Skip to main content

Mandar Nol Kilometer

Page 152

Berproses Lebih Baik Minggu, 1 Maret 2009, saya duduk berdua dengan Sahabuddin, ilustrator mu­ sik untuk BPL dan film kedua yang dibuat ITC, di depan komputer desktop iMac. Dengan mata dan telinga tajam, kami memperhatikan gerakan gambar dan “jarum” yang bergerak di dalam ruang kerja program editing Final Cut Pro. Kami sedang memasukkan musik ke dalam film. Kerja yang membutuhkan konsentrasi tinggi, feeling, dan tenaga ekstra. Di samping komputer yang kami gunakan, terdapat laptop MacBook. Udi sedang mendesain baju kaos yang akan digunakan kru dan pemain film kedua yang kami buat pada acara pemutaran perdana nanti (mudah-mudahan jadi). Tahun lalu, pembuatan BPL masih menggunakan peralatan perangkat lunak dan keras yang masih sederhana. Kamera PANASONIC NGS-250 dan SONY SONY DCR-TRV70 jauh berbeda dengan yang digunakan sekarang, SONY HDR-HC9. Yang terakhir ini sudah berformat High Defenition meski masih kategori handycam (kamera berukuran kecil). Dulu, tripodnya hanya satu. Kecil, ringkih. Tapi harus digunakan karena hanya itu yang ada. Sekarang, di Studio Teluk Mandar terdapat empat tripod. Ada satu yang standar broadcasting (berat, besar, buatan Jerman), tapi tidak digunakan karena ukuran kamera yang kami gunakan kecil, jadi pakai yang level tengah saja, DAIWA VT-551. Lainnnya lagi juga ukuran besar, tapi tidak bisa digunakan panning karena lehernya kaku. Tripod itu untuk kamera foto. Yang terakhir, yang dulu digunakan, tak pernah kami lirik. Cukup sebagai kenangan masa lalu, bahwa kami pernah membuat film dengan alat sederhana. Sekarang kami menggunakan iMac 20”, prosessor 2,4 GHz Intel Core 2 Duo, RAM 2 GB 800 MHz DDR SDRAM, dan kapasitas hardisk 250 GB (internal) dan 2 TB eksternal. Dulu MacBook 12”, prosessor 2 GHz Intel Core 2 Duo, RAM 4 GB MHz DDR SDRAM, dan hardisk 120GB; dan satu unit PC. Perbedaan ini mendorong kami untuk menghasilkan karya yang harus lebih baik. Ya, kan kalau lihat logika, seharusnya demikian! Di atas perbedaan dalam perangkat keras. Lumayan, ada peningkatan signifikan. Itu berarti, apa yang kami hasilkan harus berbeda juga. Ya, itulah yang berlangsung. Proses pembuatan film kedua ITC jauh berbeda dengan film pertama. Ada proses diskusi kru, diskusi pemain, penggunaan tape (mini-DV) yang lebih banyak, pembagian kerja antar kru yang mulai jelas,dan hasil film diberi masukan oleh semua kru dan pemain. 139


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook