Issuu on Google+

Nov - Dec 10

Bajawa Flores

Tanjung Luar Lombok Timur

Lake Sano Nggoang Labuan Bajo

Country & Western Music


Welcome Message Selamat datang di penerbangan TranNusa Airservices baik itu di pesawat AviaStar atau Indonesia Air Transport saya berharap semoga awak kabin kami melayani Anda dengan baik. Kami terus berusaha meningkatkan standar perjalanan udara di bagian timur Indonesia dengan menciptakan destinasi baru yang lebih banyak dan nyaman. Kami menambahkan armada baru BAE 146 200, pesawat jet bermesin 4 yang telah terbukti kecepatan dan kenyamanannya, dan selang beberapa minggu lalu pesawat Fokker 50 telah tiba dan siap untuk melayani Anda. Satu lagi layanan populer kami adalah menyediakan majalah inflight yang sedang Anda baca saat ini dan Anda dapat mengambil sebagai kenang-kenangan penerbangan dan sebagai sumber informasi tentang wilayah tersebut. Majalah TransNusa inflight didistribusikan di setiap kantong tempat duduk pesawat yang dioperasikan oleh TransNusa Airservices, yang didalamnya memuat destinasi-destinasi TransNusa serpeti; Bali, Lombok, Sumbawa, Labuan Bajo, Kupang dan masih banyak lagi yang lainnya. Dalam edisi ini kami ingin mengajak Anda ke Bejawa dan Danau Sano Nggoang, destinasi pegunungan di Pulau Flores. Kami juga akan mengajak Anda untuk melihat-lihat pasar ikan tradisional di pulau Lombok. Bukan hanya itu saja, majalah TransNusa inflight merupakan alat promosi bagi TransNusa Airservices untuk mempromosikan destinasi-destinasi TransNusa terutama di wilayah timur Indonesia. TransNusa secara aktif mengikuti even-even promosi bertaraf nasional maupun international. Diantaranya adalah ITF Brunei bulan Januari, Dive Indonesia di Jakarta yang memfokuskan perairan di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Sail Indonesia 2010 , TIME 2010 Lombok yang baru-baru saja digelar, Dimana TransNusa mewakili Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi pariwisata baru, juga ITB Asia di Singapore. Akhir kata, bagi Anda yang merayakan Natal kami di TransNusa mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2011, semoga berbahagia dan sejahtera semua! Selamat menikmati penerbangan Anda!!

TransNusa Inflight Magazine

To customers of

TransNusa Air Services Welcome aboard another TranNusa air services flight. No matter whether it’s an AviaStar aircraft or an Indonesia Air Transport aircraft I trust that our cabin crew are looking after you in a manner befitting an honoured guest. Our plan has always been to raise the standard of air travel in the east of Indonesia by creating access to more destinations and by providing a more comfortable means of getting there. With this in mind, we have recently added another 4-engined BAE 146 200 jet aircraft that has proven so popular with passengers and just a few weeks ago taken delivery of another Fokker 50. Another of our popular services is providing the inflight magazine that you are now reading and which you are free to take with you when you leave us as a memento of the flight and as a source of information about the region. The TransNusa inflight magazine is onboard in the seat pockets of all TransNusa operated aircraft flying most of the routes from Bali, through Lombok and Sumbawa to Labuan bajo and Kupang with many other smaller destinations in between. In this edition we show you cool Bejawa, a mountain destination on the island of Flores which is gaining a reputation as a welcome escape from the heat of the coastal areas. We also show you a very interesting traditional fish market on the island of Lombok. In addition to being onboard all the aircraft, the magazine has had another very important promotional job providing information about the eastern region of Indonesia at expos and other events. The inflight magazine was present in large quantities at the ITF in Brunei in January, it was taken to Dive Indonesia in Jakarta and more recently it was the major media mouthpiece showing our region at TIME 2010 held in Lombok as well as representing NTB and NTT at ITB Asia in Singapore. It was also available for all participants and sponsors of Sail Indonesia 2010. Lastly, for those of you who celebrate Christmas, we at TransNusa would like to wish you seasons greetings and for everyone else we’d like to wish you a happy and prosperous 2011. Have a nice flight and enjoy your holiday!

Juvi Jodjana CEO

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 01


TransNusa Inflight Magazine

Contents

06 The carrot at the end of the rainbow Bajawa - Flores

06

14 DVDs 16 Tanjung Luar Selayang Pandang 22 Gadgets 24 Lake Sano Nggoang 28 Country & Western Music

16

32 Lombok dining 34 Christmas tips 36 Facebook

overcoming the addiction

38 TransNusa Schedules 40 TransNusa Route Map 41 Thing to know

24

41 News

o buan Baj awa - La dha, Baje Agency u m o Waw ot by Th Cover sh

28 02

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010


TransNusa Inflight magazine is published bi-monthly

Publisher The Agency Nakula Plaza A10 Jl. Nakula, Legian Bali, Indonesia 80361 | Tel / Fax: +62 361 737 285

Editor

The views or opinions expressed or implied in TransNusa Inflight Magazine are those of the author and do not necessarily reflect those of TransNusa or The Agency.

Tim We welcome readers’ photographs and articles but cannot accept liability for loss or damage however caused.

Contributors Raphael, Wiwik, Junaidi Arif

All rights reserved. No part of this publication may be reproduced, stored in retrieval system, or trasmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise, without the prior written permission of The Agency

Director Wiwik Mulyani

Graphics Arif Novianto, Novie Makatita

Sales Trix Hp: +62 81 236 127 327 | +62 361 743 3013

NEW

Admin

!

Advertising enquiries & stories: sales.theagency@gmail.com

Online version of magazine:

Andika, Ganetrix, Yosi

transnusa.co.id/aboutus/download.html

Don’t get tied up ! Ad design | Ad copy | Printing | Photography

ns g i s e d Freoueprint with u if y

Call 0361 743 3013 Winner “Best ad campaign” The Yak awards 2009

Advertising, Marketing & Communication

04

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010

Nakula Plaza A10 | Jl. Nakula, Legian, Bali, Indonesia 80361 email: sales.theagency@gmail.com


The carrot at the end of the rainbow Flores’ Bajawa – cool mountain retreat

06

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec

2010


Beberapa petualang mengatakan “yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan, ketika kamu tiba ditujuan” dan yang terpenting adalah perjalanan itu sendiri!. Saya merasa pencapaian garis akhir merupakan imbalan atas kesulitan yang dihadapi selama perjalanan tersebut. Bak wortel di ujung pelangi.

While there is some truth in those old traveler quotes saying that ‘the most fun is in the getting there’ or that ‘it’s not the finishing point but the act of traveling which is important’, I feel that most often the final destination is the reward for hardships put up with while on the road. It’s the carrot at the end of the rainbow of rough rides.

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 07


Kunjungan 3 hari saya ke Bajawa - Flores akan menggambarkan hal ini. Terimaksih, berkat perjalanan udara hal ini menjadi kenyataan, ketika waktu merupakan hal terpenting. Saya hanya memiliki tiga hari dari Bali menuju dataran tinggi di tengah-tengah pulau Flores, sebuah kota bernama Bajawa, yang mana tidak banyak orang mengetahui tempat ini. Saya terbang sebanyak mungkin hingga sampai ketitik terdekat yang mana tidak ada landasan lagi untuk membawa saya. Alternatif mini bus lokal dengan penumpang dan barang yang berlebih bercampur aduk dengan TV, ban, jerigen, koper tua dan ayam. Yang anehnya selalu menghabiskan waktu lebih banyak menunggu serta menaikan penumpang dari pada di jalanan. Apakah orang-orang ini pernah berfikir bahwa bukan perjalanan tetapi kedatangan yang lebih penting? Saya ... hanya punya tiga hari! Saya akan terbang sebisa mungkin! Telah beberapa kali saya menunda-nunda perjalanan ke Bajawa di Pulau Flores - Anda juga akan, jika Anda berfikir kota ini tampak sama seperti kota-kota kecil lainnya yang ada di Indonesia.

Local bus in Bajawa

My recent 3-day visit to Bajawa in Flores tends to illustrate the point. Thanks to air travel it’s possible to see a lot when time is of the essence or …. I’ve only got three days to get from Bali to the central highlands of Flores to a town called Bajawa that nobody knows too much about. I’m flying as much as I can. I’m going to be comfortable for as long as I can. But to some places there are no flights. This often means local mini buses (that invariably spend more time loading and waiting for a few more passengers than time spent on the road) overloaded to the hilt with TVs, tyres, jerry cans, old suitcases and the odd chicken. Can we still think that it’s the journey not the arrival that matters? Me … I only have three days. I will fly when I can! I’d been putting off the trip to Bajawa on the island of Flores for quite some time – you would too if you thought it was anything like those other attractive Flores towns - Ende and Maumere, even Labuan Bajo – dusty in the dry season, muddy in the wet, always chaotic and about as alluring as last night’s half opened warm bottle of Bintang. In short, places to be transitted in as little time as possible on the way elsewhere.

Bajawa town Transportation in Bajawa People in Bajawa

08

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010


Tetapi kadang-kadang Anda mencium suatu keberuntungan dan merasa perlu sedikit perubahan, akhirnya saya memutuskan untuk melompat ke atas jet TransNusa ke Ende. Sesampainya di Ende, saya bergegas menuju mobil yang telah siap mengantar saya menuju perbukitan dan tidak tahu apa yang akan terjadi, setidaknya saya tidak kepanasan.

But sometimes you sniff that you may get lucky and feeling the need for a change I hopped on the TransNusa jet to Ende. Arriving I quickly jumped in the pre arranged hire car-with-driver that soon became hire-car-with-driver-with three friends - and headed for the hills not knowing what to expect, but at least knowing I wouldn’t be hot.

Kami berhenti di sebuah pantai yang terkenal memiliki batu hijau dan kemudia melanjutkan perjalanan berputar-putar melalui lereng-lereng gunung. Sungguh menakjubkan perubahan dari pantai yang hangat, kemudian merasakan udara dingin perbukitan yang menghembus kulit yang menimbulkan minat dan energi baru.

We stopped at the famous beach-with-green stones before beginning the circuitous drive upwards. It’s amazing how the change from coastal tepid, to hilly cool raises one’s spirits. You begin to look at the world with a renewed interest and in a new light – you become energized.

Gunung berapi semakin banyak bermunculan dan Anda baru menyadari itu adalah gunung yang sama yang Anda putari disepanjang perjalanan – jalan berkelok-kelok dan memutar yang menyebabkan letak gunung tampak kadang dikiri, kadang dikanan dan didepan mobil. BURB! Terdengar dari tempat duduk belakang diikuti dengan erangan dan bau kecut busuk yang menusuk. Ya...sebuah lagu lama, salah satu penumpang mabuk kendaraan, segera terdengar omelan dan ceramah panjang sang pengemudi yang kemudian menepikan mobilnya didekat sebuah sungai dan segera membersihkan mobil sebelum melanjutkan perjalanan. Roda mobil kembali berputar menelusuri jalan berliku menuju tujuan kami.

Famous beach with green stons in Flores

10

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010

More and more volcanos start to appear and you realize it’s the same one all the time - it’s just the meandering road that puts it at one time on the left of the car, at other times on the right, and sometimes right in front and BLAM!!! that’s when the passenger in the back lets out a huge groan accompanied by a sound something like Old Faithful geyser erupting. Yes, the old technicolour yawn- smelling lika a racncid piece of goat’s meat mixed with sulphur and old sox that’s followed immediately by a tirade of verbal abuse form the driver that has the effect of suppressing even the slightest burp from anyone in the car. The tirade continues beside a fast flowing mountain stream where the car is duly scrubbed out before proceeding on our journey.


Main road to Bajawa Traffic wardens

Kabut turun!, saat itu bertepatan dengan Pesta Sambut Baru di Bajawa sehingga banyak terlihat pesta disepanjang pejalanan: arak, musik dan menari - di samping jalan utama!. Seluruh wilayah tampak merayakan. Kemacetan lalu lintaspun terjadi (jangan lupa kita masih di Indonesia), polisi dadakan setengah mabuk berusaha mengatur lalu lintas yang membuat kemacetan semakin lebih parah. Setelah satu jam kami berusaha keluar dari kemacetan, hari tampak semakin gelap, tibalah kami di Bajawa. Tanpa mem-booking hotel terlebih dahulu, sehingga yang tersisa hanya kamar VIP, disebut kamar VIP karena tersedia air panas untuk mandi - seperti AC merupakan sebuah kemewahan di dataran terik. Beberapa pelancong yang berkendara sepeda motor dari Lombok menyarankan mereka akan naik ke kawah Wawomudha di pagi hari. “Hei” Aku berpikir, “Saya hanya memiliki setengah hari disini, mungkin saya bisa melakukan sesuatu yang agak spektakuler!.”Lain kali saja saya akan mengunjungi penyulingan tuak, Seminari, desa tradisional dan beberapa peninggalan prasejarah - sorry guys, saya sangat terpesona oleh gunung berapi”. Para pengendara motor berusaha berkendara sejauh mereka bisa – sedangkan saya menggunakan sebuah Kijang tua yang hilang gigi 4nya. Mendapatkan informasi tentang gunung ini lebih mudah daripada mencapainya. Wawomudha memiliki cerita menarik. Pada ketinggian 1559 meter di atas permukaan laut yang tampak hanyalah bukit hijau tinggi yang terletak di bagian bukit tinggi lainnya - tidak ada yang dramatis hingga pada tanggal

Then the fog descended. But It happened to be first Holy communion day in the Bajawa district which is an excuse to party: Arak, music and dancing shoes – beside the main road! The whole region seemed to be celebrating. A traffic jam developed ( we were after all still in Indonesia) on the fog enshrouded country road where dozens of self-appointed but severely inebriated traffic wardens ensured that the jams became sheer chaos. After more than an hour we are finally moving again and as a few evening rays blasted through the clouds we drove into Bajawa. Without a hotel booking all that was left was the VIP room that was a VIP room because it included a trickle of hot water in the shower – just as AC is a luxury on the sweltering lowlands - hot water is like gold in the highlands Flores. Some fellow travellers who had ridden motor bikes from Lombok suggested they were going to ride out to the Wawomudha crater in the morning. “Hey” I thought, “While I only have half a day here, I might be able to do something mildly spectacular! Next time I’ll visit the palm wine distillery, the seminary, the megalithic traditional villages of Wogo and Old Wogo and the Matamenga Prehistoric sites – but, sorry guys, I am fascinated by volcanos.” The bikers would attempt to get as far as they could on bikes – I booked an old Kijang that was missing 4th gear. Getting up to speed on info about the mountain was easier than getting that old beast up the mountain in anything faster that a crawl.

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 11


TransNusa office Bajawa Bintang Wisata Hotel - Bajawa Seminari S. Yoh. Berkhmans

11 Januari 2001 malam, ketika salah satu lereng atau sisi bukit meledak, sebuah letusan disertai dengan gempa yang melenyapkan lereng yang di dulunya merupakan perkebunan kopi. Rangkaian kawah terbentuk dari ledakan merupakan bekas luka dari peristiwa itu. Salah satu kawah berukuran besar dan tampak rangkaian lainnya yang lebih kecil. Mineral di bebatuan sekitar memainkan peran dalam mewarnai air di dalam kawah - kadang merah darah dan kadang oranye bak wortel, seperti yang terjadi dalam kunjungan saya. Pepohonan terpangkas dan hangus diakibatkan oleh ledakan itu masih berada di lereng tandus berdekatan dengan kawah. Kijang kami pun hampir sampai ke di atas bukit begitu juga dengan para pengendara sepeda motor dan dari sana kami berjalan kaki sekitar satu jam untuk melihat sekilas dari danau kawah kekuningan dan adegan mikrokosmos kehancuran. Kembali turun dari gunung sudah waktunya untuk melihat-lihat pemandangan Bajawa, kota yang cantik dan bersih. Sangat

12

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010

Wawomudha has an enticing story. At 1559 meters above sea level it was just another high green hill situated on a high range of other green high hills – nothing too dramatic until the night of January 11 2001 when one of the slopes or sides of the hill exploded in an eruption accompanied by earthquakes that obliterated the coffee plantation occupying its slopes. The series of craters formed from the explosion are the scars from that event. One large crater the size of a huge quarry and just as desolate and a series of smaller ones was the steaming result. The minerals in the surrounding rock play a role in colouring the water in the craters – sometimes blood red and sometimes orange (like a carrot), as was the case for my visit. Burnt trees felled by the blast still lie on the barren slopes adjacent to the craters. Our Kijang got almost as far up into the hills as the bikers and from there we trekked an hour to a vantage point for a bird’s eye view of the crater lake below and the microcosmic scene of destruction.


menyenangkan dikelilingi oleh puncak gunung berapi dan dataran tinggi, terdiri dari lembah dan jurang yang dalam. Cocok untuk retreat dan lari dari udara panas dataran rendah.. Singkat waktu, saya kembali ke Ende dengan Kijang yang sama untuk naik pesawat TransNusa menuju Bali sementara saya menyesali kenyataan bahwa saya tidak memiliki banyak waktu di Bajawa yang dingin – meskipun hanya se-malam setengah hari, tempat ini merupakan tempat favorit saya dan saya yakin akan kembali lagi segera. Setiba di Ende, saya bermalam di Hotel Grand Wisata untuk terbang kembali ke Bali dengan pesawat TransNusa. Grand Wisata Ende terlihat sibuk melayani wisatawan yang kembali dari gunung berapi dan dataran tinggi. Hotel ini akan memanjakan Anda dengan kenyamanan akomodasinya dan fasilitasnya bagi Anda yang ingin melanjutkan perjalanan ke danau tiga warna Kelimutu – mungkin perjalanan saya yang berikut. Jadi Anda bisa lihat, terlepas dari petualangan dan peristiwa selama perjalanan saya, yang tak mungkin saya lupakan adalah keindahan Bajawa, iklimnya yang segar dan sejuk, serta jalan-jalannya yang bersih Memang bak wortel di ujung pelangi. How to get there

Back down the mountain it was time to take in the sights of Bajawa itself noting that it is a clean, delightfully pretty town surrounded by volcanic peaks and plateaus and consisting of valleys and deep gorges. Once an escape for the Dutch from the heat of the lowlands the area retains the distinctive feel of a hill station retreat. Within no time I was on my way down to the lowlands and Ende in the same Kijang to catch my flight back to Bali while regretting the fact that I didn’t have longer to spend in cool Bajawa – and that despite only being there for a night and a half, it is now high on my list of favourite Indonesian destinations and one I know I will soon return to. The new Grand Wisata hotel in Ende looks after weary travellers returning from volcanos and the high country. It is also comfortable accommodation when planning to head for the three crater lakes of Kelimutu – my next trip. While adventures and events getting to a place can be interesting in retrospect, what I most remember is the final destination - in this case the beauty of Bajawa, it’s fresh cool climate and clean streets. It was indeed the carrot at the end of the rainbow of a rough rides.

Setiap hari TransNusa Air Services melayani penerbangan ke Ende. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kantor TransNusa terdekat di kota Anda (atau buka halaman 38).

Daily flights to Ende are operated by TransNusa Air Services. For further information, please contact the TransNusa office at each destination (further details available P38).

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 13


TransNusa Inflight Magazine

DVDs

The Tourist Dalam perjalanan mendadak ke Eropa untuk mengobati patah hatinya, Frank (Johnny Depp) tiba-tiba bertemu dengan Elis (Angelina Jolie), seorang wanita luar biasa yang sengaja melintasi jalan-nya. Dengan latar belakang Paris dan Venice, hubungan romantis dengan cepat berkembang, yang kemudian menemukan diri mereka dalam permainan mematikan bak kucing dan tikus. Genre : Thriller Director : Florian Henckel von Donnersmarck Studio : Columbia Pictures Producer(s) : Jonathan Glickman, Graham King, Tim Headington, Roger Birnbaum, Gary Barber Cast : Angelina Jolie, Johnny Depp, Paul Bettany, Timothy Dalton, Steven Berkoff, Rufus Sewell

Harry Potter & Eat Pray Love the Deathly Hallows: Part I

Liz Gilbert (Julia Roberts) adalah wanita modern dalam pencariannya serta perjalanan keliling Dunia untuk menemukan dan menghubungkan kembali dengan kebenaran dalam dirinya EAT PRAY LOVE.

Bab terakhir dari seri film Harry Potter dimulai ketika Harry, Ron dan Hermione meninggalkan Hogwarts dan berangkat untuk menemukan dan menghancurkan Horcruxes-rahasia kekuatan dan keabadian Voldemort Genre : Fantasy Director : David Yates Studio : Warner Bros. Pictures Producer(s) : David Heyman, David Barron Cast : Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint,, Alan Rickman, Michael Gambon, Robbie Coltrane, Maggie Magg Ma gggiee Smi SSmith, m th, Julie mi Jul Walters, Tom Felton, Bonnie Wright, Jamie Bower Ja amie Campbell Bo

Di persimpangan jalan setelah bercerai, Gilbert mengambil cuti selama setahun dari pekerjaannya dan melangkah keluar dari zona kenyamanan, mempertaruhkan segalanya untuk mengubah hidupnya. Dalam perjalanan yang menakjubkan dan eksotik, dia mengalami kenikmatan sederhana dari makanan di Italia, kekuatan doa di India, dan akhirnya dia menemukan kedamaian batin dan keseimbangan cinta di Bali. Berdasarkan kisah nyata yang menginspirasi, MAKAN BERDOA CINTA membuktikan bahwa memang ada lebih dari satu cara untuk membiarkan dirimu pergi dan melihat dunia. Genre : Drama Director : Ryan Murphy Studio : Columbia Pictures Producer(s) : Dede Gardner, Brad Pitt Cast : Julia Roberts, James Franco, Richard Jenkins, Viola Davis, Billy Crudup, Javier Bardem

14

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010


16

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Des 2010


The aroma common to most fish markets, the beehive of activity. But this is no city fish-market. The colourful play of watery reflections and sea breezes greet you at Tanjung Luar. Selling takes place right beside the beach. You’ll see fishermen arriving tired from many days spent on the open ocean. You’ll see arrivals from other islands on an inter-island taxi service of small sampans (traditional canoes). You’ll see the salt sellers, kids fishing off the main jetty, moored vessels receiving a new coat of paint. You’ll see barracuda, sword fish, sea bream, schnapper and tiny sardines. Most exciting of all, you’ll see sharks. Every morning, in an activity that has been acted out for many years, a shark-catch is auctioned in an open room a short distance away from the sea. It is important to note that every part of the shark is utilised; not just the fins. Here there is no contribution to the ecological nightmare experienced by sharks elsewhere. For the fishermen of Tanjung Luar, just another day’s work.

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 17


Perkampungan Bugis di Tanjung Luar

PAGI itu alaram jam berdering membangunkan kami, walau rasa kantuk masih terasa, kami berusaha untuk tidak menurutinya. Jika terlewat beberapa menit saja, perjalanan untuk melihat Desa Tanjung Luar — sebuah desa di wilayah Kecamatan Sakra, Lombok Timur — menjadi gagal. Tak heran bila seluruh keluarga yang turut dalam perjalanan saat itu terlihat begitu semangat dan antusias. Tak ada satu pun yang tampak malas untuk berkemas, padahal dimalam sebelumnya mereka menghadiri pesta ulang tahun hingga larut malam. Terlalu bersemangatnya, hingga sarapan pagi pun kami lewatkan untuk segera meninggalkan kota Mataram. Sementara kedua anak kami yang turut dalam perjalanan itu sesampainya di mobil langsung menyambung tidurnya dengan nyenyak.

18

untuk menurunkan atau menaikkan penumpang. Sayapun dapat mengemudi dengan santai sambil menghirup udara dipagi tu. Kami ( kalu boleh saya katakan SAYA, karena sampai saat ini istri dan kedua anak saya tertidur pulas) melewati hamparan hijau sawah dan dari kejauhan tampak indahnya Gunung Rinjani, tidak lama kemudian kami melewati desa Sukarara, yang terkenal dengan Tenunnya, serta melewati desa Penujak yang terkenal dengan Gerabahnya. Setelah melewati desa Penujak, tibalah kami di kota Praya, beberapa kendaraan mulai terlihat lalu lalang. Kota Praya terlihat rapi dengan bangunan pemerintah yang dicat dengan warna putih bersih. Kami terus meluncur mengikuti jalur menuju Tanjung Luar.

Perjalanan di pagi itu masih tampak sepi dan lengang dari lalu lalang kendaraan yang melintasi jalan kota Mataram menuju kota Praya - Lombok Tengah. Sementara pohon-pohon yang berbaris rapi di sepanjang jalan protokol benar-benar membuat suasana tenang di pagi itu, tampak dibeberapa tempat sekelompok warga yang sedang berolahraga pagi.

Melewati desa Pejanggik, pemandangan berubah dramatis, tidak tampak lagi bentangan sawah menghijau, yang tampak hanya tanah pertanian yang kering yang umumnya banyak terlihat di Lombok., “Bumi Gora� orang sering menyebut Lombok, yang artinya tanah pertanian yang kering. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai desa ini dan sayapun memutuskan untuk tancap gas!.

Setelah melewati kota Mataram tibalah kita di kota Cakranegara saya memutuskan untuk mengambil jalur menuju Kota Praya, dikarenakan hari itu adalah hari Minggu, saya perkirakan jalur ini akan sepi, ternyata memang benar, selama perjalanan tidak banyak kendaraan yang saling mendahului berebut penumpang dan kadang berhenti seketika di tikungan berbahaya

Lahan kosong yang kami lalui seolah olah lahan yang tak bertuan, tidak tampak kegiatan disepanjang lahan tersebut kering dan berbatu, tersirat pertanyaan adakah wisatawan yang mengunjungi daerah ini? kamipun baru pertama kali mengikuti jalur ini. Tidak lama kemudian jalanan mulai ramai dengan cidomo (kendaraan tradisional Lombok yang ditarik oleh Kuda).

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Des Dec 2010


“Cidomo, cidomo, cidomo lebih banyak lagi bermunculan, menurut petunjuk yang saya peroleh dari teman, cidomo itu merupakan indikasi bahwa kami telah mendekati desa tujuan “Tanjung Luar�. Kedua anak saya sering mendengar cerita tentang Tanjung Luar dimana terdapat pasar ikan yang terkenal dengan penangkapan ikan hiunya, inilah yang ingin saya perlihatkan pada mereka. Cidomo adalah alat transportasi darat yang sangat digemari oleh kebanyakan orang Lombok Timur bahkan Cidomo menjadi transportasi utama mereka. Tetapi yang jelas terlihat oleh saya bahwa Cidomo di daerah ini terlihat lebih kecil dari Cidomo yang ada di Lombok bagian Barat tetapi dengan hiasan yang jauh lebih semarak.

saja tiba dari berlayar, mengatakan; kadang kadang mereka terdampar hingga diperairan Australia, ada juga yang datang dari kepulauan lainnya mereka adalah pedagang antar pulau diantaranya ada pedagang garam. Disamping para pedagang ikan dan pedagang garam tampak anak-anak bermain disepanjang pantai, tampak pula beberapa orang sedang mengecat perahu sampan mereka dengan warna warna yang menyolok. Ada juga yang berdiri ditepi pantai untuk memperoleh hasil kekayaan pantai ini, dengan hanya menebar jala sambil ngobrol dengan kerabat. Membuat saya bertanya tanya pada diri sendiri adakah ikan yang mereka peroleh dari pinggir pantai ini?

Semakin mendekati pasar ikan Tanjung Luar semakin banyak Cidomo dijalanan, saat ini keluarga saya sudah mulai terbangun dari tidurnya, barangkali karena bau aroma ikan yang menyengat.

Disisi lain, tampak beberapa orang sibuk menyiapkan hasil tangkapannya untuk dilelang pada tempat pelelangan ikan yang tersedia disana. Ada ikan kerapu, tongkol, kakap dan tuna. Kemudian keluar pertanyaan dari anak kedua saya; “dimana ikan hiunya?�. Tidak jauh dari tempat kami berdiri terlihat tumpukan ikan hiu yang siap untuk dilelang. Ada yang panjangnya sampai 2 meter!

Bau aroma ikan layaknya seperti kebanyakan pasar ikan lainnya, sangat menyengat hidung, hal ini tidak mengurungkan niat kami untuk melihat lebih dekat lagi, warna warni perahu dan pakaian yang menghiasi pantai Tanjung Luar serta perumahan memberikan daya tarik yang luar biasa membuat kami keluar dari kendaraan dan berjalan menuju pantainya. Tampak para nelayan menjual hasil tangkapannya langsung dipesisir pantai.

Di Tanjung Luar penangkapan ikan hiu telah dilakukan sejak zaman dahulu, tidak seperti dikebanyakan tempat dimana penangkapan ikan hiu hanya untuk mengambil siripnya saja yang kemudian dijual dengan harga tinggi, sedangkan sisanya dibuang begitu saja. Berbeda dengan tradisi disini ikan hiu menjadi dikonsumsi kebanyakan orang, disamping ada juga untuk membuat minyak ikan hiu yang dilakukan pada saat saat tertentu.

Keunikan dari pasar ikan ini terlihat kesibukan yang tidak ada hentinya diantara para nelayan, pembeli dan pedagang. Beberapa nelayan yang baru

Kedua anak saya sedikit takut melihat ukuran dari ikan hiu tersebut, bagaimana mungkin ikan dengan mulut dan giginya yang tajam bisa

Aktivitas penduduk Tanjung Luar

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 19


Pasar Ikan Hiu di Tanjung Luar

memangsa manusia? Baiklah ...tentang ikan hiu yang memangsa manusia saya tidak perlu untuk menceritakannya lebih jauh lagi karena Tanjung Luar sendiri penuh dengan keunikannya yang jauh lebih menarik untuk diceritakan. Seperti kebanyakan pasar di Indonesia tidaklah menarik bilamana tidak terjadi transaksi tawar menawar, biasanya ini dilakukan antara kaum Ibu dan penjual, yang satu ingin mendapatkan harga yang semurah-murahnya dan penjualpun bersikeras dengan argumentasi kwalitas barang yang dijual. Kamipun tidak ketinggalan untuk ditawarkan untuk membeli ikan, walau para pedagang akhirnya mengetahui kami tidak berniat untuk membeli namun keramah tamahan mereka tetap tidak berkurang. Pada pesisir pantai Tanjung Luar berderet perumahan nelayan dengan desain rumah Bugis, seperti kebanyakan perkampungan Bugis, rumah-rumah ini dibangun diatas tiang, dan dicat dengan warna warna yang indah begitu pula sampan-sampan yang ditambatkan dipantai tampak begitu indah mengingatkan saya akan keindahan kebun bunga yang ada di Amsterdam Belanda.

How to get there

20

menarik perhatian kedua anak saya yang berumur 8 dan 12 tahun tetapi tanpa banyak protes mereka mengikuti juga rencana saya. Labuan Lombok digunakan oleh para wisatawan sebagai pelabuhan yang menghubungkan Lombok dengan pulau Sumbawa. Labuan Lombok sendiri buat kami memberikan pemandangan yang tersendiri, karena bila mata kita memandang kesebelah kiri dari pantai Labuan Lombok kita akan melihat pemandangan Gunung Rinjani secara utuh tanpa ada yang menghalanginya dan bilamana mata memandang kedepan akan terlihat Pulau Sumbawa yang menantang. Oleh karenanya buat kami Labuan Lombok tampak sangat menarik untuk dikunjungi karena memiliki pemandangan yang sangat spektakuler.

Setelah puas melihat Tanjung Luar dengan ikan hiu dan perumahan Bugis beserta perahu dan kegiatan nelayannya, kami bermaksud untuk melanjutkan perjalanan ke Labuhan Lombok. Saya tidak yakin Labuan Lombok akan

Setelah seharian penuh melihat langsung dari dekat keindahan pulau Lombok dibagian timur, kami kembali lagi ke Mataram untuk menikmati matahari terbenam di Senggigi, perjalanan yang cukup melelahkan, tetapi kami sekeluarga sangat menikmati dan puas dengan perjalanan hari ini, saya yakin malam ini saya akan tidur sangat nyenyak, sebelum kami berangkat tidur saya merenungkan kembali perjalanan hari ini. Terlintas dalam benak saya akankah kedua anak saya ingat akan ikan ikan hiu yang dilihatnya pagi tadi dan adakah pengetahuan yang mereka peroleh dari perjalanan ke pasar Ikan Tanjung Luar? Semoga....

TransNusa Air Services melayani penerbangan dari/ke Mataram, Sumbawa, Bima dan Denpasar. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kantor TransNusa terdekat di kota Anda (atau buka halaman 38).

Daily flights to/from Mataram, Sumbawa, Bima and Denpasar, are operated by TransNusa Air Services. For further information, please contact the TransNusa office at each destination (further details available P38).

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010


Villa Almarik

Lotus Bayview A feast of the world’s varied cuisines...

One of the first resorts on Gili Trawangan’s prime beachfront area. Everything is on your doorstep, a white sandy beach on the edge of a wide assemblage of beautiful blue coral and only a few minutes walk from the island’s central area. If you’ve been dreaming of white sandy beaches and crystal clear blue waters, look no further – you’ve found it. Welcome to Villa Almarik. The Resort has 20 simply and elegantly appointed cottages. Each is air-conditioned and has a spacious living area, a terrace and a traditional outdoor courtyard attached to the bathroom and is finished with traditional furnishings. A Balinese bale (elevated lounging area) completes each cottage. A mix of Indonesian and Mediterranean dishes awaits you at our restaurant. Gangga Divers at Villa Almarik, a PADI 5 STAR Dive Resort, is managed by the well known Gangga Divers Team. The Dive Center offers a large range of diving courses conducted by professional, PADI instructors, and caters to divers of every age and level of experience.

Dining on a distinct blend of the world’s varied cuisines including Asian and European specialties with an Italian accent, along with a wide selection of beverages, surrounded by Asian flowers and Indonesian antiques, and an enchanting and relaxing atmosphere this is what will await you at our restaurants. Lotus Restaurants have satisfied the most demanding of guests from all corners of the globe and we are proud to have established landmark status at all our locations. After our overwhelming success in Bali it was only natural for us to bring our cuisine and hospitality concept to Lombok island. Within the Senggigi Beach Art Center complex, adjacent to Lombok’s Sheraton Hotel lies the Lotus Bayview. The restaurant is only a few meters from the shoreline and from here you can see Bali’s Mount Agung while enjoying a gentle sea breeze. The menu includes the most popular dishes of all Lotus restaurants in Bali. Witnessing a stunning sunset from Lotus Bayview while indulging in our delicious food will certainly become an unforgettable memory of your stay in Lombok.

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 21


Gadgets

Dell Streak

Segera Hadir di Indonesia Kabar baik bagi peminat gadget di Indonesia, bila saat ini sudah mulai jenuh menantikan iPad resmi yang tidak kunjung tiba, mungkin dapat beralih ke Dell Streak yang akan diperkenalkan di Tanah Air Oktober 2010. Selain itu, Indonesia juga menjadi salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang kedapatan tablet berlayar 5 inci ini. Dell Streak memiliki dua fungsi, fungsi utama untuk kebutuhan komputasi dan kedua untuk telepon, jadi Dell Streak lebih cocok disebut komputer dibandingkan telepon genggam, ujar Andreas. Dell Streak juga masih bisa dimasukkan kesaku karena layarnya berukuran 5 inci dan cocok untuk menikmati musik, film, video, dan game. Meski hanya dilengkapi dengan OS Android 1.6 Donut, bukan berarti Dell Streak 5 tidak patut diperhitungkan. Perangkat ini telah dilengkapi dengan kamera 5MP dengan 2 flash LED, prosesor Qualcomm ARM 1GHz, 3G, tampilan Android yang telah dikostumisasi, Multi Touch, layar anti gores 5 inci WVGA (800x400), dan dukungan microSD. Dell Streak akan dibanderol sekitar 6 juta rupiah dengan target penjualan 10.000-20.000 unit hingga akhir tahun.

PANIC USB USB memang suda lumrah dengan bentuknya yang lucu atau simpel dan kecil, juga di lengkapi dengan kapasitas besar. Tetapi USB yang satu ini lumayan unik, malah jarang. Barang unik ini merupakan solusi sewaktu on-line di depan komputer. Namanya USB panic, bentuknya sama seperti tombol emergency kebakaran.. tetapi begitu di pencet, maka layar komputer kita akan menampilkan dokumen, atau gambar yang kita inginkan dan menyembunyikan dokumen yang tidak diinginkan.

Tips:

Hati-hati Bila Membeli BlackBerry Sebagai ikon baru di ranah telekomunikasi seluler, wajar bila setiap orang ingin mempunyai BlackBerry. Penjualan BlackBerry pun semakin meningkat dan harga jualnya cenderung bertahan meski seri terbaru terus bermunculan. Dalam memburu ponsel merek teranyar ini, para pembeli menempuh banyak cara demi mendapatkan harga termurah. Dan besarnya permintaan terhadap BlackBerry juga memancing para penjual untuk mendatangkan sebanyak mungkin produk yang unggul dalam urusan koneksi internet bergerak ini lewat banyak cara.

22

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov -Dec 2010


Walhasil, saat ini dikenal tiga jenis BlackBerry yang beredar di pasaran. Yaitu BlackBerry Orisinil, BlackBerry illegal alias berasal dari pasar gelap (Black Market?�BM) dan BlackBerry Refurbish. BlackBerry orisinil adalah produk asli yang diimpor dan dipasarkan di Indonesia secara legal. Produk ini diimpor oleh rekanan resmi BlackBerry dan didistribusikan oleh distributor resmi dan operator seluler yang mendapatkan hak penjualan dari Research In Motion (RIM) selaku manufaktur. Kebalikan dari BlackBerry BM yang diselundupkan ke tanah air secara ilegal tanpa memenuhi ketentuan perpajakan Indonesia. Versi ketiga yang lebih merugikan pembeli adalah BlackBerry refurbish, yaitu barang bekas yang dipoles agar terlihat sebagai barang baru. Membeli barang asli tentu jauh lebih baik dari versi BM apalagi refurbish. Selain mendapatkan garansi resmi dan jaminan penuh dari manufaktur, BlackBerry asli memiliki nomor kode IMEI dan PIN yang sudah terdaftar di Indonesia. Beberapa gerai juga melengkapi produk ini dengan asuransi jiwa untuk sistem pembelian kredit. Selain itu, produk asli yang dijual oleh operator seluler biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur istimewa yang tidak dibenamkan oleh gerai penjualan lainnya. Bila Anda lebih senang membeli BlackBerry BM, Anda harus siap tidak mendapatkan jaminan produk dari manufaktur karena garansi yang diberikan hanya garansi toko. BlackBerry BM juga bisa bermasalah saat dioperasikan karena nomor IMEI nya tidak terdaftar di Indonesia. Produk ini biasanya diambil begitu saja dari peredaran pasar luar negeri, sehingga tak jarang ditemukan logo dan setelan milik operator asing. Satu-satunya keuntungan membeli BlackBerry BM adalah terletak pada harganya yang lebih murah karena produk ini tidak dibebani oleh biaya pajak. Dan bila mendapatkan produk BlackBerry yang lebih murah lagi namun sudah dilengkapi dengan setelan operator lokal, boleh jadi produk tersebut adalah BlackBerry refurbish yang diklaim oleh penjualnya sebagai barang baru. BlackBerry refurbish kerap kali merugikan pembeli karena fitur-fitur istimewanya tidak bisa digunakan setelah jangka waktu tertentu atau bahkan tidak bisa digunakan sama sekali karena nomor PIN sudah dihapus atau diganti. Dan kalaupun produk tersebut bisa digunakan dengan baik, boleh jadi PIN yang digunakan adalah PIN illegal yang dikloning atau dicuri dari PIN BlackBerry lain yang masih aktif. Jadi, bila Anda ingin membeli BlackBerry, pilihlah produk asli yang dijual di gerai-gerai resmi. Hindari produk BM, dan berhati-hati terhadap tipuan produk refurbish atau barang second yang dipoles ulang agar terlihat baru. Sumber: ketok.com

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 23


Flores

Text by: Junaidi Arif Photo by: Burung Indonesia Docs. & Allan G. Nielsen

Heading east from Bali, Lombok and Sumbawa, the next island of considerable size is Flores, still shrouded in mystery and often referred to as Indonesian tourism’s hidden giant. Were it not for the Komodo dragons, located on a few islands just to the west of mainland Flores, the region might still be far off the beaten track. Times have changed and this can be clearly seen in what’s been happening to the once sleepy fishing village of Labuan

24

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010


Lake Sano Nggoang Interesting signs Breakfast by lake Sano Nggoang

Bajo, gateway to the land of the dragons. The town, with good airline connections like TransNusa is now enjoying a boom in hotel construction and has a growing number of dive and adventure companies providing access to not only the komodos but also to a variety of other natural attractions. Among them is Lake Sano Nggoang. A short but speactacular 3-hour-drive from Labuan Bajo brings you to the clear green waters of Lake Sano Nggoang. At 600 metres deep and situated at a cool 757 metres, Sano Nggoang is one of the bigest volcanic crater lakes in the east of Indonesia. Early morning light reflects the surrounding mountains in the lake’s

sulfuric waters, shrouding the area in an ethereal layer of fog. in the past only hardy trekkers were able to visit the lake but with the improvement in transportation facilities it’s now open to all. Some bathe in the sulfur infused waters and hot springs that are hot enough to boil eggs in, while others with an interest in trekking, horseback riding or bird watching can view the relatively large bird population. In the tourist area of Lake Sano Nggoang you easly can find birds species endemic to Flores such as the Flores Flores crow (Corvus florensis) as well as several restricted range bird species such as: Asian Paradise - Flycather, Flores Minivet, Flores Green Pigeon. Others trek to the top of nearby hills for views of the surrounding area.

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 25


Curu ceremony Caci dance

Nunang Village is the center of all tourism activity in Sano Nggoang Lake. There you can obtain home stay (accommodation) where packages cost about Rp 300.000,- per night, including three meals and local guide services. The friendly people of Nunang Village still adhere to their old traditions making the place very special. “Neka Rebo” is a warm greeting from the locals when meeting visitors and as you arrive in their village, they will welcome you with the Curu Kapu Ceremony, which is a symbol of respect and familiarity. “Curu” is a traditional ceremony that takes the form of a procession along the streets. Arriving at the village houses, guests receive the traditional Kapu greeting, where a white rooster is held up as a sign of sincerity and a sense of kinship. Another part of the “welcoming” ritual is the serving of Toak, a type of alcoholic palm tree wine. At the end of the procession, guests usually give money as an expression of thanks to God and a mark of respect to the ancestral spirits who have died. Visitors are then entertained by a dance performance known as Caci that symbolizes valor and manhood. Caci is derived from ca meaning one and ci meaning test. Whips, shields, and a long woven cane are used symbolocally in the dance. Whips of lightning flashes symbolize God’s judgments, significant protective shield of the motherland, and stick a long wicker means the sky as a protector. In ancient times, the Caci dance used

26

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010


Old church in Nunang Village Horse - back riding by lake Sano Nggoang

for religious rites, weddings and the opening of new fields. And only now is the Caci dance being performed for the entertainment of visitors. A visit to Lake Sano Nggoang provides an experience that combines all the natural beauty of the local environment with a uniqueand vibrant culture. For further information see :

www.floresecotourism.com How to get there

Setiap hari TransNusa Air Services melayani penerbangan ke Labuan Bajo. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kantor TransNusa terdekat di kota Anda (atau buka halaman 36).

Daily flights to Labuan Bajo are operated by TransNusa Air Services. For further information, please contact the TransNusa office at each destination (further details available P36).

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 27


Pada edisi sebelumnya, kita telah membahas dua musik utama di dunia yaitu Jazz dan Blues - yang kita nilai dengan ringan dan tidak terlalu serius. Untuk menyesuaikannya, tak ada salahnya jika kita membahas Country Music. Kami tahu, untuk para pecinta musik klasik tidaklah terlalu sulit untuk mengomentari para pemain musik yang satu ini, mulai dari cara berpakaian para penggemarnya yang selalu mengenakan sepatu bot dan topi koboi, celana jins, kaus dengan suara khas…..yeeehaaaah. Mereka melantunkan lagu-lagu syahdu dari Hank Williams sambil menangis.

28

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010

Our defining of the world’s main music genres in previous editions has had us already take a look at Jazz and The Blues, where we have always taken a less than serious approach. In keeping with that, we now look at Country Music. I know, for lovers of “fine” music it shouldn’t be too difficult to poke fun of C & W with its fans that dress up in cowboy boots and hats, jeans, check shirts and hollerrin’ yeeehaaaah while cryin’ and whinin’ the tunes of Hank Williams.


Tapi coba lihat, sebelum kita menilai terlalu jauh, tak ada salahnya untuk melihat beberapa fakta penting dari musik ini. Beberapa dari hits popular C & W mampu mengisahkan isi hati yang tidak bisa kita ungkapkan: Kris Kristofferson dalam lagunya “Help me make it through the night”, Willie Nelson “Always on my mind” dan apakah orang-orang tahu bahwa Dolly Parton yang menciptakan salah satu lagu terhebat “I will always love you”? Bersama Blues, C & W merupakan jenis musik yang menjadi inspirasi terlahirnya musik rock and roll di tahun 1950. Elvis Presley adalah seorang penyanyi country dan blus jauh sebelum musik rock and roll mendobrak dunia. Begitu banyak artis rock telah dipengaruhi oleh gaya musik C & W namun begitu sedikit dari kita mengidentifikasikan musik mereka. Dalam C & W ceritanya terlalu berbelit-belit; Honky-Tonk, Rockabilly, Nashville Sound, Country Rock, Outlaw, New Traditionalism dan Alternatif Country benarbenar sulit didefinisikan. Dengan hanya 3- kord, segala bentuk lagu C & W selalu mengekspresikan tentang cinta, penyesalan dan tragedy. Semua orang yang tidak memiliki pengetahuan musik dapat menikmatinya. Inilah penyebab orang-orang pedesaan dan para petani di seluruh Amerika Serikat dapat menikmati dan mengekspresikan diri mereka, walau kadang hanya dengan menggunakan botol kosong, papan cucian atau memukuli gitar tua. David Allan Coe mengatakan, C & W tidak akan sempurna jika tanpa suara atau kata-kata yang menyebutkan “mama, train, truk, prison, dan getting drunk”. Coe juga mengatakan bagaimana pencipta lagu Steve Goodman, mengikuti saran tersebut, dan ya… dia menciptakan musik C & W yang sepurna. “Aku sedang mabuk hari itu Ibuku keluar dari penjara Dan aku pergi untuk menjemputnya dalam hujan Tetapi sebelum aku bisa sampai ke stasiun Dia tertabrak kereta api tua yang terkutuk.”

Dolly Parton

But look, before we look at what is truly an anomaly in terms of music, let’s not forget a few important facts. Some of the greatest pieces of music ever written came from C & W with its ability to somehow say what we all need to say sometimes but can’t: Kris Kristofferson and his “Help me make it through the night”, Willie Nelson serving up “Always on my mind” and does anyone really know that Dolly Parton created one of the all-time greats “I will always love you” ? C & W music was, with the blues, part of the original inspiration of the first rock and roll of the 1950’s. Elvis Presley was a country & western and blues singer long before he broke new ground with his rock songs. So many rock performers have been influenced by country & western styles and yet so few of us identify them with the music. Within C & W there are so many twists and turns; Honky-Tonk, Rockabilly, Nashville Sound, Country Rock, Outlaw, New Traditionalism and Alternative Country that make any real definition of it difficult. Despite the 3-chord dum dum dum dum, C & W in all its forms is an expression of love, disappoinment and tragedy that almost everyone with no knowledge of music can do and enjoy. It has enabled urban hill billies and red necks throughout the US of A to enjoy and express themselves sometimes with nothing more than an empty bottle, a washboard and a beat-up old guitar. David Allan Coe says that no C & W sound could be perfect unless it mentioned “mama, trains, trucks, prison, and getting drunk”. Coee then tells us how songwriter Steve Goodman, followed this advice that at indeed created the perfect country and western song:

Willie Nelson

“I was drunk the day My mom got out of prison And I went to pick her up in the rain Bu before I could get to the station in my pick-upp truck She got runned over by a damned old train.””

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 29


Beberapa orang mengatakan musik C & W kebanyakan bercerita tentang para pecundang; sangat “Selatan”; penuh dengan muatan “nilai-nilai keluarga”, tentang nostalgia-papa, mama, adik dan saudara-saudaranya; sedangkan yang bertema pecundang: tersakiti, menangis, penghianatan, bohong, judi, mabuk , tertembak, sekarat; semua dengan lirik yang sederhana. Inilah beberapa judul lagu C & W yang terbaik dan terburuk :

Others will say that C&W is mostly about losers; it’s “Southern”; it’s loaded with “family values” nostalgia—papa, mama, baby sister and brother; it’s themes are losers’ themes: Hurtin’, Cryin’, Cheatin’, Lyin’, Gamblin’, Drinkin’, Shootin’, Dyin’ and its lyric line is simple-minded. Our list of the Best of the Worst Country and Western Song Titles appears to bear this out:

* If The Phone Don’t Ring, It’s Me (Jika telepon tak berdering, itu adalah aku) * Thank God And Greyhound She’s Gone (Terimakasih Tuhan, dia telah pergi) *I Keep Forgettin’ I Forgot About You (Aku lupa bahwa aku selalu lupa padamu) * If You Leave Me, Can I Come Too? (Jika kamu meninggalkanku bisakah aku ikut?) * Her Teeth Was Stained, But Her Heart Was Pure (Giginya kuning tetapi hatinya bersih) * I Changed Her Oil, She Changed My Life (Aku mengganti minyaknya, dan dia merubah hidupku) * You’re The Reason Our Kids Are So Ugly (Kamulah penyebabnya mengapa anak kita begitu buruk) * Mama Get A Hammer, There’s A Fly On Papa’s Head (Mama ambilkan aku palu, Ada lalat dikepala Papa) * I Liked You Better Before I Knew You So Well (Aku menyukaimu sebelum aku mengenalmu dengan baik) * How Can I Miss You If You Won’t Go Away? (Bagaimana aku bisa merindukanmu jika kamu tidak mau pergi?) * You Can’t Roller Skate In A Buffalo Herd (Kamu tidak dapat bermain sepatu roda jika ada sekumpulan kerbau) * I’m So Miserable Without You, It’s Like Having You Here (Aku merasa susah tanpamu, terasa seperti kamu masih disini) * I’ll Marry You Tomorrow But Let’s Honeymoon Tonite (Aku akan menikahimu besok, tapi mari kita ber honeymoon malam ini) * If My Nose Were Full of Nickels, I’d Blow It All On You (Jika saja hidungku penuh dengan uang, saya akan memberikannya padamu) * My Wife Ran Off With My Best Friend, and I Sure Do Miss Him (Istriku melarikan diri dengan temanku, dan aku sangat merindukan temanku) * Get Your Tongue Outta My Mouth ‘Cause I’m Kissing You Goodbye (Keluarkan lidahmu dari mulutku karena ciumanku adalah ciuman perpisahan) * I Wouldn’t Take Her To A Dog Fight, Cause I’m Afraid She’d Win (Aku tidak akan membawanya ke pertandingan anjing, karena aku takut dia akan menang) * How Can You Believe Me When I Say I Love You When You Know I’ve Been A Liar All My Life? (Bagaimana bisa kamu mempercayaiku ketika aku bilang cinta padamu sedangkan kamu tahu aku seorang pembohong selama hidupku) * If You Don’t Leave Me Alone, I’ll Go And Find Someone Else Who Will (Jika kamu tidak meninggalkanku sendiri, aku akan pergi dan mencari oranglain yang akan meninggalkanku) * They May Put Me In Prison, But They Can’t Stop My Face From Breakin’ Out (Mereka mungkin dapat menjebloskanku ke penjara, tetapi mereka tidak dapat menghentikanku untuk melarikan diri) Dst

30

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010


TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 31


Holiday Resort’s Rinjani restaurant Tampak dengan jelas, Rinjani Restaurant di Holiday Resort melayani serta memperkenalkan dengan sempurna kuliner nusantara mulai dari Jawa, Bali hingga Lombok.

Full marks to the folk at Holiday Resort’s Rinjani restaurant who serve up the perfect introductions to the rich tastes. of traditional Javanese, Balinese and Lombok cuisine.

Penemuan saya dengan makanan khas Lombok “Ayam Taliwang” jelas merupakan cara yang paling aman untuk pertama kalinya merasakan kelezatan makanan daerah ini. Tidak perlu menuju sebuah tenda biru yang diparkir di pinggir jalan dengan ayam dan bumbunya yang mungkin terlalu pedas bagi lidah Anda.

My encounter was with Lombopk’s Chicken Taliwang and this is definitely the safest way to get your first taste of this regional delicacy. No need to do as the locals do, which is to head for a blue tent parked by the side of the road with chicken and spices so hot your lips will blister.

Ini adalah cara untuk merasakan masakan yang terkenal yaitu: Ayam Taliwang dari Lombok Indonesia. Ini merupakan masakan khas Lombok yang tersohor dinusantara, kecuali namanya diambil dari nama sebuah kota yang ada di Sumbawa. Adakah yang bisa menjelaskan yang satu ini?

This is the way to sample the flavours famous throughout Indonesia of Lombok’s Taliwang chicken. This Lombok specialty is served throughout the archipelago except in its namesake the town of Taliwang in Sumbawa. Can someone please explain?

Ayam panggang yang dihidangan dengan saus khasnya yang pedas dilengkapi dengan plecing kangkung – dan beberuk terong (terung yang dipotong-potong dicampur dengan sambal dan bawang merah iris), perpaduan yang menggugah selera dan harus dicoba.

Spicey BBQd free range chicken provides the essential meat ingedient which is dipped into a gravy-like sauce and is accompanied by Lombok’s most famous dish: Plecing Kangkung, - boiled water spinach covered in spicy sambal. The Lombok indigenes are as addicted to this sambal sauce as we are to ketchup, mustard or tobasco. A plate of egg plant covered in a tasty sauce is included as well as a local variant of salad.

Pengaturan santai dari restoran Rinjani dan staf yang siap mebantu serta dengan senang hati memberi penjelasan tentang berbagai hidangan menambah pengalaman bersantap yang menarik dan menyenangkan. Beberapa menu lain yang harus Anda coba di Rinjani Restaurant : Nasi Tumpeng Jawa dan Bebek Betutu khas Bali.

The relaxing setting of the Rinjani restaurant and the helpful staff who are willing to provide explanations about the various dishes add to an interesting and enjoyable dining experience. Some other dishes you should try at Rinjani Restaurant: Javanese Rice Tumpeng and Balinese Duck Betutu.

Rinjani Restaurant Lombok Ayam Taliwang

32

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010


Café Alberto Relaxed beach-side dining Angin laut berhembus, deburan ombak terdengar, matahari terbenam tampak begitu dekat, serasa Anda dapat menyentuhnya membuat suasana relax dan romantis di restaurant ini. Dari namanya, sudah jelas sebuah restaurant Italia. Tetapi jangan khawatir, jika Anda memiliki selera Asia, ada beberapa pilihan lain yang Anda dapat nikmati disini seperti sup Tom Yam serta hidangan Asia lain; lumpia, mie goreng dan nasi goreng juga ada. Home-made pasta yang satu ini harus ada. Ibarat laut tanpa garam sama seperti ibarat Italia tanpa pastanya. Tampak bendera merah putih dan hijau pada menu - jadi cobalah pomodoro con ravioli - pasta yang didalamnya berisi bayam, disiram dengan saus tomat atau pilihan lain dari daging dan hidangan ikan Café Alberto tepat ditepi pantai sudah tentu memiliki ikan segar.

The salty air, sea breezes, close proximity to the water, sunsets you can reach out and touch make for an atmosphere that spells kick back and relax, you’re where you should be and the ambience is tops. The excellent food and service add to the pleasure of dining at Café Alberto. There’s also home-made pasta – the owner is Italian and no Italian worth his salt would serve anything but the best pasta. It’s definitely an Italian restaurant (the name) but don’t worry if you have Asian or other tastes in food. There’s superb Tom Yam soup and other Asian delights such as lumpia and all the other “gorengs” like mie and nasi (fried rice and fried noodles). But it does sport the red white and green – so try the ravioli con pomodoro – filled pasta with tomato sauce and optional spinach or select from the meats and fish dishes – Café Alberto is as mentioned before right on the beach and the fish is as fresh as.

Untuk mengunjungi Café Alberto sangat mudah - ada layanan antar jemput! Jika Anda berada di Senggigi area.

Getting to Café Alberto is easy – there’s the pick-up service!

Dengan akses internet WiFi, makanan yang lezat dan suasana luar biasa merupakan tempat yang sempurna untuk bersantai dan bersantap.

With WiFi internet access, great food and superb atmosphere there’s nothing missing for that perfect relaxed beach-side dining.

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 33


Hadiah Natal, Mengapa Harus Mahal?? Memberikan hadiah natal pada keluarga dan kerabat memang hal yang biasa dilakukan saat natal. Namun tidak harus yang mahal, ada beberapa pertimbangan dalam memilih hadiah. Ingat, hadiah mahal belum tentu dapat menyenangkan si penerima. Apalagi jika kerabat anda adalah mereka yang kondisi ekonominya serba berkecukupan. Jadilah kreatif‌! Cobalah beberapa ide dibawah ini :

Foto

Scrapbook

Kumpulkan foto-foto keluarga anda dan gabungkan dalam sebuah frame. Lengkapi dengan hiasan dan kata-kata yang anda buat sendiri. Atau cobalah memanfaatkan promo studio foto yang biasa diberikan saat Natal. Ajaklah keluarga besar anda untuk foto bersama. Kemudian bingkai foto tersebut dan hadiahkan pada masing-masing keluarga. Hmm.. sangat berkesan bukan? buka kan? n?

Yup, scrapbook dengan foto dan tulisan tangan anda bisa menjadi hadiah yang akan dikenang sepanjang masa. Foto yang anda tempel bisa berupa foto campuran, atau foto bertema seperti foto saat liburan keluarga. Kirimkan scrapbook ke nenek, kakek, paman, bibi, atau kelurga yang tinggal jauh dan anda tak akan menyangka betapa senangnya mereka menerima hadiah tersebut.

Tanaman Selain sebagai hadiah Natal, memberi tanaman dapat menjadi cara yang manis untuk menunjukkan perhatian anda pada orang terkasih. Mulailah menanam tanaman yang akan anda jadikan hadiah beberapa hari sebelum anda menyerahkannya sehingga tanaman itu berakar. Tapi ingat, pilihlah tanaman yang mudah diurus. Hadiah ini cocok bagi mereka yang senang berkebun.

34

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010


Keranjang Paket Hadiah/Parcel

Kartu Ucapan Buatan Sendiri

Bukan sekedar keranjang makanan yang biasa anda dapatkan di toko, tapi isilah keranjang tersebut dengan buah tangan anda yang berisi bermacam barang sesuai tema. Misalnya: - Parcel makanan memang umum diberikan saat Natal, karena semua orang menyukainya. Tapi akan lebih personal jika anda merangkai sendiri parsel tersebut dengan kreatifitas anda. - Peralatan mandi/ berendam: anda bisa mengisi keranjang dengan sabun mandi, lation, bantal mandi, lilin aroma terapi, handuk, sandal kamar mandi, dan CD musik relaksasi. - Peralatan cuci mobil: hadiah ini bisa anda berikan pada suami atau saudara laki-laki yang hobi dengan mobil. Isilah keranjang hadiah dengan cairan pencuci mobil, spons, pengharum mobil, dan lap mobil. Anda juga bisa menambahkan voucher cuci mobil gratis untuk mereka.

Banyak sekali barang-barang lucu yang bisa dipakai untuk membuat kartu ucapan, contohnya pita, glitter, dan sebagainya. Ajaklah anak anda berkreasi bersama, membuat kartu ucapan untuk nenek misalnya. Selain berkesan bagi penerima, juga bisa menambah meriah suasana Natal keluarga anda.

Hadiah Paling Tak Ternilai Yeah, diantara semua hadiah diatas, inilah hadiah yang paling tak ternilai harganya: WAKTU. Berikan waktu anda untuk melakukan kegiatan bersama orang-orang terkasih sebagai hadiah. Dengan hadiah ini, kebersamaan anda dengan orang-orang terkasih akan terjalin dengan baik . Sedikit usaha dan kreatifitas dapat menjadi hadiah Natal yang berkesan untuk orang yang anda kasihi tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Ingatlah bahwa makna hari Natal bukan tentang siapa yang mendapat hadiah paling banyak atau rumah siapa yang paling mewah dekorasinya. Tinggalkan hal-hal yang berbau komersial, dan ajarkanlah anak-anak dan keluarga anda tentang makna Natal yang sebenarnya pada kehidupan spiritual mereka, berupa keeratan hubungan keluarga, tradisi keluarga, serta berkah Natal dalam hidup mereka.

Selamat Natal!!

RISA SENTRA MEDIKA HOSPITAL Melayani dari Hati

Facilities : Ready for Evacuation, Ambulance services, Home Care Facilities, Laboratory, Surgery Room, Pharmacy, Radiology Center, Maternity Room, Perinatology Room, CT Scan, Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Medical Check-up, Anatomy Pathology Lab, Observation Rooms. Jl. Pejanggik No. 115 Cakranegara, Mataram, Lombok - Indonesia 83231 Phone : +62 370 625560 | Fax : +62 370 625559 Email : rsrisasentramedika@yahoo.com

ONLINE SERVICE : +62 370 625560 TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 35


Facebook overcoming the addiction Agar tidak Kecanduan facebook Apakah kamu Facebook maniak? Saya adalah salah satunya. Bermula dari eksplorasi sederhana mencari teman, tiba-tiba saja Anda log in 10 kali sehari hanya untuk melihat jika teman-teman Anda telah memperbarui profil mereka, mengubah status hubungan, atau mengirim video dan artikel terbaru. Seketika Anda terpaku pada monitor computer dan satu-satunya hal yang ada di layar adalah Facebook. Mungkin kecanduan anda ini tidak jelek, tapi kecanduan ini berdampak buruk pada banyak orang. Karena itulah wikiHow menerbitkan artikel “Bagaimana Cara berhenti berFacebook” yang berisi 6 langkah pemecahan: 1. Mengakui bahwa Anda punya masalah Ya, ini terdengar seperti langkah pertama yang harus dihadapi oleh semua bentuk kecanduan. wikiHow menyarankan anda untuk bertanya pada diri Anda sendiri “apa yang dapat saya selesaikan dengan memeriksa Facebook?” Nah! Jika Anda tetap tidak dapat menguasai diri dari Facebook, artinya Anda kecanduan. Baik, setidaknya Anda mengakui hal itu! 2. Tentukan tujuan Anda berFacebook Ria Hmm … sebenarnya saya tidak mempunyai tujuan apapun di Facebook. Mungkin tujuan utama saya hanya ingin menghubungi 5.000 orang teman. Dan itu pasti akan membuat

36

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010

Are you addicted to Facebook? I know I am. It starts of with a simple exploration of your friends on the site and suddently you are logging on 10 times a day to see if any of your friends have made updates to their profile, changed their relationship status or have posted new videos or articles. Suddnely you are glued to your computer monitor and the only thing on the screen is Facebook. So maybe your addiction isn’t that bad but apparently enough people are addicted that WikiHow has published an article entitled “How to Quit Facebook.”WikiHow suggests a 6-step solution: 1. Admit you have a problem This sounds like the first step to any other addiction. WikiHow suggests that you ask yourself “What did I just accomplish by checking Facebook?” Ha! If only I had that much self-control over my Facebook addiction. Well, at least I admit to it! 2. Define your goals on Facebook Hmm … I never really had any goals with Facebook. Although maybe my goal should be to reach 5,000 friends. That surely would get me to login more frequently. WikiHow suggests just logging in to check on friends’ birthdays, keep track of old friends, etc. Once you catch yourself going off track, log off. If only it was that easy!


saya login lebih sering. wikiHow mengusulkan Anda untuk log in hanya untuk memeriksa ulang tahun teman, melacak teman lama, dan lain sebagainya. Jika Anda keluar jalur, segeralah log off. Kalau saja hal itu mudah dilakukan! 3. Membuat jadwal Facebook Serius? Jika Anda sampai harus menjadwalkan Facebook ke dalam jadwal sehari-hari, hal ini menjadi tanda peringatan yang serius. wikiHow menyarankan “setiap kali kamu berhasil mencapai tujuanmu di Facebook, tulis berapa banyak waktu dan frekuensi yang kamu perlukan untuk mencapai tujuan itu.” Hah, seserius itukah mereka? Berdasarkan perhitungan mereka menyarankan, Anda cukup menggunkan Facebook selama 6 jam dan 20 menit dalam seminggu. Saya pikir ini masih relatif cukup banyak, meskipun saya menghabiskan waktu jauh lebih banyak disitus tersebut. 4. Pikirkan hal-hal lain yang dapat kamu lakukan Aduh, Anda tak perlu berpikir keras! Saya bisa ke gym, bersosialisasi dengan dunia nyata atau sejuta kegiatan lain tetapi tidak ada alasan mengapa saya berfacebook ria. Saya mulai berfikir saran ini tidak berguna! 5. Tinggalkan Facebook Ini seharusnya nomor 1! Jika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu di Facebook, seperti ayam kalkun yang terdiam, ini sama seperti mematikan handphone selama 24 jam. Sekali melakukan, Anda akan menyadari betapa tergantungnya Anda dengan hal ini dan berfikir dua kali untuk menggunakannya. 6. Cari pengganti Ini salah satunya. Facebook terlalu menghabiskan waktu? Cari situs lain yang tidak begitu bagus! wikiHow mengatakan “jika Anda berada didepan computer dan keinginan ber-facebook muncul, carilah website lain dan membaca, ketimbang kambuh lagi ber-Facebook? Ini kedengarannya sedikit gila. Jadi berapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk ber - Facebook? Apakah Anda kecanduan facebook? Coba tanyakan pada diri Anda sendiri!!!!

3. Make a Facebook Schedule Seriously? If you find yourself scheduling Facebook into your daily schedule, this should be a serious warning sign. WikiHow suggests that “after each Facebook goal, write down how much time and at what frequency you’ll need to be on Facebook to achieve that goal.” Are they serious? Based on the calculations they suggested, you end up using Facebook for 6 hours and 20 minutes a week. I think this is still a relatively significant amount of time, although I spend much more time on the site. 4. Think of other things you could be doing Duh! This is a no brainer. I could be at the gym, socializing in the real world or a million other things but there is a reason I logged on in the first place. I’m starting to think that these suggestions are totally useless! 5. Leave Facebook This should have been number one! If you are spending way too much time on Facebook, quit cold turkey. It’s like having your cell phone turned off for 24 hours. Once you do it, you will realize how dependent you have become and think twice about your usage. 6. Find a substitute This one is good. Facebook taking up too much time? Find another site that isn’t as good! WikiHow says “if you find you’re at a computer during critical relapse time, find another website to log into and read instead of Facebook.” Facebook relapse? This is a little crazy. So how much time do you spend on Facebook? Has Facebook become an addiction for you?

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 37


TransNusa Inflight Magazine

Flight schedules ROUTES

Frequency

Java

ROUTES

Frequency

ROUTES

Frequency

Kupang – Tambolaka

Sun, Tue, Wed, Sat

Denpasar - Ende

Sun, Tue, Wed, Sat Sun, Tue, Wed, Sat

Jakarta - Kupang

Daily

Tambolaka – Kupang

Sun, Tue, Wed, Sat

Ende - Denpasar

Surabaya - Kupang

Daily

Kupang – Lewoleba

Mon, Tue, Thu, Sat

Tambolaka - Ende

Sun, Tue, Wed, Sat

Kupang - Surabaya

Daily

Lewoleba – Kupang

Mon, Tue, Thu, Sat

Ende - Tambolaka

Sun, Tue, Wed, Sat

Kupang - Jakarta

Daily

Bali/Lombok/Sumbawa/Komodo

Alor, Lembata, Timor, Flores, Rote

Denpasar - Mataram

3 x /Daily

Daily

Mataram - Denpasar

3 x /Daily

Alor - Kupang

Daily

Mataram - Sumbawa

Daily

Kupang - Ende

3 x /Daily

Sumbawa - Mataram

Daily

Kupang - Alor

Ende - Kupang

3 x /Daily

Mataram - Bima

2 x /Daily

Bima - Mataram

Daily

Maumere - Kupang

2 x /Daily

Mataram - Labuan Bajo

Daily

Ende - Maumere

Daily

Labuan Bajo - Mataram

Daily

Kupang - Ruteng

Sun, Tue, Thu, Fri, Sat

Mataram - Tambolaka

Sun, Tue, Wed, Thu, Sat

Ruteng - Kupang

Sun, Tue, Thu, Fri, Sat

Tambolaka - Mataram

Sun, Tue, Wed, Thu, Sat

Kupang - Bajawa

Sun, Mon, Wed, Fri

Denpasar - Labuan Bajo

2 x /Daily

Bajawa - Kupang

Sun, Mon, Wed, Fri

Labuan Bajo - Denpasar

2 x /Daily

Kupang - Larantuka

Sun, Wed, Fri

Denpasar - Tambolaka

Sun, Tue, Wed, Thu, Sat

Sun, Wed, Fri

Tambolaka - Denpasar

From Jakarta/Surabaya:

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010

Thu, Fri, Sun Daily

Maumere

Daily

To Jakarta/Surabaya:

Sun, Tue, Wed, Thu, Sat

For further information please check our website: www.transnusa.co.id or email: info@transnusa.co.id

38

Alor Ende Daily

Kupang - Maumere

Larantuka - Kupang

ROUTES CONNECTING with Sriwijaya Air (Boeing 737-300)

To Jakarta/Surabaya:

Alor

Mon, Tue, Wed, Sat

Bajawa

Tue, Thur, Sat, Sun

Ende

Daily

Maumere

Daily

Ruteng

Tue, Wed, Thur, Sat, Sun

Larantuka

Tue, Thu, Sat


TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 39


Route Map

TransNusa Inflight Magazine

Labuan Bajo (Komodo)

Larantuka

Bima

Surabaya

Ende

Ruteng Denpasar (Bali) (Hub)

Mataram (Lombok)

Sumbawa

Lewoleba

Alor

Maumere

Atambua

Bajawa Tambolaka

Jawa Jaw aw wa Bal alii Bali

Kupang (Hub)

West Tenggara Wes st Nusa Tengg ng ara

Sabu

East Tenggara Eas Ea aasst NNusa usa us sa Te sa engg ggara gg arra

Rote Sriwijaya Air

ATR 42-300 / Fokker 50 / BAE 146

Coming Soon

HEAD OFFICE

GENERAL SALES AGENTS (GSA) / SUB SALES

KUPANG

Alor

Maumere

Larantuka

Jl. Palapa No. 7, Naikoten – Kupang Telp. (+62 380) 822555 Fax. (+62 380) 832573 Email: info@transnusa.co.id

Jl. Jend. Sudirman No. 100 Telp. (+62 386) 21039, 2222555 Fax. (+62 386) 2222555 Email: ard@transnusa.co.id

Jl. Anggrek No. 02 Telp. (+62 382) 21393, 21369 Fax. (+62 382) 23821 Email: mof@transnusa.co.id

Ende

Ruteng

Jl. Herman Fernandez No. 289 (Depan Optic Reinha) Kel. Amagarapati Telp. (+62 383) 2325387 Fax. (+62 383) 2325386 Email: mof@transnusa.co.id

Jl. Kelimutu No. 37 Telp. (+62 381) 24222, 24333 Fax. (+62 381) 23592 Email: ene@transnusa.co.id

Jl. Niaga No. 17 Telp. (+62 385) 21123, 21829 Fax. (+62 385) 21983 Email: rtg@transnusa.co.id

Labuan Bajo

Tambolaka

Sumbawa Besar

Jl. Kasimo Manggarai Barat Telp. (+62 385) 41800 Fax. (+62 385) 41954 Email: lbj@transnusa.co.id

Hotel Aloha Jl. Jend. Sudirman No. 26 Telp. (+62 387) 22563 Fax. (+62 387) 21245

Jl. Hasanudin No. 110 Telp. (+62 371) 21565, 23170 Fax. (+62 371) 21565, 22290 Email: swq@transnusa.co.id

Lewoleba

Bajawa

Bima

Jl. Trans Naga Wutun Telp. (+62 383) 41636 Fax. (+62 383) 41636

D.I. Panjaitan No. 10 Telp. (+62 384) 21755 Fax (+62 384) 21200 Email : bjw@transnusa.co.id

Jl. Sulawesi No. 26 Telp/Fax. (+62 374) 647251 Email: bmu@transnusa.co.id

BRANCH OFFICES DENPASAR Jl. Sunset Road No. 100 C Kuta Telp. (+62 361) 8477395 Fax. (+62 361) 8477454 Email: dps@transnusa.co.id

SURABAYA Jl. Ngagel Jaya No. 53 A Telp. (+62 31) 5047555 Fax. (+62 31) 50111749 Email: sub@transnusa.co.id

MATARAM Jl. Panca Usaha No. 28 Telp. (+62 370) 624555 Fax. (+62 370) 647535 Email: ami@transnusa.co.id

Mataram (sub sales) Jl. Adi Sucipto No. 43 Ampenan Telp. (+62 370) 6162428, 6162433

Rote

Waingapu

Hotel Ricky Jl. Gereja No. 04 Telp. (+62 380) 871045 Fax. (+62 380) 871123

Telp/Fax. (+62 387) 2564514

ADVERTISING INFO

Wiwik Mulyani

Telp. (+62 361) 737285 / 743 3013 Email: inflightmagazine@trans nusa.co.id | sales.theagency@ gmail.com The

Agency Office

Nakula Plaza A10 | Jl. Nakula, Legian, Bali 80361

40

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010


TransNusa Inflight Magazine

Things to know Airport Tax Airport tax untuk Bandara Ngurah Rai Bali, Rp 30.000,Bandara Udara Nusa Tenggara Barat & Nusa Tenggara Timur sebesar Rp. 20.000,Airport Departure Tax Airport tax from Bali is Rp 30.000,- per passenger, and Rp 20.000,- per passenger from West Nusa Tenggara and East Nusa Tenggara.

Driving Self-drive car and motorcycle rentals are available for those holding an international driving permit, but Bali’s and Nusa Tenggara’s congested and unpredictable roads are not the place to learn how to drive a motorcycle. Consider hiring vehicles with drivers as rates are very reasonable. Fasilitas Kesehatan Bali & Lombok telah memiliki Rumah Sakit berskala internasional. Bali memiliki BIMC Hopital Tlp: 0361 743 3013 dan Lombok memiliki Rumah Sakit Risa Sentra MedikaI di Mataram Tlp: 0370 625 559.

ATM & Credit Card ATM tersedia hampir diseluruh kota di Bali, NTB dan NTT. Sebagian besar hotel dan restoran menerima pembayaran melalui kartu kredit dikenai tambahan biaya sebesar 1 Medical Facilities 3% surcharge. Bali & Lombok have some international hospitals. Bali has BIMC Hospital phone 0361 761 263 with its state-of-the-art facilities. Lombok has the Risa Sentra Medika Hospital in ATM Machines & Credit Card Mataram which provides excellent 24-hour medical service, Automated Teller Machines (ATM) abound in major phone 0370 625 559. Major population centres east of cities in Bali, West Nusa Tenggara & East Nusa Tenggara. Bali have hospitals however their standard is not always Major credit cards are accepted at most hotels and many international. businesses. As a result, all final charges shown on your monthly statement will reflect inter-bank exchange rates and possibly even a 1 - 3% surcharge. Transportasi Laut Ferry tersedia di masing-masing daerah di Nusa Tenggara, seperti Bali ke Lombok, Lombok -Sumbawa, SumbawaBerkendara Labuan Bajo, Sumabawa-Sumba, Kupang-Flores, Kupang Sewa mobil dan sepeda motor tersedia terutama di Bali -Rote dan Kupang-Alor. & NTB. Baik itu beserta sopir atau tidak. Berhati-hatilah dalam berkendaraan, terutama kepada para pengendara sepeda motor agar terhidar dari kecelakaan.

Sea Access Regular car and passenger ferry services operate between all the islands in Bali and Nusa Tenggara. Taxi & Transportasi Operator Taxi tersedia di Lombok dan Bali. Sementara beberapa kota di Sumbawa, Flores dan Kupang taxi tidak menggunakan argo. Di Kupang harga taxi dihitung perjam sebesar Rp 50.000,- dan minimum pemakaian adalah 2 jam. Ada juga mini bus atau angkutan kota yang sudah ditentukan rute dan tarifnya. Transportasi umum juga tersedia dari kota ke kota bahkan antar pulau di Nusa Tenggara. Taxi & Transportation There are several reputable metered taxi companies operating in Bali and Lombok. For Sumbawa, towns in Flores and Kupang taxis do not use meters. In Kupang taxis charge Rp 50,000 per hour and minimum rent are 2 hours, but the small mini buses run very convenient routes and schedules. Public transport, in the form of small local vans and intercity buses, operate at very reasonable rates.

TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 41


TransNusa Inflight Magazine Tra

Airline Partners

www.aviastar.biz | Fleet: BAE 146 200

www.aviastar.biz | Fleet: Fokker 50

www.iat.co.id | Fleet: ATR 42 300

www.sriwijayaair-online.com | Fleet: Boeing 737-300

Good bye Gerd

42

Lombok and people from everywhere were deeply saddened by the news of the untimely passing of Gerd Bunte, from Dream Divers on the 10th October 2010.

having been there for more than 14 years.

With his wry sense of humor – always ready for a laugh and always ready to assist – Gerd was like an institution in Lombok,

We would all like to say “Good bye Gerd, it was very nice knowing you – you were special.”

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010

Gerd is survived by his son, Simon and partner Astrid.


Puri Bunga Beach Cottages | Senggigi - Lombok - NTB

Priceless panoramas affordable prices s s s s

3TANDARD $ELUXEAND3UITE#OTTAGES "AR 2ESTAURANTAND3WIMMING0OOL 2OOMSWITH!# -INIBAR (OT7ATER 46 )$$ )NTERNETHOTSPOT "ALCONIESWITHSEAVIEWSOVERLOOKING THE,OMBOK3TRAITS P.O.Box 1050 Senggigi 83355 - Lombok Ph. +62 370 693013 | Fax. +62 370 693286 info@puribungalombok.com | www.puribungalombok.com

Surat Pembaca

Dear TransNusa • Sangat menyenangkan dengan layanan yang simpatik dan ramah dari para Pramugari very – spirit melayani (service attitude yang memuaskan penumpang).

Dear pemimpin TransNusa 1. Penerbangan sangat memuaskan, Pramugarinya hebat banget baik-baik dan tulus. Tempat duduk juga enak lega. Pesawat juga dibawa dengan bagus oleh pilot dan Captennya. 2. Mungkin rotinya aja yang kurang enak, tapi bagus udah ada makan. GOOD JOB! (Tapi janga puas hati & sombong, terus perbaiki dan inovatif)

• Juga sangat exited karena pertamakali terbang dengan menggunakan pesawat jet dari Bali ke Labuan Bajo dengan waktu tempuh yang sangat singkat.

Saran: 1. Perenak makannya 2. Lengkapi setiap seatnya dengan kartu petunjuk keselamatan 3. Sabuk untuk infant disiapkan

• Akan saya kabarkan kepada kelompok MILIS kami yang beranggotakan sekitar 1000 orang diseluruh dunia.

Terimakasih Ita Farolita M. Malo

9 July 2010 Marcel Rangka TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010 | 43


News

TransNusa Inflight Magazine

The 3rd Indonesia Tourism and Travel Fair 2010: 01 – 03 October 2010, Jakarta Convention Centre Kegiatan ini diikuti dari berbagai kalangan industry pariwisata di Indonesia, merupakan bukti nyata komitmen dalam mempromosikan destinasi pariwisata baik untuk dalam negeri maupun luar negeri. Semakin banyak kegiatan seperti ini, semakin banyak pula kesempatan yang diciptakan untuk industry pariwisata dalam negeri yang tentu saja akan memberi keuntungan kepada bangsa kita secara keseluruhan. TransNusa Air Services, TransNusa Holiday dan T-More Hotel & Lounge juga ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. TransNusa mengangkat sejumlah destinasi pariwisata di Nusa Tenggara Timur, diantaranya: diving di Alor, Megalitik di Sumba, serta destinasi lain di pulau Flores seperti Danau Kelimutu, perkampungan Adat di Bena, Taman Nasional Komodo, dan masih banyak lagi. Semua destinasi ini dikemas dalam bentuk paket-paket perjalanan wisata. Dari sejumlah Buyer luar negeri yang ditemui pada sesi “Business to Business Program” dan pengunjung yang datang, banyak yang mengakui belum pernah mengunjungi Nusa Tenggara Timur. Sebagian baru mengetahui sejak semaraknya kegiatan New 7 Wonder yang mengangkat Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia. Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk senantiasa ikut aktif ambil bagian dalam kegiatan serupa untuk senantiasa mempromosikan Nusa Tenggara Timur, baik itu destinasi wisata, budaya dan kebudayaan.

Participants from all areas of the tourism industry in Indonesia is positive proof of a commitment to promote their region to both the domestic and international markets alike. TransNusa Air Services, TransNusa Holiday and T-More Hotel & Lounge also attended and TransNusa was very prominent exposing a number of destinations in East Nusa Tenggara featuring diving in Alor, the megaliths of Sumba, Kelimutu with its three lakes on the island of Flores, the traditional life styles of Bena and Komodo National park – all available as packet tours. A number of international buyers commented they had never visited East Nusa Tenggara and hadn’t heard of the initiative to have Komodo voted in as one of the new seven wonders of the new natural world. It’s clear we must remain active and committed in promoting East Nusa Tenggara as an exciting destination including its culture and traditions.

TIME (Tourism Indonesia Mart & Expo) 2010 12 – 15 Oktober 2010, Senggigi - Lombok Nusa Tenggara Barat – Lombok kembali menjadi tuan rumah ajang promosi pariwisata dan perdagangan (TIME-Tourism Indonesia Mart and Expo) yang digelar pada tanggal 12-15 Oktober 2010. Acara ini dihadiri oleh 104 seller dari 13 propinsi di Indonesia, serta 118 buyer dari 21 negara: Australia, Brazil, Kanada, Jerman, Hongaria, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Belanda, Polandia, Rumania, Saudi Arabia, Singapura, Afrika Selatan, Once again West Nusa Tenggara and in particular Lombok, was the host of TIME -Tourism Spanyol, Thailand, Inggris, Amerika Serikat, dan Indonesia. Indonesia Mart and Expo, having been the hosts last year. TransNusa Air Services (TAS) & TransNusa Holiday Wisata (THW) ikut ambil bagian pada 104 sellers from 13 provinces in Indonesia, and 118 buyers from 21 nations were present event yang dikenal juga dengan istilah Pasar Wisata. Tujuan utamanya adalah untuk including: Australia, Brazil, Canada, Germany, Hungary, India, Italy, South Korea, Malaysia, mempromosikan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai alternative tujuan wisata bagi Mexico, The Netherlands, Poland, Romania, Saudi Arabia, Singapore, South Africa, Spain, wisatawan dalam maupun luar negeri. Bpk Raphael Paulus, THW, mengatakan bahwa Thailand, The UK, USA and Indonesia. banyak diantara pengunjung kurang mengetahui potensi wisata yang ada didaerah NTT, TransNusa Air Services (TAS) & TransNusa Holiday Wisata (THW) were in attendance with their bahkan ada yang mengira bahwa Pulau Komodo bagian dari Bali. Ditambahkan pula bahwa THW hadir sebagai wakil operator pariwisata NTT dan sekaligus menjadi konsultan own booth promoting the East NusaTenggara region. Raphael Paulus from THW commented that few buyers had any knowledge of the region saying “We have to be very active in promoting perencana liburan bagi para tamu ke Nusa Tenggara Timur. the region – some buyers thought Komodo was part of Bali!” and he continued “We represented Acara TIME ini merupakan kesempatan emas bagi para pelaku pariwisata di Indonesia East Nusa Tenggara and se were consultants informing visitors about the area’s attractions and untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki daerah dimata Dunia. Oleh sebab itu, Trans helping them plan future visits.” Nusa tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memperkenalkan Nusa Tenggara TIME was seen as a golden opportunity to promote the archipelago to the world of tourism, but Timur sebagai destinasi baru yang tidak kalah menariknya dari destinasi-destinasi lain di also to highlight the attractions and potential of East Nusa Tenggara. Indonesia.

44

| TransNusa | Inflight Magazine | Nov - Dec 2010



TransNusa #7