Issuu on Google+

Pembangunan HUTAN DESA Di Kabupaten Kapuas Hulu

Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat 13-14 April 2011

Dokumen Kawal Borneo Community Foundation

KONDISI UMUM WILAYAH KABUPATEN

WILAYAH

KAPUAS HULU

KONDISI BIOFISIK  Kabupaten Kapuas Hulu secara ASTRONOMI terletak antara 0,5° Lintang Utara sampai 1,4° Lintang Selatan dan antara 114,10° Bujur Timur dengan Ibukota Putussibau.

 BATAS-BATAS WILAYAH Kabupaten Kapus Hulu:  Utara : Serawak ( Malaysia Timur )  Barat : Kabupaten Sintang  Timur : Provinsi Kaltim dan Kalimantan Tengah  Selatan : Kabupaten Sintang dan Provinsi Kalimantan Tengah  Berdasarkan FUNGSI KAWASAN HUTAN Kabupaten Kapuas Hulu sebagian besar didominasi oleh AREAL PENGGUNAAN LAIN (186.272,47 Hektar atau 64,14% dari luas total) dan HUTAN PRODUKSI TERBATAS ( 60.076,51 Hektar atau 20,69% dari luas total).  PENGGUNAAN LAHAN, didominasi oleh KAWASAN HUTAN sebesar 1.970.406 Ha (56,50 % dari luas total) dan PERLADANGAN, SEMAK BELUKAR, dan ALANG-ALANG sebesar 637.224 Ha.

KONDISI BIOFISIK  JENIS TANAH, didominasi oleh:  TANAH ORGANOSOL, GLEY DAN HUMUS (552.000 Hektar atau 18,5 %)  TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) (396.000 Hektar atau 13,27%)  KOMPLEKS PMK DAN LATOSOL (2.036.200 Hektar atau 68,23%) Sumber: Tinjauan terhadap Peta Tanah Eksplorasi Provinsi Kalimantan Barat skala 1 : 1.000.000 oleh Lembaga Penelitian Tanah Bogor

 IKLIM  Iklim , campuran antara type Equatorial dan type Tropic;  Curah Hujan berkisar antara 3000 mm - 5000 mm;  Jumlah Hari Hujan antara 200 - 290 hari hujan per tahun;  Suhu berkisar antara 21°C – 36°C;  Kelembaban Nisbi Udara Maximum mencapai 98% - 100% sedangkan Minimum mencapai 40% - 55%;  Kecepatan Angin berkisar antara 8-16 Knot;  Tekanan Udara berkisar antara 1007,0 – 1008,4 mb;

KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA (statistik kabupaten)  Terdiri dari DUA ETNIS BESAR yaitu DAYAK dan MELAYU;

 JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN KAPUAS HULU sebanyak 232.100 jiwa terdiri dari 118.933 jiwa laki-laki dan 113.167 jiwa perempuan;  TINGKAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PENDUDUK adalah sebesar 3,00%;  JUMLAH ANGKATAN KERJA mencapai 133.987 jiwa, dengan jumlah pengangguran mencapai angka sebesar 33.497 jiwa;  BIDANG KESEHATAN, setiap kecamatan dilayani oleh PUSKESMAS DAN PUSTU, RSUD hanya ada di Ibukota Kabupaten;  BIDANG PENDIDIKAN, sarana prasarana pendidikan tersedia hampir di semua kecamatan;

 INDUSTRI PERKAYUAN  61 unit perijinan industri untuk industri moulding dan komponen bahan bangunan (34 unit) dengan total kapasitas terpasang tercatat mencapai 27.367 m³ atau rata-rata kapasitas terpasang sebesar 448,64 m3/tahun serta industri meubel/furniture dari kayu, bambu atau rotan (27 unit) dengan kapasitas total 12.415 buah/tahun atau ratarata kapasitas 203,52 buah/tahun.

Kawasan Hutan Kab. Kapuas Hulu (Berdasarkan SK. Menhutbun No. 259/Kpts-II/2000, Tgl. 23 Agustus 2000)

Pembagian fungsi kawasan : No 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kawasan Hutan Taman Nasional Hutan Lindung Hutan Produksi Terbatas Hutan Produksi Hutan Produksi Konversi Areal Penggunaan Lain

Luas (Ha) 930.940 834.140 485.495 174.440 109.065 589.470

HUTAN DESA Dasar Hukum, Status Kawasan Hutan Desa

HUTAN DESA

KAPUAS HULU

DASAR HUKUM  Dasar Hukum Hutan Desa

Permenhut P. 49/Menhut-II/2008 Jo. P.14/Menhut-II/2010  Hutan Desa adalah hutan negara yang dikelola oleh desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa serta belum dibebani izin/hak.  Ada kawasan yang di kelola  Ada lembaga pengelola  Ada rencana pemanfaatan  Status  Kawasan hutan (HP, HL)  Tidak dibebani ijin/ hak  areal memiliki potensi  baik potensi kayu maupun non kayu

USULAN HUTAN DESA DI KAB. KAPUAS HULU Usulan Pembangunan Hutan Desa

HUTAN DESA

KAPUAS HULU

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN KEHUTANAN KABUPATEN (RPJMD) Pembangunan bidang kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu diarahkan pada pencapaian sasaran pokok yakni memantapkan dan suksesnya gerakan pengelolaan sumberdaya alam khususnya sumberdaya hutan dalam kerangka dasar menuju citra Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi yang diantaranya diindikasikan dengan:  Semakin berkurangnya luasan lahan kritis;  Menurunnya kegiatan illegal logging;  Optimalnya nilai tambah manfaat hasil hutan terutama non kayu;  Meningkatnya kegiatan konservasi hutan dan rehabilitasi lahan untuk menjamin pasokan air dan sistem penyangga kehidupan;

 Terlindunginya biodiversity dari ancaman kepunahan;  Meningkatnya kemitraan yang saling mendukung antara pemerintah, pengusaha dan masyarakat dalam pengelolaan hutan lestari serta tersusunnya tata ruang untuk perlindungan sumberdaya alam secara keseluruhan.

32 Desa yang berpotensi untuk pengembangan hutan desa : (Dari kajian/ usulan Mitra FFI-Project Kapuas Hulu) ďƒ  4 desa sudah mengajukan surat ke Bupati (2 dalam proses/tindaklanjut desa piasak, joki hilir) (2 dalam perbaikan usulan ) ďƒ  13 desa dalam proses pengajuan proposal ďƒ  13 desa sedang dalam proses fasilitasi ďƒ  2 desa menyatakan penolakan pengembangan hutan desa

Beberapa Usulan Hutan Desa Kapuas Hulu No.

Desa

Kec

1 2

Jongkong Kiri Hilir Piasak

Jongkong Selimbau

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Ujung Said Empangau Teluk Aur Nanga Betung Pala Pintas Kirin Nangka Keliling Semulung Nanga Embaloh Nanga Palin Rantau Prapat Batu Lintang Tekalong Buak Limbang

Jongkong Bunut Hilir Bunut Hilir Bunut Hulu Embaloh Hilir Embaloh Hilir Embaloh Hilir Embaloh Hilir Embaloh Hilir Embaloh Hulu Embaloh Hulu Mentebah Pengkadan TOTAL

Luas (Ha) 4,792 2,850 13,071 11,485 5,167 6,466 2,113 5,346 3,303 3,701 6,860 24,193 17,572 3,907 8,555 119,381

Hutan Desa yang di selaraskan dengan Pengembangan KPH (disupport oleh GIZ) 1. Desa Manua Sadap Kec. Embaloh Hulu 2. Desa Pulau manak Kec. Embaloh Hulu Saat ini kedua desa dimaksud telah dilakukan sosialisasi dan sedang dalam proses persiapan dalam rangka pengusulan proposal

Desa Pulau Manak

1. Desa Rantau Prapat (Dsn lauk rugun, mungguk) 2. Desa Batu Lintang (Dsn sui utik. Dsn Pulan)

Desa Manua sadap

UPAYA PEMBANGUNAN HUTAN DESA Permasalahan dan upaya yang dilakukan

HUTAN DESA

KAPUAS HULU

Permasalahan Pengembangan Hutan Desa  Pemahaman yang belum utuh mengenai hutan desa :  bbrp klp masy masih menganggap HD sebagai kesempatan pemanfaatan HHK/ orientasi utama pengambilan kayu / dianggap seperti pola hph 100ha  Masyarakat belum sepenuhnya memahami mekanisme keterlibatan mereka dalam pengelolaan pemanfaatan/ hutan desa ;  Beberapa lokasi calon hutan desa masuk dalam usulan perubahan/ revisi RTRWK ;  Pengakuan wilayah pemanfaatan/ kelola hutan oleh masy yang melintasi batas administrasi desa  berpotensi menimbulkan masalah terkait hak pengelolaan ;

Beberapa upaya yang telah dilakukan oleh pihak Pemerintah Daerah Kab. Kapuas Hulu  Disbunhut Kab. KH  Dalam proses perencanaan daerah  HD menjadi bagian indikasi program pengembangan dalam struktur RTRWK  Menyediakan anggaran biaya APBD (disbunhut) untuk fasilitasi masyarakat untuk pembangunan hutan desa , tahun 2010 dan 2011  Melaksanakan sosialisasi bersama mitra dalam hal ini GIZ dan FFI-Project Kapuas Hulu dibeberapa lokasi yang memiliki potensi pengembangan Hutan Desa  2010 dilaksanakan pada 4 Desa  target 2011 akan dilaksanakan pada 4 Desa  Mendorong pemetaan partisipatif  telah dilakukan pada bberapa desa  Hutan Desa menjadi bagian upaya PHOM dalam wilayah pengembangan KPH

SEKIAN TERIMA KASIH


Hutan Desa Kapuas