Page 1


ATTIC ABOUT THE TOPIC

Pernahkan kalian sedang berjalan lalu melihat sebuah peristiwa yang dirasa pernah dialami sebelumnya?, tapi lupa kapan dan dimana pernah mengalaminya?. Seringkah anda merasa sakit yang teramat pedih?. Padahal tidak terjadi luka fisik apapun pada anda?. Itu semua berhubungan dengan syaraf otak kita!!. BUNCH edisi ke 3 ini membahas Human Behaviour dari sisi Neuropsychology. Temanya berat banget?, memang. Tapi tenang aja, semua tersaji ringan dan menarik sehingga siap dibaca untuk kalian semua!. Ini adalah BUNCH edisi terakhir di tahun 2012 ini. Terima kasih sudah menjadi pembaca setia BUNCH!!. Semoga kita selalu bisa memberikan yang terbaik kedepannya :D. Pimpinan Redaksi

//COVER by m. Kautsar ramadhan S.

Redaksi Penanggung Jawab : Ekki Primanda Ramadhan Pimpinan Redaksi : M. Kautsar Ramadhan Sukin Editor : Hana Talita Margijanto Co.Editor : Amelia Suci Wardhani Divisi Konten : Rinda Saski Kurnia Divisi Liputan : Firdha Novha Nur Hassanah Divisi Periklanan : Yulita Astriani Putri

DITERBITKAN OLEH BIRO MEDIA BEM PSIKOLOGI UI

Reporter: Rinda Saski Kurnia, Amelia Suci Wardani, Hana Talita Margijanto, Yulita Astriani Putri, Firdha Novha Nur Hassanah, Ashma Nur Afifah, Claudya Carolina, Iqbal Maesa Febriawan. Desain, Tata Letak, dan Percetakan: M. Kautsar Ramadhan Sukin, Firdha Novha Nur Hassanah. Fotografer: Syed Afdhal, Afina Qinthaningrat. ILUSTRATOR: Atsarina Adani Soetikno. Marketing & sirkulasi : Yulita Astriani Putri, Amelia Suci Wardani.


muhammad kautsar ramadhan sukin, angkatan 2011

(pimpinan redaksi bunch)

Salah satu kebanggan tersendiri dipercaya menjadi pimpinan redaksi BUNCH. Dengan tim-tim redaksi yang sangat kompeten dan aktif kami bisa memberikan banyak perubahan untuk BUNCH!. Dimulai dari AKTIVITAS yang memberikan kesempatan untuk sivitas berkontribusi dalam BUNCH, halaman yang berubah berwarna, dan lain sebagainya. Seneng banget punya tim yang bisa diajak kerja bareng ngejar deadline, bolak-balik senen-depok, ngedanus kerupuk Garut, sampai jualan kaos yang hasilnya tentu saja untuk BUNCH. Memproduksi 3 edisi berjalan begitu cepat, tidak terasa ini sudah edisi yang terakhir di tahun 2012. Terima kasih kepada para pembaca yang setia membaca BUNCH sampai sekarang!. Doakan BUNCH agar terus memberikan perubahan positif dan terus mengeluarkan a.tikel-artikel yang berkualitas. Jangan lupa juga ikut berkontribusi untuk BUNCH di edisi-edisi selanjutnya!. Tuangkanlah pikiran kalian dalam tulisan.

yulita astriani putri, Angkatan 2011 (divis periklanan bunch)

WOW! banyak banget hal baru yang dipelajari saat menyusun BUNCH. Deadlines, interviews, sponsorships... Rasanya baru banget ngerjain BUNCH edisi pertama kemarin. Well, selamat dinimkati yah hasil karya kami di edisi terakhir ini, semoga bermanfaat !

Thanks to..

Dibalik i s k a d Re

Amelia Suci Wardani, Angkatan 2009

(Editor BUNCH Edisi 1 & 2, CoEditor BUNCH Edisi 3) Ketua biro media

Nggak terasa, buat saya ini udah tahun kedua ikut kontribusi kerjain BUNCH. Dari mulai bikin artikel yang harus wawancara sampai yang harus cari referensi, selalu bikin seneng walau dikejar deadline :p Dari yang saya lihat, BUNCH terus berkembang ningkatin kualitasnya, itu hal lain yang bikin saya termotivasi juga buat nulis di sini. Semoga teman-teman, darimanapun kalian, bisa senang dan makin kenal dengan ilmu psikologi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita; itu semua, melalui BUNCH ;)

Impossible is nothing. Evolusi BUNCH hingga saat ini menjadi hal yang awalnya nggak pernah kami sangka. Kini BUNCH bisa hadir dengan tampilan yang lebih fresh, konten yang berkualitas (agree?), jumlah halaman bertambah, paper size B5, dan full color! BUNCH 2nd Edition juga menambah jumlah eksemplar dan target pembacanya, yakni tak hanya mahasiswa lingkungan kampus UI, namun mencakup mahasiswa Psikologi dari seluruh Indonesia. Untuk kemudahan akses, BUNCH pun hadir dalam versi digital yang bisa dilihat di www.bempsikologi. ui.ac.id. It all can’t be achieved without a great team! Salut untuk kinerja semua redaksi BUNCH, you’re extremely awesome! Finally, terimasih untuk sivitas yang telah berkontribusi untuk BUNCH, terutama melalui rubrik AKTIVITAS (Artikel dan Sivitas)! Terharu, ternyata banyak yang mengirimkan artikelnya. Terimakasih juga untuk bantuan sivitas pada proker Biro Media lainnya! Allah bless you all :---)

hana talita margijanto,

firdha novha nur hassanah,

Angkatan 2010

Angkatan 2011

(Editor BUNCH Edisi 3 & divisi artikel bunch)

(divisi liputan bunch)

It’s been so wonderful writing for BUNCH! I just hope all of you readers are pleased with the work that we’ve done. It’s been so much fun and I hope you have a fun time reading BUNCH too. In the future, I hope that BUNCH will continue publishing top notch articles for everyone to know how interesting human behavior is.

Haloo para pembaca BUNCH, tidak terasa edisi ke-3 ini telah terbit dan selesaaaiii :’D sebagai tim kerja dari bunch, aku sangat bangga mempersembahkan bunch hingga edisi ke-3 ini kepada kalian. Begitu banyak makna psikologi yang dapat berguna bagi kehidupan sehari- hari kita, dan bunch membuatnya dalam kemasan artikel yang menyenangkan. semoga bisa bermanfaat yah! \(´▽`)/

Rinda saski kurnia,

Angkatan 2010

(divisi konten bunch) wakil ketua biro media

TERIMA KASIH sebesar-besarnya untuk Syed Afdhal yang selalu membantu di setiap edisi, Ketua BEM kita dan wakilnya Ekki dan Posma yang setia membantu mengambil BUNCH, untuk Utha Korkominfo yang setia memantau, jangan lupa makan!, buat Dea, Jewe, dan Sarah para anak magang Media yang sangat bisa diandalkan, buat Qintha yang membantu foto redaksi dikala sibuk, buat Lidya Wong atas kerjasama nya, buat Imam sang pendiri BUNCH dan saran-sarannya, untuk para kontributor AKTIVITAS, para pembuat komik yang mantapmantap, para model-model foto, dan kalian para pembaca sekalian!!. TERIMA KASIH sebesar-besarnya!!. Tanpa kalian BUNCH tidak akan menjadi seperti ini. Terakhir, selamat berbahagia Eka Mitra Rachmawati (Ketua Biro Bem Media 2011) dan Muhammad Hafizh Alfath, nanti dibawain BUNCH nya disaat pernikahan ya :D.


BUNCH

DES

2012 sumber : istimewa

Neuropsychology?

Say What?

WITH

ERMANDA SASKIA SIREGAR

RINDA SASKI KURNIA

y g o l o h c y s p o r u e N Introduction to

Pada edisi kali ini, redaksi Bunch berkesempatan untuk berbincang dengan salah seorang staf pengajar di Fakultas Psikologi UI yang merupakan pakar di bidang neuropsikologi. Sosok itu adalah Ermanda Saskia Siregar atau yang akrab dipanggil Mbak Manda. Sebagai informasi, Mbak Manda pernah meraih penghargaan Magna Cum Laude Bachelor of Arts (B.A.) saat menyelesaikan studi Psikologi di University of San Fransisco, lalu meraih Master of Arts dengan spesialisasi Biopsikologi dari New York University. Hebat bukan? Nah, bagaimana ilmu neuropsikologi menurut pandangannya? Penasaran? Simak hasil wawancara berikut ini! Q: Apa perbedaan dari neurologi dan neuropsikologi? A: Neurologi adalah cabang dari ilmu kedokteran, sementara neuropsikologi jelas merupakan cabang dari ilmu psikologi. Bahasan dalam neuropsikologi terkait dengan kinerja otak beserta sistem syaraf yang memengaruhi fungsi dan perilaku yang tampak oleh kita, sementara neurologi membahas tentang kinerja otak beserta strukturnya. Namun, pada prakteknya neurolog dan neuropsikolog seringkali bekerjasama untuk menyelesaikan kasus tertentu. Orang yang bergerak di bidang neuropsikologi juga terbagi menjadi dua, ada clinical neuropsychologist dan ada juga researcher neuropsychologist. Seorang clinical neuropsychologist menggunakan ilmu neuropsikologi untuk memberikan treatment untuk merubah perilaku kliennya, sementara researcher neuropsychologist akan meneliti neuropsikologi, biasanya dengan membandingkan populasi otak sehat atau tipikal dengan otak yang sudah mengalami perubahan, seperti yang terkena traumatic brain injury. Q: Seberapa relevan peran neuropsikologi terkait perilaku kita? A: Sangat relevan sekali tentunya. Sederhananya, untuk menampilkan perilaku, manusia membutuhkan fungsi otak yang baik. Jika otak “mati�, apakah perilaku akan muncul? Tentu tidak.

04

Oleh :

Q: Bagaimana perkembangan neuropsikologi di Indonesia? A: Ilmu neuropsikologi di Indonesia memang biasanya masih populer di kalangan ilmuwan-ilmuwan yang pernah belajar ke luar negeri, khususnya yang mempelajari psikologi dan ilmu yang berkaitan dengan perilaku manusia. Di luar negeri, neuropsikologi sudah menjadi entitas tersendiri. Berbeda dengan di Indonesia yang belum memfokuskan perkembangan ilmu psikologinya di bidang neuropsikologi. Saya sendiri beberapa kali diundang Kementrian Kesehatan untuk berbicara di seminar-seminar di kalangan neurolog. Jadi, untuk masyarakat awam di Indonesia pada umumnya, memang sepertinya belum familier dengan neuropsikologi. Q: Isu apa saja yang sedang berkembang atau trend di bidang neuropsikologi? A: Perkembangan neuropsikologi masih relatif baru dibandingkan dengan school of thought ilmu psikologi lainnya. Jadi, risetnya belum terfokus pada hal-hal tertantu; semuanya masih menjadi interest penelitian. Namun, beberapa waktu ini, isu tentang neuroplasticity sedang cukup populer. Salah satu contoh kasus tentang isu ini adalah isu phantom limb syndrome, yaitu perasaan masih mensensasi stimulus tertentu di tungkai yang padahal sudah tidak ada (biasanya karena diamputasi). Berdasarkan riset tentang neuroplasticity, ternyata fenomena ini sangat mungkin terjadi, di mana area otak tertentu masih menangkap “sinyal� dari sekitar area tungkai yang sudah tidak ada, sehingga mempersepsikan seolah-olah subjek masih memiliki tungkainya. Konsep neuroplasticity telah menggantikan stigma sebelumnya bahwa otak adalah organ yang statis; setelah mengalami perubahan signifikan tertentu, sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Menurut riset tentang neuroplasticity, nyatanya tidaklah sekaku itu.


BUNCH

DES

2012

Oleh :

foto : syed afdhal

Amelia suci wardhani

Unknown Facts About

B

erbicara mengenai kepemimpinan, ternyata tidak selalu dikaitkan dengan konteks organisasi dan politik. Kali ini, akan dibahas mengenai fakta-fakta kepemimpinan dari sudut pandang ilmu biopsikologi dan neuropsikologi yang belum banyak diketahui. Penasaran? Simak pemaparannya berikut ini! Leadership = right brain ? Benarkah kebanyakan pemimpin memiliki hemisfer kanan yang lebih dominan? Sejauh ini, penelitian di bidang neuroscience terus dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas otak yang lebih kompleks dihubungkan dengan kepemimpinan (Waldman, et.al., 2011). Pada dasarnya, seseorang dengan hemisfer kanan yang lebih dominan akan cenderung memiliki daya imajinasi, kreatifitas, gambaran visual, dan respon emosional (Hambrick, 1996 dalam Waldman, et.al., 2011). Hal ini sejalan dengan karakteristik kebanyakan pemimpin seperti kemampuan menguasai perubahan, berfikir konseptual/ global, kolaborasi, dan empati. Namun, bukan berarti seseorang dengan dengan hemisfer kiri yang lebih dominan tidak dapat menjadi pemimpin. Mereka akan memiliki gaya kepemimpinan yang cenderung berbeda, seperti menekankan pada berpikir logis, rasional, dan perencanaan yang baik (Hambrick, 1996 dalam Waldman, et.al., 2011).

Leadership

menggunakan gaya kepemimpinan transformational dan partisipatif dibandingkan pemimpin pria. Mereka juga lebih mampu mengenali emosi diri dan menunjukkan empati terhadap orang lain. Terkait fenomena tersebut, terdapat pengaruh hormon oksitosin yang kuat pada wanita, yang berkontribusi dalam munculnya empati, kepercayaan, dan kolaborasi (Morhenn, Piper, & Zak, 2008). Pada kenyataannya, pemimpin wanita akan lebih banyak dipilih ketika setting organisasi atau perusahaan didominasi oleh wanita dan membutuhkan adanya kolaborasi yang tinggi. Pemimpin yang berbadan tinggi Meskipun terkesan irasional, namun secara alamiah kita terdorong memilih pemimpin yang berbadan lebih tinggi. Hal ini terkait teori evolusi, dimana nenek moyang kita cenderung memilih pemimpin yang lebih tinggi karena dianggap mampu melindungi teritorial mereka, memiliki hidup lebih panjang, dan memberikan keturunan lebih banyak. Uniknya, sebuah penelitian dalam ranah politik menemukan bahwa kandidat yang terpilih setelah pemilu dipersepsikan memiliki badan lebih tinggi dibandingkan sebelum pemilu berlangsung, sedangkan kandidat yang kalah dalam pemilu dipersepsikan memiliki badan lebih pendek (Murray & David, 2011).

Woman leader, why not? “If you want anything said, ask a man. If you want anything done, ask a woman�, ungkap Margaret Thatcher salah seorang tokoh pemimpin wanita. Kini, keberadaan pemimpin wanita memang semakin diperhitungkan. Beberapa keunggulan yang dimiliki pemimpin wanita seperti kecenderungan

05


BUNCH

DES

2012 Oleh :

Psiko Pejuang Biru Muda

amelia suci wardani

#Jaya

di tingkat UI

Halo Psikologi UI, tahukah kalian kalau kita mengikuti dua kompetisi tingkat U baru-baru ini? Yup, tentunya Olimpiade UI 2012 dan UI Art War 2012. Kedua acara tersebut merupakan kompetisi seni dan olahraga antar fakultas di Universitas Indonesia yang diadakan oleh Departemen Olahraga dan Departemen Kreasi, Seni, dan Budaya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia.

olimpiade ui____________________ Olimpiade UI dilaksanakan pada tanggal 13 November – 7 Desember 2012. Tahun ini ada 10 cabang yang dikompetisikan. Cabang-cabang tersebut adalah renang, taekwondo, bulutangkis, atletik, tenis meja, tenis lapangan, futsal, basket, voli, dan sepak bola. Tahun ini, Kontingen Psikologi berhasil membawa pulang medali pada nomer cabang : renang 50 m gaya kupu (PerungguCynthia Tanujaya S2 ’11), futsal putri (Perak-FC 08 : Seswara ’09, Karmaya ’09, Imbi ’09, Asteya ’09, Keke ’09, Annabelle ’10, Yulia ’11, Yulinda ’11, Arky ’11, Shirin ’11, Rafa’12, Wina ’12, Zarra ’12, Nisa ’12, Sri Lestari ‘12), dan taekwondo putri under 67 kg (Emas untuk Fauziah Sandra Pertiwi ’11). Walaupun belum banyak meraih medali, namun kita harus bangga terhadap prestasi yang sudah kita dapatkan dan berjuang untuk Olimpiade UI tahun depan. Semangat!

06

medali FISIP 14 17 8 FT 12 18 13 FE 11 6 13 FIB 10 3 14 FH 7 6 12 Vokasi 6 5 4 FKM 2 1 7 FMIPA 1 2 1 FK 1 2 1 FPSI 1 1 1 Fasilkom 0 4 2 FKG 0 0 1


BUNCH

DES

2012

ui art war____________________ UI Art War dilaksanakan pada tanggal 26 November – 6 Desember 2012. Cabang seni yang dikompetisikan tahun ini adalah fotografi, lukis, stand up comedy, mural, vokal solo, vokal grup, tari, teater, film, dan band. Dari sepuluh cabang tersebut, kontingen kita berhasil membawa pulang tiga medali. Satu medali perunggu diraih di cabang fotografi (Syed ’10) dan dua medali perak diraih di cabang tari (Kencana Pradipa : Niken ’09, Saphire ’09, Yasmine ’10, Imantya ’10, Muthia ’10, Gianisha ’10, Halyda ’10, Jova ’11, Karinka ’11, Faisal ’11, Yuni ’10, Laras ’10, Andra ‘11) dan vokal grup (Finisha Desela ’09, Fadhli ’10, Alvia ’10, Vonny ’11, Frea ’11, Diella ’11, Obedrey ’11, Doglas ’11, Avia ’12, Nina Tangkere ’11, Geraldo ’11).

medali FE 3 - Fisip 2 1 2 FKM 2 - 1 FH 1 1 2 FT 1 1 1 Vokasi 1 2 1 FPSI - 2 1 Fasilkom - 2 FIB - 1 2 FK - - FKG - - FIK - - -

Terima kasih ! kepada seluruh atlet dan peserta yang telah berkontribusi menjadi Kontingen Psikologi dalam Olimpiade UI 2012 serta UI Art War 2012 dan seluruh sivitas yang telah memberikan dukungan kepada para atlet! Tetap semangat berkarya para pejuang biru muda!

#PsikoJaya 07


BUNCH

DES

2012

Salam

Ekki & Posma

E kki Prima nda R a m a d ha n Ketua BE M B A K T I P S I KOL OGI U I 2 0 1 2

P OS M A p ri m a N. Waki l BEM BAKTI P S I KOL OG I U I 2012

Assa lam ual aikum Wr. W b .

Suasan a suk sesi pada b ulan D esem b er ini m en gin gatkan saya akan usaha yan g kami lakukan ketika m en gkam panyekan Ek k i sebagai calon ketua BEM. Tidak terasa bahwa itu sudah b erlan gsun g satu tahun yan g lalu. Ketika Ek k i din ob atkan sebagai Ketua BEM yan g b aru, saya m enjadi an ggota kedua dari BEM kepen gurusan tahun 2012 ini dan bersam a Ek k i m ulai m enyusun organisasi/keluarga yan g kami seb ut sebagai BEM BA KTI. BEM BAKTI terdiri dari 72 oran g luar biasa yan g telah m en dedikasikan dirinya un tuk m enjalani proker-proker BEM dan m em b erikan yan g terbaik bagi sivitas. Setiap dari kami b erusaha un tuk m em b erikan perform a terbaik un tuk dapat berm anfaat bagi BEM dan bagi Sivitas. Sesuai den gan visi k ita, BEM BA KTI berusaha m eran gkul seluruh elem en fakultas Psikologi dan secara BERSAMA BER KONTR IBUSI. Pastinya dalam pelak san aannya akan ada satu atau dua halan gan , tetapi ada banyak perubahan yan g positif yan g dapat diam ati tahun ini. Akan tetapi, yan g terutam a b agi saya adalah adanya proses pem belajaran bagi setiap an ggotanya dan BEM telah m enjadi wadah pem belajaran terseb ut. Selain itu, hal yan g palin g saya gem ari dari BEM ini adalah rasa kekeluargaan dan keak raban an tar an ggotanya. Bahkan BEM dari fakultas lain juga datan g m en gunjun gi un tuk m en getahui rahasia keak rab an kami. Baik yan g b erada pada tataran PI hin gga staffstaff, sem uanya dapat bercan da b ersam a dan b ersen an g-sen an g b ersam a. Mun gk in ini akan m enjadi hal yan g palin g saya rin dukan setelah kepen gurusan ini b erak hir. Ada b egitu b anyak pen galam an yan g saya alami selam a m enjalani tugas ini dan b aik itu suka m aupun duka, setiap pen galam an di BEM m em berikan sebuah pelajaran bagi saya. Tidak hanya b elajar b erorganisasi, tetapi saya juga m em peroleh pelajaran akan in terak si m an usia, hum or, nilai-nilai persahab atan dan kem an usiaan dan halhal lainnya yan g saya dapat terapkan un tuk m enjadi in dividu yan g lebih b aik . Bagi saya, BEM BAKTI bukanlah sekedar organisasi dan an ggota nya b ukan sekedar rekan kerja, m elainkan m erupakan sebuah keluarga yan g I have grown to k n ow an d love. Thank you for everythin g an d I will defin etely miss you guys.

Tidak t e ras a kuran g l e bih sa t u ta hu n B EM F.Psikolo gi UI 2012 t e la h m e nj a la nka n pe n gu rus annya. S e s uai d e n g a n a kro nimnya , BA KTI , le mbag a yan g kami n a u n g i t e la h b e r u sa ha u n t u k me mbe rikan s e ge n ap b a kt i ka mi u n t u k si v i ta s Psikolog i UI . Namun , ka mi sa d a r b e n a r b a hwa a p a yan g be rh as il k ita cap a i d i ta hu n ini t id a k a ka n te rwuju d tan pa part is ip a si si v i ta s, b a i k i t u d a r i mahasis wa ataupun e l e m e n fa kulta s la innya . Ya n g sa ya syukuri d ari ke p e n g u r u sa n ta hu n 2 012 ini ada lah part is ipas i s ivita s Psi ko l o g i UI ya n g sa n g a t aktif u n t uk be rko n t ribu si d i b e r b a g a i a j a n g . S a ya me liha t tah un ini F. Ps iko l o g i m e nj a d i l e bih ‘ku a t ’ ka re n a ke s at uannya ini , b u ka n ha nya d i sa a t kita me n an g d an bah a g i a ta p i j u g a d i sa a t ki ta ka lah d an me n gapre s ia si p e r j u a n g a n ya n g t e la h dilaku ka n . S e mo ga ke b e rsa m a a n d a n se m a n g a t u n tu k berko n t ribus i ini bi sa t e r u s m e l e ka t d i t u b uh IKM F .Psiko l o gi UI s e hing g a ke d e p a nnya ki ta bi sa me liha t IK M F. Ps iko l o g i ya n g a kt i f , ko m p a k, d a n be rkon t ribus i un t uk m a sya ra ka t . S a ya m ewa kili se lu ruh pe n gurus BEM Fa kul ta s Psi ko l o g i UI 2 012 me n gu ca pkan t e rimaka sih a ta s ke p e rca ya a n d a n ama n ah yan g d ibe rika n si v i ta s, t e r im a ka sih a ta s partisip as inya, t e rimaka sih t e la h m e nj a la nka n v i si be rsa ma be rko n t ribus i!

08 06


BUNCH

DES

2012

Testimoni untuk

sartiIka Anissa (Angkatan 2009) Project Officer KAMABA 2012________________

BEM BAKTI dea S.(Angkatan 2012) staf magang media bem bakti_______

Gue kira anak-anak bem itu tipe orang-orang pinter yang susah dan serem diajak ngomong, apalagi gue masih anak tingkat satu, lebih serem lagi ngajak ngomong nya. Tapi ternyata gue salah, bagian pinternya sih bener, tapi yang lainnya salah. Anak-anak BEM Bakti 2012 ini bukan cuman enak diajak ngomong tapi juga siap jawab kalo diajuin pertanyaan, pertanyaan akademis ataupun non. MAKASIH BANYAK BEM Bakti 2012!! Fridondy P. (Angkatan 2010) WaPO Psycamp 2012 __________ Sepenglihatan gue, kinerja BEM 2012 ini memuaskan kok. Karena kebetulan gua WaPO PSYCAMP dan SC-nya anak SIGMA, gua kebantu banget sama Anti ’10 dan Ancol ’10 (KaDept SIGMA & SC PSYCAMP) sewaktu melangsungkan Psycamp 2012 ini. Lalu, dalam hal menyambut Olimpiade UI, SIGMA tahun ini menurut gua lebih bagus! Semoga tahun depan lebih baik dalam segala hal yang berhubungan dengan kegiatan mahasiswa Psikologi UI!

BEM tahun ini lebih kelihatan orang-

orangnya. Kegiatan-kegiatannya patut diacungin jempol karena bisa memfasilitasi sivitas, khususnya 2012 untuk berkontribusi!

Hana Erlida (Angkatan 2012) staf magang kestari bem bakti__ Anak BEM itu……..orang hebat! Tapi di sisi lain bisa becanda ngakak juga, konyol-konyolan gitu. Seneng banget bisa ngerasain jadi bagian dari BEM meskipun cuma magang tiga minggu. Pokoknya BEM Bakti, SERU!

seswa elde r. (Angkatan 2009) Ketua FC08 2012 __________ BEM tahun ini super menurut gue, karena diisi oleh orang-orang yang jago dan kompeten! Trus, BEM tahun ini juga ngerangkul banget! Terutama mewakili FC08, terimakasih untuk Posma ’09 sebagai WaKetua BEM yang setia ngedampingin KP-BKBEM. Terimakasih juga untuk dukungan BEM selama pertandingan, termasuk adanya akun khusus suporter. Kita seneng bgt tiap tanding selalu rame yang ngedukung, alumni sampe iri!

Muhammad Ramadhani Ilham Ketua Angkatan 2011 __________

BEM Bakti benar2 mengajak sivitas untuk berkontribusi, sesuai dengan namanya. Walau tidak begitu banyak ada proker unggulan baru, peningkatan proker lama yang dilakukan sudah cukup efektif, misalnya Katarsis. Terima kasih telah mengajak kami untuk berkontribusi, BEM BAKTI! :D

09


BUNCH

DES

2012

When

Neuroscience

Meets Myths: Mengenal Lebih Dalam Fenomena

DEJA VU P

ernahkah kalian merasa begitu familiar dengan suatu kejadian yang baru kalian alami? Merasa mengenal tempat tertentu, padahal belum pernah kalian kunjungi sebelumnya? Atau, merasa pernah bertemu dengan seseorang yang pertama kali kalian lihat? Pengalamanpengalaman yang seringkali menimbulkan perasaan familiar sekaligus keanehan terhadap hal-hal baru tersebut dikenal dengan istilah déjà vu. Déjà vu sendiri merupakan istilah yang berasal dari bahasa perancis, yang artinya ‘pernah dilihat’. Fenomena ini cukup umum terjadi pada manusia. Seorang profesor psikologi dari Texas, Allan S. Brown, menyebutkan bahwa sekitar 60% orang dewasa pernah mengalami déjà vu. Mungkin sebagian dari kalian sudah mengenal atau bahkan mengalami déjà vu, tapi tahukah kalian apa yang menyebabkan terjadinya fenomena dejavu pada seseorang? Tak jarang déjà vu dianggap sebagai fenomena yang misterius karena terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan perasaan aneh pada orang yang mengalaminya. Seringkali orang juga salah mengartikannya sebagai pengalaman supranatural. Mereka beranggapan bahwa pengalaman déjà vu sebagai pengalaman melintasi zona waktu. . Adapula

10

anggapan bahwa orang yang mengalami déjà vu memiliki kemampuan untuk mengetahui serangkaian kejadian yang akan tejadi berikutnya. Asumsi-asumsi mengenai sebab terjadinya fenomena déjà vu pada seseorang memang cukup beragam dan menarik perhatian. Akan tetapi, tidakkah kalian merasa penasaran dengan penjelasan logis dari fenomena déjà vu ini? Ternyata, banyak ilmuwan yang berusaha menjelaskan penyebab fenomena déjà vu ini secara empiris. Salah satunya, Brown (2003) memaparkan penyebab déjà vu ditinjau dari aspek neurologis, atensi (perhatian), dan memori. Pertama, ditinjau dari aspek neurologis, déjà vu dapat terjadi karena adanya penundaan pada transmisi impuls di otak. Otak manusia punya dua jalur dalam mempersepsi informasi. Kedua jalur ini saling kerjasama untuk mengantar informasi ke otak. Nah, ketika salah satu dari kedua jalur ini terlambat beberapa milidetik saja, informasi bisa terpisah. Terpisahnya informasi ini menimbulkan kesan ‘sudah pernah’ ketika mengalami suatu kejadian. Selain itu, déjà vu juga muncul


BUNCH

DES

2012

Oleh :

foto : syed afdhal

YULITA ASTRIANI

akibat rangsangan di lobus temporalis pada otak. Pasien epilepsi yang dilibatkan dalam eksperimen mengenai déjà vu melalui rangsangan pada lobus medial temporal, melaporkan bahwa mereka mengalami déjà vu! Terkait aspek atensi atau perhatian, terdapat istilah inattentional blindness yang artinya kebutaan tidak disengaja. Inattentional blindness terjadi di situasi ketika sebetulnya kita pernah mengalami suatu kejadian tetapi kita tidak mengetahui kapan. Sebagai contoh, ketika melewati sebuah toko sepatu sambil menelpon seorang teman membicarakan materi ujian, perhatian kita hanya tertuju pada materi ujian sehingga tidak memperhatikan toko sepatu yang dilewati. Beberapa bulan setelahnya, ketika kita melihat toko sepatu tersebut maka kita merasa mengalami déjà vu. Jadi, kita tidak sadar bahwa sebetulnya kita pernah melihat tempat tersebut, sehingga muncul perasaan familiar. Penjelasan menarik lainnya mengenai fenomena déjà vu ternyata menyoroti aspek memori. Déjà vu terjadi ketika kalian tidak mengingat apa yang membuat kalian merasa familiar terhadap sesuatu. Selain itu, déjà vu juga bisa terjadi saat kalian melihat sesuatu yang lazim kalian lihat, tapi saat itu kalian melihat pada konteks keseluruhan yang berbeda.

Contohnya, di ruang tamu di rumah temanmu terdapat sebuah sofa besar membentuk letter “L” dengan meja kecil di bagian pojoknya. Suatu saat, ketika pergi ke dokter gigi dan menunggu di suatu ruangan yang juga berisi sofa besar membentuk letter “L”, kalian merasa pernah mengunjungi ruang tersebut sebelumnya. Kesan familiar muncul karena kalian melihat template yang sama (sofa besar membentuk letter L) dengan komposisi yang berbeda (ruangan yang lebih luas atau mungkin ada sebuah vas bunga). Pengalaman ini akan menimbulkan kesan familiar yang menyebabkan fenomena déjà vu. Walaupun fenomena déjà vu ini seringkali menimbulkan perasaan aneh yang sulit dimengerti, tetapi mengalami déjà vu merupakan hal yang wajar. Selain berdasarkan pemaparan diatas, déjà vu masih bisa digali melalui perspektif yang berbeda. Hingga saat ini para peneliti masih berusaha menjelaskan fenomena déjà vu dengan bukti-bukti yang lebih komprehensif. Mungkin akan ditemukan penjelasan yang lebih mutakhir lagi! References: Brown, A. S. (2003). A review of the déjà vu experience. Psychological Bulletin Vol. 129, No. 3, 394–413. -

11


BUNCH

DES

foto : syed afdhal

2012

Oleh :

aSHMA NUR AFIFAH

Tidak Ada Luka Fisik, Tetapi Tetap Sakit!

P

ernahkah kalian merasa takut mengeluarkan pendapat dalam kelompok karena pendapat kalian berbeda? Atau, pernahkah mengalami perasaan sakit karena dikucilkan oleh teman-teman meski kalian tidak mengalami luka secara fisik? Menjadi bagian dari satu kelompok merupakan suatu kebutuhan dasar bagi manusia menurut Abraham Maslow. Tak heran jika kita menerima penolakan atau pengucilan dari kelompok, maka akan ada kebutuhan dasar yang tak terpenuhi. Penolakan dan pengucilan juga menimbulkan perasaan sakit, walaupun secara fisik individu tidak terluka Mengapa dikucilkan terasa sakit? Rasa sakit ini tidak lain dikarenakan aktifnya sistem otak manusia. Pengalaman sakit terbagi menjadi dua komponen yaitu sensori dan afektif. Komponen sensori berkaitan dengan sistem indera manusia atau fisik sedangkan komponen afektif merupakan persepsi dari ketidaksenangan dari stimulus yang menyakitkan (Craig, 1999 dalam McDonald, 2009). Ditolak atau dikucilkan oleh kelompok mengaktifkan komponen sakit secara afektif karena tidak berasal dari sistem sensori individu tetapi lebih ke persepsi bahwa hal tersebut sebagai hal yang menyakitkan bagi dirinya. Hasil dari neuroimaging menunjukkan bahwa ketika kita merasa sakit, daerah otak bernama dorsal anterior cingulated cortex (dACC) menjadi aktif. dACC juga bisa aktif walapun komponen sensori tidak ada dan hanya mendasarkan pada komponen afektif yaitu pada appraisal individu terhadap suatu kerjaidan. Penelitian yang dilakukan oleh Eisenberger, Lieberman & Williams (2003) menunjukkan

12 06

bahwa partisipan yang dikucilkan saat melakukan cyberball (melempar bola melalui internet) mengalami peningkatan aktivitas otak pada bagian dACC. Bagian aktif lainnya adalah insula selama memproses visceral pain (rasa sakit yang ditimbulkan ketika ada organ tubuh yang terluka) atau ketika sedang berada dalam afek negatif. Sebagai respon ketika dikucilkan, individu juga menunjukkan aktivitas otak di bagian ventral prefrontal cortex kanan, sebuah daerah yang berperan untuk meregulasi pengalaman rasa sakit secara fisik atau afek negatif. Mengapa rasa sakit saat dikucilkan perlu ada? Jika ditinjau dari teori evolusi, bergabung dalam kelompok meningkatkan kemungkinan untuk survive dan mempertahankan kehidupan (Williams, 2007). Rasa sakit yang dialami seseorang saat dikucilkan ini tidak logis, terjadi sangat cepat, serta merupakan deteksi awal adanya ancaman. Tak heran jika dikucilkan, maka individu akan memunculkan berbagai macam reaksi entah berusaha untuk bersatu kembali dengan kelompok atau berusaha meraih kontrol untuk mengurangi rasa sakit karena dikucilkan. Daftar Pustaka Eisenberger, N.L., Lieberman, M.D., & Williams, K.D. (2003). Does rejection hurt? An fMRI study of social exclusion. SCIENCE, 302 McDonald, G. (2009). Social Pain and Hurt Feeling. In P. Corr, & G. Matthews, Cambridge Handbook of Personality Psychology (pp. 1-25). Williams, K. (2007). Ostracism: The Kiss of Social Death. Social and Personality Psychology Compass , 236-247.


BUNCH

DES

2012

WHAT’S IN

foto : syed afdhal

YOUR

Food?

Oleh : firdha novha

P

ernahkah kalian merasa ketagihan ketika memakan cemilan manis? Atau kalian seringkali merasa lebih terjaga ketika meminum kopi? Ternyata, selain berfungsi sebagai asupan energi, kandungan makanan juga berpengaruh terhadap kinerja otak dan perilaku manusia. Berikut beberapa contoh kandungan makanan maupun minuman serta pengaruhnya pada kinerja otak dan perilaku manusia.

1

Gula Rasa manis pada gula adalah salah satu rasa yang paling disukai banyak orang, khususnya bagi anakanak. Bagaimana tidak, rasa manis sudah dikenal oleh tubuh melalui air susu ibu (ASI) yang kita rasakan sewaktu bayi. Menariknya, kandungan gula ternyata dapat memengaruhi produksi serotonin dan dopamin yang berefek menimbulkan perasaan ‘senang’ ketika usai dikonsumsi. Pengalaman akan rasa senang itulah yang membuat orang menyukai makanan manis. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kadar gula yang berlebihan dalam tubuh tidak baik bagi kesehatan. Sebuah penelitian menunjukan bahwa kadar gula yang berlebihan menyebabkan menumpulnya sistem respon otak yang bertugas untuk memberitahu kapan harus berhenti makan. Mungkin inilah jawaban kenapa kita seringkali sulit berhenti ketika memakan cemilan manis?

kopi memang mampu menstimulasi sistem saraf tubuh sehingga memberikan efek keterjagaan. Kandungan kafein dalam kopi berfungsi membalikan semua kerja zat adenosin, sehingga membuat mata terbuka lebar, jantung berdetak kencang, perasaan segar dan akan membentuk energi ekstra. Akan tetapi, kandungan kafein yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko stroke, membuat tubuh sering mengalami insomnia, mudah gugup, sakit kepala dan cepat marah.

3

Makanan Pedas Beberapa kuliner khas Indonesia seringkali diolah dengan cabai, membuatnya menjadi terasa pedas. Sebuah fakta menarik mengenai rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai, ternyata mampu meningkatkan efek kesadaran dengan memacu metabolisme pada gelombang beta. Di sisi lain, terdapat efek negatif dari rasa pedas bagi tubuh, seperti menimbulkan iritasi dan membentuk pola aneh pada lidah. Jika mengkonsumsi makanan pedas dalam jumlah yang berlebihan, lidah dapat kehilangan respon dalam mengenali rasa makanan dan minuman.

2

Kafein Adakah yang sering mengkonsumsi kopi sebagai ‘sarapan pagi’ atau teman begadang? Bagi sebagian orang, kafein meamng dianggap sebagai cara yang cukup ampuh untuk memberikan tambahan energi ketika hendak melakukan aktivitas yang berat. Kafein yang biasanya terkandung dalam

13


BUNCH

DES

2012 Oleh :

claudya carolina

Tersenyum untuk

BAHAGIA

S

emua orang pasti pernah mengalami kejadian yang kurang menyenangkan seperti lupa mengumpulkan tugas, gagal dalam ujian, dan sebagainya. Emosi negatif seperti sedih pun kerap kali dirasakan akibat dari peristiwa-peristiwa tersebut. Keberadaan emosi negatif tentu bukanlah hal yang diinginkan oleh siapapun. Pasalnya, emosi negatif dapat memberikan dampak yang tidak menyenangkan bagi seseorang.

Tentunya kita tak mau berlama-lama bersedih maupun mengalami emosi negatif terus menerus dan berharap akan kembali merasakan emosi positif.. Pertanyaannya, mungkinkah itu terjadi? Dalam ilmu psikologi, terdapat suatu teori yang dapat menjawab pertanyaan tersebut, yaitu facial feedback hypothesis. Facial feedback hypothesis menyatakan bahwa ekspresi wajah seseorang dapat memiliki efek pada pengalaman emosional orang tersebut (Grinnell, 2009). Sebagai contoh, orang yang menampilkan ekspresi sedih akan merasakan emosi serupa di dalam dirinya. Sekilas, teori tersebut tampak meragukan, mengingat bahwa ekspresi wajah merupakan efek dari emosi yang sedang kita rasakan. Keraguan akan facial feedback hypothesis mungkin dapat berkurang apabila kita mengetahui eksperimen yang dilakukan oleh Ekman et al. (1983; Levenson et al., 1990, dalam Carlson, 2011). Pada eksperimen ini, pertisipan diminta menggerakkan otot ekspresi wajah untuk membentuk ekspresi emosi tertentu. Akan tetapi, partisipan tersebut tidak mengetahui ekspresi apa yang diminta untuk dimunculkan. Sebagai contoh, partisipan diminta

14

foto : syed afdhal

untuk menggerakkan alis ke atas, menahan gerakan tersebut, dan selanjutnya merenggangkan bibir secara horizontal. Maksud dari instruksi tersebut adalah partisipan menampilkan ekspresi emosi berupa takut (fear), tetapi partisipan tidak mengetahuinya. Berbagai ekspresi wajah yang menggambarkan beragam jenis emosi tersebut dimonitor oleh peneliti dengan respon fisiologis yang terkontrol dari sistem syaraf otonom (autonomic nervous system). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sistem syaraf otonom berubah dengan adanya pengondisian otot wajah dalam membentuk ekspresi emosi tertentu. Salah satu contohnya adalah orang marah mengalami peningkatan detak jantung dan temperatur di kulit. Di samping perubahan fisiologis, emosi yang dirasakan oleh partisipan pun turut berubah sesuai dengan ekspresi wajah yang diperintahkan oleh peneliti. Penelitian ini memberikan pengetahuan baru bahwa untuk memunculkan emosi tertentu, kita dapat melakukannya dengan mengubah ekspresi wajah kita. Dalam hal ini, apabila seseorang merasakan emosi negatif, ia dapat segera menampilkan senyum agar merasakan emosi positif. Hal tersebut sesuai dengan pepatah yang mengatakan “janganlah menunggu bahagia untuk tersenyum, tetapi tersenyumlah agar kau bahagia�.


BUNCH

DES

2012

Neur oscience in

: s k o o B

Left

Oleh :

HANA TALITA M.

Neglect ‘Bob, I know I have a left hand, but I have no idea where it is,’

P

ernahkah kalian mendengar kata ‘Left Neglect’? Dalam Kalat (2009) left neglect atau spatial neglect adalah kecenderungan untuk mengabaikan sisi kiri objek atau apapun yang berada di sisi kiri seseorang. Hal ini terjadi akibat kerusakan pada hemisfer kanan otak, biasanya di bagian right parietal cortext dan superior temporal cortext. Nah, ingin tahu bagaimana kehidupan seseorang dengan Left Neglect? Kali ini, Tropic akan membahas sebuah buku karya Lisa Genova yang berjudul Left Neglected. Buku ini bercerita tentang seorang working mom bernama Sarah. Dia menikah dengan suaminya Bob, anaknya Charlie yang didiagnosis memilih ADHD (attention deficit/hyperative disorder) dan adiknya, Linus yang masih bayi. Baik Sarah maupun Bob bekerja full-time dan kadang tidak punya waktu untuk anak-anak mereka. Pada suatu hari Sarah mengalami kecelakaan mobil dan tidak sadarkan diri selama delapan hari. Dokter mengira kondisi Sarah baik-baik saja, namun bukan begitu adanya. Ketika dia sedang makan dengan nampan berisi makanan, dia tidak bisa makan karena merasa tidak diberikan sendok. Perawat bingung karena sebenarnya ada sendok di nampan Sarah, di sisi kiri nampan. Sarah juga tidak melihat ada sebuah kue brownies di sisi yang sama. Dia tidak bisa melihat objek apapun yang berada di sisi kirinya. Sarah kemudian didiagnosis mengalami Left Neglect.

FOTO: mUHAMMAD kAUTSAR R.S.

berpakaian sendiri, tidak bisa menyetir mobil dan bahkan butuh bantuan saat ke toilet. Untuk mengambil objek di sisi kirinya, Sarah harus meraba-raba karena tidak dapat melihat objek tersebut. Bagaimana nih cara Sarah hidup, yang sebelumnya memiliki pekerjaan mapan dan sekarang harus mengandalkan orang lain setiap harinya? Apalagi Sarah punya dua orang anak yang butuh perhatian dan ibunya yang tiba-tiba datang untuk membantu proses penyembuhannya. Buku ini berhasil mengkomunikasikan kondisi ini dengan baik. Deskripsi perasaan yang dialami Sarah digambarkan lewat perkataannya, yang memang agak sulit untuk membayangkan bagaimana rasanya hidup tanpa ‘sisi kiri’. Konflik dalam cerita ini menarik, apalagi karena Sarah yang biasanya sibuk, menjadi down tidak bisa berbuat apapun. Buku ini memberikan juga inspirasi bagi kita, karena bagi Sarah, apa yang terjadi padanya menjadi pelajaran bagi hidupnya kemudian. Penasaran kan? Lisa Genova adalah penulis sekaligus ahli di bidang neuroscience. Selain buku ini, Lisa juga menulis buku berjudul ‘Still Alice’ yang mengangkat isu penyakit Alzheimer’s.

Dalam buku ini diceritakan bagaimana Sarah hidup ‘tanpa kirinya’. Dia tidak melihat kaki kirinya, hanya kaki kanan. Dia sulit

15


BUNCH

DES

2012

Oleh :

hana talita margijanto

H

ave you heard the term ‘Near Death Experience’ ? Let’s shine some light to this rare but real phenomenon.

‘I passed out on impact and was immediately enveloped by a warm bright light. As I moved towards the light I had the most euphoric feeling of love and inner peace that I had ever experienced. It was a place that I never wanted to leave. I felt that I would soon be reunited with my [deceased] brother again. I have no idea how much time elapsed, although it couldn’t have been long, when I was jarred awake, by an EMT pounding on my window and using the jaws of life to pry open my door, while firefighters threw gravel on my smoking engine’. That statement was made by a psychologist named Heidi Horsley. She was involved in a car accident which almost took her life. She claimed to have this near death experience (NDE). Generally, NDE is defined as the report of unusual recollection associated with a period of unconsciousness during either a serious injury or resuscitation from a cardiac or resptory arrest (Morris and Knaftl, 2003). However, people who thinks that they are dying even though they are not, might experience NDE as well. What exactly happens during such experience? According to the Grayson’s Near Death Exprience Scale made in 1983, patients reports feelings of altered sense of time, feeling of peace and joy, surrounded by light, and vivid sensations. Ring also made a

16

BROUGHT TO

Life

series of index derived from NDEs, including tunnel experience, life review, and out-of-body experience. Skeptics don’t believe it as psyhic phenomena but rather brought by chemicals that induced functions when we are under a lot of stress. Blackmore (1996) attributed the feeling of peace was induced by endorphins in the brains as a response for situational stress. The tunnel or bright light experience can happen because the increased neural noise produced by dying cells, perceived as lights that grew bigger, creating an illusion of a tunnel. Psychological models proposed to explain that NDE happen because it’s a protective mechanism that might operate within the psyche during extreme danger, manifested in hallucinations or reconstructions of distorted memory (Greyson, 1998a; French, 2005). Does NDE happen to everyone? No. In a survey of 673 individuals via the telephone, only 9% of them experience NDE. It is proposed that only a few of people are predisposed to having these sort of experience. But ultimately, people who survived NDE will benefit from a life changing after effect. Some have their beliefs changed, report of reduced fear of death, to be kinder to other people, and to value life more.


BUNCH

DES

2012

Oleh :

IQBAL MAESA FEBRIAWAN

Sinyal - sinyal

J

atuh cinta, seperti jatuh yang lain, akan menimbulkan “sakit”, meskipun jatuh cinta rasanya enak. Berbicara mengenai “sakit”nya jatuh cinta, Langeslag (2009) mengungkapkan bahwa jatuh cinta menyerupai obsessive-compulsive disorder (OCD), dalam kesamaannya terpreokupasi pada satu objek. Obsesi ketika jatuh cinta bermakna memikirkan pasangan secara teratur sementara obsesi pada OCD bermakna “fearing and doubting object of fear”. Pesan tentang perasaan jatuh cinta disampaikan otak di antaranya melalui neurotransmiter. Persamaan lain antara jatuh cinta dan OCD diduga karena kesamaan ciri yang menyertai keduanya, yaitu berkurangnya hormon serotonin. Kurup & Kurup (dalam Hatfield & Rapson, 2009) juga membuktikan bahwa orang yang sedang jatuh cinta memiliki tingkat serotonin yang lebih rendah dibandingkan orang yang tidak berada dalam kondisi jatuh cinta. Serotonin juga bertanggung jawab atas perasaan euforia yang dimiliki oleh orang yang sedang dilanda asmara. Kadar serotonin yang rendah berhubungan dengan cinta sebagai trait (cinta dalam konteks jangka panjang) dan state (perasaan dicintai dan mencintai)

Cinta

dengan menurunnya PEA sehingga mood lift dan energi tambahan tidak lagi didapatkan dalam hubungan romansa atau terproduksinya MAO (monoamine oxide), yang menghambat produksi PEA.

Hormon lain yang ditengarai sebagai mediator cinta secara biologis adalah oksitosin dan dopamin. Oksitosin disebut sebagai trust-building hormone, melalui pengaturan amygdala, sehingga mengurangi takut, ambiguitas, serta kecemasan, dan mempengaruhi affective mental state (Donatella, Mari, Giorgio, & Stefano, 2009). Sifat oksitosin tersebut diperkuat dengan temuan Meyer-Linderberg et.al. (dalam Donatella, Mari, Giorgio, & Stefano, 2009) yang menyatakan bahwa peran oksitosin yang telah disebutkan lebih tampak pada stimulus sosial seperti wajah manusia dan oksitosin lebih berpengaruh pada first impression daripada penguatan social bonds. Terkait dengan perasaan senang, neurotransmiter yang bertanggung jawab adalah dopamin. Dopamin menandakan reward, perasaan senang, atensi yang fokus, motivasi dan goal-orientation terkait romansa (Fisher, Aron, & Brown, 2006).

Liebowitz (dalam Hatfield & Rapson, 2009) menyatakan bahwa zat yang terkait dengan perasaan cinta adalah phenylethylamine (PEA). PEA menyebabkan mood lift dan penambahan energi. Kehadiran PEA menjelaskan mengapa orang yang jatuh cinta sering senyum-senyum sendiri dan mampu berkomunikasi (baik face-to-face atau lewat media komunikasi) hingga larut malam. PEA juga diduga berhubungan dengan putusnya hubungan romansa. Penjelasan mengenai putus cinta dan PEA memiliki dua alternatif, yaitu putusnya hubungan romansa dihubungkan

17


/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// BUNCH / /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// 2012 /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// ////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// / /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// ////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// / /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// ////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// / /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// ////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// / /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// ////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// / /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// ////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// / /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// Oleh : /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// atsarina adani soetikno /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// ////////// 18

des


1. ? Know 2.

BUNCH

DES

2012

Did You H

arvard University menemukan bahwa orang yang mudah terdistraksi ternyata memiliki kepribadian yang kreatif! , mudah terdistraksikah kamu?

4.K

enapa ya SMS-an atau Twitteran itu ‘nagih’ banget? Ternyata penelitian terkini menunjukkan kalau itu salah satu ulah dari dopamine yang bikin kamu punya seeking behavior. Ketika SMS-an atau Twitter-an, kamu dapet kepuasan yang instan untuk seeking behavior tsb.

3. S 5.

B

UNCH gue lihat tentunya sebagai media informasinya mahasiswa/i Psiko, tapi lebih dari itu BUNCH juga wadah yang pas banget bagi mahasiswa/i Psiko itu sendiri untuk menyalurkan bakatbakat terpendam di bidang jurnalistik. Sebagai mitra media, gue seneng lihat perkembangannya yang makin bagus tiap edisinya. Jadi ada pecutan sendiri buat tim buletin kita untuk bikin sesuatu yang tentunya lebih baik juga. Sukses terus buat BUNCH!

Gilang Prakasa Herlambang, Kepala Divisi Multimedia BEM Vokasi UI 2012

B Clarissa Rizky, Psikologi UI 2009, Kontributor untuk Rubrik Aktivitas BUNCH Edisi I

K

enapa sih kita kepo? Kent C. Berridge and Terry E. Robinson dalam penelitiannya menemukan bahwa kita menjadi kepo karena kebutuhan dari dopamine kita!. Dopamine menyebabkan seseorang tertarik untuk mencari informasi. Dopamine juga sangat terstimulasi bila diberikan informasi yang kecil. Makanya twitter yang hanya berisi informasi 140 karakter sangat menstimulasi dopamine kita untuk berkepo ria.

UNCH tahun ini improvementnya kelihatan banget. Rasanya bangga bisa lihat buletin yang diasuh anak Psikologi untuk internal maupun eksternal kampus ini berkembang dari pas saya maba sampai sekarang. Semoga makin melibatkan mahasiswa di luar BEM ya, karena potensi untuk menulis pasti luas banget di fakultas ini. Keep up the good work!

K

enapa saat terjadi kecelakaan jalanan selalu macet?, itu karena kita tidak bisa menghiraukan suatu hal yang berbahaya. Reptile Brain dalam otak kita membuat kita selalu memikirkan 3 hal, yaitu: makanan, sex, dan bahaya. 3 hal itu adalah hal-hal yang secara naluri alamiah sangat dubutuhkan dalam hidup!.

uka ngerasa kalau menguap itu nular nggak? Ternyata ada penjelasan neuropsikologisnya lho. Konon, menguap itu mempersiapkan kita untuk tidur secara lebih efektif. Ketika dalam satu keluarga misalnya, satu anggota keluarga menguap diikuti yang lainnya, maka waktu tidur mereka akan lebih seragam dan lebih menetap. Hal ini tentu baik untuk mengurangi resiko terkenanya gangguan tidur.

Dari mereka untuk

BUNCH B

Iqbal Mabbit Satria, Psikologi UI 2010, Pimpinan Redaksi Bunch 2011

UNCH kayak bacaan ringan yang bisa ngebukain mata. Gak perlu baca buku tebel, dengan BUNCH kita bisa ngerti fakultas Psikologi dan apa yang dipelajari didalamnya. Apalagi BUNCH dikemas dengan desain yang super menarik jadi nambah bikin Bunch makin awesoooomeI :D

19


BUNCH December 2012 Vol:3  

"Understanding Human Behavior" Pernah mengalami Deja Vu? merasa sakit padahal tidak ada luka fisik? atau ingin tahu buku Lisa Negova yang be...

Advertisement