Issuu on Google+

MEDIA PEMKAB LIMA PULUH KOTA EDISI 112/XII/31 Maret 2014

“Mari Tetap Berpijak dengan Budaya Lokal” 6 Dari Sambilan Berubah Menjadi Usaha Andalan

Tiga Wakil Kepala Daerah Bertemu di Gonjong Limo

9 12

ISSN 2303-2634

Email: tabloid.sinamar@gmail.com Website : http://www.limapuluhkotakab.go.id


Redaksi 2 REDAKSI TAJUK RENCANA

Mematuhi Rambu-rambu

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

Dari Redaksi

Proses Pendewasaan Diri

Oleh : Muhamad S.S.Pd*) KALAU saat ini Anda berstatus sebagai PNS (pegawai negeri sipil), bahkan sudah dipercaya memegang jabatan di instasi pemerintahan, maka sudah seharusnya Anda mensyukuri kondisi yang ada. Karena, betapa tidak mudahnya bagi anak negeri ini untuk mendapatkan status sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Lihatlah, satu misal, setiap kali pemerintah membuka lowongan untuk menerima CPNS baru, jumlah yang mendaftar berkali lipat dari formasi yang tersedia. Sejumlah orang bahkan rela mengeluarkan uang dalam hitungan puluhan juta rupiah agar diterima sebagai PNS. Begitu pun, hampir dipastikan sebagian besar anak didik yang duduk di berbagai jenjang lembaga pendidikan, mengorientasikan pendidikannya untuk mengabdi menjadi PNS. Walau realitasnya, secara jujur, hampir dipastikan tidak ada yang bisa kaya raya dengan status sebagai PNS yang disandangnya. Tapi kenapa animo banyak orang tetap begitu tinggi untuk mendapatkan kursi PNS, salah satu penyebabnya barangkali karena jaminan sosial yang sangat tinggi dengan status itu. Beda misalnya berkiprah di instansi swasta, yang nasib bisa berubah dalam seketika. Lantaran begitu “bergengsi”-nya status sebagai PNS belakangan ini, terutama pasca berakhirnya rezim Orde Baru di mana pemerintahan pelanjutnya menaikan gaja PNS secara signifikan; maka satu hal yang hendak dikatakan, yaitu bersyukurlah bagi mereka yang telah mendapatkan kursi sebagai PNS. Salah satu implementasi rasa syukur itu adalah dengan memegang amanah dengan sebaik-baiknya. Sebab, sebagai PNS jelas diatur oleh sejumlah rambu-rambu dan aturan perundang-undangan yang telah ditetapkan oleh para wakil rakyat. Di antara aturan dan perundang-udangan yang ada menggariskan bahwa setiap PNS dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis. Itu artinya, “haram” hukumnya bagi PNS untuk menjadi pengurus dari partai politik tertentu, bahkan untuk tingkat yang paling rendah sekalipun. Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, PNS berada di antara semua kepentingan yang ada di negeri, dan berdiri sejajar dengan semua partai politik yang ada. Mereka tidak diperbolehkan berada di dalam partai politik tertentu, karena cara itu sama saja dengan menggadaikan netralitas si PNS yang bersangkutan. Sejatinya PNS adalah “wasit” di antara semua kekuatan politik yang ada. Hal ini terasa perlu diingatkan lagi karena saat ini kita berada di 2014, yang oleh banyak kalangan disebut dengan tahun politik karena pada tahun ini terjadi sejumlah peristiwa politik berskala nasional. Antara lain, Pemilu Legislatif 2014 yang puncaknya dijadwalkan 9 April mendatang, yang dimaksudkan untuk memilih anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota untuk periode 2014-2019. Setelah para wakil rakyat duduk di lembaga legilatif dengan berbagai jenjang dan tingkatannya itu, peristiwa politik lainnya yang juga terjadi tahun ini adalah pemilihan presiden dan wakil presiden, dimaksudkan untuk memilih presiden dan wakil presiden negeri ini buat periode 2014-2019, untuk menggantikan duet Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono yang sekarang memimpin Indonesia.Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) dijadwalkan KPU dua tahap yakni tanggal 9 Juli 2014 dan 9 September 2014. Namanya saja tahun politik, maka 2014 dipastikan akan ramai oleh hiruk-pikuk urusan politik. Bagaimana seharusnya bersikap, terutama bagi mereka yang menyandang status sebagai PNS? Ya, tetap menjadi penonton yang baik, dan sebisanya tidak melibatkan diri –baik secara langsung atau tidak langsung—dalam kegiatan politik praktis kalau tak ingin status ke-PNS-annya terancam. Sebab, bagi yang melanggar rambu-rambu, misalnya terlibat dalam kegiatan kampanye politik, dapat dijatuhi hukuman disiplin ringan sampai berat. “Bentuknya bisa saja berupa teguran, penundaan kenaikan gaji berkala, penurunan pangkat hingga pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS,” kata Inspektur Kabupaten Limapuluh Kota Kasman Kasim, SH MH. “PNS harus netral dan dilarang ikut serta sebagai pelaksana kampanye pemilihan umum, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS jelas melarang PNS ikut serta sebagai pelaksana kampanye,” ujarnya. Pada pasal 4 angka 12 PP tersebut dinyatakan setiap PNS dilarang memberikan dukungan kepada capres/cawapres, DPR, DPD atau DPRD dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye.Kecuali di bilik suara, pergunakan hak suara anda secara langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil. Aturan sudah ada, ramburambu sudah dibuat lengkap, selanjutnya terserah Anda.***

KLIPING berita koran tentang berita teror terhadap M.Siebert

KALAULAH Muhamad S. S.Pd. hanya seorang birokrat murni, bisa jadi apa yang baru saja ia alami akan membuat ia keder. Tapi karena Muhamad yang akrab dipanggil dengan Siebert itu sudah kenyang makan asam-garam dunia jurnalistik dengan segala romantika dan suka-dukanya, ia tidak terlalu panik menghadapi keadaan yang dihadapi. Maklum, sebagai individu yang lama dibesarkan di dunia media massa, ancaman, teror, intimidasi, dan sejenisnya, bukan perkara baru bagi Siebert. Bahkan, setelah berkali-kali menerima ancaman, pada akhirnya membuat Siebert menjadi matang dalam menghadapi kondisi yang tersulit sekalipun. “Bagi saya, rangkaian ancaman itu merupakan bagian dari proses pendewasaan diri;” katanya. Makanya, kalau pada Senin (10/3) dan Selasa (11/3) Siebert kembali dihadapkan dengan ancaman, dan itu ia terima di tengah status sebagai pejabat Pemkab Limapuluh Kota yang sedang disandangnya, tepatnya sebagai Kabag Humas dan Protokoler, Siebert sudah tahu langkah yang harus ia tempuh. “Saya langsung menghubungi aparat kepolisian terdekat untuk minta pengamanan dan perlindungan,” katanya. Maklum, ancaman via SMS (pesan pendek) dari seseorang yang mengaku bernama Nazar Tanjung, Ketua Pemuda Pancasila itu dinilai sudah sangat keterlaluan, dan mengusik hak azasinya yang paling hakiki. Dari 11 SMS yang diterima Sebert dari oknum yang mengaku Ketua Pemuda Pancasila itu, ada bertuliskan dengan kalimat seperti ini: “Anjiang ang ingek yo rumah waang den baka hariko tnggu anjiang.” SMS itu sebagai reaksi dari permintaan si pelaku terhadap Siebert yang tidak bisa dipenuhi oleh mantan guru tersebut. Kapolsek Harau AKP Wanhar Lubis mengatakan, laporan korban diterima pihaknya. “Kasus ini masih kita selidiki. Pihak kepolisian telah siap memberi perlindungan terhadap korban. Korban kita minta tenang namun waspada, polisi siap memberi perlindungan. Rumah pelapor akan kita jaga, kita juga siap memberi perlindungan dan menerima laporan dalam masa 24 jam. Bahkan nomor HP kita sendiri, kita berikan kepada Siebert,” ujarnya. Tapi, terlepas dari soal ancam-mengancam, kami merasa perlu memberitahukan tentang perkembangan Tabloid Sinamar, yang sejak beberapa tahun belakangan tetap eksis terbit untuk

menemui masyarakat pembaca. Di tengah rutinitas yang saban waktu menyita hari-hari kami, sebisanya kami tetap berusaha menghadirkan Tabloid Sinamar tepat waktu, dengan kualitas isi dan tampilan yang dibuat semenarik mungkin. Sebab, menurut Siebert yang menjabat sebagai pemimpin redaksi/penanggung jawab tabloid ini, pihaknya tidak menginginkan Sinamar terbit hanya sekadar mengisi jadwal terbit dengan tidak terlalu mempedulikan kualitas isi dan tampilannya. “Itu namanya kita hanya berorientasi untuk menghabiskan anggaran yang ada,” katanya. “Tapi kami di Sinamar tidak berpikir seperti itu,” tambahnya. Makanya, di luar sejumlah PNS (pegawai negeri sipil) di Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Limapuluh Kota yang dilibatkan secara langsung dalam proses penerbitan tabloid ini dengan berbagai posisi seperti redaktur, reporter, kameramen, dan lainnya; para pengelola juga merasa perlu untuk melibatkan sejumlah tenaga lain di luar struktur Bagian Humas untuk terlibat secara langsung. Untuk lay-outer atau tenaga penata letak, satu misal, sejak beberapa edisi belakangan kami memakai tenaga yang profesional di bidang itu, dan hasil kerjanya bisa dinikmati pada beberapa nomor Sinamar terakhir. Yatno SR, lay outer yang kami percaya mengatur tata letak tabloid ini, merupakan tenaga andalan lay outer di Harian Berita Terkini, sebuah media harian terbitan Pekanbaru, Provinsi Riau. Sementara terhitung sejak mulai diterbitkan lagi sampai sekarang, Tabloid Sinamar memakai seorang tenaga konsultan redaksi yang berperan sebagai staf ahli media yang ikut memikirkan kwalitas isi dan perwajahan tabloid resmi Pemkab Limapuluh Kota ini. Evi Endri atau yang akrab dipanggil dengan Ombak, yang dipercaya menjadi konsultan Tabloid Sinamar, sebelum memutuskan hijrah ke Riau pada 2005 lalu, tercatat sebagai salah seorang redaktur di Harian Singgalang Padang. Sejak sekitar setahun belakangan Ombak dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Tabloid Riau Aksi, sekaligus editor di riauaksi.com. Dalam kiprahnya selama di Riau, Ombak bersama tim juga telah menghasilkan sejumlah buku, kebanyakan milik instansi pemerintah. Antara lain buku profil anggota DPRD Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, dan Kabupaten Siak, semuanya untuk periode 2009-2014.***

Etalase

Kuburan Keramat dan Surau Tuo Taram

*) Kabag Humas dan Protokoler Serkab Limapuluh Kota / Pemimpin Redaksi Tabloid Sinamar

MAKAM keramat ini terletak di Kenagarian Taram, Kecamatan Harau, sekitar 5 km dari Kota Payakumbuh. Objek wisata budaya ini dapat dicapai dengan mudah menggunakan angkutan pedesaan maupun kendaraan pribadi. Makam Keramat Taram ini adalah makam Syech Ibrahim Mufti yang merupakan salah satu penyebar agama Islam di daerah ini. Beliau bukanlah penduduk asli, melainkan seorang pendatang yang berasal dari negeri Irak di Timur Tengah dan merupakan murid

dari Syech Abdul Rauf dari Aceh, semasa Kerajaan Samudera Pasai. Sebagai seorang penyebar agama Islam, beliau mempunyai banyak kesaktian, di antaranya pernah suatu kali beliau sedang bercukur, mendadak beliau minta izin untuk meninggalkan tukang cukurnya sebentar. Katanya, beliau harus pergi ke Mekah untuk menyelamatkan kota Mekah yang sedang terbakar. Beliau menghilang dan beberapa saat kemudian muncul kembali. Beberapa bulan kemudian ada orang yang pulang dari Mekah, mengatakan bahwa sewaktu beliau menunaikan ibadah haji, kota Mekah kebakaran, tetapi musibah itu dapat diatasi atas bantuan seseorang yang hanya memiliki rambut pada sebelah bagian kepalanya. Dari peristiwa itu masyarakat tahu akan kesaktian Syech Ibrahim Mufti yang kemudian dikenal dengan Syech yang Bercukur Sebelah. Konon kabarnya ikan yang sekarang berkembang biak di Taram berasal dari ikan yang dilepaskan kembali oleh Syech Ibrahim Mufti setelah setengah bagian ikan tersebut dibakar/ dimasak oleh salah seorang muridnya. (mm)

Sinamar

Penerbit : Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota PELINDUNG : Bupati Lima Puluh Kota I Wakil Bupati Lima Puluh Kota PENASEHAT: Sekda Kab. Lima Puluh Kota I Asisten Adm. Umum Setda Kab. Lima Puluh Kota PENANGGUNG JA WAB : Kabag Humas dan Protokoler Setda Kab. Lima Puluh Kota PEMIMPIN REDAKSI : Muhamad.S DEWAN RE DAKSI : Muhamad.S (Ketua), Rino Putra, Joni Indra, Ronny Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik M.Nur REDAKTUR PELAKSANA : Rino Putra REDAKTUR : Joni Indra, Hendri Gunawan, Ronny M.Nur STAF REDAKSI : Herpatarmidi, Eliza, Gusmaria, Fitri Jufita Rahman REPORTER : Tesy Febrina, Nurfitri Rahmadani, FOTOGRAFER: Herpatarmidi, Yuridra Hasramogi, Erwin Suwanda SEKRETARIS : Gusmaria DISTRIBUTOR: Yuridra Hasramogi, Zulfadli. KONTRIBUTOR: Wali Nagari, Camat, SKPD, Anggota Balai Wartawan Lima Puluh Kota TATA LETAK/ARTISTIK: Joy ALAMAT RE DAKSI : Bagian Humas dan Protokoler Setda Kab. Lima Puluh Kota Kantor Bu pati Lima Puluh Kota, Jl. Raya Negara Payakumbuh - Pekanbaru KM 10 Sarila mak 26271 Web : www.limapuluhkota kab.go.id | Email : majalah.sinamar @ gmail.com PERCETAKAN : PT. Pekanbaru GRAFIKA (Isi diluar tanggungjawab percetakan). PERWAKILAN PEKAN BA RU : Rachpendi Sakti, Gonjong Limo Pekan Baru, Jl.Arifin Ahmad (Sebelah Universitas Terbuka) Pekan Baru. Media Pemkab Lima Puluh Kota

Redaksi menerima tulisan, opini, foto dan surat pembaca yang diketik satu setengah spasi, panjang tulisan maksimal 2 halaman folio. Untuk tulisan dan opini panjang 5.000 karakter disertai foto penulis dan biodata. Redaksi berhak merubah redaksional nas kah yang dikirim, tanpa merubah maksud dan tujuan. Dikirim via email : tabloid .sinamar@gmail.com.


Opini 3 REDAKSI

Oleh: Dra. Hj. Imharti *) 2.Tumor kelenjar ludah DUNIA semakin canggih. Hampir 3.Tumor otak dan ai menyuk semua orang 4.Migrant, vertigo, pikun membutuhkan handphone, TV, radio, laptop dan lain-lain yang berbau Telepon genggam dapat juga sinyal. Dengan alat tersebut dunia mempengaruhi sel otak atau sistem terasa dekat. Dalam hitungan detik imun dan meningkatkan resiko kita bisa tersambung dengan orangpenyakit termasuk kanker dan bahkan sana, orang yang nun jauh di Alzheimer. kita bisa dengan gampang ke bulan Lantas apa solusin ya? mau. kita yang planet dan ke Ilmu dan teknologi serta keahlian Maka tidak heran kalau warnet manusia telah dapat menemukan (warung internet) menjadi penuh solusinya yaitu dengan menemsesak, handphone laku pesat, dan pelkan anti radiasi elektromagnetik antena laris manis. Itu pertanda di alat telekomunikasi kita seperti di p terhada akat masyar animo Hp, di TV, di radio, di laptop, dan lainDan informasi sungguh besar. lain. Ini dibuat oleh PT Spirit. Spirit semua itu tidak lepas dari Anti Radiasi adalah sticker anti yang ik magnet elektro gelomb ang radiasi yang berguna untuk melintan sangat berbah aya bagi keseha dungi diri dari radiasi medan tubuh manusia. elektro magnet ik. yang mania) (talk Kebiasaan TM Sebanyak 70-80% energi radiasi diartikan keranjingan bicara, jadi one terserap oleh otak handph hingga an kebutuh bahkan hobi yang bersifat akumulasi a manusi nelpon mampu berlam a-lama dan berefek negatif untuk jangka sampai telinga jadi panas akibat panjang . gelomb ang tersebu t. Spirit Anti Radiasi Golg Plate 24 K Tapi sadarkah kita bahwa dapat meredam radiasi Hp sampai handphone, TV, radio, laptop dan dengan 96% SAR (specific Absorption lain-lain yang bersinyal Rate) dan laptop 90%. Spirit Anti meman carkan gelomb ang Radiasi dapat mengurangi kuat sangat yang agnetik elektrom kerusakan otak yang disebabkan an kesehat bagi dan amat berbah aya oleh radiasi telepon genggam hingga kita? Perkembangan dunia IT mencapai 95%. i disadar tanpa gi) teknolo asi (inform mengintai kesehatan jiwa kita, meski di sisi lain dunia IT sangat dibutuh*) Penulis adalah guru SMP Negeri kan dalam dunia pendidikan, dunia an Luak Kecamat 1 g perdag angan bahkan ironis meman nya. lain-lain dan n, intilege dunia di Pernahkah pula Anda berpikir bahwa HP yang ada di genggaman tangan Anda atau HP yang sering ditaruh di kantong Anda kan menem bus sampai ke syaraf- syaraf tubuh Anda? Waspadalah bahwa bahaya radiasi gelomb ang elektromagnetik pada handphone menurut PT Spirit International Indonesia sangat besar, yaitu : 1.Merusak susunan DNA tubuh

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014


4

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Laporan Utama

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

PNS harusTetap Netral

“Saya minta Inspektorat melakukan monitoring dan memeriksa PNS yang diduga ikut berpolitik praktis. PNS yang melanggar aturan tersebut dapat dikenakan sanksi dan tindakan adiministratif.”

D

ISEBUT dengan tahun politik, karena pada 2014 terjadi sejumlah peristiwa politik tingkat nasional. Antara lain, Pemilu Legislatif 2014 yang puncaknya dijadwalkan 9 April mendatang, yang dimaksudkan

untuk memilih anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota untuk periode 2014-2019. Setelah para wakil rakyat duduk di lembaga legilatif dengan berbagai jenjang dan tingkatannya itu, peristiwa politik lainnya yang juga terjadi tahun ini adalah pemilihan presiden dan wakil presiden, dimaksudkan untuk memilih presiden dan wakil presiden negeri ini buat periode 2014-2019, untuk menggantikan duet Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono yang sekarang memimpin Indonesia. Dalam konteks persoalan seperti itu, di mana posisi PNS (pegawai negeri sipil) yang menyandang status sebagai abdi negara dan abdi masyarakat? “Sesuai dengan aturan yang berlaku, setiap PNS harus netral,” kata Bupati Lima-

puluh Kota dr. Alis Marajo Dt. Sori Marajo di hadapan para pegawai di lingkungan pemkab setempat dalam apel gabungan di halaman kantor bupati di Sarilamak, Kecamatan Harau, Senin (17/3). “PNS harus netral dari segala pengaruh golongan dan partai politik serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. PNS, diminta untuk menyukseska Pemilu tetapi dilarang keras bermain politik praktis,” ujar Bupati. Dikatakan, untuk menjamin metralitasnya, PNS dilarang menjadi anggota dan pengurus partai politik. PNS selaku aparatur negara diingatkan agar jangan sampai terjebak dalam politik praktis sebagaimana peraturan perundang-undangan berlaku. PNS diharapkan agar tidak cenderung memihak sekalipun ada keluarga mereka yang menjadi caleg. Selain itu PNS jangan

sampai melalaikan tugas rutinnya selaku aparatur karena disebabkan kegiatan kampanye partai politik. Hal ini perlu diawasi inspektorat secara ketat. “Saya minta Inspektorat melakukan monitoring dan memeriksa PNS yang diduga ikut berpolitik praktis. PNS yang melanggar aturan tersebut dapat dikenakan sanksi dan tindakan adiministratif,” tegas Bupati. Namun, tambah mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota itu, pejabat negara seperti gubernur atau bupati bisa saja terlibat dalam kegiatan kampanye dan dapat mengajukan cuti untuk beberapa hari. “Pejabat negara boleh berpolitik dan bisa mendukung parpol yang mendukung dan mencalonkannya,” imbuh Bupati Alis Marajo. “Hal ini perlu kita pahami,” ujar Bupati. (hendri gunawan)

BUPATI memberi sambutan di apel pagi

Inspektorat: Berpolitik, PNS Bisa Diberhentikan I

NI peringatan bagi PNS (pegawai negeri sipil) agar tidak ikut serta dalam kampanye politik. Bagi yang terlibat dapat dijatuhi hukuman disiplin ringan sampai berat. Bentuknya bisa saja berupa teguran, penundaan kenaikan gaji berkala, penurunan pangkat hingga pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. Hal itu disampaikan Inspektur Kabupaten Limapuluh Kota Kasman Kasim, SH, MH didampingi Sekretarisnya Drs.H. Tedi Surya Winata menjawab Sinamar di kantornya, Rabu (19/3). “PNS harus netral dan dilarang ikut serta sebagai pelaksana kampanye pemilihan umum. Hal itu sesuai dengan Pera-

Tedi Surya Winata

turan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS jelas melarang PNS ikut serta sebagai pelaksana kampanye,” ujar Tedi. Dikatakan, pada pasal 4 angka 12 PP tersebut dinyatakan setiap PNS dilarang memberikan dukungan kepada CapresCawapres, DPR, DPD atau DPRD dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye. Berikut, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS. Selain itu juga dilarang sebagai peserta kampanye dengan menggerakan PNS lain dan/atau sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. Dalam penjelasan PP tersebut, lanjut Tedi, diterangkan PNS sebagai peserta kampanye hadir untuk mendengarkan, menyimak visi, misi dan program peserta pemilu tanpa menggunakan atribut partai atau PNS. Yang dimaksud dengan menggunakan atribut partai itu adalah menggunakan dan/atau memanfaatkan pakaian, kendaraan atau media lain yang bergambar partai politik dan/ atau calon DPR, DPD, DPRD dan / atau Capres/ Cawapres

dalam masa kampanye. “Sedangkan yang dimaksud dengan menggunakan atribut PNS adalah seperti menggunakan seragam Kopri, seragam dinas, kendaraan dinas dan lainnya,” papar Tedi. Menurutnya, PNS yang melanggar aturan tersebut diancam hukuman disiplin. Tingkat dan jenis hukuman tersebut sesuai pasal 7 antara lain, hukuman ringan, sedang sampai hukuman berat. Hukuman ringan berupa teguran, sementara hukuman sedang berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah 1 tahun. Sementara hukuman berat dimulai dari penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat hingga pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. “Karena tidak dibenarkan ikut berpolitik, kita menghimbau PNS di daerah ini untuk menghindari larangan berpolitik tersebut,” ingat Tedi. Lebih jauh dipaparkan, menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif April 2014 ini inspektorat akan menggelar pemantauan bekerjasama dengan Badan Kesbang

dan Politik serta Panwaslu Kabupaten Limapuluh Kota. Tidak saja terdahap PNS, pemantauan juga akan dilakukan terhadap calon legislatif yang diduga masih mengelola dana hibah atau dana badan keswadayaan masyarakat. “Kita bisa memproses setiap dugaan pelanggaran disiplin PNS itu berdasarkan pengaduan yang masuk atau jemput bola. Namun, sampai kini kita belum ada mendapatkan laporan ataupun mendapatkan temuan lapangan,” ujar T e d i . (gun/ herpa)

Kasman Kasim


5

Sinamar

Laporan Utama

Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

 Yendri Thomas,SE MM Sekdakab:

PNS harus Kembali ke Dasar,

Netralitas Harga Mati

Yendri Thomas

“PNS masih rawan ditunggangi peserta pemilu. Sebab, kapasitas PNS sebagai birokrat mempunyai jaringan dan kekuasaan di tengah masyarakat. Padahal, keharusan untuk bersikap netral itu juga sudah diatur dalam UU Pemilu.”

Senin (17/03/2014). PNS, terang Yendri, harus kembali ke dasar, yakni melayani semua masyarakat dan mengambil jarak dengan semua partai politik. PNS tidak boleh berpolitik kepartaian, apalagi masuk menjadi salah satu anggota partai politik atau ikut dalam kampanye partai politik. “Netralitas adalah harga mati bagi PNS. Kami tegakkan aturan, PNS harus netral,” katanya. Yendri menegaskan telah berulangkali mengingatkan pada pegawai untuk netral, sebab kunci kesuksesan pada pemilu pada netralitas pegawai. Pemilu dapat diulang karena ada temuan ketidaknetralan pegawai. Namun diakui sangat sulit mengawasi ribuan pegawai, sehingga diharapkan para pegawai itu tahu aturan EKRETARIS Daerah Kabupaten dengan netral dalam pemilu. (Sekdakab) Limapuluh Kota Pegawai juga diperingatkan untuk H.Yendri Tomas,SE,MM metidak mendekati atau berada di tempat negaskan akan memproses secara yang bisa menjatuhkan kehormatan hukum sesuai aturan yang berlaku sebagai PNS, termasuk di tempat pada PNS (pegawai negeri sipil) dan pemenangan partai politik. Sekda juga pegawai honorer yang ada di kamengatakan, kalaupun harus mebupaten tersebut jika terlibat dalam libatkan petugas Linmas atau Satpol kampanye legislatif 2014. PP dalam pelaksanaan pemilu, sifatnya “Aturan jelas, PNS harus netral hanya administratif, bukan pengadalam pemilu meski punya hak pilih. wasan. Sebab, itu merupakan ranah Ketahuan melanggar aturan jelas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan dihukum. Ada sanksinya,” katanya,

S

jajarannya sampai ke Kecamatan dan Nagari “Pemerintah daerah bisa memfasilitasi hal itu. Tapi harus jelas bantuan seperti apa, jangan sampai mengambil tugas penyelenggaraan pemilu,” katanya. Dalam pandangan Yendri, PNS masih rawan ditunggangi peserta pemilu. Sebab, kapasitas PNS sebagai birokrat mempunyai jaringan dan kekuasaan di tengah masyarakat. “Padahal, keharusan untuk bersikap netral itu juga sudah diatur dalam UU Pemilu,” ujarnya. Jika dilanggar, katanya, PNS bisa terancam saksi administratif sebagai pegawai. Selain itu, PNS yang melakukan pelanggaran kampanye karena tidak netral juga bisa terancam pidana, dengan ancaman maksimal satu tahun penjara dan denda maksimal Rp 12 juta. Sekretaris Daerah mengaku sudah berulang kali mengingatkan kepada para PNS di lingkungan kerjanya untuk benar-benar netral dalam Pemilu 2014 ini. “PNS harus bebas politik praktis karena statusnya sebagai perencana dan pelaksana pemerintahan harus mampu berbuat adil,” ujarnya. Meskipun demikian, ia melanjutkan, netralitas PNS tidak bisa seperti Polri dan TNI karena PNS juga mempunyai hak pilih. “Jadi, ada batasanbatasannya,” katanya.(mamad)

 Letkol Inf Trisno Widodo, Dandim 0306 Limapuluh Kota:

Ikut Politik, TNI Ditembak Mati

P

EMILU Legislatif 2014 sudah di ambang mata. Sebagian pihak di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, masih meragukan netralitas TNIPolri dalam pesta demokrasi sekali lima tahunan itu. Terkait keragu-raguan ini, Komandan Kodim 0306 Limapuluh Kota Letkol Inf Trisno Widodo memastikan seluruh prajurit TNI di bawah teritorial Kodim 0306 Limapuluh Kota, akan berlaku netral dalam Pileg dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2014. Semua pihak diajak percaya dan meragukan kesetiaan TNI terhadap merah-putih. “Kami tidak terlibat praktek dukung-mendukung dalam pemilu, karena loyalitas kami hanya untuk NKRI dan rakyat,” katanya. Kendati demikian, Letkol Inf Trino Widodo tetap meminta prajurit TNI di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, baik yang bertugas di

jajaran Kodim 0306, Batalyon Infanteri 131 Braja Sakti maupun Denzipur 02 Padang Mengatas agar tidak coba-coba terlibat dalam politik praktis. “Kepentingan TNI dalam pemilu hanya kepentingan hanya agar negara demokrasi di bawah naungan NKRI (negara kesatuan republik Indonesia) tetap berlanjut. Netralitas TNI dalam pemilu adalah netralitas yang berpihak kepada rakyat,” tegas Dandim Trsino Widodo, mengutip atensi dari Panglima TNI, KSAD dan Danrem. Lantas, bagaimana kalau ada oknum anggota prajurit TNI masih ada yang diam-diam ikut mendukung caleg (calon anggota legislatif ) dan partai politik tertentu? Letkol Inf Trisno Widodo yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 131 Braja Sakti, dengan tegas menjawab: “Berani ikut politik praktis, prajurit TNI ditembak mati,” tandasnya.

Dalam arti lain, Letkol Inf Trisno Widodo memastikan, akan menjatuhkan sanski tegas kepada setiap prajurit TNI yang terbukti terlibat dalam politik praktis. Dia juga meminta prajurit menghindari tindakan untuk menyimpan dan menempel atribut, lambanglambang atau stiker yang berkaitan dengan partai politik, baik di sekitar rumah tempat tinggal milik pribadi maupun rumah dinas. Selain meminta anggotanya netral, Letkol Inf Trisno Widodo yang rajin blusukan untuk memupuk semangat bela negara di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, mengajak seluruh elemen masyarakat agar menyukseskan Pemilu 2014 dengan memberikan hak suara dan menjaga Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di lingkungan masing-masing.***

Trisno Widodo, Letko Inf


6

Sinamar

Pendidikan

Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

 Bupati Canangkan “Suliki Cerdas”

“Mari Tetap Berpijak dengan Budaya Lokal” “Pohon pelindung, dapat dijadikan ruang baca di bawah pohon. Jika nanti sudah tumbuh dan rindang, selain sebagai suplai oksigen bagi siswa, juga akan kita manfaatkan sebagai ruang baca alam perpustakaan sekolah.”

B

UPATI Limapuluh Kota dr. Alis Marajo Dt. Sori Marajo mengingatkan semua kompenen masyarakat di daerah ini, terutama bagi para anak didik yang masih duduk di bangku pendidikan, untuk selalu berpijak dengan budaya lokal. Bupati menunjuk contoh gerakan masyarakat kembali ke surau. “Agar di tengah kemajuan peradaban yang terus bergerak dengan dinamis, kita jangan sampai tercerabut dari akar budaya kita sendiri,” kata Bupati Alis Marajo saat melakukan kegiatan penanaman pohon pelindung di SD Negeri 03 Kurai, Kecamatan Suliki, Senin (10/3). Pada saat bersamaan Bupati Alis Marajo juga melakukan peresmian perpustakaan milik sekolah tersebut. Di bagian lain, Bupati Alis Marajo juga mengingatkan bahwa guru yang berkualitas akan menghasilkan siswa yang berkualitas pula. Sebab itu, saat kegiatan penanaman pohon pelindung di SDN 03 Kurai, Kecamatan Suliki, Senin (10/3) oleh Alis Marajo disambutnya sebagai peningkatan harkat dunia pendidikan di Limapuluh Kota. “Penanaman pohon ini menjadi helat yang sangat baik. Penampilan para siswa menjadi semangat. “Saya teringat perjuangan pemuda Suliki, yang 13 September 1945 dengan gagah berani mengibarkan bendera merah

putih di Suliki,” ujar Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo di pentas kehormatan. Diawali dengan niatan mewujudkan, “Suliki Cerdas”, oleh Kepala Unit Pelayanan Teknis Pendidikan Kecamatan Suliki, Zuhardi, Alis Marajo menyambut hal ini. Alis Marajo meminta agar Kabag Humas Muhammad.S yang hadir bersama Rakyat Sumbar untuk mencatatnya. Malahan Alis Marajo, siap untuk mengembangkan niatan ini menjadi Limapuluh Kota Cerdas. Sebenarnya, kegiatan utama Alis Marajo di SDN 03 Kurai Suliki yang terletak di puncak Bukik di Jorong Botuang itu adalah menanam pohon pelindung di sekolah tersebut. Bersama Kapolsek Suliki AKP. Yurnalis Adam, Wakapolsek, Danramil, Camat Suliki Amran Dt.Bodi, Kadinas Kehutanan dan Pertambangan, H Khalid, serta para guru selingkungan Kecamatan Suliki, Alis Marajo disuguhi berbagai penampilan dan kreativitas anak TK/PAUD dan SD. Bibit tanaman pelindung dan penghijauan diperoleh

PENANAMAN pohon perdana untuk penghijauan SD se kecamatan Suliki

sebanyak 1.750 bibit. Di alam perbukitan yang sedianya sejuk itu, kini berasap dan menyesakkan nafas, Alis Marajo yang hadir dengan masker anti asapnya, juga disuguhi oleh UPT Suliki bahwa telah hadir http://uptdpendidikan-suliki.com sebagai Website Pendidikan di Suliki yang bisa diakses sampai ke seluruh dunia. Gerakan penghijauan, dengan 1.750 bibit tanaman yang diberikan oleh Dinas Kehutana itu akan dimanfaatkan ke seluruh sekolah di kecamatan Suliki. “Pohon pelindung, dapat dijadikan ruang baca di bawah pohon. Jika nanti sudah tumbuh dan rindang, selain sebagai suplai oksigen bagi siswa, juga akan kita manfaatkan sebagai ruang baca alam perpustakaan sekolah. Kita akan lengkapi dengan meja dan kursi kecil, nantinya,” janji Zuhardi. Atraksi pencak silat, pembacaan sejarah Minangkabau dengan diikuti talempok pocik, rebana, serta dendang dan kisah-kisah Minangkabau

dibawakan dengan baik dan menghibur tetamu. Sungguh perpaduan yang menggairahkan semangat bagi Alis Marajo yang disebutnya sebagai semangat yang menggelorakan. Alis Marajo, mengaku terkenang dengan Almarhum Dr.H.Saidal Bahauddin, tokoh HMI yang menjadikan Sumbar lebih baik. Saidal Bahauddin adalah putra asli Suliki. Lalu perjuangan dan pesan sejarah agar RSUD Suliki tetap dipertahankan di Suliki. Alis Marajo mengenang sejarahsejarah perjuangan itu. Menuju Botuang, lokasi SDN 03 Kurai adalah hal luar biasa. Lokasi sekolah di atas bukit dengan jalan melingkar kini berbalut beton ini masih minim komunikasi. Sinyal seluler belum sampai ke sana. Perjuangan yang keras untuk memajukan Limapuluh Kota terus digebuk oleh Bupati Alis Marajo dan Wakil Bupati Asyirwan Yunus. Para pejabat daerah, stakeholder, serta masyarakat kompak memberikan dukungan. Limapuluh Kota Cerdas! (dsp/her)


Infrastruktur 7 REDAKSI

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

Tersedia Dana Rp750 M untuk Perbaikan Sanitasi

“Selaku Direktur Akkopsi yang bermitra dengan Asian Development Bank, Bappenas dan 11 kementerian, saya siap membantu Pemkab Limapuluh Kota dan pemkab/pemko lain di Sumbar Apalagi, pada tahun ini ada anggaran Rp750 mi-liar untuk sanitasi.”

D

IREKTUR Eksekutif Asosiasi Kota/Kabupaten Peduli Sanitasi Indonesia (Akkopsi) yang juga mantan Walikota Payakumbuh dua periode, Josrizal Zain, mengaku prihatin melihat buruknya kondisi sanitasi atau kesehatan lingkungan di nagari-nagari dalam wilayah Kabupaten Limapuluh Kota. “Saya sangat prihatin. Ternyata masih banyak nagari-nagari di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota yang belum punya akses sanitasi layak, sebagaimana diamanatkan dalam Millenium Development Goals 2015 yang disepakati Indonesia bersama 188 negara anggota PBB,” kata Josrizal Zain saat berkunjung ke sejumlah nagari, sepanjang Rabu (5/3) hingga Jumat (6/3). Dalam kunjungan tersebut, Josri-zal Zain yang ditemani Ke-tua DPRD Limapuluh Kota Darman Sahladi bersama anggota DPRD Hj Aida, Dedi Haryanto

dan Wendi Chandra Datuak Marajo, meminta Pemprov Sumbar dan Pemkab Limapuluh Kota yang sudah terdaftar sebagai anggota Akkopsi, agar mencarikan solusi terbaik atas buruknya kondisi sanitasi di 76 nagari. ”Selaku Direktur Akkopsi yang bermitra dengan Asian Development Bank, Bappenas dan 11 kementerian, saya siap membantu Pemkab Limapuluh Kota dan pemkab-pemko lain di Sumbar Apalagi, pada tahun ini ada anggaran sebesar Rp750 miliar untuk sanitasi yang bisa diberdayakan,” kata Josrizal Zain. Di bagian lain, Josrizal yang baru saja membahas persoalan sanitasi dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyebut, sanitasi sebagai persoalan serius. Karena berhubungan langsung dengan penanganan sumber penyakit manusia, seperti jamban, limbah, selokan, sam-pah, drainase, dan air bersih. “Pemda tidak boleh mengurus sanitasi setengah hati. Sebab, gara-gara sanitasi buruk, Indonesia merugi Rp58 triliun setiap tahun. Karena masyarakat harus mengeluarkan biaya pengobatan penyakit, seperti diare, disentri dan muntaber. Disamping itu, pemerintah juga harus mengeluarkan anggaran untuk penanganan air dan lingkungan yang tercemar,” kata Ke-tua Partai Demokrat Sumbar ini. Bukan itu saja, menurut peraih penghargaan Pembina Kalpataru 2012 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, persoalan sanitasi yang

buruk, telah membuat 150 ribu ibu-ibu Indonesia menangis setiap tahun. Karena anak balita mereka meninggal dunia akibat diare. “Dari 1.000 bayi di Indonesia, 50 orang meninggal setiap tahun, karena sanitasi buruk,” ujar Josrizal. Atas kondisi itu, menurutnya, tidak ada solusi paling tepat, selain serius mengurus sanitasi. “Program sanitasi yang berarti membudayakan hidup bersih demi menjaga kesehatan dan meningkatkan keselamatan lingkungan harus digalakkan,” ujarnya***

Josrizal Zain

Amiruddin Puas karena Bisa Tuntaskan Amanah Warga

A

PA yang dirasakan Amirudin begitu sebuah amanah yang dipercayakan kepadanya bisa dituntaskan sebagaimana mestinya? “Saya puas, melebihi kepuasaan apapun,” katanya. “Mudahmudahan apa yang kami lakukan ini memberi manfaat bagi kepentingan sebanyak mungkin orang,” tambah Amirudin. Amirudin berbicara dalam kapasitas sebagai Ketua KKM Ngalau Seribu Pamsimas (kelompok keswadayaan masyarakat program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) Jorong Banjaranah, Kenagarian Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Pada Selasa (18/3) lalu, Wakil Bupati Limapuluh Kota Drs. H. Asyirwan Yunus M.Si. meresmikan pengoperasian pamsimas itu, ditandai pengguntingan pita dan pembukaan kran umum. Setelah peresmian, dilakukan serah terima kegiatan pamsimas dari Ketua KKM Ngalau Seribu Amirudin pada Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum (BPS PAM), dimaksudkan untuk menjaga dan mengembangkan jaringan pelayanan air minum yang telah ada dari kran umum menjadi sambungan ke rumah-rumah warga sehingga pamsimas Jorong Banjaranah bisa berjalan lancar. Dalam sambutannya, Wabup Asyirwan mengatakan bahwa segala sesuatu yang telah dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan bisa digunakan secara tepat untuk kepentingan bersama. “Fasilitas air minum ini tentu harus dapat kita pelihara bersama-sama sehingga apa yang telah dibangun bisa bertahan lama,” katanya. Lebih jauh Wabup mengingatkan bahwa pemerintah bisa melaksanakan suatu program dan kegiatan apabila semua itu telah menempuh mekanisme yang benar. “Yang pertama kali adalah usulan kegiatan tersebut sudah masuk dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) nagari karena ini merupakan syarat untuk menuju tahap selanjutnyanya yaitu musrenbang kecamatan dan musrenbang kabupaten,” terang Asyir-

PERESMIAN pamsimas banjaranah wan. “Jadi melaksanakan pemerintahan intinya adalah melayani masyarakat dengan aturan dan melayani aparatur juga dengan aturan, tidak bisa sesuka hati,” pungkasnya. Deswanto, Wali Nagari Pangkalan, mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintah atas dibangunnya fasilitas air minum melalui program pam-

simas di Jorong Banjaranah. “Kami dari pemerintahan nagari beserta kepala jorong dan masyarakat Banjaranah mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatiannya kepada kami, semoga sasaran dibangunnya Pamsimas di jorong ini bisa tercapai,” ucap Deswanto. Deswanto mengharapkan air minum ini

bisa diakses oleh seluruh masyarakat Jorong Banjaranah yang berjumlah 1.350 jiwa dengan lebih kurang 200 KK (kepala keluarga). “Kami juga berpesan kepada masyarakat Jorong Banjaranah agar bisa memanfaatkan akses air minum ini dengan sebaik mungkin dan jadikan ini momen untuk menjalin kebersamaan untuk kita semua,” tandas Deswanto. (joy/ogi)


8

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Humaniora

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

Rehab Rumah Warga, Wabup Boyong SKPD “Dengan pelaksanaan Gerbang Gor ini maka kegiatan-kegiatan mendesak dan perlu penanganan secepatnya, tapi tidak terdapat dalam APBD, bisa kita jalankan sehingga tidak menyalahi aturan yang berlaku.”

W

AKIL Bupati (Wabup) Limapuluh Kota Drs. H. Asyirwan Yunus M.Si. punya cara tersendiri untuk mengakomodir sejumlah persoalan sosial di tengah anggota masyarakat yang dipimpinnya. Sadar dengan keterbatasan dana yang ada di APBD daerah ini, Wabup Asyirwan lalu memanfaatkan sumber potensi lain. Di antaranya, Gerbang Gor (Gerakan Pembangunan Melalui Gotong Royong), yaitu sebuah pola kegiatan Pemkab Limapuluh Kota yang memanfaatkan tradisi gotong royong sebagai motor penggerak kegiatan pembangunan. Itulah yang dilakukan Wabup Asyirwan terhadap keluarga Nureli (60) bersama 3 anaknya, yaitu Warnis (26), Riok (15) dan Daswir (30) yang menderita karena kelumpuhan. Mereka adalah warga Jorong Mangunai,

Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Selain lumpuh, keluarga ini juga memiliki persoalan sosial lainnya, yaitu menetap di bangunan rumah yang tergolong tidak layak huni. Ihwal kondisi yang dihadapi okeh keluarga itu diketahui Wabup setelah sebelumnya sempat mengunjungi secara langsung keluarga malang tersebut. Dalam kunjungan pertama itu, Wabup menjanjikan akan mengadakan kunjungan lanjutan. Maka pada Selasa (4/3), Wabup pun menetapi janjinya, bahkan lebih dari itu. Sebab, dalam kunjungan lanjutan itu, Wabup Asyirwan memboyong langsung sejumlah SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait. Dalam kunjungan lanjutan inilah, Wabup langsung memimpin kegiatan Gerbang Gor untuk membangun rumah layak huni buat keluarga itu. Sekaligus dalam kesempatan itu Wabup menyerahkan bantuan untuk kelompok tani ikan. Wabup Asyirwan di hadapan warga Jorong Mangunai mengatakan, kedatangan ia bersama rombongan kali ini dengan membawa rombongan SKPD adalah merupakan wujud kepedulian Pemkab Limapuluh Kota terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dan untuk mengakomodir persoalan dan kegiatan yang luput dari penganggaran di APBD. “Oleh karena itu, dengan pelaksanaan Gerbang Gor ini maka kegiatan-kegiatan

WABUP Asyirwan Yunus menyerahkan bantuuan kepada walinagari Ampalu Munasril (f.erwin)

mendesak dan perlu penanganan secepatnya, tapi tidak terdapat dalam APBD, bisa kita jalankan sehingga tidak menyalahi aturan yang berlaku,” jelas mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara itu, sambil menambahkan bahwa pola itu dilakukan sebagai upaya mengakali keterbatasan anggaran di APBD. Lebih lanjut Wabup menyatakan bahwa selain untuk membantu keluarga Nurleli, dalam kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan untuk Kelompok Budidaya Ikan di Nagari Ampalu. “Dulu masyarakat di sini mencari penghasilan di hutan-hutan, tapi sekarang banyak beralih profesi dengan berternak ikan, dan ini patut kita beri apresiasi setinggi-tingginya,” tandas Wabup.

Sementara itu Walinagari Munasri Dt.Panghulu Kayo mengucapkan terima kasih atas kedatangan Wabup dan seluruh SKPD ke Nagari Ampalu. “Mudah-mudahan tujuan kita dalam pelaksanaan kegiatan ini bisa tercapai dan sukses”, ucap Munasri. Di lokasi kegiatan, para SKPD tampak merogoh kantong masing-masing untuk badoncek guna memberikan bantuan sehingga terkumpul dana sekitar Rp7 juta, ditambah dana bantuan dari Baznas Kabupaten Limapuluh Kota sebesar Rp5 juta sehingga total terkumpul dana sebesar Rp12 juta. Adapun bantuan yang terkumpul, selain untuk membantu pembangunan rumah keluarga Nurleli, juga diserahkan untuk Kelompok Tani Budidaya Ikan di Nagari Ampalu. (joi/yogi)

Wabup Minta warga Tinggalkan Rumah dalam Keadaan Aman S

USAH-susah membangun rumah, dengan menelan biaya yang yang tidak sedikit, kalau kemudian hanya karena kelalaian rumah itu terpaksa menjadi hangus dan tak bisa dipakai lagi, suatu hal yang sangat disayangkan. Makanya Wabup Limapuluh Kota Drs. H. Asyirwan Yunus M.Si. meminta warganya bila hendak meninggalkan rumah dipastikan sudah dalam kondisi yang benar-benar aman. Wabup Asyirwan mengatakan hal itu ketika menyerahkan bantuan kepada Martinus (70), salah seorang warga Jorong Lombah, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, yang ditimpa kemalangan karena sebanyak dua petak rumah miliknya ludes dilalap si jago merah. Peristiwa itu terjadi pada Senin (9/3), bertepatan dengan alek penghulu di kenagarian tersebut.

“Diharapkan kepada keluarga yang tertimpa musibah bisa tabah dalam menghadapi cobaan ini, “ucap Asyirwan. Disamping itu Wabup juga mengingatkan kepada warga untuk lebih waspada terhadap api dan mengharapkan agar warga memastikan rumah dalam keadaaan aman sewaktu ditinggalkan, apalagi dalam musim kemarau saat ini. “Api sangat bermanfaat bagi kita tapi jika kita lengah dalam penggunaanya maka akan menimbulkan bencana, seperti kompor dan puntung rokok pun bisa menjadi penyebab,” ingat Asyirwan. Jilatan api padaperistiwa kebakaran itu sulit dipadamkan. Selain rumah terbuat dari papan, lokasi kebakaran juga sulit diakses karena jalan ke rumah Martinus tersebut jauh dari jalan, sehingga menyulitkan mobil

damkar memasuki tempat kejadian. “Hari tu rumah ndak baurang doh, Pak, wak pai ka tabek dakek rumah, sedangkan bini waq pai manggaleh sayua, yang lainpun sedang dilua pulo,, terang Martinus. Total kerugian dari kebakaran ini ditaksir lebih kurang Rp.50 juta karena selain menghabiskan dua petak rumah yang saling berdekatan, tidak ada satupun harta yang bisa diselamatkan. Dua petak rumah tersebut biasa ditempati Martinus bersama istrinya Misnar, dua orang anak dan seorang menantunya. Menyikapi hal ini Afdal, S.Sos selaku Kabid Bansos Dinsosnakertrans saat dikonfirmasi mengatakan bahwa akan menindaklanjuti secepatnya masalah ini. “Mudah-mudahan pengurusan dana bantuan untuk musibah

Wabup Drs.H.Asyirwan Yunus, M.Si menyerahkan bantuan kebakaran kepada Martinus di Sungai Rimbang Suliki.(f-joy)

kebakaran ini bisa kita lakukan sesegera mungkin sehingga bisa kita serahkan dalam waktu dekat,” ucap Afdal. Pada hari yang sama, Wabup juga menyerahkan bantuan kebakaran di lokasi berbeda. Kali ini musibah yang disebabkan si jago merah ini terjadi di Jorong Kampuang Potai, Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Minggu (16/ 3). Di sini sebuah rumah semi permanen milik Yusril Dt. Manih (40) ludes di lalap api. Musibah yang diduga menelan kerugian lebih kurang Rp.100 juta ini disebabkan oleh arus pendek listrik. (joy/ogi)


9

Sorot

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

PANEN ikan perdana di kolam ikan masyarakat Mangunai

 Program PUMP-PB

Dari Sambilan Berubah Menjadi Usaha Andalan “Dampak dari kegiatan yang dilakukan petani ikan tahun lalu, telah terjadi peningkatan pendapatan masyarakat penerima bantuan PUMP PB, yaitu rata rata Rp850 ribu hingga Rp1 juta per bulan, sehingga kesejahteraan masyarakat peserta program ikut meningkat pula.”

I

NGIN tahu sejauhmana usaha di subsektor perikanan di Kabupaten Limapuluh Kota memberi dampak bagi perekonomian masyarakat? Ini di antaranya: sejumlah anggota masyarakat yang sebelumnya menggantungkan perekonomiannya dari kegiatan pembalakan liar (illegal logging), berubah dengan menjadikan perikanan sebagai usaha andalan. Usaha sub-sektor perikanan di daerah ini antara lain dilakukan melalui program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB). Karena tahun sebelumnya dinilai berhasil, pada 2014 ini Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas Perikanan setempat memperoleh alokasi dana sebesar Rp650 juta. Kegiatan-nya melibatkan sebanyak 10

Pokdakan (Ke-lom-pok Pembudidaya Ikan) yang tersebar di sejumlah kecamatan. Kepala Dinas Perikanan Limapuluh Kota, Ir.Refilza, mengin-for-masikan bahwa tahun 2013 lalu sudah diberdayakan melalui kegiatan PUMP-PB se-banyak 13 kelompok yang terdapat di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Gu-guak, Harau, Pangkalan Koto Baru, Kecamatan Payakumbuh dan Situjuh Limo Nagari. Dikatakan, dampak dari kegiatan yang dilakukan petani ikan tahun lalu, telah terjadi peningkatan pen-dapatan masyarakat pene-rima bantuan PUMP-PB, yaitu rata rata Rp850 ribu hingga Rp1 juta per bulan, sehingga kesejahteraan masyarakat peserta program ikut meningkat pula. “Mereka sudah mampu me-m-biayai pendidikan putra-putri mereka ke jenjang yang lebih tinggi,” terang Refliza. Selain itu, juga mampu mengubah prilaku masyarakat dari semula sebagai peram-bah hutan (Ilegal loging) di Kecamatan Lareh Sago Halaban menjadi pem-budidaya ikan yang ber-naung pada Pokdakan Nir-wana. Begitu juga dengan masyarakat Nagari Harau, yang semula berprofesi sebagai buruh pengolah gambir beralih sebagai petani ikan di bawah

naungan Kelompok Harapan Jaya. Menurut dia, dengan kegiatan PUMPPB tersebut luas areal perkolamam meningkat sekitar 3,5 hektar. Selain itu petani ikan memanfaatkan perairan umum, seperti embung aie sonsang di Nagari Taeh Bukik, embung Lubuak Penawar di Nagari VII Koto Talago serta waduk PLTA Koto Panjang yang berada di wilayah Kabupaten Lima-puluh Kota. Tak hanya itu, dampak lain Dinas PU mulai mem-bangun infrastruktur jalan menuju ke lokasi usaha perikanan, sehingga biaya transportasi menjadi lebih rendah, setelah akses jalan memadai. “Otomatis petani ikan antusias meningkatkan jumlah produksi ikan konsumsi, sehingga masyarakat mengkonsumsi ikan segar dengan nilai gizi lebih tinggi,” tambah Refliza lagi. Diakui Refliza, sebelum adanya kegiatan PUMP-PB di Limapuluh Kota, usaha perikanan yang dilaksanakan masyarakat kebanyakan hanya sebagai usaha sambilan saja. “Setelahnya, masyarakat daerah ini menjadikan usaha pembudidaya perikanan sebagai usaha utama dan mereka sudah ada yang memanfaatkan layanan perbankkan dalam penguatan modal,” ulasnya.(mad)

 Wabup Asyirwan Yunus:

Manfaatkanlah Bantuan secara Lebih Optimal

Wabup Drs.H.Asyirwan Yunus, M.Si menandatangani prasasti peresmian bantuan Keserasian Sosial di Nagari Simalanggang. (f-ogi)

K

ENDATI didera begitu banyak kesibukan, Wakil Bupati Limapuluh Kota Drs. H. Asyirwan Yunus M.Si. masih menyempatkan diri bertemu langsung dengan masyarakat.

Lihatlah pada Rabu (12/3) lalu, Wabup meluangkan waktu untuk meresmikan pemakaian Gedung Serba Guna yang terletak di Jorong Balai Rupih Nagari Simalanggang, Kecamatan Paya-

kumbuh. Dalam acara yang dihadiri Kadis Sosnakertrans Nasriyanto ST, Camat Payakumbuh Fidria Falla, AP, M.Si, dan unsur Muspika itu, Wabup Asyirwan menyampaikan harapannya agar bantuan-bantuan yang telah diberikan pemerintah melalui Program Keserasian Sosial ini bisa bermanfaat bagi masyarakat secara optimal. “Mudah-mudahan nantinya bangunan ini bisa berdayaguna untuk masyarakat di Jorong Balai Rupih ini,” katanya. Lebih jauh Wabup mengungkapkan bahwa dari 79 nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, gedung serba guna ini merupakan yang terbesar. “Tentu kita harus beri apresiasi yang tinggi pada Nagari Simalanggang,” tandas Asyirwan. Nasriyanto, Kadis Sosnakertrans, mengatakan tugas Dinas Sosnakertrans tertuang dalam visinya yakni mewujudnya kesejahteraan sosial masyarakat yang mandiri. “Jadi kami melaksanakan tugas sesuai dengan visi tersebut dan dengan Kegiatan Forum Keserasian Sosial ini kami memfasilitasi serta mengawasi pelaksanaannya,” terang Nasriyanto, sambil berharap dengan kegiatan yang ada di Nagari Simalanggang ini akan terwujud integrasi sosial. “Mudah-mudahan ketimpangan

dan gesekan antar pemuda atau antar jorong akan berkurang,” harapnya. Sementara itu Walinagari Simalanggang Yondrivel, SH mengungkapkan rasa terima kasih warga pada pemerintah, karena dengan adanya Program Keserasian Sosial ini maka telah dapat dibangun berbagai macam fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sehari-hari. “Kami beserta masyarakat Simalanggang siap menjaga dan merawat semua fasilitas-fasilitas ini,” tegas Yondrivel. Keprianto, selaku panitia, mengungkapkan Kegiatan Keserasian Sosial Tahun 2013 ini sudah tuntas terlaksana, di mana telah dilaksanakan 4 macam kegiatan di Nagari Simalanggang, yaitu pembangunan gedung serba guna di Jorong Balai Rupih, pembangunan irigasi di Jorong Koto, Puskesri di Jorong Api-Api dan rehabilitasi Mesjid Baiturahman di Jorong Tabiang Ronah. “Tentu semua itu akan sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat Simalanggang,” lapor Keprianto. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian oleh Wabup Asyirwan Yunus setelah sebelumnya juga dilakukan pengukuhan Bundo Kanduang Nagari Simalanggang oleh Ketua Bundo Kanduang Kecamatan Hj.Kasmi Nurni. (joy/ogi).


Ekbis 10 REDAKSI

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

 LKM-A Limbanang Saiyo

TEMURAMAH - Untuk menjalin silaturahmi antar kelompok tani, BP3K Kecamatan Suliki menggelar temu ramah kelompok tani se-kecamatan setempat di halaman BP3K itu, baru-baru ini. (hendri gunawan).

“Mulai tahun ini pengelola akan mulai memberlakukan sanksi tegas bagi peminjam yang berulah tersebut. Tujuannya buat menjaga amanah yang berikan pengurus Gapoktan dan masyarakat penabung serta dinas instasi yang memberikan pinjaman hutang revolving.”

K

ESEPAKATAN sepertinya tak selalu menjadi harga mati. Kendati jelasjelas anggotanya melanggar kesepakatan terutama dalam hal pengembalian pinjaman, namun pihak pengurus tidak sertamerta menjatuhkan sanksi sebagaimanan termuat di dalam kesepakatan. Setidaknya begitu toleransi yang diterapkan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Limbanang Saiyo Kenagarian Limbanang Kecamatan Suliki terhadap para anggotanya yang kurang lancar dalam pengembalian hutangnya. Belum ada yang dijatuhi sanksi, malah sebaliknya pengurus senantiasa memberikan berbagai keringanan terhadap nasabah bermasalah. “Dalam perjalanannya LKM-A Limbanang Saiyo memang tidak terlepas dari persoalan kredit yang kurang lancar. Namun, kami belum pernah menjatuhkan sanksi terhadap anggota yang kurang disiplin dalam pengembalian kredit tersebut karena kondisinya masih mungkin untuk ditolerir,” ungkap Ketua Gapoktan Limbanang Saiyo Herdinal didampingi Kepala BP3K Suliki Adranegsih, SP kepada Sinamar di Limbanang baru-baru ini. Dikatakan, kemacetan terjadi rata-rata lantaran nasabah bersangkutan benarbenar tidak memiliki uang untuk membayar hutangnya. Penyebabnya lebih banyak karena alasan gagal panen seperti tanaman coklat yang biasanya menjadi sumber pemasukan buat mengangsur hutang, kini tak dapat diandalkan lagi lantaran gagal panen ulah serangan hama dan penyakit. Namun, mulai tahun ini pengelola akan mulai memberlakukan sanksi tegas bagi

peminjam yang berulah tersebut. Tujuannya buat menjaga amanah yang berikan pengurus Gapoktan dan masyarakat penabung serta dinas instasi yang memberikan pinjaman hutang revolving. Sanksi itu bisa saja berupa denda dan penyitaan agunan. “Saat ini kami belum mau menerapkan sanksi karena itu akan menyalahi tujuan awal pembentukan LKM-A untuk membantu petani mengakses sumber permodalan. Kelonggaran diberikan karena biasanya tunggakan terjadi kondisi perekonomian anggota bersangkutan benarbenar sulit, bukan karena sengaja mangkir dari tangungjawabnya,” tutur Herdinal. Lebih jauh Herdinal mengatakan, sejak didirikan 2,5 tahun lalu sampai kini LKM-A Limbanang Saiyo cukup mampu menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Aset semula sebesar Rp100 juta kini naik secara siknifikan menjadi Rp211,9 juta lebih. Begitu pula pendapatan yang sebelumnya hanya sebanyak Rp27,7 juta, meningkat tajam hingga Rp37,2 juta pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2013. Tak beda halnya dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang juga bertambah jadi Rp5,7 juta dari tahun lampau yang hanya Rp4 juta. Untuk bisa lebih berkembang, Herdinal menyebut Limbanang Saiyo butuh tambahan modal. Sumber pendanaan itu diharapkan dari dana revolving Pemkab Limapuluh Kota sebesar Rp100 juta dalam tahun 2014 ini. Masih buat menambah permodalan, tahun ini juga akan dilaksanakan tabungan jemput dengan sistem jemput dari rumah ke rumah sebanyak dua kali dalam seminggu. Cukup Kewalahan Dengan kondisi permodalan sekarang Limbanang Saiyo cukup kewalahan melayani permintaan pinjaman anggota. Lantaran besarnya permintaan, permohonan hari ini diperkirakan baru akan bisa direalisir pada bulan Juni mendatang. “Dengan adanya tambahan permodalan nantinya diharapkan para pemohon pinjaman tidak lagi mengantre dan masuk daftar tunggu. Sehingga para anggota yang

umumnya petani tidak kesulitan mengakses sumber permodalan,” tutur Herdinal. Dipaparkan, realisasi piutang pada tahun 2013 mencapai Rp188,3 juta lebih yang dinikmati oleh 97 orang dari 109 orang anggota keseluruhan. Bila tahun lalu pihak pengelola belum menjatuhkan sanksi tegas bagi anggota yang kurang disiplin, maka mulai tahun sekarang s a n k s i tegas akan diterapkan. Herdinal optimis Limbanang Saiyo akan terus menunjukan perkembangan menggembirakankan dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Dengan target pembiayaan sekarang Rp215 juta, ia memproyeksikan pendapatan kotor tahun depan naik menjadi Rp40 juta dan laba bersih tidak akan kurang dari Rp7 juta. Selain berusaha

HERDINAL

meningkatkan jumlah pembiayaan, lembaga keuangan ini terus membenahi kelengkapan sarana dan prasarana serta perkantorannya. Begitu pula dibidang peningkatan sumberdaya manusia pengelolanya, Limbanang Saiyo senantiasa mengirim pengelolanya mengikuti berbagai pelatihan yang diadakan dinas instansi Pemkab Limapuluh Kota serta bimbingan dari penyuluh pertanian lapangan kecamatan setempat. Sementara buat pengembangan Gapoktannya, Herdinal mengatakan kini pihaknya dengan lima Gapoktan lain di Kecamatan Suliki tengah merintis kerjasama perdagangan dengan Gapoktan di Kabupaten Pasaman Barat. Kerjasama itu berkemungkinan dalam bentuk pemasaran telur dari Kabupaten Limapuluh Kota ke Pasaman, dan sebaliknya pemasaran jagung, dedak, pinang, coklat dan lainnya dari Pasaman untuk di dijual di daerah ini. (hendri gunawan)


Sosok 11 REDAKSI

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

 Teddy Mirza Dal:

BUPATI dan Wakil Bupati LimaPuluh Kota, yaitu pasangan Alis Marajo dan Asyirwan Yunus, merupakan pasangan pemimpin yang senantiasa akur dan tak pernah terdengar berseberangan. “Pasangan ini patut menjadi contoh pemimpin Lima Puluh Kota ke depan,” kata warga Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), asal Nagari Pangkalan, Teddy Mirza Dal, kepada Sinamar di Ujuang Batu, barubaru ini. “Saya mengapresiasi Bupati Alis Marajo dan Wakil Bupati Asyirwan Yunus yang kompak dan selalu akur dalam memimpin Lima Puluh Kota. Ini berbeda dengan sebagian pemimpin di daerah lain yang kadang baru hitungan bulan sudah tidak sejalan

lagi,” ungkap mantan Ketua DPRD Kabupaten Rohul periode 2004-2009 tersebut. Keharmonisan itu terjadi karena keduanya senantiasa menjalankan tugas sesuai dengan porsi masingmasing. Selain itu diantara keduanya tidak ada yang menonjolkan ego masing-masing dalam menjalankan tugas mereka selaku pemimpin. “Mereka bisa harmonis karena mereka saling menyadari posisi masing-masing dan keduanya lebih mengedepankan kepentingan bersama,” ujar Teddy. Lebih jauh ia menilai, Bupati dan Wakil Bupati hingga kini senantiasa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik. Wakil Bupati selaku orang nomor dua terlihat sangat

menyadari fungsi dan tugasnya serta senantiasa mendukung kebijakan bupati. “Kami para perantau jelas sangat senang dengan Bupati dan Wakil Bupati kita yang sampai kini tetap akur. Saya berharap ini menjadi contoh bagi siapa saja yang memimpin daerah kita ke depannya,” t u t u r pengusaha perkebunan sawit di R o h u l tersebut. (gun)


12

Gonjong Limo

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

“Kita patut bangga dan merasa senang, sebab Kelok 9 itu merupakan jalan layang tertinggi dan termegah di Indonesia hasil karya putera terbaik bangsa ini. Begitu pula dengan monumen bela negara merupakan satusatunya monumen nasional di luar Pulau Jawa.”

S

EBANYAK tiga wakil kepala daerah dari tiga daerah berbeda dan dua provinsi bertemu dalam acara pengukuhan pengurus Gonjong Limo Kabupaten Rohul (Rokan Hulu), Provinsi Riau, masa bakti 2014-2019 di Taman Kota Pasir Pangaraian, ibukota Kabupaten Rohul, Rabu (12/3) malam. Sebagai tamu dalam kegiatan tersebut adalah Wakil Bupati (Wabup) Limapuluh Kota Drs. H. Asyirwan Yunus M.Si. dan Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar. Sementara bertindak sebagai tuan rumah adalah Wakil Bupati Rohul, Hafith Syukri, yang menyambut hangat rombongan dari daerah serumpun yang lebih dikenal dengan sebutan Luak Limopuluah itu. Selain pengukuhan pengurus Gonjong Limo, acara yang berlangsung di Taman Kota Pasir Pangaraian, Rabu (12/ 3) malam itu juga dilangsungkan pengukuhan pengurus Bundo Kanduang Ikatan Keluarga Kabupaten Limapuluh Kota/ Kota Payakumbuh “Gonjong Limo” Kabupaten Rokan Hulu. Turut dihadiri dalam acara tersebut Wakil Bupati Rohul Hafith Syukri dan Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Mukhtar Wabup Asyirwan Yunus dalam sambutannya mengharapkan warga Rohul asal Limapuluh Kota agar senantiasa memberikan kontribusi positif bagi Rohul dan selalu ingat dengan kampung halaman. Ia juga mengingatkan perantau untuk tetap menjaga motto Gonjong Limo Pasir Pangaraian men-

sejahterakan rantau, membangun kampung, dima aie disawuak di sinan rantiang dipatah. “Kita meminta warga Rohul asal Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh semakin berperan aktif di Rohul ini,” katanya. “Namun, kita juga berharap agar perantau ini tak lupa dengan kampung halaman. Bagaimanapun percepatan pembangunan kampung butuh peran perantau,” tambah mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara itu. Dalam kesempatan itu Wabup menginformasikan perkembangan Kabupaten Limapuluh Kota. Menurutnya, daerah yang memiliki luas 3.571 Km2 itu telah mendapatkan dua proyek nasional yang telah dan tengah dibangun. Proyek besar itu antar lain fly over (jalan layang) Kelok 9 yang telah selesai dan diresmikan pemakaiannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu, dan pembangunan monumen nasional bela negara di Puah Data Nagari Koto Tinggi. “Kita patut bangga dan merasa

Gonjong Limo, Potensi bagi Rantau dan Kampung Halaman “Melalui Bundo Kanduang kami senantiasa melaksanakan wirid pengajian setiap bulannya. Selain itu kami juga melakukan kegiatan sosial seperti menyantuni anggota yang mengalami sakit atau kemalangan.”

K

EBERADAAN para perantau asal Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, merupakan potensi besar yang mampu memberikan kontribusi bagi rantau dan kampung halaman. Namun, berapa potensi sebenarnya masih dalam pendataan. Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Limapuluh Kota/Kota Payakumbuh “Gonjong Limo” Kabupaten Rohul, Dedi Pondri, kepada

Sinamar di sela acara pengukuhan organisasi perantau itu di Taman Kota Pasir Pangaraian, Rabu (12/3) malam, mengatakan perkiraan sementara jumlah warga Rohul asal Limapuluh Kota dan Payakumbuh lebih dari sepuluh ribu orang. “Tetapi Dedi Pondri seluruh potensi itu belum teradministrasi dengan baik,” katanya. Para perantau asal Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh itu, menurut putera Solok Bio-bio Kecamatan Harau tersebut, menyebar di 16 kecamatan di Rohul dengan jumlah

senang, sebab Kelok 9 itu merupakan jalan layang tertinggi dan termegah di Indonesia hasil karya putera terbaik bangsa ini. Begitu pula dengan monumen bela negara merupakan satusatunya monumen nasional di luar Pulau Jawa,” papar Asyirwan. Berkaitan dengan Rohul, saat ini Pemkab Limapuluh Kota tengah membangun jalan mulai dari Pangkalan sampai ke Kapur IX hingga ke batas Limapuluh Kota - Rokan Hulu. Selain itu Limapuluh Kota juga membangun jembatan penghubung Jorong Tanjuang Jajaran Nagari Galugua dengan Rohul. “Akses transportasi ini diharapkan bisa menjadi jalur perhubungan terdekat bagi warga Rokan Hulu asal Lima Puluh Kota untuk pulang kampung atau sebaliknya,” ujar Asyirwan lagi. Sementara Wakil Bupati Rohul Hafith Syukri dalam sambutannya mengakui selama ini warga Rohul asal Limapuluh Kota senantiasa ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah setempat. Begitu pula masyarakat Rohul, mem-

punyai prinsip membangun Rohul bersama tanpa bedakan kampung asalnya. “Kita sangat mengapresiasi motto warga Rohul asal Limapuluh Kota/ Payakumbuh yang menyebutkan dima langik dijunjuang di sinan langik dijunjuang,” papar Hafith. Terkait dengan pembangunan jalan penghubung Tanjung Jajaran-Rohul, Hafith juga mengatakan Pemkab Rohul akan berusaha menyambung akses perhubungan tersebut hingga kedua daerah memiliki akses terdekat. Sedangkan Wawako Payakumbuh Suwandel Mukhtar dalam penyampaiannya Payakumbuh saat ini memiliki banyak perguruan tinggi dan menghimbau generasi muda Rokan Hulu untuk melanjutkan studinya ke kota gelamai tersebut. Dalam kesempatan itu Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Limapuluh Kota/ Kota Payakumbuh “Gonjong Limo” Provinsi Riau H Zahirman Zabir, SH, MH mengukuhkan Ketua Umum Nirwan dengan Sekretaris Umum Dedi Pontri serta Ketua Bundo Kanduang Hj. Elfi Samni, SH. (gun/herpa)

mewujudkan hubungan terbesar berada di Ujung kekeluargaan, kebersamaan, Batu, yang kemudian keswadayaan dan kekerabatan disusul di Pasir Pangasesama warga Rohul asal Luak raian dan kecamatan Limo Puluah. Selain itu juga lainnya. “Mayoritas untuk memperkokoh persatuan mereka bergerak pada dan kesatuan dengan warga usaha perdagangan, guru lainnya di rantau. dan PNS (pegawai negeri Untuk lebih efektifnya sipil),” kata Dedi. silaturahmi tersebut di dalam Makanya, salah satu organisasi Gonjong Limo ini program kami ke depan juga dibentuk persatuan Bundo adalah mendorong Kanduang. “Melalui Bundo terbentuknya Gonjong Kanduang kami senantiasa Limo di setiap kecamatan melaksanakan wirid pengajian dan setiap anggota Nirwan setiap bulannya. Selain itu diharapkan memiliki kartu kami juga melakukan kegiatan tanda anggota. Dengan sosial seperti menyantuni anggota yang begitu diharapkan pendataan dan mengalami sakit atau kemalangan,” koordinasi berjalan lebih efektif,” ujar sela Ketua Bundo Kanduang Rohul Hj. Ketua Umum Ikatan Keluarga KabuElfi Samni, SH. paten Limapuluh Kota/Kota PayaElfi menuturkan, selain silaturahmi kumbuh “Gonjong Limo” Kabupaten Rokan Hulu Nirwan di tempat terpisah. dan sosial, Bundo Kandung juga Menurut Nirwan, selama ini perantau mempunyai kegiatan pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya Luak Limo Puluah cukup mampu manusia kaum ibu. Menyoal peran menerapkan falsafah di mano bumi dipijak perantau di Rohul, lebih jauh Dedi di situ langik dijunjuang. Artinya perantau itu mampu beradaptasi dan memberikan Pondri menjelaskan saat ini terdapat empat orang yang maju sebagai calon kontribusi bagi Rohul. legislatif dan pada periode tahun 2009Lebih jauh dipaparkan, pendirian 2014 ada dua orang yang duduk di organisasi ini antara lain bertujuan dewan Rohul. (gun) sebagai wadah silaturahmi guna


13

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Gonjong Limo

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

“Selaku kepala daerah dan juga warga Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh kami menitipkan warga kami yang ada dis ini kepada pemerintah Bengkalis dan pada IKMR.”

B

ILA dua putera Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, bertemu dalam satu acara, inilah antara lain ujungnya: acara yang dimaksud menjadi ramai. Itulah yang terjadi pada Minggu (9/3), ketika digelar kegiatan pengukuhan pengurus Pelko (Persatuan Payakumbuh dan Limapuluh Kota) Kecamatan Mandau dan Minggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Suasana penyambutan rombongan Wakil Bupati Limapuluh Kota pada pengukuhan pengurus PELIKO Mandau, Riau (f-Erwin)

 Wabup Rohul Hafith Syukri:

Islamic Centre Tak Bikin

APBD Rohul Bangkrut PEMBANGUNAN Masjid Agung Madani Islamic Center Pasir Pangaraian tidak membuat bangkrut APBD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau. Sebaliknya, mendatangkan berkah bagi masyarakat dan daerah ini. “Kalau Kabupaten Lima Puluh Kota ingin membangun Islamic Centre, yakin lah itu tidak akan membangkrutkan APBD. Sebaliknya akan memberikan berkah seperti halnya Rohul yang dulunya tidak ada minyak sekarang sudah banyak sumur minyak di daerah ini,” ujar Wakil Bupati Rohul Hafith Syukri dalam sambutannya pada acara pengukuhan Ikatan Keluarga Kabupaten Lima Puluh Kota/Kota Payakumbuh “Gonjong Limo” Rokan Hulu di Taman Kota Pasir Pangaraian, Rabu (12/3). Dikatakan, daerah pemekaran dari Kabupaten Kampar tahun 1999 ini terus mengenjot pembangunan Islamic Centre. Pada tahun 2013 lalu telah dialokasikan dana sebesar Rp98 milyar dan tahun 2014 ini kembali dianggarkan sebanyak Rp164 milyar. Diharapkan masjid itu nantinya bisa menjadi Hafith Syukri pusat pengembangan Islam Internasional. Pengalokasian dana buat pembangunan masjid itu tidak membuat APBD terkuras. Malah, sebaliknya dari tahun ke tahun APBD Rohul terus naik dan kini telah mencapai Rp1,52 triliun. Lebih menggembirakannya lagi, di daerah yang memiliki luas wilayah sekitar 7.450 Km2 dengan penduduk lebih kurang 549 ribu jiwa tersebut kini juga telah memiliki sejumlah sumur minyak yang akan memberikan sumbangan pendapatan bagi Rohul. Tak hanya fisik yang megah, untuk mengelolanya di Islamic Centre itu juga ada tiga orang imam besar yang ketiga-tiganya qori internasional. Setiap imam tersebut diberi honor sebesar Rp15 juta/bulan. “Untuk para imam besar itu kami memberikan honor sebesar Rp45 juta/bulan atau Rp15 juta/ orang/bulan. Semua operasional Islamic Centre tersebut dibiayai dengan APBD,” papar Hafith. Lebih jauh Hafith mengungkapkan, selain dijadikan sebagai pusat pengembangan Islam, masjid megah itu juga bakal menjadi objek wisata religius di daerah yang berjulukan Negeri Seribu Suluk tersebut. Pembangunan kawasan Islamic Centre ini merupakan langkah pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pembangunan di bidang keagamaan dan upaya mengaktualisasikan nilai-nilai agama. “Islamic Centre ini tak hanya sebagai sarana ibadah, melainkan juga menjadi pusat seluruh aktivitas bidang keagamaan masyarakat Muslim di daerah ini dan Provinsi Riau,” tuturnya. Menurutnya, di areal masjid yang sudah dikenal khalayak luas dan di kawasan Islamic Centre itu direncanakan pembangunan sejumlah fasilitas umum dengan konsep Islami. Ini membutikan pembangunan bidang keagamaan merupakan salah satu komitmen pemerintah daerah yang memiliki 16 kecamatan serta 160 desa dan kelurahan tersebut. Dalam kesempatan itu Wabup Rohul ini juga mengungkapkan pembangunan di Negeri Seribu Suluk tersebut tidak terlepas dari partisipasi aktif warga Rohul asal Kabupaten Lima Puluh Kota. Ia berharap seluruh masyarakat daerah ini ikut berperan dalam membangun Rohul tanpa bedakan kampung asalnya. “Kami sangat mengapresiasi warga Rohul asal Kabupatn Lima Puluh Kota yang memiliki motto dima bumi dipijak disitu langik dijunjuang,” ujar Hafith sembari berharap perantau Luak Limo Puluah untuk senantiasa memperkuat silaturahmi dengan berbagai pihak di Rohul. (hendri gunawan)

Saat itu hadir dua putera Nagari Pangkalan dengan kapasitas yang berbeda. Yaitu, Arsyadjuliandi Rachman alias Andi Rachman selaku tuan rumah dengan kapasitas sebagai Wakil Gubernur Riau. Satu lagi sebagai tamu adalah Drs. H. Asyirwan Yunus M.Si., dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Limapuluh Kota. Kedua tokoh itu tampak lama terlibat pembicaraan intensif. Bukan hanya kedua tokoh dimaksud, sejumlah tokoh lainnya juga tampak hadir. Yaitu, Ketua DPRD Provinsi Riau Djohar Firdaus, dan Ketua IKMR (Ikatan Keluarga Minang Riau) H. Basrizal Koto. Termasuk juga Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Bengkalis H. Burhanuddin MH, Ketua IKMR Duri Agustiar Tanjung, dan Ketua IPMR Duri Marfit Helmi, dan ribuan anggota Pelko Mandau dan Pinggir. Karantau madang di hulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu, dirumah paguno halun”. Sesuai isi pantun yang menggambarkan kebiasaan anak Minang untuk merantau karena merasa belum berguna di kampung halaman dan untuk itu harus keluar untuk belajar ke negeri lain agar sukses. Makna pantun ini terlihat jelas dengan banyaknya orang Minang yang berdomisili di Provinsi Riau yang menandakan anak Minang mampu beradaptasi dimanapun dia berada. Selain pengukuhan pengurus Pelko yang dilakukan oleh Ketua IKMR Basrizal Koto, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan Bundo Kanduang dan Generasi Muda PELKO (GMP) Kecamatan Mandau dan Pinggir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau untuk masa bakti 20132018. Wa g u b r i A n d i Rachman dalam sambutannya mengharapkan agar para pengurus Pelko

bisa bersinergi dengan organisasi lainnya di Kecamatan Mandau dan Pinggir. “Tentu ini akan kita jalankan dan bangun bersamasama dan yang tidak boleh dilupakan adalah kekompakan dengan yang lain,” ujar Andi Rachman, politisi Partai Golkar (Golongan Karya), yang terhitung sejak 19 Februari lalu dipercaya menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau. Andi juga mengingatkan agar anggota Pelko Mandau dan Pinggir meningkatkan persatuan dan kesatuan yang lebih baik lagi. “Semua itu demi untuk kesejahteraan kita bersama,” tandas Andi, sambil menambahkan bahwa dengan kekompakan dan persatuan, yang berat menjadi ringan, dan yang susah akan menjadi mudah. “Ini filosofi hidup nenek moyang yang kita warisi secara turun-temurun,” sebutnya. Sementara Wabup Asyirwan Yunus mengungkapkan rasa kagumnya dengan begitu ramainya warga Limapuluh Kota di Duri. “Selaku kepala daerah dan juga warga Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh kami menitipkan warga kami yang ada dis ini kepada pemerintah Bengkalis dan pada IKMR,” ujar Asyirwan. IKMR adalah induk organisasi kekeluargaan warga Minang yang menetap di Provinsi Riau. Lebih jauh Asyirwan berharap dengan begitu banyaknya warga Limapuluh Kota dan dengan berbagai macam potensi ini mampu memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pembangunan yang ada di Mandau dan Pinggir. “Selamat kepada seluruh pengurus baik itu Ketua Pelko, Wanita Pelko dan Pemuda Pelko atas pengukuhan ini, mudahmudahan kebersamaan ini bisa kita jalin seterusnya,” pungkas Asyirwan. H.Desembrial selaku Ketua Umum Pelko terpilih mengatakan bahwa orang Minang khususnya Limapuluh Kota sudah ada di Mandau ini sejak tahun 1950, dibuktikan dengan adanya suatu daerah bernama Kampuang Puah yang berada di Jalan Nusantara Duri. “Saat ini kawasan tersebut sudah berkembang sesuai dengan dinamika zaman yang terdiri dari 36 IK,” kata Desembrial. Desembrial juga berharap dukungan-dukungan dari pemerintah baik secara moral maupun materil untuk kemajuan PELKO. “Kepada Bundo Kanduang dan GMP diucapkan terima kasih atas kerjasamanya dalam menyelenggarakan acara ini,” ucapnya. Sebelumnya H.Syaiful Rauf selaku Ketua Pelaksana melaporkan bahwa acara ini dihadiri lebih kurang 15.000 warga Pelko di Kecamatan Mandau dan Pinggir. Pengukuhan pengurus Pelko, Bundo Kanduang dan Generasi Muda Pelko dilakukan oleh Basrizal Koto. “Pelantikan pengurus PELKO, Bundo Kanduang dan Generasi Muda PELKO ini tidak lepas dari kerja keras seluruh warga Pelko yang berkeinginan besar untuk melaksanakan acara ini,” tutupnya. (joy/ogi)


14

Olahraga & Investasi

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

 Irwan, Pelatih Kepala:

2014, Pesenam Siap Hadapi Berbagai Iven “Sejumlah peralatan yang dibeli menjelang pelaksanaan Porprov lalu sudah banyak yang rusak. Contohnya, peralatan tambling untuk senam lantai sudah banyak yang patah. Begitu pula matras, palang sejajar dan balok keseimbangan, juga rusak dan kurang layak pakai.”

K

ENDATI menghadapi berbagai kendala, namun Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kabupaten Lima Puluh Kota tetap siap menghadapi berbagai ivent dalam tahun 2014 ini. Bahkan pada Porprov XIII tahun 2014 yang segera datang, pesenam dari daerah ini

menargetkan minimal mempertahankan medali yang telah diperoleh pada Porprov XII tahun 2012. “Kita sangat siap untuk mengikuti berbagai pertandingan, mulai dari O2SN tingkat SD, PON I Remaja Propinsi Sumbar dan Porprov XIII yang bakal digelar tahun sekarang,” ungkap Pelatih Kepala senam Kabupaten Limapuluh Kota Irwan (54) kepada Sinamar di Sarilamak, Kecamatan Harau, baru-baru ini. Namun, menurut Irwan, tidak dipungkiri sejak beberapa waktu belakangan atlitnya senantiasa menghadapi berbagai kendala dalam latihan. Untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, ia berharap perhatian dari KONI dan Pemkab Limapuluh Kota. “Salah satu kendala kami sejak beberapa waktu belakangan adalah tempat latihan yang hanya menompang di eks aula DPRD Kabupaten Limapuluh Kota di Kota Payakumbuh. Sebab, jauh hari sebelumnya aula itu sudah menjadi tempat latihan cabang tenis meja,” terang Irwan yang mantan fotografer di Humas Pemkab Limapuluh Kota itu. Sebelumnya, para pesenam ini lebih leluasa melaksanakan latihan di gedung serbaguna eks kantor Bupati Lima Puluh Kota di Kota Payakumbuh. Namun, kini pesenam tidak bisa menggunakannya lagi karena gedung itu dipakai buat gudang penyimpanan logistik, kotak suara dan kertas suara Pemilu 2014. Diakui, menumpang latihan di lokasi cabang tenis meja jelas sangat berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas latihan. Sebab, cabang tenis meja juga senantiasa memerlukan lokasi untuk melaksanakan latihan buat persiapan

berbagai iven para tahun sekarang. Selain masalah tempat, para atlit senam daerah ini juga tengah dihadapkan dengan jumlah dan kondisi peralatan yang kurang dan sudah banyak rusak. “Sejumlah peralatan yang dibeli menjelang pelaksanaan Porprov lalu sudah banyak yang rusak. Contohnya, peralatan tambling untuk senam lantai sudah banyak yang patah. Begitu pula matras, palang sejajar dan balok keseimbangan, juga rusak dan kurang layak pakai,” papar Irwan yang sudah 30 tahun menjadi pelatih senam di daerah ini. Khusus untuk menghadapi Porprov tahun sekarang pihaknya juga akan melaksanakan TC untuk cabang artisitik di Provinsi Riau dan buat cabang ritmik di Kabupaten Pasaman. Untuk Porprov itu pihaknya telah menyiapkan 25 orang atlit yang berusia 4 sampai 16 tahun. Para atlit itu juga dilatih pelatih Budi Sanjaya, Nurman Hidayat, Yulastri, Reni Essa Putri dan Yone Yuliasari. Menyinggung prestasi pada Porprov lalu, lebih jauh Irwan mengatakan pesenam daerah ini mampu merebut 2 emas, 4 perak dan 1 perunggu. (hendri gunawan)

Irwan

 Edi Sialang:

Kapur IX Ditempuh Tronton Agar Investasi Bisa Masuk AGAR dilirik investor, Kecamatan Kapur IX di Kabupaten Limapuluh Kota butuh akses transportasi yang memadai. “Selagi jalan ke kecamatan terujung di Luak Limo Puluah itu sulit dilewati, jangan terlalu berharap ada investor yang mau berinvestasi,” kata H. Aditiwarman atau yang lebih dikenal dengan sebutan Haji Edi Sialang di Ujung Batu, baru-baru ini. “Saya berharap jalan PangkalanSialang Kecamatan Kapur IX diperlebar hingga bisa dilewati truk bertonase tinggi (tronton). Bila jalur tersebut bisa ditempuh kendaraan besar, saya optimis investasi di Kapur IX berkembang pesat,” ujar Edi Sialang. Bila investasi berjalan dan berkembang, bisa di-

Asyirwan Yunus

pastikan Pendapatan Asli Daerah akan meningkat. Namun, jika akses ke wilayah yang memiliki kekayaan batubara dan bijih besi itu hanya dapat ditempuh dengan kendaraan kecil, sulit diharapkan investor untuk menanamkan modalnya. Sebab, ongkos transportasi kendaraan kecil jauh lebih besar. “Kalau jalan sempit dan hanya bisa dilalui kendaraan angkutan kecil, siapa mau berinvestasi. Sebab, ongkosnya jauh lebih besar,” ujar pengusaha besar yang putera asli Sialang tersebut sembari menyatakan siap meminjamkan biaya untuk pelebaran jalan ke Kapur IX tersebut. Menjawab aspirasi perantau tersebut, Wakil Bupati Limapuluh Kota Asyirwan Yunus mengatakan pembangunan jalan di Kapur IX segera dilaksanakan pemerintah. Akses

Edi Sialang

transportasi itu bahkan akan dibangun hingga tembus ke Kabupaten Rohul. “Saat ini pemerintah tengah membangun jalan mulai dari Pangkalan sampai ke Kapur IX hingga ke batas Lima Puluh Kota Rokan Hulu. Selain jalan, kita juga membangun jembatan penghubung Jorong Tanjuang Jajaran Nagari Galugua dengan Rohul,” ucap Wabip Asyirwan. (gun)


15

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Peristiwa REDAKSI

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

WARTAWAN bersama Kapolsek Harau dan anggota Intelnya

“Laporan Korban sudah kita terima. Kasus ini masih kita selidiki, siapa sebenarnya pelaku itu. Pihak kepolisian telah siap memberi perlindungan terhadap korban. Korban kita minta tenang namun waspada, polisi siap memberi perlindungan.”

M

UHAMAD. S, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Limapuluh Kota, meminta perlindungan ke jajaran Polsek Harau. Pasalnya, pria yang lama malang-melintang sebagai praktisi media massa itu mengaku menjadi korban teror dan pemerasan seseorang yang mengaku Ketua Pemuda Pancasila. Kenyamanan seorang warga Tarantang, Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota, Muhamad, yang lebih akrab

dengan panggilan M Siebert oleh kalangan Pers di Luak Limopuluah, tiba-tiba terganggu akibat mendapat ancaman dari seseorang yang tak dikenalnya, sejak Senin (10/3) sore. Berdasarkan informasi di kepolisian, hal itu dialami korban saat siang itu dirinya sedang bertugas bersama rombongan Bupati Limapuluh Kota, di Kurai, Kecamatan Suliki, dalam rangka penaman perdana pohon penghijauan SD se-kecamatan itu. Ketika berada di perjalanan menuju Payakumbuh, tiba-tiba saja Siebert, yang mantan Ketua PWI Payakumbuh/Limapuluh Kota, dan wartawan senior sejumlah media pusat dan daerah itu, menerima sebuah pesan singkat dari telepon selulernya yang dikirim oleh seseorang mengaku bernama Ajo Nazar alias Nazar Tanjung. Dalam pesan singkat tersebut, pelaku mengaku sebagai Ketua Pemuda Pancasila dan meminta korban untuk menghubunginya. Setelah berpikir sejenak dan ingat nama Nazar Tanjung, walaupun belum pernah bertatap dan mengenalnya secara langsung, M Siebert menelpon dan menanyakan apa yang akan disampaikan penelepon itu. “Ado apo, Jo?” Penelpon itu langsung

mengatakan, orang tuanya sakit di Jakarta dan memohon bantuan Siebert Rp 2 juta dulu dan mengirimkan melalui pesan SMS Rekening di BRI atas nama orang lain yakni atas nama Zulhefni. Untuk biaya orang tuanya yang sedang sakit dan butuh biaya untuk menjalani operasi pada malam harinya. “Tolong bana kanda. Ko ajo harapkan bana kanda. Ajo yakin kanda bisalah.Ambo tunggu ya kanda?. Terimakasih. Salam hormat: Dari Ketua/PP.Pemuda Pancasila (Nazar Tanjung Ajo Nazar)” Belum sempet di balas, masuk lagi SMS baru yang berbunyi : Dikaja waktu bana ajo kanda, mintak tolong bana kanda. Atas nama meminjam ajo 2 jta dulu samo kanda ndak masalah di kanda. 3 hari paling lambek ajo kembalikan dana kanda yang ajo pakai. Karena merasa didesak terus, lalu siebert menulis SMS berbunyi : Yo dd...dg sangat menyesal, setelah kd usahakan menelpon kawan2, ndak ado yang bsa membantu kini, krna kd jauh dari kota, ndak ado dana kawan2 yg bisa ditransfer saat kini. Mudah-mudahan orang tua dd cepat sembuh, urusan dd lancar, dan kd bsa membantu di lain waktu. Mhn maaf sekali lai...amiin. Membaca SMS itu, oknum tak dikenal Muhamad itu, langsung merasa emosi

dengan mengirim sejumlah sms yang bernada ancaman dan teror. Setidaknya ada 11 SMS, terakhir dikirim sekitar jam 11.00, Selasa (11/3) kemarin, berbunyi : Anjiang ang ingek yo rumah waang den baka hariko tnggu anjiang.” Tak senang dengan sikap pelaku yang memaksa, Siebert pun tak mau memenuhi permintaan itu. Karena kemauannya tak dipenuhi, pelaku lalu kembali mengirimkan SMS pada korban yang berisikan ancaman. Merasa khawatir keselamatannya terancam, korban akhirnya melaporkan peristiwa itu dan meminta perlindungan ke kantor polisi. Kapolsek Harau, AKP. Wanhar Lubis dikonfirmasi wartawan, Selasa (11/3) membenarkan adanya laporan pengancaman yang dialami M Siebert. “Laporan Korban sudah kita terima. Kasus ini masih kita selidiki, siapa sebenarnya pelaku itu. Pihak kepolisian telah siap memberi perlindungan terhadap korban. Korban kita minta tenang namun waspada, polisi siap memberi perlindungan. Rumah pelapor akan kita jaga, kita siap memberi perlindungan dan menerima laporan dalam masa 24 jam. Bahkan nomor hp kita berikan kepada Siebert,” ujarnya.(gun/dd)

Irwan Putra, Tukang Ojek Nyaris Tewas Ditikam OTK

K

EPOLISIAN Resort Kota (Polresta) Payakumbuh masih melakukan penyelidikan dan perburuan terhadap pelaku dugaan pencurian yang menyebabkan seorang tukang ojek , Irwan Putra (35), warga Tanjung Pati, Kecamatan Harau, kritis karena dihujam dengan senjata tajam. Pembunuhan berencana itu dilakukan seorang penumpang yang belum diketahui identitasnya. Dari Informasi yang berhasil di himpun Sinamar, dilokasi kejadian, di jalan setapak di daerah Solok Pinang Jorong Lareh Nan Panjang Nagari Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh, korban diketahui disewa oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) untuk ke daerah Mungka, namun diperjalanan OTK tersebut minta diantar ke lokasi kejadian. “Hingga kini, kita masih melakukan penyelidikan terhadap kasus yang dialami oleh seorang tukang ojek asal Tanjung Pati. Kita juga masih memburu pelaku yang menyebabkan korban menderita luka tusukkan dibeberapa bagian tubuh. Alhmadulillah, walau korban mengalami luka-luka dengan 250 jahitan, korban sudah bisa diajak bicara. Pelan-pelan akan kita minta keterangannya”, sebut Kapol-

res Payakumbuh, AKBP. Rubintoro Suhada melalui Kasat Reskrim. AKP. Albert Zai kepada Wartawan. Menurut Albert, dari keterangan korban , pelaku naik jasa ojeknya dari simpang Tanjung Pati Empat Tanjung Pati, meski baru sekali memakai jasa ojek korban, namun pelaku terlihat akrab dengan korban. Karena tidak curiga dengan pelaku, korban melayani keinginan pelaku untuk mengantarnya. Menurut korban, pelaku sempat membeli cutter/pisau disebuah warung yang tak jauh dari daerah Dangung-dangung. Setelah membeli cutter, pelaku minta diantar ke daerah Sungai Beringin, dengan alasan pelaku akan membeli kambing. Namun diperjalanan, pelaku yang berada dibelakang korban, langsung menggorok leher korban. Sempat terjadi perkelahian diantara keduanya, hingga korban berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan warga. Aksi kejahatan ini terjadi di wilayah Hukum Polres Payakumbuh, pada Jumat (14/3), sekitar pukul 19.30 Wib.Dari Informasi yang berhasil di himpun di lokasi kejadian di Jalan setapak di daerah Solok Pinang Jorong Lareh Nan Panjang Nagari Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh

Kabupaten Lima Puluh Kota, korban diketahui disewa oleh Orang Tidak Dikenak (OTK) untuk ke daerah Mungka, namun diperjalanan OTK tersebut minta diantar ke lokasi kejadian. “Kejadian sekitar pukul 19.00 Wib, saat itu korban berlari kepemukiman warga, sambil berteriak mintak tolong dan berlumuran darah. Warga yang datang langsung memberikan pertolongan. Tak lama Polisi datang dan membawa korban kerumah sakit”. sebut Ramli (58) warga sekitar.

Hingga kini Polisi masih melakukan penyelidikan dilokasi kejadian. Dari informasi polisi, korban menderita luka dileher dan perut robek dengan 250 jahitan. Polisi menduga korban hendak dirampok oleh pelaku. “Hingga kini kita masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, barang bukti sepeda motor korban jenis Mio J yang masih baru dan tidak memiliki nomor Polisi sudah kita amankan, pelaku diduga sempat melakukan perlawanan”, sebut Kasat Reskrim, AKP. Albert Zai.(dd)


16

Angropolitan

“Selama ini sejumlah industri yang membutuhkan katechin sebagai bahan baku industerinya, membeli katechin dari Singapura. Padahal katechin yang dijual di Singapura itu berasal dari gambir, yang sebagian besar dihasilkan di sini.” HARGA gambir sejak sekitar dua tahun terakhir hampir tidak pernah lagi menunjukkan gejala akan membaik. Justru kabar terbaru yang diterima menyebutkan, sejumlah importir gambir dari negara tujuan ekspor, yaitu India, menyetop untuk membeli komoditas gambir dari Indonesia. Nasib petani gambir makin tidak berketentuan? Boleh jadi. Tapi bagi Ir. Rinaldi, Ketua DPP Apegi (Asosiasi Petani Gambir Indonesia), keputusan para importir gambir di India itu bukan berarti “kiamat” bagi para petani gambir, terutama di Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan sentra utama produsen gambir di Sumatera Barat. “Saya justru menilai hal itu sebagai langkah awal untuk bangkit,” katanya. Caranya? “Para petani gambir harus komit untuk menghasilkan gambir berkualitas,” katanya. Kalau upaya itu berhasil dilakukan, menurut Rinaldi, ia yakin gambir akan bisa dijual minimal Rp25.000/kg, jauh di atas harga terakhir di pasaran yang hanya bergerak dengan kisaran Rp12.000-Rp14.000/kg. “Kalau sudah Rp25.000/kg, para petani pemilik ladang gambir sudah diuntungkan,” katanya. Berupaya menghasilkan gambir bermutu hanya satu langkah yang dilakukan Rinaldi untuk mengatrol kembali harga jual gambir di pasaran. Langkah strategis lainnya adalah dengan memutus mata rantai perdagangan gambir yang lumayan panjang selama ini, yang membuat

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

Tanjung Pati. Sebagian cost menjadi tinggi. dana lainnya untuk Sebab, menurut biaya pembangunan Rinaldi, mata rantai rumah produksi dan perdagangan yang operasional kelompok. panjang itu, Kelak kalau sudah sepenuhnya menjadi dioperasikan, menurut beban petani. Rinaldi, mesin pengolah Upaya memutus gambir itu akan mampu mata rantai mengolah sekitar 700 kg perdagangan ini daun gambir menjadi dilakukan dengan cara kandungan-kandungan menjual langsung gambir yang kandungan utama dibutuhkan dunia gambir, katechin, ke industeri seperti pihak-pihak produsen katechin dan bahanyang membutuhkan, bahan kandungan terutama yang di lainnya. “Kita akan dalam negeri. Selama menerapkan kontrol ini sejumlah industri Rinaldi mutu yang ketat yang membutuhkan sehingga produksi katechin sebagai yang dihasilkan benar-benar dari bahan baku industerinya, membeli kandungan yang dibutuhkan oleh katechin dari Singapura. “Padahal pasar,” jelasnya. katechin yang dijual di Singapura itu Selain di Koto Alam, menurut berasal dari gambir, yang sebagian Rinaldi, rumah produksi serupa juga besar dihasilkan di sini,” ia tersebar di enam kenagarian lainnya menambahkan. di Kabupaten Limapuluh Kota. Kalau Untuk mengaplikasikan kelak ketujuh rumah produksi itu gagasannya, alumnus UGM (Universudah beroperasi dengan kapasitas sitas Gajah Mada) Yogyakarta ini masing-masing 700 kg daun gambir/ bersama kelompok tani yang hari, maka secara total akan mampu dipimpinnya, saat ini sedang mengolah 5 ton daun gambir menjadi membangun rumah produksi gambir bahan kandungan gambir yang di Kenagarian Koto Alam, dibutuhkan oleh dunia industeri. Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Bagi Rinaldi, angka produksi Kabupaten Limapuluh Kota, sebanyak itu dinilai sudah cukup Sumatera Barat. “Ditargetkan dalam memadai untuk bergaining atau dua bulan ke depan rumah produksi menandatangani MoU (memorandum gambir ini sudah bisa dioperasikan,” of understanding) dengan dunia tambahnya. industeri yang membutuhkan katechin Didanai APBN melalui sebagai bahan utama produknya. Kementerian Dalam Negeri, “Kita sejauh ini juga telah menjajaki menurut Rinaldi, dari Rp75 juta dana langkah ke arah sana,” tambahnya. yang dialokasikan untuk “Beberapa di antaranya malah sudah membangun rumah produksi gambir mendekati tahap finalisasi,” sebut itu, sebanyak Rp40 juta di antaranya Rinaldi. dimanfaatkan buat pengadaan Kalau kelak rumah produksi mesin produksi gambir, yang dihasilkan para mahasiswa Politani Universitas Andalas (Unand) di

gambir telah beroperasi dengan kualitas produk yang terjamin, dan pada gilirannya upaya seperti itu memang mampu mendongkrak nilai jual gambir; Rinaldi yakin para petani gambir yang selama ini terjebak dengan pola-pola tidak baik dalam memproduksi gambir, akan mengikuti tata cara yang dilakukan oleh rumah produksi gambir yang digagasnya itu. “Kebanyakan masyarakat menunggu bukti, baru mau melakukan sesuatu yang dianggap baik,” dalih Rinaldi. Kalau sekadar retorika dan teori belaka, tambahnya, diyakini tidak banyak petani yang tertarik diajak berbuat ke arah yang lebih baik. “Bisa-bisa kita hanya menjadi sasaran cemoohan. Maklum, sebagian di antara mereka selama ini sudah keenakan memproduksi gambir sesukanya.” Melibatkan kelompok dalam upaya mengelola dan mengoperasikan rumah produksi gambir, menurut Rinaldi, tentunya bukan tanpa tujuan. “Dengan berkelompok, bargaining para petani makin kuat, dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh arus kepentingan lain, terutama pemilik modal yang selama ini terkesan mengeksploitasi petani tanpa sama sekali memikirkan nasib mereka,” tandasnya. Cara berkelompok juga diyakini sebagai upaya membebaskan petani gambir dari jeratan para pengijon, yang selama ini terkesan seakan “berladang” di punggung petani gambir. “Murah atau mahalnya harga gambir hampir tak berpengaruh kepada para pengijon,” sebutnya. “Justru yang sering merasakan akibatnya adalah para petani, terutama di saat harga gambir jatuh,” ia menambahkan. (e2)


Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

17 Musrenbang

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

 Buka Musrenbang

“Karena kita beranggapan begitu pentingnya Musrenbang ini, saya tidak mau ada kepala SKPD diwakili,”

B

UPATI Lima Puluh Kota Alis Marajo tidak mau musyawarah pembangunan (musrenbang) kabupaten setempat dianggap sebagai rutinitas semata. Melainkan harus mampu menghasilkan rencana pembangunan yang lebih baik dan menyentuh kepentingan masyarakat. Terkait dengan itu, Alis mewanti-wanti agar para kepala SKPD yang mengikuti musrenbang itu tidak ada yang diwakili oleh bawahannya. Selain itu ia juga meminta para pesertanya tidak asal bicara, melainkan benar berperan aktif dalam menyusun dan memberikan masukan dalam musrenbang tersebut. “Karena kita beranggapan begitu pentingnya Musrenbang ini, saya tidak mau ada kepala SKPD diwa-

kili,” tegas Alis dalam sambutannya pada acara pembukaan musrenbang Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2014 di gedung Shago Bungsu Tanjung Pati, Rabu (26/3). Dikatakan, pembangunan daerah yang ingin diwujudkan sesuai Perda nomor 14 tahun 2011 tentang RPJM adalah terwujudnya kebersamaan, kemakmuran dan kesejahteraan di Lima Puluh Kota yang bernuansa adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullal dalam NKRI. Untuk mencapai visi itu telah ditetapkan sembilan misi dan enam prioritas pembangunan. Prioritas tersebut antara lain reformasi birokrasi, ketahanan pangan, pengembangan kawasan strategis, penanggulangan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. Dalam reformasi birokrasi sejak tiga tahun belakangan telah dilakukan berbagai upaya yang diantaranya menciptakan berbagai regulasi terutama dalam kerangka menjabarkan tuga-tugas yang berkaitan dengan kewenangan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi, tugas-tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Sementara dalam rangka meningkat proporsi konsumsi masyarakat yang memenuhi standar dan serta untuk menjamin kecukupan pangan penduduk dan menghindari kerawanan pangan, perlu dilakukan

BUPATI saat membuka musrenbang di gadung Shagoi Bungsu, Rabu (26/3). (hendri gunawan)

peningkatan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas serta lainnya. Sedangkan dalam pengembangan kawasan strategis, daerah ini telah dibagi menjadi kawasan pengembangan ekonomi, sejarah dan pemerintahan yang antara lain IKK Sarilamak, Mungka, Pangkalan dan Gunuang Omeh. Berikut dalam persoalan penanggulangan kemiskinan, papar Bupati, daerah yang PDRB-nya masih didominasi sektor pertanian ini perlu menumbuhkan wirausahawan baru pada sektor pertanian, perikanan, industri dan perdagangan, peningkatan SDM pelaku usaha. Selain itu peningkatan penyerapan angkatan kerja melalui peningkatan investasi, akses kepada informasi peluang kerja dan usaha, modal, teknologi dan pemasaran bagi pelaku usaha. Sedangkan pada bidang pembangunan pendidikan untuk tahun 2015 diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan peningkatan kualitas peserta didik. Begitu pula pada bidang kesehatan akan ditekankan pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, peningkatan kualitas pelayanan dan kemampuan tenaga kesehatan, membudayakan perilaku hidup

sehat dan upaya menciptakan lingkungan sehat serta peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Kita berharap program dan kegiatan pembangunan yang dirumuskan dalam musrenbang ini dapat menjadi target kinerja pembangunan daerah tahun 2015. Untuk itu, para peserta musrenbang harus berperan aktif dalam menyusun dan menanggapi atau memberikan masukan,” ucap Bupati. Pada kesempatan itu bupati juga meminta, memberitahukan kepada masyarakat kalau usulan yang tidak tertampung di dalam APBD akan diusulkan melalui pemerintah propinsi kepada pemerintah pusat secara singkronisasi. “Kalau kegiatan itu tidak bersifat fisik sedangkan APBD kita belum bisa menampung tentunya ini akan kita usulkan kepada pemerintah propinsi sebagai tugas-tugas dekonsentrasi,” terang Bupati. Dana dekonsentrasi yang masuk kepada kita, lanjutnya, harus melalui kesepakatan antara bupati dengan gubernur. Antara MoU bupati dan gubernur atau setidak MoU antara kepala dinas propinsi dengan kepala dinas kabupaten/kota. Bupati juga mengingatkan tidak ingin ada penyimpangan atau penyelewengan dan kewenangan dalam menjalankan program-program di masa mendatang. (hendri gunawan)

Musrenbang Lewati Berbagai Tahapan MUSYAWARAH pembangunan (musrenbang) RKPD Kabupaten Lima Puluh Kota bermaksud untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap rancangan RKPD tahun 2015. Sedangkan tujuannya buat mengklarifikasi usulan, mempertajam indikator kinerja program dan kegiatan prioritas daerah serta menyepakati prioritas pembangunan daerah serta program dan kegiatan prioritas. Demikian Kepala Bappeda Kabupaten Lima Puluh Kota Ir. H. Novyan Burano dalam laporannya selaku ketua panitia musrenbang kabupaten setempat di gedung Shago Bungsu, Rabu (26/3). “Musrenbang ini diharapkan memberikan hasil seperti adanya daftar prioritas pembangunan berupa fokus dan sasaran pembangunan. Selain itu disepakatinya rencana pembangunan atau kegiatan daerah tahun 2015 serta tersusunnya RKPD tahun 2015 yang jelas, terukur dan rasional,” ungkap Novyan.

Dikatakan, musrenbang yang dilaksanakan ini telah melewati serangkaian tahapan mulai dari tingkat nagari guna menampung usulan kegiatan pembangunan yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat. Berikutnya musrenbang di kecamatan buat penajaman priorita usulan program atau kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan. Selanjutnya dibawa ke forum SKPD guna menyelaraskan antara prioritas usulan setiap kecamatan dengan prioritas program dan kegiatan pada rancangan Renja setiap SKPD. Berikut, buat menyelaraskan Rancangan Renja dengan rancangan RKPD diadakan Focus Group Discussion (FGD) rancangan RKPD. Setelah itu dilanjutkan dengan Musrenbang RKPD tingkat kabupoaten. “Hasil musrenbang RKPD di tingkat kabupaten ini akan kita jadikan bahan penyusunan rancangan akhir RKPD kabupaten dan sebagai bahan masukan untuk membahas rancangan RKPD provinsi dan musrenbang RKPB provinsi,” jelas Novyan. Musrenbang tersebut diikuti oleh sekitar 200 orang yang terdiri dari SKPD, DPRD, akademisi, LSM atau ormas, tokoh masyarakat dan berbagai unsur lainnya. (gun)


Monas PDRI 18 REDAKSI

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

Dirjen Pothan Tinjau Lokasi Monumen PDRI Harus Tuntas “Kita mengharapkan agar menjelang berakhirnya masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini salah unit di monumen PDRI ini dapat diresmikan,”

P

EMBANGUNAN monumen nasional Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Aie Angek Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh tidak boleh berhenti, melainkan harus tuntas. Kalau ada hambatan, perlu segera dicari tahu apa penyebab dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mempercepat penyelesaiannya. Demikian Ditjen Pothan Kemhan Timbul Siahaan menjawab Sinamar di sela peninjauan pembangunan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi, Rabu (26/3). “Kita kan sudah melihat kondisi pembangunan monumen itu. Apa yang sudah dilakukan dan yang harus dilakukan akan kita bicarakan dalam rapat koordinasi usai ini. Yang pasti komitmen pemimpin kita adalah monumen ini harus jadi,” tegas Timbul. Timbul berjanji akan mendukung dan melaporkan perkembangan pembangunan monumen tersebut kepada Menteri Pertahanan. Sebab, ia mengetahui monumen itu merupakan sesuatu yang sangat diimpikan dan dirindukan masyarakat Koto Tinggi. Sementara dalam rapat evaluasi dengan pemerintah propinsi,

TINJAU - Ditjen Pothan Kemhan Timbul Siahaan meninjau pelaksanaan pembangunan Monumen PDRI di Koto Tinggi sekaligus memimpin rapat evaluasi di kabupaten setempat, Rabu (26/3). (hendri gunawan)

kabupaten dan kementerian terkait yang langsung dipimpinnya, Timbul berharap bisa mendapatkan data kondisi terakhir pembangunan monumen ini. Data hitam di atas putih tersebut akan menjadi bahan untuk berikutnya dilaporkan kepada Kemhan. “Secara garis besar kita sudah melihat perkembangan pembangunan monumennya. Agar bisa memberikan laporan yang utuh kepada Kemhan, kami butuh data terakhir pembangunannya dari semua pihak yang terlibat dalam pembangunan monumen ini secara tertulis,” papar Timbul. Dalam kesempatan itu Dirjen Pothan ini juga mengajak semua peserta rapat koordinasi berdoa bersama agar pembangunan monumen itu tetap berjalan lancar hingga tuntas. Sedangkan Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim

Kasim dalam penyampaiannya menjelaskan, sampai kini pembangunan monumen tersebut telah menghabiskan dana dari Kemendiknas hampir Rp20 milyar. Selain itu juga dukungan dari pemerintah propinsi dan kabupaten sekitar Rp10 sampai Rp15 milyar dalam bentuk pembangunan infrastruktur jalan dan lainnya. Dikatakan, untuk bangunan sudah menghabiskan dana sekitar Rp20 milyar. Untuk menyelesaikan unit ini diperkirakan butuh biaya hingga Rp80 milyar. Berarti untuk penyelesaiaannya masih butuh b iay a Rp50 milyar

HANGAT - Ditjen Pothan Kemhan Timbul Siahaan bersalam hangat dengan Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo usai mengelar rapat evaluasi pelaksanaan pembangunan Monumen PDRI di daerah itu, Rabu (26/3). (herpa)

hingga Rp60 milyar lagi. “Kita mengharapkan agar menjelang berakhirnya masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini salah unit di monumen bela negara ini dapat diresmikan,” pinta Muslim. Terkait dengan itu diharapkan dukungan Kemhan agar dapat melakukan pertemuan dengan kementerian terkait untuk bergotong royong memberikan sharing buat pembangunan monumen ini. Baik itu Kemendagri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terlebih Kemendiknas yang selama ini selalu memberikan suport dan juga telah berjanji untuk tahun 2015 akan menambah anggaran sebesar Rp50 milyar lagi. Selain itu juga dari Kementrian Sosial dan Kimpraswil untuk memberikan dukungan pembangunan infrastruktur. Terlebih untuk percepatan atau memperpendek akses dari lokasi melalui Palupuah Kebupaten Agam. Pada bagian lain Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo mengungkapkan masyarakat Koto Tinggi sudah sangat lama merindukan berdirinya sebuah monumen buat memperingati PDRI. Masyarakat berharap agar jangan sampai pembangunan monumen bela negara yang tengah dibangun terbengkalai. Dikatakan Alis, hari bela negara dan PDRI merupakan peristiwa kelangsungan nyawa republik ini. PDRI merupakan sebuah upaya membentuk pemerintahan darurat di Sumatera Barat buat menyelamatkan sekaligus menunjukan kepada dunia bahwa Negara Republik Indonesia masih ada. (gun/herpa)


Politik 19 REDAKSI

“Pelanggaran yang paling dominan, yakni pemasangan APK (alat peraga kampanye) di kayukayu di tepi jalan. Serta menyalahi ukuran alat peraga kampanye yang telah ditetapkan oleh KPU.”

S

EBANYAK ribuan alat peraga kampanye ( APK) berupa baliho serta selembaran lainnya, yang menyalahi aturan berkampanye, dicopot paksa tim gabungan Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (24/3). Tim gabungan yang terdiri dari Panwaslu,KPU, Polri serta Satpol PP itu, bergerak di 13 kecamatan se Kabupaten Limapuluh Kota. “Hari ini, Alat Peraga Kampanye yang menyalahi aturan, dicopot. Pencopotan alat peraga kampanye itu, dilakukan di 13 kecamatan se Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkap Rita Murni, Ketua Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Limapuluh Kota. Pencopotan alat peraga kampanye serentak di 13 kecamatan itu, dilakukan berdasarkan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013. Seluruh Alat Peraga Kampanye yang sengaja dicopot, karena

telah melanggar aturan berdasar Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013. Kita pastikan, seluruh APK yang melanggar, tidak ada kata ampun, sebab pelanggaran kampanye memang tidak bisa ditoleran lagi,” tegas Rita Murni. Pelanggaran dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013, seperti alat peraga kampanye ukuran yang telah ditetapkan KPU serta melanggar tata cara dalam pemasangan alat peraga kampanye tersebut. “Pelanggaran yang paling dominan, yakni pemasangan Alat Peraga Kampanye di kayu-kayu di tepi jalan. Serta menyalahi ukuran alat peraga kampanye yang telah ditetapkan KPU,” ujarnya lagi. Seluruh alat peraga kampanye yang dicopot tersebut, seperti baliho, poster serta selebaran lainnya, bakal disita Panwaslu serta Satpol PP Kabupaten Limapuluh Kota. Selanjutnya, alat peraga kampanye yang menyalahi aturan tersebut, digudangkan oleh Panwaslu Kabupaten Limapuluh Kota sebagai bukti

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

pelanggaran. “Kita akan mendata, berapa jumlah dan pemilik alat peraga kampanye yang disita hari ini. Berkemungkinan, pencopotan alat peraga kampanye yang menyalahi aturan ini, akan terus dilakukan hingga beberapa hari mendatang,” ungkapnya lagi. Panwaslu Kabupaten Limapuluh Kota akan terus berkoordinasi dengan KPU dan Satpol PP serta penegak hukum untuk memonitoring alat peraga kampanye yang menyalahi aturan tersebut. Pencopotan akan terus dilakukan hingga tingkat jorong se-Kabupaten Limapuluh Kota. Ir. Rinaldi, caleg (calon anggota legislatif) DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dari Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya), menyatakan menyambut baik langkah yang ditempuh Panwaslu Limapuluh Kota dalam upaya menertibkan APK. “Karena apa yang dilakukan oleh Panwaslu sesuai dengan ketentuan dan perundangundangan yang berlaku, kita menyatakan mendukung,” kata Rinaldi. Rinaldi yang sejumlah balihonyo dalam ukuran besar juga ikut diturunkan, mengaku mengikhlaskannya. “Itu sudah sebuah konsekuensi logis,” katanya. Ditanya kenapa tetap memasang baliho, sementara ia tahu aturan yang melarang untuk melakukan itu, Rinaldi mengaku karena hampir semua caleg melakukan hal yang sama, ia mengaku rugi kalau tidak berbuat hal yang serupa. “Walau sejujurnya saya menyadari, pemasangan baliho, spanduk, dan lainnya itu bukan sebagai sarana yang efektif untuk menggalang simpati massa,” katanya. Bagi Rinaldi, di tengah

tingkat kesadaran politik masyarakat yang makin membaik, yang akan menjadi acuan pemilih untuk menjatuhkan pilihan politiknya tetap pada pendekatan kualitas si caleg bersangkutan, bukan pada alat peraga. “Kalau seorang caleg dinilai memiliki kemampuan tertentu, terlebih telah membuktikan kemampuannya untuk berbuat di tengah masyarakat sesuai batas-batas kompetensi yang ia miliki, tanpa memasang baliho yang besarbesarpun diyakini masyarakat akan tetao menjatuhkan pilihan politiknya kepada caleg yang bersangkutan,” katanya. “Masyarakat kita sekarang sudah banyak yang melek politik,” ia menambahkan. Tapi seorang pengamat politik lokal yang enggan ditulis jatidirnya justru berpendapat lain. Dikatakan si pengamat itu, kalau APK caleg jarang yang tampil ke publik, berbeda dengan APK parpol, dicemaskan hanya akan menguntungkan pada caleg yang menempati nomor urut pertama. “Bukan tidak mungkin masih banyak di antara pemilih kita yang awam, dan hanya menjatuhkan pilihan kepada parpol saja,” katanya. Kalau itu yang terjadi, tambah si pengamat, dipastikan akan menguntungkan caleg pemegang nomor urut pertama, karena setiap gambar parpol yang ia pilih, hak pilih dari pemilih bersangkutan akan jatuh kepada pemegang nomor urut pertama. “Nah, apalagi medium yang bisa dipakai caleg di luar nomor urut pertama untuk bersosialisasi lebih luas lagi kepada masyarakat?” tanyanya. Aman-aman Saja Pantauan di sebuah nagari pada Senin (24/3) itu, yaitu ketika petugas melakukan penertiban APK, berlangsung dalam kondisi aman-aman saja. Petugas Panwas kecamatan yang dibantu aparat Satpol PP dan didampingi petugas dari kepolisian, tampak menurunkan sejumlah baliho dan spanduk milik sejumlah caleg, terutama yang dipasang di lokasi-lokasi strategis. Tidak ada perlawanan atau protes dari caleg atau tim suksesnya ketika petugas menurunkan APK itu, untuk kemudian memuatnya ke dalam sebuah mobil untuk dibawa ke tempat yang telah disediakan. Hanya dalam hitungan beberapa detik saja, sejumlah APK milik caleg berhasil dipindahkan ke dalam mobil, untuk selanjutnya para petugas itu berlalu tanpa menemui hambatan berarti sama sekali. Bahkan informasi yang diterima menyebutkan, ada di antara caleg yang menyuruh anggotanya untuk membongkar baliho miliknya sehari sebelum tim penertiban turun. “Saya jam 12.00 dinihari malam tadi ditelepon oleh Bos (si caleg-Red), dan diminta untuk menurunkan baliho,” kata anggota tim sukses seorag caleg. “bagi saya, asal ada honornya, tentu dengan senang hati saja semua perintah dilaksanakan,” tambahnya. (mamad/e2)


20

Prahara Kehidupan

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

Alami Gangguan Jiwa, Aan Hidup Terpasung K

AKI terpasung, tangan dirantai dan gelar sarjana batal diraih. Setidaknya begitu nasib malang yang kini dijalani Andri (27) warga Jorong Ronah Nagari Maek Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota. Lebih menyedihkannya, ibu yang selama ini senantiasa memberikan kasihsayangnya sudah tiada dan sang ayah sudah beristri lagi. Saudara satu-satunya yang se-ibu dan se-bapak juga tidak di rumah karena merantau ke Kota Jakarta. Tiga bulan dipasung, pemuda yang akrab dipanggil Aan itu tampak tak gagah seperti dulu lagi. Malah sebaliknya ia terlihat kurus dan kumal dengan tatapan mata kosong. Ia tak lagi terlihat seperti Aan dulu yang dikenal cerdas dan senantiasa berprestasi di sekolah dan mendapatkan Indek Prestasi (IP) 4 di bangku kuliah. Pihak keluarganya terpaksa memasung mahasiswa jurusan PGMI salah satu perguruan tinggi di Padang itu karena khawatir Aan mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga di sekitar tempat tinggalnya. Apalagi sebelumnya ia diketahui pernah melakukan tindak kekerasan dan mengancam orang lain. Kini Aan dirawat saudara sepupunya Masridayenti (49) bersama suaminya Yulhendri (50). Masridayenti mengaku sangat tidak tega memasung adik sepupunya itu, namun ia tidak punya pilihan lain. Apalagi ketika ia mendapati Aan sedang sadar dan sering merintih serta menangis sedih teringat mendiang ibunya. Sekalipun ia sangat ingin melepaskan kayu dan rantai yang menyiksa adiknya itu, tetapi ia tidak berani melakukannya karena khawatir Aan akan menganiaya orang. Apalagi sebelumnya putera bungsu dari dua bersaudara pasangan Sasriwarni dengan Nurjanah (almarhumah) itu kerap memukul orang hingga membuat warga semakin resah. Untuk kesembuhan laki-laki itu. Masridayenti pernah merawatnya di RSJ Gadut selama 15 hari hingga Aan dinyatakan sehat, tapi tak lama berselang sakitnya kambuh lagi. Selain secara medis, Aan juga senantiasa diobati secara non medis, namun hasilnya belum menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Dalam sehari Aan bisa saja berperilaku tenang seolah tidak sakit sama sekali. Namun selang beberapa saat ia bisa bersedih, membaca ayat-ayat yang ada di dalam Alguran bahkan berceracau. “Kami terpaksa memasung Aan karena ia sudah mengganggu warga. Apalagi masyarakat sudah trouma dengan ulah orang gila di Maek pada tahun 1987 silam

SERAHKAN - Wakil Bupati Asyirwan Yunus menyerahkan bantuan peralatan tidur dan selimut bagi Aan di Ronah Maek, Senin (24/3). (hendri gunawan)

yang sempat membunuh dua orang dan tiga ekor sapi,” ungkap Yulhendri dihadapan Wakil Bupati Lima Puluh Kota Asyirwan Yunus yang mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan peralatan bagi Aan di Maek, Senin (24/3). Selain dikhawatirkan mengancam keselamatan orang lain, pihak keluarga juga takut kalau Aan bermain api dan merugikan warga. Bahkan pemuda itu juga pernah memakan dan merobek-robek uang kertas milik Masridayenti dan Yulhendri sebanyak Rp2 juta. Mendapati keluhan tersebut, Wabup Asyirwan menyarankan agar pihak keluarga terus mengobati Aan termasuk pengobatan non medis seperti Rukiyah. Selain itu Wabup juga menyarankan keluarga agar berkenan menerima bantuan untuk biaya sehari-hari untuk Aan dari Badan Amil Zakat (Basnaz). “Kalau keluarga berkenan, saya harap wali nagari bisa menyiapkan administrasinya. Dengan adanya bantuan Basnaz kita berharap dapat membantu biaya seharihari Aan,” ujar Wabup yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut. Pada kesempatan turun ke nagari terujung di Kecamatan Bukik Barisan itu

Asyirwan tak hanya mengunjungi satu Aan saja, tetapi juga mendapati Aan lainnya yang bernasib serupa. Tak jauh dari kediaman Aan juga ada Roni Hidayat (36). Putera Aswinar (62) itu juga dipasung sejak empat tahun lalu juga karena alasan dikhawatirkan menganggu orang. Putera pertama dari tiga bersaudara itu juga pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa tapi sampai di Maek kambuh lagi dan sempat memukul orang hingga memaksa orang tunya memasung laki-laki tamatan D3 itu. Kini Aswinar tak bisa berbuat banyak untuk mengobati Roni karena sang suami Zamris yang selama ini menjadi tulang punggung keluarganya sejak sebulan lalu juga telah pergi untuk selamanya. “Amak hanyo bausaho mancari buah pinang nan hasianyo indak sarapo. Amak baharok pemerintah maubek anak amak sampai sehat lagi,” ujar Aswinar dengan nada terisak dan berlinang air mata. Menjawab keluhan wanita tua itu Wabup juga mengharapkan wali nagari

mengusulkan Roni untuk mendapatkan bantuan Baznas. Selain itu Wabup juga meminta Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan setempat dr. Adel Nofirman menyikapi harapan Aswinar untuk mendapatkan bantuan atap seng gubuk pasungan Roni yang sudah bocor. Informasi diperoleh dari Puskesmas Maek, w a r g a Maek yang mengalami gangguan jiwa tercatat sebanyak 33 orang dan sebanyak 6 orang diantaranya dipasung. (hendri gunawan)

Kepedulian Wabup Kunjungi Mereka W

AKIL Bupati Lima Puluh Kota Asyirwan Yunus berharap Andri (27) dan para pengidap gangguan jiwa lainnya di Nagari Maek Kecamatan Bukik Barisan bisa hidup normal seperti dulu lagi. Untuk sehat, penyakit ini memerlukan penanganan secara berkesinambungan. “Kita langsung turun ke Nagari Maek karena kita peduli dan tidak mau hanya mendengar cerita dari orang ke orang. Sebaliknya kita selaku pemerintah daerah perlu tahu bagaimana kondisi sebenarnya,” ujar Wakil Bupati menjawab wartawan di Maek, Senin (24/3). Dikatakan, ia sengaja meninjau ke lapangan membawa sejumlah SKPD terkait dengan harapan dapat mencarikan solusi terbaik bagi para pengidap gangguan jiwa tersebut bersama-sama pihak keluarganya. Sebab, pemasungan bukan cara terbaik dalam menangani mereka yang bernasib malang tersebut. Namun tidak dipungkiri Wabup, pihak keluarga pengidap penyakit itu kadang dihadapkan pada situasi yang penuh dilema.

Pada satu sisi mereka tak ingin memasung tetapi pada sisi lain mereka khawatir bahkan ketakutan anggota keluarganya yang sakit itu akan mengganggu masyarakat. Tak heran ketika Wabup menyarankan agar para penderita sakit jiwa tersebut dibawa ke rumah sakit jiwa, pihak keluarga sepertinya kurang menanggapinya secara positif. Sebab, pengalaman mereka usai di obati penyakit itu senantiasa kambuh lagi dan sipenderita kembali membuat resah warga. “Kita berharap para pengidap penyakit jiwa ini tetap diobati dan bisa hidup normal lagi,” papar Wabup sembari meminta Dinas Kesehatan lebih konsen menangani masalah penyakit jiwa tersebut. Pada kesempatan tersebut Wabup juga menyerahkan bantuan sejumlah peralatan seperti tikar, selimut dan lainnya kepada keluarga pengidap kelainan jiwa itu. Selain Aan, Wabup juga mengunjungi dan menyerahkan batuan serupa bagi Roni Hidayat (36) penderita penyakit serupa di nagari yang sama. Selain itu Wabup juga memberikan sejumlah uang kepada Aswinar (62) ibu Roni. (gun)

BANTU - Wakil Bupati Asyirwan Yunus menyerahkan bantuan peralatan tidur dan selimut bagi Roni Hidayat di Nagari Maek, Senin (24/3). (hendri gunawan)


21 Kiprah

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

KADINAS Pendidikan, Desri, menerima atlit taekwondo pelajar SD dan SMP

K

EPALA Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Desri, memberikan apresiasi atas keberhasilan pelajar SDN 03 Tanjung Haro, Nagari Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Yodi Irwanda, yang telah berhasil merebut medali emas dalam kejuaraan daerah taekwondo antar dojang se Sumatera Barat dan Riau yang digelar 13-16 Maret di gelanggang Pemuda dan Olarhraga Universitas Bung Hatta di jalan By Pass Air Pacah Padang. Atas keberhasilan Yodi Irwanda, sebut Desri, tentunya tidak hanya mengharumkan nama SDN 03 Tanjung Haro, tetapi juga telah mengharumkan nama Kabupaten Limapuluh Kota dan Propinsi Sumatera Barat.

Desri tidak hanya memberikan rasa bangganya kepada, Yodi Irwanda, tetapi juga memberikan penghargaan kepada Kepala Sekolah SMPN 2 Luak, Masri dan Kepala Sekolah SDN 03 Tanjung Haro, Gusni Herawati serta pelatih dojang SMPN 02 Luak, Megali Hermanto, yang telah melakukan pembinaan kepada atlit. “Saya minta, bakat-bakat olaharaga yang dimiliki para pelajar kita ini, hendaknya mendapat perhatian bagi setiap kepala sekolah.” sebut Desri ketika menerima atlit taekwando berprestasi itu di ruang kerjanya, Senin (17/3). Pada kesempatan itu, Kadinas Pendidikan, selain memberikan motifasi, secara spontan juga memberikan sedikit uang lelah kepada atlit taek-

wando dan pelatih yang telah berhasil mengharumkan nama daerah itu. Sementara itu dihadapan Kepala Dinas Pendidikan, pelatih dojang SMPN2 Luak, Megali Hermanto mengatakan, pada kejuaraan daerah taekwando antar dojang se Sumatera Barat dan Riau yang digelar di Padang itu, dia membawa 10 orang atlit untuk berlaga dalam kejuaraan tersebut. “ Ahamdulillah, dari 10 orang atlit yang kita bawa, 2 orang diantaranya yakni Yodi Irwanda dan Atikah Zahra salah seorang pelajar SD asal Kota Payakumbuh yang kita bina untuk kategori umur 8-9 tahun, berhasil meraih medali emas.” sebut Megali Hermanto. Tak hanya Yodi Irwanda dan Atikah

Zahra yang berhasil meraih penghargaan, namun Rifky Alamsyah pelajar SDN 03 Tanjung Haro dan Muhammad Restu pelajar SDN 04 Tanjung Haro untuk kategori umur 9-10 tahun, juga berhasil meraih medali perunggu. Sedangkan untuk kategori yunior under 63 Kg putri, pelajar SMPN 2 Luak, Syahara Ramadhani juga berhasil meraih medali perunggu, ungkap Megali Hermanto. Usai bertemu Kadinas, pelatih dojang SMPN2 Luak, Megali Hermanto melalui media ini mengucapkan terima kasih kepada sabam Abrar, Eka, Marnis, H. Herdra, Tian dan Wan yang telah memberikan motifasi tumbuhnya klub seni bela diri taekwando di Kabupaten Limapuluh Kota. (ds)

Pisah Sambut Kepsek Berlangsung Haru M

ESKI kabut asap kian tebal menyelimuti Kabupaten Limapuluh Kota sepanjang pagi, Kamis (11/3). Namun, acara pisah sambut Kepala Sekolah SDN 03 Tanjung Haro, Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang, Kec.Luak, tetap berjalan dengan meriah dan diwarnai isak tangis penuh haru dari kalangan murid dan guru yang hadir pada acara tersebut. Isak tangis keharuan itu semakin memuncak, tatkala kepala sekolah yang lama, Amperawati, didaulat menyampaikan pidato perpisahan yang sarat dengan pesan moral kepada anak didiknya untuk gigih mengapai impian. “Jangan bilang kalian tidak bisa, ketika kalian belum mencobanya. Artinya, belajar lah dengan tekun. Kejarlah citacita mu setinggi langit, untuk masa depan dan kebahagian keluarga kalian” ujar Amperawati terisak-isak ketika menyampaikan selamat tinggal anakanakku. Acara pisah sambut tersebut selain dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota, Desri, dan sejumlah Kabid, Kapala UPT Kec.Luak, Mazul, para pengawas TK/SD Kec.Luak, Camat Luak, Elviwafajri, Walinagari Sikabu-kabu

Tanjung Haro Padang Panjang, Guntur, Kepala SD Gugus V Kec.Luak, juga hadir Wali Jorong Tanjung Haro Selatan, D.Gindo nan Hitam, Ketua Komite, D. Dt Indo Marajo, ninik mamak dan para orang tua wali murid. Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota, Desri, dalam amanahnya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kepala sekolah yang lama, Amperawati, yang telah memberikan dedikasi terhadap kemajuan pendidikan bagi anak didiknya. “Kita bangga, prestasi dan kemajuan pendidikan SDN 03 Tanjung Haro, setiap tahun terus meningkat “ ujar Desri memberi motivasi. Selain menyinggung bidang pendidikan dan tanggungjawab guru untuk meningkatkan mutu pendidikan, Desri, menyampaikan pesan untuk kalangan guru agar memmeritahkan anak didiknya mengenakan masker, karena kabut asap dewasa ini sudah semkain mengkhawatirkan. Kepada Kepala sekolah yang baru, Gusni Herawati, tegas Dersi, diminta motifasinya untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan bagi anak didik SDN 03 Tanjung Haro, semoga dari sekolah ini

KETUA Komite SDN 03 Tanjung Haro, D. Dt.Indo Marajo ketika memberikan kenangan-kenangan kepada Amperawati.

bias melahirkan anak-anak yang cerdas. Acara pisah sabut tersebut dimeriahkan dengan tari-tarian yang meli-

batkan pelajar SD setempat, pembacaan puisi dan hiburan kesenian serta makan bersama (ds)


22 REDAKSI Varia

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

Bupati Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya S

ARILAMAK-Bupati Limapuluh Kota dr. Alis Marajo Dt. Sori Marajo mengajak semua anggota masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota yang telah memiliki hak pilih, untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik dalam Pemilu Legislatif 2014 yang dijadwalkan akan dilakukan pada Rabu (9/4) mendatang. “Mari gunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya karena hal itu merupakan bagian yang menentukan masa depan

bangsa,” kata Bupati Alis Marajo, sambil mengingatkan bahwa Pemilu Legislatf 9 April mendatang dimaksudkan untuk memilih anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota untuk masa bakti lima tahun ke depan, periode 2014-2019. Bupati meminta kepada para anggota masyarakat yang telah memiliki hak pilih, untuk memilih sesuai dengan kemauan dan kehendak hati masing-masing dan terjauh dari

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

intervensi pihak lain, apalagi pilihan yang didasarkan pada iming-iming tertentu. “Karena tingkat kesadaran berpolitik masyarakat makin baik, kita yakin masyarakat akan menggunakan hak pilihnya juga dengan baik,” kata Bupati Alis Marajo. (e2)

Bupati: Asap Produk Karhutla Berbahaya bagi Kesehatan SARILAMAK-Beberapa waktu lalu, Kabupaten Limapuluh Kota dan hampir semua kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dilanda bencana kabut asap, produk karhutla (pembakaran hutan dan lahan) yang terjadi di daerah tetangga, Provinsi Riau. Seberan kabut asap itu sempat menyelimuti langit daerah ini selama beberapa hari. Apa tanggapan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo yang memiliki latar belakang pendidikan akademis di bidang kesehatan itu? Menurut Bupati Alis Marajo, asap yang ditimbulkan menghasilkan zat kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat luas. “Asap hasil pembakaran tersebut mengandung karbondioksida, karbonmonoksida, nitrogendioksida dan PM10. Zat ini sangat berbahaya bagi makhluk hidup, kemudian yang paling punya resiko tinggi adalah dampaknya terhadap anak-anak dan orang berusia lanjut,” katanya.

Makanya, menurut Alis Marajo, kalau kabut asap kembali datang, ia menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk wajib memakai masker dan pemakaiannya harus dengan cara yang benar. “Pemakaian masker yang benar adalah dengan sisi warna hijau atau birunya keluar dan sisi putihnya kedalam, ini dilakukan karena sisi bewarna berfungsi untuk membendung zat berbahaya tersebut,” ingatnya. Lebih Jauh Alis Marajo menyampaikan

kepada aparatur pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan agar memberikan penyuluhan edukasi yang benar terhadap masyarakat sehubungan masalah asap ini. “Hal yang terjadi saat ini merupakan dampak pembakaran hutan dan ini harus mampu dijelaskan oleh Dinas Kesehatan kepada masyarakat”, pesan Bupati Alis Marajo.***

Wabup: Bertandinglah secara Sehat HARAU-Wakil Bupati Limapuluh Kota Drs. H. Asyirwan Yunus M.Si. membuka secara resmi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan Harau di GOR Singa Harau, Kamis (27/2). Turut hadir Kabid Pendidikan Menengah Diknas Limapuluh Kota Nasrul Arpi, Camat Harau Decky Yusman, S.STP, Kepala UPT Kecamatan Harau Yanuar dan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Harau Yuniur Effendi, S.Pd Asyirwan dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi dan turut gembira atas dilaksanakannya O2SN ini karena selain bisa mengembangkan bakat dan kereatifitas siswa di bidang olahraga, juga akan membentuk sikap dan kepribadian yang sportif. “Hari ini dilaksanakan di tingkat kecamatan, setelah itu tingkat kabupaten, dan seterusnya ke tingkat provinsi. Prestasi tidak bisa datang secara tiba-tiba, harus melalui sebuah proses. Dengan O2SN ini para siswa akan dilatih sehingga mampu meraih prestasi lebih tinggi lagi,” ungkap Wabup. Asyirwan meminta dalam O2SN ini siswa jangan hanya dipacu untuk mencari kemenangan saja tapi juga harus dipupuk jiwa sportifitasnya.”Kalah atau menang merupakan sebuah konsekuensi dalam sebuah perlombaan, maka bertandinglah secara sehat dan baik, anggaplah ini sebuah ajang silaturahim antar sesama”, imbuh Asyirwan. “Kita berharap dengan pelaksanaan O2SN ini mampu membentuk karakter siswa menjadi lebih baik dan mampu mencetak atlet-atlet olahraga yang berprestasi nantinya,” tandasnya.

WABUP Drs.H.Asyirwan Yunus membuka O2SN Kecamatan Harau di GOR Singa Harau. (f-erwin)

Disamping itu Wabup juga menghimbau kepada kepala sekolah dan guru agar memberikan para anak didiknya masker pelindung karena kondisi udara saat ini mengandung asap, terutama untuk para siswa yang bertanding di lapangan terbuka. Yon Hariman, S.Pd sebagai Ketua Panitia melaporkan ajang O2SN

Kecamatan Harau ini akan diselenggarakan selama dua hari tanggal 27-28 Februari 2014 dengan lokasi pertandingan semuanya bertempat di kawasan Kecamatan Harau, kecuali renang yang akan dilaksanakan di Batang Tabik. Peserta O2SN Keacmatan Harau kali ini terdiri dari 8 gugus yaitu Gugus I Taram, Gugus II Batu Balang,

Gugus III Pilubang, Gugus IV Koto Tuo, Gugus V Harau, Gugus VI Lembah Bungsu, Gugus VII Tarantang dan Gugus VIII Sarilamak. Cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan adalah atletik, catur, voli putri, sepakbola, tenis meja, karate, renang, bulutangkis, senam dan silat dengan jumlah atlet sekitar 184 orang. (joy/ogi)


Varia 23 REDAKSI

Sinamar Media Pemkab Lima Puluh Kota

Informasi Pelayanan Aparatur dan Publik

EDISI 112/XII/31 Maret 2014

Wabup Minta Para Siswa Tingkatkan Kedisiplinan

GUGUAK- Upacara bendera Senin (24/3) pagi di halaman SMK N 1 Guguak berlangsung istimewa dan khidmat . Bertindak sebagai pembina upacaranya Wakil Bupati Limapuluh Kota Drs.H.Asyirwan Yunus, M.Si. Selain diikuti siswa dan majelis guru, juga dihadiri Camat Guguak Yuhendri, S.Sos dan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Limapuluh Kota Nasrul Arpi, S.Pd, M.Pd. Dalam amanatnya Wabup meminta para siswa untuk lebih meningkatkan kedisiplinan dalam mengikuti proses belajar mengajar, selain juga diharapkan kepada semua siswa untuk belajar lebih serius. Terutama kepada siswa kelas XII agar lebih fokus untuk mempersiapkan diri

mengikuti Ujian Akhir Nasional. “Waktu berputar terus, jadi belum terlambat untuk meningkatkan volume belajar baik itu untuk kelas XII maupun kelas-kelas yang lainnya,” ingat Asyirwan. Wabup juga mengungkapkan bahwa tamatan SMK mempunyai dua pilihan, yaitu apakah langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. “Tentu tergantung pilihan kita masing-masing, dan mempunyai konsekuensi pada diri kita masing-masing nantinya.,” katanya. Lebih jauh Wabup berharap para siswa bisa saling menghargai baik itu kepada guru, orang tua maupun sesama siswa. “Yakinlah karena suksesnya anak terletak

pada do’a orang tua, jaga kekompakan antar sesama karena dengan kebersamaanlah kita akan lebih baik dan maju,” pungkas Asyirwan. Drs. Dasrizal selaku kepala sekolah mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wabup sebagai pembina upacara pagi ini. “Ini patut kita beri apresiasi setinggitingginya, karena dalam kesibukannya beliau sudah meluangkan waktu untuk hadir kesekolah kita ini”, kata Dasrizal seusai pelaksanaan upacara. Taifuri,Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, juga melaporkan bahwa SMKN 1 Guguak ini mempunyai siswa 682 orang dan guru 75 orang dimana 64 orang berstatus PNS dan 11 orang guru

honorer. SMK ini berdiri pada tahun 1998 dengan membuka dua buah jurusan yaitu listrik dan otomotif hingga sekarang telah mempunyai enam jurusan yaitu listrik, otomotif, elektronika, bangunan, multimedia dan mesin. SMK N 1 Guguak ini juga banyak mengantongi berbagai prestasi terutama di bidang otomotif, di antaranya pernah juara pertama Skill Kontes Tingkat Sumbar yang diadakan oleh Daihatsu beberapa waktu lalu dan selalu menjadi utusan lomba kegiatan sekolah LKS Otomotif di Tingkat Nasional selama lima tahun belakangan ini dan jurusan bangunan pun selalu menjadi perwakilan Sumbar untuk nasional. (joy/ogi)

Harga Kakao Masih Tetap Tinggi S

ARILAMAK-Pergerakan harga kakao (cokelat) sejak beberapa waktu belakangan masih menunjukkan keberpihakan kepada para petani. Dengan kisaran harga di atas Rp30.000/kg, bahka sempat menyentuh angka Rp35.000/kg, membuat para petani yang mengelola komoditas itu hidup penuh harapan. “Alhamdulillah, harga kakao masih tinggi,” ujar Alimin, 58, yang ditemui di Payakumbuh, usai menjual buah kakaonya. Alimin mengaku ia menjual kooditas itu dengan harga Rp32.000/kg. Diakui Alimin, harga kakao juga sering mengalami fuktuasi, tapi sejak beberapa waktu belakangan cenderung stabil dengan tingkat harga terendah di pasaran mencapai Rp30.000/kg. Dalam penilaian petani, angka penjualan sebanyak itu sudah lumayan memadai, apalagi dibandingkan dengan harga beberapa bukan sebelumnya, yang bergerak di bawah angka Rp20.000/kg. “Kalau harga sudah di bawah Rp20.000/kg, itu memang susah,” ungkap Alimin. Sebab, berbeda dengan komoditas tani lainnya, mengurus tanamam kakao sangat susah karena musuh alaminya yang banyak. “Bagi yang tidak penyabar lebih baik tidak mengelola tanaman kakao,” sambung Alimin. Selain membutuhkan perawatan yang intensif, tanaman ini ketika berbuah dihadapkan dengan musuh alami yang sangat banyak, yang datang sari darat dan udara. Dari darat, misalnya, binatang babi sangat menyukai buah kakao. Sementara dari udara musuh datang dari monyet dan tupai yang juga doyan dengan buah kakao. (e2)



Tabloid Sinamar Edisi 112