Issuu on Google+

Harga Rp 6.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

No.715 Tahun XIII/ 4 - 10 DESEMBER 2012 email: mingguan_azam@yahoo.com

Ilustrasi: roy

No. Keanggotaan: 469/06/1998/B/2010

Jon Erizal

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK


2 Anak Zaman

Bilik Pembaca Kapan Perubahan itu Bisa Dirasakan?

Bilik Redaksi

Sudah 14 Tahun Jadi Referensi

U

SIA 14 tahun, bila dikelompokkan kepada pertumbuhan manusia, merupakan usia remaja atau istilahnya Anak Baru Gede (ABG). Usia dimana proses pertumbuhan sedang berlangsung, butuh energi dan pengetahuan lebih banyak lagi untuk menghadapi kehidupan selanjutnya. Demikian pula bagi tabloid ini. Tepat Rabu, 28 November 2012, Tabloid AZAM memasuki usianya yang ke XIV (14 Tahun). Tabloid ini secara resmi berdiri sesuai dengan SIUP yang diperoleh tercatat pada 28 November 1998. Diusianya yang telah XIV tahun, masa tumbuh dan berkembang bagi tabloid ini diantara media lain di negeri ini. Kami pun berharap, AZAM dapat terus tumbuh, setiap minggunya, semakin dicintai dan dinantikan oleh pembaca dan masyarakat di Bumi Lancang Kuning Provinsi Riau. Sebagai media lokal, apa yang dialami AZAM selama 14 tahun menjadi media referensi politik lokal tidak terlepas dari proses sebuah perjalanan panjang dari bisnis penerbitan. Bukan hal mudah untuk tetap bertahan, sebagai media cetak, banyak hal yang harus dilalui,

Angkatan Zuriat Anak Melayu SIUPP Nomor 698/SK/Menpen/SIUP/1998 Tanggal 10 Nopember 1998 No. Keanggotaan SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) 469/06/1998/B/2010

PENERBIT

Yayasan Pena Putra Riau Press

Gubri HM Rusli Zainal bersama Pemimpin Umum AZAM H Syafriadi

khususnya dalam mengelola keuangan dan pemasukan bagi perusahaan. Demikian diungkapkan Pimpinan Umum sekaligus Penangggung Jawab AZAM, H Syafriadi SH MH menyambut usia AZAM yang ke XIV tahun ini. Karenanya, AZAM masih tetap bertahan dan eksis ditengah gempuran media lainnya. Tak ada pesta mewah ataupun gemerlap dalam menyambut usia 14 tahun ini. Hanya ucapan syukur dan rasa terima kasih bahwa AZAM masih bisa bertahan dan bersama-sama masyarakat pembaca. Keber-

samaan itu tentu saja tidak hanya berlangsung di tahun ini saja, namun tetap akan berjaya untuk sekian puluh tahun kedepan. Masih sama seperti edisi sebelumnya, terbit setiap senin kami mengulas Laporan Utama yang menjadi andalan. Kali ini soal perkembangan Provinsi Riau dibawah kepemimpinan HM Rusli Zainal yang hampir berusia 10 tahun. Apa saja yang sudah dilakukan oleh pria asal Mandah Inhil ini? Semua itu kami ramu dalam liputan dengan merangkum dari berbagai nara sumber.

Liputan lain juga tetap hadir, mengangkat isu-isu berbeda seputar Riau dan kabupaten/kotanya. Seperti biasa beberapa rubrik seputar hukum, ekonomi, pendidikan, kesehatan, olahraga dan lainnya. Kami berharap informasi yang disajikan itu menambah pengetahuan dan sumber refenrensi perkembangan pembangunan di Negeri Lancang Kuning tercinta ini.* Tahniah AZAM yang ke XIV Tahun. Suara Rakyat Suara AZAM Baca AZAM Lebih Paham!

SEBAGAI warga kota Pekanbaru, saya perhatikan sejauh ini belum banyak yang diperbuat oleh pemerintah kita didaerah ini. Setiap tahun tidak ada perubahan yang signifikan. Belum lagi, tuduhan-tuduhan masalah suap dan korupsi semakin merajalela. Bahkan sudah terbukti dan dinyatakan bersalah. Belum lagi dana yang diperuntukkan bagi masyarakat sengaja gunakan untuk keperluan pribadi. Maka semakin baguslah citra mereka di tengah masyarakat kita saat ini. Melihat kenyataan ini, tibatiba saya membayangkan seandainya para pejabat kita ini tidak silau dengan uang dan bekerja sesuai tuntutannya sebagai mengemban amanah masyarakat. Mungkin hal yang pertama, yang harus mereka perhatikan adalah kesejahteraan masyarakat, khususnya tempat tinggal. Masih banyak rumah tidak layak huni diwilayah ini. Terutama dekatdekat lingkungan pasar yang didiami pendatang atau warga setempat. Bahkan tempat tinggal mereka, berbaur dengan tempat sampah, sehingga kesehatannya sangat tidak terjamin. Itupun di Kota Pekanbaru sendiri masih banyak kita temukan. Hal ini lah yang sebaiknya diperhatikan pertama kali, alokasikan dana untuk membuat rumah sederhana ditempat yang lebih layak untuk mereka tinggal. Selanjutnya yang wajib diperhatikan adalah infrastruktur dan fasilitas umum di daerah-daerah, perbaikan jalan-jalan utama akan menjadi fokus utama. Masih banyak jalan-jalan utama yang kondisinya rusak parah, dimana jalan-jalan yang biasa dilintasi truk-truk pengangkut kebutuhan pokok rusak parah, hal ini pasti berakibat terhadap kurangnya pasokan kebutuhan pokok, dan kebutuhan pokok yang sudah ada pasti harganya akan melambung, ini menjadi salah satu tugas pemerintah, dimana kesejahteraan masyarakat didaerah menjadi tujuan utamanya. Jadi, mereka sebaiknya membetulkan jalan-jalan yang rusak parah, khususnya jalan utama yang menjadi pintu masuk ke daerah tertentu. Fasilitas umum juga akan menjadi salah satu fokus untuk mereka, khususnya fasilitas umum yang bersifat vital dan sangat diperlukan oleh masyarakat, fasilitas umum yang membantu mereka dalam menjalani keseharian mereka. Pendidikan, hal yang satu ini pastinya akan sangat diperhatikan, yang harus

PENDIRI: EDIRUSLAN PE AMANRIZA (ALM), WAN MOHD. DAUD (ALM), SUGIAT TJUATJA (ALM), TAMIN CANDRA, SYAFRIADI. PEMIMPIN UMUM/PENANGGUNG JAWAB: SYAFRIADI. WAKIL PEMIMPIN UMUM/WAKIL PENANGGUNGJAWAB/PEMIMPIN REDAKSI: YANTO BUDIMAN S. PEMIMPIN PERUSAHAAN: ZULKARNAIN. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ENDRIZAL YUSTEN. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : BAMBANG IRAWAN SYAHPUTRA. REDAKTUR PELAKSANA-1: ENDRIZAL YUSTEN. REDAKTUR PELAKSANA-2: ZAINUL AZIZ. KOORDINATOR LIPUTAN: M YASIR. REDAKTUR SENIOR: ENDRIZAL YUSTEN. SEKRETARIS REDAKSI: NUR AINUN. STAF REDAKSI: LIZAWATI, IRDAWATI, HESTI. MANAGER PRACETAK: ROY YULIANTO. MANAGER KEUANGAN: NUR ASIAH. KABAG PEMASARAN/IKLAN: BENNY HENDRA, DISTRIBUSI: ARI KURNIAWAN BIRO DAERAH: TATANG HARTONO, TAUFIK BASIRUN (BAGANSIAPIAPI). ROBIN SIMANUNGKALIT, MARHUSOR PARDEDE (TANJUNGPINANG, KEPRI). JHONI (SIAK). SYAFRIZAL (DUMAI). SALFIAN DALIANDI, DAKESLIM (BENGKALIS). SUHANDI, IMRAN RIO (INHU). JABARULLAH, JANUAR JAYA (INHIL). ACHMAD FIKRI, ARIEF (KAMPAR). JON HENDRI HASAN, ASNOL MUBARACK (PELALAWAN). AFRIZAL (KUANSING). ALAMAT REDAKSI: JL PARIT INDAH KOMPLEK PERKANTORAN GRAND SUDIRMAN BLOK B 10 PEKANBARU, TELP/FAX (0761) 32308 TARIF IKLAN: FULL COLOURRP. 6.000/MM/KOLOM, HITAM PUTIH RP. 4.000/ MM/KOLOM (BELUM TERMASUK PPN 10%) NOMOR REKENING: BANK RIAU NO REK 201.030.690.95 PERCETAKAN: PT RIAU POS GRAINDO (ISI DI LUAR TANGGUNGJAWAB PERCETAKAN)

Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel, puisi dan ilustrasi. Tulisan diketik rapi dua kertas kuarto dan dilengkapi identitas pengirim. Redaksi berhak menyunting isi tulisan tanpa mengubah maknanya.

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012


Budaya Kalam

3 diutamakan adalah pendidikan di daerah-daerah yang mungkin warganya masih sangat sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Adakan program yang menjaring para relawan-relawan yang bersedia menjadi tenaga pengajar bagi mereka yang bertempat tinggal di daerahdaerah , saya akan mengalokasikan dana khusus untuk menjamin hidup si relawan selama mengajar, juga dana untuk fasilitas-fasilitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Masih banyak lagi PR pemerintah ini. Mungkin, kalau saya cerita lagi, tidak akan cukup satu halaman saja. Satu hal yang pasti, menjadi pejabat bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah. Jadi, kalau ingin jagi pemimpin daerah fikir-fikir dulu baru mendaftar. Perlu ilmu dan ide intelektual agar tugas itu, bisa langsung ada perubahan di masyarakat.

beberapa orang teman yang sebanya dengannya saat itu. Memang sangat miris melihat keadaan mereka saat itu. Penampilan sangar dengan baju yang compang camping dan bau badan yang sangat tidak enak menjadikan Punkers sebagai sosok yang dihindari dan ditakuti. Rasa kasian memang ada, tapi apa yang harus di perbuat. Walaupun keberadaan Punkers ini meresahkan bagi masyarakat, namun belum terlihat penanganan serius dari pemerintah atau kepolisian untuk berusaha mengurangi jumlah Punkers ini. Hal ini terbukti dari masih banyak berkeliaran anak Punkers ini. Dari beberapa sumber menyebutkan aliran Punk merupakan sebuah gaya hidup anak muda yang bebas dan dapat berbuat sesukanya terutama dalam mengeluarkan kreativitas. Namun, fenomena yang terjadi berbeda. Punkers tidak lebih dari sosok yang menakutkan dan mengancam masyarakat.

Suyatno Mahasiswa UIR

Punkers, PR Pemko Yang Belum Tuntas KEBERADAAN anak punk di kota Pekanbaru, menjadi fenomena yang meresahkan masyarakat. Punkers sebutan untuk anak punk sering kali berkeliaran di tempat-tempat umum terutama di Pasar Sukaramai dan MTQ. Punkers mengamen, bernyanyi dengan tidak jelas, mereka selalu mengeluarkan kata-kata yang menjurus ke ancaman atau menakut-nakuti. Pernah saya dan beberapa orang teman sedang asik bercengkrama sambil menikmati segelas air tebu di kawasan MTQ, tiba-tiba kami didatangi salahseorang Punkers. Dia memberi isyarat ingin mengamen, tampa membalas isyaratnya tersebut kami cuma memandang sekilas kearah Punker tersebut. Setelah asik bernyanyi, ia mengadahkah tangannya kearah kami untuk meminta belas kasihan agar kami member uang secukupnya. Entah kenapa, kamipun tidak berkutik bahkan tidak meghiraukan gelagat punker tersebut. Cukup lama dia berdiri, karena tidak digubris permintaannya. Spontan ia mengeluarkan kata-kata tidak senonoh. Menjurus ke perkataan melecehkan kaum perempuan. Bahkan, tindakan tersebut masih saja dilakukannnya lama setelah kejadian tersebut. Untungnya, kami sudah mengerti perbuatannya tersebut, dikarenakan kurangnya pembinaan moral dan pendidikan yang diperolehnya. Sangat disayangkan, usianya masih sangat muda sekali. Diperkirakan masih kelas satu SMA. Ia memiliki

Afi Mahasiswa UIR

Sekolah Unggulan Ciptakan Kastanisasi BILA ingin pendidikan kita maju, sekolah-sekolah dikota Pekanbaru tidak perlu melabeli dirinya sebagai sekolah internasional. Tapi cukup memperbaiki prosesnya seperti meningkatkan kualitas dan kuantitas guru. Pelabelan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) maupun sekolah unggulan atau sekolah model hanya menciptakan kastanisasi pendidikan. Kecendrungan sekolahsekolah di Indonesia umumnya adalah berusaha mengubah kelembagaannya. Sekolahsekolah seakan-akan saling berlomba untuk mendapat sertifikat ISO (International Standarization for Organitation) bahkan dengan menghabiskan dana puluhan juta rupiah. Apalagi, pemerintah juga mendukung hal tersebut. Sekolah di desak agar menjadi unggulan, dan akan diberi dana lebih. Tapi, bagaimana dengan sekolah-sekolah yang berada di perkampungan diluar Kabupaten sana. Datang kesekolah untuk belajar saja, bagi mereka itu sudah bersyukur. Ada bangunan sekolah, bangku, meja dan papan tulis saja sudah sangat berarti bagi mereka. Sebaliknya, pemerintah sengaja menyalurkan dana besar kepada sekolah yang fasilitasnya sudah bagus, gedungnya sangat memadai. Apakah itu tidak salah? Yofa Nurul Mahasiswa UIN

Oleh: Endrizal Yusten

Pekanbaru Baru

T

AK bisa dipungkiri, menetapkan dua masyarakat. kepala daerah kecamatan calon Malah ada yang membawa pengaruh tempat akan pendapat eksangat besar terhadap dibangunnya strim itu hanya daerah yang dipimpinnya, pusat pemerinmenciptakan terutama soal arah pembantahan, atau kantor proyek. gunan yang berpengaruh Wali Kota PekanPasalnya, kepada perkembangan baru. posisi kantor daerah bersangkutan. Umpamanya wali kota PekanSetidaknya akan bisa dibukuntuk perdaganbaru saat ini tikan di Pekanbaru. gan, perkantoran sudah sangat Saat dipimpin Wali Kota swasta, perkantostrategis, karena Drs H Herman Abdullah, ran pemerintah berada dipusat MM, Kota Bertuah ini menprovinsi, perkankota dan jarak galami perkembangan yang toran pemerintah tempuh yang cukup signifikan. Meski lebih kota dan pemukiman akan nyaris sama dari kecamatan banyak dipengaruhi oleh difokuskan di lima kecamatan, manapun, baik Rumbai, sektor swasta, tapi PemerinPekanbaru Kota, Sail, Lima Rumbai Pesisir atau pun tah Kota (Pemko) Pekanbaru Puluh, Senapelan dan SukajaTampan. Tapi, kalau berada tetap berupaya melaksanadi. Kecamatan Rumbai untuk di Rumbai Pesisir maka kan program pembangunan. kawasan pendidikan, pemukikasihan dengan masyarakat Hanya saja lebih mengutaman, tapi tetap ada perdaganyang berdiam di Kecamatan makan pembangunan untuk gan, pertanian dan rekreasi Tampan, seperti dari Panam pelayanan masyarakat. atau wisata. dan kawasan Marpoyan. Membangun kantor Kecamatan Rumbai Pesisir Begitu pula kalau dibancamat, puskesmas, aspal dan untuk kawasan pusat kegiatan gun di Tenayan Raya. semesinsasi jalan dilingkunolahraga, kawasan lindung, Kasihan pula dengan gan warga, memperlebar pemukiman, pusat kegiatan masyarakat yang berdomibadan jalan, dan tetap sili di Tampan, Rumbai membangun perkandan Rumbai Pesisir. toran pemerintah, Mereka membutuhkan Dan perlu juga dicatat, tapi tidak wah karena waktu lama untuk lahirnya semangat pemekaran sebuah urusan. berdasarkan kebutuhan untuk mendukuArtinya, dua lokasi itu wilayah, seperti pemekaran ng kinerja pegawai. dinilai tidak berada provinsi, kabupaten, kota Alhasil, kinerja Pemko pada posisi strategis. Pekanbaru tak begitu Dan perlu juga termasuk kecamatan karena kentara, tapi kemadicatat, lahirnya jauhnya rentang kendali juan Pekanbaru semangat pemekaran sangat dirasakan oleh disebabkan masyarakat berada wilayah, seperti masyarakat. provinsi, jauh dari pusat pemerintahan. pemekaran Nah, diawal tahun kabupaten, kota Jadi kalau dipindah ke salah ini, terjadi perubahan termasuk kecamatan kepemimpinan di karena jauhnya satu lokasi itu, maka akan Pekanbaru. Pasangan rentang kendali menimbulkan masalah baru H Firdaus ST, MTdisebabkan masyarakat berada Ayat Cahyadi dilantik dan lahirnya semangat warga jauh dari pusat sebagai wali kota dan untuk pemekaran Kota pemerintahan. Jadi wakil wali kota kalau dipindah ke Pekanbaru periode Bertuah ini. salah satu lokasi itu, 2012-2017. Sebagai maka akan menimbulpemimpin baru, kan masalah baru dan masyarakat berharap ada pariwisata dan pusat perkanlahirnya semangat warga perubahan yang dilakukan toran pemerintah alternatif I. untuk pemekaran Kota untuk kemajuan dan memDan Kecamatan Tenayan Raya Bertuah ini. beri dampak positif kepada dan Bukit Raya untuk kaLantaran itulah, kiranya masyarakat. wasan pemukiman, pusat rancangan untuk menjadiHampir setahun bertugas, kegiatan industri, pergudankan Pekanbaru baru ini pola pembangunan yang gan, pusat perkantoran perlu dikaji ulang. Dan dijalankan tak banyak pemerintah alternatif II, berubah dari sebelumnya, ditambah pertanian, pariwisa- bagaimana pula dengan kantor-kantor pemerintahan tetap fokus kepada kebututa dan perdagangan. yang ada dan malah baru han masyarakat. Tapi, Sedangkan kecamatan dibangun, seperti tiga kantor beberapa waktu lalu Wali Marpoyan Damai, Tampan, dinas yang berada di Jalan Kota mencoba melontarkan dan Payung Sekaki, disiapkan Teratai dan Jalan Parit wacana akan membangun untuk kawasan pendidikan Indah, ditambah beberapa perkantoran pemerintah, tinggi, pemukiman, perkantokantor dinas dan badan konkritnya kantor wali kota ran, perdagangan dan perdilokasi lainnya. yang kini berada di Jalan gudangan terbatas. Artinya yang dibangun Sudirman akan dipindah ke Nah, yang menarik adalah dua alternatif lokasi yang adanya rencana memindahkan bukan pusat perkantoran, tapi hanya kantor wali kota disiapkan. pusat pemerintahan ke RumDan rencana besarnya ini bai Pesisir atau Tenayan Raya. saja. Sementara itu, masyarakat akan dibuat dituangkan dalam RTRW Mengapa menarik? Karena repot. Maka alangkah Pekanbaru 2012-2032. gagasan itu akan menjadikan Didalamnya juga diatur zona Pekanbaru menjadi Pekanbaru baiknya, kantor wali kota sekarang direnovasi dengan pembangunan untuk Baru, tapi dinilai sedikit aneh, penataan lebih modern tapi pengembangan yang diatur dan bisa memberikan petetap bernuansa Melayu.* per kecamatan. Termasuk nilaian negatif dari

“

�

PEMBERITAHUAN

Pojok

Seluruh wartawan Tabloid Berita AZAM dibekali dengan kartu pengenal diri, atau kartu pers. Bagi yang tidak memilikinya, diminta supaya tidak dilayani.

 55 Tahun RZ, Pancang Riau Menuju Riau Baru, Ngah...!! - Makin matang di politik, Pak Cik..?

ttd Redaksi

Ongah

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012


Galeri

4

Asisten I Setda Provinsi Riau didampingi Kabag Publikasi Suratno buka Bimtek Teknik Editing Audio Visual dan Upload Website se-Provinsi Riau

Gubri H Hm Rusli Zainal Hadiri Pertemuan dengan KOI

Gubri Rapat KOI, Wagub Jadi Pembina KORPRI U

Wagubri didampingi Sekda saat hadiah usai upacara peringatan HUT Korpri ke-4

Ketua BK3S Hj Septina Primawati Rusli mengunjungi Zaitun pasien tumor indung telur Asal Inhil di RS PMC

NTUK semakin mematangkan persiapan pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 yang dipusatkan di Riau, Gubernur Riau Rusli Zainal menghadiri pertemuan dengan ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subuwo di Jakarta beberapa waktu lalu. Pertemuan-pertemuan seperti sangat bernilai penting karena tanpa itu nanti dikhawatirkan pelaksanaa ISG tidak berjalan sukses. Sebagai tuan rumah, Gubri tidak mau perhelatan yang diikuti oleh 57 negara-negara Islam ini tidak berjalan dengan baik. Sebab, ini pertaruhan martabat bangsa dan daerah. Sementara itu, di hari ulang tahun Korp Pegawai Republik

Wagubri jadi pembina upacara Peringatan HUT Korpri ke- 41 di Halaman Kantor Gubernur

Indonesia (KORPRI) ke 41 tahun 2012 tingkat Provinsi Riau dihalaman kantor Gubernur Riau, Wakil Gubernur Riau Mambang Mit bertindak sebagai pembina upacara. Dalam membacakan amanatnya, wagubri meminta anggota KORPRI untuk bekerja secara profesional dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diakhir acara Wagub memberikan piala dan hadiah kepada anggota KORPRI yang berprestasi. Kemudian acara dilanjutkan ke Taman Makam Pahlawan. Di TMP ini wagub, Sekdaprov Riau Wan Syamsir Yus dan asisten III Joni Irwan dan anggota KORPRI lainnya melakukan ritual penaburan bunga di makam para pahlawan.*

Sekdaprov Wan Syamsir Yus melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan

Ketua BK3S Hj Septina Primawati Rusli hadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan tahun baru Islam 1433 H, sempena Hari Ibu

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012


Galeri

5

Wabup Pelalawan menyematkan Lencana Satya Karya Satya kepada sekda Pelalawan H Zardewan

Wakil Bupati Pelalawan H Marwan Ibrahim bertindak sebagai inspektur upacara

Wabup Jadi Irup HUT KORPRI Ke 41 B

Kepala BKD Pelalawan Abdul Karim melapor kepada inspektur Wakil Bupati Pelalawan H Marwan Ibrahim upacara hari Korpri ke-41

Wabup Pelalawan bersama Sekda duduk di tribun kehormatan

ERTEMPAT di halaman Kantor Bupati Pelalawan, Kamis (29/11), Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Pelalawan melaksanakan upacara peringatan hari jadinya yang ke 41. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Bupati Pelalawan H Marwan Ibrahim. Pidato Presiden Republik Indonesia, Dr H Susilo Bambang Yudhoyono yang dibacakan Ipspektur upacara H Marwan Ibrahim mengatakan bahwa salah satu faktor tercapainya tujuan pembangunan nasional adalah reformasi kinerja aparatur pemerintah. Dengan pelayanan publik yang bersih, cepat dan berkualitas merupakan kewajiban semua PNS sebagai aparatur negara, pelayan masyarakat untuk mewujudkannya. Kualitas pelayanan kepada masyarakat, tentu akan semakin baik jika segenap aparatur pemerintahan mampu mengubah pola pikir atau mind set dari mental penguasa menjadi birokrat yang bermental abdi masyarakat. “Harus diingat bahwa jajaran aparatur pemerintahan adalah pelayan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat berhak mendap-

Anggota Korpri Kabupaten Pelalawan yang menerima Satya Lencana Karya Satya atas pengabdian di atas sepuluh tahun

atkan pelayanan yang prima dari pemerintah dimana pun dan kapan pun,� tandasnya. Reformasi birokrasi dan pendayagunaan aparatur negara perlu terus dilanjutkan. Hal ini selain untuk mempercepat perbaikan kinerja birokrasi juga guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Netralitas anggota Korpri di tengah dinamika politik, menuntaskan reformasi birokrasi guna memantapkan postur pemerintahan yang bersih dan berwibawa, di tengah momentum percepatan pembangunan saat ini

maka para PNS harus melaksanakan tugas dan pengabdian dengan penuh tanggungjawab. Pada peringatan HUT Kopri ke 41 tersebut Pemerintah RI melalui Pemda Kabupaten Pelalawan menyerahkan penghargaan kepada 155 Pegawai Negeri sipil (PNS) yang telah mencapai 10 sampai 30 tahun penganbdian. Sekda Kabupaten Pelalawan H Zardewan menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya yang disematkan oleh Wakil Bupati Pelalawan H Marwan Ibrahim atas masa jerjanya sebagai PNS yang telah 30 tahun.*

Anggota Korpri Pelalawan

Pengibaran bendera merah putih

Pejabat eselon III Pelalawan

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

 nol


6 Mimbar Debat Mesti yang Terbaik

Tidak Dilibatkan

HINGGA kini posisi Direktur Utama (Dirut) Bank Riau Kepulauan Riau (Kepri) masih belum ada alias lowong. Hal ini dikuatirkan akan menghambat kinerja dan tidak optimal (unoptimal) pelayanan perbankan di Bank Riau Kepri. Kondisi ini tentu cukup merugikan bank dengan pemilik saham terbesarnya adalah Pemprov Riau tersebut. Pekerjaan bank itu menjadi tidak lancar, contohnya saja gedung megah yang sudah selesai belum bisa digunakan. Gedung yang belum diserah terimakan itu akibat belum adanya dirut yang definitif. Disayangkan jika ini berlarut-larut. Kepada pemerintah mesti secepatnya mengambil keputusan sebagai pemilik bank. Meskipun beredar selentingan, kuatnya kepentingan pemrov Riau sebagai pemilik bank untuk menempatkan orang-orangnya, namun dalam sistem perbankan sudah ada mekanismenya dalam menunjuk seseorang duduk sebagai seorang direktur utama. Yakni melalui uji kelayakan. Dari mekanisme itu, semestinya, pemerintah mampu memilih yang terbaik dan profesional dalam memimpin bank demi pentingan pemerintah sebagai pemilik saham dan nasabah. Soal tiga nama yang muncul, kalau memandang tiga nama itu mereka adalah orang-orang yang punya sudah nama dan profesional dibidangnya. Silahkan saja menempati orang yang disukai. Edyanus Herman Halim Pengamat Ekonomi

MENYANGKUT pengajuan namanama kandidat untuk posisi calon Direktur Utama (Dirut) Bank Riau Kepri kepada Bank Indonesia, sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Riau, Rami Fe mengaku tidak pernah menerima secara resmi usulan nama itu dari Pemrov Riau. Ataupun dilibatkan dalam proses pengajuan calon-calon tersebut. Hal itu memang mengecewakan komisi yang memang membidangi ekonomi dan keuangan dalam melaksanakan fungsinya sebagai pengawas pemerintahan. Ditambah lagi proses penempatan jabatan dirut yang sudah kosong sejak Juni lalu belum juga diisi. Dirinya mengkuatirkan hal itu dapat menganggu kinerja internal perbankan milik pemda Riau dan Kepri ini. Mengingat bank Riau Kepri memiliki nasabah yang banyak jangan sampai kekosongan itu menimbulkan keresahan dari nasabah yang berakibat merugikan bank sendiri. Sebagai Bank dengan pemilik saham terbesar dari pemrov Riau bersama 12 kabupaten dan kota se Riau ditambah dengan Provinsi Kepri, nama besar dan Bank Riau Kepri sudah bisa menjangkau setiap kecamatan yang ada di Riau. Memiliki UPTD sehingga bisa mengambil nasabah disetiap kecamatan bahkan sampai ke desa-desa. Pekerjaan besar ini menjadi tanggung jawab direksi yang baru, siapapun itu. H Ramli Fe Wakil Ketua Komisi B DPRD Riau

Hearing tak Terealisasi BERDASARKAN pertemuan dengan komisi, pernah diusulkan untuk melakukan pertemuan atau hearing dengan menghadirkan Bank Indonesia, Komisaris Bank Riau Kepri atau pemilik saham untuk mengetahui sejauh mana proses uji kelayakan untuk memilih jajaran direksi bank Riau Kepri. Namun hal itu belum terealisasikan hingga hari ini, tanpa ada keterangan yang jelas. Dirinya juga mempertanyakan soal proses itu kenapa sekian lama belum juga ada kepastian tentang jabatan Dirut Bank Riau Kepri. Kenapa harus kosong sekian lama. Soal nama mantan Dirut Bank Riau Kepri yang muncul kembali sebagai salah satu calon, menurutnya sah-sah saja. Jika hal itu berdasarkan pengalaman dan prestasi yang bersangkutan selama memimpin Bank Riau Kepri. Silahkan saja memberikannya kesempatan kembali kalau dianggap mumpuni dan berprestasi. Penunjukkan itu mesti secepatnya dilaksanakan, supaya ada kepastian siapa yang menempati posisi Dirut. Kasihan juga melihat kondisi manajemen bank jika terlalu lama kosong. Publik juga menilai hal itu berimbas dengan belum ditempatinya kantor baru Bank Riau padahal sudah berdiri megah dan siap untuk digunakan. Lihat saja gedung megah 15 lantai itu belum juga ditempati karena belum memiliki dirut juga. Ir H Mansyur HS Anggota Komisi B DPRD Riau

Sampai Kapan Bank Riaukepri Tanpa Dirut Definitif? Kesan politis dan sarat kepentingan pada proses penetapan kepengurusan Bank Riau Kepri kian kuat. Meski telah tertunda beberapa kali, Bank Riaukepri belum juga menentukan kapan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB).

B

ERDASARKAN hasil RUPS Bank Riau Kepri sebelumnya telah memberhentikan Erzon sebagai Direktur Utama. Pemberhentian tersebut karena sudah habis masa jabatannya. Sampai saat ini posisi strategis itu masih kosong dan belum ada nama yang ditetapkan oleh pemegang saham. Adanya sinyalemen yang mengatakan bahwa masih terjadi tarik ulur kepentingan di elit pejabat tinggi Riau dan itu menjadi penyebab tak terangnya masalah tersebut. Ada yang mengatakan, Gubernur Rusli Zainal menginginkan orang-orangnya menempati jabatan tersebut meskipun secara pengalaman masih minim diperbankan. Disaat kondisi Bank Riaukepri sudah mulai membaik dan menunjukkan gejala perubahan cukup berarti, disaat itu pula muncul beragam persoalan di internal Bank Riaukepri. beragam spekulasi muncul kepermukaan. Ada yang menyebutkan hal itu tak terlepas dari kepentingan pihak tertentu untuk tetap mempertahankan orang-orangnya, ada pula yang mengatakan direksi yang sekarang kurang solid dan banyak benturan-benturan yang

terjadi di internal manajemen. RUPS LB Bank Riau Kerpri sudah sempat digelar awal September lalu di Hotel Labersa. Dalam pertemuan yang dihadiri hampir seluruh para pemegang saham itu belum menetapkan siapa yang menjabat sebagai Direktur Utama. Dalam pertemuan, para pemegang saham hanya menunjuk Direktur Dana dan Jasa kepada Nizam dan Komisaris Independen kepada Sarjono Amnan. Kedua jabatan ini merupakan posisi baru dijajaran manajemen Bank Riau Kepri. Sebagaiman diberitakan media, setelah RUPS LB awa September lalu, hingga kini belum ada kejelasan soal pengajuan calon Dirut Bank Riau Kepri. Padahal, beberapa nama sudah diajukan Pemprov Riau sebagai pemilik saham mayoritas ke pihak Bank Indonesia untuk dilakukan fit and propert test. Beberapa nama diinformasikan masuk bursa calon Direktur Utama Bank Riau Kepri. Diantaranya, Erzon, Ruslan Malik dan Abdul Aziz. Sementara nama sosok Fizan Noerdjaelani yang pernah digadang-gadangkan bakal menempati posisi Dirut, tidak termasuk dalam bursa kandidat. Sementara saat ini, Wan Marwan masih menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank Riau Kepri menggantikan Erzon. Penetapan tersebut berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang dilaksanakan di Hotel Grand Hyat pada Juni lalu. Persoalannya, sampai kapan Bank ‘plat merah’ ini berjalan tanpa komando yang definitif. Siapa nanti yang akan berkantor di Gedung megah menara 15 lantai bank Riaukepri tersebut. Kejelasannya tersebut masih menungggu hasil dari RUPS Bank Riau Kepri.

 ird

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

Patuhi Mekanismenya SEBAGAI nasabah, berharap bank kebanggan rakyat Riau tetap berjaya dan semakin berkembang. Adanya persoalan internal bank jangan sampai mempengaruhi operasional perbankan. Apalagi sampai merugikan nasabah dalam menggunakan jasa layanan perbankan. Kepercayaan nasabah kepada bank tetap bisa terjaga dan semua urusan bisa berjalan seperti biasanya. Jika kemudian terjadi polemik internal ataupun kondisi buruk di pihak manajemen bank, hendaknya dapat diselesaikan secepatnya. Termasuk soal jabatan Dirut yang ramai diperbicangkan saat ini. Khususnya kepada para pemilik saham bank yang yang ada ditangan bupati dan walikota juga gubernur di Riau ini. Mereka hendaknya segera memutuskan untuk mempercepat proses itu. Lupakan tarik ulur kepentingan. Karena selama ini, sebagai BUMD milik pemda, Bank Riaukepri dinilai mampu memberikan benefit bagi kas daerah. Hal itu mesti dijaga dan diperhatikan, bukannya justru mengutamakan kepentingan salah satu pihak saja. Profesionalitas lah yang mesti diutamakan. Meskipun Bank Riau Kepri selama ini dianggap sebagai bank pemda, bukan berarti setiap pemda yang menjadi pemilik saham bisa sesukanya menempatkan orang-orangnya untuk jabatan strategis di bank itu. Darma Nasabah


Cakap Lepas 7 Kesehatan

Rokok Herbal Tetap Berbahaya Berbagai cara dilakukan orang untuk membuat rokok terlihat lebih ‘menyehatkan’, salah satunya dengan menciptakan rokok herbal. Namun sebenarnya rokok herbal tetaplah berbahaya bagi kesehatan. Karena mengeluarkan hasil pembakaran yang tidak baik bagi kesehatan.

K

ETIKA produsen menciptakan rokok herbal, maka para perokok akan mendapatkan satu alasan untuk mempertahankan kebiasaannya itu, karena menganggap rokok ini lebih sehat dibandingkan dengan rokok pada umumnya. Rokok herbal biasanya berisi campuran rempahrempah dengan rasa berbeda yang bisa memberikan aroma tertentu pada para perokok. Aroma yang biasa terkandung dalam rokok herbal seperti mint, cengkeh, kayu manis, jasmine, rose dan bahkan aroma mentol. Meskipun bahan dalam rokok herbal bisa ditemukan

dalam toko makanan kesehatan, tapi ketika rokok ini dinyalakan maka tumbuhtumbuhan tersebut juga bisa menghasilkan karbon monoksida dan tar yang biasa ada dalam rokok tembakau, seperti Selain itu rokok herbal ini juga masih memungkinkan bagi para perokok dan orang disekitarnya menghisap asap yang dihasilkan, sehingga menempatkan orang-orang tersebut pada bahaya kanker paru-paru dan jantung. Dan bagaimanapun, yang namanya rokok tetap berbahaya. “Yang namanya hasil pembakaran tetap berbahaya. Tidak ada satu asap pun yang menjadi obat, jadi rokok herbal yang katanya dapat menyehatkan, saya tidak yakin itu karena tidak ada penelitianya. Bohong saja itu,” ujar dokter spesialis penyakit dalam RSUD Arifin Achmad Dr. Azizman Sp.PD pada Azam di ruang prateknya jalan Cempaka Pekanbaru. Menurut dia, kalaupun ada tambahan dalam rokok herbal itu seperti cengkeh, daun sirih, dan sebagainya, yang jadi persoalan itu bukan cengkehnya yang berbahaya, tapi asap pembakaran. Karena begitu rokok di bakar tentu mengeluarkan sisa pembakaran yang

berbahaya bagi kesehatan. Kata dosen FK Unri ini lagi, rokok kretek yang ada saat ini sudah ada penelitiannya, dimana dalam satu batang rokok itu terdapat 4000 zat kimia yang dihasilkan oleh asap rokok itu. Ada yang bersifat Nikotin, Tar, karbon Monoksida, zat Karsinogen, dan zat Iritan. Tidak ada bedanya dengan rokok herbal. “Sebuah studi yang dilakukan oleh National Institute on Drug Abuse Intramural Research Program di Baltimore menemukan bahwa rokok kretek serta rokok yang menyatakan bebas bahan adiktif tetap mengandung kadar nikotin yang sama dengan rokok yang standar ada. Meskipun itu rokok kretek herbal ia tetap berbahaya ketika dibakar. Bahan kimia yang dihasilkan ketika dibakar bisa meningkatkan risiko perokok dari bahaya infeksi pernapasan pneumonia, bronkitis dan paru-paru.” Ujar dokter spesialis penyakit dalam RSUD Arifin Achmad Dr. Azizman Sp.PD pada Azam di ruang prateknya jalan Cempaka Pekanbaru. Hal yang sama juga dilontarkan oleh pakar Herbalis M.

Anofi Alni,SNP. Kepada AZAM beberapa hari lalu. Dia katakan, meskipun kandungan rokok herbal itu belum ia pelajari secara

detail, namun secara garis besar rokok herbal itu tetap bahannya mengunakan tembakau. namun ada tambahan lainnya seperti Daun sirih, buah pala, cengkeh yang diketahui untuk obat pelega tengorokan. Dan itu yang mereka lakukan selama ini, dan bukan sesuatu yang baru kehadiran rokok herbal ini. Tapi apakah ini bermanfaat bagi kesehatan atau bukan? Ini

butuh penelitian lebih jauh. Dimana di rokok herbal tetap mengunakan unsure tembakau yang kandungan kimianya dapat merusak kesehatan dari hasil pembakaranya itu. Menurut Anofi sejauh ini pasien kanker yang datang berobat ke tempat prateknya di Jalan Mangga Pekanbaru itu, 70 persen diantaranya memiliki latar belakang perokok aktif.. karena Rokok salah satu pemicu munculnya kanker. “Sel kanker itu sudah ada pada diri kita, jadi tinggal menunggu pemicunya. Dan rokok salah satu pemicunya. Jadi rokok kesehatan itu tetap tidak ada.. Karena bagaimanapun bahan baku rokok itu tetap mengunakan tembakau. Tidak mungkin bahan bakunya diganti dengan yang lain,” jelasnya. Untuk itu, dia sarankan bila berniat menghentikan kebiasaan merokok, sebaiknya hindari penggunaan rokok herbal atau jenis rokok lain yang mengklaim lebih menyehatkan. Tapi mulailah dengan niat yang kuat serta konsultasikan dengan ahlinya jika memang membutuhkan bantuan terapi berhenti merokok.*

 iza

Lebih Berbahaya Jadi Perokok Pasif

S

Bahaya Rokok dan Zat yang Terkandung Didalamnya

M

ENGAPA rokok bisa begitu berbahaya bagi kesehatan? Ini disebabkan dari kandungan yang terdapat di dalam rokok tersebut. Diantaranya nikotin, yang bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk terus menghisap rokok. Selain itu, nikotin dapat merusak jaringan otak dan mempercepat darah membeku. Tar, termasuk kandungan zat yang terdapat dalam rokok. Tar merupakan bahan dasar pembuatan aspal yang

dapat menempel pada paruparu dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker. Selanjutnya Karbon Monoksida yang merupakan Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat oksigen dalam tubuh sehingga tubuh kekurangan oksigen sebagai alat transportasi dalam darah. Demikian pula dengan zat Karsinogen. Yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Adapun zat iritan yang terdapat

dalam rokok dapat mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru yang menyebabkan batuk. Zat-zat asing berbahaya tersebut merupakan zat yang terkandung dalam asap rokok. Dan mengeluarkan 4000 zat kimia berbahaya yang terdapat dalam sebatang Rokok. Demikian disampaikan dokter spesialis penyakit dalam RSUD Arifin Achmad Dr. Azizman Sp.PD pada Azam beberapa waktu lalu.*

 iza

EBENARNYA sudah banyak peringatan dan pesan yang kita dengar mengenai bahaya rokok. Bahkan di kemasan rokok itu sendiri dituliskan berbagai bahayanya. Tapi anehnya tetap saja masih banyak orang yang merokok, entah hanya sekedar ingin dianggap sebagai anak gaul atau mungkin sudah menjadi kebutuhan bagi dirinya. Yang jelas apapun alasannya, kita harus sejak dini menghindari rokok tersebut, sebab efek dari asap rokok tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan mulai dari yang ringan hingga yang berat yang bisa membawa kita kepada kematian. Dan ini bukan hal yang terlalu berlebihan. “Karena menurut penelitian, yang akan menerima efek negatif dari bahya rokok tersebut bukan hanya perokok aktif saja, akan tetapi perokok pasif pun akan menerima akibat negatif dari rokok tersebut. Bahkan efek negative yang diterima oleh perokok pasif

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

justru jauh lebih berbahaya lagi ketimbang perokok aktifnya,” tutur dokter RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru Dr. Azizman Sp.PD. kenapa demikian? Dokter ini mengungkapkan sejumlah alasannya. Asap rokok yang dikeluarkan oleh orang yang merokok (perokok aktif) secara tidak langsung sering dihirup oleh orang disekitarnya (perokok pasif). Dan begitu asap dihirup oleh perokok pasif ia akan langsung masuk ke paru – paru melalui hidung. Demikian paparan disampaikan dokter berkulit putih ini. Begitulah, rokok memang telah menjadi bencana bagi semua orang. Rokok tidak menjadi bencana bagi pengunanya saja (perokok aktif), melainkan memberikan bencana jauh lebih besar kepada orang disekitarnya yang tidak merokok (perokok pasif). Tanpa mereka sadari, perokok aktif juga telah mendhalimi hak orang lain untuk mengirup udara bersih.*

 iza


8

69 PNS Terima Satya Lencana Setya

HUT Korpri ke-41 jadi momentum meningkatkan kinerja. Atas pengambdiannya, 69 PNS terima Satya Lencana Setya.

B

ERSEMPENA peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke41 tahun 2012, sedikitnya 69 orang pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil mendapatkan penghargaan Satya Lencana Setya dari Presiden RI atas pengabdiannya

sebagai PNS. Acara penyematan penghargaan tersebut dilangsungkan di halaman kantor Bupati, Jalan Merdeka Bagansiapiapi, Kamis (29/11) usai upacara HUT Korpri. Dan bintang tanda jasa tersebut langsung disematkan Bupati Rohil, H Annas Maamun secara simbolis kepada Sekdakab Rohil, Drs H Wan Amir Firdaus, MSi yang mendapat penghargaan pengabdian selama 30 tahun. Penghargaan pengabdian selama 20 tahun disematkan secara simbolis oleh

Rohil Sudah Butuh Perguruan Tinggi

B

UPATI Rokan Hilir (Rohil), H Annas Maamun, menjelaskan setiap tahunnya tamatan SLTA di Rohil lebih dari 6.000 orang, dan mereka berpotensi menjadi pengangguran. Karena itulah, untuk mengatasi pengangguran, Rohil sudah membutuhkan perguruan tinggi. Karena, kata Bupati, tidak semua orang tua mampu menguliahkan anaknya ke Pekanbaru, atau ke daerah lainnya. Hal itu diungkapkan Bupati di aula Perguruan Wahidin dalam peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke67, Senin (26/11) lalu. Menurut Bupati setiap tahunnya, tamatan SLTA di Rohil lebih dari 6.000 orang, dan diperkirakannya hanya 2.000 orang yang mampu dikuliahkan orang tuanya ke Pekanbaru, sisanya 4.000 orang terancam menjadi pengangguran. Akibatnya, sebut Bupati, sasaran tamatan SLTA tersebut berharap menjadi pengawai honorer dilingkungan Pemkab Rohil,

sementara daya tampung dan kemampuan keuangan daerah sangat terbatas. Dan lebih parah lagi, tegasnya, anak tamatan SLTA tersebut mengandalkan orang tuannya untuk menjadi pegawai honorer, orang tua mereka mendatanginya membawa lamaran, bahkan kondisi ini sulit untuk melayaninya. “Kadang makan pun lah payah, karena meja penuh dengan surat lamaran,” katanya berguyon. Atas dasar itulah, Annas mengaku memiliki tekad agar Rohil memiliki sekolah tinggi, sehingga tamatan SLTA yang tidak mampu kuliah ke Pekanbaru, cukup kuliah di Rohil saja. Namun niat tersebut sampai saat ini masih terkendala, izin mendirikan sekolah tinggi tersebut sampai saat ini belum juga didapatkan. “Saya sudah mempertanyakannya kepada Kopertis, sampai kepada tingkatan yang lebih tinggi, namun belum juga berhasil,” aku Bupati.*

 rtc/ttg

Ketua DPRD Rohil, Nasruddin Hasan kepada Asisten II Pemkab Rohil, H Azhar, SE, Msi. Sedangkan penghargaan pengabdian selama 10 tahun disematkan Sekdakab Rohil, Drs H Wan Amir Firdaus, Msi. Pada kesempatan tersebut juga diberikan tali asih masing-masing Rp10 juta kepada Roedjito Susiswo. Hj Wan Mardiana Suyatno mewakili Wabup, H Suyatno yang sedang berada di luar daerah. Dalam sambutan yang dibacakan Bupati Rohil, H Annas Maamun, Presiden RI selaku Penasihat Nasional Korpri menginginkan momentum Hari Jadi Korpri tahun ini dapat meningkatkan kinerja, pengabdian dan darma bakti segenap anggota Korpri kepada rakyat, bangsa dan negara tercinta. “Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada segenap anggota Korpri dimanapun saudara bertugas dan berada. Saudara-saudara telah menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam mengemban tugas abdi negara, abdi rakyat dan abdi pemerintah,” ujar Bupati membacakan sambutan Presiden tersebut. Mengenai tema pemantapan jiwa Korperi guna mempercepat reformasi birokrasi pada peringatan Korpri

: : : :

Sekdakab Kapolres Kajari Jumlah Penduduk Jumlah Kecamatan Jumlah Desa Potensi Alam Nopol

: : : : : : : :

H Annas Maamun H Suyatno, AMp Nasruddin Hasan Drs Jamiludin Ridwan SIp Drs.H. Wan Amir Firdaus, M.Si AKBP Auliansyah Lubis Zulbakar 440.894 jiwa 14 103 Migas, Kelapa Sawit, Karet, Ikan BM....P

K

ARENA lokasinya berdekatan dengan Pasar Pelita Bagansiapiapi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil), berkeinginan untuk melakukan tukar guling alias ruislag lahan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bagansiapiapi. Dan sebagai gantinya, Pemkab akan membangunkan kantor baru dua lantai, pergudangan plus rumah dinas di areal lima hektar yang berada dikawasan Batu Enam, ditambah dengan hibah satu unit kapal patroli. Keinginan itu dilontarkan langsung Bupati Rohil, H Annas Maamun, dalam acara Soft Launching Kantor Modern dan Penandatanganan bersama Deklarasi Anti Korupsi Bea dan Cukai Bagansiapiapi, Kamis (29/11) lalu. Tampak hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD, Nasrudin Hasan. Jika disetujui, kata Bupati, areal Kantor Bea dan Cukai di Jalan Perdagangan tersebut, akan dibangun pasar modern, karena lokasinya kebetulan berdekatan dengan Pasar

Pelita Bagansiapiapi. “Kalau disetujui akan kita bangun pasar modern, karena lokasinya berdekatan dengan Pasar Pelita. Dan sebagai ganti, kita bangunkan kantor berlantai dua, gudang, rumah dinas serta hibah satu unit kapal patroli. Lokasinya kita siapkan di kawasan Batu Enam seluas lima hektare,” jelasnya. Terkait keinginan Pemkab Rohil tersebut, Kanwil DJBC Riau-Sumbar yang diwakili R Evy Suhartantio didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bagansiapipai, Agung Saptono, menyambut baik

keinginan tukar guling itu. Dan sebagai tindak lanjut, ia minta Pemkab Rohil membuat surat kepada Kementerian Keuangan. “Untuk tukar guling kami juga setuju dengan Pak Bupati, kami menyambut baik, untuk mem-follow-up hal tersebut harus perlu dibuat surat kepada Kementerian Keuangan. Karena kami hanya menggunakan aset yang ada disini. Pengelola tetap Menteri Keuangan. Jadi Pemkab Rohil cepat mengajukan surat kepada Kementrian Keuangan,” ujar Evy memberi saran.*

 rtc/ttg

TELEPON PENTING

Sekretariat Pemkab Rohil Sekretariat DPRD Ambulance Pemadam Kebakaran Polsek Bangko Kantor kecamatan Bangko Dinas Kesehatan Dinas Kehutanan Dinas PMD Dinas Pendidikan

0767-24287 0767-24567 0767-21040 0767-21130 0767-21110 0767-21010 0767-24381 0767-21710 0767-24284 0767-23277

Dinas Kimpraswil Dispenda Bawasda Bappeda Bapedalda KPDE Dinastan Tanaman Pangan Dinas Perhubungan PLN Bagansiapi-api

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK

 krn/ttg

Pemkab Berkeinginan Tukar Guling Kantor Bea dan Cukai

INFO PENTING Bupati Wakil Bupati Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD

tahun ini, dalam pidato yang dibacakan Bupati, Presiden menilai tepat dan relevan. Karena hal itu dapat meningkatkan kesadaran dan tanggungjawab dalam melaksanakan tugas kedinasan. Itu disebut relevan, karena saat ini sedang menata birokrasi menuju tatanan birokrasi yang bersih, efisien, efektif dan produktif. “Birokrasi yang semakin transparan dan akuntabel dalam memberikan pelayanan yang murah, cepat dan baik kepada masyarakat,” tuturnya. Dan sejalan dengan tema tersebut, maka Korpri harus mampu meningkatkan kualitas manajemen pemerintahan melalui pemantapan kelembagaan, ketatalaksanaan hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) PNS. “Peningkatan kinerja aparatur negara melalui reformasi birokrasi, memiliki posisi yang sangat strategis terhadap keberhasilan pencapaian tujuan nasional. Segenap aparatur pemerintahan mampu mengubah pola fikir dari mental penguasa menjadi birokrat yang bermental abdi masyarakat. Ingat, jajaran aparatur pemerintah adalah pelayan masyarakat,” tambahnya.*

0767-24385 0767-22061 0767-24960 0767-24918 0767-24928 0767-24998 0767-24814 0767-24330 0767-21280


9

DPRD Sahkan Perda Pengelolaan Keuangan Daerah Lewat rapat paripurna DPRD sahkan Ranperda pengelolaan keuangan daerah menjadi Perda.

D

ALAM rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Rohil, Nasruddin Hasan itu DPRD Rohil menyetujui hasil pembahasan Tim Pansus dan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah menjadi Peraturan Daerah (Perda). Dan salah satu pengelolaan keuangan daerah yang mendapat sorotan adalah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Adapun agenda rapat paripurna yang digelar Rabu (28/11) itu, penyampaian laporan hasil Pembahasan Ranperda Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah yang disampaikan Tim Pansus DPRD Rohil, Suyadi. Pada kesempatan itu, Suyadi menjelaskan Tim Pansus telah melakukan tugas sejak bulan Agustus lalu, dan menerima masukan dari berbagai fraksi, dan diantara

yang menjadi salah satu sorotan adalah tentang pengelolaan dana BOS. Usai penyampaian laporan Tim Pansus tersebut, seluruh anggota DPRD menyetujui Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah

Inspektorat Sidak RSUD Pratomo

I

NSPEKTORAT Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Pratomo Bagansiapiapi. Hal ini berkaitan dengan banyaknya laporan pelanggaran tentang indispliner pegawai, tertutama para dokter berstatus PNS. “Karena banyaknya keluhan dari masyarakat, bahwa dokter spesialis seirng tidak berada ditempat. kita sudah lakukan sidak ke RSUD Pratomo. Mereka sudah kita berikan peringatan sanksi indisipliner, agar kejadian tidak terulang kembali,” ungkap Kepala Inspektorat Rohil, H Yatim Maamun. Yatim menyebutkan dalam sidak itu beberapa dokter mengaku bekerja sampingan diluar, seperti di rumah sakit swasta, buka praktek dan sebagainya. Meski demikian, pihaknya tidak mentolelir alasan tersebut, sebab dokter bersangkutan sudah menjadi bagian dari instansi di pemerintahan daerah. “Konsekuensinya mereka harus berada setiap hari, apalagi dokter digaji pemerintah. Kalau memang bisa mengatur waktu tidak masalah, tetapi setiap hari harus hadir sesuai jadwal dinas,” tegasnya. Mengenai sanksi, Yatim memastikan bahwa sidak yang dilakukan hanya memberikan peringatan, belum kepada sanksi tindakan tegas. Namun, tidak tertutup kemungkinan jika dokter bersangkutan melakukan tindakan indispliner yang sudah tidak dapat ditolelir.*

menjadi Perda. Diikuti dengan penandatanganan berita acara persetujuan oleh Ketua DPRD Rohil, Nasruddin Hasan disaksikan seluruh anggota DPRD dan Wakil Bupati Rohil, H Suyatno, AMp. Ditempat yang sama, Wakil

Bupati Rohil, Suyatno mengakui kelemahan sejumlah sekolah di Rohil dalam menyelesaikan SPJ dana BOS adalah kurang tepat waktu. Makanya perlu diingatkan kepada seluruh kepala sekolah di Rohil begitu pentingnya soal

 rtc/ttg

Disbun Undang PKS Bahas Harga Sawit

U

NTUK mencari solusi terhadap harga tandan buah sawit (TBS), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) segera mengundang dan melakukan koordinasi dengan seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berdiri dan beroperasi di Rohil. Menurut Kepala Dinas Perkebunan Rohil, H Mukhtar Luthvie, SH, langkah itu diambil karena soal harga TBS akan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat yang pada gilirannya akan berdampak kepada ekonomi masyarakat. “Saat ini harga TBS dibeberapa daerah kita ini, boleh dikatakan ada yang masih rendah. Berkisar Rp750

hingga Rp800 per kilogram. Idealnya sekitar Rp1.500 per kilogram. Kalau harganya ideal, saya kira masyarakat bisa mendapatkan keuntungan,” jelas Mukhtar Luthvie. Solusi seperti ini, kata Mukhtar, sangat perlu dilakukan. Karena, apa yang menjadi akar permasalahan turunnya harga TBS di beberapa wilayah di Rohil terlebih yang jauh, belum diketahui. “Terus terang saja, kami sendiri tidak tahu, apa yang menjadi akar permasalahannya. Untuk itulah, kita perlu carikan solusinya bersamasama dengan PKS.” ujarnya. Selain mencari solusi, Mukhtar Luthvie memastikan koordinasi tersebut bakal membahas berbagai permasalahan. Diantaranya men-

 mtr/ttg

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK

SPJ penggunaan dana BOS ini. “Para kepala sekolah yang ada di seluruh wilayah Rohil, diingatkan bahwa SPJ ini sangat perlu sekali, karena tanpa SPJ ini akan jadi tunggakan kita dibelakang hari. Karena memang ada semacam deadline yang diberikan pemerintah pusat kepada kita,” tegas Suyatno. Dan Suyatno memastikan Pemkab Rohil menyambut baik usulan dari anggota DPRD. “Makanya kita menyambut baik usul dan saran ini dan akan sangat kita perhatikan. Untuk itu mari sama-sama kita gotong royongkan, agar sekolahsekolah kita bersama seluruh kepala sekolah yang mendapatkan dana BOS untuk bisa menyampaikan SPJ tepat waktu,” ujarnya. Sementara itu, Anggota DPRD Rohil dari Komisi IV membidangi pendidikan, Suryati berpendapat dan tidak menyalahkan Dinas Pendidikan, melainkan lebih menekankan kepada sejumlah sekolah agar menyelesaikan SPJ tepat waktu.*

yangkut soal kelengkapan administrasi terhadap PKS yang berdiri dan beroperasi di Kabupaten Rohil. “Kalau PKS yang belum memiliki izin, kita sarankan agar segera mengurus izinnya. Kemudian PKS itu menampung berapa tenaga kerja. Sehingga, kita bisa memiliki data yang akurat,” tambahnya. Ia juga menjelaskan rencana rapat koordinasi dengan 22 PKS yang ada di Kabupaten Rohil sudah disusun. Kini tinggal mencari waktu yang tepat. “Rencananya sudah ada. Tinggal mencari waktu dan tempat saja. Waktu dan tempat itu nanti, bakal ditentukan oleh bupati. Karena, bupati sangat berkeinginan untuk bisa hadir,” ujar Mukhtar lagi.*

 rp/ttg


10 Tata

 Tahniah 55 Tahun Rusli Zainal

Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan Usia 55 tahun sudah termasuk sebuah usia yang matang. Ditangan Rusli Zainal, gegap gempita pembangunan negeri melayu bernama Riau begitu terasa. 10 TAHUN dirinya menjabat Gubernur, Riau yang dulu tidak begitu dikenal orang, kini mulai berdecak kagum. Terutama ibukota provinsinya, Pekanbaru. Masyarakat Indonesia dulu mungkin cuma kenal Bagansiapi-api dengan hasil ikannya. Dumai dengan minyaknya. Namun, Riau sekarang tidak lagi seperti itu. Sejak dilantik jadi gubernur pada 22 Oktober 2003, Rusli Zainal langsung tancap gas mengenalkan Riau. Bak seorang marketing iklan, RZ— demikian namanya kerap disingkat— memulainya dengan menjadi tuan rumah Olimpiade Fisika tingkat nasional. Kemudian dibidang budaya Riau bertindak jadi tuan rumah Festival Film Indonesia (FFI). Diacara ini,

Kemudian, Riau yang sudah belasan tahun tidak pernah didatangi kepala negara, ditangan RZ jadi terbalik. Sebagai gubernur, RZ sudah mendatangkan tiga presiden ke Riau. Mulai dari Almarhum Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarno Putri dan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden SBY bahkan sudah beberapa kali datang dalam sejumlah acara berskala nasional. Kedatangan SBY terakhir adalah saat membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII tahun 2012. Tak puas hanya dengan mendatangkan kepala negara dan menaja even-even berskala nasional, untuk lebih mengenalkan Riau, RZ membuat sejumlah bangunanbangunan monumental. Diantaranya, membangun gedung pustaka termegah dan tepat dijantung kota, membangun gedung perkantoran sembilan lantai, membangun jembatan disejumlah kabupaten dan kota, membangun fly over, membangun highway, menara Bank Riau Kepri, bandara internasional bergaya Melayu dan islam, serta membangun sejumlah venue olahraga bertaraf nasional dan internasional.

Gubri HM Rusli Zainal berkunjung ke tempat kos semasa kuliahnya dulu

artis-artis ternama datang ke negeri ini. Kepala negara, menteri, dubes negara-negara sahabat, gubernur se Indonesia dan tokoh-tokoh nasional lainnya pun jadi meringankan kaki untuk berkunjung. Bukan cuma itu, dibidang politik sang visioner ini— demikian dia disebut—juga membuat gebrakan. Karena RZ merupakan kader Golkar, maka dia menawarkan diri bertindak sebagai tuan rumah pertama di Pulau Jawa dalam menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar. Hajatan yang menghasilkan Aburizal Bakri (Ical) sebagai Ketua DPP Partai Golkar dengan mengalahkan Surya Paloh itu berjalan sukses.

“Yang paling menarik adalah pembangunan venuesvenues dan perkampungan atlitnya berada dalam lokasi sejumlah kampus besar di Pekanbaru,” sebut Mawardi Rasyid, salah satu peserta kontingen atlit PON Sumatra Selatan beberapa waktu lalu kepada AZAM. Bahkan, RZ kembali akan membangun satu gedung monumental lain yang sangat penting yakni Gedung Arsip Provinsi Riau berlantai delapan. Lokasinya persis di gedung Arsip sekarang yang bersebelahan dengan gedung LVRI. Menurut RZ kepada AZAM, semua itu dilakukannya demi masyarakat Riau. Melakukan semua itu harus dengan keberanian luar biasa dan

HM Rusli Zainal saat dilantik menjadi Gubernur Riau untuk kedua kalinya

perjuangan. “Dan pengorbanan harus juga dilakukan demi untuk mewujudkan itu semua. Saya ingin Riau ini menjadi baru,” sebutnya seraya mengatakan dibalik kesusahan itu ada kebahagiaan. Ekonomi Meningkat Kemiskinan Turun Geliat Pembangunan yang digesa Pemerintah Provinsi Riau menunjukan pertumbuhan yang menggembirakan. Tampil sebagai provinsi secara nasional yang terbilang gemilang, Riau kini mampu berbicara ditingkat nasional. Pembangunan terus berkembang pesat, baik dibidang infrastruktur, peningkatan SDM serta pengentasan kemiskinan yang secara makro juga tergambar dalam pertumbuhan roda perekonomian. Semua itu bisa terlihat dari hasil yang menggembirakan bahkan bila dibandingkan dengan ratarata nasional. Ketika daerah lain merasakan dampak krisis pada 2008 yang ditandai dengan penurunan angka pertumbuhan ekonomi, Riau justru mengalami pertumbuhan yang bagus. Pertumbuhan ekonomi tanpa minyak dan gas (migas) dalam rentang lima tahun terakhir terus berada diatas rata-rata nasional. Ditahun 2011, pertumbuhan ekonomi tanpa migas mencapai 7,6 persen sementara pertumbuhan nasional hanya 6,9 persen. Sebelumnya, tahun 2011 itu justru target hanya sebesar 7,48 persen sehingga melebihi dari target yang diinginkan. Gubernur Riau Rusli Zainal menyampaikan bahwa Provinsi Riau sudah mampu selangkah lebih baik dari provinsi lain di Indonesia. Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Riau tahun 2010 masih berada diperingkat ketiga di Indonesia dan peringkat tertinggi di Sumatera dengan mencapai 76,07 dari target hanya 75,9

Bersama Gubernur Kepri M Sani

Membezuk pasien di RSUD Arifin Achmad

yang ditargetkan melalui RPJMD Provinsi Riau serta 72,7 yang dicapai secara ratarata nasional. Penurunan angka kemiskinan dari tahun ke tahun bisa dicapai. “Pada tahun 2007, angka kemiskinan di Riau 11,20 persen dan pada 2011 lalu telah mencapai 8,17 persen dari target RPJMD sebesar 8,58 persen. Padahal secara nasional angka kemiski-

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

nan di tahun 2011 masih berada diangka 12,49 persen,” terang Kepala Bapeda Riau Ramli Walid. Dengan sejumlah keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai dan melihat pembangunan gedung-gedung tersebut, maka sangat layaklah bila RZ disebut sebagai bapak “Master Pembangunan” Riau.*


11

Simpai

Yanto Budiman

Satu Dasawarsa Menuju Riau Baru

Wan Syamsir

Joni Irwan

Anak Petani yang Layak Jadi Tokoh Nasional 3 Desember 2012 Rusli Zainal genap 55 tahun. Anak seorang petani H Zainal dan ibu Siti Atiqah itu tak pernah berfikir bakal jadi Gubernur. Namun Tuhan berkehendak lain, dia diberi talenta tuk mewakafkan diri “menyulap” Riau menjadi baru dan berkilau.

SETAHUN lagi masa kepemimpinan HM Rusli Zainal SE MP sebagai Gubernur Riau berakhir. Anak petani H Zainal dan ibu Siti Atiqah yang lahir pada 3 Desember 1957 ini selama dua periode menjalankan amanah sebagai Gubernur Riau telah banyak memberi warna di bumi Lancang Kuning. Dengan segala daya dan fikiran serta talenta yang diberikan Tuhan kepadanya, dicurahkannya untuk bumi Melayu. Hari berganti hari, minggu ke minggu dan dari tahun ke tahun, seiring dengan perjalanan waktu, RZ ‘berjibaku’ kesana-kemari demi mewujudkan mimpi-mimpinya. Hasilnya, patut kita apresiasi setinggitingginya Senin 3 Desembar 2012 menantu tokoh Riau (alm) H Ismail Suko ini genap berusia 55 tahun. Banyak capaian-capaian positif bahkan telah membuka mata masyarakat Riau. RZ bagai tak henti-hentinya bermimpi dan bermimpi, menjadikan Riau sebagai salah satu provinsi yang terkenal dan terbilang, serta masyarakatnya nan sejahtera. Tak mudah memang mewujudkan mimpi-mimpi itu, banyak kerikil bahkan onak berserakan dijalanan yang ditempuhnya dalam “menyulap” Riau menjadi baru dan berkilau. “Saya salut dan angkat topi kepada pak Rusli. Ditangan beliau Riau berubah dan membuka mata jutaan masyarakat Riau. Selamat Ulang tahun pak Rusli,” ujar Wan Syamsir Yus. Sekdaprov Riau, bahkan menyebut Rusli Zainal satu-satunya Gubernur yang berani mengambil resiko dalam membangun Riau. Oleh sebab itu, kata WSY, RZ harus terus didorong dan disupport agar menjadi tokoh nasional. “Kita harus mendorong beliau agar setelah selesai memimpin Riau ini bisa menjadi tokoh nasional yang berkiprah

di Jakarta, yah kalau untuk menjadi menteri saya pikir sudah patut dan pantas,” tambah pak Wan yang tahun depan memasuki usia pensiun dari PNS. Rusli Zainal memang sosok fenomenal. Di usianya yang masih terbilang muda, pria kelahiran desa Dolak Mandah 3 Desember 1957 sudah menunjukkan kiprahnya di Indragiri Hilir. Ketika itu tahun 1998, RZ sukses memenangi Pemilihan Bupati yang digelar DPRD setempat. Belum lagi selesai masa jabatannya, Rusli dengan kemampuan diri yang mumpuni dibarengi keberaniannya, ikut bertarung dalam Pemilukada Gubernur Riau 2003-2008. Perjuangan politiknya berbuah hasil, dia sukses ‘mencukur’ rival nya Gubernur incumbent Saleh Djasit. Di awal kepemimpinannya sebagai Gubernur, anak petani ini bergerak bak meteor. Ide-ide serta gagasan bernas nya bermunculan. Dan satu persatu terwujud dengan baik. Dulu, di Pekanbaru baru satu gedung megah yakni gedung Surya Dumai, dan satu jembatan Legton. Melihat pemandangan itu, ditambah hasil penelitian pakar ekonomi Prof Mubiyarto yang mengatakan Riau merupakan provinsi ke 27 termiskin di Indonesia, adrenalin nya pun mendidih dan terpicu. Pelan tapi pasti, mimpi-mimpi RZ terwujud satu demi satu. “Kita bisa bandingkan 5 sampai 6 tahun lalu, bagaimana kondisi Riau jika kita lihat sekarang ini. banyak sekali perubahannya,” ujar RZ kepada AZAM pekan lalu. Cerita RZ masa lalu apalagi masa kecil memang miris medengarnya. Orangtuanya yang hanya seorang petani jelas tak mampu membiayai pendidikan. Untunglah orangtua sangat menyadari betapa pentingnya pendidikan. RZ pun dodorong terus agar menimba ilmu dan pengetahuan sampai ke Perguruan Tinggi. “Dengan biaya dibawah Rp 10 ribu dari orangtua yang dikirim via wesel per bulannya rasanya tak mungkin saya bisa mengecap pendidikan tinggi. Untunglah saya pandai mengaji dan mengajar anak-anak, untuk menambah biaya saya,” kenang RZ. “Tahniah pak Gubernur, semoga panjang umur dan kedepan masih menjadi sosok dan tokoh yang sangat diharapkan sumbangsihnya bagi daerah bahkan nasional,” ucap Joni Irwan.*

 beng

infrastruktur. Mulai dari jalan, jembatan, air bersih hingga TANPA terasa, kepemimpilistrik. Namun, upaya nan Dr. (HC) H. M. Rusli pencapaian target-target Zainal, SE, MP yang populer pembangunan fisik itu disingkat RZ sebagai tidaklah mudah. Kadangkala, gubernur Riau berlangsung RZ yang berpikir cepat dan hampir satu dasawarsa. memiliki ide-ide cemerlang Persisnya, dua periode dalam membangun bumi kepemimpinan. KeberhasiLancang Kuning bagaikan lannya meraih dukungan lokomotif yang melaju sendiri rakyat melalui dua kali dan sulit diikuti oleh gerbong Pemilukada –sekali melalui kekuasaan lain yang menjelpemilihan oleh para anggota DPRD dan ma di berbagai dinas atau institusi kali kedua melalui pemilihan langsung. pemerintah. Perjalanan panjang kepemimpinan Bisa dimaklumi bagaimana kerja RZ ini bukannya berjalan bagai garis keras RZ dalam mengundang investor datar. Banyak riak dan gelombang yang baik dari dalam negeri sendiri maupun menerpa. Banyak pula onak dan duri luar negeri melalui pengenalan potensi berserakan di jalanan yang ditempuhsumberdaya alam Riau. Banyak eventnya. RZ sebagai sosok yang tegar dan event akbar baik tingkat nasional sabar selalu menghadapi semua maupun internasional digelar di Riau. halangan dan rintangan itu sebagai Sebutlah puncaknya PON XVIII yang dinamika perjalanan karirnya. berlangsung lebih kurang dua minggu Boleh jadi, usianya yang relatif muda sehingga omzet perederan dana selama pada saat mengawali karir sebagai event ini mencapai Rp. 4 triliun. DitamBupati Indragiri bah pula Hilir— saat kegiatan berusia 41 tahun Peparnas, event Perjalanan panjang hingga posisi olahraga bagi kepemimpinan RZ ini bukannya Gubernur Riau paralimpik yang berjalan bagai garis datar. Banyak ketika berumur berlangsung riak dan gelombang yang menerpa. 43 tahun—, seminggu. Banyak pula onak dan duri berseramenjadi modal Tak sampai kan di jalanan yang ditempuhnya. RZ utama dalam setahun lagi, sebagai sosok yang tegar dan sabar mengibarkan tepatnya bulan selalu menghadapi semua halangan spirit berkarya. Juni 2013, dan rintangan itu sebagai dinamika Memberikan digelar pula perjalanan karirnya. pengabdian diri International di kampung Solidarity halamannya di Games (ISG) Tanah Melayu Riau. yang diikuti 57 negara-negara Islam se Tepat 3 Desember 2012 ini, RZ genap dunia. Semua itu dipastikan akan berusia 55 tahun. Proses pembangunan memberikan dampak sosial-ekonomi merupakan upaya sadar untuk melakubagi masyarakat segala lapisan karena kan perubahan ke arah perbaikan yang semua tamu yang berada di daerah ini lebih baik. Perubahan yang sempurna akan berbelanja untuk keperluan tidak hanya menyangkut urusan fisik konsumsi, akomodasi, transportasi dan melainkan juga soal spiritual. Bagi RZ, kebutuhan-kebutuhan lainnya. gerakan pembangunan yang digeloraDi bidang pembangunan spiritual, RZ kan dari tahun ke tahun kepemimpinanterus berazam mewujudkan visi mennya selalu dibuhul oleh Visi Riau 2020. jadikan Provinsi Riau sebagai pusat Ya, keberhasilan pembangunan ekonomi kebudayaan Melayu di Asia Tenggara dan ya, pembangunan sosial-budaya. dalam lingkungan masyarakat yang Inilah yang dibanggakan RZ sebagai agamis. Berulang-ulang RZ menpembangunan komprehensif menuju gungkapkan bahwa guna mencapai visi Riau Baru. budaya itu diperlukan keseragaman Sebutan Riau Baru tentu bukan asal gerak dan langkah beberapa institusi sebut. Riau Baru tentu lebih mengemuka penting yaitu Lembaga Adat Melayu pada wujud fisik semakin lengkap Riau (LAM Riau), Dewan Kesenian Riau dengan dibangunnya berbagai fasilitas (DKR) dan Majelis Ulama Indonesia infrastruktur yang megah seperti (MUI) Riau. Masing-masing institusi pembangunan berbagai venue (gedung penting itu bergerak secara struktural dan arena pertandingan olahraga) hingga ke pelosok kampung dengan dalam sejumlah event olahraga berskala semangat mengagungkan Visi Riau 2020. nasional dan internasional. Lengkap RZ sangat antusias untuk mengukuhdengan arsitektur yang khas tanpa lepas kan Riau sebagai pusat kebudayaan dari spirit budaya Melayu yang menjadi Melayu di Asia Tenggara. Bahkan kebanggaan masyarakat Riau. pelantun “pantai solop” ini sangat Apa yang dicanangkan RZ melalui berharap menempatkan Riau sebagai Program K2I (Penanggulangan Kemiskiepicentrum budaya Melayu dalam arti nan dan Kebodohan serta Peningkatan luas. Secara geografis, posisi Riau yang Infrastruktur) makin mempercepat citaberada di persilangan dan pertembuncita dan mimpi untuk memajukan gan kawasan yang strategis di Selat provinsi kaya minyak ini. Ya, minyak dan Melaka yang menghubungkan negaragas bumi (migas) dan ya minyak kelapa negara serumpun Melayu di Asia sawit yang terus mengalir hingga kini. Tenggara. Begitu pula secara internaKeberhasilan pembangunan ekonomi sional menjadi pusat lalu lintas eketelah menempatkan Provinsi Riau onomi, sosial dan budaya dari Asia, mampu mempertahankan laju pertumEropa, Afrika, Amerika dan Australia. buhan di atas 6 persen. Ini berarti selalu Oleh sebab itu, RZ sangat berkeingidi atas angka pertumbuhan ekonomi nan menjadikan Provinsi Riau sebagai nasional. Begitu pula pengurangan pihak yang dapat mempersatukan angka kemiskinan dan pengangguran. semangat Melayu di kawasan ini melalui Meskipun, masih ada yang mempertanjargon Satu Melayu. Semangat yakan masalah pemerataan hasil-hasil semacam ini pasti makin merekat pembangunan. perwujudan Riau Baru sejak kini hingga Secara terus-menerus selama masa-masa mendatang. HBD pak Gub, hampir satu dasawarsa ini, RZ memberi- moga panjang umur dan terus kan perhatian besar pada pembangunan berkarya.*

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012


12

“Saya Ingin Riau DITEMUI di kediamannya, Gubernur Riau Rusli Zainal banyak bercerita soal mimpi-mimpi besarnya untuk membangun Riau menjadi sebuah Riau yang baru. Dulu,Riau tidak dikenal, kini dengan sejumlah even berskala nasional bahkan internasional, semua orang baru terbelalak bahwa Riau sekarang tidak sama dengan yang lalu. Sejumlah bangunan monumental dibangun. Fly over, gedung pustaka, gedung perkantoran sembilan lantai, menara Bank Riau Kepri dan stadion termegah di Indonesia dengan konstruksi atap temu gelang. Tidak hanya itu, RZ juga berikhtiar menjadikan Riau sebagai pusat perhatian nasional bahkan internasional lewat eventevent olahraga, sosial, budaya dan politik serta pendidikan. Sebutlah olimpiade Fisika di periode pertama menjabat Gubernur, kemudian Munas Partai Golkar, Porwanas, Hari Guru Nasional, FFI, PON, Peparnas, dan tahun depan ISG. Semua ini tentu sangat bermanfaat bagi daerah. Selain mempromosikan Riau, juga membuka mata dunia agar tidak lagi memandang remeh Riau ini. Sempena HUT RZ sang Gubernur Visioner ke 55 kepada AZAM “si jago lobi” menceritakan panjang lebar bagaimana dia membangun negeri ini. Berikut petikannya: Selamat siang pak Gub, apa kabar nih? Kabar baik, saya doakan AZAM makin maju dan menjadi referensi bacaan khususnya bagi para elit di bumi Melayu ini. Senin, 3 Desember 2012 Anda genap berusia 55 tahun, apa makna hari ulang

tahun bagi Anda? Ya, 3 Desember ini saya genap berusia 55 tahun. Saya kira bagi siapa pun hari ulang tahun mempunyai makna, begitu juga bagi saya. Setidaknya mengenang hari lahir atau memperingati hari ulang tahun bermakna untuk merefleksi kembali apa yang telah diperbuat dan dilakukan selama menjalani hidup dan kehidupan ini. Bagi saya hidup ini bagaimana bisa bermakna bagi orang lain, dan apa yang diperbuat bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Maka hari ulang tahun jadi momen untuk mengevaluasi hal itu, dan sekaligus menjadi langkah awal untuk bisa berbuat lebih baik lagi dari sebelumnya. Hampir separuh usia, Anda “sumbangkan” untuk membangun negeri ini. Bagaimana pandangan Anda terhadap Riau ini? Ya, sebelum menjadi gubernur, saya pernah menjadi bupati Inhil. Sebelumnya saya pernah menjadi anggota DPRD Riau, dan sebelumnya itu saya aktif di Gapensi menjadi sekretaris dan ketua. Sebagai orang Riau, pasti lah saya tahu bahwa Riau memiliki potensi sumber daya alam (SDA) terutama minyak bumi yang melimpah dan rasanya bisa membuat daerah maju dan rakyatnya hidup sejarhtera. Tapi saya pernah membaca buku karya Prof Mubiarto bahwa Riau masuk provinsi termiskin di Indonesia, padahal Riau memiliki potensi alam yang sangat besar. Dan yang lebih miris lagi ketika menyaksikan ada masyarakat Riau yang hanya menggunakan cawat berjalan diatas pipa minyak. Ditambah pula desa yang hanya berbatas pagar dengan Pertamina atau CPI, tapi masuk dalam kategori desa tertinggal. Kondisi ini tentu tidak sebanding dengan SDA yang ada, malah Riau menjadi penyumbang buat bangsa Indonedia. Melihat kondisi itulah timbul keinginan untuk berbuat untuk negeri ini.

Saya baru bisa mulai berbuat saat menjadi Bupati Indragiri Hilir (Inhil). Saat itu Kota Tembilahan masih ditempuh menggunakan perahu atau kapal dari Rengat, karena memang belum ada jembatan. Dan saat saya jadi Bupati, saya membangun jembatan Rumbai Jaya, ditambah beberapa jembatan yang menghubungkan kecamatan di Inhil. Setelah terpilih sebagai gubernur pada tahun 2003 program itu saya lanjutkan. Konkretnya seperti apa? Saya kembali berangkat dari kondisi Riau, dimana daerah-daerah yang sebenarnya menjadi kawasan sumber minyak, tapi kehidupan masyarakatnya miskin. Contoh di Siak, tepatnya Perawang. Untuk menyeberangi sungai Siak mereka harus antri menunggu kapal penyeberangan. Karena itulah, pada awal saya jadi Gubri pembangunan infrastruktur menjadi program pemerintah Provinsi Riau. Inilah yang dikenal dengan proyek multiyears. Walau mendapat kritikan dari berbagai pihak, tapi kala itu tak kurang dari 600 kilometer jalan dibangun, ditam-

bah dengan membangun beberapa jembatan di bentangan Sungai Siak. Dan tak hanya soal infrastruktur, tapi juga meluncurkan program-program pengentasan kemiskinan dan kebodohan atau yang akrab disebut K2I. Selain fokus menjalankan program itu, saya selaku gubernur juga berpikir bagaimana Provinsi Riau dikenal tak hanya karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, tapi juga memiliki sumber daya manusia yang mampu menggelar kegiatan berkelas nasional dan internasional. Maka saya pun merancang beberapa event nasional untuk bisa digelar di Riau. Tak lama menjadi gubernur dilaksanakan event internasional dibidang pendidikan, yakni olimpiade fisika. Kemudian dengan kegiatan lainnya, seperti FFI untuk mendukung kesenian, yang katanya untuk pertama kali digelar diluar pulau Jawa. Dan dibidang politik Riau menjadi tuan rumah musyawarah nasional (Munas) Golkar. Adanya pertemuan gubernur se Indonesia. Yang paling fenomenal tentulah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang diiringi dengan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas). Dan yang lebih istimewa dipercayanya Riau sebagai tempat pelaksanaan ISG dengan 57 negara yang tergabung dalam negara-negara Islam.

HM Rusli Zainal

Lantas apa yang Anda perbuat?

Dari Guru Ngaji

HM Rusli Zainal (depan) ketika menjadi mahasiswa

Muhammad Rusli Zainal, lahir dari sebuah keluarga sederhana nan jauh di pelosok desa yang terisolir di Kecamatan Mandau, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Namanya Desa Bolak.

SEMASA kecil, Rusli Zainal menjalani hidup seperti anak kebanyakan. Rusli Zainal kecil juga sedikit manja dan bandel. “Sewaktu masih anak-anak, Rusli Zainal termasuk anak yang bandel tetapi manja. Ya, karena mungkin Rusli Zainal anak bungsu, jadi seperti itulah,” ujar saudara

kandungnya. Rusli kecil memulai dunia sekolahnya pada salah satu SD (Sekolah Dasar) kota Tembilahan. Begitu juga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Rusli Zainal menamatkan pendidikan pada tingkat SLTP pada tahun 1974. Usai itu, anak kelima dari lima bersaudara ini melanjutkan studinya ke SLTA Pekanbaru. Dan, selesai tahun 1977. Dia lahir pada 3 Desember 1957 silam. Dulunya kecamatan itu sangat terisolir, jauh dari akses infrastruktur pemerintah. Di sanalah Rusli lahir dan besar sebagai sejatinya anak desa. Rusli termasuk sosok anak-anak yang menonjol dibidang pengajian. Bulan Ramadan baginya sebagai bulan penuh kerinduan dimasa kecilnya. Teringat akan masa kecilnya yang tak jauh beda dengan anak-anak lainnya selalu meramaikan masjid dan ikut tadarus. Al Qur’an Nur Qarim ayat suci itu telah mengantarkan Rusli ke kancah nasional di saat masih anak-anak. Bagaimana tidak, diusianya yang

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

masih belia, sudah ikut meramaikan jalannya Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional mewakili Provinsi Riau. Masa remajanya menjadi guru ngaji dari masjid ke masjid untuk dapat menyambung gelar sarjana, ia juga tercatat sebagai Qori terbaik tingkat nasional. Semasa remajanya, saat duduk dibangku kuliah di Universitas Riau di Fakultas Ekonomi, dia menyandang profesi sebagai guru mengaji di sejumlah masjid di Pekanbaru. Ia menekuni sebagai guru mengaji sampai meraih gelar sarjana ekonomi. “Saya hanya seorang anak petani tulen yang datang dari desa. Kondisi ekonomi yang tak mendukung membuat saya tak mampu untuk ngekost yang ada listriknya. Jadi, kalau malam saya menggunakan lampu semprong untuk dapat mengulang pelajaran kuliah,” tutur Rusli Zainal suatu ketika. Masa kuliah inilah, RZ yang disebug Sang Visioner banyak ditempa dengan keadaan. Bahkan RZ mulai memahami


13

Benar-Benar Baru� Apa yang ingin Anda raih dengan menggelar event-event besar itu? Saya berpikir event-event itu menjadi promosi bagi Riau, sehingga Riau bisa lebih dikenal. Dan biaya promosi itu kan sangat mahal. orang rela membayar mahal untuk sebuah iklan, tujuannya supaya bisa dikenal orang. Maka event yang kita gelar itu adalah promosi bagi Riau. Dan alhamdulillah setelah menjadi tuan rumah berbagai event itu, Riau sudah terkenal, terutama Pekanbaru. Padahal sebelumnya orang lebih mengenal Batam, sama halnya Indonesia, yang lebih dikenal adalah Bali. Saya kira inilah yang menjadi cikal bakal munculnya menuju Riau baru. Dan sebagai Gubernur, apakah Anda merasakan dampak dari upaya mempromosikan Riau sehingga Riau mulai dikenal? Ya jelas lah. Karena memang dengan Riau menjadi terkenal akan memberi dampak terhadap sektor ekonomi, yang tentunya berujung kepada kemakmuran rakyat. Investor berdatangan untuk menanamkan modalnya, menjadikan sektor swasta bergerak dengan

cepat. Dampak lain dari event itu adalah tersedianya fasilitas, misalnya PON. Kalau tidak karena PON mana mungkin Riau memiliki sarana olahraga yang lengkap dan stadion megah, ditambah pula hadirnya fly over dan terminal bandara SSK II. Ini bisa dibuktikan terus menurunnya angka kemiskinan diiringi dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Riau yang diatas rata-rata pertumbuhan nasional. Siapa saja yang sangat berpengaruh selama 55 tahun Anda menjalani kehidupan ini, sehingga Anda menjadi orang sukses? Yang pasti tentulah kedua orang tua saya. Orang tua saya hanya seorang petani yang miskin dan hidup didesa bernama Dolak, Mandah yang berlokasi jauh dari pusat ibukota Inhil, Tembilahan. Walau petani miskin, tapi beliau punya keinginan yang besar untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya menjadi sarjana. Tapi karena ketidakmampuan dari segi ekonomi, maka keinginan yang besar itu terpaksa dipendam. Sebagai anak bungsu, hanya saya yang menjadi sarjana. Kepergian saya

Bertanding dengan mantan petinju nasional Elyas Pical

sekolah ke Pekanbaru bermodalan tekad yang kuat untuk maju. Kiriman wesel pos dari orang tua saya hanya pas-pasan dan sering pula terlambat, beruntung saya bisa mengaji, maka saya pun menjadi guru ngaji. Dan alhamdulillah kerja keras saya itu membuahkan hasil. Selain dukungan kedua orang tua, saya juga mendapat dukungan moral dari kakak dan abang, kerabat dan teman termasuk orang tua angkat saya saat sekolah di Tembilahan, walaupun saat tinggal dirumahnya terkadang saya hanya membawakan kelapa dari kampung sebagai ganti uang kos. Bagaimana dengan dukungan keluarga, istri dan anak? Perlu saya sampaikan dukungan istri terasa sangat istimewa dalam mendukung karir saya. Karena sebagai pejabat publik mulai menjadi anggota DPRD Riau, Bupati Inhil hingga dua periode gubernur Riau, nyaris saya tak bisa meluangkan waktu untuk keluarga, tapi istri saya tak pernah protes soal itu. Istri saya sangat memahami apa yang saya lakukan karena menjalankan tugas sebagai pejabat publik. Cuma terkadang saya sedih lantaran tidak bisa memenuhi keinginan keluarga terutama anak dan istri, waktu untuk mereka sama sekali praktis tidak ada, dan sebagai kepala keluarga saya

Saat melakukan kunjungan kerja

merasa gagal untukl itu. Namun semua bukan lantaran kehendak saya, tapi tugas-tugas saya lah yang menjadi ‘penghalang’ nya. Siapa tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam hidup Anda? Ada tiga yakni Soekarno, Mahathir Muhammad dan Barack Obama Apa peristiwa yang paling bersejarah dalam dua periode ini? Barangkali PON dan (nanti) ISG lah.....bagi saya dan kita semua, ISG merupakan sesuatu yang sangat prestisius dan patut dicatat dengan tinta emas. Lewat event tersebut Riau akan menjadi pusat perhatian dunia. Apa harapan Anda kepada gubernur Riau periode 2013-2018? Sebagai orang yang pernah memimpin Riau, saya hanya bisa berharap gubernur Riau ke depan hendaknya bisa meneruskan programprogram pembangunan yang telah membuat Riau ini diperhitungkan. Tidak lagi sekedar terkenal karena migas-nya, tapi juga kemampuan SDMnya. Termasuk program-program yang bisa mengangkat ekonomi masyarakat. Pemimpin Riau kedepan mesti benarbenar menjaga komitmen Riau baru. ***

Menjadi Gubri makna dari sebuah kehidupan. Hidup adalah perjuangan. Begitulah Sang Visioner berprinsip. Setelah meraih sarjana, Rusli terjun ke dunia bisnis bidang jasa dan kontruksi. Dia sempat memangku jabatan sebagai Ketua Umum Gapensi. Sempat juga menjadi anggota DPRD Riau. Berkecimpung di dunia politik, pada tahun 1999, Rusli mencalonkan diri

sebagai Bupati Inhil. Di kampung halamannya sendiri, dia terpilih sebagai orang nomor satu. Setelah menjabat satu periode sebagai bupati, lag-lagi, mantan guru mengaji ini mencalonkan dirinya sebagai gubernur. Tahun 2003, Rusli kembali bertarung dengan incumbent Gubernur Riau Saleh Djasit. Dan hasilnya, sang muazin itu bisa terpilih

HM Rusli Zainal saat dilantik menjadi Gubernur Riau

Rusli Zainal di Kampung halaman semasa muda

sebagai orang nomor satu di Riau. Dan pada tahun 2008, untuk kedua kalinya mencalonkan diri sebagai gubernur, dengan sistem dipilih langsung oleh masyarakat. Untuk kedua kalinya hingga periode 2013 mendatang, Rusli

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

dipercayakan rakyat sebagai pemimpin di negeri Melayu Riau. Sebagai orang nomor satu, tentulah dia memiliki tugas yang begitu banyak. Namun masa kecil baginya juga tidak bisa dia lupakan begitu saja.*


14 HM Rusli Zainal Dimata Mereka SEMOGA panjang umur pak Rusli, sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Terima kasih atas sumbangsihnya untuk Riau baru. Semoga yang telah dibaktikan selama ini untuk Riau dan Indonesia membawa manfaat buat umat. Terus berkarya pak sampai akhir hayat dan selalu cemerlang, gemilang dan terbilang. Syabas.* Zulkarnain Kadir Setwan DPRD Riau PAK Rusli sudah membuka mata masyarakat nasional dan internasional terhadap Riau. Mata orang telah terbelalak,oh ternyata ada Riau. Dulu dimata orang-orang luar, Riau negeri kaya tapi sayang daerah dan masyarakatnya masih terbelakang. Riau punya potensi kaya, baik SDM, migas, perkebunan,pertanian, pertambangan dan sebagainya. Saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan pak Rusli saat ini. Dia berani,punya visi jauh kedepan. Dia bangun bangunanbangunan monumental dll. Pembangunan secara makro nya sangat baik. Cuma yang agak tertunda itu adalah pembangunan secara mikronya. Tapi ini tidak kesalahan pak Rusli. Stafstafnya yang tak bisa menjalankan itu semua. Nah, menurut saya, pemimpin Riau kedepan itu harus bisa melanjutkan program-program pak Rusli. Karena apa yang dilakukan pak Rusli selama ini adalah ingin mewujudkan Riau Baru. Dan ini harus didukung. Dia tokoh Riau yang berani dan langka. Tugas kita sekarang adalah menghantarkan pak Rusli secara bersama-sama menjadi tokoh nasional. Dimata saya, pak Rusli itu bukan saja layak untuk menjadi menteri tapi wakil presiden. Saya juga mengucapkan selamat ultah pak gub. Usia 55 tahun adalah sebuah usia yang matang. Semoga panjang umur dan selalu diberikan kesehatan.* Indra Mukhlis Adnan Bupati Indragiri Hilir SELAMAT Ulang Tahun pak Rusli, semoga dengan bertambahnya usia, Tuhan selalu memberikan kekuatan bagi Bapak untuk terus mengabdi memajukan Provinsi Riau. Mudahmudahan Bapak diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas-tugas yang sangat mulia ini.Saya bangga punya gubernur seperti Bapak yang tidak pernah berhenti memikirkan negeri ini.Segala kerja keras Bapak selama ini telah membuahkan hasil positif bagi Riau dan juga masyarakatnya.Kita semua berharap kedepan Riau akan semakin maju lagi.* Abdul Sulaiman Pengusaha TERIMAKASIH Bapak Rusli Zainal berkat kerja keras dan pengabdian yang tulus yang telah bapak berikan bagi negeri ini membuat kami sangat bangga

memiliki seorang gubernur seperti Bapak. Memilki wawasan luas dan pandangan jauh kedepan telah merubah wajah Riau yang dulunya hanyalah sebuah provinsi yang sangat terbelakang kini telah menjadi sebuah negeri yang makmur dan disegani oleh daerah lain. Berkat program pembangunan yang selama ini berjalan dengan baik Riau menjadi sebuah provinsi sangat maju dan berkembang dengan pesat. Mudah-mudahan saja pengganti Bapak nanti akan dapat meneruskan keberhasilan ini.* Junaidi Petugas Parkir

waktu hampir sepuluh tahun belakangan ini dibawah kepemimpinan beliau Riau tumbuh dan berkembang sangat pesat sekali.Semangat serta kerja keras yang ia berikan bagi negeri ini pantas mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada beliau.Salut dengan pak Rusli Zainal semoga apa yang telah ia berikan bagi Riau mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT, Amin.* Soemardi Taher Tokoh Masyarakat

Banyak prestasi serta keberhasilan yang telah di raih Provinsi Riau. Tidak hanya bangunan fisik semata yang menonjol namun pembangunan moral serta keagamaan di Riau bekembang dengan baik, sehingga kerukunan hidup antarumat beragama serta keberagaman suku bangsa di Riau dapat hidup berdampingan saling rukun dan damai. Ini adalah bukti nyata bahwa pak Rusli Zainal mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang ada di Riau ini.* Hari Mulyana Mahasiswa

SEBELUMYA saya ucapkan selamat ulang tahun ke 55 buat Bapak Rusli Zainal, semoga di usia bapak sekarang bapak selalu diberikan kesehatan dan kekuatan didalam melaksanakan tugas-tugas kenegaraan dan juga tugas yang teramat mulia yakni mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi Provinsi Riau ini. Saya bangga memilki seorang pemimpin seperti Bapak yang mau bekerja keras demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Terima kasih atas sumbangsih dan pengorbanan yang telah bapak berikan bagi kemajuan negeri ini.* Sri Hartati Pendidik

SELAKU masyarakat Riau saya sangat bangga dengan kemajuan yang dialami Provinsi Riau.Saat ini Riau sangat berkembang dengan pesat, pembangunan di berbagai sektor terus dilakukan untuk membuat masyarakat hidup lebih sejahtera dan ini tentu saja tidak terlepas dari kepemimpinan Gubernur Rusli Zainal. Berkat beliau juga tingkat pendidikan di Riau maju dengan pesatnya. Seharusnya ini dapat dijadikan contoh bagi calon pemimpin yang lainnya.* Angga Irawan Masyarakat SEMOGA Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada Bapak Rusli Zainal, karena berkat jasa dan kerja keras beliau Provinsi Riau dapat tumbuh dan berkembang begitu pesat. Tidak hanya bangunan fisik semata, akan tetapi bidang-bidang lainnnya seperti pendidikan, olahraga, keagamaan, seni dan budaya juga tidak luput dari perhatiannya. Ini terbukti dengan kepercayaan yang didapat oleh Riau untuk menggelar iven-iven nasional, bahkan bertaraf internasional,seprti PON beberapa waktu lalu,Riau dengan sukes menyelenggarakannya. Dan tidak lama lagi pelaksanaan ISG juga akan dilaksanakan di Riau.Terimakasih pak Rusli Zainal.* Sunardi, S.Sos Swasta ATAS-jasa-jasa dan pengabdiannya didalam membangun provinsi Riau maka sangat pantas jika Rusli Zainal diberi julukan sebagai Bapak pembangunan.Karena selama kurun

HARUS diakui hampir sepuluh tahun menjabat sebagai Gubernur Riau, banyak sudah pencapaian-pencapaian yang telah ia berikan bagi kemajuan negeri ini. Sebagai seorang Gubernur, Rusli Zainal mampu memberikan perubahan yang sangat signifikan terutama sekali dalam tatanan kehidupan di masyarakat Riau yang berazazkan melayu. Ia juga mampu mengangkat budaya dan ciri khas sebagai masyarakat melayu tersebut. Tidaklah terlalu berlebihan jika saya memberikan aspresiasi yang sangat tinggi kepada beliau. Selamat ulang tahun pak gubernur, semoga sehat selalu dan dipanjangkan umur.* Tenas Effendi Budayawan SAYA akui bahwa HM Rusli Zainal telah berhasil membawa perubahan yang sangat berarti bagi kemajuan dan perkembangan Provinsi Riau. Berbagai kemajuan dan geliat pembangunan sangat nyata terlihat diberbagai daerah negeri ini, termasuk di Ibukota Provinsi Riau sendiri yakni Kota Pekanbaru. Lihat saja, bangunanbangunan monumental seperti Pustaka Wilayah, Gedung perkantoran sembilan lantai, fly over, dan belum lagi pembangunan jembatan-jembatan di berbagai kabupaten kota, yang kesemuanya itu bertujuan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Selamat Ulang tahun Gubernurku.* Hamdani Mahasiswa BARANGKALI julukan yang sangat pas bagi pak Rusli Zainal adalah

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

Master pembangunan. Beliau merupakan sosok kepala daerah yang “ambisius�. Dengan ambisinya yang tinggi itulah ia mampu mewujudkan Provinsi Riau menjadi sebuah provinsi besar dan berkembang dengan pesat seperti saat ini. Dengan Visi Riau 2020, pak Rusli berkeinginan menjadikan Riau sebagai pusat ekonomi, pusat budaya di kawasan Asia tenggara. Ini adalah sebuah cita-cita yang sangat hebat. Teruslah mengabdi bagi Riau pak, kami masyarakat Riau selalu mendukungmu.* Afriadi Kontraktor TIDAK ada yang bisa menyangkal bahwa sepuluh tahun belakangan ini Riau berkembang begitu pesat. Gedung-gedung tinggi menjulang, jalan layang, merupakan salah satu bukti nyata bahwa Riau sangat maju. Tentu saja ini tidak terlepas dari sosok pak Rusli Zainal selaku gubernur Riau. Beliau mampu mensejajarkan Riau dengan provinsi yang telah lebih dulu maju. Mudahmudahan saja buah tangan dan hasil karya beliau dapat dijadikan contoh bagi calon gubernur penggantinya kelak.* M. Fadli Masyarakat KEMAMPUAN pak Rusli Zainal didalam memimpin provinsi Riau dalam kurun waktu dua periode jabatannya telah banyak memberikan arti serta perubahan yang signifikan. Sosok pak Rusli yang bertalenta tinggi memiliki wawasan luas dan pandangan jauh kedepan telah mampu menyulap negeri ini menjadi sebuah negeri yang begitu bermartabat. Berkat kegigihan dan keuletannya Riau kini menjadi perhatian serta tujuan investasi bagi negara lain. Selamat ulang tahun pak Rusli semoga karyamu selalu dikenang bagi anak negeri ini.* Gusmiyeti, S.Ag Guru SUKESES buat Bapak Rusli atas segala jasa dan pengorbanannya didalam membangun dan memajukan Provinsi Riau. Hampir sepuluh tahun menjabat sebagai Gubernur Riau, telah banyak keberhasilan-keberhasilan yang ditorehkan di bumi lancang kuning ini. Semangat membangun seolah tak pernah padam dalam dirinya, sehingga apa yang kita lihat dan apa yang kita rasakan saat ini adalah wujud nyata kesuksesannya didalam membangun Riau. Semoga Bapak selalu diberi kesehatan didalam menjalankan tugas serta amanah ini. Selamat ulang tahun Gubernurku, sukses selalu.* Muryani Pedagang


15

Ekonomi Riau Jadi Lebih Baik Pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan menurun dan pengangguran berkurang. Jika ekonomi Riau disetting dengan baik, dinamikanya akan lebih baik dari itu.

HAL itu dikatakan pengamat ekonomi Riau Edyanus Herman Halim ketika diajak bicara perkembangan perekonomian Riau beberapa tahun belakangan ini. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Riau memang diatas ratarata nasional. Namun pertumbuhan tersebut fluktuatif, karena pada tahun 2008-2010 menurun dan ditahun 2011 meningkat. Ini semata-mata disebabkan oleh komoditas unggulan Riau seperti sawit dan karet. Menurut Edyanus, pertumbuhan ekonomi Riau sebenarnya bisa jauh lebih baik jika perekonomian Riau dikelola dengan baik. Viator Butarbutar Pem-

bangunan Riau, menurut dia mestilah sesuai dengan hajat kehidupan masyarakat. Hajat terbesar masyarakat Riau lebih banyak mengarah kepada infrastrukur. Namun sampai saat ini, infrastruktur di Riau belum juga terselesaikan dengan baik. Disamping itu, pembangunan Riau, kata Edyanus hendaklah mengarah kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui apa yang diistilahkan Edyanus sebagai redistribusi aset. Redistribusi aset yang dimaksud dia seperti kebutuhan masyarakat akan lahan dan sumber-sumber ekonomi lainnya. “Inilah yang menjadi kelemahan pembangunan ekonomi Riau dibawah kendali Rusli Zainal,” ujar dosen Universitas Riau ini. Disamping itu, kebutuhan masyarakat akan listrik masih belum terpenuhi, demikian juga air bersih. Pemerintah provinsi, kata dia, seolah-olah seperti even organaizer yang

melaksanakan atau membuat sesuatu yang besar tetapi manfaat atau multyflier effeknya tak begitu dirasakan masyarakat. “Dari aspek pemerataan pembangunan, Riau juga tidak memadai,” tegasnya. Edyanus juga menyoroti soal tingkat keamanan di Riau yang bisa mempengaruhi iklim ivestasi. “Riau rentan terhadap gangguan keamanan. Iklim investasi itu bisa terganggu bila banyak gangguan keamanan. Perampokan, geng motor dan sebagainya ada di Riau,” ujarnya. Dia juga mengatakan, pemerintah daerah tidak maksimal dalam mengelola perekonomian. Terutama menengahi tarik menarik antara kepentingan masyarakat dan pemilik modal. Disamping itu, soal pembangunan Sumber Daya Manusia juga menjadi perhatian Edyanus. Peningkatan SDM, kata dia, bukan hanya dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat akan sekolah tetapi juga soal kualitas pendidikan. “Kita juga harus perhatikan kualitasnya. Bukan hanya bagaimana orang bisa bersekolah,” tegasnya. Selain Ediyanus, AZAM juga sempat berbincang dengan Dr Viator Butarbutar seputar ekonomi Riau dibawah kepemimpinan

Rusli Zainal yang hampir mencapai 10 tahun. Viator juga menilai pembangunan Riau dibawah kepemimpinan Rusli Zainal telah berhasil membawa pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Secara makro bisa dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi dengan angka 7 persen. Angka tersebut melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Disamping itu, angka kemiskinan menurun, demikian juga angka pengangguran, relatif menurun. Sedangkan infalnsi dapat dikendalikan dengan baik. “Secara makro bisa kita lihat seperti itu,” ujarnya. Viator juga sepakat, angka pertumbuhan ekonomi tersebut bisa melebihi dari angka yang dikeluarkan BPS jika setting ekonomi lebih baik lagi.*

 ziz

Edyanus Herman Halim

Riau, Seperti Dimana Ada Gula Disitu Ada Semut HM Rusli Zainal dinilai sukses meletakkan pancang-pancang pembangunan Riau. Pengganti RZ kelak, hendaknya memiliki semangat membangun kalau tidak lebih minimal setara.

RIAU hari ini berbeda dengan empat tahun lalu. Berbeda pula dengan sembilan tahun lalu tatkala HM Rusli Zainal menapakkan kaki pertama kali ke kediaman gubernur, rumah jabatan yang asri dan luas di Jalan Diponegoro Pekanbaru. Riau hari ini adalah wajah provinsi yang telah banyak mengalami kemajuan dari segala sektor. Dari fisik sampai ke non fisik, kita merasakan ada yang berubah dari negeri Melayu ini. Tokoh nasional anak jati Riau, H. Jon Erizal, SE, MM menilai, dibawah kepemimpinan HM Rusli Zainal, RZ sukses mendorong percepatan pembangunan Riau. Dan itu tidak lepas dari visi Rusli yang menjangkau jauh ke depan. Dia membangun banyak infrastruktur juga gedung, dan mendorong investasi masuk ke daerah ini. ‘’Riau sudah seperti dimana ada gula

di situ ada semut,’’ kata Jon Erizal menjawab AZam tentang perkembangan Riau pekan lalu. Diakui, tidak mudah membangun Riau yang geografisnya sangat luas. Tidak mudah mudah pula bagi seorang pemimpin mengakomodir semua kebutuhan rakyat dalam APBD yang terbatas. Tapi, apa yang dilakukan Rusli ibarat menanam pohon kita sudah memetik buah. ‘’Soal kupuasan itu

Jon Erizal

sifatnya relatif, tapi saya mengamati Rusli Zainal sudah bekerja maksimal, dia telah memberdayakan semua kemampuan yang ada padanya untuk kemajuan Riau. Visi dan semangat membangun putera kelahiran Indragiri Hilir terbilang unik dan langka. Unik karena dia mampu berbeda pandang dengan orang banyak. Langka tak semua orang memiliki sikap demikian,’’ ungkap Jon Erizal yang akrab dipanggil JE itu. Putera kelahiran Parit Bangkung, Bengkalis itu menyebutkan, pancang pembangunan yang dibangun Rusli dalam beberapa tahun terakhir, telah memposisikan Riau sebagai provisi maju dan terkemuka minimal di Sumatera. Kalau dulu, di Sumatera ini orang hanya kenal dengan Medan dan Palembang, sekarang orang pun melirik Riau. Riau dipandang sebagai provinsi yang memiliki sumberdaya alam yang kaya, dan aman untuk berinvestasi. Geografis daerahnya juga bersebelahan dengan negara tetangga Malaysia. Perkembangan dan kemajuan yang diraih Riau dalam sepuluh tahun terakhir itu, membuat pertumbuhan ekonomi Riau membaik tahun ke tahun, indeks pembangunan manusianya juga terbilang tinggi. Itu bukan karena APBD nya tinggi dibandingkan provinsi lain di Jawa, tetapi karena perencanaan pembangunan yang bagus. Jalan-jalan dibuka,

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

jembatan di bangun sehingga mobilitas ekonomi berputar sangat cepat. Bupati dan walikota yang memimpin kabupaten juga seakan berlomba membangun daerah masing-masing sehingga kita lihat sekarang tidak ada kabupaten yang tidak bangkit. ‘’Coba amati perkembangan daerah yang baru dimekarkan, tidak saja mengalami kemajuan di bidang fisik tetapi maju di bidang ekonomi. Begitupun kabupaten induk, semua berpacu membangun dan mengentaskan rakyat mereka dari kemiskinan. Cuma karena anggaran terbatas tentu pembangunan dimulai dari skala prioritas,’’ tukas Jon Erizal. Jon berharap, siapapun kelak yang dipercaya rakyat memimpin negeri ini hendaknya dapat melanjutkan pembangunan yang pancang-pancangnya sudah dibangun Gubernur Rusli Zainal. ‘’Tidak mudah memang tetapi kita juga tidak bisa surut ke belakang kalau tidak mau dikatakan gagal. Karena itu, mari kita bangun kebersamaan dan kekompakan, jauhkan pertikaian dan gontok-gontokan supaya Pusat percaya bahwa APBN yang dialokasikan untuk Riau memang dialamatkan untuk program-program yang pro rakyat,’’ tambah Jon Erizal. Jon yakin, kalau semangat membangun gaya Rusli Zainal ini terus kita lanjutkan, sepuluh tahun akan datang, entah seperti apa wajah negeri ini apalagi kalau kita mampu membangun jalan tol yang menghubungkan satu kabupaten dengan kabupaten lain.*

 syaf


16

Siak Pilot Project Integrasi Sapi M

ULAI tahun 2013, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, menetapakan Siak sebagai pilot project pengembangan integrasi sapi di Riau. Pengembangan ini dikarenakan Siak memiliki potensi keunggulan ternak dan juga intergasi perkebunan dan pertanian. “Ini momentum strategis bagi Riau khususnya Siak dalam jangka panjang dalam pengembangan pola integrasi,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Patrianov di sela-sela rapat koordinasi pembangunan peternakan dan kesehatan hewan se-Riau yang dilaksanakan di Siak (25-28/11). Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, Sekda Drs H Amzar, Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK, Ketua Pengadilan Negeri Irfanuddin SH MH, kepala dinas pertenakan seluruh kabupaten di Riau, dan unsur Muspida Siak. Menurut Patrianov, keunggulan Siak dijadikan pengembangan integrasi ternak sapi dikarenkan mensinergikan program nasional jangka panjang, di mana untuk memenuhi pasokan daging khusunya di Riau dan umumnya nasional,

karena sampai hari ini Indonesia masih ketergantungan dengan impor daging dari negara luar. Kondisi ini tentu tak bisa dibiarkan karena akan berdampak ketergantungan dan juga kurangnya pemberdayaan pada peternak lokal. Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi di sela-sela pembukaan Rakor menambahkan,

pola integrasi ini dinilai sangat strategis bagi Pemkab dalam meningkatkan pendapatan petani. Karena selama ini petani hanya mengelola satu produk, namun adanya pola ini bisa dikembangkan jadi pola pertanian terpadu. Rencana pengembangan ini lanjut dia, sudah lama di gagas, yaitu sapi dengan

sawit, dan sapi dengan tanaman padi. Tentunya adanya pola-pola pengembangan ini secara tak langsung memberikan simbiosis mutualisme bagi petani. Siak sendiri saat ini terdapat lahan perkebunan sawit dan juga sawah, jika saja pola pengembangan sapi dikembangkan lewat pola integrasi akan memberikan

dampak yang bermafaat bagi petani. Di beberapa kecamatan sudah melakukan, dan hasilnya sangat mengembirakan yaitu keberhasilan. ‘’Di Kecamatan Lubuk Dalam saja, kencing sapi di jual mengalahkan harga Pertamax untuk ukuran satu liternya,” jelas dia. Akan tetapi bukan urine sapi saja yang jadi tolak ukuranya, melainkan masih banyak yang lain dalam pengembangan pola integrasi ini. Sapi sendiri hanya bagian terkecil, semenetara pola ternak lainnya seperti kambing juga dilakukan. Artinya pengembangan ini tak hanya terpaku pada satu produk, masih bisa dikembangkan, dan itu nanti terpulang pada petani, bisa saja ternak ayam, itik yang diintergasikan dengan sawit maupun padi. ‘’Pola seperti ini mengajak petani berbisnis yang bermanfaat bagi dirinya dan juga daerah, melalui kemandirian dalam usaha yang dijalankannya,” tambah dia. Pemkab sendiri kata Syamsuar, mendukung penuh program ini, dan sudah melakukan di beberapa kecamatan lewat kelompok tani dalam pengembanga integrasinya.

 rpc

Tiga Kecamatan Dapat Bantuan Sarana Air Bersih Wujudkan KLA Perlu Dukungan Perda

T

AHUN ini, Pemkab Siak mendapatkan bantuan sarana air bersih untuk tiga kecamatan. Bantuan yang bersumber dari APBN ini untuk program Milenium Development Goals (MDGs). Menurut Kabid Cipta Karya Dinas Tata Ruang Cipta Karya (Tarcip) Ir Basriansyah, bantuan ini sebelumnya juga sudah didapatkan dari APBN,

namun tahun ini dapat kembali, di mana dalam program MDGs, target akhir 2015 semua daerah di tanah air telah tersedia sarana air bersih. “Untuk Siak, tinggal empat kecamatan saja lagi yang belum, yaitu, Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Sabak Auh dan Pusako,” kata Basriansyah, Rabu silam di Pontianak, Kalimantan Barat.

Adapun tahun ini, tiga kecamatan yang dibangun sarana air bersih adalah Dayun, Bungaraya dan Sungai Mandau dengan nilai bantuan sebesar Rp13 miliar lebih. Bantuan yang diberikan lewat program multiyears ini ditargetkan selesai Juli atau Agustus 2013 khusus untuk tiga kecamatan yang dibantu tahun ini.

 rpc

PNS Berprestasi Terima Penghargaan Satya Lencana

P

EMERINTAH Kabupaten Siak memberikan penghargaan satya lencana karya satya kepada Pegawai Negeri Sipil ( PNS) berprestasi dan purna bakti. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT KOPRI ke-41 tahun 2012. Dalam rangka HUT KOPRI ke-41 tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Siak juga memberikan penghargaan satya lencana karya satya kepada pegawai negeri sipil berprestasi dan purna bhakti, diantaranya, untuk satya lencana karya satya pengabdian 30 tahun diberikan kepada H.Said Arif Fadilllah, S.Sos. M.Si Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Siak, kemudian Satya lencana karya satya pengabdian 20

tahun diberikan kepada H.Zulfikri, S.Sos. MM Kepala Bagian Pemerintahan Desa dan satya lencana karya satya pengabdian 10 tahun diberikan kepada Sri Purnamawulan S.Si. Sedangkan Penghargaan PNS berprestasi tingkat eselon III diraih oleh Imron Rosyadi ST dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, kemudian Tengku Mukhtar,S.Sos, Sekretaris Camat Sungai Mandau. Untuk Penghargaan PNS berprestasi tingkat eselon IV diraih oleh Dra. Herlina Khitra Dewi M.Pd, dari Dinas Persenibudpora, Doni Aprison , ST.MT dari Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Siak dan Ir. Bahktiar Efendi, MM dari Dinas Pendidikan. Sedangkan Penghargaan PNS berprestasi tingkat

pelaksana terbaik diraih oleh Budizal, Amd dari Dinas Persenibudpora, Yurnawati S.Sos dari RSUD dan Rice Herlinawati, S.Sos dari Dinas PU. Masing-masing mendapatkan penghargaan dan intensif sebesar sepuluh juta untuk peringkat pertama, tujuh juta lima ratus untuk peringkat kedua dan lima juta rupiah untuk peringkat ketiga.Kemudian untuk satya lencana purna bakti diberikan kepada Mansur Sauti.BA dan H. Sutrisno. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh wakil Bupati Siak yang didampingi Muspida, Sekretaris Daerah, dan Anggota DPRD. Wakil Bupati Siak menyebutkan penghargaan ini merupakan wahana untuk bermotifasi agar berkualitas melaksanakan tugasnya.

 pgi

R

ENCANA Pemerintah Kabupaten Siak akan melaksanakan Kota Layak Anak (KLA) sebagai upaya kepedulian pemerintah terhadap perkembangan generasai masa depan, segera terwujud. Pemkab Siak mengupayakan pada tahun 2013 mendatang, Siak sudah bisa menjadi Kota Layak Anak (KLA). Sebagai dukungan untuk membangun Kota Layak Anak (KLA), Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi beserta dinas terkait mencoba mencari data untuk membantu dalam pelaksanaan Kota Layak Anak (KLA). Dengan melakukan studi banding di Kota Pontianak yang lebih dulu berhasil menerapkan Kota Layak Anak (KLA). Oleh karena itu, untuk membuktikan dukungan Bupati Siak bersama dinas terkait mencoba menggali pengalaman di daerah lain untuk diterapkan. Paling tidak sebagai acuan dalam pelaksanaan pembangunan Kota Layak Anak (KLA) di Kabupaten Siak dapat diwujudkan. ‘’Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian, yang tidak hanya bagi Pemerintah Kabupaten Siak saja. Akan tetapi semua lapisan masyarakat, sebab untuk menerapkan Kota

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK

Layak Anak (KLA) seperti halnya yang diterapkan di Kota Pontianak. Yakni dimulai dari lingkungan dengan membuat peraturan daerah dilarang merokok, termasuk juga tidak membolehkan guru merokok dalam kelas, sistem pelaksanaan kesehatan yang disertai dengan penanganan,” sebutnya. Dijelaskan Syamsuar, apabila ada anak yang korban akibat pergaulan bebas yang harus disiapkan tenaga tenaga yang memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan kesehatan. Jika merujuk kepada apa yang dilakukan di Kota Pontianak, maka Kabupaten Siak sudah bisa melaksanakan hanya saja ada beberapa indikator yang harus adanya penyempurnaan di lapangan. ‘’Jika indikator tersebut dapat kita sempurnakan mudah-mudahan untuk menwujudkan Kota Layak Anak di Kabupaten Siak dalam tahun 2013 dapat kita laksanakan. Walaupun belum seratus persen akan tetapi secara bertahap akan dapat dilaksanakan, sebab hal hal yang baik harus kita mulai pula dengan yang baik sehingga masyarakat kita akan berpikir bagaimana pentingnya masa depan anak bangsa ini,” tukasnya.

 rpc


17  Entaskan Kemiskinan

5 Tahun, Dana PPD Berkembang Rp 198 Miliar Program Pemberdayaan Desa (PPD) Provinsi Riau berjalan sangat sukses. Terbuksi, selama 5 tahun digulirkan, dana program ini berkembang hampir dua kali lipat.

K

EPALA Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPM dan Bangdes) Provinsi Riau Abdul Yafiz mengungkapkan keberhasilan Program Pemberdayaan Desa (PPD) yang digulirkan Pemprov Riau bersama kabupaten dan kota sejak 5 tahun silam. Selama kurun waktu tersebut program terbukti mampu menstimulus perrumbuhan kegiatan ekonomi masyarakat desa. “Keberhasilan PPD telah menyedot perhatian pemerintah pusat, sehingga konsep diadopsi untuk bisa diterapkan secara nasional. Karena, memang baru provinsi kita yang punya program seperti ini,” ujar Abdul Lafiz di Pekanbaru kemarin. Dipaparkan Abdul Lafiz, sejak 2005 silam Pemprov Riau bersama kabupaten dan kota telah mengucurkan dana sebesar Rp 235 miliar. Setelah dikembangkan sebagai modal usaha, saat ini dana tersebut telah tumbuh menjadi Rp 433 miliar atau mengalami kenaikan Rp 198 miliar. Jika diprosentasekan, pertumbuhan setiap tahunnya berkisar 18 persen. Program ini, lanjut Lafiz berupa pemberian modal Rp 500 juta setiap desa untuk membuat cikal-bakal Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Kegiatan usaha yang

HM Rusli Zainal

dilakukan beragam, mulai dari pertanian sampai perniagaan dan usaha simpanpinjam. Secara umum, lanjutnya, saat ini terdapat 632 desa di Riau yang telah menikmati dana PPD dengan total masyarakat yang terlibat langsung sebagai pelaku kegiatan usaha sebanyak 57.506 orang. Meskipun demikian sampai sekarang baru Kabupaten Indragiri Hilir, Siak dan Rokan Hulu yang telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), padahal keberadaan Perda tersebut menjadi syarat mutlak bagi desa-desa di daerah bersangkutan mendirikan Bumdes atau disebut Usaha Ekonoi Desa Simpan-Pinjam (UEDSP). “Kita harapkan seluruh daerah menggesa pembuatan Perda Bumdes, karena keberadaannya sangat penting bagi upaya pengembangan ekonomi masyarakat desa melalui program UED-SP,” ujar gubernur di kediamannya. Di tiga daerah yang telah memiliki Perda Bumdes, saat ini sudah terdapat 18 desa telah memiliki program UEDSP. Rincinya, di Kabupaten Rohul terbanyak dengan puluhan Bumdes UED-SP,

disusul Inhil dengan 6 Bumdes dan Siak 2 Bumdes. Sejak digulirkan, sampai saat ini sudah 501 desa dan kelurahan di seluruh kabupaten dan kota di Riau yang telah menerima program dana pemberdayaan masyarakat desa yang dananya berasal dari Pemprov Riau Rp 500 juta setiap desa. Sedangkan dari APBD kabupaten/ kota berkisar antara Rp 300 juta sampai 400 juta. Secara rinci, untuk anggaran dari APBD Riau

telah diterima 237 desa dengan total anggaran Rp 118,5 miliar dan dari APBD kabupaten/kota totalnya 264 desa dengan total dana Rp 116,8 miliar. “Program ini terbukti mampu membangkitkan potensi ekonomi masyarakat desa,” paparnya. Kemudian Pemprov Riau melalui Bank Riau Kepri tahun 2012 telah mengucurkan bantuan sebesar Rp500 juta setiap desa di Riau. Jumlah bantuan itu merupakan komitmen pemerintah provinsi untuk membangtu perekonomian desa dalam bentuk program Usaha Ekonomio Desa-Simpan Pinjam (UESD-SP). Program UED-SP yang digagas Pemprov Riau bersama Bank Riau ini sudah berlangsung sejak tahun 2010. Sehingga diharapkan melalui program ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Hingga kini program UEDSP sudah menjamah di hampir 700 desa se-Riau. Total dana yang sudah berhasil dikucurkan sekitar Rp300 miliar dengan sasaran target yangh sudah dicapai

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK

hampir Rp800 miliar. “Program ini merupakan yang sangat luar biasa. Kita juga terus optimis, antusias warga itu didukung dengan berhasilnya pengembalian dana bergulir yang mencapai target yang ditetapkan,” ungkap Lafiz. Sementara itu, dalam rangka pengentasan kemiskinan, Pemprov Riau melakukan beberapa langkah strategis. Selain pemberian program BDUD, Pemprov Riau juga melakukan pembangunan rumah layak huni (RLH) dan pembangunan kebun kelapa sawit. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, untuk pembangunan RLH, Pemprov Riau membangun 44.000 RLH. Karena, menurut data Dinas Kimpraswil Riau, saat ini terdapat sekitar 44.000 masyarakat yang belum memiliki RLH. Mereka inilah yang secara bertahap diupayakan Pemprov agar bisa memiliki rumah sederhana layak huni melalui program pemberdayaan masyarakat. Khusus untuk pembangunan kebun kelapa sawit, Pemprov menargetkan seluas 60.000 ha. Pembangunan kebun kelapa sawit ini difokuskan pada 7 kabupaten dan masing-masing kepala keluarga nantinya bakal mendapat kebun sawit seluas 3 ha. Keberhasilan program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap upaya pengentasan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran. Khususnya untuk menurunkan ini jumlah penduduk miskin di Provinsi Riau yang saat ini berjumlah sekitar 11,12%.*

 adv


18

KPA Gelar Seminar Anti HIV AIDS dan Narkoba B

ERTEMPAT di balai seminai Pangkalan Kerinci, Komisi Perlindungan Anak (KPA) bekerjasmaa dengan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Pelalawan mengadakan seminar anti Narkoba dan HIV AIDS, Kamis (29/11). Seminar yang bertemakan perlindungan terhadap perempuan dan anak sebagai salah satu upaya menciptakan generasi baru yang bebas narkoba dan AIDS dihadiri oleh ratusan pelajar yang berasal dari berbagai sekolah setingkat SMP dan SMA/SMK

di Pangkalan Kerinci. Wakil Bupati Pelalawan sekaligus Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pelalawan H Marwan Ibrahim yang membuka acara secara resmi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang diadakan tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang bahaya narkoba dan HIV AIDS kepada pelajar sejak dini. “Karena dampak dari bahaya narkoba itu menjadi momok yang sangat menakutkan dan merusak masa depan generasi muda, sedangkan HIV AIDS memiliki hubungan yang

erat dnegan penyalah gunaan narkoba” kata Marwan. Dijelaskan Marwan, orang orang yang terjerumus dalam lembah narkoba sangat beriko tertular penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut, ini disebabkan selain penggunaan narkoba melalui jarum suntik, pemakai narkoba cenderung melakukan seks bebas yang menjadi penyebab utama terjangkinya HIV AIDS. “Saat ini, bukan hanya kaum laki laki saja yang banyak tertular HIV AIDS, para ibu ibu juga banyak yang terjangkiti penyakit ini,

penyebabnya bermacam macam, karena itulah diadakan seminar ini untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar,” jelas Marwan. Terlaksananya seminar tentang bahaya narkoba dan HIV AIDS yang dipelopori oleh KPA Pelalawan bekerja sama dengan BPPKB Kabupaten Pelalawan merupakan wujud kepedulian Pemerintah terhadap generasi muda Kabupaten Pelalawan. “Ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap para pelajar, dengan pemahaman sejak dini diharapkan para pelajar terhin-

dar dari pengaruh narkoba dan bahaya HIV AIDS”tandasnya. Sedangkan untuk narasumber dalam seminar tersebut diantanya Sekretaris KPA Kabupaten Pelalawan Asril SKM, Mkes, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Abdul Muiz, Kanit Narkoba Polres Pelalawan Adi Pranoto. Dari masing masing narasumber, kesemuanya berpendapat sama betapa pentingnya pengetahuan dini yang harus dimiliki oleh para pelajar tentang bahaya narkoba dan HIV AIDS.*

 nol

Sekda Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya Bupati Pecat Samsul Bahri Sebagai Kades Sering

T

EPAT memperingati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 41 tingkat kabupaten, hari Kamis kemarin (29/11), Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, melalui Pemkab Pelalawan memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya pada 155 PNS. “Dan salah satu pejabat yang mendapatkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya pada tahun ini dengan masa bakti selama 30 tahun yakni Pak Sekda, Drs H Zardewan MM,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pelalawan, Abdul Karim SH, kepada Azam di Pangkalan Kerinci, Kamis (29/11). Abdul Karim mengatakan bahwa pemberian penghar-

gaan Satya Lencana Karya Satya sendiri merupakan sebuah tanda penghargaan yang diberikan pada anggota Korpri yang telah berbakti selama 10, 20 dan 30 tahun lebih secara terus-menerus. “Hal itu juga ditunjukkan dengan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya,” ujarnya. Sebelumnya, sambungnya, pihaknya telah melakukan penilaian seperti masa kerja, penilaian kinerja baik dan diusulkan langsung oleh atasan PNS yang bersangkutan dan pegawai yang diusulkan tidak terlibat kasus hukum, dan lain-lain. “Setelah itu, berkas-berkas tersebut harus dikirimkan ke Kemendagri. Jadi penghargaan

ini diberikan langsung oleh Presiden RI melalui Pemkab Pelalawan, dan tadi diberikan oleh Pak Wabup,” katanya. Untuk tahun 2012 ini, lanjutnya, jumlah PNS yang mendapatkan penghargaan sebanyak 155 orang. Rinciannya, untuk masa bakti 10 tahun diberikan pada 65 orang, untuk masa bakti 20 tahun diberikan pada 79 orang dan masa bakti 30 tahun disematkan pada 11 orang. “Sedangkan pada tahun 2011 lalu, Presiden RI melalui Pemkab Pelalawan juga memberikan penghargaan yang sama pada 214 PNS untuk masa bakti 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun,” ujarnya. Dikatakannya, bahwa pemberian Satya Lencana Karya Satya ini merupakan wujud penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang sudah mengabdi serta lama dengan masa bakti 10 tahun ke atas. “Penghargaan yang diberikan bertepatan dengan HUT Korpri ke 41 ini khusus diberikan pada PNS yang sudah memberikan suatu pengabdian luar biasa dan juga suatu prestasi yang cukup baik terhadap masyarakat, bangsa dan negara,” tutupya.*

 nol

Koperasi HMDT Laksanakan Verifikasi Kepemilikan KKPA

K

OPERASI Petani Harapan Maju Desa Telayap saat ini telah melaksanakan verifikasi Status kepemilikan kebun kelapa sawit dengan pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA). Verifikasi tersebut bertujuan untuk menyelesaikan segala persoalan kepemilikan kebun KKPA yang dikelola oleh Koperasi Harapan Maju Desa Telayap dengan bapak angkat PT Adei. Sebagaimana dikatakan Ketua Koperasi Harapan Maju Telayap Afrizal, kepada Azam, baru baru ini mengatakan bahwa dengan verifikasi ini akan menjadi jelas siapa saja yang berhak atas kebun sawit pola KKPA itu. “Untuk itu saya himbau

kepada masyarakat pemilik kebun sawit pola KKPA Koperasi Harapan Maju Desa Telayap untuk mendatangi kantor koparsi di Desa Telayap agar dilakukan verifikasi kepemilikan,” kata Ijal. Lebih lanjut Ijal menghimbau, Masyarakat pemilik kebun sawit KKPA Koperasi Harapan Maju untuk segera melakukan verifikasi kepemilikan kebun KKPA itu dengan membawa barang bukti dan legalitas kepemilikan ke kantor koperasi. “Bukti bukti kepemilikan tentunya harus dibawa agar kita bisa lakukan verifikasi,” lanjutnya. Ditambah Ijal, untuk pemilik kebun KKPA yang didapat atas terjadinya proses jual beli dengan anggota

koperasi Harapan Maju, maka pemilik itu harus membawa bukti pembelian yang ditanda tangani kedua belah pihak. “Yang kita lakukan verifikasi kepada seluruh pemilik kebun KKPA itu, baik anggota koperasi maupun masyarakat yang membeli kebun itu, jika masyarakat membeli harus membawa bukti pembelian,” tegasnya. Pelayanan verifikasi kepemilikan kebun kelapa sawit pola KKPA oleh pengurus Koperasi Harapan maju Desa Telayap, imbuh Ijal, dilaksanakan mulai tanggal 26 November sampai 15 Desember 2012, pada hari senin sampai hari Kamis, sedangkan hari Jum’at sampai minggu kantor Kopersi tidak dibuka.*

 nol

N

ASIB Samsul Bahri, oknum Kepala Desa Sering Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan di pemerintahan desa berakhir, pasalnya usulan Badan Permusyaratan Desa (BPD) Sering kepada Bupati Pelalawan yang menuntut dipecatnya Samsul Bahri dari jabatan Kepala telah dikabulkan Pemda Pelalawan. Hal ini dibenarkan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Setda Pelalawan, Hadi Penandio, kepada Azam, Rabu (28/11) mengatakan surat pemberhentian Samsul Bahri sebagai Kades Sering telah ditandatangani Bupati Pelalawan dan telah diserahkan kepada yang bersangkutan. “Surat Keputusan Bupati tentang pemberhentian Kades Sering tertanggal 21 November 2012, dengan nomor surat KPTS.141/PEM/ 2012/571. Surat tersebut telah dikirimkan ke Camat Pelalawan dan telah diserahkan kepada yang bersangkutan” ujar Hadi. Keluarnya SK Bupati Pelalawan mengenenai pemberhentian Kades yang diduga telah melakukan perbuatan asusila terhadap salah seorang staffnya dan perbuatan aborsi kepada korban asusila yang dilakukan Kades Sering tersebut berdasarkan pertimbangan dan hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Pelalawan menyatakan bahwa telah terpenuhnya unsur unsur untuk memberhentikan Samsul Bahri dari batan Kades Sering. “Ya, berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat yang menyatakan bahwa Samsul Bahri terbukti melanggar fasal 36 huruf f dan g perda no 19 tahun 2001 mengenai tata cara pemberhentian kepala desa,” ujarnya. Unsur pelanggaran yang tercantum dalam fasal 36 huruf f, dijelaskan Hadi merupakan tindakan tindakan yang menghilangkan kepercayaan masyarakat

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

kepada Kepala Desa, sedangkan huruf g nya menyatakan sebab sebab lain yang bertentangan dengan aturan aturan dan norma norma yang ada dalam kehidupan masyarakat di desa tersebut. “Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat yang menyatakan bahwa Kades Sering telah memenuhi unsur unsur dalam perda tersebut untuk diberhentikan dari jabatan Kades Sering” jelas Hadi. Agar tidak terganggunya jalan pemerintahan desa, lanjut Hadi, BPD Desa Sering akan menetapkan pejabat Kades dan diusulkan kepada Bupati Pelalawan untuk dilantik menjadi Kades definitif. “Namin menjelang ditetapkan pejabat Kades Sering, Camat Pelalawan menunjuk pelaksana tugas Kades Sering untuk menjalankan pemerintahan desa sehingga kekosongan pemerintahan di desa itu tidak terjadi,” lanjutnya. Sedangkan menyangkut permasalahan hukum yang melibatkan Samsul Bahri terkait perbuatan asusila dan tindakan aborsi tehadap salah seorang staffnya Intan, dikatakan Hadi diserahkan kepada korban maupunm masyarakat Desa sering, apakah melanjutkan perkara tersebut ke jalur hukum atau diselesaikan secara kekeluargaan. “Sanksi terberat dari pemda Pelalawan terhadap pelanggaran Perda kepada Samsul bahri adalah dipecat, sedangkan perkara hukumnya tergantung korban dan masyarakat desa sering, mau dilanjutkan silahkan, itu hak mereka,” terang Hadi. Bergulirnya kasus asusila yang dilakukan Samsul Bahri terhadap staffnya, setelah pihak korban yang didukung masyarakat Desa Sering mengadukan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan Samsul Bahri kepada Pemda Pelalawan dan Polda Riau.*

 nol


19

173 RLH Untuk Lima Kecamatan P

EMERINTAH Kabupaten Inhu kembali mendapat tambahan Rumah Layak Huni (RLH) tahun 2012. RLH ini diperuntukan bagi masyarakat ekonomi kurang mampu di sejumlah desa dan kecamatan. “Inhu mendapat tambahan sebanyak 173 unit rumah layak huni. Pada 2012 ini saja total bantuan dari Kemeterian Perumahan Rakyat untuk Inhu mencapai 630 unit,” ujar Kadis PU Inhu Dr Ir H Asmara HK MM didampingin Kabid Cipta Karya, Trisiana Anom Sari MT kepada wartawan, Rabu (28/11)

pekan lalu di ruang kerjanya. Dikatakan, tujuan pemerintah membantu RLH ini adalah untuk membantu masyarakat miskin yang belum memiliki rumah layak huni. Maka pemerintah mengalokasikan dana untuk perbaikan rumah tersebut, sehingga pada saatnya nanti tidak ada lagi warga yang tidak memiliki rumah. Sebanyak 173 RLH ini akan dibangun di lima kecamatan. Yaitu Kecamatan Batang Cenaku meliputi dua desa, masing-masing Desa Lahai Kemuning sebanyak 41 unit,

Desa Pejangki 31 unit. Desa Silunak Kecamatan Batang Peranap 44 unit, Desa Siberida Kecamatan Seberida, sebanyak 25 unit, serta Desa Pasir Kelampaian, Kecamatan Sungai Lala 32 unit. “173 unit ini segera dibangun dalam waktu dekat,” ucapnya Sedangkan 473 unit sebelumnya saat ini sudah dalam proses pembangunan, karena jumlah tersebut lebih awal dilaksanakan. Maka ditargetkan bisa selesai secepatnya, supaya bisa digunakan oleh masyarakat pemilik.

Ketersediaan BBM Masih Normal

M

ESKIPUN di sejumlah daerah di pulau Sumatera mengalami kelangkaan BBM, namun di sejumlah SPBU di wilayah Inhu stok BBM jenis premium masih aman. Sampai Jumat (30/11) tidak ada kelangkaan SPBU di daerah ini. Hasil pantauan di lapangan, di SPBU Pematangreba, belum ada antrian pelanggan yang menunjukkan pasokan BBM masih bisa melayani dengan normal. Begitupun premium eceran di tengah masyarakat juga masih aman. Harga premium eceran untuk satu liter masih tetap Rp6 ribu perliter. Kondisi ini

diharapkan tetap bertahan, supaya transportasi warga berjalan lancar. Sementara itu diwilayah Kecamatan Peranap dan sekitarnya, premium juga masih tetap tersedia. “Sampai hari ini kondisi premium di Kecamatan Peranap, masih tersedia dengan baik,” ujar salah seorang warga Peranap Milly Taufiq. Menurutnya, saat mengisi BBM jenis premium di SPBU Peranap, maka kondisinya masih stabil seperti hari biasa, sehingga terhindar adanya antrean didaerah itu. Begitupun dengan eceran

disejumlah warung dan kios milik warga, premum tetap tersedia. Ditempat terpisah, Kadis Perindagpas Inhu Ir.H.Ilyanto MT dihubungi mengatakan, sejauh ini premium masih tersedia di Inhu. Tidak ada terjadi antrean panjang seperti di wilayah Jambi seperti yang diberitakan media. Untuk beberapa waktu ini sebutnya, premium dan BBM masih tetap aman di Inhu. Bahkan kemarin dirinya mengikuti rapat di Pekanbaru untuk membahas ketersediaan BBM bersama daerah lain di Riau.

 suh/hrc

Dengan demikian rumah wraga yang sebelumnya tidak layak huni, maka dengan bantuan ini akan menjadi rumah layak huni. Total dinilai dana stimulan RLH ini mencapai Rp6 juta. Pelaksanaan fisik kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan pola pemberdayaan masyarakat, sehingga diperlukan partisipasi aktif dari masayarakat setempat. Dengan keikutsertaan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan ini bisa terus dilaksanakan, sehingga masyarakat yang berpeng-

hasilan rendah bisa memiliki rumah layak huni. Sebelumnya Bupati Inhu Yopi Arianto SE menegaskan kepada semua camat, kepala desa untuk melaporkan data rumah tidak layak huni di desa masing-masing. Kades melalui camat diharapkan menyampaikan data ini langsung kepada Dinas PU, sehingga bisa diajukan untuk tahun anggaran berikutnya. Menurut bupati, masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tak layak huni.

 suh/rpo

2013 Bandara Japura Buka Rute Baru

S

ETELAH sekian lama Bandara Japura Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang terletak di Desa Sidomulyo Kecamatan Lirik mati suri. Kini pihak Bandara dibawah pimpinan Ambar Suryoko, SE,MM bertekad menggeliatkan kembali aktivitas bandara kebanggaan masyarakat Inhu tersebut. Secara teritorial Bandara Japura Rengat hanya berjarak lebih kurang 30 kilometer dari pusat Ibukota Kabupaten Inhu atau dengan jarak tempuh 1 jam perjalanan. Berada pada titik Kordinat 00,21’06"S dan 102,20’04 E sesuai klasifikasi ICAO, Bandara Japura Rengat layak dijadikan pintu masuk dan keluar dari Inhu. Keberadaan bandara ini nantinya diharapkan dapat menjadi sarana pendukung tumbuh kembangnya perekonomian dan pembangunan Inhu dan sekitarnya “Beroperasinya bandara ini tentu membawa dampak yang positif terhadap daerah ini bagi kemajuan Inhu di masa mendatang”, ujar Ambar kepada wartawan, pekan lalu dikantornya. Dikataknya, pihaknya sedang berupaya keras mengaktifkan kembali bandara ini. Seperti beberapa waktu yang lalu pihak bandara telah berusaha membangun kerjasama dengan perusahaan penerbangan Sky Avation rute Rengat-Batam namun akhirnya kesepakatan

tersebut gagal. Meski demikian pada keberangkatan jemaah haji 2012 ini, Inhu tetap upayakan menggunakan pesawat tersebut via Rengat-Batam pulang pergi. “Untuk mengembalikan kejayaan Bandara Japura seperti pada sediakala, kami akan mencoba kembai membuka rute penerbangan baru, yakni rute RengatJambi dengan menggunakan pesawat jenis Kasa 212. Untuk itu kami memerlukan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat,” ungkap Ambar. Tanpa adanya dukungan tersebut, lanjutnya upaya ini akan sulit diwujudkan. Serta dengan barjalannya waktu pihak bandara Japura Rengat juga akan berusaha semaksimal mungkin membuka rute penerbangan lain, seperti Rengat-Pekanbaru, RengatBatam dan Rengat-Jakarta. Masih Kata Ambar, dibukanya rute ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mempermudah akses dari dan ke Inhu. Terutama bagi pejabat daerah yang akan bepergian keluar kota. Baik untuk perjalan dinas maupun pribadi dan keluarga. Serta diprioritaskannya rute Rengat-Jambi tentu mempunyai alasan yang sesuai, karena saat ini jalur darat menuju kota Jambi saat ini masih mengalami kerusakan yang cukup parah.

 suh/roc

FMLRBL Dukung Pemkab Ambil Alih Blok Kampar

P

EMERINTAH Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diminta mengambil alih pengelolaan Blok Kampar. Jika hal itu tak dilakukan, maka untuk 20 tahun ke depan, masyarakat Inhu akan jadi penonton di negeri sendiri. Penegasan itu disampaikan pensiunan karyawan PT Medco E&P dan Pertamina UBEP Lirik yang tergabung dalam Forum

Masyarakat Lirik untuk Rebut Blok Kampar (FMLRBL) saat menggelar pertemuan dengan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Inhu yang juga Plt Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Khairizal serta pertemuan dengan Wakil Ketua DPRD Inhu Arwan Citra Jaya. Pensiunan karyawan PT Medco dan Pertamina yang tergabung dalam Forum Masyarakat Lirik untuk Rebut

Blok Kampar itu antara lain H Asril Husin mantan Kabag Produksi yang juga pernah menjabat Field Manager Area dan H Yursal mantan Teknikal Produksi. Selain itu, H Junaidi Jamal mantan Asisten Manajer Pertamina, Johan Wihantau mantan Kabag Personalia dan Maintanance Pertamina, H Nafsir mantan Production, H Samijo mantan Kabag Trans-

portation dan Mekanikal, H Agus mantan Supervisor Kelistrikan, Sofyan Heri dan H Baharudin mantan Oil Accounting, Edi Enginereeng Tecnikal serta Jhony Setiawan Mundung yang merupakan tokoh pemuda masyarakat Desa Lambang Sari V Kecamatan Lirik. “Ini kesempatan bagi Pemkab Inhu untuk mengambil alih Blok Kampar yang kontrak

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

kerja eksploitasi dengan PT Medco akan berakhir 5 Juli 2013 mendatang. Jika kesempatan ini hilang, maka Inhu hanya akan kembali menjadi penonton hingga 20 tahun kedepan. Ini tentu sangat menyedihkan bagi anak cucu kita,” tegas salah seorang anggota Forum Masyarakat Lirik untuk Rebut Blok Kampar, Jhony Setiawan Mundung.

 suh/hrc


20 Indragiri Hilir Ibadah

Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis

Bupati Canangkan Zona Zero Anti Korupsi

D

IRJEN Pemerintahaan Umum (PUM) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Dr Imade Suwandi, memberikan apresiasi kepada Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Indra Mukhlis Adnan yang telah mencanangkan pemerintahan zona zero anti korupsi. Menurut Imade, meski ada kabupaten/kota di Indonesia yang mencanangkan pemerin-

tahan yang bersih dari korupsi, namun dia mengakui bahwa Inhil adalah salah satu kabupaten yang berani memasang pamflet ataupun pengumuman di lokasi-lokasi umum seperti jalanan. “Setahu saya ini adalah kabupaten pertama di Indonesia. Lagi pula biasanya hanya dilakukan pemerintah melalui perkataan lisan, tapi ini sudah disebar ke seluruh daerah

sehingga rakyat menjadi tahu,” ungkapnya, Kamis (29/ 11) lalu saat berkunjung ke Tembilahan. Dia menyaarankan, hal itu harus didasari dengan pembuatan sistem oleh pemerintah. Sebab, kalau tidak sistemnya maka sedikit membahayakan diri sendiri. Lalu segala urusan yang dibuat harus didasari dengan apa yang diperlukan

masyarakat. “Kalau urusannya yang tidak ada kepentingan lebih baik jangan dikerjakan,” sarannya. Terkait anggaran, katanya, dibuat harus untuk membiayai urusan tersebut dan tidak dibuat sesuka hati sebagaimana dibuat oleh kebanyakan orang. Demikian juga dengan pelayanan publik yang jelas secara kualitas dan standarnya. Sehingga jelas prosedur, biaya dan waktu selesainya. “Inilah yang saya maksud dengan sistem. Karena kalau sistem yang dibuat siapapun pemerintahnya dia akan jalan terus,” tegasnya sambil mengatakan langkah itu sebagai antisipasi agar zona korupsinya tetap awet. Kegiatan yang sudah dicanangkan Bupati Inhil, lanjut Imade di sanalah letak otonomi sehingga dapat menterjemahkan kebijakan nasional menjadi bahasa operasional tingkat lokal. Kemudian dapat disosialisasikan kepada masyarakat dan diketahui publik. “Apapun alasannya, pencanangan zona zero korupsi ini harus siap secara

mental. Inilah yang dinamakan reformasi birokrasi,” imbuhnya. Sementara itu Bupati Inhil, H Indra Mukhlis Adnan mengatakan, lahirnya dasar pencanangan zona zero korupsi dilandasi oleh komitmen dirinya terhadap pemerintahan yang bersih. Sehingga untuk menciptakan pemerintah yang bersih perlu dilakukan sebuah tindakan dan gerakan massal yang menjadi ruhnya pegawai agar dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat. “Ini peringatan dan pembinaan awal agar mereka tidak melakukan tindak pidana korupsi,” katanya. Namun hal yang paling penting menurut Indra adalah pencegahan terhadap korupsi itu sendiri. Kalau mereka yang diingatkan itu sudah menjadi koruptor itu sudah menjadi urusan hukum. “Ketika kita mencetuskan anti korupsi, ya kita harus siap. Sebab kapan lagi kita memberikan pelayanan yang baik dan berwibawa kepada masyarakat kalau tidak dimulai dari sekarang,” tegasnya.

 jan/rpo

Pemkab Luncurkan Kartu Berobat Gratis Tragis Jembatan Kerap Roboh Diterjang Arus

M

ASYARAKAT miskin di Kabupaten Inhil semakin mundah mendapatkan layanan kesehatan, menyusul diluncurkannya kartu berobat gratis. Untuk memudahkan akses warga Indragiri mendapatkan pelayanan kesehatan, maka diluncurkan Kartu Berobat Gratis. Seluruh warga Inhil berhak mendapatkan akses pengobatan gratis ini. “Bagi memudahkan akses warga Inhil mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis, maka kita meluncurkan Kartu Berobat Gratis. Seluruh warga Inhil, berhak mendapatkannya,” ungkap Bupati kepada wartawan, Rabu (28/11) lalu. Disebutkannya, pemegang kartu ini berhak mendapatkan akses pengobatan gratis di rumah sakit pemerintah dan seluruh biayanya ditanggung pemerintah. “Mereka berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di ruang Kelas III, bahkan sampai dirujuk ke

rumah sakit pemerintah di luar Inhil. Kartu Berobat Gratis ini bekerjasama dengan Bank BRI,” sebut Indra. Nantinya, warga yang akan mendapatkan pelayanan kesehatan, cukup memperlihatkan kartu ini kepada petugas kesehatan dan petugas harus melayaninya. “Dengan adanya kartu ini, maka warga tidak susah lagi membawa Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kades atau Lurah, mereka cukup bawa kartu ini. Orang kaya pun boleh memiliki kartu ini, tapi logikanya kan tidak mungkin mereka yang punya kebun 100 hektar mau menggunakan kartu ini,” imbuhnya. Diharapkannya, pembuatan kartu ini bagi warga dapat dikoordinir oleh Kepala Desa, sehingga seluruh warga tercover dan berhak mendapatkannya. Asal memiliki KTP Inhil dan atau penduduk Inhil, maka berhak mendapatkan kartu ini.

 jan/rtc

S

EBUAH jembatan penghubung antardesa di Inhil kerap roboh diterjang arus air. Karena itu, masyarakat meminta dibangunkan jembatan permanen. Menjadi akses penghubung antar desa dan pelajar ke sekolah, maka warga meminta jembatan ‘darurat’ dari kayu dibuat permanen oleh Pemerintah Kabupaten Inhil. Jembatan sepanjang 80 meter dan lebar sekitar 2 meter yang melintang diatas kanal Desa Nusantara Jaya ini kerap roboh dan putus diterjang arus banjir. Padahal, saban hari ratusan warga dan pelajar melintas diatasnya. “Beberapa hari lalu sempat putus sekitar 15 meter di bagian tengah jembatan kayu ini, diseret banjir deras. Para pelajar sempat libur sekolah, karena jembatan tidak bisa dilalui. Perbaikan dilakukan warga secara gotong-royong,” ungkap Kepala Desa Nusantara Jaya, Syarifuddin A Said kepada wartawan, Jum’at (30/ 11) pekan lalu. Terangnya, telah beberapa kali beliau menyampaikan kepada instansi terkait bagi

pembangunan jembatan ini, namun sampai saat ini belum juga direalisasikan. Sehingga untuk membangun dan memperbaiki jembatan kayu ini terpaksa menggunakan dana Desa Mandiri (DM). “Padahal ini merupakan jembatan penghubung antar

desa, yakni ke Desa Kotabaru dan beberapa desa lainnya, serta lalu lalang pelajar menuju SMP 5 Keritang. Maka, warga sangat mengharapkan dilakukan pembangunan jembatan permanen,” sebutnya.

 jan/rtc

Progres Pembangunan Dermaga Sembuang Mengkhawatirkan

P

EMBANGUNAN dermaga pelabuhan penumpang di Sebuang, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dibiayai oleh APBD Provinsi Riau 2012, pelaksanaannya kini menjadi kekhawatiran tersendiri. Pasalnya, dari hasil pembangunan terlihat pelaksanaan hingga saat ini masih jauh

di bawah target. Hal ini dipicu karena sisa waktu pengerjaan proyek singkat, yakni hanya satu bulan. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Pahrolrozy kepada wartawan, Ahad (25/ 11) lalu di Tembilahan. Dia menyebutkan, dari

pantauan Dishubkominfo Kabupaten Inhil di lapangan, pelaksanaan pembangunan dermaga pelabuhan Sembuang Mandah tersebut baru berupa pemancangan. Tiang pancang terlihat banyak yang berdiri, namun dermaga apung juga belum tampak. “Kita mengkhawatirkan pembangunan dermaga Pelabuhan Sembuang yang

masih jauh dari target penyelesaian pekerjaan di akhir tahun 2012 ini harus rampung. Sebab yang terlihat sampai saat ini hanyalah tiang-tiang pancang saja,” ujar Pahrolrozy. Namun, dikatakan Pahrolrozy, pihaknya berharap agar proses atas pelaksanaan proyek dermaga Pelabuhan Sembuang yang dibiayai dari

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

APBD Provinsi Riau 2012 tersebut dapat segera diselesaikan oleh pihak kontraktor pelaksana, mengingat sisa waktu tinggal kurang lebih satu bulan ini. “Pembangunan pelabuhan itu kita harapkan dapat segera terealisasi 100 persen di akhir tahun oleh kontraktor,” katanya.

 jan/rpo


21 Kepulauan Riau

Kota Gurindam Negeri Pantun

 Dugaan Korupsi APBD 2010 Sebesar Rp1.3 Miliar

Mantan Seko Tanjung Pinang Ditahan Setelah melalui proses pemeriksaan yang panjang, akhirnya mantan Sekda Kota Tanjungpinang, Gatot Winoto resmi ditahan oleh Kejaksaan.

M

ASIH segar dalam ingatan kasus penyelewengan dana APBD tahun 2010 yang merugikan negara sebesar Rp. 1,3 milyar. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan ini merupakan kasus yang pertama kalinya dikantor Walikota Tanjungpinang yang menjebloskan, Fadil sebagai Bendahara akan rela menginap di Hotel Pradeo selama 5 tahun sesuai dengan amal putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Fadil kini sedang mengajukan banding tingkat kasasi sehingga belum ada keputusan tetap, namun apabila hasil banding tingkat kasasi sudah turun dan mungkin saja hukuman dapat lebih ringan dari vonis sebelumnya tentu perjuangan Fadil tidak sia-sia, sebaliknya kalau hukumannya diperberat besar kemungkinan akan dipecat sebagai PNS. Dari hasil pemerikasaan Fadil oleh pihak Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, ternyata mantan Bendahara inipun bukan pemain tunggal, mantan Sekda kantor Walikota Tanjungpinang, Drs.H.Gatot Winoto, MT sebagai pengguna anggaran terlibat didalamnya termasuk M.Yamin dan M.Rasyid yang merupakan saksi kunci perangkat sentralisasi pencairan keuangan itu disikat habis dan pada hari Selasa (27/11) mereka resmi ditahan di Rutan Kelas IA Kota Tanjungpinang untuk menjalani masa orientasi selama satu minggu. Tidak ada pengecualian tentang kamar penginapan ketiga tahanan ini, mereka bertiga digabung dalam satu ruanagn dengan 32 tahanan lainnya. Dengan tertangkapnya pelaku tindak

Mendagri Gamawan Fauzi

Pidana Korupsi ini tentu angka kriminal khusus diwilayah pemerintah Pemprov Kepri semakin berkurang. Kepala Rutan Kelas IA Tanjungpinang dalam keterangan Pers menyatakan, Ketiga pejabat Pemko Tanjungpinang itu kondisinya dalam keadaan sehat dan ruang tahanan mereka diperlakukan sama

dengan tahanan lain, meskipun masih menyandang gelar sebagai pejabat jelas tidak ada pengecualian, dan sebagai tahanan baru tentu saja akan menjalani masa orientasi berupa pembinaan sebelum ditempatkan diruangan khusus narapidana. Jadi saat ini ketiganya masih diruangan Admisi dan Orientasi paling tidak selama satu minggu ini, papar Musbahudin sebagai orang nomor satu dirutan itu. Dengan peristiwa yang sangat memalukan dan mencoreng institusi pemerintah kota Tanjungpinang ini, tentu menjadi suatu pembelajaran bagi pejabat secara khusus diwilayah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Mendagri, Gamawan Fauzi belum lama ini berupaya memanggil semua pejabat Sekda seluruh Indonesia untuk mengadakan rapat khusus di Jakarta tentang pembinaan agar jabatan Sekda sebagai pengguna anggaran APBD dapat menjalankan tupoksinya dengan baik. Sekda dituntut lebih waspada dan profesional

dalam menjalankan tugas kewenangannya khususnya tentang penanganan maupun penggunaan dana uang negara. Mendagri menyadari betapa banyaknya kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat daerah ditanah air yang intinya merusak serta merongrong keuangan negara kesatuan RI. Untuk itu pembinaan maupun penegasan tentu dianggap penting agar menjalankan amanah dan kepercayaan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang telah digariskan. Kordinasi, komunikasi serta kerjasama sangat diutamakan yang merupakan kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas pemerintahan. Kemudian Mendagri dalam surat edarannya kepada pejabat didaerah khususnya kepada Gubernur Kepri, M.Sani agar senantiasa dapat mewaspadai serta mempertimbangkan pengangkatan pejabat mantan narapidana. Surat edaran Mendagri itu turun setelah pengunduran diri, Azirwan Kepala Dinas

Mantan Sekda Kota Tanjungpinang Gatot Winoto paling kiri resmi ditahan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang

Perikanan dan Kelautan Provinsi Kepulauan Riau yang menerima desakan bulan Oktober 2012 yang lalu. Azirwan mantan Sekda Pemkab Bintan adalah salah seorang mantan narapidana terkait dengan pembebasan Chasment Area didaerah Bintan Buyu, pada bulan Maret 2012 Gubernur Kepri mengangkatnya sebagai Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Kepri, baru menjabat selama 7 bulan banyak orang mempolemikkan agar Azirwan segera dicopot Gubernur dari jabatan empuk itu. Karena tidak tahan dengan serangan pihak ketiga Azirwan pun mengundurkan diri terlepas dengan kesadarannya atau keputusan Gubernur. Lalu bagaimana dengan jabatan mantan Narapidana yang masih aktif bertugas didaerah, apakah telah memiliki kesadaran yang sama dengan Azirwan apalagi setelah terbit surat edaran Mendagri kepada Gubernur Kepri yang intinya melakukan peninjauan kembali?. Penegasan Mendagri tentu merupakan PR baru bagi Gubernur M. Sani karena sampai saat ini beberapa pejabat didaerah seperti di Pemkab Lingga, Natuna, Batam masih adem ayem saja terkecuali Kadis Pelayanan Izin Terpadu Pemko Tanjungpinang, Yusuf Faisal kabarnya sudah mengundurkan diri dari jabatannya. Apakah pejabat mantan Narapidana itu masih tetap dipertahankan Pak Gubernur ? kalau saja dipertahankan dapat dikategorikan bahwa pemerintahan didaerah Kepri belum bersih dan sehat artinya masih melekat dengan budaya KKN, padahal masih banyak PNS yang telah layak diangkat untuk menggantikan posisi mereka, buktinya pejabat eselon II berpangkat IV c dan IV d ada yang Non job atau tidak memiliki meja, misalnya Asman Taufik, Yusrizal dan yang lainnya, mereka ini sudah pegawai senior namun tidak diberdayakan.*

 bin

BKD Buka Pelayanan Konseling Pegawai

S

EBAGAI upaya meningkatkan etos kerja dan kualitas Pegawai di Lingkungan Pemko Tanjungpinang, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tanjungpinang membuka Pelayanan Konseling Pegawai yang sudah berjalan sepanjang tahun 2012. Pelayanan itu dibimbing psikolog, Kantor Departemen Agama dan tenaga medis dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Tanjungpinang. Kepala BKD Kota Tanjungpinang Suyatno mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan

ini adalah untuk membantu pegawai yang bersangkutan memahami dan mengenal dirinya dan lingkungan agar dapat melakukan penyesuaian secara optimal baik di lingkungan kerjanya maupun di masayarakat. Selain itu, juga untuk mengarahkan dan membantu pegawai untuk mencari pilihan (problem solving) pemecahan masalah yang dialami sehingga nantinya pegawai tersebut memiliki kesehatan mental yang baik dan dapat meningkatkan kinerja serta produktivitas pegawai.

“Adapun lingkup kegiatan pelayanan konseling pegawai ini adalah terhadap pegawai yang mengalami masalah keluarga maupun lingkungan kerja, gangguan psikis dan masalah kesehatan. Lalu, konseling spritual bagi pegawai yang membutuhkan bimbingan dan tuntunan untuk mendapatkan siraman rohani dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga pegawai yang membutuhkan pengobatan dengan cara non medis,” terang Suyatno

Berdasarkan data BKD Kota Tanjungpinang, kegiatan ini memberikan pengaruh yang positif bagi perubahan pola dan tingkah laku serta masalah pribadi maupun kantor terhadap pegawai yang telah di lakukan konseling. Hal tersebut terlihat dari 14 orang pegawai yang telah dilakukan konseling terdapat 8 orang pegawai yang dilakukan konseling akibat permasalahan kedisiplinan di kantor khususnya menyangkut jam kerja dan menaati ketentuan jam kerja. “Dari kedelapan pegawai

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

tersebut, berdasarkan data kedisiplinan pegawai pada BKD Kota Tanjungpinang, terhadap pegawai–pegawai tersebut telah mengalami perubahan yang baik dalam peningkatan etos kerja pegawai terutama jam masuk dan keluar kantor bagi pegawai. Sehingga dapat dikatakan pelaksanaan kegiatan ini memberikan pengaruh yang baik bagi peningkatan kualitas pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang,” katanya.

 hkc


22 Kuantan Singingi

Kota Jalu Negeri Budaya

RBM Tempat Merumuskan Program Desa R

UANG Belajar Masyarakat (RBM) adalah untuk meningkatkan efektifitas perencanaan desa melalui integrasi program yang berkualitas. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan bagi masyarakat. Hal itu dikatakan Kepala Pemberdayaan Masyarakat Keluarga Berencana (BPMKB) Kabupaten Kuantan Singingi H. Hasarudin, S.Sos, MM dalam acara Pelatihan Kader Integrasi dan Avokasi Hukum Ruang Belajar Masyarakat (RBM-PNPM-MPd) di Hotel Kuantan Sei. Jering Taluk.

Sasaran RBM adalah untuk meningkatkan posisi tawar rakyat dalam proses perumusan kebijakan publik dan pengelolaan pembangunan melalui prosedur pengembangan ruang perbincangan publik yang demokratis. Dihadapan peserta pelatihan Hasarudin yang diwakili sekretaris BPMKB, Yasriadi, S.Pd mengatakan bahwa PNPM Mandiri pedesaan adalah program untuk mempercepat menanggulangi kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Pendekatan PNPM Mandiri di pedesaan

merupakan pengembangan penyempurnaan dari program perkembangan kecamatan (PPK) yang telah dinilai berhasil dalam hal penyedia lapangan kerja dan pendapatan dari kelompok masyarakat miskin. Kegiatan ini telah berhasil menumbuhkan kebersamaan atau partisipasi dari masyarakat. Visi PNPM mandiri pedesaan adalah agar tercapainya kesejahteraan kemandirian masyarakat miskin di pedesaan. Kesejahteraan yang dimaksud adalah terpenuhinya kesejahteraan masyarakat, sedangkan kemandirian berarti mampu menganalisir diri sendiri untuk memobilisasi sumber daya yang ada dilingkungannya dan mampu mengakses sumberdaya keluar lingkungannya, serta mengolah untuk mengatasi masalah kemiskinan. Selanjutnya Hasarudin

Sukarmis Usulkan Perubahan Perda

P

ERATURAN Daerah No.10 tahun 2011 akan dirubah sesuai dengan usul Bupati Kuansing H Sukarmis. Buktinya, Rabu silam telah dilakukan rapat paripurna membahas masalah tersebut. Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Muslim, S.Sos dengan agenda Rencana Peraturan Daerah tentang usulan Perubahan atas Perturan Kepala Derah Kabupaten Kuantan Singingi No. 10 tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2). Setelah sidang dibuka dilanjutkan dengan pidato pengantar dengan pidato Bupati H. Sukarmis. Dalam pidatonya, Sukarmis menyebutkan kepala daerah punya kewenangan merubah peraturan daerah, sebagaimana yang diamanatkan, dalam UU NO.28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi daerah. Kewenangan dalam urusan keuangan daerah yang diamanatkan dalam UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, memberikan hak kepada daerah, untuk memberdayakan segenap potensi daerah yang tersedia dan berdasarkan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, maka daerah diberikan hak dan kepastian untuk mendapatkan sumber keuangan dalam pemerintah, diantaranya melalui pemberian kewenangan pemunguntan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan kepada daerah. UU No. 28 tahun 2009, secara jelas memberikan penambahan kewenangan pemungutan untuk bberpa jenis pajak yang diserahkan kepada daerah Kabupaten/Kota, maka untuk memenuhi amanat undang-undang dimaksud, pemerintah kabupaten Kuantan Singingi bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Kuantan Singingi telah menetapkan peraturan daerah No.10 tahun 2011 tentang pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan pada tanggal 18 April 2011 yang lalu, namum dengan surat kementerian keunagan No:S-397/ MK.7/2012 tanggal 25 Juni 2012, pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dapat melaksanakan pemunguntan PBB P2 ini mulai 1 Januari

tahun 2013. Sukarmis menegaskan setelah mengamati peraturan daerah Kabupaten Kuantan Singingi No.10 tahun 2011 tentang pajak bumi dan bvangunan pedesaan dan perkotaan ( PBB P2 ) Bab III tentang dasar pengenaan, tarif dan cara perhitungan pajak yaitu pada pasal 6 tentang tarif, bahwa tarif PBB P2 ditetapkan sebesar 0,3% ( Nol koma tiga persen ), setelah dilakukan simulasi perhitungan dapat dilihat bahwa tariff sebesar 0,3 % tersebut akan menyebabkan tingginya pajak yang terhutang ( Kenaikan sebesar 200 % dari sebelumnya ). Hal ini tentu menjadi penghambat dalam kelancaran penerimaan pajak PBB P2 tersebut. Untuk itulah peraturan daerah Kabpaten Kuantan Singingi No. 10 tahun 2011 tentang pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan mengenai letentuan tarifnya perlu dilakukan perubahan. Sekanjutnya Sukarmis mengakui bahwa saat ini dan kedepan, daerah dihadapkan pada kondisi kemampuan keuangan Negara, yang berdampak pada kondisi keuangan daerah yang secara realita cendrung semakin menurun. Hal ini menuntut kita untuk bekerja keras, berupaya menggali sumber-sumber pendapatan daerah dengan tetap mempertimbangkan kemamampuan masyarakat. “Untuk itu mengenai ketetuan tarif didalam peraturan daerah ini harus benar-benar kita perhatikan secara seksama sehingga tidak merugikan masyarakat banyak dan tidak menghambat dalam kelancaeran penerima pajak daerah,” kata Sukarmis. Akhirnya Sukarmis berharap agar peraturan daerah yang akan dirubah ini, mampu mengakomodir kebutuhan daerah dan menjadi sebuah aturan sebagai payung hukum dalam pemungutan pajak bumi dan bangunan perdesan dan perkotaan, Sukatmis mengaharaplan lepada anggota DPRD untuk mencurahkan perhatian yang maksimal dalam pembahasan nanti sehingga hasil pemikiran kita semua adalah benar-benar sebagai wujud pengabdian, yang juga bernilai ibadah.

 zal

menambahkan Visi PNPM mandiri pedesaan adalah meningkatkan kapasitas dan kelembagaan. Pelembagaan pembangunan system partisipatif, mengaksespresiasikan fungsi dari pemerintah local, meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana, dan menjalin jaringan kemitraan dalam pembangunan. “RBM merupakan lembaga yang dibentuk sebagai wadah proses pembelajaran bagi masyarakat,” katanya. Mengingat semakin besarnya dana yang dikucurkan oleh pemerintah untuk pembangunan, dan semakin komplitnya masalah-masalah yang akan munculyang berkaitan dengan keuangan itu, maka harus ada lembaga dan Pokja yang dapat mengadakan pembelaaan kepada masyarakat miskin. Diakhir kata sambutannya Hasarudin berharap kepada

seluruh peserta pelatihan untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan ini mulai dari awal sampai akhir, agar materi yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami dengan baik. Dia menambahkan agar berhati-hati dalam menggunakan dana negara. Sekecil apapun harus dipertanggung jawabkan, jangan sampai berurusan dengan ranah hukum seperti Polres, Jaksa dan Polda. “Kalau bisa manajemennya sama dengan Manajemen Masjid yang setiap hari jum’at sebelum shalat, melaporkan keuangannya. Ini menunjukkan bahwa transparansi kita tentang penggunaan dana. Jangan sampai mengganggu kita dan kelurga kita karena stress, sakit, kalau sudah sakit tidak ada lagi gunanya,” kata Hasarudin mengakhiri.*

 zal

Pengurus Dilatih Berdayakan Masjid

K

EMENTERIAN Agama Kabupaten Kuantan Singingi menggelar pelatihan orientasi pengurus rumah ibadah belum lama ini di Kantor Urusan Agama (KUA) Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan. Acara yang bertemakan Mengoptimalkan Fungsi Masjid Sebagai Pembangunan Umat ini dihadiri Kasi Panamas, Pontren H. Bakhtiar Saleh, S.Ag, MH, dan KTU Kamenag H. Armadis, S.Ag. Kepala Kantor Kementerian Agama Hulu Kuantan, Riko Pilihantoni, SE,I, terungkap masih banyak masjid di wilayah kerjanya yang belum termanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Contohnya apabila bulan puasa tiba, surau dan mushallah lebih ramai dari pada masjid. Padahal fungsi masjid adalah sentral dari berbagai persoalan termasuk strategi peperangan dan musyawarah dan lain sebagainya. Riko menambahkan, dalam era teknologi canggih saat ini, masih ada kebiasaan yang suda lama berlangsung dalam menentukan petugas masjid, seperti imam, muazin, khatib, bilal ditentukan oleh persukuan, untuk itu perlu dibenahi manajemen dan tata cara kepengurusan masjid. Pelatihan tersebut dibuka Camat Hulu Kuantan Drs. Akhyan Armofis sekaligus memberikan arahan kepada utusan pelatihan pengurus masjid se Hulu Kuantan. Dia menekankan agar memperhatikan kebersihan, MCK dan air yang cukup. Ia juga mempertanyakan persoalan yang dihadapi pengurus masjid sebagai pelayan umat, termasuk status surat tanah pembangunan masjid agar cepat di urus, seraya

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

menantang peserta pelatihan untuk mengurus secepatnya. “Kalu perlu minggu ini juga siap,” kata Camat. Camat yang akrab dengan masyarakat ini, berjanji akan memperjuangkan dana Pemda Rp25 juta per masjid pertahunnya. “Setiap tahunnya 3 masjid, namun selama saya bertugas disini, semua masjid sudah mendapatkan dana itu,” ujar Camat kepada AZAM usai acara. Sementara itu, KTU Kamenag seabgai pemberi materi, menyinggung soal kiblat yang setahun akhir santer menjadi perbincangan sekalangan umat di daerah ini. Armadis yang juga wakil ketua MUI Kab. Kuantan Singingi ini, menyebutkan dulu orang kebanyakan menentukan arah kiblat hanya berpedoman kemana arah terbenamnya matahari, tanpa melalui alat ukur kompas. “Bayangkan saja antara kita 1 drajat kordinat disini, akan melenceng 111 kilometer dari Makkah,” katanya. Kasi Panamas Bakhtiar menambahkan, kiblat atau shalat bukan terletak pada perasaan, dimana kita merasa enak atau seenak kita. Peraih predikat KUA teladan Nasional tingkat propinsi Riau ini menyebutkan, masjid ada 4 fungsinya pertama, tempat ibadah harus suci artinya bersih, kalau kita mau mengibaratkan istilah orang Malaysia, melihat kebersihan masjidnya dengan mata, kalau ditempat lita melihatnya dengan hidung. Kedua masjid tempat pembinaan umat, terutama anakanak pengajian remaja, pengajian umum, biasakan makhrib mengaji berkumpulnya BKMT dan arisan.

 zal


23 Dumai Bersemai

Bersih, Sejahtera & Damai

Walikota Dumai Janji Tutup Tiga Lokalisasi K

EBERADAAN lokalisasi di wilayah Kota Dumai, nampaknya mendapat respon positif dari pemerintah setempat. Respon itu sendiri, pemerintah akan menutup paksa lokalisasi yang dinilai sangat meresahkan masyarakat. Adapun lokasi itu di Kelurahan Jaya Mukti, Bukit Batrem dan Ampang-Ampang Bagan Besar.

“Kalau memang sudah menjadi keluhan seperti ini tentunya kita akan melakukan tindakan tegas. Upaya tegas itu sendiri, lokalisasi yang saat ini dikeluhkan masyarakat bakal kita tutup,” tegas Wakil Walikota Dumai Agus Widayat, Jumat silam. Padahal kata orang nomor dua di Dumai, sejauh ini pemerintah melalui instansi

terkait sudah gencar melakukan razia penyakit masyarakat (Pekat) ke sejumlah lokalisasi tempat para pekerja sek komersil (PSK). “Padahal kita sering melakukan razia di tiga lokasi yang mana saat ini menjadi keluhan bagi masyarakat. Tapi yang saya herankan, setiap razia tidak ditemukan wanita pelayan hidung belang diloka-

si tersebut,” kata Agus Widayat menceritakan laporan dari anggotanya ketika saat melakukan razia. Kemudian dengan adanya upaya penutupan sejumlah lokasi yanag diduga tempat mangkal para PSK tersebut, Wawako Dumai, menjelaskan semua ini demi marwah dan mewujudkan Visi dan Misi Dumai sebagai kota agamis

berbudaya melayu. “Untuk mewujudkan hal itu tentunya kita harus bersikap tegas. Semua itu juga diharapkan dapat meminimalisir Pekat di Kota Dumai. Jika nanti ditemukan kendala dalam pelaksanaan maka kita akan bertindak secara tegas lagi,” pungkas Wawako Dumai.

 rtc

334 PNS Terima Satya Lencana Karya Satya Pertamina Diminta Perhatikan Lingkungan

S

EBANYAK 334 Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemerintah Kota Dumai menerima tanda penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI yang diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Dumai, H Agus Widayat pada Apel HUT Korpri di Lapangan upacara Eks Kantor Walikota, Jalan HR Soebrantas Kamis silam. Penyerahan penghargaan itu diberikan atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran, kecakapan dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas sebagai

PNS selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun sehingga bisa menjadi teladan bagi pegawai lainnya. Anugerah penghargaan secara simbolis diserahkan kepada Kepala Badan Perencanaan Daerah Kota Dumai, Junaidi Asnawi, Kepala Sekolah SMAN 2 Dumai Evi Suryani dan Ketua Pelaksana Harian BNK Dumai dr Azrida masing-masing atas pengabdian dan prestasi kerjanya sebagai Pegawai Negeri Sipil selama 30-20 dan 10 tahun. Dari 334 penerima penghargaan yang diberikan itu,

penerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun sebanyak 90 orang, Satya Lencana Karya Satya 20 tahun sebanyak 145 orang, dan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun sebanyak 99 orang. Wakil Walikota mengharapkan, kepada para PNS yang menerima Satya Lencana ini bisa mempertahankan penghargaan dan bisa lebih baik lagi dalam memberikan pengadian kepada bangsa dan negara sebagai aparatur negara. “Tujuan dari pemberian penghargaan ini adalah untuk mendorong dan meningkatkan prestasi kerja serta untuk memupuk kesetiaan terhadap Negara, maka kepada PNS yang telah menunjukkan kesetiaan atau menunjukkan prestasi kerja yang luar biasa baiknya terus dapat memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat,” katanya. Sedangkan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba Mars Korpri yang diraih Dinas Pendidikan, juara II Badan Pelayan Terpadu, dan juara III oleh Disnakkanla. Untuk Pemenang lomba Tarik tambang diraih putra diraih Dinas Perhubungan, Sekretariat Daerah Dan Dinas Tatakota, untuk putri diraih RSUD, BNK dan Kecamatan Medang Kampai.

K

EPALA Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Dumai mulai mengingatkan Pertamina. Perusahaan minyak dan gas (Migas) yang beroperasi di Kota Dumai itu dinilai kurang memperhatikan masalahmasalah alat dan lingkungan kilang. Seperti, KLH meminta agar Pertamina RU II Dumai memperhatikan beberapa hal dalam operasional kilang, seperti harus memperhatikan dan mengganti alat-alat kilang yang mungkin sudah layak diganti, karena membahayakan masyarakat sekitar. “Kita sudah memantau di beberapa titik di lokasi kilang Pertamina. Objek pemantauan yakni di instalasi Pengolahan Air Limbah, jaringan pipa transfer minyak ke kapal tanker, green kook, dan cerobong asap. Kita memberikan saran dan tindakan kepada perusahaan itu, agar Pertamina segera memperbaiki kerusakan mesin yang menimbulkan gas H2S berbau busuk ke arah pemukiman warga sekitar. Pertamina diminta agar segera mengganti jaringan pipa transfer minyak yang sudah rusak, harus mengendalikan tumpukan green coook agar tidak beterbangan

 dpc

dibawa angin ke pemukiman penduduk,” kata Kepala KLH Dumai Basri MP, Rabu silamn. Menurut Basri, Pertamina juga hendaknya, merespon dengan cepat segala kejadian, atau dampak dari operasional kilang yang bedampak kepada kehidupan masyarakat sekitar. “Setiap kejadian yang mengakibatkan keresahan masyarakat akibat operasional kilang agar secepat mungkin direspon, dan dikoordinasikan dengan instansi terkait,” katanya. Hal itu dikatakan Basri berkaitan beberapa kasus yang terjadi akhir-akhir ini di sekitar pemukiman warga yang bermukim di sekitar kilang Pertamina. Pertamina terkesan lamban dalam menjelaskan setiap kejadian yang meresahkan. Menanggapi itu semua, Humas Pertamina RU II Dumai Yefrizon kepada wartawan menjelaskan, akan selalu berkoordinasi jika memang ada hal-hal yang meresahkan warga. “Kita akan lakukan saran-saran dari KLH tersebut, hanya saja kadang perlu waktu juga untuk memperbaiki semua,” kata Yefrizon.

 rpc

Pembangunan Tol Dumai-Pekanbaru Jalan di Tempat

M

ENDEKATI akhir tahun 2012, status Jalan Tol DumaiPekanbaru jalan di tempat. Sampai saat ini, baru dilakukan pengukuran lahan. Selain itu juga, penyelesaian pendataan kepemilikan lahan jumlah totalnya mencapai 100 lebih pemilik. Dari 100 kepemilikan lahan itu, baru selesai dilakukan pendataan 33 persen, selebihnya masih belum dikerjakan. Kabag Pertanahan Pemko Dumai Wan Fachrizal Noer

kepada wartawan Senin silam di Dumai menjelaskan, walaupun sudah lama terhenti, pembangunan Tol DumaiPekanbaru itu untuk saat ini belum ada kemajuan. “Terkait Tol Dumai-Pekanbaru, untuk Dumai saat ini tidak banyak perubahan, atau bisa kita katakan tidak ada kemajuan,” kata Wan Fachrizal. Wan kembali mengatakan, jika perkembangan jalan saat ini masih sama saja. ‘’Apa yang saya katakan dulu masih

sama saja,” katanya. Walaupun diakui Wan untuk daerah Pekanbaru dan Siak memang ada perkembangan, namun untuk Dumai sampai saat ini masih belum ada perubahan. Walaupun Dumai merupakan tujuan utama Jalan Tol yang melintasi Kabupaten Siak, dan Bengkalis tersebut. Sampai saat ini progres pembangunan Jalan Tol Dumai-Pekanbaru baru dilakukan pendataan kepemilikan lahan yang akan dilalui oleh Jalan Tol.

Pembangunan Jalan Tol Dumai-Pekanbaru memang sering terhenti, hal itu karena jalan yang akan menghubungkan Dumai ke Kota Pekanbaru itu adalah proyek Provinsi Riau. ‘’Kita ya menunggu dari provinsi, atau kita menunggu arahan dari provinsi saja, yang jelas kita sangat mengharapkan pembangunan Tol Dumai-Pekanbaru tersebut, selain akan mengurangi jarak tempuh Dumai-Pekanbaru, yang pasti juga akan ada

dampak positif dari pembangunan itu di Dumai,” katanya. Menurut Wan, Jalan Tol Dumai-Pekanbaru itu, sangat banyak target yang akan diselesaikan, mulai akan dibangun pada tahun 2010 yang lalu, dan tahun 2011 sampai dengan 2012 ini pun banyak target yang akan dibuat demi kemajuan Jalan Tol tersebut, namun targettarget yang dibuat itu tidak terealisasi juga sampai saat ini.

PO. MUS TRANSPORT WISATA

Angkutan Sewa Eksekutif

TRANSPORT ANGKUTAN UMUM EXECUTIF

PEKANBARU

L 300 FULL AC - MITSUBISHI KUDA

- DUMAI - DURI - PADANG

: Jl. H Imam Munandar/Harapan Raya No. 29B Telp. 0761 885153 Pekanbaru DUMAI : Jl. Jend. Sudirman No. 134 Telp. (0765 )32910 - 38567 DURI : Telp. (0765) 7037258 PADANG : Jl. Ir H Juanda No 59 Telp. (0751) 38567

PEKANBARU

PUSAT

KANTOR PUSAT: Jl. Jati (Harapan Raya) No. 23

Mengutamakan Pelayanan Terbaik

Telp. (0761) 7003400 Pekanbaru

RENGAT AIR MOLEK TEMBILAHAN

RENGAT: Depan Terminal Jl. Diponegoro

Telp. (0769) 323451

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

Antar Jemput Alamat Berangkat Tepat Waktu

 rpc


24

Anggota Korpri Wajib Berikan Pelayanan Terbaik ELAYANAN publik yang bersih, cepat dan berkualitas merupakan kewajiban semua aparatur pemerintah terutama segenap anggota Korps Pegawai Repoblik Indonesia (Korpri). Ucapan itu disampaikan Bupati Kampar H Jefry Noer saat menjadi pembina upacara HUT Korpri Ke 41 Tahun 2012, tingkat Kabupaten Kampar, Kamis (29/11), di Lapangan Upacara Pelajar, Jalan Ahmad Yani, Bangkinang. “Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan prima, terlebih dari pemerintah dimanapaun dan kapanpun karena jajaran aparatur pemerintah adalah pelayanan masyarakat,” ujar Bupati. Tema HUT kali ini, Pemantapan Jiwa Korps Pegawai Republik Indonesia Guna mempercepat Reformasi birokrasi. “KORPRI harus mampu meningkatkan kuali-

P

tas manajemen pemerintah melalui pemantapan kelembagaan, ketatalaksanaan, hingga peningkatan kompetensi sember daya manusia Pegawai Negeri Sipil (PNS),” kata mantan Anggota DPRD Provinsi Riau.

Menurut Jefry, sudah hampir setengah abad lamanya, Korpri telah menunaikan perannya sebagai pilar utama dalam mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. “Birokrasi pemerintahan saat ini, telah

tampil dengan pelayanan yang semakin baik,” tukasnya. Peningkatan kinerja aparatur negara melalui reformasi birokrasi, memiliki posisi yang sangat startegis terhadap keberhasilan pencapaian tujuan pembangunan nasional. Pelayanan publik yang bersih, cepat, dan berkualitas, merupakan kewajiban kita semua sebagai aparatur Negara, pelayan masyarakat, untuk mewujudkannya. Kualitas pelayanan kepada masyarakat, tentu akan semakin baik jika segenap aparatur pemerintahan mampu mengubah pola piker atau mindset dari mental penguasa menjadi birokrat yang bermental abdi masyarakat. “Ingin saya tegaskan sekali lagi, bahwa menjadi tugas kita semua untuk meningkatkan komitmen pemberian pelayanan publik yang terbaik bagi masyarakat. Pelayanan publik

yang betul-betul merupakan wujud dari nilai-nilai dan esensi tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa,” sebutnya. Bupati tidak lupa menyampaikan lima pesan dan harapan kepada segenap anggota KORPRI di Kabupaten Kampar yakni pertama, tingkatkan kinerja saudara sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat. Kedua, perkokoh netralitas anggota KORPRI di tengah dinamika politik, utamanya Pilkada di berbagai daerah. Ketiga, tuntaskan reformasi birokrasi untuk memantapkan postur pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Keempat, laksanakan tugas dan pengabdian saudara dengan penuh tanggung jawab. Kelima, berikan keteladanan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, dengan menciptakan kehidupan yang damai.*

 rif

PWI Terima Keluhan Terkait Ulah Oknum Mengaku Wartawan

A

KHIR-AKHIR ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Kampar banyak menerima keluhan dan pengaduan dari berbagai elemen masyarakat terkait kinerja oknum yang mengaku wartawan. Informas itu diungkapkan Ketua PWI Perwakilan Kabupaten Kampar Mawardi Zakaria didampingi Sekretaris Netty Mindrayani kepada wartawan, Senin (26/11) di Bangkinang. Dikatakannya, bahwa keluhan dan pengaduan itu terutama datangnya dari para pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, Camat dan Kepala Desa sering kerap didatangi oknum yang mengaku wartawan dengan berbagai alasan. “Karena menjadi sasaran empuk bagi oknum-oknum yang mengaku wartawan atau bekerja di media tertentu untuk meminta uang dengan berbagai alasan menyampaikan keluhannya,” ungkapnya. Ditambahkannya, keluhan maupun pengaduan tersebut, disampaikan langsung maupun menerima curhat melalui telephone seluler dari pejabat, camat dan kades itu kepadanya. “Kepada para pejabat dan masyarakat umumnya yang merasa terganggu terhadap prilaku oknum yang mengatasnamakan wartawan, hendaknya dapat disampaikan secara tertulis atau datang langsung ke kantor PWI,” harap mantan Ketua Markas Cabang PMI Kabupaten Kampar. Katanya, silahkan datang langsung ke kantor PWI Perwakilan Kabupaten Kampar, di Jalan Jenderal

Ahmad Yani, di Bangkinang, tepatnya berada di depan Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Kampar. “Pejabat maupun siapa saja, tidak mesti harus takut berjumpa atau memberikan informasi kepada wartawan yang bertugas di Kabupaten Kampar terutama kepada pengurus dan anggota PWI,” imbuhnya. Disebutkan Mawardi, karena itu menyangkut nama baik dan profesionalisme jurnalis, sebab tidak semua wartawan berprilaku demikian. Ini juga dapat menghambat proses pembangunan seperti yang diharapkan semua pihak. Berbagai sikap dan prilaku orang yang mengaku wartawan dengan media yang tidak jelas atau medianya tidak terbit di Riau maupun di Kampar yang dilaporkan itu jelas merupakan sikap tidak terpuji. “Apalagi datang tanpa ada karya nyata yang dimuat di Koran, ada juga yang menjual kalender ke desa-desa dan memaksa meminta uang,” sebutnya. Selain itu mereka sengaja datang ke kantor-kantor desa mencari kades bertanya ini dan itu ujung-ujungnya minta uang, tidak dikasi malah marah-marah atau melemparkan uang yang diberikan karena tidak sesuai dengan keinginannya. Laporan lain yang diterima, juga terjadi di instansiinstansi Pemkab Kampar, yang mengaku wartawan itu memaksakan kehendak. Padahal yang bersangkutan bukanlah wartawan yang bertugas di Kampar, melainkan dari luar Kampar. Tidak juga ada bedanya wartawan yang selalu berkeli-

aran di Kampar juga melakukan hal yang sama dengan berbagai alasan, sehingga menimbulkan kesan adanya pemaksaan dan parahnya lagi bersifat ancaman. Ketua PWI ini merasa sangat perlu adanya kegiatan pembekalan kehumasan yang difasilitasi Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kampar bekerjasama dengan PWI untuk pencerahan terhadap pejabat yang selalu menjadi sumber berita agar dapat menghadapi wartawan sebagaimana mestinya. “Tidak perlu menghindar, apalagi takut menemui atau emosi sebab ada batasanbatasan tertentu yang mana namanya melanggar kode etik atau dikatakan melakukan pelecehan profesi, jika merasa diperas silahkan menempuh jalur hukum,” kata Mawardi. Mawardi merasa sangat

terusik dengan prilaku orangorang yang mengaku wartawan seperti ini, sebab satu orang yang berbuat semua kena imbasnya, nama wartawan yang tercoreng. Namun hendaknya pejabat-pejabat yang merasa dirugikan ini dapat menyampaikan secara jelas dan terang siapa yang berbuat demikian, sehingga persoalan ini dapat diselesaikan. “Jangan hanya mengkambinghitamkan wartawan, padahal pejabat itu sendiri yang ketakutan karena merasa memiliki segudang persoalan sehingga siapapun wartawan yang datang menemui dianggap sama rata,” tudingnya. Dalam kesempatan itu, Sekretaris PWI Perwakilan Kabupaten Kampar menambahkan bahwa dirinya juga pernah menerima langsung pengaduan keluhan dari sejumlah masyarakat.

 rif

Pucuk Pimpinan Harus Menjadi Contoh

P

ERSETERUAN antara Bupati Kampar dan Wakil Bupati Kampar yang saling berbalas pantun di media mendapatkan tanggapan dari tokoh masyarakat Kampar yang berada di Jakarta. Seharusnya pucuk pimpinan harus menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat yang di pimpinnya, bukan malah perang statement di media. Hal itu diungkapkan Suharmi Hasan salah seorang tokoh masyarakat Kampar yang berada di Jakarta saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at, (30/11) di Jakarta.

“Dari kalimat perang statment antara K1 dengan K2 yang saling menunjukakan ketidak harmonisan merupakan suatu hal yang sangat canggung rasanya,” ungkapnya saat dimintai tanggapan. Bagai mana kedua pucuk pimpinan yang seharusnya menjadi contoh dan suri tauladan untuk mempersatukan rakyat Kampar menuju suatu negeri yang maju. Kalau kedua mereka demikian adanya. “Seharusnya hal tersebut tidak mesti terjadi karena tidak akan terwujud suatu tujuan tanpa kebersamaan dengan satu langkah yang sama dalam mewujudkan visi

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK

“Saya mengingatkan agar dapat menanyakan kepada yang bersangkutan tentang identitas diri mereka sebagai wartawan, baik melalui kartu pers, mengecek nama di box Koran, ada atau tidak nama mereka tertera di dalamnya juga menanyakan surat tugas,” timpal Netty yang juga Kepala Perwakilan Koran Harian Berita Terkini. Ditegaskannya, siapapun berhak menanyakan itu, jika tidak ada identitas jelas. Maka dapat menolak untuk dikonfirmasi, tidak perlu takut, apalagi kalau merasa terpaksa. Disamping itu, hendaknya masyarakat dan sejumlah pejabat yang memiliki tanggungjawab tugasnya terhadap pembangunan dari dana APBD hendaknya dapat memberikan informasi yang jelas serta dapat menerima kritikan yang membangun.*

dan misi Pemerintah Kabupaten Kampar,” tukasnya. Ia berharap agar segera ada pihak yang harus menengahi perseteruan tersebut. Dan bila itu terjadi terus menerus, nanti yang akan rugi adalah masyarakat Kampar itu sendiri. “Mari kita melepaskan ego masing-masing demi Kabupaten Kampar kedepannya. Rasa kebersamaan dalam membangun Negeri Serambi Mekkah ini harus menjadi yang terpenting sekali guna terwujudnya negeri yang aman, sejahtera dan damai,” himbaunya.*

 rif


25

Bupati Apresiasi Kemajuan Alumni P4S Lapas Bangkinang

M

ANTAN alumni yang pernah mengikuti pendidikan di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata Kubang Jaya, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar dari penghuni Lapas Kelas II

Bangkinang. Sepuluh orang tahanan dari LP Bangkinang yang mengikuti P4S merupakan angkatan ke Sembilan sambil menjalani masa tahanannya. Para alumni P4S tersebut dengan cepat bisa mengembangkan usaha dari ilmu yang

didapatkan dibidang perikanan dan perikanan dilingkungan Lapas Bangkinang dan mendapat apresiasi dari Bupati Kampar. Mantan alumni tersebut, Kamis, 30 November 2012, kemarin, ditinjau langsung oleh Bupati Kampar H Jefry

Mutiara Yang Terpendam di Kampar Kiri Hulu

B

ANYAK Potensi-potensi yang belum tersentuh oleh tangan terampil di Kecamatan Kampar Kiri Hulu ini. Hal ini disampaikan Camat Kampar Kiri Hulu Hj. Yasnimar, SH. MH ketika ditemui diruang kerjanya di Kantor Camat Kampar Kiri pada Kamis, (29/11). Hj. Yasnimar mengungkapkan bahwa potensi tersebut meliputi lahan-lahan yang masih tidur, bidang pariwisata, pertanian dan perkebunan serta perikanan. Pemerintah Kecamatan Kampar Kiri Hulu telah berusaha memaksimalkan potensi yang ada, diantaranya pembagunan normalisasi danau yang terletak di samping Kantor Camat, kami bercitacita akan memanfaatkan danau tersebut untuk dibuat tambaktambak yang akan dikelola baik secara pribadi oleh masyarakat maupun oleh kelompok-kelompok tani. Sejauh ini pembangunan normalisasi danau telah berjalan sejauh 300 meter, total panjang danau tersebut adalah 1350 meter, insyaAllah dalam beberapa waktu kedepan normalisasi danau akan rampung dan bisa dioperasikan oleh masyarakat Kecamatan kampar Kiri Hulu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Hj. Yasnimar menambahkan untuk bibit ikan kami telah mengajukan permohonan bantuan 1.000.000 bibit ikan kepada Dinas Perikanan Kabupaten Kampar. Kami tidak memaksakan jumlah tersebut harus terpenuhi yang terpenting ada yang terealisasi untuk bibit ikan di danau tersebut papar Hj. Yasnimar. Untuk bidang pertanian tambah Hj. Yasnimar, Kecamatan Kampar Kiri Hulu telah mencanangkan pusat daerah Buah Naga, hal itu telah kami realisasikan melalui kelompokkelompok tani buah naga, kami masih kekurangan bibit buah naga tersebut dan masih banyak kelompok tani yang tidak mendapatkan bibit buah naga tersebut, oleh sebab itu kami minta kepada Dinas terkait untuk memper-

hatikan dan membantu usaha yang kami rintis ini. Masih banyak potensi yang akan kami bangun dan kembangkan, untuk bidang pariwisata, Kecamatan Kampar Kiri Hulu memiliki Gunung berapi yang masih aktif, Gunung ini terletak di Desa Sungai santi, ini satusatunya Gunung yang ada di Provinsi Riau, Kenapa kita tidak memanfaatkan sumber daya alam yang dianugerahi alam untuk kita tegas Hj. Yasnimar. Masih ada kekayaan alam yang belum kita ketahui, tambah Hj. Yasnimar Kecamatan Kampar Kiri Hulu memiliki air terjun yang berketinggian 350 meter yang terletak di Desa Lubuk Bigau, apabila ini dikelola dengan baik, kami yakin potensi pariwisata di Kecamatan Kampar Kiri Hulu ini akan mampu menciptakan berbagai peluang-peluang untuk memperbaiki perekonomian masyarakat Kecamatan dan ikut serta mensukseskan program pembagunan lima pilar Kabupaten Kampar. Disamping anugerah alam yang kaya ini, Hj. Yasnimar menungkapkan keprihatinannya, karena akan ada masyarakat ditujuh desa yang akan rawan pangan, ini disebabkan sarana jalan yang biasa ditempuh oleh ke tujuh desa tersebut pada saat ini dalam kondisi rusak parah tidak bisa dilewati, ini menyebabkan masyarakat tidak mampu keluar desa untuk membeli kebutuhan seharihari, dan hasil perkebuan karet yang menjadi sumber penghidupan mereka tidak bisa dipasarkan, bukan karena daya beli yang tidak ada, tetapi jalan yang biasa mereka lalui tidak bisa untuk dilewati karena kondisi jalan yang rusak akibat curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini tegas Hj. Yasnimar. Ketika ditanya ketujuh desa tesebut, Hj. Yasnimar menyampaikan diantaranya, Desa pangkalan Kapas, Desa Lubuk Bigau, Desa Tanjung Permai, Desa Kebun Tinggi, Desa Tanjung Karang, Desa Lubuk Dalam dan Desa Danau Sentul.*

 hms/rif

Noer ke lokasi Perikanan dan Pertanian, bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Bangkinang. Dalam peninjauan tersebut Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kampar akan terus membantu masyarakat Kampar. “Untuk meningkatkan ekonominya walaupun masyarakat yang berada dalam tahanan atas apa kesalahan yang telah dilakukannya,” ujarnya. Ungkap Jefry, mereka itu juga manusia yang mempunyai keluarga dan masa depan, akibat apa yang telah dibuat mereka yang ahirnya mereka mendapat hukuman karena ada kesilapan atau ketidaksadanran selama ini. “Untuk itu para tahanan yang telah mengikuti pelatihan P4S mesti dikembangkan terus,” katanya. Jefry menilai pertanian dan perikanan yang dilakukan

 rif

Menanam Pohon Jangan Hanya Seremonial

B

UPATI Kampar H Jefry Noer mengingatkan, pelaksanaan program menanam satu miliar pohon oleh Dinas Kehutanan jangan hanya sebatas seremonial belaka. Hendaknya kegiatan tersebut memberi manfaat buat masyarakat. Bupati juga mengintruksikan kepada seluruh dinas mengikuti program menanam pohon di Satker masing-masing. Demikian disampaikan oleh Bupati Kampar H Jefry Noer ketika memimpin pelaksanaan penananam pohon di Dusun Telo Kecamatan Bangkinang Seberang, Rabu (28/11) bersempena Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) dari Kementerian Kehutanan RI. Turut hadir di antaranya anggota DPRD Provinsi Dapil Kampar H Masnur SH, Dandim 0313 KPR Letkol Inf Amarullah SH, Sekdakab Kampar Drs H Azwan MSi, para pimpinan Satker, camat, pimpinan perguruan tinggi dan lembaga sosial masyarakat peduli lingkungan,

perwakilan perusahaan perkebunan, tokoh Rimbawan Kabupaten Kampar H Ismail Husin, tokoh masyarakat dan alim ulama. Menurut bupati, di samping manfaat keindahan, dengan banyak pohon ditanam akan memberikan udara segar serta penghijauan di tengah kota dan sebagai penghasil oksigen, dapat juga dijadikan taman rekreasi. Kepada Kadis Kehutanan Kampar, diharapkan dalam menanam pohon tidak saja di kantor/tempat tertentu, tetapi daerah yang betul-betul dipilih adalah yang memiliki nilai strategis dan memiliki nilai ekonomis. Jefry menjelaskan, di Dusun Telo sedang digalakkan upaya untuk menjadikan perkampungan teknologi. Artinya berbagai keperluan masyarakat untuk memenuhi kehidupan ada di Dusun Telo mulai dari keperluan pangan terdapat waserda yang menyediakan berbagai kebutuhan.*

 rif

21 Anggota DPRD Bukit Tinggi Kunjungi DPRD Kampar

A

NGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukit Tinggi melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke DPRD Kabupaten Kampar, Jum’at (30/11) di ruang kerja Badan Anggaran (Banggar), Kantor DPRD Kabupaten Kampar, Jalan Lingkar Bangkinang. Kunker tersebut di pimpin Wakil Ketua DPRD H Darwin dari PKS dan Yusra Ade dari Partai Golkar bersama 19 anggota lainnya, siang itu berlangsung singkat dan cepat. Dalam kunker itu, anggota DPRD Bukit Tinggi di terima langsung oleh Ketua Komisi IV H Januar Rambo dan Ketua BK DPRD Kabupaten Kampar Safi’i Samosir. Januar Rambo menyampaikan bahwa saat ini, pembahasan di RAPBD Kabupaten Kampar Tahun Anggaran (TA) 2013, telah selesai sesuai dengan target. “DPRD Kabupaten Kampar telah melaksanakan pembahasan RAPBD TA 2013,” ungkapnya sembari men-

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK

dilapas oleh mereka sudah bagus. Karena sudah kita lihat perkebunan sayur seperti Jagung, Kacang Panjang, Ubi dan Mentimun yang dibuat dilaps tersebut sudah berjalan dengan baik. Kemudian dalam bidang perikanan lapas juga sudah menbuat beberapa kolam ikan dan sudah ada yang di masukan ikan, untuk itu kepada para alumni P4S dari lapas tersebut Bupati mengingatkan bahwa apa yang kita alami setiap saat iru semua adalah ketentuan Allah. Para alumni P4S dari lapas tersebut natinya apabila sudah bebas, maka mereka akan diberikan pinjaman modal usaha di daerhanya masing-masing, dengan demikian para tahanan yang sudah bebas bisa berusaha dengan yang halal lagi baik untuk mensejahterakan keluarganya.*

yampaikan pembahasan ini tercepat di Provinsi Riau. Sementara itu Wakil Ketua H Darwin yang ditemui usai kunker mengatakan banyak hal yang didapat dari kunker ke DPRD Kabupaten Kampar setelah dalam silaturrahmi dan dialog tadi. “Banyak manfaat dari pertemuan tadi, terutama tentang pembahasan dan kinerja DPRD dalam. Hasil ini akan dibawa sebagai perbandingan untuk diterapkan di DPRD Kota Bukit Tinggi,” tukasnya. Ia menyebutkan anggota DPRD Kota Bukit Tinggi berjumlah 25 orang dengan Tiga unsur pimpinan yakni Ketua dari Partai Demokrat, Wakil Ketua dari PKS dan Golkar. “Pelajaran yang didapat bagaimana tentang alat-alat kelengkapan DPRD. Dan tentang pembahasan RAPBD 2013 yang begitu cepat dan serta tepat waktu,” sebutnya.*

 rif


26

Galeri

Bupati memukul gong tanda dibukanya pencanangan gerak PKK KB kesehatan

Bupati dan Muspida di lokasi banjir

 Lensa Buptai dan Wakil Bupati Inhu

Dari Tanam Pohon Hingga Meninjau Banjir

Bupati mencoba sepeda trampil

Kedatangan Bupati disambut dengan gosok gigi masal oleh murid-murid SD di Kecamatan Kelayang

Wagubri mahkan penghargaan kepada organisasi IKP

Kedatangan Bupati disambut dengan gosok gigi masal oleh murid-murid SD di Kecamatan Kelayang

Bupati pada acara HUT Korpri

Bupati memberikan bantuan susu kepada warga

Wagubri mahkan penghargaan kepada organisasi IKP

Pemberian bantuan kepada pedagang

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK


27 Suara AZAM

Pemulung itu Berstatus PNS Tanpa mengenakan baju, telihat kulitnya yang gelap itu mengKilap dipantulkan sinar mentari siang. Sedari tadi ia terlihat mondar-mandir memisahkan sejumlah sampah organik dengan an organik. Dengan tangan telanjang, ia sibuk mengasingkan sampah berjenis plastik, yang nantinya dapat diuangkan penambah nafkah untuk keluarga.

B

EGITU terik matahari menerpa kulit nya yang sudah kusam itu, seolah tidak ia pedulikan. Termasuk aroma tidak sedap yang ditimbulkan oleh sampah yang telah membusuk diurai oleh bakteri. Berbekal keranjang ia terus memilah dan memindahkan sampah yang bernilai jual. Suatu siang, ketika sebuah mobil pengangkut sampah datang, ia terlihat sibuk. Ia memilah sejumlah sampah kering dan sampah basah. Serta mengumpulkan agar sampah yang terkumpul itu tidak menyebar ke bibir jalan. Karena memang letak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kecamatan Sukajadi tersebut posisinya berada tidak jauh dari pinggir jalan. Ada berjarak sekitar lima meter dari pinggir jalan. Untuk itu dengan berbekalan sapu lidi ia mengaiskan dan mengumpulkan sampah yang tidak beraturan itu. Tak lama kemudian beserta pekerja lainnya yang cukup telaten, berhasil mengumpulkan sampah itu dengan rapi dan untuk diangkut ke Tempat Penampungan Akhir (TPA). Begitu cekatan ia terlihat bekerja. Dengan tangan talanjang turut memungut dan mengais sampah untuk dikumpulkan. Dengan tangan telanjang juga ia memisah-misahkan antara sampah basah dengan sampah kering. Dan nampaknya ia sudah terbiasa dengan kondisi demikian, tanpa terganggu oleh aroma busuk yang membahana. Buyung, begitulah pria 51 tahun ini terbiasa dengan kehidupan di lingkungan yang demikian. Bagi kebanyakan orang, sangat menjauhi aroma yang tidak sedap itu, tapi Buyung malah mendekatinya.

pah bangunan maupun sampah perabot rumah tangga. Padahal seharusnya sampah bangunan itu sesuai perdannya tidak dibolehkan di buang di TPS, tapi masih banyak warga yang tidak mengindahkan perda tersebut. Apakah terlepas dari ketidak tahuan mereka atau karena unsure sengaja. “Kita sering bertengkar dengan orang tersebut yang ngotot membuang sampah bangunan mereka ke TPS ini, begitu kita larang tapi mereka sering tidak mengindahkan larangan kita, sehingga sering terjadi perang mulut antara kita dengan mereka,” Buyung mengkisahkan pengalamannya. Disisi lain, suka yang diterima Buyung yakni meskipun bekerja sebagai tukang sampah, ia mensyukurinya, karena pekerja sampah tidak semuannya berstatus PNS, banyak pemulung yang menggantungkan hidupnya di tempat pembuangan sampah tersebut. Bukan hanya puluhan tapi bisa ratusan jumlah. “Saya bersukur juga, ada gaji bulanan saya terima, sementara pemulung disini begtantung hidup pada sampah inilah. Kami bilang sampah ini adalah mas hitam, yang memiliki nilai berharga. Dan jangan heran, di TPA sana ada ratusan pemulung yang menanti kedatangan mobil pengangkut sampah. Mereka akan mencari plastic-plastik yang yang bisa didaur ulang untuk mereka jual sebagai penyambung hidup,” akunya. Kalau itu sampah plastik, besi-besi atau sampah yang sifatnya dapat didaur ulag akan mereka pisahkan, dan kalau sampah basah seperti sisasisa makanan akan mereka pisahkan juga untuk makanan babi. Jadi nantinnya yang akan tersisa itu yakni sampah yang bersifat daun, dan itulah nanti yang akan menjadi pupuk kompos setelah diolah di TPA. Jadi meskipun sudah menjadi sampah, masih tetap bernilai uang bagi pemulung ini. tidak salah mereka mengatakan sampah adalah emas hitam yang terpendam. Untuk itu pula mereka para pemulung mencoba menggali dan mendpaatkan emas hitam yang terpendam itu. Meskipun dipandang kebanyakan orang itu adalah pekerjaan jorok dan menjijikkan, tapi pekerjaan menyenangkan oleh segelintir orang.*

patut saya sukuri. Kenapa tidak? Untuk saat ini orang masuk PNS pakek ijazah dan tamatan sekolah tinggi,tapi dulu saya masuk PNS tidak ada ijazah, karena saya tidak tamat Sekolah Dasar. Kebetulan pula tidak banyak orang yang meminati pekerjaan seperti saya ini. orang kebanyakkan ingin pekerjaan yang tampil bersih dan rapi”tambahnya. Bekerja sebagai kebersihan sampah dikatakan Buyung juga ada suka dan dukannya. Yang meresahkan ketika hujan turun. Sampah-sampah tersebut digenangi oleh air. Jadi kondisi demikian seirng menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Terlebih pada kaki dan tangan. Kalau sudah begitu, ia akan pergi berobat ke puskesmas dengan biaya gratis. Kemudian duka Buyung juga ketika menjamah sampah dengan tangan telanjang, pecahan kaca dan dan benda tajam lainnya sering melukai tangannya. Kalau lukannya parah, itupun dibawa berobat, tapi kalau lukanya sedang atau luka ringan, tetap saja dipaksakan untuk bekerja. Karena dengan dipaksakan bekerja dan tidak memanjakan luka di yakini membuat luka tersebut lebih cepat sembuh. “Kalau luka itu dimanjakan ya manjalah dia, untuk itu paksakan saja beraktifitas seperti biasannya, kalau terasa sakit ya musti ditahanlah. Nantinya juga akan cepat sembuh”.tukasnya menjelaskan. Pengalaman duka lainnya dari cerita Buyung yakni ketika adu mulut dengan warga yang membuang sampah secara sembarangan. Ada orang yang sengaja membuang sam-

“Kalau keseharian kita telah mencium bau tidak sedap seperti ini, lama kelamaan bau itu jadi terbiasa bagi kita untuk menghirupnya. Pada awalnya kita masuk di lingkungan ini memang bau busuk yang tercium itu awalnya tidak sedap dan meresahkan, tapi setelah kita berkecimpung didalamnnya, aroma busuk itu akhirnya menjadi terbiasa bagi kami menciumnya,” ujar Buyung mengkisahkan. Pekerjaan Buyung sebagai tim kebersihan memang sudah lama ia geluti. Bergelut dengan dunia sampah itu baginnya suatu hal yang biasa. Bahkan Buyung menjalani pekerjaannya itu dengan enjoy dan niat iklas. Toh dari pekerjaan tukang sampah itu pula ia dapat menafkahi keluargannya. Dengan 6 orang anak dan satu istri telah menjadi tanggung jawabnya untuk menafkahi. Pekerjaan sebagai tukang sampah ini ia katakan berawal semasa ia belum menikah dengan mantan pacarnya sekarang, yang menjadi istri sahnya. Sudah cukup lama ia menjalani pekerjaan sebagai tukang sampah. Meskipun sifatnya sering berpindahpindah, namun posisinya tetap sebagai tukang sampah. Ia hanya berpindah dari TPS satu ke TPS lainnya. Juga pernah ia di tugaskan di TPA. Penugasan ini ia jalani karena memang ia sebagai PNS. Yang kesejahterannya berawal dari gaji 300 ribu rupiah. Hingga sekarang gajinya cukup untuk menafkahi keluargannya. Tapi ia tidak menyebutkan besar ganjinya saat sekarang. “Dengan status PNS cukuplah untuk menafkahi keluarga. Ini semua

 iza

Te r l e n g k a p & Te r a k r e d i t a s i P E R S A D A B U N D A M

E

N

E

R

I

M

A

M

A S M

A B A

STISIP

AKADEMI SEKRETARIS & MANAJEMEN SK. MENDIKBUD RI. NO. 252/DIKTI/Kep/1992 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

AKADEMI BAHASA ASING SK. MENDIKBUD RI. NO. 62/D/1998 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK SK. MENDIKNAS RI NO. 173/D/0/2000

J

U

1. Sekretaris Eksekutif D3 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern D3

1. Bahasa Inggris D3)

Sekretaris Pefesional, Manager Administratif, Supervisor Perkantoran, Manager Pelayanan Kantor, yang dewasa ini sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun instansi Ketua : H. Hazmil Zaianal, SE.MM

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional. Ketua: Kernedy, SS

P

A

H

A

S

I

S

W

A

B

A

PROGRAM DIPLOMA : DI, DII, DIII, DAN STRATA SATU (S1)

R

S T I E SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SK. MENDIKNAS RI NO. 191/D/0/2000 Teragreditasi SK NO:014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002

R 1 Ilmu Komunikasi (S1)

O

S

P

E

Administrator, Ahli dalam membuat kebijakan, Public Relation Manager, Ahli dalam bidang administrasi negara dan administrasi niaga, handal dalam bidang komunikasi, menguasai tata pemerintahan dan Dunia Bisnis Ketua: Drs M Iqbal Ali MM

K

S T I BA

S T I H

S T A I

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM SK MENDIKNAS RI NOMOR 151/D/02006 Teragreditasi SK NO:027/BAH-PT/AK-XII/S1/XI/2009

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : DJ.I/495/2007

S

1. Manajemen (S1) 2. Akuntansi (D3)

A I. II. III. IV.

1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1) 2. Bahasa Inggris (D3)

L

U

Menjadi Manager handal untuk menghadapi peluang bisnis, manjadi pakar dan pengelola strategi bisnis untuk usaha kecil, menengah dan besar, menjadi manajer pemasaran, menjadi akuntan handal yang mampu mengelola dan membukukan keuangan. Ketua: Haznil Zainal SE MM

U

SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING SK MENDIKNAS RI NOMOR 61/D/02004

U

R

L

U

S

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional., Dosen dan Ahli B.Inggris Ketua : Kernedi, SS

N PRAKTISI HUKUM (S1) HUKUM BISNIS (S1) HUKUM UDARA (S1) ILMU HUKUM (S1)

A

I. PEMIKIRAN ISLAM (S1) II. EKONOMI ISLAM (S1) III. PERBANKAN SYARIAH (S1)

N

Pengadilan, Kejaksaan, Kepolisian, Akreditasi, Advokasi Notarsi, Penyidik, Panitera, Biro Hukum Perusahaan, Perbankan Dan lain lain Ketua: Prof Hj Aswarni Adam, SH

Pemikiran Islam Filosof Dai. Ahli Ekonomi Islam, Perencanaan Ekonomi, Ahli Perbankan Syariah, Karyawan di Bank dll Ketua: Drs H Iskandar Arnel, MA

M E N G A PA A N DA H A R U S M E M I L I H P E R S A DA B U N DA ? Karena didukung oleh Dosen-dosen yang ahli dan berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan Guru Besar/Profesor, Praktisi yang terampil yang siap mendidik dan membina anda menjadi tenaga terampil dan profesional. Lama pendidikan satu Tahun untuk DI dengan Gelar Ahli Pertama (AP), dua tahun untuk DII dengan gelar Ahli Muda (A.Ma), tiga tahun untuk DIII dengan gelar Ahli Madya (A. Md), dan empat tahun untuk program S1 dengan gelar Sarjana Lengkap (S.Sos dan SE). Bagi mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa. Kerjasama dengan dunia usaha, Case Study dan Job Training. Fasilitas antara lain: Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Lab. Perkantoran, Perpustakaan, Telepon Umum (Beken & Wartel), Klinik Kesehatan, Mushola, Cafetaria, Asuransi, Foto Copy, dan lokasi kampus di tengah kota. SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SLTA atau sederajat (MAN, SMK) 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan rohani 3. Mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, Dilegalisir (3 Lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai Dilegalisir (3 lembar) 6. Pas Foto 3x4 (4 lembar) 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 250.000 8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk

WAKTU PERKULIAHAN Pagi Siang Malam Sabtu Minggu

= = = = =

08.00 s/d 12.00 WIB 13.00 s/d 17.00 WIB 19.00 s/d 22.00 WIB 15.30 s/d 22.00 WIB 07.30 s/d 15.00 WIB

(Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan)

Dengan Mengikuti Pendidikan Tinggi di Persada Bunda, Karyawan/ti dengan sendirinya ilmu bertambah, ketempilan makin mantap. Karier otomatis akan meningkat dan percaya diri akan lebih besar.

Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru 28116 Telp. (0761) 23181 - HP: 0813 652 89999 - Fax. (0761) 40218

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012


28

Advertorial

 Dishubkominfo Pelalawan

Menegakkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas Sebagai instansi pemerintah yang memiliki tangguh jawab terdepan atas keselamatan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pelalawan, Seluruh personil Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Pelalawan bersikap tanggap terhadap kebutuhan masyarakat akan pelayanan jasa yang tertib, teratur, tepat waktu, bersih dan nyaman.

S

IKAP mental yang tangguh menghadapi tantangan, perilaku gesit, ramah, sopan serta lugas merupakan pedoman bagi personil Dishubkominfo Kabupaten Pelalawan dalam menunjukkan sikap tanggung jawabnya terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan tanpa melupakan jati dirinya sebagai insan yang bertaqwa kepada tuhan yang maha esa. Citra manusia perhubungan sebagai mana tersebut diatas harus diapresiasikan oleh para personil Dishubkominfo Kabupaten Pelalawan baik yang bertugas di lapangan maupun personil yang mengabdikan dirinya melayani kebutuhan masyarakat di Kantor Dishubkominfo Kabupaten Pelalawan yang beralamat di Jalan Langgam KM 5 Pangkalan Kerinci. Membawa visi untuk menjadi fasilisator dan penggerak pembangunan di bidang perhubungan dan profesional mengelola komunikasi menuju masyarakat maju dan sejahtera tahun 2030. Dishubkominfo Kabupaten Pelalawan berusaha mewujudkan pelayanan prima baik internal organisasi maupun pelayanan kepada publik, mewujudkan perencanaan dan pengembangan program perhubungan yang komfrehensif, disamping itu mewujudkan pelayanan jasa transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan dan menyampaikan pembangunan secara terbuka yang bermamfaat dan berkualitas kepada pemerintah dan masyarakat menjadi misi Dishubkominfo Kabupaten Pelalawan. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Dishubkominfo Kabupaten Pelalawan telah dilengkapi dengan peralatan yang memenuhi standard pengujian yang ditetapkan, untuk Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), di ruang tersebut terdapat peralatan seperti CO/H Analizer, Side Slip Tester, Axle Load Meter, Head Light Tester, Barke Tester dan Speedo Meter tester. Dengan peralatan yang ada tersebut dan dioperasikan oleh tenaga profesional, berbagai jenis kendaraan yang diwajibkan untuk dilakukan PKB, hasil pemeriksaan kendaraan seperti mobil penumpang, bus dan mobil barang didapat dengan akurat.

Bupati Pelalawan HM Harris

Begitu juga dengan pelayanannya, setelah dilakukan pemeriksaan kendaraan bermotor dipastikan tidak lebih dari sepuluh menit pemilik kendaraan akan menerima tanda bukti telah dilakukan pengujian kendaraan dari Dishubkominfo Kabupaten Pelalawan. Hal ini dipertegas Kadishubkominfo Kabupaten Pelalawan T Ridwan Mustafa mengatakan pihaknya juga mengedepankan pelayanan cepat dalam administrasi pengujian kendaraan. “Jika pemeriksaan kendaraan sudah dilakukan paling lama sepuluh surat KIR

Petugas Dishub Pelalawan tengah melakukan razia kelengkapan dokumen kendaraan

berlalu lintas. “Razia yang dilakukan petugas Dishubkominfo Pelalawan akan memeriksa kelengkapan surat kendaraan, muatan barang dan dimensi kendaraan,” kata Ridwan. Sementara itu di bidang sarana dan prasarana, berbagai kegiatan telah dilaksanakan Dishubkominfo Kabupaten Pelalawan dalam mengemban tugas dan tanggungjawabnya terhadap kelancaran dan keselamatan berlalu lintas, baik di darat maupun disungai. Pada tahun 2012, Dishubkominfo melalui bidang sarana dan prasarana

Kerumutan dan di Jalan lintas Bono,” katanya. Dan secara berkala, Dishubkominfo melakukan pengawasan terhadap rambu rambu lalu lintas yang tidak sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku yang dipasang oleh perusahaan (pihak lain di luar pemerintah). “Yang tidak sesuai dengan aturan semua rambu rambu yang dipasang oleh perusahaan akan kita turunkan,” tegasnya. Dan saat ini tengah digesa pengerjaannya adalah pembangunan dermaga di Kuala Kampar yang menghubungkan masyarakat di daerah perairan tersebut dengan ibu kota Kabupaten Pelalawan di Pangkalan Kerinci. “Dengan adanya dermaga refresentatif di Kuala Kampar, mempermudah akses transportasi antara masyarakat Kuala Kampar dengan Pangkalan Kerinci, diharapkan perekonomian dapat tumbuh dan berkembang di daerah itu,” kata Ridwan. Sedangakn di bidang Komunikasi dan Informasi, secara terbuka informasi pembangunan disampaikan kepada masyarakat maupun kepada pemerintah. Guna mendukung arus informasi tersebut, Bidang

Komunikasi dan Informasi di lengkapi dengan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) yang dikenal dengan nama Pelalawan FM dengan motto “Jalur informasi dan hiburan” yang mengudara pada frekuensi 98.4 MHZ. Dalam operasional Pelalawan FM, didukung 10 orang tenaga penyiar, 4 orang tenaga teknisi dan 12 orang kontributor di setiap kecamatan di Kabupaten Pelalawan. “Sedang sarana pendukung di Pelalawan FM itu, ada ruang studio, ruang dialog interaktif, aula kreatifitas remaja, ruang dapur rekaman dan mobil siaran luar yang berfungsi untuk melakukan pelipuitan langsung dari tempat kejadian,” jelas Ridwan.*

Bengkel Dishub untuk KIR kendaraan

nya sudah siap,” tegas Ridwan. Sedangkan untuk bidang lalu lintas, Dishubkominfo Kabupaten Pelalawan secara rutin melaksanakan razia terhadap kendaraan yang melintas di wilayah Kabupaten Pelalawan, razia rutin ini dimaksudkan untukmenegakkan kesadaran dan keselamatan pengguna jalan dalam

telah memasang rambu rambu lalu lintas sebanyak 200 unit di tujuh Kecamatan, yakni, kecamatan Pangkalan Kerinci, Bandar seikijang, Ukui, Langgam, Bandar Petalangan, kerumutan dan Bunut. “Sedangkan untuk pemasangan Rambu Peringatan Penunjuk Jalan (RPPJ) tiang F telah dilakukan di Kecamatan

Kantor Dishubkominfo Kabupaten Pelalawan

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK

Kadishubkominfo T Ridwan

 nol


Parlementaria

29

Dewan Gelar Rapat Banggar Bersama TAPD Pemkab Bengkalis D

Rapat Banggar TAPD dan kepala dinas bersama anggota DPRD Bengkalis dihadiri Sekretariat Daerah Pemkab Bengkalis H Asmaran Hasan

Dani Purba anggota DPRD Bengkalis dalam rapat Banggar

EWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis melalui Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Bengkalis bekerja ekstra untuk membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Acara itu dihadiri langsung oleh Pimpinan Banggar Jamal Abdillah yang juga Ketua DPRD Bengkalis. Selain itu hadir puluhan anggota DPRD Bengkalis, dan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah(TAPD) yang juga turut hadir Setdakab Bengkalis H

Asmaran Hasan. Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah mengatakan, dilaksanakannya rapat Banggar bersama TAPD tersebut sebagaimana bertujuan agar APBD Perubahan 2012 dibahas sesuai target. “tim Banggar saat ini sudah mulai satu persatu mempelajari dan mempertajam poin-poin kegiatan yang akan digulirkan di APBD Perubahan,” katanya. “Alhamdullilah target pembahasan APBD Perubahan 2012 diketuk palu sesuai dengan target yakni Oktober 2012 lalu,” papar Jamal.

Anggota DPRD Bengkalis Nanang yang juga anggota banggar

Salfian Dahliandi sedang melakukan memeriksa hasil laporan dari TAPD

Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah memaparkan hasil rapat

Hj Mira Roza anggota DPRD Bengkalis dari fraksi PKS

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK

 dks


30 Budaya Budaya Melayu, Identik Dengan Ajaran Islam Ajaran islam itu merupakan fondasi atau sendi adat atau budaya melayu, terutama amalan muamalah dalam hal hubungan manusia dengan manusia sehariharinya.

EPERTI prinsip tiga hal yang dipegang oleh orang melayu yaitu beragama islam, berbahasa melayu dan beradat-istiadat melayu. Maka, Dr.Hj.Maimanah Umar, MA yang dipercaya oleh Ketua LAM Riau Tenas Efenddy mewakili beliau pada acara seminar daerah di Aula Fakultas Pendidikan Agama Islam UIR ini mencoba menjelaskan keidentikkan melayu dengan islam. Dalam pemaparannya, disebutkanlah bahwa melayu itu merupakan suku bangsa. Orangnya disebut orang melayu. Masyarakatnya disebut masyarakat melayu. Adatnya disebut adat melayu. Budayanya disebut budaya melayu. Dan adat Riau adalah adat atau budaya melayu yang mengandung makna bahwa orang melayu Riau adalah orang yang beradat atau berbudaya melayu. Jadi, defenisi melayu

dahulu bahwa islam adalah sebagai fondasi budaya melayu. Adat melayu itu bersendi syara’. Syara’ bersendi kitabullah. Syara’ mengatur adat memakai. Itulah sebabnya dikatakan melayu itu identik dengan islam. “ Akan tetapi, perlu dipahami bahwa bukanlah semua ajaran islam itu identik dengan adat atau budaya melayu. Karena ajaran islam itu, jika ditinjau dari sumbernya bukanlah merupakan hasil pemikiran manusia seperti adat, akan tetapi ajaran islam itu bersumber dari firman Alloh SWT (Al-Quran) dan Nabi Muhammad SAW (Hadist) dan ada juga yang bersumber dari pemikiran manusia dengan syarat-syarat tertentu seperti Ijma’ dan Qiyas,” jelas Maimanah Umar. Karena ajaran islam itu meliputi Aqidah, Syariah dan Akhlak, maka ajaran islam tentang aqidah dan syariah yang Qath’iy adalah tetap dan tidak mengalami perubahan. Namun mengenai syariah yang dzanniy seperti muamalah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, maka ajaran budaya melayu itu dapat dikatakan identik dengan ajaran islam. Semua ajaran islam itu merupakan fondasi atau sendi adat dan budaya melayu dalam hal hubungan manusia dengan manusia sehari-harinya. Sedangkan, istilah adat yang berlaku dalam

berdasarkan budaya dan adat, dimana orang melayu adalah orang yang mempunyai etika, tingkah laku dan adat melayu. Kemudian pada waktu islam mulai dianut didaerah Sumatra dan Semenanjung Malaka, keyakinan dan ketaatan terhadap agama islam menjadi salahsatu ciri khas dari orang melayu. Bahkan pada abad ke-18, William Marsden seorang peneliti barat menyebutkan bahwa dalam percakapan sehari-hari, penyebutan bangsa melayu adalah sama dengan sebutan bangsa Moor di india, dalam artian ketaatannya terhadap agama islam. “Begitulah taatnya orang melayu dahulu terhadap islam, sehingga orang melayu dimata orang asing diberi gelar khusus dalam penyebutan mereka sehari-hari,” kata Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau ini. Dijelaskannya terlebih

masyarakat melayu terdapat adat yang sebenar adat yaitu adat istiadat yang turun temurun yang diturunkan oleh nenek moyang orang melayu Riau sejak dahulu kala. Kedua adat nan diadatkan yaitu adat yang dibuat datuk-datuk dan orang-orang besar membuat peraturan atau adat, baik untuk tata cara hubunngan antar pribadi dan bermusyawarah dalam kehidupan sehari-hari, maupun melaksanakan upacaraupacara. Terakhir adat nan teradat yaitu suatu kebiasaan atau tradisi yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dikalangan masyarakat melayu Riau, antara lain menyuguhkan tapak sirih kepada tamu yang datang. Maimanah Umar juga menjelaskan jati diri dan ciri khas orang melayu sejak keislamannya di abad ke-15 sangat dipengaruhi sekali dengan ajaran islam. Ciri-ciri

Melayu Asli, tak Asli S Cara pandang memaknai orang melayu, harus dilihat secara global. Namun, ciri khas orang melayu itu adalah beragama islam, berbahasa melayu dan beradat-istiadat melayu.

O

RANG melayu dan bukan orang melayu atau orang melayu asli dan bukan orang melayu asli, sulit dibedakan dizaman sekarang ini. Secara global, suku melayu mendiami beberapa wilayah di Asia seperti Malaysia, Thailand, Indonesia, Singapura dan masih ada lagi negara lainnya. Meskipun, di Indonesia misalnya, merupakan Negara yang masyarakatnya terdiri dari berbagai suku bangsa, dalam perjalanan sejarahnya masyarakat bangsa ini pada tahun sebelum masehi merupakan keturunan suatu suku yang dikenal dengan istilah Melayu disaat itu. Mungkin, sebagai negara yang besar, dalam perjalanan sejarah Indonesia yang terus berkembang, terbentuklah berbagai suku bangsa yang mendiami Negara ini. Terlepas dari memakai istilah melayu tadi, setiap suku bangsa yang mendiami Indonesia memiliki tradisi dan adat istiadat yang berbeda-beda satu sama lain seperti Jawa, Batak, Minang dan banyak lagi. Jika masing-masing suku bangsa ini mengaku dirinya adalah suku tertentu. Terus, timbul pertanyaan, siapakah orang yang disebut orang melayu asli? bagaimana kriteria yang disebut orang melayu asli? dan seperti apakah orang melayu asli itu? Untuk menjawab semua itu, Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Asy-Syuhada Universitas Islam Negeri (UIR) mengadakan acara seminar bertemakan “Takkan Melayu Hilang Dibumi, Akankah?”. Acara ini, terselenggara atas kekhawatiran para mahasiswa ini, terhadap kondisi budaya melayu yang mulai luntur dimasyarakatnya sendiri dan mulai masuknya budaya asing yang merayapi orang-orang melayu. Dalam kesempatan itu, Dr.Sudirman Sobari.MA selaku Dosen dan Direktur Pusat Pengajian Melayu UIR, mencoba menanggapi tema yang diajukan oleh mahasiswa IKMI As-Syuhada ini. Ia mengatakan, dalam memaknai orang melayu, sebaiknya jangan mempersempit ruang lingkup pemikiran kita. Ia mempertanyakan, sekarang ini siapa yang bisa menyebutkan orang

melayu yang betul-betul murni berasal dari suku asli melayu yang mendiami daerah ini beratus-ratus tahun yang lalu. “Berbicara mengenai orang asli melayu yang mendiami Riau, mungkin yang berhak mendapat prediket tersebut hanya orang suku seperti Talang Mamak. Karena semenjak islam memasuki daerah ini, mereka memilih keyakinan nenek moyangnya, ketimbang masuk islam dan rela berpindah kedalam hutan,” ujar Sudirman. Lalu, masyarakat Riau sendiri sekarang ini, didiami berbagai suku yang bercampur dengan masyarakat asli Riau dalam ikatan perkawinan maupun bertransmigrasi puluhan tahun lalu. Keturunan berikutnya, lahir, berdiam dan menggantungkan kehidupannya didaerah ini. Kemudian, anak hasil dari pernikahan antara orang melayu dengan orang jawa misalnya akan melahirkan anak yang memiliki dua suku. Karena berdiam di daerah suku melayu, tentu saja mereka akan lebih mengenal budaya melayu itu sendiri. Jadi, kita tidak bisa mengkotak-kotakkan antara mana yang orang melayu asli dan yang tidak. Karena semua masyarakat Riau itu, sudah terjadi pencampuran dari banyak suku di seluruh Indonesia. Terpenting, menurut Sudirman orang melayu itu bisa diketahui dari tiga hal yaitu beragama islam, berbahasa melayu, dan beradatistiadat melayu. Darimanapun seseorang itu berasal, jika mengamalkan tiga hal tersebut, merekalah yang disebut orang melayu. “Jangan dicari lagi, orang melayu asli itu. Orang melayu adalah orang yang memiliki tiga hal diatas. Seperti saya, yang berasal dari keturunan Jawa dan Bengkalis. Dalam hal budaya, mana saja, saya bisa. Jadi orang jawa bisa, jadi orang melayu apalagi,” tegas Sudirman, mencontohkan kepada dirinya sendiri. Bahkan Negara tetangga kita seperti Malaysia yang notabennya berbudaya Melayu, hanya mengakui empat suku saja, Melayu, Cina, India dan Eropa. Kita juga tahu, bahwa masyarakat Malaysia banyak juga yang berasal dari berbagai macam suku bangsa dari Indonesia. “ Di Malaysia sana, dalam identity mereka hanya dituliskan suku Melayu. Tidak peduli, apakah namanya sugeng atau sitompul. Tetap di kategorikan suku melayu,” ujar Sudirman.*

 hes

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

itu adalah orang melayu beragama islam, berbahasa melayu dan beradat istiadat melayu. Kemudian berpijak kepada yang Esa, orang melayu sangat mementingkan penegakkan hukum untuk keamanan, ketertiban, kemakmuran masyarakat. Orang melayu juga mengutamakan budi dan bahasa, sopan, santun, dan tinggi peradabannya. Serta orang melayu mengutamakan pendidikan dan ilmu. Selain itu, orang melayu juga mementingkan budaya dan mengutamakan musyawarah dan mufakat sebagai sendi kehidupan sosial. Terutama orang melayu ramah dan terbuka kepada tamu dan orang melayu itu akan melawan jika terdesak. “ Jati diri dan ciri khas orang melayu ini, bisa kita lihat pada kehidupan orang melayu sekarang ini. Meskipun ada beberapa sifat negatife yang ada pada diri orang melayu, namun jati diri diatas merupakan ciri khas orang melayu sejati,” jelas Anggota DPD-RI ini. Apalagi, kata Maimanah Umar tantangan budaya melayu di era global sekarang ini banyak dipengaruhi budaya asing yang tidak sesuai dengan ajaran islam dan budaya melayu. Begitu juga pemikiranpemikiran dan ajaran tersebut dapat merusak pemikiran-pemikiran generasi muda melayu dan bangsa ini. Ditambah lagi, masuknya nilai-nilai negatife yang merusak moral generasi muda melayu dan bangsa seperti Narkoba, HIV/AIDS, pergaulan bebas dan lain sebagainya. Dengan teknologi yang semakin berkembang, juga mempermudah masuknya informasi yang merusak akidah, akhlak dan moral generasi muda melayu saat ini. Untuk itu, solusi yang tepat disebutkan oleh Maimanah Umar adalah sebagai generasi muda melayu harus memperkuat aqidah, iman dan taqwa. Jika menuntut ilmu harus bersungguhsungguh dan menjadikan teknologi sebagai penunjang kemajuan ilmu kita kedepan. Kita juga harus mampu bersaing dengan memiliki keunggulan dan tidak lupa mengedepankan integritas moral, etika dan akhlak mulia. “Untuk mewujudkan itu semua, kita harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjadikan hari ini harus lebih baik dari hari kemaren dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Maka, diperlukan kesungguhan menjauhi hidup bermalasmalasan, harus kreatif, inisiatif, percaya diri, tidak bersikap pasif dan militan. Semua hal tersebut harus dimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” sarannya.*

 hes


31 Ekonomi

Kue Kembang Loyang, Andalan KUBE Farah Jaya

Israk dan anggota keluarganya yang lain saat proses memasak kue kembang loyang

Dulu sempat dipasarkan dengan sistem door to door. Tapi kini Israk tak perlu lagi mencari konsumen. Mereka sendiri yang datang ketempat usaha Israk.

M

EMBUAT usaha kembang loyang, menjadi andalan keluarga Israk Apriyadi beberapa tahun belakangan ini. Sejak diajak bergabung oleh PNPM Mandiri Kota Pekanbaru, usaha yang digeluti keluarganya sejak tahun 1999 ini, semakin berkembang dan jauh lebih besar dari semula. Diakuinya, bahwa usaha yang dipelopori oleh ibunya ini, sudah sangat

berjasa dalam menambah penghasilan keluarga yang pasa-pasan, hingga ia dan saudaranya yang lain bisa menamatkan gelar serjana dan terbilang sukses dalam karier selama ini. Awalnya, Israk ikut bergabung dengan PNPM Mandiri, disebabkan kesibukkan lain membuatnya mundur dan memilih jalur pendidikan sebagai guru. Bersamaan dengan itu juga, fasilitator PNPM, menawarinya berupa bantuan pendanaan untuk UKM. Tidak berfikir lama, ia mengambil kesempatan tersebut dengan pinjaman awal sekitar Rp500 ribu. Usahanya terus mengalir seperti air dan ia menambah lagi pinjaman sebanyak Rp 2 juta yang akhirnya membuat

Salahsatu jenis variasi kue usaha KUBE Farah Jaya stik kentang

usaha keluarganya ini terus menunjukkan kecemerlangan dan sangat prosfek kedepannya. Israk mengatakan usaha keluarganya ini memang sudah lama berjalan, namun hanya diam ditempat saja. Dengan adanya dukungan dari PNPM ini, ada sebuah titik terang dan pencerahan dalam mengembangkan usahanya. “ Selama ini, kita ada dapat bentuan dana dari pihak lain. Tapi, hanya sekedar dana saja. PNPM justru tidak hanya memberikan bantuan berupa dana saja, juga memberikan kita motivasi, dukungan dan pembinaan secara berkala dan kontinui,” katanya. Pembinaan seperti ini yang diharapkan oleh UKM seperti dia, sehingga produk rumahannya tersebut bisa menjadi usaha yang besar dengan pemasaran yang bukan di Pekanbaru saja, juga didaerah lain. Saat ini saja, Israk sudah memasarkan kue Kembang Loyang buatannya hingga ke Kabupaten Siak, Kampar, dan Kuansing. Setiap kali pengiriman bisa mencapai 20-30 kg. Belum lagi permintaan yang datang dari wilayah Pekanbaru sendiri yang masih belum tergarap olehnya dengan baik. Apalagi menjelang hari raya besar, ia kewalahan menanggapi pesanan yang membuatnya lembur nonstop selama seminggu hanya mengerjakan kue pesanan saja. Bahkan, ia memperkejakan ibuibu rumah tangga sekitar tempat tinggalnya. Anggota kelompok usaha bersama (KUBE) farah Jaya yang berjumlah 5 orang ini, tidak hanya mengerjakan kue kering seperti Kembang Loyang saja, ada juga kue lain yaitu kue pilin, semprong, kue basah, peyek, stik kentang. Untuk kue Kembang Loyang sendiri, ia mempunyai dua variasi rasa yaitu rasa manis pakai wijen dan

rasa pedas pakai cabe. Berkat arahan dari pihak PNPM juga, baru-baru ini ia mulai memproduksi stik dari ubi ungu. “Salah satu bentuk dari binaan PNPM, kami selalu di beri ide-ide untuk memvariasikan aneka kue kami ini. Yang terbaru adalah stik ubi ungu. Percobaan baru dua kali kami buat dan seterusnya juga akan kami fokuskan membuatnya,” rencana Israk. Saat ini, ia lebih memfokuskan membuat Kue Kembang Loyang, dikarenakan masih minimnya usaha kue ini dan pangsa pasar yang masih sangat besar lagi. Ditambah lagi, kue kembang loyang merupakan ciri khas kue rumahan yang jarang ditemui di tempat-tempat umum seperti supermarket dan pasar-pasar tradisional. Hal ini disebabkan, karena untuk membuat kue kembang loyang perlu ketelitian, keulekkan, fokus dan kesabaran. “ Kebanyakkan orang tidak mau berlama-lama didekat kompor dengan hawa panas. Adonan yang harus diaduk tiap saat, jika tidak adonan akan mengumpal sehingga cetakkan kue menjadi tidak bagus dan tidak

yang mau menjual diberi persentase dari hasil penjualan. Dari sini, juga terjadi pemasaran lewat mulut kemulut hingga ia tidak perlu mencari konsumen, namun mereka yang datang sendiri. Mengenai harga, satu bungkus dijualnya Rp4 ribu, jumlah isi 14 buah.Harga persatuan kurang dari Rp500 rupiah saja. Ada juga yang pakai kaleng dengan harga Rp 175 ribu, isinya berjumlah 300 buah. Daya tahan kue Loyang ini, bisa mencapai dua bulan. “ Untuk di bawa keluar kota, harga satu kaleng kita naikkan sedikit menjadi Rp 185 ribu,” kata Israk selaku Sekretaris KUBE Farah Jaya ini. Dari usaha Israk ini, ia mengaku sangat terbantu sekali terutama dalam tambahan pendapatan keluarga besarnya. Jika di hitung pendapatan dari membuat kue ini saja, dalam sebulan ia bisa memperoleh tambahan pendapatan lebih dari Rp3 juta-an. Angka itu, dihitung jika dalam satu bulan mereka membuat kue tidak secara rutin. Barangkali, hanya 4 kali dalam seminggu saja. Namun, ia memastikan penghasilan lebih bisa

Kue Kembang Loyang dua jenis rasa, manis pakai wijen dan rasa pedas

layak di jual,” cerita Israk. Selain itu, katanya kue Kembang loyang ini sangat rapuh dan mudah pecah. Tersentuh sedikit saja, bisa bercerai berai. Ini salah satu kendala yang selama ini dialaminya. Hingga, mengapa sampai sekarang, kue kembang loyang buatannya enggan dijualnya di Supermarket. “ Kita pernah mencoba menjual ke Supermarket atau diletak dikedai. Memang sangat rawan sekali. Ada yang pecah, tidak akan ada yang mau beli. Jadi, harapan kita pada pemasaran kue ini, hanya lewat pesanan saja,” Kata Israk. Untungnya kata Israk, masyarakat masih banyak yang memesan. Ini juga berkat, kelihainnya dalam pemasaran. Ia tidak segansegan pergi ke Dinas-Dinas Pemerintahan dan sekolahsekolah. Bahkan dor to door kepintu-pintu juga pernah ia lakukan. Ia juga memiliki perpanjangan tangan, orang

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012

didapatkannya, jika rutin membuat kue. Ia akan memperoleh pendapatan lebih dari itu. Meskipun usahanya terbilang sukses dan menjanjikan, dilain pihak ia masih mengharapkan dukungan dan binaan dari semua pihak yang berwenang, baik pihak PNPM maupun pihak pemerintah. Ia juga bercita-cita kue kembang loyang buatannya bisa tembus ke luar negeri seperti negara Malaysia dan Singapura yang mayoritas masyarakatnya memiliki cita rasa yang sama dengan masyarakat Indonesia. “Untuk mewujudkan semua itu, perlu binaan dari semua pihak yang berwenang. Untuk melabarkan sayap ke luar negeri itu, kami masih awam. Makanya, dengan dukungan tersebut kami bisa mewujudkan citacita ini,” itu hasrat terbesar yang ingin di capai Israk kedepannya.*

 hes


32

Bupati Hadiri Rakornas Persiapan Penyerahan DAK2 B

UPATI Bengkalis, Herliyan Saleh menghadiri rapat koordinasi nasional (Rakornas) persiapan penyerahan Daftar Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2). Data kependudukan berupa DAK2 akan digunakan oleh KPU Provinsi dan Kabupaten/ Kota dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 Rakornas persiapan penyerahan DAK2 dari pemerintah daerah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), KPU Provinsi dan Kabupaten/kota dilaksanakan di Grand Sahid Jaya, Jakarta pusat ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. Dihadiri oleh gubernur dan bupati/walikota se-Indonesia serta Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, provinsi dan kabupaten. Pada kesempatan itu, Kementerian Dalam Negeri,

mengumumkan dan sekaligus memberikan penghargaan tiga kategori kepada kabupaten/kota. Diantaranya dengan kategori tercepat kabupaten/ kota tercepat dalam perekaman data dan kategori jumlah terbanyak dicatat dalam setiap harinya. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan DAK2 kepada para gubernur yang hadir pada Rakornas tersebut. DAK2 berasal dari data base kependudukan yang telah dilakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP) kepada masyarakat seluruh Indonesia. Data tersebut nantinya digunakan untuk kepentingan pemilihan umum tahun 2014 maupun Pilkada di setiap daerah. Saat Rakornas, Mendagri minta kepada seluruh kepala daerah untuk segera menyelesaikan perekaman e-KTP. Terkait persoalan ini, pencapaian perekaman e-

KTP di kabupaten Bengkalis sudah mencapai 85 persen. “Mudah-mudahan, sampai akhir Desember ini, jumlah warga yang melakukan perekaman e-KTP sudah tuntas. Jika belum juga tuntas akan dilanjutkan pada 2013, karena Pemerintah Pusat

Jalan Desa Teluk Rhu Menuju Tanjung Punak Masih Nol Persen

memperpanjang masa akhir perekaman e-KTP hingga 31 Oktober 2013,” ujar Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh seperti dikutip release Kabag Humas Setda Bengkalis, Basri. Terkait DAK2 ini, setelah diserahkan kepada gubernur dan bupati, selanjutnya pada

S

Kades Teluk Rhu, Amza mengakui bahwa didesanya ditahun ini Pemkab Bengkalis menganggarkan bantuan peningkatan Jalan desa Teluk Rhu menuju Tanjung Punak kecamatan Rupat Utara tersebut. Akan tetapi sangat disayangkan dilokasi kegiatan itu tidak ada terlihat bentuk aktivitas yang dilaksanakan oleh rekanan perusahaan yang memenangkan proyek tersebut. “Jangankan bentuk aktivitas, dilokasi proyek itu tidak terlihat bahan-bahan material seperti semen, ataupun best dan lainnya. Hanya saja sarana transportasi penunjang seperti alat-alat berat dan mobil pengangkut bahan material saja yang ada. Bahan materialnya samasekali tidak ada terlihat,”terang Kades Teluk Rhu, Amza saat dihubungi kepada AZAM melalui telepon selelurnya. Belum dilaksanakannya proyek peningkatan Jalan Desa Teluk Rhu menuju Tanjung Punak dikecamatan Rupat Utara tersebut sudah dilaporkan kepihak UPTD Bina Marga dan Pengairan Rupat Utara akan tetapi belum ada tindaklanjut. “Karena proyek peningkatan Jalan Teluk Rhu menuju Tanjung Punak itu belum ada dikerjakan oleh rekanan

perusahaan. Sementara jalan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat, karena salahsatu jalan akses desa Teluk Rhu menuju Tanjung Punak kecamatan Rupat Utara,” kata Kades lagi. Terkait belum dikerjakan proyek peningkatan Jalan tersebut. Kades berharap terutama kepada pihak perusahaan pelaksana agar segera memasukan bahanbahan material kelokasi pekerjaan tersebut. “Kontraktor secepatnya memasukan material dan lalu mengerjakan, jika cepat dikerjakan maka jalan tersebut dapat dipergunakan oleh masyarakat banyak,” jelas Kades. Ditambahkan Kades sedangkan induk dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Bengkalis seharusnya menegur tegas perusahaan pelaksana, atau diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku jika tidak dikerjakan alias masih nol persen. “Bahkan hendaknya instansi terkait harus lakukan kroscek diseluruh kegiatan proyek khusus dikecamatan Rupat Utara. Karena banyak proyek ditahun sebelumnya terkesan sembaraut,”tegasnya.

 rls/dks

ELURUH jajaran Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dituntut untuk meningkatan kualitas sistem manajemen pemerintahan,sehingga pelayanan publik yang cepat,bersih dan berkualitas dapat terwujud. Hal itu tertuang dalam sambutan presiden RI saat peringatan HUT KORPRI ke 41 di halaman kantor Bupati Bengkalis, Kamis silam. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Bupati Suayatno, dihadiri segenap jajaran Korpri mulai dari Setdakab Asmaran Hasan, kepala SKPD, unsur Muspida serta jajaran pegawai di lingkup Pemkab Bengkalis. Bersempena HUT Korpri tersebut, juga dilaksanakan acara puncak hari guru nasional (HKN) dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke 67 tahun 2012. Dalam amanat Presiden RI selaku pembina Korpri Nasional, disampaikan pesan bahwa pemantapan jiwa Korpri guna memeprcepat reformasi birokrasi yang merupakan amanat masyarakat.Seluruh jajaran Korpri harus meningkatkan kesadaran dan tanggungjawab dalam pelaksanaan tugas kedinasan yang relevan dengan situasi ditengah masyarakat. “Sejalan dengan tuntutan pelayanan publik tersebut, maka Korpri harus mampu meningkatkan kualitas manajemen pemerintahan melalui pemantapan kelembagaan dan keorganisasian. Yang tak kalah pentingnya adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia pegawai negeri sipil (PNS),”pesan presiden seperti dibacakan wabup Suayatno.

NO: 715 TAHUN XIII/ EDISI 4 - 10 DESEMBER 2012 CMYK

 rls/dks

Korpri Mesti Tingkatkan Kompetensi SDM

S

EJUMLAH kegiatan proyek yang dibutuhkan masyarakat seperti peningkatan jalan yang seharusnya dilaksanakan tahun 2012 pelaksanaanya masih nol persen atau belum sama sekali dikerjakan oleh rekanan perusahaan yang memenangkan proyek tersebut. Berdasarkan pantauan disejumlah lokasi pekerjaan proyek peningkatan Jalan Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Bengkalis tahun 2012 ini diantaranya Peningkatan Jalan Desa Teluk Rhu menuju Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara, kabupaten Bengkalis. Dengan massa pelaksanaan 100 hari kalender itu dengan anggaran senilai Rp3,996,143.000 dimenangkan oleh PT. Edi Cowindo sedangkan perusahaan konsultan pengawas PT. Refena Kembar Anugerah. Meskipun plang nama proyek tersebut pada lokasi kegiatan ada tetapi tanpa volume kegiatan sampai akhir Nopember 2012 ini belum terlihat aktivitas disekitar lokasi proyek tersebut. Bahkan berdasarkan informasi yang diterima bahwa rekanan perusahaan telah mengambil uang muka 20 persen.

6 Desember mendatang, sesuai rencana Kementerian Dalam Negeri akan dilaksanakan penyerahan secara serentak kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), KPUD provinsi, dan kabupaten/kota.

Disampaikan juga oleh Wabup, hampir setengah abad, Korpri telah menunaikan perannya sebagai pilar utama dalam mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa.Birokrasi pemerintahan saat ini terlah tampil dengan pelayanan yang semakin baik,peningkatan kinerja aparatur negara melalui reformasi birokrasi memiliki posisi yang sangat strategis. Kemudian Korpri sebagai aparatur negara dan pelayan masyarakat harus mampu mengubah pola pikir (mindset) dari mental penguasa menjadi birokrat yang bermental abdi masyarakat.Harus didasari bahwa birokrasi pemerintahan harus disempurnakan,karena masih ada penilaian dari masyarakat kecenderungan sistem birokrasi yang rumit dan berbelit. “Korpri harus terus menata kelembagaan pelayanan publik. Menyederhanakan prosedur pelayanan ,serta menerapkan standar pelayanan minimal yang semula panjang dan berbelit, supaya terhindar dari praktek korupsi dan kolusi,”kata Wabup. Pada kesempatan HUT Korpri ke 41 tersebut juga diberikan penghargaan terhadap sejumlah PNS yang telah mengabdi selama 30 tahun. Kemudian usai upacara, dilanjutkan dengan ziarah ke taman makam pahlawan di jalan Pramuka Bengkalis. Ziarah ke makam pahlawan dipimpin oleh Setdakab Asmaran Hasan bersama dengan Plt Kadis Sosial Zulfan heri serta kepala SKPD Pemkab Bengkalis.

 dks


Berita Azam