Page 1

N OTO

PRA JAN

1

(BARAT)

Executive Summary studio Analisis Kawasan

perencanaan wilayah dan kota fakultas teknik universitas gadjah mada


Executive summary

NOTO PRAJAN (BARAT)


kata pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatnya kami dapat menyelesaikan executive summary ini dengan baik. Mendapatkan kawasan Notoprajan Barat ini sebagai daerah survei merupakan hal terbaik yang pernah terjadi kepada kelompok studio kami. Meskipun pada awalnya kami tidak terlalu antusias ketika mengetahui bahwa kawasan kami tidak masuk ke dalam Kecamatan Wirobrajan yang merupakan kawasan utama Studio Analisis Kawasan kali ini, tetapi pada akhirnya itulah yang memberikan keunikan tersendiri bagi ke l o m p o k ka m i . Te r i m a ka s i h , Notoprajan Barat, karena telah menerima kami sebagai surveyor-mu selama tiga bulan terakhir ini. Di dalam Kata Pengantar ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembuatan executive summary ini, terutama: 1. Orang tua kami atas doa dan dukungan yang diberikan; 2. Bapak Ir. Didik Kristiadi, MLA, MAUD sebagai dosen pembimbing kami yang telah

I

memberikan pencerahan, saran, dan dukungannya; 3. Bapak Deva Fosterharoldas, ST, M.Sc, Ph.D; Bapak Irsyad Adhi Waskita Hutama, ST, M.Sc; dan I b u W i d ya s a r i He r Nugrahandika, ST, M.Sc selaku dosen pengampu mata kuliah Studio Analisis Kawasan yang telah memberikan bimbingan dan sarannya; 4. Kakak-kakak tingkat kami PWK angkatan 2016, 2015, 2014, dan alumni yang telah memberikan tutor, bantuan, serta tips-tips kepada kami; dan 5. Teman-teman PWK angkatan 2017 yang telah memberikan bantuan dan dukungannya. Kami menyadari bahwa di dalam executive summary ini masih terdapat banyak kekurangan. Kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk dijadikan bahan penyempurnaan bagi kami di kemudian hari. Yogyakarta, Desember 2017

Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan

Tim Penyusun


DAFTAR ISI Kata pengantar Daftar isi

1 Latar Belakang Metode dan Teknik analisis kawasan

3 Peta dasar kawasan ProfIL dan batasan konDISI FISIK Image of the city

9 Experiencing places using places Knowing PLaces How Places work Politics of places

24 Masalah Potensi

27 Masterplan Rencana Menghidupkan Ndalem Tejokusuman Rencana lain

32 33

I II

Pendahuluan 2 2

ProfIL KAWASAN 4 5 6 8

Analisis kawasan 9 12 15 19 22

masalah dan potensi 25 26

Rencana Kawasan 28 29 31

Kesimpulan meet the team

Kelompok 1 - Notoprajan Barat

II


Pendahuluan

In frame: suasana brieďŹ ng sebelum survei


LATAR BELAKANG “Knowledge is of no value unless you put it to practice.” - Anton Checkov Kutipan di atas sangat merefleksikan proses pembelajaran di dunia ini. Apa yang kita pelajari jika tidak diterapkan akan menjadi tidak berguna, bahkan dilupakan. Sebagai seorang akademisi yang telah berada di tingkat pendidikan tinggi, sudah sepatutnya kita mulai mengaplikasikan ilmu yang didapat selama ini ke dalam kehidupan nyata. Di dalam ilmu perencanaan wilayah dan kota (PWK), terdapat pembelajaran tentang bagaimana cara seorang perencana dapat mengamati serta memberi penilaian atas berbagai aspek yang ada di dalam suatu lingkup wilayah. Kami sebagai mahasiswa PWK Universitas Gadjah Mada mempelajarinya di semester pertama

ini dalam mata kuliah Metode dan Teknik Analisis Kawasan. Lalu, ilmu tersebut kami terapkan dalam mata kuliah Studio Analisis Kawasan, di mana kami terjun langsung ke suatu kawasan yang telah ditentukan untuk kemudian melakukan survei dan analisis akan keadaan di dalamnya. Hasil dari analisis tersebut kemudian kami jadikan bahan pertimbangan untuk mengusulkan perbaikan-perbaikan di dalam kawasan tersebut. Pada kesempatan kali ini, kami mendapatkan kawasan Notoprajan Barat yang terletak di bagian barat daya Kota Yogyakarta. Kawasan ini cukup kompleks sehingga menantang kami untuk menelusurinya lebih jauh guna mendapatkan analisis yang tepat agar usulan-usulan perbaikan yang kami ajukan nantinya bisa membuat kawasan ini lebih baik lagi dari kondisinya sekarang.

METODE DAN TEKNIK ANALISIS KAWASAN Untuk melakukan analisis kawasan Notoprajan Barat ini, pertamatama kami membuat peta dasar digital dengan program desain grafis CorelDraw 2017 berdasarkan citra satelit yang kami dapatkan dari program pemetaan ArcMap 10.3. Setelah itu, kami membagi kawasan ini menjadi empat subkawasan dengan dua orang sebagai surveyor tiap subkawasan tersebut. Hal ini kami lakukan untuk mempercepat dan mempermudah proses survei. Hasil survei dari tiap subkawasan lalu kami gabungkan untuk kemudian dianalisis secara keseluruhan.

Output dari analisis kami berupa peta tematik dan overlay analisis dari peta dasar pada kertas kalkir. Peta tematik terdiri dari tiga peta dasar (figure-ground, Nolli, dan block pattern), fungsi bangunan, dan dua peta koefisien bangunan (dasar dan lantai). Overlay analisis terdiri dari dua bagian: u n s u r- u n s u r I m a g e o f t h e C i t y berdasarkan teori dari Kevin Lynch serta poin-poin analisis kawasan yang dimuat dalam buku People in Places karya Jay Farbstein dan Min Kantrowitz yang menjadi bahan presentasi dosen di dalam mata kuliah Metode dan Teknik Analisis Kawasan.

Kelompok 1 - Notoprajan Barat

2


PrOfIL Kawasan Kelurahan

Kecamatan

Kota

Notoprajan

Ngampilan

Yogyakarta

Luas

0,16 km² In frame: jalanan di RW 02 Serangan


PETA DASAR KAWASAN NOTOPRAJAN BARAT LEGENDA Bangunan

Sungai

Jalanan

Batas Amatan

PETA INSET

SKALA

ORIENTASI

0 20 40

80

120 m

SUMBER ArcMap 2017 Survey Lapangan 2017

PENYUSUN Alfian Yoga S.

17/415089/TK/46378

Alya Nathasya

17/410103/TK/45460

Askif Azikri

17/410107/TK/45464

Fuji Nova Amelya

17/410113/TK/45470

M. Alfi Hilman

17/413484/TK/45924

Ni’matin Rahma

17/413488/TK/45928

Priscilla Clatra

17/413490/TK/45930

Risantri Aisa

17/410127/TK/45484

Yosia Aaron S. P.

17/415106/TK/46395

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA DEPARTEMEN TEKNIK ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

Kelompok 1 - Notoprajan Barat

4


PROFIL DAN BATASAN Kelurahan Ngampilan Jalan K.H. Ahmad Dahlan (batas utara)

Notoprajan Timur

RW 02 Serangan

Kecamatan Wirobrajan

Sungai Winongo (batas barat)

Jalan K.H. Wahid Hasyim (batas timur)

RW 03 Gendingan

Kelurahan Kadipaten

RW 04 Tejokusuman Jalan Letjen S. Parman (batas selatan)

Peta 1.1: Administrasi

Kelurahan Gedongkiwo 5

Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan


KONDISI FISIK 1. Pola Jalan Dari peta block pattern atau pola jalan di samping, terlihat bahwa Jalan K.H. Wahid Hasyim (batas timur) merupakan jalan utama di Notoprajan Barat. Jalan ini menghubungkan Jalan K.H. Ahmad Dahlan di utara dengan Jalan Letjen S. Parman di selatan. Pola jalan di dalam kawasan cukup beragam, mulai dari grid (di sekitar Taman Parkir Ngabean), curve linear (di pinggir Sungai Winongo), loop, hingga cul-de-sac. Peta 1.2: Block pattern

2. Ruang Publik Melalui peta Nolli atau peta ruang publik di kawasan Notoprajan Barat, terlihat bahwa di dalam kawasan ini terdapat beberapa tempat bertemu dan berkumpul bagi warga yang tersebar di tiap RW. Dari tempat-tempat tersebut, ada satu yang menjadi tempat utama, yaitu Masjid Wakaf Pertiwi Gendingan. Warga muslim mengunjungi masjid ini setiap tiba waktu salat untuk beribadah lalu bercengkerama seusainya.

Peta 1.3: Nolli

3. Persebaran Bangunan Dilihat dari peta ďŹ gure-ground atau bangunan-ruang di samping, kawasan Notoprajan Barat bagian utara lebih padat bangunan daripada bagian selatan. Bangunanbangunan di utara, terutama di RW 02 Serangan, berhimpitan satu sama lain dan hanya memberikan sedikit ruang terbuka. Di sisi lain, bangunan-bangunan di selatan lebih renggang satu sama lain sehingga terdapat lebih banyak ruang terbuka.

Peta 1.4.1: Bangunan padat di bagian utara kawasan

Peta 1.4: Figure-ground

Peta 1.4.2: Bangunan renggang di bagian selatan kawasan

Kelompok 1 - Notoprajan Barat

6


KONDISI FISIK 4. Fungsi Bangunan

Permukiman Mixed Use Pendidikan Jasa B. Kosong Komersial Masjid Kesehatan Instansi

Dari peta fungsi bangunan di samping dapat dilihat bahwa Notoprajan Barat merupakan kawasan yang didominasi bangunan permukiman. Permukiman ini disokong dengan adanya bangunan ibadah (masjid) yang tersebar di tiap RW dan bangunan pendidikan (SDN Serangan, Universitas ‘Aisyiyah). Bangunan berfungsi lain seperti komersial, jasa, dan instansi hampir eksklusif berada di pinggir jalan raya di tepi-tepi kawasan.

Lain-Lain Batas Amatan

Peta 1.5: Fungsi Bangunan

5. KoefIsien Dasar Bangunan Koefisien Dasar Bangunan atau KDB merupakan perbandingan antara luas bangunan dan luas persil tanah. Seperti yang terlihat pada peta KDB di samping, Notoprajan Barat didominasi bangunan ber-KDB tinggi, antara 80 s.d. 100%. Ini berarti mayoritas bangunan di kawasan ini hanya mempunyai sedikit tanah resapan atau bahkan tidak punya sama sekali. Hanya ada beberapa bangunan yang ber-KDB rendah, contohnya SDN Serangan dan Ndalem Tejokusuman.

40-60% 61-80% 81-100%

Peta 1.6: Koefisien Dasar Bangunan

4. KoefIsien Lantai Bangunan

0,4-1,0 1,1-2,0 2,1-3,0

Koefisien Lantai Bangunan atau KLB adalah perkalian antara KDB dan jumlah lantai bangunan. Peta KLB Notoprajan Barat menunjukkan bahwa di kawasan ini mayoritas bangunan hanya mempunyai satu lantai. Ini ditandai dengan banyaknya yang bernilai KLB rendah, antara 0,4 s.d. 1,0. Hanya ada beberapa bangunan yang ber-KLB tinggi, dua di antaranya adalah Universitas ‘Aisyiyah dan Taman Parkir Ngabean.

Peta 1.7: Koefisien Lantai Bangunan

7

Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan


IMAGE OF THE CITY LandMark Taman Parkir Ngabean

Edge Sungai Winongo

Node Masjid Wakaf Pertiwi Gendingan

District RW 03 Gendingan Path Jalan K.H. Wahid Hasyim Kelompok 1 - Notoprajan Barat

8


E x p e P r l I a ec ne cs I n g In frame: jalanan di RW 03 Gendingan


1 Sensing the PLACE

“Our senses bring us all of the information which we receive about our enviroment. We see, hear, touch, smell, and taste places.”

a. Perasaan Pada siang hari, jalanan di dalam kampung cenderung relaks dan sepi. Pada malam hari jalan raya di sekitar Notoprajan Barat ini masih dinamis, terdapat juga area-area menakutkan yang mencekam ketika malam hari di jalanan dekat Sungai Winongo dan jalanan sepi di bagian dalam permukiman penduduk.

Gambar 2.1.1: Suasana jalanan di dalam kampung pada siang hari

B. Pendengaran Pada pagi hari, banyak suara-suara aktivitas manusia, suara kendaraan, suara ayam, burung, suara gemericik air dari sungai, bahkan kadang terdengar suara pesawat terbang yang melintas. Sedangkan pada malam hari, lebih sedikit suara yang terdengar dan mayoritas suaranya berasal dari dalam rumah warga.

Gambar 2.1.2: Suara cicit anak ayam yang diternak di dalam kandang

C. Penglihatan Tekstur bangunan yang ada di kawasan Notoprajan Barat sangat beragam, mulai dari halus hingga kasar. Bangunan bertekstur halus rata-rata berada di dekat jalanan, sedangkan yang bertekstur kasar banyak ditemui di permukiman di dalam kampung. Warna-warna cat yang digunakan cenderung kusam pada setiap rumah.

Gambar 2.1.3: Bangunan komersial bertekstur kasar

D. Pembauan

Gambar 2.1.4: Sampah rumah tangga yang menumpuk mengeluarkan bau

2 Places I REMEMBER

Kawasan Notoprajan Barat ini memiliki variasi baubauan yang beraneka ragam. Bau-bau ini berasal dari hewan ternak yang dikembangbiakkan warga, dari Sungai Winongo di sebelah barat kawasan, dari limbah dan sampah rumah tangga, dari asap kendaraan di pinggir jalan, dan dari wangiwangian dari jasa laundry.

“Entering a room which is physically similar to a meaningful place from the past can trigger strong reactions.”

Tempat-tempat yang mudah diingat dalam kawasan ini adalah Taman Parkiran Ngabean yang memang menjadi landmark kawasan ini. Selain itu, terdapat Universitas ‘Aisyiyah yang cukup mendominasi di tengahtengah permukiman penduduk.

Gambar 2.2: Universitas ‘Aisyiyah yang mendominasi

Kelompok 1 - Notoprajan Barat 10


“Some places make us feel good: glad to be there, relaxed, excited. We are drawn to these places and return to them ....” Bagi kami, tempat yang paling sukai di kawasan Notoprajan Barat adalah Masjid Wakaf Pertiwi Gendingan. Selain suasana di dalam masjidnya yang nyaman dan sejuk, terdapat pula TK di basement-nya lengkap dengan perosotan dan ayunan. Adanya tempat bermain ini semakin membuat kami menyukai tempat ini, terlihat dari bahagianya anggota kami saat menaiki perosotan tersebut.

3.1

Gambar 2.3.1: Yoga, anggota kelompok kami, sedang menaiki perosotan

“Other places make us feel bad: uncomfortable, insignificant,... We avoid these places and suffer if we have to be in them.”

Gambar 2.3.2: Permukiman yang kumuh menjadi tempat yang dibenci

A Place to Love

A Place to hate

3.2

Di mana ada yang disuka, pasti ada yang dibenci. Ada beberapa tempat yang tidak kami sukai di Notoprajan Barat ini. Salah satunya adalah permukiman kumuh yang di sekelilingnya terdapat sampah-sampah daur ulang. Selain tidak enak dipandang, bau tidak sedap yang ditimbulkan sampah tersebut membuat kami tidak betah untuk berlamalama di tempat itu.

“Places offer the opportunity for solitude, comfort, privacy; some space between ourselves and others.” Cagar budaya Ndalem Tejokusuman yang berada di bagian selatan Notoprajan Barat menjadi tempat rahasia di kawasan kami. Hal ini dikarenakan tempatnya yang tertutup dan dikelilingi oleh pepohonan rindang serta pagar disekitarnya. Mendapatkan informasi selebihnya mengenai tempat ini pun hanya dengan mewawancarai satpam yang bertugas, tidak bisa masuk secara langsung ke area ini.

Secret Places

Gambar 2.4: Ndalem Tejokusuman yang menjadi misteri bagi kami

“A ‘pleasure dome’ is a place for enjoyment, fantasy, and delight. [It] can be public or private, any size, shape, or style.”

Pleasure Dome

Hampir serupa dengan “a place to love”. Pleasure dome di kawasan ini adalah tempat-tempat bermain anakanak yang berisi perosotan dan ayunan, serta ruang-ruang terbuka yang dimanfaatkan untuk bermain anak-anak. Gambar 2.5: Permukiman yang kumuh menjadi tempat yang dibenci

11 Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan

4

5


using Places In frame: pekerja sedang merenovasi jalanan di pinggir sungai


“We interact continually with the places where we live and work, ... adapting to their potentials and limitations.” Di Notoprajan Barat, mayoritas permukiman terdapat di bagian utara kawasan, sedangkan mayoritas tempat bekerja terletak di sekitar jalan utama, dan di sekitar Universitas ‘Aisyiyah. Selain itu, terdapat juga beberapa bangunan yang berfungsi ganda, sebagai tempat tinggal sekaligus bekerja, yang biasanya berkonsep ruko (rumah toko).

A Day in THE LIFE

2

Aktivitas yang terjadi di kawasan didominasi dengan aktivitas permukiman dan kendaraan yang lalu lalang di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Jalan K.H. Wahid Hasyim, dan Jalan Letjen S. Parman. Selain itu, kawasan ini didominasi pula dengan aktivitas kerja masyarakat di daerah komersial pinggiran jalan utama. Aktivitas masyarakat lainnya yaitu aktivitas pendidikan dan peribadatan..

“A space can be too small, cramping and hindering .... But a space can also be too large, leaving us feeling lost, ....” Kondisi suatu ruang terbagi menjadi tiga: ruang padat, ruang semipadat, dan ruang yang cukup. Di Notoprajan Barat, ruang yang padat lebih banyak terletak pada daerah utara kawasan, karena akses jalan yang sempit dalam permukiman warga. Sedangkan ruang yang semipadat berada di bagian tengah kawasan, dan ruang yang cukup terletak di bagian selatan kawasan.

Elbow Room

DOING IT

Dalam penggunaannya, ruang terbagi menjadi dua: ruang yang ramai kegiatan dan ruang yang sedikit/sepi kegiatan. Di kawasan Notoprajan Barat, daerah permukiman dan komersial di bagian utara kawasan merupakan daerah yang ramai kegiatan. Sedangkan ruang dengan sepi kegiatan berada di selatan kawasan, tepatnya di Ndalem Te j o k u s u m a n d a n b e b e ra p a p e r m u k i m a n d i s a n a , cenderung minim aktivitas warga.

13 Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan

3

Gambar 3.3: Bangunan ruko sebagai tempat tinggal sekaligus bekerja

“In using places, we seek, find, and process information, make decisions, and carry out actions.”

Gambar 3.4: Kegiatan komersial yang ramai di pinggir jalan raya

1

Gambar 3.1: Bangunan ruko sebagai tempat tinggal sekaligus bekerja

“Places are the stages or settings for our activities. Their influence is often so subtle [for us] to become aware of it.”

Gambar 3.2: Kendaraan yang lalu lalang di Jalan K.H. Ahmad Dahlan

Where you Live & Work

4


5

Going Places

“We spend a lot of time moving around between buildings [....] travel may take a significant proportion of our time.”

Gambar 3.5: Tangga sempit yang hanya bisa dilalui satu orang

6

Using Energy

Kawasan Notoprajan Barat berbatasan dengan jalan utama yang bisa dilewati oleh kendaraan besar. Kawasan ini juga memiliki beberapa jalan lingkungan yang bisa dilalui mobil, namun di sekitar pinggiran sungai hanya bisa dilalui motor, sangat jarang dilalui mobil. Sedangkan di daerah permukiman, terutama daerah yang padat hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan sepeda.

“The way buildings are constructed, [...] and how people use them determine how much energy they consume.”

Penggunaan energi di kawasan ini dibagi menjadi penggunaan energi tinggi, sedang, dan rendah. Penggunaan energi tinggi ditandai dengan penggunaan pendingin ruangan, yaitu di beberapa permukiman, daerah komersial, instansi, dan Universitas ‘Aisyiyah. Penggunaan energi sedang kebanyakan bertempat di warung-warung, sementara permukiman lain penggunaan energinya rendah.

7

Gambar 3.6: Rumah yang menggunakan pendingin ruangan

Places that “... a place where you feel comfortable, that you find easy to use Work well and enjoy spending time in.”

Gambar 3.7: Parkir Ngabean yang selalu kami gunakan ketika survei

A place that works well berarti tempat yang berfungsi dengan baik, membuat orang menggunakannya terus menerus karena dirasa cocok. Kami memilih Taman Parkir Ngabean untuk tempat dengan kriteria ini, karena kami selalu menggunakannya untuk memarkirkan kendaraan kami saat survei. Suasana di dalamnya yang sejuk dan adanya tempat lapang di parkirannya memberikan kami ruang untuk berdiskusi selepas survei.

Kelompok 1 - Notoprajan Barat 14


Knowing Places In frame: Jalan Munir di RW 02 Serangan


1

PLACES FOR “The way we organize and arrange things and places reflects EVERYTHING our systems of classification.”

Gambar 4.1: Rumah PNKA, bangunan tua di Notoprajan Barat

2

A place for everything membahas kategorisasi di dalam suatu kawasan. Pada analisis ini, kami menggunakan kategorisasi umur bangunan di Notoprajan Barat. Hasilnya, mayoritas bangunan di kawasan ini berumur sedang. Hanya beberapa bangunan yang berumur tua, seperti Ndalem Tejokusuman dan rumah PNKA. Bangunan baru juga cukup banyak, salah satunya adalah Taman Parkir Ngabean.

“Some places tell us a lot about themselves, .... They tell us about What Places Say what happens there and about who own, use, or run them.” Beberapa tempat dapat memberitahu kita tentang keadaan mereka. Di Notoprajan Barat ini, banyak sekali tempat yang seperti berkomunikasi dengan kita, mulai dari himbauan, larangan, hingga ajakan. Salah satu yang kami lihat adalah di bantaran sungai, Di sana, sungai seakan berkata, “Jangan cemari aku!” Gambar 4.2: Sungai seakan berkata, “Jangan cemari aku!”

3 RULES

“Through their form and appearance, places help us to define our expectations and actions.” Rambu-rambu larangan yang dibuat pemerintah biasanya terletak di sekitar jalan utama, bertujuan untuk menghindari kecelakaan di jalan. Sementara spanduk atau plang yang berisi peraturan yang dibuat masyarakat berada di area permukiman untuk membuat suasana lebih aman dan nyaman.

Gambar 4.3: Plang larangan menyalakan mesin kendaraan saat malam

Boundaries & 4 Connections

“A boundary marks the edge or outer limit of the place, physically separating and distinguishing it ....”

Ada banyak hal yang menjadi pembatas di kawasan ini, seperti tembok, portal, dan jalan buntu. Terdapat tembok beton di barat Taman Parkir Ngabean serta portal di RW 03 Gendingan. Terdapat jalan buntu di dekat Universitas 'Aisyiyah. Sementara itu, hal yang menjadi penghubung seperti gerbang tersebar di seluruh kawasan Notoprajan Barat, contohnya di RW 04 Tejokusuman.

Gambar 4.4: Gerbang RW 04 Tejokusuman

Kelompok 1 - Notoprajan Barat 16


“We have representations of places in our heads. These mental images can consist of photograph-like pictures of a place ....”

Mental Maps

5

Mental maps berisikan tempat-tempat yang diingat dari suatu kawasan. Di Notoprajan Barat, ada empat tempat yang kami hafal di luar kepala: Taman Parkir Ngabean, Universitas ‘Aisyiyah, Masjid Wakaf Pertiwi Gendingan, dan Ndalem Tejokusuman. Keempatnya kami hafal karena merupakan tempat yang paling mencolok di kawasan ini. Gambar 4.5: Ndalem Tejokusuman, salah satu tempat yang kami hafal di luar kepala

“In many cultures, the front is for what we want to tell the world about ourselves.”

Gambar 4.6: Taman Parkir Ngabean, tempat yang ingin dipamerkan ke orang-orang

Faces of Places

6

Di Notoprajan Barat ini, ada beberapa tempat yang ingin dipamerkan ke orang-orang, namun ada juga yang ingin disembunyikan. Salah satu tempat yang ingin dipamerkan adalah Taman Parkir Ngabean. Tempat ini diposisikan strategis di pojok perempatan besar sehingga terlihat dari berbagai arah. Di sisi lain, tempat yang ingin disembunyikan adalah permukiman kumuh di pinggir sungai.

“Private places are those where we do things alone or have sole control over what happens.”

Private Lives

Menurut kepemilikannya, ruang terbagi menjadi tiga: publik, lingkungan, dan privat. Di Notoprajan Barat, ruang publik terdapat di Taman Parkir Ngabean, SDN Serangan, dan Universitas ‘Aisyiyah. Ruang lingkungan ada di masjid-masjid yang tersebar di tiap RW. Rumah-rumah warga yang mendominasi kawasan ini merupakan ruang privat. Gambar 4.7: Rumah warga yang merupakan ruang privat

17 Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan

7


and 8 City Country

“To many people, ‘city’ means ‘noisy’, ‘crowded’, and ‘dense’, while ‘country’ is envisioned as ‘natural’, ‘calm’, and ‘quiet’.”

Gambar 4.8: Suasana seperti pedesaan di tengah kota

9

Woman’s Places

Meskipun berada di dalam Kota Yogyakarta, bagian-bagian dalam Notoprajan barat masih terasa seperti di ‘desa’. Rumah-rumah tradisional satu lantai, jalanan sempit, sepi, dan adanya kandang-kandang ternak semakin memperkuat citra pedesaan di kawasan ini. Di sisi lain, bagian luar kawasan yang berbatasan langsung dengan jalan raya memiliki nuansa ‘kota’: bangunan rapi, jalanan lebar, trotoar tertata, dan bising.

“The physical settings are carefully chosen to reinforce the particular image of woman being presented ....”

Selain tempat-tempat umum, terdapat pula tempat khusus wanita di Notoprajan Barat. Ada panti asuhan khusus putri, indekos khusus mahasiswi, dan salon. Tempat-tempat tersebut ada untuk mendukung aktivitas mahasiswi Universitas ‘Aisyiyah.

Gambar 4.9: Indekos khusus putri di dekat Universitas ‘Aisyiyah

Images of 10 Places

“We build images of places out of fragments of our experience selected for their significance to us.”

Gambar 4.10: Citra ‘kumuh’ yang dipancarkan dari permukiman di pinggiran sungai

Di Notoprajan Barat ini, ada beberapa citra yang dipancarkan dari tempat-tempat di dalam kawasan. Citra-citra tersebut adalah ‘berpendidikan’, ‘kumuh’, ‘sepi’, dan ‘lestarikan’. S D N S e r a n g a n d a n U n i ve r s i t a s ‘A i s y i y a h memancarkan citra ‘berpendidikan’ bagi kawasan ini. Permukiman padat di pinggir sungai memberikan citra ‘kumuh’. Terakhir, Ndalem Tejokusuman memancarkan citra ‘sepi’ dan ‘lestarikan’. Kelompok 1 - Notoprajan Barat 18


HOW pLACES WORK

In frame: halte Trans Jogja Tejokusuman


1

Face-toface

“The settings where these interactions occur have considerable impact on the quality and effectiveness of the communication. ”

Gambar 5.1: Poskamling, tempat warga bisa berinteraksi secara intim

2

Di dalam ilmu keruangan, interaksi antarmanusia menurut intensitasnya dibedakan menjadi dua: intim dan personal. Interaksi intim terjadi ketika kedua belah pihak saling bertukar pikiran tentang suatu hal (diskusi atau sharing), sedangkan interaksi personal terjadi ketika kedua belah pihak hanya sebatas berbicara untuk suatu kepentingan (di warung, tempat parkir).

“... by keeping their ‘eyes open’, people play an important role in Eyes on the street protecting their places..” Sebagian besar kawasan Notoprajan Barat merupakan area yang kurang aman, karena tidak memiliki view yang baik ke jalanan, seperti di kampung-kampung di pinggir sungai. Di sisi lain, beberapa area di Notoprajan Barat yang berbatasan dengan jalan utama merupakan kawasan yang aman karena memiliki view yang cukup ke jalanan. Gambar 5.2: View yang cukup ke jalanan menambah rasa aman

3

Cars and people

“As suburbs developed and extra space was added for the car, everything moved further apart, making walking more difficult.”

Gambar 5.3: Umumnya jalanan di kawasan sempit, tidak cocok untuk mobil

4 Barriers

Secara umum, Notoprajan Barat merupakan kawasan yang tidak didesain untuk mobil. Jalanan di dalam kawasan kebanyakan sempit dan hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Pun demikian, tetap ada beberapa jalan lingkungan yang bisa dilalui mobil, dan kebanyakan berada di bagian utara kawasan di dekat Taman Parkir Ngabean.

“Certain features of the physical environment are particularly difficult for some people to use.”

Secara keseluruhan, Notoprajan Barat merupakan kawasan yang tidak terlalu ramah bagi seseorang yang berdisabilitas. Banyaknya jalan menanjak akibat kontur di dekat sungai menyebabkan seseorang yang menggunakan kursi roda hampir tidak mungkin berkeliling sendirian. Selain itu, banyak juga jalur yang hanya bisa dilalui lewat undakan tangga, mempersulit seseorang berdisabilitas.

Gambar 5.4: Banyak tanjakan di kawasan, tidak ramah difabel

Kelompok 1 - Notoprajan Barat 20


“... the design of the environment can have a major effect on performance, effort, and fatigue, ....” Bangunan-bangunan di Notoprajan Barat secara garis besar tidak mengedepankan efisiensi. Peletakan bangunan dan pola jalan yang tidak teratur menyebabkan kebingungan yang mengurangi efisiensi. Meskipun demikian, beberapa tempat seperti area komersial di pinggir jalan sudah cukup efisien dengan adanya tempat parkir di depannya.

location game

6

Fasilitas publik yang ada di Notoprajan Barat sudah ditempatkan di lokasi yang strategis. Di tiap RW terdapat masjid untuk peribadatan warga. Poskamling juga didirikan di tempat-tempat tepat seperti di pertigaan jalan atau di tengah-tengah permukiman. Di Notoprajan Barat ini juga terdapat puskesmas, kantor Kecamatan Ngampilan dan Kelurahan Notoprajan, serta Kantor Urusan Agama.

“By regulating how areas can be used, zoning laws establish and maintain identifiable patterns of development.” Secara garis besar, ada tiga zonasi di Notoprajan Barat: permukiman di bagian dalam kawasan; komersial di area yang berbatasan langsung dengan jalan raya di utara, timur, dan selatan; dan instansi di pinggiran Jalan K.H. Wahid Hasyim. Kawasan ini didominasi oleh permukiman dengan sekitar 80% penggunaan lahan, lalu komersial dengan 15%, dan terakhir instansi 5%.

ZONING 7

Gambar 5.7: Kantor Kecamatan Ngampilan, salah satu bangunan instansi

“Usually service systems are hidden from view, [...], but we can detect their presence by recognizing their signs.”

Gambar 5.8: Sumur tradisional masih dapat ditemui di kawasan ini

5

Gambar 5.5: Toko yang efisien, memiliki tempat parkir

“Even the most attractive facility will only be used if it is located where people can get to it.”

Gambar 5.6: Kantor Urusan Agama berlokasi strategis di pinggir jalan raya

EffICIENT Places

HIDDEN Systems

Di Notoprajan Barat, sistem utilitas sudah cukup tertata. Ini ditandai dengan sistem pembuangan air yang hampir semuanya berada di dalam tanah layaknya di perumahan-perumahan modern. Sistem kelistrikan juga lumayan baik, meskipun tidak tertanam di dalam tanah tetapi perkabelannya sudah rapi. Namun sayangnya, sistem air bersih masih kurang memadai, terlihat dari banyaknya sumur tradisional yang masih ada di kawasan ini.

21 Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan

8


Politics of Places

In frame: kantor Koramil 13 Ngampilan


“At home, at work, or in school, every aspect of the use of space has potential status implications..” Notoprajan Barat merupakan kawasan yang berisi masyarakat dengan tingkat status sosial yang beragam. Pertama, ada yang berstatus sosial rendah, ditandai dengan rumah semipermanen di area dekat sungai. Lalu, ada yang berstatus sosial sedang, dengan rumah permanen ukuran sedang. Terakhir, ada yang berstatus sosial tinggi, ditandai dengan rumah permanen, tertata, dan berukuran besar.

Monopoly game

2

Menurut kepemilikannya, bangunan di Notoprajan Barat dikelompokkan menjadi tiga: pribadi, swasta, dan instansi (pemerintah). Bangunan berkepemilikan pribadi biasanya permukiman dan toko-toko perseorangan. Bangunan swasta contohnya Universitas ‘Aisyiyah. Bangunan instansi juga cukup banyak di kawasan ini, contohnya Kantor Kecamatan dan Puskesmas Ngampilan.

“... competition for available space and disagreements about joint use of places have been frequent sources of discord.” Ada beberapa konflik mengenai penggunaan lahan di Notoprajan Barat, dua di antaranya berkaitan dengan sampah. Pertama, di sekitar rumah-rumah pendaur ulang di dekat sungai terdapat tumpukan sampah daur ulang yang t i d a k e n a k d i p a n d a n g . Ke d u a , s a m p a h d i t e m p a t pembuangan sementara di pinggir sungai sering menumpuk, mengeluarkan bau tidak sedap ke sekelilingnya.

ConfLIcts 3

Gambar 6.3: Sampah yang meunumpuk mengeluarkan bau tidak sedap

“... in order for certain activities to occur, many environments must be shared..”

Gambar 6.4: Pedagang kaki lima yang mengambil ruang trotoar

1

Gambar 6.1: Rumah permanen, besar, dan tertata, tanda status sosial tinggi

“The ownership of land and buildings is a powerful system, affecting the way places are planned, built, and used.”

Gambar 6.2: Puskesmas Ngampilan, bangunan milik pemerintah

Status seeker

Sharing Places

Ada beberapa tempat yang digunakan sebagai sharing places di Notoprajan Barat. Pertama, ada Taman Parkir Ngabean yang selain digunakan untuk parkir juga terdapat toko-toko untuk kegiatan komersial. Kedua, trotoar di pinggir jalan raya selain untuk pejalan kaki juga untuk pedagang kaki lima. Terakhir, di tiap masjid juga digunakan sebagai sharing places: mulai dari ibadah, pengajian, pertemuan, hingga majelis taklim.

23 Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan

4


Masalah dan Potensi


MASALAH 1. jALANAN Sempit dan minim marka

Gambar 7.1.1: Jalanan sempit mempersulit akses ke dalam kawasan

Jalanan di Notoprajan Barat tergolong sempit dan minim marka bila dibandingkan dengan tetangganya di Kecamatan Wirobrajan atau Kelurahan Kadipaten. Keadaan tersebut menyebabkan kawasan ini tidak menonjol di mata wisatawan, padahal terdapat Taman Parkir Ngabean yang merupakan tempat kedatangan wisatawan dari luar kota. Selain itu, jalanan yang sempit juga mempersulit akses unit cepat tanggap (damkar, ambulans, dan polisi) apabila terjadi musibah di dalam kawasan ini.

2. Kawasan tergolong Kumuh Sebagai kawasan yang terletak di dalam kota, Notoprajan Barat tergolong kumuh dan tidak tertata. Ini ditandai dengan manajemen sampah di dalam kawasan yang masih kurang baik, jumlah bangunan semipermanen yang cukup banyak, dan tata letak bangunan yang tidak berpola. Citra kumuh yang ditonjolkan membuat orang asing tidak betah berlama-lama di kawasan ini. Gambar 7.1.2: Manajemen sampah masih kurang baik

3. Atraksi wisata Tidak dikelola

Gambar 7.1.3: Ndalem Tejokusuman yang masih tertutup untuk umum

Kawasan Notoprajan Barat tergolong cukup dekat dengan tempat-tempat wisata di Yogyakarta, seperti Keraton, Taman Sari, dan Titik Nol Kilometer. Pun demikian, di dalam kawasan ini sendiri tidak ada hal menarik untuk dikunjungi wisatawan. Padahal, di dalam kawasan ini terdapat Ndalem Tejokusuman yang bila dibuka untuk umum dapat menjadi objek wisata. Namun, saat ini tempat tersebut tidak dikelola untuk wisata sehingga tidak terekspos keberadaannya.

25 Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan


POTENSI 1. Terdapat Taman Parkir Ngabean A d a n y a Ta m a n P a r k i r N g a b e a n memberikan potensi bagi Notoprajan Barat. Selain menjadi tempat kedatangan wisatawan, taman parkir ini juga meningkatkan ekonomi warga dengan adanya ruang kios yang bisa digunakan warga untuk menjajakan bisnisnya kepada wisatawan. Apabila fungsi taman parkir ini dimaksimalkan, bukan tidak mungkin taraf h i d u p m a sya ra ka t s e k i t a r nya a ka n l e b i h meningkat lagi.

Gambar 7.2.1: Kawasan komersial di Taman Parkir Ngabean

2. Berlokasi di dekat Sungai Sungai Winongo merupakan batas barat kawasan ini. Sungai ini dapat menjadi sumber air bagi masyarakat, juga menawarkan panoramic view bagi warga sekitarnya. Apabila permukiman di pinggir sungai dapat direnovasi menjadi permukiman berkonsep riverfront, kesadaran m a s y a r a k a t a k a n ke i n d a h a n s u n g a i d a p a t bertambah dan juga bisa menjadi potensi wisata. Gambar 7.2.2: Sungai Winongo

3. terdapat ndalem tejokusuman N d a l e m Te j o k u s u m a n s e b e n a r n y a b e r p ote n s i u nt u k d i j a d i ka n o b j e k w i s at a . Bangunan ini cukup bersejarah dan dulu merupakan bagian dari kompleks Keraton. Apabila direvitalisasi dan dikelola dengan baik, Ndalem Tejokusuman ini bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke kawasan ini.

Gambar 7.2.3: Interior kompleks Ndalem Tejokusuman

Kelompok 1 - Notoprajan Barat 26


R r e n c a n a

K k a w a s a n

In frame: aerial view model 3D Taman Parkir Ngabean Sumber: Dinas PUP ESDM DIY


MASTERPLAN RENCANA KAWASAN Sistem Pengelolaan sampah terpadu

Renovasi Foodcourt Taman Parkir Ngabean

renovasi Jembatan notoprajanwirobrajan

Arena Bermain Ndalem tejokusuman

Stasiun Becak Ngabean

Renovasi Pedestrian Jalan K.H. Wahid Hasyim

Gapura Ndalem Tejokusuman

Taman Ndalem tejokusuman

Pendopo Ndalem tejokusuman Kelompok 1 - Notoprajan Barat 28


MENGHIDUPKAN NDALEM TEJOKUSUMAN 1. rENOVASI pEDESTRIAN JALAN K.H. WAHID HASYIM Risantri Aisa - 45484 Renovasi dilakukan dengan memperbarui fasad dari pedestrian yang sudah ada, dengan mengusung konsep green-pedestrian. Nantinya, pedestrian ini akan diproyeksikan bagi para pejalan kaki yang ingin menuju cagar budaya Ndalem Tejokusuman. Para pengguna pedestrian ini akan berjalan di antara pepohonan tabebuya dan taman kecil yang saat malam hari akan dihiasi dengan sinar lampu.

Gambar 8.1.1: Pedestrian saat ini yang tidak ramah pejalan kaki

Gambar 8.1.2: Rencana pedestrian

2. Stasiun becak ngabean M. AlďŹ Hilman - 45924

Gambar 8.1.3: Rencana stasiun becak

Wisatawan butuh alternatif selain berjalan kaki untuk mencapai Ndalem Tejokusuman. Karena itu, adanya stasiun becak yang dapat mengantar ke Ndalem Tejokusuman memberikan kemudahan bagi wisatawan. Selain ke Ndalem Tejokusuman, becak juga dapat digunakan ke Malioboro, Keraton, dan Taman Sari.

3. Gapura ndalem tejokusuman Askif Azikri - 45464 Saat ini, Ndalem Tejokusuman tidak terlalu terlihat dari luar. Membangun gapura di pintu masuk Ndalem dapat memberikan penanda dan menarik perhatian seseorang yang melewatinya. Gapura ini nantinya akan dibangun sesuai dengan gaya bangunan Keraton agar senada dengan bangunan utama Ndalem.

Gambar 8.1.5: Rencana gapura

29 Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan

Gambar 8.1.4: Gapura saat ini


MENGHIDUPKAN NDALEM TEJOKUSUMAN 4. Pendopo Ndalem Tejokusuman Yosia A. Satria - 46395

Gambar 8.1.6: Rencana pendopo

Salah satu cara merevitalisasi Ndalem Tejokusuman ini adalah dengan membangun pendopo. Pendopo ini dapat digunakan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan sosial dan budaya masyarakat sekitar. Selain itu, ada pendopo-pendopo yang lebih kecil di s e k i t a r nya u nt u k i nte ra k s i i nt i m s e p e r t i berdiskusi dan lain-lain. Di sekitar pendopo dilengkapi dengan lampu taman sehingga menambah pencahayaan di area tersebut.

5. Taman Ndalem Tejokusuman Fuji Nova - 45470 Saat ini, di sekitar Ndalem Tejokusuman terdapat lahan kosong yang tidak terawat. Mengubahnya menjadi taman akan menciptakan ruang publik serta ruang terbuka yang sangat dibutuhkan kawasan Notoprajan Barat. Di taman tersebut akan diletakkan air mancur sebagai pusat dari taman, serta ada gazebo dan kursi taman sebagai tempat warga dan wisatawan bersantai.

Gambar 8.1.7: Lahan kosong saat ini

Gambar 8.1.8: Rencana taman

6. Arena bermain ndalem tejokusuman AlďŹ an Yoga - 46378

Gambar 8.1.9: Rencana arena bermain

Pemberian arena bermain di sekitar Ndalem Tejokusuman selain dengan tujuan memanfaatkan dan mengembangkan lahan kosong di sekitar Ndalem Tejokusuman juga untuk menambah daya tarik dari area Ndalem sendiri. Terdapat beberapa fasilitas bermain bagi anak-anak seperti ayunan dan jungkat-jungkit. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak dapat mengenal Ndalem melalui media yang menyenangkan dan tidak membosankan. Gambar 8.1.10: Rencana arena bermain

Kelompok 1 - Notoprajan Barat 30


RENCANA LAIN 1. rENOVASI FOODCOURT TAMAN PARKIR NGABEAN Alya Nathasya - 45460 Perbaikan foodcourt ini dilakukan untuk memperbaiki foodcourt yang sudah ada sebelumnya sehingga dapat dijadikan tempat untuk para pengunjung dan pengguna Taman Parkir Ngabean. Di foodcourt ini terdapat berbagai macam jenis penjual makanan yang terletak pada satu tempat dan juga terdapat live music yang dapat menghibur para pengunjung yang datang ke foodcourt.

Peta 8.2.1: Foodcourt saat ini

Peta 8.2.2: Rencana foodcourt

2. Renovasi Jembatan Notoprajan-Wirobrajan Ni’matin Rahma - 45928

Gambar 8.2.3: Jembatan saat ini

Perbaikan jembatan yang m e n g h u b u n g k a n a n t a r a N o to p r a j a n d a n Wirobrajan dititikberatkan pada kurangnya penerangan dan tidak adanya atap pada jembatan tersebut. Pada rencana ini, jembatan diberi lampu di beberapa titik. Selain itu, jembatan dipasangi atap sekaligus dipasangi panel surya yang energinya dapat digunakan oleh warga sekitar.

Gambar 8.2.4: Rencana jembatan

3. Sistem pengelolaan sampah terpadu Priscilla Clatra - 45930 Mengikuti apa yang telah diterapkan di Barcelona, Spanyol, di Notoprajan Barat akan dipasang sistem pengelolaan sampah terpadu. Sistem ini akan menampung, memindahkan, dan memilah sampah secara otomatis untuk nantinya didaur ulang. Sistem ini dirancang untuk mengatasi keadaan sebelumnya di mana sampah hanya menumpuk begitu saja sampai ada petugas kebersihan yang datang.

Peta 8.2.5: Pengelolaan sampah saat ini

Gambar 8.2.7: Rencana pipa penyaluran sampah

31 Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan

Peta 8.2.6: Rencana tempat sampah


Kesimpulan Notoprajan Barat merupakan kawasan yang berlokasi dekat dengan pusat wisata Yogyakarta, seperti Keraton dan Malioboro. Adanya Taman Parkir Ngabean di kawasan ini meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Tetapi, sampai saat ini Notoprajan Barat hanya dijadikan transit saja karena potensi wisata yang dimilikinya tidak dioptimalkan. Potensi wisata tersebut adalah Ndalem Tejokusuman yang merupakan bangunan bersejarah. Rencana yang kami usulkan untuk mengoptimalkan tempat tersebut di antaranya a d a l a h re n o v a s i p e d e s t r i a n , p e m b a n g u n a n g a p u r a , d a n pengalihfungsian lahan kosong di sekitar Ndalem menjadi taman.

Kelompok 1 - Notoprajan Barat 32


Meet the team

M. AlfI hilman 17/413484/tk/45924

Askif Azikiri 17410107/tk/45464

Alya Nathasya 17/410103/tk/45460

Risantri aisa 17/410127/tk/45484

Ni’matin Rahma 17/413488/tk/45928

Fuji Nova 17/410113/tk/45470

Priscilla Clatra 17/413490/tk/45930

Yosia A. Satria 17/415106/tk/46395

AlfIan Yoga 17/415089/tk/46378

33 Executive Summary Studio analisis kawasan wirobrajan


(BARAT)

NOTOPRAJAN

Executive Summary Studio Analisis Kawasan Notoprajan Barat  
Executive Summary Studio Analisis Kawasan Notoprajan Barat  
Advertisement