Page 1

MAJALAH

Edisi : V/18 Rp. 45.000,-

BALI REALISTIS,

EKSOTIS & DINAMIS

RUDYANTO YAPHAR CEO PT. Dineta Jaya

6 Gagal itu Biasa Bangkit Lagi itu Luar Biasa

Destinasi

Dekorasi

Pantai Pasir Putih

5 Tips Mempercantik Ruang Tamu

Virgin Beach

4

10

Tokoh

I Wayan Edi Sanjaya, SH Optimis di Tengah Guncangan di Industri Pariwisata

27

MAJALAH BALI | 1


DAFTAR ISI

21

12

18

6

23

14

TOKOH : 6

Rudyanto Yaphar Gagal itu Biasa, Bangkit Lagi itu Luar Biasa

12

Wayan Adi Sumiran Jatuh Bangun Membangun Adi Spa

14

Widia Legawa Ibu adalah Penunjuk Keberhasilan Saya

18

I Nyoman Losen Membangun Puri Sading Hotel di Atas Tanah Kelahiran

21

Nyoman Rthu Berani Bersaing di Era Digital Marketing

23

I Wayan Edy Sanjaya, SH Optimis di Tengah Guncangan di Industri Pariwisata

MAJALAH

BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS

2| MAJALAH BALI

PENERBITAN | KANTOR REDAKSI & IKLAN ALAMAT : Jl. Pulau Kawe I / 8, Denpasar TELP : 0361-4749540 E-MAIL : redaksi@majalahbali.com majalahbali@gmail.com

4

Pantai Pasir Putih Virgin Beach

10

27

Advertisement

5 Tips Mempercantik Ruang Tamu


MAJALAH

BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS

PEMIMPIN UMUM Gede Agus Arimbawa

PEMIMPIN REDAKSI Komang Agus Widiantara

EDITOR Supriyatna

PHOTOGRAPHY Panji Wirawan

DESAIN GRAFIS/LAYOUT Edi Sudiantara

KONTRIBUTOR Berlianto Ayu Kusuma Dewi

FOLLOW US Instagram

majalahbalicom

twitter

@majalahbali

FACEBOOK

Majalah Bali

ISsUU

Majalah Bali

MAJALAH BALI | 3


DESTINASI

Pantai Pasir Putih

Virgin Beach

Perasi , Karangasem Bali

Bali memang memiliki banyak daya tariknya, siapkah Balties untuk ke Pantai? Yes! Objek wisata pantai di pulau Bali, tidak hanya di pantai kuta atau sanur. Pulau dewata Bali juga memiliki banyak pantai yang indah untuk tempat liburan Balties. Lalu, apakah saat ini Balties sedang mencari pantai pasir putih terbaik di Bali, dengan kriteria lokasi pantai tersembunyi, pasir putih dan tidak ramai pengunjung? Jika iya, Virgin Beach Perasi Karangasem jawabannya.

P

ulau Bali sangat luas dan di kelilingi oleh lautan. Karena hal ini pulau Bali memiliki banyak pantai, baik pantai pasir putih ataupun pantai dengan pasir hitam. Pantai pasir hitam tidak terlalu diminati oleh wisatawan karena sangat panas di siang hari.

4| MAJALAH BALI

pantai ini dikenal dengan sebutan White Sand Beach Bali atau lebih terkenal dengan sebutan Virgin Beach Karangasem Bali. Karena pantai Perasi Bali masih asri, tenang, sepi dan bersih, maka wisatawan asing menyebutnya dengan nama Virgin Beach Bali.


DESTINASI

Lokasi Pantai Virgin Beach Bali Untuk saat ini, masih sedikit wisatawan Indonesia yang ingin berkunjung ke pantai Virgin beach. Karena lokasinya sangat jauh dari tempat wisata terkenal di Bali. Selain itu, tidaklah mudah untuk mencapai lokasi pantai Virgin beach karena lokasi pantai tersembunyi. Tapi bagi Balties yang ingin liburan ke tempat wisata pantai yang sepi, jauh dari keramaian, bersih dan tidak polusi, maka pantai Virgin Bali yang harus Balties kunjungi selama liburan di Bali, walaupun jarak agak jauh.

Daya Tarik Pantai Perasi Karangasem Pantai Virgin Bali dapat dikatakan sebagai salah satu pantai terbaik di Bali dan sangat sering disebutkan dalam buku panduan wisata perjalanan luar negeri. Pasir di pantai ini warnanya tidak benarbenar putih, lebih condong berwarna kuning, dan sedikit bercampur dengan pasir hitam, tapi dikenal dengan sebutan pantai pasir putih. Kafe-kafe kecil banyak tersedia di sini, menjual makanan dan minuman tentunya harganya

jauh lebih murah dari pada harga makanan dan minuman di kawasan wisata Kuta. Tidak hanya pantai dan kafe, Balties juga dapat melihat perahu tradisional yang digunakan oleh nelayan lokal. Jika Balties datang ke sini disaat cuaca cerah, Balties akan melihat air laut berwarna biru jernih dan sangat cocok untuk aktivitas berenang atau snorkeling. Di tempat ini juga resedia kursi geladak (sun deck) untuk berjemur dan payung, yang terletak di depan kafe kecil. Jika anda ingin menggunakan kursi geladak (sun deck) untuk berjemur dan payung, Balties dapat meminta kepada staf kafe.

MAJALAH BALI | 5


TOKOH

Gagal itu Biasa Bangkit Lagi itu Luar Biasa Bekerjalah pada diri anda, untuk diri anda, oleh diri anda. Terdengar egois memang, tapi kenyataannya penyemangat dan motivasi itu harus berasal dari diri sendiri. Karena tidak selamanya manusia lain akan menyediakan bahunya untuk kita. Rudyanto Yaphar CEO PT. Dineta Jaya

6| MAJALAH BALI


TOKOH

Rudyanto Yaphar, sosok dibalik PT. Dineta Jaya, pria kelahiran Surabaya 23 Juni 1967 merupakan anak ke tiga dari lima bersaudara dari pasangan Hermawan dan Indrawati. PT. Dineta Jaya adalah salah satu distributor makanan dan minuman terpercaya terkemuka di Bali. Anda yang memiliki atau bekerja di bagian food service seperti hotel, vila, restoran, cafĂŠ dan perusahaan katering pasti sudah tidak asing lagi dengan perusahaan ini. Sebelum menjadi pengusaha seperti sekarang, ia dan istrinya Inneke, bekerja sebagai karyawan di perusahaan

Surabaya yang tidak berbeda jauh dengan usaha yang ia geluti saat ini. Setelah menikah, dari pihak kantor pada saat itu, ia dan istri dipindahkan ke area Bali. Setiba di Bali, timbul rasa keinginan yang kuat untuk membangun usaha, karena tidak seperti di Surabaya, kesempatan di Bali lebih terbuka lebar. Itu juga yang membuatnya enggan untuk kembali ke Surabaya dan akhirnya menetap di Bali. Pada dasarnya semua orang akan lebih menyukai hal-hal yang membuat mereka merasa nyaman dan disaat itu akan timbul perasaan terlena, membuat kita sulit untuk berkembang. Berbanding terbalik dengan Rudy, ia menantang dirinya untuk keluar dari zona nyaman. Tapi

hal tersebut tidak membuatnya bodoh mengambil risiko, ia yang masih bekerja sebagai karyawan pun membackup istrinya yang keluar dari pekerjaannya terlebih dahulu. Dengan berbekal tabungan sebagai karyawan sebelumnya, Rudy dan istri mendirikan Grup Dineta Jaya tahun 1996 di jalan Sunia Negara No. 37, Br. Sakah, Pemogan, Denpasar Selatan. Memulainya dengan tiga karyawan dan mendistribusikan roti ke hotel-hotel, restoran dan sebagainya. Karena pernah bekerja di bidang yang sama sebelumnya, ia dan sang istri sudah memiliki gambaran perusahaan dan mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membangun usaha yang bergerak di bidang distributor. MAJALAH BALI | 7


TOKOH

Ibarat selalu ada rahasia (hikmah) dibalik musibah. Krisis moneter tahun 1997, justru membawa keuntungan tersendiri bagi Dineta Jaya, disaat masyarakat membutuhkan produk-produk import, Dineta Jaya mampu menjawab permintaan masyarakat. Dari sanalah muncul kepercayaan supplier-supplier yang mulai melirik Dineta Jaya, untuk mendistribusikan bahan-bahan 8| MAJALAH BALI

makanan dan minuman ke usaha mereka. Berselang setahun, Dineta Jaya sudah dapat membeli kantor sendiri dan melengkapi infrastruktur pendukung kantor. Sesuai dengan misi Dineta Jaya, membangun jaringan kemitraan dengan hati dan saling mendukung pelanggan, pemasok, karyawan lewat pelayanan profesional,

Dineta Jaya tidak hanya bermitra dengan produk lokal, seperti Fiesta, Fortune, Sania, ABC, Heinz, Bali Hai Beer, juga mulai import produk dari New Zaeland dan Eropa. Untuk lebih mudah memaintenance, PT. Dineta Jaya memiliki dua divisi, divisi pertama yang memegang restoran, hotel, vila dan katering, sedangkan divisi kedua memegang supermarket, minimarket dan toko.


TOKOH

PT. Dineta Jaya berpedoman dengan delapan nilai perusahaan, singkat dari delapan nilai tersebut adalah komitmen untuk menjunjung nilai kejujuran, tanggung jawab dengan tugas masing-masing dalam menciptakan kepuasan terhadap pelanggan; konsisten untuk terus menjalankan komitmen; memprioritaskan hubungan jangka panjang, respon yang cepat dan membangun tanggung jawab profesional dengan semua pelanggan; tidak mudah berpuas diri, terus-menerus belajar agar mampu mengejar ketinggalan dengan cara profesional; fokus untuk mencapai produktivitas optimal; bersikap terbuka dan selalu mencari terobosan-terobosan inovatif; profesional dalam pekerjaan maupun beretika; dan yang terakhir selalu berusaha memberikan yang terbaik. Berbeda dengan orangtua yang umumnya keras dalam mendidik, Ayahnya Hermawan tidak pernah memberi nasihat-nasihat khusus kepada Rudi. Ia hanya melihat dari kacamata seorang anak, betapa ayahnya yang pengusaha toko alatalat olahraga menganggap kegagalankegagalan dalam hidup adalah hal yang biasa. Ayahnya tetap terus berusaha, meski jatuh, bangkit lagi dan itulah hal luar biasa, yang bisa ia jadikan pelajaran dalam hidupnya dalam mendidik anaknya. Ia ingin anaknya benar-benar berjuang dari nol atas apa yang menjadi hobi mereka, apa yang mereka sukai, tidak mengandalkan perusahaan orang tua dan terjebak zona nyaman.

MAJALAH BALI | 9


TIPS

5

Tips Mempercantik Ruang Tamu

Memang tidak banyak yang bisa diharapkan jika kita memiliki sebuah rumah minimalis. Luas bangunannya yang relatif kecil membuat ruang yang ada di dalamnya juga memiliki luas yang kecil sehingga sulit untuk melakukan dekorasi. Tidak terkecuali untuk ruang tamu, sebuah tempat yang menjadi salah satu syarat ruangan yang harus ada, meskipun untuk rumah mungil. Letak ruang tamu biasanya dekat dengan pintu masuk dan terdapat tempat duduk seperti kursi, bangku, dan sebagainya untuk tempat bagi para tamu. Namun Anda jangan berkecil hati memiliki rumah minimalis dengan ruang tamu yang kecil, karna masih ada tips ang bisa Anda lakukan untuk menata ruang tamu mungil agar terlihat lebih cantik dengan tips berikut 10| MAJALAH BALI

1. Memilih furnitur Sadar akan ruangan yang sempit, Anda harus memilih furnitur yang tidak terlalu besar, terlebih dalam memilih sofa. Pilih sofa dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Jika ingin terkesan lebih cantik dan menyatu dengan ruangan, pilih sofa dengan warna kulit yang sesuai dengan warna tembok ruang tamu Anda. Namun jika Anda merupakan seseorang yang suka meriah, Anda bisa memilih sofa dengan warna warna cerah.

2. Memasang hiasan dinding Karena hiasan ini menggantung di atas dinding, maka hiasan yang satu ini tidak akan membuat ruang tamu Anda menjadi sempit. Hiasan dinding yang biasa digunakan dan dipajang pada ruang tamu biasanya seperti lukisan, foto-foto unik, atau vas bunga yang menggantung. Hiasan yang terlihat simple seperti ini, namun bisa membuat ruangan terlihat lebih cantik.


TIPS

3. Menaruh bantal sofa

4. Menaruh meja kaca

5. Menaruh karpet

Jangan lupa untuk menaruh bantal di sofa, karna ini merupakan salah satu ornamen yang penting. Sebaiknya, pilihlah warna bantal yang sesuai dengan ukuran dan bentuk sofa Anda, jangan memilih bantal yang terlalu besar.

Anda bisa menaruh meja kaca di ruang tamu mungil Anda. Meskipun akan membuat ruangan terasa lebih sempit, tetapi menaruh hiasan satu ini akan mempercantik ruang tamu Anda dan meja kaca tersebut dapat berfungsi untuk meletakkan buku atau majalah.

Meskipun hanya ruangan minimalis, namun Anda bisa berkreasi dengan menambah karpet di ruangan tersebut. Fungsi lain selain untuk mempercantik ruangan adalah berguna untuk menambah kesan hangat di dalam ruang tamu minimalis Anda. Anda bisa memilih warna karpet yang senada dengan warna dinding agar terkesan menyatu. Namun semua itu kembali kepada selera Anda masingmasing.

MAJALAH BALI | 11


TOKOH

Jatuh Bangun Membangun

Adi Spa

Wayan Adi Sumiran Pemilik Adi Spa

Berawal dari perjalanannya menjadi pemandu wisata, mengantar tamu wara-wiri ke tempat spa pada tahun 1998. Wayan Adi Sumiran melihat suatu peluang di dalam bidang usaha tersebut karena ia yang juga tamatan dari Sekolah Guru Olahraga (SGO) mendapat sedikit pendidikan tentang ilmu massage. Secara otodidak, ia pun mulai belajar lebih banyak tentang massage yang sebenarnya, dan mulai membangun Adi Spa.

Tidak pernah terduga sebelumnya, Adi Spa bertumbuh kembang pesat hingga saat ini. Adi Spa yang berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai No. 501 Nusa Dua merupakan spa pertama di Nusa Dua sekaligus merupakan konsep spa pertama di dalam hotel. Berkat menyanding spa terbaik di Nusa Dua, Adi Sumiran pun berhasil membangun usaha lain yang juga tidak jauh dari dunia pariwisata. Adi Sumiran lahir dari seorang 12| MAJALAH BALI

petani yang gigih namun hanya penggarap sawah milik orang lain. Sejak dulu dari cerita-cerita orang yang ia dengar, orangtuanya kerap dibohongi oleh orang lain hingga ikut terbawa dalam kehidupannya sendiri. Saat kelas IV SD ia diberangkatkan ke Sulawesi Tenggara saat gempa besar di Seririt. Hampir setahun di Sulawesi, ia kemudian pulang ke Seririt dan bersekolah di Sekolah Guru Olahraga (SGO) yang dibiayai oleh kakaknya. Di sekolah tersebut ia adalah


TOKOH anak yang berprestasi, salah satunya ia pernah mendapatkan penghargaan Supersemar dari Presiden Soeharto, selain aktif olahraga voli. Setamat dari SGO, ia akhirnya memutuskan untuk belajar dan bekerja menjadi seorang pemandu wisata, karena untuk melanjutkan menjadi guru, ia tidak mendapatkan dukungan secara financial. Setelah peristiwa bom Bali pertama, Adi Spa yang dibangun Adi Sumiran tetap beraktifitas seperti biasa, ia tetap mempekerjakan karyawannya dengan pengeluaran yang lebih besar dibandingkan penghasilan yang ia dapatkan kala itu. Walau tercekik dengan keadaan sedemikian rupa, ia tetap harus membayar gaji karyawannya yang hampir total 70 jutaan setiap bulannya, karena ia berpikir usaha dan penghasilan yang ia dapatkan semua tidak jauh berkat kerja keras para karyawannya. Hal serupa terjadi pada bom Bali kedua, tapi kali ini Adi Sumiran lebih merasa kerepotan. Ia pun mencoba untuk mendiskusikan hal ini kepada rekan-rekannya. Berkat dukungan yang tidak pernah berhenti, ia dapat terus melanjutkan usahanya bahkan membuka usaha berikutnya yaitu Bali organic village yang meliputi fasilitas penginapan, cooking class, tari-tarian, herbal class, spa spiritual dan yoga. Pada tahun 2009 Adi mengalami tantangan luar biasa dalam perusahaannya, hingga tahun 2011 ia terpaksa menjual semua aset yang ia punya, mulai dari tanah, rumah pribadi seluas 4 are, mobil dan vila. Beruntung istri dan anaknya sangat paham dengan apa yang ia alami, saat itu ia hanya dapat berdoa agar apa yang telah terjadi padanya, semoga pihak tersebut terketuk hatinya untuk kembali pada jalan Tuhan. Yang sudah terjadi, tidak ingin ia ceritakan secara terbuka kepada teman-temannya, cukup ia dan keluarga yang tahu dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Ia meyakini, bila dalam campur tanganNYA, Tuhan kembali mempercayakan apa yang pernah menjadi miliknya, semua itu akan kembali lagi kepadanya. Keadaan pun berangsur-angsur pulih, semenjak kejadian itu Adi bertekad untuk memegang perusahaannya sendiri, juga dibantu

oleh keluarganya sendiri. Mengingat pengalamannya yang sudah-sudah, ia tidak berkeinginan lagi untuk merekrut manager atau staf lainnya yang kerap gagal. Sejak tahun 1998 hingga sekarang, Adi Spa tidak pernah melakukan renovasi pada bangunannya, agar tetap menampilkan gaya bangunan dengan ciri khas Bali. Itulah salah satu daya tarik kuat Adi Spa, dulunya hanya didominan oleh turis asal Jepang, kini Adi Spa juga menyentuh pasaran Eropa, Australia dan negara di Asia lainnya.

Apa gunanya sayap tanpa keberanian untuk terbang sama halnya sebuah mimpi tinggalah mimpi tanpa adanya keberanian untuk mewujudkannya ungkap Adi Sumiran. Lepas dari hal itu, ia pun tidak dapat menutup diri dari persaingan, baginya kuncinya adalah ketulusan dalam bekerja dan keterbukaan diantara pebisnis. Adi Sumiran pun menambahkan, ia berharap tidak hanya sekedar berbisnis, tapi juga dapat bergandeng tangan dengan pebisnis lain dalam mengembangkan pariwisata di Bali.

MAJALAH BALI | 13


TOKOH

IBU Adalah PENUNJUK KEBERHASILAN SAYA

Widia Legawa Pendiri Legawa & Co

L

egawa & Co adalah sebuah perusahaan konsultan yang mengurus perijinan pendirian suatu instansi swasta maupun BUMN di Bali. Yang membantu para investor dan pemilik usaha melegalkan status pendirian sebuah badan usaha. Legawa & Co merupakan perusahaan pribadi yang didirikan oleh seorang wanita kelahiran Denpasar 01 November 1978 silam. Adalah Ni Komang Widiastuti atau biasa dipanggil dengan Widia. Ia pernah menghandle beberapa

14| MAJALAH BALI

permintaan pengurusan perijinan yang tidak hanya di Bali melainkan juga di beberapa kota besar diluar Bali. Kiprahnya dalam keberhasilan membantu mengurus perizinan suatu badan usaha tidak perlu diragukan lagi. Beberapa badan usaha swasta dan BUMN juga pernah mempercayakan kepengurusan legalitas perusahaan kepadanya. Wanita yang genap berusia 40 tahun ini telah mengalami suka duka dalam berkarir. Kiprahnya kini sebagai

konsultan perijinan badan usaha tidak semulus yang dikira. Widia kecil yang tinggal bersama kedua orang tuanya I Made Wirya dan Ni Nengah Budiasih (alm) hidup sederhana didaerah Kesiman Denpasar Timur. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini sejak kecil sudah memiliki semangat tinggi dalam belajar. Kecintaannya pada membaca membawanya pada suatu tekad bahwa walaupun ia berasal dari keluarga sederhana, ia mampu dan bisa mewujudkan cita-citanya. Sang Ibu yang melihat kegigihannya dalam


TOKOH menimba ilmu berupaya keras agar anak perempuan satu-satunya ini dapat sekolah tinggi. Ibunya yang saat itu hanya seorang ibu rumah tangga biasa mencari penghasilan tambahan lain dengan berjualan jajan dan ternak babi untuk mencukupi biaya kuliah Widia. Bagi keluarga Widia saat itu, bisa lulus Diploma tiga saja sudah suatu hal luar biasa. Keterbatasan ekonomi hanya mengantar Widia pada jenjang Diploma tiga jurusan Accounting Management di STP Nusa Dua Bali. Selesai kuliah Widia pernah menjajaki peran pekerjaan mulai dari sekretaris, akunting, auditor dan jabatan officer lainnya. Ia pernah mengalami PHK saat bekerja di Discovery Hotel karena Bom Bali I. Dan menyebabkan dirinya menganggur selama 2 minggu, hingga kemudian ia mendapat tawaran pekerjaan sebagai marketing di sebuah event organizer dan bekerja selama 1 tahun. Kemudian ia pindah bekerja di PT. Tirta Bridal Uluwatu sebagai Human Resources dan asisten pribadi. Hingga setelah atasannya resign ia pun memback up pekerjaan yang sebelumnya sudah ia pelajari dari sang senior. Dan ia banyak mempelajari ilmu tentang Human Resources hingga mengurus perijinan saat bekerja di Hotel Aston Tuban. Namanya mulai santer terdengar ketika ia berhasil mengurus perijinan Hotel Aston Tuban. Walaupun Widia telah melalang buana dalam berkarir, tak lantas membuatnya berpuas diri. Ia menyadari bahwa ilmunya belum cukup untuk membawanya pada kesuksesan. Hingga ia kembali menginjak bangku kuliah dan berhasil menuntaskan program pasca sarjananya di Universitas Warmadewa jurusan Ekonomi. Kemudian dosennya saat itu terus memotivasinya untuk terus melanjutkan kuliah sampai ke jenjang S2. Dan ia memilih program Magister Manajemen masih di kampus yang sama. Prestasi Widia mengantarkannya sampai kepada terpilihnya ia sebagai dosen tamu di Universitas Indonesia program Ekonomi Bisnis. Ia sempat beberapa kali mengisi mata kuliah di Universitas Indonesia (UI) ditengah kesibukannya bekerja. Hal MAJALAH BALI | 15


TOKOH

ini menjadi suatu penghargaan tersendiri bagi Widia karena berhasil menjadi satu yang terpilih diantara banyaknya kandidat dosen yang lain. Ditengah kesibukannya dalam mengembangkan karir, Widia dihadapkan pada suatu kondisi ketika sang Ibu sakit dan harus diopname. Kedua kakak Widia saat itu tidak dapat membantu menjaga sang Ibu dikarenakan istrinya tengah hamil tua dan kakaknya satu lagi sebagai staff biasa sehingga tidak bisa mendapatkan ijin bekerja terlalu lama. Dan ini mengharuskan Widia untuk memilih antara karirnya saat itu sebagai direktur dan rasa cintanya pada sang Ibu yang sangat berjasa atas hidupnya. Namun Widia lebih memilih menjaga sang Ibu di rumah sakit. Tiga bulan ia merawat sang Ibu, mendampingi dan memotivasinya untuk segera sembuh.�Bagi saya ibu adalah penunjuk keberhasilan hidup saya� ujarnya dengan mata berkaca. Tidak semua karirnya berjalan sempurna, Widia harus merasakan jatuh hingga ke titik nol. Yakni ketika ia harus menanggung kerugian Vendor dengan hasil tabungannya bekerja selama 15 tahun. Moment dimana ia mempertaruhkan semua yang dimilikinya dan menyebabkannya mengurung diri selama 3 bulan tanpa ingin bertemu dengan siapapun. Perjuangannya begitu pahit, penuh dengan air mata. Temanteman baiknya datang silih berganti membantu memotivasi dirinya untuk kembali bersemangat membangun masa depannya. Ia mulai mengumpulkan kepingan-kepingan semangatnya. Menatanya satu per satu menjadi rangkaian mimpi yang harus diwujudkannya. Langkahnya tidak boleh terhenti, ia ingin sekali memiliki perusahaan sendiri. 16| MAJALAH BALI


TOKOH Dan ditahun 2016, Widia meresmikan Legawa & Co. Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa konsultasi pengurusan ijin dan legalitas suatu badan usaha di Bali. Ia bertindak selaku konsultan. Nama Legawa diambil dari nama anak keduanya yaitu I Made Nelson Legawa. Dan Co merupakan singkatan dari Corporation atau ia juga membenarkan jika ada yang mengartikan Co sebagai singkatan dari Conveksi. Selain sebagai perusahaan jasa konsultan, Legawa & Co juga bergerak dalam bidang garmen dan konveksi. Widia sering kali menerima project pembuatan seragam, tshirt, polo shirt, topi, dan merchandise lainnya. Namun, ia mengungkapkan bahwa usaha konveksinya saat ini masih bekerja sama dengan relasinya di Bandung. Ia berharap di tahun-tahun mendatang usaha konveksinya bisa memproduksi sendiri. Diselang kesibukannya ia terus belajar mulai dari mempelajari jenis-jenis kain hingga mendesign sendiri permintaan pelanggannya.

Kini ia tidak hanya tengah disibukkan dengan bisnisnya saja. Ia juga membantu pemerintah untuk mensosialisasikan rencana kerangka acuan lingkungan atau Amdal yang bekerja sama dengan PPLH Gianyar Ubud untuk project PT.Waskita Karya Realty (perusahaan BUMN) di tiga desa adat yakni Penatih Dangin puri, Kesiman dan Batu Bulan. Wanita yang sejak awal tidak pernah bercita-cita sebagai konsultan ini mengaku bahwa semuanya mengalir begitu saja. Ia bersyukur pernah bertemu dengan orang-orang hebat yang mampu mengubah hidupnya kini. Ia tidak pernah malu menyerap berbagai ilmu dari orang-orang disekitarnya. Senantiasa berpikir positif dan confident dengan kemampuan diri sendiri begitu rahasianya. Ia juga memotivasi anak-anak muda Bali agar berani menunjukkan bakat dan talenta yang ada.

MAJALAH BALI | 17


TOKOH

Membangun

PURI SADING HOTEL

di atas

TANAH KELAHIRAN

Ni Ketut Mariyati & I Nyoman Losen I Nyoman Losen membangun Puri Sading Hotel di Jalan Danau Tamblingan No. 102 Sanur bersama anak perempuannya Ni Ketut Mariyati. Selain tentu saja bertujuan meningkatkan financial, sebagai pria asli kelahiran Sanur, mengapa tidak ia ikut berpartisipasi dalam berkontribusi mengurangi pengangguran dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sanur. Keberanian dan kenekatan Nyoman Losen berawal dari langkahnya melihat celah untuk membangun usaha di atas tanah warisan. Tidak menunggu lama, ia lalu melakukan pembangunan hotel secara bertahap. Walaupun tidak ada latar belakang di bidang perhotelan, ia tetap nekat mengambil kesempatan itu, karena kesempatan memang tidak pernah datang dua kali. Nyoman Losen lahir di Sanur 11 Juni 1942, bertempat

18| MAJALAH BALI

tinggal di jalan Danau Beratan No. 62 Sanur. Ia memiliki lima orang anak, di mana anak perempuannya yang keempat bernama Ni Ketut Mariyati kini ikut membantu dalam pengelolaan hotel, di mana sebelumnya pengelolaan hotel sempat dibantu salah satu rekan, malah meninggalkan kekecewaan dalam hati Nyoman. Bersama anak perempuannya yang berprofesi sebagai arsitek di sebuah kantor kontraktor, Mariyati berpikir tidak ada


TOKOH salahnya untuk mencoba dan belajar sesuatu yang baru. Ini merupakan tahap awal untuk keluar dari zona nyaman dan cara terbaik untuk tumbuh dan berkembang lebih baik lagi.

menginap. Saat ini Puri Sading Hotel sudah memiliki 22 kamar dengan tiga tipe yaitu superior, deluxe garden view dan full view dengan tamu yang datang sebagian besar berasal dari warga Australia.

Setiap perjalanan sukses itu, pasti ada ilmunya dan semua ilmu pasti bisa dipelajari. Langkah awal itulah yang dilakukan Mariyati di tahun 2005 di Puri Sading Hotel, benar-benar dimulai dari nol dan dibantu oleh beberapa karyawan yang sudah handal di bidang tersebut. Ia mulai belajar menjadi marketing dan accounting, memasarkan Puri Sading Hotel melalui media online maupun travel agent. Ia pun belajar mengelola keuangan perusahaan, hingga sekarang perkembangannya Puri Sading Hotel begitu pesat.

Kamar dilengkapi dengan AC, TV 21 inci dengan saluran satelit, lemari es, tempat tidur twin atau double, pemutar DVD (hanya di Pool View Room), kamar mandi dengan shower panas & dingin, wastafel, pengering rambut (atas permintaan).

Setelah menyerap ilmu yang ia dapat, ia pun melakukan pembenahan-pembenahan di beberapa area hotel dan melengkapi beberapa fasilitas untuk mendukung kenyamanan tamu yang menginap. Mengimplementasikan profesinya sebagai arsitek, ia pun membuat perencanaan tata letak dan perencanaan ruang dalam bangunan hotel untuk melindungi privasi agar liburan lebih terasa santai. Kadang saking asyiknya menuangkan ide-ide kreativitasnya, Mariyati suka lupa diri dan tidak ingin ide yang sudah tertuang diganggu gugat orang lain, sekalipun itu ayahnya.

Kemewahan pun masih ditawarkan Puri Sading Hotel pada fasilitas dan perabotannya yang modern, selain bila kita menengok keluar bangunan hotel, terdapat taman tropis yang indah untuk menimbulkan rasa ketenangan

Puri Sading Hotel adalah hotel semi-butik bergaya Bali yang mempesona dengan cottage suite, bertujuan untuk menyediakan kenyamanan bagi para tamu selama mereka Lingkungan di Puri Sading Hotel

MAJALAH BALI | 19


TOKOH sejati. Puri Sading Hotel yang berlokasi strategis pun menambah nilai plus hotel ini dan menyediakan akses mudah ke banyak tempat menarik di Bali. Fasilitas pendukung lainnya meliputi Restoran KapuKapu, kolam renang, tempat tidur bayi gratis, layanan medis klinik (on call), transfer bandara (biaya), layanan penyewaan, koper, tempat parkir yang luas, brankas (dalam penerimaan), layanan binatu biaya, toko koper, Wi-Fi gratis. Tidak bisa dipungkiri, pariwisata merupakan mata pencaharian masyarakat Bali. Walau pemberitaan mengenai Gunung Agung yang terdengar sempat simpang siur. Sebagai pelaku pariwisata, Nyoman Losen dan Ketut Mariyati berharap kinerja pemerintah tetap aktif untuk mengembalikan pariwisata Bali seperti sedia kala. Tidak hanya pemerintah, tentu saja masyarakat dituntut untuk ikut menjaga apa yang sudah diwariskan oleh Tuhan di pulau yang tidak hanya mendapatkan julukan seribu pura, tapi juga ada seribu kedamaian bahkan tidak terbatas di atas tanah yang kita cintai ini.

Restaurant di Puri Sading Hotel

Restaurant di Puri Sading Hotel

Swimming Pool

Kamar Hotel

20| MAJALAH BALI


TOKOH

BERANI BERSAING DI ERA DIGITAL MARKETING

Nyoman Rethu Owner Juada Garden

Bisa dikatakan Nyoman Rethu adalah salah satu pengusaha yang sangat merasakan pengembangan digital marketing dalam promosi pariwisata maupun bisnis. Bagaimana tidak sejak tahun 1977 ia sudah membangun rumah makan di Kuta yang pada tahun tersebut belum seramai sekarang, suasana masih tenang dan membuat nyaman siapa pun yang datang.

Bali memiliki alam eksotis yang menjadi destinasi wisata unggulan dunia, tiap tahun tak kurang empat juta wisatawan, datang mengunjungi Bali. Seiring berkembangnya teknologi, tentu membuat Bali semakin dikenal, meninggalkan gaya informasi dari mulut ke mulut, dan mulai membuka diri untuk perkembangan teknologi yang kian pesat. Nyoman Rethu yang merupakan mantan pengurus sepak bola yang selama 10 tahun bergabung dengan Persatuan Sepakbola Kabupaten Badung (PERSEKABA) merasa beruntung memiliki putra yang ahli dibidang IT.

Ia mengungkapkan di usianya yang sudah tidak lagi muda, ia harus membuka diri dengan perkembangan teknologi. Sebelum membangun usahanya, Rethu bekerja di Hotel Dewangkara tahun 1970, pria asli Legian ini menceritakan bagaimana daerah tempat tinggalnya masih berupa “tegalan� dan sawah hingga ke desa Petitenget. Bali yang belum sesesak sekarang, juga dikenal sebagai surga dunia bagi peselancar untuk pertama kalinya saat itu. Tahun 1977, Rethu mulai membangun rumah makan di atas tanah warisan keluarga, tapi sayangnya pada tahun

MAJALAH BALI | 21


TOKOH 1995 terpaksa ditutup karena persaingan dengan warga asing yang mulai membangun kala itu. Tidak habis akal, Rethu kemudian membangun rumah dengan dua kamar yang disewakan perbulannya. Jumlah kamar kian bertambah, seiring wisatawan yang ingin lebih lama lagi tinggal di Bali. Lima tahun kemudian, Rethu mulai merasakan persaingan ditengah pelaku industri properti, pembangunan dengan arsitektur yang moderen mulai mempengaruhi penginapanpenginapan di sekitar tempat tinggalnya. Karena penginapan milik Rethu belum memiliki fasilitas yang lengkap, atas biaya sendiri para wisatawan mulai membangun di atas tanah yang disewakan Rethu, dibangunlah rumah sesuai dengan fasilitas yang diinginkan wisatawan tersebut. Lambat laun, beberapa rumah yang sudah dibangun, kembali dikelola bersama keluarga. Rethu kemudian memperpanjang izin penginapannya dan mengingat dewasa ini pemesanan tiket sudah tidak perlu saling bertatap muka, ia juga menjalin kerja sama dengan travel agent online. Turis-turis yang menginap diantaranya dari India, Australia, dan didominan oleh warga dari Eropa. Negara – negara yang sebelumnya belum pernah datang ke Bali pun mulai menginap di Juada Garden, begitu ia menamai bungalow miliknya yang sudah memiliki 15 unit kamar. Untuk kedepannya, di usia yang tidak lagi muda, ia berharap putranya dapat meneruskan Juada Garden yang beralamat di Jalan Raya Seminyak No. 501 Seminyak, Kuta, tapi kembali lagi yang terpenting adalah passion, energi dalam diri yang termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan senang hati. Bali dengan segala keunikannya tersendiri, tidak bisa dijumpai di negara lain. Nyoman Rethu yakin Bali masih menjadi destinasi wisatawan untuk berlibur, baik domestik dan internasional. Asal kita sebagai masyarakat masih tetap ajeg mempertahankan bali sesuai dengan ajaran agama dan kebudayaan Bali. Pesaing itu ibarat sahabat, sahabat yang akan membuatmu lebih terpacu dan termotivasi untuk lebih bergerak maju. Dihargainya sebuah kesuksesan bukan seberapa uang yang kau dapat, namun bagaimana kamu menghargai sahabat disekitarmu bukan hanya mengejar uang semata.

22| MAJALAH BALI


TOKOH

OPTIMIS di Tengah Guncangan di INDUSTRI PARIWISATA

S

ejak status tanggap bencana diumumkan sehubungan dengan bencana erupsi Gunung Agung, Bali mengalami krisis khususnya pada geliat industri pariwisata. Dampak bencana alam tersebut yang paling terasa yakni penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali. Lantas, bagaimana penggiat industri pariwisata di Bali menyikapi situasi tersebut? Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Oktober 2017 sebesar 4,54 persen.

I WAYAN EDY SANJAYA, SH Owner Mahi-Mahi Dewata Salah satu penyebab utamanya adalah dampak dari erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Hal ini menunjukkan bahwa Bali masih menjadi barometer pariwisata nasional. Setiap fenomena sosial, budaya, maupun geologi yang ada di Bali nyatanya menjadi patokan bagi wisatawan dunia apakah melanjutkan kunjungan ke Indonesia atau tidak. Penurunan jumlah wisatawan, khususnya di Bali, tidak sekedar angka-angka di atas kertas. Fakta yang terjadi di lapangan memang demikian adanya. Jumlah wisatawan

mancanegara yang masuk melalui Bandara Ngurah Rai pada Oktober 2017 hanya mencapai 462,3 ribu kunjungan saja. Padahal di bulan sebelumnya sebanyak 550,2 ribu kunjungan. Bukan hanya Bandara Ngurah Rai yang menjadi saksi bisu menurunnya angka kunjungan wisatawan di Bali. Sepinya kunjungan wisatawan juga terjadi di beberapa objek wisata di Bali. Salah satu pelaku di industri pariwisata Bali, I Wayan Edy Sanjaya, SH, mengakui jika terpuruknya pariwisata di Bali mempengaruhi usaha yang MAJALAH BALI | 23


TOKOH ia lakoni. Pemilik bisnis travel agent dan beberapa usaha lainnya ini merasakan betul dampak penurunan jumlah wisatawan. Ia mengatakan pembatalan reservasi akomodasi terus terjadi selama periode Oktober hingga November 2017 lalu. “Sebetulnya untuk market Eropa dan Amerika berada pada tahap low season di Bulan Oktober hingga awal Desember. Namun kondisi Gunung Agung yang disertai pemberitaan besar-besaran di media menjadikan para wisatawan membatalkan kunjungannya. Sehingga bisa dikatakan pariwisata di Bali berada di masa kelam saat itu,� ujar pria yang memiliki nama populer yaitu Yohanes tersebut. Wayan Edy mengelola usaha travel agent yang memfokuskan target pasar Eropa, khususnya dari Negara Spanyol. Ia memaparkan adanya peningkatan jumlah wisatawan dari negara tersebut dari awal Januari hingga pertengahan September 2017. Namun sejak adanya status awas Gunung Agung ditetapkan secara drastis terjadi penurunan wisatawan dari negeri para matador tersebut.

Optimistik Perputaran roda pariwisata yang kian lesu tentu saja menjadi sorotan yang serius. Pasalnya industri pariwisata merupakan dapur penggerak ekonomi di Pulau Dewata. Industri ini tidak hanya mempengaruhi sektor-sektor usaha yang berhubungan dengan kegiatan kepariwisataan, tetapi juga memberikan dampak kepada sektor lainnya seperti pertanian dan perdagangan. Sehingga diperlukan kebijakan dari para stakeholder guna mengatasi permasalahan yang ada. Menanggapi situasi yang ada, Pemerintah Provinsi Bali membentuk kelompok kerja Bali Tourism Hospitality (BTH) untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung terhadap sektor pariwisata. Kelompok kerja ini menjembatani isu-isu

24| MAJALAH BALI

beredar terkait informasi erupsi Gunung Agung. Salah satunya mengantisipasi berita-berita palsu yang meresahkan wisatawan dengan cara memberikan informasi yang benar dan faktual. Selain itu, para pelaku usaha di industri pariwisata tidak hanya berdiam diri. Beberapa terobosan dilakukan salah satunya promosi besar-besar yang dilakukan guna menggaet kembali minat para wisatawan. Langkah-langkah konkrit yang diambil tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Desember 2017 kunjungan wisatawan ke Bali kian membaik meski belum dapat mencapai angka yang memuaskan.


TOKOH Wayan Edy pun membenarkan kabar tersebut. “Pembatalan reservasi yang sudah ada semakin berkurang sementara reservasi yang baru mulai meningkat. Hal ini disebabkan oleh pemahaman para wisatawan jika situasi di Bali kembali aman pasca penurunan aktivitas Gunung Agung,� terang pria kelahiran 26 Mei 1967 tersebut. Melihat adanya geliat positif di industri pariwisata Bali sejak akhir tahun 2017 hingga awal tahun 2018, Wayan Edy tetap optimis Bali akan tetap menjadi primadona pariwisata di Indonesia maupun di dunia. Menurutnya Bali memiliki daya tarik wisata yang tidak dimiliki daerah tujuan wisata lainnya. Budaya dan seni yang ada di Bali merupakan medan magnet pariwisata, selain itu Bali juga memiliki daya tarik spiritual yang dinamakan Taksu. Selama Taksu Bali tetap terjaga maka daerah ini akan terus menarik minat pelancong dari mancanegara maupun domestik.

agent. Sejak awal ia mengkhususkan diri pada bidang inbound tourism dimana ia menargetkan market Eropa dan Asia. Selanjutnya di tahun 2005, ia membesarkan usahanya dengan menarik investor untuk bekerja sama mengembangkan PT. Asean Tour and Travel, berlokasi di Jalan Tukad Badung No. 8 B, Renon, DenpasarBali. Jeli menangkap peluang usaha yang ada, Wayan Edy mendirikan usaha lainnya di bidang jasa transportasi laut. Ia merespon fenomena wisata baru di daerah Indonesia Timur. Pesona wisata di Gili Trawangan maupun Gili lainnya yang ada di Nusa Tenggara Barat membuat daerah tersebut

digandrungi para traveller seluruh dunia. Wayan Edy pun mendirikan bisnis bernama Mahi Mahi Dewata, merupakan jasa penyeberangan antar Pulau Bali dan Lombok menggunakan kapal cepat. Bukti kesuksesan lainnya yang telah diraih Wayan Edy yaitu restoran yang ia dirikan di Tanah Lot. Ada pula properti dalam bentuk villa yang ia bangun di Seminyak. Keberhasilan yang telah diraihnya merupakan buah dari kerja keras dan usaha yang ia lakoni selama ini. Semangat juang yang ia miliki tidak lain bersumber dari motivasi yang ia pupuk selama ini.

Sikap optimistik Wayan Edy pun tak beralasan. Ia yakin Bali akan mampu melewati tantangan yang terjadi saat ini. Sebab ia menyaksikan sendiri perjuangan Bali dalam menghadapi beberapa ujian yang sebelumnya pernah terjadi. Sebut saja peristiwa Bom Bali I dan II yang sempat meluluhlantakan pariwisata di Pulau Dewata. Meski cobaan yang datang bertubi-tubi namun Bali tetap bertahan bahkan mampu survive dari masa-masa sulit. Hal inilah yang menguatkan keyakinan Wayan Edy bahwa pariwisata Bali pasti akan kembali berjaya pasca fenomena alam yang terjadi belakangan ini.

Motivasi Wayan Edy Sanjaya bukanlah pendatang baru di industri pariwisata. Ia telah merintis usaha sejak tahun 1988, dimulai dari bisnis jasa angkutan wisata. Selama 12 tahun bergeliat di bisnis transportasi, barulah ia mencoba peruntungan di bisnis travel

MAJALAH BALI | 25


TOKOH

Memang, Wayan Edy sejak dulu bercita-cita memperbaiki kesejahteraan hidup sebab di masa lampau ia hidup dalam keadaan serba kekurangan. Ia merupakan putra dari pasangan I Wayan Gutring dan Ni Wayan Ritid. Ayahnya berprofesi sebagai petani sedangkan ibunya berjualan ikan di pasar. Penghasilan keduanya tidak seberapa sementara mereka harus menghidupi ketujuh anak mereka, salah satunya Wayan Edy yang merupakan anak keenam. Kondisi ekonomi keluarga yang bisa dikatakan pra sejahtera tersebut

26| MAJALAH BALI

memotivasi Wayan Edy untuk membantu orangtuanya. Sejak duduk di bangku SD ia telah terbiasa membantu pekerjaan orangtuanya di sawah. Kebiasan bekerja keras sedari dini itu akhirnya terakumulasi menjadi sebuah kebiasaan yang ia bawa hingga dewasa. Setamat sekolah menengah atas, Wayan Edy mengikuti training di Nusa Dua Beach Hotel. Sejak saat itulah ia mulai menemukan passionnya di pariwisata. Hingga akhirnya ia mulai merintis usaha sendiri dan sukses di masa kini. Lakon hidup yang dijalani

Wayan Edy tentunya memberikan inspirasi positif yakni kerja keras yang dilakukan secara presistensi akan membuahkan hasil yang gemilang. Sukses secara finansial, Wayan Edy tetap memiliki keasadaran bahwa apa yang ia miliki sekarang hanyalah titipan dari Tuhan. Maka ia pun tergerak untuk senantiasa membantu sesamanya yang dianggap memerlukan bantuan. Beberapa kali kegiatan sosial dilakukannya di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan tempat tinggalnya sendiri di wilayah Cenagi.


ADVERTISEMENT THE SHANTI RESIDENCE Alamat: Jalan Gunung Payung, Banjar Sawangan, Benoa, Nusa Dua, Benoa, Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: (0361) 4771677

HIBACHI VOYAGE RESTAURANT AND BAR Alamat: Jl. Raya Kerobokan No.98, Seminyak, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: 0822-4781-0789

BPR ARUNA NIRMALADUTA

STIKES WIRAMEDIKA

Alamat: Jl. By Pass Dharma Giri No.100X, Bitera, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali 80515

Alamat: Jalan Kecak No.9A, Tonja, Denpasar Utara, Tonja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80236

Telepon: (0361) 8958344

Telepon: (0361) 427699

CHEESE WORKS

PT. DINETA JAYA

Alamat: Banjar Pagutan, Batu Bulan, Sukawati Gianyar, Bali 80582

Alamat: Jl. Sunia Negara No.45, Pemogan, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80221

Telepon: (0361) 4701252

GOLDEN MONKEY

Telepon: (0361) 724000

Alamat: Jalan Dewisita, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571

GREEN FIELD HOTEL AND RESTAURANT Alamat: Jl. Pengosekan, Ubud, Ubud, Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali 80571

Telepon: 0812-3778-3571

Telepon: (0361) 975798

YAYASAN DWIJENDRA Alamat: Jl. Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80236

SEKOLAH HIGHSCOPE BALI Alamat: Jl. Muding Indah X No.9, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80117

Telepon: (0361) 257693

Telepon: (0361) 8495811

MAJALAH BALI | 27


Instagram

majalahbalicom 28| MAJALAH BALI

twitter @majalahbali

FACEBOOK

Majalah Bali

ISsUU

Majalah Bali

MAJALAHBALI.COM

Majalah Bali - April 2018  
Majalah Bali - April 2018  
Advertisement