Page 1

PENYAMARATAAN NILAI TAK BIJAK Hal: 05

Nongkrong Dalam Islam, Bolehkah?

@washilah_uinam

Washilah Online

Washilah Channel

washilah.com


2

DAPUR REDAKSI

www.

washilah .com

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

Mengenal Dunia Kampus Tajuk

Aturan DPP dan Mahasiswa Kurang Mampu

R

Foto bersama anggota dan alumni UKM LIMA Washilah pada perayaan Milad ke-32 di Baruga Anging Mammiri. Sabtu (19/08/2017) *Foto: Muhaimin “Berita mudah sekali punah, tapi feature bisa disimpan berhari, berminggu, atau berbulan-bulan.� - Goenawan Mohamad, Seandainya Saya Wartawan Tempo. Berangkali itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan alasan hingga hari ini tabloid Washilah masih tetap eksis. Proses pengerjaan tabloid yang tidak sebentar serta melalui proses jurnalisme yang ketat dan panjang, pengurus UKM LIMA berupaya semaksimal mungkin menyajikan berita yang aktual dan faktual. Untuk bisa sampai ditangan pembaca, tentu bukan hal yang mudah. Banyak hambatan yang dialami oleh reporter ketika melakukan liputan, apalagi sebagian besar sedang menjalani Praktek Pengenalan Lapangan (PPL). Ditambah lagi ketika menjelang terbit masih merupakan momen Hari Raya Idul Adha. Namun semangat para reporter untuk menyampaikan informasi tetap berkobar. Komitmen dan tanggung jawab menjadi penyokong semangat reporter. Sebagai mahasiswa baru, tentu banyak hal yang ingin diketahui tentang kampus peradaban. Oleh karena itu tabloid washilah edisi Penerimaan Mahasiswa Baru hadir untuk menyuguhkan informasi seputar UIN Alauddin. Tabloid ini memberikan sedikit gambaran tentang kampus hijau melalui berita-berita yang diulas sedemikian rupa. Pada halaman keempat, rubrik spesial maba disajikan khusus untuk menyambut kedatangan para agent of changes

dan agent of control. Dari rubrik tersebut, mahasiswa baru akan mulai memahami harapan dari petinggi lembaga kemahasiswaan. Tidak hanya itu, kami juga telah mengemas tiga rubrik khusus pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UIN Alauddin. Sebelum memutuskan untuk mengikuti organisasi intra kampus, ada baiknya untuk mengenali terlebih dahulu. Hal lain yang juga menarik yaitu pada rubrik lifestyle. Melihat fenomena yang terjadi hari ini, budaya nongkrong telah merebak kemana-mana, tak terkecuali di Kota Makassar. Sebagai kampus islam, kami mengulas mengenai pandangan islam tentang budaya nongkrong. Bukan mahasiswa namanya jika tak punya prestasi, baik dibidang akademik maupun dibidang lain. Karena itulah, kami mengemas rubrik inspirasi agar dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa yang lain. Adalah sebuah kebanggaan ketika mampu membawa nama baik almamater tercinta baik dikancah nasional, regional, ataupun internasional. Sebagai media kampus, Washilah hadir untuk memberikan informasi. Selain membantu mahasiswa baru untuk mengenal lebih banyak tentang UIN Alauddin, Washilah juga sebagai penyambung lidah mahasiswa dengan birokrasi. Tidak hanya hadir dalam bentuk cetak, Washilah juga hadir dalam bentuk online. Akhir kata, selamat berproses dan selamat menjadi mahasiswa!

encana pemberlakuan sistem Dana Penunjang Pendidikan (DPP) bagi mahasiswa yang lulus melalui jalur Ujian Masuk Mandiri (UMM) dan Ujian Masuk Khusus (UMK) menjadi perbincangan hangat, karena akan berlaku sistem pembayaran lebih tinggi. Hal ini tentu akan memberatkan mahasiswa, terutama bagi mahasiswa kurang mampu yang nantinya lulus pada dua jalur tersebut. Pada tahun 2018 mendatang, dengan berlakunya DPP maka pembayaran UKT-BKT bagi mahasiswa yang lulus jalur UMM dan UMK jauh lebih tinggi daripada yang lulus pada jalur yang lain. Sayangnya, sistem ini justeru dinilai akan memberatkan mahasiswa kurang mampu. Oleh karena itu, sebelum resmi diberlakukan pimpinan diharapkan agar dapat memikirkan opsi lain untuk membantu meringankan beban biaya kuliah, khususnya bagi yang kurang mampu. DPP dimaksudkan agar dapat membantu universitas dalam memenuhi kebutuhannya, sayangnya jika ini benarbenar diberlakukan maka sangat kecil kemungkinan bagi mahasiswa yang kurang mampu dapat kuliah. Padahal, dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 disebutkan salah satu tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan berlakunya DPP menjadi palang penutup bagi masyarakat kurang mampu untuk dapat mengenyam pendidikan. Sebagai kampus peradaban yang berdiri didalam negara demokrasi, aturan yang akan diberlakukan adalah hasil kesepakatan bersama. Termasuk aturan mengenai DPP, agar nantinya tidak menimbulkan polemik. Seyogyanya, setiap aturan diharap bisa memudahkan masyarakat untuk dapat kuliah, begitupun dengan sistem DPP yang akan diterapkan di kampus peradaban ini.(*)

Diterbitkan sesuai SK Rektor UIN Alauddin Makassar No. 104 tahun 2015 | Pelindung dan Penasehat: Rektor UIN Alauddin Makassar | Penanggung Jawab: Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar | Dewan Pembina: Wakil Dekan III sejajaran UIN Alauddin Makassar, Waspada Santing, Muhammad Yusuf AR, Muh Sabri AR, Arum Spink, Sopian Asy’ari, Muh Arif Saleh, Muh. Hasbi Assiddieqy Muddin Wael, Rokiah M Lehu, Irfan Wahab, Muh. Ruslan, Syaiful Syafar, Edy, Hamjan el-Barkah, Hasbi Zainuddin, Agus, Islamuddin Dini, N Srahlin Rifaid, Luqman Zainuddin, Junaidin | Dewan Pakar: Asrullah, Indra Ahmad, Fadli, Nurfadhilah Bahar, Saefullah. Pimpinan Umum: Andi Al Qadri | Sekretaris Umum: Ridha Amaliyah | Bendahara Umum: Fadhilah Azis | Direktur Pemberitaan: Nur Isna | Direktur Litbang: Nur Jannah | Direktur Operasional: Nur Asma | Direktur Artistik: Ali Syahbana | Redaktur Tabloid: Eka Reski | Redaktur Online: Erlangga Rokadi | Redaktur Fotografi: Faisal Mustafa | Redaktur Vidiografi: Epi Aresih Tansal | Riset: Nadhifa Risfa | Pengembangan SDM: Selfiana | Desain dan Layout: Erwin Arifin | Sirkulasi & Periklanan: Wiryanti | Ekonomi Kreatif: Desy Ekawati Monoarfa. Ilustrasi: Ali SyahbanaR


TOPIK UTAMA

www.

washilah .com

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

3

PENYAMARATAAN NILAI

TAK BIJAK

Washilah - Belum lama ini Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Mardan MAg mengeluarkan kebijakan perihal pengisian nilai di portal akademik mahasiswa. Ia mengumumkan, nilai yang terlambat diinput oleh dosen otomatis akan berubah menjadi ‘B’

S

etiap pergantian semester, setelah memenuhi seluruh Satuan Kredit Semester (SKS) pada mata kuliah yang dipilih hingga kepengurusan Kartu Rencana Studi semester berikutnya, mahasiswa seringkali dibuat uring-uringan. Pasalnya, nilai mata kuliah yang sudah dijalankan selama satu semester di portal akademik tidak kunjung terlihat alias kosong. Kekosongan nilai tersebut tentu akan berimbas pada pengurangan jumlah SKS. Sementara untuk menambah mata kuliah di semester berikutnya, jumlah SKS harus terpenuhi. Rupanya, keterlambatan penginputan nilai di portal akademik disebabkan dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan terlambat menyetor nilai ke pihak biro akademik. Hal ini seringkali terjadi sehingga proses penginputan berjalan sangat lambat. Untuk itulah kebijakan tersebut dikeluarkan atas dasar pangkalan nilai di portal Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) tidak dapat menghitung rata-rata nilai jika terdapat satu nilai kosong. “Kebijakan ini sudah tidak bisa diganggu gugat, karena jika nilai sudah terinput ke portal akademik,otomatis nilai sudah tidak dapat diubah,” tegas Prof Mardan. Selasa (22/08) Dinilai Tak Adil

Menanggapi hal tersebut, salah seorang mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Suryadi merasa kebijakan tersebut dinilai tidak adil. “Ada mahasiswa yang diuntungkan sementara yang lainnya merasa dirugikan. Ada mahasiswa yang malas masuk kuliah dan mendapatkan nilai B, sementara mahasiswa lain yang mati-matian belajar ternyata malah nilainya sama dengan yang lain.” Lebih lanjut, Suryadi menjelaskan, keputusan penyamarataan nilai B ini tidak sesuai dengan aturan penilaian akademik UIN Alauddin Makassar. Sebab ada aspek penilaian yang ditinjau dari kehadiran, tugas yang dikerjakan, nilai mid semester dan nilai akhir (final). ”Harusnya itu menjadi indikator penilaian bagi dosen yang tidak boleh diabaikan,” tambahnya. Menanggapi pernyataan Suryadi, Prof Mardan menegaskan bahwa dosen harus bertanggung jawab atas nilai yang diperoleh mahasiswa. Ia mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil rapat pimpinan yang telah disepakati bersama. Tujuannya agar mahasiswa dapat memprogram mata kuliah wajib di semester berikutnya dengan jumlah SKS yang maksimal. Tenggat Waktu yang Singkat Permasalahan tersebut menda-

pat tanggapan dari salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Muhammad Ramli. Ia menduga kemungkinan yang terjadi mengapa dosen terlambat menyetor nilai, yaitu mahasiswa yang terlambat mengumpulkan tugas final atau remedial. “Apalah artinya kuliah satu semester sedang nilai yang didapatkan tidak sesuai apa yang diharapkan oleh mahasiswa,” keluh Ramli. Sekretaris Jurusan Ilmu Hukum FSH Rahman Syamsuddin SH MH membenarkan hal tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penghambat dosen mengalami keterlambatan dalam menyetor nilai ke pihak akademik, salah satunya jenjang waktu ujian dan masa penyetoran nilai terpaut dekat sehingga dosen mengaku kewalahan dalam menangani hal itu. “Karena bukan hanya hasil final test yang dihitung akumulasinya melainkan semua persentase kehadiran, jumlah tugas yang masuk dan hasil mid semester yang cukup memakan waktu,” ujarnya. Ia pun menyarankan agar tenggat waktu ujian dan penyetoran nilai bisa lebih longgar. Terkait dengan usulan tersebut, Kepala Biro (Karo) Akademik dan Kemahasiswaan Dra Nuraeni Gani M M menjelaskan bahwa setiap rapim penetapan kalender akademik telah dibahas secara tuntas. Keluhan dan masukan dari berbagai pihak akan ditampung dan segera di musyawarahkan dalam rapim nantinya. “Sehingga bila menginginkan hal tersebut, silahkan menyalurkan suara melalui Wakil Dekan fakul-

tas bersangkutan agar ditinjau pada rapim penyusunan kalender akademik selanjutnya,” terang Dra Nuraini Gani. Sanksi Bagi Dosen yang Kurang Disiplin Dosen tidak serta merta dapat lolos apabila telah melakukan kesalahan. Prof Mardan menerangkan bahwa semua kebijakan dan sanksi untuk dosen yang kurang disiplin sudah di atur dalam Pedoman Edukasi sejak 2013 lalu. Pihak birokrasi juga sudah menerbitkan Pedoman Edukasi kepada seluruh dosen, baik itu dosen tetap dan non-PNS agar mereka dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan tersebut. Oleh karena itu, surat teguran tidak lagi berlaku. “Sekarang ini persaingan pendidikan semakin ketat. Nah, kalau dosen masih banyak menzalimi dirinya sendiri maka dampaknya juga dirasakan oleh mahasiswa. Bila sudah berulah beberapa kali bisa saja dosen yang bersangkutan dipecat atau dipensiunkan,” tegasnya. Dengan keterlambatan itu, Prof Mardan akan memberikan sanksi berupa penundaan gaji sertifikasi dosen selama satu semester. Menyoal “minta-minta” nilai Fenomena Mahasiswa tingkat akhir “meminta nilai” sering kali dikeluh oleh pihak jurusan. Salah satunya sekertaris jurusan Ilmu Hukum Rahman Syarifuddin, ia mengungkapkan bahwa kebanyakan mahasiswa semester VIII , IX, X dan seterusnya enggan mengikuti proses

perkuliahan. “Enaknya langsung membawa selembaran kertas perbaikan nilai terhadap dosen mata kuliah yang bersangkutan, sementara indikator penilaian yang paling utama adalah kehadiran/absensi, nilai tugas, mid semester dan UAS, semua itu tidak mereka jalani dengan alasan KKN,” ungkapnya. Sementara itu, Prof Mardan menjelaskan prosedur pengurusan nilai mata kuliah regular. Bercermin dari Pedoman Edukasi, ada perbaikan dan pengulangan. Perbaikan diberi kepada mahasiswa reguler apabila nilai yang didapatkan rendah, maka dosen bisa saja menyarankan pengulangan atau memberi tugas sesuai dengan ukuran penilaian dalam mata kuliah. Bila pengulangan mahasiswa reguler harus memprogram kembali mata kuliah yang bersangkutan. “aturan adalah guru terbaik jangan dilanggar kebijakan ada tapi tidak bertentangan dengan aturan” tutupnya. *EpiAresihTansal/Ahmad Nur Iqbal Yusuf Editor: Erlangga Rokadi


4

SPESIAL MABA

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

www.

washilah .com

LK Menyambut

P

enyambutan Mahasiswa Baru merupakan sebuah momentum yang sangat penting. Masa ini merupakan first impression untuk menyambut mahasiswa-mahasiswi baru yang masuk ke dunia perkuliahan. PBAK bertujuan untuk mengenalkan budaya dunia kampus lebih lanjut kepada mereka, dengan harapan menjadi tertarik dan tahu suasana kampus hijau, kampus peradaban.

OPAK Diganti Jadi PBAK Washilah – Mulai tahun ini, program sosialisasi mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar yang biasanya dikenal dengan Orentasi Pengenalan Akademik (OPAK) berubah istilah menjadi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Perubahan ini berdasar pada Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendis no. 4962 Tahun 2016, tentang Pedoman Umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan hasil Rapat Pimpinan beberapa hari yang lalu. WR Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Siti Aisyah Kara mengatakan, ada dua alasan OPAK berganti menjadi PBAK. Pertama karena sudah ketetapan Dirjen Pendis pada tahun 2016 dan pada rapat pimpinan UIN Alauddin Makassar. “Karena ini sudah ketetapan Dirjen Pendis yang telah di SK-kan sejak tahun 2016 namun diterapkan ditahun ini 2017 dan hasil rapat pimpinana UIN Alauddin pada 24 Juli 2017.” Ujar Prof.Aisyah Kara. Kamis (24/08/2017) lalu. Alasan lainnya, karena PBAK merupakan suatu program sosialisasi yang bukan cuma memperkenalkan akademik dan kemahasiswaan tapi dari segi budaya akademik juga. “PBAK bukan hanya memperkenalkan akademik dan Kemahasiswaan saja, tapi lebih lanjut akan memperkenalkan segi budaya akademik, sejarah kampus, sistem kurikulum, model pembelajaran, lembagalembaga kampus dan lainnya kepada mahasiswa baru,” lan-

jut Prof Aisyah. Selain itu, kata Prof Aisyah, diharapkan PBAK bisa menjadi wahana awal antar sesama nahasiwa baru untuk saling mengenal, menjalin komunikasi dan mempererat silaturahim, disamping fungsi utamanya sebagai orentasi penyadaran mahasiswa sebagai insan akademik sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebanyak 5.341 mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang bertempat di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar. Senin (4/09/2017) Dalam acara pembukaan PBAK, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Prof Dr Mardan MAg menyampaikan, UIN Alauddin Makassar menjadi Universitas ke-2 terbanyak dalam penerimaan mahasiswa Baru yaitu sebanyak 5.341 orang. “Tahun ini jurusan yang banyak peminatnya adalah Perbankan Syariah dengan pendaftar 7.823 orang dan yang diterima hanya 80 orang,” Ujarnya. di UIN. Dipenghujung sambuta nnya, Prof Mardan megucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar.

Asriadi Yunus Ketua Dema Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Judasra Yasin Ketua Dema Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Selamat datang mahasiswa baru di kampus hijau. Semoga penyambutan maba tahun ini lebih baik. Kami di lembaga kemahasiswaan sepakat menyusun konsep peyambutan maba yang seragam dan berkenaan dengan masalah-masalah di masing-masing fakultas agar dapat melihat masalah apa saja yang ada di lembaga.

Nurhafizhah Nasruddin Ketua Dema Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Muhammad zulkarnen Ketua Sema Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kedokteran Selamat datang insan baru akademis. Semoga dapat menjadi kader umat dan bangsa demi mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Bersungguh-sungguhlah, dekatkan selalu jiwamu dengan sang khaliq. Jadilah mutiara di tengan masyarakat yang menunggumu.

Muhammad Waliyuddin Ketua Dema Fakultas Syariah dan Hukum Selamat datang mahasiswa baru di UIN Alauddin Makassar. Semoga menjadi penerus tongkat estafet dari senior-senior terdahulu, menciptakan peradaban islam, memberi sumbangsih kepada kampus menjadi panutan bagi bangsa dan negara.

Muhammad Syafaat Ketua Dema Fakultas Sains dan Teknologi Selamat datang mahasiswa baru. Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang) atau kampus-rumah. Berlembagalah karena lembaga itu penting. Tidak hanya nilai akademik menjadi persyaratan kerja nanti tapi skill . Kampus dan sekolah itu berbeda, dunia kampus memiliki tantangan berat dan itu ada pada diri kita sendiri.

Selamat datang di kampus hijau, kampus peradaban. Jadilah aset perubahan untuk bangsa dengan belajar dan membaca agar kalian mampu mengubah bangsa. Teruslah belajar, atau kalian akan menambah barisan kebodohan kebodohan.

Selamat datang mahasiswa baru di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Jadilah mahasiswa yang mampu membawa perubahan dan inovasi serta yang mengerti ciri khas dan identitas dari fakultas masing-masing.menjalani proses kampus.

Andi Hendra Dimansah Ketua Dema Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Ilmu Politik Selamat datang mahasiswa baru di Fakuktas Ushuluddin, Filsafat dan Ilmu Politik. Bakar semangat mahasiswa seperti masa 1945 yang lahir dari sumpah mahasiswa.

Penulis : Andi Normalasari (Magang) Editor: Erlangga Rokadi

Nampak salah seorang Mahasiswi Baru, terlihat berbeda dengan yang lainnya, mengenakan pakaian hitam saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang bertempat di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar. Senin (4/09).

Foto: Faisal Mustafa

Askar Nur Ketua Dema Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Rajin kuliah dan giat berjuang menuju masyarakat yang andal, berguna dan bernilai.


washilah .com

5

LIFE STYLE

www.

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

“Nongkrong dalam Islam“

Sesungguhnya Nabi SAW. pernah bersabda (pada para sahabat), “Jauhilah duduk-duduk di tepi jalan!”

T

aufik terbangun saat seseorang mengguncang bahunya. Ketika mengangkat kepala, ia ingat sebelumnya ia sedang mengerjakan tugas di warkop bersama temannya. Malam sudah semakin larut, dan teman-temannya sudah akan pulang. Warkop sudah bukan tempat asing lagi bagi pria yang masih berstatus mahasiswa itu. Biasanya ia mengunjungi warkop dua kali dalam seminggu, entah untuk kerja tugas, download film, atau keperluan lainnya. Awalnya ia hanya ke warkop karena menginginkan akses Wi-Fi gratis yang memungkinkannya untuk mendownlod film incarannya. Namun, suasana warkop yang tenang baginya dan akses Wi-Fi gratis membuatnya ketagihan. Tempatnya tak hanya satu, ia selalu beranti-ganti tempat untuk nongkrong. Ada dua hal yang dapat membuatnya tidak melakukan rutinitas itu, karena hujan atau isi dompetnya yang lagi tak mendukung. Taufik mungkin bukan satu-satunya mahasiswa yang memiliki hobi nongkrong, itu dibuktikan dengan maraknya kafe atau warkop yang dibuka. Siapa lagi targetnya jika bukan para kaula muda? Alasannya macam-macam. Ada yang suka nongkrong karena hanya ingin menikmati Wi-Fi gratis, mencari tempat untuk santai, bahkan ada juga yang memilih warkop sebagai tempat berkumpul dengan teman lama. Menurut Jan Gehl, nongkrong merupakan bahasa pergaulan anak muda yang dalam Bahasa Indonesia hampir sama artinya dengan berjongkok, duduk atau bersandar pada suatu tempat. Namun dalam definisi selanjutnya istilah nongkrong menjadi lebih luas. Banyak kegiatan dan aktivitas baik aktif maupun pasif yang kemudian berkembang dari sekedar duduk atau jongkok, seperti seeing, hearing, seating, standing dan staying.

Nongkrong dalam Fiqih Islam Walaupun banyak orang yang berpen-

Bolehkah?

dapat bahwa nongkrong merupakan aktivitas yang baik dalam kehidupan sosial, namun tak sedikit pula ynag menganggap nongkrong hanyalah sebuah aktivitas yang menghabiskan waktu, bahkan mengganggu orang lain (jika tempat nongkrongnya di pinggir jalan). Terkait dengan nongkrong, ternyata pada zaman Nabi Muhammad SAW banyak para sahabat yang juga melakukan kegiatan ini. Dalam kitab Maraqât al-Mafâtîh Syarhu Misykât al-Mashâbîh, XIII :424 diterangkan bahwa para sahabat sebenarnya tidak bisa meninggalkan duduk-duduk di tepi jalan dikarenakan ada sesuatu yang mendesak mereka untuk berkumpul bersama di tempat tersebut. Bagi mereka nongkrong di tepi jalan merupakan ajang untuk berkumpul, berbincang tentang masalah duniawi dan ukhrowi serta memanfaatkan waktu nongkrong untuk bermusyawarah, bermu’amalah, dan saling belajar. Dengan alasan itulah para sahabat sulit meninggalkan duduk bersama di tepi jalan. Dalam sebuah hadist, kegiatan nongkrong sempat dilarang oleh Rasulullah SAW, namun sahabat mengatakan bahwa mereka tidak bisa meninggalkan kegiatan itu karena beberapa alasan. Maka Nabi Muhammad SAW pun membolehkan nongkrong dengan beberapa syarat yang mengikutinya. Ini tidak lain hanyalah untuk menjaga ketenangan sehingga orang lain tidak akan merasa terganggu dengan aktivitas kita. “Sesungguhnya Nabi SAW. pernah bersabda (pada para sahabat), “Jauhilah duduk-duduk di tepi jalan!” lalu para sahabat bertanya, “Wahai Rasullullah kami tidak bisa meninggalkan tempat-tempat ini, karena di tempat itulah kami membicarakan sesuatu.” Rasulullah pun bersabda, “Apabila kalian merasa tidak bisa untuk meninggalkan duduk-duduk

disitu maka penuhilah hak jalan itu?” Para sahabat bertanya lagi, “Apa saja hak jalan itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Menutup pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam, dan amar ma`rûf nahi munkar.” [Shahîh al-Bukhâriy, XIX:239] Seperti itulah Rasulullah SAW memberikan kebijakannya. “Jika memang kalian tidak dapat meninggalkan perbuatan tersebut (duduk di tepi jalan) maka tebarkanlah salam, bantulah orang yang terzhalimi, dan tunjukkan (seseorang) pada arah jalan (yang tidak diketahuinya).” [Musnad Ahmad bin Hanbal, IV:282] Namun, jumhur ulama sebagaimana yang terdapat dalam kitab al-Mausû`ah alFiqhiyyah, II :1322 menyatakan bahwa hukum nongkrong sebenarnya makruh karena secara tersirat Nabi Saw tidak menyukainya. Dalam artian, lebih baik kita tinggalkan kebiasaan nongkrong karena dengan meninggalkannya berarti secara otomatis kita telah mendapat pahala kebaikan. Hanya saja nongkrong bisa menjadi mubah ketika ada tujuan dan keterdesakan untuk melakukannya. Jika tujuannya baik, ada cara lain misalnya berbincang-bincang di rumah. itu di bolehkan. Dalam kitab

Fathu al-Bâriy li Ibni Hajar, XVII :447 dan Syarhu Ibnu Batthal, XII :109 ulama berpendapat bahwa illat (alasan) kemakruhan duduk-duduk di tepi jalan adalah kekhawatiran timbulnya fitnah (kemaksiatan secara langsung ataupun tidak langsung antar lawan jenis) dan dapat menyakiti orang lain. Salah satu contohnya adalah ketika kita membicarakan kejelekan orang lain saat nongkrong. Karena prinsip hukum Islam menyebutkan “sesuatu yang mubah (boleh), namun bersamaan dengan sesuatu yang haram maka hukum mubah tersebut bisa berubah menjadi haram”. Seperti itulah Islam mengatur kehidupan manusia, syarat-syarat yang diberikan tidak lain hanyalah untuk menjaga ketenangan hidup bersosial dan agar tidak melenceng dari nilai-nilai Islam. Penulis: Nadhifa

Ilustrasi: Ali Syahbana


6

UKM

washilah .com

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

UKM LDK AL JAMI’

Mengenal UKM

S

esuai dengan motto UIN Alauddin Makassar yaitu Pencerdasan, Pencerahan, Prestasi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) hadir sebagai penunjang tercapainya ketiga hal tersebut. Tentu saja berfungsi sebagai wadah pembelajaran serta pengembangan minat dan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa. UIN Alauddin Makassar terhitung sejak berdirinya pada tahun 1965 hingga hari ini telah memiliki 11 UKM dengan berbagai jenis kegiatan. Jumlah yang diyakini telah mewakili berbagai keinginan serta bakat dari mahasiswa dengan ikon kampus hijau. Dibawah bimbingan serta arahan dari

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, semua UKM berjalan sesuai dengan peraturan kampus. Mulai dari bidang medis, olahraga, bela diri, seni, sistem pertahanan, kreativitas, intrepreneur, penegak dakwah, dan jurnalis kampus, semua siap memberikan sejumlah pengetahuan bagi siapa saja yang ingin bergelut didalamnya. Berikut ini gambaran secara umum masing-masing UKM yang ada di UIN Alauddin Makassar. *Faisal Mustafa/Rena Rahayu Nastiti *Editor:Nur Isna

UKM Tapak Suci Fell-Think-Plan-Work

S

www.

elain Balck Panther dan Taekwondo, UIN Alauddin juga memiliki UKM yang bergerak pada seni bela diri tradisional asal Indonesia. Dengan menjalankan misi sebagai wadah pengembangan potensi diri melalui sinergi kebersamaan, profesionalitas serta dedikasi yang tinggi UKM Tapak Suci sukses mengepakkan sayap di kampus peradaban. Terhitung pada tahun ini, ada banyak bentuk penghargaan serta prestasi yang telah mengharumkan nama UIN. Diantaranya, kejuaran nasional di Universitas Sebelas Maret Surakarta sukses meraih medali emas serta perunggu, pada kelas putra dan putri. Tak hanya itu dalam ajang PIONIR 2017 di Banda Aceh, UKM bela diri ini juga meraih tiga medali emas. Tidak ketinggalan

B

Mewujudkan Masyarakat Kampus yang Robbani

erawal dari sebuah pemikiran untuk membumikan kalimatullah di UIN Alaudddin pada tahun 2006, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) ini berdiri. Perbincangan sederhana bersama Rektor UIN Prof Dr Azhar Arsyad pada periode itu, membuahkan hasil baik dengan mengizinkan untuk membuat lembaga kampus yang bergerak dijalan dakwah. Tujuan daripada berdirinya lembaga ini adalah mewujudkan lembaga dakwah yang kondusif sebagai wadah terjadinya perubahan yang selaras dengan cita-cita gerakan dakwah. Sebagai bentuk keseriusan lembaga ini dalam menjalankan misinya, pada tahun 2008 kegiatan Super Islamic Camp sukses menggaet 120 anggota baru. Tak hanya itu, lembaga ini juga mengikuti ajang skala nasional yaitu musyawarah mentoring di Bandung pada tahun yang sama. Dengan usia lembaga yang memasuki angka ke 11 tahun ini, LDK Al Jami telah melakukan

banyak kegiatan yang diminati. Salah satunya ialah Super Islamic Camp yang diadakan pada bulan April lalu, sukses mendapatkan jumlah terbesar yaitu 275 peserta. Tak hanya itu dalam menyambut milad, lembaga dakwah kampus ini pada bulan September mendatang akan mengadakan banyak lomba diantaranya tahfiz qur’an, tilawah serta lomba da’i. Banyak cara yang dilakukan LDK Al Jami dalam mengembangkan dakwah di kampus peradaban. Kegiatan dakwah yang rutin dilakukan antara lain Sekolah Pengembangan Minat dan Bakat (SPMB), ta’lim, tahsin, pelatihan editing video dan desain serta akhwat tangguh yaitu be-

UKM Pramuka

pula pada kejuaraan Nasional Rektor Unhas Cup IX sukses meraih tiga emas, tiga perak dan tujuh perunggu. Peraihan gemilang tersebut, sukses membawa nama Tapak Suci dikancah nasional. Prestasi membanggakan itu tidak bisa diraih dengan mudah, setiap minggunya UKM ini rutin melakukan latihan pada lantai dasar Pusat Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus II UIN Alauddin. Dengan membuka dua cabang yaitu fighter dan seni, setiap Senin, Rabu dan Minggu dengan pakaian khusus berwarna merah dan kuning organisasi silat ini melakukan latihan. “Silat tak lah cukup, iman dan akhlak pun perlu” menjadikan organisasi silat yang ada sejak tahun 1991 menjadi UKM yang terus bertahan di UIN Alauddin.

Eksis Hingga Ajang Internasional

P

raja Muda Karana atau yang lebih familiar dengan singkatan Pramuka, merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tertua yang ada di UIN Alauddin. Keberadaan Pramuka berawal dari

refleksi keinginan beberapa mahasiswa UIN untuk menyalurkan bakat mereka dalam bidang kepramukaan. Hal tersebut kemudian mendapat respon positif dari pimpinan saat itu. Pramuka

merupakan tempat belajar disiplin serta bisa dalam segala hal. Pramuka hadir dikalangan mahasiswa yang cinta akan kreatifitas, selain itu, UKM ini pun sering melakukan kegiatan dalam mempererat tali silaturahmi. Terbukti dari kegiatan Almaida Creative Event (ACTIVE) yang telah beberapa kali diselenggarakan. Kegiatan tersebut menjadi ajang pertemuan kepada sesama anggota pramuka. Seiring dengan perkembangan usia, pramuka telah banyak mengikuti kegiatan nasional diantaranya ialah Perkemahan Putri Nasional (Perkempinas) yang diadakan di Sulawesi Tenggara, kegiatan internasional seperti Community Development Camp (COMDECA) di Malang serta International Scout Peace Camp di Cibubur. Hal inipun sebagai bukti bahwa UKM Pramuka masih eksis hingga saat ini.


washilah .com

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

UKM KSR-PMI Siap Siaga Dalam Membantu

U

nit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Koprs Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) merupakan organisasi kemahasiswaan yang bergerak pada masalah-masalah kemanusiaan. UKM ini merupakan lembaga yang sangat aktif dalam melakukan aksi donor darah dan juga merupakan salah satu lembaga yang sangat berkontribusi dalam pemenuhan stok darah di area Makassar. Para relawan KSR-PMI UIN Alauddin dilatih untuk tetap siap siaga jika terjadi bencana, baik itu bencana berskala regional maupun nasional. Hal itu terbukti dari kumpulan piagam serta sertifikat yang didapatkan seperti pertolongan pertama, Water Rescue, Junggle Rescue, Vertical Rescue, Phsicososial support program,

Assement, serta Crew Ambulance. Dibentuk pada tanggal 4 April 1997, UKM ini telah banyak berkontribusi pada dunia kesehatan dan penanggulangan bencana. Para anggota KSR-PMI pada tahun 2006 ikut terlibat menjadi relawan pada tsunami di Aceh, erupsi gunung merapi di Jawa Tengah, banjir bandang di Sinjai dan beberapa bencana regional ataupun di daerah Makassar. Alumni dari lembaga inipun juga tercatat sebagai relawan tetap di PMI cabang kota Makassar. Demi menjaga sikap siaga maupun latihan untuk pertolongan, secara rutin para anggota dikirim ke KSR-PMI perguruan tinggi yang mengadakan pelatihan di seluruh Indonesia untuk mempersiapkan relawan yang tanggap.

UKM TAEKWONDO

Wadah Pembinaan Para Atlet Profesional dan Berakhlak

M

erupakan seni bela diri yang berasal dari Negara tirai bambu, Taekwondo seiring dengan perkembangan zaman mulai dikenal di Indonesia. Saat itu pula Taekwondo menjadi bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UIN Alauddin. Olahraga yang mengandalkan kekuatan tangan dan kaki ini dibentuk oleh Sabeum Syahrir Utuh pada tahun 1986. Lembaga mahasiswa yang bergerak pada bidang seni bela diri, menjadi tempat pembinaan minat, bakat serta mental mahasiswa guna menjadi atlet dari segi bela diri yang berprestasi. Hal itu terbukti dari penghargaan yang berhasil diraih pada tahun ini berupa 15 medali yang diraih dari kejuaran Universitas Bosowa, diantaranya tiga emas, lima

T

mampuan khusus mahasiswa di bidang olahraga. Hal tersebut pun dalam rangka mewujudkan mahasiswa yang sehat jasmani dan rohani sehingga mampu berprestasi baik di bidang akademik maupun di bidang olahraga untuk diri pribadi, institusi dan negara. Hal itu sesuai dengan misi yang dimiliki oleh UKM ini. Selama hadir di UIN Alauddin, lembaga termuda ini memiliki beberapa misi yang dijalani. Diantarnya sebagai wadah pembinaan dan pelatihan yang baik dalam hal olahraga, mengikuti berbagai kegiatan yang konstruktif dan yang bersifat kompetitif serta mencetak prestasi baik tingkat lokal maupun regional agar dapat mengharumkan nama almamater UIN Alauddin.

perak dan tujuh perunggu. UKM ini memiliki misi untuk mengembangkan dan membentuk peran serta mahasiswa yang tergabung di dalamnya untuk dibina menjadi atlet-atlet professional dan berakhlak untuk berprestasi dalam taraf lokal, regional, nasional maupun internasional. Setiap hari Selasa, Jumat dan Minggu di lantai dasar Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Kampus II UIN Alauddin akan dipenuhi oleh beberapa orang yang mengenakan baju putih dengan ikat pada pinggang dengan warna berbeda. Pada saat itulah anggota dari Taekwondo akan melaksanakan latihan rutin mereka. UKM ini memiliki tujuan untuk mempersiapkan anggota menjadi atlet yang berprestasi di bidang olahraga seni bela diri.

UKM MENWA Pengabdian dengan Ilmu Keprajuritan

UKM OLAHRAGA Wadah Pembinaan dan Pelatihan dalam Olah Tubuh

ubuh yang sehat tentu saja akan membawa hal baik pada diri kita. Olahraga akan menjadi jawaban yang tepat bagi hal itu. Di UIN Alauddin, juga memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak pada bidang olahraga. Terbentuk pada tanggal 8 Mei 2013, UKM Olahraga merupakan lembaga yang paling muda diantara lembaga lainnya. Diprakarsai oleh Rahmat Almuarrif yang merupakan ketua pertama sekaligus pendiri dari UKM ini. Selama menjadi unit kegiatan mahasiswa di UIN Alauddin, lembaga ini telah memiliki delapan cabang yakni sepak bola, futsal, basket, sepak takraw, tenis meja, catur, bola voli dan bulu tangkis. UKM Olahraga hadir untuk mewadahi dan mengembangkan minat, bakat dan ke-

7

UKM

www.

U

nit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) merupakan organisasi yang bergerak dibidang peminatan bakat dan minat tentang olah keprajuritan serta membina fisik dan mental terhadap anggota yang bertujuan untuk bekal jika telah terjun di masyarakat luas. Semboyan dari UKM ini berasal dari bahasa sanskerta yaitu Castrena Dharma Siddha yang berarti penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan. Terbentuk sedari tahun 1980, lembaga mahasiswa ini merupakan komponen cadangan pertahanan Negara yang diberikan pelatihan ilmu militer

seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, terjun payung, bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi dan sebagainya. Anggota dari Menwa dituntut untuk memiliki fisik yang prima dan sehat, untuk itulah mereka rutin melakukan latihan disetiap sorenya. Sebagai realisasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankarmata) dikalangan mahasiswa, tentunya menjadi suatu kehormatan bagi setiap anggota Menwa. UKM ini hadir di UIN Alauddin sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi untuk melahirkan sarjana-sarjana yang berwatak ksatria dan penuh dedikasi.


8

OPINI

www.

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

Dua Hal yang Perlu Dipelajari dari

Mahasiswa Amerika Serikat

M Biodata Singkat

Media Mahasiswa Washilah menerima tulisan berupa opini, esai, cerpen dan puisi. Naskah dikirim ke washilahonline@gmail.com atau diantarkan langsung ke redaksi di Gedung Pusat kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Alauddin lantai 3.

ahasiswa di Amerika Serikat dan Indonesia sama-sama memiliki waktu yang sama dalam sehari semalam, yaitu 24 jam. Dalam seminggu mereka juga memiliki tujuh hari. Dan seperti mahasiswa Indonesia, mereka juga bergaul, belajar, bermain dan bersenda gurau dengan sesama temannya. Perihal kampus mereka jauh lebih indah dari Indonesia adalah hal yang wajar saja. Amerika Serikat merdeka 4 Juli 1776 ketika nenek moyang kita sendiri masih dijajah, tertindas, dan tentu saja buta huruf. Maka perbandingan bangunan kampus Amerika Serikat yang indah tak perlu dirisaukan. Yang perlu dikhwatirkan adalah mental kita. Sebagai komparasi Jepang dihancurkan bom di tahun 1945. Korea Selatan hancur berkeping-keping karena perang saudara selama 3 tahun di tahun 1953. Singapura, kita tahu, baru merdeka di tahun 1965. Tetapi dalam dunia pendidikan, kita banyak tertinggal dari ketiga negara tersebut. Mereka sudah dapat sejajar dengan Amerika Serikat dalam banyak hal. Kunci keberhasilan mereka adalah pendidikan. Pendidikan di negara-negara ini tak sekedar disimbolkan konstruksi bangunan dan angka-angka mahasiswanya. Universitas-universitas dari ketiga negara tersebut berada pada peringkat jauh di atas universitas-universitas di Indonesia. Pendidikan mereka dibangkitkan oleh sikap mental mahasiswanya. Dan dalam hal inilah kita banyak bermasalah. Dalam kata-kata yang lain, ada yang salah dengan pola pikir dan hidup mahasiswa kita. Ada banyak hal yang perlu diperbaiki, tetapi tulisan ini hanya memuat beberapa hal mendasar karena terbatasnya ruang.

In Time is On Time, On Time is Late Meski memiliki durasi waktu yang sama, kita perlu belajar dari mahasiswa Amerika Serikat tentang cara memperlakukan waktu. Walau sejujurnya, Allah telah berulang-ulang kali mengingatkan pentingnya waktu. Bahkan Allah bersumpah atas nama waktu dalam Surah An- Asr. Hanya barangkali memang mesti orangorang yang kita tuduh kafir yang perlu mengingatkan kita. Waktu bukan persoalan sepele di Amerika Serikat. Meski hanya beberapa menit saja. Tak sematamata karena time is money. Tetapi di sana ada nilai-nilai tanggung jawab, komitmen, dan konsistensi. Hal-hal yang menjadi masalah besar mahasiswa Indonesia, UIN Alauddin terutama. Jika perkuliahan dimulai pukul 08.00, bagi mahasiswa Amerika Serikat diterjemahkan dengan harus datang paling tidak 5 menit sebelum kelas dimulai. Di Indonesia, jika jadwal pukul 08.00 berarti mereka baru berangkat dari kos atau rumah pada pukul 08.00. Selama kuliah dan juga mengajar selama 4 tahun di Program Intensifikasi Bahasa Asing (PIBA), kebiasaan ini terus dirawat dan dipelihara mahasiswa. Kebiasaan ini berlanjut di acara-acara yang lain. Terlalu sering seminar, workshop, dan simposium harus ditunda dari 30 menit hingga 2 jam karena peserta yang datang belum banyak. Lambat laun mereka yang awalnya tepat waktu mengikut suka terlambat di lain waktu. Anehnya, mahasiswa apalagi sarjana gelisah jika dianggap terlambat menikah tetapi tak merasa bersalah jika datang terlambat dan membuat banyak

orang harus menunggu. Saat mengikuti Pre-Academic Training di San Diego State University di California, Theresa Perales (Kordinator Program) mengingat pentingnya waktu daam budaya akademik Amerika dengan mengutip “ In time is on time, on time is late, and late means you are fired.� Datang sebelum waktu berarti tepat waktu, datang tepat waktu berarti terlambat, dan datang terlambat berarti anda dikeluarkan. Celakanya, perhargaan terhadap waktu juga masih masalah bagi sebagian besar professor bahkan setingkat rektor sekalipun. Teringat di salah satu diskusi awal tahun 2017 di Lecture Theater Campus harus ditunda sejam hanya karena menunggu sang rektor. Sang moderator sampai perlu berironi, “Jarak antara rektorat dengan tempat ini sebenarnya hanya 5 menit dengan jalan kaki apalagi jika dengan mobil mewah dan nyaman.� Kesungguhan Salah satu penyakit mahasiswa adalah ketidaksungguhan. Terlalu banyak sarjana yang bingung sendiri entah belajar apa saat di kampus. Tak saja karena kampus tak sungguh-sungguh mengajar, tetapi juga karena mahasiswa tak sungguh-sungguh belajar. Tastas tidak diisi dengan buku tetapi kadang badik dan peralatan makeup. Atau hanya membawa tas kecil. Bahkan tidak membawa sama sekali seolah seluruh ilmu telah terkomputerisasi di otaknya. Lebih sering nongkrong di kafe dan warkop daripada perpustakaan. Tahu lebih banyak jumlah mal daripada buku yang dibacanya. Saat bicara terkesan paling tahu namun diam membisu melongo

washilah .com

saat diminta berbicara di forumforum resmi. Semester demi semester berlalu. Tak ada target yang dipancang tinggi-tinggi. Hari-hari hanya diisi dengan hura-hura mengabiskan waktu percuma. Tugas diselesaikan ala kadarnya. Akhir pekan dinanti untuk berpesta mengikuti gaya Amerika. Mahasiswa Amerika Serikat juga memang berpesta ria sampai mabuk di akhir pekan dan mereka benar-benar berpesta yang dalam pandangan dan budaya kita tak sesuai dengan nilainilai budaya. Bedanya di hari-hari lain mereka menghabiskan waktu dengan belajar di perpustakaan, melahap buku-buku, berdiskusi dan seterusnya. Mereka belajar dengan sungguh untuk kemudian berpesta (having fun) di hari minggu. Mahasiswa Indonesia bersantai ria sepanjang satu minggu. Bukti ketaksungguhan lain adalah kebiasaan meremehkan mata kuliah yang justru penting bagi masa depannya. Tak sedikit mahasiswa yang membela diri ketika tak menyelesaikan tugas dengan alasan juga mengerjakan tugas mata kuliah lain. Ada presentasi, makalah, atau dari dosen lain. Sikap-sikap semacam ini justru melukai perasaan dosen. Sebab mahasiswa terkesan membandingkan dan merendahkan mata kuliah yang lain. Saat saya mengajar Bahasa Inggris di PIBA, tak sedikit mahasiswa yang ngeyel tak mengerjakan tugas bahkan tidak hadir di kelas karena sibuk dengan laporan dan tugas mata kuliah lain. Padahal hafal alfabet dalam Bahasa Inggris pun tak mampu. Tetapi anehnya spesies mahasiswa seperti ini justru paling cepat mengeluh dan melulu protes ketika sarjana dan tidak mendapat pekerjaan karena kalah bersaing dengan mereka yang memiliki skil tambahan seperti Bahasa Inggris.

Bukankah ini aneh?


10

UKM

washilah .com

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

UKM KOPMA SULTAN ALAUDDIN Pengembangan Potensi Jiwa Kewirausahaan

K

operasi mahasiswa (Kopma) hadir dilingkup peradaban hijau sebagai wadah pembelajaran bagi mereka yang cinta dan ingin belajar terkait kewirausahaan. Demi menjalakan visinya menjadi gerakan koperasi mahasiswa yang unggul dikelolah oleh Sumber Daya Manusia berkualitas, mencerminkan keadilan, kesejahteraan, kejujuran, kesetiakawanan dan kemandirian sehingga mampu memperjuangkan dan mewujudkan demokrasi ekonomi. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ini sekaligus menjadi tempat bagi setiap insan untuk berprestasi, berkreasi dan mengembangkan jiwa kewirakoperasian bagi setiap mahasiswa yang profesional.

Berawal dari kebutuhan wadah untuk berkumpul guna memikirkan gerakan ekonomi yang bermanfaat untuk masyarakat kampus, Kopma akhirnya terbentuk pada tahun 1984 yang diawali oleh Drs Ashabul Kahfi Jamal bersama rekannya. Koperasi Mahasiswa Sultan Alauddin kemudian resmi memperoleh badan hukum pada tanggal 18 April 1988 dengan nomor 4795/BH/IV/1988. Sebagaimana sebuah lembaga pasti mengalami jatuh bangun. Awal kebangkitan dari lembaga ini diperkirakan pada tahun 1995-1999 dan mulai stabil pada tahun 2000. Tahun 2004-2006, Kopma mulai meraih puncak kejayaan dan pada periode itulah dilakukan reformasi yang besar, memperkuat kerjasama antar koperasi mahasiswa baik lokal maupun nasional. Demi menjaga keutuhan dan keberlangsungan dari sebuah lembaga, UKM ini rutin melakukan pengkaderan pada setiap generasi baru dengan penanaman pengetahuan yang kuat pada kegiatan Basic Entrepreneur Orientation yang terus berkelanjutan hingga saat ini.

U

tihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) sukses menggaet peserta dari luar pulau Sulawesi serta mendatangkan pemateri yang ahli dalam bidang Jurnalisme Sejarah. Hal itu menjadikan bukti bahwa lembaga pers kampus hingga saat ini masih tetap ada dan terus berkarya melalui tulisannya. Sebuah gebrakan baru telah dilakukan oleh UKM LIMA. Pada malam puncak milad ke 32 tahun yang diselenggarakan Agustus lalu berhasil meluncurkan program Washilah Channel. Washilah Channel merupakan wadah untuk anggota UKM LIMA mengasah kemampuan dibidang vidiografi. Hal ini agar alumni Washilah tidak hanya terjun di media yang bergerak pada bidang tulisan tapi juga pada media tv. Hadirnya Washilah Channel menjadi bukti eksistensi UKM LIMA yang terus mengikuti perkembangan zaman.

dasan fundamental untuk mencapai etos integritas, intelektual dan profesionalisme. Pembentukan organisasi bela diri ini merupakan inisiatif dari berbagai pihak diantaranya mantan Pembantu Rektor (PR) Bagian Kemahasiswaan, Drs H Gasali Suyuti. UKM yang berslogan Daripada Saya Lebih Baik Kamu, merupakan wadah penyalur aspirasi bakat dan minat mahasiswa. Selain itu, juga sebagai tempat berorientasi dalam bidang-bidang seperti pembinaan kader, kedisplinan, fisik dan mental serta menjunjung tinggi nilai-nilai prinsip untuk mencapai jati diri guna mewujudkan karateka yang professional serta mempunyai tanggung jawab terhadap nusa dan bangsa.

UKM SB eSA

U

KM Lembaga Informasi Mahasiswa Alauddin (LIMA) merupakan organisasi yang bergerak pada bidang pers. Lembaga yang hadir sejak tahun 1985 ini telah banyak mengukir sejarah berkembangnya UIN Alauddin melalui pemberitaannya. Washilah merupakan nama medianya, nama ini memiliki makna seperti artinya yaitu ‘media’ yang berusaha menjadi jembatan informasi antara pihak mahasiswa dengan pimpinan. Meski telah memasuki umur yang ke 32 tahun, lembaga pers kampus ini masih tetap jaya dalam memberitakan. Hal itu terbukti dari eksisnya media online yang mereka miliki sampai sekarang serta terbitnya tabloid setiap bulan menjadikan masyarakat kampus tidak kekurangan akan informasi. Tidak hanya itu saja, agenda nasional pun untuk pertama kalinya telah dibuat oleh lembaga ini pada tahun 2016. Pela-

UKM Black Panther Wujudkan Karateka Profesional

nit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Black Panther yang ada di UIN Alauddin merupakan cabang olahraga bela diri yang menggunakan tangan serta kaki sebagai pertahanan diri. Bela diri khas Jepang ini, masuk di Indonesia pada tahun 1960 dan dipimpin langsung oleh Prof Dr Tengku Wahidin Syahrir. Black Panther Karate sendiri didirikan di Ujung Pandang pada tanggal 26 Agustus 1978 dibawah asuhan Ambo Djetta. Olahraga bela diri ini masuk dan dibentuk menjadi bagian dari UKM di UIN Alauddin sejak tanggal 20 Maret di tahun 1978. Visi utama dari UKM ini tidak terlepas dari Tri Darma perguruan tinggi, yaitu lan-

UKM LIMA Media Informasi Mahasiswa

U

www.

Pelahir Seniman Kampus

nit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya eSA (UKM SB eSA) adalah lembaga kemahasiswaan yang berada di bawah naungan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. UKM SB eSA berperan sebagai wadah penggerak dalam peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam aspek seni budaya khususnya bagi mahasiswa UIN Alauddin. UKM SB eSA berdiri pada tanggal 29 Juli 1993 tepat di kampus IAIN Alauddin Makassar yang sekarang dikenal dengan UIN Alauddin Makassar yang tiap periode kepengurusan telah melahirkan seniman-seniman kampus yang berbakat berdasarkan cabang seni yang dipilihnya. UKM SB eSA adalah lembaga kaderisasi yang memiliki delapan cabang seni yaitu Teater, Musik, Sastra, Tari, Rupa, Tilawah, Sinematografi dan Vokal. Kaderisasi ini dilakukan agar tidak matinya generasi kreativitas mahasiswa dibidang seni budaya. Lembaga ini bukan hanya dibidang seni budaya saja, melainkan sebagai wadah

proses dalam dunia organisasi, pembinaan intelektual, penguatan mental, kepekaan rasa dan penghalusan jiwa yang bertujuan untuk menyalurkan dan mengembangkan aspirasi kemanusiaan. Selain eksis di wilayah internal kampus, UKM SB eSA juga terlibat aktif pada berbagai kegiatan eksternal kampus. Sebab mereka yang abadi dan yang keren adalah mereka yang berjalan di atas karyanya. Bergerak di bidang seni budaya adalah hal yang tak pernah mengingkari realitas history peradaban manusia. Dalam dunia pendidikan, seni justru merupakan fokus utama, yang dimainkan bukanlah sekedar desain produk atau komunikasi visual, melainkan gaya hidup, seni menjalani hidup. Jelas bahwa pentingnya imajinasi dan perasaan, pentingnya seni. Orang sering lupa bahwa inti pendidikan yang menumbuhkan kualitas kemanusiaan sebenarnya adalah pendidikan hati. Sebab lebih baik gila dengan karya daripada waras tanpa karya (eSAisme).


www.

washilah .com

11

INSPIRASI

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

Prestasi

Nur Syamsul Rizal S

Memotivasi Melalui Prestasi

M

uda dan berbakat. Itulah salah satu idiom yang menempel di diri Nur Syamsul Rizal. Punya segudang prestasi, tidak membuat Sam, begitu ia disapa melupakan keluarga. Ingin menjadi role mode bagi kedua adiknya dan kebanggaan orang tua, membuat ia terus belajar dan mengukir prestasi. Akhir masa jabatan sebagai ketua tingkat di semester III adalah titik awal Sam mengantongi sejumlah gelar dan prestasi. Tak ingin kehilangan kesempatan, Sam tidak mau dinilai sebagai mahasiswa yang biasa-biasa saja. Ia mulai bergaul dan bergabung dengan organisasi diluar kampus. Baginya, hasil yang diperoleh adalah nilai tambah. “Saya berusaha mengenali diri sendiri dengan baik, mencari tahu dan menemukan apa yang jadi perbedaan dengan orang lain. Juga apa yang jadi nilai jual saya kedepannya,” ujarnya. Aktif dipelbagai kegiatan merupakan usahanya dalam merintis karir. Kerja kerasnya ditunjukkan dengan belajar demi hasil yang besar. Namun, sibuk dengan banyak kegiatan tidak membuatnya lupa pada studinya di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Ia tetap melaksanakan keduanya, organisasi sukses

pun studi. Agar paripurna. Meski di akuinya, manajemen waktu adalah problemnya. “Jujur, manajemen waktu saya orangnya teledor. Harus selalu diingatkan. Tapi kalau sudah ada kerjaan, pasti fokus untuk menyelesaikannya dengan baik,” kata Duta Mahasiswa GenRe 2015 itu. Ia juga mengatakan apapun yang diberikan kepadanya adalah amanah. Makanya harus diselesaikan. Sebagai motivasi, ya harus punya orang-orang yang memang mendukung. “Saya punya prinsip, seribu orang bisa menjatuhkanmu. Tapi, satu orang bisa mendukungmu kembali. Saat jatuh, saya cari orangorang yang mendukung saya. Minta saran, masukan dan juga nasehat, setelah itu bangkit lagi,” ungkapnya. Bergabung denga Badan Kependudukan dan Keluarga berencana Nasional (BKKBN) dan merintis forum Generasi beRencana (GenRe) Sulawesi Selatan, membuatnya mengasah kemampuan berbicara didepan umum. Bukan tidak mungkin, ia sering mendapat undangan sebagai pembicara. Dari 24 kabupaten di Sulawesi Selatan, ad 18 undangan tercatat sebagai inspirator dan paling banyak dinaungi BKKBN. “Saya senang ketika diundang sebagai

pembicara, sekalipun saya sakit,” tuturnya. Sebagai remaja, Sam mengatakan membuat orang lain percaya dan mengikuti apa yang menjadi tujuannya itu tidak mudah. Butuh waktu untuk membuktikan bahwa ia punya visi dan misi yang sama sebagai generasi muda kedepannya. Bersama kawan-kawannya di forum GenRe sebagai mitra BKKBN, ia membuat kegiatan yang mempertemukan remaja melalui capasity building, agar mereka saling terikat dan merasa butuh dengan program-program tersebut. “Kalau buat kegiatan, kami berusaha yang update atau kekinian yang menarik minat dan bakat,” kata kakak dari Nur Rian Suryadi dan Tri Wahyuni Syafitri tersebut. Putra pertama pasangan Drs Syarifuddin dan Rustiani Saleh itu menambahkan ada orang tua yang sangat mendukung prestasi dan pencapaiannya selama ini. “Saya percaya keberhasilan yang diperoleh sampai dititik ini tidak lepas dari doa kedua orang tua. Saya selalu diingatkan, jangan lupa sholat dan berdoa,” ujar lelaki penyuka webtoon itu. Walau telah meraih segudang pencapaian, Sam masih ingin membuat komunitas yang mampu memberdayakan daerah tertinggal, terbelakang dan terdepan. Meski saat ini, ia

- Juara II Duta Anti Rokok UIN 2013 - 6 besar & The Best Intelegencia Duta Wisata Gowa 2013 - Delegasi Mahasiswa Sulawesi Selatan pada United Generation Palembang 2014 - Duta Mahasiswa GenRe tahun 2015 - Delegasi mahasiswa Sulawesi Selatan pada Jambore GenRe di Bogor tahun 2015 - The best Kreator Putra & 10 besar Duta Mahasiswa GenRe tahun 2015 tingkat nasional - Delegasi mahasiswa Sulawesi Selatan pada Pelatihan ToT (Training of Trainer) GenRe di Bogor tahun 2016 - Delegasi mahasiswa Sulawesi Selatan pada pertemuan remaja GenRe tingkat nasional di Bandung tahun 2016 - Juara I lomba GIMM (Gerakan Indonesia Membaca & Menulis) tingkat mahasiswa provinsi Sulawesi Selatan 2016 - 25 besar Duta Bahasa tingkat mahasiswa Sulawesi Selatan tahun 2016 - Delegasi mahasiswa Sulawesi Selatan pada pertemuan persiapan & pelatihan MUN di Universitas Brawijaya Malang - Delegasi mahasiswa Sulawesi Selatan pada International Thailand Culture Camp di Chulalongkorn University Thailand 2016 - Delegasi mahasiswa Sulawesi Selatan pada pertemuan remaja nasional GenRe 2017 di Bogor - Juara I Duta Bahasa tingkat mahasiswa provinsi Sulawesi Selatan 2017

fokus pada bagaimana caranya menghimpun aksi nyata pemuda yang berkomitmen mengubah generasi penerus menjadi lebih baik. Lebih dari itu, semua yang ia capai hanya untuk kedua adiknya, selain orang tua dan nenek. “Alasannya adalah sebagai role mode atau panutan yang baik untuk kedua adik saya. Kalau saya buruk, dan hanya mengandalkan ayah-ibu dan nenek. Mereka tidak punya contoh. Makanya saya harus lebih baik, atau paling tidak mereka lebih baik dari kakaknya,”


12

CIVITAS

www.

washilah .com

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

Milad,

UKM LIMA Launching Washilah Channel

Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto menggunting pita sebagai simbol Launching Washilah Channel pada malam perayaan Milad UKM LIMA Washilah di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Makassar, Sabtu (20/08/2017)

Washilah - Bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informasi Mahasiswa Alauddin (LIMA) Washilah

UIN Alauddin Makassar yang ke 32, lembaga pers kampus peradaban itu melaunching Washilah Channel di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan (Rujab)

Walikota Makassar, Sabtu (20/08/2017). Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto yang melaunching secara resmi Waahilah Channel tersebut dan meru-

HMJ Tekhnik PWK

Kurban Seekor Sapi Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar memperingati hari raya Idul Adha dengan berqurban seekor sapi di Perumahan Patria Abdullah. Senin (04/09/2017).

K

oordinator Divisi Akhlak dan Moral HMJ Teknik PWK, Faisal mengungkapkan, perbedaan Qurban yang dilakukan dari tahun-tahun sebelumnya. “Kegiatan ini bukan pertama kali diadakan namun sudah kali ketiga, bedannya yaitu tempat pelaksana dua tahun sebelumnya di kampus,

tapi pada tahun ini diadakan di Perumahan Patria Abdullah, rumah salah satu pengurus HMJ PWK karena ada penyambutan mahasiswa baru 2017,” ujarnya. Menurut Panitia Pelaksana Qurban, Syamsul Arif Putra, kegiatan ini sangat bermanfaat dan menumbuhkan tali silaturahim antar mahasiswa, civitas akademika dan ma-

pakan salah satu inovasi terbaru dalam memberikan informasi kepada masyarakat kampus. “Danny” Pomanto mengapresiasi anggota UKM LIMA Washilah, khususnya para pendiri yang telah sukses diluar kampus namun masih peduli kepada lembaga ini. “Selamat kepada seluruh member Washilah berbahagialah anda karena pendiri-pendiri Washilah masih hadir merayakan hari ulang tahun Washilah. Ada militan kader-kader Washilah yang sangat khas ini dilihat dari prosesi rangkaian acara sampai dengan senior-senior dari Washilah yang sekarang telah menjadi orang-orang besar,”ucap Danny. Walikota Makassar yang sukses meraih Adipura tiga kali ini pun berharap di usia yang ke 32 tahun, UKM LIMA Washilah bisa menjawab tantangan zaman dengan memberikan informasi yang berimbang, faktual dan aktual kepada masyarakat. “Saat ini kita mengalami Tsunami informasi yang beredar tanpa mengenal batasan nilai dan jumlah. Sangat penting bagi Wasilah menyajikan informasi yang terpercaya bagi pembacanya,” harapnya. Danny juga menyemangati anggota Washilah, untuk terus berkarya mempersembahkan prestasi bagi negeri. “Teruslah berkarya untuk negeri, terus melakukan syiar-syiar agama, yang semakin hari semakin bnyak tantangan,” tutupnya.

syarakat kampus, khususnya para clening service. “Ini salah satu tradisi Teknik PWK setiap tahunnya dan uniknya lagi hanya Jurusan kami yang mengadakan Qurban tiap tahun,” tambah Syamsul. A. Noormalasari (Magang) Editor: Erlangga Rokadi

Penulis: Indra Ahmad Editor: Erlangga Rokadi

Kenalkan UKM Melalui Stand Khusus Washilah – Penyambutan mahasiswa baru sudah menjadi tradisi disetiap tahunnya. Mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar melakukan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung selama tiga hari. Guna memperkenalkan tiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), mereka disediakan stand khusus di hari pertama PBAK Senin (04/09/2017) di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar. Sosialisasi ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh sebelas UKM dengan menggunakan stand khusus yang disediakan pihak kampus. Hal tersebut dilakukan untuk memperkenalkan profil dan hasil karya tiap UKM. Andi Sadiah selaku Komandan

UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) mengaku jika stand yang dibuat cukup membantu dalam perkenalan lembaga mereka. “Tempat yang disediakan oleh kampus turut andil dalam memperkenalkan lembaga kami, karena saat peserta PBAK istirahat kami membagikan brosur di stand yang telah disediakan,” tuturnya. Meskipun perkenalan telah dilakukan oleh setiap Ketua UKM di hadapan ribuan mahasiswa baru, namun stand juga menjadi yang sangat membantu karena, para maba bisa meninjau secara langsung dan bertanya seputar UKM tersebut. Muhammad Junaedi (Magang) Editor: Erlangga Rokadi


AKADEMIKA

www.

washilah .com

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

UIN Alauddin Akan Terapkan DPP “Yang namanya mandiri kan harusnya memang mandiri segalanya. Termasuk keuangannya”jelas Prof. Mardan

Washilah – Tahun 2018 mendatang, UIN Alauddin Makassar akan menerapkan sistem Dana Penunjang Pendidikan (DPP) untuk mahasiswa yang lulus melalui jalur Ujian Masuk Mandiri (UMM) dan Ujian Masuk Khusus (UMK). Setelah menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal-Biaya Kuliah Tunggal (UKT-BKT) sejak tahun 2013 lalu, untuk tahun 2018 akan ada sistem DPP. DPP merupakan uang sumbangan dari mahasiswa untuk membantu universitas dalam memenuhi sarana dan prasarana perkuliahan. Pengajuan untuk DPP rupanya telah diterima oleh Kementrian

Agama (Kemenang) sejak tiga bulan yang lalu. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik Prof Mardan. “DPP sendiri sudah di plenokan oleh kemenag sejak tiga bulan yang lalu,” ujarnya saat ditemui diruangannya. Jumat (18/08/2017) Sarana dan prasaran UIN Alauddin yang dinilai belum memadai sehingga DPP perlu diterapkan di kampus peradaban. Prof Mardan menjelaskan alasan pengajuan DPP salah satunya karena ruang kuliah yang belum cukup serta banyaknya kursi yang rusak. “Ini untuk kursi yang belum

WR I

Sarankan Dosen Lanjut S3 Washilah – Sebagai tenaga pendidik, dosen haruslah ahli dalam bidangnya. Karena jika tidak, maka akan dinilai merugikan mahasiswa. Oleh karena itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lmebaga Prof Dr Mardan MAg menyarankan agar dosen melanjutkan pendidikan ke S3. Dosen merupakan pendidik profesional dengan tugas utama yakni mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuannya. Seorang dosen melaksanakan pekerjaannya berdasarkan suatu prinsip yang dimana salah satu prinsip tersebut yakni memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas serta memiliki kompetensi dalam bidang tugas tersebut. Namun tidak banyak pula yang menyepelekan prinsip tersebut seperti halnya yang terjadi di UIN Alauddin Makassar, Beberapa mahasiswa mengeluhkan mengenai dosen yang tidak berkompeten dalam bidangnya.

Menurut Hamka barlian mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum, Dosen yang tidak berkompeten merupakan suatu hal yang sangat merugikan mahasiswa. “Kompetensi suatu dosen pasti berimbas pada mahasiswa, hal yang seperti inilah yang sangat merugikan mahasiswa,” ungkapnya Salah satu Mahasiswa UIN Alauddin Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Andi Dedi Cahyadi juga menekankan agar hal yang seperti ini harus diperketat oleh para birokrat karena ini benar-benar merugikan mahasiswa. Prof Mardan menegaskan, jika terjadi seperti ini maka dikembalikan ke pimpinan fakultasnya masing-masing untuk mencari dosen, atau memohon ke rektorat untuk diberikan solusi karena ini menzalimi mahasiswa. Penulis: Nur Asma Editor: Nur Isna

cukup di lengkapi, ruang kuliah yang belum cukup di cukupkan. Jadi dana ini semua akan kembali ke mahasiswa, bukan untuk kesejahteraan dosen,” terangnya. Beruntung, untuk mahasiswa baru tahun 2017 belum diberlakukan sebab untuk sementara masih dalam tahap perencanaan. Rencananya, DPP akan diberlakukan pada tahun 2018 mendatang untuk mahasiswa baru yang masuk melalui jalur UMM dan UMK. Berbeda sistem dengan UKT yang memiliki tingkatan pembayaran, DPP akan diseragamkan besaran dana yang perlu dibayar untuk semua jurusan yang lulus

13

di jalur UMM dan UMK. Besaran dana yang akan dibayar sendiri belum ditetapkan oleh universitas, namun menurut Prof Mardan berkisar sekitar tiga hingga lima juta. Prof. Mardan menambahkan, alasan lain dari penerapan sistem DPP untuk dua jalur tersebut karena keduanya merupakan jalur masuk luar tanggungan pemerintah. “Yang namanya mandiri kan harusnya memang mandiri segalanya. Termasuk keuangannya,” jelas Prof. Mardan. Penulis: Selfiana Editor: Nur Isna

Fakultas Sospol Masih Tahap Persiapan Washilah – Wacana pembentukan Fakultas Sosial Politik (Sospol) UIN Alauddin Makassar hingga saat ini masih dalam tahap persiapan. Saat ditemui diruangannya, Wakil Rektor (WR) II Bidang Administrasi, Perencanaan dan Keuangan Prof Lomba Sultan mengatakan, terkait isu yang menyebar tentang pembangunan fakultas Sospol merupakan langkah awal bagi UIN, hingga saat ini masih dalam tahap proses pengusulan di Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti). “Iya memang pernah direncanakan, namun perlu diketahui bahwa untuk membangun sebuah fakultas banyak persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga untuk mewujudkan Fakultas Sospol perlu kesabaran,” ungkapnya. Prof Lomba menjelaskan, tiga persyaratan yang wajib dipenuhi jika ingin membangun sebuah fakultas, pertama terdapat tiga prodi, Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup, dan ruangan kuliah yang harus memadai. “Paling tidak ada tiga prodi yang berkaitan langsung dengan substansi

kualifikasi keilmuan fakultas yang akan dibangun, setelah itu baru akan diusulkan ke hubungan internasional,” terangnya. Ia pun menyebutkan salah satu contohnya yaitu Fakultas Sains dan Tekhnologi. Jurusan Tekhnik Arsitektur sebelumnya satu naungan dengan Fakultas Adab dan Humaniora, setelah cukup tiga prodi barulah dapat berdiri sendiri. Agustang Sos, salah seorang alumni Jurusan Ilmu Politik angkatan 2012 mengatakan, tidak masalah jika Ilmu politik sampai sekarang masih berada di bawah naungan Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP). Karena kedepannya tidak menjadi persoalan terkait prospek kerjanya. “Kalau saya pribadi masalah belum adanya Fakultas Sospol tidak menjadi persoalan, karena semua jurusan mempunyai jalur tersendiri. Mengenai prospek kerjanya, itu kembali kepada individu masingmasing,” tutupnya. Penulis: Nur Jannah Editor: Nur Isna


14

LENSA

www.

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

washilah .com

Foto & teks: Faisal Mustafa

P

engembangan infrastruktur di segala sektor terus di galakkan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Mulai dari perubahan logo hingga yang terbaru pembangunan Gedung Dosen sebagai upaya untuk lebih meningkatkan komunikasi antar sesama dosen. Diantara pembangunan tersebut gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang saat ini sudah mencapai 75%. Menurut Fatturrahman, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pembangunan Gedung FEBI memang di prioritaskan. “Memang dana pembangunan gedung saat ini diperuntukan kepada FEBI yang sangat membutuhkan dengan kata lain ur-

gent yang harus segera diselesaikan mengingat adanya jurusan baru di Fakultas tersebut, Mahasiswa yang makin bertambah dan gedung yang saat ini di tempati merupakan kantor dari Fakultas Syariah dan Hukum� ungkapnya saat ditemui di ruangannya beberapa waktu yang lalu. H.M Andhy, Selaku, Project Financial Manajer, PT Bumi Permata Kendari, Mengatakan proyek yang menghabiskan dana 12.564.326.000 rupiah ini, akan selesai Desember tahun ini. Sementara pembangunan Gedung Dosen sendiri ditargetkan rampung akhir November tahun ini, dengan total anggaran 25.075.923.000 rupiah.

Seorang pekerja menyiram tanaman yang ada di tembok dengan logo baru UIN Alauddin Makassar. Selasa (29/08/2017)

Seorang pekerja menyelesaikan pekerjaan pembangunan gedung baru FEBI. Selasa (29/08/2017). Gedung yang pembangunannya sempat terhenti ini telah dilanjutkan kembali dengan target penyelesaian tahun 2017.

Seorang pekerja beribadah tengah di dalam pembangunan gedung FEBI. Selasa (29/08/2017)

Sejumlah pekerja mengecor di gedung dosen yang terletak di depan Fakultas Adab dan Humaniora. Selasa (29/08/2018) Proses pembangunan gedung baru FEBI yang sudah mulai dilanjutkan dan kini mencapai 75%

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan gedung dosen. Selasa (29/08/2018)


www.

washilah .com

SASTRA

Edisi 101 | Dzulhijjah 1438 Hijriyah | September 2017 Masehi

15

Izinkan Aku Hijrah Oleh: NurjannaAzzahra

Nurjanna Azzahra “Ren nggak malam mingguan lagi?” Yura mengempaskan tubuhnya sembarang di atas lantai berkarpet. Lelah, peluhnya masih nampak jelas dari tudungnya yang basah “Nggak deh Ra, udah bosan juga lama-lama sama Ogi” Jawabku, sambil ikut berbaring di sampingnya. “Ra aku pergi deh” Segera kuraih tasku sembarang. Pakaian rapi telah melekat sedari tadi membentuk lekuk indah pada setiap pandangan. Sabtu malam, adalah waktu yang selalu kunanti ditiap pekannya dan waktu yang tepat untuk melepas penat serta kawankawannya. “Sayang kita mau ke mana?” Suaranya menghentakku. “Terserah” Jawabku singkat. Sebenarnya, malam ini aku enggan menghirup udara malam. Beberapa jam yang lalu, ibu menelfonku. Menanyakan kabar sebagaimana biasanya, lalu tetiba saja ia menitipkan pesan. “Jangan keluar malam Nak!” titipnya. Namun jarang ibu menelfonku jika Sabtu malam tiba. Sebab ia tahu betul, itu adalah waktu istirahatku. Malam ini, tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh petuahnya yang satu ini. Sempat aku berfikir untuk tidur saja, tapi tak tega melihat lelaki itu mengemis padaku. Ogi namanya. Kami satu kelas dan sama sibuknya. Ia cerdas, kritis namun juga pemain cinta yang andal. Ia cakap dalam berbicara. Para perempuan kelasku mengaguminya. Bahkan satu fakultas tak ada yang membantah karismanya. Aku adalah perempuan yang beruntung, kata temanku saat itu. “Pacaran itu haram Karen. Sejak kapan kamu sama dia? Kenapa nggak kasi tau aku dulu” begitu tanggapan Yura. Sahabat kecil sekaligus teman hidupku sedari dulu. Dari duduk di sekolah dasar hingga saat ini, aku tak pernah terpisah darinya. “Aku tahu kamu akan marah dan nggak setuju. Makanya aku sembunyikan ini dari kamu Ra. Udah terlanjur aku jatuh cinta sama Yogi” Yura sempat marah hebat, mengabaikanku hingga tiga hari lamanya. Aku tahu dia sangat mengerti perihal agama, maka dalam jangka tiga hari itu ia menyerah dan membiarkanku begitu saja. Balasan yang harus kuterima, dia tak lagi seperhatian dulu. Hingga akhirnya posisi itu direnggut

oleh Yogi, membuatku semakin betah berada di sampingnya. Meski lelah dan sibuk sama sepertiku, perhatiannya tak ikut larut dalam kesibukan dan aku benar-benar jatuh dalam buainya. Gerimis menari-nari di sekelilingku. Tengah malam aku semakin gamang. Sudah berkali-kali kuajak Yogi untuk beranjak dari duduknya. Tapi masih saja ia setia menikmati lantunan jazz sambil menyeruput kopi hitamnya. Bayangan Ibu dan kekecawaan Yura, mengeilingi kepalaku. Di seperdua malam, aku akhirnya berhasil membujuk Yoga “Kamu kenapa malam ini Ren? Aku dipercayakan menjadi kandidat ketua Dewan Mahasiswa selanjutnya. Kau tak memberi respek apapun?” Yogi mengenggam tanganku lembut. Refleks aku menampiknya “Maaf Ogi, aku pengen pulang plis” dengan kasar, ia melajukan sport merahnya dengan cepat. Langit mulai mengikis subuh. Tak ada kokokan ayam, hanya alarm Yura yang begitu nyaring lengkap dengan suara lembutnya membangunkanku salat jamaah. Yura perempuan yang sangat baik, sungguh beruntung lelaki yang akan mendapatkan cintanya kelak. Lembut, Yura mengakhiri zikirnya. Aku menatap hampa. Entah sebab mataku melemah atau karena hatiku kosong bak tak berpenghuni, bukankah aku memiliki Yoga di dalam sana. Yura menoleh padaku, tatapannya tidak sinis sama sekali. Aku tahu ia menungguku malam tadi. Namun tak sepatah kata pun ia ungkapkan. Bukankah sabtu malam aku memang selalu pulang di jam segitu, mengapa aku harus mencari perhatiannya, Begitu kata logika, tidak dengan rasa. “Ren ngaji dulu gih. Kasian Firman Allah hanya kau pajang di lemari dan laci. Itu bukan pajangan” baru saja aku berdiri dari dudukku, melangkah lalu dihentikan suara Yura. “Aku ngantuk Ra” jawabku serampangan, tidakkah dia melihat mata pandaku yang kian menghitam? “Mau sampai kapan kamu begini Ra?, jika sabarku habis menasihatimu. Aku tak segan untuk pergi dari sini” Yura menjawab geram, tak biasanya ia menaikkan nadanya padaku, wajahnya memerah dan masuk ke dalam bilik kamarnya. Pukul Sembilan tepat, Aku baru terbangun dari tidur. Tak kudapati lagi Yura di dalam kamar, dapur atau di mana pun. “Ya Allah semoga Yura benar-benar tak serius dengan tuturnya fajar tadi” harapku cemas. Tiba-tiba aku kembali membayangkan masa-masa indahku bersama Yura dimasa silam. Begitu kejam rasanya, jika ia benarbenar meninggalkanku sebab ini. Di sinilah aku, pada sebuah perempatan yang melinglungkan. Malam dan siang adalah sama, Lelaki itu tak pernah absen mengabarkanku, sesibuk apa pun dirinya. Pagi tadi dia mengirimkan pesan singkat, permohonan maaf dan kecemasan mendalam atas sikapnya semalam. Tak kugubris, hatiku kosong. Seseorang

yang berharga dalam hidupku menjauh karenanya. Tidakkah kau mengerti betapa sulitnya pilihan ini. Aku berteriak sendiri di dalam hati. “Bu, tadi malam ada mayat yang ditemukan tewas dekat jembatan merah. Perempuan berkudung, cantik katanya” “Astagfirullah. Malang betul yah Bu” jawab suara lainnya. Percakapan itu kudengar samar. Aku terbangun dari mataku yang terkatup, menoleh pada ibu-ibu di belakangku. Mereka sedang menunggu angkot yang biasa lewat di perempatan ini, namun bukan itu yang mencenangkan. Yura belum mengangkat telefonku sejak tadi, pesanku mungkin tak dibacanya, beberapa detik yang lalu ponselnya tak aktif lagi. Gesit, kuayunkan langkahku ke jembatan merah yang disebut ibu tadi, letaknya tak jauh dari perempatan itu, hanya satu kilometer dari rumah. Gerimis menyapa kala aku tiba. Kulihat orang-orang mulai berkerumun pada satu titik di bibir jembatan. Aku selempangan. Pikiranku epilepsi, melayang pada kesalahan dan rasa berdosa. Cangkang retina yang susah payah kupasangi bendungan pun pecah, roboh tak tertahan. Saat kudapati pandangku pada sepasang mata yang juga ikut basah. Tertunduk melihat mayat yang terbungkus plastik putih. Perempuan itu menjauh. Kulihat bibirnya komat-kamit melafaskan zikir. Kuhafal betul sebab kami belajar hal itu bersama. “Yura!” Suaraku parau. Aku berteriak, namun tak terdengar seperti teriakan. Perempuan itu menoleh, mematung menatapku. Kakiku ingin berlari lebih dulu padanya, tapi pertahananku runtuh. Sedari pagi aku berjalan ke perempatan, berdiri panjang di depan sana dengan kepicikan, lalu dengan kecemasan penuh aku berlari sekitar satu kilometer ke tempat ini. Kakiku kaku, mati rasa. Ya Allah kembalikan Yura ke sisiku. Isakanku tak tertahan, tak ada lagi bendungan. Tidakkah dia mengenalku atau tak lagi ada kesempatanku untuk hijrah ke jalan-Mu. Begitu terus hatiku berucap tanpa suara. Senja jatuh di atas laut, bersama kenanganku yang tenggelam. Sesosok lelaki tampan datang membawa bunga mawar merah kesukaanku, di sisi lain seorang perempuan cantik nan anggun menghampiriku dengan seperangkat alat salat dan juga Al-Qur’an dengan sampul pink kesukaanku. Di tempat yang sama, pada background yang berbeda. Kulihat lelaki itu dengan rasa amarah dan kenyamanan, namun kupandang perempuan itu dengan kelembutan dan kesejukan. “Yura!” “Istigfar, Ren. Aku di sini” Perempuan itu memelukku dengan mata basah, mimpi tadi adalah hidayah untukku. Lelaki dalam mimpiku adalah Yogi dan perempuan cantik yang kulihat adalah Yura, sahabatku. “Ra. Aku diizinkan Allah untuk hijrah, bolehkah kau menuntunku Ra!, kali ini aku serius akan bersamamu, hingga Allah

memisahkan kita dengan caranya” Yura tersenyum mendengar janjiku, Jika perempuan yang mematung di sana menghampiriku, maka izinkan aku hijrah ke jalanmu bersamanya. Sedetik sebelum gelap. Hari pertama perubahanku, dengan lembut Yura menuntunku salat jamaah subuh, lalu mengaji bersama, tak pernah kulihat ia mengantuk atau sekadar menguap saja. Dewasa kini, aku hanya sibuk memikirkan laporan. Rasa lelah, keluhan yang tak berkesudahan dan kerlap-kerlip hedonismeku pada dunia yang fana, tak sadar dan membuatku buta akan sosok malaikat yang berada di samping kanan kiriku, Allah memberikan sahabat yang luar biasa seperti Yura. Meski sederhana, seharusnya aku sadar bahwa hadirnya adalah kekuatan tak terkira untukku di tanah rantauan ini. “Yura kita akan saling menjaga bukan?” ucapku lirih dalam peluknya “Tentu Karen. Bersiaplah Istiqomah. Sebab banyak hambatan yang akan kau lalui selepas ini” “Tak apa. Asal Allah tak meninggalkanku” Yura mengangguk melepaskan pelukannya. Kami bersiap menyambut hangat mentari hijrahku di pagi ini. Awal yang lumayan sulit menata tudung yang panjang, namun aku semakin bahagia, tak ada tekanan meski kutahu pada gedung-gedung tinggi di sana telah banyak yang menantiku untuk dicaci dan dimaki. Tenang aku mengayun langkah, masuk ke dalam gedung yang terlihat asing ini. Semua mata tertuju padaku. Namun kurekahkan senyum terbaik terus melangkah hingga terhenti di depan kaki yang menghadangku. “Jadi ini alasan kamu?” aku tertunduk. Tak ingin kutengadahkan wajahku memandangnya. Suara itu cukup menohok hatiku. Istigfar kuucap berulang kali. Lalu kuputuskan juga bersuara “Izinkan Aku hijrah” Aku melangkah melintasi tubuhnya yang tegap. Sempat kulihat wajahnya untuk terakhir kali. Dia lelaki yang baik, tapi masih belum waktunya aku membagi cinta dengan mahkluk-Nya. Aku percaya bahwa hijrah bukan hanya harus mendapat ridho dari sang pencipta, namun lebih dari sekadar itu, hijrah pun harus memiliki izin dari sesame, agar tak ada bongkahan luka, angin belakang, cerita burung dan segala yang kutakutkan untuk mencegah keistiqomaanku. Sungguh Allah sebaik-baik penolong. Penulis adalah Mahasisiwi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Penulis aktif di Forum Lingkar Pena (FLP) Ranting Uin Alauddin Makassar. Social Media Facebook ;NurjannaAzzahra. Surel; Nurjanna594@gmail.com dan WhatsApp +6282350650148


Tabloid Washilah - Edisi 101 September 2017  
Tabloid Washilah - Edisi 101 September 2017  
Advertisement