Skip to main content

Banjarmasin Post Sabtu, 3 Mei 2014

Page 6

Banjarmasin Post

6

SABTU 3 MEI 2014

Bawaslu Pusat Turun ke Kalsel Sambungan hal 1

Banjar. Pembukaan itu dilakukan untuk membuktikan laporan caleg DPD yang keberatan terhadap hasil hasil pencoblosan di salah satu satu TPS di sana. “(Pembukaan) Langsung disaksikan Bawaslu (pusat),” tegas dia. Samahuddin pun mengatakan penundaan pengesahan oleh KPU dikarenakan pemilih di DPK (daftar pemilih khusus) dan DPKTb (daftar pemilih khusus tambahan) lebih banyak daripada Sidalih (sistem data pemilih). “Selisih satu saja, sistem tidak mau menerima. Yang ada seleisihnya di Kotabaru, Tanahbumbu, Tanahlaut, Tapin dan Banjar. Jumlahnya tidak banyak, selisihnya di bawa 100. KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) cuma menerima, tanpa dicatat. Padahal, harusnya dicatat semua biar ketahuan. Inilah yang dianggap luar biasa oleh KPU pusat,” katanya.

Ketua Bawaslu Kalsel, Mahyuni mengapresiasi langkah yang dilakukan KPU Kalsel itu.“Memang itu harus diluruskan datanya. Sudah saya sampaikan bahwa ini penting. Ya, kita lihat saja bagaimana prosesnya besok (hari ini),” ucap dia. Berani Sumpah Salah satu TPS yang diduga bermasalah oleh KPU pusat adalah TPS 1 Desa Angkipih, Banjar. Bahkan ada rekaman tentang dugaan manipulasi suara di TPS itu. Untuk itu, tim SentraGakkumdu (penegakan hukum terpadu) dan Panwaslu Banjart melakukan pengecekan di sana. “Setelah dicek ke sana, yang dipermasalahkan hanya soal waktu. Di sana dilakukan pada malam, tidak pagi seperti lainnya. Tidak ada pencoblosan oleh KPPS. Mekanismenya tetap sama, pemilih dipanggil satu per satu. Cuma waktunya malam,” ucap Ketua Sentar Gakkumdu Banjar, AKP Ade Papa Rihi. Kabarnya, tidak ada bilik

dan kotak suara? Ade membenarkan. “Memang tidak ada. Cuma pakai plastik besar untuk tempatnya. Tapi dipisahkan juga per tingkatan. Bayangkan saja, jarak 30 kilometer dengan waktu tempuh enam jam dari Paramasan ke lokasi. Tentu berat kalau kotak suara dibawa. Makanya itu kami sebut TPS bergerak,” ucapnya. Selain itu, Gakkumdu dan Panwaslu Banjar juga memeriksa seorang pria yang diduga perekam video tersebut. Pria yang berdasar permintaan polisi tidak boleh disebut namanya, mengaku perekaman dilakukan sejak pukul 20.00 Wita hingga tengah malam, selama proses pencoblosan dilakukan di salah satu rumah di Dusun Pal 24, Desa Angkipih. “Saya bersumpah video tersebut benar. Kalau tidak, saya yang dikutuk,” ujarnya. Pria itu mengaku warga kawasan Loksado, HSS yang sedang mengatam di desa itu.

Rudy Janji ‘Panggil’ Direktur... Sambungan hal 1

dari Kemenkes pada 2012 itu, dari media. “Ini menyangkut pelayanan masyarakat, (kami) segera memanggil direktur RSUD Ulin,” ucapnya di Banjarmasin, Jumat (2/5). Kepada pers, Suciyati mengakui alat itu mengalami kerusakan. Namun, tidak bisa langsung diperbaiki karena ada tahapan-tahapan perbaikannya. Itu pun dilakukan oleh ahlinya. “Harus dipanggil dulu ahlinya untuk memeriksa penyebab pastinya kerusakan, kemudian baru diperbaiki kerusakannya,” kata dia. Untuk biaya perbaikan yang kabarnya mencapai sekitar Rp 300 juta, Suciyati mengatakan akan berkoordinasi dengan bagian Bagian Keuangan RSUD Ulin dan Sekretariat Pemprov Kalsel, untuk memastikan bisa tidaknya menggunakan dana talangan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Kami juga berencana mengusulkan ke APBD Peru-

bahan. Bila disetujui, dana dari APBD Perubahan bisa untuk menggantikan dana dari kas BLUD,” ucapnya. Suciyati meminta pasien tidak terlalu khawatir. Meski tidak secanggih MRI, RSUD Ulin memiliki alat CT Scan 128 slice. Fungsi kedua alat itu hampir sama. Berdasar pantauan, tidak sembarang boleh masuk ke ruang MRI. Kemarin, ditemani Kordinator MRI RSUD Ulin, Risa Dameria Soerbakti, koran ini diperbolehkan memasukinya. Sebelum masuk, semua benda dari logam, bahkan ponsel dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) harus ditinggal di tempat penitipan. Menurut Risa, selain RSUD Ulin hanya ada sembilan rumah sakit di Indonesia yang memiliki MRI. Dia pun mengatakan kinerja MRI dengan CT Scan berbeda. MRI tidak menggunakan radiasi seperti CT Scan untuk mendeteksi kondisi tubuh pasien. Selain itu MRI bahan cairan kontras hanya 10 mililiter, sedangkan

CT Scan sebanyak 100 mililiter. “Kelebihan MRI adalah bisa menangani pasien yang menderita kasus pembuluh darah di kepala, karena tidak memerlukan cairan kontras. MRI juga cocok digunakan bagi pasien yang memiliki riwayat cuci darah. Namun dianogsis menggunakan MRI lebih lama, sekitar 40 menit. Sementara CT Scan cukup 10 menit. Karena itu setiap hari MRI hanya melayani dua sampai tiga pasien,” ujar Risa. Berapa biaya pemeriksaan menggunakan MRI? Dia mengatakan tidak ada perubahan sejak dioperasionalkan yakni Rp 1,5 juta, namun jika bertambah kontras menjadi Rp 1,8 juta. Mengenai penyebab kerusakan MRI, Risa juga mengatakan karena tidak stabilnya suhu ruangan. “Seharusnya suhu ruang 29,5 derajat celcius, tetapi pada stabilisator suhu hari itu (kemarin) menunjukkan angka 24,4 derajat celcius. Setiap harinya berubah-ubah,” tegasnya. (has)

Masih Foto-foto Jelang... Sambungan hal 1

dengan candaan, “Ini seperti Titanic,” kata seorang anak sambil bersenandung lagu film Titanic yang dibawakan Celine Dion, My Heart Will Go On. Selang beberapa detik kemudian, seorang siswa mengomentari temannya yang menggunakan jaket pelampung. “Kenapa kamu pakai jaket pelampung. Kamu bodoh,” kata siswa itu. Siswa yang disebut bodoh membalas, “Saya tidak ingin mati.” “Ini adalah gambar terakhir yang perlu kita ambil sebagai kenangan terakhir,” sahut siswa lain. “Ah kita akan hancur,” kata siswa lainnya lagi. “Aku harus menyampaikan kata terakhirku sebelum mati,” kata seorang anak ber-

baju merah. Lalu siswa yang diduga Suhyeon memberikan ponselnya kepada temannya itu. “Ini, tinggalkan pesan lewat ponselku,” kata dia. “Tolong seandainya aku tetap hidup. Ibu, ayah, aku sayang kalian,” timpal seorang anak berjaket merah. Video Su-hyeon ini direkam pada pukul 08.52 waktu setempat, Rabu (16/4) lalu. Pada pukul 8.57, suara dari awak kapal kembali terdengar, “Tolong jangan bergerak”. Lalu terdengar lagi seorang siswa berkata, “Haruskah aku menelepon ibu? Ibu, ini sepertinya akhirku.” Kemudian pada pukul 09.30, seorang siswa berkata, “Apa yang kapten lakukan?”. Tiga menit kemudian, salah satu siswa lain berteriak bah-

wa ia tidak ingin mati. Suara dari interkom kembali terdengar, “Diam! Diam!”. Pada pukul 09.07, suara dari interkom kembali mengulangi instruksi. Kemudian pada pukul 09.08, satu menit sebelum video berakhir, beberapa siswa mulai panik. “Apa yang terjadi? Jika mereka mengatakan untuk memakai jaket, bukankah berarti kita akan tenggelam,” kata siswa lain. Video pun berakhir. Tenggelamnya kapal Sewol merupakan tragedi terbesar dalam sejarah Korea Selatan. Ratusan orang meninggal. Namun, kapten dan seluruh kru kapal selamat karena justru paling awal menyelamatkan diri. Kini mereka harus menjalani persidangan karena sikap tidak bertanggung jawab itu. (nyt/tik)

Panyakit Palui Sambungan hal 1

mah tangganya. Tapi lain wan bininya nang satiap saat mahatiakan Palui, manuduhi bila salah, maanjurakan bila ada nang harus digawi, nang maksudnya supaya kada manyupanakan. Kaya itu jua bininya babarapa kali datang ka duktur, maksudnya kada gasan baubat tapi handak bapapanderan haja, handak batakun panyakit Palui nang pina makin babangat. Aku ini pak duktur ai, handak manakunakan kabiasaan lakiku karna hanyar-hanyar ini pina makin baubah banar, kalu kaina bisa jadi panyakit, ujar bini Palui. Mana laki ikam, suruhakan masuk kasini ujar duktur. Lakiku di rumah, aku datang saurangan kada handak dikatahuinya, ujar bini Palui. Napa nang diaritnya, ujar duktur. Bila guring malam kadinginan, lalu tapalingkun bakalubut rapat wan tapih matan kapala sampai kabatis.

Lalu nang kada nyaman banar didangar karna guringnya mangaruh saling nyaringan ujar bini Palui. Baiklah, kalu kaya itu ikam kubari risip ubat lalu tabus di aputik, suruh inya mamakan sampai dua talu hari. Tapi bila kada ampih jua supaya ikam datang pulang kasini ujar duktur. Imbah babarapa hari Palui nginum ubat, nyatanya kada ampih jua malah makin babangat. Karna kada ampih jua maka bini Palui tulak pulang ka duktur bakunsultasi. Dikisahakannya bahwa ubat samalam balum manjur, lalu minta supaya dicariakan ubat lainnya. Duktur pinanya kabingungan wan panyakit Palui ini karna inya sudah mamilihakan ubat nang paling harat. Sambil bapikir lalu duktur batakun, si Palui ini kabiasaannya mamakan apa, ujarnya. Nang pasti gawiannya katuju banar maunjun hundang, bila dapat hundang ganal lalu disanga atawa dibanam sam-

pai tapaluh inya mamakannya. Wan kaya itu jua bila kada makan hundang inya katuju banar mamakan daging hadangan, ujar bini Palui. Oooooo...... kalau kaya itu, ubatnya nyaman banar. Partama jangan dibulihakan lagi inya maunjun hundang. Kadua, supaya kurangi saruan bila ada urang baaruhan, ujar duktur. Lalu mana risipnya wan apa ubatnya? ujar bini Palui. Aku kada mambari risip tapi mambari nasihat haja. Karna kira-kira bila kabanyakan makan hundang guringnya talingkun bungkuk kaya hundang, wan bila kabanyakan makan daging hadangan maka guringnya mangaruh kaya hadangan, ujar duktur. “Nah...... ini kubari risip supaya sigar awak banyakbanyaklah makan lalapan wan buah-buahan” ujar duktur. Tarima kasihlah duk, mudahan lakiku waras kada ngalih lagi manggaraknya bila sama-sama handak....... ujar bini. (tam)

Dia pun memiliki keluarga di sana.”Tidak ada tujuan apapun saat merekam itu. Ya, cuma iseng saja merekamnya. Tetapi, sembunyi-sembunyi juga mengambil gambarnya,” kata dia. Menanggapi keterangan itu, Ade mengatakan akan melakukan kroscek ke Dusun Pal 24. “Kami akan cek lagi untuk memastikan kebenaran keterangan saksi. Kami ingin mencari kebenaran material terkait pengaduan ini. Hasil klarifikasi menjadi bahan rekomendasi kami kepada Panwaslu,” katanya. (nic/wid)

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

DIPERIKSA - Mantan ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (memakai rompi tahanan) usai diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, di Jakarta, Jumat (2/5). Anas diduga terkait korupsi dalam proyek Hambalang, yang juga melibatkan mantan Menpora Andi Mallarangeng.

Pindahkan Perabot ke Rumah Pribadi Sambungan hal 1

barang-barang milik ‘negara’ berada di sana. Bahkan, kursi, meja dan televisi sudah ditata untuk bisa dinikmati. Hanya AC yang belum terpasang. “Untuk selanjutnya, kami serahkan kepada BPK, disuruh mengembalikan atau seperti apa?” ucap Rhudy. Sementara salah seorang staf Sekretariat DPRD Kapuas, Salmon mengungkapkan ada sekitar 30 item perabotan di

rumah dinas. “Sudah banyak yang tidak ada. Kami sebenarnya juga melakukan pendataan inventaris secara berkala, tetapi tidak enak kalau sering dilakukan,” katanya. Saat dihubungi, Robert mengatakan telah terjadi kesalahpahaman. Dia mengakui memindahkan perabotan ke rumah pribadi karena akan dilakukan pengecatan di rumah dinas. “Nanti pasti dikembalikan, setelah pengecatan selesai,” ujar dia.

Menyinggung kondisi cat di rumah dinas yang masih baik, Robert mengatakan pengecatan ulang bertujuan untuk keindahan bangunan. “Sudah saya jelaskan ke BPK,” tegas Robert. Sementara Sekretaris Dewan I Dewa Gede Oka Ariawan mengaku tidak mengetahui barang-barang yang dipindahkan ke rumah pribadi Robert karena tidak ikut mendampingi saat BPK melakukan pemeriksaan. Namun, dia mengatakan

penghapusan barang habis pakai yang merupakan inventaris milik pemerintah dapat dilakukan jika ada kerusakan, atau setidaknya bila sudah tidak layak pakai, yakni minimal 5 tahun setelah pengadaan barang. Jika sebelum lima tahun namun kepemimpinan dewan sudah berganti maka sekretariat akan melakukan pendataan ulang, kemudian barang-barang itu digunakan oleh pimpinan baru. (dd)

Ani sontak terkejut. “Mohon maaf pak hakim saya belum pernah masuk pengadilan. Saya mohon izin untuk minum, boleh Pak Hakim?” kata dia. Namun, Aviantara menolak permintaan tersebut. Dia menegatakan sidang harus diskors dahulu jika saksi ingin melakukan aktivitas di luar materi persidangan. Mendengar itu, Ani langsung mengeluarkan komentar yang memancing tawa dan tepuk tangan pengunjung. “Berarti, semestinya tadi (air minum) tidak boleh masuk. Mohon maaf, Pak Hakim,” ucap Ani. Pada sidang itu, Ani yang mengenakan blazer motif batik berwarna cokelat juga mengatakan menyelamatkan Bank Century setelah membandingkan manfaat dan mudarat (kerugian). Menurut dia, upaya penyelamatan terhadap Bank Century senilai Rp 632 miliar melalui FPJP lebih baik ketimbang mempertaruhkan nasib sistem keuangan nasional yang bernilai Rp 1.700 triliun. “Saya sebagai pembuat kebijakan harus memperhatikan mudarat sekecil-kecilnya. Kegagalan Bank Century akan menimbulkan ongkos

yang lebih besar, yaitu runtuhnya kepercayaan masyarakat. Dalam sejarah sistem keuangan dunia, tidak pernah ada negara yang bisa lolos dari krisis psikologis masyarakat,” katanya. Namun, secara tidak langsung Ani mengatakan tertipu oleh BI terkait data dan angka yang diberikan untuk menyelamatkan Bank Century. “Saya kecewa dengan data BI. Saya kaget Rp 632 miliar jadi Rp 4,6 triliun. CAR (capital adequacy ratio/rasio kecu kupan modal) 3,2 persen jadi minus 35,92 persen. Kalau angkanya meloncat-loncat seperti itu saya bisa mati berdiri. Tetapi, sebagai Menkeu, saya bertanggung jawab atas perekonomian di Indonesia,” tegas Ani. Pada surat dakwaan, JPU menegaskan Budi Mulya bersama Boediono dan sejumlah pejabat BI saat itu, telah melakukan tindakan yang merugikan negara Rp 683,29 miliar terkait kebijakan FPJP. Selain itu, mereka juga disebut telah merugikan negara sebesar Rp 6,7 triliun terkait penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. (tribunnews/edw/coz/dtn)

Presiden (ketika itu) Jusuf Kalla. “Sesudah pengambilan keputusan saya lapor ke presiden lewat wapres melalui SMS. Masih di hari itu. Setelah itu kami rapat lagi,” katanya. Saat ditanya jaksa, apakah dirinya menghadap Kalla terkait pengambilan keputusan itu, Ani menegaskan sudah melakukan pada 25 November 2008. “Kami menghadap ke Pak Jusuf Kalla bersama Gubernur BI (saat itu dijabat Boediono). Kami sampaikan Bank Century berdampak sistemik dan sudah diambil alih oleh LPS,” ujarnya. Namun, Ani mengaku saat pertemuan itu, dia tidak menjelaskan situasi krisis perekonomian global

yang dampaknya mempengaruhi Indonesia. “Saya tidak perlu melaporkan kondisi krisis, semua juga tahu. Saat itu kan krisis keuangan terbesar di dunia,” tegas dia. Pada BAP (berita acara pemeriksaan) Ani oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kedubes RI di Washington DC, AS, disebutkan saat itu terjadi perbedaan pendapat antara Yudhoyono dan Kalla tentang strategi strategi penyelamatan Bank Century. Disebutkan dalam BAP itu, Ani mengatakan Yudhoyono setuju untuk menjamin penuh, sementara sikap Kalla adalah sebaliknya. (tribunnews/ edw/coz/dtn)

Saya Bisa Mati Berdiri Sambungan hal 1

Dia menegaskan pada 2009, masyarakat tenang karena mengetahui Bank Century sudah diambil alih oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Bahkan, antrean nasabah yang akan menarik uangnya di Kantor Cabang Bank Century Surabaya, Jatim dan Medan, Sumut mulai berkurang. Mendengar itu, Roni mempertanyakan relevansi ketenangan masyarakat dengan kerugian negara karena uang yang ditanam di Bank Century itu merupakan milik negara. Bukannya menjawab, Ani justru balik bertanya, “Kalau ketenangan masyarakat nilainya berapa kira-kira?” “Oh, Tidak bisa diukur,” jawab Roni. “Bisa dong, Pak,” kata Ani. “Dari mana bisa diukurnya?” ucap Roni. Apa jawaban Ani? Dia mengatakan saat itu ada Rp 1.700 triliun uang rakyat di seluruh bank. Lalu ada juga 82 juta akun rekening. Menurut dia, angka-angka itulah yang dijaga agar tak terjadi kepanikan. Selain perdebatan, sidang selama 6,5 jam sejak pukul 10.30 Wita yang mendapat penjagaan ketat aparat ke-

polisian itu juga diwarnai aksi ‘lugu’ Ani yang kini menjabat sebagai managing director World Bank. Bermula saat pengeras suara (mikrofon) anggota tim JPU, Ahmad Burhanudin, tiba-tiba tidak berfungsi. Dalam kondisi tetap duduk di kursi saksi, Ani langsung menawarkan mikrofon yang digunakannya. Dia kemudian berjalan menuju meja JPU untuk memberikan mikrofon yang dipakainya. Namun tawaran itu ditolak oleh Burhanudin. Alasannya, karena mkrofon yang digunakan oleh tim JPU terekam secara otomatis saat digunakan. Berbeda dengan alat pengera suara yang digunakan saksi. Mendengar itu, Ani langsung nyeletuk,” Oh..tidak terekam ya.” Saat mikrofon JPU diperbaiki, Ani melakukan aksi lain. Dia mengambil mug dari dalamtas, lalu meminum air di dalamnya. Melihat itu Ketua Majelis Hakim Aviantara langsung menegur dia. “Tentunya di pengadilan ini, khususnya di persidangan, itu kalau mau minum silakan, tapi harus ada izin untuk di luar,” ucapnya.

Keputusan 4,5 Jam Sambungan hal 1

Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dan diambil alih LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dengan nilai penyertaan modal sementara (PMS) sebesar Rp 632 miliar agar capital adequacy ratio (CAR/ rasio kecukupam modal) menjadi positif 8 persen. Keputusan itu, menurut Ani diambil dengan pertimbangan mencegah krisis ekonomi dan sistem keuangan tidak mengalami permasalahan. “Malam hari itu dibutuhkan Rp 632 miliar dengan pertimbangan mencegah sistem keuangan rusak yang nilainya Rp 1.700 triliun. Sebagai pembuat kebijakan saya pertimbangkan

keluarkan Rp 632 miliar agar tidak seperti (krisis ekonomi) pada 1997/1998. Nilai (bila) menutup Bank Century sangat besar yaitu kepercayaan masyarakat yang mungkin akan runtuh,” ujar dia. Apalagi, imbuh dia, BI mendapat laporan ada 18 bank yang bermasalah likuiditasnya dan lima bank yang mengalami nasib seperti Bank Century. “Bahkan ada antrean panjang (nasabahyang hendak menarik uangnya) di satu bank di Surabaya dan Medan,” ucap Ani. Kebijakan menyelamatkan Bank Century, menurut dia, sudah dilaporkan langsung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil

Menkes: Sementara Jangan ke Arab Saudi Sambungan hal 1

menyarankan melakukan pengecekan ke dokter sebelum pergi ke Arab Saudi. Meski demikian, dia mengatakan Kemenkes belum berencana membuat vaksin antivirus corona yang bisa digunakan jemaah umrah di Indonesia. Pemberian vaksin meningitis dirasa masih cukup untuk perlindungan. “Apalagi penyebaran virus corona belum menjadi pandemik, namun memang meluas tapi tidak terjadi seluruh dunia,” tegasnya. Selain menyarankan masyarakat menunda dulu rencana kepergian ke Arab Saudi, Nafsiah juga mengungkapkan pemerintah melalui Kemenlu telah menawarkan kerja sama dengan peme-

rintah Arab mengatasi penyakit itu. “Kita sudah memiliki pengalaman mengatasi flu burung. Pengalaman itu bisa digunakan untuk membantu.” ujar dia. Menyinggung kabar adanya warga Indonesia yang terkena virus itu, Nafsiah membantahnya. “Ada yang telah kembali ke Indonesia tapi saat dilakukan pemeriksaan kondisi negatif. Namun, Tapi jika selama 14 hari di Tanah Air mengalami keluhan batuk, demam dan sesak yang dalam waktu satu sampai dua hari memburuk perlu berobat dan memberitahukan kepada petugas kesehatan,” katanya. Menurut Nafsiah, jika telah masuk stadium lanjut, penderita tidak hanya akan de-

mam tinggi tapi juga mengalami sesak nafas dan gagal ginjal. Sebagai langkah antisipasi, di bandara dan pelabuhan, Kemenkes menyediakan alat deteksi. Jika ditemukan ada yang mengalami gejala setiba dari Arab Saudi akan langsung diisolasi. Tak Pengaruh Pengelola biro umrah dan haji Nur Ramadhan Travel Chairani Idris membenarkan adanya ancaman virus corona. Namun, kondisi tersebut tidak memberi pengaruh besar bagi jemaah umrah. Tidak ada jemaah yang membatalkan keberangkatannya. “Setahu saya, virus itu ada di Riyadh, sekitar dua jam perjalanan ke Makkah. Jemaah aman-aman saja. Tak ada gejolak. Semua berjalan normal. Saya pikir kabar tersebut

terlalu berlebihan. Bahkan kami curiga ada permainan bisnis ingin melariskan jualan vaksin,” ucap Chairani. Setahu dirinya, dengan suntikan vaksin meningitis dan mengikuti prosedur, jemaah bisa tetap menjalankan ibadah di Tanah Suci, secara tenang. “Kami juga akan kembali memberangkatkan jemaah umrah. Sudah banyak yang mendaftar dan tak ada masalah,” kata dia. Staf Marketing Hanny Aulia Wisata, Dhani Rahmayandi juga meminta jemaah tidak terlalu khawatir. Dia pun menegaskan dengan suntikan virus meningitis, jemaah bisa tenang beribadah. “Selama ini tak ada penundaan maupun pembatalan. Kami minta jemaah tak khawatir,” tegas Dhani. (tribunnews/esy/ris)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Banjarmasin Post Sabtu, 3 Mei 2014 by Banjarmasin Post - Issuu