Pengembangan budidaya Artemia sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan produksi larva terutama untuk komoditas ikan laut dan udang. Salah satu ancaman yang muncul dalam usaha produksi Artemia adalah munculnya penyakit baru baik yang bersifat infeksius ataupun non-infeksius yang berdampak terhadap kualitas dan sintasan pertumbuhan Artemia. Kesulitan dalam mengendalikan penyakit pada Artemia utamanya disebabkan oleh perbedaan sensitivitas yang didasari oleh perbedaan kualitas kista yang digunakan dan keragaman patogen yang berpotensi untuk menginfeksi Artemia. Diantara mikroorganisme patogen tersebut, bakteri dari genus Vibrio spp mendominasi jenis penyakit pada budidaya Artemia. Seperti halnya kelompok avertebrata, Artemia tidak memiliki sistem imun adaptif, sehingga sangat bergantung kepada sistem imun alamiah yang juga diyakini tidak dilengkapi oleh sistem memori.