Issuu on Google+

Edisi 1 - November 2013

People & Around Us

TOUN TOU

Rp 25.000,-

BRIGITA CHRISTINE

”Saya mencintai keindahan, seperti hidup ini juga indah.”

Mereka Panik Popularitas

JOKOWI

Selamat hari jadi 406 tahun,

MAKASSAR


TWINS Tour and Travel Jl. Gunung Lokon No. 52 Makassar Phone: 0411-3622473


E D I T O R I A L Salam! GUNCANG harimu duhai realita. Entah terminologi ini berbudaya, ketahuilah, hak asasi manusia adalah landasan dari kebebasan, keadilan dan kedamaian. Hak asasi manusia mencakup semua yang dibutuhkan manusia untuk tetap menjadi manusia, dari segi kehidupan sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Norma-norma hak asasi manusia merupakan norma yang mengatur hubungan antara negara dengan warga negara. Jatah buah warisan dari berbudaya salahsatunya adalah kata-kata. Huruf-huruf disusun untuk memenuhi criteria dimengerti, menjadi gaya hidup lalu tinggal beberapa saat dalam ingatan. Orang-orang, atau dalam huruf yang dimaknakan sebagai “citizenry” atau “populace” atau “people”, atau dalam kosa kata wanua-nya para Kawanua menyebutnya TOU, demikian memilih dalam kehendak bebas, berkata, berpikir, merealisasikan. TOUN, adalah juga orang dalam lingkaran budaya, alam dan tempat di mana ia lahir dan mengada. Hanya huruf-huruf, dirombak, diterakan jadi kata, membentuk kalimat dalam makna yang masih bebas dalam neuron di mindset masing-masing orang.

Pembina: Harly Weku, Johny Walangitan, Harry Mandey Managing Director: Riando Warankiran || Editor in Chief: Daniel. A. Kaligis || Marketing: Kenny Edwin Sanger || Finance: Jemmy Terok || Web Design: Tonny Triyono || Graphic Design: Welly G. Mamahit || Illustrator: Asrani Joe || Photographer: Ferry Aldo || Contributor: Desman Lolong (Jakarta) || Marlon Johannis (Banten)|| Andre Barahamin (Maha Sarakham, Thailand) || Dian Pratiwi (Hamilton, Bermuda) || Didukung oleh: K3M, Kaum Muda Kawanua Makassar, Mawale Movement Address: • Jl. Hertasning Raya, Kompleks Permata Hijau Permai, Blok P No. 04 – Makassar || • Phone: 0411 3777 995 || Email: dactfay@gmail.com • Redaksi: Jalan Lembu 63 - Makassar TOUN | People and Around Us

Edisi 1 - November 2013

04


C O N T E N T S

MUDIK: Tradisi Kembali ke Asal .....Hal.10

Tower of London .....Hal.16

Media Massa DI MATA MEREKA .....Hal.18

DEAL Maya Yang REAL .....Hal.21 Cover Story “Brigita Christine” .....Hal.21 PENDIDIKAN Sejak Dalam Kandungan .....Hal.52 05


T

O

K

O

H

Mereka Panik Popularitas Jokowi

Sumber Foto: Kompas

Oleh: Felix Lengkong, Ph.D. dosen psikologi, konseling, dan filsafat

06

Edisi 1 - November 2013

â€œâ€Ś Pemilihan pemimpin berdasarkan popularitas saja berujung penyesalan bagi para pemilihnya.â€? Demikian tulis Kompas (Kamis (26/9/2013) guna menggambarkan argumentasi di dalam ibarat yang disampaikan Amin Rais tentang Jokowi dan Joseph Estrada. Jokowi adalah gubernur DKI Jakarta dan Estrada adalah mantan wakil presiden dan mantan presiden Filipina.

TOUN | People and Around Us


Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Dradjad Wibowo mendukungnya dengan pernyataan: "Kita sudah memiliki pengalaman bahwa memilih pemimpin berdasarkan popularitas emosional sering menimbulkan penyesalan bagi pemilihnya." POPULARITAS DAN TEORI REPRESENTASI Tampaknya, argumentasi tersebut didasarkan pada pemahaman keliru tentang makna popularitas. Etimologi “popularitas” itu adalah kata bahasa Latin populus yang berarti “orang-orang, banyak orang, bangsa”. Dalam bahasa Inggris itu

Sumber Foto: Tempo TOUN | People and Around Us

berarti people atau a people. Dari kata populus muncul kata turunan bahasa Indonesia “populasi” yang berarti orang-orang yang menghuni suatu tempat yang luas (desa, kota, negari).

psikolog Prancis, Serge Mascovici (1925 - …), orang itu disenangi karena ia merepresentasi orang banyak. Ia mewakili tata nilai, gagasan, dan praxis hidup orang banyak.

Dari sini muncul kata Latin popularis (dalam bahasa Inggris popular dan bahasa Indonesia “populer”), suatu kata sifat yang berarti “berkaitan dengan banyak orang” atau “yang disukai banyak orang.” Jadi, “popularitas” berarti seseorang atau sesuatu yang disukai dan disenangi banyak orang.

Jokowi menjadi populer atau disenangi karena menjadi simbol perjuangan hidup rakyat banyak. Simbolisasi ini — menurut teori representasi matematis — memaknakan Jokowi sebagai perjuangan rakyat. Itulah sebabnya, pada saat kebijakan Jokowi kelihatan bersinggungan dengan kepentingan rakyat, dengan mudahnya Jokowi menyelesaikan secara kekeluargaan (musyawarah dan makan bersama).

Mengapa orang itu disukai? Menurut teori representasi sosial yang dicanangkan

Jokowi disimbolisasi oleh orang banyak itu sebagai rakyat kendati ia sendirilah yang pemerintah. Sikap dan prilaku Jokowi itu alamiah. Kata orang awam, “Sudah dari sononya begitu.” Kata psikolog, itulah kepribadiannya. Kepribadian sebagai orang baik. Akibatnya, ia tidak berpura-pura dan tidak membutuhkan upaya ekstra untuk menjadi kelihatan baik. Juga, ia tidak mudah tersinggung oleh serangan-serangan verbal karena dia tidak berpretensi alias berpurapura. Andaikan ia narsisistik (ciri banyak pejabat) yang berpura-pura baik, ia dengan mudah tersulut oleh serangan, misalnya dari Ruhut Sitompul. Serangan-serangan itu sendiri justru menjadi bumerang bagi para penyerang. Karena – akibat efek teori representasi itu – bukan hanya Jokowi yang diserang, melainkan orang banyak yang sudah menjadikan dia sebagai symbol hidup dan perjuangan mereka. Itulah sebabnya dalam sekejap reaksi marah dan sinis dari banyak orang langsung dilontarkan teerhadap Amin Rais dan para penyerang itu. Edisi 1 - November 2013

07


Sumber Foto: www.kaskus.co.id

PANIK: MEKANISME PSIKIS YANG MENGGANGGU Saya kira, secara politis, para penyerang itu melakukan tindakan keliru. Bukan hanya keliru secara moral, melainkan juga keliru secara strategis. Mereka menyerang Jokowi karena panik menghadapi 2014. Popularitas Jokowi membuat mereka panik. Mereka lupa, kepanikan itu membuat mekanisme psikis mereka terganggu dan keliru mengambil mengambil keputusan dan tindakan. Dalam jenjang kondisi psikis negative, kepanikan menduduki tingkat yang 08

Edisi 1 - November 2013

parah: Was-was, cemas, takut, panik, fobik. Pada kondisi panik, proses pikir biasanya sudah mengalami gangguan, misalnya pengambilan keputusan yang gegabah. Sementara pada kondisi fobik, proses pikir itu sudah aneh, misalnya menyamakan kecoa dengan ancaman bom meledak. Itulah sebabnya, seranganserangan verbal terhadap Jokowi dilakukan begitu secara gegabah dan sembrono, sehingga rakyat yang berpendidikan rendah pun dapat merasakannya keliru. Sulit membayangkan, seorang profesor doktor bersedia melakukannya, bukan?

ECCE EST PERCIPI Kekeliruan argumentasi Amin Rais dapat diterangkan dengan teori ‘idealisme subyektif’. Teori ini dicanangkan oleh filsuf Inggris, George Berkeley (1685-1753). Teori ini lebih dikenal dengan adagium atau frasa Latin esse est percipi. Artinya secara harafiah “keberadaan itu dipersepsi”. Berkeley mau menjelaskan bahwa pengetahuan itu sifatnya subyektif bukan metafisis. Sebagai contoh, secara metafisis, pohon di balik bukit itu tetap ada kendati saya tidak melihatnya (persepsi). Namun, menurut teori idealisme subyektif,

bagi saya secara subyektif pohon itu tidak ada karena saya tidak pernah melihat dan mempersepsinya. Jadi, pengetahuan dan klaim saya tentang pohon itu tergantung pada persepsi saya. Nah, jika teori ini diterapkan pada kasus popularitas Jokowi, maka dapat dikatakan bahwa upaya para penyerang Jokowi itu akan sia-sia karena orang banyak telah mempersepsi Jokowi sebagai baik dan sebagai “kami” (representsi matematis). Biasanya, persepsi awal itu justru tertanam dalam memory dan sulit dihilangkan. Apalagi jika dihilangkan TOUN | People and Around Us


dengan serangan eksternal. Popularitas itu sendiri sebenarnya merupakan “keranjang” yang mewadahi berbagai ciri-ciri positif dari kepribadian Jokowi. Justru karena perspesi terhadap ciri-ciri Jokowi itu sebagai positif, maka dia menjadi popular. Jika ciri-ciri itu dipersepsi sebagai negatif, maka Jokowi menjadi unpopular alias tidak populer. Jadi keliru jika Amin mengajak orang banyak untuk tidak memilih Jokowi pada 2014 karena “Ia tidak lebih daripada

populeritas saja.” Mengapa? Popularitas Jokowi itu bukan hanya keranjang kosong. Popularitasnya justru merupakan keranjang berisi banyak hal positif sebagaimana dipersepsi orang banyak. Jika keranjang itu kosong, maka unpopular lah Jokowi itu. Estrada, yang dipakai ibarat oleh Amin, sekarang ini justru memperkuat argumentasi saya tentang popularitas. Sekarang ini Estrada merupakan walikota Manila kendati dia dulu dipenjarakan oleh presiden terdahulu Gloria Macapagal.

Artinya, popularitas itu bisa hilang tapi tidak bisa dirampok. Karena yang memiliki popularitas itu bukanlah Jokowi atau Estrada melainkan orang banyak. Dan karena itu, seturut pandangan sosial konstruksionis, popularitas itu dinamis dan elusive (Latin ex = keluar; ludere = bermain; bermain ke luar dari tanggan = tak bisa digenggam). APA KATA PEPATAH? Amin dan kawankawan mestinya berhatihati, karena masyarakat

bawah Indonesia masih percaya pada kebenaran adagium tradisional “Tong kosong bunyi nyaring” dan “Padi bunting, kian berisi kian merunduk”. Serangan-serangan verbal tampaknya dilakukan keroyokan dengan pengandaian wong ndeso akan ciut nyali terhadap preman kota. Barangkali penganadaiannya bisa saja terbukti. Masalahnya, orang desa ini dijaga oleh orang-orang banyak, di mana dia itu popular. (dikutip dari: sulut-bosami@yahoogroups.com)

Sumber Foto: Kompas


O P I N

I

O

N

MUDIK: Tradisi Kembali ke Asal Oleh Denni H.R. Pinontoan

R

amai-ramai orang. Menenteng koper, tas atau barang bawaan, berdesakdesakan, padat. Jalanan dipadati sepeda motor dan mobil. Inilah pemandangan rutin jelang lebaran di pulau Jawa atau di beberapa tempat lainya di Indonesia. Tradisi mudik, kembali ke kampung asal telah menjadi sepaket perayaan hari raya agama untuk umat muslim, Idul Fitri. Kata “mudik” dari kata “udik” yang berarti “hulu” atau “kampung”, disebutsebut berasal dari bahasa Betawi. Kata ini, sepertinya menyimbolkan kampung asal seperti hulu sungai, sebagai sumber air mengalir menuju hilir. Seperti orang-orang dari kampung yang merantau

10

Edisi 1- November 2013

menuju ke kota, ke pusat keramaian, ke sebuah lokus majemuk. Dari Kota Pesiar ke Kampung Asal Modernisasi dituduh membikin orang-orang udik terpesona pada kota. Maka, mereka merantau. Mencari kehidupan, yang katanya lebih baik dari apa yang boleh dinikmati di kampung. Kota, jalannya bagus-bagus, ada gedung bertingkat, orangorang memakai baju modern, mobil-mobil bermacamragam merek berseliweran di jalan. Di kota, orang-orang udik kemudian dipaksa menjadi pribadi individual, berbeda dengan di kampung yang komunal. Kehidupan

modern

a’la

kota pula yang kemudian membuat stigma, bahwa udik sama dengan kebodohan, keterbelakangan. Atau, orang-orang udik adalah mereka yang kurang tahu sopan. Nasib yang sama terjadi pada kata “alifuru” yang mulanya menunjuk

pada nama salah satu suku di Maluku, oleh perantau Barat, sebagai missionaris, zendeling, atau birokrat pemerintah kolonial digeser artinya menjadi paling kurang sama dengan stigma “udik” itu.

TOUN | People and Around Us


Semua itu dimaksudkan untuk membuat “pembeda”: orang kota lebih modern hidupnya dibanding orang kampung. Di era kemudian, modernisasi sama dengan eksploitasi hasrat demi akumulasi modal bertumpuktumpuk untuk keuntungan besar bagi kaum pemodal. Maka, orang-orang dari udik menjadi kosong batinnya, biasa hidup bersahaja, di kota orang-orang disibukkan dengan usaha memenuhi kebutuhan material, popularitas dan kekuasaan. Maka, tradisi mudik sebetulnya adalah sebuah peristiwa kebudayaan. Para perantau dari kampung kembali merefleksikan dirinya sebagai pribadi yang terikat dengan akar sejarah asalnya. Kembali menemukan jejakjejak

TOUN | People and Around Us

kebersamaan, ikatan-ikatan kekeluargaan, dan lebih dari itu, kembali berusaha mengisi kekosongan bathin setelah sekian waktu bergulat dengan kerja demi kepuasaan material. Di kampung, para perantau kembali menemukan indahnya hidup bersahaja. Tradisi Mudik di Minahasa Perayaan Natal, Tahun Baru dan Pangucapan Syukur, bagi orang Minahasa tidak sebatas peristiwa keagamaan. Harihari raya ini juga menjadi peristiwa sosio-kultural bagi orang-orang Minahasa, baik yang merantau di kotakota terdekat, maupun yang jauh. Inilah saatnya orangorang Minaahasa yang di rantau, yang diistilahkan Kawanua, atau orang-orang Minahasa yang merasa seasal dari kampung (sekawanua) Minahasa, pulang ke kampung kelahirannya. Biasa diistilahkah dengan ”Mareng an doong kinatouan” atau pulang ke kampung

kelahiran. Dalam tradisi orang Minahasa di masa semakin banyak yang merantau, ada ungkapan, ”Biar so jauh, asal jang lupa tu pusa da tanang akang.” Dalam bahasa Indonesia artinya ”Meski sudah jauh, tapi jangan lupa tempat di mana tali puser dibenamkan ke tanah”. Ungkapan ini terkait dengan tradisi orang Minahasa menyambut kelahiran bayi dalam keluarga. Tali puser bayi yang baru lahir biasanya dibenamkan di tanah pekarangan rumah oleh ayah si bayi. Maknanya, bahwa si bayi, nanti jika sudah dewasa, ke mana-pun ia pergi tidak boleh melupakan tempat asalnya.

touan” adalah sebuah tradisi di mana orangorang Minahasa yang sudah merantau sekian lama untuk pesiar ke kampung asal, berjumpa kembali dengan keluarga, berziarah ke tempat asal, tempat kelahiran atau ke lokus asal leluhur. Tidak terutama fisik yang harus kembali menetap, tapi pulang ke kampung terpenting adalah mengembalikan ingatan pada asal. Kembali ke ”tuur”, ke akar kehidupan.

”Mareng an doong kinaEdisi 1 - November 2013

11


Mudik: Ziarah ke Asal Ziarah dalam bahasa Jawa dilafal, siji sing diarah, ”satu yang dituju”. Dengannya, ”ziarah” mungkin bisa diartikan ”menuju ke asal”, menuju ke asal pembentuk identitas. Mudik adalah tradisi dari hilir menuju ke hulu, ke kampung, tempat kelahiran atau tempat asal leluhur. Dengan mudik, orang-orang kemudian merefleksikan lagi siapa dirinya. Mudik berarti kembali ke sumber asal mula sejarah hidupnya. Ini peristiwa penting untuk sejenak ”mengundurkan diri” dari keramaian, dari hiruk-pikuk ke kehidupan yang penuh pergulatan. Dengan kembali ke asal kita merefleksikan lagi makna menjadi manusia yang punya sejarah, punya identitas.

12

Edisi 1 - November 2013

Asal manusia adalah makna dari makhluk berakal dan berhati nurani. Makhluk yang berpikir dan memiliki rasa. Dengan mudik berarti kita kembali merefleksikan hakekat menjadi manusia. Manusia yang bernalar dan punya rasa adalah manusia yang bukan robot, bukan sekrup dari mesin-mesin hasrat, bukan makhluk serakah dengan kekuasaan dan kekayaan.Terlebih manusia adalah makhluk yang punya jati diri. Asal kita dari rahim semesta. Dengan mudik, manusia kembali menjejaki maknamakna kebersamaan, kesederhanaan dan kekeluargaan. Setelah sekian waktu terlepas dari maknamakna itu, dengan mudik kita kembali menemukan

TOUN | People and Around Us


kearifan-kearifan udik kita yang bersahaja. Di udik kita kembali menyegarkan pikiran dan tubuh dari kepenatan menjalani kehidupan yang berat. Agama dan budaya kita mengajarkan tentang pengetahuan luhur mengenai hakekat menjadi manusia yang sesungguhnya. Setiap manusia lahir dari rahim seorang perempuan. Namun, kedewasaan seseorang dibentuk oleh komunitas, pengetahuan dan pengalaman dari peziarahannya di dunia. Agama dan budaya sebetulnya TOUN | People and Around Us

hanya mengajarkan satu hal, yaitu menjadi manusia yang baik. Maka, dengan mudik yang kemudian menjadi peristiwa kultural-keagamaan, mestinya adalah kesempatan untuk kembali belajar bagaimana menjadi manusia �baik� itu. Di udik kita tersimpan makna-makna kebaikan itu.

Penulis, Dosen Fakultas Teologi UKIT, Pegiat Mawale Cultural Center, Tinggal di Tomohon - Minahasa. Edisi 1- November 2013

13


H E R I T A G E

Zhangye Danxia Landform Geological Park

B

UKIT-BUKIT luas membentang laksana rainbow cake. Benarkah ada? Datanglah ke Zhangye Danxia Landform Geological Park di China, maka anda akan terpesona oleh bukit warna-warni. Melihat perbukitan tersebut anda akan berdecak kagum pada kuasa Tuhan yang sangat luar biasa. Warna-warni yang tergambar di seluruh perbukitan itu terlihat rapi, tebal, dan terang.

Barisan bukit luas membentang laksana rainbow cake di Zhangye Danxia Landform Geological Park China.

Selayaknya rainbow cake dalam versi luar biasa besar. Lapisan berwarna yang

terdapat dalam gugusan bukit-bukit tersebut merupakan hamparan pasir serta mineral berbagai jenis. Tercipta dari aliran flowing valleys atau aliran lembah yang diterjang berbagai hal seperti hujan, badai serta angin. UNESCO telah memasukkan kawasan Zhangye Danxia Landform Geological Park sebagai World Heritage Site sejak 2010 yang lalu. Di dunia ini, ada dua tempat dengan bukit berwarna-warni seperti itu. Salah satunya lagi berada di Kanada, The rainbow Range. Edisi 1 - November 2013

15


Tower of London

16

Edisi 1 - November 2013

TOUN | People and Around Us


PESONA VIEW di tepi utara Sungai Thames di pusat kota London, Inggris, di situlah Tower of London menjulang ke cakrawala. Merupakan kastil bersejarah yang berada dalam kawasan London Borough of Tower Hamlets dan terpisah dari ujung timur kota London oleh ruang terbuka yang dikenal sebagai Bukit Menara. Didirikan pada 1066 sebagai bagian dari Penaklukan Normandia di Inggris.

dibangun pada tahun 1078 oleh William sang Penakluk, dan merupakan simbol dari kebencian dan penindasan yang ditimpakan pada London oleh para elit penguasa baru.

Secara keseluruhan, Tower of London merupakan kompleks dari beberapa bangunan yang ditempatkan di dalam dua cincin konsentris dari tembok pertahanan dan parit. Sepanjang sejarahnya, beberapa perluasan pernah dilakukan, terutama di masa pemerintahan Richard I, Henry III dan Edward I pada abad duabelas dan tigabelas. Tata letak yang ada saat ini ditetapkan pada abad tigabelas.

Tower of London sempat dikepung musuh beberapa kali, pernah digunakan sebagai gudang senjata, pusat keuangan, kebun binatang, kediaman resmi Royal Mint, kantor catatan publik dan tempat penyimpanan Mahkota Permata Britania Raya. Kini bangunan itu dilindungi sebagai salah satu situs warisan dunia, dan menjadi salah satu point interest pariwisata paling populer di Inggris.

Menara Putih, yang merupakan bagian terpenting dari kastil ini

corner: famouswonders.com main-enterence: commons.wikimedia.org tower of london: www.lifepr.de dragon: commons.wikimedia.org

Tower of London pernah digunakan sebagai penjara tahun 1100. Pada awalnya, kastil ini dimaksudkan sebagai sebuah istana megah yang akan difungsikan sebagai kediaman resmi kerajaan.

sumber foto

TOUN | People and Around Us

Edisi 1- November 2013

17


LEWAT media massa saya mengenal lebih jauh tentang strategi communication yang digunakan semua orang di dunia. Sebagai student, saya mendapat begitu banyak kemudahan ketika mengakses media massa.

Media Massa DI MATA MEREKA

Lucky R Studied Economy Management at Mount Klabat College 18

Edisi 1 - November 2013

TOUN | People and Around Us


MEDIA massa dewasa ini sudah menjadi ajang ekspresi dan eksistensi diri. Dengan media kita memperoleh banyak kemudahan dalam berkomunikasi, tanpa ada lagi sekat ruang dan waktu. Tari Ireine Free Style Photo Model

Media Massa DI MATA MEREKA

TOUN | People and Around Us

Edisi 1 - November 2013

19


C

A

N

T

I

K

Tercantik di DUNIA Cheryl Cole

C

heryl adalah style icon, ia menjadi icon L'Oreal, ia menandatangani kontrak sebesar ÂŁ500,000 dengan L'Oreal Paris. Ia merupakan penyanyi, pencipta lagu, mempunyai nama lahir Cheryl Ann Tweedy, lahir di Newcastle, Inggris, 30 Juni 1983; Tergabung dalam Girls Aloud. Ia juga menjadi salah satu juri di acara The X Factor pada musim kelima menggantikan posisi Sharon Osbourne. Cheryl dinobatkan menjadi PerempuanTerseksi di Dunia versi Majalah FHM dua kali secara beruntun, tahun 2009 dang 2010, lebih dari

20

Edisi 1 - November 2013

1 juta orang yang terlibat dalam jajak pendapat di Majalah FHM untuk memilih perempuan terseksi menurut mereka. Pada tahun 2010 Cheryl mendapatkan penghargaan dari Glamour Woman of the Year Awards untuk kategori "Wanita yang Berpakaian Terbaik" (Best Dressed). Single Cheryl, Fight For This Love juga masuk nominasi British Single pada acara 2010 Brits Award. Pada Juni 2010, Cheryl mendapatkan penghargaan Woman of the Year dari majalah Glamour.

TOUN | People and Around Us


MR.PRESIDENT

DEAL maya yang REAL DIA DIGANDRUNGI MASSA. MEDIA MAYA SEPERTI SARANG DI PUCUK RIMBA YANG MENETASKANNYA DI AWAN-AWAN, LALU MATA SEPARUH DUNIA TERHISAP PADA SANG PRESIDEN, BARACK HUSSEIN OBAMA.

S

aya bertanya pada beberapa kawan, “fenomena apa yang ia miliki sehingga begitu banyak orang mengaguminya?” Seorang organizer masyarakat perantauan di Amerika menjawab, “OK, nanti saya ceritakan! Hingga hari ini belum ada jawaban lebih dari apa yang ia sebut “OK” itu. Beberapa kawan sudah menetap di U.S. Pertanyaan kulayangkan pada dua kawan di lokasi berbeda, Sonya Tarumasely, di Aurora Colorado, dan Pingkan, di San Diego California. Belum dijawab juga. No problem! Terus berselancar, cari jawaban. Mengulang pertanyaan sama, fenomena

TOUN | People and Around Us

Oleh: Dann Alca apa, kegandrungan apa? Penasaran. Padahal, hari ini, media sosial membuat dunia tanpa jarak, tanpa dinding, dan segala fenomena dapat diungkap dalam hitungan detik. Kabar ini juga yang berharihari dibahas media manakala Obama memulai kampanye presidennya, medio 2007. Kemudian pada 2008, setelah kampanye pendahuluan melawan Hillary Rodham Clinton, Obama memenangkan mayoritas suara delegasi dalam Pemilu pendahuluan Partai Demokrat untuk dijadikan calon Presiden. Ia mengalahkan calon dari Partai Republik, John Mc. Cain, dalam Pemilihan Umum Presiden tahun 2008, dan Edisi 1 - November 2013

21


Nanang Suryadi, Dosen FEB di Universitas Brawijaya, Malang - East Java. Eric and his family from USA

dilantik sebagai Presiden, 20 Januari 2009. “Fenomena Obama di dunia maya ketika ingin mencalonkan diri sebagai President of United State memang lain. Ada sejarah panjang mendahului karirnya,” kata Triyono, kawan diskusiku. Masih di media sosial. Kali ini pertanyaannya saya layangkan ke Nanang Suryadi, Dosen FEB di Universitas Brawijaya, Malang - East Java. “Obama nggak gegap-gempita seperti waktu pertama kali dia calon Presiden. Nah, waktu pertama mencalonkan diri itu orang Indonesia demam Obama. Kemudian pemilihan berikutnya sudah tidak lagi. Biasa saja, orang-orang seperti tidak peduli.” Nanang 22

punya

pandangan

Edisi 1 - November 2013

beda dengan apa yang ditampilkan media sosial, sebab apa saja menyangkut Obama pasti menjadi trendsetter media. I’m sorry, saya pasti merepotkan! Sederet pertanyaan dan anda terusik. Apa, mengapa, bagaimana? “Okay, saya akan menjawabnya dengan bahasa saya. Karena kalian akan tertawa jika saya menggunakan bahasa yang jarang saya pakai.” Eric, kawan di Denver, akhirnya mau berbagi. Wow, thanks Eric! Ini dari Eric: Anyways, this is my perspective about Barack Hussein Obama, please understand that I'm no politician or anything near to that. My first impression of Obama, especially living in the States for so long is, being

proud. Proud in a patriotic way, that someone from “Menteng Dalam” is and will be running this great nation. Who knew, in our generation that America will have its own first Black President? I considered Obama as my own countrymen, I can feel how much he loved Indonesia, because he was raised there and he remembered everything about Indonesia.

cannot believe he's able to speak Indonesian so fluently. Over all I think he is a very transparent person who loves his family and a very likable guy who have came up, starting from the bottom.

Obama seems to be down to earth, passionate about people, you can tell from his smiles, he loves people, people from different walk of life. Obama is highly intellect, bright, sapient, agile, most of all he is very humble.

Obama is known to be a great speaker and speech writer, like our former president, Ronald Reagan. I remember myself addicted just listening to Obama, love it when he speaks. (thank God for Youtube, now were able to watch it whenever we want to) Barack does not use complex words, he use simple everyday words that we use daily. I think what his intentions are, for people get his message across.

I watched his interview with an Indonesian news cast, at the White House and

Now, his leadership for this county. I felt he did his best, there are a few parties here, TOUN | People and Around Us


the Republican Party, Green Party, Independent Party and the Tea Party (the Tea Party which seems to me originated by the Republicans, with intentions, just to topple Obama on his presidency term). Issues that Obama faced throughout his term are, (as far as I know) during his presidency campaign, he made promises, in order to be elected,(that is usual during and every campaign) but in U.S, all votes are counted by voice, there are procedures and system that the U.S follows from generations (back in the George Washington era). In the House of Representative, is where they do their voting. In there these two parties, Democrats and Republicans voted and counted their voting ballots. Even though if an individual such as Obama wanted to change America for the better, it is not so simple due to the "push & shove" inside this House of Rep. between the two most popular parties. By the way, just a reminder, America was in a very bad shape in economy wise, when Bush Jr. officially left the office in January 19th. 2009. TOUN | People and Around Us

Barack was elected president in November 4th. 2008. He officially became President at noon on January 20th, 2009. Bush Jr. left the office in so much mess and problems, and here is Obama promised the nation that he will try to solve the problems. People lost job, were in the middle of the war (one of the issues with America is, getting into other people issues) because war cost money, money is from tax, people living in U.S are taxed. One of Obama accomplishment when he got to office, is to end war and bringing the troops home, which he did. There are many things that he did, but I think ending this worthless war that Bush Jr. started are very important. Because from this war, everything are hiked up, especially gasoline. I thought by rescuing a wealthy oil owned country from terrorists plague, will give us cheaper gasoline, well, I thought wrong. The war started eight years, after it begun from March 20th 2003 to December 15th 2011 which cost just under $1 trillion U.S tax dollars. Currently, were in this "hunting for terrorists war" with Afghanistan,

apparently these terrorists, they do their training over there, and much more U.S tax dollars will definitely well spent there for a few years. Other than that, I think Obama considered to be one of the g r e a t president in the history of the United States, him and Michelle showing great leadership, the Republicans are trying so hard for him not to be elected on his second term and they failed, Romney just not very good in debates, because his intentions and motives are not "for the people, by the people", its all about "the job position" as president of the U.S. Barack Obama showed hope, passion and eagerness to bring this country to where it should belong. Yes, it will take time, but were finally going in the right direction. That is my perspective on Barack Hussein Obama! Edisi 1 - November 2013

23


MEDIAREVIEW

Memerdekakan

Tou Minahasa Oleh: Rikson Childwan Karundeng

I

NILAH kumpulan pemikiran Kaum Muda Minahasa. Sebuah karya hasil goresan empatbelas orang muda Minahasa. Buku “Mememerdekakan Tou Minahasa” dimulai dengan sebuah puisi “I Will Not Sell My Minahasa” karya Candra Rororoh ini, berisi empatbelas catatan dari empatbelas penulis yaitu, Matulandi Supit (Minahasa Dalam

24

Edisi 1 - November 2013

Gerak Zaman ), Riane Elean (Menafsir Ratapan Terakhir Sang Manguni), Daniel Kaligis (Minahasa, Mange Wisa Kou?), Ivan Kaunang (Merdeka(kah) Ke(budaya) an Minahasa?), Greenhill Weol (Orang) Minahasa Harus Merdeka!), Meidy Y. Tinangon (Memerdekakan Tou Minahasa: Beberapa Pokok Pikiran), Yanny Marentek (Menemukan Kemerdekaang Hakiki Tou

Minahasa: Orang Muda Minahasa di Pentas Politik Praktis), Rikson Karundeng (Gereja Memerdekakan Tou Minahasa?: Sebuah Catatan Tentang Disorientasi Peran Gereja di Minahasa), Denni Pinontoan (Teologi Mapalus, Teologi Bersama Yang Membebaskan), Venly Massie (Spiritualitas Kristiani Dalam Kehidupan Bertani: Kajian Teologis Peran Gereja Bagi Komunitas Petani),

Ruth Wangkai (Pingkan Cermin Diri tou Minahasa: Upaya Menemukan Kembali Dignitas Tou Minahasa dalam Sosok Pingkan), Bodewyn Talumewo (Bangun Kebudayaan, Memerdekakan (Tou) Minahasa: Sepenggal Kisah John F. malonda, S a s t rawa n - B u d ayawa n Minahasa), Sofyan Jimmy bersambung ke halaman 27 >>> TOUN | People and Around Us


MEDIAREVIEW

Berlayar dan Berhasil

M

ereka menyebut “Solata”, kerabat atau kawan sekampung di negeri seberang. “BERKERINGAT DAN TERSENYUM: Perjal anan Sukses 22 Pengusaha Toraja di Tanah Papua”, merekam halhal sederhana dari kejadian sehari-hari di masa silam. Ide brilliant Sili Suli, seorang penulis kreatif, menyajikan cerita pengalaman sejumlah orang yang ia anggap “pantas” sebagai media belajar saat ini, bagi kerabat, kawan, dan semua pembaca, yang hasilnya akan dipetik kelak. Ada dua puluh dua nama disebut, semua berasal dari Tana’ Toraja, Achmad Sujana, Agustinus Panggalo, Daniel Allobua, Daniel Gerden, Danud Mendila, Ida Linggi, Kornelius Mangalik, TOUN | People and Around Us

Marthen Buan Paiparan, Raphael Mananna, Robiyanto Salulinggi Pampang, Samuel Kadang, Saul Rantelembang, Simon Tuppang, Sovian Lati Lipu, Tiku Todingallo, Yansen Banny, Yohanis Edong Rumissing, Yuli Toding, Yusuf Rombe, Yusuf Serang Tame, Yusuf Sambara, dan Yusuf Sesa Lallo. Sili Suli merekam hal sederhana dari pengalaman sehari-hari, seperti saya sebutkan di awal resensi ini. Saya memetik kalimatnya, “Daniel suka ikut menangkap masapi dan ikan mas. Sepulang sekolah Daniel bertugas menjaga kerbau. Sambil membiarkan kerbaunya berendam di sungai, Daniel memanfaatkan waktu untuk mencari masapi. Kadang juga, dia memasang pancing di sungai saat sore hari. Bila tangkapannya cukup banyak, maka sebagian

Oleh: Daniel A. Kaligis

dijual.” Bait ini dapat dibaca pada halaman 32 paragraf pertama. Itulah masapi, terminologi lokal yang diangkat menjadi hal menarik dalam kisah “ Da n i e l Gerden: Dari ‘Raja Masapi’ menjadi Raja Kayu.” Pada bagian lain, Sili Suli menerakan: “Keyakinan diri mutlak dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.” (Halaman 120). Identitas, keyakinan diri, kerja keras diramu apik oleh Sili Suli

dalam “BERKERINGAT DAN TERSENYUM - Perjalanan Sukses 22 Pengusaha Toraja di Tanah Papua”, membuat bersambung ke halaman 27 >>>

Edisi 1 - November 2013

25


A U T O M O T I F

Alfa Romeo 4C. Mobil cantik ini dipersenjatai dengan mesin 1750 Turbo yang mampu berlari hingga 240 tenaga kuda.

MOBIL TERCANTIK versi FORBES Forbes mengumumkan deretan mobil tercantik tahun 2013, berikut ini beberapa di antaranya: Aston Martin CC100. Untuk memperingati 100 tahun pabrik Aston Martin di Inggris, didesignlah Aston Martin CC100. Namun, model dan jenis mobil tersebut hanya ada dua buah saja di dunia, dan keduanya telah laku. Harganya dibandrol USD 770 ribu atau Rp 7,9 M. 26

Edisi 1 - November 2013

TOUN | People and Around Us


Porsche Cayman. Mobil sport ini memiliki mesin enam silinder flat 2,7 liter. Akselerasinya hanya 5,4 detik saja dari 1 ke 100 km/jam.

..... sambungan dari halaman 24 >>> Yosadi (Advokasi Terhadap Persoalan Tou, Tana’ dan Penanda Budaya Minahasa).

para penulis memandang masa depan, semua harus dimulai dengan kemerdekaan berpikir. — Pdt Hans Weku STh PAG MSi

KATA MEREKA: Melihat apa yang dibuat para penulis dengan buku ini, di generasi ini ternyata ada penulis-penulis terbaik.— Drs Ferry Raymond Mawikere MHum MA.

Saya apresiasi kerja penulis. Penulis mengalami sendiri apa yang ditulis. Berbeda dengan generasi penulis sebelumnya. Saya melihat munculnya publik intelektual dengan gagasan-gagasannya. Saya tukang kritik, jadi sangat serius kalau memuji. — Drs Alex Ulaen DEA.

Patokan sejarah intelektual di Minahasa. Kemampuan TOUN | People and Around Us

..... sambungan dari halaman 25 >>> buku ini layak dibaca semua kalangan untuk menjadi pelajaran hari ini dan selanjutnya. Tanah kelahiran selalu memberi bekas dalam ingatan, pergi merantau dengan segala konsekuensi yang akan dihadapi di tanah yang jauh, dengan usaha, daya juang, sukses akhirnya dapat diraih. Sili Suli berharap, buku ini memberi

inspirasi pada generasi muda agar berani dan cerdas dalam mempersiapkan masa depan. ======= BERKERINGAT DAN TERSENYUM Perjalanan Sukses 22 Pengusaha Toraja di Tanah Papua. Penulis: Sili Suli Penerbit: Arti Bumi Intaran Yogyakarta Tahun: 2013 – Edisi Launching, Juni 2013 Halaman: xxxii + 252 ISBN: 978-602-7731-11-0. Edisi 1 - November 2013

27


J

E

L

A

J

A

H

SRIKANDI SULUT Capai Puncak Elbrus, Rusia Oleh: Stephant Langitan 28

Edisi 1 - November 2013

TOUN | People and Around Us


KAMIS, 29 Agustus silam, pukul 10.00 waktu Moskow, Rusia, Jelita Karamoy (19), srikandi asal Sulawesi Utara akhirnya mampu menjejakan kaki dan membentangkan panji merah putih di puncak Elbrus (5.642 mdpl), dalam rangkaian expedisi pendakian tujuh puncak tertinggi dunia yang dihelat Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Aesthetica, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado. Awalnya, expedisi pendakian dengan mengusung nama “The 1st Indonesian Woman

on Seven Summits of the World Expedition” yang sejatinya beranggotakan 2 orang putri ini, Jelita Karamoy dan Inka Mayumi Wangko, setelah menuntaskan urusan visa dan perizinan lainnya berangkat dari Jakarta 22 Agustus dan tiba di Airtport Demedenovo, Moskow, Jumat, 23 Agustus 2013. Setelah dijamu dan sempat menginap semalam di KBRI Moskow, keesokan harinya mereka terbang menuju kota Mineralnye Vody dan lanjut ke Desa Terskol di lembah Assau, di kaki gunung Elbrus dengan

menumpang bus selama 3 jam perjalanan. “Penduduk di Desa Terskol menyebut dua puncak salju kembar yang juga merupakan puncak tertinggi benua Eropa dengan sebutan “Oshkamakho” atau puncak kebahagiaan,” ungkap Jay, sebutan akrab Jelita Karamoy, Ketua Tim Expedisi ketika diwawancarai di ruang Sekretariat Panitia beberapa waktu lalu. Namun, dijelaskannya, tak sedikit pendaki yang bernasib naas dan meninggal ketika mencoba menaklukan puncak Elbrus sehingga begitu banyak plakat aluminium sebagai

nisan bagi para pendaki tersebut yang terpasang di undakan bebatuan dekat Base Camp mereka di Priut Hut (4.200 mdpl). Karena karaketer medan es terjal menantang, sehingga dibutuhkan keterampilan ice climbing tingkat expert; demikian juga cuaca dan suhu ektrim yang tiba-tiba berubah drastis sehingga menyulitkan proses pendakian menjadi momok tersendiri bagi pendaki Elbrus. Proses pendakian Elbrus diawali oleh dua pendaki


putri ini dengan mengadakan aklimatisasi tiga hari, pada 25 28 Agustus, guna beradaptasi dengan cuaca dan suhu pada ketinggian tertentu. Proses ini mutlak diperlukan guna mencegah pendaki terkena serangan Accute Mountain Sickness atau penyakit yang disebabkan oleh ketinggian karena kurangnya kadar oksigen dan rendahnya suhu udara yang dikenal

dengan istilah High Altitude Pulmonary Edema (HAPE). Pada 01.45 a.m. waktu Rusia, dua srikandi yang membawa misi kesetaraan ini mulai pendakian (Summit Attack) dari Base Camp Priut Hut (4.200 mdpl) menuju puncak Elbrus. Setelah pendakian melelahkan selama 9,25 jam, tepat 10.00 a.m. Jelita Karamoy (19 tahun), tiba di

puncak Elbrus. “Awalnya, ada perasaan khawatir karena kondisi fisik saya sempat drop sebelum mencapai puncak, kemudian suhu udara berubah dengan cepat dari minus 31 derajat ke minus 35 derajat celsius,” urai Jelita. "Yang tersisa hanya tekad untuk mencapai puncak, dan oleh penyertaan Tuhan

semuanya menjadi mungkin," tambah Jelita. Di sisi lain, rekannya, Inka Wangko, tak dapat melanjutkan pendakian meski jarak ke puncak hanya berkisar 400 meter lagi. Inka terkena serangan High Altitude Pulmonary Edema. Paru-parunya mengalami gangguan sehingga dia kesulitan bernafas dan harus dievakuasi turun kembali ke Base Camp. “Paru-paru saya seperti terbakar, makanya saya tidak memaksakan diri untuk mencapai puncak menjaga agar tidak mengalami kondisi yang lebih buruk,” tutur Inka. Inka tetap merasa puas karena rekannya mampu mencapai puncak. Usai menuntaskan Elbrus, terang Jelita, mereka sementara bersiap kembali untuk melanjutkan expedisi ke Puncak Kilimanjaro, Tanzania. "Rencananya Oktober 2013 ini kami segera bertolak ke Kilimanjaro, dukung upaya kami agar dapat menuntaskan program expedisi perempuan ke tujuh puncak dunia itu." kata Jelita dan Inka. (*)

30

Edisi 1 - November 2013

TOUN | People and Around Us


Jl. Letjen Hertasning Raya No 51 Makassar, Sulawesi Selatan Telp +62 411 448 852, 448 855 | Fax +62 411 448 854

Lokasi RS. Grestelina sangat strategis karena terletak tidak jauh dari bandara udara Hasanuddin dan pelabuhan laut Sukarno Hatta. Akses menuju RS. Grestelina juga dilalui angkutan umum sehingga memudahkan transportasi baik pasien maupun pengunjung.

RS Grestelina didirikan pada tahun 1995 dan mulai beroperasi secara resmi pada 1 Juli 1996. Dengan total kapasitas 126 tempat tidur, RS Grestelina menawarkan sebuah konsep layanan kesehatan yang baru. Berdiri di lokasi aman, nyaman dan tenang di kawasan perumahan di wilayah Makassar Timur, Tata Ruang Rumah Sakit Grestelina Makassar dibagi

menjadi 3 blok bangunan terdiri dari dua blok bangunan pelayanan medis dan satu blok bangunan penunjang pelayanan.

sebanyak 27 kamar dengan 29 tempat tidur. • Lantai II: ICU, OK (Kamar Operasi), ruang Hemodialisa, Endoscopy, Rekam Medis. • Lantai III: Kamar Bersalin, Kamar Bayi, dan Kamar

Perawatan sebanyak 22 kamar dengan 28 tempat tidur. • Lantai IV: Ruang direktur, Ruang rapat, Ruang teknisi dan Ruang Perawatan 22 kamar dengan 28 tempat tidur.

• Lantai V: Ruang perawatan 26 kamar. • Lantai VI: Ruang perawatan 26 kamar.

Rumah Sakit Grestelina Makassar (RS Grestelina) adalah sebuah fasilitas kesehatan dan pengobatan modern, yang menghadirkan kepada warga Makassar dan sekitarnya sebuah era baru dalam pelayanan kesehatan dan pengobatan berkualitas tinggi. Rumah Sakit Grestelina merupakan rumah sakit rujukan di wilayah Indonesia Timur.

Berada tepat pada sentral Kota Makassar.

Pelayanan 24 Jam: • Unit Gawat Darurat • Instalasi Farmasi • Unit Laboratorium • Poliklinik Umum • Lantai I: Ruang laboratorium dan kamar perawatan

Alamat: Jl. Letjen Hertasning Raya No 51 Makassar, Sulawesi Selatan Telp +62 411 448 852, +62 411 448 855 Fax +62 411 448 854.


P

R

O

F

I

L

E

HARLY WEKU

Calon DPD RI Sulawesi Utara

M

erantau di negeri orang sekian puluh tahun, setelah selesai sebagai Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi (Fekon) UNSRAT Manado di tahun 1973, mengabdi sebagai Perwira TNI di Kowilhan III Sulawesi - Kalimantan Timur & Selatan, melanjutkan kuliah akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya dan menjadi akuntan terdaftar, memberi ruang untuk beralih profesi sebagai Akuntan Publik serta sebagai Dosen baik di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, maupun beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Kota Makassar. Sempat menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Akuntan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan 1999-2003 serta Penasehat IAI Wilayah Sulawesi Selatan 2003-2007,

32

Edisi 1 - November 2013

Harly kemudian menambah ilmu pengetahuannya dengan melanjutkan serta menyelesaikan pendidikan S2 pada Universitas Krisnadwipayana Jakarta untuk Magister Manajemen tahun 2000. Menggeluti politik dengan menjadi salah satu Deklarator Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) Sulawesi Selatan di Makassar, yakni partai besutan Prof Dr. M Ryaas Rasyid, MA, kemudian mengikuti pemahaman berpolitik pada International Republican Institute (IRI) tahun dalam kapasitasnya sebagai Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPDK Sulsel, yang ikut mengantarkan partai ini sebagai partai kedua memenangkan Pemilu 2004 di Sulawesi Selatan. Peningkatan karir politik dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Umum partai ini , TOUN | People and Around Us


yang kemudian berganti nama menjadi Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). Menghadapi Pemilu 2009, di tahun 2007 diangkat sebagai Ketua Umum PDK Sulawesi Utara , periode 2007 - 2012. Terpatri dalam benak dan impiannya bahwa sudah selayaknya wakil rakyat sebagai anggota legislatif membawa aspirasi mereka kedalam pemerintahan melalui berbagai kebijakan pro rakyat, telah menginspirasi seorang Harly bahwa ketulusan dalam pengabdian sangatlah dibutuhkan, ditengah kerisauan serta kerancuan pemahaman berpolitik secara santun dan elegan, serta kurang percayanya masyarakat TOUN | People and Around Us

pada partai politik, karena berbagai pelanggaran oleh politisinya yang terlibat korupsi dan hanya mementingkan partainya saja. Tidak lolosnya PDK mengikuti Pemilu 2014, menyebabkan terjadinya perobahan berfikir untuk tetap berjuang bagi satu pengabdian peningkatan harkat dan martabat masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara, yang memang menjadi impiannya. Pilihan pengabdian ini menghantarkannya sebagai Calon Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Daerah Pemilihan Sulawesi Utara tahun 2014 2019. Pemikiran yang ada adalah

Daerah Maju dan Rakyat Sejahtera, dapatlah diwujudkan dengan mengetengahkan adanya prinsip, kesetaraan serta kreatifitas yang harus dimiliki seorang wakil rakyat. Inilah dambaan yang diharapkan seorang Harly Weku sebagai putera daerah Sulawesi Utara kelahiran Tondano Minahasa, yang dalam kiprahnya ini di tanah Daeng, daerah Anging Mamiri memimpin Kerukunan Keluarga Kawanua Makassar (K3M) untuk periode 20122017, serta sebagai Ketua STIE Nusantara Makassar periode 2010 - 2014. Tekadnya tersebut akan diwujudkannya lewat upaya dan kerja keras disertai

dukungan doa serta pilihan pemilih yang ada di daerah Sulawesi Utara , kembali ke tanah leluhurnya dengan pengalaman yang dimilikinya. Pencerahan politik serta program kerja yang menyentuh kepentingan rakyat itulah yang akan ditawarkannya. Keyakinannya bahwa Daerah Maju haruslah menghadirkan Rakyat Sejahtera. Untuk itulah melengkapi pemahamannya atas masalah kehidupan yang ada dalam berbangsa dan bernegara sangat tepatlah jika sebagai alumni Lemhannas RI, Kursus Reguler Angkatan (KRA) XXXVIII – 2005 ini berprinsip: �Hadirkanlah kebenaran lewat Pengabdian Bagi Negeri ini“. Edisi 1 - November 2013

33


COVER STO RY

“Alam memberi kita gambaran luas tentang cinta, saya menyebutnya sebagai sebuah keindahan yang dikaruniakan oleh Sang Maha Agung.�


Career Objective To find challenging position to meet my competencies, capability, education and experience. Personal Information Nationality : Minahasa, Indonesia Birth date : 19 November 1994 Education • 2012 SMK Kristen 2 Tomohon (studied Acoounting) • 2009 Graduate from SMP 1, Remboken, Sulut • Employment History • PT.PLN (Persero) - Secretary Work Practice • Usher HUT Jamsostek Jakarta Convention Center • Smart Dompet BSIM • at PLAZZA BII TOWER 2 Jakarta • Freelancer PT.SMARTFREN TELECOM, TBK - Jakarta Skills MS Word, MS Excel, good communication, marketing, administrasi, accounting

BRIGITA CHRISTINE


BOS || Boys On Sampan: Barru pier – Makassar

Musim Paceklik

Diedit oleh: Asrani Joe 38

Edisi 1- November 2013

BAGI kita, secarik lusuh, kertas peradaban yang tercecer di hutan hujan. Mari menghitung, demikian juga saya, coba mengalkulasi setelah kembali menuliskan kegamangan itu sekian kalinya tanpa bosan. Setelah lewat perayaan ulang tahun proklamasi negeri ini, — katanya buku sejarah begitu —, yang diperingati selalu mentereng setiap tahunnya, termasuk yang baru saja kita semua saksikan kemarin, ada sesuatu mengganjal dalam benak. Sebuah tanya bagi generasi yang sementara tumbuh di bumi ini, di tanah kita — jika masih boleh menyebut demikian — sebab tanah air sudah sedemikian sulit diuraikan maknanya ketika pada tataran riil ada sejumlah orang, bolehlah menyebut mereka sebagai rakyat, ternyata, dapat saja hilang hak-haknya terhadap ‘tanah-air’. Kembali lagi, tanya tentang generasi yang sementara tumbuh, “bagaimana ‘peruntungan’ mereka di hari-hari mendatang?” TOUN | People and Around Us


O

[photo: search google] Ini dia, ulangan yang membosankan. Malam berganti malam coba kita renangi saat, menghitung berapa banyak keraguan yang diderita bumi. Sungai-sungai menghanyutkan massa, filosofi berkabung usai keberangkatan pena, mencontreng garis-garis politik. Kita sepakat mengulang dukacita. Bila tetanaman sudah punah, dan air sudah diprivatkan dalam botol-botol plastik. Semuanya! Maka, tibalah musim menggerutu. Anakanak bermain gundu, karet gelang, dan petak-umpat. Suaranya men jauh. Terganti games di layar kaca, yang mendidiknya jadi serdadu bayaran siap membantai sesama. Hari silam, dan mungkin masih akan berlanjut di TOUN | People and Around Us

masa menjelang, anak-anak kita ikut upacara. Baris berbaris, lalu tegak ragu-ragu menghormat simbol. Warnawarni merona, kemudian kabur. Coba renungkan lagi: Budi belum juga tamat sekolah dasar. Orde sudah lewat untuk mendiktekan sistem, Budi tak mau naik kelas. Ia terus menaksir, dan membuat romantika bersama Wati. Pekerjaan rumah. Tidur siang. Nonton TV, juga memanjat pinang di hari-hari perayaan yang ramai. Tentang nonton TV, kawan saya punya argumen panjang dan masuk akal. Bahwa ia, “sangat sepakat imajinasi anak memang wajib distimulasi sejak dini. Persoalannya ada pada metode pemberdayaannya yang secara jelas terang benderang disajikan jauh dari logika akal sehat, lebih-lebih lagi telah mengaburkan batas

P

I

N

I

O

N

antara fakta dan fiksi. Apakah imajinasi ini yang diharapkan berkembang di otak anak? Atau mungkin terlalu dini saya mencoba menghubungkan sebab akibat antara dampak sinetron dengan peningkatan perkawinan usia muda dan peningkatan kasus perceraian di Indonesia. Tapi, mari kita coba analisis sederhana

singgah di stasiun logika, tetapi langsung menghujam kesadaran mental� – (moudy gerungan, dalam anak dan televisi).

saja dengan menggunakan pengalaman realita sekitar kita melihat bagaimana imajinasi anak selalu merekam objek yang tidak riil menjadi tuntutan terhadap realitas. Mudah-mudahan masih ingat kasus “Smack Down� yang mengimajinasi sekelompok anak membanting mati teman mainnya? Ini salah satu bukti bahwa proses perekaman pada anak terjadi secara spontanitas tanpa perlu

mereka sekarang.

Anak-anak kita sudah menjadi serdadu, dan tanpa dibayar sekalipun nilainya sudah lunas oleh behavior yang tumbuh dalam peran

Mereka juga boleh diajak ke mana-mana. Untuk meramaikan pesta perpolitikan di tanah air ini misalnya. Tangan mereka justru yang paling ramai diancung-ancung. Memujamuja, berjingkrak kesetanan tanpa harus mengerti arah pembicaraan para orator ulung meneriakkan maskotmaskot pembangunan jangka Edisi 1 - November 2013

39


panjang. Tak tahu, semua itu sudah ketinggalan dan dianggap tak laku dan gagal. Cuma kenang yang tak lagi ada dalam memori masa sekarang. Ketakutan di zaman ini politis. Mengenai perpolitikan, Denni Pinontoan, seorang budayawan Minahasa, menulis di kabarindonesia, yang mana, begitu banyak manusia di negeri ini gerah dan geram dengan fenomena golongan putih. Bahkan ada organisasi keagamaan sampai mengeluarkan fatwa haram 40

Edisi 1 - November 2013

bagi umatnya yang jadi golongan putih. “Aneh, sebab hak memilih untuk memilih atau tidak memilih digeser ke wilayah sorga dan neraka,� urai Pinontoan. Dan mengapa fenomena golongan putih lebih ditakutkan ketimbang kejahatan transnasional seperti kera putih, saya juga heran? Ini kisah lain tentang kera putih. Hanoman lahir pada masa Tretayuga sebagai putera Anjani, seekor wanara perempuan. Dahulu Anjani katanya adalah bidadari

bernama Punjikastala. Namun karena suatu kutukan, ia terlahir ke dunia sebagai wanara wanita. Kutukan tersebut bisa berakhir apabila ia melahirkan seorang putra yang merupakan penitisan Siwa. Anjani menikah dengan Kesari, seekor wanara perkasa. Bersama Kesari, Anjani melakukan tapa ke hadapan Siwa agar Siwa bersedia menjelma sebagi putra mereka. Karena Siwa terkesan dengan pemujaan yang dilakukan Anjani dan Kesari, ia mengabulkan permohonan mereka dengan

turun ke dunia sebagai Hanoman. Pada saat Hanoman masih kecil, ia mengira matahari adalah buah yang bisa dimakan, kemudian terbang ke arahnya dan hendak memakannya. Dewa Indra melihat hal itu dan menjadi cemas dengan keselamatan matahari. Untuk mengantisipasinya, ia melemparkan petirnya ke arah Hanoman sehingga kera kecil itu jatuh dan menabrak gunung. Melihat hal itu, dewa Bayu menjadi marah dan berdiam diri. Akibat tindakannya, semua makhluk di bumi menjadi lemas. Para dewa pun memohon kepada Bayu agar menyingkirkan kemarahannya. Dewa Bayu menghentikan kemarahannya dan Hanoman diberi hadiah melimpah ruah. Dewa Brahma dan dewa Indra memberi anugerah bahwa Hanoman akan kebal dari segala senjata, serta kematian akan datang hanya dengan kehendaknya sendiri. Maka dari itu, Hanoman menjadi makhluk yang abadi atau Chiranjiwin. Dua bait di atas seperti sebagian isi tulisan ini mungkin hanya fiksi. Namun, janganlah kejahatan jadi abadi karena pilihan kita. Hitung berapa banyak doa dan waktu TOUN | People and Around Us


hilang, doa terlalu panjang, mengharap besok sudah penat. Seremoni menggunting pita juga dengan doa yang kepanjangan. Semua diucap, dari penguasa tingkat atas, hingga kepala lingkungan di kampung Pece. Baca dan tulis kemudian kalkulasi. Angkaangka berganti, meruntuhkan nilai. Di tepi laut, alun gelombang memainkan dedaun mangrove. Sisa-sisa lamun hanyut. Di antaranya adalah plastik atau sisa destructive fishing. Mungkin derita, atau kepunahan yang mengintai tanpa diduga namun dapat diprediksi, sederas arus yang menghentarkan begitu banyak sisa dari aktifitas manusia. Mungkin yang

TOUN | People and Around Us

menjadi pasti ketika kita menyelam lebih dalam dan menemukan partikel-partikel lain sudah berbaur bersama asin abadi. Kata mendera laut yang kadang diam di hitamnya yang misteri, siapa yang tahu apa yang melayang di bawah samudera. Kampung kita jauh di mata. Wanua kecil di tepi telaga, kini penuh jelagah. Kisah silam yang terkubur bersama waktu, saat kau mengucap cinta dengan sepenuh hati. Tatap bertaut, lalu kukecup embun dari ilalang basah. Hari masih teramat pagi untuk bangun. Ada gelap di sekitar menghalau pandangan. Ajaib. Anak-anak kita lahir dan tumbuh bagai bunga, agar bank-bank boleh

didirikan dan menyantuni lapar mereka terhadap peradaban modern. Restorasi sudah dilupa, sarapan di resto mewah dengan sejumput bubuk kemewahan fana.

terjual untuk menutup tirisan bocor. Atap dan loteng sudah tak ada bedanya. Tapi, semua masih bernyanyi, berteriak, mengangkat jempol dan kepal.

Bila hari siang, kita bercerita di bawah teduh pepohonan. Sebentar lagi kehilangan. Percakapanmu dengan rembulan keemasan, adalah tangis, ngeri. Menyayat.

Dalam kelam renungkan kembali mimpi-mimpi kita.

Malam sebentar lagi tiba, agar kita kembali menggelayutkan mimpi di awang-awang. Langit-langit bertaburan sinar. Boleh dihitung dengan segenap keraguan. Cuma kita masih bersitatap cakrawala. Semoga tembok-tembok berhenti tumbuh menghalangi cahaya. Harta warisan sudah

Sejurus kemenangan dirayakan dalam pesta. Yang lain bersahutan, seperti siul murai di musim bunga. Lalu paceklik tiba. Dan kita teramat susah menunggui anak-anak kita menangis karena demam peradaban baru. Kasih sayang diganti fasilitas, doa diganti rock n roll, jazz. Denting gitarmu kutunggu. Pagi kemarin awan berarak di atas kota-kota, rintik yang menyebabkan titik. Lalu, gerimis menderas di banyak lokasi menggumpalkan banyak soal politis yang entah kapan selesai dibahas dan tuntas. (*)

Edisi 1 - November 2013

41


R O M A N S A

MYAmor “SAYA di jazirah Papua, SAYA di Bali, jauh dari seseorang yang layak disebut CINTA. Rindu pada entah…sunyi kosong itu nyata…”, cetus mereka pada jarak dan waktu yang berbeda…

Alfrits Ken Oroh, Amelinda Lauren. Keduanya bersua tanpa sengaja, lalu berjanji saling setia. Kini keduanya menetap di Jl. Muding Sangiang LC Batu Bidak, Kerobokan – Badung, Indonesia 80361. Alfrits Ken Oroh. Penyair, Perupa, Peteater, lahir 16 April 1982 di Wuwuk, Tereran - Minahasa. Menulis "Sebatas Bayang" dalam imagi perempuan samar-samar untuk cinta yang entah di mana. Amelinda Lauren. Place/Birth : Jakarta, February 27th, 1989 , 1st daughter of Nico Lauren & 42

Edisi 1 - November 2013

Melanie Karel, has younger sister whose name is Anastashia Lauren, have a golden retriever dog named Jack, all of them reside in Kelapa Gading, North Jakarta, Indonesia. Linda is someone, gwhom somehow playful, energetic & communicative. Enjoy learning new things and love to work in new environment & people. Been traveling abroad locally & inter a couple of times, enriched in life experiences. Currently trying to build fortune in Bali, focusing on her eventual goal of becoming an excellent communicator for people, whose interest are surfing, reading, teaching, performing arts & tattoos. TOUN | People and Around Us


Current Life: Early in 2013 – present, supervisory an operational team at Billabong Asia, Bali, a surfing retailer company, focusing on her passion at surf & skate apparel. • August 1st, 2012 – December, 2012 as English Teacher for Junior & Senior High School at English Course institution LPIA Mumbul, Nusa Dua, Bali. • March 10th, 2012 – present as Travel Operator running joint travel business at Visiting Bali Travel, Bali.

Facilitator for YWAM (Youth with a Mission) an International Christian missionary NGO, Jakarta. • June 2007 - June 2010 As Freelance Tour Guide for English speaking Tourists at Jakarta Capital City of Indonesia. Educational Background: • 2008: Graduated from: Kelapa Gading Jakarta State Vocational Tourism High School, Jakarta. Majoring : Tour and Travel Management & Communication.

• April 16th, 2012 – October 2012 as Wine Marketing Communication with a well known sommelier Felipe Godoy from Chile, at Jimbaran Corner, Bali.

• 2010-earlier in 2012: University in Institute of Social Sciences & Politics (IISIP) at Lenteng Agung, South of Jakarta, Indonesia. Majoring: International Studies. (current status: postponed).

• February 2010 – April 2011 as an Early Childhood Education Teacher at Bright Beginnings Preschool, Jakarta.

• January 2010 as Primary School Tutorial Teacher At Enhancement Programme After School (EPAS), Jakarta.

• January 2009 – January 2010 as Prymary School Tutorial Teacher At Enhancement Programme After School (EPAS), Jakarta.

March 2012 met mister Ken Oroh in Bali & got a cowboy marriage in 21st of December 2012 somewhere at Bali Chapel and later 21st of June plan to go back Manado, to do the so called "balas gereja" stuff.

• April 2008 – January 2009 As Interpreterg & Teacher TOUN | People and Around Us

Edisi 1 - November 2013

43


R O M A N S A

Bersua di Alam Maya, Berjanji Setia

ALFRITS KEN

LINDA LAURENS

Di sana, bayang pepohon merindang, Cycloops nan anggun, lelaki muram, senja gamang. Katamu di suatu ketika, “Kita seperti bekicot. Selalu berpindah membawa rumah ke manamana, membawa meja, kursi dan segala perlengkapan pikiran. Baik buruk adalah santapan sehari-hari. Seperti catatan, tak pernah henti berkisah. Lahirkan buku-buku pengalaman.� Di sana kami hidup dalam damai. [Sepotong kisah klasik dari tepi danau Sentani]

Di sini, ombak menghapus jejak-jejak di Kuta senja menjingga berangsur gelap, Tegas, pilihan harus dijuang. Jalan belum apa-apa, langkah baru diayun

44

Edisi 1 - November 2013

dalam gamang aku tanya: di mana derap kuda-kuda memburu, mana terompet perang memekik menghalau anak panah berseliweran TOUN | People and Around Us


jawab paling mungkin adalah JIWA, jiwa mendengar gema bisu yang tak sanggup dibahasakan lidah, jiwa memacu kaki menerjang jeram jurang tebing: menerkam api dalam genggamnya sebagai semangat tak pernah padam‌ mengejar waktu dalam geng-gam angin, seperti itu, harap bergantung di langit impian kusimpan lagi, kata dalam riangku suka-dukaku mencair

Teks diedit oleh:

Rommy Karly TOUN | People and Around Us

Edisi 1- November 2013

45


Pantai Bira, Sulawesi Selatan foto: Ferdinand Rau


“Makassar memerlukan konsep pengembangan realistis untuk diimplementasikan.” IR.H. MOHAMMAD RAMDHAN POMANTO WALIKOTA MAKASSAR TERPILIH

“Secara umum saya berpendapat bahwa pembangunan di Kota Makassar mengalami kemajuan pesat.” M. ADIL SYAFIIN. BE. SE DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPRASI DAN UKM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

“Ketika berkunjung ke Makassar perhatian saya tertuju pada kulinernya. Saya pikir ini salah satu sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Makassar hebat.” SRY ASTUTY UKM KITA - BALIKPAPAN

“Majukan usaha kecil menengah sebagai tulang punggung ekonomi di Makassar ini.” ARIS SENIMAN SIDOARJO


9 NOVEMBER 2013

Foto dokumentasi TOUN


T

I

P

S

Cantik dan Sehat dengan buah Apel “An apple a day keeps the doctor away“

B

uah apel, menurut penelitian, memiliki banyak sekali manfaat. Dapat dengan mudah ditemukan di supermarket-supermarket, bahkan di pasar tradisional.

vitamin B9, vitamin C.

Memiliki kandungan vitamin, mineral serta unsur lain seperti fitokimian, serat, tanin, baron, asam tartar, dan lainnya. Zat inilah yang sangat dipelukan bagi tubuh kita untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit. Apa saja yang terkandung pada buah apel?

FITOKIMIA Fitokimia merupakan antioksidan untuk melawan radikal bebas yang berasal dari polusi atau lingkungan sekitar. Zat ini juga berfungsi untuk menekan jumlah kolesterol jahat (LDL) yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

KAYA VITAMIN Buah apel kaya akan kandungan vitamin. Beberapa vitamin yang terdapat dalam buah apel misalnya vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, 50

Edisi 1 - November 2013

KAYA MINERAL Mineral dalam buah apel antara lain kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan zinc.

KAYA SERAT Apel kaya akan serat, sehingga baik untuk orang yang sedang dalam program diet. Hal ini disebabkan karena serat yang tinggi sehingga mencegah lapar

datang lebih cepat. Serat untuk mengurangi lemak dan kolesterol. Buah apel mengandung serat yang berguna mengikat lemak dan kolesterol jahat dalam tubuh untuk selanjutnya dibuang. TANIN Buah apel juga memiliki kandungan tanin. Tanin adalah zat yang berfungsi membersihkan dan menyegarkan mulut,

sehingga dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi. BARON Apakah baron itu? Baron berfungsi mempertahankan jumlah estrogen dalam tubuh perempuan. FLAVOID Flavoid merupakan zat yang berfungsi menurunkan risiko kanker. TOUN | People and Around Us


BAHAN: 1 buah apel hijau, potong kecil-kecil 100 gr anggur hijau 1 sdm air perasan lemong 50 gr lidah buaya, potong-potong

ASAM D-GLUCARIC Asam D-glucaric juga merupakan zat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. QUERCETIN Quercetin merupakan zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kadar antioksidan sehingga tubuh terasa lebih sehat dan mencegah berbagai penyakit. Buah apel mengandung zat quercetin. ASAM TARTAR Asam tartar yang dapat menyehatkan saluran pencernaan, karena zat ini mampu membunuh bakteri yang ada dalam saluran pencernaan. Melihat banyaknya unsur kesehatan yang dapat dimanfaatkan, tentu kita TOUN | People and Around Us

dapat mencoba untuk mengkonsumsi satu buah apel setiap hari. Buah ada di manamana, siapa yang mau? Tidak semua mau buah? Terserah! Tapi, buah adalah makanan sehat. Tahukan anda, ternyata buah apel tak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga bagi kecantikan kulit. Untuk mendapatkan kulit idaman, Karen Behnke, pendiri kosmetik Juice Beauty dari San Rafael, California, memberikan resep masker andalannya untuk bagi semua pembaca. Buah apel ternyata mengandung pelembab, dan asam apel mampu menghaluskan kerut-kerut pada kulit. Maka, gunakan masker dari buah apel.

CARA MEMBUAT: Campur semua bahan dalam blender. Lumatkan hingga kental. Setelah selesai, aplikasikan ke wajah dan leher secara menyeluruh. Diamkan 15 menit, kemudian bilas dengan air hangat. Sebelum aplikasi dilakukan, lakukan tes kecil terlebih dahulu. Pulaskan sedikit masker ke wajah atau leher. Tunggu sejenak dan lihat apakah ada reaksi alergi. Jika tidak, kita boleh melanjutkan bermasker. Buah apel juga dapat mengatasi kulit kepala berketombe. Sari buah atau cuka apel ampuh

untuk membersihkan bakteri di kulit kepala pemicu ketombe. Hal ini dikemukakan oleh Cal Orey, penulis buku The Healing Powers of Vinegar. Pijat kulit kepala dengan lima sendok makan cuka apel atau sampai merata ke seluruh kulit kepala. Diamkan selama 1 menit. Kemudian, cuci rambut dengan sampho hingga aroma cuka hilang. Selain dapat menghilangkan ketombe, buah apel berkasiat menghilangkan jerawat. Parut separuh buah apel, campur dengan empat sendok makan madu, aduk rata. Bubuhkan masker di atas jerawat. Diamkan 10 – 15 menit, lalu bilas dengan air. Demikian sedikit Tips kegunaan dari buah apel. Selamat mencoba, dan semoga selalu sehat!

Edisi 1 - November 2013

51


TIPS

PENDIDIKAN Sejak Dalam Kandungan


LAZIMNYA setiap orang tua mengharapkan anakanaknya kelak dapat meraih keberhasilan dalam hidup dengan masa depan. Kesuksesan itu dapat dipastikan sejak awal dengan mengoptimalkan pendidikan sejak dalam kandungan. Sesuai hasil penelitian ilmiah, mendidik anak dalam hal rasio dan rohani sejak masih dalam kandungan terbukti memberikan hasil yang positif bagi perkembangan anak setelah lahir kelak. Semata demi cerahnya masa depan anak, ibu bisa memberikan pendidikan sejak dalam kandungan yang bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung yaitu melalui makanan, belajar berbagai hal pada berbagai bidang, memperdengarkan musik, dan membacakan cerita. Menyantap makanan yang kaya gizi, protein, dan vitamin, contohnya mengonsumsi ikan salmon dan kurma secara teratur. Ibu yang belajar secara mandiri atau mengikuti kursus beragam bidang juga secara tidak langsung mendidik janin, secara khusus lebih mantab bila ibu mendidik calon bayi TOUN | People and Around Us

dengan memecahkan soal-soal ilmu eksakta seperti matematika, atau mempelajari bahasa asing saat kehamilan, maupun berbagai bidang lain. Hal selanjutnya adalah memperdengarkan musik klasik seperti karya Beethoven, Mozart, Bach, dan lain-lain, serta membacakan cerita dan “membahas� cerita tersebut bersama bayi yang masih dalam kandungan, dapat memberikan efek positif bagi bayi. Selain itu, kesehatan emosi dan jiwa sang ibu harus dijaga, terutama dengan menghindari stres dan pemicunya karena tekanan jiwa pun memengaruhi kondisi janin dan kecerdasan mental anak, sehingga disarankan agar sang ibu selalu berpikir positif. Nah, bila memiliki harapan agar anak dapat meraih keberhasilan, menerapkan hal-hal yang merupakan proses pendidikan sejak dalam kandungan tentu dapat mendukung tercapainya harapan orang tua bagi anaknya di masa mendatang. (http://www.infoanak.com) Edisi 1 - November 2013

53


E

T

N

I

K

KE’TE KESU’ KE'TE KESU' is located about 4 km to the southeast of Rantepao in the district of kesu'. As one of the most popular tourist destinations, Ke'te' kesu' is enchanting with its ' tongkonan ' houses, rice barns and megalith stones set among the rice fields. There is also a aristocratic burial site on cliffs with hanging graves and effigies located about a hundred meters at the rear of this village. It is also famous for its highly skill carvers and a good place to buy souvenirs as well...

54

Edisi 1 - November 2013

TOUN | People and Around Us


G o o d N E W S

CAKRAWISATA TRAVEL MAKASSAR, pada 23 – 26 September 2013, meraih kesempatan menyaksikan serah terima armada terbaru Garuda Indonesia, Airbus A330-300, di Toulouse, Perancis. Agen perjalanan yang berlokasi di Jalan Somba Opu Makassar tersebut terpilih sebagai salah satu dari enam agen perjalanan penjualan terbaik Garuda Indonesia 2012. Menurut Direktur Utama Cakrawisata Travel Makassar, Jurry Tandean, pihak Garuda Indonesia mengapresiasi setiap agen perjalanan yang meraih penjualan terbaik di tahun 2012. Lewat momentum itu, Garuda Indonesia memperkenalkan armada baru Airbus yang langsung dibawa bersama direksi, stakeholder pemerintah,

awak media nasional dari Perancis ke Indonesia. Acara ini berlangsung selama empat hari. “Di sana para peserta dijamu lunch di Carcassone. Kami juga berkesempatan menyaksikan proses pembuatan armada Airbus di Toulouse, berikut serah terima Airbus, dan memboyong pesawat tersebut ke Jakarta. Terima kasih dan sukses selalu buat Garuda Indonesia. Senang dan bangga,� kata Jurry Tandean terkait prestasi yang diraih Garuda Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, EVP Marketing & Sales Erik Meijer, Dubes RI untuk Perancis dan enam agen perjalanan terbaik Garuda Indonesia 2012. (red)

Cakrawisata Travel Makassar Terima Airbus A330-300 dari Garuda Indonesia di Perancis

Bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar

Bersama EVP Marketing & Sales Garuda Indonesia, Erik Meijer

56

Edisi 1 - November 2013

TOUN | People and Around Us


The 2013 Ubud Writers & Readers Festival Present:


JALANAN is directed & produced by Ubud-based filmmaker & author Daniel Ziv, and edited & co-produced by Ubudbased filmmaker Ernest Hariyanto. The screening will also be attended by JALANAN’s three main characters – street musicians Boni, Ho and Titi – who will travel from Jakarta to make a special appearance at UWRF. UWRF is privileged to host an exclusive community preview of this very special film before it heads to international film festivals and theatrical release in Indonesia later this year. JALANAN appears as part of A Long Way Home – celebrating the journey through words, film & music http://www.ubudwritersfestival.com


Foto by: Ferry Aldo


TOUN Magazine November 2013