Page 1

MAJALAH

Edisi : IV/18 Rp. 45.000,-

BALI REALISTIS,

EKSOTIS & DINAMIS

JERO MANGKU I WAYAN HONDA Owner Aditya Water Sport

Duet Ayah dan Anak

6

Kembangkan

ADITYA WATERSPORT BALI Destinasi

Manfaat

Pantai Nyang Nyang Pantai Tersembunyi yang Masih Bersih di Bali

4

Informasi

Manfaat dan Khasiat Jamur Tiram

Dampak Jika Sering Mengucek Mata

10

26 MAJALAH BALI | 1


DAFTAR ISI

21

12

17

6

22

14

TOKOH : 6

20

Jero Mangku I Wayan Honda Duet Ayah dan Anak Kembangkan Aditya Watersport Bali

12

I Nengah Sudiartha Bali Tetap Menjadi Primadona Selama Tetap Memelihara

14

Ida Bagus Paramartha Pelajar dan Hayati Dunia Pariwisata

17

Kadek Nilawati Kisah Petualang Sejati Pendiri Sari Organik

20

Ida Bagus Bima Putra Membangun Daerah Asal dari Tanah Rantau

21

dr. Oka Dharmawan, IBCLC, MARS Seribu Kebaikan dari Setetes Asi

22

Ketut Suanaya Pengabdian Lewat Pendidikan

MAJALAH

BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS

2| MAJALAH BALI

4

10

Pantai Nyang Nyang

Manfaat dan Khasiat Jamur Tiram

26

Dampak Jika Kita Sering Mengucek Mata

PENERBITAN | KANTOR REDAKSI & IKLAN ALAMAT : Jl. Pulau Kawe I / 8, Denpasar TELP : 0361-4749540 E-MAIL : redaksi@majalahbali.com majalahbali@gmail.com

27

Advertisement


MAJALAH

BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS

PEMIMPIN UMUM Gede Agus Arimbawa

PEMIMPIN REDAKSI Komang Agus Widiantara

EDITOR Supriyatna

PHOTOGRAPHY Panji Wirawan

DESAIN GRAFIS/LAYOUT Edi Sudiantara

KONTRIBUTOR Berlianto Ayu Kusuma Dewi

FOLLOW US Instagram

majalahbalicom

twitter

@majalahbali

FACEBOOK

Majalah Bali

ISsUU

Majalah Bali

MAJALAH BALI | 3


DESTINASI

Pantai Nyang Nyang Pantai Tersembunyi yang Masih Bersih di Bali

P

antai Nyang Nyang yang terletak di di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Pantai ini hanya berjarak sekitar 32 kilometer dari Kota Denpasar, dan dapat di tempuh dalam waktu selama kurang lebih 1 jam dari Bandara Ngurah Rai. Pulau seribu pura ini memang di kenal memiliki beragam objek wisata yang menakjubkan, yang keindahannya tiada duanya. Tak hanya menwarkan objek wisata, namun di pulau ini memiliki beragam budaya, sejarah yang patut di acungi jempol. Pantai

4| MAJALAH BALI

Nyang Nyang memang tak seperti kebanyakan wisata pantai yang ada di Bali Selatan, selain karena masih alami, pantai ini letaknya sangat tersembunyi. Pantai ini tersembunyi di balik bukit yang tinggi, untuk dapat sampai ke pulau ini, dibutuhkan tenaga ekstra karena jalur yang akan di lalui tentu tidak mulus. Akan tetapi, apabila telah sampai di pantai ini, anda akan merasakan kesejukan yang luar biasa, ini di sebabkan karena Pantai Nyang Nyang ini masih sangat alami, berbeda dengan

kebanyakan pantai yang ada di Bali saat ini. Bisa dikatakan, pantai ini masih perawan, karena sedikit sekali wisatawan yang berkunjung ke pantai Nyang Nyang ini. tempai ini sangat cocok untuk dijadikan destinasi yang menyenangkan bersama keluarga di saat libur panjang. Keindahan dari panorama pantai Nyang Nyang yang belum terjamah tentu saja menjadi oase bagi para pecinta wisata laut. Sejauh mata kita memandang, akan sangat terlihat pemandangan yang menakjubkan.


DESTINASI

Pantai Nyang Nyang, Wisata Pantai Di Bali Selatan Yang Masih Bersih Pantai ini memiliki pasir putih bersih dengan air lautnya yang jernih berwarna hijau kebiruan. Selain itu, pantai tersebut juga masih sepi dari para wisatawan dan nyaman untuk di kunjungi, anda akan merasakan suasana yang tak terlupakan apabila telah sampai di Pantai Nyang Nyang ini. Pantai ini juga di kenal karena memiliki ombak besar yang sangat cocok sekali untuk berolah raga selancar. Selain berselancar, di pantai ini anda juga dapat melakukan kegiatan seperti berenang dan berjemur di tepian pantai. Bagi anda yang merasakan ketenangan, mungkin pantai ini bisa dijadikan pilihan sebagai tempat yang menyenangkan.

Sebagian besar masyarakat di sekitar pantai ini bermata pencaharian sebagai buruh harian, karyawan swasta dan pedagang. Hal ini dikarenakan, kawasan ini merupakan lokasi yang berbatu karang yang sangat sulit untuk dimanfaatkan. Apabila anda hendak berkunjung ke pantai ini, sebaiknya pada saat musim kemarau dengan menyewa kendaraan berbadan tinggi, karena jalan menuju lokasi pantai merupakan tanah berbatu kapur yang tidak rata. Apabila anda datang pada musim hujan, jalanan menuju pantai ini sangat licin. Untuk sampai ke Pantai Nyang Nyang, anda dapat menggunakan jasa taksi, mobil atau motor yang disewakan, atau dapat pula menggunakan jasa agen perjalanan.

Suasana pantai nyang nyang dengan pasir yang putih masih alami, untuk mencapai pantai tersebut anda bisa mengikuti petunjuk jalan dan bisa melalui tangga untuk melihat keindahan pantai nyang nyang dari atas bukit.

MAJALAH BALI | 5


TOKOH

Duet Ayah dan Anak

Kembangkan

ADITYA WATER SPORT BALI

M

embangun sebuah bisnis dan kemudian mengembangkannya bukanlah satu-satunya tantangan yang mesti dihadapi oleh seorang pebisnis. Justru tantangan yang paling sulit adalah ketika harus mempertahankan eksistensi bisnis tersebut dalam jangka panjang. Salah satu strategi bisnis yang dilaksanakan pendiri usaha demi menjaga keberlangsungan usaha adalah mempersiapkan generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan usaha.

JERO MANGKU I WAYAN HONDA Owner Aditya Water Sport

6| MAJALAH BALI


TOKOH

Jero Mangku I Wayan Honda adalah satu dari sekian banyak pebisnis yang memiliki pemikiran yang visioner. Ia tidak hanya pandai dalam menjalankan usaha jasa pariwisata, melainkan juga mampu memproyeksikan nasib perusahaannya di masa depan. Demi menjaga keberlangsungan perusahaan PT. Aditya Water Sport miliknya, ia telah mempersiapkan sang putra sulung untuk menjadi generasi penerus usahanya tersebut. Perjuangan seorang Jero Mangku I Wayan Honda dalam membangun bisnis pengadaan atraksi wisata air tidaklah mudah. Pria yang akrab disapa Mangku Wayan ini mesti melewati perjalanan yang penuh kerikil-kerikil tajam. Maklum, ia mendirikan usaha tersebut benar-benar dari titik

nol. Hanyalah tekad yang kuat dan keberanian tanpa keraguan yang menjadi modal dirinya membangun bisnis di industri pariwisata Bali.

memutuskan ketika dewasa, dirinya ingin mencari nafkah dari sumber daya kelautan.

Sejatinya, Jero Mangku Wayan berasal dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan di daerah Tanjung Benoa, Kabupaten Badung. Sang Ayah, I Nyoman Pondal dan Ibunya, Ni Nyoman Rumped (Alm). Meski hanya tamatan pendidikan SMA, tidak menyurutkan keinginan Mangku Wayan dalam berupaya meningkatkan taraf kehidupan keluarganya. Segera setelah tamat sekolah ia bekerja di laut. Memang, laut dan dia adalah dualisme yang tak dapat dipisahkan. Mengingat dirinya memang bertumbuh besar di kawasan yang dekat dengan laut. Hingga ia pun

Titik balik kehidupan seorang Mangku Wayan hingga menjadi seorang entrepreneur adalah ketika bom mengguncang Pulau Dewata untuk kedua kalinya. Pasca peristiwa bom bali II itu, ia justru semakin mantap hendak memiliki usaha sendiri. Tentunya usahanya itu masih berkutat di ranah pariwisata, yakni sektor yang dikenal menghasilkan pundipundi uang yang tak sedikit jumlahnya. Keinginannya tersebut sempat diutarakannya kepada kedua orangtua. Namun ayah dan ibunya memberikan jawaban yang mengecewakan.

Menjadi Entrepreneur

MAJALAH BALI | 7


“Mereka ragu karena saya tidak punya modal pada saat itu,� kenang Mangku Wayan.

Dalam waktu beberapa tahun, Berputus asa bukanlah sikap perusahaannya kian berkembang. yang dimiliki oleh sosok Mangku Mangku Wayan memberanikan Wayan. Tekadnya sudah bulat, diri mengajukan pinjaman lagi ingin berdiri di atas kedua kakinya demi mengembangkan sayap sendiri. Mulailah ia memutar otak, usaha. Salah satu hal yang bagaimana cara mendapatkan membuat Mangku Wayan yakin modal usaha yang tentunya tidak jika langkah yang ditempuhnya sedikit. Akhirnya ia menemukan ini memang sudah tepat yaitu solusinya. Ia memberanikan keberadaan relasi bisnis yang diri meminjam uang di Bank. dimilikinya. Ia percaya jejaring Modal tersebut ia gunakan pertemanan yang luas merupakan untuk membeli beberapa sarana salah satu potensi yang harus kegiatan water sport. dibangun oleh seorang wirausaha.

Meneruskan Usaha Cukup lama malang melintang di bisnis water sport, MangkuWayan mulai menggandeng putranya, I Wayan Satriawan untuk ikut bersama-sama mengelola usaha PT. Aditya Water Sport. Tentunya hal ini, menjadi tantangan tersendiri bagi Wayan Satriawan, mengingat beban tanggung jawab mengelola sebuah perusahaan yang telah beroperasi dalam hitungan tahun bukanlah hal yang mudah. Keraguan sempat menghampirinya, bahkan ia pun pernah bekerja di perusahaan lain.

WAYAN SATRIAWAN 8| MAJALAH BALI


Setelah bergabung di perusahaan, tak lantas menjadikan Wayan Satriawan langsung dipercaya duduk di kursi kepemimpinan usaha. Ia mengaku meniti karirnya dari level terbawah. Awalnya ia diberi tugas sebagai pengemudi kendaraan milik perusahaan yang mengantarkan para kliennya. Hal itu tidak membuat Wayan Satriawan merasa minder. Justru ia dapat memahami bagaimana perjuangan Sang Ayah dalam merintis usaha dari titik terbawah. Ia juga mengerti bahwa sebuah kesuksesan yang langgeng tidak diraih melalui proses yang instan, harus ada effort yang ditempuh untuk meraih cita-cita dan impian kita.

keputusan yang menyangkut urusan perusahaan. Ia mengaku tak jarang berbeda pendapat dengan ayahnya tercinta. Namun hal itu justru memperkuat tali relasi antar ayah dan anak tersebut. Mereka pun telah menyatukan visi misi mereka, yakni ingin mengembangkan usaha mereka ke bidang yang lain, bisnis kuliner salah satunya.

air yang menantang adrenalin. Di antaranya ada permainan banana boat, jet ski ride, donat ride, parasailling dan flying fish. Bagi wisatawan yang hobi menyaksikan keindahan pemandangan bawah laut Bali bisa mencoba wisata sea walker. Beda dengan menyelam, atraksi sea walker tidak mengharuskan penikmatnya menggunakan pakaian khusus menyelam dan tabung oksigen. Melainkan hanya menggunakan semacam helm pelindung sebagai alat bernafas selama di bawah air.

“Saya dan bapak sempat berencana ingin membuka restoran. Namun hal itu baru akan direalisasikan setelah usaha kami di sini benar-benar stabil,� ujar Satriawan. Penasaran akan keseruan atraksi water sport di atas? Silakan PT. Aditya Water Sport berlokasi hubungi Aditya Water Sport, Jl. di Jalan Pratama, Tanjung Benoa. Pratama No.105, Benoa, Kuta Saat ini Wayan Satriawan mulai Perusahaan ini menyediakan Sel., Kabupaten Badung, Bali. dilibatkan dalam berbagai beragam paket wisata olahraga Phone: (0361) 4728510

MAJALAH BALI | 9


MANFAAT

MANFAAT DAN KHASIAT JAMUR TIRAM

JAMUR TIRAM Jamur tiram (Pleurotus Ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok basidiomycota dan termasuk kelas homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. Jamur tiram yang biasa dijadikan sebagai bahan makanan yang sarat nutrisi ini, selain mengandung protein, vitamin dan mineral yang cukup tinggi ternyata juga memiliki kandungan jenis asam amino esensial yang lengkap. Terdapat sembilan jenis asam amino yang diketahui terkandung pada jamur tiram, yaitu lysine, methionin, trypthofan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin dan fenilalanin. Vitamin yang terdapat pada jamur tiram diantaranya adalah : B1 (thiamin), B2 (ribovlafin), niasin dan biotin. Sedangkan untuk mineralnya jamur tiram mengandung kalium, pospor, ferrum, 10| MAJALAH BALI

calsium, natrium, magnesium, cuprom dan lainlain. Keunggulan lain dari jamur tiram adalah tergolong ke dalam makanan atau penganan yang sehat karena bebas dari pestisida, pupuk dan bahan-bahan kimia lainnya.

MANFAAT DAN KHASIAT Jamur tiram baik dan aman untuk dikonsumsi setiap hari karena kandungan kalorinya rendah bahkan banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Secara garis besar, manfaat jamur tiram adalah berfungsi menekan kolesterol jahat di dalam darah, menyerap kelebihan kadar gula dalam darah dan menyeimbangkan metabolisme tubuh. Jamur tiram memiliki khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes dan anemia. Di samping itu, juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan, antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), antijamur, antibakteri, melawan atau menurunkan kolesterol serta bertindak sebagai antioksidan dan dapat meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh.


MANFAAT

RESEP SAYUR BENING JAMUR TIRAM Beberapa olahan masakan berbahan jamur tiram sangatlah banyak, salah satunya dapat dibuat resep sayur bening jamur tiram. Bahan dan Bumbu : 250 gram jamur tiram, cuci, potong-potong 3 gelas air garam, merica dan gula secukupnya bawang merah goreng untuk taburan CARA MEMBUAT SAYUR BENING JAMUR TIRAM Didihkan air dalam panci lalu masukkan jamur tiram. Masukkan garam, merica dan gula secukupnya, aduk supaya larut. Angkat sayur jamur setelah matang, tempatkan dalam suatu wadah atau mangkuk sayur lalu taburi bawang merah goreng di atasnya. Sajikan.

MAJALAH BALI | 11


TOKOH

Bali

TETAP MENJADI PRIMADONA SELAMA TETAP MEMELIHARA BUDAYA

I NENGAH SUDIARTHA | PIMPINAN KUSUMA RESORT

P

ersaingan di industri pariwisata ASEAN kian menggeliat tatkala beberapa negara kian membenahi sektor pariwisata mereka. Misalnya saja Thailand. Negeri gajah putih itu saat ini telah menjadi ikon baru pariwisata di Asia Tenggara. Bagaimana tidak, Thailand mampu menarik wisatawan dengan embel-embel “wisata murah meriah”. Serta adanya regulasi bebas visa yang menjadi bukti keseriusan pemerintah Thailand demi menunjang perputaran roda sektor pariwisata mereka. Kehadiran Thailand maupun destinasi wisata baru lainnya memang menjadi kompetitor bagi pariwisata Bali. Pulau Bali selama ini telah menjadikan sektor pariwisata sebagai

12| MAJALAH BALI

dapur perekonomian. Bila sektor ini mengalami kelesuan, tentu saja akan berimbas langsung pada kondisi ekonomi masyarakat Bali. Salah seorang praktisi pariwisata Bali, I Nengah Sudiartha, mengamini adanya pertalian yang erat antara pariwisata dan perekonomian Bali. Sehingga sebagai insan yang mendulang rejeki dari sektor pariwisata, Nengah Sudiartha senantiasa berharap Bali akan terus berada pada kondisi yang prima dalam menghadapi persaingan dengan destinasi wisata lainnya. Bahkan, Nengah Sudiartha pun yakin bahwa Bali akan terus menjadi primadona pariwisata dunia. “Bali memiliki nilai jual yang tidak

Pulau Bali memiliki daya tarik tersendiri sehingga mampu menarik minat para pelancong dari seluruh dunia untuk menyambanginya. Keelokan alam serta keunikan budaya Bali merupakan dua faktor yang memikat hati para wisatawan. Namun perlu diakui, saat ini beberapa negara di ASEAN tengah mengembangkan sektor pariwisata secara serius. Sebut saja Thailand dan Singapura. Lantas, bagaimanakah pegiat pariwisata Bali menghadapi persaingan tersebut?

dimiliki daerah lainnya. Hal itu tidak lain budaya Bali. Banyak daerah yang menawarkan keindahan alam atau atraksi wisata yang menarik, namun mereka tidak mampu menghadirkan kebudayaan serta kesenian yang sakral seperti di Bali,” tegas Nengah Sudiartha. Tantangan yang dihadapi Bali saat ini pun semakin berat lantaran adanya aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Bali, yaitu Gunung Agung. Meski sempat merasakan sepinya aktivitas pariwisata pasca status tanggap darurat bencana Gunung Agung, Nengah Sudiartha tetap optimis kondisi di Bali akan kembali seperti sedia kala.


TOKOH

Mengembangkan Akomodasi Nengah Sudiartha merupakan salah satu saksi sejarah perkembangan pariwisata di Kuta. Ia lahir dan bertumbuh di Seminyak, ketika daerah tersebut belum terjamah industrialisme. Gambaran masa kecil Nengah Sudiartha mengenai daerah Seminyak yakni hamparan sawah yang luas. Ia pun menceritakan bahwa masyarakat di seantero Kuta pada masa puluhan tahun silam umumnya berprofesi sebagai petani saja. Termasuk juga orangtua Nengah Sudiartha. “Dulu pusat pemukiman warga hanya ada di Jalan Arjuna ini. Sisanya masih berupa area persawahan,� kenang Nengah Sudiartha. Kini, saat pariwisata menjadi komoditi unggulan masyarakat Kuta, ia ikut mencoba peruntungan dari sektor pariwisata. Nengah Sudiartha mendirikan akomodasi penginapan bernama Kusuma Resort di tempat tinggalnya sendiri, Jalan Arjuna Gang Raja No.6, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung. Nengah Sudiartha mengakui jika dirinya termotivasi untuk terjun ke pariwisata, khususnya pada bisnis hospitality ini lantaran ingin menyiapkan bekal masa depan untuk Sang Anak. Ia menyadari persaingan menembus dunia kerja saat ini demikian ketat. Sehingga melalui usaha penginapan yang ia dirikan tersebut, nantinya bisa menjadi modal usaha bagi generasi-generasi berikutnya. Kusuma Resort merupakan akomodasi yang nyaman, berjarak sekitar 5 menit jalan kaki dari Pantai Seminyak. Resort ini memiliki kolam renang, restoran, dan akses Wi-Fi gratis di semua area akomodasi. Kamar-kamar di Kusuma Resort menampilkan dekorasi Bali kontemporer dengan perabotan bernuansa kayu. Semua kamar dilengkapi AC dan menyediakan fasilitas kamar mandi pribadi. Minibar dan kulkas juga disediakan. Kusuma Resort sangat mudah diakses dari bandara, hanya berjarak sekitar 7 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai dan 15 km dari Kota Denpasar.

MAJALAH BALI | 13


TOKOH

Pelajari dan Hayati Dunia Pariwisata

Ida Bagus Paramartha

Bendesa Adat Desa Pakraman Sanur | Pemilik Laghawa Beach Inn

M

encintai dunia pariwisata, kesan itulah yang kami dapatkan saat berbincang dengan Ida Bagus Paramartha, Bendesa Adat Desa Pekraman Sanur sekaligus pemilik Laghawa Beach Inn. Ia mengungkapkan kecintaan sekaligus kekecewaannya terhadap sikap yang kurang menghargai peninggalan budaya di Museum Le Mayeur. Bali dengan pariwisata budaya yang berlandaskan agama di dalamnya, tentu tidak bisa dibandingkan dengan Singapura, salah satu

14| MAJALAH BALI

negara Asia Tenggara yang memiliki perekonomian maju, tapi dalam hal budaya Bali masih lebih baik.

karena masyarakat yang sudah mulai memiliki kesibukan masing-masing di luar lingkungan desa.

Hampir seluruh wilayah di Bali sudah dikenal oleh warga asing, salah satunya yang indah ialah desa Sanur yang menjadi bagian dari kota Denpasar. Bila menyebut Sanur, ingatan kita akan langsung tertuju pada pantainya yang terletak persis di sebelah timur kota Denpasar. Selain panorama yang indah, Sanur juga terkenal dengan adat dan istiadat yang masih terjaga hingga sekarang, walau ada beberapa tradisi yang dipersingkat waktunya

Bila menengok kembali kebelakang membandingkan desa Sanur yang dulu dan sekarang, pria kelahiran 16 Maret 1956 ini tidak melihat perbedaan yang signifikan. Hanya terjadi pergeseran, karena masyarakat sudah memiliki kesibukan masing-masing di luar lingkungan desa. Misalnya saja, usai melakukan upacara adat, masyarakat Sanur khususnya melakukan ngejot – tradisi memberikan makanan kepada para tetangga sebagai tanda terima


TOKOH kasih, yang menghabiskan waktu berbulan-bulan, kini waktu ngejot mulai dipersingkat tanpa menghilangkan makna dari tradisi ngejot itu sendiri. Bersyukurlah Ida Bagus Paramartha terlahir dari keluarga yang berkecukupan, kakeknya meninggalkan aset keluarga Laghawa Beach Inn yang masih bertahan sampai sekarang dan orangtua bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Memulai sesuatu tidak semudah mempertahankan, Laghawa Beach Inn yang terletak di jalan Danau Tamblingan No 51, beberapa langkah dari pantai dengan pemandangan yang indah, tentu tidak terlepas dari nilai objek pajak yang tinggi. Bagus Paramartha terus mengelola dan mengupdate hotel yang memiliki 38 kamar ini agar tetap berjalan sebagaimana mestinya, jangan hanya asyik mengejar keuntungan tapi melalaikan kewajiban. Setelah menjabat sebagai kepala desa, ia diberi amanah sebagai bendesa adat yang sudah hampir tiga tahun ia pegang. Tentu tidak mudah membagi waktu antara bisnis, mengabdi kepada masyarakat, bahkan saat itu ia tengah menyelesaikan studi S2 Ilmu Pariwisata di Universitas Udayana. Sebelum menamatkan diri, ia mengambil tema tesis tidak jauh dari daerah asalnya, bagaimana merevitalisasi wilayah Sanur yang kecil dengan nama yang sudah sohor di manca negara.

Kecintaan dengan Dunia Pariwisata Mencintai dunia pariwisata, Bagus Paramartha mengungkapkan kekagumannya kepada Le Mayeur, seorang pelukis dari Belgia yang menikahi penari legong sekaligus menjadi model lukisnya, Ni Nyoman Pollok. Tapi dibalik kekagumannya, ia kecewa dengan pihak yang kurang menghargai nilai dari peninggalan budaya yang sangat berharga, hal itu ia sampaikan selaku bendesa adat Sanur dalam diskusi dengan masyarakat Sanur. Saat itu Bagus Paramartha mengunjungi Vila Le Mayeur, ia melihat barang-barang peninggalan Le Mayeur seperti tempat tidur, sofa, tas yang seharusnya sudah diserahkan kepada negara. Tapi mengapa barang-barang tersebut malah masih ditemukan di tempat umum, itulah yang menjadi alasan dari ayah yang bernama Ida Bagus Oka Natha dan ibu, Ida Ayu Kompyang ini harus ada rasa benarbenar mempelajari dan menghayati untuk mengambil peran dalam dunia pariwisata. Sebagai bendesa adat, ia berharap agar hal seperti ini lebih dipertegas lagi. Selain sebagai bendesa adat, Bagus Paramartha juga

Masyarakat Sanur yang 75% bekerja di pariwisata, tentu merasakan dampak besar bencana Gunung Agung. Bukan hanya sebagai bendesa adat, ia yang memiliki bisnis yang sangat bergantung dengan dengan warga asing, sangat berharap Desember ini pariwisata dapat pulih kembali, setelah November kemarin mengalami jumlah penurunan 14 hingga 15 ribu wisatawan.

Kantor Bendesa dan LPD Sanur

MAJALAH BALI | 15


TOKOH menjadi pengawas Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Anak kedua dari delapan bersaudara ini menjelaskan bahwa ruang lingkup sebuah LPD hanya di desa pekraman saja sesuai dengan peraturan dari LPD itu sendiri. Hingga saat ini LPD Sanur menduduki peringkat ke-3 dari 43 LPD di Denpasar, terbukti telah banyak membantu masyarakat desa untuk memenuhi kegiatan perekonomian mereka. Sanur, desa kecil nan indah tapi memiliki nama yang besar. Bagus Paramartha berharap, masyarakat Sanur khususnya anak muda, dapat menjaga kebudayaan dan tradisi dengan memanfaatkan teknologi yang semakin maju. Jangan sampai justru teknologi yang membodohi diri hingga waktu terbuang sia-sia dan melupakan orang-orang sekitar. Besar kuatnya suatu wilayah tidak bisa diukur dengan angka, besar kuatnya suatu wilayah dapat diukur dari pengetahuan masyarakatnya tentang agama yang melandasi kecintaan akan kebudayaan dan tradisi.

Laghawa Beach Inn Hotel Alamat: No. 51, Jl. Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar Timur, Denpasar City, Bali 80228 Telepon: (0361) 288494

16| MAJALAH BALI

Laghawa Beach Inn


TOKOH

Kisah PETUALANG SEJATI Pendiri SARI ORGANIK Blak-blakan dan apa adanya, begitulah Nilawati mengungkapkan kisahnya sejak kecil hingga sukses membangun Sari Organik. Tempaan-tempaan yang ia alami selama petualangannya dari pekerjaan satu kota ke kota yang lain, benar-benar sulit untuk dibayangkan bila hal itu menimpa pada diri kita. Tidak hanya jatuh bangun untuk mendapatkan uang, berbagai keterpurukan pun menimpa dirinya demi memberi rejeki kepada orangtua, khususnya sang ayah. KADEK NILAWATI OWNER SARI ORGANIK

Kadek Nilawati lahir di Desa BayungKintamani, ayahnya seorang pande besi dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil ia sudah ikut ayahnya pergi merantau, bekerja menjual pisau. Tidak tega melihat orangtuanya bekerja keras mencari uang, ia pun bertekad untuk merantau dan mencari pekerjaan. Selain keinginan kuat untuk membantu orangtua, Nila mengungkapkan dirinya memang suka dan memiliki jiwa petualang, mungkin karena jiwa inilah ia tidak pernah mau ambil pusing apalagi stres, di setiap liku jalan yang ia temui dalam petualangannya. Singaraja merupakan petualangannya yang pertama. Sebelum ia menapaki kakinya, wanita kelahiran Kintamani

20 Juli ini meminta izin kepada orangtuanya untuk ikut teman ayahnya ke Singaraja. Setelah mendapatkan izin, ia pun berangkat dengan riang untuk mendapatkan uang. Sore harinya ia tiba di Singaraja, dengan ekspresi wajah yang penuh ketakjuban melihat suasana kota yang sudah berkembang dengan cahaya lampu dimana-mana, berbanding terbalik dengan keadaan desanya yang hanya bercahayakan lampu petromak. Dari sana timbulah kebanggaan tersendiri dalam benaknya, di umur belia ia sudah menginjakkan kakinya di kota. Hal itu kemudian memacunya untuk mendapatkan pekerjaan demi membantu keuangan keluarga dan tinggal di Singaraja.

Menggeluti Berbagai Pekerjaan Di Singaraja Nilawati bekerja sebagai pembantu rumah tangga, segala pekerjaan ia lakukan dari mengepel hingga memotong rumput. Setiap bulan ia mendapat uang Rp. 1.500 uang tersebut ia kumpulkan untuk dibawanya pulang diberikan kepada orangtuanya. Saat pulang ke rumah, ia menceritakan pengalamannya yang menyenangkan bekerja di Singaraja, ia tidak ingin orangtuanya terlalu mencemaskannya, walaupun kenyataannya ia memang harus bersusah payah untuk mendapatkan uang.

MAJALAH BALI | 17


TOKOH Dari pembantu rumah tangga, petualangannya berlanjut bekerja di bengkel dekat Pasar Singaraja. Dengan berpakaian seperti laki-laki, ia mengganti ban, memperbaiki mobil, dan menyemir keramik. Semua itu ia kerjakan dengan sepenuh hati tanpa menyisakan pekerjaan sedikit pun. Dari bengkel, ia bekerja sebagai penenun sarung di Jalan Dewi Sartika, Singaraja. Berdasarkan filosofi kakiyang (kakek) saat ia berhasil menghasilkan satu tenunannya yang pertama, simpanlah itu untukmu sendiri. Sampai saat ini walau warnanya sudah tidak secerah dulu, sarung hasil tenunannya yang pertama masih ia simpan. Pada saat hari raya, ia kembali pulang ke rumah, mendengar pekerjaan anaknya yang berganti-ganti, mengundang tanya orangtuanya, mengapa ia tidak memilih satu pekerjaan saja. Ia pun menjawab dengan santai, ia hanya ingin mencoba semua pekerjaan. Mendengar jawaban anaknya, ayahnya pun menasehati “Kamu ini anak perempuan, harus pintar menjaga diri, kalau membawa diri dengan buruk, sulit untuk membersihkan keburukan itu.� Hingga saat ia menceritakan kembali, nasehat itu masih terngiang dalam ingatannya. Petualangannya pun berlanjut, karena keingintahuannya yang besar tentang Denpasar, ia pun bersemangat saat ada tawaran untuk bekerja sebagai pembantu untuk orang sakit. Malang tidak bisa dihindar, dikarenakan mendapat majikan yang tidak baik, dirinya lebih baik memilih keluar dari pekerjaannya. Dari Denpasar, ia berangkat ke Surabaya dengan menaiki bus di terminal dengan harga tiket Rp. 750,00 saat itu. Di dalam bus, ia duduk bersebelahan dengan warga asal Belanda yang menawarkannya untuk bekerja sebagai baby sitter di rumahnya. Karena keterbatasan bahasa asing, Nila menyangka ia ditawarkan untuk bekerja menjaga babi. Tanpa pikir panjang ia langsung menyetujui tawaran tersebut, dan ikut ke dalam mobil milik warga Belanda tersebut sesampainya di Surabaya.

18| MAJALAH BALI

Sesampainya di rumah tempat ia bekerja, ada sorang nenek tua yang pandai dalam bahasa Jepang, Belanda dan China menjelaskan setiap detail pekerjaan yang akan ia lakukan. Nila yang dalam berbahasa Indonesia saja tidak lancar, hanya bisa menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi dengan nenek tersebut. Tapi beruntung, nenek tersebut bisa berbahasa Jawa, dari sanalah ia lebih menguasai bahasa Jawa lebih dulu dibandingkan bahasa Indonesia. Mengetahui yang ia rawat ternyata bukan babi, ia meminta maaf

kepada nenek tersebut karena tidak bisa merawat bayi. Nenek tua itu kemudian mengajari Nila bagaimana menggantikan popok dan memenuhi segala kebutuhan bayi tersebut selama tiga tahun. Memiliki jiwa petualang sejati, Nila berangkat lagi ke Surabaya mencari pekerjaan. Sesampai di terminal Surabaya, ia bekerja sebagai kernet yang sudah paham betul dengan kerasnya lingkungan terminal. Baku hantam dengan sopir yang asyik-asyik bersantai menikmati uang hasil jerih payahnya tanpa membagikannya sedikit pun. Tapi


TOKOH hal tersebut dapat ia netralisir dan membuat sopir itu kapok untuk mengulanginya lagi. Nila yang tidak pernah sekolah, pun mulai belajar menulis pada saat ia melamar sebagai tukang masak di Restoran Permata Hijau di Jakarta milik promotor musik Sofyan Ali. Hingga akhirnya ia diterima walau sempat diremehkan oleh Mulyadi, manager restoran tersebut. Ia lalu menikah dan memiliki dua orang anak yang saat ini sudah berprofesi sebagai bidan dan kuliah di Yogyakarta. Karena suaminya suka berjudi ia pun memutuskan untuk bercerai dan menjadi single mother.

Ia kemudian kembali ke Bali, dengan membawa uang sebanyak 10 juta untuk ayahnya. Tapi sayang, ayahnya telah pergi untuk selamanya tanpa melihat Nila membawakan uang untuknya. Ia tidak dapat menutupi kesedihannya, tapi juga tak mau lama-lama larut dalam kesedihannya. Singkat cerita hal yang membuat Nila membangun Sari Organik di jalan Penestanan Kelod-Gianyar, saat ia melihat bagaimana padi dan bahan-bahan makanan lainnya yang disemprot bahan-bahan kimia, untuk mempercepat pertumbuhannya. Tidak tinggal diam, ia menyewa tanah untuk ditanami padi dan sayur-mayur yang benar-benar organik tanpa menggunakan bahan kimia sejak tahun 2006 hingga berkembang dan disambut hangat oleh masyarakat hingga sekarang. Perjuangan hidup Nila seperti tidak ada habisnya. Walaupun ia tidak pernah sekolah, tidak mengenal baca tulis dan belum lancar dalam berbahasa indonesia, tidak ada yang mampu menyulut api semangatnya dalam mencari rezeki. Dengan jurusan andalan, akal dan keberanian di setiap petualangan hidupnya, iya meyakini Tuhan akan selalu ada di setiap jalannya dan bagi mereka yang akan selalu memegang teguh pada kejujuran.

Nasi Campur with Chicken & Bodag salad MAJALAH BALI | 19


TOKOH

Membangun

DAERAH ASAL Dari

TANAH RANTAU

M IDA BAGUS BIMA PUTRA

Wakil Ketua DPW Partai Nasdem | Ketua Forum Sekar Gus Bim begitu panggilan akrabnya bersama beberapa kerabat memiliki program-program kerja yang bersinergi dengan program pemerintah daerah dan provinsi. Ia bertekad untuk mendukung sepenuhnya program pemberantasan kemiskinan di Karangasem. Mulai dari pemberantasan kampung gepeng, bedah rumah , peningkatan pemberdayaan warga, pemerataan pembangunan dan membantu meningkatkan perekonomian. Ia sangat konsisten membangun daerah asalnya agar menjadi daerah dengan perekonomian dan sumber daya manusia yang lebih baik. Ia bersama para akademisi di Forum Sekar menyuarakan ke berbagai stakeholder untuk lebih memperhatikan dan mempromosikan Karangasem dengan potensi wisata dan alam yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Ia menyatakan bahwa selama ini kurangnya pemerataan pembangunan di Karangasem menjadi faktor utama penghambat kemajuan daerahnya. Pria yang hobi dengan sepak bola ini tidak hanya mengajak anggota Forum Sekar untuk semata-mata 20| MAJALAH BALI

erantau meninggalkan kampung kelahiran pasti pernah dialami oleh sebagian orang. Banyak hal yang membuat seseorang harus meninggalkan kampung tempatnya tumbuh dan besar. Entah karena faktor pendidikan, pekerjaan, menikah dan lainnya. Hal ini juga yang dialami oleh seorang Ida Bagus Bima Putra. Pria asli kelahiran Karangasem, 26 Maret 52 tahun silam ini menjadi penggerak organisasi atau Forum Serikat Karangasem atau disingkat Forum Sekar. Ia yang telah 4 tahun menjabat sebagai Ketua Forum Sekar merangkul seluruh warga asli Karangasem yang merantau keluar daerah untuk tetap menjaga keutuhan, kekeluargaan dan kebersamaan.

memajukan Karangasem saja melainkan menghimbau untuk turut serta mendukung program kerja kepala daerah tempat mereka merantau. Seperti dengan turut serta mensosialisasikan program penghijauan dan kebersihan di Denpasar. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Nasdem ini mengemukakan bahwa Forum Sekar tidak berafiliasi dengan partai politik manapun namun mempersilahkan kepada anggota forum untuk berkarir di politik. Hanya saja ia menggaris bawahi bahwa ketika sudah memasuki pertemuan forum, seluruh anggota diharapkan melepas seluruh atribut partai dan title pendidikan guna menjaga keutuhan sebagai warga Karangasem. Ida Bagus Bima Putra menyatakan bahwa ia mengapresiasi kinerja Bupati Karangasem yang memberikan banyak perubahan kearah yang lebih baik. Pemberantasan kampung gepeng menjadi keberhasilan agar stigma sebagai wilayah yang menyumbang peminta-minta tidak lagi disandang. Ide Bupati untuk membagi Karangasem menjadi wilayah-wilayah tertentu

menjadi fokus tersendiri. Seperti pembagian wilayah agama dengan adanya pura Besakih sebagai pura besar pusat peribadatan umat Hindu yang terletak di Karangasem. Wilayah pertanian seperti pemberdayaan dan pembekalan para petani penghasil salak. Wilayah peternakan, wilayah nelayan untuk daerah pesisir pantai dan lainnya. Kemudian ia juga berterima kasih kepada Bupati Karangasem yang mau mendengar masukan dari Forum Serikat. Ke depannya ia masih berharap agar pemerintah sebagai pemegang otoritas lebih memperhatikan pemerataan pembangunan agar masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan memiliki akses pendidikan, pekerjaan, dan perekonomian yang sama baiknya dengan wilayah-wilayah lainnya. Sebagai wakil ketua DPW Nasdem Bali, Harapan Forum Sekar untuk Gubernur Bali yang akan datang benarbenar memperhatikan pemerataan pembangunan di segala bidang dan bisa menjaga rohnya bali atau menjaga taksunya Bali, menjaga adat, budaya dan melaksanakannya.


TOKOH

SERIBU KEBAIKAN DARI SETETES ASI dr. Oka Dharmawan, IBCLC, MARS Direktur Utama RS Bali Med

Kasih ibu sepanjang masa. Demikian ungkapan yang menggambarkan betapa besarnya cinta seorang ibu kepada seorang anak, bahkan tak terbatas dimensi waktu. Budi baik seorang ibu tidak berhenti pada saat ia melahirkan Sang Buah hati, namun berlanjut pada saat Sang Ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) dalam kurun waktu tertentu. Manfaat ASI telah terbukti secara faktual memberikan seribu manfaat bagi seorang bayi. Salah satu Dokter Ahli Laktasi di Bali, dr.Oka Dharmawan, mengkonsumsi ASI saat bayi dapat mencegah beragam penyakit di masa depan. Dokter Oka, demikian sapaan akrabnya. Saat ini ia bertugas sebagai Manager

Operasional di Rumah Sakit Bali Med, Denpasar- Bali. Selain itu, Dokter Oka juga dikenal sebagai Konsultan ASI dan Dokter Laktasi. Ia menjelaskan bahwa pemberian ASI kepada para bayi secara tepat akan mencegah penyakit mematikan di masa depan. Bahkan ia meyakini bahwa konsumen ASI dapat berusia lebih panjang. “Ketertarikan saya terhadap ilmu mengenai ASI berawal ketika saya berpraktek di sebuah puskesmas di Lombok tahun 2005. Ketika itu saya dan teman-teman di lapangan menerima kasus anak gizi buruk marasmus atau kwasiorkor secara rutin setiap bulannya di puskesmas, yang membuat kami semua tertarik untuk mendalami dan mencegah agar tidak terulang lagi,” ujar lulusan Fakultas

Kedokteran Universitas Surabaya tersebut.

Airlangga

Setelah diselidiki ternyata telah terjadi kesalahan dalam pola pemberian makan pada bayi yang mengakibatkan kekurangan gizi. Dokter Oka beserta rekan sejawatnya kemudian mulai melakukan deteksi dini kondisi gizi bayi dan melaksanakan tindakan pemberian makanan tambahan. Kemudian di tahun 2010 ia ditugaskan ke Denpasar, Dokter Oka mulai mengkampanyekan upaya meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan ASI sebagai makanan utama bayi sehingga bayi dapat tumbuh dengan sehat dan terhindar dari resiko penyakit degeneratif di masa depannya. “Sejak saat itu mulai terjadi peningkatan kesadaran para ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi mereka. Bahkan para ibu yang mengadopsi bayi pun ingin memberikan ASI kepada putra-putri mereka,” ujar dokter yang berpraktek di Klinik Laktasi di RS Bali Med tersebut. Beragam kegiatan yang dilaksanakan di Klinik Laktasi Dokter Oka di antaranya : Persiapan psikis ibu, Pemeriksaan puting susu, Penjelasan tentang manfaat ASI dan kerugian susu formula, Memahami Cara kerja payudara dan menyusui, Kiat sukses menyusui yang meliputi Penjelasan pentingnya IMD, Rawat Gabung, Teknik menyusui (Posisi dan perlekatan), Dukungan ibu menyusui, serta gizi ibu hamil. MAJALAH BALI | 21


TOKOH

PENGABDIAN LEWAT PENDIDIKAN Ketut Suanaya

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pariwisata Bali Dwipa Suanaya mencurahkan seluruh pikiran, pendapat, tenaga sebagai perwujudan kepeduliannya kepada generasi penerus bangsa. Seperti panggilan jiwa, hatinya bergetar, dan tidak mau tinggal diam, walaupun ia memiliki latar belakang Perwira Polisi, segalanya bisa dipelajari asal ada ketekunan dan hati yang tulus didalamnya.

22| MAJALAH BALI


TOKOH

S

emua itu berawal saat Suanaya pensiun dari dunia militer tahun 2000. Sebelumnya, ia adalah seseorang yang berkomitmen untuk menjadi seorang Perwira Polisi yang total mengabdikan diri dan memberikan contoh tauladan kepada masyarakat “Polisi dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat� , apapun pantangan menjadi seorang polisi, pantang baginya untuknya melanggar.

hal yang ia pegang adalah sebelum memberi contoh yang baik, ia harus mendidik dirinya untuk menjadi pribadi yang jujur dan benar, hal itu juga berlakukan saat ia mulai belajar tentang dunia pendidikan. Tahun 1979, Pak Harto mencanangkan bahwa Bali kawasan pariwisata, dari pandangan selaku Presiden saat itu, ia melihat itu sebagai kesempatan, apalagi karirnya di dunia militer memberi

ia pengalaman berharga bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Tokoh yang dapat memberinya petunjuk dan bertukar pikiran di dunia pendidikan, diantaranya Merta Ketua Kantor Wilayah Pendidikan. Tanpa banyak basa basi, ia langsung meminta bantuan dan pendapat Merta untuk membangun SMA plus Pariwisata. Merta pun langsung menanggapi pernyataan Suanaya, “Gus, anda ini bukan guru, kamu sekarang mau buat sekolah?

Prihatin, itulah yang ia rasakan saat bertemu dengan masyarakat, khususnya remaja yang tidak terurus pendidikannya. Saat itu pria kelahiran Kapal ini, masih berkarir di dunia militer, tapi hatinya sudah resah memikirkan, bagaimana remajaremaja itu menempuh pendidikan dan apa yang akan mereka kerjakan kelak untuk masa depan. Terbesitlah dalam pikirannya untuk membantu masyarakat lewat pendidikan dengan komitmen yang tinggi berjuang untuk menjadi pendidik yang baik. Seperti saat memimpin pasukan, MAJALAH BALI | 23


TOKOH

kurikulum sekolah pariwisata pun belum sama sekali ada di Bali�. Ia pun menjawab “Jadi disini saya minta tolong dan petunjuk Bapak, agar diajarkan kurikulum seperti apa digunakan�. Merta pun menjelaskan untuk membangun sekolah plus pariwisata, harus memiliki kurikulum yang jelas, dengan jumlah 20 siswa dalam satu kelas agar lebih mudah dalam melatih ketrampilan siswa. Walau sempat beradu argumen, ia langsung mengiyakan seluruh persyaratan, karena mendapat tanda perizinan. Bersama kakaknya yang menyediakan tanah untuk lokasi, dibangunlah Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP), setelah itu dilanjutkan membangun sekolah dengan jenjang diploma yang dipegang oleh keponakan-keponakannya begitupun dengan SMIP Mengwitani. Saat itu ia teringat dengan salah satu tokoh yang pernah ia temui, Merta Suteja yang membangun sekolah Pusat Pendidikan Perhotelan dan Pariwisata (P4B) di Sanur dan bergabung dengannya. Oleh Merta Suteja ia diminta untuk

24| MAJALAH BALI

membangun sekolah P4B di Kuta, karena tidak menemukan lokasi untuk membangun sekolah, ia kemudian berhubungan dengan kepala kantor wilayah, Wayan Raka Subawa yang menggantikan posisi Merta, sebagai ketua sebelumnya. Akhirnya sekolah tersebut bertahan lama yang meminjam lokasi di SD 4 Kerobokan, yang masih sepi dengan siswa. P4B Kuta mengalami pertumbuhan yang pesat berkat bantuan yang datang silih berganti dan antusias masyarakat

untuk melanjutkan ke pariwisata begitu besar. Komitmennya dalam mengabdi, tanpa memikirkan berapa rupiah yang ia dapatkan, malah disalahgunakan oleh salah satu dosen di P4B saat itu, tanpa pikir panjang, ia lalu segera bertindak tegas, dengan mengeluarkan dosen tersebut. Setelah ia pensiun dari Purnawirawan Polisi, ia menjual mobil dan menggunakan pesangon yang ia dapatkan, untuk mengontrak


TOKOH

tanah dan mendirikan kampus di tahun 2002. Masih kita ingat tragedi bom bali, membawa dampak yang besar bagi pariwisata Bali, begitupun kampus yang didirikannya sepi peminat, bersyukur keluarga sangat memahami keadaannya saat itu. Melihat hal itu, Wayan Beratha kemudian memanggilnya untuk membatalkan pendirian kampusnya, dan menyarankan untuk membangun SMK. Didirikanlah SMK Pariwisata Dalung (SMK PRADA) di jalan Mudu Taki II (Gatot Subroto Barat) Kuta Utara, Badung diatas tanah kurang lebih seluas 22 are dibawah Yayasan Pendidikan

Pariwisata Bali Dwipa. Terdiri atas program akomodasi perhotelan yang menggeluti bidang front office dan house keeping dan program tata boga untuk mengasah keahlian di bidang jasa boga yang berkaitan dengan kitchen, bar dan restoran. Jumlah siswa sudah mencapai kurang lebih 900 siswa dengan jumlah guru kontrak 40 orang, 28 guru honorer. Laboratorium praktek pun sudah disesuaikan dengan fasilitas hotelhotel berbintang. Bali boleh berbangga sebagai salah satu destinasi wisata dunia, tapi Bali tidak boleh terlalu terlena, karena

daerah lain seperti Banyuwangi mulai menunjukkan keelokan dan fasilitas yang mulai bersejajar dengan Bali, begitulah tanggapan Suanaya mengenai keadaan pariwisata saat ini di Bali. Ia pun menambahkan, jangan sampai Bali disamakan atau dibandingkan dengan daerah lain, Bali masih butuh “ajeg bali� yang selama ini rasanya hanya masih sekedar wacana. Untuk menepis permasalahan ini, ia membangun pasraman budaya, dimana siswasiswi minimal dapat belajar membuat banten upacara agama hindu. Semangat yang tidak pernah luntur, disertai kepekaan dan komitmen dalam mengabdi, inilah sukses versi Suanaya. Sampai saat ini, ia belum paham mengapa ia dapat bertindak sejauh ini, hingga memutuskan untuk memensiunkan diri dari dunia militer demi memajukan pendidikan pariwisata. Dengan lantang, ia berkata semuanya hanya keyakinan yang begitu besar di setiap langkah yang ia ambil, dan Tuhan yang selalu memberkati di setiap jalannya.

MAJALAH BALI | 25


INFORMASI

Dampak Jika Kita Sering Mengucek Mata

1. Infeksi mata

3. Glaukoma

Salah satu alasan kenapa mengucek mata adalah kegiatan yang kurang baik adalah karena tangan yang anda gunakan untuk mengucek, mungkin saja dipenuhi dengan bakteri dan parasit yang bisa menyebabkan mata infeksi.

Glaukoma adalah penyakit pada mata yang diakibatkan oleh rusaknya saraf mata, dan akan bertambah parah jika tidak segera ditangani. Kerusakan saraf mata ini terjadi karena adanya peningkatan tekanan pada mata, yang bisa juga disebabkan oleh kebiasaan mengucek mata yang Mata dilindungi dengan membran berlendir, yang terlalu keras dan sering. berfungsi untuk menjaga kelembaban mata setiap saat dan tempat yang sangat disukai bakteri serta Kebanyakan orang yang menderita glaukoma parasit sebagai tempat tinggalnya. Ketika anda pada awalnya tidak merasakan gejala atau tanda melakukan berbagai kegiatan, seperti memegang apapun. Sehingga, sering kali penderita datang barang, berkontak dengan hewan atau orang lain, dengan tingkat keparahan glaukoma yang dan kemudian tidak mencuci tangan, bayangkan cukup tinggi dan mengakibatkan ia kehilangan apa yang terjadi jika tangan yang tidak dicuci itu kemampuan penglihatannya, atau bahkan buta. lalu digunakan untuk mengucek mata.

2. Kantung mata hitam Banyak yang beranggapan bahwa kantung mata yang hitam disebabkan oleh kelelahan dan kurang tidur. Tetapi sebenarnya tidak hanya itu yang bisa menyebabkan Anda memiliki kantung mata besar dan hitam. Kebiasaan mengucek mata juga dapat mengakibatkan kantung mata menjadi semakin hitam. Oleh karena itu, mulai sekarang hindari kebiasaan mengucek mata agar kantung mata tidak bertambah besar dan hitam.

26| MAJALAH BALI

4. Kornea mata berubah bentuk Keratoconus adalah gangguan yang terjadi pada kornea mata yang berubah bentuk. Normalnya, kornea berbentuk seperti kubah dan kadangkadang berubah menjadi seperti bentuk bola. Namun pada penderita keratoconus, sel-sel kornea rusak kemudian tidak bisa menahan bentuknya dan berubah seperti bentuk kerucut karena kornea menonjol ke luar. Kondisi ini membuat penderitanya susah untuk melihat jika tidak menggunakan lensa atau kacamata. Keratoconus bisa diakibatkan karena kebiasaan mengucek mata yang sering.


ADVERTISEMENT THE SHANTI RESIDENCE Alamat: Jalan Gunung Payung, Banjar Sawangan, Benoa, Nusa Dua, Benoa, Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: (0361) 4771677

HIBACHI VOYAGE RESTAURANT AND BAR Alamat: Jl. Raya Kerobokan No.98, Seminyak, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: 0822-4781-0789

BPR ARUNA NIRMALADUTA

STIKES WIRAMEDIKA

Alamat: Jl. By Pass Dharma Giri No.100X, Bitera, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali 80515

Alamat: Jalan Kecak No.9A, Tonja, Denpasar Utara, Tonja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80236

Telepon: (0361) 8958344

Telepon: (0361) 427699

CHEESE WORKS

MELASTI BEACH RESORT & SPA Alamat: Jalan Padma Utara, Pantai Legian, Kuta, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

Alamat: Banjar Pagutan, Batu Bulan, Sukawati Gianyar, Bali 80582 Telepon: (0361) 4701252

GOLDEN MONKEY

Telepon: (0361) 755971

Alamat: Jalan Dewisita, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571

CIWA SEMPURNA DIVE & WATERSPORT Alamat: Nusa Dua, Jl. Pratama, Benoa, South Kuta, Badung Regency, Bali 80361

Telepon: 0812-3778-3571

Telepon: (0361) 776628

YAYASAN DWIJENDRA Alamat: Jl. Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80236

SEKOLAH HIGHSCOPE BALI Alamat: Jl. Muding Indah X No.9, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80117

Telepon: (0361) 257693

Telepon: (0361) 8495811

MAJALAH BALI | 27


ADVERTISEMENT

Instagram

majalahbalicom 28| MAJALAH BALI

twitter @majalahbali

FACEBOOK

Majalah Bali

ISsUU

Majalah Bali

MAJALAHBALI.COM

Majalah Bali - April 2018  
Majalah Bali - April 2018  
Advertisement