Page 1


CIMSA (Center for Indonesian Medical Students’ Activities) merupakan organisasi mahasiswa Kedokteran Indonesia yang selalu mendorong anggotanya untuk maju dan berkarya. Melalui project sebagai ujung tombak CIMSA yang berbasis kepada aktivitas yang di harapkan mampu untuk mengempower mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk dapat memberikan kontribusi secara lebih dalam perbaikan kesehatan masyarakat indonesia. CIMSA sebagai organisasi yang mengadopsi SDG’s (Sustainable Development Goals) dan mahasiswa Kedokteran sebagai bagian dari Agent of Change dapat berkontribusi dalam pembangunan negeri ini. CIMSA UIN merupakan salah satu bagian dari Lokal CIMSA yang aktif bergerak dalam membangun negeri ini.

NETTER merupakan News Letter yang diterbitkan oleh CIMSA UIN, diharapkan dapat menjadi media publikasi, komunikasi, serta edukasi baik untuk member CIMSA, maupun seluruh masyarakat. NETTER berisi beberapa project aktivitas yang dilakukan oleh teman-teman lokal CIMSA UIN, yang dikemas dalam media berbentuk News Letter ini. Be Active With CIMSA!

RACHMAT RIZKY K Member of MC Team CIMSA UIN 2017/2018 Editor


prefa Menjadi sebuah kebanggan bagi kami karena dapat membuat CIMSA UIN News Letter (NETTER). Diharapkan dengan dibuatnya NETTER ini dapat menjadi media publikasi untuk memperkenalkan CIMSA UIN kepada semua pihak sehingga dapat mengetahui berbagai aktivitas yang ada di CIMSA UIN. Center for Indonesian Medical Student’s Activities (CIMSA) adalah sebuah organisasi yang memberikan wadah kepada seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia untuk dapat mengekspresikan kreativitasnya untuk dapat meningkatkan taraf kesehatan Indonesia. CIMSA adalah organisasi yang bersifat independen, non-politik dan non profit. CIMSA juga berkomitmen mendukung SDGs sehingga didalam segala aktivitasnya CIMSA selalu berlandaskan SDGs dan murni untuk membantu masyarakat tanpa terikat kepentingan apapun. CIMSA juga merupakan salah satu anggota dari International Federation of Medical Student’s Assosiations (IFMSA) yang merupakan organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di dunia. CIMSA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah terbentuk sejak tahun 2006 dan terus berkembang hingga kini. Aktivitas-aktivitas yang kami lakukan meliputi 6 bidang yang kami miliki yaitu, Public Health (Kesehatan Masyarakat), Human Rights and Peace (HAM dan Perdamaian), Sexual & Reproductive Health Including HIV/AIDS (Kesehatan Sexual serta Reproduksi), Medical Education (Pendidikan Kedokteran), Professional Exchange (Pertukaran Pelajar bidang profesi), dan Research Exchange (pertukaran pelajar bidang riset). Harapan kami melalui CIMSA UIN News Letter (NETTER) ini dapat menyajikan berbagai informasi kepada masyarakat luas tentang beberapa aktivitas yang telah dilakukan oleh CIMSA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kerjasama dan dukungan dari berbagai elemen akan memberikan dampak yang positif untuk keberhasilan aktivitas-aktivitas CIMSA UIN Syarif Hidayatulah di masa mendatang. Selamat membaca semuanya! Be Active with CIMSA!

REYFAL KHAIDAR

LOCAL COORDINATOR OF CIMSA UIN 2017/2018


ace.

Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) adalah sebuah organisasi mahasiswa kedokteran berbasis aktivitas yang bersifat independen, nasionalis, non-politik dan non-partisan. CIMSA mendorong dan memfasilitasi setiap anggotanya untuk dapat berkontribusi melalui aktivitas yang dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Sesuai tagline CIMSA, yaitu “Empowering Medical Students, Improving Nation’s Health”. CIMSA UIN merupakan salah satu lokal CIMSA yang bertempat di Region 3 - Jakarta. Bertempat di dekat ibu kota, membuat CIMSA UIN memiliki tanggung jawab selaku organisasi mahasiswa kedokteran untuk turut serta menanggulangi permasalahan kesehatan masyarakatnya. Berdiri sejak tahun 2006, CIMSA UIN terus mengalami perkembangan, begitu pula dengan aktivitasnya. CIMSA UIN terus mengoptimalkan seluruh aktivitasnya sebagai aktivitas yang berbasis data dan mendukung penuh poin SDG’s. Sebagai Project Coordinator CIMSA UIN 2017/2018, sebuah kehormatan bagi saya untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan setiap aktivitas yang di CIMSA UIN. Dengan adanya “NETTER: CIMSA UIN Newsletter”, diharapkan menjadi wadah informasi mengenai aktivitas CIMSA UIN, dan menjadi inspirasi akan ide-ide konsep aktivitas selanjutnya yang lebih inovatif dan berimpact luas pada mahasiswa kedokteran dan masyarakat Indonesia

SHOFIRA FATHIYA

PROJECT COORDINATOR OF CIMSA UIN 2017/2018


MEDICAL

Medical Education in Indonesia has a lot of differences compared to medical education in other countries. Those different things include in terms of education quality, educational technologies, medical advances which aren’t in Indonesia yet, and many more. Thus, we haven’t experienced those things in Indonesia yet. Because of those reasons, we, SCOPE and SCOME of CIMSA UIN collaborated to make a new project, we called it ‘MEA’ (Medical Education Abroad). We invited our lecturers who have experienced their study abroad. Here they are: Speaker 1: dr. Hari Hendarto, Sp.PD-KEMD, FINASIM, Ph.D Doctor Hari is an internist, a consultant of Endocrine-Metabolic-Diabetes. He finished his medical bachelor in the Faculty of Medicine Christian Indonesia University, and pursued his specialty in Internal Medicine in Faculty of Medicine University of Indonesia. He practices in some of the most prominent hospital in Jakarta. Not only practices as an internist, but he also a medical education lecturer and researcher. It’s proven that he pursued his doctoral study in Japan, where he got his Ph.D degree. Speaker 2: dr. Flori Ratna Sari, Ph.D Doctor Flori is a Pharmacology lecturer in Faculty of Medicine of Syarif Hidayatullah University. Aside from being a lecturer, she’s a research staff and generate some scientific works which are published in international journal. She did her medical bachelor in Faculty of Medicine Indonesia University, and continue her doctoral in Niigata University of Pharmacy and Applied Life Science, Japan.

Speaker 3: dr. Cut Warning, M.P.H Doctor Cut also one of a lecturer in Faculty of Medicine Syarif Hidayatullah State University. She finished her bachelor degree in Medicine from Padjadjaran University, and pursued her magister in the University of Adelaide, and got her M.P.H degree.


EDUCATION ABROAD On Tuesday, January 16th 2018, we held MEA. But unfortunately, only dr. Hari and dr. Flori can come to the event because dr. Cut was still in Mataram. But it didn’t reduce the interest of the audiences, it’s proven by the amount of the audiences kept increase during the event, and the total amount was 55 people. And in this event, there was also the clinical students from batch 2012. The registration started at 04.00 pm, followed by a brief speech from the Project Officer Ananda Chairia, followed by the local coordinator, Reyfal Khaidar. Then we started to do the seminar with dr. Flori as our speaker. She explained what did she do to got the scholarship, the research she did in Japan, and how to deal with the culture shock and other differences and difficulties during her staying in Niigata, Japan. After the seminar, we did a talkshow, guided by Alam Sampurna. He asked the two doctors how was their experiences in Japan, how to deal with the shock culture in Japan, how to got the scholarship, and many more. Also there was five students who asked some questions to the guest speakers. And then dr. Hari and dr. Flori also gave us some tips and trick how to get a scholarship abroad. And then, after the talkshow, we gave a certificate to the guest speakers, and then took a photo together. All of the audiences felt happy because from this project, they know how’s the illustration to get a scholarship abroad.


WORLD AIDS DAY Menurut Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Provisi Banten, angka kasus HIV/AIDS capaian nasional tercatat pada akhir tahun 2016 telah melewati 300,000. Provinsi Banten pada tahun 2016 ini mengalami peningkatan mencapai 989 kasus yang menduduki posisi no.9 dengan 195 kasus yang terjadi pada Triwulan 2 tahun 2016, dibawah Jawa Tengah (1.395 kasus), Jawa Timur (1.108 kasus) dan Bali (882 kasus). Berdasarkan data diatas, dapat dilihat bahwa tingginya angka kejadian HIV/AIDS pada Provinsi Banten. Maka dari itu, SCORA CIMSA UIN ikut berkontribusi untuk menurunkan angka kejadian HIV/AIDS dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS, mempublikasikan open donation untuk Rumah Lentera di Solo dan menurunkan stigma negatif masyarakat terhadap ODHA. Selain itu, masyarakat juga harus paham dan berani melakukan VCT. Kegiatan WAD ini dilakukan dengan tujuan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember, meningkatkan kemampuan dan keterampilan member SCORA dalam melakukan edukasi kepada masyarakat dalam bidang HIV/AIDS sebagaimana sudah dibekali pada saat LPET, selain itu juga meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan kewaspadaan mahasiswa FK UIN dan masyarakat mengenai HIV/AIDS sehingga dapat menurunnya stigma negatif terhadap ODHA dan juga meningkatkan pengetahuan mengenai Voluntary Counseling and Testing (VCT) sebagai langkah untuk mendeteksi HIV/AIDS. Rangkaian acara pertama WAD SCORA CIMSA UIN dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Desember 2017, yaitu kita melakukan Social Experiment dan Red Ribbon Challenge di Kota Tua. Social Experiment disini kita melakukan experiment kepada masyarakat kota tua dengan cara salah satu member SCORA berpura-pura menjadi ODHA dan dari kejauhan kita melihat seperti apa respon dari masyarakat sekitar. Social Experiment ini berdurasi sekitar 1 jam dan hasilnya kami mendapatkan 78 orang berjabat tangan dan 2 orang memeluk, sisanya ternyata masih banyak masyarakat yang acuh tak acuh terhadap ODHA. Selagi melakukan Social Experiment, member SCORA yg lain melakukan Red Ribbon Challenge, yaitu kami menanyakan pertanyaan seputar HIV/AIDS kepada masyarakat sekitar kota tua, dan apabila jawabannya salah maka mereka harus menyumbangkan sejumlah uang yang nanti akan dikumpulkan untuk membantu Rumah Lentera di Solo. Setelah itu, hari Senin, 4 Desember 2017 kami melakukan penggalangan dana kepada mahasiswa FK UIN angkatan 2015-2017 yang akan disumbangkan untuk Rumah Lentera di Solo.


Setelah itu, rangkaian acara kedua WAD yaitu pada hari selasa, 5 Desember 2017 kami mengadakan selebrasi WAD di kampus dan talkshow with ODHA. Selebrasi ini dimulai dari mengajak mahasiswa FK UIN untuk mengenakan baju merah dan mengajak untuk berpartisipasi merayakan WAD dengan menandatangani banner, selanjutnya mahasiswa FK UIN foto dengan membentuk pita merah di lapangan parkir kampus. Setelah foto membentuk pita merah, kami mengadakan talkshow with ODHA di Auditorim FK UIN. Pada talkshow ini diawali dengan pemutaran video Social Experiment yang kami lakukan di Kota Tua, lalu dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai HIV/AIDS dan VCT oleh Mba Yayu Mukaromah, S.sos yang berasal dari Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama 4 ODHA (2 ODHA berasal dari KPAN dan 2 ODHA berasal dari Positive Hopes) masing-masing dengan latar belakang yang berbeda-beda. Setelah itu, acara diakhiri dengan pembagian kuisioner untuk mengevaluasi materi dan talkshow, lalu ditutup dengan foto bersama dan menyanyikan yel-yel SCORA. Selanjutnya, rangkaian acara WAD terakhir yang dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Desember 2017 dimana SCORA CIMSA UIN berkolaborasi dengan SCORA CIMSA UI untuk melakukan campaign, selebrasi, edukasi dan VCT di CFD bundaran HI. Acara tersebut diawali dengan funwalk untuk pembukaan selebrasi dimana kami mengumumkan dan mempublikasikan kepada masyarakat sekitar CFD bahwa tanggal 1 Desember adalah Hari AIDS Sedunia sekaligus mempromosikan booth untuk VCT. Setelah itu, member SCORA UIN dan UI mengedukasi masyarakat mengenai HIV/AIDS setelah itu membagikan kuisioner setelah edukasi dan mengajak masyarakat yang telah diedukasi untuk mengikuti VCT. Kami bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Menteng dalam melakukan VCT dan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan sebagai penyelenggara HBKB untuk izin tempat dan pasang tenda di sekitar CFD. Di depan booth VCT terdapat signing banner untuk masyarakat CFD, lalu setelah mengikuti VCT orang tersebut dipasangkan pita merah di baju masing-masing. Terdapat 42 orang masyarakat yang melakukan VCT dan hasilnya semuanya non reaktif. Setelah mengedukasi dan melakukan VCT, selebrasi WAD ini ditutup dengan funwalk untuk closing dan pelepasan balon merah di depan bundaran HI, lalu foto bersama dan menyanyikan yel-yel SCORA. Dalam setiap kegiatan project WAD ini terlihat baik, dimulai dari Social Experiment dan Red Ribbon Challenge di Kota Tua, masyarakat terlihat sangat antusias terhadap Hari AIDS Sedunia, penggalangan dana ke angkatan 20152017 masyarakat dan mahasiswa terlihat sangat peduli dengan Rumah Lentera di Solo. Lalu, pada selebrasi yang diadakan di kampus, terlihat antusiasme para mahasiswa dimana mahasiswa menggunakan baju merah dan menandatangani banner sampai dengan talkshow with ODHA. Pada selebrasi WAD di CFD juga terlihat antusiasme masyarakat ketika kami sedang funwalk dan yang datang ke booth VCT untuk menandatangani banner dan melakukan VCT.


GO GREEN Hasil kajian Economy and Environment Program for Southeast Asia (EEPSEA) pada Climate Change Vulnerability Mapping for Southeast Asia tahun 2009 menyebutkan bahwa dari 530 kota di 7 negara, yaitu Indonesia, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia dan Filipina, Indonesia merupakan negara paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Berdasarkan peta penyebaran lokasi rawan banjir yang dikeluarkan Pemprov Banten, didapatkan bahwa Ciputat merupakan salah satu kecamatan yang rawan akan banjir. Kemudian telah dilakukan pengambilan data primer pada desa binaan CIMSA UIN, yaitu RW 03 Ciputat. Didapatkan adanya permasalahan genangan air dan penanganan sampah yang masih kurang baik. Berdasarkan kedua masalah di atas, dibuat suatu aktivitas yang dinamakan GO GREEN. GO GREEN adalah tindakan atau perbuatan yang ditujukan untuk menyelamatkan bumi dari segala kerusakan akibat ulah manusia, dimana cara penyelamatannya dilakukan dengan program yang lebih menitikberatkan pada penghijauan lingkungan. Terdapat empat konsep GO GREEN yang biasa disebut dengan 4R, yaitu reduce, reuse, recycle, dan replace.


Pada kegiatan Go Green ini, kami mengambil point reduce dan recycle yaitu dengan pembuatan lubang biopori untuk mengurangi risiko banjir serta mendaur ulang sampah agar dapat dipergunakan kembali juga sebagai penanganan dari permasalahan sampah itu sendiri. Aktivitas ini dilaksanakan pada Sabtu, 27 Januari 2018 di desa binaan CIMSA UIN yaitu di Gang Nurul Huda III, RW 03, Ciputat, Tangerang Selatan. Terdapat 2 mata acara pada aktivitas ini, yaitu pembuatan lubang biopori dan pembuatan kerajinan tangan menggunakan sampah anorganik. Pada mata acara pembuatan lubang biopori, sasarannya adalah bapak-bapak warga RW 03. Acara diawali dengan melakukan edukasi/pencerdasan pada bapak-bapak RW 03 mengenai pentingnya pembuatan lubang biopori dan bagaimana cara membuatnya. Kemudian, warga turut melakukan pembuatan lubang bipori secara mandiri. Member CIMSA pun turut aktif membantu warga dalam pembuatan lubang biopori ini. Di sisi lain, juga dilakukan mata acara pembuatan kerajinan tangan menggunakan sampah anorganik. Pada aktivitas sebelumnya yaitu AKAD CIMSA UIN, telah dilakukan pencerdasan mengenai faktor resiko diare yang menjadi permasalahan di desa binaan CIMSA UIN. Termasuk juga terdapat materi mengenai sampah organic dan anorganik serta pemanfaatan dari masing-masingnya. Pada 1 minggu sebelum dilaksanakannya aktivitas GO GREEN, warga sudah diingatkan kembali untuk mengumpulkan sampah anorganik yang telah dipisahkan sebelumnya. Sehingga pada saat aktivitas GO GREEN dilaksanakan, para warga membawa bahan sampah dari rumah masing-masing. CIMSA UIN bekerja sama dengan LUMINTU, yang merupakan komunitas pengrajin sampah anorganik. Komunitas ini turut membantu CIMSA UIN dalam mengajarkan warga RW 03 dalam membuat kerajinan tangan menggunakan sampah anorganik. Kerajinan tangan yang dibuat adalah robot, tas, gantungan kunci, pin, hiasan kulkas, dan masih banyak lagi. Seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti aktivitas GO GREEN ini. Terlebih pihak LUMINTU juga mengajarkan bagaimana cara memasarkan hasil kerajinan tangan yang telah dibuat. Para warga pun tertarik dan menginginkan pembelajaran lebih lanjut dalam hal pemanfaatan sampah ini.


BRIGHTNESS X MATCHA Menurut WHO, kematian ibu adalah kematian selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan/cedera.Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi sebesar 359 per 100.000. ASI merupakan bagian terpenting dari upaya perlindungan, promosi, dan dukungan menyusui bagi para ibu dan bayi. Sejak bayi hingga menginjak usia 6 bulan, ibu harus memberikian asi eksklusif. Dengan ASI eksklusif, tumbuh kembang anak optimal dan tidak mudah sakit sehingga angka kematian pada bayi berkurang. Namun pada kenyataannya, masih banyak masyarakat dunia yang belum mengetahui pentingnya ASI eksklusif, termasuk Indonesia. Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dilihat bahwa masih tingginya AKI (Angka Kematian Ibu) dan kurang maksimalnya angka pemberian ASI di Indonesia. Oleh karena itu, SCOPH dan SCORA CIMSA UIN berkolaborasi untuk mengadakan project kolaborasi yang bernama BRIGHTNESS x MATCHA (Breast Feeding Awareness Campaign and Maternal Health Education). Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan wanita usia reproduktif, ibu hamil, dan ibu yang sedang menyusui mengenai kesehatan pada saat kehamilan, bahaya abortus, manfaat ASI dan bagaimana cara memberikan ASI yang baik dan benar. Serta untuk mengurangi AKI (Angka Kematian Ibu), kejadian abortus dan kesalahan Ibu dalam pemberian ASI. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Januari 2018 di Balai Warga Al Mizan RW 07, Cipayung, Ciputat. Materi pertama dibawakan oleh dr. Marita Fadhilah, Ph.D, seorang dokter komunitas yang membawakan materi mengenai maternal health dan abortus. Materi tersebut dibawakan oleh dr. Marita sekitar 45 menit dan 15 menit sesi tanya jawab. Setelah itu, masuklah ke penyuluhan kedua yang bertemakan manfaat pentingnya pemberian ASI serta bagaimana cara memberikan ASI yang baik dan benar, kemudian di sesi ini juga dilakukan demonstrasi cara pemijatan payudara guna meningkatkan kuantitas dari ASI. Materi ini dibawakan oleh Bu Wilda Amalia, seorang bidan dari Rubidza Home Care. Peserta tampak sangat antusias, dibuktikan dengan aktifnya peserta memberikan pertanyaan – pertanyaan kepada pembawa materi. Setelah itu, acara diakhir games cerdas cermat dimana games ini juga bertujuan untuk melihat kepahaman dari peserta untuk memahami materi yang diberikan. Selanjutnya, dilakukan games tentang menceritakan pengalaman ketika hamil dan menyusui yang unik dan menarik. Tak lupa, dilakukan pre-test sebelum memulai acara dan post-test setelah acara selesai. Terdapat peningkatan yang signifikan dari nilai pre-test post-test tersebut. BRIGHTNESS X MATCHA ini merupakan project yang sangat bermanfaat terutama untuk seorang wanita hamil dan menyusui untuk meningkatkan pengetahuan seputar kehamilan dan memberikan ASI. Acara berlangsung dengan lancar hanya saja diawal sedikit terlambat karena hujan. Namun secara keseluruhan acara berlangsung dengan baik. Diharapkan project ini dapat memberikan manfaat yang peserta dan warga RW 07 desa Cipayung, Ciputat dalam hal kesehatan ibu dan kehamilan serta peningkatan kesadaran akan pentingnya pemberian ASI guna meningkatkan angka kesehatan bayi dan anak.


MINI TOEFL English is the most spoken language in the world. So many activities nowadays related to it because of the world globalisation. For example, some articles, journals, books, songs, as well as the education systems are using English for the most used language. Thus, we see the urgencies for Indonesian people to start to learn English, because of the development of the world globalisation that keep growing, we need to improve our English Ability. TOEFL as known as Test of English as a Foreign Language is the most widely used English test that’s been used all over the world til’ now. It has recognised for all of the universities, also been used for applying for jobs and scholarships, either in Indonesia or in other countries in the world. On Saturday, January 13th 2018, SCOPE CIMSA UIN just held a project named MiniTOEFL, cooperated with LIA Ciputat (An English Language Centre). This is a TOEFL mini test simulation for the medical, pharmacy, public health, and nursery students in Faculty of Medicine and Health Sciences in Syarif Hidayatullah State University. And in this project, we’re not giving the students the real TOEFL certificate, but only a prediction score. We did a promotion to the students, started from the Medical student from 2017 batch until the clinical clerkship.


The registration started at 08.00 a.m, followed by a brief speech from the Project Officer, Muhammad Rafli Iqbal, the representative from LIA Ciputat, Mr. Sutoyo, and from the Local Coordinator of CIMSA UIN, Reyfal Khaidar. Then, we started do the test at 09.15 a.m. This test was followed by 18 people, far from our expectations because there was a schedule clashing between two organisations (TBM and CIMSA, the TBM had a practice in the mountain), the Language Centre only can do this event on the weekend, mostly the students from other faculties are having their holiday, and the last one the medical student who’s in their clinical practice were having the try out of UKMPPD so there was a few students cancelled their attendance for this project. The test started with listening section, and then followed by reading section. It was overall two hours for doing the test. After the test finished, Mr. Sutoyo gave the tips and trick how to do the TOEFL test, started with why we need to study English language, the urgencies to study it, and then why we, medical students really need to improve our speaking in English, because the medical books mostly in English language, also MEA (Asian Economic Community) that will be starting in 2020 and the growing of globalisation we should prepare for it.

After the tips and trick explanation from the representative of LIA Ciputat, we give a certificate to Mr. Sutoyo as the guest for this event, and it was given by the project officer of this project, Muhammad Rafli Iqbal. Then after he asked for leave, the students that followed this event said thanks and it was really great and helpful to join this mini test simulation.


BEST PROJECT 1st PERIOD

UHC

UIN Health Collaborative Interprofessional collaboration (IPC) merupakan suatu pengintegrasian atau kolaborasi antar tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan kesehatan baik individu maupun masyarakat pada umumnya. IPC penting dilakukan bagi praktisi kesehatan untuk efisiensi tindakan yang dilakukan kepada pasien dan agar antar profesi kesehatan memiliki batas peran yang jelas dalam setiap tindakan yang dilakukan terhadap pasien. Namun sayangnya, penerapan IPC ini baik dalam rumah sakit (klinisi) maupun kampus kesehatan masih sangatlah sedikit. Kurangnya penerapan IPC di rumah sakit merupakan salah satu dampak dari kurangnya pengetahuan mahasiswa mengenai IPC dan kurangnya Interprofessional Education (IPE) pada masa pendidikan. Mengingat betapa pentingnya penerapan IPC ini, maka SCOME CIMSA UIN mengadakan kegiatan aplikasi IPE kepada mahasiswa FKIK UIN Jakarta sebagai pengenalan bagi mahasiswa mengenai IPE dan penerapan dalam Collaborative Practice serta tercipta suasana IPC di FKIK UIN Jakarta.

Pada tanggal 21 Oktober 2017, SCOME CIMSA UIN telah berhasil melaksanakan aktivitas yang bernama UHC (UIN Health Collaborative). Acara ini bekerja sama dengan DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) FKIK UIN Jakarta. Sehingga segala sesuatu mengenai perencanaan hingga pelaksanaan aktivitas dilakukan oleh SCOME CIMSA UIN dan DEMA FKIK UIN Jakarta. Selain itu, SCOME CIMSA UIN turut bekerja sama dengan Indonesian Youth Health Professionals Society (IYHPS). Sasaran dari aktivitas ini adalah mahasiswa baru angkatan 2017 pada 4 program studi di FKIK UIN Jakarta, yaitu pendidikan dokter, ilmu keperawatan, farmasi, dan kesehatan masyarakat. Pemilihan sasaran berupa mahasiswa baru dikarenakan agar mereka dapat mengenal lebih dini bagaimana peran masing-masing profesi dan batas peran dalam setiap tindakan pada pasien nantinya. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh member SCOME CIMSA UIN. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari project officer, local coordinator CIMSA UIN, ketua DEMA FKIK UIN Jakarta, dan dekan FKIK UIN Jakarta. Setelah itu, materi pertama mengenai


Interprofessional collaboration (IPC) dibawakan oleh dr. RR Pasati Lintangella dari IYHPS. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber setiap program studi, yaitu Suci Ahda Novitri, M. Si., Apt dari farmasi, Ns. Arga indra wahyudi S.Kep dari keperawatan, Dewi Utami Iriani, S.KM. M.kes Ph.D dari kesehatan masyarakat dan Dr. Dwi Tyastuti, MPH, Ph.D dari kedokteran. Pemberian materi dari setiap program studi ini bertujuan agar peserta dapat mengetahui peran dari setiap tenaga kesehatan yang ada. Setelah dibekali materi yang cukup, peserta dibagi per kelompok dan menuju beberapa ruang kelas. Disana, para peserta di setiap kelompok diberi 2 kasus dan diminta untuk menyelesaikan kasus tersebut sesuai dengan peran mereka masing-masing. Bagian terserunya adalah ketika mereka diminta untuk melakukan role play dengan pasien simulasi. Mereka menerapkan apa yang telah didiskusikan pada pasien yang sudah diberi arahan sesuai kasus yang ada.

Setelah roleplay selesai, semua peserta diminta untuk kembali pada ruangan besar. Pada penghujung acara, diminta 3 orang perwakilan peserta untuk maju memberikan kesan dan pesan setelah menjalani acara ini. Dari ketiga peserta yang maju didapatkan feedback yang positif. Mereka setuju bahwa acara ini sangat bermanfaat dan setuju untuk dilakukan di tahun berikutnya. Bahkan beberapa peserta menginginkan aktivitas ini dilakukan setiap periode. Acara ditutup dengan foto bersama dan menyanyikan yel-yel SCOME. Tak lupa di akhir, bersama-sama kami teriakkan jargon andalan CIMSA yaitu, Be Active, Be Active, Be Active, with CIMSA!!!


BEST PROJECT 2nd PERIOD

LADIES

Living in Awareness of Diabetes

Hari Diabetes Sedunia diperingati untuk meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai diabetes yang angka kejadiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2013 terdapat 382 juta orang yang hidup dengan diabtetes. Pada tahun 2035 diperkirakan jumlahnya akan meningkat menjadi 592 juta orang. Oleh karena itu, IDF dan WHO menetapkan tanggal 14 November sebagai Hari Diabetes Sedunia. Diperkirakan dari 382 juta orang tersebut, 175 juta di antaranya belum terdiagnosis, sehingga berisiko berkembang menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa disengaja. Untuk membantu meningkatkan kepedulian dan wawasan masyarakat mengenai diabetes, SCOPH CIMSA UIN berkolaborasi dengan SCOPH CIMSA UI dan SCOPH CIMSA UPH melakukan perayaan yang dibagi menjadi beberapa rangkaian acara. Perayaan Hari Diabetes Sedunia ini diberi nama LADIES – Living in Awareness of Diabetes, yang disesuaikan dengan tema yang diangkat oleh International Diabetes Federation, yaitu Women and Diabetes. Rangkaian acara pertama diselenggarakan pada tanggal 10 November 2017 di Fakultas Kedokteran UIN Jakarta. Mahasiswa dihimbau untuk menggunakan baju berwarna biru sesuai dengan warna yang digunakan untuk perayaan Hari Diabetes Sedunia. Acara diisi dengan meminta mahasiswa untuk menandatangani banner sembari memberikan harapan mengenai diabetes. Selain itu juga dilakukan foto bersama membentuk logo Hari Diabetes Sedunia.

Selebrasi dan kampanye World Diabetes Day juga dilanjutkan oleh SCOPH CIMSA UPH dan UI yang diselenggarakan di kampus masing-masing, 2 minggu kemudian pada hari Jumat, 24 November 2017. Pada kesempatan tersebut, SCOPH CIMSA UPH menyebarluaskan kesadaran akan diabetes mellitus dengan mengajak mahasiswa lainnya menandatangani petisi yang mendukung pencegahan dan pengendalian DM. Orang-orang yang bersedia mendukung gerakan ini diminta untuk memberi tanda tangan pada poster acara LADIES itu sendiri. Di sisi lain, SCOPH CIMSA UI memiliki kesempatan untuk menjadi tutor sebaya (peer educator) mengenai diabetes mellitus tipe 2 pada mahasiswa kesehatan di RIK UI. Peserta pun bersemangat untuk mempelajari lebih lanjut tentang DM tipe 2 yang diketahui bahwa penyakit ini adalah silent killer dan beban dunia. CIMSA UIN, UI, dan UPH bekerjasama dengan Puskesmas Pisangan dan Puskesmas Pondok Pinang untuk bersama-sama memperingati Hari Diabetes Sedunia. Kedua puskesmas tersebut mengajak masyarakat sekitar untuk mengikuti rangkaian acara kedua LADIES yang diselenggarakan pada tanggal 25 November 2017. Perayaan tersebut diselenggarakan secara bersamaan di 2 tempat yang berbeda, yaitu di RPTRA Pinang Indah dan di Kantor Kelurahan Pisangan. Perayaan dimulai pada pukul 7 pagi yang dimulai dengan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah gratis. Setelah itu dilanjutkan dengan senam diabetes yang dipimpin oleh beberapa panitia.


Acara dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai diabetes yang disampaikan oleh beberapa pakar, diantaranya adalah dr. M. Gilang Edi, dr. Arzarudin, dan dr. Femmy Nurul Akbar., Sp. PD, KGEH. Para peserta, yang terdiri dari 50 orang pada tiap-tiap puskesmas, terlihat sangat antusias saat mendengar penyuluhan yang dipaparkan. Beberapa dari mereka bahkan aktif bertanya saat sesi tanya jawab. Sebelum penyuluhan selesai, dilakukan post test untuk mengukur apakah peserta sudah paham dengan materi yang disampaikan. Peserta juga diberikan print out dari materi yang disampaikan agar dapat dibaca kembali saat di rumah.


Puncak acara LADIES diselenggarakan pada tanggal 26 November 2017 yang berlokasi di Car Free Day Bundaran HI Jakarta. Panitia berkumpul jam 6 pagi di depan Menara BCA. Setelah semua panitia berkumpul, panitia dibagi menjadi beberapa kelompok. Terdapat 2 kelompok besar, yaitu kelompok untuk edukasi masyarakat dan kelompok untuk pengecekan gula darah dan tekanan darah. Kelompok pengecekan gula darah dan tekanan darah tetap berada di tempat masing-masing sehingga nantinya saat ada orang yang datang menghampiri untuk di tes, merekalah yang melakukan pengecekan. Kelompok edukasi diharuskan untuk mengedukasi masyarakat sekitar mengenai diabetes, dimulai dari data epidemiologi hingga komplikasinya. Setelah itu, peserta yang telah di edukasi diminta untuk berkata “Saya (nama), mari cegah diabetes!� yang di rekam oleh panitia. Selanjutnya, diadakan sesi foto bersama dengan para peserta. Selain itu, peserta yang diedukasi juga diberikan pamflet kecil berukuran A5 yang nantinya dapat berguna untuk dipelajari di rumah. Setelah peserta di edukasi, panitia mengarahkan mereka menuju stand kesehatan untuk di periksa gula darah dan tekanan darah secara cuma-cuma.


Acara berakhir pada pukul 9 pagi yang ditutup dengan ucapan terima kasih dari para PO, evaluasi acara, foto bersama, dan video yang berisi ucapan “LADIES 2017, mari kita cegah diabetes!�. Tak lupa juga menyanyikan yel-yel SCOPH dan tag line Be Active With CIMSA!


COMDEV

AKAD

Aksi Kita Atasi Diare

Pada hari Sabtu, 23 September 2017 CIMSA UIN telah berhasil melaksanakan event suspro perdana, yaitu AKAD 1 (Aksi Kita Atasi Diare 1). Event ini berlangsung di desa comdev CIMSA UIN, yaitu Gang Nurul Huda III, RW 03, Ciputat. Sasaran dari diadakannya event ini adalah seluruh warga RW 03, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, serta anak-anak RW 03. Rangkaian acara diawali dengan senam sehat bersama yang dipimpin oleh instruktur senam. Pada senam sehat ini diikuti oleh ibu-ibu RW 03. Senam berlangsung dengan meriah dan semangat. Setelah pendinginan, ibu-ibu RW 03 istirahat dengan diberikan konsumsi oleh panitia berupa es buah segar. Selagi ibu-ibu RW 03 beristirahat, acara berlanjut ke lomba anak. Dimana terdapat 3 lomba anak, yaitu memindahkan bendera, memindahkan belut, dan memasukkan pensil ke dalam botol. Ketiga lomba anak ini didominasi penggunaan tangan. Hal ini sesuai dengan konsep yang dibuat yaitu untuk mengotori tangan anak. Sehingga konsep ini akan selaras dengan edukasi yang akan diberikan nantinya yaitu edukasi cuci tangan. Hal ini akan membuat mindset anak yaitu jika tangan kotor, maka harus cuci tangan. Lomba berlangsung dengan sangat meriah dan anak-anak sangat antusias mengikuti setiap perlombaannya.


Selagi anak-anak RW 03 berlomba, setelah cukup beristirahat, ibu-ibu RW 03 melanjutkan acara berikutnya yaitu penyuluhan. Materi penyuluhan pertama disampaikan oleh Dr. Marita Fadhilah, PhD yang menyampaikan materi mengenai pengetahuan diare dan hygiene makanan dan minuman. Namun sebelum itu diadakan pre test terlebih dahulu mengenai materi penyuluhan yang akan diberikan. Respon ibu-ibu RW 03 sangat baik dan antusias mengikuti penyuluhan yang dibawakan Dr Marita. Setelah itu dilanjutkan materi mengenai penanganan sampah yang dibawakan oleh Viska Yuzella selaku Community Development Coordinator (CDC). Materi mengenai pembagian jenis sampah, dan hal-hal mengenai penanganan sampah lainnya. Setelah selesai, bertepatan dengan perlombaan anak yang juga selesai. Sehingga dilanjutkan dengan penyuluhan cara cuci tangan yang baik dan benar. Sasaran penyuluhan kali ini adalah ibu-ibu dan anak-anak RW 03. Sehingga pembawaan materi lebih disesuaikan.

Setelah itu dilanjutkan materi mengenai penanganan sampah yang dibawakan oleh Viska Yuzella selaku Community Development Coordinator (CDC). Materi mengenai pembagian jenis sampah, dan hal-hal mengenai penanganan sampah lainnya. Setelah selesai, bertepatan dengan perlombaan anak yang juga selesai. Sehingga dilanjutkan dengan penyuluhan cara cuci tangan yang baik dan benar. Sasaran penyuluhan kali ini adalah ibu-ibu dan anak-anak RW 03. Sehingga pembawaan materi lebih disesuaikan. Pada akhir penyuluhan dilakukan pemilihan Duta dan Agen Cuci Tangan. Dimana Duta Cuci Tangan adalah 5 orang anak yang mampu mempraktikkan dan mengajarkan teman-teman lainnya di depan. Diharapkan Duta Cuci Tangan dapat menjadi peer educator yang baik dalam menyebarluaskan pengetahuan cara cuci tangan yang baik dan benar kepada teman-temannya yang lain. Sedangkan Agen Cuci Tangan adalah 5 orang ibu yang dipilih untuk dijadikan kader suspro CIMSA UIN. Acara dilanjutkan dengan penyematan selempang dan pemberian hadiah pada Duta Cuci Tangan yang terpilih, dan juga pemberian sertifikat dan bingkisan pada Agen Cuci Tangan yang terpilih. Acara diakhiri dengan doa dan foto bersama panitia dan warga RW 03.


NETTER: CIMSA UIN NEWS LETTER  

NETTER merupakan News Letter yang diterbitkan oleh CIMSA UIN, diharapkan dapat menjadi media publikasi, komunikasi, serta edukasi baik untuk...

NETTER: CIMSA UIN NEWS LETTER  

NETTER merupakan News Letter yang diterbitkan oleh CIMSA UIN, diharapkan dapat menjadi media publikasi, komunikasi, serta edukasi baik untuk...

Advertisement