Issuu on Google+

19

SELASA (PAHING) 19 NOVEMBER 2013 15 MUHARAM 1435 H SURA 1947

Facebook: www.facebook.com/beliapr

Twitter: @beliapr

E-mail: belia@pikiran-rakyat.com FOTO: KEKE

Pemilihan Duta Bahasa Pelajar 2013

Ajang Barisan Pelajar yang Sadar Berbahasa EBAGAI tunas muda berbakat, rugi banget deh kalau kamu sampai ketinggalan ajang yang satu ini. Setelah setahun berlalu, Pemilihan Duta Bahasa (Dubas) Pelajar kembali digelar untuk menyosialisasikan kesadaran berbahasa dari dan oleh generasi muda, khususnya di kalangan pelajar. Antusiasme yang muncul ternyata cukup besar lho. Terbukti dari pendaftarnya yang nembus angka ratusan siswa sekolah menengah seantero Jabar dalam kegiatan tahunan dari Balai Bahasa Jawa Barat ini. Mereka berdatangan dari berbagai jurusan kayak IPA, IPS, SMK (pariwisata, kimia, dll.), dan pesantren. “Antusiasme peserta pelajar sekarang meningkat. Bahkan selain dari Kota Depok, ada juga peserta SMK yang daftar. Padahal, tahun-tahun sebelumnya nggak ada. Harapan saya kepada dubas pelajar angkatan sekarang bisa lebih solid dalam mengemban tugasnya. Minimal bisa menyosialisasikan ke teman-teman di sekolah dan berkontribusi dalam Komunitas Duta Bahasa Jabar,” ujar Azhar Kharisma, ketua pelaksana acara ini. Setelah melalui seleksi penulisan esai tentang kebahasaan, jumlah peserta pun disusutkan jadi 100 besar dan berhak ikut seleksi selanjutnya. Seleksi yang udah terlaksana seharian penuh pada Kamis (7/11) di Hotel Anggrek, Jalan Seram No. 3, Bandung tersebut meliputi tes UKBI (uji kemahiran bahasa Indonesia) dan penulisan esai dalam tiga bahasa (bahasa Indonesia, bahasa Sunda, dan bahasa asing). Dari rangkaian seleksi tersebut kemudian dipilihlah 30 orang untuk jadi finalis dan mengikuti grand final di tempat yang sama pada Kamis (14/11). Riuh rendah suara peserta pun berpadu dengan kemeriahan para orang tua dan teman-teman pendukung dari setiap finalis. Tiga orang yang bertindak sebagai juri dalam perhelatan ini adalah Ibu Ade Mulyanah (Balai Bahasa Jabar), Prof Cece S (Universi-

S

Bahasamu, Identitasmu

T

AHUKAH belia bahwa selain berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa juga berfungsi menunjukkan identitas kita. Kita dapat mengetahui identitas dan sikap seseorang dari bahasa yang digunakannya. Apabila seseorang menggunakan bahasa yang kasar, kita tentu dapat menilai bahwa orang tersebut berperilaku kurang baik. Begitupun sebaliknya, bila seseorang bertutur bahasa yang halus, bisa dikatakan ia berperilaku baik. Tidak hanya itu, bahasa juga dapat menunjukkan identitas asal kita. Misalnya, saat kita bertemu dengan orang yang menggunakan bahasa Sunda, mungkin kita berpikir bahwa orang tersebut berasal dari Sunda, atau setidaknya dapat berbahasa Sunda. Jadi kita tahu bagaimana harusnya berbahasa dengan orang tersebut. Dalam unsur kebudayaan universal, bahasa merupakan salah satunya. Bahasa yang kita gunakan ini akan menjadi sebuah kebudayaan, bahkan kebudayaan nasional yang juga menunjukkan identitas bangsa kita sendiri. Dan tidak akan mungkin ada suatu bangsa bila bangsa tersebut tidak mempunyai kebudayaan yang menjadi ciri khasnya tersendiri. Dengan demikian, pergunakanlah bahasa yang baik dan benar, baik itu bahasa daerah, bahasa Indonesia, maupun bahasa asing. Jangan pernah mencampur-adukkan antarbahasa satu dengan bahasa lainnya. Biasanya, orang yang mencampur-adukkan bahasa adalah tipe orang yang tidak konsisten karena tidak berpegang teguh pada bahasa yang dipakainya, tidak tahu di mana, kapan, dan kepada siapa ia berbahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing. Inginnya dilihat sebagai orang intelek dan cerdas karena mampu menguasai banyak bahasa, tetapi malah menjadi bahan olokkan karena dirasa bahasa yang digunakannya tidak tepat. Jadi, gunakanlah bahasa yang baik dan benar. Jangan sampai dengan menyalahkan kita malah merusak citra bahasa itu sendiri. Terlebih untuk bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing. Banggalah berbahasa Indonesia, tidak malu berbahasa daerah, dan pandailah berbahasa asing! ***

“Dubas pelajar angkatan sekarang bisa lebih solid dalam mengemban tugasnya. Minimal bisa menyosialisasikan ke teman-teman di sekolah dan berkontribusi dalam Komunitas Duta Bahasa Jabar.”

Ini dia daftar keempat pasang pemenang Dubas Pelajar! Juara 1: M Fajar Pratama (SMAN 3 Bandung) dan Agnes Alzena Syafitri (SMAN 1 Garut) Juara 2: Yasmin (Akademi Siswa Bangsa Internasional Bogor) dan Hanif Abdillah (MA Mathlaul Huda Baleendah) Juara 3: Amelya Melviani (SMAN 19 Bandung) dan Riki Rizkiansyah (SMAN 1 Sumedang) Juara Favorit: Anne Shafira Purnama (SMAN 5 Bandung) dan Reino P Simamora (SMAN 4 Depok)

Indeks:

Quotes

-- Rahimidin Zahari, Bayang Beringin

siswanti.hanifa@yahoo.co.id

Harapan Setelah Jadi

Dubas Pelajar Hanif Abdillah, MA Mathlaul Huda Baleendah DAPAT gelar juara itu jadi pembuktian kepada diri sendiri, orang tua, dan pondok karena saya bisa jadi yang terbaik di antara yang terbaik. Pokoknya bangga dan nggak nyesel ikutan dubas pelajar. Awalnya iseng aja dan hanya bikin esai dalam waktu satu jam. Ketika penjurian, saya deg-degan pas bagian bahasa Sunda tapi udahnya sih plong. Saya ingin jadi seorang broadcaster, guide internasional, dan translator bahasa Arab karena kebetulan di sekolah pun udah biasa pakai bahasa Arab dan Inggris. Dari sanalah motivasi saya untuk ikutan dubas pelajar dan puas banget karena dapat sertifikat. Harapan ke depan ingin bisa manfaatkan sebaik-baiknya bahasa Indonesia dan Sunda, apalagi saya ingin jadi broadcaster. Pokoknya harus terus belajar.

Ulfah Hasanah, SMAN 3 Bandung PERSIAPAN saya menuju final dubas pelajar itu banyak doa menelepon kakek di Tasik karena sempat deg-degan dan nggak tenang. Saya juga saling menyemangati dengan finalis lain. Cita-cita saya ingin memajukan Indonesia makanya senang dan antusias ikutan dubas pelajar. Di sini bisa punya teman baru dan ketemu orang-orang hebat yang semangat dan minatnya sesuai dengan saya. Ini nunjukin kalau Indonesia punya generasi muda yang peduli. Harapan jangka panjang saya semoga Indonesia jadi negara besar, kebudayaannya tetap lestari, diakui internasional, dan rakyatnya sejahtera.

Amelya Melviani, SMAN 19 Bandung

Asy-syifaa Halimatu Sa’diah, SMAN 1 Cililin.

“Bahasa terbina dari nurani bangsa. Bangsa besar kerana keutuhan bahasanya.”

tas Padjadjaran), dan Ibu Temmy Widyastuti (Universitas Pendidikan Indonesia). Sehari sebelumnya, para peserta telah diberi kisi-kisi topik untuk final, di antaranya Sumpah Pemuda, puisi, penggunaan bahasa asing dalam media surat, sastra novel, pendidikan, dan bahasa alay untuk kategori bahasa Indonesia; multilingualism, cultural heritage, dictionary, language preservation, dan sundanese myth untuk kategori bahasa Inggris; serta kaulinan barudak, kakawihan, pupuh, tokoh si kabayan, carita lutung kasarung, dan undak usuk basa untuk kategori bahasa Sunda. Wuih seru banget ya bahasannya! Beres menjadi finalis pun nggak berarti selesai gitu aja karena masih ada tahapan berikutnya yang mesti dilewati, yaitu memilih satu undian pertanyaan yang bakal dipresentasikan di hadapan juri. Di sinilah kemampuan berbahasa diuji karena mereka mesti menjawab sesuai bahasa yang diminta. Kalau nggak sesuai, ya risiko kena pengurangan nilai. Makanya selain kemampuan public speaking, penting pisan untuk peserta punya kepedulian serta wawasan kebahasaan dan kesastraan. FYI, minat baca Indonesia masih kalah dengan bangsa lain lho. Dalam setahun, orang Jepang bisa baca 40 buku dan orang Amerika 20 buku. “Ini karena nggak adanya minat dalam diri sendiri untuk memahami isi. Generasi sekarang ingin mudahnya aja, seperti ambil dari internet. Keinginan menulis esai pun kurang karena biasanya hanya ditulis dalam 1-2 lembar. Padahal di luar negeri, esai bisa ditulis sampai 12 lembar,” ujar Agnes, salah satu finalis. Wuih nggak kebayang besarnya nilai pengalaman dan pembelajaran yang didapatkan dari ajang ini. Selain bisa ketemu teman-teman baru dan maksimalin potensi diri, juga dapat ningkatin rasa kepedulian tentang jati diri sebagai orang Sunda. Sedap lah! ***

20> Skul:

21> Aksi

SMPK 3 Bina Bakti

Angklung Pride 2013

21> MusicTerritory:

21> Ensiklobelia:

- Negeri Neraka Release Party - The Next Legend

Topan Haiyan a.k.a. Yolanda

MENURUT saya menjadi pemenang itu bonus dari apa yang udah kami lalui prosesnya sebelumnya. Yang penting menikmati aja dan terus berdoa. Siapa pun yang jadi pemenang, jadi dubas aja udah membanggakan. Nggak nyangka bisa jadi dubas pelajar karena awalnya hanya iseng gara-gara diajak teman yang udah jadi dubas tahun lalu. Apalagi saya nggak jago bahasa Inggris dan bahasa Sunda, tapi bisa sedikit bahasa Jerman. Malahan pas hari terakhir pendaftaran sempat lupa belum daftar dan kirim berkas. Untuk persiapan sih saya belajar sebisanya. Harapan saya ingin lebih banyak belajar tentang bahasa itu sendiri seperti apa. Setelah paham, baru saya aplikasikan ke lingkungan terdekat dulu seperti keluarga dan sekolah. Bahasa itu penting banget karena sebagai identitas diri.

Lucky Lukman Maulana, SMKN 11 Bandung SAYA ikutan ekskul jurnalistik di sekolah dan saat itu guru bahasa Indonesia ngasih selebaran tentang pemilihan dubas pelajar. Katanya sih ini pas karena cita-cita saya ingin jadi penyiar radion, MC, diplomat, dan kuliah di jurusan Hubungan Internasional. Saya pun bikin artikel sambil konsultasi dengan guru seni budaya, bahasa Sunda, dan bahasa Indonesia. Meskipun nggak datang ke acara final karena ada ulangan Matematika, mereka tetap mendukung. Setiap kompetisi memang harus ada pemenang sebagai target, tapi yang lebih penting itu dapat pengalaman. Menurut saya, jangan hanya kita yang aktif berbahasa yang baik, tapi juga pemuda lainnya turut membudayakan. Semakin banyak orang bahasa Sunda pasti bakal jadi seru banget. *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id

22> Review:

22>Chat: JP Millenix


20

SELASA (PAHING) 19 NOVEMBER 2013 15 MUHARAM 1435 H SURA 1947

FOTO: KEKE

SMPK 3 Bina Bakti

ALAU Belia lewat kawasan Taman Kopo Indah, pasti lihat bangunan sekolah satu ini. Yep, SMPK 3 Bina Bakti! Sekolah ini baru didirikan tahun 2007 lalu. SMPK Bina Bakti 3 pun turut berkontribusi dalam perkembangan daerah sekitarnya. Satu hal yang ditekankan di sekolah ini adalah pengasahan social skill yang diimplementasikan dalam kegiatan belajarnya. Menurut Bu Renny Triana, ”Seluruh siswa harus menyadari bahwa mereka ada atas dukungan lingkungan sekitarnya.” Nggak heran, anak-anak SMPK 3 Bina Bakti ini selain pintar, juga berkepribadian baik. Well, beruntung sekali mereka yang sekolah di sini. Bangunan sekolah SMPK 3 Bina Bakti ini benar-benar strategis. Selama kegiatan belajar mengajar, jarang sekali ada kegaduhan yang mengganggu karena lokasinya yang di dalam kompleks. Tak hanya itu, sekolah ini nyaman untuk ditinggali. Eh, kalau ngomongin kenyamanan sih sebenarnya bukan hanya bangunannya yang menjadi faktor pendukung. Anak-anak SMPK 3 Bina Bakti juga jadi betah berlama-lama di sekolah karena kedekatan mereka dengan guru-gurunya yang gaul. Gimana nggak gaul, para guru di sekolah ini berseragam polo shirt dan jeans. Ternyata, ini juga salah satu upaya untuk meminimalkan kecanggungan antara siswa-guru dan mencontohkan suatu nilai positif; kita bisa menjadi gaul

K

A

DA satu hal yang mencolok kalau Belia berkeliling bangunan sekolah ini. Dari mulai pintu masuk utama, sepanjang lorong, dan di kelas-kelas, banyak sekali artwork! Yep, lukisan, patung, dan karya-karya seni lainnya bertebaran di seluruh penjuru sekolah ini. Jadi penasaran, apakah ini hasil karya anak-anak SMPK 3 Bina Bakti yang

ikut ekskul kesenian? Ternyata, kegiatan berkesenian dan menghasilkan karya seni bukan semata dimiliki mereka yang ikut ekskul kesenian. Semua siswa di sekolah ini pun melakukan hal yang sama. Beruntung mereka punya Ibu Helena, guru seni yang memang kreatif dan mampu encouraging siswanya untuk berkesenian. Pendidikan seni di sekolah ini bukan sekadar menggambar pemandangan saat mata pelajaran kesenian. Well, anak-anak SMPK 3 Bina Bakti juga diajarkan menggambar sih. Bedanya, di sini diarahkan dengan jelas; menggambar bentuk, ilustrasi, dan lain-lain. Selain itu, mereka juga belajar kesenian lain seperti membuat keramik, anyaman, sampai membatik. Nggak sembarangan, batik yang dibuat mulai dari teknik jumputan hingga batik tulis dengan menggunakan canting, malam cair, pewarna, dan bahan-bahan lainnya yang dipesan langsung dari Jogja. Keren! ***

dan trendy tapi juga tetap santun. Cool! Seluruh pintu ruangan di SMPK 3 Bina Bakti ini diberi door sign yang bertuliskan tiga bahasa; Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Wah, ternyata bahasa Mandarin di sekolah ini diajarkan dengan sangat serius. Memang bahasa ini menjadi icon Yayasan Bina Bakti dan diajarkan sejak tingkat pendidikan paling awal. Di SMPK 3 Bina Bakti, guru bahasa Mandarinnya bukan hanya orang Indonesia yang memang superjago cascis-cus bahasa Mandarin loh! Ada juga native

speaker yang didatangkan khusus untuk mengajar di sini. No wonder, seluruh siswa bisa berbahasa Mandarin dengan baik. Ngomongin sekolah rasanya nggak lengkap kalau belum bahas ekskulnya. Sama seperti sekolah-sekolah lain, di SMPK 3 Bina Bakti ada

banyak ekskul yang bisa dipilih oleh siswanya. Mulai dari olah raga seperti basket dan futsal, sampai kesenian seperti choir. Satu yang unik, ada yang namanya Akunpreneur, singkatan dari Akuntansi dan Entrepreneur, mendorong siswa untuk berkembang di dua bidang tersebut dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Oh ya, selain menerima banyak ilmu di sekolah ini, para siswa juga diajarkan untuk melayani loh! Pada saat kebaktian, yang menjadi worship leader, main musik, dan mengambil peran lainlainnya adalah siswa SMPK 3 Bina Bakti. Vina Josephine dan Eunike Christela sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPK 3 Bina Bakti sempat ikut berbagi sedikit cerita soal sekolah kebanggaan mereka ini. Mereka bilang, di sekolah ini memang nggak ada talenta yang sia-sia. Setiap siswa yang punya talenta di bidang apa pun, pasti akan dibantu mengembangkannya di sekolah ini. Mereka juga cerita soal hal yang spesial dan unik dari SMPK 3 Bina Bakti. Kalau di sekolahsekolah lain umumnya menyampaikan pengumuman atau imbauan dan sebagainya dilakukan melalui majalah dinding alias mading, SMPK 3 Bina Bakti beda! Mereka membuat video-video semacam breaking news untuk menyampaikan hal-hal tersebut. Otomatis, kemampuan sinematografi, editing, sampai ngehost acara pun terasah. Pssst… sekolah ini punya host kawakan sekelas Bang Napi loh! Hihihi….*** hanifauziaramadhani@gmail.com

Yonatan NGOMONGIN pemain basket terbaik di SMPK 3 Bina Bakti, pasti Yonatan termasuk salah satunya! Cowok berbadan tinggi ini pernah ikut bertanding di JRBL sampai ke perempat final. Yonatan juga sempat masuk nominasi first team. Sejak tahun pertamanya di SMP, Yonatan memang cukup serius bermain basket. Setiap minggu, cowok penggemar LeBron James ini berlatih basket sebanyak dua sampai tiga kali. Akan tetapi, di rumah, hampir setiap hari Yonatan main basket. Selain jadi pemain basket profesional, Yonatan yang menggemari mata pelajaran IPS ini pengen jadi pengusaha. Wah, kita doain deh! ***

hanifauziaramadhani@gmail.com

Brigitta Tiara

Cebel

CEWEK manis satu ini adalah juara OSN IPS. Wih, keren! Brigitta memang beranggapan kalau IPS adalah mata pelajaran yang menarik untuk dipelajari. Selain karena banyak cabangnya, ia makin tertarik karena IPS di SMPK 3 Bina Bakti diajarkan dengan sangat menyenangkan. Brigitta punya hobi baca buku dan ngefans sama Ilana Tan. Selain itu, Brigitta juga senang mendengarkan musik. Genre favoritnya adalah K-Pop! Kalau sudah dewasa nanti, Brigitta pengen banget jadi dokter. Aamiin!***

Cobel

hanifauziaramadhani@gmail.com

Suara Hati Pelajar

A

PA langkah yang kamu lakukan untuk mendukung program hemat energi? Sok kirimin opini Belia yang paling seru dan enggak bokis ke Redaksi belia, paling lambat hari Jumat (22/11/13) ke Kantor Redaksi ”Pikiran Rakyat” Jln. Soekarno-Hatta No. 147 Bandung. Bisa juga lewat e-mail ke: belia@pikiranrakyat.com. Inget, yang bukan pelajar dilarang ambil bagian! Opini yang dimuat melalui e-mail mendapat merchandise dari Pikiran Rakyat. (Hub. Bag. Marcomm Jln. Asia Afrika No. 77 Bandung) dengan menunjukkan kartu pelajar. Jangan telat ngirimnya ya!***

Sahabat atau Pacar Ivan Julian, SMPK 5 BPK Penabur PACAR atau sahabat kayaknya sih sama penting, pacar penting karena orang yang kita inginkan dan selalu ada dekat kita, sedangkan sahabat juga penting karena sahabat adalah teman bagi kita untuk curhat maupun berbagi, tergantung kita aja mengatur waktu agar keduanya tetap bisa bersama kita.

Muhammad Imam Fauzan, SMA Taruna Bakti SAYA lebih memilih sahabat karena saya belum punya pacar. Memangnya apa sih yang disebut pacar itu? Kalo mau cuma ”sayang-sayangan” saja bisa juga kita lakukan kepada sahabat juga. Kalo mau jalan bareng, nonton bareng ya bisa juga kita lakukan bersama sahabat kan? Lagian kalo kita punya pacar malah kita banyak godaan untuk mencari pacar lagi. Nah gimana kalo sahabat? Ga pernah kan ada kata ”selingkuh” dari sahabat. Ga pernah ada kata putus. Nah itu kenapa saya lebih milih sahabat daripada pacar, menurut saya, kalo memang mau hubungan yang emang langsung serius ya tunggu nikah aja.

Meli Indriyani, VIII-B, SMP Al Ma’soem, Jatinangor, Sumedang KALAU disuruh milih antara pacar atau sahabat, pasti aku akan lebih memilih pacar. Dia bukan hanya menjadi sosok seorang pacar bagiku, tetapi dia juga seorang sahabat. Aku begitu dimanja olehnya, sampai-sampai tidak boleh kelelahan, rumah pun sering kali dibereskan olehnya. Dia orang yang paling pengertian, menemani di kala kesunyian menghampiri. Berbeda dengan sahabat yang

hanya menghampiri ketika ia membutuhkan bantuanku saja. Ayoo sobat Belia, jangan salah sangka pacarku itu adalah pacar halal yaitu suamiku kelak. Kelak lho, ketika aku sudah mandiri dan matang dalam berbagai hal.

Josephine Tiffara, SMPK1 BPK Penabur Bandung KALAU boleh, saya nggak mau memilih duaduanya karena sahabat dan pacar sifatnya kadang mudah berubah, bisa terprovokasi oleh situasi sekitarnya... Susah diprediksi isi hatinya.***

Fadia Hananti (fadia_hananti@yahoo.com) MENURUT saya, saya lebih memilih sahabat. Karena sahabat adalah orang yang mengerti tentang diri saya di keadaan apa saja. Dengan sahabat, kita bisa bersenang-senang bersama, bercanda tawa bersama, sedih bersama, kesal bersama, dan lain-lain. Sahabat selalu bisa menemani disaat kita sepi. Kalau kita sedang merasa kesepian, bosan, sedih, kesal ataupun bahagia, sahabat selalu hadir menemani kita. Terkadang, tingkah laku kita suka mirip dengan sahabat kita. Sahabat adalah tempat paling nyaman untuk menumpahkan isi hati kita. Ya, walalupun memang sahabat, terkadang suka membuat kita kesal. Tapi dari pengalaman saya, setelah saya bertengkar dengan sahabat, kami cepat berbaikan lagi. Menurut saya, pacar itu tidak begitu penting. Saya berpikir bahwa jika berpacaran, lalu putus, mungkin saja hubungan pertemanan bisa rusak. Menurut saya lebih baik menjadi teman atau sahabat daripada menjadi pacar.***

Keindahan Belajar T

AK terasa 10 tahun lepas dari bangku kuliah dan kini sekolah saya sekarang adalah kerasnya kehidupan *azhek. Dulu selama 12 tahun lamanya harus bangun pagi demi masuk sekolah pukul tujuh pagi setiap hari dari SD sampai SMA. Kemudian belajar di bangku kuliah dengan jadwal yang lebih bebas, tetapi dengan bobot pelajaran yang tentunya berbeda. Selepas itu saya belajar sendiri. Sebagai lulusan desain produk yang berkhianat, saya malah main musik dan menulis musik. Menulis sendiri kemudian menjadi hidup saya. Tempat belajarnya adalah blog Multiply (RIP). Selain nge-blog dari tahun 2004, saya sempat bergabung dengan majalah Ripple selama tiga tahun. Dari situ saya mulailah mengerjakan berbagai proyek terbitan dan menulis seputar musik dan gaya hidupnya hingga kini. Begitu pula dengan musik. Saya tidak pernah mengenyam pendidikan musik yang formal. Dulu pernah beberapa kali les gitar dan vokal, namun tetapi tidak pernah selesai. Karena saat itu belum tahu apa tujuan saya les. Sehingga beberapa kali pindah-pindah tempat les karena hanya coba-coba. Itulah kesalahannya. Kalau boleh mengutip Yoda, sang Jedi master, ”Do or do not, there is no try.” Satu-satunya kitab saya belajar gitar pertama kali yang sangat berbekas adalah program CD room bajakan ”How to Play Blues Guitar” yang dibeli di Glodok, Jakarta sekitar tahun ’97. Selain itu, sisanya mendengarkan dan ngulik sendiri. Setelah bertahun-tahun bemain dengan band trio funk rock 70’s Orgasm Club, dua tahun ini saya mendapatkan pelajaran baru. Sebagai gitaris Musik Tulus, band pengiring untuk penyanyi Tulus. Sungguh sangat menantang dan bahkan sempat kesulitan. Karena saya terbiasa memainkan lagu sendiri yang ngerock dan ekspresif lepas, seangkan bermain gitar di Musik Tulus harus lebih rapi, menahan emosi dan mengontrol permainan sesuai kebutuhan. Yang jelas, dua tahun di Musik Tulus banyak pembelajaran baru untuk permainan gitar saya. Untuk buktinya, tunggu di album penuh 70’s Orgasm Club tahun depan ya. *sekalian promo. Pembelajaran lainnya beberapa tahun ini

adalah bernyanyi. Cukup besar usaha yang satu ini. Saya adalah orang yang (mungkin terlalu) mengalir. Sehingga seringkali kesulitan menghadapi rutinitas berulang, termasuk latihan vokal secara teratur. Padahal, konon sebagai orang yang baru mencoba bernyanyi, latihan itu sangat penting. Lalu gimana? Entah, yang jelas meski tidak teratur, kalau sedang mood bernyanyi bisa keasyikan sendiri berlatih. Kadang kegiatan ini jadi kegiatan rutin hampir tiap pagi. Bermain gitar, sambil bernyanyi, dan menulis lagu. Kalau sudah asyik, seringkali sampai lupa waktu. Biasanya sih jadi salah satu penyebab sering telat janjian karenanya (jangan bilang siapa-siapa ya). Alhamdulillah, meskipun belum merdu seperti kicau burung, saya sudah mulai kenal instrumen vokal saya sendiri. Dari range vokal dan bagaimana nyamannya saya bernyanyi. Menemukan karakter vokal sendiri akhirnya jadi PR besar saya, ketimbang meniru penyanyi kesukaan saya Stevie Wonder dan Marvin Gaye (maklum, dulu ngga tau diri, milih idolanya susah). Tahu kemampuan diri adalah salah satu unsur terpenting dari proses pembelajaran. Dan itu proses yang sedang saya lalui. Maka itu saya tidak akan pernah berhenti. A-a-a-azheek. (remix style) Cerita lainnya adalah dua tahun ini saya ingin sekolah lagi. Setahun kemarin saya habiskan dengan online berburu beasiswa di luar negeri. Meskipun akhirnya tidak diteruskan karena faktor waktu. Harus benar-benar menyisihkan waktu untuk itu. Bahkan, bisa memakan waktu hingga lebih dari setahun. Oleh karena itu, saya akhirnya mendaftar dan diterima menjadi mahasiwa di magister S2 Seni Rupa ITB per Agustus kemarin. Alhamdulillah ya, Jon. Alasan mengambil S2 seni rupa dan jalur tesis adalah saya ingin memperdalam kemampuan menulis saya, dengan menulis tentang seni rupa. Hal ini juga sebagai jawaban atas rasa clueless-nya saya berpameran beberapa tahun ini. Saya pikir lebih baik saya menulis dan menjadi orang di belakang layar sajalah. Lagian dunia seni rupa Bandung juga butuh lebih banyak orang di balik layar karena jumlah senimannya sendiri sudah banyak. *tsaah, mulia

banget ya. Belakangan sempat ada ketakutan yang tidak terbukti. Seperti apakah rasanya kuliah lagi? Apakah masih bisa? Karena otak saya sudah terbiasa belajar secara otoditak, secara aplikatif. Bukan belajar dalam ruang-ruang formal kampus. Tapi inilah serunya. Setelah dua bulan disadari kalau saya sangat menyukai belajar. Ditambah dengan suasana Kampus ITB yang sangat cocok untuk belajar. Yah, meskipun kesulitan belajar dan rasa malas sesekali ada. Yaah namanya juga hidup. Mari kalau begitu, doakan semoga selalu lancar. Mari terus belajar sepanjang hidup kita.*** Anto Arief | @antoarief


21

SELASA (PAHING) 19 NOVEMBER 2013 15 MUHARAM 1435 H SURA 1947

FOTO: HANI

Angklung Pride 2013

N

EGARA kita tercinta Indonesia, yang terdiri lebih dari 17.000 pulau, punya banyak tradisi seni dan budaya yang patut kita banggakan. Kalau dari Jawa Barat, satu kesenian tradisional yang paling kasohor adalah angklung. Wah, siapa sih yang nggak tahu alat musik keren yang satu ini? Well, pada tanggal 16 November tiga tahun yang lalu, UNESCO resmi mendeklarasikan angklung sebagai World Intangible Cultural Heritage dari Indonesia. Jadilah setiap 16 November diperingati sebagai Hari Angklung. Saat itu semua rakyat Indonesia, terutama warga Jawa Barat, ten-

tunya girang. Nah, sejak saat itu pula, kita semua punya sebuah tanggung jawab bersama untuk menjaga, melindungi, dan mempromosikan angklung. Beruntung sekali kita punya Saung Angklung Udjo (SAU) yang sejak tahun 1966 setia melestarikan angklung. SAU yang didirikan oleh Alm. Udjo Ngalagena – yang lebih dikenal dengan nama Mang Udjo – memang bertujuan untuk mewujudkan harapan bahwa angklung adalah salah satu seni tradisional yang menjadi kebanggaan orang Sunda, bahkan Indonesia. Pada Sabtu (16/11) lalu, di SAU diadakan peringatan Hari Angklung yang sangat meriah.

Sejak pagi, digelar festival dengan peserta delapan sekolah dari Indramayu, Cirebon, Sumedang, Tasikmalaya, Bogor, Bekasi, Subang, dan Bandung. Nggak hanya festival, menjelang sore hari ada lagi satu gelaran seru masih dalam rangka memperingati Hari Angklung. Sekitar pukul 15.30, pertunjukan sore digelar. Pertunjukan sore memang digelar berkala di SAU. Namun, khusus sore itu, pertunjukan yang disuguhkan lebih istimewa! Dibuka dengan demonstrasi wayang golek, penonton sudah dibuat sangat terhibur. Demonstrasi ini menampilkan bagaimana wayang golek berbicara, menari, dan bertarung. Kemudian helaran dimainkan selanjutnya. Helaran dimainkan dengan nada-nada riang untuk menghibur para penonton dan mengajaknya bersyukur atas berkah Tuhan. Setelah itu, penonton disuguhi pertunjukan keren berupa tari topeng, rampak kendang, dan pertunjukan angklung missal yang menampilkan lagu-lagu dari berbagai provinsi di Indonesia. It really shows how rich we are! Acara berlangsung semakin seru ketika setiap penon-

ton diberi sebuah angklung dan diajarkan cara memainkanFOTO: HANI nya. Dalam hitungan menit, kerumunan penonton memainkan lagu dari grup legendaris The Beatles dengan arahan dari para dirigen cilik. Setelah diajak merasakan sendiri pengalaman main angklung, penonton disuguhi tampilan orkestra angklung. Para pemain angklung yang lihai mengawali penampilannya dengan memainkan lagu Bohemian Rhapsody dari Queen. Awesome! Arumba ditampilkan setelahnya. Fyi, arumba adalah satu set instrumen bambu yang mampu menghasilkan nada harmonis dan dinamis. Nah, setelah arumba ditampilkan, para penari dan pemain angklung menyeruak ke kumpulan penonton dan mengajak semua penonton yang terdiri dari anakanak hingga orang tua, orang Bandung asli hingga orang luar negeri, berkumpul di tengan hall untuk menari bersama dalam irama tradisional Sunda. Tarian bersama itu menutup acara Angklung Pride 2013. SAU sudah mengingatkan kita untuk menjaga, melindungi, dan mempromosikan angklung dengan cara yang sungguh menyenangkan!*** hanifauziaramadhani@gmail.com

Jamuan Pesta Godless Symptoms R

INTIKAN hujan boleh berjatuhan di luar, tetapi suasana pesta tetap panas menggelegar! Yap, digelar di Till Drop Cafe, Jalan Buahbatu 55, Bandung, Rabu (13/11/2013), event ”Negeri Neraka Release Party” bikin suasana malam itu diliputi euforia yang bikin adrenalin melompat. Godless Symptoms (GS) sebagai sang empunya acara sukses merobek kebekuan yang semula merebak karena cuaca yang dingin di luar venue. Aroma thrash/metal/hardcore kental mewarnai hajatan yang dibikin gratis tersebut. ”Ada interval setahun antara album ’Negeri Neraka’ dengan album selanjutnya. Di sini lirik kami lebih ngomongin kondisi sosial yang cakupannya tentang kerisauan negeri. Kami juga mengkover lagu Turtles Jr dan Jeruji. Pembeda dengan album yang sekarang sih lebih thrash aja,” ujar Barus vokalis GS. Hal yang baru lainnya adalah kehadiran Lukita sebagai awak baru, memainkan instrumen bass. Setelah seringkali ngebantuin GS sebagai additional musician, akhirnya frontman Pitfall dan Hellbeyond ini resmi jadi personel. Bisa dibilang kalau release party ini juga merupakan selebrasi satu dekade Godless Symptoms. Malahan mereka pun udah siapkan box set berisi album 1, 2, dan 3 beserta buklet berisi sejarah perjalanan band sejak tahun 2003. Rencananya diluncurkan Januari mendatang dengan jumlah terbatas, 100

buah aja! ”Selebrasi berikutnya kami akan invasi ke luar (kota red.). Rencana terdekat sih bikin release party juga di Jakarta dan Bali pada bulan Februari,” ujar Gusti as a drummer ini menambahkan. Well, sejak track ”Inilah Negeri Neraka”, ”Pathetic and Lost”, dan ”Kebenaran Harus Lantang Bicara” digulirkan dalam jamuan musik cadas saat itu, situasi akrab langsung merebak. Nggak perlu ragu, komunikasi penonton dengan para personel berjalan lancar dan beneran tanpa jarak. Seakan ingin melengkapi pesta, Joe sebagai eks bassis kemudian muncul dan turut beraksi lewat instrumennya. Tensi semakin menanjak saat Godless Symptoms memainkan ”Arogansi” dan ”Aberaksi Lewat Distorsi”. Belasan kamera pun bebas berseliweran untuk mengabadikan momen ini. Selanjutnya lagu lain seperti ”Kerajaan Ilusi”, ”Paranoia”, ”Ritus Penutup”, ”Dominasi Zombie”, ”Negeri Neraka”, hingga ”Kuya Ngora” jadi santapan gahar yang makin membakar. Pesta peluncuran album ketiga dari band ini memang unforgattable. Semua bebas pogo sembari diiringi setlist yang berdaya hentak hebat dan superkencang. Hareudang tapi seru bray! Selamat buat Godless Symptoms! ***

K e r e n

Negeri Neraka Release Party

Jawaban di Sepertiga Malam

C e r p e n

FOTO: HANIFA

L

ARUT malam aku terbangun dengan desisan yang mengiung di telingaku, tak biasanya. Ini adalah ketiga kalinya. Buah tidur yang selalu terlukiskan adalah kertas putih dengan goresan tinta menyelip di buku, tak terbaca. Aku teringat dengan kata-kata yang sempat membuat bulu kudukku merinding, seketika Pak Wahyu memberi pertanyaan pada seluruh siswa di kelas “ Sebentar lagi kalian akan menghadapi dunia yang sebenarnya, harus kalian pikirkan akan jadi apa kalian nanti. Apa yang kalian tempuh selama ini akan kalian rasakan. Apakah dunia akan tunduk pada kalian atau kalian akan dipekerjakan dunia?” Aku yang selalu menghiraukan nasihat guru di depan kelas karena tanganku yang selalu gatal untuk mencoretcoret kertas buku. Bukan materi yang memenuhi isi bukuku, tapi hanya coretan yang tak ada manfaatnya. Mimpi yang kutemui selama tiga hari berturut-turut membuatku merasakan konflik batin. Aku tak seperti biasanya, bahkan kerabat memanggilku lembek karena kependiamanku. “Rif, insyaf kamu? Seorang Arif membaca buku?” tanya Jaka sambil tertawa tipis di sebelahku. Jaka, kerabat sebangku yang sama kenakalannya denganku. Bahkan, nilai semesteran yang selalu didapatkan berbeda tipis. Rata-rata yang hanya mendapat nilai KKM. Aku menutup buku yang ku baca, dan beralih tangan dengan pensil yang siap mencoreti kertas kosong terakhirku. Jaka pun pergi dari tempat duduk, aku menyadari dia kesal dengan sikapku yang akhir ini aneh. Kulihat kalender yang terpampang di kamarku, tiba-tiba air mata terasa asin masuk ke dalam mulutku. Aku ini seorang laki-laki yang setiap hari tertawa terbahak-bahak dengan semua kenakalanku. Aku malu dengan diriku. Apa aku bisa menjadi teladan untuk adik-adikku? Seketika itu aku teringat ayah. Derrttt... getaran ponsel membangunkanku dan napas yang sulit untuk kuhela. “Ya Allah” akhirnya aku bisa kembali bernapas ketika aku menyebut asma Allah. Lagi-lagi aku bermimpi seperti itu. Aku pun membasuh wajah dan tersirat dalam pikiranku untuk pertama kalinya melakukan salat Tahajud. Seusai berwudu, kukenakan sarung yang jarang sekali ku pakai untuk sembahyang. Di sujud terakhir, aku terhenti sejenak dan terkilas semua kenakalan yang pernah kuperbuat. Aku pun menangis sendak dan kertas dalam mimpi itu muncul dalam sujudku, dengan tinta hitam yang menggores kata “Jagalah ibu dan adikmu, banggakan ayah dengan kesuksesanmu”. Air mata yang deras mengucur ketika sujud itu mengetuk hatiku untuk berubah, aku harus menjadi anutan selagi ayah sudah tiada.***

siswanti.hanifa@yahoo.co.id

ELIN SALMA ALFIYANI, XII IPA 1 SMAN 1 BANJARAN.

Pintar-pintar Saat di Warnet

S Topan Haiyan a.k.a. Yolanda B ELIA pasti banyak membaca di koran dan nonton di televisi soal ”cewek” yang satu ini. Yolanda namanya, cantik ya? Sayangnya, dia ini bukanlah cewek yang secantik namanya. Yolanda adalah nama lain dari Topan Haiyan, topan tropis super yang punya kekuatan destruktif luar biasa dan sangat mematikan. Di Filipina, angin topan ini sudah menelan 4.009 korban jiwa hingga 18 November 2013, dengan estimasi angka kematian yang bisa bertambah hingga belasan ribu jiwa. Di Filipina, angin topan adalah bencana alam yang tak terhindarkan. Maklum, letak negara kepulauan ini emang ‘langganannya’ angin topan tropis. Topan tropis (tropical cyclone) adalah angin badai yang terbentuk di daerah tropis, area di sekitar sumbu ekuator bumi. Topan ini terbentuk karena perbedaan tekanan udara dan kenaikan suhu permukaan air. Topan Haiyan terbentuk di daerah negara kepulauan Federasi Macronesia yang terletak di sebelah

timur Filipina, utara Papua. “Kelahiran” topan dinyatakan pada tanggal 3 November silam dan dinyatakan oleh Japan Meteorogical Agency (JMA) sebagai Topan Haiyan. JMA sendiri adalah agensi meteorologi Jepang, setara BMKG di Indonesia. Sementara itu, pada tanggal 6 November, PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration), BMKG-nya Filipina, memberikan nama Yolanda kepada topan tropis yang satu ini. Kalo gempa punya skala Richter, maka buat angin topan kita mengenal Saffir–Simpson hurricane scale (SSHS), buat mengukur kekuatan angin topan. Nah, Yolanda ternyata masuk kategori topan super karena berhasil menembus kategori 5 SSHS dengan kecepatan angin di atas 252 km/jam! Topan kategori 5 selain kecepatan anginnya sangat tinggi, juga punya kekuatan penghancur luar biasa, di mana dia mampu merusak bangunan dengan fondasi dalam, menciptakan ombak tinggi, dan membawa

hujan dengan curah hujan padet yang bisa menimbulkan banjir besar. Yolanda sempat teramati mencapai kecepatan 315 km/jam. Yolanda melewati Pulau Samar dan Leyte di Filipina dan menghasilkan kerusakan yang luar biasa. Selain angka korban jiwa yang tadi kru belia udah sebutin, diyakini kalo bencana ini menyebabkan 11 juta penduduk Filipina menjadi tunawisma karena kehilangan tempat tinggal. Untuk di Filipina sendiri, sebagai negara yang sering terlewati angin topan, Yolanda adalah salah satu yang paling merusak dan paling mematikan. Sebelumnya ada beberapa angin topan yang juga ‘mampir’ ke Filipina dan meninggalkan kerusakan yang nggak kalah dahsyatnya. Selain Filipina, negara lain yang terkena bencana Topan Yolanda adalah Micronesia, Cina, dan Vietnam. *** syauqy_belia@yahoo.com, dari berbagai sumber

ETIAP orang sudah tidak asing lagi saat mendengar kata "warnet". Ya, warnet adalah singkatan dari "warung internet", warung yang menyediakan jasa rental komputer beserta internetnya. Warnet itu harga per jamnya kisaran Rp 3.000 sampai Rp 6.000 per jam, bergantung kepada tempat, fasilitas dan kenyamanan, dan tingkat kecepatan mengakses data. Tidak ada yang tidak mengenal warnet, itu terbukti dari banyaknya pengunjung yang berdatangan. Mulai dari pagi sampai malam, orang tua sampai anak-anak dan yang bertujuan penting seperti mengerjakan tugas sampai yang bertujuan sekadar mencari hiburan seperti bermain game online. Warnet memang sudah sangat akrab dengan hidup kita sejak lama, warnet juga memang sarana yang cukup efektif dan efisien bagi kita yang belum memiliki komputer, laptop, ataupun pengakses internet lainnya. Namun, di samping manfaat-manfaat yang ada, ada satu hal yang cukup dapat merugikan saat kita ada di warnet, yaitu: Lupa waktu. Lupa waktu saat di warnet seakan-akan adalah hal sepele yang tidak berdampak, tetapi sebenarnya lupa waktu saat di warnet sangatlah berdampak buruk. Mulai dari harga yang tidak terasa terus bertambah, lupa mengerjakan tugas, lupa sholat, bahkan kita bisa sampai lupa untuk mengerjakan yang sebenarnya menjadi tujuan utama kita datang ke warnet. Pada akhirnya, saat pulang dari warnet, kita tidak mendapatkan apaapa selain uang yang habis dan rasa ingin lagi untuk datang ke warnet untuk "bersenang-senang" Bersenang-senang saat di warnet seperti misalnya mendownload lagu, membuka jejaring sosial, atau mungkin bermain game online memang tidak dilarang. Namun jika belebih hingga menimbulkan lupa waktu, itu yang dilarang. Jika sampai lupa waktu, lupa salat, lupa mengerjakan tugas, dan lupa segalanya, yang ada, kita hanya mendapat kerugian sepulang dari warnet. Oleh karena itu, pintar-pintarlah saat berada di warnet. Mulai dari membawa uang yang pas saja, dan mengerjakan yang penting terlebih dahulu, mungkin itu cara yang efektif agar kita tidak kebablasan saat di warnet.*** Radhy N Kania, XI'Fms SMK Cipta Skill Bandung

Seseruan Fans Super Junior

S

EBAGAI penggemar sejati dari Super Junior, kayaknya acara ini sayang untuk dilewatkan. Dalam rangka gathering bareng sesama ELF (Everlasting Friends—fans Super Junior) dari kota lain kayak Garut, Tasik, dll, ELF Bandung bikin perhelatan bertajuk “The Next Legend” di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Minggu (17/11). Acara ini juga sekaligus jadi perayaan 4 tahunnya ELF Bandung dan Super Junior yang berusia 8 tahun . Meski open gate baru dimulai jam 11 siang, kerumunan orang yang kebanyakan wanita udah memenuhi area parkiran. Kehadiran mereka kentara banget dengan pakaian berwarna biru dengan tulisan nama sang band pujaan di bagian punggung. Dengan tiket masuk seharga Rp 85 ribu (umum) dan Rp 75 ribu (member), event ini sepertinya benar-benar ditunggu. Para pengisi acara mengkover lagu dan dance sang idola kayak “Lovely Day”, “In My Dream”, dan “Promise You”. Video project “The Next Legend” dan “Heechul” juga nggak ketinggalan untuk ditampilkan. Belum lagi puncak acara saat ngerayaain ulang tahun Super Junior, wah makin ramai! Kehebohan memang terus mewarnai venue. Pokoknya nggak ada kata jeda dari teriakan para penggemar. Apalagi pas nonton bareng DVD Super Show 4 dan 5, histeria yang muncul justru malah makin menjadi-jadi aja. Kayaknya nggak ada deh spot penonton yang luput dari oktaf-oktaf tinggi teriakan ELF. Salut berat dengan antusiasmenya yang begitu enerjik! *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id

FOTO: KEKE

FOTO: REUTERS

M u s i c T e r r i t o r y

The Next Legend


22

SELASA (PAHING) 19 NOVEMBER 2013 15 MUHARAM 1435 H SURA 1947

JP Millenix

FOTO: FEBY HARIYANI & HANIFA

Ender’s Game Sutradara Produksi Durasi

: Harrison Ford, Asa Butterfield, Hailee Steinfeld : Gavin Hood : Summit Entertainment (2013) : 1 jam 54 menit

B

ELIA yang ngaku sebagai pencinta science fiction, mungkin nggak asing dengan judul film satu ini. ”Ender’s Game” adalah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Orson Scott Card, dirilis tahun 1985 silam. ”Ender’s Game” bercerita tentang seorang remaja laki-laki bernama Ender Wiggin (Asa Butterfield) yang bertekad menjadi komandan dalam menghadapi ras alien bernama Formics yang diceritain di film ini pernah menyerang bumi dan diramalkan bakal menyerang kembali. Bernasib lebih baik dari pada kedua kakaknya, Ender direkrut oleh Colonel Graff (Harrison Ford) dan Major Gwen Anderson (Viola Davis) untuk bergabung di Battle School, sekolah di luar angkasa tempat pelatihan anak-anak berbakat yang terpilih untuk melawan Formics. Di sekolah ini, Ender belajar banyak hal. Semua murid ditempa agar mampu berperang menyelamatkan bumi. Nggak heran, mereka dilatih bertarung di ruang hampa udara, menyusun strategi perang, hingga membangun kerja sama tim yang baik. Namun, selama bersekolah di sini pula Ender mendapat banyak tekanan, konflik pribadi, dan masalah dengan orang-orang di sekitarnya. Colonel Graff menganggap Ender sebagai kandidat utama yang akan terpilih sebagai komandan perang, penerus Mazer Rackham, seorang panglima perang legendaris. Segala cara pun dilakukan

w vie re

Pemain

agar Ender terpilih. Di tangan sutradara Gavin Hood, Ender’s Game menjadi film yang seru yang lebih ringan dibandingkan dengan novelnya. Maklum, si novel cukup ribet jalan ceritanya. Beberapa karakter dalam film ini pun digambarkan agak berbeda dengan yang diceritakan di novelnya. Dalam novel Ender’s Game, Colonel Graff digambarkan sebagai tokoh yang ambigu. Pembaca novel akan dibuat bingung apakah tokoh ini sebenarnya baik atau jahat. Mirip tokoh Profesor Snape di Harry Potter lah. Nah, di filmnya, Colonel Graff dikesankan sebagai tokoh jahat yang memanfaatkan Ender dan tidak memikirkan dirinya sebagai seorang anak manusia. Dengan pemain-pemain yang oke banget, film ini sangat enjoyable. Asa Butterfield yang pernah bermain di Film ”Hugo” dan ”The Boy in the Striped Pyjamas” benar-benar menunjukkan kualitasnya sebagai aktor andal, meskipun usianya masih sangat muda. Predictably, he’s the next big thing! Anyway, buat yang senang diajak mikir selama nonton film sci-fi, mungkin ”Ender’s Game” ini nggak terlalu menantang. Banyak sekali plot rumit yang dengan sederhananya dijelaskan lewat percakapan para tokoh, bukan visualisasi. Akan tetapi, film ini punya pesan moral tentang antiperang yang cukup mengena. Twist di akhir ceritanya pun oke punya dan bakal bikin penasaran. ”Ender’s Game” versi novel sih punya beberapa judul lanjutan. Bisa jadi kelak akan ada sekuel dari film Ender’s Game ini. Let’s see!*** hanifauziaramahani@gmail.com

Artpop

I

NI dia album ketiga dari artis yang punya ngaran lengkap Stefani Joanne Angelina Germanotta. Dirilis pada awal November ini, ”Artpop” jadi ngaran album terbaru dari Lady Gaga. Album yang terdiri atas 15 lagu dengan nuansa synthpop yang jadi kekhasan lady Gaga. Kontroversial, pastinya jadi satu kata yang sangat melekat dengan sosok Lady Gaga. Seperti album-album sebelumnya, dia juga banyak bicara soal isu-isu yang cukup kontroversial dalam album ini. Apakah soal popularitasnya sebagai selebriti, seks, juga girl power. Selain itu, Lady Gaga juga bicara soal kesetaraan gender dan isu-isu sosial di lagu-lagunya. Meskipun topik-topiknya cukup berat, Lady Gaga berhasil mengemas lagu-lagunya dengan balutan pop easy listening yang sangat mudah dicerna. ”Applause” yang dijadiin single perdana album ini adalah satu lagu dancepop elektronik yang terpengaruh dengan musik-musik dance era ’90-an. Lewat lagu ini, Gaga curhat soal kesehariannya sebagai seorang selebriti dan memberikan pandangannya tentang popularitas. Di single keduanya,

w vie re

Artis : Lady Gaga Label : Interscope Records (2013) Durasi : 59 menit 4 detik

”Do What U Want”, Gaga menggandeng penyanyi R&B R Kelly untuk memberikan track vocal dalam lagu ini. Hasilnya adalah lagu dance pop dengan sedikit sentuhan R&B yang seksi. Di lagu ”Venus”, Gaga kembali hadir dengan warna musik dance pop yang bertempo cukup cepat. Sementara itu, lewat lagu ”Dope”, Gaga menghadirkan warna yang gelap dan galau. Maklum, lirik lagunya bercerita tentang curhatan Gaga yang sempat kecanduan drugs. Kontroversial, udah pasti. Namanya juga Lady Gaga. Artwork dan videoklip album ini pun tentunya sangat nyentrik, dan sekali lagi, mengundang kontroversi. Namun, bicara musiknya, rasanya buat kamu yang demen musik pop yang danceable, pastinya bakal bisa nikmatin album ”Artpop” ini. Oh, yeah. Ada beberapa liriknya yang menggunakan kata-kata yang agak ”kasar”. Selain itu, artwork-nya juga agak-agak vulgar. Makanya sampul album ini dihiasi tulisan ”Parental Advisory, Explicit Content”. Maklum lah, namanya juga album Lady Gaga. *** syauqy_belia@yahoo.com

Istana Mimpi

AMU termasuk orang yang selalu mengingat mimpi semalam saat terbangun di pagi hari? Atau, kamu percaya kalau mimpi adalah salah satu penanda kejadian dalam hidup? Aha, kalau gitu kamu cocok untuk membaca Istana Mimpi karya Ismail Kadare ini. Novel yang terlalu ringan untuk teman membaca kamu, tetapi yang pasti isi novel ini sungguhlah membuat pembaca mikir, apakah hal ini terjadi pula di negara kita? Ini kisah tentang seorang pemuda bernama Mark-Alem yang bekerja di Tabir Sarrail alias Istana Mimpi, institusi yang dibentuk oleh Sultan. Tabir Sarrail ini adalah institusi yang bertugas mengumpulkan mimpi-mimpi seluruh rakyat yang berada di bawah kekuasaan Sultan. Mark-Alem adalah cowok yang kurang tegas dan sering gugup. Di Istana Mimpi ini, ia merupakan pegawai baru yang bekerja sebagai penyortir mimpi. Ia harus memilih mimpi mana yang nggak bermanfaat dan harus dibuang, sedangkan mimpi yang kemungkinan memiliki arti atau potensial jadi kenyataan, akan ia teruskan ke bagian tafsir untuk dicari maknanya. Ih, serem banget ya, pemimpin kerajaan ini? Semua mimpi rakyatnya harus dicatat, dikumpulkan, dipilih, lalu diartikan untuk mencari apa yang disebut

Speaker First Farewell Party Minggu,24 November 2013 Pukul 18.00-selesai Maja House, Jalan Sersan Bajuri, Bandung FREE ENTRY *****

Pameran Arsip ”13 Tahun Daging Tumbuh”, 23 November-23 Desember 2013, @s.14, Jalan Sosiologi No.14 Komp. Perum Unpad Cigadung, Bandung, Minggu, 24 November 2013: ”Workshop Membuat Komik Ala Daging Tumbuh”, bersama Terra Bajraghosa & Prihatmoko Moki mulai pukul 10.00 WIB, Rp.50.000/orang, terbatas 20 peserta (Kontak FajarPerpustakaan s14, 081214066530) ***** Earth Hour Indonesia, WWFIndonesia, dan Goethe Institut presents:

Science Film Festival Indonesia (SFFI) menayangkan film edukasi sosial, lingkungan dan budaya, secara

mimpu utama. Mimpi utama ini dipercaya bisa memberikan pertanda bagi peristiwa-peristiwa besar yang akan datang. Mark-Alem bekerja penuh keraguan, tetapi karena ia berasal dari keluarga Quiprili, kariernya menanjak karena nama besar keluarganya. TIba-tiba, secara nggak terduga, Mark-Alem harus memilih mimpi yang ternyata berhubungan dengan takdir keluarganya dan kerajaan (kekhalifahan). Mark-Alem nggak menyangka kalau mimpi yang lolos lewat sortirannya, ternyata berisi ancaman terhadap kekhalifahan, juga menyangkut nama besar keluarganya. Karena telanjur meloloskan mimpi tersebut, Mark-Alem akan dicurigai meloloskan mimpi tersebut untuk keselamatan keluarganya. Terungkap pula kalau keluarga Quiprili ternyata merupakan penduduk Albania yang punya sejarah panjang dan ini menimbulkan kecemburuan dari sang Sultan yang sebenarnya adalah penakluk dari wilayah Albania. Sementara itu, keluarga Quiprili telah mendiami Albania selama ratusan tahun. Kalau kamu juga suka dengan cerita sejarah, novel ini bisa jadi pilihan. Akan tetapi, kalau kamu gampang bosen, sebaiknya jangan pilih novel ini untuk jadi teman membaca. ***

non-komersil di Bandung dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan kampanye Earth Hour Bandung 2013 Kamis-Jumat, 21-22 November 2013 pukul 09.00 – 16.00 WIB Aula Lt. 6 BPLHD Jabar, Jalan Naripan 25, Bandung Auditorium Museum Konperensi Asia Afrika, Jalan Asia Afrika 65, Bandung Info: Unang Lukmanulhakim, 082262000555 Salam bijak energi! *****

"UJUNGBERUNG REBELS : PANCEG DINA GALUR" A Story of the Heaviest Metal Community in Indonesia Gedung New Majestic Jalan Braga No.1 Bandung Kamis, 21 November 2013: Seminar & workshop Jum'at. 22 November 2013: Launching Buku Info: 022 91252766 - 081312082666 *****

tisha_belia@yahoo.com

Jazz Nagari #10 Kamis, 21 November 2013 Pikul 14.00 Siete Cafe Resto, Jalan Sumur Bandung, Bandung Bandung Strings Trio II Bandhawa Kareu'eus Olteje ***** Maternal Disaster SHOWCASE VOL 1. present:

DEAD IN THE DIRT Sea Asia Tour Sabtu, 23 November 2013 BE Mall, Jalan Naripan, Bandung Penampil acara: Dead In The Dirt ALICE Deadly Weapon Kontrasosial Matiasu New Years Party Terror Wicked Suffer Tiket: Rp 50.000 (pre-sale), Rp 60.000 (on the spot) *****

aGenda

K

w vie re

Penulis : Ismail Kadare Tebal : 274 halaman Penerbit : Serambi, 2012

ASIH ingat dengan JP Millenix? Cewek jebolan ajang ”Indonesia Mencari Bakat” season pertama ini memang udah mencuri perhatian sejak awal kemunculannya. Dengan postur tubuh mungil dan tabiat yang sesuai anak seumur 13 tahun, mungkin JP terlihat biasa aja. Namun, kalau udah disandingkan dengan seperangkat drum, wah.., bisa malas beranjak deh melihat penampilannya. Ditemui di event internasional Bandung Drums Day (BDD) 2013 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Sabtu (16/11/2013) lalu, cewek mungil bernama lengkap Jaanitra Priyanka Mellanix ini cerita tentang awal kecintaannya terhadap drum. Dimulai sejak usia 5 tahun, JP rupanya udah mantap mutusin belajar drum meskipun sang mama mengarahkannya les piano. Saat itu JP udah demen musik ngebeat dan justru nangis kalau disuruh main lagu ”Twinkle Twinkle Little Star” lantaran nggak bisa lagu mellow. ”Aku bilang ke mama kalau orang Indonesia banyak yang main piano, makanya kita harus istimewa dengan main yang beda. Aku ingin tunjukkin kalau cewek juga bisa ngedrum. Papa pun kira kalau aku hanya main-main, eh ternyata keterusan sampai sekarang. Drum tuh udah bukan hobi lagi, tapi jadi masa depan aku,” kata JP semangat. Keikutsertaan JP dalam ajang BDD jadi pengalaman menarik. Selain bisa sepanggung dengan para drummer terkenal kaliber nasional dan internasional, dia juga turut beraksi dengan drum barunya lho. Drum set lengkap berwarna putih yang diberi nama Mahabhrata ini jadi partner setia JP dalam nunjukkin kebolehannya. Nggak tanggung-tanggung, lagu pertama yang bertempo cepat pun dibawakan dengan durasi lebih dari 8 menit! Hebatnya, meskipun menggebuk dengan penuh semangat, JP nggak ngeliatin rasa capek. Salut! ”Tips jaga stamina itu pastinya harus olah raga, treadmill, dan latihan pernapasan. Pokoknya mendekati hari H itu latihan terus dan nggak boleh stres karena bisa kacau. Aku juga makan sayur dan buah setiap hari. Senang bisa main di BDD, apalagi ini acara internasional. Aku puas banget setelah main solo. Kata papa, selama main itu kan mesti konsentrasi. So, I don’t care about anything and the show must go on,” ujar siswa homeschooling ini. Sebelumnya ada cerita menarik karena rupanya Mahabhrata adalah drum yang punya nilai spesial. ”Saat pergi pameran, aku langsung suka dengan drum ini. Apalagi mereknya favorit aku. Papa sih ngasih syarat boleh beli drum baru asalkan makin serius latihan. Aku pun komitmen untuk harus lebih baik lagi. Kebetulan sebentar lagi kan aku ulang tahun, jadi ini kado terindah banget,” cerita JP sambil senyum-senyum. Mahabhrata sendiri adalah drum ketiga JP se-

M

telah Roro Mendut dan Roro Jonggrang. Yap, JP memang menamai drum-drumnya dengan nama yang Indonesia banget. ”Drum itu ibarat soulmate. Tujuan aku lahir memang untuk sepasang dengan drum. Insya Allah aku nggak bakal pernah bosan memainkannya, kayak Om Jimmie Manopo yang masih ngedrum dan staminanya tetap oke,” tutur cewek kelahiran 1 Januari 2000 tersebut. Sama seperti pemusik lain yang punya musisi favorit, JP juga punya drummer panutan yang nggak lain adalah Mike Portnoy, drummer band Dream Theatre. Bahkan Mike pernah bikin komentar positif setelah lihat video JP. Sampai sekarang pun screen shot-nya masih disimpan JP dan dijadikan pelecut semangatnya. ”Mike udah hafal aku sejak kecil sampai sekarang dan selalu ikutin video aku. Aku pernah foto dan ketemu langsung dengan dia saat Dream Theatre ke Jakarta. Nah ini nih yang bikin orang-orang salah sangka. Dibilangnya aku curang karena ngeidolain Mike, makanya diambil panitia untuk ketemu langsung. Padahal, sebelumnya Mike kirim DM via Twitter dan ngasih tahu kalau Dream Theatre bakal ke Jakarta, terus dia ngajak ketemu. Akhirnya ketemuanlah kita,” paparnya. Selain jadi drummer, JP ngaku hobi bikin video, tidur, video call, dan aktif di media sosial. JP pernah juga jadi presenter salah satu acara TV dan akting dalam sinetron. Walaupun nggak pernah jenuh main drum, menurutnya dikenal sebagai drummer doang sih nggak seru. ”Kenapa nggak coba hal baru aja? Bisa ngedrum, akting, presenter. Its’s better. Selain nambah talenta, juga bisa lebih baik dari yang lain,” tutur JP. Bagi cewek aktif ini, main drum ibarat bayi yang beranjak besar. Kita nggak bakal bisa langsung bisa main di tempo cepat. ”Aku pernah dimention drummer pemula yang nanyain kenapa nggak bisa. Ternyata dia maunya langsung main di tempo cepat. Ya nggak bisa dong. Harusnya main bertahap, nanti level dan temponya dinaikkan. Begitu aja terus. Intinya main drum itu harus sabar untuk sampe the think that you want. Kalau ketemu drummer favorit ya datengin aja, minta tips dan dukungan. Terus ikutin juga master class. Pokoknya jangan pernah sombong, tetap jadi diri sendiri, and be original,” ujar JP ngasih saran. Berminat dan merasa berbakat jadi drummer? JP Millenix bisa jadi salah seorang panutan kamu nih. *** siswanti.hanifa@yahoo.co.id

”Kenapa nggak coba hal baru aja? Bisa ngedrum, akting, presenter. Its’s better. Selain nambah talenta, juga bisa lebih baik dari yang lain,”

Wahai para generasi muda, tahukah siapa musuh kita? Narkotika, psikotropika, dan obat-obat yang berbahaya -- Rhoma Irama


Belia 19 November 2013