISI Denpasar meluluskan 7 orang karya siswa dari tahun 2013-2018. Ketua Program Pasca Sarjana S2 ISI Dr I Ketut Sariada mengatakan, yudisium tahun ini merupakan semester ganjil tahun 2018 diikuti oleh 7 orang karya siswa dari tahun 2013-2018 Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni (S2). Mereka merupakan mahasiswa terbaik. Dengan begitu, Program Pascasarjana ISI Denpasar telah memiliki 161 Wisudawan.

Bangli Tata Restoran di Penelokan

BTN/ist

U

ntuk menata kawasan obyek wisata Kintamani khususnya jalur Penelokan, Pemerintah Kabupaten Bangli berencana menerbitkan ijin bersyarat bagi pemilik restoran. “Ijin bersyarat tersebut untuk menyelesaikan kegamangan terkait dengan keberadaan restoran dikawasan wisata alam sejuk ini,” kata Bupati Made Gianyar saat memimpin rapat

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Obyek Wisata Taman Puraja, Desa Peninjoan, Tembuku, Jumat (9/2). Selama ini, jelas Bupati Made Gianyar banyak restoran dikawasan Kintamani, khususnya di sepanjang jalur penelokan yang tidak berijin. “Jika bangunan-bangunan yang sudah ada ini dibongkar paksa, tentu dari sisi ekonomi tidak akan menguntungkan dan terjadi perla-

wanan dari pemilik yang notabene adalah masyarakat lokal. Untuk itu pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah legalitas untuk menyelesaikan permasalah ini,” terangnya. Pihaknya juga berencana merevisi Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur kawasan penelokan. Dalam revisi Perbup itu akan ditegaskan larangan pembangunan baru dikawasan ini. Sedangkan bagi  bangunan yang sudah ada khususnya restoran sejak ditetapkan perbup perubahan ini, maka pemilik bangunan akan diberikan ijin bersyarat. Dalam ijin bersyarat ini, akan ditentukan batasan waktu pemanfaatan bagunan restoran itu.  “Kalau nilai bangunanya sampai Rp 1 miliar akan diberikan batasan waktu pemanfaatan sampai 15 tahun. Jika sudah memasuki tahun ke 15, bangunan tersebut akan disesuaikan, apakah dibongkar atau ditata ulang. Itu yang masih kita kaji,” jelasnya. Selain penyesuaian bangunan, tambah Bupati Made Gianyar dengan ijin bersyarat Pemkab Bangli juga akan dapat pemasukan seperti  pemberlakuan tex amnesty. Karena dengan mengantongin ijin, tentu

III

BAPETAN Kaji Peraturan Keselamatan Fasilitas Radiasi

ISI Denpasar Gelar Yudisium Ke VIII Program S2 “Perkuliahan ini ditempuh minimal 4 Semester (2 Tahun) maksimal 8 Semester (4 Tahun),” ucapnya. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha mengatakan, yudisium adalah proses akademik yang menyangkut penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa. Yudisium juga berarti pengumuman nilai kepada mahasiswa sebagai proses penilaian akhir dari seluruh matakuliah yang telah diambil mahasiswa. Dan penetapan nilai dalam bentuk transkrip akademik, serta memutuskan lulus atau tidaknya mahasiswa dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu. “Semua persyaratan Yudisium wajib ditaati oleh seluruh peserta Yudisium,” imbuhnya. Dalam suasana sumringah itu, Bayu Permana mengaku bahagia dengan capaian itu. Hal itu juga menjadi tantangan sebagai seorang fotografer sekaligus dosen. Belajar dan belajar lagi terutama menulis seni yang menjadi keharusannya. “Saya akan lebih banyak belajar menulis tentang seni, fotografer seni, termasuk mengkritisi seni. Apalagi di Bali orang yang menekuni kritik seni sangat jarang, bahkan khususnya fotografi belum ada sama sekali menjadi kritik seni fotograger,” ucapnya. (BTN/bud)

VOL. XII NO. 20, 9 - 23 Februari - 8 Maret 2018

pengawasnnya. Diantaranya berupa peraturan-peraturan terkait pengawasan tenaga nuklir untuk menjamin keselamatan dan keamanan bagi pengguna masyarakat dan lingkungan. BAPETAN segaja mengundang IRRS Mission of the IAEA untuk mendapatkan evaluasi yang obyektif mengenai fungsi dan aktivitas pengawasannya sesuai dengan standar keselamatan in-

Warga Delod Sema Kekeran Miliki Balai Banjar Baru (PPNSB) yang mencakup lima prioritas program yaitu; pangan, sandang dan papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan ketenagakerjaan; seni, adat, agama dan budaya; serta pariwisata. Kelima program prioritas tersebut dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ketua Panitia I Wayan Darmawan mengatakan, pembangunan Balai Banjar ini mendapat dukungan dana hibah dari APBD Badung tahun 2017 sebesar Rp. 2 M yang difasilitasi oleh anggota DPRD Badung I Nyoman Satria. Perbekel Mengwitani I Nyoman Suarda menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Badung sehingga pembangunan Balai Banjar Delod Sema dapat terlaksana dengan baik. Bangunan balai banjar ini berdiri diatas lahan tanah aset Dinas Pendidikan Kabupaten Badung eks SD Impres N. 5 Mengwitani seluas 11 are. (BTN/kmb)

kita bisa melakukan pungutan kepada restoran sehingga diharapkan bisa meningkatkan Pendapan Asli Daerah (PAD) Bangli. Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma, keberadaan bangunan restoran kawasan penelokan khususnya di jalur kanan dari Kota Bangli sangat menggangu view Gunung Batur dan Danau Batur. Padahal disatu sisi yang kita jual dari Kintamani adalah view Danau Batur dan Gunung Batur. “Kalau kondisi ini dibiarkan begitu saja, tentu akan mempengaruhi kunjungan wisatawan ke obyek ini. Saya mendukung sepenuhnya rencana Bupati Bangli Made Gianyar untuk mengeluarkan ijin bersyarat bagi pemilik restoran dikawasan ini,” imbuhnya.  Sementara Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles menyoroti kebocoran retribusi dari obyek

wisata Kintamani. Selama ini banyak travel agent yang menggunakan jalur tikus untuk menghindari petugas tiket. Untuk itu ia menawarkan solusi jangka pendek untuk mengatasi permasalahan ini. “Solusinya adalah dengan pemasangan rambu larangan disejumlah jalan alternatif  yang biasa digunakan wisatawan untuk menghindari petugas tiket. Dengan begini kita yakin bisa mengurangi kebocoran retribusi dari kawasan ini,” pungkasnya. Selain dihadiri Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, rapat FKPD juga dihafiri Dandim 1626 Bangli Letkol. Cpn. Andy Pranoto,  Kajari Bangli I.A.K. Retna Sari Kusuma Dewi,  Kepala Pengadilan Negeri Bangli I Gusti Ayu Susilawati, Wakapolres Bangli Ketut Gelgel, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. (BTN/bud)

B

(BTN/bud)

Polisi Sahabat Anak di Canggu Community School

BTN/ist

upati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua DPRD Badung yang diwakili anggota I Nyoman Satria meresmikan Balai Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/2) lalu dengan ditandai pemotongan pita. Peresmian tersebut dirangkaikan dengan upacara pecaruan dan pemelaspas. Upacara juga dihadiri Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Bagus Alit Sucipta, serta tokoh masyarakat setempat. Bupati Giri Prasta atas nama Pemkab Badung menyampaikan apresiasi dan dukungan atas keberhasilan masyarakat Delod Sema membangun balai banjar. Balai banjar ini dapat dimanfaatkan untuk bermusyawarah, kegiatan sosial dan dalam upaya pelestarian seni, adat, agama dan budaya. Pemkab telah menetapkan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana

ternasional. IAEA-IRRS Mision telah dilakukan pada tahun 2015, dan telah menghasilkan beberapa rekomendasi yang harus ditindak lanjuti oleh BAPETAN. “Setelah pelaksanaan IAEA-IRRS Mision adalah IAEA-IRRS Follow-up Mision yang biasanya dilakukan sekitar 4 tahun paska dilaksanakannya IRRS Mision, yaitu tahun 2019,” ucapnya.

K

BTN/bud

B

adan Pengawas tenaga Nuklir (BAPETAN) menggelar International Atomic Energy Agency (IAEA) Expert Mission to review regulations concerning the safety of radiation sources and facilities di Hotel Haven, Senin (12/2). Acara yang menghadirkan Integrated Regulatory Review Service (IRRS) Mission of the IAEA (International Atomic Energy Agency) itu berlangsung selam empat hari dari tanggal 12-15 Pebruari 2018. Kepala BAPETAN, Jazi Eko Istiyanto mengatakan, kegiatan ini dalam rangka tindak lanjut beberapa rekomendasi dari hasil IAEA – Integrated regulatory re-

view service (IRRS) Mission 2015, serta untuk mempersiapkan dan menjembatani Follow-up Mission tahun 2019 terutama untuk aspek keselamatan sumber dan fasilitas radiasi. “Tujuan untuk melakukan evaluasi terhadap tindakan yang perlu direncanakan atau dilaksanakan oleh BAPETAN,” katanya. Hasil evalusi ini untuk dapat memenuhi rekomendasi atau saran yang diperoleh dari kegiatan IAEA – Integrated Regulatory Review Service (IRRS) Mission. “Ini juga untuk memberikan kesempatan bagi semua stakeholders dalam mendapatkan informasi tentang semua tindak lanjut yang direncanakan atau sudah dilakukan,”

imbuhnya. Dan yang terpenting, tegas Jazi Eko Istiyanto, adalah untuk meyakinkan pengguna atau pemanfaat teknologi nuklir, bahwa aspek pengawasan selalu direview dan ditingkatkan hingga mencapai standar tertentu sesuai ketentuan internasional dan bahwa bila bahkan melebihi, dapat digunakan sebagai good practice. Sementara Direktur Pengawasan Faslitas, Ishak mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi dan standar internasional dalam pemanfaatan teknologi nuklir, BAPETAN sebagai badan pengawas tenaga nuklir di Indonesia, perlu terus memperbaiki infrastruktur

apolsek Kuta Utara AKP Johannes H.W.D Nainggolan S.I.K mengunjungi Canggu Community School (CCS) di Wilayah Banjar Tegal Gundul Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara Badung, Jumat (9/2). Kedatangan orang nomor satu di Polsek Kuta Utara disambut pemilik Canggu Community School Tom De Jong beserta anak didik sekolah Internasional tersebut. Suasana menjadi akrab, ketika Perwira murah senyum ini ikut bermain dan bernyanyi bersama anak anak didik di sekolah itu. Dalam suasana sangat bersahabat itu juga terdengar lantunan lagu dengan

bahasa asing. “Kami berkunjung ke sekolah CCS guna mempererat komunikasi dan kemitraan sehingga bersama-sama dapat menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ungkap AKP Joe. AKP Joe Nainggolan lalu mengajak pemilik sekolah dan staff untuk bersama sama menjaga situasi kamtibmas, tetap kondusif di lingkungan areal sekolah ini. Terlihat dalam kunjungannya itu beberapa siswa memberikan sapaan kepada kapolsek Kuta Utara. Hal ini membuktikan bahwa didepan para siswa Kepolisian merupakan sosok sahabat yang menjadi pengayom. (BTN/bud)

Promosi MICE Mestinya Juga Gencar E

Ramia Adnyana

vent promosi pariwisata yang diikuti para stakeholder di Bali, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional, masih kebanyakan yang sifatnya leisure. Belum banyak menyentuh sisi meeting, incentive, convention and exhibition (MICE). Padahal, potensi MICE yang dimiliki Bali tidak kalah dengan yang ada di negara lain. ‘’Memang masih leisure yang gencar. Semestinya, MICE juga gencar,’’ ujar Wakil Ketua DPP IHGMA Ramia Adnyana. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni ketersediaan profesional convention organizer (PCO) maupun PCO Companynya yang terbatas. Di sektor ini, peran pemerintah secara sinergis dengan swasta juga sangatlah penting terutama dalam proses biddingnya. ‘’MICE kan menyangkut banyak hal. Banyak yang terlibat. Dan tentu saja revenue nya juga banyak. Ada sisi transport, akomodasi, destinasi dan sebagainya,’’ ujar Ramia yang juga GM Hotel H Sovereign ini, Selama ini, dia mengakui bahwa promosi sudah dilakukan secara gencar, terutama oleh Pemkab Badung. ‘’Kita tunggu, MICE nya kapan,’’ ujarnya. (BTN/055) BTN/kmb

BTN/bud


VOL. XII NO. 20, 23 Februari - 8 Maret 2018

II

Akibat Joged Jaruh, Pengakuan Unesco Bisa Dicabut Jangan Biarkan Tenun Cagcag

BTN/bud

M

emang banyak ruginya kalau membiarkan joged bumbung jaruh atau seronok itu terus berkembang. Hal itu dapat merusak mental para generasi serta merusak ranah budaya Bali “Kalau joged jaruh ini dibiarkan begitu saja, kita khawatirkan Badan Organisasi UNESCO yang telah menetapkan 9 tarian Bali sebagai warisan budaya dunia khususnya joged bisa dicabut,” kata Prof. Dr I Wayan Dibia, anggota Tim Pembinaan dan Pemantauan Tari Joged Bumbung Provinsi Bali di Museum Subak, Pantai Masceti, Gianyar, Rabu (14/2).

Untuk itu, lanjut Prof Dibia para komponen di Gianyar agar kembali memberikan ruang joged tradisi untuk tampil. Apalagi joged tradisi di kota seni ini sangat banyak. “Gianyar harus diingatkan basis joged tradisi. Sekaa-sekaa joged jangan melayani joged jaruh. Penari juga jangan lagi melayani joged jaruh. Sesuaikan tari joged itu dalam penampilan di ruang yang tepat, jangan tampilkan joged saat odalan,” sambung Guru Besar ISI itu. Budayawan Prof.Dr I Made Bandem juga mengatakan hal yang sama. Ia sangat menyayangkan kalau joged ini tidak bisa diberantas. Ancamannya maka pengakuan

UNESCO bisa dicabut. Untuk itu, dirinya siap melakukan gerakan bersama dengan cara melakukan protes ke pihak YouTube di Amerika. “Caranya libatkan mahasiswa, pelajar di Gianyar, untuk mengikuti peretasan upaya legal reporting dan plaging secara serentak. Apabila upaya ini dilakukan protes joged seronok dalam jumlah yang banyak, maka pihak YouTube akan langsung menghapusnya,” ucapnya. Jro Gede Suwena dari MUDP Bali kemudian meminta untuk menghentikan joged jaruh diperlukan aksi atau tindakan nyata. “Kami mengajak pemimpin desa Pakraman, Kelian, berkordinasi dengan aparat kepolisian, TNI tingkat desa agar berbuat lebih serius mengawasi joged ini agar tidak menyalahi etika karena joged jaruh ini sejatinya adalah penistaan budaya, kami mendorong untuk membuat perarem, buatkan sanksi. Jangan dibiarkan, tidak boleh sendiri sendiri,” tegasnya. Pada saat pembinaan dan pemantauan joged bumbung di Kabupaten Gianyar itu hadir pula Tim Provinsi Bali yang lain, seperti Dewa Megawasa dari Polda Bali dan Listibya Bali Dr I Nyoman Astita.Sementara dari Kabupaten Gianyar dihadiri Kabid Kesenian Disbud Gianyar A.A Gede Agung, Majelis Madya, Listibya, Sanggar Joged, Bendesa, Prebekel, Departemen Agama dan tokoh masyarakat. (BTN/bud)

Jalan Sehat Sambut HUT ke-230 Kota Denpasar

BTN/bud

ekitar 15.500 orang peserta mengikuti jalan sehat yang diisi dengan aksi kebersihan berpusat di Lapangan Parkir Timur Lapangan Taman Kota Lumintang, Minggu (11/2). Para peserta itu terdiri dari kalangan siswa sekolah, LPD, sekaa teruna, kaling/kadus, perbekel/lurah se-Kota Denpasar, guru di Kota Denpasar, OPD dan seluruh pegawai/staf di lingkungan Pemkot Denpasar. jalan sehat

S

dibuka Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditandai dengan pengibasan bendera start ke udara. Para peserta berjalan kurang lebih sepanjang 5 Km dengan menempuh rute yang di mulai dari Lapangan Parkir Timur Lapangan Taman Kota menuju ke Jalan Mulawarman lanjut menuju Jalan Gatot Subroto, Jalan Bedahulu, Gang Bedahulu 17, Jalan Singosari, Jalan A. Yani dan finish di Taman

Kota Denpasar. Sepanjang rute yang dilewati diisi aksi kebersihan, kemudian mengumpulkan pada tempat yang telah disediakan. Pesertabyang mengumpulkan sampah plastik terbanyak mendapatkan hadiah selain doorprize satu unit sepeda motor. Walikota Rai Mantra mengatakan, kegiatan jalan sehat yang diisi dengan aksi kebersihan dengan mengajak generasi muda maupun masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Kegiatan jalan sehat yang diisi aksi kebersihan pungut sampah disepanjang jalur lintasan merupakan suatu bentuk atas kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungannya, dimana dari yang termuda sampai dewasa harus peduli akan kebersihan lingkungan. Kegiatan ini disamping memberikan dampak kesehatan juga berdampak pada kebersihan lingkungan dan diharapkan terutama para siswa memiliki jiwa dan raga yang sehat untuk bisa menghasilkan pikiran positif serta selalu berkreatifitas,’’ ujar Rai Mantra. Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Gunawan mengatakan, kegiatan jalan sehat dan aksi kebersihan ini merupakan salah

Jembrana Merana

BTN/kmb

D

i Tengah persaingan ekonomi global, para perajin tenun Cagcag di Jembrana berjuang untuk tetap eksis dan tidak tenggelam ditelan modernisasi. Sejumlah perajin yang merupakan bagian dari Usaha Kecil Menengah (UKM) ini sejatinya memiliki kekhasan produk. Mulai dari motif, bahan hingga hasil ketekunan dan menenun.   Selain di Kelurahan Sangkaragung yang menjadi sentra Cagcag, kerajinan ini juga berkembang di desa-desa sekitar seperti Batuagung, Dauhwaru dan Mendoyo Dauh Tukad. Tradisi menenun dengan alat tenun dari kayu masih eksis. Seperti yang digeluti Gusti Ayu Putu Sutamiarti (34), warga Tegalasih,   Kecamatan Jembrana. Ibu rumah tangga ini mengungkapkan dengan kondisi perekonomian seperti saat ini usaha menenun agak tertatih-tatih. Ibarat pepatah mati tak enak hidup tak segan. Harga bahan baku utamanya benang sebagai bahan utama kain tenun harganya terus merangkak naik. ‘’Ya sekadar bisa bertahan saja,’’ terangnya. Untuk bahan  baku  kain tenun khususnya jenis benang, Sutamiarti mengaku membeli dari agen. Untuk Satu gulung (atukel) harganya Rp 6.000. Bila dalam satu kain tenun itu memerlukan 12 gulung (12  tukel) akan lebih banyak lagi modalnya. ‘’Untuk satu kain tenun memang memerlukan banyak satu kegiatan untuk mememeriahkan HUT Kota Denpasar yang ke 230th yang jatuh pada tanggal 27 Februari 2018 mendatang. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengolahragakan masyarakat khusunya kalangan pegawai di lingkungan Pemkot Denpasar dan para pelajar, serta bisa menjalin persatuan dan kesatuan serta persahabatan yang erat di antara karyawan di Pemkot Denpasar, baik dari masyarakat

benang, sesuai motif yang diciptakan. Biasanya kami membuat kain tenun sesuai dengan pesanan,’’ tambahnya. Jika motif kainnya bervariasi, lebih banyak membutuhkan benang. Pada umumnya para pembeli kebanyakan memesan kain tenun jenis songket. Kendati terseok-seok, tenun masih memiliki keistimewaan dan berbeda. Hal inilah yang menjadi keunggulan produk UKM ini dibandingkan dengan cetak. Menenun dengan alat manual memerlukan proses waktu lama daripada mesin cetak, sehingga produk tenun yang dihasilkan pasti berbeda. Selain itu pengerjaan secara manual bisa menghasilkan berbagai motif yang bervariasi, bisa diciptakan sendiri dan tidak ada duanya. Sementara cetak motifnya rata-rata banyak yang sama. ‘’Yang terpenting adalah ketekunan dan keseriusan. Saya menenun sejak mulai usia remaja dan awalnya merupakan hobi. Orangtua (ibu) juga menekuni pekerjaan menenun sampai sekarang,’’ tambahnya. Bagi generasi saat ini, menenun cenderung dijauhi karena agak susah. Apalagi saat benang kusut, maka akan menjadi masalah. Padahal sejatinya bila digeluti serius, kegiatan ini menjadi asyik. Pihaknya juga berharap agar perhatian perajin tenun ini juga dilakukan secara merata. Tidak hanya di daerah tertentu saja. Salah satu penenun dari Banjar Sawe, Desak Kembarina, yang telah menekuni pekerjaan ini sejak usiannya masih 12 tahun ini mengaku biasanya mengerjakan selembar kain dengan motif biasa selama 7 hari. Kain tenunan itu lantas dijual ke pengepul dengan harga bervariasi. Hampir di setiap rumah di banjar tersebut terdapat satu atau dua alat tenun Cagcag. Sebagian besar perempuan baik ibu rumah tangga maupun gadis memilih pekerjaan menenun ini. Sayangnya memang, untuk permintaan juga tidak menentu karena menyetor ke pengepul di Pasar. Namun di saat-saat tertentu seperti misalnya perhelatan PKB ada permintaan lebih dan harganya juga naik. (BTN/kmb)

umum, kelurahan maupun sekolah. Tampak hadir pula dalam kesempatan ini, Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara, Asisten Administrasi Pembangunan Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidartha, Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Gunawan dan seluruh kepala pimpinan OPD di lingkungan Pemkot. (BTN/bud)

VOL. XII NO. 20, 23 Februari - 8 Maret 2018

VII

Buku Untuk Bupati Agung Bharata

BTN/bud

M

engakhiri masa jabatannya pada 21 Pebruari ini, Bupati Gianyar A.A Gde Agung Bharata mendapatkan apresiasi dari kalangan seniman di Gianyar. Apresiasi itu berupa buku dengan judul “Memory Pengabdian Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata”. Buku setebal 100 halaman diserahkan langsung oleh penulisnya Drs. I Wayan Geriya, Prof. Dr. I Made Bandem,MA dan Prof. Dr. I Wayan Dibia pada Bupati Agung Bharata, diruang kerjanya, Senin (19/2). Diera jabatan Bupati Agung Bharata periode kedua (2013-2018) sarat dengan prestasi dibidang seni dan budaya. Diantaranya, sebagai sinergi bumi seni dan kota pusaka, serta Gianyar berpeluang melangkah lanjut sebagai Kabupaten Budaya di Bali (The Truly Soul of Bali). Kemajuan tersebut sangat menginspirasi, memberikan ragam inovasi dan mencatatkan rekor berkelas dunia seperti tuan rumah ICNT, menjadi anggota jaringan kota pusaka dunia, The OWHC dan menerima warisan budaya dunia dari UNESCO mencakup wayang, keris, subak dan seni tari Bali. Keseriusan Bupati Agung Bharata dalam mengembangkan seni

dan budaya termasuk juga para senimannya, membuat tokoh budayawan Wayan Geriya, Prof. Bandem dan Prof. Dibia tergerak untuk memberikan penghargaan atau kenang-kenangan pada akhir jabatannya. “Buku ini bukan hanya sekedar buku yang isinya hanya memuji belaka, namun berdasarkan fakta yang terjadi di masyarakat. Perhatian Bupati Agung Bharata tidak hanya focus pada perkembangan seni, tetapi juga pada para senimannya,” kata Wayan Geriya. Wayan Geriya menambahkan, untuk pertama kalinya pada tahun 2017 tiga tokoh seni mendapat penghargaan tertinggi atau maestro berupa Parama Satya Budaya dan Parama Citra Kara Budaya. Di bidang kesejahteraan juga memberikan sebanyak 150 orang seniman dan budayawan diberikan kartu BPJS sebagai jaminan hari tua. “Kalau beliau begitu intensnya memperhatikan seni dan budaya di Kabupaten Gianyar, lalu yang menghargai bupati siapa? Berawal dari itulah kami bertiga sepakat menyusun buku sebagai ucapan terima kasih di akhir jabatannya,” tegas I Wayan Geriya. Prof. Bandem mengatakan, selama 5 tahun terakhir ini Bupati

Agung Bharata sudah meletakkan landasan yang kuat tentang pembangunan seni budaya kedepannya. Ada tiga landasan kuat, yaitu pertana Gianyar sudah menjadi kota pusaka dimana intinya adalah sudah ada upaya inventarisasi, dokumentasi dan pemetaan kebudayaan di Gianyar. Kedua, setelah menjadi kota pusaka Gianyar akan menuju kota kreatif. Sebagai kota seni, Gianyar sangat berpotensi menghasilkan beragam cipta karya yang luar biasa banyaknya. Sedangkan yang ketiga paling penting adalah manajemen yang baik akan mampu mendorong Gianyar menuju menjadi kota yang cerdas. “Buku ini juga kami buat dalam bentuk pdf, dan akan kami masukkan di web Gianyar, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses lewat internet,” terang Prof. Bandem. Prof. Dibia lebih melihat pada masa ini Pemerintah Kabupaten Gianyar telah banyak melakukan kerjasama dengan daerah lain yang memiliki jiwa dan nafas yang sama dengan Gianyar tentang seni dan budaya. “Banyak terobosan yang telah dilakukan, seperti gong kebyar nyatur desa ataupun melukis di kanvas 1000 meter, disamping juga intens mengembangkan kantongkantong seni di masing-masing kecamatan,” ungkapnya. Sementara Bupati Agung Bharata mengaku, sangat bangga dan terharu diberi penghargaan dalam bentuk sebuah buku. Selama ini, ia begitu konsen pada perkembangan seni dan budaya di Gianyar, bukan semata hanya untuk mencari popularitas, namun lebih pada rasa sukanya pada seni. Segala sesuatu jika tanpa dilandasi rasa suka, ibarat sayur tanpa garam. “Saya berharap buku tersebut dapat dibaca oleh seluruh masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan seni dan budaya di Gianyar,” ujarnya. (BTN/bud)

Aksi Seni Penjabaran Tabanan Serasi

BTN/bud

B

usananya tertata rapi dan indah. Setiap langkah dibarengi dengan lenggak lenggok yang mendukung setiap motif dan corak dari kreasi busana itu sendiri. Langkahnya pun teratur bak seorang penari yang sangat memperhitungkan kompisisi, letak penari. Terkadang kebelakang, ke samping kiri dan kanan lalu berputar dan maju mendekat kepada penonton. Itulah lomba busana adat kepura di rumah makan Sawira Dangin Carik, Desa Delod Peken, Tabanan, Minggu (11/2). Lomba digelar Sanggar Mirah Jaya itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan disaksikan oleh Camat Tabanan I Putu Arya Suta. Lomba ini diikuti ratusan anak setingkat SD dan SMP mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sanjaya. “Kegiatan seperti ini memang sangat diperlukan sebagai ruang ekspresi dan pengembangan diri anak-anak kita. Kegiatan semacam ini merupakan salah

satu penjabaran Tabanan SERASI (Sejahtera Aman Berprestasi).” katanya. Masa anak-anak merupakan saat yang tepat untuk membentuk karakter serta menanamkan pendidikan budi pekerti. “Dalam hal ini kita sebagai orang tua juga tidak bisa menyerahkan tanggung jawab itu kepada pihak sekolah saja. Kita, orang tua mereka, adalah orang yang paling dekat dan sering berinteraksi dengan mereka (anakanak),” tegasnya. Upaya itu, sambung dia, salah satunya sedang diupayakan dengan melakukan penataan areal Gedung Kesenian I Ketut Maria dan Taman Kota dengan open stage Garuda Wisnu Serasi. “Nanti bila penataan telah selesai, silahkan Gedung Maria dan Taman Kota dipakai sebagai tempat kegiatan pengembangan bakat maupun potensi diri anak-anak seperti ini. Saya juga ingin setiap minggunya ada kegiatan seperti ini. Selain nantinya fungsi kedua tempat itu sebagai ruang publik,” tandasnya. (BTN/bud)

Kesiman Dukung Pembangunan Kota Berbudaya

BTN/bud

K

rama Banjar Dangin Tangluk, Desa Pakraman Kesiman, Denpasar Timur melaksanakan karya melaspas Bale Kulkul dan Pasupati Kulkul pada Saniscara Pon Ugu, Sabtu (17/2). Upacara tersebut dihadiri Plt. Walikota Denpasar, I.GN Jayanegara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta sejumlah tokoh masyarakat. Plt. Walikota Jaya Negara mengatakan, Kota Denpasar sebagai kota berwawasan budaya tentu denyut kehidupan masyarakatnya tak pernah lepas dari aktivitas adat, seni dan kebudayaan yang kuat. “Pemlaspasan bale kulkul

dan pasupati kulkul ini diharapkan mampu membawa krama kedalam kesejahteraan dan kebaikan baik jasmani maupun rohani agar dapat mendukung pembangunan di Kota Denpasar tercinta,” harapnya. Penglingsir Banjar Dangin Tangluk, Made Neka didampingi prajuru adat Putu Adi Purnama mengatakan, rangkaian upacara melaspas bale kulkul dan pasupati kulkul yang dirangkaikan dengan upacara mewinten oleh seluruh krama banjar. “Kami sangat bersyukur kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa karena rangkaian upacara ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujarnya. (BTN/bud)


Vol. XII No. 20 | 23 Februari - 8 Maret 2018

VIII

Vol. XII No. 20

General Information FEBRUARI

Cukup pasang iklan di

24th Hari Tumpek Wayang/Saniscara Kliwon Wayang/Kajeng Kliwon Enyitan : Poidalan di: - Pr. Maspahit - Jembrana, - Pr. Panti Gelgel - Ds. Pangembungan, Sesetan, Denpasar, - Pedharman Sri Aji Kresna Kepakisan - Besakih, - Pedharman Dalem Sukawati - Besakih, - Pedharman Kaba-kaba - Besakih, - Pedharman Dalem Bakas - Besakih, - Pedharman Mengwi - Besakih, - Pr. Penataran Giri Purwa - Ds. Kutarejo, Tegal Dalimo, Banyuwangi, Jawa Timur, - Odalan Ida Bhatara Ratudari/Widyadari - Ds. Camenggaon, Sukawati, - Bhatara Ratu Alit + Ratu Lingsir - Ds. Singakerta, Ubud, - Bhatara Ratu Gede - Ds. Celuk, Sukawati, - Pr. Dadia Agung Pasek Gelgel - Ds. Pegatepan, Klungkung, - Pr. Dalem Kutri - Ds. Kutri, Singapadu, 28th Buda Cemeng Klawu/Buda Wage Klawu : Piodalan di: - Pr. Melanting - Ds. Camenggaon, Sukawati, - Pr. Pasek Gelgel - Ds. Pangembungan, Bongkasa, Abiansemal, - Pr. Pasek Bandesa - Ds. Riyang Gede, Panebel, Tabanan, - Pr. Pasek - Br. Jawa, Buleleng, - Pr. Gaduhan Jagat - Ds. Singakerta, Ubud, - Pr. Masceti Tegeh - Ds. Mancawarna, Tampaksiring, - Pr. Penataran Batu Lepang - Ds. Kamasan, Klungkung, - Pr. Pasek Gelgel - Ds. Songan, Batur, Kintamani, - Pr. Pesanggrahan Agung - Ds. Bebandem, Karangasem, - Pr. Penataran Dalem Peed - Nusa Penida, - Ida Ratu Pucak Pameneh Bukit Kiwa Tengen - Besakih, - Pr. Guwa - Besakih, - Pr. Basukian - Besakih, - Pr. Jati - Ubud, Pr. Melanting - Ubud.

Business and Leisure

23 Februari - 8 Maret 2018

Important Telephone Numbers

vTOTAL : 4,535,226

600000 500000

MAR.

APR.

MAY

AUG.

SEPT.

OCT.

NOV.

315,909

JULY

361,006

296,229 JUNE

550,520

FEB.

593,767

JAN.

583,291

0

489,376

100000

477,464

200000

415,461

300000

452,203

400000

TOTAL FOREIGN TOURIST ARRIVALS : 315,909

10000 0

7,484

11,530

9,501

1 Purnama Sasih Kasanga : Piodalan di: - Pr. Penataran Sasih - Ds. Pejeng, Gianyar, - Pr. Bukit Mentik Gunung Lebah - Ds. Batur, Kintamani. 6th Anggara Kasih Dukut/Anggara Kliwon Dukut : Piodalan di: - Pr. Puser Jagat Dalem Dukut - Nusa Penida, - Pr. Dalem - Ds. Batuyang, Sukawati, - Pr. Pasek Gelgel Mangening - Kediri, Tabanan, - Pr. Pasek Undagi - Ds. Timpag, Kerambitan, Tabanan, - Pr. Desa + Pura Pucak - Ds. Taman, Bedulu, Gianyar, - Pr. Telaga Sakti/Dalem Tarukan - Br. Ambengan, Nusa Penida, - Pr. Dalem - Ds. Padangan, Pupuan, Tabanan, - Pr. Yogha - Br. Teba Jero, Kediri, Tabanan. 7th Buda Umanis Dukut : Piodalan di: - Pr. Agung Pasek Gelgel - Ds. Sibang Kaja, Abiansemal, - Pr. Dalem Samprangan - Gianyar, - Pr. Desa Galiran Bhakti Seraga - Buleleng, - Pr. Paibon Dukuh Segening - Ds. Serongga Kelod, Gianyar.

20000

30000

13,245

40000

13,971

MARET

15,170

MALAYSIA _______________ 15,583

15,304

INDIAN __________________ 29,123

60000

15,583

70000

79,222

AUSTRALIAN _____________ 79,222

29,123

80000

50000

Fire: 113; Police: 110; Ambulance: 118; Indonesian Red Cross: 225-465; Rescue Coordination Office: 751111; Directory Enquiries 108; International Operator: 101; Post Service Information: 161; Time: 103; Immigration Officer: 227828, 7510388; Public Hospital 227-911.

DEC.

THE TOP TEN ARRIVAL BY NATIONALITY DECEMBER 2017

JAPANESE _______________ 15,304 BRITISH _ _______________ 15,170 SINGAPOREAN ___________ 13,971 AMERICAN ______________ 13,245 CHINESE ________________ 11,530 RUSSIAN ________________ 9,501 GERMAN ________________ 7,484

Tourist Information The Department of Tourism (Bali) has six Information Centres where booklets and brochures can be obtained free of charge. Addresses: Ngurah Rai International Airport, Tuban, Phone: (0361) 751011; Bina Wisata Ubud, next to the village head’s in Ubud; Government Tourist Information Centre, Jl. Raya Kuta No. 2, Kuta - Badung, Kuta; Government Tourist Office, Jl. S. Parman Niti Mandala, Denpasar, Phone (0361) 222387, Buleleng Government Tourist Office, Jl. Veteran 23, Singaraja, Phone: (0361) 25141.

Rakerda FSP Bali 2018 di Badung upati Badung I Nyoman Giri Prasta membuka Rakerda Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, beberapa waktu lalu. Rakerda sebagai agenda tahunan bertujuan untuk menata dan mengevaluasi kinerja FSP Bali sepanjang tahun. “Hal ini untuk mencapai tujuan apa yang menjadi keinginan dan cita-cita FSP Bali kedepannya,” kata Ketua panitia I Nengah Sutarjana. Sutarjana menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang silahturahmi dan saling koreksi apa yang sudah dikerjakan, serta untuk bekerja berintegrasi bersama pemerintah dan aturan yang berlaku. “Semoga Rakerda ini dapat memberikan agenda- agenda yang dapat menunjukan asistensi dan keberadaan FSP Bali sebagai mitra pemerintah dalam pekerjaan dan mengerjakan sesuatu untuk Bali kedepanya,” harapnya.  Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung mengapresiasi kepada FSP Bali yang telah berpartisifasi dalam memberikan ruang dan kebebasan berdemokrasi kepada seluruh pekerjannya untuk berorganisasi sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku. “Hal ini dapat menumbuh kembangkan rasa memiliki antara pengusaha dan pekerja, sehingga mampu bersama-sama dapat menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan,” ucapnya.  Organisasi pekerja, lanjut Bupati Gri Prasta merupakan salah satu kelembagaan hubungan industrial yang merupakan salah satu organisasi yang dibentuk dari, oleh dan untuk pekerja,  buruh yang bersifat bebas terbuka, mandiri demokratis dan bertanggung jawab. Kehadiran organisasi pekerja sebagai mitra pengusaha dan pemerintah

B

Here are 15 Assembly Points for Travelers Related to Mount Agung Eruption f travelers happen to be outside the hotel and get hampered from returning to respective hotel, please go to the 15 Assembly Points having been prepared by PUTRI Bali, a Bali tourism association that is very concerned about the eruption of Mount Agung. The fifteen assembly points are as follows: 1. Grand Inna Bali Beach Hotel 2. ITDC Nusa Dua 3. Krisna Oleh-Oleh Sunset Road 4. Krisna Wisata Kuliner 5. Taman Ayu 6. Bali Bird Park 7. Bali Adventure Tour 8. Bali Safari and Marine Park 9. Kertalangu Tourism Village 10. True Bali Experience 11. Bencingah Puri Ubud 12. Pod Chocolate 13. Taman Sari 14. Ubud Adventure Center 15. Pod Chocolate Cafe Sunset

I

(BTN/*)

HANYA DENGAN Rp 200.000 | ) 249484

Di Desa Pangsan, Wabup Suiasa Ingatkan Pemuda akan Bahaya Narkoba DIRECT TOURISTS ARRIVAL TO BALI 2017

st

INGIN PRODUK DAN JASA ANDA DIKETAHUI TURIS?

BTN/ist

akil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri HUT Sekaa Teruna (ST) Dharma Tunggal ke-47 Desa Adat Pangsan, Petang di Balai Banjar Pangsan, Sabtu (17/2) lalu. Ikut mendampingi Camat Petang, Ida Bagus Natha Manuaba, unsur tripika Kecamatan Petang, Perbekel

W

Desa Pangsan, I NyomanRaka Tri Sukarya, Bendesa Adat PangsanI Gusti Nyoman Oka serta lainnya. HUT ST Dharma Tunggal mengambil tema ‘Mulat Sarira Wasti Santi Jagadhita’ yang bermakna mengendalikan pikiran demi terciptanya kedamaian dunia. Pada kesempatan itu, Wabup Ketut

Suiasa menyampaikan apresiasi kepada ST Dharma Tunggal, karena aktif mendukung programprogram desa adat, desa dinas dan pemerintah pada khususnya. Di samping itu, Suiasa mengimbau agar para yowana bisa terhindar dari pengaruh obat-obatan terlarang, seperti narkotika karena itu bisa merusak diri sendiri dan masa depan sebagai penurus bangsa. Pada kesempatan itu, Wabup Suiasa juga memberi bantuan dari Pemkab Badung sejumlah Rp 20juta, diterima Ketua Panitia I Gusti MadeNgurah Agus Suadnyana. Agus Suadnyana melaporkan, dalam rangkaian perayaan HUT ST Dharma Tunggal diadakan lomba-lomba, seperti cerdas cermat, ngulat pancak, canang sari, mewarnai dan jalan sehat. Dalam perayaan HUT tersebut juga dilaksanakan serah terima pengurus lama ke pengurus baru, Ketua I Gusti Ngurah Putu Surya Yasa.

DIRGAHAYU KOTA DENPASAR ke -230

(BTN/kmb)

Bupati Eka Pelaspas Tapakan Banjar Pekraman Satusan Kaja

memiliki visi dan misi yang sama dalam tugas “Ketripartitan” yaitu tercapainya hubungan industrial yang harmonis dinamis dan berkeadilan yang bersatu dalam wadah kelembagaan. Ketua DPD FSP Bali Semara Kandi, SH. Mengatakan, FSP Bali bersenergi dengan pengusaha dan mendukung pemerintah untuk membangun Bali yang harmonis menuju Bali yang santhi lan Jagadhita. “Di usianya yang ke 13 tahun ini, FSP Bali diharapkan akan selalu memberikan hal yang terbaik dengan bergandengan tangan bersama pemerintah dalam memajukan kinerja dan para pekerjanya untuk dapat bersaing di tahun- tahun mendatang,” harapnya.  Rakerda FSP Bali juga dihadiri Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Anggota DPRD Badung Wayan Sandra, Ketua PHRI Bali Cokorde Raka Ardana Sukawati, Ketua DPD FSP Bali Wayan Semara Kandi, SH., Kadis Sosial dan Tenagakerja IB. Dirga, Ketua PHRI Badung A.A. Rai Surya Wijaya, Penasihat F.SP. BALI Wayan Wenen, serta para perwakilan serikat pekerja seluruh Bali.  (BTN/*)

BTN/ist

upati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Jero Mangku Made Subagia menghadiri Upacara Dewa Yadnya, Pemlaspasan dan Ngerehan Tapakan Ratu Gede lan Ratu Ayu, Banjar Pekraman Satusan Kaja, Selemadeg, Jumat (9/2). Upacara tersebut dipuput oleh 2 orang sulinggih, yakni, Ida Peranda

B

Gede Wanasara Manuaba, Grya Lenganan Tengah dan Ida Pandita Empu Agni Saraswati, Grya Saraswati Bajera. Bupati Eka memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya karena upacara ini sangat luar biasa sekali. Masyarakat mau bahu-membahu membangun, sehingga bias terwujud. “Terus terang tiang (saya)

bangga sekali niki. Napi mawinan, titiang sampun manggihin antuk mecikin tapakan puniki. Ini sangat luar biasa sekali dan sakralnya pun sangat luar biasa sekali”, ungkapnya. Hal ini, lanjutnya merupakan suatu bentuk pengabdian, untuk pemerintah, masyarakat dan Ida Sang Hyang Whidi Wasa dengan tujuan agar selalu diberikan keharmonisan serta kedamaian. “Niki merupakan suatu pengabdian, ngayah ring Ida Betara mecikin Ida Betara, mangda Ida Dane Tiang driki sami harmonis nggih dan tidak ada perselisihan, damai. Karena semua ini adalah bentuk dari harapan kita semua, bagaimana masyarakat driki selalu rukun kedepannya”, harapnya. Hadir juga saat itu salah satu anggota DPRD Tabanan I Made Suardika, Camat Selemadeg, Kabag Kesra Setda Kab. Tabanan, Perbekel dan Tokoh Adat Setempat. (BTN/bud)

Kini Bali Travel News hadir on iPad dan juga dapat diakses via mobile iPhone, Blackberry dan Nokia Symbian. Ketik : http://m.bali-travelnews.com via browser mobile

Edisi 23 Feb-08 Maret 2018 | Image BTN  

Headline : Di Desa Pangsan, Wabup Suiasa Ingatkan Pemuda akan Bahaya Narkoba

Edisi 23 Feb-08 Maret 2018 | Image BTN  

Headline : Di Desa Pangsan, Wabup Suiasa Ingatkan Pemuda akan Bahaya Narkoba

Advertisement