Banjarmasin Post
5
JUMAT 28 MARET 2014
www.banjarmasinpost.co.id
Peluang Dulang Medali Grasstrack Dipertandingkan di PON
BPOST GROUP/AYA SUGIANTO
DI Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Bandung, Jawa Barat 2016 tak hanya mempertandingkan nomor road race, juga akan memperlombakan grasstrack. “Di PON XIX ada dua no-
“Sepengetahuan kami ada empat pebalap bagus dan berhasil meraih juara di event nasional” ADI PARMA Biro Balap Motor IMI Kalsel
mor yang dipertandingkan di cabang olahraga balap motor, yakni road race dan grasstrack. Grasstrack merupakan kali pertama dipertandingkan di PON XIX,” papar Adi Parma, Biro Balap Motor Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalsel, Kamis (27/3). Namun, lanjut dia, pihaknya masih belum mengetahui berapa kelas yang bakal dipertandingkan di PON mendatang. “Kita mendapat informasi dari PB IMI hanya pemberitahuan grasstrack juga dipertandingkan di PON. Kalau berapa kelas yang dipertandingkan, kami belum mendapat informasi.” Menurut Adi yang didampingi Sipliansyah, Kabid Roda Empat Pengprov IMI Kalsel, mereka menyambut gembira dipertandingkannya grasstrack di PON nanti. Pasalnya, lanjut dia, Kalsel banyak memiliki crosser andal di nomor grasstrack. “Sepengetahuan kami ada empat pebalap bagus dan berhasil meraih juara di event nasional. Keempatnya merupakan atlet Tanahbumbu dan Tanahlaut serta Hulu Sungai,” tandasnya. Mengingat prestasi yang
ditoreh pembalap Banua asal Tanahbumbu cukup menggembirakan, peluang mendulang merebut medali di PON di Jabar di nomor ini cukup besar. Selain akan mempersiapkan pembalap yang bakal bertarung di nomor grasstrack, Pengprov IMI Kalsel terus melakukan pembinaan terhadap rider di nomor road race. “Kita telah menyiapkan beberapa pembalap di road race pada PON tahun 2016. Atlet yang direkrut nanti merupakan hasil pantauan selama kejurnas dan kejurda dan event lainnya,” kata Adi yang juga Koordinator Komisi Balap Motor Region Kalimantan. Rekannya, Sipliannsyah, menambahkan di antara pembalap roda race yang dipanggil seperti Iman Nico, AM Prayuha, Riski Ananda Nafarin, Wahyu Saputra, dan Maulana. “Mereka tidak sekadar meraih medali emas Poprov, juga prestasi disetiap Kejurnas cukup konsisten,” jelasnya. Malah tiga pembalap Kalsel, yaitu Iman, Prayuda dan Rizki telah naik status menjadi seeded di Indo Prix. “Mengingat prestasi pembalap Kalsel cukup bagus diberbagaikejurnas road race, kami optimistis bisa mendulang medali di PON mendatang,” tegas anggota Komisi Balap Motor PP IMI pusat itu. Di PON XVIII di Riau 2012 lalu, road race mempertandingkan empat nomor, yakni kelas 115 cc perseorangan dan beregu, 125 cc perorangan dan beregu. (ful)
Berharap Dayung di PON Remaja ATLET dan pengurus Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalsel, sangat berharap dayung dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I di Jawa Timur, Desember 2014 nanti. “Saat ini dayung bersama enam cabang olahraga lainnya diusulkan dipertandingkan di PON Remaja. Semoga usulan itu disetujui panitia PON Remaja,” jelas Dony Wirawan, Sekretaris Umum Pengprov PODSI Kalsel, kemarin. Menurut dia, walau pun belum ada kepastian apakak dayung dipertandingkan atau tidak di PON Remaja, mereka tetap mempersiapkan atletnya. “Kita telah mempersiapkan sembilan pedayung ke PON Remaja, termasuk Noor Hafizah. Bila ada kepastian, atlet kita sudah siap bertarung,” tandasnya. Ditambahkan dia, kans pedayung remaja Kalsel mendulang medali cukup besar. Pasalnya, setiap Kejurnas Dayung Junior maupun Popnas, Kalsel selalu membawa pulang medali. Senada diungkapkan Noor Hafizah, pedayung Kalsel yang masih berusia 15 tahun. “Mudah-mudahan PON Remaja mempertandingkan dayung, sehingga saya bisa tampil di sana,” harapnya. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum KONI Kalsel, HM Welny, mengungkapkan ada tujuh cabang olahraga yang diusulkan dalam Rapat Anggota KONI Pusat di Jakarta, beberapa waktu lalu.
“Saat ini dayung bersama enam cabang olahraga lainnya diusulkan dipertandingkan di PON Remaja. Semoga usul itu disetujui panitia PON Remaja” DONY WIRAWAN Sekretaris Umum Pengprov PODSI Kalsel
Tujuh cabang olahraga diusulkan itu di antaranya gulat, menembak, dan dayung. Tambahan tujuh cabor itu dipertandingkan di PON Remaja, akan ditentukan pertemuan Pemprov dan KONI Jatim dengan KONI pusat. Ini menyangkut kemampuan dana yang semuanya ditanggung APBD tuan rumah. Welny juga menyebutkan, sampai saat ini belum mengetahui kuota atlet tiap daerah serta nomor yang dipertandingkan tiap cabang olahraga. “Informasi yang kami dapat hanya batasan usia 12-16 tahun,” tegasnya. Mengingat masih belum pastinya jumlah kuota tiap daerah, serta nomor yang dipertandingan tiap cabang olahraga serta surat pemberitahuan secara resmi PON Remaja, membuat KONI Kalsel belum berani mengadakan pemusatan latihan. “Kalau sudah ada kepastian jumlah cabang olahraga dan nomor dipertandingkan, kami akan mengundang pengurus untuk membahas Pelatprov ke PON Remaja,” tegas Welny. (ful)
2803/B05