Page 1

Grafik 6. Perempuan dan Laki-laki Diberikan Kesempatan Sama untuk Politik

nuhan masyarakat terhadap politik dan permasalahan yang muncul diseputarnya yang selama ini didominasi oleh laki-laki telah memberi angin segar terhadap peluang perempuan berpartisipasi di politik dengan maju menjadi calon anggota legislatif di pemilu 2014 nanti.

1% 5% 10%

10%

Sangat setuju Setuju

74%

Tidak setuju Sangat tidak setuju Tidak menjawab

Bagaimana Peluang Perempuan untuk Menjadi Anggota DPR-RI pada Pemilu 2014? Berdasarkan beberapa poin di atas kita dapat berkesimpulan bahwa masyarakat Indonesia telah mendukung partisipasi perempuan dalam politik. Selain dukungan tersebut, beberapa kebijakan afirmasi yang ada juga akan mendorong hal tersebut. Keje-

Partisipasi politik perempuan diharapkan tidak saja partisipasi dalam memilih tetapi juga partisipasi menjadi anggota legislatif baik di pusat maupun di daerah. Untuk dapat bersaing dengan laki-laki maka diperlukan pemetaan peluang mereka untuk menjadi anggota DPR-RI. Ketika ditanyakan alasan perempuan bisa dipilih menjadi anggota DPR-RI didapatkan data sebanyak 47% masyarakat menyatakan bahwa perempuan bisa dipilih sebagai anggota DPR-RI karena memiliki kemampuan memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. 18% lainnya menyatakan karena memiliki kemampuan kampanye dan pendekatan kepada masyarakat dengan baik. Sehingga hasil survei ini bisa menjadi motivasi bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam Politik di Indonesai.

Alasan Perempuan Bisa Dipilih Menjadi Anggota DPR-RI

Lainnya Memiliki kemampuan keuangan yang baik Memiliki hubungan keluarga/kekerabatan dengan tokoh politik: ayah, ibu, anak, saudara, dll.

17% 2% 5% 12%

Memiliki kemampuan kampanye dan pendekatan kepada masyarakat dengan baik

18%

Memiliki kemampuan memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat 0%

47% 10%

20%

30%

Mengapa Penting Partisipasi Perempuan dalam Politik? Partisipasi perempuan dalam politik, termasuk menjadi anggota DPR-RI, sangatlah penting. Sebab keberadaan mereka dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok perempuan dengan mewakili, mengawal dan mempengaruhi agenda dan proses pembuatan Grafik 1. kebijakan, serta turut serta dalam proses pemba- Perempuan di DPR-RI untuk Kepentingan Perempuan ngunan. Hasil survei WRI (grafik 1) menyebutkan sebanyak 58% responden menyatakan setuju jika perempuan semakin banyak duduk di DPR-RI maka kepentingan perempuan akan semakin diperjuangkan, bahkan 6% menyatakan sangat setuju. Namun, sebanyak 23% menyatakan tidak setuju akan hal tersebut.

Grafik 7.

Tidak menjawab

D

i Indonesia sejak reformasi, partisipasi politik perempuan khususnya keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan menjadi agenda penting pemerintah dan legislatif. Berbagai kebijakan afirmasi dan penguatan terus diupayakan. Dalam demokrasi inklusif, masyarakat sebagai salah satu pilar penting demokrasi mempunyai peranan yang sangat penting untuk mewujudkan partisipasi politik perempuan yang lebih luas dan bermakna.

40%

50%

Jalan Kalibata Utara II No. 78, Jakarta 12740 - INDONESIA Tel. (62-21) 7918.7149, 798.7345 Fax. (62-21) 798.7345 Email. office@wri.or.id Website. www.wri.or.id

1%

6% 12%

Sangat setuju Setuju

23%

Tidak setuju

58%

Sangat tidak setuju Tidak menjawab

Jika dilihat lebih lanjut pada tabel 1, pernyataan tidak setuju lebih banyak berasal dari responden laki-laki. Hal ini dapat mengindikasikan dua hal yang sudah menjadi perdebatan daTabel 1. lam dunia perpolitikan, yaitu Jumlah Perempuan di DPR-RI untuk Kepentingan Perempuan laki-laki menganggap bahwa Perempuan Total Jawaban Laki-laki perempuan tidak memiliki ke5% 4% 1% Sangat setuju mampuan sebagai anggota 26% Setuju 58% 32% DPR-RI atau mungkin mereka 22% 7% 15% Tidak setuju menganggap bahwa isu pe2% 1% 1% Sangat tidak setuju rempuan juga dapat diper7% Tidak menjawab 13% 6% juangkan oleh anggota DPR100% 50% 50% Total RI laki-laki.


Grafik 2. Kemampuan Perempuan Memimpin Politik Sama dengan Laki-Laki dalam Memimpin Politik

Tidak menjawab

Sangat tidak setuju

5%

0%

Sangat tidak setuju

1% 8%

32%

5%

Sangat setuju

3% 5%

10%

15%

20%

Perempuan

Kemampuan Berpolitik Perempuan, Sudah Siapkah Bersaing dengan Laki-Laki? Temuan survei lainnya (grafik 2) membuktikan bahwa 62% responden setuju bahwa kemampuan perempuan sama dengan laki-laki. Bahkan 8% menjawab sangat setuju. Hanya 24% yang menyatakan ketidaksetujuan perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki dalam memimpin di ranah politik. Budaya patriarki yang sudah lama melekat di masyarakat telah membangun berbagai stigma (stereotype)

8%

Emosional

9%

Dilarang agama

47%

34%

Tidak cocok menjadi pemimpin Pendidikan laki-laki lebih tinggi dari perempuan Lainnya

2

25%

30%

0% 9%

26% 25% 4% 3% 5%

10%

Laki-laki

Kebijakan yang Mendorong Partisipasi Perempuan dalam Politik Ketika dilakukan survei apakah perlu kebijakan afirmatif kuota 30% perempuan sebagai kandidat DPR-RI untuk mendorong agar perempuan bisa menduduki jabatan politik. Sebanyak 51% responden setuju ada kebijakan afirmasi, bahkan 7% responden menjawab sangat setuju. Hanya 23% yang menyatakan tidak setuju dengan kebijakan afirmasi tersebut.

Fact Sheet Januari 2014

14%

0%

35%

yang merugikan perempuan untuk terjun dan aktif berkarir di ranah politik dan menjadi pemimpin. Beberapa stigma tersebut menjurus kepada pernyataan bahwa perempuan tidak cocok untuk menjadi pemimpin, termasuk dalam ranah politik. Pada grafik 3 terlihat mengapa perempuan dinilai tidak memiliki kemampuan dalam memimpin politik karena: 1) menganggap agama melarang perempuan menjadi pemimpin (34%); 2) perempuan dianggap tidak cocok menjadi pemimpin (47%), 3) perempuan lebih emosional (9%); 4) pendidikan laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan (2%), dan lainnya (8%).

Grafik 3. Alasan Tidak Setuju Perempuan Memiliki Kemampuan Sama dengan Laki-Laki dalam Memimpin Politik

2%

0%

Setuju

30%

0%

8%

Tidak setuju

13%

Setuju

Sangat setuju

11%

Tidak menjawab

3%

Tidak setuju

Grafik 4. Kebijakan Mendorong Keterlibatan Perempuan dalam Politik (Kuota 30%)

15%

20%

Perempuan

Pada grafik 5, sebanyak 34% responden menyatakan bahwa kebijakan kuota 30% tersebut untuk memberikan kesempatan yang lebih besar kepada perempuan agar terlibat atau berpartisipasi dalam politik. 5% mengatakan menyetujui kebijakan tersebut adalah untuk memotivasi perempuan terlibat dalam politik (5%), dan 54% menyatakan bahwa kebijakan kuota dibutuhkan untuk menyeimbangkan representasi politik perempuan dan laki-laki.

25%

30%

35%

Laki-laki

Bagaimana Peluang Partisipasi Perempuan di Percaturan Politik 2014? Demokrasi di Indonesia saat ini telah menuju ke arah yang lebih baik, selain dibuktikan dengan lahir dan diperkuatnya kebijakan afirmasi untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik, hal ini juga terbukti hasil survei yang menyatakan masyarakat Indonesia setuju jikalau perempuan dan laki-laki diberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk terlibat dalam bidang politik. Terbukti dengan 74% dan 10% responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju dengan pernyataan demikian.

Hasil Survei WRI menyatakan masyarakat

Grafik 5. Alasan Setuju dengan Kebijakan Kuota 30%

Indonesia setuju jikalau perempuan dan laki-laki diberikan kesempatan

5%

7%

Menyeimbangkan jumlah perempuan dan laki-laki

atau peluang yang sama untuk terlibat dalam

34%

bidang politik.

54%

Memberi kesempatan lebih besar kepada perempuan dalam politik Memotivasi perempuan terlibat dalam politik Lainnya

Fact Sheet Januari 2014

3

Factsheet 2014 wri indonesia