Issuu on Google+

“Ragam Tradisi Budaya Daerah (Budaya Melayu Rokan Hulu)”

Rino Wahyudi (11043101593) Dragon

Bumi Lancang Kuning

Asykar Melayu

Provinsi Riau

2013/2014

ILMU KOMUNIKASI UIN SUSKA RIAU


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masyarakat Melayu Riau adalah salah satu penduduk asli dan juga merupakan mayoritas penduduk yang ada di daerah Provinsi Riau. Dalam setiap kehidupan yang terjadi di setiap daerah yang terdiri dari beberapa kabupaten di Riau, banyak terdapat tradisi yang melekat di tengah-tengah masyarakat, terutama Masyarakat Melayu di Kab.Rokan Hulu yang basis Melayu terdapat di ibukotanya sendiri yaitu Pasir Pengarayan yang pada umumnya masyarakat asli Melayu pasti memiliki pembagian suku yang berbeda-beda , karena banyak terdapat suku-suku dalam adat Melayu. Suku melayu ini sangat erat kaitannya dengan Islam yang sudah barang tentu sangat sejalan dengan Syari’at Islam walaupun ada yang menurut para tokoh agama kurang sesuai dengan ajaran Islam , tetapi menurut penulis kebuah kekurangan itu bukan berarti salah besar tetapi hanya perlu adaptasi dan perbaikan, toh sebenarnya tradisi masyarakat Melayu pada umumnya bias memperkaya nilai Islam dan memperkenalkan budaya Islam itu seperti apa bentuknya, sehingga islam indah di mata Umatnya, dan kreatif dipandang agama Lain yang menganggap Islam sebagai sahabat dan mitra. B. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah pratikum ini adalah memberikan pengertian dan pemahaman kepada pembaca dan Audience tentang tadisi Budaya Melayu yang sebenarnya ada dalam masyarakat Riau Terutama tempat dimana yang penulis telah amati ( masyarakat Kab.Rokan Hulu ). Sehingga tidak ada persepsi seseorang hanya mengenal budaya melayu sepenggal tetapi secara utuh harap terjun ke tengah masyarakat Melayu. Dan dengan adanya makalah ini akan menambah keunikan dan mejadikan suatu kreatifitas yang merupakan ciri khas masyarakat melayu riau yg belum terpublikasi.

1


BAB II PEMBAHASAN A. Tradisi Masyarakat yang Ada di Daerah (masyarakat Melayu Kab.Rokan Hulu). Tradisi merupakan suatu Gambaran sikap dan juga perilaku yang telah melalui proses yg lama dan panjang yang dilaksanakan secara turun-temurun, baik dari nenek moyang yang tedahulu sampai pada saat sekarang yang serba Tekhnologi. Tradisi juga di pengaruhi oleh kecenderungan untuk berbuat sesuatu dan mengulang sesuatu sehingga menjadikan suatu kebiasaan yang sangat di pegang teguh sebagai suatu ciri khas masyarakat. Tradisi yang ada di Riau adalah Tradisi yang berasal dari masyarakat Asli di Riau tersebut yang dalam hal Ini adalah Tradisi Melayu yang sangat menyentuh budaya dan juga sangat Sejalan dengan Ajaran Islam. Tradisi masyarakat melayu memang kurang terpublikasikan (terkenalkan) secara sempurna yang disebab kan kurangnya respon Anak melayu yg ada di tampuk kekuasaan dan juga di lembaga pemerintahan dalam memperkenalkan budaya asli nenek moyang nya sendiri. Dan juga kurang adanya pelestarian dari setiap masyarakat melayu itu sendiri bagaimana budaya nya bisa berkembang secara lebih detail kepada setiap masyarakat pendatang yang ingin tau sehingga tidak menjadikan mereka pura-pura tau yang ujung-ujung nya memberikan persepsi jelek terhadap budaya melayu. Mayoritas masyarakat melayu adalah mereka yang mempunyai suatu “SUKU�. Suku adalah suatu kumpulan, golongan sosial ,dan seperti organisaai yang didalam nya terdapat aturan-aturan dan nilai-nilai melayu yang berpedoman terhadap islam sebagai agama yang wajib dianut setiap masyarakat melayu yg identik dengan islam. Nilai-nilai inilah yang menjadi masalah yang dipertanyakan kebenaran nya ?, yang pada dasarnya tidak lepas dengan tuntunan islam. Sehingga lebih kepada memperkaya islam itu sendiri yang di ceminkan daklam bentuk tradisi budaya yang dilakukan masyarakat melayu. Contoh paling fenomena bagaimana Islam bisa menyatu dan dikenal adalah di Malaysia. Masyarakat yang mayoritasnya Melayu, Islam dijadikan suatu acuan guna untuk 2


menyongsong Islam dalam perkembangan zaman, inilah harapan bagi masyarakat Melayu Riau terutama Melayu Kab.Rokan Hulu. I.

Tradisi “POTANG BOLIMAU” dalam Menyambut Bulan Ramadhan. Tradisi Potang Bolimau berasal dari kata Potang yang berartikan senja dikala malam akan menyongsong dan siang habis masanya, sedangkan Bolimau adalah alah satu bahan yg wajib dalam melakukan mandi sakral ini,yaitu jeruk nipis (limau). Kegiatan ini merupakn suatu kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya tanpa terkecuali, yang merupakan tradisi tetua adat, nenek moyang dan juga masyarakat melayu Pasir Pengarayan Kab.Rokan Hulu. Tujuan utama dari kegiatan “Potang Bolimau” adalah simbolis untuk membersihkan diri menghadapi masuknya bulan suci Ramadhan , sehingga dalam menjalan ibadah puasa lebih plong (segar, red). Dengan niat yang baik membersihkan diri untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, yang diridhoi Allah guna mendapatkan berkah dan amal.  Prosesi “Potang Bolimau” di Kab.Rokan Hulu. Dalam prosesinya dihadiri oleh Ribuan masyarakat Rokan Hulu yang berasal dari bebagai kalangan dan juga para pendatang (wisatawan,pelancong,perantauan) yang turut berpartisipasi. Dalam tamu kehormatan adalah tokoh masyarakat melayu dari MALAYSIA, sebagai pemimpin acara Yaitu Bupati Rokan Hulu, dihadiri Sekda Rokan Hulu, Ketua LAMR, Para Kepala Dinas/instansi pemerintahan, setiap kep. Desa , tokoh masyarakat, Tokoh agama, ketua RT/RW setempat. Kegiatan Potang bolimau ini dimulai pada pukul 14.00 wib yang berlokasikan di Sungai Batang Lubuh,

yang merupakan satu-satunya Sungai Besar yang

melintas di Ibukota Pasir Pengarayan yang merupakan anak sungai Rokan. Prosesi Potang Bolimau ini ditandai dengan lantunan Ayat suci Al-Qur’an dan juga dilanjutkan dengan alunan musik-musik qasidah yang menjadi ciri khas masyarakar yaitu berudah, koba, dan juga dikie’ yang bernuansakan Islami, 3


dilanjutkan dengan sambutan dari tamu kehormatan tokoh Melayu yang berasal dari Malaysia, sambutan masyarakat sebagai tuan yang punya budaya dirumah sendiri. Acara lanjutan

adalah Menunggu Sekelompok Masyarakat sebagian besar

anak muda laki-laki yang melakukan berenang bersama “busuranyuik” yang telah menempuh jarak sekitar 6 KM di hulu sungai dari tempat Potang Bolimau berlangsung. Setelah muncul dari kejauhan sekelompok anak muda yg melakukan berenang bersama. Dengan gagap gempita masyarakat menyambut dengan riuh, di mana salah satu peserta akan mendapatkan hadiah “SEPEDA MOTOR”. Setelah itu barulah kegiatan Puncak “Potang Bolimau” dilaksanakan bersamasama didahului mandi dengan rempah-rempah melayu yang dianjurkan islam yaitu berharum-haruman. Barulah setelahnya menceburkan diri kesungai disinilah letak nilai keislaman dimana setiap masyarakat mempunyai kedudukan yang sama di mata Allah, baik itu yang mempunyai jabataban atau tidak. Acara terakhir adalah secara simbolis Bupatikan membunyikan salah satu khas mainan anak Muda di Rokan Hulu yaitu Dobong-dobong (meriam,) yang terbuat dari besi dan bambu yang diisi dengan karbet maknanya sebagai suatu semangat dalam menyongsong ramadhan. Inilah yang menjadi daya tarik masyarakat dalam kegiatan potang bolimau ini sehingga pantas Saja masyarakat bebondong-bondong untuk menyaksikan kegiatan unik Penuh Kreatifitas ini.baik itu tua-muda, cewek-cowok, dan lain sbg. Terlepas menuai kontroversi apakah itu salah ataupun tidak, sungguh Munafik bagi kita jika suatu persepsi tradisi yang mengenalkan ajaran islam itu sendiri. Apakah salah jika ada kemaksiatan , itu merupakan Resiko bagi kita semua atas perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab dan perlu mendapat ketegasan dari kita semua, bukan berarti kegiatannya yang salah.

4


II.

Ziarah Kubur Besamo (bersama-sama) di setiap daerah kab.Rokan Hulu. Kegiatan “Ziarah Kubur besamo� merupakan suatu Tradisi yang terjadi pada umumnya di masyarakat Melayu Provinsi Riau terjadi juga tentunya di kab.Rokan Hulu yang Mayoritas di P.Pengarayan adalah masyarakat Melayu, ziarah kubur di kab.Rokan Hulu melibat seluruh aspek masyarakat dan juga unsur Elite pemerintahan, inilah yang membedakan ziarah kubur dari daerah lainnya yang ada di Riau, dimana para unsur pemerintahan kurang mendengungkan bagaimana Ziarah kubur di laksanakan. Uniknya dalam kegiatan Ziarah kubur Besamo Ini merupakan suatu kebijakan kepala Daerah Setempat yang merupakan Seorang Cucu dari Seorang Syech (Pemuka Agama) yang merupakan Panutan dalam Masyarakat Melayu di masa

5


hidupnya Yaitu: Syech Ibrahim, kakek dari Bupati Rokan Hulu, yang dikenal sebagai pendiri serta penyebar ajaran Tarekat Naqsabandiyah di Kab.Rokan Hulu.  Prosesi Ziarah Kubur Besamo.

Ziarah kubur besamo dihadiri ratusan masyarakat kab.Rokan Hulu yang berasal dari berbagai suku dan golongan yang beragama islam pada umum nya, ziarah kubur besamo ini dilakukan pada waktu satu hari sebelum bulan suci ramadhan (1 hari sebelum puasa ramadhan). Dan dilakukan pada Pagi hari sekitar pukul 08.30 wib, sampai selesai pada siang sebelum dzuhur menyongsong. Ziarah kubur besamo dilakukan di Setiap Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang ada di kabupaten Rokan Hulu. Sedangkan acara yang resmi yang Diikuti oleh unsur pemerintah adalah berpusat di Ibukota Pasir Pengarayan, tepat di TPU babussalam, Nogori Pasier. Kegiatan pertama dimulai dengan rombongan bupati Rokan Hulu dan para muspida daerah beserta ratusan masyarakat berjalan kaki bersama (besamo) berangkat menuju ke TPU Islam Babussalam. Setibanya di TPU, prosesi pembacaan surat Yasin termasuk doa bersama dilaksanakan, dimana ratusan warga yang sudah lebih dahulu mendo’a kan ikut secara bersama berdo’a. Usai kegiatan do’a dan baca yasin dilaksanakan di kompleks pemakaman, Bupati Rokan Hulu melakukan ziarah kubur, yang setiap mayarakat mencari tempat keluarga atau famili nya di makamkan, kebetulan ibunda tercinta dari sang kepala daerah dimakamkan di TPU tersebut. Usai kegiatan Ziarah Kubur Besamo adalah sambutan dari tokoh agama setempat yang dilibatkan guna terciptanya harmonisasi dan supaya berdasarkan ajaran Islam tentang ziarah kubur yang tidak melanggar norma agama dan menjadikan norma Islam itu sendiri mengikuti perkembangan zaman yag serba modern.  Keutamaan Ziarah Kubur Besamo. 6


Dalam Ziarah Kubur Besamo ini banyak menimbulkan manfaat bagi seluruh masyarakat, Ziarah kubur besamo merupakan bentuk rasa terima kasih sekaligus mengingatkan kita akan kematian menyusul keluarga, saudara dan Family yang sudah duluan berlayar kea alam yang tak terjamah oleh manusia yang hidup, Ziarah ini juga memberikan penghormatan baik kepada orang tua kita yang sudah meninggal, dan rasa peduli kita terhadap orang yang kita cintai dan sayangi baik di masa hidupnya maupun hanya kenangan indah yang berlalu. Selain sebagai tradisi tahunan di Kab.Rokan Hulu, ziarah mengingatkan kita akan kematian yang tak lain akan kembali berbaring ketemu dengan tanah, kematian setiap harinya semakin dekat dengan kita.

III.

Tradisi “Bersih-Bersih Kampung Menjelang Bulan Suci Ramadhan�. Bersih-bersih kampung merupakan suatu tradisi yang masih terjaga di setiap lapisan masyarakat melayu muslim di kab.Rokan Hulu, bersih-bersih kampung ini sangat

diperlukan

guna

menimbulkan

manfa’at

yang

bermaksud

dalam

mengagungkan bulan suci Ramadhan setiap tahunnya. Pelaksanaan nya selalu dipimpin oleh setiap camat di kecamatan, kepala desa bagi setiap desa dan juga ketua RT/RW yang berperan sebagai motifator dalam menggerakkan seluruh lapisan masyarakat, sehingga setiap masyarakat bisa berbaur dan juga bercengkrama ria dan tentunya saling bertukar pikiran dalam hal ibadah yang nantinya akan dikerjakan.

7


Adapun tempat yang akan dibersihkan adalah tempat yang merupakan tempat ibadah (Masjid, Surau suluk, lingkungan masyarakat dan juga fasilitas umum seperti TPU, Objek wisata islami benteng tujuh lapis), yang ada untuk kepentingan ummat sehingga dalam menjalankan ibadah puasa terasa nyaman dan juga bersih, selain dari hati yang benar-benar bersih.  Prosesi bersih-bersih kampung Kegiatan bersih kampung di pusatkan di Benteng Tujuh Lapis, yang di mulai pada pukul 15.30 wib, Tiga hari menjelang awal Ramadhan. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh setiap lapisan masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda-pemudi dan juga dibantu aparat pemerintahan (TNI/POLRI). Dalam kegiatan ini masyarakat di bantu TNI melakukan penimbunan jalanjalan akses vital tempat ibadah dan juga fasilitas umum yang dananya berasal dari dinas PU setempat, dan juga Pemkab. Di TPU sendiri selain membersihkan rumput, semak-semak, juga dilakukan penebangan pohon-pohon yang sudah lapuk dimakan usia yang berada disekitar TPU tersebut.

8


BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwasanya dalam perkembangan tradisi masyarakat melayu muslim yang ada di Riau adalah suatu manfaat yang berguna bagi setiap lapisan masyarakat. Tradisi yang berkembang menurut pendapat penulis bukanlah sebuah penyimpangan agama islam tetapi merupakan khasanah budaya melayu yang dapat memperkaya ajaran islam dari segala publikasi ajaran-ajaran agama melalui pengenalan kebudayaan terutama di daerah kab.Rokan Hulu, Pasir Pangarayan. Adapun Tradisi yang berkembang dan sangat perlu dilestarikan yaitu ; 1.

Tradisi “Potang Bolimau” menyambut bulan ramadhan

2.

Ziarah kubur Besamo ( bersama-sama ).

3.

Tradisi “Bersih-Bersih Kampung Menjelang Bulan Ramadhan”. Sehingga dalam makalah ini bias menjawab pertanyaan yang menjadi

kontroversial selama ini tradisi melayu ini dinilai tidak berdasarkan Syaria’ islam, tetapi Real nya sangat bertolak belakang dengan apa yang menjadi perdebatan, dimana tradisi budaya melayu sangat berdasarkan syaria’ islam yang merupakan kreatifitas masyarakat melayu yang telah lama berkembang artinya masyarakat Melayu menyongsong perkembangan zaman tekhnologi, dan juga hendaknya bagi masyarakat baik itu yang berasal dari masyarakat melayu sendiri maupun yang merupakan masyarakat luar dari Melayu jangan sekali-kali ada persepsi yang dengan sepihak menyatakan Masyarakat Melayu dengan Tradisi yang tidak Sesuai dengan ajaran Islam tanpa melihat realitas yang sebenarnya ada di lapangan dalam pengamatan penelitian.

9


DAFTAR PUSTAKA Samson Rambah Pasir, Melayu Rokan Hulu Sebagai Identitas, (Batam : Dinas Pariwisata Rokan hulu, 2003), cet. I Hardison Said, Sejarah Kehidupan Masyarakat dan Pariwisat Rokan Hulu, (Pasir Pengarayan : KNPI Rohul, 2007 ), cet. I http://www.wisatamelayu.com/id/tour/810-Ritual-mandi-bersama-/navgeo#top

10


Publish sibernetika tag budaya melayu