Page 1

MAJALAH

Edisi : V-3/18 Rp. 45.000,-

BALI REALISTIS,

EKSOTIS & DINAMIS

Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Wira Medika Bali

MENJADI PEMIMPIN YANG 18 MELAYANI (Servant Leadership) Destinasi

Opini

Kuliner

Destinasi Populer Nusa Penida

Sinergikan Pertanian dengan Pariwisata

Kuliner Khas Bali Wajib Dicicipi

4

10

16


DAFTAR ISI

12

22

18

6

24

14

TOKOH : 6 12

Kumar Manchharam Menanamkan Cinta Pada Kebudayaan Bali

4

Destinasi Populer Nusa Penida

I Made Yadnya Kolaborasi Profesionalisme Kerja dan Spiritual

14

Nengah Mastra Perintis Pariwisata Ubud

18

Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M

22

Ketut Kusdiantara Wisma Mewah nan Eksklusif di Kawasan Pantai Sanur

24

Anak Agung Made Darma Setiawan Bangga Lestarikan Bisnis Keluarga

Menjadi Pemimpin yang Mendengarkan

10

Sinergikan Pertanian dengan Pariwisata

16

MAJALAH

BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS

2| MAJALAH BALI

PENERBITAN | KANTOR REDAKSI & IKLAN ALAMAT : Jl. Pulau Kawe I / 8, Denpasar TELP : 0361-4749540 E-MAIL : redaksi@majalahbali.com majalahbali@gmail.com

Kuliner Khas Bali Wajib Dicicipi


MAJALAH

BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS

PEMIMPIN UMUM Gede Agus Arimbawa

PEMIMPIN REDAKSI Komang Agus Widiantara

EDITOR Supriyatna

PHOTOGRAPHY Panji Wirawan

DESAIN GRAFIS/LAYOUT Edi Sudiantara

KONTRIBUTOR Berlianto Ayu Kusuma Dewi

FOLLOW US Instagram majalahbalicom

twitter @majalahbali

FACEBOOK Majalah Bali

ISsUU Majalah Bali

MAJALAH BALI | 3


DESTINASI

Destinasi Populer Nusa Penida Untuk beberapa orang yang sering menjelajah pulau Bali maka pernahkah pergi ke Nusa Penida? Karena biasanya seseorang mencari paket wisata ke Bali untuk mengunjungi Pantai Kuta atau juga Pura Tanah Lot. Jika belum pernah kesana maka sebaiknya kamu mencoba berkunjung ke tempat ini karena disini ada banyak destinasi yang unik sehingga akan membuat para pengunjungnya terpesona. Dan yang membuat keren adalah turis turis jarang yang mengetahui keberadaan dari 4| MAJALAH BALI

tempat ini. Paket wisata ke Nusa Penida ini akan menawarkan banyak destinasi yang unik. Berikut beberapa destinasi unik yang ada di Nusa Penida diantaranya yaitu : Pantai Atuh Pantai Atuh ini memiliki keindahan dengan panorama yang juara banget karena merupakan perpaduan antara pasir putih, lautan dengan warna gradasi biru tua, biru muda, dan kehijauan, serta formasi batu karang yang eksotik. Pantai ini

diapit oleh dua bukit yang hijau dan sangat jernih sehingga akan membuat terumbu karang yang ada didasarnya akan terlihat. Pasih Uug Atau Broken Bay Pantainya ini berada di kaki tebing karang sehingga akan menawarkan panorama yang sangat memukau. Di pantai ini ombaknya sangat tenang dan yang lebih uniknya adalah adanya batu karang bolong yang menyerupai pintu gerbang untuk menuju kolam raksasa yang dipagari oleh tebing tebing karang.


DESTINASI

Angel’s Billabong Angel�s Billabong ini merupakan muara sungai yang akan berakhir di laut dan akan membentuk kolam panjang yang diapit oleh tembok tembok karang. Air di laut itu berwarna biru kehijauan dan sangat jernih sehingga dasarnya yang berceruk ceruk itu akan terlihat nantinya. Kita juga akan bisa berenang disini ketika sedang tidak pasang. Dive Sites Dive Sites yang ada di Nusa Penida ini banyak sekali dan dengan pemandangan bawah air yang sangat indah. Beberapa Dive Sites yang sangat

direkomendasikan misalnya saja ada Toyapakeh, Ceningan Wall, Crystal Bay, Manta Point, dan juga Temple Point. Itulah beberapa destinasi unik paket wisata ke indonesia yang ada di Nusa Penida. Selain itu masih ada destinasi yang lainnya seperti Pura Dalem Penataran Ped. Disini kita akan merasakan suasana Pura yang tenang dan juga damai. Keistimewaan dari pura ini adalah karena pemandangannya yang indah yang terdiri dari hutan dan juga pepohonan yang ada di sekitarnya. Di Nusa Penida, Pura ini sangat populer sebagai obyek wisata spiritual.

MAJALAH BALI | 5


TOKOH

MENANAMKAN CINTA PADA KEBUDAYAAN BALI

I Putu Adi Ardana (GM) & Kumar Manchharam (Owner) The Shanti Residence Semua berawal dari kecintaan Kumar Manchharam kepada sang ibu dan saat pertama kali ia menginjakkan kakinya di Pulau Bali pada tahun 1970. Perwujudan cintanya itu ia lakukan tidak hanya membangun bisnis properti atas nama ibunya tapi juga membuat yayasan Shanti Foundation sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada ibu tercinta dan perhatian kepada masyarakat Bali untuk tetap kuat mempertahankan kebudayaan Bali.

6| MAJALAH BALI


TOKOH

S

aat pertama kali Kumar Manchharam ke Bali, ia begitu kagum melihat pulau indah dengan kebudayaannya yang unik dan masyarakatnya yang ramah. Berselang setahun ia pun memutuskan untuk menetap dan mengetahui lebih banyak lagi latar belakang kebudayaan Bali. Pria asli kelahiran India ini pun kini betulbetul concern dengan kebudayaan Bali, karena baginya Bali tanpa budaya, sama halnya dengan Bali tanpa identitas. Bila Bali kehilangan budayanya, Bali tidak akan bertahan hingga sekarang, dimana budaya menjadi roh daripada pulau Bali itu sendiri, itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagai wisatawan di seluruh dunia.

Loving, Sharing And Giving The Shanti Residence dibangun diatas tanah seluas 50 are pada tahun 2010 di jalan Gunung Payung, Desa SawanganNusa Dua. Memiliki tujuh kamar bergaya bangunan moderen tradisional yang menjadi pilihan favorit bagi pasangan yang akan menikah, begitu pun untuk mereka yang akan mengadakan event dan privat party, ini sesuai dengan target pasar The Shanti Residence yaitu big family, event

dan wedding. Sebagian besar tamu yang menginap di The Shanti Residence berasal dari warga Eropa, Australia, China dan Jepang. Selain di Nusa Dua, Kumar juga membangun dua lagi bisnis propertinya di Seminyak dan Petitenget. Di Petitenget terdapat 30 unit kamar, dan Seminyak memiliki 6 unit kamar yang setiap kamarnya

Sejak usia 6 tahun, Kumar telah ditinggal oleh ibunya, sosok wanita yang begitu dicintai dan menjadi inspirasi dalam hidupnya. Dari mendiang ibunyalah, sikap kepedulian itu diwariskan kepadanya. Untuk menghormati dan mengenang sang ibu, ia pun mencantumkan nama Shanti, nama dari ibunya sendiri, yang berarti kedamaian. Nama Shanti ia cantumkan dalam bisnis propertinya yaitu The Shanti Residence dan sebuah yayasan, Shanti Foundation.

MAJALAH BALI | 7


TOKOH

mengangkat konsep your loveable home in Bali mewakili enam negara di dunia yaitu India, Jepang, Perancis, New Orleans, dan Indonesia dengan kamar berkapasitas paling besar yang dominan dibalut dengan sentuhan gaya arsitektur Bali didalamnya.

mereka pada event kebudayaan. Semoga upaya ini akan membawa pariwisata Bali menjadi lebih kuat, dan berkarakter sehingga kedepannya Bali tetap terpilih menjadi destinasi dunia.

Mencintai Dunia Pariwisata Pada tahun 2014 Shanti Foundation didirikan oleh Kumar Manchharam dengan tujuan melanjutkan filosofi “Loving, Sharing and Giving� yang tidak hanya bergerak di bidang pariwisata, tapi juga non pariwisata. Shanti Foundation berkontribusi memberikan beasiswa kepada dua siswa terbaik di setiap wilayah dan juga bekerja sama dengan sebuah yayasan di Karangasem dengan memberi perhatian khusus untuk anak-anak yang tinggal di daerah lereng Gunung Agung. Menurut Kumar, pendidikan kebudayaan itu sangat penting, mengingat budaya asing semakin mudah masuk melalui media sosial dimana hal ini juga menjadi kekhawatiran tokoh-tokoh masyarakat Bali. Badan khusus PBB yang menangani Pendidikan, Ilmu dan Kebudayaan yakni UNESCO, pun telah melindungi tarian Bali sebagai warisan dunia. Dalam hal ini Kumar melakukan pendidikan dasar kebudayaan kepada generasi muda sehingga mereka tetap mencintai kebudayaan mereka dibandingkan kebudayaan asing. Salah satu upayanya adalah dengan memberi perhatian kepada para seniman muda dengan melibatkan 8| MAJALAH BALI

Dalam menekuni bisnisnya, Kumar Manchharam tidak bekerja sendiri, ia butuh orang-orang yang bisa ia percaya dan bekerja sama dalam bisnisnya. Salah satu orang kepercayaannya adalah I Putu Adi Ardana yang sudah bekerja bersama Kumar sebagai general manager di The

Shanti Residence. Sebagai pria kelahiran asli Bali, Adi Ardana begitu mencintai tanah kelahirannya, ia lahir di Wangaya Kaja, 7 Juli 1980. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga dan ayahnya bekerja sebagai penyelamat pantai angkatan pertama di Balawista Badung bersama I Gde Berata. Ayahnya kemudian dipercayakan menjadi full guard di Hotel Sanur Beach. Adi Ardana mulai meniti karirnya di dunia pariwisata saat memilih ketrampilan front office di SMA Pariwisata Kertha


TOKOH Wisata, Renon-Denpasar. Keluarganya sendiri, khususnya sang ayah tidak pernah dengan sengaja mengarahkannya ke dunia pariwisata, selain karena figure seorang ayah yang membuat ia berkaca dan tertarik dengan dunia pariwisata, kemauan dan ketertarikannya itu timbul dari dirinya sendiri. Departement yang ia pilih yang cukup sulit, dimana harus memiliki wawasan yang luas untuk menunjang kinerja baik itu bahasa, pengetahuan mengenai dunia luar, sistem kerja dan accounting. Setelah lulus SMA, pada tahun 1998 Adi Ardana kemudian melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali, ia mengambil program studi room division management dan housekeeping yang meliputi dua departement yang saling berkaitan. Ia lalu mengikuti pelatihan yang membuatnya langsung tertarik untuk terjun langsung ke lapangan. Pekerjaannya yang pertama, menempati posisi bellboy di Puri Santrian, kemudian ia mencari pengalaman bekerja di Kartika Plaza pada posisi front office. Karirnya semakin serius ia tekuni saat ia bekerja di Kuta Lagoon Resort pada posisi front office supervisor dari posisi sebelumnya sebagai receptionist. Menginginkan karir yang lebih berkembang, ia kemudian bergerak lagi dan bekerja sebagai duty manager di The Breezes, disinilah ia belajar banyak tentang management dan menjatuhkan pilihannya untuk berkarir di vila. Ia berpikir dengan bekerja di vila, ia akan lebih mengembangkan skill yang dimilikinya, disamping mengembangkan pariwisata di Bali lebih jauh lagi. Bertemulah Adi Ardana dengan Kumar Manchharam, dan menempati posisi general manager The Shanti Residence. Sedari awal konsep kekeluargaan sudah ditanamkan antara manajement dan staf sehingga tidak memiliki jarak dan komunikasi tetap dilaksanakan berjalan sesuai kekeluargaan. Sama-sama terinspirasi orangtua, membuahkan cinta yang berkembang dan bersinergi menjadi sesuatu yang berguna bagi banyak orang. Semua tantangan dan rintangan bukan menjadi masalah yang berarti, karena mereka pernah menjadi bagian dari sesuatu yang sangat indah dalam mencintai dan dicintai selama hidup mereka tanpa alasan apapun.

MAJALAH BALI | 9


OPINI

Sinergikan Pertanian dengan Pariwisata Oleh: I Nengah Subadra

Pesatnya pembangunan pariwisata di Bali tidak hanya menimbulkan dampak positif seperti peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejasteraan tetapi juga menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran, kemacetan lalu lintas, kerusakan lingkungan dan pengalihan fungsi lahan terutama lahan pertanian yang dijadikan sebagai tempat pengembangan fasilitas dan sarana pariwisata seperti hotel, restoran, objek wisata dan lain-lain. Pengembangan pariwisata di Bali telah berkontribusi banyak terhadap kerusakan dan keseimbangan lingkungan khususnya pembangunan pariwisata yang memanfaatkan lahan pertanian baik lahan basah maupun kering. Di Kawasan Seminyak-Kabupaten Badung, banyak 10| MAJALAH BALI

lahan pertanian sawah telah dialihkan fungsinya untuk pembangunan fasilitas pariwisata seperti hotel, villa, bungalow, cafĂŠ, art shop dan lain-lain. Dengan pembangunan sarana-sarana tersebut maka secara otomatis sistem penyaluran atau distribusi air terhalangi oleh betonbeton yang melintang dengan kokoh di wilayah tersebut yang mengakibatkan air tidak bisa mengalir dengan baik ke seluruh areal persawahan. Terhambatnya saluran air di daerah tersebut juga telah mengakibatkan masalah baru “banjirâ€? khususnya pada musim hujan. Air meluap ke permukaan saluran-saluran air yang kecil dan tidak lancar dan tumpah ke jalan. Sistem distribusi air yang dikenal sebagai “subakâ€? dan sawah yang dulunya merupakan sumber penghasilan utama masyarakat setempat akan punah ditelan jaman dan derasnya laju pembangunan

pariwisata. Melihat fakta ini, mungkinkah lingkungan, sawah dan subak bisa lestari? Dengan kerusakan ini pula, mungkinkah budaya luhur masyarakat Bali khususnya pertanian bisa Ajeg? Pemanfaatan lahan pertanian untuk kepentingan pariwisata juga telah mengakibatkan kesenjangan antara industri pariwisata dengan pertanian. Permasalahan ini dilatarbelakangi oleh tidak seimbangnya pembagian hasil pemanfaatan pertanian untuk kepentingan pariwisata. Kasus pemasangan seng agar nampak berkilau di areal persawahan warga yang terjadi di Ceking-Kabupaten Gianyar merupakan bukti nyata yang menggambarkan ketidakharmonisan hubungan antara petani dan industri pariwisata. Sawah warga yang elok dan indah dijadikan pemandangan bagi


OPINI sejumlah restoran, cafĂŠ dan hotel, tetapi petani yang memiliki sawah yang indah tersebut tidak mendapatkan keuntungan sehubungan dengan pemanfaatan sawah dan aktivitas pertaniannya sebagai atraksi wisata. Kekesalan petani pemilik sawah tersebut berujung pada pemasangan seng di sawahnya yang mengakibatkan wisatawan mengeluh karena tidak bisa melihat pemandangan yang indah sebagaimana yang dijanjikan. Contoh lain yang memiliki permasalahan yang hampir sama adalah di objek Desa Wisata Jatiluwih-Kabupaten Tabanan. Keindahan bentang alam persawahan di tempat ini bukan hanya diminati oleh wisatawan domestik dan manca negara, tetapi juga bagi para anggota tim panitia pemilihan warisan alam dan budaya international. Karena keindahannya, Desa Wisata Jatiluwih dinominasikan sebagai salah satu warisan alam dunia (world natural heritage) dan merupakan satu-satunya objek wisata alam yang dinominasikan di Bali. Fakta yang terjadi di lapangan, warga desa setempat dan pemilik sawah tersebut belum mendapatkan hasil dan keuntungan dari kegiatan wisata yang dilakukan di daerahnya. Operator-operator tour yang menjual paket wisata seperti sightseeing, cycling dan trekking di Desa Wisata Jatiluwih secara langsung membawa pemandu wisata (tour guide), keperluan makanan dan minuman dan peralatan kegiatan wisata tersebut dari kantornya masing-masing sehingga masyarakat lokal sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dan sebaliknya masyarakat lokal hanya menerima sisa-sisa sampah dan jejak kaki para wisatawan saja. Mungkin saja para operator tour yang menjual paket wisata ke objek Desa Wisata Jatiluwih tidak mengetahui bahwa kegiatan pertanian padi sawah yang mencakup pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan memerlukan biaya tinggi. Biaya yang dikeluarkan oleh petani tersebut sama sekali tidak ditanggung oleh para operator tour. Semestinya, para operator tour yang menjual objek Desa Wisata Jatiluwih memberikan insentif kepada para petani agar tetap melakukan aktifitas pertanian dan membantu mengurangi beban biaya yang dikeluarkan petani. Untuk menutupi kekurangan biaya yang dikeluarkan untuk

kegiatan pertanian, beberapa petani sudah mulai mengembangkan sayapnya ke sektor peternakan ayam. Di sekitar kawasan Desa Wisata Jatiluwih telah tampak dibangun beberapa kandang ayam yang mengurangi keindahan di objek wisata tersebut dan tidak menutup kemungkinan bahwa di seluruh areal persawahan tersebut akan dibagun usaha peternakan ayam juga di masa yang akan datang yang dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran udara yang disebabkan oleh bau kotoran ayam tersebut. World Tourism Organization (WTO) sebenarnya telah menggariskan kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menitikberatkan pada tiga hal yaitu keberlanjutan alam, sosial dan budaya, dan ekonomi. Konsep ini secara jelas menjabarkan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh merusak alam, lingkungan, dan lahan terutama lahan pertanian. Agrotourism merupakan model pengembangan pariwisata memiliki keterkaitan yang erat antara pertanian dan pariwisata. Bagaimana mensinergikan pertanian dengan pariwisata? Pengembangan agrotourism merupakan model pengembangan yang tepat dan melengkapi model pengembagan pariwisata budaya yang dikembangkan sekarang ini di Bali. Agrowisata merupakan pengembangan pariwisata yang berbasis pertanian, baik pemanfaatan aktivitas pertanian seperti membajak, menanam padi dan memanen sebagai objek wisata, daya tarik wisata dan atraksi wisata maupun pemanfaatan hasil-hasil pertanian seperti beras, sayur dan buah untuk keperluan industri pariwisata seperti hotel dan restoran di suatu daerah tujuan wisata. Bagus Agrowisata di Plaga-Kabupaten Badung, merupakan salah satu contoh objek agrowisata yang memanfaatkan kegiatan pertanian organik sebagai daya tarik wisatanya. Wisatawan secara langsung bisa melihat beraneka ragam tanaman (sayuran dan buah) dan aktivitas pertanian yang dilakukan oleh masyarakat lokal di tempat tersebut. Selain itu, wisatawan juga bisa memetik buah-buahan secara langsung di sekitar areal Bagus Agrowisata sambil melihat pemandangan perbukitan yang indah dan menakjubkan. Sedangkan hasil pertaniannya digunakan untuk kepentingan hotel dan restoran yang secara khusus

menjual makanan organik yang merupakan makanan sehat dan menjadi trend bagi kalangan wisatawan baik wisatawan domestik maupun manca negara. Tidak semua pengembangan agrowisata bisa berjalan dengan baik. Agrotourism di Sibetan-Kabupaten Karangasem yang memanfaatkan kegiatan dan hasil pertanian salak-yang merupakan icon buah Bali sebagai objek dan daya tarik wisatanya tidak beroperasi sebagaimana yang direncanakan. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap kegagalan pengelolaan agrowisata di tempat ini. Ketidakjelasan manajemen pengelolaan merupakan faktor utama. Objek agrowisata ini tidak dikelola dengan baik mulai dari penataan areal yang dijadikan objek, operasional kegiatan tour, dan sumber daya manusia. Faktor lain adalah pemasaran. Objek Agrowisata Sibeten belum dipasarkan secara maksimal oleh manajeman pengelolanya sehingga belum banyak dikenal oleh para operator tour yang menjual paket-paket wisata di Bali. Pemerintah khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem semestinya mempetakan kembali objek-objek wisata yang ada di wilayahnya dan selanjutnya mempromosikan melalui media masa, televisi, internet dan media publikasi lainnya. Selain manajemen dan pemasaran, kerjasama antar stakeholder pariwisata (pemerintah, LSM, masyarakat lokal, industri pariwisata, dan akademisi) belum berjalan dengan baik karena hanya travel agent yang menjual paket wisata ke daerah Timur Bali saja yang berjalan sendiri-sendiri tanpa ada dukungan dari stakeholder pariwisata yang lainnya. salak Kesimpulannya, pertanian sangat memungkinkan untuk disenergikan dengan pariwisata yang diwujudkan dalam pengembangan agrowisata. Perlu adanya komitmen dari seluruh stakeholder pariwisata untuk bersamasama menerapkan kosep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) atau di Bali sering disebut sebagai Ajeg Bali yaitu keberlanjutan sumber daya alam, sosial-budaya, dan pemberian manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal.

MAJALAH BALI | 11


TOKOH

Kolaborasi Profesionalisme Kerja dan Spiritual

I Made Yadnya Pemilik Anumana Bay View Made Yadnya lahir 10 Nopembet 1958, ia di perkenalkan dan dilatih bekerja pertama kali di dunia perhotelan oleh Bapak Putra Suartna pada awal 1980 di Sanur Beach Hotel sebagai Trainee. Hotel yang pertama kali ia napaki The Oberoi Hotel pada pertengahan 1980 selama tiga tahun, setelah itu hotel-hotel di kawasan Nusa Dua, seperti Nusa dua Beach Hotel, Melia Bali, Sheraton Laguna, karirnya kian terus menanjak, hingga terus membawanya sebagai General Manager di Kuta Central Park Hotel, Ramada Encore Seminyak, Harris Jimbaran dan sebagai Direktur Puri Saron Group sejak Nopember 2016

P

erubahan hidup dimulai saat kau mulai berdoa. Begitulah Yadnya sebelum melakukan aktifitasnya, baginya doa akan membuka setiap jalan sulit yang ia temui dan tepat dalam mengambil setiap keputusan. Baginya, 90% kesuksesannya bersumber dari kekuatan doa, sisanya adalah keahlian yang ia miliki.

12| MAJALAH BALI

Made Yadnya menggeluti pekerjaannya sebagai pengelola beberapa hotel sambil membuka usaha rumah kos pada awal tahun 2000. Semua itu berawal dari sang pemilik hotel di tempatnya bekerja, mengungkapkan akan membeli tanah. Mendengar hal itu, ia pun berpikir, mengapa ia yang hanya pegawai swasta tidak mulai mengambil ancang-ancang untuk

membuka usaha, mempersiapkan masa depan yang tidak bergantung dengan perusahaan orang lain. Walau sang istri sempat khawatir dengan keputusannya, Yadnya mulai mencicil tanah dengan meminjam modal dari bank. Gaji yang ia peroleh, ia sisihkan untuk membayar kewajibannya terlebih dahulu, barulah sisanya ia gunakan untuk


TOKOH keperluan sehari-hari. Pria yang telah memiliki empat orang anak ini, masih berupaya untuk hidup sederhana walau telah menjabat sebagai seorang pimpinan di hotel. Dari tiga rumah kos, buah kerja keras Yadnya kini telah memiliki Anumana Bay View Jimbaran yang merupakan Brand Home Boutique yang berlokasi dekat dengan Garuda Wisnu Kencana. Terdiri atas 4 lantai dengan 10 kamar berukuran 50m2 dilengkapi dengan ruang tamu dan balkon pribadi. Fasilitas lain yang dapat dinikmati seperti kolam renang, Roof Top CafĂŠ, Lobby dan Reception. Dari lantai paling atas, akan tampak panorama indah Pelabuhan Benoa, Bandara Internasional Bali dan juga Teluk Jimbaran. Untuk menuju Anumana Bay View menghabiskan waktu sekitar 10 menit dari Garuda Wisnu Kencana, 20 menit dengan menggunakan taksi. Anumana Bay View juga memiliki Layanan antar jemput gratis disediakan ke Tanjung Benoa dimana pusat Sea Water Sport di Bali. Nusa Dua, Kuta dan Sanur dapat dicapai dalam waktu sepuluh sampai dua puluh menit. Sebagai pelaku industri pariwisata, Yadnya mengungkapkan semasih pulau Bali ini masih ada, ia optimis Bali akan terus dikunjungi turis dari manca negara. Rangkaian upacara yang sulit untuk ditepiskan kehadirannya di pulau Bali, karena merupakan suatu keterikatan dengan sang pencipta menjadi suatu kebudayaan yang sangat menarik bagi wisatawan. Di sela-sela kesibukannya, Yadnya menempatkan keluarga sebagai prioritas utama. Karena merekalah yang akan selalu mendampinginya dalam keadaan senang maupun sulit. Mereka merupakan alasan utama yang memberikan kebahagiaan dan menjadikan hasil kerja kerasnya lebih bermakna. Bila dalam keluarga memiliki hubungan yang baik, tentu semua apa yang kita cita-citakan akan berjalan dengan baik.

Tempat Makan

Rooms

Amenities MAJALAH BALI | 13


TOKOH

MERINTIS USAHA PARIWISATA DI TANAH UBUD Seperti cerita orang sukses kebanyakan, yang tidak memiliki cita-cita tinggi bahkan hampir tidak mempunyai mimpi yang berarti dalam hidupnya. Hanya berbekal menjalankan hidup dengan sebaik-baiknya dan berdoa, Nengah Mastra berhasil menyekolahkan keempat anaknya hingga ke Amerika meraih gelar master.

Nyoman Suati Mastra & Nengah Mastra Nengah Mastra lahir dari keluarga petani di Banjar Jangu, Selat Karangasem. Bergulat dengan sawah setiap harinya, anak ke-2 dari 5 bersaudara ini sangat bersyukur karena masih berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan hidup dan dapat bersekolah berkat semangat dalam diri dan sang kakak yang juga menjadi perintis bersekolah hingga keluar daerah.

Semangat Bersekolah Selain bertani dan berternak sapi, dimana pekerjaan itu ia dan saudarasaudaranya lakukan di sela-sela kesibukan bersekolah sejak menginjak di kelas I sekolah dasar, ia juga pandai

14| MAJALAH BALI

dalam membaca lontar, bakat yang sudah sangat jarang ditemui saat ini. Pada tahun 1950an jumlah sekolah sangat minim, kebutuhan hidup seperti listrik bisa dikatakan tidak ada, yang hampir melingkupi seluruh Indonesia. Walau hidup dalam keterbatasan, semangat dalam diri untuk bersekolah tetap berkobar meski jarak yang ditempuh dengan berjalan kaki mencapai 12 km saat ia memasuki sekolah menengah pertama di Muncan, Karangasem. Sang kakak yang sudah menamatkan SMEA di Singaraja, kemudian bekerja di Bank BNI Denpasar. Saat itu, Mastra berkeinginan untuk

mengikuti jejak sang kakak, namun orangtua lebih menginginkan Mastra menjadi petani, untuk mengurus dan meneruskan sawah milik keluarga.

Merantau ke Denpasar Tahun 1961 Mastra akhirnya bersekolah di Denpasar dengan biaya dari orangtua dan sang kakak yang sudah bekerja. Lulus dari SMA Negeri Denpasar, ia bekerja di beberapa perusahaan di bidang yang berbeda. Tahun 1965-1970, ia bekerja di perusahaan Exportir Proyek Pinus Fa. Nurani Sakti. Kemudian tahun 1972 ia bekerja sebagai pegawai honorer selama 2 tahun di bank BNI cabang Klungkung. Pada tahun 1972-1994 ia


TOKOH mendapatkan pengalaman bekerja di travel BIL Tour sebagai accounting. Dari pengalaman-pengalamannya bekerja, dan didukung pariwisata yang saat itu memiliki peluang yang sangat bagus, ia kemudian mulai merintis bisnis di bidang pariwisata.

Mulai Merintis Nengah Mastra mulai memberanikan membangun usaha sendiri pada tahun 1970an. Ia membeli tanah 10 are di daerah Renon Denpasar, dari hasil penjualan vespa seharga 500 ribu yang ia beli dari hasil jerih payahnya. Ia kemudian menjual tanah tersebut, karena melihat peluang yang lebih besar di Ubud. Ia kemudian membangun Hotel Melati dengan 10 bungalow.

Penestanan Bungalows Ubud

Tahun 1980an dibantu sang istri Nyoman Suati Mastra, Mastra merintis Hotel Melati di Ubud yang benar-benar membutuhkan usaha yang sangat keras. Fasilitas yang belum memadai, dimana penerangan masih kurang hingga harus menggunakan lampu minyak tanah di setiap kamarnya. Untuk mendapatkan air pun harus menyaring dari irigasi subak untuk sawah. Selain itu pembangunan jalan untuk kendaraan beroda empat juga belum tersedia. Tidak ada kerja keras yang sia-sia, buah hasil kerjanya kini Mastra telah berhasil menyekolahkan keempat anaknya hingga ke Amerika. pendidikan, yang menjadi bekal terpenting dalam kehidupan mereka, Seakan tidak mengenal lelah, pada bukan materi yang kapan saja Tuhan tahun 1990 Mastra mengontrak dan dapat mengambilnya dari tangan kita. kembali membangun sebuah hotel, bernama hotel Bumas yang berlokasi Selama proses dalam membangun di Sanur dengan jumlah 50 kamar,. bisnis, ia berharap bisa meninggalkan Agar lebih berfokus pada usahanya ini, kesan dan pesan untuk anak muda ia akhirnya menjual Hotel Melati. agar menghindari sikap arogan dan Perjalanan hidup manusia menjadi rahasia Tuhan, berangkat dari nol hingga berhasil menyekolahkan anaknya meraih gelar master di Amerika, baginya adalah 100% campur tangan Tuhan. Sebagai orangtua ia menginginkan segala hal yang terbaik untuk keempat anaknya. Terutama

tetap rendah hati. Bila ingin membuka usaha, pertimbangkanlah sesuatu sebaik-baiknya, jangan cepat terbawa emosi, pikirkanlah hal terburuk yang akan terjadi sebelum membuka usaha dan utamakanlah kejujuran dalam memberikan pelayananan kepada pelanggan.

MAJALAH BALI | 15


KULINER

Kuliner Khas Bali

Wajib Dicicipi Pulau Bali destinasi paling populer di Indonesia. Pesona sejuta lautnya yang indah membuat Bali tak pernah sepi dari pengunjung lokal dan mancanegara. Gak cuma kaya tempat wisata, Pulau Dewata juga menyimpan berbagai kuliner khas yang lezat. Salah satu yang populer adalah ayam betutu. Jangan salah, masih banyak kuliner yang wajib kamu cicipi ketika liburan ke Bali. Sedikitnya, ada beberapa makanan khas Bali yang wajib kamu coba.

2 Babi Guling Walau makanan ini tidak halal bagi umat muslim, tapi makanan inilah yang banyak dicari para wisatawan lokal ataupun luar negeri. Dagingnya yang empuk dan rasanya yang berbumbu khas Bali menjadi sasaran kuliner wajib.

3 Nasi Jinggo Nasi Jinggo ini bisa dibilang sama dengan nasi kucing. Nasinya hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa, ditambahkan dengan daging ayam suwir, mi goreng, dan tempe goreng. Yang paling khas adalah sambalnya, super duper pedas. Kamu gak akan kenyang kalau cuma makan sebungkus. Dijamin, kamu bakalan nambah lagi!

1

Sate Lilit

Berbeda dengan sate pada umumnya. Biasanya potongan dagingnya ditusuk, tapi sate khas Bali ini dibuat dengan cara daging yang sudah dihaluskan, dililitkan pada batang daun serai atau tangkai bambu. Daging yang digunakan bukan hanya daging ayam, bisa daging babi atau ikan tenggiri.

16| MAJALAH BALI

4 Nasi Tepeng Makanan khas dari Gianyar ini disajikan dengan cukup lembek seperti bubur. Nasi lembek ini dilengkapi dengan kacang panjang, kacang merah, nangka muda, terong, daun kelor, dan kelapa parut. Ada juga telur dan suwiran daging ayam. Apalagi ditambah dengan siraman bumbu rempah-rempah ala Bali, menambah kelezatan nasi tepeng satu ini.


KULINER

5 Sate Plecing Bumbu plecing terdiri dari cabai rawit, tomat, garam, terasi, dan air jeruk limau. Rasanya pedas gurih dan sedikit asin. Satenya bukan hanya dari daging ayam saja, tetapi ada yang daging ikan dan babi. Kamu mau pilih yang mana?

8 Lawar Campuran sayur dan daging cincang yang diberi bumbu khas Bali ini akan lebih nikmat jika disantap dengan nasi putih yang masih hangat. Ditambah dengan sate lilit bakal makin nikmat.

6 Tum Ayam Tum ini adalah sejenis pepes, terbuat dari campuran daging ayam, aneka bumbu, dan santan. Semua campuran dari bahan tersebut dibungkus dengan daun pisang, lalu dikukus. Kalau bosan dengan daging ayam, tum juga bis disajikan dengan daging bebek dan lainnya, kok.

9 Sate Kakul 7 Komoh

Sate kakul sama saja dengan sate kerang. Sebelum dibakar, sate kerang ini akan diberi bumbu plecing. Ini yang membuat cita rasanya menjadi khas dan super lezat.

Makanan yang berisi hati, kulit, dan daging ini biasanya disajikan saat acara keagamaan. Daging yang digunakan bisa daging ayam, bebek, atau babi.

MAJALAH BALI | 17


TOKOH

MENJADI PEMIMPIN YANG MELAYANI (Servant Leadership)

Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M sangat menikmati perjalanan karirnya yang berawal menjadi seorang perawat Di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, kian menanjak seiring dengan kerja kerasnya. Walaupun sebelumnya menempuh pendidikan di sekolah yang seadanya, sejatinya kecerdasan seseorang tetap ditentukan oleh ketekunan dari orang itu sendiri.

Mengawali menjadi perawat pelaksana kemudian diangkat menjadi CPNS September 1974 di Rumah Sakit umum pusat Sanglah (RSUP), posisinya terus naik dari menjadi Kepala Ruangan Bedah (Ruang I/ Melati) tahun 1983, Kepala Seksi Keperawatan tahun 1995, Kepala Bidang Keperawatan tahun 19772001 dan sebelum pensiun, Dewa Sudarsana menempati posisi Direktur SDM dan Pendidikan dari tahun 2001-2011. Dalam organisasi, dewa sudarsana menempati posisi sebagai ketua persatuan perawat nasional (PPNI) Provinsi Bali dari tahun 2006 – 2016, anggota majelis kehormatan dan etik Keperawatan (MKEK) DPP PPNI th 2015 – 2020, Tim pengendali mutu dan biaya BPJS regional bali dan

18| MAJALAH BALI

Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Wira Medika Bali anggota badan pengawas rumah sakit provinsi bali Setelah pensiun dari Rumah Sakit Sanglah, ia bergabung dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Wira Medika Bali pada tahun 2011 sebagai Ketua Program Studi Ners, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Ketua STIKes pada tahun 2014 hingga sekarang. Wira Medika beralamat di jalan Kecak No. 9A Gatot Subroto Timur Denpasar diselenggarakan oleh Yayasan Samodra Ilmu Cendekia di Denpasar tanggal 30 November 2007. Melalui menteri pendidikan nasional RI No 225/D/O/2007 Pada awal menjabat sebagai Ketua STIKes, Ketut

Sudarsana mulai mempelajari situasi kondisi regulasi aturan-aturan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Setelah dipelajari dan dipahami dengan seksama, poin penting yang harus dilakukan terutama pada tata kelola di bidang akademik yang disesuaikan dengan ketentuan dan inovasi-inovasi agar memudahkan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada mahasiswa. Yang akhirnya diharapkan mutu lulusan akan berdampak dari mutu pelayanan itu sendiri. Langkah Awal Dalam rangka pendekatan manajemen yang diterapkan Dewa Sudarsana, ia memiliki prinsip seorang pemimpin


TOKOH

harus melayani, dalam hal ini melayani seluruh staf dan mahasiswa STIKES Wira Medika Bali, dengan memunculkan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanan yang mudah dan berkualitas kepada mahasiswa, agar betul-betul memberi kepuasan sehingga timbul kecintaan terhadap almamaternya. Sebelum membuktikan langkah nyata tersebut, ia mengajak seluruh staf dan mahasiswa Wira Medika Bali agar sadar akan pentingnya mutu pendidikan dan sadar dengan tugastugas sebagai pendidik. Setelah itu pria kelahiran Susut, Bangli 25 April 1952 ini menerapkan standar pendekatan dengan memberikan pelayanan dan strategi untuk meningkatkan motivasi kerja. Berbicara soal strategi, Dewa Sudarsana menyadari bahwa mendengarkan tidak sesederhana mengaplikasikannya, tapi sebagai pemimpin ia berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi pendengar yang baik bagi mereka dengan keluhannya. Yang terpenting, tidak ada sikap saling menyalahkan, tapi sikap berusaha untuk mencari akar dari permasalahan tersebut sehingga

dapat mendukung berjalannya kampus berdasarkan peran dan fungsinya. Segala keluh kesah dan pendapat dapat dituangkan dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan setiap hari Sabtu di Wira Medika Bali. Walaupun berasal dari keluarga keturunan puri, Dewa Sudarsana menjalani masa kecil yang sederhana di desa Susut, Bangli. Ia adalah anak ketiga dari sembilan saudara, sekaligus laki-laki tertua dalam keluarganya. Saat pulang sekolah, ia tidak bisa pergi bermain begitu saja, ia mencari bahan makanan dan kayu bakar untuk memasak, sama seperti anak desa lainnya. Meski memliki waktu yang kurang untuk bermain, ia tetap termotivasi untuk bersekolah. Menamatkan SMP 1 Susut tahun 1969, ia berkeinginan untuk melanjutkan ke sekolah seni, tapi niat itu ia urungkan karena pamannya

menganjurkan untuk melanjutkan ke sekolah kesehatan yakni Sekolah Pembantu Perawat (SPP) Rumah Sakit Sanglah Denpasar tahun 1971. Bukti keseriusannya di bidang perawat, sederet pendidikan dan pelatihan ia tempuh, singkat cerita ia menyelesaikan S1 Administrasi Negara di Universitas Marhaendradatta (UNMAR) tahun 1988 dan S2 IMNI Jakarta tahun 2000. Sebagai pendukung ilmu yang sudah didapat, diperlukan pelatihan-pelatihan untuk mengukur kemampuan diri. Dari sekian pelatihan yang ditempuh, diantaranya diklat pimpinan IV di Bapelkes Denpasar tahun 1998, Diklat pimpinan III di Jakarta tahun 1999, Pelatihan Managemen Keperawatan Yogyakarta, Sensitivity Training di Ciloto Jakarta, Senior Ners Meeting di Tokyo Jepang, hingga Hospital Management Traning di Brisbane dan Melbourne Australia.

MAJALAH BALI | 19


TOKOH

Mengingat lagi masa-masa ia menjadi perawat dari tahun 1983-1995 di Rumah Sakit Sanglah, benar-benar butuh kerja keras, tidak hanya mengandalkan otak tapi juga fisik yang prima. Berbeda dengan jaman sekarang, pekerjaan yang dikerjakan oleh seorang perawat jaman itu, seperti mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga dari jam 7 pagi hingga 1 siang, mulai dari menyapu, mengepel dan membantu dokter dalam menangani pasien. Walau sempat mendapat cemohan orang-orang disekitar, hal itu tidak digubrisnya, ia malah mendapatkan kepuasan tersendiri, karena bisa menolong orang banyak. Peranan Tuhan dalam perjalanan karirnya pun tidak bisa diabaikan, apalagi rasanya mustahil mengingat saat ia

20| MAJALAH BALI

menempati posisi Direktur SDM dan Pendidikan, ia belum melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Mengingat pekerjaannya yang tidak lepas dari anak-anak muda, Dewa Sudarsana yang beralamat di jalan Pulau Ayu IX/6 Denpasar ini mengatakan anak muda harus mampu mengembangkan nalar, bakat minat dan kegemaran dalam diri. Sama halnya dengan kampus lain, Wira Medika Bali, menyediakan wadah berupa Organisasi Kemahasiswaan sebagai berikut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA Prodi) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). UKM yang dimiliki Wira Medika pun bervariasi mulai dari pengembangan skill bahasa inggris,

olah vokal, musik moderen dan tradisional, KSR-PMI, pecinta alam, olahraga dan jurnalis yang telah memiliki prestasi tingkat nasional. Pola pikir yang sederhana, hidup yang sederhana begitulah kami melihat sosok Dewa Sudarsana menyikapi hidupnya. Tidak setengah-setengah dalam berkarir dan menjalani apa yang menjadi kewajibannya. “Saya mempercayai betapa Tuhan memberkati perjalanan karir saya karena di usianya yang sudah tidak lagi muda, saya masih diberi kesempatan untuk mengambil peran penting dalam dunia pendidikan�. Selama kepemimpinannya, STIKes Wira Medika Bali telah terakreditasi B dari BAN PT dan program studi


TOKOH

nya baik itu S1 Keperawatan, Profesi Ners dan DIII analis kesehatan/ DIII Teknologi laboratorium medik. STIKes Wira Medika Bali membuka program studi DIII Perekam dan informasi kesehatan untuk mendidik tenaga kesehatan yang unggul dalam rekam medis berbasis informasi dan teknologi.

MAJALAH BALI | 21


BUDAYA

Sindhu Mertha Suite, WISMA MEWAH NAN EKSLUSIVE di kawasan Pantai Sanur

M

embangun usaha di bidang pariwisata, Ketut Kusdiantara mengawali dengan jasa transportasi yang merupakan perusahaan orangtua. Ia juga pernah menggeluti bisnis properti sebelum serius dengan usahanya saat ini Sindhu Mertha Suite.

Ketut Kusdiantara Owner Sindhu Mertha Suite

Ketut Sudiantara pemilik dari Sindhu Mertha Suite merupakan lulusan bisnis marketing, ia pernah bekerja di Four Season pada posisi asistaint human resource. Pengalamannya bekerja di tempat tersebut juga memberinya pelajaran bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik terutama dalam berkomunikasi dan menjaga keharmonisan dengan staf. Memiliki kemampuan bahasa Inggris 22| MAJALAH BALI

yang baik, ia kemudian dipindahkan ke posisi front office, dari posisi tersebutlah ia belajar dan mendapatkan ilmu dalam management hotel. Ilmu tersebut kemudian ingin ia aplikasikan untuk membangun bisnis sendiri. Bisnis pertamanya, Kusdiantara membangun penginapan yang berjumlah sepuluh kamar, berlokasi di Sanur dan berjalan dengan baik. Tahun 2002, ia membangun Sindhu


BUDAYA

Mertha House hingga berkembang terus dan membangun bisnis properti yang kedua dengan segala susah payah dan penuh harapan. Enam tahun berikutnya, ia mampu membangun bisnis propertinya yang ketiga dengan jumlah sepuluh kamar. Sindhu Mertha Suite berlokasi di jalan Danau Poso No. 27 Sanur. Dengan menawarkan kemewahan yang eksklusif pada sembilan suite modern minimalis sederhana berbalut sentuhan dekorasi Bali dan suite keluarga dengan dapur yang lengkap, ruang makan dan ruang tamu. Sindhu Mertha Suite merupakan penginapan yang harmonis menghadirkan kenyamanan bersama keluarga, pasangan dan teman dengan harga yang terjangkau. Fasilitas pendukung lain diantaranya AC, telephone line, kolam renang, tour service, car dan bike rental, free WiFi. Untuk kedepannya Kusdiantara mengungkapkan, Sindhu Mertha Suite juga akan dikembangkan lagi di daerah Kintamani dengan konsep penginapan semi vila yang dapat beradaptasi dengan alam. Bersaing antara pengusaha lainnya, tidak mendapatkan hasil yang seberapa dibandingkan dengan mampu berkompetisi dengan diri sendiri untuk mengukur kemampuan yang lebih baik dari diri sendiri. Sama halnya dengan Sudiantara, persaingan baginya adalah acuannya untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan menerapkan hal itu pada dirinya sendiri. Berkat dukungan keluarga, terutama sang istri yang juga sangat berperan dalam Sindhu Mertha Suite, ia dan sang istri pun bekerja sama berbagi tugas dengan background sang istri yang sudah begitu memahami bidang pekerjaan hospitality. Sebagai pelaku pariwisata di Bali, Kusdiantara berharap Bali tetap menjadi destinasi dunia, terlepas di setiap peristiwa yang telah terjadi seperti bom bali dan Gunung Agung. Semoga

pemerintah dan masyarakat dapat melakukan langkah yang nyata untuk membuat keadaan lebih aman dan menekan pemberitaan-pemberitaan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Kudiantara juga menambahkan sudah seharusnya kita sebagai umat Hindu tidak pernah berhenti untuk beryadnya, sarana untuk mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan untuk menjaga keseimbangan dunia ini demi kebaikan dan kepentingan seluruh isi dunia ini. MAJALAH BALI | 23


TOKOH

Bangga Lestarikan

BISNIS KELUARGA

Anak Agung Made Darma Setiawan Owner Aditya Property

Membangun sebuah bisnis kemudian berusaha membesarkannya bukanlah satu-satunya tugas dari seorang pebisnis. Tantangan yang sesungguhnya justru ketika mempertahankan kejayaan suatu usaha sehingga bisa tetap eksis di tengah gempuran persaingan. Salah satu kunci rahasia bisnis yang bertahan puluhan tahun yaitu ada pada tahap regenerasi dalam kepemimpinan perusahaan. Generasi yang melanjutkan tongkat estafet usaha pun dituntut agar tidak hanya mampu menjaga kedigjayaan usaha, bila perlu harus bisa mengembangkannya hingga menjadi bisnis yang menggurita.

Menjadi generasi kedua dalam bisnis keluarga merupakan takdir yang lekat pada kehidupan seorang Anak Agung Made Darma Setiawan. Ia diberikan tanggung jawab oleh orangtuanya untuk meneruskan bisnis toko bahan

24| MAJALAH BALI

bangunan yang telah dirintis sejak tahun 1985. Agung Darma, demikian sapaannya, menganggap penyerahan estafet pengelolaan usaha tersebut bukan hanya sekedar “perintah� orangtua kepada anaknya. Melainkan

sebuah kepercayaan yang diberikan kepadanya sehingga ia melecutkan semangat untuk melestarikan usaha keluarga. “Demi bisa mempertahankan eksistensi usaha yang telah dirintis


TOKOH

dari nol oleh kedua orangtua saya adalah suatu prinsip yang saya pegang teguh sampai kapan pun. Sebab usaha ini bukan hanya sekedar warisan semata, melainkan juga hasil nyata dari kerja keras dan perjuangan orangtua saya sejak dulu,� tegas Agung Darma. Putra pasangan Anak Agung Made Netra dan Anak Agung Rai ini ikut menyaksikan jatuh bangun orangtuanya dalam merintis usaha. Bahkan bisa dikatakan bisnis ini bertumbuh bersama dengannya. Maka tidak heran, histori perjalanan usaha tersebut telah membangkitkan komitmen yang kuat dalam diri Agung Darma bahwa ia akan terus mengembangkan bisnis toko bahan bangunan itu, bila perlu tetap langgeng dari generasi ke generasi.

Syukur bisnis yang kini dikelolanya itu mampu bertahan di tengah menjamurnya kompetitor lainnya. Menurut Agung Darma, tiap-tiap pebisnis memiliki kiat tersendiri dalam menghadapi persaingan usaha. Salah satu hal yang ia lakukan yaitu tetap menjaga konsistensi kualitas produk. Agung Darma mensuplai barang dagangannya dari berbagai distributor dari daerah Surabaya yang sudah terbukti kualitasnya. Selain itu mutu pelayanan kepada konsumen juga tetap dijaga, sehingga konsumen merasa nyaman bertransaksi. Diiharapkan nantinya mereka akan memberikan kepercayaan kembali atau bahkan mau merekomendasikan produkproduk tersebut kepada kolega mereka.

Merambah Bisnis Properti Jiwa wirausahawan yang tertanam kuat dalam sanubarinya mendorong Agung Darma untuk bisa mengeksplorasi peluangpeluang lain yang ada di sekitarnya. Ketajaman intuisi sebagai seorang entrepreneur yang ada dalam diri pria kelahiran Denpasar, 15 Oktober 1961 ini menuntunnya menemukan sebuah peluang baru yang tak jauh dari bidang yang ia geluti sekarang. Peluang itu tidak lain adalah bisnis properti. Ia mulai melirik kesempatan di bisnis tersebut sejak tahun 2011 lalu. Upaya pelebaran sayap usaha dari bisnis penjualan bahan bangunan ke industri perumahan yang dilakukan Agung Darma agaknya tidak menemui hambatan yang berarti, mengingat kedua lini usaha ini memiliki kesinambungan. Bisnis properti terutama

MAJALAH BALI | 25


TOKOH

penjualan hunian, hotel, villa, dan lainnya tentu tidak akan berjalan tanpa adanya pasokan bahan bangunan. Pun begitu sebaiknya, bisnis penjualan bahan bangunan akan kehilangan gairahnya tanpa adanya perputaran di bisnis properti. Awal mula ketertarikan Agung Darma untuk terjun ke bisnis properti yaitu ketika ia mendapat masukan dari temannya yang sudah terlebih dahulu menggeluti bisnis tersebut. Melalui ceritacerita yang dituturkan, Agung Darma yakin jika bisnis tersebut mampu mendatangkan profit yang sangat besar. Memang keuntungan yang menggiurkan dari bisnis properti telah menarik minat Agung Darma sejak lama. Namun ia baru bisa merealisasikan keinginannya itu setelah mampu menstabilkan bisnis toko bahan bangunan yang ia kelola sekarang. Agung Darma memulai sepak terjangnya di bisnis properti dari sebuah langkah yaitu membeli beberapa kaplingan di daerah Kampial, Nusa Dua. Di lahan-lahan

26| MAJALAH BALI

kosong itu kemudian dibangun unit rumah dengan gaya arsitektur yang diminati masyarakat saat ini. Setelah jadi, properti tersebut kemudian dijual kembali. Pelan namun pasti ayah dari Anak Agung Ratih Permatasari dan Anak Agung Ngurah Ananta Wijaya ini mampu memutarkan modalnya dan berbonus laba yang tak sedikit. Hanya saja, kelesuan yang melanda sektor ekonomi di Indonesia membuat bisnis properti yang semula gemerlap kini kian meredup. Dampak penurunan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan properti juga dirasakan Agung Darma. Ia mengaku kondisi ini telah dirasakan dua tahun belakangan ini. Namun Agung Darma mengaku tidak akan menyerah dalam menghadapi situasi sulit seperti sekarang. Berberapa upaya dilakukannya termasuk dengan menyediakan beberapa unit rumah yang disesuaikan dengan segmentasi pasar. Hal itu bisa dilakukan dengan cara memvariasikan tipetipe properti berdasarkan luasan bangunan maupun lahan.

Meski kesehariannya disibukkan dengan urusan bisnis, namun Agung Darma tetap menyisihkan waktu luangnya untuk keluarga. Ia menyadari bahwa waktu yang dihabiskan dengan keluarga tercinta amat berharga untuk dilewatkan. Selain itu, suami dari Anak Agung Istri Mahawati ini juga mengabdikan diri dalam kegiatan bermasyarakat. Ia aktif dalam pergaulan sosial terutama pada kegiatan adat. Agung Darma juga sempat dipercaya sebagai Kelian adat dan kini ia mengemban amanat sebagai kelian dinas. Sebagai salah seorang pelaku bisnis yang terbilang sukses dalam usahanya, Agung Darma tak lupa menitipkan pesan kepada generasi muda saat ini. Khususnya generasi muda Bali yang baru memulai perjalanan membangun sebuah usaha. Ia berpesan agar anak-anak muda memiliki semangat dan motivasi kerja yang kuat. Sehingga nantinya dalam perjalanan usaha, hambatan atau tantangan yang ditemui tidak akan mudah meruntuhkan semangat juang yang telah dimiliki sebelumnya.


ADVERTISEMENT THE SHANTI RESIDENCE Alamat: Jalan Gunung Payung, Banjar Sawangan, Benoa, Nusa Dua, Benoa, Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: (0361) 4771677

HIBACHI VOYAGE RESTAURANT AND BAR Alamat: Jl. Raya Kerobokan No.98, Seminyak, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: 0822-4781-0789

BPR ARUNA NIRMALADUTA

STIKES WIRAMEDIKA

Alamat: Jl. By Pass Dharma Giri No.100X, Bitera, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali 80515

Alamat: Jalan Kecak No.9A, Tonja, Denpasar Utara, Tonja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80236

Telepon: (0361) 8958344

Telepon: (0361) 427699

CHEESE WORKS

MELASTI BEACH RESORT & SPA Alamat: Jalan Padma Utara, Pantai Legian, Kuta, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

Alamat: Banjar Pagutan, Batu Bulan, Sukawati Gianyar, Bali 80582 Telepon: (0361) 4701252

GOLDEN MONKEY

Telepon: (0361) 755971

Alamat: Jalan Dewisita, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571

CIWA SEMPURNA DIVE & WATERSPORT Alamat: Nusa Dua, Jl. Pratama, Benoa, South Kuta, Badung Regency, Bali 80361

Telepon: 0812-3778-3571

Telepon: (0361) 776628

STIKES WIRA MEDIKA Jalan Kecak No.9A, Tonja, Denpasar Utara, Tonja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80236

SEKOLAH HIGHSCOPE BALI Alamat: Jl. Muding Indah X No.9, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80117

Telepon: (0361) 427699

Telepon: (0361) 8495811

MAJALAH BALI | 27


Instagram

twitter

FACEBOOK

ISsUU

majalahbalicom

@majalahbali

Majalah Bali

Majalah Bali

MAJALAHBALI.COM

Majalah Bali - Mei 2018  
Majalah Bali - Mei 2018  
Advertisement