Page 45

Menuju Keberhasilan Pengobatan

Kepatuhan atau Kemitraan? Perilaku non-compliance masih terus menjadi masalah besar bagi dunia kedokteran.

Beberapa dokter mungkin pernah menghadapi situasi anekdotal seperti ini: Tak lama setelah pasien datang dan ditanya, “Kapan terakhir minum obat?” pasien menjawab “Kemarin.” Sepuluh menit kemudian ditanya lagi, ia akan menjawab, “Minggu lalu, Dok.” Ketiga kalinya, pasien mulai tampak ragu dan menjawab, “Yaah, sudah beberapa minggu yang lalu sih sebenarnya, Dok.” Peliknya hubungan psikologis antara dokter dan pasien sering kali menyebabkan beberapa pasien tidak ingin “mengecewakan” dokternya dan memilih berbohong. Pasien mungkin saja bermaksud menyenangkan dokternya dengan memberikan jawaban palsu, sembari (tidak) menyadari ada konsekuensi yang harus ditanggungnya. Atau, kalau tidak, ya karena memang pasien yang bersangkutan tidak rajin mencatat saja. Masalah “ketidakpatuhan” (non-compliance) dalam dunia medis sudah lama ditengarai sebagai penyebab utama kegagalan pengobatan beberapa jenis penyakit yang membutuhkan waktu panjang untuk outcome (hasil pengobatan) terbaik. Dokterdokter Penyakit Dalam yang menangani pasien diabetes punya segudang cerita mengenai pasien yang tidak teratur meminum obatnya. Demikian pula dengan pasien yang pengobatannya seumur hidup seperti sakit hipertensi, pasien diabetes, lupus (SLE), tuberkulosis, atau orang dengan HIV/AIDS (odha). Padahal obat-obat untuk penyakit-penyakit tersebut sudah tersedia, murah (obat anti TB dan ARV untuk odha malah gratis untuk lini satu dan dua), dan ada banyak pilihan. Jika pasien tidak cocok dengan satu jenis obat karena efek sampingnya, misalnya, dokter dengan mudah akan memilihkan obat lain yang lebih ringan efek sampingnya. 45

Dokter, Teruslah Belajar. Refleksi 70 th Perjalanan  

Sebuah tulisan dari Prof Zubairi Djoerban tentang refleksi 70 tahun dari Prof Zubairi Djoerban.

Dokter, Teruslah Belajar. Refleksi 70 th Perjalanan  

Sebuah tulisan dari Prof Zubairi Djoerban tentang refleksi 70 tahun dari Prof Zubairi Djoerban.

Advertisement