Page 1

No.736 Tahun XIV/ 30 APRIL - 6 MEI 2013 email: mingguan_azam@yahoo.com

Ilustrasi: roy/joni paslah

No. Keanggotaan: 469/06/1998/B/2010

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013 CMYK

Harga Rp 6.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)


8 ADVERTORIAL PUBLIKASI PEMBANGUNAN KABUPATEN ROKAN HILIR

Wabup Sampaikan LKPj 2012 Pemkab melalui Wabup Suyatno menyampaikan LKPj Kepala Daerah 2012 kepada DPRD. Seluruh keberhasilan diungkapkan.

W

AKIL Bupati Rokan Hilir (Rohil), Suyatno, AMp, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2012 dalam sidang paripurna DPRD Rohil, Rabu (24/4) yang sekaligus beragendakan laporan pembentukan Pansus terkait 18 Ranperda yang telah mendapat jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Rohil. Secara bersamaan dalam penyampaian LKPj itu, Wabup juga menceritakan keberhasilan dan kekurangan. Pada kesempatan itu juga diserahkan buku catatan kinerja pemerintah berisi VII BAB kepada Ketua DPRD Rohil, Nasrudin Hasan. Wabup mengatakan

periode kedua kepemimpinannya bersama Bupati H Annas Maamun telah terjadi perubahan politik secara nasional dan dapat dirasakan didaerah, sehingga pemerintah daerah merespon aspirasi masyarakat demi terwujudnya pembangunan. Menurut Suyatno keberhasilan juga bisa dibuktikan dengan indikator penghargaan yang diperoleh untuk program strategis, baik insfrastruktur, pendidikan, kesehatan, sehingga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Ia menjelaskan penyampaian LKPj merupakan gambaran indikator makro hasil pembangunan seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada Tahun 2012 tingkat pembangunan manusia mencapai 71,51 persen. Sedangkan selama periode 2009-2011 berdasar pertumbuhan ekonomi memperlihatkan hasil cukup signifikan, dari kinerja pemerintah secara umum. Disamping itu, laju pertumbuhan ekonomi kabupaten tanpa migas tahun 2011 tumbuh cukup stabil 7,68 persen, tahun 2010 7,57 persen, tahun 2009 sebesar 7,26 persen. Artinya, krisis

global tidak begitu berpengaruh dalam perekonomian Kabupaten Rohil. Sementara, pertumbuhan ekonomi tanpa migas tertinggi tahun 2011 terjadi pada sektor bangunan 10,43 persen. Laju pertumbuhan mengidentifikasi bahwa bangunan fisik banyak dibangun masyarakat

S

: : : :

bah ilmu di bangku sekolah jika ingin mendapat beasiswa tersebut. “Tahun ini dan semoga hingga tahun-tahun berikutnya program ini tetap lanjut. Makanya kita minta siswa SMU sederajat untuk terus giat belajar,” ungkapnya. Sekdakab juga meminta kepada para orang tua agar terus memberikan bimbingan kepada anaknya di luar jam pelajaran sekolah. Dan orang tua juga harus memberikan semangat kepada anak-anaknya agar terus berpacu. Untuk saat ini, Pemkab telah menguliahkan ribuan guru untuk meningkatkan kualifikasinya ke S1. “Begitu juga dengan mahasiswa Rohil yang berjumlah hampir ratusan orang telah dikuliahkan ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Mesir seperti, UR, UGM, IPB, ITB dan Universitas Al Azhar Mesir,” jelas Wan Amir Firdaus lagi.*

Sekdakab Kapolres Kajari Jumlah Penduduk Jumlah Kecamatan Jumlah Desa Potensi Alam Nopol

: : : : : : : :

H Annas Maamun H Suyatno, AMp Nasruddin Hasan Drs Jamiludin Ridwan SIp Drs.H. Wan Amir Firdaus, M.Si AKBP Toni Hermawan R, SIK Zulbakar 440.894 jiwa 14 103 Migas, Kelapa Sawit, Karet, Ikan BM....P

 mrn/ttg

S

EBAGAI wujud dukungan terhadap dunia pendidikan, dan guna memberi kesempatan bagi warga yang kurang mampu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) akan kembali menguliahkan siswa berprestasi. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Rohil, Drs H Wan Amir Firdaus, MSi. Dan ia memastikan dalam menjalankan program itu, yang dipilih adalah benar-benar siswa berprestasi dan diseleksi secara selektif. “Dalam memilih siswa berprestasi, kita benar-benar melakukan seleksi yang selektif. Hanya saja sudah dapat dipastikan yang diutamakan dari keluarga yang kurang mampu. Ini dilakukan untuk meningkatkan SDM Rohil,” terang Wan Amir Firdaus. Untuk itulah, dia mengingatkan agar siswa-siswi khususnya pelajar SMU sederajat terus berpacu menimbah ilmu di bangku sekolah

jika ingin mendapat beasiswa tersebut. “Tahun ini dan semoga hingga tahun-tahun berikutnya program ini tetap lanjut. Makanya kita minta siswa SMU sederajat untuk terus giat belajar,” ungkapnya. Sekdakab juga meminta kepada para orang tua agar terus memberikan bimbingan kepada anaknya di luar jam pelajaran sekolah. Dan orang tua juga harus memberikan semangat kepada anak-anaknya agar terus berpacu. Untuk saat ini, Pemkab telah menguliahkan ribuan guru untuk meningkatkan kualifikasinya ke S1. “Begitu juga dengan mahasiswa Rohil yang berjumlah hampir ratusan orang telah dikuliahkan ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Mesir seperti, UR, UGM, IPB, ITB dan Universitas Al Azhar Mesir,” jelas Wan Amir Firdaus lagi.*

 mrn/ttg

TELEPON PENTING

Sekretariat Pemkab Rohil Sekretariat DPRD Ambulance Pemadam Kebakaran Polsek Bangko Kantor kecamatan Bangko Dinas Kesehatan Dinas Kehutanan Dinas PMD Dinas Pendidikan

0767-24287 0767-24567 0767-21040 0767-21130 0767-21110 0767-21010 0767-24381 0767-21710 0767-24284 0767-23277

Dinas Kimpraswil Dispenda Bawasda Bappeda Bapedalda KPDE Dinastan Tanaman Pangan Dinas Perhubungan PLN Bagansiapi-api

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013 CMYK

 rtc/ttg

Pemkab Kuliahkan Siswa Berprestasi

INFO PENTING Bupati Wakil Bupati Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD

tahun 2012, Pemkab Rohil memprioritaskan normalisasi saluran sungai termasuk sudah meresmikan saluran pompanisasi, dengan harapan sektor tanaman pangan di Kecamatan Rimba Melintang akan meningkat.*

Bupati Rohil H Annas Maamun meninjau TK dan Playgrup Permata Hati

Pemkab Kuliahkan Siswa Berprestasi EBAGAI wujud dukungan terhadap dunia pendidikan, dan guna memberi kesempatan bagi warga yang kurang mampu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) akan kembali menguliahkan siswa berprestasi. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Rohil, Drs H Wan Amir Firdaus, MSi. Dan ia memastikan dalam menjalankan program itu, yang dipilih adalah benar-benar siswa berprestasi dan diseleksi secara selektif. “Dalam memilih siswa berprestasi, kita benar-benar melakukan seleksi yang selektif. Hanya saja sudah dapat dipastikan yang diutamakan dari keluarga yang kurang mampu. Ini dilakukan untuk meningkatkan SDM Rohil,” terang Wan Amir Firdaus. Untuk itulah, dia mengingatkan agar siswa-siswi khususnya pelajar SMU sederajat terus berpacu menim-

dan pemerintah. Sedangkan sektor perdagangan hotel dan restoran tumbuh 9,85 persen, hal itu disertai meningkatnya sektor listrik khususnya PLN dengan gebrakannya menambah jumlah pelanggan. Selanjutnya dalam tahap pembangunan infrastruktur

0767-24385 0767-22061 0767-24960 0767-24918 0767-24928 0767-24998 0767-24814 0767-24330 0767-21280


9

UN SMP/MTs Berjalan Lancar UN SMP sederajat berjalan lancar diikuti sebanyak 9.923 siswa dari 178 sekolah. JIAN Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Senin (22/ 4) lalu, secara serentak dilaksanakan di semua daerah, termasuk di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Jumlah peserta UN SMP/ MTs di Kabupaten Rohil tercatat sebanyak 9.923 orang yang tersebar di 178 sekolah. Pelaksanaan UN tingkat SMP/ MTs ini berjalan lancar. Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Rohil, Drs H Wan Amir Firdaus MSi, menyempatkan waktunya mengunjungi sejumlah sekolah untuk melihat langsung pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs di Kota Bagansiapiapi. Sekolah yang dikunjungi tersebut yakni SMPN I Bangko di Jalan Sumatera dan SMP Yayasan Perguruan Bintang Laut di Jalan Protomo Bagansiapiapi. Saat melakukan kunjungan itu, Sekdakab didampingi

U

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Rohil, Drs H Surya Arfan MSi, Asisten Bidang Kesra H Azhar A SE MSi, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Drs Nasri S, Kepala Bappeda, H Muhammad Job Kurniawan dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Drs H Jon Syafrindow serta sejumlag staf dari Dinas Pendidikan. Dalam peninjauan tersebut, Wan Amir Firdaus juga menyempatkan waktu berdialog langsung dengan sekolah serta sejumlah tenaga pengawasan UN di setiap kelas yang dikunjunginya. “Dari beberapa ruangan kelas yang kita kunjungi itu, boleh dikatakan hadir semuanya. Dalam pelaksanaannya sendiri, semuanya berjalan aman dan lancar. Ini semua berkat dukungan dan peran serta dari semua pihak termasuk kalangan pelajar yang menjadi peserta UN,” ujarnya. Sementara itu, Surya Arfan mengungkapkan bahwa pelaksanaan UN boleh dikatakan tidak menemukan adanya hambatan dan kendala yang mampu mempengaruhi kelancarannya. “Intinya, semua berjalan lancar,” ujarnya.*

 rp/ttg

Sekdakab Rohil H Wan Amir Firdaus meninjau pelaksanaan UN SMP

Waspada Karhutla, Dishut Surati Camat

D

INAS Kehutanan (Dishut) Rokan Hilir (Rohil) menyurati para camat. Surat tersebut berisi himbauan agar waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karlutla) dimusim kemarau ini. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Rohil, Suwandi, Kamis (25/4) kepada war-

tawan di Bagansiapiapi. Menurutnya kewaspadaan ini lebih dipicu cuaca ekstrim dan rawan kebakaran hutan dan lahan, sehingga dimintanya juga camat agar ikut memantau. Apalagi, kata Suwandi, “hot spot” di Rohil mulai ada, namun tidak menimbulkan asap, karena dalam beberapa hari belakang hujan lebat

terjadi. “Hot spot ini bukan hanya menjadi tangungjawab pihak terkait, akan tetapi tugas bersama, tak terkecuali masyarakat untuk memadamkannya. Intinya jika ditemukan titik “hot spot”, maka harus dipadamkan dan masyarakat juga kita himbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan secara liar,” katanya. Ia menjelaskan di Kabupaten Rohil terdapat titik yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, diantaranya di Kecamatan Tanah Putih, Kecamatan Kubu, Kecamatan Kubu Babussalam, Panipahan dan Kecamatan Bangko. “Maka kita yakin dengan adanya kerjasama dengan pihak kecamatan, saya yakin kebakaran hutan akan bisa kita hindari. Sebab kalau kita tidak siaga kabut akan terjadi akibat kebakaran hutan,” tutur Suwandi.*

 rtc/ttg

Empat Museum Rohil Resmi Terdaftar

K

EPALA Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Ir Tarmizi Madjid, memastikan empat museum yang ada di Rohil telah terdaftar di tingkat provinsi. Hal ini menyusul peninjauan tim museum daerah Sang Nila Utama, Pekanbaru pada 25 Maret lalu. Dari penilaian yang dilakukan tim, diketahui bahwa museum tersebut benar-benar telah aktif sesuai dengan fungsinya. “Sejak 16 April lalu, empat museum tersebut telah terdaftar,” ujarnya. Ia menyebutkan empat musem tersebut adalah Museum Sejarah Rohil dengan Nomor: 432.1/DKPMSNU/04/2013/01, Museum Tionghoa dengan Nomor: 432.1/DKP-MSNU/04/2013/02, Museum Ikan dengan Nomor: 432.1/DKP-MSNU/04/2013/03

dan Museum Muslim dengan Nomor: 432.1/DKP-MSNU/04/ 2013/04. Dengan terdaftarnya empat museum Rohil tersebut, kata Tarmizi, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan usulan dana rehabilitasi dan penataan koleksi ke Direktur Cagar Budaya dan Permuseuman Jakarta. “Salah satu syarat untuk mengajukan dana ke pemerintah pusat, museum harus terdaftar terlebih dahulu. Kerangka Acuan Kerja (KAK) sudah kita siapkan, termasuk proposalnya,” terang Tarmizi. Diakuinya, dalam setahun belakangan tingkat kunjungan masyarakat dan siswa ke museum di Rohil mulai tinggi, terutama setelah pihaknya menyurati semua sekolah agar mengagendakan kunjungan secara berkala ke museum.*

 rp/ttg

Siswa Diwajibkan Hapal Mars dan Hymne Rohil

K

EPALA Dinas Pendidikan (Disdik) Rokan Hilir (Rohil), Drs H Surya Arfan, MSi, menjelaskan seluruh sekolah di Rohil diwajibkan untuk hapal lagu mars dan hymne Rohil. Karena lagu yang diciptakan tokoh Misran Rais itu,

kini akan di Perdakan Pemkab Rohil. “Kita sudah sebarkan edaran bahwa seluruh sekolah wajib hapal lagu itu dan setiap sekolah harus sudah ada abadenya,” jelas Surya Arfan. Tidak hanya sampai disitu, kata Surya Arfan, bahwa setiap Upacara

bendera rutin Senin pagi, wajib menampilkan lagu ini, karena memang menjadi salah satu kebanggan dimana satu-satunya kabupaten di Riau yang memiliki lagu mars dan hymne. Dan lagu mars dan hymne Rohil ini berisi tentang sejarah dan asal dan potensi

daerah yang ada di Rohil. “Kita bangga lagu ini memberikan motivasi dan semangat setiap orang yang mendengarkannya, bahkan selama ini selalu ditampilkan disetiap kunjungan pejabat provinsi dan pusat yang berkunjung ke Rohil,” katanya.

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013 CMYK

Namun, kelihatannya masih belum dikenal oleh pelajar-pelajar yang ada, karena saat itu masih dinyanyikan perwakilan siswa SMAN 1 Bangko saja, tapi akan segera diwajibkab dikareakan juga akan di Perdakan.*

 dp/ttg


32 ADVERTORIAL PEMKAB BENGKALIS

Astaka MTQ Dijadwalkan Selesai 10 Mei C

AMAT Bukit Batu M. Fadlul Wajedi mengatakan, pembangunan astaka untuk penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Bengkalis ke XXXVIII di halaman gedung serbaguna sudah dimulai dan dijadwalkan selesai dikerjakan pada tanggal 10 Mei mendatang. “Pembangunan astaka sudah dimulai beberapa hari yang lalu, kita jadwalkan tanggal 10 Mei mendatang astaka tersebut sudah selesai dibangun,” ujar M. Fadlul kepada wartawan. Dikatakan juga oleh Mantan Sekcam Manadau

tersebut selain persiapan pembangunan Astaka, persiapan juga telah dilakukan oleh semua seksi yang ada dan diharapkan menjelang acara pembukaan nanti seluruh seksi sudah siap melaksanakan tugasnya. “Seluruh seksi yang ada juga telah mempersiapkan diri, untuk itu diharapkan menjelang acara pembukaan sudah tidak ada mengalami kendala,” harap Fadlul. Selain itu M. Fadlul juga mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Bukit Batu untuk bisa mendukung dan mensukseskan acara ini, karena sebagai tuan rumah harus bisa memberikan yang

terbaik dalam ajang MTQ tingkat kabupaten ini. “Sebagai tuan rumah, kita

harus bisa menyukseskan acara ini dan hal tersebut tentu tidak bisa terlepas dari

dukungan semua pihak,” katanya.

 dks

Dispenda Data Ulang Semua Sektor Distribusi Pajak Inspektorat Segera Usut Jalan Asal Lubuk Muda

P

EMERINTAH Daerah (Pemda) kabupaten Bengkalis melalui dinas Pendapatan Daerah Bengkalis akan melakukan pendataan ulang ke semua sektor distribusi pajak yang berada di wilayah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bengkalis. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bengkalis, Heri Indra Putra saat diwawancarai sejumlah wartawan diruang kerjanya. Ia mengakui meskipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Bengkalis tidak adanya penurunan sesuai dengan target pada setiap akhir tahunnya. Tetapi mengenai masalah disektor distribusi pajak ke daerah Bengkalis, berdasarkan data diterima setiap tahunnya adanya indikasi penurunan, terang Heri Indra Putra didampingi Sekretaris Dispenda Bengkalis Akmal. Untuk mengetahui adanya indikasi dari penurunan

disejumlah sektor distribusi pajak tersebut, Dispenda Bengkalis telah membentuk tim investigasi. Tujuannya untuk melakukan pendataan ulang ke semua sektor distribusi pajak. Menyikapi adanya indikasi penurunan ke sejumlah sektor distribusi pajak, Heri Indra Putra enggan menjelaskan secara detail. Yang jelas Dispenda Bengkalis melakukan pendataan ulang semua sektor distribusi pajak, terutama sekali kepada tempat penginapan atau perhotelan yang ada di seKabupaten Bengkalis. “Kita sudah menunjuk tim untuk melakukan investigasi ke seluruh sektor distribusi yang ada diwilayah seKabupaten Bengkalis. Insaallah dalam bulan April ini sudah bisa eksen melakukan pendataan ulang kesemua Sektor distribusi pajak tersebut,” kata Kadispenda lagi. Ketika disinggung target Pendapatan Asli Daerah (PAD)

tahun 2013, dia mengatakan tahun ini berjumlah Rp235.120.650.000,- . “Bisa jadi lebih dari target, dan itu diketahui realisasinya pada akhir tahun 2013 ini,” ujarnya. Kadispenda Bengkalis juga mengemukakan, yang dilakukan Dispenda Bengkalis dikarenakan ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bengkalis. Untuk melakukan hal demikian tentunya banyak hak yang harus dipersiapkan, diantaranya dari pembenahan personil disetiap UPTD Dispenda kecamatan yang saat ini sedang berjalan bahkan menyangkut masalah pembenahan infrastruktur baik sarana dan prasarana. “Apabila semua ini telah terbenahi, dan PAD Bengkalis meningkat secara senigfikan. Jika memungkinkan Bengkalis tidak lagi mengharapkan dana perimbangan dari Pusat,” sebut Heri Indra Putra dengan optimis.

 dks

Bupati Buka Pelatihan dan Pendidikan Kepemimpinan Tingkat IV

J

ABATAN eselon IV sangat strategis dan perlu diberikan pembekalan kepemimpinan. Hal itu diutarakan langsung oleh Bupati Bengkalis, H.Herliyan Saleh dalam pembukaan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat IV bertempat diaula kantor Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) kabupaten Bengkalis. Dalam sambutan Bupati Bengkalis, H. Herliyan Saleh menyampaikan terima kasih kepada Badan kepegawaian Daerah Propinsi Riau yang telah memberikan izin dan persetujuan kerjasama, sehingga pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat IV tahun 2013 ini dapat diselenggarakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pendidikan dan

pelatihan yang diikuti kepemimpinan tingkat IV . Dijelaskan Bupati, sangat strategis dan penting tentunya dibutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas, dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia khususnya SDM aparatur sudah tidak bisa ditawar dan ditundatunda lagi. “Karena masyarakat kita menuntut sebuah sistem pelayanan publik yang cepat, tepat, murah namun berkualitas, sebagai suatu ekspektasi yang sangat ideal,” kata Bupati dihadapan hadirin peserta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat IV tersebut. Dikatakan orang nomor I dinegeri Junjungan ini dengan diselenggarakannya pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat IV di Bengkalis,

memberikan peluang yang lebih banyak kepada pegawai untuk meningkatkan kompetensinya, yakni kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai negeri sipil berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya. Peningkatan kemampuan ini dapat berupa kemampuan kognitif, kemampuan afektif dan kemampuan psikomotorik, yang mana secara konsepsional dari tiga kemampuan tersebut sebagai prasyarat mutlak bagi segenap aparatur pemerintah, dalam mewujudkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government).

 dks

D

EMI untuk kepentingan masyarakat khususnya di Kecamatan Siak Kecil, Pemkab Bengkalis melalui Inspektorat Kabupaten Bengkalis akan segera mengusut dan memeriksa proyek peningkatan Jalan Asal desa Lubuk Muda kecamatan Siak Kecil. Sebab Jalan alternatif itu belum sempat dimanfaatkan masyarakat kini sudah rusak. Pemberitaan sebelumnya Komisi II DPRD kabupaten Bengkalis, Misliadi meminta kepada pihak penegak hukum untuk melakukan pengusutan terhadap proyek Jalan Asal, desa Lubuk Muda, kecamatan Siak Kecil tahun 2012 lalu. Dengan nilai Rp 865 Juta yang ditermen 100 persen. “Sangat disayangkan sekali, karena pekerjaan tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegas Misliadi. Politis Partai PKB ini menyarankan pihak penegak hukum seperti Kejari, Polres Bengkalis ataupun Inspektorat Bengkalis untuk segera mengusut proyek Jalan Base Asal, desa Lubuk Muda kecamatan Siak Kecil tersebut. “Pihak aparat hukum jangan terkesan tutup mata,” ucap Misliadi. Menanggapi hal demikian Kepala Inspektorat kabupaten Bengkalis melalui Irban 4 Inspektorat Hendrik Dwi Hatmoko menegaskan bahwa pihak Inspektorat Bengkalis segera mungkin melakukan pemeriksaan terhadap proyek peningkatan Jalan Asal desa Lubuk Muda Kecamatan Siak Kecil tersebut. Selain dari pemberitaan bahkan juga Inspektorat Bengkalis telah menerima laporan langsung dari masyarakat proyek yang dibawah naungan Satuan Kerja Perangkat Daerah

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013 CMYK

(SKPD) dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Bengkalis ditahun 2012 lalu itu yang tahun ini kini menjadi dinas Pekerjaan Umum (PU) dilaksanakan oleh perusahaan CV. Pelalana Group tidak bisa dimamfaatkan bahkan sudah rusak, kata mantan Kabag Humas Pemkab Bengkalis ini. Sebelum melakukan pemanggilan terhadap Kepala bidang Jalan atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) bahkan pelaksana peningkatan Jalan Asal tersebut tidak lain rekanan perusahaan. “Kita akan melakukan investigasi kelokasi pekerjaan peningkatan Jalan Asal yang dikerjakan tahun 2012 lalu. Untuk data dasar, kemudian secepat mungkin akan melakukan pemanggilan siapa saja yang terlibat untuk dimintai keterangan,” kata pria yang kerap disapa Hendrik ini. Mantan Sekcam Bantan ini kembali mempertegas, dalam waktu tidak terlalu lama Inspektorat akan mengusut dan memeriksa peningkatan Jalan Asal,desa Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, kabupaten Bengkalis. “Jika ditemukan adanya penyimpangan dalam pekerjaan proyek peningkatan Jalan Asal, desa Lubuk Muda tersebut. Dengan ketidak sesuaian petunjukan didalam dokumen, dan juga terkait pencairan termen yang tidak sesuai dengan fisik bobotnya, maka akan ditindak sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku,” kata Hendrik. Hendrik juga mengatakan, kepada pihak dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Bengkalis segera memanggil rekanan kontraktor CV. Pelalana Group tersebut.

 dks


2 Anak Zaman

Bilik Pembaca Usut UN dari Akar Masalahannya

Bilik Redaksi

Roy Ikut Workshop Disain Grafis SPS Riau

G

UNA menambah wawasan dan keahlian di bidang desain grafis, rekan kami Roy Julianto yang menempati posisi Lay out mendapat kesempatan mengikuti workshop disain grafis. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Riau di Hotel Pangeran, Pekanbaru Jumat lalu. Bersama dengan 21 disainer lainnya dari berbagai media harian di Riau, Roy mendapat pengetahuan teoritis lebih detail lagi tentang desain. Selain pengetahuan teoritis nara sumber khusus didatangkan dari Jakarta ini membekali peserta dengan pengetahuan praktis untuk diaplikasikan ke media masing-masing. Tabloid AZAM membuka kesempatan seluas-luasnya untuk karyawan dan wartawan yang memiliki keinginan untuk menambah ilmu dan keahliannya. Sesuai dengan bidangnya masingmasing. Perusahaan mendukung penuh bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai workshop, pelatihan ataupun ruang pendidikan lainnya. Karena kemajuan dan ilmu yang diperoleh otomatis juga memberikan nilai positif untuk perkembangan Tabloid AZAM ke arah yang lebih

Angkatan Zuriat Anak Melayu SIUPP Nomor 698/SK/Menpen/SIUP/1998 Tanggal 10 Nopember 1998 No. Keanggotaan SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) 469/06/1998/B/2010

PENERBIT

Yayasan Pena Putra Riau Press

Roy saat mengikuti workshop

baik lagi. Kesempatan itu pula yang kemudian dimanfaatkan tenaga Layout AZAM, Roy Yulianto mengikuti workshop disain grafis. Workshop bertajuk, “Memikat Pembaca Dengan Disain Luar Biasa” ini mendatangkan nara sumber Malela Margasari, Kepala Desain Grafis Korporat Tempo Grup. Dengan perkembangan media cetak saat ini, menduduki posisi Layout sangat lah strategis. Karena Desain grafis merupakan salah satu

ujung tombak pemasaran produk media. Produk media cetak dengan tampilan desain yang bagus dan mengandung konten yang berkualitas tentu dapat memikat pembaca untuk membeli koran. Selain dibutuhkan stamina luar biasa juga memerlukan kreativitas tanpa batas dan tanpa mengenal lelah. Oleh karena itu, desainer grafis dan tim kreatif setiap perusahaan media cetak dituntut mengembangkan kapasitasnya secara terus-menerus supaya bisa

mengikuti tren desain grafis yang diminati pembaca, tambah Syafriadi memberi sambutan pada acara itu. 22 Media mengikuti kegiatan ini adalah Harian Tribun Pekanbaru, Haluan Riau, Metro Riau, Tirai Investigative, Media Riau, Buser Metro, AZAM, Rakyat Riau, Berita Terkini, Vokal, Radar Riau, Riau Pos, Intermezo, Pos Metro Mandau, Pos Metro Rohil, Pekanbaru MX, Koran Riau dan Riau Satu.*

BAGAIMANA bisa UN pada tahun-tahun sebelumnya berjalan dengan baik dan lancar. Ditahun ini, berbagai permasalahan muncul dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Salah satunya, kertas lembar jawaban yang sangat tipis, sehingga dikhawatirkan lembaran jawaban tersebut mudah rusak. Dibandingkan tahun lalu, kertasnya tebal dan tidak mudah rusak, kalau sekarang kertasnya tipis dan mudah rusak. Ada apa dibalik ini semua. Tidak sedikit siswa yang mengeluhkan, pasalnya menurut pandangan siswa peserta ujian, dengan tipisnya lembar jawaban, dikhawatirkan jawaban ujian yang mestinya benar, namun karena ada sedikit kerusakan di lembar jawaban, nilai tidak keluar. Sangat memberatkan mereka, jika itu memang terjadi. Habisnya, pihak terkait apa tidak memikirkan atau mencoba dulu kertas jawaban UN tersebut, apakah layak atau tidaknya. Jika sekarang siswa banyak mengeluh wajar saja, siswa menganggab UN adalah hidup mati mereka. Ini jadi pertanyaan banyak orang, kenapa ditahun ini tibatiba kertas yang bagus dig anti dengan kertas tipis. Bayangkan saya, ketika dihapus sedikit saja, maka lembar jawaban itu juga akan terhapus, kita tidak ingin hanya gara-gara hal seperti itu, banyak siswa tidak bisa lulus. Kita berharap ke depannya, sistem UN itu diperbaiki dan kalau bisa jangan ada lagi sistem UN ini, belajar 3 tahun masak iya ditentukan dengan 3 hari. Sangat disayangkan sekali, jika ada kekurangan soal yang ujung-ujungnya terpaksa di poto kopi. Ini tidak perlu terjadi, apalagi dana atau anggaran sudah disiapkan untuk itu. Ini juga perlu dievaluasi, apakah sesuai dengan perencanaan awal atau tidak. Mungkin semua orang sudah tahu bagaimana permasalahan silih berganti dihadapi UN tahun ini. karena selama beberapa hari belakangan masalah UN masih menjadi topik hangat. Saya sebagai guru, ingin UN bukan sesuatu yang serba mendadak seperti ini. Padahal, kegiatan ini sudah terencana berbulan-bulan sebelumnya. Jadi, kalau gagal atau tertunda, maka menunjukkan betapa buruknya manajemen persiapan UN yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional. Mendikbud harus bertanggung jawab jika siswa nantinya banyak yang dinya-

PENDIRI: EDIRUSLAN PE AMANRIZA (ALM), WAN MOHD. DAUD (ALM), SUGIAT TJUATJA (ALM), TAMIN CANDRA, SYAFRIADI. PEMIMPIN UMUM/PENANGGUNG JAWAB: SYAFRIADI. WAKIL PEMIMPIN UMUM/WAKIL PENANGGUNGJAWAB/PEMIMPIN REDAKSI: YANTO BUDIMAN S. PEMIMPIN PERUSAHAAN: ZULKARNAIN. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ENDRIZAL YUSTEN. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : BAMBANG IRAWAN SYAHPUTRA. REDAKTUR PELAKSANA-1: ENDRIZAL YUSTEN. REDAKTUR PELAKSANA-2: ZAINUL AZIZ. KOORDINATOR LIPUTAN: M YASIR. REDAKTUR SENIOR: ENDRIZAL YUSTEN. SEKRETARIS REDAKSI: NUR AINUN. STAF REDAKSI: LIZAWATI, IRDAWATI, HESTI. MANAGER PRACETAK: ROY YULIANTO. MANAGER KEUANGAN: NUR ASIAH. AKUNTING: SELVI KESRY. KABAG PEMASARAN/IKLAN: BENNY HENDRA, DISTRIBUSI: ARI KURNIAWAN BIRO DAERAH: TATANG HARTONO, TAUFIK BASIRUN (BAGANSIAPIAPI). ROBIN SIMANUNGKALIT, MARHUSOR PARDEDE (TANJUNGPINANG, KEPRI). JHONI (SIAK). SYAFRIZAL (DUMAI). SALFIAN DALIANDI, DAKESLIM (BENGKALIS). SUHANDI, IMRAN RIO (INHU). JABARULLAH, JANUAR JAYA (INHIL). ARIEF (KAMPAR). JON HENDRI HASAN, ASNOL MUBARACK (PELALAWAN). AFRIZAL (KUANSING). ALAMAT REDAKSI: JL PARIT INDAH KOMPLEK PERKANTORAN GRAND SUDIRMAN BLOK B 10 PEKANBARU, TELP/FAX (0761) 32308 TARIF IKLAN: FULL COLOURRP. 6.000/MM/KOLOM, HITAM PUTIH RP. 4.000/MM/KOLOM (BELUM TERMASUK PPN 10%) NOMOR REKENING: BANK RIAU NO REK 201.030.690.95 PERCETAKAN: PT RIAU POS GRAINDO (ISI DI LUAR TANGGUNGJAWAB PERCETAKAN)

Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel, puisi dan ilustrasi. Tulisan diketik rapi dua kertas kuarto dan dilengkapi identitas pengirim. Redaksi berhak menyunting isi tulisan tanpa mengubah maknanya.

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013


Budaya Kalam

3 takan tidak lulus. Sebab beban mereka diperparah oleh kinerja Kemendikbud yang kurang teratur dan tidak berkompeten. Ini menyangkut masa depan pendidikan kita, generasi depan bangsa ini. Jika Kemendikbud menganggap UN sepele saja, apajadinya pendidikan kita. Seharusnya, komitmen menjaga nama baik dunia pendidikan itu dimulai pada generasi tertua, kemudian baru dilihat, dicontoh dan diamanatkan oleh generasi seterusnya. Sebagai bahan pembelajaran generasi penerus untuk memperbaiki dunia pendidikan ini terus menerus. Kalau seperti ini, banyak yang mulai tidak percaya dengan kinerja pendidikan kita di atas sana. Isu-isu masalah korupsi turut membayangi

masyarakat. Untuk itu, usaha apa dan tindakan apa yang secepatnya dilakukan pihak pemerintah untuk mengungkap berbagai alasan yang dikemukan Kemendikbud kehadapan masyarakat Indonesia. Jika alasan tersebut masuk akal, maka perbaikkan SDM didalamnya perlu ditingkatkan lagi. Bisa jadi ini hanya kesalahan human eror yang bisa ditelorenkan. Namun jika sebaliknya, perlu dilakukan penetelitian sebab musebab permasalahannya dimana saja. Sesungguhnya tindakan tegas, jangan dilupakan kalau perlu berbau hukum. Tindak secepat mungkin dan sebaik mungkin. Trims. Wira Agustina Guru disalahsatu sekolah swasta di Pekanbaru

Oleh: H. Syafriadi

Berpisah Jua Kita ISG

R

AUT muka Gubernur Suryo berubah pemprov terkait Riau, HM Rusli arah dan haluan. dengan kesiapanZainal, masih Ia dengan terang nya menjadi terlihat sumringah kendati menampakkan tuan rumah ISG. kabar berita tentang batalnwajah politisinya Berapa pula ya Riau sebagai tuan rumah yang berkarakter kerugian kehorISG sudah merebak di media dinamis. Seorang matan yang online dan cetak, Senen sore politisi memang musti ditangdan Selasa pagi (22-23/4). punya kebiasaan gung Riau. RZ, sapaan akrab Rusli melihat wajah di Keputusan Zainal, terkesan santaidepan kaca, dan di pemindahan santai saja saat bawahannya depan cermin itu lokasi penyelengmeminta koment orang pula ia seakan garaan ISG tidak nomor satu itu terhadap ISG. bertanya dalam hanya membuat ”Saya juga terkejut. Tak ada hati, apakah kita tersentak, pemberitahuan tiba-tiba ada wajahnya wajah yang bisa tetapi sekaligus menyulut berita ISG dipindah ke dipercaya atau tidak. Wajah berang DPRD Riau tak Jakarta,” kata RZ singkat. yang dapat menghargai orang terkecuali Gubernur Rusli Selasa sore dan Rabu atau sebaliknya, wajah Zainal. Sebab, penunjukan pagi, situs online dan media berbungkus dusta. Hanya Roy Riau sebagai tuan rumah cetak memang mengabarkan, yang tahu. ISG dilakukan melalui ISG (Islamic Solidarity Game) Yang pasti, wajah apapun keputusan presiden. III yang semula dilaksanakan yang terpotret di depan Saya mengamati ada di Riau dipindah ke Jakarta, cermin itu, Menpora Roy alasan politis yang tidak dan penyelenggaraannya Suryo seakan tidak paham terungkap di balik keputudiundur ke September 2013. sejarah ISG sehingga seenaknsan itu. Dan, boleh jadi ini Menpora Roy Suryo yang ya memotong mata rantai terkait dengan status Rusli menjadi nara sumber berita sejarah tanpa terlebih dahulu Zainal sebagai tersangka di itu menyebutkan KPK sehingga ada sejumlah alasan, kekuatiran jika dipakmengapa ISG dipinsakan ISG tidak sukses dah. Antara lain di Riau. Alasan itu Rasanya tak perlu masalah anggaran, rasional karena ada kebijakan dadakan kesiapan tuan rumah ketergantungan Riau Riau, hingga suhu memindahkan lokasi ISG kepada sosok RZ politik di Riau jelang tuan rumah. seperti diungkap Menpora sebagai dan sampai pemilihan Akan tetapi (bila Roy Suryo apalagi pekepala daerah Sepasumsi ini benar) tember depan. Atas Kemenpora tidak perlu mindahan itu jelas menasumsi itu, Menpora bercemas diri karena ciderai perasaan menegaskan, Pusat negara ini memiliki memindahkan lokasi masyarakat Riau yang pro sumber daya manusia ISG dari Riau ke yang banyak, dan ISG. “Akhirnya, berpisah Jakarta. sistem kerja tata Pernyataan Roy organisasi yang sudah jua kita Jakarta,” Judul Suryo itu jelas bertoArtinya, tanpa sajak penyair Ediruslan Pe terpola. lak belakang dengan RZ sekalipun ISG tetap Amanriza (alm) itu dapat terselenggara di Riau statementnya di dengan SDM yang Pekanbaru ketika kita plesetkan menjadi, sudah teruji mengelola meninjau kesiapan “Akhirnya berpisah jua event-event berskala Riau menjadi host ISG nasional dan internadua bulan lalu. Kata kita ISG”. sional, namun tak bisa Roy, ISG tetap dilakdipungkiri tanpa sanakan di Riau. Gubri HM Rusli Zainal Riau Ucapan itu disampaikan bertanya kepada para tidak akan seperti sekarang Menpora tak lama setelah ia pelaku sejarah. Ia juga tidak arti kata tanpa Rusli Zainal dilantik presiden menjadi paham, kalau venues PON keivent nasional dan internamenpora menggantikan 18 yang dibangun Pemprov sional tidak akan sukses di Andi Mallarangeng yang Riau kelasnya berstandar Riau. mundur usai di-tsk-kan KPK nasional dan internasional, Karena itu, rasanya tak dalam kasus Hambalang. dan itu sekaligus dipersiapkan perlu ada kebijakan dadakan Dua hal yang tersimpul untuk ISG. Roy Suryo seperti memindahkan lokasi ISG dari pernyataan Roy Suryo tidak menghitung berapa seperti diungkap Menpora itu. Pertama, sebagai Menpo- anggaran APBD Riau yang Roy Suryo apalagi pemindara baru ia terkesan seakan sudah dialokasikan untuk melanjutkan kebijakan yang membangun venues sehingga han itu jelas menciderai perasaan masyarakat Riau telah dirintis Andi Maldengan hitungan waktu ia yang pro ISG. “Akhirnya, larangeng bersama-sama secara mudah mengambil berpisah jua kita Jakarta,” KOI dan Gubernur Riau kebijakan ISG dipindah ke Judul sajak penyair Edirus(Rusli Zainal) berjuang Jakarta. Alamaak Roy Suryo. lan Pe Amanriza (alm) itu merebut ISG untuk IndoneBelum lagi kesiapan tehnis dapat kita plesetkan menjasia. Dan juga bersama-sama yang sudah dipersiapkan di, “Akhirnya berpisah jua menerima petaka ISG dari pemprov dengan membentuk Pangeran Arab Saudi di panitia daerah. Merekrut kita ISG”.* Mekah. Kedua, komitmen ribuan LO, mengkondisikan berkelanjutan itu ia tegaskan hotel-hotel untuk penginapan *Penulis adalah praktisi di Pekanbaru dengan menya- peserta dan kontingen, mensopers dan Doktor Ilmu takan, ISG tetap di Riau. sialisasikan ISG, dan lain-lain Hukum Waktupun berlalu. Roy yang digadang-gadangkan

PEMBERITAHUAN Seluruh wartawan Tabloid Berita AZAM dibekali dengan kartu pengenal diri, atau kartu pers. Bagi yang tidak memilikinya, diminta supaya tidak dilayani.

Pojok

 ISG Melayang, Riau Meradang, Ngah...!! - Dah banyak kite rugi, Pak Cik..?

ttd Redaksi

Ongah

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013


4 Mimbar Debat Mesti Libatkan Daerah

Lebih Baik Ditiadakan

MENYIKAPI banyak persoalan yang muncul terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN), sebagai Ketua komisi D DPRD Riau, saya mengharapkan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Nasional bertanggung jawab atas kendala yang terjadi. Sebab, kendala yang terjadi ada pada proses pencetakan soal yang tidak efisien, utamanya difokuskan pada pengerjaan beberapa pihak saja. Yang harus bertanggung jawab adalah Menteri Pendidikan, cuma hal ini jangan sampai terulang kembali, dan tentu nanti usai ujian nasional pemerintah pasti mengaudit kembali. Bila daerah dilibatkan dalam proses pencetakan soal dan lembar jawaban ujian tersebut, tentu kendala sirkulasi penyampaian soal tidak akan terjadi. Hal ini, merupakan langkah efektif dan efisien agar saat pelaksanaan ujian tahun berikutnya lebih baik. Agar tidak kembali terulang, maka jaminan pemerintah diperlukan, agar efektif dan efisien, harusnya pencetakan soal, Pemerintah daerah melalui dinas terkait mesti di libatkan, agar tidak ada lagi kendala sirkulasi penyampaian soal. Pencetakan tidak hanya di pusat saja, karena daerah juga memiliki fasilitas itu. Bagus Santoso Ketua Komisi D DPRD Riau

UJIAN Nasional yang rutin dilaksanakan tiap tahun justru dalam pelaksanaan semakin parah. Secara miris menggambarkan, semakin banyak yang dievaluasi justru semakin banyak parahnya seperti yang terjadi dengan UN 2013 ini. Menyangkut berkembangnya suara publik kalau UN itu ditiadakan. Saya sepakat dan menyetujuinya dan menilai hal itu lebih baik. Tentang Ujian Nasional biar dikelola oleh provinsi masing-masing. Parahnya pelaksanaan UN tahun ini, menunjukkan sentralistik soal menemui kendala dengan Indonesia seluas ini. Sebaiknya kalau memang harus diadakan, serahkan saja kepada provinsi, baik penyelenggara, pengadaan dan segala sesuatunya. Menyangkut tudingan siapa yang mesti bertanggung jawab dengan adanya kekacauan UN untuk tahun ini, dirinya berpendapat yang jelas karena sifatnya setral tentu Pusat dalam hal ini Kementrian Pendidikan. Karena yang diserahkan kepada daerah hanya pengawasan saja. Sementara mulai soal dan lainnya dibawah kendali pusat semuanya. Karena itu pemerintah dapat mengambil kebijakan demi memperbaiki pendidikan negeri ini. UN ditiadakan, sangat setuju sekali. Jabarullah Anggota Komisi D DPRD Riau

Sempat Terancam Diundur DINAS Pendidikan Riau sempat waswas karena naskah soal Matematika dan IPA untuk UN SMP dihari ketiga dan keempat hingga Selasa siang belum juga tiba di Riau. Keterlambatan itu mengancam bakal dihentikannya UN dan akan dilanjutkan kembali pada minggu berikutnya. Empat kabupaten yang terancam belum mendapatkan soal tepat pada waktunya yakni Inhu, Kuansing, Dumai dan Pekanbaru. Sebagai Ketua UN Riau, saya menyakini ke empat kabupaten dan kota yang belum mendapatkan soal UN Matematika dan IPA itu bisa melaksanakan ujian sesuai jadwal. Sebab empat kabupaten/ kota tersebut tidak jauh dari Pekanbaru sebagai pusat distribusi. Yang terjauh adalah Inhu, tentunya dengan bantuan dan kerja ekstra panitia UN di masingmasing daerah maka pelaksanaan UN dapat dilakukan dengan baik. Meskipun keterlambatan soal juga terjadi pada hari pertama UN, naskah soal UN mata pelajaran Bahasa Inggris juga lambat tiba di Inhu. Naskah soal saat itu baru tiba sekitar pukul 05.00 WIB. Akibatnya, sekolahan yang jarak tempuhnya jauh dari gudang penempatan soal UN terlambat melaksanakan UN. Sri Petri Haryanti Ketua Ujian Nasional Riau

Masihkah Pemerintah Menerapkan UN? Ujian Nasional (UN) tahun ini, bisa disebut UN terburuk diantara amburadulnya sistem pendidikan kita. Lalu, masihkah akan ada UN untuk tahun berikutnya?

P

ELAKSANAAN Ujian Nasional sejak awal sudah menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Dari tahun ke tahun pelaksanaanya amburadul. Pada tahun ini, meski telah ditunda, pelaksanaan UN pun masih bermasalah karena naskah soal yang kurang sehingga harus difotokopi dan peserta UN terpaksa menunggu lama sehingga terlambat mengerjakan soal. Ujian nasional (UN) sendiri, ternyata dianggap tak sesuai dengan hukum karena sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) telah memenangkan gugatan citizen lawsuit terkait penyelenggaraan UN pada 2009. Secara hukum masyarakat telah memenangkan gugatan terkait UN. Namun, saat ini pemerintah tetap bersikeras menyelenggarakan UN dengan alasan pemetaan kualitas pendidikan. Untuk tingkat SMA dan sederajat, kendala utama pada tahun ini adalah terkait teknis dalam pengepakan naskah soal di percetakan yang membuat soal lambat diterima di 11 provinsi di Indonesia. Karena ada masalah teknis, 11 provinsi di Indonesia harus mengalami pergeseran dalam memulai UN. Adapun 11 provinsi yang mengalami pergeseran jadwal UN adalah: Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Dilihat dari prosesnya, inilah puncak kulminasi kegagalan di balik manajemen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang selama ini dianggap bekerja tidak sesuai dengan akar pendidikan. Amburadulnya pelaksanaan UN 2013 ini bukan karena persoalan teknis semata namun lebih kepada masalah human eror. Penerapan sentralistik percetakan soal UN menjadi sebuah gunung es sehingga merembet kepada persoalan UN lainnya. Kekhawatiran lambatnya distri-

busi soal UN tingkat SMA juga terjadi untuk UN tingkat SLTP. Seperti di Provinsi Riau, pendistribusian soal Ujian Nasional SMP untuk wilayah Provinsi Riau hingga Sabtu (20/4) malam, baru dua mata pelajaran yang masuk yakni mata pelajaran bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Anehnya lagi dua soal mata pelajaran ini baru didistribusikan ke sebelas Kabupaten Kota di Provinsi Riau, sementara satu Kabupaten yakni Indragiri Hulu hingga Sabtu malam belum didistribusikan. Meskipun akhirnya UN tingkat SLTP dapat berjalan sesuai jadwal di seluruh Kabupaten dan Kota se Provinsi Riau, tetap saja di bayangi masalah keterlambatan pendistribusian soal tersebut. Seperti diketahui, UN yang dikabarkan tidak sesuai secara hukum ini mengalami kekacauan pada pelaksanaannya. Meski telah ditunda, pelaksanaan UN pun masih bermasalah karena naskah soal yang kurang sehingga harus difotokopi dan peserta UN terpaksa menunggu lama sehingga terlambat mengerjakan UN. Tidak hanya distribusi soal UN yang amburadul, sekolah dan siswa juga dibayang-bayangi dengan beredarnya kunci jawaban. Peredaran kunci jawaban dengan mudah ditemukan siswa hanya dengan membayar sejumlah uang atau dengan memfotocopykannya. Meskipun pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan tidak menjamin kebenaran dari kunci jawaban yang beredar tersebut. Namun tetap saja ada siswa yang menggandakannya untuk kepentingan sendiri atau lainnya. Dari beberapa pengalaman yang terjadi dalam praktik Ujian Nasional, banyak sekali jalan pintas yang dilalui siswa dalam mensukseskan UN. Termasuk mempercayai adanya peredaran kunci jawaban. Kacau balaunya pelaksanaan Ujian Nasional 2013 ini dalam praktiknya justru tidak sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 3 yang menyatakan bahwa “Pemerintahan mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undangundang�. Pemerintah tetap harus bertanggung jawab.* ird

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

UN Bukan Terbaik MEMAKSAKAN siswa mengikuti Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan bukanlah jalan terbaik untuk mendapatkan sumber daya manusia yang unggul. Karena yang terjadi justru SDM yang muncul secara instan dan melakukan segala cara agar bisa mendapat kelulusan UN. Menerapkan UN justru pemerintah hanya ingin mengejar kuantitas kelulusan siswa namun lupa dengan kualitas dari siswa tersebut. Sekolah yang baik hanya dinilai berapa persentase siswa yang lulus atau sebaliknya. Gambaran pendidikan yang semakin jauh dan bisa bersaing dengan pendidikan di luar. Pelaksanaan UN bahkan sering dinilai sebagai ajang kelompok-kelompok berkuasa menunjukkan kekuatannya. Seperti adanya tekanan pemerintah mulai dari pusat hingga daerah baik di provinsi maupun kabupaten dan kota terhadap guru dan murid agar mencapai poin kelulusan 100 persen. UN bukanlah yang terbaik bagi pendidikan nasional. Pemerintah mesti meninjau ulang dan melakukan evaluasi menyeluruh jika memang ingin menyelamatkan dunia pendidikan di republik ini. Munculnya banyak kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh siswa maupun guru demi untuk mensukseskan UN. Mira Agustin Swasta


5 Suara AZAM

Kebahagiaan Rine di Pondok Reot Tempat tinggalnya di gubuk yang sudah reot, sedangkan makan hanya seadanya. Namun kebahagian masih bisa dirasakan oleh keluarga Rine. Setelah tamat SMA lalu dipinang suaminya, Rine tinggal disitu dan tak merasa kecewa.

daging ayam, seringnya masak sayursayuran saja. ngak ada duit masalahnya. Baru beli ikan kalau abang dipanggil untuk kerja, kalau tidak, ya, makan nasi sama sayuran ajalah, terkadang makan ubi saja,” ungkap Rine tanpa terlihat kesedihan maupun kekecewaan di wajahnya. Ubi Kayu memang ada terlihat tumbuh puluhan batang di sekitar pondok Rine, salain ia ambil daunya untuk sayuran, ia juga mengambil isinya untuk mengganjal perut sebagai lenganti nasi. Karena Beras bagi Rine harus di beli, mereka tidak menamnya di sana, karena arealnya tanahnya tidak cukup luas untuk itu. Rine menempati tanah milik PT. CPI yang belum digarab. disana Rine beserta keluarga bernaung. Bila sewaktuwaktu lahan itu di gunakan oleh pemiliknya, tentulah ia tidak tahu mau numpang tinggal dimana. Tapi ia yakin, pasti ada jalan keluar untuk dirinya bernaung kelak. “Kalau diambil tanah ini oleh pemiliknya, ya kita ngak bisa nahan. Dan memang kami pernah mendapat surat peringatan untuk pindah karena tanah ini mau di gunakan, tapi udah satu bulan pula belum juga tanah ini digunakan,” tuturnya lagi. Rine tinggal di Perawang Kabupaten Siak. Ia tinggal di lahan CPI yang belum di gunakan. Disekitar lahan itu masih ditumbuhi semak belukar. Untuk menuju ke rumah Rine hanya lima menit berjalan kaki menempuh jalanan setapak yang penuh semak belukar itu. Lokasinya tidak jauh dari jalan besar, bahkan bunyi klason mobilpun serta hiruk pikuk kegiatan masyarakat turut terdengar dari pondok Rine. Hanya saja jalan menuju kerumahnya cukup rumit. Dan Rine mengaku juga jarang keluar, ia setia bersama suaminya dan turut membantu membersihkan tanaman yang sudah ditanam di sekitar pondok ia tempati. Meskipun Rine semasa gadis hidup sederhana bersama orang tuanya, setelah menikah ia harus merasakan pahit, manis dan getar-getirnya kehidupan yang ia jalani saat ini. Itu ia anggap sebagai suatu perjuangan. “Yang namanya juga perjuangan dalam rumah tangga, tentunya merasakan susah dulu, mudah-mudahan kelak dapat hidup lebih layak,” ungkapnya penuh harap.*

R

UMAH panggung itu bukan sepi dari penghuni. Bangunan yang memiliki lima anak tangga ini, hanya berdinding terpal. Itu pun berasal dari terpal bekas spanduk pemilihan Calon Legislatif (Caleg) beberapa tahun silam. Lantainya dari papan bekas yang dibentang tikar diatasnya. Rumah panggung berukuran sekitar 4x3 meter. Rumah itu dibagi dua ruangan, separoh dijadikan ruangan keluarga atau teras. Separohnya ia dinding dengan tarpal untuk dijadikan ruangan tidur. Beralaskan tikar usang, disana ia sekeluarga tidur, dengan empat orang anggota keluarga. Rine, demikian wanita 22 tahun ini akrapnya disapa. Bersama sibungsu, sore itu sedang menyisir rambut putrinya. Tampaknya sikecil baru selesai mandi sore. Rine mengusap mukanya dengan bedak tabur putih. Dan memasangkan baju yang terlihat cukup bersih. Sambil bercanda ria, menggoda putri baru berumur dua tahun, sesekali pecah gelak tawa putrinya. Melihat hal itu, sang ibu juga ikut ketawa, sepertinya mereka nampak bahagia. sepertinya kebahagian tidak harus milik orangorang yang matrealis, tapi lihatlah tawa mereka yang polos dan lepas seolah mereka terbebas dari beban pikiran yang berat. Dirumah panggung itu, mereka tidak mengenal listrik, sebagai lampu penerangan, mereka hanya mengunakan lampu teplok yang mereka gantung di dinding. Dan untuk urusan masak-memasak, mereka memasak di tungku yang terletak di pojok teras tanpa ada dinding untuk menghambat api dari tiupan angin agar api tidak mati. Baginya, bagus atau tidaknya nyala api, itu tergantung dari kondisi bahan bakar kayu yang ia gunakan. “Kalau kayunya kering, nyala

dibangun lagi. Disana Rine merasa bahagia dengan seorang anak, suami dan seorang ibunya. Untuk memenuhi nafkah keluarga, terkadang suaminya ikut kuli bangunan bersama orang lain, namun kerjaan itu sering sepi order untuk suaminya. “Terkadang kerja, tapi abang sering liburnya tak ada kerjaan. Untuk menutupi kebutuhan, suami saya berkebun kecil-kecilan di sekitar rumah ini,” tutur Rine lagi. Disamping rumah Rine memang terlihat kebun kecil, seperti belasan batang cabe rawit, terong, bayam juga beberapa batang jenis buah-buahan seperti mangga, pisang, tebu dan lainya. Namun mangga itu masih belum berbuah. Untuk jenis sayursayuran sudah sering ia panen dan membibitkan sendiri. Sayuran ini panennya baru untuk kosumsi keluarganya sendiri. Makan apa adanya. Bila suaminya dapat kerjaan, ia baru belanja lauk pauk seperti ikan dan daging ayam. “Kami jarang masak ikan ataupun

apinya bagus walaupun ditiup angin, tapi kalau kayu bakarnya basah, apinya juga engan untuk hinggap, terlebih pula kalau ditiup angin,” Rine bercerita tentang kisahnya. Biasanya, kalau cuaca sering turun hujan, Rine merasa kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar kayu untuk memasak. sebagai antisipasi masalah bahan bakar kayu, ada beberapa stok kayu bakar yang ia tumpuk dan tinggikan di bawah rumah panggungnya. untuk peralatan rumah, Rine tidak punya tempat tidur, hanya tikar lusuh yang ia hamparkan untuk tempat tidur. dan itu katanya tidak mengurangi nikmat tidur. “Kalau mata ngantuk, dimana aja bisa tidur, bahkan lagi dudukpun saya bisa tidur,” ujar Rine sembari senyum mengambang. Memang, kebahagian itu bukan hanya milik orang kaya, tapi siapa saja dapat merasakanya. Tak terkecuali Rine, meskipun hidup serba kekurangan tingggal di pondok reot yang pernah runtuh dua bulan lalu dan kini

 iza

Te r l e n g k a p & Te r a k r e d i t a s i P E R S A D A B U N D A M

E

N

E

R

I

M

A

M

A S M

A B A

STISIP

AKADEMI SEKRETARIS & MANAJEMEN SK. MENDIKBUD RI. NO. 252/DIKTI/Kep/1992 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

AKADEMI BAHASA ASING SK. MENDIKBUD RI. NO. 62/D/1998 Teragreditasi SK NO:017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK SK. MENDIKNAS RI NO. 173/D/0/2000

J

U

1. Sekretaris Eksekutif D3 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern D3

1. Bahasa Inggris D3)

Sekretaris Pefesional, Manager Administratif, Supervisor Perkantoran, Manager Pelayanan Kantor, yang dewasa ini sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun instansi Ketua : H. Hazmil Zaianal, SE.MM

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional. Ketua: Kernedy, SS

P

A

H

A

S

I

S

W

A

B

A

PROGRAM DIPLOMA : DI, DII, DIII, DAN STRATA SATU (S1)

R

S T I E SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SK. MENDIKNAS RI NO. 191/D/0/2000 Teragreditasi SK NO:014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002

R 1 Ilmu Komunikasi (S1)

O

S

P

E

Administrator, Ahli dalam membuat kebijakan, Public Relation Manager, Ahli dalam bidang administrasi negara dan administrasi niaga, handal dalam bidang komunikasi, menguasai tata pemerintahan dan Dunia Bisnis Ketua: Drs M Iqbal Ali MM

K

S T I BA

S T I H

S T A I

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM SK MENDIKNAS RI NOMOR 151/D/02006 Teragreditasi SK NO:027/BAH-PT/AK-XII/S1/XI/2009

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : DJ.I/495/2007

S

1. Manajemen (S1) 2. Akuntansi (D3)

A I. II. III. IV.

1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1) 2. Bahasa Inggris (D3)

L

U

Menjadi Manager handal untuk menghadapi peluang bisnis, manjadi pakar dan pengelola strategi bisnis untuk usaha kecil, menengah dan besar, menjadi manajer pemasaran, menjadi akuntan handal yang mampu mengelola dan membukukan keuangan. Ketua: Haznil Zainal SE MM

U

SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING SK MENDIKNAS RI NOMOR 61/D/02004

U

R

L

U

S

Pubic Office Manager, Public Relation, Translator, Secretary, Master of Ceremony, Guide, Kepariwisataan, Export-Import, Insurance Company, Instructor for English Course yang profesional., Dosen dan Ahli B.Inggris Ketua : Kernedi, SS

N PRAKTISI HUKUM (S1) HUKUM BISNIS (S1) HUKUM UDARA (S1) ILMU HUKUM (S1)

A

I. PEMIKIRAN ISLAM (S1) II. EKONOMI ISLAM (S1) III. PERBANKAN SYARIAH (S1)

N

Pengadilan, Kejaksaan, Kepolisian, Akreditasi, Advokasi Notarsi, Penyidik, Panitera, Biro Hukum Perusahaan, Perbankan Dan lain lain Ketua: Prof Hj Aswarni Adam, SH

Pemikiran Islam Filosof Dai. Ahli Ekonomi Islam, Perencanaan Ekonomi, Ahli Perbankan Syariah, Karyawan di Bank dll Ketua: Drs H Iskandar Arnel, MA

M E N G A PA A N DA H A R U S M E M I L I H P E R S A DA B U N DA ? Karena didukung oleh Dosen-dosen yang ahli dan berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan Guru Besar/Profesor, Praktisi yang terampil yang siap mendidik dan membina anda menjadi tenaga terampil dan profesional. Lama pendidikan satu Tahun untuk DI dengan Gelar Ahli Pertama (AP), dua tahun untuk DII dengan gelar Ahli Muda (A.Ma), tiga tahun untuk DIII dengan gelar Ahli Madya (A. Md), dan empat tahun untuk program S1 dengan gelar Sarjana Lengkap (S.Sos dan SE). Bagi mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa. Kerjasama dengan dunia usaha, Case Study dan Job Training. Fasilitas antara lain: Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Lab. Perkantoran, Perpustakaan, Telepon Umum (Beken & Wartel), Klinik Kesehatan, Mushola, Cafetaria, Asuransi, Foto Copy, dan lokasi kampus di tengah kota. SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SLTA atau sederajat (MAN, SMK) 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan rohani 3. Mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, Dilegalisir (3 Lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai Dilegalisir (3 lembar) 6. Pas Foto 3x4 (4 lembar) 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 250.000 8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk

WAKTU PERKULIAHAN Pagi Siang Malam Sabtu Minggu

= = = = =

08.00 s/d 12.00 WIB 13.00 s/d 17.00 WIB 19.00 s/d 22.00 WIB 15.30 s/d 22.00 WIB 07.30 s/d 15.00 WIB

(Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan) (Khusus Karyawan)

Dengan Mengikuti Pendidikan Tinggi di Persada Bunda, Karyawan/ti dengan sendirinya ilmu bertambah, ketempilan makin mantap. Karier otomatis akan meningkat dan percaya diri akan lebih besar.

Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru 28116 Telp. (0761) 23181 - HP: 0813 652 89999 - Fax. (0761) 40218

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013


6 Peristiwa

IKA SMANSA Pekanbaru Tanam 1000 Pohon

Ikatan Keluarga Alumni SMAN 1 Pekanbaru (IKA SMANSA) Pekanbaru resmi dideklarasikan Ahad ( 28/4) ini. Bersempena dengan itu, mereka juga melakukan penanaman pohon dihutan kota.

H

AL itu dikatakan Ketua IKA SMANSA Pekanbaru Arsyajulinto Rahman atau yang karib disapa Anto Rahman dalam di rumah makan Pondok Ikan Patin HM Yunus, Jumat (26/4). Anto Rahman yang didampingi Bendahara IKA SMANSA Pekanbaru SF Ariyanto mengatakan, bersamaan dengan itu, usai pen-

gukuhan, dilakukan pula penanaman 1000 pohon di hutan kota Pekanbaru dan lokasi sekitar. Ditambahkannya, terbentuknya organisasi ini merupakan sebagai wadah alumni SMAN 1 Pekanbaru untuk bersatu dibidang sosial. “Kami telah menyiapkan berbagai program di organisasi ini. Tujuannya untuk bagaimana

mengangkat prestasi almamater,” sebutnya. Menurut Anto, dirinya yang merupakan angkatan 83 bersama angkatan lain merasa prihatin atas kemerosotan prestasi akademik sekolahnya. Dia mengaku tidak tahu apa penyebab terjadinya semua ini. Bahkan dikatakannya bukan dari segi akademik saja

SMAN 1 melorot termasuk bidang ekstrakuler lainnya. Ini berbeda dengan angkatan 90 kebawah yang terus menelurkan prestasi. “Zaman kami dulu, SMAN 1 merupakan sekolah yang terus mendulang prestasi baik secara akademik maupun non akademik. SMAN 1 Pekanbaru juga sekolah amat favorit. Kami tak tau kenapa sekarang menurun,” ucapnya. Setelah IKA SMANSA Pekanbaru dilantik dan dikukuhkan, pihaknya akan berupaya memberikan sumbang fikiran dan membantu agar SMAN 1 Pekanbaru kembali gemilang. “Alumni SMAN 1 Pekanbaru banyak yang telah sukses. Mereka jadi pejabat dan pengusaha ternama bahkan ada yang jadi CEO di perusahaan besar di Singapura. Setelah dikukuhkan, kami akan merancang program-program untuk membantu sekolah kami baik sarana prasarana maupun dari segi SDM gurunya,” kata Anto. Anto juga menghimbau kepada seluruh alumni dari semua angkatan untuk berpartisipasi dan memeriahkan pengukuhan ini. Sebagai tambahan, organisasi ini terbentuk dan anto rahman terpilih menjadi ketua sekitar awal tahun ini di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.*

 bis/ybs

Izin Pendirian PAUD Dipermudah Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Riau ditargetkan naik minimal 50 persen tahun ini. Dengan jalan ini, Riau diharap mampu memperbaiki rangking APK-nya yang masih terbilang rendah.

S

AAT ini, APK Riau berada di rangking 25 dari 33 provinsi dengan angka partisipasinya 28,13 persen. Hal ini disampaikan Ketua Forum Pengembangan Anak Usia Dini Indonesia (F-PAUDI) Riau, Septina Primawati Rusli ketika membuka rapat kerja wilayah forum tersebut, Kamis (25/4) silam. Septina optimis asalkan semua pihak turut mendukung. “50 persen itu target minimal. Kalau bisa lebih dari itu dan tak ada batasan dalam pembentukan PAUD. Karena dari segi anggaran, pemerintah sebenarnya telah menyediakan dana memadai. Kalau bisa, seluruh tempat telah dibangun PAUD,” ungkapnya. Ada beberapa strategi guna memuluskan gerakan

ini. Diantaranya penguatan database, kemitraan dengan berbagai pihak, keaktifan ikut forum rembuk, menata kesatuan hingga mendorong pendirian PAUD di Riau. Septina mengakui, saat ini belum semua kawasan yang memiliki PAUD. Padahal, di kawasan itu terdapat anak usia dini. Kondisi tersebut tidak hanya berlaku di daerah yang jauh dari ibukota. Bahkan, di Pekanbaru sendiri juga masih ada kawasan yang tak memiliki PAUD. Peningkatan pada kesadaran masyarakat agar memasukkan anaknya ke PAUD juga dianggap penting. Ia tak menampik, kesadaran masyarakat masih tergolong rendah dan belum mengerti pentingnya PAUD. “Karena itulah perlu terus disadarkan,” kata dia. F-PAUDI juga meminta daerah gencar mendata keberadaan PAUD di wilayahnya masing-masing. Karena bisa jadi rendahnya APK PAUD Riau justru disebabkan pendataan yg kurang baik. Ditambahkan Septina, dengan berbagai upaya ini pihaknya berusaha APK PAUD Riau dapat mencapai angka 75 persen di tahun 2015 mendatang. Ia optimis harapan ini terwujud. Apalagi dari segi perizinan, pemban-

gunan PAUD justru dipermudah. “Sudah ada jaminan dari pemerintah untuk mempermudah perizinan. Bahkan di garasi saja untuk tahap awalnya diperbolehkan membuka PAUD,” tuturnya. Sementara itu, Ketua PAUD Riau, Prof Netti Herawati menjelaskan, ada 508 dari 1.650 desa di Riau yang belum punya PAUD. Inilah yang akan menjadi target utama gerakan pembanguan PAUD. “Kami menarget ada 180 ribu anak yang terlayani PAUD. Dalam pertemuan

inilah hal tersebut dibicarakan,” ujarnya. Pemerintah sebenarnya sudah melakukan banyak dalam membangun PAUD medio 2004 hingga 2005. Karena di tahun tersebut APK Riau hanya tujuh persen. Artinya, capaian saat ini sebenarnya sudah meningkat banyak dibanding tahun sebelumnya. Netti juga mengaku optimis tahun ini bisa meningkatkan APK hingga 50 persen. Misalnya, saat ini ada 4.000 lebih Posyandu

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

dibawah PKK. Kalau lembaga ini saja bergerak, target tersebut sudah bisa terpenuhi. Program taman anak Muslim di masjid pun dapat membantu. Menurutnya, F-PAUDI juga mencanangkan gerakkan yang melibatkan tempat ibadah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya PAUD. Misalnya, dengan meminta ke masjid-masjid agar dalam sebulan ada khotbah Jumat yang menyoal PAUD.*

 ird


Cakap Lepas 7 Hukum

Tiga Oknum Polisi Rampok Bank Aksi perampokan menggunakan senjata api terjadi di Bank BRI Pasar Minggu Km 21, Desa Bencah Kelubi, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Jumat (26/4) sekitar pukul 11.45 WIB. Yang mengangetkan, aksi perampokan dilakukan tiga oknum polisi di jajaran Polda Riau.

A

KSI rampok ini berhasil membongkar paksa brangkas dan membawa kabur sejumlah uang. Selain itu, satu anggota polisi yang mencoba menghentikan perampok, mengalami cedera akibat dipukul popor senjata. Kepastian tiga perampok adalah oknum polisi disampaikan langsung Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Suedi Husein SH saat dihubungi kemarin. Secara tegas Kapolda sudah memerintahkan jajarannya menindak dan memproses langsung kejahatan yang dilakukan oknum polisi tersebut. ‘’Proses langsung tindak pidananya. Hukumannya nanti hakim yang akan memvonis,” kata Kapolda tegas. Kapolda mengingatkan, seluruh anggota polisi di wilayah hukum Riau lainnya, agar memberikan contoh yang benar. ‘’Imbauannya, lihat contoh yang salah dan lihat contoh yang benar dalam berbuat,” kata Kapolda Riau. Satu dari tiga oknum polisi tersebut berhasil ditangkap dan diketahui berinisial Briptu Fe, yang merupakan anggota Pol Air Polres Pelalawan. Hal itu dibenarkan Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIk, saat dihubungi malam tadi. Guntur mengungkapkan tersangka tercatat bertugas di Pol Air Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan. ‘’Ini masalah pidana. Jika putusan hakim sudah inkracht, maka anggota kita ini akan dipecat,” tegas Guntur. Masalah ini, lanjutnya, juga akan diproses dalam sidang kode etik. ‘’Saya menilai dia merupakan polisi yang tidak waras, karena melakukan tindakan kriminal yang telah melanggar hukum,” ujarnya. Dari informasi yang berhasil dirangkum lapangan, perampokan terjadi saat masyarakat melaksanakaan Salat Jumat dan bank sedang sepi. Hanya seorang polisi berjaga dari Polsek Tapung yaitu Briptu Dedi. Saat itulah, seorang laki-laki masuk ke dalam bank dan menodongkan senjatanya ke kepala Briptu Dedi. Senjata milik Briptu Dedi juga dirampas. Begitu berada di dalam,

ketiganya langsung mengamankan petugas pengamanan bank dan karyawan yang ada. Dengan cepat, ketiganya menguras uang kontan di bank itu. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, ketiga pelaku lalu kabur menggunakan mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi BM 38 P. Mobil yang dibawa para pelaku saat itu lari ke arah Pekanbaru. Sesampainya di Km 18, mobil ini dihadang oleh seorang anggota pos polisi terdekat, Aiptu Maryono. Upaya heroik Maryono ini berakhir naas. Ia dipukul dengan popor senjata pelaku pada bagian kepala hingga rubuh. Setelah merubuhkan polisi yang coba menghadangnya, para pelaku kemudian berbalik arah menuju Desa Deli Makmur ke Sungai Pinang yang tembus ke Jalan Poros Bangkinang-Pekanbaru. Di tengah jalan, kawanan perampok ini dihadang warga yang sebelumnya telah mendapat informasi dari pihak kepolisian. Warga sempat melintangkan dump truck di tengah jalan, sehingga mobil Daihatsu Xenia yang dinaiki para perampok mencoba berputar arah. Saat itulah warga yang sudah menunggu langsung mengejar, sebelum akhirnya mobil terperosok di tepi jalan. Amarah massa yang mengetahui di dalam mobil adalah

perampok tak bisa dicegah. Tak hanya pelaku yang jadi sasaran, mobil Daihatsu Xenia juga jadi sasaran amukan massa. Satu pelaku yang diketahui berinisial Fe berhasil ditangkap massa. Sementara dua pelaku lainnya berhasil kabur ke dalam kebun sawit. Sebelumnya, sempat terjadi baku tembak antara kedua perampok dan petugas polisi yang tiba kemudian. Tapi sayang, kedua belaku berhasil kabur. Sementara pelaku yang tertangkap, Fe, dibawa ke RS Bhayangkara, Pekanbaru. Pantauan Riau Pos di rumah sakit tersebut kemarin siang sekitar pukul 15.00 WIB, Fe mendapatkan perawatan dari dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD). IGD ini dijaga ketat aparat kepolisian berseragam provost. Selain polisi berpakaian sipil, belasan anggota Propam Polda Riau tampak berada di sana. Awak media yang meliput hanya bisa melihat dari balik pintu kaca IGD. Sekitar pukul 15.30 WIB, Fe tampak dibawa keluar menggunakan tandu untuk kemudian dimasukkan ke dalam ambulans yang sudah menunggu. Ketika dibawa, seluruh tubuh pelaku ditutup menggunakan kain berwarna biru muda sampai ke kepala hingga wajahnya tak kelihatan dengan infus masih terpasang di tangan. Belum jelas kenapa

wajah Fe ditutup seperti ini, tapi yang pasti mendapat pengawalan yang ketat dari anggota Propam Polda Riau. Sementara itu, Aiptu Maryono, anggota polisi yang dipukul oleh perampok menggunakan popor senjata, setelah sempat dirawat di RS Eka Hospital, sekitar pukul 16.40 WIB dipindahkan di RS Bhayangkara. Begitu tiba, Maryono beserta keluarga langsung dibawa masuk ke dalam ruang IGD oleh provos yang berada disana. Kapolres Kampar AKBP Auliansyah Lubis MH SIK melalui Kasatreskrim AKP Eka Ariyandi Putra SH SIK menambahkan, hingga malam tadi anggota Polres Kampar masih di lapangan mengejar kedua pelaku yang berhasil kabur. Terekam CCTV Tiga orang oknum anggota polisi yang diduga terlibat dalam aksi perampokan Bank BRI itu, terekam kamera CCTV yang ada di dalam Bank BRI tersebut. Untuk membantu proses penyelidikan, aparat kepolisian Polres Kampar telah melakukan penyitaan rekaman di lokasi kejadian perampokan, Bank BRI Capem Sungai Galuh. ‘’Kita sudah lakukan penyelidikan di beberapa lokasi termasuk di Bank BRI Capem Pantai Cermin. Bahkan

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

rekaman CCTV yang berada di lokasi telah disita untuk membantu proses penyelidikan,’’ kata Kanit Reskrim Polsek Tapung, Iptu Rino. Aipda Maryono, seorang anggota polisi yang mengalami luka serius akibat pukulan popor senjata laras panjang Sabhara V2 Pindad pada bagian kepalanya, masih terbaring lemas di ruangan rawat inap RS Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini, Pekanbaru. Demikian juga dengan pelaku yang di duga anggota Pol Airud Polda Riau yang di BKO di Polres Pelalawan, berinisial Briptu FS masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau dan dalam pengawasan kepolisian. Ruangan perawatan Briptu FS (pelakured) mendapat pengawalan ekstra ketat dari sejumlah anggota Polres Kampar dan Propam Polda Riau. Sementara ini korban dan pelaku belum dapat ditemui. Sebab kepolisian masih melakukan pengembangan terkait kasus perampokan yang melibatkan oknum anggotanya itu. Beredar kabar, masih ada dua pelaku lainnya yang juga oknum anggota polisi masih dalam pencarian. Dalam pelariannya, kedua pelaku ini juga membawa sanjata laras panjang Sabhara V2 Pindad (senjata organik Polri-red).* rp/bis


10 Tata

ISG Melayang Riau Meradang Ambisi Riau menjadi tuan rumah ISG III digagalkan. Riau dinilai tak siap. Siapa yang “menjegal”?

RAPAT penyelenggaraan event Islamic Solidarity Games (ISG) III memutuskan, pelaksanaan ISG yang semula dijadwalkan di Riau dipindahkan ke Jakarta. Pemindahan tersebut terpaksa dilakukan karena Pemerintah Provinsi Riau tak siap menggelar ISG. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengatakan banyak pertimbangan sehingga ibukota menjadi pelaksanaan event tersebut, antara lain persoalan anggaran, kesiapan tuan rumah Riau, hingga suhu politik di Riau jelang dan sampai pemilihan kepala daerah pada September mendatang. “Dengan berat hati, ISG dipindahkan ke Jakarta. Untuk pelaksanaannya sendiri akan digelar pada tanggal 22 September hingga 1 Oktober 2013 mendatang,” ujar Roy di Jakarta, Senin (22/4). Ditambahkan Roy, keputusan tersebut diambil setelah adanya rapat dengan sejumlah instansi keolahragaan nasional seperti KOI dan KONI. Roy pun mengungkapkan keputusan itu diambil justru untuk menghormati masyarakat Riau. Sementara itu, Roy memilih Jakarta karena dinilai cukup siap untuk melaksanakan ISG. Selain itu, dia juga mengungkapkan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan oleh Pemda DKI karena sudah ada anggaran 200 Miliar yang memang disiapkan untuk ISG. “Tidak ada anggaran yang perlu dikeluarkan Pemda DKI. Kita juga tidak perlu adanya anggaran tambahan. Tetapi kalau renovasi kecil-kecilan itu menjadi tanggungjawab Pemda DKI. Seperti misalnya ketika kongres PSSI lalu,” tutupnya. Keputusan Roy itu tentu disesalkan. Apalagi Gubernur Riau Rusli Zainal. RZ mengaku kecewa dengan pernyataan menpora apalagi pemindahan itu dilakukan sepihak tanpa mendengar terlebih dahulu pendapat Riau. ‘’Ini seperti negara kekuasaan saja. Tuan rumah ISG itu ditetapkan melalui keputusan presiden. Kok tiba-tiba penetapan tuan rumah itu dibatalkan hanya melalui cuap-cuap seorang menteri di koran,’’ kata Rusli Zainal kesal. Pusat mustinya berterima kasih kepada daerah bahwa

Riau siap menjadi tuan rumah ISG. Dan, itu pertanda bahwa daerah-daerah makin maju. Ini, menurut Rusli Zainal, harusnya didorong oleh Pemerintah karena tidak mungkin semua event nasional dan internasional itu ditarik ke Jakarta. ‘’Apalagi dalam kondisi Jakarta seperti sekarang, kita tahulah dimana dan kemana-mana macet,’’ tegas RZ. Penetapan Riau sebagai tuan rumah ISG III tahun 2013 kata Gubri, telah dihadiri pemerintah Indonesia dalam sidang ISSF di Jeddah yang saat itu dihadiri Menpora, Ketua KOI dan Gubri. Bahkan Gubri mewakili Pemerintah RI juga telah menerima bendera ISG dari Presiden ISG di Jeddah tahun lalu. “Saya memahami Menpora membuat keputusan sepihak seperti itu kerena beliau baru diberi amanah menjadi Menpora dan beliau tidak mengikuti bagaimana beratnya kami selama 3 tahun mempersiapkan ISG ini. Selain itu sudah berapa anggaran yang kami keluarkan demi membangun venue bertaraf internasinal hingga main stadium Riau bisa masuk nominasi 16 stadion terbaik dunia,” kata Gubri. Namun, Gubri kembali menegaskan bahwa Riau masih tetap tuan rumah ISG. Sebab, keputusan presiden (Kepres) yang menugaskan Riau dan sampai saat ini belum dicabut dan Kepres baru yang menyatakan memindahkan lokasi pelaksanaan ISG sampai kini belum terbit. “Mempora sudah menghubungi kita. Barangkali ingin bertemu. Ini (perpindahan) belum final. Kita masih tuan rumah ISG,” kata RZ.

Rasa kecewa juga disampaikan para senator Riau yang duduk di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Anggota DPD RI asal Riau, Abdul Gafar Usman meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo memikirkan kembali keputusannya memindahkan pelaksanaan ISG III 2013 dari Pekanbaru ke Jakarta. Menurutnya, kekhawatiran Menpora hingga batalnya Riau menjadi tuan rumah bisa dicarikan solusi jika semua pihak duduk bersama mengatasi kendala dan persoalan yang ada. “Untuk menjaga perasaan pemimpin, tokoh dan seluruh masyarakat Riau, kita berharap Menpora dengan bijaksana meninjau kembali keputusannya yang memindahkan pelaksanaan ISG dari Riau ke Jakarta,” ungkap Gafar kepada AZAM Jumat (26/4). Gafar menyarankan, Gubernur Riau, DPRD serta instansi vertikal di Pemerintah Provinsi Riau agar merapatkan barisan menyakinkan kembali pemerintah pusat melalui Menpora, bahwa Riau sudah siap menyambut iven olahraga yang diikuti 57 negara OKI itu sesuai yang diharapkan. “Kita jawab dan buktikan kekhawatiran Mempora itu tidak beralasan sama sekali, mengingat berbagai persiapan sudah dilakukan Riau agar menjadi tuan rumah yang baik dan sukses,”ujar Gafar yang siap membantu melalui lembaga DPD mengatasi persoalan ini sesuai tugas dan wewenang yang dimiliki.”Kita tentunya mendukung penuh ISG ini tetap dilaksanakan di Riau,” tegas Gafar. Senator Riau lainnya Hj Maimanah Umar mendesak

Pemerintah Provinsi Riau mempertanyakan persoalan ini kepada Kemenpora secara terang benderang. Lakukan pendekatan dan jelaskan kepada mereka segala pengorbanan dan persiapan yang telah dilakukan selama ini. “Sangat kita sayangkan anggaran yang sudah dipakai untuk berbagai persiapan jadi terbuang percuma. Saya berharap Kemenpora menarik lagi keputusannya supaya tidak terjadi gejolak yang lebih besar dari masyarakat Riau,” terang senator wanita ini. Tetapi pernyataan Gubri yang menyebutkan dia memahami keputusan kenapa menpora membuat keputusan sepihak seperti itu kerena dia baru diberi amanah menjadi Menpora dan mungkin ada penyampaian yang kurang tepat dari seseorang kepadanya. Banyak masyarakat menduga dibalik pemindahan ini dikarenakan ada unsur politis dan ekonomisnya. Politisnya,karena RZ berstatus tersangka dan Riau mau selenggarakan pilgubri. Sedangkan secara ekonomisnya, uang berputar di Jakarta dan semua lelang juga di ibu kota negara itu. “Yang untung ya pusat juga,” sebut tokoh pemuda Riau yang tak mau dikorankan namanya. Riau Rugi Secara Ekonomi Pakar Administrasi Bisnis Universitas Riau Dr Meyzi Heriyanto MSi mengatakan pemindahan lokasi pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) ke Jakarta sangat merugikan Provinsi Riau dari sisi ekonomi. “Pemindahan ISG sangat berdampak pada ekonomi,” katanya. Meyzi mengatakan, per-

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

tumbuhan ekonomi Riau pada triwulan I/2013 tanpa minyak dan gas (migas) mencapai 7,59 persen dan 2,14 persen dengan migas. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II bakal melambat karena imbas dari pemindahan ISG ke Jakarta. “Pelaku bisnis yang akan sangat dirugikan diantaranya adalah sektor transportasi, pengusaha hotel dan restoran, serta UMKM,” ujarnya. Sebab menurut Ketua Program Magister Ilmu Adminsitrasi UR ini, merekamerekalah yang nantinya berhubungan langusung dengan kegiatan tersebut. “Tentu saja dampak ekonominya sangat besar ditanggung oleh Riau. Karena jauh-jauh hari Riau sudah berbenah mempersiapkan berbagai keperluan untuk ini. Seperti pembangunan sarana olahraga bertaraf internasional. Ditambah berbagai sosialisasi dan promosi yang sudah dilakukan Pemprov Riau.Pengorbanan yang telah dilakukan Riau, baik materil dan non materil sudah sangat banyak. Dan ini akan terbuang sia-sia. Coba bayangkan, sudah berapa banyak biaya yang dikelaurkan hotel-hotel untuk menambah fasilitas serta kamar,” jelasnya. Bidang tarnsportasi juga begitu, tambahnya sudah berapa banyak dana yang digelontorkan untuk melakukan investasi dibidang ini, seperti penambahan armada dan perbaikan armada yang rusak. Hal hal seperti ini seharusnya menjadi pertimbagan Menpora dalam mengambil keputusan. Lain halnya jika pemindahan Riau sebagai tuan rumah ISG dilakukan ketika jauh-jauh hari sebelum Riau melakukan apa-apa. Akibat pemindahan ini, ekonomi Riau secara makro juga akan berpengaruh.Lihat saja ketika pelaksanaan PON ke XVIII beberapa waktu lalu.Selama sepuluh hari pelaksanaaan iven olahraga nasional ini, perputaran uang di Riau cukup tinggi. Tingginya perputaran uang tersebut didapat dari semakin banyaknya orang yang berkunjung ke Riau dalam waktu bersamaan. Menurut dia, Riau akan kehilangan potensi uang beredar yang sangat besar karena kepindahan ISG ke Jakarta. “Dana dari pemerintah pusat yang hilang untuk pelaksanaan ISG sebesar Rp200 miliar, sedangkan dari APBD Riau mencapai Rp45 miliar,” katanya. Karena itu, ia menilai Pemerintah Provinsi Riau harus menyelesaikan kendala selaku tuan rumah dan meyakinkan pemerintah pusat bahwa Riau siap menjadi tuan rumah.*

 bis


11

ISG Pindah ke Jakarta Simpai “Untuk menghormati masyarakat Riau, dengan berat hati pelaksanaan ISG kita pindahkan ke Jakarta karena Riau tidak siap menyelenggarakan event olahraga internasional,” kata Menpora Roy Suryo.

PEMERINTAH pusat akhirnya memutuskan secara resmi memindahkan pelaksanaan Islamic Solidarity Games III yang akan digelar pada September 2013 di Riau ke Jakarta. Keputusan pemindahan tersebut diambil dalam Rapat Penyelenggaraan ISG III yang dipimpin Menpora Roy Suryo di Jakarta, Senin (22/4). “Untuk menghormati masyarakat Riau, dengan berat hati pelaksanaan ISG kita pindahkan ke Jakarta karena Riau tidak siap menyelenggarakan event olahraga internasional,” kata Menpora. Menurut Menpora, alasan pemindahan pelaksanaan ISG dari Riau ke Jakarta antara lain karena persoalan anggaran, ketidaksiapan tuan rumah Riau, dan suhu politik di Riau yang makin panas jelang pelaksanaan pemilihan gubernur September 2013 mendatang. Akibat ketidaksiapan Riau dalam menyelenggarakan ISG, kata Roy, pelaksanaan ISG sempat mengalami penundaan dari semula dijadwalkan pada 6-7 Juni menjadi 22 September hingga 1 Oktober 2013. “Jadi setelah adanya rapat dengan sejumlah instansi keolahragaan nasional seperti KOI dan KONI, kemudian diputuskan ISG dipindahkan ke Jakarta. Untuk pelaksanaannya sendiri akan digelar pada tanggal 22 September hingga 1 Oktober 2013 mendatang dengan 17 cabang olahraga. Keputusan itu diambil untuk menyelamatkan citra Indonesia dan juga Riau,” katanya. Pemerintah memilih untuk memindahkan ke Jakarta, katanya, karena dinilai cukup siap untuk melaksanakan ISG. Selain itu, dia juga mengungkapkan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan oleh Pemda DKI karena sudah ada anggaran 200 Miliar yang memang disiapkan untuk ISG. “Tidak ada anggaran yang perlu dikeluarkan Pemda DKI. Kita juga tidak perlu adanya anggaran tambahan. Tetapi kalau renovasi kecil-kecilan itu menjadi tanggungjawab Pemda DKI. Seperti misalnya ketika kongres PSSI lalu,” katanya. Dijelaskan Menpora, hasil keputusan rapat ini akan disampaikan dalam rapat tingkat menteri dengan Menkokesra.”Kita harus bikin justifikasi kepada pemerintah Riau meskipun keputusan tetap dari rapat pada level kementerian,” kata Menpora. Rapat di tingkat kementerian itu nantinya juga diharapkan menghadirkan Gubernur Riau Rusli Zainal. Dan perubahan ini juga akan

segera dikoordinasikan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Roy juga menyebutkan,dirinya kecewa dengan ulah pejabat di Riau yang tidak menunjukkan itikad baik untuk membantu pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG).”Pejabat di Riau sibuk dengan urusan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau yang akan dilaksanakan September mendatang,” kata Menpora. Menurut Menpora, keadaan ini mengakibatkan Gubernur Riau Rusli Zaenal dibiarkan bekerja sendirian. Padahal, status tersangka suap PON 2012 semakin mempersempit geraknya. ‘’Tidak ada yang membantu Pak Rusli. Para pejabat daerah Riau malah sibuk dengan Pilkada Riau,” kata Menpora di Jakarta, Rabu (24/4). “Saya sudah berikan kesempatan, tetapi tidak terlaksana. Hingga kemarin tidak ada perubahan apa pun. Stadion Utama masih disegel, stadion akuatik juga belum ada perubahan, tetap tidak bisa digunakan dan tidak siap,” ujarnya. Menurut Menpora, jika DPRD Riau tidak setuju pemindahan ISG III dari Riau ke Jakarta, seharusnya ada solusi yang ditawarkan setelah sebelumnya ditunda dan tidak jadi dilaksanakan pada 6-17 Juni 2013. ”Bisakah DPRD menyelesaikan tunggakan Stadion Utama? Kalau mau ISG tetap dilaksanakan di Riau, selesaikan tunggakan stadion utama dan harus rela ISG dilaksanakan September. Tetapi DPRD tidak menawarkan solusi apa-apa,” katanya. Keputusan pemindahan itu, diambilnya setelah mendengar pandangan obyektif dari para akademisi dari Riau yang diundang dalam rapat tersebut. “Mereka mengatakan memang sulit kalau Islamic Solidarity Games dilaksanakan di Riau,” katanya. Selain itu, keputusan pemindahan pelaksanaan ISG III dari Riau ke Jakarta, menurut Menpora, juga karena desakan ISSF. “Pada awal Maret lalu delegasi ISSF meninjau Riau dan mereka merasa Riau belum siap,” katanya.*

 bis

Yanto Budiman

ISG Riau Batal, Siapa Yang Menjegal?

KALIMAT elu-eluan pun mudah sampai ke ‘Selamat Datang Peserta pucuknya. Maknanya bila ISG III di Tanah Melayu’ seseorang dalam posisi masih terpampang yang lemah, siapa pun perkasa di berbagai sudut secara leluasa mudah kota. Pasalnya, helat menaklukkannya. Tragedi olahraga akbar negarainilah yang kini dihadapi negara Islam se-dunia RZ dalam situasi mengh(Islamic Solidarity Gamesadapi berbagai persoalan ISG) sebenarya tak lama yang mengepungnya. lagi digelar. Jadwal Pembatalaan Riau pastinya: 6-13 Juni 2013. menjadi tuan rumah ISG Segala persiapan pun tak kalah kali ini memang patut disayangkan. serunya dilakukan oleh panitia Pasalnya, setahun lebih RZ dan pelaksana yang dikomandoi oleh segenap panitia penyelenggara sudah Gubernur Riau, H.M. Rusli Zainal. bekerja mati-matian mulai urusan Rasa percaya diri untuk jadi tuan teknis atau promosi daerah. Bahkan rumah ini pun semakin kokoh setelah beberapa kali, sejumlah wartawan Riau sukses menyelenggarakan PON dari sejumlah negara Islam itu sudah XVIII akhir tahun lalu. datang pula meliput dan memperkeKeputusan pemindahan tuan nalkan Tanah Melayu Riau sebagai rumah ISG yang diumumkan Menpo- tujuan wisata dan investasi. Kabar ra Roy Surya bagaikan petir di siang baik pun telah dilaungkan ke manabolong. Roy menilai Riau belum siap mana. menjadi tuan rumah karena masih Bagi masyarakat Riau secara adanya tunggakeseluruhan, kan uang multi-plier kontraktor effect (efek Keputusan Stadion Utama pemindahan tuan rumah berlapis) Riau mencapai secara ekonomi ISG yang diumumkan Rp 200 milyar penyelenggasehingga raan ISG Menpora Roy Surya stadion yang secara langbagaikan petir di siang dipersiapkan sung telah ikut bolong. Roy menilai sebagai tempat memperkuat upacara pemRiau belum siap menja- ekonomi bukaan ISG itu kerakyatan. di tuan rumah karena ‘disegel’ sejumSebab, banyak masih adanya tunggalah kontraktor. lapisan Lebih dari itu, masyarakat kan uang kontraktor Roy Suryo yang ikut Stadion Utama Riau menilai dalam menikmati mencapai Rp 200 milyar luberan rezeki soliditas tim kerja tampakndari kegiatan sehingga stadion yang ya Gubernur makandipersiapkan sebagai RZ terkesan minum, tempat upacara pembu- catering, jualkerja sendiri. Kurang didukubeli souvenir kaan ISG itu ‘disegel’ ng oleh orangditambah sejumlah kontraktor. orang dekatnya promosi Lebih dari itu, Roy termasuk investasi yang Wagub HR. luar biasa bagi Suryo menilai dalam Mambang Mit. negeri Melayu soliditas tim kerja tamIni semua ini. paknya Gubernur RZ merupakan Pembatalan buntut dari itu pula terkesan kerja sendiri. perbelahan berdampak Kurang didukung oleh kedua petinggi secara psikoloorang-orang dekatnya di Riau itu yang gis terhadap sudah kasat negara-negara termasuk Wagub HR. mata. Bukan tak peserta ISG Mambang Mit. mungkin, karena menilai sekuat apa pun ada sesuatu ambisi RZ hal buruk yang untuk menggelar ISG ini namun ada menyebabkan tak jadinya digelar ISG pula kekuatan lain yang berupaya di Riau. Padahal, situasinya tentulah menjegal pesta akbar bidang olahraga tak seseram itu. Selalu ada ‘udang di yang bakal diikuti 57 negara Islam balik bakwan eh, batu’ yang diperanitu. Situasi ini diperburuk pula oleh kan para oknum penjegal yang ingin situasi suksesi Gubernur Riau periode bertepuk sekeras-kerasnya ketika ISG 2013-2018 yang sudah diambang itu batal digelar di sini. Maksudnya pintu. Puncaknya tatkala RZ dinyata- tak lain, terkait upaya menjatuhkan kan sebagai tersangka oleh KPK pamor RZ sendiri yang sebenarnya terkait kasus hukum venue lapangan sudah sukses menggelar PON XVIII menembak dan kasus perizinan lalu. Memang tak semua orang mau kehutanan. Tentu pihak-pihak yang bersyukur atas pretasi yang berhasil ingin mengucilkan, gampang berdalih dicapai oleh pihak lain. Begitulah bahwa RZ tak akan bisa berkonsenhidup yang selalu dihiasi rambutrasi penuh mengurus penyelenggarambu : “like or dislike”. Tapi ISG raan ISG yang membawa dan mem“batal” di Riau masih belum final, pertaruhkan nama besar bangsa sebelum turun surat resmi dari Indonesia. Presiden SBY. Oleh karena itu Riau Tapi pepatah Melayu sudah harus bisa menjaga kekompakan, menengarai situasi begini.: kalau bersatu ‘melawan’ kesewenangpokok kelapa sudah condong, katak wenangan pusat.***

Roy Suryo

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013


12

Riau Masih

“Saya yakin pak menpora lebih bijaksana. Mungkin beliau mendengar dari orang-orang yang tidak jelas memberi masukan pada pak menteri,” ujar Gubri.

GUBERNUR Riau, HM Rusli Zainal menyatakan, seharusnya Pemerintah mendorong pembangunan di daerah. Bukan mensentralisasikan pembangunan di Jakarta. Pernyataan itu disampaikan Rusli Zainal di lantai tiga sekretariat ISG III Jalan Gajah Mada Pekanbaru usai shalat Jumat saat berbincang-bincang dengan Panitia Daerah ISG, Jumat (26/ 4). Hadir antara lain Zulkifli Saleh, Sudarman Ade dan Deni Hermanto. Rusli menyampaikan hal itu merespon keputusan sepihak pemindahan lokasi ISG (Islamic Solidarity Game) III seperti disampaikan Menpora Roy Suryo di media beberapa hari lalu. Menurut Gubri, memindahkan ISG ke Jakarta bukan solusi, sebaliknya membuat suasana persiapan ISG makin runyam. ‘’Anehnya Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berkomentar miring. Katanya, saya tak tahu, setahu saya ISG itu dilaksanakan di Provinsi Riau,’’ kata Rusli Zainal dengan nada kecewa.

RZ mengaku kecewa dengan pernyataan menpora apalagi pemindahan itu dilakukan sepihak tanpa mendengar terlebih dahulu pendapat Riau. ‘’Ini seperti negara kekuasaan saja. Tuan rumah ISG itu ditetapkan melalui keputusan presiden. Kok tiba-tiba penetapan tuan rumah itu dibatalkan hanya melalui cuap-cuap seorang menteri di koran,’’ kata Rusli Zainal kesal. Pusat mustinya berterima kasih kepada daerah bahwa Riau siap menjadi tuan rumah ISG. Dan, itu pertanda bahwa daerah-daerah makin maju. Ini, menurut Rusli Zainal, harusnya didorong oleh Pemerintah karena tidak mungkin semua event nasional dan internasional itu ditarik ke Jakarta. ‘’Apalagi dalam kondisi Jakarta seperti sekarang, kita tahulah dimana dan kemana-mana macet,’’ tegas RZ. Rusli juga menyatakan, tak tahu lagi harus mengadu kemana. Karena itu dia minta elemen masyarakat Riau kompak dan bersatu menyuarakan ISG. ‘’Islamic Solidarity Games ini adalah kehormatan kita, sudah kita perjuangankan sejak lama, dan kita persiapkan dua tahun lamanya. Sekarang tiba-tiba dipindah, berapa kerugian yang harus kita tanggung, tak hanya kerugian material tetapi juga inmaterial,’’ ungkap Rusli Zainal seakan tak habis rasa kecewanya. Menurut Gubri, penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang seharusnya juga menjadi tang-

gungjawab pemerintah pusat, telah sukses diselenggarakan dengan banyak menelan anggaran daerah. Sedangkan untuk penyelenggaraan ISG, meski diakui banyak kendala, namun jika semua stakeholders mulai dari pemerintah pusat dan daerah saling bahu membahu bekerja sama dengan niat baik, Gubri yakin semua persoalan bisa diatasi. Terlebih lagi, team technical delegate sudah 4 kali ke Riau dan menyatakan tidak ada masalah berarti. ‘’Pembatalan sepihak ini juga akan merugikan panitia daerah dalam hal pertanggungjawaban,’’ ujar Gubri. Sejak 4 bulan lalu, panitia daerah sudah merekrut lebih dari 4000 orang LO dan 825 penterjemah baik untuk bahasa Inggris, Arab dan Prancis. Belum lagi perbaikan-perbaikan venue yang sudah dilakukan dengan anggaran daerah. Ratusan panitia juga sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dan sudah pula bekerja tak kenal waktu demi suksesnya ISG. Bahkan digelar rapat berkali-kali antara panitia daerah dan panitia pusat. “Bahkan saat Menpora ke Riau, beliau menegaskan dan berjanji, ISG

tetap di Riau. Itu pernyataan resmi di hadapan panitia, tokoh masyarakat dan media. Tapi sekarang tiba-tiba ada pernyataan berbeda. Lewat media pula,” sesal Gubri. Penetapan Riau sebagai tuan rumah ISG III tahun 2013 kata Gubri, telah dihadiri pemerintah Indonesia dalam sidang ISSF di Jeddah yang saat itu dihadiri Menpora, Ketua KOI dan Gubri. Bahkan Gubri mewakili Pemerintah RI juga telah menerima bendera ISG dari Presiden ISG di Jeddah tahun lalu. “Saya memahami Menpora membuat keputusan sepihak seperti itu kerena beliau baru diberi amanah menjadi Menpora dan beliau tidak mengikuti bagaimana beratnya kami selama 3 tahun mempersiapkan ISG ini. Selain itu sudah berapa anggaran yang kami keluarkan demi membangun venue bertaraf internasinal hingga main stadium Riau bisa masuk nominasi 16 stadion terbaik dunia,” kata Gubri. Gubri berharap, dalam waktu dekat segera ada pertemuan antara Kemenpora, KOI, KONI dan panitia daerah ISG, untuk membicarakan secara jelas

Melukai Hati Masyarakat Riau

Jon Erizal

KEPUTUSAN sepihak mempora membatalkan Riau sebagai tempat pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) yang ke III menurut Cagubri usungan PAN dan PKS Jon Erizal sangat melukai hati masyarakat Riau. Betapa tidak, masyarakat Riau sudah mendambakan dan membayangkan ivent olahraga internasional itu dapat mereka tonton dan nikmati. Sebab,semua sarana dan prasana penunjang tempat bertanding sepeninggalan PON telah dibuat bertaraf dengan internasional. “Saya sangat menyayangkan keputusan Menpora Roy Suryo yang tanpa melibatkan perwakilan Pemprov Riau maupun panitia daerah membuat keputusan tak mengenakan. Sebagai seorang menteri kan menpora harus bijak dan mendalami masalahnya terlebih dahulu. Panggil pemprov Riau baru buat keputusan,” sesalnya. Jon mengatakan bahwa Riau sangat siap bertindak sebagai tuan rumah dan mampu menjadi tempat penye-

lenggara. Setahu dirinya,pemprov Riau sudah menyiapkan diri sejak tiga tahun lalu. Bila tetapnya juga dipindah, pemerintah pusat namanya tidak memandang perjuangan dan pengorbanan daerah. “Pemerintah pusat semestinya memberikan apresiasi daerah yang mau menjadi tuan rumah. Ini juga mengharumkan nama bangsa. Sebab, para negara sahabat beranggapan bahwa kemajuan olahraga dan infrastruktur negara ini tidak saja bertumpu diibukota negara melainkan didaerahnya juga demikian. Maka ada baiknya pemerintah pusat meninjau ulang kembali keputusan itu. Berikan daerah kesempatan untuk berkembang dan menjadi maju,” kata Jon Erizal tegas. Kemudian, dengan dipindahkanya ke ibukota negara, pemerintah pusat mengekang daerah terutama Riau untuk menunjukan jati dirinya ke dunia internasional. Sebab, dengan menjadi tuan rumah, Riau makin dikenal. Dan ini mendatangkan nilai

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

ekonomi yang tidak sedikit bagi Riau dan masyarakatnya. “Dengan menjadi tuan rumah,Riau bisa mempromosikan daerah wisatanya ke negara-negara luar. Riau juga bisa mengenalkan potensi-potensi wikayahnya ke mereka. Sebab,Riau sangat butuh itu. Nah, melalui ISG lah, itu menjadi salah satu pintu buat Riau mempromoriskan daerahnya. Disamping itu, dampak ekonominya kepada masyarakat juga banyak. Perputaran uang pun demikian,” terang putra asli Bengkalis ini. Jon mengajak semua unsur masyarakat bahu-membahu bersama pemerintah provinsi kembali menyakinkan pusat bahwa Riau sangat siap menjadi tuan rumah dan tempat penyelenggaraan ISG. Bila masih terdapat kekurangan, pemerintah pusat mestinya membantu bukan malah mencari kelemahan.”Dudukan secara bersamasama,” ucapnya menyarankan.*

 bis


13

Tuan Rumah ISG duduk persoalannya. Bukan justru pengumuman yang hanya lewat media. Sehingga pernyataan Menpora, jangan sampai menimbulkan kekecewaan apalagi reaksi yang bisa membuat situasi di daerah tidak kondusif. Mengingat pelaksanaan ISG sudah dinanti masyarakat Riau, sebagai satu momen kebangkitan olahraga dan pembangunan di daerah. “Mempora sudah menghubungi kita. Barangkali ingin bertemu. Ini (perpindahan) belum final. Kita masih tuan rumah ISG,” kata RZ. Gubri kembali menegaskan bahwa Riau masih tetap tuan rumah ISG. Sebab, keputusan presiden (Kepres) yang menugaskan Riau dan sampai saat ini belum dicabut dan Kepres baru yang menyatakan memindahkan lokasi pelaksanaan ISG sampai kini belum terbit. RZ menyebutkan,menghadapi

pertemuan dengan Mempora tersebut,jajaran panitia daerah melakukan rapat khusus di sekretariat ISG. “Rapat itu membahas persiapan kita untuk bertemu menteri. Ada beberapa opsi yang kita siapkan nantinya untuk pertemuan dengan kementrian. Kita persiapkan dulu,” ujarnya. Gubri mengatakan, pemindahan lokasi ISG dari Pekanbaru ke Jakarta tidak segampang itu. Sebab Riau sudah terikat kontrak dengan beberapa perusahaan. Gubri memisalkan kontrak dengan pihak swasta terkait dengan media center. “Misalnya dengan media center. Itu sudah berapa miliar hampir Rp 5 miliar sumbangan mereka dan sudah jadi. Tidak mudah menghapus itu. Masa kita abaikan begitu saja. Nah ini kan perlu pembicaraan lebih lanjut,” ujar gubri.

Gubri juga mengatakan perpindahan masalah ISG ini berkaitan dengan kehormatan masyarakat Riau. Sebab persiapan ISG sudah dilaksanakan sebelumnya. “Saya yakin pak menpora lebih bijaksana. Mungkin beliau mendengar dari orang-orang yang tidak jelas memberi masukan pada pak menteri,” ujarnya. Ditambahkannya, apa yang sudah diprogramkan dalam perbaikan dan penyempurnaan venue akan tetap berjalan walaupun nantinya ISG tidak dilaksanakan di Riau. “Saya katakan,kalau tidak ada ISG,ISG tak jadi, anggarannya kemana,oh tidak.Program perbaikan dan penyempurnaan tetap kita lakukan,” terangnya.*  tim

HM Rusli Zainal

Dengan ISG Ekonomi Riau Makin Menggeliat

Detri Karya

MENYIKAPI soal keputusan dipindahkannya tuan rumah ISG, salah seorang akademisi yang hadir dirapat pembahasan ISG di kantor Kemenpora Prof. Dr. Detri Karya yang juga Rektor Universitas Islam Riau (UIR) membantah pernah menyampaikan ISG III berat jika harus dilaksanakan di Riau. “Yang saya sampaikan bagaimana hubungan ISG dibidang ekonomi, dimana ISG akan memberikan dampak yang sama dengan PON, ekonomi menggeliat dan masyarakat bergairah,” ujar Detri Karya saat dimintai keteranganya, Kamis (25/4). Diakui Detri Karya, gelagat akan dipindahnya ISG ke Jakarta sudah terlihat sebelum rapat digelar dikantor Kementerian. “Saya sudah melihat gelagatnya bakal dipindah ke Jakarta, yang saya sampaikan hanya sebatas hubungan ISG dengan ekonomi Riau,” ucap Detri heran kenapa pihak kementerian mengatakan pendapat akademisi mengatakan ISG berat jika harus dilaksankan di Riau.

Dimana dengan digelarnya ISG di Riau Detry menegaskan disamping memberikan dampak ekonomi yang besar seperti saat PON lalu. Seperti diketahui tahun 2015 akan diberlakukan perdagangan bebas Asean Free Trade Area (AFTA). “Riau sebagai daerah batas terdepan 2 negara Malaysia dan Singapura akan lebih siap menghadapi AFTA,” ujar Detri. Cuma diakui Detri pertimbangan pihak kementerian ketika itu berbeda, mereka lebih melihat pada persoalan hukum yang sedang dihadapi Gubernur Riau HM Rusli Zainal, selain itu masalah hutang main stadium yang belum tuntas serta ivent Pilgubri 2013 yang sangat berdekatan dengan jadwal ISG III. Dalam rapat itu juga menyinggung masalah keterbatasan dana pelaksanaan dimana untuk menggelar ISG dibutuhkan dana sebesar Rp 255 Miliar, sementara yang disediakan pusat hanya Rp 200 Miliar berarti masih kurang Rp 55 Miliar lagi sementara daerah hanya menyediakan Rp 45 Miliar dan dinilai

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

itupun belum cukup. Dalam rapat itu kembali ditegaskan Detri berdasarkan pengakuan pihak Kemenpora bukan untuk menghasilkan keputusan akan dipindahnya ISG III ke Jakarta. “Dan saya sendiri bukan dalam posisi mewakili Pemprov Riau,” ujar Detri. Detri mengaku terkejut usai rapat Kemenpora mengeluarkan statmen memindahkan ISG ke Jakarta. “Mereka mengatakan akan ada lagi rapat lanjutan yang mengundang Gubernur dan pihak terkait lainnya, tiba-tiba keluar aja statmen ISG akan dipindahkan,” jelasnya lagi. Dalam rapat yang dihadiri langsung Menpora Roy Suryo dan Ketua KOI Rita Soebowo itu, Detri menyebutkan pihak Kemenpora justru banyak memuji keberhasilan Gubernur Riau HM Rusli Zainal. “Mereka banyak memuji Pak Gubernur karena mereka melihat Riau berkembang pesat dimasa kepemimpinan Gubri HM Rusli Zainal,” jelasnya.*

 bis


14 KEPUTUSAN ini jelas tidak bijaksana. Ini sebuah keputusan yang dapat melukai hati dan perasaan masyarakat Riau. Seharusnya Menpora mempertimbangkan secara matang dan mengajak panitia lokal untuk duduk satu meja guna mencari solusi serta jalan terbaik jika memang Menpora masih menilai dan melihat kekurangan yang ada, bukan malah main batal dan main pindah seenaknya tanpa memikirkan dampak yang diterima oleh Riau. Penunjukan Riau sebagai tuan Rumah ISG ketika itu tentunya sudah melalui mekanisme serta prosedur yang benar.Jadi tidak bisa main pindah begitu saja. Selain itu, saya berharap kepada semua unsur yang terkait dalam pelaksanan ISG ini, sebaiknya bekerjasama dan saling bahu membahu sesuai dengan kewenangan masing-masing.Misalkan anggota Dewan dengan fungsi budgeting, dan controlingnya, sementara panitia lokal yang sudah ditetapkan terus saja menggesa berbagai persiapan baik teknis maupun non teknis, supaya pihak pusat tidak lagi merasa khawatir melihat masih minimnya persiapan yang dilakukan Riau sebagai tuan rumah. Saya tekankan mari samasama kita yakinkan pemerintah pusat bahwa Riau betul-betul siap dan mampu mengemban amanah ini. Mudah-mudahan saja pusat kembali mempertimbangkan keputusannya tersebut.* Prof. M. Diah Rektor UMRI

MUDAH-MUDAHAN saja ini bukan keputusan final yang dikeluarkan oleh Menpora Roy Suryo. Dan saya berharap keputusan ini hanya sebagai bentuk sentilan saja kepada Riau, supaya Riau sesegera mungkin memaksimalkan segala persiapan dalam menghadapi pelaksanaan ISG tersebut.Karena memang waktunya sudah sangat dekat sekali yakni bulan September mendatang. Namun jika ini sebuah keputusan final, tentunya ini sebuah keputusan yang tidak masuk akal. Semestinya Menpora lebih menghargai dan mempertimbangkan segala pergorbanan yang sudah Riau lakukan.Jangan sampai persoalan ini jadi blunder bagi pemerintah pusat. Saya yakin seluruh elemen masyarakat Riau pasti tidak akan terima diperlakukan seperti ini. Jangan sampai bentuk kekecewaan ini akan merusak stabilitas daerah dan nasional. Ini yang harus difikirkan oleh pemerintah pusat. Jangan seenaknya meengeluarkan keputusan. Sebab walau bagaimanapun ditunjuknya Riau sebagai tuan rumah ISG III mendatang tentunya penuh perjuagan yang panjang, dan tentu saja penunjukan Riau sebagai tuan rumah betulbetul sudah didasari penilai dan pertimbagan matang. Makanya saya berharap mudah-mudahan ini bukan keputusan final, hanya sebagai bentuk sentilan serta tekanan kepada panitia daerah agar berkerja secara maksimal.* Hj. Nurliah Anggota DPR RI asal Riau

KEPUTUSAN pemerintah pusat memindahkan ISG ke Jakarta telah merugikan daerah ini senilai Rp45 Miliar. Angka itu sesuai dengan anggaran yang sudah dikeluarkan Pemprov Riau untuk memperbaiki venue tempat pelaksanaan pertandingan. Selain itu, pemindahaan ini juga merupakan salah satu bentuk penistaan pusat terhadap daerah. Anggaran Rp200 miliar yang dijanjikan pusat yang akan dikucurkan untuk pelaksanaan ISG hingga saat ini tidak jelas ujung pangkalnya. Sekarang malah diputuskan pelaksanaan ISG dipindah.Langkah Menpora ini bukanlah suatu langkah yang bijak, karena sebetulnya tidak ada alasan bagi pemerintah untuk memindahkan pelaksanaan dari Pekanbaru ke Jakarta. Pemerintah Provinsi Riau telah bekerja keras mempersiapkan segala seuatunya untuk pelaksanaan iven ini. Bahkan pemerintah daerah telah mengucurkan dana puluhan miliar rupiah untuk merekondisi beberapa venue untuk pelaksanaan iven tersebut, tiba-tiba dipindahkan begitu saja. Jika pemindahan tersebut atas alasan bahwa pelaksanaan ISG bersamaan dengan pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, ini tidak bisa menjadi alasan. Sebab antara pemilihan kepala daerah dengan ISG merupakan event yang berbeda dan dilaksanakan oleh orang yang berbeda.* Bagus Santoso Ketua Komisi D DPRD Riau

KITA akan berkoordinasi untuk melakukan konsultasi ke Kementerian Pemuda Olahraga supaya iven internasional ISG tidak jadi dipindahkan dari Riau. Kita ingin mengetahui apa sesungguhnya yang melatar belakangi pembatalan Riau sebagai tuan rumah.Kalau memang alasan yang mereka gunakan lantaran Riau akan melaksanakan pemillihan Gubernur tentu saja alasan ini sangat tidak rasional sekali. Memangnya proses pemilukada di Riau akan rusuh. Sekedar sebagai gambaran saja bagi mereka bahwa setiap Riau menggelar pemilihan Kepala daerah selalu dalam keadaan aman dan terkendali.Situasi kamtibmas kita tetap kondusif.Jadi kalau alasan itu yang dipakai untuk membatalkan Riau sebagai tuan Rumah itu namanya mengada-ada. Saat ini Dewan tengah mempersiapkan langkahg-langkah untuk meminta klarifikasi dari Menpora. Kalau memang saat ini masih terdapat kendala dari panitia lokal harusnya pemerintah pusat mencarikan solusi serta jalan keluarnya bukan malah membatalkan Riau sebagai tuan rumah. Kemudian, yang kita pertaruhkan adalah marwah Riau, sebab sejauh ini orang tahunya Riau sebagai tuan rumah ISG. Terkait masih bermaslahnya stadion utama yang disegel pihak konsorsium, inilah yang perlu kita carikan jalan keluarnya, kan stadion tersebut milik Riau bukan konsorsium.* Indra Isnaini Anggota DPRD Riau

SEBUAH keputusan yang tidak rasional dan terlalu tergesagesa.Ini sama saja melecehkan martabat masyarakat Riau. Seharusnya Menpora mepertimbangkan dan memikirkan dampak dari keputusan tersebut bagi Riau. Persiapan yang telah kita lakukan selama ini masa tidak dihargai sama sekali. Ini bentuk pelecehan yang luar biasa. Saya mengajak seluruh komponen masyarakat Riau bersama-sama berjuang menegakan marwah Riau untuk bisa mempertahankan tuan rumah ISG. Jangan cuma gubernur saja yang berjuang. Seluruh stake holder harus bekerja sama mendesak Kemenpora. Saya sedih melihat ketidakkompakan panitia daerah dalam mensukseskan pelaksanaan ISG tersebut. Sebab, ada beberapa kendala yang hingga kini belum juga terselesaikan, seperti status stadion utama dan renovasi sejumlah tempat pertandingan. Saya prihatin melihat kesiapan panitia lokal yang belum maksimal dalam mempersiapakan berbagai keperluan dalam mensukseskan ISG. Gubernur Riau seolaholah dibiarkan bekerja sendirian. Ada kesan ISG ini hanya milik satu orang saja, inilah yang sangat saya sayangkan. Seharusnya seluruh komponen masyarakat di Riau ikut membantunya.* Soemardi Thaher Tokoh Masyarakat

MENURUT saya pemindahan lokasi ISG penuh pertimbangan. Namun, mempora juga mesti memperhatikan dampak besar yang bakal dihadapi Riau. Sebab, Riau sudah mempersiapkan semua ini selama tiga tahun. Sejumlah pengorbanan sudah dilakukan. Satu contoh pak gub menjadi tersangka PON oleh KPK. Janganlah mempora memupuska harapan Riau sebagai tuan rumah iven olahraga internasional ini. Mempora mestinya terus memsuppor dan memback up pemprov Riau. Kita masih punya kesempatan untuk kembali meyaikinkan Menpora bahwa Riau benar-benar siap menjadi tuan rumah. Dasar hukum penunjukan Riau sebagai tua rumah ISG adalah kepres, jadi yang berwenang memutuskan layak atau tidaknya Riau sebagai tuan rumah adalah Presiden. Pembatalan juga harus berdasarkan kepres. Namun, sebelum meyakinkan Menpora ada baiknya seluruh komponen berbenah. Jangan cuma mementingkan kepentingan individu. Sebab walau bagaimanapun ISG menyangkut kepentingan Riau.Jangan cuma hati, kalau memang kita sama-sama menghendaki ISG dilaksanakan di Riau ini.* Zaili Rusli Akademisi

KASUS pemindahan ISG dari Riau ke Jakarta mestinya tidak perlu terjadi. Sebab Riau yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah telah melakukan persiapan dengan matang bahkan telah mengeluarkan dana. Oleh sebab itu, Riau dimungkinkan untuk melakukan gugatan kepada Presiden RI c/q Menteri Pemuda dan Olahraga. Gugatan legal standing, dimaksudkan untuk memberi shock terapi bagi Pemerintah pusat yang bertindak sepihak dalam memutuskan pemindahan lokasi event olahraga internasional ISG. Mestinya, sebelum diputuskan pindah ke Jakarta, Pemerintah pusat harus duduk semeja membahas dasar dan alasan apa yang menyebabkan pindahnya ISG ke Jakarta. Bagi Riau itu merupakan pelecehan, baik dari sisi moril maupun materil. Oleh karenanya, masyarakat Riau harus kompak melakukan perlawanan lewat gugatan legal standing yang biasa dilakukan dalam melawan kebijakan yang kontroversial. Gugatan ini biasa dilakukan manakala sebuah institusi merasa dirugikan akibat kebijakan yang tidak adil dan kontroversial. Panitia ISG atau KONI Riau bisa melakukan gugatan tersebut dengan tergugat Presiden RI c/q Menpora.* Suhendro SH MH Praktisi Hukum

KEPUTUSAN pemindahan tuan rumah ISG dari Riau ke Jakarta sebagaimana yang disampaikan Menpora merupakan kebijakan yang keliru dan cenderung sepihak. Saya sangat kecewa atas kebijakan tersebut. Sebab, sejak ditunjuk sebagai tuan rumah Riau telah banyak mengeluarkan tenaga, fikiran dan bahkan materi. Intinya persiapan sudah matang. Alasan pemindahan saya kira kurang tepat dan terkesan mengada-ada. Pusat bukan memberikan pendidikan yang baik bagi daerah, apalagi Riau selama ini sudah dipromosikan ke luar negeri khususnya negara-negara Islam. Saya melihat motif pemindahan ini sarat dengan muatan ekonomi atau bisnis bahkan politis. Mestinya pusat memberi solusi apabila ada kekurangan daerah dalam mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan ISG. Untuk itu sebagai wakil rakyat di DPR RI saya imbau kepada seluruh masyarakat Riau agar kompak melakukan protes ke Pemerintah Pusat. Jangan terkotak-kotak, agar pusat tgidak memandang Riau sebelah mata. Pemindahan ini mwerupakan kebijakan sepihak yang sangat merugikan Riau dari banyak sisi terutama marwah daerah. Saya juga berharap kepada kawan-kawan yang ada di Senayan yang berasal dari Riau untuk satu irama dan satu tekad memprotes pemerintah Pusat. * Ian Siagian Anggota DPR RI

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013


15

Senator Minta Riau Rapatkan Barisan Dua anggota DPD RI asal Riau meminta seluruh komponen masyarakat Riau untuk merapatkan barisan guna meyakinkan pemerintah pusat agar ISG tidak dipindah.

KEPUTUSAN Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, yang mengumumkan memindahkan penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (III), dari semula di Provinsi Riau ke Jakarta, dinilai sebagai keputusan mengejutkan yang bersifat sepihak. Untuk keputusan sepenting itu, Menpora bukannya mengundang perwakilan panitia daerah untuk berdiskusi lebih dulu, namun langsung memutuskan tanpa memikirkan dampak kepu-

Maimanah Umar

tusan. Pemindahan lokasi ISG tersebut mendapat tanggapan serius dari para senator Riau. Anggota DPD RI asal Riau, Abdul Gafar Usman meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo memikirkan kembali keputusannya memindahkan pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) III 2013 dari Pekanbaru, Riau ke Jakarta. Menurutnya, kekhawatiran Menpora hingga batalnya Riau menjadi tuan rumah bisa dicarikan solusi jika semua pihak duduk bersama mengatasi kendala dan persoalan yang ada. “Untuk menjaga perasaan pemimpin, tokoh dan seluruh masyarakat Riau, kita berharap Menpora dengan bijaksana meninjau kembali keputusannya yang memindahkan pelaksanaan ISG dari Riau ke Jakarta,” ungkap Gafar kepada AZAM Jumat (26/4). Gafar menyarankan, Gubernur Riau, DPRD serta instansi vertikal di Pemerintah Provinsi Riau agar merapatkan barisan menyakinkan kembali pemerintah pusat melalui Menpora, bahwa Riau sudah siap menyambut iven olahraga yang diikuti 57 negara OKI itu sesuai yang diharapkan. “Kita jawab dan buktikan kekhawatiran Mempora itu tidak beralasan sama sekali, mengingat berbagai persiapan sudah dilakukan Riau agar menjadi tuan rumah yang baik dan sukses,”ujar Gafar yang siap membantu melalui lembaga DPD mengatasi persoalan ini sesuai tugas dan wewenang yang dimiliki. “Kita tentunya mendukung penuh ISG ini tetap

dilaksanakan di Riau,” tegas Gafar. Gafar justru menilai, dengan dilaksanakannya ISG di luar Jakarta tepatnya di Riau, akan memberikan pandangan dan citra yang baik buat bangsa Indonesia di mata dunia internasional. “Para peserta dari berbagai negara tentunya akan menyaksikan ternyata pembangunan khususnya olahraga di Indonesia tidak hanya terpusat di Ibu Kota Jakarta, tapi juga di daerahdaerah lain sesuai dengan semangat otonomi daerah,” pungkasnya. Hal senada juga disebutkan Anggota DPD RI asal Riau lainnya Hj Maimanah Umar. Dia meminta menpora untuk meninjau keputusan tersebut. Jika tidak itu sama melukai perasaaan masyarakat Riau. Sebab, sejak jauh hari Pemerintah Provinsi Riau bersama masyarakatnya sudah mempersiapkan sarana prasarana dan sebagainya. “Saya berharap Mnpora Roy Suryo kembali mempertimbangkan keputusan yang membatalkan Riau sebagai tuan rumah ISG dengan memindahkannya ke Jakarta. “Ini jelas melukai perasaan masyarakat Riau. Sebab, jauh-jauh hari Riau sudah mempersiapkan berbagai keperluan dan kebutuhan untuk pelaksanaan ISG tersebut. Jangan seenaknya saja lah mengeluarkan keputusan yang mengejutkan tersebut,” tegas Maimanah yang juga tokoh pendidikan Riau ini. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh unsur masyarakat Riau untuk bersama-sama berjuang agar Riau tetap menjadi tuan rumah ISG ke III. “Seharusnya sebelum men-

gambil keputusan tersebut Mempora mempertimbangkan juga berbagai kemungkinan buruk yang terjadi akibat pemindahan lokasi tuan rumah iSG ini. Jangan sampai kejadian ini menjadi preseden buruk bagi pemerintah pusat sehingga daerah merasa diabaikan dan dirugikan. Maimanah juga mendesak Pemerintah Provinsi Riau mempertanyakan persoalan ini kepada Kemenpora secara terang benderang. Lakukan pendekatan dan jelaskan kepada mereka segala pengorbanan dan persiapan yang telah dilakukan selama ini. “Sangat kita sayangkan anggaran yang sudah dipakai untuk berbagai persiapan jadi terbuang percuma. Saya berharap Kemenpora menarik lagi keputusannya supaya tidak terjadi gejolak yang lebih besar dari masyarakat Riau,” terang senator wanita ini.*

 bis/ben

Gafar Usman

Kalau ISG Dipindah, Riau Rugi Besar Jika tetap dipindahkan, Riau tidak hanya akan rugi secara ekonomi, tenaga, pikiran dan waktu, tapi juga marwah (harga diri).

DEMIKIAN dijelaskan Ridar Hendri, Panitia Divisi Media dan Broadcast ISG kepada AZAM di Pekanbaru, Sabtu (27/4). Menurut Ridar, Riau akan rugi secara ekonomi karena dana APBN sebesar Rp 200 milyar yang mestinya beredar di Riau, menjadi batal dikucurkan. Begitu juga, dana yang telah digunakan Riau untuk persiapan selama satu tahun terakhir ini, akan menjadi sia-sia. Belum lagi dana tak langsung lainnya yang sedang digunakan untuk perbaikan kecil beberapa venues. Ridar mengatakan, kalangan swasta yang sudah habis-habisan mengulurkan bantuan dana dan fasilitas, juga pasti akan kecewa. Chevron, misalnya, sudah lima bulan terakhir ini bekerja keras membangun fasilitas Media Center dan Internasional Broadcast Center untuk penyiaran televisi internasional. “Pasti mereka akan kecewa,” katanya. Selain itu, panitia daerah di Riau

Ridar Hendri

yang dipimpin Gubernur HM Rusli Zainal, sudah menghabiskan banyak tenaga, pikiran dan waktu untuk mewujudkan pelaksanaan ISG di Riau.

Persiapannya pasti lebih dari 75 persen. Tinggal pelaksanaan saja. Nah, kalau dipindah ke Jakarta, tentu semuanya akan menjadi mubazir. Kerugian yang paling besar diderita Riau adalah terusiknya marwah atau harga diri. Mengapa? Karena Riau ditunjuk menjadi tuan rumah itu bukan sim silabim. Melainkan dengan perjuangan panjang Riau yang dipimpin Gubernur HM Rusli Zainal dan didukung seluruh elemen masyarakat Riau. Ridar mengingatkan kembali, bahwa lobi-lobi panjang tersebut kemudian membuat bendera ISG itu diserahterimakan kepada Gubernur Riau oleh Tuan Rumah ISG sebelumnya. Lantas, masyarakat Riau, termasuk wakil-wakil rakyat di DPRD memberikan dukungan dengan mengesahkan alokasi dana sebesar Rp 45 milyar untuk melengkapi dana APBN sebesar Rp 200 milyar tadi. “Nah, kalau bendera ISG yang ada di tangan kita tersebut, tiba-tiba saja dipindahkan secara sepihak ke tangan Gubernur Jokowi, bukan kah ini tidak mengusik marwah kita di Riau?,” katanya. Jadi, lanjutnya, saat inilah momentum yang paling tepat untuk memperlihatkan ke Pusat, bahwa masyarakat Riau itu kompak. “Kita harus bergandeng tangan mencegah pemindahan lokasi tuan rumah ISG ini dari Riau.” Menjawab AZAM, Ridar mengaku kurang setuju dengan pendapat

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

sementara pihak di Riau yang mengatakan pemindahan ISG dari Riau tak perlu ditangisi, karena tak perlu memperbaiki venues-venues lagi. “Persoalannya bukan di situ. Justru kalau di Riau, meski kita mengeluarkan sedikit dana untuk perbaikan sederhana venues, Pusat akan mengucurkan dana pelaksanaan yang Rp 200 milyar. Itu artinya venues-venues megah yang ada tak akan termanfaatkan secara optimal. Toh kalau dipindah ke Jakarta, venues-venues di Riau jug tetap memerlukan biaya perbaikan,” katanya. Kepada AZAM Ridar mengaku tak tahu persis, apakah ada motif perebutan kepentingan di balik wacana pemindahan Tuan rumah ISG tersebut. Yang pasti, katanya, kalau ISG dipindah ke Jakarta, semua panitia daerah pasti diganti dengan orang Jakarta. Sebagian panitia Pusat pun mungkin diganti. Termasuk panitia-panitia strategis. Sebab, beberapa panitia Pusat sempat menelepon Ridar, dan mengatakan bahwa mereka akan mundur jika ISG dilangsungkan di Jakarta. Mereka juga mengatakan, bahwa Ketua KOI Rita Subowo mengaku tak nyaman dengan wacana pemindahan tuan rumah ISG ini. “Kalau urusan olahraga dipolitisasi begini, ke depan saya jadi malas ngurusnya,” kata Rita kepada seorang panitia Pusat yang menelepon Ridar.*

 ybs


16 ADVERTORIAL PEMKAB SIAK

 Jadi Percontohan Ternak Terintegrasi

Provinsi Lain Belajar ke Siak

S

IAK sudah ditetapkan sebagai kabupaten percontohan peternakan terintegrasi dengan perkebunan. Itu ditetapkan Wakil Mentri Pertanian Peternakan Pusat pada akhir tahun 2011 lalu, dan Menteri Pertanian dan Peternakan dalam acara panen raya. Ini sekaligus memberikan dukungan kepada Kabupaten Siak sebagai

kabupaten percontohan untuk pengelolaan sistem ternak terintegrasi antara peternakan, perkebunan dan pertanian, yang dijadikan sebagai lahan usaha para petani di Kabupaten Siak. Dengan adanya pola ini dan pusat telah memberikan peluang bagi Kabupaten Siak untuk menjadi daerah percontohan dalam penerapan sistem terintegrasi. Saat ini daerah-daerah yang ada

Pemkab Siapkan Lokasi Pembangunan PKS

P

PEMERINTAH Kabupaten Siak saat ini sedang mempersiapkan sejumlah titik untuk memberikan perizinan lokasi pembangunan PKS dan industri hilir. Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi mengatakan saat ini sudah banyak pengusaha PKS yang mengajukan izinnya kepada Pemerintah Kabupaten Siak mendapatkan lokasi pembangunan PKS. Dan saat ini Pemerintah Kabupaten Siak sedang melakukan pendataan di mana saja PKS tersebut yang boleh diberikan. Dari data yang ada, Kecamatan Pusako sangat layak untuk di bangun PKS. Hal tersebut bertujuan agar daerah ini bisa bangkit dari ketertinggalannya dalam melakukan pembangunan sebagai mana yang dilakukan kecamatan lain di Kabupaten Siak ini. Bupati Siak juga mengatakan saat ini pihak PT Teguh Karsa Wahana Lestari juga mengajukan izin pembangunan PKS dilokasi Desa Langkai. “Ya, tapi tidak kita beri izin karena bisa mengganggu tanaman padi di Kecamatan Bungaraya nantinya. Namun kita beri izin mereka membangun di lahan mereka saja. Tidak hanya itu, untuk Kecamatan Sabak Auh kita akan memberikan izin pembangunan PKS perbatasan Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis. Dari titik tersebut agar mobil yang membawa buah sawit tidak lagi melalui jalan dan jembatan Siak yang membuat umur jalan dan jembatan menjadi pendek,” ungkapnya. Syamsuar juga mengatakan selain mempersiapkan pembangunan PKS, Pemerintah Kabupaten Siak juga akan mempersiapkan pembangunan industri hilir. Karena dengan adanya industri hilir nantinya, penjualan buah sawit tidak akan bisa dipermainkan oleh tengkulak nantinya.

 dpc

di Indonesia yang memiliki kawasan peternakan memulai untuk belajar sistem terintegrasi peternakan. Saat ini peserta dari Provinsi Papua dan Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk belajar sistem terintegrasi peternakan di Kabupaten Siak yang dipusatkan di Kecamatan Kerinci Kanan dan Lubuk Dalam. Hal ini disampaikan Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi kepada wartawan,

Kamis silam. Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Siak sangat bangga karena Kabupaten Siak saat ini telah menjadi lading untuk menimba ilmu bagi para penyelenggara pemerintahan, terutama dibidang peternakan yang sangat erat kaitanya dengan pengembangan sistem perekonomian di daerah. Oleh karena itu, apa yang telah dilakukan dilakukan di Kabupaten Siak telah

 dpc

Bupati Lantik Pengurus Kwarcab 09 Pramuka Siak

B

UPATI Siak Drs Syamsuar MSi melantik pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka 09 Kabupaten Siak masa bakti 2013-2018 di lantai II Kantor Bupati Siak, Jumat silam. Pelantikan Pengurus Kwarcab Kabupaten Siak tersebut dihadiri juga Ketua Daerah 04 Gerakan Pramuka Riau, Hj,Septina Primawati Rusli. Bupati Siak Drs Syamsuar MSi dalam arahannya menyampaikan, bahwa maju dan berkembangnya sebuah organisasi tergantung bagaimana fungsi dan peran pengurus dalam mengelola organisasi. Gerakan pramuka yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di luar sekolah yang melengkapi pendidikan dilungkungan keluarga bertujuan membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dari teknologi. Bupati Siak lebih lanjut mengatakan, sebagai sebuah organisasi lembaga pendidikan non formal, di luar sekolah dan luar keluarga, yang anggotanya tersebar sampai pelosok desa, Gerakan Pramuka membutuhkan fungsi manajemen dan pengelolaan yang baik dan benar, sehingga apa yang

menjadi tujuan Gerakan Pramuka dapat tercapai yaitu mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosionla, sosial intelektual dan fisiknya sehingga menjadi manusia yang berwatak dan berbudi luhur. Setelah dicanangkannya Revitalisasi Gerakan Pramuka oleh Bapak Presiden RI pada tahun 2006 lalu, yang menyatakan Pramuka sangat penting, Gerakan Pramuka tetap releven dengan perkembangan zaman. Walaupun era globalisasi penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia tetap merupa-

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013 CMYK

memberikan arti yang positif bagi peningkatan usaha ekonomi masyarakat. Tentunya Pemerintah Kabupaten Siak berserta dinas terkait terus berupaya untuk melakukan yang terbaik demi untuk meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat yang berada di Kabupaten Siak. “Karena di Kabupaten Siak yang merupakan daerah perkebunan dan pertanian sangat banyak bahan baku yang bisa di kelola untuk menjadi lahan uasaha ekonomi masyarakat, salah satunya adalah sisten pola terintegrasi antara peternakan dan perkebunan serta pertanian,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Susilowati menyampaikan untuk Provinsi Papua dan Kalimantan Selatan memagangkan putra dan putrinya untuk menimba ilmu penerapan pola terintegrasi yang nantinya akan diterapkan di daerah mereka dan tentunya Siak sangat siap untuk melaksanakan ini.

kan faktor penentu yang paling utama. “Untuk lah kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat. Bukan hanya manusia atau pemuda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan,akan tetapi juga pemuda yang tangguh,” ujarnya. Maka sebab itu, pada tahun 2013 ini pembinaan kegiatan Pramuka dicanangkan sebagai kegiatan ekstrakuikuler wajib di seluruh tingkatan sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Siak mulai dari SD sampai sekolah menengah atas.

 urc


17

Advertorial ADVERTORIAL PEMKAB ROKAN HILIR

Pompanisasi Tingkatkan Produksi Pertanian Memanfaatkan air Sungai Rokan, Pemkab bangun pompanisasi air. Diyakini ini akan meningkatkan produksi pertanian.

S

EPALA Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Ir Muslim menjelaskan program pompanisasi air yang memanfaatkan aliran sungai Rokan di Kepenghuluan Jumrah mampu mencukupi kebutuhan air petani di daerah tersebut. Sehingga mampu meningkatkan hasil produksi padi dan masa penanaman yang berkali-kali

dalam setahun. Menurut Muslim pompanisasi ini dirancang sedemikian rupa sehingga mampu mengaliri sawah petani disaat pasang dan akan segera dirasakan petani di kecamatan Rimba Melintang. “Kita sudah rancang dimana kita manfaatkan aliran sungai Rokan untuk mencukupi kebutuhan air petani,” katanya. Setelah diresmikan pompanisasi ini sudah bisa digunakan. Dan kekuatan pompanisasi ini dimana mampu mengaliri seluas 1.200 hektare lahan pertanian dan air yang digunakan juga langsung diserap melalui Sungai Rokan dimana apabila musim panas tetap bisa digunakan. “Kapasitasnya sekitar 1.200 hektar mampu dialiri,

menyesuaikan dengan areal pertanian dimana akan melewati beberapa desa seperti Jumrah, Teluk Pulau Hulu, Pematang Sikek, Teluk Pulau Hilir dan Lenggadai Hulu,” jelas Muslim. Dengan adanya pompanisasi ini, ujar Muslim, pihaknya memastikan akan adanya peningkatan produksi pertanian, karena dalam setahun petani bisa bertani sebanyak tiga kali. “Hasil produksi sudah pasti meningkat, karena selama ini yang menjadi kendala debit air yang dibutuhkan. Apabila pompanisasi ini digunakan tentu petani bisa menanam selama tiga kali dalam setahun dengan jenis-jenis padi unggul,” tambah Muslim lagi.*

 int/ttg

Pemkab Tingkatkan Jaringan Irigasi

Bupati Rohil Annas Maamun menekan tombol mulai dialirinya air 1.500 liter perdetik bagi 2.200 ha sawah di Rimba Melintang

Bupati Panen Raya Padi di Pematang Sikek

B

Bupati Rohil Annas Maamun melakukan dialog dengan petani di Kepenghuluan Pematang Sikek, keluhan petani disikapi langsung

U

SAI diresmikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) kembali mengagendakan peningkatan jaringan irigasi pompanisasi Jumrah yang dititikberatkan pada saluran primer dan sekunder. Program peningkatan jaringan irigasi pompanisasi Jumrah ini, direncanakan segera direalisasikan dalam waktu dekat ini. Penegasan itu disampaikan Bupati Rohil, H Annas Maamun ketika berdialog dengan petani di Kepenghuluan Pematangsikek usai melaksanakan panen raya, Kamis (18/4) lalu. Saat panen raya di sentra produksi di Kepenghuluan Pematangsikek itu, Annas Maamun didampingi Wakil Bupati, H Suyatno, AMp, Ketua DPRD, Nasruddin Hasan, Sekdakab Rohil, Drs H Wan Amir Firdaus, MSi, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan, Drs Nasri S, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Ir Muslim dan Camat Rimba

Melintang, H Syamzani. Dalam dialog itu, masyarakat menyampaikan beberapa aspirasi yang langsung ditujukan kepada Bupati Rohil, H Annas Maamun. Diantaranya, perlu menambah saluran primer dan sekunder agar semua daerah sentra pertanian di Kecamatan Rimba Melintang teraliri air. Kemudian, mengusulkan penambahan alat perontok padi serta pendirian saung dan menyangkut soal harga gabah maupun padi yang terkadang dinilai masih relatif kecil. “Harapan yang disampaikan ini, tetap kami tindak lanjuti. Malahan, saya menginginkan agar semua daerah sentra di wilayah ini bisa dialiri air. Makanya, pembangunan saluran primer dan sekunder bakal terus ditingkatkan,” kata Annas Maamun. Mengenai bantuan berupa alat perontok padi, kata Annas Maamun, telah di-

agendakan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Rohil. Termasuk pengadaan bantuan benih. “Karena sudah diagendakan tahun anggaran 2013 ini, saya berharap agar ini segera direalisasikan secepatnya. Yang paling penting lagi, kita harus kompak untuk terus mempertahankan lahan pertanian. Artinya, lahan pertanian jangan dialihfungsikan,” tegasnya. Berkaitan dengan masalah harga, Annas Maamun mengakui memang masih menjadi dilema. Dan ia menyarankan agar kelompok tani bisa membentuk koperasi. Jadi, semua hasil pertanian diakomodir oleh koperasi. “Malahan kita siap membantu dalam menyediakan karung berlebel Rohil. Misalnya, beras ini dari Pematangsikek Kabupaten Rohil. Intinya, permasalahan ini harus segera disikapi serius oleh semua instansi terkait,” tutur Annas lagi.*

UPATI Rokan Hilir (Rohil), H Annas Maamun berkesempatan melakukan panen raya padi di Kepenghuluan Pematang Sikek, Kecamatan Rimba Melintang. Pada kesempatan itu, Bupati juga berdialog dengan petani. Selain minta kelanjutan pembangunan sekunder, petani juga minta dibangunkan saung atau balai pertemuan, jalan usaha tani sampai kepada keluhan murahnya harga padi yang dibeli tengkulak, Rp3,5003,700 per kilogram. Menyikapi permasalahan tersebut, Annas Maamun berjanji akan membantu petani, untuk saluran sekunder yang memang telah dianggarkan tahun 2013 ini, akan terus dilanjutkan.

 rp/ttg

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013 CMYK

Untuk saung, Bupati juga berjanji akan membangunnya. Begitu pula dengan jalan usaha tani juga akan dibangun, tujuannya agar petani mudah mengangkat hasil pertanian. Khusus menyangkut tengkulak, Annas memiliki strategi sendiri, petani dimintanya untuk membuat koperasi, dan melalui koperasi ini, Pemkab Rohil siap membantu pendanaan, sehingga petani bisa terjerat dari tengkulak. Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Rohil, Ir Muslim mengatakan, petani yang ada di empat kepenghuluan sekitar, memiliki 40 kelompok tani, satu kelompok tani memiliki anggota 30 orang.*

 int/ttg


24 ADVERTORIAL PEMKAB KAMPAR

Perempuan Siap Jadi Lokomotif Pembangunan K

ONSEP kesetaraan gender merupakan buah tangan Kartini yang sekarang dilanjutkan oleh Kartini-Kartini di Kabupaten Kampar, dibuktikan dengan peran perempuan yang tidak lagi menjadi gerbong tetapi sudah mampu menjadi lokomotif pembangunan di daerahnya sendiri dibuktikan dengan jabatan Kedua DPRD yang berasal dari perempuan, Sekwan juga dari perempuan termasuk di organisasi pemerintah lainnya serta dalam kehidupan sosial masyarakat. Demikian dikatakan Plt. Sekretaris Dearah Kabupaten Kampar, Zulfan Hamid saat membuka seminar sehari dalam rangka memperingati hari kartini ke-134 yang bertema dengan semangat kartini kita tingkatkan harkat dan martabat wanita untuk mensukseskan Lima Pilar Pembangunan Kabupaten Kampar yang dilaksanakan di Gedung Mahligai Bungsu Bangkinang, Selasa (23/4/13). Pada kesempatan tersebut, Zulfan juga

mengajak kaum perempuan untuk dapat mendukung 5 pilar pembangunan,”Melalui tangan-tangan kaum perempuan dengan meneladani kepribadian dari Ibu Kartini baik dalam kehidupan bermasyarakat serta berorganisasi dalam membangun daerah mari kita mendukung 5 pilar pembangunan yang telah dicanangkan Bupati Kampar Jefri Noer,”ungkapnya. Sementara itu Ketua TP-

PKK Kabupaten Kampar Hj. Eva Yuliana Jefry, mengatakan bahwa, kemajuan sebuah bangsa dimulai dari pendidikan dalam keluarga, dimana peran ibu sangatlah penting untuk membentuk keluarga maju dan berpendidikan karena perempuan itu ibarat pohon dalam rumah tangga, bila pohon itu tumbuh merata, maka merata pulalah semua dahan, ranting dan daunnya, untuk itu martabat perempuan perlu diangkat

karena perempuan memiliki hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama dengan laki-laki. ‘’Peringatan hari kartini bertujuan untuk mengenang kebangkitan kaum perempuan yang bertekad untuk melanjutkan perjuangan dengan perdamaian yang dilandasi oleh semangat persatuan dan kesatuan,”tuturnya. “Untuk itu diharapkan dengan adanya seminar tentang kepribadian yang

Guru Besar Universitas Madinah Berikan Tausiyah

G

URU Besar Universitas Madinah Syehk Abdulrazaq Bin Abdul Al’Badar berkesempatan memberikan tusiyah di masjid Al Ihsan komplek markaz Islamic Center bangkinang dalam rangka Tabligh akbar bersama Imam Besar Mesjid Al Ihsan Dasman Yahya yang dipusatkan di masjid Al Ihsan komplek markaz Islamic Center pada Senin, 22/4. Bupati Kampar H. Jefry Noer dalam sambutannya menyampaikan hendaknya kaum muslimin dan muslimat harus meramaikan dan memakmurkan mesjid, karena masjid dibangun untuk memperbanyak amal ibadah serta memperbaiki akhlak dan moral kaum muslimin. Ditambahkan Jefry Noer, Pemkab Kampar dalam hal ini menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pelaksan-

aan tabligh akbar ini, karena semakin banyaknya tausiyah dan ceramah keagamaan berarti akan menambah ilmu pengetahuan tentang keagamaan kaum muslimin di Kabupaten Kampar ini. Jefry Noer menambahkan hendaknya masjid selalu ramai dengan jamaah yang ingin menambah amal ibadahnya, bukan saja karena adanya tabligh akbar atau acara keagamaan lainnya menjadi penuh, hendaknya setiap hari harus dipenuhi masjid ini dengan segala aktifitas keagamaan lainnya. Jefry Noer dalam arahannya menyampaikan bahwa Pemdakab Kampar mempunyai program yang dahulu setiap hari jum’at diisi dengan senam bersama, maka di ganti dengan sholat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan gotong royong disetiap desa sampai Kecamatan. Selanjut-

nya Jefry Noer menambahkan program lainnya yakni setiap Jum’at sore Bupati Kampar dan seluruh Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian beserta staf mengadakan safari dakwah pembagunan di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar. Maknanya, tambah Jefry Noer adalah menurunkan sifat sombong para pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar ini, karena Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar akan menginap di masjid selama dua hari tiga malam, manfaat selanjutnya adalah Pemerintah Kabupaten Kampar dapat menampung setiap aspirasi masyarakat pada malam pertama, siangnya kita tinjau segala kekurangan yang ada di setiap desa, malamnya diputuskan apa saja yang bisa kita perbuat bersama dengan dinas terkait. Ditambahkannya dengan adanya kegiatan iktikaf safari dakwah pembagunan ini maka setiap keluhan masyarakat dapat kita terima dan diambil tindak lanjutnya. Jefry Noer juga menghimbau agar seluruh jamaah yang hadir dapat mengikuti dengan baik segala tausiyah yang diberikan guru besar Universitas Madinah. “Dengan adanya tagligh akbar akan menambah ilmu pengetahuan keagamaan ini untuk kita semua,” paparnya.*

 rtc

Stanum Bangkinang Manjakan Pengunjung Dengan Permainan

T

AMAN rekreasi Stanum Bangkinang sudah mulai dilirik wisatawan dari luar Kabupaten Kampar karena telah menyediakan permainan yang menarik bagi para pengunjungnya. PD Kampar Aneka Karya selaku pemilik taman rekreasi Stanum Bangkinang dibawah kepemimpinan Herman Thamrin perlahan-lahan memberikan trobosan dalam memajukan kembali nama Stanum Bangkinang yang beberapa tahun belakang lewat fasilitas permainan, selain dari kolam renang. Adapun fasilitas permainan yang telah dipersiapkan untuk memanjakan para pengunjung diantaranya permainan Flying Fox sepanjang 650 Meter, Shaking Bridge sepanjang 50 Meter, Circuit ATV dan Paint Ball dan Skatepark. Kepala Dirut PD Kampar Aneka Karya Herman Thamrin didampingi bagian pengelola permainan Engki. di Bangkinang, Kamis (25/4), mengatakan bahwa permainan Flying Fox, Shaking Bridge, Circuit ATV, Paint Ball dan Skatepark sudah bisa dinikmati oleh para pengunjung. “Permainan yang kita sediakan tersebut sangat diminati oleh para pengunjung,” ungkap lulusan angkatan pertama dari Universitas Politeknik Kampar (Polkam) ini. Ia mengakui berbagai promisi telah dilakukannya dalam menarik pengunjung ke Stanum Bangkinang, termasuk menawarkan ke berbagai kantor dan perusahaan yang ada di Riau. “Alhamdulillah minat mereka sangat tinggi dan ada beberapa karyawan dari perusahaan telah menikmati fasilitas permainan yang disediakan di Stanum Bangkinang,” katanya. Dikatakannya, bagi para pengunjung yang ingin menikmati permainan seperti Flying Fox, Shaking Bridge, Circuit ATV, Paint Ball bisa dengan sistem paket atau satu permainan saja. “Bagi pengunjung yang punya hobby bermain sepatu roda, juga bisa berkunjung ke Stanum karena kita juga menyediakan arena olahraga sepatu roda yaitu Skatepark,” sebutnya.*

 hms

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013 CMYK

disampaikan oleh narasumber dari Jakarta ini, kita dapat mengambil hikmah serta makna dan menerapkannya dalam lingkungan keluarga maupun di masyarakat sehingga sebagai kaum perempuan kita akan terus berazam untuk melanjutkan cita-cita kartini dalam pembangunan,” harap Eva. Pada kesempatan itu Eva Yuliana juga menghimbau kepada seluruh perempuan khususnya yang berada di Kabupaten Kampar untuk meningkatkan kesetaraan gender karena kalau bukan kita yang mengangkat martabat kita, jangan bermimpi derajat kita akan diangkat oleh kaum laki-laki. ‘’Kepada para calon legislatif perempuan yang akan mengikuti pilkada pada tahun ini, untuk dapat bersaing dengan sehat dalam mengikuti proses ini, agar nantinya gagasan dan inovasi dalam pembangunan yang akan kita lakukan dapat terwujud dengan baik,”harapnya.

 rif


25

Bupati Sampaikan LKPj 2012

B

UPATI Kampar H Jefry Noer SH menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Kampar 2012 dalam sidang paripurna DPRD Kampar, Senin (22/4).

Dijelaskan Jefry saat memberikan sambutan pada sidang Paripurna LKPJ Bupati Kampar yang dihadiri Ketua DPRD Kampar sementara Eva Yuliana Jefry, para Wakil Ketua DPRD dan anggota

DPRD Respon Tuntutan Sekolah Gratis

K

OMISI II DPRD Kampar menggelar hearing dengan Kepala Sekolah tingkat SMA dan sederajat bersama para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Patriotik (GPPI) Kabupaten Kampar Selasa (23/4). Hearing ini menindaklanjuti tuntutan GPPI pendidikan gratis hingga tingkat SMA. Anggota Komisi II DPRD Kampar Revol usai memimpin hearing tersebut kepada wartawan Selasa (23/4) mengungkapkan bahwa kesimpulan dalam hearing tersebut seperti yang disampaikan beberapa orang Kepsek menyatakan bahwa pendidikan gratis untuk tingkat SMA saat ini sangat sulit dilaksanakan,” Sebab alasan Kepsek tersebut kalau memang pendidikan gratis ini dilaksanakan untuk kebutuhan dan biaya yang dibutuhkan sekolah harus ditanggung APBD,”tuturnya. ‘’Adapun kebutuhan sekolah menurut Kepsek tersebut yakni biaya pembelian mobiler, lemari, sarana dan prasarana dan honor guru,” jelasnya. Dikatakannya untuk itu Komisi II meminta kepada Kepsek untuk mengajukan jumlah anggaran yang dibutuhkan dalam setahun,” Kemudian anggaran ini nantinya kita bahas, kalau memang anggaran nya realistis tentu kita bisa anggarkan ke dalam APBD akan tetapi apabila tidak realistis tentu ini menjadi pertanyaan kita,”tuturnya. Diungkapkannya pendidi-

kan gratis hingga tingkat SMA ini membutuhkan kajian yang mendalam serta memerlukan waktu yang panjang dan tidak semudah membalikkan telapak tangan,” Butuh waktu yang panjang membahas hal ini dan kedepan kita juga akan mengundang pihak Komite Sekolah untuk kembali membahas pendidikan gratis tingkat SMA sederajat ini,”terangnya. Menyinggung kekecewaan para mahasiwa yang tergabung dalam GPPI Kabupaten Kampar untuk menghadiri hearing tersebut tanpa dilayangkan undangan dan pemberitahuannya hanya melalui telepon seluler. Dengan nada datar Revol menjawab bahwa terkait untuk undangan yang berwenang adalah ketua Komisi II,” Saya ini hanya anggota dan sebagai memimpi sidang, dan untuk undangan ini tentunya yang lebih tahu pihak sekretariat DPRD Kampar,”tuturnya. ‘’Akan tetapi tentunya kita berharap hal ini tidak dipersoalkan yang terpenting substansi pembahasan dalam hearing tersebut,”ujarnya. Sementara itu salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam GPPI Kabupaten Kampar Anwar kepada riauterkinicom usai haering menyatakan bahwa tuntutan pendidikan gratis ini akan terus diperjungkan,” Kami tidak akan pernah berhenti berjuang agar pendidikan gratis sampai tingkat SMA sederajat dapat terealisasi,”tegasnya.*

 rtc

DPRD Kampar, kepala dinas dan instansi dalam lingkungan Pemkab Kampar, bahwa Laporan penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) telah disampaikan kepada pemerintah melalui Gubernur

Riau, begitupun terhadap LKPj Bupati tahun 2012 juga telah disampaikan kepada Ketua DPRD Kampar. ‘’Suatu kewajiban konstitusi sebagai kepala daerah dan sebagai pencerminan perwujudan akuntabilitas dalam mengemban amanah masyarakat, maka LKPj harus dilakukan dalam bentuk sidang paripurna DPDR,” ucap Jefry Noer. Lebih jauh Jefry menjelaskan, untuk mencapai keberhasilan pembangunan sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi, dan untuk menjawab berbagai tantangan strategis untuk pencapaian visi dan misi jangka menengah daerah, maka rencana pembangunan jangka menengah 2011-2016 telah memasuki tahap kedua dari RPJP Kampar 2005-2025. Dijelaskan bupati, dilihat dari berbagai indikator, kinerja Pemerintah Kabupaten Kampar semakin menunjukkan perbaikan dari kebijakan umum anggaran pendapatan

 rp

Menkop Resmikan Koperasi Kampar Mitra Mandiri

D

ALAM kunjungan kerja seharinya di Kabupaten Kampar, Menteri Koperasi dan UKM RI, Syarief Hasan didampingi Wagubri HR Mambang Mit dan Bupati Kampar Jefri Noer , Selasa Siang,(23/4) meresmikan Koperasi Kampar Mitra Mandiri di Desa Ranah Baru Air Tiris Kampar. Tampak turut hadir dalam acara peresmian yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Air Tiris tersebut Deputi Kemenkop RI Meliadi Sembiring, Danrem 031 Wirabima Teguh Raharjo, Walikota Pekanbaru Firdaus MT, Wakil Ketua DPRD Kampar Eva Yuliana, unsur Forkopimda Kampar serta tokoh masyarakat dan ninik mamak Kabupaten Kampar. Bupati Kampar Jefri Noer yang mengawali sambutannya pada acara peresmian mengatakan koperasi Kampar Mandiri Mitra merupakan cikal bakal menjadikan Kampar sebagai Kabupaten Koperasi Mandiri. Saat ini sudah berdirinya 197 koperasi pola mitra dan ditargetkan sampai akhir tahun 2013 akan terbentuk 281 Koperasi di seluruh desa di Kabupaten Kampar. Koperasi Kampar Mitra Mandiri, lanjut Jefri Noer, sekaligus menjadi Waserda dan lembaga perbankan bagi masyarakat Kampar. ‘’Nanti koperasi itu sekaligus menjadi lembaga perbankan dan menjadi warung serba ada khususnya sembilan bahan pokok dan ada di setiap desa di Kampar, dimana dananya akan dibantu Bukopin Rp10 miliar setiap kopera-

si bertahap Rp1 miliar. Dengan perkembangan ini, nantinya di Kampar akan beredar uang 1,4 triliun,’’ terang Jefri Noer. Semenatara itu Wagubri HR Mambang Mit mengatakan Pemprov Riau berkomitmen menggiatkan koperasi di setiap pedesaan, oleh karenanya perkembangan dan pembentukan koperasi menjadi urusan wajib pemprov dan pemkab serta pemko. ‘’Harus dilaksanakan teratur sesuai UU, maka kami minta dukungan DPRD agar pemberdayaan koperasi dapat dipertahankan. Pemberdayaan koperasi perlu kerjasama baik pemerintah pusat dan daerah, saya ucapkan terimakasih atas kerjasama yang baik selama ini,’’ tutur HR Mambang Mit. “Kami harapkan untuk provinsi Riau pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus untuk Riau ini untuk pengembangan koperasi. Dan, kabupaten di Riau sebelum Kampar sudah ada Kabupaten Rohul, yang menjadi daerah Koperasi yang nantinya diharapakan berkembang ke kabupaten kota lainnya, Kenapa kita harus kejar daerah koperasi

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013 CMYK

daerah 2012, setelah perubahan anggaran telah ditetapkan pendapatan sebesar Rp1.892.895.011.349,05 dengan realisasi sebesar Rp2.071.005.818.272,74 atau meningkat 109,41 persen jika dilihat dari realisasi pendapatan tahun 2011 sebesar Rp1.747.962.465.801,88 di tahun 2012 jumlah pendapatan bertambah sebesar Rp323.043.352.470,08 atau meningkat 18,48 persen. ‘’Hal ini dikarenakan meningkatnya penerimaan daerah dari PAD, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah,” ucap Jefry. Dikatakan, untuk ke depan kepada eksekutif dan legislatif, Jefry meminta agar pembahasan dan evaluasi LKPj dapat dipercepat sehingga dapat selesai pada Maret tahun yang akan datang, dimana seharusnya LPPD dan LKPj selambat-lambatnya 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir sudah selesai laporan dan pembahasannya.*

karena koperasi adalah soko guru ekonomi bangsa kita,” tutup HR Mambang Mit. Menteri Koperasidan UKM Syarief Hasan dalam pengarahannya mengharapkan agar kehadiran Koperasi Kampar Mitra Mandiri betul-betul dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat Kampar. “Mari galakan koperasi generasi muda Indonesia dimana saja termasuk di Kampar karena pertumbuhan ekonomi kita 6,3 persen dapat dimanfaatkan generasi muda untuk berwirausaha melalui koperasi inii,’’ himbau Syarief Hasan. Generasi muda harus memanfaatkan kesempatan berwirausaha melalui koperasi karena pemerintah memberikan support dan dorongan untuk menjadi wirausaha dengan juga memberikan modal untuk berusaha. Dalam kesempatan itu Menkop Syarief Hasan menyerahkan bantuan sosial koperasi kepada tiga koperasi di Kampar dan bantuan kredit lunak dari Bank Riau Kepri kepada dua koperasi di Kampar dengan bantuan Rp300 juta per koperasi.*

 urc


18

Dana BOS Triwulan Kedua telah Disalurkan D

INAS Pendidikan Pelalawan telah menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi seluruh siswa-siswi SDdan SMP Negeri dan swasta di Kabupaten Pelalawan untuk triwulan kedua yakni April - Juni tahun 2013 dengan jumlah Rp 8.846.902.500. Dan saat ini, dana yang telah dibagikan pada Senin (22/4) itu telah dikirim ke rekening masing-masing sekolah untuk dialokasikan penggunaannya sesuai dengan juknis yang ditetapkan. “Alhamdulilah, saat ini, dana BOS tahap kedua telah kita salurkan ke rekening kepala sekolah masingmasing pada Senin lalu ke rekening masing-masing kepala sekolah yang menerima dana dari pusat ini,” terang Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, MD Rizal M.Pd melalui Manager Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kabupaten Pelalawan, Mahnizar S.Pd, M.Pd pada media ini di Pangkalan Kerinci, Jum at (26/4) Mahnizar menerangkan atas pencairan dana BOS tahap pertama ini maka diharapkan para Kepsek dapat mempergunakan dana BOS itu sesuai dengan petunjuk teknisnya. Apalagi pencairan dana BOS ini sekarang langsung disalurkan dari Disdik Riau ke masing-masing rekening sekolah sehingga penggunaannya kemungkinan saat ini telah diterapkan. “Jadi tidak melalui kita lagi, langsung dari Disdik Provinsi ke rekening sekolah masing-masing. Kita hanya bertindak sebagai pengawas saja, seperti yang sudah-sudah,” ujarnya. Untuk dana BOS tahap kedua yang

tiba di penghujung bulan April ini, sambungnya, dana BOS yang dikucurkan untuk tingkat SD baik itu negeri dan swasta mencapai jumlah Rp 6.725.245.000. Rinciannya untuk SD Negeri dana BOS yang disebar ke 197 sekolah negeri jumlahnya mencapai Rp 5.889.030.000. Dan untuk SD Swasta jumlahnya hanya berkisar Rp. 836.215.000 yang disebar ke 16 SD swasta yang ada di daerah ini. “Dan untuk SD Negeri, jumlah dana BOS itu diberikan kepada 40.614 siswa di 197 sekolah. Sementara untuk SD Swasta, dana BOS tahap kedua ini diberikan pada 5.767 siswa di 16 SD Swasta yang ada di daerah ini,” kata Mahnizar seraya mengatakan bahwa secera keseluruhan dana BOS diberikan pada 46.381 siswa yang tersebar di 213

sekolah SD Negeri dan swasta yang ada di daerah ini. Sedangkan untuk sekolah tingkat SMP, lanjutnya, dana BOS tahap kedua ini yang dicairkan sebesar Rp 2.121.657.500 diberikan pada sekolah negeri dan swasta. Rinciannya untuk SMP Negeri penyaluran dana BOS tahap pertama ini mencapai Rp 1.853.277.500 yang diberikan pada 46 sekolah SMP Negeri yang ada di daerah ini. “Sedangkan untuk sekolah swasta tingkat SMP, dana BOS tahap dua di tahun 2013 ini mencapai jumlah Rp 268.380.000 yang diberikan pada sebelas sekolah swasta yang ada di daerah ini,” ujarnya. Untuk SMP negeri sendiri, masih kata Mahnizar, jumlah dana BOS itu

Wabup Pelalawan H Marwan Ibrahim didampingi Kadisdik MD Rizal meninjau pelaksanaan UN di SMPN 1 Pangklaan Kerinci

dibagikan kepada 10.441 siswa-siswi SMP yang tersebar di 46 sekolah. Dan bagi SMP swasta, jumlah dana BOS tahap pertama itu diberikan pada 1.512 siswa-siswi yang telah terdata sebelumnya. Jadi total keseluruhan dana BOS tahap pertama ini untuk SD dan SMP, baik itu swasta dan negeri mencapai jumlah Rp 8.846.902.500. “Dan untuk dana BOS itu sendiri, bagi siswa SD berhak mendapatkan dana BOS sebesar Rp 580 ribu per siswa per tahunnya, sementara bagi siswa SMP dana BOS-nya sebesar Rp 710 ribu per siswa per tahunnya,” ujarnya. Dikatakannya, untuk implementasi dana BOS ini maka dirinya mengharapkan agar para Kepsek dapat mempergunakan dana itu sesuai dengan juknisnya. Jangan sampai penggunaan dana BOS ini keluar dari koridor yang telah ditentukan. Artinya, jangan sekali-kali kepsek mempergunakan dana BOS yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. “Kepsek jangan main-main dengan penggunaan dana BOS ini, soalnya penggunaan dana ini akan diaudit oleh BPK. Jika ada penyimpangan- penyimpangan terkait penggunaan dana BOS ini, maka Kepsek harus bertanggung jawab akan hal ini,” tandas Mahnizar seraya mengatakan jika ada sekolah yang masih belum mendapatkan juknis soal penggunaan dana BOS maka bisa diunduh di situs www.bos.kemendikbud.go.id.*

 nol

6.000 Ketua RT/RW dan Kaling Naik Gaji

Pemkab Bangun 200 Rumah Keluarga Miskin

D

ALAU tahun 2013 Pemkab Pelalawan mengalokasikan anggaran Rp 2,2 milyaran untuk pembangunan rumah miskin 100 unit, tahun depan diusulkan menjadi 200 unit. Apalagi program ini sangat didambakan masyarakat kurang mampu. “Memang tahun depan kami usulkan program ini menjadi 200 unit. Karena beberapa tahun silam dibangun 100 unit. Sebetulnya semakin banyak semakin bagus, karena memang banyak yang membutuhkannya,” terang Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pelalawan Drs H Fakhrizal,M.Si, Jum at (26/4). Meski mengusul program rumah miskin diban-

IRENCANAKAN, tahun 2014 mendatang, Pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan akan menaikkan honor RT/ RW dan Ketua Lingkungan se Kabupaten Pelalawan. Penambahan gaji bagi para ujung tombak pelayan masyarakat di tingkat desa ini adalah sebagai bentuk penghargaan Pemkab Pelalawan pada mereka. “Insya Allah, tahun depan akan ada kenaikan honor RT/ RW dan ketua lingkungan di Kabupaten Pelalawan. Besarannya tak usah disebutkan, tapi tetap naik,” terang Bupati Pelalawan HM Harris, Selasa (23/4) kemarin. Harris mengatakan bahwa kenaikan honor itu tidak terlalu besar, karena jumlah RT/RW dan ketua lingkungan di Kabupaten Pelalawan lebih

6.000 orang. “Kalau kenaikannya besar tentu akan menyedot anggaran cukup besar kan. Jadi disesuaikan saja, apalagi kerjanya operasionalnya tidak terlalu besar,”katanya. Pada kesempatan itu, dirinya juga berharap agar para RT/RW dan lingkungan di Kabupaten Pelalawan bisa berupaya mempererat persatuan dan kesatuan, serta tetap kompak dalam mendukung program pembangunan pemerintah juga menciptakan lingkungan tetap kondusif. Pernyataan Bupati soal kenaikan honor RT,RW dan lingkungan ini terkait temu ramah antaran pejabat nomor di Negeri Amanah Seiya Sekata bersama ratusan RT,RW di aula kantor Lurah Pangkalan Kota belum lama

ini. Beberapa RT dan RW mengusulkan kenaikan honor, karena kompleksitas permasalahan terutama di ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. “Kalau selama ini honor RT,RW Rp 125 ribu perbulan, saya mewakili teman-teman minta dinaikkan menjadi Rp 500 ribu perbulan. Ya karena daerah perkotaan permasalahan cukup tinggi,” kata Amrizal Effendi Nasution, Ketua RW 10 Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota menyampaikan aspirasi mewakili teman seprofesinya. Setakad informasi, selama ini ketua RT/RW di Kabupaten Pelalawan sebesar Rp 125 ribu perbulan sedang honor ketua lingkungan (Kaling) Rp 250 ribu.*

 nol

K

gun lebih banyak pada APBD 2014, namun kepastian terealisasi atau tidak belum pasti. “Itu semua kan tergantung kepada Pak Bupati. Kalau beliau setuju ya kami tinggal melaksanakannya saja lagi,” ujarnya. Ditanya progres realisasi kegiatan yang sama untuk tahun 2013 yakni pembangunan 100 unit rumah bagi warga miskin, mantan Kepala KPPT Pelalawan menyebutkan 80 unit rumah di 10 kecamatan sudah dilakukan survey. “Ada 20 unit lagi yang di survey yakni Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar. Hari ini kita ke Teluk Meranti dan Kuala Kampar insya Allah dalam pekan tuntas,” jelasnya.*

 nol

Korban Kecelakaan Kerja Harus Mendapatkan Haknya

T

ERKAIT kasus kecelakaan kerja yang menimpa dua orang karyawan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) beberapa waktu lalu yang saat ini kondisi saat ini tengah menjalani perawatan intensif di salah satu Rumah Sakit swasta di Pekanbaru. Pemkab Pelalawan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) telah meminta penjelasan perusahaan tentang kronologis kejadian.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan Drs. Nasri FE kepada sejumlah wartawan di Media Center Pemkab Pelalawan, Jum at (26/ 4) mengatakan bahwa pihaknya juga telah meninjau ke lokasi kejadian di komplek RAPP. “Kita telah meninjau lokasi nya, jadi ada beberap faktor terjadinya kecelakaan itu, salah satunya peralatan kerja yang tidak memadai dan adanya

kekuranghatian pekerja dalam menjalankan tugasnya,” ujar Nasri. Lebih lanjut dikatakan mantan Kadishub ini, pihaknya selalu melaukan koordinasi dengan perusahaan terkait kasus ini, disinggung masalah konferensi pers yang harus dilakukan perusaahn kertas terbesar di Asia tenggara itu, bahwa pihak perusahaan enggan melakukannya dengan alasan yang tidak disebutkan. “Mereka tidak mau mengada-

kan konferensi pers,” katanya Saat di celetuk wartawan, salah satu alasan tidak maunya RAPP mengadakan konferensi pers karena tidak mau kasus kasus RAPP terbongkar oleh media,Nasri hanya tertawa kecil tanpa membantahnya. “Ya, bisa saja seperti itu,” akunya. Masih menurut Nasri, kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan Sukanto Tanoto itu menyebabkan dua karyawannya mengalami cacat seumur

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

hidup, maka harus dipastikan hak hak korban diterimanya secara utuh. “Hak hak mereka harus diberikan, itu Jamsostek yang berikan,” tuturnya. Namun jika korban tidak berkenan menerima klaim asuaransi kecelakaan yang diberikan jamsostek karena merasa tidak sesuai dengan yang seharusnya diterima, maka korban dapat meminta Disnaker Pelalawan untuk mengurusnya.*

 nol


19

Sekda Lantik Pejabat Eselon II, III dan IV

M

UTASI malam hari yang digelar bagi pejabat Pemkab Indragiri Hulu (Inhu) eselon II, III dan IV serta kepala sekolah berjalan lancar, sejumlah pejabat strategis diganti. Namun kursi kepala Bappeda dan Litbang Inhu justru

dikosongkan. Dalam mutasi yang dipimpin Sekda Inhu Raja Erisman bertempat di gedung Dang Purnama Rengat Kamis malam (25/4) dari ratusan pejabat yang dimutasi, sejumlah pejabat strategis eselon II seperti Kepala Bappeda dan

Wabup Buka Sosialisasi Sensus Pertanian 2013

W

ABUP Inhu H Harman Harmaini SH MM, membuka secara resmi sosialisasi sensus pertanian 2013. Kegiatan dilaksanakan, Kamis (25/4) di aula Bappeda Inhu. Dalam sambutannya, Wabub mengatakan, sensus pertanian 2013 berskala nasional. Di mana sensus ini dilaksanakan dalam 10 tahun sekali. Sensus 2013 ini merupakan keenam kali dilaksanakan. Bahkan lembaga internasinal juga merekomendasikan sensus pertanian ini. Tujuan kegiatan sensus pertanian adalah, untuk mendapatkan data yang akurat dan lengkap tentang pertanian untuk menyusun program pembangunan ke depan. Sejauh ini kata Wabub, kontribusi pertanian di Inhu cukup besar. Karena jumlah rumah tangga yang bergerak di bidang pertanian mencapai 60 persen. Maka kebijakan bidang pertanian ke depan adalah meningkatkan produksi pertanian, dengan tetap berpedoman pada pertanian yang sudah dilaksanakan. Dengan adanya sensus ini, masyarakat diharapkan bisa memberikan data yang benar. Sehingga data akan

akurat. Untuk melayani kegiatan ini, maka BPS sudah merekrut tenaga yang bertugas menjadi garda terdepan dalam melakukan sensus di lapangan. Lebih jauh dikatakan Wabup, masih sering mendengar dalam sensus bidang pajak ada warga yang enggan untuk memberikan data. Namun, dalam sensus pertanian hal itu tidak terjadi. Maka peran serta masyarakat sangat dinantikan. ‘’Data yang akurat akan jadi pondasi untuk pembangunan ke depan,” ucapnya. Kepada Camat, Kades, RT/RW di Inhu diharapkan untuk dapat membantu kegiatan ini. “Data yang benar, bukan yang dibenarbenarkan, tapi data yang sebenarnya. Maka kebenaran data menentukan program pembangunan ke depan,” tambah Wabup. Dalam pada itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPN) Inhu, Ir Budianto mengatakan, pihaknya sudah merekrut sebanyak 481 orang petugas lapangan. Mereka sudah mendapat pelatihan dari instruktur yang sudah ditunjuk. Kegiatan sudah dimulai 1-31 Mei yang secara manual langsung ke rumah penduduk dan responden tidak dipungut bayaran.

 rio/rpc

Litbang Inhu Isdjarwadi dilantik menjadi Kadis Koperasi dan UKM menggantikan Raja Iskandar Rab yang menjadi staf ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM, sementara kursi kepala Bappeda dan Litbang Inhu dikosongkan.

Jabatan strategis lainya seperti Kadis pendidikan Asriyan digantikan oleh Ujang Sudrajat yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan, Asriyan sendiri menduduki kursi Asisten Perekonomian dan Pembangunan menggantikan Khairizal yang menduduki kursi Kadistamben. Untuk Kadis Kesehatan yang selama ini lowong pasca ditinggal Zainal Arifin yang hijrah ke Propinsi Riau diisi oleh Suhardi yang promosi dari eselon III dimana sebelumnya menjabat Kabag Pembangunan Setda Inhu. Demikian juga posisi Kepala BP4KKP yang lowong diisi oleh Aswardi yang sebelumnya menjadi Staf ahli Bupati bidang Pembangunan. Selain Suhardi yang promosi dari eselon III menjadi eselon II, kabag Keuangan Setda Inhu

Hasman Dayat juga promosi menjadi Kadis Perindag dan pengelolaan pasar. Hal yang sama juga dialami sekretaris BP4KKP Rahmad yang juga naik eselon menjadi Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura. Sementara itu Sekda Inhu Raja Erisman yang melantik para Pejabat Inhu eselon II, III dan IV serta kepala sekolah dalam lingkup Pemkab Inhu, dalam pidato singkatnya hanya mengingatkan para pejabat yang dilantik malam ini untuk melayani masyarakat sebaik mungkin. “ Bagi para pejabat yang dilantik malam ini, jadilah pelayan yang baik bagi masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun etnis tertentu. Karena sebagai pejabat sudah menjadi kewajiban dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

 rio/rtc

Saprido Ramadoni dan Yurnalis Bujang Dara Inhu 2013

P

EMILIHAN Bujang Dara Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berakhir sudah dan dewan juri menetapkan Saprido Ramadoni dan Yurnalis sebagai Bujang Dara Inhu 2013 menyisihkan para finalis lainya. Bertempat di gedung Dang Purnama Rengat Rabu (24/4). Penetapan Bujang Dara Inhu 2013 ini juga dihadiri Wakil Bupati Inhu Harman Harmaini yang dalam kesempatan tersebut mengingatkan Bujang Dara yang telah terpilih untuk menjadi duta wisata Inhu, dengan memperkenalkan semua potensi wisata yang ada di Inhu pada

tingkat Propinsi dan Nasional. “Masih banyak potensi wisata Inhu yang dapat dikenalkan dan dipromosikan pada tataran Propinsi dan Nasional. Dengan terekposenya potensi wisata yang ada di Inhu melalui duta wisata Bujang dan Dara yang baru terpilih ini, tentunya potensi wisata yang ada dapat menjadi sumber pemasukan bagi APBD Inhu melalui sektor PAD,” ujarnya. Sementara itu Kadisporabudsata Inhu Selamat dalam sambutannya mengatakan, para Bujang Dara Inhu 2013 yang berhasil menjadi pemenang akan diberi bantuan

berupa uang saku dan tropy untuk 4 pasang finalis yang terdiri dari juara I sebesar Rp 4.000.000,- juara II Rp 3.000.000.- juara III Rp 2.000.000,-dan untuk juara harapan diberikan uang saku sebesar Rp 1.000.000,Selain Saprido Ramadoni dan Yurnalis yang terpilih sebagai Bujang Dara Inhu 2013, Runner up Bujang diraih M.Gorbi Tintin, Runner up Dara Wiza Novitasari sedangkan juara 3 Bujang Dara di raih oleh Bambang Prasetyo dan R. Retno Ayu Wulandari dan juara harapan diraih oleh Ifan Rodes dan Yuli Yanti. Jelasnya.

 rio/rtc

Disbun Gelar Pembinaan Kemitraan

D

INAS Perkebunan Kabupaten Inhu, melaksanakan kegiatan pembinaan kemitraan usaha perkebunan. Kegiatan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Demikian diungkapkan Kadisbun Inhu Ir Hendrizal MSi, kepada wartawan, Rabu (24/4) di Pematangreba. Dikatakannya, tujuan kegiatan ini untuk mengetahui kinerja dan kepatuhan usaha perke-

bunan yang ada di Kabupaten Inhu. Dasar penilaian usaha perkebunan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati No 176 tahun 2013 tanggal 23 April 2013. Direncanakan setidaknya ada 10 perusahaan yang akan dinilai oleh Disbun Inhu. Perusahaan yang akan dinilai, PT Sumber Sawindo Kencana, PT Prima Agro Sawitindo, PT Nusa Citra

Konindo, PT Sinar Reksa Kencana. Selain itu juga ada perusahaan lain yang akan dilakukan penilaian, PT Selantai Agro Lestari, PT Sinar Widia Pratama, PT Tri Hasta Palma, PT Bintang Riau, PT Swakarsa Sawit Raya, PT Riau Sukses Persada. Beberapa aspek penilaian yang akan dilakukan adalah, terkait kemitraan usaha perkebunan yang sudah mereka lakukan. Hal ini dinilai

penting untuk melihat kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. Selanjutnya yang jadi penilaian adalah, kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang berlaku. Baik untuk perhatian lingkungan alam sekitar, maupun aspek lain yang ada kaitannya tentang aturan dimaksud. “Hasil penilaian ini, selain merupakan data untuk Pemkab, juga akan kita sampaikan

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

pada instansi terkait yang memerlukan,” ujarnya. Direncanakan, Rabu (24/4) tim mulai bekerja di lapangan. Tim akan bekerja selama beberapa pekan di lapangan. Tim ini terdiri dari PNS di Disbun Inhu yang akan turun langsung ke lapangan. Hasilnya akan disampaikan kepada Bupati Inhu secara tertulis dalam bentuk laporan kerja dalam kegiatan dimaksud.

 rio/rpc


20 Indragiri Hilir Ibadah

Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis

MS Ka’ban Narasumber Milad UNISI ke-5 M

ILAD ke-5 UNISI Tembilahan menghadirkan mantan Menhut MS Ka’ban. Ia hadir sebagai narasumber stadium general. Keberhasilan sebuah universitas bukan hanya diukur banyaknya alumni yang dihasilkan, tapi yang paling penting sejauh mana dapat menghasilkan lulusan yang memiliki integritas nilai keberanian, kejujuran, kecerdasan dan kualitas keimanan yang tinggi. Demikian diantara penyampaian DR H Malam Sambat Ka’ban saat menjadi

narasumber pada Stadium General Milad UNISI ke-5 di aula Rektorat UNISI di Jalan Kihajar Dewantara, Kamis (25/4). “Keberhasilan sebuah universitas bukan hanya diukur dari jumlah alumni yang dihasilkan, tapi yang paling penting adalah mempersiapkan lulusan yang memiliki integritas nilai keberanian, kejujuran, kecerdasan dan kualitas keimanan yang tinggi,” ungkap Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). Dengan demikian, alumni

tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar kepada masyarakat. “Karenanya, apa yang telah dirintis dan ada di Unisi saat ini harus dilanjutkan. Semua harus satu kesatuan, jangan berubah pemimpin dan pemerintahan, berubah pula kebijakan yang sudah berjalan,” katanya. Keberadaan Unisi ini harus dilihat sebagai sebuah kontribusi kita terhadap generasi yang akan datang, serta dalam rangka mengantisipasi Inhil yang lebih maju lagi. Sebab, Unisi sudah

DTPHP Taja Training Penguatan Lembanga Keuangan Mikro

mempersiapkan SDM yang selain cerdas, juga memiliki integritas keimanan yang tinggi. Sedangkan Rektor Unisi Tembilahan, Prof Sufian Hamim meminta seluruh mahasiswa untuk bisa terus menggali potensi yang dimiliki oleh setiap individu. Sehingga, mampu bersaing dengan lulusan-lulusan dari universitas lainnya. “Kita ingin pada tahun 2025 nanti, Unisi menjadi universitas terbaik seSumatera. Untuk itu, mari bersama-sama kita bergan-

S

EJUMLAH lembaga keuangan mikro di Inhil mendapat pelatihan untuk penguatan. Kegiatan tajaan DIPHP Inhil tersebut bekerjasama dengan Bank Indonesia. Bagi penguatan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Inhil, maka Dinas Tanaman Pangan, Hotikultura dan Peternakan (DTPHP) gelar Training Penguatan Lembaga Keuangan Mikro, Kamis (25/4) di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan. Kegiatan ini merupakan kerjasama Pemkab Inhil, dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan., Holtikultura dan Peternakan Inhil dengan pihak kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Riau. Kepala Dinas TPHP Inhil, Wiryadi Oemardi mengungkapkan, kegiatan ini merupakan hasil follow up dari Memorandum

of Understanding yang dilaksanakan dengan pihak BI beberapa waktu lalu, dalam upaya penguatan LKM khususnya di kalangan petani di Inhil. “Karena LKM ini lah yang akan berurusan dengan kalangan petani dalam upaya bantuan permodalan bagi penguatan sektor pertanian di Inhil. Ini merupakan kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia,” katanya. Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, Sofyan Nur menyebutkan, pendanaan program pemberdayaan desa di Inhil merupakan sharing antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Sejak tahun 2005 desa/ kelurahan yang menerima bantuan modal dari UED-SP sebanyak 71 desa/ kelurahan dan sebanyak 27 desa/ kelurahan yang sudah berubah menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Sehingga keberadaan LKM dapat menjadi suatu sarana penampung dan penyalur dana modal membuka peluang lapangan kerja dan peningkatan pendapatan dan percepatan pembangunan desa,” sebut Sofyan. Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Inhil, Wiryadi Oemardi, Asisten Direktur BI Propinsi Riau Abdul Majid Perwakilan LKM Sumbar, Masril Koto, Perwakilan World Bank Miss Rhara, pejabat lingkungan BI dan BPMPD Inhil.

 jan/int

 jan/rtc

Pemkab Prioritaskan Pemberdayaan Desa

P

Kepala Dinas TPHP Inhil, Wiryadi Oemardi saat membuka Training Penguatan Lembaga Keuangan Mikro

dengan tangan dan saling memberi masukan untuk ke depan yang lebih baik, dalam upaya membesarkan Unisi dan meningkatkan SDM Kabupaten Inhil,” tambah Ketua Yayasan Tasik Gemilang Tembilahan, H Edy Syafwannur. Kegiatan yang mengusung tema ‘Revitalisasi universitas, guna meningkatkan kemandirian bangsa di era globalisasi’ tersebut diikuti ratusan peserta dari civitas akademika dan mahasiswa Unisi Tembilahan.

EMERINTAH Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) senantiasa memprioritaskan pemberdayaan (Empowerment) desa. Hal itu sudah menjadi komitmen Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan sejak awal kepemimpinannya. Komitmen itu sebagai bentuk ekstraksi seluruh program yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Karena itu pula, apapun jenis program yang sifatnya menunjang pemberdayaan. Selalu ditempatkan pada desa, tidak pada Kecamatan atau Kabupaten. Pasalnya, dampak pemberdayaan tersebut langsung memberikan kontribusi pada penurunan angka kemiskinan. Penerapan program pemberdayaan desa tersebut dilaksanakan sejak Bupati melihat langsung kondisi di lapangan . Dimana, anggaran yang tersedia sangat kecil. Sedangkan wilayah sangat luas dan jumlah penduduk juga besar. Memunculkan beragam persoalan. “Karena itu, setelah dilantik sebagai Bupati, saya harus memutar otak bagaimana caranya membangun daerah ini. Program apa yang semestinya dilaksanakan, menyikapi terbatasnya anggaran,” cetus Bupati. Sejak awal pula menurut Pak Jenggot, sapaan Bupati. Dia menyatakan tekad membangun kampung

halaman dengan program yang tepat. Sebagai orang Inhil ditegaskan Bupati dia sangat terpanggil untuk membangun daerah ini. Karena itulah, dia langsung tancap gas berkeliling dari satu desa ke desa lainnya. Kadang harus bermalam pada desa yang tidak mempunyai jaringan listrik, minim sarana penunjang hidup. “Setelah melalui berbagai penelitian langsung itu. Kita rancang program yang sifatnya memberi stimulasi kepada desa. Dengan menempatkan mereka sebagai subjek dari pembangunan,” jelas Pak Mok, panggilan Bupati. Pemberdayaan tersebut terus menjadi program utama Inhil dan terus pula mendapatkan dukungan penuh warga. Namun demikian, harus pula diakui, masih banyak pihak yang belum mengerti benar dengan program tersebut. Serta hanya mengetahui secara sepotong. Sementara di lapangan, semua desa secara tegas menyatakan menolak penuh apabila program pemberdayaan yang sudah dilaksanakan dihentikan. “Program itu sangat dibutuhkan masyarakat kami. Kami semua tidak mau jika program ini tidak dilanjutkan,” kata Azhari HS, Kades Kuala Patah Parang, Kecamatan Reteh.

 jan/rtc

Petugas Sensus Pertanian 2013 Inhil Dikukuhkan

K

EBERHASILAN petugas pencacah Sensus Pertanian di lapangan berimplikasi bagi ketepatan program dan pembangunan bidang pertanian di Inhil. Pernyataan ini dikemukakan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Inhil, Wiryadi Oemardi saat membuka Pelatihan Calon Petugas Pencacah Sensus Pertanian Gelombang IV, Senin (22/4) di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan. Kegiatan ini dihadiri juga Kepala Badan Pusat

Statistik (BPS) Inhil, Irfarial, unsur Upika Mandah dan ratusan calon petugas pencacah Sensus Pertanian 2013. “Tugas pencacahan Sensus Pertanian yang akan dilakukan ini sangat penting bagi perencanaan pembangunan sektor pertanian, khususnya di Inhil,” ungkap Wiryadi. Maka, petugas pencacah harus serius dan fokus dalam pengumpulan data di lapangan. Apalagi, sektor pertanian di Indragiri Hilir merupakan bagian besar mata

pencaharian penduduknya. Inhil pernah dikenal sebagai lumbung padinya Riau di era tahun 80 an. “Sehingga data yang dihasilkan nantinya sangat menentukan bagi keberhasilan pembangunan sektor pertanian, ditengah menurun minat masyarakat bergerak di bidang tanamab pangan saat ini,” kata mantan Kepala Inspektorat Inhil ini. Tidak bisa dipungkiri di lapangan nantinya, para petugas pencacah akan menemui medan yang berat, namun hendaknya

mereka tetap semangat dan bekerja sesuai tanggungjawab yang diemban. Sedangkan Kepala BPS Inhil, Irfarial menyatakan, pelatihan ini merupakan persiapan tugas para petugas pencacah untuk melakukan pemutakhiran data dan pencacahan lengkap yang akan dilakukan mulai tanggal 1 sampai 31 Mei mendatang. “Tujuannya adalah mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat tentang struktur pertanian di Indonesia, khususnya di Kabupaten

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

Inhil,” sebut Irfarial. Selain itu juga bagi mendapatkan data kerangka sampel yang dapat dijadikan landasan untuk pengambilan sampel survei-survei di sektor pertanian, memperoleh berbagai informasi tentang populasi usaha pertanian rumah tangga petani gurem, jumlah pepohonan, dan ternak dan sebagainya. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pemasangan atribut bagi calon petugas pencacah oleh Kadis TPHP Inhil, Wiryadi Oemardi.

 jan/rpc


21 Kepulauan Riau

Kota Gurindam Negeri Pantun

Dmiath: Saya Ingin Mencari Ketenangan dan Kepuasan Bekerja ASCA penyusunan dan pelantikan kabinet Walikota Tanjungpinang pada bulan Februari 2013 yang lalu, sedikitnya ada 5 orang pejabat Pemprov Kepri hijrah serta bergabung dengan Walikota yang baru, Lis Darmansyah. Kelima pejabat yang dilantik setingkat eselon II dimaksud adalah: Drs. Dmiath sebagai Kadis Sosial dan Tenaga Kerja kota Tanjungpinang, Dadang HZ Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Rustam Kadis Kesehatan, Almazuar Amal Kadis Tata Kota, Kebersihan dan Pemakaman, Rosita Kepala Kantor Inspektorat. Perekrutan mereka tentu sesuatu hal yang sangat menarik bahkan mengundang pertanyaan besar publik, mengapa tidak? Kalau dilihat dari sudut finansial maupun kesejahteraan para pejabat dilingkungan Pemprov Kepri sangat jauh berbeda dan dapat dikatakan dua kali lipat dengan tingkat kesejahteraan Pemko Tanjungpinang. Nah, apa yang menarik perhatian mereka sehingga mau turun gunung kemudian lebih memilih pembagian ‘kue’ yang sedikit itu. Mungkinkah karena kedekatan hubungan dengan Lis Darmansyah atau sebaliknya bahwa kursi yang diduduki dikantor Gubernur tergolong Kursi panas. Andai kata benar kursi-kursi dilingkungan Pemprov Kepri panas yang dapat dikategorikan menyoal kenyamanan, ketenangan dan kepuasan bekerja sama halnya posisi

selalu diujung tanduk yang selalu hidup terbelenggu dan masuk lingkaran setan. Kata orang pintar apalah arti sebuah nama, jabatan, pangkat dan golongan kalau toh kita merasa tidak nyaman. Sudah merupakan tradisi apalagi sejak M. Sani menjabat sebagai Gubernur Kepri tiada bulan tanpa pergeseran maupun pemutasian pejabat. Terkadang seseorang baru duduk dua atau 3 bulan sebagai Kadis atau Kepala kantor tiba-tiba SK mutasi sudah turun. Kalau dipikir secara logika, pejabat yang baru bertugas 2 atau 3 bulan tentu langkah pertama masih pengenalan lingkungan serta pembinaan hubungan Internal dan Eksternal terhadap sesama pegawai kantor, kemudian langkah selanjutnya perbaikan administrasi kantor dan sosialisasi sesuai dengan program kerja. Belum melangkah ke-program kerja sudah dilengserkan oleh penguasa daerah. Hal ini benar-benar dirasakan pejabat dilingkungan Pemprov Kepri dimana Gubernur terkadang pendiriannya sudah gampang terpengaruh oleh pihak ketiga, apakah karena faktor KKN yang masih mengental atau karena faktor usia Gubernur yang sudah senja, wajarwajar saja sebab hukum alam itu tetap berjalan dan pasti dihadapi pada waktunya. Lalu apa komentar Drs. Dmiath Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang ketika berbincang

dengan Azam diruang kerjanya, Selasa pagi (23/4). Menurutnya jabatan adalah merupakan suatu kepercayaan dan amanah yang harus dijalankan sesuai dengan aturan. “Sebagai salah seorang Pegawai kita harus siap ditempatkan dimana saja, dimana ditugaskan harus bersyukur serta menerimanya dengan senang hati, yang penting tugas yang di emban sesuai dengan kemampuan dan skill yang ada harus dioptimalkan untuk memperoleh keberhasilan. Biarlah hidup ini bagaikan air sungai yang mengalir tanpa perlu basa-basi artinya berbicara sesuai dengan fakta apa adanya,” jelasnya. Mengenang masa lalu sewaktu, Dmiath bercerita tentang karirnya bertugas di Pemko Batam yang awalnya tidak terpikir diangkat di Pemprov Kepri. Dikala itu Gubernur Ismeth Abdullah langsung menarik saya untuk bergabung dikabinetnya yakni kantor Gubernur. Berbagai posisi jabatan telah dipercayakan dari jabatan Kabiro Umum dan Protokol Humas, Kabiro Pemerintahan, Kabiro Kesra. Semua jabatan itu tergolong strategis dan menggiurkan namun tidak pernah untuk berbuat macam-macam atau menjadi suatu kesombongan. Waktu silih berganti dan gayung bersambut demikian pula orang

Tanjungpinang Juara Porprov Korpri Kepri

A

TLET Pemko Tanjungpinang berhasil mengumpulkan medali emas terbanyak dalam Pekan Olah Raga (Porprov) Korpri Kepri dan berhasil sebagai juara umum sekaligus memboyong piala bergilir Porprov Korpri Kepri. Total perolehan medali untuk atlet Pemko Tanjungpinang terdiri dari 5 emas, 1 perak dan 0 perunggu. Disusul Kota Batam dengan perolehan medali 4 emas, 2 perak dan 2 perunggu, Kabupaten Karimun menempati urutan ketiga dengan perolehan medali 1 emas, 3 perak dan 2 perunggu. Peringkat keempat ditempati atlet Kabupaten Lingga dengan perolehan medali 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Peringkat Kelima diduduki atlet Provinsi Kepri dengan perole-

han medali 1emas, 2 perak dan 0 perunggu. Kabupaten Anambas menempati urutan keenam dengan perolehan medali 1 emas, 0 perak dan 1 perunggu. Peringkat terbawah Atlet Kabupaten Bintan dengan perolehan medali 0 emas, 3 perak dan 5 perunggu. Pekan olah raga provinsi (porprov).yang di selenggarakan pada tangggal 23 april 2013- 26 april 2013 yang bertempat di GOR Kacapuri Tanjungpinang. Salah satu olah raga yang di pertandingkan yakni bola voly yang di ikuti oleh 7 kabupaten kota ,yaitu Kabupaten Karimun, Lingga, Anambas, Bintan, Tanjungpinang, Kepri dan Natuna. Tetapi Natuna tidak mengikuti pertandingan. Dari seluruh hasil pertandingan yang mendapat juara 1

katagori putri yaitu dari tim Kopri Kota Tanjungpinag dengan jumlah pemain 10 orang . Sebagai Kapten yakni Hasbunah dengan anggota tim terdiri dari Yuliarti, Asnum, Sunarti, Hasanah, Nurhayati, Shely ,Lasut Sari dan Nurlia. Sedangkan juara dua diraih oleh tim Kopri dari Tanjung Balai Karimun dan yang mendapat juara ke tiga dari tim Kopri Kabupaten Lingga , Sedangkan hasil dari bola voly putra yang mendapat juara 1 di menangkan oleh tim Kabupaten Anambas dan juara II oleh tim Kabupaten Lingga dan pemegang juara III dari daerah Kabupaten Karimun. Pemenang berbagai lomba menerima medali dan piala yang diserahkan usai pertandingan final bola voley putra antara atlet Kabupaten Anambas melawan atlet Kabupaten Lingga yang dimenangkan oleh atlet Kabupaten Anambas dengan skor 3:2 untuk lima set pertandingan. Porprov Korpri Kepri ditutup secara resmi oleh Sekdaprov Kepri Suhajar Diantoro sekaligus menyerahkan piala bergilir Porprov Korpri Kepri kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang Juramadi Esram.

 bin/hms

nomor orang satu di Kepri harus berpindah ketangan Gubernur yang kedua Pak Sani. Dapat dimaklumi kebijakan setiap pimpinan tentu berbeda, senang tidak senang dan suka tidak suka yang namanya keputusan pimpinan harus dijalankan. Menceritakan pengalamannya, Dmiath sejak bergabung dikantor Gubernur lebih kurang 10 tahun merasa sudah cukup. “Alangkah baiknya pengalaman yang ada sama kita dibagi serta diterapkan dilingkungan Pemko Tanjungpinang kebetulan Pak Lis menawari untuk bergabung dengan beliau. Terus terang dari sisi finansial atau kesejahteraan sangat jauh beda, katakanlah kita lebih makmur dikantor Gubernur dibandingkan dengan

penghasilan di Pemko Tanjungpinang, tapi itu bukan masalah buat saya yang penting bekerja itu perlu ada ketenangan pikiran maupun kepuasan bekerja. Apa arti sebuah nama atau jabatan kalau toh merasa tidak nyaman, Ya... tidak perlu deh panjang lebar hal itu kita bahas, yang jelas saya sudah mengabdi dilingkungan Pemko Tanjungpinang marilah kita buka lembaran baru serta mengurus kota Tanjungpinang bersama dengan Walikota, biar sedikit penghasilan namun ada ketenangan dan kepuasan, saya kira itu yang perlu dan sudah lama kucari,” papar Dmiath dengan senyum.

 bin

Dmiath

Bintan Peringati Hari Otda dan Malaria se-Dunia

B

UPATI Bintan Ansar Ahmad SE MM memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Otonomi Daerah XVII yang disejalankan dengan hari malaria sedunia di halaman kantor Bupati Bintan Buyu, Kamis (25/4). Turut hadir sekretaris daerah dan kepala SKPD dan seluruh pegawai yang ada di lingkup pemkab Bintan yang berkantor di Bintan Buyu. Peringatan Hari Ulang Tahun Otonomi Daerah mangambil tema “Dengan otonomi daerah kita tingkatkan kapasitas pemerintan daerah untuk percepatan kesejahteraan masyarakat.” Upacara ini juga disejalankan dengan peringatan hari malaria sedunia tahun 2013, dengan tema, “Bebas malaria, investasi masa depan bangsa.” Dalam kata sambutannya, Ansar Ahmad mengatakan sebagai upaya peningkatan kapasitas pemuda, pemerintah telah menerbitkan peraturan presiden nomor 59 tahun 2012 tentang kerangka nasional pegembangan kepasitas pemerintah daerah sebagai amanat peraturan pemerintah no 6 tahun 2008 tentang

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

pedoman evalusi penyelenggaraan pemerintah daerah yang merupakan langkah strategis dengan berbagai pertimbangan antara lain mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kualitas kinerja pemerintah daerah. Karena itu, kata Ansar, ada beberapa hal yang perlu dikawal terkait implementasi kebijakan otonomi daerah kaitannya dengan pencapaian prioritas pembangunan nasional. “Ini harus dilaksanakan dengan baik agar pencapaiannya maksimal dan sesuai harapan masyarakat,” katanya. Seperti, penerapan 15 standar pelayana minimal SPM Yg harus dilaksanakan tiap daerah. Pengelolaan keungan daerah yg mengutamakan upaya efisinsi efektivitas, transparansi dan akuntabilitas. Kebijakan peningkatan kualitas pelayanan terpadu satu pintu PTSP. Mendorong penyelesaian E-KTP sebagai wujud pelayanab kependudukan yang konstruktif dan modern. Mendorong perekonomian masyarakat melalui peningkatan kemandirian masyarakat perdesaan dengan program PNPM- MP.

 bin/net


22 Kuantan Singingi

Kota Jalu Negeri Budaya

Bupati Lantik 77 Pejabat Eselon III dan IV B

UPATI Kuantan Singingi H Sukarmis melantik 77 orang pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing, yang dilangsungkan di pelataran Parkir Balai Pertemuan Abdoerrauf Teluk Kuantan, Kamis silam. Pelantikan ini, selain dihadiri Bupati H Sukarmis, hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Bupati Drs H Zulkifli MSi, Ketua DPRD Kuansing Muslim SSos, Kapolres Kuansing AKBP Wendry Purbyantoro SH, Perwakilan Kejari Teluk Kuantan, Pabung Dandim Inhu-Kuansing Rio Purwantoro, Sekretaris Daerah Drs H Muharman MPd dan para pejabat eselon di lingkungan Pemkab Kuansing. Dalam pelantikan itu, terdapat 13 orang di eselon III, dan 64 orang di eselon IV, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Kuantan Singingi

Nomor 821.23/BKD-02/181 Tanggal 24 April Tentang Pengangkatan Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Pemkab Kuansing. Mereka ini dirotasi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki, dan disamping itu, mereka juga ditempatkan pada jabatan yang masih kosong di berbagai instansi. Pejabat eselon III yang dilantik tersebut adalah Hendra Yusman ST MT yang sebelumnya menjabat Kabid Perlindungan dan Konservasi Kawasan Dishut, sekarang menjabat Sekretaris Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Jomari SPd yang sebelumnya menjabat Kabid Pendidikan Pra Sekola, Sekolah Dasar dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kuansing, sekarang menjabat Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan. Kemudian, Pramudio Nandar SP yang sebelumnya menjabat Kabid Pembinaan dan Pengawasan

Usaha Dinas Perkebunan sekarang menjabat Sekretaris Dinas Kehutanan. Selanjutnya, Budi Asrianto SSos MSi yang sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan Pucuk Rantau sekarang menjabat Camat Pucuk Rantau. Drs H Yuli Hermanto MM yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sekarang menjabat Kabid Pendidikan SLTP, Menengah Umum dan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan. Drs Linskar yang sebelumnya menjabat Kabid Investasi di Badan Lingkungan Hidup, Promosi dan Investasi (BLHPI) sekarang menjabat Kabid Pra Sekolah, Sekolah Dasar dan Pendidikan Non Formal Disdik. Lalu, Arwin SSos yang sebelumnya menjabat Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan sekarang menjabat Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia Dinas Kesehatan. Seterusnya, dr M Irvan Husin

yang sebelumnya menjabat Kepala UPTD Kesehatan Lubuk Jambi dilantik menjadi Kabid Pelayanan Kesehatan Diskes. Ir Samsir Alam MM yang sebelumnya merupakan fungsional Diskopindag jadi Kabid Perlindungan dan Kawasan Dishut. Lalu, H Asri Taufik yang sebelumnya menjabat Kabid Pengembangan SDM Diskes sekarang menjabat Kabid Investasi BLHPI. HM saleh SSos MM yang sebelumnya menjabat Kasubid Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera BPMPKB Kuansing dilantik sebagai Kabid Pemerintahan Desa BPMPKB. Kemudian, Harjunaidi SSos yang sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan Benai menjadi Sekretaris Kecamatan Pucuk Rantau. Sedangkan Drs Masnur Judin MM yang sebelumnya menjabat Kabid Pemerintahan Desa menjadi Sekretaris Kecamatan Benai. Selain melantik 13 pejabat eselon III, Bupati H Sukarmis

juga melantik 64 orang pejabat eselon IV. Diantara eselon IV yang dilantik tersebut, juga dilantik satu orang Lurah, yakni Lurah Beringin Jaya, Kecamatan Sentajo Raya, yang dijabat oleh Zulmaswan. Dalam sambutannya, Bupati H Sukarmis menghimbau agar pergantian pejabat ini dapat disikapi secara arif dan bijaksana. Menurutnya, pergantian ini merupakan hal yang wajar sebagai aparatur yang senantiasa mengabdi kepada masyarakat. Disamping itu menurutnya, pelantikan pejebat eselon III dan IV ini adalah untuk mengisi kekosongan jabatan. Lalu, pertimbangan lainnya adlah dapat bekerja sama dengan baik, loyal, professional, punya dedikasi dan tanggungjawab. Seorang PNS harus memiliki wawsan dan pengembangan tugas untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, kata Sukarmis.

 rpc

Status Guru Honor Komite Bakal Jadi Honor Daerah

T

Rutan Teluk Kuantan Over Kapasitas

B

ANGUNAN rumah tahanan (Rutan) Teluk Kuantan saat ini sudah melebihi kapasitas. Dari kapasitas ideal yang hanya untuk 68 orang, saat ini dihuni lebih kurang 168 orang tahanan dari berbagai kasus. Bahkan dipenghujung 2013 ini, penghuni Rutan Teluk Kuantan bisa mencapai 200 orang, karena masih banyak kasus-kasus di Polres dan Polsek yang sedang diproses, kita perkirakan akhir tahun 2013 ini mencapai 200 orang, bayangkan itu, padahal kapasitasnya 68 orang, ujar Kepala Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Teluk Kuantan, Hendro SN AMd, SSos, MSi di Teluk Kuantan, Rabu silam. Karena itu, ujarnya, bangunan baru Rutan Teluk Kuantan sudah sangat mendesak, walaupun secara umum, katanya, Rutan yang ada di seluruh Indonesia mengalami hal serupa. Menurutnya, pembangunan baru terkendala oleh ketersediaan dana, karena Rutan masih di bawah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Untuk Kuansing, menurutnya,

salah satu solusi yang ditawarkan dari hasil konsultasinya dengan Kemenkumham di Jakarta beberapa waktu lalu, berupa tukar guling bersama Pemkab Kuansing. Artinya, lahan bangunan Rutan yang ada saat ini yang berada di dekat lapangan Limuno Teluk Kuantan menjadi milik Pemkab, dan sebagai gantinya Pemkab membangun bangunan penjara baru dilokasi yang ditentukan Pemkab. Apalagi Pemkab juga sudah menghibahkan lahan seluas 3 hektare di kawasan iKelurahan Sungai Jering Teluk Kuantan Kecamatan Kuantan Tengah. Catatan yang diberikan kementerian kepada saya, jika tukar guling ini disetujui, bangunan yang ada tersebut minimal mampu menampung 100 orang tahanan, kata Hendro yang berharap direalisasikan Pemkab Kuansing. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kuansing Drs H Muharman MPd yang dihubungi wartawan terkait ini, mengatakan, bahwa keinginan untuk tukar guling itu tengah dipertimbangkan.

AHUN ini, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi merencanakan akan menjadikan status guru komite atau guru honor yang gajinya dibayar sekolah menjadi guru kontrak daerah. Hal itu disampaikan Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kecamatan Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, dan Gunung Toar, Rabu silam. Saat ini, ada sekitar 150 orang guru komite di seluruh sekolah yang ada di Kuansing. Mereka ini dibayarkan gajinya oleh sekolah. Jadi, saya akan mengangkat guru komite sekolah menjadi guru kontrak daerah. Berapa banyak guru komite sekolah yang ada di sekolah ini, kata Bupati seraya menanyakan jumlah guru komite di SMPN 1 Hulu Kuantan kepada kepala sekolah Elvi Suryati SPd. Pertanyaan seperti juga ditanyakan langsung oleh Bupati Sukarmis kepada setiap kepala sekolah yang dikunjunginya saat meninjau pelaksanaan UN pada hari ketiga kemarin, antara lain ditanyakan kepada Kepala Sekolah SMPN 2 Kuantan Mudik dan SMPN 1 Gunung Toar. Rencana Bupati mengangkat guru komite menjadi guru kontrak daerah, disambut baik oleh seluruh kalangan majelis guru. Menurut Bupati, keinginan dirinya mengangkat guru komite menjadi guru kontrak daerah terse-

 rpc

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

but dilatar belakangi oleh keprihatinannya terhadap guru komite, dimana setiap bulan mereka menerima gaji jauh dari pada cukup. Dari laporan guru komite yang dijumpainya, sebut Bupati, mereka mengatakan kalau gaji perbulan mereka hanya berkisar Rp300 ribuan dan diterima sekali dalam tiga bulan. Nanti setelah diangkat menjadi guru kontrak daerah gaji mereka bisa meningkat beberapa kali lipat dari honor komite yang diterima selama ini, sebut Bupati. Dijelaskan Bupati kembali, secara keseluruhan guru komite yang akan diangkat menjadi guru kontrak daerah tahun ini berjumlah 150 orang. Syarat utama untuk diangkat itu, katanya, minimal masa kerja tiga tahun keatas. Lalu, mekanisme pemberian SK tersebut, nantinya akan diberikan oleh Bupati secara dadakan saat dirinya meninjau ataupun berkunjung ke sekolahsekolah. SK guru komite yang diangkat menjadi guru kontrak daerah itu, saya serahkan langsung kepada guru yang bersangkutan di sekolahnya. Begitu sudah diparaf oleh BKD, Asisten III dan Sekda, langsung saya tandatangani di depan guru yang akan menerima dan langsung pula saya yang menyerahkannya, ungkap Bupati dengan semangat.

 rpc


23 Dumai Bersemai

Bersih, Sejahtera & Damai

Zainal Effendi Bertekad Wujudkan Penerangan Dua Daerah Terisolir Hasil aspirasi yang disampaikan masyarakat di Kelurahan Gurun Panjang Kecamatan Bukit Kapur sekitar untuk mendapatkan program penerangan akhirnya terwujud.

D

UA daerah tersebut merupakan kawasan terisolir dari penerangan listrik sebelumnya. Wujud program penerangan itu terkabulkan setelah upaya Ketua DPRD Dumai, H Zainal Effendi memasukan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 sebanyak Rp 6,2 miliar. Untuk wujudkan program itu, Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi memasukkan hal tersebut ke Dinas Tatakota, Kebersiahan dan Pertamanan Kota Dumai. Wujud program itu menyikapi segala keluhan yang disampaikan masyarakat pinggiran atau terisolir di Kelurahan Gurun Panjang dan sekitarnya masuk Kecamatan Bukit Kapur. Camat Bukit Kapur, Wan Nofrizal mengatakan mengatakan bahwa upaya yang dilakukan Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi sangat bagus dan benar-benar mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sehingga harapan rakyat bisa terwujud untuk mendapatkan penerangan. Namun demikian, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk selalu sabar dalam meningkati program penerangan ini bisa terealisasikan. Dinas Tatakota Dumai, Zulfa Indra dalam sambutannya mengatakan, hasil apirasi masyarakat di Kelurahan Gurun Panjang untuk menda-

patkan jaringan aliran listrik yang selama ini belum ada akhirnya mendapatkan respon bagu dari Pemerintah Kota Dumai setelah diusahakan Ketua DPRD Dumai, Zainal Effendi dalam APBD 2013. Sedangkan mengenai jaringan listrik bisa masuk ke Gurun Panjang karena upaya dan kegigihan Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi bersama Pemerintah Kota Dumai. “Aliran listrik ini masuk ke wilayah Kelurahan Gurun Panjang dan sekitarnya karena kegigihan keras yang dilakukan Ketua DPRD Dumai, Zainal Effendi untuk memperjuangkannya dalam APBD 2013 bersama Pemko Dumai. Jaringan listrik yang masuk ke Gurun Panjang sepanjang 13,8 kilometer dan sambungan kabel tegangan rendah 10 kilometer,” tegas Zulfa Indra kepada lapisan masyarakat Kelurahan Gurun Panjang dan sekitarnya. Zulfa Indra sendiri menegaskan kepada seluruh lapisan masyarakat yang memiliki tanaman sawit disepanjang

lintasan jaringan listrik untuk bisa ditebang. Dengan demikian, tentunya pemasangan arus listrik bisa berjalan dengan maksimal sesuai harapan masyarakat itu sendiri. Makanya, kepada pihak Kelurahan yang masuk dalam jaringan listrik bisa memberitahukan kepada masyarakat agar menebang pohon sawit yang dinilai PLN mengganggu arus masuknya listrik. “Jangan sampai saat pemasangan arus listrik ke wilayah sini masyarakat meminta ganti rugi. Jadi, kalau semua masyarakat mendukung program ini tentunya harapan untuk mendapatkan listrik demi penerangan akan terwujud tahun ini. Pokoknya semua ini berkat kerja keras Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi bersama Walikota Dumai Khairul Anwar untuk mewujudkan program penerangan didaerah ini,” ungkap Kadistatakota Dumai, Zulfa Indra disambut tepuk tangan masyarakat Kelurahan Gurun Panjang. Ketua DPRD Dumai, Zainal

Effendi dalam sambutanya yang juga pihaknya mewujudkan harapan masyarakat untuk mendapatkan program penerangan mengatakan, bahwa daerah Kelurahan Gurun Panjang dan Kampung Baru Kecamatan Bukit Kapur merupakan kawasan dirinya sejak kecil. Jadi dirinya mengaku miris melihat kondisi tempat mainnya belum ada penerangan, karena itulah harapan masyarakat benarbenar diwujudkan untuk mendapatkan sambungan listrik. “Bulan Mei dan Juni akan dilakukan pemasangan aliran listrik untuk Kelurahan Gurun Panjang dan Kampung Baru Kecamatan Bukit Kapur. Jadi, semua masyarakat yang telah mempercayai saya bisa duduk menjadi wakil rakyat hingga akhirnya bisa berhasil mewujudkan program penerangan yang selama ini menjadi dambaan. Bersama dengan kita, semua program tentunya akan berjalan dan terwujud didepan hadapan masyarakat,” tegas Zainal

Effendi. Apa yang disampaikan masing-masing pejabat di Lingkungan Pemko Dumai, saat mengikuti kegiatan yang dilakukan Ketua DPRD Dumai, Zainal Effendi, melakukan reses masa persidangan tahap pertama tahun 2013. Maka dari itu, Zainal Effendi sendiri juga meminta dukungan kepada seluruh masyarakat yang berada di Kelurahan Gurun Panjang, Kampung Baru Kecamatan Bukit Kapur bisa mendukung langkah pencalonannya menuju kursi DPRD Provinsi Riau pada Pileg 2014. Sementara Zainal Effendi mengatakan masalah jalan didaerah ini sebenarnya sudah bisa dilakukan pembangunan. Namun, janganlah dulu jalan yang menjadi program awal. Selama ini, masyarakat yang berada di Kelurahan Gurun Panjang dan sekitarnya mengharapkan penerangan yang mana selama ini belum ada. Habis masalah penerangan, maka tahap berikutnya penganggaran untuk pembangunan jalan yang mana saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. “Masyarakat yang berada di Kelurahan Gurun Panjang dan Kampung Baru merupakan masyarakat Kota Dumai. Jadi, apapun yang belum ada menjadi prihatian serius dan perlu ada wujud nyata pembangunan seperti aliran listrik. Semua program itu bisa terwujud tentunya harus dibarengi kekompakan dari masyarakat. Jadi kekompakan ini harus terus melekat dalam diri saya untuk menuju kursi DPRD Provinsi Riau,” tegas Zainal Effendi, Ketua DPRD Dumai sontak mendapatkan sambutan tepuk tangan dari masyarakat sembari mengaminkan dukungannya.

 urc

Disnakertrans Dumai Incar Pajak dari Pekerja Asing

K

EBERADAAN pekerja asing dipandang sebagai potensi penerimaan daerah. Karena itu, Disnakertrans Dumai berniat usulkan Ranperda restribusinya. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai bakal mengusulkan aturan atau payung hukum untuk retribusi perpanjangan Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA). Langkah ini diharapkan mampu menambah pendapa-

tan asli daerah (PAD). “Hal ini diharapkan nantinya dapat menggali penerimaan daerah melalui retribusi perpanjangan izin memperkerjakan TKA, kata Kadisnakertrans, Drs H Amiruddin kepada wartawan di ruang kerjanya. Amiruddin mengatakan bahwa alasan dirancangnya retribusi ini karena memang selama ini tenaga kerja asing (TKA) masuk dalam kategori sumber Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang

besar iuranya $100/TKA/ bulan. Sementara pihaknya di daerah ini hanya sebatas pengawasan saja, makanya agar keberadaan TKA juga memberikan kontribusi untuk daerah sekarang dijadikan retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA). “Nantinya, retribusi yang akan segera dibuat itu mengacu PP Nomor 97 tahun 2012 tentang Retribusi Pengendalian lalu lintas dan retribusi

Perpanjangan izin mempekertkana TKA) berlaku 1 Januari 2013, tapi harus dibuat terlebih dahulu payung hukumnya yakni Perda,” ujarnya. Namun kendalanya saat ini, sambungnya, mengingat di Provinsi Riau belum ada kabupaten kota yang menerapkannya maka pihaknya agak kesulitan dan harus berkerja keras untuk menjadikan Perda tersebut sebagai payung hukum yang nantinya menjadi salah satu sumber

PAD Kota Dumai. “Saya lagi memikirkan draf Perdanya, karena memang di Riau belum ada kabupaten/ kota yang sudah melaksanakanya, ungkap Kadisnakertran sambil menyebutkan sangat disayangkan daerah hanya diberi tugas melakukan pengawasan sementara tidak kehadiran TKA tidak memberikan kontribusi untuk daerah, apalagi untuk Kota Dumai Pelalawan jumlahnya cukup banyak.

PO. MUS TRANSPORT WISATA

Angkutan Sewa Eksekutif

TRANSPORT ANGKUTAN UMUM EXECUTIF

PEKANBARU

L 300 FULL AC - MITSUBISHI KUDA

- DUMAI - DURI - PADANG

: Jl. H Imam Munandar/Harapan Raya No. 29B Telp. 0761 885153 Pekanbaru DUMAI : Jl. Jend. Sudirman No. 134 Telp. (0765 )32910 - 38567 DURI : Telp. (0765) 7037258 PADANG : Jl. Ir H Juanda No 59 Telp. (0751) 38567

PEKANBARU

PUSAT

KANTOR PUSAT: Jl. Jati (Harapan Raya) No. 23

Mengutamakan Pelayanan Terbaik

Telp. (0761) 7003400 Pekanbaru

RENGAT AIR MOLEK TEMBILAHAN

RENGAT: Depan Terminal Jl. Diponegoro

Telp. (0769) 323451

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

Antar Jemput Alamat Berangkat Tepat Waktu

 rtc


26

Wako Setuju Transmetro Sistem Sewa Rencana PD Pembangunan menyewakan 50 unit bus Transmetro mendapat dukungan dari Wako.

W

ALI Kota Pekanbaru, H Firdaus, ST, MT, menyetujui rencana Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan akan menyewa 50 unit bus transmetro dengan tujuan untuk melayani seluruh koridor yang direncanakan beroperasi pada hari jadi Pekanbaru, Juni mendatang. Wako mengaku kecenderungnnya untuk menyetujui rencana PD Pemabangunan itu setelah mengkaji untung dan ruginya. Kalau dengan sistem sewa, PD Pembangunan tidak perlu lagi harus mengeluarkan biaya pemeliharaan dan menanggung penyusutan dari kendaraan tersebut sehingga

pembiayaan akan jauh lebih hemat. “Jika memang kendaraan sudah tidak layak jalan, bisa dihentikan operasionalnya dan diganti dengan kendaraan baru. Sebab semua kerusakan dan lainnya menjadi tanggung jawab penuh pemilik kendaraan,” jelas Firdaus kepada wartawan, Rabu (25/04) lalu. Dan bila kendaraan baru yang dibeli, kata Wako, tentunya harus dialokasikan anggaran pemeliharaan dan juga diperhitungkan penyusutan kendaraan setiap tahunnya. Selain itu, mendesaknya pelayanan transportasi di Kota Pekanbaru, menurut Firdaus juga menjadi pertimbangan lebih baik jika kendaraan transmetro disewa hingga akhir tahun ini dari pihak ketiga. “Setelah kita kaji, kita akan melakukan penyewaan bus ukuran sedang untuk melayani transportasi di Kota Pekanbaru, hingga bus yang

kita beli datang tahun 2014 mendatang,” jelasnya. Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PD Pembagunan, Heri Susanto. Ia mengaku keputusan penyewaan bus transmetro sudah melalui kajian yang sangat matang. Dengan pertimbangan lain jika menanti bus baru akan memakan waktu yang lama

dan target operasional bus transmetro di hari jadi Pekanbaru tidak dapat tercapai. “Kita kan sudah pasang target untuk operasional koridor baru, makanya Kita harus menggesa pengadaan busnya. Dalam hal ini kita sudah mengkaji bersama Dinas Perhubungan mengenai untung rugi kendaraan yang disewa dan dibeli,” ungkap-

nya. Menurut Heri lagi, penyewaan 50 unit kendaraan tersebut juga tidak akan berlangsung lama, palingpaling hanya sekitar satu tahun ini saja. “Saat ini lelang sewa armada bus transmetro sudah mulai dipersiapkan dengan sistem lelang terbuka,” tambah Heri.*

 rtc/dri

E-KTP Tidak Boleh di Foto Copy BKD Tunggu Jadwal Pasti CPNS

D

IREKTORAT Jenderal Administrasi Kependudukan (Dirjen Minduk) Pusat melarang keras masyarakat untuk melakukan foto copy KTP elektronik (eKTP). Alasannya, sinar laser yang menyinari bagian permukaan e-KTP akan dapat merusak data diri masyarakat yang tersimpan pada chip eKTP tersebut.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Disdukcapil Kota Pekanbaru, H Hermanto Yasin, SH. Menurutnya sesuai arahan yang disampaikan Dirjen Minduk, instansi terkait tidak dibenarkan untuk memfoto copy e-KTP yang dimiliki masyarakat, karena dapat merusak data yang ada di dalamnya. “Untuk kepentingan data

identitas masyarakat yang bersangkutan, instansi terkait seperti kantor perpajakan, perbankan, imigrasi, kepolisian serta instansi lainnya, jika tidak mempunyai “card reader” yang bisa membuka data pada e-KTP, maka hanya dibenarkan untuk mencatat nama dan nomor NIK yang tercantum pada e-KTP,” ungkapnya. Sedangkan khusus untuk di instansi pemerintah, kata Hermanto, Dirjen Minduk sudah menyampaikan kepada kabupaten/kota dan provinsi untuk menganggarkan dana pada APBD Perunahan untuk pembelian “card reader” yang bisa membuka data e-KTP tersebut. “Saya kira ini harus segera diadakan, karena ini untuk mencegah terjadinya kerusakan pada data yang tersimpan di dalam chip e-KTP tersebur,” tutur Hermanto lagi.*

 rp/dri

K

EPALA Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekanbaru, Hermanius, menjelaskan tes ujian CPNS se-Indonesia termasuk di Pekanbaru dijadwalkan akan digelar Juli 2013. Sedangkan pendaftaran melengkapi berkasnya akan dilaksanakan mulai awal Juni 2013. Ia memastikan dirinya juga sudah mengetahui informasi terkait penjelasan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) tentang tahapan pendataan seleksi CPNS tahun 2013. Bahwa pusat sudah memulai pendataan tersebut sejak Juni 2012 lalu. Termasuk rencana pendaftaran serta jadwal tes CPNS tersebut. Seperti kabar sebelumnya, pada April hingga Mei

2013 instansi otoritas kepegawaian daerah atau BKD dijadwalkan harus sudah membentuk panitia penerimaan CPNS. Namun demikian Hermanius akan terus berkoordinasi ke pusat untuk memastikan jadwal tes tersebut. “Kita sifatnya hanya menunggu informasi dari pusat, termasuk tentang jadwal pendaftaran serta jadwal tes atau ujiannya. Kita tunggu pusat saja,” ujarnya. Biasanya, kata Hermanius, jika jadwal CPNS tersebut sudah pasti ditetapkan pusat, maka akan diinformasikan ke seluruh BKD se-Indonesia. Bahkan Kemen PAN RB akan memanggil. Namun sampai saat ini belum ada undangan tersebut yang diterima termasuk BKD Pekanbaru.*

 rp/dri

Pasar Cik Puan Tunggu Penyelesaian Administrasi

H

INGGA kini, pembangunan Pasar Cik Puan belum jelas kapan dimulai. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memilih menunggu penyelesaian administrasi agraria oleh Pemprov Riau, walau bisa mengerjakan bersamaan. Sehingga impian dan harapan pedagang di Pasar Cik Puan, nampaknya belum bisa terealisasi. Apalagi terkesan untuk membangun pasar tersebut masih setengahsetengah. Setidaknya itu bisa dilihat dari sikap Pemko yang masih menunggu pihak Pemprov untuk menyelesaikan surat menyurat administrasi kepemi-

likan lahan Pasar tersebut. Padahal Pemko bisa melakukan kajian pembangunan pasar tersebut seiringan dengan berjalananya pengurusan administrasi. “Ya, kita tunggulah pihak provinsi menyelesaikan segala administrasinya terlebih dahulu, setelah itu baru kita lakukan kajian untuk pembangunan pasar tersebut,” ungkap Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus, ST, MT. Disebutkannya meskipun kepemilikan lahan tersebut telah jelas, pihaknya masih menunggu segala persoalan dengan Pemprov selesai terlebih dahulu, sehingga kedepannya tidak ada kendala lagi. “Kita

selesaikan satu-satu dulu, sehingga apa yang kita targetkan akan memperoleh solusi,” ujarnya.

Mengenai kapan Pemko akan melakukan pembangunannya, Wali Kota berharap pembangunan pasar tersebut secepat-

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

nya, maka dari itu pihaknya selalu menjalin koordinasi yang baik dengan pihak Pemprov.*

 rtc/dri


27 Ekonomi

Harga Emas Turun, Penjual Merugi

Sejumlah pedagang emas mengaku penjualan mereka meningkat. Masyarakat mulai memburu emas untuk investasi dikala harga emas turun.

E

MAS masih merupakan komoditi perdagangan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik itu pembeli atau penjual emas itu sendiri. Investasi emas oleh sebagian orang digunakan untuk menyimpan uang, dikala harga emas murah mereka menyimpan dan dikala emas mahal, ada yang menjual dan ada juga yang membeli. Selama ini, emas itupun harganya dari tahun ke tahun selalu naik, hampir jarang ditemui harga emas 24 karat itu melemah atau tambah murah. Terbukti kenaikkan selama tahun 2012 mencapai Rp300 ribu. Logam mulia ini memang menjadi salah satu barang dagangan yang menguntungkan, selain digunakan sebagai perhiasan tentunya untuk berinvestasi. Namun, berbeda menjelang pertengahan tahun 2013 ini, tepatnya berkisar antara bulan Maret-April harga emas mengalami penurunan yang cukup besar. Para ahli memprediksi ini terjadi secara global. Maksudnya terjadi penurunan, akibat dari Faktor yang paling memengaruhi adalah nilai inflasi global yang terus menurun dari sebelumnya, merupakan penurunan terbesar kedua sejak 1980. Memang banyak faktor yang mempengaruhi penurunan emas ini, namun beberapa orang penjual emas mengakui posisi harga emas saat ini memasuki posisi terendah sepanjang tahun ini.

Setelah sempat mencapai harga tertinggi sepanjang tahun 2012, baru saat ini turun drastis. Hal ini jelas membuat rugi pedagang emas, karena modal beli mereka masih tinggi sementara harus dijual dengan harga rendah. Ini yang diungkapkan oleh Tursin, penjual emas di pasar Sukaramai Pekanbaru. Dalam kondisi ini, tentu kami merasa rugi, kalau menjual diharga segitu. “Sebab nilai jualnya lebih rendah dari modal beli kami dulu. Dihitung berat emas tidak rugi, tetapi kalau dihitung uang rugi, karena modal beli mahal, kami jual murah,” tegasnya. Diakuinya anjloknya harga emas diperkirakan harga emas dunia juga turun. Dari harga emas perhiasan diperdagangkan pada harga Rp 1,3 juta, turun dari harga Rp 1,1 juta per emasnya untuk yang 24 karat. “Walaupun terjadi kenaikan, tipis sekali hanya sekitar beberapa ribu saja. Ini berlaku pada semua jenis emas termasuk ukuran per gram dan lainnya. Dengar-dengar harga emas perhiasan turun, karena pengaruh harga emas dunia,” ujarnya.

Solusi untuk mengatasi kerugian ini, mereka hanya berharap harga bisa stabil seperti semula. Dikarenakan tidak hanya terjadi secara nasional saja, tapi mendunia. Kita menetapkan harga emas ini kan, sesuai ketentuan yang berlaku secara global. Jika pagi ini harga bisa naik beberapa persen saja, bisa jadi sorenya mengalami penurunan lagi. Jadi bukan kita yang menetukan harga, jelas Tursin yang sudah berjualan emas sekitar tujuh tahunan ini. Dilemanya, banyak juga pembeli menurut Tursin yang mengatakan penjual emas yang suka mempermainkan harga. Menurutnya, dikarena ketidaktahuan pembeli terhadap prosedur, ketetapan harga emas ini seperti apa. Setiap menit, harga bisa saja berubah. Makanya prediksi harga emas setiap harinya berubah-ubah seiring dengan diberlakukanya ketentuan secara gobal tadi. Sebagai orang awam kita menyikapinya seperti itu dan mencoba menjelaskan kepada pembeli yang sering komplain barusan harga segini, kenapa berubah lagi. Banyak yang seperti itu. Jadi kita jelaskan

harga emas berbeda dengan harga produk lainnya, terangnya mencoba menjelaskan. Penjual emas lainnya, dilokasi yang sama yaitu merry juga menuturkan penurunan harga emas ini, sedikit banyaknya juga mempengaruhi modal mereka. Kita megeluarkan modal segini pada saat membeli emas, ntah kenapa tiba-tiba beberapa hari kedepannya harga emas turun. “ Ya, kita juga mikir kenapa terjadi penurunan. Padahal modal kita sudah tertanam,” katanya. Memang harga emas ini selalu dipantau setiap hari perkembangannya seperti apa. Semua penjual emas harus tahu itu. Namun dia mengatakan, mereka juga tidak bisa menebak-nebak hari ini turun dan hari besok bisa naik lagi. Karna harga emas inikan dipengaruhi banyak faktor, termasuk kejadian sekarang karena inflasilah atau pengaruh kebijakan tertentu. Memang sangat sulit kita prediksi selaku penjual emas. Ia juga membenarkan dikarenakan harga emas dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir terus mengalami penurunan. Juga mempengaruhi daya beli masyarakat, peminat investasi emas pun ramai-ramai beli emas. “Waktu emas turun di titik terendah, konsumen tidak akan rela menjual emasnya, mereka lebih tertarik untuk

lainnya. Ada juga pembeli yang berfikiran khawatir harga akan semakin turun, lebih baik dijual cepat dan ada juga karena ada keperluan lain yang hendak dibeli, terangnya. Merry juga mengatakan, pada saat harga emas turun, masyarakat memang sangat antusias membeli emas untuk berinvestasi. Begitu juga sebaliknya ketika harga emas sedang tinggi, masyarakat juga sangat antusias untuk menjual emas. “Masyarakat sudah pintar, pada saat harga turun mereka beli, tapi pada saat harga naik mereka juga jual. Tergantung kebutuhan mereka saja,” katanya. Terlepas dari ini semua, dia mengaku tak mengetahui secara pasti sampai kapan jual beli akan bertahan dan harga emas tetap stabil. Karena, jika harga emas naik, dia memastikan daya beli masyarakat akan ikut terpengaruh. Karena kita mengacunya pada standar harga emas dunia, jadi pasaran emas selalu berubah-ubah. Sekarang trennya sedang turun harga. Tapi tak tahu juga besok-besoknya, terangnya. Pasca penurunan harga emas ini, masyarakat mulai banyak berinvestasi emas. Menurut Selvia, berinvestasi logam mulia ada dua keuntungan yang bisa didapat, selain harganya yang cenderung naik, nilai estetika emas juga lumayan tinggi.

menyimpan. Dan bagi yang memiliki duit lebih, lebih baik mereka menambah koleksi emasnya, untuk dismpan,” kata Merry. Berapa persen kenaikkan angka pembeli di toko miliknya, Merry tidak memberikan data yang pasti. Ia berkesimpulan jika dulu sebelum harga emas turun, yang membeli ke toko emas miliknya bisa dibawah angka sepuluh. Saat ini, pembeli pada hari-hari tertentu bisa melebihi angka sepuluh. Tergantung apakah di awal bulan atau diakhir bulan pembeli datang. Tetapi katanya, tidak semua yang datang ke tokonya untuk membeli emas, ada juga masyarakat yang menjual walau harga sedang turun. Mungkin dikarenakan terdesak akan kebutuhan atau alasan

Memang tidak setiap bulan harga emas naik, tapi setidaknya tren harganya selalu naik. Belum lagi, nilai pemakainnya. Jadi bisa untung double, ujar Selvia saat mencoba perhiasan yang akan dibelinya di pasar Sukaramai Pekanbaru beberapa waktu lalu. Dia mengakui, memanfaatkan momen turunnya harga emas untuk berinvestasi. Penurunan harga emas membuat investasi logam mulia cukup menarik. Emas itu investasi yang paling mudah didapat, kalau lagi ada duit ya beli emas. Kalau lagi butuh duit, ya tinggal dijual Mumpung harga turun dan sedang ada uang, kami pun beli emas untuk tabungan, kata Selvi lagi.*

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

 hes


28 Media

Sambutan Ketua SPS Cabang Riau H Syafriadi sekaligus membuka dimulainya workshop

S Malela Margasari Kepala Desain Korporate Tempo Grup menyampaikan materi

Pikat Pembaca Dengan Desain Luar Biasa P

EMBACA tidak hanya tertarik pada bagus atau menariknya sebuah berita pada terbitan media cetak, tapi juga dengan bagus dan indahya sebuah tampilan. Demikian yang disampaikan S Malela Margasari, Kepala Desain Korporate Tempo Grup pada acara Workshop Desain Grafis yang ditaja Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Riau, Kamis Pekan Lalu. Acara yang dibuka oleh Ketua SPS Cabang Riau, DR H Syafriadi SH,MH, diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai media cetak terbitan Pekanbaru ini, mengangkat tema “Pikat Pembaca Dengan Desain Luar Biasa”, yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan skill para pengelola media, khususnya bagian desain/lay out dalam merancang tampilan media yang dapat memikat pembaca. Malela mengungkapkan untuk membuat tampilan yang menarik diperlukan kerjasama tim, khususnya bagian redaksi dan desain. “Tampilan akan menarik jika memenuhi unsur desain yaitu

Peserta workshop

S Malela menyampaikan materi dengan lugas dan rinci

Serius mengikuti paparan narasumber

bentuk, warna, komposisi dan proses pengerjaannya,dimana tampilan tidak perlu tulisan yang panjang sehingga membuat pembaca menjadi jenuh. Cukup dibuat kronologis suatu peristiwa ditunjang dengan foto yang unik dan tidak kaku”, tutur mantan pemimpin redaksi Koran Tempo tersebut. Workshop desain grafis yang baru pertamakali diada-

Foto bersama usai acara

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

kan oleh SPS Cabang Riau, bahkan SPS cabang yang pertama mengadakan di Indonesia ini lebih banyak diisi dengan tanya jawab. Peserta sangat antusias bertanya pada Malela, hingga workshop berakhirpun acara tanya jawab masih dilanjutkan di lobi Hotel Pangeran, tempat workshop ini diselenggarakan.*

 roy


29 Pendidikan

Aku Bisa Bersama Just Alvin, Geishia & Ustad Solmet Roadshow Metro TV Road To Campus menghadirkan berbagai rangkain acara, salah satunya menghadirkan Alvin Adam dalam Workshop dengan tema Aku Bisa.

S

IAPA yang tidak kenal acara talkshow Just Alvin yang disiarkan di Metro TV. Acara yang dibawakan oleh Alvin Adam ini, turut diboyong oleh Metro TV dalam rangkain acara Road To Campus di UIR yang diadakan selama tiga hari mulai tanggal 23-25 April. Roadshow Metro TV ini, juga dihadiri news Anchor seperti Fesly Alwi, Ralf Tampubolon, Prabu Revolusi dan banyak lagi. Dalam off air Just Alvin di gedung Pusat Kegiatan Mahasiwa UIR, Alvin Adam membawakan langsung acara tersebut ke hadapan hampir 3000 mahasiswa UIR. Juga dihadiri oleh Wagubri Riau Mambang Mit, Rektor UIR Detri Karya, Pembantu Rektor, Dekan dan Dosen. Tentunya, acara Just Alvin akan terasa berbeda jika diadakan dihadapan ribuan penonton secara langsung. Namun Alvin Adam, memberikan pengetahuan baru kepada para mahasiswa bagaimana cara membawakan talkshow yang inovatif, kreatif dan tentu saja menghibur tampa ada rasa canggung antara narasumber dengan pembawa acaranya. Apalagi artis yang menjadi narasumber dalam talkshow tersebut adalah Geishia dan Ustad Solmet. Diselingi dengan tema yang sangat memotivasi mahasiswa Aku Bisa menjadikan talkshow hari itu, menceritakan tentang keberanian, tampa putus asa dan kekuatan yang ada dalam diri artis-artis yang tergolong masih muda ini dalam meniti karier mereka hingga sukses sekarang ini. Masing-masing dari mereka menceritakan pengalaman selama meniti karier, bagaima-

na suka dan dukanya. Kedua Artis ini, bukannya muncul begitu saja. Banyak kendala-kendala yang mereka hadapi. Seperti yang diceritakan Geishia, mereka hampir putus asa selama beberapa tahun di Jakarta tanpa hasil dan disuruh balik lagi ke Pekanbaru. “Tapi, dengan usaha dibarengi sikap optimis, ternyata mereka bisa,” ujar Alvin Adam saat itu. Bahkan Alvin Adam mengajak mahasiswa untuk interaktif menanyakan kiatkiat sukses mereka. Dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan para mahasiswa, banyak sekali mahasiswa yang ingin mendengar motivasi seperti apa yang bisa Geishia dan Ustad Solmet berikan kepada mahasiswa yang hadir untuk mengejar kesuksesan tersebut. Geishia yang diwakili oleh Momo mengatakan kemampuan manusia itu beda-beda, namun penyakit yang sering menghambat kita itu adalah malas. Untuk itu, dalam diri sendiri, kita harus berani mencoba segala hal dan kita boleh melakukan apupun yang baik menurut kita. “Seperti saya waktu SMA jurusan IPA, kuliah ambil jurusan ekonomi, sekarang malah jadi penyanyi. Padahal pengennya jadi dokter. Semuanya perlu dicoba. Dengan mencoba kita baru tahu seberapa besar kemampuan kita dalam suatu bidang,” kata Momo dengan bijak diiringi teriakan dan tepukan para mahasiswa. Dia juga menceritakan pengalamannya bersama gurunya waktu sekolah, ia pengin sekali belajar piano, namun tidak bisa-bisa. Suatu kali, ia dinasehati gurunya bahwa pada dasarnya setiap manusia sudah diberi kemampuan namun berbeda-beda. Ada yang langsung diberi talenta dalam artian sebentar belajar sudah bisa. Tapi ada yang butuh waktu bertahuntahun agar bisa. Momo juga menyarankan adik-adiknya, jangan berputus asa dan tidak cepat puas

karena itu akan menstop kesuksesan mereka. Seperti yang dialami Geishia, jika didunia hiburan mereka sudah merasa puas pada hari ini. Maka album mereka hanya laku sekali saja. Indonesia setiap tahun terus berkembang dengan teknologi dan sebagainya. Banyak hal baru yang perlu digali di indonesia terutama mengenai musik. “Kalau kita berdiam saja, kita akan mudah diitinggalkan. Dengan kemajuan yang terus berkembang di Indonesia, kalau begitu, kita harus berbuat apa demi mimpi kita kedepannya. Itu yang sebaiknya kita fikirkan,” jelas vokalis Geishia ini. Alvin Adam turut menambahkan, memilih linkungan pergaulan juga penting. Karena kita yang bisa memilih dilingkungan mana kita ingin bergaul. Lingkungan juga memberikan feedback terhadap kesuksesan kita. Lingkungan yang akan membuat kita semakin maju itu, yang memberikan kita value. Nilai yang membangun dan memberikan semangat. “Tentunya kita bisa membedakan, jika berada dil-

ingkungan ini apa nilai yang bisa kita dapatkan. Dilingkungan selanjutnya, apa lagi nilai yang bisa kita peroleh untuk kemajuan atau kesuksesan kita. Jadi, lingkungan yang memiliki value terhadap diri kita itu penting. Makanya jangan sembarangan memilih lingkungan. Carilah yang memberikan nilai tertinggi bagi kemajuan dan kesuksesan diri kita,” kata Alvin Adam. Sebelumnya, disebutkan oleh Alvin Adam, kita juga perlu tahu dulu, kita maunya apa dan arahnya mau kemana. Maindset dalam diri harus mengatakan saya bisa mengerjakan ini dan saya juga harus bisa mengerjakan itu. Dengan maindset seperti ini, tentunya akan membuka pintu-pintu yang tidak bisa itu menjadi bisa. Karena, fikiran itu kita yang mengatur. Setelah itu, baru ada langkah-langkah yang bisa kita lakukan, itu yang disebut proses tadi. Selayaknya motivator, Alvin Adam juga turut berbagi kisah tentang dirinya yang mencoba berbagai hal selama hidupnya. Belasan tahun mencari dimana kemampuan dirinya yang sebenarnya, hingga berakhir pada dunia broadcast. Mulai terjun dari pemain sinetron, model, kerja dihotel ini dijadikannya jalan untuk mengembangkan kearah mana dia akan stagnan. Berbeda dengan jawaban Ustad Solmet yang melihat dari ilmu keislamannya dia mengatakan, pertama kesuksesan dan rezeki yang kita dapat itu, terlebih dahulu kita niatkan untuk berbagi kebahagian dengan orang lain. Misalkan dulu, kalau saya ingin punya hajad. Saya mengadu kepada Allah. Nanti kalau saya dapat duit yang banyak untuk beli rumah. Rumah tersebut akan saya persembahkan untuk ayah

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

dan ibu saya. Akhirnya terkabul. “Setelah itu, saya ingin punya rumah yang besar lagi. Tidak tahu darimana jalannya, pokoknya ikhtiar seandainya saya punya rumah besar, saya akan undang masyarakat setiap bulan untuk mengadakan pengajian. Ternyata itu juga dikabulkan rumah yang saya tempati sekarang. Cukup untuk menampung 1500 orang. Setiap bulan kita makan dan wirid bersama di rumah itu,” katanya. Jangan pernah takut, kesuksesan itu berbagi. Mulai sekarang kita niatkan sesuatu itu untuk kebahagiaan orang lain. Misalkan kita ingin jadi pejabat, kita niatkan dulu ini demi kemaslahatan masayarakat dan bangsa ini. “Niat kita akan cepat terwujud berkat kebahagiaan orang lain tersebut,” ajak Ustad Solmet. Masing-masing kita ini punya kelebihan lanjut Ustad Solmet, tapi ingat dibalik kelebihan itu ada kekurangan. Apapun suku, agama, jabatan, darimana asalnya di setiap kelebihan kita pasti Allah SWT sisipkan kekurangan. Dan setiap kekurangan, pasti Allah SWT sisipkan kelebihan untuk kita. Contoh kita punya mata yang bisa melotot, masa kalah dengan si buta yang bisa hafal 30 jus. Sedangkan kita yang bisa melihat sempurna, hanya hafal jus 30. Itupun diayat terakhir Al-Ikhlas dan Alfatiha, candanya disambut gelak tawa para mahasiswa. Untuk itu, sarannya cari tau dulu kemampuan kita dimana. Kalau kita belum tahu, tanya kepada pencipta kita mau diarahkan kemana kita ini. Karena rezeki, jodoh, mati itu sudah ada ketetapannya dari yang diatas.*

 hes


30 Kesehatan

Terapi Hati Untuk Menjemput Cahaya Ilahi Hati adalah cahaya Ilahi, bila hati kotor, akan sulit untuk ditembus oleh caha-Nya. Tapi bila hati bersih, akan mudah untuk menerima cahaya Ilahi. Terapi hati, tersedia bagi mereka yang ingin kembali menjemput cahaya Ilahi.

S

ECARA ilmu medis, Hati adalah segumpal daging berbentuk bundar memanjang, terletak di tepi kiri dada. Didalamnya terdapat lubanglubang yang terisi darah hitam. Hati merupakan sumber nyawa, hati adalah sesuatu yang halus yang berasal dari Alam ketuhanan. Hati adalah tempat untuk merasa, mengetahui, mengenal segala hal, diberi beban, disiksa, dicaci, dan sebagainya. Demikian disampaikan Penerapis hati dari klinik Jasmin Herbal Center Anto, AKP CHi kepada AZAM. Dikatakan Anto, begitu kompleks beban hati. Hanya hati yang bersih yang mampu menahan semua beban dunia yang datang kepadanya sebagai ujian diri. Sepadan dengan hadist Rasulullah yang menyebutkan seputar hati. “Ketahuilah, bahwa didalam jasad manusia itu terdapat segumpal daging. jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya, Dan jika ia jelek, maka jelek pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah Qalbu.” (HR.Bukhori dan Muslim). Qalbu, nama hati yang diberikan berdasarkan versi Alqur ’an. Yang menyebutkan hati dengan tiga nama, yakni FUAD, QALBU, dan SHODR Terapi hati adalah suatu terapi yang dilakukan hanya dengan mengunakan komunikasi verbal. biasanya penyakit hati itu tergambar dari bentuk keluhan klien. Sejauh mana tingkat keparahanya diukur dari perasaan yang dirasakan oleh klien, prilaku klien atau indikator medis yang berkaitan secara langsung atau tidak langsung dengan emosi seseorang. Misalnya meningkatnya tekanan darah dan ketegangan otot ketika seseorang itu lagi marah atau cemas. Suatu pengalaman yang diterima Anto, AKP, CHI kepada AZAM menyebutkan kisahnya dirinya didatangi oleh klien seorang mantan camat di kecamatan Pekanbaru ini.Sewaktu ia menjadi camat, ia di uji dengan materi yang melimpah dari sebelumnya. Dengan banyak materi, ia sering menghambur-hamburkan uang untuk mencari kesenangan sesaad di luar sana. Bahkan ia sering berbohong pada istri. Rumah tangga sering cekcok dan

tidak harmonis lagi. Belum lagi atasan yang selalu menekannya. Hingga berujung dengan tanggalnya jabatan yang ia sandang sebagai camat di kecamatan. Dalam pada itu munculah kesadaranya, tapi nasi sudah menjadi bubur. Jabatan sudah lepas, namun masih sukur keluarganya masih bisa ia pertahankan. Ia lalu datang ke Jasmin Herbal Center jalan Lumba-Lumba no 11 tangkerang selatan Pekanbaru. Disana ia mencurahkan uneg-uneg yang ia rasakan akibat dari perbuatannya yang telah berlalu. Kedatangannya itu lantas diterima baik oleh penerapis hati yang akrap disapa dengan nama Anto. Dia mencoba menggali lebih dalam persoalan yang dihadapi oleh kliennya itu. Pertama Anto menanyakan kondisi pasiennya, termasuk apa keluhanyanya atau bentuk permasalahan yang sedang dihadapi. Langkah kedua Anto menyimpulkan titik masalah yang dihadapi kliennya itu. Barulah dari kesimpulan itu Anto mem-

kita pelajari. Dari tiga kali pertemuan yang di lakukan terhadap mantan camat itu, lalu beberapa waktu kemudian mantan kliennya itu datang untuk bersiraturahmi ke kliniknya jalan LumbaLumba. ia memberikan pengakuan kalau rumah tangganya telah akur kembali, dan dirinya pun telah berangsur berubah kearah yang lebih baik. Dia lantas mengucapakan rasa terima kasihnya. Menurut Anto lagi, biasanya, klien yang datang untuk terapi cukup tiga kali saja. Juga

akirnya munculnya penyakit hati dalam dirinya,” ujar Anto lagi. Sementara kaum bapakbapak atau pebisnis Kata Anto sering mengalami penyakit hati sewaktu bisnisnya mundur, terima tekanan dan segala macam persoalan yang ia hadapi. Belum lagi persoalan Keluarga seperti melihat Istri hobinya shoping, anak yang bandel dan segala macam persoalan yang konplit dalam rumah tangga zaman sekarang ini. Bentuk pencerahan yang disarankan Anto pada

berikan terapi apa yang dibutuhkan berdasarkan persoalan yang dihadapi. Bila itu masalah hati, ini terkait dengan emosi seseorang. Orang yang labil emosinya biasanya ia sering mengalami penyakit hati. Karena itu pengobatanya diberikan dalam bentuk komunikasi herbal. Melalui komunikasi itu deberikan semangat lagi dalam hidupnya. Motivasi dan nasehat yang bersandarkan dari Alqur ’an dan hadist. lantas disana klienya disarankan untuk lebih tekun beribadah bila sudah berhasil melakukan terapi hati. Karena bagaimanapun, Ibadah merupakan terapi Hati yang bisa kita lakukan dengan sendiri, disamping ilmu agama yang kita tuntut atau

terkadang satu kali terapi, mereka sudah merasa sembuh dari penyakit hatinya. Dan biasanya klien yang datang untuk diterapi itu kata Anto banyak dari kalangan ibu rumah tangga dan kalau lelaki banyak dari kalangan bisnis. Anto bukan saja menerima klien untuk terapi, namun juga untuk pelatihan atau privat bagi yang mau belajar untuk menjadi penerapis. “Yang sering datang itu kebanyakan ibu rumah tangga. Ibu-ibu ini sering diserang penyakit SMS alias Susah Melihat orang senang, atau Senang Melihat orang Susah. Seperti tetangga beli perabot, ia yang susah. Bahkan ia berlomba-lomba tanpa mengukur dengan kemampuan materinya,

klienya cukup beragam, dan itu ia lihat berdasarkan persoalan yang lagi dihadapi klienya dengan bahasa halus yang enak didengar dan mudah diterima oleh kliennya. Namun pada dasarnya pencerahan itu bertolak atau berlandaskan dari Alqur ’an dan hadist. Ada beberapa pencerahan hati yang disampaikan bagi penderita penyakit hati.Pencerahan ini salah jalan untuk mendekat diri pada sang Penciptanya. Langkah Terapi Cahaya Hati Pertama menyarankan klien untuk menerima sepenuhnya kondisi yang kurang baik ini, karena memang kondisi ini layak bagi sang diri. Itulah sebabnya terima sajalah dengan

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

sepenuhnya, jangan pernah merasa bahwa “bukan salah saya, saya hanya korban sehingga masalah ini hadir kepada saya. Kedua, maafkanlah rasa kesal hati atas kondisi yang ada. Dan mohonkan maaf atas pelaku yang menyebabkan kondisi ini hadir dalam hidup sang diri. Ketiga, minta maaf kepada Allah SWT karena kesal dengan tidak menerima ketetapanNya dengan kondisi yang ada. Keempat, lepaskan masa lalu apakah itu kejadian yang memalukan, keinginan yang tidak terpenuhi, salah langkah dalam bersikap, hilangnya kesempatan dan sebagainya. Kelima, lepaskan rasa memiliki atas apapun yang hari ini sedang dititipi atau diamanahi oleh Allah SWT. Keenam, serahkan segala urusan kepada Allah, dan instrospeksi diri apakah masalah ini sebagai ujian, azab, hukuman atau peringatan? Kalau ujian, itu untuk meningkatkan keimanan, dan kalau hukuman itu untuk membersihkan diri dari kesalahsan dan dosa. Ketujuh, menyadari bahwa diri telah berbuat dosa esar baik dosa aktif maupun dosa pasif yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Lantas berkehendak tanpa paksaan utnuk bertaubat karena Allah, bukan karena keinginan lain. Delapan, menerima dan meyakini kondisi bahwa “masalah yang timbul” adalah karena dosa-dosa masa lalu yang tidak atau belum sempat bertaubat. Sehingga Allah tidak meridhoi kehidupan sang diri. Sembilan, menerima dengan iklas atas hukuman Allah ini dan berusaha menebusnya agar mendapat Ridho Allah. Sepuluh, memaafkan hadirnya masalah ini, karena memang sungguh pantas masalah ini hadir kepada sang diri, dan memaafkan diri sendiri yang dulu sempat ceroboh berbuat dosa besar. Sebelas, minta Ampun kepada Allah atas berbagai dosa besar dan kecil yang dilakukan sang diri dan minta disucikan hatinya oleh Allah dengan washilah hadirnya masalah ini dan dengan washilah dilakukanya dzikir istighfar beserta aksi nyata. Tiga belas, minta Rahmat dan karunia Allah yang begitu Luas, dan minta pentunjuk Allah dan untuk dikuatkan hati untuk selalu berada di dalam petunjukka Allah. Dan mintalah kepada Allah agar dihilangkan dari masalah yang tengah melilitnya, dan mintalah Ridho Allah. Empat belas, menyerahkan kembali semua urusan kepada Allah dengan sebuah keyakinan penuh bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik untuk sang diri.*

 iza


31 Olahraga

Riau Ajukan Diri Tuan Rumah Popwil 2014 Mumpung belum ditetapkan, Riau mengajukan diri sebagai tuan rumah Popwil 2014.

K

ARENA sudah memiliki venue atau tempat pertandingan berstandar nasional yang baru saja digunakan untuk pergelaran PON XVIII dan Peparnas lalu, membangkitkan semangat para pembina olahraga di Riau untuk terus menggelar event olahraga. Terbukti, ketika ada peluang untuk menjadi tuan rumah, Riau memberanikan diri mencalonkan diri. Kabar terbaru adalah mencalonkan diri atau mengusulkan

menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) Sumatera tahun 2014 mendatang. Menurut Ketua Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Riau, Drs H Sanusi Anwar, hingga kini tuan rumah Popwil Sumatera tahun 2014, belum ditetapkan. Namun, beberapa daerah sudah mulai mengusulkan ke pusat, agar diberi kesempatan menjadi tuan rumah. Dan Riau sendiri, kata Sanusi, juga akan mengusulkan menjadi tuan rumah pesta olahraga pelajar yang menjadi ajang pra Popnas tersebut. “Surat resmi pengusulan akan kita layangkan dalam waktu dekat ke Bapopsi Pusat dan Kemenpora

H Sanusi Anwar

RI,” jelasnya. Sanusi mengatakan pihaknya akan mencoba meyakinkan pusat untuk bisa mempercaya Riau sebagai tuan rumah, karena memang Riau sudah memiliki sarana pendukung yang standar nasional. Dan itu pulalah salah satu penyebab munculnya keinginan mengajukan diri sebagai tuan rumah Popwil 2014. Apalagi, sebut Sanusi, venue yang ada juga bisa digunakan untuk mempertandingkan semua cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Ditambah pula venuevenue tersebut tidak perlu direnovasi. Mengenai anggaran akan disiapkan melalui APBD Riau. “Untuk sementara ini, sudah ada sinyal dari pusat, memang belum dipilih, dan usulan Riau tidak ditolak. Memang selain Riau, Jambi juga ternyata mengusulkan yang sama, ingin menjadi tuan rumah Popwil 2014,” ujar Sanusi. Soal itu, kata Sanusi, nama provinsi Jambi memang sudah masuk pada saat Popwil berlangsung di Sumatera Utara tahun lalu. Tapi, secara kebetulan Jambi juga sudah ditetapkan sebagai tuan rumah Kejurnas Panahan Antar PPLP. “Dengan status itulah peluang kita menjadi tuan rumah terbuka lebar. Dan

nanti kita akan hubungi Jambi. Kalau bisa minta mereka mundur saja, sehingga berbagi jadi tuan rumah,” tutur Sanusi menambahkan. Diperkirakan, ujar Sanusi, Popwil akan digelar pada November 2014 mendatang.

Sedangkan jumlah cabor yang dipertandingkan sebanyak delapan cabang, diantaranya bulutangkis, tenis meja, tenis lapangan, sepaktakraw, sepakbola, bola basket, bola voli dan pencak silat.*

 dri

Dana Pembinaan Khusus Cair

K

ABAR gembira bagi atlet penerima dana pembinaan khusus dilontarkan Wakil Ketua I KONI Riau, Hasan Nusi JS. Dana pembinaan khusus sudah cair dan bisa diambil. Tapi itu baru untuk atlet, dana pembinaan khusus pelatih belum cair. Kepada wartawan, Hasan Nusi memastikan dana pembinaan khusus sudah bisa diambil di KONI Riau. “Yang cair baru untuk atlet, untuk pelatih belum. Dana yang sudah bisa diambil terhitung Januari-Maret,” jelas Hasan Nusi. Ia menerangkan saat ini sebanyak 179 atlet terdaftar dalam pembinaan khusus ini. Data itu berdasarkan hasil raihan prestasi atlet pada PON XVIII lalu. Adapun total dana yang dikucurkan KONI Riau untuk tiga bulan itu sebesar Rp1,7 miliar. Dan besarnya dana yang diterima atlet berbeda

sesuai dengan prestasi PON lalu. Untuk atlet peraih medali emas PON XVIII mendapatkan dana pembinaan khusus sebesar Rp3,5 juta, medali perak sebesar Rp2 juta dan perunggu Rp1,5 juta, dan akan diterima setiap bulan. Sementara untuk dana pembinaan khusus untuk pelatih, jelas Hasan Nusi, belum bisa diambil. Diperkirakan dalam waktu dekat akan cair. “Yang pasti bukan tidak ada, tapi kita menyelesaikan untuk atlet dulu,” ujarnya. Untuk pelatih sendiri juga berbeda yang diterima atlet. Pelatih yang berhasil membina atlet sehingga peraih emas diberikan sebesar Rp3,75 juta, perak sebesar Rp2,75 juta dan perunggu sebesar Rp1,75 juta. Sedangkan total pelatih yang menerima dana pembinaan khusus sebanyak 54 orang.*

Pimpinan dan Segenap Anggota

DPRD PROVINSI RIAU SERTA SEKRETARIS DPRD RIAU

Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pengambilan Sumpah/Janji 5 Anggota DPRD Riau Pengganti Antar Waktu (PAW) Periode 2009-2014   

 

GUMPITA SP, M.Si TONI HIDAYAT, SE Dra. HIKMANI, M.Pd

Hj. GUSTINI ZULIANTI, S.Ag EDY A.MOHAMMAD YATIM, S.Sos

Terimakasih atas pengabdiaannya selama menjalankan tugas Kepada :  Drs. H.R. THAMSIR RACHMAN, MM;  H.TAUFAN ANDOSO YAKIN, SE, MM;  FAISAL ASWAN, SE  H.T.AZUWIR, SE;  MUHAMMAD DUNNIR, S.Ag

Selasa, 23 April 2013, di Gedung DPRD Provinsi Riau Ttd

Drs. HM.JOHAR FIRDAUS, M.Si Ketua

ALMAINIS, S.Pd

Ir. H. HAZMI SETIADI, MT

KOKO ISKANDAR

Wakil Ketua

Wakil Ketua

Wakil Ketua

ZULKARNAIN KADIR Sekwan

NO: 736 TAHUN XIV/ EDISI 30 APRIL - 6 MEI 2013

 dri

beritaazam.com  

beritaazam.com - Portal Anak Zaman - Referensi Politik Anak Negeri