Issuu on Google+

Tabloid Berita

Indonesia Raya Menelisik Aktor di Balik Skandal

Rp. 7.500,- (Luar Sumbar + ongkos kirim)

Edisi 2 Th. I / 10 - 16 Februari 2014

Indra Jaya ST,

Hal. 2..........

KPA Jalan & Jembatan Sumbar

KEADILAN ADALAH RAJA

KUALITASNYA Melangkah TAK HANYA TERLIHAT TAPI JUGA DIRASAKAN dengan Sederet Prestasi

Hal. 6..........

Menyoal Terhentinya Mega Proyek Pelabuhan Tiram Hal. 10..........

Ketika Caleg Menjadi Raja Tega Hal. 11..........

Karya Bhakti TNI Buka Keterisoliran

MODUS BARU PEMASUNGAN PERS

cmyk

Kapolda Sumbar Brigjen Pol Drs.Nur Ali,SH

Selamat dan Sukses Atas terbitnya Indonesia Raya Tabloid Berita

Semoga Bisa Menjadi Wahana Informasi dan Penegak Keadilan Ditengah Reformasi


Teras Salam Indonesia Raya

Wartawan Penerang di Muka Bumi Ada dua hal yang membuat terang di muka bumi, matahari di langit, wartawan di bumi

Kami Dapat Respon Positif Fakta membuktikan bahwa keberhasilan seseorang untuk meraih sukses tidaklah hanya ditentukan oleh dirinya sendiri. Namun, sukses itu juga ditentukan oleh besarnya dukungan orang lain. Semakin besar dukungan, maka semakin mudah pula seseorang untuk meraih sukses. Untuk mendapatkan dukungan tersebut, diperlukan kemampuan membangun jejaring kerja. Para praktisi bisnis punya pandangan, bahwa cara mudah untuk membangun jejaring kerja dapat dilakukan saat berintereksi dengan orang lain, yaitu dengan mengendalikan emosi, menghargai orang lain, dan mengkritik (jika diperlukan) dengan cara yang elegan. Itulah yang kini tengah dibangun oleh keluarga besar Tabloid Bertia Indonesia Raya ! Sebagai perusahaan pers yang baru lahir di tengah ketatnya kompetitor media sejenis, kami tentu saja berupaya untuk bisa menarik simpati pembaca dan berharap dukungannya. Alhamdulillah—tanpa bermaksud membusungkan dada, atau sekedar membesarbesarkan diri sendiri—ternyata kehadiran Tabloid Berita Indonesia Raya dapat sambutan dari berbagai lapisan Tak hanya itu, rasanya juga perlu untuk kami katakan, masyarakat di perantauan, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Kawasan Puncak-Cianjur cukup antusias menyambut “kelahiran” Tabloid Bertia Indonesia Raya ini. Wujud dari antusias itu dapat dilihat dari keinginan puluhan orang pengusaha Rumah Makan Minang, agar pihak redaksi mensosialisasikan Tabloid Bertia Indonesia Raya ini di rumah makan mereka. Fakta ini tentu membuat Pemimpin Umum Tabloid Berita Indonesia Raya, Tamsir J Rahmat dan Pemimpin Redaksi Harianof merasa tersanjung dan terharu. Sebab, buah dari kerja mereka dalam membangun jejaring kerja, perlahan telah mulai terlihat.

Terbit Sejak 3 Februari 2014 Diterbitkan oleh PT. Indo Raya Ekspres “Akta No: 69 Tahun 2014”

Komisaris Utama Komisaris Direktur Utama Direktur Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Pemimpin Perusahaan Wakil Pemimpin Redaksi Konsultan Pengembangan Media

2

: : : : : : : : :

TAMSIR J. RAHMAT INTAN PRATIWI ABDI MASA HARIANOF TAMSIR J. RAHMAT HARIANOF ABDI MASA FEBRIANSYAH FAHLEFI JAMES MELLY

P

enggalan pengakuan tu lus penulis United State Of America (USA) yang termashur Mark Twain itu, memang sangat ada benarnya. Kita tidak bisa membayangkan, andai saja penerang itu dimatikan dengan cara-cara yang tidak elegan, apa jadinya negeri ini. Rakyat sebagai pembayar pajak tidak akan mendapatkan hak mereka (The People Right To Know) untuk mengetahui seluruh proses kenegaraan yang benar. Perampokan harta kekayaan rakyat (korupsi) akan tumbuh dan berkembang subur. Saya melihat, mungkin ini seirama dengan apa yang dikemukakan Mark Twain, pers itu adalah kekuatan pertama sebelum eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Mengapa begitu ? jawabnya sangat sederhana sekali, karena pers dapat melakukan kontrol terhadap lembaga legislative, pers pun dapat melakukan kontrol terhadap lembaga yudikatif, dan pers pun dapat melakukan kontrol terhadap eksekutif. Segala bobrok yang disembunyikan dengan rapi di tangan lembaga itu dapat diinformasikan pers kepada rakyat. Bayangkan saja andainya penerang atau kekuatan pertama itu dalam ketakutan, bagaimana mereka bisa mengawal kepentingan rakyat sebagai pembayar pajak. Presiden United State Of America (USA) ke-3, Thomas Jefferson, mengakui dengan terang-terang bahwa ia lebih suka hidup di suatu negara yang tidak memiliki pemerintahan akan tetapi memiliki pers dari pada hidup pada suatu negara yang memiliki pemerintahan akan tetapi tidak memiliki pers. Kita tidak bisa bayangkan, seorang Thomas Jefferson tidak ada keraguan dan gentar memilih opsi lebih suka hidup di suatu negara yang tidak memiliki peme-

HARIANOF “orang yang melakukan intimidasi terhadap wartawan adalah orang yang tidak menginginkan korupsi enyah di negeri ini” rintah akan tetapi memiliki pers. Begitu besar peran pers dalam mewujudkan tatakelola pemerintahan yang baik atau clean and good governance, tidak salah jika Tokoh Pers Nasional Adi Negoro mengatakan bahwa pers itu adalah ratu dunia. Berpijak pada pemaparan di atas, jika kita betul-betul menginginkan tatakelola pemerintahan yang baik atau clean and good governance, kita tidak boleh melakukan intimidasi terhadap wartawan yang menjalankan tugastugas jurnalistiknya di lapangan. Jika wartawan tidak bebas, pemerintah dalam arti luas bisa semaunya saja membelanjakan uang negara yang nota bene adalah uang rakyat. Maka dari itu, orang yang melakukan intimidasi terhadap wartawan adalah orang yang tidak menginginkan korupsi enyah di negeri ini. Orang ini dapat dikatakan sebagai pengkhianat bangsa. Oleh sebab itu, kita mengajak bagi para terberita yang tidak puas dengan pemberitaan pers untuk tidak melakukan tindakantindakan primitif terhadap warta-

wan. Ada baiknya sedikit kita ketahui tentang konflik antara terberita dengan pembuat berita di mana pun di dunia ini, penyelesaiannya selalu menggunakan jalur hak jawab, yang memberikan peluang kepada perseorangan atau kelompok masyarakat yang menjadi objek pemberitaan untuk mengemukakan fakta-fakta yang berbeda atau bertentangan dengan isi berita yang sudah dipublikasikan atau disiarkan. Itu, yang pertama. Yang ke dua, apa bila ke dua belah pihak tidak dapat dicapai penyelesaian, maka mereka dapat meminta bantuan dewan pers sebagai mediator. Fungsi dewan pers sebagai mediator itu pun tercantum pada pasal 15 ayat (2) butir dalam UU No : 40 tahun 1999 tentang pers kita : Dewan pers memberikan pertimbangan dan upaya penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers. Sebetulnya dalam hal ini, Presiden RI SBY telah memberikan contoh atau pendidikan terselubung kepada para penyelenggara negara yang keberatan dengan pemberitaan pers. Bayangkan saja, Presiden SBY menggunakan hak jawabnya sebagaimana yang dijamin oleh UU No : 40 tahun 1999 tentang pers terhadap Rakyat Merdeka dan Kompas. Jika kita mau melihat apa yang dilakukan Presiden SBY itu dengan jujur dan tanpa terkontaminasi kepentingan apa pun, ini adalah sebuah pendidikan yang sangat berharga terutama sekali buat para penyelenggara negara, khususnya aparat penegak hukum agar memahami mekanisme hukum pers. Di penghujung ulasan singkat ini, marilah kita mencoba merenung sejenak tentang apa yang dikemukakan Mark Twain, Thomas Jefferson, dan Adi Negoro, tentang bagaimana besarnya peran pers dalam mewujudkan tatakelola pemerintahan yang baik atau Clean And Good Governance. Apa jadinya, jika saja penerang di muka bumi itu tidak hidup ? Kita tidak bisa bayangkan. Yang jelas, perampokan harta kekayaan rakyat akan jadi tontonan dalam keseharian kita. Akan tetapi, kita berharap semoga saja itu tidak terjadi di negeri yang kaya akan sumber daya alam ini.

Dewan Redaksi: Harianof, Tamsir J. Rahmat, Febriansyah Fahlevi, Abdi Masa, Intan Pratiwi Redaktur Pelaksana: Irwandi Rais Wartawan Senior : Muchlis Muis (MM) Koordinator Liputan: Hasan Chairuddin Desaign Grafis: Ance Saputra Sekretaris Redaksi /Perusahaan: Ririn Dwi Afriani Kepala Biro Jabodetabek: Lendri Adi Biro Daerah: Padang Pariaman, kota Pariaman: Nasrul Nurani Leo, Kabupaten Agam: Dessy, Kabupaten Solok, Kota Solok: Amrizal Charlen, Kota Sawahlunto: Erni, Kabupaten Sijunjung: Darlinop Badar, Kabupaten Tanah Datar: ST. Syahril amga, SH.M.Hum, Kabupaten 50 Kota/ Kota Payakumbuh: Wan Siwe, Kabupaten Pasaman Timur: Zulkifli Rahman, Kota Padang Panjang: B. Pratama, Mentawai: Jalimin Saleleu, San Andi Ikhlas, Cornelius, Dharmasraya: Rita Yunelti Sirkulasi/Distribusi : Fuji Agustian Alamat Redaksi : Jl. Batang Kampar No. 3F Komplek Gor H. Agus Salim, Padang Telp (0751) 7051677 Email : redaksi.indoraya@gmail.com Percetakan : PT. Riau Pos Pekanbaru

WARTAWAN TABLOID INDONESIA RAYA ADALAH YANG NAMANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI DAN DIBEKALI KARTU IDENTITAS.

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014


Kolom

KEADILAN ADALAH RAJA

Oleh : Mas’oed Abidin

Firman Allah mengingatkan ; “Allah SWT telah memerintahkan kepada setiap orang untuk berlaku adil, berbuat ihsan (kebajikan), dan membantu karib kerabat. Dan, Allah juga memerintahkan untuk melakukan pencegahan terhadap perilaku keji dan tercela (fahsya’, anarkis). Allah SWT juga memerintahkan untuk menghindar dari kemungkaran (perbuatan terlarang) dan aniaya (anarkis), juga dari perlakuan permusuhan yang melampaui batas (bagh-ya). Semua peringatan Allah ini harus selalu di ingat oleh manusia. Allah memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”. (QS.16, An Nahl : 90).

A

dil, adalah pakaian setiap pemimpin, tidak semata ucapan. Adil, adalah suatu perbuatan, yang di dambakan setiap orang. Karenanya, menjadi kewajiban setiap pribadi untuk menegakkan dan memperta-

hankannya. Agama mengajarkan bahwa setiap orang adalah pemimpin. Setiap pemimpin akan diminta pertanggungan jawab terhadap rakyat yang dipimpinnya. Agama menegaskan bahwa, penguasa adalah pemimpin dari rakyatnya. Sebagai layaknya seorang suami menjadi pemimpin atas istri, keluarga dan rumah tangganya. Seorang pekerja (khadam) adalah pemimpin atas harta yang di amanahkan oleh majikannya. Konsekwensinya adalah, setiap pemimpin memikul tang gung jawab berlaku adil dan amanah menjaga rakyat yang di pemimpinannya. Karena, setiap pemimpin akan ditanya pertanggungan jawab atas kepemimpinannya.(Hadist di riwayatkan Al-Bukhari dari ‘Abdullah ibn ‘Umar RA). Pemimpin yang adil, semestinyalah bersikap merendah (tawadhu’) terhadap rakyat yang dipimpinnya (HR. Bukhari, dalam Riyadhus-Shalihin, Imam Nawawy). Kepentingan (aspirasi) rakyat wajib di utamakan. Hanya ada satu kepentingan, demi kemashlahatan rakyat banyak. Pemimpin dalam pandangan Islam tidak untuk kepentingan kelompok atau golongan. Tetapi untuk kemashlahatan orang banyak. Walaupun barangkali seorang pemimpin memiliki kekurangan fisik, tetapi adil dan berpedoman kepada Kitabullah, maka Muslimin disuruh mengikutnya. “Jika sekalipun

kamu dipimpin oleh seorang hamba yang cacat (‘abdun mujadda’), tetapi memimpinmu dengan berpedoman kepada Kitabullah (al Quran), maka hendaklah kamu mendengarkan dan menta’atinya” (Shahih Muslim). Dalam konsep Agama pemimpin adalah amanah Allah untuk melaksanakan pemerintahan sebagai amanah umat (rakyat). Karena itu, sangatlah tidak pantas bila seorang meminta-minta untuk diangkat menjadi seorang pemimpin. Disampaikan oleh Shahabat Abu Musa RA, tatkala dua orang Bani ‘Ammi minta diangkat menjadi gubernur disuatu daerah. Rasulullah SAW berpesan artinya, “Demi Allah, sesungguhnya kami tidak akan mengangkat seorang penguasa atas pekerjaan ini apabila ia memintanya atau ambisius kepadanya” (HR. Muttafaq ‘alaih). Kepemimpinan sesungguh nya adalah amanat dari Allah SWT. Wajib ditunaikan sebagai ibadah di tengah kehidupan masyarakat (rakyat)-nya, atau hablum min an-naas. ADIL, ADALAH CIRI TAQWA Konsep ini bukan semata teologis, melainkan sangat humanis universal. Dalam pandangan Islam, seorang pemimpin pemegang tampuk kekuasaan yang melalaikan kepentingan rakyatnya adalah pemimpin yang sangat dicela. Rasulullah SAW memperingatkan, “maa min waa-lin yaliy ra’iyyah minal-Musli-

min, fa yamuutu wa huwa gaasy-syun lahum, illa harramaAllahu ‘alaihil-jannah”, artinya, “Tidak seorangpun yang diberi amanat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya (kaum Muslimin), lalu ia mati dalam keadaan menipu mereka, kecuali Allah mengharamkan baginya sorga (tidak akan masuk sorga)” (HR.Muttafaqun ‘alaihi dari Abi Ya’la (Ma’qal) bin Yasar RA). Dalam hadist lainnya, Rasulullah SAW berkata, artinya, “Sesungguhnya pemimpin itu adalah perisai. Dibelakang perisai itulah rakyat berjuang. Maka apabila ia (pemimpin) menyuruh kepada ketaqwaan terhadap Allah dan berlaku adil, maka ia akan mendapat pahala dari perintah dan sikap adilnya itu. Tetapi bila ia menyuruh selain dari itu (taqwa), maka ia akan mendapat siksa karenanya” (HR.Muttafaq ‘alaihi, dari Abi Hurairah RA). Dengan sikap tawadhu’ (merendah demi kepentingan umat karena taqwa kepada Allah) akan terlihat keadilan seorang pemimpin. Arogansi pemaksaan kehendak. akan membawa kepada kehancuran. Konsekwensinya adalah, “Seorang Muslim harus mendengarkan dan menta’ati segala perintah (pemimpinnya) dalam hal yang ia sukai ataupun yang tidak disukainya, selama ia tidak diperintahkan untuk berbuat maksiat. Dan apabila ia diperintahkan untuk berbuat maksiat, maka ia (rak-

Ketika Rakyat Menjadi Penentu

Ascot Amir Ketua Umum LSM Metafisika Indonesia

9 APRIL 2014, Pemilu Legislatif akan digelar. Rakyat menjadi penentu nasib para politisi ? Kaum bijak mengingatkan kita semua, agar tidak menjatuhkan pilihan terhadap seseorang yang belum jelas kualitas moralnya. Kendati sudah ada sinyal dari kaum bijak itu, tapi realitanya, fenomena salah menjatuhkan pilihan tetap mengental dan terus berlangsung dari pemilu ke pemilu. Maka dari itu, kita berharap pada Pemilu Legislative 9 April 2014 ini agar rakyat tidak

lagi terbius bujuk rayu dan janji-janji palsu para politisi busuk yang menjadikan amanah rakyat untuk memuaskan nafsu duniawi mereka. Jika kita mau berjujur-jujur pada diri sendiri, diakui bahwa selama ini rakyat diperlakukan tidak lebih dari sekedar segerombolan sapi yang dapat dihalau ke gerbong politik tertentu untuk dijual dengan harga seenaknya. Karena rendahnya pendidikan politik rakyat, mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya mereka kelak yang akan menjadi penentu nasib para caleg-caleg itu. Oleh sebab itu, sekali lagi, jangan salah dalam menjatuhkan pilihan. Jangan dilihat caleg-caleg itu yang sering muncul sebagai “ tokoh dadakan “ sesaat saja, melainkan harus juga dilihat latarbelakangnya. Ilustrasi dari kekeliruan rakyat dalam menjatuhkan pilihan karena terbius retorika-retorika kosong yang tak bermakna dari “ tokoh dadakan” itu, dapat disaksikan dengan telanjang dari berbagai kasus wakil rakyat yang menodai amanah yang diberikan pada mereka. Dalam melahir-

kan undang-undang mereka sering memarjinalkan hak-hak rakyat yang diwali mereka. Malah mereka terkesan cenderung lebih berorientasi pada kepentingan yang menciderai rasa keadilan rakyat. Sudah menjadi tontonan dalam keseharian kita, betapa banyaknya wakil-wakil rakyat yang konon katanya terhormat berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena mendahulukan kepentingan pribadi dengan modus mencabik-cabik kepercayaan yang diberikan rakyat pada mereka. Sebut saja misalnya, Al Amin Nasution- terlibat dalam masalah alih fungsi hutan lindung, Ketua Komisi IV DPR Yusuf Faishal dan wakil ketua W. Hilman Indra. Malah yang lebih menyakitkan hati rakyat, Hamka Yandhu dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor membeberkan mereka yang terlibat korupsi dalam Kasus Aliran Dana Bank Indonesia (BI), 52 Anggota Komisi IX DPR Periode 1999-2004 menerima dana BI dengan nilai Rp 25, 6 Miliar. Makanya tak salah, jika ICW merilis hasil investigasinya dengan menye-

butkan bahwa lembaga terkorup, antara lain, DPR dan Partai Politik. Pertanyaannya sekarang, kenapa hal itu bisa tumbuh dan berkembang subur ? Jawabnya sangat sederhana sekali, karena rakyat salah dalam menjatuhkan pilihan mereka. Rakyat yang sesungguhnya menjadi penentu, silau dan terbius dengan janji-janji para “ politisi busuk” dan “ tokoh –tokoh dadakan”. Sekalipun begitu, dari pengamatan di lapangan, pemilu legislative 2014 ini, kita yakin rakyat tidak akan terbius dengan janji-janji palsu para caleg berkantong tebal yang muncul bak sinterklas di tengah-tengah masyarakat. Masih dari pengamatan kita, yang sangat membanggakan kita, rakyat malah menggaris bawahi sesuatu yang diawali dengan uang, proses berjalannya juga akan diwarnai dengan uang, dan akhirnya pun akan diakhiri dengan uang yang muaranya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Artinya, rakyat tidak akan menjatuhkan pilihan pada “tokoh dada-

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

yat) tidak dibolehkan untuk mendengarkan atau menta’ati perintahnya” (HR.Muttafaq ‘alaih dari Ibnu Umar RA). Sungguh celakalah para pemimpin yang melupakan dan menganggap enteng aspirasi rakyat banyak. Maka, untuk terhindar dari kecelakaan, wajiblah di ingat selalu firman Allah; ”Berlaku adillah, karena Allah kasih terhadap orangorang yang adil” (QS.Al-Hujurat ,9). Lemahnya bekalan agama dilapisan umat dan tipisnya pemahaman Islam akan berpengaruh didalam kehidupan. Paham ‘Ashabiyah (kedaerahan), menghilangkan arti maknawi dari ukhuwwah. Persatuan lahiriyah tidak mampu menumbuhkan kebahagiaan mahabbah, cinta sesama. Di sinilah bermula sumber kehancuran. Rasulullah SAW selalu berdo’a sebagaimana disampaikan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah R ’anha, “allahumma man waliya min amri ummatiy syay-an fa syaqqa ‘alaihim fasy-quq ‘alaihi, wa man waliya min amri ummatiy syay-an far-faqa bihim, far-fuq bihi”, artinya, “Ya Allah, barangsiapa yang menjadi pemimpin atas umatku, lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah ia, dan barangsiapa yang memim pin umatku, lalu mengasihi mereka, maka kasihanilah ia” (HR.Shahih Muslim). Dengan do’a ini pula kita tutup pembahasan kita tentang pentingnya keadilan ditegakkan.

kan” atau “politisi busuk” yang menawarkan berbagai bantuan dengan ujung-ujungnya untuk menjatuhkan pilihan pada mereka. “Itu sama dengan suap,” ujar salah seorang masyarakat pada penulis. Peningkatan kecerdasan berpolitik rakyat ini, akan melahirkan wakil-wakil rakyat yang tidak akan berjarak dengan rakyat, tidak akan memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan proyek pemerintah dan tidak akan menjadi “Germo Anggaran” yang berkolaborasi dengan pengusaha dengan modus meng-ijon seperti yang sering terjadi dalam pengadaan Alat-alat kesehatan (ALKES). Dampak positifnya lagi dari kecerdasan berpolitik rakyat ini, para politisi busuk tidak lagi dapat menganggap politik itu sebagai jalan utama menuju kekuasaan, dan kekuasaan adalah jalan utama menuju harta kekayaan. Di penghujung ulasan ini, kita kembali mengajak rakyat sebagai pembayar pajak untuk memahami siapa yang seharusnya diberikan amanah untuk menjadi wakil mereka di DPR. Semoga saja, rakyat tidak lagi melihat caleg itu sesaat saja. Akan tetapi, lihatlah latar belakangnya.

3


Laporan Utama

MODUS BARU PEMASUNGAN PERS – HARIANOF -

Pemasungan terhadap pers bukanlah fenomena baru, tapi telah menjadi bagian dari realitas panjang sejarah pers di republik ini. Meski dikecam dan ditantang oleh orang-orang yang anti pemasungan pers, namun fenomena pemasungan pers itu justeru cenderung meluas dari waktu ke waktu ?

raya, Kamis(6/2) pagi di kawasan GOR Agus Salim Padang. Padahal, UU No: 40 Tahun 1999 tentang Pers telah mengatur mekanisme hak jawab bagi masyarakat yang dirugikan akibat pemberitaan media mas sa. Hak jawab harus ditempuh karena pemberitaan pers tidak final. Makanya tidak salah jika ada yang berpandangan penghakiman, dan pengeksekusian tanpa proses peradilan terhadap wartawan atas pemberitaan tanpa disertai permintaan hak jawab adalah suatu bentuk intimidasi yang merugikan kepentingan umum.

mekanisme hukum pers. Setidaknya pendapat seperti itu disampaikan oleh Ratna Juwita, mahasiswi pascasarjana salah satu PTN terkemuka di republik ini. Malah Ratna mengatakan, sebenarnya banyak masyarakat baik anggota DPR, DPRD, maupun aparat penegak hukum yang tidak memahami mekanisme hukum pers. Tapi yang perlu diingat, katanya lagi, setiap berita yang diturunkan atau dilansir oleh pers itu berdasarkan muatan data yang ditemui di lapangan dan sumber yang layak dipercaya. Setelah

P

erlindungan terha dap wartawan, me mang telah diatur dalam pasal-pasal di UU No: 40 tahun 1999 tentang Pers. Cuma saja yang menjadi persoalan, untaian kata yang tersusun indah dalam pasal-pasal itu masih belum dipahami baik oleh masyarakat, pejabat, dan aparat penegak hukum kita yang konon katanya professional itu. Buktinya, betapa banyak tindak kekerasan yang terjadi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya sebagai pengawal kepentingan pub lik (Watch Dog Of Public Interest). Ironisnya, tindakan kekerasan itu bukan malah menurun dari tahun ke tahun, tapi malah merangkak naik dengan tajam. Buktinya, LBH Pers Padang merilis sepanjang tahun 2012 telah terjadi sebanyak 20 kasus terhadap wartawan. Hebatnya, tahun 2013 terjadi peningkatan yang signifikan yaitu, sebanyak 39 kasus telah menimpa profesi wartawan atau 98 %. ”Pertanyaannya sekarang, apanya yang salah dengan masyarakat kita secara keseluruhan, kenapa kok kasus penganiayaan terhadap wartawan meningkat tajam di negeri yang katanya beradat ini ?” Ujar Embun Sari, Pemerhati masalah pers, pada Indonesia

4

Banyak masyarakat yang merasa dirugikan akibat pemberitaan pers tapi tidak menggunakan mekanisme hukum pers atau hak jawab mengundang komentar para pemerhati masalah pers yang ada di negeri ini. Umumnya, mereka menyesalkan terjadinya tindak primitif terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugastugas jurnalistiknya sebagai garda terdepan dari kepentingan publik. Sebab, di mata mereka, hal itu merupakan cerminan betapa tidak mengertinya masyarakat kita dengan

itu ada etika di pers, bahwa sebetulnya nara sumber pun wajib dilindungi oleh wartawan. Ratna menyarankan, khususnya kepada penyidik untuk dibekali dengan latar belakang ilmu hukum yang mempunyai berbagai macam aspek misalnya, hukum pidana, hukum lingkungan, mekanisme hukum pers, perburuhan, perdata dan kesehatan. Jika tidak, penyidik bisa jadi tidak bisa membedakan persoalan apakah menyangkut dengan hukum pers atau tidak ? Namun Ramlan Sehati pe-

merhati pers dari Padang memberikan pendapat yang berbeda. Malah Ramlan menilai akhir-akhir ini, banyak wartawan yang tidak memahami

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

atau mengerti dengan peliputan dua sisi (cover both sides). Padahal, kata lelaki parlente yang pernah mengecap pendidikan di negeri Lady Diana “Inggris“ ini, peliputan dua sisi merupakan amanah dari kode etik jurnalistik yang telah disepakati oleh masyarakat pers itu sendiri. Ramlan mengakui, kadangkala tidak mudah bagi pers untuk melakukan upaya konfirmasi sebuah berita pada yang bersangkutan secara langsung. Tapi sebaliknya, banyak juga orang yang mengakui wartawan tidak mengerti dengan kode etik jurnalistik sebagai rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar. Akibatnya, melahirkan sebuah kekeliruan besar dalam mempublikasikan berita. Dampaknya, banyak berita yang menuai umpatan oleh terberita. “Saya yakin, kode etik jurnalistik memberikan dasar dan pedoman bagi wartawan Indonesia untuk melakukan tugasnya secara bertanggung jawab. Makanya, asal ini dipegang teguh saya yakin tidak akan ada berita yang dikeluhkan terberita baik kepada dewan pers, mau pun kepada aparat penegak hukum sendiri. Sekalipun begitu, aparat penegak hukum kita juga kurang memahami mekanisme hukum pers. Ini pun akan berdampak terhadap wartawan yang melakukan kontrol sosial di tengah-tengah masyarakat,” ujar Ramlan dalam sebuah perbincangan dengan Indonesia Raya,


Laporan Utama

Kamis (6 / 2) pagi, di Padang. Tetapi Rangga Sari, mahasiswi salah satu PTS terkemuka di kota ini, tidak sependapat dengan Ramlan. Gadis berbetis indah ini malah menyarankan, agar para terberita yang merasa tidak puas dengan pemberitaan untuk menempuh jalur hukum pers atau mekanisme hukum pers. Sebab, katanya lagi, jika sedikit-sedikit menyuruh dan membayar preman untuk membungkam war

tawan dengan cara-cara primitif mau tidak mau wartawan sebagai penyebar informasi berdasarkan muatan data yang ditemui di lapangan pasti agak sedikit takut. Dampaknya, hak masyarakat sebagai pembayar pajak untuk mengetahui (The People Right To Know) tak akan terwujud nyata. Rangga Sari sekali lagi menyarankan, agar terberita menggunakan hak jawabnya. Anda tahu, serang si-gadis balik

bertanya, hak jawab (Right Of Reply) adalah hak yang diberikan pada pihak yang dirugikan dalam suatu pemberitaan pers untuk memberikan jawaban atau memperbaiki pemberitaan dimaksud yang dimuat pada tempat yang sama. ”Jadi jangan sekali-kali menafikan mekanisme hukum pers,” ujar Rangga dalam sebuah temu ramah dengan Indonesia raya, Kamis (6/2) siang di Padang. Di penghujung perbinca-

ngannya dengan Indoensia Raya, Rangga menyampaikan pesan bahwa pers sendiri pun dapat melakukan pengaduan jika dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya sebagai kontrol sosial dihalang-halangi. Sebab, kata Rangga menjelaskan, hal itu dijamin oleh pasal 18 UU No : 40 tahun 1999 tentang pers. Sayangnya, katanya rada agak sedikit kecewa, pers tidak pernah melakukan hal itu.

Nah.., akankah tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas-tugas jurnalistik sebagai pengawal kepentingan publik (Watch Dog Of Public Interest ) ini terus kita diamkan hingga masyarakat sebagai pembayar pajak tidak mendapatkan haknya untuk mengetahui (The People Right To Know) apa yang dilakukan penyelenggara negara ? Sejarah sajalah kelak yang bisa memberi jawabnya.

Hendra Makmur Ketua Aji Padang:

Tasrial, LBH Pers Padang:

Lawan Kekerasan Pers, Wartawan Harus Tahu dan Patuhi Kode Etik

Kekerasan Pers Diprakarsai Oknum Aparat

Kekerasan terhadap insan pers masih menjadi sorotan dimata para pegiat jurnalistik. Akhir tahun 2013 lalu, LBH Pers Padang merilis data kekerasan di Kota Padang untuk tahun 2012 terjadi 3 kasus kekerasan dan meningkat pada tahun 2013 dengan 6 kasus kekerasan yang terjadi. Munculnya kasus-kasus pers dikarenakan pelaku berasumsi, setiap pemukulan/penganiayaan dan penghalang-halangan jurnalis tidak memerlukan proses hukum, tetapi cukup dengan melakukan pendekatan dan perdamaian. Semakin tidak membaiknya situasi kebebasan pers di tahun 2013 dan 2014 yang juga berada dalam status tahun politik harus disikapi sebagai ancaman yang semakin nyata terhadap perlindungan bagi hak asasi warga negara. Hendra Makmur, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mengatakan tingkat kekerasan terhadap wartawan meningkat. Hal ini erat kaitannya dengan tahun 2014 yang merupakan tahun politik. “Media disibukkan dengan persiapan pemilihan umum, ini menjadikan wartawan untuk hati-hati dalam menulis,” terangnya saat dihubungi Indonesia Raya, Kamis (6/2). Menurutnya, wartawan tidak hanya sekedar tahu dengan kode etik, tapi harus lebih patuh terhadapnya. Dengan tahu dan patuh, akan meminimalisir resiko kekerasan yang akan menimpa diri wartawan itu sendiri. “Kasus kekerasan terhadap wartawan tersebut masih ada, sebagaian telah selesai dan sebagian lainnya tidak,” tambahnya. Diakhir pembicaraan, Hendra Makmur yakin bahwa wartawan-wartawan banyak yang ingin independen, baik dalam pemberitaan maupun dalam mentaati kode etik. Selain itu, dengan hadirnya pemilik media sebagai pemimpin partai politik adalah tugas berat bagi wartawan untuk memberitakan secara berimbang. “Sekarang marak penggunaan media sebagai ajang kampanye, padahal jadwalnya belum keluar dan terlebih parah lagi mereka menggunakan frekuensi publik, jadi kontrol masyrakat terhadap media juga sangat diperlukan saat ini,” terangnya. (masa)

Mendapatkan kebebasan bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik masih juga sebatas goresan di dalam kertas berupa Undang-Undang, pelaksanaan dari Undang-Undang tersebut masih sebatas mimpi. Kenapa tidak, tahun 2013 masih ada kekerasan yang dialami oleh wartawan, bahkan meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini tentu menjadi kerja berat kita semua, bagaimana kebebasan pers dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya dapat terwujud. Reformasi masih berjalan dibatas aturan, belum dipelaksanaan. Tidak berwujudnya kebebasan pers secara nyata, bukan karena kesalahan dari pemerintah saja, tetapi kita juga harus merefleksikan diri, sejauh mana upaya yang telah kita lakukan untuk mendorong kebebasan pers itu. Lalu, sejauh mana profesionalisme kita dalam menjalankan profesi. Kekerasan masih mengancam kebebasan pers. Aksi tersebut, berdasarkan penelitian LBH Pers Padang, masih diprakarsai oleh aparat dengan klasifikasi Polisi, Hakim, Jaksa dan Pegawai Institusi Aparat. Padahal, aparat penengak hukum bekerjasama untuk jalan keadilan terhadap perkara bangsa ini, bukan mengungkung kebebasan pers ataupun sebaliknya. Terlebih lagi, seharusnya kepolisian sebagai aparat penegak hukum yang memberikan contoh dalam penegakan hukum dan mematuhi undang-undang, malah sebaliknya, menjadi pelaku yang paling dominan. Menyikapi hal tersebut, Tasrial, Staf Peneliti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Padang saat dihubungi Indonesia Raya, Kamis (6/2) mengatakan, kebebasan berekspresi dan kebebasan pers sudah dianggap sebagai hak asasi yang bisa dilanggar, maka jangan berharap jaminan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia akan berjalan dengan baik. Tasrial menuturkan, bahwa tugas berat

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

yang menanti untuk kita bersama. Tingginya kekerasan terhadap wartawan menjadi pertanda bahwa kebebasan pers kian terkekang. Data tersebut menunjukan bahwa pers masih dihantui dengan kekerasan-kekerasan serta proses penyelesaian yang tidak urung tuntas. Impian para wartawan untuk dilindungi, bebas dan merdeka menjalankan profesinya, tetapi malah ditukar dengan prilaku kekerasan. Hal ini tergambar dari semakin meningkat kekerasan terhadap diri wartawan itu sendiri saat menjalankan kerjanya. Sejauh ini peran LBH Pers sebagai lembaga bantuan hukum dalam mengawal dan mengadvokasi kasus kekerasan sudah berjalan baik. Lambannya proses hukum merupakan kelalaian negara memberikan perlindungan hukum kepada Jurnalis. Hingga saat ini perlindungan hukum yang berikan oleh negara bagi jurnalis masih sebatas bunyi pasal di dalam Undang-undang. Hal ini menandakan potret buram dalam penyelesaian kasus kekerasan pers di Sumbar, Sumatera, mungkin juga di Indonesia. Seperti kasus kekerasan terhadap pers tahun 2013, terjadi pembakaran rumah M. Yunus wartawan Metro 24 Jam di Sumatera Utara dan M.Syabarsyah Wartawan Harian Sumut 24, Kasus penyiksaan Suwandi Anwar Wartawan Harian Orbit Sumatera Utara Kadisdik Kota Medan. Sampai saat ini tidak jelas penanganannya. “Kita tetap memperjuangkan hak-hak wartawan dan kebebasan insan pers, ungkap Tasrial. “Harapan pada akhir tahun 2012 lalu, sebagaimana yang diimpikan para profesi wartawan dan jurnalis ternyata sia-sia di tahun 2013, tentu ini menjadi tugas berat kita semua, bagaimana kebebasan pers dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya dapat terwujud,” tegasnya. (Masa)

5


Peristiwa

Hutan Desa Adalah Hutan Rakyat Permenhut Np. P53 / Menhut – II / 2011 ). Di dalam hutan desa, hak-hak pengelolaan secara permanen diberikan oleh Menteri Kehutanan / Pemerintah Daerah kepada lembaga desa dengan waktu 35 tahun dan dapat diperpanjang. Perizinan hutan desa dapat diberikan di areal hutan lindung dan juga produksi yang berada di dalam wilayah administrasi desa yang bersangkutan. Penetapan areal kerja hutan desa dilakukan oleh Menteri Kehutanan berdasarkan usulan bupati / walikota. Dalam hal ini hak yang dapat diberikan adalah hak pemanfaatan hutan desa

HARIANOF

Hutan desa adalah hutan rakyat yang dibangun dan dikelola oleh rakyat dan kebanyakan berada di atas tanah adat atau tanah milik, meski ada juga yang berada di kawasan hutan milik negara.

K

epala Dinas Kehuta nan Provinsi Sum bar Hendri Oktavia menyampaikan pernyataan itu kepada Indonesia Raya, Selasa (4 / 2) pagi, di ruang kerjanya. Namun seiring perkembangan nya, katanya lagi, berkaitan dengan kondisi sosial politik negeri, kawasan hutan yang awalnya secara formal tidak ada pihak yang mendapatkan hak milik, kemudian ditetapkan menjadi kawasan hutan negeri. Sayangnya, pengelolaan hutan-hutan ini kemudian lebih tersentralistik dari pada akhirnya menimbulkan banyak masalah serius. Dikatakan Hendri, masyarakat yang berada di dalam hutan sekitar hutan butuh ruang untuk eksisten secara ekonomi, budaya dan sosial politik. “ Jumlah penduduk miskin di dalam dan sekitar hutan lebih besar dari pada penduduk miskin di luar kawasan hutan. Untuk turut serta mengurangi persoalan kemiskinan, Kementerian Kehutanan harus memiliki kemauan politik dan melakukan reformasi kebijakan dalam mendistribusikan akses dan ruang kawasan hutan bagi masyarakat. Keberadaan hutan desa,

Kadis Kehutanan Sumbar, Hendri Oktavia

kata Hendri lebih jauh, menjadi penting dalam pengelolaan hutan di Indonesia, dan salah satu solusi yang dapat mengakomodasikan konteks lokal, mengurangi kemiskinan, dan turut dalam mitigasi perubahan iklim. Hutan desa juga dapat menjamin keberlanjutan dan transformasi ekonomi dan budaya masyarakat. Konteks itu dapat dijawab dengan berbagai skema distribusi dan akses terhadap hutan berdasarkan kebutuhannya, sehingga masyarakat memiliki hutan namun butuh pengakuan dan kejelasan. Inisiatif pengembangan hutan desa sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 1999, bertepatan dengan disahkannya UU No : 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Inisiatif pertama dikembangkan oleh Yayasan Damar di Kulonprogo Yogyakarta, dengan latar belakang minimnya pendapatan asli desa selama ini. Akhirnya, inisiatif itu dihentikan karena pemerintah tidak bisa mengeluarkan perizinannya, dan sebagai kompromi dikembangkan HKn (Hutan Kemasyarakatan).

Dengan pengembangan hutan desa diharapkan desa-desa hutan bisa membangun skema pendapatan asli desa untuk kesejahteraan masyarakat desa itu. Hak akses desa terhadap hutan negara yang ada di dalam wilayahnya inilah yang kemudian diterjemahkan sebagai hutan desa. Pemberian akses ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.49 / Menhut-II / 2008, tentang hutan desa, yang ditetapkan pada tanggal 28 Agustus 2008. Peraturan ini kemudian diikuti dengan perubahan-perubahannya (Permenhut No : P.14 / Menhut-II / 2010 dan

bukan hak milik dengan status tetap di hutan negara. Hendri lebih jauh membeberkan, apabila di areal hak pengelolaan hutan desa terdapat hutan alam yang berpotensi hasil hutan kayu, maka lembaga desa dapat mengajukan permohonan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) hutan alam dalam hutan desa. Dan apabila, katanya lagi, di areal hak pengelolaan hutan desa dapat dikembangkan hutan tanaman, maka lembaga desa dapat mengajukan permohonan IUPHHK hutan tanaman dalam hutan desa. Namun dalam pemanfaatannya mengikuti ketentuan

RALAT IKLAN Pada Edisi I halaman 23, dalam iklan, Nama Kabag Kesra kab. Padang pariaman tertulis Jayadi, seharusnya Zayadi, S.Sos, MM.

6

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan alam maupun hutan tanaman. “ Selain itu, pemungutannya dibatasi paling banyak 50 m3 tiap lembaga desa per tahun. Ditambahkan Hendri, dengan mendapat hak pengelolaan hutan desa, masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan berpotensi sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Hal ini dimungkinkan karena pemegang hak pengelolaan hutan desa berhak memanfaatan kawasan, jasa lingkungan, pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu. Namun untuk di hutan lindung tidak diizinkan memanfaatan dan memungut hasil hutan kayu. Di dalam memanfaatan kawasan hutan desa, baik yang berada di hutan lindung maupun hutan produksi masyarakat dapat melakukan berbagai kegiatan usaha, yaitu budidaya tanaman obat, tanaman hias, jamur, lebah, penangkaran satwa liar, atau budidaya pakan ternak. Sedangkan dalam pemanfaatan jasa lingkungan dapat melalui kegiatan usaha pemanfaatan jasa aliran air, pemanfaatan air, wisata alam, perlindungan keanekaragaman hayati, penyelamatan dan perlindungan lingkungan, atau penyerapan dan penyimpanan karbon. Di penghujung perbincangannya dengan Indonesia Raya, Hendri Oktavia mengatakan bahwa konsep hutan desa lebih kepada pemberian akses dan hak kelola hutan kepada lembaga desa yang dianggap sebagai pemerintahan terkecil. Konsep desa yang berasal dari Jawa dapat mengakomodir kepentingan lebih luas dari kelompok atau koperasi di mana masyarakatnya lebih cenderung hetrogen. Iya‌, kan ? Ah..ah‌ah !


Peristiwa

Menyoal Terhentinya Mega Proyek Pelabuhan Tiram bertanya yang akhirnya dapat melahirkan berbagai spekulasi yang bermacam tentang terhentinya proyek ini,” ujar salah seorang penggiat anti korupsi yang mengaku bernama Firman Jaya pada Indoensia raya, Selasa (4/2) siang, di Kota Pariaman. Terhentinya Pembangunan Mega Proyek Pelabuhan Laut Internasional Tiram tahun 2013 ini mengundang komentar para aktivis anti korupsi yang ada di daerah ini. Direktur LSM Limbubu Yetty Kahar, mengaku, sangat perihatin se-

– HARIANOF -

Perencanaan yang tidak matang dituding sebagai biang terhentinya Pembangunan Mega Proyek Pelabuhan Internasional Tiram di Padang Pariaman ?

A

da cerita menarik di seputar Pembangu nan Mega Proyek Pelabuhan Laut Internasional Tiram, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Betapa tidak ? Mega proyek yang kata Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menelan biaya sebesar Rp 450 Miliar ini tidak pernah dikonsultasikan dengan DPRD Padang Pariaman sebagai wakil rakyat. Ironisnya, Pembangunan Mega Proyek Pelabuhan Laut Internasional Tiram ini juga disebutsebut tanpa rekomendasi dari pemprov. Atau bahasa rakyatnya, pemprov tidak mengetahui tahu-tahu dana sudah turun saja sehingga RTRW saja tidak cocok. Lebih ironisnya lagi, Mega Proyek yang dibangun di laut lepas ini juga belum mengantongi dokumen AMDAL (Analisa Masalah Dampak Lingkungan ). Mega Proyek Pelabuhan Laut Internasional Tiram pengerjaannya dimulai tahun 2012 dengan anggaran sebesar Rp 19 Miliar dari APBN. Tahun 2013 ada anggaran sebesar Rp 40 Miliar, tapi karena sesuatu persoalan anggaran itu dialihkan ke Teluk Ketapang di Pasaman. “Mengenai RTRW itu sudah dirapatkan dengan gubernur dan Bappeda. Kita sudah sampaikan semuanya. Orang pusat tidak mempermasalahkan RTRW dan AMDAL karena wujudnya jelas. Soal ganti rugi tanah masyarakat, kita ajukan kembali tahun 2014 ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan kabupaten padang Pariaman Budi Utama dalam sebuah perbincangan dengan Indoensia raya, (5/2) sore, di Kawasan Pecinaan Padang. Dikatakan Budi, tahun 2012 itu pekerjaan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sama sekali. Tapi mengenai perkembangan , kami tidak pernah diajak rapat oleh perusahaan. Pemerintah daerah hanya sebatas memfasilitasi lahan. Makanya, kepala Dinas Perhubungan hanya sebatas fasilitator. Dalam pengawasan baik pembangunan atau perkembangan proyek perhubungan tidak ikutsertakan. Pekerjaan terhenti tahun 2013, lalu pemerintah pusat dengan gam

Budi Utama

Zulkifli Jaelani, SH

Kadis Perhubungan Padang Pariaman

Anggota DPRD Sumbar

pang mengalihkan anggaran itu ke proyek lain di Pasaman. “Proyek ini tidak bermasalah, dan bisa berlanjut sampai tahun 2016 nanti,” ujarnya lagi. Sekali lagi Budi mengatakan, bahwa terhentinya pembangunan proyek 2013 dan pengalihan anggaran ke proyek lain di Pasaman adalah kebijakan pemerintah pusat (Departemen Perhubungan), sementara Perhubungan Padang Pariaman hanya sebatas penyedia lahan, dan penentuan lokasi pun pemerintah pusat, bukan Perhubungan Pariaman. Berdasarkan informasi yang dihimpun Indoensia raya di lapangan, menyebutkan bahwa pekerjaan lanjutan Pembangunan Mega Proyek Pelabuhan Laut Internasional Tiram fasilitasnya belum dilengkapi dengan Master Plan, Studi Kelayakan, RTRW, serta pembebasan lahan masih belum tuntas. Komisi I DPRD Sumbar meminta Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni untuk menyelesaikan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) pelabuhan Tiram yang pembangunannya tahun 2013 ini terhenti. Sementara itu, Bupati Padang Pariaman Ali Mukni mengatakan bahwa pelabuhan Tiram dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 450 Miliar, sedangkan ganti rugi pembebasan lahan dananya diang-

garkan melalui APBD Propinsi Sumbar. Masih berdasarkan informasi yang dihimpun Indoensia Raya di lapangan, Mega Proyek Pembangunan Pelabuhan Laut Internasional Tiram yang pembangunannya mulai dikerjakan tahun 2012 lalu dengan anggaran sebesar Rp 19 Miliar dari APBN, tahun 2013 dengan anggaran Rp 40 Milar, tapi proyek terhenti atau tidak bisa dibangun karena ada temuan Inspektorat Jenderal. “Seharusnya temuan ini di jelaskan kepada masyarakat agar masyarakat tidak saling

kali. Betapa tidak, katanya lagi, masyarakat yang berada di sepanjang pantai yang biasanya berladang semangka sedangkan sekarang tidak bisa lagi. “Ini akibat kerakusan penguasa-penguasa di negeri ini,” ujar Yetty Kahar dalam sebuah perbincangan dengan Indonesia raya, Selasa (4/2) di kota Pariaman. Dikatakan Yetty Kahar, KPK harus secepatnya mengusut persoalan ini agar jangan sampai merajalela parasitparasit di negeri ini yang menyensarakan rakyat. Tiga hari

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

lagi semangka akan panen 15 ribu tapi dibabat, ganti rugi tanah masyarakat pun belum selesai. Luar biasanya lagi, kata Yetty, tiang yang dipancang itu konon kabarnya sudah tidak ada lagi karena pancang itu pas dipancang kembali memental. “Ini betul-betul misteri,” ujar Yetty Kahar. Sementara itu, anggota DPRD Sumbar yang tidak pernah tidur waktu sidang soal rakyat, Zulkifli Jailani SH, mengatakan, persoalan Tiram dihentikan karena tata ruang belum jelas. Sesudah itu AMDAL belum ada, kemudian itu kan daerah laut lepas. “Jadi jika tidak ada fisibility study yang jelas, itu akan membahayakan. Makanya, tahun 2014 tidak dianggarkan lagi untuk pembebasan tanah Tiram oleh Propinsi,” ujar Mantan Direktur Lembaga Riset & Advokasi (LRA) ini dalam sebuah perbincangan dengan Indoensia raya, Rabu (5/2) siang, di kantor Indonesia raya. Dikatakan anggota Komisi III yang sensitif terhadap persoalan-persoalan rakyat ini, soal status pemindahan jalan propinsi yang berada di lokasi itu, tidak boleh dipindahklan untuk sementara waktu sampai statusnya jelas. Dan jangan ada penutupan jalan untuk itu. “Siapa pun diminta untuk tidak melakukan penutupan jalan untuk itu,” ujar Zulkifli yang pernah melawan Menteri Sosial dan Presiden RI seputar persoalan hak adat masyarakat Mentawai di pengadilan, dan menang. Padahal, pada saat itu tak ada orang yang berani melawan pemerintah di pengadilan. Nah.., terhentinya Pembangunan Mega Proyek Pelabuhan Laut Internasional Tiram tahun 2013 yang tata ruangnya belum jelas dan AMDAL belum ada ini adalah contoh telanjang dari perencanaan yang tidak matang, Yang penting proyek ada, karena ada dana yang akan dibagi-bagi. Oleh sebab itu, Oudit Investigasi terhadap Perencanaan Pembangunan Mega Proyek Pelabuhan Laut Internasional Tiram dan Pengerjaannya harus dilakukan. Biar semua kabut misteri yang menyaput pembangunan proyek yang tidak memilik AMDAL, RTRW belum jelas, dibangun di laut lepas, bisa terjawab. Itu saja !

7


Pariwara

Muslim Kasim Lantik Pengurus IKBMY Rasa cinta perantau Minang di Yogyakarta terhadap kampung halaman, diwujudkan dalam perhimpunan IKBMY. Diwadah inilah mereka saling membuhul silaturrahim dengan kampung halaman.

P

erhimpunan Ikatan Keluarga Besar Mi nangkabau Yogyakarta (IKBMY), atau warga Yogya asal Minang merupakan kebanggaan kita bersama, dimana tentunya peran perantau dalam kemajuan dan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan pembangunan Sumbar diprediksi 60 persen merupakan bantuan dari perantau. Di tahun 1950-1970 Yogyakarta telah memberikan bantuan dan kontribusi pengembangan SDM masyarakat Sumbar, seperti halnya Prof. Dr Syakiah Derajat, Hasan Basri Durin serta beberapa tokoh Sumbar lainnnya yang kemudian dimasa itu. Ini disampaikan Wakil Gubernur Muslim Kasim dalam acara Pelantikan Pengurus IKBMY periode 2013-2016, dengan semangat membangkik batang terandam Pariwisata, Rabu malam (6/2). Hadir dalam kesempatan itu Wakil Walikota Sawahlunto Ismet, Ka Badan Kesbangpol Irvan Khairul Ananda, SE Ketua dan Pengurus IKMBY, beberapa tokoh masyarakat Yogya asal Sumbar. Muslim Kasim menyampaikan, peranan dan kerjasama perantau bagi pembangunan Sumatera Barat sangat berarti sekali. Hal ini terbukti betapa banyak bangunan mas jid, mushalla, sekolah dan sarana pembangunan lainnya merupakan sumbangan dan bantuan dari para perantau yang spontan membangun memajukan kampung halamannya. Karena itu wajar dan pantaslah pemerintah provinsi

8

dan pemkab dan pemko se-Sumatera Barat jika memberikan apresiasi terhadap para perantau di manapun berada. Kita juga bangga dan senang para perantau kita selalu mem bangun kebersamaan dan silaturrahmi, baik kelompok ikatan keluarga se-kampung maupun secara global, sebagai orang Minang atau keturunan orang Minang, yang juga tetap mempertahan seni dan budaya sendiri dalam hidup membaur dengan budaya dan adat masyarakat tempat mereka tumbuh besar dan berusaha di luar Sumatera Barat, ujarnya. Muslim Kasim juga menyampaikan, dirinya cukup menyambut baik keinginan dan mimpi besar orang Yogya asal Minang yang ingin membangun Galery Rumah Gadang di Yogyakarta, sebagai wadah pelestarian budaya Minang bagi masyarakat Minang yang tumbuh dan berkembang di Yogyakarta ini. Maka dari itu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat amat mendukung dan akan memberikan dukungan materi dan moril dalam memwujudkan mimpi masyarakat Yogya asal Minang. Dalam membangun rencana Galeri Rumah Gadang itu, mulai dengan yang kecilkecil dulu, karena batu kerikil yang kecil akan memberi arti semangat kebersamaan menjadi besar nantinya. Semangat dan kebanggaannya akan berbeda sekali jika pembangunan Galeri Rumah Gadang itu hadir dibuatkan, tanpa ada proses kebersamaan daripada tumbuh besar dari partisipasi masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu, mulailah pembangunan Galeri Rumah Gadang, dengan sejarah membeli dan mendapatkan tanah minimal seluar 3.000 meter persegi dari dukungan Pemprov D.I Yogyakarta, yang kebetulan Sri Sultan Hamengkubono IX dan X merupakan ninik mamak kita juga. Dan sejarah itu kita lanjutkan dengan upaya kebersamaan pem kab/pemko dan provinsi mem

berikan dukungan materi serta tokoh-tokoh dermawan Sumatera Barat lainnya. Kekuatan bersama dan silaturrahim antara daerah dan rantau ini mesti terus kita tingkatkan dan kembangkan setiap waktunya. Ini merupakan kekuatan dan potensi besar dalam memajukan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat secara umum hari ini dan masa datang, ungkapnya. Muslim Kasim juga menyampaikan, kondisi perkembangan pembangunan Sumatera Barat terus memperlihatkan kemajuan yang cukup berarti. Sumatera Barat pasca bencana gempa bumi tahun 2009 sudah bangkit kembali. Berdasarkan data BPS dan eveluasi kinerja makro perekonomian Sumatera Barat telah terjadi peningkatan PDRB. Sampai pada tahun 2012 struk tur ekonomi Sumbar masih didominasi oleh tiga sektor utama, pertanian, perdagangan, hotel dan restoran serta jasajasa. Peranan sektor itu secara total melebihi 58 persen. Walaupun kita di sisi lain, kita menyadari adanya penurunan pada sektor pengembangan SDM dalam dunia pen didikan terjadi kemerosotan, dimana saat ini rangking pendidikan Sumbar pada rangking 23 hanya 6 tingkat di atas Papua. Padahal kita tahu, sejak dari dulu unggulan yang kita banggakan dan selalu mendapat perhatian besar adalah soal kualitas SDM dan pendidikan di Sumatera Barat. Tentunya ke depan ini akan menjadi perhatian kita bersama, bagaimana upaya dan usaha kita bersama antara pemerintah di daerah dan rantau, kembali mendorong kemajuan dunia pendidkan di Sumatera Barat, himbaunya. Ketua Umum IKBMY H. Gusremon, SH dalam sambutannya menyampaikan, membangun Galeri Rumah Gadang Minangkabau merupakan mimpi masyarakat Yogya asal Minang. Hal ini merupakan cara yang tepat bagaimana memberikan arti pelestarian budaya Minang bagi generasi

muda masyarakat Minang yang ada di Yogyakarta. Galeri Rumah Gadang Minang, merupakan sesuatu simbul budaya Minang yang juga ikut serta memajukan pembangunan kepariwisataan di Yogyakarta secara umum, selain itu kita juga berharap sebagai wadah tempat silaturrahmi dan membangun rasa cinta kampung dan

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

budaya Minangkabau dari generasi ke generasi masa datang. Untuk itu, bantuan dan perhatian pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta pemkab/pemko se-Sumatera Barat lain sangat diharapkan sekali, mengingat biaya pembangunan ini akan memakan biaya yang cukup besar, ajaknya. (*)

CMYK


CMYK

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

9


Hukum - Politik - Pemerintahan

Ketika Caleg Menjadi Raja Tega HARIANOF

Berseleweran wajah para caleg di pepohonan memperlihatkan sikap serakah menghalalkan segala cara asal tujuan tercapai ?

P

erilaku para caleg (calon anggota legis latif) seharusnya bisa menjadi contoh dan tauladan bagi rakyat yang akan diwakilinya kalau terpilih jadi wakil rakyat, tetapi apa yang diperbuat banyak caleg, justeru sebaliknya. Mereka benar-benar sosok caleg yang tidak pantas untuk dipilih dan memalukan. Betapa tidak ? Seakan tanpa perasaan asal tujuan tercapai mereka tidak peduli dengan

jerit kesakitan ribuan pohon pelindung yang dipaku untuk menjual wajah-wajah serakah mereka pada rakyat. “Mereka seakan tak mau tahu saja yang terpenting tujuan mereka tercapai, padahal pohon pelindung itu adalah hidup dan merasa sakit bila dipaku. Maka dari itu, caleg yang tidak mau tahu dengan lingkungan itu harus dipaku pula terlebih dahulu biar mereka tahu bagaimana sakit yang dirasakan pohon ketika dipaku untuk memajang wajah serakah mereka,” ujar pemerhati masalah perilaku caleg yang mengaku bernama Kembang pada Indonesia raya, Jumat (31/ 1) sore, di Padang. Maka dari itu, kata Kembang kian serius, jangan pilih para caleg yang memajang wajah-wajah mereka di pohon pelindung. “Kita harus membangun suatu gerakan untuk tidak memilih caleg yang memajang wajahnya dengan merusak dan menyakiti pohon

pelindung. Bukankah pohon itu hidup dan merasa sakit karena mempunyai roh?” Ujar Kembang rada meninggi. Lagi pula, katanya, kita tidak bisa bayangkan apa jadinya para caleg perusak lingkungan ini setelah menjadi anggota DPR / DPRD. Keresahan Kembang terhadap perilaku caleg yang memajang wajah-wajah mereka dengan merusak lingkungan, ternyata seirama dengan apa yang dirasakan Mendagri Gamawan Fauzi sewaktu masih menjabat sebagai Gubernur Sumbar beberapa tahun lalu. Akibat banyaknya para caleg memajang wajah-wajahnya di pohon-pohon pelindung, kata Gamawan Fauzi waktu masih menjabat Gubernur Sumbar, pohon jadi susah tumbuh dan estetika kota pun jadi terganggu. Gamawan Fauzi pun mengaku sangat perihatin dengan perilaku caleg DPR, DPRD yang dengan tega menempel poster di batang pohon. ”Pemerintah

setempat harus menindak tegas perilaku caleg yang memasang poster di pohon-pohon pelindung,” ujar Gamawan Fauzi saat masih menjabat Gubernur Sumbar usai Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-26 di halaman kantor Gubernur Sum bar, beberapa tahun lalu. Erlangga, pemerhati masalah lingkungan, memberikan statemen yang lebih tegas. Malah menurutnya, tindakan memajang wajah dengan cara dipaku pada pohon-pohon pelindung adalah tindakan yang mencerabut hak-hak tumbuhan untuk hidup. “Ini jelas perusak lingkungan,” ujar Erlangga dalam sebuah perbincangan dengan Indonesia Raya, Minggu (2/2) siang, di kawasan GOR Agus Salim Padang. Lagi pula, katanya, belum apa-apa para caleg itu sudah merusak lingkungan. ”Nah, bagaimana pula jika kelak sudah menjadi anggota DPR, DPRD, atau pun DPD ?” Katanya. Menurut lelaki parlente

Gaya Kapolres Limapuluh Kota Mencegah Korupsi Kapolres Limapuluh Kota AKBP Cucuk Trihono menggelar sosialisasi Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Mapolres Limapuluh Kota 2014. Polisi kian serius dalam pencegahan tindak pidana korupsi ? Bermacam taktik dan strategi yang dilakukan untuk pencegahan tindak pidana korupsi seperti, yang dilakukan Kapolres Limapuluh Kota AKBP Cucuk Trihono dengan memberikan contoh transparansi anggaran kepada publik. Dengan gaya, menggelar sosialisasi Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Mapolres Limapuluh Kota 2014. Sosialisasi Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Polres Limapuluh Kota ini digelar di Aula I Mapolres, kamis (6/2) kemaren. Sosialisasi Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) dalam rangka mencegah tindak pidana korupsi itu, dibanjiri oleh para perwira dan bintara Polres, tak ketinggalan dalam kegiatan yang berwujud Reformasi Polri ini, perwakilan Bupati Limapuluh Kota dan Ketua DPRD serta unsur Musyawarah Pimpinan daerah (Mus-

10

pida). Bedah Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) yang digelar Polres Limapuluh Kota ini, juga dihadiri wartawan dari berbagai media massa serta para penggiat anti korupsi. “Sosialisasi DIPA ini merupakan wujud nyata jika polisi siap mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi, baik dari dalam maupun dari luar,” ujar Kapolres Limapuluh Kota AKBP Cucuk Trihono pada wartawan di sela-sela kesibukan dalam kegiatan itu. Sosialisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Mapolres Limapuluh Kota tahun 2014 ini, juga bertujuan untuk menunjukan keseriusan Polri dalam transparansi anggaran. Itu, seirama dengan amanat undang-undang tentang keterbukaan informasi publik dan perintah Bapak Kapolri dan bapak Kapolda Sumbar Brigjen Pol Nur Ali untuk transparansi anggaran. Polres Limapuluh Kota siap melaksanakannya, ucap Cucuk.

AKBP Cucuk Trihono, S.Psi

Gebrakan Kapolres Limapuluh Kota AKBP Cucuk Trihono mensosialisasikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dalam rangka mencegah tindak pidana korupsi dan memberi contoh transparansi

anggaran kepada publik ini melahirkan apresiasi dari para aktivis anti korupsi yang ada di daerah ini. Ady Surya SH, Aktivis Anti Korupsi, menghaturkan apresiasinya dengan mengatakan bahwa gebrankan itu luar biasa dan sangat bagus. Malah Pendirian Aliansi Mahasiswa Untuk Reformasi (AMUR) ini meminta, agar budaya transparansi dan akuntabilitas ini dipertahankan. Ini harus menjadi contoh bagi Polres-polres lainnya di Sumatera Barat, ujar Ady dalam sebuah perbincangan telepon dengan Indoensia Raya, Jumat (6/2) siang. Dikatakan Ady lagi, bahwa ini adalah satu contoh pendidikan yang baik bagi Polres-polres lainnya di Sumatera Barat. Dan, katanya, bila perlu transparansi dan akuntabilitas tatakelola keuangan kepolisian ini disampaikan di WEB resmi kepolisian sehingga itu bisa menimbulkan partisipasi publik mempertanyakan tatakelola keuangan

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

pengagum berat Bapak Republik Tan Malaka ini, memaku poster pada pohon pelindung akan mengganggu arus photosintesa. Artinya, katanya menjelaskan, mengganggu rantai makanan tumbuh-tumbuhan. Maka dari itu, Erlangga menghimbau para pemilih untuk tidak memilih para caleg dan calon Anggota DPD yang tidak peduli dengan lingkungan. “Jangan pilih calon anggota legislatif dan DPD yang tidak peduli lingkungan,” katanya. Rani Embun Sari, mahasiswi salah satu PTS terkemuka di kota ini, mengatakan, pohon pelindung harus diberikan hak aman dan kenyamanan untuk hidup. Maka dari itu, katanya, Sat Pol PP harus menertibkan seluruh wajah-wajah para caleg dan anggota DPD yang dipajang dengan cara memaku di pepohonan. “ Jangan pilih caleg dan calon anggota DPD yang berperilaku merusak lingkungan,” ujarnya dalam sebuah perbincangan dengan tabloid ini, Sabtu ( 1 / 2 ) sore, di Padang. Ditambahkan Rani, belum apa-apa mereka sudah merusak lingkungan, apalagi kalau sudah menjadi anggota DPR, DPRD, atau DPD. “ Maka dari itu, sekali lagi saya katakan pada pemilih untuk tidak usah saja memilih para caleg dan calon DPD yang berperilaku merusak lingkungan alias raja tega,” katanya. Lagi pula, katanya lagi, kalau menjual tampang jangan merusak pohon pelindung. “ Kayak raja tega saja,” ucapnya. Nah…, pertanyaannya, seiramakah perilaku merusak lingkungan dengan memaku pepohonan pelindung untuk memajang wajah dengan ajaran Islam? Tidak ada yang mampu menjawab, kecuali hati nurani !

dan kinerja kepolisian. “Saya mengapresiasi langkah polres Limapuluh kota soal keterbukaan informasi dan transparansi anggaran ini”, ujarnya lagi. Mantan Ketua Komisi I DPRD Sumbar & Mantan Aktivis 98, Zulkifli Jailani, pun memberikan pandangan seirama dengan Ady Surya. Anggota DPRD yang tak pernah tidur waktu sidang soal rakyat ini malah mengatakan, bahwa ini adalah langkah yang benar dan sangat perlu diapresiasi dan kita berharap ini akan diikuti oleh kapolres-kapolres lainnya di Sumatera Barat. Sehingga, katanya lagi, image masyarakat terhadap kepolisian itu semakin baik. Sehingga wajah kepolisian dengan gebrakan seorang kapolres itu akan menjadi lebih baik, dan kalau ini diikuti oleh kapolres yang lain, dalam satu tahun citra polisi di Sumbar pasti akan mendapat apresiasi di masyarakat. “Ini adalah langkah yang baik yang harus diapresiasi dan kita sangat berharap ini akan diikuti oleh polres-polres lainnya di Sumbar,” ujar pendiri Lembaga Reset & Advokasi (LRA) ini. (Harianof)


TNI - POLRI Tindak Pemerasan Kian Marak

Mapolsek Padang Barat Bertindak Cepat MARKAS Kepolisian Sektor (Mapolsek) Padang Barat telah membuktikan mampu bergerak cepat melakukan penegakan hukum saat terjadi pelanggaran hukum di tengah masyarakat. Dengan demikian, “kebiasaan” kelompok masyarakat yang secara spontan “turun tangan” dalam merespon pelanggaran hukum yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dapat terhindari. Dalam menindaklanjuti tin dak kriminalitas yang dihadapi masyarakat misalnya, Ma polsek Padang Barat berupaya merespon dengan cepat dan segera menindak pelaku yang bersalah. Seperti peristiwa yang dialami Rila (nama samaran) pada hari Sabtu, 1 Februari 2014 lalu. Pada malam itu, dara yang berusia 20 tahun ini bersama teman prianya, Faisal (21 tahun) disekap oleh dua orang pemuda, di kawasan Pantai Padang. Malam itu, Rila dan Faisal yang tengah menikmati keindahan Pantai Padang, tak menyangka akan didatangi oleh dua orang pria, Yoga Prasetyo (20 tahun) dan Oskar (20 tahun). Dua orang pria ini pun mengancam Rila dan Faisal, yang kemudian memisahkan antara Rila dan Faisal. Pelaku yang bernama Yoga Prasetyo membawa Rila dan menyekapnya di suatu tempat. Sementara pelaku yang diketahui bernama

Kompol Sumintak, Kapolsek Padang Barat

Oskar, membawa Faisal ke suatu tempat yang sepi. Ujung-ujungnya, tindak pe merasan pun terjadi saat itu. Dari korban, pelaku berhasil menyabet kalung emas seberat 2 gram, telepon genggam dan uang tunai sebesar seratus ribu

rupiah pecahan lima puluh ribu. Namun malang bagi Rila, selain mengalami tindak pemerasan, ia pun mengalami tindak asusila dari pelaku Yoga Prasetyo, yang diketahui berprofesi sebagai tukang parkir di kawasan Danau Cimpago. Usai mengalami tindakan kriminal itu, Rila dan Faisal pun melaporkannya pada petugas piket Mapolsek Padang Barat. Menerima laporan itu, Mapolsek Padang Barat segera bertindak cepat. Setelah melakukan pengintaian, Senin 3 Februari 2014, sekitar jam 16.30 wib, Tim Reskrim Mapolsek Padang Barat berhasil meringkus Yoga Prasetyo, di kawasan GOR Haji Agus Salim, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Karya Bhakti TNI Buka Keterisoliran PROGRAM Karya Bhakti TNI Kodim 0310/SSD telah membuka keterisoliran, dengan membuat akses jalan baru sepanjang 1.900 meter dan satu buah jembatan baru yang menghubungkan Desa Taratak Bancah, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto dengan desa Sirao-rao, Kabupaten Solok. Program yang telah berjalan semenjak 4 bulan lalu mem bangun jalan dengan lebar empat meter panjang 1.900 meter serta membangun satu buah jembatan telah membuka keterisoliran. Jalan baru tersebut merupakan jalan yang menghubungan kedua desa, sehingga masyarakat dengan mudah untuk mengangkut hasil buminya. Komandan Korem 032/ Wbr Kolonel Inf A.Rachman yang didampingi Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, Dandim 0310/SSD Letkol Inf Basuki Hari Subagyo, Kasiterrem 032/Wbr Letkol Inf Igit Donolego meninjau Pelaksanaan Bhakti TNI, di Desa Taratak bancah Kota Sawahlunto Rabu(21/1). Pembangunan jalan yang dilaksanakan pengecoran da-

PELAKU LAIN JUGA DIBEKUK Masih di kawasan yang sama (GOR Haji Agus Salim Padang), Tim Reskrim Mapolsek juga berhasil membekuk Rio Revaldi alias Rio Kambuik (22 tahun), Kamis (16/1) sekitar jam 22.00 wib. Rio diduga kuat melakukan pemerasan terhadap seorang pria bernama Eggy (25 tahun). Kuat dugaan bahwa Rio melakukan pemerasan terhadap Eggy yang tengah melintas di seputaran Kantor Samsat bersama teman wanitanya, Kamis (16/1) malam. Saat itu Rio menghampiri korban, dengan mengatakan bahwa dia merupakan keamanan GOR Agus Salim Padang. Sejurus kemudian, Rio yang diketahui merupakan seorang resedivis dan pernah ditahan di Mapolres Padang tahun 2010 lalu, dalam kasus copet, pun meminta uang serta barangbarang milik korban. Agar korban gentar, Rio mengancam korban akan memanggil pemuda lain bila Eggy tidak mau menyerahkan apa yang diminta. Namun korban tak surut

dengan gertakan pelaku, dan menolak menyerahkan barang-barang yang diminta. Lantaran korban menolak permintaan itu, pelaku yang kala itu membawa seorang teman, sempat melakukan pemukulan terhadap Eggy. Usai mengalami tindak kekerasan dan pemerasan itu, Eggy segera mendatangi Mapolsek Padang Barat, guna melaporkan peristiwa yang dialaminya. Hanya berselang setengah jam, Mapolsek Padang Barat berhasil meringkus pelaku yang diketahui tinggal di kawasan Purus, di kawasan GOR H Agus Salim. Kepala Polisi Sektor Padang Barat, Kompol Sumintak, yang dihubungi hari Selasa 4 Desember 2014, membenarkan atas penangkapan terhadap pelaku pemerasan itu, baik terhadap pelaku Yoga Prasetyo maupun Rio Revaldi. Apa yang dilakukan Mapolsek Padang Barat itu, kata Sumintak, bagian dari upaya penegakan hukum, serta memberikan rasa aman pada masyarakat. Kendati demikian, dalam upaya menciptakan keamanan lingkungan, tambah Sumintak, tidak hanya bisa terselesaikan dengan sendirinya, tanpa ada peran serta dari masyarakat. “Dalam hal ini, masyrakat harusnya turut serta dan peduli dengan keadaan sekitar,” tegas Sumintak. (Hasan CH)

“Kalau kita bekerja kepada Pak Dandim, Pak Danramil, maka output hasil yang dikerjakan pasti hasil adalah ABS (asal bapak senang). Tapi, kalau kepada organisasi ada tidak adanya pimpinan, semua tugas yang akan dikerjakan mencapai hasil yang optimal. Kita tidak boleh tidak tahu dengan tugas dan tanggungjawab yang dijabat. Jadi, harus dingat, dihapal dan dilaksanakan di lapangan,” ungkap A.Rachman. Kunjungan Danrem ke Kodim didampingi Kasi Intel Letkol Caj Drs.J.Sitanggang, Kasi Ops Letkol Inf L. Sihotang, di Makodim 0310/SSD di Muaro Sijunjung disambut Dandim 0310 Letkol Inf Basuki Hari

Subagiyo dan Bupati Kab. Sijunjung Drs.Yuswir Arifin MM serta Forkompinda Kab. Sijunjung, serta para Danramil dan Pasi Kodim didampingi ibu-ibu Persit KCK Cabang Kodim 0310/SSD. Selesai acara tatap muka dan beramah tamah dengan Bupati Kab.Sijunjung serta Forkompinda, Danrem menerima paparan dari Dandim 0310/ SDD, dilanjutkan dengan pengarahan kepada anggota beserta ibu-ibu Persit KCK Cabang Kodim 0310. Selesai pengarahan, dilanjutkan kunjungan ke Kab. Dhar masraya, sekaligus meninjau Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharmasraya.(Penrem_Syams)

Bersama Yoga, Tim Reskrim juga menahan seorang pelajar berinisial “Hn” (18 tahun). Setelah dilakukan penyidikan terhadap “Hn”, ternyata ia tak ada kaitannya dengan tindak kriminal yang dilakukan Yoga Prasetyo.

Komandan Korem 032/Wbr Kolonel Inf A.Rachman yang didampingi Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, Dandim 0310/SSD Letkol Inf Basuki Hari Subagyo menuju lokasi karya bhakti TNI

lam pelaksanaan Karya Bhakti TNI itu, meski masih dalam tahap penyelesaian, namun ma syarakat Desa Taratak Bancak sangat berterima kasih pada prajurit TNI Korem 032/Wbr. Hal ini dikatakan Komandan Korem 032/Wbr Kolonel Inf A.Rachman, pada kunjungan kerja Kodim 0310/SSD (Sawahlunto, Sijunjung Darmasraya) sekaligus bertatap muka dangan prajurit beserta

ibu-ibu Persit KCK, Cabang Makodim 0310/SSD Muaro Sijunjung, beberapa waktu lalu. Dalam acara tatap muka tersebut Danrem yang putera asli Pamekasan Madura itu mengatakan, prajurit jajaran Kodim 0310/SSD bekerja pada suatu organisasi, bukan bekerja pada seseorang, dan bukan pula bekerja kepada seorang komandan atau institusi yang sifatnya jabatan.

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

11


Edukasi

Menyiapkan Generasi Qur’ani

Kepala Sekolah SMP 30 padang dan guru agama mendiskusikan kurikulum pembacaan al Quran bersama dosen Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an

Hampir dipastikan tiap orang tua senantiasa akan mendambakan dan mengharapkan anakanaknya kelak menjadi orang baik-baik. Setiap keluarga pun mengharapkan bisa menjadi keluarga yang sakinah mawwaddah warrohmah.

I

nilah yang coba ditang kap oleh Firdaus Z, SPd, MM selaku orang tua, sekaligus Kepala SMP Negeri 30 Padang. Firdaus menginginkan di sekolah itu akan tercipta

generasi yang agamis serta generasi yang memiliki akhlak yang baik. Meski beberapa tahun lalu SMPN 30 telah memulainya melalui kegiatan ekstrakulikuler Taman Pendidikan Al-Qur’an, namun kini Firdaus berupaya lebih meningkatkan kualitas pendidikan Al-Quran bagi siswa di sekolah itu. Rabu 5 Februari 2014 lalu SMPN 30 Padang pun mewujudkan keinginan untuk menciptakan generasi Qur ’ani di sekolah itu. Setelah mendapat dukungan dari qori nasional era tahun 80-an, Drs H. Rafles serta dukungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an, kepala sekolah dan empat orang guru agama sekolah itu, mulai merancang kurikulum bersama dosen Se-

kolah Tinggi Ilmu Al-Qur ’an, yaitu ; Albizar, merupakan Qori Sumbar yang pernah maju ke tingkat nasional dan Afrizal Nur, juga merupakan salah seorang Qori Sumbar. Kata Kepsek SMPN 30, Firdaus Z, apa yang dilakukan itu merupakan peningkatan metode ajar dari yang telah dilakukan di SMPN 30 Padang sebelumnya. Intinya kata Firdaus, didampingi para guru agama, yaitu ; Hj Masna BA, Sri Hamdani BA, Elffia BA dan Dra Zuraida, ke depan SMPN 30 Negeri Padang akan melahirkan para Muhsin Ma’jur di sekolah itu. “Muhsin Ma’jur adalah orang yang baik dalam membaca Al-Qur ’an dan mendapat pahala, yaitu orang-orang

SMPN 31 Padang

Menoreh Prestasi Dalam Keterbatasan Gedung dan bangku yang ada di SMP Negeri 31 Padang, sebenarnya sudah terhitung tua. 20 tahun sudah, puluhan— bahkan ratusan siswa—telah menghabiskan waktu untuk menimba ilmu di sekolah itu. Sebuah usia yang secara alamiah sudah mulai beranjak tidak sekokoh dulu lagi ! Sama halnya dengan WC, yang hanya ada empat buah closed untuk menampung 772 orang siswa. Dimana 2 WC dimanfaatkan oleh siswa pria dan 2 lagi dimanfaatkan oleh siswa putri. Ini mungkin saja bisa dimaklumi. Sebab, pada awalnya SMP Negeri 31 Padang adalah Sekolah Kejuruan Kepandaian Putri (SKKP) yang beralamat di Jalan Bundo Kanduang Padang. Pada tahun 1994 SKKP berobah nama menjadi SLTP Plus dan dipindahkan ke Jalan Andalas No. 126 Padang. Dinamakan SLTP Plus karena selain kesamaan dengan SLTP regular, ada muatan kurikulum tambahan yaitu Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kemudian pada tahun 1998 berobah nama menjadi SMP Negeri 31 Padang.

12

Menurut catatan, SMP Negeri 31 Padang diakui sebagai Sekolah Standar Nasional (SNN) sejak tahun 2008 sampai dengan sekarang. Saat ini SMP Negeri 31 Padang terdiri dari 24 rumbel bagi siswa, yang terdiri dari 8 rumbel kelas VII, 8 rumbel kelas VIII dan 8 rumbel kelas IX, dengan jumlah guru sekitar 72 orang, dan jumlah tenaga tata usaha 7 orang. Kendati dalam kondisi minim, namun tak mengurangi minat guru-guru dan siswa untuk mengukir prestasi. Kata Kepala SMP Negeri 31 Padang, Dra. Mardawati, saat ini SMP

Negeri 31 memiliki akredetasi A, dengan nilai 92, sekaligus tercatat sebagai nomor urut 2 di Kota Padang. SMP Negeri 31 Padang juga tercatat berada pada rangking 12 untuk nilai pra UN, dimana

yang membaca Al-Qur’an dengan baik dan sempurna sebagaimana yang telah diturunkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,” ungkap Firdaus. Kata Firdaus, mentradisikan belajar Al Qur’an sejak dini, memiliki nilai strategis dan merupakan daya upaya untuk menyiapkan generasi Qur ’ani di masa mendatang. Dikatakan, generasi Qur’ani yang telah dibentengi dengan Al Qur’an itu, diharapkan mampu menyelamatkan peradaban dunia. Diharapkan dengan upaya tersebut, anak-anak tidak ikut larut mensikapi pola hidup yang negatif dan bertentangan dengan akidah Islam, karena akibat pengaruh serta ekses

tahun sebelumnya berada pada rangking 17. Prestasi inilah yang menghilangkan risau Mardawati ter hadap minimnya sarana dan prasarana di sekolah itu. “Prestasi yang telah diukir itu, telah menutupi segala kekurangan fasilitas yang kami miliki. Terus terang, mushala yang kita miliki di sekolah ini, tidak cukup luas untuk menampung siswa dan guru-guru. Saat ini mushala kita baru bisa menampung sekitar 60-an siswa,” terang Mardawati. Kekurangan juga terjadi pada labor bahasa, labor IPA serta jumlah komputer di labor komputer yang masih minim. “Saat ini kita baru memiliki 20 unit komputer. Jadi, siswa terpaksa menjadi 2 shift,” terang Mardawati. Kendati begitu, kata Mar-

Dra. Mardawati Kepala SMP Negeri 31 Padang

Situasi SMPN 31 Padang, yang butuh pengembangan

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

globalisasi. “Menyiapkan generasi Qur ’ani, guna menyongsong masa depan umat Islam, maka perlu diajarkan Al Qur’an sejak usia dini terutama bagi yang merindukan anak atau generasi shalih dan shalihah di masa mendatang,” kata mantan Ketua Musyawarak Kerja Kepala Sekolah Provinsi Sumbar ini. Ke depan, ujar Firdaus lagi, siswa kelas VII, selain bisa membaca dan memahami makna dari tiap ayat Al-Qur ’an yang dibaca, mereka juga perlu dibekali dengan ilmu tajwid, yakni tanda-tanda baca dalam tiap huruf ayat Al-Qur’an. “Guna tajwid ialah sebagai alat untuk mempermudah, mengetahui panjang pendek, melafazkan dan hukum dalam membaca Al-Qur ’an,” terang mantan Kepsek SMA Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman ini. Seperti diketahui, dalam ilmu tajwid dikenal beberapa istilah yang harus diperhatikan dan diketahui dalam pembacaan Al-Qur’an, diantaranya : Makharijul huruf, yakni tempat keluar masuknya huruf. Shifatul huruf, yakni cara melafalkan atau mengucapkan huruf. Kemudian Ahkamul huruf, yakni hubungan antara huruf. Selain itu juga ada Ahkamul Maddi Wal Qasr, yakni panjang dan pendeknya dalam melafazkan ucapan dalam tiap ayat Al-Qur’an. Kemudian Ahkamul Waqaf Wal Ibtida’, yakni mengetahui huruf yang harus mulai dibaca dan berhenti pada bacaan bila ada tanda huruf tajwid, serta Al-Khat dan Al-Utsmani. (Hasan/Fahlevi)

dawati, ia tak pernah berpangku tangan untuk mengatasi per soalan itu. Berbagai upaya pun ia lakukan, termasuk mengirimkan proposal pada pihak kementrian. Dicontohkan Mardawati, untuk mengatasi persoalan mushala yang tidak memadai itu, ia telah mengajukan proposal pada Dirjen Pendidikan Islam, Kementrian Agama RI, untuk mengajukan dana untuk perluasan mushala di sekolah tersebut. Sedangkan untuk pengembangan sekolah yang berada di lahan terbatas, kata Mardawati, ia pun telah mengajukan permohonan dana pada Kementrian Pendidikan RI, pada bulan Januari 2014 lalu. Pada kesempatan itu Mardawati yang dihubungi di ruang kerjanya, Rabu 5 Februari 2014, juga tak lupa memberitahukan berbagai talenta dari berbagai bidang,yang dimiliki siswanya, dimana nantinya diharap mampu bersaing secara global. “Yang pasti, ke depan saya bersama para guru, akan terus meningkatkan kualitas manajemen sekolah, dalam menumbuhkan keunggulan kompetitif serta meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Apa yang kami lakukan itu, adalah untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan,” terang Mardawati. (Hasan)


Edukasi UKT Mulai Diberlakukan

Mahasiswa Merasa Terbebani PENDIDIKAN adalah media pencerdasan pengisi kemerdekaan, harga mati untuk mencerdaskan kehidupan bang sa. Ketika lahir Undang-undang No. 12 Tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi yang mengamanatkan sistem pembiayaan pendidikan tinggi melalui sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Artinya dari awal masuk hingga lulus, mahasiswa akan membayar uang kuliah dengan besaran yang sama setiap semesternya. UKT memiliki level-level pembiayaan dari level 1 hingga level 5. Beragam polemik yang muncul sejak diberlakukannya UKT Mei 2013 lalu, termasuk tentang besaran UKT yang ditetapkan pihak universitas kepada mahasiswanya. Termasuk Universitas Andalas. Sebanyak 1076 mahasiswa angkatan 2013 mengajukan banding untuk menurunkan level UKT ke pihak rektorat, mereka merasa level yang ditetapkan oleh pihak kampus sangat memberatkan, ketidaksesuaian antara penghasilan, tanggungan orang tua dengan level yang didapat sehingga banyak mahasiswa yang terjebak pada level di luar batas kemampuan pembiayaan kuliah. AZ (19), Mahasiswa Teknik Mesin, mengaku kecewa dengan hasil survei yang dilaku-

kan pihak universitas sebagai salah satu prosedur penurunan level UKT. “Sebenarnya saya bersyukur ketika UKT saya turun dari level lima ke level empat, di samping itu, saya juga kecewa akan hasil evaluasi bandingnya. Di sana tertera bahwa hasil evaluasinya hanya ‘rumah sangat sederhana’, padahal sudah banyak dipaparkan mulai dari latar belakang, penghasilan, beban tanggungan dan lain sebagainya pada saat survei,” tuturnya, Jum’at (17/1) kepada Indonesia Raya di kampus Unand. Senada dengan AZ, Puji Gufron Rhodes, juga mengaku kecewa lantaran besaran UKT yang harus dibayarnya belum

turun dari level lima, saat ini Puji harus membayar uang kuliah Tujuh Juta Rupiah setiap semesternya. Ia mengaku telah mengajukan banding ke pihak rektorat. Setelah diusut, ternyata ada permasalahan pada berkas banding yang diajukan mahasiswi Psikologi ini. “Saya kecewa berat, kenapa bisa ada yang tercecer datanya, padahal semua kelengkapan data sudah saya lengkapi,” katanya. Proses penurunan level UKT ini diawali dengan pengajuan berkas banding oleh mahasiswa kepada pihak universitas. Mahasiswa bisa langsung mengajukannya ke rektorat atau melalui advokasi

BEM, baik BEM Fakultas maupun BEM Universitas. Berkas banding tersebut akan diproses, termasuk pihak rektorat melakukan kunjungan ke rumah mahasiswa dan wawancara. Jika mahasiswa memenuhi syarat untuk mendapatkan penurunan level UKT, maka UKT mahasiswa tersebut akan diturunkan. Menurut data yang dihimpun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andalas, ada sekitar 1.076 mahasiswa yang mengajukan banding melalui BEM. Data ini belum termasuk mahasiswa yang langsung mengajukan banding ke pihak rektorat tanpa perantara BEM. Ditemui di sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andalas (20/ 1), Presiden Mahasiswa Unand Vicky Maldini mengaku banyaknya mahasiswa yang mengajukan banding UKT sebagai bentuk protes terhadap ketetapan besaran uang kuliah yang harus mereka bayar setiap semesternya. Dari data Departemen Kesejahteraan Mahasiswa BEM Unand, tercatat sebanyak 1071 mahasiswa baru yang mengajukan banding melalui BEM Unand, dan 791 diantaranya telah mendapatkan keringanan berupa penurunan level.

Akreditasi Institusi A

Universitas Andalas Terus Berbenah UNIVERSITAS ANDALAS (Unand) Padang tanggal 1 Februari 2014 resmi mendapatkan akreditasi dengan peringkat A. Rektor Unand, DR Werry Darta Taifur, SE.MA menerima secara resmi Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) Nomor 039/SK/BAN-PT/ Akred?PT/I/2014 tentang Nilai dan Peringkat Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Akreditasi tersebut berlaku hingga 16 Januari 2019. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen yang ada di kampus Universitas Andalas. “Syukur alhamdulilah, rahmat Allah SWT bagi keluarga besar Unand beserta alumninya,” ucap Rektor Unand. Werry juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni dan mitra Unand yang telah berkontribusi dan mendukung seluruh proses akreditasi sampai akhirnya ditetapkan mendapat peringkat A. lanjutnya. Sebenarnya, proses akreditasi terlambat karena menunggu semua aturan kelem-

bagaan utama yang diperlukan seperti Organisasi dan Tata Kerja (OTK) dan Statuta baru Unand. Tanpa kedua aturan ini, Unand terhalang untuk melangkah mengikuti proses akreditasi institusi. Meskipun tata kerja Unand telah banyak mengalami perubahan semenjak beberapa tahun lalu, namun proses OTK baru Unand dituntaskan tahun 2012 dan Statuta baru Unand diterima tahun 2013. Berbeda dengan perguruan tinggi utama yang berada di Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Malang dan Surabaya, terdapat beberapa perguruan tinggi yang telah mendapat akreditasi institusi A, seperti ITB, UI, UGM, Unair, dan UIN Maulana Malik Ibrahim. Tetapi di luar pulau Jawa, sampai surat keputusan BAN-PT yang dikeluarkan tanggal 16 Januari 2014, baru dua perguruan tinggi yang mendapat Akreditasi Institusi A, yaitu Universitas Hasanuddin dan Universitas Andalas. Rektor meminta kepada semua pimpinan, dosen, dan mahasiswa agar menjadikan capaian akreditasi ini untuk bekerja lebih keras supaya Unand

betul-betul dapat menghasilkan lulusan yang dapat berkompetisi secara nasional dan internasional serta inovasi dari penelitian yang dilaksanakan dosen. “Capaian akreditasi A harus menjadi semangat baru un tuk lebih memajukan Unand, karena visi Unand adalah menjadi universitas terkemuka dan bermatabat,” ujar rektor seperti yang tertulis dalam siaran

pers Humas dan Protokol Unand. Tantangan yang berat saat ini adalah mewujudkan harapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang disampaikan pada saat peringatan Hari Pangan Sedunia 2013 di Istana Bung Hatta, Bukittinggi dan masyarakat Sumatera Barat supaya melakukan langkah percepatan untuk menjadi center of excellence.

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

“Kami sudah melakukan advokasi terhadap mahasiswa baru yang mengajukan banding UKT sejak Mei lalu, namun tidak semuanya mendapatkan penurunan level,” tuturnya kepada Indonesia Raya. Sementara itu, Febrin Anas Ismail selaku Wakil Rektor I, saat ditemui di ruang kerjanya (21/1) menegaskan bahwa tidak semua mahasiswa baru yang mengajukan banding UKT mendapatkan penurunan level. “Dari seluruh mahasiswa yang mengajukan banding, ada sekitar dua puluh persen mahasiswa yang setelah disurvei memang berhak berada di level tertentu tanpa penurunan level UKT,” ungkapnya. Selain itu menurut Febrin, ada beberapa mahasiswa yang mendapat keringanan hingga mendapatkan level satu atau dua. Adanya kasus terkait proses banding UKT ditanggapi Febrin sebagai bagian dari proses. “Semua berdasarkan hasil survei di lapangan,” tegasnya. Namun, bagi mahasiswa yang merasa keberatan terhadap hasil banding UKT masih bisa mengajukan berkas banding kembali. “Kalau memang rasanya tidak sanggup bisa mengajukan kembali,” tegasnya. (A. Masa)

Perjuangan Unand ke depan cukup, berat karena harus mempertahankan dan meningkatkan hasil yang telah dicapai pada tahun 2013. Selain mendapat akreditasi institusi A, Unand juga masuk ranking delapan UI Green Metric World University Ranking 2013 dan WTP Laporan Keuangan. Persaingan antar perguruan tinggi semakin ketat, semua perguruan tinggi ingin menjadi yang terbaik dan berusaha keras untuk mencapainya, tidak boleh terlena dengan kinerja yang telah dicapai dan harus bekerja keras dan bekerja lebih keras lagi dengan semangat yang tinggi untuk memajukan Unand. (Hms)

13


Adat & Tradisi

Mengenal Bahasa Minangkabau BAHASA Minangkabau atau Baso Minang adalah salah satu bahasa dari rumpun bahasa Melayu yang dituturkan oleh orang Minangkabau sebagai bahasa ibu, khususnya di Provinsi Sumatera Barat (kecuali kepulauan Mentawai), pantai barat Aceh dan Sumatera Utara, bagian barat Provinsi Riau, bagian utara Jambi dan Bengkulu, serta Negeri Sembilan, Malaysia. Bahasa Minang dihipotesiskan sebagai bahasa Melayik, seperti halnya Bahasa Banjar, Bahasa Betawi, dan Bahasa Iban. Sempat terdapat pertenta-

ngan mengenai hubungan Bahasa Minangkabau dengan Bahasa Melayu. Sebagian pakar bahasa menganggap Bahasa Minangkabau sebagai salah satu dialek Melayu, karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tutur di dalamnya. Sementara yang lain justru beranggapan bahwa bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Bahasa Melayu.Kerancuan ini disebabkan karena Bahasa Melayu dianggap satu bahasa. Kebanyakan pakar kini menganggap Bahasa Melayu bukan satu bahasa, tetapi meru-

pakan satu kelompok bahasa dalam rumpun bahasa Melayik. Dimana Bahasa Minangkabau merupakan salah satu bahasa yang ada dalam kelompok Bahasa Melayu tersebut. Bahasa Minang masih digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh masyarakat Minangkabau, baik yang berdomisili di Sumatera maupun di perantauan. Namun untuk masyarakat Minangkabau yang lahir di perantauan, sebagian besar mereka telah menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Melayu dalam percakapan sehari-hari.

Lima Masakan Khas Sumatera Barat Pastinya hampir semua orang di Indonesia mengenal masakan Padang. Bersama Wa rung Tegal, rumah makan Padang berlomba-lomba mengisi setiap jengkal wilayah di negeri ini. Masakan Padang bercirikan pedas, bersantan dan sangat lezat.

Di Sumbar sendiri sebenarnya ada ratusan resep masakan. Namun yang diangkat po-

puler di rumah makan Padang hanya beberapa. Berikut adalah 5 masakan khas Sumbar:

Berikut kami tuliskan kamus bahasa Minangkabau praktis untuk Anda yang ingin belajar dan tahu bagaimana bahasa Minangkabau Amuak = amuk Anai-anai = rayap Anam = enam Anau = aren Ancua = hancur/lebur Andak = hendak/ingin Andaleh = andalas Andia = dungu Andok = endap/sembunyi Anduak = handuk Anduang = nenek Ang = kau Angah = engah Angan-angan = imaginasi Angek = hangat Angek Garang = angkara murka Angek= hangat Anggan = enggan/ogah Angguak = angguk Anggun = anggun Angik = angit Angkaro = angkara Angkaso = angkasa Angkek = angkat Angko = angka Angkuik = angkut

Anguih = hangus Aniang = adem/hening Aniayo = aniaya Anjak = pindahkan Anjiang = anjing Anjua = anjur Anjuang = anjung Anok = bungkam Anso = angsa Ansua = angsur/cicil/geser Ansuran = angsuran Anta = hantar Antah = entah Antak = tabrak Antam = hantam Antaro = selang Anti = anti/henti Antimun = mentimun Antuak = antuk Anuik = anut Anyia = anyir Anyo = Cuma/hanya Anyuik = hanyut Apa = apar/hafal Apak = bapak Aparaik = aparat Apiak = apak

4. Itiak Lado Hijau

1. Asam Padeh

Itiak Lado Hijau atau yang dikenal dengan Itiak Lado Mudo adalah gulai daging bebek muda yang dilumuri cacahan cabe hijau. Saking banyaknya porsi cabe, seolah-olah kita melihat daging bebek muda itu “berendam� dalam cabe. Itiak Lado Hijau adalah masakan tradisional khas Koto Gadang, Kabupaten Agam. Keadaan cuaca Bukittinggi yang berhawa sejuk membuat Itiak Lado Hijau menjadi makanan yang dapat menghangatkan badan selain rasanya yang sangat lezat.

Asam Padeh merupakan masakan yang bercita rasa asam dan pedas. Bumbunya lazim menggunakan asam jawa, cabe dan berbagai racikan bumbu lainnya. Bahan utamanya biasanya menggunakan berbagai jenis ikan seperti tongkol, kakap, atau tuna.

2. Ayam Pop Ayam Pop adalah makanan khas Sumatera Barat yang menggunakan bahan utama ayam, air kelapa dan santan. Selain bahan-bahan tadi, ayam pop menggunakan bumbu bawang putih, jahe dan garam. Cara pengolahan ayam pop adalah dengan melumurkan ayam dengan jeruk nipis dan bumbu halus, lalu dimasukan ke dalam santan dan air kelapa yang sudah dipanaskan. Ayam pop biasanya dihidangkan dengan cabe merah dan sayur pucuk ubi.

3. Rendang Rendang adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas dari Sumatera Barat, Indonesia ini sangat digemari di semua kalangan masyarakat baik itu di Indonesia sendiri ataupun di luar negeri. Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya Cabai (lado), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai (Pemasak). Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya ma-

14

syarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatera Barat yaitu musyawarah, yang berangkat dari 4 bahan pokok, yaitu: Dagiang (Daging Sapi), merupakan lambang dari Niniak Mamak (para pemimpin Suku Adat), Karam-

5. Dendeng Dendeng adalah daging yang dipotong tipis menjadi serpihan yang lemaknya dipangkas, dibumbui dengan saus asam, asin atau manis dengan dikeringkan dengan api kecil atau diasinkan dan dijemur. Hasilnya adalah daging yang asin dan semi-manis dan tidak perlu disimpan di lemari es. Dendeng adalah contoh makanan yang diawetkan. Di Sumatera Barat, pengolah dendeng dibagi dua, satu dendeng kering dan satunya dendeng basah. Dendeng kering biasanya diolah lagi dengan menggunakan cabe merah, kita kenal dengan sebutan Dendeng Balado. Sedangkan dendeng basah biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat masakan Dendeng Batokok yang sangat terkenal itu.(Denni Ashar)

bia (Kelapa), merupakan lambang Cadiak Pandai (Kaum Intelektual), Lado (Cabai), merupakan lambang Alim Ulama yang pedas, tegas untuk mengajarkan syarak (agama) serta Pemasak (Bumbu) yang merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minang.

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014


Ekonomi Bisnis

Sumiati Belasan Tahun Meracik Jamu Sebenarnya Sumiati (34 tahun) adalah seorang wanita biasa dan berasal dari keluarga sederhana—bahkan teramat sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu, ia tumbuh menjadi wanita ‘luar biasa’.

S

elama melakoni kehi dupan bersama ayah, ibu dan keempat orang saudaranya, di Karang AnyerSolo, kehidupan ekonomi mereka teramat susah. Mereka seolah melangkah dalam meraba yang maya, untuk berjuang mengukir nasib mengurai duka. Walau pendakian hidup yang dilalui Sumiati bersama ayah, ibu dan keempat orang saudaranya terasa teramat tingi, namun Sumiati terlihat tabah menyusuri hidupnya bermodalkan senyuman tulus yang mengalir dari jiwa yang wangi. Namun sayang, lantaran ia hanya tamatan SMP, Sumiati tak sempat mencatat pada buku pribadinya, tentang beribu kenangan indah yang dirangkainya di Karang Anyer-Solo itu. Beribu sejarah pun lewat tak tercatat, baik sejarah yang tergengam yang tergapai tangan, maupun sekedar sejarah yang tinggal dalam kenangan. Lantaran selama menjalani hidup di kampung halamannya, Sumiati merasa bagai tersedu di depan pintu dalam mengais bahagia, apalagi Sumiati telah menamatkan pendidikan SMP, ia pun bertekad untuk merobah nasib diri dan keluarganya. Maka, ia bulatkan tekad untuk mengadu peruntungan di rantau orang. Kata Suamiati membalikbalik kenangannya, sebungkah keyakinan pun ia tanamkan dalam jiwanya untuk mengadu peruntungan di rantau orang. Untuk itu, akhir tahun 1999 ia

pun melangkahkan kaki di Kota Padang. Di Kota Padang, ia menumpang bersama keluarga di Komplek PJKA Simpang Haru,” ungkap Sumiati. Selama menjalani hidup di perantauan, Sumiati turut mem bantu keluarga yang memberi tumpangan hidup padanya untuk meracik jamu gendong. Sumiati bahkan juga ikut menjajakannya dengan berjalan kaki. Dengan melakoni kehidupan sebagai penjual jamu itu, Sumiati mulai bagai terpetik bungga Kemboja, kehidupan ekonominya pun mulai membaik. Ia tak lagi bagai tongkang di tengah lautan, sunsang dalam menampung malang. Namun, perahu yang dikayuhnya perlahan mulai di dorong angin. Ia pun sudah mulai berada dalam sebuah ruang, yang memberikannya ketenangan. Seolah sudah ditenungkan, Sumiati pun bertemu jodohnya di Kota Padang. Pria yang mengisi relung hidupnya itu memiliki nama Sumadi. Merasa hidup bagai merangkuh perahu dari tiang tenggelam dan terancam gelombang serta letih berkepanjangan, akhirnya pada tahun 2002 Sumiati pun menerima pinangan seorang pria yang masih terhitung satu kampung dengannya. Sumiati bersama Sumadi mulai menata hidup baru di sebuah rumah kontrakkan, di Jalan Parak Gadang No 26 F RT 01 RW 02 Padang. Agar bisa bertahan hidup dan membayar kontrakkan rumah Rp650.000 per tahun, Sumiati tetap memilih profesi sebagai pedagang jamu. Namun kali ini jamu itu dia sendiri yang meraciknya. Sementara Sumadi, berprofesi sebagai pedagang es krim. Ketika ditanya berapa pendapatannya sebagai pedagang jamu, sambil tersenyum Sumiati mengatakan, hanya sekitar Rp40.000 sampai Rp50.000 se hari. Dari sejumlah pelanggan yang memesan jamunya, kata Sumiati kebanyakan mereka memesan Jamu Beras Kencur. Sebab, jamu jenis ini dipercaya

dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. “Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat,” jelas Sumiati dengan senyumannya yang khas. Dalam pembuatan Jamu Beras Kencur ini, kataSumiati, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan. Walau begitu, ada dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kata Sumiati, jamu ini selalu ada dijual oleh setiap pedagang jamu keliling, meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. “Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe,

biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih,” jelas Sumiati. Sumiati juga memaparkan bagaimana cara ia meracik jamu buatannya ( Jamu Beras Kencur). Katanya, mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol. Selain Jamu Beras Kencur, kata Sumiati, ia juga meracik dan menjual Jamu Kunir Asam. “Jamu ini biasanya disebut oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu ‘adem-ademan

atau seger-segeran’. Sebab, jamu ini dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh,” beber Sumiati. Bahan-bahan yang dipaka untuk jamu ini, kata Sumiati, bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit. Walau demikian, kata Sumiati lagi, beberapa tukang jamu ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Melalui tetes keringat yang mengalir di tubuh Suamiati dan Sumadi inilah mereka membesarkan anak-anak mereka Vera Lestari (6 tahun), Fery Setiawan (3 tahun) dan Fitri Lestai (1,5 tahun). Walau begitu, tak ada keluhan yang terlontar dari mulut mereka. Sumiati dan Sumadi tetap bersemangat menyongsong hari-harinya dalam mengarungi kehidupan yang tak kenal tawar menawar ini. (F. Fahlevi)

Kerupuk Ikan Lele Timpeh Dapat Pasaran PERTUMBUHAN ekonomi yang berkelanjutan merupakan kondisi utama yang harus dipenuhi bagi kelangsungan pembangunan ekonomi, dengan bertambahnya jumlah penduduk, baik akibat faktor migrasi, maka kebutuhan ekonomi bagi penduduk tersebut juga semakin bertambah. Dana yang dialokasikan oleh pemerintah pusat dalam bentuk upah, gaji serta pengadaan barang pada pemerintah daerah untuk kepentingan pembangunan dan percepatan perputaran roda ekonomi masih belum dapat memaksimalkan tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sijunjung.

Pembentukan nilai tambah Kabupaten Sijunjung secara agregat masih sangat tergantung dari sektor tradisional seperti pertanian, perkebunan serta dari konsumsi masyarakat dan mampu mengembangkan dan meningkatkan kerajinan rumah tangga. Potensi sumber daya alam berupa sumber daya hutan, bahan tambang, perkebunan karet, sawit, areal persawahan, peternakan, perikanan dan komoditi lainya harus dikelola, baik dengan memperhatikan analisis dampak lingkungan demi pembangunan yang berkesinambungan. Selain itu tak lupa pening-

katan kompetensi sumber daya manusia sebagai pelaku kegiatan ekonomi juga harus terus dilakukan tidak tergantung pada sumber daya alam. Salah satu peningkatan ekonomi masyarakat secara perorangan, kelompok banyak kegiatan yang mampu mengangkat perekonomian keluarga, misalnya memanfaatkan sumber daya alam berupa bidang perikanan misalnya mengelola bermacam jenis ikan Selasa lalu (5/2) Wakil Bupati Sijunjung Muchlis Anwar sangat terharu melihat pengolahan Kerupuk Ikan Lele oleh Kelompok Ikan Lele Tunas Karya Timpeh V Nagari Kamang,

Kecamatan Kamang Baru. Kerupuk Ikan Lele yang diproduksi secara tradisional oleh Kelompok Tunas Karya, sudah dua tahun berdiri tahun 2012 kelompok dapat bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan berupa bantuan bang sal pengolahan ikan beserta peralatan pengasapan ikan, kata Ketua Kelompok Tunas Karya Sugiarti,SE, kepada Wakil Bupati. Pembuatan Kerupuk Ikan Lele dengan komposisi dari Ikan Lele, Tepung Tepioka, bum bu secukupnya, tidak ada bumbu pengawet, kita membuat Kerupuk Ikan Lele tanpa pengawet.

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

Sebagai bahan baku untuk membuat Kerupuk Ikan Lele, kita beli dari Provinsi Riau, misalnya Ikan Lele, karena ikan yang ada di daerah ini tidak mampu melayani produksi Kerupuk Ikan Lele, karena ikan yang dipelihara oleh warga di daerah untuk komsumsi rumah tangga saja. Sekarang produksi Kerupuk Ikan Lele telah mampu menembus pasaran, dijual kepada daerah tetangga dan warungwarung di sekitar kita. Insya Allah kata Sugiharti, hasilnya sangat menggembirakan. Namun sekarang, ia masih terkendela masalah permodalan untuk pengembangan(Can)

15


Maestro Indra Jaya ST, KPA Jalan & Jembatan Sumbar

Melangkah dengan Sederet Prestasi Sebuah prestasi memang tak mudah dicapai. Butuh waktu dan jalan panjang yang berliku, serta kerja keras yang tak mudah menyerah manakala tantangan hadir di hadapan.

Ia penuh dengan vitalitas, imajinasi, dan sangat kreatif. Kreatifitasnya melimpah dan ia tidak pernah puas dengan apa yang sudah dicapai. Ia mau yang lebih bagus, yang lebih sempurna. Ia ingin mencapai lebih banyak, tetapi yang berkualitas. “Bukankah hari ini harus lebih baik dari pada hari kemaren dan hari esok jauh lebih baik dari pada hari ini (to day must be better than yesterday and tomorrow must be so much better than to day)?,” ujar Indra Jaya ST, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Jalan & Jembatan Sumbar dalam sebuah perbincangan dengan Indonesia Raya, Rabu (5/2) siang, di ruang kerjanya di kantor Dinas Prasarana Jalan, Jembatan, Tata Ruang dan Permukiman Sumatera Barat. Dalam perbincangannya dengan Indonesia Raya, Indra Jaya membeberkan bahwa tahun 2014 ini ia masih menyelesaikan bengkalai-bengkalai tahun jamak. Ambil contoh misalnya, beberapa jembatan yang terbengkalai sudah diselesaikan. “Jembatan-jembatan yang terbengkalai, Alhamdullilah sudah diselesaikan dan sudah diresmikan seperti, Jembatan Unand, Jembatan Lubuk Ulang-Aling, Jembatan Pasir Jambak, Jembatan Berok Siteba, dan hingga pertengahan tahun ini juga ada beberapa jembatan yang akan diresmikan,” ujar lelaki setengah baya pemilik wajah sejuk dan segar itu. Di antara jembatan-jembatan yang akan diresmik a n

16

itu, jelas Indra, Jembatan Batu Rizal, Jembatan Pung Awan, Jembatan Baburai, Jembatan Batu Busuk, Jembatan Pengam biran, dan di daerah Tanah Datar juga akan diresmikan. “Semua bengkalai yang kita jamakkan Insya Allah tahun ini selesai,” ujar Alumnus Bung Hatta Universitas Padang ini, yang mengaku tugas rangkapnya sebagai Kabid Perumahan Permukiman dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Jalan & Jembatan Sumbar, memang harus dilakukan. Sekalipun, itu bukanlah hal yang gampang. Di samping jembatan, untuk jalan Indra Jaya sudah menyelesaikan jalan yang masih tertinggal, seperti Jalan Padang Aro-Lubuk Malako tembus ke Pulau Punjung sekitar 65 Km. Sekarang, dua kabupaten, yaitu Dharmasraya dan Solok S e -

latan sudah sepakat dan malah sudah di-SK-kan oleh Gubernur Sumbar Prof Dr Irwan Prayitno tahun 2012 menjadi jalan propinsi. Jalan itu sangat strategis, karena akan mempengaruhi perekonomian warga jalur yang digunakan sangat bermanfaat. Dua minggu yang lalu, sudah ada kesepakatan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten di ke dua kabupaten yakni, 40 Km menjadi tang gungjawab provin si dan 25 Km diselesaikan oleh daerah. Malah Indra Jaya menegaskan, 2014 sudah selesai. Ia juga mengakui, tidak bisa memperlebar jalan itu karena terbentur kawasan hutan lindung.

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

“Masih ada bengkalai sepanjang 3 Km,” ucapnya. Menjawab Indonesia Raya, mengenai banyaknya jalan yang masih berlobang-lobang antara Kabupaten Agam dan Pasaman Barat, Indra Jaya menjelaskan, bahwa 2014 ini akan diperbaiki dengan alokasi dana yang sudah dipersiapkan puluhan miliar rupiah. Dulunya jalan ini, jalan kabupaten sekarang, sudah diserahkan ke propinsi. Jalan penghubung antara Kabupaten Agam dan Pasaman Barat ini ada sepanjang 60 Km dengan 12 Km yang rusak. Sembari meneguk teh botol yang disuguhkan salah seorang staf-nya, Indra Jaya mengatakan, tahun 2014 ini semua program sudah harus selesai atau clear. Paling lambat, katanya melanjutkan, 6 Februari ini sudah dibawa ke

CMYK


Maestro Depdagri untuk konsultasi asistensi. Setelah itu, baru menjadi Perda dan kita baru bisa melakukan tender. “Program yang lain mung kin masih panjang lagi, Jalan Tembus Pangkalan-Riau, itu masuk APBN sebesar Rp60 miliar. Tapi, itu masuk jalan propinsi,” terang Indra Jaya. Menjawab Indonesia Raya, kok bisa jalan propinsi tapi yang mendanai APBN, Indra Jaya menjelaskan, karena jalan itu panjang dan APBD tidak mampu untuk mengatasinya, maka pemerintah pusat melalui usaha Kepala Dinas Prasarana Jalan, Jembatan, Tata Ruang, dan Permukiman dan Balai Besar Jalan Nasional II, membantu melobi pusat. Mengenai Jalan Tembus Rao - Rokan, Indra pun menjelaskan, bahwa jalan sudah selesai hanya tinggal tiga jembatan yang perlu diprogramkan. Jika itu selesai, akses ke Riau sudah bisa lancar. Jalan Tembus Pasar Baru - Alahan Panjang, izinnya sudah ke luar dari Departemen Kehutanan. “Ini bukan jalan baru,” katanya. Berbincang-bincang dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Jalan & Jembatan Sumbar, Indra Jaya ST, memang mengasyikan. Tak terasa begitu cepat waktu berlalu, jarum jam di pergelangan tangannya sudah berputar jauh

ke depan, padahal rasanya baru satu menit. Mengenai harapan banyak kalangan, jalan di Sumbar bebas dari kerusakan. Indra Jaya mengatakan, harusnya jalan nasional targetnya 2014 ini sudah 100 % mantap. Kalau jalan propinsi, 93 persen mantap. Akan tetapi, karena ada tambahan dengan kondisi jalan yang harus kita perbaiki ternyata menjadi 2015 jalan propinsi sebelum jalan baru ternyata 80% mantap, tapi sekarang sudah 93 persen. “Jadi akan ada rapat lagi untuk membicarakan persoalan ini,” paparnya. Menyoal leadership kepala dinas, Indra Jaya mengakui dengan terus terang bahwa leadership kepala dinas sangat bagus sekali. Ia penuh dengan perhatian, bawahan dan anggota di back up dalam kebenaran. Tapi sebaliknya, ia sangat tegas dan disiplin dengan tidak pandang bulu (no but no if) dalam menindak yang bersalah. Kalau salah tetap salah baginya, malah ada beberapa orang PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) yang diistirahatkan, karena mungkin baru belajar ilmu teknis dan temuan-temuan di lapangan. Pokoknya, ia sangat tegas. Dari sisi komunikasi, sebagai seorang pemimpin, Kadis Prasjal Tarkim dinilai Indra Jaya sangat bagus sekali.

Komunikasi ke pusat juga begitu, karena pada hakekatnya beliau adalah orang departemen. Malah menteri pun respek terhadap beliau dan Sumbar, terang Indra jaya. Mencari sosok seorang birokrat yang juga mempunyai seni dalam memimpin bawahannya untuk mencapai suatu tujuan bersama ini, adalah hal yang sangat langka saat ini. Bagi Indra Jaya, bawahan itu adalah manusia bukan mesin. Malah pada Indoensia Raya ia menyebutkan, untuk menjadi seorang pemimpin yang baik jagalah perasaan manusia, karena manusia itu adalah perasaan, bukan mesin. “Menyakiti perasaan orang, sama dengan kita menyakiti diri kita sendiri,” ujar Indra Jaya. Di penghujung perbincangannya dengan Indoensia Raya, bapak yang telah mengabdikan dirinya sebagai amtenar selama 23 tahun di Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman Sumbar ini, mengakui bahwa ia memang sibuk oleh pekerjaan, namun hendaknya jangan tenggelam

terlalu dalam. Sekali-kali, katanya sembari menguber sebuah senyum yang mencerminkan kepuasan, perlu refreshing atau variasi. Indra Jaya juga mengakui dengan terus terang, tak gampang meraih sebuah prestasi, tapi berkat kerja keras yang tak kenal menyerah, ia melangkah dengan sederet prestasi dengan pasti. “Saya menyukai tantangan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Permukiman dan Kuasa Pengguna Ang garan (KPA) Jalan dan Jembatan Sumbar ini mengakhiri perbincangannya. Berdasarkan pengamatan Indonesia Raya, dari sisi kepemimpinan, Indra Jaya me-

CMYK

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

mang terkesan seorang pemimpin yang tidak berjarak dengan anggota yang dipimpinnya. Masing-masing menguber senyum pada Indonesia Raya, tak seperti di perkantoran pemerintah lainya di Padang, yang aparatnya selalu tampil dengan muka penuh curiga dan tak bersahabat. Indra Jaya memang seorang pemimpin yang menonjolkan kepemimpinan dengan contoh (leadership by example) pada orang-orang yang dipimpinnya. Menurut Indonesia Raya, andai saja sistem pengkaderan dan regenerasi masih berjalan di Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, kita yakin Indra Jaya pastilah akan menjadi orang pertama yang diprioritaskan. (Harianof)

17


Konsultasi & Kesehatan

DBD Berakhir dengan Kematian Penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk. Namun, penyakit ini tak bisa dianggap enteng. Bila terlambat menanganinya akan berakhir dengan kematian.

S

uatu kali mungkin suhu tubuh keluarga Anda tiba tinggi, diiringi dengan gejala batuk, pilek, muntah, mual, serta diare. Jangan pernah menyepelekannya! Mungkin saja keluarga Anda terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan air laut Penyakit DBD ini, sering salah didiagnosis dengan penyakit lain, seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan, karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD, bisa bersifat asimtomatik atau tidak jelas gejalanya. Menurut data di bagian anak RSCM, pasien DBD sering menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual, maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus tersebut dapat masuk bersamaan dengan in-

Bersama dr Ferdinal Ferry, SpOG (K)

Tanya : Dokter Ferry yang terhormat, saya adalah seorang karyawan swasta berusia 29 tahun. Sampai sekarang belum juga dikarunia anak, padahal saya sudah menikah hampir 3 tahun. Memang selama ini saya mengalami gangguan haid. Dimana siklus haid saya tidak teratur setiap bulan. Menurut artikel kesehatan

18

dr Irza Wahid KHOM

feksi penyakit lain, seperti flu atau tipus. Oleh karena itu diperlukan kejelian pemahaman tentang perjalanan penyakit infeksi virus dengue ini. Kata dokter Spesialis Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, dr Irza Wahid KHOM, Penyakit DBD ini tidak bisa direka-reka. Dalam hal ini, diperlukan pemeriksaan klinis yang baik dan lengkap. Selain itu, diagnosis DBD serta pemeriksaan penunjang (laboratorium) akan banyak membantu, terutama bila gejala klinis kurang memadai. Kendati begitu, kata Irza Wahid, biasanya gejala penyakit DBD itu diawali dengan demam tinggi yang mendadak selama 2 sampai 7 hari. Suhu tubuh penderita berkisar 380C sampai 400C. Bahkan, ada mengalami syok, dimana tekanan nadi menurun menjadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sistolik sampai 80 mmHg atau lebih rendah. Biasanya, pada hari ke-3 sampai 7 ditemukan penurunan trombosit sampai 100.000 /mm. Bahkan tak jarang pula

terjadi pembesaran hati (Hepatomegali) Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai, adalah; lemah, mual, muntah, sakit perut, diare kejang dan sakit kepala. Selain itu, juga bisa terjadi pendarahan pada hidung dan gusi, rasa sakit pada otot dan persendian, serta timbul bintikbintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah. Masa inkubasi dari penyakit DBD terjadi selama 4-6 hari. Sedangkan penularan penyakit ini terjadi melalui gigitan nyamuk aedes aegypti / aedes albopictus betina, yang sebelumnya telah membawa virus dalam tubuh dari penderita demam berdarah lain. Dikatakan Irza Wahid, nyamuk aedes aegypti yang berasal dari Brazil dan Ethiopia ini, sering menggigit manusia pada waktu pagi dan siang. Sedangkan orang yang beresiko terkena demam berdarah ini, adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun, yang sebagian besar tinggal di lingkungan lembab, serta daerah pinggiran kumuh. Penyakit DBD sering muncul pada musim penghujan. Virus ini, kemungkinan muncul akibat pengaruh musim/alam serta perilaku manusia. Dikatakan, pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya, yaitu nyamuk aedes aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu : Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk hasil

samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah Kemudian, lakukan pengurasan bak mandi/penampungan air, sekurang-kurangnya sekali seminggu. Selain itu, juga lakukan penggantian/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah, serta aksi bersih-bersih lainnya. Tindakan ini popular dengan istilah 3M, yaitu menutup, menguras, menimbun. Dalam mengatasi perkembangbiakan aedes aegypti ini, juga bisa dengan memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air- seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain. Disamping itu, kata Irza Wahid, juga diperlukan pengendalian biologis, antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang), dan bakteri (Bt.H-14).

Haid Tidak Teratur, Apa Bisa Hamil ? yang pernah saya baca, siklus haid yang teratur itu adalah dengan rentang waktu antara 21 sampai 35 hari setiap kali periode haid. Namun saya tidak mengalami siklus yang demikian, dimana siklus haid saya tidak memiliki pola tertentu. Pada awalnya siklus haid saya lebih dari 35 hari, namun kemudian timbul perdarahan haid di luar siklus haid normal. Selain itu, siklusnya semula 35-40 hari, tetapi bulan berikutnya bisa tidak haid selama 3 bulan. Di sisi lain, ada pula yang dalam sebulan bisa mengalami haid lebih dari sekali. Contoh, bulan ini haid terjadi tanggal 10, kemudian datang lagi pada tanggal 25 di bulan yang sama. Dengan kondisi demikian, apakah saya bisa hamil ? Salam Hormat Rita Kemala Dewi

Jawab : Ibu Rita Kemala Dewi yang terhormat ! Sebenarnya wanita dengan siklus haid yang normal, secara fisiologis menggambarkan, organ reproduksinya cenderung sehat dan tak bermasalah. Sistem hormonalnya baik, ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus haidnya teratur. Intinya, secara kasat mata sang wanita itu diyakini dalam kondisi sehat. Sehingga, dengan siklus normal ini, ia akan lebih mudah mendapatkan kehamilan, menata rutinitas, menghitung masa subur, dan lainnya.Pada kenyataannya, tak semua perempuan memiliki siklus haid yang normal. Banyak di antara wanita yang siklus haidnya tidak teratur, yakni siklusnya tidak memiliki pola tertentu. Mung-

kin pada awalnya siklus haid lebih dari 35 hari, namun kemudian akan timbul perdarahan haid di luar siklus haid normal. Misal, siklusnya semula 35-40 hari, tetapi bulan berikutnya bisa tidak haid sekitar 3 bulan. Secara medis dikenal siklus haid panjang dan siklus haid pendek. Kendati demikian, baik siklus pendek maupun panjang, sama-sama menunjukkan ketidakberesan pada sistem metabolisme dan hormonal. Dampaknya pun sama, yaitu jadi lebih sulit hamil. Pada siklus pendek, ibu mengalami “unovulasi�, karena sel telur tidak terlalu matang, sehingga sulit untuk dibuahi. Pada siklus panjang, hal ini menandakan sel telur jarang sekali diproduksi atau ibu mengalami ketidaksuburan yang cukup panjang. Jika sel telur jarang diproduksi berarti pembuahan akan sa-

Juga diperlukan pengendalian kimiawi, dengan cara pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion). Sebab, tindakan ini berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu. Namun, papar Irza Wahid, untuk memberantas penyakit DBD tidak hanya bisa diberantas dengan pengasapan, namun juga dengan cara pemberantasan sarang nyamuk dan abetisasi. Pola penyemprotan (fogging), pun harus dilakukan secara kontiniu dan menyeluruh. Sebab, jika penyemprotan itu terputus maka hasilnya akan sia-sia, apalagi nyamuk Aides Aegypti berkembang dalam radius 100 meter. “Jika satu unit rumah saja tidak disemprot dalam satu kawasan, maka hasilnya akan sia-sia, karena nyamuk tersebut aka terbang daerah yang berdekatan,� ujar Irza Wahid. (Jj)

ngat jarang terjadi. Padahal, haid merupakan tanda kalau ibu sedang subur. Karena haid yang tak teratur tersebut membuat ibu sulit mencari kapan masa subur dan tidak. Seharusnya, jika haid teratur, masa subur dapat ditemukan dengan mudah. Contoh, jika siklusnya 30 hari, maka masa subur diperkirakan 16 hari setelah hari pertama haid. Berbeda dengan siklus panjang dan pendek, sulit sekali menghitung masa subur karena tak ada rumus yang dapat digunakan. Menghadapi masalah ini, saya harap ibu tak perlu berkecil hati. Sebab, dengan kecanggihan pengobatan modern, hal ini bisa diatasi. Nanti dokter akan membantu ibu mencari apa penyebabnya, untuk kemudian diberikan solusinya yang tepat. Tentu diperlukan kerja sama yang lebih intens antara ibu dan pasangan dengan dokter. Mudah-mudahan dengan terapi yang dilakukan bisa membuat ibu segera hamil.

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014 CMYK


Motifasi Mengukir Prestasi Dari Usia Dini

Sementara itu, pelatih PB Andalas Jaya, Ir James Melly juga mengacungkan jempol terhadap perhatian kedua orang tua Fira pada bakat anaknya. “Inilah satu alasan yang membuat semangat Fira terus terdongkrak. Disamping talenta, dukungan ini cukup punya andil besar terhadap karir atlit, baik dukungan dari orang tua, pelatih dan dukungan dari induk organisasi,” ungkap pria yang akrab disapa Jeje ini. Jeje juga mengakui potensi dan semangat juang yang besar dari Fira Radi Pratiwi. Potensi yang dimiliki itu mampu dibuktikan Fira saat Sirkut Nasional (Sirnas), di Palembang tahun 2011 lalu. Kala itu Fira mampu membuat repot atlit nasional Jauza Fadhila Sugiarto, yang merupakan putri juara dunia bulutangkis, Icuk Sugiarto. Saat itu kata Jeje, Fira mampu menahan Jauza Fadhila dengan poin ruber set. “Inilah potensi seorang “anak daerah” yang “dipertontonkan” di ajang bergengsi. Bukankah ini bukan sebuah prestasi ?,” ungkap Jeje. Bahkan yang membuat Jeje terharu sebagai pelatih, usai pertandingan melawan Jauza Fadhila Sugiarto itu, ia didatangi oleh mantan pelatih PB Jaya Raya yang saat ini melatih di PB Mutiara Bandung, untuk “meminang” Fira menjadi pemain PB Mutiara. Namun, kata Jeje, karena saat itu usia Fira masih sangat belia (baru kelas 1 SMP), maka kedua orang tuanya masih gamang melepas anaknya untuk merantau ke tanah seberang. Jeje tak hendak menyalahkan orang tua Fira lantaran tak menangkap peluang itu. Tapi demikian, katanya, seharusnya untuk mengapai cita-cita besar, sebungkah keyakinan harus tertanam dalam jiwa orang tua Fira, terutama untuk membuka langkah Fira ka jenjang nasional. (F. Fahlevi)

Fira Luput Dari Perhatian PBSI Fira Radi Pratiwi telah mengukir prestasi olahraga bulutangkis semenjak SD. Bahkan, kini ia tercatat sebagai juara tunggal putri tingkat Sumatera, Kelompok Umur Remaja. Namun, PBSI Kota Padang maupun PBSI Sumbar, nyaris tak ada perhatian. Bahkan beberapa waktu lalu, Fira nyaris “dianaktirikan” PBSI. Sebab, Fira yang nyata-nyata “jagonya” Kejurda 2013, namun PBSI Sum bar malah tak mengirimnya untuk Kejurnas 2013, di Bali. Ada Apa ? Kalaulah dibilang “malang”, memang begitulah kiranya fakta yang dialami oleh Fira Radi Pratiwi (17 tahun). Sebab, di tengah saratnya prestasi yang ia sandang, anak dari pasangan Asdaidil Adi dan Rahmi Zoni ini, malah seakan luput dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Padang maupun PBSI Provinsi Sumbar. Bila boleh dibaratkan, sebenarnya remaja kelahiran 5 Desember 1997 ini seolah besar dengan prestasi, namun tanpa perhatian dan bimbingan dari PBSI. Intiplah kehidupan yang dirangkai Fira sebagai seorang atlit bulutangkis ! Kendati ia telah mengharumkan nama daerah, namun sebenarnya ia tak obahnya bagai mengayuh tongkang di laut lapang dengan pendayung usang. Hanya rasa gamang dan letih berkepanjangan yang ia sua dari hari

ke hari. Sebab, PBSI sebagai induk organisasi bulutangkis, nyaris tak memberikan perhatian padanya. Kendati Fira seperti menyongsong ’nyala fajar ’ yang tak nampak—terutama untuk menggantungkan kehidupan ekonomi dari dunia bulutangkis—namun ia tetap optimis menepa dan mengasah kepiawainnya dirinya, Betapa luar biasanya Fira Radi Pratiwi ini ! Walau bagai tersedu di depan pintu dalam “mengais” cita-cita, namun ia tetap membulatkan tekad mengasah potensi diri di arena bulutangkis. Bahkan, ia pun tak mau menyalahkan siapa-siapa, terutama Pengurus PBSI. Sebab katanya, ayah dan ibunya cukup punya andil besar dalam karir bulutangkisnya. Kata remaja yang tercatat sebagai siswi SMA Negeri 4 Padang ini, ayah dan ibunya selalu menemainya saat ia latihan. Bahkan, remaja yang memulai latihan bulutangkis sejak usia 5 tahun, di bawah asuhan pelatih James Melly, pada PB Andalas Jaya, di Komplek Puri

PRESTASI FIRA RADI PRATIWI : 1. Juara I Tunggal Putri Kelompok Umur 12 tahun, pada tahun 2009 2. Juara III Tunggal Putri Semen Padang Cup, tahun 2010 3. Juara II Tunggal Remaja Putri, HUT Kota Bukittinggi ke-227, antar SumbarJambi-Sumut-Riau tahun 2011 4. Juara III Tunggal Putri, Kejurda Kelompok Umur Pemula Kota Padang Panjang, tahun 2010 5. Juara I Tunggal Anak-anak Putri dari Bank Riau Kepri di Kota Pekanbaru, tahun 2010 6. Juara II Tunggal Remaja Putri, KU 14 tahun, pada Sirkuit Bulutangkis Sumbar, tahun 2011 7. Juara II Tunggal Remaja Putri KU 15 tahun, PBSI Sumbar tahun 2012 8. Juara II Beregu Putri, Gubernur Cup I antar Kab/Kota, pada Kejurda 2013 9. Juara I Tunggal Remaja Putri, Liga Bina Bakat KU se-Sumbar yang ke V, tahun 2011 10. Juara II Tunggal Remaja Putri se-Sumatera Sinar Dunia Cup Bulutangkis Series, kategori SMP, di Pekanbaru tahun 2013 11. Juara I Tunggal Putri O2SN Sumbar, sekaligus mewakili Sumbar untuk nasional di Surabaya, Tingkat SMP, tahun 2011 12. Juara I KU Tunggal Remaja Putri Walikota Cup III se-Sumatera, tahun 2013, di Solok 13. Juara II Tunggal Remaja Putri Walikota Cup, tahun 2013, di Bukittinggi 14. Juara III Tunggal Remaja Putri Porprov Sumbar, tahun 2012 15. Juara II Tunggal Remaja Putri Bank Riau Kepri Open se-Sumatera, tahun 2012 16. Juara III Tunggal Remaja Putri Kejurda Bulutangkis antar Kab/Kota seSumatera, tahun 2013 17. Juara II Remaja Ganda Putri pada Open Turnamen Badminton GSC Cup I 2013 18. Juara II Tunggal Remaja Putri pada Open Turnamen Badminton GSC Cup I 2013

Fira Radi Pratiwi Dengan Puluhan Medali Kebanggaannya

Filano, Parak Kerakah, Kelurahan Kubu Dalam Kota Padang, ibunya selalu mendampinginya setiap kali ada kejuaran, baik di Sumbar maupun di beberapa provinsi. Sementara sang ayah yang merupakan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, harus bisa menyesuaikan waktu dengan jadwal pekerjaannya, bila hendak menemani si buah hati dalam berbagai kejuaraan. “Fira begitu bersyukur memiliki kedua orang tua yang telah memberikan dukungannya yang besar. Ini adalah harta yang tak ternilai harganya, dan tak bisa diukur dengan apa pun,” ujar cucu mantan Asisten III Pemko Padang, Drs Syuib MS ini.

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014 CMYK

Pelatih PB Andalas Jaya, James Melly (celana pendek) dengan mantan atlet sumbar Hendrizal

19


Lintas Daerah Hearing LSM Dengan DPRD

Dari Honor Guru Mengaji Hingga Sistim Mutasi Payakumbuh, Indo Raya__Rabu (5/2) pekan lalu, suasana ruang rapat DPRD Kota Payakumbuh lain dari pada biasanya. Pada siang nan cerah itu, sekitar 20-an pentolan aktivis dan LSM serta tokoh masyarakat Payakumbuh mendatangi kantor wakil rakyat yang berlokasi di jalan Soekarno-Hatta, kawasan Koto nan Ompek, Kecamatan Payakumbuh Barat. Kedatangan masyarakat Payakumbuh yang tergabung dalam Fokus Grup Diskusi Masyarakat Peduli Payakumbuh Membangun itu banyak menarik perhatian media massa. Apa yang melatarbelakangi kedatangan mereka dan bertatap muka dengan anggota dewan tersebut ?. Jawabannya, tak lain koreksi mereka terhadap pemerintahan duet Riza Falepi – Suwandel Muchtar yang dikenal juga dengan slogan F – Wan, yang telah berjalan Selama 16 bulan.

Dewan tengah hearing dengan LSM Payakumbuh (foto : Wsw/Indoraya)

Wako pilihan rakyat tersebut banyak dikritik LSM, mulai dari honor guru mengaji, garin masjid, penyuluh agama yang tidak dibayarkan selama enam bulan, dari bulan Juli – Desember 2013, hingga sistim mutasi yang telah terjadi 15 kali selama walikota Riza Falepi.

Seperti dikatakan Risman Mansur, Ketua Fokus Grup,

gua ini honorer yang mengantikan peran mereka. Kalau tidak mungkin saja sekolah pada tutup,” ungkap warga Nagari Galugua ini. Kalau begini, tambah ibu paruh baya itu, coba bayangkan bagaimana SDM anakanak kami ini nanti untuk melanjutkan ke tingkat SMP dan seterusnya. Kami meminta kepala dinas pendidikan atau pak bupati sendiri dapat mendengarkan keluh kesah kami ini. Sebagimana diketahui, Nagari Galugua yang jaraknya dari Kota Payakumbuh tidak kurang dari 150 km, lebih kurang 16 km diantaranya kondisi jalannya buruk. Sementara guru PNS yang mengajar di sini umumnya berasal dari luar Ga lugua. Sekolah Dasar di Galugua terletak di Jorong Galugua, Tanjung Jajaran, Koto Tangah, dan Jorong Mongan. (wsw)

Khairul Apit

Limapuluh Kota, Indo Raya__Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas Sosialnaker merespons keinginan masyarakat Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh yang akan merelokasi makam sembilan orang syuhada yang gugur pada tanggal 10 Januari 1949, karena diterjang peluru pasukan Belanda di Titian Panjang, Pandam Gadang. Respons yang diberikan pemkab bukan saja dalam bentuk dukungan moril, namun juga mengucurkan dana sebe-

sar Rp50 juta untuk biaya relokasi makam syuhada yang sekarang tempatnya saling berpencar di nagari ini. Bantuan Pemkab Limapuluh Kota ini disampaikan Walinagari Pandam Gadang, Khai rul Apit kepada watawan tabloid Indonensia Raya yang mewawancarainya, Jum’at lalu, di Pandam Gadang. “Alhamdulilah, Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas Sosialnaker telah mengalokasikan dana sebesar Rp50 juta buat biaya relokasi makam sembilan orang syuhada,” ujar Khairul Apit menjelaskan. Atas nama masyarakat Pandam Gadang, kami mengucapkan terima kasih kepada pak bupati Alis Marajo yang cepat tanggap dengan keinginan masyarakat Pandam Gadang. Dan, begitu dananya kami terima nanti, aksi memindahkan makam para syuhada itu ke satu lokasi akan kami lakukan. Setelah, program relokasi makam ini terlaksana, maka program nagari selanjutnya adalah membangun monumen gugurnya para syuhada itu,

tambah walinagari yang juga atlet pralayang tersebut. Sisi lain, Apit juga menyebutkan, bahwa pemerintah Nagari Pandam Gadang sekarang tengah sibuknya membasmi anjing-anjing liar di daerah ini. Anjing liar yang diduga terkena penyakit gila, anjing itu karena tularan anjing gila melalui kontak body, sudah puluhan yang berhasil dibasmi masyarakat. “Pemerintah nagari membayar Rp25 ribu perekor anjing yang berhasil dibasmi kepada anggota masyarakat. Saking antusiasnya masyarakat memburu annjing liar tersebut sampai berjumlah 200 orang. Untuk kousmsi mereka, kita mendirikan tiga dapur umum,” ulasnya. Sekarang anak-anak sekolah sudah mulai lega, karena anjing-anjing liar itu telah banyak yang dibunuh. Padahal selama ini masyarakat resah, dan anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar tidak berani pergi sekolah, karena takut digigit anjing, pungkas Apit. (wsw)

lalu, dinas yang ia pimpin juga telah membangun dua Pos Ter-

padu yang permanen, masingmasing berlokasi di pertigaan Balai Panjang (depan balaikota), dan di Tanjung Anau. Pos Terpadu ini juga dilengkapi dengan alat pendingin (AC). “Kemudian, dalam tahun 2014 ini kita juga akan melakukan perbaikan terhadap halte-halte yang berada dalam Kota Payakumbuh. Tahuh 2013 lalu, PLN juga telah membantu perbaikan halte-halte tersebut”, terangnya. Kita minta kepada masyarakat, imbau Ance, agar dapat menjaga apa-apa yang telah dibangun tadi, seperti tidak melakukan coret coretan di halte atau Pos terpadu. (wsw)

Tiga Traffic Light Bakal Diganti Payakumbuh, Indo Raya__Seringnya lampu pengatur lalu lintas (Traffic Light) mati, dan hidup-hidup mati di sejumlah persimpangan dalam Kota Payakumbuh, mendapat respons dari pemko melalui Dinas Perhubungan dan Kominfo. Kondisi kerap rusaknya lampu pengatur lalu lintas tersebut, karena perlengkapan lampu jalan itu telah dimakan berusia. “ Tidak kurang sudah 30 tahun lebih umur Traffic Light di Payakumbuh”, ujar Kadis Per-

20

hubungan dan Komunikasi, Aldrian, SH, ketika ditanya tabloid Indonesia Raya di ruang kerjanya, Jumat (7/2) siang lalu. Alhamdulilah, ujar Aldrian atau yang lebih dikenal dengan panggilan intimnya Ance itu, pada tahun 2014 ini kita dapat anggaran untuk mengganti tiga Traffic Light. Tiga persimpangan yang akan mem punyai traffic baru itu masingmasing, Simpang Benteng, Labuah Basilang, dan pertigaan depan eks kantor bupati. Jadi lampu pengatur yang ada se-

sesungguhnya out of konteks. Dilanjutkan Syaiful, bahwa dalam hal mutasi yang telah terjadi sebanyak 15 kali itu, ada pejabat yang berprestasi tapi di non job kan, seperti Busrizal Jaafar, kepada SMKN 2 Payakumbuh. Atau ada pula pejabat yang diangkat sebagai kepala dinas, sementara ia belum memenuhi persyaratan untuk jenjang esselon II. Lain lagi yang dikatakan Zulfa Indra dari pengurus Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh yang menyorot tentang tidak dibayarnya honor guru mengaji dan garin masjid, pada semester II tahun 2013 lalu. Lalu tentang pembangunan restoran bertaraf internasional di kawasan Ngalau Indah. Kami meminta kepada dewan, agar meng follup up aspirasi kami ini ke tingkat eksekutif, ujar Risman Mansur. Hearing pada hari itu dimpimpin Ketua DPRD Wilman Singkuan yang didampingi Wakil Ketua Sudirman Rusma. Wilman berjanji akan menyam paikan aspirasi dari masyarakat ini kepada walikota. (wsw)

Pemkab Bantu Relokasi Makam Syuhada

Guru di Galugua Pemalas Limapuluh Kota, Indo Raya__Orang tua murid sekolah dasar di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX menjadi cemas. Persoalannya tak lain menyangkut masa depannya putra putrinya. Anak-anak murid SD di Nagari Galugua selama ini tidak dapat belajar dengan maksimal. Itu disebakan, guruguru PNS yang mengajar pada empat buah SD di nagari yang paling terpelosok di Kabupaten Limapuluh Kota ini boleh dikatakan pada pemalas. Hal ini terungkap ketika salah seorang wali murid yang bernama Junimar berbincangbincang dengan wartawan tab loid Indonesia Raya yang berkunjung kesana Kamis pekan lalu. “Dalam sebulan hanya sekitar sepuluh hari kerja guruguru itu masuk sekolah pak. Untung saja ada warga Galu-

bahwa kedatangan mereka adalah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada dewan, yang muaranya bagaimana ke depan Payakumbuh yang lebih baik. Pertama disampaikan oleh Indra Firdaus, Sekretaris Forum Merah Putih, ia meminta agar DPRD peka terhadap perkembangan dan dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Firdaus mencontohkan tentang mutasi di jajaran pemko yang telah terjadi sebanyak 15 kali dalam 16 bulan kepemimpinan walikota Riza Falepi banyak yang janggal. Di lain hal, Syaiful Rahman Ketua LS M Madani menyampaikan, bahwa tata kelola pemerintahan di Payakumbuh saat ini belum berjalan baik. Pasangan kepala daerah sepertinya mengalami disharmonisasi. Dulu saat menyampaikan visi misi, ujar Syaiful Rahman, disebut ada job discrtiption. Namun, hal yang dimaksudkan itu seperti tidak bertemu saat ini. Malah walikota lebih cendrung berkomunikasi dengan personal yang

karang di ketiga persimpangan itu dimana tidak layak lagi, dan itulah yang akan diganti, sebutnya. Kapan mulai dipasang lampu pengatur yang baru itu ? Mejawab pertanyaan, Ance menyebutkan paling lambat bulan Mei 2014. “Sekitar bulan Mei paling lambat traffigh ligh pada tiga titik persimpangan tadi akan dipasang,” ulas Kadis Perhubungan dan Kominfo ini. Disamping trafffigh ligh, Ance juga menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2013

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014


Lintas Daerah

Ketika Pengaspalan Jalan Diduga Asal Jadi speck, dan menurut analisa ini kelas A nya juga kena. Jalan yang seharusnya belum diaspal, tapi karena mereka borongan, makanya dikerjakan juga. “Jalan ini masih dalam masa perawatan selama 6 bulan ke depan. Kita harap dengan 6 bulan tersebut jalan ini sudah diperbaiki kembali,” tegasnya Di penghujung perbincangannya, Rahmanizar menginginkan agar pihak PU dengan masa waktu perawatan bisa memperbaiki kembali. Sebab,

katanya lagi, sebaik dan sebagus apapun pengaspalan jalan, bila tak ada parit atau dreinase yang memadai tetap akan hancur. “Maka dari itu, menjelang adanya dreinase yang permanen kita harapkan masyarakat bisa menjaga parit yang ada. Mari kita bersama-sama saling bekerjasama mulai dari masyarakat, pemerintah daerah dan DPRD untuk saling menjaga pembangunan yang ada,” ujarnya (Rita Yunelti)

Genius Umar Pimpin Rakor Pemberantasan Narkoba

Dharmasraya, Indo Raya__ Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Rahmanizar SIP bersama dengan anggota DPRD Dharmasraya Pariyanto SH yang juga didampingi oleh Dinas PU Kabupaten Dharmasraya yang diwakili oleh Kabid Bina Marga Ronie, melakukan sidak lapangan terkait keluhan masyarakat akan pembangunan atau pengaspalan jalan di kawasan Nagari Panyubarangan, Kecamatan Timpeh yang diduga kuat asal jadi dan terburu. Hal ini terbukti dengan hanya dalam hitungan hari, pengaspalan jalan yang menelan biaya hingga Rp4 milyar lebih, yang selama ini menjadi harapan banyak masyarakat justru mengelupas layaknya jalan aspal yang telah dibangun bertahun-tahun. Kondisi jalan

tersebut membuat geram Ramanizar. Sambil mencongkel jalan yang sudah rusak dengan jari tanganya, Ramanizar mengatakan, aspal apa ini pak Roni. Apakah ini kelas A namanya? Sambil mencongkel aspal, Ramanizar kembali bertanya sudah berapa lama jalan itu dibangun. Dengan mimik wajah agak sedikit tergagap, Ronie menjawab, bahwa itu sudah lebih satu bulan. Rahmanizar berharap kepada Ronie, agar jalan yang masih dalam perawatan 6 bulan ini diperbaiki kembali. Kalau tidak, katanya, masyarakat akan sangat kecewa dengan pembangunan tersebut. Menjawab apa yang dikatakan Rah mizar, Ronie berjanji, nanti akan memperbaiki kembali,

namun Roni juga menyangkal kalau jalan tersebut tidak kelas A. “Jalan itu bisa jadi seperti itu, dikarenakan cuaca yang kurang mendukung. Di samping itu, dasar jalan ini mengandung banyak kadar airnya,” ungkap Roni kepada sang anggota DPRD. Rahmanizar saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di lapangan, terkait kondisi jalan mengatakan, pihak pelaksana pekerjaan pengaspalan ini harus bertanggungjawab dan memperbaiki kembali jalan ini, begitu juga pihak PU nya. “Pengaspalan jalan ini kalau menurut analisa saya, memang dikerjakan asal-asalan,” kata Rahmanizar. Dikatakannya lagi, pengaspalan ini tak sesuai dengan

Kota Pariaman, Indo Raya__sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011, tentang pelaksanaan kebijakan dan strategi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tahun 2011-2015, yang ditujukan kepada pimpinan daerah seIndonesia, dan sekaligus menindaklanjuti pembentukan Badan Narkotika Kota Pariaman, maka digelar rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Rabu (5/2/2014), di ruangan rapat pimpinan. Kegiatan ini diikuti oleh Wakapolres Pariaman Asriwardi Chan, kepala SKPD dan unsur vertikal se Kota Pariaman. Genius mengatakan, penyalahgunaan narkotika terutama oleh generasi muda saat ini telah sampai pada ambang memprihatinkan, sehingga hal ini membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif yang me-

nuntut pengembangan organisasi secara proporsional. Untuk itu, perlu ada keterpaduan dalam penyusunan kebijakan ke depan. Salah satunya yaitu di bidang pencegahan bagi generasi muda, dengan mengupayakan siswa/pelajar untuk memiliki pola pikir, sikap dan terampil dalam menolak penyelahgunaan dan peredaran narkoba. Sebagai langkah kongkrit dalam mengatasi hal ini, Pemerintah Kota Pariaman dengan unsur terkait akan melaksanakan razia ke berbagai tempat, yang dicurigai dengan jadwal yang dirahasiakan. Melaksanakan tes urine bagi siswa/pelajar secara berkala yang diikuti dengan memberikan penyuluhan penyuluhan. Dan kepada orang tua dihimbau untuk mengawasi anak anaknya lebih serius lagi terutama bagi yang suka merokok dan sering berada di luar rumah, terutama di malam hari. (Nizam)

Suir Syam Bersuara Dari Sungai Duo Dharmasraya, Indo Raya__ ”Untuk mencapai pelayanan kesehatan yang baik, seluruh tenaga medis dan apotekernya harus dilengkapi”. Demikian diungkapkan oleh caleg DPR RI dr. Suir Syam M.Kes.M.MR yang telah dua periode menjabat sebagai Walikota Padangpanjang, di kediamanya Jorong Sungai Duo, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Suir Syam yang kini maju menjadi caleg DPR RI yang juga pernah mengabdi di Rumah Sakit Umum Sungai Dareh (RSUD) mulai semenjak kabupaten induk Sijunjung hingga menjadi Kabupaten Dharmasraya selama 16,5 tahun ini, akan ikut menghiasi pesta demokrasi 2014 9 April 2014 mendatang. Dengan keahlian dan kopentensi di bidang kesehatan, Suir Syam berjanji bila dirinya bisa maju dan terpilih untuk ke senayan nantinya. Dirinya me-

ngatakan, hal yang paling utama akan ia lakukan adalah bidang kesehatan dan pendidikan. “Saya akan mengutamakan masalah kesehatan, bagaimana pelayanan kesehatan ini bisa baik. Kita juga akan mencoba untuk membebaskan biaya pendidikan, mulai dari SD hingga SLTA. Hal itu sudah kita buktikan saat saya 10 tahun menjadi Walikota di Padangpanjang,” ujar Suir syam. Seputar gratisnya biaya pe robatan bagi masyarakat miskin, Suir Syam mengatakan, selama kurang lebih 7 tahun saat ia menjadi Walikota Padangpanjang, ia telah melakukan pengratisan bagi masyarakat miskin dalam berobat dan hal itu sudah dilaksanakan. Sehingga, saat masyarakat berobat, baik di rumah sakit maupun puskesmas, tak perlu lagi memikirkan biaya berobat. Mereka cukup datang dan berobat terus pulang tanpa memikirkan biaya. Begitu juga

pendidikan, mulai dari SD hingga SLTA digratiskan biaya sekolahnya. Hal itu juga telah ia lakukan. Hal itu akan kembali dilanjutkan saat ia duduk di Senayan nantinya Menurut Suir Syam, biaya pendidikan untuk masyarakat itu bisa digratiskan hingga mereka kuliah. Sebab undang-undang telah mengamanatkan dalam APBN sekitar 20 persen. Bila undang-undang bicara hal itu, tentu harus dilakukan dan dilaksanakan. Bila tidak, berarti kita melanggar UU. Kata Suir Syam, saat ini APBN kita Rp1.800 triliun dan 20 persen dari itu senilai kurang lebih 400 triliun adalah untuk biaya pendidikan. Kalau satu propinsi seperti Sumbar APBD-nya Rp32 triliun, lalu diberikan 10 triliun untuk biaya pendidikan, tentu biaya pendidikan akan bisa digratiskan. Dan masih banyak lagi hak-hak masyarakat yang harus mereka terima, terang Suir Syam. (Rita Yunelti)

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

21


Lintas Daerah

Ali Mukhni Kembali Mengukir Prestasi Padangpariaman, Indo Raya__Pemkab Padangpariaman kembali mengukir prestasi tahun ini, di bidang Badan Amil Zakat, dengan menerima penghargaan Zakat Award 2014, yang diserahkan oleh Ketua Umum BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MSc, di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pertengahan Januari 2014 lalu. Kata Bupati Padangpariaman, keberhasilan yang ditoreh Pemkab Padangpariaman ini bukan hanya semata kerja keras pihak pemerintah saja,

akan tetapi keberhasilan yang diraih selama tiga tahun belakangan ini merupakan kerja keras seluruh masyarakat. Dalam langkahnya, Bupati Ali Mukhni selalu membawa arti positif untuk kemajuan Pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat Padang Pariaman. Oleh karena itu, sudah sewajarnya bilamana banyak proyek pusat dan propinsi yang hinggap. Tangan dingin dan loby-loby seorang Bupati Ali Mukhni memang jarang dimiliki oleh Kepala daerah lain. Dari pagi hingga larut

malam, Ali Mukhni bekerja yang kesemuanya untuk kepentingan rakyat. Bupati yang mantan Wakil Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, mengungkapkan dalam hati yang paling dalam, beliau bekerja hanyalah dengan niat ikhlas dan tanpa kenal lelah. “ Biarlah saya lelah , yang penting rakyat sejahtera,” tuturnya. Penghargaan yang diberikan oleh BAZNAS pada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tentunya atas perhatian, doa dan dukungan serta kepedulian Bupati Ali Mukhni

dalam mengembanmgkan pengelolaan zakat melalui Badan Amal Zakat Kabupaten Padang Pariaman. Sebagai pemerintah daerah, Bupati Ali Mukhni merasa bahagia sekaligus terharu akan penghargaan yang telah diterima dari BAZNAS itu. “Atas nama pemerintah daerah dan pribadi, kami berterima kasih pada seluruh masyarakat dan seluruh PNS, yang telah berjuang dan berdoa serta bekerja keras yang saling bahu membahu dalam pengelolaan BAZ. Apresiasi ini pun kami sampaikan pada Ketua BAZ Suhatri Bur, yang tentunya juga sangat berperan aktif dalam keberhasilan ini,” ujar bupati. Dana BAZ, tambah Ali Mukhni, sungguh banyak manfaatnya untuk kelurga kurang mampu, seperti untuk melanjutkan dunia pendidikan, mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi, untuk menambah modal usaha dan biaya untuk berobat. Bantuan yang diberikan dari dana yang dikelola BAZ dengan harapan akan me-

ngurangi tingkat angka kemiskinan dan pengangguran di Padangpariaman. Suhatri Bur Ketua BAZ Padangpariaman menuturkan, Pemkab Padangpariaman yang dinahkodai Bupati Ali Mukhni, sangat konsisten dan punya komitmen yang jelas untuk mengembangkan dan memajukan BAZ. Sekalipun kesibukannya sebagai orang nomor satu di wilayah kerja Kabupaten Padangpariaman, Bupati Ali Mukhni selalu datang dan memberikan pencerahan dan juga langsung menyerahkan bantuan BAZ pada masyarakat di seluruh pelosok nagari. “Penghargaan BAZNAS Tingkat Nasional yang diterima Bupati Ali Mukhni Tahun 2014, merupakan momentum besar bagi BAZ Kabupaten Padangpariaman. Ke depan BAZ akan berjuang dan bertekad untuk mempertahankan, bila perlu meningkatkan pengelolaan yang lebih baik,” jelas mantan Ketua KPU Padangpariaman ini. (nnl/desi)

Imam Masjid Terima Zakat dari BAZ Kota Pariaman

Bupati Ali Mukhni menerima penghargaan dari ketua BAZNAS Prof.Dr.KH.Didin Hafidhuddin dan di dampingi Ketua BAZ Padangpariaman, Suhatri Bur.

Dipertabunhut Tingkatkan Ekonomi Rakyat Padangpariaman, Indonesia Raya__Pada tahun 2014 ini Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Padangpariaman segera melakukan pendataan ulang terhadap berapa luas jumlah lahan pertanian masyarakat. Adapun lahan yang segera didata diantaranya, Lahan Kebun Kelapa, Lahan Cokelat, Lahan Sawah serta jenis tanaman lainnya. Dengan adanya pendataan itu, dapat diambil langkahlangkah strategis. Nantinya lahan-lahan yang tadinya kurang produktif, biasa menjadikan hasil bagi masyarakat. “Kita berharap sedianya masyarakat dapat menggunakan dan memanfaatkan peluang. Artinya, apa yang pemerintah lakukan dalam rangka memberdayakan masyarakat, bermanfaat meningkatkan hasil produksi, dan imbasnya meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” ungkap Yurisman. Ditambahkan oleh Kepala Dinas Dipertabunhut, untuk langkah utama secara bertahap tentunya akan dilakukan pendataan ulang lahan-lahan, agar program pertanian di ta-

22

hun 2014 kiranya dapat berjalan lancar serta meningkat. Dengan harapan, apa yang dikerjakan itu dapat berdayaguna bagi masyarakat. Oleh sebab itu, Dipertabunhut sesuai petunjuk dan arahan Bupati Ali Mukhni secepatnya menggairahkan dan meningkatkan roda ekonomi rakyat, dengan menghidupkan kembali lahanlahan yang tertidur menjadi lahan produktif. Untuk diketahui, ungkap Kepala Dipertabunhut, hingga kini memang masih ada lahan yang belum optimal diolah, Namun demikian, Dipertabunhut akan berusaha sekuat tenaga memberikan pengertian dan masukan serta penyuluhan di tengah masyarakat, terutama tentang potensi pertanian di masing-masing nagari. “Kita sadari betul bahwa Padangpariaman sampai kini masih memiliki lahan pertanian yang luas dan cukup menjanjikan. Bahkan, masih menjadi primadona dalam meningkatkan ekonomi rakyat, ditopang sebahagian besar mata pencaharian rakyat Padangpariaman merupakan sebagai petani,” kata Yurisman. Berpijak dari pengalaman

di masa lalu, khususnya untuk perkebunan cokelat, kata Yurisman, diarahkan pada Kecamatan V Koto Kampung Dalam dan V Koto Timur. Karena, memang untuk perkebunan Cokelat diarahkan pada kecamatan tersebut, selain masyarakatnya juga cocok berkebun Cokelat. Bukan hanya kebun Cokelat saja, tetapi Pemkab Padangpariaman pun telah menyediakan pabrik pengolahan Cokelat masyarakat menjadi produk. Untuk tahun mendatang, Dipertabunhu mencoba menggenjot dan merangsang masyarakat untuk lebih aktif menanam serta meningkatkan hasil produksi kebun Cokelat. “Saya bersama staf dan masyarakat akan memberikan perhatian khusus. Keberhasilan peningkatan hasil Cokelat tentunya tidak terlepas dari kerja keras yang saling bahumembahu antara masyarakat dan pemerintah. Apalagi Padangpariaman telah dicanangkan sebagai daerah penghasil Cokelat terbesar di Pulau Sumatera. Ini harus kita jaga dan pertahankan serta lebih ditingkatkan,” harap Yurisman. (nnl/desy)

Kota Pariamn, Indo Raya__ Badan Amil Zakat Kota Pariaman memberikan bantuan kepada 65 orang imam masjid seKota Pariaman, Rabu lalu. Kegiatan dihadiri Walikota Pariaman diwakili Staf Ahli Walikota Bachrumsyah Bakri, Kakan Menag, Hendri, Ketua MUI Jouhar Muis dan Ketua BAZ Kota Pariaman, Khaidir AS. Bachrumsyah mengatakan, zakat merupakan harta yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk diberikan kepada para Mustahik, zakat memiliki bayak keistimewaan, hikmah dan manfaat baik bagi muzaki, mustahiq maupun bagi masyarakat secara leluasa. Apabila kita lalai menunaikan kewajiban zakat, maka akan terdapat kerusakan sebagaiman keuntungan dari menunaikan zakat. “Sebagai wujud kepedulian kepada warga, Pemko Pariaman mengumpulkan zakat penghasilan PNS sebagai ben-

tuk program pemerintah dan bentuk kepedulian Pemko Pariaman akan pentingnya zakat dan kepedulian terhadap sesama,” kata Bachrumsyah. Penyaluran dana BAZ kepada 65 orang Imam Masjid di Kota Pariaman ini tidak hanya diberikan pada hari ini saja, namun sebelumya BAZ juga telah melakukan pendistribusian melalui program Pariaman Makmur dalam bentuk pembagian zakat ekonomi produktif yang dibagikan sebanyak 1-2 juta perorang. Selain itu tambah Bachrumsyah, BAZ melalui Program Pariaman Peduli telah mendistribusikan zakat kepada muslim Rohingya di Nyanmar, dimana hak-hak muslim di sana tertindas pada Tahun 2011 yang lalu. Mudah-mudahan ke depan akan dapat kita lakukan program-program terbaik demi ke sejahteraan di kota tercinta ini, tutup Bachrumsyah. (Juned)

Staf Ahli Walikota Pariaman, Bachrumsyah Bakri menyerahkan zakat kepada imam masjid

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014


Lintas Daerah

Pessel Pasang Target 38 Ribu Ton Pesisir Selatan, Indonesia Raya__Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menargetkan produksi perikanan laut di kabupaten itu sebanyak 38 ribu ton pada tahun 2014. “Kita terus berupaya meningkatkan produksi perikanan laut di kabupaten ini, khususnya ikan hasil tangkapan nelayan, guna peningkatan eko nomi masyarakat. Upaya itu kita lakukan dengan berbagai program, seperti pemberian bantuan alat tangkap, mesin tempel dan lain sebagainya,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pesisir Selatan, Edwil Noer di Painan. Atas upaya yang dilakukan selama ini, setidaknya telah membuahkan hasil yang baik bagi nelayan, dengan terjadinya peningkatan produksi khu susnya ikan tangkapan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 pemkab mencatat produksi perikanan tangkap nelayan di kabupaten itu sebanyak 34,4 ribu ton, meningkat dari tahun 2012 yang tercatat 32,2 ton. Angka itu juga terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya (2011), dengan produksi tercatat sebanyak 28,9 ton. Katanya, untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan pro-

yang cukup besar, sesuai dengan letak daerah itu sebagai daerah pesisir, yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. “Selama ini sektor kelautan dan perikanan cukup banyak memberikan kontribusi terhadap masyarakat, khususnya yang bergerak di sektor perikanan. Ini telah dibuktikan dengan terjadinya peningkatan produksi perikanan tangkap dari tahun ke tahunnya,” ujarnya. Menurutnya, bila dibanding dengan potensi kelautan yang dimiliki, hasil tersebut masih belum maksimal. Karena produksi yang dicapai baru berkisar 26-30 persen dari potensi lestari ikan yang dimiliki. Potensi ikan kabupaten itu mencapai 140 ribu ton pertahun. Dari potensi itu yang tergarap rata-rata hanya sekitar 30 ribu ton per tahun. (04) gram di sektor perikanan dan kelautan, pada tahun 2013 pem kab mengalokasikan dana pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten setempat sebanyak Rp12,648 miliar. Pesisir Selatan memiliki potensi sumberdaya perikanan

Biogas Masuk RKP dan RPJM Nagari

Yendri, Kaur Pembangunan Nagari Ampiang Parak

Pesisir Selatan, Indo Raya__Ampiang Parak masukkan biogas ke dalam Rencana Kerja Pembangunan (RKP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nagari. Ampiang Parak beberapa tahun terakhir berhasil mengembang kan tekhnologi pemanfaatan kotoran sapi menjadi sumber energi. Kaur Pembangunan Nagari setempat Yendri menyebutkan, dengan memasukkan program biogas ke RPJM dan RKP Nagari, maka ini merupakan langkah penting yang diambil pemerintah nagari. Nagari itu beberapa tahun terakhiri mendapat proyek pembuatan biogas untuk kebutuhan rumah tangga dari perguruan tinggi. Sebelumnya warga setempat juga sukses menyelesaikan proyek percon-

tohan pembuatan biogas serta pemanfaatannya. Sementera Walinagari Am piang Parak Bustami menyebutkan, persayaratan utama pembuatan biogas, warga harus memiliki ternak sapi dan mengandangkannya dengan tata laksana pengelolaan ternak yang bagus. Dengan demikian maka pemakai biogas mudah mendapatkan bahan utama biogas berupa kotoran ternak. Dikatakannya, biogas yang berasal dari kotoran sapi itu dibangun dengan kapasitas 12 kubik. Perencaannya, dengan ukuran digester sebesar itu, bisa memenuhi kebutuhan 4 hingga enam dapur. “Awalnya saya sendiri yang telah mencoba membuat perangkat biogas, alhamdulillah hasilnya sangat baik. Nyala api bagus, aman dan ramah lingkungan. Jadi warga tidak perlu khawatir dengan biogas tersebut,” katanya. Biogas menurutnya juga sangat bagus untuk menertibkan ternak sapi di Pesisir Selatan, dan masyarakat harus didorong untuk menerapkan pembuatan bigas tersebut. Hingga saat ini warga yang telah memanfaatkan biogas sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga adalah, Hasan Basri, Bustami, Mira dan Bakhtiar. Keempat warga tersebut mengaku biaya rumah tangga dapat ditekan dengan pemanfaatan biogas. (09)

Kepala BKD Pessel, Naswir :

Pengumuman CPNS Wewenang Menpan Pesisir Selatan, Indo Raya__Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Naswir menyebutkan, tertundanya pengumuman CP NS kategori II sepenuhnya kewenangan Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Otoritas pengelolaan penerimaan CPNS kategori II mulai dari awal sampai pengumuman kelulusan sepenuhnya kewenangan kementerian,” papar Naswir, Kamis (6/02). Hal itu menurut Kepala BKD Pessel agar tidak ada informasi yang simpang siur, sehingga para pegawai kontrak kategori II tidak resah. “Saya sampaikan kepada

seluruh rekan-rekan para peserta tes untuk sabar menunggu informasi yang akan disampaikan oleh pihak yang berkompeten, yakni kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi, dan untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar dan provokatif,” jelas Naswir. Ketika ditanya terkait dengan penundaan yang dilakukan oleh pihak kementerian atau Panitia Nasional Seleksi Penerimaan CPNS 2013, Naswir menyebutkan tidak ada informasi yang detail. Namun katanya, pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pihak kementerian dan Pansel CPNS. “Informasi terakhir yang

kita dapat, memang surat elektronik yang juga beredar itu menyatakan adanya penundaan, dan akan diumumkan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tukuknya. Naswir juga berharap agar Panitia Seleksi Nasional segara mengumumkan kelulusan CPNS tersebut. Menurut Naswir, dari 1.602 orang tenaga kontrak kategori II di lingkungan Pemkab Pessel 30 persen dapat ditampung. “Secara nasional quotanya 30 persen, jadi bukan daerah, namun kita berharap peserta dari kita mampu melawati passing grate yang sudah ditentukan panitia nasional,” katanya mengakiri. (06)

Pessel Dapat Alokasi Pengembangan Bawang Merah Pesisir Selatan, Indo Raya__Kabupaten Pesisir Selatan mendapat alokasi pengembangan budidaya bawang merah dataran rendah seluas 32 hektar pada tahun 2014. “Pada tahun ini budidaya bawang merah akan dilakukan di sembilan kecamatan karena daerah tersebut berpotensi untuk pengembangan bawang merah dari 15 kecamatan yang ada di kabupaten itu,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan dan Perkebunan Pesisir Selatan, Afrizon Nazar. Dari 32 hektare tersebut, seluas 21 hektare diantaranya dibiayai oleh dana yang dialokasikan pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN), sisanya

dibiayai oleh anggaran yang dialokasikan pada APBD kabupaten. Dari alokasi dana melalui APBN 2014 pengembangan dilakukan di enam kecamatan yakni seluas 16 hektare dibudidayakan pada lahan pertanian milik masyarakat di Kecamatan Bayang, 2 hektare di Keca-

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

matan IV Jurai. Di Batangkapas seluas 3 hektare, Ranah Pesisir seluas 3 hektare, Linggo Sari Baganti seluas 3 hektare dan seluas 3 haktare lagi pengembangan di lakukan di kecamatan Pancung Soal. Sementara dari dana yang dialokasikan melalui dana APBD kabupaten setempat, pengembangan dilakukan di empat kecamatan diantaranya seluas 0,5 hektare di Kecamatan Koto XI Tarusan, 0,5 Kecamatan IV Jurai. 0,5 hektare Kecamatan Sutera dan Kecamatan Lunang seluas 0,5 hektare. Afrizon mengatakan, budidaya bawang merah di kabupaten itu sudah dilakukan sejak tahun 2007 pada lahan seluas 1 hektare di Kecamatan Koto XI Tarusan.(04)

23


24

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014 CMYK


Pariwara BPBD Kabupaten Agam

Manajemen Penanggulangan Bencana Jadi Prioritas APA jadinya bila sebuah daerah tidak memiliki manajemen penanggulangan bencana, baik bencana tanah longsor, banjir maupun kebakaran. Sebagai daerah rawan bencana alam, Kabupaten Agam di bawah kepemimpinan Ir. H. Indra Catri, MSP, Dt. Malako Nan Putiah, terus berupaya membuat manajemen penanggulangan bencana, untuk mengurangi risiko dan menekan dampak ben cana terhadap masyarakat. Kendati Islam telah mengisyarat dalam beberapa ayat Al-Qur’an, bahwa bencana sebagai azab dan teguran Allah untuk umat manusia, namun fakta itu bukan pula mengajarkan bahwa manusia harus ber pasrah diri menerima kenyataan itu sebagai takdir dari Allah. Dalam kontek kekinian, manusia pun diminta mengantisipasi dengan merancang manajemen penanggulangan bencana dengan baik. Pemerintah Kabupaten Agam di bawah kepemimpinan Indra Catri misalnya, pemerintah setempat agaknya tahu betul tentang hal itu. Buktinya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, telah membuat manajemen penaggulangan bencana dengan baik. Apa yang dilakukan itu, kata Kepala BPBD Agam, Bambang Warsito, karena tingkat bencana alam di wilayah Agam cukup tinggi. Ini dikarenakan banyak pegunungan dan hutan lindung. Fakta itu kian diperparah oleh tindakan penebangan kayu di kawasan hutan secara serampangan. Dikatakan oleh Bambang Warsito, Kabupaten Agam ada lah daerah yang tergolong rawan bencana alam, baik banjir, longsor, maupun kebakaran. Sepanjang tahun 2013, setidaknya volume bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Agam, agak mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, baik itu musibah kebakaran maupun musibah bencana alam. Sementara itu, khusus untuk kasus kebakaran, terang Bambang Warsito, sepanjang tahun 2013 di akhir Desember telah mencapai 99 kasus, baik kebakaran ringan maupun berat. Dalam rentang waktu yang panjang, selama setahun tentu saja ada catatan dan goresan pahit akibat dari peristiwa yang memilukan itu. Sedikitnya Rp5,5 miliar kerugian telah terjadi akibat kebakaran dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Agam. Kata Bambang Warsito, untuk angka tertinggi volume kebakaran berada di wilayah Ke-

pun telah melakukan simulasi bencana ke keberbagai nagarinagari dan sekolah-sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) . “Semuanya ini kita lakukan demi untuk keselamatan masyarakat,” ungkap Bambang Warsito. Dikatakan, simulasi bencana yang dilaksanakan secara maraton dan berkesinambungan di setiap sekolah tentunya akan berimbas positif, dimana dapat mengurangi volume kor ban, apabila ada bencana alam, BPBD Kabupaten Agam mengelar apel kesiapsiagaan kelengkapan sarana dan personil

camatan Banuhampu, yaitu sebanyak 24 kasus. Sedangkan Kecamatan Lubuk Basung men capai 15 kasus kebakaran. “Untuk saat kini, dari data yang dihimpun di lapangan, khusus kasus kebakaran banyak terjadi akibat arus pendek listrik, selain kompor maupun pembakaran obat nyamuk. Namun begitu BPBD menghimbau pada masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap bahaya kebakaran,” terang Kepala BPBD Kabupaten Agam ini. Sepanjang tahun 2013 data rekapitulasi yang telah dihimpun BPBD, tentunya membawa warna tersendiri dari berbagai peristiwa-peristiwa penting di Kabupaten Agam. Untuk musibah banjir, banyak terjadi pada Kecamatan Lubuk Basung, dimana telah mencapai angka 34 kali banjir. Kemudian disusul Kecamatan Tilatang Kamang. Pada peristiwa banjir tersebut telah merenggut korban jiwa sebanyak 28 orang. Karena melihat secara riil kondisi alam yang rentan bencana, di mana setiap saat maut mengintai, oleh karena itu pihak BPBD selalu dituntut pro aktif dan siap tempur dalam keadaan apapun dan bagaimana pun. Bekerja keras siang dan malam,

tanpa kenal lelah dalam rangka memberikan yang terbaik untuk rakyat Kabupaten Agam, dengan melakukan sosialisasi serta simulasi bencana dari berbagai jenis musibah, seperti, letusan gunung merapi, gempa, tsunami dan kebakaran. “Belajar pada pengalaman masa lalu, masyarakat harus dilatih dan difasilitasi sarana dan prasarana untuk mengembangkan kemampuan penanggulangan bencana, untuk menunjukkan kesiapan menghadapi bencana alam,” Bambang Warsito. Untuk pembekalan dalam rangka antisipasi datangnya bencana, BPBD secara rutin telah melakukan sosialisasi, baik melalui media massa maupun media elektronik. Bahkan, BPBD

gempa, tsunami dan banjir ban dang serta kebakaran. Untuk saat kini, kata Bambang Warsito yang mantan Camat Lubuk Basung ini, BPBD Kabupaten Agam tengah gencar-gencarnya melaksanakan simulasi tsunami dan gempa pada masyarakat yang bermukim di pesisir pantai Tiku. Bukan hanya simulasi saja yang dilakukan BPBD, tapi jauh dari itu, BPBD berlari kencang dengan melakukan pemasangan rambu-rambu dan petunjuk jalur evakuasi sepanjang pantai Tiku yang kesemuanya sebanyak 60 unit. Suksesnya pelaksanaan simulasi, sosialisasi dan pemasangan rambu-rambu di seluruh jalur evakuasi, menurut Bambang Warsito, tidak terlepas

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

dari arahan Bupati Indra Catri. Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya semaksimal untuk tetap menggalang dan bekerjasama pada instansi terkait, mulai dari muspida hingga muspika, kapolsek, koramil, walinagari, para wali jorong dan tokoh masyarakat serta bundo kanduang. “Kebersamaan untuk menciptakan rasa aman, damai dan sejahtera merupakan hal yang paling terpenting di Kabupaten Agam yang rawan bencana lonsor dan banjir,” ujar Bambang Warsito. Ke depan BPBD sebagai ujung tombak dalam penanggulangan bencana daerah, merasa perlu dan berkewajiban untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, baik yang tinggal di atas perbukitan maupun masyarakat yang berada di bibir pesisir pantai. Bambang Warsito menghimbau, perlu adanya kewaspadaan masyarakat bila datang curah hujan yang sangat lebat. Bupati Indra Catri, kata Bambang Warsito yang mantan ajudan Walikota Padang, Zuiyen Rais ini, selalu mengingatkan dan menghimbau agar masyarakat turut aktif dalam melakukan sosialisasi bencana. “Sosialisasi bencana dan simulasi bukan hanya dilakukan untuk kepentingan masyarakat saja, akan tetapi para pelajar mulai tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, juga dilibatkan untuk turut melaksanakannya. Kita berharap ke depan, tingkat bencana yang melanda masyarakat Agam vo lumenya akan berangsur berkurang. Intinya kata Bambang War sito, dalam penanganan bencana masyarakat harus diberikan penjelasan agar memahami peran dan fungsi penanggulangan bencana alam. Dengan begitu masyarakat menjadi lebih mandiri, lebih kuat, lebih sigap, lebih terlatih dan lebih siap menghadapi bencana, tanpa bergantung pada pihak lain, terkecuali kondisi khusus. Dalam penanganan bencana, kata Kepala BPBD Agam ini, masyarakat harus diberikan penjelasan, agar memahami pe ran dan fungsi penanggulangan bencana alam. Untuk itu, dilakukan langkah-langkah pemberdayaan, seperti penguatan, pemantapan dan pelatihan sesuai budaya, kearifan lokal, kemampuan serta potensi masyarakat itu sendiri. (NNL/Dessy)

25


Lintas Daerah

Warga Minta Jalan Baru dan Jembatan Sijunjung, Indo Raya__ Pembukaan jalan baru sangat besar manfaatnya untuk sarana transportasi usaha tani dalam upaya peningkatan perekonomian petani setempat kedepan, sekarang belum ada jalan untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertanian ke pinggir jalan raya. Permintaan jalan baru muncul dalam pelaksanaan Musrenbang Nagari Sumpur Kudus Selatan Kecamatan Sum pur Kudus Kabupaten Sijunjung Senin lalu di los Pasar Calau, dihadiri oleh Kepala Bappeda, sejumlah pimpinan SKPD, camat, warga setempat. Jalan baru yang diinginkan warga adalah pembukaan jalan Talang Kociek ke Taratak Tangah sepanjang 2 km. Jalan baru ini merupakan jalan usaha tani sebegai pengembangan wilayah nagari selama ini kawasan ini sangat berpotensi

mian masyarakat, karena masih ada sejumlah lahan kosong belum dijamah. Kemudian yang sangat mendesak kata Walinagari Sumpur Kudus Selatan Efrizal, nagari yang baru saja dimekarkan dari Nagari Sumpur Kudus, meminta kepada dinas terkait agar dapat melanjutkan pembangunan Kantor wali nagari baru satu unit. Nagari Sumpur Kudus kaya dengan potensi alam, seperti air, hutan yang cukup subur, se-

Muchlis Anwar : sebagai lahan produksi seperti pertanian dan kebun karet. Banyak usulan yang dimunculkan oleh masyatakat

Sumpur Kudus Selatan sebagai bahan acuan kegiatan pembangunan di masa datang dalam upaya peningkatan perekono-

Pengusaha Salurkan Zakat ke BAZNAS Sijunjung, Indo Raya__ Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung, target yang harus dicapai masih jauh dari yang diharapkan dibanding dengan daerah lain, untuk menggenjot pemasukkan zakat agar para pengusaha yang di daerah ini menyalurkan zakatnya ke Baznas Sijunjung. Menurut Sekretariat Baznas Kabupaten Sijunjung Sy. Dt. Intan Batuah berharap menyalurkan zakatnya ke Baznas, baik melalui kecamatan, UPZ

yang ada di lingkungan SKPD maupun langsung diantarkan kekantor Baznas di simpang logas Muaro Sijunjung. Meski dinilai masih rendah dalam pencapaian zakat daerah karena hanya mayoritas dari zakat PNS, kedepan diharapkan kepada seluruh pengusaha, masyarakat yang mata pencaharian sudah berlebih dapat menyalurkan zakat ke Baznas ini. Penyaluran zakat mencapai target kata pak datuak, diharapkan ekonomi masyara-

kat bisa terbantu, sehingga jum lah orang miskin didaerah ini bisa terus menurun akhirnya permasalahan kemiskinan di Sijunjung angkanya menurun. Awal tahun ini pengurus Baznas menyalurkan dana untuk mustahiq penerima bantuan, siswa SLTP 143 orang dananya Rp42.900.000, tingkat SLTA 136 orang jumlah dananya Rp47.600.000, mahasiswa 81 orang dananya Rp32.400.000 dan orang miskin 113 orang besar dananya Rp28.250.000, semua ini akhir bulan Januari telah kita salurkan kata Pak Datuak. Zakat adalah ibadah Maaliyah Ijtimaiyah (ibadah harta) yang diperintahkan Allah sebagai salah satu sistim untuk mewujudkan kelayakan dalam segala sisi kehidupan. Rasulullah serta penerusnya di zaman keemasan Islam telah mencontohkan penanggulangan kemiskinan dengan cara mengoptimalkan pengumpulan dan pendayagunaan zakat, tambah Datuak. (Can)

Peran Walinagari Menentukan Keberhasilan Sijunjung, Indo Raya__ Pemerintah nagari mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam pelaksanaan pembangunan yang bermuara kepada peningkatan ekonomi dan kesejahtraan rakyat. Oleh karena itu, disamping mengetahui segala permasalahan yang dihadapi masyarakat, pemerintahan nagari juga harus mampu membaca kebutuhan rakyat di bidang pembangunan yang bisa dipenuhi, kata Wakil Bupati Sijunjung, Muchlis Anwar, Rabu (5/2), di ruang kerjanya. Yang tidak kalah pentingnya, pemerintah nagari juga merupakan perpanjangan tangan pemerintahan yang lebih tinggi dalam mengambil kebijakan pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di tengah masyarakat. Berkaitan dengan itu, walinagari selaku seorang pemimpin yang didahulukan selangkah, ditinggikan seranting yang dipilih langsung oleh masyarakat, sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan. Karena begitu beratnya tugas dan tanggungjawab yang dipikul, walinagari harus berupaya meningkatan pengetahuan dan wawasan, supaya

Menjauh Dari Bencana Sawahlunto Lakukan Zikir Sawahlunto, Indo Raya__ Pasca 1 bulan berjibaku mengatasi longsor yang terjadi di area Puncak Polan, Pemko Sawahlunto mengajak seluruh masyarakat untuk zikir bersama dengan harapan kota ini akan dijauhkan dari bencana yang lebih besar. Harapan ini disampaikan Walikota Sawahlunto di hadapan ratusan majelis zikir yang berkumpul di lapangan Ombilin pada Rabu pagi (5/2). Zikir yang diikuti oleh pelajar, majelis taklim, remaja mesjid, pegawai pemko dan berbagai elemen masyarakat Sawahlunto ini dipimpin oleh

26

lain itu warga meminta agar dibangunkan jembatan gantung sebanyak tiga unit terletak di Jorong Calau, Ujung Labuah, Kampung Baru, jembatan ini menghubungkan antar jorong. Dalam musrenbang juga dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat Liswandi, anggota DPRD Kabupaten Sijunjung Asrijal, sehingga suasana musrenbang sangat terbuka semua unekunek dari masyarakat dapat tersalurkan. (Can)

Drs.H.Syafrizal Nur seorang ulama dari Tanah Datar. Begitu besarnya perhatian walikota terhadap bencana longsor Puncak Polan, hingga menggelar zikir bersama bisa jadi dikarenakan adanya kemungkinan longsor yang lebih besar jika kawasan patahan tanah di bawah Puncak Polan, Kelurahan Aur Mulyo tidak cepat ditangani. Kekhawatiran ini sempat diutarakan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno beberapa waktu lalu. Walau ribuan kubik tanah telah dibersihkan, namun pergerakan ta-

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

mampu melaksanakan kepercayaan dan amanah yang diberikan rakyat dengan segenap kesanggupan dan kemampuan. Itu perlu dilakukan, karena amanah dan kepercayaan yang diberikan rakyat, tidak saja dipertanggungjawabkan di atas dunia, tapi juga di makamah Tuhan. Justru itu, seluruh walinagari diimbau supaya menunaikannya dengan segenap kesanggupan dan kemampuan. Jangan sia-siakan amanah dan kepercayaan rakyat, pesan wabup. Sementara masyarakat diimbau merapatkan barisan dan menciptakan hubungan silaturrahim yang lebih harmonis. Karena dengan persatuan dan kesatuan yang kokoh serta kekompakan yang terjalin erat, tidak ada yang tidak bisa dikerjakan. Disamping merapatkan ba risan, masyarakat juga diimbau berperan aktif dalam peningkatan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan, karena kedua hal itu merupakan permasalahan pokok yang sedang dihadapi dewasa ini. Dan permasalahan itu tidak akan pernah tuntas bila komponen masyarakat tidak ikut serta mengatasinya, kata wabup.(Nas) nah belum dapat dihentikan. “Jika langkah-langkah darurat tidak cepat dilakukan, bukit dengan ketinggian 150 meter dan kemiringan sekitar 50 derajat ini akan mengancam 35 Rumah penduduk, 2 masjid, rumah sakit, sekolah, perkantoran, hotel termasuk rumah dinas walikota dan beberapa pejabat, yang berada di bawahnya,� ujar Walikota. Saat ini Dinas PU dan BPBD Kota Sawahlunto masih berjibaku melakukan berbagai proses penanggulangan. Proses penanggulangan bencana masih berlangsung di kawasan Puncak Polan. Mudah-mudahan zikir dan doa bersama ini akan didengar oleh Yang Maha Kuasa, dan membantu proses tanggap bencana (Erni)


Lintas Daerah

Pariwisata Mentawai Tak Kalah dengan Raja Ampat Mentawai, Indonesia Raya__Mentawai adalah surganya tempat berselancar, maka dari itu, ketika berkunjung ke pulau ini hendaknya membawa papan selancar. Potensi wisata bahari Kabupaten Kepulauan Men tawai sangat mempesona. Menurut catatan Dinas Pariwisata Kabupaten Mentawai sedikitnya ada 71 titik lokasi berselancar dihampir seluruh perairan Kepulauan Mentawai. 80 persen dari ribuan wisatawan asing yang berkunjung didominasi para peselancar. Pada tahun 2011 lalu, jumlah wisatawan asing yang ingin berselancar di perairan Mentawai tercatat sebanyak 4.010 orang. Mereka memilih peak

season surfing waktu bulan Juni sampai dengan November dimana ombak bisa mencapai 5-6 meter. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Mentawai, Desti Seminora, saat berkunjung ke redaksi Indonesia Raya mengatakan, saat iven internasional tercatat 24 peselancar asing dengan kategori terbaik di dunia ikut berpartisipasi. Lokasinya di Pantai Katiet, Pulau Sipora. Kepulauan Mentawai memiliki dua titik selancar terbaik dari sepuluh titik selancar terbaik di dunia. “Ada dua spot di Mentawai, Lances Right dan Macaronies, masuk ke dalam 10 titik terbaik dunia. Ombak di

Mentawai selalu konsisten,” kata Desti. Potensi pariwisata Mentawai bisa dikatakan cukup lengkap seperti alam pegunungan, ratusan flora dan fauna endemik (berdasarkan hasil survei WWF-World Wildlife Fund), air terjun, danau, sungai, dan laut. Sementara itu, laut Mentawai menyimpan kekayaan pariwisata, kekayaan tersebut seperti 70 lebih spot selancar, 33 areal menyelam, dan 38 lokasi pemancingan terfavorit. Data Dinas Kebudayaan Pa-

riwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai menyebutkan, rata-rata pengeluaran turis mancanegara per tahun, pada 2012 berkisar 57 miliar rupiah. Terjadi peningkatan pengeluaran, karena pada 2011 rata-rata pengeluaran 50 miliar rupiah lebih. “Liburan di Mentawai itu mahal, hampir sama dengan ke Raja Ampat. Kebanyakan wisatawan yang datang dari kalangan kelas menengah, karena untuk sekali kunjungan, selama 10 hari, biaya naik kapal umum

mencapai 10 juta rupiah,” kata Desti. Akses transportasi menuju Mentawai saat ini hanya bisa dilalui oleh satu kapal feri Ambu-Ambu yang melayani wisatawan dari Padang ke Mentawai. Kapal ini mampu menampung sekitar 500 orang dalam satu kali perjalanan. Dalam satu pekan, kapal hanya sekali berlayar menuju Mentawai. Keberadaan bandara dibutuhkan oleh Mentawai untuk menunjang lokasi tujuan pariwisatanya. Sebagai tujuan wisata, ada 14 lebih hotel resor standar internasional, dengan kepemilikan penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri di Mentawai. Dan memiliki sektor jasa transportasi wisata kapal peselancar yang mencapai 40 unit lebih. (A.Masa)

Indra Catri Hadiri Sertijab Kalapas Agam, Indo Raya__Bupati Agam Indra Catri menghadiri acara serahterima jabatan (sertijab) Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung dari Arnold Nainggolan, SH kepada Irwan, Bc. Ip, S.Sos, M.Si, di lapangan Kantor Lapas setempat, Selasa (4/2). Turut hadir dalam kesempatan itu, Kakanwil Kementerian dan HAM Provinsi Sumbar Purwadi Utomo, unsur Muspida Kabupaten Agam, Kalapas se-Sumbar. Bupati Agam Indra Catri dalam sambutannya mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada Kalapas lama Arnold Nainggolan atas pengabdiannya selama di lapas kelas IIB Lubuk Basung. “Beliau selama memegang jabatan ini menjalankan dengan penuh tanggungjawab, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, waktu dan kinerja sangat terasa bagi Kabupaten Agam,” ujarnya. Kepada Kalapas baru Irwan, bupati menyampaikan agar dapat melanjutkan dedikasi yang telah diemban oleh

Kalapas yang lama. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kalapas lama yaitu menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat, serta melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Kakanwil Kementerian dan HAM Provinsi Sumbar Purwadi Utomo berpesan, sebagai kepala lembaga permasyarakatan yang dinyatakan sebagai suatu sistem pembinaan terhadap para pelanggar hukum dan sebagai suatu pengejawantahan keadilan, diharapkan tujuan untuk mencapai terwujudnya reintegrasi sosial atau pulihnya kesatuan hubungan antara warga binaan pemasyarakatan dengan masyarakat. Di dalam acara pisah sambut tersebut itu, bupati menyerahkan cenderamata kepada Kalapas lama, sebagai tanda terimakasih selama menjadi ketua lapas kelas IIB Lubuk Basung, serta mengucapkan selamat jalan semoga di tempat tugas yang baru ini menjadi yang lebih baik. (agoid)

Bupati Agam Indra Catri hadiri Sertijab Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung

Nagari Tanjung Sani Dinilai Tim Kecamatan Agam, Indo Raya__Nagari Tanjung Sani dinilai sebagai salah satu kadidat Nagari Berprestasi dalam Lomba Nagari Berprestasi tingkat Kec. Tanjung Raya di kantor Walinagari Tanjung Sani, Senin (3/2). Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Camat Tanjung Raya, selaku Ketua Tim Penilai Azwir Luis S.Sos, Selasa (4/2). Azwir menambahkan, lom ba ini merupakan sebuah wa-

dah yang telah menjadi program tahunan pemerintah pusat dalam mengukur kinerja nagari atau desa yang ada di seluruh Indonesia. Dimana nantinya yang menang dalam lomba nagari tingkat provinsi berhak menjadi wakil untuk lomba nagari tingkat pusat. Setelah meraih predikat terbaik II dalam Lomba Nagari Berprestasi tingkat Kabupaten Agam tahun 2011, tahun ini

Nagari Tanjung Sani kembali mengikuti lomba nagari tingkat Kecamatan Tanjung Raya, yang nantinya akan diseleksi untuk mewakili Tanjung Raya dalam lomba nagari tingkat Kabupaten Agam. Ada pun yang dinilai dalam lomba itu adalah terhadap beberapa aspek, seperti pelaksanaan pemerintahan, adat, kegiatan sosial kemasyarakatan, keamanan dan lainnya. (agoid)

Pemkab Agam Adakan Bintek Lakip dan Tapkin Agam, Indo Raya__pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan sosialisasi pembuatan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) tahun 2013 dan Penetapan Kinerja (Tapkin) tahun 2014 untuk seluruh perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di aula utama kantor Bupati Agam, Selasa (4/2). Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Syafirman mengatakan, sosialisasi ini untuk mening katkan pengetahuan petugas masing-masing SKPD dalam penyusunan kinerja Pemkab Agam untuk persiapan menuju Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Tapkin dan Lakip merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi (SAKIP) yang

nantinya menjadi bagian dari membangun manajemen pemerintahan yang transparan, partisipatif, akuntabel dan berorentasi kepada hasil. Setiap tahunnya, Kementrian PAN dan RB lakukan evaluasi Lakip yang akan dinilai dalam evaluasi melalui 5 aspek yaitu, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja dan capaian kinerja. “Melalui evaluasi tersebut Kabupaten tahun 2011 mendapatkan nilai prediket CC,” katanya. Melalui hasil tersebut, Kabupaten Agam mesti melakukan peningkatan melalui bimbingan teknis atau sosialisasi untuk menyatukan komitmen bersama yang nantinya akan diwujudkan melalui penyusunan Lakip dan Tapkin.

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

Syafirman berharap dengan acara ini bisa menyempurnakan dokumen, sehinga bisa menaikkan nilai kinerja pemerintah Kabupaten Agam dan nantinya pencapaian WTP bisa diraih. Sementara itu Kepala Bagian Organisasi Sekda Dewi Feblina Leni, SH melaporkan, acara ini bertujuan agar peserta dapat menyusun Lakip 2013 dan Tapkin 2014 sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Peserta berjumlah 55 orang dari petugas masing-masing SKPD yaitu Kasubag Umum Perencanaan dan staf, bimbingan ini akan dilakukan selama satu bulan dengan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Barat Gusti Andri, SE. (agoid)

27


Lintas Daerah

Masih Banyak Caleg “Bandel” Padang, Indo Raya__Kendati ada aturan yang mengatur tentang pemasangan iklan bagi caleg yang akan mengadu peruntungan pada Pilkada 2014 nanti, namun masih saja ada calon legislatif (caleg), baik dari partai politik maupun DPD memasang iklan kampanye di media massa pilkada. Berdasarkan data hingga saat sudah tercatat 10 calon legislatif, baik dari parpol maupun DPD memasang iklan di media massa. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Padang pun menemukan fakta itu. Kata Ketua Panwaslu Padang Nurlina K, Panwaslu telah melaporkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) terkait caleg yang memasang iklan di media massa itu. Nurlina juga mengatakan, adapun dasar Sentra Gakkumdu memproses kasus ini adalah PKPU Nomor 21 Tahun 2013 yang telah menjadwalkan kam panye dalam bentuk rapat umum dan iklan di media massa adalah tanggal 16 Maret sam pai dengan 5 April 2014.

Dilanjutkannya, dari proses kasus yang dilakukan Sentra Gakkumdim dinyatakan bahwa para caleg tersebut tidak melakukan pelanggaran tindak pidana, namun hanya melanggar administrasi saja. “Hasil tersebut ditelah diberikan rekomendasi ke KPU Padang untuk ditindaklanjuti terhadap caleg yang memasang iklan di media massa,” jelas Nurlina pada wartawan. Lebih jauh dikatakan Nurlina, Panwaslu Padang masih terus mengidentifikasi caleg yang telanjur telah memasang iklan di media massa untuk dikaji ada tidaknya pelanggaran. “Kami juga akan melakukan hal yang sama, yakni meneruskan ke Sentra Gakkumdu untuk memproses caleg diduga melanggar aturan kampanye,” tegas Nurlina. Kata Nurlina menjelaskan, caleg maupun parpol sementara belum diperkenankan memasang iklan maupun sosialisasi di media massa. Apalagi jika terdapat kesan atau kata-kata ajakan memilihnya secara eksplisit. (Ance Saputra)

Muhammad Yusdi Wakili Indonesia ke Rusia Padang, Indo Raya__keluarga Besar Universitas (Unand) Andalas Padang pantas berbangga, sebab salah seorang dosennya, Dr Muhammad Yusdi terpilih mengajar bahasa dan seni budaya Indonesia di institut negara-negara Asia Afrika (ISAA) di Universitas Moskow dan Universitas St Petersburg Rusia. Selama ini Muhammad Yusdi tercatat sebagai salah seorang Dosen Bidang Studi Bahasa Indonesia,di Universitas Andalas Padang. Kata Rektor Universitas Andalas Padang, Werry Darta Taifur, Muhammad Yusdi terpilih bersama dua pengajar lain dari Unair dan Politeknik Negeri Malang, guna mengikuti Program Scheme For Academic Mobility and Exchange (SAME) di KBRI Moscow, Rusia selama empat bulan. Kata Werry, di Rusia Muhammad Yusdi akan mengajar pada periode 1 Februari hingga 31 Maret mendatang berdasarkan surat Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri nomor B-782/Kemsetneg/Setmen/KTLN/KL.00/01/ 2014, tentang persetujuan penugasan ke luar negeri. Dikatakan lebih lanjut, para pengajar ini melanjutkan tugas dosen sebelumnya yang terlebih dahulu bertugas di tempat tersebut. Dengan ter-

28

pilihnya Muhammad Yusdi ini bukan hanya menjadi prestasi tersendiri bagi dosen Unand melainkan juga sebagai pendorong bagi staff pengajar lain untuk mengikuti jejak yang sama. “Program “SAME” ini merupakan bagian dari Rencana Dirjen Pendidikan Tinggi untuk melakukan misi kebangsaan yakni memperkenalkan bahasa dan budaya nasional di luar negeri,” ungkap Werry. Ditambahkannya, SAME ini merupakan modifikasi dari Program Dikti sebelumnya yakni Program Academic Recharging (PAR) yang memiliki fungsi sama dalam misi kebangsaan di dunia Internasional. Lebih jauh dikatakan, program ini telah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu dan terus berlanjut karena untuk tetap menjaga kesinambungan pengajaran bahasa dan seni budaya di sejumlah universitas di Rusia, yang memiliki Program Bahasa Indonesia. “Baik SAME maupun PAR ini juga merupakan bentuk program kerjasama Dikti dalam bidang pengembangan penelitian dan pendidikan. Nantinya tidak hanya dengan perguruan tinggi di Rusia saja, pro gram ini akan merambah seluruh perguruan tinggi luar negeri yang tertarik dan memiliki jurusan bahasa Indonesia,” jelas Werry.(Ance Saputra)

Kasus Gantung Diri Banyak Ditemukan Tanahdatar, Indonesia Raya__Membunuh diri sendiri sampai mati dengan cara apapun, itu adalah dosa besar. Bahkan ada diantara ustadz yang mengatakan ; ‘yang bunuh diri tidak diterima bumi dan langit’. Kendati demikian di Kabupaten Tanahdatar dari tanggal 4 Januari sampai 5 Februari 2014, sudah tercatat 4 orang yang gantung diri sampai mati. Pertama tanggal 4 Januari 2014 Sabirin membunuh dirinya dengan menggantung diri sampai mati di pohon coklat. Sabirin selama ini dikenal sebagai petugas masjid (garin). Kakek ini sebelumnya mengabdi menjadi petugas Masjid Nurus Salam sudah cukup lama dan tidak didengar ada cek cok dengan siapapun. Malah menurut masyarakat setempat, Angku (panggilan terhadap petugas masjid) ini, orang tidak banyak cerita. Kecuali bila tidak ada yang akan dikerjakannya lagi, baru kakek ini bercerita. Dan ce-

ritanya selalu mengarah kepada kebaikan serta agama, dan itu yang membuatnya menjadi petugas masjid. Begitu mengetahui petugas masjid ini bunuh diri sendiri dengan menggantung dirinya, masyarakat merasa heran. Ada apa yang sebenarnya terjadi terhadap Angku. Warga yang menggantung diri berikutnya adalah Resta Natasya (19). Remaja ini mati gantung diri di Kubanglandai’ Saruoso Kec.Tj.Emas. Gadis yang tahun lalu tercatat sebagai siswa panggilan ke IPB Bogor, diduga bunuh diri lantaran persoalan ekonomi. Menurut informasi, karena ekonomi orang tuanya tidak memungkinnya bisa kuliah, ia pun mengurungkan niatnya untuk kuliah, lalu merantau Lb.Jambi. Hanya sekitar tiga bulan di Resta di perantauan. Ia pun akhirnya pulang kampung. Namun baru empat hari di kampong, tiba-tiba Resta ditemukan tewas menggantung

diri di seutas tali. Kabarnya, sebelum Resta ditemukan tewas, ia sempat menuliskan catatan untuk orang tuanya. Namun apa isi pesan yang ditinggalkan itu, hingga saat ini belum terungkap. Sementara itu, seorang wanita bernama Leli Marlina (25 tahun), warga Puncak Pato Andaleh Baruh Bukit, Kecamatan Sungayang, jua ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya. Leli diketemukan pertama jadi mayat tergantung oleh suaminya Riki, Jumat (31/1/ 2014). Namun apa penyebab ibu muda ini gantung diri belum diketahui sampai berita ini naik cetak. Lalu, Rabu tanggal 5 Februari, seorang warga Bulukasok, Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, Tiara Salsabila (15 tahun), juga sempat mengejutkan masyarakat setempat. Sebab, orang tuanya meraung histeris karena melihat anaknya ditemukan jadi mayat tergantung di seutas tali. (Datuok)

Istirahatkan 26 Pejabat, DPRD Surati Pemko

Hasjonni,SY, SE MM

Sawahlunto, Indo Raya__Ketua DPRD Kota Sawahlunto Hasjonni,SY, SE MM mengakui bahwa ia bersama Komisi A telah melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Daerah Sumbar beberapa waktu lalu, terkait kebijakan walikota membebas tugaskan puluhan pejabat eselon II, III, IV serta kepala sekolah.

Konsultasi ini adalah bagian dari kewajiban kami sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungsi aspiratif dan fungsi kontrol, kata Ketua DPRD Kota Sawahlunto Hasjonni. “Mutasi dan pembebasan tugas pejabat memang hak prerogatif eksekutif, namun jika ada aspirasi dari masyarakat, maka kami juga berkewajiban menanggapi dan menindaklanjutinya, sesuai fungsi pengawasan DPRD terhadap penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Hasjonni saat pers relis dengan sejumlah wartawan di ruang kerjanya. Dari konsultasi ke BKD Sumbar tersebut diketahui pembebasan tugas merupakan hukuman cukup berat bagi PNS yang telah melakukan pelanggaran terhadap 13 item. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pe-

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

merintah No.53 Tahun 2010 tentang penilaian kinerja PNS. Berdasarkan payung hukum dan temuan ini, Hasjonni mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan KKD dan Inspektorat, guna mengecek apakah pejabat yang dibebastugaskan tersebut telah melakukan pelanggaran terhadap item-item yang diatur. Lebih lanjut Hasjoni memaparkan, hasil konsultasi dan pengecekan yang dilakukan Komisi A yang diketuai oleh Afdhal dan Dasril Munir ini telah diserahkan kepada pemerintah kota secara tertulis sebagai bahan pertimbangan, karena berdasarkan data di KKD dan Inspektorat pejabat-pejabat yang dibebastugaskan tersebut tidak melakukan satupun pelanggaran terhadap ke 13 item yang tercantum dalam PP.(Jendki)


Lintas Daerah

Putusan PN Batusangkar Dibatalkan PT Padang Bt.Sangkar, Indo Raya__ Siapa bilang tak ada keadilan didunia ini. Buktinya, putusan Pengadilan Negeri Batusangkar dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Padang. Demikian dikatakan sejumlah pengunjung Pengadilan Negeri Batuangkar melihat putusan Pengadilan Tinggi Padang dari tangan Bambang Arianto Cs lawan H. Chairman Cs. Sebelumnya Bambang Arianto dikalahkan oleh Pengadilan Negeri Batusangkar dalam perkara No.O4/Pdt.G/2012/PN.BS. Atas kekalahan itu Bambang Arianto naik banding ke Pengadilan Tinggi Padang. Dari usaha naik banding itu ternyata Pengadilan Tinggi Padang membatalkan Putusan Pe ngadilan Negeri Bt.Sangkar. Putusan Pengadilan Tinggi tanggal 5 Juli 2013 itu cukup me nunjukan keadilan, kata S.St.

Gedung Pengadilan Tinggi Padang

Marajo (58 tahun). Sebab, harta yang diperkarakan oleh H.

FTV sedang menyiapkan kontrak kerja sama dengan Pemerintah Kota Padangpanjang untuk pembuatan empat judul film yang berlokasi di Padangpanjang,” ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Porbudpar) Kota Padangpanjang, Syaiful

Bahri kepada wartawan, Jumat (7/2). Menurut Syaiful Bahri, pembuatan FTV yang akan dilaksanakan di beberapa lokasi di Kota Padangpanjang merupakan salah satu wujud keinginan Walikota Padangpanjang, Hendri Arnis dalam upaya memperkenalkan objek wisata kota itu melalui film. “Pak wali mempunyai keinginan kuat bagaimana tingkat kunjungan wisata ke Padangpanjang semakin meningkat. Salah satunya melalui film FTV karena akan disaksikan ribuan masyarakat di dalam maupun luar negeri,” jelasnya. Sebelumnya, produser, sutradara, penulis cerita dan salah seorang bintang FTV bersama penggiat pariwisata Sumbar, Nofrins Napilus beberapa wak tu lalu sudah melakukan survey lokasi untuk pembuatan film FTV. Salah satunya di Pusat Dokumentasi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau (B Pratama)

olah tidak mau tahu dengan data dan fakta yang menyangkut objek tersebut. Oleh karena itu Bambang Arianto dikalahkannya. Atas kekalahan itu Bambang Arianto melalui pengacaranya H.R.Saddrosn, SH menggunakan upaya hukum naik banding ke Pengadilan Tinggi Padang. Sehubungan dengan itu, Panitera Kepala Pengadilan Negeri Bt.Sangkar melahirkan Akta Banding tang gal 7 Februari 2013. Berdasarkan hal itu berkas perkara tersebut sampai ke Pengadilan Tinggi Padang. Dari hasil pemeriksaan yang sangat teliti dan cermat oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Padang, diketahuilah putusan Pengadilan Negeri Bt.Sangkar keliru. Kekeliruan itu diluruskan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Padang yang mengadilinya, dengan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Bt.Sangkar. Oleh karena itu kemenangan berada ditangan anak bungsu Botnil. (Datuok)

Minat Mengkonsumsi Cabe Masih Tinggi

Chairman Cs itu, jelas-jelas milik Botnil ayah dari Bam-

Film Televisi (FTV) Bakal Shooting Empat Judul di Padangpanjang Padangpanjang, Indo Raya__Kota Padangpanjang bakal jadi lokasi shooting empat judul Film Televisi (FTV) dalam waktu dekat. Direncanakan, durasi pembuatan film tersebut akan berlangsung sekitar dua bulan. “Sampai saat ini, pihak

bang. Bukti kepemilikan itu terlihat secara pasti dalam sertifikat yang diterbitkan pemerintah. Sertifikat itupun diterbitkan pemerintah sudah lebih kurang 10 tahun lalu. Kurang lebih beberapa bulan Botnil akan meninggal dunia, tanah yang tercantum dalam sertifkat itu diwasiatkannya kepada anaknya Bambang Arianto. Dan selama hidup Botnil, tidak ada yang menggugatnya. Bahkan sertifikat tersebut sudah beberapa kali pula dijaminkan ke bank, juga tidak ada yang berani menggugat. Terakhir objek tersebut diwasiatkan Botnil kepada anak bungsunya Bambang Arianto. Namun wasiat yang dibuat pada Notaris Aflinda, SH itu berlakunya setelah pewasiat Botnil meninggal dunia. Akan tetapi secara tibatiba belum beberapa bulan Botnil meninggal dunia, Bambang yang menguasai tanah itu digugat oleh H.Charmen Cs. Namun anehnya, Hakim Pengadilan Negeri Batusangkar seolah-

Padang, Indo Raya__Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang (UNP) Padang, setelah melakukan survei, ternyata menemukan fakta harga cabai di tingkat konsumen men capai Rp43 ribu. PKSBE juga merilis hasil sureinya, bahwa ditemukan harga ideal cabai yang wajar di tingkat konsumen berdasarkan pandangan masyarakat berkisar Rp24 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram. Dalam ini terjadi sebuah kontradiksi atara realita dan pandangan masyarakat. Sekitar 88 persen masyarakat menilai harga tersebut terlalu mahal. Menurut Peneliti PKSBE Universitas Negeri Padang Johan Marta pada wartawan, berdasarkan survei preferensi dan prilaku konsumen terhadap permintaan cabai merah yang dilakukan dengan melibatkan 400 rumah tangga tersebar di 11 kecamatan di Padang, 53 persen masyarakat menganggap mengkonsumsi cabai sangat penting dan 38 persen menilai penting. Oleh sebab itu, kata Johan Marta, jika dipasaran tidak ter-

sedia cabai merah, maka masyarakat akan tetap berupaya mengkonsumsinya, dengan mencari ke tempat lain. “Bila terjadi kenaikan harga, maka masyarakat akan berupaya mengurangi konsumsi, namun tidak siginifikan, karena banyak yang memilih tetap mengkonsumsinya seperti biasa kendati harganya mahal,” kata Johan Marta. Dikatakan Johan Marta, biasanya masyarakat mengkonsumsi cabai sebagai bumbu masakan guna memasak lauk sebagai pendamping nasi, kata dia. Menariknya ungkap Johan Marta lagi, ternyata di lapangan ditemukan cabai yang paling banyak dikonsumsi warga Padang adalah cabai dari Pulau Jawa, dengan alasan tidak terlalu pedas. “Rantai distribusi cabai merah di Padang berawal dari pembelian oleh pedagang besar di Pulau Jawa yang kemudian dikirim kepada pedagang besar di Padang, untuk diedarkan kepada distributor, hingga pedagang pengecer,” terang Johan Marta. (Ance Saputra)

Padi Salibu Bisa Panen 3 Kali Setahun Lubuk Sikaping, Indoraya__Studi banding Padi Salibu telah pernah dilakukan dua bulan lalu dengan difasilitasi oleh FK Alumni SMP 77 Lubuk Sikaping dan Yayasan Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pasaman yang diketuai Yuedra Effendi. Syamsul Bahri selaku koordinator Padi Salibu di Nagari Tabek, menjelaskan pada ke-

lompok tani yang datang dari Bonjol tentang tata cara pemanfaatan teknologi Padi Salibu, antara lain panen bisa tiga kali setahun dengan hasil dua kali lipat jika dibandingkan dengan tanam padi biasa. Dikatakan, biayanya juga jauh lebih murah jika kita banding dengan tanam padi biasa. Apalagi tidak perlu mengolah tanah setiap panen, hanya

cukup sekali dua tahun saja. Sebab, pengelolaan Padi Salibu panennya bisa mencapai tujuh kali dalam jangka waktu dua tahun. Melalui teknologi budidaya Padi Salibu tersebut para kelompok tani yang datang melihat secara langsung bertekad akan menerapkan Padi Salibu di Nagari Ganggo Hilia nantinya.(Zul)

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

29


Lintas Daerah

60 Personel Amankan Jam Gadang Bukittinggi, Indo Raya__Pemko Bukittinggi bertekad mewujudkan suasana nyaman dan kondusif di kawasan Jam Gadang. Ke depan diharapkan tidak ada lagi PKL menggelar dagangan, gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beroperasi meminta-minta serta pihak-piahk lain yang merusak fungsi kawasan taman dan pedestrian. Karena itulah, mulai 2014 ini Pemko Bukittinggi menempatkan tim pengamanan guna mensterilkan kawasan Jam Gadang sesuai fungsi semula. Bahkan, untuk mendukung program pengamanan tiga shift dengan keseluruhan personel 60 orang, dialokasikan anggaran sekitar Rp650 juta. “Melalui tim pengamanan ini tak ada alasan lagi Jam Gadang harus tertib,” ungkap Walikota Ismet Amzis, pada apel gabungan pengamanan Jam Gadang 2014, di pelataran pedestrian Pasar Atas, pekan lalu. Ismet mengakui kondisi kota yang tidak tertib telah menjadi penyebab ketidaknyamanan pengunjung Bukittinggi akhir-akhir ini. Kesemrawutan di mana-mana. Di

jalan dan trotoar banyak PKL manggaleh. Emperan toko dipenuhi pengemis dan anak jalanan. PKL juga nebeng di obyek wisata. Kebersihan tak terpelihara. Demikian pula parkir

susah dengan tarif termahal di Indonesia. “Permasalahan itu harus jadi perhatian bersama dan secara bertahap dicarikan solusi, salah satunya melalui pe-

ngamanan kawasan Jam Gadang secara koordinasi,” tegas walikota menambahkan, tim yang terdiri unsur Satpol-PP, TNI, Polri dan Sub Den Pom, dituntut tegas dalam menjalankan tugas-tugas di lapangan. Sementara Kakan SatpolPP Drs. Syafnir, M.Si menyebutkan, tugas-tugas gabungan pengamanan Jam Gadang, antara lain menjaga taman dan pedestrian, agar tak ditempati PKL, atau pedagang asongan. Menindak PKL dan asongan yang kedapatan melakukan pelanggaran, kemudian menyerahkan pada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), untuk diproses sesuai ketentuan dan perundang-undangan. Tim juga bertugas mencegah dan menindak pengamen yang beraktifitas di Jam Gadang, sekaligus menegur pengunjung yang buang sampah sembarangan. Selain itu, menegur pengunjung merusak taman, mengatasi bentuk-bentuk gangguan ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum lainnya. (hi/ujg)

Diseminasi Informasi Bakal Digelar di Empat Kelurahan

Peralatan Kesehatan Masyarakat Pasbar Ditingkatkan Pasbar, Indo Raya__Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) terus membuktikan kepedulian terhadap kesehatan warganya, setelah dinas kesehatan setempat menyediakan alat ukur kebugaran tubuh di setiap Puskesmas dan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) di daerah setempat. Sekarang alat kebugaran itu sudah tersedia di beberapa puskesmas, diantranya Puskesmas Simpang Ampek, Kinali dan Padang Tujuah, sebut kadis kesehatan setempat Lazwardi, melalui Kasi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) dr. Widodo, di ruang kerjanya Senin (3/2). Dikatakannya, masyarakat diharapkan datang ke puskesmas dan posbindu terdekat untuk melakukan tes kesehatan, untuk mendeteksi penya-

30

kitnya secara gratis. Penyakit yang bisa dideteksi melalui alat itu penyakit yang tidak menular, seperti hipertensi, asam urat, penyakit jantung dan lainnya. Kalau masyarakat telah tahu apa gejala penyakit yang ada dalam tubuhnya, ia akan lebih mudah mencarikan obatnya, serta bisa menghindari apa pantangan yang bisa mem buat penyakit yang dideritanya kambuh, sebutnya. Secara prinsip sebutnya, semua orang pasti menginginkan dirinya selalu sehat, dan akan setuju kalau gejala penyakit yang ada di dalam dirinya bisa sembuh. Dengan adanya alat pendeteksi itu, warga akan semakin mudah untuk menjaga kesehatannya. Warga tidak perlu berfikir dan mencari dana untuk men-

deteksi penyakit yang ada dalam dirinya itu. Pasalnya alat itu sengaja dibeli pemerintah untuk digratiskan pada semua warga, dan akan dimanfaatkan oleh tenaga ahli yang disediakan dinas kesehatan. Terpisah, salah seorang warga Simpang Ampek Ardiwan (45 tahun) kepada menyatakan, ia belum mengetahui kalau alat pendeteksi kesehatan sudah tersedia secara geratis di beberapa Puskesmas di Pasbar. Menurutnya, langkah bijak pemerintah tersebut akan sangat berharga bagi masyarakat, terutama bagi warga yang ekonominya di garis menengah ke bawah. Kita sangat berterimakasih pada pemerintah daerah yang begitu memperhatikan kesehatan masyarakatnya, sebut Ardiwan. (Nep)

Bukittingi, Indo Raya__Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Bukittinggi, dalam waktu dekat bakal meng gelar kegiatan Diseminasi Informasi pada empat kelurahan di Kec. Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), melalui penampilan kesenian tradisional. Program kerja SKPD ini disampaikan Kabid Pelayanan Telekomunikasi Dendi, SE pada rapat evaluasi Pemerintah Kecamatan ABTB, Rabu (5/2). Menurut Dendi, kegiatan serupa juga telah pernah diselenggarakan tahun lalu. Untuk tahun 2014 ini, Kec. ABTB mendapat kesempatan untuk empat kelurahan. “Penampilan kesenian tradisional ini tidak tertutup kemungkinan, dikolaborasikan dengan kesenian modern yang ditampilkan sanggar Mustika Minang,” terang Dendi. Sedangkan materi yang akan dipesankan dalam penampilan kesenian tersebut, kata Dendi lagi, ditentukan oleh setiap kelurahan, sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Karena, pihak kelurahan yang lebih memahami, informasi tentang apa yang perlu disampaikan warganya. Camat ABTB Ardiwan Aziz, S.STP selaku pimpinan

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

rapat yang diikuti seluruh lurah dan kasi di kecamatan, sangat optimis dengan program yang diturunkan Dishubkominfo ini. “Kelurahan agar mempersiapkan diri demi kelancaran acara. Ajang ini kita manfaatkan dalam rangka lebih mempertahan kesenian daerah, di samping sebagai wadah dalam menyampaikan informasi-informasi yang aktual. “ jelas Ardiwan. Senada dengan camat, para lurah sangat merespon kegiatan ini. Karena dari pengalaman sebelumnya, masyarakat sangat antusias mengikuti acara yang digelar. “Ini terlihat dari ramainya masyarakat yang hadir pada setiap kegiatan yang kita gelar dan penyampaian pesan cukup efektif,” kata Lurah Aur Kuning, Endi Syamsir, yang juga dikuatkan oleh lurah-lurah yang lain. Setelah disepakati dengan semua lurah, maka kelurahan Sapiran, Ladang Cakiah, Aur Kuning dan Pakan Labuah menjadi lokasi kegiatan di lingkungan Kecamatan ABTB tahun ini. Kegiatan perdana dimulai dari Kelurahan Sapiran, yang direncanakan bulan Februari ini (abtb/komin)


Lintas Daerah

MCK di Kinali Diresmikan Pasbar, Indo Raya__Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pasaman Barat (Pasbar) Fadlus Sabi, meresmikan pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) senilai Rp238 juta, di Nagari Kinali, tepatnya Jorong Tadikek Sumber Agung, Kecamatan Kinali, Selasa (4/2). Keberangkatan Fadlus Sabi dan Kabid Cipta Karya Henny Ferniza, ke lokasi pembangunan MCK itu, setelah beberapa jam melakukan serah terima jabatan dengan Kadis PU sebelumnya Reflin. Sesampai Fadlus Sabi mengatakan, sedikit apapun pembangunan yang telah dibuat di

tengah masyarakat, semuanya bukti ketulusan pemerintah da erah untuk memberikan yang terbaik untuk warganya. Ia berharap, agar masyarakat yang menikmati pembangunan itu bisa memanfaatkan dan menjaga bangunan tersebut dengan baik. Sehingga harapan masyarakat dan pemerintah dari suatu pembangunan akan tercapai. Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah di jorong setempat, sudah membuktikan bahwa masyarakat tersebut paling beruntung dibandingkan yang lain. Pasalnya masih banyak warga yang membu-

tuhkan pembangunan MCK itu saat sekarang. Semua kebutuhan masyarakat yang ada di 212 kejorongan se-Pasbar sudah menjadi perhatian pemerintah daerah. Cuma saja semua itu disikapi sesuai dengan kondisi keua-

ngan yang tersedia. Intinya, yang sudah mendapatkan bangunan harus memelihara dan yang belum mendapatkan harus bersabar, ungkapnya. Terpisah kepala jorong setempat Aman Raharjo mengatakan, pelaksanaan program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) 2013 untuk pembangunan MCK di wilayah kerjanya sangat membantu masyarakat, pasalnya selama

ini warga memanfaatkan sungai dan parit sebagi tempat MCK. Kita akan tetap menjaga ke utuhan bangunan ini, sehingga bisa dimanfaatkan warga secara terus menerus. Bahkan kita juga berharap pada pemerintah agar MCK tersebut bisa digunakan menjadi sumber pembuatan pupuk kompos, tuturnya. (Ams)

Kantor PPKB Sosialisasikan Program Kerja 2014 Bukittinggi, Indo Raya__ Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Bukittinggi, Tati Yasmarni,SE.MM berharap kelurahan dan kecamatan memberikan dukungan yang maksimal dalam pelaksanaan program kerja tahun 2014. “Tanpa keterlibatan pemerintah kelurahan dan kecamatan mustahil rencana kerja yang telah ada dapat terelisasi dengan baik. Karena, masyarakat sebagai sasaran program kerja kita adalah warga kelurahan dan kecamatan,” terang Tati. Oleh sebab itu, Tati Yasmarni lagi, pihaknya sangat memerlukan bantuan dan kerjasama yang solid dengan berbagai pihak. Sehingga pencapaian program kerja yang intinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dapat diwujudkan dengan tim kerja yang saling bergandengan tangan, ungkap Tati dalam sosialisasi, di aula kantor Camat Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), beberapa waktu lalu, yang diikuti camat, lurah, ketua karang taruna Kota Bukittinggi, kasi di lingkungan kecamatan dan kantor PPKB, PPLKB dan PLKB. Dikatakan, untuk tahun 2014 program pemberdayaan perempuan melalui pembinaan organisasi perempuan yang ada di kelurahan dan kecamatan, akan mengikut sertakan kaum bapak. Karena penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, membutuhkan keterlibatan kaum laki-laki dan perempuan. Program lainnya adalah menjadikan Bukittinggi sebagai kota layak anak, yang diawali dengan kelurahan percontohan yang harus memenuhi 25 kriteria. Sebagai kelurahan terpilih, nantinya menyiapkan 20 orang anak untuk disalurkan pendidikan mereka sesuai bakat yang dimiliki. “Khusus untuk program keluarga berencana, sangat diharapkan peran serta kaum bapak secara langsung, dengan mengikuti program Vasektomi (MOP). Untuk itu perlu kita

lakukan pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam memasyarakatkan program ini di setiap kesempatan yang ada di kelurahan,” harap Tati kepada semua lurah. Untuk penunjukan dan penugasan kader di setiap kelurahan, kata Tati, kalau memung kinkan satu kader mengelola satu program. Jangan sampai bermacam program yang digulirkan ke kelurahan, kadernya itu-itu saja orangnya. “Jika banyak kader, program yang kita sampaikan akan menyebar dan tingkat pengetahuan/keterampilan masyarakat akan merata dan tidak tertumpu hanya pada beberapa kader saja,” pinta Tati menambahkan. Sementara, Ketua Karang Taruna Kota Bukittinggi Deni Chalter,ST menargetkan pada bulan Februari ini akan mengaktifkan kembali Karang Taruna di setiap kelurahan. Sedangkan pada bulan Maret akan dilakukan pengukuhan secara serentak. Camat ABTB diwakili Sekcam Masriwal,S.Sos.MM menyambut baik kegiatan sosialisasi yang digelar kantor PPKB ini. Karena, dengan begitu kelurahan dan kecamatan akan lebih siap menerima dan menjalankan program yang akan diturunkan. “Khusus kepesertaan masyarakat dalam mensukseskan program Keluraga Berencana, terutama keluarga penerima Jaminan Persalinan Jampersal) yang belum sesuai harapan, hendaknya petugas lapangan lebih meningkatkan upaya dengan inovasi-inovasi yang lebih menarik. Sehingga sasaran termotivasi mengikuti apa yang kita inginkan, “ tambah Masriwal. Untuk keberadaan Karang Taruna, kata Masriwal, disamping kita mengharapkan keaktifan organisasi pemuda ini, kepedulian pihak swasta setempat juga akan memberikan motivasi tersendiri di samping bantuan dari pihak pemerintah. (Komin)

Jorong Kartini Bangun Jalan dengan Dana PPIP Pasbar, Indo Raya__Pembangunan jalan usaha tani merupakan salah satu harapan masyarakat di setiap kejorongan di Pasaman Barat. Dengan demikian mereka bisa lebih nyaman untuk berusaha ke lokasi pertaniannya, dan juga semakin mudah membawa hasil panen ke tempat penjualannya. Seperti yang dikatakan Kepala Jorong Kartini, Nagari Muaro Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Sapriandi, di dampingi Ketua OMS jorong setempat Salman, Sekretris Masliadi. Warga di daeah itu sepakat untuk memanfaatkan pembangan jalan sepanjang 2.000 meter menuju lokasi pertenian mereka. Berkat pembangunan jalan yang dilakukan 2013 itu lanjut mereka, lokasi pertanian seluas 100 hektar yang berada di jo-

rong setempat mudah dijangkau. Kalaupun petani harus memakai jasa ojek untuk mengangkut hasil tani dan ketika berangkat ke kebun, sewanya sudah lebih mudah. Disampaikan Salman, lokasi pertanian warganya yang 100 hektar itu semuanya sudah menghasilkan. Keberadaan jalan tersebut jelas akan meningkatkan perekonomian masyarakatnya ke depan. Selama ini ada-ada saja rintangan yang dirasakan petani kalaupun mereka akan memanen, sebab jalan tidak mendukung. Bahkan kalau hujan datang kondisi jalan sangat memprihatinkan dan membuat petani tidak semangat untuk berusaha, ungkapnya. Menurutnya, pembangunan jalan tani yang dilakukan juga akan memotivasi para pe-

tani lebih giat memaksimalkan lahan pertanian yang masih bisa dimanfaatkan di hamparan lahan 100 hektar itu. Bahkan, sebutnya petani juga harus membudayakan tanaman tumpang sari. Mencermati kesungguhan masyarakat di jorong setempat selama ini tambahnya, sangat memungkinkan akan ada penambahan lokasi pertanian di jorong setempat. Terlebih ketika sarana transportasi sudah membaik berkat dana PPIP 2013. Kalau semua jalan menuju lokasi pertanian warga membaik, pendapatan petani juga akan bertambah dengan cara menambah areal perkebunan, dan juga semakin ringannya kost mereka untuk mengangkut hasil tani, seperti sawit, jagung, coklat dan lainnya, tutupnya. (Nep)

Kepala Jorong Kartini, Nagari Muaro Kiawai, Sapriandi, di dampingi Ketua OMS jorong setempat Salman dan Sekretris Masliadi, saat dilokasi pembangunan jalan.

Indonesia Raya. Edisi 2 Th I / 10 - 16 Februari 2014

31


Tabloid Berita

Indonesia Raya

APA SIAPA

Menelisik Aktor di Balik Skandal

Zulhasman-General Manager PT Pelindo II Teluk Bayur

Kerja Keras Tak Kenal Menyerah Memang, seseorang itu kadangkala ada yang bertangan dingin seperti, General Manager PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur Zulhasman SE.

Tak tanggung-tanggung, baru sebulan memegang jaba tan General Manager (GM) di Teluk Bayur, sejumlah piutang dari owners (pemilik) barang dan pengguna jasa pelabuhan lebih kurang Rp 30 Miliar, telah bisa mengembalikan piu tang itu sebesar Rp 6 Miliar, dan sisanya 24 miliar lagi akan kita terima secara angsuran. Piutang para owners dan peng guna jasa pelabuhan itu ber langsung sejak 3 tahun lalu, dan tidak pernah pihak terkait ingin mengangsurnya, akan tetapi kita punya strategi kepada mereka, dengan kiatkiat yang meyakinkan mereka. “Secara bergilir mereka kita panggil dan menjelaskan bahwa mereka masih butuh fasilitas pelabuhan, mulai dari dermaga, gudang, lapangan penumpukan, secara baik-ba ik kita jelaskan, serta dengan perasaan karena saling mem butuhkan, akhirnya mereka minta kepada kita hutang itu akan dibayar secara angsu ran.”ujar GM yang penuh dengan vitalitas, imajinasi dan sangat kreatif ini. Sebulan ber

tugas selaku General Manager (GM), atas keterangan yang ser ba jelas mereka menerima dan akan mengangsurnya secara bertahap dan mereka pun me nyerahkan sebagian hutang nya, dan sudah terkumpul seba nyak Rp 6 miliar. “Syukur Alhamdullilah, uang itu terkumpul dan kita setorkan ke kantor pusat, dan para direktur pun kaget dengan hasil yang kita peroleh ini, kita pun puas,”ujar Zulhasman yang selalu bersyukur kehadi rat Tuhan pemilik hidup dan kehidupan kita ini. Dalam waktu dekat ini, ka ta Zulhasman lebih jauh, Teluk Bayur akan kedatangan pupuk dalam berbagai jenis untuk ke pentingan pertanian di daerah Sumbar. Jumlah pupuk yang akan dibongkar dari kapal 300. 000 ton selain membutuhkan dermaga untuk sandarnya ka pal-kapal yang membawa pu puk itu, juga pupuk itu sekali gus akan dipacking (dipak) langsung digudang 1,2 dan gu dang 3. “Kita sudah negosiasi dengan owners pupuk, tiga der maga dan tiga gudang yang disediakan oleh PT Pelindo II Teluk Bayur dan siap dengan da tangnya kapal-kapal pupuk itu sandar di dermaga yang telah ditentukan, berikut gudanggudangnya,” ujar GM PT Pelin do II Teluk Bayur Zulhasman SE dalam sebuah perbincangan dengan Indoensia Raya, Rabu (5 /

2) siang kemaren. Dikatakan Zulhasman, ini suatu objek baru bagi pelabu han Teluk Bayur, karena selama ini, pupuk yang datang sudah dipacking langsung, tetapi ini, hanya pupuk curah, dipacking dulu di dalam gudang setelah dibongkar dari kapal, dan dise diakan mesin packing lang sung dimuat ke atas truk. “Mu dah-mudahan objek yang me nguntungkan PT Pelindo II Te luk Bayur akan tetap berlang sung lama, selain menguntung kan pelabuhan, juga akan me nguntungkan angkutan truk ke lokasi di mana pupuk itu harus dibongkar,” ujar Zulhasman. Selanjutnya GM PT Pelindo II Teluk Bayur Zulhasman, mengatakan, untuk kelancaran dan peningkatan angkutan barang dan barang impor ek spor dari pelabuhan, pihaknya akan mengembangkan ka wasan pelabuhan kearah Timur

pelabuhan sekarang seperti ke arah Gaung sekitarnya. Di kawasan Gaung itu sekarang telah mulai dipagar dan telah dibangun dermaga beton di samping galangan kapal Koja, sepanjang 60 m, di mana telah mulai disandari oleh kapal-ka pal pontoon (Tongkang) yang membawa batu bara untuk PT Semen Padang. Ke depan, kata nya lagi, PT Pelindo Teluk Ba yur juga akan membangun be berapa buah gudang dan lapa ngan penumpukan serta per kantoran bagi para pengguna jasa pelabuhan, sehingga per sedian fasilitas pelabuhan akan dibutuhkan dengan cepat dan kunjungan kapal ke pelabuhan Te l u k B a y u r a k a n l e b i h

meningkat. Planing lainya proyek pengembangan pelabuhan Teluk bayur akan mengarah ke daerah Sungai Beremas, di sana nantinya akan dibangun dam penahan ombak, gunanya ada lah untuk pengamanan kapalkapal yang sedang bongkar mu at di dermaga. Menurut Zulhas man, pada pokoknya,rencana itu tetap akan dilaksanakan se cara bertahap, karena kebu tuhan fasilitas pelabuhan itu memang sangat penting untuk kunjungan kapal yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, begitu pula peningkatan komoditi ekspor Sumbar tidak dikapalkan ke pelabuhan lain. Di penghujung perbinca ngannya dengan Indonesia Ra ya, pekerja keras yang kini men jabat sebagai orang number one di jajaran PT Pelindo II Teluk ba yur ini selalu bersyukur kepa da Tuhan pemilik hidup & Kehi dupan, dan Pemilik Alam Se mesta, atas rahmat dan karunia yang diberikan padanya, teruta ma sekali rahmat ke sehatan. Di samping itu, aku nya, ia selalu berterimaksih pada sang-isteri tercinta yang selalu memberi nya sugesti dan mengingatkan untuk berhati-hati. (MM)

PT. PELABUHAN INDONESIA II (PELINDO) II CABANG TELUK BAYUR Mengucapkan Selamat Atas Terbitnya Tabloid Berita

Indonesia Raya Menelisik Aktor di Balik Skandal

Semoga Bisa Menjadi Wahana Informasi dan Penegak Keadilan Ditengah Reformasi Tertanda

cmyk

ZULHASMAN, SE General Manager


Indonesia raya edisi 2