Issuu on Google+

MENULIS FEATURE • “People buy newspapers for a variety of reasons. Maybe they’re seeking a coupon for soap. Maybe they want to know if the local high school won its game. Maybe they just want to know what time Rocky VIII starts at the movie house. Or maybe they’re seeking stories that will engage their interest.” (Ken Fuson, editor Des Moines Register, peraih Writing Award versi American Society of newspaper Editors untuk kategori non deadline writing).


Tugas seorang wartawan di surat kabar adalah menyajikan berita yang penting dan atau ingin diketahui pembacanya. Namun tatkala publik memiliki alternatif yang lebih cepat dan menggairahkan untuk mendapatkan berita seperti dari televisi, radio, dan internet, maka kehadiran berita di surat kabar terancam kehilangan relevansinya.


tugas wartawan tulis • Saat ini tugas wartawan tulis bukan sekedar menyampaikan informasi yang penting, tetapi menemukan cara membuat hal-hal yang penting menjadi menarik untuk setiap cerita dan menemukan campuran yang tepat dari “yang serius” dan “kurang serius” yang ada dalam laporan berita pada hari manapun (Bill Kovach)


• yang bisa ditulis wartawan bukan hanya tentang ketegangan di Palestina atau kenaikan harga BBM, tapi juga tentang perasaan seorang anak di Gunung Kidul yang menerima beasiswa dari seorang dermawan atau senyum bahagia seorang ibu ketika anaknya memenangi lomba menari


• Hal-hal yang “kurang serius” selalu mendapatkan ruang di media-media “serius” sekalipun. • Koran bisnis seperti “Asia Wall Street Journal” yang tentunya punya audiens kaum kerah putih, tetap menyajikan kartun, cerita ringan yang mengundang senyum, serta teka teki silang. • Kompas sebagai Koran kaum terpelajar di Indonesia banyak disukai orang bukan hanya karena berita seriusnya, tetapi juga karena koran tersebut memberikan ruang cukup untuk kisah-kisah “kurang penting” tetapi menggugah (human interest).


• Kisah-kisah yang “kurang serius” dan human interest di dunia jurnalistik dikenal dengan nama Feature atau Karangan Khas. • Buku-buku pedoman penulisan jurnalistik secara konvensional pada umumnya mendefinisikan feature sebagai tulisan jurnalistik yang tak terikat waktu (timeless), yang tujuan utamanya adalah untuk “menghibur” pembaca setelah pembaca dibikin tegang oleh berita-berita keras (hard news).


Feature dalam dunia jurnalistik dikenal juga dengan karangan khas. Khas karena di dalam feature selalu ada cerita yang menggugah rasa kemanusiaan (human interest). • Berbeda dengan berita yang ditulis secara telanjang, feature ditulis dengan gaya yang “enak dibaca” dan menghibur agar para pembaca tertarik terus mengikuti uraian atau penjelasan mengenai suatu peristiwa. • Nilai sebuah feature, sebagaimana halnya produk informasi, sebenarnya tetap ditentukan oleh keaktualannya. Hanya dalam feature kadang-kadang keaktualan tidak ditentukan oleh rentang waktu penyiaran dengan peristiwa, tetapi lebih pada kebaruan dalam sudut pandang (point of view) atau belum atau sudah adanya media lain yang menyiarkan.


• •

• •

Misalnya kita menulis tentang kehidupan pemburu ikan paus di lingkungan masyarakat Flores Timur. Feature ini mungkin bisa disiarkan sepekan atau dua pekan setelah penulisan. Karena bisa dimuat sewaktu-waktu, tentu feature harus punya kekuatan tersendiri. Jika hardnews kekuatannya pada kecepatan, maka feature harus mengandalkan pada beberapa aspek seperti daya tarik obyek, gaya penyajian, pemilihan sudut pandang dan tentu saja relevansi peristiwa, atau cantolan berita. Jika dalam berita unsur “what” dan “who” mendominasi tubuh berita, maka penulis feature bermain dengan sejumlah fakta dan keterangan untuk memberikan penjelasan dan pengungkapan sisi lain dari sebuah berita. Maka unsur “how” dan “why” mendapat jatah yang luas dalam feature. Seorang penulis menyebut bahwa feature lebih “menghibur” dan menjelaskan masalah daripada sekadar “menginformasikan”, karena feature adalah tulisan yang menuturkan peristiwa disertai penjelasan riwayat terjadinya, duduk perkaranya, proses pembentukannya, dan cara kerjanya. Materi feature tidak jauh-jauh dari materi yang biasa dibuat berita. Dia ada di kiri, kanan,depan, dan belakang sebuah berita. Itulah sebabnya feature seringkali menjadi pelengkap sebuah berita atau melengkapi hal-hal yang tidak bisa dimasukkan ke dalam sebuah berita, hal-hal yang terlewatkan.


• •

• •

Misalnya kita menulis tentang kehidupan pemburu ikan paus di lingkungan masyarakat Flores Timur. Feature ini mungkin bisa disiarkan sepekan atau dua pekan setelah penulisan. Karena bisa dimuat sewaktu-waktu, tentu feature harus punya kekuatan tersendiri. Jika hardnews kekuatannya pada kecepatan, maka feature harus mengandalkan pada beberapa aspek seperti daya tarik obyek, gaya penyajian, pemilihan sudut pandang dan tentu saja relevansi peristiwa, atau cantolan berita. Jika dalam berita unsur “what” dan “who” mendominasi tubuh berita, maka penulis feature bermain dengan sejumlah fakta dan keterangan untuk memberikan penjelasan dan pengungkapan sisi lain dari sebuah berita. Maka unsur “how” dan “why” mendapat jatah yang luas dalam feature. Seorang penulis menyebut bahwa feature lebih “menghibur” dan menjelaskan masalah daripada sekadar “menginformasikan”, karena feature adalah tulisan yang menuturkan peristiwa disertai penjelasan riwayat terjadinya, duduk perkaranya, proses pembentukannya, dan cara kerjanya. Materi feature tidak jauh-jauh dari materi yang biasa dibuat berita. Dia ada di kiri, kanan,depan, dan belakang sebuah berita. Itulah sebabnya feature seringkali menjadi pelengkap sebuah berita atau melengkapi hal-hal yang tidak bisa dimasukkan ke dalam sebuah berita, hal-hal yang terlewatkan.


Katakanlah tiba-tiba ada kecelakaan pesawat terbang yang membawa 540 penumpang. Maka, hadirlah berita di berbagai media massa: 540 Penumpang LPJA Airlines Tewas Jakarta, 9/2 (LPJA) – Pihak berwenang memberikan kepastian bahwa sebanyak 540 penumpang LPJA Airlines tewas setelah pesawat yang mereka tumpangi jatuh di hutan Kalimantan Timur, Rabu malam. Belum ada kepastian penyebab jatuhnya pesawat tersebut, kecuali disebutkan bahwa kontak terakhir pesawat itu dengan menara pengawas dilakukan kira-kira pukul 10.20 WIB atau lima belas menit sebelum jadwal pendaratan pesawat itu di bandar udara Sepinggan, Balikpapan. Dst dst


• • • • •

Di saat seperti itu, jangan lupa soal fakta lain. Ada materi lain yang tidak leluasa untuk dimasukkan dalam berita; misalnya pesan-pesan seorang pramugari kepada mamanya, atau ada seorang pria yang terlihat terus menangis di ruang tunggu kantor LPJA Airlines menunggu kepastian nasib kekasihnya yang menurut rencana akan dinikahinya sebulan lagi. Lihat pula manifes penerbangan. Ada tokoh? Ada artis? Pada saat seperti itu perlu ketajaman dalam melihat keadaan, berempati, dan menghayati kejadian yang menghebohkan itu. Perlu juga ketekunan. Soalnya ada sejumlah rinci yang harus didapat untuk membuat feature. Perlu mencari kutipan-kutipan yang hidup. Penulis feature memang akan lebih lama berada di lapangan dan akan lebih lelah dibandingkan mereka yang hanya memburu berita.


Lelaki berperawakan tegap bak bintang Hollywood Silverter Stallon itu menangis tak henti-hentinya di tengah kerumunan orang yang sejak dua jam sebelumnya memenuhi ruangan humas LPJA Airlines. Kerumunan orang itu adalah para keluarga, kerabat, dan handai taulan penumpang pesawat LPJA Airlines yang jatuh di Kalimantan Timur, Rabu (8/2) malam . Sedangkan lelaki yang menangis sambil menutup mukanya dengan sapu tangan itu adalah calon suami Lisa (27), sekretaris sebuah perusahaan ternama, yang turut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. “Kami bulan depan siap menikah, tapi kini dia sudah pergi,â€? kata Seto Wibowo, lelaki berperawakan gagah yang mengaku berprofesi sebagai bankir. dst ‌ dst‌.


• Feature tidak selamanya harus dekatdekat dengan berita. Saat anda terkesima pada keluguan seorang gadis kecil yang mengamen di Bus Kota, anda sudah terpancing untuk membuat feature. Di sini feature anda berdiri sendiri


Apa yang bisa dijadikan bahan penulisan feature? • Hampir semua aspek kehidupan bisa dieksplorasi sebagai bahan penulisan feature. • (Kantor berita Reuters mempunyai rubrik semacam news feature, general feature, political feature). • Jenis tulisan yang ada di majalah-majalah wanita seperti tulisan di rubrik mode, sosok, profil, dan pariwisata juga termasuk jenis tulisan feature. • Yang harus diingat: feature bukan fiksi, karena dia adalah juga produk jurnalistik yang harus berdasarkan fakta, walaupun dalam penggarapannya feature itu mesti disajikan layaknya sebuah cerita pendek.


• Secara umum, bentuk karangan khas dikatagorikan menjadi dua, yakni feature yang bersifat explanation atau penjabaran dan feature atau karkhas yang bersifat persuasive atau sering juga disebut argumentative feature.


Explanation Feature antara lain: • News feature atau Sidebars, yaitu karangan khas yang tercantel langsung dengan berita lempang (News Peg). Tulisan ini merupakan suplemen berita lempang tetapi lebih banyak bercerita tentang manusia, pandangannya, harapannya, perasaannya, ketabahannya, dsb. Teknik penyajiannya bias humoristis, ironis, atau menciptakan ketegangan (suspense). • Historical Feature (Karkhas Sejarah). Model tulisan ini berupaya mengaktualkan masa lampau atau kejadian dalam sejarah sehingga ada keterkaitan dengan masa kini. Tulisan ini biasanya bermaksud menyegarkan ingatan pembaca akan kejadian yang bernilai sejarah. • Karkhas Perayaan. Model tulisan ini dibuat untuk memperingati hari-hari besar atau hari libur nasional seperti Lebaran, Natal, Nyepi, dsb. • Karkhas sosok pribadi (personality Profile). Model tulisan ini sering juga disebut dengan cerita sukses (success story) atau biografi.


Human Interest Feature (Daya Pikat manusiawi). Model karkhas ini menonjolkan aspek-aspek dramatis, emosional, dan materi latar belakang yang menyangkut manusia sebagai cirinya ketimbang tulisan berita lempang yang materi pokoknya adalah peristiwa, pendapat, atau insiden. Karkhas human interest ini memperlakukan hal atau kejadian di balik perisriwa yang menimpa manusia seperti tekanan batin, euphoria, gagasan, ambisi, dsb. Tujuannya adalah untuk memberi sentuhan emosi kepada khalayak seperti simpati, antipati, senang, benci, marah, dsb. Objek karkhas ini biasanya orang-orang “unik” seperti Pelacur, Bartender, Paranormal, dsb. Karkhas Pembuka Tabir (Curtain Raiser). Tulisan ini berisi langkah-langkah, peristiwa, atau pendapat untuk menyongsong atau sebagai persiapan menuju kejadian yang penting. Misalnya rencana kunjungan Kepala Negara Iran ke Indonesia atau menjelang Sidang Umum MPR/DPR. Model tulisan ini biasannya memakai bahan tertulis seperti doklumen, kliping, atau pendapat orang yang kompeten. Karkhas Wisata. Menuturkan pengalaman wartawan/ penulis tentang hasil kunjungannya ke objek wisata yang menarik seperti keindahan alam, atraksi, peninggalan sejarah, tempat makanan yang khas, dsb.


Argumentative atau Persuasive Feature •

•

•

•

Feature Ilmu Pengetahuan Populer (Science Report). Tulisan ini menguraikan hal-hal yang bersifat ilmiah tetapi disajikan secara popular sehingga isinya mudah dibaca oleh umum. Kehadiran karkhas seperti ini dapat membantu sosialisasi ilmu atau mendidik khalayak untuk berpikir ilmiah. Analisis Berita (News Analysis). Sering kali disebut juga sebagai berita bertafsir (interpretative report). Isinya mengungkap dan menjelaskan asalmuasal masalah yang kiompleks serta kemungkinan dampaknya. Analisis berita biasanya disiarkan bersamaan dengan berita lempang tentang masalah yang kompleks itu. Laporan Berkedalaman (In depth report). Model tulisan ini membatasi diri khusus membahas satu aspek tertentu saja dari suatu masalah yang sebetulnya berdimensi banyak. Dengan konsentrasi pasa satu aspek, diharapkan isi laporan akan mendalam. Feature Tuntunan keterampilan (How-To-Do-It). Model tulisan ini memberi tuntunan kepada pembaca mengenai keterampilan atau pengetahuan praktis atau kiat-kiat. Pembaca diharapkan bisa mendapatkan informasi praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.


Lalu unsur-unsur apa saja yang perlu diperhatikan dalam menulis feature? •

Kreativitas: Tak seperti penulisan berita biasa, penulisan feature memungkinkan sang penulis menciptakan sebuah cerita. Cerita disini dalam pengertian “news-story”. Tapi ia madih diikat etika bahwa tulisan harus akurat. Karangan fiktif dan khayalan tidak boleh. Subyektifitas: Feature dapat ditulis dalam dalam bentuk ”aku”. Tapi bentuk ini sangat jarang diterapkan wartawan, kecuali wartawan petualang seperti Gerson Poyk. Wartawan baru dianjurkan menghindari bentuk ini karena bisa terjerumus untuk menonjolkan diri. Informatif: Feature bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita biasa. Misalnya, anda menulis tentang pelestarian hutan atau feature bahaya merokok yang sarat informasi bagi pembaca. Menghibur: Feature merupakan variasi dari berita rutin. Tulisan ringan tentang cara polisi melatih anjing pelacak, cara guru sekolah di daerah terisolir mendidik murid-muridnya bisa memberikan hiburan selingan. Feature bisa juga berkisah tentang peristiwa yang lucu. (majalah Time pernah menulis feature lucu tentang suami Sharon Stone yang dipatok (digigit?) biawak di sebuah kebun binatang di AS. Poin empat ini sebenarnya merupakan “roh” feature, yang sering dirumuskan sebagai unsur human entere Panjangnya: Bisa hanya 200 kata bisa 20000 kata. (ini bukan esensi sebuah tulisan).


Teknik penulisan • • •

• •

• •

Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta-fakta, dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik ''mengisahkan sebuah cerita''. Memang itulah kunci perbedaan antara berita ''keras'' (spot news) dan feature. Penulis feature pada hakikatnya adalah seorang yang berkisah. Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca; ia menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama. Teknik penyajiannya boleh dikatakan mirip teknik menyajikan sebuah cerita pendek yang hebat. Penulis harus pandai mengatur alur cerita. Mau runtut atau flashback? Ini tergantung kebutuhan. Pemilihan diksi, kata juga amat penting. Pilih kata benda yang konkret. Pilih verba yang kuat: “dipagut” lebih kuat dan spesifik dari pada “digigit” (ular). Jadi ketepatan dan spesifikasi penggunaan kata harus diperhatikan betul. Tapi jangan sampai terjerumus ke dalam hyperbole, bombasme, vurgaritas dan semacamnya. Berbeda dengan berita, struktur penulisan feature bukan piramida terbalik. (lihat contoh kecelakaan pesawat). Artinya, jika dalam menulis berita kita langsung ke masalah yang paling utama, maka dalam feature kita menjadikan masalah utama itu sebagai latar belakang.


JUDUL • Judul Feature lebih bebas atau luwes dibanding judul berita lempang • Judul tetap mewakili isi • Usahakan membuat judul yang menggugah • Coba beri sentuhan efek puitis pada judul


• MENGAPA UNDUR-UNDUR BERJALAN MUNDUR? • KASMARAN MAUT DI SARANG ELANG • PEROMPAK YANG HALUS DAN RAMAH • SUKA DUKA SANG PENYELAM • TRAGEDI DI KEBUN KARET • MENYULAP KAWASAN KUMUH • HIDUP ATAU MATI; GENDUT DICARI • GARA GARA NAMA SAMA


Lead alias teras • Ada yang mengatakan bahwa lead feature ibarat umpan dalam kail. Begitu pentingnya lead ini sehingga feature yang baik tanpa lead yang mempesona akan kehilangan daya tariknya bagi pembaca. Namun ada yang membantah pendapat ini. Argumennya : ada feature yang memikat meski leadnya bisa-biasa saja. Feature yang ditulis Sindhunata umumnya memiliki lead yang biasa-biasa saja meskipun secara keseluruhan menarik sebagai sebuah feature


Lead alias teras • Lead alias teras • Ada yang mengatakan bahwa lead feature ibarat umpan dalam kail. Begitu pentingnya lead ini sehingga feature yang baik tanpa lead yang mempesona akan kehilangan daya tariknya bagi pembaca. Namun ada yang membantah pendapat ini. Argumennya : ada feature yang memikat meski leadnya bisa-biasa saja. Feature yang ditulis Sindhunata umumnya memiliki lead yang biasa-biasa saja meskipun secara keseluruhan menarik sebagai sebuah feature • Banyak kajian yang membahas soal lead atau teras ini, termasuk jenis-jenis teras yang bisa digunakan penulis agar tulisannya tidak monoton.


LKBN ANTARA punya jenis-jenis teras sebagai berikut Teras rangkuman berita (news summary lead) • Sama dengan yang dipergunakan dalam berita lempang. Teras ini merupakan pemadatan dari seluruh cerita dan menyajikan keseluruhan unsur lima W (who, what, when, where dan why) dan satu H (how). Contoh : (1)Dengan gayanya yang kocak Jaelani Naro menyatakan tiak mau mundur dari pencalonan wakil presiden sampai tanggal 11 Maret 1988, tengah hari, hanya beberapa jam sebelum pemilihan wakil presiden oleh Sidang Umum MPR dilaksanakan. Ia telah ikut menulis sejarah baru politk Indonesia, sebab ia tercatat sebagai orang pertama yang memberanikan dirinya tampil sebagai calon tandingan Sudharmono yang sudah diunggulkan dan sekaligus berusaha mengakhiri budaya “calon tunggalâ€? untuk jabatan orang kedua di republik ini.


Teras kutipan (quotation lead) •

Teras ini dimulai dengan sebuah kutipan ucapan atau tulisan orang terkenal. Contoh : “Oh, East is East and West is West and never the twain shall meet!” Jika Rudyard Kipling sempat mengunjungi Wisma Antarbangsa di salah satu kampus Amerika Serikat, ia mungkin akan merevisi baris-baris dalam puisinya yang terkenal itu, sebab ia akan menyaksikan Timur dan Barat bukan hanya bertemu, tetapi juga hidup dan bekerja berdampingan dalam suasana penuh persahabatan. “Tangkap hidup atau mati,” Dengan suara baritonnya, Kapolri Jendral Sutanto memerintahkan anak buahnya agar tidak memberi ampun kepada Edy Gendut, aktor utama perampokan di bank BNI cabang kramat “Allahu Akbar”. Setelah itu, ia melakukan sujud syukur untuk menyampaikan terima kasihnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena ia telah terpilih sebagai salah seorang menteri dalam Kabinet Pembangunan V.


Teras kalimat tanya (question lead) •

Teras jenis ini sama dengan teras kalimat pendek, tetapi dituliskan dalam bentuk interogasi, bukannya pernyataan, dengan tujuan menguji pengetahuan atau merangsang minat pembaca. Contoh : Berapa harga sebuah nyawa? Ia bisa berharga milyaran rupiah, jika tubuh yang dihidupinya kebetulan seorang kaya raya, tetapi ia bisa juga hanya berharga ribuan rupiah saja atau sama sekali tak bernilai. Yayasan Jantung Indonesia, Palang Merah Indonesia dan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dengan cara masing-masing berusaha keras agar nyawa seseorang --yang sebenarnya tak ternilai harganya—tidak dibedakan dengan yang lain, karena kekayaan atau status sosialnya. Apa yang membuat sekelompok orang ngotot menolak pindah, meski gubuk tempat mereka tinggal terus dirayapi air yang menggenang?


Teras kontras (contrast lead) • Teras jenis ini mengungkapkan dua fakta yang sangat berbeda dengan tujuan untuk memberi tekanan pada fakta yang akan menjadi tema ceritera. • Contoh : • Di sini, 45 tahun yang lalu, mereka saling menembak, berbunuh-bunuhan. Kini di tempat ini, muda-mudi Belanda dan Indonesia bercengkerama ria, memadu kasih, menjalin asmara. • Itulah pemandangan di Pantai Cinta, yang kini giat dipromosikan sebagai salah satu tujuan wisata.


• Teras analogi (analogy lead) • Teras ini sama dengan teras kontras, tetapi ia menampilkan kesamaan antara fakta yang sudah dikenal dengan fakta yang akan menjadi tema ceritera. • Contoh : • Keduanya doyan apa saja mulai dari sayursayuran beras, daging, buah-buahan sampai dengan kertas. Tak salah lagi, koruptor yang tertangkap basah itu dijuluki “tikus berkepala hitam”.


• Teras deskriptif (descriptive/picture lead) • Teras ini dimulai dengan melukiskan keadaan seseorang atau sesuatu. • Contoh : • Senyum selalu tersungging di bibirnya, rambutnya selalu tersisir rapi, sederet pulpen bertengger di saku baju safarinya dan bicaranya selalu lemah-lembut dan berhati-hati. Itulah ciriciri penampilan calon pejabat masa kini.


• Teras bermuka dua (janus-faced lead) • Teras jenis ini melihat ke belakang atau ke depan dengan maksud menampilkan perbandingan dengan masa kini yang menjadi tema cerita. • Contoh : • Celana dengan bentuk bagian pinggang ke bawah lebar, sehingga mengesankan agak kedodoran, adalah idaman banyak remaja masa kini. Padahal, itu adalah mode 30 tahun lalu yang telah ditinggalkan penggemarnya yang kini sudah menjadi bapak-bapak atau kakek-kakek. Memang, sejarah selalu berulang dalam mode.


Teras deskriptif (descriptive/picture lead) • • •

• •

Teras ini dimulai dengan melukiskan keadaan seseorang atau sesuatu. Contoh : Senyum selalu tersungging di bibirnya, rambutnya selalu tersisir rapi, sederet pulpen bertengger di saku baju safarinya dan bicaranya selalu lemah-lembut dan berhati-hati. Itulah ciri-ciri penampilan calon pejabat masa kini. Laksana tarian peri langit, asap membumbung di atas Hotel Bali Beach yang membara terpanggang api. Bola mata Juani berkaca-kaca ketika mengintip kemenakannya, Soleka, yang sedang mandi sore waktu itu. Dari bslik pagar sumur yang jarang, ia melihat kain basahan Soleka yang sering tersibak


Lead Menuding Langsung • Dengan lead model ini, reporter berkomunikasi langsung dengan pembaca. Ciri-ciri lead ini adalah ditemukannya kata “anda”, dengan maksud pembaca menjadi bagian dari cerita. Contoh: Bila anda punya nama “kodian”, harap hati-hati. Salah-salah anda kena cekal tidak boleh ke luar negeri Bila harus memilih antara diet koleterol dan penyakit jantung, tentu anda memilih yang pertama


Lead Penggoda •

Lead ini adalah cara untuk mengelabui pembaca dengan cara bergurau. • Biasanya pendek dan umumnya memakai teka-teki Contoh: Pendatang baru itu tampak misterius dan agak menakutkan. Namanya memang bagus, Chlamydia pneumoniae, tapi wataknya merepotkan para peneliti. .

Pembaca yang tak tahu apa atau siapa nama itu, tentunya bisa punya asosiasi beragam atas nama itu. Barulah pada kalimat berikutnya dijelaskan yang sebenarnya Itulah kuman penyebab penyakit radang paru-paru, yang tidak tergolong jenis bakteri, tapi juga bukan virus. Para ahli mengatakan, kuman itu membawa sebagian sifat bakteri dan sebagian lagi sifat virus.


ENDING • Berbeda dengan berita lempang, ending dalam karangan khas memegang peranan penting karena di akhir tulisannya, penulis bisa memberi penekanan kembali misi dari tulisannya. • Pada bagian ending, penulis feature yang bagus akan meninggalkan kesan yang membekas kepada pembacanya.


Ending Ringkasan. Feature bisa diakhiri dengan memberikan kesimpulan dari ------seluruh cerita

.

Contoh: Misal feature tentang Musik dan kaum remaja bisa diakhiri dengan: Para peneliti menemukan remaja-remaja itu kelihatan bahagia, rileks dan bergairah saat menikmati musik, karena musik bagi mereka adalah suatui pengalaman sensasional yang mampu menggugah emosi dan kognitif. Apalagi kalau lirik lagu itu dapat mewakili isi hati mereka.


Ending •

Kilas balik. Pada akhir tulisan, penulis mengulang kembali tekanan atau nuansa yang sudah disampaikan lead

Contoh: Lead: Bila harus memilih antara diet koleterol dan penyakit jantung, tentu anda memilih yang pertama. Ending: Diet kolesterol memang berarti banyak menahan diri, tapi anda tentu akan rela menyingkirkan sebagian makanan lezat dari piring anda jika makanan itu akan menjadimomok bagi jantung anda.


Ending • Terbuka. Pada ending, penulis juga bisa mengutarakan perspektif baru dari tema yang ditulis dengan kalimat pertanyaan atau kata-kata yang mengandung harapan, saran, atau tantangan. Contoh ending tulisan tentang anak-anak dari kalangan tak mampu: Kalau saja semua pihak mau menganggap anak-anak miskin itu adalah juga anak sendiri, maka paling tidak, “masa emasâ€? pertumbuhan anak semasa balita tidak akan hilang begitu saja.


Ending • Kutipan. Tulisan feature juga bisa diakhiri dengan kutipan seseorang, seperti tokoh sentral dalam tulisan atau ucapan pakar, puisi, lirik lagu, dsb. Contoh: Gubernur DKI yang saat Pilkada menjadikan isu banjir sebagai komoditi menggaet simpati, kini angkat tangan. Lalu kepada siapa lagi masalah banjir kita tanyakan. Mungkin Ebiet benar: “Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang.â€?


Dasar-dasar menulis feature