a product message image
{' '} {' '}
Limited time offer
SAVE % on your upgrade

Page 1


PORT PORTO PORTOFO


TOFOLIO OFOLIO OLIO


CURRICULUM VITAE

Muhammad Aldy Nisar Bandung 28 Februari 1998 Indonesia aldynisar@gmail.com +62 81 320 756 786 instagram.com/aldynisar

Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan Fotografer Freelance

Edukasi SDN Citapen 01 Tasikmalaya 2004-2007 SD Pribadi Advance School Bandung 2007-2010

halo! perkenalkan nama saya Muhammad Aldy Nisar, biasa dipanggil Aldy atau lebih singkatnya lagi dy, semoga kita bisa bekerjasama!

SMP Pribadi Billingual Boarding School Bandung 2010-2013 SMA Pribadi Billingual Boarding School Bandung 2013-2016 Arsitektur - Universitas Katolik Parahyangan Bandung 2016 -


Kemampuan Sketchup | Autodesk AutoCAD | Vray for Sketchup | Lumion | Adobe Photoshop | Adobe InDesign | Adobe Illustrator | Adobe Lightroom |

9 8 5 7 8 8 6 9

(Skala 1-10)

Kapabilitas Kemampuan memimpin Bekerjasama Bekerja dibawah tekanan Manajemen Orang dan Waktu

Minat - Hobi Arsitektur Fotografi Desain Grafis Illustrasi Membaca Jurnalistik Olahraga - Futsal Olahraga - Sepakbola

Pengalaman Organisasi Anggota Divisi Media HMPSArs Periode 17/18 Pemimpin Redaksi Majalah Kommunars Edisi 09 - 2018 Ketua DivisivRedaksi Kommunars 18/19 Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa - Potret 2016-2018 Ketua Pelaksana Malam Keluarga Arsitektur - 2018 Anggota Divisi HuMas HMPSArs Periode 18/19 Penanggung Jawab Materi Forum Diskusi - 2018 Founder 132 degree Photo Studio - 2018 Liaison Officer & Stage Manager Acara 19.07.19 - 2019 Renovasi Interior SEKALA The Common Place - 2020


TABLE OF CONTENTS


ARSITEKTUR

01 PAVILIUN GASIBU 02 RUMAH TINGGAL DAN STUDIO ARSITEK 03 TAMAN BUDAYA 04 BANGUNAN GEDUNG EKSHIBISI DAN KONVENSI

06 KOMERSIL 07 KONSEPTUAL 08 MUSIK DAN ACARA

FOTOGRAFI

05 ARSITEKTUR


arsitek


ktur


kala paviliun

KALA Paviliun merupakan produk dari tugas mata kuliah Metode Perancangan Arsitektur.

01 Paviliun Gasibu


Pavilion merupakan ruang yang memiliki fleksibilitas fungsi, kelompok kami menjabarkan Pavilion sebagai sebuah instalasi, lebih tepatnya instalasi untuk memperkuat sejarah dan konteks pada kawasan Gasibu dimana Landmark merupakan sebuah citra dan identitas kota, sehingga aksis Gedung Sate menuju Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat adalah citra dari Kota Bandung itu tersendiri, Monumen Perjuangan dan Gedung Sate yang merupakan Landmark dan Ikon Kota Bandung yang dikelilingi oleh bangunan serta situs penting dalam membentuk jati diri Kota Bandung harus diperkuat dengan rancangan ini. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang berada di Jalan Dipatiukur No.48, Memiliki aksis perpendikular terhadap Lapangan Gasibu dan Gedung Sate. Aksis yang terbuat kuat ini menghasilkan gagasan rancangan yang memperkuat makna historis pada Monumen Perjuangan dan mengingat kembali sejarah tersebut dengan merancang pavilion dengan fungsi yang menunjukan aksis dengan orientasi yang linear.

Menyesuaikan dengan Metode perancangan Daniel Liebeskind dalma merancang Dresden Military Museum yang menciptakan aksis dengan Betnuk bangunan yang lancip dan memberikan direksi terhadap lokasi bersejarah, bentuk KALA Pavilion yang linear juga tercipta agar Pavilion dapat menunjukan serta menghubungkan aksis Monumen Perjuangan dan Gedung Sate.


Orientasi linier dengan sequence yang lambat laun naik dan memperlihatkan Gedung Sate terlebih dahulu sebelum Monumen Perjuangan agar Monumen Perjuangan memiliki kesetaraan hirarki pada kawasan gasibu. Selama ini, flow aktivitas pada lapangan Gasibu lebih terasa hubungan antara Lapangan Gasibu dengan Gedung Sate dan tidak menyadari eksistensi Monumen Perjuangan. Pavilion ini dirancang sehingga masyarakat menyadari eksistensi Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang ada pada kawasan tersebut dan memberikan marka berupa direksi dengan orientasi visual dan spasial menuju Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.


shell house + a studio

02 Rumah tinggal + Studio Arsitek


Berada di jalan Panumbang Jaya, Kota Bandung, tapak memiliki problematika dan potensi dimana tapak berada di kawasan yang cukup padat penudduk yang menyebabkan banyaknya polusi suara, buffer berupa tanaman serta tatanan massa yang memiliki jarak dari jalan raya dapat mengurangi polusi suara yang ada pada kawasan ini.


Konfigurasi tatanan massa yang secara horizontal menyerupai bentuk kura kura dan cangkang yang merupakan abstraksi dari rancangan Shell House. Studio arsitek yang berada di depan rumah dan memisahkan fungsi zonasi privat dan semi privat dapat dirasakan oleh tamu yang berkunjung ke rumah ini.


cultural park

Naratama cultural park merupakan taman budaya yang dibangun dengan tujuan melestarikan budaya tradisional Sunda terhadap generasi muda.

naratama

03 Taman Budaya


Seiring berjalannya waktu, budaya tradisional Sunda semakin menghilang. Kurangnya wadah dan kesadaran dari masyarakat untuk melestarikan budaya menghasilkan fenomena ini. Budaya merupakan sesuatu yang membentuk masyarakat. Budaya merupakan awal, budaya merupakan akar, budaya merupakan sesuatu yang utama. Naratama, merupakan bahasa Sansekerta dari Sesuatu yang utama. Budaya merupakan sesuatu yang utama dalam membentuk masyarakat. Nama Naratama digunakan untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat agar terus melestarikan budaya.


Anak anak merupakan generasi penerus bangsa. Generasi ini memang belum lama berada di dunia ini, mereka telah melewatkan berbagai hal mulai dari budaya sampai ke permainan. Dengan perkembangan zaman, era digital dan kemajuan teknologi mendominasi masa kecil generasi ini. Banyak hal yang tidak sama seperti dulu namun budaya terus menghilang. Oleh karena itu, Naratama Cultural Park, dibuat untuk melestarikan budaya khususnya untuk anak anak. Realistisnya di kota Bandung, terdapat berbagai taman tematik, namun, taman ini belum layak digunakan oleh anak. Taman budaya yang spesifik ini dapat digunakan sebagai wadah melestarikan budaya sekaligus tempat yang menyenangkan. t


Kebutuhan untuk melestarikan budaya dapat direalisasikan dalam bentuk edukatif, interaktif, dan eksploratif. Dimana fasilitas yang ada di Naratama Cultural Park memfasilitasi kebutuhan edukatif dalam perpustakaan, area bermain, pertunjukan, serta permainan tradisional. Permainan serta pertunjukan ini digabungkan dengan unsur modern atau kontemporer agar anak anak tetap familiar dengan kondisi sekarang. Pertunjukan Boneka dapaat menarik perhatian anak karena menggunakan propertti properti yang menarik bagi anak anak tersebut. Pertunjukan boneka ini terinspirasi dari penampilan wayang golek tradisional. Selain pertunjukan boneka, pengunjung terutama anak anak dapat secara langsung belajar untuk membuat boneka tersebut dan menampilkannya. Proses interaktif ini baik untuk pertumbuhan pembelajarana anak agar dapat membangun karakter yang aktif dan kreatif.


Ruang dalam pada Naratama Cultural Park memiliki bentuk melngkar yang lebih dominan dibandingkan ruang yang kotak dan kaku. Ruang dibuat dengan pelingkup yang minim. Bukaan bukaan yang memasukan udara seajuk yang berada di sekitar tapak dengan rindangnya pepohonan menciptakan suasana yang tenang, dimana pengunjung dapat menikmati ketenangan tersebut untuk membaca. Selain ketenangan, hubungan antara ruang luar dan dalam pada ruangan ini sangat terasa karena transparansi pelingkup ruang yang ada memasukan cahaya secara alami dengan intensitas yang cukup.


exhibition and convention center

MANDALA EXHIBITION AND CONVENTION CENTER berada di kawasan Summarecon Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. Kawasan Summarecon merupakan kawasan Teknopolis yang terencana, Summarecon memiliki sistem yang tertata dengan rapi karena adanya integrasi sistem Transit Oriented development dan pemanfaatan transportasi pada kawasan ini untuk meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi agar mencapai kawasan yang ramah lingkungan karena terdapat permasalahan sampah di kawasan Gedebage yang masih belum terselesaikan.

mandala

04 Bangunan Gedung Ekshibisi dan Konvensi


MANDALA merupakan suatu konfigurasi geometrik yang ada pada kepercayaan Hindu dan Budha dan memiliki arti Lingkaran. Arti kata inilah yang menjadi pendekatan perencanaan perancangan Bangunan Gedung Ekshibisi dan Konvensi, dan pada akhirnya nama MANDALA digunakan sebagai nama Bangunan Gedung Ekshibisi dan Konvensi ini. Bentuk diagram serta memiliki karakteristik yang seringkali diartikan sebagai keberlangsungan, kontinuitas, dan juga makna abadi, bentuk lingkaran menjadi hirarki pada bangunan ini karena fungsi utama berada di tengah sertta pusat aktivitas yang sentral.

Adanya danau yang mengelilingi tapak, memunculkan hubungan antara ruang luar dan dalam dengan adanya ruang terbuka hijau yang tersambung dengan deck dermaga yang dapat dimanfaatkan untuk wisata karena selain memprioritaskan ruang dlama untuk fungsi utama, fungsi penunjang deck dapat dimanfaatkan karena aksesibilitas menuju bangunan ini relatif mudah. Fungsi utama bangunan ini dapat menampung lebih dari 1000 orang pada saat yang bersamaan karena bangunan ini sangat luas dan memiliki ruang tipikal yang banyak. Sistemm Struktur Paper Structue digunakan pada atap Dome Konvensi dengna menggunakan material yang rentan terhadap api, maka dari itu, proteksi kebakaran paga bangunan ini harus sangan diperhatikan agar tidak terjadi kerusakan yang cukup parah.

Konsep Teknopolis diterapkan pada bangunan ini dalam segi ramah lingkungan dan menggunakan inovasi serta memanfaatkan kemajuan teknologi dimana hal ini dapat sekaligus merespon permasalahan pada kawasan Gedebage. Digunakannya sistem Dome Structure yang memunculkan kesan futuristis dan memanfaatkan sistem struktur dengan penutup yagn di daur ulang yaitu kertas daur ulang atau lebih tepatnya karrdus. Inovasi ini digunakan pada Dome masa Konvensi yang menjadi hirarki pada tapak.


Bentuk yang menyikapi lengkungan terhadap tapak ini digunakan agar segala kegiatan yang berada pada bangunan ini menjadi terpusat. Selain itu, tatanan massa ini muncul dari tapak yang merupakan waterfront dan memiliki potensi view pada sekeliling tapak. Bangunan pun dibuat masif dan dinamis agar menjadi hirarki pada kawasan serta menarik perhatian pengunjung.

Fungsi utama pada bangunan ini merupakan ruang Ekshibisi dan Konvensi. Fungsi Ekshibisi berada di Lantai 1 hingga Lantai 3 Bangunan. Sedangkan fungsi Konvensi terbagi menjadi 3 ruang berbeda, diantara lain adalah ruang Banquet, Ruang Auditorium, serta Board room yang merupakan ruang dengan fleksibilitas skala pengguna, dimulai dari skala mikro yang digunakan oleh kelompok orang dengan jumlah sedikit, hingga digunakan untuk skala makro. Sistem Layering pada bangunan diterpakan untuk memisahkan kebutuhan spasial ruang pada bangunan ini.


FOTOGR

FOT


TOGRAFI


05 ARSITEKTUR


Eropa 2019


Semarang, Indonesia 2017


06 KOMERSIL


@akuindonesia.uid


07 KONSEPTUAL


The call


Saints


08 MUSIK DAN ACARA


Profile for aldynisar

PORTOFOLIO // ALDY NISAR // 2020 // VOL. 01  

Advertisement