Issuu on Google+

Media dwi mingguan Halaman

16 Halaman

1

Edisi ke I Tahun 2012/8 suka

@suka

Harga Rp 4.000

Berlangganan dan Iklan Hubungi : 085654594126

Kesadaran Kurang, Jembatan Uncak Kapuas Jadi Tempah Sampah PUTUSSIBAU. Entah kehabisan tempat pembuangan atau memang karena rendahnya kesadaran kemudian menyebabkan jembatan Uncak Kapuas dijadikan lokasi pembuangan sampah. Akibatnya, sampah yang tak jatuh ke sungai Kapuas justru tersangkut di besi pinggiran jembatan.

5 Agenda Pokok APBD 2013

Messi teken kontrak baru

PUTUSSIBAU. Tahun 2012 tinggal menghitung hari berakhir. Tahun 2013 di depan mata. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah memprogramkan 5 agenda pokok tahun depan. Kelima program pokok itu tertuang di dalam nota rancangan APBD tahun 2013. Nota APBD tahun 2013 itu pun telah di beri DPRD Kapuas Hulu persetujuan. Tinggal bagaimana pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu memaksimalkan realisasinya hingga akhir tahun 2013.

Halaman 3

Halaman 4

Lionel Messi setuju menandatangani perpanjangan kontrak dengan Barcelona, yang membuatnya menjadi pemain klub raksasa Spanyol tersebut hingga 2018. Halaman 16

Kolom Bang Baco

Pemerintah Harus Punya Wibawa PUTUSSIBAU, (kalimantannews) - Meskipun Bupati Kapuas Hulu telah mengeluarkan surat keputusan terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa bulan lalu tidak berdampak alias tidak dipatuhi oleh pengecer, pasalnya harga BBM jenis premium menurut HET yang dikeularkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Rp.5.500/liter hingga saat ini masih dijual Rp.7.500Rp.8000/liternya. Hal ini tentunya sangat merugikan masyarakat secara luas dan Pemerintah Daerah melalui instansi terkait harus tegas agar HET yang ditentukan benar-benar dilaksanakan. Terkait hal tersebut Anggota DPRD Kapuas Hulu Baco Maiwa, SE dengan tegas mengatakan bahwa Pemerintah Daerah harus memiliki wibawa di mata masyarakat, agar persoalan BBM yang ada di Kapuas Hulu tidak merugiakan masyarakat luas. Untuk itu kata Baco mestinya ada pengawalan terkait Peraturan Bupati Kapuas Hulu terkait HET yang telah dikeluarkan, karena sekali kebijakan telah dilanggar dan tidak ditindak tegas, maka dengan mudah kebijakan-kebijakan yang lainnya akan dilanggar pula. “Seharusnya Peraturan tersebut harus dikawal, kalau Keputusan Bupati saja tidak dihiraukan masyarakat, Jika Pemerintah Daerah tidak mampu mengawal peraturan tersebut jangan dipaksakan untuk dikeluarkan Peraturan Bupati, kalau sudah seperti ini dimana wibawa pemerintah, sekarang Perbup sudah telanjur keluar dan saat ini terkesan mati suri,” pintanya ketika ditemui baru-baru ini. (*)

Kawasan Konservasi Jelas PUTUSSIBAU. Kabupaten Kapuas Hulu komitmennya dalam hal penyelamatan lingkungan tak diragukan lagi. Salah satu buktinya, Kabupaten ini telah mendeklarasikan dirinya menjadi kabupaten konservasi. “Komitmen kita jelas. Sudah ada kawasan yang kita tetapkan sebagai konservasi area. Jadi jika ada isu bahwa kita tak komit, itu hanya untuk menyudutkan upaya-upaya kita meningkatkan daya saing daerah,” kata AM Nasir SH, Bupati Kapuas Hulu. Dikatakan Nasir, saat ini kawasan konservasi di Kapuas Hulu seluas 1.667.601 ha atau ±56,21%. Yang terdiri atas Taman Nasional Betung Kerihun 800.000 hektar, Taman Nasional Danau Sentarum 132.000 Hektar, hutan lindung 628.973 hektar,daerah resapan air 49,546 hektar dan lahan gambut 67.082 hektar. TNBK merupakan satu-satunya taman nasional yang terluas di Kalimantan Barat. Bahkan TNBK ini menjadi salah satu benteng penyelamatan lingkungan di kawasan perbatasan. Karena letaknya berada di sempadan atau garis batas Indonesia dengan Malaysia. Secara administratif, TNBK berada di Kecamatan

Putussibau dan Kecamatan Embaloh Hulu. Secara geografis berada pada posisi 112 10’ - 114 20’ Lintang Utara. Kawasan TNBK merupakan tipe hutan hujan tropis pegunungan. Sehingga tumbuhan yang mendominasi dan yang tumbuh di sana adalah dari family Dipterocarpaceae. Topografinya adalah sebagian besar perbukitan sebagai bentangan pegunungan Muller yang menghubungkan antara Gunung Betung dengan Kerihun sebagai pembatas wilayah Indonesia dengan Serawak Malaysia. Sedangkan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) adalah kawasan lahan basah dengan keunikan flora dan fauna serta landscape alam yang memukau dalam luas 132.000 hektare. Tercatat lebih dari 500 jenis tumbuh-tumbuhan, 260 jenis ikan, 300 jenis burung, sebelas jenis kura-kura air tawar, dan tiga budaya masuk dalam kawasan taman nasional itu. “Keduanya tak semata-mata sebagai kawasan konservasi, tapi juga merupakan kawasan pengembangan ekowisata. Ini yang akan kita dorong,” kata Nasir. Luas wilayah konservasi itu ditambahkan Nasir jauh lebih luas dibandingkan Area

Peruntukkan Lain (APL) untuk perkebunan sawit. Hanya kurang lebih 300.000 ha luas wilayah yang diperuntukkan untuk itu. langkah pengembangan perkebunan sawit dilakukan karena Kapuas Hulu juga mesti membangun. Meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat. “Karena salah satu potensi terbesar adalah lahan, itu yang kita kembangkan,” tambah Nasir. Dalam pemanfaatannya, Nasir juga menegaskan sudah cukup jelas. Di mana areal yang diperuntukkan bagi kawasan konservasi, serta kawasan Areal Peruntukkan Lain atau APL. Bahkan Nasir berharap ada sinergi multipihak untuk membangun maupun mengelola dua kawasan itu. bagi yang konsen pada konservasi, sudah jelas arealnya. Dan APL akan di pergunakan pemerintah untuk pembangunan. “Kepada para penggiat isu lingkungan, kami sudah siapkan area untuk bekerja dan lain sebagainya. Tapi tolong beri juga ruang pada kami membangun melalui kawasan APL. Karena itu untuk kepentingan kesejahteraan rakyat Kapuas Hulu,” pungkas Nasir. (*)


Halaman

2

AMPOR - LIOR editorial

Ketika DPR Bergunjing SUKA. Langkah Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi hukum menggali informasi tentang ‘dapur’ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan memanggil eks penyidik dan penuntut umum KPK dalam rapat tertutup di DPR pada Rabu (21/11/2012) menuai kritik, sejumlah pertanyaan dan kecurigaan. Patut diduga ada kepentingan lain, misalnya sebagai upaya untuk melemahkan Komisi Antirasuah itu. Dalam pertemuan tertutup tersebut anggota Komisi III pada awalnya menanyakan motivasi eks penyidik keluar dari KPK. Namun kemudian, pertanyaan melebar hingga kasus-kasus riil yang sudah diputus Pengadilan Tipikor KPK. Celakanya, satu di antara penyidik yang curhat ke DPR, Kompol Hendi F Kurniawan membeberkan ‘aib’ KPK itu ke media massa lewat jumpa pers. Anggota Komisi III menampik tudingan pemanggilan eks penyidik dan penuntut KPK itu sebagai intervensi, melainkan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan. Tujuan pertemuan itu ingin mengetahui kinerja di KPK, apakah selama ini kinerja yang dilakukan penyidik sudah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dalam menyelidiki sebuah kasus. Namun faktanya potensi intervensi itu terbuka ketika anggota dewan menanyakan kasus-kasus riil yang sedang ditangani dan yang sudah diputus KPK. Bahkan melebar ke ‘serangan’ terhadap gaya kepemimpinan pribadi-pribadi pimpinan KPK. Antara lain Hendy menuding pimpinan KPK telah melanggar prosedur hukum dalam menangani kasus Miranda Gultom. Namun hal itu dibantah Juru Bicara KPK, Johan Budi. Pasalnya, perkara suap cek perjalanan yang menjerat mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu telah mendapat putusan dari pengadilan. "Tudingan itu kan sudah terbantahkan ya, dengan vonis majelis hakim. Dengan bukti-bukti yang diajukan jaksa KPK," kata Johan Budi di kantornya, Jakarta, Selasa (27/11) seperti dikutip Tribunnews. Sejumlah pengamat hukum, pegiat antikorupsi dan akademisi dan pimpinan KPK pun mencurigai, manuver Komisi III DPR sebagai langkah kesekian kalinya untuk melakukan pelemahan terhadap KPK. Mereka mempertanyakan motivasi anggota Dewan menggelar rapat tertutup dan terbatas. Sebelum muncul masalah ini, DPR gencar menggelontorkan soal revisi Undang-undang KPK, yang salah satu butir dalam draf revisi, ada pemotongan kewenangan KPK dalam melakukan penyadapan. Desakan itu sempat mengendur, setelah konflik Polri versus Polri memanas gara-gara KPK berani menyidik dugaan korupsi Korlantas Mabes Polri. Komisi III DPR seharusnya ikut menjaga independensi KPK, bukan justru terus berusaha menggunakan berbagai cara untuk melemahkannya. Apalagi memanfaatkan wewenang yang dimiliki untuk melakukan intervensi. KPK adalah lembaga independen yang tidak boleh diintervensi. Para mantan penyidik juga semestinya tidak membocorkan informasi seputar penyidikan kasus di KPK, mengingat ada kode etik yang mengatur tidak boleh membocorkan kerja-kerja mereka selama di KPK. (*) Penerbit: CV. Suara Uncak Kapuas Direktur/Pimpinan Perusahaan: Sasbirais, SE Pemimpin Redaksi: Baco Maiwa, SE. Redaksi: Awang Ramlan, Erdi, Rudi. Layout: Mushar. Koresponden: Putussibau Utara: Along, Rizal. Putussiabu Selatan: Ridwan. Bika: Andre, Angel. Kalis, Mentebah: Midun, Eny. Bunut Hulu: Tri, Yudi, Aan. Bunut Hilir: Wan, Roni. Buaian Tanjung: Roben, Anonk. Pengkadan, Hulu Gurung, Silat Hulu: Marten, Jery, Abir. Silat Hilir: Jul, Dodo. Seberuang, Semitau, Suhaid: Sapri, Abef, Yoet. Selimbau: Imel,Wardi, Meka. Jongkong: Yoes, Samsul. Embalau Hilir, Embalau Hulu, Batang Lupar, Empanang, Puring Kencana, Badau. Pontianak: Andi Ibrahim, Jakarta: Bahari Abdurahman, Luar Negeri : M Irfan Abdul Aziz (Pakistan) Persetakan: Borneo Tribun (Isi diluar tanggung jawab percetakan) Kontak Iklan: 085654594126 , Email: suarauncakapuas@gmail.com Telp: xxxxxxx Kritik dan Saran: suarauncakapuas@gmail.com. Alamat Redaksi: Jl. Banin RT 9 / RW 2 No. 8 Kelurahan Kedamin Hilir Kecamatan Putussibau Selatan Kab. Kapuas Hulu. Telp: xxxxxxxx Fax: xxxxxxxxxxx Email: suarauncakapuas@gmail.com Wartawan SUKA dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta imbalan apapun dari sumber.

surat pembaca

Uang Menjadi yang Didewakan Pengalaman seorang teman beberapa yang lalu, dia disetop oleh pak polisi di malam hari. Naik sepeda motor, tidak ada STNK. Hanya berbekal SIM dan uang, maka motor batal dikandangkan. Hal aneh lain, seorang bapak umur sudah menginjak 40 tahun tapi baru bisa menyetir sendiri. Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak punya, nyetir baru sekadar bisa, tapi uang ada, maka SIM express pun terbeli. Fenomena lain, belakangan ini si Gayus buat heboh. Tahanan bisa keluar penjara, jalan- jalan sesuka hati. Lalu kasus joki penjara, hukuman bisa diganti dengan

orang lain asal bayar sesuai dengan yang diminta. Lama-lama Orang yang punya duit bisa berbuat sesuka hati, semua bisa dibeli. Di negeri ini produk hukum bisa dibeli. Bahan baku hukum (RUU) pun bisa dikadali. Menyuap kini serasa membeli. Ngeri… ngeri…. Apakah sila Pancasila pertama harus direvisi menjadi Keuangan yang Maha Esa? Negeri ini sedang menuju jurang kehancuran apabila tidak segera dibenahi. Bagaimana tidak, uang telah menjadi segalanya di negeri ini. Di mana-mana selalu orang yang punya uang yang

iklan

didahulukan. Di rumah sakit juga begitu. Keluarga yang membawa korban kecelakaan contohnya, bukannya sang korban langsung mendapat pertolongan medis, pihak keluarga malah disuruh melengkapi administrasi terlebih dahulu yang ujung- ujungnya juga berakhir dengan yang namanya uang. Korupsi merajalela karena yang ada di pikiran semua orang hanya lah uang. Sekarang, tes-tes penerimaan di berbagai tempat secara terang-terangan minta uang “pelicin” biar bisa masuk Budiman 0813131323r


Halaman

LINTAS KOTA SEKITAR

Kedamin Kawasan Pengembangan Kota KEDAMIN. Salah satu daerah yang bisa menjadi wilayah pengembangan kota adalah Kedamin. Daerah ini memiliki perkembangan yang cukup pesat. Lokasinya yang strategis menjadikannya layak sebagai kawasan pengembangan. “Saya menilai, KeNurjanah damin layak dikembangkan menjadi pusat Perdagangan dan Jasa Komersial, Pengembangan Pemukiman Penduduk, pertanian lahan basah dan Hortikultura. Untuk mewujudkan itu, harus ada pembangunan yang berkesinambungan di kawasan tersebut,” ungkap Nurjanah, A.Md, Anggota DPRD Kapuas Hulu. Nurjanah juga menilai, Kedamin juga merupakan dataran tinggi. Sehingga daerahnya tergolong aman dari genangan banjir. Sehingga ketika banjir datang tidak akan mengkhawatirkan warga yang tinggal di daerah tersebut. Anggota DPRD yang tinggal di Kedamin ini juga berharap, dukungan program pembangunan

SEKITAR

Hydran Tua ‘Tak’ Berfungsi PUTUSSIBAU. Di tengah pesatnya perkembangan kota Putussibau tak di lengkapi pembangunan prasarana penunjang yang memadai. Salah satunya adalah hydran. “Tak ada yang tahu kapan musibah kebakaran akan terjadi. Ibarat pepatah, mestinya kita menyiapkan payung sebelum hujan. Menyiapkan hydran sebelum kebakaran terjadi merupakan keharusan,” ungkap tokoh muda Kedamin, Ihdaul Hidayat, A.Md, kepada Koran ini. Apalagi saat ini dan kedepannya, kota Putussibau dan Kedamin dikatakan Ihdaul akan terus tumbuh pesat. Berbagai gedung terus bermunculan. Potensi terjadinya kebakaran juga terus meningkat. Ia mengingat, pernah dalam sebulan terakhir terjadi dua bencana kebakaran. “Pasti kendala di lapangan saat hendak memadamkan api minim air. Itu karena tidak ada hydran sebagai penyuplai air,” katanya. Karenanya, Ihdaul berharap pemerintah daerah bisa mempertimbangkan pembangunan hydran di beberapa titik di berbagai lokasi kota Putussibau. Sehingga ketika ada kejadian kebakaran, petugas bisa dengan sigap melaksanakan tugasnya. Tidak lagi disibukkan dengan mencari air dari pada fokus memadamkan api. “Harus ada terobosan untuk itu. Mengingat hydran untuk kepentingan bersama,” ujar Ihdaul. Berdasarkan pengamatan Koran ini, ruang keberadaan hydran ini sudah terlihat di kota Putussibau. Hanya saja di ragukan apakah masih berfungsi atau tidak. Selain itu, jumlahnya juga sangat terbatas. Dari penyelusuran yang dilakukan, di temukan ada dua bangunan hydran di tengah kota Putussibau. Satu bangunan hydran berada di depan SMPN 1 Putussibau. Satunya lagi berada di Jalan M Amin, kompleks Pasar Daerah. Berwarna merah, bertuliskan Kamp 1977 Made In Australia 80 mm, Pillar Hydran.

3

Kesadaran Kurang, Jembatan Uncak Kapuas Jadi Tempah Sampah PUTUSSIBAU. Entah kehabisan tempat pembuangan atau memang karena rendahnya kesadaran kemudian menyebabkan jembatan Uncak Kapuas dijadikan lokasi pembuangan sampah. Akibatnya, sampah yang tak jatuh ke sungai Kapuas justru tersangkut di besi pinggiran jembatan. Koran ini menyusuri jembatan kebanggan warga Kota Putussibau dan Kedamin itu. Dari arah kota menuju ke arah Kedamin. Di sisi kiri atau bagian hulu sungai Kapuas tak terlihat ada sampah yang tersangkut. Tapi begitu di bagian kanan atau ke hilir sungai, tumpukan sampah terlihat. Memenuhi besi berleter huruf u yang ada di bagian samping jembatan itu. kuat dugaan, sampah itu hendak di buang ke sungai. Tapi karena tak kuat melempar, sampah-sampah itu tersangkut di besi tersebut. Beragam sampah yan tersangkut. Diantaranya ada tumpukan karung guni berisi serbuk gergajian, kulit buah kelapa, gelas bekas air mineral dan aneka sampah lainnya. Kondisi itu selain membuat kotor, juga membuat tak enak di pandang. Anggota DPRD Kapuas Hulu, Baco Maiwa, SE, menyayangkan masih ada yang suka membuang sampah di area jembatan itu. apalagi sampah-sampah itu diyakini akan di buang ke sungai Kapuas. “Saya fikir kita bisa memanfaatkan tempat sampah sementara yang sudah di siapkan pemerintah. Tentu kurang elok jika sampah-sampah itu di buang ke sungai apalagi sampai dibuang di jembatan seperti itu,” kata Baco. Dikatakan Baco, kondisi demikian sudah terjadi cukup lama. Bahkan, pihaknya pernah menggalang sejumlah orang untuk bersama-sama membersihkan sampah di jembatan Uncak Kapuas itu. Tapi kemungkinan karena kesadaran be-

sampah yang di buang warga di jembatan uncak Kapuas

lum besar, maka hal itu di ulang lagi. “Sudah seharusnya kita sadar bahwa sampah juga mesti di perlakukan dengan baik. Membuangnya pada tempat semestinya. Bukan di buang sembarangan yang kemudian menimbulkan kesan kotor,” tambahnya.

Baco menyarankan untuk menggugah kesadaran itu, pemerintah melalui instansi terkait memasang rambu atau himbauan untuk melarang pembuangan sampah di jembatan Uncak Kapuas. Selain itu, menjadwalkan setiap minggu pembersihan sampah di lokasi tersebut.

Ikan Semah Hulu Sambus PUTUSSIBAU. Sungai Sambus, khususnya di bagian hulu sungai memiliki potensi ikan yang cukup besar. Terutama ikan semah yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Tak mengherankan, wilayah hulu sungai ini menjadi salah satu destinasi para mancing mania kota Putussibau. Salah satu diantara mancing mania itu adalah Rodi Harpan. PNS yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini lebih memilih memancing untuk mengisi waktu akhir pekan. Bersama rekan-rekan lainnya, Rodi turun ke sungai-sungai kecil untuk mencari lubuk ikan buat menebar kail. “Belum lama ini kami ke hulu sungai Sambus. Tepatnya di sekitar kawasan bukit paku (pakis, red). Ternyata di sungai tersebut cukup banyak ikannya. Bahkan waktu itu kami mendapatkan cukup banyak ikan semah saat memancing di sana,” ungkap Rodi. Hanya saja diakui Rodi, untuk mencapai kawasan bukit paku itu dibutuhkan perjuangan yang lumayan berat. Dari kota Putussibau mesti menempuh perjalanan menyusuri sungai hingga enam jam. Mudik ke hulu Sungai Kap-

uas, masuk ke Sungai Mendalam. Kemudian masuk lagi ke sungai Sambus. Melewati sungai Sambus yang tidak lebar dan banyak dahan kayu yang muncul dari dasar sungai. Tak jarang mereka harus turun mendorong perahu tempel bermesin 15 PK saat melintas sejumlah titik air berarus deras. “Memang tidak ada riam. Tapi ada beberapa lokasi terjangan air cukup deras. Jadi kita harus turun untuk turut mendorong perahu tempel. Selain itu banyak kayu-kayu yang mencuat dari

dasar sungai,” tambahnya. Meski demikian, lelah di perjalanan terbayarkan saat menebar pancing yang hampir selalu di mangsa ikan. Tak mengherankan, dalam satu hari menebar pancing, ia dan rekannya mendapatkan cukup banyak ikan semah untuk di bawa pulang. “Tidak untuk di jual. Benar-benar untuk menyalurkan hoby memancing. Hasilnya di bagi bersama rekan-rekan lain dan di konsumsi di rumah masingmasing,” pungkas Rudi.

IKAN semah hasil pancingan


Halaman

LAPORAN UTAMA

4

5 Agenda Pokok APBD 2013 PUTUSSIBAU. Tahun 2012 tinggal menghitung hari berakhir. Tahun 2013 di depan mata. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah memprogramkan 5 agenda pokok tahun depan. Kelima program pokok itu tertuang di dalam nota rancangan APBD tahun 2013. Nota APBD tahun 2013 itu pun telah di beri DPRD Kapuas Hulu persetujuan. Tinggal bagaimana pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu memaksimalkan realisasinya hingga akhir tahun 2013. 5 agenda pokok itu, pertama adalah mewujudkan birokrasi yang professional, kredibel, responsive dan bertanggungjawab. Kedua, peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang bertaqwa, cerdas dan sehat. Ketiga, pembangunan sarana dan prasarana wilayah serta akses ke daerah terpencil, terisolir dan perbatasan. Ke empat, pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada potensi dan sumber daya lokal. Kelima, memelihara keseimbangan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan. Ke lima agenda itu di tuangkan ke dalam program dan kegiatan yang di rencanakan untuk dapat dilaksanakan pada tahun 2013. Mencakup beberapa program yang difokuskan pada 7 (tujuh) tema prioritas pembangunan sebagai sasaran utama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Antara lain mewujudkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan pelayanan birokrasi dan ekonomi masyarakat. Mewujudkan pembangunan ekowisata berbasis masyarakat. Mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas melalui peningkatan pelayanan dan partisipasi masyarakat. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan oleh masyarakat. Peningkatan ekonomi kerakyatan. Peningkatan produksi pertanian untuk ketahanan pangan. Peningkatan kuali-

tas infrastruktur dasar daerah. Untuk mendukung pencapaian itu, yang diperhatikan adalah prinsip-prinsip sesuai kebutuhan penyelenggaraan pemerintah daerah. Tepat waktu sesuai tahapan dan jadwal. Dilakukan secara transparan. Melibatkan partisipasi masyarakat. Memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Serta tidak bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan yang lebih tinggi dan peraturan daerah lainnya. Dalam nota rancangan APBD tahun 2013 juga memuat rencana pendapatan dan biaya. Untuk pendapatan terdiri dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah secara keseluruhan di rencanakan sebesar Rp 987.174.835.000,00. Estimasi nya terdiri atas PAD sebesar Rp

27.952.200.000,00, Dana perimbangan sebesar Rp 948.492.635.000,00 dan lain-lain pendapatan yang sah di rencanakan sebesar Rp 10.730.000,00. Rencana belanja keseluruhan sebesar Rp 1.091.977.220.152,00. Dengan belanja tidak langsung sebesar Rp 441.913.332.300,00, dan belanja langsung sebesar Rp 578.063.887.852,00. Dengan rincian bidang pendidikan sebesar Rp 238.415.168.000,00. Terdiri atas belanja tidak langsung sebesar Rp 181.551.570.000,00 dan belanja tidak langsung Rp 57.863.598.000,00. Bidang kesehatan sebesar Rp 71.176.367.000,00 yang terdiri atas belanja tidak langsung Rp 34.769.200.000,00 dan belanja langsung Rp 36.407.167.000,00. Bidang pekerjaan umum sebesar Rp 265.226.754.500,00, terdiri dari belanja tidak langsung Rp

7.199.861.000,00 dan belanja langsung Rp 258.026.893.500,00. Bidang perencanaan pembangunan sebesar Rp 12.966.612.000,00. Terdiri atas belanja tidak langsung Rp 1.936.903.000,00 dan belanja langsung Rp 11.029.709.000,00. Bidang perhubungan, komunikasi dan informatika sebesar Rp 13.153.739.000,00. Terdiri dari belanja tidak langsung Rp 2.608.017.000,00 dan belanja langsung Rp 10.545.722.000,00. Bidang lingkungan hidup sebesar Rp 4.653.981.000,00. Dengan belanja tidak langsung Rp 928.287.000,00 dan belanja langsung Rp 3.725.694.000,00. Bidang kependudukan dan catatan sipil Rp 6.167.693.000,00. Terdiri atas belanja tidaklangsung Rp 1.637.693.000,00 dan belanja langsung Rp 4.530.000.000,00. (*)

DPRD Memberikan Persetujuan

R

ANCANGAN nota keuangan 2013 tersebut mendapat persetujuan DPRD Kapuas Hulu untuk di proses lebih lanjut. Dari rapat paripurna yang digelar, pihak Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Kapuas Hulu menerima dan menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RAPBD Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2013 untuk menempuh proses lanjutan hingga ke meja Gubernur Kalimantan Barat yang kemudian akan ditetapkan menjadi Perda kemudian. Keputusan Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Kapuas Hulu ini ditetapkan berdasarkan pandangan akhir 6 fraksi DPRD Kabupaten Kapuas Hulu. Pandangan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meski menyetujui, juga meminta setiap SKPD harus merasionalisasikan penggunaan dana baik pada dana perjalan dinas dan alat tulis kantor. Mengutamakan usulan wajib daripada usulan pilihan, serta kepada tim anggaran Pemerintah Daerah diharapkan untuk melaksana rasionalitas anggaran. Agar APBD tahun 2013 bermanfaat, sehingga pro rakyat dan dapat dipertanggungjawab-

kan yang berujung pada peningkatan mutu pemerintahan dari WDP (wajar dengan pengecualian) menjadi WTP (wajar tanpa pengecualian). Fraksi Bintang Keadilan (FBK) berpesan hal yang kurang lebih sama. Yaitu agar SKPD merasionalisasikan penggunaan anggaran dan pendanaan perjalanan dinas yang terpaparkan lebih dari hari kerja. Mengutamakan urusan wajib sebagai sekala prioritas, mempersiapkan perlengkapan dalam mendukung program e-KTP, penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk segera dibuat bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu. Mencukupi dana pada sektor kesehatan yang dimana telah ditetapkan berdasarkan aturan yaitu 10 persen dari APBD. Pada dinas-dinas terkait diharapkan untuk lebih memperhatikan jalan dan jembatan yang merupakan urat nadi Kabupaten Kapuas Hulu. Mengurangi perjalanan dinas, dan merinci perjalanan dinas yang seharusnya pembiayaan alat tulis dan kantor serta makan minum diacu kepada Peraturan Bupati Nomor 326 tahun 2012. (*)


LAPORAN UTAMA

5

Semangat Gotong Royong Terangi Kampung

Simpang eampat Badau

Ekonomi Badau Bergairah Lagi BADAU.Salah satu daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kapuas Hulu yang perekonomiannya mulai bergairah lagi adalah Badau. Pengembangan perkebunan sawit dan karet mulai memacu peningkatan taraf hidup masyarakat di wilayah ini. Camat Badau, Drs Achmad Salafudin, mengatakan, pasca dihentikannya sektor perkayuan, ekonomi Badau sempat lesu. Itu terjadi dalam rentang waktu cukup lama. Kondisi itu mulai berangsur membaik setelah masuknya investor perkebunan sawit. “Perkebunan sawit kembali memacu perekonomian Badau. Termasuk juga kebun karet yang di kembangkan masyarakat,” kata Achmad. Achmad menuturkan, pertama kali masyarakat mengembangkan pekebunan karet. Awalnya, kebun-kebun karet ini sudah lama ada. Hanya saja, ketika sektor perkayuan marak, kebun-kebun ini sedikit di tinggalkan. Baru saat ini, masyarakat mulai menggiatkan kembali kebun karet yang ada.

Halaman

“Bahkan sebagian masyarakat yang belum meliriknya sudah mulai membuka lahan dan menanam karet,” katanya. Perekonomian itu dikatakan Achmad terus menggeliat saat investasi perkebunan sawit masuk. Penyerapan tenaga kerja yang cukup besar dari perkebunan sawit memberi peluang bekerja kepada masyarakat. Selain itu, ke depannya masyarakat juga akan mendapatkan penghasilan tambahan dari plasma perkebunan yang akan mereka terima. “Rata-rata saat ini angkatan kerja cukup baik. Terserap di berbagai area perkebunan sawit yang telah memulai aktivitasnya saat ini,” ujarnya. Dari kacamatanya, Achmad melihat peningkatan perekonomian sangat berpengaruh pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kota Badau. Pihaknya juga berharap dengan peningkatan perekonomian ini mampu menarik investor luar untuk masuk serta terus menanamkan investasinya.

SASAN. Tak begitu sulit mencapai Desa Sasan, Kecamatan Pengkadan. Dari ibu kota kecamatan, dibutuhkan waktu tak sampai satu jam. Melintasi jalan hamparan sertu yang cukup baik. Bahkan kendaraan roda empat dapat melewati dengan mudah. Namun untuk mencapai Sasan, mobil harus terparkir di Desa Kerangan Panjang. Karena mobil tak bisa melintasi jembatan gantung yang menghubungkan jalan. Untuk meneruskannya harus naik sepedamotor. Berbeda jika mencapainya dari Kecamatan tetangga yaitu Jongkong, bisa menggunakan mobil langsung sampai ke Sasan. Desanya cukup asri. Suasanya perkampungan yang khas pinggiran sungai. Ada lapangan sepak bola di tengah kampung. Yang membuatnya sedikit berbeda, di sepanjang jalan kampung bisa terlihat tiang-tiang listrik dari kayu bulat. Jarak beberapa tiang terdapat lampu penerangan jalan. Itu lah jaringan listrik desa Sasan. Warga desa secara berswadaya membangun listrik sendiri. Membeli mesin generator, membangun jaringan hingga urunan mengeluarkan dana untuk biaya operasional harian. Upaya yang telah menunjukkan bahwa kebersamaan dalam bingkai gotong royong masih terpelihara di sebagian masyarakat pedalaman Kapuas Hulu. Tak mau menunggu dan berpangku tangan, mereka bersatu, bahu membahu dan saling berbagi untuk menelurkan solusi bagi persoalan bersama. “Jika menunggu dari listrik Negara mungkin butuh waktu yang lama. Itu sebab masyarakat kemudian memunculkan ide membangun listrik sendiri. Murni dari dana swadaya masyarakat itu sendiri,” ungkap Drs Rusli Kulya, Camat Pengkadan. Atas rembuk masyarakat menurut Rusli, disepakati mengadakan listrik swadaya dengan membeli

mesin diesel sebagai pembangkit. Kenapa diesel ? dikatakan Rusli, di daerah tersebut tidak tersedia sungai beralur yang cocok untuk pengembangan listrik tenaga mikro hidro. Sehingga masyarakat kemudian memilih mesin diesel untuk penghasil energi listrik. “Desa Sasan pernah mendapat bantuan listrik tenaga surya. Tapi itu hanya cukup untuk penerangan saja. Untuk kebutuhan lain seperti menyalakan televisi, memasak nasi tidak bisa. Itu juga menjadi motivasi warga kita membangun listrik swadaya itu,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Desa Sasan, Suparman mengatakan untuk pembangunan listrik swadaya itu, masyarakat mengeluarkan dana sebesar 150 juta rupiah. Dana itu untuk membeli mesin lengkap dengan dynamo satu set. Kemudian untuk pemasangan jaringan ke rumah-rumah. Untuk tiang-tiang jaringan, setiap kepala keluarga di wajibkan gotong royong mencari kayu sebagai tiang. “Setiap rumah kita tarik dana sebesar satu juta. Dengan instalasinya warga ada yang mengeluarkan antara satu juta lebih hingga dua juta,” kata Suparman. Dikatakan Suparman, setidaknya saat ini 110 rumah telah merasakan terangnya listrik di malam hari. Meskipun hanya dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Tapi setidaknya menurut Suparman, listrik tersebut sudah cukup banyak membantu masyarakatnya. “Kampung menjadi lebih baik sekarang,” ujarnya. Untuk pengelolaan listrik swadaya 50 Kw itu, desa membentuk tim jaga mesin pembangkit. Dengan ketua Jahari dan Kasim serta Alim sebagai anggota. Menurut Jahari, dalam mendistribusikan listrik, dibuat aturan berbeda. Per bulan masyarakat di tarik iuran berdasarkan jumlah amper yang dipakai. (*)


Halaman

LINTAS KAPUAS

6

Berharap Jadi Puskesmas Rawat Inap SELIMBAU. Camat Selimbau, Abang Sudarmo, S.Sos, berharap puskesmas yang berada di depan kantor camat Selimbau dapat di fungsikan sebagai puskesmas rawat inap. Mengingat bangunan tersebut secara fisik representative untuk itu. “Bangunan ini berdiri sudah cukup lama. Hanya saja letaknya memang agak jauh dari pusat pemukiman. Sementara di wilayah pusat pemukiman juga sudah ada puskesmas. Karenanya kita berharap puskesmas di depan kantor camat ini bisa jadi pusksesmas rawat inap,” kata Abang. Diakui Abang, saat ini untuk mengoperasikan puskesmas itu untuk rawat inap terbentur berbagai kendala. Diantaranya belum tersedianya sarana dan prasarana alat kesehatan. Yang ada hanya bangunan fisik dan petugas di dalamnya. Padahal, dari bangunan yang ada sangat layak dijadikan rawat inap.

“terdapat beberapa ruang yang cocok sebagai tempat pasian jika harus di rawat inap,” tambahnya. Wakil Bupati Kapuas Hulu, Agus Mulyana SH, mengatakan akan berusaha untuk mencari celah difungsikannya puskesmas itu sebagai puskesmas rawat inap. “Saya akan bicarakan nanti dengan instansi terkait,” kata Agus. Diakui Agus, pelayanan kesehatan harus dapat menjangkau masyarakat dengan baik. Terutama masyarakat yang berada di wilayah akses kurang begitu baik. Ia mencontohkan beberapa puskesmas yang sudah memberikan layanan rawat inap. Menurutnya langkah itu sangat tepat dan akan banyak membantu masyarakat. Karenanya, Agus berharap pemerintahan di setiap tingkatannya dapat terus mendukung berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Kilas

Ingin Jalan Darat EMBALOH. Meski merupakan salah satu kecamatan tua, namun Embaloh Hilir belum memiliki akses jalan darat. Padahal, masyarakat di kecamatan yang terkenal dengan kerupuk basahnya itu sangat mendambakan adanya jalan darat. Hal itu di benarkan Camat Drs Ridwan Embaloh Hilir, Drs Ridwan, kepada Koran ini. Dikatakan Ridwan, masyarakat sudah lama merindukan adanya akses darat. Mengingat, akses sungai satu-satunya yang menjadi andalan masih banyak kekurangannya. “Masyarakat tidak bisa maksimal dalam melakukan aktivitas ke luar. Karena sarana transportasi sungai terbatas. Jika ada jalan darat tentu akan lebih memudahkan,” kata Ridwan. Saat ini masyarakat kecamatan Embaloh Hilir, masih mengandalkan sungai sebagai akses transportasi. Menggunakan berbagai moda angkutan yang ada. Mulai dari kapal bandung, motor tambang dan speedboat. “Untuk angkutan umum dengan akselerasi yang relative lebih cepat, warga memilih speedboat. Tiap hari ada armada speedboat yang melayani masyarakat Nanga Embaloh yang hendak ke Putussibau dan sebaliknya,” kata Ridwan. Saat ini diakui Ridwan sudah ada rintisan jalan. Dari Nanga Embaloh menuju ke Nanga Manday, Kecamatan Bika. Jarak dari Nanga Embaloh ke Nanga Manday sejauh 27 kilometer. Sudah ada 14 kilometer jalan rintisan yang berada di wilayah Kecamatan Embaloh Hilir. Jika jalan itu tembus ke Nanga Manday, masyarakat Nanga Embaloh sudah bisa menggunakan akses darat ke Putussibau. Karena dari Nanga Manday sudah ada jalan yang tembus sampai ke Putussibau. “Mudah-mudahan pemerintah kabupaten bisa melihat harapan masyarakat ini. Kita dari kecamatan sudah beberapa kali memperjuangkan itu,” harap Ridwan.

Kios Terapung Sungai Kapuas JONGKONG. Jika di darat, warga Kota Putussibau dan sekitarnya bisa andalkan APMS sebagai pemasok BBM. Bahkan pengecer dan kios juga masih menjadi tumpuan. Di peisisr sungai Kapuas, kios terapung menjadi jembatan kebutuhan BBM masyarakat. Seperti yang ada di kawasan Kota Jongkong, Kecamatan Jongkong. Di sepanjang sungai Kapuas, kios terapung dapat dengan mudah di temui. Angutan sungai seperti kapal band-

ung, motor tambang, speedboat dan perahu tempet mengisi bahan bakar di sejumlah kios terapung. Menurut Boy, salah seorang matoris sebutan untuk pengemudi speed, keberadaan kios terapung itu sangat membantu mereka. Terutama dalam hal ketersediaan bensin untuk pasokan mesin speed mereka. “Hampir di sepanjang sungai, terutama di kota kecamatan pasti ada kios terapung. Keberadaan mereka mmeudahkan

kita dalam hal pemenuhan akan kebutuhan bensin di perjalanan,” ungkap Boy. Hanya saja Boy berharap harga bensin ke depannya tidak di naikkan oleh pemerintah. Sebab saat ini saja harga bensin sudah cukup tinggi. Rata-rata per liter antara 7.000 hingga 8.000 per liternya. Karena semakin tinggi harga bensin akan berdampak pada naiknya tariff angkutan. Naiknya tariff angkuta akan turu membebani masyarakat yang hendak berpergian.

Sungai Kapuas Jadi Andalan KAPUAS. Ketika sejumlah wilayah sudah menikmati akses darat, tidak demikian dengan warga Bunut Hilir dan Embaloh Hilir. Warga dua kecamatan ini masih andalkan sungai Kapuas sebagai akses utama. Kepada awak media ini, Khairussalihin, guru yang bertugas di Nanga Bunut membenarkan. Untuk mencapai Bunut dikatakan Salihin sapaan akrab sang guru, harus menggunakan transportasi sungai. “Memang tak ada kendala. Tiap hari ada speedboat yang melayani warga. Hanya saja biaya cukup besar dan waktu tempuh makan waktu cukup lama,” ungkap Salihin.

Menurut Solihin, pernah pemerintah daerah membangun rintisan jalan darat. Tapi hingga kini belum bisa di akses masyarakat. Padahal dikatakannya, jika ada akses darat, maka akan lebih memudahkan mobilisasi warga. Termasuk pasokan kebutuhan pokok masyarakat maupun memasarkan berbagai produk hasil masyarakat. “Apalagi Bunut ini cukup banyak produk yang bisa di jual ke luar. Seperti ikan, olahan ikan dan lain sebagainya,” ujar Solihin. Camat Embaloh Hilir, Drs Ridwan, juga membenarkan hal yang sama. Dikatakan Ridwan, masyarakat di wilayahnya masih

menjadikan transportasi sungai sebagai sarana utama. “Untuk keluar dan masuk dari wilayah ini, khususnya dari Nanga Embaloh sebagai pusat pemerintahan masih andalkan angkutan sungai. Seperti speedboat dan motor bandung,” kata Ridwan. Ditambahkan Ridwan, hingga kini belum ada jalan darat yang tembus ke Nanga Embaloh. Akibatnya, berbagai kebutuhan pokok masyarakat masih di pasok dari sungai. Termasuk juga memasarkan berbagai produk hasil masyarakat. Seperti ikan, hasil olahan ikan, karet dan buah-buahan.


Halaman

LINTAS SELATAN

7

Kilas

Karet, Sawit Dan Arwana Sinergikan Ekonomi Semitau SEMITAU. Perekonomian Kecamatan Semitau terus menggeliat dan tumbuh dengan baik. Sektor yang menjadi andalan diantaranya perkebunan karet masyarakat, perkebunan sawit dan penangkaran ikan arwana. Yang unik, karet dan sawit saling bersinergi dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu diakui Camat Semitau, Drs Iwan Supardi, belum lama ini. Dikatakan Iwan, hampir seluruh masyarakat Semitau mengandalkan pendapatan dari perkebunan karet. Menoreh karet dan menjual getahnya ke berbagai penampung. “Kehadiran sawit juga telah memberi alternative pekerjaan kepada masyarakat. Ketika tidak bisa menoreh, mereka bekerja di perkebunan. Sehingga, pendapatan masyarakat juga di topang dari kehadiran perkebunan sawit di daerah kita ini,” papar Iwan. Ditambahkan Iwan, sektor perkebunan sawit adalah sektor baru yang berkembang di Semitau. Tersebar di beberapa wilayah dan di garap salah satu perusahaan investor terbesar di Indonesia. Kehadiran perkebunan sawit telah membawa dampak pada perekonomian daerah. Perputaran uang yang cukup tinggi meningkatkan volume perdagangan. Tak mengherankan dikatakan Iwan, pusat-pusat perdagangan terus menggeliat. “Pembangunan rumah toko dan minimarket berkembang cukup pesat. Kehadiran perkebunan sawit telah menggeliatkan kembali perekonomian yang sempat lesu pasca penertiban sektor perkayuan. Lihat saja di pusat perdagangan dalam kota. Semakin hari semakin ramai,” tambah Iwan.

Bangunan Sejarah Terjaga SEMITAU. Tidak ingin bukti sejarah punah begitu saja, warga kota Semitau menjaga kelestarian beberapa aset sejarah yang ada di kota tersebut. Hal ini dapat dilihat dengan masih terpeliharanya beberapa bangunan eks kewedanaan Semitau yang usianya telah cukup tua. Awak media ini berkesempatan mengunjungi kota Semitau dan sempat melakukan penyelusuran ke kawasan bersejarah tersebut. Beberapa bangunan seperti eks bangunan kewedanaan, bekas kantor Dinas Kehutanan, gedung eks polres, kejaksaan dan pengadilan masih terawat baik. Juga masih terdapat eks kompleks kodim, lapangan sepakbola tua, makam pahlawan dan beberapa bangunan lainnya. Sehingga bukti sejarah bangunan tua itu semakin menguatkan peran kota Semitau tempo dulu yang sangat kuat. Heri Rosadi, salah seorang tokoh pemuda Semitau, mengatakan bahwa upaya pelestarian tersebut sudah dilakukan cukup lama oleh masyarakat Semitau. Kegiatan itu juga didukung oleh kalangan tua, tokoh masyarakat dan beberapa tokoh pejuang yang ada di Kota Semitau. “Jangan sampai bukti-bukti sejarah itu musnah dan hilang sehingga anak cucu kelak tidak tahu kalau Semitau merupakan kota bersejarah,” tegas Heri.

Akses Lancar Pedalaman Pengkadan PENGKADAN. Akses jalan darat di beberapa wilayah pedalaman Kecamatan Pengkadan saat ini relative baik. Meski belum diaspal dan masih berupa hamparan sertu, namun sudah mampu meningkatkan akselerasi masyarakat. Pantauan Koran ini, akses jalan ke sejumlah desa dan dusun yang ada cukup baik. Seperti ruas jalan menuju ke Desa Mawan dan Desa Sengkalu. Jalan di buat cukup lebar. Di kiri dan kanan jalan juga sudah mulai tampak rumah-rumah baru. Selain itu, tanaman karet menghampar sepanjang perjalanan. Menurut Camat Pengkadan, Drs Rusli Kulya, jalan yang cukup baik itu memberi dampak yang besar kepada

masyarakat. Terutama untuk akses keluar dan masuk desa dan dusun. Masyarakat dikatakannya hampir tak menemui kendala dewasa ini. Seperti untuk memasarkan produk hasil pertanian diantaranya karet. “Hampir tak ada kendala. Masyarakat benar-benar merasakan kemudahan dengan adanya jalan yang baik seperti sekarang,” kata Rusli. Ditambahkan Rusli, sejauh ini hampir di seluruh wilayah kecamatan Pengkadan masyarakat membuka kebun karet. Sehingga karet telah menjadi penopang mata pencaharian masyarakat. Tak mengherankan dikatakan Rusli, di sepanjang jalan desa akan dengan mudah di temui kebun-kebun karet masyarakat.

Selain itu, Rusli mengatakan sebagian masyarakat juga mulai mengembangkan sektor perikanan. Yaitu mengembangkan perikanan pola budidaya perikanan air tawar. Masyarakat sudah mulai membangun kolam-kolam ikan. Hanya saja, saat ini masih fokus pada ikan-ikan konsumsi. Seperti ikan bawal, nila dan ikan mas. Sedangkan ikan hias arwana baru ada beberapa warga yang melakukan pengembangan. “kita berharap jalan yang ada akan terus ditingkatkan. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah memasarkan berbagai produk yang ada. Baik itu hasil perikanan, pertanian, perkebunan dan buah-buahan,” harap Rusli.

Durian Pakan Khas Desa Mawan MAWAN. Kapuas Hulu memiliki khazanah ragam buah. Diantaranya adalah Buah Durian dan Buah Empakan. Meski secara fisik bentuknya tak jauh berbeda, namun citarasanya berbeda. Buah durian ukurannya relative lebih besar. Kulitnya khas berwarna kehijauan. Daging isinya berwarna putih bersih. Ada juga sebagian berwarna kuning. Rasanya enak, manis dan dagingnya berlemak mudah melekat di tangan. Sedangkan buah Empakan, ukurannya relative kecil. Jika sudah masak, kulitnya berwarna kuning kecoklatan. Dagingnya berwarna orange. Rasanya legit dan manis dan tidak mudah melekat. Karena rasa keduanya yang nyaris serupa tapi tak sama, membuat warga Kapuas Hulu suka menanamnya. Bahkan ada yang kemudian mengkolaborasikan kedua buah yang kulitnya sama berduri itu. adalah masyarakat di Desa Mawan, Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu. Kedua

tanaman ini kemudian di kawinkan dan menghasilkan buah Durian Pakan khas Desa Mawan. Kepala Desa Mawan, Asrofi, menuturkan, buah hasil perkawinan itu di beri nama Durian Pakan. Ukuran buahnya sedikit lebih besar dari Buah Empakan namun lebih kecil dari Buah Durian. “Warna kulitnya saat buah sudah masak berwarna kuning kecoklatan seperti Buah Empakan. Dagingnya agak merah kecoklatan. Soal rasa, perpaduan antara Empakan dan Durian. Lebih enak di lidah,” ungkap Asrofi. Dipaparkan Asrodi, buah Durian Pakan tersebut sangat di minati. Oleh karena itu, pengembangan perkebunan buah tersebut menjadi perhatian pihaknya. Langkah yang diambil pihaknya dengan membagikan 10 batang bibit kepada setiap kepala keluarga di desa itu. “Kita berharap Buah Durian Pakan akan menjadi ikon buah khas Desa Mawan,” tandas Asrofi.*


Halaman

PENDIDIKAN WISATA DAN BUDYA

8

Kilas

80 Persen Rumah Dinas Guru Di Kapuas Hulu Tidak Layak Huni PUTUSSIBAU, (kalimantan-news) - Sejak era Tahun 1975 hingga Tahun 1976 dibangunya Rumah Dinas Guru diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu, hingga saat ini belum mendapat perhatian serius. Akibatnya sekitar 80 (delapan puluh) persen Rumah Dinas Guru kondisinya tidak Baco layak huni. Pernyataan ini disampaikan Antonius Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kapuas Hulu, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu ( 07/11/2011). Dikatakannya, untuk perumahan dinas guru SD tercatat sebanyak 121 buah rumah kondisinya rusak namun masih bisa dihuni, sedangkan sebanyal 275 rumah dinas guru kondisinya rusak berat dan tidak layak huni. “Ini baru rumah dinas guru SD, belum lagi untuk rumah dinas tingkat SMP dan SMA, kondisi ini perlu perhatian serius,” ungkapnya. Banyaknya perumahan guru dengan kondisi memprihatinkan, menurut Antonius dapat mempengaruhi penempatan pemerataan penyebaran guru hingga kepelosok diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu,

Upacara Dange Raa Mandung  Dange Raa Mandung Dayak Taman Kembali Digelar PUTUSSIBAU – Masyarakat Dayak Taman melaksanakan Dange Raa Mandung di Dusun Pabiring RT III, Melapi III Kecamatan Putussibau Selatan, Minggu (8/7). Dange Mandung yang merupakan pagelaran gawai Dayak khas Dayak Taman ini kembali dilaksanakan setelah 12 tahun lalu sukses digelar, yakni pada tahun 2000. Dalam acara Dange Mandung kali ini terlihat ratusan tamu laki-laki datang diarak melalui jalur sungai dengan menggunakan perahu Tambe (perahu tradisional khas Dayak Taman). Para tamu undangan yang datang dari Desa Siut, Urang Unsa, Ekotambe, Melapi I, dan Sawe ini disambut dengan upacara penyambutan tabur beras kuning oleh tetua adat Dayak Taman Melapi III. Usai mengikuti acara sambutan para tamu diarak menuju halaman rumah adat betang Melapi Pabiring dan mengikuti proses ritual dengan menari mengitari kurban yang terdiri dari satu ekor kerbau, delapan ekor sapi dan satu ekor kambing. Acara ritual kembali berlanjut dengan pemotongan kayu lintang dan ritual mandung di rumah Betang Pabiring. Senin (9/7), upacara Dange Raa Mandung masih berlangsung. Dalam pagelaran di hari kedua ini terlihat kaum lelaki Dayak Taman terlebih dahulu membuka gawai di hari sebelumnya menyambut kaum wanita yang datang dengan membawa makanan. Kedatangan kaum wanita kembali disambut upacara pemotongan kayu lintang. Upacara di hari kedua ini ritual pembunuhan kurban diadakan, Tetua Adat Me-

Berwisata Ke Kapuas Hulu PUTUSSIBAU – Nyali Peter Repinski sebetulnya menciut tiba-tiba. Pria berkebangsaan Swedia ini sama sekali tak menyangka harus menumpang pesawat terbang jenis Casa seri 200. Pesawat perintis yang memekakkan telinga penumpangnya akan membawa Peter menuju Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu dari Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). ”Jujur saja sebetulnya saya takut (menjalaninya) tapi di sisi lain saya merasa exciting,” ujar lelaki ramah yang berkerja di United Nations Environment Program (UNEP). Sambil geleng-geleng kepala, Peter mengaku sama sekali tak membayangkan datang ke sebuah kota di Indonesia dengan cara seperti itu. Terbang pada ketinggian 8.000 kaki – sedikit saja di atas gumpalan awan putih – dengan pesawat Casa seri 200 milik Dirgantara Air Service (DAS) adalah pengalaman pertama Peter. Dibaluti ketakutan, ketakjuban Peter muncul saat sepasang matanya bebas mengamati kondisi hutan Borneo dari angkasa. Kepalanya kembali bergeleng-geleng sedih, ”Ternyata, banyak kawasan hutan yang sudah hancur.” Pengalaman itu membuat Peter terhenyak. Lalu cerita selanjutnya mengalir lancar di hadapan puluhan peserta lokakarya internasional ”Kabupaten Kapuas Hulu Menuju Kabupaten Konservasi” 26 – 30 April lalu. Terbersit dalam pikirannya, kenapa tak menggerakkan konsep ekowisata di Kapuas Hulu, terutama pada dua kawasan konservasi: Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Menurut Peter peluang pariwisata Kapuas Hulu ke arah ekowisata terbuka lebar. Hanya saja, daerah ini harus mampu meresponsnya dengan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Salah satu modal penting ini harus dikantungi dahulu sebelum menyatakan siap menerima kunjungan. ”Saya optimistis ekowisata dapat dikembangkan di sini.” Dukungan serupa datang dari

Roby Ardiwidjaja, peneliti dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Menurutnya, Kapuas Hulu sangat realistis untuk menerapkan pariwisata berkelanjutan dengan pendekatan konsep ekowisata (ecotourism). Terlebih kabupaten ini telah mendeklarasikan sebagai kabupaten konservasi. Pariwisata model seperti ini merupakan pengembangan yang didasarkan pada kriteria keberlanjutan. Secara ekologis program ini harus dikelola dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan aspek ekonomi, etika dan sosial masyarakat. Lebih jauh Roby mengingatkan, untuk mengembangkan ekowisata pemda harus memperhatikan beberapa aspek. Misalnya, aspek keamanan, pembinaan dari lembaga terkait, kebersihan dan lainnya. Ini tak boleh ditinggalkan jika semuanya ingin berjalan sesuai konsep di atas kertas. (Baca juga Bahasan– red). Empat Strategi A.J. Lintungan Pandji – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, setuju dengan usul dari kedua peserta lolakarya yang digelar di Biara Deo Soli, Putussibau. Pihaknya sudah menyimpan empat strategi pengembangan ekowisata di daerahnya. Secara garis besar, strategi itu melakukan sejumlah pembenahan di berbagai sektor. Di sela perjalanan ke rumah panjang khas Dayak (kerap disebut rumah betang) di dusun Sungai

Ulu’ Palin, desa Nanga Nyabau, Kecamatan Embaloh Hilir, Lintungan mengeluhkan keterbatasan promosi atas objek-objek wisata di daerahnya. Sumber pendanaan domestik yang terbatas menjadi kendala berikutnya. Padahal, rumah panjang ini merupakan rumah betang tertua, terpanjang dan tertinggi di Kalimantan. Bentuk arsitekturnya unik, dengan tata ruang dan cara serta bahan pembuatan yang menarik untuk dikaji. Dilihat dari sisi itu, rumah betang Ulu’ Palin punya ”nilai jual” yang cukup tinggi dibanding rumah betang lainnya yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Sejarah panjang tentang perjalanan masyarakat Dayak Tamambaloh seolah melekat pada wujud fisik ketuaannya. Terlebih diperkuat dengan bukti fisik peninggalan budaya yang juga terdapat di dalamnya: pakaian adat, tombak dan sumpit, porselin dan guci antik, meriam peninggalan bangsa Portugis, alat musik tradisional. Lintungan juga sudah mencatat sejumlah peluang ke arah ekowisata. Ambil contoh, kemajuan teknologi, kepedulian masyarakat internasional untuk melindungi sumber daya alami, komitmen tinggi dari pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata, adanya ornop yang menggelar kegiatan konservasi di sekitar kawasan lindung dan lainnya. Sebetulnya, konsep ekowisata di TNBK – salah satu objek wisata di Kapuas Hulu – sudah didengungkan Taufik Rahzen (Masyarakat Ekoturisme Indonesia) dan Herwasono Soedjito (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) pada 1998. Konsep kedua peniliti itu juga sudah tertuang lengkap dalam Rencana Pengelolaan Taman Nasional Betung Kerihun 2000 – 2024. Sejumlah potensi dan lokasi wisata pun dipaparkan di situ. Nah, modal sudah dikantungi, peluang terbuka lebar lalu pekerjaan berikut menyiapkan fondasi dan menjawab tantangan yang ada. Dari situ, keluarlah ajakan: Mari Berekowisata ke Kapuas Hulu.


ADVERTORIAL

Halaman

9


Halaman

LINTAS UTARA

10

Mobil Malaysia Masih Jadi Pilihan LINTAS Utara. Walaupun sudah ada jalan negara lintas utara, namun warga perbatasan masih minim sarana transportasi. Sehingga akselerasi masyarakat dan barang masih terbentur persoalan tersebut. “Angkutan umum masih minim. Yang ada hanya bus dari Putussibau ke Badau. Itu pun hanya beberapa buah. Padahal, di sepanjang kawasan perbatasan, terdapat sejumlah wilayah permukiman penduduk,” ungkap tokoh muda Lanjak, Jhon, kepada Koran ini. Tak pelak lagi diakui Jhon, masyarakat kemudian mengandalkan mobil Malaysia berbagai merek dan type untuk moda transportasi. Mobil-mobil Malaysia itu telah menjadi andalan masyarakat. Baik

Kilas

Persinggahan Mataso Perlu Ditata MATASO. Sebagai tempat persinggahan kendaraan yang berlalu lalang di jalur Lintas Utara, daerah Mataso, di Kecamatan Embaloh Hulu sudah seharusnya mendapatkan penataan dari pemerintah. Demikian dikatakan Anggota DPRD Kapuas Hulu, Cosmas Priya Utama, S.Sos, kepada koran. “Penataan itu dilakukan untuk mendukung aktivitas di jalur jalan negara menuju ke perbatasan. Sebab kendaraan yang melintas di sana pasti singgah beristirahat di Mataso,” ungkap Cosmas. Penataan dimaksudkan Cosmas adalah dengan membangun sarana dan prasarana penunjang di kawasan tersebut. Bisa saja model penataan dengan membangun terminal mini di Mataso. Di mana di dalamnya terdapat sarana seperti rumah makan, tempat beribadah, tempat parkir kendaraan dan sarana lainnya. “Tidak perlu pembangunan yang wah. Model terminal mini namun memiliki sarana penunjang yang baik sangat memperindah kawasan tersebut,” tambah Cosmas. Tidak seperti sekarang ini, kondisi di kawasan Mataso kurang mendapatkan perhatian. Justru sarana rumah makan yang ada merupakan milik masyarakat tempatan. Belum ada sentuhan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Padahal, di tempat itu telah dijadikan terminal persinggahan bagi kendaraan-kendaraan yang berasal dari Badau ke Putussibau maupun sebaliknya. “Makanya kita berharap pemerintah memperhatikan penataan kawasan ini. Sebab kawasan perbatasan tidak hanya masyarakat lokal yang datang dan singgah. Namun masyarakat luas, bahkan dari negara tetangga pasti ingin berkunjung ke tempat kita,” tandasnya.

untuk mengangkut manusia, maupun barang. “Bahkan tak jarang untuk membawa warga yang sakit ke Putussibau, mobil Malaysia menjadi sarana utama,” tambahnya. Diakui Jhon, mobil Malaysia digunakan karena relative masih cukup mudah di dapat. Apalagi harganya juga tidak terlalu mahal. Untuk jenis Hilux bisa dibeli dengan uang sekitar 20 hingga 30 juta. Sedangkan untuk jenis kijang kapsul bias didapat dengan uang 13 hingga 18 juta. Yang lebih murah lagi jenis kancil. Dengan uang 5 juta, warga sudah dapat merasakan naik kendaraan roda empat. “Kita berharap, pemerintah lebih memperhatikan persoalan transportasi di wilayah perbatasan,” tandas Jhon.

Lanjak Sebagai Kota Pariwisata dan Transit LANJAK. Posisi strategis Lanjak yang merupakan Ibukota Kecamatan Batang lupar layak di kembangkan menjadi kota pariwisata dan kota transit. Hal itu di kemukakan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Agus Mulyana, SH, belum lama ini. “Kalau dilihat posisi secara geografis, Lanjak ini sangat cocok menjadi kota pariwisata sekaligus kota transit. Dan itu akan kita rencanakan pengembangannya ke depan,” ungkap Agus. Kenapa pariwisata dan transit ? secara gamblang Agus memaparkan satu persatu alasannya. Sebagai kota Pariwisata, kota Lanjak posisinya di apit dua kawasan Taman Nasional. Yaitu Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Apalagi, keberadaan dua taman nasional itu juga sebagai pendukung program jantung borneo atau heart of borneo. “Kedua taman nasional itu memiliki masing-masing keunikan dan daya tarik untuk dikunjungi. Terutama alam yang masih asri dan alami. Begitu juga kebudyaaan dan kehidupan penduduk di sekitarnya. Ini yang menjadi magnet bagi wisatawan, khususnya dari luar negeri,” papar Agus. Agus juga menjelaskan, Taman Nasional Betung Kerihun menawarkan wisata alam yang penuh tantangan.Taman nasional yang luasnya mencapai 800.000 hektare tersebut memiliki kekayaan hayati dan keunikan bentang lahan. Daya tarik itu masih ditambah dengan atraksi budaya tujuh sub etnis Dayak yang bermukim di sekitar kawasan TNBK. Mulai sub Dayak Punan Hovongan, Punan Bukat, Taman Kantuk, Kayan, Tamambaloh, sampai Iban. Seperti halnya penduduk asli pedalaman Kalimantan umumnya, masyarakat yang berada di sekitar taman nasional ini sebagian besar berasal dari suku Dayak. Terdiri dari kelompok suku Dayak Iban, Dayak Taman dan Dayak Bukat. Salah satu kebiasaan yang cukup unik dari mereka adalah menggunakan “Tato” pada kulit. Sementara, Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) adalah kawasan lahan basah dengan keunikan flora dan fauna serta landscape alam yang memukau dalam luas 132.000 hektare. Tercatat lebih dari 500 jenis tumbuh-

tumbuhan, 260 jenis ikan, 300 jenis burung, sebelas jenis kura-kura air tawar, dan tiga budaya masuk dalam kawasan taman nasional itu. Kawasan itu juga menampilkan beberapa tipe vegetasi yang unik, antara lain, Hutan Rawa Putat, Hutan Rawa Kawi, Hutan Rawa Rengas, Hutan Rawa Tempurau, Hutan Rawa Gambut Kelansau, dan Hutan Kerangas. Tipe vegetasi rawa tersebut berkaitan dengan stok ikan yang ada di kawasan, kawasan hutan rawa sebagai tempat mendapatkan makanan dan breeding bagi sebagian besar spicies ikan di kawasan itu. “Realita potensi besar ini yang akan kita kembangkan. Dan secara kebetulan, Lanjak berada di antara dua taman nasional itu,” katanya. Sebagai kota transit, Agus mengatakan Lanjak berada posisi strategis. Boleh dikatakan berada di tengahtengah jalur utara atau perbatasan. Dari Kota Putussibau, Lanjak akan dilalui sebelum ke Badau. Begitupun dari Sintang, bisa diakses ke Lanjak melalui sungai melintasi Danau Sentarum. Saat ini dikatakan Agus, sebagian masyarakat menjadikan Lanjak

sebagai kota transit. Terutama warga yang hendak menuju ke Badau atau ke negara tetangga Malaysia melalui Badau. Baik yang hanya sebatas berkunjung, hingga yang melakukan perniagaan. Seperti membawa hasil tangkapan ikan, hasil pertanian seperti karet dan lada, membawa madu dan hasil alam lainnya. “Pasar potensial adalah di bawa ke Malaysia. Nah, jika nanti PLB Badau sudah resmi di buka, maka diyakini perlintasan di Lanjak juga akan meningkat. Makanya sangat cocok di kembangkan menjadi daerah transit,” jelas Agus. Untuk itu, Agus menambahkan, akan di rencanakan pengembangan berkelanjutan kota Lanjak. Salah satu yang akan dilakukan adalah penataan kawasan perdagangan. Dimana sejumlah pasar tradisional, seperti pasar sayur dan pasar ikan membutuhkan pembenahan. Diantaranya pembangunan berbagai fasilitas seperti drainase, penataan ulang bangunan yang ada hingga jalan dalam kota. Tidak hanya itu, penataan akses jalan Negara lintas utara juga terus dilakukan.


Halaman

LINTAS KALBAR

11

Kecamatan Danau Sentarum Dibatalkan PUTUSSIBAU – DPRD Kapuas Hulu menggelar sidang paripurna membahas raperda atas perubahan Perda Nomor 10/2006 tentang pembentukan Kecamatan Hulu Kapuas dan Kecamatan Danau Sentarum. Laporan pengantar disampaikan Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana SH, Jumat (27/7) pagi, di Ruang Sidang DPRD Kapuas Hulu. Sidang dipimpin Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade M Zulkifli SAP didampingi Wakil Ketua Agustinus Ding SH dan dihadiri hampir seluruh anggota DPRD. Sementara dari eksekutif hadir Sekda Kapuas ulu, Ir H Muhammad Sukri, asisten, dan beberapa kepala SKPD. Hadir pula beberapa tamu undangan seperti Dandim 1206/PSB, Letkol Inf Jayusman, dan lainnya. Wabup mengutarakan maksud dibuatnya Raperda Kapuas Hulu tentang perubahan atas Perda Nomor 10/2006 tentang pembentukan Kecamatan Hulu Kapuas dan Kecamatan Danau Sentarum. Kecamatan Danau Sentarum digabung kembali dengan Kecamatan Selimbau. “Selain aspek wilayah, di mana Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) merupakan hutan lindung, juga dengan pertimbangan efektif dan efisien jalannya roda pemerintahan,” katanya. (*)

Transportasi Air Masih Jadi Andalan PUTUSSIBAU – Transportasi air masih menjadi andalan masyarakat maupun perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Sungai Kapuas. Berbagai kalangan mulai dari masyarakat biasa, pedagang, PNS, maupun karyawan perusahaan swasta kerap menggunakan transportasi air. Baik itu yang hendak ke Kecamatan Embaloh Hilir, Bunut Hilir, Jongkong, Selimbau, Semitau, Silat Hilir, Suhaid. Transportasi yang lebih sering digunakan jenis speedboat. Walaupun pada saat debit air sungai Kapuas menurun, transportasi ini masih dapat diandalkan. Usman, salah satu motoris mengatakan setiap harinya mereka melayani masyarakat. Namun yang lebih sering menggunakan jasa mereka masih didominasi pedagang dan PNS. “Setiap harinya kami selalu beroperasi,” katanya. Usman menuturkan, dalam pengoperasian ke hilir Kapuas ada dua jalur, yaitu jalur Embaloh Hilir dan jalur Suhaid. Namun dalam kesehariannya, masyarakat yang hilir mudik lebih didominasi masyarakat dari Kecamatan Embaloh Hilir. Selain itu ada juga yang melayani ke hulu Kapuas. “Yang aktif setiap harinya dari Embaloh Hilir ada enam motoris dan tiga yang ke Suhaid,” ujarnya. Selain speedboat, lanjut Usman, masyarakat di sekitar jalur Kapuas juga menggunakan jasa motor tambang (motor bandong). Motor tambang kerap digunakan para pedagang khususnya yang membawa sembako dan gula, baik dari Pontianak, Putussibau, ataupun dari daerah perbatasan Lanjak. (aRm)

Delapan Desa Tolak Hutan Lindung  Disekitar Kawasan Siawan Belida PUTUSSIBAU, (kalimantannews) - Sebanyak delapan desa yang terdiri dari sejumlah kecamatan menyatakan diri menolak terhadap hutan lindung yang rencananya akan masuk dalam disekitar kawasan Siawan Belida. Delapan desa tersebut terdapat diwilayah Kecamatan Bunut Hilir yiatu Desa Bunut Hulu, Desa Bunut Tengah, Desa Nanga Tuan, Desa Entibab , Kecamatan Embaloh Hilir yiatu Desa Keliling Sembulung, Desa Palapintas, Kecamatan Bika yiatu Desa Jelemuk, dan Kecamatan Mentebah yiatu Desa Tekalong. Sebelumnya di sekitar kawasan Siawan Belida telah diusulkan oleh Fauna Flora Internasional (FFI) dan bekerjasama dengan PT. Wana Hijau Nusantara (WHN) untuk melestarikan kawasan tersebut melalui restorasi ekosistem yang diarahkan kepada program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan yang saat ini dikenal dengan istial REDD+. “Akan tetapi ada informasi yang tadinya Siawan Belida itu masuk dalam kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK) berubah menjadi Hutan Lindung (HL), ini yang dikhawatirkan masyarakat sehingga masyarakat didelapan

desa tersebut membuat surat pernyataan menolak Hutan Lindung yang ditujuhken kepada Menteri Kehutanan RI,” kata Sabinus M. Melano selaku Koordinator Kemitraan Masyarakar pada FFIIP Kalimantan Barat saat ditemui kalimantan-news.com, Kamis (22/11/2012). Dijelaskan Melano bahwa masyarakat menolak apabila adanya rencana perubahan status kawasan dari Hutan Produksi Konversi menjadi Hutan Lindung, dengan pertimbangan hak masyarakat terhadap kawasan tersebut harus dipertahankan, kehidupan ekonomi masyarakat di kawasan Siawan Belida masih sangat bergantung kepada kawasan tersebut, kehidupan masyarakat di delapan Desa masih dibawah garis kemiskinan sehingga baiknya Pemerintah lebih mengutamakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dikawasan ini daripada merubah status kawasan menjadi Hutan Lindung yang akan lenbih memiskinkan masyarakat, serta antara SDM dan SDA belum memadai atau belum siap. “Jadi itulah alasan masyarakat menolak rencana perubahan status disekitar kawasan Siawan Be-

lida, sebab mereka secara turun temurun sudah hidup dari hasil dan potensi hutan yang mereka miliki, seperti nelayan, madu, berburu, dan berkertergatungan dari hasil hutan bukan kayu, dan itu secara turun temurun sejak nenek moyang sampai saat ini,” paparnya. Menurut Melano, pihaknya dari FFI-IP bekerjasama dengan PT. WHN akan terus berupaya mengadakan konsultasi dengan masyarakat dalam pengelolaan kawasan melalui restonasi ekosistem. “Hingga saat ini memang belum ada pernyataa masyarakat secara tertulis untuk mendukung program FFI-IP akan tetapi masyarakat sudah menyampaikan menerima keberadaan Hutan Produksi Konversi jika dibandingkan dengan status kawasan Hutan Lindung, dan kami akan terus berupaya melakukan konsultasi kemasyarakat hingga perizinan keluar, dan nampaknya perizinan tersebut masih terganjal di Gubernur Kalbar,yang jelas kami akan melibatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraa masyarakat, yang secara turun temurun dilakukan hingga saat ini dengan tetap menjaga kelestarian hutan,” pungkasnya. (phs/foto: dok)

Banjir Rendam Pemukiman Warga Pesisir Sungai Kapuas PUTUSSIBAU, (kalimantannews) - Banjir yang melanda Kabupaten Kapuas Hulu sejak tanggal 9 Nopember 2012 lalu hingga saat ini mengancam pemukiman rumah penduduk di Kota Putussibau dan sekitarnya bahkan sejumlah rumah yang terdapat di kecamatan yang ada pesisir sungai Kapuas di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu saat ini sudah terendam.

Aktivitas warga Kota Putussibau dan sekitarnya serta disejumlah kecamatan tidak seperi biasanya, bahkan warga dipesisir sungai Kapuas terancam kehilangan mata pencarian, pasalnya rata-rata masyarakat mengantungkan hidupnya dari kebun karet, bertani dan menjadi nelayan di danau. Pantauan di lapangan untuk didalam Kota Putussibau dan seki-

tarnya ada sejumlah daerah yang sudah tergenang dan mengacam rumah penduduk, seperti di Jalan Pasar Inpres, Jalan KS Tubun, Jalan M Yasin, Jalan Dogom, daerah Kedamin, Teluk Barak, Kampung Jati, dan sejumlah sudut Kota Putussibau. Rata-rata ketinggian air mencapai 1 (satu) hingga 1,5 (satu setengah) meter. Dikecamatan Bunut Hilir sendiri, saat ini 11 Desa yiatu Desa


Halaman

PEMERINTAH DAERAH

12

Kilas

Anak Sekolah Jangan Membawa Motor PUTUSSIBAU. Anggota DPRD Kapuas Hulu, Nur’aida S.AP menyayangkan masih banyaknya pelajar pergi ke kesekolah membawa sepeda motor. Ia pun menghimbau orang tua agar jangan hal ini terjadi. Menurut Nur’aida sudah seringkali Nur’aida didengar pelajar mengalami kecelakaan dijalan raya akibat mengendarai sepeda motor. Bahkan yang membuat tragis, ketika mengalami kecelakaan pelajar tersebut masih mengenakan seragam sekolah. Padahal menurut undang-undang anak seusia demikian belum boleh mengendarai sepeda motor. “Alangkah baiknya anak diantar dan dijemput saat sekolah. Jangan karena sayang dengan anak, orang tua membebaskan anaknya membawa motor sendiri,” imbaunya. Antar dan jemput anak saat sekolah dinilai politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini lebih aman. Sebab seusia sekolah, anak masih labil. Akibatnya mereka ugal-ugalan dijalan raya. Pihak sekolah pun diharapkan tegas terhadap aturan pelajar tidak diperbolehkan membawa motor. Bahkan aturan ini pun biasanya telah disepakati antara sekolah dengan orang tua saat anak akan mendaftar sekolah. “Sekolah harus lebih tegas. Selidiki siapa-siapa saja siswanya yang membawa motor. Sebab biasanya, siswa curi-curi membawa motor ke sekolah, dengan menyimpan motornya diluar lingkungan sekolah,” himbaunya lagi. Tindakan tegas ini perlu diambil setiap sekolah. Karena biasanya ketika tabrakan, malahan ditanya sekolahnya dimana. Ini lantaran pelajar tersebut masih mengenakan seragam sekolah. Sekolah bahkan dapat melibatkan komite sekolah untuk pengawasan ini. “Kita harap untuk meminimalisir polisi kecelakaan para pelajar, polisi dapat melakukan razia. Jangan ragu ragu untuk merazia pelajar berseragam yang mengendarai sepeda motor,” harap Nuraida.

Rotasi Keanggotaan Alat Kelengkapan DPRD PUTUSSIBAU. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu terus meningkatkan kualitas kinerjanya. Salah satu langkah yang di tempuh adalah melakukan rotasi unsur pimpinan dan anggota alat kelengkapan yang ada. Perubahan unsur pimpinan dan keanggotaan alat kelengkapan DPRD Kapuas Hulu itu tertuang dalam Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kapuas Hulu. Untuk Fraksi, Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Pembentukkan Fraksi. Fraksi Partai Golkar melakukan Rotasi pimpinan fraksi. Dimana Januar menggantikan posisi H Wan Taufikorahman, SE,M. AP sebagai ketua Fraksi. Kemudian perubahan unsur Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi tertuang dalam Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Keputusan DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Pembentukkan Komisi. (*)

Inseminasi Buatan Solusi Atasi Kelangkaan Pejantan PUTUSSIBAU. Inseminasi buatan atau yang biasa di sebut IB merupakan salah satu solusi pengembangbiakan hewan karena kelangkaan pejantan. Dan program IB ini sedang digalakkan Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Kapuas Hulu. “Memang saat ini kita tengah menggalakkan inseminasi buatan. Fokus saat ini kita lakukan para ternak sapi. Harapannya, pengembangbiakaan ternak tidak terkendala meski penjantan sulit di temui,” ungkap Darmawan, petugas Inseminator, Distannak kepada Koran ini. Ditambahkan Darmawan, inseminasi buatan adalah teknik untuk memasukkan mani atau sperma yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina. Proses memasukkan sperma ini juga menggunakan metode khusus dan alat khusus pula. Petugas inseminator dikatakan Darmawan harus benar-benar mengerti, memahami dan tahu melaksanakan proses inseminasi. Sehingga tingkat keberhasilan dari pelaksanaan inseminasi ini dapat tercapai dengan baik. “Jika tidak, maka tingkat kegagalannya juga cukup besar. Akibatnya sapi betina tidak jadi bunting,” katanya. Inseminasi buatan itu sendiri dikatakan Darmawan bertujuan untuk memperbaiki mutu genetika ternak. Selain itu sangat praktis. Dalam proses perkawinan tidak mengharuskan pejantan di bawa ke betina calon induk untuk di lakukan perkawinan. Selain itu, juga mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul. “Menggunakan teknik ini juga sangat menguntungkan. Jarak kelahiran bisa diatur dengan baik serta menghindari kelecekaan ketika di-

Sapi Limbal hasil inseminasi buatan lakukan perkawinan secara tradisional,” kata Darmawan. Meski banyak keuntungan, IB jika tak dilakukan dengan baik dikatakan Darmawan juga bisa membawa kerugian. Apabila identifikasi birahi tidak tepat maka tidak akan terjadi kebuntingan. Kemudian akan terjadi kesulitan kelahiran apabila semen beku yang digunakan berasal dari pejantan dengan turunan yang besar dibandingkan sapi betina keturunan kecil. “Dan ada kerugian lainnya apabila tak benar dalam proses inseminasi,” tambahnya. Diakui Darmawan, di Kapuas Hulu sendiri sudah ada beberapa proses inseminasi yang membuahkan hasil. Terakhir yang memuaskan pihaknya adalah inseminasi sperma pejantan limosin dengan betina sapi lokal jenis sapi bali. Hasilnya, lahir sapi yang diberi nama limbal. Di usia yang memasuki 1 tahun 4 bulan, sapi limbal berhasil di jual Rp 20 juta rupiah. “Tentu jika program ini dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan, maka akan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sapi,”

kata Dharmawan. Sementara itu, Kasi Bina Produksi dan Usaha Peternakan, Bidang Peternakan pada Distannak Kapuas Hulu, Jasmin, Insiminasi Buatan atau IB baru di perkenalkan pihaknya kepada peternak di mulai tahun 2006. Ketika itu baru pada tahapan sosialisasi. Pada tahun 2007, baru pihaknya menemukan adanya akseptor atau sapi induk yang siap untuk dilakukan inseminasi buatan. Ketika itu, proses inseminasi baru dilakukan pada indukan sapi bali dan sperma sapi bali juga. Dari 7 ekor sapi yang di suntik, 5 berhasil bunting dan 2 gagal. Baru pada akhir tahun 2009, melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, pihaknya di drop 15 straw sperma sapi Limosin. “Dan hasilnya sungguh memuaskan,” papar Jasmin. Jamsin juga mengatakan, tujuan di laksanakan program inseminasi buatan adalah untuk mengatasi kelangkaan pejantan di tingkat peternak. Tentunya, setelah tahu hasil seperti apa, di yakini juga IB ini dapat memperbaiki mutu genetik ternak sapi di Kapuas Hulu. Apalagi sapi

Sinergikan Upaya Pengentasan Buta Huruf PUTUS‐ SIBAU. Pe m e r i n tah Kabupaten Kapuas Hulu akan terus mensinergikan upaya pengentasan buta huruf. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Agus Mulyana, SH. “Memang kita lihat Kapuas Hulu terus berkembang. Namun fakta menunjukkan masih ada masyarakatnya yang belum melek huruf. Sebab itu, pemerintah daerah akan mensinegikan program untuk mengentaskan buta huruf,” kata Agus. Diakui Agus, pihaknya tidak memungkiri di Kapuas Hulu masih di temui ada masyarakat yang belum

mengenal huruf. Bahkan diantaranya merupakan anak-anak usia sekolah. Salah satu faktor penyebabnya adalah tidak tersedianya sarana pendidikan di sekitar masyarakat. Ia mencontohkan di beberapa daerah di wilayah danau. Di mana masyarakat tersebar di berbagai titik permukiman. Sementara di permukiman itu tidak tersedia sekolah. “Akibatnya banyak anak-anak usia sekolah yang justru tak bisa mengenyam pendidikan. Orang tua agak takut dan khawatir melepas anak untuk sekolah di daerah lain yang memiliki sarana pendidikan. ini memang dilema. Tapi tentu bukan persoalan tanpa solusi,” kata Agus. Salah satu langkah untuk itu selain mendukung terbentukkan pusat kegiatan belajar masyarakat atau PKBM, pihaknya juga akan meningkatkan terus infrastruktur akses untuk masyarakat. Agus meyakini, dengan akses yang lebih baik dan lebih cepat,

maka masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan pendidikan. Ia mencontohkan masyarakat yang sulit akses. Ketika akses dipermudah, tentu tidak perlu anak-anak mereka sekolah mesti tinggal di tempat orang. Bisa pergi pagi ke sekolah dan selesainya pulang ke rumah masing-masing. “Secara bertahap akses ini terus kita tingkatkan,” kata Agus. Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pembangunan sekolah dasar mini. Keberadaan sekolah dasar mini ini diakui Agus memberi manfaat yang cukup besar bagi masyarakat. Meski dari standar pendidikan belum memenuhi kriteria yang sebenarnya. Akan tetapi, setidaknya menurut Agus, dengan sekolah dasar mini ini tidak lagi ditemui anak-anak tidak bersekolah. Anak-anak tidak terpenuhi akses pendidikan dasarnya. Sehingga angka buta huruf bisa di kurangi.


Halaman

LIFE STYLE

13

6 Hal yang Bikin �Melek� di Kantor KOMPAS.com - Apakah Anda sering merasa ngantuk di tempat kerja? Tenang, Anda tidak sendiri. Sebuah survey di Amerika menyatakan 1 dari 10 orang mengatakan bahwa mereka dapat tertidur di waktu yang tidak seharusnya. Selain memalukan, hal ini juga dapat membahayakan. Jika Anda masih juga kesulitan untuk menghilangkan rasa kantuk, cobalah tips berikut agar tetap produktif : 1. Konsumsi kafein. Kafein disebut-sebut sebagai zat efektif untuk memicu adrenalin agar tetap terjaga. Minuman berkafein seperti kopi, teh, cola, atau minuman berenergi adalah

“obat� paling populer di seluruh dunia untuk menghilangkan rasa kantuk. Jika mengantuk, Anda boleh mengonsumsi kafein, namun jangan campur dengan gula berlebihan agar tidak menambah berat badan atau pemicu penyakit lain. Para ahli menyatakan, konsumsi 200-300 miligram kafein masih dalam taraf sedang. 2. Dengarkan musik. Mendengarkan musik bisa menambah konsentrasi, begitu menurut sebuah studi di Taiwan. Beberapa studi juga mendukung pernyataan ini. Ditambah lagi ketika musik yang Anda dengarkan adalah musik favorit Anda.

Namun pastikan, suaranya tidak terlalu keras atau gunakan headset agar tidak mengganggu rekan kerja Anda. 3. Makanan ringan. Kegiatan mengunyah ternyata membuat Anda tetap terjaga. Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam jurnal Neuron menemukan bahwa mengunyah dapat membangkitkan sel-sel proteinstimulates orexin di otak, yang mengirimkan impuls listrik yang membuat kita waspada dan terjaga. Makanan tidak perlu berat sehingga membuat pencernaan bekerja terlalu keras. Seperti kacang atau yogurt bisa jadi pilihan.

4. Bergeraklah. Jika sudah merasa ngantuk hingga Anda rasanya ingin meletakkan kepala Anda di meja, cobalah bangkit dan gerakkan tubuh Anda. Ini akan membuat aliran darah ke otak menjadi lancer kembali. Anda juga lebih mudah berkonsentrasi lagi kembali. Sebuah studi di Inggris pada 210 pekerja menyatakan bergerak membuat mood mereka menjadi baik sehingga meningkatkan produktivitas mereka. 5. Biarkan sinar matahari masuk. Apakah tempat kerja Anda kurang mendapat sinar matahari? Kekurangan cahaya adalah salah

satu faktor yang meningkatkan rasa kantuk. Cahaya dapat merangsang otak untuk tetap aktif berpikir. Maka pastikan tempat kerja Anda cukup cahaya matahari untuk membuat Anda tetap terjaga. 6. Temui dokter. Jika rasa kantuk di siang hari sudah dirasa cukup mengganggu, Anda bisa berkonsultasi pada dokter. Karena bisa saja Anda menderita penyakit tidur yang mengakibatkan tidur malam Anda tidak nyenyak yang menyebabkan rasa lelah dan kantuk berlebih di siang hari. Dengan berkonsultasi ke dokter Anda akan mendapat penanganan yang tepat. (*)

Kopi, Butuh atau Suka? KOMPAS.com - Kopi adalah salah satu zat adiktif yang legal dikonsumsi. Jika saja kafein baru ditemukan, FDA atau BPOM di Indonesia pasti tak akan meloloskannya sebagai zat yang aman dikonsumsi. Kecanduan kafein sepertinya dianggap wajar dan normal saja. Terlepas dari berbagai bukti ilmiah tentang efek merugikan kafein, popularitasnya terus meningkat di masyarakat modern. Indonesia misalnya, dengan mudah kita dapat mendapatkan minuman berkafein, mulai dari berbagai minuman penambah energi di warung hingga kopi beraroma harum di berbagai gerai kopi. Kopi telah menjadi minuman wajib dalam pergaulan sehari-hari. Kafein dan tidur Kopi mendapatkan popularitas karena efeknya yang menunda kantuk, memberikan rasa senang dan bersemangat serta membangkitkan vitalitas peminumnya. Sesuatu yang amat dicari di tengah deru kehidupan serba cepat. Ini disebabkan oleh efek kafein pada reticular ascending system dan reseptor adenosine. Adenosine adalah zat yang menyebabkan kantuk. Dengan memblokir reseptornya, tubuh tidak bisa membaca adanya adenosine sehingga mengahalangi kantuk. Tapi perlu ditekankan kafein hanya menunda kantuk tanpa mengembalikan kemampuan otak. Otak yang sudah lelah tetap akan melambat! Kadar kafein mencapai puncaknya dalam

30-60 menit setelah dikonsumsi. Kadarnya akan tetap tinggi dalam darah selama 3 hingga 5 jam. Dosis setara dengan secangkir kopi (30-150mg) yang dikonsumsi sebelum tidur dapat memperpanjang waktu yang diperlukan untuk tidur dan juga mengganggu proses tidur itu sendiri. Gangguan proses tidur akibat kafein adalah buruknya kualitas tidur akibat tahapan tidur dalam (stage N3 sleep) yang memendek. Padahal tahap tidur dalam, sering juga disebut restorative sleep, adalah tahapan tidur penting dimana tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan yang berfungsi dalam perbaikan sel-sel tubuh yang rusak. Pada beberapa orang yang sensitif terhadap kafein, dengan konsumsi kopi di pagi hari sudah dapat mengganggu proses tidur di malam harinya. Kafein dosis tinggi (> 6 cangkir kopi) dalam sehari dapat memperlambat metabolisme kopi sehingga kadarnya tetap tinggi di otak selama 9 hingga 15 jam. Sementara dengan dosis luar biasa, 100 cangkir (10 gram) sehari dapat menyebabkan kematian. Dari sisi kesehatan tidur, bukan hanya dosis konsumsi yang harus diperhatikan. Jauh lebih penting memperhatikan jadwal konsumsinya. Disarankan, agar tak mengganggu proses tidur (termasuk kualitas tidur) konsumsi kafein terakhir adalah 12 jam sebelum tidur. Produktivitas dan kopi Kita senang sekali dihibur dengan mitos

bahwa ada zat yang dapat mengalahkan lelah dan kantuk hingga dapat terus aktif produktif. Lihat saja berbagai iklan di media, semua produk berlomba-lomba menyatakan bisa kalahkan kantuk dan meningkatkan produktivitas. Hal yang memprihatinkan sebenarnya, karena menyiratkan masyarakat kita yang mengantuk. Tetapi tak demikian kenyataannya, tak ada satu zat pun yang dapat menggantikan efek restoratif tidur! Berbagai produk tersebut kebanyakan mengandung kafein. Kafein seperti telah dibahas akan memberikan rasa segar dan emosi yang positif. Mirip dengan keadaan saat kita baru bangun tidur di pagi hari. Setiap pagi kita bangun dengan segar bugar, penuh

vitalitas dan penuh semangat. Segala tantangan seolah akan dengan mudah kita hadapi. Kafein digunakan untuk meniru rasa-rasa itu. Tetapi orang sering lupa, bahwa kafein tak dapat mengembalikan kemampuan konsentrasi, analisa, ketelitian, kewaspadaan dan jauh lebih penting, kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Hanya tidurlah yang dapat mengembalikan vitalitas kita. Bagaimana dengan tempat kerja yang menyediakan kopi untuk meningkatkan produktivitas pekerjanya? Tidak salah, tetapi sebaiknya kita mulai mengatur konsumsi kopi. Jika sepanjang hari terus bolak-balik pantry untuk menyeduh kopi, tentu ada yang salah dengan kesehatan tidur.


Halaman

14

NASIONAL

Polri Kembali Tarik 13 Penyidiknya dari KPK TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri kembali menarik 13 personelnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam surat tertanggal 30 November 2012 itu, Polri menarik 13 penyidik dengan alasan masa tugas mereka telah habis pada November 2012. “Yang berakhir masa tugasnya pada November 2012 berjumlah 13 orang, bukan tujuh orang sebagaimana yang disampaikan dalam surat pimpinan KPK,” demikian kutipan surat bernomor R/248/XI/2012 itu. Kepolisian pada September 2012 lalu juga melayangkan surat penarikan 20 penyidik yang bertugas di KPK. Kondisi itu membuat lembaga yang dipimpin Abraham Samad tersebut kerepotan. Sebab, beban kasus yang mereka emban harus dialihkan ke penyidik yang lain. Belakangan, satu per satu penyidik lainnya juga mengundurkan diri dari KPK. Dalam surat yang diteken Inspektur Jenderal Prasetyo atas nama Kepala Polri itu, disebutkan lima dari 13 polisi tersebut belum bisa dikategorikan sebagai penyidik KPK. Alasannya, Polri belum mengeluarkan surat pemberhentian terhadap kelima penyidik tersebut. Surat itu menjelaskan pula mengenai alasan penarikan penyidik, di antaranya untuk pengembangan karier serta keseimbangan organisasi Polri. Penyidik dinilai akan kehilangan kesempatan pelatihan maupun karier bila terus mengemban tugas di KPK selama lima tahun.(*)

Setelah Simulator, Kasus Kakap lain Memanti KPK JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menjebloskan tersangka dugaan korupsi Simulator Surat Izin Mengemudi, Inspektur Jenderal Djoko Susilo di Rumah Tahanan Guntur, Jakarta Pusat, kemarin. Namun komisi antirasuah itu tak bisa berleha-leha lantaran masih kasus-kasus kakap lainnya yang harus segera dituntaskan. Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Alhabsy mengapresiasi sikap Djoko yang Aboebakar menghormati dan patuh pada proses hukum. “Meskipun sebagai jendral aktif beliau tidak menghambat proses pemeriksaan, patuh terhadap penahanan dan tidak melarikan diri,” kata Aboebakar, Selasa (4/12). Apresiasi yang sama juga diberikan kepada KPK. Aboebakar menilai KPK sudah menunjukkan keberaniannya dalam menempatkan aturan hukum dalam kasus ini. Harapan yang sama juga dia gantungkan kepada KPK dalam menuntaskan kasus-kasus besar lainnya. Seperti mega skandal Bank Century, proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON), Hambalang, Bogor, Jawa Barat dan Wisma Atlet Palembang. “Saya berharap, KPK akan tetap menjaga prinsip “equality before the law” dalam menjalankan pemberantasan korupsi pada kasus skandal Bank Century. Keberaniannya harus pula ditunjukkan dalam menuntaskan kasus Hambalang,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), itu. Ia mengatakan, bila KPK benar-benar bisa menuntaskan perkara tersebut hingga ke akarnya serta melakukan penyelamatan atas aset dan keunangan negara, ini berarti KPK telah berhasil menjalankan fungsinya sebagai triger mecanism. Jangan sampai, kata dia, KPK terlihat galau ketika harus berhadapan dengan kekuatan politik tertentu ataupun pihak-pihak yang ada di pusaran kekuasaan. “Kami akan selalu dibelakang KPK dalam penyelesaian mega skandal yang merugikan negara hingga trilyunan rupiah tersebut,” pungkasnya. Sedangkan Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso meminta Irjen Djoko untuk legowo menjalani proses hukum tersebut. Ia meyakini semua pihak pasti menghormati langkah dan proses hukum ini. “Lebih baik legowo dilaksanakan, karena ini adalah proses hukum biasa. Dan kami yakin akan melakukan proses hukum ini dengan baik, adil, dan profesional,” ungkap Priyo, Selasa (4/12). (boy/jpnn)

Kekurangan Penyidik, KPK Harapkan Presiden Revisi PP 63 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi berharap ada solusi terkait kurangnya penyidik di KPK. Salah satunya Presiden segera menandatangani revisi Peraturan Pemerintah No 64 tahun 2005 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia KPK. "Jadi yang bisa mengatasi (masalah kekurangan personel KPK) adalah revisi PP tersebut, karena SDM KPK berasal dari instansi yang lain," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas di selasela acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Jakarta, Rabu. Personel penyidik KPK kembali berkurang pasca surat tertanggal 30 November 2012 yang dikirim oleh Mabes Polri berisi tidak diperpanjangnya masa tugas 13 penyidik Polri di KPK. Busyro menjelaskan bahwa proses revisi PP No 63 tahun 2005 sudah berlangsung selama dua tahun. "PP tersebut direvisi KPK bersama dengan lembaga terkait, hasil pembicaraan selama dua

tahun adalah masa kerja Pegawai Negeri Sipil dari Polri dan Kejaksaan maupun lembaga lain di KPK diperpanjang, dari semula maksimal 8 tahun yaitu 4 tahun dengan masa perpanjangan sebanyak 2 kali menjadi, maksimal 12 tahun," ungkap Busyro. Rancangan PP tersebut, menurut dia sudah sampai di meja presiden sejak satu bulan lalu. "Jika disetujui presiden, maka PP ini akan menjadi keputusan politik terpenting untuk mengatasi persoalan di KPK, seperti penarikan yang belum saatnya, sehingga kuncinya ada di Sekretariat Negara dan Presiden," tambah Busyro. Dari 13 penyidik Polri yang tidak diperpanjang masa tugasnya tersebut, ada 6 orang yang sudah beralih status menjadi penyidik KPK. sehingga total penyidik KPK yang telah beralih status adalah 28 orang. Sedangkan sejak 14 September 2012, sudah ada total 27 penyidik Polri di KPK yang tidak diperpanjang masa tugasnya.

Boediono Sarankan Berantas Korupsi dengan Bersih Desa JAKARTA - Wakil Presiden RI, Boediono turut menghadiri acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) ke-7 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi. Konfrensi kali ini bertema “Inisiatif Pemberantasan Korupsi Melalui Pembangunan Sistem Integritas Nasional (SIN)”. Dalam sambutannya, Wapres menyatakan mendukung sepenuhnya langkah KPK dan penegak hukum lainnya dalam pemberantasan korupsi. “Forum seperti ini penting untuk para pemangku kepentingan gerakan pemberantasan korupsi agar dapat bertukar informasi, meningkatkan saling pengertian sehingga bisa tumbuh sinergi dan negara kita bebas korupsi,” tutur Boediono dalam sambutannya di

acara KPK yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (5/12). Menurut Boediono, KPK dan penegak hukum lainnya dapat belajar melalui tradiri Jawa yaitu “bersih desa”. Artinya, saling bahu-membahu membersihkan lingkungan dan fasilitas perkampungan. “Saya teringat tradisi yang sangat ditaati masyarakat di Jawa tapi sekarang tampaknya sudah luntur, “bersih deso”. Bagi warga desa kegiatan itu adalah wajib kalau tidak ada sanksi sosial, jadi desa bisa sejahtera dan bebas bala. Barangkali kita perlu adopsi semangat bersihkan diri kita sendiri untuk konteks yang lebih luas yaitu cegah dan berantas korupsi,” papar Boediono. Dalam hal ini, Boediono me-

minta semua kementerian dan lembaga pusat dan daerah untuk melaksanakan amanat reformasi birokrat sesuai Strategis Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK). Selain itu kementerian dan lembaga juga diminta melaporkan rencana aksi pemberantasan korupsi pada KPK agar bisa dipantau. “Dilaporkan ke KPK untuk dasar tindakan selanjutnya koordinasi bisa jadi landasan PPK. Ada satu kunci lagi keberhasilan yang harus dipegang yaitu niat dan tekad kita semua untuk jaga integritas pribadi kita masingmasing dan berbuat sesuatu untuk perbaiki lingkungan kerja, kemauan untuk perbaiki diri sangat penting dengan niat tersebut,” kata Boediono.(flo/jpnn)


Halaman

INTERNASIONAL AS Lemah di Mata Iran REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --- Pasukan Garda Revolusi Islam Iran menilai penangkapan pesawat tak berawak Amerika Serikat di wilayah Iran menunjukkan kelemahan negara pimpinan Barack Obama tersebut. AS dinilai tak mampu melawan Iran. “Kegagalan operasi mata-mata AS dengan pesawat tanpa awak ini menunjukkan AS, disamping kekuatan militer, ekonomi, serta dominasinya pada politik dunia, tidak mampu melawan Iran,” ujar Brigadir General Hossein Salami seperti dikutip PressTV, Rabu (5/12). “Kami dapat dengan mudah mencegah semua rencana mereka.” Militer Iran mengklaim mereka dapat menggagalkan rencana musuh meskipun dikenai sanksi berat oleh AS. “Seandainya AS memberlakukan sanksi dengan cara seperti ini, kami dengan mudah meruntuhkannya dalam sehari, “ ujar Salami. Sebelumnya, Komandan Angkatan laut IRGC, Ali Fadavi mengumumkan penangkapan pesawat tanpa awak di atas perairan Teluk Persia yang masih menjadi wilayah udara Iran. Pesawat ScanEagle yang memiliki lebar sayap 10 kaki (3 meter) merupakan pesawat yang dibuat Insitu, anak perusahaan Boeing. Dalam sebuah laporan di Wall Street Journal, AS tengah meningatkan operasi mata-mata di pembangkit listrik tenaga nuklir Iran selama dua bulan terakhir. Setahun yang lalu, militer Iran juga menjatuhkan pesawat mata-mata AS yang terbang di kota Kashmar Iran, sekitar 225 kilometer dari perbatasan Afganistan. Sementera itu, bulan lalu, Iran memukul mundur pesawat AS yang terbang di perairan Teluk Persia.

15

Terima Kasih Indonesia

 Presiden Palestina Mahmoud Abbas:

Ramallah - Indonesia memiliki peran yang cukup signifikan terhadap peningkatan status Palestina di PBB. Presiden Palestina Mahmoud Abbas pun mengucapkan terima kasih atas peran Indonesia. Komisi I DPR yang terdiri dari Mahfudz Siddiq (PKS), Agus Gumiwang (Golkar), Yorrys Raweyai (Golkar), Meutya Hafid (Golkar), Yahya Sacawirya (Demokrat), Effendi Choirie (PKB), dan Muhammad Najib (PAN) mendapat kesempatan langka bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Istana Presiden di Ramallah, Senin (3/11/2012). Dalam pertemuan yang dijembatani penerjemah bahasa Arab itu, Mahmoud Abbas berterima kasih kepada Indonesia

khususnya kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. “Kami menyampaikan rasa terima kasih kami kepada pemerintah Indonesia, kepada bangsa Indonesia, yang merupakan saudara kami, yang telah mengambil posisi mendukung kami secara tegas dan Indonesia merupakan negara yang menjadi pionir dalam membuat satu konsep apa yang disampaikan dalam sidang umum PBB, dan kemudian memberi suara setuju untuk konsep itu. Sesungguhnya posisi yang diambil Indonesia ini akan selalu diingat oleh bangsa Palestina,” kata Mahmoud. “Mohon sampaikan terima kasih kami kepada Menteri Luar Negeri Indonesia atas aksinya mendukung Palestina

di sidang PBB kemarin,” tambahnya. Mahmoud mengatakan akan memanfaatkan status baru sebagai negara yang diakui PBB dengan mengajak Israel untuk berunding. Dia menegaskan Palestina saat ini memiliki posisi tawar yang lebih baik untuk melakukan perundingan dengan Israel. “Sesungguhnya tujuan akhir kami adalah mendapat kemerdekaan hakiki. Kemerdekaan itu bisa dicapai dengan diplomasi dengan Israel. Karena sesungguhnya yang kami inginkan bukan perang, kami ingin perdamaian,” ujarnya. Mahmoud menerangkan saat ini fokus pemerintah Palestina adalah menghentikan pembangunan permukiman Israel. Dia meminta bantuan dunia internasional untuk menekan Israel menghentikan pembangunan yang mengambil hak-hak bangsa Palestina itu. “Terutama pada Amerika dan Eropa untuk bisa menekan Israel menghentikan pembangunan permukiman,” tuturnya. Mengenai usaha untuk mempersatukan faksi-faksi yang ada di Palestina, Mahmoud mengaku sudah menyiapkan satu konsep baru. Konsep itu diyakininya akan bisa mempersatukan Hamas dan Fatah. “Ada satu platform yang sudah tersedia,” ujarnya. Mengenai keinginan Indonesia untuk membangun kantor perwakilan di Palestina, Mahmoud menyambut baik. “Ini pasti menyambut baik komunikasi kedua negara,” tutup Mahmoud. (trq/rmd)

Cuaca Dingin Ekstrim Ancam Inggris Mursi, Presiden Mesir Pertama Hafal Alquran REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Presiden terpilih Mesir Mohammed Mursi merupakan Presiden Mesir pertama yang hafal Alquran. Pria bernama lengkap Mohammed Mursi Issa Ayyat ini bahkan bersama Istri dan seluruh anaknya adalah penghafal Alquran. Pria yang pernah merasakan dibalik jeruji ketika pemerintahan Anwar Saddat dan Hosni Mubarak ini dikaruniai 5 orang anak dan 3 orang cucu. Selain Mursi, pemimpin dunia yang juga penghafal Alquran adalah Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya. bahkan anaknya yang bernama Aid berhasil menyempurnakan hafalan Alquran dalam 35 hari dan memperoleh gelar mumtaz (sempurna). Baik Mursi maupun Haniya memiliki akar yang sama, yakni Ikhwanul Muslimin. Mursi mewakili sayap politik Ikhwan di Mesir lewat Partai Kebebasan dan Keadilan. Sedangkan Haniya adalah pemimpin Hamas yang didirikan Syaikh Ahmad Yassin sebagai pengejawantahan perjuangan Ikhwanul Muslimin di Palestina. Bahkan dalam kampanyenya, Mursi pernah berujar jika menang, ibu kota Mesir akan dipindahkan ke Yerusalem sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat Palestina.

LONDON - Suasana Natal di Inggris terancam cuaca ekstrim yang melanda negara tersebut. Diprediksi suhu dingin membeku akan melanda wilayah pedesaan akibat turunnya suhu secara drastis hingga -8 derajat Celsius atau sekitar 18 fahrenheit. Otoritas stasiun pengamat cuaca memperingatkan datangnya hujan salju dan es di seluruh negeri, seperti London, Surrey, dan Hampshire pada Kamis (6/12) mendatang. Banjir salju juga bakal melanda bagian utara Inggris dan Wales. Menurut Dailymail, banyak yang

percaya Inggris tengah menuju salah satu musim dingin paling buruk dalam sejarah. Tekanan udara di atas Skandinavia, bakal menyapu dataran Inggris dari utara hingga ke timur. Suhu membekukan awal Desember ini akan terus berlanjut dengan hujan es dan salju meliputi sepanjang minggu. Kondisi dingin diperkirakan akan berlangsung sepanjang bulan dengan suhu dibawah nol. Selain itu masyarakat negeri Ratu Elisabeth ini bakal menghadapi serangan kabut beku dan terpaan angin dingin dengan kecepatan sekitar 30 mph atau 48 km/jam.(esy/jpnn)

PNS Rusia Wajib Beli Produk Lokal REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -Setiap pegawai negeri sipil (PNS) dan para pejabat negara Rusia diwajibkan membeli barang-barang buatan dalam negeri, ketimbang luar negeri. Keputusan itu bakal terealisasi jika peraturan baru yang sedang digodok Parlemen Rusia Duma bersama lembaga pengawas parlemen dan Pemeritah Rusia, disahkan. Peraturan tersebut itu dinilai akan mendukung produsen dalam negeri. Namun, tak sedikit pihak yang menentang rencana tersebut. Mereka menilai kompetisi terbuka antara produk dalam

negeri dan luar negeri, justru dapat merangsang pertumbuhan industri dalam negeri. Dalam draf peraturan disebutkan perusahaan-perusahaan asing dilarang ikut tender pengadaan barang/jasa, jika sudah ada perusahan-perusahaan Rusia yang memproduksinya. Russia Today melaporkan, PNS Rusia belum mencintai produk negeri sendiri. Contohnya dalam membeli mobil, sangat jarang dijumpai PNS dan pejabat Rusia menggunakan mobil merek Lada atau Volga, buatan Rusia. Mayoritas para PNS dan pejabat Ru-

sia menggunakan mobil buatan Jepang atau Eropa. Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan PNS wajib menggunakan kendaraan buatan Zona Ekonomi Bersama. Artinya PNS Rusia harus menggunakan mobil produksi Rusia, Belarusia, atau Kazakhstan. Putin bukan sekedar bicara. Ia sudah mencoba sejumlah mobil buatan Rusia, termasuk Lada Kalina Sport dan Lada Granta. Sayangnya, sejumlah pakar ekonomi menilai peraturan itu bakal sulit terwujud. Sebab, sejumlah pabrikan mobil asing sudah puluhan tahun beroperasi di Negeri Beruang Merah tersebut.


Halaman

OLAHRAGA

16

MESSI TEKEN KONTRAK BARU Lionel Messi setuju menandatangani perpanjangan kontrak dengan Barcelona, yang membuatnya menjadi pemain klub raksasa Spanyol tersebut hingga 2018. Persetujuan antara Messi dan Barcelona tersebut diumumkan hari Selasa (18/12). Barcelona juga mengumumkan bahwa dua pemain kuci lain, Xavi Hernandez

dan Carles Puyol, setuju untuk terus bermain bagi Barca. "Ini berarti Barcelona berhasil mempertahankan tiga pemain terbaiknya," kata Barcelona. Dengan kesepakatan ini besar kemungkinan Messi akan menghabiskan karier sepak bolanya di Spanyol. Messi menandatangani kontrak baru setelah memecahkan rekor 85 gol yang

selama bertahun-tahun dipegang oleh Gerd Muller. Hingga akhir pekan lalu, Messi telah mencetak 90 gol selama tahun 2012, baik untuk Barcelona maupun tim nasional Argentina. Messi juga menjadi calon kuat peraih penghargaan pemain terbaik dunia versi FIFA untuk keempat kalinya berturut-turut.

Ia bersaing dengan rekan satu timnya di Barcelona, Andres Iniesta, dan pemain sayap Real Madrid, Cristiano Ronaldo untuk memperebutkan penghargaan bergengsi FIFA tahun ini. Pemain yang lahir pada 24 Juni 1987 ini pindah ke Barcelona pada usia 13 tahun dan sejak itu tidak pernah bermain untuk klub lain.

Manchester United bertemu Real Madrid di Liga Champions DUA klub papan atas Eropa, Manchester United dan Real Madrid, saling berhadapan di babak delapan besar Liga Champions 2012-2013. Laga ini membuat Cristiano Ronaldo akan melawan klub lamanya. Ronaldo mencetak 118 gol di 292 pertandingan untuk Manchester United sebelum pindah ke Real Madrid pada 2009. Di Liga Champions, terakhir kali kedua tim bertemu pada 2003 ketika Ronaldo -penyerang asal Brasilmencetak tiga gol di Old Traord dan mengantarkan kemenangan Real dengan agregat gol 6-5. Pertemuan pertama terjadi pada 1957 di babak semifinal Piala

Eropa, yang dimenangkan Real dengan skor 5-3. Dua klub besar yang juga saling bertemu musim kali ini adalah AC Milan dan Barcelona. Arsenal - Bayern Munchen Hasil undian ini diumumkan ketika manajer Barcelona, Tito Vilanova, menjalani operasi yang kemudian akan diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi untuk menyembuhkan kanker. Sejumlah pengamat mengatakan, absennya Vilanova bisa mengganggu persiapan Barcelona namun di sisi lain faktor ini juga bisa menjadi pendorong untuk menyingkirkan Milan. Barcelona telah tiga kali men-

juarai Liga Champions dalam 10 tahun terakhir, masing-masing pada 2006, 2009, dan 2011. AC Milan sementara itu tujuh kali berjaya di turnamen antarklub Eropa ini. Yang juga akan ditunggu adalah pertandingan Arsenal melawan Bayern Munchen, finalis musim lalu yang dikalahkan Chelsea. Arsenal paceklik juara dalam beberapa tahun terakhir dan bila tim asuhan Arsene Wenger juara, ini akan menjadi salah satu kejutan di ajang sepak bola Eropa musim kali ini. Hasil lengkap undian Liga Champions: Galatasaray (Turki) - Schalke (Jerman), Celtic (Skot-

landia) - Juventus (Italia), Arsenal (Inggris) - Bayern Munchen (Jerman), Shakhtar Donetsk (Ukraina) - Borussia Dortmund (Jerman). AC Milan (Italia) - Barcelona

(Spanyol), Real Madrid (Spanyol) - Manchester United (Inggris), Valencia (Spanyol) - Paris SaintGermain (Prancis), FC Porto (Portugal) - Malaga (Spanyol).


Suara Uncak Kapuas ed I