Issuu on Google+

19

SELASA (PAHING) 13 MEI 2014 13 RAJAB 1435 H RAJAB 1947

Facebook: www.facebook.com/beliapr

Twitter: @beliapr

E-mail: belia@pikiran-rakyat.com

FOTO: KEKE

Mari Mengenal

"Tahukah Kamu Apa Itu Penyakit Lupus?" Irfan, SMAT Krida Nusantara

S

Bukan Nilai yang Utama K

ITA tidak ingin nilai kita kecil? Tidak mau remedial? Tidak mau terlihat menjadi orang bodoh apalagi kalau ada seseorang yang kita suka. Apa yang harus kita lakukan? Anak kecil pun bisa berkata, “Ya belajar”. Perkataan yang dipikirkan anak kecil tersebut pasti bisa dikatakan oleh anak remaja. Tapi apa mungkin kita ilmunya sama dengan anak kecil? Tentu tidak kan. Anak kecil berkata belajar dan seharusnya anak remaja tidak cukup berkata, tetapi bertindak dalam hal positif. “Sudah belajarkah kita?” Beribu alasan pun terucap dengan sepontan. Malas, sibuk main, ketiduran, lupa. Kebiasaan tersebut sangatlah merusak masa depan kita yang kita impikan. Alasan tersebut sudah tidak zaman lagi untuk saat ini, yang lagi zaman pada saat ini yaitu, “ menuliskan tugas sekolah di buku kecil”. Dengan kegiatan tersebut, kita bisa mengerjakan semua tugas kita sebagai pelajar. Itu sangat simple untuk salah satu cara sukses. Sering kali yang dipikiran para pelajar hanya nilai yang memuaskan untuk mendapatkan perhatian dari setiap orang terutama orang tua. Ketika ada ulangan mendadak, terkadang beberapa orang panik karena belum mempersiapkannya. Akhirnya, jalan pintas yang membuat diri kita menjadi “pengecut” pun dijalani. Jika ulangan mendadak tersebut terjadi, pasti kita dapat membedakan mana anak rajin, mana anak “pengecut”. Anak rajin pastinya tenang dalam mengerjakan ujian, sedangkan anak “pengecut” sibuk mencari-cari jawaban. Ada yang searching lewat HP, nanyain teman dan lain-lain. Lebih bangga hasil sendiri daripada hasil nyontek. Anehnya jika anak rajin bahagia karena telah menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu. Para anak “pengecut” berbicara, “biasa aja kali aku juga bisa.” Mana kata bisa tersebut, jika anak pengecut tersebut belajar pasti merasakan kebahagiaan yang dirasakan anak rajin. Nilai anak pengecut memang bisa tinggi dengan hasil nyontek. Tetapi bagaimana dengan nasib para anak rajin? Yang bisa tergeser peringkatnya? Untuk anak yang rajin tenang saja, pasti kita lebih sukses daripada anak pengecut. Banyak universitas maupun perusahaan yang masih membutuhkan anak seperti kita yang memiliki kejujuran. Oleh karena itu, sebelum penerus bangsa memiliki akhlak yang rendah, terutama para pelajar. Biasakanlah berbuat jujur dan jadwalkan tugas-tugas kita dengan efektif. Ingat sobat, nilai bukanlah yang kita raih, tetapi proses dan ilmu yang dapat memberikan manfaat terhadap orang lain. Jika masa depan kita hancur karena ketidakjujuran dan ketidakdisiplinan kita, bayangkan seberapa sedihnya orangtua kita?*** Risma Siti Aisyah , SMAN 24 Bandung

mukan, loh! Tetapi terdapat beberapa faktor risiko yaitu genetik (keturunan) dan lingkungan yang menyebabkan seseorang menyandang penyakit ini. Faktor lingkungan yang diperkirakan sebagai penyebab adalah obat-obatan, racun, makanan, dan sinar matahari. Gejala penyakit ini sangat beragam, oleh karena itu dokter terkadang sulit untuk mendiagnosis lupus. Biasanya, penyandang penyakit ini merasa lemah badan, demam, dan nyeri pada sendi dan otot. Kadang gejala ini disalahartikan dengan flu yang berulang. Si Luppy punya tiga bentuk, yaitu Cutaneus Lupus, Systemic Lupus Erythematosus (SLE), dan Drug Induced Lupus (DIL). Cutaneus Lupus sering disebut discoid yang memengaruhi kulit. Systemic Lupus Erythematosus (SLE) menginfeksi organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, ginjal, jantung, hati, otak, dan saraf, sedangkan Drug Induced Lupus (DIL) terjadi karena penggunaan obat-obatan tertentu. Remaja Harus Peduli Wini, seorang siswa berusia 13 tahun, didiagnosis menderita lupus sejak Juli 2013 silam. Ia pun harus menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan untuk menimimalkan kemunculan ruam merah di wajahnya. Meskipun jadi sering nggak masuk sekolah, prestasi Wini amat membanggakan karena ia masuk ke dalam jajaran 5 besar di sekolah. Ada lagi Ayu Gandini, siswa kelas 2 SMP Pangalengan 3 yang didiagnosis lupus sejak 2009 silam. Bahkan, ia sempat setahun nggak sekolah karena menjalani perawatan, tetapi tetap naik kelas karena punya kecerdasan di atas rata-rata. Saat ini ia pun masuk jajaran ranking 3 besar dan aktif di ekskul kesenian. Awalnya ketika tahun 2007, Ayu tifus dan setahun kemudian kambuh. Setelah memeriksakan ke rumah sakit, ketahuanlah kalau Ayu positif Lupus. “Ketika harus dikemoterapi, ibu sempat panik juga karena takut kenapa-kenapa. Tapi kami nggak putus asa dan sekarang kemonya sudah selesai. Perawatan tetap dijalani dan percaya saja dengan pertolongan Allah. Alhamdulillah justru Ayu jarang sakit, palingan pilek sebentar,” ujar Bu Eli, ibu dari Ayu. Ayu tumbuh jadi cewek yang berse-

mangat tinggi. Bahkan, kalau sang ibu udah melarang agar jangan terlalu capek, Ayu justru malah makin semangat. “Ia selalu bilang ‘Biarin divonis Lupus juga da Ayu mah percaya ke Allah.’ Alhamdulillah dengan perawatan yang baik, Ayu juga pertumbuhannya baik, rambutnya bagus, dan punya daya ingat yang kuat. Intinya sih jangan patah memberikan semangat,” tutur Bu Eli. Belia sempat ngobrol dengan Teh Rini Andhariyani dari Yayasan Lupus Indonesia, katanya remaja itu harus aware terhadap lupus sejak dini. Soalnya nih penyakit lupus banyak dialami oleh manusia, terutama wanita yang ada dalam usia produktif. Nah, kita yang remaja itu kan sudah masuk dalam usia produktif, makanya remaja sangat penting untuk aware dan tahu informasi (gejala-gejala) lupus. “Terlebih lagi pada usia remaja mereka memiliki banyak kegiatan sementara salah satu pemicu lupus adalah kelelahan yang berlebih. Dengan mereka aware dan tahu info tentang lupus, ketika mereka mengalami gejala-gejala yang mengarah pada lupus mereka bisa segera memeriksakan diri sehingga bisa mendapat pengobatan lebih awal yang tentunya menghindari kondisi yang lebih berat,” tambah Teh Rini. Lebih jauh Teh Rini juga bilang bahwa dengan paham dan mengerti tentang Lupus remaja juga bisa menjadi perpanjangan tangan untuk menyebarkan informasi tentang Lupus ke khalayak umum. Karena pada kenyataannya nih masih banyak banget masyarakat termasuk remaja yang belum paham tentang penyakit ini. Lupus Registry Meskipun pengobatan lupus sudah mengalami kemajuan yang pesat sejak tahun 1995, si Luppy ini dapat menimbulkan keterbatasan aktivitas atau kemampuan hidup mandiri. Penyakit tersebut bersifat dinamis, dapat terkontrol, tetapi sewaktu-waktu dapat menjadi berat. Perlu diketahui, sebagian penyandang lupus dapat hidup normal tanpa obat dengan menghindari faktor pencetus dan mengatur pola hidup sehat. Sebagian lagi dapat beraktivitas normal, tetapi dengan dipayungi obat-obatan untuk mengontrol aktivitas sistem imunnya. Sebagian kecil memang harus membatasi aktivitasnya sambil terus menjalani pengobatan karena terdapat gangguan pada berbagai organ tubuh yang vital.

Quotes “Badan boleh sakit, tetapi jiwa tidak boleh sakit. Sebab jiwa tidak akan pernah mati.” - Dian Syarief

Indeks:

IAPA yang tahu tentang penyakit lupus? Wah, pasti banyak Belia yang langsung bergidik ngeri ketika mendengar nama penyakit ini, ya? Lupus memang kerap dianggap penyakit yang menyeramkan karena penyebab dan penyembuhnya yang masih misterius. Rachmat Gunadi W, SpPD-KR, dokter pemerhati lupus yang ikut meramaikan Peluncuran Buku Mentarimorfosa bersama Syamsi Dhuha Foundation (SDF) pada Sabtu (10/05/2014) lalu juga bercerita demikian. “Banyak pasien yang langsung ketakutan dan merasa divonis ketika dokter mendiagnosa lupus,” ujar dr. Rachmat. Kalau dianggap menakutkan, tentu untuk mengetahui apa itu lupus secara lebih dalam pun rasanya sulit, ya? Nah, SDF sebagai organisasi yang concern dalam meningkatkan awareness masyarakat terhadap lupus punya cara unik untuk memperkenalkan penyakit ini. Penyakit lupus digambarkan sebagai sebuah karakter bernama Luppy. Nah, apa sih si Luppy alias lupus ini sebenarnya? Well, si Luppy adalah penyakit peradangan kronis yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf, dan alat tubuh lainnya. Gejala tersering adalah bercak kulit, artritis (radang sendi) sering disertai lemah badan dan demam. Perjalanan penyakit ini beragam dari ringan sampai berat berselang seling kambuh dan membaik. Penyebab datangnya si luppy ke tubuh manusia masih belum dite-

20> Skul: SMP Negeri 5 Bandung

21> MusicTerritory: Bandoengsche

21> Aksi: - Pentas Seni SMA Santa Maria 2 - 4th Fifteenergy: For You Indonesia - F.I.C.T.I.O.N

SAYA kayanya pernah dapet informasi sih, penyakit lupus itu di mana antibodi dari metabolisme seseorang itu daya tahan tubuhnya kurang bagus jadi penderitanya tidak dapat berkegiatan seperti orang normal. Jadi ya bisa dikatakan, dia tubuhnya sensitif.

Satria, SMAT Krida Nusantara HAH, lupus? Setau saya penyakit lupus itu apa ya, penyakit daya tahan tubuh yang kurang baik. Belum pernah ketemu juga yang mengalami sih.

Amalia, SMA Alfa Centauri PERNAH denger sih tentang penyakit lupus, tapi gak begitu tau soalnya gak begitu familiar di telinga nganak-anak zaman sekarag. Katanya itu penyakit yang lumayan berbahaya, ya? Pengidapnya tuh katanya mirip pengidap AIDS, susah ngapa-ngapain.

M. Daffa Adriansyah, IX Ibnu Khaldun, SMP Al-Azhar Syifa Budi Parahyangan LUPUS itu penyakit yang misterius.

Audrey B. Salma, VIII Al-Khawarizmi, SMP Al-Azhar Syifa Budi Parahyangan LUPUS itu semacam penyakit yang nyerang sistem kekebalan tubuh gitu bukan, sih? Kalau nggak salah itu sebahaya kanker. Di kulit yang sakit lupus biasanya ada tanda merah gitu.*** dhianynadya@gmail.com hanifauziaramadhani@gmail.com

Dengan paham dan mengerti tentang Lupus, remaja juga bisa menjadi perpanjangan tangan untuk menyebarkan informasi tentang Lupus ke khalayak umum. Karena pada kenyataannya nih masih banyak banget masyarakat, termasuk remaja yang belum paham tentang penyakit ini. Jumlah odapus di Indonesia mencapai 400.000 orang, dengan 20.000 di antaranya berada di Jawa Barat. Gejalanya sangat umum, makanya disebut penyakit seribu wajah. “Untuk jangka panjang, odapus dapat menghindari pencetus kambuhnya lupus, misalnya paparan sinar matahari. Untuk saat ini belum ada pengobatan secara total, namun bisa diminimalisir dengan menjalani gaya hidup sehat dan memerhatikan pola makan,” ungkap dr. Rcahmat. By the way, saat ini SDF sedang merintis sebuah pilot project bernama Lupus Registry yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung. Nah pendataan ini di-

lakukan dengan sistem komputerisasi yang diharapkan bisa dimulai tahun ini. Lupus Registry sendiri adalah wujud nyata pergerakan yayasan dalam mendukung odapus. Selain itu, program lain SDF adalah Uji Klinis Ekstrak Physalis Angulata (cecendet/ciplukan)—tumbuhan liar yang bisa dijumpai di semak belukar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Uji klinis ini merupakan kelanjutan dari hasil penelitian lewat ajang Care for Lupus (CFL) SDF Awards. *** hanifauziaramadhani@gmail.com siswanti.hanifa@yahoo.co.id dhianynadya@gmail.com

22> Review:

22>Chat: Cupumanik


20

SELASA (PAHING) 13 MEI 2014 13 RAJAB 1435 H RAJAB 1947 FOTO: HANI & KEKE

SMP Negeri 5 Bandung

Konsisten Berprestasi S MPN 5 Bandung adalah salah satu SMP yang paling beken di Bandung. Ketenarannya nggak lain karena dua hal; bangunannya dan prestasinya. Well, bangunan sekolah ini sudah berdiri sejak jaman penjajahan Belanda. Nggak heran, arsitekturnya sangat khas. Hingga kini, SMP Negeri 5 Bandung masih mempertahankan bentuk bangunan aslinya. Yang kedua, yang paling penting dari skul ini adalah prestasinya. Sekolah ini dari dulu hingga sekarang masih mempertahankan gelar ”sekolah favorit” yang berisi anak-anak cerdas berprestasi. Prestasi SMP Negeri 5 Bandung selama dua

”Para siswa sangat kompetitif satu sama lainnya. Itulah salah satu faktor pendongkrak prestasi siswa. Melihat temannya berprestasi tentu menjadi motivasi tersendiri.”

tahun terakhir nggak pernah layu. Dalam bidang akademik, tahun lalu beberapa siswa sekolah ini mengikuti Olimpiade Internasional di Rusia dalam bidang ilmu sosial. Nggak hanya itu, dalam bidang hitung-hitungan alias matematika pun siswa SMP Negeri 5 Bandung pernah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pssst…ternyata rahasia sekolah ini untuk mempertahankan prestasi akademik dari tahun ke tahun cuma satu; membentuk karakter siswa yang kompetitif. Di SMP Negeri 5 Bandung, proses belajar-mengajar menekankan dua hal, yaitu kehadiran dan kesungguh-sungguhan. Ya, siswa sekolah ini nggak hanya dituntut untuk menghadiri mata pelajaran di kelas, tetapi juga bersungguh-sungguh mempelajarinya.

Sekolah pun mengadakan program pemantapan untuk mata pelajaran tertentu. Selain itu, para siswa pun kebanyakan mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. ”Oleh karena itu, para siswa sangat kompetitif satu sama lainnya. Itulah salah satu faktor pendongkrak prestasi siswa. Melihat temannya berprestasi tentu menjadi motivasi tersendiri,” Pak Nono Maskoro selaku Wakasek Kesiswaan memaparkan. Nggak hanya di bidang akademik, prestasi di bidang nonakademik pun kerap diukir oleh siswa sekolah ini. Kesenian dan olah raga pun jadi ajang prestasi para siswa SMP Negeri 5 Bandung. Satu prestasi nonakademik yang cukup menarik adalah olah raga ice skating. Di kalangan sekolah negeri di Bandung, ekskul ini mungkin terbilang langka. Namun, di sekolah ini prestasi memang sungguh nggak dibatasi. ”Minat dan bakat apa pun yang siswa miliki, sekolah pasti mendukungnya untuk berprestasi,” begitu ujar Pak Nono Maskoro. Bukan cuma ekskul yang didukung dan dibina dengan baik di SMP Negeri 5 Bandung, loh! Organisasi yang ada di dalam sekolah seperti OSIS dan PK pun begitu. Terbukti, kedua organisasi tersebut setiap tahunnya punya program kerja yang beragam dan selalu berjalan sukses. Sebut saja acara pentas seni dan bazar seperti yang baru saja digelar beberapa pekan lalu. Oh ya, SMP Negeri 5 Bandung ini punya peraturan baru, loh! Peraturan ini berkaitan dengan keterlambatan siswa. Jam masuk kelas di sekolah ini adalah 6.45. Selama 15 menit pertama, di setiap kelas diadakan pembacaan Alquran bersama. Nah, tepat pukul 7.00, gerbang sekolah ini ditutup. Siswa yang datang lewat dari jam tersebut orangtuanya akan ditelefon pihak sekolah untuk menjemput. Aturan ini masih dalam masa percobaan. Tujuannya tentu sangat baik, yaitu untuk menumbuhkan kedisiplinan di dalam diri para siswa. Yep, selain prestasi, disiplin juga nggak kalah penting dong!*** hanifauziaramadhani@gmail.com

Sepenuhnya Mendukung Siswa

S

EPERTI yang dipaparkan Pak Nono, SMP Negeri 5 Bandung memang mendukung apa pun minat dan bakat para siswanya. Oleh karena itu, di sekolah ini ada 18 ekskul yang bisa dipilih dan diikuti oleh siswanya. Selain olah raga dan kesenian, ada juga ekskul prestasi yang berfokus pada pengasahan kemampuan siswa akan suatu mata pelajaran. Para siswa yang ikut ekskul tersebut biasanya dipersiapkan untuk Olimpiade mata pelajaran tertentu. Anyway, dari sekian banyak ekskul tersebut, nggak semuanya dibina di sekolah. Alasannya tentu agar pembinaannya serius dan lebih baik. ”Seperti ekskul ice skating, pembinaannya kami titipkan ke klub di luar sekolah,” tutur Pak Nono. Tasya Putri, seorang siswa SMP Negeri 5 Bandung yang juga merupakan atlet ice skating internasional menyatakan, dukungan dari sekolah memang nggak pernah setengah-setengah. Sejak bersekolah di SMP Negeri 5 Bandung, berkali-kali Tasya mengikuti berbagai kejuaraan, selain di berbagai kota di Indonesia, Tasya pernah mengikuti kejuaraan di Korea Selatan, Amerika, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Mulai dari juara nasional, juara se-Asia, hingga sedunia pun pernah diraihnya. Cewek yang sudah ber-ice skating sejak usia 7 tahun ini menyatakan, ”Sekolah memang selalu mendukung setiap aku ada kejuaraan. Di sekolah aku juga dibimbing biar bisa tetap berprestasi di bidang akademik.” Nggak heran, meski Tasya kudu izin untuk mengikuti kejuaraan, dia tetap bisa bersaing dengan teman-teman sekelasnya. Buktinya, Tasya selalu masuk 10 besar siswa dengan nilai terbaik. Wow!*** hanifauziaramadhani@gmail.com

Cebel

Cobel

Fania Melinda Fasih, kelas VIII I

Panji Firmansyah, kelas VIII H

SIAPA sangka, cewek imut bernama Fania ini adalah Ketua OSIS SMP Negeri 5 Bandung. Ia mengaku tertarik berorganisasi untuk menunjang karier di masa depannya. Katanya, Fania lagi senang banget sama hal-hal berbau seni seperti nyanyi dan nari. Ia bahkan sempat menorehkan prestasi di bidang seni tari dan beberapa kali tampil memperdengarkan suara merdunya di acara Purwacaraka. Sewaktu kecil Fania bercita-cita untuk menjadi dokter sampai punya seerangkat peralatan doktet mainan. Sejak SMP, ia pengen jadi profesor yang menciptakan hal-hal baru. Di waktu luangnya, cewek ini suka mengulang pelajaran (wow!), kalau kurang paham ia akan bertanya pada orangtuanya. Cewek penyuka pelajaran bahasa Indonesia dan IPS ini suka juga gemar membaca novel lho.

DARI kecil, cowok yang menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS ini suka banget menggambar. Ia mengaku, sejak masuk SMP ini ia mulai berpikir kritis dan mulai memikirkan masa depan. Panji belakangan ini suka banget bermain basket. Selain untuk mengisi waktu senggang, olah raga yang satu ini Panji lakukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Cita-cita Panji ingin menjadi pengusaha batu bara dan memanfaatkan potensi alam Indonesia. Wow! Oh ya, Panji ini aktif di media sosial juga! Ia adalah pengurus Fokab (Forum Komunikasi Anak Bandung). Panji juga pernah ikut Olimpiade Biologi. Ditanya soal pelajaran favoritnya, bahasa Inggris menjadi pilihan Panji.*** hanifauziaramadhani@gmail.com

FOTO: SATRIA

M

ENJELANG peringatan Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei nanti, belia mau tanya sesuatu deh: memangnya kita udah bangkit ya? Bangkit dari apa? Sok kirimin opini dan cerita Belia yang paling seru dan enggak bokis ke Redaksi belia, paling lambat hari Jumat (16/5/2014) ke Kantor Redaksi ”Pikiran Rakyat” Jln. Soekarno-Hatta No. 147 Bandung. Bisa juga lewat e-mail ke: belia@pikiran-rakyat.com. Inget, yang bukan pelajar dilarang ambil bagian! Opini yang dimuat melalui e-mail mendapat merchandise dari Pikiran Rakyat. (Hub. Bag. Marcomm Jln. Asia Afrika No. 77 Bandung) dengan menunjukkan kartu pelajar. Jangan telat ngirimnya ya!***

Hari Lupus Sedunia R Ester, SMKN 13 Bandung SAYA tahunya lupus itu judul film wkwk (kidding). Kalo ga salah sih lupus itu penyakit yang suka disebut ”penyakit seribu wajah” soalnya gejalanya itu macam-macam menyerupai gejala penyakit-penyakit yang lain, ngga spesifik, jadi perlu waktu yang cukup lama untuk mendeteksinya. Setahu saya penyakit ini tuh nyerang hampir semua organ tubuh, misalnya kulit (paling umum), sendi, susunan saraf, dsb. Nah kalo masalah penyebab, pencegahan, dan segala macamnya saya kurang tahu juga.

Donny Nugraha, SMA Negeri 1 Pangalengan YANG saya tahu, Lupus itu adalah penyakit di mana penderitanya (biasanya disebut odipus) memiliki kekebalan tubuh yang berlebihan, jadi sensitif sekali dan sistem imunnya malah menyerang jaringan tubuh sendiri. Kasihan sekali ya, kulitnya tidak boleh kena sinar matahari lang-

Pengumuman BUAT Belia yang tulisannya dimuat (Inspirasi, Selancar, Cerpen Keren, dan Insight), kalo mau ngambil honor silakan kirimin nomor rekening, nama pemilik rekening, dan nama Bank. Sertakan scan-an identitas berupa KTP atau Kartu Pelajar. Nanti honor tulisannya kru belia transfer rekening bank tersebut. Jangan lupa, tulis juga tulisan yang dimuat apa, siapa nama penulisnya, terbitnya di belia edisi berapa.

sung, pola makannya menyiksa sekali, tidak bisa makan yang enak2, dan harus minum obat seumur hidup. Semangat ya buat teman2 yang mengidap lupus, karena tidak mungkin Allah memberikan kekurangan tanpa melebihkan kita, tiada yang tidak mungkin di dunia ini kalau seizin Tuhan, kejar cita-cita kalian, kami selalu mendukung kalian :D Odipus juga menyadarkan kita bahwa kita harus banyak bersyukur telah dianugerahi kesehatan dan masih banyak lagi yang harus disyukuri dalam hidup ini. Maafkan hambamu ini ya Tuhan, telah menyia-nyiakan waktu yang Kau berikan untuk mengeluh dan tidak mensyukuri karunia-Mu.

Saepul R, SMK Putera Pangandaran ADUHH, lupus..! Setahu saya itu semacam penyakit yang memang sangat mengerikan. Seperti kanker gitu, menyerang pada pagian kulit yang jika terkena akan tampak bercakbercak merah di sekitar kulit. Bahaya juga sih penyakit ini, dapat menyebabkan kematian pada si penderita. Jadi, hayulah urang jaga kasehatan urang! Supaya terhindar dari berbagai macam penyakit.

Graceilla Sugito [graceillasugito23@gmail.com] SAYA sih tahu banyak tentang penyakit lupus, soalnya tante saya meninggal karena penyakit lupus. Penyakit lupus bukanlah sebuah penyakit baru. Penyakit lupus mulai terkenal sekitar 1 abad lalu dengan nama ”anjing hutan”. Penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Sampai dengan saat ini, belum ditemukan obat

untuk penyakit ini. Kalau saya pribadi sih prihatin mendengar tentang penyakit lupus. Apalagi tentang pengobatannya yang belum ditemukan. Saya ingin sekali membantu dan memberikan kepedulian lebih terhadap penderita lupus. Kelak jika saya menjadi dokter di masa depan, saya akan berjuang untuk mencari obat penyakit ini. Semoga penyakit ini dapat diobati dengan baik dan kita bebas dari penyakit lupus. Happy World Lupus Day :)

Andi Rosandi [andi.rosandi@rocketmail.com] SAYA memiliki saudara yang pernah terkena penyakit lupus. Dia terkena penyakit lupus saat dia duduk di bangku kelas III SMA. Tetapi dengan penyakit yang dideritanya tersebut, saudara ini tidak menjadi putus asa. Saat sedang terkena lupus dia tetap melanjutkan studi di universitas. Di tengah-tengah kesibukan kuliah, dia juga banyak mencari informasi tentang penyakit lupus agar dia mendapatkan cara pengobatan yang benar. Selain itu, dia juga mulai membina hubungan dengan banyak orang yang sama-sama terkena penyakit lupus sehingga di antara mereka saling share dan saling menguatkan untuk sama-sama berjuang melawan penyakit lupus. Dari segala usaha yang dia lakukan dan juga segala pengobatan yang dia lakukan, akhirnya saudara saya sembuh dari sakit lupusnya. Sampai dengan sekarang (setelah sepuluh tahun berlalu), saudara saya tetap sehat walafiat. Demikian pengalaman saudara saya yang pernah mengidap penyakit lupus. Mudah-mudahan pengalaman ini dapat menumbuhkan semangat teman-teman lain yang terkena lupus sehingga mereka pun segera sembuh.***

banyak menemui hal-hal baru yang cukup menarik dan saya pikir saya perlu menyampaikannya kepada masyarakat banyak, minimal saya pribadi, supaya kita lebih waspada terhadap kejadian-kejadian seperti ini. Dalam penyampaian kepada publik saya berusaha menawarkan visual/gambar-gambar yang menyenangkan dengan objek-objek yang familiar, walaupun di dalam gambargambarnya saya berusaha menyampaikan suatu pesan. Visual adalah salah satu bentuk dari aplikasi opini atau buah pikiran, dengan pencapaian orang yang melihat bisa menyimpulkan atau justru mengembangkan opininya. Jika orang yang melihat sudah berusaha mencerna makna dari visual tersebut, maka gambar itu sudah berhasil menyampaikan suatu pesan. Visual yang disajikan tidak terlalu gamblang sehingga tidak mudah dicerna, maka semakin menarik pula visual itu, karena publik akan terus berusaha mengartikan makna dari visual itu sendiri, berusaha ingin tahu apa maksud dari pembuat gambar. Gambar juga bisa menjadi salah satu cendera mata yang menarik. Zaman sekarang, menggambar dan menggandakan gambar sudah terfasilitasi dan menjadi sangat mudah. Olah digital dan digital print pun bisa dilakukan pada perangkat seluler, sehingga budaya benda fisik saat ini secara tidak disadari mempunyai nilai memorabilia yang sangat menarik di era digital. Jika kita mempunyai kendala dalam menggambar tetapi minat kita sangat besar, jangan ragu untuk mencari tutorial di Youtube atau di blog-blog internet lainnya. Mencari tutorial bisa dimulai berdasarkan ketertarikan kita akan objek yang akan kita gambar, tetapi akan lebih menarik jika kita mempelajari menggambar anatomi manusia untuk awal, karena dengan menggambar manusia kita bisa bercerita tentang banyak hal. Ketertarikan saya dalam dunia seni rupa menggugah saya untuk membuka sebuah ruang alternatif atau mini gallery di rumah saya yang bernama Brush Brothers yang bertempat di Jalan Mutumanikam No. 71 Komp. Suryalaya Buahbatu Bandung. Ruang ini bisa memfasilitasi para kaum muda yang berminat untuk memulai atau menyalurkan kreativitasnya di dunia seni rupa. Jadi bagi siapa-siapa yang ingin berpameran kecil-kecilan bisa dilakukan di sini.***

Gambar Sebagai Alat Dokumentasi Pengalaman Pribadi

D

ALAM kehidupan sehari-hari, dalam menjalani rutinitas, kita pasti akan menemukan dinamika-dinamika yang akan menjadi pengalaman menarik atau pembelajaran hidup yang akan kita kenang. Bahkan pengalaman-pengalaman tersebut mungkin bisa kita bagi kepada orang lain. Sebagai bentuk karya kreatif, gambar adalah salah satu alternatif medium penyampai pesan yang cukup menarik. Kita bisa ”bermain-main” dalam menyampaikan pesan, sehingga kita bisa memancing publik untuk memberikan respons yang sepontan, mereka bisa tersenyum, beropini, dan berekspresi lainnya. Bagi yang mungkin merasa kurang mahir menggambar, justru tidak apa-apa sama sekali, karena menggambar dilakukan berdasarkan kebutuhan dan proses waktu yang akan kita buat, jika memang kebutuhan kita hanya menyampaikan gambar-gambar tersebut kepada teman-teman dan membuatnya tidak terlalu lama, mengunggahnya di sosial media pun sudah cukup. Jika kita ingin membuat gambar yang lebih serius, kita akan memerlukan waktu yang lebih untuk proses dan studi gambarnya. Saya ingin berbagi tentang pameran seni rupa yang saya buat tentang peristiwa represif yang saya alami tanggal 23 Februari 2014 lalu, salah satu momen di mana para pihak berwajib di Bandung bereaksi berlebihan dalam menjalankan standar operasi di lapangan. Kesadaran kita sebagai warga sipil tentu lebih harus diperhatikan, karena tidak satu orang pun ingin terlibat dalam masalah, apalagi masalah-masalah serius yang melibatkan institusi. Kita harus sadar bahwa kita hidup di negara yang cukup lemah dalam perlindungan hak-hak rakyat sipil. Peristiwa tersebut adalah salah satu ”patok” pengalaman hidup bagi saya pribadi, yang mana saya

Satria ”Iyo”, bermusik bersama Pure Saturday dan Teenage Death Star.


21

SELASA (PAHING) 13 MEI 2014 13 RAJAB 1435 H RAJAB 1947

Persembahan kepada Bandung

FOTO: HANI

Pentas Seni SMA Santa Maria 2

Bandoengsche

The Glorious Moment of High School S FOTO: HANIFA

M

ENGAMBIL tema Batur (Bandung Art and Culture), Bandoengsche kembali hadir dengan deretan pengisi acara oke punya yang mewarnai malam minggu kawula muda. Dihelat di Dago Tea House, Sabtu (10/5), acara yang dibikin Permib Telkom ini menyodorkan Cupumanik, Tigapagi, Mr. Sonjaya, Zaggle Griff, Ruang Diskusi, hingga Joy Invasion Project. Selepas Maghrib, Joy Invasion Project memecah kekosongan dengan mengkover beberapa track ngehits kayak “Happy”nya Pharrell Williams dan “Clarity” punya Zedd. Dengan aransemen yang bener-bener beda dan fresh, band satu ini mampu ngebawa lagu-lagu tersebut jadi lebih nge-chill. Lanjut ke performer berikutnya ada Ruang Diskusi yang merupakan jajaran para mahasiswa teknik. Dengan jumlah personel paling banyak, mereka menggelontorkan aroma postrock khas Mono melalui iringan musiknya. Lagu terakhir Ruang Diskusi yang dibawain, “Aku Mati Tercabik Malam”, pun jadi pamungkas penampilan mereka

, ya ya an da m bu ain .” na at m ng an gk ng du ng an ya an de in nd i B ai ing Ba ar su g g. l d Se an un asa em nd er m a ab B g ju

yang mampu bikin crowd seketika hening dan seakan terhipnotis lewat alunan lagu berdurasi lebih dari 5 menit tersebut. Berikutnya giliran Zaggle Griff, Mr. Sonjaya, Tigapagi, dan Cupumanik yang meneruskan estafet acara. Ada yang menarik sebelum puncak acara, yaitu penampilan tari jaipong yang keren banget yang kemudian menjemput kehadiran Cupumanik ke atas panggung. Wow! “Bandoengsche kali ini nggak jauh dari tahun sebelumnya. Sesuai dengan na-

manya, memang ingin angkat budaya Bandung. Band yang main juga berasal dari Bandung,” ujar Januar sebagai ketua acara. Bandoengsche sendiri merupakan acara puncak dari rangkaian acara sebelumnya, yaitu try-out SMA, charity di Car Free Day, dan Wonder Cup yang mempertandingkan futsal, basket, dan modern dance antar-SMA. Acaranya keren, tetapi sayang nih event rutin tahunan ini punya index kedatangan penonton yang kurang ramai. Komunitas seni budaya yang bejibun di Bandung pun nggak tampak hadir dalam perhelatan kali ini. Semoga tahun depan lebih meriah lagi ya! ***

EJAK pukul 16.00 pada Sabtu (10/05/2014), ada yang berbeda di kampus SMA Santa Maria 2. Sekolah yang berlokasi di Jalan Sulaksana ini ternyata sedang mengadakan sebuah gelaran akbar berupa pentas seni. Well, pentas seni memang manjadi agenda kegiatan pengurus OSIS SMA Santa Maria 2 setiap tahunnya. Namun, tahun ini pentas seni yang digelar agak berbeda dan tentunya lebih seru. Berbeda dengan pentas seni tahun lalu yang bertajuk ”Mahakarya”, tahun ini para pengurus OSIS SMA Santa Maria 2 menamai pentas seni mereka dengan ”GOS2H” alias Glory of Saint Mary 2 High School. Sesuai dengan judulnya, melalui pentas seni ini anak-anak SMA Santa Maria 2 memang ingin menunjukkan masa-masa kejayaan mereka. Yep, kalau kata orang sih high school time is the best time of your life. Oleh karena itu, ”GOS2H” menyuguhkan banyak sekali penampilan keren dari anak-anak SMA Santa Maria 2 sendiri. Tak hanya itu, ”GOS2H” ini pengen menunjukan kekompakan anak-anak SMA

Santa Maria 2 dengan para alumni dan juga anak-anak SMP Santo Yusuf yang kebetulan menempati gedung yang sama dengan SMA Santa Maria 2. Makanya, dari sore hingga malam hari, panggung ”GOS2H” tak pernah sepi. Di pengujung acara ada juga band asal Bandung yang sudah wara-wiri di mana-mana ikut meramaikan ”GOS2H”, yaitu Two Triple O. Sebelum ”GOS2H” ini, OSIS SMA Santa Maria 2 punya program lain yaitu turnamen basket. Nah, setelah turnamen basket itulah, para anggota OSIS SMA Santa Maria dibantu oleh guru-guru mempersiapkan pentas seni ini sebaik mungkin. ”GOS2H” ini sudah dipersiapkan sejak akhir tahun lalu, loh! Berbeda dengan kebanyakan pentas seni yang diadakan sekolah lain, ”GOS2H” ini merupakan hasil dari kolaborasi para pengurus OSIS serta guru-guru. Bener loh, para guru pun ikut dalam kepanitiaan dan membantu banyak hal secara langsung, dari mulai persiapan hingga pelaksanaannya. Elvaretta Dian, yang akrab dipanggil Dian, panitia ”GOS2H” yang menjabat sebagai sekre-

taris sedikit bercerita tentang suka duka mempersiapkan pentas seni yang meriah ini. Dian bilang, ia dan teman-temannya sesama pengurus OSIS mendapat banyak sekali pelajaran berharga selama mengurus acara ini. ”Selama mempersiapkan acara ini, kita dituntut untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan supaya bisa bekerja sama dengan baik. Itu salah satu pelajaran yang didapat,” ujar Dian. Dian juga bercerita, adanya para guru di jajaran kepanitian sungguh berarti buat para pengurus OSIS. ”Di acara GOS2H ini para guru terlibat langsung buat mempersiapkan dan melaksanakan acaranya,” tutur Dian. Ternyata, keterlibatannya juga nggak setengah-setengah, loh! Dian sebagai sekretasi, misalnya, selalu dibimbing oleh guru bahasa Indonesia dalam menyusun proposal atau pengetikan surat. Para pengurus OSIS SMA Santa Maria 2 nggak hanya belajar bikin event deh, tetapi juga belajar banyak hal lainnya dari para guru.*** hanifauziaramadhani@gmail.com

siswanti.hanifa@yahoo.co.id

4th Fifteenergy: For You Indonesia

Pensi Peduli Sesama E

NGGAK terasa udah empat tahun Fifteenergy berjalan. Event tahunan barudak SMAN 15 Bandung ini baru aja digelar dengan tema For You Indonesia (FYI), Sabtu (10/5/2014) di kampunya Jalan Sarimanis, Bandung. Selain dengan dekorasi pewayangan dan motif mega mendung di panggung, balutan kain batik di beberapa tempat, dan angklung raksasa di pelataran, acara ini juga menampilkan parade band yang asyik punya! Dari Alexa, Bandung Inikami Orcheska, Gorilla Trampolin, Sugarcane, hingga Impression menggempur arena sekolah jadi pentas seni yang menyenangkan! Buktinya meskipun panas menyengat, penonton tetap seseruan aja tuh di hadapan panggung. ”Waktu itu pernah baca kutipan yang bilang, ’Jangan tanya apa yang negara lakukan untukmu, tapi apa yang kamu lakukan untuk negara’. Dari situ kepikiran kenapa nggak buat bikin acara tentang Indonesia. Kalau bukan kita sendiri, terus sia-

pa? Akhirnya acara ini dibuat dengan masa persiapan total 8 bulan,” ujar Januar dari kelas XI IPS 3 sebagai ketua pelaksana. Dengan dukungan 100 persen dari sekolah, event ini pun terlaksana. Dibuka oleh penampilan ekskul SMAN 15 seperti paduan suara, angklung, dan kabaret, Fifteenergy episode keempat tersebut disambut meriah oleh penonton. Dengan tiket sebanyak 1.500 lembar yang udah tersebar, panitia Fifteenergy nggak lupa untuk menyumbangkan keuntungan kepada mereka yang membutuhkan lho. ”Setiap tahun pasti ada pembubaran panitia. Nah kesuksesan yang didapatkan ini akan disumbangkan pula kepada panti asuhan dan fakir miskin. Saya sendiri sih puas dengan terlaksananya Fifteenergy, karena meskipun capek, tetap semangat terus dan banyak berpikir positif,” ujar Januar. Yeay, congratulation! *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id FOTO: HANIFA

F.I.C.T.I.O.N (Four Incredible Competition For Nation) C Gebyar Krida Nusantara

FOTO: DHIANY

UACA cerah berawan dengan matahari yang mulai naik mengiringi penampilan Percussion Line dan Brass Band Gebyar Krida Nusantara (GKN) sebagai pembuka di acara puncak Gebyar 2014 yang bertemakan F.I.C.T.I.O.N. alias Four Incredible Competition For Nation, Minggu (11/5). Acaranya barudak SMAT Krida Nusantara ini merupakan gelaran tahunan yang berisi empat kompetisi utama. Acara puncak sekaligus closing ceremony ini juga menjadi ajang pengumuman para pemenang empat kompetisi yang diadakan sejak Sabtu (3/5) ini. Empat kompetisi itu mencakup kompetisi Krida Futsal Competition se-Jawa Barat, Lomba Baris Berbaris Piala Hj Tuti Try Soetrisno, English Contest, dan GARASI (Gema Kreasi Musik dan Seni). Kompetisi futsal se-Jawa Barat dimenangi oleh MAN 2 Bandung, English Contest oleh SMAN 5 Bandung, LBB oleh SMPN Cileunyi, sedangkan GARASI dimenangi oleh SMAN 8 Bandung. Irfan Nugraha, Ketua OSIS SMAT Krida Nusantara mengatakan, acara yang jadi program kerja unggulan di kepengurusannya ini telah dipersiap-

Say ‘No’ untuk Kantong Plastik! Z

GR makanan/minuman/barang, peganglah EEN AMAN sekarang, kantong plastik itu ER AT benda itu dengan tangan kalian. Repot sedikit ION sudah menjadi barang kebutuhan se.OR tidak apa kan? Kemudian, jika barang yang G hari-hari. Mulai dari ukuran mini hingdibeli berkuantitas banyak, bawalah tas Go ga ukuran extralarge sudah tersedia. Dari Green bersama kalian. Eits, tas Go Green itu yang berwarna putih atau hitam sampai tidak selalu tas yang berwarna hijau dengan yang berwarna-warni mengikuti pelangi gambar pohon, pergunakan tas apa pun pun ada. Tapi, apa sepenting itukah kanyang ada pada diri kalian saja, tas sekolah, tong plastik bagi kehidupan? Apa kita tidak tas belanja, tas gaya, tas bekas, hingga yang bisa meminimalisir penggunaannya? baru. Tas apa pun yang penting tas! Kita tahu kan, penambahan plastik di 2. Tidak usah malu mempraktikkan jurus muka bumi dibandingkan dengan terupertama. Mungkin agak canggung pada awalnya, tapi rainya sangat signifikan perbedaannya. Dalam waktu penjual mana pun pasti memahaminya. Kita hanya sehari, lebih dari seratus kantong plastik diproduksi. perlu berkata ‘Saya sedang mengikuti program Go Anggap saja satu jenis kantong plastik tipe PET (PolyetiGreen”. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung lene Therephthalate) memproduksi seratus buah, dan dapat memengaruhi pihak lain untuk ikut dalam Misi masih ada enam jenis kantong plastik lainnya seperti Penyelamatan Bumi ini. HDPE, LDPE, PP, PS, SAN, V-Polyvinyl Chlorid, yang juga 3. Yang terakhir, jangan buang kantong plastik di memproduksi masing-masing seratus. Sehingga dalam sembarang tempat! Kalian pasti pernah melihat suatu waktu sehari sudah ada berapa banyak kantong plastik tempat yang penuh dengan kantong plastik kan? How it yang lahir ke dunia ini? Sementara untuk menguraikanfeel? Ingin berteriak dan berkata ‘Iyuhh’ benar? nya, atau kita bisa sebut untuk membuatnya menghilang dari bumi ini membutuhkan waktu kisaran 5-500 Kawan, meminimalkan penggunaan plastik bukan tahun, bahkan jenis PS (Polystirene) atau yang lebih artinya menghentikan semuanya. Terkadang kita akan terkenal dengan Styrofoam, ia bisa menghabiskan tetap membutuhkan plastik itu, tapi gunakanlah secara 1.000 tahun untuk terurai. bijak dan bertanggung jawab. Maka dari itu, sesudah Oleh karena itu, kita harus dengan pandai menyikita melakukan usaha mengefisiensikan penggunaan asati penggunaan kantong plastik. Adapun cara-cara kantong plastik, beberapa kantong plastik yang kita sederhana yang mampu mengendalikan sirkulasi pakai haruslah kita buang pada tempatnya, jangan peredaran kantong plastik di sekitar kita di antaranya: dibiarkan terbang melayang-layang.*** 1. Menolak untuk menggunakan kantong plastik. Jika kalian hanya membeli satu atau beberapa Meilani/ XII IPA 5, SMAN 1 Subang

kan sejak dua bulan lalu. “Iya setelah rangkaian beberapa kemarin, hari ini kita bikin closing ceremony sekaligus gelaran kreasi seni yaitu pensi dengan bintang tamu artis ternama Indonesia seperti The Sigit dan Naif,” ujar Irfan. Saat ditanya apa hambatan dalam membuat acara ini, Ketua OSIS untuk periode 2013/2014 ini juga bercerita bahwa keberagaman latar belakang para siswa di Krida Nusantara ini membuat koordinasi harus ekstra bagus. “Anak-anak Krida kan berasal dari seluruh Indonesia, jadi ya pada beda-beda sifatnya kan,” kata Irfan. Saking berwarnanya, keberagaman ini pula yang menjadi ciri unik barudak Krida. Balik lagi ke pentas seninya, selain perkusi yang jadi pembuka, makin siang pengisi acaranya main kece-kece, lho. Ada Papua Remix yaitu tarian Papua yang dikreasikan secara modern, ada band Krida Nusantara yang berisi barudak kelas 10, ada pula Smiling Sunshine yang beraliran ska-reggae. Panitia juga gak pelit bagi-bagi hadiah, di sela-sela acara pasti ada kuis buat

para penonton yang berhadiah berbagai macam produk dari sponsor. Meskipun matahari cukup terik, tapi gak bikin semangat penonton turun. Akhirnya yang paling ditunggu-tunggu tampil juga. Sekitar jam setengah tiga sore The Sigit tampil di atas panggung. Rekti dan kawan-kawan menghibur para penonton dengan lagu-lagu dari album terbaru mereka seperti Detourn, Let The Right One In, dan Tired Eyes. Setelah The Sigit, giliran Naif yang sukses membuat barudak sekolah yang terletak di Jalan Cipadung Cibiru ini nyanyi bareng. Hari menjelang sore, berakhir sudah gelaran Gebyar Krida Nusantara 2014. Ketua OSIS Irfan punya pesan buat barudak semuanya nih. “Semoga acara ini bisa lebih baik setiap tahunnya, semoga bisa membuka gerbang kami untuk menjelajah dan memberikan warna baru di dunia pendidikan Indonesia. Sampai jumpa di tahun depan!” tutup Irfan. Sip ah, ditunggu event selanjutnya, ya!*** dhianynadya@gmail.com

Tidak Adil mbantahnya. Inilah dan kita tidak bisa me da pa ia, hag ba up memperhatikan diri hid ya a yang terjadi, kita han nasi. Mereka tidak bis g yan han usa aku , kes h ilan uru idakad sendiri. matanya tergambar sel pun hampir ERAWAL dari suatu ket suki pintu misadalah tempat a dan kedua alisnya Biarlah orang lain mema erit did berpikir bahwa dunia ta ser ar kas dea h nggoreskan nny gka Me ga Lan ng. tan k asi an. pa g-m uas terinya masin bertabrakan. Tela untuk mencari kep a. nny da ba a ori a, cukup deni-p tiad duk ia por n ri da nus da a uh ma impian dengan luk keringat terus keluar al mi langkah yang ditemp endiri. Mereka anj ngg . Mungkin me ana uk erh unt n ters gan kata dan doa sed Mereka banting tulang lain untuk kesenanga git padahal atas lan di di an. sa up ong kua hid in onc ber a, ing ker g am ng yan ses orang-ora perutnya tidak peduli akan ng-orang kakinya di ora an n jak kan ga nje sah den me nyu a alik me rek terb n Berbanding awal mula me si da genangan air mata, da a mengad a u ya rek mp ern me ma leh g ya ri da aln yan am. Aw bumi. Apakah ada yang katanya hebat, sesama keturunan Ad i? Bahkan matahari berkata-kawah. Orang-orang i lag ba nda ke kita pa i ng g hat nja n yan ma tka beo ga me g han yan meniru burung juga meragukan bahlangit tanpa tertarik kepadanya, pun tak mampu. Aku itu terus memandang ta sehingga seseorang an-ana, ang rup jar n nge bah semua ini. ikia me em ngu i, sed me n bum ar n wa waktu aka mempedulika awa tapi ketika waktu berput tert a rek a Me rek bahwa manusia itu jar. me a ka, nge kat disang Orang-orang ber gannya dan terus me membalikkan yang tak an. hgis ba tan i mereka tidak tahu kan a ap kny u, menunjuk mahluk yang mulia. Tet di antara sekian banya seketika meniru harima ga dalam dirinya um kepada bumi. ing ta nga seh min Me itu, me sa. t lia pa gua mu da pen kna aku g Kalau apa ma wa dirinyalah san a kerakudisam dia dengan itu ber l ara a Ha ant rek h. a me uju hw ket ba lah git dia mengakui ”Oh bumi lahap dan dari dunia menuju lan run Qa nusia tapi tidak ap ud ma lah suj a h me am ba kau a-s ta sem orang lain itu sam sannya, seperti eng enlakukan agar rakyat jela h uka ya itu lebih Tah ann .” ma nya iliki sama. Bahkan ketidaksa harta benda yang dim kepadanya. itan nding dengan ah tidak tahan la-jer ba sud tan ber jeri aku n tan a ga lau hw ba den erti i, uli sep besar gkau bum Mereka tak ped ilan yang saat ini tern zaman yang sedaratan. gi merasakan ketidakad dan tangisan rakyat aka a. Dunia bagi dan ap gel a saj aku benar-benar p teta ng rek Aku bingung, sungguh jadi? Walaupun sia n makin erat mencekik me kaktus, mereka ata sur Itu . yang ada di pikiaya a ap t cah on bingung. Sebenarnya aku sulit untuk meliha rakyat jelata seolah poh hami. g taa menjawab perma yan bis k me uri i-d tida ing dur sal Aku s k ia? ata tida di nus kita ran ma bahwa harus tetap berdiri al Bill Gates aku hanya inaw ri niru an, da me Tuh pul ba Oh . um -lom diri terk ba g sen Kita berlom tanyaanku kejam dan tangisan yan m, dia n setelah aku ya da a, itu han udr an kita ab sam nya n ika gin mengetahui jaw dan setelah seperti dumereka dilahirkan baga Fasifik atau pun me eritahukanme mb pa me tan n g nan udra ngetahuinya, aku aka me mudian bersenang-se ing melebihi luasnya Sam kuc nyuruh erti me sep an upnya kemudi nya kepada manusia likan orang lain yang hid an dari sisa-sisa Hindia. la*** oke ya. kec kan ann am ma aik ri kus les nca nya nye mereka me yang selalu me Aku lihat rona wajah dan mereka saman di dahinya. manusia. Antara kucing a tan, banyak garis keruta up menanggung hin g yan hal tu kelas XII, MA Persis Sua ”. gg Yuris Fahman Zaidan, sama mencari ”bekas Mungkin mereka tak san dengan hewan. ga terg. n ing dun aka seh am Ban ia dis euk dun ia n gp nus aka eun ma 03 Pam apabila beban yang ditimp h kenyataan ap masa depan. bagaimana? Itu adala ya i Tap hapuslah untuk menat uk mencari sesuap Langkahnya hanya unt

B

C e r p e n

K e r e n


22

SELASA (PAHING) 13 MEI 2014 13 RAJAB 1435 H RAJAB 1947 FOTO: DOK.& TEMPO.CO

Brick Mansions Pemain Sutradara Produksi Durasi

: Paul Walker, David Belle, RZA : Camille Delamarre : Europacorp/Relativity Media (2014) : 1 jam 30 menit

S

EBELUM menilik jalan cerita atau penggarapan filmnya, banyak orang yang langsung memasukkan film ini ke daftar ”must-watch”-nya. Pasalnya, ”Brick Mansions” adalah film terakhir dari aktor Hollywood ternama yang belum lama ini meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas, Paul Walker. Film ini sebenarnya adalah remake dari sebuah film aksi Prancis garapan Pierre Morel yang diangkat dari karya Luc Besson berjudul ”District 13” (”Banlieu 13”). Dari segi penyajian ceritanya, tentu beberapa hal dibuat berbeda dalam versi Hollywood ini. Paul Walker berperan sebagai Damien Collier, seorang polisi di Detroit. Ia ditugaskan untuk mencari dan menjinakkan sebuah bom di Brick Mansions, sebuah kawasan yang diisolasi karena kriminalitas dan peredaran serta penggunaan narkobanya merajalela. Bom itu kabarnya bisa sampai ada di Brick Mansions karena dicuri oleh para mafia anak buah Tremaine (diperankan oleh RZA). Tak sendirian, Damien disuruh bekerja sama dengan Lino Dupree yang diperankan oleh David Belle. Lino bukan seorang polisi seperti Damien. Ia adalah warga asli Brick Mansions. Tak seperti kebanyakan warga di sana, ia membenci kriminalitas dan obat-obatan terlarang. Sayangnya, Lino juga membenci polisi, karena berdasarkan pengalamannya, polisi sama aja bobroknya dengan sebagian besar warga Brick Mansions yang terlibat kejahatan. Namun, seperti Damien, Lino pun harus menerobos pertahanan Tremaine. Alasan Lino tentu berbeda. Ia ingin menyelamatkan mantan

pacarnya, Lola (diperankan oleh Catalina Denis) yang disandera oleh Tremaine dkk. Belia yang udah pernah menonton ”District 13” pasti bakal ngeh kalo ada beberapa bagian di film Brick Mansions yang berbeda. Yang paling menonjol adalah karakter Tremaine yang diperankan oleh RZA, rapper kenamaan negeri Paman Sam. Meski begitu, sebagian besar kedua film ini memang nggak jauh berbeda, meski twist di akhir ceritanya cukup oke. Oh ya, David Belle di film Brick Mansions ini mengulang peran yang pernah dimainkannya di ”District 13”. Aksi parkour yang dilakoni oleh David Belle keren banget! Sayang, kemampuan bahasa Inggris nggak fasih, sampai harus di-dubbing dan jadi nilai minus buat film ini. Nggak cuma minus, film ini juga tentu punya nilai plusnya. Salah satunya adalah adegan parkour yang memang ditonjolkan dalam film ini sangat menghibur. Begitu pula dengan adegan kekebutan dan berantemnya. Soal kekebutan sih Paul Walker nggak perlu diragukan lagi kelihaiannya. Tapi dalam adegan berantem ternyata dia oke juga! Cukup mengejutkan bahwa peran Cyril Raffaelli sebagai Damien di ”District 13” digantikan dengan cukup baik oleh Paul Walker di ”Brick Mansions” ini. Anyway, visual effect yang ditampilkan di film ini juga oke punya, apalagi di bagian openingnya.***

Kembali Bersama Cupumanik

Gugatan

hanifauziaramadhani@gmail.com

Crush Artis : 2NE1 Label : YG Entertainment (2014) Durasi : 35 menit 29 detik

C

L, Dara, Bom, dan Minzy kembali menggebrak dengan full album kedua mereka, ”Crush”. Tetap konsisten dengan warna musik K-Pop yang danceable, 2NE1 masih menggunakan ciri musik mereka yang danceable, dikombinasikan dengan warna musik electronic dan hip hop. Bahkan di album ini mereka juga menggunakan influence musik yang lebih luas, menyertakan sedikit warna R&B, soul, dan reggae. Langsung menggebrak di track pertamanya, ”Crush”, lagu ini emang pas banget dengan judulnya, yang siap ’meremukkan’ dada dengan beat-nya yang agresif dengan tempo yang kencang. Repetan rap dari CL dan Minzy dikombinasikan dengan nyanyian Dara dan Bom jadi perpaduan yang seru buat lagu yang penuh semangat ini. ”Comeback”, yang berada di track kedua, adalah single pertama album ini yang dirilis videoklipnya (istilahnya untuk k-pop adalah MV). Nggak tahu ya, lagunya bukannya nggak bagus, tapi nggak seseru ”Crush” yang ada di track pertama. ”If I Were You” yang nangkring di track keempat, adalah satu lagu ballad dengan tempo pelan. Lagu dengan warna R&B yang sangat kental ini nonjolin kemampuan vokal para personelnya yang ternyata oke punya. Nyambung ke lagu lagu kelima, ”Good to You”, satu track manis dengan musik yang simpel, menonjolkan permainan piano, dan kembali memperdengarkan kemampuan vokal para personel 2NE1. ”MTBD” alias “Mental Breakdown” adalah track solo

dari leader 2NE1, CL. Lagunya sangat agresif, didominasi repetan rap CL dilatari musik dance dengan beragam sampling sound, di antaranya ada sound yang bernuansa Arab. Lagu selanjutnya ”Happy”. Meskipun sangat nge-pop, terdengar sedikit warna reggae dalam part chorusnya. Sesuai dengan judulnya, lagunya sangat happy alias ceria. Album ini ditutup dengan lagu pop R&B yang sangat catchy, ”Baby I Miss You di track kesembilan, dan lagu versi unplugged dari ”Comeback Home”. Berbeda dengan versi yang dirilis jadi single, versi unplugged-nya ”Comeback Home” ini disulap menjadi sebuah ballad yang manis, dengan iringan gitar akustik dan permainan string section yang mewah. Lagu yang tadinya ajep-ajep banget, berubah total menjadi satu lagu dengan nuansa yang megah! Keren! Vokal dari para personelnya juga jadi lebih menonjol, karena tidak tenggelam dalam musik latar yang sangat dominan di versi sebelumnya. Well, I hate to admit it. Kalo dibandingin girlband-girlband lain yang terlalu ”generik”, 2NE1 emang punya warna yang unik dan kualitas yang sedikit di atas ratarata. Wajar aja kalo will.i.am jadinya mau kolaborasi dan merilis materi mereka di bawah label miliknya. Kamu tetep bakal dapet lagu-lagu yang stereotype K-pop banget dengan warna dance dan electronicpop, tetapi mereka juga berhasil menghadirkan beberapa kejutan dalam beberapa lagunya. *** syauqy_belia@yahoo.com

”Kami membawa delapan gugatan dalam delapan lagu di album kami.” TULAH yang dikatakan Cupumanik saat ditanya mengenai album barunya. Band yang terbentuk sejak tahun 1996 ini baru saja merilis album keduanya pada awal Mei lalu. Jarak yang cukup lama, yakni hampir sepuluh tahun dari album pertamanya tak membuat band beraliran grunge ini kehilangan ”warna”. Sempat terlintas di pikiran Belia, sebenernya Cupumanik ke mana aja sih selama ini? Eski, salah satu personel Cupumanik bilang kalau selama ini mereka ada, hanya saja penampilannya gak seintens dulu. Sambil menyiapkan album baru, sebenarnya Cupumanik masih sering manggung off air di beberapa tempat. Che, vokalis Cupumanik nyeritain bahwa mereka itu sempat mengalami fase memilih alias fase galau, hehehe. Setelah album pertama, mereka sempat vakum. Salah satu alasannya pada tahun 2005 kebanyakan personel Cupumanik baru lulus kuliah. Jadi mereka sulit menentukan apakah mau lanjut ngeband, atau bekerja, bahkan ada yang menikah dulu. ”Saat kami dalam proses memilih itu selalu ada pemicu yang membuat kami gak bubar. Misalnya tiba-tiba dapet tur lima kota bareng /rif. Kita juga waktu itu pergi ke Kanada sebagai wakil Indonesia di festival musik di sana,

BI

namanya ’Planet Rocks’ di Quebec City Kanada. Di sana kami berpikir bahwa band ini masih cukup bagus dan layak kami perjuangkan. Belakangan, kami juga menyadari bahwa kami memiliki fans, ada Cupumaniak yang bikin kami harus mempertahankan band ini agar tetap ada,” tutur Che panjang lebar. Che juga cerita ke Belia tentang album barunya yang berjudul ”Menggugat”. Menurut

”Kami merasa Cupumaniak Indonesia itu sebagai teman kami paling dekat, jadi pasti mereka dinomorsatukan.”

Che, vokalis Cupumanik

dia, album ini memiliki perbedaan dengan album pertama mereka dulu. Kalau album pertama itu tema liriknya tentang gagasan besar misalnya takdir, kematian, dan lainlain. Album yang sekarang itu menurut mereka lebih responsif, liriknya lebih menyikapi keadaan sehari-hari yang mereka lihat.

Eliana Penulis Tebal Penerbit

: Tere-Liye : 519 halaman : Republika Penerbit, 2011

K

ALAU kamu penyuka cerita tentang keluarga, kayaknya buku ini akan pas untuk kamu baca. Ini adalah buku ”Serial Anak-anak Mamak”. Tokoh utama dalam buku ini adalah Eliana, si sulung dari empat bersaudara. Eliana ini digambarkan sebagai sosok yang pemberani, riang, dan selalu rajin berusaha. Adikadik Eliana: Pukat, Burlian, dan Amelia, akan banyak diceritakan dalam seri berikutnya. Ceritanya dimulai saat Eliana diajak Bapak ke kota provinsi untuk jalan-jalan. Padahal tujuan utamanya adalah Bapak dan beberapa tokoh desa akan melakukan negosiasi dengan Johan, pemilik perusahaan tambang pasir yang ingin mengambil alih lahan kampung untuk lokasi penambangan. Bukan Eliana kalau nggak penasaran dan sedikit bandel untuk mengikuti perintah Bapak menunggu di penginapan. Ia malah ikutan ke pertemuan tersebut.

Saat menunggu, Eliana mendengar Bapaknya diperlakukan kurang baik oleh si tuan rumah. Sontak, sifat pemberaninya muncul, ia tiba-tiba menerobos masuk ruangan pertemuan dan berteriak membela Bapak. Eliana yang punya geng bernama Empat Buntal bersama Marhotap, Hima, dan Damdas mengadakan perlawanan menolak tambang pasir di kampung mereka. Seperti detektif, mereka menyusun strategi perlawanan. Tapi sayang, Eliana harus kehilangan Marhotap, yang membuat mereka bersedih dan kehilangan semangat. Banyak nilai yang bisa kamu dapatkan dari buku ”Serial Anak-anak Mamak” ini. Meski masalah yang diangkat cukup berat, yaitu pendidikan, lingkungan, dan pemerintahan, kamu nggak akan merasa berat, kok. Dengan bahasa yang mudah dipahami, setelah selesai membaca Eliana, kamu mungkin akan mencari seri berikutnya. Selamat membaca! ***

Fiersa Besari

Tempat Aku Pulang SOUNDRISES : Tribute to England band 90′s (Morrisey. The Smith, Gene, Oasis, Blur, Shed Seven) Minggu, 18 Mei 2014 Pukul 18.30 – Selesai Tropicana Cafe, Fave Hotel 6th Floor, Jl. Cihampelas 129 Bandung Satrio (Pure Saturday) ,ETA, DIVE, LITTLE SMITHS, LEISURE, MUNKYTUNES Tiket: Rp 15.000 Info: Follow @Satupadu ***

ROAD TO BANDUNG OPEN AIR Minggu, 18 Mei 2014 Convention Hall TELKOM UNIVERSITY, Dayeuhkolot, Bandung BURGERKILL, REVENGE THE FATE, DISMEMBERMENT TORTURE, NECTURA, ROTTEN TO THE CORE, BYEBYE BUNNY, dll ***

launching album Kamis, 15 Mei 2014 Pukul 17.00 Zombie Cafe, Jalan Braga No. 3, Bandung Ticket onthe spot: IDR 25K Tempat Aku Pulang album: IDR 50K *** Pergelaran Musik "Samba Sunda Junior" Rabu, 14 Mei 2014 Pukl 14.00 - selesai Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda Jalan Peta No 209 Kota Bandung GRATIS! ***

Apresiasi Seni SMA BPI 1 Bandung Sabtu, 17 Mei 2014 Pukul 08.00 - 21.00 Festival band, festival angling, festival model busman batik dan model busana daerah Sunda ***

Astalaras Sarasvati

12-15 Mei 2014 Blackspot, Jalan Supratman 57 Bandung

tisha_belia@yahoo.com

Klinik Musik, jamming session, peluncuran buku "Ananta Prahadi" karya Risa Saraswati, peluncuran video klip dan member card Sarasvamily, mini konser Sarasvati ***

Charets Open 2014 Be Naturally, Be Extraordinary 10-24 Mei 2014, SMAN 2, Jalan Cihampelas 173 Bandung Kontak: Danang (0838 2052 0346), Delima (0881 8228 204), Reza (0838 2020 4332), Rhevi (0856 2319 004) ***

Folk Like Folks

Jumat, 16 Mei 2014 Pukul 13.00 - selesai Gate One Universitas Kristen Maranatha, Jalan Surya Sumantri, Bandung Adhitia Sofyan Angsa dan Serigala Rusa Militan Classmate Journal Fiersa Besari FREE ENTRY ***

I don't need drugs to make my life tragic - Eddie Vedder

”Kayak single ’Omong Kosong Darah Biru’ itu berangkat dari suatu keadaan yang kita lihat di salah satu daerah di Indonesia yang masih mengagungkan keturunan dan berbagai darah birunya. Itu juga jadi bahan ketertarikan kita, darah biru itu mitos apa betulan ada gak sih,” ujar Che. Selain tentang mitos darah biru, band yang beranggotakan Che (vokal), Iyak (bas), Esqi (gitar), Rama (gitar), dan Dony (drum) ini juga mengangkat tema sosial seperti yang tersurat dalam lagu mereka ”Luka Bernegara” sebagai respons mereka terhadap politik negara ini yang dinilai tidak etis dan banyak penyelewengan. Beuh, lengkap pisan gugatannya. Tur dua kota di Malaysia juga menjadi salah satu pemicu keluarnya album baru mereka. ”Ya, kami mikir kan kami mau manggung di negeri orang, masa gak bawa apaapa. Makanya kami beresin albumnya, sekalian perkenalan album baru di sana,” kata Esqi. Akan tetapi, Cupumanik juga gak lupa sama Cupumaniak di Indonesia, lho. Buktinya sebelum ke Malaysia, album ”Menggugat” lebih dulu dirilis ke Cupumaniak Indonesia. ”Kami ngerasa, gak etis dong kalau kami bawa ke negeri orang duluan sementara di sini belum. Lagipula kami merasa Cupumaniak Indonesia itu sebagai teman kami paling dekat, jadi pasti mereka dinomorsatukan,” kata Che. Wah, so sweet pisan. Sok lah ditunggu penamilan-penampilan barunya!*** dhianynadya@gmail.com


Epaper belia Edisi 13 Mei 2014