Issuu on Google+

Riau Pos

41

AHAD

4 MEI 2014

YOUNG SMART ‘N CREATIVE

Cindy Amelia

Ratu

Catwalk

H

FOTO ADRIAN RIAU POS

SERAHKAN ZAKAT : Kepala SMPN 29 Pekanbaru Syafrida Ali menyerahkan Zakat Profesi kepada lima siswa tidak mampu dan masyarakat sekitar sekolah yang tidak mampu.

SMPN 29 Pekanbaru

Salurkan Zakat Profesi Rp1 Juta per Siswa ZAKAT Profesi yang digagas Pemko Pekanbaru sudah diaplikasikan oleh seluruh sekolah. Seperti SMPN 29 Pekanbaru yang menyerahkan zakat profesi tersebut dalam bentuk bantuan sepeda sebagai bentuk dukungan program Sekolah Bersepeda. Saat ini, sekolah yang berada di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru kembali menyerahkan zakat profesi dalam bentuk uang sebesar Rp1 juta kepada lima orang siswa mereka yang berhak menerima. Namun kali ini tidak hanya siswa, tapi juga menyerahkan zakat kepada lima orang warga sekitar sekolah yang berhak menerima zakat. “Karena ini zakat, penerima direkomendasikan oleh guru agama sesuai kriteria yang berhak menerima. Jadi betul-betul zakat ini diberikan ke orang yang betul-betul berhak untuk menerimany,’’ terangnyg Kepala SMPN 29 Pekanbaru, Syarida Ali kepada Xpresi. Syafrida mengharapkan dengan diserahkannya zakat ini, baik itu siswa dan warga yang menerima agar dapat memanfaatkan zakat yang diberikan. “Kita berharap dengan adanya pemberian zakat ini, bisa membantu siswa maupun warga yang kurang mampu dan dapat dipergunakan untuk menunjang pendidikannya,” paparnya. (eko)

AI sobat Xpresi (sobeX) kali ini teman berprestasi kita datang dari siswi kelas XII SMPN 13. Cindy biasa dia dipanggil, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Adhi Kusumo dan Sri Winartin ini menyukai bidang yang berbau seni seperti dance, sastra dan modeling, sejak dia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Awal mula dia sangat menggemari bidang seni, karena dia sangat menyukai tantangan, apalagi ketika awal karir dia menjajaki dunia seni, dia dibimbing oleh orang-orang yang sudah berpengalaman di dunia seni tersebut, dan dia mengungkapkan dunia seni sangat friendly, hal tersebut dia sampaikan karena setiap latihan selalu ada orangorang yang di sekelilingnya yang memberi dia masukan dan kritikan yang membangun agar menjadi lebih baik lagi, itulah yang membuatnya tidak bisa meninggalkan dunia seni. Seni yang paling pertama dikenalnya adalah dunia modelling. Menurutnya modelling sangat menarik karena butuh proses yang panjang untuk bisa berjalan di atas catwalk. Hal itu di sampaikannya karena dia pernah mengikuti masa pelatihan karantina bersama ratusan peserta dari berbagai provinsi. Di sana dia dilatih cara catwalk dan genic. ‘’Memang tidak mudah tapi saya dapat membuktikan , bahwa semua orang bisa punya mimpi dan

bisa mewujudkannya, dan semua orang punya ksempatan untuk meraih suatu prestasi kalau kita memang ada tekad dan kemauan,” ujarnya. Sempat tidak mendapat restu dari orang tua, berhasil ditaklukkan dengan adanya prestasi tingkat nasional yang tentunnya, tidak mudah diraih. Kedepan dia berharap dapat terus mengembangkan bakatnya baik di bidang sasrta maupun seni, dan mewujudkan citacita untuk mendapatkan beasiswa keluar negeri, dengan

tekad dan usaha sendiri. Dan harahapannya atas semua pencapaian prestasi yang pernah diraih, semoga kedepannya bisa menjadi orang yang berguna di bidang seni maupun sastra, dan ingin membantu orang lain dengan kemampuan yang dia punya, dan selalu berharap orang lain bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah dia lakukan. (mgcs2)

PROFIL Cindy Amelia TTL Hobby Cita-cita status

: Pekanbaru, 12 Oktober 1998 : Nyanyi, Dance dan Modelling : Penyanyi, Model : Siswi SMPN 13 Pekanbaru

PRESTASI -juara 3 kolaborasi puisi 2012 -Juara 1 fashion show 2013 -juara 1 fashion show busana muslim trendy 2013 -juara 3 fashion show busana hitam putih 2013 -harapan 1 merah putih fashion 2013 -juara 1 catwalk 2013 -juara 1 fotogenic tingkat nasional 2013 -harapan 2 batik riau 2013 -juara 1 kolaborasi puisi 2013 -peserta Riau english olympic 2013 -juara 2 flashmoob 2014 -juara 2 PBB 2014

MAN 2 Model Pekanbaru

Fadhilla Ikut Pertukaran Pelajar ke Amerika FADHILLA Irawan, siswa MAN 2 Model Pekanbaru terpilih menjadi salah satu siswa dalam pertukaran pelajar (Youth Exchange Student) ke Amerika Serikat. Kegiatan pertukaran pelajar ini bekerjasama dengan Kennedy-Lugar Youth Exchange & Study, Lembaga Mitra Antar budaya dan juga Intercultural Program. “Insyaallah Agustus 2014, Fadhilla Irawan, siswi yang terpilih itu akan berangkat ke Negeri Paman Sam,” ujar Wakil Kepala bidang Humas MAN 2 Model Pekanbaru, Norerlinda. Norerlinda mengatakan, keluarga besar MAN 2 Model Pekanbaru sangat bersyukur dan bangga terFADHILLA IRAWAN hadap prestasi siswa MAN 2 Model Pekanbaru yang akan menuntut ilmu, belajar ke Amerika Serikat. “Dua tahun berturut-turut siswa MAN 2 Model lulus seleksi pertukaran pelajar tertua dan terbesar tingkat dunia itu. Siswa kami berhasil menyisihkan ratusan pesaing di tiga propinsi pada zona Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng),” ujarnya.(ma) www.xpresiripos.com „ REDAKTUR: ADRIAN EKO DESRILIANTO

Basecamp Xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno-Hatta (Arengka) No. 132 Pekanbaru-Riau

info_xpresi@yahoo.com „ TATA LETAK: YAYA


42

Riau Pos

AHAD 4 MEI 2014

SMP IT Al Ma'arif

X - Skul

Jelang UN, Bakti Sosial dan Besedekah ke Masjid SEBELUM menghadapi Ujian Nasional (UN) Senin besok, biasanya sekolah menggelar muhasabah. Namun berbeda yang dilakukan SMP IT Al Ma’arif Pekanbaru, mereka justru melaksanakan bakti sosial dan bersedekah ke Masjid Al Amilin yang berada di Jalan Amilin Pekanbaru. Menurut Kepala SMP IT AL Ma’arif Urusan Kesiswaan, Herlin Novianty SPd, kegitaan ini juga merupakan agenda tahunan

dan ini merupakan angenda tahun ke empat yang dilaksanakan. Diharapkan, dengan kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap masjid dan menjalin silaturahmi kepada masyarakat di lingkungan masjid. "Tidak hanya mengadakan baksos tapi kami juga memberikan infaq yang telah dikumpulkan setiap hari Jumat selama setahun ini kepada masjid tersebut dengan tujuan agar

pihak masjid mendoakan siswa kelas IX kami dapat lulus 100 persen pada UN yang akan dilaksanakan nanti," terang Herlin Novianty SPd kepada Xpresi. Usai membersihkan masjid siswa-siswi beserta guru pendamping Lina Maya Sari SPd dan Herlin Novianty SPd berkumpul di dalam masjid untuk memberikan sumbangan dan meminta doa keselamatan kepada ustadz pengurus masjid. (mgcs6)

FOTO DAFFY XPRESI RIAUPOS

FOTO BERSAMA : Pelajar SMP IT Al Ma’Arif Pekanbaru berfoto bersama usai bakti sosial di Masjid Al Amilin dalam rangka mempersiapkan diri menyambut Ujian Nasional (UN) Senin (5/5/2014) mendatang.

Hamdi dan Guru PPKN

Hamdi Alfansuri

Juara 2 Olimpiade PPKN se Riau BARU - baru ini peserta didik SMAN 1 Pekanbaru mengikuti olimpiade PPKN Tingkat SLTA sederajat se Provinsi Riau. Pada perlombaan ini Hamdi Alfansuri siswa SMAN 1 Pekanbaru berhasil keluar sebagai juara II. Putra kelahiran Bukittinggi, 16 Juni 1997 dari pasangan Ahmad Yani dan Yennilen ini dihadiahi uang pembinaan, piala, medali perak dan piagam atas prestasinya dalam kegiatan yang diselenggarakan FKIP PPKN Universitas Riau tersebut. ''Prestasi ini merupakan hasil bimbingan dari sekolah dan guru pembimbing saya. Namun ini belum maksimal, karena saya yakin dengan kemapuan saya bisa lebih baik lagi kedepannya,'' ujar Hamdi kepada Xpresi. Dijelaskan Guru PPKN SMAN 1 Pekanbaru, Nelpaida Simanjuntak SPd, Hamdi memang mendapatkan pelatihan yang diadakan sekolah dalam program Pengayaan Diri (PD) setiap yang digelar setiap hari sabtu. Dia juga mengakui, antusias anak-anak sangat tinggi untuk mengikuti PD ini apalagi dipersiapkan untuk mengikuti lombalomba dalam bidang akademis lainnya. Melihat prestasi yang diperoleh peserta didiknya Kepala Sekolah SMAN 1 Pekanbaru, Dra Wan Roswita MPd mengaku merasa bangga atas prestasi yang telah diraih peserta didiknya. (eko)

BORONG JUARA : Siswa SMAN 2 Tambang Kampar berfoto bersama usai berhasil memborong juara pada perhelatan FL2SN dan O2SN Kabupaten Kampar beberapa waktu lalu.

FOTO DANIEL XPRESI RIAUPOS

SMAN 2 Tambang

Borong Juara FL2SN dan O2SN Kampar SMAN 2 Tambang meraih prestasi yang membanggakan pada perhelatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupaten Kampar 2014. Pasalnya, siswa SMAN 2 Tambang ini hampir merata mendapatkan juara di setiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Diantaranya juara pertama baca puisi oleh Novia Maharani, juara 1 solo vocal oleh Tri

Desmanef, juara 2 cipta puisi oleh Rohimatul Khodijah, juara 2 seni kriya oleh Aisah dan juara 3 teater oleh Sanggar Teater Sangs Duta. Sedangkan dalam ajang O2SN, SMAN 2 Tambang berhasil mendapat juara 1 cabang karate oleh Diah, serta 3 orang meraih juara 3 cabang karate yaitu Adit, Rahyu, dan Tuti. Tidak hanya itu baru-baru ini mereka juga meraih juara 1 baca puisi oleh Novia Maharani, dan juara 2

solo vocal oleh Tri Desmanef dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). "Prestasi ini menjadi motivasi uantuk kami lebih meningkatkan kemampuan dan daya kompetisi siswa. Terimakasih sebesarnya kepada guru pembimbing seperti Masnur K, Adi Eka Suhendri (bidang O2SN), Jumi, Jhon dan Watri (bidang teater, puisi), Welly Ciska (bidang kesenian

dan kriya), Putri dan Muzel (bidang kimia),bu Marta dan Devi Nirmalia (bidang matematika), Arti dan Elvita (bidang sejarah), Nupus dan Ardiana (bidang PMR).Semoga prestasi ini akan bertahan dan terus meningkat kedapannya," ungkap Kepala SMAN 2 Tambang Nurlian SPd kepada Xpresi. Dia juga mengaku sangat bangga kepada siswanya yang telah berhasil mengharumkan

nama sekolah dibidang lainnya. Seperti lolos seleksi sebagai 100 orang peserta beasiswa DCR provisi Riau, juara 1 lomba sejarah UR 2014 oleh Helzi, juara 2 PMR UR 2014, Juara 3 debat bahasa Indonesia se-kabupaten kampar,juara 3 balas pantun OK 11 Universitas Riau,Juara 2 musikalisasi puisi Chemistry chmpionship 2014 UIN suska Riau, harapan 2 Olimpiade matematika 14 UR dan banyak lagi. (DanielHl)

Mawapres 2014 Unri

Usung Tema Indonesia yang Mandiri PEMILIHAN mahasiswa berprestasi (Mawapres) 2014 masih berlangsung. 18 orang finalis telah lolos seleksi tahap pertama lolos di tingkat Fakultas masingmasing. Sedangkan tahap kedua dinilai oleh tim koordinator dan dewan juri dengan pertimbangan administrasi seperti IPK, keaktifan berorganisasi, dan keterampilan mempresentasekan karya tulis. Dengan mengangkat tema Indonesia yang Mandiri utusan dari 9 Fakultas dan 1 prodi se-Universitas Riau tersebut akan bersaing. Hasilnya, Azhari Setiawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik keluar sebagai

FOTO DIAN XPRESI

TANDA TANGAN : PR III Unri, Rahmad MT menandatangani Surat Keputusan pelantikan dan pengukuhan pengurus BEM dan DPM Universitas Riau, periode 2014/2015

Universitas Riau

DPM dan BEM Unri Dikukuhkan SEBANYAK 31 anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan 167 anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau periode 2014/2015 Rabu (30/4) dilantik secara massal. Pembantu Rektor III, Drs Rahmat MD langsung memimpin pelantikan yang digelar di auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unri. Acara tersebut juga dihadiri Pembantu Dekan III FMIPA, tamu undangan perwakilan OKP, LSM, dan BEM se-Pekanbaru, Presidium BLM Toni Era Wijaya, Presiden Mahasiswa 2012/2014 Padli AR dan seluruh perwakilan kelembagaan se-Universitas Riau. "BEM biru langit akan terus melanjutkan semangat seperjuangan demi terwujudnya visi misi Universitas Riau. Dan BEM akan turut juga fokus mengawal dan mengawasi jalannya pemerintahan kelembagaan Unri dan juga di pemerintahan daerah hingga negara, yangterus menjadi evaluasi bagi BEM," ujar Presiden Mahasiswa BEM Unri, Zulfa Hendri kepada Xpresi. Selanjutnya usai pelantikan kepengurusan ini seluruh kementerian BEM Unri akan segera menyusun program kerja yang akan dilaksanakan setahun kedepan. (cs2)

mamater Universijuara I, Novi Yanti tas Riau ditingkat dari Fakultas Nasional kelak. ‘’PeEkonomi juara II, milihan sudah seledan Elysa Riska Arsai, kita berharap mala dari Fakultas mereka yang sudah Keguruan dan Ilmu terpilih sebagai Pengetahuan juara Mawarpres ini bisa III. menjadi wakil Unri Selain mendapdi tingkat Nasional atkan piala, uang binaan, dan sertifikat AZHARI SETIAWAN dan dapat mengharumkan nama bagi peraih juara 1 Universitas Riau. akan mewakili Universitas Riau ke tingkat Nasional.Pembantu re- Yang jelas, pelaksanan seleksi ktor III Drs Rahmat MT menya- berjalan lancar dan aman,’’ tertakan Unri menggantungkan ang Muhammad Mulya Hendra harapan kepada juara untuk da- selaku ketua pelaksana. pat mengharumkan nama al- (mgcs3)

FOTO MELDA XPRESI

GEDUNG : Maket gedung SMK Telkom Pekanbaru yang tahun ajaran baru ini membuka tiga jurusan baru.

SMK Telkom Pekanbaru

F-Ekonomi UIR

Buka Tiga Jurusan Baru

BADAN Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM Fekon) Universitas Islam Riau bekerjasama dengan Telkomsel gelar Ecoustic dan bazar, mulai 28 April hingga 3 Mei bertempat FE UIR. Terdapat sembilan stan ikut berpartisipasi yang dihadirkan dari pihak luar kampus dan juga dari mahasiswa Fakultas Ekonomi sendiri. Beragam jenis yang ditawarkan mulai dari stan makanan, minuman, gitar, parfum, fashion dan promo kartu dari Telkomsel. “Acara ini bertujuan untuk mengembangi serta menyalur-

UNTUK meningkatkan kompetitif siswa, tahun pelajaran baru 2014/2015 SMK Telkom membuka tiga jurusan baru yaitu jurusan administrasi perkantoran, akuntansi, dan perhotelan. Hal tersebut dikatakan Kepala Tata Usaha (TU) SMK Telkom Pekanbaru, Fahrudin SPd dan pendaftaran tersebut dibuka untuk jalur pendaftaran jalur prestasi (minat bakat) dan juga jalur reguler. "Tahun ini kita buka tiga jurusan baru, yaitu administrasi perkantoran,akutansi, dan perhotelan. Untuk calon siswa bisa mendaftarkan langsung melalui jalur prestasi (minat bakat) dan jalur reguler. Selain itu juga, untuk tahun ini sekolah akan membuka kelas unggulan

E-Coustic dan Bazar FOTO KHUSNUL XPRESI RIAUPOS

STAN BAZAR: Salah satu peserta E-Coustic bazar berfoto di depan stan bazar yang digelar di halaman Fakultas Ekonomi Universitas Islam Riau.

kan bakat khususnya di bidang musik, karena kurangnya wadah untuk mengembangkan musik di UIR, dan mendukung mahasiswa untuk berwirausaha. Mahasiswa UIR sangat banyak berpartisipasi dalam acara ini, itu terlihat pada hari pertama acara dimulai, namun sekarang agak sedikit sepi mugkin karena ada aktivitas kuliah atau cuaca yang kurang bersahabat,” jelas Ketua Panitia Towi

Elben kepada Xpresi. Sastria Yudha dari twenty seven degree’s (Twsd) merupakan salah satu partisipan yang membuka stand baju dan sepatu. Menyampaikan, acara ini sangat bagus untuk terselenggara, di mana dapat membantu kemajuan industri kreatif lokal, terutama di Universitas Islam Riau karena musik tidak terlepas dari fashion. (mgcs2)

dan kelas reguler/umum," ujar Wakil Kepala Sekolah di Bidang Kesiswaan, Dedi Yohandri SPd kepada Xpresi. Dijelaskan Kepala SMK Telkom Pekanbaru, Mhd Faisal SPd dengan tambahan jurusan baru tersebut diharapkan nantinya dapat menjadi "Center of Excellent". "Kita akan menargetkan SMK Telkom akan menjadi Center Of Excellent yang artinya akan menjadi pusat sekolah menengah telekomunikasi di Indonesia yang akan menciptakan lulusan terbaik yang mampu mengisi lapangan pekerjaan pada bidang industri telekomunikasi dan juga mampu bersaing untuk masuk perguruan tinggi favorit," ujar Faisal.(ma)

SMPN 12 dan SMPN 13 Pekanbaru Khatam Alquran dan Muhasabah UN

FOTO FAIZAL XPRESI RIAU POS

KHATAM : Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi bersama Kemenag Pekanbaru Edward S Umar bersama peserta Khatam Alquran dan muhasabah SMPN 13 Pekanbaru. www.xpresiripos.com „ REDAKTUR: ADRIAN EKO DESRILIANTO

SETELAH melaksanakan program sekolah mengaji yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, SMP Negeri 12 Pekanbaru kali ini mengkhatamkan 231 siswa dan siswi kelas IX yang sudah menyelesaikan membaca Alquran tersebut. Kegiatan khatam ini dilaksanakan di halaman sekolah Sabtu (26/4) kemarin yang dihadiri Kabid Dinas Pen-

didikan Kota Pekanbaru serta orang tua masing-masing siswa yang khatam Alquran. Menurut Kepala SMP Negeri 12 Pekanbaru, Yusra MPd setelah setiap pahi melaksanakan membaca Alquran bersama sebelum masuk, akhirnya siswanya bisa mengkhatamkan Alquran yang dibaca. Selain Khatam Alquran, SMPN 12 Pekanbaru juga mengadakan muhasabah menjelang

Ujian Nasional untuk meningkatkan mental anak-anak dalam menghadapi UN kelak. ‘’Proses khatam ini cukup lama, siswa setiap paginya sebelum memulai pelajaran dibimbing membaca Alquran terlebih dulu. Kita berharap mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini mampu meningkatkan kecintaan anak-anak untuk terus mem-

baca Alquran. Anak-anak juga mampu menjadikan Alquran menjadi pedoman dalam kehiduan mereka sehari hari untuk menuntun perilaku mereka ke arah positif," harapnya. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan oleh SMPN 13 Pekanbaru. Namun di sekolah ini kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota, Ayat Cahya-

Basecamp Xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno-Hatta (Arengka) No. 132 Pekanbaru-Riau

di, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Prof Dr H Zulfadil, majelis guru dan para tamu undangan beserta siswa SMPN 13 Pekanbaru. Usai pelaksanaan khatam Alquran, sekolah ini juga melaksanakan kegiatan muhasabah yang diawali dengan salat Dhuha dan salat Taubat guna meningkatkan mental siswa menghadapi UN Senin besok. (cs4/f) info_xpresi@yahoo.com „ TATA LETAK: YAYA


43

Riau Pos

AHAD 4 MEI 2014

Cerpen Puisi Memberi Malu Malam gelap tanpa bulan. Pantai diam tanpa suara. Kami terpaku disudut dunia. Merebah badan dari sembilu. Tangisan tak mampu lagi dibendung. Karena ini aib yang nyata. Bakau-bakau penderitaan. Tetap tegak tak terkalahkan. Seribu asa kita rajut bersama. Satu pun tak jadi nyata. Kau beri malu yang tak terlupakan. Hidup kami bak jagad kesedihan. Karya : Aisyah Putri Rahayu XI IPA 2 SMAN 3 Bengkalis

Sembilu Merangkul Jaring Subuh nyanyikan sejuk pagi. Menusuk relung jiwa. Kehanggatan tiada terasa. Tetap menjala dalam jiwa. Malam gelap tanpa bunga. Gerhana tiada tampak jua. Selaksa resa terhina. Sepotong dosa mengeja. Hujan asin jalakan cinta. Mimpi berlabuh senja. Kebenaran menuai baja. Tetap kekal di jiwa. Indah cakrawala semesta. Melati seperti pohon cemara. Melambai indah. Menunggu datang gerhana. Karya:SITI FITRIANI

Berlari Dengan Waktu Satu impian kankugapai Demi sebuah nama Yang dikibas-kibaskan Pada orang-orang Sebab itu,... Kini diriku adalah teori-teori Dengan jari-jari Yang asyik menari-nari Pada alur waktu Akankah semua orang-orangku Menagih pada waktuku Pada satu waktu Kumerangkak belajar pada waktu Sedetik pun harus bisa Makanya, Berlari dan berlari Demi cahaya waktu Terbayarkan Karya : Misdianto Guru Bahasa dan Sastra SMA Plus Riau

Sepasang Kaus Kaki “HANIFAH, sini deh. Kakak punya ini buat kamu,” kata kak Annisa dari dalam kamar. Aku sedang mengerjakan tugas sekolah di ruang keluarga. Namun mendengar akan mendapat sesuatu, aku berjalan cepat ke arah kakak semata wayangku itu. “Apa tuh, Kak?” tanyaku antusias. Kak Annisa mengambil benda itu dari dalam tasnya. “Taraaaaa…!” kejutnya. Lalu dikibas-kibaskannya di hadapanku. Aku mengerutkan dahi. Ketika melihat dengan jelas, bibirku mengerucut. “Kaus kaki…lagi?” Anggukan kecil plus senyuman manis menjadi jawaban. “Iya, Adikku sayang,” Kak Annisa menjawab dengan lembut. “Nih, dipake ya,” sambungnya lagi. Dengan setengah terpaksa aku mengambilnya. Bukannya tidak meghargai pemberian Kak Annisa, bukan pula karena harganya yang tak seberapa. Tapi aku sudah punya beberapa kaus kaki, dan itu semua darinya. Entah kenapa kakakku itu getol sekali membelikanku kaus kaki. Katanya sih supaya aku tidak pernah lalai dalam menutup aurat. Memang setiap ia menyuruhku memakainya aku sering menjawab sekenanya, seperti “lupa meletakkannya dimana”, “lagi dicuci”, atau “udah jelek”. Alhasil seperti yang terjadi hari ini, aku mendapat tambahan sepasang kaus kaki lagi. Is it a good news or a bad one? *** “Hanifaaahhhh… Kaus kakinyaaa…” Kak Annisa mengingatkan. “Aduh, Kaaak. Hani udah telat nih.” Aku segera menggapai pansus kesayanganku di rak sepatu belakang, dan bergegas untuk ke rumah teman sebangkuku di kelas X IPS 1, Dayana namanya. Kami hendak pergi bersama ke tempat kursus Bahasa Inggris. Tapi belum sempat ke luar dari pintu rumah, Kak Annisa sudah berdiri menungguiku. “Nih pake dulu. Jilbab udah rapi, masa kaus kakinya nggak ada,” katanya santai sambil menyerahkan sepasang kaus kaki untukku. “Kak, Hani lagi buru-buru. Beneran deh. Ntar Hani pake di rumah Dayana aja ya,” tawarku. “Just take these and wear them, right now!” kata Kak Annisa melotot. Nada suaranya naik satu oktaf. Ia jarang marah apalagi membentakku. Jadi kalau sudah begini, aku tidak berani membantah. Aku memakai kaus kaki itu secepat kilat. Sebelum Ibu mendengar percakapan ini, aku lebih baik pergi. Sebab Ibu pasti akan membela Kakak. Dan jika Ibu membela Kakak, itu artinya Ibu akan menceramahiku panjang lebar. Dan jelas aku tidak menginginkannya sekarang. Dengan kesal aku berpamitan. Aku meliriknya, menarik tangannya asal-asalan. “Assalamu’alaikum.” “Waalaikumsalam,” jawab Kak Annisa seraya geleng-geleng kepala.

Forum Guru

*** “Kamu kenapa sih, Hani?” tanya Dayana setibanya di tempat kursus. Miss Lyra, tentor Bahasa Inggris kami, ternyata belum datang. “Aku perhatiin dari tadi kamu diam aja, mukamu ditekuk tujuh gitu lagi, horror tau.” “Kak Annisa tuh, lebay banget.” jawabku sewot. “Emang Kak Annisa ngapain?” tanya Dayana bingung. “Masa aku tiap hari dipaksa pake kaus kaki. Udah di sekolah pake, nyapu halaman juga pake, ke warung depan pun pake, kemanamana disuruh pake. Ribet banget,” cerocosku. Dayana terkekeh. “Ohh itu toh yang buat kamu senewen. Kan bagus, Han. Demi kebaikan kamu juga.” “Kebaikan apaan? Kok kamu malah belain Kak Annisa sih?” Aku semakin dongkol. “Bukannya ngebelain, tapi emang Kak Annisa bener,” kata Dayana. “Ibuku bilang, kita sebagai wanita muslimah wajib menutup aurat. Kamu tau kan mana aurat yang harus kita jaga?” tanyanya. “Hmm… Seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan,” jawabku. Kalau ini sih aku tau, kataku dalam hati. “Yap. Jadi kaki termasuk aurat juga kan?” tanya Dayana lagi. “Ya iya sih.” Ini yang aku nggak sadar, kata hatiku lagi. “Nah, makanya kita juga wajib make kaus kaki. Supaya aurat kita nggak keliatan,” Dayana menjelaskan. Aku mengangguk-angguk. Lalu aku melihat kaki Dayana yang sudah terbungkus kaus kaki. “Sejak kapan kamu rutin make kaus kaki? Aku nggak tau, Dayana,” selidikku.

“Sejak beberapa minggu lalu. Kamu siiih udah nggak perhatian lagi sama akuuu,” candanya. Aku tertawa kecil mendengar gurauannya. Tiba-tiba Dayana menyikutku. “Good afternoon class. I’m so sorry for coming late,” sapa Miss Lyra. Oh, saking asiknya mengobrol dengan Dayana, aku tidak sadar Miss Lyra sudah berdiri di depan kelas. Murid-murid kompak menjawab. “Good afternoon, Miss.” Miss Lyra melanjutkan, “Alright guys, what did we discuss last meeting?” Pelajaran pun dimulai… *** “Bu, Hani mau nanya. Emang kaki wajib ya ditutup?” tanyaku pada malam harinya. Aku masih penasaran. Ibu yang sedang berkonsentrasi dengan benang dan jarum jahit menoleh. Bajuku yang sedikit sobek berada di pangkuannya, siap untuk dijahit. “Ya jelas dong, Sayang. Kaki kan bagian dari aurat.” Hmm… kata-kata yang sama dengan Dayana, hatiku berkomentar. “Tapi, Bu, walaupun kaki termasuk aurat, kayaknya nggak apaapa deh kalau ke luar sebentar tanpa kaus kaki. Misalnya ke rumah tetangga sebelah gitu.” Ibu mencoba memasukkan lagi benang ke jarum jahit, tapi gagal. Akhirnya Ibu memberikan bendabenda halus itu padaku. Berhubung mataku masih bagus, benang dengan cepat masuk ke dalam lubang jarum jahit. Ibu tersenyum berterima kasih. “Hanifah, kata wajib itu memiliki makna ‘harus’, tanpa pengecualian. Berarti, jika sudah baligh, kita harus menutup seluruh tubuh

kecuali apa?” tanya Ibu mengetes pengetahuanku. “Muka dan telapak tangan,” jawabku bangga. “Pintar anak Ibu,” puji Ibu. “Kamu tau kenapa kita diperintahkan Allah SWT untuk menjaga aurat?” tanya Ibu lagi. Aku hanya menyengir, menuntut jawaban dari Ibu sendiri. “Agar kita mudah dikenali, sebab pakaian takwa tersebut adalah identitas kita sebagai muslimah. Dan juga agar kita terhindar dari godaan lakilaki nakal, sebab setiap jengkal tubuh wanita memiliki daya tarik bagi laki-laki. Bayangkan Hani, hanya dengan melihat bentuk kaki atau betis wanita saja, lakilaki bisa tergoda. Apalagi kalau kita berpakaian ketat? Itu yang dinamakan berpakaian tapi telanjang. Itu sama saja tidak menutup aurat, tapi hanya membungkus aurat, karena semuanya tetap terlihat dan tercetak jelas walaupun kulit tubuh kita tidak tampak,” jelas Ibu. “Seperti gorengan di pasar dong, Bu, dibungkus. Hihihi.” “Iya, Sayang. Makanya, kita jangan sampai seperti gorengan di pasar, yang bisa dilihat bahkan dipegang sebelum dibeli. Tapi jadilah seperti berlian mahal yang tersimpan rapi di dalam kotak cantik. Tidak bisa dilihat, dipegang, apalagi dicoba sembarangan. Ia sangat berharga, dan yang mendapatkannya adalah orang yang beruntung. Kamu paham?” “Paham, Bu. Hani mau seperti berlian itu,” jawabku. Aku bertekad dalam hati untuk menjadi lebih baik lagi. “Eh tapi, Bu, bagaimana dengan yang tidak menutup auratnya?” tanyaku. “Sudah pasti mereka mendapat

azab dari Allah. Bagi yang memperlihatkan rambutnya, esok di neraka mereka akan digantung dengan rambutnya sendiri, dan otak kepalanya sampai mendidih. Itu baru rambut, kalau bagian lainnya juga tidak ditutup sesuai syari’at, tentu azabnya semakin pedih.” “Hiiii, Hani nggak mau digantung pake rambut, Bu.” Aku bergidik ngeri mendengar penjelasan Ibu. “Iya, Sayang. Mulai dari sekarang, auratnya harus tertutup rapat ya. Jangan kebuka-buka lagi. Biarlah di dunia ini kita sedikit repot, demi mendapat ridho-Nya, mencapai surga-Nya. Lama-lama pasti nyaman. Justru yang melelahkan itu yang tidak menutupi aurat, karena harus menyesuaikan tatanan rambut ini dengan baju ini, sepatu warna ini dengan tas warna ini, harus punya model baju ini untuk ke pesta ini. Malah nanti jadi stress. Nafsu dunia kalau dituruti takkan ada habisnya.” “Iya juga ya, Bu. Malah makin ribet. Hani nggak mau ah kayak gitu, Bu. Hani mau kayak Ibu dan Kak Annisa aja, yang tetap cantik dalam balutan jilbab dan baju longgar,” kataku. Ibu tersenyum sambil memperlihatkan baju yang sudah selesai dijahitnya. Aku menerimanya dengan senang. Aku memeluk Ibu. “Makasih ya, Bu. Hani nggak akan membantah Kak Annisa lagi deh kalau disuruh pake kaus kaki.” Kini aku semakin mengerti, semakin menyadari apa yang disebut kewajiban menutup aurat. Aku akan menjaga auratku, menjaga diriku dari segala sesuatu yang dapat menggoyahkan imanku. “Hanifah, nih Kakak beliin yang baru.” Tiba-tiba Kak Annisa datang dengan plastik tentengannya. Aku memeriksa isi plastik itu. “Ha? Lagi, Kak?” Aku heran. Apa sih yang membuat kakakku ini tidak bosanbosannya membelikanku sepasang kaus kaki. “Biar kamu makin semangat makenya. Kakak udah masukin di tas sekolah kamu sepasang, di tas les kamu sepasang, di mana lagi ya… Hmmm…” Kak Annisa tampak berpikir keras. Aku memukul Kak Annisa pelan. “Ih, Kakaaaaak. Gak segitunya juga kaliiiii.” Tawaku, Ibu, dan Kak Annisa berderai. Beruntung aku memiliki mereka yang menyayangiku, yang mengajariku untuk lebih dekat dengan-Nya. Semoga aku pun bisa menjadi insan yang lebih baik setiap harinya. Aamiin ya Allah… THE END

Cerpen by Kartika Dwi Putri

Kamu yang punya cerpen dan puisi Kirim ke:

info_xpresi@yahoo.com sertai identitas lengkap dan foto

KOLOM ini disediakan untuk para guru yang memiliki tulisan bebas seputar dunia pendidikan dan sekolah. Kirim tulisannya ke info_xpresi@yahoo.com. Untuk tulisan maksimal satu setengah halaman kwarto spasi satu. Sertakan foto dan identitasnya. Kami tunggu kiriman dari seluruh guru di Riau.

Mendorong Minat Baca Peserta Didik MEMOTRET kehidupan guru merupakan suatu hal yang tidak akan pernah habisnya. Seperti sebuah melodrama panjang di dalamnya banyak cerita, kisah dan kenangan. Ada cerita yang mebuat kita jadi terharu, ada pula cerita lucu yang menggelikan, dan tak jarang pula kisahnya membuat orang kurang simpati. Walaupun demikian kepada guru masih banyak orang bergantung harapan, terutama dalam membetuk sikap dan prilaku serta sifat dan kebiasaan peserta didik. Oleh karena itu guru mendapat ruang tersendiri ditengah masyarakat kita yang heterogen. Merilis sebuah data penelitian yang disampaikan oleh budayawan Taufik Ismail, tentang kebiasaan membaca pelajar Indonesia di era penjajahan Belanda. Di zaman kolonial Belanda seorang siswa setingkat SMA bisa melahap 15 sampai 25 judul karya sastra dalam satu tahun, baik cerpen, novel ataupun roman. Itu baru untuk tingkat siswa, kalau untuk guru tentu akan lebih dari itu. Guru sebagai inisiator terus dituntut untuk mendorong siswa, agar siswa terketuk hatinya dan selalu membiasakan diri membaca. Data Badan Pusat Statistik beberapa waktu lalu menunjukan bahwa penwww.xpresiripos.com „ REDAKTUR: ADRIAN EKO DESRILIANTO

duduk Indonesia yang menjadikan membaca sebagai sumber informasi baru sekitar 23,5%. Sedangkan yang menonton televisi 58,9%, sisanya mendengarkan radio dan media lain. Kondisi tersebut tentu memprihatinkan, mengingat budaya membaca sangat erat kaitannya dengan kultur sebuah generasi. BPS juga menyampaikan bahwa penduduk Indonesia belum menjadikan membaca sebagai sumber informasi. Hal itu tergambar dari data Progress International Reading Literacy Study (PIRLS), yang melibatkan siswa sekolah dasar (SD), hanya menempatkan Indonesia pada posisi 36 dari 40 negara yang dijadikan sampel penelitian dalam minat membaca. Menurut analisa saya, ada beberapa faktor yang mendasar membuat seorang anak belum tersentuh bathinnya untuk membiasakan diri dimana membaca merupakan bagian dari menu dalam kehidupannya seharihari. Pertama, belum maksimalnya dorongan orang tua kepada anaknya. Pada level tertentu, terutama di masyarakat perkotaan yang tingkat ekonominya yang sudah mapan, fasilitas belajar anaknya sudah memadai. Semangat membaca pada anak usia belajar sudah ada kelihatan. Itu hanya

baru berada pada kelompok tertentu saja, padahal banyak masyarakat kota masuk kelompok masyarakat miskin perkotaan. Kalau dibandingkan dengan populasi penduduk lainnya terutama di propinsi Riau ini, kelompok masyarakat mapan yang berdomisili di perkotaan persentasenya masih kecil. Sebagian besar masyarakat kita bermukim di pedesaan, status sosial dan ekonominya masih berada pada tingkat menengah kebawah. Kedua, mahalnya harga sumber bahan bacaan. Untuk ukuran kemampuan ekonomi masyarakat kita, harga bahan bacaan terutama buku masih tergolong mahal. Minat baca mungkin ada, tapi harga buku belum terjangkau, maka pupuslah harapan itu. Ketiga, mudahnya mengakses bermacam hiburan, baik melalui televisi maupun melalui media online. Jumlah dan kualitasnya sangat bervariasi, begitu juga dengan biaya yang dibutuhkan relatif terjangkau. Bayangkan saja dengan mengeluarkan tiga ribu rupiah, seorang anak mampu bertahan di warnet selama tiga jam hanya untuk “game online”. Adanya rangsangan yang diberikan sekolah terhadap siswa demi untuk meningkatkan minat baca

mereka, sangatlah perlu. Dengan lebih mengaktifkan peran dan funsi perpustakaan sekolah, membiasakan menggiringkan serta memberikan akses yang lebih banyak kepada siswa untuk masuk dan membaca di perpustakaan sekolah. Jangan menganggap perpustakaan sebagai ruang transit, tapi sebagai tempat berlabuh bagi mereka dalam menggali bermacam sumber disiplin ilmu. Setiap kegiatan yang mereka lakukan harus tetap mendapat pengawasan dan pembinaan dari guru mata pelajaran. Peran orang tua di rumah juga sangat besar. Banyak waktu terbuang, karena anak sibuk dengan aktifitasnya sendiri tanpa pengawasan dari orang tua. Hilangnya komunikasi dengan orang tua, kurangnya bersosialasi dengan masyarakat, membuat anak menjadi lupa pada tugas dan fungsinya sebagai seorang manusia yang masih berada dalam usia belajar. Yang lebih kita takutkan lagi, mereka kehilangan jati diri dan masa depan. Pada era teknologi yang sangat pesat ini, tidak mudah memberikan pengawasan kepada seorang anak, apalagi dengan kesibukan orang tua seharihari dalam menghadapi tekanan beban ekonomi yang kian menghimpit.

Tidak ada kata lain selain dari tetap memberikan pengawasan pada mereka. Pondasi prilaku seorang anak dibangun dari ruang lingkup terdekat, yaitu keluarga. Oleh karenanya anak harus mendapat perlindungan dan pengawasan dengan porsi yang memadai dari semua anggota keluarga. Kita boleh galau melihat kondisi minimnya semangat membaca dikalangan siswa, tapi jangan sampai putus asa. Rendahnya minat baca, bukan saja berada ditingkat anak usia belajar. Kalau kita mau berkata jujur, dikalangan guru sekalipun masih ada fenomena itu. Malas membaca adalah sebuah “penyakit” harus dibuang jauh. Guru tidak perlu merasa malu untuk mengakui sebuah kelalaian yang pernah dilakukannya selama bertahuntahun. Masih ada peluang untuk merubah diri, asalkan kita merasa punya kewajiban dan tanggung jawab moral untuk memperbaikinya. Dengan adanya kebijakan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, bagi guru yang akan mengurus kenaikan pangkat, diwajibkan membuat Karya Tulis Ilmiah. Secara tidak lansung pemerintah mengajak guru untuk meningkatkan kebisaan membaca sekaligus membiasakan diri

Basecamp Xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno-Hatta (Arengka) No. 132 Pekanbaru-Riau

menulis, terutama yang sifatnya ilmiah. Janganlah dianggap kebijakan pemerintah tersebut suatu persoalan yang membuat guru gundah gulana. Jalani saja aturan itu seperti air sungai yang terus mengalir, disuatu saat pasti akan sampai juga kemuara. Mereka yang piawai dalam menulis, adalah mereka yang banyak membaca. Membaca adalah gizi dari sebuah tulisan. Membaca dan menulis merupakan suatu rangkaian kebiasaan yang tidak dapat dipisahkan. Banyak yang gemar membaca tapi belum mampu menulis, dikarenakan kurangnya kemauan dan keberanian untuk menyampaikan suatu fakta, sehingga muncullah perasaan seperti “si bisu yang bermimpi” terasa ada terkatakan tidak. Menulis adalah sebuah usaha untuk mencurahkan kesan dan pengalaman yang masih bersarang dalam fikiran kita yang ingin disampaikan kepada orang lain. Prosesnya tentu tidaklah semudah seperti memindah air dari dalam cerek ke sebuah gelas. Semuanya memerlukan kemauan, kesabaran, dan kesadaran untuk memperbaiki diri.

YUSRA Kepala SMP Negeri 12 Pekanbaru info_xpresi@yahoo.com „ TATA LETAK: YAYA


44

Riau Pos

AHAD 4 MEI 2014

Media massa sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sekedar sebagai sarana hiburan semata, tetapi isi dan informasi yang disajikan, mempunyai peran penting dalam proses sosial. Media massa juga sangat membantu dalam mengabarkan informasi terbaru dalam jangkauan yg luas. Happy birthday Pers, semoga tidak ada lagi

Sobat Xpresi, kali ini kita akan mengulas tetang Pers atau media massa.. Setiap tanggal 3 Mei diperingati sebagai hari Pers sedunia atau lebih dikenal dengan World Press Day... BTW, menurut sobeX, seberapa besar pengaruh peran media massa terhadap dunia peristiwa yang terjadi di sekitar kita? Saya rasa media massa sangat berpengaruh sekali baik dalam pembangunan daerah maupun sebaga agen control para pelaksana pemerintah dalam menjalankan tugasnya baik itu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. #Selamat hari pers Basry Abhe Jafar

World Press Day... Sangat besar & membantu banget buat kita semua karna dgn mudah kita menerima berbagai berita dalam negeri maupun mancanegara secara online maupun tidak smg makin maju terutama buat pers di Indonesia .

besaar... kta bsa tahu bhwa dunia ini luas, mlalui pers kita bsa mnntukan cita cita terbaik dan mmudHkan utk mncapainya... hayoooo.. sobex , ad yg bercita cita jd pngusHa di spanyol,.... Culers Fiqy D'culès

happy bday pers,, moga media massa terhadap peristiwA makin tambah okee ?aa agar bisa membantu pekembangan masyarakat indonesia:) Intan Ernita

Eko Prabowo

Adi Sucandra

Sangat besar pengaruhnya, karna media massa membantu masayarakat mendapatkan informasi secara cepat dengan jangkauan yang luas.

sangat besar karna sangat membatu bagi masyarakat agar mendapatkan banyak informasi. Huswatun

Ardylashari Azhari

Putri

Bang Ebil

SMPN 16 Pekanbaru

Sosialisasi UN Dipuji Ortu Siswa anaknya selama menpara orangtua jadi lebjalani proses belajar ih mengetahui dengan mengajar di sekolah. jelas bahwasanya selaUngkapan dari orma dua minggu kedeangtua dari Joares pan dapat memberiLanggeng Tegara tersekan pengawasan yang but tercermin dalam folebih ketat terhadap rum sesi tanya jawab anak-anaknya yang antara pihak sekolah akan mengikuti UN dengan wali murid. Sotahun ini. Selain itu RUKIYAH sialisasi ini disampaidikatannya lagi,hal ini kan langsung oleh juga menjadi bahan informasi kepada orangtua tentang Kasek SMPN 16, Rukiyah MPd. “Saya sangat berterimakasih hal-hal yang sudah dilakukan

kepada pihak sekolah yang sudah menggelar kegiatan sosialisasi pelaksanaan UN yang dihadiri oleh seluruh orangtua siswa ini. Tentunya melalui ini bisa menjadi bahan pedoman dan informasi bermanfaat bagi kami (orangtua) untuk memberikan pengawasan yang lebih lagi kepada anak dalam mempersiapkan diri menjelang UN,” ujar Djoko bersemangat. Kegiatan sosialisasi ini juga diisi disampaikan beberapa penjelasan tentang kriteria kelulusan peserta

happy bday pers..peran pers di dunia itu ibarat matahari..kenapa karna semua manusia membutuhkan informasi dan berita yang terjadi di seluruh dunia..adanya pers akan menguak berbagai sisi kondisi yg terjadi di masyrakat. pastinya orang yg ada di dalam dunia pers itu adalah orang yg luar biasa kerja 24 jam berburu berita..salut dan sukses selalu pers indonesia

www.xpresiripos.com

HUMAS AS-SHOFA FOR IRWAN XPRESI

NASI TUMPENG : Ketua Umum Yayasan As-Shofa Drs H Syafwi Khalil MPd memotong nasi tumpeng disaksikan manajemen sekolah As-Shofa.

day). Ketika itu yang mendaftar hanya 10 murid dengan tenaga pengajar 4 orang. Ruang belajar saat itu pun hanya menumpang diruang atas Masjid Surya Jalan Cempaka dan kita pakai selama satu tahun. Dan pada tahun itu juga, SD Islam As-Shofa merupakan satu-satunya sekolah se Pekanbaru yang menerapkan pembelajaran full day ini.” Alhamdulillah, tahun ajaran berikutnya, murid kita semakin bertambah banyak sehingga semakin menambah keyakinan kita untuk lebih menumbuhkembangkan ke jenjang selanjutnya dengan didukung bangunan sendiri dengan luas 2,5 hektare ini. Dan saat ini, sekolah AsShofa telah memiliki sekitar 1500

Media masa sangat penting karna dari media masa kita dapat ilmu,imformasi,dan salah satu faktor sosialisasi Fauzi Delasta

Pengaruhnya sangat besar dan dapat lebih majunya komunikasi antar sesama orang Mohd Rahman Febryan

Syukuran Sambut Milad ke-23

„ REDAKTUR: MASHURI KURNIAWAN

Indra

Ibnu Khalid

didik mulai dari segi kelulusan dari satuan didik,kelulusan dari Ujian Nasional, dan berbagai program kegiatan sekolah selama satu semester dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti UN. Sementara itu, Rukiah MPd selaku Kasek SMPN 16 berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi pedoman tersendiri kepada orangtua siswa untuk memberi pengawasan yang lebih kepada anaknya agar bisa mempersiapkan diri secara baik nantinya. (ma)

Yayasan AS-Shofa Pekanbaru

atas dasar keprihatinan kualitas lembaga pendidikan Islam di kota Pekanbaru. Saat itu (23 tahun lalu), sekolah yang menjadi unggulan adalah sekolah Santa Maria yang notabenenya sekolah non muslim. Atas dasar itulah muncul ide untuk mendirikan sekolah unggul berbasis Islam yang juga menerapkan sistem pembelajaran full day. Walaupun ide itu hanya bermodalkan keberanian, saya beserta kawan-kawan tetap yakin untuk mendirikan sekolah AsShofa,” cerita Syafwi Khalil di depan para guru dan tamu. Dilanjutkannya, tahun pelajaran 1991-1992 dibukalah pendaftaran murid untuk pertama kali di SD Islam As-Shofa dengan sistem pembelajaran dari pagi-sore (full

Sangat bsr skali manfaatnya,krn sdh menjadi kebutuhan yg tak terpisahkan,trutama didalam menerima dan menyampaikan informasi.

Yupz,setiap tanggal 3 Mei diperingati sebagai HARI PERS SEDUNIA. .Pengaruh peran media masa terhadap Dunia sangat pesat dan mempermudah komunikasi bagi masyarakat pelosok bahkan mendunia.

Malin Lin

PADA tanggal 2 Mei 1991(23 tahun silam) merupakan hari yang paling sakral dan bersejarah bagi seluruh keluarga besar Yayasan As-Shofa. Dikarenakan pada saat tersebutlah awal berdirinya Instansi pendidikan ini. Dan pada Kamis (2/5 Mei) kemarin, sekolah yang mempunyai jenjang Pendidikan lengkap (dari TK-SMA AsShofa) ini tepat berumur 23 tahun yang disertai dengan berbagai macam perkembangan yang sangat signifikan, baik dari segi prestasi, fisik sekolah, maupun dari banyaknya siswa serta tenaga pengajar. Dan sebagai wujud syukur dari semua itu, sekolah yang mempunyai motto utama ’Building The Future Generation’ ini menggelar berbagai acara sempena milad, dan puncaknya pada Sabtu(4/5) kemarin di sekolah. Rangkaian acara puncak milad As-Shofa ke 23 ini dimulai pada Jumat (3/5) lalu yang dirangkai juga peringatan Hari Pendidikan Nasional. Turut hadir dalam acara itu Ketua Umum Yayasan As-Shofa Drs H Syafwi Khalil MPd, Manajemen di ruang lingkup AsShofa, guru, murid serta tamu undangan. Dalam sambutannya, Drs H Syafwi Khalil yang juga sebagai salah satu pelaku sejarah pendirian As-Shofa ini menceritakan awal berdirinya As-Shofa .”Hari ini (Jumat, red) adalah hari pendidikan yang juga bertepatan dengan hari ulang tahun Yayasan As-Shofa ke 23. As-Shofa awalnya didirikan

Cinthya Tamara Paramitha Suherman

Muhammad Gunaone

Mnrt gw sih..Media massa sangat berperan krna kita bs mngetahui berita2 terbru d riau khususnya..

SMPN 16 Pekanbaru menerima pujian dari salah satu orangtua siswa SMPN 16 Pekanbaru yang mengikuti sosialisasi Ujian Nasional (UN) di aula sekolah, Senin (17/4) lalu. Lontaran pujian tersebut dikatakan oleh orangtua dari Joares Langgeng Tegara siswa kelas 9.3, Djoko Setiabudi SSos. Dikatakan Djoko,bahwa kegiatan sosialisasi pelaksanaan UN 2014 yang digelar oleh SMPN 16 Pekanbaru sangat bagus sekali mengingat dengan adanya kegiatan ini,

Pers bwt aqu merupkan mdia pemersatu bangsa. Hal ini di karenakan pers yg bisa menuangkan aspirasi dan pemikiran dari seseorang maupun sekelompok individu, dimana melalui aspirasi2 tersebut akan tersalurkan harapan dan impian dari sang aspirator, shgga mampu menimbulkan minat bagi warga pembaca pers untuk bekerja sama.

kekerasan terhadap insan pers yg bertugas!

siswa dan 150 guru dan karyawan,” sambung Syafwi Khalil yang namanya (Syafwi) diabadikan sebagai asal muasal nama AsShofa ini. Dalam kesempatan itu, anggota muballigh IKMI ini juga mengajak semua elemen yang ada di As-Shofa untuk selalu berkarya dengan segala upaya.” Sebab sekolah yang bagus menurut ukuran manajemen ialah diawali awal pendirian dengan perencanaan yang matang, SDM yang handal, Manajemen yang rapi, dan fasilitas yang cukup,” tuturnya lagi. Keakraban dan kemeriahan milad yang bertemakan ’syukuran dan Tabligh Akbar, Makna Milad 23 As-Shofa’ ini semakin terasa saat pemotongan nasi tumpeng oleh Syafwi Khalil selaku Ketum Ya-

TELAH TERBIT yasan didampingi manajemen sekolah, kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Ustad Syamsurizal. Sementara itu, Direktur Pendidikan As-Shofa, Ernawaty SPd di sela-sela kesibukannya memenej acara mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang membantu majunya pendidikan di AsShofa. ”Acara ini juga dirangkai dengan beberapa peresmian gedung baru, seperti tambahan gedung belajar SD dan perpustakaan. Dan untuk lebih memeriahkan acara ini, kita kembali menggelar beberapa perlombaan keagamaan dan hiburan,” ungkapnya. Perlombaan tersebut, sambung Erna lagi berlangsung selama dua hari(Jumat-Sabtu, red), yang terdiri dari lomba menghafal Doa, Syarhil Quran, Azan, kuliah 5 menit, Solo Drum Contest, Accoustik, dan Keyboard.” Semua perlombaan tersebut diikuti oleh sekolahsekolah se Pekanbaru. Dan acara tersebut terselenggara atas dukungan semua sponsor seperti English First, Susu Zee, Pocari Sweat, BTN Syariah, Hexahaq, Gilang Ramadhan, dan lainnya. Mudah-mudahan, melalui momentum Milad ini, As-Shofa selalu menjadi lembaga Pendidikan yang selalu unggul untuk mencerdaskan anak bangsa kedepannya,” harapnya mengakhiri.(s2)

Basecamp xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno Hatta Pekanbaru

UNTUK WILAYAH PEKANBARU BISA DAPATKAN DI COUNTER-COUNTER YANG BEKERJA SAMA DENGAN RIAU POS. ATAU HUBUNGI: 0811767347 info_xpresi@yahoo.com „ TATA LETAK: YAYA


Minggu 4 mei 2014