

Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad

![]()


Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad




Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad















Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
1 Latar Belakang
2 Fokus Isu
3 Alur Pelaporan dan Penanganan Isu - Kekerasan Seksual - Kesehatan Mental - Disabilitas - Akademik - Finansial - Kekerasan Seksual - Kesehatan Mental - Disabilitas - Akademik - Finansial
4 Struktur Organisasi dan Stakeholder Terkait
5 SOP dan Kontak Penting - Kesehatan Fisik



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Fikom Crisis and Counseling Center (Comselor) merupakan sebuah sarana layanan pelaporan dan konseling yang ditujukan untuk membantu Kema Fikom dalam menangani isu-isu atau permasalahanpermasalahan krisis seperti disabilitas, permasalahan finansial, kesehatan fisik dan mental, permasalahan akademik, hingga kasus kekerasan seksual atau masalah personal lain yang sekiranya menghambat proses akademik di lingkungan kampus Fikom Unpad. Hadirnya Comselor ini diharapkan akan menjadi langkah tambahan dalam menciptakan suasana lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh Kema Fikom.



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Comselor ini berada dibawah naungan Departemen
Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom
Unpad. Adanya Comselor menjadi wujud nyata dari visi dan misi serta fokus isu BEM Kema Fikom 2024 yang berbunyi:
Ruang Aman
Munculnya permasalahan di dalam lingkungan Kema Fikom selama beberapa tahun kebelakang mengenai ruang aman bagi para mahasiswa mendorong kami untuk menetapkan tujuan dan melakukan pengawalan yang tepat dalam menjanjikan ruang aman untuk Kema Fikom.

Warna Hijau dan Kuning
>> Melambangkan Kema Fikom
Tangan Bergandengan Membentuk Hati
>> Saling membantu, mengayomi, menjaga
Bermaknakan Kema Fikom yang selalu berpegangan tangan untuk saling membantu, mengayomi, sama menjaga



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan
Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) yang diinput sejak tanggal 1 Januari s/d 4 Oktober 2024, tercatat ada 19.227 kasus kekerasan di Indonesia.
Dari diagram diatas, terlihat bahwa kasus kekerasan seksual menempati posisi teratas dengan jumlah 8.863 kasus dari total keseluruhan.
Adapun dalam lembar fakta catatan tahunan (CATAHU)
Komnas Perempuan tahun 2023 ini ditemukan kasus-kasus kekerasan di tempat pendidikan, dengan rincian: 37 kasus kekerasan seksual dan 355 kasus kekerasan fisik.



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Berdasarkan data laporan kekerasan seksual yang dipublikasikan oleh Satgas PPKS Unpad, tercatat sebanyak 33 laporan masuk dalam rentang September 2022 - Juli 2024.
Adanya Satgas PPKS ini pun selaras dengan peraturan yang berlaku: Permendikbudristek dan Peraturan Rektor.



Nomor 30 Tahun 2021
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi
Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 hadir sebagai langkah awal kita untuk menanggapi keresahan mahasiswa, dosen, pimpinan perguruan tinggi, dan masyarakat tentang meningkatnya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi.
Permendikbudristek PPKS mengatur langkah-langkah yang penting di perguruan tinggi untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual. Di samping itu juga membantu pimpinan perguruan tinggi dalam mengambil tindakan lebih lanjut untuk mencegah berulangnya kembali kekerasan seksual yang menimpa sivitas akademika.
Akses Lengkap:
Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021



Nomor 41 Tahun 2021 Tentang
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Universitas Padjadjaran
Peningkatan jumlah kasus kekerasan seksual jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Disamping itu, hal ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kurang optimalnya penyelenggaraan Tridharma
Perguruan Tinggi dan menurunkan kualitas pendidikan tinggi. Sejalan dengan hal tersebut, pihak kampus
Universitas Padjadjaran mengeluarkan Peraturan
Rektor Nomor 41 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan
Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan
Universitas Padjadjaran. Peraturan Rektor ini diharapkan dapat memberikan ruang aman bagi seluruh sivitas akademika.
Akses Lengkap:
Peraturan Rektor Nomor 41 Tahun 2021



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2023, didapati jumlah penduduk usia >15 tahun memiliki masalah kesehatan jiwa hingga depresi. Masalah kesehatan jiwa seperti ini dapat menjadikan penderita melakukan perbuatan negatif. Angka perbuatan negatif seperti ini juga didapati cukup tinggi pada Data Sistem Registrasi Sampel yang dihimpun oleh Badan Litbangkes 2016.
1.800
diantaranya memilih untuk mengakhiri hidupnya tiap tahunnya
Jumlah angka tersebut jika dirata-rata setara dengan...
± 19 juta penduduk* memiliki
± 12 juta penduduk* memiliki
*penduduk usia >15 tahun
5 orang mengakhiri hidup per harinya



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Mirisnya, pelaku kasus tersebut diketahui sekitar 47,7% memiliki rentang usia 10-39 tahun. Golongan ini masuk dalam kategori usia anak remaja dan usia produktif.
Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ditunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023 ini terdapat 17 kasus. Jumlah ini diperkirakan masih belum menunjukkan jumlah yang sebenarnya karena kesadaran untuk melaporkan kasus seperti ini juga belum terbentuk dengan baik.
Dari banyaknya kasus yang beredar, beberapa diantaranya dilakukan oleh kalangan mahasiswa. Kasus seperti ini diketahui telah terjadi di beberapa Universitas di Indonesia, antara lain Universitas Airlangga (Unair), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Negeri
Semarang (UNNES), Universitas Katolik Widya Mandira, dan Universitas Indonesia (UI).
Di Unpad sendiri, beberapa kasus seperti ini juga terjadi dalam beberapa tahun sebelumnya. Terhitung dari akhir Desember 2018 hingga Maret 2019, tiga mahasiswa Unpad melakukan aksi tersebut. Tentunya hal ini diharapkan untuk tidak terjadi lagi.



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Jonna Damanik, Komisaris Komisi Nasional Disabilitas Indonesia, saat menghadiri acara Kedutaan Besar Inggris dan “Alunjiva Indonesia” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Kamis (18/1/2024), menyatakan bahwa hanya 2,87 persen penyandang disabilitas yang menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dilansir dari Kanal Media Unpad pada saat Gelar Wicara “Rektor Ngobras (Ngobrol Bareng Disabilitas)” yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad secara virtual, Jumat (3/12/2021), Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti mengatakan bahwa Unpad membuka akses seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Seluruh warga negara Indonesia punya kesempatan yang sama tidak bisa dibeda-bedakan. Siapapun WNI-nya boleh masuk Unpad. Siapapun mahasiswa Unpad tapi teristimewa, pasti diberi beasiswa. Haknya harus sama. Kita akan coba komunikasikan ke SLB bahwa Unpad bisa menerima dan ada fasilitas, beasiswa, dan ekosistem yang akan membantu
— Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti
Pernyataan Rektor tersebut akhirnya diiringi dengan pembentukan Pusat Layanan Disabilitas (PLD) di tingkat Universitas, tetapi masih sangat baru dan belum jelas alur pelaporan dan pengadvokasiannya. Untuk di Fikom sendiri, perbaikan fasilitas untuk para penyandang disabilitas terus dilakukan sampai sekarang walaupun belum optimal. Maka dari itu, Comselor hadir untuk menjadi wadah pelaporan yang optimal.



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Masalah yang senantiasa dialami oleh mahasiswa umumnya adalah masalah akademik atau biasa disebut stres akademik. Hal ini terjadi dalam bentuk tekanan dan ketegangan karena tuntutan dan harapan dari lingkungan akademik mereka, terlebih saat-saat masa ujian. Adapun penyebab stres akademik terdiri dari beberapa faktor, diantaranya:
Faktor Psikologis: rendahnya self-esteem, self-confidence, dan kesepian.
Faktor Akademik: prokrastinasi akademik, beban kerja akademis, hubungan negatif dengan dosen/staf, kurangnya menguasai materi, dll.
Faktor Biologis: jenis kelamin, kesehatan fisik/penyakit bawaan, dan usia.
Faktor Gaya Hidup: kurangnya tidur, kurangnya aktivitas fisik, gangguan makan.
Faktor Sosial: tuntutan keluarga, kompetisi kelas, kurangnya jejaring sosial yang produktif, dll.
Faktor Finansial: kemiskinan, kurang dukungan finansial, pendapatan keluarga yang rendah, dll.



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Dalam Keputusan Rektor Unpad nomor 521/UN6.RKT/Kep/HK/2023 tentang Penetapan UKT, Biaya
Penyelenggaraan Pendidikan, dan Iuran Pengembangan Institusi Tahun Akademik 2023/2024 yang ditetapkan pada tanggal 17 Maret 2023 lalu, UKT dinaikkan bagi mahasiswa program sarjana jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), dan jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), serta jalur Seleksi Masuk Unpad (SMUP).
Alasan kenaikan UKT itu dijelaskan oleh Wakil Rektor Unpad
Bidang Sumber Daya dan Keuangan, Ida Nurlinda bahwa hal itu ditujukan untuk menyesuaikan dengan Biaya Kuliah Tunggal (BKT), dan juga hasil patokan (benchmark) dengan universitas lain.
Sementara pada jalur seleksi mandiri atau SMUP, biaya untuk
Iuran Pengembangan Institusi (IPI) atau sebelumnya biasa disebut Dana Pengembangan (DP) rata-rata menurun. Contohnya dapat dilihat pada Fakultas Kedokteran, yang sebelumnya terdapat dana pengembangan sebesar Rp 250 juta, sekarang senilai 195 juta. Namun, UKT mahasiswa Kedokteran jalur SMUP 2023 dipatok menjadi Rp 20,5 juta per semester, naik dibandingkan dengan tahun 2022 lalu yang senilai Rp 15 juta per semester. Unpad juga menerapkan UKT SMUP hanya satu golongan dengan besaran biaya yang beragam di setiap program studi.



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Sementara dari jalur nasional SNBP dan SNBT, Unpad membaginya menjadi 8 jenis UKT. Untuk kelompok I dan II di seluruh fakultas yaitu Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.
Sedangkan untuk kelompok III dan VIII mulai dari Rp 2 juta hingga paling mahal Rp 24 juta. UKT dari jalur SNBP dan SNBT yang naik tersebar di 58 program studi kisaran dari kelompok UKT III hingga VIII.

Untuk tahun ini (tahun 2023) perubahannya berupa kenaikan UKT dan penurunan iuran pengembangan institusi untuk beberapa program studi
— Kepala Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi
Di samping naik turunnya UKT yang ada saat ini, Unpad senantiasa berupaya memberikan kesempatan untuk meringankan beban finansial para mahasiswanya dengan cara menyediakan beragam beasiswa dari segala pihak yang ada. Salah satu contohnya adalah Hasbi, mahasiswa Kearsipan
Digital FISIP Unpad yang dapat melanjutkan kuliahnya karena
Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) yang disediakan oleh Unpad.



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA)
CATAHU 2023: Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2022
Info Data Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia Tahun 2023
Misteri Kematian Mahasiswi Unair dan Maraknya Bunuh Diri Anak
Makin Marak Terjadi, Ini 5 Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Sepanjang 2023
Kurun Waktu 81 Hari Ada 3 Mahasiswanya Gantung Diri, Begini Kata Unpad



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa
BEM Kema Fikom Unpad 2024
Penyandang Disabilitas Indonesia dinilai Minim Akses
Pendidikan Formal
Unpad Siap Menuju Kampus Ramah Disabilitas
Tekanan Belajar: Memahami Akar Masalah Stres Akademik
Pada Mahasiswa
Rektor Unpad Naikkan Biaya Kuliah Mahasiswa Baru 2023
Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri
Cerita Hasbi: Mahasiswa Tunarungu Hampir Batal Kuliah, Kini
Dapat Beasiswa di Unpad



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Secara keseluruhan, enam fokus isu yang diangkat oleh
Comselor akan ditangani dengan bantuan satgas yang ada di lingkungan kampus.
Penjaringan isu melalui survei
Penerimaan laporan melalui Hotline Comselor
Penerimaan dan pengolahan laporan
Disabilitas
Penanganan oleh satgas terkait



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Penerimaan laporan melalui Hotline Comselor
Pendampingan pelapor
Penerimaan dan pengolahan laporan
Pelaporan kepada pihak Fakultas
Pelaporan kepada pihak Satgas
Rekomendasi dari pihak Satgas
Tindak lanjut dari pihak Fakultas
Keputusan pimpinan Universitas
Pemantauan kondisi pelapor secara berkala



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Penjaringan isu melalui survei
Penerimaan laporan melalui Hotline Comselor
Penerimaan dan pengolahan laporan
Pendampingan dan penanganan secara psikologis
Penilaian kondisi dan kebutuhan pelapor
Pendampingan dan penanganan secara medis
Pemantauan kondisi pelapor secara berkala



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Penjaringan isu melalui survei
Penerimaan laporan melalui Hotline Comselor
Penerimaan dan pengolahan laporan
Penilaian kondisi dan kebutuhan pelapor
Pendampingan dan penanganan secara medis
Pemantauan kondisi pelapor secara berkala



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Penjaringan isu melalui survei
Penerimaan dan pengolahan laporan
Penilaian kondisi dan kebutuhan pelapor
Disabilitas Mental
Disabilitas Fisik
Disabilitas Sensorik
Disabilitas Intelektual
Pendampingan dan penanganan sesuai dengan kebutuhan pelapor dan pengembangan potensi teman-teman disabilitas
Pemantauan kondisi pelapor secara berkala



Penjaringan isu melalui survei
Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Penilaian kondisi dan kebutuhan pelapor
Penerimaan laporan melalui Hotline Comselor
Penanganan berdasarkan faktor pemicu eksternal (lingkungan sosial, lingkungan nonsosial, sarana dan prasarana)
Penerimaan dan pengolahan laporan
Penanganan berdasarkan faktor pemicu internal (finansial, psikologis, kebiasaan belajar, kesehatan)
Pemantauan kondisi pelapor secara berkala



Penjaringan isu melalui survei
Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Penerimaan laporan melalui Hotline Comselor
Penerimaan dan pengolahan laporan
Penilaian kondisi dan kebutuhan pelapor
Bantuan untuk dicarikan beasiswa uang kuliah, biaya hidup dan tempat tinggal
Bantuan dalam bentuk pemberdayaan usaha dan koperasi
Pemantauan kondisi pelapor secara berkala



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Departemen Advokasi
dan Pelayanan Mahasiswa BEM Fikom Unpad
Program Manager
Comselor
Satgas PPKS Pihak Fakultas Pihak Eksternal
Psikolog
Hi-Care (Fapsi)
Komunitas
Disabilitas
Dll.



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Comselor
Pihak Fakultas
Pihak Prodi
APM Hima



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Semua hal yang dilaporkan korban seperti identitas, kronologis laporan, kesaksian, barang bukti, dan data lainnya akan dirahasiakan sepenuhnya
Laporan yang masuk akan ditangani oleh program manager Comselor yang identitasnya dirahasiakan bersama satgas terkait yang turut merahasiakan laporan ini (satgas dan pengelola fakultas wajib menindaklanjuti dan mencari solusi)
Pelapor harus memberikan laporan atau kesaksian yang sebenar-benarnya dan tanpa paksaan dari pihak manapun atau siapapun



Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Fikom Unpad 2024
Penerimaan dan pengolahan laporan
Pemeriksaan alat bukti
Musyawarah Satgas PPKS
Unpad atas hasil pemeriksaan
Rekomendasi Satgas PPKS Unpad
Keputusan Rektor Universitas Padjadjaran
Penilaian kondisi dan kebutuhan korban
Rehabilitasi Medis (Rujukan ke Rumah Sakit)
Rehabilitasi Psikologis (Rujukan ke Konseling)
Pemenuhan Rasa Aman (Penyediaan Rumah Sementara)
Pendampingan Hukum (Rujukan ke Biro Bantuan Hukum)
Pendampingan Sosial (Rujukan ke Pendamping Sosial)
@ppksunpad Hubungi Hotline Satgas PPKS! (+62)8112200424 satgas.ppks@unpad.ac.id bit.ly/LaporPPKSUnpad


